P. 1
ASUHAN kompre nta

ASUHAN kompre nta

|Views: 20,770|Likes:
Published by Fitria Wulandari

More info:

Published by: Fitria Wulandari on Jun 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2014

pdf

text

original

Sections

  • A.Latar Belakang
  • B.Rumusan Masalah
  • C.Tujuan
  • D.Ruang Lingkup Masalah
  • E.Sistematika penulisan
  • F.Manfaat Penulisan
  • A.TEORI KEHAMILAN
  • 1.Definisi
  • 2.Persiapan Kehamilan
  • 3.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan
  • 4.Tanda-tanda Kehamilan
  • 5.Antenatal Care
  • II Kunjungan
  • III Kunjungan IV
  • 6.Tujuan antenatalcare
  • Organogenesis
  • Masa Prenatal
  • 8.Memantau Tumbuh Kembang Janin
  • 10.Perubahan Fisik Selama Hamil
  • 11.Perubahan dan adaptasi Psikologis dalam kehamilan Trimester III
  • 12.Keluhan Selama Hamil Trimester III
  • Definisi
  • Etiologi
  • Cara Meringankan
  • Tanda Bahaya
  • Pengobatan
  • 13.Kebutuhan Dasar Gizi Ibu Hamil
  • B.TEORI PERSALINAN
  • 2.Bentuk Persalinan
  • 3.Etiologi
  • f. Faktor nutrisi
  • g. Faktor lainnya
  • 4.Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan
  • Faktor His Persalinan His Palsu
  • 5.Lima Benang Merah Dalam Asuhan Persalinan dan Kelahiran
  • Bayi
  • 6.Persiapan Persalinan
  • 7.Tanda-Tanda Persalinan
  • Persalinan sebenarnya Persalinan palsu
  • 8.Tahapan Persalinan
  • 9.Rencana Kala I
  • 10.Mekanisme Persalinan
  • 11.Asuhan Kebidanan Pada Persalinan
  • Rencana asuhan pada kala I
  • Rencana asuhan pada kala II
  • Rencana asuhan pada kala III
  • 12.Asuhan Persalinan Normal 58 Langkah
  • c.Memastikan Pembukaan Lengkap dan Keadaan Janin Baik
  • d.Menyiapkan Ibu Dan Keluarga Untuk Membantu
  • Proses Bimbingan Meneran
  • e. Persiapan Pertolongan Kelahiran Bayi
  • Lahirnya kepala
  • Lahirnya bahu
  • Lahirnya badan dan tungkai
  • Menejement aktif kala III
  • Rangsangan Taktif ( Masase ) uterus
  • f. Melakukan Prosedur Pasca Persalinan
  • Evaluasi
  • 13.Partograf
  • a. Definisi
  • b. Tujuan
  • c. Catatan kondisi ibu
  • d. Data dalam partograph
  • e. Catatan tentang air ketuban
  • Parameter Frekuensi fase aktif
  • C.TEORI NIFAS
  • 2.Fisiologi Nifas
  • 3.Laktasi
  • 4.Pskologi Nifas
  • 5.Penatalaksanaan Nifas
  • 6.Kebutuhan Ibu
  • 7. Program dan kebijakan teknis masa nifas
  • KunjunganWaktu Tujuan
  • D.TEORI BAYI BARU LAHIR
  • 2.Karakteristik Bayi Baru Lahir
  • 3.Asuhan dan Penanganan segera Bayi Baru Lahir
  • 4.Tujuan Utama Perawatan Bayi Segera Sesudah Lahir, Ialah :
  • 5.Pemeriksaan fisik Bayi Baru Lahir
  • 6.Tanda Bahaya Pada Bayi
  • ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL
  • Tanggal : 05 Maret 2011
  • Jam : 16.00 WIB
  • Tempat : BPS Engkay S Chandra
  • I.Data Subyektif
  • B.Anamnesa
  • Alasan kunjungan ini
  • Keluhan Utama
  • Riwayat Menstruasi
  • Riwayat kehamilan ini
  • Riwayat pola sehari-hari
  • Riwayat penyakit yang sedang diderita
  • Riwayat Penyakit Keturunan
  • Riwayat social
  • 10.Riwayat KB
  • 11. Kepercayaan yang
  • 12. Keadaan Psikososial
  • II.PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBJEKTIF)
  • D. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
  • B.ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN NORMAL
  • Tanggal pengkajian : 05 Maret 2011
  • Jam pengkajian : 22.00 WIB
  • Tempat pengkajian : BPS Engkay S Chandra
  • I. DATA SUBJEKTIF
  • A.Identitas (Biodata)
  • B.Status Kesehatan
  • 1.Keluhan Utama
  • II. DATA OBJEKTIF
  • A.Pemeriksaan Umum
  • III. Assasement
  • KALA II ( Jam 05.00 WIB)
  • II.Data Obyektif
  • K ALA III (JAM 05.45 WIB)
  • Kala IV JAM 05. 55 WIB
  • III.Assasement
  • IV.Planning
  • C. ASUHAN KEBIDANAN POSNATAL
  • Tanggal pengkajian: 06 – maret 2011
  • Jam : 07.30 WIB
  • I . Data Subyektif
  • 1.Identitas (Biodata)
  • 2. Keluhan Utama
  • 3. Riwayat Antenatal
  • 4. Riwayat Persalinan
  • 5. Riwayat Post Partum
  • II. Data Obyektif
  • Pemeriksaan Umum
  • Pemeriksaan Fisik
  • Catatan Perkembangan
  • DATA SUBJEKTIF
  • Data Obyektif
  • ASSESMENT
  • PLANNING
  • Waktu Pengkajian : 08.30 Wib
  • Tempat Pengkajian : BPS Bd. Engkay S Chandra
  • Waktu Pengkajian :08.00 Wib
  • Tempat Pengkajian : Rumah Pasien
  • III. Assasement
  • D. ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL
  • Tanggal pengkajian : 06 Maret 2011
  • Jam pengkajian : 06.30 WIB
  • Tempat pengkajian :Bd.Engkay S chandra
  • I. Data Subyektif
  • A. Identitas (Biodata)
  • a. Bayi
  • b.Ibu
  • c.Ayah
  • B. Anamnesa
  • C. Riwayat Persalinan Sekarang
  • II.Data Obyektif
  • A.Pemeriksaan Fisik Bayi
  • B.Pemeriksaan fisik secara sistematis
  • C.Pemeriksaan Laboratorium
  • IV. Planning
  • ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI
  • Tanggal pengkajian : 11 – 03 - 2011
  • Jam pengkajian : 08.30 Wib
  • Tempat pengkajian : BPS Bd.Engkay S Chandra
  • II. Data Obyektif
  • ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU
  • Tanggal pengkajian : 19 – 03 - 2011
  • Jam pengkajian : 08.00 Wib
  • Tempat pengkajian : rumah pasien
  • A. Kesimpulan
  • B. SARAN
  • LEMBAR PERSETUJUAN
  • LEMBAR PENGESAHAN
  • KATA PENGANTAR
  • LEMBAR PERSETUJUAN... i
  • LEMBAR PENGESAHAN...ii
  • KATA PENGANTAR...iii
  • DAFTAR ISI...v
  • BAB I PENDAHULUAN
  • BAB II TINJAUAN TEORI
  • BAB III TINJAUAN KASUS
  • BAB IV PEMBAHASAN...151
  • BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
  • DAFTAR PUSTAKA
  • LAMPIRAN
  • ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.E 29 Th G3 P2 A0
  • DI DESA BENDA
  • KECAMATAN CICURUG
  • Asuhan Kebidanan Komprehensif
  • LISTA LIFWALIANTRI
  • NIM : 0290106A08063
  • PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN
  • POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI
  • SUKABUMI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) dinegara berkembang karena kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah yang komplek dan berkepanjangan. Bahkan sampai saat ini masalah tersebut belum teratasi. Dinegara miskin, sekitar 25-50 % kematian wanita subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitas (Saefudin: 2006:3). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN. AKI di Indonesia pada tahun 2005 adalah 262/100.000 kelahiran hidup, sementara AKB adalah 35/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI adalah 248/100.000 kelahiran hidup dan AKB adalah 27/1.000 kelahiran hidup. Dilihat dari data tersebut AKI dan AKB di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2005 sampai 2007 (Depkes RI, 2008). Penyebab utama kematian maternal masih disebabkan oleh trias

kematian ibu yaitu 28% perdarahan, 11% infeksi, 24% eklampsi. Sementara penyebab utama kematian perinatal yaitu disebabkan oleh asfiksia neonatorum 27%, infeksi 5%, prematuritas, BBLR 29%, dan tetanus neonatorum. (Depkes RI, 2007).

Sedangkan AKI dan AKB di Jawa Barat mengalami penurunan dari tahun 2003 sampai tahun 2007 yaitu AKI pada tahun 2003 sebesar 321.15/100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 49/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI sebesar 81/100.000 kelahiran hidup dan AKB 43.40/1000 kelahiran hidup (Dinkes Jabar, 2007). Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyebutkan angka kematian ibu (AKI) di kota sukabumi sekitar 91 per 100.000 kelahiran, sedangkan untuk angka kematian bayi (AKB) diperkirakan sekitar 53 per 1000 angka kelahiran hidup. (Dinkes Kota Sukabumi, 2008) Pada dasarnya kehamilan dan persalinan merupakan suatu hal yang fisiologis yang alami pada setiap wanita, tetapi kadang – kadang persalinan dan kehamilan tersebut di sertai dengan komplikasi sehingga akan bersifat fatologis, dan hal tersebut bisa dicegah dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin, melaksanakan asuhan kebidanan persalinan, BBL, dan nifas yang baik serta pemberian ASI pada bayi sedini mungkin sehingga dapat menurunkan angka kematiam ibu dan bayi. Berdasarkan data di atas maka penulis akan melakukan asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL secara komprehensif Pada Ny E,29 thn G3P2A0 umur kehamilan 38 mg dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah pada studi kasus secara komprehensif ini adalah “ Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. E 29 Tahun G3P2A0 38-39 Minggu dengan Keadaan Ibu dan Bayi Fisiologis di BPS Engkay S Chandra Tahun 2011”.

C. Tujuan 1. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan, nifas dan BBL normal kepada Ny E, dengan manajemen asuhan

kebidanan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang telah ditetapkan. 2. Tujuan Khusus a. b. Mengetahui tentang definisi kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Mengetahui Teori – teori tentang kehamilan, persalinan, nifas dan BBL c. Mengaplikasikan pengetahuan tentang kebidanan dengan praktek kebidanan di lapangan d. e. Mengetahui Asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Dapat melakukan manajemen Asuhan Kebidanan SOAP

BAB II : Tinjauan Teori ::Menguraikan tentang. - BAB V : Penutup : Menguraikan kesimpulan dan saran . persalinan BBL normal. sistematika penulisan dan kehamilan normal.D. manfaat. rumusan masalah. E 29 tahun G3P2A0 38-39 minggu dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis di BPS Engkay S chandra tahun 2011”. tinjaun medis normal. dan nifas normal - BAB III : Tinjauan Khusus ::Menguraikan tentang manajemen asuhan kebidanan dengan SOAP - BAB IV : Pembahasan ::Menguraikan tentang keterkaitan antara teori dengan kasus. E. Ruang Lingkup Masalah Studi kasus ini dilakukan untuk memberikan asuhan Kebidanan secara komprehensif pada Ny. tujuan dan ruang lingkup. Sistematika penulisan Sistematika penulisan dalam makalah ini tediri dari 5 BAB Yaitu : BAB I : Pendahuluan ::Menguraikan tentang latar belakang.

persalinan.F. . Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan dan mengaplikasikan ilmu khususnya berkaitan dengan ilmu kebidanan tentang kehamilan. nifas dan BBL. Dapat membantu kegiatan program kehamilan. nifas dan BBL normal. Engkay S Chandra a. 2. Manfaat Penulisan 1. Hasil asuhan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dalam rangka meningkatkan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. 3. b. persalinan. Bagi BPS. Bagi Institusi Sebagai bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan sebagai perbandingan untuk angkatan selanjutnya dan dapat menambah bahan koleksi perpustakaan sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya.

Triwulan pertama (0 – 12 minggu) Triwulan kedua (12 – 28 minggu) Triwulan ketiga (28 – 42 minggu) Merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami. Definisi Hamil adalah seorang wanita mengandung sel telur yang telah dibuahi atau dihasilkan oleh sperma. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2002) Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu).BAB II TINJAUAN TEORI A. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu : a. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut fertilisasi kemudian dilanjutkan menjadi nidasi dan implantasi sampai janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. Kehamilam 28 . Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. 2002 ). c. Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Saifudin. b. menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Sarwono Prawirohardjo. TEORI KEHAMILAN 1.

3. Mengkonsultasikan kesehatan fisik. b. Mengatur asupan nutrisi. Menjaga hubungan yang harmonis. Mencatat kondisi kesehatan. dan bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut post matur atau lewat bulan (Winkjo satro: 2005) 2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Ada 3 faktor yang mempengaruhi kehamilan yaitu : a.dan 36 minggu disebut premature. Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan matur (cukup bulan). Mempersiapkan tabungan. Memeriksa darah. e. Faktor Psikologis terdiri dari : 1) Stressor 2) Dukungan keluarga c. Bersikap teliti terhadap obat-obatan. h. Faktor Fisik b. i. Faktor Lingkungan Social Budaya dan Ekonomi . f. c. Menanamkan pola hidup sehat. Persiapan Kehamilan Pada saat memutuskan untuk mempunyai anak perlu melakukan berbagai persiapan sebagai berikut : a. Mengkonsultasikan faktor genetik. g. d.

Perubahan warna kulit pada daerah tertentu : leher. minggu. Tanda dugaan hamil a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) Menstruasi terlambat. Pingsan. Tanda kehamilan tidak pasti 1) Rahim membesar. Lelah. Varises. Ngidam. Tanda-tanda Kehamilan a. Payudara besar dan tegang. Miksi sering. muka. Terjadi pada kehamilan 6-8 SBR. Sulit BAB. b. dan areola.4. Mual muntah. 3) Tanda Chadwick yaitu pembendungan pembuluh darah daerah panggul menyebabkan warna serviks menjadi kebiruan . Epulsi. Tidak tahan terhadap bau-bauan. Anoreksia. 2) Tanda Hegar yaitu melebarnya daerah pelunakan di istmus menyebabkan cekungan.

c. semakin meningkat frekuensinya pada TM III. 6) Tanda Mc Donald yaitu serviks dan uterus dapat dengan mudah ditekuk pada pertemuannya. ireguler ringan. tidak sakit. biasanya terasa oleh ibu pada kehamilan 16-20 minggu. 5) Tanda ladin yaitu uterus melunak didaerah anterior. tengah didaerah antara uterus dan serviks. Disebabkan karena meningkatnya vascularisasi pada serviks. 4) Tanda Goodle yaitu serviks menjadi lunak dan cyanosis disebabkan pertambahan vascularisasi jaringan serviks. Mulai teraba pada kehamilan 6 minggu. 8) Kontraksi Braxton hiks yaitu kontraksi uterus ringan. . Mulai dapat diraba pada minggu ke-18. Dapat dilihat pada kehamilan 7-8 minggu. 9) Teraba ballotment teraba pada kehamilan 16-20 minggu. 7) Tanda piscaseck yaitu perubahan asimetris pada bentuk uterus hamil didaerah fundus dimana terjadi implantasi tampak lebih menonjol disebabkan oleh hyperemi setempat karena hormonal. 10) Test kehamilan (+). Muncul pada minggu ke-4. Tanda pasti hamil 1) Terasa adanya gerakan janin.(livid) atau purplish (ungu).

b. 4) Terlihat tulang dalam foto roentgen. Normal frekuensinya 120-160 x/menit. Kunjungan antenatal care sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : a. . Tampak pada minggu 12-14.2) Terasa adanya bagian-bagian janin. 5. Antenatal Care Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai janin lahir. biasanya dengan fetoscope terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu sedangkan jika menggunakan USG terdengar pada usia kehamilan 6-8 minggu. 2) Perencanaan persalinan. 3) Terdengar adanya DJJ. 5) Terlihat adanya gambaran janin pada USG. 3) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatan. Kunjungan II (24-28 minggu) dan kunjungan III (32 minggu) dilakukan untuk : 1) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya. Kunjungan I (16 minggu) dilakukan untuk : 1) Penapisan dan pengobatan anemia. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). Minggu ke7-8 DJJ sudah mulai tampak. Dengan dopler terdengar pada umur 8-10 minggu. Pada minggu ke-5 feta pole sudah tampak.

Pelayanan “7 T” : a. 2) Mengenali adanya kelainan letak dan persentasi. e. 3) Mengulangi perencanaan persalinan. b. Tilai status gizi i.golongan darah) h. Kunjungan IV (36 minggu) sampai lahir dilakukan untuk : 1) Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III. Ukur Tinggi fundus uteri. Pemberian imunisasi TT lengkap. f.2) Penampisan preeklampsia.haemoglobin. c. infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan.protein urine. Pemberian Tablet zat besi minimum 90 tablet selama kehamilan. Tilai presentasi dan Djj Temu wicara. 3) Mengenali tanda-tanda persalinan. d. Ukur Tekanan darah. Tes terhadap penyakit menular seksual. Timbang berat badan. gemelli. g. temuan kasus. c. tindak lanjut Table 2.1 Jadwal kunjungan ulang memiliki kekhasan dalam setiap kunjungannya : Penilaian Antenatal Riwayat kehamilan Riwayat kebidanan Riwayat kesehatan Kunjungan Kunjungan I √ √ √ √ II √ Kunjungan III √ Kunjungan IV . Tes lab (glukosa. j. MAP.

2 . Lain jika indikasi ada Penanganan Pemberian imunisasi TT1 TT Pemberian FE Konseling umum Konseling khusus Perencanaan persalinan Perencanaan penanganan komplikasi √ 90 Tablet √ TT2 Memperkua Memperkua t Jika indikasi t ada Jika indikasi √ √ Memperkua ada t ada Jika indikasi √ √ √ Tabel 2.Riwayat sosial Pemeriksaan keseluruhan (umum) Pemeriksaan kebidanan (luar) Pemeriksaan kebidanan (dalam) Pemeriksaan laboratorium √ √ √ √ √ Jika indikasi √ Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada ada indikasi indikasi indikasi Jika ada Jika ada Cek Hb dan indikasi indikasi pemeriksaa n Lab.

dan social ibu dan bayi. e.mental.Imunisasi TT Interval Antigen TT 1 TT 2 TT 3 TT 4 TT 5 (selang waktu minimal) Pada kunjungan 1 4 minggu setelah TT 1 6 bl setelah TT 2 1 thn setelah TT 3 1 thn setelah TT 4 Lama perlindungan 3 thn 5 thn 10 thn 25 hidup 6. ibu maupum bayinya dengan trauma semininmal mungkin. Proses Kehamilan % perlindungan 80 95 99 99 thn/seumur . termasuk riwayat penyakit secara umum. Mempersiapkan peran ibu dan keluaga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. d. kebidanaan dan pembedahan. Tujuan antenatalcare a. c. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian asi ekslusif. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi b. f. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. Memepersiapkan persalinan cukup bulan. 7. melahirkan dengan selamat.

Proses kehamilan merupakan masa rantai yang berkesinambengan terdri dari: a. Ovulasi Ovulasi Adalah pelepasan ovum dari ovarium. peristiwa ini terjadi pada hari kedua belas atau ke empat belas sebelum haid yang akan datang 1) 2) Proses petumbuhan ovum ( Oogenesis ) Dengan pengaruh FSH. 4) Selama pertumbuhan menjadi polikel de-grap ovarium mengeluarkan hormon ekstogen yang dapatmempengaruhi b. frikel primer mengalami perubahan menjadi polikel de-grap yang menuju kepermukan ovarium disertai pembentukan cairan liqoor polikuli. 3) Desakan faikel de-grap kepermukaan ovarium menyebabkan panipisan dan disertai deverkutarasi. - Gerak dari tuba yang mendekati ovarium Gerak sel rambut lumen tuba semakin tinggi Peristaltik tuba makin aktif Dan ketiga faktor ini menyebakan aliran dalam tuba makin deras menuju uterus .

c. dan sel insterstitial leyding sehingga spermaotgonium dapat mengalami proses mitosis. yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap cc. Bentuk spermatoa seperti cebung yng terdiri atas : 1) Kepala : lonjong sedikit gepeng yang mengndung inti . dalam bentuk pematngan pertama artinya siap di buahi. proses penangkapan ini di sebut ovum pick UP mechanism 3) Ovum yang tertutup terus bejalan mengikuti tuba menuju uverus. hipotalamus. Spermatozoa Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks 1) 2) 3) 4) 5) Sepermatogeum berasal dari sel primitip tombulus Menjadi spermatosit pertama Menjadi spermatosit kedua Menjadi spermatid Akhirnya spermatozon Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang kompleks dari panca indra. hipofisis. 2) Dengan gerak aktif tuba yang mempunyai tumbai ( Fimbiae ) maka ovum yang telah di lepaskan segera di tangkap oleh frimbiae tuba. hipofisis. pada setiap hubungan seks di tumpahkan sekitar 3 cc sperma.1) Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang mendadak terdapat hubungan antara hipotalamus . endometrium.

tertutup sel yang mempunyai silia Ovum mempunyai waktu terlama dalam ompula tuba a) b) c) 5) Ovum siap di buahisetelah 12 jam dan hidup selam 48 jam . d. nutrisi dialirkan kedalam vitellus melalui saluran pada zona pelusida 4) Konsepsi terjadi pada pers ampularis tuba Tempat yang paling luas Dinding penuh jongjot. Konsepsi Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot. Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba fallopii. diliputi oleh kolona radiate mengandung persediaan nutrisi. proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut : 1) Ovum yang di lepaskan proses ovulasi. 2) Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaface ditengah setoplasma yang di sebut vitelus 3) Dalam perjalanan korona radiate makin nerkurang pada zona pelusida.2) Leher : penghubung antara kepala dan ekor 3) Ekor : Pajang sekitar 10 kali kepala. spermatozoon yang masuk kedalam alat genetalia wanita dapat hidup selama tiga hari. sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi. mengandung energi sehingga dapat bergerak.

a) spermatozoa di tumpahkan. masuk melalui konalis serulkalis dengan kekuatan sendiri b) dalam kavum uteri terjadi peruses kapasitasi yaitu pelepasan sebagian dari “ upoproteinya” sehingga mapu mengadankan fertilisasi c) spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba d) spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genetalia interna e) spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis f) korona radiata dan zona pelusida dengan pelusida dengan proses enzimnatik hidloronidase g) melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum h) seetelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum. Proses Nidasi Atau Implantasi . ekornya lepas dan tertinggal di luar i) kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dengan membentuk zigot keseluruhan proses tersebut merupakan mata rantai fertilisasi atau konsepsi e.

1 mm dan di sebut stadia morola Semua pembelahan sel di bagian dalam. Setelah pertemuan ke dua inti ovum dan spermatozoa terbentuk yang terbenteuk zigot yang beberapa jam setelah mampu membelah dirinya menjadi dud an dan seterusnya berbarengan dengan inti. hasil konsepsi terus berjalan menuju uterus. Hasil pembelahan memenuhi seluruh ruangan dalam ruang ovumyang besarnya 100 mw atau 0.Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma “vitellus” membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan “metaphase”sehingga pronokluesnya menjadi “haploid” pronukelues spermatozoon dalam keadaan haploid saling mentdekati dengan inti ovum yang kini haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pemasangan pembawa tanda dari pihak peria maupun wanita.sementara itu fase . Pembelahan berjalan terus dan di dalam morulla terjadi ruangan yang mengandung cairan yang di sebut “blastula” perkembangan dan pertumbuhan perjalanan blastula dengan uili korealisnya yang di lapisi sel tropoblas telah siap untuk mengadakan ridasi . mampu mengeluarkan hormone krionik yang mempertahankan korpus luteum gravidarum. terjadi pembentukan sel di bagian luar morula yang kemungkinan berasal dari korola radiate yang menjadi sel tropoblas dalam pertumbuhanya.

entoderm. . Pembentukan placenta Nidasi atau implatasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding depan atau belakang pada blastura dengan inner cell mass. mungkin terjadi. plat embrio terdiri dari undur ectoderm. Sel tropoblas yang meliputi “perimer villi korealis” melakukan destruksi enzimatik proteolitik. setelah konsepsi. Pada saat tertanamnya blastula ke dalam edomentrium. dan meroderm. hingga dapat menanamkan diri di dalam edometrium proses penanaman blastula di sebut ridasi atu implantasi implansi terjadi pada hari ke 6 sampai 7. akan tertanam ke dalam endometrium sel tropoblas mendekstruksi endometrium sampai terjadi pembentukan placenta yang berasal dari primer vili korealis. Terjadinya nidasi ( implantasi ) mendorongkan sell blastula mengadakan deferesi sel yang dekat dengan ruang entoderm membentuk entoderm dan yolk sac ( kantong yolk ) sedangkan selain membentuk ektoderm dam morederm dan ruang amnion palat emberio ( embryonal palate ) terbentuk di antara dua ruang yaitu ruang amnion dan kantung yolk. f.sekresi endometrium telah makin banyak mengandung glikogen yang di sebut desidua. kantungan ammion dan embrio padat dan perkembangan menjadi tali pusat.

g. Kepala fleksi ke dada b. 2. memberikan nutrisi. yaitu insersio sentralis para sentralis marginalis atau insersio vila mentosa. sedangkan dari sudut fetus setiap kotiledon. Tabel. Pertumbuhan dan Perkembangan janin. kuping dan jari terbentuk c. sehingga sejak saat embrio mendapat tambahan nutrisi dari darah secara langsung terjadilah aliran darah pertma reptroplasenter pada hari ke empat belas sampai lima belas setelah konsepsi. Kuping lebih jelas 12 Minngu 9 cm a. pertumbuhan dan perkembangan janin pada rahim ibu. Vili korealis desi dua sampai sepuluh darah. Hidung. Kelopak mata terbentuk b.Dengan berbagai untuk implantasi ( Nidasi ) di mana posisi plat embrio berada akan di jumpai berbagai variasi tali puat.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Tua Kehamilan Organogenesis 8 Minggu Panjang Janin 2. mulai dengan pembuluh darah vena pada hari ke sepuluh sampai ke sebelas setelah konsepsi. Bagian desidua yang tidak di hancurkan membagi placenta menjadi sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal. Genetalis jelas terbentuk Masa Fetus . fetus terus bercabang danmengambang di tengah aliran darah untuk menunaikan fungsinya.5 cm Perkembangan a.

alis dan bulu 24 Minngu 30-32 cm tampak a. Berat 1000 gram b. Kulit merah tipis b.Kelopak mata jelas.16 Minggu 16-18 cm a. Menentukan Usia Kehamilan . Memantau Tumbuh Kembang Janin Tabel 2. Menyempurnakan janin Masa Prenatal 28 Minggu 35 cm 8.Uterus telah penuh.4 Memantau Tumbuh Kembang Janin Usia Kehamilan 12 minggu 16 minggu 20 minggu 22-27 minggu 28 minggu 29-35 minggu 36 minggu 20 cm (± 2 cm) Usia kehamilan Dalam cm Teraba badan diatas sympisis Tinggi Fundus Menggunakan petunjuk pubis ½ sympisis dan umbilikus Pada umbilicus dalam 2 jari ↑ umbilikus minggu = Cm (± 2 cm) 28 cm (± 2 cm) ½ umbilicus – Px Usia kehamilan dalam 2 jari ↓ Px minggu = Cm (± 2 cm) 36 Cm (± 2 cm) Pada Px 9. Kulit tebal dengan rambut lanugo b. desi dua pemtalis dan kopsularis 20 Minggu 25 cm menghilang melekat a.

Bulan menstruasi teakhir – 3. Maka denyut jantung pada saat istirahat pun meningkat (normal 70 x/menit menjadi 80-90 x /menit). secara kasar usia embrio adalah 2 minggu lebih muda. c. 10. Kehamilan berlangsung rata-rata selama 266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama menstruasi. Tanggal menstruasi terakhir + 7. Jantung dan pembuluh darah Jumlah darah yang dipompa jantung meningkat sampai 30-50%. Tahun menstruasi terakhir + 1. b. dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir.Kehamilan dihitung dalam minggu. Untuk menentukan perkiraan persalinan bisa dilakukan perhitungan sebagai berikut: a. Saat persalinan curah jantung meningkat sebesar 30 %. Perubahan Fisik Selama Hamil a. Peningkatan curah jantung . Setelah mencapai 30 minggu curah jantung menurun karena uterus yang membesar menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. Ovulasi biasanya terjadi setelah 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan terjadi segera setelah ovulasi. Peningkatan ini terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada minggu 30-32. b.

Akibat pengaruh estrogen payudara membesar ukurannya.Selama kehamilan peningkatan curah jantung terjadi karena perubahan dalam aliran darah kerahim. Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk persiapan pemberian ASI pada saat laktasi. Volume darah dalam peredaran meningkat 50 %. terjadi peningkatan aktifitas ginjal pada wanita yang tidur miring. Jumlah sel darah putih saat persalinan dan sesudah persalinan meningkat. karena janin terus tumbuh darah lebih banyak dikirim kerahim ibu. Pada bulan pertama kehamilan ginjal tertekan oleh uterus yang semakin membesar. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi . Kelenjar granula Montgomery pada daerah areola mamae tampak jelas dan putting susu tampak menonjol. d. Pembesaran ini menyebabkan syaraf tertekan dan menimbulkan rasa sakit. Terdapat peningkatan ukuran. tetapi sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat 25-30%. Ginjal Ginjal bekerja lebih berat pada kehamilan 16-24 minggu. Progesteron berfungsi menambah sel-sel asinus pada mamae. Selama trimester II tekanan darah menurun tetapi kembali normal pada rimester III. modulus dan sensitifitas. c. putting susu membesar dan lebih gelap menonjol. Pada akhir kehamilan.

Lapisan saluran pernapasan menerima lebih banyak darah sehingga tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). e. Hidung dan tenggorokan kadang mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Ginjal kanan lebih besar daripada ginjal kiri. . Akibat progesteron terjadi pembesaran pada ginjal kanan dan kiri. Otot pelvis renalis dan ureter relaks. f. obstipasi dan emesis / morning sickness. kadang-kadang mengeluh sesak dan bernafas pendek. Spingter esophagus bawah relaksasi sehingga dapat terjadi regurgitasi lambung yang menyebabkan rasa terbakar didada (heartburn). Paru-paru Wanita hamil bernafas lebih cepat dan dalam. sehingga terjadi dilatasi.perbaikan aliran darah yang akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung. Hal ini disebabkan karena usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim. Otot-otot usus relaks. Dimulut. System pencernaan Salivasi meningkat pada TM I. Sekresi lambung berkurang sehingga makanan lebih lama didalam lambung. Dilatasi ini meningkatkan kapasitas pelvis renalis dan ureter dari 12-75 ml sehingga memungkinkan terjadi infeksi traktus urinarius. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil sedikit berubah. gusi menjadi lunak karena retensi cairan intraselurer yang disebabkan pengaruh hormon progesteron.

Hormon yang utama dihasilkan .g. Cloasma gravidarum atau topeng kehamilan adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di kening dan pipi. Pada multipara terdapat pula garis-garis keperakan. h. Untuk multigravida akan berubah menjadi albican (putih). Sedangkan pelebaran yang berdinding tipis tampak di tungkai bawah. Peningkatan pigmentasi juga terdapat didaerah putting susu. Kulit Pada akhir kehamilan pembesaran rahim menimbulkan peregangan akibatnya robek serabut elastik dibawah kulit menimbulkan strie gravidarum sehingga tampak garis kemerahan pada abdomen. Banyak wanita hamil ditemukan garis pertengahan kulit abdomen menjadi jelas berpigmen berwarna hitam kecoklatan yang disebut linea nigra untuk primigaravida. Kadang otot dinding abdomen tidak dapat menahan ketegangan sehingga muskuli rekti terpisah digaris tengah. Hormon Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh untuk mempertahankan kehamilan. Sedangkan didaerah sekitar pinggang biasanya tampak garis gelap spider angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti laba-laba). Akibat peregangan tersebut terjadi diastesis rekti yaitu longgarnya otot dinding rahim.

plasenta yaitu HCG yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen dan progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan. i. Berat badan Kenaikan berat badan yang normal antara 6.5-16. Masa ini merupakan masa aktif yaitu persiapan untuk kelahiran dan penyambutan . kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 11-13 Kg. 11. Dapat terjadi hiperthyroidisme yang terjadi 1% kehamilan.5 Kg. Selama kehamilan diperlukan banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Plasenta menghasilkan hormon yang menyebabkan kelenjar tyroid lebih aktif menyebabkan denyut jantung cepat. Perubahan dan adaptasi Psikologis dalam kehamilan Trimester III Trimester III merupakan periode menunggu dan waspada. Juga dapat menyebabkan tanda peregangan berwarna pink pada kulit perut. Plasenta menghasilkan melanocyte-stimulating hormon yang menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dan peningkatan hormon adrenal dalam darah. Jika berat badan sebelumnya normal. keringat berlebihan dan perubahan suasana hati. berdebar (palpitasi).

Bangun secara perlahan dari posisi istirahat Hindari berdiri terlalu lama dilingkungan yang . takut menghadapi persalinan.bayinya. Etiologi 1) Hipertensi postural yang berhubungan dengan perubahan hemodynamis 2) 3) Penggumpalan darah dipembuluh tungkai hypoglikemia. takut kehilangan perhatian yang diterimanya saat hamil. Pada trimester III keinginan seksual wanita akan menurun lagi karena ukuran peruttnya yang besar dan timbul lagi ketidaknyamanan fisik. Ada perasaan takut kehilangan anak dalam kehamilannya. Sejumlah ketakutan nampak pada trimester III.Sincope Definisi Sincope atau pusing biasanya terjadi pada trimester dua dan tiga. Sehingga pada trimester III sering terjadi depresi ringan. Cara Meringankan 1) 2) hangat/sesak 3) Tanda Bahaya Hindari berbaring dalam posisi terlentang. Ibu merasa aneh dan jelek. dll. 12. Ibu juga merasa khawatir pada bayinya yang akan lahir nanti. Keluhan Selama Hamil Trimester III a.

1) 2) 3) Etiologi Kehilangan kesadaran Disertai gejala anemia. Cara Meringankan Gunakan BH yang dapat menyokong dan menunjang payudara untuk kenyamanan. b. Etiologi 1) Tekanan uterus pada kantung kemih 2) Ekresi sodium meningkat bersamaan dengan pengeluaran air 3) Air dan sodium tertahan dalam tungkai bawah.Sering BAK Definisi Sering BAK atau nokturia terjadi pada TM I dan TM III. air dan garam pada payudara 2) Kadang payudara terasa nyeri karena ujung syarafnya tertekan. Cara Meringankan 1) Kosongkan saat merasa ada dorongan untuk kencing 2) Perbanyak minum pada siang hari 3) Jangan kurangi minum di malam hari untuk mengurangi nocturia yang menggaggu tidur dapat menyebabkan keletihan . Payudara besar dan tegang 1) Perubahan hormon akan menimbulkan deposit lemak.

4) Batasi minum kopi. teh. . Cara Meringankan 1) 2) 3) 4) Minum cairan dingin atau panas ketika perut kosong Istirahat cukup Senam Membiasakan buang air kecil secara teratur gunakan pembentuk bahan padat (bongkahan) 5) Pengobatan Buang air besar segera setelah ada dorongan. Etiologi 1) Peningkatan kadar progesteron 2) Penurunan morbiditas 3) Penyerapan air dari colon meningkat 4) Tekanan uterus membesar pada usus. Tanda Bahaya 1) 2) 3) Dysuria Oliguria Aspmptomatic bacteriuria. cola dengan caffeine 5) Posisi baring miring kiri dengan kaki ditinggikan pada malam hari. c.Konstipasi Definisi Konstipasi atau sembelit terjadi pada TM II dan TM III.

Gunakan pembuat bahan padat (bongkahan) atau emollients.Keputihan Definisi Terjadi pada TM I. Tanda Bahaya 1) 2) 3) Rasa nyeri hebat di abdomen Tidak mengeluarkan gas (obstruksi) Rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis). TM II. Tanda Bahaya 1) Terlalu banyak . Cara Meringankan 1) Tingkatkan kebersihan diri 2) Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun Pengobatan 1) Hindari pencucian vagina 2) Gunakan bedak (polider) untuk mengeringkan tetapi jangan terlalu banyak. d. Etiologi 1) Hyperplasia mukosa vagina 2) Peningkatan produksi lendir dan kelenjar endoservikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen. TM III.

pembesaran vena haemorrhoid Cara Meringankan 1) 2) 3) Pengobatan Salep tropikal Hindari konstipasi Makan makanan yang berserat Gunakan kompres hangat. Etiologi 1) Konstipasi 2) Tekanan uterus yang meningkat terhadap vena haemorrhoidal 3) Dukungan yang tidak memadai pada vena haemorrhoid diarea anorectal 4) Kurangnya klep pada pembuluh ini mengakibatkan perubahan pada aliran darah. 5) Statis. tekanan vena panggul. kompres es/ sizt bath . kongesti vena. e. gravitasi.Wasir Definisi Haemorrhoids atau wasir terjadi pada TM II dan TM III.2) 3) 4) 5) Bau menyengat Berwarna kuning / abu-abu Pengeluaran cairan Pendarahan pervaginam.

gunakan vistaril dan seconal. Gunakan tekhnik relaksasi Gunakan tekhnik relaksasi progesif Mandi air hangat Minum minuman hangat sebelum tidur Melakukan aktivitas yang tidak menstimulasi Tanda Bahaya . Etiologi 1) Pola tidur yang berubah mulai minggu ke-25 puncaknya pada 33-36 minggu.Tanda Bahaya Thrombi f. 2) Bangun tengah malam Cara Meringankan 1) 2) 3) 4) 5) sebelum tidur Pengobatan Gunakan antihistamin untuk jangka pendek. Insomnia Definisi Dimulai pada umur pertengahan kehamilan.

8 100 400-800 2.5 15 600 1. 13. b. d. Definisi Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan kekuatan sendiri (Manuaba. TEORI PERSALINAN 1. c. . Kebutuhan Dasar Gizi Ibu Hamil Kebutuhan gizi ibu hamil ini penting karena : a. 1998: 157).1) 2) Keletihan berlebih Tanda-tanda depresi. Mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan Pertumbuhan janin Mempercepat penyembuhan luka persalinan Cadangan dalam masa laktasi Kebutuhan gizi ibu hamil meliputi : Zat gizi Kalori Protein Kalsium Ferum Vitamin A Vitamin B Vitamin C Vitamin D Riboflavin As Nicotin Satuan Kal G G Mg SI Mg Mg SI Mg Mg Jumlah 2500 85 1.5 18 B.

: 1) Persalinan spontan adalah proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri. Berdasarkan tuanya umur kehamilan : Berdasarkan pengertian persalinan menurut cara persalinan . b. Bentuk Persalinan a.Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu). 2) Persalinan buatan adalah persalinan dengan tenaga dari luar misalnya persalinan pervaginam dengan menggunakan forceps atau vakum. lahir spontan dengan persentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam. 1998: 94). 2006: 100). 3) Persalinan anjuran adalah persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya akan tetapi berlangsung setelah dilakukan perangsangan. 2. melalui dinding perut dengan operasi sectio caesarea. tanpa ada kompilikasi baik pada ibu maupun janin (Prawirohardjo. Persalinan (partus = labor) adalah proses pengeluaran produk konsepsi yang viabel melalui jalan lahir biasa (Mochtar. tanpa bantuan alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.

Teori Keregangan . 3) Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada umur 28-36 minggu. 4) Partus maturus/ aterm/ cukup bulan adalah partus pada umur kehamilan 37-40 minggu. 3. sehingga menimbulkan beberapa teori yang berkaitan dengan mulai terjadinya kekeuatan HIS. janin matur dengan berat badan > 2500 Gr. Etiologi Proses persalinan belum diketahui dengan pasti. 5) Partus postmaturus/ serontinus/ lebih bulan adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu persalinan yang ditaksirkan. janin dapat hidup tetapi prematur dan berat janin antara 1000-2500 Gr. dan janin postmatur. dengan umur kehamilan > 22 minggu berat badan > 500 Gr. 2) Partus immaturus adalah pengeluaran janin yang terjadi pada umur kehamilan antara 22-28 minggu dengan berat badan bayi antara 500-999 Gr.1) Abortus adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup (viable). Beberapa teori yang menyatakan kemungkinan proses persalinan yaitu : a.

terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat mulai. sehingga otot rahim lebih sensitif terhadap oksitosin. 3) Akibat otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesteron tertentu. Hal ini merupakan faktor yang dapat mengganggu sirkulasi uteropia senter sehingga plasenta mengalami degenerasi. dimana terjadi penimbunan jaringan ikat. pada hamil ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu. 4) Contohnya. Seperti diketahui progesteron merupakan penenang bagi otototot uterus. 4) Antara lain penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang terjadi kira. 2) Otot rahim mempunyai kemampuan untuk meregang dalam batas tertentu.pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu. . 2) Produsi progesteron mengalami penurunan. 3) Setelah melewati batas tersebut.1) Keadaan sirkulasi uterus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot-otot uterus.kira 1 – 2 minggu sebelum partus. Teori Penurunan Progesteron 1) Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu. sehingga menimbulkan proses persalinan. b.

e.lebih-lebih sewaktu partus.c. d. sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks.sehingga persalinan dapat dimulai. Teori Oksitosin Internal 1) Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior. 2) Glandula suprarenalis merupakan pemicu terjadinya persalinan.teori ini dikemukakan oleh linggin 1973. 2) Perubahan keseimbangan esterogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim. . Teori Hipotalamus-Pituitari Dan Glandula Suprarenalis 1) teori ini menunjukan pada kehamilan dengan anencephalus sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus. 2) Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan. 3) Menurunkan konsentrasi progesteron dapat akibat tuanya kehamilan maka oksitosin meningkatkan aktifitas. Teori Prostagladin 1) Dalam kehamilan dari minggu ke 15 hingga aterm kadar prostagklandin meningkat. 3) Prostaglandin dianggap dapat memicu terjadinya persalinan.

kontraksi uterus dapat dibangkitkan. Passege (jalan lahir) 1) 2) b. 4. Faktor lainnya Tekanan pada ganglion ini tertekan. Panggul Jalan lahir lunak Power (tenaga) 1) His Adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus dimana tuba fallopi memasuki dinding uterus yang pada awalnya kontraksi tersebut berasal dari pacemaker. Efek gaya kontraksi tersebut mengarah kedaerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis yang membuka untuk mendorong isi uterus keluar.f. . hal : 160 ). Faktor nutrisi Teori berkurangya nutrisi pada janin dikemukakan oleh Hipocrates yang bila nutrisi kurang pada janin maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan. ( Ida Bagus Gde Manuaba.Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan & KB 1998. g. Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan a.

fisik maupun psikis His yang baik : a) Kontraksi simultan simetris diseluruh uterus b) Kekuatan didominasi didaerah fundus c) Terdapat periode relaksasi antara 2 periode kontraksi .Sifat his : a) Setelah kontraksi : (1) Tidak relaksasi (2) Lebih pendek (3) Tonus seperti sebelum kontaksi-retraksi b) Kontraksi tidak sama kuat (1) Terkuat difundus (2) Terlemah di SBR c) Pacemaker batas keduanya (1) Lingkaran retraksi fisiologis (2) Lingkaran retraksi patologis (Bandl) Sifat lain his: a) b) c) d) e) Involuntir : tidak dapat diatur oleh ibu Intermitten Terasa sakit Terkoordinasi dan simetris Kadang dapat dipengaruhi dari luar baik kimia.

teratur. menyebabkan rasa sakit (2) His pembukaan serviks sehingga terjadi pembukaan lengkap c) His Pengeluaran (1) Kuat. lama (2) Disertai keinginan mengedan d) His Pelepasan Uri e) His Pengiring/ His Royan . Ostium interna dan ekterna pun terbuka.d) Terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his e) Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang mengandung serabut otot akan tertarik keatas oleh retraksi otot-otot korpus kemudian secara pasif terbuka dan mendatar. teratur. terkoordinasi. Yang perlu diperhatikan yaitu : a) b) c) Lamanya : 45-75 detik : 40 mmHg : 10 menit sekali Intensitasnya Interval Pembagian his berdasarkan fungsinya : a) His Pedahuluan (1) His tidak kuat. simetris. tidak teratur (2) Menyebabkan “Blody Show” b) His Pembukaan (1) Kuat.

b) Pada ibu c) Pada janin : rasa nyeri. a) b) c) Passenger (janin) Psikis ibu Penolong . Ini hanya akan berhasil jika pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu rahim kontraksi. mengkontraksikan otot perutnya dan menekan diafragma kebawah.Perubahan yang terjadi akibat adanya his: a) Pada uterus dan serviks : uterus lebih keras. Karakteristik perbedaan his persalinan dan his palsu : Faktor Kontraksi Interval Intensitas Lokasi sakit Pengaruh sedativa Perubahan serviks His Persalinan Teratur Memendek Makin kuat Belakang dan abdomen Tidak berpengaruh Mendatar dan membuka His Palsu Tidak teratur Tetap memanjang Tetap Abdomen bawah Hilang Tetap 2) Tenaga mengejan : pada waktu kepala sampai didasar panggul timbul suatu refleks yang mengakibatkan bahwa ibu yang akan bersalin menutup glotisnya. kenaikan nadi dan tekanan darah : pertukaran oksigen dan pada sikulasi uteroplasenta kurang sehingga menimbulkan hipoksia janin. hidrostatis air ketuban dan tekanan intrauterin naik serta menyebabkan serviks menjadi datar dan membuka. padat.

dll) bersama ibu ketempat rujukan. 3) K (Keluarga) : beritahu ibu dan keluarga kondisi ibu terakhir dan/bayi dan mengapa ibu dan/bayi perlu dirujuk. Pencatatan (Rekam Medik) Asuhan Persalinan e. 2) A (Alat) : bawa perlengkapan dan bahan untuk asuhan persalinan.5. selang IV. nifas dan bayi baru lahir (tabung suntik. Pencegahan Infeksi d. Membuat Keputusan Klinik b. Lima Benang Merah Dalam Asuhan Persalinan dan Kelahiran Bayi a. alat resusitasi. Asuhan Sayang Ibu Dan Sayang Bayi c. Rujukan 1) B (Bidan) : pastikan bahwa ibu dan/ bayi baru lahir didampingi oleh penolong persalinan yang kompeten dan untuk menatalaksana gawat darurat obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa kefasilitas rujukan. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu melahirkan dalam perjalanan menuju fasilitas rujukan. Jelaskan kepada .

4) S (Surat) : berikan surat ketempat rujukan. cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan. Obatobatan tersebut akan dibutuhkan selama diperjalanan.mereka alasan dan tujuan merujuk ibu kefasilitas rujukan tersebut. 6) K (Kendaraan) : siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi cukup nyaman. Selain itu. pastikan kondisi kendaraan cukup baik untuk mencapai tujuan pada waktu yang tepat. 5) O (Obat) : bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu kefasilitas rujukan. . Surat ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu dan/ bayi baru lahir. Sertakan juga partograf yang dipakai untuk membuat keputusan klinik. Suami atau anggota keluarga yang lain harus menemani ibu dan/ bayi baru lahir hingga kefasilitas rujukan. asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu dan/ bayi baru lahir.

Penghilang rasa nyeri e. Persiapan Persalinan Persiapan persalinan sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi. Persiapan persalinan terdiri dari (Huliana. 2001: 115) : a.7) U (Uang) : ingatkan kepada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan kesehatan yang lain diperlukan selama ibu dan/ bayi baru lahir tinggal difasilitas rujukan. Transportasi d. Tempat persalinan b. Pendamping persalinan f. 6. 8) DA (Donor Darah) : siapkan donor darah untuk mengidentifikasi kejadian yang tidak diinginkan pada waktu persalinan. Penolong persalinan c. Plasenta (dimana plasenta akan diurus) .

Tanda-Tanda Persalinan a.7. Persalinan palsu adalah kontraksi semu berjalan tidak teratur. Biasanya persalinan akan terjadi beberapa jam atau beberapa hari mendatang. Nyeri terasa dilipatan paha dan perut bagian bawah atau punggung. Sering ditemukan pada akhir kehamilan (±3-4 minggu).Tanda Permulaan Persalinan Sebelum terjadi persalinan sebenarnya 2 minggu sebelumnya ibu hamil memasuki “minggunya” yang disebut kala pendahuluan “Preparatory stage of labour”. 1) Lightening/ settling/ dropping Disertai adanya tanda : a) b) Peningkatan frekuensi BAK Perasaan ketidak nyamanan karena penekanan pada seluruh pelvis c) d) 2) Kram pada kaki Peningkatan statis vena Persalinan palsu Disebut juga Braxcton Hick. 3) Tanda awal Tanda awal persalinan berupa “Show/ Blody Show” yaitu berupa sekret vagina yang terdiri dari sedikit darah lendir yang menunjukan ekspulsi sumbatan lendir yang menyumbat kanalis servikalis. durasinya pendek (< 45 detik). .

Perbedaan persalinan sebenarnya dan persalinan palsu : Persalinan sebenarnya Serviks menipis dan membuka Rasa nyeri dengan interval teratur Interval antara rasa nyeri yang secara perlahan semakin pendek Waktu dan kekuatan kontraksi semakin bertambah Rasa nyeri dibagian belakang dan menyebar kedepan Berjalan menambah intensitas Ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan intensitas rasa nyeri Lendir darah lebih tampak Ada penurunan bagian bawah janin Kepala janin sudah terfiksasi di PAP diantara kontraksi Pemberian obat penenang tidak menghentikan proses persalinan b. Tahapan Persalinan Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu : Persalinan palsu Tidak ada perubahan serviks Rasa nyeri tidak teratur Tidak ada perubahan interval antara rasa nyeri yang satu dengan yang lainnya Tidak ada perubahan waktu dan kekuatan Kontraksi Kebanyakan rasa nyeri dibagian depan Tidak ada perubahan rasa nyeri dengan berjalan Tidak ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi uterus dengan intensitas rasa nyeri Tidak ada lendir darah Tidak ada kemajuan penurunan bagian terendah janin Kepala belum masuk PAP walaupun ada kontraksi Pemberian obat penenang menghentikan rasa nyeri . Tanda Inpartu 1) Dorongan meneran 2) Tekanan anus 3) Perineum menonjol 4) Vulva membuka 8.

perdarahan. plasenta dan selaput ketuban yang lahir lengkap. luka perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma. Kala IV (Observasi selama 2 jam) Kala pengawasan dimulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum. Kala II pada primi berlangsung selama 1.5-2 jam sedangkan pada multi ½-1 jam. Kala I ( pembukaan ) dibagi atas 2 fase : 1) 2) Fase laten Fase aktif a) b) c) Periode akselerasi Periode dilatasi maksimal Periode deselerasi b.a. Kala III (Pengeluaran Uri) Setelah bayi lahir kontraksi berhenti sekitar 5-10 menit kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Kala ini merupakan stadium ekspulsi janin. kandung kemih harus kosong. dkk. . Yang diobservasi yaitu diantaranya : kontraksi uterus. Kala II (Pengeluaran Janin) Dimulai dari pembukaan lengkap dan berakhir dengan kelahiran bayi (Hanifa. resume keadaan umum ibu dan bayi. 1999). d. c.

f. e. Jika pasien berkeringat : Beri kipas. Bantu ibu dalam saat persalinan agar tidak merasa sakit : 1) Berikan dukungan moral dan yakinkan ibu 2) Memberikan informasi kemajuan persalinan 3) Mendengarkan keluhan pasien b. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Jika ibu tampak kesakitan : Ajarkan teknik relaksasi Ajarkan untuk mengubah posisi sesuai keinginan ibu Anjurkan ibu untuk jalan-jalan Mengajak orang untuk mendampinginya Ibu diperbolehkan beraktivitas sesuai kesanggupan ibu Ajarkan teknik bernafas (kaki tarik keatas dengan tangan merangkul mendekati dada dengan kepala diangkat sambil bernafas dalam). Penolong tetap menjaga privasi pasien selama persalinan : Menutup tirai Menghadirkan keluarga Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil pemeriksaan diberiahukan kepada ibu dan keluarga. Rencana Kala I a. 1) Memperbolehkan ibu untuk mandi atau membersihkan diri. c. 1) 2) d. AC .9.

2) g.pada kebanyakan nullipara. b. Memenuhi kebutuhan energi Sarankan ibu berkemih sesering mungkin Melakukan pemantauan 10.pada wanita multipara yang otot abdomennya lebih kendur kepala sering kali tetap dapat digerakan diatas permukaan panggul sampai persalinan dimulai. Mekanisme Persalinan Mekanisme persalianan mengacu kepada bagaimana jain menyusuaikan dan masuk kepanggul ibu yang meliputi gerakan: a.hal ini terjadi sebelum persalianan aktif dimulai karena otot-otot masih tegang.tekanan lansung kontraksi fundus pada janin.sehingga bagian presentasi janin terdorong kedalam panggul. Penurunan Kepala (Desensus) Gerakan bagian presentasi melewati panggul.dan kontraksi diafragma dan otot-otot abdomen ibu pada tahap kedua . i. Engagement Terjadi ketika diameter biparietal kepada janin telah melalui pintu atas panggul.penurunan merupakan hasil dari sejumlah kekuatan. h.yaitu:tekanan pada cairan amnion. Perbolehkan mandi.terjadi selama persalianan dan oleh karena itu keduanya diperlukan untukdan terjadi bersamaan dengan mekanisme lainnya.

kepala janin diarahkan oleh tulang panggul dan otot-otot dasar panggul. Fleksi Segera setelah kepala yang turun tertahan oleh servise.akhirnya oksiput berada digaris tengah dibawah lengkung pubis. Putaran paksi dalam dimulai pada bidang setinggi spina ishiadika.tetapi putaran ini belum selesai sampai bagian presentasi mencapai panggul bagian bawah.Efek ketiga kekuatan itu dimodifikasi oleh ukuran dan bentuk bidang panggul dan kapasitas kepada janin untuk bermolase.persalinan. saat kepala janin mulai muncul melalui introitus.5)dapat masuk kedalam pintu bawah panggul.suboksiput bregmatika yang berdiameter lebih kecil(9.ketika oksoput berputar kearah posterior.dengan fleksi. Putaran dalam (Rotasi internal).kepala akan defleksi kearah anterior.hal ini dimungkinkan karena kepala janin mengalami gerakan seperti sepiral atau seperti skrup pada waktu turun dalam jalan lahir. e.kemudian kepala muncul keluar akibat . Ekstensi. c.dinding panggul atau dasar panggul. d.dalam keadaan normal fleksi terjadi dan dagu didekatkan kearah dada janin.mula-mula oksiput melewati permukaan bawah simpisis pubis.setiap kali terjadi kontraksi.

bahu bayi masuk pintu atas panggul mengikuti jalan lahir. Asuhan Kebidanan Pada Persalinan Rencana asuhan pada kala I 1) Bantulah ibu dalam masa persalinan jika ia tampak gelisah.2005:247).bayi berputar sehingga mencapai posisi yg sama dengan saat ia memasuki pintu atas panggul.sisa badan bayi-bayi lainnya akan segera terdorong keluar ( bobak.dengan cepat diikuti oleh bahu posterior.setelah kedua bahu tersebut. . 11. g.bahu depan akan tampak dibawah simpisis pubis.kemudian wajah. Putaran Luar (Rotasi Eksternal) Putaran luar kepala janin pada hakikatnya mengikuti rotasi dalam bahu janin.Dengan demikian. f. ketakutan dan kesakitan. Restitusi Setelah kepala lahir.Ektensi : pertama-tama oksiput.kepala dapat terlihat lebih lanjut. h.dan perineum segera teregang oleh bahu belakang.kepala yang telah berada diluar melakukan putaran paksi luar yaitu menyesuiakan diri dengan panggul bayi bahu anterior biasanya dilahirkan lebih dahulu.Putaran 45 derajat membuat kepala janin kembali sejajar dengan panggul dan bahunya.dan akhirnya Dagu. Ekspulsi segera setelah rotasi eksterna.

c) Dengarkan keluhannya dan cobalah untuk lebih sensitive terhadap perasaannya 2) Jika ibu tersebut tampak kesakitan. antara lain menggunakan penutup atau . ibu diminta untuk menarik nafas panjang. )e Ibu diperbolehkan untuk melakukan aktifitas sesuai dengan kesanggupannya )f Ajarkan kepadanya teknik bernafas. tetapi jika ibu ingin di tempat tidur sebaiknya dianjurkan tidur miring ke kiri. )c )d Sarankan ibu untuk berjalan Ajaklah orang yang menemaninya (suami atau ibunya) untuk memijat atau menggosok punggungnya atau membasuh mukanya diantara kontraksi. dukungan/asuhan yang dapat diberikan )a )b Lakukan perubahan posisi Posisi sesuai dengan keinginan ibu.a) b) Berikan dukungan dan yakinkan dirinya Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinannya. (1) Penolong tetap menjaga hak privasi ibu dalam persalinan. menahan nafasnya sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup udara ke luar sewaktu terasa kontraksi.

(4) Ibu bersalin biasanya merasa panas dan banyak keringat atasi dengan cara: (a) (b) Gunakan kipas angin atau AC dalam kamar Manggunakan kipas biasa Menganjurkan ibu untuk mandi (c) sebelumnya. kontraksi. (5) Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi. nadi. (6) Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin. tidak menghadirkan orang lain tanpa seijin dan sepengetahuan ibu (2) Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemeriksaan. (7) Lakukan pemantauan : tekanan darah.tirai. berikan cukup minum. denyut jantung janin. Pemeriksaan dalam sebaiknya dilakukan setiap 4 jam selama kala I pada persalinan. penurunan sesuai dengan frekuensi yang telah ditetapkan (fase aktif/laten). suhu badan. pembukaan serviks. dan setelah selaput . (3) Membolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemaluannya setelah buang air kecil/besar.

mengipasi dan memijit ibu. b) Menawarkan minum. dengan cara : a) Menjaga privasi ibu b) Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan c) Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu 4) Mengatur posisi ibu. 2) Menjaga kebersihan diri : a) Ibu tetap di jaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi b) Jika ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan 3) Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan atau ketakutan ibu. dan dokumentasikan hasil ketuban yang ada pada partorgraf. Rencana asuhan pada kala II 1) Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu dengan : a) Mendampingi ibu agar merasa nyaman.ketuban pecah.dalam membimbing mengedan dapat dipilih posisi berikut : a) Jongkok b) Menungging .

6) Memberikan cukup minum : memberi tenaga.c) Tidur miring d) Setengah duduk Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri. ibu dianjurkan berkemih sesering mungkin. 5) Menjaga kandung kemih tetap kosong. Berikan oxytocin 10 unit (im) dosis ke tiga. Pengendalian tarikan pada tali pusat dan Pemijatan uterus segera setelah plasenta lahir 2) Jika menggunakan manajemen aktif dan plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit. berikan oxytocin 10 unit. . Rencana asuhan pada kala III 1) Melaksanakan manajemen aktif kala III meliputi : a) b) c) Pemberian Oxytocin dengan segera. dan mencegah dehidrasi. 3) Jika menggunakan menajemen aktif dan plasenta belum lahir juga dalam waktu 30 menit a) Periksa kandung kemih dan lakukan katerisasi jika kandung kemih penuh. mudah mengedan. kurangnya trauma vagina dan perineum dan infeksi. b) c) Periksa adanya tanda-tanda pelepasan plasenta.

4) Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering. 5) 6) Biarkan ibu istirahat. Mengenali Gejala dan Tanda Kala Dua 1) Mendengar dan melihat adanya tanda dan gejala persalinan kala dua: . Asuhan Persalinan Normal 58 Langkah a. sebagai permulaan dengan menyusui bayinya. 3) Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi. massage uterus sampai menjadi keras. kandung kemih dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit selama jam kedua. Rencana asuhan pada kala IV 1) Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20-30 menit selama jam kedua. Jika kontraksi tidak kuat.4) Periksa wanita tersebut secara seksama dan jahit semua robekan pada serviks atau vagina atau perbaiki episiotomi. menyusui juga membantu uterus berkontraksi (Saifuddin. 2002 : N8) 12. Tawarkan ibu makanan dan minuman yang disukainya. nadi. bantu ibu pada posisi yang nyaman Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan bayi dan ibu. 2) Periksa tekanan darah.

3) mengenakan baju penutup atau celemek plastik yang bersih. b) Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rektum dan vaginanya. lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi.a) Ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran. a) menggelar kain diatas perut ibu dan tempat resusitasi serta ganjal bahu bayi b) menyiapkan oksitosin 10 unit dan alat suntik steril sekali pakai didalam partus set. c) Perineum tampak menonjol. .mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai atau handuk pribadi yang bersih dan kering. 2 kain dan 2 handuk bersih dan kering. Untuk asfiksia = tempat datar dan keras. Menyiapkan Pertolongan Persalinan Normal 2) Pastikan kelengkapan peralatan. 5) Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam. bahan dan obat-obatan esensial untuk menolong persalinan menatalaksanakan komplikasi ibu dan bayi baru lahir. d) b. Vulva dan sfingter ani membuka. 4) Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai.

membersihkannya dengan seksama dengan cara menyeka dari depan ke belakang.menyekanya dengan hati-hati dari depan kebelakang dengan menggunakan desinfeksi tingkat kapas atau kassa yang sudah dibasahi air tinggi.perineum atau anus terkontaminasi oleh kotoran ibu. 8) Dengan menggunakan teknik aseptik. sedangkan pembukaan sudah lengkap.mengganti sarung tangan tersebut dengan benar didalan larutan dekontaminasi).bila selaput ketubanan belum pecah.5% dan kemudian melepaskannya dalam keadaan terbalik serta merendamnya kedalam larutan .lakukan amniotomi 9) Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0.melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan serviks sudah lengkap.jika mulut vagina.6) Menghisap oksitosin 10 Unit kedalam tabung suntik(dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril)dan meletakannya kembali di partus set atau wadah desinfeksi tingkat tinggi atau steril tanpa mengkontaminasi tabung suntik. Memastikan Pembukaan Lengkap dan Keadaan Janin Baik 7) Membersihkan vulpa dan perineum.membuang kapas atau kassa yang terkontaminasi dalam wadah yang benar. c.

. 14) Menunggu hingga ibu mempunyai keinginan untuk meneran.membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya. 15) Menjelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat kepada ibu untuk meneran secara benar. 10) Memeriksa denyut jantung janin (DJJ)setelah kontraksi berakhir untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (120-160 kali permenit).mencuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan.5% selama 10 menit. d. Menyiapkan Ibu Dan Keluarga Untuk Membantu Bimbingan Meneran Memberi tahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap Proses 13) dan keadaan janin baik.melanjutkan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktip dan mendokumentasikan penemuan-penemuan yang ada. 11) normal .klorin 0. 12) Mendokumentasikan hasil-hasil pemeriksaan dalam Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak DJJ dan semua hasil-hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf.

16) Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran. Menilai DJJ setiap kontraksi uterus selesai. c) Menganjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi. g) Segera rujuk jika bayi belum lahir atau tidak segera lahir setelah 120 menit ( 2jam )meneran (primigravida) atau 60 menit (1jam) meneran (multigravida).bantu ibu dalam posisi setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan ia merasa nyaman ).(pada saat ada his. e) f) Menganjurkan asupan cairan per oral (minum). 17) Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran: a) Membimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan untuk meneran. . b) Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihannya (kecuali posisi berbaring terlentang dalam waktu yang lama).mendukung dan memberi semangat atas usaha ibu untukmeneran perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai. d) Menganjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat kepada ibu.

18)

Menganjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau

mengambil posisi yang nyaman,jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit. e. 19) Persiapan Pertolongan Kelahiran Bayi Letakan handuk bersih (untuk mengeringkan

bayi)diperut ibu,jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm.
20)

Letakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian,dibawah

bokong ibu 21) Buka tutup partus set dan perhatikan kembali

kelengkapan alat dan bahan. 22) Pakai sarung tangan dtt pada kedua tangan.

Lahirnya kepala 23) Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm

membuka vulva maka,lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain yang bersih dan kering.tangan yang lain menahan kepala bayi untuk meneran perlahan atau bernafas cepat dan dangkal. 24) Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan

ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi,dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi. 25) jika tali pusat melilit leher secara longgar,lepaskan lewat bagian atas kepala bayi.

26) Jika tali pusat melilit leher secara kuat,klem tali pusat didua tempat dan potong diantara dua klem. 27) Tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar

secara spontan. Lahirnya bahu 28) Setelah kepala mengadakan paksi luar,pegang untuk meneran saat

secara bipariental,anjurkan ibu

kontraksi.dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arcus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang. Lahirnya badan dan tungkai 29) setelah kedua bahu kedua lahir,geser tangan bawah

kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala,lengan dan siku sebelah bawah.gunakan tangan atas untuk menyelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas. 30) setelah tubuh dan lengan lahir,penelusuran tangan

atas berlanjut kepunggung,bokong tungkai dan kaki,pegang kedua mata kaki(masukan telunjuk diantara kaki dan pegang masing-masing mata kaki ibu jari dan jari-jari yang lainnya. Menejement aktif kala III 31) pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10

cm dari vulva.

32) ibu,ditepi

Letakan satu lengan diatas kain pada perut atas simpisis,untuk mendeteksi.tangan lain

menegangkan tali pusat. 33) Setelah uterus berkontraksi,tegangkan tali pusat

kearah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus ke arah belakang –atas( dorso-kranial)secara hati-hati ( untuk mencegah inversio uteri).jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik,hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur diatas. 34) jika uterus tidak segera berkontraksi,minta

ibu,suami,atau anggota keluarga untuk melakukan stimulasi putting susu. 35) lakukan penegangan dan dorongan dorso cranial

hingga plasenta terlepas,minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas,mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorso-cranial) a) jika tali pusat bertambah panjang,pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5-10 cm dari vulva dan lahirkan plasenta. b) Jika plasenta tidak lepas setelah 15 menit mengangkat tali pusat: (1) beri dosis ulang oksitosin 10 Unit IM

pakai sarung tangan DTT atau steril untuk melakukan eksplorasi sisa selaput kemudian gunakan jari-jari tangan atau klem DTT atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal. 37) Jika selaput wadah robek. Rangsangan Taktif ( Masase ) uterus 38) Segera setelah plasenta lahir dan selaput ketuban lahir.Lakukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi setelah 15 detik masase.segera lakukan manual. . letakan telapak tangan difuhdus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras). Pegang hingga selaput wadah yang telah disediakan. 36) Saat plasenta muncul diintroitus vagina.lahirlah dan putar plasenta plasenta dengan kedua tangan. lakukan masase uterus.(2) Lakukan katerisasi (aseptic) jika kandung klemih penuh (3) minta keluarga menyiapkan rujukan (4) ulangi penegangan tali pusat 15 menit berikutnya (5) jika plasenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi lahir atau bila terjadi pendarahan.

perdarahan pervaginam : a) b) 2 – 3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan . 44) Evaluasi 45) Lanjutkan pemantauan kontraksi dan pencegahan Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah. 42) Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam.39) Periksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. Melakukan Prosedur Pasca Persalinan 41) Celupkan kedua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0. Bila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif. Masukan plasenta kedalam kantung pelastik atau tempat khusus.5%. segara lakukan penjahitan. bilas kedua tangan tersebut dengan air DTT dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. f. 43) Ajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi. 40) Evaluasi kemungkinan iaserasi pada vagina dan perineum. Lakukan penjahitan bila iaserasi menyebabkan perdarahan.

b) Letakan kembali bayi pada dada ibu bila bayi belum didalam 1 jam pertama dan biarkan berhasil menyusui sampai bayi berhasil menyusu. . a) Letakan bayi dalam jangkauan ibu agar sewaktu- waktu bisa disusukan. dan keadan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan : a) Memeriksa temperature tubuh sekali setiap jam selama 2 jam pertama pasca persalinan b) Melakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang tidak normal. 1mg intramuskuler dipaha kiri anterolateral. lakukan penimbangan / pengukuran bayi. beri tetes mata anti biotic profilaksis. 46) setelah satu jam. 48) Memeriksa nadi ibu.c) Setiap 20 – 30 menit pada jam kedua pasca persalinan d) Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik. 47) Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan imunisasi hepatitis b dipaha kanan anterolateral. dan vitamin K1. melakukan asuhan yang sesuai untuk menatalaksanaan antonia uteri.

5˚C ). lendir dan darah. balikan bagian dalam keluar dan rendam dalam larutan klorin 0.5% 53) Tempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0.5%. 52) Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0. 56) 57) 58) Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir. Dokumentasi Lengkapi partograf ( halaman depan dan belakang ). Serta suhu tubuh normal ( 36. Bantu ibu memberikan ASI. Bersihkan sisa cairan ketuban.49) Periksa kembali bayi untuk pastikan bahwa bayi bernafas dengan baik ( 40-60 kali/menit ).5˚C – 37. 51) Pastikan ibu merasa nyaman. . periksa tanda vital dan asuhan kala IV. Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering.5% untuk dekontaminasi ( 10 menit ). 55) Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0.5%. 50) Bersihkan ibu dengan menggunakan air DTT. Anjurkan keluarga untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkannya. selama 10 menit. Cuci dan bilas peralatan setelah dekontaminasi. 54) Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ketempat sampah yang sesuai.

4) Penurunan bagian terbawah setiap 4 jam. pengenalan penyulit dan membuat keputusan klinik. Partograf a. 2) Nadi setiap 30 menit. 3) Dilatasi serviks setiap 4 jam.(Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. Catatan kondisi ibu 1) Frekuensi dan lama kontraksi setiap 30 menit (termasuk pemantauan DJJ setiap 30 menit). b. 5) Tekanan darah dan temperatur suhu tubuh setiap 4 jam. Definisi Partograph adalah alat bantu untuk memantau Informasi klinik tentang kemajuan persalinan. Tujuan 1) Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan 2) Mendeteksi apakah persalinan berjalan secara normal 3) Mencatat kondisi ibu dan janin 4) Untuk membuat keputusan klinik c. asuhan. Partograph adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan. 2007) 13. .

5) Kontraksi uterus. atau adanya aseton/ protein urin setiap 2-4 jam. 3) M :selaput ketuban sudah pecah. 6) Obat-obatan dan cairan yang diberikan. e. Catatan tentang air ketuban 1) U 2) J : selaput ketuban utuh.6) Produksi urine. Molase : selaput ketuban sudah pecah. tatalaksana dan keputusan klinik. 5) K (kering). d. cairannya bercampur dengan darah. cairannya jernih. cairannya tidak ada . 7) Kondisi ibu. : selaput ketuban sudah pecah. 8) Asuhan. 4) D : selaput ketuban sudah pecah. Data dalam partograph 1) Informasi tentang ibu dan riwayat tentang kehamilan/persalinan 2) Kondisi janin. 4) Jam dan waktu. cairannya bercampur dengan mekonium. f. 3) Kemajuan persalinan.

: saling tumpang tindih. tidak dapat dipisah. Definisi Masa nifas (puerperium) adalah yang dimulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira.Adalah penyusupan antara tulang kronium. : saling tumpang tindih.kira 6 minggu. akan tetapi seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti semula selama 3 bulan.alat kandungan kembali seperti ke keadaan . dapat dipisah. dalam partograph ditandai dengan : 1) 0 2) 1 3) 2 4) 3 : tulang kepala janin terpisah. Masa nifas (puerperium) di mulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat. g. : hanya bersentuhan. 2002 : 237). TEORI NIFAS 1. Parameter Tekanan darah Suhu Nadi DJJ Kontraksi Pembukaan serviks Penurunan Parameter Partograph Frekuensi fase aktif Setiap 4 jam Setiap 2 jam Setiap 30-60 menit Setiap 30 menit Setiap 3 menit Setiap 4 jam * Setiap 4 jam * C. (Sarwono.

kira 6 minggu. Perubahan – perubahan alat – alat genelitia ini dalam keseluruhan di sebut involusi. Involusi Dalam masal nifas. Masa nifas berlangsung selama kira. sitoplasma sel yang berlebih akan tercerna sendiri sehingga tertinggal jaringan Fibro elastik dalam jumlah renik sebagai bukti kehamilan. alat. Fisiologi Nifas a. 2) otoalisis.sebelum hamil. 3) Atrofi jaringan yang berfoliferasi dengan adanya estrogen dalam jumlah besar lalu mengalami atrofi sebagai reaksi terhadap penghentian produksi estrogen yang menyertai pelepasan plasenta. terutama terjadi pada uterus yang berhubungan dengan Tinggi fundus Uteri (TFU) dan berat uterus. Involusi di sebabkan oleh : 1) Kontraksi dan retraksi serabut otot uterus yang terus menerus sehingga mengakibatkan kompresi pembuluh darah dan iskemia. 2002 : N-23) 2.alat genelitia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur putih kembali seperti keadaan sebelum hamil. (Saifudin. Kontraksi uterus yang diikuti his pengiring .

2002 : 240) a) Serviks Setelah persalinan bentuk serviks seperti corong berwarna merah kehitaman.angsur muncul dan lebia lebih menonjol. b) Endometrium Pada hari pertama setebal 2-5 mm mempunyai permukaan kasar akibat pelepasan deciduas dan selaput janin. c) Vulva dan vagina Mengalami peregangan serta penekanan yang besar dalam proses persalinan. Setelah bayi lahir ostium eksterna dapat dimasuki 2-3 jari tangan. arifisum vagina sedikit membuka. hari pertama. setelah 3 hari permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya selsel dari tangan mengalami degenerasi.menimbulkan rasa nyeri yang di sbut “nyeri ikutan (afterpain)” kadang – kadang mengganggu selama 2-3 hari postpartum (Sarwono. kedua organ ini dalam keadaan kendur. rugae vagina berangsur.perlukaan kecil. konsistensinya lunak kadang – kadang terdapat perlukaan. . Setelah 3 minggu akan kembali pada keadaan pra hamil. setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari. Regenerasi endometrium memakan waktu 2-3 minggu.

. peningkatan kapasitas kandung kemih. yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir. lanugo dan mekoneum selama 2 hari atau 3 hari postpartum 2) Lochea sanguinolenta berwarna merah kuning berisi darah dan lendir hari 3-7 pasca persalinan. e) System kardiovaskuler Hemokonsentrasi pada masa hamil di dapat hubungan pendek yang di kenal sebagai shunt antara sirkulasi ibu dan plasenta. Lochea Adalah cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas 1) Lochea rubra (cryent) berisi darah segar dan sisa. 2002 : 238) b. Setelah persalinan shunt akan menghilang tibatiba. Volume ibu relative bertambah dan mekanisme timbulnya homokonsentrasi sebagai Volume darah kembali seperti sedia kala dan terjadi pada hari ke 3-5 postpartum. Kombinasi trauma akibat persalinan. Vernik kaseosa.sisa kulit yag disebut “karutiukule mirtiform . (Sarwono.hymen mengalami rupture yang menyisakan sisa.sisa selaput ketuban sel – sel decidua.” d) Traktus urinarius Trauma bisa terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses melahirkan.

4. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan. Pengaruh oksitosin menyebabkan miopitel kelenjar susu berkontraksi sehingga ASI keluar.perubahan pada kelenjar mamma diantaranya : a. c. pengaruh estrogen dan progesterone hilang.kelenjar. setelah persalinan. 2002 : 241) 3. Maka timul pengaruh laktogenik (LH) atau prolaktin yang merangsang air susu.3) Lochea serosa berwarna kuning. Poliperasi jaringan pada kelenjar. b. Pskologi Nifas a. keluar susu jolong dari laktiferus berwarna kuning (colostrum) Hipervaskularisasi di permukaan dan bagian dalam dimana vena berdilatasi sehingga tampak jelas. Taking in . d. cairan tidak berdarah lagi pada hari ke 7-14 pasca persalinan 4) 5) Lochea alba persalinan setelah 2 minggu Lochea purulenta terjadi infeksi keluar cairan seperti nanah berbau busuk. 6) Lichiostatis. alveoli dan jaringan lemak bertambah. Iasapan pada putting susu merangsang secara psikis pengeluaran oksitosin sehingga ASI keluar lebih banyak dan proses inovolsi lebih sempurna. Laktasi Sejak kehamilan telah terjadi perubahan. lochea tidak lancar keluarnya (Sarwono.

Pengawasan Masa Nifas Perawatan peurperium harus lebih aktif yaitu dengan ibu di anjurkan untuk melakukan “Mobilisasi Dini” (early mobilization). bayi memerlukan bantuannya. Perawatan mobilisasi dini mempunyai keuntungan : . c. Taking Hold Suatu periode terjadi perpindahan dari keadaan ketergantungan menjadi individu. Penatalaksanaan Nifas a. 5. sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya. lebih nyaman 2) Focus pada dirinya dan bayinya 3) Mempunyai inisiatif untuk merawat diri dan bayinya 4) Saat tepat pemberian pendidikan. 1) Energi ibu lebih meningkat. 1) Dimulai akhir minggu pertama setelah melahirkan. 2) Ibu merasa bayinya sudah berpisah darinya. Letting Go Suatu periode dimana terjadi perpindahan dari keadaan mandiri ke peran baru. Terlihat pada jam pertama setelah melahirkan pada periode ini berlangsung hari pertama dan kedua. b. belum pada bayi.Suatu periode dimana tingkah laku ibu tergantungpada orang lain dan berfokus pada dirinya sendiri.

2) Pemeriksaaan Khusus a) Fisik : Meliputi tanda. jenisnya (rubra) Payudara : Keadaan putting susu. Suhu. segera dapat memberikan ASI sehingga kelancaran pengeluaran ASI lebih terjamin (Sarwono. RR) b) Fundus Uteri : Tinggi fundus uteri. c) Lochea: Warna. kontraksi uterus. banyak dan bau. pem bengkakan ASI. (Sarwono. sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme. . pengeluaran d) ASI.tanda vital (TD. 2002 : 266) Perawatan puerperium di lakukan dalam pengawasan sebagai berikut : 1) Rawat Gabung Perawatan ibu dan bayi dalam satu ruangan bersama – sama sehingga ibu lebih banyak memperhatikan bayinya. 2) Mempercepat involusi alat kandungan.1) Melancarkan pengeluaran lochea. 3) Melancarkan fungsi alat gastro intestinal dan alat perkemihan 4) Meningkatkan kelancaran peredaran darah. Nadi. 2002 : 266). mengurangi infeksi puerperium.

Nasihat yang perlu di berikan saat memulangkan adalah : a) Diet / Nutrisi Masalah.e) Perineum : Kedaan luka / jahitan episiotomi.tanda infeksi (kalor. Serta tidak ada pantangan terhadap makanan tertentu. lauk pauk. setelah 2-3 hari dirawat. Penjabaran 4 sehat 5 sempurna perlu di perhatikan dan dapat di terjemahkan untuk masyarakat yang terdiri dari nasi. dolor. nutrisi perlu mendapat perhatian pada kala nifas untuk dapat meningkatkan kesehatan dan memberikan ASI. apakah ada tanda. 2002 : 242) 3) Pemeriksaan Umum a) b) Kesadaran Penderita Keluhan yang telah terjadi setelah persalinan (Saifuddin. 2002 : N-24) 4) Pemulangan dan Pengawasan Ikutan Pemulangan di lakuakan setelah keadaan baik dan tidak ada keluahan. tumor dan penanahan). b) Miksi dan BAB . sayuran. rubor. buah dan di tambah susu. apakah baik atau terbuka. (Sarwono.

Jika masih belum BAB dapat di berikan obat laksans per oral / rectal / huknah. biasanya ibu akan sering BAB karena tubuh sedang membuang cairan ekstra yang tersimpan tubuh selama 9 bulan dan saluran kencing kendor karena membesarnya rahim. Pemberian ASI di lakukan pada kedua . siang 2 jam dan malam 7-8 jam.Pada hari pertama dan kedua. f) ASI dan puting susu g) ASI mengandung semua bahan yang di oerlukan bayi . c) Mobilisasi Karena itu setelah habis bersalin. segar. mudah di cerna. bersih dan memberi perlindungan terhadap infeksi. BAB harus di lakukan 2-3 hari pasca persalinan. nifas dan sembuhnya luka. d) Istirahat e) Penting untuk memulihkan kesehatan. BAB biasanya sulit pada 24 jam pertama setelah melahirkan.luka. ibu harus beristirahat. hari ketiga jalan – jalan mobilisasi berpariasi tergantung kompilkasi persalinan. Hari kedua boleh duduk. bila sulit anjurkan ibu mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum. Kemudian miring ke kanan dan kiri untuk mencegah trombosis dan tromboemoli (penyumbatan pada pembuluh darah di kaki). tidur terlentang selama 8 jam.

6. m)Kunjungan ulang n) Bersama dengan pemeriksaan postpartum dapat di lakukan dengan pemeriksaan bayi. h) Stagnasi ASI dapat menimbulkan bahaya infeksi sampai abses. Kebutuhan Ibu a. pertimbangan bahkan untuk imunisasi. Fisik . Setelah melampaui 3 bulan perlu menggunakan alat kontrasepsi sehingga terlindungi dari kemungkinan hamil dalam waktu singkat.payudara sehingga kelancaran pembentukan ASI berjalan dengan baik. Pakaian dalam yang menyerap sehingga lochea tidak memberikan iritasi pada kulit sekitarnya. Dalam waktu 3 bulan belum menstruasi dapat menjamin bertindak sebagai kontrasepsi. Puting susu perlu di perhatikan dan di bersihkan sebelum memberikan ASI. i) Kembalinya Menstruasi j) Dengan memberikan ASI kembalinya menstruasi / haid sulit diperhitungkan. k) Pakaian l) Pakaian agar longgar terutama payudara agar tidak tertekan dan perut sebab mempengaruhi involusi uterus.

c. menanganni masalah – masalah yang terjadi.ibu yang belum berpengalaman mempunyai atau merawat anak. Sosial 1) 2) 3) Menemani ibu bila kelihatan kesepian Menanggapi bila ibu memperlihatkan kebanggaan menghibur ibu bila kelihatan sedih d. menghargai. Kunjungan 1 Waktu 6-8 jam setelah Tujuan • Mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri . dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir. mengakui. dan untuk mencegah. (Sarwono. 2002 .1) Istirahat 2) Makanan bergizi 3) Lingkungan Bersih b. mendeteksi. Pendidikan Terutama pada ibu. Psikologis Distress sewaktu persalinan segera di stabilkan dengan sikap bidan dan keluarga yang menunjukan simpati. 242) 7. Program dan kebijakan teknis masa nifas Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas.

• Menilai adanya tanda – tanda demam infeksi. tidak ada pendarahan abnormal.Persalinan • Mendeteksi dan merawat penyebab lain pendarahan : Rujuk bila pendarahan berlanjut. • Memastikan ibu mendapat cukup makan. atau pendarahan abnormal. • • 2 6 hari setelah persalinan Pemberian ASI awal Melakukan hubungan antara ibu uterus uterus dan bayi baru lahir • Memastikan involusi berjalan normal : berkontraksi. • Menberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagai mana cara mencegah pendarahan masa nifas karena utonis uteri. pundus di bawah ambikalis. cairan dan istirahat. . tidak ada bau.

D. Definisi Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir adalah 2500 – 4000 gram. tali pusat. adaptasi dari kehidupan intra uterin ke extra uterin yang dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : a. • Sama sepereti di atas ( 6 hari setelah persalinan ) • Menanyakan pada ibu tentang penyulit penyulit yang ibu alami.• Memberikan dengan baik ibu dan menyusui tidak memperlihatkan tanda – tanda penyakit. Adaptasi c. • Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi. menjaga bayi tetap hangat 2 Minggu 3 persalinan 6 Minggu setelah 4 persalinan • dan merawat bayi sehari – hari. TEORI BAYI BARU LAHIR 1. Memberikan konseling untuk KB secara dini. Toleransi . Maturitas b.Proses kelahiran.

dalam keadaannya yang terbatas. Karakteristik Bayi Baru Lahir Pada waktu lahir bayi sangat aktif. 2. Bayi baru lahir normal adalah janin yang lahir melalui proses persalinan dan telah mampu hidup di luar kandungan. Berat badan 2500 – 4000 gram panjang badan lahir 48 – 52 cm Lingkar dada 30 – 38 cm Lingkar kepala 33 – 35 cm . Ciri – ciri bayi a.Bayi adalah individu baru lahir didunia. pada menit pertama bunyi jantung jantung kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. b. d. Bayi baru lahir norma adalah bayi yang dilahirkan setelah 37 Minggu sampai 42 Minggu ( 260 sampai 294 hari ) Bayi baru lahir adalah bayi mulai sejak baru lahir sampai berumur 2 – 4 Minggu. c. maka individu baru ini sangatlah membutuhkan perawatan dari orang lain. Penapasan pada menit pertama cepat kira-kira 80x/menit biasanya disertai rintihan yang berlangsung 10-15 menit.

Eliminasi baik. tonic neck refleks. rooting refleks. urin dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama.e. Reflek menghisap dan menelan. dan mekonium akan keluar 24 jam pertama. h. moro refleks. Eliminasi baik. Segera lakukan penilaian awal dengan menjawab empat pertanyaan : a. graft refleks. Kuku telah agak panjang dan lemas.dll sudah terbentuk dengan baik. rambut kepala biasanya telah sempurna. i. walking refleks. Rambut lanugo telah tidak terlihat. Bunyi jantung dalam menit-menit pertama cepat kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. Pernapsan pada meniy pertama cepat kira-kira 80x /menit kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40x/menit. apakah bayi cukup bulan? . j. Genetalia labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan) sedangkan pada laki-laki testis sudah turun berada di skortum k. Asuhan dan Penanganan segera Bayi Baru Lahir Segera setelah bayi lahir letakan bayi diatas kain bersih dan kering yang disediakan pada perut bawah ibu. f. l. 3. g. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk dan diliputi vernix caseosa.

dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus dengan kasa steril. hal : 133 ) 4. Dengan rangsangan ini biasanya bayi segera menangis. Ialah : a. apakah bayi menangis atau bernafas? d. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2006.b. Apabila bayi tidak langsung menangis. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : 1) Letakkan bayi pada posisi terlentang ditempat yang keras dan hangat. 3) Bersihkan hidung. apakah tonus otot bayi baik? Jika bayi tidak cukup bulan dan atau air ketuban bercampur mekonium dan atau tidak menangis atau tidak bernafas atau megapmegap atau tonus otot tidak baik maka lakukan resusitasi. rongga mulut. Memberikan jalan nafas Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. ( Sarwono Prawirohardjo. 4) Tepuk kedua telapak kaki sebanyak 2 – 3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. . apakah air ketuban jernih tidak bercampur mekonium? c. Tujuan Utama Perawatan Bayi Segera Sesudah Lahir. 2) Gulung sepotong kain dan letakkan dibawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk.

Suhu bayi harus dicatat. 2) Gunting steril juga siap. untuk mencegah terjadinya perdarahan.5 %. bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya suhu badannya. Memotong dan merawat tali pusat Sebelum memotong tali pusat. 3) Pantau kemungkinan terjadinya perdarahan tali pusat. di kamar bersalin.b. dan membutuhkan pengaturan dri luar untuk membuatnya tetap hangat.25 – 0. c. Membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja tambahan : 1) Alat pengikat tali pusat atau klem harus selalu siap tersedia di ambulans. ruang penerima bayi dan ruang perawatan bayi. d. Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu baru lahir. Bayi baru lahir normal dibungkus hangat. berkisar 0. semua bayi baru lahir normal dan . Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. pastikan bahwa tali pusat telah diklem dengan baik. untuk mencegah perdarahan tersebut. Memberi vitamin K Kejadian perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir dilaporkan cukup tinggi.

dan di ruang rawat bayi. dan tidak mudah lepas. sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0. e. 2) Alat yang digunakan. . Identifikasi Bayi 1) Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia ditempat penerimaan pasien di kamar bersalin. f. Jenis kelamin. Memberi obat tetes / salep mata Didaerah dimana prevalensi gonorea tinggi. 3) Pada alat / gelang identifikasi harus tercantum : a) b) c) d) e) f) Nama ( bayi. Pemberian obat mata Eritromisin 0. dengan tepi yang halus tidak mudah melukai. Tanggal lahir.cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg / hari selama 3 hari. Nama lengkap ibu.5 % atau tetrasiklin 1 % dianjurkan untuk pencegahan sakit penyakit mata karena klamidia ( penyakit menular seksual ). Nyonya ). Unit.5 – 1 mg 1 m. Nomor bayi. hendaknya kebal air. tidak mudah sobek. setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir.

seperti : a) bulan. tanggal lahir.4) Disetiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama. Bayi kemerahan atau biru. 1) Dua jam pertama sesudah lahir. Bayi tampak aktif atau lunglai. Pemantauan bayi baru lahir Tujuannya adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan. Infeksi. g. Cacat bawaan dan trauma lahir. Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang . b) c) d) e) Gangguan pernafasan. Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut. nomor identifikasi. Hipotermia. hal yang perlu diperhatikan : a) b) c) 2) Kemampuan menghisap kuat lemah.

2) Keaktifan Bayi normal melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki yang simetris pada waktu bangun. Menurut Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan maternal dan Neonatal. Pengukuran lingkar dada. Pengukuran lingkar kepala.5. e. rangsangan sakit atau suara keras yang mengejutkan atau suara mainan. d. Pemeriksaan fisik Bayi Baru Lahir Pemeriksaan Antropometri yang meliputi : a. Penimbangan berat badan. 4) Kepala . Pengukuran panjang badan. Adanya tremor pada bibir. 3) Simetris Apakah secara keseluruhan badan seimbang. tetapi bila hal ini pada waktu tidur. kemungkinan gejala suatu kelainan yang perlu dilakukan pemeriksaan lanjut. Pengukuran lingkar lengan atas. b. kaki dan tangan pada waktu menangis adalah normal. 2002 yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir adalah: 1) Kesadaran dan reaksi terhadap sekeliling perlu dikenali kurangnya reaksi terhadap rayuan. c.

geraknya. 10) Bahu. 11) Kulit dan kuku . Bila terdapat secret yang berlebihan. kemungkinan ada kelainan bawaan saluran cerna. abdomen Melihat adanya cedera akibat persalinan. 9) Punggung Adakah benjolan / tumor atau tulang punggung dengan lekukan yang kurang sempurna. sebagai akibat proses kelahiran. atau tumor lunak hanya dibelahan kiri atau kanan saja. dada. fraktur.Apakah tidak simetris. sendi. 6) Mata Diperhatikan adanya tanda-tanda perdarahan berupa bercak merah yang akan menghilang pada waktu 6 minggu. 8) Leher. tungkai Perlu diperhatikan bentuk. 7) Mulut Salivasi tidak terdapat pada bayi normal. 5) Muka wajah Bayi tanpa ekspresi. Ukur lingkar kepala. berupa tumor lunak dibelakang atas yang menyebabkan kepala tampak lebih panjang. atau dikiri dan kanan tetapi tidak melampoi garis tengah bujur kepala. tangan.

yang disertai refleks menelan. 15) Tinja dan kemih Diharapkan keluar 24 jam pertama. Waspada bila terjadi perut yang tiba-tiba membesar. Pengelupasan yang berlebihan harus dipikirkan kemungkinan ada kelainan. harap segera konsultasi untukpemeriksaan lebih lanjut. labia mayora sudah menutupi labia minora belum. 16) Refleks a) Refleks Rooting. skrotum besar atau tidak. disertai muntah dan mungkin dengan kulit kebiruan. 14) Genitalia laki – laki : Apakah testis sudah masuk apa belum. bayi menoleh kearah benda yang menyentuh pipi. kulit menjadi pucat atau kuning. uretra ada atau tidak. Genetalia perempuan : Vagina berlubang atau tidak.tanpa keluarnya tinja. bercak-bercak besar biru yang sering terdapat pada sekitar bokong (Mongolian spot).Dalam keadan normal kulit berwarna kemerahan. . terjadi apabila terdapat benda menyentuh bibir. 12) 13) Kelancaran menghisap dan pencernaan harus diperhatikan. Kadang-kadang didapatkan kulit yang mengelupas ringan. penis berlubang dibagian mana. b) Refleks Hisap. Waspada dengan kulit atau kuku yang menjadi biru.

yang sering ditafsirkan bayi menolak makanan/minuman. keluar cairan. b. pucat memar) d. Infeksi (suhu meningkat. terjadi apabila diletakan benda didalam mulut. Pernafasan (sulit atau lebih dari 60x/ menit) Suhu tubuh (lebih dari 380C atau kurang dari 360C) Warna (kuning terutama pada 24 jam pertama. Pemberian makanan (Hisapan lemah. merah. Eliminasi (tidak berkemih dalam 24 jam tinja lembek sering hijau tua. bengkak. mengantuk berlebihan dan banyak muntah) e.c) Refleks Moro. 2001) 6. menunjukan kekurangan cairan. Tali pusat (merah. 17) Berat badan Sebaiknya tiap hari dipantau. bau busuk dan pernafasan sulit) g. biru atau c. bengkak. Penerunan berat badan lebih dari 5% berat badan waktu lahir. bau busuk atau berdarah) f. d) Refleks Mengeluarkan Lidah.(Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. terdapat lendir atau darah) . timbulnya pergerakan tangan yang simetris apabilakepala tiba-tiba digerakan. keluar cairan nanah. Tanda Bahaya Pada Bayi a.

Aktifitas (menggigil atau tangis tidak biasa sangat mudah tersinggung. kejang tidak bisa tenang dan menangis terus menerus) BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL Tanggal Jam Tempat : 05 Maret 2011 : 16. lemas. terlalu mengantuk. lunglai. “E” : 29 tahun Nama Suami Umur : Tn “E” : 30 tahun :sunda/Indonesia : sunda / Indonesia Bangsa/suku . Data Subyektif A.h. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku : Ny.00 WIB : BPS Engkay S Chandra I.

persalinan. nifas yang lalu Tgl/th Tempat Usia Jenis Penyulit Kehamilan persalinan JK Anak BB PB No Persalinan pertolongan kehamilan persalinan . Anamnesa : Islam : SMP : IRT Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Wirasawasta : Desa Benda Rt 01/Rw 02 Alasan kunjungan ini Kunjungan ulang Keluhan Utama Ibu mengatakan sering buang air kecil Riwayat Menstruasi Menarche Lama Banyak Teratur/ Tidak Dismenorhoe Flour Albus Jumlah Warna/ bau : 13 tahun : 7 hari : 2x ganti pembalut : teratur : ada : ada : 2x ganti celana dalam : bening tidak berbau Riwayat kehamilan.Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat B.

TT2 : 15-07-2010 : 16-08-2010 . Engkay S Chandra : 4 kali Teratur/ Tidak : tidak teratur Hasil tes kehamilan Tanggal 23-06-2010 d. HPHT b.Trimester II .Trimester I .Trimester III : Mual .03. 2 3 Anak ke 1/8 Th Anak ke 2/ 7 Th Kehamila n ke 3 Bps Engkay 9 Bulan Bps Engkay 9 Bulan 9 Bulan Spontan Spontan - Tidak ada Tidak ada - L 3000 g 53 cm L 2800 g 50 cm - Riwayat kehamilan ini a. HTP : 28 – 05 .1 .2010 : 05. Pusing : Sering batuk berdahak : sering pegal-pegal e.TT1 .2011 c. Imunisasi TT didapatkan 2 kali . ANC : Dimana berapa kali : Bdn. Keluhan .

tanda bahaya kehamilan. pola istirahat. manfaat ASI. BAK BAB c. i. Pergerakan fetus dirasakan pertama kali usia kehamilan 4 bulan g. mengkonsumsi banyak air putih. tablet tambah darah dan obat untuk pegal-pegal.f. dan tanda-tanda mau melahirkan. Obat-obatan yang pernah diminum yaitu obat-obatan yang diberikan oleh bidan apabila melakukan pemeriksaan kehamilan yaitu berupa obat batuk. Pola Eliminasi : 7-8 x/ hari : 1 x/ hari Pola Istirahat dan tidur . nafsu makan. Pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir ± 10-18 Kali h. Pola Nutrisi Makan : 2-3 x/ hari Minum : 8-12 gelas/hari Perubahan makan yang dialami (termasuk ngidam. KB Post Partum. tanda. dan lain-lain) : Tidak ada b. kebersihan diri. hubungan seksual selama kehamilan. Penyuluhan yang didapat nutrisi dengan gizi seimbang. Riwayat pola sehari-hari a.

malaria atau yang dipengaruhi kehamilan. Riwayat penyakit yang sedang diderita Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit jantung. diabetes mellitus. hepatitis. tidak ada nyeri. asma/ TBC paru. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu. dan asma . tidak ada pengeluaran darah. diabetes mellitus. HIV. ginjal.Istirahat : Tidur Siang 1-2 jam Tidur d. hipertensi. Mandi : 6-7 jam Personal Hygiene : 2 x/ hari Gosok gigi : 2 x/hari Keramas e. epilepsi. kopi Ganti pakaian dalam : Tidak : 2x/ hari f. hipertensi. : 2 hari sekali Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok. makan sirih. Riwayat Penyakit Keturunan Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan seperti penyakit jantung.

Kehamilan ini direncanakan b. Kepercayaan berhubungan dengan kehamilan. Keadaan Psikososial Hubungan Ibu dengan Keluarga baik. Perasaan bahagia tentang kehamilan ini d. persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. yang 12. Jenis kelamin yang diharapkan laki-laki c. nikah 1 kali 10. rencana KB yang akan digunakan adalah KB suntik 3 bulan 11. hubungan Ibu dengan masyarakat baik II. Riwayat KB Ibu mengatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi. PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBJEKTIF) 1.Riwayat social a. Keadaan umum 2. Status perkawinan nikah. Tekanan darah : 120/80 mmHg . Keadan emosional : Baik : compos mentis : stabil 4. Kesadaran 3. Tanda tanda Vital a.

b. Denyut Nadi c. Pernafasan d. Suhu tubuh

: 80 x/menit : 20 x/menit : 36,80 C

5. Antropometri
a. Tinggi badan b. Berat Badan c. BB Sebelum hamil d. IMT

: 161 cm : 62 kg : 49 kg :

e. LILA

: 34 cm

6. Pemeriksaan Fisik

a. Kepala dan rambut b. Muka 1) Mata

: tidak ada benjolan,Bersih : tidak ada cloasma Gravidarum

a) Kelopak mata b) Sclera c) Konjuctiva d) Reflek pupil 2) Mulut a) Warna bibir

: Tidak oedema : Putih : Merah muda : +/+

: Merah muda

b) Lidah c) Gigi d) Gusi c. Leher

: Bersih :Tidak ada caries,tidak berlubang :Tidak ada Ginggivitis

1) Pembesaran kelenjar thyroid 2) Pembesaran kelenjar getah bening 3) JVP ( Jugularis vena pulmonalis d. Dada : bentuk dada :Simetris 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus • Perkusi batas paru – paru

: Tidak ada pembengkakan : Tidak ada pembesaran : Tidak ada pembengkakan

: Simetris : Tidak ada oedema

• Auskultasi bunyi paru – paru : Bunyi bersih,tidak ada wheezing/ronchi 2) Jantung : Bunyi jantung :Lub-dub reguler 3) Payudara Inspeksi • Bentuk • Putting susu • Striae Palpasi • Rasa nyeri • Benjolan • Pengeluaran : Tidak ada : Tidak ada : Ada berupa colostrum : Simetris : Menonjol :Tidak ada

e. Punggung dan Pinggang 1) 2) Posisi tulang belakang Rasa nyeri f. Abdomen 1) Inspeksi
• Bentuk perut • Pembesaran • Luka bekas oprasi • Striae gravidarum • Linea Nigra

: Lordosis : Tidak ada

: Membesar : Sesuai umur kehamilan : Tidak ada : Ada : Ada

2) Palpasi TFU : 30 cm Leopold I Leopold II : teraba agak bulat, lunak dan tidak melenting : teraba ada tahanan tipis seperti

papan(punggung) sebelah kiri dan bagianbagian kecil disebelah kanan kanan Leopold III : bagian terbawah kepala janin, sudah masuk PAP Leopold IV 3) Auskultasi : Convergent

11 x 155 = 30-11x 155 =2945 gram : Simetris Oedema jari – jari tangan : Tidak ada oedema 2) Bawah • • • • • Bentuk Oedema tibia Betis merah/lembek/keras Varises tungkai Refleks patella : Simetris : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : +/+ h. Genitalia Inspeksi 1) Vulva dan vagina : • Varices • Oedema : Tidak ada : Tidak ada • Pengeluaran pervaginam: Tidak ada 2) Perineum : : Tidak ada • Bekas luka/luka parut 3) Pemeriksaan Dalam . Ekstremitas 1) Atas • • Bentuk : Punctum maksimum :Puka : 136x/mnt. regler : TFU.DJJ Frekuensi 4) TBBJ g.

Memberitahu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada Ibu dan keluarga . : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan IV. E 29 tahun G3P2A0 gravida 36 minggu. janin tunggal hidup intra uterin letak memanjang. Planning 1. PEMERIKSAAN LABORATORIUM • Haemoglobin • Golongan darah • Protein urine • Glukosa III. Assasement Ny. presentasi kepala dengan keadaan umum ibu dan janin baik.• Vulva Vagina • Portio • Pembukaan servik • Ketuban • Presentasi • Denominator • Moulage • Penurunan presentasi : Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Tidak ada : Utuh : Kepala : Ubun – ubun kecil : Tidak ada : Kepala D.

Menganjurkan Ibu untuk merencanakan persalinannya yaitu akan dimana Ibu bersalin dan akan ditolong oleh siapa dalam proses persalinan → Ibu mengetahui dan merencanakan persalinannya di tenaga kesehatan .→ Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Menganjurkan Ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi → Ibu mau mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur 5. perdarahan. Menganjurkan Ibu untuk tidak bekerja terlalu berat → Ibu akan mengurangi pekerjaannya 8. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya kehamilan yaitu penglihatan kabur. Menganjurkan Ibu untuk menjaga kebersihan diri → Ibu mau menjaga kebersihan dengan mandi 2x/ hari 7. tekanan darh tinggi → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan 3. Menganjurkan Ibu untuk tidak banyak minum pada malam hari → Ibu mengerti dan mengetahui 9. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat yang cukup → Ibu mau beristirahat yang cukup dengan tidur siang 6. Memberikan tablet penambah darah /Fe diminum 1x1/ hari dengan air putih → Ibu mengetahui tentang cara penggunaan tablet penambah darah 4. tangan dan kaki bengkak.

ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN NORMAL Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 05 Maret 2011 : 22. dan mules.mules → Ibu mengetahui tentang tanda. Menganjurkan Ibu untuk melakukan kunjungan ulang ulang minggu depan → Ibu mengetahui dan akan melakukan kunjungan ulang minggu depan B.air. keluar air. Mengingatkan Ibu untuk memantau tanda.tanda persalinan 11. DATA SUBJEKTIF .tanda persalinan yaitu keluar lendir bercampur darah dari vagina.00 WIB : BPS Engkay S Chandra KALA I (Jam 22.15 WIB) I.10.

Frekuensi c. Tanda – tanda bersalin a. “E” : 29 tahun : Sunda / Indonesia : Islam : SMP : IRT Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : Sunda/Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Wiraswasta : Ds. Keluhan Utama Ibu mengatakan merasa mules – mules sejak jam 18. 2. Status Kesehatan 1.00 WIB. Lamanya 4. Kontraksi • Sejak tanggal : 05 Maret 2011 : 2 x dalam 10 menit : 20 detik b.A. Pengeluaran Pervaginam • Lendir darah : Ada . Perasaan ( sejak terakhir datang ke klinik) :Ibu merasa cemas 3. nyeri perut bagian depan kemudian menjalar ke bagian belakang. perut terasa tegang dan keluar lendir bercampur darah.Benda Rt 01/Rw 02 B. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat rumah : Ny.

Riwayat kehamilan sekarang • HPHT • Haid bulan sebelumnya • Lamanya • Siklus • ANC : 28 – 05 – 2010 : Mei : 7 hari : 28 hari : Teratur . yang lalu Penyulit Tgl/th No Persalinan pertolongan kehamilan persalinan persalinan Tempat Usia Jenis Kehamilan JK BB PB Anak . Frekuensi : 4 x 7. Riwayat imunisasi : Pernah suntik TT 2x 8.• Air ketuban • Darah : Ada : Tidak ada 5. Masalah – masalah khusus : Tidak ada 6. persalinan. Riwayat kehamilan.

1.

Anak ke 1/8 th

BPS engkay 9 bulan S Chandra BPS engkay 9 bulan S chandra 9 bulan

Spontan

Tidak ada L

3000g 53 cm

2.

Anak ke 2/7 th

Spontan

Tidak ada L

2800g 50 cm

3

Kehamilan ke 3

-

-

-

-

-

9. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir :Belum sering 10. Makan dan Minum terakhir a. Makan
• Jam

: 17.00 wib

• Jenis Makanan : Nasi,tempe,lauk pauk • Banyaknya

: 1 porsi

b. Minum terakhir
• Jam

: 20.30 wib

• Jenis minuman : Air putih,air putih • Banyaknya

:2 gelas

11. Pola Eliminasi BAK terakhi jam BAB Terakhir jam 12. Pola Istirahat dan tidur Istirahat : tidur Siang 1-2 jam : 20.00 Wib : 06.00 wib

Tidur : 6-7 jam 13. Psikologis : Tidak terganggu

14. Keluhan lain : Tidak ada 15. Personal Hygiene Mandi Gosok gigi Keramas : 2 x/ hari : 2 x/hari : 2 hari sekali

16. Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok, makan sirih, kopi : Tidak Ganti pakaian dalam 17. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu,tidak ada nyeri, tidak ada pengeluaran darah. 18. Riwayat penyakit sekarang dan lalu yang di derita Ibu mengatakan pernah menderita muntaber tapi tidak sedang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, diabetes, ginjal, hipertensi, HIV, malaria, TBC dan ashma. 19. Riwayat Penyakit dan Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dikeluarganya tidak ada yang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, diabetes, ginjal, hipertensi, HIV, malaria, TBC dan ashma. 20. Riwayat Kontrasepsi : 2x/ hari

Ibu mngatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi, rencana alat kontrasepsi yang akan di gunakan adalah KB suntik 3 bulan. 21. Riwayat social Ibu mengatakan ini adalah pernikahan pertama antara ibu dan suami, status perkawinan nikah , kehamilan ini direncanakan, jenis kelamin yang diharapkan adalah laki-laki, pengambil keputusan adalah suami. 22. Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. 23. Keadaan Psikososial Ibu mengatakan hubungan dengan keluarga baik, dan hubungan dengan masyarakat juga baik.

II. DATA OBJEKTIF A. Pemeriksaan Umum 1. Keadaan umum 2. Kesadaran 3. Keadan emosional 4. Tanda - tanda vital a. Tekanan darah b. Nadi c. Respirasi d. Suhu tubuh : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 36,90 C : Baik : Composmentis : Stabil

tidak ada serumen.cloama gravidarum : bentuk simetris. Leher 1) Pembesaran kelenjar thyroid : Tidak ada pembesaran 2) Pembesaran kelenjar getah bening (KGB): Tidak ada pembesaran 3) JVP : Tidak ada pembengkakan tanggal. Pemeriksaan Fisik a. tidak ada sekret. Antropometri a. bersih : bentuk simetris. IMT : 6. tidak ada polip. Muka 1) Mata • Kelopak mata • Sclera • Konunctiva • Refleks pupil 2) Hidung : Tidak oedema : Putih : Merah muda : positif : Tidak ada oedema.5. Tinggi Badan b. Berat Badan : 161 cm : 62 kg c. bersih 3) Mulut dan gigi : Lidah bersih. bersih . BB Sebelum hamil : 49 kg d. gigi tidak ada yang 4) Telinga b. gusi tidak berdarah.

bunyi jantung reguler 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus : Simetris • Perkusi batas paru – paru : Tidak ada oedema • Auskultasi bunyi paru – paru : bersih.tidak ada wheezing/ronchi 2) Jantung : Bunyi jantung Lub . tidak ada retraksi dinding dada. tidak ada bunyi wheezing pada paru-paru.dub 3) Payudara Inspeksi • Bentuk • Kebersihan • Putting susu • Pembesaran • Striae : Simetris : Bersih : Menonjol : ya : Tidak ada Palpasi • Benjolan • Pengeluaran : Tidak ada : Ada . tidak ada retraksi dinding dada. Dada Dada : bentuk dada simetris.4) Axilla : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe c.

Abdomen 1) Inspeksi • Bentuk perut • Pembesaran : Lemas membuncit : Sesuai usia kehamilan : Tidak ada • Luka bekas oprasi : Tidak ada • Striae gravidarum • Linea Nigra 2) Palpasi TFU Leopold I : 30 cm : difundus uteri teraba bagian janin agak besar. sudah masuk PAP Leopold IV : bagian terbawah janin sebagian kecil sudah masuk PAP posisi tangan divergent. dan memanjang seperti papan disebelah kanan dan bagian-bagian kecil disebelah kiri Leopold III : bagian terbawah janin teraba bulat. datar. Punggung dan pinggang : Tidak ada 1) Posisi tulang belakang : Lordosis 2) Rasa nyeri e. lunak dan tidak melenting Leopold II : teraba bagian janin keras. keras dan melenting. 4/5 3) Auskultasi : Ada : Tidak ada .• Rasa nyeri d.

reguler Kontraksi 4) TBBJ f. kuku jari tidak pucat. Genitalia Inspeksi • Vulva dan vagina • Varices • Oedema • Pengeluaran Pervaginam Perineum • Bekas luka/luka parut : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada : Ada : 3 x dalam 10 menit selama 35 detik : TFU. tidak ada oedem pada jari dan tangan. frekuensi 138 x/menit. turgor baik Bawah : bentuk simetris tidak ada oedem pada kaki kiri dan kanan. tidak ada varices.11 x 155 = 34-11x 155 = 3565 gram Anus • Haemoroid : Tidak ada Pemeriksaan dalam Vulva / Vagina Porsio : Tidak ada kelainan : tebal. lunak . Ekstremitas Atas : bentuk simetris.DJJ : (+) punctum maximum kuadran II PUKA dibawah pusat. reflek fatella kanan dan kiri positif g.

janin tunggal hidup intra uterine. Assasement Ny. Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa ibu telah memasuki proses persalinan dan janin dalam keadaan baik → Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Pemeriksaan laboratorium: tidak dilakukan III. Planning 1. presentasi belakang kepala dengan keadaan ibu dan janin baik IV. E 29 tahun G3 P2A0 Infartu aterm kala I fase laten. Memberikan motivasi dan dorongan kepada Ibu supaya lebih bersemangat dalam menghadapi persalinannya .Pembukaan Ketuban Presentasi Posisi Molase : 5 Cm : masih ada : belakang kepala : belum diketahui : tidak ada Penurunan kepala : hodge I B. letak memanjang.

Menjelaskan tentang teknik relaksasi yang baik dan benar yaitu menarik nafas dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut untuk mengurangi raa sakit → Ibu bisa melakukan teknik relaksasi 6. Memberitahu suami/ keluarga untuk mendampingi Ibu dalam proses persalinan → Suami dan keluarga mendampingi Ibu 7. Menganjurkan pada keluarga untuk mengusap punggung ibu untuk mengurangi rasa sakit → Ibu merasa nyaman dengan asuhan yang diberikan 8. Menganjurkan posisi senyaman ibu tetapi tidak membahayakan ibu dan janin dan membantu mempercepat proses penurunan kepala yaitu misalnya dengan berjalan. Memberikan nutrisi dan cairan → Ibu meminum susu ± 10 cc .→ Ibu terlihat lebih bersemangat dan lebih tenang 3.jalan/ tidur dengan miring kekiri → Ibu mau berjalan. Menganjurkan agar ibu tidak cemas → Ibu terlihat tidak cemas 4.jalan tapi terkadang ibu beristirahat dengan tidur miring ke kiri 5.

II. kuat dan ada dorongan untuk mengedan. DJJ. Data Obyektif Pemeriksaan Fisik − Keadaan umum − Kesadaran − Keadaan emosional − Tekanan darah − Nadi − Pernapasan − Suhu Pemeriksaan dalam − Vulva/vagina − Portio : Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Baik : Compos mentis : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : 36. Mempersiapkan alat-alat pertolongan persalinan secara APN ( partus set.9.tanda vital. pakaian Ibu dan bayi) → semua alat telah disiapkan KALA II ( Jam 05. Data Subyektif Ibu mengatakan mulesnya semakin sering. Mengobservasi tanda.00 WIB) I.9 0C . His dan kemajuan persalinan pada fase laten → Observasi telah dilakukan 10.

jernih. spontan : Belakang kepala : Tidak ada : Hodge IV III. Memakai alat perlindungan diri → skort telah dipakai 4. Memberitahu Ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan ibu sudah memasuki masa persalinan → Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dan ibu mengerti akan keadaannya 2. Menawarkan pada ibu pendamping persalinan → Ibu menginginkan suaminya yang mendampingi saat persalinan 5. Planning 1. Assasement G3P2A0 Infartu kala II dengan keadaan umum ibu dan janin baik IV. pakaian ibu dan bayi) → semua perlengkapan sudah siap dan lengkap 3.− Pembukaan − Ketuban − Presentasi − Molase − Penurunan kepala : 10 cm : sudah tidak ada. Memeriksa kembali kelengkapan alat (partus set. Membantu Ibu untuk memilih posisi yang nyaman sesuai keinginan Ibu → Ibu memilih posisi litotomi .

45 WIB) I. PB 47 cm. Melakukan pertolongan persalinan secara APN → Tanggal 06 -03 -2011 pukul 05. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat. makan/minum jika tidak terasa mules → Ibu mau minum susu ± 25 cc 9. normal. Memimpin Ibu untuk mengedan → Pimpinan mengedan telah dilakukan dan ibu mulai mengedan 8.30 WIB bayi lahir hidup . LK 32 cm KALA III (JAM 05. Data Subyektif Ibu mengatakan perutnya masih terasa mules II.6. Data Obyektif − Keadaan umum − Kesadaran − Keadaan emosional − Tekanan darah − Nadi − Pernapasan : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : Baik : Compos mentis . Mengajarkan pada ibu teknik mengedan yang baik → Teknik mengedan yang baik telah diajarkan pada ibu dan ibu mengedan dengan benar 7. BB 2600 gram. JK perempuan.

Assasement P3A0 parturient kala III. Melakukan masase fundus perdarahan → Masase telah dilakukan. Planning 1. Mengecek apakah ada bayi kedua/ tidak → tidak ada 2. fundus menjadi lebih keras dan kontraksi baik selama 15 detik untuk mencegah . tali pusat memanjang dan uterus globuler kemudian diikuti dengan gerakan dorso kranial untuk mencegah uterus keluar → PTT telah dilakukan dan plasenta lahir dalam 15 menit pertama 4. plasenta belum lahir dengan keadaan umum ibu baik IV. Melakukan PTT setelah adanya tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu adanya semburan darah tiba-tiba. Memberitahu Ibu akan disuntntik oxytosin → oxytosin telah disuntikkan 10 IU secara IM di 1/3 paha kanan bagian luar 3.− Suhu : 36.9 0C − Belum terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta III.

55 WIB I. Data Subyektif Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan badannya lemas II.Data Obyektif − Keadaan umum − Kesadaran − Keadaan emosinal − Tekanan darah : Baik : Compos mentis : Stabil : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 3.37 WIB : Setinggi pusat : Baik : Kosong : ± 50 cc : Derajat II III.Kala IV JAM 05.3C − Nadi − Pernapasan − Suhu Plasenta telah lahir − Jam − TFU − Kontraksi uterus − Kandung kemih − Perdarahan − Robekan perineum : 16.Assasement P3A0 parturient kala IV dengan keadaan umum ibu baik .7.

serta membersihkan tempat bersalin → tempat bersalin telah dibersihkan dan pakaian Ibu telah diganti dengan yang bersih 7. Mengajarkan Ibu dan keluarga tentang teknik masase dan cara menilai kontraksi → Ibu dan keluarga mengetahui dan dapat melakukannya 6. Planning 1. Menganjurkan Ibu untuk makan/minum setelah melahirkan untuk menambah tenaga → Ibu mau minum sari kurma ± 50 cc . Membersihkan ibu dan menggantikan pakaiannya agar lebih nyaman. Mengecek dan memastikan kelengkapan plasenta yaitu kedua sisi baik bagian ibu maupun bayi → Plasenta belum lengkap 2.Menganjurkan Ibu untuk menyusui bayinya → Ibu mau menyusui bayinya 8. Memeriksa apakah ada robekan perineum → robek derajat II 4.IV. Melakukan eksplorasi → Plasenta dan selaputnya sudah lengkap 3. Melakukan hecting perineum → hecting telah dilakukan 5.

alat telah didekontaminasi 11. Mendokumentasikan asuhan . Membereskan alat.tanda vital. dan perdarahan setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada 1 jam ke-2 → observasi telah dilakukan 10. Melakukan observasi kala IV yaitu tanda. kandung kemih. Melengkapi dan mendokumentasikan data kedalam partograf halaman depan dan halaman belakang → data telah didokumentasikan kedalam partograf 12. TFU. kontraksi uterus.alat yang telah dipakai kemudian merendamnya dalam larutan klorin selama 10 menit → alat.9.

Keluhan Utama Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan merasa badannya masih lemas 3.30 WIB : BPS Engkay S Chandra I .Benda Rt 01/Rw 02 2. Riwayat Antenatal HPHT HTP Umur Kehamilan ANC di TT : 28. ASUHAN KEBIDANAN POSNATAL Tanggal pengkajian Jam Tempat : 06 – maret 2011 : 07.03.Identitas (Biodata) Nama Pasien : Ny.2011 : 9 bulan : BPS Engkay S Chandra : 4 kali . “E” Umur : 29 tahun Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMP : IRT Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : wiraswasta Alamat rumah: Ds.05 . Data Subyektif 1.2010 : 05.C.

Riwayat Post Partum BAK BAB : sudah 1x : belum : spontan : utuh : Tidak ada robekan : 250 cc : 160 cc : 410 cc II.4. 2600 gr. PB 47 cm. masa gestasi 38 minggu.30 WIB Jenis Kelamin/BB/TB : Perempuan .5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit . Data Obyektif Pemeriksaan Umum Keadaan umum : Baik Kesadaran : composmentis Keadaan emosional: Stabil Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi : 110 / 70 mmhg : 36. Riwayat Persalinan Anak lahir jam/tgl : 03 Maret 2011/05. LK 32 cm. tidak ada cacat bawaan Jenis persalinan Plasenta Perineum Perdarahan kala III Perdarahan kala IV Perdarahan total 5.

bersih b. tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid dan tidak ada pembengkakan pada vena jugularis. Kepala : tidak rontok. fungsi Rambut Muka penciuman baik. tidak ada pernafasan cuping hidung Mulut dan gigi : warna bibir tidak pucat.Pemeriksaan Fisik a. kebersihan baik. sclera putih. tidak ada cloasma gravidarum. warna hitam : bentuk simetris. tidak ada retraksi dinding . Dada : tidak ada pembengkakan pada kelenjar limfe Dada dan payudara : bentuk dada simetris. tidak ada pengeluaran. kebersihan baik. bersih Hidung : bentuk simetris. tidak berketombe. tidak ada caries. fungsi pendengaran baik. konjungtiva merah muda Telinga : bentuk simetris. tidak ada perdarahan gusi. Leher Leher dan axilla : tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening. tidak ada oedema Mata : kelopak mata tidak oedema. Axilla c.

pembesaran normal. putting susu menonjol. Abdomen : bentuk bulat. tidak ada oedema. tidak ada varises. Atas Bawah Ekstremitas atas dan bawah : kebersihan baik. kekuatan otot baik : tidak ada oedema. tidak ada luka operasi. striae nigra : TFU 3 jari bawah pusat. ada rasa nyeri Perineum : jahitan baik. Anogenital : kebersihan baik. kekuatan otot baik g. warna merah Kelenjar bartholini : tidak ada pembengkakan. ada pengeluaran. tidak ada rasa nyeri.Payudara : bentuk simetris. retraksi. kontraksi uterus baik. Punggung dan pinggang Tidak ada nyeri ketuk CVAT ka/ki ( ) f. kebersihan baik. tidak ada oedema. tidak ada benjolan d. pengeluaran vagina lokhea rubra. tidak varises. kandung kemih kosong. perdarahan normal Vulva vagina Pemeriksaan laboratorium : Tidak dilakukan . tidak ada diastasis recti Inspeksi Palpasi e.

hanya membersihkannya dengan memakai air kemudian mengeringkanya dengan kain yang kering dan bersih → Ibu mengerti dan akan melaksanakannya . perdarahan dan lokhea berbau → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. hygiene diri. perawatan bayi baru lahir. E post partum 2 jam IV. kepala terasa berat. cara untuk mencegah perdarahan. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang- kunang. tanpa membubuhi apapun. Memberikan konseling tentang perubahan masa nifas. 2. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan → Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal → Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. gizi seimbang. mengkonsumsi banyak air putih.III. Assasement P3A0 Ny. Memberikan konseling tentang cara perawatan tali pusat bayi. Planning 1. cukup istirahat dan KB post partum → Ibu mau melaksanakan apa yang dikonselingkan 3.

bayi kuning langsung menghubungi tenaga kesehatan yang terdekat → Ibu mengerti dan mengetahuinya 8.6. 11. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat. misalnya jalan – jalan disekitar ruangan → Ibu mengerti tentang penjelasan yang dilakukan dan ibu bersedia melakukan yang disarankan . Menganjurkan pada ibu untuk melakukan mobilisasi dan dengan melakukan gerakan. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri.00-08. Memberikan konseling tentang cara menjaga kehangatan bayi jika bayi sudah BAB/BAK harus segera diganti →Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 7. dan cukup nutrisi serta minum. agar kondisi ibu lebih baik. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya pada bayi misalnya suhu tubuh naik. Menyarankan bagi ibu melakukan perawatan payudara minimal 2 kali dalam seminggu → Ibu mengetahui dan akan melakukannya 10.00 WIB untuk mencegah penyakit kuning → Ibu akan melakukan apa yang disarankan 9. dan mengingatkan Ibu jangan cebok dengan air hangat karena Ibu dijahit → Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari dan akan cebok dengan air dingin 12. Menganjurkan Ibu untuk menjemur bayinya dipagi hari pada jam 07.

00 Wib.ibu sudah menyusui bayinya setiap bayi menginginkannya. .30 wib DATA SUBJEKTIF Ibu masih merasa seikit mules dan ibu sudah makan nasi pukul 08. Memberitahu ibu untuk imunisasi bayinya pada bulan depan → Ibu akan kunjungan pada bulan depan 14.dan rahim teraba lembek.Tanggal Pengkajian Waktu pengkajian : Minggu.13. Memberitahukan pada ibu dan keluarga bahwa hari ini ibu tidak di perbolehkan pulang karena hari ini keadaan ibu dan bayi masih perlu di observasi lagi.kelur darah yang banyak secara tiba – tiba.ibu minum susu 1 gelas dan air putih 1 gelas.namun ASI masih sedikit ibu tida merasakan tanda – tanda bahaya eperti sakit kepala yang terus menerus. ibu diperbolehkan pulang besok siang jika keadaan ibu dan bayi baik → Ibu dan keluarga mengetahui dan mengerti tentang apa yang diberitahukan Catatan Perkembangan Hari. 06 Maret 2011 :11.

kandung kemih penuh : Baik : composmentis : Stabil : 110 / 70 mmhg : 36. striae nigra Palpasi : TFU 2 jari bawah pusat. sclera putih. kontraksi keras. ibu . konjungtiva merah muda Abdomen Inspeksi : bentuk bulat.Data Obyektif Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi Pemeriksaan Fisik Mata : kelopak mata tidak oedema. tidak ada luka operasi. Menganjurkan ibu agar tidak menahan BAK jika sudah terasa ingin BAK. agar tidak mengganggu kontraksi uterus dan mencegah perdarahan.5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit ASSESMENT P3A0 post Partum 6 jam PLANNING 1. Mejelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa saat ini ibu dalam keadaan baik 2.

dan ibu mau melakukannya.. nyeri saat buang air kecil dan keluar darah secara tiba – tiba. 3. 5.separti sakit kepala yang berlebihan. ibu mengerti dengan apa yang disampaikan. Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Jum’at. 4. Catatan Perkembangan Hari.11 Maret 2011 : 08.Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I. ibu mengerti dengan apa yang disarankan. nyeri perut. Menyarankan dan membantu ibu untuk segera mulai melakukan mobilisási secara dini untuk mempercepat pemulihan diri.mengerti dengan apa yang dianjurkan dan ibu mencoba ke toilet untuk BAK. Memberitahu tanda – tanda bahaya ibu nifas. Pemeriksaan Umum : Baik : composmentis Keadaan umum Kesadaran . demam. Data Obyektif 1. Engkay S Chandra II. Menyarankan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara menyempatkan diri untuk tidur jika bayi tidur. ibu mau mobilisasi yaitu turun dari tempat tidur dan duduk.30 Wib : BPS Bd.

a. e.Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. hiperpigmentasi. Abdomen : TFU pertengahan pusat dengan sympisis. tidak ada benjolan.2 ºC : 80 x /menit : 20 x /Menit o Kelopak mata tidak oedema o Sclera putih o Konjungtiva merah muda o Refleks pupil positif b. Mata Pemeriksaan Fisik : Stabil : 120 / 70 mmhg : 36. d. Leher o Tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening o Tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid o Tidak ada pembengkakan pada vena jugularis c. kontraksi baik Anogenital : lochea rubra Assasement P3A0 post partum 6 hari dengan keadaan umum ibu baik . III. papilla mamae menonjol keluar. adanya pengeluaran colostrum dari putng susu. Dada : adanya pembesaran payudara.

2.kunang. Mengobservasi pengeluaran ASI. involusi uterus.IV. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. agar kondisi ibu lebih baik. perdarahan dan lokhea berbau. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri  Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari . Planning 1. 7. kandung kemih dan lochea  Semua normal 3. perdarahan. Memberikan konseling tentang cara perawatan bayi sehari-hari  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. kepala terasa berat. dan cukup nutrisi serta minum.

Data Obyektif 1. Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Sabtu. Mata Pemeriksaan Fisik o kelopak mata tidak oedema o sclera putih o konjungtiva merah muda o refleks pupil positif .Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I. a.19 maret 2011 :08.Catatan Perkembangan Hari.7 ºC : 84 x /menit : 18 x /Menit Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2.00 Wib : Rumah Pasien II. Pemeriksaan Umum : Baik : composmentis : Stabil : 120 / 80 mmhg : 36.

Dada : adanya pembesaran payudara. d. ASI sudah keluar dari kedua payudara.b. involusi uterus. Abdomen : TFU tidak teraba Anogenital : lochea serosa III.Planning 1. perdarahan. tidak ada benjolan. Leher o tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening o tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid o tidak ada pembengkakan pada vena jugularis c. papilla mamae menonjol keluar. Mengobservasi pengeluaran ASI. TFU tidak teraba. e. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. kandung kemih dan lochea  Semua normal. 2. Assasement P3A0 post partum 2 minggu dengan keadaan umum ibu baik IV. adanya pengeluaran ASI dari kedua puting susu. hiperpigmentasi. lochea serosa .

kepala terasa berat. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. perdarahan dan lokhea berbau. Menganjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan .kunang. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang.3.

Ayah Nama Umur Suku/bangsa : Tn “E” : 30 th : Sunda/Indonesia : Ny “E” : 29 th : Sunda/Indonesia : Islam : SMP : IRT :Ds. Ny “E” : 1 jam : 06-03-2011.30 WIB : Perempuan : 06 Maret 2011 : 06.jam lahir Jenis kelamin b. Identitas (Biodata) a. Bayi Nama bayi Umur bayi Tgl. 06. Ibu Nama Umur Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah c.30 WIB :Bd.Engkay S chandra . Data Subyektif A.Benda Rt 01/Rw 02 : By.D. ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I.

Pre eklamsia 15. Perdarahan 14.Benda Rt 01/Rw 02 :06 – 03 . Merokok : tidak pernah : tidak pernah . susu untuk ibu hamil : air putih ± 8-12 gelas/hari. Penyakit kelainan : Tidak ada 17. Lain – lain : Tidak ada : 3. Anamnesa 1. Obat dan jamu c. kadang-kadang ada sayurannya • Frekuensi • Jenis minuman • Frekuensi : 3 x sehari : air putih. Riwayat penyakit kehamilan 13. makan dan minum • Jenis makanan : nasi. Kebiasaan waktu hamil a. Eklamsia : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada 16. Tanggal dan jam : Islam : SMA :Wiraswasta : Ds. susu setiap pagi tapi klu tidak merasa mual b.2011 2.Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah B. lauk pauk.

Ditolong oleh 5. Keadaan air ketuban : 8 jam : 20 menit : 17 menit : 2 jam : Jernih : + 500 cc : ada : Tidak ada : Tidak ada 7. Umur kehamilan 2. Riwayat Persalinan Sekarang 1. Komplikasi persalinan a. Keadaan Bayi baru lahir • Bayi langsung menangis/ bernafas spontan • Gerakan Bayi aktif : ya : ya . Bayi 9. Ibu b.C. Jenis Persalinan 4. Jumlah air ketuban 8. Lamanya persalinan : 36 minggu : Tunggal : Spontan : Bidan Kala I Kala II Kala III Kala IV 6. Kehamilan tunggal/gemeli 3.

60C : 40 x/menit c. Pemeriksaan fisik secara sistematis 1. Keadaan Umum Bayi Baru Lahir a. Pemeriksaan Fisik Bayi 1. Data Obyektif A.II. b. Kepala • Bentuk • Ubun – ubun • Maulase • Caput Succedaneum • Cepal hematoma • Lain –lain : Simetris : Normal. Pengukuran Anthopometri 1) Berat badan 2) Panjang badan 3) LK 4) LD 5) LILA 6) Keaktifan : 2600 gram : 47 cm : 32 cm : 30 cm : 10 cm : Aktif B. otot baik.datar : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada . warna kulit kemerahan. Menangis kuat. Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan : 120 x/menit : 36.

tidak ada paralisis syaraf facial. Muka Bentuk simetris. tidak Ada down syndrome. 3.2. Hidung dan Mulut • Pernafasan cuping Hidung • Warna bibir • Refleks Mengisap (Sucking) : Tidak ada : Merah muda : Baik : Baik • Refleks menelan (swallowing) : Baik • Lagioskizis dan Palatoskizis • Refleks rooting : Tidak ada : Baik . Telinga • Bentuk • Tulang rawan telinga : Simetris : Ada : Baik : Baik : Tidak ada • Letak telinga sejajar alis mata : ya • Reflek pendengaran 5. Mata • Bentuk : Simetris • Tanda – tanda insfeksi : Tidak ada • Reflek mengedip • Reflek pupil • Lain –lain 4.

Payudara • Bentuk • Putting susu : Simetris : Menonjol 8.6. Paru – paru Auskultasi • Paru – paru • Jantung : Tidak ada : Normal : Bunyi jantung : Lub-dub.10 jari : Baik • Periksa kelumpuhan pada lengan dan tangan (brakhial palsy) : Tidak ada • Kelainan : Tidak ada 9. Dada • Bentuk : Simetris : Tidak ada Pembengkakan : Baik • Retraksi dinding dada : Baik. Refleks moro : Baik .Reguler b. lengan dan tangan • Jumlah jari tangan • Refleks grapsing (menggenggam) : Normal . Leher • Pembengkakan • Refleks Tonik neck 7. Bahu.normal • Fraktur klavikula a.

Tungkai dan kaki • Bentuk • Jumlah jari kaki • Tanda klik • Refleks babinsky • Kelainan 13.10. Genitalia Bayi perempuan • Labia mayor menutupi labia minora • Vagina berlubang • Uretra berlubang • Pengeluaran Pervaginam 12. Abdomen • Bentuk : Simetris • Penonjolan sekitar pusat ( hernia umbilikus ) : Tidak ada • Perdarahan tali pusat • Masa pada abdomen • Lain –lain 11. Punggung dan anus • Masa / Tonjolan • Sfina bifida : Tidak ada : Tidak ada : Simetris : Normal 10 jari : ada : Baik : Tidak ada : ya : ya : ya : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan .

Assasement Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 jam dengan keadaan umum baik. keringkan tubuh bayi → bayi telah dikering kan .Golongan Darah : tidak dilakukan : tidak dilakukan III. Pemeriksaan Laboratorium . IV. Planning 1. Letakan bayi di atas perut ibu. mulut dan hidung bayi telah dibersihkan 2. Kulit • Warna kulit : Kemerahan • Vernik kaseosa : Ada • Lanugo :Ada tapi tidak banyak • Pembengkakan : Tidak ada • Tanda lahir : Tidak ada C.HB .• Meningokel • Anus berlubang : Tidak ada : ya • Pengeluaran mekonium :Ada 14. hidung dan mulut bayi dari darah dan air ketuban → mata. Membersihkan mata.

Mengobservasi keadaan umum bayi : pernafasan. Mengganti kain yang basah dan membungkus kembali dengan kain yang hangat → Kain telah diganti dengan yang bersih dan kering 5. Mengukur BB. PB.3. Memberikan salep mata pada kedua mata bayi untuk mencegah terjadinya infeksi → salep mata telah diberikan 8. Memberikan bayi pada ibu untuk disusuinya sesegera mungkin supaya terjadi kontak dini dengan ibu → Ibu mau menyusui bayinya. Menjepitan tali pusat dan Memotongan tali pusat dengan mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat dan mengikat tali pusat → Tali pusat telah diikat dengan umbilikal klam 4. keaktifan setiap 5 menit → Observasi telah dilakukan . warna kulit. LILA dan periksa fisik bayi → pengukuran telah dilakukan 9. LD. Memberikan injeksi Vitamin K untuk mencegah perdarahan → Vit K telah disuntikkan pada 1/3 paha kiri 7. 6. LK.

Tali pusat tidak ada pedarahan dan tidak berbau.2011 : 08. jangan memakai ramuan/ bedak pada tali pusat → Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 11.Engkay S Chandra I. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui. . bayi telihat kuning. bayi sudah buang air kecil 2 kali dan buang air besar 1 kali pada jam 07.10.30 Wib : BPS Bd. Catatan perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 11 – 03 . Bayi tidur nyenyak dan menangis jika ingin menyusui. bau busuk atau berdarah → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya pada bayi.00 WIB. Memberitahukan ciri-ciri tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir seperti Pernafasan lebih dari 60x/ m. Tali pusat keluar cairan. Suhu lebih dari 380C atau kurang dari 360C. Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali pusat yaitu tali pusat dibersihkan dengan air dan memakai sabun kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering.

Memberitahu ibu kembali tentang cara perawatan tali pusat  Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat .20C : 45 x/menit Pemeriksaan fisik secara sistematis • Mulut : terdapat reflek rooting.II. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan : 135 x/menit : 36. Planning bahwa 1. IV. Assasement Neonatus cukup bulan 6 hari. refleks sucking dan refleks swalowing • Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung • Dada : retraksi dinding dada baik • Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat • Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah III. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti 2. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik.

Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi  Ibu masih mengingatnya 4. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan  Ibu mau menyusui bayinya Catatan Perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I.00 Wib : rumah pasien . II. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 5.3. Bayi sudah buang air kecil 8-9 kali sehari. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh : 144 x/menit : 36. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui sangat kuat terutama pada malam hari sekitar 7-8 kali. bayi tidur nyenyak dan menangis jika ningin menyusui.Tali pusat sudah puput pada hari ke 5.70C : 19 – 03 . buang air besar 2-3 kali sehari. Bayi bergerak aktif.2011 : 08.

Planning 1. Assasement Neonatus cukup bulan 2 minggu. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti 2.• Pernapasan : 54 x/menit Pemeriksaan fisik secara sistematis • • • • • • Mulut : terdapat reflek rooting. IV. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan . refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah Kulit : warna kulit kemerahan III. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya yang mingkin terjadi pada bayi bahwa  Ibu masih mengingatnya 3. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 4.

 Ibu mau menyusui bayinya 5. Menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi melaui KMS yang diberikan  Ibu sudah paham . Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dan menganjurkan kepada ibu agar untuk selalu mengimunisasi bayinya sesuai jadwal  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6.

dua kali pada triwulan ke tiga. Pada saat lahir dilakukan perawatan bayi baru lahir secara umum yaitu membersihkan jalan nafas. . dalam keadaan yang terbatas maka individu baru ini sangatlah membutuhkan orang. persalinan. Pelayanan / asuhan kebidanan standar minimal termasuk “10T”.BAB IV PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini penulis akan membahas sedikit tentang teori yang telah disampaikan yaitu mulai dari kehamilan. satu kali pada triwulan kedua. triwulan kedua (4-6 bulan) / 12-28 minggu dan triwulan ketiga (7-9 /10 bulan) 28-40 minggu. Lama kelahiran adalah 280 hari atau 40 pekan/10 bulan (lunar month) Dibagi menjadi 3 tri wulan yaitu : triwulan 1 (0-3 bulan) / 0-2 minggu. bayi baru lahir dan masa nifas. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : satu kali pada triwulan pertama. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri). Bayi adalah individu baru yang lahir didunia. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut Fertilasi kemudian dilanjutkan lagi dengan nidasi dan implantasi sampai dengan janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar.

memberikan salep mata pada kedua mata bayi. belum pernah keguguran dan usia kehamilan 9 bulan. memberikan injeksi vitamin K. Kemudian pada tgl 06 Maret 2011 jam 05. Pada asuhan masa nifas dilakukan pada jam 07. E melahirkan dengan jenis kelamin perempuan. dan pada jam 06.20 WIB dilakukan pengumpulan data untuk asuhan bayi baru lahir. mempertahankan suhu tubuh dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan Berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehenship. didapatkan data sebagai berikut: • Dalam tahap pengumpulan data.30 WIB Ny. Pengumpulan data persalinan normal ini dilakukan pada tanggal 06 maret 2011 pukul 05. persalinan. Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data subyektif dan data obyektif di BPS bidan Engkay S Chandra pada tanggal 14 febuari 2011 jam 16. 00 WIB. E G3P2A0 dengan kehamilan normal.00 WIB dan didapatkan data sebagai berikut : Ibu mengatakan hamil yang ketiga. baik data subyektif dan obyektif penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek • Dalam melakukan penegakan diagnosa penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil langkah sebelumnya dan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek .memotong tali pusat. Penulis akan membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny.00 WIB. Setelah penulis melakukan pengkajian dan memberikan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil. bayi baru lahir dan nifas normal.

2. berdasarkan kebutuhan fisik. Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 .42 Minggu ). palpasi. 4. Pada wanita hamil tejadi perubahan-perubahan baik fisik maupun maka didalam memberikan asuhan kehamilan harus fisiologis. Tujuan ANC adalah untuk memonitor kondisi ibu dan janin sehingga dapat mendeteksai kelainan-kelainan yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas 3. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam. mental dan sosial ibu. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada . auskultasi. pemeriksaan umum dan pemeriksan kebidanan yang meliputi : Inspeksi.• Didalam asuhan yang menyeluruh termasuk perencanaaan asuhan dan tahap evaluasi penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang mulai dari anamnesa. Kesimpulan Setelah penulis membahas secara keseluruhan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. perkusi.

mendeteksi menatalaksana komplikasi secara tepat waktunya. Pelaksanaan imunisasi pada bayi baru lahir yang bisa dilakukan sesuai dengan program di Puskesmas. Tanda – tanda persalinan meliputi: Peningkatan rasa sakit. dapat terdeteksi kelainan dan komplikasi yang terjadi pada Ibu Hamil tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Perubahan bentuk serviks. persalinan. Tujuan asuhan yang di berikan selama asuhan persalinan adalah : melindungi keselamatan ibu dan bayi. Perubahan-perubahan pada bayi baru lahir merupakan adaptasi dari kehidupan intra uterin. Pendataran serviks. bayi baru lahir dan masa nifas sehingga dapat menekan angka kematian Ibu dan Bayi. maka aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah: - Menjaga agar bayi tetap kering dan hangat Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibu sesegera mungkin 8. .5. Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan dapat mendeteksi adanya komplikasi pada kehamilan. Pembukaan serviks ( dilatasi ) dan keluarnya cairan banyak atau selaput ketuban pecah dengan sendirinya. memberi dukungan pada persalinan. SARAN 1. 7. Hepatitis B diberikan umur antara 0-7 hari B. 6.

Yayasan Bima pustaka.B. JNPKR-POGI: Jakarta . Kedokteran EGC. 2005. Prawihardjo 2001.2006. Rustam. 2008. Keperawatan Maternitos. Asuhan Persalinan Normal: Jakarta Manuaba 1998. Muchtar 1998. 2002. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak. DAFTAR PUSTAKA Derek Lewllyn-Jones. Sinopsis Obstetri. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. JNPK. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. sarwono prawihardjo. Saifudin. Kedokteran EGC.2. Ilmu Kebidanan. Jakarta. Jilid edisi 2. EGC Jakarta. Gobak ett all. Sarwono. A. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6.. EGC Jakarta.

Engkay S Chandra) Mengetahui. Ka.ST) (Bd. Prodi D III Kebidanan . Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. E Di BPS Engkay S Chandra telah disetujui Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi.LEMBAR PERSETUJUAN Makalah komprehensif pada Ny.

Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. Engkay S Chandra) Mengetahui.M.Kes) . SKM. Ka.Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti. E Di BPS Engkay S Chandra telah disahkan Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi.M.(Wiwin Winarti. SKM.Kes) LEMBAR PENGESAHAN Makalah komprehensif pada Ny.ST) (Bd.

E di BPS bidan Engkay S chandra Penulis menyadari bahwa selama penyusunan makalah komprehensif ini banyak mengalami kesulitan tetapi tidak lepas dari dukungan moral dan materil serta uluran tangan dari berbagai pihak.Kes selaku direktur POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada: 1. SKM. Oleh karena itu. sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah komprehensif pada Ny. . Wiwin Winarti. MM selaku ketua yayasan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. Djumhana Cholil.M. penulis panjatkan kepada Allah SWT. Rizar Riyanto. SKM. 3.Kes selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah dan teladan kita Nabi Muhammad SAW.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur. H.M. atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya makalah komprehensif ini. 2.

Sahabat. Sukabumi. Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan semuanya. Keluarga penulis yang tidak pernah henti-hentinya memberikan support mental. 8. Penulis menyadari bahwa makalah komprehensif ini jauh dari kesempurnaan. Juni 2010 . orang-orang yang telah terdekat memberi serta seluruh teman-teman makalah seperjuangan motivasi sehingga komprehenshif ini dapat terselesaikan. 6.ST selaku pembimbing makalah komprehensif yang telah memberi bimbingannya. Akhir kata semoga makalah komprehensif ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Ny. Ibu bidan Engkay S chandra. 5. Oleh karena itu dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati. E. selaku pasien yang telah bersedia untuk diberikan asuhan oleh penulis. Lilis Sumiati S.4. spiritual. Khususnya bagi penulis. 7. selaku pembimbing lapangan di BPS yang telah bersedia untuk membimbing selama praktek. serta materi. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan dan pengembangan makalah komprehensif ini. umumnya bagi semua pihak serta pengembangan ilmu pengetahuan.

Penulis

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN........................................................................... LEMBAR PENGESAHAN............................................................................ KATA PENGANTAR.................................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang...................................................................................... B. Rumusan Masalah................................................................................. C. Tujuan................................................................................................... D. Ruang Lingkup...................................................................................... E. Sistematika Penulisan........................................................................... F. Manfaat Penulisan................................................................................. BAB II TINJAUAN TEORI A................................................................................Teori Kehamilan .............................................................................................................6 1. Definisi............................................................................................ 2. Persiapan kehamilan....................................................................... 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan................................ 4. Tanda-tanda dari kehamilan............................................................ 5. Ante Natal Care...............................................................................

i ii iii v

1 3 3 4 4 5

6 7 7 8 10

6. Tujuan ANC.................................................................................... 7. Proses kehamilan............................................................................. 8. Memantau tumbuh kembang janin.................................................. 9. Menentukan usia kehamilan............................................................ 10. Perubahan fisik selama hamil......................................................... 11. Keluhan selama hamil..................................................................... 12. Kebutuhan gizi ibu hamil................................................................ B...........................................................................................Persalinan ...........................................................................................................34 1. Definisi............................................................................................ 2. Bentuk-bentuk persalinan............................................................... 3. Etiologi persalinan.......................................................................... 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan................................ 5. Lima benang merah dalam asuhan persalinan dan kelahiran.......... 6. Persiapan persalinan........................................................................ 7. Tanda-tanda persalinan................................................................... 8. Tahapan persalinan......................................................................... 9. Rencana Kala I................................................................................ 10. Mekanisme persalinan..................................................................... 11. Asuhan kebidanan pada persalinan................................................. 12. Asuhan persalinan normal............................................................... 13. Partograf..........................................................................................

13 14 21 22 22 27 27

34 34 35 38 42 44 45 47 48 49 52 57 68

C...................................................................................................Nifas ...........................................................................................................70 1. Definisi nifas................................................................................... 2. Fisiologi nifas.................................................................................. 3. Laktasi............................................................................................. 4. Psikologi nifas................................................................................. 5. Penatalaksanaan nifas..................................................................... 6. Kebutuhan ibu nifas........................................................................ 7. Program dan kebijakan tehnik masa nifas....................................... D....................................................................................Bayi baru lahir ...........................................................................................................82 1. Definisi............................................................................................ 2. Karakteristik bayi baru lahir........................................................... 3. Asuhan dan penanganan segera bayi baru lahir.............................. 4. Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir........................ 5. Pemeriksaan fisik bayi baru lahir.................................................... 6. Tanda-tanda bahaya pada bayi........................................................ BAB III TINJAUAN KASUS A. Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal............................................ 93 82 83 84 85 88 92 70 71 74 74 75 79 80

B. Asuhan kebidanan pada persalinan normal.......................................... 105 C. Asuhan kebidanan pada ibu nifas normal............................................. 123 D. Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal.................................... 137 BAB IV PEMBAHASAN............................................................................... 151

..................................BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.......................... 154 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.................. Saran................... Kesimpulan................................................................. 153 B........E 29 Th G3 P2 A0 DI DESA BENDA KECAMATAN CICURUG Asuhan Kebidanan Komprehensif Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menempuh Ujian Akhir Pada Program Studi D III Kebidanan Disusun Oleh : LISTA LIFWALIANTRI ..........................

NIM : 0290106A08063 PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI SUKABUMI 2011 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->