You are on page 1of 28

PENGEMBANGAN

POLA KEMITRAAN ANTARA PENDIDIKAN TINGGI DAN DUNIA INDUSTRI / USAHA DALAM PENYELENGARAAN PENDIDIKAN TINGGI
IR. IMAN TAUFIK PENGUSAHA Bandung, 29 Maret 2005

³SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN PERGURUAN TINGGI DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS PTS ± KOPERTIS IV JAWA BARAT & BANTEN´

PENGEMBANGAN POLA KEMITRAAN ANTARA PENDIDIKAN TINGGI DAN DUNIA INDUSTRI/ USAHA DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI
1.0 2.0 3.0 4.0 PROSES GLOBALISASI PENGUSAHA INDONESIA: PERMASALAHAN DAN TANTANGAN PERMASALAHAN TERBESAR: KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA POLA KEMITRAAN ANTARA PENDIDIKAN TINGGI DENGAN DUNIA INDUSTRI USAHA

0 PROSES GLOBALISASI .1.

FIGURE 1. KUALITAS.BIROKRASI PRODUKSI MASSAL MODAL & BURUH MEKANISASI SKALA EKONOMI DIPERLUKAN GAJI & KEPASTIAN TERTENTU & KONTRAK KONFRONTASI STABIL MENETAPKAN PERSYARATANPERSYARATAN COMMAND & CONTROL EKONOMI BARU DINAMIS GLOBAL NETWORKING PRODUKSI FLEKSIBEL INNOVASI / KNOWLEDGE DIGITISASI INNOVASI. WAKTU & BIAYA SANGAT DIPERLUKAN PENGHASILAN RIIL YG TINGGI LUAS & CROSS TRAINING KOLLABORASI PENUH RISIKO & KESEMPATAN MENDORONG PERTUMBUHAN DAN KESEMPATAN MARKET TOOLS & FLEXIBILITY .1 PERBEDAAN EKONOMI LAMA VS BARU PERMASALAHAN 1 KARAKTERISTIK EKONOMI PASAR RUANG LINGKUP PERSAINGAN BENTUK ORGANISASI 2 INDUSTRI ORGANISASI PRODUKSI KUNCI PERTUMBUHAN KUNCI TEKNOLOGI DAYA SAING R&D 3 TENAGA KERJA TUJUAN UTAMA KEAHLIAN HUBUNGAN DGN MANAJEMEN KEPASTIAN EMPLOYMENT 4 PEMERINTAH HUBUNGAN DENGAN DUNIA USAHA PERATURAN PEMERINTAH EKONOMI LAMA STABIL NASIONAL HIERARKIS .

INDONESIA. 2.000 SENTRA . OMZET TOTAL : 1998: US$ 11 TRILYUN.) . 4. BERARTI MEREKA SUDAH MENGUASAI EKONOMI DOMESTIK NEGARA-NEGARA BERKEMBANG.000 TRANS NATIONAL CO ( TNC¶S) DILUAR SEKTOR KEUANGAN MEMILIKI 500.FIGURE 1. MNC DLL) ADALAH REALITA YANG HARUS DIHADAPI SECARA PROFESSIONAL BERDASARKAN STRATEGI WIN-WIN (CONTOH: SINGAPURA DAN IRLANDIA). MASING-MASING HARUS MEMILIKI ³CORE COMPETENCE´ YANG BERKELANJUTAN (CONTOH: PARIWISATA DI BALI.SENTRA PRODUKSI DIDUNIA. UNCTAD : 60. 3. EKONOMI GLOBAL DENGAN AKTOR-AKTOR GLOBAL (TNC. SECARA REGIONAL. UKURAN GDP ATAU PPP TIDAK LAGI MENUNJUKKAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RAKYAT DISATU NEGARA. AGROBISNIS DI MEDAN DLL.2 FAKTA PENGUASAAN EKONOMI GLOBAL 1. CONTOH: BEBERAPA NEGARA AFRIKA SANGAT MISKIN WALAU GDP: US$ 3. NAMUN DAYA SAING GLOBAL DARI SUATU MASYARAKATLAH YANG MENENTUKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL EKONOMI.000.

6. 4. 4. INDONESIA: SINGAPURA: MALAYSIA: THAILAND: FILIPINA: TOTAL ASEAN-5 US$ 150 MILYARD US$ 120 MILYARD US$ 120 MILYARD US$ 110 MILYARD US$ 100 MILYARD ---------------------US$ 600 MILYARD C. 3.3 PERIMBANGAN KEKUATAN EKONOMI GLOBAL A. 5. OUTPUT ASEAN-5 1. 7. 5. 3. 3. 2. 2. GENERAL MOTOR: US$ 159 MILYARD FORD MOTOR: US$ 144 MILYARD WALMART: US$ 135 MILYARD EXXON: US$ 107 MILYARD GENERAL ELECTRIC: US$ 104 MILYARD MICROSOFT: US$ 102 MILYARD . 4.060 MILYARD B. 2. OUTPUT MNC/TNC: 1.000 MILYARD US$ 1. OUTPUT NEGARA2 G7 1.000 MILYARD US$ 2.FIGURE 1. 5.900 MILYARD US$ 800 MILYARD US$ 600 MILYARD US$ 380 MILYARD US$ 280 MILYARD ------------------------US$ 35. USA: INGGRIS: JEPANG: JERMAN: PERANCIS: ITALIA: KANADA: TOTAL G-7 US$ 12. 6.

HUKUM: E. KEWIRASWASTAAN: BUDAYA LOKAL HARUS MENDUKUNG KEWIRASWASTAAN YANG EFFICIENT. EFFISIENSI: PEMERINTAH HARUS MENDORONG TERBENTUKKEBIJAKSANAAN MAKRO DAN REJIM NYA ADMINISTRASI YANG EFFISIEN DAN GESIT. ETIS. SUMBER DAYA: PEMERINTAH HARUS MENDORONG SAING DINAMIS DAN PENINGKATAN TAMBAH DARI SUMBER DAYA LOKAL. C. PRODUCTIVE DAN ³CUSTOMER DRIVEN´. YANG KONSISTEN DAN D.FIGURE 1.4 STRATEGI MENGHADAPI MNC¶S/TNC¶S (BERDASARKAN LAPORAN UNCTAD: WORLD INVESTMENT REPORT) A. SISTIM HUKUM ³PREDICTABLE´. . DAYA NILAI B. PERPAJAKAN: SISTIM PAJAK YANG ATTRAKTIF NAMUN DAPAT MENGHINDARKAN ³TRANSFER PRICING´.

SOSIAL DAN BUDAYA: PEMERINTAH HARUS MENJAGA MASYARAKAT AGAR DAPAT MENYESUAIKAN DIRI TERHADAP DAMPAK GLOBALISASI TANPA KEHILANGAN JATI DIRI. INTEGRASI GLOBAL: PEMERINTAH HARUS MENSYARATKAN MNC¶S/ TNC¶S MENINGKATKAN NILAI TAMBAH SUMBER DAYA LOKAL. G. H.4A F. NERACA PEMBAYARAN: PEMERINTAH HARUS MENJAGA AGAR STRATEGI EXPORT / IMPORT MNC¶S / TNC¶S MEMBERI NILAI TAMBAH BAGI EKONOMI. .FIGURE 1. POLITIK.

0 PENGUSAHA INDONESIA: PERMASALAHAN & TANTANGAN .2.

BUDAYA KORPORASI DAN WIRASWASTA. MASALAH CORPORATE GOVERNANCE LEMAH & KURANG TRANSPARANSI.FIGURE 2. KURANG DUKUNGAN FINANSIIL. 58 DARI 60 NEGARA) ‡‡ AKIBAT PRODUKTIVITAS MENYELURUH YANG RENDAH. 58 DARI 60 NEGARA) EFFISIENSI PEMERINTAHAN YANG RENDAH: (NO. KURANG TRANSPARAN. ‡ INFRASTRUKTUR LEMAH: (NO. TRANSPORTASI. HUMAN DEVELOPMENT INDEX RENDAH. KUALITAS SDM/PENANGANAN TENAGA KERJA DLL. KURANG PENGALAMAN INTERNASIONAL. KOMPUTERISASI YANG LEMAH. IMAGE YANG JELEK DI LN. DLL. 54 DARI 60 NEGARA) ‡‡ AKIBAT RISIKO POLITIK.1 TANTANGAN BAGI PENGUSAHA INDONESIA ‡ ‡ DAYA SAING GLOBAL SANGAT RENDAH (IMD: NO. R & D RENDAH. ‡ EFFISIENSI BISNIS YANG RENDAH: (NO. PENEGAKKAN HUKUM YANG LEMAH & TIDAK KONSISTEN. 60 DARI 60 NEGARA) ‡‡ AKIBAT SISTIM TELEKOMUNIKASI. MASALAH LINGKUNGAN HIDUP DLL .

KEPERCAYAAN INVESTOR YANG RENDAH (NO.FIGURE 2. 29) SUBSIDI YANG TINGGI (NO. 29) SISTIM PENEGAKAN HUKUM LEMAH (NO. 29) DISKRIMINASI DALAM MASYARAKAT (NO. 29) CREDIT RATING YANG RENDAH (NO.29) PENANGANAN KETENAGAKERJAAN (NO.2 SURVEY IMD TERHADAP DAYA SAING INDONESIA (DIBANDING 30 NEGARA-NEGARA UTAMA) NEGARA1. 29) 2. 29) PRAKTEK-PRAKTEK BISNIS TIDAK ETIS DAN LEMAHNYA CORPORATE GOVERNANCE (NO. 30) . 30) HUBUNGAN PERBURUHAN YANG ³HOSTILE´ (NO. DAYA SAING BISNIS YANG RENDAH (NO. 30) ‡‡ ‡‡ ‡‡ KUALITAS SDM YANG RENDAH (NO. 29) ‡‡ ‡‡ ‡‡ ‡‡ ‡‡ ‡‡ ‡‡ RESIKO POLITIK (NO. 29) KORUPSI YANG MARAK (NO.

29) PRODUKTIVITAS MENYELURUH YANG RENDAH (NO. 30) KUALITAS WIRASWASTA & KEMAMPUAN MARKETING YANG RENDAH (NO. 30) ‡‡ ‡‡ ‡‡ ‡‡ ‡‡ ‡‡ ‡‡ PENDIDIKAN & KESEHATAN YANG KURANG (NO. 30) BIAYA TELEKOMUNIKASI INTERNASIONAL YANG MAHAL (NO.2A 2.FIGURE 2. 30) KURANGNYA AHLI TEKNOLOGI INFORMASI (NO. 30) PENEGAKKAN HUKUM LINGKUNGAN HIDUP YANG LEMAH (NO. 30) (lanjutan) ‡‡ ‡‡ ‡‡ NILAI-NILAI DIMASYARAKAT TIDAK MENDUKUNG DAYA SAING DAN GLOBALISASI (NO. 30) PERLINDUNGAN HAK PATENT & CIPTA LEMAH (NO. 30) 3. INFRASTRUKTUR LEMAH (NO. DAYA SAING BISNIS YANG RENDAH (NO. 30) KURANGNYA ALIH TEKNOLOGI (NO. 29) ANGGARAN & PERSONALIA R & D YANG MINIM (NO. 30) .

LAUSSANE UNIVERSITY. PRODUKTIVITAS DAN PERPAJAKAN PENCIPTAAN KELAS MENENGAH YANG KOMPETITIF HUBUNGAN EKONOMI INTERNASIONAL YANG AGRESIF DAN ATTRAKTIF SUMBER: ANALISA PROF. STEPHEN GARELLI.3 KESEIMBANGAN DINAMIS EKONOMI GLOBAL: y KEUNTUNGAN y PENGEMBANGAN TEKNOLOGI MASYARAKAT INDONESIA YANG KOMPETITIF PENGUSAHA LOKAL: y KOHESI SOSIAL y SISTIM NILAI DALAM MASYARAKAT y LAPANGAN KERJA PERUNDANG2AN DAN HUKUM YANG STABIL & PREDICTABLE STRUKTUR EKONOMI YG FLEXIBLE & SUSTAINABLE REFORMASI BIROKRASI YANG FOKUS PADA KUALITAS DAN KECEPATAN JASA-JASA PUBLIK TINGKAT TABUNGAN DAN INVESTASI PADA INFRASTRUKTUR & PENDIDIKAN KESEIMBANGAN ANTARA UPAH. SWISS . DR.FIGURE 2.

4 (BERDASARKAN KAPASITAS & CADANGAN SAAT INI) US$ 25 MILYARD ‡ KEHUTANAN & PERTANIAN: ‡‡PRODUK KAYU: ‡‡CPO & OLEOCHEMICALS: ‡‡PRODUK KARET: ‡‡PERIKANAN: ‡‡TEH. DLL: US$ 10 MILYARD US$ 6 MILYARD US$ 4 MILYARD US$ 4 MILYARD US$ 6 MILYARD US$ 30 MILYARD ‡ PRODUK INDUSTRI UMUM: ‡‡TEKSTIL. SEPATU: ‡‡LISTRIK & ELEKTRONIKA: ‡‡KIMIA & PETROKIMIA: ‡‡BAJA & MESIN-MESIN: ‡‡KERAJINAN TANGAN: ‡‡KOSMETIKA DLL: US$ 10 MILYARD US$ 8 MILYARD US$ 6 MILYARD US$ 3 MILYARD US$ 2 MILYARD US$ 6 MILYARD US$ 35 MILYARD POTENSI TOTAL -------------------US$ 90 MILYARD . GARMENT.POTENSI EXPORT INDONESIA ‡ PERTAMBANGAN: ‡‡MIGAS: ‡‡BATUBARA: ‡‡LAIN-LAIN: US$ 15 MILYARD US$ 5 MILYARD US$ 5 MILYARD FIGURE 2. KOPI.

0 PERMASALAHAN TERBESAR: KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA INDONESA .3.

JAKARTA .1 LOW PRODUCTIVITY LOW CREATIVITY BUREAUCRACY MENTALITY INDONESIAN HUMAN RESOURCES LOW SELF CONFIDENCE LOW COMPETITIVE NOT SELFSTARTER CHALLENGES IN THE INDONESIAN HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT DUE TO 32 YEARS OF CENTRALIZATION REF : N.16 SEPTEMBER 1999 . IDRUS : CITD .FIGURE 3.

4% UNIVERSITY GRADUATE ) ‡ 1997 : 60.DR.4 BILLIONS/YEAR ‡‡ 41% ONLY OPERATOR LEVEL ‡ EDUCATION SYSTEM TOP-DOWN 80%.NIRWAN IDRUS .FIGURE 3.OTHER SCIENCES ‡‡ 67% .000 EXPATRIATES ‡‡ US$ 2.TECHNOLOGY ‡‡ 19% .SOCIAL SCIENCES ( MALAYSIAN : 2.25% UNIVERSITY GRADUATE: ‡‡ 14% .CITD . NOT DEVELOPING INNOVATION & CREATIVITY ‡ INDONESIAN NEEDS TO ACCELERATE HRD TO DEVELOP ³KNOWLEDGE SOCIETY´ CHALLENGES SOURCE: PROF.2 QUALITY OF INDONESIAN HUMAN RESOURCES ‡ 40% BELOW POVERTY LINE ‡ 70% ELEMENTARY SCHOOL ONLY ‡ 1.

BUDAYA NASIONAL 4. 25 : NO. 27 : NO. PROSENTASE BEBAS BUTA HURUF 5. 25 : NO. 26 : NO. ANIMO GENERASI MUDA TERHADAP IPTEK 10. PRODUKTIVITAS PETANI & INDUSTRI 9. PENGALAMAN INTERNASIONAL : NO. 27 2. 26 : NO.FIGURE 3. 21 . 21 : NO. 22 : NO. 24 : NO. 26 : NO. RATIO MURID TERHADAP GURU (SD & SMP & SMA): NO. KUALITAS KEHIDUPAN SECARA UMUM 12. 26 : NO. KOMPETENSI MANAJER SENIOR 8. BRAIN DRAIN 3. JUMLAH TENAGA LITBANG 7. PELATIHAN & MAGANG PEKERJA 13. KUALITAS PENDIDIKAN BIDANG EKONOMI 11.3 BEBERAPA INDIKATOR SDM INDONESIA (SURVEY IMD TERHADAP 30 NEGARA-NEGARA UTAMA) NEGARA1. 26 : NO. SIKAP TERHADAP GLOBALISASI 6.

IMAGE SDM INDONESIA DI LN 17. QUALIFIED ENGINEERS 19. HUMAN DEVELOPMENT INDEX 18. ANGGARAN UNTUK KESEHATAN 23. 28 : NO. 27 : NO. PRODUKTIVITAS SDM DIBIDANG JASA 20.FIGURE 3. 27 16. 28 : NO. PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN DISEKOLAH 22. 29 . 27 : NO. 27 15. LABOR RELATIONS 25. TANGGUNG JAWAB SOSIAL : NO. SIKAP TERHADAP HSE (KESEHATAN. SISTIM PENDIDIKAN NASIONAL DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL 24. 27 : NO. KESELAMATAN KERJA & LINGKUNGAN HIDUP) : NO. KUALITAS SDM DIBIDANG FINANCE 21. 28 : NO. 28 : NO. 29 : NO. MOTIVASI PEKERJA : NO.3A BEBERAPA INDIKATOR SDM INDONESIA (lanjutan) 14. 28 : NO.

TINGKAT ALIH TEKNOLOGI : NO. 30 . 30 : NO. NILAI-NILAI DALAM MASYARAKAT 35. PRODUKTIVITAS BURUH INDONESIA 33. 29 : NO. 30 : NO. 30 : NO. 29 : NO. 29 : NO. 30 : NO.FIGURE 3. 30 : NO. KEMAMPUAN PEMASARAN 29. KUALITAS DIBIDANG KEWIRASWASTAAN 28. 29 : NO. FLEXIBILITAS & ADAPTASI SDM INDONESIA 30.3B BEBERAPA INDIKATOR SDM INDONESIA (lanjutan) 26. PRODUKTIVITAS MENYELURUH (PPP) 32. KREDIBILITAS MANAJER INDONESIA 27. MAKALAH IPTEK OLEH SDM INDONESIA 36. ANGGARAN PENDIDIKAN TERHADAP GDP 31. TERSEDIANYA TENAGA AHLI 34. 30 : NO.

4.0 POLA KEMITRAAN ANTARA PENDIDIKAN TINGGI DENGAN DUNIA INDUSTRI/USAHA .

DIMANA UPAH MINIMUM HANYA US$ 45 ± US$ 55/BULAN DENGAN PRODUKTIVITAS TINGGI). AHLI KOMPUTER. DISAMPING ITU MASALAHNYA UPAH MINIMUM SEBESAR +/. R & D DAN TECHNICAL MANAGER. TENAGA & SARJANA TEKNIK DARI MULAI TINGKAT MENENGAH DAN TERAMPIL.1 4.FIGURE 4. BAIK DARI SEGI PENDIDIKAN. DISIPLIN MAUPUN PRODUKTIVITASNYA DIBANDINGKAN DENGAN NEGARA-NEGARA TETANGGA.1 PADA SAAT INI MASALAH YANG UTAMA YANG DIHADAPI PENGUSAHA DAN CALON INVESTOR YANG INGIN BERUSAHA DI INDONESIA ADALAH MASALAH SDM INDONESIA YANG SANGAT RENDAH KUALITASNYA.0 POLA KEMITRAAN ANTARA PENDIDIKAN TINGGI DENGAN DUNIA INDUSTRI/USAHA 4. DITINGKAT SDM YANG LEBIH TINGGI. 4. SAAT INI PULUHAN RIBU OPERATOR TEKNIS ASING BEKERJA DI INDONESIA. INDONESIA SANGAT KEKURANGAN SDM YANG BEKUALITAS SEBAGAI BERIKUT: A.2 . AHLI OPERATOR TEKNIS.US$ 80 PER BULAN DENGAN PRODUKTIVITAS RENDAH MEMPERSULIT PERSAINGAN DENGAN NEGARA-NEGARA TETANGGA (VIETNAM DAN KAMBOJA.

TENAGA PEMASARAN (MARKETING DAN BUSINESS DEVELOPMENT) YANG MENGERTI SELUK BELUK SERTA PERKEMBANGAN BISNIS GLOBAL YANG BERGERAK CEPAT. TENAGA MANAJEMEN PROFESSIONAL YANG BERKUALITAS. CERTIFIED MBA YANG TERUJI SERTA BERPENGALAMAN INTERNASIONAL. AKIBAT KEKURANGAN TENAGA2 AHLI & MANAJER SERTA WIRASWASTA TERSEBUT DI ATAS.1A B. C.FIGURE 4. E. . YANG HARUS MENGERTI SELUK BELUK SERTA PERKEMBANGAN BISNIS GLOBAL YANG BERGERAK CEPAT. BUKAN WIRASWASTA KKN YANG TERGANTUNG PEJABAT. D. WIRASWASTA YANG MANDIRI.3 DISAMPING MAHALNYA UPAH MINIMUM DAN KURANGNYA TENAGA JUGA AHLI & MANAJER DI INDONESIA. UU KETENAGAKERJAAN SANGAT MEMBERATKAN PENGUSAHA & CALON INVESTOR. TERUTAMA DALAM HAL HUBUNGAN KERJA YANG TERLALU KAKU PENGATURANNYA SERTA BIAYA PESANGON YANG SANGAT MAHAL. TENAGA AKUNTANSI DAN KEUANGAN YANG MENGERTI GENERAL ACCOUNTING PRACTICE INTERNASIONAL YANG BANYAK DIPAKAI (CHARTERED ACCOUNTANT SEPERTI SISTIM INGGRIS MAUPUN GAP MODEL AMERIKA SERIKAT). 4. TERDAPAT KESENJANGAN YANG MENYOLOK DALAM SISTIM PENGGAJIAN YANG AKHIRNYA MENGAKIBATKAN MAHALNYA SDM INDONESIA YANG BERKUALITAS.

3 JUTA PERTAMBAHAN PENDUDUK TIAP TAHUN. POLA KEMITRAAN ANTARA DUNIA PENDIDIKAN DAN DUNIA INDUSTRI / USAHA DAPAT BERBENTUK: 4. JUGA LEMBAGA-LEMBAGA PENELITIAN (R & D) HARUS DILIBATKAN DALAM POLA KEMITRAAN TERSEBUT. POLA KEMITRAAN YANG COCOK HARUS DIGIATKAN SEHINGGA TERDAPAT KERJASAMA YANG SALING MENGUNTUNGKAN.FIGURE 4. 4. MAKA PENGEMBANGAN SDM TERMASUK PENDIDIKAN TINGGI YANG TEPAT DAN BERORIENTASI PADA KEBUTUHAN YANG MENDESAK MUTLAK HARUS DITINGKATKAN.4 MELIHAT KEADAAN TERSEBUT DI ATAS.1B AKIBATNYA ADALAH TIDAK MASUKNYA INVESTOR ASING DAN HENGKANGNYA PENGUSAHA INDONESIA & ASING YANG SUDAH INVESTASI DI INDONESIA. CINA DAN KAMBOJA. TERMASUK AKIBAT +/. TERUTAMA KE VIETNAM. DISAMPING POLA KEMITRAAN ANTARA PENDIDIKAN TINGGI DAN DUNIA INDUSTRI / USAHA. SEMENTARA PENGGANGGURAN DAN PENDUDUK MISKIN MEMBENGKAK TERUS.5 .

‡‡ DUNIA INDUSTRI / USAHA MEMBERI KESEMPATAN MAGANG DAN LATIHAN MAUPUN KERJA PRAKTEK BAGI MAHASISWA TINGKAT AKHIR. ‡‡ BANTUAN DARI DUNIA USAHA BAGI PERGURUAN TINGGI BERBENTUK BANGUNAN2 UNTUK KULIAH. SEBAGAI WALI AMANAH. HAL INI BANYAK DILAKUKAN ALUMNI2 BAGI PERGURUAN TINGGINYA. RAPAT2 KOORDINASI SYMPOSIUM.FIGURE 4. DAN IKUT TERLIBAT DALAM MENENTUKAN KURIKULUM DLL. LAB. PERALATAN DLL. ‡‡ PEMBERIAN BEA SISWA DAN IKATAN DINAS BAGI MAHASISWA YANG BERPRESTASI NAMUN TIDAK MAMPU. . DEWAN PENDIDIKAN TINGGI NASIONAL AGAR DAPAT DIAKTIFKAN DENGAN MENAMBAH JUMLAH PENGUSAHA BERBAGAI BIDANG SEBAGAI ANGGAUTANYA. KOMISIKOMISI BERSAMA DLL. MEREKA DIARAHKAN PADA BIDANG-BIDANG YANG DIBUTUHKAN.L.1C ‡‡ SEMINAR2. PAMERAN. ‡‡ TOKOH-TOKOH DUNIA INDUSTRI & USAHA IKUT MEMBAHAS RENCANA PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI A. PENGURUS YAYASAN DLL. MEMBAHAS SECARA TERPERINCI KEBUTUHAN SDM YANG BERKUALITAS BAIK DITINGKAT DAERAH MAUPUN TINGKAT NASIONAL. DENGAN MENCANTUMKAN NAMA PENYUMBANG..

DARI NEGARA-NEGARA MAJU.FIGURE 4.1D ‡‡ DUNIA USAHA / INDUSTRI BERSAMA PERGURUAN TINGGI BEKERJA SAMA MENTUNTASKAN PROSES STANDARDISASI NASIONAL INDONESIA (SNI) DAN STANDARDISASI INDUSTRI INDONESIA (SII) YANG SANGAT DIPERLUKAN BAGI PENINGKATAN DAYA SAING NASIONAL SERTA MENINGKATKAN PERLINDUNGAN NON-TARIFF BAGI INDUSTRI USAHA NASIONAL. DALAM HAL INI PENGATURAN / PP ATAU KEPPRES YANG JELAS BAGI PEMANFAATAN ASSET-ASSET NEGARA HARUS DIATUR DENGAN JELAS DAN KONSISTEN. SAAT INI INDONESIA MENJADI ³DUMPING GROUND´ PRODUK-PRODUK INDUSTRI DLL. YANG SELAMA INI KURANG TERASA MANFAATNYA BAGI DUNIA USAHA. ‡‡ DUNIA INDUSTRI KHUSUSNYA DAN DUNIA USAHA PADA UMUMNYA DAPAT BERJASAMA MENGEMBANGKAN PRODUK-PRODUK UNGGULAN INDONESIA (NICHE PRODUCTS) DENGAN MEMANFAATKAN JUGA HASIL KARYA BPPT DENGAN LABORATORIUM2 CANGGIH YANG ADA DI SERPONG. . DUNIA USAHA ENGGAN MEMANFAATKANNYA TANPA PERATURAN YANG TEGAS DAN JELAS.

BAUXIT. INDUSTRI MAKANAN & MINUMAN. INDUSTRI BAJA DOWNSTREAM B.6 BIDANG-BIDANG USAHA/INDUSTRI YANG KAMI ANGGAP MERUPAKAN UNGGULAN INDONESIA DAN MEMERLUKAN SDM YANG PROFESSIONAL A. TAMBANG MINYAK GAS BUMI B. ALUMINIUM. KONSTRUKSI KAYU. INDUSTRI KERAMIK DAN BAHAN BANGUNAN ‡‡ INDUSTRI-INDUSTRI LOGAM DASAR. INDUSTRI KARET & DERIVATIVESNYA D. INDUSTRI MESIN BLOK 2 & 3 (STD BANK DUNIA) C. TAMBANG BATUBARA C. INDUSTRI ELEKTRONIKA (TERMASUK KOMPUTER) D. INDUSTRI OTOMOTIF (TERUTAMA KOMPONEN2NYA) E. INDUSTRI KELAPA SAWIT & DERIVATIVES OLEOCHEMICALS C. INDUSTRI PERKAYUAN. ‡‡ KEHUTANAN & PERTANIAN: A. MESIN DAN ELEKTRONIKA: A. TERMASUK MAKANAN TERNAK & PERIKANAN E. TAMBANG EMAS. FURNITURES B. TIMAH DLL. INDUSTRI PERKAPALAN & LEPAS PANTAI .1E 4.FIGURE 4.L: ‡‡ PERTAMBANGAN: A.

1F ‡‡ INDUSTRI KIMIA & PETROKIMIA: A. JASA-JASA TRANSPORTASI E. JASA-JASA PERBANKAN. RESTORAN DLL) D.FIGURE 4. INDUSTRI PETROKIMIA & LNG C. JASA-JASA TELEKOMUNIKASI F. KEUANGAN DAN AKUNTANSI C. KOSMETIKA & FARMASI D. JASA-JASA PARIWISATA (HOTEL. G. JASA-JASA PUBLIC RELATIONS. INDUSTRI KIMIA DASAR B. JASA-JASA LAINNYA . INDUSTRI KIMIA KONSUMPTIF. PERHIASAN LOGAM MULIA DAN SETENGAH MULIA ‡‡ JASA-JASA: A. JASA-JASA KONSTRUKSI & KONSULTANSI/ENJINEERING B. MEDIA. INDUSTRI KERAJINAN TANGAN. DLL.