You are on page 1of 11

TUGAS SISTEM INFORMASI MAJEMEN ´SIKLUS HIDUP SISTEMµ

Nama: Asri Latifah Kelas: Manajemen 2.C NIM: 1002015013

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen Tahun Akademik 2010 / 2011

dan pengendalian yang berkesinambungan. komite ini disebut dengan komite pengarah. SLC sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem. 2. pengerahan. yang memastikan dukungan komputer untuk mencapai tujuan strategis perusahaan. Pengelolaan tersebut terdiri dari : 1. di bawah tingkat komite eksekutif. saat sistem memiliki nilai strategis atau mempengaruhi seluruh organisasi . pemograman dan operasi. analisis. Siklus hidup sistem (syestem life cycle) adalah penerapan pendekatan sistem untuk mengembangkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer.  Menjadi Pengendali Keuangan.SIKLUS HIDUP SISTEM Metodologi adalah suatu cara yang disarankan untuk melakukan suatu hal. dan penerapan. Tahapan ini secara bersama-sama di namakan siklus hidup pengembangan sistem (system development life cycle-SDLC). Komite Pengarah SIM Banyak perusahaan membuat komite khusus. Jika tujuan komite tersebut adalah memberikan petunjuk. yang timbul sehubungan dengan prioritas penggunaan komputer. digunakan nama komite pengarah SIM. Aggota tetap dari komite pengarah SIM melibatkan eksekutif tingkat tinggi. dengan bertindak sebagai badan yang berwewenang memberi persetujuan bagi semua pemerintahan dana yang berhubungan dengan komputer.  Menyelesaikan pertentangan. . rancangan. SLC terdiri dari serangkaian tugas yang erat mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem. Pengelolaan siklus hidup Pengelolaan siklus hidup hidup sistem yang pertama dikelola oleh manajer unit jasa informasi . Komite pengarah SIM melaksanakan 3 fungsi utama:  Menetapkan kebijakan. direktur utama atau komite eksekutif mungkin memutuskan untuk mengawasi proyek pengembangannya. Tanggung Jawab Eksekutif. Jika perusahaan membentuk komite pengarah untuk mengarahkan penggunan sumber daya komputer perusahaan.dibantu oleh manajer dari analisis sistem. yang bertanggung jawab atas pengewasan seluruh proyek sistem. Tahap-tahap siklus hidup Empat tahap yang pertama adalah perencanaan.

pengendalian. Suatu tim mungkin memiliki belasan anggota. yang terdiri dari pemakai. Auditor memastikan bahwa rancangan sistem memenuhi persyaratan tertentu dalam hal akurasi. dan dapat diaudit.Akibatnya. Kegiatan tim di arahkan oleh seorang pemimpin proyek yang memberikan pengarahan sepanjang berlangsungnya proyek. dan mungkin auditor internal. spesialis informasi. Tim Proyek mencakup semua orang yang ikut serta dalam pengembangan sistem berbasis komputer. keamanan. Kepemimpinan Proyek Komite pengarah SIM jarang terlibat langsung dari rician pekerjaan. diperoleh dua keuntungan-keuntungan semakin besar kemungkinannya :  Komputer akan digunakan untuk mendukung pemakai di seluruh perusahaan.  Proyek-proyek komputer akan mempunyai perencanaan dan pengendalian yang baik Komite pengarah SIM merupakan bukti yang paling nyata bahwa perusahaan bermaksud menyediakan sumber daya informasi bagi semua pemakai yang memang membutuhkan. TAHAP PERENCANAAN Keuntungan dari merencanakan proyek CBIS : Komite pengarah SIM dan tim proyek mengantisipasi bahwa perencanaan akan menghasilkan keuntungan-keuntungan sebagai berikut :     Menentukan lingkup dari proyek Mengenali berbagai area permasalahan potensial Mengatur urutan tugas Memberikan dasar untuk pengendalian . tugas dari komite pengarah SIM adalah ini menjalankan strategi yang ditetapkan oleh komite eksekutif Dengan memusatkan manajemen siklus hidup sistem dalam komite pengarah. tanggung jawab itu ada pada tim proyek.

Hal penting yang harus diingat tentang usulan tersebut adalah bahwa sebagian besar isinya didasarkan pada perkiraan. Analisis akan menyiapkan usulan penelitian sistem yang memberikan dasar bagi manajer untuk menentukan perlu tidaknya pengeluaran untuk analisis. 4. Membuat studi kelayakan. Kendala lain ditimbulkan oleh manajemen perusahaan. Setelah manajer adanya masalah. Studi kelayakan suatu tinjauan sekilas pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan. Manajer dan analisis sistem mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang harus dipenuhi oleh sistem untuk memuaskan pemakai. tetapi pada titik ini . manajer tidak berusaha untuk nengumpulkan semua informasi pada titik ini. seperti laporan pajak yang diminta oleh pemerintah dan informasi pembayaran yang dibutuhkan. . Namun. 2. Menyadari masalah. dan elemen-elemen dalam lingkungan perusahaan. seperti keharusan menggunakan perangkat keras yang telah ada atau menyiapkan dan menjalankan sistem pada tanggal tertentu.LANGKAH-LANGKAH DALAM TAHAP PERENCANAAN 1. Spesialis informasi dari unit jasa informasi jarang menjadi pencetusnya. nonmanajer. 3. Dan perkiraan jauh lebih baik daripada tanpa informasi sama sekali. perkiraan merupakan informasi terbaik yang tersedia. ia harus memahaminya dengan baik agar dapat mengatasi permasalahan itu. Mendefinisikan Masalah. Menentukan tujuan sistem. 5. Mengidentifikasikan Kendala-Kendala sistem. karena mereka tidak selalu berada di tempat untuk mengamati gejala-gejala permasalahan. Mempersiapkan Usulan Penelitian sistem Penelitian sistem akan memberikan dasar yang terinci untuk rancangan sistem baru mengenai apa yang harus dilakukan sistem itu dan bagaimana sistem itu melakukannya. Beberapa kendala ditimbulkan oleh lingkungan. Kebutuhan akan proyek CBIS biasanya dirasakan oleh manajer perusahaan. Selebihnya akan di pelajari k etika siklus hidup mulai berjalan. Ada enam dimensi kelayakan :  Teknis  Pengembalian ekonomis  Pengembalian non-ekonomis  Hukum dan Etika  Operasional  Jadwal 6.

Mengumumkan penelitian sistem 2. Mengorganisasikan TIM Proyek 3. maka proyek akan berlanjut ke tahap oenelitian. grafik dan diagram. semua pihak akan mengalihkan perhatiannya ke masalah-masalah lain. jadwal itu harus di dokumentasikan dalam bentuk yang memudahkan pengendalian. Jumlah waktu yang diperlukan untuk setiap tugas disusun berdasarkan orang bulan. Analisis menelaah dokumentasi yang mungkin telah disiapkan pada awal pengembangan sistem yang sekarang dan menambahkan dokumentasi baru jika dirasa perlu. 8. wawancara perorangan. TAHAP ANALISIS Analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru diperbarui.7. pengamatan. siapa yang melakukannya dan kapan akan dilaksanakan. pencarian catatan dan survei. analisis sistem terus bekerja sama dengan manajer. Analisis mengumpulkan dokumentasi dari sistem yang ada. Ketika komite membuat keputusannya di ajukan dua pertanyaan penting : 1) Akankah sistem yang diusulkan mencapai tujuannya? 2) Apakah penelitian proyek yang diusulkan merupakan cara terbaik untuk melakukan analisis sistem? Jika keputusannya adalah teruskan. . untuk menyelesaikan suatu tugas. dan komite pengarah SIM terlibat dalam titik-titik yang penting. komite pengarah SIM menetapkan pengendalian proyek dengan menentukan apa yang harus dikerjakan. Memantau kemajuan proyek. Istilah kamus proyek sering digunakan untuk menggambarkan semua dokumentasi yang menjelaskan suatu sistem. Selama tahap analisis. termasuk berbagai jenis tabel. 1. Jika keputusannya adalah hentikan. Orang bulan adalah jumlah waktu yang dibutuhkan oleh satu orang. serta menentukan apakah perlu di teruskan atau keputusan di hentikan. Menyetujui atau menolak Penelitian Proyek Manajer dan komite pengarah menimbang pro dan kontra dari proyek dan rancangan sistem yang diusulkan. Menetapkan Mekanisme Pengendalian Sebelum penelitian sistem dimulai . yang bekerja sebulan kalender penuh. setelah jadwal proyek ditetapkan. analisis mempelajari kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam berbagai kegiatan pengumpulan informasi. Berbagai teknik dokumentasi dapat digunakan. Mengidentifikasikan Kebutuhan Informasi.

Menyiapkan Database.4. Ketika para pemasok memilih untuk bersaing untuk mendapatkan pesanan. Pengkodean dilakukan dan program-program diuji. Menyiapkan Fasilitas Fisik 7. Adapun tahap perencanaan meliputi : 1. 6. Menyetujui atau menolak masuk ke sistem Baru 10. yang isinya meminta pemasok mengajukan produk dan jasa yang dapat memecahkan masalah tertentu perusahaan. Menyetujui atau menolak Rancangan Proyek TAHAP RANCANGAN Rancanga sistem adalah penentuan proses dan data Yang diperlukan oleh sistem baru. Request for Proposal adalah spesifikasikan yang disediakan oleh perusahaan bagi pemasok. . Mendapatkan sumber daya perangkat keras. 9. Menyiapkan Usulan Cutover. percontohan. Pengelola database bertanggung jawab untuk semua kegiatan yang berhubungan dengan data dan ini mencakup persiapan database. Masuk ke sistem Baru Ada empat pendekatan dasar yaitu. Hasil akhirnya adalah software library dari program aplikasi. mereka masing-masing menyiapkan usulan (proposal) tertulis. Mendidik Peserta dan pemakai 8. Mendefinisikan Kriteria Kinerja sistem 5. Merencanakan penerapan 2. Langkah-langkah tahap rancangan sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Menyiapkan Rancangan sistem yang terinci Mengidentifikasikan berbagai alternatif konfigurasi sistem Mengevaluasi Berbagai alternatif konfigurasi sistem Memilih konfigurasi yang terbaik Menyiapkan Usulan penerapan Menyetujui atau menolak penerapan sistem TAHAP PENERAPAN Penerapan merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja. 4. Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Lunak. serentak. 5. bertahap dan paralel. Mengumumkan Penerapan 3. Menyiapkan Usulan Rancangan 6. Proses menghentikan penggunaan sistem lama memulai penggunaan sistem baru disebut Cutover. Programer dapat menyiapkan dokumentasi yang lebih terinci seperti bahasa inggris terstruktur atau bagan arus program.

Prototipe jenis 1 sesungguhnya akan menjadi sistem operasional Prototipe jenis 2 merupakan suatu model yang dapat dibuang yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional. 5. . 3. 2) Serentak.1) Percontohan. dan kemudian menerapkan. Pembuat sistem yang paling awal telah menyadari perlunya pertama merencanakan. 4) Paralel. sistem baru digunakan bagian per bagian pada suatu waktu. 2. kemudian menganalisis. 4. Menggunakan Sistem Audit Sistem Memelihara sistem Menyiapkan usulan rekayasa ulang Menyetujui atau menolak rekayasa ulang sistem MENEMPATKAN SIKLUS HIDUP SISTEM DALAM PERSFEKTIF Siklus hidup sistem mungkin merupakan metodologi tertua dalam bidang komputer. percontohan adalah suatu sistem percobaan yang diterapkan dalam satu subset dari keseluruhan operasi seperti kantor atau daerah tertentu. Kedua hal tersebut adalah prototyping dan rapid Application Development atau RAD. Pendekatan yang paling sederhana adalah beralih dari sistem lama ke sistem baru pada satu hari tertentu 3) Bertahap. Sebagai salah satu cara untuk memberi respon yang lebih baik bag kebutuhan pemakai. Jenis-jenis Prototype : Ada 2 jenis prototype. Cutover paralel mengharuskan sistem lama dipertahankan sampai sistem baru telah diperiksa secara menyeluruh. Dari modifikasi yang dicoba dua hal mendapatkan banyak perhatian. i spesialis informasi telah membuat modofikasi pada SDLC sehingga waktu yang diperlukan untuk menerapkan sistem dikurangi. Proses menghasilkan sebuah prototipe disebut dengan prototyping. TAHAP PENGGUNAAN Tahap penggunaan terdiri dari : 1. Tanpa memandang keadaan logika ini diterima sepenuhnya. PROTOTYPING Prototipe memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk lengkapnya. lalu merancang. Dalam Cutover bertahap.

untuk alasan berikut :     Komunikasi antara analisis sistem dan pemakai membaik Analisis dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pemakai Pemakai berperan lebih aktif dalam pengembangan sistem Spesialisasi informasi dan pemakai menghabiskan lebih sedikit waktu dan usaha dalam pengembangan sistem  Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya. PROTOTYPING dan siklus hidup pengembangan sist em Bagi sistem berskala kecil. Misalnya. prototyping dapat menggantikan siklus hidup pengembangan sistem.PENGEMBANGAN PROTOTIPE JENIS 1 : 1) 2) 3) 4) Mengidentifikasikan kebutuhan pemakai Mengembangkan prototipe Menentukan apakah prototipe dapat diterima Menggunakan prototipe PENGEMBANGAN PROTOTIPE JENIS 2 1) 2) 3) 4) Mengkodekan sistem operasional Menguji sistem operasional Menentukan jika sistem operasional dapat diterima Menggunakan sistem operasional. prototyping dapat digunakan dalam tahap analisis untuk membantu para pemakai mendefinisikan kebutuhan informasi mereka dan dalam tahap rancangan untuk mengevaluasi konfigurasi sistem alternatif. . namun untuk sistem berskala besar atau sistem yang mempengaruhi unit organisasi yang besar. Pendekatan ini diikuti jika prototipe tersebut hanya dimaksudkan untuk memiliki penampilan seperti operasional dan tidak dimaksudkan untuk memuat semua elemen penting. prototyping dipadukan dengan SDLC. DAYA TARIK PROTOTYPING Pemakai maupun spesialis informasi menyukai prototyping. Keuntungan-keuntungan ini memungkinkan prototyping menghemat biaya pengembangan dan meningkatkan kepuasan pemakai dengan sistem yang dihasilkan.

Jumlah pemakai banyak. Information engineering adalah nama yang martin berikan bagi pendekatannya yang menyeluruh dalam pengembangan sistem yang memperlakukannya sebagai kegiatan seluruh perusahaan. Perkiraan tahap penggunaan sistem yang pendek Sistem yang Inovatif Prilaku pemakai yang sukar di tebak RAPID APPLICATION DEVELOPMENT Metodologi yang memiliki tujuan yang sama seperti prototyping. seorang konsultan komputer dan pengarang. Interaksi Pemakai Penting. singkatan dari Rapid Application Development adalah istilah yang dibuat oleh James Martin. untuk suatu siklus hidup pengembangan yang dimaksudkan untuk menghasilkan sistem secara cepat tanpa mengorbankan kualitas. tetapi denfgan lingkup yang lebih luas adalah RAD. yaitu memberikan respon yang cepat pada kebutuhan pemakai.  Hubungan komputer manusia yang disediakan oleh peralatan prototyping tertentu mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.  Prototipe jenis 1 mungkin tidak seefisien sistem yang di kodekan dalam bahasa pemograman.POTENSI KEGAGALAN PROTOTYPING Berikut beberapa kegagalan dalam prototyping :  Ketergesaan untuk membuat prototipe mungkin menghasilkan jalan pintas dalam definisi permasalahan. RAD adalah seperangkat strategi. evaluasi alternatif dan dokumentasi.metodologi dan peralatan berintegrasi yang ada dalam satu kerangka kerja menyeluruh yang disebut information engineering. RAD . . PENERAPAN YANG BERPROSPEK BAIK UNTUK PROTOTYPING        Risiko Tinggi.  Pemakai mungkin begitu tertarik dengan prototipe sehingga mereka mengharapkan sesuatu yang tidak realistis dari sistem operasional. Istilah ³cepat dan kotor´ digunakan untuk menjelaskan beberapa usaha prototyping. Penyelesaian yang cepat diperlukan.

4. dan peralatan. Rekstrukturisasi Adalah transformasi suatu sistem menjadi bentuk lain tanpa mengubah fungsionalitasnya. RANCANGAN ULANG PROSES BISNIS Penggantian proses yang ketinggalan jaman dengan yang lebih baru disebut rancang ulang proses bisnis. 3. Manusia. manusia. Rekayasa Mundur Rekayasa mundur berasal dari intelejen. .UNSUR-UNSUR PENTING RAD RAD memerlukan empat unsur penting yaitu. 2. Perencanaan kebutuhan Rancangan pemakai Konstruksi Cutover Peralatan. 2. metodologi dasar RAD adalah siklus hidup RAD. manajemen. manajemen harus mendukung RAD sepenuhnya dan menyediakan lingkungan kerja yang membuat kegiatan tersebut sangat menyenangkan. Pertama IS dapat menerapkan BPR untuk merancang ulang sistem berbasis komputer yang tidak dapat dipertahankan lagi melalui pemeliharaan sistem biasa. metodologi. Contoh restrukturisasi yang baik adalah transformasi suatu program yang ditulis pada tahun-tahun awal komputer. Anggota tim-tim ini adalah para ahli metodologi dan peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas khusus mereka. menjadi program dalam format terstruktur atau modul-modul hierarki. yang terdiri dari empat tahap yaitu : 1. Martin menggunakan istilah TIM SWAT dalam menggambarkan tim ini. ketika hanya ada sedikit standar pemograman. Istilah rekayasa ulang proses bisnis BPR mempengaruhi jasa informasi dalam dua cara. Metodologi. serta untuk menciptkan dokumentasikan dalam tingkat abstraksi yang lebih tinggi dari yang sekarang ada. atau BPR. Peralatan RAD terutama dari bahasa-bahasa pemrogaman generasi keempat dan peralatan CASE yang memudahkan prototyping membacakan kode. dalam hal komputer rekayasa mundur adalah proses menganalisis suatu sistem untuk mengidentifikasikan elemen -elemennya dan antar hubungannya. 1. Manajemen.

Kualitas teknis. . Prototyping merupakan bentuk pendek dari pendekatan sistem yang berfokus pada definisi dan pemuasan kebutuhan pemakai. Pengetahuan itu dapat diperoleh dengan pertama-tama terlibat dalam rekayasa mundur. Nama Rekayasa Maju diberikan untuk proses mengikuti siklus hidup sistem secara normal saat terlibat BPR. PROTOTYPING DAN RAD DALAM PERSFEKTIF Siklus hidup sistem. SLC merupakan metodologi tertua dan akan terus menjadi sebagaian besar kerja pengembangan sistem. RAD merupakan pendekatan alternatif untuk tahap perancangan dan penerapan dari SLC. PEMILIHAN KOMPONEN-KOMPONEN BPR Komponen-komponen BPR dapat diterapkan secara terpisah atau dalam kombinasi. Prototyping dan RAD dapat digunakan dalan suatu proyek BPR unuk memenuhi kebutuhan secara responsitif.3. Dari semua metodologi yang ada. sebaliknya merupakan suatu ukuran mengenai bagaimana itu dilakukan. Prototyping dapat berada dalam SLC. Rekayasa ulang Rekayasa ulang adalah rancang ulang lengkap dengan suatu sistem dengan tujuan mengubah fungsionalitasnya. yang terutama dicapai melalui penggunaan peralatan-peralatan bebasis komputer. Tiga metodologi ini merupakan cara-cara yang di anjurkan dalam menerapkan sistem berbasis komputer. Kenyataannya. Upaya untuk memanfaatkan teknologi yang terbaru ini dikenal dengan istilah BPR. Sumbangan terbesar dari RAD adalah kecepatannya menghasilkan sistem untuk digunakan. Lalu sistem itu dikembangkan secara normal. Kualitas Fungsional adalah ukuran mengenai apa yang dilakukan sistem. prototyping dan RAD semuanya merupakan metodologi. tergantung pada tingkat perubahan yang diinginkan. MENEMPATKAN SLC. selama proses pengembangan satu sisrtem tunggal mungkin diperlukan banyak usaha prototyping.