Modul 11 Dasar Konversi Energi Listrik Mesin Tak Serempak ( Mesin Induksi

)
11.1 Umum Mesin listrik baik arus searah maupun bolak balik terdiri dari generator rator dan motor sehingga untuk mesin ini dapat di bagi: 1. Generator tak serempak, sebagai pembangkit tenaga listrik, akan tetapi jarang di pergunakan, kadang – kadang di pergunakan dalam pengereman regenerative yakni bila motor tak serempak berputar melebihi kecepatan dan belangsung proses pengereman. 2. Motor tak serempak (motor asinkron atau motor induksi) yang banyak dipergunakan di pabrik, industry dan peralatan – peralatan rumah tangga sebagai penggerak atau pembangkit tenaga makanis. Motor induksi dapat dibagi: 1. Berdasarkan prinsip kerja: a. Motor induksi rotor sangkar dan motor induksi rotor belitan b. Motor komutator seri, kompensasi, shunt dan repulasion. 2. Berdasarkan arus dan tegangan : a. Tiga fase b. Satu fase 3. Berdasarkan kecepatan a. Bervariasi b. Bias di astur 4. Berdasarkan struktur a. Terbuka b. Tertutup c. Setengah tertutup d. Bervetilasi.

Modul 11 Dasar Konversi Energi Listrik Ir. Badaruddin, MT

Page 1

keliatan rotornya Gambar 11. b. bagian motor yang berputar. Alur dan gigi materialnya sama dengan inti. adalah ruangan antara stator dan rotor. Inti stator dari besi lunak atau baja silicon. Rumah stator dari besi tuang. Rotor. keliatan rotor dan cincin gesernya 11. Modul 11 Dasar Konversi Energi Listrik Ir. d. disamping itu juga di rangkai untuk jumlah kutub tertentu. Belitan stator dari tembaga.2 Motor induksi rotor belitan tiga fase. alur tempat meletakkan belitan. Stator. c.2 Konstruksi Motor Induksi Konstruksi motor induksi terdiri dari : 1. Badaruddin. Celah udara. MT Page 2 .Gambar 11. 3.1 Motor Induksi rotor sangkar tiga fasa. 2. bagian motor yang diam. Konstruksi stator (lihat gambar) terdiri dari a. Belitan stator di rangkai untuk motor induksi tiga fase tetapi juga dapat di rangkai untuk motor induksi satu fase.

Poros atau as Gambar 11.Gambar 11. c. d. Inti rotor bahannya sama dengan inti stator. dari konstruksi lilitan akan memberikan dua macam rotor yakni: i. Badaruddin. Belitan rotor bahannya dari tembaga. Motor induksi dengan rotor belitan.3 Stator motor induksi Konstruksi rotor. Alur dan gigi materialnya sama dengan inti. (lihat gambar dan gambar) terdiri dari : a. alur tempat meletakkan belitan.4 Rotor sangkar dari motor induksi Modul 11 Dasar Konversi Energi Listrik Ir. Motor induksi dengan rotor sangkar atau kurung. ii. b. MT Page 3 .

kalau terlalu luas maka efisiensi mesin rendah. sebaliknya jika terlalu sempit menimbulkan kesukaran mekanis pada mesin. maka pada penghantar rotor tersebut timbul gaya – gaya yang berpasngan dan berlawanan arah.Gambar 11. Berhubung kumparan rotor merupakan rangkaian yang tertutup maka pada kumparan tersebut mengalir arus. Prinsip kerja motor induksi tiga fase berdasarkan induksi elektrmagnetis. Dengan : Ns= kecepatan putar dari medan putar stator dalam rpm. MT Page 4 . Badaruddin. Arus yang mengalir pada penghantar rotor yang berada dakam medan magnit berputar dari stator. F = frekuensi arus dan tegangan stator P = banyaknya kutub. menimbulkan medan putar (garis – garis gaya fluks) yang berputar dengan kecepatan sinkron dan akan mengikuti persamaan. berbentuk silidris yang simetris dan diantaranya terdapat celah udara. yakni bila belitan / kumparan stator diberi sumber tegangan bolak – balik 3 fase maka arus akan mengalir pada kumparan tersebut.5 Rotor sangkar dari motor induksi Stator dan rotor membentuk rangkaian magnetis. Celah udara antara stator dan rotor. gaya tersebut menmbulkan torsi yang Modul 11 Dasar Konversi Energi Listrik Ir. Garis – garis fluks dari stator tersebut yang berputar akan memotong penghantar – penghantar rotor sehingga pada penghantar – penghantar tersebut timbul EMF (Elektro Motoris Force) atau GGL (Gaya Gerak Listrik) atau tegangan induksi.3 Prinsip Kerja Motor Induksi. 11.

MT Page 5 . d. Pada waktu rotor masih diam maka frekuensi arus rotor sama dengan frekuensi arus stator (f). Frekuensi rotor pada waktu diam. 4 kutub bekerja dengan sumber tegangan yang frekuesninya 50 Hz. dinyatakan oleh persamaan: Slip dalam persen (%) dinyatakan oleh persamaan : 11.03.5 Frekuensi Arus Rotor. dinyatakan oleh persamaan : Slip pecahan. Kecepatan rotor jika slip 0. rotor akan berputar dengab kecepatan puatr (Nr) mengikuti putaran medan putar stator (NS) 11.04 c. Badaruddin. Hitung : a.cenderung memutar motornya. Frekuensi arus rotor jika slip 0. Penyelesaian : Modul 11 Dasar Konversi Energi Listrik Ir. Kecepatan medan putar stator b.4 Slip (S) Slip timbul karena perbedaan perputaran medan putar stator dan perputaran rotor : Ada tiga macam slip: Slip mutlak. waktu rotor berputar maka frekuensinya akan berpengaruhi oleh slip yang mengikuti persamaan: Contoh soal Motor induksi 3 fase.

Contoh soal Motor induksi 3 fase.5 = s x 50 b. Penyelesaian : Contoh soal Jika motor 6 kutub di jalankan dari penyedia daya 50 cycle. Tentukan slip dan kecepatan slip. Kecepatan motor Penyelesaian : a. Sebuah motor induksi. Badaruddin. Hitung : a. 50 cycle. Slip b. mempunyai EMF dalam rotornya dengan frekuensi 2. MT Page 6 . Contoh soal 1. Tentukan : a. Penyelesaian : Modul 11 Dasar Konversi Energi Listrik Ir. 50 Hz bekerja dengan beban penuh pada kecepatan 950 rpm. Frekuensi arus da tegangan rotor. Slip b. Jadi 2. Dapat dihitung N = 950 rpm.5 cycle perdetik. 6 kutub 440 volt. dijalankan pada kecepatan 1455 rpm. 4 kutub.

Kecepatan rotor sebenarnya N = 1455 rpm. Hitunglah slip motor tersebut Penyelesaian : Kecepatan sinkron 3. Kecepatan medan putar stator Modul 11 Dasar Konversi Energi Listrik Ir. Penyelesaian : Frekuensi penyedia daya: Kecepatan beban penuh N dapat dihitung . MT Page 7 . Hitung : e. Sebuah motor induksi. Motor induksi 3 fase. Badaruddin. Tentukanlah kecepatan beban penuh dari motor induksi dan frekuensi EMF rotornya. 8 kutub berjalan atas frekuensi penyedia daya 50 cps. Jika bekerja pada beban penuh kecepatan 720 rpm. yaitu N = 970 rpm 4. Kecepatan slip = NS – N = 1500 – 1455 = 45 rpm. 4 kutub bekerja dengan sumber tegangan yang frekuesninya 50 Hz. Sebuah alternator 8 kutub berjalan pada kecepatan 750 rpm dan memberikan daya kepada motor induksi 6 kutub yang mempunyai slip 3 % pada beban penuh. Slip 2.

04 g. Frekuensi rotor pada waktu diam. h. Slip d. Frekuensi arus da tegangan rotor. Badaruddin. Hitung : c.03.f. 50 Hz bekerja dengan beban penuh pada kecepatan 950 rpm. Kecepatan rotor jika slip 0. Penyelesaian : 5. 6 kutub 440 volt. MT Page 8 . Frekuensi arus rotor jika slip 0. Penyelesaian : Modul 11 Dasar Konversi Energi Listrik Ir. Motor induksi 3 fase.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful