Sutrima

Sutrima
Budi Usodo

MATEMATIKA
UNTUK SMA/MAKELAS XI
Program Ilmu Pengetahuan Alam

Wahana

Budi Usodo

Wahana

MATEMATIKA MATEMATIKA
Program Ilmu Pengetahuan Alam
UNTUK SMA KELAS XI

Program Ilmu Alam

2

Sutrima Budi Usodo

MATEMATIKA
Untuk Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Kelas XI

Wahana

Program Ilmu Pengetahuan Alam

Hak Cipta Pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi oleh Undang-Undang

MATEMA TEMATIKA MATEMATIKA
Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas XI Program Ilmu Pengetahuan Alam
Penulis Editor Setting/Lay-out Desain Cover : : : : Sutrima Budi Usodo Giyarti Lilis Handayani Romiyanto

Wahana

510.07 SUT w

SUTRIMA Wahana Matematika 2 : untuk SMA / MA Kelas XI Program Ilmu Pengetahuan Alam / penulis, Sutrima, Budi Usodo ; editor, Giyarti . — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009x ix, 352 hlm, : ilus. ; 25 cm Bibliografi : hlm. 345 Indeks ISBN 978-979-068-854-4 (No. Jil. Lengkap) ISBN 978-979-068-856-8 1. Matematika-Studi dan Pengajaran I. Judul II. Budi Usodo III. Giyarti

Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit : CV. HaKa MJ Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009 Diperbanyak oleh : ...

ii

Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

Kata Sambutan
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2009, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 9 Tahun 2009 tanggal 12 Februari 2009. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/ penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia. Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan. Jakarta, Juni 2009 Kepala Pusat Perbukuan

iii

Kata Pengantar
Matematika menurut sifatnya merupakan ratu dan sekaligus sebagai pelayan ilmu, maka sebagai ratu matematika mempunyai struktur yang sistematis dan logis tidak dapat dipengaruhi oleh ilmu yang lain, sedangkan sebagai pelayan Matematika menyediakan alat yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan pada ilmu-ilmu yang lain. Buku ini ditekankan pada cara berpikir sistematis dan logis, di samping menyajikan aplikasinya pada kehidupan sehari-hari. Dengan karakteristik ini diharapkan setelah mempelajari buku ini siswa-siswa dapat berpikir secara sistematis dan logis untuk mengambil kesimpulan. Di dalam setiap awal bab buku ini disajikan tujuan yang hendak dicapai dalam mempelajari pokok bahasan yang bersangkutan dan informasi beberapa syarat yang diperlukan. Penjelasan materi disajikan secara singkat dengan menyertakan beberapa bukti dari sifat atau teorema yang dipandang perlu. Untuk mempermudahkan pemahaman konsep, disajikan juga pembahasan satu atau beberapa contoh soal. Di akhir setiap bab disajikan rangkuman, math info, dan uji kompetensi sebagai evaluasi bagi siswa di dalam memahami suatu konsep. Sebagai refleksi terhadap tingkat penguasaan konsep, setelah mengerjakan uji kompetensi siswa dapat melihat kunci jawaban untuk mengetahui tingkat penguasaan. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang membantu penerbitan buku ini. Semoga buku ini mampu memberikan motivasi belajar bagi Anda dan nilai tambah bagi para pemakainya. Kritik dan saran kepada penulis akan diterima dengan senang hati dan akan penulis perhatikan untuk perbaikan pada edisi berikutnya.

Surakarta, April 2008 Penulis

iv

Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

Petunjuk Penggunaan Buku
Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran mencakup kemampuan dasar yang diharapkan Anda miliki setelah membaca materi pada bab yang bersangkutan. Pengantar Pada bagian awal bab dimulai dengan pengenalan masalah nyata (contextual proplem) dari materi yang akan dipelajari. Hal ini dimaksudkan untuk memotivasi Anda tentang pentingnya materi yang akan dipelajari. Materi Bahasan Meskipun matematika sendiri bersifat deduktif, namun pembelajarannya dapat menggunakan metode induktif. Oleh karena itu agar mudah Anda ikuti, materi bahasan dideskripsikan secara induktif, diawali dari kajian hal yang konkrit ke abstrak, dari sederhana ke kompleks, dan dari mudah ke sulit. Dengan metode ini Anda diharapkan dapat menemukan sendiri konsep, sifat, aturan, atau rumus dalam matematika. Meskipun masih dimungkinkan dengan bimbingan guru. Contoh dan Pemecahan Masalah Untuk membantu Anda memahami konsep, sifat, aturan, dan rumus yang telah dikaji dalam materi bahasan, diperlukan contoh soal pemecahan masalah. Contoh soal pemecahan masalah dalam buku ini dibedakan menjadi dua yaitu: mencari nilai suatu besaran yang tidak diketahui yang memenuhi syarat yang ditetapkan dalam soal, dan membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran suatu pernyataan. Soal Latihan Sebagai evaluasi proses belajar Anda dalam menguasai materi bahasan, pada setiap akhir sub-bab diberikan latihan soal yang sajikan secara bergradasi. Latihan ini juga untuk melatih kecermatan, keakuratan dan kecepatan siswa dalam memecahkan masalah. Soal Analisis Soal ini bersifat masalah kontekstual yang berkaitan dengan permasalahan di dunia nyata. Hal ini bertujuan membantu Anda berpikir kritis, yang ditandai dengan keterampilan siswa memahami masalah, memilih pendekatan atau strategi pemecahan, menyelesaikan model matematika yang diperoleh, serta bagaimana menafsirkan solusi terhadap masalah semula. Tugas Mandiri Sesuai namanya tugas ini untuk mengevaluasi sejauh mana Anda secara mandiri dapat memecahkan masalah. Soal-soal untuk Tugas Mandiri bersifat terbuka, sehingga Anda dapat mencari jawaban atau strategi penyelesaian yang bervariasi. Tugas ini mendorong Anda untuk memperoleh informasi lebih lanjut dari berbagai sumber lain seperti internet, buku, atau artikel.

Tugas Kelompok Tugas ini diberikan dengan tujuan untuk melatih Anda berdiskusi, bekerjasama dan berkomunikasi dengan teman Anda. Tugas dapat berbentuk gagasan tertulis, dengan menggunakan narasi, tabel, dan diagram serta lisan. Math Info Merupakan informasi tentang matematika untuk meningkatkan cakrawala pengetahuan yang relevan dengan materi bahasan yang bersangkutan. Rangkuman Merupakan kumpulan konsep kunci bab yang dinyatakan dengan kalimat ringkas dan bermakna, serta memudahkan Anda untuk memahami isi bab. Uji Kompetensi Untuk setiap materi bahasan diakhiri dengan uji kompetensi. Uji kompetensi terdiri atas soal-soal pemecahan masalah, untuk mengevaluasi sejauh mana kompetansi siswa terhadap pemahaman konsep, penggunaan sifat, aturan dan rumus matematika dalam pemecahan masalah yang berakitan dengan materi bahasan. Selain itu soal-soal Latihan Uji Kompetensi diharapkan dapat melatih ketrampilan Anda untuk meningkatkan kemampuan dalam pemecahan masalah. Aktivitas Proyek Merupakan kegiatan untuk mengaktifkan serta meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik Anda. Sajian materi memuat tugas observasi, investigasi, eksplorasi, inkuiri atau hands-on activity. Teka-Teki Matematika Teka-teki matematika bersifat recreational mathematics dan bertujuan menimbulkan minat Anda untuk mengkaji lebih jauh tentang matematika. Latihan Ulangan Umum Semester Latihan Ulangan Umum Semester terdiri atas soal-soal pemesahan masalah yang meliputi seluruh materi bahasan dalam kurun waktu satu semester atau satu tahun. Terdapat dua jenis soal yang disajikan dalam latihan ulangan umum semester ini, yaitu soal berbentuk pilihan ganda, dan soal berbentuk uraian terstruktur. Soal-soal ini dipersiapkan untuk digunakan sebagai pelatihan Anda dalam menghadapi ulangan umum semester maupun ulangan akhir tahun. Glosarium Merupakan kumpulan istilah penting beserta penjelasannya yang dilengkapi dengan nomor halaman kemunculan istilah dan disajikan secara alfabetis. Indeks Merupakan kumpulan kata penting, antara lain objek Matematika, nama tokoh atau pengarang, yang diikuti dengan nomor halaman kemunculan dan disajikan secara alfabetis.

vi

Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

x2 . L . xn modus median kuartil ke-i §a ¨ Df Kf Rf f ( A) f xi xmin xmaks fi x Mo Me −1 Qi Di Pi R H RS S : desil ke-i : persentil ke-i : rentang atau range : hamparan yang besarnya adalah Q3 − Q1 : : : : semi kuartil atau simpangan kuartil rataan simpangan simpangan baku ragam atau variansi Qd S2 P( E ) Fh ( E ) Ec f '(c) f dny dx n (n) : peluang dari kejadian E : frekuensi harapan kejadian E : komplemen kejadian dari E : turunan fungsi f di bilangan c : turunan ke-n dari fungsi f : turunan ke-n dari fungsi y vii .Daftar Simbol dan Notasi ¥ ¡ ¢ a : himpunan bilangan asli : himpunan bilangan real : himpunan bilangan bulat : nilai mutlak atau modulus dari bilangan a : bilangan bulat terbesar atau sama dengan a : daerah asal atau domain dari fungsi f : daerah kawan atau kodomain dari fungsi f : daerah hasil atau range dari fungsi f : peta atau bayangan himpunan A oleh fungsi f : invers dari fungsi f : urutan data ke-i : statistik minimum : statistik maksimum : frekuensi dari data xi : : : : rataan dari kelompok data x1 .

5 Garis Singung Lingkaran ............. 1........................4 Perpotongan Garis dan Lingkaran ...................................................... 57 2............................................................................................................. 72 2........ Kata Pengantar ........1 Aturan Pencacahan ......................................................................... 151 BAB III BAB IV LATIHAN ULANGAN UMUM SEMESTER 1 . 1...........................................3 Peluang suatu Kejadian .................................6 Ukuran Penyebaran (Dispersi) .....................1 Persamaan Lingkaran dengan Pusat O ..................................................................................... 100 RUMUS-RUMUS TRIGONOMETRI ................................................................................................ 145 Aktivitas Proyek ........ 137 Rangkuman .............................................................................................................................Daftar Isi Kata Sambutan ............................................................................1 Menghitung Nilai Suatu Sukubanyak .......................................................................................................2 Rumus Trigonometri Sudut Ganda ..................................................................................................................................................... 75 2....................................................................................................................................................... 1......................... Petunjuk Penggunaan Buku ................................................................................................................................................. 101 3............................................................................2 Ruang Sampel dan Kejadian ................................................................. Daftar Simbol dan Notasi ................... BAB I STATISTIKA ............................................................. 94 Uji Kompetensi .................................. 89 Rangkuman ................................... 1..............................3 Persamaan Umum Lingkaran .........................................................................................................................................................................................4 Rumus Trigonometri Jumlah dan Selisih Dua Sudut ... 55 2............................................... iii iv v vii viii 1 3 4 12 22 32 39 47 49 54 BAB II PELUANG ..............................................................4 Peluang Kejadian Majemuk .............................................. 1........................................................................................ 112 3......................................................................................................................................................................................................................... 127 4........................... 119 Uji Kompetensi ....................................... Daftar Isi ..................................................................................................... b) .2 Persamaan Lingkaran dengan Pusat (a........................................................................................... 165 Matematika SMA/MA Kelas XI ......................... 133 4. 103 3...............................................1 Rumus Trigonometri untuk Jumlah dan Selisih Dua Sudut ............................................................................................................................................................................................................. 115 Rangkuman ........ 153 BAB V SUKUBANYAK ...........................................................................................................................................................................5 Peluang Kejadian Bersyarat ...........................................4 Ukuran Pemusatan (Tendensi Sentral) ........ 129 4............................................. Uji Kompetensi ..........IPA viii .....2 Pembagian Sukubanyak ....................................................................................................................................................................... Sampel dan Data Statistika .......5 Ukuran Letak ................................................................................... 107 3.......................................................... 144 Uji Kompetensi ............................................................ 126 LINGKARAN ...................................................................................... Aktivitas Proyek .............................................................................................................................................................................. Rangkuman .. 163 5.........................................3 Rumus Perkalian Sinus dan Kosinus .....................................................................................................2 Menyajikan Data dalam Bentuk Tabel dan Diagram ............................................................................................................. 161 5............................................................. 135 4......................................................................................................... 1...................................................1 Populasi. 131 4.................................3 Menyajikan Data dalam Tabel Distribusi Frekuensi ....................................................................................................... 82 2..................................................................................................................................................................................................... 120 Aktivitas Proyek .............................. 96 Aktivitas Proyek ............

...................1 Pengertian Limit ..............1 Produk Cartesius dan Relasi ................... 229 7...................... 172 5....... 349 Kunci ........................................................................................ 294 Rangkuman .................................................................................................2 Nilai Ekstrim ......................................................................................7 Invers Fungsi .......................... 193 6...................................................................... 222 Aktivitas Proyek .................................................................................................................................................1 Turunan Fungsi .....................4 Teorema Faktor ................................................................................................................................................................................................... 247 7..................................................... 331 Uji Kompetensi ............................................................. 351 Daftar Isi ix ........................................................................................ 318 9............................. 338 Daftar Pustaka ......................................................................................3 Turunan Fungsi Trigonometri ..........................................................................................................................................................................................................4 Sifat-sifat Fungsi .......................... 217 Rangkuman ....................1 Fungsi Naik dan Fungsi Turun .............................................. 336 LATIHAN ULANGAN UMUM SEMESTER 2 ......................................................................................................................................................... 281 8...................... 242 7................................................................................................................................ 345 Glosarium ..............................2 Teorema Turunan Fungsi Aljabar ................ 182 BAB VI KOMPOSISI FUNGSI DAN INVERS FUNGSI ....................................................................................... 346 Indeks ............................. 244 7.......................................................3 Laju Perubahan (Pengayaan) ....................................................................................5 Kecepatan dan Percepatan ..........................6 Komposisi Fungsi .............................. 267 8...............................................................................................................................................................6 Limit di Tak Hingga ................ 322 9.............................................................................................................................................. 254 Rangkuman ...................................................................................................................................................................... 185 6...................................................................5 Limit Tak Hingga (Pengayaan) .................................................... 325 Rangkuman .....4 Kekontinuan (Pengayaan) .. 264 BAB VII BAB VIII TURUNAN ..... 176 Uji Kompetensi ............. 259 Uji Kompetensi ....................5 Aljabar Fungsi ..................................................................................................................... 221 Uji Kompetensi .......................................................................................................... 297 Uji Kompetensi ......................... 226 LIMIT FUNGSI .... 173 Rangkuman ........................................................ 200 6................................................................................................................................................................................................................................................................. 206 6................ 188 6............................................................................................... 183 6.................................................................................. 237 7................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. 307 9............. 178 Aktivitas Proyek ..............................2 Fungsi atau Pemetaan ............................... 299 Aktivitas Proyek ....................................... 284 8.................................................................................................................................................................3 Beberapa Fungsi Khusus ....2 Teorema Limit ................................................................................................................................................... 227 7..................................................................................................... 305 9........................................................................................................................................................................................ 272 8......................................................................................................................................................................................................................................... 212 6......................5 Persamaan Sukubanyak ... 310 9.....................7 Limit Fungsi Trigonometri ..................................................................................................................................................... 265 8.................................................................................... 261 Aktivitas Proyek ......4 Menggambar Grafik Fungsi Aljabar ................................... 168 5........................................4 Persamaan Garis Singgung Kurva ............................................................................................................................................ 288 8.........5........................................3 Teorema Sisa ...............6 Aturan L’Hopital ............................................................................................................................................................................... 332 Aktivitas Proyek ............................................................................................................5 Masalah Pengoptimuman .3 Ekstrim Mutlak pada Interval Tertutup ......... 204 6............................................8 Fungsi Invers dari Fungsi Komposisi ................................................................................ 250 7.............................. 304 BAB IX NILAI EKSTRIM FUNGSI DAN TEKNIK MEMBUAT GRAFIK FUNGSI ..............

IPA .x Matematika SMA/MA Kelas XI .

BAB

I
Tujuan Pembelajaran

STATISTIKA

Setelah mempelajari materi bab ini, Anda diharapkan mampu: 1. membaca dan menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram (diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran, diagram kotak garis, diagram batang daun, dan ogive), membaca dan menyajikan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan histogram, menafsirkan kecenderungan data dalam bentuk tabel dan diagram, menentukan ukuran pemusatan data (rataan, median, dan modus), menentukan ukuran letak data (kuartil, desil, dan persentil), menentukan ukuran penyebaran data (rentang, simpangan kuartil, dan simpangan baku), memeriksa data yang tidak konsisten dalam kelompoknya, memberikan penafsiran terhadap ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran.

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

BAB I ~ Statistika

1

Pengantar

Gambar 1.1 Orang-orang yang terkena virus HIV

Pada suatu kota sudah terjangkit virus HIV. Untuk mengantisipasi semakin meluasnya bahaya tersebut, suatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tentang HIV mencatat setiap orang yang terjangkit virus mematikan itu yang berada di kota tersebut. Setelah beberapa waktu akhirnya diperoleh catatan tentang banyaknya orang yang terkena HIV di kota itu. Untuk mencegah agar tidak semakin meluas bahaya virus itu, LSM tersebut mengamati, mengolah dan menganalisis hasil pencatatan tersebut. Setelah dilakukan penganalisaan yang cermat, LSM tersebut menyimpulkan bahwa penyebab awal menyebarnya virus HIV adalah pergaulan bebas. Kegiatan di atas adalah contoh sederhana dari suatu aktivitas dari statistika. Apa statistika itu? Apa pula yang dimaksud dengan statistik? Apa perbedaan antara keduanya? Untuk memahami dan menerapkan tentang dua hal itu, Anda perlu terlebih dahulu mengingat kembali konsep-konsep pada aljabar himpunan dan logika matematika. Setelah itu silakan Anda mengkaji materi bab ini, yang nantinya Anda diharapkan dapat memahami dan menerapkan statistika dalam memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

2

Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

Sumber: www.nytimes

1.1

Populasi, Sampel, dan Data Statistika
Populasi, sampel, dan data merupakan tiga komponen penting dalam statistika. Sebelum membahas apa arti ketiga hal tersebut, kita akan bedakan lebih dahulu tentang pengertian statistik dan statistika. Statistik adalah himpunan angka-angka mengenai suatu masalah, sehingga memberikan gambaran tentang masalah tersebut. Biasanya himpunan angka tersebut sudah disusun dalam suatu tabel. Misalnya, statistik penduduk, statistik lulusan sekolah, statistik penderita HIV, dan lain sebagainya. Statistik juga dapat diartikan sebagai ukuran yang dihitung dari sekelompok data dan merupakan wakil dari data tersebut. Misalnya, rata-rata nilai ulangan matematika adalah 7,5. Sebanyak 75% dari siswa kelas XI IPA hobinya sepakbola. Kematian di desa itu kebanyakan akibat demam berdarah. Dalam ketiga contoh ini, rata-rata, persentase dan kebanyakan termasuk ke dalam statistik. Statistika adalah metode ilmiah yang mempelajari pengumpulan, pengaturan, perhitungan, penggambaran dan penganalisaan data, serta penarikan kesimpulan yang valid berdasarkan penganalisaan yang dilakukan dan pembuatan keputusan yang rasional. Aktifitas pengumpulan, pengaturan, perhitungan, penggambaran dan penganalisaan data disebut statistika deskriptif. Sedangkan aktifitas penarikan kesimpulan yang valid berdasarkan penganalisaan yang dilakukan dan pembuatan keputusan yang rasional disebut statistika inferensi. Misalkan ada seorang peneliti ingin meneliti tentang hobi dari seluruh siswa Kelas XI IPA seluruh Indonesia. Seluruh siswa Kelas XI IPA yang akan diteliti atau keseluruhan objek penelitian ini disebut populasi. Namun demikian, dengan keterbatasan dana, tenaga dan waktu tidak mungkin meneliti satu-persatu siswa Kelas XI IPA se-Indonesia. Peneliti dengan cara tertentu cukup mengambil sebagian anggota dari populasi tersebut. Sebagian anggota yang diteliti itu yang disebut sampel. Teknik atau cara pengambilan sampel disebut sampling. Dalam menyelidiki suatu masalah selalu diperlukan data. Data dapat diartikan sebagai keterangan yang diperlukan untuk memecahkan suatu masalah. Menurut sifatnya data dibagi menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang berbentuk kategori atau atribut, contohnya : ”Nilai tukar rupiah hari ini mengalami penguatan”. Sedangkan data kuantitatif adalah data yang berbentuk bilangan, contohnya: ”Harga ponsel itu adalah Rp2.500.000,00”. Namum yang akan kita pelajari dalam buku ini adalah khusus data kuantitatif. Menurut cara memperolehnya, data kuantitatif dibedakan menjadi dua macam, yaitu data cacahan dan data ukuran. Data cacahan adalah data yang diperoleh dengan cara mencacah, membilang atau menghitung banyak objek. Sebagai contoh adalah data tentang banyak siswa suatu sekolah yang mempunyai handphone (HP). Data ukuran adalah data yang diperoleh dengan cara mengukur besaran objek. Sebagai contoh adalah data tentang tinggi siswa dan data tentang berat siswa suatu sekolah. Tinggi siswa diperoleh dengan mengukur panjangnya, sedangkan berat diperoleh dengan menimbangnya.

BAB I ~ Statistika

3

Latihan 1.1
1. Apa yang dimaksud dengan: a. statistik dan statistika, b. data, data kualitatif dan data kuantitatif, c. data cacahan dan data ukuran. Manakah sampel dan populasi dari aktivitas-aktivitas berikut ini. a. Sekolah memilih 20 siswa dari seluruh siswa untuk mengikuti penyuluhan narkoba. b. Pembeli itu mencoba 5 laptop dari 50 laptop yang ditawarkan. c. Dari satu truk tangki bensin, pengecer membeli 2 dirigen. Seorang peneliti ingin meneliti 10 orang kepala keluarga dari 57 kepala keluarga Desa Suka Rukun. Hasil penelitiannya dituangkan dalam tabel 1.1 berikut. Tabel 1.1 No. Subjek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 a. b. c. Tanggungan Keluarga (orang) 2 2 3 1 4 3 5 2 1 2 Penghasilan/bulan (dalam rupiah) 500.000 750.000 1.200.000 2.000.000 650.000 800.000 1.500.000 750.000 1.200.000 2.500.000 Luas Pekarangan (dalam m2) 100 120 250 200 150 200 250 150 300 300 Pekerjaan buruhkasar karyawan pabrik wiraswasta wiraswasta buruh kasar karyawan pabrik pegawai negeri karyawan kantor pegawai negeri pengacara

2.

3.

Dari penjelasan di atas manakah sampel dan manakah populasinya? Manakah yang termasuk data kualitatif dan manakah data kuantitatif? Manakah yang termasuk data cacahan dan data ukuran?

1.2

Menyajikan Data dalam Bentuk Tabel dan Diagram
Data yang telah kita kumpulkan dari penelitian, apakah itu data cachan atau data ukuran untuk keperluan atau analisis selanjutnya perlu kita sajikan dalam bentuk yang jelas dan menarik. Secara umum, terdapat dua cara penyajian data yaitu dengan tabel (daftar) dan dengan diagram (grafik). Untuk menyusun sekumpulan data yang urutannya belum tersusun secara teratur ke dalam bentuk yang teratur, data itu disajikan dalam sebuah tabel. Sebuah tabel umumnya terdiri dari beberapa bagian: judul tabel, judul kolom, judul baris, badan tabel, catatan dan sumber data. Kita perhatikan contoh tabel perkiraan cuaca berikut. 4
Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

Tabel 1.2 Perkiraan Cuaca Kota-kota Besar di Indonesia Kota Ambon Bandung Denpasar Jakarta Jayapura Makasar Medan Palembang Pontianak Semarang Surabaya Yogyakarta Cuaca berawan hujan hujan hujan hujan hujan hujan hujan hujan hujan hujan hujan Suhu (°C) 23 – 33 19 – 29 25 – 31 25 – 33 24 – 33 24 – 33 24 – 30 23 – 32 24 – 33 24 – 32 24 – 33 24 – 33 Kelembaban (%) 61 – 95 65 – 95 73 – 96 65 – 93 60 – 90 66 – 90 63 – 93 68 – 98 65 – 96 58 – 92 56 – 92 58 – 93

Sumber: Seputar Indonesia, 22 Januari 2007

Dari contoh tabel 1.2: Judul tabel : Perkiraan Cuaca Kota-kota Besar di Indonesia Judul kolom : Kota, Cuaca, Suhu, dan Kelembaban Judul baris : Ambon, Bandung, Denpasar, ... Badan tabel : Data cuaca (berawan, hujan), data suhu, dan data kelembaban Sumber : Seputar Indonesia, 22 Januari 2007 Dengan menyajikan data seperti itu, kita dapat dengan mudah membaca tabel itu, sebagai contoh; pada hari Senin, 22 Januari 2007, di Kota Denpasar diperkirakan hujan, suhu 25° – 31° , dan kelembaban 73% – 96%. Contoh 1.2.1 Diberikan data jumlah lulusan dari empat SMA berdasarkan jurusan dan jenis kelamin, yang tertuang dalam tabel berikut. Tabel 1.3 Sekolah SMA 1 SMA 2 SMA 3 SMA 4 Jumlah IPA Laki 15 10 12 18 55 Prp 20 17 12 25 74 Laki 10 14 12 15 51 IPS Prp 17 22 18 15 72 10 18 18 16 62 Bahasa Laki Prp 18 18 16 15 67 Jumlah 90 99 88 104 381

BAB I ~ Statistika

5

Dari tabel 1.2: a) Berapakah jumlah lulusan dari SMA 1? b) Berapa persen jumlah lulusan dari SMA 3? c) Berapakah jumlah lulusan siswa laki-laki dari Jurusan IPA? d) Berapa persen jumlah lulusan perempuan? Penyelesaian: a) Pada baris pertama dari badan tabel, kita dapat membaca bahwa jumlah lulusan dari SMA 1 adalah 90 siswa. b) Pada baris ketiga dari badan tabel, kita membaca bahwa jumlah lulusan dari SMA 3 adalah 88 siswa. Sedangkan pada baris terakhir dan kolom terakhir kita peroleh bahwa jumlah seluruh lulusan adalah 381 siswa, sehingga persentase lulusan dari SMA 3 adalah

c) Pada kolom pertama dari badan tabel, kita baca bahwa jumlah lulusan siswa lakilaki dari jurusan IPA adalah 55 siswa. d) Pada kolom ke-1, ke-3 dan ke-5 kita peroleh jumlah lulusan siswa laki-laki adalah 55 + 51 + 62 = 168 siswa, sehingga persentasenya adalah

88 × 100% = 23,1% 381

168 × 100% = 44% 381

W
Di samping dengan tabel, kelompok data juga dapat kita sajikan ke bentuk diagram atau grafik. Beberapa macam diagram yang biasa digunakan, antara lain: diagram batang, diagram lingkaran, dan diagram garis. Dengan penyajian semacam ini data akan mudah dibaca, dipahami, dan ditafsirkan.

1.2.1 Diagram Batang
Diagram batang adalah diagram yang berdasarkan data kelompok atau kategori, misalnya untuk menyajikan jumlah penduduk di beberapa tempat selang waktu tertentu, jumlah siswa di beberapa daerah pada waktu tertentu, dan sebagainya. Diagram batang dapat kita buat batang vertikal ataupun batang horizontal. Langkah-langkah untuk membuat diagram batang: · kita buat sumbu mendatar dan sumbu vertikal; · membuat batang untuk masing-masing jenis kategori dengan lebar sama dan panjang/ tingginya disesuaikan dengan nilai data atau frekuensinya, jarak antara batang yang satu dengan lainnya harus sama; · setiap batang kita beri warna atau diarsir dengan corak yang sama, kemudian diberi nomor dan judul, sedangkan jika perlu di bawahnya diberi keterangan tentang catatan/ sumbu data.

6

Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

Contoh 1.2.2 Data jumlah siswa pada setiap tingkat sekolah pada suatu kota pada tahun 2007 diberikan oleh tabel berikut. Tabel 1.4 Tingkat Sekolah TK SD SMP SMA SMK Jumlah Siswa 1.500 1.800 1.400 1.650 1.050

Sajikan data di atas ke dalam diagram batang. Penyelesaian: Diagram batang dari data di atas diberikan oleh gambar 1.1 berikut ini.
2.000 1.800 1.600 1.400 1.200 1.000 800 600 400 200 0 PNS SD SMP SMA Tingkat Sekolah SMK 1.800 1.500 1.400 1.050

1.650

Jumlah Siswa

Gambar 1.2 Diagram batang jumlah siswa tahun 2007

W

Dengan kemajuan teknologi, kita mempunyai perangkat komputer untuk menggambarkan grafik dengan baik dan menarik, misalnya menggunakan Microsoft Exel, coba kita ingat kembali pelajaran itu ketika SMP dulu. Sebagai contoh, data pada contoh 1.2.2 dapat kita sajikan diagram batang dengan 3 dimensi.

BAB I ~ Statistika

7

Persamaan ini akan sangat membantu kita.3 Diagram batang 3D jumlah siswa tahun 2007 1.3 Misalkan berikut ini adalah data hobi dari 1.1.200 siswa dari SMA Angkasa.800 1.IPA . Misalnya.2.200 Sajikan data di atas ke dalam diagram lingkaran dan tafsirkan. Cara membuat diagram lingkaran adalah lingkaran dibagi menjadi beberapa juring lingkaran yang luasnya proporsional terhadap setiap banyaknya data untuk setiap bagian. Dengan persamaan (1.2.000 800 600 400 200 0 1. maka perlu kita tentukan besarnya sudut pusat untuk setiap kategori. 8 Matematika SMA/MA Kelas XI .1) kita peroleh sudut pusat untuk kategori.2 Diagram Lingkaran Jika bagian dari kelompok data yang satu terkait dengan bagian yang lainnya dalam satu kesatuan. dan luas juring lingkaran sebanding dengan sudut pusatnya. latar belakang pendidikan suatu daerah.050 Jumlah Siswa TK SD SMP SMA Tingkat Sekolah SMK Gambar 1. maka kumpulan data itu dapat kita sajikan dalam diagram lingkaran. sudut pusat juring banyak data diwakili juring = 360° total data seluruhnya (1. dan lain sebagainya. Telah kita ketahui bahwa besar sudut satu keliling lingkaran adalah 360°.400 1.500 1.650 1. hobi dari suatu kelompok siswa. Penyelesaian: Karena luas juring lingkaran sebanding dengan sudut pusatnya.200 1. data tentang umur siswa suatu sekolah. Tabel 1.5 Hobi Sepak bola Bola basket Bola voli Bulu tangkis Karate Lain-lain Jumlah Jumlah Siswa 300 150 200 250 100 200 1.800 1.1) Contoh 1. pemakaian kendaraan menuju sekolah atau kantor.600 1.400 1.

Contoh 1.200 × 360° = 90° ≈ 1.200 × 360° = 30° ≈ 1. BAB I ~ Statistika 9 .3 Diagram Garis Diagram garis adalah salah satu cara untuk menyajikan data.4 Diagram lingkaran hobi siswa SMA Angkasa Dari diagram lingkaran ini kita dapat menyimpulkan bahwa siswa yang mempunyai hobi sepak bola paling banyak dibandingkan dengan cabang olahraga lainnya.2.200 × 360° = 75° ≈ 1. digambarkan berdasarkan data waktu. Sedangkan cabang olahraga karate adalah olahraga yang sedikit peminatnya.6 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Pemakaian (Kwh) 148 192 136 170 180 184 Sajikan data di atas ke dalam diagram garis dan kemudian tafsirkan. pemakaian daya listrik dari koperasi Sabar Jaya seperti tertuang pada tabel berikut. Tabel 1.7% Sepak bola 25% Karate 8.8% 16.4 Dalam enam bulan pertama tahun 2007. Dengan diagram garis kita akan lebih mudah membaca data tersebut.7% 12.2. Biasanya diagram garis digunakan untuk menyajikan kumpulan data yang diperoleh dari pengamatan dari waktu ke waktu yang berurutan.3% Bola basket Bulu tangkis 20.200 × 360° = 60° 200 100 250 Dengan hasil ini kita dapat menggambarkan diagram lingkarannya.5% Bola voli Gambar 1. W 1.Sepakbola Bola Basket Bola Volly ≈ 1. Lain-lain 16.200 × 360° = 45° ≈ 1.200 × 360° = 60° 200 150 300 Bulu tangkis Karate Lain-lain ≈ 1.

majalah atau internet. W Diagram garis dapat pula digunakan untuk memprediksi suatu nilai yang belum diketahui. Terdapat dua pendekatan untuk memprediksi nilai yang belum diketahui ini. Diskusikan pada kelompok Anda dan berikan penafsiran dari setiap data yang Anda peroleh. kita dapat memprediksi pemakaian listrik Koperasi Sabar Jaya pada pertengahan bulan Februari 2007. yaitu dengan interpolasi linear dan ekstrapolasi linear. · Dari bulan Maret – Juni pemakaian listrik semakin meningkat dengan kemiringan garisnya positif untuk setiap bulannya. sumber informasi. Sebagai contoh. Sebagai contoh. Tugas Kelompok Kerjakan secara berkelompok. misalkan: · Pada bulan Januari – Februari pemakaian listrik bertambah dengan kemiringan garisnya positif. Pendekatan interpolasi linear adalah memprediksi suatu nilai data yang berada di antara dua titik yang berdekatan. Agustus dan seterusnya. Hal ini dapat kita lakukan dengan cara memperpanjang garis ke arah kanan atas atau ke kanan bawah tergantung kepada kecenderungan nilai-nilai sebelumnya. Carilah data yang berhubungan dengan tabel.Penyelesaian: Data di atas dapat disajikan dengan diagram garis seperti berikut. meskipun kemiringan ini masih lebih kecil dibandingkan dengan periode bulan Januari – Februari. keterangan. Pendekatan ekstrapolasi linear adalah memprediksi suatu nilai data yang terletak sesudah titik data terakhir yang diketahui. diagram batang. 10 Matematika SMA/MA Kelas XI . pada diagram garis Gambar 1. Kemudian kumpulkan dalam bentuk kliping lengkap dengan judul.5 Diagram garis pemakaian listrik koperasi Sabar Jaya Dari diagram garis di atas dapat dibaca dan ditafsirkan.4. · Pada bulan Februari – Maret pemakaian listrik menurun dengan kemiringan garisnya negatif. dapat diprediksi berapa banyak pemakaian listrik Koperasi Sabar Jaya pada bulan Juli. diagram lingkaran dan diagram garis dari koran. 250 Pemakaian (kwh) 200 150 100 50 0 148 192 170 136 180 184 Januari Februari Maret April Bulan Mei Juni Gambar 1.IPA .

Hasil panen dari desa Tani Makmur selama setahun diberikan oleh tabel berikut. 3 .650 1. 3.170 1. Hasil penjualan toko elektronik dari merek tertentu (dicatat dalam unit) selama tahun 2007 adalah: Tabel 1.Latihan 1.250 1. 1-2 buatlah diagram batang dan diagram lingkaran dari data yang diberikan. 1.000 Untuk soal no.9 Tahun Jumlah 2000 252 2001 138 2002 228 2003 312 2004 120 2005 270 BAB I ~ Statistika 11 . Tabel 1.8 Jenis Padi Jagung Ubi Kedelai Kacang tanah Semangka Jumlah Panen (kuintal) 2.7 Jenis Barang Pompa air Almari es Televisi Kipas angin Seterika listrik VCD Jumlah 40 23 38 52 20 45 2.800 2. kemudian tafsirkan.2 Untuk soal no.4 buatlah diagram garis dari data yang diberikan. Hasil penjualan toko sepeda motor dari merek tertentu (dicatat dalam unit) selama enam tahun terakhir adalah: Tabel 1.500 1.

00 15. Tabel 1.00 24. beri alasan Anda.IPA .00 21. Banyak nilai amatan yang sama atau banyak nilai amatan yang terletak pada interval tertentu itu disebut frekuensi. 12 Matematika SMA/MA Kelas XI .00 03. Berikut ini data perkembangan harga jagung impor Indonesia dari Amerika Serikat selama 8 bulan pada tahun 2007.00 18.00 Suhu (dalam °C) 37 39 36 40 42 37 36 35 5.00 12. buatlah diagram garis dari tabel di atas.3 Menyajikan Data dalam Tabel Distribusi Frekuensi Seringkali kita menjumpai sekumpulan data amatan dalam jumlah atau ukuran yang besar untuk dianalisis.00 09. 8 November 2007 1.10 Jam 06. b) Tafsirkan dari grafik yang telah Anda buat. atau banyak nilai amatan yang terletak pada interval tertentu. Ukuran data yang besar ini dapat kita sederhanakan dengan cara menentukan banyak nilai amatan yang sama. Tabel 1. c) Prediksikan harga impor jagung pada bulan September dan Oktober. Data berikut adalah data hasil pemeriksaan suhu tubuh pasien selama dua puluh empat jam.4. Sumber: Kompas.11 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus Harga (dolar AS/ton) 220 227 235 217 226 235 230 240 Pertanyaan: a) Dengan bantuan komputer.

maka kita mempunyai dua macam tabel distribusi frekuensi tunggal dan tabel distribusi frekuensi terkelompok. Dari kumpulan data di atas. karena kita masih kesulitan untuk mengetahui dengan cepat berapa jumlah siswa yang memperoleh nilai di antara 50 hingga 90.1 Tabel Distribusi Frekuensi Tunggal Untuk memahami cara membuat tabel ini. Dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Alternatif lain agar kumpulan data di atas mudah ditafsirkan adalah dengan menyusun secara urut mulai dari nilai data terkecil (30) hingga nilai data terbesar (90).12 Nilai Ujian (xi) 30 40 50 60 70 80 90 Turus | | ||| |||| |||| |||| ||| |||| | || Banyaknya Siswa/Frekuensi (fi) 1 1 3 9 8 6 2 BAB I ~ Statistika 13 . Tabel 1. kita perhatikan hasil ujian semester mata pelajaran Matematika dari 30 siswa: 80 30 50 70 70 70 40 80 90 50 80 90 70 70 60 60 60 70 50 60 60 60 70 60 60 80 80 80 60 70 Kumpulan data ini secara langsung tidak begitu bermanfaat bagi penafsiran peristiwa-peristiwa yang bersifat kuantitatif. misalnya kita kesulitan mengetahui dengan cepat berapa banyak siswa yang memperoleh nilai di atas 80.Tabel yang memuat nilai amatan atau nilai amatan yang terletak pada interval tertentu bersama-sama frekuensinya disebut sebagai tabel distribusi frekuensi. 1. data akan lebih mudah digunakan untuk keperluan perhitungan statistik. kita dapat membaca bahwa: 1 siswa mendapat nilai 30 1 siswa mendapat nilai 40 3 siswa mendapat nilai 50 9 siswa mendapat nilai 60 8 siswa mendapat nilai 70 6 siswa mendapat nilai 80 2 siswa mendapat nilai 90 Keterangan-keterangan ini tentu saja akan lebih praktis apabila kita sajikan seperti dalam tabel berikut ini. Namun cara inipun tidak begitu efektif. Sebagai konsekuensi dua macam amatan ini.3.

g. c. maka ketelitian pengukuran adalah 0. maka Sturges menyarankan hubungan dua bilangan ini.5. dan seterusnya. sebagai contoh. maka pembuatan tabel distribusi frekuensi tunggal juga kurang efektif. Dengan tabel ini kita dengan cepat mengetahui berapa banyak siswa yang memperoleh nilai 30. k ≈ 1 + 3.12 seperti ini selanjutnya disebut tabel distribusi frekuensi tunggal. Tepi atas adalah batas atas ditambah dengan ketelitian pengukuran.dan i masing-masing disebut batas bawah kelas. Untuk kasus demikian ini akan lebih baik apabila kumpulan data tersebut kita kelompokkan ke dalam beberapa kelas interval lebih dahulu.3.5 Tepi bawah sering disebut batas bawah nyata dan tepi atas disebut batas atas nyata.13 disebut kelas interval. Tepi bawah adalah batas bawah dikurangi dengan ketelitian data yang digunakan. Jika data diukur dengan ketelitian sampai satuan terdekat.5 tepi atas = batas atas + 0.2 Tabel Distribusi Frekuensi Terkelompok Jika kita dihadapkan pada kelompok data amatan yang sangat besar.Tabel 1.IPA 14 . e. f. sedangkan bilangan b. d. 1.13 Nilai Data a–b c–d e–f g–h i–j Titik Tengah (xi) x1 x2 x3 x4 x5 Frekuensi (fi) f1 f2 f3 f4 f5 ∑ fi Beberapa istilah yang berkaitan dengan tabel distribusi frekuensi: · Interval-interval pada kolom pertama dari Tabel 1. Tabel 1. c – d disebut kelas interval ke-2. dan j masing-masing disebut batas atas kelas. baru ditentukan frekuensinya. Penentuan jumlah kelas hendaknya jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil. 3 log n · · Bilangan a. Jika data amatan berukuran n. …. siswa yang memperoleh nilai 40. dan jumlah kelas adalah k. sehingga: tepi bawah = batas bawah – 0. h. Bentuk umum tabel distribusi frekuensi terkelompok adalah: Tabel 1.13 mempunyai 5 kelas interval. Matematika SMA/MA Kelas XI .

2) Tentukan jumlah.3. Dengan panjang kelas 10. Menentukan panjang kelas 3) 4) nilai data terbesar − nilai data terkecil 99 − 35 = = 9.13.1 Misalkan diberikan 80 data amatan dari pengukuran diameter pipa (dalam mm): 70 73 93 90 43 86 65 93 38 76 79 83 68 67 85 57 68 92 83 91 35 72 48 99 78 70 86 87 72 93 63 80 71 71 98 81 75 74 49 74 88 91 73 74 89 90 76 80 88 56 70 77 92 71 63 95 82 67 79 83 84 97 63 61 80 81 72 75 70 90 66 60 88 53 91 80 74 60 82 81 Buatlah tabel distribusi frekuensi dari kelompok data ini.13 1 adalah x2 dengan x2 = 2 (c + d) . maka 35 kita tetapkan sebagai batas bawah kelas interval pertama (tidak harus demikian).3log 80 = 1 + 3. Menentukan jumlah kelas interval Ukuran data adalah n = 80. p= 15 BAB I ~ Statistika . yaitu : panjang kelas = tepi atas – tepi bawah. Penyelesaian: 1) 2) Nilai data terkecil adalah 35 sedangkan nilai data terbesar adalah 99. kita pilih p = 10. maka akan memenuhi persamaan p= nilai data terbesar − nilai data terkecil k Dengan memperhatikan komponen-komponen penyusunan tabel distribusi di atas.3(1.27 Jumlah kelas yang digunakan 7 atau 8. sebagai contoh kita ambil k = 7. Menentukan kelas-kelas interval dan titik tengah Karena nilai data terkecil adalah 35. k k ≈ 1 + 3. Sebagai contoh. Contoh 1. kemudian susunlah tabel distribusi frekuensi terkelompok seperti tabel 1.3log n = 1 + 3. 3) Tentukan panjang kelas.14. · Panjang kelas atau lebar kelas didefinisikan sebagai selisih antara tepi atas dengan tepi bawah.· Nilai tengah adalah nilai yang terletak ditengah-tengah antara batas bawah dan batas atas kelas interval. Sebagai contoh. 4) Tentukan kelas-kelas interval dan titik tengahnya. nilai tengah kelas interval ke-2 dari Tabel 1. sehingga nilainya sama dengan ½(batas bawah +batas atas). maka langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi adalah : 1) Tentukan nilai data terkecil dan nilai data terbesar. maka diperoleh kelas-kelas interval beserta titik tengahnya seperti pada tabel 1. Jika panjang kelas adalah p dan jumlah kelas.9) = 7. 5) Tentukan frekuensi tiap kelas dengan sistem turus.14 k 7 Panjang kelas dapat kita ambil 9 atau 10.

16 Kelas Interval 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 – 84 85 – 94 95 – 104 Jumlah Titik Tengah 39.IPA .5 89. Tabel 1.5 99.14 Kelas Interval 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 – 84 85 – 94 95 – 104 5) Titik Tengah 39.5 69.5 69.5 Memasukkan frekuensi dengan sistem turus Kita masukkan setiap nilai data ke kelas interval yang sesuai dengan sistem turus.5 79.Tabel 1.15 Kelas Interval 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 – 84 85 – 94 95 – 104 Jumlah Turus ||| ||| |||| || |||| |||| |||| |||| ||| |||| |||| |||| |||| | |||| |||| |||| |||| ||| Frekuensi 3 3 7 23 21 20 3 80 Dengan demikian kita peroleh tabel distribusi secara lengkap.5 49.5 Frekuensi 3 3 7 23 21 20 3 80 16 Matematika SMA/MA Kelas XI .5 59.5 89.5 59.5 49. Tabel 1.5 79.5 99.

5 84.1. Terdapat dua macam tabel distribusi frekuensi kumulatif.16 kita dapat menyusun tabel distribusi kumulatifnya. Sebagai ilustrasi. Tabel 1. Frekuensi kumulatif lebih dari ( fk lebih dari) didefinisikan sebagai jumlah frekuensi semua nilai amatan yang lebih dari atau sama dengan nilai tepi bawah pada setiap kelas interval.5 ≥ 84.5 Tepi Atas 44.5 44.5 104. Karena ketelitian pengukuran data sampai satuan terdekat.5 ≥ 94.5 ≥ 44.5 ≤ 54.5 ≤ 64.5 BAB I ~ Statistika 17 . dari tabel distribusi frekuensi terkelompok pada tabel 1.5 64. yaitu tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari dan tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.5 74. maka tepi bawah = batas bawah – 0.5 ≤ 84.5 dan tepi atas = batas atas + 0. Dengan menghapus kolom titik tengah dari tabel 1.16 dan menggantinya dengan kolom tepi bawah dan tepi atas kita peroleh tabel 1.5 ≥ 54.5 ≥ 34.5 94.5 ≥ 64.5 ≤ 104.5 84.5 ≥ 74.18-a Hasil Pengukuran (dalam mm) Frekuensi Kumulatif fk ≤ 3 6 13 36 57 77 80 Tabel 1.17 Kelas Interval 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 – 84 85 – 94 95 – 104 Frekuensi 3 3 7 23 21 20 3 Tepi Bawah 34. Tabel 1.5 74.5 Selanjutnya dari tabel 1.17.5.3.5 54.5 ≤ 74.5 54.5 ≤ 94.5 64. dan dinotasikan dengan fk ≤ .17 kita memperoleh tabel distribusi kumulatif kurang dari dan tabel distribusi kumulatif lebih dari berikut ini.3 Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif Dengan tabel distribusi frekuensi terkelompok selanjutnya kita dapat menyusun tabel distribusi frekuensi kumulatif. dan dinotasikan dengan fk ≥ . Frekuensi kumulatif kurang dari ( fk kurang dari) didefinisikan sebagai jumlah frekuensi semua nilai amatan yang kurang dari atau sama dengan nilai tepi atas pada setiap kelas interval.18-b Hasil Pengukuran (dalam mm) Frekuensi Kumulatif fk ≥ 80 77 74 67 44 23 3 ≤ 44.5 94.

. Ada 6 nilai pengukuran yang mempunyai nilai 54. 80 frekuensi kumulatif relatif kurang dari 64. Ada 13 nilai pengukuran yang mempunyai nilai 64. Kumpulan data statistik yang telah dianalisis dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi atau tabel distribusi frekuensi kumulatif dapat pula kita sajikan dalam bentuk diagram.5 adalah 44 × 100% = 55% . 16.5 atau kurang.4 Histogram dan Ogive Pada bagian awal kita dapat menyajikan suatu kumpulan data statistik dapat dinyatakan dalam bentuk gambar diagram diagram batang. 18 Matematika SMA/MA Kelas XI .5 atau kurang..5 adalah 23 × 100% = 28. 28. kita dapat membaca sebagai berikut.5% nilai pengukuran letaknya di bawah nilai 54.25% nilai pengukuran letaknya di bawah nilai 54. 80 frekuensi kumulatif relatif lebih dari 74.IPA .5 atau lebih. dan seterusnya.5.5 adalah 6 × 100% = 7. Frekuensi kumulatif relatif = frekuensi kumulatif ukuran data × 100% Sebagai contoh: frekuensi kumulatif relatif kurang dari 54.3. diagram lingkaran dan diagram garis atau dalam bentuk tabel. dengan rumus berikut. Ada 80 nilai pengukuran yang mempunyai nilai 34. Frekuensi kumulatif relatif dinyatakan dengan persen (%). dengan tabel distribusi kumulatif lebih dari pada tabel 1. Ada 74 nilai pengukuran yang mempunyai nilai 54. Ada 3 nilai pengukuran yang mempunyai nilai 44.5. 80 Makna dari persentase di atas adalah bahwa: 7.5 atau kurang.18-a.Dengan tabel distribusi kumulatif kurang dari pada tabel 1.5.5 adalah 13 × 100% = 16.5 atau lebih. Di samping frekuensi kumulatif mutlak seperti di atas. Ada 77 nilai pengukuran yang mempunyai nilai 44.75% . 80 frekuensi kumulatif relatif lebih dari 84. .5. kita kadang-kadang perlu menghitung nilai frekuensi kumulatif relatif dari suatu nilai amatan yang kurang dari atau lebih terhadap suatu batas nilai tertentu. dan seterusnya. Demikian pula..25% . .5% .75% nilai pengukuran letaknya di atas 84. 1.18b. 55% nilai pengukuran letaknya di atas 74.. kita dapat membaca sebagai berikut.5 atau lebih.

Dengan histogram yang baik dan benar. dengan pengertian: lebar persegi panjang menyatakan panjang kelas. tinggi persegi panjang menyatakan frekuensi kelas dan digambarkan secara vertikal. kita perhatikan kembali tabel distribusi frekuensi tunggal pada tabel 1. Histogram sering disebut sebagai grafik frekuensi yang bertangga. 10 8 Frekuensi 6 4 2 30 40 50 60 70 Nilai 80 90 Gambar 1. Selanjutnya. Tabel ini dapat kita sajikan dengan histogram seperti di bawah ini.Gambar diagram dari tabel distribusi frekuensi disebut histogram. kita dengan mudah dapat membaca data statistik.12. maka luas setiap persegi panjang itu berbanding lurus dengan frekuensinya. yang terdiri dari serangkaian pesegi panjang yang mempunyai alas sepanjang interval antara kedua tepi kelas intervalnya dan mempunyai luas yang sebanding dengan frekuensi yang terdapat dalam kelas-kelas interval yang bersangkutan. Oleh karena itu. yang dapat lanjutkan ke gambar poligon frekuensi. antara persegi panjang yang berdekatan berimpit pada satu sisi. jika setiap titik tengah dari bagian sisi atas persegi panjang pada histogram itu dihubungkan. L Histogram Histogram adalah salah satu cara untuk menyajikan data statistik dalam bentuk gambar. Sebagai contoh. Diagram garis semacam ini disebut poligon frekuensi. Cara menggambarnya. Bedakan ini dengan diagram batang. Sedangkan diagram dari tabel distribusi frekuensi kumulatif disebut ogive. jika setiap kelas mempunyai panjang yang sama. maka kita peroleh diagram garis. bahwa setiap persegi panjang pada suatu histogram mewakili kelas tertentu.6 Histogram nilai ujian Agar diperhatikan di sini. BAB I ~ Statistika 19 .

kurva ini disebut ogive positif. sebagai konsekuensinya kita mempunyai dua macam ogive.18.5 74.5 94. 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 3 44.Jika titik-titik tengah dari sisi atas persegi panjang dihubungkan. dan kurva ini disebut ogive negatif.5 Gambar 1.5 54.5 Frekuensi Kumulatif 80 90 80 70 80 77 60 50 40 30 20 10 0 34.5 74.5 74 67 44 23 3 94. Sedangkan kurva frekuensi kumulatif untuk tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari diperlihatkan pada Gambar 1.5 84. kita perhatikan kembali tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari dan tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari pada tabel 1.IPA .8-b.8 Ogive nilai hasil ujian 20 Matematika SMA/MA Kelas XI . seperti yang terlihat pada gambar 1. Sebagai contoh.7 Poligon frekuensi nilai ujian L Ogive (Ozaiv) Telah disebutkan bahwa tabel distribusi frekuensi kumulatif dapat digambarkan diagramnya berupa ogive.5 64.5 Frekuensi Kumulatif 77 57 36 6 54.5 104.7. Kurva frekuensi kumlatif inilah yang disebut ogive. maka diperoleh diagram garis yang disebut poligon frekuensi kumulatif. terjadilah poligon frekuensi. Karena tabel distribusi frekuensi kumulatif ada dua macam.8-a. yaitu tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari dan tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari. Cara adalah dengan menempatkan nilai-nilai tepi kelas pada sumbu mendatar dan nilai-nilai frekuensi kumulatif pada sumbu tegak.5 13 64. Titik-titik yang diperoleh (pasangan nilai tepi kelas dengan nilai frekuensi kumulatif) dihubungkan dengan garis lurus. Kurva frekuensi kumulatif untuk tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari diperlihatkan pada gambar 1.5 84. 10 8 Frekuensi histogram 6 4 2 30 40 50 60 70 Nilai 80 90 poligon frekuensi Gambar 1.5 44. yaitu ogive positif dan ogive negatif.

Dari 20 orang siswa yang mengikuti ulangan sejarah diperoleh nilai sebagai berikut. Berdasarkan tabel 1.3 cm? c.1 – 164.0 – 162. Berapa banyak warga yang mempunyai tinggi badan paling kecil 164.Latihan 1.2 – 166. b.19 Tinggi Badan 160.4 – 170.4 170.1 164. Berapa persen siswa yang memiliki nilai (i) 75 atau lebih (ii) 85 atau lebih Data tinggi badan (dalam cm) pada suatu RT diberikan oleh data berikut.19 ini. Tabel 1. Berapa banyak warga yang mempunyai tinggi badan kurang dari 166. Berapa persen warga yang mempunyai tinggi badan kurang dari 168.3 168.3 1.3 – 168. Tentukan tabel distribusi frekuensi tunggalnya. Diketahui data terkelompok: Tabel 1.4 cm? e. a.0 162.3 cm? 3.2 cm? d.5 – 172. 81 81 60 60 84 67 81 75 72 75 72 67 87 90 75 81 84 90 81 90 Dari kumpulan data ini. a. Berapa persen warga yang mempunyai tinggi badan paling kecil 166.5 Jumlah Banyak Orang 8 11 15 12 10 6 60 2. Berapa persen warga yang mempunyai tinggi badan terletak pada kelas interval ke-4 ? b. Berapa persen siswa yang memiliki nilai : (i) 70 atau kurang(ii) 80 atau kurang c.20 Nilai 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 – 79 80 – 84 Frekuensi 8 14 35 29 9 5 BAB I ~ Statistika 21 .2 166.

Buatlah tabel distribusi frekuensi dengan panjang kelas interval 3 mm.20 ini. c. b. d. Tentukan frekuensi kumulatif relatif lebih dari : (i) 64 (ii) 73 Diketahui kumpulan data terkelompok: Tabel 1. d. Gambarkan histogram dan poligon frekuensinya. Sebutkan jumlah kelas interval dan sebutkan kelas-kelas interval itu. Buatlah tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari dan tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.IPA . Berdasarkan tabel 1. c. Tentukan frekuensi dan frekuensi relatif untuk setiap kelas interval.4.4 Ukuran Pemusatan (Tendensi Sentral) Misalkan diberikan data umur dari 10 siswa calon paskibraka 18 16 15 15 17 16 16 17 18 18 22 Matematika SMA/MA Kelas XI . Urutkan kumpulan data di atas mulai dari nilai data terkecil hingga nilai data terbesar. a. Tentukan tepi bawah dan tepi atas untuk masing-masing kelas interval. Tentukan batas bawah dan batas atas untuk setiap kelas interval. a. f. c. Gambarkan ogivenya. e. b.21 Nilai 42 – 46 47 – 51 52 – 56 57 – 61 62 – 66 67 – 71 72 – 76 Frekuensi 1 5 5 15 8 4 2 Dari tabel 1. Tentukan panjang kelas dan titik tengah untuk setiap kelas interval. buatlah tabel distribusi frekuensi kumulatif : (i) kurang dari (ii) lebih dari. 1. Tentukan kelas interval yang mempunyai frekuensi terbesar dan kelas interval yang mempunyai frekuensi terkecil. 5. Tentukan frekuensi kumulatif relatif kurang dari : (i) 70 (ii) 76 e. b. Dari tabel jawaban b. Diberikan kumpulan data hasil pengukuran (dalam mm) diameter pipa : 80 72 66 78 66 73 75 69 74 73 74 71 74 72 73 70 70 75 74 79 80 60 74 72 77 74 77 79 79 72 74 74 71 76 72 62 70 67 68 75 Dengan kumpulan data ini : a.21 ini.

4. sedangkan μ (dibaca : mu) adalah notasi rataan untuk populasi. Namun yang akan kita pelajari di dalam buku ini hanyalah rataan hitung dari sampel. K . 12. Notasi x (dibaca : x bar) adalah simbol untuk rataan sampel. rataan ukur dan rataan harmonis.1 Rataan (Mean) Nilai rataan adalah salah satu ukuran yang memberikan gambaran yang lebih jelas dan singkat tentang sekelompok data mengenai suatu masalah. rataan diberikan oleh rumus n x= dengan: x1 + x2 + x3 + L + xn n = i =1 ∑ xi n (1. Rataan atau Rataan Hitung Rataan atau rataan hitung dari suatu kumpulan data diberikan sebagai perbandingan jumlah semua nilai data dengan banyak nilai data. Terdapat tiga nilai statistik yang dapat dipakai untuk menjelaskan tentang kumpulan data tersebut. Contoh 1. 11 BAB I ~ Statistika 23 . kita belum dapat menafsirkan atau menyimpulkan apa-apa tentang nilai-nilai data itu. 10. Ketiga nilai ini adalah parameter yang dapat digunakan untuk menafsirkan suatu gejala pemusatan nilai-nilai dari kumpulan data yang diamati.6 = 10 10 Secara umum. 1. x1 . xn . 12. 8. atau ukuran data ∑ (dibaca: sigma) menyatakan penjumlahan suku-suku.2) x = menyatakan rataan dari kumpulan data xi = nilai data amatan ke-i n Notasi = banyak data yang diamati. sedangkan rataan yang diperoleh dari populasi disebut parameter. x3 . Rataan yang diperoleh dari hasil pengukuran sampel disebut statistik. diperoleh rataan = 18 + 16 + 15 + 15 + 17 + 16 + 16 + 17 + 18 + 18 166 = 16. Rataan = jumlah semua nilai data yang diamati banyak data yang diambil Untuk data umur dari 10 siswa calon paskibraka di atas. 9. baik tentang sampel atau populasi. untuk kumpulan dari n data. a. 9. x2 . Rataan dibedakan menjadi rataan hitung.1 Hitunglah rataan dari kumpulan data berikut. Karena alasan inilah. Jadi.Dari kumpulan data mentah di atas.4. median dan modus. 9. maka ketiga nilai statistik ini selanjutnya disebut sebagai ukuran pemusatan atau ukuran tendensi sentral. yaitu rataan.

Dalam hal ini kita mempunyai persamaan i =1 ∑ xi + 4 + 6 n+ 2 n = 6. sehingga kita peroleh i =1 ∑ xi n n = 6. banyaknya siswa semula adalah 36. maka rataannya menjadi 6.6 (subtitusi ∑ xi = 6.9 ⇔ ∑ xi = 6.6 3.9n − 6.8n + 13.8n = 13.6 − 10 ⇔ 0. W Contoh 1.8.9 n i =1 n Simbol ” ⇔ ” dibaca ”jika dan hanya jika”.8 ⇔ ∑ xi + 10 = 6. maka jumlah siswa sekarang adalah n + 2 dengan nilai rataan 6.Penyelesaian: Banyak data yang diamati adalah n = 8.9. Berapa banyaknya siswa kelas semula? Penyelesaian: Misalkan banyak siswa kelas semula adalah n.6 10 10 W 24 Matematika SMA/MA Kelas XI .4.2 Rataan nilai ujian matematika dari suatu kelas adalah 6.9n + 10 = 6.2).IPA . rataan dari kumpulan data di atas adalah x = 10 .6 ⇔ n = 10 = 36 Jadi.8(n + 2) i =1 n n ⇔ ∑ xi + 10 = 6.9 n ) i =1 n ⇔ 6.6 i =1 ⇔ 6.1n = 3. Setelah nilai dua siswa baru digabungkan. Kita perhatikan kembali data umur dari 10 siswa calon paskibraka 18 16 15 15 17 16 16 17 18 18 Nilai rataan dari kumpulan data ini adalah: x= 18 + 16 + 15 + 15 + 17 + 16 + 16 + 17 + 18 + 18 166 = = 16.8n + 13. x= x1 + x2 + x3 + L + xn = n = 9 + 10 + 12 + 9 + 8 + 12 + 9 + 11 80 = = 10 8 8 Jadi. Jika dua siswa baru yang nilainya 4 dan 6 digabungkan dengan kelompok tersebut. Dengan menggunakan rumus (1.8.

3) dengan fi menyatakan frekuensi untuk nilai xi .22.Bagian pembilang pada perhitungan di atas dapat kita tuliskan dengan 2 × 15 + 3 × 16 + 2 × 17 + 3 × 18 = 166 Formula ini adalah penjumlahan dari perkalian frekuensi dengan nilai data.4. Contoh 1. Tabel 1.23 Nilai Ujian (xi) 53 61 72 85 94 Frekuensi (fi) 8 17 47 32 6 BAB I ~ Statistika 25 . Perhatikan tabel 1. Tabel 1.3 Hitunglah nilai rataan dari data berikut. 22 Nilai (xi) 15 16 17 18 Banyak Siswa/Frekuensi (fi) 2 3 2 3 ∑ f i = n = 10 fi · xi 30 48 34 54 ∑ f i ⋅ xi = 166 Oleh karena itu. rataan dari suatu tabel distribusi frekuensi (tunggal atau terkelompok) dapat ditentukan menggunakan rumus: x= i =1 n ∑ fi xi i =1 n ∑ fi (1.

4 Tentukan rataan dengan rataan sementara dari data berikut ini. 8129 x = i =1 = = 73. Menghitung Rataan dengan Rataan Sementara W Terdapat cara lain yang lebih efektif untuk menghitung rataan untuk data terkelompok.Penyelesaian: Kita lengkapi dahulu tabel distribusi frekuensi di atas. Dengan cara ini kita tidak perlu menghitung nilai ∑ f i xi yang pada umumnya nilainya besar.IPA . nilai rataan data di atas adalah x = 73. Tabel 1.720 560 ∑ f i ⋅ xi = 8. yaitu dengan memilih rataan sementara.9 . dan di adalah simpangan dari setiap nilai titik tengah terhadap xs .9 n 110 ∑ fi i =1 ∑ xi fi n Jadi. x = xs + ∑ fi d i ∑ fi (1. Misalkan xs adalah rataan sementara yang dipilih.4) Contoh 1. Rataan sementara yang dipilih adalah titik tengah dari sembarang kelas interval. yaitu di = xi − xs .24 Nilai Ujian (xi) 53 61 72 85 94 Frekuensi (fi) 8 17 47 32 6 ∑ f i = n = 110 fi · xi 424 1.129 Dengan menggunakan rumus (1. Rataan sebenarnya kita peroleh dengan menjumlahkan rataan sementara dengan simpangan rataan. Tabel 1.3) kita peroleh.25 Nilai 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 Frekuensi (fi) 2 4 10 16 8 26 Matematika SMA/MA Kelas XI .384 2.037 3.4.

b) Kumpulan data : 23. 20.5) BAB I ~ Statistika 27 . W Dari uraian dan contoh di atas kita dapat menyimpulkan bahwa terdapat data statistik yang tidak mempunyai modus. nilai modus ditentukan oleh rumus berikut. Mo = Bb + p ⎜ ⎛ b1 ⎞ ⎟ ⎝ b1 + b2 ⎠ (1. a) Kumpulan data : 2. 6. d3 = 42 − 42 = 0 . 23.26 Nilai 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 Titik Tengah (xi) 32 37 42 47 52 Frekuensi (fi) 2 4 10 16 8 ∑ f i = 40 Simpangan (di) –10 –5 0 5 10 fi · di –20 –20 0 80 80 ∑ f i ⋅ di = 120 Dalam hal ini d1 = 32 − 42 = −10 . ada yang mempunyai satu modus. Contoh 1. Dengan demikian. sedangkan frekuensi yang lainnya 1. Karena 4 mempunyai frekuensi tertinggi maka dalam statistik data 4 disebut modus dari kumpulan data di atas. modus (disimbolkan dengan Mo) didefinisikan sebagai angka statistik yang mempunyai frekuensi tertinggi.Penyelesaian: Jika kita ambil rataan sementara xs = 42 . d2 = 37 − 42 = −5 . 25. 8. dan seterusnya. 7. 26 mempunyai modus 23 dan 25.4. Untuk data terkelompok. maka dari data di atas diperoleh Tabel 1. 12. 27. 25.4. 4. Jadi. 120 ∑ fi di = 42 + = 45 x = xs + 40 ∑ fi W 1.2 Modus Misalkan kita mempunyai kumpulan data: 2 3 5 4 6 4 3 4 8 10 maka nilai data 3 mempunyai frekuensi 2 dan 4 mempunyai frekuensi 3. 9 tidak mempunyai modus. dan ada yang mempunyai lebih dari satu modus. 3.5 Tentukan modus dari data ulangan matematika berikut. karena tidak satupun data yang mempunyai frekuensi tertinggi.

Me adalah 8. maka Me merupakan nilai data yang terletak ditengahtengah.4.62 b1 + b2 ⎠ ⎝ 10 + 7 ⎠ ⎝ ⎛ Frekuensi (fi) 3 10 20 13 4 W 1. Jika banyak data genap. 13. sehingga tidak cukup dijelaskan melalui nilai rataannya saja. b1 = 20 − 10 = 10 .27 Kelas Interval 42 – 48 49 – 55 56 – 62 63 – 69 70 – 76 Penyelesaian: Dari kumpulan data di atas kita peroleh Bb = 56 – 0. 4. 5.4. Tabel 1.6 Tentukan modus dari data terkelompok berikut.5) kita peroleh modusnya. 11.IPA .dengan: Bb = tepi bawah kelas interval yang mempunyai frekuensi tertinggi b1 = selisih frekuensi tertinggi dengan frekuensi sebelumnya b2 = selisih frekuensi tertinggi dengan frekuensi sesudahnya p = panjang kelas interval Contoh 1. Jika banyak data ganjil. 5. Me diambil sebagai rataan dari dua data tengah.5 + 7 ⎜ ⎟ = 59. 5. maka 5+5 Me = =5 2 28 Matematika SMA/MA Kelas XI . 6. b2 = 20 − 13 = 7 dan p = 7.3 Median Median adalah data yang terletak di tengah setelah data itu disusun menurut urutan nilainya sehingga membagi dua sama besar. 3. Notasi untuk ukuran pemusatan ini adalah Me.5 = 55. Misalkan untuk data yang sudah terurut 3.5. 8. Mo = Bb + p⎜ b1 ⎞ ⎛ 10 ⎞ ⎟ = 55. 20. maka setelah data diurutkan. 8. Dengan rumus (1. Nilai Me sering dipakai untuk menjelaskan kecenderungan pemusatan data apabila pada data tersebut ditemukan nilai-nilai yang ekstrim. Misalkan untuk data yang sudah terurut 2. 3. 7.

Jadi. 4. Berapakah median kumpulan data di atas dari setiap minggunya? Penyelesaian: (a) Ukuran kumpulan data minggu pertama adalah n = 9 ganjil. 8. 4. 11. a.6) ⎛ ⎝ ⎞ ⎠ 2 2 Contoh 1. 3. 12.4. 10. 2 (b) Ukuran kumpulan data minggu kedua adalah n = 12 genap.+ 1 . (b) Minggu kedua : 20. 4.7) dengan: Bb = tepi bawah kelas interval yang memuat Me f m = frekuensi kelas interval yang memuat Me F p = frekuensi kumulatif sebelum kelas interval yang memuat Me = panjang kelas interval 29 BAB I ~ Statistika . 10. 10. 1. 12. Me = 1 ⎜ xn + xn ⎟ = 1 ( x6 + x7 ) = 1 (9 + 10 ) = 9. xn maka median dari kumpulan data itu ditentukan dengan cara berikut. 9. 9. 8. 9. ditulis 2 2 Me = 1 ⎜ x n+1 + x n ⎟ 2 +1 (1. dan setelah diurutkan menjadi 1. 8. median dapat kita hitung dengan rumus: Me = Bb + p ⎜ W ⎛ n −F ⎞ 2 ⎟ ⎝ fm ⎠ (1. 10. 10. 11. 8. K . 9. 2 2 Jika n adalah bilangan genap. Jika n adalah bilangan ganjil.Secara umum. n +1 . 12. dan setelah diurutkan menjadi 4. 2⎜ 2 ⎟ 2 ⎝ 2 2 +1 ⎛ ⎞ ⎠ Untuk data terkelompok. x1 . x2 . 9. 10. 9. jika kita mempunyai n data yang sudah terurut dari yang terkecil hingga yang terbesar. 9. Oleh karena itu. 3. ditulis Me = x n+1 . 8. 12. 12. 10. maka Me adalah rataan dari nilai data ken n dan nilai data ke. 9. 12.5 .7 Data penjualan suatu toko hand phone dalam dua minggu berturut-turut adalah: (a) Minggu pertama : 10. Me = xn+1 = x5 = 9 . 12. maka median adalah nilai data keb. 20. 12. 8.

4. 8.30 a. 22. 16.29 Tabel 1. 16. Frekuensi Frekuensi Nilai Berat 42 – 46 47 – 51 52 – 56 57 – 61 62 – 66 67 – 71 72 – 76 1 5 5 15 8 4 2 40 61 – 65 66 – 70 71 – 75 76 – 80 81 – 85 86 – 90 91 – 95 2 5 8 22 6 5 2 50 2. 12. 27. 7. Tabel 1. 9. a.IPA . 20. Oleh karena itu. 9. 15. 7. 9. 11. 25. 19. 22. 3. b.5. 5. 30 Matematika SMA/MA Kelas XI . 23. 8.28 Kelas Interval 42 – 48 49 – 55 56 – 62 63 – 69 70 – 76 Jumlah Penyelesaian: Karena ukuran datanya adalah 50. 18. 25. 23. F = 13 . Me = Bb + p⎜ 2 ⎛ n−F⎞ ⎛ 50 − 13 ⎞ 2 ⎟ = 55. 10. maka Me terletak pada kelas interval 56 – 62. W Latihan 1. 8. 15.5 = 55. sehingga Bb = 56 – 0. 25. 24. Tabel 1. 17. b. 6. 14.5 + 7 ⎜ ⎟ = 59. Tentukan rataan dari data berikut. Tentukan median dan modus dari data berikut. Tentukan rataan dari data berikut.4 1.7 ⎝ 20 ⎠ ⎝ fm ⎠ Frekuensi (fi) 3 10 20 13 4 50 Frekuensi Kumulatif 3 13 33 46 50 f m = 20 .8 Hitunglah median untuk data terkelompok berikut. 6.Contoh 1. 17. 25. 8. 26. b. 24. 24. a. 16. 7. p = 7. 6.

Tentukan median dan modus data pada soal no.5.4. Tabel 1. Suatu percobaan jenis makanan yang diberikan kepada ayam pedaging memberikan kenaikan berat badan seperti pada tabel berikut. Barapakah nilai rataan kelas A dan B? Tabel di bawah ini adalah hasil tes suatu bidang studi. Perbandingan jumlah siswa kelas A : B = 5 : 4.890 3. 3. Tabel 1. Peserta dinyatakan lulus jika nilainya lebih besar 60.32 Minggu ke1 2 3 4 5 Berat Badan (g) 250 490 990 1.5 dan nilai rataan kelas B adalah 6. Hitunglah nilai rataan data terkelompok berikut dengan dua cara. 8. 5. Nilai rataan kelas A adalah 8.33 Nilai 21 – 30 31 – 40 41 – 50 51 – 60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 Frekuensi 1 8 4 6 8 6 4 BAB I ~ Statistika 31 . Berapakah banyak yang lulus? Tabel 1.31 Kelas Interval 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 Jumlah fi 3 8 13 20 17 9 70 6.790 Berapakah rataan kenaikan berat badan ayam tiap minggu? 7.

kuartil adalah ukuran perempatan. Ketiga nilai ini kita sebut sebagai kuartil.9 berikut. Nilai rataan ujian matematika dari 40 siswa SMA adalah 70. berapakah jumlah siswa laki-laki? 1. Oleh karena itu. kita mempunyai 3 buah nilai statistik yang membagi kelompok data yang terurut menjadi 4 bagian yang sama banyak. Selanjutnya. 3 4 n data 2 4 n data 1 4 n data x1 Q1 Q2 Q3 xn Gambar 1. · kuartil pertama atau kuartil bawah dinotasikan dengan Q1 . 1. Q2 . berapa nilai rataannya? 10. dengan Q2 = Me.5.9.K .IPA . xn Letak dari kuartil Q1 . Jika rataan jam belajar harian seluruh siswa sekolah tersebut adalah 6 jam. Median adalah nilai statistik yang terletak ditengah-tengah kelompok data setelah data kita urutkan. x2 .1 Kuartil Telah kita pahami bahwa median adalah ukuran perduaan. Rataan jam belajar harian siswa laki-laki dan perempuan dari suatu sekolah masing-masing adalah 3 jam dan 7 jam. dan jumlah siswa sekolah tersebut adalah 800 orang. Dengan demikian nilai ini membagi dua sama banyak keliompok data. dan · kuartil ketiga atau kuartil atas dinotasikan dengan Q3 .5 Ukuran Letak Pada bagian sebelumnya kita telah mempelajari tentang median. Misalkan kita mempunyai suatu kumpulan data dengan ukuran n yang telah diurutkan x1 . dan Q3 dari kumpulan data ini dapat kita cermati ilustrasi pada gambar 1.9 Letak Kuartil-kuartil 32 Matematika SMA/MA Kelas XI . Dengan kata lain. · kuartil kedua atau kuartil tengah dinotasikan dengan Q2 . median adalah ukuran perduaan. Jika seorang siswa yang nilainya 100 dan 3 orang siswa yang masing-masing nilainya 30 tidak diikutkan dalam perhitungan.

4 kuartil ketiga Q3 terletak pada nilai urutan yang ke 3 (n + 1) . 1 dan 75% dari banyak data nilainya di bawah 71 4 . 70. Penyelesaian: Kita urutkan dahulu kelompok data tersebut. Untuk lebih jelasnya kita perhatikan contoh berikut. 28. Q3 Q2 Ukuran kelompok data adalah n = 10. 70. W 33 BAB I ~ Statistika . maka dapat kita simpulkan bahwa: · · · kuartil pertama Q1 terletak pada nilai urutan yang ke 1 (n + 1) . 3 . maka untuk menghitung kuartil kita gunakan pendekatan interpolasi linear. Contoh 1. untuk i = 1. 4 Secara umum. terdapat 50% dari banyak data nilainya di bawah 65. 37. Karena nilai urutan bukan bilangan asli. 45. maka Q1 terletak pada nilai urutan yang ke 3 = 2 4 . maka Q1 kita tentukan dengan interpolasi linear. 4 kuartil kedua Q2 terletak pada nilai urutan yang ke 2 (n + 1) . 90. 3 Q1 = nilai data ke-2 + 4 (nilai data ke-3 − nilai data ke-2) = 37 + 3 (45 − 37) = 43 4 Letak kuartil kedua Q2 pada nilai urutan yang ke bilangan asli). 28 37 g 45 45 65 g 65 70 70 Q1 1 (10 + 1) 4 g 85 90. letak kuartil Qi terletak pada nilai urutan yang ke i (n + 1) 4 Jika nilai urutan yang kita peroleh bukan bilangan asli.1 Tentukan nilai kuartil-kuartilnya dari kelompok data: 65. sehingga 1 Q3 = nilai data ke-8 + 4 (nilai data ke-9 − nilai data ke-8) 1 1 = 70 + 4 (85 − 70) = 71 4 Makna dari kuartil-kuartil ini adalah bahwa terdapat 25% dari banyak data yang nilainya di bawah 43. 85.5. 65. 45. sehingga 2 (10 + 1) 4 1 = 5 2 (bukan 1 Q2 = nilai data ke-5 + 2 (nilai data ke-6 − nilai data ke-5) = 65 + 1 (65 − 65) = 65 2 Kuartil Q3 terletak pada nilai urutan yang ke 3 (10 + 1) = 8 1 (bukan bilangan 4 4 asli). 2.Dengan memperhatikan gambar di atas.

5.8) dengan: Bb = tepi bawah kelas interval yang memuat Qi fQi = frekuensi kelas interval yang memuat Qi F p = frekuensi kumulatif sebelum kelas interval yang memuat Qi = panjang kelas interval Contoh 1.5. p =5. Kum. maka Q1 terletak pada nilai urutan yang ke 1 (80 + 1) 4 1 = 20 4 . yaitu: Qi = Bb + p ⎜ i ⎛ 4n−F ⎞ ⎜ fQ ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ i (1. 34 Matematika SMA/MA Kelas XI . Tabel 1. fQi = 8 .Untuk data terkelompok kita mempunyai mempunyai rumus yang merupakan pengembangan dari rumus median. (fk) 2 5 11 18 26 31 42 52 64 68 76 78 80 Tentukan Q1 dan Q3 . Dalam hal ini Bb = 29.IPA .2 Diketahui data terkelompok seperti tabel berikut.34 Kelas Interval 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 Frekuensi (fi) 2 3 6 7 8 5 11 10 12 4 8 2 2 fi = 80 ∑ Frek. pada kolom frekuensi kumulatif nilai ini terletak pada kelas interval 30 – 34. Penyelesaian: Karena ukuran kelompok data adalah n = 80. F = 18 .

i = 1. maka disebut persentil.99 Seperti halnya pada kuartil.2 Desil dan Persentil Jika data yang sudah terurut dibagi menjadi 10 bagian yang sama banyak. 12. 32. 1 99 Seperti halnya pada kuartil. yaitu: Di terletak pada nilai urutan yang ke 10 (n + 1) . dengan cara yang serupa kita mempunyai rumus untuk menentukan letak desil Di dan persentil Pi . 35. Tentukan D7 dan P62 . 38. 28.83 ⎜ fQ 3 ⎟ 8 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ 1 Jadi. …. Kita peroleh Q3 = Bb + p⎜ 4 ⎛ 3 n− F ⎞ ⎛ 3 × 80 − 52 ⎞ ⎟ = 49. D9 . maka ada 99 persentil. Q1 = 30. yang terletak pada kelas interval 50 – 54. Tetapi jika data itu dibagi menjadi seratus bagian yang sama banyak. 33.2 BAB I ~ Statistika 35 . 22.Jadi Q1 = Bb + p⎜ 4 ⎛ 1 n− F ⎞ ⎛ 1 × 80 − 18 ⎞ ⎟ = 29. 23. 35. 40. maka tiap bagian itu disebut desil. …. 28.5 + 5 ⎜ 4 ⎟ = 52. Penyelesaian: Ukuran data adalah n = 26. sehingga akan terdapat 9 desil. P . 16. 12. W 1. P2 .9 dan i i Pi terletak pada nilai urutan yang ke 100 (n + 1) .L . 39. maka untuk menghitung kuartil kita gunakan pendekatan interpolasi linear. jika nilai urutan yang kita peroleh bukan bilangan asli.2. 23. 23. 12.5 + 5 ⎜ 4 ⎟ = 30.5. D1 .75 dan Q3 = 52. 29. 35.5.83. D2 . 34. Desil D7 terletak pada nilai urutan yang ke = 18 1 (bukan bilangan asli). P . 7 (26 + 1) 10 D7 = nilai data ke-18 + = 33 + 1 5 1 5 (nilai data ke-19 – nilai data ke-18) (34 – 33) = 33. 21. 9. 18. maka untuk menentukan desil kita gunakan 5 pendekatan interpolasi linear. i = 1.3 Diketahui kelompok data tersebar: 7. 2. 35. 21. Seperti halnya desil.75 ⎜ fQ ⎟ 8 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ 1 3 Kuartil Q3 terletak pada nilai urutan yang ke 4 (80 + 1) = 60 3 pada kolom frekuensi 4 kumulatif.L . Contoh 1.

IPA . 99 ⎟ ⎠ (1..10) dengan: Bb : tepi bawah kelas interval yang memuat Pi f Pi : frekuensi kelas interval yang memuat Pi F p : frekuensi kumulatif sebelum kelas interval yang memuat Pi : panjang kelas interval 36 Matematika SMA/MA Kelas XI .24 50 Makna dari D7 = 33.. Sedangkan P62 = 30. W Sedangkan untuk data terkelompok nilai Di dan Pi diberikan oleh: Di = Bb + p ⎜ 10 ⎛ ⎜ ⎝ i n−F ⎞ f Di ⎟ .2.24. 2. .. 2. i = 1.9) dengan: Bb = tepi bawah kelas interval yang memuat Di f Di = frekuensi kelas interval yang memuat Di F p dan = frekuensi kumulatif sebelum kelas interval yang memuat Di = panjang kelas interval Pi = Bb + p ⎜ 100 ⎛ ⎜ ⎝ i n−F ⎞ f Pi ⎟ .2 adalah terdapat 70% dari banyak data yang nilainya di bawah 33. sehingga 62 (26 + 1) 100 = 16 37 (bukan bilangan 50 P62 = nilai data ke-16 + = 29 + 37 50 (nilai data ke-17 – nilai data ke-16) 37 (32 – 29) = 30. ..24 bermakna bahwa 62% dari banyak data nilainya di bawah 30.Persentil P62 terletak pada nilai urutan yang ke asli). . i = 1.. 9 ⎟ ⎠ (1.

56 dan P = 63. Dengan 87 Bb = 59. F = 51.1 ⎟ fP87 ⎠ 7 ⎝ ⎠ Jadi.35 Frekuensi (fi) 2 1 4 13 14 17 15 6 3 5 Frek. f D8 = 15. n− F ⎞ ⎛ 64 − 51 ⎞ ⎟ = 52.56 fD8 ⎟ ⎝ 15 ⎠ ⎠ Nilai P terletak pada kelas interval 60 – 66.5 1. 87 Penyelesaian: Ukuran data adalah n = 80.5 . yaitu pada kelas interval 53 – 5 59.6 − 66 ⎞ ⎟ = 59. Kum.5.5.4 Diketahui data terkelompok dengan dengan distribui seperti berikut.1. 87 W Latihan 1.5 + 7 ⎜ ⎟ = 63. Kelas Interval 11 – 17 18 – 24 25 – 31 32 – 38 39 – 45 46 – 52 53 – 59 60 – 66 67 – 73 74 – 80 Hitunglah D8 dan P .5 + 7 ⎜ ⎟ = 58. karena nilai ini pada kolom frekuensi 87 47 kumulatif pada urutan ke 100 (80 + 1) = 70 100 . 37 BAB I ~ Statistika .Contoh 1. D8 = 58. F = 66. D8 = Bb + p⎜ 10 ⎛ ⎜ ⎝ 8 p = 7. (fk) 2 3 7 20 34 51 66 72 75 80 64 4 pada kolom frekuensi kumulatif . sehingga Bb = 52. dan P72 . fP87 = 7. Diketahui data tersebar: 50 21 49 26 60 30 77 37 85 43 45 78 25 69 52 59 29 65 21 72 40 33 77 45 Tentukan Q3 . P87 = Bb + p⎜ 100 ⎛ ⎜ ⎝ 87 p = 7. Nilai D8 terletak pada nilai urutan yang ke 8 (80 + 1) = 10 Tabel 1. D5 . n− F ⎞ ⎛ 69.

Tentukan desil ke-3 dan desil ke-8. dan P81 . 2 12 22 20 14 4 1 6.2006 diberikan oleh tabel berikut.38 a. c. D6 .2. dan P78 = 32 ? Suatu bilangan terdiri dari 15 unsur. Tentukan rataan. b. dikutif dari Kompas. Tentukan kuartil bawah. Q1 . Tentukan Q1 . 2003 18 15 2004 2005 2006 22 24 26 22 24 24 Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS). Pelamar yang diterima 45%.5 15 bandingkan statistik dari kedua kumpulan data tersebut. 19 Maret 2008. b. Apa yang dapat kamu simpulkan? Jelaskan arti dari Q3 = 16 . Tabel 1. 8. Tentukan rataan dan mediannya. 5. dan Q3 Impor Tahun Ekspor dari data ekspor-impor di atas. Matematika SMA/MA Kelas XI . Nilai ulangan kimia dari 15 orang murid disajikan dalam data berikut. Bandingkan nilai rataan terhadap median.36 Frekuensi (fi) Kelas Interval 30 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 Hitunglah nilai dari Q3 . 7 9 7 5 8 9 5 4 6 6 7 8 7 8 6 a. kuartil tengah dan kuartil atas. Tabel 1.IPA 38 . 2001 17. 4. Tentukan pada unsur keberapa letak Q3 . 2002 17. D6 dan P81 ? Diketahui tabel distribusi berikut ini. Q2 . dan Q3 . Tabel 1.37 Nilai Tes 53 61 72 85 94 Frekuensi 12 22 25 32 9 7. Q2 .5 15 b. Hasil tes dari 100 orang pelamar pekerjaan diberikan oleh tabel berikut. D6 = 63 . Berdasarkan jawaban (a). 30 40 35 25 35 50 40 45 40 20 20 35 45 25 40 30 45 45 25 33 20 20 20 45 35 34 15 30 25 40 a. berapakah nilai seseorang agar diterima? Berikut ini adalah data besar pengeluaran (dalam ribuan rupiah) untuk internet dalam satu minggu dari 30 orang siswa suatu SMA. Nilai ekspor-impor (dalam milyar dollar AS) Indonesia melalui Tanjung Priok untuk periode tahun 2001. 3.

Nilai data dalam interval ini memiliki informasi yang relatif sama dengan data-data lainnya dalam kelompok tersebut. Meskipun ia adalah wakil dari semua nilai data. disimbolkan dengan Qd . Terdapat beberapa kemungkinan penyebab munculnya data pencilan dalam suatu kelompok data. 1. Setiap nilai data yang terletak di dalam interval [Q1 − 3Qd . BAB I ~ Statistika 39 . Nilai yang kita maksud adalah nilai penyimpangan. Q3 + 3Qd ] dikatakan konsisten atau data normal. H = Q3 – Q1 (1. R = xmaks – xmin (1. Sebagai pelengkap informasi data itu perlu pertimbangan nilai lain. Nilai R inilah yang disebut penyebaran dengan rentang. artinya sejauh mana penyimpangan-penyimpangan antara nilai data dengan nilai rataan.1.1 Rentang dan Simpangan Kuartil Pada data kuantitatif terdapat nilai data terkecil dan nilai data terbesar.12) Selain hamparan terdapat nilai penyebaran lain yaitu. justru barangkali data tersebut memberikan informasi yang sangat kita perlukan. antara lain : · Terjadinya kesalahan ketika mencatat data.11) Selain rentang antara kedua nilai ekstrim dalam suatu kelompok data dikenal juga rentang antar-kuartil. yang didefinisikan sebagai Qd = 1 H = 1 (Q3 − Q1 ) 2 2 (1. Jarak antara kedua nilai itu disebut rentang atau range yang diberi simbol “R”. Q3 + 3Qd ] kita katakan tidak konsisten atau data pencilan. Tidak selamanya data yang tidak konsiten dalam kelompoknya itu jelek. tetapi ketepatan nilai itu masih dipertanyakan. Setiap nilai data yang terletak di luar interval [Q1 − 3Qd . · Terjadinya kesalahan ketika melakukan pengukuran.6. kesalahan membaca alat ukur atau kesalahan menggunakan alat ukur. · Terjadi memang data itu diperoleh dari objek yang menyimpang atau aneh (anomali).6 Ukuran Penyebaran (Dispersi) Sebagaimana telah kita pelajari pada bagian sebelumnya. kedua nilai masing-masing disebut sebagai statistik minimum ( xmin ) dan statistik maksimum ( xmaks ). Rentang antar-kuartil disebut hamparan (disimbolkan dengan H) didefinisikan sebagai selisih antara nilai Q3 dengan nilai Q1 .13) Dengan Qd ini kita dapat menjustifikasi suatu data termasuk data yang konsisten (data normal) atau tidak dalam kelompoknya. nilai rataan merupakan salah satu dari kecenderungan memusat yang banyak dipakai. semi kuartil atau simpangan kuartil.

yang digambarkan di atas garis berskala. Jika kelompok data memuat pencilan. b) Jika salah satu panitia menimbang dua orang calon masing-masing beratnya 45 kg dan 81 kg. Misalkan diketahui kelompok data tersebar yang berukuran n = 20.5 . Hamparan H = Q3 − Q1 = 67. xmin = 54 .2 Diagram Kotak-Garis Untuk menjelaskan letak relatif ukuran pemusatan median dan ukuran letak dari data dapat ditunjukkan dengan diagram kotak-garis.5 – 59. apakah kedua nilai data ini konsisten dalam kumpulan data yang diperoleh terdahulu? Penyelesaian: Dari kelompok data ini kita peroleh (coba Anda hitung sendiri): Q1 = 59. Q1 − 3Qd = 59. hamparan.5 . Sisi tegak bagian kiri kotak menandakan letak dari Q1 dan sisi tegak bagian kanan menandakan letak kuartil ketiga Q3 .Contoh 1.5 . Berdasarkan hasil ini maka kita peroleh: a) Rentang R = xmaks – xmin = 72 – 54 = 18.5 dan Q3 + 3Qd = 67.1 Panitia penerimaan tentara menimbang 14 calon yang masing-masing beratnya (dalam kg): 70 56 61 72 69 67 54 60 65 57 66 62 63 59.5 = 8. Diagram kotak-garis diperlihatkan pada gambar 1. dan xmaks = 72 . Kuartil kedua atau median Q2 berada di dalam kotak yang diberi tanda plus (+). Karena nilai data 45 dan 81 di luar interval ini maka kedua nilai data tidak konsisten. Diberi nama diagram kotak-garis karena diagram ini tersusun atas sebuah kotak persegi panjang dalam arah horisontal dan garis yang berupa ekor ke kiri dan ke kanan. 2 Kita tentukan dahulu interval kekonsistenan dari kelompok data ini.6.10. Me = Q2 = 22 2 dan Q3 = 4 1 34 2 . Panjang kotak sama dengan rentang antar-kuartil atau hamparan H = Q3 − Q1 . Batas ujung ekor kiri dari garis mendatar arah ke kiri tepat berada pada nilai data terkecil. W 1. kita perhatikan contoh berikut ini. Q2 = 62.5 . 9 9 10 13 14 17 19 19 21 22 23 25 25 29 33 35 35 39 43 47 1 Dari kelompoak data ini kita peroleh nilai Q1 = 14 3 .5]. Untuk memahami penyusunan diagram kotak-garis.5 + 12 = 79.5 .6. maka pencilan itu berada di luar kedua garis dan diberi tanda asteris (*). Untuk kumpulan data ini.5 − 12 = 47. 40 Matematika SMA/MA Kelas XI . Q3 = 67. dan batas ujung kanan dari garis mendatar ke kanan tepat berada pada nilai data terbesar. 79. a) Tentukan rentang. interval kekonsistenan adalah [47. b) 1 1 Simpangan kuartil Qd = 2 H = 2 (Q3 − Q1 ) = 1 × 8 = 4 .IPA . Jadi. Ketentuan ini berlaku apabila semua nilai data yang normal (bukan pencilan). simpangan kuartilnya.

Sedangkan ekor lebih pendek menggambarkan bahwa nilai-nilai di bawah Q1 mengumpul di sekitar data terkecil dan Q1 . tanda (+) menandakan 1 1 letak Me = Q2 = 22 2 . xmin = 46 .10 Diagram kotak-garis 3 Sisi kiri dari kotak menandakan letak dari Q1 = 14 4 . Semua nilai data konsisten.Gambar 1. BAB I ~ Statistika 41 . Q2 = 60 . Q1 = 57 . dan xmaks = 72 . Diagram kotak-garis dapat digambarkan secara bertingkat untuk menjelaskan dua kelompok data sekaligus pada garis skala yang sama.2 Berikut ini adalah kumpulan data yang diperoleh dari hasil penimbangan berat badan terhadap 30 calon tentara. dan xmaks = 67 . Hasil penimbangan Panitia B (dalam kg): 60 56 61 58 46 65 60 64 57 62 Penyelesaian: Kelompok data dari Panitia A mempunyai: 67 63 54 65 59. kenapa? Jelaskan. yang dilakukan oleh dua orang panitia: penerimaan tentara menimbang 14 calon Hasil penimbangan Panitia A (dalam kg): 70 56 61 72 69 67 54 45 60 65 57 66 62 63 59. Q3 = 64 . Kelompok data dari Panitia B mempunyai: Q1 = 57 . Q3 = 67 . Q2 = 62 . Qd = 3 . Qd = 5 . kenapa? Jelaskan. xmin = 45 . Contoh 1. Ekor ke kanan lebih panjang menyatakan bahwa nilai-nilai di atas Q3 lebih beragam. Nilai data 46 tidak konsisten. dan sisi kanan kotak menandakan letak dari Q3 = 34 2 .6. sehingga nilai ini adalah data pencilan.

11 Diagram kotak-garis W 1. x1 − x .3 Rataan Simpangan.+ Panitia B + Panitia A Gambar 1. xn dengan rataan x . Ragam.15) xi = titik tengah kelas interval ke-i fi = frekuensi dari kelas interval ke-i Matematika SMA/MA Kelas XI . dan Simpangan Baku Jika kita mempunyai data x1 . akan kita peroleh apa yang disebut rataan simpangan (RS).6. sehingga diperoleh urutan data baru: ( x1 − x). RS = dengan: RS = rataan simpangan x = rataan ∑ xi − x n xi = nilai data amatan ke-i n = ukuran data (1.( xn − x) Urutan data itu tentu ada yang positif atau negatif. Karena jarak atau selisih tidak membedakan nilai yang bertanda positif atau negatif. maka kita dapat menentukan selisih dari setiap data dengan x . x 2 − x . x 2 .14) Untuk data terkelompok rataan simpangan dirumuskan dengan RS = dengan: RS = rataan simpangan x = rataan 42 ∑ fi xi − x ∑ fi (1.… . xn − x Jika urutan data di atas kita jumlahkan kemudian kita bagi dengan ukuran data (n).IPA . maka nilai data itu dapat kita ambil harga mutlaknya.( x 2 − x).… . … .

16) dengan: S 2 = ragam atau variansi x = rataan n xi = nilai data amatan ke-i = ukuran data Sedangkan simpangan baku atau deviasi baku didefinisikan sebagai akar dari ragam. sehingga S= ∑ ( xi .17) dapat dituliskan sebagai S= n 43 BAB I ~ Statistika . Kuadrat dari simpangan baku disebut ragam atau variansi.x ) S = n 2 2 (1. kita menggunakan simpangan baku. . Misalkan x adalah rataan dari kelompok data. 2 + 7 + 4 13 = . 3 3 yang mempunyai rentang 5.Kelemahan dari nilai rataan simpangan adalah kita bekerja dengan bilangan harga mutlak.18) xi = titik tengah kelas interval ke-i fi = frekuensi kelas interval ke-i Tugas Mandiri Dengan menguraikan suku ( xi − x ) 2 . −2 + −7 + 4 13 = . sehingga kita tidak dapat membedakan data yang mempunyai rentang yang lebih besar dengan rentang yang kecil meskipun mempunyai rataan simpangan yang sama. maka ragam atau variansi dari kumpulan data itu ditentukan oleh rumus: ∑ ( xi . 3 3 rentang data adalah 11. yang dinotasikan dengan S. Tetapi lain halnya. Untuk mengatasi kelemahan rataan simpangan.17) Untuk data terkelompok simpangan baku diberikan oleh S= dengan: S = simpangan baku x = rataan 2 ∑ fi ( xi − x ) n (1. … . x1 . xn . tunjukkan bahwa rumus simpangan 2 ∑(xi ) − n( x) 2 baku (1.x ) n 2 (1. x 2 . Sebagai contoh.

5 181 ∑ fi xi 1770 ∑ fi xi − x 181 = = 44.525 RS = 40 40 ∑ fi ∑ fi Jadi.20) adalah RS = 32 − 40 + 35 − 40 + 39 − 40 + 40 − 40 + 42 − 40 + 45 − 40 + 47 − 40 S2 = = 2 (32 − 40)2 + (35 − 40)2 + (39 − 40)2 + (40 − 40)2 + (42 − 40)2 + (45− 40)2 + (47− 40) 7 168 = 24 7 = Jadi.770 fi 2 6 10 16 6 40 xi − x –12. W Hitung rataan simpangan dari kelompok data berikut. 39.75 xi − x fi xi − x 12. 47.IPA .75 7.25 7.39 Kelas Interval 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 Penyelesaian: Kita gunakan rumus (1. = = 4.4 Misalkan diketahui data tersebar: 35. ragam dan simpangan bakunya. Tentukan: rataan simpangan.5 43.75 7.75 24. 32. W 44 Matematika SMA/MA Kelas XI .6.25 2.525. rataan simpangan adalah 4. simpangan bakunya adalah Contoh 1.5 22.5 s = 24 = 4.Contoh 1.9 . 42. Penyelesaian: Dengan rumus (1. 7 7 Sedangkan ragam yang dapat kita peroleh dari rumus (1.40 xi 32 37 42 47 52 fi · xi 64 222 420 752 312 1. 45.14) kita memperoleh rataan simpangan 28 = =4. 40.25 .25 –2.25 –7.6. Tabel 1.25 2.25 2. Kelas Interval 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 Jumlah x= fi 2 6 10 16 6 ∑ fi = 40 Tabel 1.15).5 44 46.

6 120. ragam S = 28.4 Seperti pada perhitungan rataan yang dapat kita lakukan dengan menentukan lebih dahulu rataan sementara.18) Kelas Interval 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 Jumlah BAB I ~ Statistika Tabel 1. Tabel 1.19) fi = frekuensi kelas interval ke-i Tentukan simpangan baku data pada contoh 1.36 n 40 2 Jadi.6.41 Kelas Interval 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 Jumlah Kita peroleh.6 dengan rataan sementara 42. simpangan baku dapat pula kita hitung dengan cara ini.17).25 –2.685 dan simpangan baku S = 5. Penyelesaian: Untuk menghitung ragam dan simpangan baku.56 60.6.06 7.75 ( xi − x ) 52.6 Tentukan ragam dan simpangan baku dari kelompok data pada contoh 1.685 dan S = 5.6.7 2 ∑ fi di n -⎜ ⎛ ∑ fi di ⎞ ⎟ ⎝ n ⎠ 2 (1.75 7.25 2.16) dan (1. kita gunakan rumus W S= dengan: S = simpangan baku di = xi − x Contoh 1.Contoh 1.36 1.25 –7. S2 = fi 2 6 10 16 6 40 xi 32 37 42 47 52 fi · xi 64 222 420 752 312 1.6.06 300.12 315.36.4 = = 28.5.42 xi 32 37 42 47 52 di –10 –5 0 5 10 fi · di –20 –30 0 80 60 90 fi · di2 200 150 0 400 600 1. Penyelesaian: Kita gunakan rumus (1.06 2 fi 150.147.96 ( xi − x ) 2 360. kita gunakan rumus (1. ∑ fi ( xi − x)2 1147.56 5.350 45 fi 2 6 10 16 6 40 . Dengan metode ini.770 xi − x –12.36 50.

3. 25.36. Panjang papan diukur lima kali pengukuran dengan hasil pengukuran berbedabeda. Tentukan interval yang memuat panjang papan sebenarnya.01 m. Tentukan nilai data yang tidak konsisten dalam kelompoknya. 30. rataan simpangan. 9. yang sama seperti pada contoh 1.97 m. 5. 5 8 22 12 3 51 – 55 56 – 60 61 – 65 66 – 70 71 – 75 2 5 9 6 3 5. 46 Matematika SMA/MA Kelas XI . dari data pada soal 2.6. a. W Latihan 1. 30. 5.43 Nilai Frekuensi 3 1 4 3 5 4 6 5 7 3 8 3 9 1 Tabel 1. dan simpangan baku dari kelompok data berikut.45 Tabel 1.97 m. 28. Tinggi Banyak Anak 2. Tabel 1. 6. 32. 4.6 1. 9. 11. 8. 20. 60 1 65 2 70 8 75 6 80 3 85 3 90 7 Hitung rataan simpangan dan simpangan baku dari data terkelompok berikut. 4. simpangan bakunya adalah S = 5. b. Hitung rentang. 28. 10. 7.6.2 dengan memakai rataan sementara. 6. 26. 6. a. 11. 12. 30. 20.14 m. simpangan kuartil. Hitung simpangan baku dari data-data pada soal no. yaitu 12. 4. 33. 32. Tabel 1. b. 30. 33.36 ⎟ = n 40 ⎝ 40 ⎠ ⎝ n ⎠ 2 Jadi.46 a. Tentukan nilai data yang tidak konsisten dalam kelompoknya kelompok data berikut ini. 29.IPA . 12. f Kelas Interval f Tinggi i i 151 – 155 156 – 160 161 – 165 166 – 170 171 – 175 3.44 b.00 m.S= 2 1350 ⎛ 90 ⎞ ∑ fi di2 ⎛ ∑ fi di ⎞ −⎜ − ⎜ ⎟ = 5. 12.

7. 3. Menurut sifatnya data dibedakan menjadi dua. median (Me). TV Merpati 100 102 102 105 106 107 107 108 110 115 116 116 TV Rajawali 95 98 99 103 105 106 106 108 109 110 111 115 Buatlah diagram kotak-garis bersama dari dua kelompok data tersebut. Rangkuman 1. diagram batang daun. digram kotak-garis. 6. dan modus (Mo). Termasuk ukuran penyebaran (dispersi) adalah rentang. Sampling adalah teknik atau cara pengambilan sampel. pengaturan. Ukuran pemusatan (tendensi sentral) adalah rataan atau mean ( x ). Statistika adalah metode ilmiah yang mempelajari pengumpulan. dan persentil. Macam diagram: diagram batang. lingkaran. histogram. Data kuantitatif dibedakan menjadi dua. penggambaran dan penganalisaan data. 4. Tabel 1. garis. Sampel adalah wakil dari anggota populasi yang diteliti langsung. Rataan adalah jumlah semua nilai data yang diamati dibagi oleh ukuran data. b. BAB I ~ Statistika 47 . Populasi adalah keseluruhan anggota obyek penelitian. Median adalah titik tengah data setelah data diurutkan. desil. Termasuk ukuran letak adalah kuartil. Modus adalah data yang sering muncul. dan persentil adalah ukuran perseratusan. simpangan kuartil. 2. 8.7. perhitungan. dan ogive. yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. 5. Bandingkan karakteristik dari kelompok data tersebut. Statistika dibedakan menjadi dua. Data dapat diasjikan dalam tabel atau diagram. dan simpangan baku. Berikut ini adalah data hasil panen (dalam kwintal) dari seorang peternak ayam selama tahun 2007. serta penarikan kesimpulan yang valid berdasarkan penganalisaan yang dilakukan dan pembuatan keputusan yang rasional. statistika deskriptif dan statistika inferensi. desil adalah ukuran persepuluhan. data cacahan dan data ukuran. Kuartil adalah ukuran perduaan.47 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober november Desember a.

statistika inferensi. Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan. dan psikometrika. Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan. Bidang-bidang ekonomi. Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi “ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data”. Bahasa latin moderen statisticum collegium (“dewan negara”) dan bahasa Italia statista (“negarawan” atau “politikus”). Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika. biometrika (atau biostatistika). dengan mengartikannya sebagai “ilmu tentang negara (state)”. Gambar 1.IPA .12 Sir John Sinclair Sumber: sinclair. Pengumpulan data terus berlanjut. serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat. dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi).quarterman. terutama probabilitas. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah. dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil). statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. biologi dan cabangcabang terapannya.org Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidangbidang dalam matematika. Karl Pearson (metode regresi linear). Jadi.Math Info Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam aljabar fungsi aturan pencacahan. Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggris. mulai dari astronomi hingga linguistika. 48 Matematika SMA/MA Kelas XI .

modus E.6 dan rataan dari 6 bilangan berikutnya adalah 18. Yang dimaksud dengan kata rata-rata dalam kalimat ini adalah . 6 3. 12. rataan median. umumnya data bernilai 76 sedangkan nilainya 50% saja yang bernilai 73 E. median.00. median. . A. dan kuartil Simpangan kuartil dari data: 5 adalah A. A. pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda! 1. 12.. A.000. median.4 C.. rataan. median D. rataan. 50% data bernilai di atas 76 dan 50% lagi bernilai di bawahnya tetapi pada umunya bernilai 73 Rataan nilai dari 20 bilangan adalah 14. kuartil B. modus. dan kuartil E.. maka .. 10.. 4 2 E. 1 D. umumnya data bernilai 73 sedangkan nilainya 50% saja yang bernilai 76 C.. 13.. A. 11 : 7 D.. dan kuartil C. 5. . 4 1 B. 50% data bernilai 76 dan 50% lagi bernilai 73 B. 6. 50% data bernilai di atas 76 dan 50% lagi bernilai di bawah 73 D. . dan kuartil yang merupakan ukuran pemusatan adalah . Jika rataan dari 12 bilangan pertama adalah 12.. . A. Jika median data adalah .2 Pada ulangan matematika.. Rata-rata penghasilan setiap hari dari penduduk di desa Ramah Hati adalah Rp25. maka perbandingan jumlah siswa pria dan wanita pada kelas itu adalah . rataan median. jangkauan C. dan kuartil D. maka rataan 2 bilangan terakhir adalah . Jika rataan nilai matematika untuk siswa pria adalah 65 sedang untuk siswa wanita rataannya 54. BAB I ~ Statistika . 5 2 C. 4 : 7 E.Uji Kompetensi A. 11. rataan kelas adalah 58.8 E. 7 : 15 B.4 D. modus.. 6 a 1 52 3 7 8 . 5 1 12 2. Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 15. 11 : 4 49 4. modus. Dari rataan. .8 B. 9 : 12 C. dan modus B.2.. . modus. rataan Jika diberikan data statistik median = 76 dan modus = 73. maka rataan data adalah .2.

5 C..5 5 7 7. rataan 108. Jika seorang siswa yang nilainya terendah dan seorang siswa yang nilainya tertinggi tidak disertakan. . Dari hasil nilai ujian 50 siswa. Rp62. 1. Tabel 1. Rp64.000. maka setiap nilai dikali 2 kali dan dikurangi 32.5 Rataan simpangan data di atas adalah .00 E. Dalam suatu kelas terdapat 22 siswa.. A.00 C.00 dan 10% untuk yang sebelumnya bergaji lebih dari Rp500. Nilai rataan matematikanya 5 dan jangkauan 4. 9 C. maka rataannya berubah menjadi 4. A. Rp65.5 11. 2. Jika setiap nilai data dikalikan dengan p kemudian dikurangi dengan q diperoleh data baru dengan rataan 20 dan jangkauan 9. Rp563.000. 4 B. . diperoleh nilai rataan 54 dan jangkauan 70. .000. A. . rataan 76. rataan 76.48 Interval 61 – 65 66 – 70 71 – 75 76 – 80 A. .. Karena nilai rataannya terlalu rendah.. maka nilai 2p + q = . jangkauan 108 D.000.0 E. jangkauan 36 50 Matematika SMA/MA Kelas XI . Rp60.00 9..000.7.8 12. 72... Tahun yang lalu gaji permulaan 5 orang karyawan dalam ribuan rupiah adalah . jangkauan 108 C.75 74. 8 B.. 73. jangkauan 140 B.00 B. . A.IPA .00 D.5 B..00. 0 D.000. Frekuensi 8 12 18 14 73..000. 480 360 650 700260 Tahun ini gaji mereka naik 15% bagi yang sebelumnya bergaji kurang dari Rp500.. Nilai baru mempunyai . E. 2 E. Rataan besarnya kenaikan gaji mereka per bulan adalah . . jangkauan 140 E. Suatu data dengan rataan 16 dan jangkauan 6. rataan 108.. 7 8. 3 D.5 2 3. Modus dari data dalam tabel berikut adalah . 1 D.. Nilai siswa yang paling rendah adalah . A. 72. Diketahui data: D. rataan 76.9.. 3 10.6 B.75 C. 1. 5 C. 4 E.

Kelompok kedua mempunyai ukuran n2 dengan rataan x2 .5 dan ke 10. 10 8 Frekuensi 6 4 2 40 50 60 70 80 90 Nilai Gambar 1.. A. Suatu bilangan terdiri dari 11 unsur.. Tiga buah kelompok data yang sejenis mempunyai ukuran dan rataan yang berbeda-beda: a.5 15.84 D. kerjakan dengan singkat dan jelas! 16.13 Histogram A. 10 dan 2 D. 4 dan 4 C. Jika setiap nilai data dikurangi dengan a kemudian hasilnya dibagi dengan b ternyata menghasilkan data baru dengan rataan 2 dan jangkauan 3.25 dan median 65 B. .5 B.5 dan ke 10 C. E. C. Untuk soal nomor 16 sampai dengan nomor 20. B. 6 dan 4 B.25 kuartil bawah 50 dan rataan 68. A... b. 5. Kelompok pertama mempunyai ukuran n1 dengan rataan x1 . kuartil ketiga 80 dan rataan 68.25 modus 68. Suatu kelompok data mempunyai histogram seperti di bawah ini. 5. maka nilai a dan b masing-masing adalah .25 median 65 dan kuartil ketiga 80 median 65 dan rataan 68. maka letak nilai Q2 dan P57 pada unsur ke .5 dan ke 9. D. dan BAB I ~ Statistika 51 . 6 dan ke 10 E. Sekumpulan data mempunyai rataan 12 dan jangkauan 6.13. 8 dan 4 14. 6 dan ke 6. 5. 8 dan 2 E. .

dan (2 x – 1) tahun. Bandingkan nilai median yang Anda peroleh pada soal b) dengan nilai rataannya. sedangkan 3 anak lainnya masing-masing berumur lebih 2 tahun dari anak bungsu. 58. dan kurang dari 3 tahun dari anak sulung. Jika rataan umur mereka adalah 16. Buktikan bahwa rataan dari ketiga kelompok data itu adalah x= n1 x1 + n2 x2 + n3 x3 n1 + n2 + n3 1 2 17. 57. berapa tahun umur anak sulung? 18. maka nilai rataan ujian matematika dari 40 orang siswa sekarang menjadi 46. Jika nilai dari seorang siswa lainnya yang bernama Fadia digabungkan dalam kelompok itu.87 kg. Berapa umur anak bungsu dan anak sulung? b. 20. kemudian tentukan mediannya. Suatu keluarga mempunyai 5 orang anak.96 kg. c. Tiga anak yang lain masing-masing berumur (x + 2) tahun. lebih 4 tahun dari anak bungsu. Hasil menimbang sebuah benda dengan 5 kali penimbangan menghasilkan hasil yang berbeda-beda: 57.IPA 2. tentukan modusnya. yaitu S= ∑ ( xi − x)2 n Dengan menguraikan suku ( xi − x)2 . 58.21). Tentukan interval yang memuat berat benda sebenarnya.c. 89 kg. Anak yang bungsu berumur x tahun dan yang sulung berumur 2 x tahun. Urutkan data umur kelima anak itu. Kelompok ketiga mempunyai ukuran n3 dengan rataan x3 . Apakah kumpulan data umur kelima anak itu mempunyai modus? Jika ada. tunjukkan bahwa rumus ini dapat disajikan sebagai S= 1 ( xi )2 n∑ −⎛ ⎜ ∑ xi ⎞ ⎟ ⎝ n ⎠ 2 Soal Analisis 1. Rataan umur dari ke lima anak itu adalah 11. a. Nilai rataan ujian kelas A dan kelas B berturut-turut adalah xA dan xB . Jika xA : xB = 10 : 9 dan x : x B = 85 : 81. Setelah kedua kelas digabung nilai rataannya adalah x . dan 57.09 kg. 52 .17 kg. Apa yang dapatAnda simpulkan? d. Simpangan baku dari suatu kumpulan data ditentukan dengan rumus (1. (x + 4) tahun.5 tahun. maka berapakah perbandingan banyak siswa kelas A dan kelas B? 19. Matematika SMA/MA Kelas XI . Berapakah nilai Fadia dalam ujian tersebut? Sebuah keluarga mempunyai 5 orang anak. Nilai rataan ujian matematika dari 39 orang siswa adalah 45. Anak bungsu berumur dari umur anak sulung.

3. Tabel 1.00 per bulan.49 Interval 21 – 30 31 – 40 41 – 50 51 – 60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 91 – 100 Frekuensi 2 4 6 20 10 5 2 1 a. Tabel 1. Seorang calon dikatakan lulus apabila nilainya sama dengan atau diatas rataan.000.00. b. d. berapakah perbandingan jumlah karyawan pria dengan wanita? Suatu percobaan jenis makanan yang diberikan kepada ayam pedaging memberikan kenaikan berat badan sebagai berikut.50 Minggu ke1 2 3 4 5 Berat Badan (dalam gram) 250 490 990 1.890 3. Hitunglah simpangan bakunya.790 5. Buatlah histogram dan poligon frekuensinya. Rataan pendapatan suatu perusahaan Rp300.00 dan karyawan wanita Rp285. Berapakah kira-kira rataan kenaikan berat badan ayam pedaging itu tiap minggunya? BAB I ~ Statistika 53 .000. Adakah nilai data pencilan? 4. Hitunglah rataannya dengan menggunakan rataan sementara. Nilai ujian dari peserta seleksi pegawai di suatu instansi diberikan pada tabel 1. Jika rataan pendapatan karyawan pria Rp320. Berapa banyak calon yang lulus? e.55. c.000.

Cara kerja 1. 3. 2. Berdasarkan data tentang membantu keluarga. Analisis Berdasarkan data yang telah Anda olah tadi. rerata. 6. 3.IPA . Lakukan isian seperti tabel berikut. tentang penggunaan waktu (dalam jam) di luar jam sekolah dalam satu hari. Dengan bantuan komputer gambarkan histogram dan poligon frekuensinya. 54 Matematika SMA/MA Kelas XI . Buat kelompok yang terdiri 4 atau 5 siswa. 4. C. Alat dan bahan yang digunakan 1. 2. dan modus. Nama Belajar Membantu Keluarga Olahraga 4. statistik minimum dan statistik maksimum. Berdasarkan data yang Anda peroleh tentang belajar dan olah raga. Daftar isian 4. persentase siswa yang malas membantu keluarga. b. Alat tulis Buku catatan 3. 7. Buatlah tabel distribusi frekuensi dan tabel distribusi frekuensi kumulatif data. buatlah analisis tentang setiap kategori aktivitas siswa. kuartil dan simpangan baku. tentukan: a. median. Lakukan survei terhadap minimal 40 siswa di sekolahmu (tidak boleh teman satu kelas). b. c. No. 2. Wilayah yang disurvei B. tentukan: a. persentase siswa yang rajin (minimal 3 jam) membantu keluarga. 5. 1. Ambillah wilayah survei sekolahmu.Aktivitas Proyek Aktivitas Nama : …………… Kelas : XI Kelompok : …………… Kegiatan : Survei data pemanfaatan waktu di luar sekolah Tujuan : Menentukan nilai-nilai statistik Tanggal : ………… Materi Pokok : Statistika Semester : 1 (satu) A.

BAB

II
Tujuan Pembelajaran

PELUANG PELUANG

Setelah mempelajari materi bab ini, Anda diharapkan mampu: 1. merumuskan dan menerapkan aturan perkalian, 2. merumuskan dan menerapkan aturan permutasi, 3. merumuskan dan menerapkan aturan kombinasi, 4. menentukan ruang sampel suatu percobaan acak, 5. menentukan dan menafsirkan peluang kejadian untuk berbagai situasi, 6. merumuskan dan menerapkan aturan penjumlahan pada kejadian majemuk, 7. merumuskan dan menggunakan aturan perkalian pada kejadian majemuk.

BAB II ~ Peluang

55

Pengantar

Gambar 2.1 Anak-anak SMA sedang ujian olimpiade matematika Sumber: www.bmw.co.id

Dari hasil penjaringan tim olimpiade matematika suatu SMA, panitia memperoleh 10 orang calon yang kemampuan matematika mereka berimbang. Dari sejumlah itu, 6 siswa pandai komputer, dan 4 siswa pandai bahasa Inggris. Kemudian panitia akan membentuk anggota tim olimpiade matematika yang terdiri dari 3 siswa. Jika panitia bermaksud membentuk tim yang terdiri dari 2 siswa pandai komputer dan 1 siswa pandai bahasa Inggris, berapa banyak susunan yang mungkin dapat dibentuk? Pertanyaan selanjutnya, jika panitia memilih 3 siswa tersebut secara acak, berapa besar peluang terbentuk tim dengan susunan seperti itu? Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Anda perlu terlebih dahulu mengingat kembali konsep-konsep dari himpunan, aljabar, dan logika matematika. Dengan demikian Anda akan dapat menyelesaikan permasalahan di atas. ”Berapa banyak susunan yang mungkin dapat dibentuk” adalah salah satu contoh kaidah pencacahan, dan ”berapa besar kemungkinan” adalah contoh tentang tingkat keyakinan dari kejadian yang belum pasti terjadi. Untuk mempelajari kaidah pencacahan dan mengukur tingkat keyakinan tentang kepastian akan muncul atau tidak munculnya suatu kejadian dipelajari dalam cabang matematika Ilmu Hitung Peluang. Asal mula ilmu ini adalah dari pertanyaan seorang penjudi Chevalier de Mere kepada Blaise Pascal (1623-1662) mengenai suatu masalah pembagian uang taruhan pada suatu perjudian, apabila permainan itu terpaksa dihentikan sebelum selesai karena sesuatu hal. Dari kejadian ini Pascal dan Fermat (1601-1665) saling berdiskusi yang akhirnya memunculkan cabang matematika Ilmu Hitung Peluang. Kehadiran Ilmu Hitung peluang disambut baik oleh para ahli matematika maupun ahliahli ilmu lain seperti fisika dan ekonomi, karena kontribusinya yang cukup besar terhadap ilmu-ilmu tersebut. Sebagai dasar dalam mengkaji hitung peluang adalah aturan pencacahan. Oleh karena itu, akan kita kaji lebih dahulu tentang aturan pencacahan ini.

56

Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

2.1

Aturan Pencacahan
Dalam pengukuran ketidakpastian, ketidakpastian muncul dapat disebabkan karena suatu tindakan atau karena sebagai akibat yang lain. Sebagai contoh, jika sebuah uang logam dilemparkan, maka sebagai akibatnya akan muncul sisi angka atau sisi gambar. Sisi mana yang akan muncul, tidak dapat kita katakan secara pasti. Kegiatan melempar uang logam ini disebut tindakan. Tindakan itu dapat diulang beberapa kali dan rangkaian tindakan itu disebut percobaan. Banyaknya hasil yang mungkin muncul pada berbagai macam percobaan akan ditelusuri dalam kaidah-kaidah pencacahan. Misalnya, pada pemilihan pengurus OSIS terdapat empat anak yang lolos untuk putaran terakhir, yaitu Anwar (A), Badu (B), Cindy (C), Dana (D). Pada putaran terakhir akan dipilih dua anak untuk menduduki posisi ketua dan sekretaris. Pertanyaan yang muncul adalah: berapa macam susunan pengurus yang akan menang? Jawab atas pertanyaan di atas dapat kita ikuti pada uraian berikut ini. Pada putaran akhir ada 4 kemungkinan pengisian posisi ketua, yaitu A, B, C dan D. Setelah satu dari mereka terpilih sebagai ketua, posisi sekretaris adalah satu dari tiga anak yang tidak terpilih sebagai ketua. Kemungkinan susunan posisi ketua dan sekretaris dapat dibentuk diagram pohon berikut.
B A C D A B C D A C B D A D B C Gambar 2.2 Diagram pohon penentuan ketua dan sekretaris OSIS

Dari diagram ini diperoleh 4 × (4 − 1) = 12 susunan pasangan yang mungkin, yaitu (AB, AC, AD, BA, BC, BD, CA, CB, CD, DA, DB, DC). Tidak ada aturan yang pasti untuk menjawab pertanyaan berapa banyak hasil yang mungkin muncul dari suatu percobaan. Secara umum, untuk menentukan berapa macam hasil yang mungkin muncul biasanya menggunakan salah satu atau gabungan dari pendekatan-pendekatan: pengisian tempat yang tersedia, permutasi, dan kombinasi.
BAB II ~ Peluang

57

2.1.1 Aturan Pengisian Tempat yang Tersedia
Misalkan di pasaran tersedia 4 merk TV. Masing-masing merk menyediakan 3 jenis ukuran layar. Masing-masing TV dikeluarkan dengan 2 macam kualitas suara, stereo dan mono. Jika seorang pembeli akan membeli TV baru, berapa macam pilihan yang dapat dilakukan olehnya? Untuk menjawab pertanyaan di atas pembeli menggunakan alur pemikiran berikut ini. Pertama, ketika memilih merk, terdapat 4 cara untuk memilih merk. Kedua, ketika memillih ukuran layar, terdapat 3 cara untuk memilih ukuran layar. Ketiga, ketika memilih kualitas suara, terdapat 2 cara untuk memilih kualitas suara. Jadi, seluruhnya terdapat 4 × 3 × 2 = 24 cara untuk memilih pasangan merk, ukuran layar dan kualitas suara. Tanpa menyadari pembeli itu sebenarnya telah menggunakan tehnik mencacah dengan aturan perkalian. Aturan Perkalian Jika terdapat n buah tempat tersedia, dengan: k1 adalah banyak cara mengisi tempat pertama, k2 adalah banyak cara mengisi tempat kedua setelah tempat pertama terisi, ... dan seterusnya, kn adalah banyak cara mengisi tempat ke-n setelah (n – 1) tempattempat sebelumnya terisi, maka banyak cara mengisi n tempat yang tersedia itu secara keseluruhan adalah:

k1 × k2 × k3 × L × kn
Jika kita perhatikan aturan perkalian di atas bahwa dalam menentukan banyak cara untuk mengisi k tempat yang tersedia menggunakan operasi perkalian dalam aljabar biasa. Untuk lebih memahami aturan ini kita ikuti contoh aplikasi berikut ini. Contoh 2.1.1 Ucok ingin bepergian dari kota P ke kota R. Dari kota P ke kota Q dapat ditempuh melalui 3 jalan, sedangkan dari kota Q ke kota R dapat ditempuh melalui 2 jalan. Berapa banyak cara yang dapat ditempuh Ucok jika ingin bepergian dari kota P ke kota R melalui kota Q? Penyelesaian: Dari kota P ke kota Q, terdapat 3 cara. Dari kota Q ke kota R, terdapat 2 cara. Dari kota P ke kota R melalui kota Q, terdapat 3 × 2 = 6 . Jadi, banyak cara yang dapat dipilih Ucok untuk bepergian dari kota P ke kota R melalui kota Q adalah 6 cara.

W
58
Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

Contoh 2.1.2 Dari huruf-huruf S, O, P, A dan N akan dibentuk susunan huruf sehingga dalam susunan tersebut tidak ada huruf yag sama. Berapa banyak cara untuk menyusun huruf-huruf itu, apabila: a. huruf dimulai dengan huruf vokal? b. huruf pertama dimulai dengan huruf konsonan? Penyelesaian: a. Huruf pertama dimulai dengan huruf vokal. Huruf pertama dapat dipilih dengan 2 cara, yaitu huruf O dan A. Huruf kedua dapat dipilih dengan 4 cara. Misalnya, jika huruf pertama kita pilih O, maka huruf kedua dapat kita pilih S, P, A dan N. Huruf ketiga dapat kita pilih dengan 3 cara. Huruf keempat dapat kita pilih dengan 2 cara. Huruf kelima dapat kita pilih dengan 1 cara. Seluruhnya terdapat 2 × 4 × 3 × 2 × 1 = 48 cara. Jadi, banyak cara untuk menyusun huruf-huruf S, O, P, A dan N dengan huruf pertama dimulai huruf vokal seluruhnya ada 48 cara b. Huruf pertama dimulai dengan huruf konsonan. Huruf pertama dapat dipilih dengan 3 cara, yaitu huruf S, P dan N. Huruf kedua dapat dipilih dengan 4 cara. Misalnya, jika huruf pertama kita pilih S, maka huruf kedua dapat kita pilih O,P, A dan N. Huruf ketiga dapat kita pilih dengan 3 cara. Huruf keempat dapat kita pilih dengan 2 cara. Huruf kelima dapat kita pilih dengan 1 cara. Seluruhnya terdapat 3 × 4 × 3 × 2 × 1 = 72 cara. Jadi, banyak cara untuk menyusun huruf-huruf S, O, P, A dan N dengan huruf pertama dimulai huruf konsonan seluruhnya ada 72 cara Contoh 2.1.3 Diberikan lima buah angka 0, 1, 2, 3, dan 4 akan disusun bilangan-bilangan genap yang terdiri dari tiga angka. Berapa banyak cara untuk menyusun bilangan-bilangan genap yang terdiri tiga angka apabila : a. Bilangan-bilangan genap itu boleh mempunyai angka yang sama? b. Bilangan-bilangan genap tidak boleh mempunyai angka yang sama? Penyelesaian: Bilangan genap adalah bilangan yang pada posisi satuan adalah bilangan genap. Dalam hal ini haruslah 0, 2, atau 4. a. Bilangan-bilangan genap boleh mempunyai angka yang sama Angka pertama (sebagai ratusan) dapat dipilih dengan 4 cara. Angka 0 tidak dapat dipilih sebagai angka pertama, karena 012 sebagai contoh, bukan bilangan yang terdiri dari tiga angka. Angka kedua (sebagai puluhan) dapat dipilih dengan 5 cara. Angka ketiga (sebagai satuan) dapat dipilih dengan 3 cara. Angka ketiga yang dapat dipilih adalah 0, 2, dan 4. angka keempat (sebagai satuan) dapat dipilih dengan 5 cara. Dengan aturan perkalian, seluruhnya terdapat 4 × 5 × 3 = 60 cara. Jadi, banyak cara untuk menyusun angka-angka 0, 1, 2, 3, dan 4 menjadi bilangan genap yang terdiri 3 angka dengan bilangan-bilangan itu boleh mempunyai angka yang sama adalah 60 cara.
BAB II ~ Peluang

W

59

b.

Bilangan-bilangan genap tidak boleh mempunyai angka yang sama Angka pertama (sebagai ratusan) dapat dipilih dengan 4 cara. Angka kedua (sebagai puluhan) hanya dapat dipilih dengan 4 cara, karena bilangan tidak boleh mempunyai angka yang sama. Angka ketiga (sebagai satuan) dapat dipilih dengan 3 cara. Seluruhnya terdapat 4 × 4 × 3 = 48 cara. Jadi, banyak cara untuk menyusun angka-angka 0, 1, 2, 3, dan 4 menjadi bilangan genap yang terdiri 3 angka dengan bilangan-bilangan itu tidak boleh mempunyai angka yang sama adalah 48 cara.

W

Misalnya, untuk bepergian dari kota P ke kota R kita dapat melewati kota Q atau melewati kota S dengan berbagai alternatif jalur. Misalkan kita pergi dari kota P ke kota Q mempunyai 3 jalur pilihan, kemudian dari kota Q ke kota R tersedia 2 jalur pilihan, maka menurut aturan perkalian untuk bepergian dari kota P ke kota R melewati kota Q kita mempunyai 3 × 2 jalur. Selanjutnya, misalkan kita pergi dari kota P ke kota S tersedia 2 jalur pilihan, kemudian dari kota S kita hanya mempunyai 1 jalur untuk sampai di kota R, maka banyaknya jalur yang tersedia bagi kita untuk bepergian dari kota P ke kota R melewati kota S adalah 2 × 1 jalur. Lihat gambar 2.3 di bawah ini.

Q 1 2 3 1 2

R P 2 1 S 1

Gambar 2.3 Diagram Pohon Jalur Perjalanan Dari Kota P ke Kota R

Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa untuk bepergian dari kota P ke kota R kita mempunyai (3 × 2) + (2 × 1) = 8 jalur pilihan. Dalam pencacahan ini kita menggunakan apa yang disebut aturan penjumlahan. Aturan penjumlahan kita gunakan untuk melengkapi aturan perkalian apabila cara mengisi tempat kedua setelah tempat pertama terisi tidak dapat kita lakukan menggunakan sesuatu yang sudah digunakan sebagai pilihan untuk mengisi tempat pertama. Secara umum kita mempunyai aturan penjumlahan berikut ini.

60

Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

Aturan Penjumlahan Jika terdapat n peristiwa yang saling lepas, dengan: c1 adalah banyak cara pada peristiwa pertama, c2 adalah banyak cara pada peristiwa kedua, ... dan seterusnya, cn adalah banyak cara pada pada peristiwa ke-n, maka banyak cara untuk n buah persitiwa secara keseluruhan:

c1 + c2 + c3 + L + cn

2.1.2 Permutasi
Permutasi dibedakan menjadi 4 macam, yaitu ; permutasi dari unsur-unsur yang berbeda, permutasiyangmemuatbeberapaunsursama,permutasisiklis, danpermutasiberulang. 1. Permutasi dari Unsur-Unsur yang Berbeda Pada putaran akhir pemilihan pengurus OSIS seperti telah dibahas pada awal bab, ada 2 tempat yang tersedia untuk diisi oleh 2 anak dari 4 anak A, B, C, dan D. Posisi ketua dapat diisi dengan 4 cara. Karena tidak mungkin ketua merangkap sekretaris, maka posisi sekretaris dapat diisi dengan (4 – 1) = 3 cara. Secara keseluruhan untuk memilih pasangan ketua-sekretaris ada 4 × 3 = 12 cara. Pada contoh itu, anak yang telah terpilih sebagai ketua tidak dapat dipilih kembali untuk menduduki posisi sekretaris. Pemilihan seperti itu kita sebut pemilihan tanpa pemulihan. Secara umum, banyak cara menempatkan n buah unsur ke dalam k tempat yang tersedia itu disebut permutasi k unsur dari n unsur, yang dinotasikan Pk , yang diberikan sebagai
n

Pkn = n × ( n − 1) × ( n − 2) × L × ( n − k + 1)
dengan k ≤ n . Beberapa buku menggunkan notasi Pk , n Pk atau P ( n, k ) untuk
n

Dengan notasi ini, pada masalah penentuan ketua dan sekretaris dari 4 anak di atas, merupakan permutasi k = 2 unsur dari n = 4 unsur. Sehingga banyak cara menentukan ketua dan sekretaris sama dengan

Pkn .

P24 =4 × (4 − 2 + 1) = 4 × 3 = 12
Jika pada putaran akhir pemilihan pengurus OSIS di atas dari keempat calon akan ditentukan ketua, sekretaris, bendahara dan pembantu umum, ada berapa macam susunan pengurus yang mungkin timbul? Masalah ini adalah pengisian tempat tanpa pemulihan dari 4 unsur ke dalam 4 tempat yang tersedia. Posisi ketua adalah salah satu dari empat anak itu. Yang menjadi sekretaris adalah salah satu dari 3 orang yang tersisa, yang menjadi bendahara adalah salah satu dari 2 orang yang tersisa. Akhirnya posisi pembantu umum hanya dapat ditempati satu anak. Dalam hal ini adalah kasus permutasi dari n = 4 anak ke dalam k = 4 tempat yang tersedia. Sehingga, banyaknya susunan pengurus adalah

P44 = 4 × 3 × 2 × 1 = 24
BAB II ~ Peluang

61

a.IPA . kita dapat menuliskan permutasi sebagai 4! = 4 × 3 × 2 × 1 = 24 6! = 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 720 9! = 9 × 8 × 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 362. Penyelesaian: Dari definisi n faktorial.5 Hitunglah dari setiap permutasi berikut. Untuk sembarang bilangan asli n.…. Didefinisikan pula bahwa: 0! = 1 dan 1! = 1 Sebagai contoh.n ≥ k (2. P25 b. P 5 10 8 d. terlebih dahulu kita bahas pengertian faktorial dari bilangan asli. dan seterusnya. maka n Pnn = n × ( n − 1) × ( n − 2) × L × ( n − k + 1) × ( n − k ) × ( n − k − 1) × L × 3 × 2 × 1 n ! = Pkn ( n − k )! Jadi. kita memperoleh hubungan Pkn = Contoh 2.880 . Pnn = n × (n − 1) × (n − 2) × L × 3 × 2 × 1 = n ! (2. Dengan pengertian faktorial. yang diberikan oleh Pnn = n × ( n − 1) × ( n − 2) × L × 3 × 2 × 1 Bagaimana hubungan Pk dan Pn ? Untuk menjawab pertanyaan ini. P46 c.1.1.4 Tunjukkan bahwa n ! = n × ( n − 1)! . n! ( n − k )! . maka permutasi n unsur dari n unsur yang tersedia disebut permutasi n. Faktorial dari suatu bilangan asli didefinisikan berikut ini.2) n ! = n × (( n − 1) × ( n − 2) × L × 3 × 2 × 1) = n × ( n − 1)! W Contoh 2. didefinisikan n n n ! = n × ( n − 1) × ( n − 2) × L × 3 × 2 × 1 Notasi n ! dibaca “n faktorial”. karena Pk = n × ( n − 1) × ( n − 2) × L × ( n − k + 1) . P 8 62 Matematika SMA/MA Kelas XI .Secara umum.1) Lebih lanjut. jika k = n.

C dan D. P 8 = 8! = 8 × 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 40. P4 = = = = 6 × 5 × 4 × 3 = 360 .1) dan (2.2) banyak permutasi adalah P24 = huruf 4! (4 − 2)! = 4 × 3 × 2 ×1 2 ×1 = 12 Susunan huruf yang mungkin terlihat pada gambar 2. B.320 8 5 a. 3 × 2 ×1 6 × 5 × 4 × 3 × 2 ×1 6 b.1) dan (2. (10 − 4)! 6! 6 × 5 × 4 × 3 × 2 ×1 d. Penyelesaian: Hal ini merupakan permutasi dari 4 unsur ke dalam 2 unsur. P2 = 5! (5 − 2)! 6! = 5! 3! 6! = 5 × 4 × 3 × 2 ×1 W Tugas Mandiri Dengan hasil (2. huruf susunan huruf A A B C A B B C A C B C A D B C AB AC AD BA BC BC CA CB CD DA DB DC Gambar 2.2). buktikan: ( n − k )! Pk = k ! Pn − k = Pn . (6 − 4)! 2! 2 ×1 10! 10! 10 × 9 × 8 × 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1 10 c.2) kita peroleh: = 5 × 4 = 20 .4 Permutasi 2 huruf dari 4 huruf BAB II ~ Peluang W 63 .1. sehingga menurut persamaan (2.4 di bawah ini.Penyelesaian: Dengan persamaan (2.6 Berapakah banyak permutasi dari 2 huruf yang diambil dari 4 huruf-huruf A. n n n Contoh 2. P4 = = = = 10 × 9 × 8 × 7 = 5020 .

Dengan menghapus indeks-indeksnya permutasi di atas dapat kita kelompokkan ke dalam permutasi yang sama. dari ketiga unsur ini ada dua unsur yang sama yaitu huruf Q. dengan permutasinya adalah P Q Q. secara umum kita mempunyai aturan berikut ini.1. maka banyak permutasi dari n unsur itu adalah P= n! k !l ! m ! (2. Untuk menjawab pertanyaan ini coba kita ikuti ilustrasi pada contoh berikut ini.4) 64 Matematika SMA/MA Kelas XI . Q P Q dan Q Q P. kelompok P Q1 Q2 dan P Q2 Q1 .3) Jika dari n unsur yang tersedia terdapat k unsur yang sama. Akan kita gunakan pendekatan permutasi dengan 3 unsur yang berbeda untuk menentukan banyak permutasi dari 3 unsur yang memuat 2 unsur sama. l unsur yang sama. Q2 P Q1 . Contoh 2. 1. Q dan Q. banyak permutasi 3 unsur yang memuat 2 unsur sama adalah 3. Misalnya. jika indeknya dihapuskan diperoleh permutasi Q Q P. Q1 P Q2 . bagaimana jika dari n unsur itu terdapat beberapa unsur yang sama. berubah menjadi 1 permutasi.IPA . yaitu P. kelompok Q1 Q2 P dan Q2 Q1 P. Q1 Q2 P. Permutasi yang Memuat Beberapa Unsur Sama Pada bagian sebelumnya telah kita bahas permutasi dari n unsur berbeda. P Q2 Q1 . Q2 Q1 P. n! k! (2. maka banyak permutasi dari n unsur adalah P= 2. jika indeksnya dihapuskan diperoleh permutasi Q P Q. jika indeksnya dihapuskan diperoleh permutasi P Q Q. Q dan Q? Penyelesaian: Unsur yang tersedia ada 3. Tampak bahwa jika indeksnya dihapuskan setiap kelompok yang terdiri dari 2! = 2 permutasi. Jika dari n unsur yang tersedia terdapat k unsur yang sama dengan k ≤ n . Banyak permutasi 3 unsur yang berbeda P.7 Berapa banyak permutasi 3 huruf yang diambil dari huruf-huruf P. Q1 dan Q2 adalah 3! = 6. yang dapat kita nyatakan sebagai P= 3! 2! = 3 × 2 ×1 2 ×1 =3. yaitu permutasi-permutasi : P Q1 Q2 .2. Oleh karena itu. dan m unsur yang sama dengan k + l + m ≤ n . W Berdasarkan contoh di atas. kelompok Q1 P Q2 dan Q2 P Q1 . Pertama anggap 2 unsur yang sama yaitu Q sebagai dua unsur yang berbeda dengan memberinya indeks Q1 dan Q2 .

6(a). susunan gambar 2. yaitu susunan yang diperlihatkan oleh gambar 2. dan BAC BAB II ~ Peluang 65 .5 dapat kita sederhanakan menjadi gambar 2. banyak cara untuk menyusun 7 buah foto itu secara berdampingan adalah P= 7! 4!3! = 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 ×1 (4 × 3 × 2 × 1)(3 × 2 × 1) = 7 × 5 = 35 3. kita peroleh 3 susunan yang mungkin. dan CAB ACB. Beti (B).5 Posisi duduk 3 orang melingkar (b) Dalam bentuk bagan. dan Cinta (C) pergi ke restoran. dan 3 buah foto dengan bingkai berbentuk oval. Posisi duduk mereka hanya dua kemungkinan seperti diperlihatkan oleh gambar berikut ini. W (a) Gambar 2. B B ⊗ ⊗ A ⊗ ⊗C C ⊗ ⊗A Gambar 2. Jadi. gambar 2. Berapa banyak cara untuk menyusun 7 buah foto itu secara berdampingan? Penyelesaian: Banyak unsur n = 7.1. yaitu ABC.6(a) jika dibaca searah dengan arah putaran jarum jam.6 Bagan Posisi Duduk 3 Orang Melingkar Dari gambar 2.6 berikut. CBA. mereka duduk mengelilingi meja berbentuk lingkaran. banyak unsur yang sama k = 4 (untuk foto dengan bingkai persegi) dan l = 3 (untuk foto dengan bingkai oval). yaitu Tetapi ketiga susunan ini sebenarnya memberikan sebuah susunan yang sama.6(a). 4 buah foto dengan bingkai berbentuk persegi.8 Misalkan terdapat 7 buah foto. kita peroleh 3 susunan yang mungkin.6(b) jika dibaca searah dengan arah putaran jarum jam. BCA. Seperti susunan gambar 2.Contoh 2. Permutasi Siklis Misalkan Awan (A).

. jika 7 orang tersebut duduk mengelilingi meja bundar. b. QQP. W 4. Jika unsur-unsur yang tersedia boleh berulang. maka banyak cara mereka duduk ada 720 cara.1. maka banyaknya permutasi berulang dari 3 huruf P. Dari kedua ilustrasi ini. Contoh 2. PPQ. Penempatan unsur-unsur dengan cara inilah yang disebut permutasi siklis atau permutasi sirkuler (circular permutation). yaitu susunan yang diberikan oleh gambar 2. yaitu huruf P. RQP. Penyelesaian: a. meja makan bundar. Secara umum kita mempunyai aturan berikut ini. kita ikuti contoh berikut. Psiklis = (7 − 1) = 6! = 720 cara Jadi. 66 Matematika SMA/MA Kelas XI .6(b).1). Huruf kedua dan huruf ketiga dapat dipilih masing-masing dengan 3 cara..5) Untuk memahami tentang permutasi siklis ini. Jadi.. RPQ. PPP. Dengan memperhatikan permutasi di atas. PRQ. karena huruf-hurufnya boleh berulang PQR. Jika tersedia n unsur yang berbeda. berjajar dalam satu baris. P77 = 7! = 5040 cara b.. Huruf pertama dapat dipilih dengan 3 cara. dapat kita simpulkan bahwa banyak susunan dari tiga huruf A. sehingga menurut persamaan (2. PPR. Q dan R. maka banyak cara mereka duduk ada 5040 cara.IPA . maka banyak permutasi siklisnya adalah Psiklis = ( n − 1)! (2. Q dan R adalah susunansusunan yang berbentuk Dalam susunan ini. unsur-unsur yang tersedia tidak boleh berulang. Posisi duduk berjajar dalam satu baris merupakan permutasi 7 unsur dari 7 unsur. yaitu susunan yang diperlihatkan oleh gambar 2.. dan C yang ditempatkan pada kurva tertutup berbentuk lingkaran adalah 2! = 2 macam. . QQR. Q dan R ditentukan sebagai berikut. Permutasi Berulang Kita ingat kembali bahwa permutasi dari 3 huruf P. B..9 Berapa cara yang mungkin dapat dibuat jika dalam suatu pesta makan terdapat 7 orang yang duduk dalam: a.Ketiga susunan ini memberikan sebuah susunan yang sama.. QPR. jika 7 orang tersebut duduk berjajar dalam satu baris. misalkan maka permutasi semacam ini disebut permutasi berulang (repeated permutation). QRP.6. dan seterusnya. sehingga menurut persamaan (2. Posisi duduk mengelilingi meja makan bundar merupakan permutasi siklis dari 7 unsur.5).

dengan k = 4. kita ambil k = 4. maka banyak permutasi berulang dua huruf yang diambil dari 3 huruf yang tersedia ditentukan sebagai berikut. DB. Kita tahu bahwa susunan AB dan susunan BA menentukan satu regu yang sama. 4. BD = DB. CA. AD = DA. C dan D yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. AD. B. Q dan R.6) kita peroleh Pberulang = 64 = 1296 Jadi. CD} BAB II ~ Peluang 67 .3 Kombinasi Sekolah akan mengikuti perlombaan paduan suara yang tiap regunya terdiri dari 2 anak. W 2. DA. C. Jadi. BD. Kemungkinan-kemungkinannya adalah sebagai berikut. Huruf pertama dapat dipilih dengan 3 cara. Jika tersedia n unsur yang berbeda.Dengan menggunakan aturan perkalian. maka banyak permutasi seluruhnya adalah Jika dari 3 huruf P.1. maka banyak permutasi berulang k unsur yang diambil dari n unsur ( k ≤ n) adalah 3 × 3 × 3 = 33 = 27 3 × 3 = 32 = 9 Pberulang = n k (2. Q dan R akan disusun 2 huruf dengan huruf-huruf boleh berulang. 3. BC.10 Diberikan 1. perhatikan kembali banyaknya cara keempat anak A. 2. Berapa banyak bilangan yang dapat dibentuk? Penyelesaian: Banyak unsur yang tersedia adalah n = 6. Karena angka-angka boleh berulang. 3. BD. 5. AD. BC. karena tidak memperhatikan urutan. banyak bilangan yang dapat dibentuk seluruhnya ada 1296 macam. B. AC. 4. maka banyak permutasi seluruhnya adalah Dari dua ilustrasi di atas. maka secara umum kita mempunyai aturan berikut. BA. Huruf kedua dapat dipilih dengan 3 cara. Dibentuk bilangan terdiri 4 angka. CB. karena huruf-hurufnya boleh berulang Dengan menggunakan aturan perkalian. maka maka bilangan yang tersusun merupakan permutasi berulang. sehingga dengan persamaan (2. CD. dan D dapat menempati tempat pertama dan kedua. Dari hasil seleksi diperoleh 4 anak A. {AB. ada 12 2 = 6 cara untuk menyusun regu paduan suara yang terdiri atas 2 anak dari 4 anak yang tersedia.6) Contoh 2. dan 6. 2. Pertanyaannya adalah berapa regu yang dapat dipilih dari empat anak tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini. BC = CB.1. Demikian pula halnya susunan AC = CA. dan 6 akan dibentuk bilangan-bilangan yang terdiri dari 4 angka dengan angka-angka boleh berulang. AC. 5. yaitu huruf P. yaitu angka-angka 1. dan CD = DC. DC} {AB.

= 5.7).IPA .11 Hitunglah dari setiap kombinasi berikut. kita dapat membentuk Pk = k ! permutasi. dengan permutasi k unsur dari n unsur yang tersedia. 6 b. dapat diturunkan 2! = 2 permutasi. C5 10 d. C4 c. banyak kombinasi k unsur yang diambil dari n unsur yang tersedia adalah banyak cara memilih k unsur yang diambil dari n unsur yang tersedia tanpa memperhatikan urutannya. kita peroleh hubungan 4 2C2 = P24 4 atau C2 = P24 2 Secara umum. C2 6 b. C3 7 Penyelesaian: Langsung kita gunakan rumus pada persamaan (2. C2 = 5! 2!(5 − 2)! 6! 4!(6 − 4)! 10! = = 5! 2!3! 6! 4!2! 10! = = 5 × 4 × 3 × 2 ×1 (2 × 1)(3 × 2 × 1) = 5 × 2 = 10 . untuk setiap kombinasi k unsur dari n unsur yang tersedia. terdapat hubungan k antara kombinasi k unsur dari n unsur yang tersedia. karena setiap kombinasi memberikan 2 permutasi. = 2 × 9 × 2 × 7 = 252 .1. Kita masih ingat bahwa banyaknya cara memilih 2 anak dari 4 anak untuk ditempatkan dalam dua kedudukan yang berbeda adalah permutasi 2 unsur dari 4 unsur yang tersedia.7) Contoh 2. C5 = 5!(10 − 5)! = 5!5! = 10 × 9 × 8 × 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1 (5 × 4 × 3 × 2 × 1)(5 × 4 × 3 × 2 × 1) 68 Matematika SMA/MA Kelas XI . Secara umum kita mempunyai definisi berikut ini. Jadi. Dengan kata lain. yaitu P2 = 4 n 4! (4 − 2)! = 12 . diperoleh 5 a. yaitu Pk adalah n n Ckn = Pkn Pkk = n! k !( n − k )! (2. yaitu Ck . dinotasikan dengan Ck . 5 a. Untuk kombinasi AB yang tata letak unsur-unsur A dan B-nya tidak diperhatikan.Banyak cara memilih 2 unsur dari 4 unsur yang tersedia disebut kombinasi 2 unsur dari 4 unsur. Definisi Kombinasi k unsur yang diambil dari n unsur yang berbeda adalah suatu pilihan dari k unsur tanpa memperhatikan urutannya ( k ≤ n) . C4 = 6 × 5 × 4 × 3 × 2 ×1 (4 × 3 × 2 × 1)(3 × 2 × 1) 10 c. Oleh karena itu.

banyak susunan tim olimpiade matematika yang terdiri dari 2 siswa pandai komputer dan 1 siswa pandai Bahasa Inggris adalah Jadi. Contoh 2. maka n yang memenuhi adalah n = 10.1. diketahui bahwa C2 = 4n + 5 . sehingga diperoleh hubungan n × ( n − 1) 2 = 4n + 5 ⇔ n 2 − n = 8n + 10 ⇔ n 2 − 9n − 10 = 0 ⇔ ( n − 10)( n + 1) = 0 ⇔ n = 10 atau n = −1 Karena n harus bilangan asli.d. dan 4 siswa pandai bahasa Inggris. 6 C2 × C14 = 15 × 4 = 60 W BAB II ~ Peluang 69 . sehingga kombinasinya adalah C2 = 6 6! 2!(6 − 2)! = 15 cara. 6 siswa pandai komputer.7) kita peroleh n C2 = n! 2!(n − 2)! = n × ( n − 1) × ( n − 2) × ( n − 3) × L × 3 × 2 × 1 (2 × 1)((n − 2) × (n − 3) × L × 3 × 2 × 1) = n × ( n − 1) 2 n Di pihak lain. Berapa banyak susunan yang mungkin dapat dibentuk? Penyelesaian: Dua anggota dipilih dari 6 orang calon yang pandai komputer. W Pada bagian akhir ini. Penyelesaian: Dari rumus pada persamaan (2. Tim yang dibentuk beranggotakan 3 siswa.1. banyak susunan tim olimpiade matematika yang terdiri dari 2 siswa pandai komputer dan 1 siswa pandai Bahasa Inggris yang dipilih dari 6 siswa pandai komputer dan 4 siswa pandai Bahasa Inggris adalah 60 susunan. Dari sejumlah calon itu. Dengan menggunakan aturan perkalian. W Contoh 2. sehingga kombinasinya C14 = 4! 1!(4 − 1)! = 4 cara. yang terdiri dari 2 siswa pandai komputer dan 1 siswa pandai bahasa Inggris. Seorang anggota dipilih dari 4 orang calon yang pandai Bahasa Inggris.12 n Hitunglah nilai n .13 Tersedia 10 siswa yang memenuhi syarat menjadi tim olimpiade matematika suatu SMA. C3 = 7 7! 3!(7 − 3)! = 7! 3!4! = 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 ×1 (3 × 2 × 1)(4 × 3 × 2 × 1) = 7 × 5 = 35 . kita akan menyelesaikan masalah pembentukan tim olimpiade matematika yang diungkapkan pada awal bab. apabila C2 = 4n + 5 .

kuning dan hijau. I. Diberikan 11 huruf masing-masing H. 2. C. P. b. Berapa banyak cara menyusun huruf itu. A. Berapa banyak cara untuk menyusun bilangan-bilangan itu. sepatu berwarna: merah dan hitam. D. E. bilangan-bilangan boleh mempunyai angka yang sama? b. c. a. a. Dari Surabaya ke Jakarta melalui Yogyakarta. Berapa cara susunan pengurus dapat dibentuk? Perjalanan dari Jakarta ke Bandung dapat melalui 4 jalur. rok pendek berwarna: putih. huruf pertamanya huruf konsonan? Dari lima buah angka 0. Dari Jakarta ke Yogyakarta melalui Bandung. dan S. 6 orang dan 5 orang. 3. Suatu kelompok penari latar mempunyai: baju berwarna: merah. 3 4! + 10 5! = 5 4! c.1 Aturan Pengisian Tempat yang Tersedia 1. Hitunglah: a. warana rok pendek dan warna sepatu.Latihan 2. Buktikan bahwa: untuk n ≥ 1 berlaku n ! − ( n − 1)! = ( n − 1)!( n − 1) Tentukan nilai-nilai permutasi berikut. Permutasi 1. ungu dan coklat. Berapa banyak pasangan warna seragam yang dapat disusun ? Suatu apartemen terdiri dari empat lantai. R. dan 6! × 3! = (6 × 3)! ? Tunjukkan bahwa: a. 5. 3!P27 Matematika SMA/MA Kelas XI . apabila: a. masing-masing lantai berturut-turut dihuni 12 orang. 1. 1 2! 4! − 1 = 11 4! b. 8! – 3! dan (8 – 3)! b. D. biru.IPA 70 . b. dan dari Yogyakarta ke Surabaya melalui 3 jalur. 4. Dari Jakarta ke Surabaya melalui Bandung dan Yogyakarta. dan 4 akan disusun bilangan-bilangan yang terdiri dari 4 angka. pink. c. bilangan-bilangan tidak boleh mempunyai angka yang sama? 2. apabila disyaratkan: a. 2. Gambarkan diagram pohon yang menghubungkan warna baju. P512 c. 3 8! 7! 6! − 2 + 1 = 43 8! 3. Dari setiap lantai akan dipilih seorang wakil untuk dibentuk sebagai pengurus apartemen. huruf pertamanya huruf vokal? b. a. dari Bandung ke Yogyakarta dapat melalui 2 jalur. 8 orang. U. P35 b. Berapa banyak jalur perjalanan yang dapat dipilih dari perjalananperjalanan berikut ini. 3. 4. 6! × 3! dan (6 × 3)! Apakah 8! – 3! = (8 – 3)!.

T. n n C4 +1 = C3 n n C3 +1 = 4C2 n C2 = 4 n + 5 5. Keenam permata berlian itu dutempatkan pada keliling gelang. 4. dan 3 balon putih? 8. dengan syarat satu regu terdiri dari 5 orang siswa yang sekurang-kurangnya beranggotakan 2 siswa perempuan. 8. dan A c. R. Berapa banyak susunan bilangan yang dapat dibentuk? a. 1 balon merah. U.Berapa banyak bilangan yang terdiri dari 3 angka yang dibentuk dari angkaangka berikut ini. dan 6 c. S. a. dan 6. K. Berapa banyak pasangan warna yang dapat terjadi apabila yang terambil: a. Berapa banyak susunan permata berlian yang terjadi? 10. dan N b. a. b. 2. 1. I. 2 balon merah dan 3 balon putih? b. b. Sebuah gelang memiliki 6 buah permata berlian dengan bentuk yang berbedabeda. 3. Berapa banyak cara pembentukan regu itu? BAB II ~ Peluang 71 . A. Kombinasi 1. dan 3 b. R. Dibentuk regu P3K. 9. 12 C5 c. 6. U. a. 1 balon pink. 2. 5. M. 2. A. b. J. 7 3!C2 Buktikan bahwa 10 10 C3 = C7 12 10 C4 = C8 n Ckn = Cn − k Hitunglah nilai n pada persamaan berikut. 5. 0. a. 2. Dalam kotak ada 5 balon yang dapat diambil satu persatu secara berurutan (tanpa pengembalian). dan 7. jika setiap peserta tidak ada satupun yang mempunyai jawaban yang sama? Tersedia 6 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. T. 5 C3 b. c. c. 4. 4. 5. Hitunglah kombonasi-kombinasi berikut. Dari angka-angka berikut ini akan dibentuk bilangan-bilangan yang terdiri atas 3 angka dengan angka-angka boleh berulang. 5. 5. 4. Dari 10 soal yang disediakan. 2 balon merah. 3. 7. 1. dan 1 balon putih? c. 4. c. setiap peserta hanya diminta mengerjakan 5 soal yang terdiri dari 2 soal nomor ganjil dan 3 soal nomor genap. 8 unsur yang berlainan. b. T. dan 9 6. I. 0. E. dan 7. dan K 7. 6. Berapa banyak susunan huruf yang dapat disusun dari huruf-huruf berikut ini secara berdampingan. K. Jumlah peserta ujian SIM kendaraan bermotor 50 orang. Ada berapa cara yang dapat ditempuh oleh setiap peserta. 2 balon pink. a. S. Hitunglah banyak permutasi siklis. A. S. 6. jika unsur-unsur yang tersedia adalah: a. 5 unsur yang berlainan. 2.

2. 4. dadu dan mata uang logam. 2. Lihat gambar 2. misalnya kartu. Gambar 2. Sedangkan pada percobaan pelemparan sebuah dadu sisi enam mempunyai titik sampel 1. bahwa teori peluang bermula dari permainan judi. bukan bertujuan agar siswa pandai judi. yang biasanya disimbolkan dengan S.8. Dalam pembahasannya sering juga menggunakan alat peraga judi. Kejadian dibedakan menjadi dua yaitu kejadian sederhana dan kejadian majemuk. A }.2. 5. Kegiatan melempar itu (satu kali atau beberapa kali) disebut percobaan. terlihat pada gambar 2.7 Hasil percobaan melempar sekeping mata uang logam Sumber: www. 4. dan 6. Ruang sampel pada percobaan pelemparan sekeping mata uang logam mempunyai 2 titik sampel.go. 2. 5. Anggota-anggota ruang sampel disebut titik sampel atau titik contoh. sedangkan pada percobaan pelemparan sebuah dadu sisi enam ruang sampelnya adalah S = { 1.id Hasil percobaan melempar sebuah dadu sisi enam adalah salah satu dari enam sisi. 5. Dalam percobaan pelemparan sekeping mata uang logam kita peroleh ruang sampel S = { G. 3. 3. 6 }. maka sulit bagi kita untuk menentukan secara pasti apakah dalam pelemparan tersebut akan keluar G atau A.2 Ruang Sampel dan Kejadian Sebagaimana telah disebutkan pada bagian awal.bi. 4. yaitu mata dadu 1.8 Hasil percobaan melempar sebuah dadu sisi enam Meskipun dua contoh di atas tampaknya tidak serupa. Secara pasti kita sangat sulit menentukan kemungkinan hasil apa yang akan terjadi pada setiap percobaan. Demikian pula pada percobaan pelemparan sebuah dadu sisi enam.IPA . Hasil percobaan melempar sekeping mata uang logam adalah muncilnya sisi gambar (G) atau munculnya sisi angka (A). Misalkan kita melemparkan sekeping mata uang logam atau sebuah dadu sisi enam. 72 Matematika SMA/MA Kelas XI . misalnya dalam pelemparan sekeping mata uang logam. 3. Himpunan dari semua hasil yang mungkin muncul pada suatu percobaan disebut ruang sampel atau ruang contoh. 2. dan 6. yaitu: 1. Gambar 2. Setiap jenis percobaan memiliki beberapa kemungkinan hasil yang disebut kejadian atau peristiwa. yaitu G dan A.7. Hal ini hanya untuk memperjelas konsep semata. tetapi sebenarnya pada setiap percobaan di atas memiliki 2 sifat dasar yang sama.

G) (G.2. kejadian-kejadian itu terdiri dari lebih dari satu titik sampel. (A. 6} yaitu kejadian munculnya mata dadu lebih dari 3.A) }. Pada hasil percobaan pelemparan sekeping mata uang logam kejadiankejadian sederhana adalah: {G} yaitu kejadian muncul sisi gambar. Dengan kata lain. {6} yaitu kejadian muncul mata dadu 6. kejadian semacam ini disebut kejadian majemuk. {4.A). {A} yaitu kejadian muncul sisi angka. {1.6} yaitu kejadian munculnya mata dadu paling kecil dan paling besar. G) Kita peroleh ruang sampelnya adalah S = { (A. maka kejadian sederhana merupakan himpunan dari kejadian majemuk.2.1 Hasil Percobaan Pelemparan 2 Mata Uang Logam Mata Uang 2 A G Mata Uang 1 A G (A. jika kita buat analogi dengan konsep himpunan. Dimungkinkan kejadian-kejadian itu tersusun atas gabungan beberapa kejadian sederhana. 4. 6} yaitu kejadian munculnya mata dadu genap. 5} yaitu kejadian munculnya mata dadu ganjil. Penyelesaian: Dengan membuat daftar hasil percobaan pelemparan 2 keping mata uang logam Tabel 2. kita dapat membuat padanan antara himpunan dan kejadian. A) (A.G). 4. 3. A) (G. {5} yaitu kejadian muncul mata dadu 5. (G. 6} yaitu kejadian munculnya mata dadu bukan 5 atau 2.1 Kejadian Sederhana Kejadian sederhana adalah suatu kejadian yang hanya mempunyai satu titik sampel. {2. {2} yaitu kejadian muncul mata dadu 2.2 Kejadian Majemuk W Hasil yang dari melempar sebuah dadu sisi enam tidak harus selalu merupakan kejadian sederhana.2. 5.1 Tentukan ruang sampel dari percobaan sekali pelemparan 2 keping mata uang logam.A). (A. BAB II ~ Peluang 73 . Sedangkan pada hasil percobaan pelemparan sebuah dadu sisi enam kejadiankejadian adalah: {1} yaitu kejadian muncul mata dadu 1. 3. maka ruang sampel adalah kasus khusus kejadian majemuk. {4} yaitu kejadian muncul mata dadu 4. Contoh 2.2. seperti pada tabel 2. Lebih lanjut. Lebih luas lagi.2. {1. Dengan pengertian kejadian majemuk di atas. 2. {3} yaitu kejadian muncul mata dadu 3. Misalnya kejadian: {1.

4.. Tentukan ruang sampelnya. Misalkan bahwa (LLL) menotasikan keluarga dengan tiga anak lelaki. Hasil yang mungkin muncul pada percobaan ini dapat ditulis dalam bentuk pasangan berurutan. Apa yang dimaksudkan dengan kejadian bahwa suatu keluarga mempunyai 2 anak perempuan dan 1 anak lelaki? c. dapat mempunyai 3 anak lelaki.IPA 3. dan (PLP) keluarga dengan anak perempuan sebagai anak pertama dan ketiga. Misalkan tiga buah dadu sisi enam dilempar sekaligus. atau 3 anak perempuan. Dalam suatu keluarga memiliki 3 orang anak. tentukan A. (LPP) keluarga dengan anak pertama lelaki dan kedua anak lainnya perempuan. B dan C sebagai notasi himpunan.2 1. 3) adalah kejadian munculnya sisi gambar untuk mata uang logam dan mata dadu 3. dan C adalah kejadian keluar perkalian mata dadu adalah bilangan kuadrat. dan anak lelaki sebagai anak kedua. Suatu keluarga dengan tiga orang anak. B adalah kejadian keluar mata dadu pertama tidak lebih dari mata dadu kedua.. 2. 1 anak lelaki dan 2 anak perempuan. . tulislah A.Tabel 2. Jika A adalah kejadian keluar jumlah mata dadu 9. 2 anak lelaki dan 1 anak perempuan. berapa jumlah anggota ruang sampelnya. 5) adalah kejadian munculnya sisi angka untuk mata uang logam dan mata dadu 5. (G. 5. Tulislah ruang sampel jenis susunan tiga bersaudara yang mungkin ditemukan. Matematika SMA/MA Kelas XI . tentukan ruang sampelnya. 74 . a.2 Korespendensi antara Himpunan dan Kejadian Teori Himpunan Himpunan semesta Anggota himpunan Himpunan bagian Himpunan bagian yang hanya mempunyai 1 anggota Himpunan bagian yang mempunyai lebih dari 1 anggota Kejadian majemuk Kejadian Ruang sampel S Titik sampel Kejadian Kejadian sederhana Latihan 2. dan seterusnya. b. Bagaimana mencatat kejadian bahwa suatu keluarga dengan tiga anak mempunyai sekurang-kurangnya seorang anak lelaki? Dua buah dadu sisi enam dilempar bersama. Misalnya: (A. dan tersusun atas berapa kejadian sederhana kejadian A? Sekeping mata uang logam dan sebuah dadu sisi enam dilemparkan secara bersamaan. Misalkan A adalah kejadian keluar mata dadu berjumlah 7. dua di antaranya adalah perempuan.

Misalkan B adalah kejadian munculnya mata dadu dengan angka ganjil. Anto bersin-bersin kemungkinannya terserang flu. Contoh 2. sehingga k = 3. 3 Jadi. percobaan pelemparan dadu sisi enam. Oleh karena itu dalam buku ini akan kita pelajari pendekatan dengan menggunakan ruang sampel. peluang kejadian C adalah P (C ) = k n = 2 6 =1. 3. atau 6. b. sehingga k = 3. sehingga k = 2. Jadi. Angkaangka itu adalah 1. 5. Kejadian munculnya mata dadu dengan angka kurang dari 3. pendekatan definisi peluang klasik. Dalam matematika. Angkaangka itu adalah 1. peluang kejadian B adalah P ( B ) = k = 6 = 1 . n 2 Misalkan C adalah kejadian munculnya mata dadu 2 atau 5. ”Berapa besar kemungkinan” adalah suatu contoh tentang kejadian yang belum tentu akan terjadi. Kata-kata kemungkinan dan peluang juga banyak kita jumpai dalam permainan. b. 3 W BAB II ~ Peluang 75 . Tulislah kejadian-kejadian berikut ini dengan notasi himpunan. yaitu mata dadu dengan angka 1. n 3 b. sehingga k = 2. Kejadian munculnya mata dadu mata ganjil. Terdapat beberapa pendekatan untuk menghitung peluang kejadian antara lain dengan pendekatan frekuensi nisbi atau relatif. dan pendekatan dengan menggunakan ruang sampel. n = 6. Dengan demikian. 2 Jadi. 3. c.3 Peluang Suatu Kejadian Pada aktivitas sehari-hari kita sering melihat kejadian-kejadian yang mengandung makna kemungkinan. kejadian munculnya sembarang sisi untuk mata uang dan angka prima untuk dadu. 2. kejadian munculnya sisi gambar untuk mata uang dan angka komposit untuk dadu.a.1 Pada percobaan melempar sebuah dadu sisi enam. misalnya percobaan pelemparan sekeping mata uang logam. Berapa banyak titik sampel pada percobaan itu? Tulislah ruang sampelnya. dan masing-masing hasil itu mempunyai kesempatan sama. a. Terserangnya flu juga contoh tentang kejadian yang belum tentu akan terjadi. Dua pendekatan pertama telah kita pelajari bersama ketika SMP dulu. teori yang mempelajari cara-cara perhitungan derjat keyakinan seseorang untuk menentukan terjadi atau tidak terjadinya suatu kejadian dipelajari dalam ilmu hitung peluang (theory of probability). Kejadian munculnya mata dadu 2 atau 5. sebagai contoh ”berapa besar kemungkinan terbentuk Tim Olimpiade Matematika dengan susunan susunan tertentu”. Penyelesaian: Pada percobaan melempar dadu sisi enam ada 6 hasil yang mungkin muncul. 3. c. 2. Angka-angka itu adalah 1 dan 2. dan 5. hitunglah nilai peluang kejadiankejadian berikut.3. peluang kejadian A adalah P ( A) = k = 6 = 1 . a. kejadian munculnya sisi angka untuk mata uang dan sembarang angka untuk dadu. Misalkan A adalah kejadian munculnya mata dadu dengan angka kurang dari 3. dan percobaan pemgambilan satu kartu dari tumpukan kartu remi (bridge). 4. dan 5.

seluruhnya ada 6 k = C2 × C14 = 6! 2!4! 1!3! × 4! = 15 × 4 = 60 cara 1 2 Jadi. Berapa peluang untuk memperoleh susunan tim seperti ini Penyelesaian: Dengan aturan kombinasi.IPA . hasil yang mungkin seluruhnya ada W = 120 cara. Contoh 2. peluang yang terambil ketiga-tiganya bola merah adalah 20 P (3 bola merah) = 120 = 1 6 b.11. Dari sejumlah calon itu. dari 10 siswa dipilih 3 siswa. jika yang terambil itu: a.2 Dalam sebuah kotak berisi 6 bola berwarna merah dan 4 bola berwarna biru. semuanya merah? b. 2 bola merah dan 1 biru. peluang untuk memperoleh tim olimpiade matematika yang terdiri dari 2 siswa pandai komputer dan 1 siswa pandai bahasa Inggris adalah 10 n = C3 = 10! = 10! P (2 siswa pandai komputer dan 1 siswa pandai Bahasa Inggris) = 120 = 2 60 1 W 76 Matematika SMA/MA Kelas XI . seluruhnya ada 6 k = C3 = = = 20 cara Jadi. Jadi.1. yang banyak susunan tim yang mungkin terjadi telah dijelaskan pada contoh 2.3.3 Tersedia 10 siswa yang memenuhi syarat menjadi tim olimpiade matematika suatu SMA. seluruhnya ada: 10 n = C3 = 10! 3!(10 − 3)! 6! 3!(6 − 3)! = 10! 3!7! 10! 3!3! = 120 cara a. Tim yang dibentuk beranggotakan 3 siswa. Berapa peluang kejadian munculnya. Dari kotak itu diambil 3 buah bola secara acak.11. yang terdiri dari 2 siswa pandai komputer dan 1 siswa pandai bahasa Inggris.1. 3!(10 − 3)! 3!7! Dari contoh 2. 3 bola merah diambil dari 6 bola merah.3.Contoh 2. susunan tim yang mungkin yang terdiri dari 2 siswa pandai komputer dan 1 siswa pandai bahasa Inggris adalah sebanyak 60 cara. dan 4 siswa pandai bahasa Inggris. peluang yang terambil 2 bola merah dan 1 biru adalah 60 P (2 bola merah dan 1 bola biru) = 120 = Kita kembali kepda masalah penentuan anggota tim olimpiade matematika pada awal bab. 6 siswa pandai komputer. Dari 10 bola diambil 3 buah bola. 2 bola merah dan 1 bola biru? Penyelesaian: Kita akan memanfaatkan aturan kombinasi untuk menyelesaikan masalah ini.

Hitunglah nilai peluang kejadian-kejadian berikut. Secara umum. Definisi (Peluang dengan Menggunakan Ruang Sampel) Misalkan S adalah ruang sampel suatu percobaan yang setiap anggota dari S mempunyai kesempatan sama untuk muncul.… } adalah kejadian yang mustahil terjadi. a. kita dapat menyimpulkan bahwa kisaran peluang kejadian E mempunyai batas dari 0 sampai dengan 1. Berapa kalipun dadu dilempar. maka 0 n( S ) ≤ n( E ) n( S ) ≤ n( S ) n( S ) atau 0 ≤ P( E ) ≤ 1 Dari hasil ini. Oleh karena itu kita mempunyai hubungan ∅⊆E⊆S Akibatnya.8) dengan n( E ) adalah cacah anggota dalam himpunan kejadian E. Kita ingat kembali dari teori himpunan bahwa himpunan kosong (∅) adalah himpunan bagian dari setiap himpunan. Kejadian munculnya tiga sisi gambar.3. adalah cacah anggota dalam himpunan ruang sampel S. sedangkan dalam hal P ( E ) = 1 kita sebut kejadian E sebagai kejadian yang pasti terjadi. untuk sembarang ruang sampel S yang pasti muncul sebagai dilakukannya suatu percobaan. maka peluang kejadian E diberikan oleh P( E ) = n( E ) n( S ) (2. BAB II ~ Peluang 77 . Dengan rumus pada persamaan (2.Pendekatan dengan Menggunakan Ruang Sampel Pendekatan peluang yang ditentukan dengan pendekatan definisi peluang klasik yang rumusnya diberikan oleh persamaan (2. Misalkan ditanyakan berapa peluang kejadian munculnya mata dadu 7 dari hasil lemparan sebuah dadu sisi enam. Kejadian munculnya dua sisi gambar dan satu sisi angka.8) dapat pula ditentukan dengan menggunakan pengertian ruang sampel.4 Tiga keping mata uang logam dilemparkan secara bersamaan. 9. kita bagi dengan n( S ) . maka 0 = n (∅ ) ≤ n ( E ) ≤ n ( S ) Jika ketaksamaan terakhir ini. maka S c adalah kejadian yang mustahil terjadi. 8. Jika E adalah suatu kejadian dengan E ⊆ S .8) ini kita dapat menentukan kisaran besarnya peluang suatu kejadian. yaitu S c = {7. mata dadu 7 tidak akan pernah muncul. karena n(∅) = 0 . Kejadian ini adalah contoh kejadian yang mustahil terjadi. b. Dalam hal ini jelas bahwa P ( S ) = 1 dan P ( S c ) = 0 Contoh 2. Tentu semua kejadian munculnya mata dadu yang lebih besar dari 6. Dalam hal P ( E ) = 0 kita sebut kejadian E sebagai kejadian yang mustahil terjadi.

5) (4. peluang kejadian munculnya tiga sisi gambar dan satu sisi angka adalah P( F ) = n( F ) n( S ) = 3 8 W Contoh 2.9) peluang kejadian munculnya tiga sisi gambar adalah P( E ) = n( E ) n( S ) = 1 8 b.1) 2 (1. Misalkan F adalah kejadian munculnya dua sisi gambar dan satu sisi angka. Penyelesaian: Ruang sampel percobaan melempar dua buah dadu sisi enam secara bersama-sama adalah himpunan S yang anggotanya adalah semua pasangan berurutan pada tabel 2.Penyelesaian: Ruang sampel dari percobaan melemparkan tiga keping mata uang logam secara bersamaan adalah S = {( AAA). Tabel 2. (GGA)} dengan n( F ) = 3 Jadi.1) (6. ( AAG ). Hitunglah nilai peluang kejadian-kejadian berikut.4) (6.2) (4. Kejadian munculnya mata dadu pertama dan mata dadu kedua adalah bilangan prima.4) 5 (1.3. Kejadian munculnya mata dadu pertama 5. a. (GGG )} .1) (4.IPA 78 . n( S ) = 6 × 6 = 36 .3 Ruang Sampel Percobaan Pelemparan Dua Dadu Sisi Enam 1 (1.4) (2.3) (5. (GGA).3) (4.5) (6.5) (3.3) (3.2) (3.3) (6.1) (3. Jadi. menurut rumus (2.6) (3.6) (4. a.5) (5.5) (2.4) (3.4) (5. Misalkan E adalah kejadian munculnya tiga sisi gambar.6) (5.2) (5. sehingga n( S ) = 8 . b. Matematika SMA/MA Kelas XI .2) (6.3) (2.5 Dua buah dadu sisi enam dilemparkan sekali secara bersamaan.3) (1.4) (4. maka E = {(GGG )} dan n( E ) = 1 . (GAA).6) (6. (GAG ). ( AGA). (GAG ).3.2) (2. ( AGG ).1) (2. Kejadian munculnya jumlah kedua mata dadu adalah 8.5) 6 (1.1) (5. maka F = {( AGG ).2) Dadu Kedua 3 4 (1.6) (2.6) Dadu Pertama 1 2 3 4 5 6 Cacah anggota S. c.

Bilangan 10 yang kedua menyatakan harapan banyak kejadian munculnya sisi gambar disebut frekuensi harapan kejadian munculnya sisi gambar pada percobaan melempar sekeping uang logam sebanyak 20 kali. 3). 2). (5. Misalkan sebuah percobaan dilakukan sebanyak n kali dan P(E) adalah peluang kejadian E. 3). 4). Misalnya E1 adalah kejadian munculnya mata dadu pertama 5. 5). Besarnya frekuensi harapan kejadian E adalah Fh ( E ) = n × P ( E ) (2. 5). 2). 4). Misalnya E2 adalah kejadian munculnya mata dadu pertama dan mata dadu kedua adalah bilangan prima. maka E3 = {(2. Dengan demikian. (5.3. frekuensi harapan adalah banyak kejadian yang diharapkan dapat terjadi pada sebuah percobaan. (5. 2)} sehingga n( E3 ) = 5 Jadi. 5). 2). (3. (5. (5. peluang kejadian munculnya jumlah kedua mata dadu adalah 8 adalah P ( E3 ) = n( E3 ) n( S ) = 5 36 W 2. 6)} sehingga n( E1 ) = 6 P ( E1 ) = n( E1 ) n( S ) = 6 36 = 1 6 b. 5). 2). 3). (5. yaitu P ( A) = P (G ) = munculnya sisi angka = 1 2 Jika uang logam di atas kita lemparkan 20 kali. 3). maka Jadi. maka peluang kejadian munculnya sisi angka dan sisi gambar adalah sama. (2. (3. (5. peluang kejadian munculnya mata dadu pertama dan mata dadu kedua bilangan prima adalah P ( E2 ) = n ( E2 ) n( S ) = 9 36 = 1 4 c. 3).9) BAB II ~ Peluang 79 . 5)} sehingga n( E2 ) = 9 Jadi. (2. (3. maka diharapkan 1 2 × 20 = 10 dan munculnya sisi gambar = 1 2 × 20 = 10 Meskipun pada prakteknya harapan dan kenyataan belum tentu sama. Bilangan 10 yang menyatakan harapan banyak kejadian munculnya sisi angka disebut frekuensi harapan kejadian munculnya sisi angka pada percobaan melempar sekeping uang logam sebanyak 20 kali. maka E2 = {(2.a. Penjelasan di atas juga menyarakan bagaimana cara menghitung besarnya frekuensi harapan dari suatu kejadian.1 Frekuensi Harapan Suatu Kejadian Kita masih ingat bahwa jika sekeping mata uang logam dilemparkan sekali. (4. 6).1). (5. Misalnya E3 adalah kejadian munculnya jumlah kedua mata dadu adalah 8. peluang kejadian munculnya mata dadu pertama 5 adalah E1 = {(5. (5. (3. (6.

5. maka P( E ) + P( E c ) = 1 ⇔ P( E c ) = 1 − P( E ) Secara umum rumus ini benar untuk sembarang kejadian. Penyelesaian: Banyak bibit tanaman adalah n = 1000. 80 Matematika SMA/MA Kelas XI . maka P(E) = 0. 6} . W 2. 6 c 3 4 1 E E S 5 2 Gambar 2. E c .IPA . Misalkan E adalah kejadian munculnya mata dadu 3 atau 4. dan S Dalam hal ini n( E ) = 2 . Jadi. kita perhatikan kembali percobaan pelemparan sebuah dadu sisi enam dengan ruang sampel S = {1. maka diperoleh n( E ) n( S ) + n( E c ) n( S ) =1 n( E c ) n( S ) Dengan pengertian rumus (2. yaitu E = {3. Ec. berapa banyak bibit tanaman yang diharapkan hidup. 2. Misalkan E c adalah kejadian munculnya mata dadu bukan 3 dan 4. 3.2 Peluang Komplemen Suatu Kejadian Untuk memahami pengertian komplemen suatu kejadian. 2.9. Misalkan E adalah kejadian batang bibit tanaman hidup. sehingga berlaku hubungan: n( E ) + n( E c ) = n( S ) Jika kedua ruas kita bagi dengan n( S ) .3. n( E c ) = 4 dan n( S ) = 6 . 6} . banyak bibit tanaman yang diharapkan hidup adalah Fh ( E ) = n × P ( E ) = 1000 × 0. 5.9.8): P ( E ) = n( E ) n( S ) dan P ( E ) = c .3. Jika pada perkebunan itu ditanam sebanyak 1000 batang bibit tanaman. 4.4 }. maka E c disebut komplemen kejadian dari E.Contoh 2. dan S dapat ditunjukkan dengan diagram Venn berikut ini. yaitu E c = {1. 9 = 900 batang. dengan notasi himpunan hubungan E.8 Diagram Venn hubungan E.6 Proyek penghijauan pada sebuah perkebunan setiap batang bibit tanaman mempunyai peluang hidup sama 0.

sebuah susunan dengan huruf-huruf yang sama? Dalam sebuah kolam terdapat 10 ekor ikan emas dan 5 ekor ikan gurame. dan 4 kelereng Hijau (H). P(H). Jadi. Tentukan ruang sampel dari percobaan itu. Di dalam sebuah kantong berisi 10 bola kecil merah dan 30 bola kecil hijau. 2 ekor ikan emas dan 2 ekor ikan gurame? 81 c 4. yaitu kejadian listrik c padam dalam kurun waktu sebulan. Jika diambil secara acak. dan adalah peluang kejadian . berapakah peluang kejadian sebuah bola merah terambil? Di dalam kantong ada 4 kelereng Merah (M). tentukan ruang sampel percobaan memilih secara acak sebuah kelereng.3. Dari kolam itu akan dipancing 4 ikan. dan P( M ). P(K). P(K). 5. Berapa nilai peluang jika yang terpancing adalah: a.10) dengan P ( E ) adalah peluang kejadian E. Hitunglah peluang kejadian yang terambil itu: a. Dipilih secara acak sebuah kelereng. keempat-empatnya ikan emas? b. Dari susunan yang diperoleh itu diambil sebuah susunan.Jika E adalah komplemen kejadian E. Apakah setiap kejadian sederhana dapat muncul dengan kesempatan yang sama? Tentukan P(M). Berapa peluang kejadian listrik padam dalam sebulan? Penyelesaian: Misalkan E adalah kejadian listrik tidak padam dalam kurun waktu sebulan. Oleh karena itu berlaku hubungan P( E c ) = 1 − P( E ) = 1 − 5 6 = 1 6 1 6. 1 ekor ikan emas 3 dan ekor ikan gurame? c. Jika ke dalam kantong pada soal 2 ditambahkan sebuah kelereng merah. dan C dibentuk susunan huruf denagn huruf-huruf boleh berulang. maka peluang kejadian adalah c P( E c ) = 1 − P( E ) (2. BAB II ~ Peluang .7 Berdasarkan laporan dari PLN bahwa pada desa Sejuk Hati dalam sebulan ada 25 hari listrik tidak padam. Komplemen kejadian E adalah E . 2. Apakah setiap kejadian sederhana dapat muncul dengan kesempatan yang sama? Tentukan P(M). Dari huruf A. peluang kejadian listrik padam dalam kurun waktu sebulan adalah W Latihan 2. 4 kelereng Kuning (K). P(H). B . 3. sebuah susunan dengan huruf-huruf yang berbeda? b. Contoh 2. dan P( M c ). maka P ( E ) = 25 30 = 5 6 .3 1.

a. 4. Berapa peluang Yayan tidak jatuh? b. Yayan berlatih naik sepeda roda satu. Jika setiap transistor mempunyai peluang hidup 0. Jika latihan dilaksanakan 60 kali.95. yang dengan notasi himpunan dapat kita tuliskan sebagai A ∪ B = {1. dan B adalah kejadian munculnya mata dadu prima. bola merah b. Kejadian munculnya mata dadu pertama 4. Kejadian munculnya mata dadu kedua angka genap. Jika peluang jatuh adalah 0.IPA . 9. a. ditulis B = {2. Dari 10 siswa SMA yang terdiri dari 6 pria dan 4 wanita akan dibentuk tim Olimpiade yang terdiri dari 3 orang. ditulis A = {1. 3. 5} .6. dan 6 bola hijau. Kejadian munculnya jumlah kedua mata dadu bilangan ganjil. 2. 3. d. berapa kali latihan itu yang diharapkan tidak jatuh? Sebuah bola dimabil dari kotak yang berisi 10 bola merah. Kejadian munculnya mata dadu pertama sama dengan mata dadu kedua. ketiga-tiganya bukan siswa pria? c. 6 } dari hasil percobaan pelemparan sebuah dadu sisi enam.64. 3. 4 bola kuning. Kejadian munculnya jumlah kedua mata dadu sama dengan 8. yang dengan notasi himpunan dapat kita tuliskan sebagai A ∩ B = {3. Dua buah dadu sisi enam dilempar sebanyak 120 kali. 3. berapa banyak transistor yang diharapkan hidup? Sebagai pemain sirkus pemula. bukan bola hijau 7. 8. Hitunglah frekuensi harapan kejadian-kejadian berikut. 5} 82 Matematika SMA/MA Kelas XI . Suatu perusahaan komponen elektronik memproduksi 5. bola kuning c. Hitunglah peluang kejadian yang terambil itu adalah: a. 5} Kejadian munculnya mata dadu angka ganjil dan mata dadu angka prima. 10. paling banyak 2 orang siswa pria? d. Dari kedua kejadian tersebut kita dapat memperoleh dua kejadian: Kejadian munculnya mata dadu angka ganjil atau mata dadu angka prima. c. 5. bukan bola merah d. 5 }.000 buah transistor.4 Peluang Kejadian Majemuk Kita perhatikan kembali ruang sampel S = {1. e. Misalkan A adalah kejadian Munculnya mata dadu ganjil. sekurang-kurangnya 1 siswa wanita? 2. ketiga-tiganya siswa pria? b. b. Berapa peluang terbentuknya sebuah tim yang terdiri dari: a. 2.

Dalam hal ini. maka P ( A ∪ B ) = P ( A) + P ( B ) − P ( A ∩ B ) Hasil berlaku umum untuk sembarang kejadian di dalam ruang sampel S. dengan n( S ) adalah banyak anggota dalam ruang sampel S.4.6}. S 6 1 A 3 5 2 B 4 Gambar 2. maka peluang kejadian A ∪ B adalah P ( A ∪ B ) = P ( A) + P ( B ) − P ( A ∩ B ) (2. berapakah peluang kejadian munculnya mata dadu angka genap atau angka yang habis dibagi 3? Penyelesaian: Ruang sampel S = {1.2. Aturan Penjumlahan Jika A dan B adalah sembarang dua kejadian di dalam ruang sampel S. maka kita peroleh n( A ∪ B ) n( S ) = n( A) n( S ) + n( B ) n( S ) − n( A ∩ B ) n( S ) Menurut definisi peluang menggunakan ruang sampel persamaan (2.4. B = {3.9 Kejadian gabungan dan irisan 6 1 A 3 5 2 B 4 S 2.5. P( B) = 2 6 = 1 3 dan P ( A ∩ B ) = 1 6 BAB II ~ Peluang 83 .Ilustrasi dari kedua kejadian itu dapat kita perhatikan pada diagram Venn berikut. maka A = {2. n( B ) = 2 . dan B kejadian munculnya mata dadu angka yang habis dibagi 3.1 Sebuah dadu sisi enam dilemparkan sekali. dan n( A ∩ B ) = 1 . Kita ingat kembali bahwa banyak anggota dari himpunan A ∪ B adalah: n( A ∪ B) = n( A) + n( B) − n( A ∩ B) Jika kedua ruas kita bagi dengan n( S ) .11) Contoh 2.6}.1 Peluang Gabungan Dua Kejadian Dengan menggunakan sifat-sifat gabungan dua himpunan kita dapat menghitung peluang gabungan dua kejadian.3. Misal A kejadian munculnya mata dadu angka genap. P ( A) = 3 6 = 1 2 .4. dan A ∩ B = {6} dengan n( A) = 3 .4.6} dengan n( S ) = 6 .8).

4. terdiri atas 13 kartu sekop (♠) berwarna hitam. Karena terdapat 4 kartu K..Dengan rumus pesamaan (2. 13 kartu hati (♥) berwarna merah.4. 13 W 2. 6}... yaitu dari sekop dan cengkeh. Penyelesaian: Jumlah kartu yang berwarna hitam ada 26 buah. Raja (K). 5}. Jika diambil satu kartu darisatu set kartu bridge. 13 kartu cengkeh (♣).11) kita peroleh P ( A ∪ B ) = P ( A) + P ( B ) − P ( A ∩ B ) = 1 1 1 2 + − = 2 3 6 3 Jadi. maka P(B) = 4 52 = 1 13 Tetapi dari 4 kartu K terdapat 2 kartu K yang hitam. 3 Contoh 2. yaitu B = { 2. Ratu (Q). 10. dan As (A). berapakah peluang kejadian yang terambil satu kartu berwarna hitam atau satu kartu K.IPA .2 Peluang Gabungan Dua Kejadian yang Saling Lepas Misalkan pada percobaan melempar sekali dadu sisi enam terjadi dua kejadian: Kejadian A adalah kejadian munculnya mata dadu ganjil. maka W P(A) = 26 52 = 1 2 Misalkan B adalah kejadian munculnya kartu K. peluang kejadian munculnya mata dadu angka genap atau angka yang habis dibagi 3 adalah 2 . sehingga P( A ∩ B) = 2 52 = 1 26 Oleh karena itu. 84 Matematika SMA/MA Kelas XI . 3. Misalkan A kejadian munculnya kartu hitam.4. 4. peluang terambil 1 kartu hitam atau 1 karu K adalah P ( A ∪ B ) = P ( A) + P ( B ) − P ( A ∩ B ) = 1 1 1 7 + − = 2 13 26 13 Jadi. peluang kejadian yang terambil satu kartu berwarna hitam atau satu kartu K adalah 7 . Kejadian B adalah kejadian munculnya mata dadu genap. Jack (J). yaitu A = { 1. . 3. yaitu dari sekop dan cengkeh. dan 13 kartu berlian (♦) berwarna merah. Setiap jenis terdiri atas kartu bernomor 2.2 Dalam satu set kartu bridge ada 52 kartu.

S 3 A 1 5 6 B 2 4 Gambar 2.10 berikut.11) kita peroleh P ( A ∪ B ) = P ( A) + P ( B ) − 0 atau P ( A ∪ B ) = P ( A) + P ( B ) Hal ini berlaku secara umum untuk sembarang dua kejadian saling lepas. peluang kejadian terambil kartu sekop atau kartu berwarna merah adalah 1 1 3 + = 4 2 4 W BAB II ~ Peluang 85 .10 Dua kejadian saling lepas Karena A ∩ B = ∅ .Mudah kita pahami bahwa A ∩ B = ∅ . 4 Jadi. P(A) = 13 52 = 1 4 Jumlah kartu yang berwarna merah ada 26 buah. maka P ( A ∩ B ) = 0 . Berapakah peluang kejadian yang terambil adalah kartu sekop atau kartu berwarna merah? Penyelesaian: Misalkan A adalah kejadian yang terambil kartu sekop.3 Sebuah kartu diambil secara acak dari satu set kartu bridge. dalam kondisi seperti ini kita katakan bahwa kejadian A dan kejadian B adalah dua kejadian yang lepas. Diagram Venn dari dua kejadian ini diperlihatkan oleh gambar 2.4. maka n( A) = 13 .13) P ( A ∪ B ) = P ( A) + P ( B ) = 3 . Jika A dan B adalah dua kejadian saling lepas dalam ruang sampel S. Misalkan B kejadian munculnya kartu hitam. yaitu hati dan berlian. jika hasil ini kita subtitusikan ke dalam rumus persamaan (2. maka P(B) = 26 52 = 1 2 Karena A dan B adalah dua kejadian yang saling lepas. Oleh karena itu. maka menurut (2. maka peluang kejadian A ∪ B adalah P ( A ∪ B ) = P ( A) + P ( B ) (2.12) Contoh 2.

1) (2. Kejadian A dan kejadian B dikatakatan dua kejadian saling bebas jika kejadian A tidak dipengaruhi oleh kejadian B atau sebaliknya kejadian B tidak dipengaruhi oleh kejadian A. (3.3) (3. dan sebaliknya.6) Dadu Pertama 1 2 3 4 5 6 Dari hasil percoban itu tampak bahwa A ∩ B = {(3. sehingga P ( A) = P( B) = n( A) n( S ) = = 6 6 36 = = 1 6 = 1 6 .5).6) }. Hasil percobaan diberikan oleh Tabel 2.1) 2 (1.1) (5.5) }.1) (4.5).6) (4. n( S ) = 36 . B = { (1. (3.4 di bawah. Secara umum.4 Hasil Percobaan Pelemparan Dua Dadu Sisi Enam 1 (1.3) (4. yaitu A = { (3. (3.6) (3.2) (5.5). yaitu Kejadian B adalah kejadian munculnya mata dadu kedua angka 5.6) (6.5) (2. 1). Tabel 2. (5. 5).4) (2.5) (5. (3.2) (2.1) (3.2) (6. 86 Matematika SMA/MA Kelas XI .5).3) (6.4) (3. A dan B dikatakan dua kejadian saling bebas.4) 5 (1.4). Dalam hal ini. Kembali pada dua kejadian saling bebas A dan B pada pelemparan dua buah dadu sisi enam di atas.4.2. Kejadian munculnya angka 1 pada dadu pertama tidak dipengaruhi oleh kejadian munculnya angka 5 pada dadu kedua.IPA . n( B ) n( S ) 36 .6) (5.3) (1. 5)} .2) Dadu Kedua 3 4 (1.2) (3.1) (6.2) (4.3) (5.5) (3.3 Peluang Gabungan Dua Kejadian yang Saling Bebas Dua buah dadu sisi enam dilemparkan sekali secara serentak.5) 6 (1.(4.4) (5.2).3) (2.(3.5).4) (6. Misalkan: Kejadian A adalah kejadian munculnya mata dadu pertama angka 3. Sebagai catatan : bedakan pengertian dua kejadian saling lepas dan dua kejadian saling bebas.5) (6.3). n( A) = 6 . dan P( A ∩ B) = n( A ∩ B ) n( S ) 1 36 . (3. Lebih lanjut.6) (2. (6. dan n( A ∩ B ) = 1 . n( B ) = 6 .4) (4. (2. lihat perpotongan kolom dan baris yang diwarnai.5) (4.

5). n( B ) = 5 . Kejadian A = {(3. Kejadian A adalah kejadian munculnya angka 3 pada dadu pertama. 3). 6)} . W Contoh 2. 3).13) Sebaliknya. maka berlaku: P ( A ∩ B ) = P ( A) × P ( B ) (2.4. kita peroleh ≠ × 1 5 6 36 atau P ( A ∩ B ) ≠ P ( A) × P ( B ) Dari persamaan (2. (3. 2)} . dan P( B) = n( B ) n( S ) = 5 36 . (3. Periksa. Contoh 2. dengan n( A ∩ B ) = 1 . 6). (3. 4). apakah kejadian A dan B adalah dua kejadian yang saling bebas? Penyelesaian: Ruang sampel dari percobaan ini tertuang pada tabel 2. (3. Kejadian A ∩ B = {(3. 5)}. maka kejadian A dan kejadian B tidak bebas.4 Dua buah dadu sisi enam dilempar secara serentak sekali. tetapi tidak saling lepas. 5). hitunglah peluang kejadian B. n( A) = 6 . Dengan hasil perhitungan ini. (6.14). kejadian A dan kejadian B adalah dua kejadian yang tidak saling bebas.5 Misalkan A dan B adalah kejadian yang saling bebas. (4. jika P ( A ∩ B ) ≠ P ( A) × P ( B ) .4. Kejadian B = {(2. sedangkan kejadian B adalah kejadian munculnya jumlah angka kedua dadu sama dengan 8. Jika A dan B adalah dua kejadian saling bebas.4. (3.Tampak bahwa dari bilangan-bilangan ini terdapat hubungan P ( A ∩ B ) = P ( A) × P ( B ) Hasil ini berlaku umum untuk sembarang dua kejadian saling bebas. Jika P ( A) = 1 2 dan P ( A ∪ B ) = 3 4 . 2). BAB II ~ Peluang 87 . (5. 4). dan P( A ∩ B) = n( A ∩ B ) n( S ) 1 36 = 1 36 . (3.1). dengan n( S ) = 36 . dan P ( A) = n( A) n( S ) = 6 36 = 1 6 .

dan P ( A ∩ B ) = 1 2 P ( B ) . Berapa peluang dari kejadian: 5 10 10 a. Selama satu minggu sebuah stasiun TV mempunyai 20 program acara. berapakah peluang Tobing akan mendapatkan program acara yang berisi infotainment atau olah raga atau keduanya? Matematika SMA/MA Kelas XI . b. b. dan 20 siswa senang keduanya. . c. pelamar diterima di salah satu perusahaan.4 1. Seorang pelamar menerima panggilan untuk ujian di tiga perusahaan X. c. Dua buah dadu sisi enam dilemparkan sekali. 50 siswa senang bola basket. Menurut perkiraannya peluang diterima pada masing-maing perusahaan masing-masing adalah 2. 60 siswa senang sepak bola. b. 4. 2 W Latihan 2. hitunglah peluang kejadian akan muncul: a.IPA 88 . pelamar tidak diterima di salah satu perusahaan. maka berlaku P ( A ∩ B ) = P ( A) × P ( B ) Dari yang diketahui diperoleh P( A ∩ B) = 1 P( B) 2 Karena A dan B tidak lepas. jumlah mata dadu paling besar 4. jumlah mata dadu 7 atau lebih besar dari 7. P( A ∪ B) = 3 4 . peluang kejadian B adalah P ( A) = 1 . dia sama sekali tidak senang sepak bola ataupun basket. pelamar tidak diterima di perusahaan X atau Y. dia senang sepak bola atau basket. Jika seorang siswa dipilih dari kelas itu secara acak. 8 diantaranya berisi infotainment. berapa peluang: a. Jika Tobing memilih satu acara secara acak.Penyelesaian: Karena kejadian A dan kejadian B saling bebas. Suatu kelas terdiri 120 siswa. dan . 9 acara berkaitan olah raga dan 5 mata acara berisi infotainment dan sekaligus olah raga. Y dan Z. jumlah mata dadu 5. 2 3 1 . maka berlaku hubungan : P ( A ∪ B ) = P ( A) + P ( B ) − P ( A ∩ B ) Subtitusi P ( A) = 1 2 . diperoleh: 3 4 = 1 2 + P( B) − 1 P( B) 2 ⇔ 1 3 1 1 P( B) = − = 4 2 4 2 1 1 2 4 ⇔ P( B) = 2 × = Jadi. 3.

Ruang sampel percobaan adalah S = {1.5 Peluang Kejadian Bersyarat Untuk memahami peluang dari kejadian bersyarat kita ikuti percobaan pelemparan dadu sisi enam sebayak satu kali. Misalkan kejadian munculnya mata dadu angka ganjil disyaratkan munculnya kejadian mata dadu angak prima lebih dahulu. Secara umum.3. kita kembali pada percobaan di atas. Hitunglah peluang seseorang yang dipilih secara acak adalah seorang siswa atau seseorang yang mempunyai nilai lebih dari 80. 65% siswa hobi sepak bola. munculnya kejadian B dengan kejadian A muncul terlebih dahulu ditulis B|A. Dalam hal ini. dalam ruang sampel semula S = {1. Tunjukkan bahwa kejadian A dan kejadian B saling bebas.3. dan 5% siswa tidak hobi sepak bola tetapi hobi bulu tangkis. munculnya kejadian A dengan kejadian B muncul terlebih dahulu ditulis A|B. balon merah dari kotak I dan balon hitam dari kotak II c. hitunglah peluang kejadian B. Misalkan A dan B adalah kejadian yang saling bebas. Dari masing-masing kotak diambil satu balon secara acak.3. P ( B ) = 3 2 5 8. Pertama.5}. balon putih dari kotak I dan balon merah dari kotak II d. 1 3 10. maka A ∩ B = {3. Misalkan A dan B adalah kejadian yang saling bebas.4. munculnya kejadian B muncul tergantung atau disyaratkan kemunculan kejadian A lebih dahulu. dengan A = {2.5} sebagai ruang sampel baru untuk kejadian munculnya mata dadu angka ganjil B = {3.5.5}. Hasil survei yang dilaksanakan di sebuah sekolah tentang hobi menghasilkan data sebagai berikut: 10% siswa tidak hobi sepak bola. kejadian semacam ini disebut kejadian bersyarat.4. tetapi tidak saling lepas. dan P ( B ) = 2 3 . dan P ( A ∪ B ) = 3 5 . P ( Ac ∪ Bc ) 2.3. Dari data ini dipilih secara acak satu orang siswa. 6. Misalkan A = {2. 5} . . Jika P ( A) = hitunglah a. berapa peluang siswa itu hobi sepak bola tetapi tidak hobi bulu tangkis? Dalam kotak I terdapat 4 balon merah dan 3 balon putih.5.5. P( A ∩ B) P( A ∪ B) c. dengan 10 siswa dan 20 siswi mempunyai nilai ulangan matematika lebih dari 80.2. Sebaliknya.2. balon merah dari kotak I dan balon merah dari kotak II b. P ( B ) = 1 . B = {3. Bagaimana menghitung peluang kejadian bersyarat. Hitunglah peluang yang terambil itu: a. sedangkan pada kotak II terdapat 7 balon merah dan 2 balon hitam. P ( Ac ∩ B c ) d. Dengan demikian. 9. b.6}. dan P ( A ∩ B ) = 1 . kita peroleh: P ( A) = 1 . Kita anggap A = {2.3.5}. Jika P ( A) = 1 3 dan P ( A ∪ B ) = 3 5 . 2 3 3 BAB II ~ Peluang 89 . 7.5} adalah kejadian munculnya mata dadu angka prima. balon putih dari kotak I dan balon hitam dari kotak II Diketahui P ( A) = 1 .6}. Suatu kelas terdiri 20 siswa dan 40 siswi.

3.5 Tanda X Y Total Hitam (B) 5 1 6 Putih (W) 3 2 5 Total 8 3 11 Dipilih satu bola secara acak dari kotak tersebut. Tentukan peluang dari kejadian terambil bola hitam bertanda X. 1.14b) Contoh 2. sehingga peluang kejadian munculya X adalah P( X ) = 8 11 Matematika SMA/MA Kelas XI .14a) 2. Komposisi bola-bola yang ada dalam kotak tersebut adalah: Tabel 2. dalam ruang sampel yang baru A = {2.5}. n(B|A) = 2. Kejadian bersyarat B|A = {3.IPA 90 . kita peroleh hubungan bahwa 1 3 = 1 2 × 2 3 c P( A ∩ B) = Dari hasil ini. Dari kedua perhitungan di atas. asalkan P ( B ) ≠ 0 (2. Penyelesaian: Masalah ini dapat kita pandang sebagai peluang kejadian munculnya bola hitam B dengan syarat bola bertanda X muncul lebih dahulu. n(A) = 3. maka kita peroleh c c P ( B ) × P ( B | A) . Terdapat 8 bola bertanda X dari total 11 bola.5. asalkan P ( B ) ≠ 0 P ( B | A) = P( A ∩ B) P( B) Pembahasan di atas mengarah hasil yang berlaku secara umum untuk kejadian bersyarat.1 Sebuah kotak berisi bola hitam dan bola putih. Peluang kejadian A dengan syarat kejadian B terjadi lebih dahulu adalah P ( B | A) = P( A ∩ B) P( B) . Peluang kejadian A dengan syarat kejadian B terjadi lebih dahulu adalah P( A | B) = P( A ∩ B) P ( A) . asalkan P ( A) ≠ 0 (2. Peluang kejadian bersyarat B|A adalah P ( B | A) = n( B | A ) n( B ) = 2 3 .5}. karena kejadian bersyarat B|A terjadi di dalam ruang sampel B. dan setiap bola yang ada diberi tanda X atau Y.Kedua.

dan P( B ∩ X ) = Dengan rumus persamaan (2.Dari 8 bola bertanda X terdapat 5 bola berwarna hitam (B).392.5. Kemudian dari mereka dipilih secara acak 3 orang untuk mendapatkan 3 undian berhadiah. dan setiap orang hanya berhak memperoleh 1 hadiah. I 2 ) = 12 11 10 × × = 0. 8 Jadi.392 16 15 14 Jadi. terdapat 2 undian yang dimenangkan remaja dan 1 undian dimenangkan oleh ibuibu Penyelesaian: Misalkan I adalah kejadian ibu-ibu memenangkan undian. Peserta undian adalah 16 orang terdiri dari 12 orang ibu-ibu dan 4 orang remaja.14) untuk tiga kejadian kita peroleh P ( I 3 | I 2 . BAB II ~ Peluang 91 . adalah P ( I1 ) = 11 15 Peluang ibu-ibu untuk memenangkan undian ketiga. undian 1 dimenangkan remaja undian 2 dimenangkan oleh ibu-ibu undian 3 dimenangkan remaja c. I1 ) = 1 P ( I1 ∩ I 2 ∩ I 3 ) = P ( I1 ) × P ( I 2 / I1 ) × P ( I 3 / I1 . dan R adalah kejadian remaja memenangkan undian. Peluang ketiga undian dimenangkan oleh ibu-ibu.15) kita peroleh 5 11 = 5 11 8 11 P( B / X ) = P( B ∩ X ) P( X ) = 5 8 5 . setelah 1 ibu-ibu memenangkan undian pertama (peluang bersyarat). a. adalah P ( I 2 | I1 ) = 1 10 14 Dengan memperumum rumus (2. Tentukan peluang dari kejadian: a.2 Dalam supermarket terdapat 12 ibu-ibu dan 4 orang remaja yang sedang berbelanja. setelah 2 ibu-ibu memenangkan undian pertama dan kedua. peluang kejadian terambil bola hitam bertanda X adalah P ( B | X ) = W Contoh 2. Peluang ibu-ibu untuk memenangkan undian pertama adalah 12 16 Peluang ibu-ibu untuk memenangkan undian kedua. peluang ketiga undian dimenangkan oleh ibu-ibu adalah 0. ketiga undian dimenangkan oleh ibu-ibu b. sehingga B ∩ X = 5 .

b. M 2 dan M 3 . adalah P ( R1 ) = 11 15 Peluang remaja untuk memenangkan undian ketiga. c. dan serupa dengan jawaban b: P ( R1 ∩ I ∩ R2 ) = P ( R1 ∩ I ∩ R2 ) = P ( I ∩ R1 ∩ R2 ) = 4 4 12 16 15 14 16 15 14 16 15 14 × 4 × 3 × 3 × 12 × 12 × 3 = 0.0428. Jika suatu hasil produksinya diambil secara acak. I ) = 4 16 15 14 × 12 × 3 = 0. 3 14 P ( R1 ∩ I ∩ R2 ) = P ( R1 ) × P ( I / R1 ) × P ( R2 / R1 . 0428 = 0. Selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa 5% dari . Jadi.1284 . setelah 1 remaja memenangkan undian pertama (peluang bersyarat). 0428 Jadi. peluangu undian 1 dimenangkan remaja. undian 2 dimenangkan oleh ibu-ibu. dan 80% dari adalah cacat. 0428 = 0.IPA . H 2 . dan mesin menghasilkan 15% dari seluruh produksi. mesin menghasilkan 25% dari seluruh produksi. Peluang remaja untuk memenangkan undian pertama adalah 4 16 Peluang ibu-ibu untuk memenangkan undian kedua. peluang 2 undian yang dimenangkan remaja dan 1 undian dimenangkan oleh ibu-ibu adalah 3 × 0. 0428. W Tugas Kelompok Sebuah perusahaan memiliki 3 mesin M 1 . setelah 1 remaja dan 1 ibu-ibu memenangkan undian pertama dan kedua. Mesin menghasilkan 60% dari seluruh produksi. adalah P ( I | R1 ) = P ( R2 | R1 . dan H 3 . 2% dari . I ) = Dengan demikian. Kinerja dari setiap mesin berturut-turut adalah H1 . 0428 = 0. Terdapat tiga kemungkinan. berapakah peluang hasil itu cacat? Diskusikan dalam kelompok Anda. dan undian 3 dimenangkan remaja adalah 0. 92 Matematika SMA/MA Kelas XI .

Jika peluang terbaiknya mesin A = 0. pesawat tersebut dalam kondisi sangat baik c. c. 5 diantaranya berbaju putih. maka peluang lulus ujian komputer adalah 0.5 1.6. P(B) c. 4. P ( A | B ) b. 5. pertama terpilih memakai baju cokelat kedua terpilih memakai baju putih ketiga terpilih memakai baju merah b.Latihan 2. Dalam suatu kotak terdapat 5 kelereng merah. 10 siswa berbaju coklat dan 5 lainnya berbaju merah.6. 6. c. Dipilih secara acak 3 orang siswa satu per satu.8. P (C | B ) 2. b. C adalah kejadian munculnya salah satu mata dadu angka 2. maka berapa peluang terambil bolam lampu pertama dan kedua dalam keadaan baik? Dalam suatu kelas terdapat 20 orang siswa. pengambilan pertama pink.7. Jika diambil dua kelereng berturut-turut tanpa dikembalikan. Misalkan: A adalah kejadian munculnya jumlah kedua mata dadu sama dengan 6. pesawat tersebut layak diterbangkan Jika kejadian A dan B saling-bebas dengan P(A) = a. mesin B = 0. Jika ia setelah lulus matematika.8. P ( A | C ) d. tiga siswa terpilih memakai baju cokelat semua c. Hitung peluang kejadian dari: a. Pesawat Boeing 747 memiliki 4 mesin yang bekerja secara independen. terambil 2 bola pink dan 1 bola kuning. B adalah kejadian munculnya mata dadu angka 1 atau 2 pada dadu pertama. P ( B c | A) 8. Dua buah dadu sisi enam dilemparkan bersama sebanyak satu kali. dua siswa terpilih berbaju cokelat dan satu siswa berbaju putih Seorang siswa memiliki peluang lulus ujian matematika adalah 0. pesawat tersebut ditunda penerbangannya b.9. maka hitunglah peluang kejadian: a. Jika dari kotak tersebut diambil 3 bola secara acak satu per satu. P ( B | A) 7. Sebuah kotak berisi 7 bola pink dan 3 bola kuning. Hitunglah: 2 3 P( A | B) 93 BAB II ~ Peluang . tentukan peluang kejadian: a. 2 kelereng putih dan 4 kelereng hijau. berapa peluang terambil 2 kelereng hijau? Misalkan terdapat 3 bolam lampu yang rusak dicampur dengan 6 bola lampu yang baik. Dari data-data ini. hitunglah: a. b. mesin C = 0. Hitung peluang siswa tersebut lulus ujian matematika dan komputer. Jika dipilih secara acak 2 bolam lampu untuk dipasang. kedua kuning dan ketiga pink. 3. Pesawat tersebut dapat terbang jika minimal 2 dari mesin-mesin tersebut bekerja dengan baik. terambil 3 bola kuning. dan mesin D = 0. 1 2 dan P ( A ∪ B ) = .

Peluang kejadian A adalah P(A) = 2 . nk Permutasi k unsur dari n unsur. 7. peluang kejadian bersyarat A|B adalah 5 3 1 P(A|B) = . Kombinasi k unsur dari n unsur. Pkn = dengan k ≤ n . dinotasikan dengan S. 3 1 3 . 5 4 4 Tunjukkan bahwa kejadian A dan kejadian B merupakan kejadian yang tidak saling lepas dan juga tidak saling bebas. P(S) = 1 dan P ( S c ) = 0 c. 0 ≤ P ( A) ≤ 1 A ∩ Ac = ∅ b. 6. maka banyaknya cara mengisi k tempat yang tersedia itu adalah: n1. Aturan Perkalian Jika nk adalah banyaknya cara mengisi tempat ke-k setelah (k-1) tempat-tempat sebelumnya terisi. ditulis P(A). Dari data8 2 data ini. maka a. hitunglah: a. b. P(B) = . adalah pengukuran tingkat keyakinan akan muncul atau tidak munculnya suatu kejadian. 9. adalah keseluruhan kejadian sederhana dari suatu percobaan. P( A ∩ B) b. …. P ( Ac ∪ B c ) Rangkuman 1. Diketahui dua kejadian A dan B dengan P(A) = a. 3. n2. yang dinotasikan Pk adalah n 2. 8. e. P ( Ac ) = 1 − P ( A) 94 Matematika SMA/MA Kelas XI . n! ( n − k )! . dan P ( A ∪ B ) = . Hitunglah P ( A | B ) dan P ( Ac | B c ) 10. Kejadian majemuk adalah kejadian yang tersusun dari kejadian-kejadian sederhana. dan peluang kejadian bersyarat B|A adalah P(B|A) = . Peluang kejadian A.IPA . A ∪ Ac = S d. yang dinotasikan Ck adalah n Ckn = 4. Kejadian sederhana adalah kejadian yang tidak mungkin muncul secara serempak dengan kejadian lain. Jika A kejadian dan S ruang sampel. Ruang sampel.9. n! k !( n − k )! Kejadian adalah kemungkinan hasil dari suatu percobaan. 5. n3.

pascalfervor. Akan tetapi. Matematikawan yang dimaksud antara lain Pascal. maka P ( A ∪ B ) = P ( A) + P ( B ) 12. dan peluangnya P( A | B) = P( A ∩ B) P( B) 13. Aturan Penjumlahan Jika A dan B dua kejadian sembarang.10. BAB II ~ Peluang 95 . dan James Bernoulli.com Munculnya teori peluang mungkin berawal dari adanya perjudian..11 Pascal Sumber: www. Jika kejadian A dan kejadian B saling lepas. 11. penanaman modal saham. Setiap orang yang berjudi pasti ingin menang. Jika kejadian A dan kejadian B saling bebas. banyak orang yang berkata bahwa bermain judi adalah mempertaruhkan keberuntungan. maka mereka meminta bantuan para ahli matematika untuk mengatur suatu strategi yang bagus sehingga kemungkinan untuk menang lebih besar. Peluang bersyarat adalah peluang kejadian A dengan kejadian B diketahui telah terjadi. maka P ( A ∩ B ) = P ( A) × P ( B ) Math Info Gambar 2. banyak bidangbidang lain yang berkaitan dengan kejadiankejadian yang bersifat peluang. maka P ( A ∪ B ) = P ( A) + P ( B ) − P ( A ∩ B ) . karena terkadang menang dan terkadang kalah. Fermat. Leibniz. Selain dalam perjudian. dan penelitian ilmiah. Oleh karena banyak penjudi yang tidak puas akan kekalahan. menggunakan bantuan teori peluang. Misalkan pada peramalan cuaca.

8.. 5 kali 96 Matematika SMA/MA Kelas XI . dan 1 atau 2 huruf.. Diambil 3 bola sekaligus. 2. 2 3 1 2 1 3 D.200 E.. C. 9. 6. 4. Frekuensi harapan muncul mata dadu berjumlah 7 dan 10 adalah . dan 5. 26 D.120 C. A. A.IPA . 2.. A. C. Dari angka 3. 8. E. 8. 1 4 1 6 10. E.. 16 C.. 4 kali B. 4 angka. 24 E.. 3 kali C. pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda! 1. 7. Dilemparkan dua buah dadu sisi enam secara serempak sebanyak 360 kali. Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 15. Banyak kendaraan yang dapat diberi nomor adalah . A. B. B. dan 9 dibuat bilangan yang terdiri 3 angka kurang dari 600 dan ganjil. 12 kali E. A. 20 Polresta Surakarta memberi nomor sejumlah kendaraan. 37 44 35 44 25 44 D. Peluang terambilnya sekurang-kurangnya 1 bola putih adalah . Nomor kendaraan adalah 2 huruf. 18 B. 20 kali D.. Banyak bilangan-bilangan yang mungkin adalah . 6. 7. B. Peluang muncul kejadian jumlah mata dadu bilangan ganjil adalah ..800 B.500 Dalam kotak berisi 7 bola merah dan 5 bola putih. Tersedia huruf A. 5.Uji Kompetensi A.800 D. 3. 7.. 21 44 4 11 Dua buah dadu sisi enam dilemparkan bersama. D dan angka 1.

Dua buah dadu sisi enam dilemparkan secara bersamaan sebanyak satu kali. C..11. 116 E. 2 3 1 2 D. A. maka P ( A ∪ B ) = K A. 120 D. 112 12. B. Peluang kejadian terambil balon hijau pada pengambilan pertama dan balon kuning pada pengambilan kedua adalah .. B. B. E. 15 56 18 56 20 56 D. Peluang terambil kartu merah atau kartu As adalah . Sebuah kartu diambil secara acak dari satu set kartu bridge. C. A.. E.. 24 52 26 52 D. P(B) = 1/3. E. 80 C. Jika diketahui C3 = 2n . 1 4 1 6 1 3 14. C. 25 56 35 56 BAB II ~ Peluang 97 . Peluang kejadian munculnya mata dadu angka 1 untuk dadu kedua dengan syarat kejadian munculnya jumlah kedua mata dadu kurang dari 5 terlebih dahulu adalah . dan P ( A ∩ B ) = 1 4 . 90 B. Dari kotak itu diambil 2 balon secara berurutan tanpa dikembalikan. 7 8 11 12 3 4 15. E. A.. 7 12 2 3 D. B. Sebuah kotak berisi 5 balon hijau da 3 balon kuning.. Diketahui kejadian A dan kejadian B dengan P(A) = 1/2. maka C7 = K n 2n A. C. 30 52 32 52 28 52 13.

c. Soal Analisis 1. Untuk soal nomor 16 sampai dengan nomor 20. b. peluang memperoleh bola merah adalah 2/5. Dalam sebuah kotak terdapat m bola berwarna merah dan p bola berwarna putih. yaitu A dan B. Terdapat 2 orang calon pegawai. Dapatkah anda membantu kantor tersebut untuk menentukan pegawai yang akan dipilih? Matematika SMA/MA Kelas XI . Dari angka-angka 3. banyak kemungkinan nomor telepon yang merupakan bilangan ganjil c. yang menjalani masa percobaan. banyak kemungkinan nomor telepon yang merupakan bilangan kurang dari 7. Jika nomor-nomor telepon itu dianggap sebagai suatu bilangan. 5. Jika A dan B masing-masing menembak. dan peluang B menyelesaikan pekerjaan . Berapa banyak segitiga yang dapat dibuat dengan titik sudut dari titik-titik tersebut? 18. Jika 4 bola berwarna merah ditambahkan ke dalam kotak itu. maka peluang untuk memperoleh satu bola berwarna merah bertambah sebanyak 3/55. Jika P(S|A) adalah peluang 3 3 3 memuaskan hasil pekerjaan A yaitu . Keduanya diberi proyek percobaan. Carilah peluang A menyelesaikan pekerjaan dan sukses. Terdapat sepuluh titik dan tidak ada tiga titik yang terletak segaris. Berapa banyak bilangan yang terbentuk yang kurang dari 400? 17. Jika satu bola diambil secara acak dari kotak itu. 6. Berapakah siswa yang senang matematika atau olah raga tetapi tidak kedua-duanya? 19. 7 dan 9 dibuat bilangan yang terdiri dari atas tiga angka yang berbeda. 5 a. Peluang A menyelesaikan pekerjaan adalah 2 1 . Carilah peluang A menyelesaikan pekerjaan dan sukses. berapakah peluang bahwa kedua tembakan itu mengenai sasaran? 20. peluang siswa yang senang olah raga adalah 22/40.000 Suatu kantor memberlakukan masa percobaan terhadap setiap pegawainya. dan peluang siswa yang senang keduanya adalah 7/40. hitung: a. Nomor-nomor telepon di wilayah Jawa Tengah terdiri dari tujuh angka yang dimulai dengan angka bukan nol. Tentukan m dan p.B. kerjakan dengan singkat dan jelas! 16. Peluang bahwa tembakan A mengenai sasaran 1/4 dan peluang tembakan B mengenai sasaran adalah 2/5. banyak kemungkinan nomor telepon di Jawa Tengah b. dan P(S|B) adalah peluang memuaskan 4 2 hasil pekerjaan B yaitu . banyak kemungkinan nomor telepon yang merupakan bilangan genap tanpa ada angka berulang d.000.IPA 2. Dari 200 siswa di suatu sekolah diketahui bahwa peluang siswa yang senang matematika adalah 17/40. 98 .

pada hari yang berurutan? BAB II ~ Peluang 99 . berpakah peluang bahwa nilai siswa tersebut tidak kurang dari 80? Nilai Ujian 70 – 74 75 – 79 80 – 84 85 – 89 90 – 94 Frekuensi 55 45 30 50 20 5. Dua orang mempunyai jadwal ronda yang sama. Angka dan huruf dapat dipakai berulang. Tabel di bawah ini adalah menunjukkan distribusi frekuensi nilai ujian Matematika dari 200 siswa. Jika dipilih seorang siswa secara acak. Ada berapa cara untuk membuat plat nomor kendaraan itu? b.3. pada hari yang sama. Berapa peluang mereka ronda: a. berapa banyak susunan plat nomor kendaraan bermotor yang dapat disusun? 4. Jika dua huruf pertama adalah AD. Plat nomor kendaraan bermotor pada wilayah tertentu diawali dengan dua huruf. Masing-masing mempunyai peluang yang sama untuk ronda pada hari apa saja. sekali dalam minggu yang sama (Senin sampai Jumat). dan b. a. kemudian diikuti dengan bilangan yang terdiri dari 4 angka dan diakhiri dengan susunan 2 buah huruf. Perhatikan skema berikut.

No. 6.Aktivitas Proyek Aktivitas Nama Kelas Kelompok Kegiatan Tujuan : ………………. bagaimana nilai perbandingan munculnya kejadian dengan banyak pengambilan? 3. dan 13 kartu hati (♥) dan 13 kartu berlian (♦) berwarna merah. 5. dan 60. Alat pencatat B . 30. 1 set kartu bridge 2. Jika percobaan pengambilan kartu dilakukan sebanyak n kali dan A muncul sebanyak k kali ( 0 ≤ k ≤ n ). 2. tentukan peluang munculnya kejadian A tersebut. 2. Analisis 1. Dari data di atas apa yang dapat Anda simpulkan? C. Buat kelompok yang terdiri 4 atau 5 siswa. Setiap kelompok ambillah 1 (satu) set kartu bridge. Semester : 1 (satu) : Bermain kartu bridge : Menentukan peluang suatu kejadian A. 45. Jika banyak pengambilan (n) mendekati tak hingga. Alat dan bahan yang digunakan 1. 3. 1 set kartu bridge terdiri dari 26 kartu berwarna hitam dan 26 kartu berwarna merah. Banyak Pengambilan Frekuensi munculnya kartu merah Peluang munculnya kartu merah 15× 30× 45× 60× Gambarkan grafik peluang munculnya kartu merah. : XI Materi Pokok : Peluang : ………………. Tuliskan frekuensi munculnya kartu berwarna merah dan tentukan peluangnya. Buku catatan 3.. yang terdiri atas 13 kartu sekop (♠) dan 13 kartu cengkeh (♣) berwarna hitam. Tentukan peluang pengambilan secara keseluruhan. Ambillah 1 kartu dengan pengembalian dengan frekuensi: 15 × . Cara kerja 1. Tanggal : …………. Bagaimana menentukan nilai peluang munculnya kejadian A tersebut? 100 Matematika SMA/MA Kelas XI . Jadi. 2.. 4. yaitu 150 pengambilan. 1.IPA .

menyatakan sinus. menggunakan rumus-rumus sinus. 6.BAB III RUMUS-RUMUS TRIGONOMETRI Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi bab ini. BAB III ~ Rumus-rumus Trigonometri 101 . kosinus. membuktikan rumus trigonometri jumlah dan selisih dari sinus dan kosinus dua sudut. 3. menggunakan rumus sinus jumlah dan selisih dua sudut. merancang dan membuktikan rumus trigonometri sudut ganda. Anda diharapkan mampu: 1. 7. menyatakan perkalian sinus dan kosinus sebagai jumlah atau selisih dari sinus atau kosinus. dan tangen suatu sudut sebagai fungsi trigonometri dari sudut ganda. 9. kosinus dan tangen sudut ganda. 2. menggunakan rumus kosinus jumlah dan selisih dua sudut. membuktikan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut. menggunakan rumus tangen jumlah dan selisih dua sudut 4. 8. menggunakan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut dalam pemecahan masalah. 5.

Lihat pembahasan ini pada contoh 3. setelah itu Anda diharapkan dapat menerapkan konsep-konsep trigonometri ini untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengannya.pks. Selanjutnya. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.IPA .1 Orang yang sedang menarik gerobak Sumber: www. yang agak berbeda dengan fungsi trigonometri yang telah kita pelajari di kelas X dahulu. silakan Anda mempelajari materi bab ini. Pertanyaannya. Anda sebaiknya ingat kembali beberapa konsep tentang identitas trigonometri.4. khususnya permasalahan di atas.Pengantar Gambar 3.2.id Benda seberat W ditarik sepanjang bidang datar oleh gaya yang bekerja pada tali yang diikatkan pada benda. dalil Phytagoras. aturan sinus dan kosinus untuk segi tiga.or. 102 Matematika SMA/MA Kelas XI . Jika θ adalah sudut yang terbentuk antara tali dan bidang datar. berapa nilai θ agar gaya yang diperlukan untuk menarik benda tersebut sekecil mungkin? Dalam masalah di atas kita akan sampai pada memaksimumkan fungsi dari perkalian dua fungsi trigonometri. dan jarak antara dua titik.banten. maka besarnya gaya diberikan oleh persamaan F= μW μ sin θ + cos θ dengan μ adalah konstanta koefisien gesekan.

1) kita peroleh 2 PQ = (cos a − cos b) 2 + (sin a − sin b) 2 = cos 2 a − 2 cos a cos b + cos 2 b + sin 2 a − 2 sin a sin b + sin 2 b = (cos 2 a + sin 2 a ) + (cos 2 b + sin 2 b) − 2(cos a cos b + sin a sin b) = 2 − 2(cos a cos b + sin a sin b ) (3.2) dan (3. Jika ∠XOP = b dan ∠XOQ = a .2) 2 Y Q (cos b.2 Lingkaran berpusat di O dengan jari-jari 1 Di pihak lain. sin a ) b O a X Gambar 3.3. sin a ) . maka kuadrat jarak antara dua titik P dan Q adalah PQ = ( x1 − x2 ) 2 + ( y1 − y2 ) 2 Sekarang kita ambil titik P dan Q pada lingkaran yang berjari-jari 1 dan berpusat di O.OQ cos(a − b) 2 2 = 2 – 2 cos( a − b) Karena ruas kiri dari (3. Jika diketahui dua titik P ( x1 .2. y1 ) dan Q ( x2 .1 Rumus Trigonometri untuk Jumlah dan Selisih Dua Sudut Di kelas X kita telah mempelajari bagaimana menghitung jarak dari dua titik yang diketahui pada bidang datar.sin b) dan Q(cos a. Oleh karena itu dengan (3. maka kita simpulkan bahwa: (3. maka koordinat P dan Q adalah P (cosb. dengan menggunakan rumus kosinus dalam segitiga POQ kita peroleh: 2 PQ = OP + OQ – 2 OP. lihat gambar 3.4) BAB III ~ Rumus-rumus Trigonometri 103 .3) sama. sin b ) P (cos a . ingat definisi sinus dan kosinus. y2 ) pada bidang datar.3) cos( a − b) = cos a cos b + sin a sin b (3.

4) kita peroleh: sin( a + b) = sin a cos b + cos a sin b Jika dalam rumus (3.7) sin( a − b) = sin a cos b − cos a sin b Dari rumus (3. maka kita peroleh (3.IPA . untuk sembarang sudut a kita mempunyai identitas sin(π 2 − a ) = cos a dan cos(π 2 − a ) = sin a (3. Dengan (3.6) dan (3.Jika kita ambil a = 90o = π 2 .9) 104 Matematika SMA/MA Kelas XI . maka dengan (3. maka kita cos( a − ( −b)) = cos( a + b) = cos a cos( −b) + sin a sin( −b) atau = cos a cos b − sin a sin b cos( a + b) = cos a cos b − sin a sin b Jika dalam rumus (3.4) a kita ganti dengan π 2 − a . maka kita peroleh (3.5) Jika dalam rumus (3. cos(π 2 − a ) = sin a sin(π 2 − a ) = cos a .7) kita peroleh (3. jika b kita ganti dengan π 2 − b . maka kita peroleh tan( a + b) = tan a + tan b 1 − tan a tan b (3.7) b kita ganti dengan –b.5).4) b kita ganti dengan –b.6) cos((π 2 − a ) − b) = cos(π 2 − a ) cos b + sin(π 2 − a ) sin b .4) menjadi: cos(π 2 − b) = cos(π 2) cos b + sin(π 2) sin b = sin b Dari hasil ini. dan karena peroleh: cos(−b) = cos b . maka (3. maka cos b = sin(π 2 − b) Jadi.8) tan( a + b) = sin(a + b) = sin a cos b + cos a sin b cos( a + b) = cos a cos b − sin a sin b Jika pembilang dan penyebut dari ruas kanan kita bagi dengan cos a cos b . cos((π 2 − a ) − b) = cos(π 2 − ( a + b)) = sin(a + b) .

terbukti cos(270o − a ) = − sin a .3 Jika sin a = 4 5 dan cos b = 7 25 dengan 0 ≤ a ≤ π 2 dan 0 ≤ b ≤ π 2 .1.10) Buktikan bahwa cos(270o − a ) = − sin a .9) tan 75o = tan(45o + 30o ) = = tan 45o + tan 30o 1 − tan 45o tan 30o 1+ 1 3 3 1 − 1⋅ 1 3 3 = 2+ 3 W Contoh 3. hitunglah: a.4) cos(270o − a ) = cos 270o cos a + sin 270o sin a = 0.2 Tanpa memakai tabel atau kalkulator. tan 75 o sin15o = sin(45o − 30o ) = sin 45o cos 30o − cos 45o sin 30o = = 1 2 1 4 2⋅ 1 2 3− 1 2 2⋅ 1 2 ( 6 − 2) b.1.1 tan a − tan b 1 + tan a tan b (3. tentukan nilai dari : a. cos( a − b) 105 BAB III ~ Rumus-rumus Trigonometri . maka kita peroleh tan( a − b) = Contoh 3. Contoh 3. sin15 Penyelesaian: a. Bukti: Dari rumus (3.cos a + ( −1). sin( a + b) b.sin a = sin a Jadi. Dari rumus (3.Jika dalam rumus (3.8) o W b.9) b kita ganti dengan –b. Dari rumus (3.1.

7). untuk sin a = 4 5 kita peroleh cos a = 3 5 dan tan a = 4 3 . kita dapat menentukan besarnya cos a dan sin b .3 (a). Dari gambar 3.3 (b). sin 30o cos15o + cos 30o sin15o sin120o sin15o − cos120o cos15o tan 50 o − tan 20o 1 + tan 50 o ⋅ tan 20o Matematika SMA/MA Kelas XI . c. Dengan rumus (3. kita peroleh sin( a + b) = sin a cos b + cos a sin b = = = 4 7 3 24 ⋅ + ⋅ 5 25 5 25 100 125 4 5 b. Sederhanakan bentuk berikut dan hitung nilainya. jika cos b = 7 25 .Penyelesaian: Dengan dalil Phytagoras. a. kita peroleh cos( a − b) = cos a cos b + sin a sin b = = 3 7 4 24 ⋅ + ⋅ 5 25 5 25 117 125 W Latihan 3.1 1.IPA 106 .3 5 a 2 x (b) x 7 Dari gambar 3. y y 25 4 b 3 (a) Gambar 3. Dengan rumus (3. maka sin b = 24 25 dan tan b = 24 7 . a. b.4).

buktikan identitas yang diberikan! 6. buktikan bahwa (1 + tan x )(1 + tan y ) = 2 . bandingkan bagaimana banyaknya jam di mana matahari bersinar bertambah di Philadelphia pada 17 Maret dan 17 Oktober. 4) . maka rumus itu menjadi cos(a + a ) = cos a cos a − sin a sin a cos 2a = cos 2 a − sin 2 a (3. hitunglah cos( a + b) dan tan( a − b) . cos( a + b) = cos a cos b − sin a sin b . Tanpa tabel atau kalkulator. buktikan bahwa tan x = 2 + 3 . dimodelkan oleh fungsi B (t ) = 4. Kapan bintang Delta Cepheid terlihat paling cemerlang? 3. sin A = 0. yang memiliki selang di antara waktu kecemerlangan maksimum 5. 96 . a. dengan t diukur dalam hari.2. 6 dan cos b = −0. 8. 7. 35sin(2π t 5. 35 . tan 225o Jika a lancip dan b tumpul. sin a = 0. tunjukkan bahwa tan a + tan b + tan c = tan a ⋅ tan b ⋅ tan c Lamanya matahari bersinar bersinar (dikukur dalam jam) di Philadelphia Amerika Serikat pada hari ke-t dalam setahun dimodelkan oleh fungsi L(t ) = 12 + 2. Bintang yang paling dapat dilihat dengan mudah adalah Delta Cepheid. 0 + 0. kecermerlangan Delta Cepheid pada saat t. Bintang berubah ’Cepheid’ adalah bintang yang kecemerlangannya berganti-ganti bertambah dan berkurang. Berdasarkan data ini. cos( x + y ) + cos( x − y ) sin( x + y ) + sin( x − y ) = cot x Jika x + y = 45o . 6 dan sin B = 0. cos105o b. 3. Diketahui Δ ABC adalah lancip.6). 4.8sin ⎡ 365 (t − 80) ⎤ ⎣ 2π ⎦ Dengan model ini. Jika sin( x + 30o ) = sin x . Untuk soal nomor 6 sampai dengan nomor 10. 10. 9.0 dan kecemerlangannya berubah sebesar ±0.4 hari. Jika kita ambil b = a. 5. tentukan nilai berikut ini. 28 . Rataan kecemerlangan bintang ini adalah 4.11) BAB III ~ Rumus-rumus Trigonometri 107 . Diketahui a + b + c = π . sin165o c.2 Rumus Trigonometri Sudut Ganda Kita perhatikan kembali rumus (3. Tanpa memakai tabel atau kalkulator hitung tan C .

maka rumus terakhir dapat dituliskan sebagai cos 2a = 2 cos 2 a − 1 cos 2a = 1 − 2 sin 2 a (3.12) Dari rumus (3. (3. maka dengan analogi rumus-rumus di cos a = cos 2 1 a − sin 2 1 a 2 2 = 2 cos 2 1 a − 1 2 = 1 − 2sin 2 1 a 2 sin a = 2sin 1 a cos 1 a 2 2 tan a = 2 tan 1 a 2 1 − tan 2 1 a 2 (3.IPA .7) dan (3.15) Tugas Mandiri Dengan rumus (3. maka akan diperoleh: sin 2a = 2 sin a cos a dan tan 2a = 2 tan a 1 − tan 2 a (3.12).12).14) buktikan bahwa: a.Karena cos 2 a + sin 2 a = 1 .14) Karena kita dapat menuliskan a = atas kita mempunyai 1 2 a+ 1 2 a .9) kita mempunyai: sin( a + b) = sin a cos b + cos a sin b dan tan( a + b) = tan a + tan b 1 − tan a tan b (3. sin 3a = −4 sin 3 a + 3sin a cos 3a = 4 cos3 a − cos a 108 Matematika SMA/MA Kelas XI . b.13) Jika kita ambil b = a. dan (3.

12) yang pertama.1 Tanpa menggunakan tabel atau kalkulator hitunglah Penyelesaian: Dengan rumus (3. tan 1 a 2 Y tan a = − 4 3 . Carilah rumus untuk D/E yang dinyatakan dalam t. a. kita peroleh atau = 2⋅ 1 ⋅ 1 3 = 2 2 1 2 3 cos135o = 2 cos 2 67 o 30 '− 1 cos 2 67 o 30 ' = 1 (1 + cos135o ) = 1 (1 − 1 2) = 1 (2 − 2) 2 2 2 4 o 1 2− 2 .2 Jika sin a = 4 5 . (a di kuadran II). BAB III ~ Rumus-rumus Trigonometri 109 .Contoh 3. sin 2a = 2 sin a cos a = 2 ⋅ 4 5 ⋅− 3 5 =− 2 24 25 . Misalkan D adalah luas segitiga AOB dan E adalah luas setengah lingkaran. 2 X 3 Gambar 3. 25 ⎝5⎠ 2 sin 1 a 5 5 2 = 1a= =2 c. gambarlah bidang setengah lingkaran dengan diameter ruas garis AB. tan 2 cos 1 a 1 5 5 2 W Tugas Kelompok Gambarlah sebuah segitiga sama kaki AOB dengan puncak O dan besar sudut AOB adalah t.13) kita peroleh sin120o dan cos 67o 30 ' . Diskusikan dengan kelompok Anda. cos 2a c.5. Kemudian. Jadi. cos 2a = cos 2 a − sin 2 a = ⎜ − ⎟ − ⎜ ⎛ 3⎞ ⎝ 5⎠ 7 ⎛4⎞ ⎟ =− . Nyatakan luas segitiga AOB dalam t.5 b. maka kita peroleh cos a = − 3 5 dan 5 4 a b. hitunglah: a.2. sin 2a Penyelesaian: Jika sin a = 4 5 dengan a dikuadran II. cos 67 30 ' = 2 W Contoh 3. sin120o = sin 2(60o ) = 2sin 30o cos 30o Dari rumus (3.2. lihat gambar 3.

2. sehingga kita peroleh bahwa sin α = dipenuhi untuk α = 60 .IPA . dan terjadi untuk x = 0 .3 Pada awal bab dikemukakan bahwa gaya yang diperlukan untuk menarik benda seberat W sepanjang bidang datar diberikan oleh persamaan F= dengan μW μ sin θ + cos θ θ adalah sudut yang terbentuk antara tali dan bidang datar. yang memberikan θ = 60o . maka posisi tali harus membentuk sudut θ = 60o dengan bidang datar.6 Karena besarnya W konstan. dan μ adalah konstanta koefisien gesekan. agar gaya yang diperlukan untuk menarik benda tersebut sekecil mungkin. F θ W Gambar 3. o 1 2 . (Mengapa?) 3 1 = 3 (pembagian antara koefisien sinus dengan koefisien 3 2 dan cos α = Misalkan tan α = kosinus). Nilai tan α = 3 cos θ + 3 sin θ = 2 cos α cos θ + 2 sin α sin θ = 2 cos(θ − α ) = 2 cos(θ − 60o ) Karena nilai terbesar dari cos x adalah 1. Jadi. Dengan demikian. maka gaya F akan minimum apabila penyebut μ sin θ + cos θ = 3 sin θ + cos θ nilainya maksimum. maka 2 cos(θ − 60o ) maksimum apabila θ − 60o = 0 . bagaimana posisi tali seharusnya agar gaya yang diperlukan untuk menarik benda tersebut sekecil mungkin? Penyelesaian: Perhatikan sketsa berikut ini. W 110 Matematika SMA/MA Kelas XI . Jika μ = 3 .Contoh 3.

b. 2 tan15o 1 − tan 2 15o tan 25o sin 50o + cos 50o − cos 2 π 3 2 tan15o cos 2 15o sin 4a cos 4a c. hitunglah: 2 a. 9. Kapan senar mempunyai simpangan terbesar? BAB III ~ Rumus-rumus Trigonometri 111 . Jika tan 1 x = p .Latihan 3. e. cos x sin x c. 4 sin 22 30 ' cos 22 30 ' sin 2 π 3 o o d. 2. Gunakan fakta 3a = 2a + a . tan 3a = 3 tan a − tan 3 a 1 − 3 tan 2 a cos 3a = 4 cos 2 a − 3cos a 5. Nyatakan bentuk berikut sebagai sudut ganda! tan 4a Diketahui tan a = 3 4 dan sin b = − 5 13 . Simpangan sebuah partkel pada senar bergetar diberikan oleh persamaan s (t ) = 10 + 1 sin(5π t ) cos(5π t ) 2 dengan s diukur dalam sentimeter dan t dalam detik. sin 2x Untuk soal nomor 6 sampai dengan nomor 10. b. 7. c. (2 cos z − 1)(2 cos z + 1) = 2 cos 2 z + 1 cos a + sin a 1 + sin 2a = tan( π + a ) = 4 cos a − sin a cos 2a Buktikan: cot( a + b) + cot( a − b) = sin 2a cos b − cos 2 a 2 . untuk membuktikan identitas berikut: a. b. a lancip dan b tumpul. kemudian hitunglah nilainya! a. Sederhanakan bentuk berikut. sin 3a = 3sin a − 4 sin a 3 c. 3. hitunglah: a.2 1. b. a. 8. buktikan identitas yang diberikan! 6. sin( a + 2b) cos 2( a − b) c. tan( a − 2b) 4. b.

s (t ) = 4 sin(t − π ) 6 3.3 Rumus Perkalian Sinus dan Kosinus Pada bagian sebelumnya kita telah memperoleh rumus: sin( a + b) = sin a cos b + cos a sin b sin( a − b) = sin a cos b − cos a sin b Jika ruas yang bersesuaian dari kedua rumus ini kita jumlahkan dan kita kurangkan.3. dari rumus: cos( a + b) = cos a cos b − sin a sin b cos( a − b) = cos a cos b + sin a sin b kita peroleh rumus (cos( a + b) + cos( a − b)) 2 1 sin a sin b = (cos(a − b) − cos( a + b)) 2 Contoh 3.IPA 112 . Persamaan gerak partikel dikatakan gerak harmonis sederhana. Tunjukkan bahwa setiap persamaan partikel berikut merupakan gerak harmonis sederhana.17) 2 sin 52o 30 ' cos 7 o 30 ' cos 52o 30 ' cos 7 o 30 ' Matematika SMA/MA Kelas XI . dengan s diukur dalam sentimeter dan t dalam detik. k. a.1 Nyatakan sebagai jumlah atau selisih dari sinus atau kosinus dari : a. jika mempunyai persamaan berbentuk s (t ) = A cos( kt + θ ) dengan A. b. dan θ konstanta tetap. s (t ) = 5 − 10 sin 2 2t b.16) Dengan cara yang sama.10. cos a cos b = 1 (3. maka akan kita peroleh: sin( a + b) + sin( a − b) = 2 sin a cos b sin( a + b) − sin( a − b) = 2 cos a sin b atau sin a cos b = cos a sin b = 1 (sin( a + b) + sin( a − b)) 2 1 2 (sin( a + b) − sin( a − b)) (3.

sin 84o tan 42o + cos 84o b.2 Sederhanakan bentuk berikut. Contoh 3. sin 84 tan 42 + cos 84 = 1 .3. Dengan rumus (3. kita peroleh: o o sin 84o tan 42o + cos 84o = 2 sin 42 cos 42 g sin 42o cos 42 o + cos 84o = 2 sin 2 42o + cos 84o = 2 sin 2 42o + 1 − 2 sin 2 42o =1 Jadi. Dengan rumus (3.16) yang pertama dan menguraikan tangen ke dalam sinus dan kosinus.17) yang pertama. Berapakah ukuran persegi panjang sehingga luasnya maksimum? Diskusikan dalam kelompok Anda. o o o BAB III ~ Rumus-rumus Trigonometri 113 . a. Dengan rumus (3. kita peroleh o o o o 2 sin 52o 30 ' cos 7 o 30 ' = sin(52 30 '+ 7 30 ') + sin(52 30 '− 7 30 ') b. 2 cos( x + π 4 ) sin( x − π 4 ) Penyelesaian: a.Penyelesaian: a. kita peroleh = sin 60o + sin 45o 1 = ( 3 + 2) 2 1 1 2 o cos 52o 30 ' cos 7 o 30 ' = = = (cos(52 30 '+ 7 30 ') + cos(52 30 '− 7 30 ') ) 2 o o o (cos 60o + cos 45o ) 1 (1 + 2) 4 W Tugas Kelompok Sebuah persegi panjang harus ditempatkan di dalam sebuah setengah lingkaran berjari-jari r.16) yang pertama.

Diketahui sin( A + B ) + sin( A − B ) = 1 . a. b. kita peroleh: 2 cos( x + π 4 ) sin( x − π 4 ) = sin ⎜ ( x + ⎛ ⎝ π 4 ) + (x − π ⎞ π π ⎞ ⎛ ) ⎟ − sin ⎜ ( x + ) − ( x − ) ⎟ 4 ⎠ 4 4 ⎠ ⎝ = sin 2 x − sin = sin 2 x − 1 Jadi. Tentukan besarnya sudut A dan B. 3sin x sin y 4 cos( x + y ) sin( x − y ) cos( a + π ) cos( a − π ) 2 cos( π + x) sin( π − x) 4 4 2 sin( a + b − c ) sin( a + b − c) sin 50o sin 40o − cos 95o cos 85o cos 40o cos 20o − sin 70o sin 50o cos 75o sin15o + sin 75o cos15o f ( x) = 2 cos( x + π ) cos( x − π ) 4 4 Hitunglah nilai dari: Tentukan nilai maksimum dan minimum dari setiap fungsi berikut. 2. sin 32 x sin 96 x + sin16 x sin 48 x + sin 8 x sin 24 +K cos x cos 3 x − cos 2 x cos 6 x + cos 4 x cos12 x −K Δ ABC siku-siku di C dan berlaku hubungan 5. W Latihan 3. g ( x) = 3sin( x + 3π 3π ) sin( x − ) 4 4 4.16) yang kedua. Tentukan jumlah 5 suku yang pertama dari deret: a.IPA . a. d. e. b. b.b. Sederhanakan bentuk berikut sebagai jumlah atau selisih sinus atau kosinus! a. 2 cos( x + π 2 π 4 ) sin( x − π 4 ) = sin 2 x − 1 . b. Dengan rumus (3. 3. c. c. 114 Matematika SMA/MA Kelas XI .3 1.

kita peroleh: tan a − tan b = = = = sin a cos a cos b sin a cos b − cos a sin b cos a cos b sin(a − b) 1 2 − sin b (cos(a + b) + cos( a − b)) 2 sin( a − b) cos( a + b) + cos( a − b) 115 BAB III ~ Rumus-rumus Trigonometri . sin a cos a cos b sin a cos b + cos a sin b cos a cos b sin( a + b) 1 2 + sin b (cos(a + b) + cos( a − b)) 2 sin( a + b) cos( a + b) + cos( a − b) 2 sin( a + b) tan a + tan b = cos( a + b) + cos( a − b) Dengan cara yang serupa. sin( p + q ) + sin( p − q ) = 2 sin p cos q sin( p + q ) − sin( p − q ) = 2 cos p sin q cos( p + q) + cos( p − q ) = 2 cos p cos q cos( p − q ) − cos( p + q ) = 2 sin p sin q . sin a + sin b = 2 sin 1 ( a + b) cos 1 ( a − b) 2 2 sin a − sin b = 2 cos 1 ( a + b) sin 1 ( a − b) 2 2 cos a + cos b = 2 cos 1 ( a + b) cos 1 ( a − b) 2 2 cos a − cos b = −2 sin 1 ( a + b) sin 1 ( a − b) 2 2 Selanjutnya.4 Rumus Trigonometri Jumlah dan Selisih Dua Sudut Pada bagian sebelumnya kita telah membuktikan keempat rumus perkalian sinus dan kosinus berikut. maka p = 1 (a + b) dan q = 1 ( a − b) 2 2 Dengan mensubtitusikan harga p dan q ini ke dalam keempat rumus di atas akan kita peroleh rumus penjumlahan dan pengurangan sinus dan kosinus berikut ini. Jika kita ambil a = p + q dan b = p − q . kita perhatikan tan a + tan b = = = = Jadi.3.

20) sin 75o + sin15o o o c. hitunglah nilai dari: a.4. kita manfaatkan rumus (3. sin 75o + sin15o = 2 sin 1 (75o + 15o ) cos 1 (75o − 15o ) 2 2 = 2 sin 45o cos 30o = 2⋅ = 1 1 2⋅ 3 2 2 1 6 2 b.2 sin( a − b) tan a − tan b = cos( a + b) + cos( a − b) Contoh 3. tan105 + tan15 o o = = cos(105o + 15o ) + cos(105o − 15o ) 2 sin120o cos120o + cos 90o 2⋅ 1 3 2 −1 +0 2 = = −2 3 W Contoh 3. a.2 Buktikan bahwa dalam Δ ABC berlaku: tan A + tan B + tan C = tan A ⋅ tan B ⋅ tan C 116 Matematika SMA/MA Kelas XI . sedangkan untuk menjawab soal d dan e.1 Tanpa menggunakan tabel atau kalkulator.18).4.19) dan (3. cos 75 − cos15 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan soal-soal a sampai dengan c. (3. cos 75 − cos15 o o = −2 sin 1 (75o + 15o ) sin 1 (75o − 15o ) 2 2 = −2 sin 45o sin 30o = −2 ⋅ =− 1 2⋅ 2 1 2 2 2 sin(105o + 15o ) c. kita terapkan rumus-rumus pada persamaan (3.IPA .20). tan105o + tan15o b.

2 b sin a 2 b 2 sin sin( a + b) 2 b 2 sin sin(a + 2b) 2 2 sin b = cos( a − ) 2 b = cos( a + ) 2 3b = cos( a + ) 2 b − cos( a + ) 2 3b − cos( a + ) 2 5b − cos( a + ) 2 M 2 sin b sin( a + ( n − 1)b) 2 2 sin b S 2 n 3 1 = cos a + ( n − )b − cos a + ( n − )b 2 2 1 1 = cos a − )b − cos a + ( n − )b 2 2 = −2 sin a − 2 + a + ( n − 2 )b b 1 ( M ) ( M ) ( ) ( ) b + 2 sin a − 2 − a − ( n − 2 )b 1 2 = 2 sin ⎜ a + BAB III ~ Rumus-rumus Trigonometri ⎛ ⎝ n −1 ⎞ ⎛n ⎞ b ⎟ sin ⎜ b ⎟ 2 ⎠ ⎝2 ⎠ 117 . Deret di atas menyarankan faktor pengalinya adalah 2 sin sehingga: Sn = sin a + sin( a + b) + sin( a + 2b) + K + sin( a + ( n − 1)b) b . atau Di pihak lain. tan( A + B ) = tan(180o − C ) = − tan C .3 Hitunglah jumlah dari n suku yang pertama deret Penyelesaian: sin a + sin( a + b) + sin( a + 2b) +K Misalkan S n adalah jumlah n suku yang pertama. Hal ini dapat kita lakukan dengan membuat setiap suku deret diubah ke perkalian sinus dengan sinus. Suku-suku deret dapat dijumlahkan. tan A + tan B 1 − tan A tan B tan A + tan B = tan( A + B ) (1 − tan A tan B ) tan A + tan B + tan C = tan( A + B ) (1 − tan A tan B ) + tan C = − tan C (1 − tan A tan B ) + tan C = − tan C (1 − tan A tan B − 1) = tan A tan B tan C W Contoh 3. apabila jenis fungsi sama dan besar sudutnya sama.Bukti: Dalam Δ ABC berlaku sehingga A + B + C = 180o atau A + B = 180o − C . tan( A + B ) = Akibatnya.4. dari rumus tangen.

cos105o + cos15o sin105o − sin15o o o d. 2. e. d. 7. sin10 sin 30 sin 50 sin 70 = o o o o 1 16 13.IPA . Tanpa menggunakan tabel atau kalkulator. buktikan identitas yang diberikan! 3. cos x + 2 cos 2 x + cos 3 x c. Hitunglah 20 suku yang pertama dari deret berikut. 118 Matematika SMA/MA Kelas XI . cos 75o + sin 75o csc10o + csc 50o − csc 70o o o tan165 + tan15 c. tan 52 30 '− tan 7 30 ' Nyatakan sebagai hasilkali bentuk-bentuk berikut. f. buktikan bahwa dalam Δ ABC berlaku identitas yang diberikan! 6. cos( π π + 2 x ) − cos( − 2 x) 2 2 f. a cos x + b sin x a. Tanpa menggunakan tabel atau kalkulator. 5. buktikan bahwa tan a tan b + tan b tan c + tan c tan a = 1 .Jadi. cos( a + x ) + cos( a + 2 x ) + cos( a + 3 x ) + K + cos( a + nx ) + K . b. tentukan nilai dari: a. 8. sin x + sin 2 x + sin 3 x + sin 4 x Untuk soal nomor 3 sampai dengan nomor 5. buktikan bahwa: b.4 1. sin 2a − sin 2b cos 2a + cos 2b = tan( a − b) tan a + tan b − tan( a + b) = − tan a ⋅ tan b ⋅ tan(a + b) Jika a + b + c = 90 . cos A + cos B + cos C = 1 + 4 sin 1 A sin 1 B sin 1 C 2 2 2 sin 2 A + sin 2 B − sin 2C = 4 cos A cos B sin C cos 2 A + cos 2 B + cos 2 C = 1 − 2 cos A cos B cos C a. 4. a. sin a + sin 3a + sin 5a + K + sin(2n − 1) a + K . b. o Untuk soal nomor 6 sampai dengan nomor 8. sin x + sin 3 x b. Sn = sin (a + n2−1 b) sin ( ) b 2 ( b ) ⋅ sin n 2 W Latihan 3. cos x − cos 3 x e. cos 80 + cos 40 − cos 20 = 0 o o o 10.

b. d. d. f. Rumus jumlah dan selisih dua sudut: 2 sin( a + b) cos( a + b) + cos( a − b) 2 sin( a − b) cos( a + b) + cos( a − b) f. e. a. d. d. b. BAB III ~ Rumus-rumus Trigonometri 119 . b. cos( a − b) = cos a cos b + sin a sin b cos( a + b) = cos a cos b − sin a sin b sin( a + b) = sin a cos b + cos a sin b sin( a − b) = sin a cos b − cos a sin b tan( a + b) = tan( a − b) = tan a + tan b 1 − tan a tan b tan a − tan b 1 + tan a tan b 2. sin a cos b = 1 (sin( a + b) + sin( a − b)) 2 cos a sin b = 1 (sin( a + b) − sin( a − b)) 2 cos a cos b = 1 (cos(a + b) + cos( a − b)) 2 sin a sin b = 1 (cos( a − b) − cos( a + b)) 2 sin a + sin b = 2 sin 1 ( a + b) cos 1 ( a − b) 2 2 sin a − sin b = 2 cos 1 ( a + b) sin 1 ( a − b) 2 2 cos a + cos b = 2 cos 1 ( a + b) cos 1 ( a − b) 2 2 cos a − cos b = −2 sin 1 ( a + b) sin 1 ( a − b) 2 2 tan a + tan b = tan a − tan b = 4. c. c. c. Rumus perkalian sinus dan kosinus: a. cos 2a = cos 2 a − sin 2 a cos 2a = 2 cos 2 a − 1 atau cos 2a = 1 − 2 sin 2 a sin 2a = 2 sin a cos a tan 2a = 2 tan a 1 − tan 2 a 3. e. b. c. Rumus trigonometri sudut ganda: a.Rangkuman 1. Rumus trigonometri jumlah dan selisih sudut: a.

dan h adalah tinggi sel. ternyata luas permukaan S merupakan fungsi trigonometri.IPA . S = 6 sh − 3 s 2 cot θ + ( 3 3 s 2 csc θ ) 2 2 dengan s adalah panjang sisi segienam. 1+ p p 1+ p p 2 1 − p2 1 − p2 B. terbuka pada satu ujung dengan sudut trihedral pada ujung lainnya. tiap sel berupa prisma segi enam beraturan. Pemeriksaan sel-sel ini telah memperlihatkan bahwa ukuran sudut puncak secara mengagumkan adalah konsisten. C. Jika 0 < x < π 2 dan cos x = p . −1 + p 1 + p 2 1+ p −1 + p p 1 − p2 E. −1 + p 1 + p 2 1+ p 2 D. Dalam segitiga ABC . maka tan A + tan B = L A. – 18 –8 E. Dipercaya bahwa lebah membentuk selnya dalam suatu cara yang meminimumkan luas permukaan untuk volume yang diketahui. Berdasarkan kepada geometri sel tersebut. Uji Kompetensi A. B. maka tan x + sin x = L A.Math Info Dalam sarang lebah. Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 15. 2. sehingga lebah akan menggunakan lilin sesedikit mungkin dalam pembangunan sel. C. 18 8 20 3 120 Matematika SMA/MA Kelas XI . pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda! 1. D. Jika tan A ⋅ tan B = 13 . diketahui sin C = 2 13 .

B. 4. E.2 D. diketahui cos( B + C ) = dan AB = 8 cm. –2 4 6 D. maka sin( x + π ) + cos( − x) = L A.cos C = 0. maka x = L D. 28 125 56 125 125 9 40 . E. 11 2 12 2 6.4 – 0. E. diketahui sudut A = 60 . B. Jika θ sudut lancip yang memenuhi 2 cos θ = 1 + 2 sin 2θ . 0. 8 10 Jika diketahui sin( x + π 2) = 0. 5 −2 3 −1 Diketahui tan x = 4 3 . −42 125 −14 125 20 D. Dalam segitiga ABC . C. Jika A.4 0.1 . E. maka panjang sisi BC = L A. – 0. Jika cos B. B. 8 2 9 2 10 2 tan x 1 + tan x π 15 π 12 π 9 + tan x 1 − tan x D. B. 5.3. C.2 0. C. B. 6 .6 BAB III ~ Rumus-rumus Trigonometri 121 . Dalam segitiga ABC . maka o tan B ⋅ tan C = L A. E. B. π 8 π 6 7. C. maka tan θ = L 2 A. C. E. Jika panjang sisi AC = 10 cm. maka nilai cos 3 x + cos x = L A. C. = 1 . 8. 2+ 5 2+ 3 2− 3 D.

B. 3 25 − − 3 25 1 3 5 25 4 2 11. Jika A. 1 − sin 2 A cos 2 A + 2 14. maka tan α = L A. B. a −1 a +1 a a −1 a a +1 a +1 a −1 13.. Jika α adalah sudut lancip yang memenuhi 2 cos α = sin α . maka o sin 1 A 2 sin 1 ( B + C ) 2 =L A. A. B. E. 0 1 10. . E. E.. C. 1 1/2 3 2− 3 cos x 1 − sin x 1 a +1 = p untuk x ≠ π 2 . 2 sin 2 A − 1 1 1 − cos 2 A D. Bentuk A. diketahui sin A sin B = 2 5 dan sin( A − B ) = 5a . 2 cos( x + π ) 6 2 cos( x + 11π ) 6 2 cos( x + 7π ) 6 2 cos( x − 7π ) 6 2 cos( x − π ) 6 Matematika SMA/MA Kelas XI . Jika A + B + C = 360 .IPA . Nilai a adalah . 1 2 3 D. C. − 1 5 D. C.. D. B. Dalam segitiga ABC yang siku-siku di C.9. E. E. C. B. E. maka tan 1 x = L 2 D. untuk 0 < x < 2π dapat dinyatakan sebagai .. tan 1 A 2 cot 1 A 2 sec ( B + C ) 1 2 D. 12. 122 3 cos x − sin x . C. B. (1 − sin 2 A) tan 2 A = L A.. C.

Tentukan nilai maksimum dan minimum dari setiap fungsi berikut. a. 20 60 B. Jika tan a > 0 . kerjakan dengan singkat dan jelas! 16.dan tan( a − b) = 1 2 . tan 2a = − 3 4 .8. cos a + cos 3a + cos 5a + K + cos(2n − 1) a + K . a. s diukur dalam sentimeter dan t dalam detik merupakan gerak harmonis sederhana. B. 20. E. Tunjukkan bahwa persamaan partikel 4 4 3π 3π b. Untuk soal nomor 16 sampai dengan nomor 20. Soal Analisis 1. b. C.8 BAB III ~ Rumus-rumus Trigonometri 123 . seperti terlihat pada gambar 3. h( x) = 10 sin( x + ) sin( x − ) 2 2 s (t ) = sin 2π kt + cos 2π kt . Jika θ menyatakan sudut antara talang dengan arah mendatar. buktikan bahwa tan x = 5 9 3. sin( a + x) + sin( a + 2 x ) + sin( a + 3 x) + K + sin( a + nx ) + K . Hitunglah 20 suku yang pertama dari deret berikut. 8 – 20 – 40 D. f ( x ) = 2 cos( x + π ) cos( x − π ) 19. 18. tentukan nilai dari x dan y. Talang pada sisi tembok akan dibuat dengan lembaran seng 30 cm dengan menekuk satu sisi sepanjang 10 cm ke atas. berapa besar θ agar talang mempunyai volume maksimum? 10 cm 20 cm Gambar 3. maka tan a − tan 2 2 b =L A. 17. Jika x + y = 60o dan 4 cos x = 3cos y .15. Jika x − y = 30o dan tan x = 3 tan y . dengan k konstanta tetap.

P S Q θ1 θ2 P R T Gambar 3.10. Diberikan persegi panjang dengan lebar 10 cm dan panjang 13 cm.IPA . Tunjukkan bahwa panjang tali terpendek ketika θ1 = θ 2 . Tentukan persegi panjang dengan luas maksimum yang dapat diletakkan di sekeliling persegi panjang yang diketahui. Dua tiang PQ dan ST ditunjang oleh tali PRS yang melintang dari puncak tiang pertama ke titik R di permukaan tanah yang terletak di antara tiang-tiang dan kemudian ke puncak tiang kedua seperti yang tampak dalam gambar 3.9 3. 13 10 Gambar 3.10 124 Matematika SMA/MA Kelas XI .2.

Tunjukkan bahwa panjang pipa yang mungkin dibawa secara mendatar melewati pojokan mempunyai persamaan l (θ ) = dengan tan α = 2 3 . 6 13 cos(θ − α ) sin 2θ .4.12. o 6 105 o 9 Gambar 3.11.11 5. Tentukan panjang pipa yang mungkin. 6 θ 9 Gambar 3. Pada ujung gang terdapat belokan menyiku ke arah gang yang lebih sempit dengan lebar 6 meter. apabila gang pada soal nomor 4 tidak bertemu siku-siku tetapi membentuk sudut 105 seperti diperlihatkan pada gambar 3. Pipa besi dibawa melewati gang yang memiliki lebar 9 meter. Perhatikan gambar 3.12 BAB III ~ Rumus-rumus Trigonometri 125 .

2. Gunting semua persegi panjang yang telah Anda buat.Aktivitas Proyek Aktivitas Nama Kelas Tanggal : ………… Materi Pokok : Rumus-rumus trigonometri Kelompok : …………… Semester : 1 (satu) Kegiatan : Membuat persegi panjang di dalam daerah setengah lingkaran Tujuan : Menentukan persegi panjang dengan luas terbesar di dalam setengah lingkaran A. 4. Berdasarkan percobaan di atas.13 C. Gambarlah setengah lingkaran berjari-jari 20 cm. Jangka : …………… : XI 5. Tentukan nilai θ yang memberikan luas persegi panjang terbesar. menurut ketentuan di atas. kemudian gunting bidang setengah lingkaran tersebut. nyatakan sisi-sisi persegi panjang dalam θ . 6. θ Gambar 3. 3. Alat dan bahan yang digunakan 1. 2. Spidol warna Penggaris Perekat Busur derajat B . 3. manakah yang mempunyai luas terbesar? 126 Matematika SMA/MA Kelas XI . Gunting 3. Tempelkan satu persegi panjang itu pada bidang setengah lingkaran tadi.13. Sebagai contoh perhatikan gambar 3. 5. Dua lembar karton beda warna 2. 6. Cara kerja 1. Pada karton yang lainnya. Dari beberapa persegi panjang yang Anda buat tadi. dan dua titik sudut lainnya terletak pada busur lingkaran. Buatlah garis dari salah satu sudut persegi panjang yang terletak pada busur lingkaran ke pusat lingkaran. gambarlah beberapa persegi panjang dengan sisi panjangnya berimpit dengan diameter lingkaran. Alat tulis 4. 7. Nyatakan luas persegi panjang dalam θ . Ambil 1 lembar karton. Kemudian namai sudut antara garis tadi dengan diameter lingkaran dengan θ . Analisis 1. 8.IPA .

menentukan persamaan garis singgung yang melalui suatu titik pada lingkaran.0) dan (a. Anda diharapkan mampu: 1. merumuskan persamaan lingkaran berpusat di (0. menentukan posisi titik dan garis terhadap lingkaran. menentukan persamaan lingkaran yang memenuhi kriteria tertentu. 8. menggunakan diskriminan untuk menentukan persamaan garis singgung pada lingkaran. BAB IV ~ Lingkaran 127 . 6. 7.b). 2. 5. menentukan persamaan garis singgung lingkaran yang gradiennya diketahui. 4. 3. membuktikan teorema tentang persamaan garis singgung lingkaran.BAB IV Tujuan Pembelajaran LINGKARAN Setelah mempelajari materi bab ini. menentukan pusat dan jari-jari lingkran yang persamaanya diketahui.

128 Matematika SMA/MA Kelas XI . Akhirnya.IPA . bidang lingkaran dan persamaan kuadrat. Fadli dihadapkan pada suatu masalah. dan Anda diharapkan dapat menjelaskan lingkaran beserta aspek-aspeknya tidak hanya pendekatan secara geometri tetapi juga tinjauan secara aljabar. Khususnya. yang telah kita pelajari di kelas VIII dahulu. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Anda sebaiknya ingat kembali beberapa konsep tentang jarak antara dua titik. maka kita mempunyai dua hal penting. Fadli menemukan cara untuk menggerakkan kedua roda tersebut secara bersama. Anda dapat membantu permasalahan yang dihadapi Fadli di atas.Pengantar Gambar 4. Bagian tepi roda itu secara matematika membentuk lingkaran. yaitu ia harus menggerakkan secara simultan roda A berjari-jari 2 dm dan roda B berjari-jari 8 dm yang jarak kedua poros A dan B adalah 12 dm. persamaan garis. Pertanyaannya adalah berapa panjang sabuk lilitan yang diperlukan Fadli? Ilustrasi fenomena ini diberikan oleh gambar 4.1 Orang sedang balap sepeda Sumber: www.cambridgebicycle Dalam percobaan fisikanya.2. yaitu dengan membuat sabuk lilitan yang menghubungkan kedua roda. A B 8 12 2 Gambar 4. Anda dipersilakan mempelajari materi bab ini.2 Jika kita mempunyai sebuah roda sepeda lengkap dengan jari-jarinya. yaitu jari-jari sepeda itu panjangnya sama dan pusat roda sebagai tempat pemasangan jari-jari yang jaraknya ke sembarang tepi roda sama. Selanjutnya.

melalui titik P(3. maka jari-jari lingkaran adalah jarak titik O ke titik P.0) dan berjari-jari r adalah 2 2 2 x2 + y 2 = r 2 Contoh 4.0) dan a. dan jaraknya disebut jari-jari lingkaran. Tentukan tempat kedudukan dari semua titik P(x.1) dan B(0. yang definisi formalnya seperti berikut ini. Kita ambil sembarang titik P(x.3 Karena titik (x. Ruas garis yang panjangnya 2r dan melalui pusat lingkaran disebut diameter lingkaran. Pusat lingkaran O(0.1 Persamaan Lingkaran dengan Pusat O Kita ingatkan kembali definisi dari lingkaran yang telah kita pelajari di SMP dahulu. maka setiap titik pada lingkaran berlaku x + y = r .– 4) terhadap tempat kedudukan tersebut.y) pada lingkaran itu. Jarak OP = lingkaran yang diminta adalah x2 + y2 = 16 (3 − 0) 2 + ( −5 − 0) 2 = 34 .2 Diketahui titik A(0. Definisi Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap sebuah titik tetap. Kemudian periksa kedudukan dua titik (1. berjari-jari 4 b.9). maka Y P(x. Sekarang kita akan menentukan persamaan lingkaran yang pusatnya O(0. Jarak antara titik O dan P adalah .y) r X d = ( x − 0) 2 + ( y − 0) 2 = x 2 + y 2 r= 2 2 2 x 2 + y 2 atau x + y = r Gambar 4.1. – 5) Penyelesaian: a. Jadi.0) dan berjari-jari r.y) sehingga PB = 3PA. Karena jarak antara O dan P adalah jari-jari lingkaran.0) dan jari-jari 4 mempunyai persamaan b.4.1. Jadi persamaan x 2 + y 2 = 34 W Contoh 4. persamaan lingkaran dengan pusat O(0. Karena lingkaran melalui P. Lingkaran dengan pusat O(0. BAB IV ~ Lingkaran 129 . Titik tetap itu disebut pusat lingkaran.y) adalah sembarang titik pada lingkaran.1) dan (2.1 Tentukan persamaan lingkaran yang pusatnya O(0.0).

1 1. x 2 + y 2 = 13 b. b. x 2 + y 2 = 64 b.Penyelesaian: Kita ambil sembarang titik P(x. (a. W 2 2 + (−4) 2 = 18 > 9 . 8 b.– 4) berada di luar lingkaran karena + 12 = 2 < 9 . 0). Diketahui persamaan lingkaran x2 + y2 = 72. 3. dan (4. –2) c.–2). x 2 + y 2 = 40 (a. c. (7. (a. kita peroleh 2 2 PB = ( x − 0) 2 + ( y − 9) 2 dan PA = ( x − 0) + ( y − 1) Dari syarat yang diberikan PB = 3PA ⇔ PB2 = 9PA2 ⇔ x 2 + ( y − 9) 2 = 9[ x 2 + ( y − 1) 2 ] ⇔ x 2 + y 2 − 18 y + 81 = 9 x 2 + 9 y 2 − 18 y + 9 ⇔ 8 x 2 + 8 y 2 = 72 ⇔ x2 + y2 = 9 Jadi. tempat kedudukan titik-titik itu adalah lingkaran dengan pusat O dan jari-jari 3.a). (–3. 7. (7. –6).0) Tentukan pusat dan jari-jari dari setiap lingkaran berikut ini. Dari rumus jarak dua titik. Tentukan letak titik-titik berikut terhadap lingkaran itu: (– 6. (9. Tentukan a agar titik yang diketahui terletak pada lingkaran yang diberikan. 1) b. 4. 5.6).y) di tempat kedudukan. yang melalui keempat titik sudut persegi. Kedudukan titik (1. Matematika SMA/MA Kelas XI . a. Latihan 4.6).IPA 130 . 2. (6. x 2 + y 2 = 18 c. y = 3 dan y = – 3 . a. Tentukan persamaan lingkaran yang pusatnya O dan jari-jari: a. 4 x 2 + 4 y 2 = 25 Tentukan persamaan lingkaran yang mempunyai pusat sama (konsentrik) dengan lingkaran x 2 + y 2 = 9 tetapi jari-jarinya tiga kali lebih panjang. 0. x 2 + y 2 = 72 6. a Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat O dan melalui titik: a.5 c. yang menyinggung semua sisi persegi. Berapakah jari-jari lingkaran itu? b. a. x = –3 .1) berada di dalam lingkaran x 2 + y 2 = 9 karena 12 sedangkan titik (2. Tentukan persamaan lingkaran: a. 5). 6). (3. Diketahui sisi-sisi persegi mempunyai persamaan x = 3.

melalui titik (2.3) mempunyai jari-jari (2 − (−3)) 2 + (3 − 5) 2 = Persamaan lingkaran itu: Perhatikan gambar 4.y) kita ambil sembarang pada lingkaran.y) yang terletak pada lingkaran selalu berlaku ( x − a ) 2 + ( y − b) 2 = r 2 . Lingkaran dengan pusat P(–3. 4. untuk A(0.y) r P(a. Persamaan lingkaran dengan pusat P(–3.y) pada lingkarang itu. Diketahui persamaan lingkaran x2 + y2 = r2.0) dan B(9. untuk A(1.5) dan melalui titik (2.5) terletak di dalam lingkaran itu 9. 10. Tentukan nilai r agar: a.5 (a).8. persamaan lingkaran dengan pusat P(a.b) dan berjari-jari r adalah ( x − a ) 2 + ( y − b) 2 = r 2 Contoh 4. Kita ambil sembarang titik Q(x.8) b.2. maka untuk setiap titik (x. titik (12. menyinggung sumbu-y Penyelesaian: a. Misalkan titik A(1. 5) dan: a.b) dengan jari-jari r.9).2 Persamaan Lingkaran dengan Pusat (a.5 (b). yaitu r. Jadi.2) dan B(0. BAB IV ~ Lingkaran 25 + 4 = 29 (x + 3)2 + (y – 5)2 = 29 131 .3) terletak di luar lingkaran itu c.y) sehingga PB = 3PA.b) Lingkaran di samping berpusat di P(a. maka kita memperoleh hubungan O Gambar 4.3) c.b) Y Q(x. Jarak antara titik P dan Q adalah ( x − a ) 2 + ( y − b) 2 . –3) terletak pada lingkaran itu b. titik (4. Tentukan tempat kedudukan dari semua titikP(x. b. Padahal jarak titik P dan Q adalah jari-jari lingkaran.0). berjari-jari 5 b. Kita akan menentukan persamaan lingkaran dengan ketentuan ini.4 X ( x − a ) 2 + ( y − b) 2 = r 2 Karena titik Q(x.5) dan berjari-jari 5 adalah (x – (–3 ))2 + (y – 5)2 = 52 atau (x + 3)2 + (y – 5)2 = 25 Perhatikan gambar 4. PB = 2PA.1) dan B(9. titik (1. Tentukan tempat kedudukan dari semua titikP(x.1 Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di P( –3. PB = 3PA.y) sehingga: a.

5) P(-3. r = 8 Matematika SMA/MA Kelas XI .3) O x O x O x P(-3. adalah titik (2. 0).5) dan menyinggung sumbu-y jari-jarinya adalah jarak P(–3.–1) dengan jari-jari 2 adalah Selanjutnya.2.5 (c). Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat dan jari-jari yang diberikan berikut. Penyelesaian: Jari-jari lingkaran yang diminta adalah jarak titik (–2. –1). –1) lingkaran terhadap sumbu-y. hasil pencerminan pusat (–2. yaitu r= 3( −2) + 4( −1) 32 + 42 =2 Persamaan lingkaran dengan pusat (–2. Kemudian tentukan persamaan peta lingkaran ini karena pencerminan terhadap sumbu-y.2 1.5 b.5) (2.c. ( x + 2) 2 + ( y + 1) 2 = 4 ( x − 2) 2 + ( y + 1) 2 = 4 W Latihan 4. r = 4 c. –1) menyinggung garis 4y = –3x. maka persamaan lingkaran peta karena pencerminan terhadap sumbu-y adalah lingkaran dengan pusat (2. Lingkaran dengan pusat P(–3. r = 0.5 W Contoh 4. a. yaitu 3. –1) dan jari-jari 2. y y y 5 P(-3. (2. (3. Jadi persamaannya adalah (x + 3)2 + (y – 5)2 = 9 Lihat gambar 4. (Ingat konsep pencerminan ketika SMP dahulu).5) (a) (b) (c) Gambar 4. Karena pencerminan tidak merubah bentuk. –3). 1). (–4.2 Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di (–2.5) dengan sumbu-y.–1) terhadap garis 4y = –3x.IPA 132 .

y ) adalah titik pada lingkaran itu. yaitu koefisien x2 dan y2 selalu sama. menyinggung garis x = 5 Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat (2. 4( x − 5) 2 + 4( y + 7) 2 = 25 3. 10. maka akan diperoleh Persamaan ini dapat kita tuliskan dalam bentuk: 2 x2 + y2 – 2ax – 2by + a2 + b2 – r2 = 0 x2 + y2 + 2Ax + 2By + C = 0. y2 ) adalah titik ujung diameter lingkaran. y1 ) dan B ( x2 .3 Persamaan Umum Lingkaran Pada bagian sebelumnya telah kita ketahui bahwa persamaan lingkaran yang berpusat di P(a. dan pusatnya adalah titik potong garis y = – x + 4 dan y = x + 2. 133 BAB IV ~ Lingkaran . 9. Kemudian tentukan persamaan lingkaran yang melalui A. Diketahui titik A(1. dengan A(4. 2). Tentukan persamaan lingkaran dengan pusatnya ( –3. menyinggung garis y = –2 b.– B) dengan jari-jari r = A = − a . B = −b .b) dengan jari-jari r adalah ( x − a ) 2 + ( y − b) 2 = r 2 Jika ruas kiri dari persamaan ini kita uraikan.B dan C. Persamaan terakhir ini disebut persamaan bentuk (x – (–A))2 + (y – (– B))2 = A2 + B2 – C A2 + B 2 − C . 4) dan yang lain melalui titik B(3. 6). umum lingkaran. 2x + y + 6 = 0 Dua lingkaran mempunyai pusat P(1. Misalkan A( x1 . 7. B(4. Buktikan bahwa persamaan lingkaran dengan AB sebagai diameter dapat dituliskan dalam bentuk: ( x − x1 )( x − x2 ) + ( y − y1 )( y − y2 ) = 0 4. Tentukan persamaan lingkaran yang mempunyai diameter ruas garis AB. y = x + 5 b. Tentukan persamaan lingkaran yang menyinggung sumbu-x. menyinggung sumbu-x c. Tunjukkan bahwa sudut ACB siku-siku. 6. Dari bentuk umum ini kita dapat mencirikan persamaan lingkaran. persamaan x2 + y2 + 2Ax + 2By + C = 0 adalah persamaan lingkaran yang berpusat di (– A. 6) dan C(1. dan C = a + b2 – r2. 6).2). serta P ( x. Tentukan persamaan lingkaran yang konsentrik dengan lingkaran ( x + 2) 2 + ( y + 4) 2 = 81 tetapi panjang jari-jari setengahnya. Tentukan gradien PA dan PB. 5.2. Tentukan pusat dan jari-jari dari setiap lingkaran berikut ini : a. 4) dan: a. yang satu melalui titik A(2. 4. b. 3) dan menyinggung garis : a. menyinggung sumbu-y d. 0) dan B(0. Tentukan rasio dari jari-jari dan luas kedua lingkaran. Dengan melengkapi bentuk kuadrat dari persamaan bentuk umum di atas kita peroleh persamaan : Dengan kata lain. dan suku xy tidak muncul dalam persamaan itu. 8.6). Kemudian tentukan persamaan peta lingkaran ini karena pencerminan terhadap sumbu-y. ( x − 2) 2 + ( y − 6) 2 = 64 ( x + 2) 2 + ( y + 4) 2 = 81 c.

Diketahui selembar kertas ABCD berbentuk bujur sangkar dengan sisi 1 meter. persamaan di atas adalah persamaan lingkaran dengan pusat (3. kemudian tentukan pusat dan jari-jarinya. Tentukan luas segitiga AEF yang mungkin.0). Lembar kertas itu dilipat sepanjang EF.2 Tentukan persamaan lingkaran yang melalui tiga titik O(0. 2.3. Jika PQ dan RS adalah garis singgung persekutuan luar kedua lingkaran. lingkaran yang ditanyakan mempunyai persamaan − A + 2 B = −5 dan − A + 7 B = −50 x2 + y2 – 26x – 18y = 0 W 134 Matematika SMA/MA Kelas XI . A dan B ke dalam persamaan ini. dan jarak kedua pusat lingkaran adalah 12.1 Tunjukkan bahwa persamaan x2 + y2 – 6x + 4y + 16 = 0 adalah persamaan lingkaran. Penyelesaian: Dari persamaan yang diberikan kita dapat melengkapi bentuk kuadrat: x2 + y2 – 6x + 4y + 16 = 0 ⇔ x2 – 6x + y2 + 8y = – 16 ⇔ (x2 – 6x + 9) + (y2 + 8y + 16) = – 16 + 9 + 16 ⇔ (x – 3)2 + (y + 4)2 = 9 ⇔ (x – 3)2 + (y – ( – 4))2 = 32 Jadi. Lingkaran L1 dan L2 masing-masing berjari-jari 1 dan 7.IPA .7). W Tugas Kelompok Diskusikan penyelesaian dari soal-soal berikut ini. 1. A(–2 . – 4) dan berjarijari 3. Jadi.4) dan B(–1. sehingga A jatuh pada seperempat lingkaran.0 + C = 0 ⇒ C = 0 x2 + y2 + 2Ax + 2By + C = 0 ( −2) 2 + 4 2 − 4 A + 8 B + 0 = 0 ⇒ − A + 2 B = −5 ( −1) 2 + 7 2 − 2 A + 14 B + 0 = 0 ⇒ − A + 7 B = −50 dengan menyelesaikan sistem persamaan kita peroleh A = –13 dan B = – 9. Penyelesaian: Bentuk umum persamaan lingkaran Dengan mensubtitusikan koordinat-koordinat titik-titik O. Seperempat lingkaran digambarkan dari B ke D dengan pusat A. berapakah luas daerah yang dibatasi oleh sabuk lilitan luar? Contoh 4. dengan E pada AB dan F pada AD.0 +2b. kita peroleh: 02 + 02 + 2A.Contoh 4.3.

x 2 + y 2 − 5 x − 2 By − 6 = 0 Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik-titik (0. y = –2 x + 5. 4. (2) garis memotong lingkaran di dua titik. Tentukan pusat dan jari-jarinya.4) dan B(2. (1. Tentukan pusat dan jari-jari dari setiap lingkaran berikut.2). (–1. 1) Tentukan A dan B sehingga titik yang diketahui terletak pada lingkaran diberikan: a. c.-1). 4. b. c.4) dan x2 + y2 – 6x – 8y = 0. dan (–3. 2x + y = 0.2). Diketahui lingkaran x2 + y2 + 6x – 8y = 0. 5. (8. x + y + 4x − 8 y − 5 = 0 ? a. (7. Tentukan jarak titik-titik berikut dengan lingkaran yang diberikan. (–1. maka secara geometri terdapat tiga kemungkinan posisi garis terhadap lingkaran itu.6. Perhatikan gambar 4. memotong sumbu-x di (2.– 7) dan x2 + y2 = 36. Tentukan persamaan lingkaran luar segitiga ABC jika A(2.3). (2. 10. d.0). 8) c. Tentukan pula titik pusat dan jari-jarinya. 2 x 2 + 2 y 2 + 4 x − 3 y = 0 Manakah 2 2 2. Tunjukkan bahwa lingkaran x2 + y2 – 2x – 4y = 0 melalui titik asal.3 1. Diketahui titik A(–3.0) dan memotong sumbu-y di (4.0).3). titik (0. e. ( –2. B(1. Mana yang benar pernyataan berikut? a.Latihan 4. pusatnya terletak pada garis x + 2y = 5. menyinggung garis y = 9.– 1). a. –1) b. (1. 3x – y = –5 dan x – 7y = 25 7. y = 2 dan x = –2 b. (1. berpotongan dengan garis y = x.0) terletak di dalam lingkaran. a. lingkaran x2 + y2 + 6x – 8y + 21= 0 terletak di dalamnya. BAB IV ~ Lingkaran 135 . 6. 8. Tentukan persamaan lingkaran luar segitiga yang sisi-sisinya adalah: a. yaitu: (1) garis memotong lingkaran di satu titik atau menyinggung lingkaran. b. jari-jarinya 5. (3) garis tidak memotong lingkaran sama sekali. Buktikan bahwa persamaan tempat kedudukan P(x.–1) dan x2 + y2 + 3x – 7y – 18 = 0.y) sehingga 2AP = 3PB adalah suatu lingkaran.4 Perpotongan Garis dan Lingkaran Jika kita mempunyai sembarang garis lurus dan lingkaran. x 2 + y 2 + 2 sin θ x − 2 cos θ y + sin 2 θ = 0 b. 4 x 2 + 4 y 2 + 8 x − 16 y + 11 = 0 c. dari titik-titik berikut yang terletak pada lingkaran 3. f.–2).6) dan C(0. 9. x 2 + y 2 − 2 Ax + 3 y + 1 = 0 b.

Penyelesaian: Subtitusi persamaan garis ke dalam persamaan lingkaran memberikan persamaan kuadrat dalam x.Misalkan kita mempunyai persamaan garis y = mx + c dan persamaan lingkaran x 2 + y 2 + 2Ax + 2 By + C = 0 . berpotongan di dua titik. b. Garis dan 3 4 <m< 3 4 3 4 . tidak berpotongan. yaitu m = − c. Tentukan harga m sehingga garis: a. atau m = 3 4 3 4 . Tidak berpotongan jika D < 0 . Bersinggungan jika D = 0 .6 Tabel 4.1 Diketahui garis y = mx dan lingkaran x + y − 10 x + 16 = 0 . Diskriminan lingkaran akan: a.1 Garis memotong lingkaran di dua titik yang berlainan di satu titik (menyinggung) tidak pada satu titik pun Contoh 4. Berpotongan jika D > 0 . 2 2 Persamaan kuadrat memiliki dua akar real berlainan dua akar real yang sama akar tak real Diskriminan b2 – 4ac > 0 b2 – 4ac = 0 b2 – 4ac < 0 (1 + m 2 ) x 2 − 10 x + 16 = 0 .IPA .1. b. Dengan menyelidiki diskriminan persamaan kuadrat ini (ingat pelajaran kelas X).4. c. yaitu m < − 3 4 atau <m. l k h Gambar 4. Perhatikan tabel 4. Subtitusi persamaan garis ke dalam persamaan lingkaran akan menghasilkan persamaan kuadrat dalam x. secara aljabar kita dapat menentukan posisi garis terhadap lingkaran itu. yaitu − D = 100 − 64(1 + m 2 ) = 36 − 64m 2 = 4(3 − 4m)(3 + 4m) . W 136 Matematika SMA/MA Kelas XI . dengan memperhatikan akar-akar dari persamaan kuadrat itu. bersinggungan.

Juga telah kita pelajari bahwa dua garis saling tegak lurus apabila perkalian kedua gradiennya sama dengan -1.Latihan 4.1 Garis Singgung di Titik pada Lingkaran  A P Di SMP dahulu telah kita pelajari bahwa sembarang garis yang melalui titik pusat lingkaran o selalu tegak lurus (membentuk sudut 90 ) dengan garis singgung lingkaran di titik potongnya. Buktikan bahwa persamaan lingkaran itu adalah ( x − k ) 2 + ( y − 3) 2 = k 2 Jika lingkaran juga melalui (2. x 2 + y 2 = 4 Buktikan bahwa garis-garis berikut menyinggung lingkaran yang diberikan. x 2 + y 2 = 36 a. maka tentukan persamaan lingkaran itu. b.4 1. BAB IV ~ Lingkaran 137 . sehingga berlaku Gambar 4. a. 5 ) . maka ruas garis PA tegak lurus dengan garis singgung l di titik A. A adalah sembarang titik pada lingkaran dan l garis singgung lingkaran di titik A. x 2 + y 2 + 10 x + 4 y + 19 = 0 ⎫ ⎬ x + 3 y + 1 = 0⎭ 4.7). 5. kemudian berikan arti geometri pada hasil-hasil yang diperoleh. Kemudian tentukan juga panjang tali busur sebagai hasil perpotongan dengan sumbu-x. Titik tengah tali busur BC lingkaran tersebut adalah titik M ( 1 .1) dan melalui O(0. Tentukan himpunan penyelesaian sistem-sistem persamaan berikut dengan cara aljabar. x 2 + y 2 = 9⎫ ⎬ y = 1⎭ b. Oleh karena itu. Kita perhatikan gambar di samping. 2. x 2 + y 2 = 20⎫ ⎬ y = 2 x⎭ Tentukan titik potong lingkaran berikut dengan sumbu-x dan sumbu-y. Sebuah lingkaran berpusat di kuadran pertama. Misalkan P pusat lingkaran. Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di A(2.5 Garis Singung Lingkaran 4. Jari-jarinya k dan menyinggung sumbu-y di titik (0.0).3).5. x2 + y 2 = 2⎫ ⎬ y = x + 2⎭ b. jika kita mempunyai titik pada lingkaran kita dapat menentukan persamaan garis singgungnya. 3. Tentukan koordinat 2 2 B dan C.ml = −1 dengan mPA gradien ruas garis PA dan ml gradien garis singgung l .7 mPA . 4. a.

42+( –3)2 = 25. Syarat garis menyinggung lingkaran.2 Garis Singgung Melalui Titik di Luar Lingkaran Misalkan y = mx + c adalah persamaan garis yang melalui suatu titik di luar lingkaran. Contoh 4. Dengan mensubtitusikan persamaan garis ke dalam persamaan lingkaran akan kita peroleh persamaan kuadrat dalam x. maka diskriminan dari persamaan kuadrat ini harus sama dengan nol.8 4−0 −3 − 0 =− 4 3 Karena mOA .9 y = 4 x − 5 dan y = − 4 x − 5 3 3 138 Matematika SMA/MA Kelas XI . sehingga A(4. Jadi.0) lingkaran x2 + y2 = 25.Contoh 4. Penyelesaian: Persamaan garis yang melalui titik (0.2 Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 = 9 yang melalui titik A(0. Penyelesaian: Dengan substitusi x = 4 dan y = – 3.5.1 Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 = 25 di titik A(4.5. Nilai parameter m diperoleh dari akar diskriminan ini. dengan m parameter.–5) dengan gradien m adalah y + 5 = m(x – 0) atau y = m x − 5 Dengan mensubtitusikan persamaan garis ke dalam persamaan linkaran kita peroleh Diskriminan dari persamaan kuadrat terakhir adalah Syarat menyinggung adalah D = 0.IPA W .  yang menyatakan bahwa titik A(4.–3) y + 3 = 3 ( x − 4) atau y = 3 x − 6 4 4 W 4.5.ml = −1 .1) D = 0 ⇔ 9m 2 − 16 = 0 2 D = b 2 − 4ac = 100m 2 − 4(1 + m 2 )(16) = 9m − 16 x 2 + ( m x − 5) 2 = 9 ⇔ x 2 + m 2 x 2 − 10m x + 25 = 9 ⇔ (1 + m 2 ) x 2 + 10m x + 16 = 0 O A(0. Pusat lingkaran adalah O(0.0). –3) mOA = Gambar 4. persamaan garis singgung di titik A(4. (lihat tabel 4.–3).–5).–3) terletak pada O(0.–5) Dengan mensubtitusikan harga m ini kita memperoleh persamaan gari singgung ⇔ 9m 2 = 16 ⇔ m=±4 3 Gambar 4. maka ml = adalah 3 4 .

Subtitusi persamaan garis ini ke dalam persamaan lingkaran. 2 4 2 W 4. Teorema 4.Contoh 4.b) Akibatnya gradien garis singgung l adalah Gambar 4.10 ml = − x0 − a y0 − b 139 BAB IV ~ Lingkaran . Misalkan persamaan garis singgung itu 4 adalah Akan kita tentukan nilai c. dan l garis singgung lingkaran di titik A( x0 . Gradien garis PA mPA = y0 − b x0 − a P(a.12. Diskriminan persamaan kuadrat. y0 ) terletak pada lingkaran ( x − a ) 2 + ( y − b) 2 = r 2 . y 0 ) Kita perhatikan gambar 4. maka persamaan garis singgung lingkaran yang melalui titik A mempunyai persamaan ( x0 − a )( x − a ) + ( y0 − b)( y − b) = r 2 Bukti:  A( x 0 . y = 3 x+c 4 x 2 + ( 3 x + c) 2 − 4 x − 6( 3 x + c) − 3 = 0 ⇔ 4 4 25 16 3 x 2 + ( 2 c − 17 ) x + c 2 − 6c − 3 = 0 2 25 D = ( 3 c − 17 ) 2 − 4 ⋅ 16 (c 2 − 6c − 3) = −4c 2 + 12c + 91 2 2 Syarat menyinggung adalah D = 0 . persamaan garis singgung yang ditanyakan adalah y = ⇔ c = 13 atau c = − 7 2 2 3 4 x + 13 dan y = 3 x − 7 . y0 ) . D = 0 ⇔ −4c 2 + 12c + 91 = 0 ⇔ (2c − 13)(2c + 7) = 0 Jadi.1 Jika titik A( x0 .3 Teorema Garis Singgung Lingkaran Sekarang kita sampai pada pembahasan suatu teorema yang memberikan bentuk umum dari persamaan garis singgung lingkaran.b).3 Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 – 4x – 6y – 3 = 0 yang sejajar garis 3x – 4y = 2.5. Penyelesaian: Dua garis sejajar apabila keduanya mempunyai gradien yang sama (masih ingat kan?).5. khususnya untuk titik singgung pada lingkaran atau gradien garis singgungnya telah diketahui. sehingga gradien garis singgung adalah 3 . Garis PA tegak lurus terhadap garis singgung adalah l di titik A. Pusat lingkaran adalah P(a.

1 Jika titik A( x0 . maka persamaan garis singgung lingkaran yang melalui titik A mempunyai persamaan x0 x + y0 y = r 2 Bukti: Ini kejadian khusus Teorema 4.Jadi. Diskriminan persamaan kuadrat adalah Karena garis (1 + m) x 2 − 2{a + (b − c) m}x + a 2 + (b − c ) 2 − r 2 = 0 D = (1 + m 2 ) r 2 − (b − am − c ) 2 l menyinggung lingkaran. maka ( x0 − a ) + ( y0 − b) = r . Teorema 4. Subtitusi ke dalam persamaan lingkaran memberikan persamaan kuadrat dalam x (mengapa?). Akan kita tentukan nilai c. persamaan garis singgung l yang melalui titik A( x0 . Akibatnya persamaan terakhir dapat kita tuliskan sebagai: ( y0 − b) {( y − b) − ( y0 − b)} + ( x0 − a ) {( x − a) − ( x0 − a)} = 0 2 2 ⇔ ( y0 − b)( y − b) − ( y0 − b) + ( x0 − a )( x − a ) − ( x0 − a ) = 0 2 2 ⇔ ( y0 − b)( y − b) + ( x0 − a )( x − a) = ( x0 − a ) + ( y0 − b) 2 ⇔ ( x0 − a )( x − a ) + ( y0 − b)( y − b) = r Jadi. maka l mempunyai persamaan Bukti: Misalkan persamaan garis l adalah y = mx + c . y0 ) pada lingkaran adalah ( x0 − a )( x − a ) + ( y0 − b)( y − b) = r 2 Akibat 4.2 Jika garis 2 W l dengan gradien m menyinggung lingkaran y − b = m( x − a ) ± r 1 + m 2 ( x − a ) + ( y − b) 2 = r 2 . y0 ) terletak pada lingkaran x 2 + y 2 = r 2 . y0 ) pada lingkaran adalah y − y0 = − x0 − a y0 − b ( x − x0 ) ⇔ ( y0 − b)( y − y0 ) + ( x0 − a )( x − x0 ) = 0 2 2 2 Karena titik A( x0 .IPA . maka secara aljabar D = 0. y0 ) terletak pada lingkaran.1 untuk a = 0 dan b = 0. persamaan gari singgung l yang melaui titik A( x0 . ⇔ (b − am − c) 2 = (1 + m 2 ) r 2 ⇔ c = b − am ± r 1 + m 2 (1 + m 2 ) r 2 − (b − am − c) 2 = 0 ⇔ (1 + m 2 ) r 2 − (b − am − c ) 2 = 0 140 Matematika SMA/MA Kelas XI .

gari singgung dengan gradien 3 4 ( x − 2) 2 + ( y − 3) 2 = 16 mempunyai persamaan y − 3 = 3 ( x − 2) ± 4 1 + ( 3 ) 2 4 4 Setelah kita sederhanakan persamaan ini menghasilkan dua persamaan garis singgung y = 3 x + 13 dan y = 3 x − 7 4 2 4 2 Bandingkan dengan contoh 4. Hasilnya bagaimana? W 141 BAB IV ~ Lingkaran .2 Jika garis l dengan gradien m menyinggung lingkaran x 2 + y 2 = r 2 .5) dan berjari-jari 10 . 4 Penyelesaian: Lingkaran x2 + y2 – 4x – 6y – 3 = 0 dapat kita tuliskan kembali sebagai yaitu lingkaran berpusat di (2.2.2) adalah (1 − 2)( x − 2) + (2 − 5)( y − 5) = 10 Dengan menyederhanakan persamaan ini kita peroleh y = − 1 3 garis singgung di titik A(1. Jadi. Menurut Teorema 4. persamaan 3 y = −1 x+ 7 3 3 W Contoh 4.2 untuk a = 0 dan b = 0.4 Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 – 4x – 10y + 19 = 0 di titik A(1. Menurut Teorema 4.2.2) adalah x + 7 . Telah ditunjukkan pada contoh 4.3) dan berjari-jari 4. titik A(1.3.5.2) terletak pada lingkaran.5.5. W Contoh 4. Penyelesaian: Lingkaran x2 + y2 – 4x – 10y + 19 = 0 dapat kita tuliskan kembali sebagai ( x − 2) 2 + ( y − 5) 2 = 10 Lingkaran berpusat di (2.1 persamaan garis singgung lingkaran di titik A(1. maka l mempunyai persamaan y = mx ± r 1 + m 2 Bukti: Ini kejadian khusus Teorema 4.5 Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 – 4x – 6y – 3 = 0 yang mempunyai gradien 3 .Subtitusi harga c ini ke dalam persamaan garis singgung l memberikan y − b = m( x − a ) ± r 1 + m 2 W Akibat 4.2).5.

d = M 1M 2 = 12 PM 2 ⊥ PQ . Masalah itu dapat disederhanakan menjadi mencari panjang garis singgung persekutuan luar dua lingkaran dan panjang busur lingkaran.5. panjang minimal sabuk lilitan luar yang diperlukan adalah 2 108 + 12π dm. maka ∠PM 2 R = 2α . Panjang minimal sabuk lilitan luar adalah 2 108 + 120 4 ⎛ 2α ⎞ 2π . panjang busur besar PR = panjang busur kecil QS = ⎜ 360o − 2(60o ) 360 o 2π . 3 3 Jadi. Sudut refleks ∠PM 2 R = 360 − 2α . 4 π + π = 2 108 + 12π .Kita akan menyelesaikan masalah yang dihadapi Fadli yang ditampilkan pada ilustrasi awal bab. r1 = QM 1 = 2 .11 Jika ∠M 1M 2 P = α .6 Misalkan lingkaran L1 berjari-jari 2 dm dan lingkaran L2 berjari-jari 8 dm dengan jarak kedua pusatnya adalah 12 dm. Kita peroleh cos α = AM 2 M 1M 2 = 6 12 = 1 2 atau α = 60o Panjang minimal sabuk lilitan luar adalah: 2 panjang PQ + panjang busur besar PR + panjang busur kecil QS . Dalam hal ini r2 = PM 2 = 8 . dan PQ = RS = AM 1 P A Q M1 L2 M2 d S R Gambar 4. QM 1 ⊥ PQ .panjang PQ PQ = AM 1 = 12 2 − 6 2 = 108 . Berapakah panjang minimal sabuk lilitan luar yang menghubungkan kedua lingkaran tersebut? Penyelesaian: Perhatikan ilustrasi gambar berikut ini. dan o ∠QM 1S = ∠PM 2 R = 2α . yang cara menghitung kedua besaran ini sudah kita pelajari ketika SMP dahulu. o ⎟ o 360 3 ⎝ 360 ⎠ 32 ( ) 142 Matematika SMA/MA Kelas XI .2 = 4π = π .IPA .8 = o 32 3 π. Contoh 4.

dan tentukan titik singgungnya.Tugas Mandiri Misalkan lingkaran L1 berjari-jari r1 berpusat di M 1 dan lingkaran L2 berjari-jari d 2 − ( r1 − r2 ) 2 . 2. Buktikan bahwa: a. Tentukan persamaan garis singgung lingkaran di titik yang diberikan. 4. x2 + y2 + 6x – 4y – 45 = 0 di titik (4. Sebuah lingkaran berpusat di (3. c. –1). r2 berpusat di M 2 dengan jarak kedua pusatnya adalah d. b. d 2 − (r1 + r2 ) 2 . c. b. Tentukan persamaan garis singgung di ketiga titik potong tersebut. a. –3).5 1. 3x2 + 3y2 – 6x – 9y – 3 = 0 di titik (–1. 3. BAB IV ~ Lingkaran 143 . Panjang minimal sabuk lilitan luar yang menghubungkan kedua lingkaran adalah 2 d 2 − ( r1 − r2 ) 2 + 2π ⎨ ⎧ 360o − 2α ⎩ 360 o r1 + 2α 360 o r2 ⎬ ⎫ ⎭ d. Tentukan titik potong lingkaran dengan sumbu-sumbu koordinat. a. Panjang minimal sabuk lilitan dalam yang menghubungkan kedua lingkaran adalah 2 d 2 − ( r1 + r2 ) 2 + 2π ⎨ ⎧ 360o − 2α ⎩ 360 o ⎫ (r1 + r2 ) ⎬ ⎭ Latihan 4.2). Buktikan bahwa dua di antaranya sejajar.4) dan berjari-jari 5. Panjang garis singgung persekutuan luar adalah b. Tentukan koordinat titik keempat pada lingkaran sehingga keempat garis singgungnya membentuk jajaran genjang. x2 + y2 = 10 di titik (1. Panjang garis singgung persekutuan dalam adalah c. Buktikan bahwa sumbu-y adalah garis singgung lingkaran x2 + y2 – 2a cos θ x – 2a sin θ y + a 2 sin 2 θ = 0. Buktikan bahwa garis y = 3x +1 0 menyinggung lingkaran x2 + y2 – 8x – 4y – 20 = 0.

9. a. Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di titik A(4. Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap sebuah titik tetap. b. 6.6) terletak pada lingkaran. a. Jika titik A( x0 . 6. –2). 2. Tentukan persamaan garis singgung lingkaran yang melalui 2 titik tersebut. Rangkuman 1. b.3). Tentukan persamaan garis singgung lingkaran melalui titik yang diberikan. buktikan bahwa RP dan RQ menyinggung lingkaran. x2 + y2 – 2x + 2y – 14 = 0 melalui titik (0. Tentukan pula persamaan garis singgung lingkaran di titik A. x2 + y2 = 9 melalui titik (6. 144 Matematika SMA/MA Kelas XI . Jika garis l dengan gradien m menyinggung lingkaran ( x − a ) 2 + ( y − b) 2 = r 2 . Persamaan lingkaran dengan pusat O(0.0) dan berjari-jari r adalah x + y = r . Pada garis singgung di titik (5. Berapa nilai k agar garis y = 2x + k menyinggung lingkaran x2 + y2 – 2x – 4y – 15 = 0? 10.4) pada lingkaran x2 + y2 – 4x – 6y + 3 = 0 di ambil titik yang ordinatnya 5 1 . Buktikan bahwa garis singgung ini juga menyinggung lingkaran x2 + y2 = 20. Tentukan gradien jari-jari yang melalui A. y0 ) terletak pada lingkaran ( x − a ) + ( y − b) = r . l mempunyai persamaan y − b = m( x − a ) ± r 1 + m 2 2 2 2 Jika garis l dengan gradien m menyinggung lingkaran x + y = r . b. 3. a. Titik tengah tali busur PQ adalah titik M(2.2). Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 – 2x + 2y – 2 = 0 yang sejajar garis 2x – y – 5 = 0. maka 2 2 2 persamaan garis singgung lingkaran yang melalui titik A mempunyai persamaan ( x0 − a )( x − a ) + ( y0 − b)( y − b) = r 2 5.6).5. 8. Jika titik A( x0 . Jika R(–6.0). 2 2 2 Persamaan lingkaran dengan pusat P(a. 7. 4. c.IPA . Diketahui lingkaran x2 + y2 – 20y + 20 = 0 dan titik A(– 8. y0 ) terletak pada lingkaran x 2 + y 2 = r 2 . maka l mempunyai persamaan y = mx ± r 1 + m 2 . maka 7. Tentukan titik P dan Q. maka persamaan garis singgung lingkaran yang melalui titik A mempunyai persamaan x0 x + y0 y = r 2 .3) dan melalui O(0.b) dan berjari-jari r adalah ( x − a ) 2 + ( y − b) 2 = r 2 .

. x2 + y2 – 2x – 4y + 9/2 = 0 E. untuk mencari luas bidang menggunakan “metode penghabis” (method of exhaustion). Untuk mencari luas suatu lingkaran adalah dengan meletakkan poligon-poligon di bagian dalam lingkaran tersebut. kemudian membiarkan sisi poligon bertambah banyak.. Persamaan lingkaran yang berpusat di (1. Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 15.2) dan menyinggung garis y = x adalah . tampak bahwa semakin mendekati luas lingkaran. x2 + y2 + 2x + 4y – 9/2 = 0 B. Seiring bertambahnya n. x2 + y2 – 2x + 4y – 9/2 = 0 C. Uji Kompetensi A.. Eudoxus (abad kelima sebelum Masehi) menggunakan metode penghabis ini untuk membuktikan rumus umum luas lingkaran yang terkenal. dengan menggunakan penalaran tak langsung.12 mengilustrasikan proses ini dengan poligon beraturan di dalamnya. x2 + y2 + 2x + 2y + 9/2 = 0 D. 2500 tahun yang lalu. pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda! 1. dan kita tuliskan A = lim An n →∞ Orang Yunani sendiri tidak menggunakan limit secara eksplisit.12 Misalkan An adalah luas poligon sebelah dalam kurva dengan n sisi. x2 + y2 – 2x + 4y + 9/2 = 0 BAB IV ~ Lingkaran 145 . Kita katakan bahwa luas lingkaran adalah limit dari luas poligon sebelah dalam. A1 A2 A3 A4 g g g Gambar 4. A.Math Info Pada zaman Yunani Kuno. Tetapi. Gambar 4.

8 E. − 1 2 1 2 D. . A. 15 C. 12 E. –2 2 E. − 3 2 Garis 3 x + 4 y + k = 0 menyinggung lingkaran x2 + y2 – 4x – 6y – 12 = 0. B.. Garis 3 x + 4 y = 13 memotong lingkaran x2 + y2 – 4x – 6y – 13 = 0 di titik A dan B. Lingkaran yang melalui titik-titik A(7. 7. 5 3 3 5 3 D. 11 D. . A2 + B 2 = 25 A2 + B 2 = 49 4. Suatu lingkaran menyinggung sumbu-x dan menyinggung garis 3 x − 4 y = 0 di titik (4. C. 12 C.. B. 10 B. B(2.. C. E. D. E. A2 + B 2 = 52 A2 + B 2 = 40 A2 + B 2 = 50 D. 6. 13 Jika lingkaran x2 + y2 + Ax + By – 12 = 0 mempunyai jari-jari 5. Jari-jari lingkaran tersebut adalah ..9) mempunyai jarijari .2. 5 5 4 5.. apabila k =K A.. . dan C(19.IPA . maka . E. 9 Lingkaran x2 + y2 – 4x – 2y – 31 = 0 berpusat di titik P dan memotong garis 3 x + 4 y + 5 = 0 di titik A dan B. Panjang AB = … A. B. maka tan α = K A. 14 B. A.3).17). C. C. 7 atau 43 7 atau –43 – 7 atau 43 – 7 atau – 43 ±9 atau ± 13 146 Matematika SMA/MA Kelas XI .-8). Jika sudut ∠APB = α . A. 6 D. B. 3.

y) sehingga PS : PQ = 2 :1 . x2 + y2 – 14x – 8y – 40 = 0 10. 10 B. mempunyai persamaan .x2 + y2 – 24x – 4y + 30 = 0 B. x2 + y2 = 20 2 2 B. x + y − 9 = 0 atau x + 3 y − 23 = 0 3 x + 2 y − 20 = 0 atau 2 x − 3 y + 17 = 0 2 x + 3 y − 25 = 0 atau 3 x − 2 y + 8 = 0 3 x + y − 13 = 0 atau x − 3 y + 19 = 0 2 x + y − 11 = 0 atau x − y + 5 = 0 11..8. A. Diketahui titik-titik P(–3. A. x + y = 50 E. A. 12 C. Titik A terletak pada sumbu-x dan titik B terletak pada sumbu-y. Panjang garis singgung persekutuan luar lingkaran x2 + y2 – 16x + 12y + 51 = 0 dan x2 + y2 + – 2x + 2y – 1 = 0 adalah … . E. C. 6 E. A. x2 + y2 – 8x + 6y – 119 = 0 C. Titik S terletak pada lingkaran . 0) dan menyinggung garis 2 x − y + 3 = 0 di titik (2. sehingga panjang AB = 10. dan S(x. Suatu lingkaran melalui (1. x2 + y2 = 10 C. –2). Q(3.. 4 D. . x2 + y2 – 8x – 6y + 11 9 = 0 D. E. B. − 13 ) 5 5 (13 . x2 + y2 – 24x – 4y + 23 = 0 C. B. . 13 ) 5 5 9. x2 + y2 – 12x + 8y – 119 = 0 E.. − 14 ) 5 ( 9 . . Jika P di tengah-tengah AB maka tempat kedudukan P adalah suatu lingkaran dengan persamaan … .... x2 + y2 – 12x – 8y – 12 = 0 E.. A . 4). A. x2 + y2 – 12x – 4y + 26 = 0 D. 14 ) 5 (− 9 .7) adalah . C. 2 (− 5 . Persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 – 2x – 4y – 8 = 0 yang melalui titik (2.. 7). x2 + y2 – 10x + 12y – 9 = 0 BAB IV ~ Lingkaran 147 . 2 ( 5 . 9 ) 5 5 D. Garis x − 7 y + 20 = 0 menyinggung lingkaran x2 + y2 = 8 di titik . x2 + y2 = 100 D. x2 + y2 + 6x – 8y – 119 = 0 B. 8 12. . D. x2 + y2 = 25 13.

B. . E. Untuk soal nomor 16 sampai dengan nomor 20. Garis-garis singgung di A dan di B berpotongan di P. lingkaran kecil L1 menyinggung ketiga lingkaran tersebut dan lingkaran besar L2 juga menyinggung ketiga lingkaran tersebut. Tentukan panjang dari tali yang bersilangan pada gambar 4. Sebuah tali mengelilingi secara ketat dua lingkaran dengan persamaan ( x − 1) 2 + ( y + 2) 2 = 16 dan ( x + 9) 2 + ( y − 10) 2 = 16 ..IPA . maka panjang tali yang melilit pipa-pipa itu adalah .y) sehingga PA = 3PB adalah sebuah lingkaran. yang dipasang erat di sekeliling lingkaran ( x − 2) 2 + ( y − 2) 2 = 9 dan ( x − 10) 2 + ( y − 8) 2 = 9 . (π + 3) a 2 4π a D.14... 17. 0). Diketahui titik A(– 8. kerjakan dengan singkat dan jelas! 16. tentukan koordinat titik P. D. diikat erat jadi satu. C. Perbandingan jari-jari lingkaran L2 dan jari-jari lingkaran L1 adalah . Tiga buah lingkaran yang berjari-jari sama saling bersinggungan luar. Tentukan pula semua garis singgung lingkaran yang melalui titik (0. C. Tiga pipa plastik yang masing-masing berdiameter a cm. Garis 2 x + 3 y = 6 memotong lingkaran x 2 + y 2 = 30 di titik A dan B.13 15. Jika arah tali pengikat tegak lurus pada arah panjang pipa.– 5). seperti pada gambar 4. E. 18. B. A.14 148 Matematika SMA/MA Kelas XI . 0) dan titik B(– 2. Gambar 4..14. (π + 3)a (π + 1) a 3 aπ B. A. . Berapakah panjang tali ini? 19. (1 + 3) 14 : 1 (7 + 4 3) :1 (7 − 4 3) :1 (7 + 2 3) :1 Gambar 4. Buktikan bahwa tempat kedudukan titik P(x.13.

yang berjari-jari 40 meter. θ (lihat gambar 4. Jika lingkaran yang diletakkan di dalam menyinggung sisi miring pada D. C D A Gambar 4. 1 2 ( BC + AC − AB ) Jika θ = 1 ∠ACB . Nyatakan fungsi intensitas cahaya sebagai fungsi θ . Segitiga ABC adalah segitiga siku-siku di A dengan sisi miring a = BC .15 B a. θ h d 40 P Gambar 4. Jika keliling jendela 30 meter.16 BAB IV ~ Lingkaran 149 .15. maka nyatakan jari-jari r lingkaran yang diletakkan di 2 dalam sebagai a dan θ . sebagai fungsi lebar x. lihat gambar 4. Jendela Norman mempunyai bentuk persegi panjang yang di atasnya berupa setengah lingkaran. Intensitas penyinaran I pada sembarang titik P pada lingkaran berbanding langsung terhadap kosinus sudut 2. nyatakan luas jendela. perlihatkan bahwa CD = b. Sebuah lampu diletakkan pada puncak tiang tinggi h meter untuk menerangai suatu lingkaran lalu lintas yang sibuk. Soal Analisis 1. A.16) dan berbanding terbalik terhadap kuadrat jarak d dari sumber cahaya.20.

150 Matematika SMA/MA Kelas XI .17).IPA . maka selama satu periode partikel menempuh jarak 2π r . Langit-langit atau plafon pada sebuah loteng membentuk sudut 30o terhadap lantai. Jika jari-jari lingkaran adalah r. berapakah laju dan waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu putaran penuh. Sebuah pipa dengan jari-jari 2 inci ditempatkan sepanjang tepi loteng itu sedemikian sehingga satu sisi pipa menyentuh langit-langit dan sisi yang lain menyentuh lantai (lihat gambar 4. 5.17 4. Tentukan percepatannya.81 m/detik2 . Jika percepatannya 9. Dalam fisika. dengan besarnya laju dan percepatan masing-masing adalah: v= 2π r T dan a = v2 T Sebuah bola yang terikat bergerak dalam lingkaran horisontal yang berjari-jari 2m. gerak melingkar sebuah partikel dengan laju konstan dalam waktu yang dibutuhkan untuk satu putaran lengkap disebut periode (T). Bola membuat satu putaran dalam 3 detik. Berapakah jarak d dari tepi loteng ke posisi di mana pipa menyentuh lantai? 2 d Gambar 4.3. Sebuah satelit dekat permukaan bumi bergerak dengan laju konstan dalam orbit melingkar mengelilingi pusat bumi.

2. Lakukan langkah 3 sampai dengan 5 untuk sudut 30 . B. Selembar karton Buku catatan Alat tulis 4. Semester Kegiatan : Menentukan panjang garis singgung lingkaran Tujuan : Mengetahui panjang garis singgung lingkaran. Gambarlah sebuah lingkaran dengan jari-jari 20 cm. Alat dan bahan yang digunakan 1. 3. jika diketahui garis singgung yang lain A. Cocokkan hasil ini dengan percobaan Anda. 2. Lakukan analisis dengan Teorema Phytagoras untuk menghitung panjang garis PQ. Jangka 5. 3. 5. : Persamaan lingkaran : 1 (satu) Kelompok : ………………. dan 60 . 4. 4. 2. Gambarlah dua garis masing-masing melalui pusat lingkaran dan titik singgung. Namakan perpotongan kedua garis singgung adalah titik P. 1. Busur derajat 6. 2. C. Gambarlah garis yang melalui titik P dan pusat lingkaran. Dengan penggaris ukurlah panjang ruas garis PQ.Aktivitas Proyek Aktivitas Nama Kelas : ………………. : XI Tanggal Materi Pokok : …………... No. 4. Besar Sudut 15° 30° 45° 60° Panjang Garis PQ o o o BAB IV ~ Lingkaran 151 . 3. 45 . Penggaris Cara kerja 1. Buat garis mendatar yang menyinggung lingkaran di titik Q. Gambarlah sebuah garis singgung lain yang membentuk sudut 15 dengan garis singgung mendatar. Analisis 1. 6. o 3.

dan mengatakan “tidak” seandainya umurnya tidak tercantum. yaitu 1 + 4 + 16 = 21. dan E. 152 Matematika SMA/MA Kelas XI . Maka umur orang itu ialah 21 tahun. Dan supaya ia mengatakan “ya” seandainya umurnya tercantum pada kartu-kartu itu.. Ini diperoleh dengan jalan menjumlahkan bilangan-bilangan pada sudut kiri atas dari setiap kartu yang ia sebutkan “ya”. 2. Susunlah bilangan-bilangan 1.Teka-Teki Matematika Menebak Umur Seseorang Andaikan kita akan menebak umur seseorang umurnya 60 tahun ke bawah. 3. 60 itu dalam 6 kartu sebagai berikut. C. A 1 3 5 7 17 27 37 47 57 9 19 29 39 49 59 2 3 B 6 7 18 27 38 47 58 10 19 30 39 50 59 4 5 6 C 7 20 12 21 11 13 15 21 23 25 31 33 35 41 43 45 51 53 55 11 14 15 22 23 26 31 34 35 42 43 46 51 54 55 13 14 15 22 23 28 31 36 37 44 45 46 53 54 55 29 30 38 47 60 39 52 D 8 9 10 15 11 24 12 25 16 17 21 22 26 27 31 48 52 53 57 58 E 18 23 28 49 54 59 19 24 29 50 55 60 20 25 30 51 56 32 33 37 38 42 43 47 48 52 53 57 58 F 34 39 44 49 54 59 35 40 45 50 55 60 36 41 46 51 56 13 14 26 27 28 29 30 31 40 44 45 57 58 41 46 59 42 47 60 43 56 Mintalah orang yang akan ditebak umurnya itu meneliti bilangan-bilangan yang tertulis pada kartu-kartu itu.IPA ... Andaikan ia mengatakan “ya” untuk kartu-kartu bernomor A. .

5 D. maka nilai 2p + q = .5 Suatu data dengan rataan 20 dan jangkauan 4. 5 E.. 5 dan 6. 4. 5.2 modus 54. 5 : 3 C. A. Jika setiap nilai data dikalikan dengan p kemudian dikurangi dengan q diperoleh data baru dengan rataan 25 dan jangkauan 6. A. . A. E.5 C.5 B. pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda! 1. 2. 3. 6 Median dan modus dari kelompok data: 3 6 7 5 8 4 6 9 adalah … .. Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 15.5 E. 6 dan 6 E. maka perbandingan jumlah pegawai swasta dan pegawai negeri adalah . Nilai rataan Santi dan Tono adalah . Jika umur rataan pegawai swasta 39 tahun dan umur rataan pegawai negeri adalah 47 tahun. B.4 median 60 dan kuartil atas 80 median 65 dan rataan 54. 75. D. 3 : 7 Suatu kelompok data mempunyai histogram seperti di bawah ini. 74.Latihan Ulangan Umum Semester 1 A. kuartil ketiga 70 dan rataan 54. 73. C. . 77. 6 dan 7 Umur rataan dari kelompok pegawai swasta dan pegawai negeri adalah 42 tahun. 5 dan 6 C.2 kuartil bawah 40 dan rataan 52. A. 5 : 4 B.. .5 B. 12 10 Frekuensi 8 6 4 2 A.. Jika nilai Santi dan Tono digabungkan dengan kelompok tersebut nilai rataannya menjadi 59..2 dan median 60 20 30 40 50 60 Nilai 70 80 90 Latihan Ulangan Umum Semester 1 153 . 4 D. 3 : 4 D.. 8 C. 76. 7 B. 7 dan 5 D. 3 : 5 E. Nilai rataan ulangan matematika dari 35 siswa adalah 58.

6. maka rataannya berubah menjadi .45 E. 8 C. 20 E.IPA ..25 B. Jika banyaknya pegawai yang diterima adalah 16 orang.. 7. 6 C.55 10. A. Interval 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 Frekuensi 2 4 10 a 8 Jika rataan kelompok data adalah 35.5 12 13 13. A.. 7. 6 9. Dalam suatu kelas terdapat 40 siswa.5 14 18 Pernyataan berikut yang benar adalah … . nilai rataan matematikanya 7. Ragam atau variansi dari kumpulan data: 3 5 9 10 6 6 8 9 10 adalah . Hasil ujian 30 calon pegawai menghasilkan kelompok data berikut. 5 E. Interval 21 – 30 31 – 40 41 – 50 51 – 60 61 – 70 71 – 80 Frekuensi 1 1 a 9 b 6 81 – 90 2 Calon dikatakan lulus apabila nilainya lebih dari 60.. Jika seorang siswa yang nilainya 10 dan 3 orang siswa yang nilainya 3 tidak disertakan. 4 D. 25 B... A. Diketahui kumpulan data: 8 11 11.. . 7.65 C. . 7 B. 7. 14 E. 18 D.25 C.. 10 8. 16 D. maka nilai a = . . 8 B.5 E. Rentang R adalah 5 B. A. 7. Simpangan kuartil adalah 1.05 D. 24 154 Matematika SMA/MA Kelas XI . . Semua nilai data konsisten Diberikan data sebagai berikut. Hamparan H adalah 2. Nilai data terkecil adalah pencilan D. maka ab = . 7. A. 30 C.

Dalam kotak berisi 4 bola merah dan 6 bola putih. 1.5 Rataan simpangan data di atas adalah . 10 C.. B.. Seorang siswa diwajibkan mengerjakan 8 dari 10 soal. 8 B. Sebuah panitia beranggotakan 5 orang akan dipilih dari 10 pria dan 7 wanita.175 B.280 16. .185 D. 808 E. .. maka C10n = K . A. . 3 D. 1. Peluang terambilnya bola berbeda warna adalah . 5. Banyak bilangan dengan angka-angka yang berlainan adalah . 6 13.108 C.5 E.180 E.. 5. A.. 84 B.. 92 18. 3. 104 E. Banyak segitiga yang dapat dibuat dari 9 titik yang tidak segaris adalah .575 E. E.. C. Banyaknya cara memilih ada .. Jika diketahui C5 + 2 = 2C4 +1 .5 2. A. 1. .820 B. 5. 1. A.160 C. Banyak pilihan yang dapat diambil adalah . A.557 D. . Akan dibuat nomor-nomor undian yang terdiri atas satu huruf dan diikuti dua buah angka yang berbeda dengan angka kedua bilangan ganjil..11.165 B... A. .715 C. dan 9 dibuat bilangan yang terdiri 3 angka kurang dari 400... 2 5 4 5 Latihan Ulangan Umum Semester 1 155 .. Dari angka 2. 1. 1. A. Diketahui data: 1. 35 E. 1.595 n n 2 15.8 B. 4.170 17.5 7. 7. 1.8 12. 80 B. 14 D. 1. 120 C.5 9. 1. 20 D. 48 C. 40 14. 802 D. tetapi soal nomor 1 sampai dengan nomor 9 harus dikerjakan. Diambil 3 bola sekaligus. Banyak nomor undian adalah . 128 D.. 5. 2. 1. 0 C. 1 12 1 6 1 5 D. 5 E.5 6. A. 6.

95 sedang peluang lulus Liana 0. C. . p2 + p −1 1 − p2 p2 − p −1 1 − p2 p2 − p + 1 1 − p2 D. Peluang munculnya jumlah mata dadu 7 atau 10 adalah . 1 2 A. . A. dan diketahui sin A cos B = A. 12 6 1 C. A. Jika segitiga ABC siku-siku di C. maka cos x − tan x = L A.IPA . E.049 23. E. 24. 4 9 1 C.. 27 kali 21. Jika π 2 < x < π dan sin x = p . 48 kali D.. E. Peluang Kanta tidak lulus tetapi Liana lulus SPMB adalah .92.. 9 9 1 2 B. .958 C. 15 15 1 1 B.. − p2 + p + 1 1 − p2 p2 + p + 1 1 − p2 B. 0. Dilemparkan empat keping mata uang logam secara bersama sebanyak 72 kali. 156 3 D. E. 0. 0.. B.046 E. 7 20. D. . Sebuah koatk berisi 4 balon kuning dan 6 balon hijau. Dua buah dadu sisi enam dilemparkan bersama. 8 22. A. 36 kali E. 21 kali B. Frekuensi harapan muncul dua gambar adalah . tan A 3 =L ..19. 18 kali C. 0. Jika dilakukan 3 kali pengembilan tanpa dikembalikan maka peluang pada 2 pengambilan pertama hijau dan pengambilan ketiga kuning adalah . C. Peluang Kanta lulus SPMB adalah 0. 5 1 D...043 D.92 B. 0. maka tan B 5 3 2 1 1 2 1 3 Matematika SMA/MA Kelas XI .

A. E. 1 2 ( ( 6+ 7 6+ 7 ) ) Latihan Ulangan Umum Semester 1 157 . Titik-titik sudut segitiga samakaki ABC terletak pada lingkaran yang berjarijari 7 cm. 2 sin B 2 cos B sin 2B D. diketahui tan A = sin C = K . a 2 . Nilai dari A. 2 sin t 2 cos t 30. B. o Jika BC = a dan AT = A. E. B. C. maka AC = K . Jika alas AB = 2 7 cm. D. 1 6 2 3 30 atau − 1 30 6 2 atau − 2 2 3 6 atau − 1 6 3 o 26. B. cos B + sin A 0 27. maka cos A + sin B = L A. B. sin 2t sin t cos t 1 − 2 sin t D. C. 1 7 1 6 1 3 ( ( ( 6+ 7 6+ 6+ ) 7) 7) D. Diketahui segitiga ABC dengan sudut B = 45 dan CT garis tinggi dari sudut C. a 2 a 3 a 5 2 tan t 1 + tan 2 t =L a 7 a 11 29. maka tan A = K A. C. C.25. E. B. E. maka nilai 4 3 −1 24 25 7 − 25 − 3 2 D. 24 25 1 28. E. 3 4 dan tan B = . E. C. B. Jika A + B = 270 . maka nilai cos x = L A. 2 3 2 − 3 1 3 D. Jika 3cos 2 2 x + 4 cos 2 x − 4 = 0 . Jika dalam segitiga ABC . C.

7) adalah . maka cos B = K A.. C. x2 + y2 – 12x – 2y – 11 = 0 D.1) dan memotong garis 3 x + 4 y + 5 = 0 di titik A dan B. . A. apabila k = K A.31. 5 atau – 5 B. A. 2 4 + tan x 2 A B. x2 + y2 – 24x – 2y – 4 = 0 C. B. Jika pada gambar BC = CD .. D. A. tan x 4 + tan x 2 E. Suatu lingkaran menyinggung sumbu x di titik (6. . E. x2 + y2 – 24x – 2y – 20 = 0 B. Persamaan lingkaran yang melalui (1. x2 + y2 – 4x – 2y + 4 = 0 35. E. C.. x2 + y2 – 12x – 4y + 26 = 0 D. Jika panjang AB = 8.0) dan menyinggung garis y = 2x + 3 di titik (2.0) dan menyinggung garis y = 3 x mempunyai jari-jari . 2 tan x 1 + tan 2 x B C x D C. 2 tan x 4 + tan x 2 D. x2 + y2 – 24x – 4y + 30 = 0 B.IPA . x2 + y2 – 24x – 4y + 23 = 0 C.. 2 5 atau −2 5 5 2 atau −5 2 10 atau – 10 5 3 atau −5 3 158 Matematika SMA/MA Kelas XI . 2 tan x 4 + tan 2 x 2 32. maka persamaan lingkaran tersebut adalah … . x2 + y2 – 4x – 2y + 1 = 0 E. Suatu lingkaran berpusat di (2. D. Garis y = 2 x + k menyinggung lingkaran x2 + y2 = 20. 6 3 3 2 2 3 6 3 atau 2 3 6 2 atau 2 2 34. x2 + y2 – 14x – 8y – 40 = 0 33. x2 + y2 – 12x – 8y – 12 = 0 E.

2). (3. 1 1 2 37. A.5) (4. A. Garis y = − 1 x + 3 A. E. Nilai ulangan matematika Kelas II suatu SMA diberikan oleh data berikut. C. dan nilai rataan Kelas II IPS adalah 64.5) ke lingkaran x2 + y2 = 9 adalah …. . Panjang garis singgung dari titik (0. C. maka berapa bayak siswa Kelas II IPA? Latihan Ulangan Umum Semester 1 159 . b. (2. A.1) (−1.. 38.1) adalah . C. Nilai rataan Kelas II IPA adalah 75. E. . (1.. E. D. D. Nilai rataan seluruhnya adalah 68. B.1) menyingggung lingkaran x2 + y2 – 4x – 10y + 19 = 0 di titik . D. C.10) B. E. a.. Persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 = 5 yang melalui titik (7. B. (– 1 . −1) (3. 4 ( −3. y = 3 x − 13 dan y = 3 x − 7 4 2 4 2 y = 3 x + 13 dan y = 3 x + 7 4 2 4 2 y = 4 x + 13 dan y = 4 x − 7 3 2 3 2 y = 4 x − 13 dan y = 4 x + 7 3 2 3 2 y = 3 x + 13 dan y = 3 x − 7 4 2 4 2 7 3 40. B.1) x − 2 y = 5 atau 2 x − 11y = 30 2 x − y = 13 atau 3 x − y = 20 x − 2 y = 5 atau 2 x + 11 y = 25 3 x − y = 20 atau 4 x − 3 y = 25 x − 2 y = 5 atau 2 x + y = 15 32 D. Tentukan perbandingan banyak siswa Kelas II IPA dengan banyak siswa Kelas II IPS.. 3) (−3.. B.. A. Jika banyak siswa kelas II IPS adalah 210.2) (2. Lingkaran 4x2 + 4y2 – 24x + 8y – 24 = 0 berpusat di titik .36. −1) D. E. C.. Kerjakan soal-soal berikut dengan langkah-langkah yang tepat! 41. B. 5 33 39. Persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 – 4x – 6y – 3 = 0 yang sejajar dengan garis 3x – 4y = 0 adalah ….

43. Tunjukkan bahwa kejadian A dan B merupakan kejadian tidak saling lepas. Suatu lingkaran berpusat di M. modus. berapakah besar ∠CAB ? C A M B D 160 Matematika SMA/MA Kelas XI . dan rataan. Jika dalam segitiga ABC berlaku tan A + tan C = 2 tan B . Garis x − 2 y = 5 memotong lingkaran x2 + y2 – 4x + 8y + 10 = 0 di titik A dan B. 47. Buatlah ogive positif dan ogive negatifnya c. Tunjukkan bahwa kejadian A dan B merupakan kejadian saling lepas. Peluang terjadinya kebakaran pada musim kemarau adalah 0. a. Interval 21 – 30 31 – 40 41 – 50 51 – 60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 Frekuensi 2 5 0 20 15 0 8 a.42. Jika x + y = Berapakah luas segitiga yang dibentuk oleh titik A. Diketahui kelompok data yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi berikut. tentukan cos( x − y ) . 44.05. B. 46. Berapakah peluang bahwa keduanya masih hidup dalam 10 tahun lagi? 45. berapakah peluang terjadinya kebakaran tepat pada musim hujan. Peluang bahwa 10 tahun lagi seorang suami masih hidup adalah 1/4 dan peluang bahwa 10 tahun lagi istrinya masih hidup adalah 1/3. Jika menurut catatan.IPA . b. Buatlah histogram dan poligon frekuensinya. Tetukan median. apabila suatu keluarga mempunyai 2 anak laki-laki. lamanya musim panas adalah 60% dari sepanjang tahun. B adalah kejadian bahwa suatu keluarga mempunyai anak paling bayak satu laki-laki. dan pusat lingkaran? 49. Misalkan A adalah kejadian bahwa suatu keluarga mempunyai anak laki-laki dan perempuan. tentukan tan A tan C . 50. π 3 dan cos x cos y = . 6 4 48. apabila suatu keluarga mempunyai 3 anak laki-laki. b. Tentukan persamaan garis yang sejajar garis x − 2 y = 10 dan membagi lingkaran x2 + y2 + 4x + 10 = 0 atas dua bagian yang sama besar. dan titik D adalah perpanjangan diameter AB sedemikian sehingga garis singgung DC pada lingkaran membentuk ∠BDC = 10o .1 sedang pada musim penghujan adalah 0.

membuktikan teorema sisa dan teorema faktor. menentukan faktor linear dari sukubanyak dengan teorema faktor. 7. menentukan derajat suku banyak hasilbagi dan sisa pembagian dalam algoritma pembagian. 6. 4. 2. 3. BAB V ~ Sukubanyak 161 .BAB V SUKUBANYAK Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi bab ini. menjelaskan algoritma pembagian sukubanyak. menentukan sisi pembagian sukubanyak oleh bentuk linear dan bentuk kuadrat dengan teorema sisa. Anda diharapkan mampu: 1. 5. menyelesaikan persamaan sukubanyak dengan menentukan faktor linear. menentukan hasilbagi dan sisa pembagian sukubanyak oleh bentuk linear dan bentuk kuadrat.

dan tingginya adalah ( x − 1) dm. yaitu dengan subtitusi x yang dipilih atau dengan memfaktorkan sukubanyak itu lebih dahulu. peubah atau variabel pada bentuk aljabar. sehingga volume kotak adalah (x + 3) x (x – 1) dm3. Dengan menguasai konsep-konsep tersebut secara tuntas. Berapa ukuran kotak yang dapat dibuat oleh Herman? Untuk meyelesaikan kotaknya Herman mempunyai alur pemikiran berikut ini.IPA . algoritma pembagian bilangan bulat. dan tingginya 1 dm lebih pendek dari lebarnya. dengan ketentuan bahwa lebar kotak 3 dm lebih pendek dari panjangnya. Terdapat cara yang mendasar yang dapat dilakukan oleh Herman. Misal lebar kotak adalah x dm. Dengan demikian untuk menentukan ukuran kotak itu. dan sistem persamaan linear. Untuk membantu menyelesaikan masalah Herman di atas. kita dapat membantu menyelesaikan masalah Herman di atas. Karena Herman membatasi bahwa volume kotak adalah 270 dm3. Herman harus mencari x sehingga memenuhi persamaan sukubanyak itu.1 Seorang anak sedang membuat kotak dari kayu Herman bermaksud membuat suatu kotak yang volumenya 270 dm3. kita lebih dahulu perlu mengingat kembali konsep-konsep tentang operasi hitung bilangan real. Tetapi Herman kebingungan dengan besarnya pangkat x dan besarnya konstanta persamaan di atas. 162 Matematika SMA/MA Kelas XI . koefisien. maka ia mempunyai (x + 3) x (x – 1) = 270 atau x3 + 2x2 – 3x – 270 = 0.Pengantar Gambar 1. maka panjang kotak adalah (x + 3) dm. pangkat.

an −1 . Derajat suatu sukubanyak dalam x dimaksudkan adalah pangkat tertinggi dari x dalam sukubanyak itu. ⎣ ⎦ BAB V ~ Sukubanyak 163 . Konstanta ak k disebut koefisien dari suku x dan a0 disebut suku tetap. dan suku tetap adalah 3. Adakah cara yang lebih efektif dan mudah menghitung nilai sembarang sukubanyak? Misalkan kita menghitung F ( x) = a3 x + a2 x + a1 x + a0 untuk x = h. nilai suku banyak F ( x) untuk x = h adalah nilai yang diperoleh dengan mengganti x dengan h. sukubanyak atau polinom dalam x berderajat n dapat dituliskan dalam bentuk berikut ini. K . untuk F ( x ) = −2 x 3 + 5 x − 8 maka nilai sukubanyak untuk x = 2 adalah F (2) = −2 ⋅ 23 + 5 ⋅ 2 − 8 = −14 Cara subtitusi untuk menghitung nilai sukubanyak seperti di atas merupakan cara yang panjang. Sebagai contoh. koefisien dari x 2 adalah –5 . maka nilai sukubanyak itu dengan mudah dapat ditentukan. yaitu F ( h) . . Kita dapat menuliskan 3 2 a3 h3 + a2 h 2 + a1h + a0 ke dalam bentuk: 2 a3 h3 + a2 h 2 + a1h + a0 = ⎡ a3 h + a2 h + a1 ⎤ h + a0 = [( a3 h + a2 ) h + a1 ] h + a0 . a0 adalah konstanta-konstanta bilangan real dan an ≠ 0 . Sebagai contoh.n adalah bilangan cacah yang menyatakan derajat sukubanyak. F ( x) = an x n + an −1 x n −1 + an − 2 x n − 2 + K + a2 x 2 + a1 x + a0 Dengan menyatakan sukubanyak sebagai fungsi. kecuali dalam keadaan yang sederhana. an x n + an −1 x n −1 + an − 2 x n − 2 + K + a2 x 2 + a1 x + a0 dengan: - an . Secara umum. Suatu sukubanyak dalam x dapat kita tuliskan sebagai fungsi dari x. jika kita mempunyai sukubanyak berderajat 3.1 Menghitung Nilai Suatu Sukubanyak Bentuk aljabar x 2 + 3 x − 7 dan 3 x 5 + x 3 − 8 x + 1 disebut suku banyak (polinom) dalam peubah (variabel) x yang masing masing berderajat dua dan lima. Dengan cara 3 2 subtitusi kita peroleh F ( h) = a3 h + a2 h + a1h + a0 . koefisien dari x adalah 0.5. Secara umum. Misalkan sukubanyak dalam bentuk umum di depan dapat dituliskan sebagai fungsi F ( x) sebagai berikut. 2 x3 − 5 x 2 + 3 maka koefisien dari x 3 adalah 2.

Contoh 5. Cara menghitung nilai F ( h) dengan proses ini lebih dikenal dengan skema Horner. W 164 Matematika SMA/MA Kelas XI .Dengan membalik proses itu. kita peroleh 2 2 7 4 0 22 –5 44 2 Tanda 11 22 39 = F(2) menyatakan “kalikan dengan 2”. maka diperoleh Proses mengalikan dan menjumlahkan pada langkah-langkah di atas. a3 h + a2 a3 h 2 + a2 h + a1 a3 h3 + a2 h 2 + a1h + a0 h a3 a2 a1 a3 h 2 + a2 h a 3 h 2 + a2 h + a1 a0 a 3 h3 + a 2 h 2 + a1 h a 3 h3 + a 2 h 2 + a1 h + a 0 = F (h ) a3 h a3 Tanda a3h + a2 menyatakan “kalikan dengan h”.1 Hitunglah nilai sukubanyak F ( x) = 2 x 3 + 7 x 2 − 5 untuk x = 2. Dengan skema Horner. Jadi. a1 = 0 dan a0 = −5 . Penyelesaian: Sukubanyak F ( x) = 2 x 3 + 7 x 2 − 5 mempunyai koefisien-koefisien a3 = 2 . a2 = 7 . nilai sukubanyak adalah F (2) = 39 . maka diperoleh 3) Langkah ketiga 2 Kalikan a3 h + a2 h + a1 dengan h dan jumlahkan hasilnya dengan a0 . kita dapat membentuk a3 h + a2 h + a1h + a0 dengan 3 langkah berikut.1. 1) Langkah pertama Kalikan a3 dengan h dan jumlahkan hasilnya dengan a2 . 2) Setiap panah menunjukkan perkalian dengan h yang kemudian diikuti dengan penjumlahan. dapat kita susun dalam skema berikut ini.IPA . Kita dapat menunjukkan bahwa cara ini benar untuk sembarang suku banyak. koefisiennya diambil sama dengan nol. maka diperoleh 3 2 2) Langkah kedua Kalikan a3 h + a2 dengan h dan jumlahkan hasilnya dengan a1 . Pada proses perhitungan ini kita perhatikan bahwa: 1) Baris pertama sebelah kanan garis tegak adalah koefisien sukubanyak yang disusun dari koefisien pangkat tertinggi sampai koefisien dengan pangkat terrendah. Dalam hal salah satu suku muncul.

5x2 + 3 . 3 Algoritma pembagian bentuk panjang itu dapat pula kita lakukan dalam pembagian sukubanyak. 3. 4x4 – 8x2 + 15x + 2 untuk x = –2 Gunakan skema Horner untuk menghitung F ( a ) untuk nilai a yang ditentukan. b. F ( x) = 2 x 2 + 6 x + 8 . x dalam (x + 2) (2x – 1) d. e. 5x4 + 2x3 – 4x2 + 1 . 4. 12 disebut hasilbagi. F ( x ) = x 3 + 4 x 2 + 1 . a = 0. 5. a = – 4 Hitunglah nilai setiap sukubanyak yang diberikan untuk x yang ditentukan. 33 Jadi 183 = (15 × 12) + 3. 5x – 3x – 8 untuk x = 1/2 d. 6. 30 Pada pembagian di atas: 183 disebut terbagi. 2x + 3x + 5x .1 Hitunglah 183 : 15 dalam bentuk panjang. x dalam (x + 1) (x2 + x + 3) Tulislah faktor yang lain pada : a. 3 disebut sisa. a = – 3 c. F ( x) = x 4 − 2 x 2 + 1 . a. derajat.1 1. b. 5.5 . Penyelesaian: Pembagian itu menunjukkan: 183 = (15 × 10) + 33 12 = (15 × 10) + (15 × 2) + 3 183 = (15 × 12) + 3 150 Pembagian berhenti di sini karena sisanya 3 kurang dari 15. a. a = –1. 2x4 + 9x2 – 3 x + 2 untuk x = –1 2 b. 2x3 – 3x2 + 9x + 12 . a. a = 2 F ( x) = x3 + 3x + 8 . a = 0. W BAB V ~ Sukubanyak 165 . Contoh 5. 4 2 d. Untuk mengingat kembali algoritma itu. 5 – t2 – 4t4 3 b.2. Sebutkan nama peubah. 4x2 – 20x – 7 = (2x – 1) ( … ) Hitunglah F ( a ) untuk nilai a yang diberikan dari setia sukubanyak yang diberikan: a.5. 2. F ( x) = x3 − 2 x 2 + x − 1 . a = 3. x3 + 5x2 – 4x +7 untuk x = 1 c. x5 – 0. 3y – 6y – 4 d. x3 dalam (2x – 9) (3x2 + 2) b. f. dari setiap sukubanyak yang diberikan.2 Pembagian Sukubanyak Kita ingat kembali cara pembagian bilangan bulat dalam bentuk panjang ketika di Sekolah Dasar dulu. x6 – 4x3 + 8x2 – 6x Tentukan koefisien : a. c. kita ikuti contoh berikut ini. a = – 2. 2x2 – 5x – 7 = (x + 1) ( … ) b. x2 dalam (3x + 4) (1 – 2x) c.Latihan 5. x2 + 3x + 1 c. 15 disebut pembagi. dan koefisien-koefisien dari setiap sukubanyak berikut. a = 0.6.

1.1.2.2.IPA + a1 x + a0 . Jadi hasilbaginya 2x2 + 11x + 22 dan sisanya 39. Pertama. Penyelesaian: 2 x 2 + 11x + 22 2 x3 + 7 x 2 − 5 2 x3 − 4 x 2 11x 2 − 5 11x 2 − 22 x 22x − 5 22x − 44 39 Pembagian itu menunjukkan: 2x3 + 7x2 – 5 = (x – 2)2x2 + 11x2 – 5 = (x – 2) 2x2 + (x – 2)11x + 22x – 5 = (x – 2)2x2 + (x – 2)11x + (x – 2)22 + 39 = (x – 2)(2x2 + 11x + 22) + 39 Pembagian berakhir di sini karena sisanya 39 berderajat lebih rendah daripada x – 2. pembagian sukubanyak a3 x + a2 x + a1 x + a0 oleh x − h dengan algoritma pembagian. 3 2 h a3 a2 a1 a3 h 2 + a2 h a 3 h 2 + a2 h + a1 a0 a 3 h3 + a 2 h 2 + a1 h a 3 h3 + a 2 h 2 + a1 h + a 0 = F (h ) a3 h a3 a3h + a2 3 2 Kedua. W Hasil ini tetap benar untuk F ( x ) = a3 x + a2 x + a1 x + a0 .2 di atas dengan hasil pada contoh 5. menentukan nilai a3 x + a2 x + a1 x + a0 jika x diganti dengan h dengan skema Horner. Apa yang dapat kita simpulkan? Benar bahwa dalam kedua contoh itu. a3 x 2 + ( a3 h + a2 ) x + ( a3 h 2 + a2 h + a1 ) a3 x 3 + a2 x 2 a3 x 3 − a3 hx 2 (a3 h + a2 ) x 2 + a1 x (a3 h + a2 ) x 2 − ( a3 h 2 + a2 h) x (a3 h 2 + a2 h + a1 ) x + a0 ( a3 h 2 + a2 h + a1 ) x − ( a3 h3 + a2 h 2 + a1h) a3 h3 + a2 h 2 + a1h + a0 = sisa 166 Matematika SMA/MA Kelas XI .Contoh 5. Bandingkan sisa pembagian pada contoh 5. sisa pembagian sama dengan nilai F (2) . Kita perhatikan dua 3 2 perhitungan berikut ini.2 Bagilah 2x3 + 7x2 – 5 dengan x – 2.

maka kita dapat menyimpulkan bahwa jika F ( x ) = a3 x 3 + a2 x 2 + a1 x + a0 dibagi dengan x − h : 1. Hal ini akan kita diskusikan pada sub-bab 5. Penyelesaian: Pembaginya adalah x + 3 = x − ( −3) .2. Derajat sisa paling besar satu lebih kecil dari derajat pembagi. maka kita katakan bahwa F(x) habis dibagi dengan (x – h) atau (x – h) merupakan faktor dari F(x). W –3 1 3 -3 -4 0 0 -4 1 12 13 sedang hasilbagi adalah x2 – 4 dan sisanya 13. dengan H(x) = x2 – 4 dan S = 13. Contoh 5. 4 2 x4 x 2 − 6 x + 17 + x 2 − 16 x 4 + 6 x3 + 2 x 2 − 6 x 3 − x 2 − 16 −6 x 3 − 18 x 2 + 12 x 17x 2 − 12 x − 16 17 x 2 + 51x + 34 − 63 x − 50 Jadi. Penyelesaian: Karena pembagi berderajat 2.4. Ternyata perhitungan pertama merupakan cara yang sangat singkat dan skematik 2 2 untuk menunjukkan pembagian F(x) oleh x − h . W Jika sukubanyak F(x) dibagi dengan (x – h) memberikan sisa sama dengan 0. Lebih lanjut. 3. hasil bagi pembagian 2 x 4 + x 2 − 16 oleh x + 3 x + 2 adalah x − 6 x + 17 dan 2 sisanya −63 x − 50 . Koefisien hasilbagi a3 x + ( a3 h + a2 ) x + ( a3 h + a2 h + a1 ) tepat sama dengan bilangan-bilangan yang terletak pada baris terbawah pada perhitungan pertama.Dengan membandingkan kedua perhitungan tersebut. Pembagian skema Horner ini dikenal sebagai pembagian sintetik. BAB V ~ Sukubanyak 167 . Sisa pembagian adalah F ( h) = a3 h + a2 h + a1h + a0 3 2 2. Contoh 5.3 Tentukan hasil bagi dan sisanya dari pembagian x + x − 16 oleh x 2 + 3 x + 2 dengan algoritma pembagian. maka hasil bagi berderajat 2 dan sisa paling besar berderajat 1.4 Bagilah sukubanyak F(x) = x3 + 3x2 – 4x + 1 dengan x + 3. Tulislah sukubanyak itu dalam bentuk F ( x) = ( x + 3) H ( x ) + S . sukubanyak dapat kita tuliskan sebagai bentuk 1 F ( x) = ( x + 3) H ( x ) + S . tanpa F(h).2. dengan H(x) adalah hasil bagi dan S adalah sisa. Jumlah derajat pembagi dan derajat hasilbagi sama dengan derajat terbagi.

Tentukan a dan akar-akar yang lain.2. Dari faktor-faktor linear x – 1. b. F(x) = x2 + 3 x + 7 . jika sisa S masih memuat x maka pembagian itu masih dapat dilakukan satu langkah lagi. 6. x2 + 3 x + 7 dibagi oleh x – 1.2 menunjukkan bahwa hal itu benar untuk sembarang sukubanyak berderajat lebih kecil atau sama dengan tiga. Lebih lanjut. 2.3 Teorema Sisa Apakah benar jika F(x) sembarang sukubanyak dibagi dengan ( x − h) sisanya pasti F(h)? Pembahasan pada sub-bab 5. F(x) = x2 – 8 x – 13. a = 1. 2x3 + 3x2 – 5x + 21 dibagi oleh x + 3. 3x – 5x + 7 dibagi x + 2 d. 8x3 + x2 – 4x + 11) dibagi x + 5 d. 3. Buktikan bahwa x3 – 5x2 + 7x – 2 habis dibagi oleh x – 2. c. 100 : 13 d. 2 x3 – 4x2 – 5x + 9 dibagi x2 + 5x + 1 Tentukan sisa pada pembagian berikut. x2 – 8 x – 13 dibagi oleh x + 2. Kerjakan setiap pembagian berikut dengan algoritma pembagian dan sajikan hasilnya dalam bentuk : terbagi = (pembagi × hasilbagi) + sisa. a = – 3.2 1. x3 + 2x2 – 3x + 4 dibagi x – 3 2 b. 5. 8. dan bandingkan hasilnya dengan F(a) untuk F(x) dan a yang diberikan. Nyatakan P(x) dalam faktor tersebut. a. x + 2 dan x – 3 manakah (jika ada) yang merupakan faktor dari x3 – 6x2 + 11x – 6. Jika persamaan x3 – x2 – 32x + a = 0 mempunyai akar 2. Ternyata hasil ini benar untuk sembarang sukubanyak. 5. 2x2 + 3x + 4 dibagi x – 1 c. 5x3 – 7x2 + 5x + 4 dibagi x + 3 Jika P(x) = x3 + 2x2 – x – 2. 3543 : 28 b. pembagian sintetik menunjukkan bahwa menentukan sisa pembagian oleh ( x − h) adalah proses yang sama seperti menghitung F(h). Dengan algoritma pembagian kita memperoleh hubungan dengan S sisa yang berupa suatu konstanta yaitu tidak memuat x. 4. Kerjakan pembagian berikut dengan pembagian sintetik untuk menentukan hasil bagi dan sisanya.IPA . 6x + 8 dibagi x – 3 b.Latihan 5. Karena. seperti pada contoh 5. 7. F(x) = ( x − h )H(x) + S 168 Matematika SMA/MA Kelas XI . a. a. a = – 2. Jika suatu sukubanyak F(x) dibagi dengan ( x − h) maka hasilbaginya adalah suatu sukubanyak yang lain yang dapat dinyatakan dengan H(x). F(x) = x2 – 8 x – 13 . Kerjakan setiap pembagian berikut dengan algoritma pembagian dan sajikan hasilnya dalam bentuk : terbagi = (pembagi × hasilbagi) + sisa. x2 + 5x + 4 dibagi x + 2 c. a. buktikan bahwa x + 2 adalah faktor dari P(x). 46 : 7 c.1. 8041 : 36.

12 + 5 = 0. b b Karena ax − b = a x − a . ( ) ( ) W (b ) H ( x) F ( x) = x − b H ( x) + F b ⇔ F ( x) = ( ax − b ) a + F b a a a Hal ini membuktikan teorema berikut ini. maka sukubanyak 4x7 – 9x2 +5 habis dibagi oleh (x – 1). maka F(2) = 3. W Contoh 5. F(1) = 4. Teorema 5. maka pada pembagian F(x) oleh x − a sisanya adalah F a . sisanya adalah 100. Jika x diganti dengan h.1 Tentukan sisa jika 3x5 +5x – 6 dibagi (x – 2). Penyelesaian: Jika F(x) = 3x5 +5x – 6.2 – 6 = 100 Jadi.3. maka diperoleh : F(h) = ( h − h )H(h) + S = 0 · H(h) + S =0+S Jadi. maka sisanya F a . W Contoh 5. Derajat S lebih rendah satu daripada derajat ( x − h) . Dalam hal ini. Oleh karena itu. menurut Teorema Sisa. F(h) = S. dan hasil baginya adalah H(x). Perhatikan bahwa Karena sisanya F(1) = 0.25 + 5. Bukti: Misalkan hasilbaginya H(x) dan sisanya S.2 Buktikan bahwa 4x7 – 9x2 +5 habis dibagi oleh (x – 1).3.3 Tentukan hasil bagi dan sisanya jika F(x) = 2x4 + x3 – x2 + 6x – 1 dibagi (2x – 1). S adalah konstanta.2 ( ) ( ) ( ) b Jika sukubanyak F(x) dibagi dengan (ax – b). cukup dibuktikan bahwa sisa pembagian itu sama dengan 0.1 (Teorema Sisa) Jika sukubanyak F(x) dibagi dengan (x – h). maka sisanya adalah F(h). BAB V ~ Sukubanyak () 169 . Padahal F(x) = ( x − h )H(x) + S untuk semua x. Bukti: Untuk membuktikan F(x) = 4x7 – 9x2 +5 habis dibagi oleh (x – 1).17 – 9.3. Contoh 5.Teorema 5.

dan jika dibagi ( x − 4 ) sisanya – 4. Jadi. 3 2 Dengan memperhatikan Teorema 5.13 + b = (1 – 1)(1 + 1). 2 1 2 2 1 1 –1 1 2 0 6 0 6 –1 3 2 2 F ( x) = ( x − 1 )(2 x 3 + 2 x 2 + 6) + 2 = (2 x − 1)( x3 + x 2 + 3) + 2 .3.2. secara umum kita peroleh bahwa sisa merupakan sukubanyak yang berderajat satu lebih kecil dari derajat pembaginya.IPA . W W Contoh 5. Dari Teorema Sisa x5 + ax3 + b = (x2 – 1). Penyelesaian: Misalkan hasilbaginya hádala H(x). F(x) = (x2 – 2x + 8) H(x) + (ax + b) = (x – 4)(x + 2) H(x) + (ax + b) Dengan Teorema Sisa.1 + 1 a+b=3 170 Matematika SMA/MA Kelas XI . Penyelesaian: Misalkan hasilbaginya adalah H(x) dan sisanya adalah ax + b. F(–2) = 14 dan F(4) = – 4 Di pihak lain. 2 Jadi.1 dan 5. Oleh karena itu. F(–2) = (–2 – 4)(–2 + 2) H(–2) – 2a + b = – 2a + b F(4) = (4 – 4)(4 + 2) H(4) + 4a + b = 4a + b Kita peroleh sistem persamaan linear –2a + b = 14 dan 4a + b = – 4.6 Misalkan sukubanyak x5 + ax3 + b dibagi (x2 – 1) sisanya adalah (2x + 1). H(1) + 2. Tentukan a dan b. Teorema Sisa dapat kita terapkan pula apabila pembaginya suatu sukubanyak yang dapat difaktorkan menjadi sukubanyak berderajat satu.4 Sukubanyak F(x) dibagi ( x + 2 ) sisanya 14.Penyelesaian: Pembaginya adalah 2 x − 1 = 2( x − 1 ) . hasil bagi pembagian 2x4 + x3 – x2 + 6x – 1 oleh (2x – 1) adalah x + x + 3 dan sisanya 2. H(x) + 2x + 1 = (x – 1)(x + 1) H(x) + 2x + 1 Untuk x = 1 ⇒ 15 + a. 3. yang mempunyai penyelesaian a = –3 dan b = 8. Contoh 5. Tentukan sisanya jika F(x) dibagi x2 – 2x + 8. jika F(x) dibagi x2 – 2x + 8 memberikan sisa (8 – 3x).

x7+ ax5 + b dibagi (x2 – 1) sisanya adalah (4x + 1) 10. 2x4 + ax3 + x + b dibagi (x2 – x – 2) sisanya adalah (8x + 5) c. tentukan sisanya jika F(x) dibagi (x + 2). x4 –3x3 – 5x2 + x – 6 dibagi (x2 – x – 2) c. Sukubanyak F(x) jika dibagi (x2 – x) sisanya adalah (5x + 1).3 Tentukan sisa dari setiap pembagian berikut. Sukubanyak F(x) jika dibagi (x – 1) sisanya adalah 4. Tentukan hasilbagi dan sisa. dan jika dibagi (x – 2) sisanya adalah 5. dan jika dibagi (x – 1) sisanya adalah 5. 6x3 – x2 – 9x + a habis dibagi (2x + 3) b. 9. Jadi. Tentukan sisa dari setiap pembagian yang diberikan. Tentukan a dan atau b jika: a. 8. Sukubanyak F(x) jika dibagi (x2 – 4) sisanya adalah (3x – 2). a. dan jika dibagi (x – 3) sisanya 32. 7. 3x4 + 5x3 – 11x2 + 6x – 10 dibagi (3x – 1) 3. jika dibagi (x2 + x) sisanya adalah (3x + 1). BAB V ~ Sukubanyak 1. 171 .(–1) + 1 –a +b=0 Dengan menyelesaikan sistem persamaan linear a + b = 3 dan – a + b = 0 kita peroleh a = b = 3/2. Tentukan sisanya jika F(x) dibagi (x2 – 1). Tentukan a dan atau b sehingga: a. 2x3 + 5x2 – 11x + 8 dibagi (2x – 1) b. x3 – 3x2 + 5x – 9 dibagi (x + 2) b. W Latihan 5. Tentukan sisanya jika F(x) dibagi x2 – 3x + 2. x4 – 2x3 – 3x2 – 4x – 2 dibagi (x – 2) c. 4x4 – 12x3 + 13x2 – 8x + a habis dibagi (2x – 1) c. Tentukan sisanya jika F(x) dibagi (x2 – 1)(x – 3). Sukubanyak F(x) jika dibagi (x – 1) sisanya adalah 24. Sukubanyak F(x) jika dibagi (x + 1) sisanya adalah –3. 6x4 + 5x3 – 11x2 + 6x – 10 dibagi (3x + 2) 2. 2x3 – 5x2 – x + 4 dibagi (x2 – 4x – 5) b. jika dibagi (x + 1) sisanya adalah 8. H(–1) + 2. Tentukan sisanya jika F(x) dibagi (x2 – 1). x9 + 5x2 – 4 dibagi (x3 – x) 5. 4x4 – 5x2 + 6x – 12 dibagi (2x + 1) d. 6. a. x7 – 4x4 + 3x dibagi (x3 – 4x) d. 5x3 + 21x2 + 9x – 1 dibagi (5x + 1) d. x4 – 2x3 + ax2 + 2x + b habis dibagi (x2 – 2x –3) 4.(–1)3 + b = (– 1 – 1)(– 1 + 1). nilai yang memenuhi adalah a = b = 3/2.Untuk x = –1 ⇒ (–1)5 + a. x3 – 4x2 + ax + b habis dibagi (x2 – 3x +2 ) d. 2x3 – x2 – 1 dibagi (2x + 3) c. 2x4 + ax3 + 2x2 – 3x + b dibagi (x2 – 1) sisanya adalah (6x + 5) b. a. dari setiap pembagian yang diberikan.

maka kita dapat menyatakan bilangan itu sebagai perkalian.1 Tentukan faktor-faktor dari 2x3 – 3x2 – 11x + 6. (x – h) merupakan faktor sukubanyak F(x) apabila h merupakan pembagi dari 6. Jelaslah F(1) ≠ 0.5.2. maka F(h) = 0 jika dan hanya jika (x – h) merupakan faktor dari F(x).4. yaitu bahwa (x – h) merupakan faktor dari F(x). ± 2. Lihat kembali Contoh 5. F(–1) ≠ 0. Mengapa? Kita coba mengihitung F(3). = (x – 3 ) (2x – 1) (x + 2).3 (Teorema Faktor) Misalkan F(x) sukubanyak. F(x) = (x – h)·H(x) + F(h) Jika F(h) = 0 maka F(x) = (x – h). Dalam hal ini. Lebih lanjut. ± 3.H(x). yaitu ± 1. Hal ini dibenarkan oleh teorema berikut ini. maka F(x) = (x – h)·H(x) untuk suatu sukubanyak H(x). Faktor yang lain adalah 2x2 + 3x – 2. W 172 Matematika SMA/MA Kelas XI . Demikian juga.IPA . 27 = 3 · 9 Dalam hal ini kita mengatakan bahwa 3 dan 9 adalah faktor dari 27. F(h) = (h – h)·H(h) = 0·H(h) = 0 Contoh 5. sukubanyak x3 – 2x2 – x + 2 jika dan hanya jika pembagian sukubanyak itu oleh faktor-faktor linear tersebut memberikan sisa 0. (x – h) faktor dari sukubanyak F(x) jika dan hanya jika F(h) = 0. 2x3 – 3x2 – 11x + 6 = (x – 3) (2x2 + 3x – 2).3. Teorema 5. Sebaliknya. dan (x + 2).4 Teorema Faktor Jika kita mempunyai bilangan 27. Oleh karena itu. 3 2 -3 6 -11 9 -2 6 6 0 = F(3) 2 3 Karena F(3) = 0. ± 6. (x – 1) dan (x – 2) adalah faktor linear. (2x – 1). Penyelesaian: Misalkan F(x) = 2x3 – 3x2 – 11x + 6. faktor-faktor dari 2x3 – 3x2 – 11x + 6 adalah (x – 3).7 di depan. jika kita mempunyai sukubanyak F(x) = x3 – 2x2 – x + 2. Kita mencoba dengan nilai-nilai itu. Dengan fakta ini kita dapat membaca bahwa: (x + 1). Bukti: Menurut Teorema Sisa. maka (x – 3) merupakan faktor sukubanyak 2x3 – 3x2 – 11x + 6. Dengan Teorema Faktor 5. maka kita dapat menguraikan menjadi faktor-faktor linear x3 – 2x2 – x + 2 = (x + 1)(x – 1)(x– 2). Jadi. F(2) ≠ 0. jika (x – h) merupakan faktor dari F(x).

5 Persamaan Sukubanyak Perasamaan sukubanyak kita maksudkan adalah persamaan yang berbentuk an x n + an −1 x n −1 + K + a1 x + a0 = 0 dengan an . maka h disebut akar dari persamaan itu. x3 – 7x + 6 c. Harga x = h yang jika kita subtitusikan ke sukubanyak memenuhi persamaan (5. b dan c apabila x – y + 1 adalah faktor dari ax2 + bxy + cy2 + 3x – y + 2. Faktorkan setiap sukubanyak yang diberikan. b. (x + y)(y + z)(z + x) adalah faktor dari (x + y + z)3 – x3 – y3 – z3. c. Kemudian faktorkan! Hitunglah a. Sukubanyak F(x) berderajat dua mempunyai faktor (x + 2). Jika F(x) dibagi dengan (x – 1) sisanya adalah 6 dan jika F(x) dibagi dengan (x – 2) sisanya adalah 12. lihat gambar 5. c. maka grafik dari y = F(x) memotong sumbu-x di 3. Faktor ( x 3 − 2) bukan faktor rasional. (x + y + z) adalah faktor dari x3 + y3 + z3 – 3yx z .Catatan: Dalam buku ini kita memfokuskan hanya faktor rasional. BAB V ~ Sukubanyak 33 – 3. jika x = h akar dari persamaan sukubanyak F(x) = 0. jika F(x) = x3 – 3x2 + x – 3.32 + 3 – 3 = 0 173 .4 1. x4 + 2x3 – 7x2 + ax + b mempunyai faktor x2 + 2x – 3. yaitu faktor yang koefisien-koefisiennya merupakan bilangan rasional. 2z3 – 5z2 + 4z – 21 Tentukan a dan atau b sehingga: a.1). y3 – 39y2 + 70 b. K . (x – 1) dan (x + 6) adalah faktor-faktor dari x2 + 5x – 6. x3 – ax2 + 5x + b mempunyai faktor x2 – 2x – 3. Dengan menggunakan Teorema Faktor buktikan bahwa: a. Latihan 5. d. Tentukan sukubanyak F(x) tersebut. x4 – 2ap2x2 + 9p4 mempunyai faktor x – 3p. 5. 3. misalnya (x – 2) dan (2x – 1). 4. an ≠ 0 dan n bilangan asli.2. b. Sebagai contoh. a. x4 + 4x3 + ax2 + 4x + 1 mempunyai faktor (x + 1). 6. persamaan mempunyai akar 3. a0 adalah konstanta. Buktikan bahwa: a. maka grafik dari y = F(x) memotong sumbu-x di h. Sebagai contoh. karena 3 bukan bilangan rasional. b. 2. d. an −1 . 2x3 + 7x2 + 2x – 3 d. karena untuk x = 3. x3 – 3x2 + x – 3 = 0 Secara geometri. (x – 4) adalah faktor dari 2x4 – 9x3 + 5x2 – 3x – 4. 5. (2x + 1) adalah faktor dari 2x3 + 11x2 + 3x – 1. (x – 1) adalah faktor dari x3 – (2a + 1)x2 + (a2 + 2a)x – a2.

1 Buktikan bahwa 2 adalah akar persamaan x3 – 2x2 – x + 2 = 0 dan tentukan akar-akar yang lain.4 telah kita pahami bahwa jika F(x) sukubanyak. Penyelesaian: Misalkan F(x) = x3 – 2x2 – x + 2. Contoh 5.IPA .5. jika F(x) = 0 persamaan sukubanyak berderajat n. Jika F(x) sukubanyak berderajat n. maka F(x) mempunyai faktor linear paling banyak n. Jadi. W 174 Matematika SMA/MA Kelas XI . Oleh karena itu. akar-akar dari x3 – 2x2 – x + 2 = 0 adalah 2. maka persamaan itu paling banyak mempunyai n akar.1 Pada sub-bab 5. 1. maka F(x) = 0 paling banyak mempunyai 3 akar.y 10 8 6 4 2 x -2 -1 -2 -4 1 2 3 4 Gambar 5. pada pembagian tersebut hasil baginya adalah (x2 – 1). 2 1 -2 2 -1 0 2 -2 1 0 -1 0 Pembagian sintetik menghasilkan F(2) = 0. Karena F(x) berderajat tiga. 2 adalah akar persamaan x3 – 2x2 – x + 2 = 0. maka Teorema Faktor menyatakan bahwa F(h) = 0 jika dan hanya jika ( x − h) merupakan faktor dari F(x). sehingga x3 – 2x2 – x + 2 = (x – 2 ) (x2 – 1) = (x – 2) (x – 1) (x + 1) Jadi. Untuk membuktikan bahwa 2 adalah akar dari persamaan F(x) = 0. cukup dibuktikan F(2) = 0. dan –1. Lebih lanjut. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa: h akar persamaan F(x) = 0 jika dan hanya jika F(h) = 0.

5. dan tingginya 1 dm lebih pendek dari lebarnya. kemudian di dalam kerucut tersebut dibuat suatu tabung. maka haruslah (x + 3) x (x – 1) = 270 atau x3 + 2x2 – 3x – 270 = 0 Permasalahannya sekarang adalah mencari akar real dari persamaan sukubanyak ini. dan 30 menit.2 Herman bermaksud membuat suatu kotak yang volumenya 270 dm3. maka panjang kotak adalah (x + 3) dm. Diketahui kerucut lingkaran tegak berjari-jari 5 cm dan tinggi 12 cm. dan tingginya adalah ( x − 1) dm. yang mengalir keluar dari alas tangki dalam 40 menit. maka F(x) = 0 paling banyak mempunyai 3 akar real.Pada akhir bab ini kita akan membantu permasalahan Herman yang diberikan pada ilustrasi awal bab. sehingga volume kotak adalah V(x) = (x + 3) x (x – 1) dm3 Karena disyaratkan bahwa volume kotak adalah 270 dm3. b. Kapan air dalam tangki tersisa hanya 1250 liter? BAB V ~ Sukubanyak t ⎞ ⎛ V = 5000 ⎜1 − ⎟ . maka Hukum Torricelli memberikan isi V dari air yang tersisa di tangki setelah t menit adalah a. dan tingginya adalah h cm. 1. 10 menit. Jadi. dan kita lakukan pembagian sintetik 6 1 2 6 -3 48 45 -270 270 0 1 8 Pembagian sintetik menghasilkan bahwa x3 + 2x2 – 3x – 270 = (x – 6) (x2 + 8x + 45). Mengapa? Dengan demikian. 0 ≤ t ≤ 40 ⎝ 40 ⎠ 2 175 . b. Pembagi bulat yang mungkin dari –270.Jika volume tabung adalah 400 π cm3. nilai x yang mungkin hanyalah 6. Berapa dimensi kotak yang dapat dibuat oleh Herman? Penyelesaian: Misal lebar kotak adalah x dm. Akan tetapi persamaan kuadrat x2 + 8x + 45 = 0 tidak mempunyai akar real. dengan ketentuan bahwa lebar kotak 3 dm lebih pendek dari panjangnya. diantaranya adalah 6. Jika sebuah tangki menampung 5000 liter air. karena F(x) = x3 + 2x2 – 3x – 270 berderajat 3. W Tugas Kelompok Diskusikan penyelesaian dari soal-soal berikut dengan kelompok Anda. Nyatakan volume tabung sebagai sukubanyak dalam peubah r. berapakah jari-jari tabung ini? 9 2. Dengan Teorema Faktor. a. panjang 9 dm dan tinggi 5 dm. kotak yang dibuat Herman dengan volume 270 dm3 berukuran: lebar 6 dm. Contoh 5. Jika jari-jari tabung adalah r cm. Tentukan sisa air dalam tangki setelah 5 menit.

IPA . tentukan a dan akar-akar yang lain. 2. 4. Jika 3 adalah akar persamaan x3 – 37x2 + a = 0. Sukubanyak atau polinom dalam x berderajat n dapat dituliskan dalam bentuk berikut ini. 3. an x n + an −1 x n −1 + an − 2 x n − 2 + K + a2 x 2 + a1 x + a0 dengan an . Tentukan akar-akar bulat dari setiap persamaan yang diberikan. () 176 Matematika SMA/MA Kelas XI . dan n adalah bilangan cacah yang menyatakan derajat sukubanyak. x3 + 2x2 – 5x – 6 = 0 b. dan tentukan akar-akar yang lain. x4 – 16 = 0 d. maka sisanya adalah F(h). Rangkuman 1. maka F(h) = 0 jika dan hanya jika (x – h) merupakan faktor dari F(x). x3 – 3x + 2 = 0 c. 3. 5. 4. Teorema Sisa: Jika sukubanyak F(x) dibagi dengan (x – h). Teorema Faktor: Misalkan F(x) sukubanyak. x4 – 15x2 – 10x + 24 = 0 Diketahui (x + 2) merupakan faktor dari F(x) = 2x3 + ax2 + 5x + 6. b Jika sukubanyak F(x) dibagi dengan (ax – b).Latihan 5.5 1. Buktikan bahwa − 1 adalah akar persamaan 4x3 – 24x2 + 27x + 20 = 0 dan tentukan 2 akar-akar yang lain. 5. a. b. maka sisanya F a . an −1 . a. 2. K . Tentukan akar-akar persamaan F(x) = 0 untuk nilai a tersebut. Buktikan bahwa 1 adalah akar persamaan x3 – 9x2 + 20x – 12 = 0. a0 adalah konstanta-konstanta bilangan real dan an ≠ 0 yang disebut koefisien dari suku x k dan a0 disebut suku tetap. Tentukan a. Persamaan sukubanyak an x n + an −1 x n −1 + K + a1 x + a0 = 0 dikatakan mempunyai akar h jika h memenuhi dari persamaan itu.

dan P adalah selisih tekanan di antara ujung tabung.Math Info Pada waktu kita meninjau aliran darah melalui pembuluh darah.3 berikut.3 Karena gesekan pada dinding tabung. seperti urat darah halus atau arteri. R r l Gambar 5. BAB V ~ Sukubanyak 177 . kita dapat mengambil bentuk pembuluh darah berupa tabung dengan jari-jari R dan panjang l seperti diilustrasikan dalam gambar 5. kecepatan darah v adalah terbesar sepanjang sumbu pusat tabung dan berkurang ketika jarak r dari sumbu bertambah besar samapai v menjadi 0 pada permukaan dinding. berupa sukubanyak berderajat dua v= P 4η l (R2 − r 2 ) dengan η adalah viskositas darah. Kaitan antara v dan r diberikan oleh Hukum Aliran Laminar yang ditemukan oleh fisikawan perancis Jean-Louis-Marie Poiseuille pada tahun 1840.

maka nilai p + q = . C. maka jumlah dua akar yang lain adalah . B.IPA . 70 3 91 3 3.. A. –3 –2 Jika sukubanyak F ( x) = x 3 + 2ax 2 + 5 x + p dibagi oleh ( x − 2) dan ( x + 1) masing-masing memberikan sisa 20 dan 12. B. E. D.. C. Pecahan A. 3 x + 5 dan x + 7 . E.. C. B. C. E. Salah satu akar persamaan sukubanyak 2 x 3 − 7 x 2 − 7 x + 30 = 0 adalah 3. A. Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 15. pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda! 1. A. maka nilai a + p = .. dan jika dibagi oleh x 2 − x − 20 mempunyai sisa ax + b .. 2. –6 –5 –4 2 x 3 + px 2 − qx + 3 x 2 − 3x + 2 dapat disederhanakan.. B. 3 5 178 Matematika SMA/MA Kelas XI .. − 18 3 16 3 62 3 D.. 1 − 2 1 2 1 D. maka 11 1 3 14 2 3 8 D.Uji Kompetensi A. 41 2 61 3 4. E. Jika sukubanyak F(x) dibagi oleh x 2 + 3 x − 4 dan x 2 − 6 x + 5 mempunyai sisa nilai 9a – 3b = .

E. C.. B. B. 5 1 BAB V ~ Sukubanyak 179 . maka nilai p 2 + q 2 + r 2 = .. Jika ( x − y + 1) adalah faktor dari px 2 + qxy + ry 2 + 5 x − 2 y + 4 .. maka ia juga habis dibagi oleh . A. 8. A. 4 C. –4 D. E.. 2 B.. Jika sukubanyak 4 x 4 − 12 x 3 + 13 x 2 − 8 x + a dan 6 x 2 − 11x + 4 mempunyai satu faktor yang sama. Jumlah akar real dari x5 + 4 x 4 − 2 x3 + x 2 + x − 2 = 0 adalah . A. – 3 B. 6 D. Jika akar-akar dari persamaan x3 − 7 x 2 + 7 x + 15 = 0 adalah p. maka nilai a = . –6 D. 4 5 9. 6. – 5 C. A. E. A.. maka nilai a = . maka nilai p + q – r = .5. A.. x −1 x−3 x+4 4 3 –2 D. –1 0 7. 45 35 28 D. –2 E. 1 Jika persamaan sukubanyak 2 x 3 − ax 2 + (2a + 1) x − 2 = 0 mempunyai dua akar saling berkebalikan. 5 C. Jika x5 − 4 x 4 + 5 x3 + x 2 − x + 7 dibagi dengan ( x + 1) . 1 2 3 D... 0 Sukubanyak x3 − 12 x + k habis dibagi oleh ( x − 2) . C. E. 10.. 4 E. x +1 x+2 D. 4 B. – 1 E. B.. 3 A. maka sisanya adalah .. q.. 11. B.. C. C.. dan r.

sisa pembagian F(x) oleh x 2 + x − 2 adalah ...12. C. – 3 B. E. x+4 2x + 4 D. Untuk soal nomor 16 sampai dengan nomor 20. A. − 1 x − 13 2 2 −2 x + 8 x + 11 2 14. Jika H ( x) = x 2 + x − 6 adalah faktor dari G ( x ) = 2 x 3 + ax 2 + bx + 6 ... 1 D. kerjakan dengan singkat dan jelas! 16. Jika F(x) dibagi oleh ( x − x) dan ( x + x) masing-masing bersisa (5 x + 1) dan 2 2 (3 x + 1) . maka nilai a = . maka berapakah nilai 3a –2b? 180 Matematika SMA/MA Kelas XI .. Sukubanyak F(x) dan G(x) masing-masing jika dibagi dengan ( x − 1) mempunyai sisa 4 dan 10. C.. berapakah sisa pembagian F(x) oleh ( x 2 − 1) ? 17. C.. B. Misalkan diketahui suku-banyak H(x) = 2F(x) + 3G(x). B. . Jika F(x) dibagi dengan x 2 − 3ax + 2 a 2 sisanya adalah . Jika H(x) dibagi dengan x + 4 x − 5 2 mempunyai sisa ax + b . A. B. . 10ax − a 5ax − 10 ax D. Suatu sukubanyak F(x) jika dibagi dengan ( x − a ) dan ( x − 2a ) berturut-turut memberikan sisa 10a dan 20a. 10x 5x B. dan jika dibagi dengan ( x + 5) mempunyai sisa 8 dan –12 . −x − 4 −x + 6 3x + 2 15. Suatu sukubanyak F(x) jika dibagi ( x − 1) sisanya 6 dan jika dibagi ( x + 3) sisanya – 2. A. maka F(x) jika dibagi x 2 + 2 x − 3 sisanya adalah . Suatu sukubanyak F(x) jika dibagi ( x + 2) sisanya 2 dan jika dibagi ( x − 1) sisanya 5. E..IPA .. A. 2 5 13. E. E. – 1 C. 4x + 2 2x + 4 1 2 D..

berapakah panjang tanah lapang tersebut? Suatu kebun berbentuk persegi panjang ditempatkan sehingga salah satu sisi rumah merupakan batasnya. Jika ( p − 1) x 2 + ( q − 2) xy + ry 2 − 5 x − 2 y + 3 habis dibagi dengan ( x − y + 1) . tentukan nilai dari 8t + a + 9b . Berapakah pendapatan kotor perusahaan itu pada 1 Januari 2008? Setelah berapa tahun perusahaan itu akan memperoleh pendapatan kotor sebesar 455 milyar rupiah? Gelombang udara dingin mendekati suatu sekolah SMA.1(400 − 40t + t 2 ) . nyatakan volume kotak sebagai persamaan sukubanyak dalam peubah x. a. b. berapakah lebar kebun tersebut? Suatu perusahaan mulai beroperasi pada 1 Januari 2005. 0 ≤ t ≤ 12 a. Jika x meter menyatakan panjang sisi kebun yang sejajar rumah. berapa nilai dari log(10b + 2) ? 20. hitunglah nilai p + 2q + 4r. nyatakan luas kebun tersebut sebagai persamaan sukubanyak dalam peubah x. a. b. a. Soal Analisis 1. dan jika dibagi oleh ( x − 2) 2 mempunyai sisa 20t + 55 . Berapa suhu di sekolah tersebut pada pukul 05. Suatu pabrik pembuat kotak kaleng akan membuat suatu kotak tanpa tutup dari selembar kaleng berukuran 8 × 15 inci dengan cara memotong keempat bujur sangkar di sudutnya dan melipat bagian sisinya. 3.000 + 18. p = 50. nyatakan luas tanah lapang tersebut sebagai persamaan sukubanyak dalam peubah x. dengan 2. Jika x 4 − ax 3 − ( a − b) x 2 + (3a + b + 2) x − (3a + b) dibagi dengan x + x − 2 2 a mempunyai sisa x − 3 . 4. 5. Jika sukubanyak x8 − ax 3 − b habis dibagi oleh x − 1 . b. dengan T = 0.000t + 600t 2 a. Jika volume kotak adalah 44 inci3. Jika panjang sisi bujur sangkar yang dipotong adalah x inci. bagaimana ukuran kotak seharusnya? Suatu tanah lapang berbentuk persegi panjang dikelilingi pagar sepanjang 240 m. b. Pendapatan kotor tahunan perusahaan itu setelah t tahun adalah p juta rupiah.30 pagi? Pada pukul berapa suhu di sekolah tersebut adalah 10° C? BAB V ~ Sukubanyak 181 .200 m2.250 m2. b. Jika x meter menyatakan panjang tanah lapang. 19.18. dan akan dibuat pagar sepanjang 100 m untuk ketiga sisinya. Jika luas kebun adalah 1. Suhu t jam setelah tengah malam adalah T. Jika luas tanah lapang tersebut adalah 3.

3. 2. Jika volume kotak adalah V. dan z sehingga volume kotak 9. panjang y cm. Tentukan nilai x. 3.. A. x y z V C. y. 182 Matematika SMA/MA Kelas XI . 1. : XI Materi Pokok : Sukubanyak : ……………….. dan z yang mungkin. dan tingi x cm. Semester : 2 (dua) : Membuat kotak tertutup. Cara kerja 1. Tentukan volume kotak yang maksimum. Kotak yang diperoleh mempunyai lebar z cm. Lipat dengan bantuan penggaris tepat pada garis putus-putus. Rekatkan jaring-jaring kotak dengan menggunakan kerta perekat. Tentukan nilai x. 3. No. Kertas perekat 6. 5. Tanggal : ………. Gunting 5. Buku catatan 3. Alat dan bahan yang digunakan 1.IPA . y. Analisis 1. 4. Penggaris z 50cm 80cm 2. 4. lengkapi tabel berikut ini.  N O 4. : Menentukan ukuran kotak dengan volume tertentu. 5. 2. Selembar karton berukuran: 50 cm × 80 cm 2. Tentukan rumus volume kotak dalam x. Alat tulis B.000 cm3. Gambarkan sketsa jaring-jaring kotak tertutup. Gunting sketsa tersebut dan buang bagian gambar yang diarsir.Aktivitas Proyek Aktivitas Nama Kelas Kelompok Kegiatan Tujuan : ……………….

BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi 183 .BAB VI KOMPOSISI FUNGSI DAN INVERS FUNGSI Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi bab ini. menentukan nilai fungsi komposisi terhadap komponen pembentuknya. menggambarkan grafik fungsi invers dari grafik fungsi asalnya. 7. menentukan komponen fungsi jika aturan komposisinya diketahui. menentukan aturan fungsi dari komposisi beberapa fungsi. Anda diharapkan mampu: 1. 3. 5. memberikan contoh fungsi-fungsi sederhana. menjelaskan sifat-sifat fungsi. 8. memberikan syarat agar fungsi mempunyai invers. 2. 4. menentukan aturan fungsi invers dari suatu fungsi. 9. 6. membedakan pengertian relasi dan fungsi.

1 Anak SMA sedang melakukan percobaan kimia di sebuah laboratorium kimia Sumber: elcom.umy. maka permasalahan di atas akan dengan mudah diselesaikan.Pengantar Gambar 6. sedangkan pada tahap II memerlukan waktu g ( x) = 2 x 2 − 1 . Lamanya (dalam menit) proses percobaan pada setiap tahap merupakan fungsi terhadap banyaknya molekul yang dicobakan. bentuk pangkat dan akar.id Santi harus melakukan percobaan kimia melalui dua tahap yaitu tahap I dan tahap II. logika matematika. dan trigonometri. persamaan kuadrat.IPA . jika dalam percobaan waktu yang diperlukan adalah 127 menit berapa mol bahan yang harus disediakan? Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. maka berapa lama satu percobaan sampai selesai dilakukan? Sebaliknya. Anda sebaiknya ingat kembali beberapa konsep tentang: himpunan. 184 Matematika SMA/MA Kelas XI . Pada tahap I untuk bahan sebanyak x mol diperlukan waktu selama f ( x) = x + 2 .ac. Jika bahan yang harus dilakukan untuk percobaan sebanyak 10 mol. Dengan telah menguasai konsep-konsep ini.

(1. c). (b.1 Jika A dan B adalah dua himpunan tak kosong.1). maka pasangan terurut (2. (b. Dalam contoh 6.1. Contoh 6. (c.1). y) dengan x sebagai urutan pertama dan y sebagai urutan kedua disebut pasangan terurut. matematikawan berkebangsaan Perancis. A × A Penyelesaian: a. a). Karena urutan diperhatikan. (c. b). y) dengan x ∈ A dan y ∈ B . b). 2). 2). jika banyak anggota himpunan A adalah m dan banyak anggota himpunan B adalah n. Ide perkalian himpunan A × B pertama kali diperkenalkan oleh Renatus Cartesius yang nama aslinya adalah Rene Descartes (1596 –1650).c). (2. (1.1).). himpunan A mempunyai 3 anggota dan himpunan B mempunyai 2 anggota. B × A c. yaitu A × B = {(1. (b. (1. b. c)}. b). c). (b.6.1 bagian (a). maka banyak anggota produk Cartesius A × B adalah m × n anggota. (a. (c. b). maka produk Cartesius himpunan A dan B adalah himpunan semua pasangan terurut (x.).1). Secara umum. a). (b. (2.2}. y) dengan x ∈ A sebagai urutan pertama dan y ∈ B sebagai urutan kedua. yaitu (a.b). Dari penyelesaian pertama tampak bahwa produk Cartesius A × B mempunyai 3 × 2 = 6 anggota. y ) | x ∈ A dan y ∈ B} = {(a. (c. c} dengan himpunan B = {1. a). c)}. y ) | x ∈ A dan y ∈ B} Grafik dari produk Cartesius disebut grafik Cartesius.1 Produk Cartesius dan Relasi Produk Cartesius Pasangan bilangan (x. b. y ) | x ∈ A dan y ∈ A} = {(a. (c. (a. (2. b.a). 2). produk Cartesius dapat didefinisikan berikut ini. B × A = {( x. yang disimbolkan dengan A × B . 2). 2).1. 5) dan (5. c)} BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi 185 . (c.1. (1.2} pada contoh 6.1 Diberikan himpunan A = {a. Dari dua himpunan ini kita dapat membentuk himpunan baru C yang anggota-anggotanya adalah semua pasangan terurut (x. (2. 2)}. c} dan B = {1. (a. (a.1). Selanjutnya. c). Tentukan tiap produk Cartesius berikut. Oleh karena itu. b. (2. a. b. (2. a). (b. (b. Ditulis dengan notasi A × B = {( x. dan (c. A × A = {( x.a). W Relasi Kita perhatikan kembali produk Cartesius dari himpunan A = {a. A × B b. A × B = {( x. misalkan diketahui dua himpunan tak kosong A dan B.1.1). Definisi 6. y ) | x ∈ B dan y ∈ A} = {(1. 2) memberikan dua makna yang berbeda. Himpunan C yang dibentuk dengan cara ini disebut produk Cartesius atau perkalian Cartesius himpunan A dan himpunan B. a). c.

dan 2 R2 c.IPA 186 . c). 2 R3 b.y) disebut daerah asal atau domain. kita katakan sebagai relasi atau hubungan dari himpunan A ke himpunan B. tetapi 1 R3 a. 2. 1). b). dan R3 yang merupakan himpunan bagian dari produk Cartesius A × B . Tunjukkan relasi R dengan diagram panah. misalnya: R1 = {(1. tentukan relasi R dari A ke B yang menyatakan relasi a dua kali b. (1. z} dan B = {1. z} daerah kawannya adalah K R = {1.). Tetapi jika pasangan (x. 3. 5}. y ) | x ∈ A dan y ∈ B} dapat digambarkan dengan dua cara.). (1. y. 3} daerah hasilnya adalah RR = {1. 2 R1 a.daerah asalnya adalah DR = {x. maka dikatakan x berelasi dengan y. dan 2 R3 c. 1 R1 b. R2. Himpunan semua ordinat pertama dari pasangan terurut (x. 3.). (1. 2 R3 a dan 1 R3 c. c)}. (2. b. Himpunan B disebut daerah kawan atau kodomain. R3 = {(2. Jika R adalah suatu relasi dari himpunan A ke himpunan B dan pasangan terurut (x. 2}. 2. (2. (1. 2.1. Himpunan-himpunan R1. Matematika SMA/MA Kelas XI . (2. (2. a). Tunjukkan relasi R dalam grafik Cartesius. maka : . ditulis x R y.2 Suatu relasi atau hubungan dari himpunan A ke himpunan B adalah sembarang himpunan bagian dari produk Cartesius A × B.Dari produk Cartesius A × B ini kita dapat mengambil beberapa himpunan bagian. c)}. Sebagai contoh. 1. 1 R2 c. a). ditulis x R y . Relasi R = {( x. 8} dan B = {0.2 Misalkan A = {2. a. R2. R1 = {(1. 4. (2. (1. (2. R2 = {(1. jika A = {x.1). a). 3}. 2 R2 b. y) adalah anggota R. b. R2 = {(1. 2)}. (1. (z. a). Contoh 6. dan R3 di atas. 1 R1 a. ditulis dengan RR . Jika a ∈ A dan b ∈ B . dan 2 R1 c. yaitu dengan menggunakan diagram panah atau grafik pada bidang Cartesius. Definisi 6. c). Dengan pemaparan ini suatu relasi atau hubungan dapat didefinisikan berikut ini. 1 R3 b. dan 2 R2 a. (2. (2. b.y) disebut daerah hasil atau range. c)}. 6. 1 R1 c. y ) | x ∈ A dan y ∈ B} . c)}. b. Untuk ke tiga relasi R1. 4. Misalkan R adalah suatu relasi dari himpunan A ke himpunan B yang ditulis sebagai R = {( x. maka dikatakan x tidak berelasi dengan y. dan R adalah relasi dari A ke B yang diberikan oleh R = {(x. 1 R2 b. (1.). c)}. tetapi 2 R1 b. R3 = {(2. a). tetapi 1 R2 a. y) bukan anggota R. b). (y. c. c)}. a). c). y. ditulis dengan K R . c). (1. Himpunan semua ordinat kedua dari pasangan terurut (x. ditulis dengan DR . b.

r).1 1. 2). BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi 187 . sepeda. {(1. q). (8. (4. q). s)} d. Pilih 10 teman sekelasmu. 4} ke himpunan B = {p. q. {(1. Tentukan daerah asal. (4. 3. (4. p). b. r)} b. 5 }.Penyelesaian: a.2 Diagram panah relasi R c. a. (4. daerah kawan. (3. (4. (1. q). Tulislah relasi itu sebagai pasangan terurut. Misalkan A adalah himpunan dari semua siswa di kelasmu. jalan kaki}. r). s}. 4)} b. r. dan daerah hasilnya. Grafik Cartesius dari R adalah y 5 4 3 2 1 0 2 3 4 5 6 8 x Gambar 6. Relasi R = {(2. dan B = {motor. (3. Namakan A adalah himpunan yang anggotanya temantemanmu tadi. s)} 2. r). 3). (4.3 Grafik Cartesius relasi R W Latihan 6. r). (2. p). (2. 3. Buatlah relasi ke sekolah dengan dari himpunan A ke himpunan B dengan diagram panah. (3. 1). r). Diagram panah untuk R adalah A 2 3 4 6 8 B 0 1 2 3 4 5 Gambar 6. 2. dan ambil himpunan B = { 1. 4. q). a. (6. 3. r). {(1. bus. (2. angkot. 2. s)} c. {(1. Dengan diagram panah buatlah relasi anak nomor ke dari A ke B. Setiap relasi berikut adalah relasi dari himpunan A = {1.

yang definisi formalnya diberikan berikut.6). (7. Suatu relasi R diberikan oleh: {( 1 . 5. (4. 2 2 a.2).IPA . (3.4 Diagram panah relasi ukuran sepatunya Relasi dari A ke B yang mempunyai sifat seperti di atas disebut fungsi atau pemetaan. Definisi 6.4 menunjukkan relasi ukuran sepatunya dari himpunan siswa-siswa (A) ke himpunan ukuran-ukuran sepatu (B).2 Fungsi atau Pemetaan Diagram panah pada gambar 6. (1. A Kia Tia Nia Lia Mia ukuran sepatunya B 36 37 38 39 40 41 Gambar 6.1). Nilai f ( x) = x 2 + 3 x − 1 disebut rumus untuk fungsi f. Nyatakan suatu relasi yang mungkin dari himpunan pertama ke himpunan kedua. Himpunan pasangan terurut dari dua himpunan ditentukan dengan: {(–1 . Buatlah suatu relasi yang mungkin dari himpunan pertama ke himpunan kedua. (2.4.4).8). Tuliskan anggota-anggota dari himpunan pertama dan anggota-anggota himpunan kedua. sehingga setiap anggota A dipasangkan dengan tepat satu anggota B. y disebut peta (bayangan) dari x oleh f atau nilai fungsi f. Sebagai contoh. Suatu fungsi f yang memetakan setiap x anggota himpunan A ke y anggota himpunan B. kemudian gambarkan kurva yang melalui titik-titik dari relasi R. 2. Gambarkan grafik Cartesius relasi R itu.2). (5. jika fungsi f : x → x + 3x − 1 2 f : x → y = f ( x) maka f ( x) = x 2 + 3 x − 1 .10)} Tuliskan anggota kedua himpunan yang dimaksud.3 Fungsi atau pemetaan dari himpunan A ke himpunan B adalah relasi yang mengawankan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B. dinotasikan dengan Yang dibaca: “ f memetakan x ke y ”. (8. 188 Matematika SMA/MA Kelas XI . dan x disebut prapeta dari y oleh f.4). b. 1 )}. (1. Setiap siswa hanya mempunyai tepat satu ukuran sepatu.8).

Himpunan B disebut daerah kawan (kodomain). Nia. 40. 40}. d. y) adalah pasangan terurut dalam f.Grafik fungsi f dimaksudkan adalah himpunan pasangan (x. Tia. 38. Oleh karena itu. Mia}. Himpunan A disebut daerah asal atau daerah definisi (domain). 39. x ∈ ¡ . Contoh 6. 38. BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi 189 . Dari definisi di atas. sehingga f (a) = 17.2 ¡ adalah menyatakan himpunan semua bilangan Diberikan fungsi f : ¡ → ¡ dengan rumus f(x) = x 2 − 4 x + 5 .daerah kawan adalah B = { 36. ditulis K f . sehingga (x. Untuk contoh fungsi di depan. b. c.9) tidak mungkin muncul bersama sebagai pasangan-pasangan terurut pada fungsi. Relasi (a) bukan fungsi karena elemen 4 tidak mempunyai kawan. Gambarkan grafik fungsi y = f (x) = x 2 − 4 x + 5 dalam bidang Cartesius. (4.2) dan (4. jika daerah asal f ditentukan sebagai D f = {x ∈ ¡ | 1 ≤ x < 5} . Tentukan f (0). f (4).1 Dari relasi yang diberikan oleh diagram panah berikut manakah yang merupakan fungsi? A 1 2 3 4 5 B a e i o S a b c d T –1 1 (a) Gambar 6. . dan juga elemen 5 mempunyai dua kawan. Lia. 41}. W Untuk kajian selanjutnya. Tentukan bilangan a. y) pada bidang. kita dapat menyimpulkan bahwa pasangan terurut pada fungsi mempunyai sifat bahwa setiap anggota A hanya muncul sekali menjadi elemen pertama dalam pasangan-pasangan terurut tersebut. Himpunan semua peta dalam B disebut daerah hasil (range). untuk fungsi dari himpunan A ke himpunan B kita mempunyai istilah-istilah yang sama.2. .2. Sebagaimana pada relasi.5 (b) Penyelesaian: Dari dua relasi tersebut yang merupakan fungsi adalah relasi (b). Contoh 6. notasi real. 39. Tentukan daerah hasilnya f. a. ditulis D f . f (6) dan f ( −1) .daerah hasil adalah { 37. ditulis R f .daerah asal adalah A = {Kia. fungsinya adalah “ukuran sepatunya” dengan . 37.

Daerah asal seperti ini sering disebut daerah asal alami. f ( x) = 1 x − 5x + 6 2 190 Matematika SMA/MA Kelas XI .6 Grafik fungsi y = f(x) = x2 − 4x + 5 d. maka f ( a ) = a 2 − 4a + 5 . maka f (5) = 52 − 4(5) + 5 = 10 . maka diperoleh hubungan a 2 − 4a + 5 = 17 c. f ( x) = x 2 − 16 c.2.3 Tentukan daerah asal alami untuk setiap fungsi berikut. untuk x = 5. a. Untuk x = 0. Jika daerah asal fungsi f tidak atau belum diketahui. untuk daerah asal D f = {x ∈ ¡ | 1 ≤ x < 4} diperoleh daerah hasil R f = {y ∈ ¡ | 1 ≤ y < 10}. ⇔ a 2 − 4a − 12 = 0 ⇔ ( a − 6)( a + 2) = 0 ⇔ a = 6 atau a = –2 2 Grafik fungsi y = f(x) = x − 4 x + 5 diperlihatkan pada gambar 6.Penyelesaian: Dari rumus yang diketahui y = f(x) = x 2 − 4 x + 5 . maka daerah asal f diambil semua himpunan bilangan real yang mungkin sehingga daerah hasilnya adalah himpunan bilangan real. Contoh 6. Karena diketahui f(a) = 17. maka f (3) = 32 − 4(3) + 5 = 2 . x ∈ ¡ . maka f ( −1) = ( −1) 2 − 4( −1) + 5 = 10 . maka setiap bilangan real x dipetakan ke bilangan real y yang nilainya sama dengan x − 4 x + 5 . untuk x = 3. untuk x = −1 . Dari gambar 6. maka f (0) = 0 2 − 4(0) + 5 = 5 . a. f ( x) = W 1 x−3 b. Untuk x = a.6 berikut ini. 10 Daerah hasil 8 6 4 2 1 2 3 4 5 6 Daerah asal Gambar 6.IPA . 2 b.6.

4} dan B = {a. a). b. daerah kawan.7 BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi A 1 2 3 4 A 1 2 3 4 (c) A 1 2 3 4 2. manakah yang merupakan fungsi? A 1 2 3 4 (a) A 1 2 3 4 A 1 2 3 4 (b) Gambar 6.2 1. b). (2. b). Fungsi f ( x) = x 2 − 16 bernilai real asalkan bilangan di bawah tanda akar tidak 2 bernilai negatif. sehingga harus dipenuhi x − 16 ≥ 0 . Hal ini dipenuhi apabila x ≠ 3 . 2. R1 = {(1. (3. W Latihan 6. x 2 − 16 ≥ 0 ⇔ ( x − 4)( x − 4) ≥ 0 ⇔ x ≤ −4 atau x ≥ 4 Jadi. (2. 3. daerah asal alami f ( x ) = x 2 − 16 adalah D f = {x ∈ ¡ | x ≤ −4 atau x ≥ 4} . c)} d. 1 2 c. c). a). R3 = {(1. 2. 3. c}. Diketahui A = {1. Dari relasi-relasi pada himpunan A = {1. c)} Tentukan daerah asal. Jadi. Apakah relasi-relasi dari A ke B berikut merupakan fungsi? Jika tidak mengapa? a. 3. (4. a). c). (4. 191 . (3. (4. b. x − 5x + 6 yaitu apabila bilangan di bawah tanda akar bernilai positif. c)} c. (3. 4} dinyatakan dengan diagram panah berikut. Fungsi f ( x ) = 1 x−3 bernilai real asalkan penyebutnya tidak sama dengan 0. daerah asal alami f ( x) = 1 x−3 adalah D f = {x ∈ ¡ | x ≠ 3} . b). a)} b. (4.Penyelesaian: a. dan daerah hasil untuk fungsi-fungsi pada soal nomor 1. Fungsi f ( x ) = bernilai real asalkan penyebutnya tidak sama dengan 0. (2. sehingga harus x2 − 5x + 6 > 0 . R2 = {(1. R4 = {(1. b). a). x 2 − 5 x + 6 > 0 ⇔ ( x − 2)( x − 3) > 0 ⇔ x ≤ 2 atau x ≥ 3 1 x − 5x + 6 2 Jadi. a). (3. daerah asal alami f ( x ) = adalah D f = {x ∈ ¡ | x ≤ 2 atau x ≥ 3} .

Jika lebar kotak adalah x dm. nyatakan volume kotak sebagai fungsi dari x. Perhatikan kembali contoh 5.5. Tentukan daerah hasil fungsi f. Lihat kembali soal analisis nomor 1 bab 5. 11. Suatu tanah lapang berbentuk persegi panjang dikelilingi pagar sepanjang 240 m. 9. manakah yang merupakan suatu fungsi? y y y x x x (a) (b) (c) Gambar 6. 5. b. f (1) = 0. dan daerah hasil untuk fungsi-fungsi pada soal nomor 3. nyatakan volume kotak sebagai fungsi dari x. Tentukan f (0). b. a. Tentukan nilai a dan b. Gambarkan sketsa grafik fungsi y = f ( x ) pada bidang Cartesius. Tentukan daerah asal fungsi ini. Fungsi f : ¡ → ¡ ditentukan oleh f ( x) = 2 x .2. f (2). dan f (–3 ) = 12. Dari relasi pada ¡ yang digambarkan dalam bidang Cartesius pada gambar 6. Jika x meter manyatakan panjang tanah lapang tersebut. b. f (1). Tentukan daerah asal.4. (i) D f = {x ∈ ¡ | −3 ≤ x ≤ 1} (ii) D f = {x ∈ ¡ | −1 ≤ x ≤ 4} 7. c. daerah kawan. Tentukan daerah asal fungsi ini. nyatakan luas tanah lapang tersebut (dalam meter persegi) sebagai fungsi dari x. Elemen mana dari daerah asal sehingga petanya 64? Diketahui fungsi f : ¡ → ¡ . Lebar kotak 3 dm lebih pendek dari panjangnya. f (5).8 6. Apakah daerah asal fungsi ini? 192 Matematika SMA/MA Kelas XI . f (2).IPA . jika daerah asal fungsi f diambil himpunan berikut. d. Jika panjang sisi bujur sangkar yang dipotong adalah x inchi. Hitung f (0).8. a. x ∈ ¡ . b. 10. dan tingginya 1 dm lebih pendek dari lebarnya. a. a. f (–2). Suatu pabrik pembuat kotak kaleng akan membuat suatu kotak tanpa tutup dari selembar kaleng berukuran 8 × 15 inchi dengan cara memotong keempat bujur sangkar di sudutnya dan melipat bagian sisinya. a. dan f (–2). dengan f ( x) = ax 2 + bx − 3 . b.

fungsi linear.2 Fungsi Identitas W Fungsi f disebut fungsi identitas jika untuk setiap x pada daerah asal berlaku f (x) = x. Gambarlah grafiknya. fungsi modulus. dan I(a).9 Grafik fungsi f (x) = 3 6. dan fungsi ganjil 6. kita peroleh f (0) = 3. fungsi identitas. Dari definisi f. Carilah f (0). c. a. Carilah daerah hasilnya. b. Contoh 6. f (7).3 Beberapa Fungi Khusus Berikut ini akan kita pelajari beberapa jenis fungsi yang mempunyai ciri-ciri khusus yang sering kita jumpai dalam penerapan. b. a. fungsi ini sering disimbolkan dengan I. dan f (a). b.2 Untuk fungsi identitas I (x) = x. Carilah daerah hasilnya.1. dan f (a) = 3. Gambarlah grafiknya. Termasuk jenis fungsi khusus antara lain: fungsi konstan.3. Penyelesaian: a. fungsi tangga.6. fungsi genap. dengan c bilangan konstan. Contoh 6. Fungsi Konstan Fungsi f disebut fungsi konstan jika untuk setiap x pada daerah asal berlaku f (x) = c. f (–1).1 Diketahui fungsi konstan f (x) = 3 untuk setiap x ∈ ¡ . c. fungsi kuadrat. Grafiknya y 5 4 3 2 1 x –3 –2 –1 0 1 2 3 y=3 Gambar 6. x ∈ ¡ . BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi 193 . I(–1). f (7) = 3. Daerah hasilnya adalah R f = {3} .3.3. I(7). c. Semua elemen di daerah asal berkawan dengan 3. f (–1) = 3.3. Carilah I(0).

jika f dapat dinyatakan sebagai f(x) = ax + b.IPA W .10 Grafik fungsi identitas 6. Carilah daerah hasilnya. I (0) = 0. c. untuk semua x dalam daerah asal. I(7) = 7. I(–1) = –1. Penyelesaian: a. dan I (a) = a. x ∈ ¡ . f (a + b) = 3(a + b) + 6 = 3a + 3b + 6 b.3 Fungsi Linear W Fungsi f disebut fungsi linear.3 Diketahui fungsi f (x) = 3x + 6. Dengan definisi I. Matematika SMA/MA Kelas XI . yang mempunyai persamaan y = ax + b. f(2) = 3. c. f (2). 194 Dari grafik tampak bahwa daerah hasilnya adalah R f = ¡ . Carilah f (0). Grafik fungsi linear berbentuk garis lurus. Grafiknya y 5 4 3 2 1 -5 -4 -3 -2 -1 -1 -2 -3 -4 -5 1 2 3 4 5 x Gambar 6.2 + 6 = 12. Grafiknya y 8 6 3 2 -3 -2 -1 1 2 x -2 Gambar 6. Gambarlah grafiknya. kita peroleh f (0) = 3.11 Grafik fungsi f (x) = 3x + 6 c.0 + 6 = 6.3. b. dan f (a + b). Contoh 6. dengan a dan b konstan sehingga a ≠ 0 . Daerah hasilnya adalah R f = ¡ . Dari f (x) = 3x + 6. b.3. a.Penyelesaian: a.

maka diperoleh titik balik maksimum. Grafik fungsi y = ax2 + bx + c mempunyai titik balik dengan koordinat b. 4Da ) . Carilah daerah hasilnya. titik baliknya adalah ⎜ .3. sehingga − b 2a =− 1 2( −1) = 1 2 dan − D 4a =− 25 4( −1) = 13 2 Jadi.4 Diketahui f ( x) = − x + x + 6 . untuk setiap x dalam daerah asal. b. bahwa: a. (3) Dari rumus fungsi kita peroleh D = b 2 − 4ac = 12 − 4( −1)(6) = 25 . c. Gambarlah grafiknya.0). c. titik potong grafik dengan sumbu x adalah (3. b.0) dan (–2 . dan c konstan dan a ≠ 0 . b. yaitu untuk y = f (x) = 0. maka diperoleh titik balik minimum.4 Fungsi Kuadrat Jika fungsi f dapat dinyatakan sebagai f (x) = ax2 + bx + c. dengan D = b 2 − 4ac . f (3) = −32 + 3 + 6 = 0 . Dari rumus fungsi yang diberikan f ( x) = − x 2 + x + 6 . maka fungsi f disebut fungsi kuadrat. BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi ⎛ 1 13 ⎞ ⎟. (2) Titik potong grafik dengan sumbu y. titik potong grafik dengan sumbu y adalah (0.6). f (3). Kita ingat kembali pelajaran pada kelas X. yaitu untuk x = 0. (− 2ba . kita ikuti langkah-langkah berikut. f ( a + 2) = −(a + 2) 2 + ( a + 2) + 6 = − a 2 − 3a + 4 . Jika a < 0 . x ∈ ¡ .6. sehingga f (0) = 6. f (a). Penyelesaian: 2 a. dengan a. Untuk menggambarkan grafiknya. b Sumbu simetrinya ialah x = − 2a Contoh 6. f (a) = −a 2 + a + 6 .3. f ( x) = 0 ⇔ − x 2 + x + 6 = 0 ⇔ − x2 + x + 6 = 0 ⇔ −( x − 3)( x + 2) = 0 Jadi. Jika a > 0 . (1) Titik potong grafik dengan sumbu x. a. ⇔ x = 3 atau x = −2 x = 0 ⇒ f ( x) = 6 Jadi. ⎝2 2 ⎠ 195 . Carilah f (0). Grafik fungsi kuadrat mempunayi persamaan y = ax2 + bx + c yang berbentuk parabola. dan f (a + 2).

5 Diketahui fungsi f dengan dengan f ( x) = x a. 5 − 2 = 5 − 2 = 3 dan 2 − 5 = −(2 − 5) = 3 . [ Gambar 6. Penyelesaian: a. dan f (3x + 1). f (a2) = a2 . f (5) = 5. Carilah daerah hasilnya. c. maka kita mempunyai 3 = 3 . untuk 3x + 1 ≥ 0 ⎧ 3 x + 1 .3. karena a 2 ≥ 0 untuk setiap a ∈ ¡ . f (5). Dari grafik tampak bahwa daerah hasilnya adalah R f = { y ∈ ¡ | y ≤ 13 / 2} . Carilah f (0).12 Grafik fungsi f ( x ) = − x + x + 6 2 c.2a 2 (5) Grafik fungsi f ( x) = − x 2 + x + 6 adalah y 6 4 2 -3 -2 -1 -2 -4 -6 1 2 3 4 x Daerah hasil (4) Sumbu simetri: x = − b = 1 . f (3 x + 1) = ⎨ ⎧ 3 x + 1 . f (–2).5 Fungsi Mutlak atau Fungsi Modulus Nilai mutlak atau modulus dari a. 6. Dengan memperhatikan definisi nilai mutlak kita peroleh f (0) = 0. didefinisikan sebagai a =⎨ ⎧ a .IPA 196 . −1 = −( −1) = 1 . Contoh 6. untuk a < 0 Dengan definisi ini. Fungsi yang rumusnya memuat nilai mutlak disebut fungsi mutlak atau fungsi modulus. f (–2) = – (–2) = 2. dibaca nilai mutlak a.3. dinotasikan a . b. f (a2). untuk a ≥ 0 ⎩− a . Gambarlah grafiknya. untuk 3x + 1 < 0 ⎩−3 x − 1) . untuk x < −1/ 3 Matematika SMA/MA Kelas XI . untuk x ≥ −1/ 3 =⎨ ⎩−(3 x + 1) .

6 Fungsi Tangga atau Fungsi Nilai Bulat Terbesar Fungsi tangga atau fungsi nilai bulat terbesar didefinisikan sebagai bulat terbesar x” didefinisikan sebagai bilangan bulat terbesar yang lebih kecil atau sama dengan x. Notasi § x ¨ dibaca ”nilai §3¨ = 3 . Grafik fungsi f ( x ) = x adalah y 3 2 1 x -3 -2 -1 1 2 3 Gambar 6. untuk interval −3 ≤ x < −2 .8¨ = 3 .6. karena 0 adalah nilai bulat terbesar yang lebih kecil atau sama dengan §−1. Dengan penjelasan di atas. W 6. setiap bilangan real x berada dalam suatu interval yang dibatasi dua bilangan bulat dapat ditentukan nilai untuk interval 0 ≤ x < 2 . maka § x ¨ = −1 . Dengan demikian. f ( x ) = § x ¨ untuk semua nilai x dalam daerah asalnya. –1. Sebagai contoh. Sebagai contoh.8.3. 3. 6¨ = 0 . karena 3 adalah nilai bulat terbesar yang lebih kecil atau sama dengan §0. BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi §¨ 197 .8. karena –2 nilai bulat terbesar yang lebih kecil atau sama dengan § x¨ . §¨ untuk interval −1 ≤ x < 0 .14.13 Grafik fungsi f ( x) = x c. karena 3 adalah nilai bulat terbesar yang lebih kecil atau sama dengan §3. Dari grafik tampak bahwa daerah hasilnya adalah R f = {y ∈ ¡ | y ≥ 0} .b.8¨ = −2 . grafik fungsi f ( x ) = x dengan daerah asal ¡ pada bidang Cartesius dapat dilukiskan seperti pada gambar 6. 3. 0. maka § x ¨ = −3 . maka x = 0 .

c. atau tidak keduanya.6 Selidiki fungsi-fungsi berikut genap.14 Grafik fungsi f ( x ) = x §¨ Terlihat pada Gambar 6. Jika k(x) = x + 2. b. Dari sifat fungsi cosinus. maka fungsi f dikatakan tak genap dan tak ganjil. x ∈ ¡ Penyelesaian: a. f ( x) = x 4 + x 2 + 3 . maka k(–x) = –x + 2.y 3 2 1 -3 -2 -1 0 -1 -2 1 2 3 x Gambar 6. h adalah fungsi genap. h( − x) = cos( − x) = cos x = h( x) d. Contoh 6.IPA . f adalah fungsi genap. g ( − x) = 2( − x) + sin( − x) = −(2 x + sin x) = − g ( x) c. d. Dari sifat fungsi sinus.7 Fungsi Genap dan Fungsi Ganjil Fungsi f dikatakan genap jika berlaku f(–x ) = f (x). a. Tampak bahwa k adalah bukan fungsi genap dan bukan fungsi ganjil. x ∈ ¡ g(x) = 2x + sin x. W 198 Matematika SMA/MA Kelas XI . ganjil. Mengapa? §¨ adalah W 6.3. g adalah fungsi ganjil. x ∈ ¡ h(x) = cos x. Jadi. x ∈ ¡ k(x) = x + 2. Fungsi f dikatakan ganjil jika berlaku f (–x) = –f (x).16 bahwa daerah hasil fungsi f ( x) = x himpunan bilangan bulat. Perhatikan bahwa Jadi. Jadi. f (− x) = (− x)4 + ( − x) 2 + 3 = x 4 + x 2 + 3 = f ( x) b.3. Jika f (–x) ≠ f (x) dan f (–x) ≠ –f (x).

Gambarkan grafik setiap fungsi berikut pada bidang Cartesius dalam daerah asal ¡ . b. a. f (2) . untuk m dan n bilangan asli. Hitunglah f ( −3) . a. f ( x) = 2 x f ( x) = 3 x − x 2 c. f ( x) − f ( − x ) adalah fungsi ganjil. genap atau tidak keduanya. f (2x) = 2f (x) c. f ( x) = 2 x 4 − 3 x 2 + 1 f ( x) = 5 x3 + 4 x c.Tugas Mandiri Jika fungsi f memenuhi f (x + y) = f (x) + f (y). d. Selidiki apakah setiap fungsi berikut ganjil. f ( x) = 3 − 2 x x f. 5. c. f selalu dapat dinyatakan sebagai jumlah suatu fungsi ganjil dan fungsi genap. f (1/n) = (1/n) f (1) b. c. f. c. e. f ( x) = 3 x − 1 f ( x) = 1 − x f ( x) = 3 x − x 2 d. d. dan f (3) . e. b. Tentukan daerah hasilnya. 7. 3. Terdapat fungsi yang sekaligus genap dan ganjil. Tentukan daerah hasil dari setiap fungsi pada soal nomor 3. f ( x) = x 2 − 4 x − 12 Diketahui fungsi f ( x ) = ( −1) dengan daerah asal himpunan bilangan bulat. f (m/n) = (m/n) f (1) Latihan 6. f ( x) + f ( − x) adalah fungsi genap. maka –x juga termuat di dalam daerah asal tersebut. f (−2) . f ( x) = x f ( x) = x −1 x +1 6. Fungsi apakah itu? Misalkan f adalah sembarang fungsi sehingga jika x di dalam daerah asalnya. 199 BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi . Gambarkan grafik fungsi f pada bidang Cartesius. f (1) . b. 2.3 1. a. f (0) . f ( x) = x x f ( x) = 1 − § x¨ f ( x) = § x ¨ − x 4. Buktikan bahwa: a. f (nx) = nf (x) d. f ( x) = x 2 − 9 b. Gambarkan grafik setiap fungsi berikut pada bidang Cartesius dalam daerah asal ¡ . f ( x ) = −2 a. Buktikan: a. f ( −1) . b.

Gambarkan fungsi harga tersebut pada bidang Cartesius. Selidiki apakah fungsi p merupakan fungsi genap atau fungsi ganjil? 6. yaitu fungsi satusatu. d. 1. fungsi pada dan fungsi pada dan satu-satu. a.1 Fungsi Satu-Satu (Injektif) Kita perhatikan ketiga diagram panah fungsi dari himpunan A ke himpunan B berikut ini. Fungsi (a) dan (b) semacam ini disebut fungsi satu-satu.1. 3 dan p dalam ribuan. yang akan kita pelajari. Pengunjung paling banyak masuk? b. b ∈ A . dengan x adalah jumlah permintaan barang. dengan a ≠ b berlaku f ( a ) ≠ f (b ) 200 Matematika SMA/MA Kelas XI .IPA .4 Fungsi f dari himpunan A ke himpunan B dikatakan satu-satu atau injektif.4 Sifat-Sifat Fungsi Terdapat tiga sifat penting dari fungsi. dengan x adalah jumlah pengunjung yang masuk ke toserba 9. Harga barang x = 216t − 24t 2 . Tetapi untuk fungsi (c) ada dua elemen. A 1 2 3 4 (a) B a b c d A 1 2 3 B a b c d (b) Gambar 6. Jika toserba dibuka mulai jam 08. Definisi 6. Berapakah jumlah permintaan jika harga barang Rp.15 A 1 2 3 4 (c) B a b c d Ketiga diagram di atas mendefinisikan suatu fungsi. jika untuk setiap a.000 c. yaitu 1 dan 3 dipetakan ke elemen yang sama c.00. ditentukan oleh fungsi p = 80 − 2 x . tetapi fungsi (a) dan (b) mempunyai sifat bahwa setiap dua elemen dari A yang berbeda dipetakan ke elemen yang berbeda pula di B. jam berapa: a. yang definisinya diberikan berikut.8. b. 50. Tidak ada pengunjung? Harga barang ditentukan oleh permintaan akan barang tersebut. Pada hari libur. Berapakah harga barang tersebut apabila jumlah permintaan adalah 18 unit. sedangkan fungsi (c) bukan fungsi satu-satu. pengunjung pada suatu toserba mengikuti fungsi setelah jam ke-t.

Tetapi untuk fungsi (b) terdapat elemen d dari dearah kawan B yang tidak mempunyai kawan di A.Ekuivalen dengan definisi di atas.5 Diberikan fungsi f dari himpunan A ke himpunan B dikatakan pada atau surjektif atau onto.4. f bukan fungsi satu-satu.1 Diketahui f (x) = x2. tetapi g fungsi pada.2 Tunjukkan bahwa f adalah bukan fungsi pada.2 Fungsi Pada (Surjektif atau Onto) Kita perhatikan ketiga diagram panah fungsi dari himpunan A ke himpunan B berikut.4. jika: 2 a. Apakah f tersebut fungsi satu-satu? Penyelesaian: Jika kita ambil a = –2 dan b = 2 . Definisi 6. jika diambil sembarang elemen b ∈ B terdapat elemen a ∈ A sehingga f(a) = b Dengan kata lain. f : ¡ → ¡ dengan f ( x) = x + 1 b. yaitu f (A) = B.4. Contoh 6. Fungsi yang demikian disebut fungsi pada. maka jelas a ≠ b . fungsi f dari A ke B adalah fungsi satu-satu jika untuk f(a) = f(b). maka a = b.16 Ketiga relasi di atas adalah fungsi. Jadi. Tetapi. x ∈ ¡ . Fungsi (a) dan (c) bersifat bahwa untuk setiap elemen himpunan daerah kawan B merupakan peta dari setiap elemen dari daerah asal A. g : ¡ → ¡ dengan g ( x) = x3 BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi 201 . f ( a ) = ( −2) 2 = 4 = 22 = f (b) W 6. fungsi f dari A ke B merupakan fungsi pada. A 1 2 3 4 (a) B a b c d A 1 2 3 4 (b) B a b c d A 1 2 3 4 (c) B a b c Gambar 6. fungsi seperti ini kita katakan fungsi bukan pada. Contoh 6. Definisi lengkapnya diberikan berikut ini. jika daerah hasil dari f sama dengan daerah kawan dari f.

4. Setiap negara mempunyai satu ibu kota negara. s}. Jika kita ingin melihat suatu pertunjukan setiap pengunjung harus membeli karcis.Penyelesaian: a. A 1 2 3 4 B p q r s Gambar 6. Fungsi f bukan fungsi pada. maka terdapat x= y 1 3 ∈¡ sehingga g ( x) = y ( )=y 1 3 3 . maka himpunan A dan himpunan B mempunyai banyak anggota yang sama. g fungsi pada.3 a. W 202 Matematika SMA/MA Kelas XI . Fungsi yang memenuhi dua sifat ini disebut fungsi bijektif.4. 3.17 Definisi 6. Jadi. r. Definisi ini mengakibatkan bahwa jika f fungsi bijektif dengan himpunan A dan B himpunan berhingga.IPA .3 Fungsi Bijektif atau Korespondensi Satu-satu Gambar 6. q. karena terdapat −1 ∈ ¡ tetapi tidak ada x ∈ ¡ sehingga f ( x) = −1 . b.17 ini adalah diagram panah dari fungsi suatu fungsi pada sekaligus fungsi satu-satu dari himpunan A = { 1. maka terdapat korespondensi satu-satu antara himpunan penonton dengan himpunan karcis mereka. y∈¡ . 2. W 6. 4} ke himpunan B = { p. jika f merupakan fungsi pada dan satu satu. Terdapat korespondensi satu-satu antara himpunan negara dengan himpunan ibukota negara. Jika diambil b. Contoh 6.6 Diberikan fungsi f dari himpunan A ke himpunan B dikatakatan bijektif atau korespondensi satu-satu.

f = {(a. (d. b. pada atau bijektif. d. 4). dengan daerah kawan B = {1. (b. 2. Tentukan apakah dari setiap fungsi yang diberikan adalah satu-satu. untuk x > 3 ⎩ BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi 203 . d} : a. 4}. (c. 4)}. 2). (c. 3). 3. 2. (b. 3. c. b. untuk 2 ≤ x ≤ 3 ⎪ x + 1 . e. c. 5). Selidiki fungsi f apakah satu-satu atau pada. (c. jika ⎧2 x − 1 . 2). 6}. (b. Dari fungsi-fungsi berikut. 3. dengan daerah kawan B = {1. 1).4 1. 2. (d. jika daerah asalnya A = {a. 2). f = {(a. 1)}. f ( x) = 2 x+3 f ( x) = x − 2 4. (d. Dari setiap fungsi berikut manakah yang merupakan fungsi satu-satu. dengan daerah kawan B = {1.18 2. fungsi pada atau fungsi bijektif . f = {(a. a. b.Latihan 6. 2. (c. a b c d (a) 1 2 3 4 (b) a b c 1 2 3 4 1 2 3 4 (c) a b c 1 2 3 4 (d) a b c d 1 2 3 4 a b c d (e) 1 2 3 4 (f) a b c d Gambar 6. 1)}. d. 4. 3}. c. f = {(a. manakah yang merupakan fungsi satu-satu. 3). untuk x < 2 ⎪ f ( x) = ⎨ x 2 − 4 . 3). (d. 1). dengan daerah kawan B = {1. 4}. 5. 2). 6)}. pada atau bijektif. 1). (b. f (x) = 5 f (x) = 2x + 3 f (x) = 3 – x 2 3.

jika f di bawah ini. Misalkan A = {x ∈ ¡ | − 1 ≤ x ≤ 1} dan f : A → ¡ .5. Apakah f fungsi bijektif? 6.IPA . dengan daerah asal D f . dan pembagian. b. Tentu saja perlu juga kita perhatikan daerah asal dari fungsi-fungsi yang diperasikan. Untuk itu kita definisikan beberapa operasi aljabar dari fungsi-fungsi. Perkalian fungsi f dan fungsi g adalah ( fg )( x ) = f ( x ) g ( x) . 5. B himpunan penjualan. Jumlah fungsi f dan fungsi g adalah ( f + g )( x) = f ( x ) + g ( x ) . Selisih fungsi f dan fungsi g adalah ( f − g )( x) = f ( x ) − g ( x ) . 7. Tahun Penjualan 2001 15 2002 22 2003 27 2004 30 2005 32 2006 33 2007 35 Misalkan A adalah himpunan tahun. perkalian. Definisi 6. 2. dengan daerah asal Dkf = D f . f ( x) = 2 x+3 f ( x) = x − 2 6. Diberikan data hasil penjualan laptop (dalam ribuan) dari suatu distributor selama 7 tahun. yang di dalamnya berlaku operasi aljabar penjumlahan. g 204 Matematika SMA/MA Kelas XI . f : A → ¡ dalam bentuk pasangan terurut. f (x) = 3x + 8 f (x) = x2 + 1 c. dengan daerah asal D f + g = D f ∩ Dg . 4.7 Misalkan D f dan Dg masing-masing menyatakan derah asal f dan g. dengan daerah asal D f − g = D f ∩ Dg .5 Aljabar Fungsi Kita dapat membayangkan bahwa kedudukan fungsi-fungsi sebagaimana bilangan real. Pembagian fungsi f dan fungsi g adalah f ( x) ⎛f⎞ ⎜ g ⎟ ( x) = g ( x) . Hasil kali skalar fungsi f dengan skalar bilangan real k adalah (kf)(x) = kf(x). g = D f ∩ Dg . Carilah contoh di kehidupan sehari-hari suatu relasi yang merupakan fungsi satu-satu. 3. dengan daerah asal ⎝ ⎠ D f = D f ∩ Dg dan g ( x) ≠ 0 . dan fungsi f adalah pemetaan dari A ke B. maka 1. tentukan daerah kawan agar f menjadi fungsi pada (surjektif) A. d. pada atau bijektif. a.

2. 3f d.5. d. (4f )(x) = 4f (x) = 4 x 2 dengan daerah asal D4 f = D f = ¡ . W Latihan 6.Contoh 6. Jika f (x) = x – 5 dan g(x) = x2 – 1. fg b. a. Penyelesaian: ( f + g )( x ) = f ( x) + g ( x ) = x 2 + x + 2 D f + g = D f ∩ Dg = {x ∈ ¡ | x ≥ −2} . a. a. c. 4f c. Tentukan fungsi-fungsi berikut serta daerah asalnya. f+g d.7 kita peroleh: a. Tentukan fungsi-fungsi berikut serta daerah asalnya. dan f g : f ( x ) = x dan g(x) = x2 + 1 dan g ( x) = 1/ x x −1 f ( x) = x dan g ( x) = x − 3 f ( x) = x +1 f ( x) = 1 x +1 dan g ( x) = x x−2 205 BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi . dengan daerah daerah asal asal adalah {x ∈ ¡ | x ≥ −2} . f g Daerah asal f adalah D f = ¡ . f+g f–g e. fg. fg b. ( fg )( x ) = f ( x) g ( x) = x 2 x + 2 dengan D fg = D f ∩ Dg = Nilai g ( x) ≠ 0 jika dan hanya jika x > −2 .1 Misalkan f ( x) = x 2 dan g ( x) = x + 2 . dan daerah asal g adalah Dg = {x ∈ ¡ | x ≥ −2} . d. c. sehingga ( ) f f ( x) g ( x) = g ( x) = x2 x+2 dengan daerah asal D f = D f ∩ Dg = g {x ∈ ¡ | x > −2} . f. f g (3f + g2) Untuk setiap dua fungsi yang diberikan hitung f + g. b. c. mengapa? Dengan Definisi 6. b.5 1.

20 206 Matematika SMA/MA Kelas XI .2. dan C = {p. pesawat B terbang ke arah timur dengan kecepatan 300km/jam. A 1 2 3 4 B a b c d f :A→ B A a b c d g:B→C B p q r Gambar 6. 6. 4.6 Komposisi Fungsi Misalnya diketahui A = {1.4}. berapa daya pijar yang dihasilkan oleh kedua bola lampu tersebut. lampu II memberikan daya pijar sebesar g ( x) = x 2 + 5 . 19 Dari dua fungsi itu. carilah rumus untuk D(t). pesawat A terbang ke arah utara dengan kecepatan 400km/jam. B = {a. Tentukan fungsi perbandingan daya pijar kedua bolam lampu. A 1 2 3 4 B a b c d C p q r A→ B →C Gambar 6. Dua buah bolam lampu memberikan daya pijar yang bergantung pada besarnya daya listrik yang diberikan.IPA . Jika daya listrik yang diberikan sebesar 20 watt. jarak antara dua pesawat tersebut t jam setelah tengah hari. Petunjuk: ada dua rumus untuk D(t) . Dimulai pada tengah hari. Satu jam kemudian.3. x2 + 3 2 . Tentukan fungsi daya pijar yang dihasilkan oleh kedua bola lampu tersebut jika dinyalakan bersamaan. Misalkan fungsi f dari A ke B dan g dari B ke C didefinisikan seperti diagram berikut. Lampu I memberikan daya pijar sebesar f ( x) = a. lainnya untuk t >1. b.q.b.r}.3. kita peroleh fungsi yang langsung memetakan himpunan A ke himpunan C seperti berikut.c. Dengan mengabaikan kelengkungan bumi dan dengan menganggap kedua pesawat terbang pada ketinggian sama.d}. satu untuk 0 < t < 1. c.

22 Komposisi fungsi BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi 207 . Perhatikan bahwa g o f adalah pergandaan yang mengerjakan f lebih dulu. Operasinya disebut komposisi atau pergandaan fungsi. baru diteruskan oleh g.Fungsi yang langsung memetakan A ke C itu dapat dianggap sebagai fungsi tunggal. Fungsi g o f dibaca sebagai “fungsi g bundaran f”. Komposisi dari g dan f dinotasikan g o f . A 1 2 3 4 go f : A→B C p q r Gambar 6.21 Fungsi tunggal dalam ilustrasi di atas disebut fungsi komposisi. yang diagramnya tampak sebagai berikut. seperti berikut ini: ( g o f )(1) = g ( f (1)) = g ( a ) = r ( g o f )(2) = g ( f (2)) = g (c ) = r ( g o f )(3) = g ( f (3)) = g (b) = p ( g o f )(4) = g ( f (4)) = g ( a ) = r Secara umum komposisi di atas dirumuskan sebagai ( g o f )( x ) = g ( f ( x)) A B C x f(x) g(f(x)) Gambar 6. Dari contoh di atas. kita peroleh: ( g o f )(1) = r ( g o f )(2) = r ( g o f )(3) = p ( g o f )(4) = r Penentuan itu dapat pula diperoleh dari f dan g.

Sekarang perhatikan dua fungsi berikut ini. dari contoh kedua kita menyimpulkan hasil berikut ini. tetapi g(d) tidak ada karena d bukan elemen dari C. Lebih lanjut. Teorema 6. A B a b c d C a b c d D p q r x y z f :A→ B g:C → D Gambar 6.24 Dari dua fungsi f dan g itu. kita dapat membuat komposisinya. jika daerah hasil dari f adalah himpunan bagian dari daerah asal dari g. yaitu f ( A) ⊆ Dg 208 Matematika SMA/MA Kelas XI . kita peroleh f (1) = d. A 1 2 3 4 B a b c d f :A→ B g:C → D A a b c B p q r Gambar 6.6. kita dapat menyimpulkan bahwa jika kita mempunyai dua fungsi tidak selalu dapat dikomposisikan.1 Syarat Agar Dua Fungsi Dapat Dikomposisikan Jika kita mempunyai dua fungsi f dan g.23 Dari dua fungsi f dan g. karena setiap peta dari elemen A oleh f merupakan elemen dari C (daerah asal g). atau g o f ada. apakah keduanya selalu dapat dikomposisikan? Kita perhatikan contoh berikut ini.6. Dari dua contoh kasus di atas.IPA .1 Syarat fungsi g dan f dapat dikomposisikan.

25 g:B C Gambarlah diagram panah dari g o f .26 W Contoh 6. Penyelesaian: Dengan aturan komposisi.Contoh 6. A 1 2 3 4 B a b c d B a b c d C p q r f:A B Gambar 6.2 Fungsi f dan g dari ¡ ke ¡ dirumuskan oleh f (x) = x – 3 dan g(x) = x2 Tentukan rumus untuk g o f .6. ( g o f )(x) = g(f (x)) = g(x – 3) = (x – 3)2 = x2 – 6x + 9 BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi W 209 .1 Diketahui fungsi f dan g diberikan oleh diagram panah berikut. Penyelesaian: Dari diagram panah di atas kita peroleh ( g o f )(1) = g ( f (1)) = g (c) = r ( g o f )(2) = g ( f (2)) = g (c ) = r ( g o f )(3) = g ( f (3)) = g (b) = q ( g o f )(4) = g ( f (4)) = g ( d ) = q Diagram panah untuk g o f adalah A 1 2 3 4 C p q r g :A f C Gambar 6.6.

Contoh 6.6)}.4).4 Diketahui fungsi f dan g pada ¡ dengan g(x) = x – 5. 6). ( g o f ) (x) = g(f (x)) = 4x + 1 = (4x + 6) – 5 Jadi. g o f = {(0. (1. 3).2 Menentukan Komponen Fungsi Apabila Aturan Komposisinya Diketahui Berikut ini akan kita pelajari beberapa contoh untuk mencari komponen fungsi apabila komposisinya diketahui. Tentukan fungsi f jika: a. Dari rumus komposisi fungsi kita peroleh b. 2). sehingga ( g o f ) (2) = g(f (2)) = g(4) = 6. Perlu kita catat di sini bahwa tidak semua kasus seperti ini dapat diselesaikan. 4).3 Diketahi f dan g dengan himpunan pasangan berurutan berikut. 7)} Tentukan g o f dan ( g o f ) (2). b. W Tugas Mandiri Diskusikan dengan kelompok Anda untuk membuktikan bahwa operasi komposisi fungsi bersifat asosiatif. ( g o f ) (x) = 4x + 1 ( f o g )( x ) = x 2 + 3 x Penyelesaian: a. 4)} g = {(2.IPA . (4.6. (2. (1. g dan h sembarang berlaku ( f o g ) o h = f o ( g o h) 6.6. f ( x) = x 2 + 13 x + 40 . (5. Prinsip dasar yang digunakan adalah definisi komposisi fungsi. 3).3). (2. f = {(0. Penyelesaian: Dengan menghitung satu per satu. Dengan prinsip komposisi fungsi kita peroleh Jadi. (3. x ∈ ¡ . f (x) = 4x + 6. x ∈ ¡ . yaitu jika f.6. Contoh 6. ( f o g )( x ) = f ( g ( x )) = x 2 + 3 x = ( x − 5) 2 + 13( x − 5) + 40 W 210 Matematika SMA/MA Kelas XI .

( g o f )( r ) . b. Latihan 6. p)} a. 1. r. Tentukan ( g o f )( p ) . fungsi f dan g pada A yang ditentukan oleh: f = {(p.6 1. b. s). . Diketahui A = {p. (t. q). 2. Tentukan ( g o f )( a ) . Apakah h selalu fungsi ganjil? Bagaimana jika f ganjil? Bagaimana jika f genap? BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi 211 .. t). r). a. (q. d. Jika g fungsi genap dan h = f o g . (q. q. 5. (r. tentukan setiap komposisi fungsi berikut serta daerah asalnya. 3. ( g o f )(b) . f og go f c. q). Diketahui fungsi f : A → B dan g : B → C yang ditentukan oleh diagram berikut. 2. Apakah h selalu fungsi genap? Jika g fungsi ganjil dan h = f o g . ( g o f )(c) dan ( g o f )( d ) . t}. s. (s. (s. b. dan ( g o f )(t ) . Diketahui f ( x) = x − 2 dan g(x) = x + 7. f n +1 = f 0 o f n untuk n = 0.. ( g o f )( s ) . (t.27 a. p). (r. A a b c d B p q r s C x y z Gambar 6. r)} g = {(p. s). Tentukan daerah asal dan daerah hasil dari g o f dan f o g .. Tentukan daerah asal dan daerah hasil dari g o f . s).Tugas Kelompok Diskusikan dengan kelompok Anda untuk menentukan rumus f n apabila f 0 ( x) = x ( x + 1) . fof gog 4.

29 Relasi R disebut invers fungsi f. b. Apakah f −1 merupakan fungsi? Ternyata bukan. Diketahui f : ¡ → ¡ dan g : ¡ → ¡ tentukan g(x). b. f (x) = x – 1 dan ( f o g )( x ) = 3 x 2 + 2 f ( x) = x 2 + 5 dan ( f o g )( x ) = x 2 − 2 x + 6 g(x) = x +2 dan ( f o g )( x) = 3 x 2 + 4 x g(x) = 1 – 2x dan ( f o g )( x ) = x 3 + 1 g(x) = g ( x) = 1 − 1/ x dan ( f o g )( x ) = 8. Diketahui f : ¡ → ¡ dan g : ¡ → ¡ tentukan f (x). maka akan kita peroleh relasi berikut ini. B p q r s A 1 2 3 4 R:B→ A Gambar 6. tentukan nilai a.IPA . Jika g o f = f o g . Diketahui f (x) = 3x – 4 dan g(x) = 2x + a. c. jika: a.6. 7. mengapa? 212 Matematika SMA/MA Kelas XI .28 Jika fungsi f di atas kita balik. x +1 x−2 6.7 Invers Fungsi Perhatikan fungsi f berikut ini A 1 2 3 4 f :A→ B B p q r s Gambar 6. Relasi R biasa dinotasikan dengan f −1 . jika: a.

jika fungsi f : A → B dinyatakan sebagai pasangan terurut f = {( a. Beberapa penulis menyebut fungsi invers sebagai fungsi balikan. Dengan jalan pikiran yang sama seperti penyajian diagram panah. b) | a ∈ A dan b ∈ B} maka invers fungsi f adalah f −1 : B → A yang ditentukan oleh f −1 = {(b.Sekarang perhatikan fungsi g berikut ini A 1 2 3 4 g: A→ B B p q r s Gambar 6. jika g −1 adalah fungsi. maka akan kita peroleh relasi g −1 berikut ini. invers fungsi yang merupakan fungsi disebut fungsi invers. Tetapi.31 Perhatikan bahwa relasi g −1 adalah fungsi pada B.30 Jika fungsi g di atas kita balik. B p q r s A 1 2 3 4 g :B→A −1 Gambar 6. Selanjutnya. maka untuk setiap x ∈ A akan berlaku ( g −1 o g )( x ) = x = I A ( x ) ( dengan I A fungsi identitas pada A) dan untuk setiap x ∈ B akan berlaku ( g o g −1 )( x ) = x = I B ( x ) (dengan I B fungsi identitas pada B) BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi 213 . a ) | b ∈ B dan a ∈ A } Dari contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa invers fungsi tidak harus merupakan fungsi.

= − . x−5 2 . Misalkankan y = f (x). Dengan menggunakan prinsip bahwa: jika y = f (x). x ∈ ¡ . Sedangkan g −1 adalah fungsi karena setiap elemen di dalam B mempunyai tepat satu kawan dalam A.1 Diketahui fungsi f (x) = 2x +5. dan f −1 (3) . Secara umum kita mempunyai sifat berikut ini. maka x = f −1 ( y ) . f −1 (2) = = − dan f ( −3) = 2 2 2 2 W x+3 2x − 4 Diketahui fungsi f ( x) = . f −1 (2) . Contoh 6. Teorema 6. kita peroleh f −1 (0) = Contoh 6.2 0−5 2 −3 − 5 5 2−5 3 −1 = −4 . dan f −1 o f = I A dan f o f −1 = I B Jika fungsi inversnya ada. Kenapa f −1 bukan fungsi tetapi g −1 fungsi.7. b.7. f −1 adalah fungsi invers dari f dari B ke A jika dan hanya jika f fungsi bijektif. Dengan membalik arah panah fungsi semula. Tentukan rumus untuk f −1 . untuk x ≠ 2 . Dari f −1 ( x) = −1 y −5 ( x) = 2 x−5 2 . 214 Matematika SMA/MA Kelas XI . Tentukan rumus untuk f −1 .Kita perhatikan kembali fungsi f dan g pada dua contoh di atas. y = 2x + 5 ⇔ 2x = y − 5 y −5 ⇔x = 2 ⇔ f −1 ( y ) = Jadi. a. Hal ini disebabkan karena f fungsi yang tidak satu-satu. Mudah kita pahami bahwa g fungsi satu-satu. maka fungsi invers tersebut dapat dicari dengan dua cara: a. apabila diagram panahnya diketahui. Penyelesaian: a. Relasi f −1 bukan fungsi karena ada q elemen B yang mempunyai dua kawan yang berbeda.IPA .2 Misalkan f adalah fungsi dari A ke B. 3 dan 4 di dalam A. b. rumus untuk f −1 adalah f b. Hitunglah f −1 (0) .

1).Penyelesaian: Misalkan y = f (x). f5 = {(y. –1). x y z f1 b -1 0 1 x y z f2 : A B c -1 0 1 x y z f3 : A B -1 0 1 :A B Gambar 6.7 1. (z. 1). (x. (x . f6 = {(z. Kemudian mana yang mempunyai fungsi invers? BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi 215 . Dari setiap fungsi di atas tentukan inversnya. 0). y= x+3 2x − 4 ⇔ x + 3 = 2 xy − 4 y ⇔ x − 2 xy = − 3 − 4 y ⇔ x (1 − 2 y ) = − 3 − 4 y −3 − 4 y 4 y + 3 ⇔ x = = 1− 2y 2 y −1 Jadi. b. Latihan 6. Tentukan rumus untuk f −1 . a. Apa syarat a. 0. y. 1)}. 1). Diketahui fungsi-fungsi dari A = {x. untuk x ≠ 2 .32 d. f4 = {(x. b. (z. W Tugas Kelompok ax + b cx + d Diketahui f ( x) = dengan ad − bc ≠ 0 . 1} sebagai berikut: a.0)} f. f −1 ( x) = 4x + 3 2x −1 untuk x ≠ 1/ 2 . 0)} e. c. –1). dan d agar f −1 = f ? Diskusikan dengan kelompok Anda. (y. Apa syaratnya agar f −1 ada? c. z } ke B = {–1. (y.

Tunjukkan bahwa setiap fungsi berikut tidak mempunyai fungsi invers. f ( x) = f ( x) = x−3 4 x +1 5x + 3 3 x +2 7. Apa yang dapat kamu simpulkan? 10. b. c ≠ 0 Tentukan hubungan antara a. f (x) = x2 + 4 f (x) = 2x2 – 6 c. f (x) = x3 + 2 c. f ( x) = f ( x) = 1 x −3 2 5 − 3x c. Tentukan f −1 . b. Tunjukkan bahwa setiap fungsi berikut mempunyai fungsi invers. Tentukan f jika: a. f −1 ( x) = 3 x +1 ( x) = 3x − 1 11. Tentukan rumus untuk f −1 8. c. d. f −1 ( x) = x + 4 f −1 c. c. a. Diketahui f (x) = 2x + 7. a ≠ 0 dan g(x) = cx+ d . f (x) = 2 x − 6 f (x) = sin x f ( x) = x + x 3.2. f (x) = 5x – 3 f (x) = 1– x2 f (x) = (4 – x)3 d. Jika f −1 fungsi invers dari f. Tentukan rumus untuk f −1 dari setiap fungsi yang diberikan. 9. untuk x ≠ 5 4 . b. Tentukan nilai konstanta k sehingga fungsi yang didefinisikan oleh 9 − x2 f ( x) = 1 x 2 − 16 2 f ( x) = 6. f ( x) = 3x + 1 2x + 4 4. tentukan invers tersebut. Diketahui f ( x) = 2x + 3 4x − 5 . b. b. kemudian batasi daerah asalnya sehingga mempunyai fungsi invers. a. f (x) = 5. 216 Matematika SMA/MA Kelas XI . untuk x ≠ 2 . f (x) = 4x – 3 b. f. dan gambarkan grafik f dan f −1 pada susunan sumbu yang sama. x+3 x+k sama dengan fungsi inversnya. Dari f −1 .IPA . tentukan f −1 ( x − 1) . a. b. sehingga f merupakan fungsi invers dari g. Apakah setiap fungsi berikut mempunyai fungsi invers? Jika mempunyai fungsi invers. Diketahui dua fungsi: f (x) = ax+ b . x+3 x −2 . Diketahui fungsi f ( x + 1) = serta daerah asalnya. d. a. c. e. dan d. a. kemudian tentukan ( f −1 ) −1 .

maka 2 x3 + 1 = y ⇔ 2 x3 = y − 1 ⇔ x3 = ⇔ x = Jadi. maka fungsi invers dari g o f .6. Penyelesaian: Mudah kita tunjukkan bahwa jika f (x) = x3 dan g(x) = 2x + 1. W Contoh 6. x ∈ ¡ . maka f −1 ( x) = 3 x dan g −1 ( x) = x −1 2 217 BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi .2 Diketahui f (x) = x3 dan g(x) = 2x + 1. Penyelesaian: Dari pengertian komposisi fungsi ( ( g o f )( x ) = g ( f ( x)) = g ( x3 ) = 2 x3 + 1 Misalnya ( g o f ) −1 ( x ) = y . Tentukan f −1 o g −1 .8 Fungsi Invers dari Fungsi Komposisi Perhatikan diagram panah berikut ini A B (g  ) f a 1 C b g f c Gambar 6.33 Pada gambar di atas. Tentukan ( g o f ) −1 .1 Diketahui f (x) = x3 dan g(x) = 2x + 1. ( g o f ) ( x) = −1 y −1 2 3 y −1 2 3 x −1 2 . x ∈ ¡ . Contoh 6.8. yaitu ( g o f ) −1 memetakan c ∈ C kembali ke a ∈ A . jika fungsi komposisi g o f memetakan a ∈ A ke c ∈ C . 8.

8. terbukti bahwa ( f o g ) −1 −1 −1 (sifat asosiatif) ( g o g −1 = I ) (sifat asosiatif) ( f oI = f ) = g o f −1 .3 Jika f dan g dua fungsi yang mempunyai fungsi invers dan komposisi keduanya ada.8. formula ini memang berlaku untuk sembarang dua fungsi yang mempunyai fungsi invers. Teorema 6.1 dan contoh 6. maka berlaku ( f o g ) −1 = g −1 o f −1 Bukti: Untuk membuktikan sifat ini.Oleh karena itu.IPA . ( f −1 o g −1 )( x) = f −1 ( g −1 (( x )) = f −1 ( g −1 (( x )) = f −1 ⎜ = ⎛ x −1 ⎞ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 3 x −1 2 Dari contoh 6. W Tugas Kelompok Diskusikan dengan kelompok Anda untuk membuktikan bahwa: ( f o g o h) −1 = h −1 o g −1 o f −1 218 Matematika SMA/MA Kelas XI .2 cukup kita buktikan ( f o g ) o ( g −1 o f −1 ) = I Kita perhatikan bahwa ( f o g ) o ( g −1 o f −1 ) = f o ( g o g −1 ) o f −1 = f o I o f −1 = ( f o I ) o f −1 = fof = I Jadi. menurut Teorema 6.2 di atas kita peroleh bahwa ( f o g ) −1 = g −1 o f −1 Apakah hubungan ini selalu benar untuk sembarang dua fungsi yang mempunyai fungsi invers ? Ya.

kita mempunyai g −1 ( x) = x + 3 . f ( x) = ( g −1 o ( g o f ))( x ) = g −1 (( g o f ))( x ) = g −1 (3 x − 5) = (3 x − 5) + 3 = 3x − 2 Jadi. waktu yang diperlukan adalah ( g o f )( x ) = g ( f ( x )) = 2( x + 2) 2 − 1 = 2 x 2 + 4 x + 3 Untuk x = 10. Tentukan fungsi f.4 Santi harus melakukan percobaan kimia melalui dua tahap yaitu tahap I dan tahap II. berapa lama satu percobaan sampai selesai dilakukan? b.Contoh 6. Untuk melakukan satu percobaan sampai selesai. Penyelesaian: Dari fungsi g yang diberikan. berapa mol bahan yang diperlukan? Penyelesaian: a. kita mempunyai hubungan f = g −1 o g o f Akibatnya.8. Dari f ( x) = x + 2 dan g ( x) = 2 x 2 − 1 . ( g o f )(10) = 2(10) 2 + 4(10) + 3 = 243 . diperlukan waktu selama f ( x) = x + 2 . Masalah ini merupakan aplikasi dari komposisi dua fungsi. kita kembali kepada ilustrasi di awal bab tentang percobaan kimia yang dilakukan oleh Santi. Jadi. waktu yang perlukan untuk satu percobaan dengan bahan sebanyak 10 mol adalah 243 menit. kita peroleh −1 f −1 ( x) = x − 2 dan g ( x) = x +1 2 219 BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi . Jika waktu yang diperlukan untuk satu percobaan adalah 127 menit. Sebaliknya. Lamanya (dalam menit) proses percobaan pada setiap tahap merupakan fungsi terhadap banyaknya molekul yang diberikan. Pada tahap I untuk sebanyak x mol bahan. Jika bahan yang tersedia untuk percobaan sebanyak 10 mol. masalah ini merupakan penerapan dari invers komposisi dua fungsi. f(x) = 3x – 2.8. sedangkan pada tahap II memerlukan waktu W g ( x) = 2 x 2 − 1 . Di pihak lain. Contoh 6. b. Pada bagian akhir ini.3 Diketahui fungsi f dan g pada ¡ dengan g(x) = x – 3 dan ( g o f )( x) = 3 x − 5 . a.

hitung ( f o g ) (2) dan 3. a. untuk x ≥ 1 2 . f (x) = x2 + 5 dan ( f o g )( x ) = x 2 + 2 x + 6 . tentukan fungsi g . c. 2. tentukan daerah asal dari ( f o g ) −1 . b. −1 x untuk x ≥ 0 . Dengan Teorema 6. Diberikan dua fungsi f dan g pada ¡ . Jadi.3. b. Suatu perusahaan telah menaksir bahwa biaya (dalam jutaan rupiah) memproduksi x barang adalah C ( x) = 10. apabila f ( x) = 2 x + 3 dan g ( x) = 2 − 3 x dengan: a. Jika f −1 ( x) = 3 x − 1 dan g −1 ( x) = ( g o f ) −1 (2) . f ( x) = 6 x + 3 dan g ( x) = x 2 . f (x) = 2x dan ( g o f )( x ) = x + 6 . Jika barang yang diproduksi sebanyak 500.Dengan menerapkan Teorema 6. b. ( g o f ) −1 ( x) = ( f −1 o g −1 )( x) = f −1 ( g −1 ( x)) = −1 x +1 2 −2 . 7.8 1. Tentukan rumus untuk ( f o g ) −1 dan ( g o f ) −1 . 2 f (x) = 3x – 2 dan g ( x) = x − x + 3 . W Latihan 6. tentukan ( f o g ) −1 dan ( g o f ) −1 untuk f dan g yang diberikan.000 + 0. menggunakan sifat ( g o f ) −1 = f −1 o g −1 . untuk x ≥ 0 . tentukan fungsi g jika: a. 5. mencari dahulu f o g dan g o f .3. Untuk x = 127 diperoleh ( g o f ) (127) = 127 + 1 2 − 2 = 6 . 001x 2 a. 6. berapa total biaya yang diperlukan? Jika tersedia biaya sebesar 11 juta rupiah berapa banyak barang yang dihasilkan? Matematika SMA/MA Kelas XI . f (x) = 2x dan ( g o f )( x ) = 1 − 1 2 x . Jika f (x) = 2x + 1 dan ( f o g )( x ) = f −1 ( x ) . Jika f ( x) = 8 x + 2 dan g ( x) = x 2 untuk x ≥ 0 . untuk waktu 127 menit percobaan itu memerlukan bahan sebanyak 6 mol. b. 4.IPA 220 .

ditulis R f . dan fungsi pada dan satu-satu (bijektif). Misalkan f adalah fungsi dari A ke B. jika daerah hasil dari f adalah himpunan bagian dari daerah asal dari g. Jika bahan mentah yang tersedia untuk produksi sebanyak 5 kg. 7. y ) | x ∈ A dan y ∈ B} . maka produk Cartesius himpunan A dan B adalah himpunan A × B = {( x. maka berlaku ( f o g ) −1 = g −1 o f −1 BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi 221 . maka berapa unit barang jadi yang dihasilkan? b. fungsi tangga atau fungsi nilai bulat terbesar. Kinerja mesin I mengikuti fungsi f ( x) = 2 x sedangkan mesin II kinerjanya mengikuti fungsi g ( x) = 3 x 2 − 5 dengan x adalah banyak bahan mentah yang tersedia. dan f −1 o f = I A dan f o f −1 = I B . fungsi mutlak atau fungsi modulus. Beberapa fungsi khusus: fungsi konstan. fungsi kuadrat. fungsi identitas. Himpunan B disebut daerah kawan (kodomain). ditulis K f . y disebut peta (bayangan) dari x oleh f atau nilai fungsi f. Fungsi atau pemetaan dari himpunan A ke himpunan B adalah relasi yang mengawankan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B. fungsi linear. 8. ditulis D f . mesin I mengubah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi. 4. Sifat-sifat fungsi: fungsi satu-satu (injektif). 6. maka berapa kg bahan mentah yang harus disediakan? Rangkuman 1. Pada suatu perusahaan. 3. 2. a. dan mesin II mengubah bahan setengah jadi menjadi bahan jadi. atau g o f ada. Himpunan semua peta dalam B disebut daerah hasil (range). Himpunan A disebut daerah asal atau daerah definisi (domain). f −1 adalah fungsi invers dari f dari B ke A jika dan hanya jika f fungsi bijektif. 5. Fungsi f : x → y = f ( x) . dan fungsi ganjil. dan x disebut prapeta dari y oleh f. Suatu relasi atau hubungan dari himpunan A ke himpunan B adalah sembarang himpunan bagian dari produk Cartesius A × B . Jika f dan g dua fungsi yang mempunyai fungsi invers dan komposisi keduanya ada. fungsi pada (onto atau surjektif). Jika proses produksi itu menghasilkan 427 unit barang jadi.8. fungsi genap. Jika A dan B adalah dua himpunan tak kosong. yaitu f ( A) ⊆ Dg . Syarat fungsi g dan f dapat dikomposisikan.

Lebih lanjut. untuk x yang lain f ( x) = ⎨ maka f (2) f ( −4) + f ( 1 ) f (3) = K . Hasil kerja keras Cauchy ini kemudian dikembangkan oleh dua matematikwan Jerman. E. Gambar 6. Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 15. D. 2 A. E. untuk 0 < x < 1 2 ⎩ x + 1 . Kemudian Louis Cauchy melanjutkan kajian Langrange tersebut pada awal abad ke-19. pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda! 1.34 Lagrange Sumber: www. B. Joseph Louis Lagrange pada akhir abad ke-18.IPA . B. yaitu Karl Theodor Weierstrass dan George Friederich B. Jika x2 + 5x − 6 2− x adalah ….sovlit. {x ∈ ¡ | x < 2} {x ∈ ¡ | x ≤ −6 atau 1 ≤ x < 2} {x ∈ ¡ | x ≤ −6 atau 1< x < 2} {x ∈ ¡ | 1 ≤ x < 2} {x ∈ ¡ | x ≤ −6 atau 1 ≤ x < 2} ⎧2 x − 1 .Math Info Pengkajian teori fungsi dipelopori oleh matematikawan Italia kelahiran Perancis. C. Cauchy juga mengembangkan penelitiannya tentang fungsi bernilai bilangan kompleks. Daerah asal fungsi f ( x) = A. Riemann. 2. 210 105 85 D. C.com Uji Kompetensi A. 55 52 222 Matematika SMA/MA Kelas XI .

C. C. 2 x + 1 2x − 5 E. Jika f ( x) = A. A. x − 2 x − 3 C. 8. E. – 4 B. B. E. A. x 2 x −1 +1 2 1 (2 − x ) 4 x −1 x +1 dan g ( x) = 1 ( x − 2) 4 1 ( − x − 2) 4 4. 8x2 + 8x + 1 4x2 − 8x + 1 6. D. D. x + 9 D. Jika f ( x) = 2 x dan f ( g ( x )) = − A. Jika f ( x − 2) = A. ( g o f )( x) = 4 x 2 + 4 x dan g ( x ) = x 2 − 1 . 2 + x E.3.. E. 2 + x + 7 2 B. 2 C. E. maka f −1 ( x) = K . 2 + x + 1 Jika A. . E. C. Jika f ( x) = 2 x . f ( a ) + f (b ) 2 f (c ) f ( a + 2b) − f (c) f ( a ) f (b ) 2 f (c ) 7. B. x 2 + 1 . x2 + 1 1 − x2 . maka nilai a = . 4 6 BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi 223 . maka f ( a + 2b − c) = K . maka g (2 x) = K . D.. f ( a ) + 2 f (b ) − f ( c ) 2 f ( a ) f (b ) f (c ) D. C. 9. maka g ( x) = K . 2 x − 1 2x + 3 2x − 3 Jika ( f o g )( x ) = 4 x 2 + 8 x − 3 dan g ( x) = 2 x + 4 . A. B. maka f ( g ( x )) = …. Jika f ( x) = x + 2 dan ( f o g )( x ) = 2 x 2 + 4 x + 1 . B. D. 2x2 − 4x + 1 2 x 2 − 12 x + 1 8x2 − 8x + 1 D. C. B. 3 3 −1 2 x + 5 dan f (3) = 4a + 1 . maka f ( x − 2) = K . x2 − 1 x2 + 1 x2 x2 + 1 x −1 2 x2 + 1 x2 − 1 5.

2) terletak pada grafik fungsi invers f ( x) = 2 x 2 + x + p . 224 Matematika SMA/MA Kelas XI . {y ∈ ¡ | y ≤ −1 atau y ≥ 7} {y ∈ ¡ | y ≤ −7 atau y ≥ 1} {y ∈ ¡ | −1 ≤ y ≤ 7} {y ∈ ¡ | y ≤ 1 atau y ≥ 7} {y ∈ ¡ | y ≤ 1 atau y ≥ −7} 2x + 1 x−3 13.x≠5 2 2x − 2 x +1 3x − 5 x−4 1 2 . 2x + 1 x−3 . Jika f ( x) = 2 x + 3 . 54 B. A.10. 6 B. x ≠ −2 . . 3 E. Misalkan f ( x) = x2 − 2x + 1 16 − x 2 . g ( x) = x3 + 1 dan ( g −1 o f −1 )( a ) = 2 .x≠2 . Diketahui fungsi f dan g diberikan oleh f (x) = 3 – 2x dan g(x) = x2 + 1. B. Jika f ( x) = .. . Tentukan daerah asal dan daerah hasil dari fungsi f ( x) = 18. Jika f ( x) = 4 x + 2 dan g ( x) = 3 . A. a. 16 11. b. E... Jika a 2 + bc ≠ 0 dan x ≠ a c . E. C. A. D. Jika titik (3. buktikan bahwa f ( f ( x)) = x . 18 12.x≠4 E. –15 D. Kemudian hitung f ( f ( x)) untuk f ( x) = 3x + 1 x+2 . D. – 3 D. x ≠ 3 . maka ( g o f ) −1 ( 2) = K . Daerah hasil dari fungsi f ( x) = A. 12 D. 94 C. 2 2 2 2 15. 21 B.. 15 E. . maka nilai p = . ax + b cx − d ... Jika f −1 adalah fungsi invers dari f. maka nilai a = . Tentukan ( g o f )(2) . tentukan a. kerjakan dengan singkat dan jelas! 16. maka f −1 ( x − 2) = C.x≠3 14. A. . 17. Jika ( g o f )( a ) = 2 . C. Untuk soal nomor 16 sampai dengan nomor 20. x2 + x + 1 x −1 adalah … . A. x ≠ −1 . B. Jika f ( x ) = 2 x 3 dan g ( x) = x 2 . 15 E. 14 B. B. D. – 6 C. maka ( g o f )( −2) = K .IPA . 3 x +1 x−2 2x − 3 x−5 1/2 . – 54 C.

Tentukan invers dari fungsi ini dan jelaskan artinya. Nyatakan jari-jari r dari lingkaran ini sebagai fungsi waktu. 5. Tentukan daerah asal f yang mungkin. Nyatakan jarak mendatar d (dalam mil) yang telah ditempuh pesawat sebagai fungsi waktu. Apa daerah asal fungsi invers ini? Dalam teori relativitas. BAB VI ~ Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi . 67 menyatakan suhu Celcius C sebagai fungsi dari suhu Fahrenheit F. b. permintaan meningkat selama t tahun sejak tahun 2000 menurut a. 9 4. Hubungan antara biaya P (dalam rupiah) untuk suatu barang tertentu dengan permintaan D (dalam ribuan unit) mengikuti fungsi P = 29 − 3D + D 2 Di pihak lain. Jika suatu populasi bakteri pada awalnya 100 bakteri dan melipat ganda setiap 3 jam. b. Suatu penelitian mengenai hubungan obat anti asam urat dengan jumlah asam urat dalam tubuh dinyatakan dalam fungsi f ( x) = 256 − 4 x 2 dengan x adalah dosis obat anti asam urat (dalam gram) dan f (x) adalah tingkat jumlah asam urat. b. a. Jika A adalah luas lingkaran ini sebagai fungsi jari-jari.19. Tentukan rumus untuk fungsi inversnya dan berikan interpretasinya. massa suatu partikel dengan kecepatan v adalah 2. Nyatakan P sebagai fungsi dari t b. maka banyaknya bakteri setelah t jam adalah a. Rumus C = 5 ( F − 32) . 20. dengan F ≥ −459. Jika seseorang memiliki tingkat asam urat sebesar 112. Sebuah batu dilemparkan ke danau menciptakan suatu riak lingkar yang bergerak ke arah luar pada kecepatan 60 cm/detik. Berapa tingkat asam urat tubuh jika diberikan obat anti asam urat sebanyak 6 gram? c. a. berapa banyak dosis obat anti asam urat yang diberikan? D = 2+ t Soal Analisis 1. m = f (v ) = m0 1 − v2 c2 dengan m0 menyatakan massa partikel diam dan c laju cahaya di ruang hampa. Gunakan komposisi untuk menyatakan s sebagai fungsi dari t. Nyatakan jarak s antara pesawat dan stasiun radar sebagai fungsi dari d. carilah A o r dan tafsirkan Suatu pesawat terbang melaju pada kecepatan 350 km/jam pada ketinggian satu mil dan lewat tepat di atas stasiun radar pada saat t = 0. 3. c. 225 n = f (t ) = 100. Tentukan fungsi invers dari f dan jelaskan artinya.000? (Ingat konsep logaritma di kelas X). Hitung P jika t = 15.2t 3 . a. Kapan populasi akan mencapai 50. b.

dan R? 3. K. Kelvin. Fahrenheit. Alat dan bahan yang digunakan 1. jika suhu 41o F berapakah dalam skala C. diskusikan dalam kelompok Anda untuk membuat rumus konversi suhu C dengan F. Dalam relasi C sebagai fungsi F. dan R.IPA . Lakukan percobaan ini untuk masing-masing anggota. Termometer skala Celcius.Aktivitas Proyek Aktivitas Nama Kelas Kelompok Kegiatan Tujuan : …………. Fahrenheit. Kemudian catat suhunya pada tabel di bawah. Buku catatan B. Berapa o C suhu normal tubuh manusia? Kemudian nyatakan suhu tersebut dalam F. dan Reamur 2. Cara kerja 1. 2. : XI Tanggal Materi Pokok A.. 2. C dengan K. Analisis 1. Es batu dan air mendidih 3. tentukan invers fungsi ini. Semester : 2 (dua) : Mengukur suhu es batu dan air mendidih : Mengetahui relasi antara skala Celcius. C dengan R. : Komposisi fungsi dan invers fungsi : ……………….. Besarnya Suhu Objek Es batu Air mendidih C. Dengan data yang Anda peroleh. 3. dan Reamur : ………………. Dengan rumus yang Anda peroleh. Tempatkan es batu dan air mendidih masing-masing pada gelas tertutup. Gelas/wadah tertutup sebagai tempat air dan es batu 4. Kemudian tulis rumus-rumus konversi yang disepakati. Kelvin. 4. 4. Ukur suhu es batu dan air mendidih masing-masing dengan keempat jenis termometer tersebut. K. Alat tulis 5. Celcius (C) Fahrenheit (F) Kelvin (K) Reamur (R) 226 Matematika SMA/MA Kelas XI . Buatlah kelompok yang beranggotakan 5 siswa.

6. menjelaskan limit dari bentuk tak tentu. 3. 7. 4. 5. menjelaskan sifat-sifat yang digunakan dalam perhitungan limit fungsi bentuk tak tentu. Anda diharapkan mampu: 1. menghitung limit fungsi yang mengarah kepada konsep turunan. 9. menjelaskan arti limit fungsi di suatu titik. menghitung limit fungsi trigonometri di suatu titik. menentukan laju perubahan nilai fungsi terhadap peubah bebasnya. menghitung limit fungsi aljabar di suatu titik. menjelaskan sifat-sifat yang digunakan dalam perhitungan limit. 2. 8.BAB VII LIMIT FUNGSI Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi bab ini. menjelaskan arti bentuk tak tentu dari limit fungsi aljabar. BAB VII ~ Limit Fungsi 227 .

dan fungsi. o 228 Matematika SMA/MA Kelas XI . Untuk pembuatan kristal yang baik. trigonometri.IPA . sebaiknya Anda ingat kembali beberapa konsep tentang logika matematika.1w2 + 2. bentuk pangkat dan akar. kapan laju perubahan terbesar? Kapan laju perubahan terkecil? Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. dan w adalah daya masukan dalam watt.155w + 20 dengan T adalah suhu dalam C . Berapa laju perubahan suhu sebagai fungsi w? Apa satuan besaran ini? Jika daya yang tersedia adalah 1000 watt. Hubungan suhu dan daya masukan mengikuti fungsi T ( w) = 0.files.wordpress Suhu sebuah tungku pembuatan kristal dipergunakan dalam penelitian untuk menentukan bagaimana cara terbaik untuk membuat kristal yang dipergunakan dalam komponen elektronik untuk pesawat ulang-alik. Muncul beberapa pertanyaan berkaitan masalah ini.Pengantar Gambar 7. suhu harus dikendalikan secara akurat dengan menyesuaikan daya masukan.1 Tungku pembuatan kristal Sumber: matainginbicara.

kita periksa bahwa jika x bergerak semakin dekat ke 1 baik dari arah kiri maupun dari arah kanan.5 0. maka f(x) = 2. jika x = 0. yaitu. 1. BAB VII ~ Limit Fungsi 229 .2.001.1.1. Konsep limit fungsi di suatu titik yang akan kita pelajari adalah melalui pendekatan intuitif. Situasi semacam ini secara matematika kita tuliskan dengan lim f ( x) = 2 x →1 Perlu dicatat di sini bahwa nilai 2 ≠ f (1) .9999 dan seterusnya.5 1.0001 f  x = x −1 x−1 2 1 1.75 0. 0. 1. yaitu dimulai dengan menghitung nilai-nilai fungsi di sekitar titik tersebut. 0. sedangkan konsep limit fungsi baru dikenalkan oleh Agustin Louis Cauchy pada abad ke-18.001 dari 1. Kemudian.25. maka f(x) bergerak semakin dekat ke 2.25.99.001 2.99 1. Misalkan x mengambil nilai 0. karena f tidak terdefinisi di x = 1. grafiknya terputus (berlubang). terkecuali di titik itu sendiri.9 1. 1. 1. maka f(x) lebih besar 0.1 1.0001.001 dari 2. 0. Kita akan menyelidiki nilai fungsi f apabila x mendekati 1 tetapi tidak sama dengan 1. 0. Sebagai contoh kita perhatikan fungsi f yang diberikan oleh f ( x) = x2 − 1 x −1 Periksa bahwa daerah asal dari f adalah semua bilangan real x kecuali x = 1.1.99 0.7. jika x lebih besar 0.0001 Dari kedua tabel di atas. 1. 0.9999 3 2. Situasi di atas mengatakan bahwa kita dapat membuat nilai f (x) mendekati 2 asalkan kita tempatkan x cukup dekat dengan 1.25 1.001.00001.01 1. maka f(x) lebih kecil 0.001. 0. 1.25 0.75.75 1. 0.75 2.01. meskipun nilainya f (1) tidak ada. yaitu x mengambil nilai 2. 1. Nilai-nilai fungsi f untuk harga-harga ini diberikan Tabel 7.9.01 2.25 2.5 2.999 0.999.999 1. dan seterusnya. Dari Tabel 7.01 dari 1.5.001 dari 2. karena f (1) tidak ada.2 f  x = x −1 x−1 2 x 2 1.75.25 1. maka f(x) = 1.999. dari Tabel 7.001 1. Dalam hal ini kita mengambil nilai x yang semakin dekat 1 tetapi lebih kecil 1.1 Pengertian Limit Konsep limit fungsi merupakan dasar untuk mempelajari kalkulus. Secara grafik situasi ini dapat digambarkan bahwa ketika x = 1. Yaitu jika x lebih kecil 0. Lihat Tabel 7. misalkan x mendekati 1 sepanjang nilai yang lebih besar 1 .5 1.5.75 1.9 0.1 2.9999 Tabel 7. jika x = 1.2. Sebagai contoh. meskipun kalkulus sendiri telah dikenalkan oleh Sir Isaac Newton dan Gottried Wilhelm Leibniz pada pertengahan abad ke-17. 1.1 x 0 0.999. Tabel 7.

kita gunakan notasi berikut. juga membawa konsekuensi bahwa jika lim f ( x ) x →c ada. Bahkan f (x) tidak harus terdefinisi di x = c. limit tersebut tunggal adanya.y 3 y= x2 − 1 x−1 2 1 0 1 2 3 x Gambar 7. bermakna bahwa dalam menentukan limit f (x) ketika x mendekati c. Dengan penjelasan di depan.IPA . Kasarnya. kita tidak pernah menganggap x = c. Kita perhatikan ungkapan ”tetapi x ≠ c ” dalam definisi di atas. Sifat ini yang lebih dikenal sebagai teorema ketunggalan limit. Definisi secara formal akan kita pelajari nanti ketika belajar kalkulus di perguruan tinggi. 230 Matematika SMA/MA Kelas XI .1 Limit f (x) ketika x mendekati c sama dengan L. Tetapi yang harus kita pedulikan adalah bagaimana f terdefinisi di dekat c. Notasi alternatif untuk lim f ( x) = L x →c adalah f ( x) → L seraya x → c yang secara umum dibaca ”f (x) mendekati L ketika x mendekati c”. tetapi tidak sama dengan c. kita tuliskan dengan lim f ( x) = L x →c jika kita dapat membuat nilai f (x) sembarang yang dekat dengan L (sedekat yang kita mau) dengan cara mengambil nilai x yang dekat dengan c.2 Grafik y = ( x 2 −1) ( x −1) Secara umum. nilai f (x) akan semakin mendekati nilai L ketika x mendekati nilai c (dari dua sisi) tetapi x ≠ c . Definisi 7.

Kita perhatikan bahwa di bagian (b) L ≠ f (c ) .250006 x−2 x −4 2 x →2 = 1 4 Tabel 7.999 1.99 1.1 2.4 x>2 2. lim f ( x ) = L .5 2.249994 BAB VII ~ Limit Fungsi 231 . Tetapi pada setiap kasus.222222 0. tetapi hal itu tidak menjadi masalah karena yang perlu kita pertimbangkan dalam menghitung x−2 x2 − 4 x→2 .01 2.285714 0.243090 0.9999 fx 0. apapun yang terjadi di c.3 x<2 1.3 memperlihatkan grafik dari tiga fungsi.250063 0.75 1.Gambar 7.0001 fx 0. lim f ( x) adalah titik-titik di sekitar 2 bukan untuk x = 2. sedangkan di bagian (c) f (c ) tidak terdefinisi.5 1. Tabel berikut memberikan x→2 nilai f (x) (sampai enam desimal) untuk nilai x yang mendekati 2 (tetapi tidak sama dengan 2).9 1.1 Tebaklah nilai lim Penyelesaian: Perhatikan bahwa fungsi f ( x) = ( x − 2) ( x 2 − 4) tidak terdefinisi di x = 2.001 2.266667 0.249938 0.235294 0.2 lim f ( x) = L dalam tiga kasus x →c Contoh 7.250626 0.25 2.249377 0.256410 0. kita dapat menebak bahwa lim Tabel 7. x →c y y y L L L 0 (a) c x 0 c (b) x 0 (c) c x Gambar 7.1. Dengan merujuk nilai-nilai pada tabel.

IPA . Oleh karena itu tidak ada bilangan tunggal yang didekati oleh H(t) ketika t mendekati 0.4 Grafik fungsi y = ( x − 2) ( x 2 − 4) W Contoh 7.2 Fungsi Heaviside H didefinisikan oleh ⎧0 . 232 Matematika SMA/MA Kelas XI . tetapi jika t mendekati 0 dari arah kanan. y 1 0 x Gambar 7. Grafiknya diberikan oleh Gambar 7.5 0. Dalam situasi seperti ini kita katakan bahwa lim H (t ) tidak t →0 ada.75 0.1.4 berikut. seorang insinyur elektrik Oliver Heaviside (1850 – 1925). untuk t < 0 H (t ) = ⎨ ⎩1 .25 x 0 1 2 3 Gambar 7.4 berikut y 0. H(t) mendekati 0.Ilustrasi grafik diberikan oleh gambar 7.5 Fungsi Heaviside Ketika t mendekati 0 dari arah kiri. untuk t ≥ 0 [Fungsi ini dinamai oleh penemunya. H(t) mendekati 1.

1 dan definisi satu-sisi. ⎧ x + 3 . kita peroleh ”limit kanan dari f x ketika x mendekati c adalah sama dengan L”. kita tuliskan dengan lim f ( x) = L jika kita dapat membuat f (x) sembarang dekat dengan L dengan cara mengambil nilai x cukup dekat ke c. Oleh karena itu. Penyelesaian: a. maka nilai f (x) dekat ke 2. x →c − Jika kita bandingkan Definisi 7. maka nilai f (x) dekat ke 4. dan kita notasikan dengan x →c + lim f ( x) = L Dengan membandingkan Definisi 7.Limit Satu Sisi Pada contoh 7. jika kita syaratkan x harus lebih besar daripada c.3 Misalkan f ( x) = ⎨ Hitunglah (jika ada): a. Secara umum kita mempunyai definisi berikut ini.1 lim f ( x) = L jika dan hanya jika lim− f ( x) = L dan lim+ f ( x ) = L x →c x →c x →c Contoh 7. Seperti disampaikan pada contoh itu.1 perbedaannya adalah bahwa kita syaratkan x harus lebih kecil daripada c. x →1+ BAB VII ~ Limit Fungsi 233 . Dengan demikian. Jika kita ambil x mendekati 1 dari arah kanan. − Definisi 7. untuk x > 1 c. untuk x ≤ 1 ⎩− x + 3 . x →1− x →1− lim f ( x) b. Demikian pula.2 bahwa H(t) mendekati 0 ketika t mendekati 0 dari arah kiri dan H(t) mendekati 1 ketika t mendekati 0 dari arah kanan. kita mempunyai hasil berikut ini. Dengan cara serupa. Namun secara khusus kita dapat mengatakan bahwa t →0 t → 0− lim H (t ) = 0 dan lim H (t ) = 1 + t →0 Simbol " t → 0 " menunjukkan bahwa yang kita pertimbangkan hanyalah nilai t yang + lebih kecil dari 0. bahwa lim H (t ) tidak ada.2 dengan Definisi 7. x →1+ lim f ( x) lim f ( x) x →1 lim f ( x) = 4 lim f ( x ) = 2 b.1. Jika kita ambil x mendekati 1 dari arah kiri.2 Limit kiri f (x) ketika x mendekati c sama dengan L. " t → 0 " menunjukkan bahwa yang kita pertimbangkan hanyalah nilai t yang lebih besar dari 0.1. dan x lebih kecil daripada c. Teorema 7.

y 5 4 3 2 1 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 x y = f(x) Gambar 7.6 Meskipun tampak bahwa nilai f (1) = 4. Contoh 7.5 Misalkan f ( x) = ⎨ Penyelesaian: Dalam hal ini f (2) = 5. Dari dua jawaban di atas. lim f ( x) ≠ lim f ( x) . tetapi jika x ≠ 2 dan x yang cukup dekat dengan 2. Tentukan lim f ( x) . ⎧2 x − 1 . b.1. untuk x ≠ 2 . x →1 x →1 Apakah lim f ( x) ada? x →1 Gambarkan sketsa grafik f. x →2 . grafik fungsi f diberikan oleh gambar 7. menurut Teorema 7. Carilah lim+ f ( x) dan lim− f ( x) . Jadi.c. x →1 W Tugas Mandiri Diketahui f ( x) = a. c. x2 − 1 x −1 .1 kita x →1− x →1+ simpulkan bahwa lim f ( x ) tidak ada x →1 Sebagai ilustrasi situasi ini.IPA . maka nilai f (x) dekat dengan 3. tidak berarti lim f ( x ) = 4 .6. untuk x = 2 ⎩5 lim f ( x) = 3 x →2 234 Matematika SMA/MA Kelas XI .

Sebagai ilustrasi.Perhatikan ilustrasi grafiknya pada gambar 7. lim x−2 x −4 2 x →2 = lim x−2 ( x − 2)( x + 2) x →2 = lim x →2 1 x+2 = 1 4 W Tugas Kelompok Diskusikan dengan kelompok Anda untuk menentukan eksistensi bilangan real a sehingga x →−2 lim 3 x 2 + ax + a + 3 x2 + x − 2 ada. tentukan nilainya.1. fungsi f ( x) = ( x − 2) ( x 2 − 4) dapat kita sederhanakan menjadi W f ( x) = x−2 x −4 2 = x−2 ( x − 2)( x + 2) = 1 x+2 Kemudian dengan mengambil x mendekati 2 (baik dari kanan ataupun dari kiri).7 Dari contoh 7. y 5 4 3 2 1 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 x y = f(x) -1 Gambar 7. BAB VII ~ Limit Fungsi 235 . Kemudian hitung nilai limitnya. maka nilai f (x) mendekati 1/4.1 dan juga ilustrasi di awal sub-bab meskipun akurat.1 bahwa untuk x ≠ 2 atau x − 2 ≠ 0 . Jika bilangan a ini ada.7. cara menentukan nilai limit fungsi di suatu titik dengan metode tersebut terkesan lamban dan tidak efisien. kita perhatikan kembali contoh 7. Oleh karena itu.1. Penebakan nilai limit untuk beberapa fungsi dapat dilakukan dengan pemfaktoran.

c.Latihan 7.IPA x →2 lim ( x 2 + 2 x − 1) x→2 x →−1 lim 236 . Jelaskan. Jelaskan dengan kata-kata sendiri apakah yang dimaksud dengan persamaan x →−2 lim f ( x) = 7 Mungkinkah pernyataan ini benar dan harus f ( −2) = 7 . mengapa? a. untuk x ≥ 1 (Gunakan kalkulator) Jika ada tentukan setiap limit yang diberikan berikut.8 4. mungkinkah lim f ( x ) ada? Jelaskan. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan mengatakan x →1− lim f ( x) = 5 dan lim f ( x) = −4 + x →1 x →1 Dalam keadaan ini. f (3) lim f ( x) lim f ( x) 4 2 0 2 4 x Gambar 7.1 1. b. lim f ( x ) x →1 x →3− d. untuk x < 1 ⎩6 x . x →c f ( x) = ⎨ 5. d. Gambarkan sketsa grafik fungsi f berikut dan gunakanlah untuk menentukan nilai c sehingga lim f ( x ) ada. Jika tidak ada. Jika tidak ada. 3. ⎧ x 2 + 5 . 2. y lim f ( x ) x →3 x →3+ e. b. x →−2 lim 3 x + 2 c. jika ada. lim 2 x+2 x2 − 1 2x + 2 Matematika SMA/MA Kelas XI . Untuk fungsi yang grafiknya diberikan nyatakan nilai besaran yang diberikan. jelaskan mengapa? a.

untuk x ≤ −1 2 ⎩ x + k . karena buktinya menggunakan definisi formal. Teorema-teorema limit berikut disajikan tanpa bukti. Dalam teori relativitas.2 Teorema Limit Pada sub-bab sebelumya. dan c adalah kecepatan cahaya. lim f ( x) dengan f ( x) = ⎨ ⎧kx − 3 . massa partikel yang bergerak dengan kecepatan v adalah m= m0 1 − v2 c2 dengan m0 adalah massa partikel diam.6. dan adakalanya tebakan kita tidak tepat. Tentukan nilai k sehingga limit yang diberikan ada. untuk x > 2 x →−1 b. 7. yang disebut Teorema Limit untuk menghitung limit lebih efisien. untuk x > −1 Seorang pasien menerima suntikan 150 mg obat setiap 4 jam. untuk x ≤ 2 lim f ( x) dengan f ( x) = ⎨ x →2 ⎩5 x + k . Setelah memahami betul konsep tersebut.9 8. a. Apa yang terjadi apabila v → c − ? 7. dalam sub-bab ini kita akan menggunakan sifat-sifat limit berikut. Dua metode tersebut terkesan kurang efisien. BAB VII ~ Limit Fungsi 237 . yang di luar jangkauan buku ini. Tentukan x →12− lim f (t ) dan lim+ f (t ) x→12 dan jelaskan arti penting limit satu arah ini. ⎧3 x + 2 . Grafik menunjukkan banyaknya f (t) obat di dalam aliran darah setelah t jam. f(t) 300 150 0 t 4 8 12 16 Gambar 7. kita menggunakan kalkulator dan grafik untuk menebak nilai limit.

Teorema 7. lim ( f + g )( x) = lim f ( x) + lim g ( x) x →c x →c x→c c. lim f n ( x ) = ⎡lim f ( x ) ⎤ . lim ⎜ x →c lim f ( x ) ⎛f⎞ ( x) = x →c . lim (kf )( x) = k lim f ( x ) x →c x →c b. a. lim ( x + 8 x − 6) = lim x + lim 8 x − lim 6 2 2 x →3 x →3 x →3 x →3 (Teorema 7.2 bagian 2 dan 3) = lim x 2 + 8 lim x − lim 6 x →3 x →3 x →3 = 32 + 8 ⋅ 3 − 6 = 27 238 Matematika SMA/MA Kelas XI . lim x →c n f ( x) = n lim f ( x) . n bilangan asli. lim x = c .2 (Teorema Limit) 1. lim ( fg )( x ) = lim f ( x ) ⋅ lim g ( x) x →c x→c x →c d.2 bagian 4a) (Teorema 7. k adalah suatu konstanta x →c 2. dan lim f ( x) > 0 x →c x →c Contoh 7.1 Hitung limit berikut dan beri alasan tiap langkah.2 bagian 4b) (Teorema 7. lim k = k . n bilangan asli x →c 4. lim ( x 2 + 8 x − 6) x →3 c. b.2. Jika k adalah suatu konstanta.IPA . dan lim f ( x) dan lim g ( x) x →c x →c maka : a. untuk n bilangan asli x →c ⎣ x →c ⎦ f. asalkan lim g ( x ) ≠ 0 ⎟ x →c lim g ( x) ⎝g⎠ x →c n e. lim x = c x →c n n 3. lim x3 + 2 x 2 − 1 5 − 3x x →2 x →−2 lim ( x3 + 3)( x 2 − 5 x) Penyelesaian: a.

karena pembagian dengan bilangan nol tidak dibenarkan.2 Tentukan lim x →3 x2 − 9 x−3 . Berikan contoh dua buah fungsi f dan g sehingga lim f ( x) atau lim g ( x ) tidak x →c x →c ada. )( ) 4a dan 4b) lim x3 + 2 x 2 − 1 5 − 3x x →2 = lim( x 3 + 2 x 2 − 1) x→2 lim(5 − 3 x) x →2 = 15 −1 = −15 (Teorema 7.2 bagian 2 dan 3) 3 2 ( ( x →−2 x →−2 (Teorema 7. terlebih dahulu kita sederhanakan atau kita rasionalkan terlebih dahulu. Penyelesaian: Karena lim ( x − 3) = 0 .2. Contoh 7. x →c 2. tetapi ada. Berikut ini beberapa contoh yang berkaitan dengan bagaimana menghitung limit dari bentuk tak tentu. x →−2 lim ( x 3 + 3)( x 2 − 5 x ) = lim ( x 3 + 3) ⋅ lim ( x 2 − 5 x ) = lim x3 + lim 3 ⋅ lim x 2 − 5 lim x (Teorema 7.2 bagian 4c) )( ) = (–5)(14) = –70 c. maka kita tidak dapat menerapkan sifat limit 4d.2 bagian x →−2 x →−2 x →−2 x →−2 = ( −2) + 3 ⋅ ( −2) − 5( −2) (Teorema 7. sehingga sifat limit 4d tidak dapat kita terapkan secara langsung. tetapi lim [f ( x) + g ( x )] ada. Dalam prakteknya kita sering menjumpai bentuk lim x →c f ( x) g ( x) = 0 0 .2 bagian 4d) W Tugas Kelompok Diskusikan dengan kelompok Anda untuk membahas soal-soal berikut ini. Limit model ini sering disebut sebagai limit bentuk tak tentu. Dengan x →3 memfaktorkan pembilang kita peroleh x2 − 9 x−3 BAB VII ~ Limit Fungsi = ( x − 3)( x + 3) x−3 239 . Berikan contoh dua buah fungsi f dan g sehingga atau tidak ada.b. 1. Cara menghitung limit jenis ini.

Penyelesaian: Karena h ≠ 0 . lim x →3 x2 − 9 x−3 = lim( x + 3) = 6 x →3 W Contoh 7. maka pembagian di sini diperbolehkan. Jika tidak ada. f. lim [f ( x ) + h ( x )] x →c d. c. lim x →c f ( x) h( x) f ( x) g ( x) 3 f ( x) h( x) − 2 f ( x) Matematika SMA/MA Kelas XI . jelaskan mengapa? a. Jadi.Jika x ≠ 3 ( x − 3 ≠ 0 ).2 1. maka pembilang dan penyebut dapat dibagi dengan x − 3 . e. x →c Tentukan limit berikut (jika ada).3 Misalkan f ( x) = x 2 + 3 x − 1 .IPA lim [f ( x)]3 x →c lim x →c lim x →c 4 h( x ) lim x →c 240 . h = 2x + 3 + h lim f ( x + h) − f ( x ) h = lim (2 x + 3 + h) = 2 x + 3 h→0 h→0 W Latihan 7.2. x2 − 9 x−3 = ( x − 3)( x + 3) x−3 = x+3 Karena dalam menghitung limit kita hanya memperhatikan nilai x di sekitar 3 tetapi tidak sama dengan 3. hitunglah lim h →0 f ( x + h) − f ( x) h . b. maka kita peroleh f ( x + h) − f ( x ) h = = [( x + h) 2 + 3( x + h) − 1] − [ x 2 + 3 x − 1] h 2 xh + 3h + h 2 Jadi. Diketahui bahwa lim f ( x) = −2 x →c lim g ( x ) = 0 x →c lim h( x ) = 16 .

BAB VII ~ Limit Fungsi 241 . Apa yang salah dengan persamaan berikut? x2 + 3x − 4 b. c. Tentukan lim a. a.2. benar. d. jelaskan mengapa persamaan ini x −1 = x+4 lim x →1 x 2 + 3x − 4 x −1 = lim ( x + 4) x →1 4. t →−5 lim t 2 − 25 t +5 4 x2 − 9 2x + 3 9− x 3− x 9− x −3 x x−5 x+4 −3 f ( x + h) − f ( x ) h c. b. Tentukan lim h →0 untuk setiap fungsi f pada soal nomor 5. c. Hitunglah setiap limit berikut. Tentukan setiap limit yang diberikan dengan menggunakan teorema limit fungsi. f. jika ada. a. j. lim lim x →5 x →0 i. d. g. e. e. b. h. x≠0 f (3 + h) − f (3) h f ( x) = 2 x f ( x) = 1 x+2 . ⎛ x4 + x2 − 6 ⎞ lim ⎜ 4 ⎟ x →1 ⎝ x + 2x + 3 ⎠ t →−2 2 lim ( x 3 + 2)( x 2 − 8 x) x→2 lim t 4 + 3t + 6 16 − x 2 x →−1 lim 2x + 1 x − 3x + 4 2 x → 4− lim 3. x →−3 lim x2 + 5x + 6 x 2 − x − 12 2 − 3 y − 2 y2 16 + 6 y − y 2 2 ⎞ ⎛ 1 − 2 ⎟ ⎝1− x 1− x ⎠ x4 − 2 x2 − x2 x2 3 x →−3/ 2 lim y →−2 lim lim x →9 lim ⎜ x →1 lim x →0 f. x ≠ −2 6. b. f ( x) = x 2 − 3 x + 6 f ( x) = x3 − 8 f ( x) = 1 x . h→0 untuk setiap fungsi yang diberikan. a. lim (2 x − x + 5) 2 x →3 d. Dengan fakta di bagian a. e. lim t →0 t +1 −1 t 5.

7.3

Laju Perubahan Pengayaan
Misalkan y adalah suatu besaran yang bergantung pada besaran lain x. Sehingga, y adalah fungsi dari x dan dapat kita tuliskan y = f (x). Jika x berubah dari x = c sampai x = c + h , maka perubahan x adalah

Δx = (c + h) − c = h

( Δx dibaca “delta x”) dan perubahan padanannya adalah Hasil bagi selisih

Δy = f (c + h) − f (c ) =

Δy Δx

f (c + h ) − f (c ) h

disebut rerata laju perubahan y terhadap x sepanjang interval [c, c + h] , dan ditafsirkan sebagai kemiringan tali busur PQ pada gambar 7.10.
y Q(c + h, f(c + h))
Δy

P(c, f(c))

Δx

0 x

c

c+h

Gambar 7.10 Rerata laju perubahan

Kita tinjau laju perubahan rerata pada interval yang semakin kecil [c, c + h] , sehingga h mendekati 0. Limit laju perubahan rerata ini disebut laju perubahan sesaat y terhadap x saat x = c , yang ditafsirkan sebagai kemiringan garis singgung pada kurva y = f ( x ) di P (c, f (c )) :
laju perubahan sesaat = lim

Δy Δx

Δx → 0

= lim

f (c + h ) − f (c ) h

h→0

(7.1)

Setelah kita memahami apa tafsiran fisika dari limit di atas, kita akan menyelesaikan permasalahan pembuatan kristal yang diungkapkan pada awal bab, yang disederhanakan menjadi contoh berikut. Contoh 7.3.1 Suhu sebuah tungku pembuatan kristal dipergunakan dalam penelitian untuk menentukan bagaimana cara terbaik untuk membuat kristal yang dipergunakan dalam komponen elektronik untuk pesawat ulang-alik. Untuk pembuatan kristal yang baik, suhu harus dikendalikan secara akurat dengan menyesuaikan daya masukan. Hubungan suhu dan daya masukan mengikuti fungsi

T ( w) = 0,1w2 + 2,155w + 20
dengan T adalah suhu dalam oC , dan w adalah daya masukan dalam watt.
Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

242

a. Berapakah laju perubahan suhu terhadap daya masukan w? Apa satuannya? b. Jika daya yang tersedia adalah 1000 watt, kapan laju perubahan terbesar dan kapan laju perubahan terkecil? Penyelesaian: a. Menurut rumus (7.1), besar laju perubahan suhu terhadap daya masukan w adalah

lim
Kita hitung dulu,

ΔT Δw

h→0

= lim

T ( w + h ) − T ( w) h

h→0

T ( w + h ) − T ( w) h

= =

[0,1( w + h) 2 + 2,155( w + h) + 20] − [0,1w2 + 2,155w + 20] h 0, 2 wh + 2,155h + 0,1h
2

Dengan demikian,

h = 0, 2 w + 2,155 + 0,1h T ( w + h) − T ( w) h
o

lim
h →0

ΔT Δw

= lim
h →0

= lim (0, 2 w + 2,155 + 0,1h) = 0, 2 w + 2,155
h →0

Jadi, besar laju perubahan suhu terhadap daya masukan w adalah 0, 2 w + 2,155 . Besaran ini mempunyai satuan

C watt .

b. Daya yang tersedia sebesar 1000 watt. Dari fungsi laju perubahan, maka laju perubahan terbesar terjadi ketika w = 1000 dan terkecil saat w = 0. Jadi, laju perubahan terbesar = 0,2 (1000) + 2,115= 202,155 oC watt , laju perubahan terkecil = 0,2 (0) + 2,115= 2,155. oC watt .

W

Latihan 7.3
1. Sebuah kota dijangkiti epidemi flu. Petugas menaksir bahwa t hari setelah dimulainya epidemi, jumlah orang yang sakit flu diberikan oleh fungsi

p (t ) = 120t 2 − 2t 3 dengan 0 ≤ t ≤ 40
2. Berapakah laju menularnya flu pada saat t = 10, t = 20 , dan t = 40? Gelombang udara dingin mendekati suatu SMA. Temperatur t setelah tengah malam adalah T, dengan Tentukan rerata laju perubahan dari T terhadap t di antara jam 5 pagi dan jam 6 pagi. b. Tentukan laju perubahan sesaat T terhadap t pada jam 5 pagi. Suatu perusahaan mulai beroperasi pada 14 Pebruari 2000. Pendapatan kotor tahunan perusahaan itu setelah t tahun adalah p juta rupiah, dengan a.

T = 0,1(400 − 40t + t 2 ),

0 ≤ t ≤ 12

3.

p (t ) = 50.000 + 18.000t + 600t 2
Tentukan laju pertumbuhan pendapatan kotor pada 14 Pebruari 2007.
BAB VII ~ Limit Fungsi

243

7.4

Kekontinuan Pengayaan
Pada awal bab kita membahas fungsi f didefinisikan oleh

f ( x) =

x2 − 1 x −1

Kita perhatikan bahwa f terdefinisi untuk semua x kecuali di x = 1. Sketsa grafiknya terdiri dari semua titik pada garis y = x + 1 kecuali titik (1,2), dapat dilihat pada gambar 7.11. Grafik fungsi ini terputus di titik (1,2) dan kita menyebutnya bahwa fungsi f ini tak kontinu atau diskontinu di titik 1. Ketakkontinuan ini terjadi karena f (1) tidak ada.
y

y=
3

x −1 x −1

2

2

°

1

0

1

2

3

x

Gambar 7.11 Grafik y = ( x 2 −1) ( x −1)

Jika fungsi f di atas di titik 1 kita berikan nilai f (1) = 3, maka grafiknya masih terputus di titik x = 1, dan fungsi f tersebut tetap tak kontinu di 1. Tetapi, jika kita mendefinisikan f (1) = 2, maka tidak terdapat lagi grafik yang terputus untuk fungsi ini dan fungsi f dikatakan kontinu di semua nilai x. Hal ini yang memotivasi definisi berikut. Definisi 7.3 Fungsi f dikatakan kontinu di titik c, jika memenuhi ketiga syarat berikut. (1) (2) (3) f (c) ada

lim f ( x) ada
x →c x →c

lim f ( x ) = f (c )

Jika satu atau lebih dari ketiga syarat ini tidak dipenuhi di c, maka fungsi f dikatakan tak kontinu atau diskontinu di c. Fungsi yang kontinu di setiap titik dari daearah asalnya disebut fungsi kontinu. Contoh 7.4.1 Tunjukkan bahwa fungsi f ( x) = x3 + 4 x − 7 , x ∈ ¡ , kontinu di x = 1. 244
Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

Penyelesaian: Kita akan selidiki ketiga syarat kekontinuan. (1) f (1) = (1)3 + 4(1) − 7 = −2 (2) lim f ( x ) = lim ( x3 + 4 x − 7) = −2
x →1 x →1

(3) lim f ( x ) = −2 = f (1)
x →1

Ketiga syarat kekontinuan dipenuhi. Jadi, f kontinu di x = 1. Contoh 7.4.2 Tunjukkan bahwa fungsi f ( x) =

W

1 x − x−6
2

tak kontinu di x = 3 dan x = –2 .

Penyelesaian: Jika kita subtitusikan nilai x = 3 dan x = –2 ke dalam fungsi f, maka f (3) dan f (–2) nilainya tidak ada. Jadi, syarat kekontinuan yang pertama tidak terpenuhi. Dengan demikian, fungsi f tak kontinu di x = 3 dan x = –2.

W

Contoh 7.4.3 Tentukan daerah asalnya yang menyebabkan setiap fungsi berikut kontinu. a.

f ( x) =

x +1 x − 4x + 3
2

b.

g ( x) = x + 3

Penyelesaian: a. Fungsi f kontinu di setiap bilangan real x kecuali untuk x yang memenuhi x 2 − 4 x + 3 = 0 . Persamaan

b. Fungsi g kontinu di setiap bilangan real x sehingga x + 3 ≥ 0 (ingat sifat akar). Karena x + 3 ≥ 0 dipenuhi untuk x ≥ −3 , maka daerah asal yang menyebabkan kontinu g adalah Dg = {x ∈ ¡ | x ≥ −3} .

Jadi, daerah asal sehingga f kontinu adalah D f = {x ∈ ¡ | x ≠ 1 atau x ≠ 3} .

x 2 − 4 x + 3 = 0 ⇔ ( x − 1)( x − 3) = 0 ⇔ x = 1 atau x = 3

W

Contoh 7.4.4 Misalkan f ( x) = ⎧ ⎨ Penyelesaian: Syarat agar fungsi f kontinu di x = 4 adalah lim f ( x) = f (4) . Kita perhatikan bahwa
x →4

3 x + 7 , untuk x ≤ 4 . Tentukan nilai k sehingga f kontinu di x = 4. ⎩kx − 1 , untuk x > 4

dan untuk x ≤ 4 ,
x → 4−

f (4) = 3 · 4 + 7 = 19

lim f ( x) = lim− (3 x + 7) = 19
x→4

BAB VII ~ Limit Fungsi

245

Untuk x > 4 ,
x → 4+

lim f ( x) = lim+ ( kx − 1) = 4k − 1
x→4 x → 4− x → 4+

Agar lim f ( x ) ada haruslah lim f ( x) = lim f ( x) , yaitu
x →4

4k – 1 = 19 ⇔ k = 5. Jadi, agar fungsi f kontinu di x = 4 haruslah k = 5.

W

Latihan 7.4
1. Tentukan nilai-nilai sehingga setiap fungsi berikut tak kontinu di nilai-nilai tersebut. a. b.

f ( x) = g ( x) =

x2 + x − 6 x+3 x+3 x2 + x − 6

d. e.

k ( x) = p ( x) =

x 2x − 3 x2 − 4 x 2 − 3x + 2

c.

⎧ 5 , untuk x ≠ −2 ⎪ h( x) = ⎨ x + 2 ⎪2 , untuk x = −2 ⎩
x−2 x + 2x − 8
2

2.

Tentukan daerah asal yang menyebabkan setiap fungsi berikut kontinu. a. f (x) = x2(x + 2)2 c.

h( x) =

b. 3.

g ( x) =

x −1 2x + 7

d.

4.

a. Apakah fungsi konstan merupakan fungsi kontinu? b. Apakah fungsi tangga merupakan fungsi yang kontinu? c. Apakah fungsi kuadrat merupakan fungsi kontinu? Tentukan konstanta c dan k sehingga fungsi yang diberikan kontinu di titik yang diberikan. a.

⎧( x + 2) 2 , untuk x ≤ 0 ⎪ k ( x) = ⎨ 2 ⎪ x + 2 , untuk x > 0 ⎩

f ( x) = ⎨

⎧kx − 1 , untuk x < 2 ⎩kx
2

, untuk x ≥ 2

, untuk x = 2

b.

, untuk x ≤ 1 ⎧x ⎪ g ( x) = ⎨cx + k , untuk 1 < x < 4 , untuk x = 1 dan x = 4 ⎪−2 x , untuk x ≥ 4 ⎩
Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

246

5.

Gaya gravitasi bumi yang dipancarkan oleh Bumi pada sebuah unit massa yang berada pada jarak r dari pusat planet adalah

⎧ GMr ⎪ 3 , untuk r < R ⎪ F (r ) = ⎨ R ⎪ GM , untuk r ≥ R ⎪ r2 ⎩
dengan M adalah massa bumi, R jari-jari bumi, dan G kontanta gravitasi. Apakah fungsi F kontinu dari r ?

7.5

Limit Tak Hingga Pengayaan
Misalkan f fungsi yang didefinisikan oleh

f ( x) =

1 ( x − 2) 2

Sketsa grafik fungsi ini diberikan oleh gambar 7. 12. Kita akan menyelidiki nilai fungsi f apabila x mendekati 2. Misalkan x mendekati 2 dari arah kanan, perhatikan nilai f (x) yang diberikan pada Tabel 7.6. Dari tabel ini kita lihat secara intuitif bahwa untuk x yang bergerak semakin dekat menuju 2 sepanjang nilai x yang lebih besar dari 2, maka nilai f (x) membesar tak terbatas. Dalam hal ini kita tuliskan dengan notasi
x → 2+

lim

1 ( x − 2) 2

= +∞

y 8 6 4 2 0 1 2 3 4 x

Gambar 7.12 Grafik fungsi f ( x ) = 1 ( x − 2) 2

BAB VII ~ Limit Fungsi

247

Tabel 7.6 x 3 2,5 2,25 2,10 2,01 2,001 2,0001 fx =
1

Tabel 7.7

(x - 2 )

2

x 1 1,5 1,75 1,9 1,99 1,999 1,9999

fx =

1

( x - 2 )2

1 4 16 100 10.000 1.000.000 100.000.000

1 4 16 100 10.000 1.000.000 100.000.000

Sekarang jika x mendekati 2 dari arah kiri, perhatikan bahwa nilai f (x) yang diberikan pada Tabel 7.7. Dari tabel ini secara intuitif dapat kita lihat bahwa untuk x yang bergerak semakin dekat menuju 2 sepanjang nilai x yang lebih kecil dari 2, maka nilai f (x) membesar tak terbatas. Dalam hal ini kita tuliskan dengan notasi
x →2

lim−

1 ( x − 2) 2

= +∞

Oleh karena itu, untuk x mendekati 2 baik dari kanan maupun dari kiri, nilai f (x) membesar tanpa batas dan kita menuliskan sebagai

lim

1 ( x − 2) 2

x→2

= +∞

Ilustrasi di depan memotivasi definisi berikut. Definisi 7.4 Misalkan f fungsi yang terdefinisi pada setiap interval terbuka yang memuat c, kecuali mungkin di c sendiri. Kita tuliskan,
x→c

lim f ( x ) = +∞

jika untuk x mendekati c tetapi tidak sama dengan c, maka nilai f (x) membesar tanpa batas Perlu kita perhatikan di sini bahwa +∞ bukan lambang bilangan real, sehingga jika kita menuliskan lim f ( x ) = +∞ artinya tidak sama dengan lim f ( x ) = L , dengan
x→c x→c

L bilangan real. Notasi lim f ( x ) = +∞ hanya untuk menunjukkan bahwa perilaku
x→c

nilai fungsi f untuk x bergerak semakin dekat dengan c nilainya membesar tak terbatas. Dengan cara yang sama kita dapat menunjukkan perilaku suatu fungsi yang nilainya mengecil tanpa batas. Perhatikan fungsi g yang didefinisikan oleh

g ( x) =

−1 ( x − 2) 2
Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

248

13 Grafik fungsi g ( x ) = −1 ( x − 2) 2 Nilai fungsi g jika x mendekati 2 dari kiri atau kanan. Sebelum mempelajari beberapa contoh.13. kecuali mungkin di c sendiri. maka 1.5. maka nilai f (x) mengecil tanpa batas. lim + x→0 1 x r = +∞ 2.1 Tentukan nilai dari: a. yang disajikan tanpa bukti. Kita tuliskan x→c lim f ( x ) = −∞ jika untuk x mendekati c tetapi tidak sama dengan c.3 Jika r suatu bilangan positif.Sketsa grafik fungsi g dapat kita lihat pada gambar 7. 0 1 2 3 4 x -2 -4 -6 -8 y Gambar 7. x →3 lim+ 2x + 1 x−3 c. lim− x→0 1 x r =⎨ ⎧ −∞ jika r ganjil ⎩+∞ jika r genap Contoh 7. g(x) mengecil tanpa batas. x →5 lim+ 1 x−5 b.5 −1 ( x − 2) 2 x→2 = −∞ Misalkan f fungsi yang terdefinisi pada setiap interval terbuka yang memuat c. Teorema 7. dan kita menuliskan sebagai lim Definisi 7. kita memerlukan teorema berikut ini. karena di luar jangkauan buku ini. lim x →1 x+2 ( x − 1) 2 249 BAB VII ~ Limit Fungsi .

limit-limit ini dapat digunakan pula untuk menentukan nilai-nilai ekstrim fungsi pada selang terbuka. x→0 lim 2 x3 −1 x4 1 2− x 1 ( x − 2)3 x2 x −1 6. Jika kita ambil t = x – 1 . Limit semacam ini bermanfaat dalam teknik menggambar grafik fungsi.6 Limit di Tak Hingga Sekarang kita akan meninjau limit fungsi apabila peubah bebas x naik atau turun tak terbatas. 5. x →5 lim+ 1 x −5 = lim + t →0 1 t = +∞ b. Kita mulai dengan fungsi yang khusus.5 Hitunglah setiap limit yang diberikan berikut ini. maka untuk x → 5+ mengakibatkan t → 0 + . Misalkan kita ambil t = x – 5 . maka x →3 lim+ 2x + 1 x −3 = lim+ x →3 2( x − 3) + 7 x −3 ⎛2 7⎞ = lim ⎜ + ⎟ = +∞ t → 0+ ⎝ t t⎠ c. 4. lim x2 x2 − 2x + 1 4 x2 9 − x2 x 3 + 9 x 2 + 20 x x 2 + x − 20 x 2 − x − 12 x2 − 6 x + 8 x 2 − x − 12 x2 − 6 x + 8 x →1 x→0 lim x → 3+ lim x → 2− lim x → 3− lim x→2 lim− x→4 lim− lim lim x →1 x → 4+ 7. a.3. 2. 9. 8. maka lim x →1 x+2 ( x − 1) 2 = lim x →1 x −1+ 3 ( x − 1) 2 = lim ⎜ x →1 ⎛ 1 ⎞ ⎟ = lim ⎝ x − 1 ( x − 1) ⎠ t →0 + 3 2 ⎛1 3 ⎞ ⎜ + 2 ⎟ = +∞ ⎝t t ⎠ W Latihan 7. 1. Disamping itu. 10. Misalkan didefinisikan oleh f ( x) = 250 1 x2 Matematika SMA/MA Kelas XI . 3.IPA . 7. Jika kita ambil t = x – 3.Penyelesaian: Dengan menggunakan Teorema 7.

100.14 Grafik fungsi f ( x ) = 1 x 2 Tabel 7. apabila kita ambil x cukup besar. Misalkan x mengambil nilai-nilai 1.6 Misalkan f fungsi yang terdefinisi pada sembarang interval ( a.8.Sketsa grafik fungsi ini diberikan oleh gambar 7. Definisi 7. dengan x naik tak terbatas.0001 0. dapat kita amati bahwa nilai-nilai fungsi f (x) semakin lama semakin dekat ke 0 apabila x naik menjadi besar sekali.8 x f  x = Tabel 7.000001 Secara intuisi.04 0. Dari tabel tersebut.25 0.0001 0.01 0. Untuk menjelaskan situasi kita notasikan x → +∞ lim 1 x2 = 0 Notasi x → +∞ kita artikan bahwa bebas x naik tak terbatas dengan nilai-nilai positif.01 0. BAB VII ~ Limit Fungsi 251 .25 0. 1000 dan seterusnya. 2. 3. 4. dapat kita lihat bahwa nilai f (x) mendekati nilai 0. +∞) .000001 –1 –2 –5 –10 –100 –1. 10. dan +∞ bukan bilangan real. 5. Oleh karena itu.000 1 0. Ilustrasi di atas memotivasi definisi berikut.04 0. notasi x → +∞ tidak sama pengertiannya dengan x → 10 . Kita tuliskan x → +∞ lim f ( x) = L jika untuk x positif yang naik besar sekali. Nilai-nilai fungsi terkait diberikan pada Tabel 7. maka nilai f (x) mendekati L.14.9 1 x2 x f  x = 1 x2 1 2 5 10 100 1. y 3 2 1 x -4 -3 -2 -1 1 2 3 4 Gambar 7.000 1 0.

–1000.4 Jika r suatu bilangan positif. Teorema 7.2 dan 7. –2. maka 1.6. c. yang kita sajikan tanpa bukti. b) . apabila kita ambil x cukup kecil dari bilangan negatif. lim 1 xr x → −∞ = 0 Contoh 7. x → +∞ lim 4x − 7 3x + 5 b. x → −∞ lim 1 x2 = 0 Definisi 7. –100. x → +∞ lim 5x2 + 4 x3 + x 2 + 1 Penyelesaian: Untuk menggunakan Teorema 7.9 memberikan nilai-nilai fungsi f (x) terkait. dapat kita lihat bahwa nilai f(x) mendekati nilai 0. kita bagi pembilang dan penyebut dengan pangkat tertinggi yang muncul dalam pembilang atau penyebut. maka nilai f (x) mendekati L.Sekarang kita tinjau fungsi f di depan dengan x mengambil nilai-nilai –1. –5. Kita tuliskan x → −∞ lim f ( x) = L jika untuk x negatif yang turun kecil sekali. – 4.… dan seterusnya.4. lim 1 x r x → +∞ = 0 2.4 tetap berlaku apabila x → c kita ganti dengan x → +∞ atau x → −∞ . –3. –10. Kita mempunyai teorema tambahan berikut ini. Secara intuisi. a. Tabel 7. x = 4−0 = 4 x → +∞ 3 x + 5 x → +∞ 5 3−0 3 3+ x 5x2 4 + 3 3 5x2 + 4 x x lim = lim = lim x → +∞ x → +∞ x 3 x → +∞ x 3 + x 2 + 1 x2 1 1 + 3 + 3 3 x x x 0 + lim = lim = 4x − 7 4− 7 5 x + 0 + 1 x 4 x3 + = 1 x3 0 6 =0 6 + 0 + 0 W 252 Matematika SMA/MA Kelas XI . Teorema-teorema limit di sub-bab 7.7 Misalkan f fungsi yang terdefinisi pada setiap interval ( −∞.1 Tentukan nilai dari: a.IPA . dengan x turun dengan nilai negatif tak terbatas. Dalam hal ini kita tuliskan.

x → −∞ lim x+5 2x − 3 2 b. x → +∞ lim ( x2 + 2x − x2 − x ) Penyelesaian: a. Karena x → −∞ .Contoh 7. Karena itu pembilang dan penyebut kita bagi dengan dan x = − x .6. maka x < 0 x x → −∞ lim x+5 2x2 − 3 = x → −∞ lim x + 5 x 3 x2 2− x 5 + lim − x − x = x → −∞ 3 2− 2 x −1 − = x → −∞ 5 x 3 x2 lim 2− = b. x → +∞ −1 − 0 2−0 = −1 2 lim ( x2 + 2x − x2 − x ) lim = x → +∞ ( x2 + 2 x − x2 − x ⋅ ) x2 + 2 x + x2 + 2 x + x2 − x x2 − x lim = x → +∞ x2 + 2 x − x2 + x x2 + 2x + x2 − x 3x x 1+ 2 x 3 1+ 2 x + 1− 1 x = = x → +∞ lim + x 1− 1 x 3 1+ 0 + 1− 0 3 2 253 = x → +∞ lim = W BAB VII ~ Limit Fungsi . Jadi.2 Hitunglah limit yang diberikan: a. Kita rasionalkan bentuk akar itu. Pangkat tertinggi dari x adalah 2 yang muncul di bawah tanda akar. x 2 = x .

11. x → +∞ lim x2 + 1 − x x → +∞ lim x → +∞ lim ( x 2 + x − x) lim ( 4 x 2 + x − (2 x + 3)) x → +∞ lim x → +∞ y → +∞ lim 4 y2 − 3y + 3 y +1 x → −∞ lim ( 3 x 3 + x − 3 x 3 + 1) 2x + 1 − 3 x −2 − 2 2x + 1 + 2 3x + 1 1 + 2 + 3 + ... 10.7 Limit Fungsi Trigonometri Untuk membuktikan kekontinuan fungsi trigonometri. x → −∞ lim 7. 3. x → +∞ lim 3x + 1 4x + 9 4 x2 + 8x 2 x2 − 3 8x + 1 x − 2x + 3 2 9. 254 Matematika SMA/MA Kelas XI . x2 + 9 x+3 t4 +1 2t 2 + 3 x → +∞ 15. akan lebih mudah jika kita dapat menghitung limit dari x → 0 lim sin x x dan lim tan x x x → 0 Oleh karena itu.IPA . Meskipun teorema ini sendiri kita berikan tanpa bukti. kita menggunakan teorema yang sangat terkenal dalam kalkulus. 12. 1. + x x2 5. Untuk membuktikan bahwa kedua limit di atas ada. 4. perlu kita hitung terlebih dahulu nilai dari kedua limit di atas. lim ⎜ 5 x + x → −∞ ⎛ ⎝ ⎟ x ⎠ 2 3 ⎞ 13.Latihan 7. yaitu Teorema Apit. x → +∞ lim 6. lim ⎜ y → −∞ lim ⎛ 5 2 ⎝y − 4y ⎟ ⎞ ⎠ 14.6 Tentukan setiap limit yang diberikan. x → +∞ lim 8. t → −∞ lim 7. 2.

g dan h fungsi yang terdefinisi pada interval terbuka I yang memuat c kecuali mungkin di c sendiri. AB. Jika juring lingkaran OAB dengan AB sudut pusat x radian dan » adalah panjang busur AB. x ≠ c . AD 2 2 2 1 1 » 1 . Teorema 7.r < OA. Jika lim f ( x ) = lim h( x) = L.15 Akibatnya.OC < 2 2 2 ⇔ BC. AD r2 255 BAB VII ~ Limit Fungsi .OC r 2 < » .OC < » . AB.6 Teorema Apit Misalkan f. maka » = rx AB Dari gambar di bawah kita mempunyai luas OBC < luas OBA < luas OAD D B r x O C A Gambar 7. AD AB ⇔ BC . sehingga f ( x) ≤ g ( x ) ≤ h( x) untuk setiap x ∈ I .Teorema 7. 1 » 1 .BC . maka lim g ( x ) = L .r < OA.7 x → 0 lim sin x x =1 dan x →0 lim tan x x =1 Bukti: Misalkan lingkaran dengan jari-jari r dan pusat O. x →c x →c x →c Dengan Teorema Apit di atas kita dapat membuktikan limit berikut ini.OC < .r < OA.r < OA.r AB r 2 < OA.OC < » . AD AB ⇔ BC. AD 1 BC.

b.cos x < x < tan x x 1 ⇔ cos x < < sin x cos x 1 cos x x → 0 < x < AD (*) Karena lim cos x = 1 dan juga lim x → 0 = 1 .1 2 .r < OA. 2 256 . AD 2 2 ⇔ ⇔ BC r r BC OC . maka dengan Teorema Apit kita mempunyai x → 0 lim tan x x = 1 atau lim tan x x x → 0 = 1 W Dengan cara yang sama. x → 0 lim sin ax ax = 1 dan lim x → 0 tan ax ax = 1 Contoh 7.7. AD r2 r r r ⇔ sin x. = lim 2x tan 5 x 5 2 sin 2 x 5x ⋅ lim lim = 5 x → 0 2 x x → 0 tan 5 x 2 2 = ⋅1⋅1 = 5 5 W Matematika SMA/MA Kelas XI .1 Tentukan nilai dari: a. 2x x = lim sin 2 x 2x 2x 5x x → 0 .BC . maka dengan Teorema Apit lim sin x x = 1 x → 0 lim x sin x = 1 atau x → 0 Selanjutnya dari (*) kita mempunyai sin x . 2 =1·2=2 sin 2 x x → 0 x → 0 lim = lim 5x tan 5 x x → 0 .OC < 1 » 1 . cos x x → 0 2 < x < tan x ⇔ cos x < x tan x < 1 Karena lim cos x = 1 . . r r 2 < r . 3x . x → 0 lim sin 2 x x sin 2 x tan 5 x = lim sin 2 x 2x sin 2 x 2x x → 0 . x → 0 lim sin 2 x x b.IPA . x → 0 lim sin 2 x tan 5 x Penyelesaian: a. OC < rx . AB. untuk sembarang bilangan real a kita dapat memperumum teorema di atas menjadi hasil berikut.

maka y → 0 .7. Misalkan kita ambil y = Jadi. x → 0 lim tan x − sin x 2x 3 = lim sin x − sin x cos x 2 x 3 cos x sin x (1 − cos x) 2 x cos x sin x x 1 4 ⋅ sin 2 2 x 1 (2 1 3 x → 0 = lim x → 0 = lim ⋅ 1 sin x ⋅ 2 sin 2 3 1 2 x x → 0 2 x cos x ⋅ 1 = xlim0 → 2 x) 2 cos x 4 = 1 ⋅1 ⋅1 ⋅ c.2 Tentukan nilai dari: a. x →∞ lim x sin 1 x = lim 1 y y → 0 sin y = lim sin y y y → 0 =1 b. x → π 2 lim 1 1 − sin x x− 1π 2 b. Jadi. x lim1 1 − sin x x− 2π 1 → π 2 = ylim0 → = ylim0 → 1 − sin( 2 π + y ) 1 y 1 − cos y y 2 sin 2 y sin 2 1 (2 1 2 = ylim0 → y = ylim0 2 ⋅ → y y 0 ⋅ = 2 ⋅1 ⋅ = 0 y) 4 4 2 1 2 W BAB VII ~ Limit Fungsi 257 .Contoh 7. 1 2 = 1 4 1 Misalkan y = x − π . Karena x → ∞ . sehingga untuk x → 2 π berakibat y → 0 . x →∞ lim x sin 1 x c. Penyelesaian: a. x → 0 lim tan x − sin x 2 x3 1 x .

h → 0 lim sin( x + h) − sin x h x sin x x 1 + cos 2 x cos x x tan x 21. 2. x → 0 lim x 2 20. x → 0 1 − cos 2 x lim 16. h → 0 f (x) = sin x f (x) = cos x 27. a → 0 lim 17. 23. Tentukan lim a. x → 0 lim 2x sin 3 x sin 5 x sin 7 x sin 2 x 3x 2 11. 22. 12. x → 0 lim x sin x + tan 2 x 1 − cos x 9. x →∞ lim x sin 8. 5. b. 14.Latihan 7. 24. 13. x → 0 lim sin x sin 3 x 1 − cos 4 x 4 x 7. f (x) = sin 3x f (x) = cos 3x π 4 10.IPA 258 .7 Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 25. x → π 4 lim 26. tentukan limit fungsi yang diberikan. 15. 4. x → 0 lim 19. Tentukan lim f ( π 4 +h − f h h → 0 ) ( ) dari fungsi-fungsi pada soal nomor 26. y → 0 lim tan y sin 2 y sin px tan qx sin 2 x + tan 2 x 1 2 18. f ( x + h) − f ( x ) h c. 1. lim x →0 6. x → π 4 lim sin x − cos x 1 − sin 2 x tan 2 x − 2 tan x x2 x → 0 lim x → 0 1 − cos lim x → 0 lim x → 0 lim x → π 2 lim x →π 2 lim 1 + cos 2 x cos x sin x sin x 1 − x −1 x → 0 lim sin 3 x x2 x cos x 1 − cos x 1 − cos a a 2 x → 0 1 − cos 3 x ⎛ ⎞ lim x 2 ⎜1− cos 2 ⎟ ⎜ x⎟ ⎝ ⎠ x →∞ lim x → 0 lim x2 + 3x x → 0 lim 25. Matematika SMA/MA Kelas XI . x → 5 lim ( x − 5) cot π x sin x − cos x 1 − sin 2 x untuk setiap fungsi yang diberikan. d. 3.

tetapi tidak sama dengan c. x →c jika kita dapat membuat nilai f (x) sembarang yang dekat dengan L (sedekat yang kita mau) dengan cara mengambil nilai x yang dekat dengan c. kita tuliskan dengan x →c − 2. dan (3) lim f ( x) = f (c ) . maka nilai f (x) mendekati L. Misalkan f fungsi yang terdefinisi pada setiap interval ( −∞.Rangkuman 1. x→c x →c 9. maka nilai f (x) membesar tanpa batas. Jika untuk x mendekati c tetapi tidak sama dengan c. 11. dituliskan dengan lim f ( x ) = L . 12. x→c 10. maka nilai f (x) mengecil tanpa batas lim f ( x) = −∞ . x →c 4. dituliskan lim x → −∞ f ( x) = L . Jika untuk x positif yang naik besar sekali. dan dinotasikan dengan lim+ f ( x) = L . lim f ( x ) = L jika kita dapat membuat f (x) sembarang dekat dengan L dengan 3. 6. cara mengambil nilai x cukup dekat ke c. dituliskan lim x → +∞ f ( x) = L . Jika untuk x mendekati c tetapi tidak sama dengan c. (2) lim f ( x) . kecuali mungkin di c sendiri. f (c + h ) − f (c ) h h→0 . Misalkan f fungsi yang terdefinisi pada setiap interval terbuka yang memuat c. Jika untuk x negatif yang turun kecil sekali. Limit kiri f (x) ketika x mendekati c sama dengan L. x →c 8. dan x lebih kecil daripada c. Misalkan f fungsi yang terdefinisi pada sembarang interval ( a. Fungsi f dikatakan kontinu di titik c. x → 0 lim sin x x =1 dan x → 0 lim tan x x =1 BAB VII ~ Limit Fungsi 259 . Misalkan f fungsi yang terdefinisi pada setiap interval terbuka yang memuat c. +∞) . maka diperoleh limit kanan dari f (x). Jika pada (2) disyaratkan x harus lebih besar daripada c. maka nilai f (x) mendekati L. ada. dituliskan lim f ( x ) = +∞ . Limit f (x) ketika x mendekati c sama dengan L. jika memenuhi ketiga syarat: (1) f (c) ada. x →c x →c x →c Operasi aljabar berlaku perhitungan limit fungsi. b) . kecuali mungkin di c sendiri. lim f ( x) = L jika dan hanya jika lim− f ( x) = L dan lim+ f ( x ) = L . 5. Laju perubahan sesaat dari fungsi f di titik c didefinisikan sebagai lim 7.

Sorbonne. Cauchy seorang pemeluk Katolik saleh dan pengikut Raja yang patuh. 43 260 Matematika SMA/MA Kelas XI . Sumbangan-sumbangan matematisnya cemerlang dan mengejutkan dalam jumlahnya.sci. dan Bolzano) mengadakan ketelitian baku. Abel. Dengan menolak bersumpah setia kepada pemerintah Perancis yang berkuasa dalam tahun 1830.16 Augustin-Louis Cauchy pada akhir abad ke tujuh belas. Walaupun kalkulus diciptakan Gambar 7. Mensponsori kerja sosial untuk ibu-ibu tanpa nikah dan narapidana. dan College de France. Karena kesehatan yang buruk ia dinasehatkan untuk memusatkan pikiran pada matematika. Keimanannya dalam beragama mengantarnya. Selama karirnya. ia menjabat mahaguru di Ecole Polytechnique. dasarSumber: www. Produktivitasnya sangat hebat sehingga Academy Paris memilih untuk membatasi ukuran makalahnya dalam majalah ilmiah untuk mengatasi keluaran dari Cauchy. Ia mencintai puisi dan mengarang suatu naskah dalam ilmu persajakan bahasa Yahudi. Sumber: Kalkulus dan Geometri Analitis. ia mengasingkan diri ke Italia untuk beberapa tahun dan mengajar di beberapa institut keagamaan di Paris sampai sumpah kesetiaan dihapuskan setelah revolusi 1848. Kepada Cauchy kita berhutang pemikiran pemberian dasar kalkulus pada definisi yang jelas dari konsep limit. 1988.hk dasarnya tetap kacau dan berantakan sampai Cauchy dan rekan sebayanya (Gauss. Cauchy mempunyai perhatian luas.IPA . hal.edu.hkbu.Math Info Augustin-Louis Cauchy 1789 – 1857 Augustin-Louis Cauchy lahir di Paris dan dididik di Ecole Polytechnique.

6 A. Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 15. 1/4 C. 24 C.. –3 D.. = . Jika lim A. 3 BAB VII ~ Limit Fungsi 261 . 4 A.. = .. –2 E. 3 ax + b − x x−4 B. pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda! 4 ⎞ ⎛ 1 − 2 ⎜ ⎟ adalah …. x →0 lim tan 2 x ⋅ sin 2 8 x x 2 sin 4 x B. 6 D.. 5. 3 C.. 2 E. –1/2 A. 15 A. Nilai lim A. 0 = . 0 D. B. 12 E.. 1/2 3. –1/4 E. –6 x →1 lim ( x − 3)( x + 3) x− 3 0 B.. x →−2 lim 1 − cos( x + 2) x2 + 4x + 4 B. = . x →1 lim = . 1/2 D. 0 x →2 2. 4 E. C. . –1 A. 1/4 C. –2 7. 1/4 C. . 2 D. 2 E.. . 1 D. x →2 lim x2 + 5x + 6 x2 − 4 x −1 x +3−2 2 = . 8 E. . ⎝ x−2 x −4⎠ B.Uji Kompetensi A. 32 8. . maka a + b = …. 4 1. 16 D. x →4 = 2 3 4 . 4 A.... 1/2 D. . –4 C. 6. B. 2 C. –1 E. x →0 lim x(cos 2 6 x − 1) sin 3 x ⋅ tan 2 2 x B. 4.

Hitunglah lim 1 + cx − 1 x x →0 .IPA .9. 18. 0 ( p + q) E. x 2 B.. 1 D. 5/4 D. 1 2 ) A. Carilah bilangan a dan b sehingga lim ax + b − 2 x x →0 = 1. C. lim sin 1 − 1 cos 1 − 1 x x x −1 B.. − 1 4x B. 1 D. Hitunglah lim 6− x −2 3 − x −1 3 x →2 . . .. maka lim A. 12. 0 ∞ B. 1 x 3 10. x →3π 4 lim (1 + tan x) tan 2 x = . p–q x →∞ lim ( ∞ x (4 x + 5) − 4 x 2 − 3 = . 14. 1/2 ( ) ( x →1 ) = . D. –1/2 E. ∞ 1 ⎛ sin 3 2t B... –1 A. − 1 x 3 f ( x + t ) − f ( x) t C.. –1 A.. B. 1 4x 3 t →0 = . 8 C. 0 E. .. 2 C. 0 ) A. 13.. 2 E. lim t →0 ⎞ + sin 2t cos 2t ⎟ = . 0 D. ⎜ ⎟ t ⎜ cos 2t ⎝ ⎠ B.. dengan c kontanta. p q C.. 15. –2 ( ) A. 1 11.. 0 D. 1/2 E. . x →∞ lim ( ( x + p )( x + q ) − x = . 262 Matematika SMA/MA Kelas XI . . B.. p–q D. x →∞ lim x 2 sec 2 − 1 = . 1 C. 17. kerjakan dengan singkat dan jelas! 16.. . A. Jika f ( x) = 1 2 x 2 . Untuk soal nomor 16 sampai dengan nomor 20. 1/2 C. –1 E. . 1 4x E.

yang dapat dikosongkan dari bawah tangki selama satu jam. 05 x 2 a. 0 ≤ t ≤ 60 ⎝ 60 ⎠ Tentukan laju aliran air ke luar tangki (laju perubahan sesaat V terhadap t) sebagai fungsi t. Gambarkan sketsa grafik f. x →c x →c x →c 20. dari x = 100 sampai x = 105 2. t = 2. Hukum Torricelli menyatakan bahwa volume air yang tersisa di dalam tangki setelah t menit adalah t ⎞ ⎛ V (t ) = 50. 20. c. Kapankah laju aliran paling besar? dan kapankah paling kecil? 2 BAB VII ~ Limit Fungsi 263 . Jika lim [f ( x) + g ( x )] = 2 dan lim [f ( x) − g ( x)] = 1 . b. (Ini disebut biaya marginal. Misalkan f fungsi yang didefinisikan oleh ⎧1 . untuk x bukan bilangan bulat a. dari x = 100 sampai x = 101 Tentukan laju perubahan sesaat dari C terhadap x untuk x = 100. Sebuah tangki besar berbentuk tabung berisi 50. 3. 10. dengan t diukur dalam detik. dan t = 3. 2. Biaya produksi (dalam jutaan rupiah) x unit komoditas tertentu adalah C ( x) = 5000 + 10 x + 0. 30. Tentukan rerata laju perubahan dari C terhadap x ketika tingkat produksi diubah 1. untuk x bilangan bulat f ( x) = ⎨ ⎩0 . dan 60 menit.19. carilah lim f ( x ) g ( x ) .000 liter air. Apakah satuannya? Untuk waktu t = 0. Tentukan laju partikel pada saat t = c . Simpangan sebuah partikel yang bergerak sepanjang garis lurus (dalam meter) diberikan oleh persamaan gerak s = 4t 3 + 6t + 2 . t = 1. arti pentingnya akan dijelaskan pada Bab 8) a. 50. 40. Untuk nilai c yang mana sehingga lim f ( x ) ada? x →c Untuk bilangan yang manakah f kontinu? Soal Analisis 1. tentukan laju aliran dan banyknya air yang tersisa dalam tangki.000 ⎜ 1 − ⎟ .

3. 10. Buat grafik dari data yang Anda peroleh di atas. Cara kerja 1.Aktivitas Proyek Aktivitas Nama Kelas Kelompok Kegiatan Tujuan : …………… Tanggal : ………… : XI Materi Pokok : Limit Fungsi : …………… Semester : 2 (dua) : Mengalirkan air dari dispenser : Menentukan debit air yang mengalir dari dispenser A. Buatlah kelompok yang beranggotakan 4 atau 5 siswa.IPA . Analisis 1. 15. 20. 4. 6. 3. Perkirakan kemiringan garis singgung di P dengan merata-rata kemiringan dua tali busur. 3. t menit V liter 5 10 15 20 25 30 C. 4. Tafsirkan hasil di atas sebagai notasi limit. 25. 2. Jika mungkin gunakan komputer. carilah kemiringan tali busur PQ apabila Q adalah titik pada grafik dengan t = 5. Catat banyaknya volume air yang keluar dari dispenser untuk setiap periode waktu 5 menit pada tabel di bawah. 2. stopwatch dan alat tulis. Siapkan galon air pada dispenser. 2. 5. Kemiringan ini menyatakan debit air yang mengalir dari dispenser setelah 15 menit. Alirkan air dari dispenser. Gunakan grafik fungsi untuk memperkirakan kemiringan garis singgung di P. 264 Matematika SMA/MA Kelas XI . Alat dan bahan yang digunakan 1. V) adalah titik untuk t = 15. Jika P(t. dan 30. Dispenser Satu galon air mineral (19 liter) Gelas ukur Alat tulis dan komputer Buku catatan Stopwatch B. 5.

menggunakan aturan turunan untuk menghitung turunan fungsi aljabar dan trigonometri. menentukan turunan fungsi trigonometri. menentukan turunan fungsi komposisi dengan aturan rantai. 4. 7. 8. menggunakan turunan untuk menghitung kecepatan dan percepatan. 3.BAB VIII Tujuan Pembelajaran TURUNAN Setelah mempelajari materi bab ini. menghitung turunan fungsi sederhana dengan menggunakan definisi turunan. BAB VIII ~ Turunan 265 . menentukan turunan fungsi aljabar. 6. Anda diharapkan mampu: 1. menggunakan aturan L’Hospital untuk menghitung limit bentuk tak tentu. menentukan persamaan garis singgung pada suatu kurva. 2. 5.

persamaan gerak diberikan oleh s = – 16t2 + 80t Misalkan t menyatakan waktu sejak bola dilemparkan dinyatakan dalam detik. Berapakah kecepatan dan percepatan sesaat bola setelah 2 detik.IPA . Turunan adalah bahasan awal sebelum orang berbicara tentang kalkulus diferensial. Jika arah positif diambil ke atas. yang merupakan pembahasan lanjutan secara mendalam dari limit. pada saat t detik.1 Seorang anak melempar bola vertikal ke atas Sebuah bola dilemparkan vertikal ke atas dari tanah dengan kecepatan awal 80m/ detik.Pengantar Gambar 8. Oleh karena itu. sebaiknya kamu harus sudah menguasai bab sebelumnya terutama fungsi. Berapakah waktu yang diperlukan bola untuk mencapai titik tertinggi? Dan berapakah waktu dan kecepatan yang diperlukan bola untuk menyentuh tanah kembali? Pemecahan dari masalah ini erat hubungannya dengan konsep turunan fungsi. sebelum menyelesaikan masalah ini secara khusus. dan s jarak bola dari titik awal dinyatakan dalam meter. 266 Matematika SMA/MA Kelas XI . trigonometri. dan limit fungsi.

1) jika limit ini ada. turunan fungsi f ( x) = 3 x 2 − 5 x + 2 di bilangan c adalah f '(c) = 6c − 5 . Notasi f '(c) dibaca ‘f aksen c”. definisi di atas akan setara dengan f '(c) = lim x →c f ( x ) − f (c ) x−c (8.1. Derivatif adalah sebutan lain untuk turunan.2) jika limit ini ada. Oleh karena itu.1 Carilah turunan fungsi f ( x) = 3 x − 5 x + 2 di bilangan c.8. biologi.1 (Turunan fungsi) f di bilangan c. dan ekonomi. Jika kita tuliskan x = c + h. maka h = x – c dan ” h → 0 ” setara dengan ” x → c ”. Definisi 8. f (c)) adalah: laju perubahan sesaat = lim Δy Δx Δx → 0 = lim f (c + h) − f (c ) h h→0 Faktanya. W 267 BAB VIII ~ Turunan . kita beri nama dan notasi khusus bentuk limit ini. Contoh 8. dinotasikan dengan f '(c) . fisika. Mengingat begitu bermanfaatnya. yang secara geometri ditafsirkan sebagai kemiringan garis singgung pada kurva y = f ( x ) di P (c. didefinisikan sebagai f '(c) = lim f (c + h ) − f (c ) h h → 0 (8.2 kita telah pelajari bahwa laju perubahan nilai fungsi y = f ( x ) terhadap peubah bebas x pada saat x = c . rekayasa. Penyelesaian: Dari Definisi 8. limit bentuk ini muncul secara meluas dalam bidang kimia.1 Turunan Fungsi Pada sub-bab 7.1 kita mempunyai 2 f '(c) = lim = lim = lim = lim f (c + h ) − f (c ) h [3(c + h) 2 − 5(c + h) + 2] − [3c 2 − 5c + 2] h 3c + 6ch + 3h − 5c − 5h + 2 − 3c 2 + 5c − 2] 2 2 h → 0 h → 0 h → 0 h 6ch + 3h − 5h 2 h = lim 6c + 3h − 5 h → 0 h → 0 = 6c − 5 Jadi.

x−2 = 2 2 (3x + 8) − (3 ⋅ 2 + 8) x−2 f ( x) − f (2) x−2 x→2 = 2 3( x − 4) x−2 = 3(x + 2) f '(2) = lim = lim 3( x + 2) = 12 x →2 W Penggunaan notasi f ' untuk turunan fungsi f diperkenalkan oleh Josep Louis Lagrange (1736 – 1813) seorang matematikawan Perancis. y) terletak pada grafik fungsi f.1). gantikan x dengan 2 dalam f '( x ) . Notasi ini diperkenalkan pertama kali oleh matematikawan Jerman bernama Gottfried Wilhelm Leibniz (1646 – 1716). maka kita peroleh: f '( x ) = lim f ( x + h) − f ( x) h h → 0 asalkan limit ini ada. f ( x) − f (2) Jadi. Contoh 8. c. Jika titik (x. f '(2) = 12 b. Selanjutnya. Notasi ini menekankan fungsi f ' diturunkan dari fungsi f dan nilainya di x adalah f '( x ) . Dengan rumus (8. yaitu x memenuhi persamaan y = f (x).Dalam Definisi 8. jika kita biarkan bilangan c berubah-ubah menjadi peubah x.2). Penyelesaian: a. gunakan rumus (8. gunakan rumus (8.1).2 (b). maka notasi f ' dapat digantikan dengan y ' atau dy dx .1. diperoleh f '( x ) = 6 x .1. Dari contoh 8. tentukan dy dx .IPA . Dalam hal ini kita dapat menganggap f ' sebagai fungsi baru. Dengan rumus (8.1 kita memandang turunan suatu fungsi f di bilangan tetap c. Dua notasi lain untuk turunan suatu fungsi f adalah d dx Contoh 8.2).1.2 Untuk fungsi f (x) = 3x2 + 8. b. yang disebut turunan dari f. Oleh karena itu. 268 Matematika SMA/MA Kelas XI . carilah turunan f di 2 dengan tiga cara: a.3 Jika diketahui y = [ f ( x)] dan Dx [ f ( x)] 2−x 3+ x . f '(2) = lim h →0 f (2 + h) − f (2) h = lim [3(2 + h) 2 + 8] − [22 + 8] h h →0 = lim12 + 3h = 12 h→0 c.

f '(0) = lim x →0 f ( x) − f (0) x−0 x x x x = lim x →0 x x Tetapi untuk x > 0 . Dengan rumus (8.1. a. f ( x + h) − f ( x) h 2−x−h = 3+ x + h h = 2−x 3+ x (2 − x − h)(3 + x ) − (3 + x + h)(2 − x) h(3 + x + h)(3 + x ) (6 − x − xh − 3h − x 2 ) − (6 − x − xh + 2 h − x 2 ) h(3 + x + h)(3 + x ) −5h h(3 + x + h)(3 + x) = = = Jadi. h→0 (3 + x + h)(3 + x) (3 + x ) 2 W Contoh 8. Penyelesaian: a. maka kita simpulkan bahwa f '(0) tidak ada. b. x →0 − lim x x = lim− x →0 −x x = −1 Karena limit kanan tidak sama dengan limit kiri. fungsi f kontinu di x = 0. Tunjukkan bahwa f tidak mempunyai turunan di x = 0. x →0 lim+ = lim+ x →0 =1 sedangkan untuk x < 0 . x →0 BAB VIII ~ Turunan 269 . y = f (x) dengan f ( x) = 2− x 3+ x − . −5 (3 + x + h)(3 + x) dy dx = lim f ( x + h) − f ( x) h h →0 −5 −5 = lim = .4 (Pengayaan) Diketahui f ( x) = x .2). Namun demikian. Gambarkan sketsa grafik f.Penyelesaian: Dalam hal ini. karena lim f ( x ) = 0 = f (0) .

Grafik y = f (x).1 Jika fungsi f mempunyai turunan di c. 270 Matematika SMA/MA Kelas XI . Akan tetapi eksistensi turunan di suatu titik akan mengakibatkan kekontinuan di titik tersebut. Lihat Gambar 8.b. Kemudian berikan rumus untuk f ' . maka di titik tersebut f tidak mempunyai turunan. dapat kita simpulkan bahwa kekontinuan fungsi tidak menjamin eksistensi turunan dari f. Dari Contoh 8. lim [ f (c + h) − f (c )] = lim h →0 h →0 f (c + h) − f (c ) h f (c + h ) − f (c ) h ⋅h ⋅ lim h = f '(c) ⋅ 0 = 0 h →0 = lim h→0 h →0 Jadi. maka f kontinu di c.5 dan 8.6.1.IPA W . Sebagaimana tertuang dalam teorema berikut. dan buatlah sketsa grafik f.1. jika fungsi mempunyai grafik di titik c bersifat patah (lancip). Teorema 8. Bukti: Untuk h ≠ 0 .1 di titik x = 0. y 5 4 3 2 1 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 x y= x Gambar 8. Secara umum. lim f (c + h) = f (c ) yang mengatakan bahwa f kontinu di c.2 Grafik fungsi y= x Tugas Kelompok Diskusikan dengan kelompok Anda untuk mencari titik-titik dimana fungsi f ( x) = x − 1 + x + 2 mempunyai turunan.

5).Contoh 8.4) f '(1− ) = lim − x →1 f ( x) − f (1) x −1 = lim − x →1 x 2 − ( a + b) = lim − x →1 x −1 =2 (dari (8. jika f '(1 ) = f '(1 ) . d. b. x →1+ lim f ( x) = f (1) ⇔ lim x 2 = a + b + x →1 ⇔1= a+b + − (8.5 ) Dari (8. untuk x < 1 ⎩ax + b . sin π + t − 1 2 lim t →0 t lim 5x − 1 x 271 x →0 ( ) lim h →0 x →3π lim BAB VIII ~ Turunan . d. kita peroleh a = 2. Tentukan f '(c) untuk setiap fungsi yang diberikan. Dengan rumus (8. f '(1+ ) = lim + x →1 f ( x) − f (1) x −1 = lim + x →1 ( ax + b) − ( a + b) x −1 a ( x − 1) x −1 x −1 x −1 2 = lim + x →1 =a (8. a. maka f harus kontinu di x = 1.2). Latihan 8. a. f mempunyai turunan di x = 1. b. lim 1+ h −1 h (2 + h)3 − 8 h h →0 c. Nyatakan f dan c untuk setiap kasus.3)) (8. f.3) Di pihak lain. f ( x) = f ( x) = x 2x − 3 e. Dari a = 2 kita subtitusikan ke (8. x →1 . f ( x) = 1 + x − 3 x 2 f ( x) = 3 x 3 + x c.3) kita peroleh b = 3.4) dan (8. lim x →1 x8 − 1 x −1 cos x + 1 x − 3π e.1. f.1 1. untuk x ≥ 1 Khususnya. f ( x) = 2 x + 1 f ( x) = x x2 − 4 3 2− x Setiap limit menyatakan turunan suatu fungsi f di suatu bilangan c. 2.5 (Pengayaan) Tentukan nilai a dan b agar fungsi f mempunyai turunan di x = 1. Fungsi f kontinu di x = 1 apabila lim f ( x ) = f (1) . jika f ( x) = ⎨ ⎧ x2 Penyelesaian: Agar f mempunyai turunan di x = 1.

untuk x ≥ 2 8.3. f ( x) = 3x − 4 x−3 f ( x) = 1 + 3 x 4. b. jika f ( x) = ⎨ ⎧ax + b . ⎩2 − x . Tunjukkan bahwa f '(2) tidak ada. Tentukan nilai a dan b agar fungsi f mempunyai turunan di x = 2. 272 Matematika SMA/MA Kelas XI . Tentukan a. c. a. Diketahui f ( x) = ⎨ ⎧ x − 2 . turunan fungsi konstan adalah nol. dengan k adalah konstanta. f. Carilah turunan dari setiap fungsi yang diberikan. maka f '( x ) = 0 . f '( x ) = lim h →0 f ( x + h) − f ( x ) h k −k h = lim 0 = 0 h→ 0 = lim h →0 Jadi. dan nyatakan daerah asal fungsi dan daerah asal turunannya. Bukti: Langsung dari definisi. y= y= + 3x y = 2 − 7x y= 1 x −1 x−3 Soal nomor 5 dan 6 adalah soal-soal pengayaan. untuk x ≥ 2 . Teorema 8. 5. d. berikut ini akan kita pelajari teorema-teorema yang memberi kemudahan kepada kita untuk deferensiasi. untuk x < 2 6. d. f ( x) = x + x f ( x) = x −1 x +1 e. f ( x) = 5 x − 8 f ( x) = x3 − x 2 + 5 x dy dx 4 x2 2 c. Gambarkan grafiknya.2 Teorema Turunan Fungsi Aljabar Dalam bagian sebelumnya kita telah membahas bersama bagaimana proses penurunan (diferensiasi) fungsi dengan definisi langsung.2 Jika fungsi f (x) = k . b. untuk x < 2 2 ⎩2 x − 1 .IPA W . Akan tetapi proses ini terlalu panjang. dari setiap persamaan yang diberikan.

kecuali yang pertama. f ( x) = 2 x f ( x) = 3 x 2 d. Meskipun tidak dibuktikan di sini. Bukti: Disini kita perlu menguraikan ( x + h) 2 dengan menggunakan Teorema Binomial. f '( x ) = ( −6) ⋅ 4 x −6 −1 = −24 x −7 = − 24 x 7 f ( x) = 2 x = 2 x f '( x ) = f. mempunyai faktor h dan akibatnya mendekati 0. maka f '( x) = nx n −1 .Teorema 8. f (x) = 5x10 Penyelesaian: Dengan Teorema 8. f ( x) = 1 x2 = x −2 1 −1 −1 1 ⋅ 2x 2 = x 2 = 1 2 3 2 x f ( x) = x2 = x 2 −1 3 2 3 2 −1 3 f '( x) = (−2) x−2−1 = −2x−3 = − 2 x3 BAB VIII ~ Turunan f '( x ) = 3 x =3x = 2 33 x 273 W . f (x) = x7 c. f '( x ) = lim h →0 f ( x + h) − f ( x) h ( x + h) n − x n h ( x n +nx n −1h + n −1 n ( n −1) 2 = lim h→0 = lim h →0 x n −2 h2 + K + h n ) − x n h = lim ( nx h→0 + n ( n −1) 2 x n − 2 h + K + h n -1 ) karena semua suku. a.2. f ( x) = 4 x6 = 4 x −6 f '( x ) = 7 x 7 −1 = 7 x 6 b.3 masih berlaku apabila n bilangan rasional. 1 2 f '( x ) = 10 ⋅ 5 x10 −1 = 50 x 9 c.3 Jika n bilangan asli dan f ( x) = x n .3. f (x) = 5x10 e. d. f. f (x) = x7 b. faktanya Teorema 8.1 Tentukan f '( x ) jika: a. f ( x) = f ( x) = = nx n −1 W 1 x2 4 x6 e. Contoh 8.

k konstanta. f '( x ) = lim f ( x + h) − f ( x ) h ku ( x + h) − ku ( x ) h u ( x + h) − u ( x) h u ( x + h) − u ( x) h h→0 = lim h →0 = lim k h →0 = k lim h →0 = ku '( x ) W Sebagai contoh sederhana. dan f fungsi yang didefinisikan oleh f (x) = u(x) + v(x).Teorema 8. Jika u dan v mempunyai turunan. jika f (x) = 8 x5. Jika u mempunyai turunan.5 Misalkan u dan v dua fungsi. maka f '( x ) = 5 ⋅ 8 x 4 = 40 x 4 Teorema 8.4 Misalkan u suatu fungsi. maka f '( x) = ku '( x ) Bukti: Dari Definisi 8. maka f '( x ) = u '( x ) + v '( x ) Bukti: f '( x ) = lim h→0 = lim h→0 f ( x + h) − f ( x ) h [u ( x + h) + v( x + h)] − [u ( x ) + v( x )] h [u ( x + h) − u ( x )] + [v ( x + h) − v ( x )] h u ( x + h) − u ( x ) + lim = lim h →0 = lim h →0 v( x + h) − v( x) h h = u '( x ) + v '( x ) 274 h→0 W Matematika SMA/MA Kelas XI .IPA .1. dan f fungsi yang didefinisikan oleh f (x) = ku(x).

maka W f '( x ) = u '( x )v ( x) + u ( x)v '( x) Bukti: Karena v mempunyai turunan di x.Hasil teorema itu dapat diperluas ke sejumlah berhingga fungsi.1.5. v kontinu di x.2. maka menurut Teorema 8. 2 16 16 Teorema 8. jika f (x) = 7x5 – 3x4 – 8x2 + 5.4x3 – 8.6 Misalkan u dan v dua fungsi. maka kita tinggal menurunkan masing-masing sukunya. f '( x) = 7.2 Tentukan f '( x ) . Jika u dan v mempunyai turunan. f '( x ) = lim h→0 = lim = lim = lim h →0 h →0 f ( x + h) − f ( x ) h u ( x + h )v ( x + h ) − u ( x )v ( x ) h u ( x + h )v ( x + h ) − u ( x )v ( x + h ) + u ( x )v ( x + h ) − u ( x )v ( x ) h h →0 v( x + h) − v( x) ⎞ ⎛ u ( x + h) − u ( x ) ⋅ v( x + h) + u ( x) ⋅ ⎜ ⎟ h h ⎝ ⎠ = u '( x )v ( x) + u ( x )v '( x) W 275 BAB VIII ~ Turunan .2. jika fungsi itu adalah sukubanyak. Contoh 8. f '(2) = 2 − 4 = 4 − .3 Tentukan f '(2) jika f (x) = Penyelesaian: Kita tuliskan f (x) = W x3 3 + 3 x3 . yaitu lim v ( x + h) = v( x ) h →0 Akibatnya. Penyelesaian: Sebagai akibat dari Teorema 8. Khususnya. x3 3 + 3x . sehingga −3 9 2 1 −4 2 f '( x ) = 3 ⋅ 3 x + ( −3) x = x 2 − 9 x −4 = x − 4 x 9 9 55 2 = Jadi.5x4 – 3.2x + 0 = 35x4 – 12x3 – 16x Contoh 8. dan f fungsi yang didefinisikan oleh f (x) = u(x)v(x).

dan f fungsi yang didefinisikan oleh f ( x) = u ( x) v( x) .Contoh 8. g. maka menurut Teorema 8. Penyelesaian: Dalam hal in f (x) = u(x)v(x). sehingga lim 1 v( x + h) h→0 = 1 v( x) 276 Matematika SMA/MA Kelas XI .2. v( x) ≠ 0 Jika u dan v mempunyai turunan.4 Tentukan f '( x ) jika f (x) = (2x3 – 4x2)(x5 + 3x2). W Tugas Kelompok Diskusikan dengan kelompok Anda untuk membuktikan bahwa jika f. maka ( fgh) ' = f ' gh + fg ' h + fgh ' Teorema 8. maka f '( x) = u '( x)v( x) − u ( x)v '( x) v 2 ( x) Bukti: Karena v mempunyai turunan di x. u(x) = (2x3 – 4x2) v(x) = x5 + 3x2 Jadi.1 v kontinu di x.7 Misalkan u dan v dua fungsi. → u '( x ) = 6 x 2 − 8 x → v '( x ) = 5 x 4 + 6 x f '( x ) = u '( x )v ( x) + u ( x)v '( x) = ( 6 x 2 − 8 x )(x5 + 3x2) + (2x3 – 4x2)( 5 x 4 + 6 x ) = (6x7 – 8x6 + 18x4 – 24x3) + (10x7 – 20x6 +12x4 – 24x3) = 16x7 – 28x6 +30x4 – 48x3. Tetapi v ( x ) ≠ 0 . dengan u(x) = (2x3 – 4x2) dan v(x) = x5 + 3x2. dan h mempunyai turunan.IPA .

Dari definisi turunan di x.2. f '( x ) = lim h→0 f ( x + h) − f ( x ) h u ( x + h) u ( x) − = lim v( x + h) v( x) h→0 h = lim h→0 = lim h→0 u ( x + h)v ( x ) − u ( x ) v ( x + h) hv ( x + h)v ( x ) u ( x + h)v ( x ) − u ( x ) v ( x ) + u ( x ) v ( x) − u ( x ) v ( x + h) hv ( x + h)v ( x ) h v( x) v ( x) 2 f '( x ) = lim ⎜ h→0 ⎛ u ( x + h) − u ( x ) ⎝ u ( x) v 2 ( x) ⋅ v( x) v ( x + h )v ( x ) − u ( x) v( x + h)v( x) ⋅ v( x + h) − v ( x ) ⎞ h ⎟ ⎠ = u '( x ) = − v '( x ) u '( x )v ( x ) − u ( x)v '( x) v 2 ( x) W Contoh 8.5 Tentukan y' untuk y = 2 x2 + 5x − 6 x2 + 4 . Penyelesaian: y= 2 x2 + 5x − 6 x +4 2 2 2 ⇒ u = 2x + 5x − 6 → u ' = 4x + 5 v = x2 + 4 y' = = → v ' = 2x u ' v − uv ' v2 (4 x + 5)( x 2 + 4) − (2 x 2 + 5 x − 6)(2 x) ( x 2 + 4) 2 4 x 3 + 5 x 2 + 16 x + 20 − 4 x 2 10 x 2 + 12 x ( x 2 + 4) 2 −5 x 2 + 28 x + 20 ( x 2 + 4) 2 = = W BAB VIII ~ Turunan 277 .

jika kita mempunyai fungsi f ( x) = (5 x 2 + 1)3 maka kita dapat memperoleh f '( x ) dengan menerapkan Teorema 8.6) Dari ilustrasi di atas jika kita ambil u ( x) = x 3 dan v( x) = 5 x 2 + 1 .6 dua kali. yaitu dengan menuliskan lebih dulu f ( x) = (5 x 2 + 1) 2 (5 x 2 + 1) . Aturan diferensiasi seperti ini sering kita kenal dengan aturan rantai.6) dalam bentuk f '( x ) = u '(v ( x))v '( x ) Secara umum. maka fungsi komposisi u o v mempunyai turunan di x. Teorema 8. kita dapat menuliskan (8. hasil ini benar untuk sembarang komposisi dua fungsi yang mempunyai turunan. tunjukkan bahwa f '( x ) f ( x) = 1 x−a + 1 x−b + 1 x−c Selanjutnya.IPA . Perhitungannya sebagai berikut f '( x ) = (5 x 2 + 1) 2 ⋅ Dx (5 x 2 + 1) + (5 x 2 + 1) ⋅ Dx [(5 x 2 + 1)(5 x 2 + 1)] = (5 x 2 + 1) 2 (10 x) + (5 x 2 + 1)[(5 x 2 + 1)(10 x) + (5 x 2 + 1)(10 x)] = (5 x 2 + 1) 2 (10 x) + (5 x 2 + 1)[2(5 x 2 + 1)(10 x)] = (5 x 2 + 1) 2 (10 x) + 2[(5 x 2 + 1) 2 (10 x)] Jadi.8 (Aturan Rantai) Jika fungsi v mempunyai turunan di x dan u mempunyai turunan di v(x). f '( x ) = 3(5 x 2 + 1) 2 (10 x) (8. sehingga f ( x) = u (v ( x)) = u (5 x 2 + 1) = (5 x 2 + 1)3 Karena u '( x ) = 3 x 2 dan v '( x ) = 10 x . maka f adalah fungsi komposisi u o v .Tugas Mandiri Jika f ( x) = ( x − a )( x − b)( x − c) . dan (u o v ) '( x) = u '(v ( x))v '( x ) 278 Matematika SMA/MA Kelas XI .

Turunan Tingkat Tinggi Jika f ' adalah turunan fungsi f. turunan ini disebut turunan kedua dari f.2. Fungsi f ' adalah turunan pertama dari f. turunan ketiga dari f didefinisikan sebagai turunan pertama dari f dengan " . turunan ke-n dari fungsi f. dan dinotasikan f "' atau y "' atau d3 f dx 3 atau d3y dx 3 Secara umum. f ( x) = (2 x + 1)5 = (u o v )( x) = u (v( x )) dengan u(x) = x 5 dan v ( x ) = (2 x + 1) . Dengan aturan rantai. Misalkan fungsi f mempunyai turunan sehingga f ( g ( x )) = x dengan f '( x ) = 1 + [ f ( x )] . Dengan cara yang sama. f '( x ) = (u o v ) '( x ) = u '(v( x ))v '( x) = 5 (2 x + 1) . Carilah f '( x ) jika diketahui bahwa d dx [ f (2 x)] = x 2 . adalah turunan pertama dari turunan ke-(n–1) dari f. Simbol lain untuk turunan ke-n dari f adalah dn dx BAB VIII ~ Turunan n n [ f ( x )] dan Dx [ f ( x)] 279 . ditulis f ( n ) .Contoh 8.(2x) 4 = 10x (2 x + 1) 4 W Tugas Mandiri 1. 2 Tunjukkan bahwa g '( x ) = 1 (1 + x 2 ) . dengan n bilangan asli yang lebih besar dari 1.6 Tentukan f '( x ) apabila f ( x) = (2 x + 1)5 . Penyelesaian: Fungsi f dapat kita anggap sebagai komposisi fungsi dari u dan v . Jika turunan dari f ' ada. 2. maka f ' juga merupakan fungsi. dinotasikan dengan f " atau y " atau d2 f dx atau d2y dx 2 .

7 Tentukan semua turunan dari fungsi f yang diberikan oleh f (x) = 5x4 + 4x3 – x2 + 9 Penyelesaian: f '( x ) = 20x3 + 12x2 – 2x f "( x) = 60x2 + 24x – 2 f '"( x) = 120x + 24 f (4) ( x) = 120 f ( n ) ( x) = 0. Tentukan dy dx untuk setiap y yang diberikan. ( x2 + 1) 280 Matematika SMA/MA Kelas XI . y= y= y= x2 − a2 x2 + a2 2x + 1 3x + 4 x3 + 1 x +3 3 y= y= x x−2 2x + 1 3x + 4 e. e. a. b. f (x) = 9 3 x 2 f (x) = 2 x + 5 x −1 3 f ( x) = 3 x f ( x) = f ( x) = f ( x) = 2 3 −x 2x x+4 x2 − 2 x + 1 x2 + 2 x + 1 x3 + 8 x3 − 8 f. f (x) = (x3 – 2x +3)(3x2 + 2x) b. g. h. c.2 1.Contoh 8. m. n ≥ 5 W Latihan 8. y= y= y= 4 − 3x − x2 x−2 2x 1 + 5x 2 g. a. f (x) = (3x + 4) 2 2 n. k.IPA . f.2. l. (3x − 1) c. f (x) = 4x4 + 4x2 + 1 i. h. y = (x2 + 3x +2)(2x3 – 1) d. f (x) = 1 – 2x – x3 f (x) = x7 – 4x5 + 2x3 + 7x f (x) = x2 + 3x + 1 x 2 f (x) = x4 – 7 + x -2 + x -4 j. f (x) = (2x2 + 3)(5x – 8) f (x) = (5x4 – 3)(2x3 + 6x) o. x4 − 2x2 + 5x + 1 x 4 i. 2. d. Tentukan f '( x ) untuk setiap fungsi yang diberikan.

F(z) = (z2 + 4)– 2 28. Tentukan turunan pertama dan kedua dari setiap fungsi yang diberikan. [(3u + 5) (3u − 1) ] 2 3 2 e. g ( x) = ( x 2 + 3)3 (5 x − 8) 2 c. c. f (x) = x5 +2x3 – x g(t) = t3 – t2 + t F ( y) = 3 2 y3 + 5 G( z) = 2− z 2+ z h( x) = x + 1 2 8. a. e. maka f '( x) = − sin x BAB VIII ~ Turunan 281 . Jika f (x) = cos x.9 1. Tentukan turunan untuk setiap fungsi yang diberikan. dy ⎢⎝ 3 y 3 + 1 ⎠ ⎥ ⎣ ⎦ 4x + 6 x + 3x + 4 2 ⎢⎜ ⎟ ⎥ Tentukan turunan untuk setiap fungsi yang diberikan. c. d dx d du [(4 x 2 + 7) 2 (2 x 3 + 1) 4 ] d. G(x) = (x3 – 3x2 + 1) – 3 i. f ( x) = ⎜ ⎛ 2x − 1 ⎞ ⎟ b.3. b. k. a. a. dx ⎜ ⎝ d ⎛ x2 − 1 ⎞ ⎜ x ⎟ ⎟ ⎠ 3 f. 2 d ⎡⎛ t − 7 ⎞ ⎤ ⎢⎜ ⎟ ⎥ dt ⎢⎝ t + 2 ⎠ ⎥ ⎣ ⎦ 2 d ⎡⎛ 2 y 2 + 1 ⎞ ⎤ c. 2 h( x) = (5 − 2 x 2 ) F (s) = G ( x) = H ( x) = 2s − 5 3s + 1 5x + 6 5x − 4 x −1 x +1 − 13 H ( x) = 1 + 4 x 2 f (t ) = 1 − 3t 2 g ( x) = (5 − 3 x) 3 h(t) = (2t4 – 7t3 + 2t –1)2 g. maka f '( x) = cos x 2. h. 4. d.3 Turunan Fungsi Trigonometri Untuk mencari turunan fungsi sinus dan cosinus kita ingat kembali kesamaan trigonometri yang telah kita pelajari bersama. Tentukan turunan untuk setiap fungsi yang diberikan. l. Jika f (x) = sin x. 5. j. d dz ( z 2 − 5 ⋅ 3 z 2 + 3) b. f. yaitu: sin (a + b) = sin a cos b + cos a sin b cos (a + b) = cos a cos b – sin a sin b Teorema 8. f (x) = (2x + 1)5 g(x) = (x2 + 4x – 5)4 e. b. a. 2 ⎝ 3x + x − 2 ⎠ d. h( x) = 6.

Teorema 8. maka f '( x ) = sec 2 x 2. f ( x + h) − f ( x) h = = sin( x + h) − sin x h 1 2 cos( x + 2 h) sin 2 h 1 h cos( x + 2 h) sin 2 h 1 1 1 2 1 = h sin 2 h 1 2 1 = cos( x + 2 h) ⋅ Dengan demikian. Dengan aturan turunan perkalian dua fungsi f '( x ) = 5cos x cos x + 5 sin x (–sin x) = 5( cos2 x – sin2 x) = 5cos2x 282 Matematika SMA/MA Kelas XI . Dengan kesamaan trigonometri yang pertama di atas. yang kedua silahkan kalian buktikan sendiri sebagai latihan. maka f '( x ) = − csc 2 x 3.3. kita peroleh teorema berikut. Dengan aturan turunan perkalian dua fungsi. Jika f (x) = sec x. a.(–sin x) – cos x + 0 = –3sin x – cos x b. Jika f (x) = tan x. f '( x ) = 3. Jika f (x) = csc x. f(x) = x3 sin x Penyelesaian: a. f '( x ) = 3x2 sin x + x3 cos x c.Bukti: Di sini kita akan membuktikan teorema yang pertama saja. maka f '( x) = − csc x cot x Contoh 8. f(x) = 3cos x – sin x + 5 c. f(x) = 5 sinx cos x b.1 Tentukan f '( x ) dari fungsi-fungsi berikut.IPA W .9 dan turunan hasil bagi dua fungsi. maka f '( x ) = sec x tan x 4. Jika f (x) = cot x. h f '( x ) = lim h →0 f ( x + h) − f ( x ) h 1 = lim cos( x + 2 h) ⋅ h →0 sin 2 h 1 2 1 = cos( x + 0) ⋅ 1 = cos x h W Dengan menggunakan hasil pada Teorema 8.10 1.

y = (x + sinx)5 c.3.(2x) = 3 sin (3x + 5) – 2x sin (x2 + 1) BAB VIII ~ Turunan W 283 . maka f '( x) = cos u ⋅ u '( x ) 2.(3) – sin (x2 + 1). = 5(x + sin x)4(1 + cos x). Kita tulis y = 1 − cos 2 x = 1 − cos 2 x berulang. 1 + 2 sin x dy dx = = = ( − sin x)(1 + 2 sin x) − (cos x)(2 cos x) (1 + 2 sin x ) 2 − sin x − 2(sin 2 x + cos 2 x ) (1 + 2 sin x ) 2 − sin x − 2 ⋅ 1 (1 + 2 sin x) 2 =− sin x + 2 (1 + 2 sin x) 2 dy dx b. maka f '( x) = − sin u ⋅ u '( x ) Contoh 8. Dengan menerapkan aturan rantai dy dx = = 1 (1 − cos x ) 2 2 −1 2 ( −2 cos x )( − sin x) sin x cos x (1 − cos 2 x) sin x cos x 1 − cos 2 x 1 2 = W Sebagai akibat berlakunya aturan rantai.2 Tentukan a.3. Jika f (x) = cos u. ( ) 1 2 . y = 1 − cos 2 x Penyelesaian: a. Jika f (x) = sin u. 1.3 Tentukan f '( x ) jika f (x) = sin(3x + 5) + cos (x2 + 1) Penyelesaian: Dengan Aturan Rantai. Dengan aturan rantai.Contoh 8.11 Misalkan u = u(x) fungsi yang mempunyai turunan. kita peroleh c. f '( x ) = sin (3x + 5). dy y= dx cos x dari fungsi yang diberikan b. maka kita mempunyai sifat berikut. Dengan aturan turunan pembagian dua fungsi. Teorema 8.

d ⎛ sin x − 1 ⎞ ⎜ ⎟ dx ⎝ cos x + 1 ⎠ d ⎛ tan z + 1 ⎞ ⎜ ⎟ dz ⎝ tan z − 1 ⎠ d dx [( x − sin x)( x + cos x )] d. kita mendefinisikan besarnya laju perubahan sesaat y terhadap x saat x = c sebagai limit dari rerata laju perubahan.4 Persamaan Garis Singgung Kurva Misalkan y adalah suatu besaran yang bergantung pada besaran lain x.3 1. j. f (c )) . f (x) = x2 tan x .2.2. b. f ( x) = sin x f ( x) = x+3 cos x f ( x) = 1 + cos x 2 f (x) = (sin x + cos x )4x)10 f (x) = sin3 x cos x f ( x) = sin x + cos x sin x f ( x) = sin( x 3 − 2 x) f ( x) = cos 2 ( x 2 + 3) Hitunglah turunan dari setiap fungsi yang diberikan. e. b. e. i. c = 3π 4 f ( x) = cos x x . c. c. e. h. y = f (x). 3. g. laju perubahan sesaat = lim Δy Δx Δx → 0 = lim f (c + h ) − f (c ) h h →0 Secara geometri seperti diperlihatkan pada Gambar 8.Latihan 8. a. yang besarnya adalah msg = lim 284 f (c + h ) − f ( c ) h Matematika SMA/MA Kelas XI . Pada sub-bab 7. c = π 4 f (x) = tan x + sec x . a. laju perubahan sesaat ditafsirkan sebagai kemiringan atau gradien garis singgung kurva y = f (x) di titik P (c. ⎞ ⎜ ⎟ dt ⎝ cos(2t + 5) ⎠ t2 + t 2 d ⎡⎛ sin x − 1 ⎞ ⎤ d ⎛ b. c = π d. c =π 2 f (x) = x2 sin x + 2x cos x – 2sin x .IPA h →0 . f ( x) = 1 cot x − 1 . sehingga y fungsi dari x. dx ⎢⎝ cos x + 1 ⎠ ⎥ ⎣ ⎦ ⎢⎜ ⎟ ⎥ Hitunglah f '(c) untuk nilai c yang ditentukan. d. c = π 8. f (x) = 5 sin x f (x) = sin x + tan x f. a. Tentukan f '( x ) dari setiap fungsi yang diberikan. c. 2.

f(c)) h 0 c c+h x Gambar 8. maka garis singgung pada kurva di titik (c. tentukan persamaan garis singgung di titik tersebut. Turunan fungsi f (x) = x3 – 3x + 4 adalah f '( x ) = 3x2 – 3. Jika kita menggunakan bentuk titik-kemiringan dari persamaan garis. Kemiringan garis singgung di (2. Garis singgung pada kurva y = f (x) di titik (c.f(c) P(c. 6). Gambarkan kurva y tersebut beserta garis singgung di titik (2.y Q(c + h. maka dipenuhi y = 23 – 3(2) + 4 = 6 b. kita dapat mengatakan pengertian berikut ini. Titik (2. 6) adalah f '(2) = 3 ⋅ 2 2 − 3 = 9 . 6) adalah y – 6 = 9 (x – 2 ) atau y = 9x – 12 BAB VIII ~ Turunan 285 .1. persamaan garis singgung kurva di titik (2. Oleh karena itu.6) terletak pada kurva y = x3 – 3x + 4. Periksalah apakah titik (2.3 Kemiringan garis singgung di P = f '(c ) Menurut Definisi 8. f(c + h)) f(c + h) . f (c )) adalah y – f (c) = f '(c) (x – c) Contoh 8. f (c )) adalah garis yang melalui dengan kemiringannya sama dengan f '(c) . c. 6) terletak pada kurva. Penyelesaian: a. b. ini sama seperti turunan f '(c) . Jadi. a.4. Jika titik tersebut terletak pada kurva.1 Diketahui suatu kurva yang mempunyai persamaan y = x3 – 3x + 4. karena jika kita subtitusikan x = 2 .

sehingga kemiringan garis ini ⇔ m1 (–2) = –1 ⇔ m1 = 2 1 1 2 x−3 ⇔ ⇔ 1 2 = 1 2 x−3 =1 1 x−3 ⇔ x–3=1 ⇔ x=4 Subtitusi untuk x = 4.4. y) titik singgung pada kurva. Penyelesaian: Jika (x. m1 = y ' = . memberikan y = 4 − 3 = 1 . koordinat titik singgung adalah (4. dan persamaan garis singgungnya adalah y–1= 1 2 (x – 4) atau y = 1 2 x– 1 W 286 Matematika SMA/MA Kelas XI .IPA .4 W Contoh 8. Dua garis saling tegak lurus jika m1 m2 = –1 Oleh karena itu.2 Carilah persamaan garis singgung pada kurva y = x − 3 yang tegak lurus garis 6x + 3y – 4 = 0.c. Grafik kurva dan garis singgungnya adalah y 12 8 4 -2 -1 -4 -8 1 2 3 x Gambar 8. maka kemiringan garis singgung di titik itu adalah m1 = y ' = 1 2 x−3 4 3 Garis 6x + 3y – 4 = 0 dapat dituliskan dengan y = –2x + adalah m2 = −2 . Jadi. 1).

Latihan 8.4
1. Carilah persamaan garis singgung kurva yang diberikan oleh persamaan berikut di titik yang ditentukan. a. b 2. y = 2x2 – 1 di (4, 31) y = 2x4 – x2 di c. d.

y= y=

10 14 − x 2 8 x +4
2

di (4, –5) di (2, 1)

( −1 2, −1 8)

Tentukan persamaan garis singgung: a. pada kurva y = x2 – 5x + 1, di titik yang absisnya –1 b. pada kurva y = x4 – 7x2 + x, di titik yang absisnya 0 c. pada kurva y = x3 + 5x2 – 1 , di titik yang ordinatnya 5 d. pada kurva y = 2x4, di titik yang ordinatnya 1 8 Carilah persamaan garis singgung kurva yang diberikan oleh persamaan berikut di titik yang ditentukan. a. b. y = (x2 – 1)2 di (–2, 9). c. d.

3.

y = x x 2 + 16 di O(0, 0) y = sin x + cos x di titik dengan x = π 4

y = x 2 + 9 di (4, 5).

4.

5. 6. 7. 8. 9.

Garis normal di titik pada kurva adalah garis yang tegak lurus dengan garis singgung kurva di titik tersebut. Tentukan persamaan garis normal kurva pada soal nomor 3. Tentukan persamaan garis singgung kurva y = 3x2 – 4x yang sejajar garis 2x – y + 3 = 0. Tentukan persamaan garis singgung kurva y = x4 – 6x yang tegak lurus garis x – 2y + 6 = 0. Tentukan persamaan garis normal kurva y = x3 – 4x yang sejajar garis x + 8y – 8 = 0. Tentukan persamaan garis yang melalui titik (4, 13) dan menyinggung kurva y =2x2 – 1. Diketahui kurva y = x + 1 x , A adalah titik pada kurva yang absisnya 1 2 . Misalkan garis singgung di A memotong sumbu-x di P dan memotong sumbu-y di Q. Hitunglah panjang ruas garis PQ.

10. Jika garis singgung pada kurva y2 = 6x di titik P membentuk sudut 45o dengan sumbu-x positif, tentukan koordinat titik P.

BAB VIII ~ Turunan

287

8.5

Kecepatan dan Percepatan
Pada sub-bab sebelumnya, jika y = f (x) adalah suatu besaran yang bergantung pada besaran lain x, maka

lim

f (c + h ) − f (c ) h

h→0

mendefinisikan besarnya laju perubahan sesaat y terhadap x saat x = c. Secara khusus, jika s = f (t ) menyatakan persamaan gerak dari suatu benda sepanjang garis lurus sesuai, dengan s adalah perpindahan atau jarak langsung benda dari titik awal pada waktu t. Fungsi f yang menggambarkan gerakan disebut fungsi posisi benda. Pada selang waktu dari t = c sampai dengan t = c + h perubahan posisi adalah

f (c + h) − f (c) (lihat gambar 8.5). Kecepatan rerata pada selang waktu ini adalah
kecepatan rata-rata =

perpindahan waktu

=

f (c + h ) − f (c ) h
posisi pada saat t=c+h

posisi pada saat t = c

0 f (c + h) - f (c) f (c) f (c + h)
Gambar 8.5

s

Misalkan kita hitung kecepatan rerata selama selang waktu yang semakin pendek

[c, c + h] . Dengan kata lain, kita ambil h mendekati 0. Selanjutnya kita definisikan kecepatan atau kecepatan sesaat v(c) pada saat t = c sebagai limit kecepatan rerata ini: v(c) = lim
h →0

f (c + h ) − f ( c ) h

Tampak bahwa jika limit ini ada, maka limit ini tidak lain adalah f '(c) . Dengan kata lain, f '(c) secara fisis memberi tafsiran kecepatan sesaat gerak benda pada saat t = c. Sedangkan, laju sesaat gerak benda didefinisikan sebagai nilai mutlak besarnya kecepatan sesaat. Dengan kata lain, laju adalah v . Kecepatan sesaat mungkin bernilai positif atau negatif, tergantung pada apakah benda bergerak dalam arah positif atau negatif. Jika kecepatan sesaat sama dengan nol, maka benda berada dalam keadaan diam.

288

Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

Di dalam fisika, laju perubahan sesaat dari kecepatan disebut percepatan sesaat. Oleh karena itu, jika suatu benda bergerak sepanjang garis lurus menurut persamaan gerak s = f(t), dengan kecepatan sesaat pada t detik adalah v cm/detik, dan percepatan sesaat pada t detik adalah a cm/detik, maka a adalah turunan pertama dari v terhadap t, atau turunan kedua dari s terhadap t. Jadi,
a= dv dt = d 2s dt 2

Dari definisi ini kita dapat menyimpulkan bahwa: jika a > 0 , maka v bertambah, dan jika a < 0 , maka v berkurang. Jika a = 0, maka v tak berubah. Karena laju benda pada t detik adalah v maka kita peroleh hasil berikut. 1. 2. 3. 4. Jika v ≥ 0 dan a > 0 , maka laju bertambah. Jika v ≥ 0 dan a < 0 , laju berkurang. Jika v ≤ 0 dan a > 0 , maka laju berkurang. Jika v ≤ 0 dan a < 0 , maka laju bertambah.

Contoh 8.5.1 Suatu benda bergerak sepanjang garis mendatar mengikuti persamaan s = t3 – 6t2 + 9t + 4 dengan s diukur dalam sentimeter dan t dalam detik. Dari persamaan gerak itu, tentukan: a. kecepatan dan percepatannya dalam t b. interval waktu saat benda bergerak ke kanan dan saat benda bergerak ke kiri c. saat benda berbalik arah Penyelesaian: Dari persamaan gerak yang diberikan kita peroleh v= Selanjutnya,

ds dt

= 3t2 – 12t + 9 dan a =

dv dt

= 6t – 12

dan

v = 3t2 – 12t + 9 = 0 ⇔ 3(t – 1)(t – 3) = 0 ⇔ t = 1 atau t = 3

a = 6t – 12 = 0 ⇔ t = 2 Kita tentukan nilai dari s, v dan a untuk t = 1, 2, 3. Juga kita tunjukkan tanda dari s, v dan a di dalam interval dari t di sekitar titik-titik itu. Hasilnya kita berikan dalam tabel 8.1.

BAB VIII ~ Turunan

289

Tabel 8.1 s t<1 t=1 + 8 v + 0 a – –12 Kesimpulan Benda berada di kanan titik asal, dan bergerak ke kanan. Kecepatan berkurang. Laju berkurang. Benda berada8 cm di kanan titik asal, dan geraknya berbalik arah dari kanan ke kiri. Kecepatan berkurang. Laju berkurang. Benda berada di kanan titik asal, dan bergerak ke kiri. Kecepatan berkurang. Laju bertambah. Benda berada 6 cm di kanan titik asal, dan bergerak ke kiri dengan kecepatan –3 cm/detik. Kecepatan tetap. Laju tetap. Benda berada di kanan titik asal, dan bergerak ke kiri. Kecepatan bertambah. Laju berkurang. Benda berada 4 cm di kanan titik asal, dan geraknya berbalik arah dari kiri ke kanan. Kecepatan bertambah. Laju bertambah. Benda berada di kanan titik asal, dan bergerak ke kanan. Kecepatan bertambah. Laju bertambah.

1<t<2 t=2

+ 6

– –3

– 0

2<t<3 t=3

+ 4

– 0

+ 6

3<t

+

+

+

a. Dari persamaan gerak di atas diperoleh kecepatan sesaat adalah v = 3t2 – 12t + 9 dan percepatan sesaat adalah a = 6t – 12 b. Benda diam ketika v = 0, yaitu ketika t = 1 dan t = 3 detik. Benda bergerak ke kanan apabila v positif, dan sebaliknya benda bergerak ke kiri apabila v negatif. Menurut Tabel 8.1, benda bergerak ke kanan untuk 0 < t < 1 atau t > 3 , dan benda bergerak ke kiri ketika 1 < t < 2 atau 2 < t < 3. c. Dari tabel 8.1 juga dapat kita simpulkan bahwa benda geraknya berbalik arah dari kanan ke kiri ketika t = 1 detik, dan benda geraknya berbalik arah dari kiri ke kanan ketika t = 3 detik. Gerak benda ditunjukkan dalam gambar 8.6 adalah sepanjang garis mendatar, tetapi kelakuan geraknya ditunjukkan di atas garis itu untuk beberapa nilai t tertentu.

Tabel 8.2 Tabel 8.2 t 0 1 2 3 4 s 4 8 6 4 8 v 9 0 -3 0 9 t=3 t=0 t=2

t=4

t=1


0 2 4 6 8
Gambar 8.6 Gerak benda

W
Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

290

Setelah kita dapat menafsirkan secara fisis tentang turunan fungsi di suatu titik, saatnya kita menyelesaikan masalah yang diuangkapkan pada awal bab yang diberikan dalam contoh berikut. Contoh 8.5.2 Sebuah bola dilemparkan vertikal ke atas dari tanah dengan kecepatan awal 80m/ detik. Jika arah positif diambil ke atas, persamaan gerak adalah s = – 16t2 + 80t Misalkan t menyatakan waktu sejak bola dilemparkan dinyatakan dalam detik, dan s jarak bola dari titik awal dinyatakan dalam meter, pada saat t detik. Tentukan: a. kecepatan dan percepatan sesaat bola setelah 2 detik b. waktu yang diperlukan bola untuk mencapai titik tertinggi c. waktu dan kecepatan yang diperlukan bola untuk menyentuh tanah kembali Penyelesaian: Misalkan v(t) dan a(t) masing-masing adalah kecepatan sesaat dan percepatan sesaat bola pada t detik, v(t) = – 32t + 80 dan a(t) = –32 a. Dari rumus v, v(2) = –32(2) + 80 = 16 sehingga setelah 2 detik bola naik dengan kecepatan sesaat 16 meter/detik. Sedangkan a(2) = –32, sehingga setelah dua detik percepatan adalah –32 meter/detik2. b. Bola mencapai titik tertinggi apabila v(t) = 0, –32t + 80 = 0 ⇔ t = 2,5 Jadi, waktu yang diperlukan untuk mencapai titik tertinggi adalah 2,5 detik. c. Bola menyentuh tanah kembali apabila s = 0, s = 0 ⇔ –16t2 + 80t = 0 ⇔ 16t(5 – t) = 0 ⇔ t = 0 atau t = 5 Jadi, waktu yang diperlukan untuk menyentuh tanah kembali adalah 5 detik, dengan kecepatan sesaat v(5) = –32(5) + 80 = –80 meter/detik. Tanda (–) negatif menunjukkan bahwa arah bola jatuh dari atas ke bawah.
t = 2,5 100

Tabel 8.3
t 0 1 2 2,5 3 4 5 s 0 64 96 100 96 64 0 v 80 48 16 0 -16 -48 -80
t=5 t=0 0 t=4 t=1 64 t=3 t=2 96

Gambar 8.7 BAB VIII ~ Turunan

291

Dalam ekonomi, jika C(x) menyatakan biaya total yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan x satuan barang tertentu, maka C disebut fungsi biaya. Laju perubahan sesaat biaya terhadap banyaknya barang yang dihasilkan, dC dx , oleh para ekonom disebut biaya marginal. Contoh 8.5.3 Suatu perusahaan telah menaksir bahwa biaya (dalam ribuan rupiah) memproduksi x barang adalah a. Tentukan fungsi biaya marginal. b. Carilah C '(500) dan jelaskan maknanya. Apa yang diperkirakannya? c. Bandingkan C '(500) dengan biaya memproduksi barang ke-501. Penyelesaian: a. Fungsi biaya marginal adalah

C ( x) = 10.000 + 5 x + 0, 01x 2

dC dx

= C '( x) = 5 + 0, 02 x

b. Biaya marginal pada tingkat produksi sebanyak 500 barang adalah C '(500) = 5 + 0, 02(500) = 15 ribu/barang Ini memberikan laju pada saat biaya bertambah besar terhadap tingkat produksi pada waktu x = 500, dan memperkirakan biaya barang ke-501. c. Biaya memproduksi sebenarnya dari barang ke-501adalah C(501) – C(500) = [10.000 + 5(501) + 0, 01(501) 2 ] − [10.000 + 5(500) + 0, 01(500) 2 ]

= 15, 01 ribu Tampak bahwa C '(500) ≈ C (501) − C (500) .

W

Latihan 8.5
1. Suatu benda bergerak sepanjang garis mendatar menuruti persamaan yang diberikan, di mana s cm adalah jarak berarah benda dari suatu titik tetap pada t detik. Untuk setiap persamaan gerak benda berikut, tentukan kecepatan sesaat v(t1) dan percepatan sesaat a(t1) untuk t1 yang diberikan. a. b. 2. s = 3t2 + 1; t1 = 3 s = 2t3 – t2 + 5; t1 = –1 c. d.

s=

2t 4 + t 1 t

; t1 = 0

s= s =

+

3 t2

; t1 = 2.

Suatu benda bergerak sepanjang garis mendatar menuruti persamaan yang diberikan, di mana s cm adalah jarak berarah pertikel dari suatu titik tetap pada t detik. Untuk setiap persamaan gerak benda berikut, tentukan v dan a. Buatlah tabel yang serupa Tabel 8.1 yang memberikan posisi dan gerak partikel. a.

s = 1 t 3 − 2t 2 + 6t − 2 2

b.

s = 1 t 3 − 3 t 2 + 2t + 1 3 2
Matematika SMA/MA Kelas XI - IPA

292

3.

Suatu benda bergerak sepanjang garis mendatar menuruti persamaan yang diberikan, di mana s cm adalah jarak berarah pertikel dari suatu titik tetap pada t detik. Untuk setiap persamaan gerak benda berikut, tentukan saat percepatan sama dengan nol, dan kemudian tentukan jarak berarah partikel dari titik asal dan kecepatan sesaat pada saat ini. a. b. s = 2t3 – 6t2 + 3t – 4
4 s = 9 t 2 + 2t
3 1 2

c. d.

2 − t5 16t + 32 5 s = 9t 2 + 2 2t + 1 s=

125

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Sebuah roket ditembakkan vertical ke atas, dan tingginya dari tanah setelah t 2 detik adalah s meter dengan s = 560t − 16t dan arah positif diambil ke atas. a. Tentukan kecepatan roket setelah 2 detik. b. Berapa lama waktu yang diperlukan oleh roket untuk mencapai ketinggian maksimum. Jika sebuah bola pada suatu bidang miring didorong sehingga mempunyai kecepatan awal 24 meter/detik, maka s = 24t + 10t2, di mana jarak bola dari titik mulai adalah s meter pada saat t detik, dan arah positif diambil ke arah bawah bidang miring. a. Berapakah kecepatan sesaat bola pada saat t1 detik? b. Berapa lama waktu yang diperlukan oleh bola agar kecepatannya bertambah menjadi 48 meter/detik? Suatu perusahaan mulai beroperasi pada 1 Oktober 2003. Pendapatan kotor tahunan perusahaan itu setelah beroperasi t tahun adalah p juta, dengan p = 50.000 + 18.000t + 600t2 a. Tentukan laju pertumbuhan pendapatan kotor pada 1 Oktober 2005. b. Tentukan laju pertumbuhan pendapatan kotor pada 1 Oktober 2003. Misalkan jumlah penduduk pada suatu kota setelah t tahun sejak 1 Januari 2000 adalah sebesar p = 40t2 + 200t + 10.000 Tentukan laju pertumbuhan penduduk pada 1 Januari 2010. Seorang pekerja pembuat kartun iklan ditaksir dapat mengecat y buah iklan setelah bekerja x jam sejak jam 8 pagi, dengan y = 3x – 8x2 – x3 , 0 ≤ x ≤ 4 a. Tentukan laju pengecatan pekerja itu pada jam 10 pagi. b. Tentukan jumlah bingkai yang dicat antara jam 10 pagi hingga jam 11 pagi. Biaya (dalam ribuan rupiah) suatu perusahaan memproduksi x pasang sepatu adalah a. b. c. Carilah fungsi biaya marginal. Carilah C '(100) dan jelaskan maknanya. Apa yang diperkirakannya? Bandingkan C '(100) dengan biaya memproduksi barang ke-101.

C ( x) = 2000 + 3 x + 0, 01x 2 + 0, 0002 x 3

10. Fungsi biaya untuk suatu barang tertentu adalah a. b.

C ( x) = 2000 + 3 x + 0, 01x 2 + 0, 0002 x 3 Carilah dan tafsirkan C '(100) . Bandingkan C '(100) dengan biaya memproduksi barang ke-101.
293

BAB VIII ~ Turunan

kita fokuskan pembahasan kepada dua bentuk tak tentu ini. x →c Terdapat berbagai situasi di mana teorema ini tidak dapat kita terapkan. 00. Sebagai contoh.-4d menyatakan bahwa jika lim f ( x ) dan lim g ( x) keduanya x →c x →c ada. Sekarang kita akan mempelajari suatu metode yang lebih umum untuk menentukan 0 limit fungsi dari bentuk tak tentu . 1 . 294 Matematika SMA/MA Kelas XI . sin x x memiliki bentuk tak tentu 0/ 0 dengan lim = 1.IPA . Pertama. tetapi menurut Teorema 7. maka fungsi g dikatakan x →c x →c memiliki bentuk tak tentu 0 di c. yaitu apabila jika lim g ( x ) = 0 . Sebenarnya. 0 Dari definisi ini. 0. jika limit ini ada.7 x → 0 lim sin x x =1 Definisi 8. kita perhatikan kasus apabila lim f ( x ) = 0 dan x →c x →c lim g ( x ) = 0 . Akan tetapi semua bentuk tak tentu yang lain.2 f Jika f dan g dua sehingga lim f ( x ) = lim g ( x ) = 0 . Oleh 0 ∞ karena itu. yaitu ∞ 0 ∞ bentuk tak tentu itu dapat kita reduksi menjadi bentuk tak tentu atau . maka lim x →c f ( x) g ( x) = lim f ( x) x →c lim g ( x ) x →c asalkan lim g ( x ) ≠ 0 . jika x →c f (x) = x2 – 9 dan g(x) = x – 3. ∞ 0 dan ∞ − ∞ .8. maka lim( x − 9) = 0 dan lim( x − 3) = 0 2 x →3 x →3 Tetapi pembilang dan penyebut dapat kita faktorkan dan memberikan lim f ( x) g ( x) x →0 x →3 = lim x2 − 9 x−3 x →3 = lim( x + 3) = 6 x →3 x →0 Contoh lagi. kita mempunyai lim sin x = 0 dan lim x = 0 .2.6 Aturan L’Hopital Teorema limit 7.∞ . terdapat beberapa 0 ∞ ∞ . maka 0 x2 − 9 memiliki bentuk tak tentu di 3 dengan 0 x−3 lim x2 − 9 x−3 x →3 =6 sin x x x → 0 Demikian pula.

a. Kita terapkan Aturan L’Hopital dua kali. kecuali mungkin di c sendiri. lim x →0 1 − cos 2 x x =− 3 2 = lim 2 sin x cos x 1 x→0 =0 c.12 (Aturan L’Hopital) Misalkan f dan g fungsi yang mempunyai turunan pada interval terbuka I. Jika lim f ( x) = lim g ( x) = 0 dan lim x →c x →c x →c f '( x ) g '( x) lim x →c = L . Aturan L’Hospital ini sengaja diberikan tanpa bukti karena buktinya di luar jangkauan buku ini. Teorema 8. lim x →0 tan x − x x − sin x = lim x →0 sec 2 x − 1 1 − cos x ( tan x = = lim x →0 2 tan x sec 2 x sin x 2 cos3 x =2 sin x cos x ) = lim x→0 b.1 Hitung limit yang diberikan berikut (jika ada). maka f ( x) g ( x) =L Teorema ini juga berlaku jika semua limitnya adalah limit kiri atau limit kanan. dengan g '( x) ≠ 0 untuk setiap x ≠ c pada I. yang berjudul L’Analyse des infiniment petits. Metodenya dikenal dengan Aturan L’Hospital. Jika kita terapkan Aturan L’Hopital terhadap dua contoh di atas. dipublikasikan pada 1696. lim x →0 1 − cos 2 x x c. lim x →0 2 x 2 − 3x sin 2 x = lim x →0 4x − 3 2 cos 2 x W BAB VIII ~ Turunan 295 . Langsung dari aturan L’Hopital.Metode untuk menghitung limit jenis ini berkaitan erat matematikawan Perancis Marquis Guillame Francois L’Hospital (1661 – 1704) pengarang pertama buku kalkulus. lim x →0 tan x − x x − sin x b. lim x →0 2 x 2 − 3x sin 2 x Penyelesaian: a. maka lim x →3 x2 − 9 x−3 = lim x →3 2x 1 = 6 dan lim sin x x x → 0 = lim cos x 1 x → 0 =1 Contoh 8.6.

Tentukan a dan b sehingga lim x →0 sin 3 x + ax + bx 3 x3 =0 14.Latihan 8. lim x →0 x − sin x tan x 1 + cos 2 x 1 − sin x 3 11. 1. x → 0+ lim x csc x 4. Tentukan a dan b sehingga lim x →0 a sin x − x (1 + b cos x) x3 =1 296 Matematika SMA/MA Kelas XI . lim x →π 12.IPA .7 Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 12. x→ π 2 lim− 6. x →+∞ lim 10. tentukan limitnya jika ada. lim x→2 9. x →+∞ lim ( x − x 2 + x ) x cos 3 x cos 2 x 5. lim x →0 8. lim( x − 2) tan π x 4 x →2 13. lim π x→ 2 5 cos x 2x − π x tan x 2− x sin π x sin( 2 ) x 1 x 7. lim(csc 2 x − x −2 ) x →0 3. x →+∞ lim x 1 + x2 2.

maka f kontinu di c. Jika fungsi f (x) = k . maka lim x →c f ( x) g ( x) = L. maka f '( x ) = − csc x cot x . Jika fungsi v mempunyai turunan di x dan u mempunyai turunan di v(x). maka fungsi komposisi u o v mempunyai turunan di x. maka f '( x ) = (u '( x )v( x ) − u ( x)v '( x )) v 2 ( x ) . d. BAB VIII ~ Turunan 297 . dinotasikan dengan f '(c) . dan f (x) = ku(x). dengan untuk setiap pada I. 2. maka f '( x ) = sec 2 x . maka f '( x) = cos x . dan (u o v ) '( x ) = u '(v( x ))v '( x) 7. maka f '( x ) = u '( x )v ( x) + u ( x)v '( x) .Rangkuman 1. a. maka kecepatan atau kecepatan sesaat v(c) partikel pada saat t = c didefinisikan sebagai v(c) = ds/dt = f '(c) . Aturan Rantai. Turunan fungsi f di bilangan c. Jika f (x) = tan x. f. b. Jika f (x) = sin x. Jika k konstanta. 5. Jika f (x) = sec x. maka f '( x) = nx n −1 . kecuali mungkin di c sendiri. Jika f (x) = u(x)/v(x). f (c )) adalah garis yang melalui dengan kemiringan f '(c) . Garis singgung pada kurva y = f (x) di titik (c. maka f '( x) = ku '( x) . Aturan L’Hopital Misalkan f dan g fungsi yang mempunyai turunan pada interval terbuka I. Jika n bilangan asli dan f ( x) = x n . b. c. didefinisikan sebagai f '(c) = lim f (c + h ) − f (c ) h h → 0 jika limit ini ada. dengan k adalah konstanta. maka f '( x ) = u '( x ) + v '( x ) . Jika fungsi f mempunyai turunan di c. Misalkan u dan v suatu fungsi yang mempunyai turunan. c. Jika f (x) = u(x)v(x). Jika s = f(t) sebagai fungsi posisi partikel. 9. Jika lim f ( x ) = lim g ( x ) = 0 dan lim x→c x→c f '( x ) g '( x ) x →c = L . Jika f (x) = u(x) + v(x). e. Sedangkan. Turunan fungsi trigonometri: a. 6. 3. 4. Jika f (x) = cot x. Jika f (x) = csc x. maka f '( x ) = sec x tan x . 8. maka f '( x) = − sin x . d. Jika f (x) = cos x. percepatan sesaat partikel didefinisikan a = dv dt = d 2 s dt 2 10. maka f '( x ) = 0 . maka f '( x ) = − csc 2 x .

1716). Sir Isaac Newton (1642 . ahli matematika bangsa Jerman dikenal sebagai ilmuwan yang menemukan kembali kalkulus.fh-koeln.de permasalahan ilmu pengetahuan dan teknologi.1727) . Gottfried Wilhelm Leibniz utama dalam menyelesaikan berbagai Sumber: www. 298 Matematika SMA/MA Kelas XI . yang dikenal sebagai hampiran Taylor.et. suatu fungsi yang mempunyai turunan sampai tingkat tertentu dapat dihampiri oleh suatu suku banyak. ahli matematika dan fisika bangsa Inggris dan Gottfried Wilhelm Leibniz (1646 . Dewasa ini kalkulus digunakan sebagai suatu alat bantu yang Gambar 8.Math Info Konsep turunan sebagai bagian utama dari kalkulus dipikirkan pada saat yang bersamaan oleh Newton dan Leibniz dari tahun 1665 sampai dengan tahun 1675 sebagai suatu alat untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam geometri dan mekanika. Selanjutnya. Kalkulus memberikan bantuan tak ternilai pada perkembangan beberapa cabang ilmu pengetahuan lain.IPA .

maka f '( π ) = K . 2( x − 1)(3 x + 2) 2(1 − x )(3 x + 2) 3. (2 x 2 − 3)3 adalah …. A. Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 15. 2. sin x − cos x sin x . C.Uji Kompetensi A. E. 16 x 3 2 x2 − 3 4 Jika f ( x) = x 2 4 − 6 x . B. pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda! Jika f ( x) = A. –16 –13 1 2 BAB VIII ~ Turunan 299 . E. D. B. 1 4 3 3 4 1 4 Turunan dari y = (1 − x ) 2 (2 x + 3) adalah …. 4. B. A. 2 1. − x 4 2x − 3 2 −3 4 2 x 2 − 3 B. (1 − x)(3 x + 2) ( x − 1)(3 x + 2) 2(1 + x )(3 x + 2) 4 D. Turunan fungsi y = A. 3x 4 2 x 2 − 3 C. –22 –19 –17 1 2 D. maka nilai f '( −2) = K . C. 3x 4 2x − 3 2 E. C. E. 3 D.

1 4 cos3 x D. – – x+2 5 − 3x . A. dan g turunan 9 16 7 16 D. C.IPA . 11 16 13 16 7 16 6.. Persamaan garis singgung di titik dengan x = 2 pada kurva y = adalah .. 2 E. E. Jika f −1 merupakan invers dari fungsi f ( x) = dari f −1 . E. 5 C. A. . x – 2y + 16 = 0 2x – y + 5 = 0 27 5x − 1 7. A. Jika f ( x) = a tan x + bx . maka a + b = …. C. E. −4 cos3 x sin x 4 cos3 x sin x 1 − cos3 x 4 −4 cos3 x 8. B. Jarak yang ditempuh sebuah mobil dalam waktu t diberikan oleh fungsi s (t ) = − 1 t 3 + 3t 2 − 5t 3 Kecepatan mobil tertinggi dicapai pada waktu t = . 4 B. A.. B. E. 1 0 π 2 300 Matematika SMA/MA Kelas XI .. C. π 2 D. C. maka nilai g (1) = K .. x ≠ 5 3 .5. Turunan pertama dari y = cos 4 x adalah …. 4 3 A. 3 9. B. 5x + 2y – 28 = 0 x + 2y – 20 = 0 5x – 2y – 8 = 0 D. B. 1 D. maka nilai f '( π ) = 3 dan f '( π ) = 9 .

(–1.⎛ 3 ⎞ 10. 8) pada kurva f ( x) = 2 x x + 2 memotong sumbu-x dan sumbu-y di titik (a. Nilai a + b = …. (–1. 3x – y + 3 = 0 dan 3x – y – 5 = 0 E. E. 3 A. Koordinat titik-titik singgung pada kurva y = x 2 (2 x − 3) yang garis singgungnya sejajar garis 2y – 24x = 1 adalah . –15) BAB VIII ~ Turunan 301 . maka f '( x ) = . (–2. Persamaan garis singgung pada kurva y = x 3 + 5 yang tegak lurus x + 3y = 2 adalah . Suatu roda berputar pada sumbunya. 1 –1 10 1 –1 15 3 –1 10 D.. 5) dan (–2. 3x – y + 3 = 0 dan 3x – y + 7 = 0 B.. (1. –5) dan (2. E.. (1.. C. A... –4) D. makin rendah hanya pada t > 12 E. E. makin tinggi hanya pada t < 12 D. 4) 14. 3x – y + 9 = 0 dan 3x – y + 1 = 0 15. 0) (2. (–1. Garis k menyinggung kurva y = x − 4 x di titik (1. 3) (–3. Garis singgung di titik (2. 4) E. 0) dan (0. –1 2 5 3 –1 5 12.. B. –4) C. B. –3 ) dan memotong kurva di titik . A. selalu makin rendah C. Kelajuan perubahan kecepatan sudutnya … A. 0) D. Pada waktu t setiap jari-jari roda itu sudah menjalani sudut sebesar ω = 72t − 3t . 3x – y – 3 = 0 dan 3x – y – 7 = 0 C. paling tinggi pada t = 24 2 13. (–1. b). C. 4) B. 0) (–1. 5) dan (2. 8x − 8x − 27 x x 4 − + 6 x x 6 x x 27 3 27 4 27 4 11. selalu makin tinggi B.. C. B. Jika f ( x) = ⎜ 2 x + ⎟ . 5) dan (–2. –5) dan (2. x3 ⎠ ⎝ A. A. 3x – y – 9 = 0 dan 3x – y – 1 = 0 D. 2 8x − 8x − 8x − 27 x x x 3 − + − 6 x x 6 x x 12 x x D. .

Misalkan θ adalah sudut antara puncak tangga dan dinding serta misalkan x adalah karak dari ujung bawah tangga ke dinding. untuk 0 < x ≤ b ⎪ f ( x) = ⎨ 2 . Garis y = 2x menyinggung kurva tadi di titik dengan absis 3. F= μW μ sin θ + cos θ dengan θ adalah sudut yang terbentuk antara tali dan bidang datar. Lihat kembali contoh 3. seberapa cepat x berubah terhadap θ ketika θ = 2. Berapakah kelajuan bertambahnya volume pada saat panjang rusuknya 15 cm? Soal Analisis 1. Suatu kurva mempunyai persamaan y = x2 + ax + b dengan a dan b konstanta. 302 Matematika SMA/MA Kelas XI . jika ⎧ x 2 − 7 .4. kerjakan dengan singkat dan jelas! 16.B. 19. dan μ adalah konstanta koefisien gesekan. Untuk soal nomor 16 sampai dengan nomor 20. Hitung lim sin(3 + x ) 2 − sin 9 x x →0 .2. Tangga dengan panjang 10 meter bersandar pada dinding tegak. Hitung lim sin(a + 2 x ) − sin(a + x ) + sin a x2 x →0 . 20. Tentukan a dan b. Rusuk kubus bertambah panjang dengan kelajuan 7 cm/detik. untuk x > b ⎪x ⎩ 18. Tentukan nilai b agar fungsi f mempunyai turunan di x = b. π ? 3 Besarnya muatan Q dalam coulomb (C) yang melewati sebuah titik dalam kabel sampai waktu t (diukur dalam detik). mengikuti fungsi Q(t ) = t 3 − 2t 2 + 6t + 2 Berapakah kuat arus listrik pada waktu t = 0. 17.5 dan t = 1 detik? Apa satuannya? Kapan arus terrendah? Gaya yang diperlukan untuk menarik benda seberat W sepanjang bidang datar diberikan oleh persamaan 3.IPA . Jika ujung bawah tangga bergeser menjauhi dinding.

dimodelkan oleh fungsi B (t ) = 4. a.1.35sin ⎜ d. c. b. 4 ⎠ Lihat kembali soal nomor 13 sub-bab 3. Carilah laju perubahan F terhadap θ . Model laju perubahan populasi ikan diberikan oleh persamaan dP dt = 0. 0 + 0. Di sebuah peternakan ikan. e. dt Jika laju pemanenan adalah 4%. carilah sampai dua desimal. dP yang berpadanan terhadap populasi stabil. dan β adalah persentase populasi yang dipanen. Kapan laju perubahan ini sama dengan 0? Kecemerlangan bintang Delta Cepheid pada saat t. 4. Dengan menggunakan kalkulator. dengan t diukur dalam hari. 05 ⎜ 1 − ⎛ ⎝ P (t ) ⎞ ⎟ P ( t ) − β P (t ) 10. Carilah laju perubahan kecemerlangan setelah t hari. b. c. populasi ikan dimasukkan ke tambak dan dipanen secara teratur.000 ⎠ dengan P(t) jumlah populasi ikan setelah t hari. laju pertambahan setelah satu hari. Berapa nilai Apa yang terjadi jika β diperbesar menjadi 5%? BAB VIII ~ Turunan 303 . ⎛ 2π t ⎞ ⎟ ⎝ 5.a. carilah tingkat populasi stabil.

. Komputer 3. : XI Materi Pokok : Turunan : ……………….2003 . Perkirakan jumlah penduduk pada thun 2009 pada kelurahan survei Anda. Alat tulis 4. dan isikan pada tabel di bawah.Aktivitas Proyek Aktivitas Nama Kelas Kelompok Kegiatan Tujuan : ……………….P(2003) t . 3. 5. Tafsirkan hasil di atas sebagai pendekatan limit fungsi P(t) di t = 2003. Carilah data jumlah penduduk dari kelurahan terdekat dengan tempat tinggal Anda. 304 Matematika SMA/MA Kelas XI . Masing-masing kelompok harus mensurvei kelurahan yang berbeda. Tanggal : ………….. Cara kerja 1. Catat data jumlah penduduk P(t) untuk setiap tahunnya. Buat grafik dari data yang diperoleh di atas dengan bantuan komputer. Tentukan laju perubahan penduduk pada kelurahan survei Anda pada tahun 2003. Tahun (t) P(t) 1993 1995 1997 1999 2001 2003 2005 2007 C.IPA . Buatlah kelompok yang beranggotakan 4 atau 5 siswa. 6. Untuk setiap tahun t buat tabel P(t ) . 3. 2. Tuliskan hasil di atas dengan notasi turunan. 4. Buku catatan B. Analisis 1. Alat dan bahan yang digunakan 1. untuk kurun waktu tahun 1993 – 2007 untuk periode dua tahunan. Semester : 2 (dua) : Survei data populasi penduduk suatu kelurahan : Menentukan laju perubahan penduduk A. Data populasi penduduk kelurahan 2. 2.

menentukan besaran masalah yang dirancang sebagai peubah dalam ekspresi matematikanya. Anda diharapkan mampu: menentukan selang dimana suatu fungsi naik atau turun. 7. NILAI EKSTRIM FUNGSI DAN MEMBUAT GRAFIK FUNGSI Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi bab ini. 2. 6. menentukan titik belok suatu fungsi. menjelaskan karakteristik masalah yang model matematikanya menentukan ekstrim fungsi. 3. 5. 9. merumuskan fungsi satu peubah yang merupakan model matematika dari suatu masalah. menentukan titik stasioner suatu fungsi beserta jenis ektrimnya.BAB IX 1. menentukan penyelesaian dari model matematika. 8. 4. memberikan tafsiran terhadap penyelesaian dari masalah. BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 305 . menggambarkan grafik fungsi.

B C 3 A Gambar 9. dan C diberikan oleh gambar berikut. Jika biaya pemasangan kabel per kilometer di bawah air adalah 25% lebih mahal dari pada pemasangan kabel di daratan. Suatu perusahaan telekomunikasi akan memasang kabel telepon dari A ke C.IPA . sebaiknya Anda harus sudah menguasai bab sebelumnya terutama fungsi. Sebelum menyelesaikan masalah ini secara khusus. dan turunan.1 Pemecahan dari masalah ini erat hubungannya dengan pengoptimuman fungsi. limit fungsi. bagaimanakah cara pemasangan kabel yang termurah untuk perusahaan tersebut? Ilustrasi posisi dari gedung A.Pengantar Gedung A dan B adalah dua gedung yang berhadapan pada masing-masing tepi suatu danau yang lurus dengan lebar 3 km. B. Gedung C terletak di tepi danau dimana gedung B berada. dan jauhnya 6 km dari B. 306 Matematika SMA/MA Kelas XI .

x3 ] . Grafik itu memperlihatkan bahwa jika titik bergerak sepanjang kurva dari A ke B maka nilai fungsi bertambah seiring bertambahnya absis. dan juga jika titik bergerak sepanjang kurva B ke C.2 fungsi f naik pada interval tertutup [x1. kita mempunyai sifat berikut ini. Dalam hal ini kita katakan bahwa f naik pada interval [ x1 . Jika f '( x ) > 0 untuk setiap x di dalam (a. maka f ( x1 ) < f ( x2 ) . maka nilai fungsi berkurang seiring bertambahnya absis. 2.1 Fungsi Naik dan Fungsi Turun Gambar 9. Definisi formalnya kita berikan berikut. 2. b). x2 ∈ I dengan x1 < x2 . Jika f '( x ) < 0 untuk setiap x di dalam (a. maka f naik pada [a. Pada ilustrasi gambar 9. x4]. x5] Hubungannya dengan turunan. [x3.2 memberikan sketsa grafik fungsi f pada interval [ x1 . dan [x5. y D B F E x1 x2 x3 x4 x5 x6 x C A Gambar 9. x2]. x2 ∈ I .1 1. b].dan turun pada [ x2 .1 Misalkan f fungsi yang mempunyai turunan pada interval tertutup [a. Teorema 9. jika untuk sembarang x1 . x6] Fungsi f turun pada interval tertutup [x2. x3] dan [x4. Fungsi f dikatakan naik pada interval I . x6 ] . x2 ] .b]. maka f ( x1 ) > f ( x2 ) . BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 307 . b). maka f turun pada [a.2 Definisi 9. Fungsi f dikatakan turun pada interval I jika untuk sembarang dengan x1 . 1. b].9. .

dan turun untuk 1 < x < 3. Penyelesaian: Kita mempunyai f '( x ) = 3 x 2 − 12 x + 9 Dengan mengambil f '( x ) = 0 . untuk x < 3 f ( x) = ⎨ ⎩8 − x .IPA .1 Diberikan f (x) = x3 – 6x2 + 9x +1 Tentukan pada interval mana f naik atau turun.1 kita simpulkan bahwa f naik untuk x < 1 atau x > 3. untuk x ≥ 3 Tentukan pada interval mana f naik atau turun. untuk x < 3 ⎩−1 . dan f '( x ) = ⎨ 308 ⎧2 x . Penyelesaian: Fungsi f tidak mempunyai turunan di x = 3 (mengapa?).1.1. y 8 6 4 2 0 1 2 3 4 3 y = x3 – 6x2 + 9x + 1 5 2 x Gambar 9.Contoh 9. kita memperoleh 3 x 2 − 12 x + 9 = 0 ⇔ 3(x – 3)(x – 1) = 0 ⇔ x = 3 atau x = 1 Tabel 9.2 Diberikan ⎧ x 2 − 4 .3 Grafik fungsi y = x − 6x + 9x + 1 Contoh 9. untuk x > 3 Matematika SMA/MA Kelas XI .1 Interval x<1 1<x<3 3<x f ′ x  + – + Kesimpulan f naik f turun f naik Dari tabel 9.

b. f. f (x) = x3 – 9x2 + 15x – 5 f. tentukan interval dimana fungsi itu naik atau turun. Untuk setiap fungsi yang diberikan. e. c. maka 2x = 0 ⇔ x = 0 Tabel 9. y 5 4 3 2 1 -3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 x -4 Gambar 9. dan turun pada x < 0 atau x > 3. f (x) = 3x4 – 4x3 – 12x2 + 5 Untuk setiap fungsi yang diberikan. f ( x) = 2 x + f ( x) = x+2 x−2 1 2x d. 2. f (x) = x3 – 3x2 – 9x b. f (x) = x2 – 3x + 2 e. f (x) = x2 – 4x – 3 d.2 Interval x<0 0<x<3 3<x f ′ x  – + – Kesimpulan f turun f naik f turun Tabel 9.2 menyatakan bahwa f naik pada interval 0 < x < 3.Dengan mengambil f '( x ) = 0 .4 W Latihan 9. a. tentukan interval di mana fungsi itu naik atau turun. f (x) = 1 4 x4 – x3 + x2 c. a. f (x) = (1 – x)2(1 + x)3 f (x) = sin x f (x) = 2 – 3(x – 4)2/3 309 f ( x) = x 5 − x BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi .1 1.

Dalam hal ini. sehingga f (c ) ≤ f ( x ) untuk x dalam interval tersebut. c. Serupa dengan ini. Sedangkan. titik C atau E pada gambar 9. 4. maka g naik pada I. Sementara itu. Misalkan f naik pada interval I. Persoalan ini dapat direduksi menjadi pencarian nilai minimum fungsi. kita mempunyai definisi berikut. kita menyebutnya bahwa B dan D nilai maksimum relatif. Fungsi f dikatakan mempunyai nilai maksimum relatif di c. Jika g(x) = f (x) + C. jika terdapat interval terbuka yang memuat c.3. Dalam hal ini. 9. maka k turun pada I. banyak masalah yang intinya adalah pencarian nilai maksimum. gambar 9.2 Nilai Ekstrim Beberapa aplikasi dari turunan yang terpenting adalah persoalan pengoptimumam.6 masing-masing menunjukkan sketsa dari sebagian grafik fungsi yang mempunyai minimum relatif di c. Buktikan bahwa: a. jika terdapat interval terbuka yang memuat c. Sebagai contoh adalah masalah pemasangan kabel telepon yang diungkapkan di awal bab. 3. sehingga f (c ) ≥ f ( x ) untuk x dalam interval tersebut. Gambar 9.2 nilainya paling kecil diantara titik-titik sekitarnya. Penelusuran nilai maksimum dan minimum dapat dilakukan melalui pendekatan grafik. Jika kita kembali pada gambar 9. Fungsi f yang mempunyai nilai maksimum relatif atau minimum relatif di c. dikatakan mempunyai ekstrim relatif di c. Buktikan bahwa y = 1 x selalu turun.IPA . titik B atau D nilainya paling besar di antara titik-titik sekitarnya. pada sub-bab ini kita akan mengkaji nilai maksimum dan nilai minimum fungsi. Fungsi f dikatakan mempunyai nilai minimum relatif di c. Dalam kasus ini kita dituntut untuk mencari metode terbaik untuk melakukan sesuatu. 310 Matematika SMA/MA Kelas XI . Jika fungsi h(x) = –f (x). Oleh karena itu. maka h turun pada I. 2. Definisi 9.2 1. b. Jika k(x) = 1/f (x) dan f (x) > 0 pada I. Secara umum.2. kita menyebutnya bahwa C dan E nilai minimum relatif.5 masing-masing menunjukkan sketsa dari sebagian grafik suatu fungsi yang mempunyai maksimum relatif di c.

2 Jika f terdefinisi pada (a. Sebaliknya. f(c)) horisontal. kita mempunyai kesimpulan berikut ini.6 (a). a < c < b.3 Jika f '(c) = 0 . BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 311 . Titik (c. maka garis singgung di titik (c. ini adalah titik dimana f '(c) = 0 . Kita akan menamai secara khusus titik semacam ini. Dari keempat kasus di atas.6 Sketsa minimum fungsi Jika kita perhatikan gambar 9.5 (a) dan 9. maka fungsi f dikatakan stasioner di c. Teorema 9.5 (b) dan 9. tampak pada gambar 9. b) dan mempunyai ekstrim relatif di c. Definisi 9. f (c)) disebut titik stasioner dari f.Gambar 9.5 Sketsa maksimum fungsi a c (a) b x a c (b) b x Gambar 9.6 (b) bahwa fungsi f di bilangan c tidak mempunyai turunan (masih ingat mengapa?). Bilangan c di dalam daerah asal f sehingga f '(c) = 0 atau f '(c) tidak ada kita sebut sebagai bilangan kritis. maka f '(c) = 0 atau f '(c) tidak ada. Nilai f (c) disebut nilai stasioner dari f.

dan untuk c < x. Teorema 9. maka grafik f di kiri titik c naik dan di kanan c turun. Lihat kembali gambar 9. 2.1. Dari contoh 9.1. Tentukan bilangan kritis nilai x.3.5 (b) dan 9. Penyelesaian: 1. kita mempunyai alat uji ekstrim yang dikenal sebagai Uji Turunan Pertama untuk Ekstrim Relatif. Dengan uji turunan pertama.3 Interval x<1 x=1 1<x<3 x=3 3<x fx 5 1 f ′ x  + 0 – 0 + Kesimpulan f naik f mempunyai nilai maksimum relatif f turun f mempunyai nilai minimum relatif f naik Dari tabel 9.1. dan f '( x ) < 0 untuk c < x.Lebih lanjut. Sebaliknya. langkah-langkah untuk menentukan ekstrim relatif suatu fungsi f adalah: 1. maka fungsi f mempunyai nilai maksimum relatif di c. Dengan fakta ini dan Teorema 9. hasilnya disimpulkan pada tabel 9.IPA .3. Gunakan uji turunan pertama (Teorema 9. Contoh 9.5 (a) dan 9. 1.3 Uji Turunan Pertama untuk Ekstrim Relatif Misalkan f mempunyai turunan di sekitar c kecuali mungkin di c sendiri. Jika untuk x < c. kita menyimpulkan bahwa nilai maksimum relatif dari f adalah 5 yang terjadi di x = 1. f '( x) = 0 ⇔ x = 3 atau x = 1 3. Tabel 9. Jika f '( x ) > 0 untuk x < c.3.1 Diberikan f (x) = x3 – 6x2 + 9x +1 Tentukan jenis ekstrim relatif dari fungsi f. Tentukan f '( x ) . dari gambar 9. maka fungsi f mempunyai nilai minimum relatif di c. maka grafik di kiri c turun dan di kanan c naik. 3.6 (b) jika fungsi f mencapai minimum relatif di c. dan nilai minimum relatif dari f adalah 1 yang terjadi di x = 3. Kita mempunyai f '( x ) = 3x2 – 12x + 9 2. ( f '( x ) = 0 atau f '( x ) tidak ada). 312 Matematika SMA/MA Kelas XI . 2. Sebagai kesimpulan. dari gambar 9.6 (a) secara geometri juga dapat kita simpulkan bahwa jika fungsi f yang mencapai maksimum relatif di c.2.3).

b). kita menyimpulkan bahwa nilai maksimum relatif dari f adalah 5 yang terjadi di x = 3. dan nilai minimum relatif dari f adalah –4 yang terjadi di x = 0. hasilnya disimpulkan pada tabel 9. Tabel 9. b). Pada gambar (b) kurva terletak di bawah garis singgung dan grafik g cekung ke bawah pada (a. Pada gambar (a) kurva terletak di atas garis singgung dan f cekung ke atas pada (a. Kedua grafik menghubungkan titik A dan B tetapi mereka kelihatan berbeda.Contoh 9.8 telah digambarkan beberapa garis singgung dari kedua kurva ini.2. karena mereka melengking pada arah yang berlainan. Bagaimana perbedaan dua perlakuan ini? Pada Gambar 9. Lihat kembali gambar 9. untuk x < 3 f ( x) = ⎨ ⎩8 − x .1. untuk x > 3 Ingat bahwa f tidak mempunyai turunan di x = 3. Tugas Mandiri Tentukan nilai bilangan a yang bersifat bahwa fungsi f tidak mempunyai bilangan kritis: f ( x) = ( a 2 + a − 6) cos 2 x + ( a − 2) x + cos1 Kecekungan dan Titik Belok Kita perhatikan gambar 9.2 kita peroleh ⎧ x 2 − 4 . f '( x ) tidak ada ⇔ x = 3. Dalam hal ini. untuk x ≥ 3 W f '( x ) = ⎨ ⎧2 x . BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 313 .4. dan stasioner f '( x ) = 0 ⇔ x = 0.7. 3.4 Interval x<0 x=0 0<x<3 x=3 3<x fx –4 5 f ′ x  – 0 + tidak ada – Kesimpulan f turun f mempunyai nilai minimum relatif f naik f mempunyai nilai maksimum relatif f turun Dari tabel 9. Dari contoh 9. Penyelesaian: 1.4. untuk x < 3 ⎩−1 .4. 2. Dengan uji turunan pertama.2 Diberikan Tentukan jenis ekstrim relatif dari fungsi f.

7 y B y B g A f A 0 a (a) b x 0 a (b) b x Gambar 9.IPA . jika grafik f terletak di atas semua garis singgungnya pada I.4 Uji Kecekungan 1. berangkat dari kiri ke kanan. Ini artinya bahwa turunan f ' adalah fungsi naik.8 (a). maka grafik f cekung ke bawah pada I. Definisi 9. Jika f ''( x ) > 0 untuk semua x dalam I. jika grafik f terletak di bawah semua garis singgungnya pada I. 314 Matematika SMA/MA Kelas XI . Jika f ''( x) < 0 untuk semua x dalam I.8 (b). kemiringan garis singgung berkuarang dari kiri ke kanan. sehingga f ' fungsi turun dan berakibat f '' adalah negatif. 2. kita mempunyai definisi berikut ini. Sehingga secara umum kita mempunyai uji kecekungan berikut ini. Grafik fungsi f dikatakan cekung ke bawah pada interval I. maka grafik f cekung ke atas pada I. dan sehingga turunannya f '' adalah positif.4 Grafik fungsi f dikatakan cekung ke atas pada interval I. kemiringan garis singgung bertambah besar. pada gambar 9. Teorema 9.8 Secara umum. Serupa. Jika kita perhatikan grafik gambar 9.y B y B g A f A 0 a (a) b x 0 a (b) b x Gambar 9.

5 Jika f mempunyai turunan pada interval yang memuat c. kemungkinan titik belok hanya di bilangan x sehingga f ''( x) = 0 .Dari Teorema 9. kita menyimpulkan bahwa (2. yaitu di titik tersebut merupakan perubahan kecekungan dari cekung ke atas berubah menjadi cekung ke bawah.4.3 Diberikan f '( x ) = 3x2 – 12x + 9 dan f ''( x) = 6x – 12 f ''( x) ada untuk setiap x. dan grafik cekung ke atas pada interval x > 2 . Teorema 9.4 kita dapat bertanya: apa tafsirannya terhadap grafik apabila f ''( x) = 0 ? Mudah untuk kita jawab pertanyaan ini. 3) adalah titik belok grafik fungsi f. Dengan demikian di titik tersebut grafiknya mengalami pembelokan arah garis singgung.5. maka f ''(c) ada. Sebagai konsekuensi Teorema9. atau dari cekung ke bawah menjadi cekung ke atas di P. grafik cekung ke bawah pada interval x < 2 . Definisi 9.5. dan f ''(c) = 0 . dan (c. Tabel 9. maka turunan kedua di titik tersebut sama dengan nol.5 Interval x<2 x=2 2<x fx 3 f ′ x  –3 f ′′ x  – 0 + Kesimpulan grafik cekung ke bawah grafik mempunyai titik belok grafik cekung ke atas Dari Tabel 9.5 Titik P pada kurva disebut titik belok jika kurva berubah dari cekung ke atas menjadi cekung ke bawah. 6x – 12 = 0 ⇔ x = 2 Kita periksa tanda f ''( x ) dengan Teorema 9. jika turunan kedua ada di titik belok.4. f (c)) adalah titik belok. BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 315 . Penyelesaian: Dari fungsi yang diberikan Contoh 9. Menurut Teorema 9.2. f (x) = x3 – 6x2 + 9x +1 Tentukan titik belok grafik fungsi f dan juga interval dimana grafiknya cekung ke atas dan cekung ke bawah. atau sebaliknya.

Contoh 9. kita menyimpulkan bahwa (0. Penyelesaian: Kita mempunyai f '( x ) = 3 x 2 − 6 x dan f ''( x ) = 6 x − 6 Titik stasioner diperoleh apabila f '( x ) = 0 .9 Selain bermanfaat untuk menentukan titik belok.y 8 6 4 2 1 2 3 y = x3 – 6x2 + 9x + 1 4 5 x Gambar 9. 2. Dengan uji turunan kedua kita selidiki jenis ekstrimnya.6 Uji Turunan Kedua untuk Ekstrim Relatif Misalkan f mempunyai turunan pada interval terbuka yang memuat c dan f '(c) = 0 .2. maka f mempunyai nilai maksimum relatif di c.0) dan (2.6 Interval x=0 x=2 fx 0 –4 f '( x ) = 0 ⇔ 3x 2 − 6 x = 0 ⇔ x2 − 2 x = 0 ⇔ x = 0 atau x = 2 f ′ x  0 0 f ′′ x  – + Kesimpulan f mempunyai maksimum relatif f mempunyai minimum relatif Dari Tabel 9. maka f mempunyai nilai minimum relatif di c. 316 Matematika SMA/MA Kelas XI .–4) adalah titik-titik stasioner. keuntungan lain dari turunan kedua adalah bahwa turunan tersebut dapat digunakan sebagai uji ekstrim relatif. Jika f ''(c) < 0 . 1. masing-masing merupakan titik maksimum relatif dan minimum relatif.IPA .6. Jika f ''(c) > 0 . Teorema 9.4 Diketahui fungsi f (x) = x3 – 3x2 Tentukan titik-titik stasioner beserta jenisnya. Tabel 9.

interval dimana grafik cekung ke atas dan cekung ke bawah a.10 Grafik fungsi y = x3 – 3x2 Latihan 9. f (x) = (x – 1)1/3 c. 4. 3. Untuk setiap grafik dari fungsi berikut. f f (x) = 4 sin 1 x 2 f (x) = 1 5 x5 – 2 5 3 x 3 + 4x + 1 Untuk setiap fungsi berikut. tentukan ekstrim relatif dengan uji turunan pertama. f (x) = (x + 2)2(x – 1)2 f (x) = x 3 − x 1 d. H(x) = (x + 2)1/3 3 2 b. untuk x ≤ −4 f ( x) = ⎨ 2 ⎩12 − ( x + 1) . f (x) = x 3 (x – 1)2 f ( x) = ⎨ ⎧2 x + 9 . j. e. 2. Untuk setiap fungsi yang diberikan tentukan titik-titik stasioner dan ekstrim relatif dengan uji turunan pertama. f (x) = x3 + 9x f. c. h(x) = x4 – 8x3 F(x) = (x + 2)3 G(x) = (x – 1) 3 h. tentukan titik beloknya (jika ada). i. d. g(x) = h(x) = 2 ( x + 3) 2 x ( x + 4) 2 G(x) = 2 cos 3x BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 317 . f (x) = x3 – 3x + 2 f (x) = 2x3 – 9x2 + 2 e. untuk x ≤ −2 2 ⎩ x + 1 . f (x) = x4 + 4x b. g(x) = x – 6x + 20 g. b.2 1. untuk x ≥ −4 Tentukan ekstrim relatif dari fungsi pada soal nomor 1 dan nomor 2 dengan uji turunan kedua (jika mungkin).y 16 14 12 10 8 6 4 2 -1 -1 -2 1 2 3 y = x3 – 3x2 4 x Gambar 9. ⎧4 − ( x + 5) 2 . a. f (x) = x – 3x 3 f. a. e. f (x) = x2 + 4x – 3 d. untuk x > −2 c.

4] diberikan oleh gambar 9. Gaya yang diperlukan untuk menarik benda seberat W sepanjang bidang datar diberikan oleh persamaan F= dengan μW μ sin θ + cos θ π . 064267T + 0.87 − 0. Jika r < 0.11. maka f tidak mempunyai ekstrim relatif. 7. Jika r > 0. 2 θ adalah sudut yang terbentuk antara tali dan bidang datar. Suatu epidemi penyakit berjangkit di lingkungan masyarakat. b. 6. 10. Tentukan a dan b sehingga fungsi yang didefinisikan oleh f (x) = x3 + ax2 + b mempunyai ekstrim relatif di (2. Tetapi jika daerah asal f adalah interval tertutup. Diberikan f (x) = x3 + 3rx + 5.5. 9. maka f mempunyai maksimum dan minimum relatif. maka kita dapat menemukan nilai fungsi terbesar atau terkecil pada interval tersebut. 0085043T 2 − 0. (Gunakan Kalkulator). Perlihatkan bahwa F minimum ketika tan θ = μ . Dalam x bulan setelah epidemi mulai berjangkit.2. Buktikan: a. 0 ≤ θ ≤ dan μ adalah konstanta koefisien gesekan. Kita perhatikan ilustrasi fungsi berikut. Tentukan a. P persen penduduk telah ketularan. dengan f (1) = 2 dan f (3) = –2 Kemudian nilai f pada batas interval. Di antara 0 oC dan 30 oC .IPA . untuk x < 1 2 ⎩ x − 6 x + 7 . 8. f(– 4) = –3 dan f (4) = –1 318 Matematika SMA/MA Kelas XI . 3) dan mempunyai titik belok di (1. dengan P= 30 x 2 (1 + x 2 ) 2 Setelah berapa bulan paling banyak penduduk ketularan dan berapa persenkah ini dari penduduknya? 9. Lihat kembali contoh 3. volume V (dalam sentimeter kubik) dari 1 kg air pada suhu T secara hampiran diberikan oleh rumus: V = 999. 3). b. karena 1 dan 3 adalah bilangan kritis f. sehinga pada suhu tersebut air mencapai kerapatan maksimum.4 dan soal analisis no. Perhatikan bahwa f mempunyai nilai ekstrim relatif di x = 1 dan x = 3. –1). Misalkan f diberikan oleh f ( x) = ⎨ ⎧x + 1 . untuk x ≥ 1 Sketsa grafik f pada interval [–4. 0000679T 3 Tentukan suhu. c dan d sehingga grafik fungsi f (x) = ax3 + bx2 + cx + d mempunyai ekstrim relatif di (0.3 bab 8.2 kita telah membahas bahwa syarat perlu fungsi kontinu mempunyai ektrim relatif di c dalam daerah asal adalah bahwa c bilangan kritis.3 Ekstrim Mutlak pada Interval Tertutup Pada sub-bab 9.

Jika f(c) maksimum mutlak atau minimum mutlak. maka f(c) disebut nilai minimum mutlak dari f pada interval tersebut. dan nilai terkecil dari f pada interval tersebut adalah –3.7 Teorema Nilai Ekstrim Jika f kontinu pada interval tertutup [a. b].6 Misalkan fungsi f terdefinisi pada interval tertutup dan c anggota interval. fungsi f pada ilustrasi di atas adalah fungsi yang kontinu pada interval tertutup [–4. BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 319 . 4]. Dari ilustrasi di atas. kita dapat menyimpulkan bahwa kemungkinan ekstrim mutlak dari fungsi kontinu pada interval tertutup terjadi di bilangan kritis atau di batas interval. Hasil ini berlaku untuk sembarang fungsi kontinu pada interval tertutup.11 Definisi 9.Jadi. Teorema 9. Nilai ini masing-masing disebut sebagai nilai maksimum mutlak dan nilai minimum mutlak dari f pada [–4. maka f mencapai nilai maksimum mutlak dan minimum mutlak pada [a. b]. maka f(c) disebut nilai maksimum mutlak dari f pada interval tersebut. 1. 3 2 1 -4 -3 -2 -1 -1 -2 -3 -4 1 2 3 4 x y Gambar 9. Faktanya. Jika f (c ) ≥ f ( x ) untuk semua x dalam interval . 2. kita peroleh nilai terbesar dari f pada interval [–4. maka f(c) disebut nilai ekstrim mutlak dari f. Jika f (c ) ≤ f ( x) untuk semua x dalam interval . 4] adalah 2. 4]. 3. Sehingga kita mempunyai metode pencarian ekstrim berikut ini.

Carilah nilai f di bilangan kritis f di dalam (a. dan ini terjadi ketika x = π 3 atau x = 5π 3 .Metode Interval Tertutup Untuk mencari nilai maksimum dan minimum mutlak suatu fungsi kontinu f pada interval tertutup [a. dan nilai maksimum mutlak adalah f (5π 3) = 5π 3 + y 8 6 4 2 -1 1 2 3 4 5 6 7 x y = x − 2 sin x 3. yang terkecil adalah nilai minimum mutlak Contoh 9.12 Grafik fungsi y = x − 2 sin x 320 Matematika SMA/MA Kelas XI . Carilah nilai f di titik batas interval. b]: 1. f '( x ) = 1 − 2 cos x . kita peroleh f '( x ) = 0 apabila cos x = 1 2 . Bandingkan nilai-nilai pada langkah 1 dan 2. b). 2π ] . Nilai f di bilangan kritis ini adalah W f (π 3) = dan π 3 5π 3 − 2 sin π 3 = π 3 = − 3 = −0. kita peroleh nilai minimum mutlak adalah f (π 3) = π 3 − 3 .3. Gambar 9. 0 ≤ x ≤ 2π Tentukan ekstrim mutlak dari f pada interval tersebut. 968039 Nilai f di titik batas interval adalah f (0) = 0 dan f (2π ) = 2π = 6. 2. 3.IPA . 684853 5π 3 f (5π 3) = − 2 sin 5π 3 + 3 = 6. Karena. Penyelesaian: Fungsi f(x) = x – 2sin x kontinu pada interval [0. 28 Dengan membandingkan empat bilangan ini dengan menggunakan Metode Selang Tutup.1 Diketahui fungsi f (x) = x – 2sin x. yang terbesar adalah nilai maksimum mutlak.

Turunannya adalah a '(t ) = 0.18058 Bilangan kritis hanya terjadi ketika a '(t ) = 0 : t1 = a(0) = 23. –1] f (x) = x4 – 8x2 + 16. 003906t 2 − 0. 007812t − 0. untuk 2 < x ≤ 4 321 BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi . [–3. [ −π . [–4.0] f (x) = sin x + cos x. [0.1] f ( x) = ( x + 1) 3 .3. 6. 083 a (t ) = dv dt = 0. 52 . tentukan (jika ada) ekstrim mutlak dari setiap fungsi yang diberikan pada interval yang ditentukan. 61t − 3. Jadi. perkirakan nilai ekstrim mutlak dari percepatan pesawat ulang-alik di antara peluncuran dan pembuangan pendorong. [–2. Dengan model ini. 001302t 3 − 0. ⎧2 x − 7 . 61 Kita terapkan Metode Interval Tertutup terhadap fungsi kontinu a pada interval 0 ≤ t ≤ 126 . kita peroleh a(t1 ) ≈ 21. 2.1] 4. Gambarkan pula sketsa grafik fungsi pada interval tersebut (jika mungkin gunakan komputer). 09029t 2 + 23.87 2 Dengan menghitung a(t) di bilangan kritis dan di titik ujung. percepatan maksimum kira-kira 62. 007812 ≈ 23. sejak peluncuran pada saat t = 0 sampai pendorong roket pejal memulai pembuangan pada t = 126 detik.18058t + 23. f (x) = x – 2cos x. 0. Penyelesaian: Fungsi percepatan untuk pesawat adalah v(t ) = 0.6.12 a(126) = 62. diberikan oleh (dalam kaki per detik). π ] 8. 2 2x − 3 [0. [–1. Model untuk kecepatan pesawat ulang-alik selama misi ini. f (x) = f (x) = x x+2 x +1 .18058 0. 3. f (x) = x3 + 5x – 4. untuk − 1 ≤ x ≤ 2 f ( x) = ⎨ 2 ⎩1 − x .2 Teleskop Ruang Angkasa Hubble dilepaskan pada 24 April 1990 oleh pesawat ulangalik Discovery.2] . π 3] 5.52 kaki/detik2.Contoh 9. 1.3 Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 8.87 kaki/detik dan percepatan minimum kirakira 21. Latihan 9. 7.

Biaya produksi dalam jutaan rupiah untuk memproduksi x satuan diberikan oleh C ( x) = 300 + 20 x + x 2 untuk x ∈ [0.1000] . Interval naik dan turun Nilai ekstrim beserta jenisnya Kecekungan dan titik belok Gambarkan sketsa kurva Contoh 9.4. dengan p juta menyatakan harga x barang dengan x ∈ [100. Biaya produksi dalam jutaan rupiah untuk memproduksi x satuan diberikan oleh C ( x) = 100 + 2 x . jika x →∞ f ( x ) = L atau x →−∞ lim f ( x ) = L .9. 7. dan perpotongan sumbu-x kita ambil untuk y = 0. Kita mempunyai pedoman untuk membuat sketsa grafik fungsi y = f (x): 1. b.140] . x →c− x →c+ lim f ( x) = ∞ lim f ( x ) = ∞ x →c− x →c+ lim f ( x) = −∞ lim f ( x ) = −∞ 4. Asimtot lim (a) Asimtot datar. Tentukan fungsi pendapatan marginal dan fungsi biaya marginal. 9. Misalkan dalam suatu monopoli. 10. Garis x = c adalah asimtot tegak. 6.4 Menggambar Grafik Fungsi Aljabar Sedemikian jauh kita telah membahas beberapa aspek tentang fungsi. 322 Matematika SMA/MA Kelas XI . persamaan permintaan suatu barang tertentu adalah p = 1 5 x − 100 . persamaan permintaan suatu barang tertentu adalah x + p = 140 . b.IPA . Tentukan fungsi keuntungan total. Garis y = L adalah asimtot datar. kini pada gilirannya kita siap menuangkan aspek-aspek tersebut untuk menggambarkan grafik secara benar. Tentukan nilai x yang menghasilkan keuntungan maksimum. c. 5. (b) Asimtot tegak. jika paling sedikit salah satu limit berikut dipenuhi. dengan x banyaknya satuan barang yang diproduksi setiap hari dan p juta menyatakan harga setiap satuan. Daerah asal 2. a. 3. Pada suatu monopoli. Perpotongan sumbu Perpotongan sumbu-y adalah f(0). Tentukan maksimum keuntungan setiap hari. a. Tentukan fungsi pendapatan marginal dan fungsi biaya marginal.1 Gambarkan grafik dari fungsi f (x) = x3 – 3x – 2.

0) dan (2. yaitu untuk x = 0.7. dan (1. Karena f sukubanyak. maka tidak mempunyai asimtot.Penyelesaian: 1. karena f sukubanyak.–4) adalah titik minimum relatif. 4. Kita mempunyai f '( x ) = 3 x 2 − 3 dan f ''( x ) = 6 x . –2). 0) adalah titik maksimum relatif. Daerah asal adalah ¡ (himpunan semua bilangan real). x = 0 ⇒ y = 03 – 3.13 BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 323 . dan Kita rangkum hasilnya Interval x < –1 x = –1 x=0 –1 < x < 1 x=1 1<x fx 0 –2 –4 f '( x ) = 0 ⇔ 3x2 – 3 = 0 ⇔ 3(x – 1)(x + 1) = 0 ⇔ x = 1 atau x = –1 f ''( x) = 0 ⇔ 6x = 0 ⇔ x=0 Tabel 9.7 f ′ x  + 0 – 0 + f ′′ x  – 0 + Kesimpulan f naik f mempunyai maksimum relatif f mempunyai titik belok f turun f mempunyai minimum relatif f naik Dari Tabel 9. 3. y 15 10 0 -2 -1 -4 1 2 3 x Gambar 9. yaitu untuk y = 0. titik potong grafik dengan sumbu-y adalah (0. 2. y = 0 ⇔ x3 – 3x – 2 = 0 ⇔ (x + 1)2 (x – 2) = 0 ⇔ x = –1 atau x = 2 Jadi. kita mempunyai (–1. 0) Titik potong grafik dengan sumbu-y. Titik potong grafik dengan sumbu-x.0 – 2 = –2 Jadi. titik potong grafik dengan sumbu-x adalah (–1.

x=0 ⇒ y = {x ∈ ¡ | x ≠ 2}.4. y 3 -2 2 x -3 Gambar 9. titik potong grafik dengan sumbu-y adalah (0. Sehingga untuk x → +∞ grafiknya mendekati garis y = 3. Tampak bahwa fungsi tidak terdefinisi di x = 2. –3).2 Gambarkan sketsa grafik fungsi f ( x) = 3x + 6 x−2 Penyelesaian: 1. titik potong grafik dengan sumbu. Karena lim f ( x) = lim x →+∞ 3x + 6 x−2 x →+∞ = lim 3+ 1− 6 x = 3 . y = 0 ⇔ 3x + 6 = 0 ⇔ x= – 2 Jadi. 0). maka garis y = 3 adalah asimtot 2 x x →+∞ datar. 3.x adalah (– 2. yaitu untuk y = 0. 14 324 Matematika SMA/MA Kelas XI .0 + 6 0−2 = −3 Jadi. Sehingga untuk x → 2 grafiknya menuju ke ∞ dan ke −∞ .Contoh 9. Titik potong grafik dengan sumbu-y. Karena lim+ f ( x ) = lim+ x →2 x →2 3x + 6 x−2 = ∞ . 3. maka garis x = 2 adalah asimtot tegak. yaitu untuk x = 0. sehingga daerah asalnya 2. Titik potong grafik dengan sumbu-x.IPA .

Perkenalkan notasi Berikan simbol untuk besaran yang harus dimaksimumkan atau diminimumkan (misalkan F). f (x) = (x + 1)3(x – 2)2 2. BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 325 . . Berikut ini..4 Gambarkan grafik dari setiap fungsi yang diberikan.5 Masalah Pengoptimuman Metode yang telah kita pelajari dalam bab ini digunakan untuk mencari nilai ekstrim yang mempunyai penerapan praktis dalam banyak bidang kehidupan. 9. 3. Buat persamaan F dalam simbol-simbol besaran yang tidak diketahui. f (x) = 1 x4 – 2x3 + 3x2 + 2 2 f (x) = x4 – 8x2 + 16 10. Memahami permasalahan Baca dengan seksama sampai paham. 5. kita rangkum langkah-langkah dalam memecahkan masalah pengotimuman: 1. c. Dalam memecahkan praktis tantangan terbesar adalah mengubah masalah dalam kalimat menjadi masalah pengoptimuman matematis dengan merancang fungsi yang harus dimaksimumkan atau diminimumkan. Pilih juga besaran-besaran yang tidak diketahui (misalkan : a. 5. b.. 6. f ( x) = 10 ( x − 2) 2x ( x − 4) ( x − 20) (2 x + 3) 9. f (x) = 2x3 – 6x + 1 f (x) = (x – 1)2 (x + 2) f (x) = x4 – 2x3 f (x) = x3 + 5x2 + 3x – 4 f (x) = 3x5 + 5x4 8. kita mempunyai tiga aktivitas utama dalam memecahkan masalah pengoptimuman. dan menafsirkan penyelesaian. yaitu: merancang model matematika. Pembuatan kotak dilakukan dengan cara memotong persegi-persegi yang ukurannya sama dari keempat sudutnya. f (x) = x3 7.Latihan 9.1 Suatu perusahaan kotak kardus akan membuat kotak tanpa tutup dari karton berbentuk persegi yang berukuran 12 inci. Gunakan metode penentuan maksimum dan minimum pada bab ini. Tentukan ukuran pemotongan agar diperoleh kotak kardus dengan isi terbesar. Contoh 9. 3. Tanyakan pada diri kamu sendiri: Apa yang tidak diketahui? Apa besaran yang diketahui? Apa syarat yang diberikan? 2.5. f ( x) = 12. y). 4. x.. menyelesaikan model. Gambar diagram Jika memungkinkan gambarkan diagram. f ( x) = 11. 1. Secara singkat. kemudian melipat sisisisinya ke atas. 4.

IPA .15 (b) menyatakan kotak yang dihasilkan dari karton tersebut. 144 – 96x + 12x2 = 0 x2 – 8x + 12 = 0 (x – 6) (x – 2) = 0 x = 2 atau x = 6 Jadi.00.000. Kita mempunyai V '( x ) = 144 – 96x + 12x2.Penyelesaian: Gambar 9. Nilai V di bilangan kritis dan di titik batas interval adalah maksimum mutlak V terjadi di bilangan kritis atau pada batas interval. Jadi. bilangan kritis V adalah 2 dan 6. maka V(x) = (12 – 2x) (12 – 2x) x = 144x – 48x2 + 4x3 Daerah asal V adalah interval tertutup [0. V(6) = 0.15 Kita akan menentukan maksimum mutlak dari V pada interval [0. Contoh 9. Setelah sisi-sisinya dilipat maka terbentuk kotak dengan ukuran (12 – 2x) inci.5. V '( x ) = 0 ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ 326 Matematika SMA/MA Kelas XI .15 (b). Perhatikan gambar 9. hendak dipagari tetapi sepanjang tepi jalan tidak ikut dipagari. Misalkan x inci adalah sisi persegi-persegi dari keempat sudut karton.000. 6].000. akan memberikan volume kotak kardus maksimum sebesar 128 inci kubik.00 per meter. pemotongan sudut karton sepanjang 2 inci. Tentukan ukuran lapangan yang luasnya terbesar yang dapat dipagari dengan pagar seharga Rp36.6] dengan Metode Interval tertutup.000. V(0) = 0. Harga material untuk pagar pada sisi yang sejajar dengan jalan adalah Rp120. dan harga material untuk pagar kedua sisi lainnya adalah Rp80. Mengapa? x x x x 12– 2x 12 x x 12– 2x 12 (a) 12– 2x (b) x x x 12– 2x Gambar 9. Jika V(x) inci kubik menyatakan isi kotak.00 per meter.15 (a) menyatakan satu lembar karton dan gambar 9. V(2) = 128.2 Lapangan berbentuk empat persegi panjang yang terbentang di tepi jalan raya. (12 – 2x) inci dan x inci.

5 m. kemudian kita subtitusikan ke dalam A. Diketahui total biaya adalah Rp36.16.000. Karena panjangnya x meter. Subtitusi kedua harga 3 A = (112.16 Harga material untuk sisi lapangan yang tegak lurus jalan adalah Rp80. jalan raya x x y Gambar 9.000.00 maka 80000x + 80000x + 120000y = 36000000 atau 4x + 3y = 900 Kita nyatakan y dalam x. yang diperoleh apabila sisi lapangan yang sejajar jalan 150 m dan panjang masingmasing sisi yang lain adalah 112.00 adalah 16. 3 2 A = A(x) = x(300 − 4 x) = 300 x − 4 x 3 3 Kita terapkan uji turunan pertama. luas terbesar yang dapat dipagari dengan harga Rp36.000.000.000. maka A = xy.875 m2.5((150) = 16875 m2 Jadi. y = 300 − 4 x . maka harga material untuk satu sisi tersebut adalah 80000x rupiah.5 akan menghasilkan y = 300 − 4 ⋅ (112. ini ke dalam A memberikan BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 327 . 5) = 150.5 Untuk x = 112. perhatikan gambar 9. A '( x ) = 300 − 8 x 3 A '( x ) = 0 ⇔ 300 − 8 x = 0 3 ⇔ x = 112. y meter adalah panjang sisi lapangan yang sejajar jalan.Penyelesaian: Misalkan x meter adalah panjang sisi lapangan yang tegak lurus dengan jalan. Harga material untuk sisi ketiga adalah 120000y rupiah.00 per meter. dan A m2 luas lapangan.

5. yang sampaikan pada awal bab. Perusahaan telekomunikasi ingin memasang kabel dari A ke C. Jika biaya pemasangan kabel per kilometer di bawah air 25 % lebih mahal daripada pemasangan kabel di daratan.17 Dengan menyelesaikan C '( x) = 0 untuk x diperoleh 5kx 4 9+ x 2 − k = 0 ⇔ 5x = 4 9 + x2 ⇔ 25 x 2 = 16(9 + x 2 ) ⇔ x 2 = 16 ⇔ x = ±4 Matematika SMA/MA Kelas XI . Misalkan jarak B ke P adalah x km. Kita sederhanakan sketsa dari gambar 9. kita dapat menggunakan Metode Interval Tertutup. sehingga kabel dipasang dari A ke P dan dari P ke C. Karena daerah asal C(x) interval tertutup. sehingga minimumnya ada. kita awali dengan menempatkan titik P yang terletak di antara B dan C. Kita akan menentukan x. Titik C terletak di tepi danau di mana B terletak dan jauhnya 6 km dari B. Contoh 9. x ∈ [0.Untuk mengakhiri bab.17 di bawah. yaitu posisi P.3 Titik A dan B adalah dua titik yang berhadapan pada masing-masing tepi danau yang lurus dengan lebar 3 km. 6]. Kita mempunyai C '( x) = 5kx 4 9 + x2 −k x km B P (6 – x) km C 3 km 32 + x2 A Gambar 9. maka jarak P ke C adalah (6 – x) km. sehingga C(x) minimum. kita tinjau kembali masalah pemasangan kabel telepon di antara dua gedung yang berseberangan pada tepi danau. 6] . Faktanya.1 menjadi gambar 9. fungsi C(x) kontinu pada [0.IPA 328 . bagaimanakah cara pemasangan kabel yang termurah untuk perusahaan tersebut? Penyelesaian: Dari informasi yang diberikan.

Nilai C(x) di bilangan kritis dan titik batas interval adalah C(0) = 39 4 k. b. θ h d P 40 Gambar 9. Seberapa tinggi tiang lampu untuk memaksimumkan I.18) dan berbanding terbalik terhadap kuadrat jarak d dari sumber cahaya. Perhatikan kembali soal analisis nomor 2 bab 4. dan C(6) = 15 4 k 5 33 4 Tampak bahwa minimum mutlak dari C(x) pada interval [0. Tugas Kelompok Diskusikan soal-soal berikut dikelompok Anda. Jendela Norman adalah jendela mempunyai bentuk persegi panjang yang di atasnya berupa setengah lingkaran. agar biaya pemasangan kabel minimum. berapakah jari-jari lingkaran agar luas pintu tersebut maksimum? 2. yang terjadi untuk x = 4. 6] adalah 4. dengan biaya 33k/4 juta rupiah. Jika tinggi tiang lampu adalah h meter dan seorang berjalan menjauhi alas tiang pada laju 4 meter/detik. 1. Intensitas penyinaran I pada sembarang titik P pada lingkaran berbanding langsung terhadap kosinus sudut θ (lihat gambar 9. Pada laju berapakah intensitas cahaya pada titik dipunggungnya 4 meter di atas permukaan tanah berkurang ketika dia mencapai tepi luar dari lingkaran lalulintas tersebut? BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 329 . yang berjari-jari 40 meter. 6] adalah k . Jika keliling jendela p meter. Sebuah lampu diletakkan pada puncak tiang tinggi h meter untuk menerangai suatu lingkaran lalu lintas yang sibuk. kemudian dari P ke C di daratan. C(4) = 33 4 k . dengan k suatu konstanta.Tetapi –4 bukan akar penyelesaian. untuk menyelesaikannya.18 a. maka kabel harus dipasang dari A ke P di bawah air dahulu. sehingga bilangan kritis untuk C(x) pada interval [0. Jadi.

5) ke suatu titik pada lingkaran 3. Jika luas permukaannya L. Kemudian dari P menuju C. jumlah dari bilangan pertama dan kuadrat bilangan kedua minimum 2. Tentukan ukuran persegi panjang itu sehingga kelilingnya minimum. a.000. a. 6.00 per kilometer. Dari bangun yang diperoleh. tulislah kelilingnya dalam x. dibuat kotak tanpa tutup yang tingginya x inci. 7. Jika dia mendayung dengan kecepatan 6 hm/jam dan berlari dengan kecepatan 8 hm/jam.00 per kilometer dan pergi ke suatu titik P di antara B dan C. kaleng itu tanpa tutup b. nyatakan L dalam x. Jika panjang salah satu sisinya x cm. Pada keempat sudut karton itu dipotong bujur sangkar yang sisinya x inci. dengan lebar 3 hm. Luas daerah persegi panjang ialah 48 cm2. Titik A merupakan suatu pulau yang terletak 6 km dari titik terdekat B pada pantai yang lurus. Sehelai karton berbentuk persegi panjang dengan lebar 5 inci dan panjang 8 inci. Seorang turis asing di pulau tersebut bermaksud pergi ke titik C di pantai yang jaraknya 9 km dari B. Orang tersebut dapat mendayung perahunya langsung menyeberangi sungai ke titik C dan kemudian berlari ke B. Persegi panjang mana yang mempunyai luas terbesar jika kelilingnya 100 cm? Berapa cm2 luasnya yang maksimum? 5. secepat mungkin. 5) ke suatu titik pada lingkaran b. Tentukanlah ukuran kotak itu agar bahan yang dibuat sedikit mungkin. alasnya berbentuk bujursangkar yang sisinya x cm. dan bermaksud menuju ke titik B. b. Seorang pengusaha ingin membuat kaleng berbentuk tabung yang isinya 1000 cm3. Isi kotak itu 64 cm3. Kaleng itu akan dibuat demikian hingga luasnya paling kecil. Tentukan ukuran kotak agar isinya maksimum. jumlahnya minimum b.000. Tulislah tingginya dalam x. di mana dia seharusnya mendarat untuk mencapai B secepat mungkin? 330 Matematika SMA/MA Kelas XI . Tentukan bilangan-bilangan itu.5 Hasil kali dua bilangan positif adalah 16. Diketahui lingkaran yang mempunyai persamaan x2 + y2 = 9. 8 hm ke arah hilir pada tepian yang berseberangan.Latihan 9. 10. Tentukan rute perjalanan yang paling murah dari titik A ke titik C . jarak terdekat dari titik (4. jarak terjauh dari titik (4. 4. kaleng itu dengan tutup 8. c. Suatu kotak tanpa tutup. atau dia dapat mendayung ke suatu titik D di antara C dan B dan kemudian berlari ke B. b. . jika: a. dia menyewa mobil beserta supirnya dengan sewa Rp12. Tentukan jarijari dan tinggi kaleng itu apabila: a. 9.IPA 1. Turis tersebut dapat menggunakan perahu dengan sewa Rp15. Seseorang meluncurkan perahunya dari titik A pada tepian sungai lurus. Tentukan luas persegi panjang terbesar yang dua titik sudutnya terletak pada sumbu-x sedangkan dua titik sudut lainnya terletak di atas sumbu-x dan pada parabola y = 9 – x2. Tentukan: a.

Rangkuman 1. Uji Turunan Pertama untuk Ekstrim Relatif. Titik (c. maka f mempunyai nilai maksimum relatif di c. a. maka f(c) disebut nilai maksimum mutlak dari f pada interval tersebut. maka atau tidak ada. yang terkecil adalah nilai minimum mutlak. maka f mencapai nilai maksimum mutlak dan minimum mutlak pada [a. Jika f '( x ) > 0 untuk setiap x di dalam (a. Bilangan c di dalam daerah asal f sehingga atau tidak ada kita sebut sebagai bilangan kritis. (3) Bandingkan nilai-nilai pada langkah (1) dan (2). maka f mempunyai nilai minimum relatif di c. Jika f ''(c ) < 0 . b]. a. Misalkan fungsi f terdefinisi pada interval terbuka dan c anggota interval. 4. maka fungsi f mempunyai nilai maksimum relatif di c. maka f(c) disebut nilai minimum mutlak dari f pada interval tersebut. 2. Fungsi f dikatakan mempunyai nilai minimum relatif di c. b. 3. 9. f (c)) disebut titik stasioner dari f. dan untuk c < x. Misalkan f fungsi yang mempunyai turunan pada interval tertutup [a.b]. Jika f (c ) ≤ f ( x ) untuk semua x dalam interval. b) dan mempunyai ekstrim relatif di c. b]. Fungsi f dikatakan mempunyai nilai maksimum relatif di c. b]. jika terdapat interval terbuka yang memuat c. Jika f '( x) < 0 untuk x < c. Jika f terdefinisi pada (a. Metode Interval Tertutup. b. yang terbesar adalah nilai maksimum mutlak. jika terdapat interval terbuka yang memuat c. b]. Jika f '( x ) < 0 untuk setiap x di dalam (a. a. c. 6. Jika f ''(c ) > 0 . maka fungsi f mempunyai nilai minimum relatif di c. sehingga f (c ) ≥ f ( x ) untuk x dalam interval tersebut. maka f(c) disebut nilai ekstrim mutlak dari f. Jika f '( x) > 0 untuk x < c. Uji Turunan Kedua untuk Ekstrim Relatif. Nilai f (c) disebut nilai stasioner dari f. maka fungsi f dikatakan stasioner di c. Misalkan fungsi f terdefinisi pada interval tertutup dan c anggota interval. sehingga f (c ) ≤ f ( x ) untuk x dalam interval tersebut. a. Jika f (c ) ≥ f ( x ) untuk semua x dalam interval. maka f naik pada [a. 5. b. BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 331 . 7. c. 10. b. Misalkan f mempunyai turunan di sekitar c kecuali mungkin di c sendiri. Jika f kontinu pada interval tertutup [a. (2) Carilah nilai f di titik batas interval. Untuk mencari nilai maksimum dan minimum mutlak suatu fungsi kontinu f pada interval tertutup [a. b. dikatakan mempunyai ekstrim relatif di c. Misalkan f mempunyai turunan pada interval terbuka yang memuat c dan . Fungsi f yang mempunyai nilai maksimum relatif atau minimum relatif di c. b]: (1) Carilah nilai f di bilangan kritis f di dalam (a. b). Jika f(c) maksimum mutlak atau minimum mutlak. a. Jika f '(c) = 0 . dan untuk c < x. Teorema Nilai Ekstrim. a < c < b. 8. b). b). maka f turun pada [a.

60 C.cn Uji Kompetensi A.. A. 2) ke kurva parabola y 2 = 8 x adalah .IPA . 150 332 Matematika SMA/MA Kelas XI .Math Info Pakar ilmu burung telah menetapkan bahwa beberapa jenis burung cenderung menghindari terbang melintasi genangan air luas selama siang hari. – 6 B. 75 C. Hal ini menunjukkan bahwa burung secara naluriah memilih jalur yang akan meminimumkan pengeluaran energi. Agar biaya x ⎠ ⎝ proyek minimum maka proyek tersebut diselesaikan dalam waktu . 3 2 Suatu proyek pembangunan gedung sekolah dapat diselesaikan dalam x hari dengan biaya proyek per hari 120 ⎞ ⎛ ⎜ 3 x − 900 + ⎟ ratus ribu rupiah. 2 B. A.. Dipercaya bahwa lebih banyak energi yang diperlukan untuk terbang melintasi air daripada melintasi tanah karena secara umum pada siang hari di atas tanah udara naik dan di atas air turun. 8 Jumlah dari bilangan pertama dan kuadrat bilangan kedua adalah 75. 4. .. 120 E. hari A. 6 E. Gambar 9.. b. fungsi y = x3 − 3 x 2 + 3 mempunyai nilai maksimum …. d atau e di depan jawaban yang Anda anggap paling benar! 1. Berilah tanda silang (X) pada huruf a. Nilai terbesar dari hasil kali kedua bilangan tersebut adalah .cri.. Pada interval −1 ≤ x ≤ 2 . – 1 C.19 Burung terbang Sumber: indonesian. 40 B. 2 3 C. 3. 250 E. 175 D.. 50 B. 3 D. c. 350 Jarak terpendek titik (4. 3 D. 2 2 E. 90 D. A. 2.

42 π 14. 2 2 A. 1 5 B. 9. 5 6 A. .. (2. B. maka nilai minimumnya adalah . (–2. . 1 B.. 10) E. 600 E. y − 3 = − 2 ( x − 2) 3 y − 3 = − 1 ( x − 2) 3 7. Grafik fungsi f ( x) = x 3 + ax 2 + bx + c turun pada interval −1 < x < 3 . 5 6 12. 700 BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 333 . Jika nilai maksimum dari f (x) adalah 15. Jika nilai maksimum fungsi y = x + p − 2 x adalah 4. . A.. maka volume maksimum kerucut tersebut adalah . 33 π D. C. 3) B.. (–2. 5) 10.. 2 C. 4 E. 1 E. – 24 B. . 5 E.. Sebuah kerucut mempunyai jari-jari r dan tinggi t. 36 π E. A. 24 π B... 7 C. 3 Persamaan garis yang melalui titik (2. –20 C. 5 D.. 1 C. E. x>0 −3 < x < 1 −1 < x < 3 D. x < −3 atau x > 1 x < −1 atau x > 3 11.. 2 13. Kurva y = x3 + 6 x 2 − 9 x + 7 naik untuk nilai-nilai x … . A. y − 3 = 3 ( x − 2) 2 y − 3 = − 3 ( x − 2) 2 y − 3 = 2 ( x − 2) 3 D. 0 D. 27 π C. maka nilai p = … . –17 D. 400 C. Jika r + t = 9.5. 5) D. C. 8 B. . . 3 D. A.. Nilai minimum dari a − b adalah . (2. A. E. 300 B. Jika nilai stasioner dari f ( x) = x 3 − px 2 − px − 1 adalah x = p. 500 D. A. 3) dan membentuk segitiga di kuadran pertama dengan luas terkecil adalah . 0 atau –1 D. B. Nilai maksimum dari fungsi trigonometri f ( x) = 1 sin(5 x − π ) adalah … . 4 E. Dua bilangan a dan b memenuhi a – 2b = 50. maka nilai p = … . 0 atau 1 5 C. 6. A. 0 atau 1 B. 5 Titik belok dari fungsi f ( x) = x 3 + 6 x 2 + 9 x + 7 adalah .. –10 E. 7) C. Jarak yang ditempuh sebuah mobil dalam waktu t diberikan oleh fungsi s (t ) = − 1 t 3 + 3t 2 − 5t 3 Kecepatan mobil tertinggi dicapai pada waktu t = . 1 5 8. (–2. A.

Jika x mg obat yang digunakan maka pengurangan tekanan darah merupakan suatu fungsi dari x. berapakah biaya paling rendah untuk per unit? 19. interval dimana grafik f naik dan turun b. berapakah luas minimum segi empat ABED? A D C E Gambar 9. Jika x1 dan x2 merupakan akar persamaan kuadrat x 2 − ( a − 1) x + a = 0 . Tentukan: a.. Nilai stasioner dari x1 + 3 x1 x2 + x2 dicapai untuk a = . –1 dan 2 –1 dan 2 B. Kemudian hitung besar sudut ketika kecepatannya sama dengan nol. sketsa grafik y = f (x) 18.. . dan AD = CE . B. Biaya untuk memproduksi x unit barang 3 2 per hari adalah ( x − 2000 x + 3000000 x) rupiah. maksimum relatif dan minimum relatif c. Misalkan pengurangan tekanan darah seseorang tergantung pada banyaknya obat tertentu yang digunakannya. C. Diketahui Δ ABC siku-siku sama kaki. Diketahui fungsi f ( x) = 2 x 3 + 9 x 2 − 24 x + 5 . 20. k ] dengan k konstanta positif.20 B 17.IPA 334 . Sebuah roda berputar mengelilingi titik pusatnya. titik belok grafik y = f (x) d. 1 dan 2 1 dan 3 3 dan 2 D. Sudut simpangan setiap titik pada roda pada waktu t dirumuskan sebagai: θ (t ) = 54t − 3 t 2 − 1 t 3 2 3 Tentukan kecepatan sudutnya. 3 3 A. Tentukan nilai x sehingga pengurangan tekanan darah terbesar. Jika barang itu harus diproduksi. Misalnya f (x) mendefinisikan fungsi tersebut dengan f(x) = 1 2 x (k – x) 2 dengan x ∈ [0. E. AC = BC = 20 . Kerjakan soal-soal berikut dengan langkah-langkah yang tepat! 16.15. Matematika SMA/MA Kelas XI .

p l Gambar 9. 4. Bandingkan dengan soal analisis nomor 2 bab 3. Sebuah perusahaan memproduksi dua jenis produk A dan B. Misalkan selama 8 jam sehari terdapat 15 mesin yang bekerja. Bagaimana seharusnya θ dipilih sehingga penampung akan dapat menampung air dalam jumlah maksimum? 10 cm 10 cm 10 cm Gambar 9.Soal Analisis 1. Pada pukul berapa kedua perahu itu paling berdekatan. 335 BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi . Tentukan banyaknya mesin yang harus digunakan untuk memproduksi A dan banyaknya mesin yang memproduksi B agar biaya total produksi minimum.00 dan berlayar menuju selatan dengan kecepatan 20 km/jam. tentukan ukuran paket yang mempunyai volume terbesar yang dapat dikirimkan oleh perusahaan pengiriman tersebut. Jika biaya total produksi untuk 8 jam sehari adalah C juta. Paket yang dapat diterima oleh suatu perusahaan pengiriman adalah paket yang jumlah panjang dan keliling penampang tegaknya tidak melebihi 100 inci. Bandingkan dengan soal analisis nomor 1 bab 3.00. maka C = 3x2 + 42y. Perahu meninggalkan dermaga pada pukul 14. 5. dengan x banyaknya mesin yang digunakan untuk memproduksi produk A dan y banyaknya mesin yang digunakan untuk memproduksi produk B. Bila paket berbentuk kotak tegak dengan penampang tegaknya berbentuk bujursangkar. Tentukan persegi panjang dengan luas maksimum yang dapat diletakkan di sekeliling persegi panjang yang diketahui. Pancuran hujan dibuat dari lembaran besi yang memiliki lebar 30 cm dengan menekuk ke atas dari sepertiga besi pada masing-masing sisi sebesar sudut θ . Diberikan persegi panjang dengan lebar l cm dan panjang p cm.22 3.21 2. Perahu lain telah menuju ke Timur pada kecepatan 15 km/jam dan mecapai dermaga yang sama pada pukul 15.

4. kemudian isikan pada tabel di bawah. setiap kelompok menyediakan 5 potong kawat berukuran 200 cm. apakah daerah asal fungsi L? 5. Ulangi langkah 2 sampai 4 untuk empat kawat yang lain. Alat dan bahan yang digunakan 1. Dengan Uji Turunan Pertama. Buku catatan B.IPA . Hitung luas untuk setiap bangun datar itu. 5. Nyatakan luas masing-masing bidang datar dalam x. Buatlah kelompok yang beranggotakan 5 siswa. 5 potong kawat masing-masing 200 cm 2. tidak ada ketentuan panjang potongan. 2. Meteran : …………… : XI 4. dan x cm yang dipotong untuk dibuat persegi. yang masingmasing berbeda cara memotongnya. Kawat I PS1 Sisi Luas SS1 Kawat II PS2 SS2 Kawat III PS3 SS3 Kawat IV PS4 SS4 Kawat V PS5 SS5 C. 2. Alat tuils 5. 4. Cara kerja 1. Dari data yang Anda peroleh di atas. 6. Potong kawat menjadi dua bagian. 3. berapakah kawat yang dibuat untuk segitiga sama sisi? 3. Analisis 1. tentukan nilai x yang menyebabkan L minimum. Jika diambil satu potong kawat 200 cm. Buat masing-masing potongan kawat menjadi persegi (PS) dan segitiga sama sisi (SS). Misalkan L menyatakan total luas dari kedua bidang datar itu. Gunting / alat pemotong 3. manakah yang memberikan total luas minimum. Manakah hasil percobaan Anda di atas yang mendekati L untuk nilai x tersebut? 336 Matematika SMA/MA Kelas XI .Aktivitas Proyek Aktivitas Nama Kelas Tanggal : ………… Materi Pokok : Nilai ekstrim dan teknik menggambar grafik fungsi Kelompok: …………… Semester : 2 (dua) Kegiatan: Membuat persegi dan segitiga sama sisi dari sepotong kawat Tujuan : Menentukan persegi dan segitiga sama sisi sehingga total luasnya minimum A.

234. bulan. Akhirnya tambahkan 1 kepada hasil f Setelah melakukan perhitungan itu suruhlah memberitahukan hasil perhitungannya kepada Anda. Hasil dari b kalikan dengan 50 d. 12. Dari hasil perhitungan itu Anda dapat mengetahui bilangan pertama. dan tahun kelahiran (hanya dua angka terakhir dari tahun itu). a. Kalikan bilangan pertama dengan 10 b. Pada hasil e tambahkan bilangan ke 3 g. ketiga bilangan yang dirahasiakan itu ialah 24.235 + 999 = 241. Hasil dari d kalikan dengan 20 f. kedua. maka 240. dan ketiga (yang dirahasiakan itu) setelah perhitungan dari g ditambah dengan 999. Misalnya hasil perhitungan itu 240. Suruhlah ia melakukan perhitungan berikut. dan 34.Teka-Teki Matematika Menebak Tiga Bilangan Mintalah teman Anda untuk memikirkan 3 bilangan yang masing-masing lambang bilangannya paling banyak terdiri dari 2 angka. Jadi. Hasil dari a di atas kurangi dengan 1 c.235. Hasil kali dari c ditambah 5 kali bilangan kedua e. BAB IX ~ Nilai Ekstrim Fungsi dan Membuat Grafik Fungsi 337 . Misalnya: tanggal.

2. r = 1 p = – 2. − 1 F ( −1)(1 − x ) 2 − 1 F (1)(1 + x ) 2 − 1 F ( −1)(1 + x) 2 ( x − y + 1) p = 2.. r = 1 D.. B. sisa pembagian F(x) oleh ( x − 1)( x + 1) adalah . 3. . Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 40. Suatu sukubanyak F(x) jika dibagi ( x + 2) sisanya 14 dan jika dibagi ( x − 4) sisanya – 4... r = –1 p = 2. 1 2 1 2 F ( −1)(1 + x) F ( −1)(1 − x) merupakan sebuah faktor dari bentuk px 2 + qxy + ry 2 + 5 x − 2 y + 3 . jika dibagi oleh x 2 − x − 6 mempunyai sisa 2ax + 3p. C. sisa pembagian F(x) oleh x − 2 x − 8 adalah . 5. C. 3 x − 8 B... pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda! 1. 3 x + 8 E. .. C. maka x →15 lim px − 42 ax + 6 –8 –7 –4 = . maka . q = 1. q. 8x + 3 Suatu sukubanyak F(x) habis dibagi oleh ( x − 1) . q = –1. . A. E. B. E. q = –1. 5 1 Matematika SMA/MA Kelas XI . −3 x − 8 2 C. E. q = –1. r = –1 p = 1. q = –1. maka nilai p 2 + q 2 + r 2 = . –3 –2 A.Latihan Ulangan Umum Semester 2 A.. E. Jika A..IPA . D... A. 338 35 29 24 D. C.. Jika akar-akar dari x3 + 5 x 2 − 2 x − 24 = 0 adalah p. dan r. B. D. −3 x + 8 A. Jika sukubanyak F(x) masing-masing dibagi oleh (x – 3) dan (x + 2) mempunyai sisa 6 dan 10. B. 4. D. r = 1 p = 2.

Jika f ( x) = 4 x + 2 dan g ( x ) = 3 . B. B. 3 E. x 2 − 4 x + 5 . . 4 Jika f ( x ) = A. E. . 6 5 4 ( a + 30) log(b + c − 3) = . maka A. C. 0 D. B. 1 4 1 4 ( − x + 2) ( − x − 2) ( x − 2) ( x − 1) ( − x + 2) 11. D. C. Jika ( g o f )( x ) = − A.. B. Pecahan A. x–1 x+1 2 x + 1 dan g ( x ) = x − 1 . E. maka ( g o f )( x) = K . E. 10 C. B. 1 ( x − 5) 1 ( x − 3) 1 ( x − 1) 1 ( x + 3) 1 ( x + 1) 339 Latihan Ulangan Umum Semester 2 . C. –1 –2 8. 2x −1 2x − 3 2x + 3 D. D. x 2 + 1 10. maka g ( x) = K A.. Jika f ( x ) = x 2 + 1 dan ( f o g )( x) = D. –1 –2 7.. maka f ( x) = K D. C. Jika sukubanyak x 7 − 7 x 4 + 3 x dibagi oleh x3 − 4 x mempunyai sisa ax 2 + bx + c .6. 2 1 0 3 x 2 − px − 15 x2 − 5x + 6 dapat disederhanakan apabila p = . E. D. maka g ( x − 3) = K A.. 2x + 9 2x − 9 1 x−2 12. C. 2x – 1 E. maka ( g o f )(0) = K . Jika ( g o f )( x) = 2 x 2 + 4 x + 7 dan f ( x) = x 2 + 2 x − 1 . 6 B. C. E. x B. A. 9. 1 8 1 8 1 8 x 2 + 1 dan g ( x) = 4 x .

3 E. 9 E. .. 21. 1 −1 D.IPA . 22. –3 D. Jika f A. 0 B. 25 –2 9 B. A. 15 17. 20. 1 4 C. x ≠ 0 . 1 4 E. C. x →a lim x 2 + (3 − a ) x − 3a x−a a B. – 11 14. 15 D. 18 C.. −1 B. 4 A. maka ( f o g ) (6) = K . D.. . 2 D. maka f −1 ( p ) = K . 10 C. = . 1 2 x →0 lim sin x + sin 3 x x cos x = . 2 C. 1 4 E. x +1 x . a+3 E. 0 D. 6 ⎟ =K . maka f −1 (1) = K . . 0 D. Jika f ( x) = A. Jika ( g o f )(2 x + 3) = 3 x − 6 dan g ( x) = x + 4 . 3 −1 −1 ( x) = 1 ( x − 1) dan g −1 ( x) = 1 (3 − x) . –2 A.. –1 E. ∞ 19. 5 B. . Jika f ( x) = o f −1 )( a ) = 2 maka a = K . a+1 x →−1 2 lim 2x + 1 2 − 4x + 6 B. a+4 A. 5 2 E. = .. 21 B.. 5 ⎛ 2 x2 − 8 ⎝ x−2 − x2 − 2 x ⎞ 2x − 4 ⎠ B. 1 5 18.. dan p adalah banyaknya faktor prima dari 210. 1 3 D. A. 20 15. 3 C. lim ⎜ x →2 A.. 4 B. C. lim x →1 4 x2 + 3 − x − 1 1 − x2 – = . Jika f ( x) = 2 x + 3 dan g ( x ) = x 3 + 1 dengan ( g A. – A.13. 2 3 –7 E. 1 C. 11 2x − 5 3x − 2 . E. 1 2 B. 8 D. 340 Matematika SMA/MA Kelas XI . E. –1 12 16. maka f (8) = K . C. a+2 D. 2 C.

B. 7 9 E. – ) A.. A. 3 C. 2 3 3 5 C. C. . 2 D. 25. –2 E. . – 5 3 D. x →∞ lim (3 x − 2 − 5 6 9 x 2 − 2 x + 5 = . ∞ 27. B.. 5 6 26. lim A. – 7 3 C. B. maka nilai f '(3) = K .. . A. 8 = . = . 0 A. 24.. 6 D. – 4 5 B. Jika f ( x) = x 2 . maka lim x →3 f ( x) − f (3) x−3 C. 5 x− 3 x− 2 x x2 x 2 B. 7 3 E.. 3 x+ 5 x− 3 x+ D.. 1 E. A. Jika f ( x ) = A. −12 x 3 sin x −12 x 3 cos x 3 x 4 cos x + 12 x 3 sin x D. Jika f ( x ) = 2x2 − 1 x x 2x 2 . maka f '( x ) = . 12 x 3 sin x − 3 x 4 cos x 12 x 3 cos x − 3 x 4 sin x Latihan Ulangan Umum Semester 2 341 ... C. .. Turunan dari y = 3 x 4 cos x adalah . lim x →1 tan( x − 1) sin(1 − x ) x2 − 2x + 1 ∞ B. ( x 2 − 1) sin 6 x x3 + 3 x 2 + 2 x 5 x →0 = .23.. 0 5 2 E. C.. . 2 x x2 29. –3 B.. 6 x + 7 . E. 5 7 D. 2 5 D. 9 11 28.. . x 2x 2 E. .

. – 6 D. B.. Persamaan garis singgung pada kurva y = x − 2 2 x di titik (1. y – 2x + 2 = 0 35.. 2 cos(2 x3 − 1) E. E.IPA . –1) adalah . y – 2x + 12 = 0 C. fungsi f ( x) = x 3 − 3 x 2 + 3 mempunyai nilai maksimum … . A. maka f '( x ) = . C. E. A. C. 14 cos x (4 sin x + 6) 2 −14 (4 sin x + 6) 2 B. . y – 2x + 8 = 0 B. E. C.30.. 3cos x + 1 4 sin x + 6 3sin x + 1 (4 sin x + 6) 3sin x − 1 4 sin x − 6 2 D. 4x – y – 4 = 0 4x – y – 5 = 0 4x + y – 4 = 0 D. .. –1 E. Turunan dari f ( x) = sin 2 (2 x3 − 1) adalah . .. C. 8 C. Jika f ( x) = . 15(2 x + 2) 2 15( x 2 + 2 x − 1) 2 10( x + 1)( x 2 + 2 x − 1) 2 3sin x + 1 4 sin x + 6 D.. . 6 B. B. 30( x + 1)( x 2 + 2 x − 1) 2 15(2 x + 2) 2 ( x 2 + 2 x − 1) 2 31. A. A. .. Turunan dari f ( x) = 5( x 2 + 2 x − 1)3 adalah . y – 2x + 6 = 0 E.. A. 32. 3 342 Matematika SMA/MA Kelas XI . y – 2x – 10 = 0 D. B. 6 x 2 sin 2(2 x 3 − 1) 6 x 2 cos(2 x 3 − 1) 12 x 2 cos(2 x 3 − 1) D. Pada interval −1 ≤ x ≤ 2 . Persamaan garis singgung pada kurva y = x 2 + 4 x − 5 yang sejajar dengan garis y = 2x + 3 adalah . 4x + y – 5 = 0 4x – y – 3 = 0 34. A.. 2 cos 6x 2 33.

2 2 2 A. D. b. 7) E. Jika x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan x + kx + k = 0 . 1< x < 6 1 < x < 12 −6 < x < 6 x < 0 atau x > 12 x < 1 atau x > 6 37.. Jika f mempunyai turunan di c. – 1 B.. Suatu karton berbentuk bujur sangkar dengan sisi a cm akan dibuat kotak tanpa tutup dengan cara menggunting keempat pojoknya sebesar h cm. 1 6 x3 − 3 x 2 naik untuk x yang memenuhi . A. Titik belok dari grafik fungsi y = x 3 + 6 x 2 + 9 x + 7 adalah … . . tunjukkan bahwa titik minimum sukubanyak terletak pada parabola y = 1 − x 2 . 3 38. C. Tentukan nilai lim 1 + tan x − 1 + sin x x3 x →0 43.. 3) D. 10) B. dengan c nilai yang berubah-ubah. 0 C. 5) 40. (–2. 1 2 1 3 1 4 a atau a a 1 6 a D. Volume kotak maksimum untuk h = .. 1 D. (2.. 5) C. 2 39. A. (–2. –1 B. kerjakan dengan singkat dan jelas! 41. Diketahui sukubanyak f ( x) = cx 4 − 2 x 2 + 1 . . B. (2. Latihan Ulangan Umum Semester 2 343 . C. E. B. dengan c > 0 . . 42. A. Untuk soal nomor 41 sampai dengan nomor 50. Jika kurva y = 2 x 5 − 5 x 4 + 20 mencapai nilai minimum di titik (a. Grafik fungsi f ( x) = A. 2 E. 1 8 1 6 a a B. E. a. b). 0 C. 1 2 D. (–2.36. 1 E. maka x1 + x2 mencapai minimum untuk k = . maka a = ….. hitunglah limit dalam bentuk f '(c) : lim x →c f ( x ) − f (c ) x− c . Tentukan nilai c sehingga sisa pembagian sukubanyak oleh (x – 1) adalah 3. Untuk nilai c yang diperoleh pada a.

Misalkan f ( x) = x − 2 dengan g = f −1 . 45.IPA . b.44. c. g(2) = 2. Hitung g '( x) . 50. 49. Carilah dua bilangan bulat positif sehingga jumlah bilangan pertama dengan empat kali bilangan kedua adalah 1000 dan hasilkali bilangan tersebut sebesar mungkin. 6 θ 9 344 Matematika SMA/MA Kelas XI . dengan biaya proyek per hari 1500 ⎛ ⎞ − 80 ⎟ ribu rupiah. Pada ujung gang terdapat belokan menyiku ke arah gang yang lebih sempit dengan lebar 6 meter. Berapakah biaya minimum dari proyek itu? ⎜ 2x + x ⎝ ⎠ 48. Tentukan g dengan daerah asal dan daerah hasilnya. Misalkan diketahui bahwa f (2) = 3. Suatu proyek akan diselesaikan dalam x hari. Berapa panjang pipa maksimum dapat dibawa secara mendatar melewati pojokan itu? Perhatikan kembali soal analisis nomor 4 bab 3. Perhatikan gambar berikut. dan g '(2) = 5 . 47. f '(2) = 4 . b. c. Carilah tiap nilai berikut. Nyatakan g '( x) dalam f '( x ) . [ f ( x ) g ( x)] di x = 2. a. 6) adalah titik belok dari grafik fungsi f ( x) = x 3 + ax 2 + bx + 1 46. a. d dx d dx d dx [ f 2 ( x) + g 3 ( x)] di x = 2. Pipa besi dibawa melewati gang yang memiliki lebar 9 meter. Tentukan titik pada kurva y = x3 − 3 x + 4 dan y = 3( x 2 − x) mempunyai garis singgung bersama. [ f ( g ( x ))] di x = 2. f ''(2) = −1 . Tentukan nilai a dan b sehingga (1.

V. Jakarta.J. Pradnya Paramita.. Lipschutz. Schaum’s Outline Series.. Algebra. 1965. Jakarta. Alih Bahasa : I Nyoman Susila. Kalkulus. Publishers. New York. Modern Algebra. Teori Ringkas dan Latihan Soal Pembahasan Matematika SMA. Pendahuluan Teori Kemungkinan dan Statistika. N.. Massachusetts. Pinter. Erlangga. Lipschutz. 1983. Maths Exercises for GCSE. F. Jakarta. Ensiklopedia Matematika. Ayres. Andi Hakim.Sc. Jakarta. Noor Komala d/h NoordhoffKolff. J. Bob Foster. I Nyoman Susila. Schaum’s Outline Series. Jakarta. 1981. 1982. Jr. Jakarta. Spiegel. Jilid 1. F. LP3ES. Coleman. 1998.V.. Statistics. T. C. Diterjemahkan oleh Bahar Azis. dkk.D. 1964. 1962. Singapura. McGraw-Hill Internasional Book Company. Singapura : McGraw-Hill Internasional Book Company. Bandung. A. Hogg Robert. Schaum’s Outilne Series. New York. Ilmu Aljabar Buat Sekolah Menengah. Alders. Diterjemahkan oleh Bahar Azis. 5th. McGraw-Hill Internasional Book Company.. 1974. Erlangga . 1982. Kalkulus. Thomas Nelson & Sosns Ltd. Jilid 1. Jakarta.J. The Calkulus with Analytic Geometry. New York. Negoro. Finite Mathematics. Erlangga. C. Schaum’s Outilne Series. Probability and Statistics. 1957. Matematika Untuk SMA. Inc. Nasoetion. 1991. Yogyakarta. Tarsito.R. Calculus. Alders. McGraw-Hill Book Company. Second Edition. New York Leithold. Fisika untuk Sains dan Teknik.. Jilid 8s dan 12. Addison-Wesley Publishing Company. untuk SMA. 1983. Budi Nurochman. 1001 Plus Soal dan Pembahasan Matematika untuk SPMB. Jakarta : Noordhoff-Koolff N. Intersolusi Pressindo dan Pustaka Pelajar.. Schaum’s Outline Series. Ayres. Schaum’s Outline Series. Pengantar Metode Statistik. 2003.. Set Theory. Macmillan Publishing Co. Metoda Statistika. J. : McGraw-Hill Internasional Book Company. 1979. Matematika 1. 1979.C. 1974. Jilid II. Alih Bahasa : Dra. Lea Prasetio. Wijdeness. M. Schaum’s Outline Series.D. Theory and Problems of Probability. ST. P. Toronto : Gage Publishing Limited.R. Jakarta. E.A. S.1986. 1984. ITB.J. London. Erlangga. Singapura Lipschutz. 1998. Purcell. (tt). Spiegel. Ayres. Nasoetion. McGraw-Hill Book Company. Bharata karya Aksara. 1981. Ph. Jakarta. Anto Dayan. 1994. Landasan Matematika. S. Edisi Ketiga. Kurikulum Mata Pelajaran: Matematika. 2005. dkk. V dan Craig Allen. M.Daftar Pustaka Abdul Kodir. Jr. 1970. Ilmu Ukur Segitiga. Depdikbud. C. First Year College Mathematics. Andi Hakim. Daftar Pustaka 345 . H. 1978. Jr. dkk. Jakarta. S. Ghalia Indonesia. Edisi Keempat. Departemen Pendidikan Nasional. Set Theory.Sc dan Hendra Gunawan. Singapura : McGrawHill Internasional Book Company. Balai Pustaka. Soerjadi PA. Ilmu Aljabar. M. Singapura. Bandung. P. 1982. Tipler. Inc. (1991). Ph. M. Harper & Row. Schaum’s Outilne Series. Introduction to Mathematical Statistics. 2006. Singapura Stewart. McGraw-Hill Book Company. 2007. Alih Bahasa : Drs. L. Philip. Sudjana. Jakarta. et al. F. Depdikbud.

Matematika SMA/MA Kelas XI . Sering disebut juga “Relasi fungsional”. Secara matematika akar pangkat n dari bilangan a adalah bilangan x sedemikian hingga xn = a. ∀ x anggota domain. Suatu fungsi I yang dinyatakan dengan rumus I(x) = x. Garis tengah lingkaran atau ruas garis yang melalui titik pusat suatu lingkaran. Frekuensi yang dijumlahkan. dan suhu. Karena itu tidak semua relasi merupakan fungsi. Suatu fungsi f(x) disebut ganjil apabila terdapat hubungan f(-x) = -f(x). Ukuran yang membagi sekelompok nilai menjadi 10 bagian yang sama. Terkaan tentang seringnya suatu data muncul. Asimtot suatu garis lengkung adalah garis yang tidak pernah dipotong oleh garis. fungsi genap fungsi identitas 346 : : Suatu fungsi f(x) disebut genap bila f(-x) = f(x). tekanan udara. Ukuran jauh dekatnya nilai pengamatan dari rata-rata hitungnya.Glosarium absis akar : : Titik-titik yang dikorespondensikan dengan bilanganbilangan di sumbu x pada sistem koordinat Cartesius. Diagram yang menggunakan daerah lingkaran untuk menggambarkan suatu keadaan. Data dalam bentuk angka.IPA asimtot data data kualitatif data kuantitatif derajat desil diagram diagram lingkaran diameter dispersi frekuensi frekuensi kumulatif fungsi : : : : : : : : : : : : : frekuensi nisbi atau relatif : fungsi ganjil : . Data yang tidak berbentuk angka. Satuan ukuran sudut. Banyaknya nilai muncul. Gambar yang menyajikan data tentang sesuatu masalah. Akar pangkat n dari suatu bilangan (n bilangan asli) adalah suatu bilangan yang bila dipangkatkan n menghasilkan bilangan yang ditarik akarnya tersebut. Sesuatu yang diketahui atau dianggap. Suatu relasi antara A dan B disebut fungsi apabila setiap unsur (anggota) himpunan A dipasangkan tepat satu unsur (anggota) himpunan B. Fungsi merupakan relasi khusus.

Terjadinya dua kejadian yang tidak saling mempengaruhi. Fungsi f yang dinyatakan dengan rumus f(x) = ax + b. Koordinat Cartesius terdiri atas absis dan ordinat. maka ada fungsi f -1 dari B ke A sehingga f o f = f o f = I . b. Fungsi f : A → B adalah satu-satu jika a1. Daerah yang dibatasi oleh 2 jari-jari dan satu busur pada suatu lingkaran. Fungsi dalam R yang didefinisikan f(x) = ax + bx + c. kelompok. maka pemetaan A kepada B adalah fungsi onto. dan a ≠ 0. Semua ruas garis antara pusat dan sembarang titik pada lingkaran. Susunan dari beberapa elemen di mana urutan tidak diperhatikan. a2 ∈ A dengan a1 ≠ a2 maka f(a1) f(a2). a ≠ 0 . dan ordinat diwakili oleh titik-titik di sumbu y. gugus. dan c ∈ R. Ukuran yang membagi sekelompok nilai menjadi empat bagian yang sama. Bila A dan B himpunan-himpunan. dengan I fungsi identitas. 347 fungsi satu-satu gradien grafik : : : histogram himpunan invers fungsi jangkauan jari-jari lingkaran juring kejadian kejadian saling bebas kombinasi koordinat : : : : : : : : : : kuartil : Glosarium . fungsi konstan fungsi kuadrat fungsi kubik fungsi linear fungsi onto : : : : : Suatu fungsi f yang dinyatakan dengan rumus f(x) = a. Ukuran tertinggi dikurangi ukuran terendah. a dan b konstanta. Koefisien arah suatu garis lurus. dengan a. atau set”.fungsi invers : Bila f fungsi dari A ke B yang merupakan korespondensi satusatu. Jenis grafik batangan yang khusus untuk penyajian data yang merupakan tabel distribusi frekuensi. Invers fungsi f adalah relasi r sedemikian hingga . 2 -1 -1 f dengan Fungsi yang peubah bebasnya berpangkat tiga. yaitu memasangkan setiap anggota A kepada anggota B. I fungsi identitas. Disebut juga “Kumpulan. Gambar-gambar yang menunjukkan secara visual data berupa angka yang biasanya juga berasal dari tabel-tabel yang telah dibuat. di mana setiap anggota B merupakan bayangan dari sedikitnya satu anggota A. Absis diwakili oleh titik-titik di sumbu x. Kumpulan dari satu atau lebih hasil dari sebuah eksperimen. Fungsi f -1 ini disebut fungsi invers dari f. dengan a suatu konstanta.

Bagian dari populasi.lingkaran : Kurva tertutup sederhana yang khusus. = L mempunyai arti nilai f(n) mendekati L apabila n membesar tak terbatas. Nilai terendah. Suatu pengaturan atau urutan beberapa elemen atau objek di mana urutan itu penting () Ukuran yang membagi sekelompok nilai menjadi 100 bagian yang sama. Range dalam statistik disebut jangkauan ialah selisih antara data tertinggi dengan data terendah. misalnya dalam fungsi kuadrat dan fungsi trigonometri. Grafik garis yang diperoleh dengan menghubungkan titik tengah dari setiap batangan pada histogram. Jumlah semua ukuran yang diamati dibagi oleh banyaknya ukuran. Tiap titik pada lingkaran itu mempunyai jarak yang sama dari suatu titik yang disebut pusat lingkaran. Hubungan. Kumpulan seluruh elemen yang sejenis tetapi dapat dibedakan satu sama lain. Nilai pendekatan. Hubungan (relasi) itu diperlihatkan oleh masing-masing anggota kedua himpunan itu. Nilai tertinggi. Disebut juga variabel. Hasil kali dari dua himpunan.IPA . Adalah pencerminan dalam arti geometri. Dinyatakan dengan “X”. Nilai dari sekelompok data yang mempunyai frekuensi tertinggi atau nilai yang paling banyak terjadi (muncul) dalam suatu kelompok nilai. Akar kuadrat positif dari variansi. Nilai maksimum atau nilai minimum. Titik-titik yang dikorespondensikan dengan bilanganbilangan di sumbu y pada sistem koordinat Cartesius. Dua himpunan yang berbeda mungkin mempunyai hubungan. Nilai ekstrim ditemukan dalam fungsi non linear. limit mean median : : : modus : nilai ekstrim : nilai maksimum nilai minimum ordinat peubah pencerminan : : : : : permutasi persentil poligon populasi produk Cartesius range relasi : : : : : : : sampel simpangan baku : : 348 Matematika SMA/MA Kelas XI . Pencerminan disebut juga refleksi. menggambarkan bayangan cermin suatu bangun. Nilai yang ada di tengah-tengah sekelompok data jika nilainilai tersebut diurutkan dari yang terkecil sampai yang terbesar.

4 E ekstrim 28. 230. 12. 42. 132. 254. Indeks 349 . 43. 45. 137. 34. 234. 263 koordinat 134. 50. 153.Indeks A Agustin Louis Cauchy 229 akar 43. 17. 138. 159. 47. 148. 153. 19. 134. 3. 6. 16. 154 L lebar kelas 15 limit 237 lingkaran 1. 141. 140. 38. 51. 54. 47. 35. 50. 51. 244. 144. 29. 247. 15 D data 1. 137. 140. 8. 21. 148. 143. 138. 35. 18. 53. 13. 139. 146. 46. 35. 21. 38. 10. 22. 32. 19. 37. 35. 29. 137. 10. 145. 144. 15. 54. 47. 249. 249 K kalkulus 229. 34. 251. 151. 6. 137 histogram 1. 147. 8. 141. 160. 33. 44. 137. 18. 54. 20. 138. 36. 11. 255 18. 135. 134. 264 desil 35 diagram 1. 131. 142. 253 aturan pencacahan 48 B batas atas kelas 14. 148 kuartil 1. 9. 32. 158. 160 I interpolasi linear 10. 4. 12. 23. 259. 49. 39. 30. 19. 30. 250 Eudoxus 145 F frekuensi kumulatif 17. 34. 264 geometri 128. 29. 16. 52. 27. 39. 140. 127. 36. 133. 242. 48. 250. 137. 263. 236. 149. 41. 144 grafik 4. 139. 53. 46. 25. 246. 245. 232. 159. 128. 141. 42. 143. 160 kelas interval 14. 157. 150. 31. 264 H hamparan 39. 19. 22. 129. 36. 228. 51. 245. 45 kontinu 244. 5. 43. 154 himpunan 2. 130. 51. 37. 141. 136. 26. 160. 40. 247. 26. 28. 15 batas bawah kelas 14. 37. 260 gradien 133. 14. 33. 237. 151. 18. 153. 40. 142. 33. 40. 17. 135. 7. 24. 22. 28. 143. 9. 22. 39. 3. 138. 231. 260 kejadian 140. 237. 7. 35 J jangkauan 49. 15. 229. 47. 19. 54 frekuensi harapan 156 G garis singgung 127. 6. 136. 139. 49. 230. 147. 11.

263 statistik 2. 48. 36. 48 semi kuartil 39 simpangan 1. 241. 38. 47 median 1. 160 R ragam 42. 159. 47 ukuran pemusatan 1. 20 P panjang kelas 15. 250 poligon 20. 44. 154. 53. 46. 31. 29. 160 N nilai ekstrim 39. 39. 50. 4. 35. 54. 44. 43. 47 Phytagoras 151 peubah 227.IPA . 43. 26. 30.M mean 23. 49. 45. 30. 19. 155. 154. 22. 23. 49. 38. 5. 40. 47. 22. 32. 38. 28. 40. 42. 39. 252 U ukuran letak 1. 48 Sturges 14 T tabel 4. 32. 250 O ogive 18. 53. 34. 3. 154 350 Matematika SMA/MA Kelas XI . 18. 28. 160 persentil 1. 47 ukuran penyebaran 1. 29. 160 rentang 43 S sampel 3. 29. 238. 27. 26. 49. 23. 138. 25. 3. 28. 24. 47. 27. 153. 39. 23. 34. 44. 153. 156. 4. 32. 42. 54. 51. 40. 47. 45. 155 range 39 rataan 1. 54 statistika 2. 154. 49. 47. 50. 36 peluang 155. 45. 52. 136. 40. 43. 32. 256 teorema ketunggalan limit 230 Teorema Limit 237. 39. 23. 160 Teorema Apit 254. 46. 50. 47. 31. 51. 145. 47. 255. 52. 13. 19. 4. 47 V variansi 43. 52.

Lingkaran Uji Kompetensi A. A 15. E s s a y 17. P ( A ∩ B ) ≠ P ( A) P ( B ) 351 . 3. E 13. 5. B D E B B 11. 120 19. x = 60 dan y = 30o 19. 13. 27. Pilihan Ganda 1. 15. Pilihan Ganda BAB II 1. 22 tahun 19. A 41.886 – 58. 3. E s s a y 17. 8 y = (( −35 ± 3 65) 40) x + 5 1. 33. 19. 3. 29. (57. D D C C E Kunci 11. Essay o 17. x2 + y2 – 14x – 26 = 0. 37. 5. E A D E A D C E C E b. 23. 4 : 7. a. 11. a. 5. A B B C D 11. B 13.Kunci Matematika XI IPA SMA Statistika Uji Kompetensi A. 17. maks = 1 dan min = – 1. 120 anak P( A ∩ B) = = ⋅ 1 = P ( A) P ( B ) . 7. 25. 9. 3. A Latihan Ulangan Umum Semester 1 Uji Kompetensi A. 9. 9. 7. 5. 7. 3 8 3 4 1. C 13. 9. b. 1/10 Rumus-rumus Trigonometri Uji Kompetensi A. D 17. C 15. B B E D D C C E D B Essay 21. B. 5. 3. D A D B B Essay 11. a. 7. A BAB IV B. Pilihan Ganda BAB I B. 19. B 15. 43. 2 b. 126) kg Peluang Uji Kompetensi A. maks = 0 dan min = – 10. 7. 39. A 13. 31. B 15. Pilihan Ganda BAB III 1. Pilihan Ganda B. 9. 35. B.

C 15. 38 3 ) 4 P (t ) = t + t + 27 . D 13. Pilihan Ganda 1. naik: x < −4 atau x > 1 . B E B A A Essay 11. a = –3 dan b = 7 47. 3/4 41. B 13. C B E D B Essay 11.5 Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi Uji Kompetensi A. D 1. 5. a. 9.02 47. 27. dθ dt = 54 − 3t − t 2 . 2. 19. Pilihan Ganda BAB IX 17. 1 2 BAB VIII Turunan Uji Kompetensi y = x +1 Sukubanyak BAB V A. b = – 1 19. 400 dan 125 Matematika SMA/MA Kelas XI . B 35. 3. Pilihan Ganda BAB VI 1. 5. min: –8. 0. 1/3 352 19. 5. 25. maks: 117. B. C 1. 1 (3 − 3) 2 49. D 1.45.IPA . −4 < x ≤ 1 atau x > 4 19. D E C B E 31. 7. 700 ribu rupiah 49. E 13. b. 23. 13. E 13. 15. B. 7. B. turun: −4 < x < 1 . 7. a. A 13. 7. D 15. Pilihan Ganda 1. 3. C 37. 29. c = 4 45. B 17. (-3/2. C 17. 7. 9. D 33. Pilihan Ganda Uji Kompetensi A. 9. Pilihan Ganda Limit Fungsi Uji Kompetensi A. 17. 2 c f '(c ) 43. − 3 sin a 2 Nilai Ekstrim Fungsi dan Teknik Membuat Grafik Fungsi Uji Kompetensi A. B. D C C C D 21. 2/3 19. D 39. P (15) = 42 + 15 BAB VII 19. 3. A 15. 9. 17. 9. 5. c. 3. B B D D E Essay 11. B. 9. a. B C C A B Essay 11. B 15. 5. C D B A C Essay 11. B. b. C C D C B Essay 11. D 15. 7. 3. 3. θ (t ) = 198 Latihan Ulangan Umum Semester 2 Uji Kompetensi A. 5. A 17.

.

.

Materi disajikan secara sederhana.Dengan demikian diharapkan dapat membangkitkan rasa ingin tahu. Hal ini dimaksudkan untuk merangsang minat dalam membaca dan mempelajari materi. Buku ini ditekankan pada cara berpikir sistematis dan logis. 4. Buku matematika ini peduli dengan proses pendidikan yang dapat diterima dengan baik oleh semua kelompok siswa. 2. tata letak. dan kreativitas. dan pewarnaan yang memenuhi standar “Human Computer Interactive”. sedangkan sebagai pelayan matematika menyediakan alat yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan pada ilmu-ilmu yang lain. Beberapa keunggulan buku matematika ini adalah sebagai berikut. ISBN 978-979-068-854-4 (No. Buku ini disusun sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan dengan harapan dapat mengembangkan keragaman potensi. dan kelompok tinggi (advance).- . spritual. Jld lengkap) ISBN 978-979-068-856-8 Wahana Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp. kecerdasan intelektual. analisis. 3. buku ini dilengkapi dengan c o n t o h soal dan penyelesaian. komunikasi. Buku ini berusaha menjadi sarana penunjang yang baik demi kemajuan pendidikan Indonesia. minat. inspiratif. soal-soal pelatihan disajikan dalam berbagai bentuk untuk meningkatkan kemampuan daya pikir. Siswa diajak berpikir logis dan melihat aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari. Dengan karakteristik ini diharapkan setelah mempelajari buku ini siswa dapat berpikir secara sistematis dan logis untuk mengambil kesimpulan.194. emosional. 1. Buku ini disusun dengan memenuhi kaidah-kaidah tipografi. dan minat dalam mempelajari matematika. di samping menyajikan aplikasinya pada kehidupan sehari-hari. maka sebagai ratu matematika mempunyai struktur yang sistematis dan logis tidak dapat dipengaruhi oleh ilmu yang lain. dan kinestetik siswa secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangan siswa tersebut.18.MATEMATIKA 2 Program Ilmu Pengetahuan Alam Matematika menurut sifatnya merupakan ratu dan sekaligus sebagai pelayan ilmu. kelompok normal (novice). sistematis. Buku ini dilengkapi dengan math info dan teka-teki matematika. perhatian. Selain itu. kelompok sedang (intermediate). Untuk mempermudah pemahaman konsep materi. dan realistis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful