PENGGUNAAN TANDA BACA DAN HURUF KAPITAL PADA TEKS IKLAN BROSUR PENAWARAN BARANG ATAU JASA

Skripsi
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1

Diajukan Oleh:

Pita Erlawati
A 310 060 276

PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

PERSETUJUAN

PENGGUNAAN TANDA BACA DAN HURUF KAPITAL PADA TEKS IKLAN BROSUR PENAWARAN BARANG ATAU JASA

Disusun Oleh:

Pita Erlawati
A 310 060 276

Telah disetujui dan disahkan untuk dipertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi Sarjana S-1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Telah Disetujui Oleh:

Pembimbing I,

Pembimbing II,

Prof. Dr. H. Abdul Ngalim, M. Hum. Tanggal:

Drs. Agus Budi Wahyuni M.Hum. Tanggal:

ii

HALAMAN PENGESAHAN

PENGGUNAAN TANDA BACA DAN HURUF KAPITAL PADA TEKS IKLAN BROSUR PENAWARAN BARANG ATAU JASA

Yang dipersiapkan dan disusun oleh:

PITA ERLAWATI (A 310 060 276)

Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada tanggal: 30 April 2010 Dan dinyatakan telah memenuhi syarat. Susunan dewan penguji:

1. 2. 3.

(Prof. Dr. H. Abdul Ngalim, M.Hum.) (Drs. Agus Budi Wahyudi, M. Hum.) (Drs. Andi Haris Prabawa, M. Hum.)

Surakarta, 30 April 2010 Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan,

Drs. H. Sofyan Anif , M. Si. NIK. 547

iii

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang sepengetahuan saya, juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Apabila ternyata di kemudian hari terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan di atas, maka saya akan bertanggunang jawab sepenuhnya.

Surakarta, 1 April 2010

Pita Erlawati A 310 060 276

iv

Motto

“Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (Q.S Al- Bayyinah: 7).

“Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ibu. Dan panggilan yang paling indah adalah ibuku.” (Kahlil Gibran).

“Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak dari kejauhan, seperti gunung yang nampak lebih agung dari padang dan dataran.” (Kahlil Gibran).

Lihatlah kelebihan orang yang kamu anggap kurang dan lihatlah kekurangan orang yang kamu anggap lebih agar hidupmu seimbang. (Penulis).

v

PERSEMBAHAN

Mogaku tahu syukurku adalah milikMu, padaMu ya Allah dengan segala ketulusan hati dan khilafku. Sebuah karya sederhana ini ku persembahkan sebagai wujud bakti, hormat, dan sayangku kepada: 1. Ayah dan Ibu, terimakasih atas doa, semangat, kesabaran, kasih sayang, dan pengorbanan yang telah diberikan, tetapi ananda tahu takkan bisa membalasnya. Sebuah karya kecil ini yang bisa ananda berikan. 2. Adikku (Lilik H.) dan keponakanku (Joni dan Nabila) atas keceriaan yang kalian berikan. 3. Mas Mbomber yang selalu sabar mendampingi penulis hingga skripsi ini selesai.

vi

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah swt yang senantiasa melimpahkan petunjuk, rahmat, dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad saw beserta seluruh keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang setia sampai akhir zaman kelak. Atas izin-Nya penulis dapat menyelasaikan skripsi dengan judul “Penggunaan Tanda Baca dan Huruf Kapital pada Teks Iklan Brosur Penawaran Barang atau Jasa”. Adapun maksud dan tujuan penulisan ini adalah dalam rangka memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai Derajad Sarjana S-1, Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Banyak sekali dukungan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak yang sangat berarti bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepadaberbagai pihak yang telah membantu. 1. Prof. Dr. H. Bambang Setiaji, M. S, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang telah menyediakan fasilitas untuk perkuliahan.

vii

2. Drs. H. Sofyan Anif, M. Si, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, yamg telah

menyediakan fasillitas perkuliahan. 3. Drs. Agus Budi Wahyudi, M. Hum., selaku ketua jurusan dan dosen pembimbing II yang dengan sabar membimbing dan mendorong penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Prof. Dr. H. Abdul Ngalim, M. Hum., selaku dosen pembimbing I yang dengan kesabaran dan bimbingannya mengarahkan dan memberikan petunjuk yang sangat berguna sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 5. Dra. Main Sufanti, M. Hum., selaku pembimbing akademik yang dengan sabar memberi bimbingan kepada penulis selama berada di bangku kuliah. 6. Bapak dan Ibu dosen yang telah membimbing dan membagi ilmu pengetahuan kepada penulis selama mengikuti perkuliahan di Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta. 7. Guruku di TK, SD, SMP, dan SMA yang telah membekali penulis dengan ilmu yang sangat berguna bagi penulis untuk sekarang dan masa depan. 8. Bapak dan ibuku tercinta yang tiada henti memberikan kasih sayang dan doa kepada penulis. 9. Keluarga besarku (Kakek, Nenek, Adik, dan Keponakan) yang selalu memberi nasihat dan keceriaan setiap hari.

viii

10. Mas Mbomber yang selalu menemaniku dalam suka maupun duka, yang selalu mengerti aku, terima kasih atas semuanya. 11. Teman kos Aneka Karya (Lilit, Niken, Tini, Hajar, Yana, Aris, Mbk Wiwin) dan adik kos aneka karya (Retno, Indah, Ani, Rita, Tetri, Mulya, Yani, Dewi, Prima, dan Nana) terima kasih atas keceriaan dan dukungannya. 12. Lilit, Tri, dan Tini, terima kasih atas kebersamaannya dan teman satu angkatan PBSID terutama kelas E terima kasih atas kebersamaannya. 13. Mbak Siti, Kajol, dan Neng terima kasih untuk dukungannya. Atas bantuan yang diberikan, penulis hanya bisa berdoa semoga Allah swt memberikan yang terbaik atas amal yang dilakukan. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekuarangan dan masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang yang membangun dari pembaca. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun pembaca pada umumnya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Surakarta, 1 April 2010

Penulis

ix

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................... HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ HALAMAN PERNYATAAN ...................................................................... HALAMAN MOTTO ................................................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................. ABSTRAK .................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. A. Latar Belakang Masalah .................................................................... B. Pembatasan Masalah ......................................................................... C. Perumusan Masalah ........................................................................... D. Tujuan Penelitian ............................................................................... E. Manfaat Penelitian ............................................................................. F. Sistematika Penulisan.......................................................................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI ..................... A. Tinjauan Pustaka ............................................................................... B. Landasan Teori .................................................................................. 1. Iklan .............................................................................................. a. Pengertian Iklan ........................................................................ b. Jenis Iklan ................................................................................ c. Ciri-ciri Iklan ............................................................................ d. Ragam Bahasa Iklan.................................................................. e. Teks Iklan ................................................................................. 2. Brosur Penawaran Barang atau Jasa ............................................. a. Pengertian Brosur .................................................................... b. Penulisan Brosur ......................................................................

i ii iii iv v vi vii x xii 1 1 3 3 4 4 5 6 6 10 10 10 11 12 13 14 14 14 15

x

3. Penggunaan Tanda Baca ............................................................... 4. Penggunaan Huruf Kapital ........................................................... BAB III METODE PENELITIAN ................................................................ A. Jenis Penelitian .................................................................................. B. Data dan Sumber Data ....................................................................... C. Teknik Pengumpulan Data ................................................................ D. Teknik Analisis Data ......................................................................... E. Teknik Penyajian Hasil Analisis ....................................................... BAB IV PEMBAHASAN ............................................................................. B. Deskripsi Data.................................................................................... C. Penggunaan Tanda Baca ................................................................... 1. Penggunaan Tanda Baca Titik ...................................................... 2. Penggunaan Tanda Baca Koma ..................................................... 3. Penggunaan Tanda Baca Seru ...................................................... D. Penggunaan Huruf Kapital................................................................. BAB V PENUTUP ........................................................................................ A. KESIMPULAN ................................................................................. B. SARAN ............................................................................................. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

16 20 25 25 25 26 27 28 29 29 34 34 43 48 52 62 62 63

xi

ABSTRAK

PENGGUNAAN TANDA BACA DAN HURUF KAPITAL PADA TEKS IKLAN BROSUR PENAWARAN BARANG ATAU JASA

Pita Erlawati, A 310 060 276, Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2010, 63 halaman.

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah penggunaan tanda baca pada teks iklan brosur penawaran barang atau jasa? (2) bagaimana penggunaan huruf kapital pada teks iklan brosur penawaran barang atau jasa? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan tanda baca dan huruf kapital pada teks iklan brosur penawaran barang atau jasa. Bentuk dan strategi yang digunakan dalam penelitian ini berupa deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah brosur penawaran barang dan jasa yang beredar di masyarakat. Objek penelitiannya adalah penggunaan tanda baca dan huruf kapital. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan dilanjutkan dengan metode catat, analisis data menggunakan metode agih. Hasil penelitian ini antara lain: pertama penggunaan tanda baca yang meliputi: a) penggunaan tanda titik yang kurang tepat terdapat pada penggunaan titik di akhir kalimat dan penggunaan tanda titik yang berlebihan, b) penggunaan tanda koma yang kurang tepat terdapat pada penggunaan tanda koma di antara unsur-unsur dalam suatu pemerian atau pembilangan, c) penggunaan tanda seru yang kurang tepat terdapat penggunaan tanda seru di akhir kalimat dan penggunaan tanda seru yang berlebihan. Kedua penggunaan huruf kapital yang kurang tepat terdapat pada penggunaan huruf kapital di awal kalimat, penggunaan huruf kapital di tengah kalimat, dan penggunaan huruf kapital secara keseluruhan.

Kata Kunci: brosur penawaran barang atau jasa, tanda baca, dan huruf kapital.

xii

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa persatuan sejak 28 Oktober 1928. Usia 82 tahun belumlah tua untuk ukuran bahasa sebuah bangsa. Usia yang masih labil, masih berubah dan berkembang seperti halnya bahasa-bahasa lain di dunia. Sebuah bahasa berkembang seiring perkembangan ilmu pengetahuan, informasi, dan teknologi. Rasa ingin tahu manusia yang menyebabkan perkembangan ilmu- ilmu yang telah dimiliki manusia. Bahasa pun ikut berkembang mengikuti perkembangan manusia. Bahasa bukanlah sesuatu yang mati, tetapi bahasa bisa berkembang sesuai perkembangan pemikiran penggunaanya. Bahasa digunakan manusia untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari- hari. Keberadaan bahasa sangat penting bagi kehidupan manusia. Dengan bahasa manusia dapat menyampaikan informasi atau berita, fakta, pendapat, dan lain sebagainya. Manusia dapat berkomunikasi dengan siapa saja menggunakan bahasa, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tanpa adanya bahasa, interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat akan lumpuh. Menurut Sugono (2002: 14) ditinjau dari media (sarana) yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, penggunaan bahasa dapat dibedakan 1

2

dalam dua macam ragam bahasa yaitu, ragam bahasa tulis dan ragam bahasa lisan. Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Sedangkan ragam bahasa lisan adalah bahasa yang dihasilkan dengan menggunakan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Salah satu penggunaan bahasa dalam kehidupan bermasyarakat dapat ditemukan dalam dunia perdagangan, khususnya penawaran barang yang sering disebut iklan. Iklan memanfaatkan bahasa untuk mempromosikan barang atau jasa. Produsen menulis kelebihan-kelebihan barang atau jasa yang akan ditawarkan dengan bahasa. Penggunaan bahasa bertujuan mempengaruhi konsumen agar membeli atau memakai produknya. Bahasa iklan berkaitan dengan pemberian informasi, menarik khalayak, original, memiliki kekhasan, dan persuasif. Bahasa yang digunakan berbeda dengan penggunaan bahasa lainnya, misalnya bahasa dalam surat, pidato, dan laporan. Bahasa iklan cenderung lebih santai dan bersahabat. Kata-kata yang digunakan menarik dan bersifat promosi. Pemilihan kata dapat mempengaruhi keberhasilan iklan. Selain pemilihan kata, penggunaan tanda baca juga mempengaruhi keberhasilan iklan. Penulis iklan kurang memperhatikan penggunaan tanda baca. Terdapat kesalahan penggunaan tanda baca dalam penulisan iklan, seperti penggunaan tanda titik, koma, dan seru. Iklan yang menarik tidak harus menggunakan tanda baca yang sebenarnya tidak lazim digunakan. Tanda baca harus digunakan sesuai dengan kaidah.

3

Di samping pemilihan kata dan penggunaan tanda baca, penggunaan huruf kapital perlu diperhatikan dalam menulis iklan. Penggunaan huruf kapital membuat konsumen lebih mudah membaca teks iklan. Penulis iklan terkadang berlebihan dalam menggunakan huruf kapital, misalnya dengan menulis semua teks menggunakan huruf kapital atau menulis huruf kapital dan huruf kecil secara bergantian dalam satu kata. Penggunaan huruf kapital tersebut tidak sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Pada umumnya huruf kapital digunakan di awal kalimat, nama orang, hal yang berkenaan dengan agama, dan lain sebagainya. Berdasarkan uraian tersebut, penulis bermaksud mengadakan

penelitian dengan judul “Penggunaan Tanda Baca dan Huruf Kapital pada Teks Iklan Brosur Penawaran Barang atau Jasa”. B. Pembatasan Masalah Penelitian ini dibatasi masalah pada penggunaan tanda baca dan huruf kapital pada kalimat persuasi yang terdapat pada brosur penawaran barang atau jasa. Penggunaan tanda baca dibatasi pada penggunaan tanda baca titik, koma, dan seru. C. Perumusan Masalah Dalam penelitian ini ada 2 masalah yang ingin dicari jawabannya. 1. Bagaimana penggunaan tanda baca pada teks iklan brosur penawaran barang atau jasa? 2. Bagaimana penggunaan huruf kapital pada teks iklan brosur penawaran barang atau jasa?

4

D. Tujuan Penelitian Ada dua tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini. 1. Mendeskripsikan penggunaan tanda baca pada teks iklan brosur penawaran barang atau jasa. 2. Mendeskripsikan penggunaan huruf kapital pada teks iklan brosur penawaran barang atau jasa. E. Manfaat Penelitian Penelitian dilakukan untuk mendapatkan manfaat. Manfaat dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis. 1. Manfaat Teoretis Manfaat teoretis adalah manfaat yang berhubungan dengan pengembangan ilmu, oleh karena itu penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang penggunaan tanda baca dan huruf kapital dalam sebuah wacana. 2. Manfaat Praktis a. Hasil penelitian ini dapat memberikan bahan inspirasi bagi pembaca dan calon peneliti lain untuk melakukan penelitian. b. Menambah khasanah penelitian tentang bahasa khususnya dalam penggunaan tanda baca dan huruf kapital pada teks iklan brosur penawaran barang atau jasa.

5

F. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan ini adalah Bab I Pendahuluan yang berisi Latar Belakang Masalah, Pembatasan Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, dan Sistematika Penulisan. Bab II Tinjauan Pustaka yang berisi Penelitian yang Relevan dan Landasan Teori. Penelitian yang relevan berisi penelitian-penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian ini. Landasan teori memuat teori- teori yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti yaitu iklan, brosur penawaran baranng atau jasa, penggunaan tanda baca, dan penggunaan huruf kapital. Bab III Metode Penelitian berisi Jenis Penelitian, Data Penelitian, Sumber Data, Teknik Pengumpulan Data, Teknik Analisis Data, dan Teknik Penyajian Hasil Analisis. Bab IV Pembahasan yang berisi hasil analisis data. Bab V Penutup berisi kesimpulan dan saran.

6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka bertujuan untuk mengetahui kepastian karya ilmiah. Suatu penelitian tidak beranjak dari awal, tetapi telah ada acuan yang mendasari. Untuk mengetahui keaslian penelitian ini akan dipaparkan beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini. Skripsi Ratnawati (2007) berjudul “Gaya Bahasa Personifikasi pada Iklan Parfum di Brosur Avon dan Oriflamme”. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa gaya personifikasi yang ditemukan dikelompokkan menjadi dua, yaitu melakukan ‘perbuatan’, dan memiliki ‘kemampuan’. Gaya personifikasi yang berarti melakukan ‘perbuatan’ menganggap parfum sebagai benda mati dapat melakukan perbuatan seperti manusia. Gaya personifikasi yang berrati memiliki ‘kemampuan’ menganggap parfum sebagai benda mati memiliki kemampuan seperti yang dimiliki oleh makhluk hidup terutama manusia. Perbedaan penelitian Ratnawati dengan penelitian ini terletak pada objek yang dikaji. Pada penelitiannya, Ratnawati mengkaji mengenai gaya personifikasi pada brosur, sedang pada penelitian ini mengkaji penggunaan tanda baca dan huruf kapital pada brosur. Persamaan antara kedua penelitian adalah sama meneliti mengenai penulisan pada brosur. Skripsi Yudhi (2008) berjudul “Campur Kode dalam Iklan Acara di Radio RRI Surakarta”. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa campur kode

6

7

merupakan variasi bahasa yang paling banyak dijumpai dalam iklan acara di radio RRI Surakarta. Penyisipan campur kode tersebut berupa kata, frase, reduplikasi, baster, idiom, klausa, singkatan, dan akronim. Campur kode dari Bahasa Jawa lebih sering muncul karena secara letak geografis radio RRI Surakarta berada di Kota Solo yang kental dengan nuansa Jawa. Latar belakang munculnnya campur kode dalam iklan acara di radio RRI Surakarta antara lain karena daerah dan budaya penutur dan pendengar, menghadirkan efek lucu serta pertimbangkan untuk mendapatkan pengungkapan yang lebih tepat. Perbedaan penelitian Yudhi dengan penelitian ini terletak pada objek yang dikaji. Objek penelitian Yudhi adalah campur kode yang terdapat pada iklan acara radio RRI, sedangkan penelitian ini mengkaji bentuk penulisan iklan (brosur) melalui media cetak. Persamaan penelitian Yudhi terletak pada kajian wacana iklan. Skripsi Mutaqin (2009) berjudul “Implikatur Percakapan pada Iklan Produk (Studi Kasus di Radio GSM FM)”. Hasil penelitian, tuturan yang mengandung implikatur percakapan dalam iklan produk di radio GSM FM terdiri dari dua bentuk tuturan yaitu, tuturan yang berbentuk direktif, sejumlah delapan implikatur dan tuturan berbentuk deklaratif sejumlah lima implikatur. Tuturan direktif digunakan oleh pemasang iklan untuk menarik pendengar atau konsumen aga r membeli atau menggunakan produk yang ditawarkan. Implikatur yang terjadi pada bahasa iklan produk di radio GSM FM pada umumnya ditimbulkan oleh rasa ingin tahu pendengar dan keinginan untuk mencoba terhadap produk yang ditawarkan oleh pemasang iklan. Faktor yang

8

menyebabkan adanya pemakaian implikatur dalam iklan produk di radio GSM FM diantaranya faktor ekonomi, kebutuhan masyarakat, dan efektivitas produk. Perbedaan penelitian Mutaqin dengan penelitian ini terletak pada media iklan yang dijadikan objek kajian. Penelitian Mutaqin memilih media audio, yang dipasang di radio GSM FM, sedangkan pada penelitian ini memilih media cetak berupa brosur. Penelitian Sutanti (2008) berjudul “Analisis Teks Informasi Lalu Lintas di Wilayah Surakarta”. Menunjukkan bahwa penulisan pesan informasi lalu lintas kurang efektif karena banyaknya terdapat kesalahan ejaan dan penggunaan akronim. Ada beberapa kesalahan ejaan dalam pesan informasi lalu lintas di wilayah Surakarta, yaitu meliputi kasalahan penulisan huruf atau kata, kesalahan penulisan tanda titik, kesalahan penulisan huruf kapital, kesalahan penulisan tanda petik, dan kesalahan penulisan tanda seru. Perbedaan antara penelitian Sutanti dengan penelitian ini, yaitu pada iklan. Penelitian Sutanti membahas mengenai teks lalu lintas sedangkan penelitian ini membahas mengenai teks iklan yang menawarkan barang atau jasa. Persamaan antara penelitian Sutanti dengan penelitian ini terletak pada objek kajian. Penelitian Hadisetyo berjudul “Upaya Mengatasi Kesalahan Ejaan pada Karangan Siswa Kelas V SD Negeri 1 Kuripan Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo”. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa terdapat beberapa kesalahan ejaan dalam karangan siswa. Kesalahan tersebut terdapat

9

pada kesalahan penggunaan huruf kapital, preposisi, dan penggunaan tanda baca. Kesalahan huruf kapital terdapat pada penulisan huruf pertama pada awal kalimat, nama bulan, nama hari, nama orang, dan nama kota. Kesalahan penulisan preposisi terdapat pada penulisan kata depan di. penggunaan tanda baca terdapat pada penggunaan tanda baca koma. Perbedaan penelitian Hadisetyo dengan penelitian ini terletak pada subjek penelitian. Penelitian Hadisetyo memakai karangan siswa sebagai sumber data dalam penelitiannya sedangkan penelitian ini memakai brosur sebagai sumber data dalam penelitian. Persamaan penelitian Hadisetyo dengan penelitian ini terletak pada objek kajian, yaitu meneliti mengenai kesalahan ejaan. Penelitian yang dilakukan Muhamad Yasin berjudul “Penggunaan Bahasa dalam Surat Undangan Resmi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Ngunut Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2008/2009”. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penggunaan bahasa yang benar dan penggunaan bahasa yang salah dalam surat undangan resmi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ngunut. Hal ini terbukti dengan ditemukan kebenaran dan kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca, ketepatan dan ketidaktepatan penggunaan diksi, serta keefektifan dan ketidakefektifan penggunaan kalimat. Pertama, kebenaran dan kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca meliputi penggunaan tanda baca titik, koma, titik dua, hubung, penulisan huruf kapital, dan penulisan di sebagai kata depan maupun sebagai awalan. Kedua, ketepatan dan ketidaktepatan penggunaan diksi meliputi penggunaan kata yang benar dan Kesalahan

10

salah, jelas dan tidak jelas, serta efektif dan tidak efektif. Ketiga, keefektifan dan ketidakefektifan penggunaan kalimat meliputi penggunaan kalimat yang sederhana dan tidak sederhana, ringkas dan tidak ringkas, jelas dan tidak jelas, serta sopan dan tidak sopan. Perbedaan penelitian Yasin dengan penelitian ini terlihat pada subjek yang dijadikan sumber penelitian. Penelitian Yasin menggunakan undangan surat resmi sebagai sumber data, sedangkan penelitian ini menggunakan brosur penawaran barang atau jasa sebagai sumber data penelitian. Persamaan penelitian Yasin dengan penelitian ini terletak pada objek kajian penelitian, yaitu meneliti mengenai kesalahan ejaan yang terdapat pada sumber data. B. Landasan Teori 1. Iklan a. Pengertian Iklan Iklan mempunyai peran yang penting dalam masyarakat. Iklan membantu masyarakat untuk melakukan transaksi jual beli. Beberapa ahli mengemukakan pengertian mengenai iklan. Menurut Lee (2007: 5) iklan adalah komunikasi komersil dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak melalui media bersifat massal seperti televisi, radio, koran, majalah, kredit mail (pengeposan langsung, reklame luar ruang, atau kendaraan umum. Menurut Alwi (2001: 32) iklan adalah pemberitahuan kepada khalayak ramai mengenai barang dan jasa yang dijual, di pasang dalam media masa seperti surat kabar dan majalah. Iklan merupakan kegiatan berbahasa yang informatif. Iklan digunakan sebagai alat komunikasi oleh produsen untuk mempromosikan barang, produk, atau jasa kepada konsumen.

11

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa iklan adalah suatu media yang digunakan produsen untuk menawarkan produknya kepada konsumen. Iklan membuat konsumen lebih kritis dan menciptakan dialog antara produsen dan konsumen secara tidak langsung. Menurut Lee (2007: 10-11) ada beberapa fungsi iklan. 1. Periklanan menjalankan sebuah fungsi informasi dengan mengkomunikasikan informasi produk, ciri-ciri, dan lokasi penjualan produk. 2. Periklanan menjalankan sebuah fungsi persuasif, yang mencoba membujuk para konsumen untuk membeli merek- merek tertentu dan mengubah sikap mereka terhadap produk atau perusahaan tertentu. 3. Periklanan menjalankan sebuah fungsi pengingat. Iklan selalu mengingatkan para konsumen tentang sebuah produk sehingga mereka akan tetap membeli produk yang diiklankan tanpa mempedulikan merek pesaingnya. b. Jenis Iklan Iklan bersifat kompleks dan luas. Jangkauan iklan meliputi berbagai macam penawaran barang dan jasa. Iklan dapat dibagi atas media penyampaiannya dan berdasarkan jenis barang yang ditawarkan. Menurut Kusuma (2007: 9) berdasarkan media yang menjadi sarananya, ada beberapa jenis iklan. 1. Iklan Surat Kabar Iklan ini merupakan sarana komunikasi dagang yang paling afektif karena sirkulasi peredarannya dapat menjangkau khalayak perkotaan dan pedesaan sekaligus. Berbagai ukuran iklan dapat ditampung di media cetak ini sesuai dengan kemampuan keuangan pemasang iklan

12

2. Iklan Majalah Dengan iklan majalah pemasang iklan berharap dapat menjangkau khalayak luas karena peredaran majalah biasanya mencapai seluruh wilayah dalam suatu Negara. 3. Iklan Radio dan Televisi Iklan radio dan televisi adalah iklan yang disiarkan pada program khusus menjangkau khalayak pendengar dimanamana (terutama iklan radio). 4. Iklan Berupa Surat Langsung Iklan jenis ini biasa dilakukan dengan cara mengirimkan pesan langsung yang ditunjukkan ke alamat-alamat tertentu, pesan tersebut dalam bentuk surat, folder, brosur, booklet, kartu pos, catalog, dan selebaran. Dengan sarana seperti ini pemasang iklan berharap dapat memberi kesan yang lebih akrab secara pribadi kepada calon pelanggan. Disamping itu iklan jenis ini dapat menguraikan lebih rinci produk yang ditawarkan. 5. Iklan Poster atau Papan Reklame Jenis iklan ini biasanya disajikan dalam bentuk tulisan dan gambar ya ng menarik dalam berbagai ukuran dipasang di tempat-tempat yang cukup strategis sehingga dapat dipandang dari segala arah. Pesan yang disampaikan dalam poster atau papan reklame biasanya berbentuk singkat supaya dapat dilihat dan dibaca dalam sekilas pandang. c. Ciri-ciri Iklan Winardi (dalam Suciati, 2001: 21) menyebutkan beberapa ciri yang harus ada dalam iklan. 1. Menarik Perhatian (Persuasive) Iklan harus mampu menarik perhatian masyarakat terhadap barang atau jasa yang diiklankan. 2. Aktual Iklan harus dibuat sesuai dengan selera pada waktu iklan dimuat dalam sebuah media.

13

3. Mudah Dimengerti Iklan harus dapat dimengerti dan dapat menimbulkan kesan di hati massa terhadap barang atau jasa yang diiklankan. 4. Keterangan atas barang atau jasa yang diiklankan kurang dapat dipercaya kebenarannya, tetapi juga tidak membohongi konsumen. 5. Disertai gambar dan lagu- lagu untuk lebih menarik perhatian massa. 6. Ada unsur kompetensi. 7. Biasanya dilakukan berulang- ulang untuk menimbulkan kesan kepada pelanggan. d. Ragam Bahasa Iklan Ragam bahasa dapat dibedakan menjadi 2 yaitu ragam bahasa baku dan ragam bahasa tidak baku. Ditinjau dari tujuannya, ragam bahasa yang digunakan iklan adalah ragam bahasa yang tidak baku. Dalam hal ini iklan dibuat untuk menarik perhatian konsumen, sehingga terdapat penggunaan ejaan yang tidak sesuai dengan EYD. Ditinjau secara preskriptif penggunaan bahasa iklan memang tidak sesuai dengan pedoman EYD. Namun, secara deskriptif iklan memang dibuat supaya berbeda dengan bahasa yang lain. Ragam bahasa yang digunakan berbeda dengan apa yang standar

(http://indonesiasaram.wordpress.com/2008/03/18/ragam-bahasa-baku/).

14

e. Teks Iklan Teks adalah data yang terdiri dari karakter-karakter yang menyatakan kata-kata/lambang- lambang yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dalam bentuk tulisan. Pada kode tersebut terdapat nilai numerik/angka dan tanda baca, serta simbol lainnya

(Http://www.wikipedia.wiki.org/teks). Teks iklan harus akurat dan tepat. Teks iklan tidak boleh menyisihkan individu atau menganggap rendah pembaca iklan. Bahasa dewasa, kasar, atau istilah seksual tidak diizinkan. Teks iklan berfungsi informatif dan tidak hanya terbatas pada penggambaran sesuatu yang diiklankan, tetapi juga merupakan

pengungkapan perasaan, keinginan, dan harapan dari produk yang diiklankan. Penulis harus menulis teks iklan sesuai dengan konteks yang akan ditulis dengan jelas dan tepat untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. 2. Brosur Penawaran Barang atau Jasa a. Pengertian Brosur Brosur, pamflet, atau buklet adalah terbitan tidak berkala yang dapat terdiri dari satu hingga sejumlah kecil halaman, tidak terkait dengan terbitan lain, dan selesai dalam sekali terbit

(http://id.wikipedia.org/wiki/Brosur). Brosur atau pamflet memuat informasi atau penjelasan tentang suatu produk, layanan, fasilitas umum, profil perusahaan, sekolah, atau dimaksudkan sebagai sarana beriklan. Informasi dalam brosur ditulis dalam bahasa yang ringkas

15

yang dimaksudkan agar mudah dipahami dalam waktu singkat. Brosur juga didesain agar menarik perhatian dan dicetak di atas kertas yang baik dalam usaha membangun citra yang baik terhadap layanan atau produk tersebut. Setiap iklan cetak ( aik majalah maupun koran) menyajikan b hasil dari proses yang sangat kompleks seperti reproduksi visual, spesifikasi penempatan jenis huruf secara tepat, serta pemeriksaan, persetujuan, penggandaan, dan pengiriman material- material cetak ke koran dan majalah tepat waktu untuk memenuhi tenggat waktu mereka (Lee, 2007:197). b. Penulisan Brosur Lee (2007: 197) menyatakan bahwa setiap proses produksi memerlukan perencanaan yang baik dan harus memenuhi tata letak dan desain, tipografi, serta destop publishing (publikasi bahan cetakan menggunakan computer). Setelah judul iklan dan naskah ditulis, para copywrtter (penulis naskah) menyiapkan sketsa-sketsa kasar untuk menyampaikan konsep mereka kepada art director. Sketsa ini secara kasar menggambarkan penempatan judul, subjudul, naskah iklan, logo perusahaan, dan berbagai gambaran atau visual yang diinginkan. Tata letak periklanan dasar menyertakan hal- hal berikut: copy heavy (ruang iklan yang didominasi oleh tulisan), frame (grafis atau citra lain yang membingkai materi), grid (ruang yang dibagi-bagi menjadi kotak-kotak yang berukuran sama), Mondrian (ruang yang dibagi-bagi menjadi

16

kotak-kotak dan bagian-bagian, tidak harus berukuran sama), picture windows (ruang yang sebagian besar ditempati oleh seni foto, gambar atau citra lain), type specimen (ruang yang didominasi oleh judul iklan, sebagai pengganti seni). Brosur yang bagus dan menarik akan disimpan oleh konsumen, meskipun mereka tidak berminat dalam promosinya, orang lain di lingkungan mereka pun mempunyai kesempatan untuk melihat promosi tersebut. Adapun hal- hal yang harus diperhatikan dalam menulis brosur. 1. Masing- masing bagian dari brosur memiliki awal, tengah, dan akhir yang jelas. 2. Tidak ada gramatikal error yang dibuat dalam brosur. 3. Tidak ada spelling error. 4. Pembuat brosur dapat dengan benar menggunakan kata baru dan mendefinisikan kata yang tidak umum pada pembaca. 5. Penggunaan huruf kapital, tanda kutip yang benar pada brosur. 6. Semua fakta dalam brosur akurat. 7. Brosur memiliki format yang menarik dan informasi terorganisasi dengan baik. 8. Gambar atau grafis berjalan baik dengan teks dan terdapat percampuran yang baik antara gambar dan teks. (malaysia.answers.yahoo.com/question/index?qid... -)

3. Pemakaian Tanda Baca Tanda baca menurut Alwi (2002: 1134) ialah ”tanda-tanda yang dipakai di dalam sistem ejaan (seperti titik, koma, tanda tanya, dan sebagainya)”, contoh pemakaian tanda baca dapat dilihat dalam buku pedoman umum ejaan yang disempurnakan. Dalam Wikipedia

(http://ms.wikipedia.org/wiki/tanda_baca) dinyatakan bahwa tanda baca adalah suatu simbol yang berperan untuk menunjukkan struktur dan

17

organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati pada waktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Berikut keterangan tanda baca menurut Waridah (2008: 28-39) yang terkait dengan penelitian ini. a. Penggunaan tanda baca titik Menurut Alwi (2002: 1135) tanda titik adalah ”tanda baca yang dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan”. Tanda titik berjumlah tiga yang terletak diakhir kalimat bukan bentuk kesalahan, namun merupakan tanda ellipsis (…) yakni untuk memberi tanda bahwa ada bagian kalimat yang terputus-putus atau hilang. Tanda ellipsis yang diletakkan di akhir kalimat harus disertai dengan satu titik lagi, sebagai tanda berakhirnya kalimat (Waridah, 2008: 36-47). Penulisan tanda elipsis yang terletak di tengah kalimat harus diberi satu spasi antara kata sebelum dan sesudah tanda ellipsis, kemudian untuk penulisan tanda ellipsis di akhir kalimat diberi satu spasi antara kata terkahir dengan empat titik tersebut. Tanda satu spasi tersebut menandakan bahwa suatu kalimat belum berakhir. Adapun aturan dalam pemakaian tanda titik menurut Waridah (2008: 28-30). 1. Pada akhir kalimat yang bukan kalimat seru atau kalimat tanya. Contoh: Ayahku tinggal di Solo. 2. Di belakang angka atau huruf dalam satu bagan, ikhtisar, atau daftar.

18

Contoh: 1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang 1.2 Masalah dan ruang lingkup 3. Untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang

menunjukkan jangka waktu. Contoh: 1.30.15 (1 jam, 30 menit, 15 detik) 4. Untuk memisahkan angka, jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Contoh: Pukul 1.30.15 (pukul 1 lewat 30 menit 15 detik) 5. Dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka. Contoh: Kridalaksana, Harimurti. 2001. Kamus linguistik. Jakarta: Gramedia. 6. Untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang menunjukkan jumlah. Namun, jika tidak menunjukkan jumlah tanda baca titik tidak dipakai. Contoh: Hadiah pertama Rp 120.000.000,00 Dia lahir tahun 1987 di Bandung 7. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel dan sebagainya. Contoh: Acara Kunjungan Adam Malik

19

8. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat. Contoh: Jalan Diponegoro 82 Jakarta 1 April 2010 Yth. Sdr. Moh. Hasan Jalan Arif 41 Palembang b. Penggunaan tanda baca koma ( , ) 1 Di antara unsur-unsur dalam suatu pemerian atau pembilangan. 2 Untuk memisahkan bagian-bagian kalimat majemuk setara yang dihubungkan dengan kata penghubung yang menyatakan

pertentangan seperti tetapi dan sedangkan. 3 Untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat ini mendahului induk kalimatnya. Tetapi jika tidak mendahului induk kalimat tanda koma tidak dipakai. 4 Di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, yang terdapat pada awal kalimat, seperti jadi, lagipula, oleh karena itu, akan tetapi, meskipun demikian, dan sebagainya. 5 Di belakang kata-kata seru, seperti O, ya, wah, aduh, kasihan yang terdapat pada awal kalimat. 6 Untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. 7 Di muka angka persepuluhan, dan di antara rupiah dengan sen. 8 Di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama keluarga atau marga.

20

9 Untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan oposisi. 10 Di antara: nama dan alamat, bagian-bagian alamat, nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. 11 Menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. 12 Di antara nama tempat penerbitan, nama penerbit, dan tahun penerbitan dalam suatu Daftar Puastaka. c. Penggunaan tanda baca seru ( ! ) Menurut Alwi (2002:1135) tanda seru ialah “tanda baca yang dipakai sesudah ungkapan dan pernyataan yang berupa seruan atau perintah, yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat. Tanda seru yang dipakai di akhir kalimat hanya berjumlah satu. Contoh: Bersihkan kamar itu sekarang juga! 4. Penggunaan Huruf Kapital Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku dewasa ini disebut Ejaan Yang Disempurnakan. Huruf-huruf yang digunakan adalah huruf Latin, yakni huruf alphabet yang digunakan juga oleh sebagian besar bangsa di dunia ini untuk menuliskan bahasa mereka.

21

Arifin (2001: 177-190) mengemukakan beberapa penggunaan huruf besar atau huruf kapital. 1 Dipakai sebagai huruf pertama kalimat yang berupa petikan langsung. Contoh: Adik bertanya, “ Kapan Kakak pulang?” 2 Dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan hal-hal keagamaan, kitab suci, nama Tuhan, termasuk kata ganti-Nya. Hal- hal keagamaan itu hanya terbatas pada nama diri, sedangkan kata-kata seperti jin, iblis, surga, malaikat, mansyur, zakat, puasa meskipun bertalian dengan keagamaan tidak diawali dengan huruf kapital. Contoh: Limpahkanlah rahmat-Mu, ya Allah. Semoga Engkau menerima arwah kedua orang tua saya. 3 Dipakai sebagai huruf pertama nama gelar (kehormatan, keturunan, agama), jabatan, dan pangkat yang diikuti nama orang. Contoh: Pergerakan itu di pimpin oleh Haji Agus Salim. Nabi Ismail adalah anak Nabi Ibrohim Alaihisalam. Jika nama gelar, jabatan, dan pangkat itu tidak diikuti nama orang tertentu, gelar, jabatan, dan pangkat tersebut harus ditulis dengan huruf kecil. Contoh: Siapakah gubernur yang baru dilantik itu? Dalam kabinet itu terdapat 26 orang menteri.

22

4 Kata-kata van, den, der, da, de, di, bin, dan ibnu yang digunakan sebagai nama orang, tetap ditulis dengan huruf kecil, kecuali katakata itu terletak diawal kalimat. Contoh: Van den Bosh, Mursid bin Halim. 5 Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa. Contoh: Dalam bahasa Sunda terdapat kata lahan. Bahasa resmi Filipina disebut bahasa Talalog. Akan tetapi, jika nama bangsa, suku, bahasa itu sudah diberi awalan dan akhiran sekaligus, nama-nama itu harus ditulis dengan huruf kecil karena tidak menunjukkan nama diri lagi. Contoh: Ia masih kejawa-jawaan dalam segala hal. Kita tidak perlu kebelanda-belandaan. 6 Dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah. Contoh: Pada bulan Agustus terdapat hari yang sangat bersejarah. Dahulu pernah terjadi Perang Candu di negeri Cina. Akan tetapi, jika tidak menunjukkan suatu peristiwa sejarah atau sudah memperoleh awalan dan akhiran, kata-kata itu tidak perlu ditulis kapital. Contoh: Sukarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

23

7 Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas geografi. Contoh: Salah satu daerah wisata di Sumatra adalah Danau Toba. Pulau Jawa dan Pulau Sumatra dihubungkan oleh Selat Sunda. Akan tetapi, jika tidak menunjukkan nama khas geografi, kata-kata selat, teluk, terusan, gunung, kali, danau, dan bukit ditulis dengan huruf kecil. Contoh: Nelayan itu berlayar sampai ke teluk. Kita tidak boleh membuang sampah di kali. 8 Dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintah, dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi. Contoh: Pemimpin Kerajaan Iran pada saat itu adalah Syah Reza Pahlevi. Semua anggota PBB harus mematuhi Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. 9 Dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata partikel, seperti di, ke, dari, untuk, dan yang, yang tidak terletak pada posisi awal. Contoh: Idrus mengarang buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

24

10 Dipakai dalam singkatan nama, gelar, dan sapaan, kecuali gelar dokter. Contoh: Proyek itu dipimpin oleh Drs. Akhdan K.S. Huruf besar/kapital juga dipakai sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, anda, kakak, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan. Contoh: Surat Saudara sudah saya terima. Silakan duduk, Dik! Akan tetapi, jika tidak dipakai sebagai kata ganti atau sapaan, kata petunjuk kekerabatan itu ditulis dengan huruf kecil. Contoh: Kita harus menghormati ibu dan bapak kita.

25

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian Arikunto (2006: 75) membedakan jenis penelitian menjadi dua yaitu, kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan angka dalam mengumpulkan data dan dalam mamberikan penafsiran terhadap hasilnya. Sedangkan penelitian kualitatif merupakan penelitian yang tidak menggunakan angka dalam mengumpulkan data dan memberikan penafsiran terhadap hasilnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Peneliti meneliti data yang berupa kata bukan angka. B. Data dan Sumber Data 1. Data Data dalam proses penelitian merupakan hal yang penting. Data adalah keterangan yang benar-benar nyata dan dapat dijadikan sebagai bahan kajian (Arikunto, 2006: 99-100). Data dalam penelitian ini adalah berupa kesalahan penggunaan tanda baca dan huruf kapital yang terdapat pada teks iklan brosur penawaran barang atau jasa. Data yang diambil dalam penelitian ini berupa ungkapan yang satuan kebahasaannya di atas kata. Misalnya penggunaan tanda titik pada teks iklan ”GRATIS 90 hari internet unlimited” .

25

26

Kalimat pada data di atas merupakan kalimat berita yang harus diberi tanda titik pada akhir kalimat. Pada kalimat di atas penulis tidak menuliskan tanda titik pada akhir kalimat. Untuk mengakhiri sebuah kalimat harus digunakan tanda baca. 2. Sumber Data Sumber data dalam penelitian adala h subjek dari mana data dapat diperoleh. Arikunto (2006: 129) menyatakan bahwa apabila peneliti menggunakan dokumentasi maka dokumen atau catatan yang menjadi sumber data. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa brosur yang menawarkan barang atau jasa. Brosur yang menawarkan barang meliputi voucher pulsa, sepeda motor, handphone/telepon rumah, laptop (Axioo), dan pin. Brosur yang menawarkan jasa meliputi hexahag (air minum), catering, laundry, pengobatan herbalis, pijat refleksi, kursus komputer, planet foto, tabungan ekstra, dan training jurnalistik. Sumber data diperoleh secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung peneliti mendatangi dan didatangi oleh produsen. Secara tidak langsung peneliti memperoleh sumber data dari brosur yang ditempel di papan pengumuman. C. Metode Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal- hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar,

27

majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya. Dalam metode dokumentasi yang diamati bukan benda hidup melainkan benda mati (Arikunto, 2006: 140). Peneliti mengumpulkan brosur yang akan dijadikan objek penelitian. D. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan upaya yang dilakukan untuk

mengklasifikasi dan mengelompokkan data (Mahsun, 2005: 229). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih. Metode agih adalah metode yang alat penentunya bagian dari bahasa yang bersangkutan itu sendiri (Sudaryanto, 1993: 15). Ada 3 teknik yang digunakan dalam penelitian ini. 1. Reduksi Data Data yang diperoleh di lapangan ditulis atau diketik dalam bentuk uraian atau laporan yang terinci (Syamsudin dan Damayanti, 2006: 122). Hal ini bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam mengamati data dan mempermudah peneliti untuk mencari kembali data yang diperoleh bila diperlukan. 2. Display Data Display data adalah format untuk menyajikan informasi secara sistematis kepada pembaca (Syamsudin dan Damayanti, 2006: 122 ). Data yang sudah dianalisis disajikan dengan sistematis.

28

3. Penarikan Kesimpulan Setelah data terkumpul, kemudian diolah peneliti sehingga peneliti dapat menyimpulkan hasil penelitiannya. E. Penyajian Hasil Analisis Data Langkah yang harus ditempuh seorang peneliti adalah penyajian hasil analisis data yang metode penyajianya secara formal dan informal. Metode penyajian informal adalah perumusan dengan kosakata biasa dan penyajian formal adalah perumusan dengan tanda dan lambang- lambang (Sudaryanto, 1993: 145). Penyajian hasil penelitian ini menggunakan metode penyajian informal karena hasil analisis data menggunakan kosakata biasa.

29

BAB IV PEMBAHASAN

Hasil analisis dan pembahasan dalam bab pembahasan ini merupakan pembahasan dan interpretasi atas temuan data objektif di lapangan. Secara rinci bentuk pembahasan dan interpretasi atas temuan data akan difokuskan pada, a) deskripsi data, b) penggunaan tanda baca, dan c) penggunaan huruf kapital. A. Deskripsi Data Data dalam penelitian ini diambil dari sumber tertulis yaitu dari brosur yang menawarkan barang atau jasa. Penulisan teks iklan dalam brosur tersebut banyak dijumpai penulisan yang kurang tepat. Data yang penulis kumpulkan dari brosur yang beredar di masyarakat berjumlah 32 data. Pengambilan data ini didasarkan pada teks-teks yang bertujuan untuk menarik konsumen atau yang bersifat persuasi. Adapun data teks iklan yang terdapat pada brosur dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel. 4.1 Data Teks Iklan pada Brosur No. Data Data Sumber Data (Brosur) 1. Buruan Daftar!!!! Tempat Terbatas Hanya Untuk 50 Peserta 2. Tabungan Ekstra siap membantu keuangan Anda dengan Kapasitas Anda Bagaimana menabung di B2 B1

29

30

Tabungan Ekstra Rp.200.000,- menjadi 8 juta setelah 8 bulan? 3. PIJAT/REFLEKSI CUMA 5000 /15 menit Juga menyediakan alat-alat kesehatan 4. pembayaran belanja online mudah & cepat 5. 6. 7. GRATIS 90 hari internet unlimited Mendidik & Membantu Menyalurkan Kerja Special product: perbaikan foto rusak/kuno foto hitam putih menjadi berwarna penggabungan foto foto merem jadi melek foto gemuk jadi langsing 8. Isi terus pulsanya makin banyak pakainya makin dekat mobilnya 9. 3 ALASAN MEMILIH KREDIT DI BUSSAN AUTO FINANCE B9 B8 B5 B6 B7 B4 B3

31

1. Kredit Resmi Yamaha 2. Cepat, Ringan & Aman 3. Angsuran Berhadiah 10. Buruan beli perdana IM3 sekarang dan nikmati banyak bonus gratis serta tarif murahnya! Murah itu IM3. 11. Transfer pulsa Indosat makin praktis dan B11 B10

menambah masa aktif! 12. Nikmati Indosat Transfer Pulsa (Matrix, Matrik Auto, Mentari & IM3) yang semakin praktis dan menguntungkan! 13. Makin sering isi ulang pulsa Mentari dan IM3, makin besar bonusnya 14. Dapatkan bonus dari Mentari & IM3. Caranya tambah terus nominal isi ulang pulsa Anda. 15. Di Poin Plus Plus, makin banyak hadiahnya! Makin besar kesempatan menangnya! 16. 17. Dengarkan musik melalui suaranya yang dahsyat Temukan pengalaman baru dengan fitur unik Interactpad, sebuah sistem navigasi sentuh pada full color LCD yang dapat berubah-ubah sesuai dengan menu pilihan Anda B16 B17 B15 B14 B13 B12

32

18.

DENGERIN RADIO BARENG TEMEN GA HARUS RIBET

B18

19.

Tunjukkan warna aslimu dengan Nokia 7210 Supernova

B19

20.

Nikmati bertelepon rumah TELKOM sepuaspuasnya hanya dengan sedikit bayarnya!

B20

21.

Makin bisa tampil dengan Kartu As dan Nexian Chatting

B21

22. 23. 24.

pilih nomor suka-suka, Anda tentuin sendiri bisa digunakan di lebih dari 265 kota Hanya di Tri, setelah telpon ke-5 GRATIS telpon kapan aja!

B22 B23 B24

25.

Ready Stock All Type MOTOR INDIA IRIT BAHAN BAKAR, AWET GARANSI 5 Tahun SUKU CADANG LENGKAP, HARGA JUAL KEMBALI TINGGI SAATNYA GANTI MEREK KE TVS!!!

B25

26.

Menerima Pesanan Pin MuG GanTungan KunCi JaM promo

B26

33

ID CarD 27. MATA MINES, KATARAK DAN SILINDER10 HARI BEBAS KACA MATA KEPUTIHAN SEPARAH APAPUN 1 MINGGU SEMBUH (IMPOTEN) TOTAL. LEMAH SYAHWAT DAN B27

LANGSUNG

EREKSI

TAHAN LAMA. DIJAMIN 100% ANDA PUAS INGIN MENURUNKAN BERAT BADAN 1 MINGGU TURUN 5-7 kg. DAN MENAMBAH TINGGI BADAN TERBUKTI PERMANEN 28. LAYANAN KAMI ? Bersih, murah, tepat waktu dan jujur ? PARFUM bisa milih ? Menerima LAUNDRY DELIVERY (Pesan Antar) ? Menjaga KUALITAS pakaian anda 29. D’en’W CATERING Menerima pesanan snack untuk seminar, rapat, dll 30. Kami berikan pelayanan terbaik kami Dapatkan Kualitasnya………… Raih Manfaatnya…………. B30 B29 B28

34

Sudah saatnya kita peduli kesehatan tubuh kita untuk meraih masa depan yang lebih baik. 31. *Dapatkan bonus menarik: Mouse+Mouse B31

pad+keyboard protector (*Bonus: Selama persediaan masih ada) 32. So……buat yang ingin mendaftar dan bergabung, silahkan mengunjungi LPM Campus office. B32

B. Penggunaan Tanda Baca Tanda baca adalah suatu simbol yang berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, intonasi, dan jeda yang dapat diamati pada waktu pembacaan (http://ms.wikipedia.org/wiki/Tanda_Baca). Terdapat penggunaan tanda baca pada teks iklan brosur penawaran barang atau jasa yang kurang tepat, yaitu penggunaan tanda baca titik, koma, dan seru. 1. Penggunaan tanda baca titik Dalam penelitian ini ditemukan penggunaan tanda baca yang kurang tepat. Wujud penggunaan tanda baca yang kurang tepat diklasifikasikan berdasarkan jumlah dan letak. a. Penggunaan tanda titik di akhir kalimat Kalimat yang merupakan kalimat pemberitahuan diakhiri dengan tanda titik. Bentuk penggunaan tanda titik di akhir kalimat yang kurang tepat terdapat pada data:

35

(1) Buruan Daftar!!!! Tempat Terbatas Hanya Untuk 50 Peserta (Brosur 1) Bentuk Yang Benar (1a) Buruan daftar! Tempat terbatas hanya untuk 50 peserta pertama. (brosur 1) Pada akhir kalimat (1) tidak ditandai dengan tanda titik. Berdasarkan kaidahnya kalimat yang bukan merupakan kalimat seru atau kalimat tanya diakhiri dengan tanda baca titik. Tanda titik digunakan untuk kalimat yang merupakan kalimat pemberitahuan. Bentuk yang benar adalah kallimat (1a) yang diakhiri dengan tanda titik. (2) Tabungan Ekstra siap membantu keuangan Anda dengan Kapasitas Anda Bagaimana menabung di Tabungan Ekstra Rp.200.000,menjadi 8 juta setelah 8 bulan? (Brosur 2) Bentuk Yang Benar (2a)Tabungan Ekstra siap membantu keuangan Anda dengan Kapasitas Anda. Bagaimana menabung di Tabungan Ekstra Rp 200.000,menjadi 8 juta setelah 8 bulan? (Brosur 2) Pada kalimat (2) terdapat penggunaan tanda titik yang kurang tepat yaitu setelah kata dengan kapasitas Anda dan setelah Rp. Pada kalimat tersebut penulis tidak menggunakan tanda titik setelah kata Anda. Apabila setelah kata Anda diawali kata dengan huruf kapital, maka setelah kata Anda diberi tanda titik. Tanda titik tidak digunakan pada mata uang. Setelah Rp penulis mencantumkan tanda titik yang

36

seharusnya tidak menggunakan tanda titik. Bentuk yang benar pada kalimat (2a) yang menyertakan tanda titik setelah kata Anda dan tidak menyertakan tanda titik setelah Rp. (3) PIJAT/REFLEKSI CUMA 5000 /15 menit Juga menyediakan alat-alat kesehatan (brosur 3) Bentuk Yang Benar (3a) PIJAT/REFLEKSI CUMA 5000 /15 menit. Juga menyediakan alat-alat kesehatan. (brosur 3) Data (3) terdiri dari dua kalimat yaitu pijat/refleksi 5000/15 menit dan juga menyediakan alat-alat kesehatan. Kedua kalimat tersebut merupakan kalimat berita. Kalimat pertama berakhir pada kata menit dan kalimat kedua berakhir pada kata kesehatan. Penulis tidak menggunakan tanda titik setelah kata menit dan kesehatan pada data (3) untuk mengakhiri kalimat. Bentuk yang benar pada kalimat (3a) yang menggunakan tanda titik setelah kata manit dan kesehatan. (4) pembayaran belanja online mudah & cepat (brosur 4) Bentuk Yang Benar (4a) Pembayaran belanja online mudah dan cepat. (brosur 4)

37

Sebuah kalimat dinyatakan baik apabila kalimat tersebut menyertakan tanda baca pada akhir kalimat. Data (4) yang merupakan kalimat berita, pada akhir kalimat penulis tidak menggunakan tanda titik. Bentuk yang benar pada kalimat (3a) yang menyertakan tanda titik di akhir kalimat. (5) GRATIS 90 hari internet unlimited (brosur 5) Bentuk Yang Benar (5a) Gratis 90 hari internet unlimited. (brosur 5) Kalimat pada data (5) merupakan kalimat berita yang harus diberi tanda titik pada akhir kalimat. Pada kalimat di atas penulis tidak menuliskan tanda titik pada akhir kalimat. Untuk mengakhiri sebuah kalimat harus digunakan tanda baca. Bentuk yang benar pada kalimat (5a) yang mengunakan tanda titik setelah kata unlimited. (6) Mendidik & Membantu Menyalurkan Kerja (brosur 6) Bentuk Yang Benar (6a) Mendidik dan membantu menyalurkan kerja. (brosur 6) Kalimat pada data (6) tidak diakhiri dengan tanda titik. Berdasarkan kaidahnya kalimat yang merupakan kalimat pemberitahuan diakhiri dengan tanda titik. Bentuk benar pada kalimat (6a) yang menggunakan tanda titik setelah kata kerja.

38

(7) Transfer pulsa Indosat makin praktis dan menambah masa aktif! (brosur 11) Bentuk Yang Benar (7a) Transfer pulsa Indosat makin praktis dan menambah masa aktif. (brosur 11) Penggunaan tanda baca kalimat di atas kurang tepat. Tanda baca seru digunakan untuk kalimat seruan atau perintah, sedangkan kalimat (7) merupakan kalimat berita. Kalimat (7) hanya memberitahukan bahwa transfer pulsa dapat menambah masa aktif yang lebih tepat diakhiri dengan tanda titik. Bentuk benar terdapat pada kalimat (7a) yang diakhiri dengan tanda titik. (8) Makin sering isi ulang pulsa Mentari dan IM3, makin besar bonusnya (brosur 13) Bentuk Yang Benar (8a)Makin sering isi ulang pulsa mentari dan Im3, makin besar bonusnya. (brosur 13) Pada kalimat (8) penulis tidak menggunakan tanda titik di akhir kalimat. Kalimat (8) merupakan kalimat pemberitahuan yang harusnya diakhiri dengan tanda titik. Bentuk benar pada kalimat (8a) yang menggunakan tanda titik pada akhir kalimat.

39

(9) DENGERIN RADIO BARENG TEMEN GA HARUS RIBET (brosur 18) Bentuk Yang Benar (9a) Dengerin radio bersama temen tidak harus ribet. (brosur 18) Kalimat (9) merupakan kalimat berita yang harus diakhiri dengan tanda titik. Kalimat (9) tidak diakhiri dengan tanda titik. Bentuk benar pada kalimat (9a) yang diakhiri dengan tanda titik. (10) Makin bisa tampil dengan Kartu As dan Nexian Chatting (brosur 21) Bentuk Yang Benar (10a) Makin bisa tampil dengan Kartu As dan Nexian Chatting. (brosur 21) Kalimat (10) merupakan kalimat berita. Pada akhir kalimat penulis tidak menggunakan tanda baca. Kalimat yang merupakan kalimat berita harus diakhiri dengan tanda baca. Bentuk benar pada kalimat (10a) yang menggunakan tanda baca di akhir kalimat. (11) bisa digunakan di lebih dari 265 kota (brosur 23) Bentuk Yang Benar (11a) Bisa digunakan di lebih dari 265 kota. (brosur 23) Kalimat tersebut lebih lengkap apabila diakhiri dengan tanda titik. Kalimat pada data (11) merupakan kalimat berita yang harus diakhiri dengan tanda titik. Bentuk benar pada kalimat (11a) yang menggunakan tanda titik di akhir kalimat.

40

(12) MATA MINES, KATARAK DAN SILINDER- 10 HARI BEBAS KACA MATA KEPUTIHAN SEPARAH APAPUN 1 MINGGU SEMBUH TOTAL. LEMAH SYAHWAT (IMPOTEN) LANGSUNG

EREKSI DAN TAHAN LAMA. DIJAMIN 100% ANDA PUAS INGIN MENURUNKAN BERAT BADAN 1 MINGGU TURUN 5-7 kg. DAN MENAMBAH TINGGI BADAN TERBUKTI PERMANEN (brosur 27) Bentuk Yang Benar (12a) Mata mines, katarak, dan silinder,10 hari bebas kacamata. Keputihan separah apapun 1 minggu sembuh total. Lemah syahwat (impoten) langsung ereksi dan tahan lama. Dijamin 100% anda puas. Ingin menurunkan berat badan 1 minggu turun 5-7 kg dan menambah tinggi badan terbukti permanen. Penggunaan tanda titik yang tidak tepat terdapat setelah kata kaca mata dan permanen. Penulis tidak menggunakan tanda titik setelah kata tersebut. Kata kacamata merupakan kata terakhir dari kalimat pertama yang seharusnya diakhiri dengan tanda titik. Kata permanen berada diakhir kalimat terakhir yang juga harus diakhiri dengan tanda titik. Bentuk benar pada kalimat (12a) yang menggunakan tanda titik setelah kata kacamata dan permanen.

41

(13) D’en’W CATERING Menerima pesanan snack untuk seminar, rapat, dll Bentuk Yang Benar (13a) D’en’W CATERING Menerima pesanan snack untuk seminar, rapat, dll. Singkatan kata dan lain-lain yang disingkat dengan dll berada diakhir kalimat yang harus ditandai dengan tanda titik. Pada kalimat (13) setelah dll tidak diakhiri dengan tanda titik. Bentuk benar pada kalimat (13a) yang menggunakan tanda titik setelah dll. b. Penggunaan tanda titik yang berlebihan Kesalahan penggunan tanda titik juga terdapat pada data 30 dan 32. Data 30 menggunakan tanda titik yang berlebihan, yang seharusnya menggunakan tanda seru karena merupakan kalimat perintah. (1) Kami berikan pelayanan terbaik kami Dapatkan Kualitasnya………… Raih Manfaatnya…………. Sudah saatnya kita peduli kesehatan tubuh kita untuk meraih masa depan yang lebih baik. Bentuk Yang Benar (1a) Kami berikan pelayanan terbaik kami. Dapatkan Kualitasnya! Raih Manfaatnya!

42

Sudah saatnya kita peduli kesehatan tubuh kita untuk meraih masa depan yang lebih baik. Penggunaan tanda titik yang tidak tepat terdapat setelah kata kualitasnya dan manfaatnya. Kedua kata tersebut mengakhiri sebuah kalimat yang berupa kalimat perintah karena sebelum kata tersebut terdapat kata dapatkan dan raihlah. Kata-kata tersebut merupakan kata yang bertujuan untuk memerintah/mengajak konsumen untuk melakukan sesuatu. Suatu kalimat yang menyatakan ajakan/seruan/perintah harus ditandai dengan tanda seru. Jadi, setelah kata kualitasnya dan manfaatnya harus diakhiri dengan tanda seru. Bentuk benar pada kalimat (1a) yang menggunakan tanda seru setelah kata kualitasnya dan manfaatnya. (2) So……buat yang ingin mendaftar dan bergabung, silahkan

mengunjungi LPM Campus office. (brosur 32) Bentuk Yang Benar (2a) So, buat yang ingin mendaftar dan bergabung, silakan mengunjungi LPM Campus office. Penggunaan tanda titik yang berlebihan terdapat setelah kata so. Menurut kaidahnya setelah kata-kata seru ditandai dengan koma. Kata so merupakan salah satu kata seru yang dibelakangnya harus dituliskan tanda koma bukan tanda titik. Bentuk benar pada kalimat (2a) yang menggunakan tanda koma setelah kata so.

43

2. Penggunaan tanda baca koma Dalam penelitian ini ditemukan penggunaan tanda koma yang kurang tepat. Tanda koma biasanya digunakan ditengah-tengah kalimat, yang berfungsi untuk pemberhentian sejenak sebelum kalimat berakhir. Biasanya juga digunakan untuk memisahkan antara induk kalimat dan anak kalimat. Penggunaan tanda koma yang kurang tepat pada penulisan teks iklan brosur penawaran barang atau jasa terdapat diantara unsur-unsur dalam suatu pemerian atau pembilangan. Penggunaan tanda baca koma yang kurang tepat terdapat pada data: (1) Special product: perbaikan foto rusak/kuno foto hitam putih menjadi berwarna penggabungan foto foto merem jadi melek (brosur 7) Bentuk Yang Benar (1a) Special Product: Perbaikan foto rusak/kuno, foto hitam putih menjadi berwarna, penggabungan foto, foto merem jadi melek, dan foto gemuk jadi langsing. (brosur 7) Teks iklan pada kalimat (1) merupakan teks yang saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya. Setiap produk yang ditawarkan harus dutandai dengan tanda koma untuk memisahkan dengan yang lainnya. Setiap poin di atas merupakan produk yang ditawarkan oleh

44

produsen. Bentuk benar pada kalimat (1a) yang menggunakan tanda koma di antara unsur yang ditawarkan. (2) Isi terus pulsanya makin banyak pakainya makin dekat mobilnya (brosur 8) Bentuk Yang Benar (2a) Isi terus pulsanya! Makin banyak pakainya, makin dekat mobilnya. (brosur 8) Penggunaan tanda koma yang kurang tepat pada penggunaan tanda koma untuk memisahkan antara induk kalimat dan anak kalimat. Dua kalimat tersebut dapat digabung menjadi satu kalimat apabila diberi tanda koma setelah kata pakainya. Pada dasarnya dua kalimat tersebut satu kesatuan, kalimat pertama hanya sebagai penjelas dari kalimat kedua. Bentuk benar pada kalimat (2a) yang menggunakan tanda koma setelah kata pakainya. (3) 3 ALASAN MEMILIH KREDIT DI BUSSAN AUTO FINANCE 1. Kredit Resmi Yamaha 2. Cepat, Ringan & Aman 3. Angsuran Berhadiah (brosur 9)

45

Bentuk Yang Bena r (3a) 3 Alasan Memilih Kredit Di Bussan Auto Finance. 1. Kredit resmi Yamaha 2. Cepat, ringan, dan aman 3. Angsuran berhadiah (brosur 9) Pada poin 2 penulis hanya memberi tanda koma setelah kata cepat, menurut kaidahnya pada penulisan unsur tanda koma dituliskan sebelum unsur terakhir. Pada poin 2 ada tiga unsur yang disebutkan yaitu cepat, ringan, dan aman, seharusnya penulis juga mencamtumkan tanda koma setelah kata ringan. Bentuk benar pada kalimat (3a) yang menggunakan tanda koma setelah kata ringan pada poin dua. (4) Ready Stock All Type MOTOR INDIA IRIT BAHAN BAKAR, AWET GARANSI 5 Tahun SUKU CADANG LENGKAP, HARGA JUAL KEMBALI TINGGI SAATNYA GANTI MEREK KE TVS!!! (brosur 25) Bentuk Yang Benar (4a) Ready Stock All Type Motor India irit bahan bakar, awet garansi 5 tahun, suku cadang lengkap, harga jual kembali tinggi. Saatnya ganti merek ke TVS!

46

Penggunaan tanda koma yang kurang tepat pada kalimat (4) setelah kata 5 tahun. Setelah kata tersebut masih dalam satu kalimat. Penulis tidak menggunakan tanda koma setelah kata tersebut. Bentuk benar pada kalimat (4a) yang menggunakan tanda koma setelah kata 5 tahun. (5) Menerima Pesanan Pin MuG GanTungan KunCi JaM promo ID CarD (brosur 26) Bentuk Yang Benar (5a) Menerima pesanan: Pin, mug, gantungan kunci, jam promo, dan ID card. (brosur 26) Setiap kata dalam kalimat (5) merupakan unsur dari kalimat dalam kalimat. Apabila menuliskan beberapa unsur dalam satu kalimat maka harus dipisahkan dengan tanda koma. Dalam teks iklan tersebut penulis tidak menggunakan tanda koma setelah setiap unsur yang membentuk kalimat. Bentuk yang benar pada kalimat (5a) yang menggunakan tanda koma untuk memisahkan setiap unsur dalam kalimat.

47

(6) MATA MINES, KATARAK DAN SILINDER- 10 HARI BEBAS KACA MATA KEPUTIHAN SEPARAH APAPUN 1 MINGGU SEMBUH TOTAL. LEMAH SYAHWAT (IMPOTEN) LANGSUNG

EREKSI DAN TAHAN LAMA. DIJAMIN 100% ANDA PUAS INGIN MENURUNKAN BERAT BADAN 1 MINGGU TURUN 5-7 kg. DAN MENAMBAH TINGGI BADAN TERBUKTI PERMANEN (brosur 27) Bentuk Yang Benar (6a) Mata minus, katarak, dan silinder, 10 hari bebas kacamata. Keputihan separah apapun 1 minggu sembuh total. Lemah syahwat (impoten) langsung ereksi dan tahan lama. Dijamin 100% Anda puas. Ingin menurunkan berat badan, 1 minggu turun 5-7 kg, dan menambah tinggi badan terbukti permanen. (brosur 27) Penggunaan tanda koma yang kurang tepat terdapat setelah kata katarak, silinder, dan berat badan. Kata katarak dan silinder merupakan unsur dalam satu kalimat yang harus dipisahkan dengan tanda koma. Tanda koma juga digunakan untuk memisahkan induk kalimat dan anak kalimat. Kata berat badan merupakan induk kalimat yang kemudian diikuti dengan anak kalimat. Setelah berat badan penulis harus mencantumkan tanda koma. Bentuk benara pada kalimat

48

(6a) yang menggunakan tanda koma setelah kata katarak, silinder, dan berat badan. (7) LAYANAN KAMI ? Bersih, murah, tepat waktu dan jujur ? PARFUM bisa milih ? Menerima LAUNDRY DELIVERY (Pesan Antar) ? Menjaga KUALITAS pakaian anda (brosur 28) Bentuk Yang Benar (7a) Layanan kami: ? Bersih, murah, tepat waktu, dan jujur. ? Parfum bisa milih. ? Menerima laundry delivery (pesan antar). ? Menjada kualitas pakaian Anda. (brosur 28) Penggunaan tanda koma yang kurang tepat tedapat setelah kata tepat waktu, yang seharusnya menggunakan tanda koma. Pada data tersebut ada 4 unsur yang disebutkan. Tanda koma hanya dicantumkan sampai kata murah. Bentuk benar pada kalimat (7a) yang menggunakan tanda koma setelah kata tepat waktu. 3. Penggunaan tanda baca seru Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat. Tanda seru biasanya digunakan pada akhir

49

kalimat perintah atau pada suatu kalimat yang merupakan suatu kalimat peringatan atau pesan yang harus dilakukan oleh seseorang. Dalam penelitian ini ditemukan penggunaan tanda seru yang kurang tepat. Wujud penggunaan tanda seru diklasifikasikan berdasarkan jumlah dan letak. a. Penggunaan tanda seru di akhir kalimat (1) Isi terus pulsanya makin banyak pakainya makin dekat mobilnya (brosur 8) Bentuk Yang Benar (1a) Isi terus pulsanya! Makin banyak pakainya, makin dekat mobilnya. (brosur 8) kalimat isi terus pulsanya merupakan kalimat perintah yang ditujukan kepada konsumen. Kalimat tersebut bertujuan agar konsumen mengisi pulsa. Kalimat yang berupa perintah harus diakhiri dengan tanda seru. Bentuk benar pada kalimat (1a) yang menggunakan tanda seru setelah kata pulsanya. (2) Transfer pulsa Indosat makin praktis dan menambah masa aktif! (brosur 11) Bentuk Yang Benar (2a) Transfer pulsa Indosat makin praktis dan menambah masa aktif. Kalimat (2) bukan merupakan kalimat seruan, tetapi berupa kalimat pemberitahuan. Pada kalimat pemberitahuan seharusnya menggunakan tanda titik. Tanda titik digunakan untuk menyatakan

50

kalimat berita sedangkan tanda seru untuk menyatakan kalimat seruan. Bentuk benar pada kalimat (2a) yang menggunakan tanda titik setelah kata aktif. (3) Dapatkan bonus dari Mentari & IM3. Caranya tambah terus nominal isi ulang pulsa Anda. (Brosur 14) Bentuk Yang Benar (3a) Dapatkan bonus dari Mentari dan IM3! Caranya tambah terus nominal isi ulang pulsa Anda. Setelah kata IM3 lebih tepat diakhiri dengan tanda seru, bukan tanda titik. Tanda titik digunakan untuk kalimat berita sedangkan kalimat seru menggunakan tanda seru. Kalimat tersebut bertujuan supaya konsumen mendapat bonus dari produk yang ditawarkan. Bentuk benar pada kalimat (3a) yang menggunakan tanda seru setelah kata IM3. (4) Di Poin Plus Plus, makin banyak hadiahnya! Makin besar kesempatan menangnya! (brosur 15) Bentuk Yang Benar (4a) Di Poin Plus Plus, makin banyak hadiahnya, makin besar kesempatan menangnya. (brosur 15) Kalimat (4) bukan merupakan kalimat seruan, tetapi berupa kalimat pemberitahuan. Pada kalimat pemberitahuan seharusnya menggunakan tanda titik. Tanda titik digunakan untuk menyatakan kalimat berita. Bentuk benar pada kalimat (4a) yang menggunakan tanda koma setelah kata hadiahnya dan tanda titik setelah kata menangnya.

51

(5) Dengarkan musik melalui suaranya yang dahsyat (brosur 16) Bentuk Yang Benar (5a) Dengarkan musik melalui suaranya yang dahsyat! (brosur 16) Kalimat tersebut merupakan kalimat perintah yang ditandai dengan kata dengarkan. Produsen berharap konsumen mendengarkan musik dari produk yang ditawarkan. Pada kalimat di atas penulis tidak menggunakan tanda seru pada akhir kalimat. Setiap kalimat perintah harus diakhiri dengan tanda seru. Bentuk benar pada kalimat (5a) yang menggunakan tanda seru setelah kata dahsyat. (6) Tunjukkan warna aslimu dengan Nokia 7210 Supernova (brosur 19) Bentuk Yang Benar (6a) Tunjukkan warna aslimu dengan Nokia 7210 Supernova! (brosur 19) Pada kalimat (6) penulis tidak menggunakan tanda seru pada akhir kalimat. Teks iklan di atas merupakan kalimat perintah yang harus diakhiri dengan tanda seru. Kata tunjukkan merupakan suatu kata perintah. Bentuk benar pada klaimat (6a) yang menggunakan tanda seru di akhir kalimat. (7) pilih nomor suka-suka, Anda tentuin sendiri (brosur 22) Bentuk Yang Benar (7a) Pilih nomor suks-suka, Anda tentuin sendiri! (brosur 22) Kata yang menunjukkan bahwa kalimat di atas adalah kalimat perintah yaitu kata tentuin. Suatu kalimat perintah harus diakhiri dengan tanda seru. Penulis tidak menggunakan tanda seru pada kalimat di atas.

52

Bentuk benar pada kalimat (7a) yang menggunakan tanda seru di akhir kalimat. (8) So……buat yang ingin mendaftar dan bergabung, silahkan mengunjungi LPM Campus office (brosur 32) Bentuk Yang Benar (8a) So, buat yang ingin mendaftar dan bergabung, silakan mengunjungi LPM Campus Oficce! (brosur 32) Kalimat (8) merupakan kalimat seruan kepada konsumen untuk mengunjungi tempat produk yang ditawarkan. Penulis tidak

menggunakan tanda seru pada kalimat tersebut. Setiap kalimat ajakan harus ditandai dengan tanda seru. Bentuk benar pada kalimat (8a) yang menggunakan tanda seru di akhir kalimat. b. Penggunaan tanda seru yang berlebihan (1) Buruan Daftar!!!! Tempat Terbatas Hanya Untuk 50 Peserta (brosur 1) Bentuk Yang Benar (1a) Buruan Daftar! Tempat terbatas hanya untuk 50 peserta. (brosur 1) Penggunaan tanda seru yang berlebihan terdapat pada kalimat (1), yaitu menggunakan lebih dari satu tanda seru dalam satu kalimat. Menurut EYD tanda seru cukup dituliskan satu saja untuk menyatakan seruan atau perintah. Pada kalimat di atas penulis menuliskan tanda seru

53

sebanyak empat. Bentuk yang benar pada kalimat (1a) yang mengunakan satu tanda seru di akhir kalimat. C. Penggunaan Huruf Kapital Kesalahan penulisan brosur penawaran barang atau jasa juga terdapat pada penulisan huruf kapital. Penulis kurang memperhatikan penggunaan huruf kapital sehingga ditemukan penggunaan huruf kapital yang kurang tepat dalam penulisan teks ik lan. Penggunaan huruf kapital dapat diklasifikasikan berdasarakan letaknya. 1. Penggunaan huruf kapital di awal kalilmat (1) PIJAT/REFLEKSI CUMA 5000 /15 menit Juga menyediakan alat-alat kesehatan (brosur 3) Bentuk Yang Benar (1a) Pijat/refleksi cuma 5000 /15 Menit. Juga menyediakan alat-alat kesehatan. (brosur 3) Penggunaan huruf kapital yang tidak tepat terdapat pada kata refleksi cuma. Kata tersebut seharusnya tidak menggunakan huruf kapital karena tidak berada diawal kalimat. Bentuk benar pada kalimat (1a) yang menggunakan huruf kapital pada awal kalimat.

54

(2) pembayaran belanja online mudah & cepat (brosur 4) Bentuk Yang Benar (2a) Pembayaran belanja online mudah dan cepat. (brosur 4) Huruf p pada kata pembayaran menggunakan huruf kapital karena berada diawal kalimat. Dalam kalimat (2) kata pembayaran tidak diawali dengan huruf kapital. Kata pembayaran merupakan kata pertama dari kalimat (2). Pada setiap kalimat huruf pertama pada awal kalimat harus ditulis dengan huruf kapital. Bentuk benar pada kalimat (2a) yang menggunakan huruf kapital pada kata pertama. (3) GRATIS 90 hari internet unlimited (brosur 5) Bentuk Yang Benar (3a) Gratis 90 hari internet unlimited. Dalam sebuah penulisan brosur tidak dibenarkan apabila menulis kata gratis dengan menggunakan huruf kapital. Hendaknya huruf kapital digunakan pada huruf pertama awal kalimat. Kalimat (3) menuliskan kata gratis dengan huruf kapital. Bentuk benar pada kalimat (3a) yang yang menggunakan huruf kapital pada awal kata. (4) Special product: perbaikan foto rusak/kuno foto hitam putih menjadi berwarna penggabungan foto foto merem jadi melek foto gemuk jadi langsing (brosur 7)

55

Bentuk Yang Benar (4a) Special Product: Perbaikan foto rusak/kuno, foto hitam putih menjadi berwarna, penggabungan foto, foto merem jadi melek, foto ge muk jadi langsing. (brosur 7) Penggunaan huruf kapital yang tidak tepat pada penulisan huruf kapital pada awal kalimat. Huruf p pada kata perbaikan yang berada di awal kalimat tidak ditulis menggunakan huruf kapital. Kata tersebut merupakan kata yang berada diawal kalimat yang harus menggunakan huruf kapital. Bentuk benar pada kalimat (4a) yang menggunakan huruf kapital pada awal kalimat. (5) Isi terus pulsanya makin banyak pakainya makin dekat mobilnya (brosur 8) Bentuk Yang Benar (5a) Isi terus pulsanya! Makin banyak pakainya, makin dekat mobilnya. (brosur 8) Kalimat (5) penulisan huruf m pada kata makin tidak menggunakan huruf kapital. Suatu kata yang mengawali sebuah kalimat harus ditulis dengan huruf kapital. Penulisan teks iklan harus disesuaikan dengan kaidah penulisan yang benar. Bentuk benar kalimat (5a) yang menggunakan huruf kapital pada huruf m.

56

(6) pilih nomor suka-suka, Anda tentuin sendiri (brosur 22) Bentuk Yang Benar (6a) Pilih nomor suka-suka, Anda tentuin sendiri. (brosur 22) Huruf p pada kata pilih lebih tepat ditulis dengan huruf kapital yang sesuai dengan kaidahnya. Kata pilih merupakan kata yang mengawali kalimat tersebut. Setiap kata yang mengawali sebuah kalimat huruf pertamanya harus ditulis dengan dengan huruf kapital. Bentuk benar pada kalimat (6a) yang menggunkaan huruf kapital pada awal kata pertama. (7) bisa digunakan di lebih dari 265 kota (brosur 23) Bentuk Yang Benar (7a) Bisa digunakan di lebih dari 265 kota. (brosur 23) Kata bisa merupakan kata yang mengawali kalimat tersebut. Huruf b pada kata bisa lebih tepat ditulis dengan huruf kapital. Setiap kata yang mengawali sebuah kalimat huruf pertamanya harus ditulis dengan dengan huruf kapital. Bentuk benar pada kalimat (7a) yang menuliskan huruf b dengan huruf kapital. 2. Penggunaan huruf kapital di tengah kalimat (1) Nikmati bertelepon rumah TELKOM sepuas-puasnya hanya dengan sedikit bayarnya! (brosur 8) Bentuk Yang Benar (1a) Nikmati bertelepon rumah Telkom sepuas-puasnya hanya dengan sedikit bayarnya! (brosur 8)

57

Kata Telkom seharusnya tidak ditulis dengan huruf kapital karena berada ditengah-tengah kalimat. Huruf kapital digunakan pada penulisan huruf pertama. Untuk menyatakan nama sebuah instansi sebaiknya huruf pertama yang menggunakan huruf kapital. Bentuk benar pada kalimat (1a) yang menggunakan huruf kapital pada awal kalimat. (2) Hanya di Tri, setelah telpon ke-5 GRATIS telpon kapan aja! (brosur 24) Bentuk Yang Benar (2a) Hanya di Tri, setelah nelpon ke-5 gratis telpon kapan aja. (brosur 24) Dalam sebuah penulisan brosur tidak dibenarkan apabila menulis kata gratis dengan menggunakan huruf kapital. Hendaknya huruf kapital digunakan pada huruf pertama awal kalimat. Kalimat (2) menuliskan kata gratis dengan huruf kapital. Bentuk benar pada kalimat (2a) yang menggunakan huruf kapital pada huruf g pada kata gratis. (3) Menerima Pesanan Pin MuG GanTungan KunCi JaM promo ID CarD (brosur 26) Bentuk Yang Benar (3a) Menerima Pesanan Pin, mug, gantungan kunci, jam promo, ID card. (brosur 26)

58

Pada penulisan kalimat (3) penulis menggunakan huruf kapital dan huruf kecil secara bergantian dalam satu kata. Penggunaan huruf kapital yang berlebihan dianggap kurang tepat. Seharusnya penulis hanya menggunakan huruf kapital di awal kata menerima pesanan dan pin. Kata tersebut sudah dapat mewakili penggunaan huruf kapital secara tepat. Bentuk benar pada kalimat (3a) yang menggunakan huruf kapital pada awal kata menerima pesanan dan pin. (4) LAYANAN KAMI ? Bersih, murah, tepat waktu dan jujur ? PARFUM bisa milih ? Menerima LAUNDRY DELIVERY (Pesan Antar) ? Menjaga KUALITAS pakaian anda (brosur 28) Bentuk Yang Benar (4a) Layanan kami: ? Bersih, murah, tepat waktu, dan jujur. ? Parfum bisa milih. ? Menerima laundry delivery (pesan antar). ? Menjaga kualitas pakaian Anda. (brosur 28) Pada kalimat (4) penulis menggunakan huruf kapital pada katakata tertentu. Kata-kata tersebut seharusnya tidak ditulis dengan huruf kapital karena berada ditengah-tengah kalimat. Huruf kapital hanya

59

digunakan pada huruf pertama awal kalimat. Bentuk benar pada kalimat (4a) yang tidak menggunakan huruf kapital di tenga h kalimat. 3. Penggunaan huruf kapital secara keseluruhan (1) 3 ALASAN MEMILIH KREDIT DI BUSSAN AUTO FINANCE 1. Kredit Resmi Yamaha 2. Cepat, Ringan & Aman 3. Angsuran Berhadiah (brosur 9) Bentuk Yang Benar (1a) 3 Alasan Memilih Kredit di Bussan Auto Finance 1. Kredit Resmi Yamaha 2. Cepat, Ringan, dan Aman 3. Angsuran Berhadiah. (brosur 9) Penulisan kata alasan memilih kredit di bussan auto finance seharusnya tidak menggunakan huruf kapital karena kata pertama dari kalimat tersebut adalah 3 (tiga). Huruf kapital hanya dituliskan pada huruf pertama pada setiap kata. Bentuk benar pada kalimat (1a) yang menggunakan huruf kapital pada huruf pertama di setiap kata. (2) DENGERIN RADIO BARENG TEMEN GA HARUS RIBET (brosur 18)

60

Bentuk Yang Benar (2a) Dengerin radio bersama temen tidak harus ribet. (brosur 18) Penulisan kalimat dengan menggunakan huruf kapital pada seluruh huruf tidak dibenarkan. Kalimat tersebut harusnya hanya kata dengerin saja yang huruf pertamanya menggunakan huruf kapital. Bentuk benar pada kalimat (2a) yang mengunakan huruf kapital pada huruf pertama di awal kalimat. (3) Ready Stock All Type MOTOR INDIA IRIT BAHAN BAKAR, AWET GARANSI 5 Tahun SUKU CADANG LENGKAP, HARGA JUAL KEMBALI TINGGI SAATNYA GANTI MEREK KE TVS!!! (brosur 25) Bentuk Yang Benar (3a) Ready Stock All Type Motor India irit bahan bakar, awet garansi 5 Tahun, suku cadang lengkap, harga jual kembali tinggi. Saatnya ganti merek ke TVS! Pada penulisan teks iklan tersebut hampir keseluruhan katanya ditulis dengan huruf kapital. Menurut kaidahnya penulisan teks iklan dengan menggunakan huruf kapital semua tidak dibenarkan. Penulisan dengan huruf kapital semua hanya dibolehkan pada penulisan judul. (4) MATA MINES, KATARAK DAN SILINDER- 10 HARI BEBAS KACA MATA KEPUTIHAN SEPARAH APAPUN 1 MINGGU SEMBUH TOTAL. LEMAH SYAHWAT (IMPOTEN) LANGSUNG EREKSI DAN TAHAN LAMA. DIJAMIN 100% ANDA PUAS INGIN MENURUNKAN BERAT BADAN 1 MINGGU TURUN 5-7 kg. DAN MENAMBAH TINGGI BADAN TERBUKTI PERMANEN (brosur 27)

61

Bentuk Yang Benar (4a) Mata minus, katarak, dan silinder, 10 hari bebas kacamata. Keputihan separah apapun 1 minggu sembuh total. Lemah syahwat (impoten) langsung ereksi dan tahan lama. Dijamin 100% Anda puas. Ingin menurunkan berat badan, 1 minggu turun 5-7 kg, dan menambah tinggi badan terbukti permanen. (brosur 27) Keseluruhan teks tersebut ditulis dengan huruf kapital. Penulis juga harus memperhatikan kaidah penulisannya. Dalam sebuah kalimat huruf kapital hanya digunakan pada huruf pertama awal kalimat. Bentuk benar pada kalimat (4a) yang tidak menggunakan huruf kapital pada seluruh kata dalam kalimat tersebut.

62

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah disajikan dalam bab sebelumnya dapat diambil beberapa kesimpulan. 1. Data dalam penelitian ini diambil dari sumber tertulis yaitu dari brosur yang menawarkan barang atau jasa. Penulisan teks iklan dalam brosur tersebut banyak dijumpai penulisan ejaan yang kurang tepat. Data yang penulis kumpulkan dari brosur yang beredar di masyarakat berjumlah 32 data. Pengambilan data ini didasarkan pada teks-teks yang bertujua n untuk menarik konsumen atau yang bersifat persuasi. 2. Penggunaan tanda baca yang kurang tepat meliputi tanda baca titik, tanda baca koma, dan tanda baca seru. Penggunaan tanda baca titik yang kurang tepat diklasifikasikan berdasarkan jumlah dan letak. Penggunaan tanda titik di akhir kalimat dan penggunaan tanda titik yang berlebihan. Penggunaan tanda koma yang kurang tepat pada penulisan teks iklan brosur penawaran barang atau jasa terdapat di antara unsur-unsur dalam suatu pemerian atau pembilangan. Tanda koma hanya dituliskan setelah unsur ketiga terakhir. Wujud penggunaan tanda seru diklasifikasikan berdasarkan jumlah dan letak. Penggunaan tanda seru di akhir kalimat dan penggunaan tanda seru yang berlebihan.

62

63

3. Penggunaan

huruf

kapital

diklasifikasikan

berdasarakan

letaknya.

Penggunaan huruf kapital di awal kalimat, tengah kalimat, dan penulisan seluruh kalimat. Kalimat dalam teks iklan banyak yang tidak

menggunakan huruf kapital pada awal kalimat. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini ada beberapa saran yang dapat menjadi perhatian pokok yang berkaitan dengan penelitian ini. 1. Bagi pembaca, bahasa yang digunakan dalam teks iklan adalah bahasa yang kaya akan kata-kata yang mengandung bujukan. Oleh karena itu, pembaca harus selektif dalam mencernanya agar tidak salah menentukan keputusan untuk membeli hanya karena terbujuk oleh keindahan bahasanya saja. 2. Bagi penulis teks iklan, bahasa yang indah dan membujuk hendaknya merupakan perwujudan dari pesan-pesan produk yang harus disampaikan. Dalam penulisan teks iklan hendaknya penulis lebih memperhatikan penulisan ejaan. 3. Bagi peneliti lain, permasalahan yang berkaitan dengan teks iklan masih banyak yang belum dikaji, maka perlu dipertimbangkan adanya penelitian lebih lanjut tentang masalah- masalah yang terkait dengan penelitian ini.

64

DAFTAR PUSTAKA

Alisjahbana, Sutan Takdir. 2008. Ragam Bahasa Baku. http://indonesiasaram.wordpress.com/2008/03/18/ragam-bahasabaku/. Diakses pada Tanggal 3 Mei 2010. Alwi, Hasan. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Arifin, Zaenal dan Farid Hadi. 2001. Seribu Satu Kesalahan Berbahasa. Jakarta: Akademika Pressindo. Chaer, Abdul. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. Hadisetyo. 2009. “Upaya Mengatasi Kesalahan Ejaan Pada Karangan Siswa Kelas V Sd Negeri 1 Kuripan Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo”. Hadisetyo.wordpress.com/-. Diakses pada Tanggal 26 Desember 2009. Kridalaksana, Harimurti. 2001. Kamus linguistik. Jakarta: Gramedia. Kusuma, Diah Nila. 2007. “Variasi Pola Kalimat, Isi Pesan, dan Fungsi Pengungkapan pada Wacana Iklan Radio di Surat Kabar”. Skripsi S1. Surakarta: UMS Lee, Monle dan Carla Johnson. 2007. Prinsip-Prinsip Pokok Periklanan dalam Perspektif Global. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT. Raja Grafindo. Mutaqin, Eriza. 2009. “Implikatur Percakapan pada Bahasa Iklan Produk (Studi Kasus di Radio GSM FM)”. Skripsi S1. Surakarta: UMS. Pusat Pembinaan dan Pengmbangan Bahasa. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Ratnawati. 2007. “Gaya Bahasa Personifikasi pada Iklan Parfum di Brosur Avon dan Oriflamme”. Skripsi S1. Surakarta: UMS.

65

Samsuddin dan Damayanti Viamaya. 2006. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: Rosdakarya. Suciati, Erna. 2001. “Kajian Konjungsi pada Iklan Pemilihan Presiden Putaran I di Harian Umum Solopos”. Skripsi S1. Surakarta: UMS. Sudaryanto.1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press. Sugono, Dendy. 2002. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Puspa Swara. Suharsimi, Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Sutanti. 2008. ”Analisis Teks Informasi Lalu Lintas di Wilayah Surakarta”. Skripsi S1. Surakarta: UMS. Waridah, Ernawati. 2008. Ejaan yang Disempurnakan dan Seputar KebahasaIndonesiaan. Jakarta: Awan Pustaka. Yasin, Muhamad. 2009. “Penggunaan Bahasa dalam Surat Undangan Resmi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Ngunut Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2008/2009”. “(Karya ilmiah.um.ac.id/index.php/sastra- indonesia/.../214-). Diakses pada Tanggal 09 Januari 2010. Yudhi, Kristanto Asep. 2008. “Campur Kode dalam Iklan Acara di Radio RRI Surakarta”. Skripsi S1. Surakarta: UMS. Anonim. 2008. Teks. Wikipedia, Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia. Http://www.wikipedia.wiki.org/teks). Diakses pada Tanggal 10 November 2009. http://id.wikipedia.org/wiki/Brosur. Brosur. Diakses pada Tanggal 13 November 2009. (malaysia.answers.yahoo.com/question/index?qid...-). November 2009. Diakses Tanggal 10

http://ms.wikipedia.org/wiki/Tanda_Baca. Diakses pada Tanggal 5 Februari 2010.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful