LAPORAN PRAKTIKUM

BIOLOGI LAUT
OLEH.
Nama : Muhammad Syafi’iy
Nim : CIK 009 044
Kelompok : VII
PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MATARAM
2010
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan ini disusun oleh :
Nama : Muh. Syafi’iy
Nim : CIK 009 044
Prodi : Perikanan
Kelompok : 7
Mengetahui,
Co. Ass
RISKA D. RAYES
NIM :C1K008056
Dosen Pembimbing
AYU ADHITA DAMAYANTI
NIP : 198212072009122002
Praktikan,
MUH. SYAFI’IY
NIM :C1K009044
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr. Wb
Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Karena dengan
segala nikmatnya, baik nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesempatan dan
nikmat kesehatan yang tak terhitung nilainya sehingga laporan ini dapat
terselesaikan juga.
Laporan ini tidak akan dapat terselesaikan dengan baik tanpa kritik dan
saran dari Co ass maupun dosen dan pembaca. Dan saya sangat mengharapkan
sekali agar laporan yang saya buat ini dapat berguna baik bagi diri saya sendiri
dan siapapun yang membacanya
Wassalamu’alaikum wr. Wb.
Mataram,
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................... i
KATA PENGANTAR.................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................. iii
ABSTRAK..................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN.................................................... ...... 1
Latar Belakang.................................................... ...... 1
Tujuan praktikum................................................ ...... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................... ...... 2
BAB III METODE PRAKTIKUM........................................ ..... 4
3.1 Waktu dan Tempat Praktikum............................ ..... 4
3.2 Alat dan Bahan Praktikum................................. ..... 5
3.3 Cara Kerja....................................................... ..... 5
BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN............................... ..... 6
Hasil Pengamatan.............................................. ..... 6
Analisis data...................................................... .... 11
Pembahasan ....................................................... ..... 15
BAB V PENUTUP............................................................. ...... 17
5.1 Kesimpulan....................................................... ...... 17
5.2 Saran.................................................................. ...... 17
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Hasil pengamatan biota laut pada setiap stasiun.................................
Tabel 2 Tabulasi data perkelas.........................................................................
Tabel 3 Spesies dominan .................................................................................
Tabel 4 Tabulasi data lamun.............................................................................
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1 Jumlah spesies dominan
ABSTRAK
Praktikum ini dilatarbelakangi oleh adanya biota laut yang menghuni
hamper semua bagian laut di pantai, permukaan laut sampai dasar laut sekalipun
serta sungai yang menyebabkan terjadi keanekaragaman pada setiap daerah
pantai dan sekitarnya.
Adapun tujuan dilakukan praktikum ini adalah 1) untuk mengetahui
sampel biota laut, 2) mengethaui cara pengawetan biota laut dan 3) mengetahui
cara mengidentifikasi berbagai jenis biota laut yang dilandasi prosedur kerja
masing-masing. Berdasarkan hasil pengamatan biota yang dilakukan di BBL
Sekotong Lombok Barat di peroleh spesies yang mendominasi dari 8 stasiun
tersebut adalah bintang laut = 28 ind/m
2
dengan diimbangi dengan kepadatan
lamun sebanyak 190.
Kata kunci : biota laut, lamun.
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Biota laut mengalami hamper semua lapisan mulai dari bagian laut
yang paling dangkal / bibir pantai/ permukaan sampai dasar laut sampai dasar
laut.
Ilmu yang mempelajari tentang biota laut adalah biologi laut. Perairan
pantai juga menentukan segala akan kehidupan biota laut. Perairan pantai
dibedakan menjadi 3 yaitu : 1) pantai berbahu : pantai yang tersusun oleh
bahan yang keras; 2) pantai berpasir: tersusun atas factor fisik yang sama
dengan pantai berbatu, dan 3) pantai berlumpur: yaitu pantai yang banyak
mengandung sediment.
Sumberdaya hayati tersiri dari tumbuhan laut yang meliputi rumput
laut, lamun, dan mangrove, sedangkan hewan laut meliputi ubur-ubur,
mollusca, enchinodermata dan chordate. Biota-biota laut ini mempunyai
jumlah yang dominant pada suatu wilayah perairan, hal ini disebabkan factor-
faktor pendukung kehidupannya seperti kelimpahan pakan dan lain sebaginya.
Tujuan Praktikum
Adapun tujuan diadakan praktikum ini adalah sebagai berikut :
Untuk mengetahui cara mengambil sampel biota laut
Untuk mengetahui cara pengawetan biota laut
Untuk mengetahui cara mengidentifikasikan berbagai jenis biota laut.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Sebagian besar air permukaan laut memiliki beragam spesies ikan dan
hewan lainnya yang dapat berperan sebagai reservoir bagi penyakit-penyakit
infeksi. Dapat pula hewan-hewan air misalnya mollusca dan crustacean, berperan
sebagai inang antara bagi salah satu tahapan siklus hidup parasit. Kehadiran
jumlah spesies predator atau kompesitor makanan dapat pula menjadi factor yang
merugikan bagi budidaya perikanan. Berdasarkan habitatnya organisme yang
hidup di perairan laut dibedakan menjadi 4 macam, yaitu 1) Neutron yaitu
organisme yang hidup pada zona interfase air dan udara; 2) pelagic atau plankton
yaitu organisme yang hidup pada kolom atau dikatakan pada habitat planktonik,
3) Epibion yaitu organisme yang hidup pada jaringan atau tubuh organisme laut.
(Irianto, 2005).
Biologi laut yaitu Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kehidupan
biota laut, berkembang begitu cepat dan mengungkapkan rahasia berbagai
kehidupan jenis biota laut yang jumlah jenisnya luar biasa besarnya dan
keanekaragamannya luar biasa tinggi jenis biota hutan hujan tropis di udara
hamper sama dengan keanekaragaman biota laut. Tidak kurang dari 833 jenis
tumbuh-tumbuhan laut (porifera), 2500 jenis kerang dan keong (mollusca), 1502
jenis udang dan kepiting (crustacean), 745 hewan berkulit duri (echimodermata),
2009 jenis ikan (pisces), 148 jenis burung laut (aves) dan 30 jenis hewan
menyusuri laut (mamalia). Disamping itu tercatat juga tujuh jenis penyu dan tiga
jenis buaya (reptilian) (Kasijan, 2007)
Biologi laut adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk-makhluk
yang hidup di bawah laut dari ukuran yang paling kecil (mikroskopis), hingga
ukuran yang paling besar. Bidang-bidang yang dipelajari dalam biologi laut
secara umum hamper sama dengan ilmu biologi pada umumnya. Perbedaannya
hanya terletak pada tempat hidup makhluk hidup tersebut (Wikipedia, 2007)
Phylum antropoda merupakan phylum yang memiliki spesies paling banyak
dibandingkan phylum-phylum lainnya yang termasuk ke dalam kelas ini adalah
golongan udang-udangan. Pada golongan udang-udangan (crustacean) dan
kepiting kebanyakan hidup di perairan laut, tetapi beberapa di laut dan beberapa di
air tawar, payau, tempat lembab dan daratan (Muryono, 1993).
Hewan moluska dikenal sebagai hewan bertubuh lunak dan tidak memiliki
ruas tubuh. Tubuh yang lunak itu umumnya ditutupi oleh cangkang atau rumah
yang keras. Hewan ini dapat menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan
bermacam-macam lingkungan. Golongan coelenterate mempunyai ukuran yang
mikroskopik, tetapi koloni beberapa spesies mempunyai ukuran 1 mm sampai 2
mm panjangnya. Contoh dari phylum coelenterate adalah ubur-ubur, phylum
coelenterate meliputi bintang laut, teripang, ular laut. Hewan ini hidup di laut
mulai dari pantai sampai dengan dasar laut (Suwignyo, 2005).
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 20-21
November 2010, Jam 16.00 sampai selesai di Balai Budidaya Laut Sekotong
(BBL). Sedangkan untuk identifikasi biota laut dilakukan pada hari senin
tanggal 22 November 2010. jam 12.00 wita - selesai di laboratorium
Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Mataram.
3.2 Alat dan Bahan Praktikum
3.2.1 Alat-alat
Adapun alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah
sebagai berikut:
Transek : Menentukan lokasi pengambilan sampel
Palstik : Untuk menanik biota yang diambil pada tiap transek
Penyaring kasa : Untuk mengambil biota yang di perairan
Gayung : Untuk mengambil biota yang ada di laut
Tali raffia : Untuk menghubungkan patok menjadi sebuah transek
Patok : Lokasi pengambilan biota
Bak preparat : Untuk meletakkan obyek yang akan diamati
Sekop
3.2.2 Bahan-bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah
sebagai berikut :
Formalin : Untuk mengawetkan biota
3.3 Cara Kerja
Adapun cara kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
Pengambilan sampel biota laut
Dibagi menjadi 8 kelompok dari semua praktikan. Tiap kelompok
mempelajari sampel pada setiap stasiun.
Disetiap stasiun pengamatan lapangan dibagi menjadi beberapa plot/ transek.
Masing-masing stasiun terdiri dari 3 plot/ transek. Jarak antara plot 3 cm.
Didasar perairan kuadrat diletakka, mintakan intersidal pada jarak tertentu dan
bertingkat mulai dari garis pantai kea rah tengah. Jarak antara kuadrat kea
rah ketiga (vertical) dank e arah (horizontal) disesuaikan dengan kondisi
lokasi.
Disetiap kuadrat yang diamati, catat semua jenis flora dan fauna yang ada dan
hitung cacah individu masing-masing bagi biota yang lebih dari satu, maka
catat jumlahnya yang disimpan di kantong kresek plastic.
Dimasukkan ke dalam table hasil pengamatan tersebut dan dibuat grafik pada
laporan sementara.
Pengawetan sampel
Diambil contoh flora dan fauna yang belum diketahui namanya dan kemudian
diawetkan.
Dimasukkan ke adalam botol, sampel yang telah yang bermulut luas atau
wadah plastic.
Digunakan formalin 4 % sebagai bahan pengawet yang telah dinetralkan
dengan boraks. Botol diberi label yang ditempelkan di dinding luar botol
sampel.
Identifikasi biota laut
1. Diambil contoh sampel flora dan fauna yang belum diketahui dan kemudian
diawetkan setelah itu specimennya dibawa ke laboratorium untuk
diidentifikasi
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Pengamatan
Biota Laut Pada Setiap Stasiun
Kel/
Stasiun
Transek Kelas
Nama Biota Jml
Nama latin Nama lokal
III/5
IV/7
V/ 1
1
2
3
1
2
3
1
2
Copepoda
Copepoda
Cloropiceae
Asleroidea
Rhadophyceae
Holothoroidea
Gastropeda
Gastropoda
Asteroidea
Rhodopyceae
Rhodophyceai
Crustacea
Bivalvia
Bivalvia
Holothoroidea
Asteroidea
Crutacea
Gastropoda
Gastropoda
Holothroidea
Grastopoda
Achiannelida
Neuplius cyclopoid
Neuplius cyclopoid
Halimeda makroloba
Antopleura sp
Gracillaria sp
Shchopus californicus
Acmaea sp
Urosalpiu cinera
Anthopleura sp
Gracillaria sp
Rhodimenia palmetto
Penacus monodon
Anadara Antiquata
Anadara granosa
Stichopus californicus
Ophiothrix fragilis
Portulius pelagis
Conus bandanus
Litforina scabra
Holoturia sp
Cypraea annulus
Polygordius
Tempenyol
Tempenyol
Rumput laut
Bintang laut
Algae
Teripang
Teritip
Siput laut
Bintang laut
Algae
Rumput laut
Larva udang
Kerang bulu
Kerang dara
Teripang
Bintang mongular
Rajungan
Conus
Kaliomang
Teripang getah
Dakon
Cacing laut
4
5
1
1
1
1
1
1
1
1
1
3
2
1
1
1
1
1
2
1
6
1
3 Asteroidea
Crustacea
Bivalvia
appendicular
Anthop leura sp
-
Anadora granosanicus
Bintang laut
Larva udang karang
Kerang dara
1
1
1
Kel/
Stasiun
Transek Kelas Nama Biota Jml
Nama latin Nama lokal
I/2
II/3
1
2
3
1
2
3
Asteroidea
Echinoidea
Gastropoda
Asteroidea
Gastropoda0
Crutacea
Crustacea
Chlorohyceae
Holothroidea
Asteroidea
Crutacea
Asteroidea
Asteroidea
Gastropoda
Crustacea
Bivalvia
Holothroidea
Bivalvia
Asteroidea
Asteroidea
Gastropoda
Echinoidea
Ophiothrix fragilis
Diadema setosum
Cypraea annulus
Anthopleura sp
Litforina scabra
Penaeus mondom
Thalamita crenata
Halimeda opaneia
Shchopus californicus
Anthopleura sp
Penaeus mondom
Ophiothrix fragilis
Antopleura sp
Litforina scabra
Thalamita crenata
Anadara granosa
Stichopus californicus
Anadara granosa
Anthopleura sp
Anthopleura sp
Conus sp
Radema sitosum
Bintang mengular
Bulu babi
Dakon
Bintang laut
Siput laut
Udang windu
Rajungan hijau
Alga hijau
Teripang
Bintang laut
Udang windu
Bintang mongular
Bintang laut
Siput laut
Rajungan hijau
Kerang dara
Teripang
Kerang dara
Bintang laut
Bintang laut
Conus
Bulu babi
2
1
1
2
1
1
1
1
2
2
1
1
2
6
3
1
1
1
2
9
5
1
Crustacea
Holothroidea
Gastropoda
Chaelopoda
Archianelida
Asteroidea
Crutacea
Scylla serrata
Holothuroidea nabilis
Trochus nilotichus
Eunice fucata
Dolygordius appendieae
Ophiothrix fragilis
Panilirus sp
Kepiting
Teripang lolong
Kaliomang
Cacing pololo
Cacing laut
Bintang mengular
Lobster
8
2
2
1
8
1
3
Kel/
Stasiun
Transek Kelas
Nama Biota
Jml
Nama latin Nama lokal
VI/4
VII/8
1
2
3
1
2
3
Chaelopoda
Rhodopyceae
Holothoroidea
Echinoidea
Holothoroidea
Holothoroidea
Bivalvia
Crustacea
Gastropoda
Copepoda
Bivalvia
Gastropoda
Gastropoda
Gastropoda
Gastropoda
Echinoidea
Bivalvia
Gastropoda
Gastropoda
Eunice fucata
Euceuma alfarezii
Holothuroidea nabilis
Diadema setosum
Shchopus californicus
Holothuria sp
-
Scylla serrata
Conus sp
Nauplus cyclopoid
Anadara granosa
Conus sp
Trochus nileticus
-
Urosalpin cinera
Diadema setosum
Anadara granosa
Lambis crocata
Conus sp
Cacing palolo
Rumput laut
Teripang lolong
Bulu babi
Teripang
Teripang getah
Kerang kapak
Rajungan
Conus
Tempenyol
Kerang dara
Conus
Siput laut
Kerang mahkota
Siput laut
Bulu babi
Kerang dara
Kerang kepala kambing
Conus
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
4
1
1
1
1
1
3
1
1
VII/6 1
2
3
Gastropoda
Cephalopoda
Gastropoda
Rhodopyceae
Chaelopoda
Asteroidea
Gastropoda
Rhodopyceae
Asteroidea
Holothoroidea
Cypraea annulus
Argonanta
Urosalpin cinera
Gracillaria sp
Eunice fucata
Anthopleura sp
Urosalpin cinera
Gracillaria sp
Anthopleura sp
Holothuria sp
Dakon
Siput laut
Alga laut
Cacing palolo
Bintang laut putih
Siput laut
Alga laut
Bintang laut
Teripang getah
4
1
7
1
2
6
1
1
2
1
Tabulasi data perkelas
No Kelas Spesies Jumlah
1. Asteroidea Ophiothrix fragilis
Anthopleura sp
5
28
2. Gastropoda Cypraea annulus
Litforina scabra
Conus sp
Trochus nilotichus
Acmaea sp
Urosalpin cinera
Kerang mahkota
Lambis crocata
11
9
9
3
1
10
1
1
3. Echinoidea Diadema setosum 4
4. Crustacea Penaeus mondom
Thalamita crenata
Scylla serrata
Panilirus sp
Portulius pelagis
Larva udang tingkat x
5
4
9
3
1
1
5. Chlorohyceae Halimeda opuntia
Halimeda makrolaba
1
1
6 Bivalvia Anadara granosa
Anadara antiquata
11
2
Kerang kapak 1
7. Holothroidea Stichopus californicus
Holothuroide nabilis
Holothuria sp
6
3
3
8. Copepoda Naupulius cyclopoid 10
9. Rhodopyceae Gracillaria sp
Rhodimenia palmetto
Eucheuma alfarezii
4
1
1
10. Archianelida Polygardius appendicullar 9
11. Chaelopoda Eunica fucata 4
12. Cephalopoda Argonanta 1
TOTAL 163
Spesies Dominan
No Kelompok
Jumlah Spesies Dominan
Anthopleura sp Cypraea
annulus
Anadara
granosa
Naupulius
cyclopoid
Urosalpin
cinera
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
6
11
1
1
1
0
0
0
1
0
0
0
6
0
4
0
0
2
0
1
1
0
7
0
0
0
9
0
0
0
1
0
0
0
0
1
0
0
1
8
Jumlah 28 11 11 10 10
Tabuasi Data Lamun
Kelompok Nama Spesies Transek Jumlah
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
Enhalus acoroides
Enhalus acoroides
Enhalus acoroides
-
Enhalus acoroides
Enhalus acoroides
-
-
Enhalus acoroides
-
-
Enhalus acoroides
-
Enhalus acoroides
Enhalus acoroides
-
Enhalus acoroides
Enhalus acoroides
-
-
-
-
Enhalus acoroides
Enhalus acoroides
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
22
29
31
-
40
1
-
-
1
-
-
2
-
33
28
-
33
28
-
-
-
-
1
1
190
Grafik Jumlah Spesies Dominan
0
5
10
15
20
25
30
35
1 2 3 4 5 6 7 8
Naupulus Sp
Cypraea annulus
Anadora granosa
urusaplin ciner
Anthopleura Sp
Analisis Data
Analisa data perentase dominant terhadap total spesies yang ditemukan
Anthopleura sp
Dik. ni = 28
N = 163
Dit. D
1
…..?
Jawaban :
% 100
1
1
x
N
n
D ·

=
% 17 17 , 0
% 100
163
28
· ·
· x
Cypraea annulus
Dik. ni = 11
N = 163
Dit. D
1
…..?
Jawaban :
% 100
1
1
x
N
n
D ·

=
% 7 , 6 067 , 0
% 100
163
11
· ·
· x
anadara granosa
Dik. ni = 11
N = 163
Dit. D
1
…..?
Jawaban :
% 100
1
1
x
N
n
D ·

=
% 7 , 6 067 , 0
% 100
163
11
· ·
· x
Nauplius sp
Dik. ni = 10
N = 163
Dit. D
1
…..?
Jawaban :
% 100
1
1
x
N
n
D ·

=
% 1 , 6 061 , 0
% 100
163
11
· ·
· x
Urusal pin cinera
Dik. ni = 10
N = 163
Dit. D
1
…..?
Jawaban :
% 100
1
1
x
N
n
D ·

=
% 1 , 6 061 , 0
% 100
163
11
· ·
· x
Analisis Kepadatan Lamun
Dik. ni = 190 ind
A = 3 stasiun x 1m
2
x 8 kelompok = 24m
2
Dit. D
1
…..?
Jawaban :
A
n
D
1
1
·

2
1
92 , 7
24
190
m
nd
ind
·
·
Analisis Data Kepadatan Bentos
Dik. ni = 22 ind
A = 1m
2
x 3 transek = 3m
2
Dit. D
1
…..?
Jawaban :
A
n
D
1
1
·

=
2
1
667 , 6
3
22
m
nd
ind
·
·
Analisis Data Keanekaragaman Bentos
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) [
( ) ( ) ( ) ( ) ]
( ) [ ]
[ ]
06 , 1
06 , 1
) 12 , 0 ( ) 28 , 0 ( 66 , 0
) 12 , 0 ( ) 14 , 0 ( 14 , 0 06 , 0 06 , 0 06 , 0
06 , 0 06 , 0 06 , 0 06 , 0 06 , 0 06 , 0 06 , 0 06 , 0
22
3
log
22
3
22
4
log
22
4
22
4
log
22
4
22
1
log
22
1
22
1
log
22
1
22
1
log
22
1
22
1
log
22
1
22
1
log
22
1
22
1
log
22
1
22
1
log
22
1
22
1
log
22
1
22
1
log
22
1
22
1
log
22
1
22
1
log
22
4
1
log
1
·
− − ·
− + − + − − ·
− + − + − + − + − + −
− + − + − + − + − + − + − + − ·

,
`

.
|
+

,
`

.
|
+

,
`

.
|
+

,
`

.
|
+

,
`

.
|
+

,
`

.
|
+
,
`

.
|
+
,
`

.
|
+
,
`

.
|
+
,
`

.
|

+

,
`

.
|
+

,
`

.
|
+

,
`

.
|
+

,
`

.
|
− ·
− ·
Σ
− ·
n i
n
ni
N
ni i
H
berarti kategori nilai indeks keragaman benthos untuk kelompok 7 = 0<
1,06 < 2,302. berarti keragamannya keragaman rendah
Pembahasan
Pada hari Sabtu dan Minggu kemarin telah diadakannya praktikum
lapangan. Adapun praktikum yang kami lakukan adalah praktikum biologi
laut, praktikum biologi laut ini dilakukan dengan dua macam perlakuan yaitu
pengambilan sampel dan pengawetan sampel. Setelah dilakukan pembagian
stasiun untuk setiap kelompok, kita melakukan praktikum dengan
pengambilan sampel biota laut.
Pengambilan biota laut dilakukan dengan menggunakan transek
berukuran 1 x 1 meter dan pantai yang dilakukan adalah pantai berpasir
sehingga jarak antara transek 1 sampai dengan transek 3 jaraknya 3 meter, dan
jarak antara stasiun yang satu dengan yang lain 100 meter.
Berdasarkan pengamatan /praktikum yang dilakukan menyatakan
bahwa individu antara jenis biota pada setiap komunitas sama, karena setelah
dicocokan table dari setiap stasiun, ada biota yang sama muncul pada stasiun
yang berbeda. Berdasarkan kecocokan data pada setiap stasiun maka didapat
biota yang mendominasi setiap stasiun tersebut. Biota yang dimaksud adalah
bintang laut, dakom, kerang dara, tempenyol, siput laut, hal ini menunjukkan
bahwa tempat/ lokasi tidak menjadi perbedaan antara semua biota laut, dari
kelima biota ini hamper pada semua stasiun mendapatkannya.
Selain menghitung jumlah biota/ hewan yang ada di sekitar pantai,
kami juga menghitung jumlah kepadatan lamun yang ada di sekitar pantai
tersebut, dari hasil pengumpulan data dari setiap stasiun didapatkan hasil
bahwa dari setiap kelompok/ stasiun tersebut semua mendapatkannya hanya
yang menbedakannya banyak dan sedikit yang didapat. Dari setiap stasiun
yang paling banyak mendapatkan lamun tersebut adalah pda kelompok satu,
hal ini disebabkan karena posisi atau letak stasiun mereka ditumbuhi banyak
lamun. Jika kita mengkaitkan data kepadatan biota laut dengan kepadatan
lamun. Hal itu yang menyebabkan biota yang ada di sekitar pantai tersebut
menjadi berlimpah karena dengan banyaknya lamun di daerah tersebut akan
membuat kesuburan bagi biota yang ada di daerah tersebut.
Berdasarkan table analisis dan grafik membuktikan bahwa stasiun
yang paling banyak menghasilkan biota adalah pada kelompok 2 stasiun 3,
dengan spesies yang mendominasi adalah bintang laut (11%), dan biota yang
paling sedikit dihasilkan oleh kelompok 3 stasiun 5 dengan 11 biota saja.
Dilihat dari tingkat dominannya dari ke 5 spesies yang dominant, pada
spesies Anthopleura sp menghasilkan 0,17%, Cypraea annulus 0,067%,
Anadara granosa 0,067%, Nauplius sp 0,061% dan Clrosalpi cinera dengan
0,061%.
Pada data analisis kepadatan benthos pada kelompok 7 dalam 3 transek
didapatkan hasil 6,667 individu/m
2
. Dari hasil yang didapat ini tingkat
kepadatannya, termasuk dalam kepadatan tinggi karena jumlahnya yang
lumayan banyak.
jjika dilihat dari data analisis keanekaragaman benthos pada stasiun 2
ini termasuk dalam tingkat keanekaragaman rendah karena jumlah
keanekaragamannya sebesar 1,06 dan nilai itu kurang dari 2,302, kurangnya
keanekaragaman tersebut disebabkan karena lokasi tempat pemasangan patok
kelimpahan biotanya kurang sehingga keanekaragamannya rendah.
BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Populasi spesies biota laut yang paling dominant adalah spesies yang
hidup di daerah pasir contohnya bintang laut.
Pasang surut air laut sangat mempengaruhi pengambilan sampel.
Lamun adalah populasi tumbuhan laut yang paling banyak.
DAFTAR PUSTAKA
Endang. 2007. Biologi Laut. http;//id.Wikipedia org/wiki/Biologi laut.
11/03/2008. 05:30
Irianto Agus. 2005. Patologi Ikan Teleoski. Universitas Gajah Mada Press.
Yogyakarta.
Muryono. 1993. Zoologi. Universitas Terbuka Press. Jakarta.
Romimohtarto Kasijan. 2007. Biologi Laut. Penerbit Djambatan. Jakarta
Suwignyo dkk. 2005. Avertebrata Air Jilid I. Penerbit Djambatan. Jakarta

HALAMAN PENGESAHAN Laporan ini disusun oleh : Nama Nim Prodi Kelompok : Muh. Syafi’iy : CIK 009 044 : Perikanan :7

Mengetahui,

Co. Ass

Dosen Pembimbing

RISKA D. RAYES NIM :C1K008056

AYU ADHITA DAMAYANTI NIP : 198212072009122002

Praktikan,

MUH. SYAFI’IY NIM :C1K009044

nikmat Islam. Wb Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Mataram.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr. Laporan ini tidak akan dapat terselesaikan dengan baik tanpa kritik dan saran dari Co ass maupun dosen dan pembaca. nikmat kesempatan dan nikmat kesehatan yang tak terhitung nilainya sehingga laporan ini dapat terselesaikan juga. baik nikmat iman. Karena dengan segala nikmatnya. Wb. . Dan saya sangat mengharapkan sekali agar laporan yang saya buat ini dapat berguna baik bagi diri saya sendiri dan siapapun yang membacanya Wassalamu’alaikum wr.

.... Tujuan praktikum.DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN .. BAB III METODE PRAKTIKUM....... i KATA PENGANTAR.......... ................................. ABSTRAK................................ ii DAFTAR ISI...................... .........3 Cara Kerja..........................................1 Kesimpulan........... ..... BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN.. 5......................................................1 Waktu dan Tempat Praktikum........................................ 3........................................... 3........................... .. Pembahasan .. BAB V PENUTUP............................................................................. 2 4 4 5 5 6 6 11 15 17 17 17 iii iv 1 3................................... Latar Belakang.......................... ....... Analisis data................. .................2 Alat dan Bahan Praktikum..................................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA................ ......... .................................................. BAB I PENDAHULUAN............. 1 1 ..... ................................ .. ......................... ............................... Hasil Pengamatan.............................. 5................... ................................ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN .................................................................................................................................................................................................................................................2 Saran...........................

.......................................................................................................... Tabel 2 Tabulasi data perkelas................... .....DAFTAR TABEL Tabel 1 Hasil pengamatan biota laut pada setiap stasiun.......................................................................................................... Tabel 4 Tabulasi data lamun............ Tabel 3 Spesies dominan .................

DAFTAR GRAFIK Grafik 1 Jumlah spesies dominan .

lamun. . Berdasarkan hasil pengamatan biota yang dilakukan di BBL Sekotong Lombok Barat di peroleh spesies yang mendominasi dari 8 stasiun tersebut adalah bintang laut = 28 ind/m2 dengan diimbangi dengan kepadatan lamun sebanyak 190. permukaan laut sampai dasar laut sekalipun serta sungai yang menyebabkan terjadi keanekaragaman pada setiap daerah pantai dan sekitarnya.ABSTRAK Praktikum ini dilatarbelakangi oleh adanya biota laut yang menghuni hamper semua bagian laut di pantai. Kata kunci : biota laut. Adapun tujuan dilakukan praktikum ini adalah 1) untuk mengetahui sampel biota laut. 2) mengethaui cara pengawetan biota laut dan 3) mengetahui cara mengidentifikasi berbagai jenis biota laut yang dilandasi prosedur kerja masing-masing.

2) pantai berpasir: tersusun atas factor fisik yang sama dengan pantai berbatu. dan mangrove. Perairan pantai juga menentukan segala akan kehidupan biota laut. Biota-biota laut ini mempunyai jumlah yang dominant pada suatu wilayah perairan. Sumberdaya hayati tersiri dari tumbuhan laut yang meliputi rumput laut.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Biota laut mengalami hamper semua lapisan mulai dari bagian laut yang paling dangkal / bibir pantai/ permukaan sampai dasar laut sampai dasar laut. sedangkan hewan laut meliputi ubur-ubur. Tujuan Praktikum Adapun tujuan diadakan praktikum ini adalah sebagai berikut : Untuk mengetahui cara mengambil sampel biota laut Untuk mengetahui cara pengawetan biota laut Untuk mengetahui cara mengidentifikasikan berbagai jenis biota laut. . lamun. Perairan pantai dibedakan menjadi 3 yaitu : 1) pantai berbahu : pantai yang tersusun oleh bahan yang keras. dan 3) pantai berlumpur: yaitu pantai yang banyak mengandung sediment. mollusca. enchinodermata dan chordate. Ilmu yang mempelajari tentang biota laut adalah biologi laut. hal ini disebabkan factorfaktor pendukung kehidupannya seperti kelimpahan pakan dan lain sebaginya.

2500 jenis kerang dan keong (mollusca). berkembang begitu cepat dan mengungkapkan rahasia berbagai kehidupan jenis biota laut yang jumlah jenisnya luar biasa besarnya dan keanekaragamannya luar biasa tinggi jenis biota hutan hujan tropis di udara hamper sama dengan keanekaragaman biota laut.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sebagian besar air permukaan laut memiliki beragam spesies ikan dan hewan lainnya yang dapat berperan sebagai reservoir bagi penyakit-penyakit infeksi. 2005). Tidak kurang dari 833 jenis tumbuh-tumbuhan laut (porifera). 2007) Phylum antropoda merupakan phylum yang memiliki spesies paling banyak dibandingkan phylum-phylum lainnya yang termasuk ke dalam kelas ini adalah golongan udang-udangan. Disamping itu tercatat juga tujuh jenis penyu dan tiga jenis buaya (reptilian) (Kasijan. Bidang-bidang yang dipelajari dalam biologi laut secara umum hamper sama dengan ilmu biologi pada umumnya. 745 hewan berkulit duri (echimodermata). Dapat pula hewan-hewan air misalnya mollusca dan crustacean. (Irianto. Pada golongan udang-udangan (crustacean) dan . Biologi laut yaitu Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kehidupan biota laut. 2007) Biologi laut adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk-makhluk yang hidup di bawah laut dari ukuran yang paling kecil (mikroskopis). Berdasarkan habitatnya organisme yang hidup di perairan laut dibedakan menjadi 4 macam. Perbedaannya hanya terletak pada tempat hidup makhluk hidup tersebut (Wikipedia. 2) pelagic atau plankton yaitu organisme yang hidup pada kolom atau dikatakan pada habitat planktonik. 1502 jenis udang dan kepiting (crustacean). 148 jenis burung laut (aves) dan 30 jenis hewan menyusuri laut (mamalia). yaitu 1) Neutron yaitu organisme yang hidup pada zona interfase air dan udara. 2009 jenis ikan (pisces). Kehadiran jumlah spesies predator atau kompesitor makanan dapat pula menjadi factor yang merugikan bagi budidaya perikanan. hingga ukuran yang paling besar. 3) Epibion yaitu organisme yang hidup pada jaringan atau tubuh organisme laut. berperan sebagai inang antara bagi salah satu tahapan siklus hidup parasit.

teripang. .kepiting kebanyakan hidup di perairan laut. tetapi beberapa di laut dan beberapa di air tawar. tempat lembab dan daratan (Muryono. Hewan ini hidup di laut mulai dari pantai sampai dengan dasar laut (Suwignyo. 2005). ular laut. Tubuh yang lunak itu umumnya ditutupi oleh cangkang atau rumah yang keras. Hewan moluska dikenal sebagai hewan bertubuh lunak dan tidak memiliki ruas tubuh. phylum coelenterate meliputi bintang laut. Contoh dari phylum coelenterate adalah ubur-ubur. tetapi koloni beberapa spesies mempunyai ukuran 1 mm sampai 2 mm panjangnya. payau. Hewan ini dapat menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan bermacam-macam lingkungan. 1993). Golongan coelenterate mempunyai ukuran yang mikroskopik.

selesai di laboratorium Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Mataram.1 Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 20-21 November 2010. Jam 16.2. Tiap kelompok mempelajari sampel pada setiap stasiun.3 Cara Kerja Adapun cara kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut : Pengambilan sampel biota laut Dibagi menjadi 8 kelompok dari semua praktikan. Sedangkan untuk identifikasi biota laut dilakukan pada hari senin tanggal 22 November 2010.00 sampai selesai di Balai Budidaya Laut Sekotong (BBL). 3.2.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. .2 Bahan-bahan Adapun bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut : Formalin : Untuk mengawetkan biota 3. jam 12.00 wita .2 Alat dan Bahan Praktikum 3.1 Alat-alat Adapun alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut: Transek : Menentukan lokasi pengambilan sampel Palstik : Untuk menanik biota yang diambil pada tiap transek Penyaring kasa : Untuk mengambil biota yang di perairan Gayung : Untuk mengambil biota yang ada di laut Tali raffia : Untuk menghubungkan patok menjadi sebuah transek Patok : Lokasi pengambilan biota Bak preparat : Untuk meletakkan obyek yang akan diamati Sekop 3.

catat semua jenis flora dan fauna yang ada dan hitung cacah individu masing-masing bagi biota yang lebih dari satu. sampel yang telah yang bermulut luas atau wadah plastic. Dimasukkan ke adalam botol. maka catat jumlahnya yang disimpan di kantong kresek plastic. Didasar perairan kuadrat diletakka. mintakan intersidal pada jarak tertentu dan bertingkat mulai dari garis pantai kea rah tengah. Jarak antara kuadrat kea rah ketiga (vertical) dank e arah (horizontal) disesuaikan dengan kondisi lokasi. Digunakan formalin 4 % sebagai bahan pengawet yang telah dinetralkan dengan boraks. Pengawetan sampel Diambil contoh flora dan fauna yang belum diketahui namanya dan kemudian diawetkan. Dimasukkan ke dalam table hasil pengamatan tersebut dan dibuat grafik pada laporan sementara. Diambil contoh sampel flora dan fauna yang belum diketahui dan kemudian diawetkan setelah itu specimennya dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi . Disetiap kuadrat yang diamati. Jarak antara plot 3 cm. Botol diberi label yang ditempelkan di dinding luar botol sampel. Masing-masing stasiun terdiri dari 3 plot/ transek.Disetiap stasiun pengamatan lapangan dibagi menjadi beberapa plot/ transek. Identifikasi biota laut 1.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengamatan Biota Laut Pada Setiap Stasiun Kel/ Stasiun III/5 Transek Kelas Nama Biota Nama latin 1 2 3 Copepoda Copepoda Cloropiceae Asleroidea IV/7 1 Rhadophyceae Holothoroidea Gastropeda Gastropoda 2 Asteroidea Rhodopyceae Rhodophyceai Crustacea 3 Bivalvia Bivalvia Holothoroidea V/ 1 1 Asteroidea Crutacea Gastropoda 2 Gastropoda Holothroidea Grastopoda Achiannelida Neuplius cyclopoid Neuplius cyclopoid Halimeda makroloba Antopleura sp Gracillaria sp Shchopus californicus Acmaea sp Urosalpiu cinera Anthopleura sp Gracillaria sp Rhodimenia palmetto Penacus monodon Anadara Antiquata Anadara granosa Stichopus californicus Ophiothrix fragilis Portulius pelagis Conus bandanus Litforina scabra Holoturia sp Cypraea annulus Polygordius Nama lokal Tempenyol Tempenyol Rumput laut Bintang laut Algae Teripang Teritip Siput laut Bintang laut Algae Rumput laut Larva udang Kerang bulu Kerang dara Teripang Bintang mongular Rajungan Conus Kaliomang Teripang getah Dakon Cacing laut 4 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 2 1 1 1 1 1 2 1 6 1 Jml .

3 Asteroidea Crustacea Bivalvia appendicular Anthop leura sp Anadora granosanicus Bintang laut Larva udang karang Kerang dara 1 1 1 Kel/ Stasiun Transek Kelas Nama Biota Nama latin Nama lokal Bintang mengular Bulu babi Dakon Bintang laut Siput laut Udang windu Rajungan hijau Alga hijau Teripang Bintang laut Udang windu Bintang mongular Bintang laut Siput laut Rajungan hijau Kerang dara Teripang Kerang dara Bintang laut Bintang laut Conus Bulu babi Jml I/2 1 Asteroidea Echinoidea Gastropoda Asteroidea Gastropoda0 Crutacea Crustacea Chlorohyceae Ophiothrix fragilis Diadema setosum Cypraea annulus Anthopleura sp Litforina scabra Penaeus mondom Thalamita crenata Halimeda opaneia Shchopus californicus Anthopleura sp Penaeus mondom Ophiothrix fragilis Antopleura sp Litforina scabra Thalamita crenata Anadara granosa Stichopus californicus Anadara granosa Anthopleura sp Anthopleura sp Conus sp Radema sitosum 2 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 2 6 3 1 1 1 2 9 5 1 2 Holothroidea Asteroidea Crutacea 3 Asteroidea Asteroidea Gastropoda Crustacea II/3 1 2 Bivalvia Holothroidea Bivalvia Asteroidea 3 Asteroidea Gastropoda Echinoidea .

Crustacea Holothroidea Gastropoda Chaelopoda Archianelida Asteroidea Crutacea Scylla serrata Holothuroidea nabilis Trochus nilotichus Eunice fucata Dolygordius appendieae Ophiothrix fragilis Panilirus sp Kepiting Teripang lolong Kaliomang Cacing pololo Cacing laut Bintang mengular Lobster 8 2 2 1 8 1 3 Kel/ Transek Stasiun VI/4 1 2 Kelas Nama Biota Nama latin Nama lokal Cacing palolo Rumput laut Teripang lolong Bulu babi Teripang Teripang getah Kerang kapak Rajungan Conus Tempenyol Kerang dara Conus Siput laut Kerang mahkota Siput laut Bulu babi Kerang dara Kerang kepala kambing Jml Chaelopoda Rhodopyceae Holothoroidea Echinoidea Eunice fucata Euceuma alfarezii Holothuroidea nabilis Diadema setosum Shchopus californicus Holothuria sp Scylla serrata Conus sp Nauplus cyclopoid Anadara granosa Conus sp Trochus nileticus Urosalpin cinera Diadema setosum Anadara granosa Lambis crocata Conus sp 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 3 1 1 3 Holothoroidea Holothoroidea Bivalvia VII/8 1 Crustacea Gastropoda Copepoda 2 Bivalvia Gastropoda Gastropoda Gastropoda Gastropoda 3 Echinoidea Bivalvia Gastropoda Gastropoda Conus .

Echinoidea Crustacea 5. 2. 6 Chlorohyceae Bivalvia . Kelas Asteroidea Gastropoda Spesies Ophiothrix fragilis Anthopleura sp Cypraea annulus Litforina scabra Conus sp Trochus nilotichus Acmaea sp Urosalpin cinera Kerang mahkota Lambis crocata Diadema setosum Penaeus mondom Thalamita crenata Scylla serrata Panilirus sp Portulius pelagis Larva udang tingkat x Halimeda opuntia Halimeda makrolaba Anadara granosa Anadara antiquata Jumlah 5 28 11 9 9 3 1 10 1 1 4 5 4 9 3 1 1 1 1 11 2 3. 4.Gastropoda Cephalopoda VII/6 1 Gastropoda Rhodopyceae Chaelopoda 2 Asteroidea Gastropoda Rhodopyceae 3 Asteroidea Holothoroidea Cypraea annulus Argonanta Urosalpin cinera Gracillaria sp Eunice fucata Anthopleura sp Urosalpin cinera Gracillaria sp Anthopleura sp Holothuria sp Dakon 4 1 Siput laut Alga laut Cacing palolo Bintang laut putih Siput laut Alga laut Bintang laut Teripang getah 7 1 2 6 1 1 2 1 Tabulasi data perkelas No 1.

Copepoda Rhodopyceae 10. Holothroidea Stichopus californicus Holothuroide nabilis Holothuria sp Naupulius cyclopoid Gracillaria sp Rhodimenia palmetto Eucheuma alfarezii Polygardius appendicullar Eunica fucata Argonanta 1 6 3 3 10 4 1 1 9 4 1 163 8. 3. 11. 9. 7. 2.Kerang kapak 7. 8. Archianelida Chaelopoda Cephalopoda TOTAL Spesies Dominan No Kelompok Anthopleura sp Jumlah Spesies Dominan Cypraea annulus Anadara granosa Naupulius cyclopoid Urosalpin cinera 1. 12. 5. 4. 6. I II III IV V VI VII VIII Jumlah 6 11 1 1 1 0 0 0 28 1 0 0 0 6 0 4 0 11 0 2 0 1 1 0 7 0 11 0 0 9 0 0 0 1 0 10 10 0 0 0 1 0 0 1 8 .

Kelompok I Tabuasi Data Lamun Nama Spesies Transek Enhalus acoroides Enhalus acoroides Enhalus acoroides Enhalus acoroides Enhalus acoroides Enhalus acoroides Enhalus acoroides Enhalus acoroides Enhalus acoroides Enhalus acoroides Enhalus acoroides Enhalus acoroides Enhalus acoroides 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Jumlah 22 29 31 40 1 1 2 33 28 33 28 1 1 190 II III IV V VI VII VIII .

Grafik Jumlah Spesies Dominan 35 30 25 20 Naupulus Sp Cypraea annulus 15 Anadora granosa urusaplin ciner Anthopleura Sp 10 5 0 1 2 3 4 5 6 7 8 .

.7% Nauplius sp Dik. ni = 11 N = 163 D1….17 = 17% Cypraea annulus Dik.. ni = 28 N = 163 D1….7% anadara granosa Dik. Dit.? D1 = n1 x100% N Jawaban : = 11 x100% 163 = = 0..Analisis Data Analisa data perentase dominant terhadap total spesies yang ditemukan Anthopleura sp Dik. ni = 10 .? D1 = n1 x100% N Jawaban : = 28 x100% 163 = = 0. ni = 11 N = 163 D1….067 = 6.067 = 6. Dit.? D1 = n1 x100% N Jawaban : = 11 x100% 163 = = 0. Dit.

061 = 6. ni = 190 ind A = 3 stasiun x 1m2 x 8 kelompok = 24m2 D1…. D1….? D1 = n1 A Jawaban : = 190 in d 24 = 7.? D1 = n1 x100% N Jawaban : = 11 x100% 163 = = 0.1% Analisis Kepadatan Lamun Dik.. Dit.9 21n d m2 Analisis Data Kepadatan Bentos Dik... Dit.. ni = 10 N = 163 D1….1% Urusal pin cinera Dik.061 = 6. ni = 22 ind A = 1m2 x 3 transek = 3m2 D1….? D1 = n1 x100% N Jawaban : = 11 x100% 163 = = 0. Dit.N = 163 Dit.? .

06 ) ( − 0.06 < 2.06) + ( − 0.06] = 1.06 ) + ( − 0.06) + ( − 0.06 berarti kategori nilai indeks keragaman benthos untuk kelompok 7 = 0< 1.28) + (−0.12) ] = −[ ( − 0.66 ) + (−0.302.06) + ( − 0.06) + ( − 0.667 1nd m2 Analisis Data Keanekaragaman Bentos H1 = − i ni ni log ΣN n i =1− n  4 1   1 1   1 1   1 1  = −  log  +  log  +  log  +  log  + 22   22 22   22 22   22 22   22 1   1 1   1 1   1 1   1  log  +  log  +  log  +  log  + 22   22 22   22 22   22 22   22 1   1 1   1 1   4 4   1  log  +  log  +  log  +  log  + 22   22 22   22 22   22 22   22 4   3 3   4  log  +  log  22   22 22   22 = [ ( − 0.14) + (−0.Jawaban : = = D1 = n1 A 22 ind 3 = 6.06) + ( − 0.06 ) + ( − 0.14) + (−0.12)] = −[ − 1. berarti keragamannya keragaman rendah .06 ) + ( − 0.06 ) + ( − 0.06 ) + ( − 0.

siput laut. dakom.Pembahasan Pada hari Sabtu dan Minggu kemarin telah diadakannya praktikum lapangan. Dari setiap stasiun yang paling banyak mendapatkan lamun tersebut adalah pda kelompok satu. karena setelah dicocokan table dari setiap stasiun. tempenyol. dari hasil pengumpulan data dari setiap stasiun didapatkan hasil bahwa dari setiap kelompok/ stasiun tersebut semua mendapatkannya hanya yang menbedakannya banyak dan sedikit yang didapat. kerang dara. Hal itu yang menyebabkan biota yang ada di sekitar pantai tersebut menjadi berlimpah karena dengan banyaknya lamun di daerah tersebut akan . dan jarak antara stasiun yang satu dengan yang lain 100 meter. Berdasarkan kecocokan data pada setiap stasiun maka didapat biota yang mendominasi setiap stasiun tersebut. Setelah dilakukan pembagian stasiun untuk setiap kelompok. Selain menghitung jumlah biota/ hewan yang ada di sekitar pantai. praktikum biologi laut ini dilakukan dengan dua macam perlakuan yaitu pengambilan sampel dan pengawetan sampel. Pengambilan biota laut dilakukan dengan menggunakan transek berukuran 1 x 1 meter dan pantai yang dilakukan adalah pantai berpasir sehingga jarak antara transek 1 sampai dengan transek 3 jaraknya 3 meter. Jika kita mengkaitkan data kepadatan biota laut dengan kepadatan lamun. hal ini menunjukkan bahwa tempat/ lokasi tidak menjadi perbedaan antara semua biota laut. ada biota yang sama muncul pada stasiun yang berbeda. hal ini disebabkan karena posisi atau letak stasiun mereka ditumbuhi banyak lamun. Berdasarkan pengamatan /praktikum yang dilakukan menyatakan bahwa individu antara jenis biota pada setiap komunitas sama. Adapun praktikum yang kami lakukan adalah praktikum biologi laut. kita melakukan praktikum dengan pengambilan sampel biota laut. dari kelima biota ini hamper pada semua stasiun mendapatkannya. Biota yang dimaksud adalah bintang laut. kami juga menghitung jumlah kepadatan lamun yang ada di sekitar pantai tersebut.

667 individu/m2.17%.067%. termasuk dalam kepadatan tinggi karena jumlahnya yang lumayan banyak. jjika dilihat dari data analisis keanekaragaman benthos pada stasiun 2 ini termasuk dalam tingkat keanekaragaman rendah karena jumlah keanekaragamannya sebesar 1. dengan spesies yang mendominasi adalah bintang laut (11%). pada spesies Anthopleura sp menghasilkan 0. . Nauplius sp 0. dan biota yang paling sedikit dihasilkan oleh kelompok 3 stasiun 5 dengan 11 biota saja. Cypraea annulus 0.061% dan Clrosalpi cinera dengan 0. Anadara granosa 0. Berdasarkan table analisis dan grafik membuktikan bahwa stasiun yang paling banyak menghasilkan biota adalah pada kelompok 2 stasiun 3. kurangnya keanekaragaman tersebut disebabkan karena lokasi tempat pemasangan patok kelimpahan biotanya kurang sehingga keanekaragamannya rendah. Dilihat dari tingkat dominannya dari ke 5 spesies yang dominant.067%.06 dan nilai itu kurang dari 2. Dari hasil yang didapat ini tingkat kepadatannya.membuat kesuburan bagi biota yang ada di daerah tersebut.302. Pada data analisis kepadatan benthos pada kelompok 7 dalam 3 transek didapatkan hasil 6.061%.

Pasang surut air laut sangat mempengaruhi pengambilan sampel.1 Kesimpulan Populasi spesies biota laut yang paling dominant adalah spesies yang hidup di daerah pasir contohnya bintang laut. .BAB V KESIMPULAN 5. Lamun adalah populasi tumbuhan laut yang paling banyak.

Avertebrata Air Jilid I. 2007. Muryono. Yogyakarta. Jakarta . Biologi Laut. Zoologi. Jakarta Suwignyo dkk. Patologi Ikan Teleoski. 11/03/2008. Romimohtarto Kasijan. 2007. Penerbit Djambatan.Wikipedia org/wiki/Biologi laut.//id. Universitas Terbuka Press. 1993. Universitas Gajah Mada Press. 05:30 Irianto Agus. Biologi Laut.DAFTAR PUSTAKA Endang. 2005. 2005. Jakarta. Penerbit Djambatan. http.