BAB II IMPLEMENTASI PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM BADAN USAHA MILIK NEGARA

A. Ruang Lingkup Corporate Governance 1. Sejarah Ringkas Corporate Governance Menurut Davies (1999), sebagaimana dikutip oleh Akhmad Syakhroza pada awalnya perkembangan governance dikenal melalui berbagai aturan yang diterapkan atau didominasi oleh kaum gereja. Dalam perkembangan selanjutnya dominasi ini beralih pada konsep revolusi industri serta akhirnya bermuara pada munculnya kapitalisme sampai akhir abad lalu. Dominasi kapitalisme sangat kental ditemukan dalam pola governance korporasi di awal abad ke 19. Pertumbuhan secara perlahan dari serikat pekerja selama paruh pertama abad ini mulai mengimbangi dominasi perusahaan yang sebelumnya mampu menekan tingkat upah dalam upaya memenangkan persaingan bisnis. Mulai paruh abad ke-19 kekuatan serikat pekerja semakin besar dan bertumbuh sedemikian rupa. Fenomena ini menambah kompleksitas governance pada masa itu dan hal ini ditandai dengan munculnya hubungan (axis) antara para pemegang saham dengan Board of Director sebagai suatu bentuk respons atas meningkatnya kekuatan serikat pekerja. 73

73

Akhmad Syakroza, Op. Cit., hal. 6.

59
Universitas Sumatera Utara

Pada era tahun 1970-an, kekuatan yang mempengaruhi governance dalam organisasi khususnya korporasi, menjadi semakin kuat. Sebagian besar waktu manajer pada masa ini dihabiskan untuk melakukan negosiasi dengan serikat pekerja. Pada periode ini pula perkembangan governance pada unit bisnis ditandai dengan berkembangnya era consumerism. Hal ini diindikasikan dengan semakin meningkatnya persaingan antar sesama korporasi melalui peningkatan kekuatan konsumen sebagai salah satu stakeholders dari sebuah korporasi. Perkembangan ini membawa pengaruh signifikan terhadap iklim pengelolaan korporasi yang ditandai dengan munculnya berbagai tantangan baru bagi perkembangan corporate governance. 74 Dari sudut pandang lainnya, fenomena perkembangan corporate governance dapat dilihat dari upaya untuk mengakomodasi berbagai kepentingan stakeholders yang berhubungan dengan korporasi. Secara konseptual, keberadaan corporate governance dapat ditelusuri balik hingga ke akhir abad 18 masehi. Para ahli di bidang governance sepakat untuk menyatakan bahwa Adam Smith (1776) merupakan filosof pertama yang dianggap menjadi peletak dasar dalam upaya formalisasi konsep corporate governance dalam karyanya The Wealth of Nations. 75 Melalui perkembangannya hingga permulaan abad ke 21, konsep corporate governance telah melalui dua tahapan generasi.
74 75

Ibid, hal. 7. Ibid.

Universitas Sumatera Utara

Generasi pertama, dibidani oleh Berle dan Means (1932), dengan penekanan pada konsekuensi dari terjadinya pemisahan antara kepemilikan dan kontrol atas suatu perusahaan modern (the modern corporation). Menurut mereka sejalan dengan berkembangnya perusahaan menjadi semakin besar, maka pengelolaan perusahaan yang semula dipegang oleh pemilik (owner manager) harus diserahkan pada kaum profesional. Dalam kaitan ini, isu yang dianggap dominan adalah: perlunya suatu mekanisme untuk menjamin bahwa manajemen (agent) yang merupakan orang gajian pemilik modal (principal), akan mengelola perusahaan sesuai dengan kepentingan pemilik. Peran penting dari penjelasan ini adalah terdapatnya potensi konflik kepentingan (conflict of interests) antara pihak agent dan principal dalam suatu perusahaan. Perkembangan signifikan dalam konsep corporate governance pada generasi pertama ini ditandai dengan kemunculan Jensen dan Meckling (1976) hampir setengah abad kemudian. Kedua ekonom ini terkenal dengan teori keagenan (Agency Theory) yang menandai tonggak perkembangan riset yang luar biasa di bidang governance (Denis dan Mc Connel 2003). Melalui teori ini, berbagai bidang ilmu sosial lainnya seperti sosiologi, manajemen stratejik, manajemen keuangan, akuntansi, etika bisnis, dan organisasi, mulai menggunakan pendekatan teori keagenan untuk memahami fenomena corporate governance. Akibatnya perkembangan corporate governance menjadi multi dimensi. Tumbull (1997) menyebutnya sebagai sebuah multi disiplin ilmu. Dibandingkan periode sebelumnya, dimana pemanfaatan teori

Universitas Sumatera Utara

dimaksud masih didominasi oleh para ahli hukum (legal) dan ekonom (economist). Pada era generasi pertama ini pula muncul berbagai derivasi teori keagenan sebagai hasil dari sintesis melalui proses dialektika dan berbagai bidang keilmuan tersebut di atas. Perkembangan yang secara efektif dianggap sebagai awal munculnya generasi kedua dari corporate governance, ditandai dengan hasil karya LaPorta dan koleganya pada tahun 1998 (Denis dan Mc Connel 2003). Secara signifikan mengidentifikasi kecenderungan terdapatnya konsentrasi

kepemilikan pada pihak tertentu. Berbeda dengan Berle dan Means (1932), menurut La-Porta (1998, 1999) bahwa penerapan corporate governance di suatu negara sangat dipengaruhi oleh perangkat hukum di negara tersebut dalam upaya melindungi kepentingan berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan, terutama pemilik minoritas. Jika sebelumnya konflik kepentingan dianggap terjadi antara pemilik modal (principal) dengan pengelola (agent), La-Porta (1999) menyatakan bahwa berbagai negara lainnya di luar Amerika Serikat dan Inggris, justru sebaliknya kepemilikan perusahaan sangat terkonsentrasi. Akibatnya, konflik kepentingan akan terjadi antara “pemilik mayoritas yang kuat” dengan “pemilik minoritas” yang berada pada posisi yang lemah. Lebih lanjut, La-Porta (1999, 2000) berpendapat bahwa sistem hukum yang tidak kondusif dan belum berpihak pada kepentingan umum,

Universitas Sumatera Utara

77 Corporate governance sebagai suatu sistem membutuhkan berbagai perangkat. 76 Terlepas dari tahapan perkembangan konsepsinya. Untuk itu dibutuhkan seperangkat aturan main yang jelas agar berbagai perangkat organisasi dalam sebuah sistem dapat menjalankan fungsinya masing-masing secara optimal. Pada 76 77 Ibid.mengakibatkan konflik ini menjadi semakin tajam sehingga berpotensi merusak sistem perekonomian negara secara keseluruhan. hal. Tidak seimbangnya kekuatan ini membawa implikasi bahwa “ketidakseimbangan kekuatan” dan akan adanya “peluang untuk mengeksploitasi sesuatu kepentingan”. secara umum dapat disimpulkan bahwa corporate governance akan selalu muncul jika terdapat potensi konflik kepentingan di dalam suatu perusahaan. sehingga akan berdampak luas pada terganggunya keseimbangan suatu sistem. Sementara konflik kepentingan pada dasarnya disebabkan oleh “perbedaan kepentingan” itu sendiri dan adanya “ketidakseimbangan kekuatan” antara berbagai pihak yang berkepentingan. seperti struktur governance (governing body and management appointment) yang diikuti dengan kejelasan aturan main (definition of roles and powers serta code of conducts) dalam suatu bentuk mekanaisme (governance mechanisms) yang dapat dipertanggungjawabkan. Ibid. Universitas Sumatera Utara . 5-6.

ada dua yaitu Stewardship theory dan agency theory. Ibid. Inilah yang tersirat dalam hubungan fidusia yang dikehendaki oleh para pemegang saham. sehingga dengan berjalannya mekanisme ini. (Jakarta: Ray Indonesia. 2006). 5-6. Konsep dan penerapannya dalam konteks Indonesia. Stewardship theory memandang manajemen sebagai institusi yang dapat dipercaya untuk bertindak dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan stakeholders pada umumnya maupun shareholders pada khususnya. hal. Stewardship theory dibangun di atas asumsi filosofis mengenai sifat manusia yakni bahwa manusia pada hakekatnya dapat dipercaya. sebagaimana dikutip oleh Mas Achmad Daniri 79.prinsipnya hal ini dibutuhkan untuk menjamin terjaganya kepentingan berbagai pihak yang berhubungan dengan perusahaan. 78 2. mampu bertindak dengan penuh tangung jawab. diharapkan dapat menghasilkan dampak lanjutan yang positif terhadap perkembangan perekonomian suatu negara untuk tercapainya kemakmuran masyarakat (the wealth of nation) seperti kondisi sebagaimana yang dimaksud oleh Adam Smith. Teori dan Pengertian Corporate Governance Teori utama yang terkait dengan corporate governance. memiliki integritas dan kejujuran terhadap pihak lain. 11. 79 78 Universitas Sumatera Utara . hal. Good Corporate Governance. Mas Achmad Daniri.

termasuk biaya audit yang independen dan pengendalian internal. dan biaya yang dikeluarkan oleh manajemen untuk menghasilkan laporan yang transparan. agency theory mendapat respons yang lebih luas karena dipandang lebih mencerminkan kenyataan yang ada. bukan sebagai pihak yang arif dan bijaksana serta adil terhadap pemegang saham sebagaimana yang diasumsikan dalam stewardship model. di mana pengelolaan perusahaan harus diawasi dan dikendalikan untuk memastikan bahwa pengelolaan dilakukan dengan penuh kepatuhan kepada berbagai peraturan yang berlaku. yang akan bertindak dengan penuh kesadaran bagi kepentingannya sendiri. yang harus dikeluarkan sebagai biaya untuk mengurangi kerugian yang timbul karena ketidakpatuhan setara dengan peningkatan biaya enforcement-nya. Di berbagai kalangan (pelaku bisnis. Agency costs ini mencakup biaya untuk pengawasan oleh pemegang saham. pembuat kebijakan dan lain sebagainya) corporate governance merupakan isu yang tidak pernah usang dan selalu menarik minat mereka untuk memperbincangkannya secara Universitas Sumatera Utara . Dalam perkembangan selanjutnya. Berbagai pemikiran mengenai corporate governance berkembang dengan bertumpu pada agency theory. Bertentangan dengan stewardship theory. akademisi.Agency theory memandang bahwa manajemen perusahaan sebagai “agents” bagi pemegang saham. agency theory memandang bahwa manajemen tidak dapat dipercaya untuk bertindak dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan stakeholders pada umumnya maupun shareholders pada khususnya. Upaya ini menimbulkan apa yang disebut sebagai agency costs.

kosultan korporasi. di kalangan pemerintah governance sering juga disebut “tata pamong” atau “penadbiran”. (Bandung: Penerbit Mandar Maju. 82 81 80 Universitas Sumatera Utara .serius 80. Corporate Governance juga telah menjadi salah satu isu penting bagi pelaku usaha di Indonesia.. maka istilah corporate governance dan tata kelola perusahaan yang dipergunakan oleh penulis secara bergantian dalam disertasi ini memiliki pengertian dan maksud yang sama. hal. Good Governance dan Good Corporate Governance. Dalam konteks GCG. Non Government Organization (NGO).Cit. dan perlindungan investor telah menjadi ungkapan lazim dibicarakan di kalangan pelaku usaha. independensi. Dengan mengikuti kelaziman tersebut. Pemisahan tersebut pada gilirannya telah memunculkan konflik kepentingan (conflik of interest) antara para pemegang saham dengan pihak manajemen dalam struktur kepemilikan perusahaan yang tersebar (dispersed ownership). akademisi. 81 Di Indonesia istilah corporate governance seringkali diterjemahkan sebagai tata kelola perusahaan. Berikut ini Lihat juga Sedarmayanti yang mengemukakan bahwa berbagai peristiwa dalam dasawarsa terakhir telah menjadikan Corporate Governance menjadi isu penting di kalangan eksekutif. tanggung jawab sosial. hal. sedangkan di kalangan pebisnis istilah GCG sering diartikan “tata kelola”. transparansi. yang dalam kajian mereka memisahkan antara kepemilikan saham (ownership) dengan pengawas pada suatu perusahaan modern. Kajian atas corporate governance mulai disinggung pertama kalinya oleh Barle dan Means pada tahun 1932. dan pembuat kebijakan (pemerintah) di berbagai belahan dunia. etika bisnis. Indra Surya & Ivan Yustiavandana. Isu yang terkait dengan Corporate Governance seperti insider trading. Sedarmayanti. 82 Sedangkan pengertian corporate governance itu sendiri telah dikemukakan oleh banyak institusi dan para pakar. 59. 2007). 24. akuntabilitas. sehingga pemahaman tentang praktik corporate governance terus berevolusi dari waktu ke waktu. Op.

(Jakarta: Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia. hal. hal. 40. dan Praktik. 85 Lihat Siswanto Sutojo & E. Komite ini bertugas menyusun corporate governance code yang menjadi acuan utama (benchmark) di banyak negara. Good Corporate Governance: Konsep. the managers. pemegang saham. 83 Usaha untuk melembagakan corporate governance untuk kali pertama dilakukan oleh Bank of England dan London Stock Exchange pada tahun 1992 dengan membentuk Cadbury Committee. 84 Lihat Misahardi Wilamarta. untuk menjamin kelangsungan eksistensinya dan pertanggungjawaban kepada stakeholders.. it Lihat Etty Retno Wulandari. and spells out the rules and procedures for making decisions on corporate affairs. 84 The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) merupakan salah satu organisasi international yang sangat aktif mendukung implementasi dan perbaikan corporate governance di seluruh dunia. hal. Hal ini berkaitan dengan peraturan kewenangan pemilik. By doing this. John Aldridge.Cit. dan sebagainya”. direktur. 2007). Prinsip.disajikan beberapa definisi corporate governance yang banyak digunakan sebagai acuan dalam diskusi dan tulisan-tulisan. Op. OECD mendefinisikan corporate governance sebagai berikut 85 : “Corporate Governance is the system by which business corporations are directed and controlled. such as the board. 9. shareholders and other stakeholders. 2-3 83 Universitas Sumatera Utara . Menurut Komite ini corporate governance adalah “sistem yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan dengan tujuan.. agar mencapai keseimbangan antara kekuatan kewenangan yang diperlukan oleh perusahaan. The corporate governance structure specifies the distribution of rights and responsibilities among different participants in the corporation. manajer. Op.Cit.

pertumbuhan. ADB (2001) mendefinisikan corporate governance sebagia berikut: “A corporate governance system consists of (1) a set of rules that define the relationships between shareholders. the government and other stakeholders (i. creditors.H. Kategori pertama ini akan sangat cocok untuk dijadikan dasar analisis dalam mengkaji corporate governance di satu negara. Dalam laporannya sebagai hasil penilaian terhadap kondisi corporate governance di 5 negara Asia.e.also provides the structures through which the company objectives are set. bagaimana menentukan kompensasi yang layak bagi executive perusahaan. perlakuan terhadap para pemegang saham dan stakeholders. Sementara itu. sistem Universitas Sumatera Utara . struktur pembiayaan.5). misalnya melihat bagaimana dewan direksi memenuhi transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan. baik yang berasal dari sistem hukum. Asian Development Bank (ADB) sebagai suatu organisasi yang mendorong perkembangan ekonomi negara-negara di benua Asia juga menaruh perhatian yang besar terhadap corporate governance. and means of attaining those objectives and monitoring performance”. managers. Kategori kedua. Fan antara lain mengemukakan bahwa pengertian tentang corporate governance dapat dimasukkan dalam dua kategori. lebih condong pada serangkaian pola perilaku perusahaan yang diukur melalui kinerja. yaitu segala ketentuan hukum. their respective rights and responsibilities) and (2) a set of mechanisms that help directly or indirectly to enforce these rules”(p. Stijn Claessens & Joseph P. Kategori pertama. lebih melihat pada kerangka secara normative.

Op. hal.” Global Corporate Governance Forum”. Kategori kedua ini dijadikan dasar analisis dalam mengkaji corporate governance secara komparatif. 87 Universitas Sumatera Utara . yang mempengaruhi perilaku perusahaan. Amsterdam I Nyoman Tjager. menyusul berbagai perkembangan yang terjadi di industri pasar modal. mengendalikan dan mengawasi perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan secara optimal. 29-30 2003 . Fan.H. maka corporate governance secara ringkas dapat diartikan sebagai suatu sistem yang mengandung elemen-elemen tertentu untuk menata. pasar keuangan dan sebagainya. membawa kita untuk melihat lebih jauh beberapa jenis sistem corporate governance dan alternatif board structures yang ada dan bagaimana penerapannya di Indonesia yang berbasis two-tier board system.Cit. investor dan lainnya. berikut konsep dan definisi mengenai korporasi dan corporate governance. misalnya melihat bagaimana berbagai perbedaan dalam kerangka normatif yang dibangun akan mempengaruhi pola perilaku perusahaan. 86 Berdasarkan beberapa pengertian corporate governance tersebut di atas. 3. dan juga terjadinya krisis finansial di Asia. et. dan profesi audit.peradilan.all. korporasi. 87 86 Stijn Claessens & Joseph P.. Jenis-jenis Corporate Governance Sentralisasi isu corporate governance.

termasuk misalnya. manajer dan lain lain. karyawan. dengan tujuan agar negaranegara yang saat ini sedang dalam transisi dari perekonomian komando menuju perekonomian pasar dapat memiliki panduan yang memadai. Universitas Sumatera Utara .Dalam praktiknya ada beberapa jenis sistem corporate governance yang berkembang di berbagai negara. dan berbagai usaha telah dilakukan untuk mendalami faktor-faktor apa yang membuat suatu sistem corporate governance efektif dan dalam kondisi seperti apa. sejumlah kecil institusi finansial yang memberi pinjaman kepada perusahaan. 88 Pembahasan mengenai berbagai sistem corporate governance didominasi oleh dua isu penting : (1) apakah perusahaan harus dikelola dengan single-board system atau two-board system. perusahaan lain yang memiliki hubungan perdagangan dengan suatu perusahaan. Setiap sistem memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Pembahasan mengenai board structures ini penting karena board structures memperlihatkan bagaimana berbagai peran dan fungsi dalam 88 Ibid. kebijakan. dan lingkungan ekonomik institusional dimana sistem-sistem corporate governance yang berbeda-beda itu berkembang. dan (2) apakah para anggota Dewan (Dewan Komisaris dan Direksi) sebaiknya terdiri atas para outsiders atau lebih terkonsentrasi pada insiders. Ini mencerminkan adanya perbedaan tradisi budaya. praktik bisnis. kerangka hukum.

siapa pun yang menyebut dirinya direktur harus bertanggung jawab. Universitas Sumatera Utara .. yaitu Single-board system atau Two-board system.organisasi saling berhubungan dan bekerja serta bagaimana berbagai kepentingan dari para stakeholders terlindungi. Secara umum board structures ini dapat dioperasikan dengan salah satu dari dua sistem yang berbeda. hal. 89 Perusahaan-perusahaan di Indonesia pada umumnya berbasis two-tier system yang dengan tegas memisahkan keanggotaan Dewan Komisaris sebagai pengawas dan Direksi sebagai eksekutif korporasi. Pada umumnya undang-undang perusahaan di seluruh dunia yang menganut model single-board system tidak membedakan berbagai gaya (styles) dan sebutan (title) direktur. pada umumnya berbasis single-board system dimana keanggotaan Dewan Komisaris dan Direksi tidak dipisahkan. Dalam model ini anggota Dewan Komisaris juga merangkap anggota Direksi dan keduanya berada dalam sebuah board of directors. kita perlu membedakan antara para direktur yang menempati posisi manajemen dan para komisaris yang 89 Ibid. dalam banyak hal. Namun dalam praktik. 31. Semua Direktur yang telah ditunjuk secara sah oleh para pemegang saham bertanggung jawab atas governance korporasi. Bahkan. Model board structures perusahaan-perusahaan di Inggris dan Amerika serta negara-negara lain yang dipengaruhi langsung oleh model Anglo-Saxon.

mengawasi (oversight) mereka. two-tier board system memiliki beberapa kelebihan dibandingkan single-board system: 90 Pertama. Kedua. tanpa harus mengganggu kerja normal perusahaan. Pemisahan antara Dewan Komisaris dan Dewan Eksekutif. Dalam hal ini persepsi manajemen mengenai pengaruh pemegang saham tidak harus menunggu saat krisis. dan memungkinkan pemegang saham meningkatkan pengaruhnya tanpa harus menunggu terjadinya skandal publik atau ketidaksepakatan publik. memungkinkan masuknya lebih banyak Komisaris Independen. Ini sulit dilakukan dalam model single-board system. Universitas Sumatera Utara . harus memperhatikan dengan serius pandangan para pemegang saham. 91 90 Ibid. Berkaitan dengan hal itu. two-tier system memungkinkan tekanan terhadap manajemen untuk menghasilkan kinerja yang baik. karena dalam model ini seseorang dapat menjalankan salah satu atau kedua peran itu sekaligus. Direksi (top management) dapat mempertahankan tingkat independensi yang lebih besar pada saat operasional. karena pengaruh pemegang saham yang kuat melalui Dewan Komisaris. Sebaliknya. Direksi. merupakan hal yang cukup penting. pengaruh pemegang saham dalam two-tier system dapat dijalankan melalui Dewan Komisaris sehingga tidak harus mengganggu aktivitas normal manajemen. Ketiga.

karakter yang cenderung tidak sehat pada perusahaan keluarga dapat dicegah bahkan ketika perusahaan dihadapkan pada masalah ketidakmampuan manajerial generasi keluarga yang mengelola. http://www. Meskipun dewan komisaris ini memang diakui banyak pihak sangat penting dan secara intuitif itu benar. 92 Perusahaan-perusahaan Amerika telah memperkenalkan istilah-istilah yang membingungkan seperti “Chairman and Chief Executive Officer atau President and Chief Executive Officer”. Komite Kebijakan Nasional Corporate Governance (2001) menyebutkan bahwa paling tidak 20 persen anggota dewan komisaris harus berasal dari luar perusahaan. Ibid. Dengan struktur two-board system maka bahaya ini dapat dihindari karena Direksi yang profesional dapat menutupi kelemahan tersebut. Lihat Ronny Kusuma Muntoro. 92 Kelima. Komisaris independen diperlukan untuk meningkatkan independensi dewan komisaris terhadap kepentingan pemegang saham (mayoritas) dan benar-benar menempatkan kepentingan perusahaan di atas kepentingan lainnya. namun tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa pada akhirnya yang teramat penting adalah kompetensi dan perilaku anggota dewan komisaris indenpenden tersebut. Permasalahan akut dalam perusahaan keluarga yang sedang bertumbuh adalah ketika suatu generasi keluarga benar-benar tidak kompeten untuk menjalankan bisnis pada skala yang telah dicapai perusahaan. Two-board system sangat memungkinkan penghapusan konsep yang menggabungkan chairman dan managing director seperti itu. diakses tanggal 28 April 2010. tidak mungkin bagi seseorang untuk berperan sebagai Komisaris Utama sekaligus sebagai Direktur Utama sebuah perusahaan. 91 Universitas Sumatera Utara . ”Membangun Dewan Komisaris yang Efektif”.pdf. sehingga memungkinkan chairman (presiden komisaris/komisaris utama) melakukan tugas pengawasasan (oversight) dan manajemen harus benar-benar memperhatikan suara Dewan Komisaris sebelum membuat keputusan sebagaimana direkomendasikan oleh Cadbury Code of Conduct maupun prinsip-prinsip international best practices yang dikembangkan OECD.lmfeui. dimana kedua posisi tersebut dalam kedua kepengurusan perusahaan tidak saling mendominasi sebagaimana terjadi dalam one-tier system di mana Chairman (Presiden Komisaris) dan Chief Executive Officer CEO mungkin dijabat oleh satu orang.com/data/ mui_Membangun%20Dewan%20Komisaris%20%20yang%20Efektif_Ronny%20K%20Muntoro.Keempat.

Bidang-bidang ilmu tersebut mencoba lebih dalam mengupas penggunaan konsep-konsep budaya dalam ilmu manajemen dan organisasi dengan tujuan meningkatkan kinerja organisasi. 93 4. Universitas Sumatera Utara . Namun usul ini ditolak terutama oleh Inggris dan Amerika Serikat serta perusahaan-perusahaan mereka di Eropa. Pemikiran yang kemudian banyak diterima adalah menerapkan two-tier board system maupun single-board system dengan catatan lebih banyak melibatkan outside directors (atau semacam komisaris indpenden). 93 Ibid. yang dalam hal ini. adalah organisasi yang berbentuk perusahaan. Perlu dicatat bahwa Masyarakat Eropa (Uni Eropa) semula mengusulkan agar two-tier board ini diterapkan perusahaan-perusahaan di seluruh negara anggota. Good Corporate Culture (GCC) Sebagai Landasan GCG Corporate culture (budaya perusahaan) merupakan konsep yang berkembang dari ilmu manajemen serta psikologi industri dan organisasi.Keenam. Two-board system merupakan mekanisme yang relatif sederhana dalam menjawab kebutuhan publik akan pengendalian seraya tetap mempertahankan independensi manajemen. Pilihan lainnya adalah singleboard system dengan pembentukan badan perwakilan karyawan (statutory employee council).

Corporate Culture and Performance. budaya menggambarkan pola perilaku atau gaya kerja di suatu perusahaan yang secara otomatis dianjurkan oleh karyawan lama untuk diikuti rekanDjokosantoso Moeljono.Elex Media Komputindo . mulai dari yang bersifat sangat kompleks sampai yang sangat sederhana. berpikir. (Jakarta: PT. J. dengan mengutip Kotter dan Heskett. mengemukakan bahwa budaya perusahaan memiliki dua tingkat. 94 Definisi budaya yang banyak digunakan. kerena itu. 95 Ibid. 94 Universitas Sumatera Utara . 96 Jokosantoso Moeljono mengutip pendapat Kotter. yaitu suatu pola dimensi milik bersama yang dipelajari suatu kelompok pada saat memecahkan masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal.Kelompok Gramedia. and Heskett. bergantung pada orientasi dari pakar yang mengemukakannya. Good Corporate Culture Sebagai Inti Dasar Good Corporate Governance. Djokosantoso Moeljono. 95 Sejumlah dimensi penting tersebut memang sering tidak diucapkan tetapi dimiliki bersama oleh anggotaanggota suatu komunitas. yang telah cukup berhasil sehingga dianggap tidak berubah dan.Ada berbagai definisi budaya perusahaan.96 Pada tingkat yang lebih dalam dan kurang dapat diamati (abstrak). Pada tingkat yang lebih dapat diamati (konkret). hal. 40. akan diajarkan kepada anggota kelompok baru sebagai cara yang benar untuk mempersepsi. budaya diartikan sebagai nilai-nilai yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota di dalam suatu kelompok dan cenderung untuk menetap bahkan meskipun anggota-anggota kelompok telah berganti. Januari 2006). dan merasa dalam menghadapi masalah serupa. (New York: The Free Press A Division Simon & Schuster Inc. 1992).P.

serta telah diyakini oleh semua anggota organisasi. 71. 67. dan dijadikan acuan berperilaku dalam organsisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. 97 Sedangkan good corporate culture (GCC) adalah “suatu kondisi di mana suatu organisasi atau perusahaan sudah mempunyai sistem nilai-nilai yang unggul. diterapkan dan dikembangkan secara berkesinambungan. hal. 99 Lihat http://ezinearticles. diakses pada tanggal 1 Februari 2010. dan secara sadar menjadi sistem perekat. hubungan antara GCG dengan GCC sangat erat. Ibid.com/?Ten-Parameters-of-Good-Corporate-Culture&id=119152. berfungsi sebagai sistem perekat. Kalau dikaji secara lebih mendalam. untuk dijadikan sebagai acuan berperilaku dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Universitas Sumatera Utara .. menurut Martin Hann. 98 Dalam hal ini. dimana GCC merupakan sisi dalam atau hulu dari GCG itu sendiri. serta dikembangkan secara berkesinambungan. diterapkan. Djokosantoso Moeljono mendefinisikan corporate culture sebagai suatu sistem nilai yang diyakini oleh semua anggota organisasi dan yang dipelajari. Budaya tingkat ini lebih mudah untuk diubah dibandingkan dengan budaya pada tingkat yang lebih dalam. hal.rekan kerja mereka yang baru. ada 10 (sepuluh) parameter budaya perusahaan yang baik 99 : 1. Pride of the organization: Employees defend their company against unjustified critique and they say that they like working for their company. 97 98 Ibid.

allbusiness. Selanjutnya untuk dapat mengembangkan suatu budaya perusahaan yang baik.com/interview/12274657-1. Orientation towards (top) achievements: ‘In our company. Teamwork and communication: Employees listen well and try to understand the ideas/opinions of others and employees and managers really try to help each other. 5. 9. 10. 6. it’s just work and that’s no fun. So the culture is a place I want to go to. Supervision and leadership: Managers are really interested in the problems of others and it is customary to ask help when needed. 4. Innovation: Systems and procedures are constantly being pursued and new ideas are always welcome. Client and consumer relations: Everything is oriented towards a better service for the customer.2. John Nesheim berpendapat sebagai berikut 100 : “A startup is a series of progressive accomplishments and milestones one after the other and if all you do is work. Then you should just quit and go away. you got that done. Profit orientation and cost awareness: All expenditures are evaluated if they are effective or not and all members are strongly thinking about profit. diakses pada tanggal 2 Februari 2010. 8. You soon get a work culture and not a fun culture and you have to have some joy in order to make an adventure out of it and we found in startups that when it’s not an adventure. good. everybody tries to do a better job’ and ‘our company is number one and that should stay so’. 7. Education and development: Everybody supports education and training programs and the company really tries to develop its employees. 100 Universitas Sumatera Utara .html. to work and the Lihat http://www. Honesty and safety: Safety rules are strictly implemented and everybody sees company properties as being sacred. Employee relationships: Employees are not trying to better themselves from the mistakes of other employees and new employees are accepted quickly. 3.

Lihat AIMS Consultant. Budaya yang ada di suatu lingkungan. penuntun.com/html/article1. So articulate it in writing. membantu. You hire people that share values and operate on those principles and the culture like yeast then begins to grow and we get a good culture”. sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan pribadi yang berada di dalam lingkungan tersebut”. the principles that make it very important to you as leader and then find people that are willing to share that and work on it and reinforce it. yaitu lingkungan. norma. etika. Pada dasarnya setiap lingkungan tempat tinggal memiliki budaya yang dibuat oleh para leluhur dan diturunkan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya untuk dianut dan dilestarikan bersama. karena perusahaan seperti juga halnya lingkungan tempat tinggal. mampukah mereka yang beragam itu bersama-sama mencapai satu tujuan perusahaan dengan cara saling memahami. 101 Dalam hubungan ini. http://www. don’t do evil is a simple oversimplification of what they’ve done with their culture and many other companies have as well. jawabannya pasti bisa. pasti memiliki budaya yang Secara ringkas pengertian “budaya adalah satu set nilai. dan mengerti satu sama lain? Dengan cara yang tepat. Namun yang menjadi pertanyaan adalah. The famous Google statement.aimsconsultants. pengertian.html. falsafah. perusahaan adalah sebuah lembaga yang terdiri dari banyak karyawan yang merupakan individu yang berasal dari latar belakang yang berbeda. short as possible. I just read another one the other day that was entirely different but it was clear the CEO was focused on that’s the kind of culture I want. Dengan demikian suatu perusahaan terdiri dari individu dengan kultur bawaan yang berbeda-beda. agama. kepercayaan.culture is made up of people who share similar values and ideas. dan cara berpikir. 101 Universitas Sumatera Utara . pendidikan. dan lain sebagainya. diakses pada tanggal 2 Februari 2010.

Lingkungan seperti ini dapat membangun kreativitas dan komitmen yang tinggi dari para karyawan sehingga pada akhirnya mereka mampu mengakomodasi perubahan dalam perusahaan ke arah yang positif. Dengan demikian budaya perusahaan dapat membantu perusahaan mencapai sukses. kecerdasan maupun motivasi yang tinggi dari karyawan memang merupakan unsur kredibilitas yang harus dimiliki oleh karyawan agar perusahaan dapat mencapai sukses.dirumuskan oleh para pendiri dan top manajemen perusahaan dan dianut oleh setiap komponen perusahaan. Universitas Sumatera Utara . keahlian. 102 Sehubungan dengan itu. 103 102 103 Ibid. Satu budaya yang sama maksudnya adalah sebuah pola pikir yang membuat mereka memiliki persepsi yang sama tentang nilai dan kepercayaan yang dapat membantu mereka untuk memahami tentang bagaimana seharusnya berperilaku kerja pada perusahaan dimana mereka bekerja. tetapi manfaat yang akan diperoleh dari unsur-unsur tersebut belum maksimal apabila setiap karyawan belum memiliki satu budaya yang sama. Kebersamaan dalam menganut budaya atau nilai-nilai yang sama menciptakan rasa kesatuan dan percaya dari masing-masing karyawan. kreativitas. Ibid. maka perusahaan perlu menanamkan nilai-nilai yang sama pada setiap karyawannya. maka akan tercipta lingkungan kerja yang baik dan sehat. Untuk dapat memanfaatkan budaya perusahaan dengan maksimal. Bila hal ini telah terjadi.

pengungkapan budaya perusahaan ke dalam sebuah pernyataan dapat dilakukan melalui perumusan pernyataan visi dan misi. 104 kedalam usaha-usaha perusahaan dan tujuan pencapaian 104 Ibid. tujuan. Tanpa adanya kata atau kalimat yang menegaskan mengenai budaya yang dianut perusahaan. tanpa terkecuali. akan menyulitkan para karyawan memahami budaya perusahaan. Hanya dengan kalimat singkat. prinsip. dan strategi perusahaan. Universitas Sumatera Utara . dan cara-cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. maksud ”budaya kerja yang kuat” adalah seluruh komponen perusahaan mengamalkan nilai atau norma yang telah ditetapkan bersama sebagai sebuah budaya dengan komitmen yang tinggi. Untuk itu perlu adanya sebuah pernyataan yang merupakan manifestasi dari budaya perusahaan yang mengungkapkan secara garis besar dalam pengertian spesifik mengenai tujuan perusahaan. Terlepas dari nilai-nilai positif dan luhur yang terkandung dalam budaya yang berlaku. Dengan kata lain. Menuliskan pernyataan visi dan misi perusahaan adalah cara yang paling efektif untuk memastikan bahwa semua karyawan dapat memahami budaya mengimplementasikannya perusahaan.Sebagaian besar perusahaan-perusahaan dunia yang sukses adalah perusahaan yang memiliki ”budaya kerja yang kuat”. etika. pernyataan visi dan misi dapat menyiratkan nilai.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan Kotter dan Heskett, ternyata terdapat korelasi yang positif di antara penerapan budaya perusahaan dengan prestasi bisnis yang dicapai oleh perusahaan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Hal ini menunjukkan bahwa budaya perusahaan memiliki peranan penting dalam membangun prestasi dan produktivitas kerja para karyawan sehingga mengarahkan perusahaan kepada keberhasilan. 105 Visi dan misi suatu perusahaan agar dapat membentuk corporte culture yang unggul haruslah mempunyai kriteria: Pertama, visi-misi harus diungkapkan dalam satu atau dua kalimat saja. Taburan aneka kalimat seperti yang selama ini dilihat pada visi-misi perusahaan justru mengaburkan esensinya. Bahkan, tidak jarang lantaran sangat panjangnya kalimat visi-misi, seluruh karyawan kesulitan untuk menghafalnya. Kita tahu, hafal sebuah visi-misi merupakan langkah awal bagi implementasinya. Kedua, visi-misi harus dapat dimengerti oleh karyawan tingkat bawah sampai eksekutif. Hal demikian menjadi wajar mengingat yang melaksanakan visi-misi itu seluruh warga organisasi, walaupun masing-masing warga organisasi mempunyai tanggung jawab dan hak yang berbeda sesuai dengan wewenang dan jabatannya. Jangan sampai visi-misi cuma mentok dimengerti sampai level manajer, sementara level supervisor apalagi staf tidak mengerti

105

Moeljono ; loc. cit hal 53

Universitas Sumatera Utara

sama sekali esensi dari visi-misi tersebut. Bagaimana visi-misi akan berjalan dengan sempurna manakala orang-orang yang ada di lapangan (supervisor dan staf) sama sekali tidak mengerti esensinya? Ketiga, visi-misi harus mampu menggetarkan hati seluruh warga organisasi. Visi-misi bukanlah sebatas kata-kata indah yang menarik untuk ditempel-tempel di dinding kantor. Juga bukan sekedar retorika para petinggi perusahaan untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa perusahaan bersangkutan memiliki visi-misi yang menawan. Visi-misi ini harus mampu membuat seluruh warga organisasi bergetar ketika mengucapkannya. Soekarno dengan visinya yang luar biasa “Indonesia merdeka!” membuat seluruh rakyat bersedia berdiri di belakang sosok Bung Karno mengejar visi bersama. 106

B. Praktik GCG di Dunia Internasional Corporate governance telah menjadi pokok bahasan penting para pelaku bisnis di seluruh dunia menyusul adanya, antara lain, desakan dari Institutional Investors, NGOs (non-governmental organizations), dan media masa agar perusahaan menerapkan GCG. 107

A.M. Lilik Agung, Visi dan Misi yang Kuat, Corporate Culture, Challenge to Excellence, (Jakarta, PT Elex Media Komputindo Gramedia 2007), hal. 91-92 107 Antonius Alijoyo, Subarto Zaini, Komisaris Independen - Penggerak Praktik GCG di Perusahaan, (Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia 2004), hal. 13-23, menguraikan Kejayaan Korporasi (The Triumph of the Corporation), OECD Corporate Governance Principles, Corporate Governance Framework and Corporate Governance di Jerman, Perancis dan Jepang.

106

Universitas Sumatera Utara

Corporate governance telah berkembang sejak peradaban manusia mengenal korporasi. Dengan kata lain, corporate governance dalam praktik bukanlah sesuatu yang baru. Namun beberapa perkembangan terakhir telah mendorong sentralisasi isu corporate governance secara signifikan antara lain sebagaimana diindikasikan berbagai hal berikut ini. 1. Kejayaan Korporasi (The Triumph of the Corporation) Kejayaan korporasi telah diekspresikan dalam bentuk privatisasi secara luas. Pemerintah meminimalkan perannya dalam perekonomian. Program
privatisasi yang dikembangkan adalah untuk menaruh kepercayaan penuh terhadap

kejayaan korporasi tanpa campur tangan pihak pemerintah misalnya privatisasi terhadap beberapa perusahaan milik negara (BUMN) menjadi korporasi swasta. Korporasi diharapkan dapat menjadi prime driver bagi
pertumbuhan ekonomi. Menuju kearah korporasi yang mandiri tersebut diperlukan mekanisme corporate governance yang mampu menjawab kepentingan setiap stakeholders. Kejayaan korporasi seperti di Inggris dan Perancis serta korporasi yang sedang bertumbuh seperti Eropa Timur, Asia dan Amerika Selatan semakin mendorong korporasi untuk memiliki corporate governance yang memadai, sehingga mereka sebagai prime drivers pertumbuhan ekonomi

dapat beroperasi dan

bertumbuh kembang secara bertanggung jawab melalui pengelolaan yang bertanggung jawab dan transparan terhadap stakeholders. Menurut Zulkarnain Sitompul bahwa konsentrasi kepemilikan perusahaan di Indonesia, baik milik pemerintah (BUMN) maupun perusahaan

Universitas Sumatera Utara

milik swasta, telah menimbulkan permasalahan yang cukup rumit dan signifikan, terutama dalam kaitannya dengan efektivitas pengawasan internal dan eksternal. Oleh sebab itulah program privatisasi di Indonesia pada tahapan selanjutnya harus diartikan sebagai upaya untuk menghilangkan kosentrasi kepemilikan perusahaan, baik oleh negara melalui pengelolaan pemerintah maupun pihak swasta. Tujuannya adalah agar program privatisasi bukan semata-mata merupakan pengalihan konsentrasi kepemilikan

perusahaan, “oleh pemerintah menjadi oleh swasta”. 108 Sebagaimana diketahui bahwa dalam sistem pengelolaan perusahaan, efektifitas pengawasan sangat terkait erat dengan bentuk dan struktur kepemilikan perusahaan. Bentuk dan struktur kepemilikan perusahaan merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan perusahaan yang sehat dan efisien. Konsentrasi kepemilikan perusahaan memungkinkan timbulnya campur tangan pemilik secara berlebihan dalam pengurusan dan pengelolaan perusahaan. Hal ini antara lain mengakibatkan fungsi pengawasan internal menjadi kurang berfungsi. Misalnya, komisaris yang fungsinya sebagai pengawas perusahaan menjadi tidak efektif, padahal komisaris memiliki peran strategis dalam pengawasan jalannya suatu perusahaan. Inefisiensi dan ketidaksehatan suatu perusahaan antara lain disebabkan oleh dominasi pemilik sehingga komisaris bersikap pasif dalam melakukan pengawasan terhadap kegiatan perusahaan. Agar gagasan tentang penyebaran
108

Zulkarnain Sitompul, Problematika Perbankan, (Bandung: Books Terrace & Limbrary, 2005), hal. 130-131.

Universitas Sumatera Utara

kepemilikan saham dengan cara pemecahan “kepemilikan terkonsentrasi” itu menjadi “kepemilikan tersebar” dapat diwujudkan maka dibutuhkan prasyarat dan kondisi sebagai berikut109 : 1. Tersedianya perangkat hukum yang memberikan perlindungan kepada pemegang saham minoritas.110 Studi empiris menunjukkan bahwa tingkat proteksi yang diberikan oleh sistem hukum suatu negara kepada outside investor berdampak signifikan terhadap regim pengelolaan perusahaan di negara tersebut. Proteksi hukum yang kuat bagi pemegang saham minoritas berkaitan erat dengan banyaknya jumlah perusahaan yang tercatat di bursa efek, lebih bernilainya pasar modal, lebih rendah manfaat kontrol pribadi dan lebih terpecahnya kepemilikan saham. Singkatnya, konsentrasi kepemilikan perusahaan adalah konsekuensi dari lemahnya perlindungan hukum bagi pemegang saham minoritas. Oleh sebab itu pemberian perlindungan

Ibid, hal. 17-19. Dapat dikatakan bahwa konsekuensi dari pencantuman kata “melindungi” dalam UUD 1945 pada hakikatnya “memberikan dasar yang paling kuat bagi negara untuk menjalankan tugasnya melindungi segenap bangsa Indonesia, melindungi warganya dari tindakan-tindakan yang tidak adil, karena kekerasan dan kezaliman termasuk perbuatan melanggar hukum yang dapat merugikan kepentingan anggota masyarakatnya. Oleh karena itu, negara Indonesia yang diwajibkan oleh konstitusi untuk melindungi segenap bangsa Indonesia (sebagaimana ternyata dalam konteks umum UUD 1945), harus konsekuen dan konsisten menegakkan dan mengaplikasikan hukum. Artinya, negara wajib melindungi segenap anggota masyarakat yang di dalamnya terdapat kepentingan pihak yang lemah, termasuk Pemegang Saham Minoritas dalam Perseroan Terbatas (PT). … UUD 1945 sebagai hukum dasar yang mempunyai kedudukan yang paling tinggi dari peraturan lainnya telah menandaskan dengan tegas, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia. Segala macam produk hukum yang ada di bawahnya harus tunduk pada UUD 1945 tersebut”. Lihat Misahardi Wilamarta, Op. Cit., hal. 225-226.
110

109

Universitas Sumatera Utara

hukum bagi pemegang saham minoritas merupakan prasyarat untuk menciptakan sistem kepemilikan perusahaan yang tersebar (disperse). 2. Adanya sistem peradilan yang efisien. Investor asing dan domestik akan merasa terlindungi apabila kegiatan ekonomi didukung oleh sistem peradilan yang efisien, sehingga mereka tertarik untuk membeli saham yang ditawarkan dengan harga pasar. Kuatnya permintaan investor pada gilirannya mendorong pemilik saham mayoritas untuk menjual sahamnya pada masyarakat luas. Namun apabila hakim korup atau pengadilan tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan sengketa dengan cepat, maka investor akan kurang percaya terhadap perlindungan yang diberikan oleh hukum. Dan apabila hukum demikian lemahnya sehingga kontrak sederhana saja tidak dapat ditegakkan, maka membangun suatu corporate institution yang kompleks akan sangat sulit dilakukan. Namun apabila sistem peradilan sudah berjalan baik, maka aturan hukum akan dapat secara potensial melindungi pemegang saham minoritas dari perlakuan sewenang-wenang orang dalam atau pengelola perusahaan. 3. Efektifnya pengawasan internal dan eksternal. Institusi pengawas harus mampu mendeteksi secara dini terjadinya salah kelola atau perbuatan-perbuatan curang yang dilakukan pengelola

Universitas Sumatera Utara

perusahaan. 111 Di samping itu kemampuan menjatuhkan sanksi tegas haruslah dimiliki oleh institusi pengawas. Deteksi dini diperlukan untuk meminimalkan kerugian akibat terjadinya salah kelola dan atau perbuatan curang dalam pengelolaan perusahaan.

Dengan adanya prasyarat dan kondisi seperti yang dikemukakan di atas, maka gagasan tentang penyebaran kepemilikan saham dengan cara pemecahan “kepemilikan terkonsentrasi” itu menjadi “kepemilikan tersebar” dapat terlaksana untuk menciptakan BUMN yang sehat dan efisien sehingga amanat UUD 1945 yaitu penerapan secara nyata sistem ekonomi yang berkeadilan (demokrasi ekonomi) 112 untuk merealisikan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Perbuatan curang dalam pengelolaan bank BUMN bisa saja terjadi karena pengawasan internal perusahaan yang sangat lemah. Dalam hal ini Kwik Kian Gie pernah mengemukakan, bahwa “pengucuran kredit sampai jumlah yang tidak masuk akal besarnya oleh bank BUMN kepada usaha besar didasarkan korupsi, yaitu bahwa pribadi pimpinan bank mengucurkan kredit karena mendapatkan komisi yang terkenal dengan istilah kick back commission. Ada juga persekongkolan bahwa Direktur bank BUMN mempunyai saham dalam perusahaan debitur, walaupun tidak atas namanya. Dengan demikian dikesankan bahwa perusahaan besar dianakemaskan, karena memperoleh kredit dengan sangat mudah dalam jumlah besar. Contohnya adalah Eddy Tansil yang memperoleh kredit hampir 1 triliun tanpa mempunyai pembukuan. Pembukuannya ada di dalam ingatan istrinya”. Kompas, 16 Nopember 1998. 112 Menurut Tadjuddin Noersaid (mantan Anggota Komisi APBN DPR) bahwa “program demokrasi ekonomi itu mustahil bisa tercapai, kalau sistem politik dan sistem hukum tidak ditata (diperbaiki) untuk mendukung program demokrasi ekonomi. Pengalaman masa lalu telah membuktikan, meskipun sudah ada UU yang membatasi praktek monopoli dalam bidang industri, tetapi dalam pelaksanaannya program itu tidak tercapai. Konglomerasi terjadi dimana-mana. Mengapa ini bisa terjadi? Karena sistem politik yang terlalu sentralistik, lemahnya kontrol DPR dan tidak adanya kepastian (wibawa) hukum akibat intervensi kekuasaan. Jadi, meski telah ada ketentuan yang mengatur pemusatan ekonomi atau persaingan usaha yang tidak sehat, kalau sistem politik dan hukum tidak menunjang, semua ini tidak mungkin bisa diharapkan. … Dalam mengatur semua pelaku ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi, tidak bisa dipertentangkan satu sama lain. Sebaliknya, semua pelaku harus ditata secara baik. Dalam hal ini, pemerintah menjadi kunci dalam mengatur

111

Universitas Sumatera Utara

Hak-hak stakeholders. menengah dan besar”. 113 Etty Retno Wulandari. OECD Corporate Governance Principles Code yang dirumuskan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yang berpusat di Paris menawarkan corporate governance framework sebagai berikut: 113 1) Hak-hak dan perlindungan terhadap pemegang saham.2. memperoleh informasi perusahaan secara berkala dan tepat waktu. pemegang saham memiliki hak dan tanggung jawab terhadap perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Lihat Kompas. mentransfer sahamnya. serta berhak atas keuntungan perusahaan sesuai dengan porsi kepemilikannya. (Jakarta 2009). Good Corporate Governance: Konsep. LKDI. hal 34-36. Pengungkapan dan transparansi. Hak-hak dasar pemegang saham meliputi hak untuk memperoleh perlindungan kepemilikan sahamnya secara aman. Universitas Sumatera Utara . Pelaksanaan hak dan tanggung jawab pemegang saham tersebut harus semua pelaku ekonomi tersebut melalui perpajakan atau skema pembatasan kegiatan usaha bagi usaha kecil. Tanggung jawab pemegang saham. Peran dan struktur Dewan. berpartisipasi dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). 11 Nopember 1998. 2) Tanggung jawab pemegang saham Sebagai pemilik perusahaan. dan dapat memilih direksi dan komisaris. Prinsip dan Praktik. menguraikan tentang Hak-hak dan perlindungan Pemegang saham. Pemegang saham mempunyai hak-hak tertentu yang harus dilindungi oleh hukum dan perusahaan.

3) Hak-hak stakeholders Kerangka corporate governance harus mengakui hak-hak pemangku ke pentingan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. perusahaan harus memastikan bahwa pemangku kepentingan akan memperoleh penggantian.hak kreditur juga dapat dilaksanakan. Ketersediaan mekanisme bagi para pemangku kepentingan untuk menyuarakan pendapatnya harus disediakan perusahaan termasuk hak. Apabila hak-hak tersebut dilanggar. Begitu pula perusahaan harus menjamin dapat terpenuhinya hak dan tanggung jawab para pemegang saham. Perusahaan juga harus mendorong kerja sama aktif antara perusahaan dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam rangka menjaga keberlangsungan perusahaan. 4) Pengungkapan dan transparansi Keterbukaan informasi perusahaan secara akurat dan tepat waktu harus dilakukan dan mencakup informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan.memperhatikan kelangsungan hidup perusahaan. Pemangku kepentingan juga harus memiliki akses terhadap informasi yang relevan. struktur Universitas Sumatera Utara . transaksi benturan kepentingan. pengelolaan risiko.

Laporan keuangan harus diaudit oleh auditor independent. kompeten dan memiliki kualitas yang tinggi. praktik.pengelolaan dan kebijakan perusahaan. menyusun perencanaan. dengan niat baik dan semata-mata untuk kepentingan perusahaan. kebijakan pengelolaan risiko. khususnya tentang prinsip corporate governance. 5) Peran dan struktur dewan Pengurus perusahaan harus bertindak berdasarkan informasi yang cukup. Pengurus perusahaan juga harus memperlakukan semua pemegang saham secara setara dan berdasarkan standar etika. OECD principles ini telah diterima secara global sebagai dasar umum corporate governance yang mengatasi berbagai perbedaan kepentingan. diimplementasikan dengan baik sebagai pedoman praktis untuk membantu Dewan Komisaris dan Direksi (corporate boards). memonitor dan mengelola kemungkinan timbulnya benturan kepentingan diantara pengurus. menyusun anggaran serta menerapkannya dan mengawasinya. Pengurus perusahaan harus melakukan berbagai fungsi penting seperti antara lain menelaah dan memutuskan strategi pengelolaan perusahaan. Universitas Sumatera Utara . dan karyawan. pemegang saham.

Tujuan korporasi (corporate objective). (2) Tercapainya imbal hasil (return) yang optimal bagi pemegang saham. pada prinsipnya ada beberapa aspek universal corporate governance framework yang terdapat di masing-masing code tersebut. memadai. (3) Terlindungnya kepentingan pemangku kepentingan secara wajar. 115 Korporasi seharusnya mengungkapkan informasi dengan akurat. dan bersaing secara efektif untuk menarik investor. Corporate Governance Framework Walaupun setiap negara memilik corporate governance code masingmasing. dan suksesi kepemimpinan yang wajar.cit. tercermin pada: (1) Terlaksananya dengan baik kontrol internal dan manajemen risiko.sehingga perusahaan dapat beroperasi secara efisien. hal. meliputi 114: a. 12 115 114 Universitas Sumatera Utara . terlindungnya kepentingan Stakeholder. imbal hasil (return) optimal. Korporasi sudah seharusnya berusaha menjamin kelangsungan hidup bisnisnya dalam jangka panjang dan mengelola hubungan dengan stakeholders secara efektif. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia. dan tepat waktu yang juga bersikap transparan terhadap Antonius Alijoyo-Subarto dan Zaini. (Jakarta 2006). Op. Lihat KNKG. 3. (4) Terlaksananya suksesi kepemimpinan yang wajar demi kesinambungan manajemen di semua lini organisasi. hal 16 Tujuan Korporasi merupakan tanggung jawab bersama Organ Perusahaan dimana Dewan Komisaris dan Direksi dalam menjaga kelangsungan usaha perusahaan dalam jangka panjang tercermin pada terlaksananya kontrol internal dan manajemen risiko.

116 Mengembangkan kebiasaan mengambil keputusan yang etis dan dapat dipertanggung jawabkan (Promote ethical and responsible decision making). cit. Op.investor tentang akuisisi. hak dan kewajiban kepemilikan. Mereka mengelola resiko bisnis secara professional. 116 Siswanto Sutojo dan E. hal. John Aldridge. 14 Universitas Sumatera Utara . Perusahaan yang ditata kelola secara sehat menyusun prosedur mengevaluasi resiko bisnis dan investasi yang mungkin akan mereka hadapi. serta penjualan saham. Board of Directors wajib menghayati dan melaksanakan hak mereka mengendalikan dan mengawasi kegiatan bisnis perusahaan. Agar dapat mencapai tujuan bisnis mereka secara berhasil perusahaan wajib membangun kesadaran para anggota manajemen atas hak dan tanggung jawab mereka. Menyadari adanya resiko bisnis dan mengelolanya secara professional (Recognise and manage risk). Membangun landasan kerja yang kuat bagi manajemen perusahaan dan Board of Directors (Establish solid foundation for management and oversight by the Board). Kebiasaan tersebut wajib dimulai dari tingkat atas dalam organisasi perusahaan.

Pemegang saham biasanya mengeluarkan satu suara untuk satu saham Korporasi seharusnya menjamin hak pemilik untuk memberikan suara. c. Komite Remunerasi. Hak Suara (voting right). Terdapat desakan yang kuat agar board melibatkan non-executive yang independen dalam jumlah dan kompetensi yang memadai. Regulator seharusnya menfasilitasi hak memberikan suara dan mewajibkan adanya disklosur yang terkait dengan proses pengambilan putusan yang tepat waktu. Nonexecutive yang independen sebaiknya tidak kurang dari 2 (dua) anggota (tergantung besaran board) dan sama banyaknya dengan substantial majority. Non-executive corporate board. Dalam setiap laporan tahunan korporasi seharusnya mengungkapkan (disclose) kebijakan board tentang remunerasi sehingga investor 117 Ibid.Mendorong peningkatan kinerja pengurus dan menajemen perusahaan (Encorage enhanced performance). Komite Audit. 117 b. hal 15 Universitas Sumatera Utara . d. dan Komite Nominasi sebaiknya mayoritas beranggotakan non-executive yang indepeden. Kebijakan remunerasi korporasi (corporate remuneration policies).

Shareholders returns corporate governance framework seharusnya memfokuskan perhatian board pada mengoptimalkan return kepada shareholders. Kinerja operasional (operating performance). Corporate governance framework seharusnya memfokuskan perhatian board pada hal-hal yang berkaitan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan. e.dapat memutuskan apakah praktik dan kebijakan remunerasi tersebut telah sesuai dengan standar. i. Modifikasi strategik yang penting bagi bisnis utama (core business) seharusnya tidak dibuat bila modifikasi yang diusulkan tidak disetujui shareholders. Shareholders returns corporate governance framework. dan kepantasan. Corporate citizen. h. Demikian juga bila terjadi perubahan penting korporasi yang mendasar dan secara material berpengaruh melemahkan ekuitas atau mengikis economic interest atau hak kepemilikan saham dari shareholders yang ada. kepatuhan. Korporasi harus taat kepada berbagai peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku pada wilayah hukum dimana korporasi tersebut beroperasi. Implementasi corporate governance Universitas Sumatera Utara . g. f. Fokus strategik (strategic focus).

maka code tersebut harus diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di negara tersebut. 17. Supervisory board secara umum terdiri dari penasihatpenasihat profesional korporasi seperti pengacara.Apabila di suatu negara telah ada code yang menjadi rujukan atau pedoman praktik good corporate governance (GCG). Jerman Praktik bisnis di Jerman menggunakan kerangka kerja institusi dengan berbasis two-tier board system. dan perusahaan-perusahaan lain yang mempunyai hubungan 118 Antonius Alijoyo dan Subarto Zaini. dan selanjutnya oleh rapat pemegang saham. hal. perwakilan dari bank. Log. Penerapan Corporate Governance di Beberapa Negara a. cit. Semua public limited company (AG) dan private limited company (GmbH) yang memilik karyawan lebih dari 500 orang mempunyai supervisory board (aufsichtstrat) dan executive board merupakan bagian yang sah dalam perusahaan untuk melakukan pertemuan dalam rapat tahunan. Sepertiga (untuk perusahaan kecil) sampai setengah (untuk perusahaan dengan karyawan lebih dari 2000 orang) anggota supervisory board dipilih oleh karyawan. 118 Supervisory board pertama kali ditunjuk oleh pendiri. dan sisanya oleh shareholders. akuntan. Universitas Sumatera Utara . 4. Op.

Executive board ditunjuk oleh supervisory board dengan periode maksimum 5 tahun.bisnis dengan korporasi. suatu komite informal terdiri dari supervisory board dan executive board dapat dibentuk. tetapi keputusan penting tetap berada di tangan supervisory board yang memilik hak veto. pengawasan bisnis sehari-hari dan kajian atas kinerja perusahaan merupakan kompetensi executive board. komite remunerasi. Shareholders dapat mengganti supervisory board setiap saat dengan mayoritas ¾ suara. misalnya anggota supervisory. menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas pengawasan. yang anggotanya seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris. Di dunia perbankan telah diatur lebih detail dengan dilengkapi dengan komite pemantau risiko. 119 Universitas Sumatera Utara . Praktik governance di Jerman saat ini karena kurangnya disclosure masih dianggap menjadi hambatan yang signifikan bagi Di Indonesia berdasarkan UU PT No. nominasi. Pada praktiknya. Seperti negara-negara lain. seperti takeovers. German juga memiliki Governance Code. 8/4/PBI/2006 Pasal 39 ayat (1). Dan terkait isu yang sangat penting. Dewan Komisaris dapat membentuk komite yang antara lain komite audit. seorang Pihak Independen yang memiliki keahlian dibidang keuangan. Periode penugasan supervisory board maksimal 4 tahun dengan remunerasi yang ditentukan oleh perusahaan dan disetujui oleh rapat umum. pemisahan dua Dewan tidak dipertahankan dengan kaku. anggota Komite pemantau risiko paling kurang terdiri dari seorang Komisaris Independen sebagai Ketua. yang berasal dari perwakilan bank dapat melakukan persetujuan langsung dengan executive board. Peraturan Bank Indonesia No. 40 Tahun 2007 Pasal 121. 119 Perencanaan strategik. dan seorang Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang manajemen risiko.

Jerman mengakomodir tekanan internasional dan menghasilkan corporate governance code yang menjadi pedoman nasional mereka. Rekomendasi atau saran hasil German Corporate Governance Code yang sudah secara luas dipraktikkan adalah pemberdayaan supervisory board. pembayaran atas kinerja dan profesionalisme supervisory board. dan mengendalikannya. Satu orang menentukan strategi perusahaan. b. yang bekerja secara profesional.masuknya investor institusi internasional. Suatu diskusi panel yang terdiri dari perwakilan perusahaan-perusahaan besar. tanpa counter power dari board of directors. sedangkan perusahaanperusahaan besar di Jerman semakin memerlukan kucuran dana investasi dari para investor global tersebut. kemudian voting (pemberian suara). investor individu dan institusi menghasilkan suatu code yang fokus pada disklosur yang telah disempurnakan. Dalam pembentukan board system. pengacara. serta perlindungan hak-hak pemegang saham minoritas. menjalankannya. dan bertanggung jawab kepada para pemegang saham. menengah dan kecil. le president directeur-general (PDG) bebas melakukan pengendalian atas perusahaan. Universitas Sumatera Utara . Perancis Manajemen pada perusahaan di Perancis berkuasa secara ekstrim. Pada Januari 2000.

baik yang berbentuk Persero maupun Perum keduanya menganut two tier system. sedangkan Pasal 31 menegaskan Komisaris bertugas mengawasi Direksi dalam menjalankan kepengurusan Persero serta memberikan nasihat kepada Direksi. fungsi. Perancis melancarkan reformasi corporate governance melalui code of best practices yang dikeluarkan tahun 1995 (Vienot I) dan 1999 (Vienot II). kewajiban dan pencapaian tujuan perusahaan. Di bawah Undangundang Perancis. 40 Tahun 2007 Pasal 92. (Pasal 108) 120 Universitas Sumatera Utara . 120 Perusahaan Perancis bisa memilih di antara 2 metode board governance yaitu bisa mengambil suatu unitary boardroom structure (seperti Anglo Saxon one-tier board system) atau two-tier board seperti pada perusahaan Jerman. anggota Direksi wajib mencurahkan tenaga pikiran dan perhatian secara penuh pada tugas. dan kewajiban board of directors perusahaan- Menyimak UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Perusahaan dapat memilih one-tier board system dengan mengkombinasikan Chair & Chief Executive Officer. Laporan Vienot I memfokuskan rekomendasinya pada komposisi. tugas kepengurusan Perseroan dilakukan oleh Direksi. memiliki manajemen dan supervisory board yang terpisah dan juga memisahkan antara Chairman dan CEO. dalam melaksanakan tugasnya. diketuai oleh Marc Vienot. khusus bagi Perum tugas pengawasan dan memberi nasihat terhadap Direksi dilakukan oleh Dewan Pengawas (Pasal 60). yang berdasarkan Pasal 19 menyebutkan. atau twotier structure. Demikian juga dengan UU PT No.terdapat aturan legal yang kompleks yang mempengaruhi struktur dan komposisi board. Dalam praktik. kebanyakan perusahaan di Perancis memilih one-tier board system dalam sistem governancenya. sedangkan tugas mengawasi dan memberi nasihat kepada Direksi dilakukan oleh Komisaris.

berisi penekanan yang lebih keras terhadap pentingnya independensi board of directors. Selain itu Vienot II juga merekomendasikan agar laporan tahunan mengungkapkan kompensasi yang diterima manajemen. dan independensi board of directors. peran komite-komite. Corporate Governance (Blackwell Publishing 2004) hal. dan independensi auditor serta transparansi dan kebenaran informasi finansial. peran komitekomite. 121 Robert A. Sementara disamping mengulangi berbagai rekomendasi pada Vienot I. Laporan Vienot II juga mengusulkan beberapa reformasi yang signifikan berkaitan dengan kegiatan operasi Dewan.335 Universitas Sumatera Utara . Monks and Nell Minow.perusahaan publik Perancis. meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pada tingkat Dewan. 121 Vienot II misalnya merekomendasikan agar sedikitnya 1/3 komite audit dan 1/3 komite nominasi adalah independent directors (atau Komisaris Independen). Bouton report merupakan reaksi terhadap skandal Enron dan Vivendi Universal. Vienot II merekomendasikan agar perusahaan-perusahaan publik Perancis lebih memperhatikan masalah independensi dari board of directors. Laporan setebal 25 halaman ini dikeluarkan pada tanggal 23 September 2002.G.

. Jepang Board of directors yang dipilih oleh shareholders menentukan semua arah dan kebijakan korporasi dan menunjuk eksekutif perusahaan yang mengimplementasikan kebijakan-kebijakan tersebut. Ikatan yang lebih kuat terjadi dengan memberi posisi kepada birokrasi 122 Antonius Alijoyo. Hampir 80% korporasi di Jepang tidak mempunyai anggota Dewan dari luar. Institutional investors cenderung tertarik pada long-term capital gain.c. corporate board di Jepang mewakili kepentingan perusahaan 122 Dua hal yang muncul dari praktik governance tersebut adalah: (i) hampir semua direktur merupakan senior manajer atau mantan karyawan perusahaan. op. sehingga pada banyak kasus. Jikapun ada. Hubungan bisnis antara pemerintah dan korporasi Jepang sangat erat dan bersahabat. cit. sedangkan individual hanya sebagai pemegang saham minoritas. hal. melainkan pada seluruh kesehatan dan pertumbuhan perusahaan. dan (ii) Shareholders merupakan pemilik pasif. 21 Universitas Sumatera Utara . Subarto Zaini. Pada praktiknya yang berlaku umum saat ini. Komposisi pemegang saham biasanya didominasi business partner dan investor institusi dengan membentuk block of friendly serta stable shareholders (60%80%). stable shareholders tidak tertarik berpartisipasi pada manajemen perusahaan. tidak lebih 2 orang.

biasanya mewakili direksi (the company president dan bawahannya langsung). sehingga fungsi kontrol dan manajemen merupakan hal yang terpisah. Formal authority dipegang oleh the company president dan dewan direktur. fungsi kontrol dan manajemen dipadupadankan pada korporasi Jepang. Otoritas Board dan Peran Manajemen Korporasi Jepang secara teoritis.yang telah pensiun pada suatu perusahaan dengan proses yang telah diatur terlebih dahulu. Manajemen bertanggung jawab kepada dewan. tetapi sebagai suatu kelompok dengan membentuk the management committee atau operating committee. Board of authority dipusatkan pada senior board members. Dalam praktiknya. Corporate Governance Forum of Japan mengeluarkan corporate governance code pada bulan Mei 1998. Real authority dipegang oleh the company president dan the operating committee. board of director harus melakukan pengawasan terhadap manajemen. The chairman of the board seringnya merupakan the company president yang telah pensiun atau pegawai pemerintah yang telah pensiun yang fungsi utamanya mempertahankan jaringan hubungan pribadi dengan pegawai pemerintah. Forum ini terdiri Universitas Sumatera Utara . Senior board members tidak mempunyai tanggung jawab individual.

Temasek Holdings Pte Ltd .dari eksekutif. Subarto Zaini. dan perwakilan shareholders. 123 Forum membuat beberapa rekomendasi yang memberi perubahan penting bagi corporate governance di Jepang. 124 Hal ini menandai pemisahan yang jelas antara peran pemerintah Singapura sebagai pembuat kebijakan dan regulator pasar. Komite Remunerasi. (ii) mengharuskan dibentuknya Komite Audit. Corporate Governance Forum of Japan sendiri yang memonitor kemajuan dan mendesak Tokyo Stock Exchange untuk menyertakan the code dalam daftar aturan listing (listing rules). pengacara. op. hal. Universitas Sumatera Utara . penyedia equity capital. dengan peran Temasek sebagai sebuah institusi investasi komersial 123 124 Antonius Alijoyo.. akademisi. diberi posisi istimewa. d. Lihat Temasek Review 2007.Singapura Temasek Holdings didirikan pada tahun 1974 mengelola investasi dan saham di dalam perusahaan yang sebelumnya dipegang oleh Menteri Keuangan Singapura. dan Komite Nominasi yang independen. 3. Rekomendasi-rekomendasi tersebut antara lain: (i) mengharuskan lebih banyak outside directors dalam keanggotaan dewan. cit. Shareholders. Dalam pelaksanaannya.

perusahan telah mendonasikan sumbangan awal sebesar S$ 500 juta ke Temasek Trust untuk mendukung harapan kesempatan yang lebih baik bagi masa depan bersama di Asia. Di antara penerima dana adalah Temasek Foundation dengan mandat Pan Asia untuk: (i) membangun masyarakat melalui layanan kesehatan. Adapun nilai-nilai. berpedoman pada: 1) Meritokrasi ( Meritocracy) Penilaian kehormatan karyawan berdasarkan pada kontribusi dan prestasinya. (ii) membangun jembatan antara anggota masyarakat. dan kerjasama tim (teamwork). pendidikan. (iii) membangun lembaga unggul melalui tata Universitas Sumatera Utara . inovasi (innovation). menghargai karyawan (respect for people). dan penelitian. Secara khusus.dengan mandat untuk menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. yaitu : keunggulan (excellence). 2) Membangun masa depan bersama. Sejak 2003 telah mengalokasikan sejumlah keuntungan ekonomi perusahaan untuk diinvestasikan kembali ke dalam komunitas yang lebih luas di Asia. Misi Temasek adalah untuk menciptakan dan memaksimalkan peran pemegang saham sebagai Investor aktif dan pemegang saham dari sebuah perusahaan yang sukses. integritas (integrity).

Otonomi Temasek sebagai perusahaan Investasi komersial dan bebas dari campur tangan pihak eksekutif pemerintah. Presiden Singapura yang terpilih memegang kunci independen dengan kekuatan veto atas pengangkatan dan pemberhentian setiap anggota Dewan atau CEO Temasek. serta melindungi Temasek dari segala keterlibatan operasional oleh para pemegang saham yang dapat merusak posisi dan cadangan keuangan perusahaan. Penerima dana lainnya termasuk Singapore Technologies Endowment Programe yang mensponsori program pertukaran. Singapore Millennium Foundation yang mendanai penelitian.kelola dan etika yang baik. semakin dikokohkan pada tahun 1991 melalui amandemen Fifth Schedule dari Konstitusi Singapura untuk melindungi cadangan kekayaan Temasek dan menjaga independensi dari Dewan perusahaan. Universitas Sumatera Utara . Berdasarkan amandemen konstitusi 1991. 3) Melembagakan tata kelola yang baik. dan termasuk Life Sciences Laboratory yang membina penelitian bio sains antar disiplin. Amandemen ini serta amandemen lainnya dalam fifth Schedule melembagakan tata kelola dan independensi Dewan Perusahaan. dan (iv) memulihkan hidup dan kehidupan mereka yang terkena bencana alam.

Suatu pendekatan yang berdisiplin atas keputusan bisnis dan investasi merupakan dasar dari pengembalian (return) yang berkelanjutan bagi pemegang saham dalam jangka panjang. keunggulan manajemen dan disiplin operasional telah mengokohkan keberhasilan dan berkelanjutan perusahaan selama bertahuntahun. bisnis ataupun keputusan investasi sehari-hari dari perusahaan portofolionya. Sebagai pemegang saham. Temasek secara berkala berinteraksi dengan Dewan Perusahaaan dan manajemen perusahaan portofolio serta mendorong sharing adopsi sejumlah praktik terbaik. Temasek melalui Singapore Telecommunications Ltd. Cukup menarik dikemukan bahwa dibidang telekomunikasi di Indonesia. perusahaan secara kontinu meminta komentar pihak luar dan pemangku kepentingan internasional atas kinerja dan investasi perusahaan yang telah dilakukan. Untuk menekankan pengertian yang kuat tentang tata kelola dan kenunggulan bisnis. Dipercayai bahwa disiplin dan persaingan pasar sebagai falsafah dasar dari perkembangan bisnis yang kompetitif. Untuk melembagakan disiplin keuangan yang sehat. Universitas Sumatera Utara .4) Bersama Perusahaan Portofolio Tata kelola yang kuat oleh Dewan Perusahaan. Temasek tidak terlibat dalam kegiatan operasional.

Malaysia 1) Petronas (Petrolium Nasional Berhad).77% pada PT. perusahaan ini berdiri pada tanggal 17 Agustus 1974 berdasarkan Undang-undang Perseroan tahun 1965. 125 126 Ibid Annual Report Petronas 2007. Sesuai dengan profilnya. Perusahaan ini sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Malaysia dan berwenang untuk menguasai dan mengawasi sumber daya minyak Malaysia melalui Undang-undang Pembangunan Perminyakan tahun 1974.125 e.Indosat Tbk. dan (iv) Tujuan perusahaan ialah memberikan kontribusi untuk kesejaheraan masyarakat dan bangsa. Sedangkan Misinya. (ii) Perminyakan adalah bisnis utama perusahaan.Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd. Singapore Telecom Mobile Pte Ltd dan Indonesian Communications Limited memiliki saham sebesar 35% pada Telekomsel dan sebesar 40. yaitu : (i) Petronas adalah sebuah entitas bisnis. STT Communications Ltd. Universitas Sumatera Utara . (iii) Tanggung jawab utama perusahaan adalah membangun dan memberi nilai tambah ke sumber daya alam ini. 126 Visinya adalah Menjadi suatu pilihan utama Minyak dan Gas Multinasional.

Program EVP ini menjadikan karier di Petronas bernilai baik secara moneter maupun pengembangan pribadi. Petronas dibimbing secara kuat oleh suatu kode moral yang berisikan system nilai (value) dan integritas yang tidak ada Universitas Sumatera Utara . Dipadukan dengan kedua hal diatas. (iv) Integritas : jujur dan terhormat. Untuk membentengi kesetiaan staf kepada perusahaan di tengah-tengah godaan untuk berpindah kerja karena besarnya kebutuhan dunia akan tenaga terlatih di bidang Migas. Investasi perusahaan menyuburkan dalam pengembangan unggul profesi dari ditujukan proaktif untuk dan sifat-sifat sikap mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan kinerja terobosan (breakthrough performances). (ii) Kesetiaan : Setia kepada bangsa dan perusahaan. Petronas menerapkan Employee Value Proposition (EVP). (v) Daya rekat : bersatu dalam satu kehendak dan rasa pertemanan.Korporasi mendorong para stafnya untuk mencapai hasil prima baik sebagai sebuah tim maupun sebagai individu. inovatif dan proaktif dan selalu mengejar keunggulan.kebiasaan rekrutmen staf yang berlaku secara global dengan kriteria : (i) Nilai (share values). Petronas juga berburu tenaga profesional di tingkat dunia dengan mengikuti kebiasaan. dan (vi) Sistem Nilai dan Integritas. (iii) Profesionalisme: Berkomitmen.

Hal ini sejalan dengan tujuan bisnis korporat yaitu mengembangkan bibit unggul di Universitas Sumatera Utara . Malaysian Philharmonic Orchestra dan kerja sama Petronas dan Asosiasi Nasional Pencegahan Obat Bius (PEMADAM). PETROSAINS Science Discovery Centre. juga dengan lembaga yang terkait itu untuk mencapai lain: Bakti hasil yang berkelanjutan. Petronas terus bekerja sama erat dengan lembaga akademik setempat untuk merancang dan meningkatkan kurikulum ilmu perminyakan dan geologi di Malaysia. perusahaan mendorong berbagai inisiatif dalam bidang ini dengan bekerja sama erat dengan bangsa-bangsa yang menjadi partner. Petronas juga memiliki hasrat yang sama kuatnya untuk kontribusi kepada kesejahteraan masyarakat dan bangsa dimana perusahaan beroperasi secara berkelanjutan untuk hari ini dan generasi mendatang. Lebih jauh lagi. Petronas berupaya berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat yang berada dalam jangkauan pengaruhnya. Dalam hal “investasi sosial perusahaan”. Kegiatan antara Pendidikan PETRONAS.komprominya dalam hal kejujuran dan perilaku yang terhormat dalam segala aspek operasi. Selain itu Petronas aktif mensponsori pemberian beasiswa strata 3 di Malaysia dan luar negeri. Berfokus pada pendidikan dan pengembangan kapasitas sebagai kunci pendorong kemajuan.

difokuskan pada beberapa area seperti: (i) pembangunan merek. (3) Komitmen dengan lingkup memberikan nilai kepada pelanggan. dan memberikan nilai kepada pemegang saham.bidang ilmu perminyakan dan geologi untuk menghadapi pasar tenaga kerja dunia yang ketat. 127 128 Ibid Padi beras Nasional Berhard 2006. dan tata kelola perusahaan/transparansi. Nilai-nilai Korporasi adalah: (1) Tantangan. (2) Perilaku meliputi integritas. 127 2) Bernas (Padi Beras Nasional Berhad) Visi Bernas adalah “Produk Pangan yang dihasilkan oleh Bernas digunakan oleh setiap rumah tangga di Malaysia”. (ii) mutu produk. Adapun tujuan perusahaan adalah untuk menjadi yang terdepan di pasar (market leader) di Malaysia. kerjasama tim. kejujuran. berbagi tujuan dengan pihak regulator. dengan lingkup memperbaiki kinerja dan memperbaharui pemahaman atas perubahan bisnis. pengenalan produk baru dan mengakuisisi produk-produk pelengkap (complementary products). etika. 128 Sedangkan misinya adalah “Penciptaan Nilai (value creation) dengan cara pertumbuhan pangsa pasar. c) layanan pelanggan. Universitas Sumatera Utara . Bernas bertindak sesuai gerakan pasar.

Sesuai dengan perjanjian privatisasi antara perusahaan dengan pemerintah Malaysia tanggal 12 Januari 1996 (“Perjanjian Privatisasi”). (2) menghasilkan jasa konsultasi Universitas Sumatera Utara . Oleh sebab itu. dan (4) bertindak sebagai pembeli (buyer of last resort) atas jaminan harga gabah rendah. Divisi SDM bagi Bernas adalah partner strategis yang menghasilkan bahan pemikiran tentang SDM dan jasa konsultasi yang terintergrasi dengan rencana bisnis Bernas demi mencapai tujuan organisasi. pengembangan SDM menjadi investasi utama sebagai suatu cara memastikan bahwa Bernas bisa mencapai tujuan organisasinya. Adapun misi SDM yaitu : (1) meningkatkan peran strategis SDM untuk memberikan dukungan penuh kepada organisasi yang beroperasi dalam suatu lingkungan yang sangat bersaing dan bertuntutan tinggi. perusahaan juga bertugas memastikan suplai beras yang cukup dan pada tingkat harga yang wajar dan stabil. pendistribusian beras dan juga investasi. Kewajiban perusahaan sesuai Perjanjian Privatisasi juga meliputi: (1) pemeliharaan stok beras. Bernas menyadari kenyataan bahwa sumber daya manusia (SDM) adalah asetnya yang paling berharga. (2) pendistribusian subsidi harga gabah ke petani atas nama pemerintah.Aktivitas utama perusahaan adalah berhubungan dengan pengimporan beras. (3) pengelolaan skema penggilingan beras Bumiputera.

Universitas Sumatera Utara . Sementara pada saat yang sama.yang lengkap di bidang SDM dengan menjadi bagian integral dari rencana bisnis perusahaan. pemberdayaan fungsi board of directors secara proporsional dan penekanan kembali arti independensi board of directors telah mendapatkan perhatian yang luas. sehingga pemahaman laporan keuangan perusahaan lintas negara akan lebih mudah dipahami tidak hanya bagi para board of directors tetapi juga bagi semua stakeholders terkait. dapat disimpulkan bahwa trend kearah konvergensi dalam praktik good corporate governance (GCG) antara lain tentang keharusan pembentukan Komite Audit dan Komisaris Independen. dan (3) menciptakan suatu bisnis yang positif dan lingkungan kerja yang kondusif. Upaya-upaya yang bersifat global ini pada hakikatnya adalah untuk memastikan agar supervisory board atau organ pengawas (Komisaris) akan lebih mampu dan efektif dalam menjalankan fungsi dan perannya. serta menghasilkan organisasi dan tempat kerja yang sempurna. 129 Melihat berbagai perkembangan dalam reformasi good corporate governance (GCG) di berbagai negara yang telah dibahas diatas. Mereka akan terdukung dengan keharusan adanya Komisaris Independen dan 129 Ibid. Bentuk konvergensi global lain adalah akan diterapkannya penyatuan atau penyelarasan International Accounting Standard (IAS) di tahun 2005 bagi seluruh negara di Uni Eropa.

cit hal 23 Jean Stephens. maka peranan GCG sangat penting untuk mekanisme pasar. Mereka juga akan terbantu dengan adanya standarisasi rujukan penyusunan laporan keuangan lintas negara. (1) Digerakkan oleh Regulator. op. The 3rd Top Executive Forum on Governance. terutama Komite Audit. CEO of RSM International. Subarto Zaini. b. maka akan berdampak. serta adanya kebutuhan untuk penyatuan ketentuan yang diterapkan. Oleh karena diantara penyebab inti krisis ekonomi dan keuangan Amerika Serikat yang dihadapi saat ini adalah meluasnya kesalahan dalam tata kelola korporasi (shareholder Bill of Right Act 2009). Antonius Alijoyo. (b) cenderung bersifat:”satu ukuran untuk semuanya (one. Nusa Dua-Bali 13-14 May 2010 131 130 Universitas Sumatera Utara . Law enforcement for Good Governance. 130 5. Tata Kelola Korporasi. Penegakan Hukum Untuk Tata Kelola Perusahaan Jean Stephen 131 mengemukakan bahwa perlu dilakukan kegiatan yang pada dasarnya “mengubah syarat-syarat ketentuan menjadi keunggulan kompetitif” dengan memperhatikan langkah-langkah antara lain: a. sehingga mampu untuk melakukan perbandingan-perbandingan laporan keuangan yang lebih komprehensif dan lugas.size fits all). Menempatkan praktik-praktik yang baik ke dalam perspektif.pembentukan komite-komite. (a) bisa efektif dalam menciptakan kepercayaan penuh pasar.

132 c. (d) cenderung dipengaruhi oleh pertimbangan dan tekanan politik. (a) beroperasi pada tataran satu persatu perusahaan. Posisi seorang Direktur memerlukan. Perwujudan dari lemahnya tata kelola korporasi. Dalam konteks tata kelola ini Jean Stephen mengutip pepatah lama “Afish rots from the head” (seekor ikan itu membusuk dimulai dari kepalanya). umumnya adalah suatu gejala dari seorang CEO yang gagal (Alan Greenspan).(c) akan bergerak kearah “penegakan” ketimbang sebagai pencegahan. Menempatkan Para Direktur pada pusat perdebatan Krisis ekonomi saat ini telah membawa banyak investor mengganggap serius masalah akuntabilitas dan daya tanggap (responsiveness) beberapa perusahaan dan dewan direksi terhadap kepentingan pemegang saham. (Mary Schopiro. (1) pemahaman yang baik tentang menajemen risiko. chairperson SEC. dan hal ini telah menimbulkan suatu kehilangan kepercayaan investor. hal 2 Universitas Sumatera Utara . 132 Ibid. “Proposed Rules on Proxy Access) d. (2) Digerakkan oleh Pemegang Saham. (2) komunikasi dengan pemegang saham. (b) lebih responsif kepada kebutuhan perusahaan. Menjadi seorang Direktur terbukti sangat tinggi tuntutannya.

sehingga cukup untuk memberikan tantangan kepada eksekutif manjemen. Universitas Sumatera Utara . (1) pelatihan dan pengembangan Direksi dengan melakukan “uji kepatutan dan kelayakan”. (2) biaya litigasi yang lebih rendah. (4)meningkatnya kemungkinan perekrutan dan bertahannya Direksi yag berkualitas tinggi. (3) remunerasi (sistem penggajian) yang setara. (6) kemampuan untuk melakukan penilaian secara obyektif dan independen. (5) meningkatnya kemungkinan perekrutan top manajemen yang berkualitas tinggi. (5) memiliki keahlian untuk secara efektif menguji strategi bisnis. (4) harapan yang tinggi mengenai kapabilitas. ketrampilan dan kompetensi. (3) kecil kemungkinannya terjadi aksi oleh pemegang saham. (2) dilakukan evaluasi oleh pihak eksternal terhadap dewan direksi. f. Area lain dimana Tata Kelola Perusahaan yang lebih kuat akan menghasilkan keunggulan kompetitif seperti. Beberapa kegiatan yang perlu dipertimbangkan dalam tahap evolusi terhadapa tata kelola korporasi antara lain. Tahap selanjutnya dari evolusi Tata Kelola Korporasi. e.(3) melaksanakan tugas dengan kepeduliaan (a duty of care). (1) biaya pinjaman yang lebih rendah.

(2) dibutuhkan suatu pendekatan internasional. Pedoman Umum GCG di Indonesia Pada tahun 1998. Masa Depan. (2005). “Kesempatan itu jangan dilewatkan” (Lucian Bebchuk. akuntabilitas (accountability). Good Corporate Governance. krisis yang ada saat ini menawarkan kesempatan lain untuk perbaikan tata kelola. hal. vii) harga saham yang lebih tinggi. 213.hal 5 Sofyan Djalil. kewajaran (fairness). yang oleh OECD telah dijadikan acuan dalam menilai suatu 133 134 Ibid . Agar manajemen BUMN dapat berjalan secara sehat haruslah berpedoman pada prinsip-prinsip GCG.Harvard) 133 C. Universitas Sumatera Utara . Grup Penasihat Sektor Bisnis (Business Sector Advisory Group/BSAG) telah memberi rekomendasi kepada OECD mengenai standar inti dari pengelolaan perusahaan yaitu: transparansi (transparency).(6) meningkatnya kepercayaan pasar dan. (3) Auditor juga harus direformasi. pada masa yang akan datang perlu dipertimbangkan dengan seksama bahwa. (1) tata kelola korporasi adalah suatu tujuan akhir. Rangkuman: Dengan terciptanya suatu keinginan besar dari publik akan adanya reformasi. 134 Manajemen dalam setiap suatu perusahaan yang menginginkan pengelolaan perusahaannya berjalan secara sehat harus berpedoman pada prinsip-prinsip GCG. responsibilitas (responsibility). g.

termasuk Universitas Sumatera Utara .perusahaan dalam upaya menumbuhkan iklim usaha dan kepercayaan masyarakat sebagai mitra bisnis dalam perdagangan global. Dalam hal ini. Dampak positif dari penerapan transparansi adalah bahwa pihakpihak yang berkepentingan dengan perusahaan dapat memperhitungkan resiko bertransaksi dengan perusahaan. fairness meliputi kejelasan hak-hak pemegang saham untuk melindungi kepentingan pemegang saham. dan dapat diperbandingkan serta menggunakan standar akuntansi yang diterima di seluruh dunia. selain dengan menerapkan prisip transparansi dan akuntabilitas. konsisten. Akuntabilitas yang didasarkan pada sistem internal checks and balances. Untuk mencapai tujuan perusahaan. Kepercayaan investor dan efisiensi pasar sangat tergantung dari pengungkapan kinerja perusahaan secara akurat dan tepat waktu. komisaris. dan direksi. Salah satu solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah antara direksi dan pemegang saham adalah dengan menerapkan prinsip akuntabilitas. juga harus memperhatikan hak-hak pemegang saham dengan penerapan prinsip fairness. juga mencakup praktik audit yang sehat. atau dengan kata lain setiap perusahaan harus menerapkan prinsip transparansi. Agar informasi tersebut bernilai di pasar modal global. Akuntabilitas juga dapat dicapai melalui pengawasan efektif yang didasarkan pada keseimbangan kewenangan antara pemegang saham. informasi yang disajikan harus jelas. Praktik audit yang sehat dan independen mutlak diperlukan untuk menerapkan akuntabilitas perusahaan. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan mengefektifkan Komite Audit.

Meskipun pada awalnya Pedoman tersebut hanya meliputi perseroan terbuka. (Aspen Law & Business. A Division of Aspen Publishers.. larangan monopoli dan praktik persaingan yang tidak sehat. Corporations. badan usaha milik negara dan perusahaan yang menggunakan atau mengelola dana publik saja. perlindungan konsumen. kesehatan dan keselamatan kerja. Inc. Pedoman tersebut berlaku bagi semua perusahaan yang didirikan berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia. ketenagakerjaan.pemegang saham minoritas. para pengelola perusahaan seyogianya mempunyai tanggung jawab untuk mematuhi hukum dan perundang-undangan yang berlaku termasuk ketentuan yang mengatur lingkungan hidup. merupakan standar minimal yang oleh masing-masing perusahaan 135 James D. perpajakan. Pedoman ini memuat prinsip dasar dan pedoman pokok pelaksanaan GCG. dkk. 1997). namun pada akhirnya juga berlaku bagi semua perusahaan yang didirikan berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia termasuk perusahaan yang beroperasi atas dasar prinsip syariah. hal. 275-276 Universitas Sumatera Utara . dari kecurangan seperti praktik insider trading 135 yang merugikan atau dari keputusan direksi atau pemegang saham mayoritas yang merugikan kepentingan pemegang saham secara keseluruhan. Lebih jauh lagi. Cox. Pada tahun 2006 Komite Nasional Kebijakan Governance telah menerbitkan Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia yang menjadi acuan bagi pelaksanaan Good Corporate Governance oleh pelaku usaha di Indonesia. dan peraturan lainnya yang mengatur kehidupan perusahaan dalam menjalankan aktivitas usaha.

independensi serta kewajaran dan kesetaraan diperlukan untuk mencapai kesinambungan usaha (sustainability) perusahaan dengan memperhatikan pemangku kepentingan (stakeholders). Asas GCG Setiap perusahaan harus memastikan bahwa asas GCG diterapkan pada setiap aspek bisnis dan di semua jajaran perusahaan. 136 Universitas Sumatera Utara . pengaruh dari kegiatannya terhadap masyarakat dan tingkat internasionalnya. pelaksanaan Pedoman ini juga mempertimbangkan kekhususan karakter setiap perusahaan. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia. Komite Nasional Kebijakan Governance 2006). dan (e) pedoman praktis penerapan GCG. (d) pemangku kepentingan. 5-6 137 Penjelasan Pasal 5 ayat (3) UU BUMN No. 19 Tahun 2003. Transparansi (Transparency). Pedoman penerapan GCG ini merupakan pembaharuan dan penyempurnaan dari yang pernah dikeluarkan sebelumnya yang antara lain memuat : (a) asas GCG. hal. akuntabilitas. Asas GCG yaitu transparansi. Prinsip Dasar Untuk menjaga obyektivitas dalam menjalankan bisnis. (c) organ Perusahaan. responsibilitas. 136 1. (Jakarta. (b) etika bisnis dan pedoman perilaku. perusahaan harus menyediakan informasi yang material dan relevan dengan KNKG. seperti besarnya modal. 137 a.perlu membuat manual yang lebih operasional mengingat adanya perbedaan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. menegaskan Direksi yang ditugasi melakukan pengurusan tunduk pada semua peraturan yang berlaku terhadap BUMN dan tetap berpegang pada prinsip-prinsip good corporate governance.

memadai. sistem manajemen resiko. dan kejadian penting yang dapat mempengaruhi kondisi perusahaan. jelas. misi. (3) Prinsip keterbukaan yang dianut oleh perusahaan tidak mengurangi kewajiban untuk memenuhi ketentuan kerahasiaan Universitas Sumatera Utara . pemegang saham pengendali. sistem pengawasan dan pengendalian internal. susunan dan kompensasi pengurus. Pedoman Pokok Pelaksanaan (1) Perusahaan harus menyediakan informasi secara tepat waktu. kreditur dan pemangku kepentingan lainnya. tetapi tidak terbatas pada. kondisi keuangan. (2) Informasi yang harus diungkapkan meliputi. kepemilikan saham oleh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris beserta anggota keluarganya dalam perusahaan dan perusahaan lainnya.cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. akurat dan dapat diperbandingkan serta mudah diakses oleh pemangku kepentingan sesuai dengan haknya. Perusahaan harus mengambil inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan. sasaran usaha dan strategi perusahaan. tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham. sistem dan pelaksanaan GCG serta tingkat kepatuhannya. visi.

(4) Kebijakan perusahaan harus tertulis dan secara proporsional dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan. dan hak-hak pribadi. 138 b. Untuk itu perusahaan harus dikelola secara benar. UU BUMN Nomor 19 Tahun 2003. terukur dan sesuai dengan kepentingan perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lain. Akuntabilitas (Accountability) Prinsip Dasar Perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Pasal 3 merumuskan transparansi. rahasia jabatan. menegaskan bahwa akuntabilitas adalah kejelasan fungsi. 139 Pedoman Pokok Pelaksanaan (1) Perusahaan harus menetapkan rincian tugas dan tanggung jawab masing-masing organ perusahaan dan semua karyawan secara jelas dan selaras dengan visi.perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan strategi perusahaan. 138 Universitas Sumatera Utara . Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan. pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif. misi. nilai-nilai perusahaan (corporate values). Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep 117/M-MBU/2002. 139 Berdasarkan Pasal 5 huruf c. yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.

Responsibilitas (Responsibility) Prinsip Dasar Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good Universitas Sumatera Utara . setiap organ perusahaan dan semua karyawan harus berpegang pada etika bisnis dan pedoman perilaku (code of conduct) yang telah disepakati.(2) Perusahaan harus meyakini bahwa semua organ perusahaan dan semua karyawan mempunyai kemampuan sesuai dengan tugas. (5) Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. tanggung jawab. serta memiliki sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment system). c. (4) Perusahaan harus memiliki ukuran kinerja untuk semua jajaran perusahaan yang konsisten dengan sasaran usaha perusahaan. dan perannya dalam pelaksanaan GCG. (3) Perusahaan harus memastikan adanya sistem pengendalian internal yang efektif dalam pengelolaan perusahaan.

Independensi (Independency) Prinsip Dasar Untuk melancarkan pelaksanaan asas GCG. (2) Perusahaan harus melaksanakan tanggung jawab sosial dengan antara lain peduli terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan terutama di sekitar perusahaan dengan membuat perencanaan dan pelaksanaan yang memadai. d. yaitu kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip korporasi yang sehat.corporate citizen. 140 Pedoman Pokok Pelaksanaan (1) Organ perusahaan harus berpegang pada prinsip kehati-hatian dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan. 141 Pedoman Pokok Pelaksanaan (1) Masing-masing organ perusahaan harus menghindari terjadinya dominasi oleh pihak manapun. 141 Sebagai padanan kata Independensi digunakan Kemandirian yang rumusannya adalah keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. lihat Penjelasan UU No. 19 Tahun 2003 Pasal 5 ayat (3) b 140 Universitas Sumatera Utara . anggaran dasar dan peraturan perusahaan (by-laws). perusahaan harus dikelola secara independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain. tidak terpengaruh oleh Pada Keputusan Menteri BUMN No: Kep 117/M-MBU/2002 menggunakan kata Pertanggungjawaban sebagai padanan kata Responsibilitas.

(2) Masing-masing organ perusahaan harus melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. e. 142 Pedoman Pokok Pelaksanaan (1) Perusahaan harus memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan perusahaan serta membuka akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip transparansi dalam lingkup kedudukan masing-masing. perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan. Pasal 3. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest) dan dari segala pengaruh atau tekanan. 142 Universitas Sumatera Utara . tidak saling mendominasi dan atau melempar tanggung jawab antara satu dengan yang lain. Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness) Prinsip Dasar Dalam melaksanakan kegiatannya.kepentingan tertentu. sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara obyektif. (2) Perusahaan harus memberikan perlakuan yang setara dan wajar Sedangkan Kewajaran (fairness) dijelaskan yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundan-undangan yang berlaku. Kep-117/M-MBU/2002.e.

Etika Bisnis dan Pedoman Perilaku Prinsip Dasar Untuk mencapai keberhasilan dalam jangka panjang. An ethical decision or action is one that is right according to some standards of behavior. berkarir dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa membedakan suku. agama. Lihat Buchari Al. 2008). 2. (3) Perusahaan harus memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan karyawan. Ethics is the study of right and wrong and of the morality of choice made by individuals. ras. 2) Untuk dapat merealisasikan sikap moral dalam pelaksanaan usahanya. pelaksanaan GCG perlu dilandasi oleh integritas yang tinggi. dan kondisi fisik. golongan. Keputusan etik ialah suatu hal yang benar mengenai perilaku standar. diperlukan pedoman perilaku yang dapat menjadi acuan bagi organ perusahaan dan semua karyawan dalam menerapkan nilai-nilai (values) dan etika bisnis sehingga menjadi bagian dari budaya perusahaan.kepada pemangku kepentingan sesuai dengan manfaat dan kontribusi yang diberikan kepada perusahaan. hal 184. 143 Universitas Sumatera Utara . (Bandung: Penerbit Alfabeta. Pengantar Bisnis. perusahaan harus memiliki rumusan etika bisnis yang disepakati oleh Istilah etika diartikan sebagai suatu perbuatan standar (standard of conduct) yang memimpin individu dalam membuat keputusan. 143 Prinsip-prinsip dasar yang harus dimiliki oleh perusahaan adalah: 1) Setiap perusahaan harus memiliki nilai-nilai perusahaan yang menggambarkan sikap moral perusahaan dalam pelaksanaan usahanya. Oleh karena itu. gender.a. Etika ialah suatu studi mengenai yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan seseorang.

organ perusahaan dan semua karyawan. Pelaksanaan etika bisnis yang berkesinambungan akan membentuk budaya perusahaan yang merupakan manifestasi dari nilai-nilai perusahaan. 3) Nilai-nilai dan rumusan etika bisnis perusahaan perlu dituangkan dan dijabarkan lebih lanjut dalam pedoman perilaku agar dapat dipahami dan diterapkan. Pedoman Pokok Pelaksanaan 1) Nilai-Nilai Perusahaan (a) Nilai-nilai perusahaan merupakan landasan moral dalam mencapai visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu, sebelum merumuskan nilai-nilai perusahaan, perlu dirumuskan visi dan misi perusahaan. (b) Walaupun nilai-nilai perusahaan pada dasarnya universal, namun dalam merumuskannya perlu disesuaikan dengan sektor usaha serta karakter dan letak geografis dari masing-masing perusahaan. (c) Nilai-nilai perusahaan yang universal antara lain adalah terpercaya, adil dan jujur. 2) Etika Bisnis (a). Etika bisnis adalah acuan bagi perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usaha termasuk dalam berinteraksi dengan pemangku kepentingan . (b). Penerapan nilai-nilai perusahaan dan etika bisnis secara

berkesinambungan mendukung terciptanya budaya perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

(c). Setiap perusahaan harus memiliki rumusan etika bisnis yang disepakati bersama dan dijabarkan lebih lanjut dalam pedoman perilaku. 3) Pedoman Perilaku (a) Fungsi Pedoman Perilaku (1) Pedoman perilaku merupakan penjabaran nilai-nilai

perusahaan dan etika bisnis dalam melaksanakan usaha sehingga menjadi panduan bagi organ perusahaan dan semua karyawan perusahaan; (2). Pedoman perilaku mencakup panduan tentang benturan kepentingan, pemberian dan penerimaan hadiah dan donasi, kepatuhan terhadap peraturan, kerahasiaan informasi, dan pelaporan terhadap perilaku yang tidak etis. (b) Benturan Kepentingan (1) Benturan kepentingan adalah keadaan dimana terdapat konflik antara kepentingan ekonomis perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi pemegang saham, angggota Dewan

Komisaris dan Direksi, serta karyawan perusahaan; (2) Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan harus senantiasa mendahulukan kepentingan ekonomis perusahaan diatas kepentingan ekonomis pribadi atau keluarga, maupun

Universitas Sumatera Utara

pihak lainnya; (2) Anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan dilarang menyalahgunakan jabatan untuk

kepentingan atau keuntungan pribadi, keluarga dan pihakpihak lain; (4) Dalam hal pembahasan dan pengambilan keputusan yang mengandung unsur benturan kepentingan, pihak yang

bersangkutan tidak diperkenankan ikut serta; (5) Pemegang saham yang mempunyai benturan kepentingan harus mengeluarkan suaranya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan keputusan yang diambil oleh pemegang saham yang tidak mempunyai benturan kepentingan; (6) Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan yang memiliki wewenang pengambilan keputusan diharuskan setiap tahun membuat pernyataan tidak memiliki benturan kepentingan terhadap setiap keputusan yang telah

dibuat olehnya dan telah melaksanakan pedoman perilaku yang ditetapkan oleh perusahaan. (c) Pemberian dan Penerimaan Hadiah dan Donasi (1) Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan dilarang memberikan atau

Universitas Sumatera Utara

menawarkan sesuatu, baik langsung ataupun tidak langsung, kepada pejabat negara dan atau individu yang mewakili mitra bisnis, yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan; (2) Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan dilarang menerima sesuatu untuk kepentingannya, baik langsung ataupun tidak langsung, dari mitra bisnis, yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan; (3) Donasi oleh perusahaan ataupun pemberian suatu aset perusahaan kepada partai politik atau seorang atau lebih calon anggota badan legislatif maupun eksekutif, hanya boleh dilakukan sesuai dengan peraturan perundangundangan. Dalam batas kepatutan sebagaimana ditetapkan oleh perusahaan, donasi untuk amal dapat dibenarkan; (4) Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan diharuskan setiap tahun membuat
pernyataan tidak memberikan sesuatu dan atau menerima sesuatu yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. (d) Kepatuhan terhadap Peraturan (1) Organ perusahaan dan karyawan perusahaan harus

Universitas Sumatera Utara

144 Universitas Sumatera Utara . utang dan modal secara benar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. pemegang saham serta karyawan perusahaan harus menjaga kerahasiaan informasi perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. BAB V Pasal 17. (e) Kerahasiaan Informasi (1) Anggota Dewan Komisaris dan Direksi. termasuk tetapi tidak terbatas pada informasi rencana pengambil-alihan. menegaskan Informasi Yang Dikecualikan adalah informasi yang apabila dibuka dapat mengganggu kepentingan perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat.b. peraturan perusahaan dan kelaziman dalam dunia usaha 144. (2) Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi. (3) Perusahaan harus melakukan pencatatan atas harta. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. UU No. penggabungan usaha dan pembelian kembali saham. pemegang saham serta karyawan perusahaan dilarang menyalah-gunakan informasi yang berkaitan dengan perusahaan. (2) Dewan Komisaris harus memastikan bahwa Direksi dan karyawan perusahaan melaksanakan peraturan perundangundangan dan peraturan perusahaan.melaksanakan peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan.

Dalam pelaksanannya. dilarang mengungkapkan informasi yang menjadi rahasia perusahaan yang diperolehnya selama menjabat atau menjadi pemegang saham di perusahaan. diproses secara wajar dan tepat waktu. pedoman perilaku. pedoman perilaku.(3) Setiap mantan anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan. (2) Setiap perusahaan harus menyusun peraturan yang menjamin perlindungan terhadap individu yang melaporkan terjadinya pelanggaran terhadap etika bisnis. peraturan perusahaan dan peraturan perundang-undangan. kecuali informasi tersebut diperlukan untuk pemeriksaan dan penyidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. peraturan perusahaan dan peraturan perundang-undangan. serta pemegang saham yang telah mengalihkan sahamnya. Universitas Sumatera Utara . (f) Pelaporan atas pelanggaran dan perlindungan bagi pelapor (1) Dewan Komisaris berkewajiban untuk menerima dan memastikan bahwa pengaduan tentang pelanggaran terhadap etika bisnis . Dewan Komisaris dapat memberikan tugas kepada komite yang membidangi pengawasan implementasi GCG. atau tidak lagi menjadi rahasia milik perusahaan.

Organ perusahaan harus menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas. termasuk untuk melakukan penggantian atau pemberhentian anggota Dewan Berdasarkan Pasal I Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Peseroan Terbatas. 145 Universitas Sumatera Utara . Keputusan yang diambil dalam RUPS harus didasarkan pada kepentingan usaha perusahaan dalam jangka panjang. dengan memperhatikan ketentuan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. Dewan Komisaris dan Direksi. Organ Perusahaan Yang terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). menyebutkan Organ Perseroan adalah Rapat Umum Pemegang Saham. mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. Rapat Umum Pemegang Saham Prinsip Dasar RUPS sebagai organ perusahaan merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan modal yang ditanam dalam perusahaan. 145 a.3. fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. Direksi dan Dewan Komisaris. RUPS dan atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas. fungsi dan tanggung jawabnya semata-mata untuk kepentingan perusahaan.

termasuk tetapi tidak terbatas pada: (a) Anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang diangkat dalam RUPS harus terdiri dari orang-orang yang patut dan layak (fit and proper) bagi perusahaan.Komisaris dan atau Direksi. Bagi perusahaan yang memiliki Komite Nominasi dan Remunerasi. perlu dipertimbangkan kualitas laporan yang berhubungan dengan Good Corporate Governance. 146 Pedoman Pokok Pelaksanaan 1) Pengambilan keputusan RUPS harus dilakukan secara wajar dan transparan dengan memperhatikan hal-hal yang diperlukan untuk menjaga kepentingan usaha perusahaan dalam jangka panjang. dalam menetapkan auditor eksternal harus mempertimbangkan RUPS mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris. dalam batas yang ditentukan dalam Undang-undang ini dan/atau anggaran dasar. (b) Dalam mengambil keputusan menerima atau menolak laporan Dewan Komisaris dan Direksi. 40 Tahun 2007. Lihat Undang-undang RI No. (c) Bagi perusahaan yang memiliki Komite Audit. dalam pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi harus mempertimbangkan pendapat komite tersebut yang disampaikan oleh Dewan Komisaris kepada mereka yang mempunyai hak untuk mengajukan calon kepada RUPS. Pasal 75 ayat (1) 146 Universitas Sumatera Utara .

tantiem dan dividen harus memperhatikan kondisi kesehatan keuangan perusahaan. (c) Bahan mengenai setiap mata acara yang tercantum dalam Universitas Sumatera Utara . (b) Panggilan RUPS harus mencakup informasi mengenai mata acara. waktu dan tempat RUPS. sehingga dapat mengambil keputusan yang sah.pendapat komite tersebut yang disampaikan kepada Dewan Komisaris. Untuk itu: (a) Pemegang saham diberikan kesempatan untuk mengajukan usul mata acara RUPS sesuai dengan peraturan perundang-undangan. serta dengan persiapan yang memadai. tanggal. (d) Dalam hal anggaran dasar dan atau peraturan perundangundangan mengharuskan adanya keputusan RUPS tentang hal-hal yang berkaitan dengan usaha perusahaan. 2) RUPS harus diselenggarakan sesuai dengan kepentingan perusahaan dan dengan memperhatikan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. keputusan yang diambil harus memperhatikan kepentingan wajar para pemangku kepentingan. (e) Dalam mengambil keputusan pemberian bonus.

sehingga memungkinkan pemegang saham berpartisipasi aktif dalam RUPS dan memberikan suara secara bertanggung jawab. maka penyelenggaraan RUPS dilakukan oleh Dewan Komisaris atau pemegang saham sesuai dengan peraturan perundang- undangan dan anggaran dasar perusahaan. Direksi harus mempersiapkan dan menyelenggarakan RUPS dengan baik dan dengan berpedoman pada butir 1 dan 2 diatas. dan perusahaan menyediakan fasilitas agar pemegang saham dapat membaca risalah tersebut. 3) Penyelenggaraan RUPS merupakan tanggung jawab Direksi. Dalam hal Direksi berhalangan. Universitas Sumatera Utara . (d) Penjelasan mengenai hal-hal lain yang berkaitan dengan mata acara RUPS dapat diberikan sebelum dan atau pada saat RUPS berlangsung. Jika bahan tersebut belum tersedia saat dilakukan panggilan untuk RUPS. maka bahan itu harus disediakan sebelum RUPS diselenggarakan.panggilan RUPS harus tersedia di kantor perusahaan sejak tanggal panggilan RUPS. (e) Risalah RUPS harus tersedia di kantor perusahaan. Untuk itu.

Dewan Komisaris dan Direksi harus memiliki kesamaan persepsi terhadap visi. 147 Pedoman Pokok Pelaksanaan 1) Tanggung jawab bersama Dewan Komisaris dan Direksi dalam menjaga kelangsungan usaha perusahaan dalam jangka panjang tercermin pada: (a) Terlaksananya dengan baik kontrol internal dan manajemen risiko. Namun demikian. Pasal 92 ayat (1) menegaskan bahwa Direksi menjalankan pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. misi. (c) Terlindunginya kepentingan pemangku kepentingan secara Undang-undang RI No. 147 Universitas Sumatera Utara . keduanya mempunyai tanggung jawab untuk memelihara kesinambungan usaha perusahaan dalam jangka panjang. 40 Tahun 2007. Oleh karena itu.b. dan nilai-nilai perusahaan. (b) Tercapainya imbal hasil (return) yang optimal bagi pemegang saham. Dewan Komisaris dan Direksi Prinsip Dasar Kepengurusan perseroan terbatas di Indonesia menganut sistem dua badan (two-board system) yaitu Dewan Komisaris dan Direksi yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang jelas sesuai dengan fungsinya masing-masing sebagaimana diamanahkan dalam anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan (fiduciary responsibility).

2) Sesuai dengan visi. Dewan Komisaris Prinsip Dasar Dewan Komisaris sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa Perusahaan melaksanakan GCG. (d) Terlaksananya suksesi kepemimpinan yang wajar demi kesinambungan manajemen di semua lini organisasi. maupun rencana kerja dan anggaran tahunan. (d) Struktur organisasi sampai satu tingkat di bawah Direksi yang dapat mendukung tercapainya visi. unit dalam perusahaan dan personalianya. Namun demikian.wajar. misi dan nilai-nilai perusahaan. misi. Dewan Universitas Sumatera Utara . strategi. dan nilai-nilai perusahaan. c. (b) Kebijakan dalam memastikan pemenuhan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar perusahaan serta dalam menghindari segala bentuk benturan kepentingan. Dewan Komisaris dan Direksi perlu bersama-sama menyepakati halhal tersebut di bawah ini: (a) Rencana jangka panjang. (c) Kebijakan dan metode penilaian perusahaan.

baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan. 148 Agar pelaksanaan tugas Dewan Komisaris dapat berjalan secara efektif. 2) Anggota Dewan Komisaris harus profesional. 3) Fungsi pengawasan dan pemberian nasihat Dewan Komisaris mencakup tindakan pencegahan. Pedoman Pokok Pelaksanaan Berdasarkan Pasal 108 Ayat (1) Undang-undang RI No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menyebutkan Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan. sampai kepada pemberhentian sementara. Kedudukan masing-masing anggota Dewan Komisaris termasuk Komisaris Utama adalah setara. tepat dan cepat. dan memberi nasihat kepada Direksi. tetapi untuk kepentingan Perseroan secara menyeluruh dan sesuai tujuan Perseroan. jalannya pengurusan pada umumnya. pengawasan dan pemberian nasihat yang dilakukan oleh Dewan Komisaris tidak untuk kepentingan pihak atau golongan tertentu. yaitu berintegritas dan memiliki kemampuan sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik termasuk memastikan bahwa Direksi telah memperhatikan kepentingan semua pemangku kepentingan. serta dapat bertindak independen. Pada ayat (2). 148 Universitas Sumatera Utara . perbaikan. perlu dipenuhi prinsip-prinsip berikut: 1) Komposisi Dewan Komisaris harus memungkinkan pengambilan keputusan secara efektif. Tugas Komisaris Utama sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasikan kegiatan Dewan Komisaris.Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional.

(b) Dewan Komisaris dapat terdiri dari Komisaris yang tidak berasal dari pihak terafiliasi yang dikenal sebagai Komisaris Independen dan Komisaris yang terafiliasi. (c) Jumlah Komisaris Independen harus dapat menjamin agar mekanisme pengawasan berjalan secara efektif dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. untuk jangka waktu tertentu termasuk dalam kategori terafiliasi. serta dengan perusahaan itu sendiri. Salah satu dari Komisaris Independen harus mempunyai latar belakang akuntansi atau keuangan. Mantan anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang terafiliasi serta karyawan perusahaan. Bagi Universitas Sumatera Utara .1) Komposisi. Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewa Komisaris (a) Jumlah anggota Dewan Komisaris harus disesuaikan dengan kompleksitas perusahaan dengan tetap memperhatikan efektivitas dalam pengambilan keputusan. anggota Direksi dan Dewan Komisaris lain. Yang dimaksud dengan terafiliasi adalah pihak yang mempunyai hubungan bisnis dan kekeluargaan dengan pemegang saham pengendali. (d) Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan.

Pemilihan Komisaris Independen harus memperhatikan pendapat pemegang saham minoritas yang dapat disalurkan melalui Komite Nominasi dan Remunerasi. (b) Anggota Dewan Komisaris dilarang memanfaatkan perusahaan untuk kepentingan pribadi. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. 2) Kemampuan dan Integritas Anggota Dewan Komisaris (a) Anggota Dewan Komisaris harus memenuhi syarat kemampuan dan integritas sehingga pelaksanaan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat untuk kepentingan perusahaan dapat dilaksanakan dengan baik. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. kelompok Universitas Sumatera Utara . proses penilaian calon anggota Dewan Komisaris dilakukan sebelum dilaksanakan RUPS melalui Komite Nominasi dan Remunerasi. (e) Pemberhentian anggota Dewan Komisaris dilakukan oleh RUPS berdasarkan alasan yang wajar dan setelah kepada anggota Dewan Komisaris diberi kesempatan untuk membela diri.perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. badan usaha milik negara dan atau daerah. keluarga. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas.

sehingga keputusan kegiatan operasional tetap menjadi tanggung jawab Direksi. Kewenangan yang ada pada Dewan Komisaris tetap dilakukan penasihat. .usahanya dan atau pihak lain. 3) Fungsi Pengawasan Dewan Komisaris (a) Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional. Dewan Komisaris dapat mengenakan sanksi kepada anggota Direksi dalam bentuk pemberhentian sementara. dengan ketentuan harus segera ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan RUPS. pengambilan keputusan tersebut dilakukan dalam fungsinya sebagai pengawas. (d) Anggota Dewan Komisaris harus memahami dan melaksanakan Pedoman GCG ini. (c) Anggota Dewan Komisaris harus memahami dan mematuhi anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugasnya. dalam fungsinya sebagai pengawas dan Universitas Sumatera Utara . (b) Dalam hal diperlukan untuk kepentingan perusahaan. Dalam hal Dewan Komisaris mengambil keputusan mengenai hal-hal yang ditetapkan dalam anggaran dasar atau peraturan perundang undangan.

menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas pengelolaan perusahaan oleh Direksi.(c) Dalam hal terjadi kekosongan dalam Direksi atau dalam keadaan tertentu sebagaimana ditentukan oleh peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar. perusahaan yang Universitas Sumatera Utara . perusahaan daerah. Bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. untuk sementara Dewan Komisaris dapat melaksanakan fungsi Direksi. (f) Dewan Komisaris dalam fungsinya sebagai pengawas. (d) Dalam rangka melaksanakan fungsinya. Usulan dari komite disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk memperoleh keputusan. (e) Dewan Komisaris harus memiliki tata tertib dan pedoman kerja (charter) sehingga pelaksanaan tugasnya dapat terarah dan efektif serta dapat digunakan sebagai salah satu alat penilaian kinerja mereka. dalam rangka memperoleh pembebasan dan pelunasan tanggung jawab (acquit et decharge) dari RUPS. Dewan Komisaris dapat membentuk komite. (g) Dalam melaksanakan tugasnya. anggota Dewan Komisaris baik secara bersama-sama dan atau sendiri-sendiri berhak mempunyai akses dan memperoleh informasi tentang perusahaan secara tepat waktu dan lengkap. perusahaan negara.

4) Komite Penunjang Dewan Komisaris (a) Komite Audit. Pelaksanaan audit internal maupun eksternal dilaksanakan sesuai dengan standar audit yang berlaku.menghimpun dan mengelola dana masyarakat. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. Komite Audit bertugas membantu Dewan Komisaris untuk memastikan bahwa. sedangkan komite lain dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Struktur pengendalian internal perusahaan dilaksanakan dengan baik. sekurang-kurangnya harus membentuk Komite Audit. Jumlah anggota Komite Audit harus disesuaikan dengan kompleksitas Perusahaan dengan tetap memperhatikan efektivitas dalam pengambilan keputusan. Bagi perusahaan Universitas Sumatera Utara . Komite Audit memproses calon auditor eksternal termasuk imbalan jasanya untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris. laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. dan tindak lanjut temuan hasil audit dilaksanakan oleh manajemen.

Salmon. dan biasanya berasal dari komunitas/pergaulan yang sama. (Harvard Business School Press. Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen dan anggotanya dapat terdiri dari Komisaris dan atau pelaku profesi dari luar perusahaan. Akibatnya. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. Lihat Walter J. Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas membantu Dewan Komisaris mempersiapkan calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan mengusulkan besaran remunerasinya. 149 Dewan Komisaris dapat mengajukan calon tersebut dan remunerasinya untuk memperoleh keputusan Walter J. dan bukan didelegasikan ke CEO. CEO segan menegur/mengkritik Direksi yang bersangkutan. mengemukakan bahwa pemilihan anggota Direksi sebaiknya dilakukan oleh Komite Nominasi. (b) Komite Nominasi dan Remunerasi Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas membantu Dewan Komisaris dalam menetapkan kriteria pemilihan calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta system remunerasinya. jika terjadi hal yang kurang baik. Salah seorang anggota memiliki latar belakang dan kemampuan akuntasi dan keuangan. Hal ini karena CEO cenderung memilih orang yang bisa diandalkannya.yang sahamnya tercatat di bursa efek. How to Gear Up Your Board. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. 2000). Harvard Business Review on Corporate Governance. perusahaan negara. Boston. perusahaan daerah. Salmon. hal 10 149 Universitas Sumatera Utara .

Anggota Komite Kebijakan Risiko terdiri dari anggota Dewan Komisaris. Bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. Komite Nominasi dan Remunerasi diketuai oleh Komisaris Independen dan anggotanya dapat terdiri dari Komisaris dan atau pelaku profesi dari luar perusahaan. (d) Komite Kebijakan Corporate Governance Komite Kebijakan Corporate Governance bertugas Universitas Sumatera Utara . perusahaan negara. namun bilamana perlu dapat juga menunjuk pelaku profesi dari luar perusahaan. (c) Komite Kebijakan Risiko Komite Kebijakan Risiko bertugas membantu Dewan Komisaris dalam mengkaji sistem manajemen risiko yang disusun oleh Direksi serta menilai toleransi risiko yang dapat diambil oleh perusahaan. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan.RUPS dengan cara sesuai ketentuan Anggaran Dasar. perusahaan daerah. Keberadaan Komite Nominasi dan Remunerasi serta tata Kerjanya dilaporkan dalam RUPS. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas.

membantu Dewan Komisaris dalam mengkaji kebijakan GCG secara menyeluruh yang disusun oleh Direksi serta menilai konsistensi penerapannya. Anggota Komite Kebijakan Corporate Governance terdiri dari anggota Dewan Komisaris. namun bilamana perlu dapat juga menunjuk pelaku profesi dari luar perusahaan. termasuk yang bertalian dengan etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas pengelolaan perusahaan oleh Direksi. Laporan pengawasan Dewan Komisaris merupakan bagian dari laporan tahunan yang disampaikan kepada RUPS untuk memperoleh persetujuan. 5) Pertanggungjawaban Dewan Komisaris (a) Dewan Komisaris dalam fungsinya sebagai pengawas. (b) Dengan diberikannya persetujuan atas laporan tahunan dan pengesahan atas laporan keuangan. Bila dipandang perlu. berarti RUPS telah memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab kepada masing-masing anggota Dewan Komisaris sejauh Universitas Sumatera Utara . Komite Kebijakan Corporate Governance dapat digabung dengan Komite Nominasi dan Remunerasi.

150 150 John Pound. Pada intinya. mereka juga harus mendedikasikan waktu yang cukup untuk perusahaan. Di dalam banyak perusahaan. Para Universitas Sumatera Utara .hal-hal tersebut tercermin dari laporan tahunan. Langkah kedua. dan mengganti mereka jika gagal. Direksi Prinsip Dasar Direksi sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggungjawab secara kolegial dalam mengelola perusahaan. Kompensasi yang diterima Direksi harus dikaitkan dengan kinerja saham. Direksi harus punya akses yang lebih baik terhadap informasi. Langkah pertama untuk memperbaiki tata kelola perusahaan ialah memikirkan kembali peran dari Direksi. memantau perkembangannya. Direksi haruslah memiliki pengalaman dan pengetahuan mengenai industri yang bersangkutan dan di bidang keuangan. dengan tidak mengurangi tanggung jawab masing-masing anggota Dewan Komisaris dalam hal terjadi tindak pidana atau kesalahan dan atau kelalaian yang menimbulkan kerugian bagi pihak ketiga yang tidak dapat dipenuhi dengan aset perusahaan. Masing-masing anggota Direksi dapat melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. (c) Pertanggungjawaban Dewan Komisaris kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengawasan atas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan asas GCG. Yang dibutuhkan adalah sebuah sistem dimana senior manager dan dewan Direksi benar-benar berkolaborasi dalam membuat keputusan dan keduanya secara berulang mencari masukan dari pemegang saham. peranan dari sistem tata kelola diartikan hanyalah menempatkan manajer yang tepat di posisinya. Tidak ada Direksi atau pemegang saham memberikan pandangan mengenal strategi atau kebijakan kecuali para manajer tadi nyata-nyata telah gagal. d. tata kelola perusahaan bukanlah mengenai kekuasaan melainkan tentang memberikan keyakinan bahwa proses pengambilan keputusan dilakukan secara efektif.

Direksi dan Pemegang Saham harus menetapkan jalur komunikasi regular dan langsung. (4) Direksi mempertanggungjawabkan kepengurusannya dalam RUPS sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. The Promise of the Governed Corporation. (2) Direksi harus profesional yaitu berintegritas dan memiliki pengalaman serta kecakapan yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya. hal 79-82 Universitas Sumatera Utara . Harvard Business Review on Corporate Goverance (Havard Business School Press. 2000).Namun. serta dapat bertindak independen. Boston. tepat dan cepat. pelaksanaan tugas oleh masing-masing anggota Direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama. Lihat John Pound. Pedoman Pokok Pelaksanaan Manajer. Agar pelaksanaan tugas Direksi dapat berjalan secara efektif. perlu dipenuhi prinsip-prinsip berikut: (1) Komposisi Direksi harus sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengambilan keputusan secara efektif. (3) Direksi bertanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan agar dapat menghasilkan keuntungan (profitability) dan memastikan kesinambungan usaha perusahaan. Tugas Direktur Utama sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasikan kegiatan Direksi. Kedudukan masingmasing anggota Direksi termasuk Direktur Utama adalah setara.

(1) Komposisi Direksi (a) Jumlah anggota Direksi harus disesuaikan dengan kompleksitas perusahaan dengan tetap memperhatikan efektifitas dalam pengambilan keputusan. proses penilaian calon anggota Direksi dilakukan sebelum dilaksanakan RUPS melalui Komite Nominasi dan Remunerasi. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. (c) Pemberhentian anggota Direksi dilakukan oleh RUPS berdasarkan alasan yang wajar dan setelah kepada yang bersangkutan diberi kesempatan untuk membela diri. perusahaan daerah. (2) Kemampuan dan Integritas Anggota Direksi (a) Anggota Direksi harus memenuhi syarat kemampuan dan Universitas Sumatera Utara . di tempat yang memungkinkan pelaksanaan tugas pengelolaan perusahaan sehari-hari. perusahaan negara. (d) Seluruh anggota Direksi harus berdomisili di Indonesia. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. Bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. (b) Anggota Direksi dipilih dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan.

Kedua. dan tanggung jawab sosial. manajemen risiko. Direksi harus menyusun visi. (a) Kepengurusan Pertama. (c) Anggota Direksi harus memahami dan mematuhi anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugasnya. (3) Fungsi Direksi Fungsi pengelolaan perusahaan oleh Direksi mencakup 5 (lima) tugas utama yaitu kepengurusan. keluarga. Ketiga. (b) Anggota Direksi dilarang memanfaatkan perusahaan untuk kepentingan pribadi. pengendalian internal.integritas sehingga pelaksanaan fungsi pengelolaan perusahaan dapat dilaksanakan dengan baik. kelompok usahanya dan atau pihak lain. komunikasi. (d) Anggota Direksi harus memahami dan melaksanakan Pedoman GCG ini. Direksi harus dapat mengendalikan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan secara efektif dan efisien. dan nilai-nilai serta program jangka panjang dan jangka pendek perusahaan untuk dibicarakan dan disetujui oleh Dewan Komisaris atau RUPS sesuai dengan anggaran dasar. Direksi harus memperhatikan kepentingan yang wajar Universitas Sumatera Utara . misi.

hal. (b) Manajemen Risiko 151 (1) Direksi harus menyusun dan melaksanakan sistem manajemen risiko perusahaan yang mencakup seluruh aspek kegiatan perusahaan. Kelima. A: 7. Hal ini dapat terjadi saat sebuah bank tidak dapat memenuhi kewajibannya. Direksi harus memiliki tata tertib dan pedoman kerja (charter) sehingga pelaksanaan tugasnya dapat terarah dan efektif serta dapat digunakan sebagai salah satu alat penilaian kinerja. dan mengendalikan Risiko yang timbul dari kegiatan usaha Bank. 151 Universitas Sumatera Utara . Keempat. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum menguraikan bahwa: Risiko adalah potensi terjadinya suatu peristiwa (events) yang dapat menimbulkan kerugian Bank. Walaupun tidak setiap orang mengenal istilah risiko sistemik. memantau. mengukur. harus Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Bank Indonesia No. nasabah dan pemegang saham. Menurut aspek kegiatan perbankan Risiko sistemik adalah risiko di mana kegagalan sebuah bank dapat menimbulkan dampak yang menghancurkan perekonomian secara besar-besaran dan bukan hanya dampak berupa kerugian yang secara langsung dihadapi oleh pegawai.dari pemangku Kepentingan. namun tanggung jawab tetap berada pada Direksi. atau dengan kata lain bank tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar para deposan yang ingin menarik dana mereka. banyak orang mengetahui apa yang dimaksud dengan ‘bank rush’ (penarikan dana besar-besaran dari bank). Lihat Global Association of Risk Professional & Badan Sertifikasi Manajemen Risiko. termasuk penciptaan produk atau jasa baru. Perlu diperhatikan bahwa ketidakmampuan memenuhi kewajiban dan membayar kembali para deposan belum tentu menunjukkan kondisi yang sebenarnya: bisa jadi ketidakmampuan ini hanya sebatas persepsi nasabah. Direksi dapat memberikan kuasa kepada komite yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan tugasnya atau kepada karyawan perusahaan untuk melaksanakan tugas tertentu. (2008). (2) Untuk setiap pengambilan keputusan strategis. sedangkan Manajemen Risiko yaitu serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi.

dalam arti adanya keseimbangan antara hasil dan beban risiko. (c) Pengendalian Internal (1) Direksi harus menyusun dan melaksanakan sistem pengendalian internal perusahaan yang handal dalam rangka menjaga kekayaan dan kinerja perusahaan serta memenuhi peraturan perundang-undangan. (3) Untuk memastikan dilaksanakannya manajemen risiko dengan baik. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. perusahaan negara. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. (2) Perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. perusahaan daerah.diperhitungkan dengan seksama dampak risikonya. Universitas Sumatera Utara . (3) Satuan kerja atau fungsi pengawasan internal bertugas membantu Direksi dalam memastikan pencapaian tujuan dan kelangsungan usaha dengan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program perusahaan. harus memiliki satuan kerja pengawasan internal. perusahaan perlu memiliki unit kerja atau penanggungjawab terhadap pengendalian risiko.

yang gagal namun karena perlahan-lahan. Lihat Gordon Donaldson. sekaligus memperlihatkan kepada pemegang saham bahwa Direksi dan CEO mempunyai komitmen bersama bagi terselenggaranya tata-kelola yang efektif dan teratur. Harvard Business Review on Corporate Goverance (Havard Business School Press. Pemantauan strategi yang efektif dapat mengantisipasi permasalahan. tidak segera terdeteksi dan sudah terlambat untuk dikoreksi. Komunikasi (1) Direksi harus memastikan kelancaran komunikasi antara perusahaan dengan pemangku kepentingan dengan memberdayakan fungsi Sekretaris Perusahaan. melakukan evaluasi kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perusahaan. Boston. Satuan kerja pengawasan internal mempunyai hubungan fungsional dengan Dewan Komisaris melalui Komite Audit. (4) Satuan kerja atau pemegang fungsi pengawasan internal bertanggung jawab kepada Direktur Utama atau Direktur yang membawahi tugas pengawasan internal. serta memfasilitasi kelancaran pelaksanaan audit oleh auditor eksternal. (2) Fungsi Sekretaris Perusahaan adalah memastikan kelancaran komunikasi antara perusahaan dengan Gordon Donaldson menawarkan Audit Strategis yang memungkinkan Direksi meninjau Strategi tanpa harus menyerang “ranah” manajemen. pelaksanaan GCG dan perundang- undangan. A New Tool for Boards The Strategic Audit.memberikan saran dalam upaya memperbaiki efektifitas proses pengendalian risiko. hal 53 152 Universitas Sumatera Utara . 152 (d). 2000). Hal ini penting karena banyak strategi.

(5) Sekretaris Perusahaan atau pelaksana fungsi Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab kepada Direksi. (e). Laporan pelaksanaan tugas Sekretaris Perusahaan disampaikan pula kepada Dewan Komisaris. (3) Perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. perusahaan daerah. (4) Dalam hal perusahaan tidak memiliki satuan kerja kepatuhan (compliance) tersendiri. fungsi untuk menjamin kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dilakukan oleh Sekretaris Perusahaan. Tanggung Jawab Sosial Universitas Sumatera Utara . harus memiliki Sekretaris Perusahaan yang fungsinya dapat mencakup pula hubungan dengan investor (investor relations). perusahaan negara. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas.pemangku kepentingan dan informasi yang boleh menjamin tersedianya oleh pemangku diakses kepentingan sesuai dengan kebutuhan wajar dari pemangku kepentingan. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. serta perusahaan yang mempunyai pengaruh terhadap kelestarian lingkungan.

dan khusus untuk laporan keuangan harus memperoleh pengesahan RUPS. (f). Direksi harus dapat memastikan dipenuhinya tanggung jawab sosial perusahaan. dan laporan pelaksanaan GCG. Pertanggungjawaban Direksi (1) Direksi harus menyusun pertanggungjawaban pengelolaan perusahaan dalam bentuk laporan tahunan yang memuat antara lain laporan keuangan. berarti RUPS telah memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab kepada masing-masing anggota Direksi sejauh Universitas Sumatera Utara .(1) Dalam rangka mempertahankan kesinambungan usaha perusahaan. (2) Laporan tahunan harus memperoleh persetujuan RUPS. laporan kegiatan perusahaan. (2) Direksi harus mempunyai perencanaan tertulis yang jelas dan fokus dalam melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan. (4) Dengan diberikannya persetujuan atas laporan tahunan dan pengesahan atas laporan keuangan. (3) Laporan tahunan harus telah tersedia sebelum RUPS diselenggarakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memungkinkan pemegang saham melakukan penilaian.

untuk mewujudkan tata-kelola yang baik sehingga mendapatkan hasil yang baik ada 3 elemen yang saling berhubungan dekat dikombinasikan yaitu melalui pengambilan keputusan strategik yang baik. mengelola risiko-risiko. dengan tidak mengurangi tanggung jawab masing-masing anggota Direksi dalam hal terjadi tindak pidana atau kesalahan dan atau kelalaian yang menimbulkan kerugian bagi pihak ketiga yang tidak dapat dipenuhi dengan aset perusahaan. 153 4. yang antara lain terdiri dari karyawan. selalu didasarkan pada alasan yang benar secara logika. mitra bisnis. Pemangku Kepentingan Prinsip Dasar Pemangku kepentingan selain pemegang saham adalah mereka yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan dan mereka yang terpengaruh secara langsung oleh keputusan strategis dan operasional perusahaan. mengidentifikasi nilai-nilai dari organisasi. susunlah keputusan yang tepat. (5) Pertanggungjawaban Direksi kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan asas GCG. dan mewujudkan komitmen dalam bentuk tindakan (kegiatan). Mastering Business in Asia – Corporate Governance (John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd. From Good Governance to Good Results. Bentuk keputusan yang strategik itu antara lain. 2005). Lihat Peter Wallace & John Zinkin. dan masyarakat Peter Wallace & John Zinkin.hal-hal tersebut tercermin dari laporan tahunan. hal 126-127 153 Universitas Sumatera Utara . disertai alternatif yang kreatif berdasarkan pada informasi yang berarti dan dapat dipertanggungjawabkan. dan menangani krisis yang dihadapi langsung secara efektif pada saat kejadian. Singapore.

(2) Penetapan besarnya gaji. golongan. Pedoman Pokok Pelaksanaan (a). ras. agama. Agar hubungan antara perusahaan dengan pemangku kepentingan berjalan dengan baik. Universitas Sumatera Utara . kemampuan. 154 Antara perusahaan dengan pemangku kepentingan harus terjalin hubungan yang sesuai dengan asas kewajaran dan kesetaraan (fairness) berdasarkan ketentuan yang berlaku bagi masing-masing pihak. c) Perusahaan harus memperhatikan kepentingan umum. terutama masyarakat sekitar perusahaan. dan gender serta terciptanya perlakuan yang adil dan jujur dalam mendorong perkembangan karyawan sesuai dengan potensi. Karyawan (1) Perusahaan harus menggunakan kemampuan bekerja dan kriteria yang terkait dengan sifat pekerjaan secara taat asas dalam mengambil keputusan mengenai penerimaan karyawan. Op. serta pengguna produk dan jasa perusahaan.terutama sekitar tempat usaha perusahaan. b) Perusahaan dan mitra bisnis harus bekerja sama untuk kepentingan kedua belah pihak atas dasar prinsip saling menguntungkan.. hal 23. keikutsertaan dalam pelatihan. Cit. pengalaman dan keterampilan masing-masing. perlu diperhatikan prinsipprinsip sebagai berikut: a) Perusahaan menjamin tidak terjadinya diskriminasi berdasarkan suku. penetapan 154 KNKG.

golongan.jenjang karir dan penentuan persyaratan kerja lainnya harus dilakukan secara obyektif. (5) Perusahaan harus memastikan tersedianya informasi yang perlu diketahui oleh karyawan melalui sistem komunikasi yang berjalan baik dan tepat waktu. Perusahaan harus memastikan agar karyawan tidak menggunakan nama. Untuk itu perusahaan harus mempunyai sistem yang dapat menjaga agar setiap karyawan menjunjung tinggi standar etika dan nilai-nilai perusahaan serta mematuhi kebijakan. tanpa membedakan suku. atau hubungan baik perusahaan dengan pihak eksternal untuk kepentingan pribadi. (7) Karyawan berhak melaporkan pelanggaran atas etika bisnis dan Universitas Sumatera Utara . ras. dan kondisi fisik seseorang. (6) Karyawan serta serikat pekerja yang ada di perusahaan berhak untuk menyampaikan pendapat dan usul mengenai lingkungan kerja dan kesejahteraan karyawan. (3) Perusahaan harus memiliki peraturan tertulis yang mengatur dengan jelas pola rekrutmen serta hak dan kewajiban karyawan. (4) Perusahaan harus menjamin terciptanya lingkungan kerja yang kondusif. atau keadaan khusus lainnya yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. fasilitas. agama. termasuk kesehatan dan keselamatan kerja agar setiap karyawan dapat bekerja secara kreatif dan produktif. gender. peraturan dan prosedur internal yang berlaku.

termasuk penerapan program kemitraan dan bina lingkungan.pedoman perilaku. perusahaan dan mitra bisnis berkewajiban untuk merahasiakan informasi dan melindungi kepentingan masing-masing pihak. dan pihak lainnya yang melakukan transaksi usaha dengan perusahaan. (4) Kecuali dipersyaratkan lain oleh peraturan perundang-undangan. serta peraturan perundang-undangan yang terkait dengan perusahaan. (2) Perusahaan bertanggung jawab atas kualitas produk dan jasa yang dihasilkan serta dampak negatif terhadap dan keselamatan Universitas Sumatera Utara . (c) Masyarakat serta Pengguna Produk dan Jasa (1) Perusahaan harus memiliki peraturan yang dapat menjamin terjaganya keselarasan hubungan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. distributor. (b) Mitra Bisnis (1) Mitra Bisnis adalah pemasok. (2) Perusahaan harus memiliki peraturan yang dapat menjamin dilaksanakannya hak dan kewajiban mitra bisnis sesuai dengan perjanjian dan peraturan perundang-undangan. kreditur. (3) Mitra bisnis berhak memperoleh informasi yang relevan sesuai hubungan bisnis dengan perusahaan sehingga masing-masing pihak dapat membuat keputusan atas dasar pertimbangan yang adil dan wajar. debitur.

. Pedoman GCG perusahaan tersebut mencakup sekurang-kurangnya hal sebagai berikut: (1) Visi. (2) Kedudukan dan fungsi RUPS. untuk itu diperlukan pedoman praktis yang dapat dijadikan acuan oleh perusahaan dalam melaksanakan penerapan GCG. 155 Pedoman Pokok Pelaksanaan a) Dalam rangka penerapan GCG. hal 27 Universitas Sumatera Utara . masing-masing perusahaan harus menyusun pedoman GCG perusahaan dengan mengacu pada Pedoman GCG ini dan Pedoman Sektoral (bila ada). Dewan Komisaris. Oleh karena itu. perusahaan harus menyampaikan informasi kepada masyarakat yang dapat terkena dampak kegiatan perusahaan. misi dan nilai-nilai perusahaan. 5. Direksi. Op.pengguna. (3) Perusahaan bertanggungjawab atas dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan usaha perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan dimana perusahaan beroperasi. 155 KNKG.Cit. Pedoman Praktis Penerapan GCG Prinsip Dasar Pelaksanaan dilakukan secara sistematis.

dan pengawasan internal.komite penunjang Dewan Komisaris. (5) Pedoman perilaku yang didasarkan pada nilai-nilai perusahaan dan etika bisnis. (3) Kebijakan untuk memastikan terlaksananya fungsi setiap organ perusahaan secara efektif. b) Agar pelaksanaan GCG dapat berjalan efektif. (4) Kebijakan untuk memastikan terlaksananya akuntabilitas. dan semua karyawan. (2) Melakukan kajian terhadap kondisi perusahaan yang berkaitan dengan pelaksanaan GCG dan tindakan korektif yang Universitas Sumatera Utara . (7) Kebijakan penyempurnaan berbagai peraturan perusahaan dalam rangka memenuhi prinsip GCG. Untuk itu diperlukan tahapan sebagai berikut: (1) Membangun pemahaman. pengendalian internal yang efektif dan pelaporan keuangan yang benar. diperlukan proses keikutsertaan semua pihak dalam perusahaan. kepedulian dan komitmen untuk melaksanakan GCG oleh semua anggota Direksi dan Dewan Komisaris. (6) Sarana pengungkapan informasi untuk pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. serta Pemegang Saham Pengendali.

program privatisasi BUMN. Hasil penilaian tersebut diungkapkan dalam laporan tahunan dan dilaporkan dalam RUPS tahunan. tuntutan persaingan global. D. (4) Melakukan internalisasi pelaksanaan GCG sehingga terbentuk rasa memiliki dari semua pihak dalam perusahaan. (Jakarta: PT INDEKS. dan kebutuhan akan modal mengharuskan Pemerintah Indonesia memobilisasi kapital dengan meluncurkan berbagai inisiatif strategik antara lain restrukturisasi sektor perbankan. Dorojatun Kuncoro Djakti. serta pemahaman atas pelaksanaan pedoman GCG dalam kegiatan sehari-hari. 2004). Komisaris Independen Penggerak Praktik GCG di Perusahaan. (5) Melakukan penilaian sendiri atau dengan menggunakan jasa program dan pedoman pelaksanaan GCG pihak eksternal yang independen untuk memastikan penerapan GCG secara berkesinambungan.diperlukan. hal 25 156 Universitas Sumatera Utara . Good Corporate Governance di Indonesia. Motivasi dan Proses Penerapan GCG di Indonesia 1. Motivasi Penerapan GCG Dorojatun Kuncoro Djakti 156 berpendapat bahwa krisis ekonomi yang berkepanjangan. (3) Menyusun perusahaan. dan reformasi GCG.

(2) pengelolaan sumber daya dan risiko secara lebih efisien dan efektif. kebijakan dan struktur organisasi. Penerapan GCG yang lebih baik tersebut sejalan dengan Perception survey yang dilakukan Mc Kinsey yang menunjukkan bahwa lebih dari 70% investor institusional bersedia membayar lebih untuk saham perusahaan yang “well governed”. etika. sistem nilai. yang bertujuan untuk mendorong : (1) pertumbuhan kinerja perusahaan. 158 157 158 Ibid Ibid. Universitas Sumatera Utara . Pemerintah pada intinya mengharapkan agar dengan mengimplementasikan GCG yang lebih baik. proses bisnis. Kesediaan untuk membeli saham dengan harga premium kepada Indonesia memperlihatkan kecenderungan penurunan yang dapat berarti bahwa tingkat kepercayaan investor menguat dibandingkan dengan hasil survey tahun 2000. GCG menjadi kriteria penting bagi investor dalam membuat keputusan investasi. Corporate governance diartikan sebagai suatu hal yang berkaitan dengan pengambilan keputusan yang efektif yang bersumber dari budaya perusahaan. 157 Dengan kata lain.Terkait dengan reformasi GCG. dan (3) pertanggungjawaban perusahaan kepada pemegang saham dan stakeholders lainnya. persepsi positif investor terhadap perusahaan-perusahaan Indonesia akan menguat. hal. 31.

160 Ibid. dan karyawan perseroan dilarang untuk memberikan atau menawarkan baik langsung ataupun tidak langsung sesuatu yang berharga kepada pelanggan atau seorang pejabat pemerintah untuk mempengaruhi atau sebagai imbalan atas apa yang telah dilakukannya dan tindakan lainnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 159 Universitas Sumatera Utara . Oleh karena itu.” Ditambahkan juga dalam Pedoman GCG tersebut.Oleh sebab itu. 159 Tantangan-tantangan yang diuraikan berikut ini merupakan sebagian permasalahan yang perlu dituntaskan bila benar-benar diharapkan adanya pertumbuhan dalam kehidupan bisnis atau perekonomian di Indonesia. Untuk BUMN bahkan telah diartifikasi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN yang mencerminkan prinsip-prinsip GCG. Direksi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa praktik suap menyuap banyak terjadi di Indonesia. bahwa : Lihat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 yo Keputusan Menteri BUMN Nomor 117/M-MBU/2002. dimana sebelumnya Menteri Negara BUMN telah mengeluarkan keputusan (Keputusan Menteri Nomor 117/2002) mengenai implementasi GCG. 32. dan perlunya upaya-upaya untuk mengembangkan code yang bersifat sektoral. reformasi GCG ditingkat korporasi ditekankan pada sedikitnya ketiga aspek di atas. dalam Pedoman GCG (NCCG) tahun 2001 terdapat suatu rekomendasi spesifik mengenai Etika Berusaha dan Anti Korupsi yang selengkapnya berbunyi 160: “Anggota Dewan Komisaris. hal.

tetapi cukup rinci guna memberikan arahan yang jelas perihal perilaku etika berusaha kepada siapa pedoman itu ditujukan. Pemerintah Pusat pada 1995. sekali-kali tidak boleh dilakukan pada suatu keadaan yang dianggap suatu perbuatan yang tidak patut”. Apabila setiap perusahaan menerapkan GCG. sumbangan. Selanjutnya apa yang harus dilakukan oleh sektor korporasi dalam merespons rekomendasi Indonesian Code tersebut. 162 161 Ibid hal. seperti hadiah. terutama dalam rangka pelaksanaan corporate governance. yang menggabungkannya sebagai anak perusahaan SG. Keputusan sepihak pemegang saham mayoritas sangat berpotensi merugikan citra investasi di Indonesia. tetapi paling tidak dapat mempraktikkan etika berusaha dalam lingkup kegiatan bisnisnya. Ketentuan dalam pedoman harus dinyatakan dengan singkat dan jelas. Tuntutan 162 Universitas Sumatera Utara . saling melengkapi untuk menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu perseroan wajib membuat suatu pedoman tentang perilaku etis.“Suatu tanda terima kasih dalam kegiatan usaha. atau entertainment. khususnya pemegang saham minoritas. 33 Dapat ditambahkan bahwa masyarakat Minang ramai-ramai menuntut pemisahan (spin-off) atas PT Semen Padang dari PT Semen Gresik (SG). yang pada dasarnya memuat nilai-nilai etika berusaha. diharapkan lambat laun akan tercipta kehidupan komunitas bisnis yang lebih sehat. 161 Seperti kasus Spin off PT Semen Gresik merupakan indikator masih rendahnya perlindungan investor. Dalam hal ini tentunya setiap perusahaan tidak dalam posisi untuk menyelesaikan “masalah klasik” tersebut secara nasional.

go. dan praktik di tingkat corporate board. http://www. Penjualan (privatisasi) ini dikecam keras masyarakat Sumatera Barat dengan melayangkan berbagai petisi dan demo. 163 Untuk meningkatkan independensi dalam pengambilan keputusan bisnis.bpkp. op. Belakangan. spin-off masyarakat Minang terhadap SP bisa dibilang wajar. seiring dengan krisis ekonomi yang melanda bangsa ini. Mereka lebih cenderung berpihak pada orang yang telah berjasa atas dirinya dari pada harus bersikap independen. 33-35 Universitas Sumatera Utara . akhirnya pemerintah hanya menjual 14% sahamnya di Semen Gresik Group kepada Cemex. pedoman. Keberpihakan karena adanya “utang budi” yang berlaku dalam budaya dan tata nilai masyarakat Indonesia dapat menghilangkan sifat independensi seseorang. pada tahun 1998 Pemerintah Pusat berniat melakukan privatisasi (menjual) saham SG sebesar 40% kepada Cemex. terutama di tingkat Komisaris yang oleh undangundang didaulat untuk melakukan pengawasan yang independen terhadap pengelolaan perusahaan oleh direksi. Ia adalah pabrik semen tertua sekaligus pelopor pabrik semen di Indonesia. 163 Dorojatun Kuncoroyakti. Hilangnya independensi Komisaris dalam proses pengambilan keputusan bisnis akan menghilangkan objektivitasnya dalam mengambil keputusan tersebut. perlu pula dikembangkan beberapa aturan.id/unit/Pusat/TuntutanSpinOff danBahayaKartel. independensi komisaris juga rendah. penulis adalah Peneliti pada Puslitbangwas BPKP. cit hal. Kejadian ini akan sangat fatal bila ternyata harus mengorbankan kepentingan perusahaan yang seharusnya mendapat prioritas utama. Lihat “Tuntutan Spin Off dan Bahaya Kartel”. Sebagaimana diketahui bahwa independensi merupakan persoalan penting dalam penerapan GCG. Akibat protes ini.pdf. mengingat kedekatan mereka terhadap SP yang sudah berdiri di tengah mereka sejak 18 Maret 1910.Selain itu.

Hal ini dapat terjadi karena komisaris mewakili pemegang saham mayoritas atau ia sebagai pemegang saham mayoritas itu sendiri. Direksi tidak memberikan informasi yang cukup sehingga tak ada perencanaan dan mekanisme pengawasan terhadap manajemen. Kecenderungan lemahnya Komisaris dalam melaksanakan fungsinya ini dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : Pertama. Kecenderungan tersebut antara lain terlalu kuatnya peran Komisaris dalam perusahaan. Akibatnya efektivitas direksi dalam mengambil keputusan yang bersifat teknis menjadi terhambat. Komisaris memiliki kecenderungan yang bisa membiaskan independensinya.Dalam pengalaman korporasi-korporasi di Indonesia. peran Komisaris dalam melaksanakan fungsinya cenderung lemah. kedudukan Direksi yang kuat ini dimungkinkan karena Direksi mewakili pemegang saham mayoritas atau pemegang saham mayoritas itu sendiri. Di sisi lain. Misalnya pengangkatan Komisaris sebagai suatu penghargaan semata atau karena hubungan pertemanan atau kekeluargaan atau bahkan pengangkatan mantan atau pejabat pemerintah yang masih aktif dengan tujuan agar mempunyai akses ke instansi pemerintah yang Universitas Sumatera Utara . bahkan bisa jadi tidak melibatkan direksi sama sekali dalam proses pengambilan keputusan perusahaan. sehingga komisaris terlalu banyak mengintervensi direksi dalam menjalankan tugasnya. Kedua. pengangkatan Komisaris yang tidak didasarkan pada kompetensi dan integritas.

penegakan hukum di Indonesia tergolong lemah. yang diselesaikan dengan pendekatan politis dan bukan hukum. Hambatan muncul ketika transparansi bukan hanya menyangkut gaji kolektif Komisaris atau Direksi tetapi termasuk Universitas Sumatera Utara . Hal ini berdampak buruk oleh karena penegakan hukum sangat berpengaruh terhadap perwujudan good corporate governance (GCG). Banyak permasalahan hukum. Hal ini menjadi tantangan lain yang dihadapi dalam implementasi prinsip dasar GCG. Dalam hal ini bukannya tidak mungkin bahwa para Komisaris tersebut bertindak sekedar karena keterbatasan kompetensi mereka atau karena adanya benturan kepentingan. misalnya dalam beberapa kasus BLBI. komitmen dan alokasi waktu mereka terhadap suatu perusahaan menjadi tidak memadai dan pengawasan menjadi tidak efektif. mengingat akar budaya Indonesia yang belum terbiasa dengan transparansi atau keterbukaan. Ketiga. Selain itu tingkat transparansi pada perusahaan-perusahaan kita cukup rendah. Akibatnya. dengan kata lain kepentingan politik banyak mewarnai proses hukum di negeri ini.bersangkutan. Penegakan hukum di Indonesia dianggap masih belum mencerminkan perlindungan yang menyeluruh dan belum memihak pada “keadilan” seperti yang diharapkan masyarakat. sering kali bahwa Komisaris menduduki posisi yang sama di beberapa perusahaan sekaligus. Selain persoalan yang dikemukan di atas. Hal ini jelas menimbulkan kesangsian dunia internasional terhadap supremasi hukum di Indonesia.

kewajiban untuk merinci segala bentuk manfaat yang diterima masing-masing anggota kedua Dewan tersebut. dan pengungkapan hal lain yang sensitif seperti pengungkapan kegagalan. Demikian pula dengan pengungkapan agenda rapat dan tingkat kehadiran Komisaris dan Direksi. sehingga penerapan GCG dapat berjalan lancar dan mendapatkan dukungan dari seluruh unsur di dalam perusahaan. Awareness building merupakan langkah sosialisasi awal untuk membangun kesadaran mengenai arti penting GCG dan komitmen bersama dalam penerapannya.(Jakarta: Ray Indonesia 2006). 2. Edisi kedua. pengungkapan adanya perbedaan pendapat (dissenting mechanism) antar Komisaris dan Direksi. Upaya ini dapat dilakukan dengan Mas Achmad Daniri. 164 Pada umumnya perusahaan-perusahaan yang telah berhasil dalam menerapkan GCG menggunakan pentahapan berikut: a. dan (3) GCG Manual Building. Good Corporate Governance Konsep dan penerapannya dalam konteks Indonesia. hal 128-132 164 Universitas Sumatera Utara . Tahap persiapan Tahap ini terdiri atas 3 langkah utama: (1) Awareness Building. Pentahapan Penerapan GCG Dalam pelaksanaan penerapan GCG di perusahaan adalah penting bagi perusahaan untuk melakukan pentahapan yang cermat berdasarkan analisis atas situasi dan kondisi perusahaan serta tingkat kesiapannya. (2) GCG Assessment.

Berdasarkan hasil pemetaan tingkat kesiapan perusahaan dan upaya identifikasi prioritas penerapan.meminta bantuan tenaga ahli independen dari luar perusahaan. Langkah ini perlu guna memastikan titik awal atau level penerapan GCG dan untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang tepat guna mempersiapkan infrastruktur dan struktur perusahaan yang kondusif bagi penerapan GCG secara efektif. Dengan kata lain GCG Assessment dibutuhkan untuk mengidentifikasi aspek-aspek apa yang perlu mendapatkan perhatian terlebih dahulu. dan diskusi kelompok. lokakarya. Manual ini dapat dibedakan antara manual untuk organ-organ perusahaan dan manual untuk keseluruhan anggota perusahaan. GCG Manual Building adalah langkah berikut setelah assessment dilakukan. penyusunan manual atau pedoman implementasi GCG dapat disusun. GCG Assessment merupakan upaya untuk mengukur atau lebih tepatnya memetakan kondisi perusahaan dalam penerapan GCG saat ini. Penyusunan manual dapat dilakukan dengan bantuan tenaga ahli independen dari luar perusahaan. dan langkah-langkah apa yang dapat diambil untuk mewujudkannya. Universitas Sumatera Utara . Bentuk kegiatan dapat dilakukan melalui seminar. mencakup berbagai aspek sepert: 1) Kebijakan GCG Perusahaan 2) Pedoman GCG bagi Organ-organ Perusahaan.

Upaya sosialisasi perlu dilakukan dengan suatu tim khusus yang dibentuk untuk itu. 8.al. 2005). yang masih perlu dilengkapi dengan upaya pembudayaan dari semua panduan dan pedoman yang bersifat legal dan formal tersebut. Tahap Implementasi Setelah perusahaan memiliki GCG manual. Implementasi harus bersifat top down approach yang melibatkan Pelaksanaan sosialisasi terkait erat dengan pengembangan budaya baru. 165 Universitas Sumatera Utara . Sosialisasi diperlukan untuk memperkenalkan kepada seluruh perusahaan berbagai aspek yang terkait dengan implementasi GCG khususnya mengenai Pedoman Penerapan GCG. Lihat G. Internalisasi Good Corporate Governance dalam proses Bisnis (Jakarta: The Indonesian Institute for Corporate Governance.3) Pedoman Perilaku 4) Audit Committee Charter 5) Kebijakan Disklosur dan Transparansi 6) Kebijakan Manajemen Risiko 7) Roadmap Implementasi b. hal. Suprayitno. Tahap ini terdiri atas 3 internalisasi. langsung dibawah pengawasan Direktur Utama atau salah satu Direktur yang ditunjuk sebagai GCG Champion di perusahaan. langkah selanjut adalah memulai implementasi di perusahaan. berdasarkan roadmap yang telah disusun. sehingga pada akhirnya apa yang diharapkan di dalam berbagai panduan dan pedoman ini akan dapat terlaksana sebagai suatu kebiasaan yang mencerminkan budaya perusahaan yang baru. et. 165 Implementasi adalah kegiatan yang dilakukan sejalan dengan Pedoman GCG yang ada.

dan berbagai peraturan perusahaan. c. Tahap Evaluasi Tahap evaluasi adalah tahap yang perlu dilakukan secara teratur dari waktu ke waktu untuk mengukur sejauh mana efektivitas penerapan GCG telah dilakukan dengan meminta pihak independen melakukan audit implementasi dan scoring atas praktik GCG yang ada. Cit. 3) Memberikan keputusan yang lebih baik dalam meningkatkan kerja ekonomi perusahaan. Penerapan Good Corporate Governance. 2) mendapatkan cost capital yang lebih murah. Implementasi hendaknya mencakup pula upaya manajemen perubahan (change management) guna mengawal proses perubahan yang ditimbulkan oleh implementasi GCG. Internal seluruh proses bisnis perusahaan melalui berbagai prosedur operasi (misalnya prosedur pengadaan dan lain-lain). tetapi benar-benar tercermin dalam seluruh aktivitas perusahaan. sistem kerja. 5) Melindungi Direksi dan Komisaris dari tuntutan hukum. Lihat Indra Surya dan Ivan Yustiawan. Dengan upaya ini dapat dipastikan bahwa penerapan GCG bukan sekadar dipermukaan atau sekadar kepatuhan yang bersifat superfisial. 68 167 Mas Achmad Daniri. hal. memiliki tujuan terhadap perusahaan. hal. 166 Internalisasi adalah tahap jangka panjang dalam implementasi. 1) Memudahkan akses terhadap investasi domestik maupun asing. 4) Meningkatkan keyakinan dan kepercayaan dari stakeholder terhadap perusahaan.Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan. penerapan prinsip GCG secara konkret. 167 Terdapat banyak perusahaan konsultan yang dapat memberikan jasa audit yang demikian. dan di Indonesia ada beberapa perusahaan Secara umum. Op. 166 Universitas Sumatera Utara . (Jakarta: Kencana 2006). Mengesampingkan Hak Istimewa Demi Kelangsungan Usaha. 128.

yang melakukan scoring. Demikian pula setiap transaksi yang mengandung benturan kepentingan akan terlihat gamblang. organ perusahaan harus selalu bertindak semata-mata untuk kepentingan perusahaan. Dalam UUPT. Evaluasi dalam bentuk assessment. Universitas Sumatera Utara . misi. Hal ini menjadi penting karena hanya dengan cara inilah didapat acuan bagi semua pihak dalam perusahaan. menetapkan visi. hal ini dikenal dengan istilah fiduciary duty (menjalankan amanah). Dalam hal membangun GCG dan terkait dengan pengembangan sistem. yang diharapkan akan mempengaruhi perilaku setiap individu dalam perusahaan yang pada gilirannya akan membentuk kultur perusahaan yang bernuansa GCG. rencana strategis. Jika semua visi berikut penjabarannya dibuat jelas. maka diperlukan langkah-langkah berikut: Pertama. maka koordinasi dalam pencapaian tujuan menjadi semakin mudah. tujuan perusahaan. Evaluasi dapat membantu perusahaan memetakan kembali kondisi dan situasi serta capaian perusahaan dalam implementasi GCG sehingga dapat mengupayakan perbaikan perusahaan yang perlu berdasarkan rekomendasi yang diberikan. audit atau scoring juga dapat dilakukan secara mandatori misalnya seperti yang diterapkan di lingkungan BUMN. serta sistem operasional pencapaiannya secara jelas.

mengembangkan suatu struktur yang menjaga keseimbangan peran dan fungsi organ perusahaan (Checks and balances). dan rem seperti mengendarai sebuah mobil menjadi tidak harmonis. Dewan Komisaris dan RUPS. Direksi menjadi begitu dominan sehingga fungsi kemudi. membangun sistem informasi.Kedua. Keputusan yang diambil perusahaan biasanya dilakukan pada level Direksi. tak heran jika yang muncul adalah munculnya fungsi pengawasan yang seyogiyanya dilakukan Dewan Komisaris. Alhasil. pedal gas. Ketiga. Dua unsur ini menjadi penting meski terjadi perdebatan seru karena ada yang menggugat keabsahan Komisaris Independen. Di antara beberapa kelemahan praktik korporasi di Indonesia. Sebaliknya. salah satu yang mencolok adalah begitu kuatnya pengaruh pemegang saham pengendali yang acap berperan rangkap. Keputusan tersebut Universitas Sumatera Utara . mengharuskan setiap perusahaan tercatat memiliki Komisaris Independen dan komite audit. Dalam rangka memberdayakan fungsi pengawasan Dewan Komisaris. menjabat manajemen perusahaan. baik untuk keperluan proses pengambilan keputusan maupun keperluan keterbukaan informasi material dan relevan mengenai perusahaan. Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui peraturan pencatatan yang dikeluarkannya.

Universitas Sumatera Utara . Keempat. termasuk dalam hal waktu diterimanya informasi tersebut. tepat waktu dan seketika.seyogiyanya didukung ketersediaan informasi yang lengkap. Informasi yang simetris juga memungkinkan tercapainya collective wisdom dalam pengambilan keputusan sehingga keputusan yang dihasilkan akan berkualitas. hal pertama. Kedua. Dalam mengungkap informasi material dan relevan. informasi guna pengambilan keputusan harus dibagikan kepada para pengambil keputusan di perusahaan terutama Direksi dan Komisaris simetris artinya. maka tindakan berikutnya adalah mengembangkan sistem pelaporan internal unit-unit perusahaan yang memasok informasi tersebut. yang harus dilakukan adalah mendefinisikan secara jelas apa yang dimakud informasi material dan relevan tersebut. membuat daftar kewajiban pelaporan dan mengembangkan format-format laporan yang standar. Karena setiap perusahaan mempunyai kekhususan tersendiri. menyeluruh. Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko tanggung renteng dalam pengambilan keputusan oleh Direksi dan Komisaris. seluruh anggota Direksi dan Komisaris harus mendapatkan informasi yang sama satu dengan yang lain. Jika telah diketahui kejelasan perihal informasi material dan relevan.

membangun sistem audit yang handal. Selain mengawasi dan mengendalikan. ketiga komite tersebut adalah komite GCG (termasuk sistem nominasi dan remunerasi para pimpinan puncak). yang tak terbatas pada kepatuhan terhadap peraturan dan prosedur operasi standar. komite pengendalian risiko yang berperan di dalam mengantisipasi risiko perusahaan atau mengkaji halhal yang akan diputuskan Direksi. hubungan antara pemegang saham mayoritas dan minoritas dalam perusahaan haruslah serta harmonis berdasarkan asas kekeluargaan dan itikad baik. dan Komite Audit yang lebih memfokuskan terhadap kajian hal-hal yang sudah diputuskan Direksi. suatu audit internal juga memonitor transaksi yang mengandung benturan kepentingan sekaligus merekomendasikan kepada Direksi bagaimana sebaiknya menyikapi masalah tersebut. Namun dalam praktiknya seringkali Universitas Sumatera Utara . baik pada level kendali Direksi maupun Dewan Komisaris. Idealnya. tetapi juga mencakup pengendalian risiko perusahaan. Pada perusahaan-perusahaan champion corporate governance biasanya tiga fungsi di atas dipisah. Satuan audit internal ini juga bertugas memonitor apakah pelaksanaan GCG sudah dilakukan dengan benar. membangun sistem yang melindungi hak-hak pemegang saham secara adil (fair) dan setara diantara para pemegang saham. Di tingkat Dewan Komisaris.Kelima. Keenam.

Jika transaksi tidak dapat dihindari. harus diungkap apa latar belakangnya dan wajib mendapat persetujuan sebagian besar pemegang saham minoritas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sesuai peraturan yang berlaku. Karena pemegang saham mayoritas yang tidak beritikad baik dapat dengan mudah menyisihkan kepentingan pemegang saham minoritas. perusahaan juga dapat menunjuk staf khusus yang bertugas memonitor transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Universitas Sumatera Utara . Dalam upaya melindungi pemegang saham minoritas. Sebagai jalan keluar maka kewenangan mayoritas yang terkait dengan prinsip one share one vote mesti diimbangi hak minoritas seperti dibukanya kemungkinan hak mengajukan calon Komisaris Independen melalui mekanisme akumulatif voting. membangun sistem pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk pengukuran kinerja. Ketujuh.terjadi ketidakseimbangan terjadi karena adanya peraturan yang memberi kekuasaan dominan bagi pemegang saham mayoritas. Untuk menghindari transaksi dengan menggunakan informasi orang dalam maka perusahaan juga perlu membangun semacam “Tembok Cina” sehingga dapat mendeteksi setiap kebocoran berikut sumbernya secara cepat.

Pertama. 169 168 169 Lihat Keputusan Menteri BUMN Nomor 117/M-MBU/2002. Penerapan GCG pada PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. sistem penilaian kerja pegawai yang efektif akan menjadi mesin pendorong tercapainya pengembangan pilar lainnya. produksi. Kedua. Laporan Tahunan 2007. Political Will Pemerintah untuk mengimplementasikan GCG diwujudkan dengan sarana hukum berupa Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-117/M-MBU/200 tentang Penerapan Praktik Good Corporate Governance dan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. pemurnian serta pemasaran ke seluruh dunia sejak tahun 1968. selanjutnya disebut ANTAM. Antam. Universitas Sumatera Utara . PT.Sebagai pendukung pencapaian tujuan perusahaan. 168 E. pengembangan SDM menjadi strategis karena terkait langsung dengan proses kaderisasi dan kelangsungan perusahaan. adalah perusahaan tambang dan logam Indonesia milik negara yang telah melakukan aktivitas eksplorasi. pengembangan SDM merupakan inti dari keberhasilan pengembangan pilar-pilar lainnya. Antam Tbk. eksploitas. Ketiga. proses manufaktur. kesuksesan proses perubahan paradigma merupakan modal dasar terbentuknya kultur perusahaan. “Pencapaian dan Pengkajian untuk Bertumbuh”. Di sini ada tiga hal strategis yang terkait dalam pengembangan SDM.

serta mempertahankan kondisi keuangan perusahaan yang solid. ke pengusaha perhiasan di Indonesia dan luar negeri. Strategi yang dibuat ANTAM untuk mencapai tujuan perusahaan adalah memaksimalkan nilai pemegang saham dengan berfokus pada keunggulan perusahaan. Proyek-proyek perusahaan didesain untuk mengoptimalkan nilai dari cadangan.Antam mengekspor biji nikel ke Jepang dan Cina. Keunggulan perusahaan adalah menemukan. dijual ke Jepang dan Cina. Untuk memaksimalkan nilai. menambang dan mengolah cadangan tersebut. perusahaan akan bergeser dengan meningkatkan kegiatan pengolahan dan pada saatnya akan menghentikan ekspor biji semata. memproses bijih nikel menjadi feronilel untuk dijual ke perusahaan-perusahaan stainless steel di Eropa dan Asia Timur. Bauksit ANTAM yang merupakan bahan baku untuk aluminium. Strategi perusahaan berawal dari jumlah cadangan yang merupakan faktor terpenting bagi perusahaan pertambangan. ANTAM juga menjual emas dan produk sampingan dari proses pemurnian emas. Perusahaan akan bekerja sama dengan mitra perusahaan kelas dunia untuk Universitas Sumatera Utara . ANTAM satu-satunya pabrik yang mengoperasikan pemurnian logam mulia di Indonesia. Perusahaan memiliki konsumen yang terdiversikasi dan tersebar di seluruh dunia sehingga perusahaan tidak tergantung pada satu pasar semata dan juga pada China boom. menjalankan operasi yang berkelanjutan. yaitu perak. Saat ini perusahaan memiliki cadangan nikel dan bauksit yang besar serta cadangan emas yang memadai.

6). Perusahaan juga tidak akan mengambil risiko finansial dan akan menjaga kondisi neraca yang kuat dengan jumlah hutang yang rendah.8). Perusahaan Terbaik Asia 2006. Anugerah Business Review 2006: (1) Sekretaris Perusahaan Terbaik (2) Program Kemitraan UMKM & Bina Lingkungan Terbaik (3) Kinerja Keuangan. ANTAM telah menerima berbagai macam penghargaan antara lain: a. b.mengembangkan proyek-proyek ini yang akan didanai melalui hutang secara agresif tanpa recourse ANTAM serta memiliki tingkat imbal hasil ekuitas minimal 15%. Perusahaan bukanlah yang ingin meraih keuntungan semata secara cepat dan lebih berfokus pada profitabilitas yang berkelanjutan dan bersifat jangka panjang. Sejak didirikan pada tahun 1968 hingga pada tahun 2009. LACP International 2005 Annual Report Award: (1) Top 16 dari 1900 peserta 16 negara (2) Pemenang Platinum untuk kategori Materi (3) Pemenang Emas untuk kategori Cover Terbaik c. Finance Asia : (1) Tata Kelola Perusahaan Terbaik (No. saham dan Dewan Komisaris Terbaik II (4) Korporasi Terbaik III (5) Emiten Terbaik II Investor Award 2006 Universitas Sumatera Utara . 10). (2) Hubungan Investor Terbaik (No. (3) Komitmen terhadap Dividen Yang Tinggi Terbaik (No.

Nilai-nilai. Visi 2010 ANTAM adalah “Menjadi perusahaan pertambangan berstandard internasional yang memiliki keunggulan kompetitif di pasar Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) mengemukakan pentingnya menetapkan kompetensi inti dan mengaitkannya dengan Visi. 365 170 Universitas Sumatera Utara . Tanggung jawab terhadap Standar Etika. Misi dan Nilai-nilai Perusahaan 170. dan Pelanggaran Atas Standar Etika Perusahaan. Kebijakan Perilaku Perusahaan. (Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Code of Conduct (Pedoman Perilaku) menggunakan istilah “Standar Etika Perusahaan” yang melingkupi Visi. GE Way and Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence. Tujuan dan Obyek Standar Etika. lingkungan kompetitif dan rencana-rencana tindakan (Action Plans). Vincent Gaspersz.(6) Website Terbaik dalam Indonesia Sustainability Reporting Award 2008 (7) Piagam Terbaik dalam kriteria teknis untuk Praktik Tata Kelola Perusahaan (8) Untuk kategori kapitalisasi pasar kecil/sedang di Asia Pasifik dari IR Global Rankings (9) Medali Emas dalam International Conference on quality control circles (10) Piagam Pratama kategori Perunggu (Safety Award) tahun 2006 dari Kementerian ESDM Pada ANTAM. hal. Misi. Komitmen Perusahaan. 2007).

(2) Beroperasi secara efisien (berbiaya rendah). dan (4) Berpartisipasi di dalam menyejahterakan masyarakat di sekitar daerah operasi penambangannya. Pedoman Kebijakan Manajemen Standar Etika Perusahaan. ANTAM berkomitmen untuk selalu berupaya meningkatkan kualitas insan ANTAM dengan memberikan pelatihan dan pengajaran Standard Etika Perusahaan. emas. Penjabaran dari keempat nilai tersebut adalah sebagai berikut: 1) Pengembangan Diri Setiap insan ANTAM harus mempunyai kesadaran yang tinggi dan kemauan yang keras untuk selalu mengasah dan meningkatkan keterampilan serta pengetahuan dalam rangka pengembangan diri insan ANTAM secara berkesinambungan. 12. Memaksimalkan shareholders dan stakeholders value.global”. Sedangkan untuk Misi. dan Reputasi). 88. Harmoni. Corporate Culture Challenge to Excellence (Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Integritas. 171Sedangkan Misi ANTAM adalah : (1) Menghasilkan produkproduk berkualitas tinggi yaitu nikel. Djoko Santoso mengutip pendapat Seven Habits dan Stephen R. guna menciptakan kesatuan komite yang kuat. PT Antam Tbk. hal. Senge bahwa Visi adalah apa? Yaitu gambaran masa depan yang ingin kita capai. mengutip pendapat Peter M. 2007) hal. Covey mengatakan Misi organisasi merupakan sesuatu yang merefleksikan visi dan nilai-nilai bersama. 171 Universitas Sumatera Utara . 172 Djoko Santoso. 172 Adapun nilai-nilai dasar yang dianut jajaran perusahaan dan diwujudkan dalam praktik bisnis sehari-hari adalah PIONIR (Pengembangan Diri. dan mineral lain dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja serta memperhatikan kelestarian lingkungan. (3) Meningkatkan kesejahteraan karyawan.

terarah dan adil kepada setiap insan ANTAM. Dengan segenap hati. Setiap pemimpin ANTAM didorong untuk mengembangkan kemampuan serta ketrampilan insan ANTAM dalam jajarannya guna menciptakan sumber daya manusia yang tangguh serta melahirkan pemimpin-pemimpin yang baru. hal. beretika dan bermoral tinggilah yang menciptakan keuntungan bagi perusahaan. akuntabel. ANTAM bertekad untuk selalu menjunjung tinggi dan menjaga integritas Perusahaan. Proses pengembangan sumber daya manusia dalam ANTAM selalu berorientasi pada pencapaian unjuk kerja yang tinggi. 173 2) Integritas Dalam menjalankan usahanya.John Aldrige. setiap Insan ANTAM harus memberikan komitmennya untuk: Siswanto Sutojo-E. 92 mengemukakan bahwa: “It is the men and the management who make profit”. Good Corporate Governance. hal ini dimaksudkan manajemen dan para karyawan yang profesional. setiap Insan ANTAM harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta menjadikannya sebagai dasar dari segala pikiran perasaan dan perilaku dalam bekerja. ANTAM bertekad untuk menciptakan kesempatan untuk maju yang sama dan seluas-luasnya untuk setiap insan ANTAM. Sebagai bagian dari Perusahaan.secara berkesinambungan. PT Damar Mulia Pustaka 2008. 173 Universitas Sumatera Utara .

ANTAM berkomitmen untuk menciptakan hubungan yang harmonis serta membangun hubungan kemitraan yang saling menguntungkan dengan stakeholders (Pemegang Saham. (c) Memberikan dedikasinya terhadap ANTAM. Mitra Kerja dan Masyarakat).(a) Bekerja keras dalam rangka memberikan kinerja terbaik bagi ANTAM. (e) Memupuk rasa memiliki atas perusahaan dalam diri masing-masing ANTAM. Pemerintah. yang pada akhirnya akan menciptakan peningkatan produktivitas kegiatan operasi. (b) Menegakkan disiplin yang tinggi dalam bekerja. setiap Insan ANTAM harus mampu untuk bekerja sama dengan Insan Antam lainnya untuk mengembangkan solusi yang inovatif dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. (d) Selalu konsisiten untuk melaksanakan apa yang telah disepakati untuk dilaksanakan. untuk meningkatkan loyalitas pada Universitas Sumatera Utara . Kerja sama tim diarahkan untuk menciptakan sinergi antar unit dalam perusahaan. 3) Harmoni Untuk menciptakan budaya kebersamaan dalam perusahaan.

ANTAM akan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis serta seluruh peraturan perundangan yang berlaku. Antam berpegang teguh pada asas fairness (kewajaran) yaitu keadilan dan kesertaan di dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-117/M-MBU/2002 Tentang Penerapan Praktek GCG pada BUMN Pasal 3 (e). Untuk menjaga reputasi baik perusahaan. Refreshment Program 2010). One day Workshop on Risk Profile (Jakarta: Profil Risiko Reputasi. 4 Universitas Sumatera Utara . Lihat RMCI. hal. baik dalam bekerja maupun dalam berhubungan dengan pihak-pihak di luar ANTAM.ANTAM selalu menjunjung tinggi prinsip keadilan dan keselarasan dalam menjalankan kegiatan usaha serta dalam berinteraksi dengan semua pihak. Setiap Insan ANTAM harus berperilaku sesuai dengan Standar Etika Perusahaan yang telah ditetapkan. 174 4) Reputasi ANTAM akan selalu memastikan bahwa setiap insan Antam berpartisipasi dalam menciptakan dan menjaga reputasi baik perusahaan di mana pun Insan ANTAM berada. diakui bahwa mengelola risiko reputasi sangat penting untuk kesuksesan bisnis secara berkelanjutan. 175 Reputasi lebih bersifat intangible dan tidak mudah dianalisis atau diukur. Meskipun terdapat berbagai tantangan yang disebutkan diatas. Dalam menjalankan kegiatan usahanya. ANTAM akan selalu memenuhi komitmennya untuk selalu menghasilkan produk-produk tambang berkualitas tinggi serta berorientasi pada kepuasan pelanggan. 175 174 Dalam pengelolaan perusahaan secara jelas komitmen pengurus PT.

Lihat Sukrisno Agoes – I Cenik Ardana. 4) Seluruh Insan ANTAM termasuk Komisaris dan Direksi akan melakukan penandatanganan ulang Komitmen Pribadi Standar Etika Perusahan minimal satu tahun sekali. prinsip otonom. 3) Seluruh Mitra Kerja Perusahaan (konsultan.176 Setidaknya ada lima prinsip etika bisnis yang dapat dijadikan titiktolak pedoman perilaku dalam menjalankan praktik bisnis menurut Sonny Keraf yaitu. (Jakarta: Penerbit Salemba Empat 2009). Etika Bisnis dan Profesi. prinsip keadilan. hal 127 176 Universitas Sumatera Utara .Dalam menjalankan usahanya. Untuk mencapai hal tersebut maka: 1) Seluruh insan ANTAM harus menjunjung tinggi dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai standar perilaku yang tercantum dalam Standar Etika Perusahaan. kontraktor dan rekanan kerja) harus memahami dan mentaati ketentuan-ketentuan yang terkait dari Standar Etika Perusahaan ini. prinsip kejujuran. ANTAM berkomitmen untuk mencapai level tertinggi dari pelaksanaan nilai-nilai serta etika bisnis. 2) Seluruh pimpinan dari setiap tingkatan dalam perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa Standar Etika Perusahaan ini dipatuhi dan dijalankan dengan baik oleh setiap Insan ANTAM pada jajaran masing-masing. prinsip saling menguntungkan dan prinsip integritas moral.

Lebih jauh lagi pentingnya kesadaran bahwa setiap fungsi/pekerjaan di dalam perusahaan bersifat “melayani” pihak lain atau masyarakat sehingga setiap orang harus bersikap profesional. yaitu menguasai ilmu pengetahuan (knowledge). 121. Yang dimaksud dengan Insan Antam adalah manusia-manusia Antam yang mempunyai atribut Antam dan atau yang bertindak atas nama Antam. 2) Sebagai sarana untuk menciptakan dan memelihara lingkungan kerja yang positif dan yang mendukung perilaku-perilaku etis dari seluruh Insan Antam. 177 Universitas Sumatera Utara . 3) Sebagai sarana untuk meningkatkan kepekaan perusahaan dan Insan Antam terhadap nilai-nilai etika bisnis dengan mengembangkan diskusi-diskusi atau pengembangan wacana mengenai etika. hal. 177 Obyek standar etika perusahaan adalah pihak-pihak yang wajib mematuhi dan melaksanakan Standar Etika Perusahaan ANTAM yaitu : 1) Seluruh Insan Antam semua level. Ibid. keterampilan (skill) dan sikap serta perilaku etis (ethical attitude and behaviour) yang relevan dengan pekerjaannya.Adapun tujuan dan maksud dari penyusunan Standar Etika Perusahaan adalah agar dapat dimanfaatkan : 1) Sebagai petunjuk praktis dan pedoman perilaku bagi seluruh Insan Antam yang harus dipatuhi dalam berinteraksi sehari-hari dengan semua pihak serta harus dijadikan landasan berpikir dalam proses pengambilan keputusan.

hal. Buchari Alma mengemukakan bahwa dalam dunia bisnis semua orang tidak mengharapkan memperoleh perilaku tidak jujur sesamanya. apabila Insan Antam mempunyai pertanyaan mengenai pelaksanaan Standar Etika Perusahaan. Akan tetapi bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bidang bisnis yang dilandasi oleh rasa keagamaan mendalam menyadari perilaku jujur akan memberikan kepuasan tersendiri dalam kehidupan di dunia maupun akhirat. Praktek manipulasi tidak akan terjadi jika dilandasi dengan moral tinggi bisnis itu sendiri.2) Anak perusahaan dan afiliasi di bawah pengendalian adalah anak perusahaan atau badan usaha lain yang dimiliki Antam. 3) Mitra Kerja seperti kontraktor. Lihat Buchari Alma. baik secara langsung maupun tidak langung. 178 Sehubungan dengan itu. karena nilai etika hanya ada dalam hati nurani seseorang. Masalahnya ialah tidak ada hukuman yang tegas terhadap pelanggaran etika tersebut. Satuan Kerja Human Resources. Satuan Kerja Affairs atau pihak-pihak yang telah ditetapkan oleh Direksi. dengan lebih dari 50% hak suara Antam memiliki kemampuan untuk mengendalikan badan usaha tersebut. Insan ANTAM memiliki tanggung jawab sebagai berikut : 1) Mempelajari secara detail Standar Etika Perusahaan yang terkait dengan pekerjaannya. 183 178 Universitas Sumatera Utara . Pengantar Bisnis (Bandung: Penerbit Alfabeta 2008). konsultan dan rekanan kerja. Etika mempunyai kendali intern dalam hati. 2) Menghubungi atasan langsung. Setiap Insan Antam harus memahami standar etika yang dituangkan dalam Standar Etika Perusahaan ini.

(Bandung: Penerbit Alfabeta 2008). yang selalu mengawasi kegiatan mereka. Membangun dan menjaga budaya kepatuhan terhadap Standar Etika Perusahaan melalui: a) Secara pribadi mendorong kepatuhan terhadap Standar Etika Perusahaan. setiap dijumpai masalah mengenai kemungkinan pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan. 179 Universitas Sumatera Utara . 4) Bersedia untuk bekerjasama dalam proses investigasi terhadap kemungkinan pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan. melaporkan kemungkinan pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan.3) Segera membicarakan kepada pihak-pihak yang telah ditetapkan oleh Direksi. Lihat Buchari Alma kemudian mnegaskan orang-orang bisnis diharapkan bertindak secara etis dalam berbagai aktivitasnya dimasyarakat.185. b) Melakukan pengawasan secara teratur mengenai programprogram yang bertujuan untuk mendorong kepatuhan Insan Antam terhadap Standard Etika Perusahaan. yaitu para Pimpinan ANTAM memiliki tanggung jawab sebagai berikut : 1). 179 Pada jajaran yang lebih tinggi. Diharapkan orang bsinis. Pengantar Bisnis. Hal. Buchari Alma. memiliki standar etika yang lebih tinggi di masyarakat karena mereka langsung berhadapan dengan masyarakat. c) Memberikan contoh yang baik dalam cara bersikap maupun dalam bertindak sehari-hari.

afiliasi dan melakukan sosialisasi kepada mitra kerja agar pihak-pihak tersebut mengerti dan memahami Standar Etika Perusahaan secara menyeluruh. 5) Mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan melalui: a) Memastikan bahwa risiko kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Standar Etika Perusahaan yang berhubungan dengan proses bisnis dapat diidentifikasi secara dini dan sistematis.2) Memastikan bahwa setiap Insan Antam mengerti bahwa ketaatan atas Standar Etika Perusahaan sama pentingnya dengan pencapaian unjuk kerja. b) Melakukan identifikasi dan melaporkan sesuai prosedur yang ditetapkan terhadap kegiatan anak perusahaan. 4) Mempertimbangkan masalah kepatuhan terhadap Standar Etika Perusahaan dalam mengevaluasi dan memberikan penghargaan pada Insan Antam. c) Memastikan dilaksanakannya pendidikan dan pelatihan tentang Standar Etika Perusahaan bagi seluruh Insan Antam. anak perusahaan. 3) Mendorong Insan Antam untuk bertanya mengenai berbagai masalah integritas dan etika bisnis. afiliasi serta mitra kerja yang dapat menimbulkan kemungkinan pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan. Universitas Sumatera Utara .

6) Melakukan deteksi atas kemungkinan pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan melalui: a) Menerapkan pengawasan melekat untuk memperkecil risiko kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Standar Etika Perusahaan. b) Menciptakan sistem pelaporan atas kemungkinan- kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Standard Etika Perusahaan yang sesuai untuk melindungi kerahasiaan dari Insan Antam yang melaporkan. b) Memberikan tindakan-tindakan indisipliner yang sesuai. c) Memastikan dilaksanakannya evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan Standar Etika Perusahaan oleh Satuan Kerja Internal Audit untuk menilai efektifitas pelaksanaan dan cara memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada. 7) Menindaklanjuti laporan kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Standar Etika Perusahaan melalui: a) Memperbaiki secara cepat kekurangan yang dijumpai dalam penilaian kepatuhan atas pelaksanaan Standar Etika Perusahaan. c) Melakukan konsultasi dengan Satuan Kerja Legal Affairs jika pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan yang Universitas Sumatera Utara .

180 Dalam pengelolaan dan pengoperasian perusahaan. 180 Universitas Sumatera Utara . 2) Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Pertambangan. 8) Hubungan dengan Pemasok. 3) Kesempatan Kerja Yang Adil. 10) Kerahasiaan Informasi. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. merumuskan Kebijakan Perilaku Perusahaan mencakup.Antam Tbk. 5) Pembayaran tidak wajar. PT. Persamaan dan Penghormatan Hak Asasi Manusia Antam percaya bahwa hak asasi manusia adalah sesuatu yang bersifat universal. ANTAM berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap kegiatan operasi perusahaan tidak melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia. 6) Hadiah dan hiburan. ANTAM mendorong usaha-usaha untuk menjamin terpenuhinya hak asasi manusia serta mempertimbangkan setiap akibat dari kegiatan operasi terhadap masyarakat sekitar. 7) Hubungan dengan Pemerintah. 11) Pengawasan dan penggunaan Aset. 9) Perdagangan Internasional. 1) Persamaan dan penghormatan pada HAM. 4) Benturan kepentingan. 1) Standar Etika : a) Memastikan bahwa seluruh Insan ANTAM memahami peraturan perundangan mengenai hak asasi manusia. Pedoman KebijakanManajemen Standar Etika Perusahaan (Jakarta: 2007) hal 27-47. 12) Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI).terjadi memerlukan campur tangan penegak hukum atau pihak yang berwajib. ANTAM memiliki Kebijakan Perilaku Perusahaan dalam berbagai hal sebagai berikut : 1.

serikat pekerja atau karyawan.b) Memastikan bahwa masyarakat sekitar turut merasakan kesejahteraan yang diciptakan ANTAM serta menghormati hak asasi yang dimilikinya. f) Mengembangkan sikap-sikap menghargai hak asasi manusia pada pihak ketiga yang bekerja sama dengan atau yang mewakili ANTAM. d) Melakukan analisa yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan bekerja sama dengan organisasi di luar perusahaan seperti Pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pada tahap awal setiap proses pengembangan usaha. khususnya di dalam analisis dampak sosial dalam penyusunan dokumen AMDAL. Universitas Sumatera Utara . c) Mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam menangani konflik yang mungkin terjadi dengan masyarakat. 2) Hal-hal yang harus diperhatikan : a) Dampak negatif dari kegiatan operasi ANTAM terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. e) Bekerja sama dengan Pemerintah dan LSM yang terkait untuk menghindari pelanggaran atas hak-hak yang terkait dengan kepemilikan dari masyarakat setempat.

e) Penggunaan kekerasan yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan masalah-masalah ketenagakerjaan atau masyarakat sekitar. dimana berdasarkan UUPT No. g) Kemungkinan terjadinya hal-hal yang dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Mitra Kerja ANTAM. f) Penggunaan tenaga kerja anak-anak. norma dan budaya masyarakat setempat. 40 Tahun 2007 Pasal 74 ayat (1) berbunyi. d) Pelanggaran hak-hak yang terkait dengan kepemilikan dari masyarakat. Keselamatan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Pertambangan. Pemerintah atau LSM yang terkait. Ketentuan ini bermaksud menciptakan hubungan Perseroan yang serasi. c) Keterlibatan aparat keamanan yang kontra produktif. nilai. Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. ANTAM berkomitmen untuk mencapai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Pertambangan (K3LP) yang PT. 181 Universitas Sumatera Utara . Antam secara konsepsional menerapkan asas pada GCG khususnya asas pertanggung jawaban (responsibilitas) yaitu kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan per-undang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. 181 2. seimbang dan sesuai dengan lingkungan.b) Memburuknya hubungan atau munculnya konflik dengan masyarakat sekitar.

emisi dan penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). c) Mengurangi limbah. baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini merupakan tanggung jawab dari pimpinan dan seluruh Insan ANTAM. b) Menciptakan dan menjaga lingkungan kerja yang aman serta mencegah terjadinya kecelakaan di tempat kerja. 1).tinggi. d) Menghilangkan risiko-risiko yang tidak wajar baik dari kegiatan operasi maupun produk-produk yang dihasilkan. g) Setiap Insan ANTAM harus memahami seluruh prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Pertambangan yang telah ditetapkan. Standar Etika a) Mematuhi semua peraturan perundangan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Pertambangan yang berlaku. e) Menangani masalah pencemaran lingkungan yang terjadi dengan efektif dan efisien. Universitas Sumatera Utara . f) Setiap Insan ANTAM harus mengikuti pelatihan mengenai peraturan perundangan dan kebijakan perusahaan mengenai Keselamatan Pertambangan.

perlindungan pendengaran (ear plug). b) Kelalaian untuk mematuhi peraturan dan prosedur mengenai keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan. pelampung (life vest) dan sebaginya. apabila dirasakan perlu oleh manajemen Antam.h) Setiap Insan Pertambangan harus bersedia untuk melaksaanakan pemeriksaan kesehatan. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a) Kegiatan atau kondisi-kondisi yang tidak aman seperti: (1) Kelalaian menggunakan alat pengaman diri seperti helm pengaman (safety helmet). sepatu pengaman (safety shoes). (4) Pintu keluar kebakaran yang terhalang. (2) Bahaya atau kecelakaan kerja serta kerusakan lingkungan yang timbul. (1) Keluhan-keluhan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja yang muncul dari Insan Antam. kaca mata pengaman (safety goggle). (3) Kabel listrik yang terbuka dan tidak aman. Universitas Sumatera Utara . (2) Bahan kimia yang tidak diberi label.

Kesempatan Kerja yang Adil ANTAM berkomitmen untuk menciptakan kesempatan kerja yang adil. b) menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan hidup dan c) mentaati ketentuan tentang baku mutu lingkungan hidup dan/atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. termasuk di dalamnya peraturan yang mengatur kebebasan untuk berserikat.(3) Ketidakmampuan dalam mengurangi jumlah dan dampak dari Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). 182 Universitas Sumatera Utara . akurat. kualifikasi (seperti pendidikan pengalaman. b). Mentaati peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. berkumpul dan mengemukakan pendapat. terbuka dan tepat waktu. setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban: a) memberikan informasi yang terkait dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara benar. Pasal 68 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menegaskan bahwa. PT Antam sangat peduli dengan ketentuan dimaksud dengan penjabaran yang jelas dan lugas. 182 3. termasuk di dalamnya larangan terhadap segala bentuk diskriminasi. Menggunakan kriteria kemampuan. ANTAM memberikan kesempatan yang sama dan perlakuan yang adil kepada seluruh Insan Antam. kompetensi dan lain-lain) dan kriteria lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan sebagai satusatunya dasar bagi semua keputusan yang berkaitan dengan Insan ANTAM dan pelamar kerja. 1) Standar Etika a).

kewarganegaraan. email. Antam berhak untuk memonitor penggunaan aset-aset perusahaan seperti komputer. umur. warna kulit. d). Menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari pelecehan. seksual.c). cacat. umur. jenis kelamin (termasuk kehamilan). preferensi seksual. (termasuk kehamilan). pemberian kompensasi serta pemberian syarat lain mengenai kesempatan kerja tanpa memperhatikan latar belakang agama/kepercayaan. kewarganegaraan. cacat. seperti pelecehan terhadap seseorang karena latar belakang agama/kepercayaan. Universitas Sumatera Utara . menjaga dan menyimpan data pribadi mereka sesuai dengan petunjuk dan prosedur yang berlaku. warna kulit. status veteran atau karakteristik lain yang dilindungi oleh hukum. preferensi ras/suku jenis kelamin bangsa. Untuk keperluan perusahaan. hubungan pribadi (pertemanan dan kekerabatan). f). informasi mengenai hak kekayaan intelektual milik ANTAM dan sebagainya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. telepon. ras/suku bangsa. Melakukan rekruitmen tenaga kerja. e). status veteran atau karakteristik lain yang dilindungi oleh hukum. pelatihan. Menghormati hak pribadi Insan ANTAM dengan menggunakan.

b). atau keputusan lain yang berkaitan dengan Insan ANTAM. Membicarakan hal-hal yang berkonotasi seks yang tidak menyenangkan dengan Insan ANTAM lain. ANTAM menyadari bahwa setiap Insan ANTAM mempunyai hak untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan keuangan.2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a). Mempertimbangkan ras. jenis kelamin. Melakukan pelanggaran terhadap hukum ketenagakerjaan. jenis kelamin dan sebagainya. agama. e). umur. mengkompensasikan. asal negara. agama. f). status veteran atau karakteristik lain yang dilindungi hukum sebagai faktor dalam mempekerjakan. warna kulit. d). kewenangan atau persetujuan dari subyek yang bersangkutan. Memberitahukan data Insan ANTAM kepada orang yang tidak memiliki kepentingan usaha. c). mempromosikan. preferensi seksual. Menolak bekerja sama dengan individu tertentu karena ras. Suasana kerja yang tidak nyaman seperti menceritakan lelucon atau memperlihatkan barang yang mengejek atau menyinggung anggota masyarakat dari etnis atau ras tertentu. hubungan pribadi (pertemanan dan kekerabatan). cacat fisik. usaha dan Universitas Sumatera Utara .

Universitas Sumatera Utara . faksimil. komputer dan lain-lain. Insan ANTAM tidak boleh menyalahgunakan sumber daya atau pengaruh ANTAM sehingga dapat mendiskreditkan nama baik dan reputasi ANTAM. satuan kerja human resources atau satuan kerja legal affairs perusahaan. Memberitahukan kegiatan Insan ANTAM di bidang kegiatan keuangan diluar perusahaan atau usaha lain atau segala hubungan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan. Menghindarkan diri dari tindakan penyalahgunaan sumber daya ANTAM.kegiatan lain yang sah diluar pekerjaan Insan ANTAM dengan tetap memperhatikan kewajiban Insan ANTAM kepada perusahaan. email. b). waktu dan fasilitas ANTAM termasuk peralatan kantor seperti telepon. Kegiatan tersebut harus sah dan bebas dari konflik kepentingan dengan tanggung jawab mereka sebagai Insan ANTAM. Insan ANTAM berkewajiban untuk memberikan semua informasi mengenai hal tersebut dalam penjelasan tertulis kepada atasan. c). 1) Standar Etika a). hak milik intelektual. Menghindari tindakan atau hubungan yang dapat memunculkan konflik dengan pekerjaan atau kepentingan ANTAM.

d). Menerima secara pribadi diskon atau keuntungan lain dari pemasok. dimana Antam mungkin mempunyai hubungan usaha dengan badan tersebut atau mempunyai pengharapan untuk memperoleh bantuan keuangan atau bantuan lain dari ANTAM. Universitas Sumatera Utara . sementara Insan ANTAM berada di posisi yang dapat mempengaruhi atau dipandang dapat mempengaruhi keputusan ANTAM atas si pemberi hadiah tersebut. Melakukan pekerjaan paruh waktu dimana Insan ANTAM dapat terdorong untuk melakukan pekerjaan tersebut selama jam kerja aktif ANTAM atau menggunakan peralatan atau material ANTAM. Memiliki hubungan keuangan dengan suatu perusahaan dimana Insan ANTAM secara pribadi dapat mempengaruhi hubungan usaha Antam dengan perusahaan tersebut. Mendapatkan persetujuan dari atasan langsung sebelum menerima posisi sebagai pejabat pada dewan dalam suatu LSM. b). Menerima hadiah dari pemasok. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a). pelanggan atau pesaing.d). penyedia jasa atau pelanggan. c). yang tidak diberikan kepada masyarakat umum atau Insan Antam yang lain dalam situasi yang serupa.

i). f). Menerima tawaran untuk membeli saham dari perusahaan lain.e). Mempunyai preferensi khusus dalam mempekerjakan atau membuat keputusan promosi jabatan mengenai istri. Memberikan perlakuan khusus kepada pemasok yang dimiliki atau dikelola oleh keluarga atau sahabat dekat. Hubungan pribadi. Menyalahgunakan sumber daya ANTAM. 4. asmara atau hubungan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tanggung jawab Insan ANTAM atau dapat menimbulkan munculnya kompromi atas kepentingan ANTAM. ANTAM menyadari bahwa setiap Insan ANTAM mempunyai hak untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan keuangan. keluarga atau sahabat dekat. padahal Insan ANTAM tersebut dalam menjalankan pekerjaannya berhubungan dengan perusahaan itu. usaha dan kegiatan lain yang sah diluar pekerjaan Insan ANTAM dengan tetap memperhatikan kewajiban Insan ANTAM kepada perusahaan. posisi atau pengaruh Insan ANTAM untuk memposisikan atau membantu usaha lain. Benturan Kepentingan (Conflict of Interest). h). Universitas Sumatera Utara . g).

Insan ANTAM berkewajiban untuk memberikan semua informasi mengenai hal tersebut dalam penjelasan tertulis kepada atasan. faksimil. email. c). satuan kerja human resources atau satuan kerja legal affairs perusahaan.Kegiatan tersebut harus sah dan bebas dari konflik kepentingan dengan tanggung jawab mereka sebagai Insan ANTAM. waktu dan fasilitas ANTAM termasuk peralatan kantor seperti telepon. Mendapatkan persetujuan dari atasan langsung sebelum menerima posisi sebagai pejabat pada dewan dalam suatu Universitas Sumatera Utara . Memberitahukan kegiatan Insan ANTAM di bidang kegiatan keuangan diluar perusahaan atau usaha lain atau segala hubungan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan. Menghindari tindakan atau hubungan yang dapat memunculkan konflik dengan pekerjaan atau kepentingan ANTAM. Insan ANTAM tidak boleh menyalahgunakan sumber daya atau pengaruh ANTAM sehingga dapat mendiskreditkan nama baik dan reputasi ANTAM. b). 1) Standar Etika a). komputer dan lain-lain. d). hak milik intelektual. Menghindarkan diri dari tindakan penyalahgunaan sumber daya ANTAM.

d). Melakukan pekerjaan paruh waktu dimana Insan ANTAM dapat terdorong untuk melakukan pekerjaan tersebut selama jam kerja aktif ANTAM atau menggunakan peralatan atau material ANTAM. pelanggan atau pesaing. penyedia jasa atau pelanggan.LSM. c). 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a). Universitas Sumatera Utara . b). Memiliki hubungan keuangan dengan suatu perusahaan dimana Insan ANTAM secara pribadi dapat mempengaruhi hubungan usaha Antam dengan perusahaan tersebut. yang tidak diberikan kepada masyarakat umum atau Insan Antam yang lain dalam situasi yang serupa. Menerima secara pribadi diskon atau keuntungan lain dari pemasok. dimana Antam mungkin mempunyai hubungan usaha dengan badan tersebut atau mempunyai pengharapan untuk memperoleh bantuan keuangan atau bantuan lain dari ANTAM. sementara Insan ANTAM berada di posisi yang dapat mempengaruhi atau dipandang dapat mempengaruhi keputusan ANTAM atas si pemberi hadiah tersebut. Menerima hadiah dari pemasok.

183 Universitas Sumatera Utara . Hubungan pribadi. pihak yang bersangkutan tidak diperkenankan ikut serta. f). Memberikan perlakuan khusus kepada pemasok yang dimiliki atau dikelola oleh keluarga atau sahabat dekat. khususnya mengenai Benturan Kepentingan adalah keadaan dimana terdapat konflik antara kepentingan ekonomis perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi pemegang saham. padahal Insan ANTAM tersebut dalam menjalankan pekerjaannya berhubungan dengan perusahaan itu. Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya harus senantiasa mendahulukan kepentingan ekonomis perusahaan diatas kepentingan pribadi. Mempunyai preferensi khusus dalam mempekerjakan atau membuat keputusan promosi jabatan mengenai istri. keluarga atau sahabat dekat. g).e). Menyalahgunakan sumber daya ANTAM. i). Dalam hal pembahasan dan pengambilan keputusan yang mengandung unsur benturan kepentingan. 183 KNKG pada tahun 2006 dalam Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia tentang Etika Bisnis dan Pedoman Perilaku. h). anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan. asmara atau hubungan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tanggung jawab Insan ANTAM atau dapat menimbulkan munculnya kompromi atas kepentingan ANTAM. Menerima tawaran untuk membeli saham dari perusahaan lain. posisi atau pengaruh Insan ANTAM untuk memposisikan atau membantu usaha lain.

Hadiah dan hiburan”. sesuatu yang berharga (uang. 184 Universitas Sumatera Utara . 184 Kebijakan Pembayaran Tidak Wajar mengatur standar etika dan praktik ANTAM mengenai pembayaran khusus.5. ANTAM tidak mentolerir praktik-praktik yang tidak memenuhi kebijakan ini. Pasal 4. Dalam keadaan apapun. baik secara langsung maupun tidak langsung. Pembayaran yang Tidak Wajar Insan ANTAM dilarang untuk menawarkan dan/atau memberikan sesuatu yang berharga untuk memperoleh suatu keuntungan yang tidak wajar atau perlakuan istimewa dalam melakukan penjualan atas barang atau pemberian jasa atau melakukan transaksi keuangan kepada pejabat Pemerintah atau pihak-pihak lain di luar ANTAM.c. baik kepada pejabat pemerintah maupun pihakpihak di luar ANTAM. 1) Standar Etika a). Untuk itu PT. dilarang keras memberikan. hiburan dan sumbangan politis. menawarkan atau mewenangkan penawaran. barang atau jasa) kepada pejabat pemerintah dan pihak-pihak Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktik GCG . mendorong agar organ dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Antam telah merumuskan dalam Pedoman perilaku tentang larangan “Pembayaran yang tidak wajar. ANTAM akan memproses lebih lanjut pelanggaran atas kebijakan ini sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

di luar ANTAM untuk memperoleh keuntungan yang tidak wajar dan/atau perlakuan istimewa. c). e). d). Apabila facilitating payment seperti diatas dilakukan harus dipastikan bahwa hal tersebut merupakan tujuan yang jelas. ANTAM atau Satuan Kerja Legal Affairs Universitas Sumatera Utara . proses pengembangan usaha ANTAM atau terhadap pelaksanaan suatu kontrak. Dilarang keras untuk memberi hadiah atau pembayaran lain kepada pihak-pihak di luar ANTAM dan pejabat pemerintah untuk mempercepat tindakan administrasi (facilitating payment) tanpa terlebih dahulu mengkonsultasikannya kepada pimpinan Perusahaan. Dilarang keras untuk menyumbangkan dana perusahaan atau aset perusahaan untuk tujuan politik baik di dalam maupun diluar negeri. Kebijakan ini tidak melarang pemberian penggantian yang sah. misalnya untuk akomodasi dan biaya perjalanan yang ditanggung oleh pihak-pihak luar Antam yang secara langsung berkaitan dengan promosi produk dan jasa dari ANTAM. serta secara tepat dan transparan dicatat dalam pembukuan ANTAM. b).

f). g). ANTAM harus melakukan pemeriksaan secara seksama terhadap kepatuhan pihak ketiga tersebut atas standar etika mengenai pembayaran tidak wajar. Mensyaratkan kepada mitra kerja untuk mematuhi ketentuan pembayaran tidak wajar ini dan seluruh peraturan perundangan yang berhubungan dengan hal tersebut. Sebelum bekerja sama dengan pihak ketiga. (3) Memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang dapat mempengaruhi keputusan pelanggan atau pemerintah secara tidak wajar. yang buruk mengenai pembayaran Universitas Sumatera Utara . 2) Hal-hal Yang harus diperhatikan a) Pihak ketiga yang mempunyai hubungan kerja atau yang mewakili ANTAM yang: (1) Pernah dituduh melakukan kegiatan usaha yang tidak sah. (2) Pernah terlibat dalam kasus pembayaran tidak wajar atau mempunyai reputasi tidak wajar. (4) Melakukan pendekatan terhadap Insan Antam pada saat keputusan akan diambil dan menjelaskan bahwa pihak ketiga tersebut mempunyai special arrangement dengan pejabat pemerintah atau pelanggan.

Men BUMN Nomor 117 Pasal 32 tentang Etika Berusaha dan Anti Korupsi. dapat menyebabkan benturan kepentingan serta turunnya kepercayaan publik terhadap integritas perusahaan. 185 Universitas Sumatera Utara . seperti hadiah. Lebih jauh Kep. Oleh karena itu ANTAM menetapkan standar etika yang mengatur secara khusus mengenai penerimaan dan pemberian hadiah serta hiburan dari pihak ketiga di luar perusahaan. b) Setiap pembayaran komisi atau pembayaran lainnya yang dilakukan di negara lain atau menggunakan nama orang lain. hiburan atau bantuan dalam pekerjaan. Hadiah dan Hiburan Penerimaan dan pemberian hadiah. 6.(5) Mendesak untuk menerima komisi pembayaran sebelum ANTAM melakukan pengumuman mengenai keputusan yang diambil. suatu tanda terima kasih dalam kegiatan usaha. sumbangan atau “entertainment” tidak boleh dilakukan pada saat keadaan yang dapat dianggap sebagai perbuatan yang tidak patut. 185 1) Standar Etika a) Dilarang keras menerima atau memberikan hadiah baik dalam bentuk uang maupun barang atau segala bentuk hiburan dalam kondisi yang dapat menimbulkan pandangan ketidakwajaran. c) Pembayaran komisi yang besarnya dianggap signifikan dibandingkan dengan nilai jasa yang diberikan.

yang diperkenankan untuk diterima atau diberikan. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan Universitas Sumatera Utara . (3) Dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka baik secara moril maupun materiil pada pihak-pihak terkait dan masyarakat secara luas. (2) Tidak melebihi kewajaran yang berlaku sesuai dengan adat istiadat serta kebiasaan yang berlaku pada daerah setempat. pemberian khusus maupun hiburan perlu ditetapkan oleh Direksi secara periodik dengan mempertimbangkan hal-hal berikut: (1) Tidak melanggar aturan hukum yang berlaku pada tempat dimana perusahaan beroperasi. d) Tanda terima dari semua hadiah atau hiburan harus dicatat secara jelas dan akurat dalam pembukuan ANTAM.b) Semua hadiah atau hiburan harus diungkapkan kepada atasan langsung dan Satuan Kerja Human Resources. c) Kewajaran atas nilai suatu hadiah. e) Semua pengeluaran yang berhubungan dengan hadiah dan dipertanggungjawabkan dengan jelas. yang kemudian akan memutuskan tindakan-tindakan apa yang akan diambil berkenaan dengan hal tersebut. Hanya hadiah dengan nilai yang wajar atau hiburan yang pantas.

Hubungan dengan Pemerintah ANTAM berkomitmen untuk membangun hubungan dengan semua instansi dan pejabat pemerintah berdasarkan standar etika bisnis dan peraturan perundangan yang berlaku. 2008) hal 150 186 Universitas Sumatera Utara . Public Governance (Jakarta: Penerbit Salemba. Lihat KNKG. pemberian khusus maupun hiburan yang bersifat tidak resmi. 7. c) Mengharuskan semua Mitra Kerja ANTAM untuk mematuhi standar etika hubungan dengan pemerintah yang diterapkan ANTAM. hadiah. Dalam rangka menciptakan situasi kondusif untuk melaksanakan Good Public Governance diperlukan tiga pilar. biaya. b) Membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah selaku pihak regulator dan pemegang saham. Dunia usaha juga berkewajiban untuk berpartisipasi aktif memberikan masukan dalam perumusan dan pelaksanaan peraturan perundangundangan dan kebijakan publik yang bertalian dengan sektor usahanya. b) Pemberian atau penawaran uang. yaitu negara. 186 1) Standar Etika a) Tunduk pada peraturan perundangan yang berlaku khususnya mengenai hubungan dengan pemerintah. dunia usaha dan masyarakat. benda berharga atau kompensasi dalam bentuk apapun yang melebihi kewajaran. komisi. kredit.a) Segala bentuk hadiah. d) Jujur dan transparan dalam berhubungan dengan semua instansi dan pejabat pemerintah.

akurat. serta tidak mengandung hal-hal yang dapat disalahtafsirkan. 8. Hubungan dengan Pemasok ANTAM mendasarkan hubungan perusahaan dengan pemasok pada prinsip-prinsip usaha yang sah. Pelanggaran atas peraturan pemerintah mengenai larangan pemberian hadiah dan peraturan mengenai pemberian hiburan serta prosedur pensertifikatan. jelas. c). Antam mengharapkan agar setiap pemasok selalu menjunjung tinggi Universitas Sumatera Utara . pernyataan. sertifikasi dan pemohonan yang ditujukan kepada pemerintah harus transparan. lengkap. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a) Persyaratan-persyaratan khusus atau pengenaan biaya yang tidak sah sehubungan dengan proses perijinan yang dikeluarkan oleh pemerintah. efisien dan wajar (fair).e) Setiap pelaporan. b) Penyerahan informasi atau data perusahaan yang tidak akurat atau tidak lengkap yang dibutuhkan oleh pemerintah.

lingkungan. d). Lihat KNKG. Melakukan hubungan kerja hanya dengan pemasok yang mematuhi peraturan perundangan yang berlaku dan persyaratan tambahan dari ANTAM. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan Pemasok adalah salah satu mitra bisnis perusahaan. untuk mendapatkan bagian dari volume pembelian ANTAM. 187 1) Standar Etika a) Mengikuti seluruh peraturan pengadaan barang dan jasa yang ditetapkan ANTAM. biaya dan pengiriman yang diharapkan pelanggan. antar pemasok dan ANTAM sebagai sebuah perusahaan. terutama yang berkaitan dengan perburuhan. c) Antam hanya menggunakan pemasok-pemasok yang memenuhi kualifikasi yang ditetapkan ANTAM dan secara konsisten mampu memenuhi standar kualitas. b) Memberikan kesempatan bagi pemasok usaha kecil terutama pengusaha lokal. hak kekayaan intelektual dan pembayaran yang tidak wajar. kesehatan dan keamanan. pada saat melakukan pengadaan atas barang atau jasa yang dibutuhkan.peraturan perundangan yang berlaku dalam berhubungan dengan Insan Antam. maka perusahaan harus memiliki peraturan yang dapat menjamin dilaksanakannya hak dan kewajiban mitra bisnis sesuai dengan perjanjian dan peraturan perundang-undangan. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia (Jakarta: Komite Nasional Kebijakan Governance. 2006) hal 24 187 Universitas Sumatera Utara . Perusahaan dan mitra bisnis berkewajiban untuk merahasiakan informasi dan melindungi kepentingan masing-masing pihak.

a) Pemilihan pemasok yang tidak melalui pelelangan (tender) yang terbuka dan kompetitif. e) Lemahnya kontrol terhadap proses pengadaan perusahaan. ANTAM selalu berusaha untuk menghormati segala Universitas Sumatera Utara . hiburan atau barang lain yang berharga. b) Potensi konflik kepentingan dalam pemilihan pemasok. Pemasok tidak memenuhi persyaratan Antam mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Pertambangan (K3LP) dan peraturan ketenagakerjaan. kecuali yang secara tegas sesuai dengan kebijakan perusahaan. c) Pemilihan pemasok yang dimiliki atau dikelola oleh keluarga atau teman. hadiah. termasuk penerimaan uang. d). Perdagangan Internasional Sebagai perusahaan yang banyak melakukan perdagangan internasional. f) Praktek mark-up harga dan kuantitas. kolusi diantara pemasok dalam penetapan harga (price fixing) maupun pembagian pekerjaan (bid pooling) dan ketergantungan kepada suatu pemasok dalam jangka panjang. 9.

Lihat Dorojatun Kuncoro Djakti. b) Memastikan bahwa semua transaksi internasional Antam yang terkait. Komisaris Independen (Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia. 2004). pelaporan dan penyimpangan dokumen yang disyaratkan. Syarat-syarat transaksi atau pembayaraan yang tidak wajar. c).ketentuan hukum dan peraturan internasional yang berkaitan dengan perdagangan internasional. Antam berketetapan memperhatikan dengan sungguh-sungguh dalam memenuhi harapan pemerintah yang pada intinya agar implementasi good corporate governance (GCG). 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a). c) Berkonsultasi dengan Satuan Kerja Legal Affairs perusahaan apabila terjadi konflik dengan peraturan atau undang-undang negara tujuan. persepsi positif investor terhadap perusahaan Indonesia akan menguat. Transaksi yang melibatkan negara yang diembargo. warga negara atau perwakilan dari negara yang diembargo serta PT. dokumentasi impor. hal 25 188 Universitas Sumatera Utara . 188 1). dokumentasi pengapalan. Pelanggan yang tidak dikenal baik dan tanpa referensi yang meyakinkan. Standar Etika a) Mengikuti semua peraturan perdagangan internasional yang terkait. termasuk masalah perijinan. good corporate governace di Indonesia. b).

Lihat KNKG. Pedoman Umum Good Corporate Governance. Dalam Pedoman Umum Good Corpoprate Governance Indonesia tentang Kerahasian Informasi merumuskan bahwa anggota Dewan Komisaris dan Direksi.individu atau badan yang sedang dikenai sanksi oleh pemerintah. 10. Pelanggaran ini meliputi suami atau isteri. peraturan perusahaan dan kelaziman dalam dunia bisnis. pialang (broker) dan Insan ANTAM lainnya (kecuali rekan kerja yang perlu mengetahui tentang hal tersebut). pemegang saham serta karyawan perusahaan harus menjaga kerahasiaan informasi perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 2006). sanak saudara dari rekan di rumah. 189 1) Standar Etika a) Setiap Insan ANTAM tidak diizinkan untuk membicarakan “informasi material” mengenai perusahaan kepada siapapun. (Jakarta: Komite Nasional Kebijakan Governance. b) Setiap Insan ANTAM tidak diperbolehkan untuk melakukan jual beli saham perusahaan apabila mereka memiliki informasi yang dapat mempengaruhi harga saham ANTAM tersebut. rekan di rumah. Kerahasiaan Informasi Kebijakan kerahasiaan informasi perusahaan disusun untuk menjamin keamanan informasi dan memastikan bahwa informasi yang perlu diungkapkan oleh ANTAM. hal 10 189 Universitas Sumatera Utara . telah secara adil dan merata disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan tanpa adanya perlakuan istimewa untuk pihak tertentu.

Semua dokumen yang telah dibuat oleh Insan Antam yang bersangkutan menjadi hak milik perusahaan sepenuhnya. Universitas Sumatera Utara . dilarang keras mengambil informasi-informasi rahasia sebelum meninggalkan perusahaan. perusahaan melarang keras penggunaan yang tidak sah atau pemberian informasi rahasia tersebut kepada pihak eksternal tanpa sepengetahuan corporate security perusahaan. f) Bagi Insan ANTAM yang tidak bekerja lagi di perusahaan. standar dan prosedur operasi perusahaan. d) Informasi yang dianggap sebagai rahasia meliputi rencana bisnis dan strategi perusahaan. hak kekayaan intelektual ataupun informasi-informasi penting lainnya yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan apabila tersebar ke luar ANTAM. e) Untuk seluruh Insan ANTAM yang masih bekerja di Antam. dokumen-dokumen internal yang ditandatangani manajer perusahaan. kecuali apabila informasi tersebut telah dipublikasikan. Sebelum meninggalkan perusahaan.c) Persetujuan dari Manajemen Senior harus diperoleh sebelum Insan ANTAM melakukan jual beli saham perusahaan lain yang mempunyai hubungan bisnis dengan Antam. hasil-hasil penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam proses produksi.

ANTAM melarang keras pemalsuan identitas dengan Universitas Sumatera Utara . j) Mencari informasi rahasia dari Insan ANTAM yang baru yang pindah dari perusahaan lain tidak diperbolehkan. k) Upaya pengumpulan informasi dari perusahaan lain harus dilaksanakan dengan sepengetahuan pimpinan satuan kerja terkait. seperti memata-matai.Insan ANTAM tidak diperkenankan untuk membawa dokumen apa pun. g) Perusahaan menghormati hak-hak kepemilikan informasi perusahaan lain dan mengharuskan Insan Antam untuk mentaati semua peraturan perundangan yang berkaitan dengan masalah hak kepemilikan informasi. h) Mengumpulkan informasi mengenai perusahaan lain diperkenankan sepanjang informasi tersebut didapatkan dari sumber-sumber yang sah. l) Bagi Insan ANTAM yang tidak bekerja lagi di perusahaan. perusahaan melarang keras pengumpulan informasi eksternal yang dilakukan secara tidak sah. atau dengan memalsukan identitas diri. seperti media massa ataupun press release dari perusahaan tersebut. i) Bagi Insan ANTAM yang masih bekerja di perusahaan. mencuri informasi.

harap menghubungi corporate secretary. c). 190 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a) Pengendalian yang tidak mencukupi seperti hal-hal yang memungkinkan akses oleh orang yang tidak berwenang terhadap informasi ANTAM yang material. yang dapat disinyalir sebagai informasi orang dalam. 190 Universitas Sumatera Utara . b) Penyampaian atau permintaan penyampaian informasi rahasia ANTAM atau informasi mengenai pelanggan dan pemasok ANTAM oleh pihak-pihak yang tidak memiliki wewenang untuk memperoleh informasi tersebut.menggunakan nama ANTAM untuk memperoleh informasi rahasia dari perusahaan lain. Penjelasan Pasal 20 Undang-Undang No. m) Apabila ada keraguan ataupun masalah yang timbul dalam kaitannya dengan masalah informasi perusahaan. 19 Tahun 2003. menjelaskan bahwa Sekretaris Perusaan (Corporate Secretary) berfungsi untuk memastikan bahwa Persero mematuhi peraturan tentang persyaratan keterbukaan sejalan dengan penerapan prinsip good corporate governance. Penyampaian atau penerimaan informasi non publik tentang ANTAM ataupun perusahaan lain yang dapat mempengaruhi keputusan untuk menjual atau membeli saham atau efek dari ANTAM atau perusahaan lain tersebut.

dan aset lain yang digunakan dan dilindungi secara optimal. penggelapan (embezzlement) dan kecurangan (fraud). hak milik intelektual. d) Insan ANTAM dilarang untuk menggunakan aset perusahaan selain untuk kepentingan perusahaan. keuangan. keuangan dan lainnya harus dilindungi dari penggunaan-penggunaan yang tidak sah. diri dari asset perusahaan yang kerugian-kerugian Universitas Sumatera Utara .11. b) Seluruh aset perusahaan harus digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Pengawasan dan Penggunaan Aset Standar etika pengawasan dan penggunaan aset ditujukan untuk memastikan seluruh aset fisik. e) Perusahaan harus menerapkan proses pengendalian yang efektif dan efisien atas penggunaan untuk menghindarkan mungkin terjadi. 1) Standar Etika a) ANTAM mengikuti standar akuntansi dan pelaporan yang berlaku umum dalam mencatat dan melaporkan aset perusahaan. c) Seluruh aset perusahaan baik fisik.

dipindahtangankan atau dihapusbukukan secara tidak sah. aset perusahaan selain untuk kepentingan 12. hak cipta. Satuan Kerja Human Resources. faktur atau jam kerja yang salah. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a) Penggunaan perusahaan. Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Hak Atas Kekayaan Intelektual (meliputi paten. rahasia dagang. Satuan kerja Legal Affairs dan pihak-pihak yang telah ditunjuk Direksi. b) Aset fisik atau sumber daya lainnya yang digunakan secara berlebihan. dan kepemilikan informasi lainnya yang dimiliki perusahaan) merupakan salah satu aset yang paling berharga bagi setiap perusahaan. merk dagang. Universitas Sumatera Utara . kepada atasan langsung.f) Insan ANTAM berkewajiban untuk melaporkan indikasi maupun terjadinya kecurangan (fraud) di lingkungan perusahaan secara dini. c) Kontrol terhadap unit bisnis yang terletak jauh dari kantor pusat. e) Catatan keuangan yang tidak akurat seperti kelebihan pencatatan biaya hidup dan perjalanan. d) Tidak adanya kontrol yang efektif untuk melindungi aset perusahaan dari risiko kerugian dan kecurangan (fraud).

atau Insan Antam yang memiliki atas hasil karya tersebut. d) Seluruh Insan ANTAM harus menginformasikan hasil karya yang dihasilkannya baik selama maupun di luar jam kerja. jika hasil karya tersebut terkait dengan bisnis atau operasi ANTAM. kuasa pertambangan.1) Standar Etika a) Insan ANTAM harus menghormati hak kekayaan intelektual pihak lain karena setiap penggunaan yang tidak sah atas hak milik intelektual orang lain dapat mengakibatkan Antam menanggung gugatan hukum secara perdata dan ganti rugi. c) Insan ANTAM yang turut serta/bekerja dalam pengembangan suatu proses atau produk yang akan digunakan oleh Antam. e) Seluruh Insan ANTAM harus menandatangani pernyataan untuk menjaga kerahasiaan maupun kesediaan untuk membantu Universitas Sumatera Utara . dan lain-lain yang terkait dengan hasil karya dimaksud di atas. b) Seluruh Insan ANTAM harus berpartisipasi secara aktif untuk melindungi hak atas kekayaan intelektual milik Antam. ANTAM berhak atas seluruh manfaat (exclusive benefits) dari paten. harus memperlakukan informasi yang terkait dengan proses atau produk tersebut sebagai milik Antam baik selama masa kerja maupun setelah Insan Antam tidak bekerja lagi untuk ANTAM.

e). c) Memperkenalkan suatu produk atau jasa baru. b) Mempekerjakan seseorang yang tadinya bekerja di kompetitor tanpa memberikan perlindungan dan pencegahan agar orang tersebut tidak membocorkan atau menggunakan hak milik informasi kompetitor. sebelum pengecekan mengenai pelanggaran paten atau merk dagang. d) Membicarakan hak kekayaan intelektual maupun informasi yang terkait dengan hak kekayaan intelektual Antam dengan pelanggan atau pemasok tanpa melalui prosedur resmi yang telah ditetapkan ANTAM. Menyampaikan atau membocorkan informasi mengenai suatu produk baru atau jasa sebelum permohonan paten dilakukan atau keputusan untuk tidak membuat permohonan dilakukan secara resmi oleh ANTAM. atau nama produk atau jasa baru. dimana terdapat kondisi kerahasiaan (confidentiality) yang harus dijaga.ANTAM dalam proses memperoleh hak kekayaan intelektual atas nama ANTAM. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a) Menerima informasi yang terkait hak atas kekayaan intelektual dari pihak lain.13 Tahun 1997 Tentang Paten. 191 191 Undang-undang No. pada Konsideran Menimbang mengutarakan bahwa pemberian perlindungan hukum terhadap HAKI khususnya Paten sangat diperlukan dalam pelaksanaan pembangunan nasional Universitas Sumatera Utara . tanpa mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan Satuan Kerja Legal Affairs.

Komite Remunerasi dan Nominasi Siapakah yang memimpin Komite-Komite tersebut Apakah pemilihan Komite sesuai prosedur yang ada Hubungan kerja Dewan Komisaris dan Direksi dilandasi checks and balances Ya Ya Ya Jawaban Ya Tidak Keterangan d Ya 2 a Ya b Ya c Ya Oleh komisaris 3 Universitas Sumatera Utara .Tabel 1 Penerapan Good Corporate Governance pada ANTAM No 1 a b c Pernyataan Komitmen dalam penerapan GCG Apakah telah disusun pedoman atau manual GCG Apakah ada fungsi khusus yang mengurusi GCG Apakah dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan program GCG Apakah prinsip-prinsip GCG sudah mulai dimasukkan dalam indikator keberhasilan manajemen sehingga kesadaran. Komite Pemantau Resiko. dan respon terhadap masalah GCG cukup baik dalam operasional bisnis Perusahaan telah melakukan proses pengisian pengurus perusahaan berdasarkan pertimbangan kompetensi dan kredibilitas Apakah pemilihan anggota Dewan Komisaris. apakah telah dibentuk Komite Audit. Direksi melalui proses kemampuan dan kelayakan (fit and proper test) Untuk membantu tugas Dewan Komisaris. urgensi.

wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat lengkap dengan alasannya Apakah Direksi sudah menyiapkan rencana jangka panjang/strategi lima tahunan Apakah Direksi sudah membuat rencana kerja dan anggaran tahunan yang merupakan penjabaran tahunan dari rencana jangka panjang 5 dari luar b Ya Dicantumkan dalam notulen c Ya. berdasarkan kompetensi. serta evaluasi kinerja ya Komisaris 5 orang dan 30% dari luar b Tidak c Ya d Ya e Ya 4 a Berapa anggota Direksi dan berapa % dari luar Direksi terbuka dalam mengambil keputusan sesuai dengan pedoman dan tata tertib kerja yang mengikat seluruh anggota Direksi. sudah Universitas Sumatera Utara .a Apakah tugas pokok Dewan Komisaris sudah sesuai dengan UU BUMN. berapa jumlah anggota Dewan Komisaris dan berapa % dari luar Apakah Dewan Komisaris ada yang merangkap jabatan Direksi pada BUMN atau perusahaan lain Apakah Dewan Komisaris berperan sebagai supervisor dari pada eksekutif Apakah Dewan Komisaris telah mempunyai jadwal dan pengaturan rapat Apakah Dewan Komisaris dan Komite-Komite sudah mampu bertugas efektif Direksi perusahaan telah menjalankan tugasnya secara profesional. sudah d Ya. pemenuhan fungsi dan tugasnya. Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat (dissenting opinion).

sasaran usaha dan strategi perusahaan. sudah f Ya. kondisi Ya. ada Ya Ya Investor relation Ya Universitas Sumatera Utara . tepat waktu Penerbitan laporan keuangan (1) setengah tahunan/kwartal tepat waktu Penempatan informasi khusus (2) tentang GCG dalam laporan tahunan Keterbukaan yang segera atas (3) output tanpa kebocoran yang mendahului pengumuman Kebijaksanaan perusahaan harus tertulis dan secara proporsional (4) dikomunikasikan kepada stakeholders Keterbukaan informasi meliputi (5) visi. Direksi wajib menyampaikan laporan tahunan yang ditandatangani semua Direksi dan Dewan Komisaris kepada RUPS untuk memperoleh pengesahan Dalam hal ada anggota Direksi dan Dewan Komisaris tidak menandatangani laporan tahunan harus disebutkan alasannya secara tertulis Apakah Direksi memangku jabatan rangkap sebagai Direksi/pengurus pada BUMN/BUMD/jabatan struktural pada pemerintahan pusat/daerah Implementasi/Penerapan Prinsipprinsip GCG Ya.e Apakah rencana jangka panjang yang telah ditandatangani bersama dengan Dewan Komisaris disampaikan kepada RUPS untuk mendapatkan pengesahan Dalam waktu 5 (lima) bulan setelah tahun buku ditutup. misi. sudah g Ya Harus ditandatangani h Tidak ada 5 a Transparasi Ya.

sudah Ya. pengawasan kepatuhan b Akuntabilitas Perusahaan harus menerapkan secara rinci tugas dan tanggung (1) jawab masing-masing organ pengurus (Komisaris.keuangan. Peraturan Perusahan dan Anggaran Dasar Perusahaan Perusahaan harus bertindak sebagai good corporate citizen (perusahaan (2) yang baik) termasuk peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial (3) Bertindak secara efektif terhadap Ya Tidak ada kasus Ya Annual Report Ya Universitas Sumatera Utara . sudah Ya. susunan pengurus perusahaan. ada Ya. pengelolaan risiko. serta memiliki sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment system) Dalam melaksanakan tugasnya semua organ dan karyawan harus (5) berpegang pada code of conduct yang telah disepakati c Responsibilitas Ya.ada Ya Standar etika Perusahaan harus mematuhi Peraturan Perundang-undang(1) an. Direksi dan pejabat struktural) Perusahaan harus meyakinkan bahwa semua organ organisasi (2) perusahaan mempunyai kompetensi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Perusahaan harus memastikan terdapatnya checks and balances (3) system dalam pengelolaan perusahaan Perusahaan harus memiliki ukuran kinerja dari semua jajaran perusahaan berdasarkan ukuran-ukuran yang disepakati konsisten dengan nilai (4) perusahaan (corporate values). sasaran usaha.

individu yang melanggar (4) d Adanya pencatatan atas kasuskasus kesalahan manajemen Kemandirian Ya Ya

Perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak (1) manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan prinsip korporasi yang sehat Dalam mengambil keputusan (2) harus objektif dan bebas dari segala tekanan dari manapun (3) (4) e Dewan Komisaris Independen dari manajemen Komite-Komite dipimpin oleh Komisaris independen Kewajaran

Ya

Ya

Ya Ya Sesuai bidangnya

Perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan (1) seluruh stakeholders berdasar kan azas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment) Shareholders mayoritas (2) memperlakukan dengan baik shareholders minoritas Perusaahaan harus memberikan kesempatan kepada stakeholders (3) memberikan masukkan kepada perusahaan Peningkatan jumlah remunerasi (4) total tidak boleh melebihi dari keuntungan perusahaan

Ya

Ya

Ya

Ya

Dalam RUPS

Universitas Sumatera Utara

Pada

PT.

Antam

Tbk 192

penerapan

Good

Corporate

Governance

dimaksudkan berdampak kepada sebuah perusahaan yang berwawasan keberlanjutan. Hal ini dapat dilihat bahwa sejak menjadi perusaahaan yang terdaftar pada Bursa Efek di Jakarta dan Surabaya pada tahun 1997 dan di Australia (ASX) pada tahun 1999, maka prinsip-prinsip GCG harus diterapkan mematuhi panduan praktik terbaik yang dikeluarkan oleh Bursa Efek; yang setiap tahunnya dinilai oleh konsultan independen. Struktur organisasi PT.Antam Tbk didasarkan pada sistem two tier yang berlaku di Indonesia, dimana organ pengelola (Direksi) dibedakan dari organ pengawas (Komisaris). Tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi dan Komisaris dipaparkan dalam charter Direksi dan Komisaris. Direksi bertanggung jawab untuk menentukan arah strategis perusahaan, dengan persetujuan Komisaris. Dengan demikian Direksi juga bertanggung jawab untuk menerapkan strategi yang sudah disetujui tersebut dan menjalankan perusahaan secara efisien, termasuk melakukan sistem pengendalian dan akuntabilitas. Komisaris bertanggung jawab untuk mengawasi dan menyetujui rencana strategis dan tahunan perusahaan. Komisaris juga bertanggung jawab untuk memantau penerapan praktek-praktek GCG yang dilakukan Direksi. Dari lima Komisaris dua diantaranya adalah Komsaris Independen. Komisaris dibantu oleh 5 Komite yaitu di bidang

192

Menerapkan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik; Laporan Keberlanjutan ANTAM 2006,

hal 19-20

Universitas Sumatera Utara

Audit, Manajemen Risiko, Good Corporate Governance, Nominasi Remunerasi dan SDM, Lingkungan Hidup dan Pasca Tambang. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), merupakan suatu sarana dan mekanisme yang disediakan bagi para pemegang saham termasuk pemegang saham minoritas dapat berpartisipasi secara aktif. RUPS ajang kegiatan bisnis yang paling penting dimana keputusan-keputusan diambil berkaitan dengan kegiatan usaha yang dilakukan melalui konsultasi mendalam dengan para pemegang saham. Bilamana para pemegang saham merasa perlu menyampaikan resolusi-resolusi mendesak atau penting hal tersebut dapat difasilitasi melalui prosedur yang disebut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB).

F. Penerapan GCG dan GPG pada BULOG Perum BULOG adalah BUMN yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2003, sebagai pengganti Badan Urusan Logistik (BULOG). 193 Jika dirunut lebih jauh ke belakang, kehadiran lembaga pangan semacam ini sebenarnya juga sudah ada sejak zaman Majapahit dan Mataram, yang dikenal dengan adanya lumbung-lumbung pangan yang berfungsi sebagai penyedia pangan pada saat langka. Sedangkan pada zaman Belanda secara formal didirikan Voeding Middelen Fonds (VMF), dan pada zaman Jepang disebut Nanyo Kohatsu

Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2003, menjelaskan Perusahaan Umum (PERUM) BULOG adalah Badan Usaha Milik Negara, dimana seluruh modalnya dimiliki Negara berupa kekayaan Negara yang dipisahkan dan tidak terbagi atas saham

193

Universitas Sumatera Utara

Kaisha. Pada masa peralihan sesudah kemerdekaan Republik Indonesia dikenal Yayasan Bahan Makanan (Bama), yang kemudian berubah menjadi Yayasan Urusan Bahan Makanan (YUBM) dan Yayasan Badan Pembelian Padi (YBPP). Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 1964, YUBM dan YUPP dilebur menjadi Badan Pelaksana Urusan Pangan (BPUP) dibawah Dewan Bahan Makanan. Memasuki Era Orde Baru berdasarkan Keputusan Presidium Kabinet Ampera Nomor 87 Tahun 1966, pengendalian operasional pangan dipegang oleh Komando Logistik Nasional (KOLOGNAS), yang kemudian dengan berdasarkan Keputusan Presidium Kabinet Nomor 114/Kep/1967 tanggal 10 Mei 1967 KOLOGNAS diganti dengan Badan Urusan Logistik (BULOG). 194 Sebagai badan usaha yang berbentuk Perum, Perum BULOG mempunyai dua tugas yaitu tugas publik dan tugas komersial. Sifat usaha perusahaan adalah menyediakan pelayanan bagi kemanfaatan umum sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan. Maksud didirikannya perusahaan adalah menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak. Visi Perum BULOG adalah “menjadi lembaga pangan yang handal untuk memantapkan ketahanan pangan”, yang mencerminkan Misi yang diembankan

194

Perum BULOG, BULOG for a Brighter Future, 2006, hal. 4

Universitas Sumatera Utara

10) Suap.pemerintah. 3) Menjadi Perusahaan Umum di bidang pangan yang handal dalam arti senantiasa memiliki rasa dan nilai terhadap kepekaan atas tanggung jawabnya serta taat dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam melaksanakan bisnis. 7-35. Serta Rincian Kewajiban Insan Perusahaan mencakup 1) Tanggung jawab Kepada Pemilik Modal. 9) Benturan kepentingan. 7) Intergritas. yang memberikan manfaat kepada perekonomian nasional. Menyelenggarakan tugas pelayanan publik untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan kebijakan pangan nasional. Tahun 2006. Jamuan dan Hadiah. khususnya berkaitan dengan ketahanan pangan nasional. Dalam upaya untuk dapat mewujudkan Visi tersebut. 3) Hubungan dengan konsumen. Misi. hal. Penjabaran dari Visi tersebut sebagai berikut: 195 1) Menjadi Perusahaan Umum di bidang pangan yang handal dalam rangka memantapkan ketahanan nasional dari berbagai aspek. 11) Bantuan Donasi. 6) Hubungan antar insan perusahaan. 13) Tanggung jawab sosial 195 Universitas Sumatera Utara . 12) Sumbangan kegiatan. Perum BULOG telah menetapkan Misi sebagai berikut: 1). Kepatuhan terhadap hukum dan Kebijakan Perum Bulog. Nilai-Nilai Dasar Perum BULOG. merumuskan Visi. keterbukaan dan akurasi akuntansi. Perum BULOG. 4) Hubungan dengan mitra kerja. 2). Menyelenggarakan kegiatan ekonomi di bidang pangan dan usaha lain secara berkelanjutan. 5) Hubungan dengan insan perusahaan. 8) Kerahasiaan informasi. 2). Panduan Perilaku (Code of Conduct). 2) Menjadi Perusahaan Umum di bidang pangan yang handal dalam arti profesional dan kompetitif. Elemen–elemen Panduan Perilaku.

Perum BULOG selama ini selalu berpedoman pada motto yang berbunyi: Hope for the best. Mempermudah dalam membuat keputusan. Universitas Sumatera Utara . Perum BULOG memiliki Nilai-Nilai Dasar. fungsi utama Nilai-nilai Dasar yaitu: 1). namun siap untuk menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi. arti. Pentingnya Nilai-Nilai Dasar ini karena Nilai-Nilai Dasar merupakan nilai-nilai luhur yang dianut dan menjadi dasar pertimbangan yang berharga untuk menentukan sikap/perilaku dalam menghadapi masalah/kejadian dalam bekerja berdasarkan nilai-nilai yang dianut. Dalam melaksanakan tugas pokok yang diembannya. kesenangan pada kehidupan untuk melakukan sesuatu 2). prepare for the worst Artinya. sehingga menjadi motivator/inspirasi untuk senantiasa bekerja lebih baik. Menjalankan usaha dalam bidang produksi. setiap Insan Perusahaan dalam mengemban tugas pokoknya selalu berbuat dan berkarya yang terbaik. efisien dan kemampuan untuk menghasilkan laba. Memberikan tujuan. Dalam hubungan ini.3). 4). Menyelenggarakan kegiatan ekonomi di bidang pangan dan usaha lain secara berkelanjutan dan bermanfaat bagi stakeholders. pemasaran dan jasa di bidang komoditi pangan guna mendukung program pengembangan hasil pertanian khususnya pangan dan bidang usaha lainnya dengan upaya memaksimalkan produktivitas.

Lihat KNKG. 196 Universitas Sumatera Utara . namun dalam merumuskan nya perlu disesuaikan dengan sektor usaha serta karakter dan letak geografis dari masing-masing perusahaan. Menentukan bagaimana kita melihat dan memahami persoalan. Memberikan pedoman berperilaku yang baik. Insan perusahaan di dalam menjalankan tugasnya senantiasa dilandasi oleh sifat-sifat taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa antara lain jujur. Taqwa dan Amanah.3). Efisiensi dan Profesional Insan Perusahaan dalam melaksanakan tugas harus dilandasi oleh sikap efisiensi dan profesional dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya yang tersedia. kerja keras dan terpercaya. hal. rendah hati. Walaupun nilai-nilai perusahaan pada dasarnya universal. 2006). Nilai-Nilai Dasar Perum BULOG dapat disingkat menjadi satu kata ”TEGAR” sehingga mudah diingat oleh seluruh insan perusahaan. Nilai-nilai perusahaan yang universal antara lain adalah terpercaya. serta berusaha menghindarkan diri dari tindakan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.8. Singkatan kata TEGAR tersebut dapat dijabarkan menjadi:196 1). Pedoman Umum Good Governance. adil dan jujur. (Jakarta: Komite Nasional Kebijakan Governance. sebelum merumuskan nilai-nilai perusahaan. bersahaja dan sifat-sifat amanah antara lain disiplin. 2). Nilai-nilai perusahaan merupakan landasan moral dalam mencapai visi dan misi perusahaan. perlu dirumuskan visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu. 4).

sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi. 4).Senantiasa berpikir positif. Adaptif Insan Perusahaan cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia bisnis. disesuaikan dengan paradigma baru yang harus mengubah dari pola pikir birokrat ke wirausaha. dan berinisiatif saling membantu dalam pelaksanaan tugas untuk masa depan yang lebih baik. jeli memanfaatkan peluang pasar. 3). Gotong Royong Insan Perusahaan berperan aktif dalam mencapai sasaran sesuai tujuan yang ditetapkan. Selalu memperbaiki pelayanan dan mencari temuan-temuan baru guna mempercepat kemajuan perusahaan. memiliki wawasan dan kedalaman penghayatan tata kehidupan sistem perusahaan untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik. tanggal 28 April 2006. Responsif dan Kreatif Insan Perusahaan harus selalu tanggap terhadap perubahan lingkungan masyarakat khususnya yang menyangkut kebutuhan pangan. yang menegaskan bahwa panduan Universitas Sumatera Utara . 5). Perum Bulog memberi istilah “Panduan Perilaku” untuk Code of Conduct seperti yang termuat dalam Keputusan Perusahaan Umum Bulog Nomor: KD101/DU101/04/2006.

dan antar golongan (SARA). Universitas Sumatera Utara . maka setiap Insan Perusahaan memiliki tanggung jawab pribadi untuk: 1). Setiap Insan Perusahaan bertanggung jawab untuk mewujudkan Elemenelemen Panduan Perilaku ke dalam setiap perilaku mereka. agama/kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2). berfungsi sebagai perekat. serta dikembangkan secara berkesinambungan. Manajer dan Karyawan) atau daftar peraturan yang menyangkut Perilaku yang harus dan yang dilarang dilakukan oleh perusahaan. Tanggung jawab untuk memonitor hubungan pribadi dan profesional terletak pada masing-masing Insan Perusahaan.Perilaku (Code Of Conduct) adalah dokumen tertulis atas standar Perilaku Etis yang diharapkan oleh Perusahaan dan Perilaku Bisnis Perusahaan (Dewan Pengawas. Direksi. Sehubungan dengan itu. Penghormatan terhadap hak pribadi Insan Perusahaan dijunjung tinggi sepanjang persinggungannya dengan pelaksanaan hak pribadi Insan yang lain tidak kontra produktif terhadap lingkungan kerja perusahaan. Sedangkan Nilai Dasar Perusahaan adalah nilai-nilai yang diyakini oleh semua anggota organisasi dan yang dipelajari. sehingga tidak merusak citra perusahaan karena tingkah laku kita mencerminkan etika perusahaan. Mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku untuk Perum BULOG. diterapkan. Menghormati antara sesama warga negara yang berbeda suku. dan dapat dijadikan acuan perilaku dalam organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

197 Universitas Sumatera Utara .3). turut berperan dalam tugas lain yang dibebankan pemerintah untuk pengamanan harga pangan pokok. tertib. dan bersemangat dalam kebersamaan untuk kepentingan perusahaan. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan. Menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan benturan kepentingan atau kemungkinan munculnya benturan kepentingan. jujur. Menghindarkan diri dari perbuatan tercela yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat. Rincian dari kewajiban Insan Perusahan dalam kerangka penyelenggaraan Perum BULOG yang beretika dijelaskan di dalam Panduan Perilaku sebagai berikut 197: 1. cermat. 6). Tanggung jawab Kepada Pemilik Modal Melaksanakan secara profesional tugas pokoknya dalam menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak. 5). Melaksanakan kerja dengan integritas yang tinggi. Lihat Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2003 Tentang Pendirian Perusahaan Umum (Perum) Bulog Pasal 3. Perusahaan melakukan usaha-usaha berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku. 4). Menjaga kerahasiaan informasi perusahaan dan menghindari penyalahgunaan wewenang. perusahaan Bulog adalah Badan Usaha Milik Negara yang diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok dan usaha-usaha lain.

Seluruh Insan Perusahaan berkewajiban memberikan informasi selengkaplengkapnya mengenai terjadinya suatu pelanggaran hukum yang telah diketahuinya kepada penegak hukum. lengkap serta tepat waktu. Perusahaan mengharuskan Insan Perusahaan untuk menjalankan standar tertinggi dalam semua kegiatan usahanya. akurat. Kepatuhan terhadap penegakan hukum dan semua produk hukum/peraturan yang berlaku dalam kegiatan perusahaan adalah penting dalam aktivitas operasional.pengelolaan cadangan pangan pemerintah dan distribusi pangan pokok kepada golongan masyarakat tetentu. 2. Perusahaan berharap agar penegak hukum memiliki keyakinan dan kepercayaan kepada perusahaan. Setiap Insan Perusahaan harus tunduk kepada semua peraturan dan kebijakan perusahaan. Memberikan hal yang terbaik bagi pemilik modal yaitu pertumbuhan yang konsisten dan efisien dalam pelaksanaan tugasnya serta menjaga investasi pemilik modal dan memberikan informasi secara jujur. Kepatuhan terhadap hukum dan kebijakan Perum BULOG Kepatuhan terhadap hukum merupakan standar perilaku minimum yang positif. Universitas Sumatera Utara . Perusahaan harus terbuka dan bekerja sama dengan tetap memberikan informasi menyangkut segala sesuatu yang diharapkan dan layak diungkapkan kepada setiap upaya penegakan hukum.

Indra Surya dan Ivan Yustiavanda. Hubungan dengan konsumen Kesuksesan perusahaan tergantung antara lain kepada terbentuknya hubungan dengan konsumen berdasarkan integritas. (Jakarta: Kencana 2008). perilaku etis. dan saling percaya. hal 103 198 Universitas Sumatera Utara . Penerapan Good Corporate Governance. Kepentingan masyarakat konsumen berkesesuaian dengan prinsip responsibilitas. 198 Perusahaan berusaha memahami kebutuhan konsumen serta berupaya untuk senantiasa: a) Memberikan pelayanan prima yang tercermin dari ketepatan jumlah dan kualitas bahan pangan pokok yang disalurkan secara tepat waktu. Perusahaan mempunyai komitmen untuk secara terus menerus mengembangkan budaya pelayanan profesional dengan selalu mengutamakan kepuasan konsumen serta membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.Perusahaan melarang seluruh Insan Perusahaan melakukan pembayaran untuk tujuan-tujuan yang melanggar hukum serta terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan hukum. bahwa perusahaan bertanggung jawab secara penuh terhadap segala produk yang mereka keluarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di suatu negara. Perusahaan menyadari bahwa setiap konsumen mempunyai kebutuhan dan harapan dengan kesempatan yang berbeda-beda untuk mencapai kesuksesan. Lihat. 3. Aturan-aturan penting yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam menjalankan prinsip responsibilitas adalah peraturan mengenai perlindungan konsumen dan lingkungan hidup.

harga. kondisi. Hubungan dengan mitra kerja Hubungan antara perusahaan dengan mitra kerja harus berlandaskan pada sikap saling menghormati. c) Memelihara stabilitas hubungan jangka panjang dengan imbalan berupa nilai yang menguntungkan perusahaan. hak dan kewajibannya. kehandalan dan integritas mereka. b) Jujur dan adil dalam berbisnis dengan mitra kerja. disiplin. d) Menjamin mitra kerja mendapatkan keuntungan yang wajar dalam menjamin kerja sama dengan perusahaan. Universitas Sumatera Utara . c) Memastikan seluruh Insan Perusahaan telah berperilaku profesional. dan jujur dalam memberikan pelayanan serta dukungan tertib administrasi dan pertanggungjawabannya.b) Memberikan informasi yang relevan kepada konsumen secara adil dan akurat mengenai segala syarat. Perusahaan mempunyai tanggung jawab untuk: a) Menjamin bahwa aktivitas usaha dilakukan bebas dari unsur pemaksaan dan kolusi. kualitas yang sesuai ketentuan. dan keterandalan pasokan. 4. Penetapan mitra kerja dilakukan secara jujur dan transparan mengacu pada pedoman dan peraturan yang berlaku. e) Memilih mitra kerja secara obyektif dan adil dengan melihat faktor-faktor seperti kualitas.

b). Sepakat memberikan kesempatan kerja dan pengembangan karir yang adil kepada seluruh karyawan sesuai dengan prestasi yang Pengusaha dalam merekrut. ras. agar selalu mengaitkan dengan perilaku. Sukses perusahaan adalah kerja keras para Insan Perusahaan yang terlatih dan berprestasi. SARA.f) Menjaga hubungan dengan pengaturan kontrak yang jelas menepati perjanjian serta mekanisme dan ketetapan pembayaran. 5. agama. d). tidak diskriminatif. Meminta mitra kerja untuk menerapkan standar etika yang setara dalam berbisnis. Mendorong dan membantu Insan Perusahaan untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian yang relevan. etika. melatih dan menaikan pangkat karyawan. dan antar golongan (SARA). maka baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari perusahaan. g). 199 Kebijakan Perusahaan Terhadap Insan Perusahaan adalah: a). Lihat Buchari Alma . Memperlakukan setiap Insan Perusahaan dengan hormat. Menjaga privasi dan harga diri setiap Insan Perusahaan termasuk yang berkaitan dengan masalah suku. semua Insan Perusahaan berusaha menjembatani setiap hambatan yang mengganggu pencapaian kebijakan ini. Hubungan dengan Insan Perusahaan Perusahaan percaya bahwa sumber daya manusia adalah aset utama. c). tanggung jawab. Pengantar Bisnis (Bandung: Alfabeta 2008) hal 183 199 Universitas Sumatera Utara .

Mendorong penciptaan hubungan kerja yang kondusif untuk meningkatkan produktivitas. Berupaya menghindari praktik diskriminasi dan menjamin perlakuan yang adil. i). Perusahaan tidak menempatkan diri pada tindakan atau keadaan yang dapat mengganggu lingkungan kerja tersebut. j). perhatian. Menghargai prestasi karyawan dengan memberikan penghargaan. g). Menjaga dan mengelola database karyawan untuk kepentingan pengembangan sumber daya manusia secara adil dan transparan.ditunjukkan. e). beasiswa. dan lain-lain sesuai ketentuan perusahaan. f). bonus. ataupun intimidasi. Setiap Insan Perusahaan memiliki tanggung jawab pribadi kepada insan lain. Menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari segala tindakan yang dapat diinterpretasikan sebagai tindakan pelecehan. diskriminasi. Perusahaan mengharapkan agar setiap Insan Perusahaan membuat dan melaksanakan komitmen untuk Universitas Sumatera Utara . sanksi akan diberlakukan sesuai peraturan perusahaan bagi Insan Perusahaan yang melakukan pelanggaran. Menyediakan lingkungan kerja yang aman. sehat dan kondusif. promosi. dan inovasi. nyaman. Mengumpulkan dan menyimpan informasi personal dari karyawan yang dibutuhkan untuk efektivitas operasional perusahaan. h). kualifikasi serta standar yang telah ditetapkan. kreativitas. Sebaiknya.

Kebijakan perusahaan mengenai pelecehan secara rinci diatur di dalam sistem dan prosedur yang berlaku. Insan Perusahaan didorong untuk mampu mengidentifikasi setiap risiko yang terkait dengan bidang tugas dan tanggung jawabnya serta mengkomunikasikannya kepada atasan langsung. umur. pelecehan atau intimidasi terhadap ras. Setiap Insan Perusahaan wajib: a). bebas dari pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang.terciptanya kesempatan kerja yang sama. Tingkah laku ataupun komentar tertentu yang tidak menyinggung seseorang tetapi menyinggung orang lain merupakan hal yang tidak dapat diterima. Hubungan antar Insan Perusahaan Hubungan yang baik antar Insan Perusahaan akan menjadikan tim kerja yang handal bagi perusahaan. c). Relasi kerja yang berhasil harus dibangun berlandaskan kepercayaan. Membangun kompetisi yang sehat untuk memacu prestasi kerja. Kebijakan perusahaan melarang setiap bentuk diskriminasi. atau cacat tubuh. agama. b). 6. Menghargai pendapat dan privasi setiap Insan Perusahaan. Universitas Sumatera Utara . untuk mencapai kemenangan bersama. Melakukan kerjasama sebagai tim kerja yang handal. warna kulit. jenis kelamin. Setiap Insan Perusahaan diharapkan dapat menjalankan pekerjaan dengan cara aman.

f). e). disiplin. e). Memberikan motivasi kepada setiap Insan Perusahaan dalam bekerja. Menghindari kecenderungan pamer kekayaan pribadi. c). g). Menghormati setiap Insan Perusahaan sebagaimana rasa hormat kepada dirinya sendiri. b). jujur. Menghargai hasil karya atau pekerjaan orang lain.d). Memberikan kebebasan kepada setiap Insan Perusahaan untuk berkreasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara bertanggung jawab. Pimpinan menjadi panutan atas kepantasan. santun. Menghargai pendapat setiap bawahan tanpa membeda-bedakan suku. dan integritas. f). agama. Melaksanakan komunikasi secara terbuka. g). dan profesional dalam bekerja. ras. Memberi kesempatan yang sama kepada bawahan untuk mengembangkan karier. Menghargai hasil kerja dan prestasi setiap Insan Perusahaan dan mendorong bawahan untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Membangun sikap toleransi dan solidaritas terhadap sesama Insan Perusahaan. Universitas Sumatera Utara . d). dan antar golongan. sehingga harus bersikap sebagai berikut: a). keadilan. Menjadi sikap teladan.

e). f). Membuka diri terhadap kritik yang membangun dan berusaha meningkatkan kemampuan. Berkomunikasi secara terbuka. Universitas Sumatera Utara . pengetahuan. Hubungan karyawan dengan pimpinannya harus dilandasi penghargaan dan kepercayaan. Menanggapi setiap laporan yang diterima mengenai pelanggaran disiplin dan menindaklanjuti sesuai peraturan perusahaan. b). k). i).h). Memelihara dan meningkatkan keutuhan. persatuan. Bersikap dan bertingkah laku santun terhadap atasan dan sesama karyawan. Menciptakan dan menjaga iklim kerja yang kondusif. l). Menghindari terjadinya tekanan. dan profesionalisme. j). dan kesatuan seluruh karyawan. Berani mengambil inisiatif dan inovasi dalam pemecahan masalah sepanjang dalam batas kewenangannya. kekompakan. Bekerja secara jujur dan profesional dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Bekerja sama dan berkreativitas dalam penyelesaian tugas dan tanggung jawabnya. Berdisiplin dalam bekerja sesuai peraturan perusahaan. Sebagai bawahan. penghinaan dan pelecehan terhadap bawahan. d). Insan Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk: a). c).

Kegiatan akuntansi harus menghasilkan laporan yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada manajemen. dan tepat waktu tanpa pembatasan dalam bentuk apapun. Semua catatan resmi mengenai kegiatan operasional perusahaan harus akurat. masyarakat. Insan Perusahaan bertanggung jawab untuk melakukan pencatatan secara jujur. pemerintah. jujur. d). c). dan pihak-pihak terkait lainnya. dan akurat serta menghindari: a). Universitas Sumatera Utara . obyektif. Memberikan dokumen ke pihak-pihak yang tidak berhak. Menyembunyikan data dan dokumen perusahaan selama menjabat dan/atau setelah yang bersangkutan menyelesaikan masa tugas dan jabatannya. Berani menginformasikan kepada pimpinan bila terdapat indikasi penyimpangan. sesuai standar akuntansi keuangan yang berlaku umum. pemilik modal. dan menghindari terjadinya akuntansi ganda. Ketidakcermatan yang menghasilkan kesalahan pembukuan. 7. keterbukaan dan akurasi akuntansi Pencatatan dan pelaporan transaksi dilaksanakan secara konsisten. Integritas. Menyembunyikan ketidakbenaran catatan atau transaksi yang melanggar hukum. lengkap. b).g).

Universitas Sumatera Utara . 9. teman. Insan Perusahaan tidak diperkenankan memanfaatkan dan/atau menggunakan informasi rahasia perusahaan untuk kepentingan pribadi. peristiwa atau pertimbangan material tertentu dimana objektivitas atau pertimbangan profesional telah dikesampingkan. 8. Ini dapat terjadi pada sebuah hubungan. Halhal tersebut diatas berlaku baik selama yang bersangkutan menjadi Insan Perusahaan maupun setelah tidak menjadi Insan Perusahaan. Benturan kepentingan Benturan kepentingan didefinisikan sebagai seseorang atau sebuah entitas yang mempunyai dua atau lebih kepentingan yang saling bertentangan yaitu antara kepentingan perusahaan dan kepentingan pribadi. Tidak ada toleransi (kelonggaran) terhadap setiap kesalahan yang disengaja ataupun kegiatan yang menyesatkan dalam melakukan akuntansi perusahaan.e). dan/atau pihak lain manapun serta tidak diperkenankan memberikan dokumen ke pihak-pihak yang tidak berhak. keluarga. Kerahasiaan Informasi Insan Perusahaan wajib menjaga informasi perusahaan yang bersifat rahasia. kerabat. Direksi akan mengatur lebih lanjut kebijakan mengenai pengelolaan informasi termasuk klasifikasi kerahasiaan informasi.

terkadang timbul suatu situasi yang dapat menciptakan benturan kepentingan dan berpotensi menghilangkan independensi dan objektivitas Insan Perusahaan. Kebijakan perusahaan dalam hal benturan kepentingan didasarkan pada prinsip bahwa setiap keputusan yang dihasilkan Insan Perusahaan harus diambil semata-mata bagi kepentingan terbaik perusahaan dan pihak yang dilayani. Ketika benturan terjadi. Dalam melakukan transaksi. Suatu keadaan sulit akan timbul jika seorang Insan Perusahaan atau anggota keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung memiliki kepentingan bisnis yang menimbulkan benturan dengan kepentingan perusahaan. Keadaan. Insan Perusahaan tidak diperkenankan menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan stakeholders secara tidak wajar. Untuk memastikan semua keputusan perusahaan objektif. Insan Perusahaan wajib memastikan adanya perlakuan adil kepada stakeholders. Dalam membuat keputusan Insan Perusahaan tidak boleh dipengaruhi oleh pertimbangan pribadi ataupun keluarga yang secara sadar atau tidak sadar dapat mempengaruhi pertimbangan terbaiknya bagi kepentingan perusahaan dan pihak yang dilayani. maka Universitas Sumatera Utara . posisi. atau situasi yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan harus dihindari.Insan Perusahaan tidak diperkanankan menempatkan diri pada posisi atau situasi yang dapat menimbulkan benturan kepentingan antara dirinya dengan perusahaan atau dengan pihak terkait dengan perusahaan.

b). 10. f). d). Mengklarifikasi kapan seseorang berbicara sebagai pribadi atau Insan Perusahaan. Tidak memanfaatkan atau menggunakan informasi penting dan rahasia bagi keuntungan pribadi. Menghindari kepentingan keuangan dalam organisasi mitra ataupun rekanan. Penilaian atas timbulnya benturan kepentingan dilakukan dengan pertimbangan yang wajar dan bijaksana. e). c). Mengungkapkan setiap kemungkinan benturan kepentingan sebelum kontrak/kesepakatan disetujui. g). Tidak melakukan mark-up pembelian dan mark-down penjualan demi imbalan yang akan diterima. Menghindari situasi yang dapat menyebabkan spekulasi kecurigaan akan adanya benturan kepentingan. Benturan kepentingan dalam rangka pengelolaan perusahaan yang baik harus dihindari dengan cara: a). Praktik Suap Universitas Sumatera Utara .semua Insan Perusahaan diwajibkan untuk mengungkapkan kepentingan yang berpotensi menimbulkan benturan kepada Sekretaris Perusahaan.

kesempatan atau posisi atau fasilitas yang diperoleh yang akan menyebabkan kerugiaan bagi keuangan perusahaan atau ekonomi negara. penyalahgunaan wewenang. nepotisme dan kolusi. atau mengarahkan orang lain untuk melakukan penyuapan merupakan hal yang tidak dapat diterima. Korupsi didefinisikan sebagai tindakan yang melawan hukum untuk memperkaya seseorang atau orang lain (di dalam perusahaan yang sama) sehingga menyebabkan kerugian bagi perusahaan atau ekonomi negara.Suap adalah suatu perbuatan memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang atau pejabat dengan maksud agar ia berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. Suap dari atau kepada siapapun merupakan perbuatan yang dilarang. menerima. Menawarkan. Kolusi didefinisikan sebagai perjanjian atau kerjasama melawan hukum. Suap dapat berupa korupsi. Nepotisme didefinisikan sebagai tindakan melawan hukum yang menguntungkan keluarga dan/atau kroni di atas keuntungan publik dan negara. Korupsi juga berarti setiap orang yang memiliki tujuan memperkayakan seseorang atau orang lain (atau perusahaan). Penyuapan untuk tujuan komersial merupakan hal yang melawan hukum dan dapat dikenakan tuduhan kriminal. Universitas Sumatera Utara . Setiap Insan Perusahaan dilarang menerima suap atau menerima pemberiaan dari pihak ketiga.

Kebutuhan dana yang wajar untuk kegiatan tersebut harus dianggarkan dalam RKAP yang disetujui Pemilik Modal. Dalam batas kepatutan. jamuan. jamuan. Universitas Sumatera Utara . donasi. Pemberian bantuan. Jamuan dan Hadiah Bantuan. Donasi. bantuan dan donasi untuk tujuan sosial dapat dibenarkan selama masih tersedia anggarannya dan besarnya ditetapkan berdasar keputusan Direksi. donasi.Manajemen Perum BULOG mendukung pelaksanaan Good Corporate Governance dan pelaksaanaan hukum yang adil. 11. Oleh karena itu Perum BULOG melarang segala bentuk pemberian yang material baik secara langsung maupun tidak langsung kepada semua pihak eksternal dengan tujuan mempengaruhi mereka untuk kepentingan perusahaan. Sedangkan donasi untuk tujuan lain. Bantuan. Direksi menetapkan kebijakan dan prosedur baku menyangkut pemberian kepada pihak ketiga. Pemberian donasi tidak dapat dibenarkan apabila terdapat motif terselubung yang bermaksud (secara negatif) mempengaruhi pihak lain dan/atau dapat menimbulkan benturan kepentingan. dan hadiah yang diberikan kepada pihak ke tiga merupakan praktek bisnis yang wajar sejauh dilakukan untuk kepentingan perusahaan. hanya boleh dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan hadiah hanya dapat dilakukan setelah melalui persetujuan pejabat berwenang. serta menjadi bagian penilaian kinerja divisi/direktorat terkait.

Universitas Sumatera Utara . jamuan yang diberikan kepada relasi bisnis harus telah dianggarkan dalam biaya operasional sesuai karakteristik kegiatan masing-masing divisi/direktorat. c). Perkawinan karyawan atau anak karyawan.Kebijakan Perum BULOG mengenai jamuan maupun hadiah diarahkan untuk menjaga reputasi perusahaan agar bertindak dengan integritas dan mendasarkan setiap keputusannya kepada pertimbangan profesional yang taat hukum. dimana diketahui atau patut diduga pemberian tersebut diberikan dalam kaitannya dengan pekerjaan atau jabatan Insan Perusahaan yang bersangkutan. Jamuan bisnis dibatasi hanya dapat dilakukan di tempat-tempat terhormat serta meningkatkan citra positif dan tidak menimbulkan interpretasi negatif bagi Perusahaan. Larangan menerima uang atau yang disetarakan dikecualikan apabila diberikan dalam batas kewajaran/kepatutan dalam rangka: a). b). Sumbangan pada saat karyawan atau keluarga dekatnya mendapat musibah. d). hadiah atau pemberian dengan bentuk tertentu. Perayaan/acara tertentu menurut adat istiadat daerah setempat. Khitanan anak karyawan. Demi kepentingan dan kelancaran usaha Perum BULOG. Insan Perusahaan maupun anggota keluarga yang langsung maupun tidak langsung dilarang menerima uang.

jasa ataupun pemberian yang lain harus memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari Direksi. Jasa pengaturan perjalanan dan akomodasi. Dalam kaitannya dengan kemudahan yang lain. Bingkisan dalam rangka memperingati hari raya keagamaan. sepanjang hadiah tersebut diberikan dalam bisnis yang wajar dengan si penerima. Setiap hadiah yang lain. Prinsip utamanya adalah tidak ada kompromi dalam mempertahankan objektivitas maupun profesionalisme. yang dimaksud dengan “hadiah atau pemberian dengan bentuk dan nilai tertentu” meliputi: a). e). Cindera mata atau makanan yang dibawa sebagai buah tangan dari daerah tertentu atau sebagai peristiwa khusus lainnya. Tidak terdapat batasan atas hadiah yang menggunakan logo Perum BULOG. Insan Perusahaan harus mampu menilai sendiri kelayakan dari hadiah atau kemudahan lain dalam setiap keadaan. Benda-benda promosi. c). Universitas Sumatera Utara . Fasilitas hiburan dan olahraga. jamuan. b). d). sponsor. Insan Perusahaan harus memastikan bahwa setiap jamuan yang mereka terima adalah wajar sehingga tidak menimbulkan kewajiban yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. Hadiah atau kemudahan lain yang patut diduga sebagai diluar kewajaran harus diberitahukan kepada atasan langsungnya sebelum keputusan diambil.Dalam hubungan ini.

akurasi akuntansi. integritas. honesty and responsibility among its public officials. dan sumber daya perusahaan disumbangkan kepada kandidat partai dan non partai politik di manapun di seluruh dunia. inter alia. Setiap Insan Perusahaan bertanggung jawab mendorong terciptanya perdamaian. Bulog telah mengakomodirnya sebagai Integritas. Praktik Suap. jamuan. Tidak dibolehkan menggunakan aset/fasilitas perusahaan dan wewenangnya untuk mendukung aspirasi politiknya. Sumbangan Kegiatan Kebijakan Perum BULOG tidak memperkenankan dana. dan tanggung jawab pejabat publik. Sumbangan kegiatan. kejujuran.12. fasilitas. Article 8. penggalangan dana politik atau tujuan partisipasi politik. Codes of Conduct for Public Officials “ In order to fight corruption. Bantuan. integrity. sesuai dengan prinsip-prinsip dasar sistem hukumnya”). Keputusan yang diambil oleh seorang Insan Perusahaan untuk menyumbangkan waktu. termasuk kampanye politik. Benturan Kepentingan. 200 Universitas Sumatera Utara .”untuk memerangi korupsi setiap negara Peserta wajib meningkatkan antara lain. donasi. Tanggung jawab sosial Sebagai sebuah perusahaan yang beroperasi di seluruh Indonesia. keamanan dan integrasi sosial pada masyarakat yang majemuk. hadiah. each State Party shall promote. Kode Perilaku bagi Pejabat-pejabat Publik. 200 13. uang. keterbukaan. (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Korupsi 2003. United Nations Convention Against Corruption 2003. in accordance with the fundamental principles of its legal system”. atau sumber daya personalnya bagi kampanye atau aktivitas politik harus benar-benar merupakan pilihan dan risiko sendiri. setiap Insan Perusahaan menjunjung tinggi nilai masyarakat setempat. Pasal 8.

I. hal. maupun masyarakat di sekitar perusahaan (eksternal). dengan bijaksana. peningkatan kualitas hidup. 144 201 Universitas Sumatera Utara . 201 Tabel 2 Penerapan GCG pada Perum BULOG Jawaban Ya Tidak Keterangan No.al . dan mendukung langkah-langkah yang diambil masyarakat setempat serta mendorong keterlibatan Insan Perusahaan di dalamnya. Nyoman Tjager et. Perusahaan bertanggung jawab kepada masyarakat setempat untuk menggunakan sumber daya yang ada berupa. 1 a b Pernyataan Komitmen dalam Penerapan GCG Apakah telah disusun pedoman atau manual GCG Apakah ada fungsi khusus yang mengurusi GCG Ya Ya Yang dimaksud dengan tanggung jawab sosial di sini. bahan pangan pokok. Lihat.Prenhallindo 2003). serta kelestarian lingkungan. Perusahaan menyadari pentingnya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat sekitar. Corporate Governance (Jakarta: PT. sumber daya manusia dan energi. dengan prioritas di bidang kesejahteraan. merupakan tanggung jawab moral perusahaan baik terhadap karyawan (internal). Perusahaan memiliki komitmen melalui dukungan operasional terhadap aktivitas sosial yang juga bermanfaat bagi pemenuhan kewajiban pelayanan masyarakat.Perusahaan berikut semua insannya memiliki komitmen menjadi warga yang peduli lingkungan dimana perusahaan beroperasi.

dan 100 % dari luar Tidak ada b Universitas Sumatera Utara . bagaimana mekanisme pemilihan Ketua Komite dimaksud Hubungan kerja Dewan Pengawas dan Direksi dilandasi checks and balances Apa tugas pokok Dewan Pengawas. apakah telah dibentuk Komite Audit. dipilih dalam rapat Dewan Pengawas 3 a Mengawasi dan memberi nasihat Direksi. jumlah 5. Komite Pemantau Risiko. dan berapa anggotanya dan berapa % dari luar Apakah anggota Dewan Pengawas ada yang merangkap jabatan Direksi pada BUMN lain Ya d Ya Sudah dilaksanakan 2 a Ya Sudah dilaksanakan b Ya Sudah dilaksanakan c Masing-masing dipimpin anggota Dewan Pengawas. Komite Remunerasi dan Nominasi Siapa yang memimpin Komitekomite tersebut.c Apakah dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan program GCG Apakah prinsip-prinsip GCG sudah dimasukkan dalam indikator keberhasilan manajemen yang tercermin dalam operasional bisnis Proses pengisian pengurus perusahaan berdasarkan pertimbangan kompetensi dan kredibilitas Apakah pemilihan anggota Dewan Pengawass dan Direksi melalui proses kemampuan dan kelayakan (Fit and Proper Test) Untuk Dewan Pengawas.

c Rapat Dewan Pengawas bagaimana pengaturan dan jadwalnya Apakah Dewan Pengawas Independen dan berperan sebagai supervisor dari pada eksekutif Apakah Dewan Pengawas dan Komite-komite sudah mampu bekerja secara efektif Direksi Apakah Direksi sudah menjalankan tugasnya secara profesional berdasarkan kompetensi. sehingga belum pernah tercatat dissenting opinion Yang terbaru sedang dalam proses c d e Ya Sudah dibuat f Belum Saat ini belum Universitas Sumatera Utara . wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat lengkap dengan alasannya Apakah Direski sudah menyiapkan rencana jangka panjang/strategis 5 tahun Apakah Direksi sudah membuat rencana kerja dan anggaran tahunan yang merupakan penjabaran tahunan dari rencana jangka panjang Apakah Rencana jangka panjang yang telah ditandatangani Ya Diadakan secara berkala sekurangkurangnya 1 kali dalam 3 bulan d Ya e 4 Ya a Ya b Direksi 5 orang Direktur 40% dari luar Sampai sekarang keputusan Direksi selalu berdasarkan mufakat. jika terjadi perbedaan pendapat (dissenting opinion). pemenuhan fungsi dan tugasnya serta evaluasi kinerja Berapa anggota Direksi dan berapa % dari luar Rapat Direksi mengambil keputusan sesuai pedoman tata tertib kerja.

Direksi wajib menyampaikan laporan tahunan yang sudah ditandatangani semua Direksi dan Dewan Pengawas kepada Menteri Dalam hal ada anggota Direksi atau Dewan Pengawas tidak menandatangani laporan tahunan harus disebutkan alasannya secara tertulis Apakah Direksi memangku jabatan rangkap sebagai pengurus pada BUMN/BUMD/Jabatan struktural pada pemerintah Implementasi/Penerapan Prinsip-prinsip GCG a Transparansi Tidak Belum tepat waktu Penerbitan laporan keuangan (1) setengah tahunan/perkwartal tepat waktu (2) Penempatan informasi khusus GCG dalam laporan tahunan Ya g Ya Sudah dilaksanakan h Ya Belum pernah terjadi i Tidak Tidak ada 5 Keterbukaan yang segera atas Out put dari perusahaan tanpa (3) kebocoran yang mendahului pengumuman Kebijaksanaan perusahaan harus tertulis dan secara proporsional (4) dikomunikasikan kepada stakeholders (5) Keterbukaan informasi meliputi visi. sasaran usaha dan Ya Ya Ya. sebagian Ya Kecuali tentang keuangan Universitas Sumatera Utara . misi.bersama dengan Dewan Pengawas telah disahkan kepada Menteri BUMN Dalam waktu 5 bulan setelah tahun buku ditutup.

Anggaran Dasar Perusahaan Ya Sudah dilaksanakan Ya Sudah dilaksanakan Ya Sudah dilaksanakan Ya KPI sedang dalam proses finalisasi Ya Ya sesuai dengan PanduanPerilaku Ya Universitas Sumatera Utara . pengelolaan risiko. pengawasan kepatuhan b Akuntabilitas Perusahaan harus menetapkan secara rinci tugas dan tanggung (1) jawab masing-masing organ pengurus Dewan Pengawas. serta memiliki sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment system) Dalam melaksanakan tugasnya semua organ dan karyawan (5) harus berpegang pada code of conduct yang telah disepakati c Responsibilitas Kecuali mantan Dirut yang telah dihukum Perusahaan harus mematuhi Peraturan Perundang-undangan. (1) Peraturan Perusahaan. sasaran usaha. kondisi keuangan. susunan pengurus perusahaan. Direksi dan Pejabat structural Perusahaan harus meyakinkan bahwa semua organ organisasi (2) perusahaan mempunyai kompetensi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Perusahaan harus memastikan terdapatnya checks and balances (3) system dalam pengelolaan perusahaan Perusahaan harus memiliki ukuran kinerja dari semua jajaran perusahaan berdasarkan ukuran-ukuran yang disepakati (4) konsisten dengan nilai perusahaan (corporate values).strategi perusahaan.

Perusahaan harus bertindak sebagai good corporate citizen (perusahaan yang baik) termasuk (2) peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial (3) (4) d Bertindak secara efektif terhadap individu yang melanggar Adanya pencatatan atas kasuskasus kesalahan manajemen Kemandirian Ya Sudah dilaksanakan Tidak/be Belum lum sepenuhnya Ya Sudah ada Perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/ tekanan dari manapun yang tidak (1) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat Dalam mengambil keputusan (2) harus obyektif dan bebas dari segala tekanan dari manapun (3) (4) e Dewan Pengawas independen dari manajemen Komite-komite dipimpin oleh Pengawas independen Kewajaran Ya Ya Ya Ya Perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan (1) seluruh stakeholders berdasarkan azas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment) Perusahaan harus memberikan kesempatan kepada stakeholders (2) memberikan masukan kepada perusahaan Ya Ya Universitas Sumatera Utara .

Antam Tbk dan Perum Bulog Dari penelitian yang dilakukan mengenai implementasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance menyangkut beberapa indikator antara lain: a). dan Kewajaran.Peningkatan jumlah remunerasi total tidak boleh melebihi dari (3) keuntungan perusahaan Ya G. b). Analisis Hasil penelitian pada PT. d). Hubungan kerja Dewan Komisaris/Pengawas dan Direksi. kecuali pada indikator Responsibilitas yaitu mematuhi Peraturan Perundang-undangan yang ternyata unsur pimpinan Perum BULOG khususnya mantan Direktur Utama Wijanarko Puspoyo di vonis Universitas Sumatera Utara . Proses pengisian pengurus perusahaan berdasarkan pertimbangan kompetensi dan kredibilitas. c). Implementasi/Penerapan Governance: Prinsip-prinsip Akuntabilitas. Kemandirian. Responsibilitas. Good corporate Transparansi. e). Direksi menjalankan tugasnya secara profesional berdasarkan kompetensi. Komitmen dalam penerapan Good Corporate Governance. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada PT ANTAM Tbk dan Perum BULOG kedua BUMN tersebut telah melaksanakan semua indikator tersebut di atas.

tetapi lebih jauh menimbulkan kesan bahwa Good Corporate Governance diterapkan secara ketat hanya terhadap eselon bawahan sedangkan pada eselon atas sebagai pengambil keputusan tidak konsisten dalam menerapkannya. Apabila semua karyawan selaku insan perusahaan telah memahami. sebab bagi suatu perusahaan yang pimpinannya secara nyata terlibat dalam perbuatan yang berindikasi pidana. mempedomani dan menerapkan Code of Conduct yang telah ditetapkan sebagai pegangan oleh perusahaan maka tentu saja Good Corporate Culture yang merupakan sisi dalam atau hulu dari Good Corporate Governance akan jelas terlihat mewarnai suasana bekerja di perusahaan termasuk BUMN yang pada akhirnya kinerja perusahaan akan meningkat. Peranan Pimpinan BUMN sebagai role model (panutan) sangat menentukan komitmen penerapan Good Corporate Governance. maka akibatnya bukan hanya sekedar merusak reputasi perusahaan.Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Mahkamah Agung. Menyimak dari hasil penelitian tentang organ perusahaan dikemukakan antara lain sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara . Sehingga ketidakpatuhan dan tidak konsistensinya penerapan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Good Corporate Governance justru berada pada unsur pimpinan yang seyogiyanya diharapkan menjadi panutan bagi karyawan yang berada pada lapisan yang lebih rendah.

responsibulitas. akuntabilitas. Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi pada PT. Antam Tbk maupun pada Perum Bulog berdasarkan pertimbangan kompetensi dan kredibilitas. pemenuhan fungsi dan tugasnya serta evaluasi kinerja. Pada implementasi asas GCG yang terdiri dari transparansi. kemandirian dan kewajaran Direksi pada kedua perusahaan itu telah melaksanakannya kecuali pada asas responsibilitas ternyata Direksi Perum Bulog khususnya mantan Direktur Utama Rahadi Ramelan dan Wijanarko Puspoyo telah dipidana kasus korupsi. Dalam kegiatannya Direksi yang merupakan organ perusahaan bertanggung jawab atas pengurusan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan serta menjalankan tugasnya secara professional berdasarkan kompetensi. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas Sebagaimana pada Direksi maka Komisaris PT Antam Tbk dan Pengawas pada Perum Bulog pengangkatan dan pemberhentiannya dilakukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk jabatan Komisaris pada Universitas Sumatera Utara . sedangkan pada Perum Bulog dilakukan oleh Rapat Pembahasan Bersama (RPB). Antam Tbk dilakukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). melalui proses kemampuan dan kelayakan (Fit and Proper Test). Secara jelas terlihat bahwa ketidakpatuhan dan tidak konsistensi menerapkan asas GCG justru berada pada unsur pimpinan.Direksi Pengisian Direksi baik pada PT.

q Menteri BUMN. mandiri. sedangkan Pengawas pada Perum Bulog oleh Rapat Pembahasan Bersama (RPB) melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatuhan (fit and proper test). Pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas oleh RUPS/RPB melalui mekanisme fit and proper test berdasarkan pertimbangan keahlian. pemilik modalnya adalah Negara Republik Indonesia c. kepemimpinan. kewenangannya yang tidak diserahkan kepada Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas. Universitas Sumatera Utara . Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)/Rapat Pembahasan Bersama (RPB) RUPS/RPB merupakan suatu sarana dan mekanisme dimana para pemegang saham dapat berpartisipasi secara aktif menjalankan kekuasaannya. Disamping itu Komisaris/Pengawas juga bertanggung jawab untuk memantau penerapan praktek GCG yang dilakukan Direksi. integritas. dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara khusus bagi Perum Bulog.PT Antam Tbk. dilakukan secara transparan. pengalaman dan kelakuan baik serta memiliki dedikasi untuk mengembangkan usaha guna kemajuan perusahaan. Komisaris/ Pengawas bertanggung jawab untuk mengawasi dan memberi nasihat Direksi serta mengesahkan rencana strategis dan tahunan perusahaan. professional. Untuk kelancaran tugasnya Komisaris/Pengawas dibantu oleh Komite yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan organisasi perusahaan.

Universitas Sumatera Utara .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful