P. 1
Conflict of Interests

Conflict of Interests

|Views: 3,299|Likes:
Published by AlanBGT

More info:

Published by: AlanBGT on Jun 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB II
  • DALAM BADAN USAHA MILIK NEGARA
  • 1. Sejarah Ringkas Corporate Governance
  • 2. Teori dan Pengertian Corporate Governance
  • 4. Good Corporate Culture (GCC) Sebagai Landasan GCG
  • B. Praktik GCG di Dunia Internasional
  • 4. Penerapan Corporate Governance di Beberapa Negara
  • a. Jerman
  • c. Jepang
  • e. Malaysia
  • 1) Petronas (Petrolium Nasional Berhad)
  • 5. Penegakan Hukum Untuk Tata Kelola Perusahaan
  • C. Pedoman Umum GCG di Indonesia
  • 1. Asas GCG
  • b. Dewan Komisaris dan Direksi
  • c. Dewan Komisaris
  • d. Direksi
  • 4. Pemangku Kepentingan
  • 5. Pedoman Praktis Penerapan GCG
  • D. Motivasi dan Proses Penerapan GCG di Indonesia
  • 1. Motivasi Penerapan GCG
  • 2. Pentahapan Penerapan GCG
  • E. Penerapan GCG pada PT Aneka Tambang (Antam) Tbk
  • 1. Persamaan dan Penghormatan Hak Asasi Manusia
  • 2. Keselamatan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Pertambangan
  • 3. Kesempatan Kerja yang Adil
  • 4. Benturan Kepentingan (Conflict of Interest)
  • 5. Pembayaran yang Tidak Wajar
  • 6. Hadiah dan Hiburan
  • 8. Hubungan dengan Pemasok
  • 9. Perdagangan Internasional
  • 10. Kerahasiaan Informasi
  • 11. Pengawasan dan Penggunaan Aset
  • Tabel 1 Penerapan Good Corporate Governance pada ANTAM
  • F. Penerapan GCG dan GPG pada BULOG
  • 1. Tanggung jawab Kepada Pemilik Modal
  • 2. Kepatuhan terhadap hukum dan kebijakan Perum BULOG
  • 3. Hubungan dengan konsumen
  • 4. Hubungan dengan mitra kerja
  • 5. Hubungan dengan Insan Perusahaan
  • 6. Hubungan antar Insan Perusahaan
  • 8. Kerahasiaan Informasi
  • 9. Benturan kepentingan
  • 10. Praktik Suap
  • 11. Bantuan, Donasi, Jamuan dan Hadiah
  • 12. Sumbangan Kegiatan
  • 13. Tanggung jawab sosial
  • Tabel 2 Penerapan GCG pada Perum BULOG
  • Ya Tidak
  • G. Analisis
  • Hasil penelitian pada PT. Antam Tbk dan Perum Bulog
  • Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)/Rapat Pembahasan Bersama
  • (RPB)

BAB II IMPLEMENTASI PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM BADAN USAHA MILIK NEGARA

A. Ruang Lingkup Corporate Governance 1. Sejarah Ringkas Corporate Governance Menurut Davies (1999), sebagaimana dikutip oleh Akhmad Syakhroza pada awalnya perkembangan governance dikenal melalui berbagai aturan yang diterapkan atau didominasi oleh kaum gereja. Dalam perkembangan selanjutnya dominasi ini beralih pada konsep revolusi industri serta akhirnya bermuara pada munculnya kapitalisme sampai akhir abad lalu. Dominasi kapitalisme sangat kental ditemukan dalam pola governance korporasi di awal abad ke 19. Pertumbuhan secara perlahan dari serikat pekerja selama paruh pertama abad ini mulai mengimbangi dominasi perusahaan yang sebelumnya mampu menekan tingkat upah dalam upaya memenangkan persaingan bisnis. Mulai paruh abad ke-19 kekuatan serikat pekerja semakin besar dan bertumbuh sedemikian rupa. Fenomena ini menambah kompleksitas governance pada masa itu dan hal ini ditandai dengan munculnya hubungan (axis) antara para pemegang saham dengan Board of Director sebagai suatu bentuk respons atas meningkatnya kekuatan serikat pekerja. 73

73

Akhmad Syakroza, Op. Cit., hal. 6.

59
Universitas Sumatera Utara

Pada era tahun 1970-an, kekuatan yang mempengaruhi governance dalam organisasi khususnya korporasi, menjadi semakin kuat. Sebagian besar waktu manajer pada masa ini dihabiskan untuk melakukan negosiasi dengan serikat pekerja. Pada periode ini pula perkembangan governance pada unit bisnis ditandai dengan berkembangnya era consumerism. Hal ini diindikasikan dengan semakin meningkatnya persaingan antar sesama korporasi melalui peningkatan kekuatan konsumen sebagai salah satu stakeholders dari sebuah korporasi. Perkembangan ini membawa pengaruh signifikan terhadap iklim pengelolaan korporasi yang ditandai dengan munculnya berbagai tantangan baru bagi perkembangan corporate governance. 74 Dari sudut pandang lainnya, fenomena perkembangan corporate governance dapat dilihat dari upaya untuk mengakomodasi berbagai kepentingan stakeholders yang berhubungan dengan korporasi. Secara konseptual, keberadaan corporate governance dapat ditelusuri balik hingga ke akhir abad 18 masehi. Para ahli di bidang governance sepakat untuk menyatakan bahwa Adam Smith (1776) merupakan filosof pertama yang dianggap menjadi peletak dasar dalam upaya formalisasi konsep corporate governance dalam karyanya The Wealth of Nations. 75 Melalui perkembangannya hingga permulaan abad ke 21, konsep corporate governance telah melalui dua tahapan generasi.
74 75

Ibid, hal. 7. Ibid.

Universitas Sumatera Utara

Generasi pertama, dibidani oleh Berle dan Means (1932), dengan penekanan pada konsekuensi dari terjadinya pemisahan antara kepemilikan dan kontrol atas suatu perusahaan modern (the modern corporation). Menurut mereka sejalan dengan berkembangnya perusahaan menjadi semakin besar, maka pengelolaan perusahaan yang semula dipegang oleh pemilik (owner manager) harus diserahkan pada kaum profesional. Dalam kaitan ini, isu yang dianggap dominan adalah: perlunya suatu mekanisme untuk menjamin bahwa manajemen (agent) yang merupakan orang gajian pemilik modal (principal), akan mengelola perusahaan sesuai dengan kepentingan pemilik. Peran penting dari penjelasan ini adalah terdapatnya potensi konflik kepentingan (conflict of interests) antara pihak agent dan principal dalam suatu perusahaan. Perkembangan signifikan dalam konsep corporate governance pada generasi pertama ini ditandai dengan kemunculan Jensen dan Meckling (1976) hampir setengah abad kemudian. Kedua ekonom ini terkenal dengan teori keagenan (Agency Theory) yang menandai tonggak perkembangan riset yang luar biasa di bidang governance (Denis dan Mc Connel 2003). Melalui teori ini, berbagai bidang ilmu sosial lainnya seperti sosiologi, manajemen stratejik, manajemen keuangan, akuntansi, etika bisnis, dan organisasi, mulai menggunakan pendekatan teori keagenan untuk memahami fenomena corporate governance. Akibatnya perkembangan corporate governance menjadi multi dimensi. Tumbull (1997) menyebutnya sebagai sebuah multi disiplin ilmu. Dibandingkan periode sebelumnya, dimana pemanfaatan teori

Universitas Sumatera Utara

dimaksud masih didominasi oleh para ahli hukum (legal) dan ekonom (economist). Pada era generasi pertama ini pula muncul berbagai derivasi teori keagenan sebagai hasil dari sintesis melalui proses dialektika dan berbagai bidang keilmuan tersebut di atas. Perkembangan yang secara efektif dianggap sebagai awal munculnya generasi kedua dari corporate governance, ditandai dengan hasil karya LaPorta dan koleganya pada tahun 1998 (Denis dan Mc Connel 2003). Secara signifikan mengidentifikasi kecenderungan terdapatnya konsentrasi

kepemilikan pada pihak tertentu. Berbeda dengan Berle dan Means (1932), menurut La-Porta (1998, 1999) bahwa penerapan corporate governance di suatu negara sangat dipengaruhi oleh perangkat hukum di negara tersebut dalam upaya melindungi kepentingan berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan, terutama pemilik minoritas. Jika sebelumnya konflik kepentingan dianggap terjadi antara pemilik modal (principal) dengan pengelola (agent), La-Porta (1999) menyatakan bahwa berbagai negara lainnya di luar Amerika Serikat dan Inggris, justru sebaliknya kepemilikan perusahaan sangat terkonsentrasi. Akibatnya, konflik kepentingan akan terjadi antara “pemilik mayoritas yang kuat” dengan “pemilik minoritas” yang berada pada posisi yang lemah. Lebih lanjut, La-Porta (1999, 2000) berpendapat bahwa sistem hukum yang tidak kondusif dan belum berpihak pada kepentingan umum,

Universitas Sumatera Utara

Pada 76 77 Ibid. sehingga akan berdampak luas pada terganggunya keseimbangan suatu sistem. Untuk itu dibutuhkan seperangkat aturan main yang jelas agar berbagai perangkat organisasi dalam sebuah sistem dapat menjalankan fungsinya masing-masing secara optimal. 5-6. Sementara konflik kepentingan pada dasarnya disebabkan oleh “perbedaan kepentingan” itu sendiri dan adanya “ketidakseimbangan kekuatan” antara berbagai pihak yang berkepentingan. secara umum dapat disimpulkan bahwa corporate governance akan selalu muncul jika terdapat potensi konflik kepentingan di dalam suatu perusahaan. Universitas Sumatera Utara . seperti struktur governance (governing body and management appointment) yang diikuti dengan kejelasan aturan main (definition of roles and powers serta code of conducts) dalam suatu bentuk mekanaisme (governance mechanisms) yang dapat dipertanggungjawabkan. 77 Corporate governance sebagai suatu sistem membutuhkan berbagai perangkat. hal. Ibid. Tidak seimbangnya kekuatan ini membawa implikasi bahwa “ketidakseimbangan kekuatan” dan akan adanya “peluang untuk mengeksploitasi sesuatu kepentingan”.mengakibatkan konflik ini menjadi semakin tajam sehingga berpotensi merusak sistem perekonomian negara secara keseluruhan. 76 Terlepas dari tahapan perkembangan konsepsinya.

78 2. sebagaimana dikutip oleh Mas Achmad Daniri 79. Good Corporate Governance. Inilah yang tersirat dalam hubungan fidusia yang dikehendaki oleh para pemegang saham. 5-6. 11. hal. sehingga dengan berjalannya mekanisme ini. diharapkan dapat menghasilkan dampak lanjutan yang positif terhadap perkembangan perekonomian suatu negara untuk tercapainya kemakmuran masyarakat (the wealth of nation) seperti kondisi sebagaimana yang dimaksud oleh Adam Smith. memiliki integritas dan kejujuran terhadap pihak lain. 79 78 Universitas Sumatera Utara . Stewardship theory dibangun di atas asumsi filosofis mengenai sifat manusia yakni bahwa manusia pada hakekatnya dapat dipercaya. Ibid. 2006). (Jakarta: Ray Indonesia. Stewardship theory memandang manajemen sebagai institusi yang dapat dipercaya untuk bertindak dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan stakeholders pada umumnya maupun shareholders pada khususnya. ada dua yaitu Stewardship theory dan agency theory. Mas Achmad Daniri. Teori dan Pengertian Corporate Governance Teori utama yang terkait dengan corporate governance. mampu bertindak dengan penuh tangung jawab. hal.prinsipnya hal ini dibutuhkan untuk menjamin terjaganya kepentingan berbagai pihak yang berhubungan dengan perusahaan. Konsep dan penerapannya dalam konteks Indonesia.

di mana pengelolaan perusahaan harus diawasi dan dikendalikan untuk memastikan bahwa pengelolaan dilakukan dengan penuh kepatuhan kepada berbagai peraturan yang berlaku. Agency costs ini mencakup biaya untuk pengawasan oleh pemegang saham. Bertentangan dengan stewardship theory. yang harus dikeluarkan sebagai biaya untuk mengurangi kerugian yang timbul karena ketidakpatuhan setara dengan peningkatan biaya enforcement-nya. bukan sebagai pihak yang arif dan bijaksana serta adil terhadap pemegang saham sebagaimana yang diasumsikan dalam stewardship model. agency theory mendapat respons yang lebih luas karena dipandang lebih mencerminkan kenyataan yang ada.Agency theory memandang bahwa manajemen perusahaan sebagai “agents” bagi pemegang saham. pembuat kebijakan dan lain sebagainya) corporate governance merupakan isu yang tidak pernah usang dan selalu menarik minat mereka untuk memperbincangkannya secara Universitas Sumatera Utara . termasuk biaya audit yang independen dan pengendalian internal. Dalam perkembangan selanjutnya. Upaya ini menimbulkan apa yang disebut sebagai agency costs. dan biaya yang dikeluarkan oleh manajemen untuk menghasilkan laporan yang transparan. Berbagai pemikiran mengenai corporate governance berkembang dengan bertumpu pada agency theory. yang akan bertindak dengan penuh kesadaran bagi kepentingannya sendiri. akademisi. Di berbagai kalangan (pelaku bisnis. agency theory memandang bahwa manajemen tidak dapat dipercaya untuk bertindak dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan stakeholders pada umumnya maupun shareholders pada khususnya.

sehingga pemahaman tentang praktik corporate governance terus berevolusi dari waktu ke waktu. (Bandung: Penerbit Mandar Maju. Sedarmayanti. independensi. kosultan korporasi. maka istilah corporate governance dan tata kelola perusahaan yang dipergunakan oleh penulis secara bergantian dalam disertasi ini memiliki pengertian dan maksud yang sama. etika bisnis. Dengan mengikuti kelaziman tersebut. 81 Di Indonesia istilah corporate governance seringkali diterjemahkan sebagai tata kelola perusahaan. transparansi. yang dalam kajian mereka memisahkan antara kepemilikan saham (ownership) dengan pengawas pada suatu perusahaan modern.serius 80. 59. akuntabilitas. 82 81 80 Universitas Sumatera Utara . Isu yang terkait dengan Corporate Governance seperti insider trading. Berikut ini Lihat juga Sedarmayanti yang mengemukakan bahwa berbagai peristiwa dalam dasawarsa terakhir telah menjadikan Corporate Governance menjadi isu penting di kalangan eksekutif. Corporate Governance juga telah menjadi salah satu isu penting bagi pelaku usaha di Indonesia. Op. 82 Sedangkan pengertian corporate governance itu sendiri telah dikemukakan oleh banyak institusi dan para pakar. hal. dan perlindungan investor telah menjadi ungkapan lazim dibicarakan di kalangan pelaku usaha. Non Government Organization (NGO). sedangkan di kalangan pebisnis istilah GCG sering diartikan “tata kelola”. Dalam konteks GCG. 2007). di kalangan pemerintah governance sering juga disebut “tata pamong” atau “penadbiran”. Good Governance dan Good Corporate Governance. akademisi.Cit. Pemisahan tersebut pada gilirannya telah memunculkan konflik kepentingan (conflik of interest) antara para pemegang saham dengan pihak manajemen dalam struktur kepemilikan perusahaan yang tersebar (dispersed ownership). hal. 24. Indra Surya & Ivan Yustiavandana. dan pembuat kebijakan (pemerintah) di berbagai belahan dunia.. tanggung jawab sosial. Kajian atas corporate governance mulai disinggung pertama kalinya oleh Barle dan Means pada tahun 1932.

disajikan beberapa definisi corporate governance yang banyak digunakan sebagai acuan dalam diskusi dan tulisan-tulisan. John Aldridge. 9. dan Praktik. Menurut Komite ini corporate governance adalah “sistem yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan dengan tujuan. shareholders and other stakeholders. hal. Prinsip. pemegang saham. Good Corporate Governance: Konsep. 2-3 83 Universitas Sumatera Utara . such as the board.. 2007). 85 Lihat Siswanto Sutojo & E. manajer. and spells out the rules and procedures for making decisions on corporate affairs. agar mencapai keseimbangan antara kekuatan kewenangan yang diperlukan oleh perusahaan. (Jakarta: Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia. the managers. The corporate governance structure specifies the distribution of rights and responsibilities among different participants in the corporation.. hal. untuk menjamin kelangsungan eksistensinya dan pertanggungjawaban kepada stakeholders. Komite ini bertugas menyusun corporate governance code yang menjadi acuan utama (benchmark) di banyak negara. hal. 40.Cit. direktur. Op. it Lihat Etty Retno Wulandari. By doing this. Hal ini berkaitan dengan peraturan kewenangan pemilik. Op. OECD mendefinisikan corporate governance sebagai berikut 85 : “Corporate Governance is the system by which business corporations are directed and controlled. 84 Lihat Misahardi Wilamarta. 83 Usaha untuk melembagakan corporate governance untuk kali pertama dilakukan oleh Bank of England dan London Stock Exchange pada tahun 1992 dengan membentuk Cadbury Committee. 84 The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) merupakan salah satu organisasi international yang sangat aktif mendukung implementasi dan perbaikan corporate governance di seluruh dunia.Cit. dan sebagainya”.

Kategori kedua. struktur pembiayaan. Asian Development Bank (ADB) sebagai suatu organisasi yang mendorong perkembangan ekonomi negara-negara di benua Asia juga menaruh perhatian yang besar terhadap corporate governance. Stijn Claessens & Joseph P. misalnya melihat bagaimana dewan direksi memenuhi transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan.5). lebih melihat pada kerangka secara normative. creditors. pertumbuhan.e. baik yang berasal dari sistem hukum. perlakuan terhadap para pemegang saham dan stakeholders. yaitu segala ketentuan hukum.H. Kategori pertama. Kategori pertama ini akan sangat cocok untuk dijadikan dasar analisis dalam mengkaji corporate governance di satu negara. managers. sistem Universitas Sumatera Utara . ADB (2001) mendefinisikan corporate governance sebagia berikut: “A corporate governance system consists of (1) a set of rules that define the relationships between shareholders.also provides the structures through which the company objectives are set. bagaimana menentukan kompensasi yang layak bagi executive perusahaan. Dalam laporannya sebagai hasil penilaian terhadap kondisi corporate governance di 5 negara Asia. their respective rights and responsibilities) and (2) a set of mechanisms that help directly or indirectly to enforce these rules”(p. and means of attaining those objectives and monitoring performance”. the government and other stakeholders (i. Sementara itu. lebih condong pada serangkaian pola perilaku perusahaan yang diukur melalui kinerja. Fan antara lain mengemukakan bahwa pengertian tentang corporate governance dapat dimasukkan dalam dua kategori.

yang mempengaruhi perilaku perusahaan. korporasi.” Global Corporate Governance Forum”. 86 Berdasarkan beberapa pengertian corporate governance tersebut di atas. 87 86 Stijn Claessens & Joseph P. investor dan lainnya. dan profesi audit. dan juga terjadinya krisis finansial di Asia. 87 Universitas Sumatera Utara . hal. Amsterdam I Nyoman Tjager. Op. et.. Kategori kedua ini dijadikan dasar analisis dalam mengkaji corporate governance secara komparatif. 29-30 2003 . pasar keuangan dan sebagainya. membawa kita untuk melihat lebih jauh beberapa jenis sistem corporate governance dan alternatif board structures yang ada dan bagaimana penerapannya di Indonesia yang berbasis two-tier board system. menyusul berbagai perkembangan yang terjadi di industri pasar modal. Fan. Jenis-jenis Corporate Governance Sentralisasi isu corporate governance. maka corporate governance secara ringkas dapat diartikan sebagai suatu sistem yang mengandung elemen-elemen tertentu untuk menata. berikut konsep dan definisi mengenai korporasi dan corporate governance.peradilan. misalnya melihat bagaimana berbagai perbedaan dalam kerangka normatif yang dibangun akan mempengaruhi pola perilaku perusahaan.H. mengendalikan dan mengawasi perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan secara optimal.Cit. 3.all.

karyawan. Ini mencerminkan adanya perbedaan tradisi budaya. termasuk misalnya. Pembahasan mengenai board structures ini penting karena board structures memperlihatkan bagaimana berbagai peran dan fungsi dalam 88 Ibid. dengan tujuan agar negaranegara yang saat ini sedang dalam transisi dari perekonomian komando menuju perekonomian pasar dapat memiliki panduan yang memadai. 88 Pembahasan mengenai berbagai sistem corporate governance didominasi oleh dua isu penting : (1) apakah perusahaan harus dikelola dengan single-board system atau two-board system.Dalam praktiknya ada beberapa jenis sistem corporate governance yang berkembang di berbagai negara. dan lingkungan ekonomik institusional dimana sistem-sistem corporate governance yang berbeda-beda itu berkembang. praktik bisnis. Universitas Sumatera Utara . perusahaan lain yang memiliki hubungan perdagangan dengan suatu perusahaan. dan berbagai usaha telah dilakukan untuk mendalami faktor-faktor apa yang membuat suatu sistem corporate governance efektif dan dalam kondisi seperti apa. dan (2) apakah para anggota Dewan (Dewan Komisaris dan Direksi) sebaiknya terdiri atas para outsiders atau lebih terkonsentrasi pada insiders. sejumlah kecil institusi finansial yang memberi pinjaman kepada perusahaan. Setiap sistem memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. kerangka hukum. kebijakan. manajer dan lain lain.

dalam banyak hal. Semua Direktur yang telah ditunjuk secara sah oleh para pemegang saham bertanggung jawab atas governance korporasi. 31. Model board structures perusahaan-perusahaan di Inggris dan Amerika serta negara-negara lain yang dipengaruhi langsung oleh model Anglo-Saxon. Bahkan. Namun dalam praktik. Dalam model ini anggota Dewan Komisaris juga merangkap anggota Direksi dan keduanya berada dalam sebuah board of directors. Secara umum board structures ini dapat dioperasikan dengan salah satu dari dua sistem yang berbeda. kita perlu membedakan antara para direktur yang menempati posisi manajemen dan para komisaris yang 89 Ibid. siapa pun yang menyebut dirinya direktur harus bertanggung jawab. pada umumnya berbasis single-board system dimana keanggotaan Dewan Komisaris dan Direksi tidak dipisahkan. yaitu Single-board system atau Two-board system. hal.. Pada umumnya undang-undang perusahaan di seluruh dunia yang menganut model single-board system tidak membedakan berbagai gaya (styles) dan sebutan (title) direktur. Universitas Sumatera Utara . 89 Perusahaan-perusahaan di Indonesia pada umumnya berbasis two-tier system yang dengan tegas memisahkan keanggotaan Dewan Komisaris sebagai pengawas dan Direksi sebagai eksekutif korporasi.organisasi saling berhubungan dan bekerja serta bagaimana berbagai kepentingan dari para stakeholders terlindungi.

Sebaliknya. karena pengaruh pemegang saham yang kuat melalui Dewan Komisaris. 91 90 Ibid. merupakan hal yang cukup penting. Dalam hal ini persepsi manajemen mengenai pengaruh pemegang saham tidak harus menunggu saat krisis. Kedua.mengawasi (oversight) mereka. pengaruh pemegang saham dalam two-tier system dapat dijalankan melalui Dewan Komisaris sehingga tidak harus mengganggu aktivitas normal manajemen. Ini sulit dilakukan dalam model single-board system. tanpa harus mengganggu kerja normal perusahaan. Direksi. Pemisahan antara Dewan Komisaris dan Dewan Eksekutif. dan memungkinkan pemegang saham meningkatkan pengaruhnya tanpa harus menunggu terjadinya skandal publik atau ketidaksepakatan publik. Direksi (top management) dapat mempertahankan tingkat independensi yang lebih besar pada saat operasional. karena dalam model ini seseorang dapat menjalankan salah satu atau kedua peran itu sekaligus. memungkinkan masuknya lebih banyak Komisaris Independen. Ketiga. harus memperhatikan dengan serius pandangan para pemegang saham. two-tier board system memiliki beberapa kelebihan dibandingkan single-board system: 90 Pertama. Berkaitan dengan hal itu. two-tier system memungkinkan tekanan terhadap manajemen untuk menghasilkan kinerja yang baik. Universitas Sumatera Utara .

”Membangun Dewan Komisaris yang Efektif”.Keempat. 92 Perusahaan-perusahaan Amerika telah memperkenalkan istilah-istilah yang membingungkan seperti “Chairman and Chief Executive Officer atau President and Chief Executive Officer”. namun tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa pada akhirnya yang teramat penting adalah kompetensi dan perilaku anggota dewan komisaris indenpenden tersebut. Lihat Ronny Kusuma Muntoro.com/data/ mui_Membangun%20Dewan%20Komisaris%20%20yang%20Efektif_Ronny%20K%20Muntoro. Permasalahan akut dalam perusahaan keluarga yang sedang bertumbuh adalah ketika suatu generasi keluarga benar-benar tidak kompeten untuk menjalankan bisnis pada skala yang telah dicapai perusahaan. Meskipun dewan komisaris ini memang diakui banyak pihak sangat penting dan secara intuitif itu benar. diakses tanggal 28 April 2010. Dengan struktur two-board system maka bahaya ini dapat dihindari karena Direksi yang profesional dapat menutupi kelemahan tersebut. http://www.lmfeui. Two-board system sangat memungkinkan penghapusan konsep yang menggabungkan chairman dan managing director seperti itu. tidak mungkin bagi seseorang untuk berperan sebagai Komisaris Utama sekaligus sebagai Direktur Utama sebuah perusahaan. 91 Universitas Sumatera Utara . Komisaris independen diperlukan untuk meningkatkan independensi dewan komisaris terhadap kepentingan pemegang saham (mayoritas) dan benar-benar menempatkan kepentingan perusahaan di atas kepentingan lainnya. sehingga memungkinkan chairman (presiden komisaris/komisaris utama) melakukan tugas pengawasasan (oversight) dan manajemen harus benar-benar memperhatikan suara Dewan Komisaris sebelum membuat keputusan sebagaimana direkomendasikan oleh Cadbury Code of Conduct maupun prinsip-prinsip international best practices yang dikembangkan OECD. 92 Kelima. Komite Kebijakan Nasional Corporate Governance (2001) menyebutkan bahwa paling tidak 20 persen anggota dewan komisaris harus berasal dari luar perusahaan. karakter yang cenderung tidak sehat pada perusahaan keluarga dapat dicegah bahkan ketika perusahaan dihadapkan pada masalah ketidakmampuan manajerial generasi keluarga yang mengelola. Ibid. dimana kedua posisi tersebut dalam kedua kepengurusan perusahaan tidak saling mendominasi sebagaimana terjadi dalam one-tier system di mana Chairman (Presiden Komisaris) dan Chief Executive Officer CEO mungkin dijabat oleh satu orang.pdf.

adalah organisasi yang berbentuk perusahaan.Keenam. 93 4. Pilihan lainnya adalah singleboard system dengan pembentukan badan perwakilan karyawan (statutory employee council). yang dalam hal ini. Perlu dicatat bahwa Masyarakat Eropa (Uni Eropa) semula mengusulkan agar two-tier board ini diterapkan perusahaan-perusahaan di seluruh negara anggota. Namun usul ini ditolak terutama oleh Inggris dan Amerika Serikat serta perusahaan-perusahaan mereka di Eropa. Pemikiran yang kemudian banyak diterima adalah menerapkan two-tier board system maupun single-board system dengan catatan lebih banyak melibatkan outside directors (atau semacam komisaris indpenden). Two-board system merupakan mekanisme yang relatif sederhana dalam menjawab kebutuhan publik akan pengendalian seraya tetap mempertahankan independensi manajemen. 93 Ibid. Good Corporate Culture (GCC) Sebagai Landasan GCG Corporate culture (budaya perusahaan) merupakan konsep yang berkembang dari ilmu manajemen serta psikologi industri dan organisasi. Bidang-bidang ilmu tersebut mencoba lebih dalam mengupas penggunaan konsep-konsep budaya dalam ilmu manajemen dan organisasi dengan tujuan meningkatkan kinerja organisasi. Universitas Sumatera Utara .

mengemukakan bahwa budaya perusahaan memiliki dua tingkat. akan diajarkan kepada anggota kelompok baru sebagai cara yang benar untuk mempersepsi. (New York: The Free Press A Division Simon & Schuster Inc.Ada berbagai definisi budaya perusahaan. 95 Ibid. Djokosantoso Moeljono. hal. Pada tingkat yang lebih dapat diamati (konkret). dan merasa dalam menghadapi masalah serupa. budaya menggambarkan pola perilaku atau gaya kerja di suatu perusahaan yang secara otomatis dianjurkan oleh karyawan lama untuk diikuti rekanDjokosantoso Moeljono. Januari 2006). bergantung pada orientasi dari pakar yang mengemukakannya. J.P.96 Pada tingkat yang lebih dalam dan kurang dapat diamati (abstrak). yang telah cukup berhasil sehingga dianggap tidak berubah dan. 94 Universitas Sumatera Utara . mulai dari yang bersifat sangat kompleks sampai yang sangat sederhana. yaitu suatu pola dimensi milik bersama yang dipelajari suatu kelompok pada saat memecahkan masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal. 40. Corporate Culture and Performance.Kelompok Gramedia. dengan mengutip Kotter dan Heskett.Elex Media Komputindo . Good Corporate Culture Sebagai Inti Dasar Good Corporate Governance. 94 Definisi budaya yang banyak digunakan. kerena itu. berpikir. 96 Jokosantoso Moeljono mengutip pendapat Kotter. and Heskett. 95 Sejumlah dimensi penting tersebut memang sering tidak diucapkan tetapi dimiliki bersama oleh anggotaanggota suatu komunitas. 1992). budaya diartikan sebagai nilai-nilai yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota di dalam suatu kelompok dan cenderung untuk menetap bahkan meskipun anggota-anggota kelompok telah berganti. (Jakarta: PT.

hal. serta telah diyakini oleh semua anggota organisasi. Pride of the organization: Employees defend their company against unjustified critique and they say that they like working for their company. 97 Sedangkan good corporate culture (GCC) adalah “suatu kondisi di mana suatu organisasi atau perusahaan sudah mempunyai sistem nilai-nilai yang unggul. Djokosantoso Moeljono mendefinisikan corporate culture sebagai suatu sistem nilai yang diyakini oleh semua anggota organisasi dan yang dipelajari. hubungan antara GCG dengan GCC sangat erat. 99 Lihat http://ezinearticles. diterapkan. berfungsi sebagai sistem perekat. 71. dan secara sadar menjadi sistem perekat. Universitas Sumatera Utara . hal.com/?Ten-Parameters-of-Good-Corporate-Culture&id=119152. diterapkan dan dikembangkan secara berkesinambungan. diakses pada tanggal 1 Februari 2010. Kalau dikaji secara lebih mendalam. ada 10 (sepuluh) parameter budaya perusahaan yang baik 99 : 1.rekan kerja mereka yang baru. serta dikembangkan secara berkesinambungan. Budaya tingkat ini lebih mudah untuk diubah dibandingkan dengan budaya pada tingkat yang lebih dalam. 67. 98 Dalam hal ini. dimana GCC merupakan sisi dalam atau hulu dari GCG itu sendiri. menurut Martin Hann. 97 98 Ibid. dan dijadikan acuan berperilaku dalam organsisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.. Ibid. untuk dijadikan sebagai acuan berperilaku dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Profit orientation and cost awareness: All expenditures are evaluated if they are effective or not and all members are strongly thinking about profit. Client and consumer relations: Everything is oriented towards a better service for the customer. Orientation towards (top) achievements: ‘In our company. 6.com/interview/12274657-1. 5. John Nesheim berpendapat sebagai berikut 100 : “A startup is a series of progressive accomplishments and milestones one after the other and if all you do is work. good. Supervision and leadership: Managers are really interested in the problems of others and it is customary to ask help when needed. 9. everybody tries to do a better job’ and ‘our company is number one and that should stay so’. to work and the Lihat http://www. Innovation: Systems and procedures are constantly being pursued and new ideas are always welcome. 4. 7. So the culture is a place I want to go to. Honesty and safety: Safety rules are strictly implemented and everybody sees company properties as being sacred. it’s just work and that’s no fun. 8. Teamwork and communication: Employees listen well and try to understand the ideas/opinions of others and employees and managers really try to help each other. 10.html. Employee relationships: Employees are not trying to better themselves from the mistakes of other employees and new employees are accepted quickly.2.allbusiness. 100 Universitas Sumatera Utara . Then you should just quit and go away. You soon get a work culture and not a fun culture and you have to have some joy in order to make an adventure out of it and we found in startups that when it’s not an adventure. diakses pada tanggal 2 Februari 2010. Selanjutnya untuk dapat mengembangkan suatu budaya perusahaan yang baik. 3. Education and development: Everybody supports education and training programs and the company really tries to develop its employees. you got that done.

jawabannya pasti bisa. pasti memiliki budaya yang Secara ringkas pengertian “budaya adalah satu set nilai. Pada dasarnya setiap lingkungan tempat tinggal memiliki budaya yang dibuat oleh para leluhur dan diturunkan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya untuk dianut dan dilestarikan bersama. http://www.culture is made up of people who share similar values and ideas. penuntun. agama. don’t do evil is a simple oversimplification of what they’ve done with their culture and many other companies have as well. Lihat AIMS Consultant. sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan pribadi yang berada di dalam lingkungan tersebut”. perusahaan adalah sebuah lembaga yang terdiri dari banyak karyawan yang merupakan individu yang berasal dari latar belakang yang berbeda. 101 Dalam hubungan ini. Budaya yang ada di suatu lingkungan. yaitu lingkungan. Namun yang menjadi pertanyaan adalah. dan lain sebagainya. short as possible. falsafah. pengertian. You hire people that share values and operate on those principles and the culture like yeast then begins to grow and we get a good culture”. The famous Google statement. mampukah mereka yang beragam itu bersama-sama mencapai satu tujuan perusahaan dengan cara saling memahami. kepercayaan. etika. dan mengerti satu sama lain? Dengan cara yang tepat. So articulate it in writing. membantu.html.com/html/article1. 101 Universitas Sumatera Utara . diakses pada tanggal 2 Februari 2010. the principles that make it very important to you as leader and then find people that are willing to share that and work on it and reinforce it. karena perusahaan seperti juga halnya lingkungan tempat tinggal. norma.aimsconsultants. I just read another one the other day that was entirely different but it was clear the CEO was focused on that’s the kind of culture I want. pendidikan. dan cara berpikir. Dengan demikian suatu perusahaan terdiri dari individu dengan kultur bawaan yang berbeda-beda.

103 102 103 Ibid. Satu budaya yang sama maksudnya adalah sebuah pola pikir yang membuat mereka memiliki persepsi yang sama tentang nilai dan kepercayaan yang dapat membantu mereka untuk memahami tentang bagaimana seharusnya berperilaku kerja pada perusahaan dimana mereka bekerja. 102 Sehubungan dengan itu. kecerdasan maupun motivasi yang tinggi dari karyawan memang merupakan unsur kredibilitas yang harus dimiliki oleh karyawan agar perusahaan dapat mencapai sukses. kreativitas. Universitas Sumatera Utara . Ibid. Untuk dapat memanfaatkan budaya perusahaan dengan maksimal. Kebersamaan dalam menganut budaya atau nilai-nilai yang sama menciptakan rasa kesatuan dan percaya dari masing-masing karyawan. keahlian. Dengan demikian budaya perusahaan dapat membantu perusahaan mencapai sukses. Bila hal ini telah terjadi. Lingkungan seperti ini dapat membangun kreativitas dan komitmen yang tinggi dari para karyawan sehingga pada akhirnya mereka mampu mengakomodasi perubahan dalam perusahaan ke arah yang positif. tetapi manfaat yang akan diperoleh dari unsur-unsur tersebut belum maksimal apabila setiap karyawan belum memiliki satu budaya yang sama. maka perusahaan perlu menanamkan nilai-nilai yang sama pada setiap karyawannya. maka akan tercipta lingkungan kerja yang baik dan sehat.dirumuskan oleh para pendiri dan top manajemen perusahaan dan dianut oleh setiap komponen perusahaan.

etika. 104 kedalam usaha-usaha perusahaan dan tujuan pencapaian 104 Ibid. Tanpa adanya kata atau kalimat yang menegaskan mengenai budaya yang dianut perusahaan. Dengan kata lain. Universitas Sumatera Utara . maksud ”budaya kerja yang kuat” adalah seluruh komponen perusahaan mengamalkan nilai atau norma yang telah ditetapkan bersama sebagai sebuah budaya dengan komitmen yang tinggi. tujuan. dan strategi perusahaan. Terlepas dari nilai-nilai positif dan luhur yang terkandung dalam budaya yang berlaku. prinsip.Sebagaian besar perusahaan-perusahaan dunia yang sukses adalah perusahaan yang memiliki ”budaya kerja yang kuat”. Menuliskan pernyataan visi dan misi perusahaan adalah cara yang paling efektif untuk memastikan bahwa semua karyawan dapat memahami budaya mengimplementasikannya perusahaan. akan menyulitkan para karyawan memahami budaya perusahaan. pernyataan visi dan misi dapat menyiratkan nilai. Untuk itu perlu adanya sebuah pernyataan yang merupakan manifestasi dari budaya perusahaan yang mengungkapkan secara garis besar dalam pengertian spesifik mengenai tujuan perusahaan. pengungkapan budaya perusahaan ke dalam sebuah pernyataan dapat dilakukan melalui perumusan pernyataan visi dan misi. Hanya dengan kalimat singkat. tanpa terkecuali. dan cara-cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan Kotter dan Heskett, ternyata terdapat korelasi yang positif di antara penerapan budaya perusahaan dengan prestasi bisnis yang dicapai oleh perusahaan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Hal ini menunjukkan bahwa budaya perusahaan memiliki peranan penting dalam membangun prestasi dan produktivitas kerja para karyawan sehingga mengarahkan perusahaan kepada keberhasilan. 105 Visi dan misi suatu perusahaan agar dapat membentuk corporte culture yang unggul haruslah mempunyai kriteria: Pertama, visi-misi harus diungkapkan dalam satu atau dua kalimat saja. Taburan aneka kalimat seperti yang selama ini dilihat pada visi-misi perusahaan justru mengaburkan esensinya. Bahkan, tidak jarang lantaran sangat panjangnya kalimat visi-misi, seluruh karyawan kesulitan untuk menghafalnya. Kita tahu, hafal sebuah visi-misi merupakan langkah awal bagi implementasinya. Kedua, visi-misi harus dapat dimengerti oleh karyawan tingkat bawah sampai eksekutif. Hal demikian menjadi wajar mengingat yang melaksanakan visi-misi itu seluruh warga organisasi, walaupun masing-masing warga organisasi mempunyai tanggung jawab dan hak yang berbeda sesuai dengan wewenang dan jabatannya. Jangan sampai visi-misi cuma mentok dimengerti sampai level manajer, sementara level supervisor apalagi staf tidak mengerti

105

Moeljono ; loc. cit hal 53

Universitas Sumatera Utara

sama sekali esensi dari visi-misi tersebut. Bagaimana visi-misi akan berjalan dengan sempurna manakala orang-orang yang ada di lapangan (supervisor dan staf) sama sekali tidak mengerti esensinya? Ketiga, visi-misi harus mampu menggetarkan hati seluruh warga organisasi. Visi-misi bukanlah sebatas kata-kata indah yang menarik untuk ditempel-tempel di dinding kantor. Juga bukan sekedar retorika para petinggi perusahaan untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa perusahaan bersangkutan memiliki visi-misi yang menawan. Visi-misi ini harus mampu membuat seluruh warga organisasi bergetar ketika mengucapkannya. Soekarno dengan visinya yang luar biasa “Indonesia merdeka!” membuat seluruh rakyat bersedia berdiri di belakang sosok Bung Karno mengejar visi bersama. 106

B. Praktik GCG di Dunia Internasional Corporate governance telah menjadi pokok bahasan penting para pelaku bisnis di seluruh dunia menyusul adanya, antara lain, desakan dari Institutional Investors, NGOs (non-governmental organizations), dan media masa agar perusahaan menerapkan GCG. 107

A.M. Lilik Agung, Visi dan Misi yang Kuat, Corporate Culture, Challenge to Excellence, (Jakarta, PT Elex Media Komputindo Gramedia 2007), hal. 91-92 107 Antonius Alijoyo, Subarto Zaini, Komisaris Independen - Penggerak Praktik GCG di Perusahaan, (Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia 2004), hal. 13-23, menguraikan Kejayaan Korporasi (The Triumph of the Corporation), OECD Corporate Governance Principles, Corporate Governance Framework and Corporate Governance di Jerman, Perancis dan Jepang.

106

Universitas Sumatera Utara

Corporate governance telah berkembang sejak peradaban manusia mengenal korporasi. Dengan kata lain, corporate governance dalam praktik bukanlah sesuatu yang baru. Namun beberapa perkembangan terakhir telah mendorong sentralisasi isu corporate governance secara signifikan antara lain sebagaimana diindikasikan berbagai hal berikut ini. 1. Kejayaan Korporasi (The Triumph of the Corporation) Kejayaan korporasi telah diekspresikan dalam bentuk privatisasi secara luas. Pemerintah meminimalkan perannya dalam perekonomian. Program
privatisasi yang dikembangkan adalah untuk menaruh kepercayaan penuh terhadap

kejayaan korporasi tanpa campur tangan pihak pemerintah misalnya privatisasi terhadap beberapa perusahaan milik negara (BUMN) menjadi korporasi swasta. Korporasi diharapkan dapat menjadi prime driver bagi
pertumbuhan ekonomi. Menuju kearah korporasi yang mandiri tersebut diperlukan mekanisme corporate governance yang mampu menjawab kepentingan setiap stakeholders. Kejayaan korporasi seperti di Inggris dan Perancis serta korporasi yang sedang bertumbuh seperti Eropa Timur, Asia dan Amerika Selatan semakin mendorong korporasi untuk memiliki corporate governance yang memadai, sehingga mereka sebagai prime drivers pertumbuhan ekonomi

dapat beroperasi dan

bertumbuh kembang secara bertanggung jawab melalui pengelolaan yang bertanggung jawab dan transparan terhadap stakeholders. Menurut Zulkarnain Sitompul bahwa konsentrasi kepemilikan perusahaan di Indonesia, baik milik pemerintah (BUMN) maupun perusahaan

Universitas Sumatera Utara

milik swasta, telah menimbulkan permasalahan yang cukup rumit dan signifikan, terutama dalam kaitannya dengan efektivitas pengawasan internal dan eksternal. Oleh sebab itulah program privatisasi di Indonesia pada tahapan selanjutnya harus diartikan sebagai upaya untuk menghilangkan kosentrasi kepemilikan perusahaan, baik oleh negara melalui pengelolaan pemerintah maupun pihak swasta. Tujuannya adalah agar program privatisasi bukan semata-mata merupakan pengalihan konsentrasi kepemilikan

perusahaan, “oleh pemerintah menjadi oleh swasta”. 108 Sebagaimana diketahui bahwa dalam sistem pengelolaan perusahaan, efektifitas pengawasan sangat terkait erat dengan bentuk dan struktur kepemilikan perusahaan. Bentuk dan struktur kepemilikan perusahaan merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan perusahaan yang sehat dan efisien. Konsentrasi kepemilikan perusahaan memungkinkan timbulnya campur tangan pemilik secara berlebihan dalam pengurusan dan pengelolaan perusahaan. Hal ini antara lain mengakibatkan fungsi pengawasan internal menjadi kurang berfungsi. Misalnya, komisaris yang fungsinya sebagai pengawas perusahaan menjadi tidak efektif, padahal komisaris memiliki peran strategis dalam pengawasan jalannya suatu perusahaan. Inefisiensi dan ketidaksehatan suatu perusahaan antara lain disebabkan oleh dominasi pemilik sehingga komisaris bersikap pasif dalam melakukan pengawasan terhadap kegiatan perusahaan. Agar gagasan tentang penyebaran
108

Zulkarnain Sitompul, Problematika Perbankan, (Bandung: Books Terrace & Limbrary, 2005), hal. 130-131.

Universitas Sumatera Utara

kepemilikan saham dengan cara pemecahan “kepemilikan terkonsentrasi” itu menjadi “kepemilikan tersebar” dapat diwujudkan maka dibutuhkan prasyarat dan kondisi sebagai berikut109 : 1. Tersedianya perangkat hukum yang memberikan perlindungan kepada pemegang saham minoritas.110 Studi empiris menunjukkan bahwa tingkat proteksi yang diberikan oleh sistem hukum suatu negara kepada outside investor berdampak signifikan terhadap regim pengelolaan perusahaan di negara tersebut. Proteksi hukum yang kuat bagi pemegang saham minoritas berkaitan erat dengan banyaknya jumlah perusahaan yang tercatat di bursa efek, lebih bernilainya pasar modal, lebih rendah manfaat kontrol pribadi dan lebih terpecahnya kepemilikan saham. Singkatnya, konsentrasi kepemilikan perusahaan adalah konsekuensi dari lemahnya perlindungan hukum bagi pemegang saham minoritas. Oleh sebab itu pemberian perlindungan

Ibid, hal. 17-19. Dapat dikatakan bahwa konsekuensi dari pencantuman kata “melindungi” dalam UUD 1945 pada hakikatnya “memberikan dasar yang paling kuat bagi negara untuk menjalankan tugasnya melindungi segenap bangsa Indonesia, melindungi warganya dari tindakan-tindakan yang tidak adil, karena kekerasan dan kezaliman termasuk perbuatan melanggar hukum yang dapat merugikan kepentingan anggota masyarakatnya. Oleh karena itu, negara Indonesia yang diwajibkan oleh konstitusi untuk melindungi segenap bangsa Indonesia (sebagaimana ternyata dalam konteks umum UUD 1945), harus konsekuen dan konsisten menegakkan dan mengaplikasikan hukum. Artinya, negara wajib melindungi segenap anggota masyarakat yang di dalamnya terdapat kepentingan pihak yang lemah, termasuk Pemegang Saham Minoritas dalam Perseroan Terbatas (PT). … UUD 1945 sebagai hukum dasar yang mempunyai kedudukan yang paling tinggi dari peraturan lainnya telah menandaskan dengan tegas, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia. Segala macam produk hukum yang ada di bawahnya harus tunduk pada UUD 1945 tersebut”. Lihat Misahardi Wilamarta, Op. Cit., hal. 225-226.
110

109

Universitas Sumatera Utara

hukum bagi pemegang saham minoritas merupakan prasyarat untuk menciptakan sistem kepemilikan perusahaan yang tersebar (disperse). 2. Adanya sistem peradilan yang efisien. Investor asing dan domestik akan merasa terlindungi apabila kegiatan ekonomi didukung oleh sistem peradilan yang efisien, sehingga mereka tertarik untuk membeli saham yang ditawarkan dengan harga pasar. Kuatnya permintaan investor pada gilirannya mendorong pemilik saham mayoritas untuk menjual sahamnya pada masyarakat luas. Namun apabila hakim korup atau pengadilan tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan sengketa dengan cepat, maka investor akan kurang percaya terhadap perlindungan yang diberikan oleh hukum. Dan apabila hukum demikian lemahnya sehingga kontrak sederhana saja tidak dapat ditegakkan, maka membangun suatu corporate institution yang kompleks akan sangat sulit dilakukan. Namun apabila sistem peradilan sudah berjalan baik, maka aturan hukum akan dapat secara potensial melindungi pemegang saham minoritas dari perlakuan sewenang-wenang orang dalam atau pengelola perusahaan. 3. Efektifnya pengawasan internal dan eksternal. Institusi pengawas harus mampu mendeteksi secara dini terjadinya salah kelola atau perbuatan-perbuatan curang yang dilakukan pengelola

Universitas Sumatera Utara

perusahaan. 111 Di samping itu kemampuan menjatuhkan sanksi tegas haruslah dimiliki oleh institusi pengawas. Deteksi dini diperlukan untuk meminimalkan kerugian akibat terjadinya salah kelola dan atau perbuatan curang dalam pengelolaan perusahaan.

Dengan adanya prasyarat dan kondisi seperti yang dikemukakan di atas, maka gagasan tentang penyebaran kepemilikan saham dengan cara pemecahan “kepemilikan terkonsentrasi” itu menjadi “kepemilikan tersebar” dapat terlaksana untuk menciptakan BUMN yang sehat dan efisien sehingga amanat UUD 1945 yaitu penerapan secara nyata sistem ekonomi yang berkeadilan (demokrasi ekonomi) 112 untuk merealisikan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Perbuatan curang dalam pengelolaan bank BUMN bisa saja terjadi karena pengawasan internal perusahaan yang sangat lemah. Dalam hal ini Kwik Kian Gie pernah mengemukakan, bahwa “pengucuran kredit sampai jumlah yang tidak masuk akal besarnya oleh bank BUMN kepada usaha besar didasarkan korupsi, yaitu bahwa pribadi pimpinan bank mengucurkan kredit karena mendapatkan komisi yang terkenal dengan istilah kick back commission. Ada juga persekongkolan bahwa Direktur bank BUMN mempunyai saham dalam perusahaan debitur, walaupun tidak atas namanya. Dengan demikian dikesankan bahwa perusahaan besar dianakemaskan, karena memperoleh kredit dengan sangat mudah dalam jumlah besar. Contohnya adalah Eddy Tansil yang memperoleh kredit hampir 1 triliun tanpa mempunyai pembukuan. Pembukuannya ada di dalam ingatan istrinya”. Kompas, 16 Nopember 1998. 112 Menurut Tadjuddin Noersaid (mantan Anggota Komisi APBN DPR) bahwa “program demokrasi ekonomi itu mustahil bisa tercapai, kalau sistem politik dan sistem hukum tidak ditata (diperbaiki) untuk mendukung program demokrasi ekonomi. Pengalaman masa lalu telah membuktikan, meskipun sudah ada UU yang membatasi praktek monopoli dalam bidang industri, tetapi dalam pelaksanaannya program itu tidak tercapai. Konglomerasi terjadi dimana-mana. Mengapa ini bisa terjadi? Karena sistem politik yang terlalu sentralistik, lemahnya kontrol DPR dan tidak adanya kepastian (wibawa) hukum akibat intervensi kekuasaan. Jadi, meski telah ada ketentuan yang mengatur pemusatan ekonomi atau persaingan usaha yang tidak sehat, kalau sistem politik dan hukum tidak menunjang, semua ini tidak mungkin bisa diharapkan. … Dalam mengatur semua pelaku ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi, tidak bisa dipertentangkan satu sama lain. Sebaliknya, semua pelaku harus ditata secara baik. Dalam hal ini, pemerintah menjadi kunci dalam mengatur

111

Universitas Sumatera Utara

serta berhak atas keuntungan perusahaan sesuai dengan porsi kepemilikannya. OECD Corporate Governance Principles Code yang dirumuskan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yang berpusat di Paris menawarkan corporate governance framework sebagai berikut: 113 1) Hak-hak dan perlindungan terhadap pemegang saham. Pemegang saham mempunyai hak-hak tertentu yang harus dilindungi oleh hukum dan perusahaan. berpartisipasi dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Pelaksanaan hak dan tanggung jawab pemegang saham tersebut harus semua pelaku ekonomi tersebut melalui perpajakan atau skema pembatasan kegiatan usaha bagi usaha kecil. 113 Etty Retno Wulandari. LKDI.2. Hak-hak stakeholders. hal 34-36. Universitas Sumatera Utara . menguraikan tentang Hak-hak dan perlindungan Pemegang saham. Tanggung jawab pemegang saham. Hak-hak dasar pemegang saham meliputi hak untuk memperoleh perlindungan kepemilikan sahamnya secara aman. 11 Nopember 1998. memperoleh informasi perusahaan secara berkala dan tepat waktu. pemegang saham memiliki hak dan tanggung jawab terhadap perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2) Tanggung jawab pemegang saham Sebagai pemilik perusahaan. Pengungkapan dan transparansi. dan dapat memilih direksi dan komisaris. Lihat Kompas. mentransfer sahamnya. menengah dan besar”. Peran dan struktur Dewan. (Jakarta 2009). Prinsip dan Praktik. Good Corporate Governance: Konsep.

Pemangku kepentingan juga harus memiliki akses terhadap informasi yang relevan. Begitu pula perusahaan harus menjamin dapat terpenuhinya hak dan tanggung jawab para pemegang saham. pengelolaan risiko. transaksi benturan kepentingan.memperhatikan kelangsungan hidup perusahaan. Apabila hak-hak tersebut dilanggar.hak kreditur juga dapat dilaksanakan. Ketersediaan mekanisme bagi para pemangku kepentingan untuk menyuarakan pendapatnya harus disediakan perusahaan termasuk hak. struktur Universitas Sumatera Utara . 3) Hak-hak stakeholders Kerangka corporate governance harus mengakui hak-hak pemangku ke pentingan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. perusahaan harus memastikan bahwa pemangku kepentingan akan memperoleh penggantian. 4) Pengungkapan dan transparansi Keterbukaan informasi perusahaan secara akurat dan tepat waktu harus dilakukan dan mencakup informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan. Perusahaan juga harus mendorong kerja sama aktif antara perusahaan dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam rangka menjaga keberlangsungan perusahaan.

OECD principles ini telah diterima secara global sebagai dasar umum corporate governance yang mengatasi berbagai perbedaan kepentingan. Laporan keuangan harus diaudit oleh auditor independent. diimplementasikan dengan baik sebagai pedoman praktis untuk membantu Dewan Komisaris dan Direksi (corporate boards). kompeten dan memiliki kualitas yang tinggi. Pengurus perusahaan harus melakukan berbagai fungsi penting seperti antara lain menelaah dan memutuskan strategi pengelolaan perusahaan. pemegang saham. Universitas Sumatera Utara . khususnya tentang prinsip corporate governance. 5) Peran dan struktur dewan Pengurus perusahaan harus bertindak berdasarkan informasi yang cukup. praktik. dan karyawan. menyusun anggaran serta menerapkannya dan mengawasinya. kebijakan pengelolaan risiko. dengan niat baik dan semata-mata untuk kepentingan perusahaan.pengelolaan dan kebijakan perusahaan. menyusun perencanaan. memonitor dan mengelola kemungkinan timbulnya benturan kepentingan diantara pengurus. Pengurus perusahaan juga harus memperlakukan semua pemegang saham secara setara dan berdasarkan standar etika.

imbal hasil (return) optimal. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia. hal. pada prinsipnya ada beberapa aspek universal corporate governance framework yang terdapat di masing-masing code tersebut. (3) Terlindungnya kepentingan pemangku kepentingan secara wajar.cit. dan suksesi kepemimpinan yang wajar. terlindungnya kepentingan Stakeholder. memadai. tercermin pada: (1) Terlaksananya dengan baik kontrol internal dan manajemen risiko. Corporate Governance Framework Walaupun setiap negara memilik corporate governance code masingmasing. 3. Korporasi sudah seharusnya berusaha menjamin kelangsungan hidup bisnisnya dalam jangka panjang dan mengelola hubungan dengan stakeholders secara efektif. meliputi 114: a. hal 16 Tujuan Korporasi merupakan tanggung jawab bersama Organ Perusahaan dimana Dewan Komisaris dan Direksi dalam menjaga kelangsungan usaha perusahaan dalam jangka panjang tercermin pada terlaksananya kontrol internal dan manajemen risiko. dan bersaing secara efektif untuk menarik investor.sehingga perusahaan dapat beroperasi secara efisien. (Jakarta 2006). Tujuan korporasi (corporate objective). dan tepat waktu yang juga bersikap transparan terhadap Antonius Alijoyo-Subarto dan Zaini. (2) Tercapainya imbal hasil (return) yang optimal bagi pemegang saham. (4) Terlaksananya suksesi kepemimpinan yang wajar demi kesinambungan manajemen di semua lini organisasi. Op. Lihat KNKG. 12 115 114 Universitas Sumatera Utara . 115 Korporasi seharusnya mengungkapkan informasi dengan akurat.

hal. 116 Mengembangkan kebiasaan mengambil keputusan yang etis dan dapat dipertanggung jawabkan (Promote ethical and responsible decision making). Membangun landasan kerja yang kuat bagi manajemen perusahaan dan Board of Directors (Establish solid foundation for management and oversight by the Board). 116 Siswanto Sutojo dan E. 14 Universitas Sumatera Utara . cit. John Aldridge. Kebiasaan tersebut wajib dimulai dari tingkat atas dalam organisasi perusahaan. Board of Directors wajib menghayati dan melaksanakan hak mereka mengendalikan dan mengawasi kegiatan bisnis perusahaan. Perusahaan yang ditata kelola secara sehat menyusun prosedur mengevaluasi resiko bisnis dan investasi yang mungkin akan mereka hadapi. Op. Menyadari adanya resiko bisnis dan mengelolanya secara professional (Recognise and manage risk).investor tentang akuisisi. hak dan kewajiban kepemilikan. Mereka mengelola resiko bisnis secara professional. serta penjualan saham. Agar dapat mencapai tujuan bisnis mereka secara berhasil perusahaan wajib membangun kesadaran para anggota manajemen atas hak dan tanggung jawab mereka.

Komite Remunerasi. Regulator seharusnya menfasilitasi hak memberikan suara dan mewajibkan adanya disklosur yang terkait dengan proses pengambilan putusan yang tepat waktu. Kebijakan remunerasi korporasi (corporate remuneration policies). Dalam setiap laporan tahunan korporasi seharusnya mengungkapkan (disclose) kebijakan board tentang remunerasi sehingga investor 117 Ibid. c. Terdapat desakan yang kuat agar board melibatkan non-executive yang independen dalam jumlah dan kompetensi yang memadai. hal 15 Universitas Sumatera Utara . Nonexecutive yang independen sebaiknya tidak kurang dari 2 (dua) anggota (tergantung besaran board) dan sama banyaknya dengan substantial majority. Non-executive corporate board. Pemegang saham biasanya mengeluarkan satu suara untuk satu saham Korporasi seharusnya menjamin hak pemilik untuk memberikan suara. dan Komite Nominasi sebaiknya mayoritas beranggotakan non-executive yang indepeden. 117 b.Mendorong peningkatan kinerja pengurus dan menajemen perusahaan (Encorage enhanced performance). Komite Audit. Hak Suara (voting right). d.

Implementasi corporate governance Universitas Sumatera Utara . Fokus strategik (strategic focus). Corporate citizen. kepatuhan. i. h. f. e. Modifikasi strategik yang penting bagi bisnis utama (core business) seharusnya tidak dibuat bila modifikasi yang diusulkan tidak disetujui shareholders. Kinerja operasional (operating performance). dan kepantasan. Shareholders returns corporate governance framework.dapat memutuskan apakah praktik dan kebijakan remunerasi tersebut telah sesuai dengan standar. Korporasi harus taat kepada berbagai peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku pada wilayah hukum dimana korporasi tersebut beroperasi. Corporate governance framework seharusnya memfokuskan perhatian board pada hal-hal yang berkaitan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan. g. Shareholders returns corporate governance framework seharusnya memfokuskan perhatian board pada mengoptimalkan return kepada shareholders. Demikian juga bila terjadi perubahan penting korporasi yang mendasar dan secara material berpengaruh melemahkan ekuitas atau mengikis economic interest atau hak kepemilikan saham dari shareholders yang ada.

akuntan. maka code tersebut harus diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di negara tersebut. dan perusahaan-perusahaan lain yang mempunyai hubungan 118 Antonius Alijoyo dan Subarto Zaini. Universitas Sumatera Utara . perwakilan dari bank. cit. Jerman Praktik bisnis di Jerman menggunakan kerangka kerja institusi dengan berbasis two-tier board system. 4. Supervisory board secara umum terdiri dari penasihatpenasihat profesional korporasi seperti pengacara. Sepertiga (untuk perusahaan kecil) sampai setengah (untuk perusahaan dengan karyawan lebih dari 2000 orang) anggota supervisory board dipilih oleh karyawan. Log. Op. dan selanjutnya oleh rapat pemegang saham. hal.Apabila di suatu negara telah ada code yang menjadi rujukan atau pedoman praktik good corporate governance (GCG). dan sisanya oleh shareholders. Semua public limited company (AG) dan private limited company (GmbH) yang memilik karyawan lebih dari 500 orang mempunyai supervisory board (aufsichtstrat) dan executive board merupakan bagian yang sah dalam perusahaan untuk melakukan pertemuan dalam rapat tahunan. 17. Penerapan Corporate Governance di Beberapa Negara a. 118 Supervisory board pertama kali ditunjuk oleh pendiri.

tetapi keputusan penting tetap berada di tangan supervisory board yang memilik hak veto. pengawasan bisnis sehari-hari dan kajian atas kinerja perusahaan merupakan kompetensi executive board. 119 Universitas Sumatera Utara . misalnya anggota supervisory. yang anggotanya seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris. Dewan Komisaris dapat membentuk komite yang antara lain komite audit. Seperti negara-negara lain. 40 Tahun 2007 Pasal 121. Peraturan Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006 Pasal 39 ayat (1). anggota Komite pemantau risiko paling kurang terdiri dari seorang Komisaris Independen sebagai Ketua. Dan terkait isu yang sangat penting.bisnis dengan korporasi. suatu komite informal terdiri dari supervisory board dan executive board dapat dibentuk. komite remunerasi. 119 Perencanaan strategik. nominasi. Di dunia perbankan telah diatur lebih detail dengan dilengkapi dengan komite pemantau risiko. menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas pengawasan. Praktik governance di Jerman saat ini karena kurangnya disclosure masih dianggap menjadi hambatan yang signifikan bagi Di Indonesia berdasarkan UU PT No. Pada praktiknya. dan seorang Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang manajemen risiko. pemisahan dua Dewan tidak dipertahankan dengan kaku. German juga memiliki Governance Code. seorang Pihak Independen yang memiliki keahlian dibidang keuangan. Periode penugasan supervisory board maksimal 4 tahun dengan remunerasi yang ditentukan oleh perusahaan dan disetujui oleh rapat umum. Executive board ditunjuk oleh supervisory board dengan periode maksimum 5 tahun. seperti takeovers. Shareholders dapat mengganti supervisory board setiap saat dengan mayoritas ¾ suara. yang berasal dari perwakilan bank dapat melakukan persetujuan langsung dengan executive board.

pembayaran atas kinerja dan profesionalisme supervisory board. Universitas Sumatera Utara . Suatu diskusi panel yang terdiri dari perwakilan perusahaan-perusahaan besar. Dalam pembentukan board system. sedangkan perusahaanperusahaan besar di Jerman semakin memerlukan kucuran dana investasi dari para investor global tersebut. Jerman mengakomodir tekanan internasional dan menghasilkan corporate governance code yang menjadi pedoman nasional mereka. yang bekerja secara profesional. serta perlindungan hak-hak pemegang saham minoritas. dan bertanggung jawab kepada para pemegang saham. Rekomendasi atau saran hasil German Corporate Governance Code yang sudah secara luas dipraktikkan adalah pemberdayaan supervisory board. menjalankannya. dan mengendalikannya. kemudian voting (pemberian suara). Pada Januari 2000. investor individu dan institusi menghasilkan suatu code yang fokus pada disklosur yang telah disempurnakan. pengacara. Perancis Manajemen pada perusahaan di Perancis berkuasa secara ekstrim. b. menengah dan kecil. tanpa counter power dari board of directors.masuknya investor institusi internasional. Satu orang menentukan strategi perusahaan. le president directeur-general (PDG) bebas melakukan pengendalian atas perusahaan.

Demikian juga dengan UU PT No.terdapat aturan legal yang kompleks yang mempengaruhi struktur dan komposisi board. kewajiban dan pencapaian tujuan perusahaan. dalam melaksanakan tugasnya. fungsi. (Pasal 108) 120 Universitas Sumatera Utara . Perancis melancarkan reformasi corporate governance melalui code of best practices yang dikeluarkan tahun 1995 (Vienot I) dan 1999 (Vienot II). tugas kepengurusan Perseroan dilakukan oleh Direksi. memiliki manajemen dan supervisory board yang terpisah dan juga memisahkan antara Chairman dan CEO. kebanyakan perusahaan di Perancis memilih one-tier board system dalam sistem governancenya. sedangkan Pasal 31 menegaskan Komisaris bertugas mengawasi Direksi dalam menjalankan kepengurusan Persero serta memberikan nasihat kepada Direksi. Laporan Vienot I memfokuskan rekomendasinya pada komposisi. anggota Direksi wajib mencurahkan tenaga pikiran dan perhatian secara penuh pada tugas. sedangkan tugas mengawasi dan memberi nasihat kepada Direksi dilakukan oleh Komisaris. atau twotier structure. Perusahaan dapat memilih one-tier board system dengan mengkombinasikan Chair & Chief Executive Officer. Di bawah Undangundang Perancis. 120 Perusahaan Perancis bisa memilih di antara 2 metode board governance yaitu bisa mengambil suatu unitary boardroom structure (seperti Anglo Saxon one-tier board system) atau two-tier board seperti pada perusahaan Jerman. dan kewajiban board of directors perusahaan- Menyimak UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. diketuai oleh Marc Vienot. yang berdasarkan Pasal 19 menyebutkan. baik yang berbentuk Persero maupun Perum keduanya menganut two tier system. khusus bagi Perum tugas pengawasan dan memberi nasihat terhadap Direksi dilakukan oleh Dewan Pengawas (Pasal 60). Dalam praktik. 40 Tahun 2007 Pasal 92.

Sementara disamping mengulangi berbagai rekomendasi pada Vienot I.335 Universitas Sumatera Utara . Selain itu Vienot II juga merekomendasikan agar laporan tahunan mengungkapkan kompensasi yang diterima manajemen. Monks and Nell Minow. meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pada tingkat Dewan. Corporate Governance (Blackwell Publishing 2004) hal.G. Laporan setebal 25 halaman ini dikeluarkan pada tanggal 23 September 2002. peran komite-komite.perusahaan publik Perancis. dan independensi auditor serta transparansi dan kebenaran informasi finansial. Laporan Vienot II juga mengusulkan beberapa reformasi yang signifikan berkaitan dengan kegiatan operasi Dewan. berisi penekanan yang lebih keras terhadap pentingnya independensi board of directors. 121 Vienot II misalnya merekomendasikan agar sedikitnya 1/3 komite audit dan 1/3 komite nominasi adalah independent directors (atau Komisaris Independen). Bouton report merupakan reaksi terhadap skandal Enron dan Vivendi Universal. 121 Robert A. peran komitekomite. dan independensi board of directors. Vienot II merekomendasikan agar perusahaan-perusahaan publik Perancis lebih memperhatikan masalah independensi dari board of directors.

hal. 21 Universitas Sumatera Utara . Subarto Zaini. stable shareholders tidak tertarik berpartisipasi pada manajemen perusahaan.c. op. sehingga pada banyak kasus. melainkan pada seluruh kesehatan dan pertumbuhan perusahaan. Ikatan yang lebih kuat terjadi dengan memberi posisi kepada birokrasi 122 Antonius Alijoyo. Komposisi pemegang saham biasanya didominasi business partner dan investor institusi dengan membentuk block of friendly serta stable shareholders (60%80%). dan (ii) Shareholders merupakan pemilik pasif. Hubungan bisnis antara pemerintah dan korporasi Jepang sangat erat dan bersahabat. cit. Institutional investors cenderung tertarik pada long-term capital gain. Jepang Board of directors yang dipilih oleh shareholders menentukan semua arah dan kebijakan korporasi dan menunjuk eksekutif perusahaan yang mengimplementasikan kebijakan-kebijakan tersebut. corporate board di Jepang mewakili kepentingan perusahaan 122 Dua hal yang muncul dari praktik governance tersebut adalah: (i) hampir semua direktur merupakan senior manajer atau mantan karyawan perusahaan. sedangkan individual hanya sebagai pemegang saham minoritas. Hampir 80% korporasi di Jepang tidak mempunyai anggota Dewan dari luar. Jikapun ada. Pada praktiknya yang berlaku umum saat ini.. tidak lebih 2 orang.

Manajemen bertanggung jawab kepada dewan. Dalam praktiknya. fungsi kontrol dan manajemen dipadupadankan pada korporasi Jepang. Formal authority dipegang oleh the company president dan dewan direktur.yang telah pensiun pada suatu perusahaan dengan proses yang telah diatur terlebih dahulu. Forum ini terdiri Universitas Sumatera Utara . Real authority dipegang oleh the company president dan the operating committee. Board of authority dipusatkan pada senior board members. biasanya mewakili direksi (the company president dan bawahannya langsung). The chairman of the board seringnya merupakan the company president yang telah pensiun atau pegawai pemerintah yang telah pensiun yang fungsi utamanya mempertahankan jaringan hubungan pribadi dengan pegawai pemerintah. Corporate Governance Forum of Japan mengeluarkan corporate governance code pada bulan Mei 1998. sehingga fungsi kontrol dan manajemen merupakan hal yang terpisah. board of director harus melakukan pengawasan terhadap manajemen. tetapi sebagai suatu kelompok dengan membentuk the management committee atau operating committee. Otoritas Board dan Peran Manajemen Korporasi Jepang secara teoritis. Senior board members tidak mempunyai tanggung jawab individual.

124 Hal ini menandai pemisahan yang jelas antara peran pemerintah Singapura sebagai pembuat kebijakan dan regulator pasar. Subarto Zaini.. Dalam pelaksanaannya. akademisi. Universitas Sumatera Utara . 3. dengan peran Temasek sebagai sebuah institusi investasi komersial 123 124 Antonius Alijoyo. Temasek Holdings Pte Ltd . dan perwakilan shareholders. d.Singapura Temasek Holdings didirikan pada tahun 1974 mengelola investasi dan saham di dalam perusahaan yang sebelumnya dipegang oleh Menteri Keuangan Singapura. dan Komite Nominasi yang independen. Shareholders. diberi posisi istimewa. cit.dari eksekutif. Lihat Temasek Review 2007. (ii) mengharuskan dibentuknya Komite Audit. 123 Forum membuat beberapa rekomendasi yang memberi perubahan penting bagi corporate governance di Jepang. Komite Remunerasi. Corporate Governance Forum of Japan sendiri yang memonitor kemajuan dan mendesak Tokyo Stock Exchange untuk menyertakan the code dalam daftar aturan listing (listing rules). hal. op. penyedia equity capital. Rekomendasi-rekomendasi tersebut antara lain: (i) mengharuskan lebih banyak outside directors dalam keanggotaan dewan. pengacara.

Sejak 2003 telah mengalokasikan sejumlah keuntungan ekonomi perusahaan untuk diinvestasikan kembali ke dalam komunitas yang lebih luas di Asia. menghargai karyawan (respect for people). pendidikan. dan kerjasama tim (teamwork). inovasi (innovation). 2) Membangun masa depan bersama. Secara khusus. dan penelitian. perusahan telah mendonasikan sumbangan awal sebesar S$ 500 juta ke Temasek Trust untuk mendukung harapan kesempatan yang lebih baik bagi masa depan bersama di Asia. Misi Temasek adalah untuk menciptakan dan memaksimalkan peran pemegang saham sebagai Investor aktif dan pemegang saham dari sebuah perusahaan yang sukses. berpedoman pada: 1) Meritokrasi ( Meritocracy) Penilaian kehormatan karyawan berdasarkan pada kontribusi dan prestasinya. yaitu : keunggulan (excellence). (iii) membangun lembaga unggul melalui tata Universitas Sumatera Utara . Di antara penerima dana adalah Temasek Foundation dengan mandat Pan Asia untuk: (i) membangun masyarakat melalui layanan kesehatan. Adapun nilai-nilai. integritas (integrity).dengan mandat untuk menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. (ii) membangun jembatan antara anggota masyarakat.

Presiden Singapura yang terpilih memegang kunci independen dengan kekuatan veto atas pengangkatan dan pemberhentian setiap anggota Dewan atau CEO Temasek. Amandemen ini serta amandemen lainnya dalam fifth Schedule melembagakan tata kelola dan independensi Dewan Perusahaan. Universitas Sumatera Utara . Otonomi Temasek sebagai perusahaan Investasi komersial dan bebas dari campur tangan pihak eksekutif pemerintah.kelola dan etika yang baik. Singapore Millennium Foundation yang mendanai penelitian. Penerima dana lainnya termasuk Singapore Technologies Endowment Programe yang mensponsori program pertukaran. semakin dikokohkan pada tahun 1991 melalui amandemen Fifth Schedule dari Konstitusi Singapura untuk melindungi cadangan kekayaan Temasek dan menjaga independensi dari Dewan perusahaan. serta melindungi Temasek dari segala keterlibatan operasional oleh para pemegang saham yang dapat merusak posisi dan cadangan keuangan perusahaan. dan termasuk Life Sciences Laboratory yang membina penelitian bio sains antar disiplin. dan (iv) memulihkan hidup dan kehidupan mereka yang terkena bencana alam. Berdasarkan amandemen konstitusi 1991. 3) Melembagakan tata kelola yang baik.

Untuk melembagakan disiplin keuangan yang sehat. Temasek secara berkala berinteraksi dengan Dewan Perusahaaan dan manajemen perusahaan portofolio serta mendorong sharing adopsi sejumlah praktik terbaik. bisnis ataupun keputusan investasi sehari-hari dari perusahaan portofolionya. Universitas Sumatera Utara . Temasek tidak terlibat dalam kegiatan operasional. Sebagai pemegang saham. perusahaan secara kontinu meminta komentar pihak luar dan pemangku kepentingan internasional atas kinerja dan investasi perusahaan yang telah dilakukan. Untuk menekankan pengertian yang kuat tentang tata kelola dan kenunggulan bisnis. Cukup menarik dikemukan bahwa dibidang telekomunikasi di Indonesia. Suatu pendekatan yang berdisiplin atas keputusan bisnis dan investasi merupakan dasar dari pengembalian (return) yang berkelanjutan bagi pemegang saham dalam jangka panjang. Temasek melalui Singapore Telecommunications Ltd.4) Bersama Perusahaan Portofolio Tata kelola yang kuat oleh Dewan Perusahaan. keunggulan manajemen dan disiplin operasional telah mengokohkan keberhasilan dan berkelanjutan perusahaan selama bertahuntahun. Dipercayai bahwa disiplin dan persaingan pasar sebagai falsafah dasar dari perkembangan bisnis yang kompetitif.

yaitu : (i) Petronas adalah sebuah entitas bisnis. perusahaan ini berdiri pada tanggal 17 Agustus 1974 berdasarkan Undang-undang Perseroan tahun 1965. (iii) Tanggung jawab utama perusahaan adalah membangun dan memberi nilai tambah ke sumber daya alam ini. Singapore Telecom Mobile Pte Ltd dan Indonesian Communications Limited memiliki saham sebesar 35% pada Telekomsel dan sebesar 40. dan (iv) Tujuan perusahaan ialah memberikan kontribusi untuk kesejaheraan masyarakat dan bangsa. STT Communications Ltd. 126 Visinya adalah Menjadi suatu pilihan utama Minyak dan Gas Multinasional. Sesuai dengan profilnya. Universitas Sumatera Utara . Sedangkan Misinya. Malaysia 1) Petronas (Petrolium Nasional Berhad).Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd. Perusahaan ini sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Malaysia dan berwenang untuk menguasai dan mengawasi sumber daya minyak Malaysia melalui Undang-undang Pembangunan Perminyakan tahun 1974.125 e. 125 126 Ibid Annual Report Petronas 2007.77% pada PT. (ii) Perminyakan adalah bisnis utama perusahaan.Indosat Tbk.

Program EVP ini menjadikan karier di Petronas bernilai baik secara moneter maupun pengembangan pribadi. Dipadukan dengan kedua hal diatas. (iv) Integritas : jujur dan terhormat. Petronas juga berburu tenaga profesional di tingkat dunia dengan mengikuti kebiasaan. Petronas dibimbing secara kuat oleh suatu kode moral yang berisikan system nilai (value) dan integritas yang tidak ada Universitas Sumatera Utara . inovatif dan proaktif dan selalu mengejar keunggulan.kebiasaan rekrutmen staf yang berlaku secara global dengan kriteria : (i) Nilai (share values). Petronas menerapkan Employee Value Proposition (EVP). Untuk membentengi kesetiaan staf kepada perusahaan di tengah-tengah godaan untuk berpindah kerja karena besarnya kebutuhan dunia akan tenaga terlatih di bidang Migas. (v) Daya rekat : bersatu dalam satu kehendak dan rasa pertemanan. dan (vi) Sistem Nilai dan Integritas.Korporasi mendorong para stafnya untuk mencapai hasil prima baik sebagai sebuah tim maupun sebagai individu. (ii) Kesetiaan : Setia kepada bangsa dan perusahaan. Investasi perusahaan menyuburkan dalam pengembangan unggul profesi dari ditujukan proaktif untuk dan sifat-sifat sikap mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan kinerja terobosan (breakthrough performances). (iii) Profesionalisme: Berkomitmen.

Kegiatan antara Pendidikan PETRONAS. Berfokus pada pendidikan dan pengembangan kapasitas sebagai kunci pendorong kemajuan. Hal ini sejalan dengan tujuan bisnis korporat yaitu mengembangkan bibit unggul di Universitas Sumatera Utara . Malaysian Philharmonic Orchestra dan kerja sama Petronas dan Asosiasi Nasional Pencegahan Obat Bius (PEMADAM).komprominya dalam hal kejujuran dan perilaku yang terhormat dalam segala aspek operasi. Selain itu Petronas aktif mensponsori pemberian beasiswa strata 3 di Malaysia dan luar negeri. PETROSAINS Science Discovery Centre. Petronas berupaya berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat yang berada dalam jangkauan pengaruhnya. Lebih jauh lagi. perusahaan mendorong berbagai inisiatif dalam bidang ini dengan bekerja sama erat dengan bangsa-bangsa yang menjadi partner. Dalam hal “investasi sosial perusahaan”. Petronas juga memiliki hasrat yang sama kuatnya untuk kontribusi kepada kesejahteraan masyarakat dan bangsa dimana perusahaan beroperasi secara berkelanjutan untuk hari ini dan generasi mendatang. juga dengan lembaga yang terkait itu untuk mencapai lain: Bakti hasil yang berkelanjutan. Petronas terus bekerja sama erat dengan lembaga akademik setempat untuk merancang dan meningkatkan kurikulum ilmu perminyakan dan geologi di Malaysia.

Bernas bertindak sesuai gerakan pasar. 128 Sedangkan misinya adalah “Penciptaan Nilai (value creation) dengan cara pertumbuhan pangsa pasar. dengan lingkup memperbaiki kinerja dan memperbaharui pemahaman atas perubahan bisnis. pengenalan produk baru dan mengakuisisi produk-produk pelengkap (complementary products). (2) Perilaku meliputi integritas. difokuskan pada beberapa area seperti: (i) pembangunan merek. dan memberikan nilai kepada pemegang saham. 127 128 Ibid Padi beras Nasional Berhard 2006. dan tata kelola perusahaan/transparansi. kerjasama tim. (ii) mutu produk. berbagi tujuan dengan pihak regulator.bidang ilmu perminyakan dan geologi untuk menghadapi pasar tenaga kerja dunia yang ketat. (3) Komitmen dengan lingkup memberikan nilai kepada pelanggan. 127 2) Bernas (Padi Beras Nasional Berhad) Visi Bernas adalah “Produk Pangan yang dihasilkan oleh Bernas digunakan oleh setiap rumah tangga di Malaysia”. Nilai-nilai Korporasi adalah: (1) Tantangan. kejujuran. c) layanan pelanggan. etika. Universitas Sumatera Utara . Adapun tujuan perusahaan adalah untuk menjadi yang terdepan di pasar (market leader) di Malaysia.

Aktivitas utama perusahaan adalah berhubungan dengan pengimporan beras. dan (4) bertindak sebagai pembeli (buyer of last resort) atas jaminan harga gabah rendah. (2) menghasilkan jasa konsultasi Universitas Sumatera Utara . Adapun misi SDM yaitu : (1) meningkatkan peran strategis SDM untuk memberikan dukungan penuh kepada organisasi yang beroperasi dalam suatu lingkungan yang sangat bersaing dan bertuntutan tinggi. perusahaan juga bertugas memastikan suplai beras yang cukup dan pada tingkat harga yang wajar dan stabil. pendistribusian beras dan juga investasi. pengembangan SDM menjadi investasi utama sebagai suatu cara memastikan bahwa Bernas bisa mencapai tujuan organisasinya. Bernas menyadari kenyataan bahwa sumber daya manusia (SDM) adalah asetnya yang paling berharga. Sesuai dengan perjanjian privatisasi antara perusahaan dengan pemerintah Malaysia tanggal 12 Januari 1996 (“Perjanjian Privatisasi”). Divisi SDM bagi Bernas adalah partner strategis yang menghasilkan bahan pemikiran tentang SDM dan jasa konsultasi yang terintergrasi dengan rencana bisnis Bernas demi mencapai tujuan organisasi. Oleh sebab itu. Kewajiban perusahaan sesuai Perjanjian Privatisasi juga meliputi: (1) pemeliharaan stok beras. (2) pendistribusian subsidi harga gabah ke petani atas nama pemerintah. (3) pengelolaan skema penggilingan beras Bumiputera.

Bentuk konvergensi global lain adalah akan diterapkannya penyatuan atau penyelarasan International Accounting Standard (IAS) di tahun 2005 bagi seluruh negara di Uni Eropa. dan (3) menciptakan suatu bisnis yang positif dan lingkungan kerja yang kondusif. Mereka akan terdukung dengan keharusan adanya Komisaris Independen dan 129 Ibid. dapat disimpulkan bahwa trend kearah konvergensi dalam praktik good corporate governance (GCG) antara lain tentang keharusan pembentukan Komite Audit dan Komisaris Independen. Upaya-upaya yang bersifat global ini pada hakikatnya adalah untuk memastikan agar supervisory board atau organ pengawas (Komisaris) akan lebih mampu dan efektif dalam menjalankan fungsi dan perannya. 129 Melihat berbagai perkembangan dalam reformasi good corporate governance (GCG) di berbagai negara yang telah dibahas diatas. sehingga pemahaman laporan keuangan perusahaan lintas negara akan lebih mudah dipahami tidak hanya bagi para board of directors tetapi juga bagi semua stakeholders terkait. Sementara pada saat yang sama.yang lengkap di bidang SDM dengan menjadi bagian integral dari rencana bisnis perusahaan. serta menghasilkan organisasi dan tempat kerja yang sempurna. Universitas Sumatera Utara . pemberdayaan fungsi board of directors secara proporsional dan penekanan kembali arti independensi board of directors telah mendapatkan perhatian yang luas.

Subarto Zaini. The 3rd Top Executive Forum on Governance. Nusa Dua-Bali 13-14 May 2010 131 130 Universitas Sumatera Utara . Mereka juga akan terbantu dengan adanya standarisasi rujukan penyusunan laporan keuangan lintas negara. 130 5. maka akan berdampak. CEO of RSM International. (a) bisa efektif dalam menciptakan kepercayaan penuh pasar. (1) Digerakkan oleh Regulator. maka peranan GCG sangat penting untuk mekanisme pasar. terutama Komite Audit. serta adanya kebutuhan untuk penyatuan ketentuan yang diterapkan.pembentukan komite-komite. cit hal 23 Jean Stephens. Oleh karena diantara penyebab inti krisis ekonomi dan keuangan Amerika Serikat yang dihadapi saat ini adalah meluasnya kesalahan dalam tata kelola korporasi (shareholder Bill of Right Act 2009).size fits all). Tata Kelola Korporasi. (b) cenderung bersifat:”satu ukuran untuk semuanya (one. b. Law enforcement for Good Governance. sehingga mampu untuk melakukan perbandingan-perbandingan laporan keuangan yang lebih komprehensif dan lugas. Penegakan Hukum Untuk Tata Kelola Perusahaan Jean Stephen 131 mengemukakan bahwa perlu dilakukan kegiatan yang pada dasarnya “mengubah syarat-syarat ketentuan menjadi keunggulan kompetitif” dengan memperhatikan langkah-langkah antara lain: a. Antonius Alijoyo. Menempatkan praktik-praktik yang baik ke dalam perspektif. op.

Dalam konteks tata kelola ini Jean Stephen mengutip pepatah lama “Afish rots from the head” (seekor ikan itu membusuk dimulai dari kepalanya). (b) lebih responsif kepada kebutuhan perusahaan. (1) pemahaman yang baik tentang menajemen risiko. 132 c. Posisi seorang Direktur memerlukan. (a) beroperasi pada tataran satu persatu perusahaan. (Mary Schopiro. “Proposed Rules on Proxy Access) d. Menempatkan Para Direktur pada pusat perdebatan Krisis ekonomi saat ini telah membawa banyak investor mengganggap serius masalah akuntabilitas dan daya tanggap (responsiveness) beberapa perusahaan dan dewan direksi terhadap kepentingan pemegang saham. Perwujudan dari lemahnya tata kelola korporasi. dan hal ini telah menimbulkan suatu kehilangan kepercayaan investor. umumnya adalah suatu gejala dari seorang CEO yang gagal (Alan Greenspan). (d) cenderung dipengaruhi oleh pertimbangan dan tekanan politik. 132 Ibid.(c) akan bergerak kearah “penegakan” ketimbang sebagai pencegahan. hal 2 Universitas Sumatera Utara . Menjadi seorang Direktur terbukti sangat tinggi tuntutannya. (2) Digerakkan oleh Pemegang Saham. (2) komunikasi dengan pemegang saham. chairperson SEC.

(4)meningkatnya kemungkinan perekrutan dan bertahannya Direksi yag berkualitas tinggi. (6) kemampuan untuk melakukan penilaian secara obyektif dan independen. (2) dilakukan evaluasi oleh pihak eksternal terhadap dewan direksi. Tahap selanjutnya dari evolusi Tata Kelola Korporasi. Area lain dimana Tata Kelola Perusahaan yang lebih kuat akan menghasilkan keunggulan kompetitif seperti.(3) melaksanakan tugas dengan kepeduliaan (a duty of care). (3) remunerasi (sistem penggajian) yang setara. (5) memiliki keahlian untuk secara efektif menguji strategi bisnis. (4) harapan yang tinggi mengenai kapabilitas. Beberapa kegiatan yang perlu dipertimbangkan dalam tahap evolusi terhadapa tata kelola korporasi antara lain. (2) biaya litigasi yang lebih rendah. ketrampilan dan kompetensi. (1) pelatihan dan pengembangan Direksi dengan melakukan “uji kepatutan dan kelayakan”. sehingga cukup untuk memberikan tantangan kepada eksekutif manjemen. (5) meningkatnya kemungkinan perekrutan top manajemen yang berkualitas tinggi. e. (3) kecil kemungkinannya terjadi aksi oleh pemegang saham. f. (1) biaya pinjaman yang lebih rendah. Universitas Sumatera Utara .

(3) Auditor juga harus direformasi.Harvard) 133 C. Good Corporate Governance. vii) harga saham yang lebih tinggi. yang oleh OECD telah dijadikan acuan dalam menilai suatu 133 134 Ibid . (2005). (1) tata kelola korporasi adalah suatu tujuan akhir. kewajaran (fairness). responsibilitas (responsibility). Grup Penasihat Sektor Bisnis (Business Sector Advisory Group/BSAG) telah memberi rekomendasi kepada OECD mengenai standar inti dari pengelolaan perusahaan yaitu: transparansi (transparency). akuntabilitas (accountability). (2) dibutuhkan suatu pendekatan internasional. Pedoman Umum GCG di Indonesia Pada tahun 1998. hal. Masa Depan. 134 Manajemen dalam setiap suatu perusahaan yang menginginkan pengelolaan perusahaannya berjalan secara sehat harus berpedoman pada prinsip-prinsip GCG. Universitas Sumatera Utara . 213. krisis yang ada saat ini menawarkan kesempatan lain untuk perbaikan tata kelola. Agar manajemen BUMN dapat berjalan secara sehat haruslah berpedoman pada prinsip-prinsip GCG.hal 5 Sofyan Djalil.(6) meningkatnya kepercayaan pasar dan. pada masa yang akan datang perlu dipertimbangkan dengan seksama bahwa. “Kesempatan itu jangan dilewatkan” (Lucian Bebchuk. Rangkuman: Dengan terciptanya suatu keinginan besar dari publik akan adanya reformasi. g.

konsisten. Dampak positif dari penerapan transparansi adalah bahwa pihakpihak yang berkepentingan dengan perusahaan dapat memperhitungkan resiko bertransaksi dengan perusahaan. termasuk Universitas Sumatera Utara . Agar informasi tersebut bernilai di pasar modal global. fairness meliputi kejelasan hak-hak pemegang saham untuk melindungi kepentingan pemegang saham. dan direksi. Praktik audit yang sehat dan independen mutlak diperlukan untuk menerapkan akuntabilitas perusahaan. Untuk mencapai tujuan perusahaan. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan mengefektifkan Komite Audit. Akuntabilitas yang didasarkan pada sistem internal checks and balances. juga harus memperhatikan hak-hak pemegang saham dengan penerapan prinsip fairness. dan dapat diperbandingkan serta menggunakan standar akuntansi yang diterima di seluruh dunia. juga mencakup praktik audit yang sehat.perusahaan dalam upaya menumbuhkan iklim usaha dan kepercayaan masyarakat sebagai mitra bisnis dalam perdagangan global. Akuntabilitas juga dapat dicapai melalui pengawasan efektif yang didasarkan pada keseimbangan kewenangan antara pemegang saham. komisaris. Kepercayaan investor dan efisiensi pasar sangat tergantung dari pengungkapan kinerja perusahaan secara akurat dan tepat waktu. Dalam hal ini. informasi yang disajikan harus jelas. selain dengan menerapkan prisip transparansi dan akuntabilitas. Salah satu solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah antara direksi dan pemegang saham adalah dengan menerapkan prinsip akuntabilitas. atau dengan kata lain setiap perusahaan harus menerapkan prinsip transparansi.

A Division of Aspen Publishers. Lebih jauh lagi. ketenagakerjaan.. kesehatan dan keselamatan kerja. merupakan standar minimal yang oleh masing-masing perusahaan 135 James D. dari kecurangan seperti praktik insider trading 135 yang merugikan atau dari keputusan direksi atau pemegang saham mayoritas yang merugikan kepentingan pemegang saham secara keseluruhan. namun pada akhirnya juga berlaku bagi semua perusahaan yang didirikan berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia termasuk perusahaan yang beroperasi atas dasar prinsip syariah. dkk. Pedoman ini memuat prinsip dasar dan pedoman pokok pelaksanaan GCG. Pedoman tersebut berlaku bagi semua perusahaan yang didirikan berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.pemegang saham minoritas. dan peraturan lainnya yang mengatur kehidupan perusahaan dalam menjalankan aktivitas usaha. hal. Corporations. 1997). perpajakan. (Aspen Law & Business. para pengelola perusahaan seyogianya mempunyai tanggung jawab untuk mematuhi hukum dan perundang-undangan yang berlaku termasuk ketentuan yang mengatur lingkungan hidup. Cox. perlindungan konsumen. Inc. badan usaha milik negara dan perusahaan yang menggunakan atau mengelola dana publik saja. Pada tahun 2006 Komite Nasional Kebijakan Governance telah menerbitkan Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia yang menjadi acuan bagi pelaksanaan Good Corporate Governance oleh pelaku usaha di Indonesia. 275-276 Universitas Sumatera Utara . Meskipun pada awalnya Pedoman tersebut hanya meliputi perseroan terbuka. larangan monopoli dan praktik persaingan yang tidak sehat.

seperti besarnya modal. 5-6 137 Penjelasan Pasal 5 ayat (3) UU BUMN No. independensi serta kewajaran dan kesetaraan diperlukan untuk mencapai kesinambungan usaha (sustainability) perusahaan dengan memperhatikan pemangku kepentingan (stakeholders). Asas GCG Setiap perusahaan harus memastikan bahwa asas GCG diterapkan pada setiap aspek bisnis dan di semua jajaran perusahaan.perlu membuat manual yang lebih operasional mengingat adanya perbedaan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Komite Nasional Kebijakan Governance 2006). 136 Universitas Sumatera Utara . (b) etika bisnis dan pedoman perilaku. (d) pemangku kepentingan. Transparansi (Transparency). responsibilitas. dan (e) pedoman praktis penerapan GCG. Pedoman penerapan GCG ini merupakan pembaharuan dan penyempurnaan dari yang pernah dikeluarkan sebelumnya yang antara lain memuat : (a) asas GCG. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia. 19 Tahun 2003. Prinsip Dasar Untuk menjaga obyektivitas dalam menjalankan bisnis. perusahaan harus menyediakan informasi yang material dan relevan dengan KNKG. (c) organ Perusahaan. Asas GCG yaitu transparansi. 137 a. 136 1. pelaksanaan Pedoman ini juga mempertimbangkan kekhususan karakter setiap perusahaan. hal. (Jakarta. pengaruh dari kegiatannya terhadap masyarakat dan tingkat internasionalnya. menegaskan Direksi yang ditugasi melakukan pengurusan tunduk pada semua peraturan yang berlaku terhadap BUMN dan tetap berpegang pada prinsip-prinsip good corporate governance. akuntabilitas.

tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham. misi. kreditur dan pemangku kepentingan lainnya. memadai.cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. tetapi tidak terbatas pada. pemegang saham pengendali. jelas. Pedoman Pokok Pelaksanaan (1) Perusahaan harus menyediakan informasi secara tepat waktu. susunan dan kompensasi pengurus. (3) Prinsip keterbukaan yang dianut oleh perusahaan tidak mengurangi kewajiban untuk memenuhi ketentuan kerahasiaan Universitas Sumatera Utara . Perusahaan harus mengambil inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan. kepemilikan saham oleh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris beserta anggota keluarganya dalam perusahaan dan perusahaan lainnya. sistem dan pelaksanaan GCG serta tingkat kepatuhannya. dan kejadian penting yang dapat mempengaruhi kondisi perusahaan. sasaran usaha dan strategi perusahaan. kondisi keuangan. (2) Informasi yang harus diungkapkan meliputi. akurat dan dapat diperbandingkan serta mudah diakses oleh pemangku kepentingan sesuai dengan haknya. visi. sistem pengawasan dan pengendalian internal. sistem manajemen resiko.

yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan. dan strategi perusahaan. rahasia jabatan. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan. UU BUMN Nomor 19 Tahun 2003. (4) Kebijakan perusahaan harus tertulis dan secara proporsional dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan. 139 Berdasarkan Pasal 5 huruf c. Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep 117/M-MBU/2002. misi. nilai-nilai perusahaan (corporate values). Pasal 3 merumuskan transparansi. 138 Universitas Sumatera Utara . Akuntabilitas (Accountability) Prinsip Dasar Perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar.perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 139 Pedoman Pokok Pelaksanaan (1) Perusahaan harus menetapkan rincian tugas dan tanggung jawab masing-masing organ perusahaan dan semua karyawan secara jelas dan selaras dengan visi. Untuk itu perusahaan harus dikelola secara benar. terukur dan sesuai dengan kepentingan perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lain. menegaskan bahwa akuntabilitas adalah kejelasan fungsi. pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif. dan hak-hak pribadi. 138 b.

(5) Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. (4) Perusahaan harus memiliki ukuran kinerja untuk semua jajaran perusahaan yang konsisten dengan sasaran usaha perusahaan. dan perannya dalam pelaksanaan GCG. setiap organ perusahaan dan semua karyawan harus berpegang pada etika bisnis dan pedoman perilaku (code of conduct) yang telah disepakati. tanggung jawab. Responsibilitas (Responsibility) Prinsip Dasar Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good Universitas Sumatera Utara . serta memiliki sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment system). c.(2) Perusahaan harus meyakini bahwa semua organ perusahaan dan semua karyawan mempunyai kemampuan sesuai dengan tugas. (3) Perusahaan harus memastikan adanya sistem pengendalian internal yang efektif dalam pengelolaan perusahaan.

corporate citizen. 141 Sebagai padanan kata Independensi digunakan Kemandirian yang rumusannya adalah keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. 19 Tahun 2003 Pasal 5 ayat (3) b 140 Universitas Sumatera Utara . (2) Perusahaan harus melaksanakan tanggung jawab sosial dengan antara lain peduli terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan terutama di sekitar perusahaan dengan membuat perencanaan dan pelaksanaan yang memadai. anggaran dasar dan peraturan perusahaan (by-laws). yaitu kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip korporasi yang sehat. 140 Pedoman Pokok Pelaksanaan (1) Organ perusahaan harus berpegang pada prinsip kehati-hatian dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan. perusahaan harus dikelola secara independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain. 141 Pedoman Pokok Pelaksanaan (1) Masing-masing organ perusahaan harus menghindari terjadinya dominasi oleh pihak manapun. Independensi (Independency) Prinsip Dasar Untuk melancarkan pelaksanaan asas GCG. lihat Penjelasan UU No. tidak terpengaruh oleh Pada Keputusan Menteri BUMN No: Kep 117/M-MBU/2002 menggunakan kata Pertanggungjawaban sebagai padanan kata Responsibilitas. d.

perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan. 142 Universitas Sumatera Utara . (2) Masing-masing organ perusahaan harus melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. tidak saling mendominasi dan atau melempar tanggung jawab antara satu dengan yang lain.kepentingan tertentu.e. 142 Pedoman Pokok Pelaksanaan (1) Perusahaan harus memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan perusahaan serta membuka akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip transparansi dalam lingkup kedudukan masing-masing. Kep-117/M-MBU/2002. sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara obyektif. bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest) dan dari segala pengaruh atau tekanan. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. e. Pasal 3. (2) Perusahaan harus memberikan perlakuan yang setara dan wajar Sedangkan Kewajaran (fairness) dijelaskan yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundan-undangan yang berlaku. Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness) Prinsip Dasar Dalam melaksanakan kegiatannya.

Etika Bisnis dan Pedoman Perilaku Prinsip Dasar Untuk mencapai keberhasilan dalam jangka panjang. Pengantar Bisnis. gender. perusahaan harus memiliki rumusan etika bisnis yang disepakati oleh Istilah etika diartikan sebagai suatu perbuatan standar (standard of conduct) yang memimpin individu dalam membuat keputusan. (Bandung: Penerbit Alfabeta. (3) Perusahaan harus memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan karyawan. diperlukan pedoman perilaku yang dapat menjadi acuan bagi organ perusahaan dan semua karyawan dalam menerapkan nilai-nilai (values) dan etika bisnis sehingga menjadi bagian dari budaya perusahaan. Oleh karena itu. Ethics is the study of right and wrong and of the morality of choice made by individuals. 2. ras. agama. golongan. berkarir dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa membedakan suku.a. hal 184. pelaksanaan GCG perlu dilandasi oleh integritas yang tinggi. 2008). 143 Prinsip-prinsip dasar yang harus dimiliki oleh perusahaan adalah: 1) Setiap perusahaan harus memiliki nilai-nilai perusahaan yang menggambarkan sikap moral perusahaan dalam pelaksanaan usahanya. An ethical decision or action is one that is right according to some standards of behavior. Keputusan etik ialah suatu hal yang benar mengenai perilaku standar.kepada pemangku kepentingan sesuai dengan manfaat dan kontribusi yang diberikan kepada perusahaan. 2) Untuk dapat merealisasikan sikap moral dalam pelaksanaan usahanya. dan kondisi fisik. 143 Universitas Sumatera Utara . Lihat Buchari Al. Etika ialah suatu studi mengenai yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan seseorang.

organ perusahaan dan semua karyawan. Pelaksanaan etika bisnis yang berkesinambungan akan membentuk budaya perusahaan yang merupakan manifestasi dari nilai-nilai perusahaan. 3) Nilai-nilai dan rumusan etika bisnis perusahaan perlu dituangkan dan dijabarkan lebih lanjut dalam pedoman perilaku agar dapat dipahami dan diterapkan. Pedoman Pokok Pelaksanaan 1) Nilai-Nilai Perusahaan (a) Nilai-nilai perusahaan merupakan landasan moral dalam mencapai visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu, sebelum merumuskan nilai-nilai perusahaan, perlu dirumuskan visi dan misi perusahaan. (b) Walaupun nilai-nilai perusahaan pada dasarnya universal, namun dalam merumuskannya perlu disesuaikan dengan sektor usaha serta karakter dan letak geografis dari masing-masing perusahaan. (c) Nilai-nilai perusahaan yang universal antara lain adalah terpercaya, adil dan jujur. 2) Etika Bisnis (a). Etika bisnis adalah acuan bagi perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usaha termasuk dalam berinteraksi dengan pemangku kepentingan . (b). Penerapan nilai-nilai perusahaan dan etika bisnis secara

berkesinambungan mendukung terciptanya budaya perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

(c). Setiap perusahaan harus memiliki rumusan etika bisnis yang disepakati bersama dan dijabarkan lebih lanjut dalam pedoman perilaku. 3) Pedoman Perilaku (a) Fungsi Pedoman Perilaku (1) Pedoman perilaku merupakan penjabaran nilai-nilai

perusahaan dan etika bisnis dalam melaksanakan usaha sehingga menjadi panduan bagi organ perusahaan dan semua karyawan perusahaan; (2). Pedoman perilaku mencakup panduan tentang benturan kepentingan, pemberian dan penerimaan hadiah dan donasi, kepatuhan terhadap peraturan, kerahasiaan informasi, dan pelaporan terhadap perilaku yang tidak etis. (b) Benturan Kepentingan (1) Benturan kepentingan adalah keadaan dimana terdapat konflik antara kepentingan ekonomis perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi pemegang saham, angggota Dewan

Komisaris dan Direksi, serta karyawan perusahaan; (2) Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan harus senantiasa mendahulukan kepentingan ekonomis perusahaan diatas kepentingan ekonomis pribadi atau keluarga, maupun

Universitas Sumatera Utara

pihak lainnya; (2) Anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan dilarang menyalahgunakan jabatan untuk

kepentingan atau keuntungan pribadi, keluarga dan pihakpihak lain; (4) Dalam hal pembahasan dan pengambilan keputusan yang mengandung unsur benturan kepentingan, pihak yang

bersangkutan tidak diperkenankan ikut serta; (5) Pemegang saham yang mempunyai benturan kepentingan harus mengeluarkan suaranya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan keputusan yang diambil oleh pemegang saham yang tidak mempunyai benturan kepentingan; (6) Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan yang memiliki wewenang pengambilan keputusan diharuskan setiap tahun membuat pernyataan tidak memiliki benturan kepentingan terhadap setiap keputusan yang telah

dibuat olehnya dan telah melaksanakan pedoman perilaku yang ditetapkan oleh perusahaan. (c) Pemberian dan Penerimaan Hadiah dan Donasi (1) Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan dilarang memberikan atau

Universitas Sumatera Utara

menawarkan sesuatu, baik langsung ataupun tidak langsung, kepada pejabat negara dan atau individu yang mewakili mitra bisnis, yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan; (2) Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan dilarang menerima sesuatu untuk kepentingannya, baik langsung ataupun tidak langsung, dari mitra bisnis, yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan; (3) Donasi oleh perusahaan ataupun pemberian suatu aset perusahaan kepada partai politik atau seorang atau lebih calon anggota badan legislatif maupun eksekutif, hanya boleh dilakukan sesuai dengan peraturan perundangundangan. Dalam batas kepatutan sebagaimana ditetapkan oleh perusahaan, donasi untuk amal dapat dibenarkan; (4) Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan diharuskan setiap tahun membuat
pernyataan tidak memberikan sesuatu dan atau menerima sesuatu yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. (d) Kepatuhan terhadap Peraturan (1) Organ perusahaan dan karyawan perusahaan harus

Universitas Sumatera Utara

pemegang saham serta karyawan perusahaan dilarang menyalah-gunakan informasi yang berkaitan dengan perusahaan. pemegang saham serta karyawan perusahaan harus menjaga kerahasiaan informasi perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (3) Perusahaan harus melakukan pencatatan atas harta. (2) Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi. (e) Kerahasiaan Informasi (1) Anggota Dewan Komisaris dan Direksi. (2) Dewan Komisaris harus memastikan bahwa Direksi dan karyawan perusahaan melaksanakan peraturan perundangundangan dan peraturan perusahaan. termasuk tetapi tidak terbatas pada informasi rencana pengambil-alihan. BAB V Pasal 17. penggabungan usaha dan pembelian kembali saham. UU No. utang dan modal secara benar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. menegaskan Informasi Yang Dikecualikan adalah informasi yang apabila dibuka dapat mengganggu kepentingan perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat.melaksanakan peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan. 144 Universitas Sumatera Utara . 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. peraturan perusahaan dan kelaziman dalam dunia usaha 144.b.

atau tidak lagi menjadi rahasia milik perusahaan. (2) Setiap perusahaan harus menyusun peraturan yang menjamin perlindungan terhadap individu yang melaporkan terjadinya pelanggaran terhadap etika bisnis. kecuali informasi tersebut diperlukan untuk pemeriksaan dan penyidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. serta pemegang saham yang telah mengalihkan sahamnya.(3) Setiap mantan anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan. diproses secara wajar dan tepat waktu. Dalam pelaksanannya. Dewan Komisaris dapat memberikan tugas kepada komite yang membidangi pengawasan implementasi GCG. pedoman perilaku. (f) Pelaporan atas pelanggaran dan perlindungan bagi pelapor (1) Dewan Komisaris berkewajiban untuk menerima dan memastikan bahwa pengaduan tentang pelanggaran terhadap etika bisnis . Universitas Sumatera Utara . peraturan perusahaan dan peraturan perundang-undangan. pedoman perilaku. dilarang mengungkapkan informasi yang menjadi rahasia perusahaan yang diperolehnya selama menjabat atau menjadi pemegang saham di perusahaan. peraturan perusahaan dan peraturan perundang-undangan.

Rapat Umum Pemegang Saham Prinsip Dasar RUPS sebagai organ perusahaan merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan modal yang ditanam dalam perusahaan. Organ Perusahaan Yang terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Organ perusahaan harus menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas. Direksi dan Dewan Komisaris. termasuk untuk melakukan penggantian atau pemberhentian anggota Dewan Berdasarkan Pasal I Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Peseroan Terbatas. RUPS dan atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas. menyebutkan Organ Perseroan adalah Rapat Umum Pemegang Saham. fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. dengan memperhatikan ketentuan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. fungsi dan tanggung jawabnya semata-mata untuk kepentingan perusahaan. Dewan Komisaris dan Direksi.3. Keputusan yang diambil dalam RUPS harus didasarkan pada kepentingan usaha perusahaan dalam jangka panjang. 145 a. 145 Universitas Sumatera Utara .

146 Pedoman Pokok Pelaksanaan 1) Pengambilan keputusan RUPS harus dilakukan secara wajar dan transparan dengan memperhatikan hal-hal yang diperlukan untuk menjaga kepentingan usaha perusahaan dalam jangka panjang. dalam pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi harus mempertimbangkan pendapat komite tersebut yang disampaikan oleh Dewan Komisaris kepada mereka yang mempunyai hak untuk mengajukan calon kepada RUPS. Lihat Undang-undang RI No. dalam batas yang ditentukan dalam Undang-undang ini dan/atau anggaran dasar. Bagi perusahaan yang memiliki Komite Nominasi dan Remunerasi. (c) Bagi perusahaan yang memiliki Komite Audit. perlu dipertimbangkan kualitas laporan yang berhubungan dengan Good Corporate Governance.Komisaris dan atau Direksi. termasuk tetapi tidak terbatas pada: (a) Anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang diangkat dalam RUPS harus terdiri dari orang-orang yang patut dan layak (fit and proper) bagi perusahaan. Pasal 75 ayat (1) 146 Universitas Sumatera Utara . (b) Dalam mengambil keputusan menerima atau menolak laporan Dewan Komisaris dan Direksi. dalam menetapkan auditor eksternal harus mempertimbangkan RUPS mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris. 40 Tahun 2007.

(d) Dalam hal anggaran dasar dan atau peraturan perundangundangan mengharuskan adanya keputusan RUPS tentang hal-hal yang berkaitan dengan usaha perusahaan. Untuk itu: (a) Pemegang saham diberikan kesempatan untuk mengajukan usul mata acara RUPS sesuai dengan peraturan perundang-undangan.pendapat komite tersebut yang disampaikan kepada Dewan Komisaris. waktu dan tempat RUPS. tanggal. (c) Bahan mengenai setiap mata acara yang tercantum dalam Universitas Sumatera Utara . (e) Dalam mengambil keputusan pemberian bonus. tantiem dan dividen harus memperhatikan kondisi kesehatan keuangan perusahaan. sehingga dapat mengambil keputusan yang sah. keputusan yang diambil harus memperhatikan kepentingan wajar para pemangku kepentingan. serta dengan persiapan yang memadai. 2) RUPS harus diselenggarakan sesuai dengan kepentingan perusahaan dan dengan memperhatikan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. (b) Panggilan RUPS harus mencakup informasi mengenai mata acara.

Untuk itu. maka bahan itu harus disediakan sebelum RUPS diselenggarakan. sehingga memungkinkan pemegang saham berpartisipasi aktif dalam RUPS dan memberikan suara secara bertanggung jawab. dan perusahaan menyediakan fasilitas agar pemegang saham dapat membaca risalah tersebut.panggilan RUPS harus tersedia di kantor perusahaan sejak tanggal panggilan RUPS. maka penyelenggaraan RUPS dilakukan oleh Dewan Komisaris atau pemegang saham sesuai dengan peraturan perundang- undangan dan anggaran dasar perusahaan. Dalam hal Direksi berhalangan. Universitas Sumatera Utara . (d) Penjelasan mengenai hal-hal lain yang berkaitan dengan mata acara RUPS dapat diberikan sebelum dan atau pada saat RUPS berlangsung. Jika bahan tersebut belum tersedia saat dilakukan panggilan untuk RUPS. (e) Risalah RUPS harus tersedia di kantor perusahaan. 3) Penyelenggaraan RUPS merupakan tanggung jawab Direksi. Direksi harus mempersiapkan dan menyelenggarakan RUPS dengan baik dan dengan berpedoman pada butir 1 dan 2 diatas.

dan nilai-nilai perusahaan. Dewan Komisaris dan Direksi Prinsip Dasar Kepengurusan perseroan terbatas di Indonesia menganut sistem dua badan (two-board system) yaitu Dewan Komisaris dan Direksi yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang jelas sesuai dengan fungsinya masing-masing sebagaimana diamanahkan dalam anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan (fiduciary responsibility).b. 147 Universitas Sumatera Utara . Pasal 92 ayat (1) menegaskan bahwa Direksi menjalankan pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. keduanya mempunyai tanggung jawab untuk memelihara kesinambungan usaha perusahaan dalam jangka panjang. Dewan Komisaris dan Direksi harus memiliki kesamaan persepsi terhadap visi. Namun demikian. Oleh karena itu. (b) Tercapainya imbal hasil (return) yang optimal bagi pemegang saham. 40 Tahun 2007. (c) Terlindunginya kepentingan pemangku kepentingan secara Undang-undang RI No. 147 Pedoman Pokok Pelaksanaan 1) Tanggung jawab bersama Dewan Komisaris dan Direksi dalam menjaga kelangsungan usaha perusahaan dalam jangka panjang tercermin pada: (a) Terlaksananya dengan baik kontrol internal dan manajemen risiko. misi.

Dewan Komisaris Prinsip Dasar Dewan Komisaris sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa Perusahaan melaksanakan GCG. (d) Terlaksananya suksesi kepemimpinan yang wajar demi kesinambungan manajemen di semua lini organisasi. Dewan Komisaris dan Direksi perlu bersama-sama menyepakati halhal tersebut di bawah ini: (a) Rencana jangka panjang.wajar. c. dan nilai-nilai perusahaan. maupun rencana kerja dan anggaran tahunan. 2) Sesuai dengan visi. strategi. (d) Struktur organisasi sampai satu tingkat di bawah Direksi yang dapat mendukung tercapainya visi. misi dan nilai-nilai perusahaan. (c) Kebijakan dan metode penilaian perusahaan. Namun demikian. misi. (b) Kebijakan dalam memastikan pemenuhan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar perusahaan serta dalam menghindari segala bentuk benturan kepentingan. unit dalam perusahaan dan personalianya. Dewan Universitas Sumatera Utara .

3) Fungsi pengawasan dan pemberian nasihat Dewan Komisaris mencakup tindakan pencegahan. Kedudukan masing-masing anggota Dewan Komisaris termasuk Komisaris Utama adalah setara. Tugas Komisaris Utama sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasikan kegiatan Dewan Komisaris. Pedoman Pokok Pelaksanaan Berdasarkan Pasal 108 Ayat (1) Undang-undang RI No. baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan. 148 Universitas Sumatera Utara . serta dapat bertindak independen. 148 Agar pelaksanaan tugas Dewan Komisaris dapat berjalan secara efektif. perlu dipenuhi prinsip-prinsip berikut: 1) Komposisi Dewan Komisaris harus memungkinkan pengambilan keputusan secara efektif. 2) Anggota Dewan Komisaris harus profesional. yaitu berintegritas dan memiliki kemampuan sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik termasuk memastikan bahwa Direksi telah memperhatikan kepentingan semua pemangku kepentingan.Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional. tetapi untuk kepentingan Perseroan secara menyeluruh dan sesuai tujuan Perseroan. Pada ayat (2). pengawasan dan pemberian nasihat yang dilakukan oleh Dewan Komisaris tidak untuk kepentingan pihak atau golongan tertentu. perbaikan. sampai kepada pemberhentian sementara. dan memberi nasihat kepada Direksi. tepat dan cepat. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menyebutkan Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan. jalannya pengurusan pada umumnya.

Yang dimaksud dengan terafiliasi adalah pihak yang mempunyai hubungan bisnis dan kekeluargaan dengan pemegang saham pengendali.1) Komposisi. Salah satu dari Komisaris Independen harus mempunyai latar belakang akuntansi atau keuangan. anggota Direksi dan Dewan Komisaris lain. (d) Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan. untuk jangka waktu tertentu termasuk dalam kategori terafiliasi. (c) Jumlah Komisaris Independen harus dapat menjamin agar mekanisme pengawasan berjalan secara efektif dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Mantan anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang terafiliasi serta karyawan perusahaan. serta dengan perusahaan itu sendiri. Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewa Komisaris (a) Jumlah anggota Dewan Komisaris harus disesuaikan dengan kompleksitas perusahaan dengan tetap memperhatikan efektivitas dalam pengambilan keputusan. Bagi Universitas Sumatera Utara . (b) Dewan Komisaris dapat terdiri dari Komisaris yang tidak berasal dari pihak terafiliasi yang dikenal sebagai Komisaris Independen dan Komisaris yang terafiliasi.

badan usaha milik negara dan atau daerah. kelompok Universitas Sumatera Utara . (b) Anggota Dewan Komisaris dilarang memanfaatkan perusahaan untuk kepentingan pribadi. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. 2) Kemampuan dan Integritas Anggota Dewan Komisaris (a) Anggota Dewan Komisaris harus memenuhi syarat kemampuan dan integritas sehingga pelaksanaan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat untuk kepentingan perusahaan dapat dilaksanakan dengan baik. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas.perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. keluarga. Pemilihan Komisaris Independen harus memperhatikan pendapat pemegang saham minoritas yang dapat disalurkan melalui Komite Nominasi dan Remunerasi. (e) Pemberhentian anggota Dewan Komisaris dilakukan oleh RUPS berdasarkan alasan yang wajar dan setelah kepada anggota Dewan Komisaris diberi kesempatan untuk membela diri. proses penilaian calon anggota Dewan Komisaris dilakukan sebelum dilaksanakan RUPS melalui Komite Nominasi dan Remunerasi.

dalam fungsinya sebagai pengawas dan Universitas Sumatera Utara . Dewan Komisaris dapat mengenakan sanksi kepada anggota Direksi dalam bentuk pemberhentian sementara. sehingga keputusan kegiatan operasional tetap menjadi tanggung jawab Direksi.usahanya dan atau pihak lain. (c) Anggota Dewan Komisaris harus memahami dan mematuhi anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugasnya. 3) Fungsi Pengawasan Dewan Komisaris (a) Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional. Kewenangan yang ada pada Dewan Komisaris tetap dilakukan penasihat. dengan ketentuan harus segera ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan RUPS. Dalam hal Dewan Komisaris mengambil keputusan mengenai hal-hal yang ditetapkan dalam anggaran dasar atau peraturan perundang undangan. (d) Anggota Dewan Komisaris harus memahami dan melaksanakan Pedoman GCG ini. (b) Dalam hal diperlukan untuk kepentingan perusahaan. . pengambilan keputusan tersebut dilakukan dalam fungsinya sebagai pengawas.

(f) Dewan Komisaris dalam fungsinya sebagai pengawas.(c) Dalam hal terjadi kekosongan dalam Direksi atau dalam keadaan tertentu sebagaimana ditentukan oleh peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar. Usulan dari komite disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk memperoleh keputusan. anggota Dewan Komisaris baik secara bersama-sama dan atau sendiri-sendiri berhak mempunyai akses dan memperoleh informasi tentang perusahaan secara tepat waktu dan lengkap. dalam rangka memperoleh pembebasan dan pelunasan tanggung jawab (acquit et decharge) dari RUPS. (e) Dewan Komisaris harus memiliki tata tertib dan pedoman kerja (charter) sehingga pelaksanaan tugasnya dapat terarah dan efektif serta dapat digunakan sebagai salah satu alat penilaian kinerja mereka. (d) Dalam rangka melaksanakan fungsinya. perusahaan daerah. (g) Dalam melaksanakan tugasnya. perusahaan negara. untuk sementara Dewan Komisaris dapat melaksanakan fungsi Direksi. Dewan Komisaris dapat membentuk komite. menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas pengelolaan perusahaan oleh Direksi. perusahaan yang Universitas Sumatera Utara . Bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek.

perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. 4) Komite Penunjang Dewan Komisaris (a) Komite Audit. laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Struktur pengendalian internal perusahaan dilaksanakan dengan baik. Bagi perusahaan Universitas Sumatera Utara . dan tindak lanjut temuan hasil audit dilaksanakan oleh manajemen.menghimpun dan mengelola dana masyarakat. Komite Audit memproses calon auditor eksternal termasuk imbalan jasanya untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris. sekurang-kurangnya harus membentuk Komite Audit. Komite Audit bertugas membantu Dewan Komisaris untuk memastikan bahwa. Jumlah anggota Komite Audit harus disesuaikan dengan kompleksitas Perusahaan dengan tetap memperhatikan efektivitas dalam pengambilan keputusan. sedangkan komite lain dibentuk sesuai dengan kebutuhan. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. Pelaksanaan audit internal maupun eksternal dilaksanakan sesuai dengan standar audit yang berlaku.

How to Gear Up Your Board. Boston. (b) Komite Nominasi dan Remunerasi Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas membantu Dewan Komisaris dalam menetapkan kriteria pemilihan calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta system remunerasinya. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. 149 Dewan Komisaris dapat mengajukan calon tersebut dan remunerasinya untuk memperoleh keputusan Walter J. Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas membantu Dewan Komisaris mempersiapkan calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan mengusulkan besaran remunerasinya. perusahaan negara. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. Akibatnya. CEO segan menegur/mengkritik Direksi yang bersangkutan. 2000). Lihat Walter J. Hal ini karena CEO cenderung memilih orang yang bisa diandalkannya. mengemukakan bahwa pemilihan anggota Direksi sebaiknya dilakukan oleh Komite Nominasi. jika terjadi hal yang kurang baik. Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen dan anggotanya dapat terdiri dari Komisaris dan atau pelaku profesi dari luar perusahaan. perusahaan daerah. (Harvard Business School Press. dan bukan didelegasikan ke CEO. Harvard Business Review on Corporate Governance. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. Salmon.yang sahamnya tercatat di bursa efek. hal 10 149 Universitas Sumatera Utara . dan biasanya berasal dari komunitas/pergaulan yang sama. Salmon. Salah seorang anggota memiliki latar belakang dan kemampuan akuntasi dan keuangan.

Anggota Komite Kebijakan Risiko terdiri dari anggota Dewan Komisaris. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. Keberadaan Komite Nominasi dan Remunerasi serta tata Kerjanya dilaporkan dalam RUPS. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. perusahaan negara. Komite Nominasi dan Remunerasi diketuai oleh Komisaris Independen dan anggotanya dapat terdiri dari Komisaris dan atau pelaku profesi dari luar perusahaan. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. Bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. (d) Komite Kebijakan Corporate Governance Komite Kebijakan Corporate Governance bertugas Universitas Sumatera Utara . namun bilamana perlu dapat juga menunjuk pelaku profesi dari luar perusahaan.RUPS dengan cara sesuai ketentuan Anggaran Dasar. (c) Komite Kebijakan Risiko Komite Kebijakan Risiko bertugas membantu Dewan Komisaris dalam mengkaji sistem manajemen risiko yang disusun oleh Direksi serta menilai toleransi risiko yang dapat diambil oleh perusahaan. perusahaan daerah.

Anggota Komite Kebijakan Corporate Governance terdiri dari anggota Dewan Komisaris. namun bilamana perlu dapat juga menunjuk pelaku profesi dari luar perusahaan. termasuk yang bertalian dengan etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). Bila dipandang perlu. (b) Dengan diberikannya persetujuan atas laporan tahunan dan pengesahan atas laporan keuangan. 5) Pertanggungjawaban Dewan Komisaris (a) Dewan Komisaris dalam fungsinya sebagai pengawas. Laporan pengawasan Dewan Komisaris merupakan bagian dari laporan tahunan yang disampaikan kepada RUPS untuk memperoleh persetujuan.membantu Dewan Komisaris dalam mengkaji kebijakan GCG secara menyeluruh yang disusun oleh Direksi serta menilai konsistensi penerapannya. berarti RUPS telah memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab kepada masing-masing anggota Dewan Komisaris sejauh Universitas Sumatera Utara . Komite Kebijakan Corporate Governance dapat digabung dengan Komite Nominasi dan Remunerasi. menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas pengelolaan perusahaan oleh Direksi.

Kompensasi yang diterima Direksi harus dikaitkan dengan kinerja saham. Langkah pertama untuk memperbaiki tata kelola perusahaan ialah memikirkan kembali peran dari Direksi. Pada intinya. Tidak ada Direksi atau pemegang saham memberikan pandangan mengenal strategi atau kebijakan kecuali para manajer tadi nyata-nyata telah gagal.hal-hal tersebut tercermin dari laporan tahunan. Yang dibutuhkan adalah sebuah sistem dimana senior manager dan dewan Direksi benar-benar berkolaborasi dalam membuat keputusan dan keduanya secara berulang mencari masukan dari pemegang saham. Direksi Prinsip Dasar Direksi sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggungjawab secara kolegial dalam mengelola perusahaan. Direksi haruslah memiliki pengalaman dan pengetahuan mengenai industri yang bersangkutan dan di bidang keuangan. Para Universitas Sumatera Utara . Direksi harus punya akses yang lebih baik terhadap informasi. memantau perkembangannya. tata kelola perusahaan bukanlah mengenai kekuasaan melainkan tentang memberikan keyakinan bahwa proses pengambilan keputusan dilakukan secara efektif. peranan dari sistem tata kelola diartikan hanyalah menempatkan manajer yang tepat di posisinya. dan mengganti mereka jika gagal. (c) Pertanggungjawaban Dewan Komisaris kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengawasan atas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan asas GCG. dengan tidak mengurangi tanggung jawab masing-masing anggota Dewan Komisaris dalam hal terjadi tindak pidana atau kesalahan dan atau kelalaian yang menimbulkan kerugian bagi pihak ketiga yang tidak dapat dipenuhi dengan aset perusahaan. d. Langkah kedua. Di dalam banyak perusahaan. mereka juga harus mendedikasikan waktu yang cukup untuk perusahaan. Masing-masing anggota Direksi dapat melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. 150 150 John Pound.

Namun. Agar pelaksanaan tugas Direksi dapat berjalan secara efektif. (4) Direksi mempertanggungjawabkan kepengurusannya dalam RUPS sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas Direktur Utama sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasikan kegiatan Direksi. Boston. perlu dipenuhi prinsip-prinsip berikut: (1) Komposisi Direksi harus sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengambilan keputusan secara efektif. Kedudukan masingmasing anggota Direksi termasuk Direktur Utama adalah setara. tepat dan cepat. hal 79-82 Universitas Sumatera Utara . 2000). serta dapat bertindak independen. Harvard Business Review on Corporate Goverance (Havard Business School Press. pelaksanaan tugas oleh masing-masing anggota Direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama. Lihat John Pound. Direksi dan Pemegang Saham harus menetapkan jalur komunikasi regular dan langsung. The Promise of the Governed Corporation. Pedoman Pokok Pelaksanaan Manajer. (3) Direksi bertanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan agar dapat menghasilkan keuntungan (profitability) dan memastikan kesinambungan usaha perusahaan. (2) Direksi harus profesional yaitu berintegritas dan memiliki pengalaman serta kecakapan yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya.

di tempat yang memungkinkan pelaksanaan tugas pengelolaan perusahaan sehari-hari. (2) Kemampuan dan Integritas Anggota Direksi (a) Anggota Direksi harus memenuhi syarat kemampuan dan Universitas Sumatera Utara . serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan.(1) Komposisi Direksi (a) Jumlah anggota Direksi harus disesuaikan dengan kompleksitas perusahaan dengan tetap memperhatikan efektifitas dalam pengambilan keputusan. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. perusahaan daerah. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. (b) Anggota Direksi dipilih dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan. Bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. perusahaan negara. proses penilaian calon anggota Direksi dilakukan sebelum dilaksanakan RUPS melalui Komite Nominasi dan Remunerasi. (c) Pemberhentian anggota Direksi dilakukan oleh RUPS berdasarkan alasan yang wajar dan setelah kepada yang bersangkutan diberi kesempatan untuk membela diri. (d) Seluruh anggota Direksi harus berdomisili di Indonesia.

Direksi harus menyusun visi. Direksi harus dapat mengendalikan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan secara efektif dan efisien. dan tanggung jawab sosial. (c) Anggota Direksi harus memahami dan mematuhi anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugasnya. (b) Anggota Direksi dilarang memanfaatkan perusahaan untuk kepentingan pribadi.integritas sehingga pelaksanaan fungsi pengelolaan perusahaan dapat dilaksanakan dengan baik. kelompok usahanya dan atau pihak lain. manajemen risiko. (a) Kepengurusan Pertama. misi. komunikasi. keluarga. (3) Fungsi Direksi Fungsi pengelolaan perusahaan oleh Direksi mencakup 5 (lima) tugas utama yaitu kepengurusan. (d) Anggota Direksi harus memahami dan melaksanakan Pedoman GCG ini. Direksi harus memperhatikan kepentingan yang wajar Universitas Sumatera Utara . pengendalian internal. dan nilai-nilai serta program jangka panjang dan jangka pendek perusahaan untuk dibicarakan dan disetujui oleh Dewan Komisaris atau RUPS sesuai dengan anggaran dasar. Kedua. Ketiga.

Hal ini dapat terjadi saat sebuah bank tidak dapat memenuhi kewajibannya. nasabah dan pemegang saham. 151 Universitas Sumatera Utara . A: 7. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum menguraikan bahwa: Risiko adalah potensi terjadinya suatu peristiwa (events) yang dapat menimbulkan kerugian Bank. memantau. atau dengan kata lain bank tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar para deposan yang ingin menarik dana mereka. Menurut aspek kegiatan perbankan Risiko sistemik adalah risiko di mana kegagalan sebuah bank dapat menimbulkan dampak yang menghancurkan perekonomian secara besar-besaran dan bukan hanya dampak berupa kerugian yang secara langsung dihadapi oleh pegawai. Kelima. (b) Manajemen Risiko 151 (1) Direksi harus menyusun dan melaksanakan sistem manajemen risiko perusahaan yang mencakup seluruh aspek kegiatan perusahaan. (2008). Direksi dapat memberikan kuasa kepada komite yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan tugasnya atau kepada karyawan perusahaan untuk melaksanakan tugas tertentu. Lihat Global Association of Risk Professional & Badan Sertifikasi Manajemen Risiko. termasuk penciptaan produk atau jasa baru. dan mengendalikan Risiko yang timbul dari kegiatan usaha Bank. (2) Untuk setiap pengambilan keputusan strategis. mengukur. Perlu diperhatikan bahwa ketidakmampuan memenuhi kewajiban dan membayar kembali para deposan belum tentu menunjukkan kondisi yang sebenarnya: bisa jadi ketidakmampuan ini hanya sebatas persepsi nasabah. banyak orang mengetahui apa yang dimaksud dengan ‘bank rush’ (penarikan dana besar-besaran dari bank).dari pemangku Kepentingan. sedangkan Manajemen Risiko yaitu serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi. Keempat. namun tanggung jawab tetap berada pada Direksi. hal. Walaupun tidak setiap orang mengenal istilah risiko sistemik. harus Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Bank Indonesia No. Direksi harus memiliki tata tertib dan pedoman kerja (charter) sehingga pelaksanaan tugasnya dapat terarah dan efektif serta dapat digunakan sebagai salah satu alat penilaian kinerja.

(c) Pengendalian Internal (1) Direksi harus menyusun dan melaksanakan sistem pengendalian internal perusahaan yang handal dalam rangka menjaga kekayaan dan kinerja perusahaan serta memenuhi peraturan perundang-undangan. (2) Perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. harus memiliki satuan kerja pengawasan internal.diperhitungkan dengan seksama dampak risikonya. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. Universitas Sumatera Utara . perusahaan perlu memiliki unit kerja atau penanggungjawab terhadap pengendalian risiko. perusahaan daerah. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. (3) Untuk memastikan dilaksanakannya manajemen risiko dengan baik. dalam arti adanya keseimbangan antara hasil dan beban risiko. perusahaan negara. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. (3) Satuan kerja atau fungsi pengawasan internal bertugas membantu Direksi dalam memastikan pencapaian tujuan dan kelangsungan usaha dengan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program perusahaan.

Lihat Gordon Donaldson. (4) Satuan kerja atau pemegang fungsi pengawasan internal bertanggung jawab kepada Direktur Utama atau Direktur yang membawahi tugas pengawasan internal. tidak segera terdeteksi dan sudah terlambat untuk dikoreksi. Satuan kerja pengawasan internal mempunyai hubungan fungsional dengan Dewan Komisaris melalui Komite Audit. serta memfasilitasi kelancaran pelaksanaan audit oleh auditor eksternal. sekaligus memperlihatkan kepada pemegang saham bahwa Direksi dan CEO mempunyai komitmen bersama bagi terselenggaranya tata-kelola yang efektif dan teratur. Boston. Komunikasi (1) Direksi harus memastikan kelancaran komunikasi antara perusahaan dengan pemangku kepentingan dengan memberdayakan fungsi Sekretaris Perusahaan. melakukan evaluasi kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perusahaan. Hal ini penting karena banyak strategi. A New Tool for Boards The Strategic Audit. hal 53 152 Universitas Sumatera Utara . yang gagal namun karena perlahan-lahan. (2) Fungsi Sekretaris Perusahaan adalah memastikan kelancaran komunikasi antara perusahaan dengan Gordon Donaldson menawarkan Audit Strategis yang memungkinkan Direksi meninjau Strategi tanpa harus menyerang “ranah” manajemen.memberikan saran dalam upaya memperbaiki efektifitas proses pengendalian risiko. Harvard Business Review on Corporate Goverance (Havard Business School Press. 152 (d). pelaksanaan GCG dan perundang- undangan. 2000). Pemantauan strategi yang efektif dapat mengantisipasi permasalahan.

perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. (5) Sekretaris Perusahaan atau pelaksana fungsi Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab kepada Direksi. (4) Dalam hal perusahaan tidak memiliki satuan kerja kepatuhan (compliance) tersendiri. serta perusahaan yang mempunyai pengaruh terhadap kelestarian lingkungan. perusahaan negara. Laporan pelaksanaan tugas Sekretaris Perusahaan disampaikan pula kepada Dewan Komisaris. harus memiliki Sekretaris Perusahaan yang fungsinya dapat mencakup pula hubungan dengan investor (investor relations). perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. (e).pemangku kepentingan dan informasi yang boleh menjamin tersedianya oleh pemangku diakses kepentingan sesuai dengan kebutuhan wajar dari pemangku kepentingan. perusahaan daerah. Tanggung Jawab Sosial Universitas Sumatera Utara . (3) Perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. fungsi untuk menjamin kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dilakukan oleh Sekretaris Perusahaan.

(2) Direksi harus mempunyai perencanaan tertulis yang jelas dan fokus dalam melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan. dan laporan pelaksanaan GCG. Pertanggungjawaban Direksi (1) Direksi harus menyusun pertanggungjawaban pengelolaan perusahaan dalam bentuk laporan tahunan yang memuat antara lain laporan keuangan. laporan kegiatan perusahaan. berarti RUPS telah memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab kepada masing-masing anggota Direksi sejauh Universitas Sumatera Utara . (4) Dengan diberikannya persetujuan atas laporan tahunan dan pengesahan atas laporan keuangan. (3) Laporan tahunan harus telah tersedia sebelum RUPS diselenggarakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memungkinkan pemegang saham melakukan penilaian. Direksi harus dapat memastikan dipenuhinya tanggung jawab sosial perusahaan. (f). (2) Laporan tahunan harus memperoleh persetujuan RUPS.(1) Dalam rangka mempertahankan kesinambungan usaha perusahaan. dan khusus untuk laporan keuangan harus memperoleh pengesahan RUPS.

Singapore. susunlah keputusan yang tepat. mengidentifikasi nilai-nilai dari organisasi. 153 4. yang antara lain terdiri dari karyawan.hal-hal tersebut tercermin dari laporan tahunan. hal 126-127 153 Universitas Sumatera Utara . disertai alternatif yang kreatif berdasarkan pada informasi yang berarti dan dapat dipertanggungjawabkan. Lihat Peter Wallace & John Zinkin. dengan tidak mengurangi tanggung jawab masing-masing anggota Direksi dalam hal terjadi tindak pidana atau kesalahan dan atau kelalaian yang menimbulkan kerugian bagi pihak ketiga yang tidak dapat dipenuhi dengan aset perusahaan. dan menangani krisis yang dihadapi langsung secara efektif pada saat kejadian. Bentuk keputusan yang strategik itu antara lain. untuk mewujudkan tata-kelola yang baik sehingga mendapatkan hasil yang baik ada 3 elemen yang saling berhubungan dekat dikombinasikan yaitu melalui pengambilan keputusan strategik yang baik. Mastering Business in Asia – Corporate Governance (John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd. dan masyarakat Peter Wallace & John Zinkin. dan mewujudkan komitmen dalam bentuk tindakan (kegiatan). 2005). (5) Pertanggungjawaban Direksi kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan asas GCG. From Good Governance to Good Results. mitra bisnis. Pemangku Kepentingan Prinsip Dasar Pemangku kepentingan selain pemegang saham adalah mereka yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan dan mereka yang terpengaruh secara langsung oleh keputusan strategis dan operasional perusahaan. selalu didasarkan pada alasan yang benar secara logika. mengelola risiko-risiko.

Agar hubungan antara perusahaan dengan pemangku kepentingan berjalan dengan baik. terutama masyarakat sekitar perusahaan. serta pengguna produk dan jasa perusahaan. dan gender serta terciptanya perlakuan yang adil dan jujur dalam mendorong perkembangan karyawan sesuai dengan potensi. b) Perusahaan dan mitra bisnis harus bekerja sama untuk kepentingan kedua belah pihak atas dasar prinsip saling menguntungkan. pengalaman dan keterampilan masing-masing. perlu diperhatikan prinsipprinsip sebagai berikut: a) Perusahaan menjamin tidak terjadinya diskriminasi berdasarkan suku. 154 Antara perusahaan dengan pemangku kepentingan harus terjalin hubungan yang sesuai dengan asas kewajaran dan kesetaraan (fairness) berdasarkan ketentuan yang berlaku bagi masing-masing pihak. Op. (2) Penetapan besarnya gaji. agama. Universitas Sumatera Utara . golongan. penetapan 154 KNKG. Karyawan (1) Perusahaan harus menggunakan kemampuan bekerja dan kriteria yang terkait dengan sifat pekerjaan secara taat asas dalam mengambil keputusan mengenai penerimaan karyawan. Pedoman Pokok Pelaksanaan (a). hal 23. keikutsertaan dalam pelatihan.. kemampuan. ras. c) Perusahaan harus memperhatikan kepentingan umum. Cit.terutama sekitar tempat usaha perusahaan.

atau keadaan khusus lainnya yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. dan kondisi fisik seseorang. (7) Karyawan berhak melaporkan pelanggaran atas etika bisnis dan Universitas Sumatera Utara . Perusahaan harus memastikan agar karyawan tidak menggunakan nama. peraturan dan prosedur internal yang berlaku. gender. (3) Perusahaan harus memiliki peraturan tertulis yang mengatur dengan jelas pola rekrutmen serta hak dan kewajiban karyawan. (4) Perusahaan harus menjamin terciptanya lingkungan kerja yang kondusif. tanpa membedakan suku. Untuk itu perusahaan harus mempunyai sistem yang dapat menjaga agar setiap karyawan menjunjung tinggi standar etika dan nilai-nilai perusahaan serta mematuhi kebijakan.jenjang karir dan penentuan persyaratan kerja lainnya harus dilakukan secara obyektif. golongan. fasilitas. (5) Perusahaan harus memastikan tersedianya informasi yang perlu diketahui oleh karyawan melalui sistem komunikasi yang berjalan baik dan tepat waktu. agama. atau hubungan baik perusahaan dengan pihak eksternal untuk kepentingan pribadi. ras. termasuk kesehatan dan keselamatan kerja agar setiap karyawan dapat bekerja secara kreatif dan produktif. (6) Karyawan serta serikat pekerja yang ada di perusahaan berhak untuk menyampaikan pendapat dan usul mengenai lingkungan kerja dan kesejahteraan karyawan.

(2) Perusahaan harus memiliki peraturan yang dapat menjamin dilaksanakannya hak dan kewajiban mitra bisnis sesuai dengan perjanjian dan peraturan perundang-undangan. (c) Masyarakat serta Pengguna Produk dan Jasa (1) Perusahaan harus memiliki peraturan yang dapat menjamin terjaganya keselarasan hubungan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. termasuk penerapan program kemitraan dan bina lingkungan. (2) Perusahaan bertanggung jawab atas kualitas produk dan jasa yang dihasilkan serta dampak negatif terhadap dan keselamatan Universitas Sumatera Utara . distributor. (b) Mitra Bisnis (1) Mitra Bisnis adalah pemasok. (4) Kecuali dipersyaratkan lain oleh peraturan perundang-undangan. debitur.pedoman perilaku. dan pihak lainnya yang melakukan transaksi usaha dengan perusahaan. perusahaan dan mitra bisnis berkewajiban untuk merahasiakan informasi dan melindungi kepentingan masing-masing pihak. (3) Mitra bisnis berhak memperoleh informasi yang relevan sesuai hubungan bisnis dengan perusahaan sehingga masing-masing pihak dapat membuat keputusan atas dasar pertimbangan yang adil dan wajar. kreditur. serta peraturan perundang-undangan yang terkait dengan perusahaan.

misi dan nilai-nilai perusahaan.Cit. masing-masing perusahaan harus menyusun pedoman GCG perusahaan dengan mengacu pada Pedoman GCG ini dan Pedoman Sektoral (bila ada). Direksi. 155 KNKG. perusahaan harus menyampaikan informasi kepada masyarakat yang dapat terkena dampak kegiatan perusahaan. 155 Pedoman Pokok Pelaksanaan a) Dalam rangka penerapan GCG. (3) Perusahaan bertanggungjawab atas dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan usaha perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan dimana perusahaan beroperasi. untuk itu diperlukan pedoman praktis yang dapat dijadikan acuan oleh perusahaan dalam melaksanakan penerapan GCG.. (2) Kedudukan dan fungsi RUPS. Pedoman GCG perusahaan tersebut mencakup sekurang-kurangnya hal sebagai berikut: (1) Visi. Op. Pedoman Praktis Penerapan GCG Prinsip Dasar Pelaksanaan dilakukan secara sistematis. 5. hal 27 Universitas Sumatera Utara .pengguna. Oleh karena itu. Dewan Komisaris.

serta Pemegang Saham Pengendali. pengendalian internal yang efektif dan pelaporan keuangan yang benar. (4) Kebijakan untuk memastikan terlaksananya akuntabilitas. diperlukan proses keikutsertaan semua pihak dalam perusahaan. (2) Melakukan kajian terhadap kondisi perusahaan yang berkaitan dengan pelaksanaan GCG dan tindakan korektif yang Universitas Sumatera Utara . kepedulian dan komitmen untuk melaksanakan GCG oleh semua anggota Direksi dan Dewan Komisaris. (3) Kebijakan untuk memastikan terlaksananya fungsi setiap organ perusahaan secara efektif. (6) Sarana pengungkapan informasi untuk pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. dan pengawasan internal. (7) Kebijakan penyempurnaan berbagai peraturan perusahaan dalam rangka memenuhi prinsip GCG. (5) Pedoman perilaku yang didasarkan pada nilai-nilai perusahaan dan etika bisnis. b) Agar pelaksanaan GCG dapat berjalan efektif.komite penunjang Dewan Komisaris. Untuk itu diperlukan tahapan sebagai berikut: (1) Membangun pemahaman. dan semua karyawan.

dan reformasi GCG. Good Corporate Governance di Indonesia. (Jakarta: PT INDEKS. dan kebutuhan akan modal mengharuskan Pemerintah Indonesia memobilisasi kapital dengan meluncurkan berbagai inisiatif strategik antara lain restrukturisasi sektor perbankan. tuntutan persaingan global. Hasil penilaian tersebut diungkapkan dalam laporan tahunan dan dilaporkan dalam RUPS tahunan. (5) Melakukan penilaian sendiri atau dengan menggunakan jasa program dan pedoman pelaksanaan GCG pihak eksternal yang independen untuk memastikan penerapan GCG secara berkesinambungan. program privatisasi BUMN. hal 25 156 Universitas Sumatera Utara . (3) Menyusun perusahaan. D. serta pemahaman atas pelaksanaan pedoman GCG dalam kegiatan sehari-hari. Dorojatun Kuncoro Djakti. Motivasi dan Proses Penerapan GCG di Indonesia 1. 2004). Komisaris Independen Penggerak Praktik GCG di Perusahaan.diperlukan. (4) Melakukan internalisasi pelaksanaan GCG sehingga terbentuk rasa memiliki dari semua pihak dalam perusahaan. Motivasi Penerapan GCG Dorojatun Kuncoro Djakti 156 berpendapat bahwa krisis ekonomi yang berkepanjangan.

dan (3) pertanggungjawaban perusahaan kepada pemegang saham dan stakeholders lainnya. persepsi positif investor terhadap perusahaan-perusahaan Indonesia akan menguat. Kesediaan untuk membeli saham dengan harga premium kepada Indonesia memperlihatkan kecenderungan penurunan yang dapat berarti bahwa tingkat kepercayaan investor menguat dibandingkan dengan hasil survey tahun 2000. 31. sistem nilai. hal. etika. (2) pengelolaan sumber daya dan risiko secara lebih efisien dan efektif. Pemerintah pada intinya mengharapkan agar dengan mengimplementasikan GCG yang lebih baik. GCG menjadi kriteria penting bagi investor dalam membuat keputusan investasi. Penerapan GCG yang lebih baik tersebut sejalan dengan Perception survey yang dilakukan Mc Kinsey yang menunjukkan bahwa lebih dari 70% investor institusional bersedia membayar lebih untuk saham perusahaan yang “well governed”. proses bisnis. yang bertujuan untuk mendorong : (1) pertumbuhan kinerja perusahaan.Terkait dengan reformasi GCG. 158 157 158 Ibid Ibid. Corporate governance diartikan sebagai suatu hal yang berkaitan dengan pengambilan keputusan yang efektif yang bersumber dari budaya perusahaan. Universitas Sumatera Utara . kebijakan dan struktur organisasi. 157 Dengan kata lain.

Direksi. dan karyawan perseroan dilarang untuk memberikan atau menawarkan baik langsung ataupun tidak langsung sesuatu yang berharga kepada pelanggan atau seorang pejabat pemerintah untuk mempengaruhi atau sebagai imbalan atas apa yang telah dilakukannya dan tindakan lainnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 159 Tantangan-tantangan yang diuraikan berikut ini merupakan sebagian permasalahan yang perlu dituntaskan bila benar-benar diharapkan adanya pertumbuhan dalam kehidupan bisnis atau perekonomian di Indonesia. 32. bahwa : Lihat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 yo Keputusan Menteri BUMN Nomor 117/M-MBU/2002. 160 Ibid. 159 Universitas Sumatera Utara . Sudah menjadi rahasia umum bahwa praktik suap menyuap banyak terjadi di Indonesia. dalam Pedoman GCG (NCCG) tahun 2001 terdapat suatu rekomendasi spesifik mengenai Etika Berusaha dan Anti Korupsi yang selengkapnya berbunyi 160: “Anggota Dewan Komisaris. Oleh karena itu. dimana sebelumnya Menteri Negara BUMN telah mengeluarkan keputusan (Keputusan Menteri Nomor 117/2002) mengenai implementasi GCG.” Ditambahkan juga dalam Pedoman GCG tersebut. dan perlunya upaya-upaya untuk mengembangkan code yang bersifat sektoral.Oleh sebab itu. Untuk BUMN bahkan telah diartifikasi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN yang mencerminkan prinsip-prinsip GCG. reformasi GCG ditingkat korporasi ditekankan pada sedikitnya ketiga aspek di atas. hal.

Dalam hal ini tentunya setiap perusahaan tidak dalam posisi untuk menyelesaikan “masalah klasik” tersebut secara nasional. seperti hadiah. Selanjutnya apa yang harus dilakukan oleh sektor korporasi dalam merespons rekomendasi Indonesian Code tersebut. atau entertainment. Oleh karena itu perseroan wajib membuat suatu pedoman tentang perilaku etis. khususnya pemegang saham minoritas. Keputusan sepihak pemegang saham mayoritas sangat berpotensi merugikan citra investasi di Indonesia. Tuntutan 162 Universitas Sumatera Utara . 33 Dapat ditambahkan bahwa masyarakat Minang ramai-ramai menuntut pemisahan (spin-off) atas PT Semen Padang dari PT Semen Gresik (SG). diharapkan lambat laun akan tercipta kehidupan komunitas bisnis yang lebih sehat. yang menggabungkannya sebagai anak perusahaan SG. tetapi paling tidak dapat mempraktikkan etika berusaha dalam lingkup kegiatan bisnisnya. saling melengkapi untuk menjadi lebih baik lagi.“Suatu tanda terima kasih dalam kegiatan usaha. sekali-kali tidak boleh dilakukan pada suatu keadaan yang dianggap suatu perbuatan yang tidak patut”. Ketentuan dalam pedoman harus dinyatakan dengan singkat dan jelas. 162 161 Ibid hal. sumbangan. terutama dalam rangka pelaksanaan corporate governance. tetapi cukup rinci guna memberikan arahan yang jelas perihal perilaku etika berusaha kepada siapa pedoman itu ditujukan. Pemerintah Pusat pada 1995. 161 Seperti kasus Spin off PT Semen Gresik merupakan indikator masih rendahnya perlindungan investor. Apabila setiap perusahaan menerapkan GCG. yang pada dasarnya memuat nilai-nilai etika berusaha.

pedoman.go. penulis adalah Peneliti pada Puslitbangwas BPKP. op. Penjualan (privatisasi) ini dikecam keras masyarakat Sumatera Barat dengan melayangkan berbagai petisi dan demo. 163 Untuk meningkatkan independensi dalam pengambilan keputusan bisnis. Lihat “Tuntutan Spin Off dan Bahaya Kartel”. spin-off masyarakat Minang terhadap SP bisa dibilang wajar.id/unit/Pusat/TuntutanSpinOff danBahayaKartel. http://www. perlu pula dikembangkan beberapa aturan. Kejadian ini akan sangat fatal bila ternyata harus mengorbankan kepentingan perusahaan yang seharusnya mendapat prioritas utama. Akibat protes ini. Hilangnya independensi Komisaris dalam proses pengambilan keputusan bisnis akan menghilangkan objektivitasnya dalam mengambil keputusan tersebut.Selain itu. Mereka lebih cenderung berpihak pada orang yang telah berjasa atas dirinya dari pada harus bersikap independen. dan praktik di tingkat corporate board. seiring dengan krisis ekonomi yang melanda bangsa ini.bpkp. akhirnya pemerintah hanya menjual 14% sahamnya di Semen Gresik Group kepada Cemex. 33-35 Universitas Sumatera Utara . Sebagaimana diketahui bahwa independensi merupakan persoalan penting dalam penerapan GCG. 163 Dorojatun Kuncoroyakti. terutama di tingkat Komisaris yang oleh undangundang didaulat untuk melakukan pengawasan yang independen terhadap pengelolaan perusahaan oleh direksi. Ia adalah pabrik semen tertua sekaligus pelopor pabrik semen di Indonesia. Belakangan. independensi komisaris juga rendah. cit hal.pdf. mengingat kedekatan mereka terhadap SP yang sudah berdiri di tengah mereka sejak 18 Maret 1910. pada tahun 1998 Pemerintah Pusat berniat melakukan privatisasi (menjual) saham SG sebesar 40% kepada Cemex. Keberpihakan karena adanya “utang budi” yang berlaku dalam budaya dan tata nilai masyarakat Indonesia dapat menghilangkan sifat independensi seseorang.

Misalnya pengangkatan Komisaris sebagai suatu penghargaan semata atau karena hubungan pertemanan atau kekeluargaan atau bahkan pengangkatan mantan atau pejabat pemerintah yang masih aktif dengan tujuan agar mempunyai akses ke instansi pemerintah yang Universitas Sumatera Utara . Komisaris memiliki kecenderungan yang bisa membiaskan independensinya. Kedua.Dalam pengalaman korporasi-korporasi di Indonesia. Akibatnya efektivitas direksi dalam mengambil keputusan yang bersifat teknis menjadi terhambat. Kecenderungan lemahnya Komisaris dalam melaksanakan fungsinya ini dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : Pertama. Direksi tidak memberikan informasi yang cukup sehingga tak ada perencanaan dan mekanisme pengawasan terhadap manajemen. bahkan bisa jadi tidak melibatkan direksi sama sekali dalam proses pengambilan keputusan perusahaan. Di sisi lain. peran Komisaris dalam melaksanakan fungsinya cenderung lemah. kedudukan Direksi yang kuat ini dimungkinkan karena Direksi mewakili pemegang saham mayoritas atau pemegang saham mayoritas itu sendiri. Hal ini dapat terjadi karena komisaris mewakili pemegang saham mayoritas atau ia sebagai pemegang saham mayoritas itu sendiri. Kecenderungan tersebut antara lain terlalu kuatnya peran Komisaris dalam perusahaan. sehingga komisaris terlalu banyak mengintervensi direksi dalam menjalankan tugasnya. pengangkatan Komisaris yang tidak didasarkan pada kompetensi dan integritas.

Hambatan muncul ketika transparansi bukan hanya menyangkut gaji kolektif Komisaris atau Direksi tetapi termasuk Universitas Sumatera Utara . penegakan hukum di Indonesia tergolong lemah. dengan kata lain kepentingan politik banyak mewarnai proses hukum di negeri ini. Selain itu tingkat transparansi pada perusahaan-perusahaan kita cukup rendah. sering kali bahwa Komisaris menduduki posisi yang sama di beberapa perusahaan sekaligus. komitmen dan alokasi waktu mereka terhadap suatu perusahaan menjadi tidak memadai dan pengawasan menjadi tidak efektif. Dalam hal ini bukannya tidak mungkin bahwa para Komisaris tersebut bertindak sekedar karena keterbatasan kompetensi mereka atau karena adanya benturan kepentingan. Akibatnya. misalnya dalam beberapa kasus BLBI. mengingat akar budaya Indonesia yang belum terbiasa dengan transparansi atau keterbukaan. Hal ini berdampak buruk oleh karena penegakan hukum sangat berpengaruh terhadap perwujudan good corporate governance (GCG). Hal ini jelas menimbulkan kesangsian dunia internasional terhadap supremasi hukum di Indonesia. Ketiga. yang diselesaikan dengan pendekatan politis dan bukan hukum. Hal ini menjadi tantangan lain yang dihadapi dalam implementasi prinsip dasar GCG. Banyak permasalahan hukum. Selain persoalan yang dikemukan di atas.bersangkutan. Penegakan hukum di Indonesia dianggap masih belum mencerminkan perlindungan yang menyeluruh dan belum memihak pada “keadilan” seperti yang diharapkan masyarakat.

hal 128-132 164 Universitas Sumatera Utara . Upaya ini dapat dilakukan dengan Mas Achmad Daniri. 2. sehingga penerapan GCG dapat berjalan lancar dan mendapatkan dukungan dari seluruh unsur di dalam perusahaan. pengungkapan adanya perbedaan pendapat (dissenting mechanism) antar Komisaris dan Direksi. Tahap persiapan Tahap ini terdiri atas 3 langkah utama: (1) Awareness Building. dan pengungkapan hal lain yang sensitif seperti pengungkapan kegagalan. Good Corporate Governance Konsep dan penerapannya dalam konteks Indonesia. Demikian pula dengan pengungkapan agenda rapat dan tingkat kehadiran Komisaris dan Direksi. Awareness building merupakan langkah sosialisasi awal untuk membangun kesadaran mengenai arti penting GCG dan komitmen bersama dalam penerapannya.kewajiban untuk merinci segala bentuk manfaat yang diterima masing-masing anggota kedua Dewan tersebut. (2) GCG Assessment. 164 Pada umumnya perusahaan-perusahaan yang telah berhasil dalam menerapkan GCG menggunakan pentahapan berikut: a.(Jakarta: Ray Indonesia 2006). Edisi kedua. Pentahapan Penerapan GCG Dalam pelaksanaan penerapan GCG di perusahaan adalah penting bagi perusahaan untuk melakukan pentahapan yang cermat berdasarkan analisis atas situasi dan kondisi perusahaan serta tingkat kesiapannya. dan (3) GCG Manual Building.

meminta bantuan tenaga ahli independen dari luar perusahaan. penyusunan manual atau pedoman implementasi GCG dapat disusun. dan langkah-langkah apa yang dapat diambil untuk mewujudkannya. Langkah ini perlu guna memastikan titik awal atau level penerapan GCG dan untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang tepat guna mempersiapkan infrastruktur dan struktur perusahaan yang kondusif bagi penerapan GCG secara efektif. Berdasarkan hasil pemetaan tingkat kesiapan perusahaan dan upaya identifikasi prioritas penerapan. Universitas Sumatera Utara . Penyusunan manual dapat dilakukan dengan bantuan tenaga ahli independen dari luar perusahaan. GCG Assessment merupakan upaya untuk mengukur atau lebih tepatnya memetakan kondisi perusahaan dalam penerapan GCG saat ini. lokakarya. GCG Manual Building adalah langkah berikut setelah assessment dilakukan. mencakup berbagai aspek sepert: 1) Kebijakan GCG Perusahaan 2) Pedoman GCG bagi Organ-organ Perusahaan. Dengan kata lain GCG Assessment dibutuhkan untuk mengidentifikasi aspek-aspek apa yang perlu mendapatkan perhatian terlebih dahulu. Manual ini dapat dibedakan antara manual untuk organ-organ perusahaan dan manual untuk keseluruhan anggota perusahaan. dan diskusi kelompok. Bentuk kegiatan dapat dilakukan melalui seminar.

165 Implementasi adalah kegiatan yang dilakukan sejalan dengan Pedoman GCG yang ada. langsung dibawah pengawasan Direktur Utama atau salah satu Direktur yang ditunjuk sebagai GCG Champion di perusahaan.3) Pedoman Perilaku 4) Audit Committee Charter 5) Kebijakan Disklosur dan Transparansi 6) Kebijakan Manajemen Risiko 7) Roadmap Implementasi b. langkah selanjut adalah memulai implementasi di perusahaan. hal. Internalisasi Good Corporate Governance dalam proses Bisnis (Jakarta: The Indonesian Institute for Corporate Governance. Implementasi harus bersifat top down approach yang melibatkan Pelaksanaan sosialisasi terkait erat dengan pengembangan budaya baru. Lihat G. Upaya sosialisasi perlu dilakukan dengan suatu tim khusus yang dibentuk untuk itu. 8. Tahap Implementasi Setelah perusahaan memiliki GCG manual. 165 Universitas Sumatera Utara . yang masih perlu dilengkapi dengan upaya pembudayaan dari semua panduan dan pedoman yang bersifat legal dan formal tersebut. berdasarkan roadmap yang telah disusun. Sosialisasi diperlukan untuk memperkenalkan kepada seluruh perusahaan berbagai aspek yang terkait dengan implementasi GCG khususnya mengenai Pedoman Penerapan GCG. 2005). Suprayitno. sehingga pada akhirnya apa yang diharapkan di dalam berbagai panduan dan pedoman ini akan dapat terlaksana sebagai suatu kebiasaan yang mencerminkan budaya perusahaan yang baru. et.al. Tahap ini terdiri atas 3 internalisasi.

dan berbagai peraturan perusahaan. 68 167 Mas Achmad Daniri. penerapan prinsip GCG secara konkret. sistem kerja. Implementasi hendaknya mencakup pula upaya manajemen perubahan (change management) guna mengawal proses perubahan yang ditimbulkan oleh implementasi GCG. Mengesampingkan Hak Istimewa Demi Kelangsungan Usaha. Internal seluruh proses bisnis perusahaan melalui berbagai prosedur operasi (misalnya prosedur pengadaan dan lain-lain). Op. Tahap Evaluasi Tahap evaluasi adalah tahap yang perlu dilakukan secara teratur dari waktu ke waktu untuk mengukur sejauh mana efektivitas penerapan GCG telah dilakukan dengan meminta pihak independen melakukan audit implementasi dan scoring atas praktik GCG yang ada. Cit. 166 Internalisasi adalah tahap jangka panjang dalam implementasi. memiliki tujuan terhadap perusahaan. tetapi benar-benar tercermin dalam seluruh aktivitas perusahaan. 4) Meningkatkan keyakinan dan kepercayaan dari stakeholder terhadap perusahaan. hal. hal. 167 Terdapat banyak perusahaan konsultan yang dapat memberikan jasa audit yang demikian. Dengan upaya ini dapat dipastikan bahwa penerapan GCG bukan sekadar dipermukaan atau sekadar kepatuhan yang bersifat superfisial. c. 5) Melindungi Direksi dan Komisaris dari tuntutan hukum. Lihat Indra Surya dan Ivan Yustiawan. dan di Indonesia ada beberapa perusahaan Secara umum. 128. 166 Universitas Sumatera Utara . 1) Memudahkan akses terhadap investasi domestik maupun asing. (Jakarta: Kencana 2006). 3) Memberikan keputusan yang lebih baik dalam meningkatkan kerja ekonomi perusahaan.Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan. Penerapan Good Corporate Governance. 2) mendapatkan cost capital yang lebih murah.

Jika semua visi berikut penjabarannya dibuat jelas. Dalam hal membangun GCG dan terkait dengan pengembangan sistem. misi. maka koordinasi dalam pencapaian tujuan menjadi semakin mudah. yang diharapkan akan mempengaruhi perilaku setiap individu dalam perusahaan yang pada gilirannya akan membentuk kultur perusahaan yang bernuansa GCG. audit atau scoring juga dapat dilakukan secara mandatori misalnya seperti yang diterapkan di lingkungan BUMN.yang melakukan scoring. Universitas Sumatera Utara . menetapkan visi. Demikian pula setiap transaksi yang mengandung benturan kepentingan akan terlihat gamblang. Dalam UUPT. Evaluasi dalam bentuk assessment. organ perusahaan harus selalu bertindak semata-mata untuk kepentingan perusahaan. tujuan perusahaan. rencana strategis. Evaluasi dapat membantu perusahaan memetakan kembali kondisi dan situasi serta capaian perusahaan dalam implementasi GCG sehingga dapat mengupayakan perbaikan perusahaan yang perlu berdasarkan rekomendasi yang diberikan. Hal ini menjadi penting karena hanya dengan cara inilah didapat acuan bagi semua pihak dalam perusahaan. serta sistem operasional pencapaiannya secara jelas. hal ini dikenal dengan istilah fiduciary duty (menjalankan amanah). maka diperlukan langkah-langkah berikut: Pertama.

Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui peraturan pencatatan yang dikeluarkannya. salah satu yang mencolok adalah begitu kuatnya pengaruh pemegang saham pengendali yang acap berperan rangkap. Keputusan yang diambil perusahaan biasanya dilakukan pada level Direksi. Dua unsur ini menjadi penting meski terjadi perdebatan seru karena ada yang menggugat keabsahan Komisaris Independen. baik untuk keperluan proses pengambilan keputusan maupun keperluan keterbukaan informasi material dan relevan mengenai perusahaan. Direksi menjadi begitu dominan sehingga fungsi kemudi. Dewan Komisaris dan RUPS. pedal gas. mengembangkan suatu struktur yang menjaga keseimbangan peran dan fungsi organ perusahaan (Checks and balances). tak heran jika yang muncul adalah munculnya fungsi pengawasan yang seyogiyanya dilakukan Dewan Komisaris. mengharuskan setiap perusahaan tercatat memiliki Komisaris Independen dan komite audit.Kedua. Keputusan tersebut Universitas Sumatera Utara . dan rem seperti mengendarai sebuah mobil menjadi tidak harmonis. Di antara beberapa kelemahan praktik korporasi di Indonesia. Sebaliknya. Alhasil. menjabat manajemen perusahaan. membangun sistem informasi. Dalam rangka memberdayakan fungsi pengawasan Dewan Komisaris. Ketiga.

Jika telah diketahui kejelasan perihal informasi material dan relevan. Kedua. hal pertama. seluruh anggota Direksi dan Komisaris harus mendapatkan informasi yang sama satu dengan yang lain. membuat daftar kewajiban pelaporan dan mengembangkan format-format laporan yang standar. Informasi yang simetris juga memungkinkan tercapainya collective wisdom dalam pengambilan keputusan sehingga keputusan yang dihasilkan akan berkualitas. Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko tanggung renteng dalam pengambilan keputusan oleh Direksi dan Komisaris. maka tindakan berikutnya adalah mengembangkan sistem pelaporan internal unit-unit perusahaan yang memasok informasi tersebut. yang harus dilakukan adalah mendefinisikan secara jelas apa yang dimakud informasi material dan relevan tersebut.seyogiyanya didukung ketersediaan informasi yang lengkap. Universitas Sumatera Utara . Karena setiap perusahaan mempunyai kekhususan tersendiri. menyeluruh. tepat waktu dan seketika. informasi guna pengambilan keputusan harus dibagikan kepada para pengambil keputusan di perusahaan terutama Direksi dan Komisaris simetris artinya. termasuk dalam hal waktu diterimanya informasi tersebut. Keempat. Dalam mengungkap informasi material dan relevan.

dan Komite Audit yang lebih memfokuskan terhadap kajian hal-hal yang sudah diputuskan Direksi. yang tak terbatas pada kepatuhan terhadap peraturan dan prosedur operasi standar.Kelima. komite pengendalian risiko yang berperan di dalam mengantisipasi risiko perusahaan atau mengkaji halhal yang akan diputuskan Direksi. Pada perusahaan-perusahaan champion corporate governance biasanya tiga fungsi di atas dipisah. Namun dalam praktiknya seringkali Universitas Sumatera Utara . suatu audit internal juga memonitor transaksi yang mengandung benturan kepentingan sekaligus merekomendasikan kepada Direksi bagaimana sebaiknya menyikapi masalah tersebut. Di tingkat Dewan Komisaris. membangun sistem yang melindungi hak-hak pemegang saham secara adil (fair) dan setara diantara para pemegang saham. hubungan antara pemegang saham mayoritas dan minoritas dalam perusahaan haruslah serta harmonis berdasarkan asas kekeluargaan dan itikad baik. ketiga komite tersebut adalah komite GCG (termasuk sistem nominasi dan remunerasi para pimpinan puncak). Selain mengawasi dan mengendalikan. baik pada level kendali Direksi maupun Dewan Komisaris. membangun sistem audit yang handal. Keenam. Idealnya. tetapi juga mencakup pengendalian risiko perusahaan. Satuan audit internal ini juga bertugas memonitor apakah pelaksanaan GCG sudah dilakukan dengan benar.

Sebagai jalan keluar maka kewenangan mayoritas yang terkait dengan prinsip one share one vote mesti diimbangi hak minoritas seperti dibukanya kemungkinan hak mengajukan calon Komisaris Independen melalui mekanisme akumulatif voting. membangun sistem pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk pengukuran kinerja. Dalam upaya melindungi pemegang saham minoritas. Jika transaksi tidak dapat dihindari. harus diungkap apa latar belakangnya dan wajib mendapat persetujuan sebagian besar pemegang saham minoritas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sesuai peraturan yang berlaku. Ketujuh. Universitas Sumatera Utara .terjadi ketidakseimbangan terjadi karena adanya peraturan yang memberi kekuasaan dominan bagi pemegang saham mayoritas. Karena pemegang saham mayoritas yang tidak beritikad baik dapat dengan mudah menyisihkan kepentingan pemegang saham minoritas. Untuk menghindari transaksi dengan menggunakan informasi orang dalam maka perusahaan juga perlu membangun semacam “Tembok Cina” sehingga dapat mendeteksi setiap kebocoran berikut sumbernya secara cepat. perusahaan juga dapat menunjuk staf khusus yang bertugas memonitor transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

Political Will Pemerintah untuk mengimplementasikan GCG diwujudkan dengan sarana hukum berupa Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-117/M-MBU/200 tentang Penerapan Praktik Good Corporate Governance dan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. adalah perusahaan tambang dan logam Indonesia milik negara yang telah melakukan aktivitas eksplorasi. Antam. kesuksesan proses perubahan paradigma merupakan modal dasar terbentuknya kultur perusahaan. produksi. Laporan Tahunan 2007. Penerapan GCG pada PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Kedua. sistem penilaian kerja pegawai yang efektif akan menjadi mesin pendorong tercapainya pengembangan pilar lainnya. pemurnian serta pemasaran ke seluruh dunia sejak tahun 1968.Sebagai pendukung pencapaian tujuan perusahaan. Pertama. PT. pengembangan SDM menjadi strategis karena terkait langsung dengan proses kaderisasi dan kelangsungan perusahaan. Di sini ada tiga hal strategis yang terkait dalam pengembangan SDM. eksploitas. pengembangan SDM merupakan inti dari keberhasilan pengembangan pilar-pilar lainnya. Universitas Sumatera Utara . selanjutnya disebut ANTAM. proses manufaktur. 168 E. 169 168 169 Lihat Keputusan Menteri BUMN Nomor 117/M-MBU/2002. Ketiga. “Pencapaian dan Pengkajian untuk Bertumbuh”. Antam Tbk.

yaitu perak. Strategi yang dibuat ANTAM untuk mencapai tujuan perusahaan adalah memaksimalkan nilai pemegang saham dengan berfokus pada keunggulan perusahaan. Strategi perusahaan berawal dari jumlah cadangan yang merupakan faktor terpenting bagi perusahaan pertambangan. perusahaan akan bergeser dengan meningkatkan kegiatan pengolahan dan pada saatnya akan menghentikan ekspor biji semata. Perusahaan memiliki konsumen yang terdiversikasi dan tersebar di seluruh dunia sehingga perusahaan tidak tergantung pada satu pasar semata dan juga pada China boom. dijual ke Jepang dan Cina. ke pengusaha perhiasan di Indonesia dan luar negeri. Bauksit ANTAM yang merupakan bahan baku untuk aluminium.Antam mengekspor biji nikel ke Jepang dan Cina. Saat ini perusahaan memiliki cadangan nikel dan bauksit yang besar serta cadangan emas yang memadai. Untuk memaksimalkan nilai. menjalankan operasi yang berkelanjutan. Proyek-proyek perusahaan didesain untuk mengoptimalkan nilai dari cadangan. menambang dan mengolah cadangan tersebut. Perusahaan akan bekerja sama dengan mitra perusahaan kelas dunia untuk Universitas Sumatera Utara . Keunggulan perusahaan adalah menemukan. memproses bijih nikel menjadi feronilel untuk dijual ke perusahaan-perusahaan stainless steel di Eropa dan Asia Timur. ANTAM juga menjual emas dan produk sampingan dari proses pemurnian emas. serta mempertahankan kondisi keuangan perusahaan yang solid. ANTAM satu-satunya pabrik yang mengoperasikan pemurnian logam mulia di Indonesia.

b. Perusahaan bukanlah yang ingin meraih keuntungan semata secara cepat dan lebih berfokus pada profitabilitas yang berkelanjutan dan bersifat jangka panjang. (3) Komitmen terhadap Dividen Yang Tinggi Terbaik (No. Perusahaan Terbaik Asia 2006. Anugerah Business Review 2006: (1) Sekretaris Perusahaan Terbaik (2) Program Kemitraan UMKM & Bina Lingkungan Terbaik (3) Kinerja Keuangan. Sejak didirikan pada tahun 1968 hingga pada tahun 2009. saham dan Dewan Komisaris Terbaik II (4) Korporasi Terbaik III (5) Emiten Terbaik II Investor Award 2006 Universitas Sumatera Utara .6). 10).mengembangkan proyek-proyek ini yang akan didanai melalui hutang secara agresif tanpa recourse ANTAM serta memiliki tingkat imbal hasil ekuitas minimal 15%.8). Perusahaan juga tidak akan mengambil risiko finansial dan akan menjaga kondisi neraca yang kuat dengan jumlah hutang yang rendah. ANTAM telah menerima berbagai macam penghargaan antara lain: a. Finance Asia : (1) Tata Kelola Perusahaan Terbaik (No. LACP International 2005 Annual Report Award: (1) Top 16 dari 1900 peserta 16 negara (2) Pemenang Platinum untuk kategori Materi (3) Pemenang Emas untuk kategori Cover Terbaik c. (2) Hubungan Investor Terbaik (No.

Nilai-nilai. Vincent Gaspersz. 365 170 Universitas Sumatera Utara .(6) Website Terbaik dalam Indonesia Sustainability Reporting Award 2008 (7) Piagam Terbaik dalam kriteria teknis untuk Praktik Tata Kelola Perusahaan (8) Untuk kategori kapitalisasi pasar kecil/sedang di Asia Pasifik dari IR Global Rankings (9) Medali Emas dalam International Conference on quality control circles (10) Piagam Pratama kategori Perunggu (Safety Award) tahun 2006 dari Kementerian ESDM Pada ANTAM. Misi. hal. GE Way and Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence. Visi 2010 ANTAM adalah “Menjadi perusahaan pertambangan berstandard internasional yang memiliki keunggulan kompetitif di pasar Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) mengemukakan pentingnya menetapkan kompetensi inti dan mengaitkannya dengan Visi. dan Pelanggaran Atas Standar Etika Perusahaan. lingkungan kompetitif dan rencana-rencana tindakan (Action Plans). Tanggung jawab terhadap Standar Etika. 2007). (Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Kebijakan Perilaku Perusahaan. Code of Conduct (Pedoman Perilaku) menggunakan istilah “Standar Etika Perusahaan” yang melingkupi Visi. Misi dan Nilai-nilai Perusahaan 170. Komitmen Perusahaan. Tujuan dan Obyek Standar Etika.

172 Djoko Santoso. Penjabaran dari keempat nilai tersebut adalah sebagai berikut: 1) Pengembangan Diri Setiap insan ANTAM harus mempunyai kesadaran yang tinggi dan kemauan yang keras untuk selalu mengasah dan meningkatkan keterampilan serta pengetahuan dalam rangka pengembangan diri insan ANTAM secara berkesinambungan. 171Sedangkan Misi ANTAM adalah : (1) Menghasilkan produkproduk berkualitas tinggi yaitu nikel. Pedoman Kebijakan Manajemen Standar Etika Perusahaan. Sedangkan untuk Misi. Integritas. Covey mengatakan Misi organisasi merupakan sesuatu yang merefleksikan visi dan nilai-nilai bersama. dan mineral lain dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja serta memperhatikan kelestarian lingkungan. Corporate Culture Challenge to Excellence (Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Harmoni. Djoko Santoso mengutip pendapat Seven Habits dan Stephen R. ANTAM berkomitmen untuk selalu berupaya meningkatkan kualitas insan ANTAM dengan memberikan pelatihan dan pengajaran Standard Etika Perusahaan. Senge bahwa Visi adalah apa? Yaitu gambaran masa depan yang ingin kita capai. (2) Beroperasi secara efisien (berbiaya rendah). (3) Meningkatkan kesejahteraan karyawan. guna menciptakan kesatuan komite yang kuat. 88. dan Reputasi). 12. 172 Adapun nilai-nilai dasar yang dianut jajaran perusahaan dan diwujudkan dalam praktik bisnis sehari-hari adalah PIONIR (Pengembangan Diri. mengutip pendapat Peter M. dan (4) Berpartisipasi di dalam menyejahterakan masyarakat di sekitar daerah operasi penambangannya. Memaksimalkan shareholders dan stakeholders value. hal. 2007) hal.global”. PT Antam Tbk. emas. 171 Universitas Sumatera Utara .

terarah dan adil kepada setiap insan ANTAM. Good Corporate Governance. setiap Insan ANTAM harus memberikan komitmennya untuk: Siswanto Sutojo-E. Sebagai bagian dari Perusahaan. hal ini dimaksudkan manajemen dan para karyawan yang profesional. PT Damar Mulia Pustaka 2008. setiap Insan ANTAM harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta menjadikannya sebagai dasar dari segala pikiran perasaan dan perilaku dalam bekerja. ANTAM bertekad untuk selalu menjunjung tinggi dan menjaga integritas Perusahaan. Proses pengembangan sumber daya manusia dalam ANTAM selalu berorientasi pada pencapaian unjuk kerja yang tinggi. 173 Universitas Sumatera Utara . Setiap pemimpin ANTAM didorong untuk mengembangkan kemampuan serta ketrampilan insan ANTAM dalam jajarannya guna menciptakan sumber daya manusia yang tangguh serta melahirkan pemimpin-pemimpin yang baru.John Aldrige. beretika dan bermoral tinggilah yang menciptakan keuntungan bagi perusahaan. Dengan segenap hati. 92 mengemukakan bahwa: “It is the men and the management who make profit”. 173 2) Integritas Dalam menjalankan usahanya.secara berkesinambungan. hal. ANTAM bertekad untuk menciptakan kesempatan untuk maju yang sama dan seluas-luasnya untuk setiap insan ANTAM. akuntabel.

Mitra Kerja dan Masyarakat). untuk meningkatkan loyalitas pada Universitas Sumatera Utara . yang pada akhirnya akan menciptakan peningkatan produktivitas kegiatan operasi.(a) Bekerja keras dalam rangka memberikan kinerja terbaik bagi ANTAM. Pemerintah. (d) Selalu konsisiten untuk melaksanakan apa yang telah disepakati untuk dilaksanakan. (c) Memberikan dedikasinya terhadap ANTAM. (b) Menegakkan disiplin yang tinggi dalam bekerja. ANTAM berkomitmen untuk menciptakan hubungan yang harmonis serta membangun hubungan kemitraan yang saling menguntungkan dengan stakeholders (Pemegang Saham. setiap Insan ANTAM harus mampu untuk bekerja sama dengan Insan Antam lainnya untuk mengembangkan solusi yang inovatif dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. (e) Memupuk rasa memiliki atas perusahaan dalam diri masing-masing ANTAM. Kerja sama tim diarahkan untuk menciptakan sinergi antar unit dalam perusahaan. 3) Harmoni Untuk menciptakan budaya kebersamaan dalam perusahaan.

hal. ANTAM akan selalu memenuhi komitmennya untuk selalu menghasilkan produk-produk tambang berkualitas tinggi serta berorientasi pada kepuasan pelanggan. One day Workshop on Risk Profile (Jakarta: Profil Risiko Reputasi.ANTAM selalu menjunjung tinggi prinsip keadilan dan keselarasan dalam menjalankan kegiatan usaha serta dalam berinteraksi dengan semua pihak. 175 174 Dalam pengelolaan perusahaan secara jelas komitmen pengurus PT. 175 Reputasi lebih bersifat intangible dan tidak mudah dianalisis atau diukur. diakui bahwa mengelola risiko reputasi sangat penting untuk kesuksesan bisnis secara berkelanjutan. Meskipun terdapat berbagai tantangan yang disebutkan diatas. Refreshment Program 2010). Untuk menjaga reputasi baik perusahaan. ANTAM akan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis serta seluruh peraturan perundangan yang berlaku. Lihat RMCI. 174 4) Reputasi ANTAM akan selalu memastikan bahwa setiap insan Antam berpartisipasi dalam menciptakan dan menjaga reputasi baik perusahaan di mana pun Insan ANTAM berada. 4 Universitas Sumatera Utara . Setiap Insan ANTAM harus berperilaku sesuai dengan Standar Etika Perusahaan yang telah ditetapkan. Dalam menjalankan kegiatan usahanya. Antam berpegang teguh pada asas fairness (kewajaran) yaitu keadilan dan kesertaan di dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-117/M-MBU/2002 Tentang Penerapan Praktek GCG pada BUMN Pasal 3 (e). baik dalam bekerja maupun dalam berhubungan dengan pihak-pihak di luar ANTAM.

2) Seluruh pimpinan dari setiap tingkatan dalam perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa Standar Etika Perusahaan ini dipatuhi dan dijalankan dengan baik oleh setiap Insan ANTAM pada jajaran masing-masing. prinsip otonom. Lihat Sukrisno Agoes – I Cenik Ardana. 3) Seluruh Mitra Kerja Perusahaan (konsultan. Etika Bisnis dan Profesi. Untuk mencapai hal tersebut maka: 1) Seluruh insan ANTAM harus menjunjung tinggi dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai standar perilaku yang tercantum dalam Standar Etika Perusahaan.176 Setidaknya ada lima prinsip etika bisnis yang dapat dijadikan titiktolak pedoman perilaku dalam menjalankan praktik bisnis menurut Sonny Keraf yaitu. prinsip saling menguntungkan dan prinsip integritas moral. 4) Seluruh Insan ANTAM termasuk Komisaris dan Direksi akan melakukan penandatanganan ulang Komitmen Pribadi Standar Etika Perusahan minimal satu tahun sekali.Dalam menjalankan usahanya. (Jakarta: Penerbit Salemba Empat 2009). hal 127 176 Universitas Sumatera Utara . prinsip keadilan. prinsip kejujuran. kontraktor dan rekanan kerja) harus memahami dan mentaati ketentuan-ketentuan yang terkait dari Standar Etika Perusahaan ini. ANTAM berkomitmen untuk mencapai level tertinggi dari pelaksanaan nilai-nilai serta etika bisnis.

3) Sebagai sarana untuk meningkatkan kepekaan perusahaan dan Insan Antam terhadap nilai-nilai etika bisnis dengan mengembangkan diskusi-diskusi atau pengembangan wacana mengenai etika. Lebih jauh lagi pentingnya kesadaran bahwa setiap fungsi/pekerjaan di dalam perusahaan bersifat “melayani” pihak lain atau masyarakat sehingga setiap orang harus bersikap profesional. Ibid. 177 Universitas Sumatera Utara . 121. hal. 177 Obyek standar etika perusahaan adalah pihak-pihak yang wajib mematuhi dan melaksanakan Standar Etika Perusahaan ANTAM yaitu : 1) Seluruh Insan Antam semua level. yaitu menguasai ilmu pengetahuan (knowledge). Yang dimaksud dengan Insan Antam adalah manusia-manusia Antam yang mempunyai atribut Antam dan atau yang bertindak atas nama Antam. 2) Sebagai sarana untuk menciptakan dan memelihara lingkungan kerja yang positif dan yang mendukung perilaku-perilaku etis dari seluruh Insan Antam. keterampilan (skill) dan sikap serta perilaku etis (ethical attitude and behaviour) yang relevan dengan pekerjaannya.Adapun tujuan dan maksud dari penyusunan Standar Etika Perusahaan adalah agar dapat dimanfaatkan : 1) Sebagai petunjuk praktis dan pedoman perilaku bagi seluruh Insan Antam yang harus dipatuhi dalam berinteraksi sehari-hari dengan semua pihak serta harus dijadikan landasan berpikir dalam proses pengambilan keputusan.

183 178 Universitas Sumatera Utara . Satuan Kerja Affairs atau pihak-pihak yang telah ditetapkan oleh Direksi. Insan ANTAM memiliki tanggung jawab sebagai berikut : 1) Mempelajari secara detail Standar Etika Perusahaan yang terkait dengan pekerjaannya. Akan tetapi bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bidang bisnis yang dilandasi oleh rasa keagamaan mendalam menyadari perilaku jujur akan memberikan kepuasan tersendiri dalam kehidupan di dunia maupun akhirat. 2) Menghubungi atasan langsung. Satuan Kerja Human Resources. apabila Insan Antam mempunyai pertanyaan mengenai pelaksanaan Standar Etika Perusahaan. Buchari Alma mengemukakan bahwa dalam dunia bisnis semua orang tidak mengharapkan memperoleh perilaku tidak jujur sesamanya. Praktek manipulasi tidak akan terjadi jika dilandasi dengan moral tinggi bisnis itu sendiri. Lihat Buchari Alma. hal. baik secara langsung maupun tidak langung. Setiap Insan Antam harus memahami standar etika yang dituangkan dalam Standar Etika Perusahaan ini. dengan lebih dari 50% hak suara Antam memiliki kemampuan untuk mengendalikan badan usaha tersebut. 178 Sehubungan dengan itu. Pengantar Bisnis (Bandung: Penerbit Alfabeta 2008). 3) Mitra Kerja seperti kontraktor. karena nilai etika hanya ada dalam hati nurani seseorang. Etika mempunyai kendali intern dalam hati. konsultan dan rekanan kerja. Masalahnya ialah tidak ada hukuman yang tegas terhadap pelanggaran etika tersebut.2) Anak perusahaan dan afiliasi di bawah pengendalian adalah anak perusahaan atau badan usaha lain yang dimiliki Antam.

4) Bersedia untuk bekerjasama dalam proses investigasi terhadap kemungkinan pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan. setiap dijumpai masalah mengenai kemungkinan pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan. yang selalu mengawasi kegiatan mereka.3) Segera membicarakan kepada pihak-pihak yang telah ditetapkan oleh Direksi. melaporkan kemungkinan pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan. b) Melakukan pengawasan secara teratur mengenai programprogram yang bertujuan untuk mendorong kepatuhan Insan Antam terhadap Standard Etika Perusahaan. Lihat Buchari Alma kemudian mnegaskan orang-orang bisnis diharapkan bertindak secara etis dalam berbagai aktivitasnya dimasyarakat. 179 Universitas Sumatera Utara . memiliki standar etika yang lebih tinggi di masyarakat karena mereka langsung berhadapan dengan masyarakat. Diharapkan orang bsinis. Pengantar Bisnis. c) Memberikan contoh yang baik dalam cara bersikap maupun dalam bertindak sehari-hari.185. yaitu para Pimpinan ANTAM memiliki tanggung jawab sebagai berikut : 1). Buchari Alma. Hal. (Bandung: Penerbit Alfabeta 2008). Membangun dan menjaga budaya kepatuhan terhadap Standar Etika Perusahaan melalui: a) Secara pribadi mendorong kepatuhan terhadap Standar Etika Perusahaan. 179 Pada jajaran yang lebih tinggi.

afiliasi serta mitra kerja yang dapat menimbulkan kemungkinan pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan. b) Melakukan identifikasi dan melaporkan sesuai prosedur yang ditetapkan terhadap kegiatan anak perusahaan. c) Memastikan dilaksanakannya pendidikan dan pelatihan tentang Standar Etika Perusahaan bagi seluruh Insan Antam. afiliasi dan melakukan sosialisasi kepada mitra kerja agar pihak-pihak tersebut mengerti dan memahami Standar Etika Perusahaan secara menyeluruh. 4) Mempertimbangkan masalah kepatuhan terhadap Standar Etika Perusahaan dalam mengevaluasi dan memberikan penghargaan pada Insan Antam. anak perusahaan.2) Memastikan bahwa setiap Insan Antam mengerti bahwa ketaatan atas Standar Etika Perusahaan sama pentingnya dengan pencapaian unjuk kerja. Universitas Sumatera Utara . 5) Mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan melalui: a) Memastikan bahwa risiko kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Standar Etika Perusahaan yang berhubungan dengan proses bisnis dapat diidentifikasi secara dini dan sistematis. 3) Mendorong Insan Antam untuk bertanya mengenai berbagai masalah integritas dan etika bisnis.

b) Memberikan tindakan-tindakan indisipliner yang sesuai. 7) Menindaklanjuti laporan kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Standar Etika Perusahaan melalui: a) Memperbaiki secara cepat kekurangan yang dijumpai dalam penilaian kepatuhan atas pelaksanaan Standar Etika Perusahaan. c) Melakukan konsultasi dengan Satuan Kerja Legal Affairs jika pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan yang Universitas Sumatera Utara .6) Melakukan deteksi atas kemungkinan pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan melalui: a) Menerapkan pengawasan melekat untuk memperkecil risiko kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Standar Etika Perusahaan. b) Menciptakan sistem pelaporan atas kemungkinan- kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Standard Etika Perusahaan yang sesuai untuk melindungi kerahasiaan dari Insan Antam yang melaporkan. c) Memastikan dilaksanakannya evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan Standar Etika Perusahaan oleh Satuan Kerja Internal Audit untuk menilai efektifitas pelaksanaan dan cara memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada.

6) Hadiah dan hiburan. 11) Pengawasan dan penggunaan Aset. Pedoman KebijakanManajemen Standar Etika Perusahaan (Jakarta: 2007) hal 27-47. ANTAM mendorong usaha-usaha untuk menjamin terpenuhinya hak asasi manusia serta mempertimbangkan setiap akibat dari kegiatan operasi terhadap masyarakat sekitar. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.terjadi memerlukan campur tangan penegak hukum atau pihak yang berwajib. 8) Hubungan dengan Pemasok. merumuskan Kebijakan Perilaku Perusahaan mencakup. 7) Hubungan dengan Pemerintah. ANTAM berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap kegiatan operasi perusahaan tidak melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia. 180 Dalam pengelolaan dan pengoperasian perusahaan. 9) Perdagangan Internasional. 2) Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Pertambangan. 180 Universitas Sumatera Utara . PT.Antam Tbk. 5) Pembayaran tidak wajar. 3) Kesempatan Kerja Yang Adil. 1) Standar Etika : a) Memastikan bahwa seluruh Insan ANTAM memahami peraturan perundangan mengenai hak asasi manusia. ANTAM memiliki Kebijakan Perilaku Perusahaan dalam berbagai hal sebagai berikut : 1. 12) Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Persamaan dan Penghormatan Hak Asasi Manusia Antam percaya bahwa hak asasi manusia adalah sesuatu yang bersifat universal. 4) Benturan kepentingan. 10) Kerahasiaan Informasi. 1) Persamaan dan penghormatan pada HAM.

d) Melakukan analisa yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan bekerja sama dengan organisasi di luar perusahaan seperti Pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pada tahap awal setiap proses pengembangan usaha. Universitas Sumatera Utara . e) Bekerja sama dengan Pemerintah dan LSM yang terkait untuk menghindari pelanggaran atas hak-hak yang terkait dengan kepemilikan dari masyarakat setempat. serikat pekerja atau karyawan. khususnya di dalam analisis dampak sosial dalam penyusunan dokumen AMDAL. c) Mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam menangani konflik yang mungkin terjadi dengan masyarakat. 2) Hal-hal yang harus diperhatikan : a) Dampak negatif dari kegiatan operasi ANTAM terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.b) Memastikan bahwa masyarakat sekitar turut merasakan kesejahteraan yang diciptakan ANTAM serta menghormati hak asasi yang dimilikinya. f) Mengembangkan sikap-sikap menghargai hak asasi manusia pada pihak ketiga yang bekerja sama dengan atau yang mewakili ANTAM.

Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. e) Penggunaan kekerasan yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan masalah-masalah ketenagakerjaan atau masyarakat sekitar. g) Kemungkinan terjadinya hal-hal yang dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Mitra Kerja ANTAM. f) Penggunaan tenaga kerja anak-anak. c) Keterlibatan aparat keamanan yang kontra produktif. seimbang dan sesuai dengan lingkungan.b) Memburuknya hubungan atau munculnya konflik dengan masyarakat sekitar. Keselamatan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Pertambangan. Pemerintah atau LSM yang terkait. ANTAM berkomitmen untuk mencapai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Pertambangan (K3LP) yang PT. Ketentuan ini bermaksud menciptakan hubungan Perseroan yang serasi. dimana berdasarkan UUPT No. Antam secara konsepsional menerapkan asas pada GCG khususnya asas pertanggung jawaban (responsibilitas) yaitu kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan per-undang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. nilai. norma dan budaya masyarakat setempat. 181 2. 40 Tahun 2007 Pasal 74 ayat (1) berbunyi. 181 Universitas Sumatera Utara . d) Pelanggaran hak-hak yang terkait dengan kepemilikan dari masyarakat.

1). c) Mengurangi limbah. Hal ini merupakan tanggung jawab dari pimpinan dan seluruh Insan ANTAM. b) Menciptakan dan menjaga lingkungan kerja yang aman serta mencegah terjadinya kecelakaan di tempat kerja. d) Menghilangkan risiko-risiko yang tidak wajar baik dari kegiatan operasi maupun produk-produk yang dihasilkan. Universitas Sumatera Utara . f) Setiap Insan ANTAM harus mengikuti pelatihan mengenai peraturan perundangan dan kebijakan perusahaan mengenai Keselamatan Pertambangan.tinggi. e) Menangani masalah pencemaran lingkungan yang terjadi dengan efektif dan efisien. Standar Etika a) Mematuhi semua peraturan perundangan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Pertambangan yang berlaku. baik di tingkat nasional maupun internasional. emisi dan penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). g) Setiap Insan ANTAM harus memahami seluruh prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Pertambangan yang telah ditetapkan.

pelampung (life vest) dan sebaginya. (3) Kabel listrik yang terbuka dan tidak aman. sepatu pengaman (safety shoes). (1) Keluhan-keluhan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja yang muncul dari Insan Antam.h) Setiap Insan Pertambangan harus bersedia untuk melaksaanakan pemeriksaan kesehatan. Universitas Sumatera Utara . (4) Pintu keluar kebakaran yang terhalang. kaca mata pengaman (safety goggle). apabila dirasakan perlu oleh manajemen Antam. perlindungan pendengaran (ear plug). (2) Bahan kimia yang tidak diberi label. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a) Kegiatan atau kondisi-kondisi yang tidak aman seperti: (1) Kelalaian menggunakan alat pengaman diri seperti helm pengaman (safety helmet). b) Kelalaian untuk mematuhi peraturan dan prosedur mengenai keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan. (2) Bahaya atau kecelakaan kerja serta kerusakan lingkungan yang timbul.

kualifikasi (seperti pendidikan pengalaman. ANTAM memberikan kesempatan yang sama dan perlakuan yang adil kepada seluruh Insan Antam. termasuk di dalamnya peraturan yang mengatur kebebasan untuk berserikat. b) menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan hidup dan c) mentaati ketentuan tentang baku mutu lingkungan hidup dan/atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. Mentaati peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. terbuka dan tepat waktu. 182 Universitas Sumatera Utara . kompetensi dan lain-lain) dan kriteria lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan sebagai satusatunya dasar bagi semua keputusan yang berkaitan dengan Insan ANTAM dan pelamar kerja. 1) Standar Etika a). termasuk di dalamnya larangan terhadap segala bentuk diskriminasi. 182 3.(3) Ketidakmampuan dalam mengurangi jumlah dan dampak dari Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). berkumpul dan mengemukakan pendapat. PT Antam sangat peduli dengan ketentuan dimaksud dengan penjabaran yang jelas dan lugas. Kesempatan Kerja yang Adil ANTAM berkomitmen untuk menciptakan kesempatan kerja yang adil. Menggunakan kriteria kemampuan. akurat. b). setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban: a) memberikan informasi yang terkait dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara benar. Pasal 68 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menegaskan bahwa.

status veteran atau karakteristik lain yang dilindungi oleh hukum. cacat. Melakukan rekruitmen tenaga kerja.c). warna kulit. email. ras/suku bangsa. f). umur. seperti pelecehan terhadap seseorang karena latar belakang agama/kepercayaan. status veteran atau karakteristik lain yang dilindungi oleh hukum. jenis kelamin (termasuk kehamilan). cacat. kewarganegaraan. informasi mengenai hak kekayaan intelektual milik ANTAM dan sebagainya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. hubungan pribadi (pertemanan dan kekerabatan). warna kulit. menjaga dan menyimpan data pribadi mereka sesuai dengan petunjuk dan prosedur yang berlaku. preferensi ras/suku jenis kelamin bangsa. d). Antam berhak untuk memonitor penggunaan aset-aset perusahaan seperti komputer. telepon. kewarganegaraan. (termasuk kehamilan). preferensi seksual. e). Menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari pelecehan. Universitas Sumatera Utara . umur. Untuk keperluan perusahaan. seksual. pelatihan. Menghormati hak pribadi Insan ANTAM dengan menggunakan. pemberian kompensasi serta pemberian syarat lain mengenai kesempatan kerja tanpa memperhatikan latar belakang agama/kepercayaan.

umur. ANTAM menyadari bahwa setiap Insan ANTAM mempunyai hak untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan keuangan. e). d). status veteran atau karakteristik lain yang dilindungi hukum sebagai faktor dalam mempekerjakan. agama.2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a). warna kulit. Menolak bekerja sama dengan individu tertentu karena ras. c). Membicarakan hal-hal yang berkonotasi seks yang tidak menyenangkan dengan Insan ANTAM lain. Suasana kerja yang tidak nyaman seperti menceritakan lelucon atau memperlihatkan barang yang mengejek atau menyinggung anggota masyarakat dari etnis atau ras tertentu. b). atau keputusan lain yang berkaitan dengan Insan ANTAM. preferensi seksual. hubungan pribadi (pertemanan dan kekerabatan). f). usaha dan Universitas Sumatera Utara . cacat fisik. mengkompensasikan. asal negara. mempromosikan. agama. jenis kelamin. jenis kelamin dan sebagainya. Memberitahukan data Insan ANTAM kepada orang yang tidak memiliki kepentingan usaha. Mempertimbangkan ras. Melakukan pelanggaran terhadap hukum ketenagakerjaan. kewenangan atau persetujuan dari subyek yang bersangkutan.

faksimil. Kegiatan tersebut harus sah dan bebas dari konflik kepentingan dengan tanggung jawab mereka sebagai Insan ANTAM. Universitas Sumatera Utara . Insan ANTAM berkewajiban untuk memberikan semua informasi mengenai hal tersebut dalam penjelasan tertulis kepada atasan. Menghindarkan diri dari tindakan penyalahgunaan sumber daya ANTAM. komputer dan lain-lain. b). waktu dan fasilitas ANTAM termasuk peralatan kantor seperti telepon. c). 1) Standar Etika a).kegiatan lain yang sah diluar pekerjaan Insan ANTAM dengan tetap memperhatikan kewajiban Insan ANTAM kepada perusahaan. Insan ANTAM tidak boleh menyalahgunakan sumber daya atau pengaruh ANTAM sehingga dapat mendiskreditkan nama baik dan reputasi ANTAM. hak milik intelektual. satuan kerja human resources atau satuan kerja legal affairs perusahaan. Memberitahukan kegiatan Insan ANTAM di bidang kegiatan keuangan diluar perusahaan atau usaha lain atau segala hubungan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan. email. Menghindari tindakan atau hubungan yang dapat memunculkan konflik dengan pekerjaan atau kepentingan ANTAM.

dimana Antam mungkin mempunyai hubungan usaha dengan badan tersebut atau mempunyai pengharapan untuk memperoleh bantuan keuangan atau bantuan lain dari ANTAM. Universitas Sumatera Utara . Menerima secara pribadi diskon atau keuntungan lain dari pemasok. yang tidak diberikan kepada masyarakat umum atau Insan Antam yang lain dalam situasi yang serupa. Memiliki hubungan keuangan dengan suatu perusahaan dimana Insan ANTAM secara pribadi dapat mempengaruhi hubungan usaha Antam dengan perusahaan tersebut. d).d). 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a). c). penyedia jasa atau pelanggan. Melakukan pekerjaan paruh waktu dimana Insan ANTAM dapat terdorong untuk melakukan pekerjaan tersebut selama jam kerja aktif ANTAM atau menggunakan peralatan atau material ANTAM. sementara Insan ANTAM berada di posisi yang dapat mempengaruhi atau dipandang dapat mempengaruhi keputusan ANTAM atas si pemberi hadiah tersebut. b). pelanggan atau pesaing. Menerima hadiah dari pemasok. Mendapatkan persetujuan dari atasan langsung sebelum menerima posisi sebagai pejabat pada dewan dalam suatu LSM.

i). Menerima tawaran untuk membeli saham dari perusahaan lain. g). keluarga atau sahabat dekat. ANTAM menyadari bahwa setiap Insan ANTAM mempunyai hak untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan keuangan. 4. Hubungan pribadi. Mempunyai preferensi khusus dalam mempekerjakan atau membuat keputusan promosi jabatan mengenai istri. asmara atau hubungan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tanggung jawab Insan ANTAM atau dapat menimbulkan munculnya kompromi atas kepentingan ANTAM. f). Memberikan perlakuan khusus kepada pemasok yang dimiliki atau dikelola oleh keluarga atau sahabat dekat.e). Universitas Sumatera Utara . padahal Insan ANTAM tersebut dalam menjalankan pekerjaannya berhubungan dengan perusahaan itu. posisi atau pengaruh Insan ANTAM untuk memposisikan atau membantu usaha lain. h). Benturan Kepentingan (Conflict of Interest). Menyalahgunakan sumber daya ANTAM. usaha dan kegiatan lain yang sah diluar pekerjaan Insan ANTAM dengan tetap memperhatikan kewajiban Insan ANTAM kepada perusahaan.

d).Kegiatan tersebut harus sah dan bebas dari konflik kepentingan dengan tanggung jawab mereka sebagai Insan ANTAM. Insan ANTAM tidak boleh menyalahgunakan sumber daya atau pengaruh ANTAM sehingga dapat mendiskreditkan nama baik dan reputasi ANTAM. waktu dan fasilitas ANTAM termasuk peralatan kantor seperti telepon. Mendapatkan persetujuan dari atasan langsung sebelum menerima posisi sebagai pejabat pada dewan dalam suatu Universitas Sumatera Utara . satuan kerja human resources atau satuan kerja legal affairs perusahaan. hak milik intelektual. c). Insan ANTAM berkewajiban untuk memberikan semua informasi mengenai hal tersebut dalam penjelasan tertulis kepada atasan. komputer dan lain-lain. faksimil. Menghindarkan diri dari tindakan penyalahgunaan sumber daya ANTAM. 1) Standar Etika a). b). email. Menghindari tindakan atau hubungan yang dapat memunculkan konflik dengan pekerjaan atau kepentingan ANTAM. Memberitahukan kegiatan Insan ANTAM di bidang kegiatan keuangan diluar perusahaan atau usaha lain atau segala hubungan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan.

b). Universitas Sumatera Utara . sementara Insan ANTAM berada di posisi yang dapat mempengaruhi atau dipandang dapat mempengaruhi keputusan ANTAM atas si pemberi hadiah tersebut. penyedia jasa atau pelanggan. Menerima hadiah dari pemasok. dimana Antam mungkin mempunyai hubungan usaha dengan badan tersebut atau mempunyai pengharapan untuk memperoleh bantuan keuangan atau bantuan lain dari ANTAM. d). yang tidak diberikan kepada masyarakat umum atau Insan Antam yang lain dalam situasi yang serupa. Melakukan pekerjaan paruh waktu dimana Insan ANTAM dapat terdorong untuk melakukan pekerjaan tersebut selama jam kerja aktif ANTAM atau menggunakan peralatan atau material ANTAM. Memiliki hubungan keuangan dengan suatu perusahaan dimana Insan ANTAM secara pribadi dapat mempengaruhi hubungan usaha Antam dengan perusahaan tersebut. Menerima secara pribadi diskon atau keuntungan lain dari pemasok. c). pelanggan atau pesaing.LSM. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a).

f). h). Mempunyai preferensi khusus dalam mempekerjakan atau membuat keputusan promosi jabatan mengenai istri. i). Menerima tawaran untuk membeli saham dari perusahaan lain. keluarga atau sahabat dekat. anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan. g). pihak yang bersangkutan tidak diperkenankan ikut serta. Dalam hal pembahasan dan pengambilan keputusan yang mengandung unsur benturan kepentingan. khususnya mengenai Benturan Kepentingan adalah keadaan dimana terdapat konflik antara kepentingan ekonomis perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi pemegang saham.e). Memberikan perlakuan khusus kepada pemasok yang dimiliki atau dikelola oleh keluarga atau sahabat dekat. asmara atau hubungan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tanggung jawab Insan ANTAM atau dapat menimbulkan munculnya kompromi atas kepentingan ANTAM. 183 KNKG pada tahun 2006 dalam Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia tentang Etika Bisnis dan Pedoman Perilaku. posisi atau pengaruh Insan ANTAM untuk memposisikan atau membantu usaha lain. Hubungan pribadi. Menyalahgunakan sumber daya ANTAM. 183 Universitas Sumatera Utara . padahal Insan ANTAM tersebut dalam menjalankan pekerjaannya berhubungan dengan perusahaan itu. Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya harus senantiasa mendahulukan kepentingan ekonomis perusahaan diatas kepentingan pribadi.

ANTAM akan memproses lebih lanjut pelanggaran atas kebijakan ini sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. mendorong agar organ dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 4.c. Dalam keadaan apapun. Pembayaran yang Tidak Wajar Insan ANTAM dilarang untuk menawarkan dan/atau memberikan sesuatu yang berharga untuk memperoleh suatu keuntungan yang tidak wajar atau perlakuan istimewa dalam melakukan penjualan atas barang atau pemberian jasa atau melakukan transaksi keuangan kepada pejabat Pemerintah atau pihak-pihak lain di luar ANTAM. dilarang keras memberikan. 1) Standar Etika a). ANTAM tidak mentolerir praktik-praktik yang tidak memenuhi kebijakan ini. baik kepada pejabat pemerintah maupun pihakpihak di luar ANTAM. barang atau jasa) kepada pejabat pemerintah dan pihak-pihak Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktik GCG .5. baik secara langsung maupun tidak langsung. Antam telah merumuskan dalam Pedoman perilaku tentang larangan “Pembayaran yang tidak wajar. Hadiah dan hiburan”. menawarkan atau mewenangkan penawaran. 184 Kebijakan Pembayaran Tidak Wajar mengatur standar etika dan praktik ANTAM mengenai pembayaran khusus. sesuatu yang berharga (uang. 184 Universitas Sumatera Utara . hiburan dan sumbangan politis. Untuk itu PT.

Dilarang keras untuk menyumbangkan dana perusahaan atau aset perusahaan untuk tujuan politik baik di dalam maupun diluar negeri. misalnya untuk akomodasi dan biaya perjalanan yang ditanggung oleh pihak-pihak luar Antam yang secara langsung berkaitan dengan promosi produk dan jasa dari ANTAM. e). b). Dilarang keras untuk memberi hadiah atau pembayaran lain kepada pihak-pihak di luar ANTAM dan pejabat pemerintah untuk mempercepat tindakan administrasi (facilitating payment) tanpa terlebih dahulu mengkonsultasikannya kepada pimpinan Perusahaan. Kebijakan ini tidak melarang pemberian penggantian yang sah.di luar ANTAM untuk memperoleh keuntungan yang tidak wajar dan/atau perlakuan istimewa. serta secara tepat dan transparan dicatat dalam pembukuan ANTAM. ANTAM atau Satuan Kerja Legal Affairs Universitas Sumatera Utara . d). Apabila facilitating payment seperti diatas dilakukan harus dipastikan bahwa hal tersebut merupakan tujuan yang jelas. c). proses pengembangan usaha ANTAM atau terhadap pelaksanaan suatu kontrak.

g). 2) Hal-hal Yang harus diperhatikan a) Pihak ketiga yang mempunyai hubungan kerja atau yang mewakili ANTAM yang: (1) Pernah dituduh melakukan kegiatan usaha yang tidak sah. (4) Melakukan pendekatan terhadap Insan Antam pada saat keputusan akan diambil dan menjelaskan bahwa pihak ketiga tersebut mempunyai special arrangement dengan pejabat pemerintah atau pelanggan. (2) Pernah terlibat dalam kasus pembayaran tidak wajar atau mempunyai reputasi tidak wajar. Sebelum bekerja sama dengan pihak ketiga. yang buruk mengenai pembayaran Universitas Sumatera Utara .f). (3) Memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang dapat mempengaruhi keputusan pelanggan atau pemerintah secara tidak wajar. Mensyaratkan kepada mitra kerja untuk mematuhi ketentuan pembayaran tidak wajar ini dan seluruh peraturan perundangan yang berhubungan dengan hal tersebut. ANTAM harus melakukan pemeriksaan secara seksama terhadap kepatuhan pihak ketiga tersebut atas standar etika mengenai pembayaran tidak wajar.

Men BUMN Nomor 117 Pasal 32 tentang Etika Berusaha dan Anti Korupsi. suatu tanda terima kasih dalam kegiatan usaha.(5) Mendesak untuk menerima komisi pembayaran sebelum ANTAM melakukan pengumuman mengenai keputusan yang diambil. dapat menyebabkan benturan kepentingan serta turunnya kepercayaan publik terhadap integritas perusahaan. Oleh karena itu ANTAM menetapkan standar etika yang mengatur secara khusus mengenai penerimaan dan pemberian hadiah serta hiburan dari pihak ketiga di luar perusahaan. Hadiah dan Hiburan Penerimaan dan pemberian hadiah. hiburan atau bantuan dalam pekerjaan. 185 Universitas Sumatera Utara . sumbangan atau “entertainment” tidak boleh dilakukan pada saat keadaan yang dapat dianggap sebagai perbuatan yang tidak patut. Lebih jauh Kep. b) Setiap pembayaran komisi atau pembayaran lainnya yang dilakukan di negara lain atau menggunakan nama orang lain. 185 1) Standar Etika a) Dilarang keras menerima atau memberikan hadiah baik dalam bentuk uang maupun barang atau segala bentuk hiburan dalam kondisi yang dapat menimbulkan pandangan ketidakwajaran. seperti hadiah. 6. c) Pembayaran komisi yang besarnya dianggap signifikan dibandingkan dengan nilai jasa yang diberikan.

d) Tanda terima dari semua hadiah atau hiburan harus dicatat secara jelas dan akurat dalam pembukuan ANTAM. (3) Dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka baik secara moril maupun materiil pada pihak-pihak terkait dan masyarakat secara luas. pemberian khusus maupun hiburan perlu ditetapkan oleh Direksi secara periodik dengan mempertimbangkan hal-hal berikut: (1) Tidak melanggar aturan hukum yang berlaku pada tempat dimana perusahaan beroperasi.b) Semua hadiah atau hiburan harus diungkapkan kepada atasan langsung dan Satuan Kerja Human Resources. yang diperkenankan untuk diterima atau diberikan. yang kemudian akan memutuskan tindakan-tindakan apa yang akan diambil berkenaan dengan hal tersebut. (2) Tidak melebihi kewajaran yang berlaku sesuai dengan adat istiadat serta kebiasaan yang berlaku pada daerah setempat. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan Universitas Sumatera Utara . Hanya hadiah dengan nilai yang wajar atau hiburan yang pantas. c) Kewajaran atas nilai suatu hadiah. e) Semua pengeluaran yang berhubungan dengan hadiah dan dipertanggungjawabkan dengan jelas.

Lihat KNKG. Dalam rangka menciptakan situasi kondusif untuk melaksanakan Good Public Governance diperlukan tiga pilar. hadiah. pemberian khusus maupun hiburan yang bersifat tidak resmi. komisi. d) Jujur dan transparan dalam berhubungan dengan semua instansi dan pejabat pemerintah. yaitu negara. dunia usaha dan masyarakat. c) Mengharuskan semua Mitra Kerja ANTAM untuk mematuhi standar etika hubungan dengan pemerintah yang diterapkan ANTAM. benda berharga atau kompensasi dalam bentuk apapun yang melebihi kewajaran. Public Governance (Jakarta: Penerbit Salemba.a) Segala bentuk hadiah. b) Pemberian atau penawaran uang. Dunia usaha juga berkewajiban untuk berpartisipasi aktif memberikan masukan dalam perumusan dan pelaksanaan peraturan perundangundangan dan kebijakan publik yang bertalian dengan sektor usahanya. Hubungan dengan Pemerintah ANTAM berkomitmen untuk membangun hubungan dengan semua instansi dan pejabat pemerintah berdasarkan standar etika bisnis dan peraturan perundangan yang berlaku. 186 1) Standar Etika a) Tunduk pada peraturan perundangan yang berlaku khususnya mengenai hubungan dengan pemerintah. b) Membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah selaku pihak regulator dan pemegang saham. 2008) hal 150 186 Universitas Sumatera Utara . biaya. kredit. 7.

b) Penyerahan informasi atau data perusahaan yang tidak akurat atau tidak lengkap yang dibutuhkan oleh pemerintah.e) Setiap pelaporan. pernyataan. Hubungan dengan Pemasok ANTAM mendasarkan hubungan perusahaan dengan pemasok pada prinsip-prinsip usaha yang sah. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a) Persyaratan-persyaratan khusus atau pengenaan biaya yang tidak sah sehubungan dengan proses perijinan yang dikeluarkan oleh pemerintah. jelas. serta tidak mengandung hal-hal yang dapat disalahtafsirkan. 8. Pelanggaran atas peraturan pemerintah mengenai larangan pemberian hadiah dan peraturan mengenai pemberian hiburan serta prosedur pensertifikatan. sertifikasi dan pemohonan yang ditujukan kepada pemerintah harus transparan. akurat. lengkap. efisien dan wajar (fair). Antam mengharapkan agar setiap pemasok selalu menjunjung tinggi Universitas Sumatera Utara . c).

untuk mendapatkan bagian dari volume pembelian ANTAM. antar pemasok dan ANTAM sebagai sebuah perusahaan. c) Antam hanya menggunakan pemasok-pemasok yang memenuhi kualifikasi yang ditetapkan ANTAM dan secara konsisten mampu memenuhi standar kualitas. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia (Jakarta: Komite Nasional Kebijakan Governance. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan Pemasok adalah salah satu mitra bisnis perusahaan. d). 2006) hal 24 187 Universitas Sumatera Utara . Perusahaan dan mitra bisnis berkewajiban untuk merahasiakan informasi dan melindungi kepentingan masing-masing pihak. hak kekayaan intelektual dan pembayaran yang tidak wajar. b) Memberikan kesempatan bagi pemasok usaha kecil terutama pengusaha lokal. biaya dan pengiriman yang diharapkan pelanggan. Lihat KNKG. kesehatan dan keamanan. pada saat melakukan pengadaan atas barang atau jasa yang dibutuhkan. lingkungan.peraturan perundangan yang berlaku dalam berhubungan dengan Insan Antam. Melakukan hubungan kerja hanya dengan pemasok yang mematuhi peraturan perundangan yang berlaku dan persyaratan tambahan dari ANTAM. 187 1) Standar Etika a) Mengikuti seluruh peraturan pengadaan barang dan jasa yang ditetapkan ANTAM. maka perusahaan harus memiliki peraturan yang dapat menjamin dilaksanakannya hak dan kewajiban mitra bisnis sesuai dengan perjanjian dan peraturan perundang-undangan. terutama yang berkaitan dengan perburuhan.

kolusi diantara pemasok dalam penetapan harga (price fixing) maupun pembagian pekerjaan (bid pooling) dan ketergantungan kepada suatu pemasok dalam jangka panjang. hiburan atau barang lain yang berharga. d). ANTAM selalu berusaha untuk menghormati segala Universitas Sumatera Utara .a) Pemilihan pemasok yang tidak melalui pelelangan (tender) yang terbuka dan kompetitif. e) Lemahnya kontrol terhadap proses pengadaan perusahaan. kecuali yang secara tegas sesuai dengan kebijakan perusahaan. Perdagangan Internasional Sebagai perusahaan yang banyak melakukan perdagangan internasional. f) Praktek mark-up harga dan kuantitas. c) Pemilihan pemasok yang dimiliki atau dikelola oleh keluarga atau teman. 9. termasuk penerimaan uang. Pemasok tidak memenuhi persyaratan Antam mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Pertambangan (K3LP) dan peraturan ketenagakerjaan. hadiah. b) Potensi konflik kepentingan dalam pemilihan pemasok.

hal 25 188 Universitas Sumatera Utara . 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a). Antam berketetapan memperhatikan dengan sungguh-sungguh dalam memenuhi harapan pemerintah yang pada intinya agar implementasi good corporate governance (GCG). Pelanggan yang tidak dikenal baik dan tanpa referensi yang meyakinkan. persepsi positif investor terhadap perusahaan Indonesia akan menguat. Standar Etika a) Mengikuti semua peraturan perdagangan internasional yang terkait. warga negara atau perwakilan dari negara yang diembargo serta PT. c).ketentuan hukum dan peraturan internasional yang berkaitan dengan perdagangan internasional. Syarat-syarat transaksi atau pembayaraan yang tidak wajar. good corporate governace di Indonesia. 2004). Komisaris Independen (Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia. dokumentasi pengapalan. termasuk masalah perijinan. b). 188 1). Transaksi yang melibatkan negara yang diembargo. Lihat Dorojatun Kuncoro Djakti. dokumentasi impor. b) Memastikan bahwa semua transaksi internasional Antam yang terkait. pelaporan dan penyimpangan dokumen yang disyaratkan. c) Berkonsultasi dengan Satuan Kerja Legal Affairs perusahaan apabila terjadi konflik dengan peraturan atau undang-undang negara tujuan.

Kerahasiaan Informasi Kebijakan kerahasiaan informasi perusahaan disusun untuk menjamin keamanan informasi dan memastikan bahwa informasi yang perlu diungkapkan oleh ANTAM. 2006). sanak saudara dari rekan di rumah. rekan di rumah. Pelanggaran ini meliputi suami atau isteri. telah secara adil dan merata disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan tanpa adanya perlakuan istimewa untuk pihak tertentu. hal 10 189 Universitas Sumatera Utara . (Jakarta: Komite Nasional Kebijakan Governance. b) Setiap Insan ANTAM tidak diperbolehkan untuk melakukan jual beli saham perusahaan apabila mereka memiliki informasi yang dapat mempengaruhi harga saham ANTAM tersebut. Pedoman Umum Good Corporate Governance. peraturan perusahaan dan kelaziman dalam dunia bisnis. pemegang saham serta karyawan perusahaan harus menjaga kerahasiaan informasi perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pialang (broker) dan Insan ANTAM lainnya (kecuali rekan kerja yang perlu mengetahui tentang hal tersebut). Lihat KNKG.individu atau badan yang sedang dikenai sanksi oleh pemerintah. 189 1) Standar Etika a) Setiap Insan ANTAM tidak diizinkan untuk membicarakan “informasi material” mengenai perusahaan kepada siapapun. 10. Dalam Pedoman Umum Good Corpoprate Governance Indonesia tentang Kerahasian Informasi merumuskan bahwa anggota Dewan Komisaris dan Direksi.

Semua dokumen yang telah dibuat oleh Insan Antam yang bersangkutan menjadi hak milik perusahaan sepenuhnya. f) Bagi Insan ANTAM yang tidak bekerja lagi di perusahaan. dilarang keras mengambil informasi-informasi rahasia sebelum meninggalkan perusahaan. standar dan prosedur operasi perusahaan. d) Informasi yang dianggap sebagai rahasia meliputi rencana bisnis dan strategi perusahaan. hak kekayaan intelektual ataupun informasi-informasi penting lainnya yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan apabila tersebar ke luar ANTAM. kecuali apabila informasi tersebut telah dipublikasikan. e) Untuk seluruh Insan ANTAM yang masih bekerja di Antam.c) Persetujuan dari Manajemen Senior harus diperoleh sebelum Insan ANTAM melakukan jual beli saham perusahaan lain yang mempunyai hubungan bisnis dengan Antam. Universitas Sumatera Utara . dokumen-dokumen internal yang ditandatangani manajer perusahaan. perusahaan melarang keras penggunaan yang tidak sah atau pemberian informasi rahasia tersebut kepada pihak eksternal tanpa sepengetahuan corporate security perusahaan. hasil-hasil penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam proses produksi. Sebelum meninggalkan perusahaan.

atau dengan memalsukan identitas diri. k) Upaya pengumpulan informasi dari perusahaan lain harus dilaksanakan dengan sepengetahuan pimpinan satuan kerja terkait. h) Mengumpulkan informasi mengenai perusahaan lain diperkenankan sepanjang informasi tersebut didapatkan dari sumber-sumber yang sah. ANTAM melarang keras pemalsuan identitas dengan Universitas Sumatera Utara . mencuri informasi. seperti memata-matai.Insan ANTAM tidak diperkenankan untuk membawa dokumen apa pun. seperti media massa ataupun press release dari perusahaan tersebut. i) Bagi Insan ANTAM yang masih bekerja di perusahaan. perusahaan melarang keras pengumpulan informasi eksternal yang dilakukan secara tidak sah. j) Mencari informasi rahasia dari Insan ANTAM yang baru yang pindah dari perusahaan lain tidak diperbolehkan. l) Bagi Insan ANTAM yang tidak bekerja lagi di perusahaan. g) Perusahaan menghormati hak-hak kepemilikan informasi perusahaan lain dan mengharuskan Insan Antam untuk mentaati semua peraturan perundangan yang berkaitan dengan masalah hak kepemilikan informasi.

m) Apabila ada keraguan ataupun masalah yang timbul dalam kaitannya dengan masalah informasi perusahaan. 19 Tahun 2003. b) Penyampaian atau permintaan penyampaian informasi rahasia ANTAM atau informasi mengenai pelanggan dan pemasok ANTAM oleh pihak-pihak yang tidak memiliki wewenang untuk memperoleh informasi tersebut. yang dapat disinyalir sebagai informasi orang dalam. menjelaskan bahwa Sekretaris Perusaan (Corporate Secretary) berfungsi untuk memastikan bahwa Persero mematuhi peraturan tentang persyaratan keterbukaan sejalan dengan penerapan prinsip good corporate governance. harap menghubungi corporate secretary. c). Penjelasan Pasal 20 Undang-Undang No. 190 Universitas Sumatera Utara .menggunakan nama ANTAM untuk memperoleh informasi rahasia dari perusahaan lain. 190 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a) Pengendalian yang tidak mencukupi seperti hal-hal yang memungkinkan akses oleh orang yang tidak berwenang terhadap informasi ANTAM yang material. Penyampaian atau penerimaan informasi non publik tentang ANTAM ataupun perusahaan lain yang dapat mempengaruhi keputusan untuk menjual atau membeli saham atau efek dari ANTAM atau perusahaan lain tersebut.

penggelapan (embezzlement) dan kecurangan (fraud). Pengawasan dan Penggunaan Aset Standar etika pengawasan dan penggunaan aset ditujukan untuk memastikan seluruh aset fisik. e) Perusahaan harus menerapkan proses pengendalian yang efektif dan efisien atas penggunaan untuk menghindarkan mungkin terjadi. d) Insan ANTAM dilarang untuk menggunakan aset perusahaan selain untuk kepentingan perusahaan.11. diri dari asset perusahaan yang kerugian-kerugian Universitas Sumatera Utara . keuangan. dan aset lain yang digunakan dan dilindungi secara optimal. b) Seluruh aset perusahaan harus digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. 1) Standar Etika a) ANTAM mengikuti standar akuntansi dan pelaporan yang berlaku umum dalam mencatat dan melaporkan aset perusahaan. keuangan dan lainnya harus dilindungi dari penggunaan-penggunaan yang tidak sah. hak milik intelektual. c) Seluruh aset perusahaan baik fisik.

aset perusahaan selain untuk kepentingan 12. Universitas Sumatera Utara . Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Hak Atas Kekayaan Intelektual (meliputi paten. c) Kontrol terhadap unit bisnis yang terletak jauh dari kantor pusat. merk dagang. Satuan Kerja Human Resources. dipindahtangankan atau dihapusbukukan secara tidak sah. dan kepemilikan informasi lainnya yang dimiliki perusahaan) merupakan salah satu aset yang paling berharga bagi setiap perusahaan. d) Tidak adanya kontrol yang efektif untuk melindungi aset perusahaan dari risiko kerugian dan kecurangan (fraud). rahasia dagang. e) Catatan keuangan yang tidak akurat seperti kelebihan pencatatan biaya hidup dan perjalanan. kepada atasan langsung. b) Aset fisik atau sumber daya lainnya yang digunakan secara berlebihan. faktur atau jam kerja yang salah. Satuan kerja Legal Affairs dan pihak-pihak yang telah ditunjuk Direksi. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a) Penggunaan perusahaan. hak cipta.f) Insan ANTAM berkewajiban untuk melaporkan indikasi maupun terjadinya kecurangan (fraud) di lingkungan perusahaan secara dini.

jika hasil karya tersebut terkait dengan bisnis atau operasi ANTAM. d) Seluruh Insan ANTAM harus menginformasikan hasil karya yang dihasilkannya baik selama maupun di luar jam kerja. atau Insan Antam yang memiliki atas hasil karya tersebut. harus memperlakukan informasi yang terkait dengan proses atau produk tersebut sebagai milik Antam baik selama masa kerja maupun setelah Insan Antam tidak bekerja lagi untuk ANTAM.1) Standar Etika a) Insan ANTAM harus menghormati hak kekayaan intelektual pihak lain karena setiap penggunaan yang tidak sah atas hak milik intelektual orang lain dapat mengakibatkan Antam menanggung gugatan hukum secara perdata dan ganti rugi. kuasa pertambangan. c) Insan ANTAM yang turut serta/bekerja dalam pengembangan suatu proses atau produk yang akan digunakan oleh Antam. b) Seluruh Insan ANTAM harus berpartisipasi secara aktif untuk melindungi hak atas kekayaan intelektual milik Antam. ANTAM berhak atas seluruh manfaat (exclusive benefits) dari paten. e) Seluruh Insan ANTAM harus menandatangani pernyataan untuk menjaga kerahasiaan maupun kesediaan untuk membantu Universitas Sumatera Utara . dan lain-lain yang terkait dengan hasil karya dimaksud di atas.

ANTAM dalam proses memperoleh hak kekayaan intelektual atas nama ANTAM. c) Memperkenalkan suatu produk atau jasa baru.13 Tahun 1997 Tentang Paten. atau nama produk atau jasa baru. Menyampaikan atau membocorkan informasi mengenai suatu produk baru atau jasa sebelum permohonan paten dilakukan atau keputusan untuk tidak membuat permohonan dilakukan secara resmi oleh ANTAM. e). tanpa mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan Satuan Kerja Legal Affairs. 191 191 Undang-undang No. dimana terdapat kondisi kerahasiaan (confidentiality) yang harus dijaga. b) Mempekerjakan seseorang yang tadinya bekerja di kompetitor tanpa memberikan perlindungan dan pencegahan agar orang tersebut tidak membocorkan atau menggunakan hak milik informasi kompetitor. 2) Hal-hal yang Harus Diperhatikan a) Menerima informasi yang terkait hak atas kekayaan intelektual dari pihak lain. pada Konsideran Menimbang mengutarakan bahwa pemberian perlindungan hukum terhadap HAKI khususnya Paten sangat diperlukan dalam pelaksanaan pembangunan nasional Universitas Sumatera Utara . sebelum pengecekan mengenai pelanggaran paten atau merk dagang. d) Membicarakan hak kekayaan intelektual maupun informasi yang terkait dengan hak kekayaan intelektual Antam dengan pelanggan atau pemasok tanpa melalui prosedur resmi yang telah ditetapkan ANTAM.

Tabel 1 Penerapan Good Corporate Governance pada ANTAM No 1 a b c Pernyataan Komitmen dalam penerapan GCG Apakah telah disusun pedoman atau manual GCG Apakah ada fungsi khusus yang mengurusi GCG Apakah dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan program GCG Apakah prinsip-prinsip GCG sudah mulai dimasukkan dalam indikator keberhasilan manajemen sehingga kesadaran. Komite Remunerasi dan Nominasi Siapakah yang memimpin Komite-Komite tersebut Apakah pemilihan Komite sesuai prosedur yang ada Hubungan kerja Dewan Komisaris dan Direksi dilandasi checks and balances Ya Ya Ya Jawaban Ya Tidak Keterangan d Ya 2 a Ya b Ya c Ya Oleh komisaris 3 Universitas Sumatera Utara . urgensi. Direksi melalui proses kemampuan dan kelayakan (fit and proper test) Untuk membantu tugas Dewan Komisaris. dan respon terhadap masalah GCG cukup baik dalam operasional bisnis Perusahaan telah melakukan proses pengisian pengurus perusahaan berdasarkan pertimbangan kompetensi dan kredibilitas Apakah pemilihan anggota Dewan Komisaris. apakah telah dibentuk Komite Audit. Komite Pemantau Resiko.

Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat (dissenting opinion). serta evaluasi kinerja ya Komisaris 5 orang dan 30% dari luar b Tidak c Ya d Ya e Ya 4 a Berapa anggota Direksi dan berapa % dari luar Direksi terbuka dalam mengambil keputusan sesuai dengan pedoman dan tata tertib kerja yang mengikat seluruh anggota Direksi. sudah d Ya. berapa jumlah anggota Dewan Komisaris dan berapa % dari luar Apakah Dewan Komisaris ada yang merangkap jabatan Direksi pada BUMN atau perusahaan lain Apakah Dewan Komisaris berperan sebagai supervisor dari pada eksekutif Apakah Dewan Komisaris telah mempunyai jadwal dan pengaturan rapat Apakah Dewan Komisaris dan Komite-Komite sudah mampu bertugas efektif Direksi perusahaan telah menjalankan tugasnya secara profesional.a Apakah tugas pokok Dewan Komisaris sudah sesuai dengan UU BUMN. pemenuhan fungsi dan tugasnya. sudah Universitas Sumatera Utara . berdasarkan kompetensi. wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat lengkap dengan alasannya Apakah Direksi sudah menyiapkan rencana jangka panjang/strategi lima tahunan Apakah Direksi sudah membuat rencana kerja dan anggaran tahunan yang merupakan penjabaran tahunan dari rencana jangka panjang 5 dari luar b Ya Dicantumkan dalam notulen c Ya.

misi.e Apakah rencana jangka panjang yang telah ditandatangani bersama dengan Dewan Komisaris disampaikan kepada RUPS untuk mendapatkan pengesahan Dalam waktu 5 (lima) bulan setelah tahun buku ditutup. tepat waktu Penerbitan laporan keuangan (1) setengah tahunan/kwartal tepat waktu Penempatan informasi khusus (2) tentang GCG dalam laporan tahunan Keterbukaan yang segera atas (3) output tanpa kebocoran yang mendahului pengumuman Kebijaksanaan perusahaan harus tertulis dan secara proporsional (4) dikomunikasikan kepada stakeholders Keterbukaan informasi meliputi (5) visi. Direksi wajib menyampaikan laporan tahunan yang ditandatangani semua Direksi dan Dewan Komisaris kepada RUPS untuk memperoleh pengesahan Dalam hal ada anggota Direksi dan Dewan Komisaris tidak menandatangani laporan tahunan harus disebutkan alasannya secara tertulis Apakah Direksi memangku jabatan rangkap sebagai Direksi/pengurus pada BUMN/BUMD/jabatan struktural pada pemerintahan pusat/daerah Implementasi/Penerapan Prinsipprinsip GCG Ya. sudah f Ya. sudah g Ya Harus ditandatangani h Tidak ada 5 a Transparasi Ya. sasaran usaha dan strategi perusahaan. kondisi Ya. ada Ya Ya Investor relation Ya Universitas Sumatera Utara .

ada Ya Standar etika Perusahaan harus mematuhi Peraturan Perundang-undang(1) an. susunan pengurus perusahaan. Peraturan Perusahan dan Anggaran Dasar Perusahaan Perusahaan harus bertindak sebagai good corporate citizen (perusahaan (2) yang baik) termasuk peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial (3) Bertindak secara efektif terhadap Ya Tidak ada kasus Ya Annual Report Ya Universitas Sumatera Utara . ada Ya. sudah Ya. pengelolaan risiko. Direksi dan pejabat struktural) Perusahaan harus meyakinkan bahwa semua organ organisasi (2) perusahaan mempunyai kompetensi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Perusahaan harus memastikan terdapatnya checks and balances (3) system dalam pengelolaan perusahaan Perusahaan harus memiliki ukuran kinerja dari semua jajaran perusahaan berdasarkan ukuran-ukuran yang disepakati konsisten dengan nilai (4) perusahaan (corporate values).keuangan. sasaran usaha. sudah Ya. serta memiliki sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment system) Dalam melaksanakan tugasnya semua organ dan karyawan harus (5) berpegang pada code of conduct yang telah disepakati c Responsibilitas Ya. pengawasan kepatuhan b Akuntabilitas Perusahaan harus menerapkan secara rinci tugas dan tanggung (1) jawab masing-masing organ pengurus (Komisaris.

individu yang melanggar (4) d Adanya pencatatan atas kasuskasus kesalahan manajemen Kemandirian Ya Ya

Perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak (1) manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan prinsip korporasi yang sehat Dalam mengambil keputusan (2) harus objektif dan bebas dari segala tekanan dari manapun (3) (4) e Dewan Komisaris Independen dari manajemen Komite-Komite dipimpin oleh Komisaris independen Kewajaran

Ya

Ya

Ya Ya Sesuai bidangnya

Perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan (1) seluruh stakeholders berdasar kan azas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment) Shareholders mayoritas (2) memperlakukan dengan baik shareholders minoritas Perusaahaan harus memberikan kesempatan kepada stakeholders (3) memberikan masukkan kepada perusahaan Peningkatan jumlah remunerasi (4) total tidak boleh melebihi dari keuntungan perusahaan

Ya

Ya

Ya

Ya

Dalam RUPS

Universitas Sumatera Utara

Pada

PT.

Antam

Tbk 192

penerapan

Good

Corporate

Governance

dimaksudkan berdampak kepada sebuah perusahaan yang berwawasan keberlanjutan. Hal ini dapat dilihat bahwa sejak menjadi perusaahaan yang terdaftar pada Bursa Efek di Jakarta dan Surabaya pada tahun 1997 dan di Australia (ASX) pada tahun 1999, maka prinsip-prinsip GCG harus diterapkan mematuhi panduan praktik terbaik yang dikeluarkan oleh Bursa Efek; yang setiap tahunnya dinilai oleh konsultan independen. Struktur organisasi PT.Antam Tbk didasarkan pada sistem two tier yang berlaku di Indonesia, dimana organ pengelola (Direksi) dibedakan dari organ pengawas (Komisaris). Tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi dan Komisaris dipaparkan dalam charter Direksi dan Komisaris. Direksi bertanggung jawab untuk menentukan arah strategis perusahaan, dengan persetujuan Komisaris. Dengan demikian Direksi juga bertanggung jawab untuk menerapkan strategi yang sudah disetujui tersebut dan menjalankan perusahaan secara efisien, termasuk melakukan sistem pengendalian dan akuntabilitas. Komisaris bertanggung jawab untuk mengawasi dan menyetujui rencana strategis dan tahunan perusahaan. Komisaris juga bertanggung jawab untuk memantau penerapan praktek-praktek GCG yang dilakukan Direksi. Dari lima Komisaris dua diantaranya adalah Komsaris Independen. Komisaris dibantu oleh 5 Komite yaitu di bidang

192

Menerapkan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik; Laporan Keberlanjutan ANTAM 2006,

hal 19-20

Universitas Sumatera Utara

Audit, Manajemen Risiko, Good Corporate Governance, Nominasi Remunerasi dan SDM, Lingkungan Hidup dan Pasca Tambang. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), merupakan suatu sarana dan mekanisme yang disediakan bagi para pemegang saham termasuk pemegang saham minoritas dapat berpartisipasi secara aktif. RUPS ajang kegiatan bisnis yang paling penting dimana keputusan-keputusan diambil berkaitan dengan kegiatan usaha yang dilakukan melalui konsultasi mendalam dengan para pemegang saham. Bilamana para pemegang saham merasa perlu menyampaikan resolusi-resolusi mendesak atau penting hal tersebut dapat difasilitasi melalui prosedur yang disebut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB).

F. Penerapan GCG dan GPG pada BULOG Perum BULOG adalah BUMN yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2003, sebagai pengganti Badan Urusan Logistik (BULOG). 193 Jika dirunut lebih jauh ke belakang, kehadiran lembaga pangan semacam ini sebenarnya juga sudah ada sejak zaman Majapahit dan Mataram, yang dikenal dengan adanya lumbung-lumbung pangan yang berfungsi sebagai penyedia pangan pada saat langka. Sedangkan pada zaman Belanda secara formal didirikan Voeding Middelen Fonds (VMF), dan pada zaman Jepang disebut Nanyo Kohatsu

Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2003, menjelaskan Perusahaan Umum (PERUM) BULOG adalah Badan Usaha Milik Negara, dimana seluruh modalnya dimiliki Negara berupa kekayaan Negara yang dipisahkan dan tidak terbagi atas saham

193

Universitas Sumatera Utara

Kaisha. Pada masa peralihan sesudah kemerdekaan Republik Indonesia dikenal Yayasan Bahan Makanan (Bama), yang kemudian berubah menjadi Yayasan Urusan Bahan Makanan (YUBM) dan Yayasan Badan Pembelian Padi (YBPP). Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 1964, YUBM dan YUPP dilebur menjadi Badan Pelaksana Urusan Pangan (BPUP) dibawah Dewan Bahan Makanan. Memasuki Era Orde Baru berdasarkan Keputusan Presidium Kabinet Ampera Nomor 87 Tahun 1966, pengendalian operasional pangan dipegang oleh Komando Logistik Nasional (KOLOGNAS), yang kemudian dengan berdasarkan Keputusan Presidium Kabinet Nomor 114/Kep/1967 tanggal 10 Mei 1967 KOLOGNAS diganti dengan Badan Urusan Logistik (BULOG). 194 Sebagai badan usaha yang berbentuk Perum, Perum BULOG mempunyai dua tugas yaitu tugas publik dan tugas komersial. Sifat usaha perusahaan adalah menyediakan pelayanan bagi kemanfaatan umum sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan. Maksud didirikannya perusahaan adalah menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak. Visi Perum BULOG adalah “menjadi lembaga pangan yang handal untuk memantapkan ketahanan pangan”, yang mencerminkan Misi yang diembankan

194

Perum BULOG, BULOG for a Brighter Future, 2006, hal. 4

Universitas Sumatera Utara

Menyelenggarakan kegiatan ekonomi di bidang pangan dan usaha lain secara berkelanjutan. Elemen–elemen Panduan Perilaku. Dalam upaya untuk dapat mewujudkan Visi tersebut. Kepatuhan terhadap hukum dan Kebijakan Perum Bulog. 5) Hubungan dengan insan perusahaan. 7-35. hal. 7) Intergritas. 4) Hubungan dengan mitra kerja. Penjabaran dari Visi tersebut sebagai berikut: 195 1) Menjadi Perusahaan Umum di bidang pangan yang handal dalam rangka memantapkan ketahanan nasional dari berbagai aspek. khususnya berkaitan dengan ketahanan pangan nasional. yang memberikan manfaat kepada perekonomian nasional.pemerintah. Nilai-Nilai Dasar Perum BULOG. 12) Sumbangan kegiatan. keterbukaan dan akurasi akuntansi. 2) Menjadi Perusahaan Umum di bidang pangan yang handal dalam arti profesional dan kompetitif. Serta Rincian Kewajiban Insan Perusahaan mencakup 1) Tanggung jawab Kepada Pemilik Modal. 10) Suap. Panduan Perilaku (Code of Conduct). 3) Hubungan dengan konsumen. 8) Kerahasiaan informasi. 3) Menjadi Perusahaan Umum di bidang pangan yang handal dalam arti senantiasa memiliki rasa dan nilai terhadap kepekaan atas tanggung jawabnya serta taat dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam melaksanakan bisnis. 11) Bantuan Donasi. Perum BULOG. merumuskan Visi. 13) Tanggung jawab sosial 195 Universitas Sumatera Utara . Tahun 2006. 6) Hubungan antar insan perusahaan. Jamuan dan Hadiah. Menyelenggarakan tugas pelayanan publik untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan kebijakan pangan nasional. 2). Perum BULOG telah menetapkan Misi sebagai berikut: 1). Misi. 9) Benturan kepentingan. 2).

kesenangan pada kehidupan untuk melakukan sesuatu 2). pemasaran dan jasa di bidang komoditi pangan guna mendukung program pengembangan hasil pertanian khususnya pangan dan bidang usaha lainnya dengan upaya memaksimalkan produktivitas. efisien dan kemampuan untuk menghasilkan laba. fungsi utama Nilai-nilai Dasar yaitu: 1).3). Perum BULOG memiliki Nilai-Nilai Dasar. Perum BULOG selama ini selalu berpedoman pada motto yang berbunyi: Hope for the best. sehingga menjadi motivator/inspirasi untuk senantiasa bekerja lebih baik. Universitas Sumatera Utara . setiap Insan Perusahaan dalam mengemban tugas pokoknya selalu berbuat dan berkarya yang terbaik. Menjalankan usaha dalam bidang produksi. Memberikan tujuan. Pentingnya Nilai-Nilai Dasar ini karena Nilai-Nilai Dasar merupakan nilai-nilai luhur yang dianut dan menjadi dasar pertimbangan yang berharga untuk menentukan sikap/perilaku dalam menghadapi masalah/kejadian dalam bekerja berdasarkan nilai-nilai yang dianut. Mempermudah dalam membuat keputusan. arti. 4). prepare for the worst Artinya. Dalam melaksanakan tugas pokok yang diembannya. Menyelenggarakan kegiatan ekonomi di bidang pangan dan usaha lain secara berkelanjutan dan bermanfaat bagi stakeholders. Dalam hubungan ini. namun siap untuk menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi.

3). (Jakarta: Komite Nasional Kebijakan Governance. Nilai-Nilai Dasar Perum BULOG dapat disingkat menjadi satu kata ”TEGAR” sehingga mudah diingat oleh seluruh insan perusahaan. namun dalam merumuskan nya perlu disesuaikan dengan sektor usaha serta karakter dan letak geografis dari masing-masing perusahaan. serta berusaha menghindarkan diri dari tindakan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. 4). Menentukan bagaimana kita melihat dan memahami persoalan. adil dan jujur. Nilai-nilai perusahaan yang universal antara lain adalah terpercaya. bersahaja dan sifat-sifat amanah antara lain disiplin. rendah hati. Insan perusahaan di dalam menjalankan tugasnya senantiasa dilandasi oleh sifat-sifat taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa antara lain jujur. Walaupun nilai-nilai perusahaan pada dasarnya universal. 196 Universitas Sumatera Utara . sebelum merumuskan nilai-nilai perusahaan. Nilai-nilai perusahaan merupakan landasan moral dalam mencapai visi dan misi perusahaan. 2006). Pedoman Umum Good Governance. perlu dirumuskan visi dan misi perusahaan.8. Memberikan pedoman berperilaku yang baik. Oleh karena itu. hal. 2). Singkatan kata TEGAR tersebut dapat dijabarkan menjadi:196 1). kerja keras dan terpercaya. Taqwa dan Amanah. Lihat KNKG. Efisiensi dan Profesional Insan Perusahaan dalam melaksanakan tugas harus dilandasi oleh sikap efisiensi dan profesional dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya yang tersedia.

yang menegaskan bahwa panduan Universitas Sumatera Utara . disesuaikan dengan paradigma baru yang harus mengubah dari pola pikir birokrat ke wirausaha. tanggal 28 April 2006.Senantiasa berpikir positif. Responsif dan Kreatif Insan Perusahaan harus selalu tanggap terhadap perubahan lingkungan masyarakat khususnya yang menyangkut kebutuhan pangan. memiliki wawasan dan kedalaman penghayatan tata kehidupan sistem perusahaan untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik. Adaptif Insan Perusahaan cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia bisnis. 3). Selalu memperbaiki pelayanan dan mencari temuan-temuan baru guna mempercepat kemajuan perusahaan. 5). Perum Bulog memberi istilah “Panduan Perilaku” untuk Code of Conduct seperti yang termuat dalam Keputusan Perusahaan Umum Bulog Nomor: KD101/DU101/04/2006. 4). sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi. jeli memanfaatkan peluang pasar. Gotong Royong Insan Perusahaan berperan aktif dalam mencapai sasaran sesuai tujuan yang ditetapkan. dan berinisiatif saling membantu dalam pelaksanaan tugas untuk masa depan yang lebih baik.

Manajer dan Karyawan) atau daftar peraturan yang menyangkut Perilaku yang harus dan yang dilarang dilakukan oleh perusahaan. Sedangkan Nilai Dasar Perusahaan adalah nilai-nilai yang diyakini oleh semua anggota organisasi dan yang dipelajari. Menghormati antara sesama warga negara yang berbeda suku. 2). serta dikembangkan secara berkesinambungan. maka setiap Insan Perusahaan memiliki tanggung jawab pribadi untuk: 1). Tanggung jawab untuk memonitor hubungan pribadi dan profesional terletak pada masing-masing Insan Perusahaan. dan dapat dijadikan acuan perilaku dalam organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan itu. agama/kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku untuk Perum BULOG. Penghormatan terhadap hak pribadi Insan Perusahaan dijunjung tinggi sepanjang persinggungannya dengan pelaksanaan hak pribadi Insan yang lain tidak kontra produktif terhadap lingkungan kerja perusahaan.Perilaku (Code Of Conduct) adalah dokumen tertulis atas standar Perilaku Etis yang diharapkan oleh Perusahaan dan Perilaku Bisnis Perusahaan (Dewan Pengawas. sehingga tidak merusak citra perusahaan karena tingkah laku kita mencerminkan etika perusahaan. Direksi. diterapkan. Universitas Sumatera Utara . berfungsi sebagai perekat. Setiap Insan Perusahaan bertanggung jawab untuk mewujudkan Elemenelemen Panduan Perilaku ke dalam setiap perilaku mereka. dan antar golongan (SARA).

5). Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan. 6). Tanggung jawab Kepada Pemilik Modal Melaksanakan secara profesional tugas pokoknya dalam menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak. Perusahaan melakukan usaha-usaha berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku. Lihat Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2003 Tentang Pendirian Perusahaan Umum (Perum) Bulog Pasal 3. 197 Universitas Sumatera Utara . 4). Melaksanakan kerja dengan integritas yang tinggi. jujur. tertib. Menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan benturan kepentingan atau kemungkinan munculnya benturan kepentingan. perusahaan Bulog adalah Badan Usaha Milik Negara yang diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok dan usaha-usaha lain.3). Rincian dari kewajiban Insan Perusahan dalam kerangka penyelenggaraan Perum BULOG yang beretika dijelaskan di dalam Panduan Perilaku sebagai berikut 197: 1. Menghindarkan diri dari perbuatan tercela yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat. Menjaga kerahasiaan informasi perusahaan dan menghindari penyalahgunaan wewenang. turut berperan dalam tugas lain yang dibebankan pemerintah untuk pengamanan harga pangan pokok. dan bersemangat dalam kebersamaan untuk kepentingan perusahaan. cermat.

2. Perusahaan mengharuskan Insan Perusahaan untuk menjalankan standar tertinggi dalam semua kegiatan usahanya. lengkap serta tepat waktu. Kepatuhan terhadap hukum dan kebijakan Perum BULOG Kepatuhan terhadap hukum merupakan standar perilaku minimum yang positif. Kepatuhan terhadap penegakan hukum dan semua produk hukum/peraturan yang berlaku dalam kegiatan perusahaan adalah penting dalam aktivitas operasional. akurat.pengelolaan cadangan pangan pemerintah dan distribusi pangan pokok kepada golongan masyarakat tetentu. Universitas Sumatera Utara . Setiap Insan Perusahaan harus tunduk kepada semua peraturan dan kebijakan perusahaan. Seluruh Insan Perusahaan berkewajiban memberikan informasi selengkaplengkapnya mengenai terjadinya suatu pelanggaran hukum yang telah diketahuinya kepada penegak hukum. Memberikan hal yang terbaik bagi pemilik modal yaitu pertumbuhan yang konsisten dan efisien dalam pelaksanaan tugasnya serta menjaga investasi pemilik modal dan memberikan informasi secara jujur. Perusahaan harus terbuka dan bekerja sama dengan tetap memberikan informasi menyangkut segala sesuatu yang diharapkan dan layak diungkapkan kepada setiap upaya penegakan hukum. Perusahaan berharap agar penegak hukum memiliki keyakinan dan kepercayaan kepada perusahaan.

Hubungan dengan konsumen Kesuksesan perusahaan tergantung antara lain kepada terbentuknya hubungan dengan konsumen berdasarkan integritas. bahwa perusahaan bertanggung jawab secara penuh terhadap segala produk yang mereka keluarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di suatu negara. dan saling percaya. hal 103 198 Universitas Sumatera Utara . Lihat.Indra Surya dan Ivan Yustiavanda. Aturan-aturan penting yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam menjalankan prinsip responsibilitas adalah peraturan mengenai perlindungan konsumen dan lingkungan hidup. Perusahaan mempunyai komitmen untuk secara terus menerus mengembangkan budaya pelayanan profesional dengan selalu mengutamakan kepuasan konsumen serta membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan. (Jakarta: Kencana 2008). 198 Perusahaan berusaha memahami kebutuhan konsumen serta berupaya untuk senantiasa: a) Memberikan pelayanan prima yang tercermin dari ketepatan jumlah dan kualitas bahan pangan pokok yang disalurkan secara tepat waktu.Perusahaan melarang seluruh Insan Perusahaan melakukan pembayaran untuk tujuan-tujuan yang melanggar hukum serta terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan hukum. Kepentingan masyarakat konsumen berkesesuaian dengan prinsip responsibilitas. 3. Penerapan Good Corporate Governance. perilaku etis. Perusahaan menyadari bahwa setiap konsumen mempunyai kebutuhan dan harapan dengan kesempatan yang berbeda-beda untuk mencapai kesuksesan.

kondisi. Universitas Sumatera Utara .b) Memberikan informasi yang relevan kepada konsumen secara adil dan akurat mengenai segala syarat. b) Jujur dan adil dalam berbisnis dengan mitra kerja. Perusahaan mempunyai tanggung jawab untuk: a) Menjamin bahwa aktivitas usaha dilakukan bebas dari unsur pemaksaan dan kolusi. c) Memelihara stabilitas hubungan jangka panjang dengan imbalan berupa nilai yang menguntungkan perusahaan. Hubungan dengan mitra kerja Hubungan antara perusahaan dengan mitra kerja harus berlandaskan pada sikap saling menghormati. Penetapan mitra kerja dilakukan secara jujur dan transparan mengacu pada pedoman dan peraturan yang berlaku. d) Menjamin mitra kerja mendapatkan keuntungan yang wajar dalam menjamin kerja sama dengan perusahaan. dan jujur dalam memberikan pelayanan serta dukungan tertib administrasi dan pertanggungjawabannya. hak dan kewajibannya. kehandalan dan integritas mereka. c) Memastikan seluruh Insan Perusahaan telah berperilaku profesional. e) Memilih mitra kerja secara obyektif dan adil dengan melihat faktor-faktor seperti kualitas. harga. kualitas yang sesuai ketentuan. 4. dan keterandalan pasokan. disiplin.

b). Sepakat memberikan kesempatan kerja dan pengembangan karir yang adil kepada seluruh karyawan sesuai dengan prestasi yang Pengusaha dalam merekrut. Pengantar Bisnis (Bandung: Alfabeta 2008) hal 183 199 Universitas Sumatera Utara . maka baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari perusahaan. ras. melatih dan menaikan pangkat karyawan. g). Lihat Buchari Alma . Sukses perusahaan adalah kerja keras para Insan Perusahaan yang terlatih dan berprestasi. dan antar golongan (SARA). d). etika. Menjaga privasi dan harga diri setiap Insan Perusahaan termasuk yang berkaitan dengan masalah suku. Memperlakukan setiap Insan Perusahaan dengan hormat. tidak diskriminatif. Hubungan dengan Insan Perusahaan Perusahaan percaya bahwa sumber daya manusia adalah aset utama. semua Insan Perusahaan berusaha menjembatani setiap hambatan yang mengganggu pencapaian kebijakan ini. agama. 5. tanggung jawab. c). Meminta mitra kerja untuk menerapkan standar etika yang setara dalam berbisnis.f) Menjaga hubungan dengan pengaturan kontrak yang jelas menepati perjanjian serta mekanisme dan ketetapan pembayaran. agar selalu mengaitkan dengan perilaku. Mendorong dan membantu Insan Perusahaan untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian yang relevan. SARA. 199 Kebijakan Perusahaan Terhadap Insan Perusahaan adalah: a).

j). Perusahaan mengharapkan agar setiap Insan Perusahaan membuat dan melaksanakan komitmen untuk Universitas Sumatera Utara . e). Mendorong penciptaan hubungan kerja yang kondusif untuk meningkatkan produktivitas. f). Setiap Insan Perusahaan memiliki tanggung jawab pribadi kepada insan lain. bonus. Berupaya menghindari praktik diskriminasi dan menjamin perlakuan yang adil. Menyediakan lingkungan kerja yang aman. dan inovasi. Perusahaan tidak menempatkan diri pada tindakan atau keadaan yang dapat mengganggu lingkungan kerja tersebut. Menjaga dan mengelola database karyawan untuk kepentingan pengembangan sumber daya manusia secara adil dan transparan. beasiswa. sehat dan kondusif. Menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari segala tindakan yang dapat diinterpretasikan sebagai tindakan pelecehan. Mengumpulkan dan menyimpan informasi personal dari karyawan yang dibutuhkan untuk efektivitas operasional perusahaan. kreativitas. Sebaiknya. i). diskriminasi. sanksi akan diberlakukan sesuai peraturan perusahaan bagi Insan Perusahaan yang melakukan pelanggaran.ditunjukkan. g). kualifikasi serta standar yang telah ditetapkan. Menghargai prestasi karyawan dengan memberikan penghargaan. perhatian. h). ataupun intimidasi. promosi. dan lain-lain sesuai ketentuan perusahaan. nyaman.

Setiap Insan Perusahaan diharapkan dapat menjalankan pekerjaan dengan cara aman. Melakukan kerjasama sebagai tim kerja yang handal. Setiap Insan Perusahaan wajib: a). warna kulit. c). Menghargai pendapat dan privasi setiap Insan Perusahaan. Kebijakan perusahaan melarang setiap bentuk diskriminasi. Relasi kerja yang berhasil harus dibangun berlandaskan kepercayaan. untuk mencapai kemenangan bersama. pelecehan atau intimidasi terhadap ras. Hubungan antar Insan Perusahaan Hubungan yang baik antar Insan Perusahaan akan menjadikan tim kerja yang handal bagi perusahaan. jenis kelamin. Tingkah laku ataupun komentar tertentu yang tidak menyinggung seseorang tetapi menyinggung orang lain merupakan hal yang tidak dapat diterima. agama. atau cacat tubuh. 6. Insan Perusahaan didorong untuk mampu mengidentifikasi setiap risiko yang terkait dengan bidang tugas dan tanggung jawabnya serta mengkomunikasikannya kepada atasan langsung. Membangun kompetisi yang sehat untuk memacu prestasi kerja. bebas dari pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang. b). Universitas Sumatera Utara . Kebijakan perusahaan mengenai pelecehan secara rinci diatur di dalam sistem dan prosedur yang berlaku.terciptanya kesempatan kerja yang sama. umur.

Menghargai pendapat setiap bawahan tanpa membeda-bedakan suku. Universitas Sumatera Utara . keadilan. g). dan antar golongan. Memberikan kebebasan kepada setiap Insan Perusahaan untuk berkreasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara bertanggung jawab. Menghormati setiap Insan Perusahaan sebagaimana rasa hormat kepada dirinya sendiri. Menghindari kecenderungan pamer kekayaan pribadi. disiplin. e). jujur. dan profesional dalam bekerja. d). Menjadi sikap teladan. Memberikan motivasi kepada setiap Insan Perusahaan dalam bekerja. santun. f). f). Memberi kesempatan yang sama kepada bawahan untuk mengembangkan karier. Menghargai hasil kerja dan prestasi setiap Insan Perusahaan dan mendorong bawahan untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Membangun sikap toleransi dan solidaritas terhadap sesama Insan Perusahaan. ras. g). Menghargai hasil karya atau pekerjaan orang lain. dan integritas. Melaksanakan komunikasi secara terbuka. sehingga harus bersikap sebagai berikut: a). agama. b). e).d). Pimpinan menjadi panutan atas kepantasan. c).

Menanggapi setiap laporan yang diterima mengenai pelanggaran disiplin dan menindaklanjuti sesuai peraturan perusahaan. persatuan. Membuka diri terhadap kritik yang membangun dan berusaha meningkatkan kemampuan. Sebagai bawahan. e). Berani mengambil inisiatif dan inovasi dalam pemecahan masalah sepanjang dalam batas kewenangannya. b). f). Menciptakan dan menjaga iklim kerja yang kondusif. Universitas Sumatera Utara . Bersikap dan bertingkah laku santun terhadap atasan dan sesama karyawan. i).h). Hubungan karyawan dengan pimpinannya harus dilandasi penghargaan dan kepercayaan. c). pengetahuan. Memelihara dan meningkatkan keutuhan. Bekerja sama dan berkreativitas dalam penyelesaian tugas dan tanggung jawabnya. l). Berdisiplin dalam bekerja sesuai peraturan perusahaan. k). Bekerja secara jujur dan profesional dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. kekompakan. dan kesatuan seluruh karyawan. d). Berkomunikasi secara terbuka. Insan Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk: a). j). Menghindari terjadinya tekanan. dan profesionalisme. penghinaan dan pelecehan terhadap bawahan.

dan menghindari terjadinya akuntansi ganda. dan pihak-pihak terkait lainnya. lengkap. jujur. 7. Memberikan dokumen ke pihak-pihak yang tidak berhak. Integritas. pemilik modal. Berani menginformasikan kepada pimpinan bila terdapat indikasi penyimpangan. Insan Perusahaan bertanggung jawab untuk melakukan pencatatan secara jujur. Semua catatan resmi mengenai kegiatan operasional perusahaan harus akurat. Ketidakcermatan yang menghasilkan kesalahan pembukuan. Kegiatan akuntansi harus menghasilkan laporan yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada manajemen. Menyembunyikan data dan dokumen perusahaan selama menjabat dan/atau setelah yang bersangkutan menyelesaikan masa tugas dan jabatannya. obyektif. dan tepat waktu tanpa pembatasan dalam bentuk apapun.g). sesuai standar akuntansi keuangan yang berlaku umum. Menyembunyikan ketidakbenaran catatan atau transaksi yang melanggar hukum. d). Universitas Sumatera Utara . dan akurat serta menghindari: a). masyarakat. pemerintah. b). keterbukaan dan akurasi akuntansi Pencatatan dan pelaporan transaksi dilaksanakan secara konsisten. c).

8. Ini dapat terjadi pada sebuah hubungan. Kerahasiaan Informasi Insan Perusahaan wajib menjaga informasi perusahaan yang bersifat rahasia. Benturan kepentingan Benturan kepentingan didefinisikan sebagai seseorang atau sebuah entitas yang mempunyai dua atau lebih kepentingan yang saling bertentangan yaitu antara kepentingan perusahaan dan kepentingan pribadi. kerabat. dan/atau pihak lain manapun serta tidak diperkenankan memberikan dokumen ke pihak-pihak yang tidak berhak. keluarga. Direksi akan mengatur lebih lanjut kebijakan mengenai pengelolaan informasi termasuk klasifikasi kerahasiaan informasi. Tidak ada toleransi (kelonggaran) terhadap setiap kesalahan yang disengaja ataupun kegiatan yang menyesatkan dalam melakukan akuntansi perusahaan. 9. Universitas Sumatera Utara . teman.e). peristiwa atau pertimbangan material tertentu dimana objektivitas atau pertimbangan profesional telah dikesampingkan. Insan Perusahaan tidak diperkenankan memanfaatkan dan/atau menggunakan informasi rahasia perusahaan untuk kepentingan pribadi. Halhal tersebut diatas berlaku baik selama yang bersangkutan menjadi Insan Perusahaan maupun setelah tidak menjadi Insan Perusahaan.

Suatu keadaan sulit akan timbul jika seorang Insan Perusahaan atau anggota keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung memiliki kepentingan bisnis yang menimbulkan benturan dengan kepentingan perusahaan. Insan Perusahaan tidak diperkenankan menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan stakeholders secara tidak wajar. terkadang timbul suatu situasi yang dapat menciptakan benturan kepentingan dan berpotensi menghilangkan independensi dan objektivitas Insan Perusahaan. Insan Perusahaan wajib memastikan adanya perlakuan adil kepada stakeholders. atau situasi yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan harus dihindari. Ketika benturan terjadi. Untuk memastikan semua keputusan perusahaan objektif. Keadaan. posisi.Insan Perusahaan tidak diperkanankan menempatkan diri pada posisi atau situasi yang dapat menimbulkan benturan kepentingan antara dirinya dengan perusahaan atau dengan pihak terkait dengan perusahaan. Dalam membuat keputusan Insan Perusahaan tidak boleh dipengaruhi oleh pertimbangan pribadi ataupun keluarga yang secara sadar atau tidak sadar dapat mempengaruhi pertimbangan terbaiknya bagi kepentingan perusahaan dan pihak yang dilayani. maka Universitas Sumatera Utara . Dalam melakukan transaksi. Kebijakan perusahaan dalam hal benturan kepentingan didasarkan pada prinsip bahwa setiap keputusan yang dihasilkan Insan Perusahaan harus diambil semata-mata bagi kepentingan terbaik perusahaan dan pihak yang dilayani.

Penilaian atas timbulnya benturan kepentingan dilakukan dengan pertimbangan yang wajar dan bijaksana. Tidak melakukan mark-up pembelian dan mark-down penjualan demi imbalan yang akan diterima. e). g). Praktik Suap Universitas Sumatera Utara . c). Tidak memanfaatkan atau menggunakan informasi penting dan rahasia bagi keuntungan pribadi. f). 10. Mengklarifikasi kapan seseorang berbicara sebagai pribadi atau Insan Perusahaan. Menghindari kepentingan keuangan dalam organisasi mitra ataupun rekanan. d). Menghindari situasi yang dapat menyebabkan spekulasi kecurigaan akan adanya benturan kepentingan.semua Insan Perusahaan diwajibkan untuk mengungkapkan kepentingan yang berpotensi menimbulkan benturan kepada Sekretaris Perusahaan. Benturan kepentingan dalam rangka pengelolaan perusahaan yang baik harus dihindari dengan cara: a). Mengungkapkan setiap kemungkinan benturan kepentingan sebelum kontrak/kesepakatan disetujui. b).

Setiap Insan Perusahaan dilarang menerima suap atau menerima pemberiaan dari pihak ketiga. nepotisme dan kolusi. Menawarkan. penyalahgunaan wewenang. atau mengarahkan orang lain untuk melakukan penyuapan merupakan hal yang tidak dapat diterima. Nepotisme didefinisikan sebagai tindakan melawan hukum yang menguntungkan keluarga dan/atau kroni di atas keuntungan publik dan negara. Suap dapat berupa korupsi.Suap adalah suatu perbuatan memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang atau pejabat dengan maksud agar ia berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. Korupsi didefinisikan sebagai tindakan yang melawan hukum untuk memperkaya seseorang atau orang lain (di dalam perusahaan yang sama) sehingga menyebabkan kerugian bagi perusahaan atau ekonomi negara. Kolusi didefinisikan sebagai perjanjian atau kerjasama melawan hukum. Universitas Sumatera Utara . menerima. Korupsi juga berarti setiap orang yang memiliki tujuan memperkayakan seseorang atau orang lain (atau perusahaan). Suap dari atau kepada siapapun merupakan perbuatan yang dilarang. Penyuapan untuk tujuan komersial merupakan hal yang melawan hukum dan dapat dikenakan tuduhan kriminal. kesempatan atau posisi atau fasilitas yang diperoleh yang akan menyebabkan kerugiaan bagi keuangan perusahaan atau ekonomi negara.

bantuan dan donasi untuk tujuan sosial dapat dibenarkan selama masih tersedia anggarannya dan besarnya ditetapkan berdasar keputusan Direksi. dan hadiah hanya dapat dilakukan setelah melalui persetujuan pejabat berwenang. Universitas Sumatera Utara . hanya boleh dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. jamuan. Bantuan. donasi. Donasi. Kebutuhan dana yang wajar untuk kegiatan tersebut harus dianggarkan dalam RKAP yang disetujui Pemilik Modal. Dalam batas kepatutan. Oleh karena itu Perum BULOG melarang segala bentuk pemberian yang material baik secara langsung maupun tidak langsung kepada semua pihak eksternal dengan tujuan mempengaruhi mereka untuk kepentingan perusahaan.Manajemen Perum BULOG mendukung pelaksanaan Good Corporate Governance dan pelaksaanaan hukum yang adil. dan hadiah yang diberikan kepada pihak ke tiga merupakan praktek bisnis yang wajar sejauh dilakukan untuk kepentingan perusahaan. donasi. serta menjadi bagian penilaian kinerja divisi/direktorat terkait. Pemberian bantuan. jamuan. Direksi menetapkan kebijakan dan prosedur baku menyangkut pemberian kepada pihak ketiga. Pemberian donasi tidak dapat dibenarkan apabila terdapat motif terselubung yang bermaksud (secara negatif) mempengaruhi pihak lain dan/atau dapat menimbulkan benturan kepentingan. 11. Sedangkan donasi untuk tujuan lain. Jamuan dan Hadiah Bantuan.

c). Demi kepentingan dan kelancaran usaha Perum BULOG. Jamuan bisnis dibatasi hanya dapat dilakukan di tempat-tempat terhormat serta meningkatkan citra positif dan tidak menimbulkan interpretasi negatif bagi Perusahaan. Universitas Sumatera Utara . jamuan yang diberikan kepada relasi bisnis harus telah dianggarkan dalam biaya operasional sesuai karakteristik kegiatan masing-masing divisi/direktorat. Perkawinan karyawan atau anak karyawan.Kebijakan Perum BULOG mengenai jamuan maupun hadiah diarahkan untuk menjaga reputasi perusahaan agar bertindak dengan integritas dan mendasarkan setiap keputusannya kepada pertimbangan profesional yang taat hukum. b). Larangan menerima uang atau yang disetarakan dikecualikan apabila diberikan dalam batas kewajaran/kepatutan dalam rangka: a). Khitanan anak karyawan. hadiah atau pemberian dengan bentuk tertentu. Sumbangan pada saat karyawan atau keluarga dekatnya mendapat musibah. dimana diketahui atau patut diduga pemberian tersebut diberikan dalam kaitannya dengan pekerjaan atau jabatan Insan Perusahaan yang bersangkutan. d). Insan Perusahaan maupun anggota keluarga yang langsung maupun tidak langsung dilarang menerima uang. Perayaan/acara tertentu menurut adat istiadat daerah setempat.

Tidak terdapat batasan atas hadiah yang menggunakan logo Perum BULOG. jasa ataupun pemberian yang lain harus memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari Direksi.Dalam hubungan ini. c). Insan Perusahaan harus mampu menilai sendiri kelayakan dari hadiah atau kemudahan lain dalam setiap keadaan. Cindera mata atau makanan yang dibawa sebagai buah tangan dari daerah tertentu atau sebagai peristiwa khusus lainnya. d). sponsor. e). Bingkisan dalam rangka memperingati hari raya keagamaan. Prinsip utamanya adalah tidak ada kompromi dalam mempertahankan objektivitas maupun profesionalisme. Jasa pengaturan perjalanan dan akomodasi. Hadiah atau kemudahan lain yang patut diduga sebagai diluar kewajaran harus diberitahukan kepada atasan langsungnya sebelum keputusan diambil. b). Universitas Sumatera Utara . yang dimaksud dengan “hadiah atau pemberian dengan bentuk dan nilai tertentu” meliputi: a). Fasilitas hiburan dan olahraga. Insan Perusahaan harus memastikan bahwa setiap jamuan yang mereka terima adalah wajar sehingga tidak menimbulkan kewajiban yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. Benda-benda promosi. jamuan. Setiap hadiah yang lain. sepanjang hadiah tersebut diberikan dalam bisnis yang wajar dengan si penerima. Dalam kaitannya dengan kemudahan yang lain.

setiap Insan Perusahaan menjunjung tinggi nilai masyarakat setempat. each State Party shall promote. Codes of Conduct for Public Officials “ In order to fight corruption. dan tanggung jawab pejabat publik. 200 13. fasilitas. (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Korupsi 2003. akurasi akuntansi. penggalangan dana politik atau tujuan partisipasi politik. Tanggung jawab sosial Sebagai sebuah perusahaan yang beroperasi di seluruh Indonesia. Sumbangan kegiatan. dan sumber daya perusahaan disumbangkan kepada kandidat partai dan non partai politik di manapun di seluruh dunia. Sumbangan Kegiatan Kebijakan Perum BULOG tidak memperkenankan dana.”untuk memerangi korupsi setiap negara Peserta wajib meningkatkan antara lain. Bulog telah mengakomodirnya sebagai Integritas. United Nations Convention Against Corruption 2003. donasi. integritas.12. Setiap Insan Perusahaan bertanggung jawab mendorong terciptanya perdamaian. Kode Perilaku bagi Pejabat-pejabat Publik. Praktik Suap. atau sumber daya personalnya bagi kampanye atau aktivitas politik harus benar-benar merupakan pilihan dan risiko sendiri. kejujuran. termasuk kampanye politik. Benturan Kepentingan. in accordance with the fundamental principles of its legal system”. Bantuan. honesty and responsibility among its public officials. Tidak dibolehkan menggunakan aset/fasilitas perusahaan dan wewenangnya untuk mendukung aspirasi politiknya. integrity. keamanan dan integrasi sosial pada masyarakat yang majemuk. jamuan. inter alia. 200 Universitas Sumatera Utara . sesuai dengan prinsip-prinsip dasar sistem hukumnya”). Pasal 8. Keputusan yang diambil oleh seorang Insan Perusahaan untuk menyumbangkan waktu. Article 8. hadiah. keterbukaan. uang.

al . peningkatan kualitas hidup. bahan pangan pokok. maupun masyarakat di sekitar perusahaan (eksternal). Corporate Governance (Jakarta: PT. Perusahaan menyadari pentingnya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat sekitar. serta kelestarian lingkungan. hal. dengan prioritas di bidang kesejahteraan. Perusahaan bertanggung jawab kepada masyarakat setempat untuk menggunakan sumber daya yang ada berupa. 144 201 Universitas Sumatera Utara . sumber daya manusia dan energi. dan mendukung langkah-langkah yang diambil masyarakat setempat serta mendorong keterlibatan Insan Perusahaan di dalamnya. merupakan tanggung jawab moral perusahaan baik terhadap karyawan (internal).Perusahaan berikut semua insannya memiliki komitmen menjadi warga yang peduli lingkungan dimana perusahaan beroperasi. 201 Tabel 2 Penerapan GCG pada Perum BULOG Jawaban Ya Tidak Keterangan No. 1 a b Pernyataan Komitmen dalam Penerapan GCG Apakah telah disusun pedoman atau manual GCG Apakah ada fungsi khusus yang mengurusi GCG Ya Ya Yang dimaksud dengan tanggung jawab sosial di sini. Nyoman Tjager et. Lihat. Perusahaan memiliki komitmen melalui dukungan operasional terhadap aktivitas sosial yang juga bermanfaat bagi pemenuhan kewajiban pelayanan masyarakat.Prenhallindo 2003). I. dengan bijaksana.

bagaimana mekanisme pemilihan Ketua Komite dimaksud Hubungan kerja Dewan Pengawas dan Direksi dilandasi checks and balances Apa tugas pokok Dewan Pengawas.dan 100 % dari luar Tidak ada b Universitas Sumatera Utara .c Apakah dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan program GCG Apakah prinsip-prinsip GCG sudah dimasukkan dalam indikator keberhasilan manajemen yang tercermin dalam operasional bisnis Proses pengisian pengurus perusahaan berdasarkan pertimbangan kompetensi dan kredibilitas Apakah pemilihan anggota Dewan Pengawass dan Direksi melalui proses kemampuan dan kelayakan (Fit and Proper Test) Untuk Dewan Pengawas. dan berapa anggotanya dan berapa % dari luar Apakah anggota Dewan Pengawas ada yang merangkap jabatan Direksi pada BUMN lain Ya d Ya Sudah dilaksanakan 2 a Ya Sudah dilaksanakan b Ya Sudah dilaksanakan c Masing-masing dipimpin anggota Dewan Pengawas. Komite Remunerasi dan Nominasi Siapa yang memimpin Komitekomite tersebut. jumlah 5. apakah telah dibentuk Komite Audit. Komite Pemantau Risiko. dipilih dalam rapat Dewan Pengawas 3 a Mengawasi dan memberi nasihat Direksi.

pemenuhan fungsi dan tugasnya serta evaluasi kinerja Berapa anggota Direksi dan berapa % dari luar Rapat Direksi mengambil keputusan sesuai pedoman tata tertib kerja. sehingga belum pernah tercatat dissenting opinion Yang terbaru sedang dalam proses c d e Ya Sudah dibuat f Belum Saat ini belum Universitas Sumatera Utara . jika terjadi perbedaan pendapat (dissenting opinion). wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat lengkap dengan alasannya Apakah Direski sudah menyiapkan rencana jangka panjang/strategis 5 tahun Apakah Direksi sudah membuat rencana kerja dan anggaran tahunan yang merupakan penjabaran tahunan dari rencana jangka panjang Apakah Rencana jangka panjang yang telah ditandatangani Ya Diadakan secara berkala sekurangkurangnya 1 kali dalam 3 bulan d Ya e 4 Ya a Ya b Direksi 5 orang Direktur 40% dari luar Sampai sekarang keputusan Direksi selalu berdasarkan mufakat.c Rapat Dewan Pengawas bagaimana pengaturan dan jadwalnya Apakah Dewan Pengawas Independen dan berperan sebagai supervisor dari pada eksekutif Apakah Dewan Pengawas dan Komite-komite sudah mampu bekerja secara efektif Direksi Apakah Direksi sudah menjalankan tugasnya secara profesional berdasarkan kompetensi.

sasaran usaha dan Ya Ya Ya.bersama dengan Dewan Pengawas telah disahkan kepada Menteri BUMN Dalam waktu 5 bulan setelah tahun buku ditutup. Direksi wajib menyampaikan laporan tahunan yang sudah ditandatangani semua Direksi dan Dewan Pengawas kepada Menteri Dalam hal ada anggota Direksi atau Dewan Pengawas tidak menandatangani laporan tahunan harus disebutkan alasannya secara tertulis Apakah Direksi memangku jabatan rangkap sebagai pengurus pada BUMN/BUMD/Jabatan struktural pada pemerintah Implementasi/Penerapan Prinsip-prinsip GCG a Transparansi Tidak Belum tepat waktu Penerbitan laporan keuangan (1) setengah tahunan/perkwartal tepat waktu (2) Penempatan informasi khusus GCG dalam laporan tahunan Ya g Ya Sudah dilaksanakan h Ya Belum pernah terjadi i Tidak Tidak ada 5 Keterbukaan yang segera atas Out put dari perusahaan tanpa (3) kebocoran yang mendahului pengumuman Kebijaksanaan perusahaan harus tertulis dan secara proporsional (4) dikomunikasikan kepada stakeholders (5) Keterbukaan informasi meliputi visi. sebagian Ya Kecuali tentang keuangan Universitas Sumatera Utara . misi.

Direksi dan Pejabat structural Perusahaan harus meyakinkan bahwa semua organ organisasi (2) perusahaan mempunyai kompetensi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Perusahaan harus memastikan terdapatnya checks and balances (3) system dalam pengelolaan perusahaan Perusahaan harus memiliki ukuran kinerja dari semua jajaran perusahaan berdasarkan ukuran-ukuran yang disepakati (4) konsisten dengan nilai perusahaan (corporate values). Anggaran Dasar Perusahaan Ya Sudah dilaksanakan Ya Sudah dilaksanakan Ya Sudah dilaksanakan Ya KPI sedang dalam proses finalisasi Ya Ya sesuai dengan PanduanPerilaku Ya Universitas Sumatera Utara . pengelolaan risiko. kondisi keuangan.strategi perusahaan. susunan pengurus perusahaan. sasaran usaha. (1) Peraturan Perusahaan. pengawasan kepatuhan b Akuntabilitas Perusahaan harus menetapkan secara rinci tugas dan tanggung (1) jawab masing-masing organ pengurus Dewan Pengawas. serta memiliki sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment system) Dalam melaksanakan tugasnya semua organ dan karyawan (5) harus berpegang pada code of conduct yang telah disepakati c Responsibilitas Kecuali mantan Dirut yang telah dihukum Perusahaan harus mematuhi Peraturan Perundang-undangan.

Perusahaan harus bertindak sebagai good corporate citizen (perusahaan yang baik) termasuk (2) peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial (3) (4) d Bertindak secara efektif terhadap individu yang melanggar Adanya pencatatan atas kasuskasus kesalahan manajemen Kemandirian Ya Sudah dilaksanakan Tidak/be Belum lum sepenuhnya Ya Sudah ada Perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/ tekanan dari manapun yang tidak (1) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat Dalam mengambil keputusan (2) harus obyektif dan bebas dari segala tekanan dari manapun (3) (4) e Dewan Pengawas independen dari manajemen Komite-komite dipimpin oleh Pengawas independen Kewajaran Ya Ya Ya Ya Perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan (1) seluruh stakeholders berdasarkan azas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment) Perusahaan harus memberikan kesempatan kepada stakeholders (2) memberikan masukan kepada perusahaan Ya Ya Universitas Sumatera Utara .

Implementasi/Penerapan Governance: Prinsip-prinsip Akuntabilitas. b). kecuali pada indikator Responsibilitas yaitu mematuhi Peraturan Perundang-undangan yang ternyata unsur pimpinan Perum BULOG khususnya mantan Direktur Utama Wijanarko Puspoyo di vonis Universitas Sumatera Utara . Antam Tbk dan Perum Bulog Dari penelitian yang dilakukan mengenai implementasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance menyangkut beberapa indikator antara lain: a). e). c). Analisis Hasil penelitian pada PT. Good corporate Transparansi. dan Kewajaran. Responsibilitas. Kemandirian. Komitmen dalam penerapan Good Corporate Governance.Peningkatan jumlah remunerasi total tidak boleh melebihi dari (3) keuntungan perusahaan Ya G. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada PT ANTAM Tbk dan Perum BULOG kedua BUMN tersebut telah melaksanakan semua indikator tersebut di atas. Proses pengisian pengurus perusahaan berdasarkan pertimbangan kompetensi dan kredibilitas. Hubungan kerja Dewan Komisaris/Pengawas dan Direksi. d). Direksi menjalankan tugasnya secara profesional berdasarkan kompetensi.

sebab bagi suatu perusahaan yang pimpinannya secara nyata terlibat dalam perbuatan yang berindikasi pidana.Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Mahkamah Agung. Menyimak dari hasil penelitian tentang organ perusahaan dikemukakan antara lain sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara . Peranan Pimpinan BUMN sebagai role model (panutan) sangat menentukan komitmen penerapan Good Corporate Governance. maka akibatnya bukan hanya sekedar merusak reputasi perusahaan. tetapi lebih jauh menimbulkan kesan bahwa Good Corporate Governance diterapkan secara ketat hanya terhadap eselon bawahan sedangkan pada eselon atas sebagai pengambil keputusan tidak konsisten dalam menerapkannya. mempedomani dan menerapkan Code of Conduct yang telah ditetapkan sebagai pegangan oleh perusahaan maka tentu saja Good Corporate Culture yang merupakan sisi dalam atau hulu dari Good Corporate Governance akan jelas terlihat mewarnai suasana bekerja di perusahaan termasuk BUMN yang pada akhirnya kinerja perusahaan akan meningkat. Apabila semua karyawan selaku insan perusahaan telah memahami. Sehingga ketidakpatuhan dan tidak konsistensinya penerapan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Good Corporate Governance justru berada pada unsur pimpinan yang seyogiyanya diharapkan menjadi panutan bagi karyawan yang berada pada lapisan yang lebih rendah.

Direksi Pengisian Direksi baik pada PT. sedangkan pada Perum Bulog dilakukan oleh Rapat Pembahasan Bersama (RPB). Secara jelas terlihat bahwa ketidakpatuhan dan tidak konsistensi menerapkan asas GCG justru berada pada unsur pimpinan. Dalam kegiatannya Direksi yang merupakan organ perusahaan bertanggung jawab atas pengurusan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan serta menjalankan tugasnya secara professional berdasarkan kompetensi. Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi pada PT. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas Sebagaimana pada Direksi maka Komisaris PT Antam Tbk dan Pengawas pada Perum Bulog pengangkatan dan pemberhentiannya dilakukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk jabatan Komisaris pada Universitas Sumatera Utara . Antam Tbk dilakukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). pemenuhan fungsi dan tugasnya serta evaluasi kinerja. Pada implementasi asas GCG yang terdiri dari transparansi. responsibulitas. akuntabilitas. kemandirian dan kewajaran Direksi pada kedua perusahaan itu telah melaksanakannya kecuali pada asas responsibilitas ternyata Direksi Perum Bulog khususnya mantan Direktur Utama Rahadi Ramelan dan Wijanarko Puspoyo telah dipidana kasus korupsi. Antam Tbk maupun pada Perum Bulog berdasarkan pertimbangan kompetensi dan kredibilitas. melalui proses kemampuan dan kelayakan (Fit and Proper Test).

mandiri.q Menteri BUMN. dilakukan secara transparan. kewenangannya yang tidak diserahkan kepada Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)/Rapat Pembahasan Bersama (RPB) RUPS/RPB merupakan suatu sarana dan mekanisme dimana para pemegang saham dapat berpartisipasi secara aktif menjalankan kekuasaannya. integritas. Disamping itu Komisaris/Pengawas juga bertanggung jawab untuk memantau penerapan praktek GCG yang dilakukan Direksi.PT Antam Tbk. Komisaris/ Pengawas bertanggung jawab untuk mengawasi dan memberi nasihat Direksi serta mengesahkan rencana strategis dan tahunan perusahaan. Secara khusus bagi Perum Bulog. Untuk kelancaran tugasnya Komisaris/Pengawas dibantu oleh Komite yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan organisasi perusahaan. kepemimpinan. dan dapat dipertanggungjawabkan. sedangkan Pengawas pada Perum Bulog oleh Rapat Pembahasan Bersama (RPB) melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatuhan (fit and proper test). Universitas Sumatera Utara . pengalaman dan kelakuan baik serta memiliki dedikasi untuk mengembangkan usaha guna kemajuan perusahaan. professional. Pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas oleh RUPS/RPB melalui mekanisme fit and proper test berdasarkan pertimbangan keahlian. pemilik modalnya adalah Negara Republik Indonesia c.

Universitas Sumatera Utara .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->