P. 1
Bab I-IV

Bab I-IV

|Views: 2,111|Likes:
Published by Idris KloNgga Ipan

More info:

Published by: Idris KloNgga Ipan on Jun 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2013

pdf

text

original

Kegiatan khusus yang diberikan kepada penyusun adalah tentang, Proses

Analisa ide Value Engineering pada Modifikasi Battery Spring pada Radio

Model RL 4249. Penyusun menganalisa apakah ide VE yaitu tentang

penggantian diameter coil pada battery spring bisa diterapkan kedalam proses

produksi masal atau tidak.

1) Judul

:

VE idea dengan mengganti diameter coil battery spring.

2) Latar Belakang :

Mechanical engineering harus mempunyai banyak ide dalam pelaksanaan

proyek Value Engineering yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas.

Salah satu idenya adalah penggantian diameter coil pada battery spring.

Sedangkan Value Engineering sendiri atau biasa disebut VE, adalah suatu susunan

metode untuk mengurangi biaya produksi atau penggunaan barang dan jasa, tanpa

mengurangi mutu yang diperlukan. Penerapan Value Engineering menghasilkan

penghematan biaya dengan mengurangi biaya-biaya yang tidak diperlukan melalui

perubahan metoda konstruksi dan perubahan desain.

Dalam aplikasi VE pada battery spring radio ini, penerapannya melalui

perubahan desain, yaitu merubah diameter coil battery spring, yang semula 1.2

mm menjadi 0.8 mm.

y Kondisi sekarang:

Menggunakan battery spring dengan diameter coil 1.2 mm

y Kondisi ide Value Engineering :

Menggunakan battery spring dengan diameter coil 0.8 mm

3) Target :

Semua Battery Spring di Model RL 4349AMK3 menggunakan diameter coil

0.8 mm.

4) Proses :

Analisis Battery Spring model RL 4349AMK3 yang ada sekarang

Lapotan Praktek Kerja Industri

Engineering ± Audio Business Unit, PT. Panasonic Manufacturing Indonesia

35

Politeknik Negeri Malang

Jurusan Teknik Mesin

2011

Gambar 3.9 Battery Spring RL-4249

(1) Pengukuran dimensi Aktual

Gambar 3.10 Dimensi Battery Spring

y Alat yang digunakan:

Vernier Caliper Digital

High gage

Push full

y Mengukur Tinggi Battery Spring

Lapotan Praktek Kerja Industri

Engineering ± Audio Business Unit, PT. Panasonic Manufacturing Indonesia

36

Politeknik Negeri Malang

Jurusan Teknik Mesin

2011

Gambar 3.11 Pengukuran Battery Spring Menggunakan High Gage

@Tinggi Spring (H0) = 26.45 mm

y Mengukur Diameter Coil, D1 dan D2 Battery Spring

Gambar 3.12 Pengukuran Diameter Coil Menggunakan Vernier Caliper

Digital

@ Diameter Coil (d0) = 1.2 mm

D1

= 8 mm

D2

= 14 mm

H0

Lapotan Praktek Kerja Industri

Engineering ± Audio Business Unit, PT. Panasonic Manufacturing Indonesia

37

Politeknik Negeri Malang

Jurusan Teknik Mesin

2011

y Mengukur tekanan maksimum Battery Spring

Gambar 3.13 Pengukuran Tekanan Menggunakan Push full

@Pmax = 1.7 Kgf

Dari hasil pengukuran diatas diperoleh dimensi actual battery spring

sebagai berikut:

y Tinggi Spring (H0) = 26.45 mm

y Diameter Coil (d0)

= 1.2 mm

y D1

= 8 mm

y D2

= 14 mm

y Pmax = 1.7 Kgf

Sedangkan Pmin battery spring sudah ditentukan yaitu 1 Kgf.

(1) Standard Dimensi Battery

Sesui dengan standar dimensi Battery yang digunakan di Panasonic, Radio

Model RL 4249MK3 menggunakan jenis Battery jenis D R20 / LR 20. Jadi

panjang battery maksimum adalah 61.5mm dan panjang battery minimumnya

adalah 59.5 mm.

(2) Perhitungan Battery

y Total Span dari battery dan spring

6mm

Lapotan Praktek Kerja Industri

Engineering ± Audio Business Unit, PT. Panasonic Manufacturing Indonesia

38

Politeknik Negeri Malang

Jurusan Teknik Mesin

2011

x

Gambar 3.14 Span antar Battery dan Spring

Total Span adalah total jarak antara ujung positif battery sampai dengan

ujung negative battery. Total span dari pengukuran ini adalah

.

Gambar 3.15 Total battery Radio Model RL-4249

Banyaknya battery yang dipakai dalam radio ini adalah 4 battery.

y Tinggi Maksimum Spring (H1max)

Tinggi maksimum spring diperoleh dari total span dikurangi panjang

minimum battery. Jika total spannya sebesar 205.4 dan panjang minimum

battery adalah 59.5 maka perhitungan H1max adalah sebagai berikut:

Jadi, diperoleh tinggi maksimum sebesar 190.9 mm.

y Tinggi Minimum Spring (H1min)

Lapotan Praktek Kerja Industri

Engineering ± Audio Business Unit, PT. Panasonic Manufacturing Indonesia

39

Politeknik Negeri Malang

Jurusan Teknik Mesin

2011

Tinggi maksimum spring diperoleh dari total span dikurangi panjang

maksimum battery. Jika total spannya sebesar 205.4 dan panjang minimum

battery adalah 61.5 maka perhitungan H1min adalah sebagai berikut:

Jadi, diperoleh tinggi maksimum sebesar 188.9 mm.

Target Value Engineering adalah menggunakan diameter coil sebesar 0.8

mm,dengan diameter spring (D1) sebesar 10mm (sesuai standar) dan dengan

asumsi D2 sebesar 12mm. Tetapi banyak coil efektifnya tetap yaitu sebanyak

4.5.

Material yang digunakan untuk membuat spring ini tetap seperti yang

sebelumnya. Yaitu menggunakan jenis material SWICF yang mempunyai

Tegangan geser maksimum ( max) sebesar 115 Kg/mm2

dan G sebesar 8000

Kg/mm2

. Setelah itu dilakukan perhitungan:

Constanta (C)

Constanta di peroleh dari hasil pembagian antara D2 dan d0., yang hasilnya

nanti digunakan untuk menghitung faktor koreksi. Perhitungan constanta

sebagai berikut:

s

Jadi, didapat constanta sebesar 15.

Lapotan Praktek Kerja Industri

Engineering ± Audio Business Unit, PT. Panasonic Manufacturing Indonesia

40

Politeknik Negeri Malang

Jurusan Teknik Mesin

2011

y Faktor Koreksi (K)

Faktor koreksi digunakan untuk menghitung tegangan geser spring.

Perhitungn faktor koreksi adalah seperti di bawah ini:

Dari perhitungan di atas diperoleh faktor koreksi sebesar 1.095.

y Defleksi Minimum (H)

Defleksi minimum spring bisa dihitung dengan rumus perhitungan :

Dengan: n

= banyaknya coil efektif

(4.5)

P

= Pmin Spring

(1 kgf)

R1

(4 mm)

R2

(6 mm)

G

= 8000 (Material SWICF)

Maka, perhitunggannya sebagai berikut.

Dari hasil diatas diperoleh defleksi minimum spring sebesar 14.74 mm

Lapotan Praktek Kerja Industri

Engineering ± Audio Business Unit, PT. Panasonic Manufacturing Indonesia

41

Politeknik Negeri Malang

Jurusan Teknik Mesin

2011

y Tinggi bebas spring (H0)

Dengan tinggi maksimum spring sebesar 190.9 mm dan defleksi minimum

spring sebesar 14.74 mm, dapat dihitung tinngi bebas spring seperti dibawah

ini:

Jadi, tinggi bebas spring sebesar 26.74 mm.

y Perbedaan tinggi maksimum dan minimum battery

Tinggi maksimum battery adalah 190.9mm sedangkan tinggi minimumnya

sebesar 188.9. jumlah battery yang digunakan di model ini sebanyak 4 buah.

Dengan informasi tersebut maka, perbedaan tinggi maksimum dan minimum

battery dapat ditentukan dengan perhitungan di bawah ini.

Perbedaan tingginya sebesar 8mm.

y Ukuran Battery Maksimum

Untuk menghitung ukuran battery maksimum bila terjadi gaya tekan

maksimum jika terjadi defleksi maksimum pada spring, maka cara

perhitunggannya adalah dengan pengurangan antara defleksi minimum dan

perbedaan tinngi battery. Dari perhitungan yang sebelumnya deperoleh

defleksi minimum sebesar 14.74 mm dan perbedaan tinggi battery sebesar 8

mm, maka ukuran battery maksimum:

Jadi, ukuran battery maksimum sebesar 22.74 mm.

Lapotan Praktek Kerja Industri

Engineering ± Audio Business Unit, PT. Panasonic Manufacturing Indonesia

42

Politeknik Negeri Malang

Jurusan Teknik Mesin

2011

y Gaya tekan maksimum (Pmax Actual)

Gaya tekan maksimum spring berhubungan dengan jenis material

pembentuk spring. Diketahui G material SWICF sebesar 8000. Rumus

perhitungan gaya tekan maksimum adalah:

Dengan: n

= banyaknya coil efektif

(4.5)

P

= Pmin Spring

(1 kgf)

R1

(4 mm)

R2

(6 mm)

G

= 8000 (Material SWICF)

Maka, perhitungannya

Diperoleh gaya tekan maksimum sebesar 1.54 kgf.

y Tegangan geser spring ( spring)

Ketentuannya tegangan geser spring tidak boleh melebihi tegangan geser

material pembentuk spring. Dengan R2 sebesar 6mm, tekanan maksimum

sebesar 1.54 Kgf dan faktor koreksi sebesar 1.095, maka tegangan geser

spring yang mempunyai diameter coil (d0) 0.8 mm adalah sebagai berikut:

Lapotan Praktek Kerja Industri

Engineering ± Audio Business Unit, PT. Panasonic Manufacturing Indonesia

43

Politeknik Negeri Malang

Jurusan Teknik Mesin

2011

Tegangan geser spring yang diperoleh diatas adalah sebesar

. Tegangan geser ini besarnya dibawah tegangan geser

material pembentuk spring yang digunakan, yaitu material SWICF yang besarnya

. Hal ini berarti perhitungan design tersebut di atas aman. Desain

battery spring seperti perhitungan di atas dapat di aplikasikan dalam proses

produksi, setelah dikonfirmasikan dengan realibility test dan test Run.

Desain baru battery spring dengan diameter coil 0.8 mm adalah sebagai

berikut:

:

Gambar 3.16 Revisi Gambar Battery Spring

Gambar diatas adalah revisi gambar kerja battery spring yang lama,

keseluruhan hamper sama, hanya saja yang berubah adalah diameter coil (0.8

mm), D2 (12 mm), tinggi bebas spring (26.7 mm) dan tekanan maksimum spring

(1.5 0.2 Kg).

Lapotan Praktek Kerja Industri

Engineering ± Audio Business Unit, PT. Panasonic Manufacturing Indonesia

44

Politeknik Negeri Malang

Jurusan Teknik Mesin

2011

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->