You are on page 1of 4

DISKRIPSI DESA TELANG SEONG PAJU EPAT, BARITO TOMUR, KALIMANTAN

Pembimbing : Drs. Hairiyadi, M.Hum Penyusun : M Aspiannor Helmi M Andi Pratama Miftah Ramadhan Ade Priyatna Irmansyah Muhammad Fachri Ainur Rahman Adi Setiawan Sahrul Hair Dwi Sudarso Amrullah Rijani M Ikhsan Hadade Ari Junaidi Hendra Pernama Sumai Dinur / A1A110232 / A1A110233 / A1A110230 / A1A110216 / A1A110257 / A1A110231 / A1A110229 / A1A110227 / A1A110219 / A1A110241 / A1A110224 / A1A110258 / A1A110214 / A1A110205

FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2011

penduduk desa telang mulai melakukan imigrasi kekota untuk mendapat pendidikan yang tinggi dan lapangan pekerjaan yang daapat memenuhi kebutuhan mereka. Pada masa kedatangan belanda. Dia . Dia merupakan tokoh yang anti belanda. suto uno masih tetap memperhatikan kemakmuran rakyatnya agar terciptanya kedamaian bagi rakyatnya. Untuk mendapat pendidikan dan lapangan pekerjaan. banyak terdapat situs yang menjadi dasar kebudayaan dayak manyan di sana seperti alat-alat ritual pemakaman dan tarian tradisional yang merupakan warisan dari leluhur nenek moyang mereka. namun seiring perkembangannya jaman kebudayaan mulai menghilang dengan berkurangnya populasi dan masuknya teknologi kedesa. Bersamaan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan di wilayah Barito timur membuat desa telang sering mengalami imigrasi penduduk. namun dalam usahanya untuk memakmurkan rakyatnya Suta uno memcoba masuk dan menjalin silaturahmi dengan belanda agar rakyatnya tidak mendapat hukuman atau serangan dari belanda. hanya orangorang yang mempunyai lapangan pekerjaan di desa itu saja yang bertahan di desa dan yang lainnya pergi untuk mendapat pekerjaan ke kota. SEJARAH Pemimpin dan Pengayomnya adalah Suta Uno disebut juga Siabu. Hal inilah yang mengakibatkan penurunan populasi di desa telang sangat drastis. namun selain itu dia juga memiliki hubungan baik dengan belanda.PENDAHULUAN Desa Telang Seong merupakan salah satu desa suku dayak manyan yang berada di wilayah Barito Timur. karena masyarakat menganggap ia sebagai pemimpin yang mengyomi. Pada masa pemerintahan Sutauno tidak pernah terjadi kekacauan atau pun perselisihan antara daerah tetangga yakni wilayah Barito Selatan dan Barito Utara. Dari tahun ke-tahun desa telang mengalami penurunan populasi yang mengkibatkan kebudayaan semakin berkurang karena kurang adanya penerus muda. Dengan pendidikan dan lapangan pekerjaan di luar desa yang lebih besar membuat banyak penduduk desa telang yang tidak kembali ke desa setelah mendapat pekerjaan di kota. Wilayah desa yang begitu jauh dari wilayah pusat membuat kebudayaan yang ada di dalamnya masih dapat bertahan.

. Jambe merupakan upacara yang sering di lakukan oleh Suku Dayak manyan desa telang siong untuk memakamkan jasad orang yang sudah mati dengan cara pembakaran tulang-belulang jasad tersebut dari sisa-sisa jasadnya. pada masa itu sering terjadi kekacauan dan peperangan dan akhirnya Kerajaan Banjar dan para Suku Dayak mengadakan suatu perjanjian untuk perdamaian. sebagai sanksinya Kepala Adat Dayak akan mengambil Putri Mayang dari kerajaan Banjar.seolah-olah menurut kepada belanda dengan mematuhi semua permintaan belanda. Suta uno di makamkan secara terhormat oleh rakyatnya dengan menggunakan pemakaman secara adat yaitu Jambe. SITUS SEJARAH y y y y y y y y y y Lebo Hantai dan tembok mas Tambak Hantai/Tambak mas/ tambak Ikan / Sandong(tempat abu mayat Suta Ono) Abang (terdiri dari 7 Sandung) Jambae (tempat pembakaran tulang-belulang) Jukung Slereng Gamansao Benteng Lubuk Suram (diatas Jembatan) Balai Adat Jukung Mata(tanah Berpasir) CERITRA RAKYAT Putri Mayang merupakan Putri Dari Kerajaan Banjar. Pada masa akhir hayatnya. namun yang sebanarnya di sangat benci dan ingin melawan belanda.

M. Demikian yang dapat kami diskripsikan mengenai Desa Telang. jika ada kesalahan kat a atau penjelasan yang kurang jelas kami mohon maaf.Nara Sumber Pak Lamat : sebagai Kepala Adat Taju Epat kelahiran Pasar Panas Umur 69 tahun. Yang di bombing oleh Drs. seorang guru di desa Paju Epat. Hairiyadi. Pak Sudirman : seorang wartawan yang merupakan keturunan dari Suta Uno. . Semua penjelasan di atas berdasarkan dari hasil PKL (Praktek Kerja Lapangan) yang di laksanakan pada jumat. kelahiran paju Epat.Hum. Ibu Eisimi : Sebagai Tokoh Adat. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. 6 mei 2011 sampai minggu. 8 mei 2011.