SAHAM DAN OBLIGASI

JENIS PEMBIAYAAN : 1. PEMBIAYAAN TAK LANGSUNG (INDIRECT FINANCING) ADA PERANTARA YANG MEMPEROLEH KEUNTUNGAN, SEHINGGA KEUNTUNGAN DARI PIHAK PEMEGANG KAS SURPLUS BERKURANG DAN PIHAK KAS DEFISIT HARUS MEMBAYAR BUNGA LEBIH TINGGI.

Pinjaman

Tabungan/ Deposito

Kas Defisit
14%

Perantara Keuangan
7%

Kas Surplus

SEHINGGA KEUNTUNGAN DARI PIHAK PEMEGANG KAS SURPLUS LEBIH BESAR DAN PIHAK KAS DEFISIT MEMBAYAR BUNGA LEBIH RENDAH.2. . PEMBIAYAAN LANGSUNG (DIRECT FINANCING) TIDAK ADA PERANTARA. Dana Kas Defisit Obligasi berbunga 10% Kas Surplus PIHAK PEMEGANG KAS SURPLUS LEBIH MENYUKAI MENERIMA BUNGA 10% DARIPADA 7% DAN PIHAK KAS DEFISIT LEBIH SUKA MEMBAYAR 10% DARIPADA 14%.

SAHAM .

INVESTASI ALASAN MEMBELI CAPITAL GAIN DIVIDEND .

RISIKO PASAR RISIKO TINGKAT BUNGA RISIKO INFLASI JENIS RISIKO DALAM SAHAM RISIKO USAHA RISIKO KEUANGAN RISIKO LIQUIDITAS .

BLUE CHIP’S STOCK GROWTH STOCK RATING SAHAM INCOME STOCK CYCLICAL STOCK DEFENSIVE STOCK SPECULATIVE STOCK .

SAHAM DENGAN NILAI TINGGI PERUSAHAAN SUDAH MAPAN PERUSAHAAN BERSKALA BESAR BLUE CHIPS KEKUATAN FINANCIAL MANTAP LEADER DALAM PASAR SELALU DAPAT PROFIT SELALU BAYAR DIVIDEND .

PERTUMBUHAN SALES DAN EPS DIATAS PERTUMBUHAN INDUSTRI PERUSAHAAN CUKUP AGRESIVE GROWTH STOCK HARGA SAHAM SEDIKIT BERFLUKTUASI (NAIK DAN TURUN) DIVIDEND DIBAYARKAN TERUS .

PERTUMBUHAN SALES DAN EPS KADANG-KADANG DIATAS DAN DIBAWAH PERTUMBUHAN INDUSTRI INCOME STOCK HARGA SAHAM NAIK DAN TURUN DIVIDEND DIBAYARKAN DIATAS RATA-RATA .

SEMUA SAHAM MERUPAKAN SPEKULATIVE STOCK PERUSAHAAN MEMILIKI PER YANG TINGGI SPECULATIVE STOCK TINGKAT TRANSAKSI TINGGI HARGA SANGAT BERFLUKTUASI .

DAYA TAHAN KUAT MENGHADAPI TEKANAN RESESSI DEFENSIVE STOCK HARGA SAHAM STABIL DALAM KEADAAN BOOM DAN RESESSI LABA MASIH CUKUP STABIL .

LABA BERFLUKTUASI SANGAT TINGGI CYCLICAL STOCK HARGA SAHAM NAIK DAN TURUN DALAM KEADAAN BOOM LABA TINGGI DAN DALAM KEADAAN RESESSI LABA TURUN .

PEMILIKAN ATAS PERUSAHAAN HAK MEMPEROLEH PENDAPATAN BERSIH HANYA AKAN MEMPEROLEH SISA DARI ASSET GENERAL CHARACTERISTIC KEHILANGAN PADA BATAS INVESTASI SAHAM HAK SUARA HAK MEMBELI LEBIH DAHULU ATAS NEW ISSUE SPECIFIC CHARACTERISTIC NILAI BUKU DAN NILAI PASAR HAK ATAS DIVIDEN .

OBLIGASI .

   OBLIGASI MERUPAKAN SURAT UTANG JANGKA PANJANG YANG DIKELUARKAN PEMINJAM (EMITEN) KEPADA PEMBERI PINJAMAN (INVESTOR) DAYA TARIK OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI ADALAH INVESTOR MENDAPATKAN PENGEMBALIAN YANG LEBIH BESAR DARIPADA BUNGA DEPOSITO ATAU TABUNGAN INVESTOR OBLIGASI MENGHARAPKAN MENDAPATKAN IMBAL HASIL (DISEBUT YIELD) ATAS INVESTASINYA .

PEMBELI OBLIGASI MENANGGUNG 3 MACAM RESIKO.  DI INDONESIA SAMPAI TAHUN 1998 BARU ADA SATU PERUSAHAAN PEMERINGKAT YANG DIREKOMENDASI BAPEPAM YAITU PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA (PEFINDO). MAKA OBLIGASI PERUSAHAAN DIPERINGKAT OLEH LEMBAGA PEMERINGKAT INDEPENDEN.  . YAITU : • RISIKO BUNGA DAN NOMINAL YG TIDAK TERBAYAR (DEFAULT RISK) • RISIKO OBLIGASI SULIT DIJUAL KEMBALI (LIQUIDITY RISK) • RISIKO HARGA PASAR OBLIGASI TURUN KARENA KENAIKAN SUKU BUNGA PASAR (INTEREST RATE RISK)  UNTUK MEMBANTU CALON PEMBELI OBLIGASI MENGUKUR TINGKAT RISIKO KEGAGALAN (DEFAULT RISK).

› PERINGKAT OBLIGASI YANG DIANGGAP SEBAGAI INVESTMENT GRADE ADALAH PERINGKAT DARI AAA HINGGA BBB . › LEMBAGA PEMERINGKAT INDONESIA YANG TELAH MENDAPATKAN IZIN DARI BAPEPAM-LK : PEFINDO.› PERINGKAT (RATING) OBLIGASI DITERBITKAN OLEH LEMBAGA PEMERINGKAT. SEMAKIN TINGGI PERINGKAT SUATU OBLIGASI MAKA SEMAKIN KECIL KEMUNGKINANNYA OBLIGASI TERSEBUT DI MASA MENDATANG GAGAL MEMENUHI KEWAJIBANNYA.

MENJUAL ATAU MENAHAN SUATU OBLIGASI RATING MEMBERIKAN INDIKASI MENGENAI KEMUNGKINAN INVESTOR MEMPEROLEH KEMBALI INVESTASINYA SESUAI DENGAN YANG DIJANJIKAN.DEFINISI RATING  RATING ADALAH SUATU OPINI YANG OBJEKTIF UNTUK MENILAI KEMAMPUAN & KEMAUAN SUATU EMITEN DALAM MEMENUHI KEWAJIBAN FINANSIALNYA SECARA TEPAT WAKTU RATING BUKAN MERUPAKAN REKOMENDASI UNTUK MEMBELI. NAMUN TIDAK MEMBERIKAN PREDIKSI YANG SPESIFIK ATAS PROBABILITAS TERJADINYA DEFAULT   .

PERINGKAT ARTI AAA AA KEMAMPUAN OBLIGOR YANG SUPERIOR RELATIF DIBANDING ENTITAS INDONESIA LAINNYA UNTUK MEMENUHI KEWAJIBAN FINANSIAL JANGKA PANJANG SESUAI DENGAN YANG DIPERJANJIKAN KEMAMPUAN OBLIGOR YANG SANGAT KUAT UNTUK MEMENUHI KEWAJIBN FINASIAL JANGKA PANJANGNYA SESUAI DENGAN YANG DIPERJANJIKAN RELATIF DIBANDINGKAN DENGAN ENTITAS INDONESIA LAINNYA .

McGrawHill Company. 1986. hal 373 . 4th edition.YIELD-TO MATURITY BBB A AA AAA Years Until bond matures Sumber : Dikutip dari Jack Clark Francis. Investment: Analysis and Management.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful