GASTRITIS

A. Definisi
Gastritis adalah suatu keadaan peradangan / perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronik, difus atau local (Price & Wilson, 2006). Gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung (Kumar Cotran & Robbins, 2007). Gastritis adalah inflamasi mukosa lambung yang diakibatkan oleh diet yang tidak benar atau mengkonsumsi makanan yang berbumbu atau mengandung mikroorganisme penyebab penyakit (Brunner & Suddarth, 2001). Kesimpulannya, Gastritis adalah suatu inflamasi yang terjadi pada mukosa lambung yang disebabkan oleh infiltrasi sel-sel radang dan diet yang tidak benar yang mengandung mikroorganisme.

B. Etiologi
Menurut Kumar Cotran & Robbins (2007), Gastritis disebabkan oleh : • • • • • • • • • Pemakaian obat inflamasi non steroid (NSAID) terutama aspirin Konsumsi alcohol berlebihan. Banyak merokok. Pemberian obat kemoterapi anti kanker. Uremia. Infeksi Sistemik. Stress berat Iskemia dan Syok Trauma mekanis (intubasi nasogatrik) dalam dosis besar.

erosi superfisial Ulserasi Superfisial Memperbaiki diri sendiri Hemoragi Nyeri Gangren / Perforasi Jaringan Parut Obstruksi Pirolus Kegawatan Mual. Klasifikasi Gastritis dibedakan menjadi 2 yaitu : 1. Gastritis Kronik Gastritis Kronik adalah peradangan mukosa kronik yang akhirnya menyebabkan atrofi mukosa dan metaplasia epitel. Muntah. 2007) 2. Gastritis Tipe B disebut juga Gastritis Helirobacter Pylory yang mempengaruhi antrum & pylorus . Anoreksia Kurang cairan dan Kurang nutrisi D. (Kumar. Cotran & Robbins. (Kumar. Cotran & Robbinas. Gastritis Akut Gastritis akut adalah proses peradangan mukosa akut. 2007) Gastritis Kronik dapat diklasifikasikan menjadi Tipe A (Gastritis Autoimun) diakibatkan dari perubahan sel parietal yang menimbulkan atrofi dan infiltrasi seluler. Patosfisiologi Faktor Pencetus : Stress Fisik Makan tidak teratur Konsumsi obat mis.C. B12 Anemia Pernisiosa Mengiritasi Mukosa lambung ASIMTOMATIK Edema. Aspirin. biasanya bersifat transient. alkohol Sel parietal kelenjar Lambung berkurang Kerusakan kelenjar Atrofi mukosa Faktor intrinsic Asam berkurang Mal absorbsi Vit. Hal ini dihubungkan dengan penyakit anemia fernisiosa dan terjadi pada fundus atau corpus dari lambung. hiperemisk.

melena dan pengeluaran darah yang dapat mematikan. rasa asam dimulut atau mual dan muntah. Gastritis Kronik berdasarkan tipenya. B12. mengkaji alat vitas sekretori mukosa gaster. . kembung. 3.(ujung lambung dekat duodenum). Komplikasi 1. dilakukan untuk menentukan adanya darah. untuk melihat perdarahan GI bagian atas dengan melihat sisi perdarahan / derajat ulkus jaringan / cedera. merokok atau refluks di usus ke dalam lambung. Gastritis Kronik terutama terhadap vitamin. tetapi dapat menyebabkan nyeri epigastrium dengan keparahan bervariasi disertai mual dan muntah. Analisa Gaster . Pylori. akan menimbulkan anoreksia. 2. penggunaan obat-obatan dan alcohol. bermanifestasi sebagai hematemesis. Pemeriksaan Diagnostik 1. factor diet seperti minum panas atau pedas. Minum Barium dengan foto Rontgen. jika tipe A secara khusus asimtomatik kecuali untuk gejala defisiensi Vit. instrinsik dalam serum atau cairan gasterinya akibat gangguan penyerapan terhadap vit. bergantung pada keparahan kelainan anatomi. Tanda & Gejala Gastritis akut mungkin tidak bergejala. sedangkan pada tipe B. Ini dihubungkan dengan banteri H. 2. EGD (Esofagogastroduodenoskopi). B12 • Gangguan penyerapan zat besi G. Jarang terjadi perforasi Atrofi lambung yang dapat menyebabkan gangguan penyerapan Anemia Pernisiosa yang mempunyai antibody terhadap factor kedaruratan medis. Gastritis Akut • • • • • Perdarahan saluran cerna bagian atas yang merupakan Terjadi ulkus kalau prosesnya hebat. nyeri ulu hati setelah makan. E. dilakukan untuk membedakan diagnosa penyebab / lesi. F.

Fesef . 5. dipertahankan. Amonia : dapat meningkat bila disfungsi hati berat GDA : dapat menyatakan alkalosis respiratori dan asidosis mengganggu metabolisme dan eksresi urine. kronik. akan positif. metabolic. f. d. HB/HT : penurunan kadar darah dalam tubuh setelah perdarahan. H. BUN : meningkat dalam 24-48 jam karena protein darah Kreatinin : tidak meningkat bila perfusi ginjal dipecah dalam saluran pencernaan dan filtrasi ginjal menurun. 6. c. g. Angiografi . e. Natrium : dapat meningkat sebagai kompensasi hormonal terhadap simpanan cairan tubuh. Vaskularisasi GI dapat dilihat bila endoskopi tidak dapat disimpulkan atau tidak dapat dilakukan.4. Amilase Serum : meningkat dengan penetrasi posterior Sel parietal antibody serum : adanya dugaan gastritis ulkus duodenal. Pemeriksaan Laboratorium meliputi : a. h. Penatalaksanaan . menunjukkan respon tubuh terhadap cedera. Jumlah darah lengkap. b. Kalium : dapat menurun pada awal karena pengosongan gaster berat/muntah/diare berdarah. dapat meningkat. Menunjukkan sirkulasi kolateral dan kemungkinan sisi perdarahan.