P. 1
To a Person I Hate the Most 2 (Loser) - Rhonita Dea A

To a Person I Hate the Most 2 (Loser) - Rhonita Dea A

|Views: 6|Likes:

More info:

Published by: Rhonita Dea Andarini on Jun 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2011

pdf

text

original

NAMA PENGARANG

JUDUL BUKU

Penerbit Nama Penerbit
(Anda bisa memberi nama penerbit sesuai dengan keinginan)

JUDUL BUKU Oleh: (Nama Penulis) Copyright © 2010 by (Nama Penulis)

Penerbit (Nama Penerbit) (Website) (Email)

Desain Sampul: (Nama Disainer pembuat sampul)

Diterbitkan melalui: www.nulisbuku.com

2

Ucapan Terimakasih:

3

DAFTAR ISI (Jika menginginkannya, Anda bisa menggunakan halaman ini untuk halaman daftar isi)

4

3 Januari 2011 Hei, Penghuni Mars… Sudah setahun berjalan sejak saya memutuskan untuk menghapus Anda dari kehidupan saya. Ya, menghapus!. Masih segar dalam ingatan saya rasa sakit yang Anda beri yang membuat saya berlaku demikian. Sudah setahun juga saya menghilangkan anda dari kehidupan maya saya. Saya memblok Anda dari daftar teman di akun Facebook. Saya hanya ingin memastikan bahwa anda tidak akan MENGGANGGU saya dengan jalan apapun. Oh iya, saya juga mengambil jalan ini untuk TIDAK MENGGANGGU Anda juga. Ide yang brilian, kan?

5

MENGGANGGU. Kata itu menghentak saya. Anda dengan entengnya (menurut saya) tidak menggubris ajakan saya untuk berbicara. Saya ingat betapa saya menjatuhkan harga diri saya untuk Anda, memberankan diri untuk bertanya setelah saya merasa didiamkan tanpa sebab. Anda hanya bilang, “Maaf, gak mau diganggu” Saya seperti dibuang. Beberapa waktu kemudian, saya tahu Anda sudah mempunyai hubungan dengan orang lain. Kata penjelasan atau kata terakhir dari Anda tidak pernah saya dapatkan sampai sekarang. Tahukah Anda? Selama setahun ini, saya bergelut dengan diri saya sendiri. Saya terjebak dalam kehampaan. Kehampaan perasaan saya terhadap Anda. Saya tidak tahu apakah saya benci pada Anda atau tidak. I just feel nothing. Inilah yang membuat saya tidak tahu apakah saya memaafkan Anda atau tidak. Banyak yang bilang bahwa tindakan memaafkan adalah tindakan yang terpuji. Saya setuju itu, tetapi perjalanan memaafkan tidak mudah. Ego saya masih menguasai, tapi menurut saya itu pantas untuk terjadi. Saya ingin Anda tahu siapa saya. Setahun bukanlah waktu yang sebentar untuk memendam kemarahan. Setahun bukanlah waktu
6

yang sebentar untuk bergulat dengan ego diri dan perasaan mengasihi. Saya berusaha memaafkan Anda dan tampakny maaf itu masih belum sepenuhnya ada di hati saya. Anda akan menikah April 2011. Entahlah, apakah Anda ingat dengan saya? Tenang, saya tidak minta diingat. Hanya saja saya bertanya, apakah Anda sudah berubah untuk dia? Apakah Anda masih Anda yang pengecut, yang meninggalkan saya tanpa kata dan penjelasan? Apakah Anda masih Anda yang pengecut, yang tidak berani lagi menghadapi dan melihat mata saya lagi? Jujur, saya hanya ingin hidup tenang tanpa bayangbayang pertanyaan. Saya hanya ingin alasan mengapa saya Anda tinggalkan. Mungkin jika saya tahu itu, proses memaafkan akan menjadi lebih mudah. Kehampaan yang telah merenggut hidup saya akan hilang. Ingin saya berbaikan dengan Anda meskipun saya tidak tahu apakah itu akan terjadi. Mengapa? Kebencian masih meraja. Perasaan terlanjur hampa. Jarak terlanjur membentang. Kehangatan sudah menghilang. Maaf, sampai detik ini, saya masih menganggap Anda pengecut.

7

-Penghuni Venus-

8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->