Mita Nurhayati 2 An 2 SMK Negeri 7 Bandung

Makalah Mikrobiologi

Makalah Mikrobiologi

1

Kata Pengantar
Puji dan syukur marilah kita panjatkan atas kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena atas limpahan rahmat-Nya lah kami dapat menyelesaikan tugas Makalah “Tugas Akhir Mikrobiologi”. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kapada junjungan kita Nabiullah Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam, karena dengan mengikuti akhlakul karimah beliau lah saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan maksimal. Ilmu mikrobiologi dewasa ini sangat dibutuhkan demi kelancaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih dan berkembang. Adanya ilmu mikrobiologi merupakan titik awal lahirnya ilmu pengetahuan yang lain. Tidak ada mikrobiologi, maka kehidupan tidak akan terjadi. Ilmu mikrobiologi mencangkup semua hal mengenai bakteri, medianya, cara mensterilkan tempat dari berbagai bakteri, dan penganalisaan berbagai bahan, seperti makana, suhu, air, dll dari bakteri yang bersifat aman dan membahayakan. Maka atas dasar diatas, siswa-siswi perlu mempelajari dan memahami ilmu mikrobiologi dengan baik dan benar untuk di aplikasikan. Dalam penulisan laporan ini penulis manyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan baik dari segi materi, susunan bahasa, maupun cara penyajiaannya. Hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki penulis. Untuk semua itu, dengan kerendahan hati dan keterbatasan, penulis sangat mengharapkan kritik, dan penyempurnaan yang sifatnya membangun serta saran yang dapat memberikan manfaat dan dorongan bagi peningkatan kemampuan penulis di masa yang akan datang. Meskipun demikian laporan ini dapat terwujud tiada lain karena perhatian, ketulusan hati, bantuan dan jasa, serta bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak kepada penulis. Untuk itu, perkenankanlah pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam kelancaran pembuatan makalah ini.

Makalah Mikrobiologi

2

Akhir kata, besar harapan penulis agar semua yang penulis lakukan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Bandung, Juni 2011

Penyusun

Abstrak
Ilmu mikrobiologi dewasa ini sangat dibutuhkan demi kelancaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih dan berkembang. Adanya ilmu mikrobiologi merupakan titik awal lahirnya ilmu pengetahuan yang lain. Tidak ada mikrobiologi, maka kehidupan tidak akan terjadi. Ilmu mikrobiologi mencangkup semua hal mengenai bakteri, medianya, cara mensterilkan tempat dari berbagai bakteri, dan penganalisaan berbagai bahan, seperti makana, suhu, air, dll dari bakteri yang bersifat aman dan membahayakan. Maka atas dasar diatas, siswa-siswi perlu mempelajari dan memahami ilmu mikrobiologi dengan baik dan benar untuk di aplikasikan. Dalam penyusunan makalah ini, saya ingin sedikit membuka wawasan para pembaca mengenai mikrobiologi. Untuk menghindari kebimbangan pembaca, saya lebih membuat spesifik bahasan mikrobiologi yang akan dibahas pada makalah ini. Bahasannya mencangkup : Pengertian mikrobiologi, sterilisasi dan disinfeksi , mikroskop, persiapan smear, pewarnaan sederhana dan penempelan zat basah, pewarnaan diferensial, pewarnaan diferensial tambahan demonstarasi pembelahan sel , media selektif dan diferensial, teknik isolasi, perhitungan populasi mikroba dengan metoda perhitungan mikroskop, karakteristik fisiologis bakteri pada metabolisme karbohidrat, karakteristik fisiologi bakteri pada reaksi metabolism nitrogen, pemeriksaan susu secara mikrobiologi, pengujian agen anti mikroba secara metode difusi disk, analisa mikroba pada bahan makanan, pemeriksaan air secara mikrobi, karakteristik fisiologi bakteri pada reaksi serbaneka. Semua bahasan yang akan di bahas sesuai bab di atas akan di tulis secara rapih dan memudahkan pembaca untuk membacanya. Mencangkup Makalah Mikrobiologi 3

In preparing this essay. smear preparation.pengertian/definisi. I want a little to open the reader insights into microbiology. selective and differential media. Include: Definition of microbiology. Without microbiology. the method of calculation of microbial population counts by microscopy. milk inspection microbiology. For the avoidance of doubt the reader. prisip dasar pembelajaran. Because of it. temperature. life would not have happened. differential staining additional demonstration of cell division. water. Makalah Mikrobiologi 4 . water microbial inspection. how to sterilize a variety of bacteria. differential dye and wet paste. Science of microbiology covering all things about bacteria. the characteristics of bacterial physiology on the reaction of nitrogen metabolism. sterilization and disinfection. students need to learn and understand the science of microbiology with a good and right to apply. The existence of the science of microbiology is the starting point for the birth of other sciences. microscopy. such as food. I prefer to make a specific microbiological topics to be discussed in this paper. agent disk diffusion method of testing anti-microbial. microbial analysis in food. isolation techniques. the media. and analyzing various materials. physiological characteristics of bacteria in the metabolism of carbohydrates. simple staining. Abstract Microbiology science is very necessary for the smooth running of science and technology is increasingly sophisticated and growing. etc from pathogenic and apathogenic bacteria. prosedur praktikum dan teoriteori yang mendukung analisa MIKROBIOLOGI.

fisiologi dan keberadaannya. Mikroba dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan karakteristik. Keberagaman mikroba inilah yang mendorong penulis untuk membuat sebuah laporan akhir yang berjudul “Makalah Mikrobiologi ”. 1. Mikrobiologi adalah sebuah cabang darii lmu biologi yang mempelajari mikroorganisme. dalam proses penguraian zat-zat organic mikroba sangat berperan aktif. kita memerlukan arti-arti penting dari sebuah kata yang berasal dari judul yang penulis ambil. akan tetapi mikroba ada yang merupakan mikroba baik untuk tubuh atau buruk untuk tubuh kita. Objek kajiannya biasanya adalah semua makhluk (hidup) yang perlu dilihat dengan mikroskop. fungi. basic principles of learning. Makalah Mikrobiologi 5 . lab procedures and theories that support the analysis MICROBIOLOGY. include definitions. khususnya bakteri. Di bawah akan dijelaskan mengenai istilah-istilah yang muncul pada judul.2Identifikasi Masalah Dalam karya ilmiah ini.1Latar Belakang Masalah Mikrobiologi merupakan sesuatu yang secara tidak kita sadari pasti ada disekeliling kita.the characteristics of bacterial physiology on the reaction Miscellaneous All topics will be discussed in Chapter accordance with the above will be written neatly and allows readers to read it. BAB I PENDAHULUAN 1. Disekitar kita terdapat bermilyar-milyar mikroba yang siap untuk kita teliti. diantaranya : 1. Setiap jengkal dari kehidupan kita tidak akan pernah lepas dari keberadaaan mikroba. Mikroba sangat penting dalam proses kehidupan kita.

sehingga sukar dilihat dengan mata biasa. yang berisis nutrisi-nutrisi khusus mikroba. Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat mikroba.1Pembatasan Masalah Mikroba didunia sangat kompleks dan sangat banyak. protozoa. 6. kenyataan di lingkungan. Sterilisasi adalah proses pembunuhan semua jasad renik yang ada sehingga jika ditumbuhkan didalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang dapat berkembang biak. 1 mikron adalah 0. 7. termasuk klas Schizomycetes. Mikrobiologi mencakup segala makhluk yang berukuran mikro dan nano. dan Archaea. Prinsip adalah dasar dari segala sesuatu. 8. Ukuran mikroba biasanya dinyatakan dalam mikron ( ). Bakteri tidak berklorofil kecuali beberapa yang bersifat fotosintetik. Bakteri merupakan mikrobia prokariotik uniselular. Isolasi adalah pemisahan bakteri menjadi jenis yang mempunyai ciri sendiri. 4. Berupa alat optic yang terdiri dari lensa objektif dan okuler yang disusun sehingga menghasilkan focus. tetapi juga pengaturan kehidupannya yang lebih sederhana dibandingkan dengan jasad tingkat tinggi.1 mm. 9. 11. Media adalah tempat yang tepat untuk proses pertumbuhan mikroba. Jasad renik disebut sebagai mikroba bukan hanya karena ukurannya yang kecil. 3. Aplikasi adalah praktik yang terjadi. Mikroba adalah Jasad hidup yang ukurannya kecil sering disebut sebagai mikroba atau mikroorganisme atau jasad renik. 10.001 mm. Smear adalah kaca preparasi yang telah diisikan bakteri dan dibuat sedemikian rupa agar sel bakteri tersebut menempel pada kaca preparasi tersebut. walaupun demikian ada mikroba yang berukuran besar sehingga dapat dilihat tanpa alat pembesar. Virus sering juga dimasukkan walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai makhluk hidup 2. 1.Inokulasi adalah proses pemindahan suatu koloni bakteri kedalam suatu media. 5. berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan sel.alga mikroskopik . Sel mikroba umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop. Namun penulis menyadari memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan moril Makalah Mikrobiologi 6 . Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang ukurannya kurang dari 0.

Bagaimanakah teknik isolasi? 9. Bagaimana pengujian agen anti mikroba secara metode difusi disk? 14. Apa dan bagaimana pewarnaan diferensial tambahan demonstarasi pembelahan sel ? 7.3Tujuan dan Manfaat Penelitian Adapun tujuan dan manfaat dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut: • Tujuan Penelitian Makalah Mikrobiologi 7 . Bagaimana cara perhitungan populasi mikroba dengan metoda perhitungan mikroskop? 10. Apa yang dimaksud pewarnaan diferensial dan bagaimana prosedur praktikumnya ? 6. Bagaimana karakteristik fisiologis bakteri pada metabolisme karbohidrat? 11. Bagaimana karakteristik fisiologi bakteri pada reaksi metabolism nitrogen? 12. Apa yang dimaksud media selektif dan diferensial serta bagaimana prosedur pembuatannya ? 8. penulis membatasi masalah dalam penulisan laporan ini. Bagaimana karakteristik fisiologi bakteri pada reaksi serbaneka? 13. 1.maupun materil apabila penulis semua yang mencakup semua spesies mikroba. Apa itu mikrobiologi. Apa dan bagaimana cara sterilisasi dan disinfeksi ? 3. Maka dari itu. Bagaimama pemeriksaan air secara mikrobiologi? 16. bakteri dan bagaimana sejarah dan perkembangan mikrobiologi ? 2. Apakah yang dimaksud mikroskop dan bagaimana penggunaan mikroskop ? 4. dapat diambil beberapa poin mengenai rumusan masalah. Yang akan di teliti dan dibahas oleh penulis dalam laporan ini menjadi “PRINSIP DASAR DAN APLIKASI MIKROBIOLOGI PADA BAKTERI”. Bagaimana cara dan apa yang dimaksud persiapan smear. Bagaimana analisa mikroba pada bahan makanan? 15.2Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuatarakan di atas. Bagaimana pemeriksaan susu secara mikrobiologi? 1. diantaranya yaitu : 1. pewarnaan sederhana dan penempelan zat basah? 5.

3. 9. 8.Untuk mengetahui dan memahami pengujian agen anti mikroba secara metode difusi disk. Untuk mengetahui dan memahami media selektif dan diferensial serta prosedur pembuatannya. Untuk mengetahui dan memahami cara perhitungan populasi mikroba dengan metoda perhitungan mikroskop 10. Untuk mengetahui dan memahami pemeriksaan air secara mikrobiologi 16.Untuk mengetahui dan memahami karakteristik fisiologis bakteri pada metabolisme karbohidrat. 7. 5. Untuk mengetahui dan memahami teknik isolasi. Untuk mengetahui cara sterilisasi dan disinfeksi. 14. bakteri dan sejarah dan perkembangan mikrobiologi. penulis dapat mengambil beberapa poin dari tujuan penulisan laporan ini. Untuk mengetahui dan memahami pewarnaan diferensial tambahan demonstarasi pembelahan sel. Untuk mengetahui dan memahami yang dimaksud pewarnaan diferensial dan prosedur praktikumnya.1Metode Penelitian Metode penelitian yang akan penulis gunakan dalam pembuatan laporan ini adalah : Makalah Mikrobiologi 8 .Untuk mengetahui dan memahami analisa mikroba pada bahan makanan? 15. 4. Untuk mengetahui dan memahami karakteristik fisiologi bakteri pada reaksi metabolism nitrogen. Untuk mengetahui dan memahami pemeriksaan susus secara mikrobiologi 1. Untuk mengetahui dan memahami cara dan yang dimaksud persiapan smear. Untuk mengetahui dan memahami karakteristik fisiologi bakteri pada reaksi serbaneka. 13. 11.Dari rumusan yang telah di runtut di atas. Untuk mengetahui dan memahami mikroskop dan penggunaan mikroskop. 2. 6. 12. di antaranya yaitu : 1. Untuk mengetahui arti dari mikrobiologi. pewarnaan sederhana dan penempelan zat basah.

Metode ini digunakan dengan cara mencari referensi dan beberapa artikel mikrobiologi dan analisa bakteri. Metode observasi Observasi atau pengamatan merupakan salah satu teknik pengumpulan data dan faka dengan mempelajarai objek yang akan di analisis.1. Metode Kajian Pustaka Metode Pustaka yang digunakan dengan membaca referensi mengenai rasa mikrobiologi dan analisa bakteri baik dari buku atau dari internet. 2. Metode observasi yang penulis gunakan adalah mengamati dan menganalis dan mempraktikan dari teori-teori mengenai mikrobiologi dan analisa bakteri. Makalah Mikrobiologi 9 .

yaitu spora bakteri.1.1Sterilisasi dengan Perlakuan Fisik Untuk membunuh jasad renik. Jenis-jenisnya akan dibahas di bawah ini.BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Bahan antiseptic bersifat membunuh bakteri atau fungi.1 Pemanasan Basah Beberapa cara pemanasan dapat membunuh jasad renik terutama karena panas basah dapat menyebabkan detanurasi protein. Dengan teknik ini banyak spora yang tidak mati karena banyak spora bakteri Makalah Mikrobiologi 10 . Makanan yang telah mengalami proses sterilisasi komersialpun masih ada kemungkinan mengandung jasad renik yang tahan proses sterilisasi. 1) Perebusan Perebusan adalah pemanasan di dalam air mendidih atau uap air pada suhu 1000C selama beberapa menit. Dalam pengolahan pangan dikenal istilah sterilisasi komersial. dapat digunakan dengan perlakuan fisik. yaitu suatu proses untuk membunuh suatu jasad renik yang dapat menyebabkan kebusukan makanan pada kondisi suhu penyimpanan yang ditetapkan.1Sterilisasi dan Desinfeksi Sterilisasi adalah suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada pada suatu tempat sehingga jika ditumbuhkan suatu spesimen di dalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang dapat berkembangbiak selain dari spesimen yang dimaksudkan untuk ditumbuhkan. maksudnya adalah sterilisasi yang dilakukan langsung pada alat yang dimaksud.1. tetapi tidak mampu berkembang biak pada suhu penyimpanan normal yang ditetapkan untuk makanan tersebut. 2. 2.1. Antiseptik adalah suatu proses untuk menonaktifkan ataupun membunuh jasad renik dengan cara kimia. Desinfeksi adalah suatu proses untuk membunuh jasad renik yang bersifat patogenik (beracun) dengan cara kimia ataupun fisik. Semua desinfektan pada dasarnya efektif terhadap setiap sel vegetatif tetapi tidak selalu aktif pada sporanya. Sterilisasi harus dapat membunuh jasad renik yang paling tahan panas sekalipu. termasuk enzim-enzim dalam sel.

sedangkan untuk autoklaf yang diletakkan di ketinggian sama. Kekuatan membunuh uap air panas disebabkan pada waktu kondensasi. Makalah Mikrobiologi 11 . yaitu untuk membunuh spora bakteri yang paling tahan panas.8 0F adalah karena air mendidih pada suhu tersebut jika digunakan tekanan 15 psi. Ingat kejadian ini hanya berlaku untuk sea level. Misalnya autoklaf diletakkan pada ketinggian 2700 kaki dpl. menggunakan tekanan 15 psi maka air akan memdididh pada suhu 1210C.yang tahan panas sehingga masih hidup setelah proses perebusan setelah beberapa jam. Pengerutan yang disebabkan oleh kondensasi menyebabkan penyerapan uap air baru yang yang berarti lebih banyak panas yang diserap. Alasan digunakan suhu 1210C atau 249.4 Kpa) selama 15 menit. jika dilaboratorium terletak pada ketinggian tertentu. 2) Pemanasan dengan Tekanan Pemanasan atau pengukusan dengan tekanan dapat dilakukan menggunakan otoklaf. Suhu ini dapat dicapai pada permukaan laut dengan menggunakan uap pada tekanan 15psi dalam tekanan atmosfir berlebih. Untuk tekanan 0 psi pada ketinggian di permukaan laut (sea level) air mendidih pada suhu 1000C. maka pengaturan tekanan perlu disetting ulang. Autoklaf adalah alat untuk memsterilkan berbagai macam alat & bahan yang menggunakan tekanan 15 psi (2 atm) dan suhu 1210C. maka tekanan dinaikkan menjadi 20 psi supaya tercapai suhu 1210C untuk mendidihkan air. Semua bentuk kehidupan akan mati jika dididihkan pada suhu 1210C dan tekanan 15 psi selama 15 menit. Suhu dan tekanan tinggi yang diberikan kepada alat dan media yang disterilisasi memberikan kekuatan yang lebih besar untuk membunuh sel dibanding dengan udara panas. Biasanya untuk 0 mesterilkan media digunakan suhu 121 C dan tekanan 15 lb/in2 (SI = 103. Spora yang paling panas akan mati pada suhu 1210C selama 15 menit. pada bahan yang disterilisasi dilepaskan sejumlah besar panas latent.

sumber panas dimatikan dan tekanan dibiarkan turun perlahan hingga mencapai 0 psi.. katup uap/udara ditutup sehingga tekanan udara dalam autoklaf naik. Untuk mendeteksi bahwa autoklaf bekerja dengan sempurna dapat digunakan mikroba pengguji yang bersifat termofilik dan memiliki endospora yaitu Bacillus stearothermophillus. pencoklatan (media menjadi coklat) dan hancurnya substrat dapat dilakukan pencegahan sbb : • • • • Makalah Mikrobiologi Glukosa disterilkan terpisah (peptone) atau senyawa fosfat dengan asam amino Senyawa fosfat disterilkan terpisah dengan asam amino (peptone) atau senyawa garam mineral lain. air dalam autoklaf lama kelamaan akan mendidih dan uap air yang terbentuk mendesak udara yang mengisi autoklaf. Kertas spore strip ini dimasukkan dalam autoklaf dan disterilkan. Beberapa media atau bahan yang tidak disterilkan dengan autoklaf adalah : • • • Bahan tidak tahan panas seperti serum.5 jangan disterilkan dengan autoklaf 12 . seperti fenol Buffer engan kandungan detergen. Setelah semua udara dalam autoklaf diganti dengan uap air. lazimnya mikroba ini tersedia secara komersial dalam bentuk spore strip. maka proses sterilisasi dimulai dan timer mulai menghitung waktu mundur. vitamin. seperti SDS Untuk mencegah terjadinya presipitasi. Senyawa garam mineral disterilkan terpisah dengan agar Media yang memiliki pH > 7. Autoklaf tidak boleh dibuka sebelum tekanan mencapai 0 psi.Pada saat sumber panas dinyalakan. antibiotik. Setelah proses sterilisai lalu ditumbuhkan pada media. dan enzim Pelarut organik. Setelah proses sterilisasi selesai. Jika media tetap bening maka menunjukkan autoklaf telah bekerja dengan baik. Pada saat tercapai tekanan dan suhu yang sesuai.

Proses ini disebut dengan UHT (Ultra High Temperatur) 1) Tindalisasi Tindalisasi dilakukan dengan pemanasan medium atau larutan menggunakan uap selama 1 jam setiap hati untiuk 3 hari berturut-turut. Untuk sterilisasi bahan cair seperti susu. bahan tersebut di sterilkan lagi dengan cara yang sama. sedang waktu ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan spora atau sel vegetatif yang belum mati untuk tumbuh sehingga mudah dibunuh. yaitu 1350-1500C selama 2-6 detik.0 Erlenmeyer hanya boleh diisi media maksimum ¾ dari total volumenya. misalnya bakteri penyebab Makalah Mikrobiologi 13 . Waktu inkubasi di antara dua proses pemanasan sengaja diadakan supaya spora dapat bergerminasi menjadi sel vegetatif sehingga mudah dibunuh pada proses berikutnya. dapat dilakukan pada suhu yang relative tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Nyalakan sumber panas dan tunggu hingga termometer menunjukkan suhu 1000C kemudian hitung waktu mundur hingga 30 menit (uap panas yang terbentuk akan mematikan mikroba).• Jangan mensterilisasi larutan agar dengan pH < 6. Erlenmeyer/botol lalu dimasukkan kedalam alat sterilisasi (alat standar menggunakan Arnold Steam Sterilizen atau dandang). Jika mensterilkan media 1L yang ditampung pada erlenmeyer 2L maka sterilisasi diatur dengan waktu 30 menit. Setelah 24 jam. sisa ruang dibirkan kosong. Setelah selesai alat sterilisasi dimatikan dan bahan yang steril dikeluarkan. • • • 1) Pasteurisasi Pateurisasi adalah proses pemanaan pada suhu dan waktu tertentu di mana semua pathogen yang berbahaya bagi manusia akan dibunuh. Cara kerja : • • Bahan dimasukkan kedalam erlenmeyer atau botol dan ditutup rapat dengan sumbat atau aluminium foil.

Setelah proses pasteurisasi.1 Radiasi Sinar matahari yang dipancarkan langsung terhadap sel vegetatif jasad renik.1.5-2 jam dengan sistem udara statis. menjadi 1800C 2. pemanasan kering menyebabkan terjadinya dehidrasi sel. Pasteurisasi dapat dilakukan pada suhu yang relative rendah dalam waktu yang relative lama yaitu 650C selama 30 menit.1. tetapi biasanya spora dari sel tersebut masih bisa Makalah Mikrobiologi 14 . Pemanasan kering dapat juga menyebabkan oksidasi komponen-komponen dalam sel. di mana digunakan oven dengan suhu 1600-1800C selama 1. Proses ini juga dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh Streptokoki grup A (Streptococcus pyogenes). Jika digunakan oven yang dilengkapi dengan sirkulasi udara panas. 2.1. Contoh pemanasan kering adalah proses penyetrikaan dan proses pengovenan.tuberculosis dan bruselosis.1. Pemanasan kering sering dilakukan dalam proses sterilisasi alat-alat gelas laboratorium. Proses pasteurisasi biasanya dilakukan terhadap susu. Alat gelas yang disterilisasi dengan udara panas tidak akan timbul kondensasi sehingga tidak ada tetes air (embun) didalam alat gelas. hanya diperlukan waktu setengahnya agar aliran udara panas ke alat-alat gelas akan lebih efisien. Berbeda demngan pemanasan basah yang menyebabkan denaturasi protein. Beberapa bakteri vegetatif yang tahan panas (thermofil) dan spora bisa masih tahan setelah proses pasteurisasi. produk atau sesuatu yang disterilkan harus didinginkan dengan cepat untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang masih hidup. atau pada suhu tinggi dalam (750C) selama 15 detik.1 Pemanasan Kering Pemanasan kering kurang efektif untuk membunuh jasad renik dibandingkan dengan pemanasan basah. • • Bungkus alat-alat aluminium foil gelas dengan kertas payung dan atau alat Atur pengatur suhu oven disterilkan selama 2-3 jam.dapat menyebabkan kematian pada sel tersebut.

2 Penyaringan Sterilisasi dengan penyaringan dilakukan untuk mensterilisasi cairan yagn mudah rusak jika terkena panas atu mudah menguap (volatile). Virus tidak akan tersaring dengan metode ini. hormone dan enzim mungkin dapat mempengaruhi potensi dan aktifitasnya. dan mempunyai aktifitas mutagenic pada sel-sel yang masih hidup. yaitu unit penyerapan (absorpsi) dan unit radio aktif. Radiasi ultraviolet menyebabkan kesalahan pada replikasi DNA.7x1010 * Ley (1983) dikutip dari “Panduan Laboratorium Mokrobiologi Prinsip Dasar dan Aplikasi Stephen A.bertahan. Norrel & Karen E.1. Aktifitas bakterisidal dari sinar matahari tersebut disebabkan oleh bagian ultraviolet dari spectrum sinar. Hj. digunakan secara komersial untuk mensterilkan alat-alat kedokteran dan laboratorium.01 an 1 3. Jika digunakan untuk mensterilkan makanan. Disajikan dalam tabel di bawah ini: Unit Penyerapan Unit Radioaktif Lama Baru Lama Baru Nama Curie Bacquer Red Gray Simbol Ci el Rad Gy 10 Unit 3. Sinar ultraviolet yang dipancarkan dari lampu uap merkuri sering digunakan untuk menyinari ruangan sehingga mengurangi kontaminasi jasad renik di udara. yang diterjemahkan oleh Dra. Messley. Ani Syafaatin” 2.7x10 di Bq 100erg/g 1j/g Hubung s/s 1dis/s 1 0. Radiasi ioniasi adalah radiasi yang mengandung energy jauh lebih tinggi daripada sinar ultraviolet. Cairan yang disterilisasi dilewatkan ke suatu saringan (ditekan dengan gaya sentrifugasi atau pompa vakum) yang berpori dengan diameter yang cukup kecil untuk menyaring bakteri.1. Oleh karena itu mempunyai daya desinfektan yang jauh lebih kuat. radiasi ionisasi mungkin dapat mempengaruhi ciarasa makanan. Sedangkan jika digunakan untuk mensterilkan obat-obatan. Satian Internasional (SI) yang digunakan dalam radiasi dibedakan atas dua macam. misalnya dalam ruangan inokulasi si laboratorium ataupun di ruangan pengolahan. Makalah Mikrobiologi 15 . Salah satu contoh radiasi ionisasi misalnya inar gamma yang dipancarkan dari sinar kobalt-60.

Makalah Mikrobiologi 16 . Spin filters Cara kerja menggunakan Non-disposable filtration apparatus 1) Sterilkan saringan (dapat menggunakan saringan Bekerfeld. lalu isi corong dengan larutan yang akan disterilkan. Chamberland Zeitz). 2) Pasang atau rakit alat-alat tersebut secara aseptis (sesuai gambar). 3) Hubungkan katup erlenmeyer dengan pompa vakum kemudian hidupkan pompa. membran penyaring (kertas saring) dan erlenmeyer penampung.Sterilisasi dengan penyaringan dapat dilakukan dengan berbagai cara : · Non-disposable filtration apparatus • • • • • • • • • • Disedot dengan pompa vakum Volume 20-1000 ml Disedot dengan pompa vakum Volume 15-1000 ml Disedot dengan pompa vakum Volume 15-1000 ml Ditekan seperti jarum suntik Volume 1-20 ml Ditekan dengan gaya setrifugasi Volume kurang dari 1 ml · Disposable filter cup unit · Disposable filtration unit dengan botol penyimpan · Syringe filters .

4) Setelah semua larutan melewati membran filter dan tertampung dierlenmeyer. Virus lebih tahan dibandingkan bakteri vegetatif. dan etilen oksida yang efektif terhadap spora. Komponen kimia yang dapat membunuh jasad renik mempunyai sifat bakterisidal (membunuh bakteri) atau fungisidal (membunuh fungi) 2. Dalam memilih bahan kimia sebagai desinfektan atau antiseptic perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Komponen kimia yang bersifat membunuh lebih baik daripada yang hanya bersifat menghambat. 3. Bahan kimia menimbulkan pengaruh yang lebih selektif terhadap jasad renik dibandingkan dengan perlakuan fisik seperti panas dan radiasi.1. Komponen tersebut mempunyai sifat bakteriostatik (menghambat pertumbuhan bakteri) atau fungistatik (menghambat pertumbuhan fungi).1Sterilisasi dengan Bahan Kimia Selain dengan menggunakan perlakuan secara fisik. maka larutan dapat dipindahkan kedalam gelas penampung lain yang sudah steril dan tutup dengan kapas atau aluminium foil yang steril. Misalnya senyawa tertentu yang terdapat pada rempah-rempah. oksidan. maksudnya adalah proses sterilisasi dengan menggunakan bahan kimia sebagai alat sterilisasinya. 2. tetapi hanya menghambat pertumbuhannya. Sifat Mikrosidal (membunuh jasad renik) Spora pada umumnya lebih tahan joika dibandingkan dengan bentuk vegetatif dan hanya beberapa desinfektan seperti halogen. Sifat Mikrostatik (menghambat pertumbuhan jasad renik) Beberapa komponen kimia pada konsentrasi rendah tidak dapat membunuh jasad renik. merkuri klorida. sedangkan komponen Makalah Mikrobiologi 17 . dan formalin. dan dapat dibunuh dengan mengunakan halogen. Untuk membunuh Mycobacteria sebaiknya digunakan alcohol dan fenol. Mycobacteria merupakan bentuk vegetatif bakteri yang paling tahan dibandingkan dengan kebanyakan sel vegetatif lainnya. Kecepatan Penghambatan Komponen kimia mempunyai kecepatan membunuh atau menghambat yang berbeda terhadap jasad renik. sterilisasipun dapat dilakukan dengan perlakuan secara kimiawi. Beberapa komponen kimia bekerja dengan cepat. formalin.

Grup Alkohol Larut Contoh : Etanol. Isopropil alkohol Cara kerja : Koagulasi protein dan melarutkan membran Konsentrasi : 70-90% Keuntungan : Bakterisidal cepat. Beberapa komponen organic dapat menghambat kerja desinfektan. Grup Gas Sterilisasi Contoh : Etilen Oksida Cara kerja : Substitusi grup alkil di dalam sel dengan atom Hydrogen yang labil Waktu reaksi : 1-18 jam Keuntungan : tidak berbahaya untuk kebanyakan bahan yang tidak panas Kelamahan : Membutuhkan peralatan khusus 3. mudah larut dalam air.1. 4. tuberkulosidal Kelemahan : Tidak membunuh spora. garam merkuri dan detergen kationik.1Macam-Macam Desinfektan Desinfektan dapat dikelompokan atas 8 golongan. sedangkan sabun dan detergen anionic dapat membantu penyerapan. yaitu: 1. sifat racunnya. bahkan ada yang setelah beberapa jam. Sel yang sedang tumbuh atau berkembangbiak lebih sensitive dan mudah dibunuh dibandingkan dengan sel dalam keadaan istirahat atau statis. Sifat Penunjang Dalam pemilihan desinfektanpun perlu diperhatikan mengenai harga. misalnya halogen. stabil dalam larutan. aktifitasnya dalam jangka lama. mengeringkan kulit 2. Grup Gas Desinfektan Contoh : Formaldehida Cara kerja : Seperti etilen oksida Konsentrasi : larutan jenuh dalam bentuk gas Makalah Mikrobiologi 18 . menyebabkan korosi metal kecuali jika ditambahkan komponen pereduksi (2% Na-nitrit). sifat iritasi pada kulit. dan warna yang ditinggalkannya.kimia lainnya hanya efektif beberapa menit. 2.

Kelemahan : kreosol harus digunakan dalam air lunak 6. meninggalkan residu anti bakteri Yodium tinkur – bersifat tuberkolosidal Kelemahan : Klorin – memutihkan bahan. menyebabkan kebocoran membrane sel Konsentrasi : Kreosol 2%. tidak korosif. korosif terhadap logam. Iodium Cara kerja : Oksidasi grup sulfhidril bebas Konsentrasi : Hipoklorit konsentrasi tertinggi HClO (warexin) – larutan 1. Lisol Cara kerja : Koagulasi protein. sabun atau air sadah.konsentrasi tinggi Keuntungan : Klorin – tuberkolosidal Yodium – Pencuci dan desinfektan. Grup Detergen Kationik (Ammonium Quaternar) Cara kerja : Pengerutan membrane dan merusak permeabilitasnya Konsentrasi : Larutan 1/1000-1/5000 Makalah Mikrobiologi 19 Keuntungan . aktifitasnya hilang di dalam air sadah.5% Yodium tinkur . Grup Fenol Contoh : Kreoso. larutan harus segar. Losol 1% Keuntungan : Aktifitasnya tidak hilang oleh bahan organic. menyebabkan pengeringan. Fenolsemi sintetis. tidak meninggalkan warna. digunakan untuk bahan yang tidak panas Kelemahan : membutuhkan peralatan khusus 4.: Membunuh spora. meninggalkan efek residu jika mongering. 5. korosi logam tidak stabil di dalam air sadah. Yodium – menimbulkan warna dan iritasi kulit Iodofor tidak stabil. Grup Halogen Contoh : Klorin.

phisohex 3% Keuntungan : Aktifitas bakteri lama. beracun jika digunakan terus-menerus dan akan diserap oleh tubuh. cara kerja lambat. 8. baik digunakan sebagai pencuci. harus dalam air destilat. aktifitas bakterisidalnya lemah sehingga harus dikombinasikan dengan grup fenol 7. tetapi efektif untuk mencuci/menghilangkan jasad renik Makalah Mikrobiologi 20 . Desinfektan Lainnya Garam : Komponen merkuru organic seperti Merkurokom bersifat kurang beracun. aktifitasnya hilang oleh protein sabun dan serat selulosa. Kelemahan : Tidak bersifat sporisidal maupun tuberkolusidal. terkadang untuk desinfeksi Hydrogen peroksida : Dalam konsentrasi 3% digunakan untuk mencuci dan mendisinfeksi luka Sabun : Aktifitas bakterisidalnya lemah.Keuntungan Kelemahan dilarutkan : Tidak berbau : Tidak bersifat tuberkolosidal. Grup Detergen Anionik Contoh : Heksaklorfen Konsentrasi : Heksaklorfen – septisol 2%. Tetapi aktifitas bakterisidalnya lemah Alkali : Larutan NaOH sering digunakan dalam kedokteran.

papan letak objek/sampel/preparat yang dilihat. penjepit sampel Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama "Compound light microscope" adalah sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional. 8. Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis lensa. yaitu lensa obyektif. Pada mikroskop konvensional. pengatur fokus secara halus.Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop sedangkan penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). 3. Mikroskop Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. 6. 5. lensa okuler. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi. lensa okuler. 9. sumber cahaya.2. sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. lensa objektif yang lain. tidak mudah terlihat oleh mata. pengatur fokus. Mikroskop cahaya Bagian-bagian dari mikroskop cahaya: 1. Makalah Mikrobiologi 21 . kondensor cahaya. lensa objektif. dan kata mikroskopik berarti sangat kecil. 2.2. 7. 4. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. dan kondensor. Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih.

yaitu pembuatan sayatan. adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal. kemudian dilanjutkan dengan pemotongan menggunakan mikrotom. yaitu : • Preparat Non-permanen. dilanjutkan dengan pewarnaan. yang bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan 22 • • Makalah Mikrobiologi . • Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal. sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain. Preparat permanen. yang dapat diperoleh dengan menambahkan air pada sel hidup di atas kaca objek. yang bertujuan untuk memotong sayatan hingga setipis mungkin agar mudah diamati di bawah mikroskop. Cara kerja: Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai "apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen. Persiapan preparat di dalam mikroskop cahaya terbagi menjadi dua jenis. dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali. Setelah dilakukan penyayatan. mematikan sel. Lensa kondensor. kemudian diamati di bawah mikroskop. preparat dilapisi dengan monomer resin melalui proses pemanasan karena pada umumnya jaringan memiliki tekstur yang lunak dan mudah pecah setelah mengalami fiksasi. membuat sel tidak bergerak. sayatan yang terbentuk lebih rapi.Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat. Oleh karena itu. • Lensa okuler. yang dapat diperoleh dengan melakukan fiksasi yang bertujuan untuk membuat sel dapat menyerap warna. Umumnya mata pisau mikrotom terbuat dari berlian karena berlian tersusun dari atom karbon yang padat. dan mengawetkannya. Tahap selanjutnya.

sekitarnya. Setiap pewarna mengikat molekul yang memiliki kespesifikan tertentu, contohnya : Hematoksilin, yang mampu mengikat asam amino basa (lisin dan arginin) pada berbagai protein, dan eosin, yang mampu mengikat molekul asam (DNA dan rantai samping pada aspartat dan glutamat). Data Pengamatan : Lensa Objektif Low Power dengan pembesaran 4x, objek yang dilihat telihat 4x lebih besar dari pada aslinya. Lensa Objektif High Dry dengan pembesarn 100x – 400x , objek yang dilihat telihat 100x lebih besar dari pada aslinya. Jika darah manusia yang dilihat akan terliht serat – seratnya. Lensa Objektif Oil Immersion, penggunaannya lebih besar 1000x dari aslinya jika yang diamatinya bakteri akan terlihat bentuknya. Tujun dri immsion oil adalah mencegah tejadiny pembiasan cahaya yang meninggalkan kaca preparasi dan memberikan gambar yang lebih jelas dari objek yang tersebar. 2.2.1 Persiapan Smear, Pewarnaan Sederhana, dan Penempelan Zat Basah 2.2.1.1Pewarnaan pada Mikroorganisme Metode pewarnaan pertama kali ditemukan oleh Christian gram pada tahun 1884. Dengan metode ini, bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bakteri gram positif dan gram negatif yang didasarkan dari reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pewarnaan gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp. (Tryana, S.T, 2008). Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu: 1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpana. 2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora Staphylococcus adalah bakteri Gram-positif yang berbentuk bola. Bakteri ini ada yang berkoloni dan berbentu seperti buah buah anggur. Pada tahun 1884, Rosenbach menjelaskan ada dua jenis 23

Makalah Mikrobiologi

warna staphylococci yaitu: Staphylococcus Aureus yang berwarna kuning dan Staphylococcus albus yang berwarna putih. Beberapa karakterististik yang dimiliki Staphylococcus Aureus diantaranya hemolytic pada darah agar, catalase-oxidase-positif dan negatif, dapat tumbuh pada suhu berkisar 15 sampai 45 derajat dan lingkungan NaCl pada konsentrasi tinggi hingga 15 persen dan menghasilkan enzim coagulase. Selain itu,biasanya S. Aureus merupakan patogen seperti bisul, styes dan furunculosis beberapa infeksi (radang paru-paru, radang kelenjar dada, radang urat darah, meningitis, saluran kencing osteomyelitis dan endocarditis serta menyebabkan keracunan makanan yaitu dengan melepakan enterotoxins menjadi makanan sehingga menjadi toksik dengan melepasan superantigens ke dalam aliran darah (Kenneath, 2008). Bacillus subtilis merupakan bakteri gram-positif yang berbentuk batang,dan secara alami sering ditemukan di tanah dan vegetasi. Bacillus subtilis tumbuh di berbagai mesophilic suhu berkisar 25-35 derajat Celsius. Bacillus subtilis juga telah berevolusi sehingga dapat hidup walaupun di bawah kondisi keras dan lebih cepat mendapatkan perlindungan terhadap stres situasi seperti kondisi pH rendah (asam), bersifat alkali, osmosa, atau oxidative kondisi, dan panas atau etanol Bakteri ini hanya memilikin satu molekul DNA yang berisi seperangkat set kromosom. DNAnya berukuran BP 4214814 (4,2 Mbp) (TIGR CMR). 4,100 kode gen protein. Beberapa keunggulan dari bakteri ini adalah mampu mensekresikan antibiotik dalam jumlah besar ke luar dari sel (Scetzer, 2006). Menurut Kenneath tahun (2008), Escherichia coli termasuk dalam famili Enterobacteraceae yang termasuk gram negatif dan berbentuk batang yang fermentatif. E. coli hidup dalam jumlah besar di dalam usus manusia, yaitu membantu sistem pencernaan manusia dan melindunginya dari bakteri patogen. Akan tetapi pada strain baru dari E.coli merupakan patogen berbahaya yang menyebabkan penyakit diare dan sindrom diare lanjutan serta hemolitik uremic (hus). Peranan yang mengguntungkan adalah dapat dijadikan percobaan limbah di air, indikator pada level pencemaran air serta mendeteksi patogen pada feses manusia yang disebabkan oleh Salmonella typhi. (Mikrolibrary, 2008). Endospore adalah organisme yang Makalah Mikrobiologi 24

dibentuk dalam kondisi yang stres karena kurang nutrisi, yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut di lingkungan sampai kondisi menjadi baik (Ncbi, 2008). Bakteri juga dapat dibedakan melalui teknik pewarnaan gram. Teknik pewarnaan gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu. Bakteri gram negatif ditandai dengan pewarnaan ungu sedangkan yang positif berwarna merah (Textbook, 2008).

1.2.3 Teknik Pewarnaan pada Spesimen 1.2.3.1Pewarnaan pada Bakteri Gelas objek dan gelas penutup dibersihkan dengan alkohol 70% kemudian ditetesi dengan aquades steril. Kemudian dibuat apusan dari biakan miring dan disuspensikan sampel sampai homogen, lalu difiksasi di atas api bunsen. Apusan bakteri yang telah jadi ditetesi gram A selama 1 menit, dicuci denan air mengalir, dan dikeringanginkan. Kemudian ditetesi gram B selama 1 menit, dicuci dengan air mengalir, dan dikeringanginkan. Kemudian ditetesi gram D selama 30 detik, dicuci dengan air mengalir, dan dikeringanginkan. Lalu diamati dengan mikroskop dengan perbesaran 1000 x, kemudian dicatat bentuk dan warna sel bakteri 1.2.3.2Pewarnaan pada Endospora Gelas objek dan gelas penutup dibersihkan dengan alkohol 70% kemudian ditetesi dengan aquades steril. Kemudian dibuat apusan dari biakan miring dan disuspensikan sampel sampai homogen, lalu difiksasi di atas api bunsen. Apusan bakteri digenangi dengan pewarna malakit hijau lalu dipanaskan preparat di atas penangas air mendidih sampai muncul uap air (10 menit) dan dijaga jangan sampai pewarna kering. Kemudian dicuci dengan air mengalir, dikeringanginkan, diwarnai dengan safranin (1-2 menit) lalu dicuci dengan air mengalir dan dikeringanginkan lagi. Kemudian diamati ada tidaknya spora dalam sel (bentuk, letak, ukuran terhadap sel vegetatif) menggunakan mikroskop dengan perbesaran. Persiapan smear : Persipan kaca preparasi yang berisi bahan biologis adalah sebuh proses dua tahap : Makalah Mikrobiologi 25

pewarna yang digunakan dan daya pembesaran yang diamati. Hal ini termasuk membuka sel pada bahan pewarnaan membiarkan sel tersebut bereaksi dengan bahan dalam waku tertentu. mencuci pewarna sisa dari kaca preparasi dan mengeringkannya. Pewarnaan Smear. Pewarnaan Sederhana : Bahan kimia yang akan digunakan sebagai pewarnaan biologis setidaknya harus bersifat sangat chromogenic (berwarna) dan bereaksi terhadap beberapa komponen sel. Data pengamatan : Persiapan smear dilakukan untuk mengamati morfologi bakteri meliputi tampilan. maka harus dilakukan pewarnaan. maka memungkinkan kita untuk memeriksa sel secara visual dengan tingkat resolusi dan definisi yang besar . Persiapan smear. Pewarnaan Zat Basah Makalah Mikrobiologi : 26 . Umumnya merupakan hal yang untuk membuka sel pada pewarnaan beberapa saat saja. Setelah bakteri tertempel pada kaca preparasi. Pewarnaan sedehana/Pewarnaan Tunggal adalah pewarnaan yang dapat digunakan secara umum dengan menggunakan satu macam zat warna. Smear adalah kaca preparasi yang telah diisikan bakteri dan dibuat sedemikian rupa agar sel bakteri tersebut menempel pada kaca preparasi tersebut. Pengamatan : Pewarnaan sedehana digunakan untuk mengamati morfologi bakteri dengan menggunakan zat warna yang telah disebutkan diatas. penyusun. Apabila bahan pewarnaan biologis yang memiliki sifat-sifat tersebut digunakan secaa tepat.1. Zat warna yang dapat digunakan adalah Methylene Blue. Gentian Violet. Basic Fuschia atau Safranin. untuk tujuan pewarnaan. Kemudian setelah itu diamati menggunakan mikroskop. 2. Biasanya berupa pencelupan dasar yang akan mewarnai hampi seluruh membrane sel bakteri. pewarnaan yang dihasilkan lalu dipindahkan dengan cara dicuci sebelum mengamati sel dengan menggunakan mikroskop.

Teknik ini sangat berguna ketika kita diharuskanuntuk mengamati sel – sel tebal seperti protozoa. 2. Jika satu tetes biakn diletakkan secaa tept pad kaca penutup. Teknik isolasi adalah suatu teknik yang dilakukan Makalah Mikrobiologi 27 . sehingga dengan hanging dop. Gerakn Brownian dapat ditentukan dengan adanya gerakan tidak teratur dan tersentak – sentak.2. Data Pengamatan : Penempelan zat basah digunakan untuk mengamati sifat bakteri dengan mengamati arah gerakannya (apakah berlawanan dengan gerakan Brownian). Penempelan zat basah. kita dimungkinkan untuk memisahkan antara organisme yang secara aktif bersifat motile dan mempelihatkan pergerakan dengan maksud tertenttu. salah satu metode unuk menentukan motilitas bakteri mengharuskan kita untuk mengamati bakteri ketika baktei itu “berenang”. yang membuat tetesan air daging tersebut menggantung pada ruang tekanan.1 Pengertian Isolasi Pengertian isolasi telah sedikit disinggung paada bab pendahuluan.Seringkali merupakan hal yang penting untuk mengamati sel dalam keadaan hidup. 2. Dengan mengamati secara langsung pergerakan. mka tetesan tersebut dapat diletakkan pada kaca prepaasi hingga tejadi tekanan. dengan organisme yang hany mempelihatkan geakan Bownian. Jika preparasi akan diamati dalam waktu yang lama. atau pergerakan yang dikarenakan bombarderman molecular.2 Teknik Isolasi 2. Sebagai contoh. Hanging drop. gunakan jeli petroleum untuk menamabal tepian kaca agar cairan tidak mengering. Terdapat 2 metode yang dapat digunakn untuk mengamatinya secar mikoskopis : 1. Penempelan zat basah disiapkan secara sederhana dengan meletakkan satu loop penuh air daging pada kaca peparasi dengan kaca penutup.

Makalah Mikrobiologi 28 . Misal jika yang diinginkan mikroorganisma rhizosfer maka sampel diambil dari sekitar perakaran dekat permukaan hingga ujung perakaran. 1. Jika beerasal dari air sungai yang mengalir maka botol dicelupkan miring dengan bibir botol melawan arus air. Tetapi jika suspense sudah tersedia.untuk memisahkan satu jenis mikroba dari mikroba lainnya yang berasal dari biakan campuran sehingga kita memperoleh suatu biakan murni yang kita inginkan. maka kita tidak perlu mengambil sampel. 2. maka cara pengambilannya disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan. Agar memiliki beberapa keunggulan lainnya yang juga penting bagi para ahli mikrobiologi. Sehingga agar dapat digunakan untuk mensolidkan media tanpa mengubah komponen media atau tanpa mencairkan media selama bakteri dibiakan. Sebelum melakukan isolasi terlebih dahulu dilakukan pengambilan sampel. yaitu: 1) Tetap solid pada temperature pembiakan. kita tinggal lanjutkan ke langkah melakukan teknik isolasi. Berikut merupakan prosedur pengambilan sampel. Sampel air Pengambilan sampel air bergantung kepada keadaan air itu sendiri. Bila pengambilan sampel dilakukan pada air yang tenang. botol dapat dicelupkan dengan tali. Agar tidak dapat dihidrolisis oleh bakteri yang ditumbuhkan padanya dan tidak mengandung nutrisi apapun bagi bakteri. jika ingin mengambil sampel dari air keran maka sebelumya keran dialirkan dulu beberapa saat dan mulut kran dibakar. Sampel Tanah Jika mikroorganisme yang diinginkan kemungkinan berada di dalam tanah.

Katika agar dalam keadaan cair. Agar dapat dituangkan pada tabung atau piring tanpa terjadi denaturasi panas pada nutrisi atau pemanasan yang dapat membunuh bakteri. bakteri menjadi tercanpur dan tidak lagi dapat dipelajari sebagai populasi biakan murni. Ia dapat berubah dari fase sol (cair) ke gel (padat) pada suhu tertentu. Agar merupakan koloid yang dapat dibolak-balik. bagitu mencair (baik karena “meleleh” maupun karena katifitas sendiri). Gelatin. dank arena umumnya tidak akan mencair karena aktifitas bakteri. Ketika gelatindigunakan sebagai agen solid. bentuknya akan tetap hingga dicairkan kembali. Sedangkan Agar tidak mencair hingga mencapai suhu 1000C. Tidak berwarna. Jika sebagian nutrisi atau bakteri yang tidak tahan panas ditambahkan pada Agar cair pada suhu 500C. ini berarti Agar dapat dipanaskan hingga suhu 550C dan disimpan dalam bentuk cair hingga digunakan. komponen tambahan dapat ditambahkan. Hal ini tentu saja tidak akan mungkin jika media disolidkan ada suhu yang tinggi. bakteri dapat dicampurkan pada agar untuk pemisahan. Ada beberapa cara penggunaan agar solid.1 Manfaat Agar Ketika agar disolidkan. tetapi bergantian berubah dari sol ke gel (cair ke padat) pada suhu 450C. dan jika perlu. Makalah Mikrobiologi 29 . Agar yang disolodkan biasanya agak berkabut tetapi tetap transparan.2.2) 3) Agar ditemukan sebagai hasil dari pencarian alat untuk memisahkan bakteri ke dalam pembiakan murni. Fase perubahan dari gel ke sol (padat ke cair) terjadi pada suhu >1000C. Dapat berubah wujud. Agar dapat digunakan untuk mensolidkan media pembiakan tanpa harus cemas terjadi pencampuran biakan murni. 2. Hal inimerupakan karakteristik yang penting karena kita dimungkinkan untuk melakukan pengamatan terhadap karakteristik koloni bakteri yang tidak akan tampak jika Agar dalam keadaan buram. di lain pihak meleleh ketika temperature berada di atas 250C dan mudah dihidrolisis oleh banyak bakteri.

Tabung pembiakan diisikan sepertiganya dengan mediacair yang dapat disolidkan sehingga media memiliki slant yamg substansial. disebarkan di atas media. dilakukan menggunakan cotton bud steril pada sampel yang memiliki permukaan luas dan pada umumnya Makalah Mikrobiologi 30 . tidak seperti slant. sehingga lebih mudah ditamgani dan dimanipulasi. dan umumnya digunakan untuk membuat pour plate. Swab (ulas). komponen dan/atau bakteri dapat ditambahkann seperti yang diperlukan oleh renvana percobaan. 2.1 Teknik Preparasi Suspensi Sampel yang telah diambil kemudian disuspensikan dalam akuades steril. 2.1. Stab digunakan ketika pengurangan oksigen diperlukan. biasanya mengandung 18-20mL media agar.2. diisikan di dalam media). Macammacam preparsi bergantung kepada bentuk sampel : a. Hasil permukaan media yang didapat digunakanuntuk membiakan bakteri dan memisahkannya menjadi pembiakan murni melalui prosedur streak plate (streak plate.slant menyediakan peetumbuhan yang baik di permukaannya dan merupakan cara yang ideal untuk memelihara pembiakan untuk kepentingan studi. Petri plate. Tabung diisi antara sepetiga sampai setengah tabung. Mesia yang telah dilelehkan dituangkan pada piring dan dibiarkan solid. 3. Stab. Tabung media jauh lebih mudah untuk disimpan daripada plate. 4. Media dicairkan dan disimpan di dalam wadah air paad suhu 500-550C. Dibuat dengan membiakan media menjadi solid ketika tabung dalam keadaan tegak. Tujuan dari teknik ini pada prinsipnya adalah melarutkan atau melepaskan mikroba dari substratnya ke dalam air sehingga lebih mudah penanganannya. Slant. adalah segelas atau sepiring plastic yang sesuai. Pour plate. Deep atau pour. atau ketika mengamati efek pertumbuhan bakteri di dalam media dan bukan di atas media. adalah sebuah tabung pembiakan (tabung tes) yang mana medianya disolidkan ketika media dalam keadaan miring.

Swab akan lebih baik jika cotton bud dicelupkan terlebih dahulu ke dalam larutan atraktan semisal pepton water. sampel yang berbentuk padat dapat ditumbuk dengan mortar dan pestle sehingga mikroba yang ada dipermukaan atau di dalam dapat terlepas kemudian dilarutkan ke dalam air. Perbandingan antar berat sampel dengan pengenceran pertama adalah 1 : 9 (w/v). lalu dilarutkan dengan benar.2. Prosedur ini memerlukan satu takar sampel yang dicampurkan dengan media yang dilelehkan. b. 1) Streak Plate Makalah Mikrobiologi 31 . Contoh sampelnya antara lain bakso. Contohnya sampel daun diambil dan ditimbang 5 g kemudian dibilas dengan akuades 45 ml yang terdapat dalam beaker glass. batu. biji. misalnya daun bunga dll. c. Campuran bakteri disebarkan di atas permukaan media nutrisi solid sehingga koloni yang terisolasi dapat berkembang. Rinse (bilas) ditujukan untuk melarutkan sel-sel mikroba yang menempel pada permukaan substrat yang luas tapi relatif berukuran kecil. Prosedur pertama yaitu streak plate. Untuk sampel dari tanah tak perlu dimaserasi 2. buah dll. batang kayu dll. Prosedur kedua. Rinse merupakan prosedur kerja dengan mencelupkan sampel ke dalam akuades dengan perbandingan 1 : 9 (w/v). Caranya dengan mengusapkan cotton bud memutar sehingga seluruh permukaan kapas dari cotton bud kontak dengan permukaan sampel. Maseration (pengancuran). kurang umum digunakan untuk mengukur jumlah bakteri dalam suatu sampel. mungkin merupakan satu-satunya prosedur yang paling umum digunakan dalam laboratotium mikrobiologi. Koloni yang terisolasi akan berkembang setelah inkubasi.sulit dipindahkan atau sesuatu pada benda tersebut.1 Prosedur Isolasi Terdapat dua prosedur isolasi yang umum digunakan pada setiap praktikumikrobiologi. Contohnya adalah meja. pour plate. kemudian dituangkan ke dalam petri plate.

lalu putar cawan 180oC lanjutkan goresan sampai habis. Goresan Sinambung Cara kerja : • Sentuhkan inokulum loop pada koloni dan gores secara kontinyu sampai setengah permukaan agar. Cawan diputar untuk memperoleh goresan yang sempurna • Lakukan hal yang sama pada daerah 3 a. • Jangan pijarkan loop.Streak plate yang berhasil akan menghasilkan koloni terisolasi yang dapat dipindahkan pada media baru dengan keyakinan bahwa koloni tersebut adalah murni. kemudian lanjutkan streak zig-zag pada daerah 2 (streak pada gambar). • Goresan T Cara kerja : • Bagi cawan menjadi 3 bagian menggunakan spidol marker • Inokulasi daerah 1 dengan streak zig-zag Panaskan jarum inokulan dan tunggu dingin. a. Bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya atau meremajakan kultur ke dalam medium baru. Makalah Mikrobiologi 32 . melainkan untuk peremajaan ke cawan atau medium baru. Goresan sinambung umumnya digunakan bukan untuk mendapatkan koloni tunggal.

Goresan selanjutnya dipotongkan atau disilangkan dari goresan pertama sehingga jumlah semakin sedikit dan akhirnya terpisah-pisah menjadi koloni tunggal. Hal ini akan menyebarkan selsel bakteri tidak hanya pada permukaan agar saja melainkan sel terendam agar (di dalam agar) sehingga terdapat sel yang tumbuh dipermukaan agar yang kaya O2 dan ada yang tumbuh di dalam agar yang tidak banyak begitu banyak mengandung oksigen.suspensi sel kedalam cawan kosong Tuangkan media yang masih cair ke cawan kemudian putar cawan untuk Makalah Mikrobiologi 33 . tabung pengenceran yang akan ditanam dan media padat yang masih cair (>45oC) • • Teteskan 1 ml secara aseptis.a. 1) Pour Plate Teknik ini memerlukan agar yang belum padat o (>45 C) untuk dituang bersama suspensi bakteri ke dalam cawan petri lalu kemudian dihomogenkan dan dibiarkan memadat. Daerah 1 merupakan goresan awal sehingga masih mengandung banyak sel mikroorganisma. namun berpola goresan yang berbeda yaitu dibagi empat. Adapun prosedur kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut : • Siapkan cawan steril. Goresan Kuadran (Streak quadrant) Cara kerja : Hampir sama dengan goresan T.

juga larutan terakhir yang digunakan.2. kita dapat menentukan jumlah bekteri yang terdapat dalam sampel.menghomogenkan suspensi bakteri dan media. Kita tinggal mengalikan ketiga variable tersebut untuk mendapatkan jawabannya.750bakteri/mL” atau sebagai > 100. sebagai contoh. sedangkan pour plate membutuhkan ruang yang lebih luas untuk penyebarannya sehingga diberikan lebih banyak dari pada spread plate. hasil dari pembiakan urine dapat dilaporkan sebagai “9. Kebanyakan ahli mikrobiologi akan melaporkan hasilnya sebagai jumlah “bakteri/mL” atau “colony-forming units (CFU)/mL”.1 Estimasi Kuantitatif Jika kita mengetahuivolume sampel asli yag digunakan untuk membuat larutan pertama pada uor plate. kemudian diinkubasi. 2.1 ml untuk spread plate dan 1 ml untuk pour plate karena spread plate ditujukan untuk menumbuhkan dipermukaanya saja. Alasan diteteskannya bakteri sebanyak 0.000 bakteri/mL. Makalah Mikrobiologi 34 .

Karakteristik apapun yang memungkinkan kita untuk membedakan akan mengenali tipe koloni dapat digunakan.2 Morfologi Koloni Morfologi bakteri merujuk penampilan fisik dari koloni terisolir. dan memungkinkan pertumbuhan terjadi hanya pada “tonjolan” yang dihasilkan. Koloni yang tertanam pada media. Kasar.2. karena pertumbuhan koloni cenderung membagimedia. Berfiber. Plateau. Daftar di bawah ini dimaksudkan untuk menjadi petunjuk atau sebagai contoh pengamatan ketika kita mengamati morfologi suatu bakteri. Concave. Mulus. Perlu kita ingat. atau berbentuk seperti bola sepak. Kering. Koloni yang berada di dalam media cenderung lentikular. Namun demikian. Fried Egg 2) Konsistensi koloni Mulus. ketika koloni dikembangkan pada plate terisolasi. Karakteristik fisik ini seringkali bersifat spesifik untuk tipe bakteri yang membentuk koloni dan dapat digunakan sebagai alat pengenalan.2. Dimpled. Mucoid 3) Tepian koloni Menyebar. sama halnya dengan pour plate. Center . morfologi koloni dari bakteri yang sama bisa berbeda pada kondisi lingkungan yang berbeda. Granuar. Karakteristik fisik koloni: 1) Bentuk dan tampilan koloni Conve. Hal yang perlu kita ingat lagi adalah bahwa morfologi koloni umumnya hanya ditentukan pada koloni yang ditanam dipermukaan. Lobate 4) Warna koloni 5) Perubahan yang terjadi pada permukaan media Makalah Mikrobiologi 35 . Flat. dikelilingi oleh media dan dibatasi oleh karakteristik fisik media. Rhizoid . anda akan seringkali mengamati karakteristik fisik dari bakteri yang terisolir sejak pertma kali.

dan udara. pemindahan spesimen di Laboratorium. dan harus dipenuhi jika kita ingin membiakannnya dengan baik. Mulai dari memungkinkan kita untuk mengelompkan spesimen. 2. dan penentuan kerentaan anti mikroba. Media adalah suatu zat yang dijadikan tempat untuk menanam dan menumbuh kembangkan mikroorganisme yang kita inginkan.selain itu. 2.Sebagian bakteri dapat melarutkan agar dan terlihat tenggelam ke dalamnya. Media adapat juga digunakan untuk menyediakan informasi tambahan tentang organism yang diamati. setiap mikroorganisme pun memiliki kebutuhan yang spesifik. Media bakeriologis dapat memenuhi berbagai tujuan dalam laboratorium mikrobiologi.1 Pengertian Media Media adalah campuran bermacam-macam zat hara atau nutrisi atau makanan untuk tumbuhnya mikroorganisme. sumber karbon atau nitrogen. atau kemampuann organism untuk bertahan terhadap agen kimia. dan identifikasi sifat-sifat fisiolegis mikroorganisme. Dengan menggunkan indikator pH. atau agen kimia penghambatan penghambatan mampu memanfaatkan. mereka hanya membutuhkan permukaan untuk tumbuh. deteksi.2. Untuk sebagian spesies. perbanyakan. kita tidak boleh main-main karena setiap mikroorganisme yang berbeda jenis memiliki Makalah Mikrobiologi 36 . Dalam pemilihan media.2 Media Selektif dan Diferensial Mikroorganisme yang berbeda memiliki kebutuhan fisik yang berbeda pula. Penggunaan beragam media daapt ditemukan paad Difco Manual (Difco Laboratories) dan BBI Manual (Becton Dickinson). byproduct metabolism yang dihasilkan. Pemilihan media akan bergantung pada sumber mikrorganisme atau organism spesifik yang ditunjukan. garam anorganik yang terbatas. isolasi primer. Diperlukan juga persediaan molekul organic kompleks untuk kebutuhan nutrisinya.

tegangan permukaan yang tepat. yang boleh digunakan adalah yang proanalisa bukan teknis. dan media padat yang bisa dicairkan. Berikut adalah syarat-syarat dari media yang baik: 1) Media harus mengandung semua zat hara yang mudah digunakan oleh mikroba (tergantung jenis mikroba) 2) Media harus mempunyai tekanan osmotis. berbentuk padat.Selain itu. kita juga harus memperhatikan tujuan kita mempergunakan media tersebut. Biasanya digunakan untuk mempelajari taksonomi suatu supensi. merupakan Agar khusus untuk keperluan bateriologi. yaitu media yang terbuat dari bahan organic 2) Media anorganik. Jika dilihat dari susunan kimianya. yaitu media yang tidak diketahui susunan kimianya secara pasti. yaitu media yang terbuat dari bahan anorganik 3) Media sintesis. media dibagi menjadi: 1) Media organic. pH lingkungan yang sesuai. Na2SO4). akan mendapat hasil yang sama dan akurat tentunya. Makalah Mikrobiologi 37 . media ada yang berbentuk cair.kebutuhan fisik yang berbeda pula. dan suhu yang sesuai 3) Media tidak boleh mengandung zat-zat racun yang dapat menghambat tumbuhnya mikroba 4) Media harus dalam keadaan steril sebelum digunakan Perlu kita ingan juga. Untuk menumbuhkan mikroorganisme dengan baik. yaitu media yang diketahui susunan kimianya dengan pasti 4) Media nonsintesis. sehingga di manapun pengujian dilakukan. bukan Agar yang sering kita temukan di pasaran. 3) Bahan-bahan kimia (seperti MgSO4. media cair yang bis dipadatkan. bahan yang bisa digunakan untuk media harus merupakan bahan baku supaya hasil yang diperoleh dari pengujian mikroorganisme tidak dipengaruhi zat medianya. Berdasarkan wujudnya. Berikut adalah bahan yang umun digunakan dalam pembuatan media: 1) Air suling 2) Agar. maka kita harus dapat memilihkan media yang sesuai dengan mikroorganisme yang akan kita tananm dan tumbuhkembangkan.

Media yang harus disaring adalah media yang mengandung gelatin/agar dan disaring dalam keadaan panas. berasal dari hasil hidrolisa protein 9) Proteose pepton. karena mikroba hidup dan tumbuh paad ph yang berbeda-beda 5) Memasukannya ke dalam wadah. adalah pepton khusus yang dibuat dari daging sapi segar. dan difermentasi oleh mikroorganisme mikroorganisme untuk membedakan mikroorganisme yang bersifat proteolitik 8) Pepton. merupakan pepton yang diperoleh dari casein (protein susu) 13)Trypton. 5) Garam Empedu.4) Beef Extract. Digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme secara selektif 11)Tepung susu skim. adalah berasal dari empedu segar yang dimurnikan. Digunakan untuk mempercepat pertumbuhan mikroorganisme Berikut adalah cara dari pembuatan media: 1) Mencampur seluruh bahan dan dilarutkan dalam air suling 2) Panaskan (baik langsung ataupun di penangas) agar bahan larut seluruhnya dan homogen 3) Menyaring. adalah hasil dari hidrolisa dari casein yang berkualita sangat baik dengan menggunakan cairan pangkreas 14)Ekstrak Khamir (Yeast Extract). hasil hidrolisa ekstrak khamir. tidak semua media harus disaring. wadah harus sudah dalam keadaan steril dan sudah diberi label 6) Dibugkus dengan kertas perkamen (jika tidak ada gunakan kertas biasa) sebelum dilakukan inkubasi Makalah Mikrobiologi 38 . adalah susu tanpa lemak 12)Trypticase. 6) Gula murni 7) Gelatin yang tidak mengandung karbohidrat. merupakan campuran Na-ghikola dan NaTauracholate. yang sudah distandarisasi (bebas lemak) tentunya. Digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme penumbuh racun 10)Empedu sapi jantan (ox-gall). 4) Menentukan dan mengatur pH. Penyaringannyapun dilakukan sebelum penambahan agar arau gelatin.

Untuk merangsang pertumbuhan mikroorganisme. 2.2. Seringkali kita mencoba untuk mnegisolasi suatu organisme yang membangun flora normal lingkungan. Ketika sampai pada tahap pemilihan media selektif. Media pemindahan merupakan media semi solid. keberadaan organism komensal.4Media Selektif dan Diferensial Media Selektif merupakan media yang ditambahkan zat kimia tertentu yang bertujuan untuk mencegah tumbuhnya mikroba lain.2.2.2.2.1Media Pemindahan Salah satu faktor yang paling kritis dalam laboratorium mikrobiologi adalah pemeliharaan organism secara layak dari sejak dikoleksikan dari pasien hingga pembiakan di laboratorium. beberapa criteria harus diperhatikan. Agar Tryptic Soy. 2.3Media Tujuan Umum Media tujuan umum merupakan media non selektif.1. media pemindahan apa yang digunakan. dan Agar Sabouraud Deztrose untuk fungsi. non nutrisi yang menghambat reaksi perusakan enzim dengan sendirinya di dalam sel. reaksi gram pembiakan. Makalah Mikrobiologi 39 .1 Tujuan Penggunaan Media 2.1.2Media Isolasi Tujuan dari media isolasi adalah untuk menentukan keberadaan mikroorganisme pada materi pembiakan.1.2. Contoh media tujuan umum adalah Agar nutrisi (NA). Contoh media pemindahan termasuk di dalamnya Amies Transport Media dan Stuart Transport Media. pathogen. dan faktor pertumbuhan. Hal ini termasuk spesimen. Media tersebut juga diformulasikan untuk mencegah efek mematikan oksidasi. Media ini akan membantu pertumbuhan berbagai macam flora normal tubuh. faktor pengaya seperti darah. hemoglobin. dan sifat agen yang dicurigai.1. dapat ditambahkan. dan Agar darah untuk pertumbuhan bakteri. Hal ini memerlukan eliminasi organism flora normal agar keberadaan pathogen dapat ditentukan. 2. dan mikroba tanah.

Hal ini biasanya dapat dicapai melalui suatu penggabungan Agar (agen) bakteriostatik dan penghambat lingkungan fisik atau bahan kimia pada suatu media. Sedangkan media diferensial adalah media yang ditambahkan bahan atau zat kimia tertentu yang menyebabkan mikroba membentuk pertumbuhan sehingga mikroba dapat dibedakan tipe-tipenya setelah dilakukan inkubasi. phenylethanol. Agar Garam Mannitol Mengandung konsentrasi garam tinggi (7.5% NaCl). terdapat pada media dan juga indikator pH. natrium klorida. dimana beberapa Staphylococcus dapat melakukan fermentasi . seperti glukosa. “phenol Makalah Mikrobiologi 40 .tetapi malah mencarikeberadaan spesies lain yang tidak hadir secara rutin pada media (jarang hadir). kecuali Staphylococcus. Contoh media selektif adalah Agar CAN Columbia. yang dapat menghambat pertumbuhan kebanyakan bakteri. Untuk memfasilitasi deteksi organism tersebut di antara flora normal. Media ini juga mengadakan fungsi differensial karena mengandung karbohidrat mannitol. yang di antara mereka hanya sedikit yang sering atau umum digunakan. dan Agar Lowenstein Jensen. Agar Phenylethanol. Sebagai contoh. jika gula yang difermentasi. natrium azide. dan garan empedu. Contoh media selektif dan deferensial: 1. media selektif digunakan. Media diformulasikan untuk menekan dan menghambat pertumbuhan satu kelompok mikroorganisme tetapi tetap membiarkann pertumbuhan golongan (tertentu yang diinginkan) lainnya yang ada dalam flora campuran.hal ini termasuk mencari keberadaan Eshericia coli dalam air (indikator terjadinya kontaminasi air dengan bakteri fecal) atau keberadaan mikrobakteria di dalam sampel sputum. hal tersebut akan memberikan pemisahan visual yang cepat antara organism yang berfermentasi dengan nonfermentasi setelah inkubasi. Contoh bahan kimia yang digunakan diantaranya adalah antibiotik.

2. Agar Darah Darah dimasukkan ke dalam medium untuk memperkaya unsur dalam pembiakan mikroorganisme terpilih seperti Streptococcus sp. Pada dasarnya bakteri enterik dipisahkan ke dalam dua kelompok: a) Coliform basil menghasilkan asam dari fermentasi laktosa.red” (pH indikator) digunakan untuk mendeteksi adanya asam hasil fermentasi manitol. garam empedu. Bakteri memperlihatkan warna merah pada permukaannya. selanjutnya bakteri Gram-negatif dapat diisolasi. Agar McConkey Menghambat pengaruh kristal ungu terhadap pertumbuhan bakteri Grampositif. Staphylococcus ini memperlihatkan suatu zona berwarna kuning di sekeliling pertumbuhannya. Darah juga akan memperlihatkan sifat hemolysis yang dimiliki Streptococcus. tidak adanya perubahan medium di sekitar koloni b) alpha hemolisis: terjadi lisis sel darah merah dengan reduksi hemoglobin menjadi metahemoglobin menghasilkan lingkaran kehijauan sekitar pertumbuhan bakteri beta hemolisis: terjadi lisis sel darah merah dilengkapi kerusakan dan penggunaan hemoglobin oleh mikroorganisme menghasilkan zona bening sekeliling koloni. dan “neutral red” sebagai pH indikator yang mampu membedakan bakteri enterik sebagai dasar kemampuannya untuk memfermentasi laktosa. Staphylococcus yang tidak melakukan fermentasi tidak akan menghasilkan perubahan warna. Escherichia coli menghasilkan kuantitas asam lebih Makalah Mikrobiologi 41 . 1. a) gamma hemolisis: tidak terjadi liysis sel darah merah. Medium dilengkapi dengan karbohidrat (laktosa).

tifoid. dan paratifoid batang tidak memfermentasi laktosa. sedangkan bakteri Gram-negatif tumbuh lebih baik. 3. mukoid. mengandung asam tioglikolat yang dapat mengikat oksigen sehingga tercapai suasana anaerob dalam perbenihan. Selanjutnya untuk biakan murni Corynebacterium digunakan media perbenihan Loeffler dalam tabung. koloni berwarna pink di atas medium ini. Jika ini terjadi medium di sekitar pertumbuhan juga akan berubah menjadi merah seharusnya pengaruh asam terjadi pengendapan garam empedu yang diikuti penyerapan pewarna “neutral red”. Koloni kelihatan tidak berwarna dan seringkali transparan 1. maka tidak menghasilkan asam. 2. Perbenihan Tarrozi. Agar Tioglikolat/Tarrozi (Perbenihan Anaerob) Perbenihan tioglikolat. Medium ini juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram-positif. sebagai medium selektif. kaya akan enzim peroksidase sehingga zat toksik (H2O2) yang Makalah Mikrobiologi 42 .banyak dibandingkan spesies coliform yang lain. coli tersebut kelihatan biru kehitaman dengan kilat hijau logam/metalik yang disebabkan besarnya kuantitas asam yang dihasilkan dan pengendapan zat pewarna di atas permukaan pertumbuhan. “Agar Eosin-Methylene Blue” (EMB agar) Laktosa dan zat pewarna eosin serta metilen biru mampu membedakan antara enterik yang memfermentasir laktosa dengan nonfermenter sebaik identifikasi terhadap basilus colon Escherichia coli. setelah inkubasi selama 24 jam koloni bakteriterlihat berwarna abu-abu tua-hitam. Bakteri enterik nonfermenter laktosa membentuk koloni tidak berwarna maka kelihatan transparan. b) Disentri. kelihatan di atas medium yang berwarna ungu (merah lembayung). Agar Darah Telurit Untuk menggisolasi Corynebacterium digunakan agar darah telurit (Mc Leod). Koloni E. Bakteri coliform lain seperti Enterobacter aerogenes terbentuk tebal.

digunakan untuk mengisolasi genus Vibrio. sehingga memungkinkan pathogen untuk dapat ditumbuhkan dan diisolasi lebih jauh. 6. Contohnya adalah air daging GN untuk kultivasi selektif Shigella-Salmonella dari spesimen limbah dan air daging Selentine Cystine untuk pengayaan Shigella-Salmonella dari makanan dan produk susu.2. bakteri ini dapat tumbuh walaupun dalam waktu relatif lama. Agar Monsur (mengandung telurit gelatin agar atau kaldu agar alkalis yang mengandung Na-tourokolat). 4. Agar TCBS dan Agar Monsur Agar TCBS (thiosulfat citrat bile sucrose). 2. kecuali jenis atipik golongan “rapid growers” dapat tumbuh dalam 3-7 hari.dihasilkan Clostridium tetani berubah menjadi tidak toksik (H2O dan O2) dan kuman dapat tumbuh terus dalam perbenihan.1. Untuk pertumbuhannya diperlukan suasana anaerob (fakultatif) dengan sedikit gas CO2 dan tidak boleh kekeringan. 2.2. “transculent” dan permukaannya rata. Agar Coklat atau Thayer-Martin Medium agar coklat (Thayer-Martin) merupakan media terpilih untuk genus Neisseria. Setelah diinkubasi selama 24 jam pada temperatur 37oC di atas media berwarna hijau kehitaman koloni akan terlihat bundar berwarna kuning muda.1. Media pengayaan didesain untuk menekan flora normal yang tumbuh menyaingi pathogen. sehingga pembiakan yang cocok digunakan dalam eksikator yang diberi kapas basah pada bagian bawah Petri yang berisi biakan. Medium Agar Lowenstein-Jensen Medium agar padat tersebut banyak digunakan untuk perbenihan genus Mycobacterium. 5.2Media Isolasi Khusus Makalah Mikrobiologi 43 .1Media Pengayaan Terkadang keberadaan sejumlah floral normal dapat melebihi dan menghalangi keberadaan pathogen yang ingin diamati.

2.3.2. Dengan demikian satu kotak besar tersebut berisi 400 kotak kecil. zat tanaman) yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri heterotrof seperti Shigella-Salmonella 2.1. Satu kotak besar di tengah.5Media Pengujian Media yang terbuat dari zat-zat tertentu untuk melakukan pengujian seperti pengujian antibiotik. Satu kotak sedang dibagi lagi menjadi 16 kotak kecil. Ruang hitung terdiri dari 9 kotak besar dengan luas 1 mm².1 Penghitungan jumlah bakteri secara keseluruhan (langsung) Penghitungan secara langsung dapat dilakukan secara mikroskopis yaitu dengan menghitung jumlah bakteri dalam satuan isi yang sangat kecil.2. Jumlah cairan yang terdapat antara coverglass dan alat ini mempunyai volume tertentu sehingga satuan isi yang terdapat dalam satu bujur sangkar juga tertentu. Alat yang digunakan adalah Petroff-Hauser Chamber atau Haemocytometer.Media isolasi khusus diformulasikan untuk kebutuhan terhadap mikrooranisme spersifik sehingga memungkinkan isolasi dan identifikasi yang lebih cepat (singkatnya: untuk menumbuhkan satu jenis mikroba saja). dibagi menjadi 25 kotak sedang dengan panjang 0.1.2 mm. Hal ini untuk keperluan perawatan terhadap infeksi yang mungkin terjadi atau pemusnahan mikroorganisme yang tidak diinginkan ynag masuk ke dalam lingkungan. Media identifikasi seringkali menggunakan pengetahuan tentang sistem enzim untuk memungkinkan pengidentifikasian yang lebih cepat. Contohnya adalah Agar Mannitol Salt yang bersifat selektif untuk Staphylococcus patogenik. 2. 2.1.2.3Media diperkaya Media yang ditambahi zat-zat tertentu (serum.3 Perhitungan Mikroba 2.4Media Identifikasi Begitu organism telah diisolasi. Tebal dari ruang hitung ini Makalah Mikrobiologi 44 . penting untuk dengan segera dan secara akurat ditentukan identitasnya.

1 mm.1 mm maka jumlah sel keseluruhan : = 0. Luas kotak sedang : =pxl = 0.000004 cm3 = 4x10-6 ml Sel/ml : = jumlah sel/4x10-6 ml = (jumlah sel/4) x 106 = jumlah sel x (¼) x 106 = jumlah sel x 2.2 = 0.adalah 0.5 x 105 Kotak sedang : Makalah Mikrobiologi 45 .04 mm2 x 0.04 mm2 jadi misalnya diperoleh: Volume kotak sedang : 20 sel dalam satu kotak sedang = 0.2 x 0.004 mm3 = 20 x (1/4) x 106 Karena 1 ml = 1cm2 = 5 x 106 sel/ml Maka : = 0. Sel nakteri yang tersuspensi akan memenuhi volume ruang hitung tersebut sehingga jumlah bakteri per satuan volume dapat diketahui.004 mm3 = 0.

aks 1.-akan Phdig 4 2 et ra k 6. th 4 melibatk er bak n menyebabkan pembentukan warna ungu pekat.5 x 105 peri rat Dengan perhitungan yang sama maka diperoleh rumus untuk me yan kotak kecil : ntal g Jumlah sel/ml = jumlah sel x 4 x 106 bia uk sa menentu dig kan un karakteri aka stik n biokimia unt suatu uk organism ide e. sehingga 7. beberapa Br un 8 9 en 6. i Met kar ode bo Eks hid Jumlah sel/ml = jumlah sel x 2. 7. Jika kanji telah 6 y ku an ahteri W dihidrolisasi (digunakan) oleh bakteri yang dibiakan. kanji yang ada kan bereaksi dengan iodine. 2. akan menghasilkan warna – ol 0 l d or ungu yang pekat.ai ni a u pH m ba pada ng birmedia er gia u untuk ahn Makalah Mikrobiologi 46 mendete dar ksi i produksi me . tetapi tetap tidak ada perubahan. 5.Re 2. ng birindikator . M sa K menggun di g 6. m M a iodine. Jika plate agar kanji dituangi dengan larutan – ini m n sering 8. meskipun ku m penggun ni seb ar dituangi oleh iodine. ntif kita harus iasi menggun ad akan ala media h yang rea membant ksi u kat dan mengem ab bangkan olic karakteri de stik gra tersebut dat dan kita if Ki p harus In yan 4.6. hy n at 0 tes o aka kimia Ketika Iodine dan kanji bereaksi.4 Karakteristik Fisiologi Bakteri I 7. maka tidak akan menghasilkan warna ungu ni ol aan ngag ku n yang pekat.

jika sebagian gula yang difermentasikan digunakan untuk pembuatan butylenes glycol.3 Penggunaan Sitrat Media Agar Sitrat Simmon digunakan untk menentukan apakah isolasi yang ada mampu menggunakan sitrat sebagai salah satu sumber karbohidrat yang dapat dioksidasi.6. Tes Voges Proskauer Tes ini merupakan tes spesifik untuk intermediasi metabolic yang dihasilkan ketika gula difermentasikan untuk menghasilkan butylenes glycol sebagai tambahan untuk asam. maka ia tidak bisa digunakan untuk memproduksi asam. Tes VP yang positif hampir tidak pernah diamati dengan tes MR positif karena tes MR didasarkan pada produksi asam yang cukup untuk menurunkan pH di bawah 4.Enzim yang disekresikan oleh bakteri yang menghidrolisis kanji disebut enzim amylase.5.2 Tes Methyl Red Voges Proskauer (MR-VP) Tes Methyl Red Methyl red merupakan indikator pH yang berubah warna pada pH yang lebih rendah (sekitar 4.5 ke bawah dan berwarna kuning pada pH di atas 4. Ini merupakan pola fermentasi alternative untuk organisme yang hanya menghasilkan asam saja. Media tersebut juga memiliki indikator pH yang berubah warna ketika sitrat digunakan. Ketika beberapa tetes methyl merah diteteskan pada air daging yang mengandung gula.5. warna merah bersifat positif untuk tes methyl merah yang mengindikasikan suatu pH pada sisi asam pada indikator. dan pengujiannya biasa disebut tes amylase.5) dari pada phenol merah. Pada tes ini ditambahkan reagen barrit (A dan B) pada media. Tes ini digunakan pada kebanyakan skema identifikasi untuk organisme berbentuk gram negative.6. 2. Fermentasi butylenes glycol merupakan salah satu pola fermentasi yang dilakukan oleh bakteri gram negative. perubahan warna akan Nampak jika ph turun sekitar 4. lalu amati perubahan warna setelah dibiarkan beberapa waktu (kira-kira 10 menit) agar tejadi reaksi. Tidak seperti phenol merah yang digunakan pada fermentasi air daging. Indikator tersebut (Brom Thymol Blue) berubah Makalah Mikrobiologi 47 . 2.

5 Karakteristik Fisiologi Bakteri II Bakteri pada umumnya metabolisme karbohidrat sebagai sumber energy. atau ketika bakteri tidak dapat digunakan karbohidrat yang dapat dioksidasi pada media. dan memilih untuk menggunakan protein dan asam amino untuk sintesis dan pertumbuhan. Hasil produk berupa peptid yang dapat dilarutkan dan asam amino yang adapat berfungsi sebagai sumber karbon dan energy bagi organisme 2.5. dengan derajat hidrolisis gelatin yang berfungsi sebagai indikator aktifitas enzim. Maka organisme tersebut harus dapat enggunakan asam amino dan protein yang ada. dan akadang mengeluarkan molekul bagian residual yang tidak terpakai.dari kuning menjadi biru ketika sitrat digunakan. seperti ammonia dan hydrogen sulfide. dan hidrolisis pada peptid akan mengakibatkan kerusakan pada koloid. 2. Akan tetapi. atau ketika bakteri menggunakan karbohidrat. Alasan perubahan pH. Hal ini memaksa organisme untuk menggunakan.5. mengoksidasi rantai karbon. Bentuk gel koloid juga bergantung pada integritas structural protein yang ditemukan pada gelatin. ketika tidak terdapat karbohidrat yang dapat dioksida pada media. 2. dari netral (warna ungu hijau) menjadi alkalin. Media berikut menghambat ketersediaan karbohidrat untuk pertumbuhan bakteri. reaksi tersebut akan berlangsung dan indikator berubah dari hijau ke biru. Organisme yang menghasilkan enzim galatinase dapat menghidrolisis gelatin. Ketik sitrat digunakan. Kita kemudian dapat menguji produk sampingan dekomposisi protein atau mencari bahan bukti lain dan aktifitas proteolitik (hidrolisis atau pemecahan protein). protein dan asam amino yang ada. ketika memungkinkan.1 Hidrolisis Gelatin Gelatin merupakan koloid protein yang menjaga bentuk gelnya pada suhu di bawah 250C.2 Indole Indole adalah senyawa yang dihasilkan ketika asam amino tryptophan dihidrolisasi menjadi asam pyruvic (yang digunakan untuk metabolism energy) dan indole yang dikeluarkan melalui Makalah Mikrobiologi 48 . merupakan sesuatu yang rumit yang berhubungan dengan reaksi logam alkalin bumi pada suatu media cair.

Hal ini memungkinkan organisme untuk menggunakan asam amino yang mengandung sulfur untuk metabolism energinya. Ammonia bereaksi dengan air pada media untuk menghasilkan ammonium hidroksida. Besi (seperti ferro sulfat). Keberadaan tryptophanase (enzim) merupakan sebuah perbedaan yang segnifikan antara Eschericia coli yang menghasilkannya dan oleh karenanya indole positif dengan organisme enteric lainnya. mengurangi nitrat pada nitrit.4 Hidrolisis Urea Urea dihasilkan sebagai hasil sampingan atau produk sampingan dari dekomposisi protein dan asam nukleit. 2. atau lead di dalam media. Media urea mengandung indikator phenol merah sebagai tambahan urea dan memiliki pH awal sekitar 6. atau lead seperti lead asetat adalah sumber yang paling umum digunakan.5 – 6. Makalah Mikrobiologi 49 . sehingga menyebabkan pH menjadi naik. ia akan dimungkinkan untuk mendetoksifikasi urea.5. 2. Nitrat digunakan pada menerima terakhi electron dalam respirasi anaerob.8. 2. Hydrogen sulfide dikeluarkan dan adapat diujikan melalui pemanfaatan formasi black precipitate ketika bereaksi dengan perak. Untuk menguji produksi hydrogen sulfide.3 Produksi Hidrogen Sulfida Hydrogen sulfide merupakan produk sampingan dari perpecahan cysten oleh bakteri yang manghasilkan enzim cysten desulfurase. dan untuk melepaskan energy yang dapat digunakan ketika menghidrolisasinya menjadi ammonia dan karbondiokurease.aksi tryptophanase.5. kita harus menggunakan media yang mengandung amino bersulfur dan sumber logam yang disebutkan di atas.5 Reduksi Nitrat Reduksi nitrat merupakan karakteristik yang ditunjukan oleh beberapa organisme dengan frekuensi produksi nitrit yang digunakan dalam diagnose protokoler pada batang gram negative.5. besi. sebuah produk limbah. Jika suatu organisme manghasilkan enzim urease.

Signifikansi klinis dari berbagai enzim ini terdapat pada kemampuannya untuk melawan substrat di membrane sel. Organisme mengurangi kadar nitrat dan langsung mengubahnya menjadi nitrit. mengakbatkan reduksi nitrit menjadi gas hydrogen. Ketika bakteri memproduksi flagella. Produk gas dilepaskan ke atmosfer. Makalah Mikrobiologi 50 . Sebagai contoh adalah ketika kita melakukan hidrolisis kanji lalu menambahkan iodine untuk menguji hidrolisis pada kanji. Jika suatu organisme mendapatkan hasil tes yang negative untuk keberadaan nitrit. hidrolisis kanji dan pancairan gelatin terjadi karena beberapa bakteri mengeluarkan enzim hidrolitik yang dapat menyebabkan depolimerisasi (pecah menjadi unit yang lebih kecil) terhadap molekul-molekul tersebut. jaringan. atau ammonia.2 Karakteristik Fisiologi Bakteri III Terdapat banyak bakteri yang memproduksi enzim yang lalu dikeluarkan pada media. Biasanya untuk menguji enzimatik dengan cara menambahkan substrat enzim pada pembiakan bakteri lalu menguji tampilan produk atau hilangnya substrat. atau cairan tubuh sehingga berhubungan dengan mekanisme pertahanan tubuh atau homeostatis. ada kemungkinan dapat direduksi lebih jauh menjadi produk gas termasuk gas nitrogen. dan ammonia sering digunakan untuk sintesis protein. Organisme tidak mengurangi kadar nitrat 2. serta terdapat beberapa yang juga memiliki kepentingan diagnostic. 2. maka mereka dimungkinkan untuk dapat berenang di dalam cairan dan media lunak. yaitu: 1. ada kemungkinan 3 hal yang mengkin terjadi. Sebagai contoh. meskipun dapat dikeluarkan pada media dalam berbagai kondisi. Bakteri ini bersifat motile. tetapi juga memproduksi nitrit reduktasi yang mereduksi nitrit menjadi ammonia Denitrifikasi nitrat telah terjadi. Sebagian besar dari enzim yang dikeluarkan memiliki signifikansi ekologis atau medis. Pada kasus yang lain enzim bersifat antigenic dan dapat diujikan melalui reaksi serologis yang memberikan bukti pengungkapan bakteri yang memproduksi enzim. Motilitas adalah hasil dari aktifitas flagella oleh spesies bakteri yang menghasilkannya.Senyawa kimia digunakan untuk mendeteksi nitrit sebagaimana sisa nitrat dan produk sisa nitrat lainnya. Setelah nitrit diproduksi.

Bakteri harus dapat mempertahankan diri dengan memproduksi O2 atau akan terbunuh. Enzim ini mengubah hydrogen peroksida menjadi air dan oksigen dan melakukannya secara giat sehingga menimbulkan busa. Dimana kelompok streptococcus bersifat katalase negative dan Staphylococcus bersifat katalase positif. Katalase begitu umum ditemukan sehingga organisme yang tidak dapat menghasilkan katalase sangat sulit ditemukan.8. termasuk manusia. Hydrogen peroksida dihasilkan ketika beberapa molekul organic oksida secara langsung. dalam membedakan Staphylococcus dan Streptococcus. dan juga katalase atau peroksidase yang dapat mendekstruksi hidrogen peroksida.Katalase adalah enzim yang mengkatalisasikan penguraian hydrogen peroksida (H2O2) menjadi air dan O2. Hydrogen peroksida ini harus segera dipindahkan karena sangat beracun bagi sebagian besar sel-sel. Beberapa bakteri yang memiliki flavoprotein dapat mereduksi O2 dengan menghasilkan hydrogen peroksida (H2O2) atau superoksida (O2-). Penentuan adanya katalase ini terlihat dari pembentukan gelembung udara di sekitar koloni setelah ditambahkan larutan H2O23%. Hidrogen peroksida terbentuk sewaktu metabolisme aerob.Uji katalase ini dilakukan untuk mengidentifikasi kelompok bakteri bentuk kokkus. dan ketiadaan katalase menjadi suatu arakteristik diagnostic yang signifikan. Kedua bahan ini merupakan bahan yang toksik dan menghancurkan komponen sel dengan sangat cepat. Beberapa bakteri dapat memproduksi enzim yang dapat mengkatalisis superoksids yaitu peroksida dismutase. Oleh karena itu kebanyakan sel aerob atau fakultatif menghasilkan hal tersebut adalah sel anaerob atau mikroaeroflilik. Reaksi kimiawi yang dikatalisasikan oleh enzim terlihat sebagai berikut : Makalah Mikrobiologi 51 . sehingga mikroorganisme yang tumbuh dalam lingkungan aerob dapat menguarikan zat toksik tersebut.1 Enzimatik Spesifik Tes Katalase Katalase adalah enzim yang dihasilkan oleh banyak organisme.2.

sedangkan fermentasi menghasilkan etanol dan gas. atau cairan tubuh sehingga berhubungan dengan mekanisme pertahanan tubuh atau homeostatis. maka mereka dimungkinkan untuk dapat berenang di dalam cairan dan media lunak. Fermentasi dan oksidasi adalah dua proses penting dalam metabolisme mikroorganisme. Bakteri ini bersifat motile. Sebagai contoh adalah ketika kita melakukan hidrolisis kanji lalu menambahkan iodine untuk menguji hidrolisis pada kanji. serta terdapat beberapa yang juga memiliki kepentingan diagnostic. Ketika bakteri memproduksi flagella. Dimana tujuan akhirnya adalah akumulasi energi. Sebagian besar dari enzim yang dikeluarkan memiliki signifikansi ekologis atau medis. Motilitas adalah hasil dari aktifitas flagella oleh spesies bakteri yang menghasilkannya. Oksidasi umumnya dilakukan pada respirasi aerobic menghasilkan CO2dan H2O. hidrolisis kanji dan pancairan gelatin terjadi karena beberapa bakteri mengeluarkan enzim hidrolitik yang dapat menyebabkan depolimerisasi (pecah menjadi unit yang lebih kecil) terhadap molekul-molekul tersebut.superoksida 2 O2+ 2H+  O2+ H2O2 desmutase katalase H2O2 → H2O + ½ O2 (gelembung udara) Peroksidase Tes Oksidase Terdapat banyak bakteri yang memproduksi enzim yang lalu dikeluarkan pada media. baik untuk aktivitas mikroorganisme maupun untuk proses-proses biologis lain. Biasanya untuk menguji enzimatik dengan cara menambahkan substrat enzim pada pembiakan bakteri lalu menguji tampilan produk atau hilangnya substrat. Sebagai contoh. Pada kasus yang lain enzim bersifat antigenic dan dapat diujikan melalui reaksi serologis yang memberikan bukti pengungkapan bakteri yang memproduksi enzim. jaringan.Adapun uji ini dilakukan Makalah Mikrobiologi 52 . Signifikansi klinis dari berbagai enzim ini terdapat pada kemampuannya untuk melawan substrat di membrane sel.

begitu pula dengan mikroorganisme. Bakteri yang memiliki flagella mempu berenang dalam cairan dan media lunak (kurang dari setengah jumlah agar yang biasanya ditemukan pada media plate atau slant). Bakteri yang membentuk koagulase dianggap mempunyai potensi menjadi patogen invasive.suatu protein mirip enzim yang dapat menggumpalkan plasma yang telah diberi oksalat atau sitrat dengan bantuan suatu faktor yang terdapat dalam banyak serum. atau secara tidak langsung dengan menggunakan deep agar lunak. Kemampuan ini dapat langsung melalui kaca preparasi zat basah. Natrium tiosulfat ini akan bereaksi dengan ion hidrogen dari air.2 Motilitas Dimanapun motilitas bukan merujuk pada reaksi kimia. dan dengan adanya enzim tiosulfat reduktase. gas ini juga dapat diproduksi dengan reduksisenyawa anorganik yang mengandung sulfur seperti tiosulfat. yaitu natrium tiosulfat. namun alat geraknya masih sederhana berupa flagella atau cilia. ahan melepaskan atom sulfur yang dengan adanya hydrogen dari air akan membentuk gas hydrogen sulfide. Sebagai petunjuk adanya aktivitas motilitas ini dapat diamati daerah bekas tusukan dari medium yang telah diinokulasikan oleh biakan dan diinkubasikan. tetapi lebih pada karakteristik organisme yang dapat dengan mudah diamati melalui penggunaan media yang benar.untuk mengetahu kemampuan mikroorganisme untuk menggunakan karbohidrat dengan cara fermentasi atau oksidasi Tes Koagulase Koagulase. 2. Bakteri melakukan motilitas dengan menggunakan energi yang diperoleh dari ATP yang diuraikan oleh koenzim ATP-ase membentuk fosfo anorganik. asam amino akan dilepaskan. Motilitas adalah salah satu dari ciri mahluk hidup.Beberapa protein kaya akan asam amino yang mengandung gugus sulfur seperti sistein. sulfat atau sulfit. Medium ini ditambahkan senyawa anorganik yang mengandung sulfur. Gas ini akanbereaksi dengan feri ammonium sulfat yang datambahkan Makalah Mikrobiologi 53 . Sistein dengan adanya sistein desulfurase. Jika protein ini dihidrolisis oleh bakteri.8. maka akan dihasilkan ion sulfit dan gas H2S.

daging. virus. pekerja. alat pengolahan makanan. jika makanan yang dihinnapinya memiliki pH. Ada beberapa spesies yang hasil metabolismenya merupakan eksotoksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Toksin yang mereka hasilkan dapat berupa: 1. susu. Makanan merupakan media alami bagi mikroba.Neurotoksin. dan jamur menyerang makanan yang masih berupa bahan makanan mentah seperti sayuran. Faktor yang menyebabkan spesies dari bakteri saprobe dan dari bakteri pathogen. kemudian disimpan terusmenerus di dalam kaleng pada tempertur kamar. dan temperature yang menguntungkan bagi mereka. lauk-pauk. buah. dan lainnya. air pencuci.Enterotoksin. penghasil Makalah Mikrobiologi 54 . seperti nasi. Kehadiran mikroba ini karena adanya kontaminasi baik dari bahan dasar. yaitu toksin yang dapat menggangu alat pencernaan 2. Pembentukan FeS inilah yang diamati sebagai penunjuk adanya aktivitas motil dari bakteri uji pada tabung yang berisi medium motility setelah diinkubasikan 2. udara.(sebagai indicator untuk H2S) ke dalam media sehingga terbentuk FeS yang berwarna hitam. dapat mangandung Clostridium botulinum. dan lain sebagainya. misalnya alcohol sebagai hasil metabolisme Saccharomycetes sereviciae. Bakteri yang tumbuh di dalam makanan kita mengubah makanan tersebut manjadi zat-zat organic yang berkurang energinya. yaitu toksin yang dapat menyerang dan mengganggu urat saraf Makanan yang telah dipasteurisasi. Makanan yang layak konsumsi oleh manusia adalah yang bebas dari mikroba dan pathogen. kue. Hasil metabolism spesies-spesies tertentu digemari oleh manusia. Spora-spora dari bakteri ini tidak akna mati dalam proses pasteurisasi. cuka sebagai hasil metebolisme Acetobacter sp. Banyak pula yang menyerang makanan yang sudah dimasak. roti. kelembaban.3 Analisa Makanan Banyak bakteri. Dengan sendirinya makanan pasti mengandung mikroorganisme dengan jenis barmacam-macam bahkan dapt mengandung pathogen penghasil racun atau pencemar.

Kandungan mikroba yang terlalu tinggi dalam air dapat menurunkan kualitas air. Analisa bakteri golongan coli dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1.racun maupun pencemar. 2. Bakteri coli dapat dipakai sebagai indikator adanya pencemaran baik oleh manusia ataupun hewan. Pemeriksaan jumlah total mikroorganisme 2. Senyawa organic dalam air merupakan bahan pencemar apabila kadarnya melebihi ambang batas. Tidak boleh mengandung mikroba apathogen terlalu banyak Pemeriksaan air secara mikrobiologi baik kualitatif maupun kuantitatif dapat dijadikan sebagai pengukur derajat pencemaran. Pemeriksaan air secara mikrobiologi meliputi: 1. Jumlah perkiraan terdekat jumlah terdekat bakteri coli.2 Analisa Air Pemeriksaan air secara mikrobiologi sangat penting dilakukan mengingat air merupakan sumber kehidupan utama bagi semua makhluk hidup. Makanan sebagai media alami mikroba dapat berupa makanan segar ataupun makanan awetan. Syarat bakteriologi air ditetapan sebagai berikut: 1. Tidak boleh mengandung mikroba pathogen 2. Deteksi dan enumerasi terhadap bakteri pathogen Shigella dan Salmonella juga terutama Eschericia coli 3. Presumtif test 2. Selain andungan mikroba. maupun kimia untuk menghindari mengkonsumsi air yang tercemar. identik dengan adanya bakteri pathogen. baik coli umum maupun coli fekal Bakteri golongan coli merupakan indikator terhadap intra bacteriaceae. juga merupakan nutrsi bagi mikroorganisme sehingga pertumbuhan mikroorganisme sangat subur dan banyak. Adanya bakteri coli dalam air. Complited test Cara pengambilan sampel air: Makalah Mikrobiologi 55 . Segala macam air perlu mendapat perhatian untuk diperiksa baik secara mikrobiologi. fisik. pencemaran air karena adanya kandungan senyawa organicpun perlu diperhatian. Confimed test 3.

Jadi adanya bakteri tersebut pada air atau makanan menunjukkan bahwa dalam satu atau lebih tahap pengolahan air atau makanan tersebut pernah mengalami kontak dengan kotoran yang berasal dari usus manusia dan oleh karenanya mungkin mengandung bakteri patogen lainnya yang berbahaya. khususnya tentang signifikansi dan konsekuensi keberadaan bakteri-bakteri tersebut dalam air. biarkan mengalir 2-3 menit lalu tutup lagi. 5. Bakteri Indikator Sanitasi. Bakteri indikator sanitasi adalah bakteri yang keberadaannya dalam pangan menunjukkan bahwa air atau makanan tersebut pernah tercemar oleh kotoran manusia. Mengapa demikian? Karena bakteribakteri indikator sanitasi tersebut pada umumnya adalah bakteri yang lazim terdapat dan hidup pada usus manusia. Panaskan mulut kran dengan api sampai uap air keluar Buka kran dan biarkan beberapa saat Siapkan botol steril dan lewatkan mulut botol pada nyala api kemudian isi dengan air kran tersebut. kelompok Streptococcus Makalah Mikrobiologi 56 . Nama-nama bakteri tersebut tentunya cukup membingungkan masyarakat awam. Berita mengenai keamanan air minum isi ulang banyak mewarnai media masa. Dalam hal ini pengertian pangan adalah pangan seperti yang tercantum pada Undang-Undang Pangan No. 2. 3. dikenal istilah bakteri indikator sanitasi. 7 tahun 1996 yang mencakup makanan dan minuman (termasuk air minum). misal ditemukannya bakteri Escherichia coli. Tulisan ini akan membahas tentang mengapa bakteribakteri tersebut diuji sebagai indikator air minum dan apa arti keberadaan bakteri-bakteri tersebut di dalam air minum maupun makanan. Buka kran. 4. Escherichia coli dan Coliform Dalam bidang mikrobiologi pangan. Coliform dan bahkan Salmonella dalam air minum isi ulang yang diambil dari beberapa depo.1. Lewatkan lagi mulut botol di atas api. Apa sajakah bakteri indikator sanitasi? Sampai saat ini ada 3 jenis bakteri yang dapat digunakan untuk menunjukkan adanya masalah sanitasi yaitu Escherichia coli . Kemudan tutup dengan penutup steril yang telah dilewatkan di atas nyala api juga sebelumnya.

coli Enteropatogenik. debu. Meskipun demikian bakteri ini baik digunakan sebagai indikator sanitasi apabila jarak pengambilan sampel dan laboratorium pengujian cukup jauh karena relatif lebih tahan berada di dalam air ketimbang Escherichia coli . coli telah dikembangkan. E. coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan ditemukannya patogen pada pangan. bovis pada sapi) dan korelasinya dengan terdapatnya patogen tidak dianggap bagus. coli dapat bersifat patogen. Meskipun demikian. Keberadaan E. Jadi adanya E. kadang-kadang ditemukan di luar usus manusia (tanah. karena bakteri ini adalah bakteri komensal pada usus manusia. Berbagai cara pengujian E. beberapa jenis E. Akan tetapi Streptococci fekal relatif tidak banyak diujikan sebagai indikator sanitasi karena beberapa spesiesnya ditemukan di luar usus manusia (S. coli harus absen dalam 100 ml. Kelompok Streptococci fekal merupakan bakteri Gram positif bukan pembentuk spora yang ditemukan dalam usus manusia.( Enterococcus ) fekal dan Clostridium perfringens . coli Enterotoksigenik dan E. S. coli . coli adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora yang merupakan flora normal di usus. yaitu serotipeserotipe yang masuk dalam golongan E. umumnya bukan patogen penyebab penyakit sehingga pengujiannya tidak membahayakan dan relatif tahan hidup di air sehingga dapat dianalisis keberadaannya di dalam air yang notabene bukan merupakan medium yang ideal untuk pertumbuhan bakteri. Clostridium perfringens adalah bakteri Gram positif pembentuk spora yang sering ditemukan dalam usus manusia.coli Enteroinvasif. equinus pada usus kuda. E. Oleh karenanya standar air minum mensyaratkan E. Meskipun demikian. E. lingkungan dan sebagainya) dan karena bakteri ini termasuk patogen asal pangan ( foodborne pathogens ) penyebab keracunan maka pengujiannya membahayakan.coli Enterohemoragik . coli dalam air minum menunjukkan bahwa air minum tersebut pernah terkontaminasi kotoran manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus. bakteri ini jarang digunakan sebagai indikator sanitasi karena metode pengujiannya kurang spesifik. Bakteri yang paling banyak digunakan sebagai indikator sanitasi adalah E. tetapi analisis konvensional yang masih banyak dipraktekkan adalah dengan 4 tahap analisis yang memerlukan waktu 5-7 hari. Empat tahap analisis Makalah Mikrobiologi 57 .

Apakah yang dimaksud dengan Coliform ? Coliform adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. Akan tetapi jika uji penduga tidak menunjukkan adanya coliform.4 x 10 3 . Jadi untuk dapat menyimpulkan E. mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air minum. Vogues-Praskauer. Pengujian koliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E.coli tersebut patogen atau bukan maka dapat dilakukan uji serologi. coli maka uji tersebut dapat dilanjutkan dengan uji 4 tahap di atas. misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI). Pada air bukan untuk minum umumnya terdapat perbedaan persyaratan coliform dani E. coli . maka tidak perlu dilakukan uji 4 tahap di atas. tetapi mungkin juga tidak mengandung E. Air untuk kolam renang misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2. coli . serta Uji Identifikasi dengan melakukan reaksi IMViC (indol. Jika ingin diketahui apakah coliform tersebut merupakan coliform fekal atau E. coli yang kompleks. coli dan karena E. dan citrate). coli . coli sering disebut sebagai coliform fekal. Karena uji E. coli karena bakteri-bakteri bukan patogen dan bukan asal usus dari genus Enterobacter dan beberapa Klebsiella juga menghasilkan uji koliform positif. coli berada pada air atau makanan diperlukan seluruh tahapan pengujian di atas. Uji lengkap dengan medium lactose broth. coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia maka E. • Salmonella dalam air minum atau makanan : Salmonella adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang bukan pembentuk spora yang terdiri dari sekitar 2500 serotipe Makalah Mikrobiologi 58 . coli yang diperoleh untuk memastikan apakah E. Apabila dikehendaki untuk mengetahui serotipe dari E. tetapi syarat E. Apa artinya jika terdapat coliform dalam air minum atau makanan? Artinya ada kemungkinan air atau makanan itu mengandung E. karena hanya memerlukan Uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E coli 4 tahap di atas. Meskipun demikian. Uji penguat pada medium selektif.tersebut adalah Uji Pendugaan dengan metode MPN ( most probable number ). maka beberapa standar. beberapa serotipe patogen tertentu seperti O157:H7 yang ganas tidak dapat diuji langsung dengan pengujian 4 tahap ini dan memerlukan pendekatan analisis khusus sejak awal. coli tentunya lebih ketat yaitu < 1 x 10 3 dalam 100 ml. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E. methyl red.

Sebagai pengaruh dari bakteri susu dapat menjadi mengalami perubahan antara lain. Mula-mula terjadi perubahan zat-zat protein kasein dari susu yang dipeptonisasi oleh bakteri kasease seperti Staphylococcus. susu berasa pahit karena pengaruh bakteri Makalah Mikrobiologi 59 . berbau asam. Akhirnya susu menjadi busuk sama sekali dan penuh dengan berbagai cendawan seperti Penicillium. Karena perubahan tersebut susu menjadi tempat yang subur bagi Bacillus acidi/lactici seperti macam-macam Coli dan Bacillus aerogenes yang menyebabkan susu menjadi asam. 2. Basil subtilis. Basil proteus. Bakteri ini bukan indikator sanitasi . dan Iodium lactis. Selanjutnya asam yang telah terbentuk dinetralisasi oleh bakteri Bacillus faecalis alcaligenes yang memecah albumosa dan kasein susu dengan mengeluarkan amoniak. Artinya. Pengujian Salmonella juga memerlukan tahapan yang cukup panjang dan hanya dengan pengujian lengkap maka seseorang bisa menyimpulkan keberadaan Salmonella . dan Basil mesentericus. dan pahit-asin rasanya. melainkan bakteri indikator keamanan pangan . Berkembang biaknya bakteri tidaklah terjadi bersamaan waktunya namun berganti-ganti. pecah.2 Analisa Susu Susu merupakan tempat persemaian atau media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. Uji Salmonella umumnya didahului dengan tahap pre-enrichment pada medium kaya untuk meyembuhkan sel Salmonella yang luka ( injured ) . selective-enrichment (pengkayaan selektif) pada media selektif untuk menghalau bakteri-bakteri non Salmonella . Oleh karena itu berbagai standar air minum maupun makanan siap santap mensyaratkan tidak ada Salmonella dalam 100 ml air minum atau 25 gram sampel makanan. yang dapat berbahaya karena toksalbumin dan ptomaine. Aspergillus. karena semua serotipe Salmonella yang diketahui di dunia ini bersifat patogen maka adanya bakteri ini dalam air atau makanan dianggap membahayakan kesehatan. tahap isolasi pada beberapa media selektif dan tahap identifikasi berdasarkan reaksi-reaksi biokimia pada media identifikasi dan konfirmasi serologi atau biokimiawi yang menetapkan apakah bakteri tersebut benar-benar Salmonella atau bukan.yang kesemuanya diketahui bersifat patogen baik pada manusia atau hewan.

batasan jumlah koloni bakteri adalah 1 juta/ml. Berbagai jenis mikroorganisme dapat tumbuh didalam susu dan dapat menyebabkan berbagai macam perubahan pada susu. Susu juga mengandung enzim-enzim yang berasal dari binatang. protein. 4. pilih koloni pada pengenceran tertinggi. katalase. atau tengik karena bakteri acid boric. pilih koloni pada pengenceran terendah. atau rasa seperti sabun karena Bacillus lactis saponacei. Berdasarkan SNI maka susu yang diperiksa layak untuk dikonsumsi Susu merupakan makanan yang sangat tinggi kadar nutrisinya . dan protein dalam air.kasease.Gula terbentuk dalam bentuk laktosa suatu disakharida tempat glukosa terikat pada salah satu Makalah Mikrobiologi 60 . konsentrasi fisiologik garamgaram . Menurut SNI. Dari hasil pemeriksaan susu UP2KH UGM didapatkan jumlah koloni yaitu 8 koloni pada pengenceran dan 22 pada pengenceran. peroksidase. Air susu normal mengandung bakteri yang berperan dalam menghasilkan enzim yang dalam keadaan normal sangat bermanfaat dalam air susu. Bila jumlah koloni lebih dari 300 koloni. Bila jumlah koloni kurang dari 30 koloni. atau mempunyai rasa lobak akibat Coli. Koloni yang dihitung adalah yang tumbuh antara 30-300 koloni bakteri. bau . Jika jumlah koloni di antar 30-300 maka cari rasio dengan membagi hasil tertinggi dengan hasil terendah 5.lemak. Enzim tersebut antar lain fosfatase. 3. Apabila melebihi batas tersebut maka susu memiliki kualitas yang kurang baik. Syarat penghitungan jumlah koloni bakteri : 1. 2. dsb. Pemecahan senyawa-senyawa dari susu dapat menimbulkan berbagai jenis produk dengan segala sifatnya seperti asam. lipase. sedangkan jika rasio > 2 ambil dari pengenceran terendah.gula-gula.dan vitamin serta mineral semuanya terkandung di dalam susu sehingga dengan demikian susu juga merupakan makanan yang baik bagi mikroorganisme. Karena jumlah koloni kurang dari 300 maka ambil dari pengenceran terendah yaitu 8 koloni pada pengenceran. Jumlah koloni bakteri adalah 8x104 CFU/ml. dll. Susu merupakan habitat kuman yang ideal terdiri atas tetesan lemak yang teremulsi dan melarutkan. karbohidrat. Jika rasio < 2 maka ambil rata-rata.

maka dapat disimpulkan bahwa pada susu yang tidak ditambahkan biakkan bakteri juga terdapat mikroba yang menyebabkan terjadinya koagulasi. Pengamatan Pemeriksaan JPT/MPN susu: • Perhitungan JPT/MPN susu: Karena. maka mungkin yang akan tumbuh adalah bakteri Enterobacter (Aerobacter)aerogenes da Eschericia coli.Dengan menurunnya pH pada susu maka. P. • Perhitungan Mikroorganisme Secara Langsung dengan Mikroskop: Setelah diamati dan dihitung secara matematis.bulgaricus. galaktosa. dan B. • Test Reduksi Methylene Blue: Warna Methylene Blue pudar setelah 13 jam.aeruginosa. dan tereduksi sepenuhnya setelah 26 jam. hanya jenis-jenis yang paling cocok yang dapat bertahan hidup. Susu merupakan suatu perbenihan yang diperkaya dan karena itu. • Pengaruh Bakteri Terhadap Susu: Setelah melihat pengaruh bakteri tehadap susu. Hal ini terjadi karena setiap mikroba dalam susu mengahasilkan enzim dehidrogenese dan jumlah mikroba yang terkandung hanya sedikit sehingga proses reduksi lebih lama berlangsung.susu cenderung anaerob. jumlah pasti mikroorganisme yang ada dinyatakan Too Numeric To Count (TNTC).peptonisasi. maka tidak memenuhi standar syarat perhitungan koloni.dan fermentasi.subtilis juga menyebabkan terjadinya proses koagulasi.8 yang berada dalam jajaran optimal untuk kebanyakan kuman-kuman.sehingga. Makalah Mikrobiologi 61 . dll. 10 2 sel/mL.92 . Susu segar memiliki pH kira-kira 6.peptonisasi. spesies lain dapat tumbuh seperti Lactobacillus casei dan Lactobacillus acidophilus.Sedangkan bakteri E. L.coli.49 . 10-2 sel/mL sedangkan jumlah bakteri keseluruhan adalah 8.Pada penanganan normal (dalam tempat penyimpanan terisi).jumlah koloni yang tumbuh pada media adalah sebanyak 2400. bila disimpan pada suhu tubuh.Kuman pertama yang dapat hidup subur diantaranya Sterptococcus lactis meragikan laktosa menjadi asam laktat. dan fermentasi.stereoisomernya. jumlah bakteri yang terdapat dalam susu dapat ditentukan @ 1 mL adalah sebanyak 1.

misalnya bactericide (agen yang membunuh sel bakteri). Presumetive Test: Pada uji ini. Untuk kali ini kita akan fokus kepada agen mikroba kimia. Makalah Mikrobiologi 62 . rirucide (agen yang membunuh virus). tetapi hanya menghambat pertumbuhannya. Agen ini disebut microbastatic.000 koloni. atau fungicide (agen yang membunuh jamur).2 Uji Agen Anti Mikroba Agen anti mikroba meliputi semua agen baik secara fisik maupun kimia yang menghancurkan atau menghambat pertumbuhan mikroorganismee. Perbedaan penamaan terebut penting digunakan untuk penggunaannya. Istilah gemircide sering digunakan untuk menunjukan kemampuan suatu bahan kimia untuk menghancurkan atau menghambat pertumbuhan mikroorganismee. Sama halnya dengan germicide. istilah microbisatic dapat menunjukan tindakan spesifik yang dapat digunakan. Tindakan yang lebih spesifi dapat dilihat dari penggunaan istilah yang lebih tepat. Bahan kimia lain tidak membunuh mikroorganismee. 2. sebenarnya bakteri jenis coli fekal tidak ada. sporicide (agen yang membunuh endospora atau spora jamur). Completed Test: Pada uji ini. 3. dapat diketahui bahwa jumlah mikroorganisma yang mungkin terkandung dalam susu adalah sebanyak: ∑ koloni = ±200. hasil pada percobaan menunjukkan positif karena mungkin alat yang digunakan tidak steril. Akan tetapi. dapat dipastikan bahwa jenis bakteri coli yang terkandung dalam sample susu adalah jenis coli fekal dan umum. dapat ditentukan bahwa kemungkinan jumlah mikroorganisme yang terkandung didalam sample susu adalah sebanyak 1100 koloni per 100 mL . Uji Coliform: 1. Confirmed Test: Pada uji ini.• Berdasarkan waktu yang diperlukan oleh susu untuk mengalami reduksi. dapat dilihat bahwa berdasarkan cirri-ciri koloni yang tumbuh pada media EMB maka koloni yang tumbuh dapat dipastikan adalah bakteri Eschericia coli . 2. Kita meneliti keefektifan beberapa agen pengendali fisik dalam.

Namun. Penggunaan iodine dalam aplikasi klinis telah diganti oleh iodophors yang mengkombinasikan iodine dengan organic surfavant. Apakah obat pemutih untuk keperluan rumah tangga dapat digunakan untuk antiseptic atau desinfektan? Bagaimana dengan hydrogen peroksida? Klasifikasi Agen Anti Mikroba Agen anti mikroba diklasifikasikan oleh komposisi dan metode tindakannya. Desinfektan mungkin hampir sama dengan antiseptic. bakteri resistan. Saat digabungkan dengan air. efektifitasnya hanya sedikit karena hanya membunuh sel vegetatif yang berada pada permukaan kulit.Agen pengendali kimia juga diklasifikasikan oleh kemampuannya untuk digunakan dalam jaringan hidup dibandingkan dengan kemampuannya yang hanya dipakai dalam permukaan tak bernyawa. namun biasanya digunakan dalam konsentrasi yang lebih tinggi. Karena penguapan yang cepat. Antiseptic kulit dan agen antiseptic kulit lainnya yang banyak digunakan adalah halogen terutama iodine dan klorin. dan organisme dalam pori-pori kulit tidak terpengaruh. Oleh karena itu ethyl atau isoprophyl alcohol biasanya digunakan dalam konsentrasi 70%-80%. Bahan kimia ini tidak beracun. D sisi lain. Biasanya saat kita menerima suntikan atau pengambilan darah. perawatan air. Hal ini memberikan antiseptis dalam waktu penggosokan pembedahan dan penyiapan kulit sebelum pengirisan. maka akan mengurangi sifat protein. salah satu keterbatasan pemakaiannya adalah bisa dinonaktifkan dengan adanya bahan organic. Klorin digunakan sebagai hypoclorous acid dalam obat pemutih. Alcohol berperan dalam pelarutan lipid yang melarutkan membrane sel. seng. Larutan iodine merupakan salah satu agen antiseptic yang digunakan pertamak kali. Bentuk merkuri yang biasa digunakan adalah merthiolate dan mercurochrome. sehingga dapat digunakan dengan aman untuk kulit atau membrane selaput lendir dan biasanya tetapi tidak selalu bacteriostatik. perak. yaitu bergabung dengan molekul protein dan mengubah sifatnya. Logam berat seperti merkuri. kulit kita dibersihkan dengan alcohol. dan selenium bekerja dengan tindakan oligodynamik (sedikit kekuatan). dan berbagai agen sabitasi komersial. Tembaga lazim digunakan untuk Makalah Mikrobiologi 63 . tembaga. desinfektan digunakan untuk bahan yang tidak bernyawa. desinfeksi instrument dan pengawetan vaksin. Endospora. trimerosal untuk antiseptis kulit.

Oleh karena itu. Makalah Mikrobiologi 64 . desinfenktan. Nitrat perak telah digunakan untuk mencegah pertumbuhan organisme gonococcal pada mata yang baru lahir. justru membantu pertumbuhannya. kita tidak dapat mengasumsikan bahwa semakin besar zona penghambatan. kita harus berasumsi apakah sebuah agen kimia dapat menghambat atau tidak organisme yang ditentukan. keberadaan bahan organic. media yang digunakan. Banyak desinfektan laboratorium yang biasa digunakan merupakan senyawa quartenary ammonium.pengendalian pertunbuhan alga dalam air. Efektifitas agen akan berkurang seiring dengan berkurangnya konsentrasi agen sehingga menghasilkan berbagai zona penghambatan. maka agen akan semakin efektif. Agen tersebut mengubah sifat protein dan menganggu membrane sel. Namun penggunaannya agak terbatas karena telah terbukti tidak hanya gagal menggunakan organisme Pseudomonas. dan agen kemoterapi. Pengujian Difusi Disk Tekinik difusi disk biasanya digunakan untuk menguji aktifitas antiseptic. Tetapi. Seng dan selenium termasuk agen anti jamur dalam minyak obat kulit dan shampoo. dan suhu inkubasi. Awalnya Lister menggunakan phenol sebagai agen anti mikroba. Kemudian phenol diganti dengan sejumlah turunannya atau phenolic karena kadar racun pada phenol. Pengujian ini berdasarkan kepada difusi molekul (agen yang diuji) dari bagian konsentrasi tinggi (disk) ke bagian yang rendah (media). konsentrasi. Termasukdiantaranya Zephiran dan Roccal. bentuk bahan yang diuji. Efektifitasnya tidak tidak dipengaruhi oleh keberadaan bahan organic. Banyak jenis phenolic seperti hexachlorophene dan chlorhexidine gluconate yang merupakan kombinasi phenolic dan halogen untuk meningkatkan efektifitasnya. Kecepatan dilusi molekul tergantung pada beberapa faktor meliputi berat molekul. dan baik perak nitrat maupun sufadiazine perak digunakan untuk luka bakar parah.

Media nutrisi cair e. kemudian tutup dengan sekrup pengaman. Media agar deeps b.pipet. Hipoklorit 5-25% h. Koefisien fenol : l. Media alat-alat gelas. Salmonella sp k. Biakan : i. Disinfektan : c. kemudian tutup katup uap/udara.1 Sterilisasi Alat dan Bahan : 1. Alcohol 70% g. Makalah Mikrobiologi 65 . Pengendalian mikroorganisme dengan cara fisik a. Lisol e. 2. Media agar plate d.BAB III PROSEDUR KERJA 3. Staphylococcus aureus j. Sebelum melakukan sterilisasi terlebih dahuluperiksa banyaknya air dalam otoklaf. dll f. Biakan staphylococcus aureus (24 jam) m. Axi f. Fenol (asam karbonat) A. Masukkan media atau alat-alatlaboratorium yang akan disterilkan. Pengendalian Secara fisik 1. 3. Pengendalian mikroorganisme dengan bahan kimia a. Daya kerja b.ose. Media autoklaf 1. Media agar slaud c. Fenol 5% d. Nyalakan api dan biarkan katu uap/udara tetap terbuka sehingga semua udara didalam otoklaf di ganti oleh uap.

Tulis nam desinfektan dan nama bakteri pada cawan petris. Setelah proses sterilisasi api di matikan dan tekanan dibiarkan turun sehingga mencapai 0. celupkan ke Letakan cakram kertas pada permukaan lempengan agar. Daya kerja desinfektan • • • • • • Ambil 2 tabung agar yang telah di cairkan. Sterilisasi dengan bahan kimia A. Pergantian udara dengan uap ini diikuti oleh peningkatan tekanan dalam suhu. perhatikan bahwa peralatan dan cairan yang baru dikeluarkan dari otoklaf bersuhu tinggi sehingga dapat menyebabkan luka bakar. Ambil cakram kertas dengan pinset kemudian dalam larutan desinfektan yang di sediakan. Buka tutup otoklaf kemudian ambil peralatan atau media yang disterilkan dengan sarung tangan tahan panas. 66 Makalah Mikrobiologi . karena cairan dalam tabung atau labu dapat tumpah keluar disebabkan penurunan suhu yang mendadak.jarak antar cakramkertas harus cukup jauh. 7. otoklaf tidak boleh dibuka sebelum tekanan mencapai 0.kemudian tuang ke dalam cawan perti .4. 6.biarkan agar membeku. 8.stearothermophilus) dalam bentuk spore strip. Kocok tabung di antar dua telapak tangan . Untuk melihat bahwa otoklaf bekerja dengan sempurna dapat digunakan mikroba penguji yang bersifat thermofilis(b.waktu yang di perlukan untuk mensterilkan media atau alat-alat laboratorium sekitar 15-20 menit. 5. Pada saat tekanan mencapai 15 lbs dan suhu meningkat sehingga 121°c. A. Spore strip di masukan ke dalam dextrose tripone broth dan di inkubasi pada suhu 55°-66° C bila kaldu tetap setelah masa inkubasi hal ini menunjukan bahwa otoklap telah bekerja sempurna. Inokulasi masing masing tabung dengan biakan yang telah di sediakan. proses sterilisasi dimulai.

7. Inokulasi setiap pengenceran dengan 0’5 ml nutrient broth organisme penguji (24 jam). Kocok tabung baik baik .5 ml nutrient broth mikroorganisme Staphylococcus aureus 24 jam. Encerkan fenol dalam aqua destilate steril sehingga di peroleh pengenceran 1:80 1:90 1:100. Kocok baik baik tabung berisi biakan dan inokulasi selama 24 -48 jam pada suhu 35°c. Masukan 5ml dari tiap pengenceran ke dalam tabung. 1:350. 2. 1:30. 3.10 dan 15 menit pindahkan satu mata ose dan tabung pengenceran ke dalam tsb yang steril. 1:400. 5. Inokulasi pada suhu 20°c 8. Masukan 5ml dari tiap pengenceran dalam tabung. Ukur luas daerah jernih. Bandingkan daya kerja berbagai desinfektan terhadap kedua bakteri. Encerkan bahan antimikrobial (desinfektan) uji dengan aqua destilata steril sehingga di peroleh pengenceran 1:10.• • • Inkubasi pada suhu 37°c selama 48 jam. 1:500. A. • Hari ke 2 dan ke 3 1. Tentukan tabung pengenceran yang menunjukan pertumbuhan dan tabung pengenceran yang tidak menunjukan pertumbuhan. 1:450. Koefesien fenol • Hari ke 1 1. Hasil di sajikan dalam bentuk tabel. 4. 1:150. Inokulasi tiap tabung pengenceran dengan 0. Makalah Mikrobiologi 67 . Dalam rentang waktu 5.beri tanda pengenceran. 9. 6. 1:250. beri tanda pengenceran dalam tiap tabung. 1:200.

3.2. Ikuti langkah 1-9 pada bagian ‘Penggunaan Mikroskop’. Letakkan kaca preparasi letter ‘e’ pada stage mikroskop dengan benar. Jarum/loup inokulasi 8. 2. bunga rumput. Rak dan rak pencuci 9. PENGGUNAAN LENSA OBJEKTIF LOW POWER 1. siapkan. Biakan bakteri 24-48 jam 17. Botol semprot 10. Ambil mikroskop. sesuaikan berbagai kontrol cahaya (kontrol voltase. sambil melihat melalui lensa okular. Pipet dan silet* 3. Pewarna dasar : kristal violet 24. Tentukan nilai koefesien fenolnya. Butir-butir pati kentang 15. Metilen biru 18. Cawan petri 6. Larutan pencuci warna dasar : Alkohol 70 % 26. "d". Aquades 22. dan bersihkan semua lensa. Potongan kertas berhuruf "A". Tissue 13. Aquades steril 23. Safranin Prosedur Kerja : A. Minyak imersi 20. Larutan pengikat warna dasar : Larutan Iodin 25. Gelas obyek dan kaca penutup* 5. Pinset 4. Air dan larutan iodine 16. Kertas isap 11. Xilal 21. Mikroskop cahaya dan mikroskop stereo 2. Makalah Mikrobiologi 68 .2 Analisis Mikroskopis Alat dan Bahan : 1. Setelah lensa berada pada fokus yang jelas. dan lainnya) 14. Organisme berukuran kecil (semut. 3. Bunsen 7. 12. Kertas lensa 19. Pewarna pembanding : Lar.

Gunakan tombol penyesuai halus untuk memfokuskan sel darah. PENGGUNAAN LENSA OBJEKTIF OIL IMMERSION 1. Dengan menggunakan prosedur di atas. Makalah Mikrobiologi 69 . Ambil contoh darah manusia. Fokuskan dengan menggunakan lensa objektiflow power.diafragma iris. Efek apa yang diberikan oleh bagian kontrol cahaya tersebut pada gambar yang diamati? 4. Apa yang terjadi jika anda memindahkan kaca preparasi dari arah depan ke belakang. Gambarlah beberapa sel yang terlihat pada formulir laporan laboratorium 5. 2. Gerakkan kaca preparasi hingga anda melihat berbagai bentuk sel darah manusia. 3. dan kondensor seperti yang tersedia pada mikroskop). pindahkan hati-hati dengan tangan. putar bagian hidung mikroskop hingga lensa high dry berada di atas kaca preparasi. Ikuti langkah 1-11 pada ‘Penggunaan Mikroskop’ untuk membantu anda memfokuskan kaca preparasi. A. Anda akan menemukan bahwa penyesuaian dengan cara yang sama akan diperlukan pada mikroskop yang sama akan diperlukan pada mikroskop yang sama secara efisien 4. Pindahkan kaca preparasi dari stage dan letakkan kembali pada tempatnya. Pindahkan kaca preparasi pada stage dengan menggunakan kontrol stage mekanis jika tersedia. 5. Selain itu catat besar penyesuaian yang dilakukan dengan menggunakan tombolpenyesuai halus dan ke arah mana anda akan memutarnya. PENGGUNAAN LENSA OBJEKTIF HIGH DRY 1. Gunakan gambar 1. Pindahkan kaca tempatnya preparasi dari stage dan kembalikan pada A. Setelah mengamati dengan lensa low power. Jika tidak.2 untuk membantu anda mengidentifikasi sel-sel yang anda amati. Ambil kaca preparasi yang sudah ditetesi cairan berisi tiga bentuk bakteri. Pastikan untuk menyesuaikan cahaya pada resolusi maksimum.

Dengan seksama ikuti langkah 11-14 pada ‘Penggunaan Mikroskop’ ketika beralih dari lensa highdry ke lensa oil emmersion. diafragma iris. Ikuti langkah 1-9 pada bagian ‘Penggunaan Mikroskop’. Ikuti langkah-langkah pada “setelah selesai dengan mikroskop”. dan tombol penyesuai halus ketika mengganti lensa. Efek apa yang diberikan oleh bagian kontrol cahaya tersebut pada gambar yang diamati? 4. Jika tidak. Pindahkan kaca preparasi pada stage dengan menggunakan kontrol stage mekanis jika tersedia. Gambar beberapa sel yang terlihat dari tiap jenis bakteri pada formulir laporan laboratorium. Pada kaca preparasi. terlebih saat membersihkan minyak pada lensa oil immersion. batang. dan kondensor seperti yang tersedia pada mikroskop). Apa yang terjadi jika anda memindahkan kaca preparasi dari arah depan ke belakang. Pastikan anda menyesuaikan cahaya. Dengan menggunakan prosedur diatas. Letakkan kaca preparasi letter ‘e’ pada stage mikroskop dengan benar. 6. 3. sambil melihat melalui lensa okular. Setelah selesai mengamati kaca preparasi. A. pindahkan hati-hati dengan tangan. Setelah lensa berada pada fokus yang jelas. Pindahkan kaca tempatnya Makalah Mikrobiologi preparasi dari stage dan kembalikan pada 70 . PENGGUNAAN LENSA OBJEKTIF LOW POWER 1. dan bersihkan semua lensa. Bersihkan lensa-lensa pada mikroskop dengan kertas pembersih lensa secara hati-hati. 4. Jauhkan stage dari lensa dan pindahkan kaca preparasi. Setelah itu naikkan mikroskop pada lensa high dry. 2. Bersihkan kaca dari minyak secara hati-hati lalu kembalikan ke tempatnya. siapkan. sesuaikan berbagai kontrol cahaya (kontrol voltase. dan spiral). tentukan tiap bentuk bakteri dasar (bulat. 3. Ambil mikroskop. 5.2. 5. fokuskan lensa lowpower. Pastikan anda menyesuaikan kembali pencahayaan ketika mengganti lensa.

Pindahkan kaca preparasi dari stage dan letakkan kembali pada tempatnya. Dengan menggunakan prosedur di atas. Dengan menggunakan prosedur diatas. Fokuskan dengan menggunakan lensa objektiflow power. Pastikan anda menyesuaikan kembali pencahayaan ketika mengganti lensa. tentukan tiap bentuk bakteri dasar (bulat. 3. PENGGUNAAN LENSA OBJEKTIF HIGH DRY 1. batang. Gunakan tombol penyesuai halus untuk memfokuskan sel darah. putar bagian hidung mikroskop hingga lensa high dry berada di atas kaca preparasi. Pada kaca preparasi. Ikuti langkah 1-11 pada ‘Penggunaan Mikroskop’ untuk membantu anda memfokuskan kaca preparasi. dan tombol penyesuai halus ketika mengganti lensa. Setelah mengamati dengan lensa low power. Dengan seksama ikuti langkah 11-14 pada ‘Penggunaan Mikroskop’ ketika beralih dari lensa highdry ke lensa oil emmersion. 4. 2. Gambarlah beberapa sel yang terlihat pada formulir laporan laboratorium 5. Ambil kaca preparasi yang sudah ditetesi cairan berisi tiga bentuk bakteri. Setelah itu naikkan mikroskop pada lensa high dry. PENGGUNAAN LENSA OBJEKTIF OIL IMMERSION 1. 2. A. Gunakan gambar 1. Ambil contoh darah manusia. Gerakkan kaca preparasi hingga anda melihat berbagai bentuk sel darah manusia. Pastikan untuk menyesuaikan cahaya pada resolusi maksimum.2 untuk membantu anda mengidentifikasi sel-sel yang anda amati. dan spiral). Makalah Mikrobiologi 71 . fokuskan lensa lowpower. Gambar beberapa sel yang terlihat dari tiap jenis bakteri pada formulir laporan laboratorium. Pastikan anda menyesuaikan cahaya. 3. Selain itu catat besar penyesuaian yang dilakukan dengan menggunakan tombolpenyesuai halus dan ke arah mana anda akan memutarnya. Anda akan menemukan bahwa penyesuaian dengan cara yang sama akan diperlukan pada mikroskop yang sama akan diperlukan pada mikroskop yang sama secara efisien 4.A.

Jika kaca beku tidak tersedia. kaca harus dalam keadaan kering. Anda akan memerlukan tiga lempeng kaca untuk di warnai. a. 1. A. 6.5. Dua diantaranya akan digunakan untuk penempelan basah. PREPARASI SMEAR 1. Anda akan memerlukan satu set smear untuk masing-masing pewarnaan yang akan di gunakan. Makalah Mikrobiologi 72 . Bersihkan lensa-lensa pada mikroskop dengan kertas pembersih lensa secara hati-hati. a. gambar dua lingkaran berdiameter sekitar setengah inci pada masing-masing lempeng kaca seperti yang ditunjukkan pada gambar. smear akan menyebar secara tidak tentu pada lempeng kaca dan akan menyulitkan anda dalam mengamati morfologi bakteri. gunakan pena marker atau pene marker lilin untuk memberi label pada kaca preparsi anda. Lanjutkan dengan bilasan air dan bilasan air etil alkohol 95%. Dengan menggunakan pena marker. Preparasi smear dari biakkan agar. terlebih saat membersihkan minyak pada lensa oil immersion. persiapkan kaca preparasi. Jauhkan stage dari lensa dan pindahkan kaca preparasi. c. Ketika akn digunakan. Ujung yang beku dapat berguna sebagai masker untuk menjaga agar kaca terarah dengan benar (sisi kanan ke atas dan kanan ke kiri). Letakkan satu tetes kecil air pada tiap lingkaran di atas lempeng kaca. Cuci semua lempeng kaca dengan sabun dan air. Bersihkan kaca dari minyak secara hati-hati lalu kembalikan ke tempatnya. Lempeng kaca harus dalam keadaan bersih. Jika terdapat lemak residu pada kaca. Setelah selesai mengamati kaca preparasi. anda dapat menggunakaan pensil untuk memberi label pada lempeng kaca. Loop penyuntik adalah alat yang berguna untuk menentukan jumlah air yang sesuai. b. Ikuti langkah-langkah pada “setelah selesai dengan mikroskop”. Jika nada menggunakan lempeng kaca yang beku diujungnya.

Gunakan loop untuk memindahkan satu loop penuh biakkan air daging pada kaca preparasi anda. PEWARNAAN Makalah Mikrobiologi 73 . c. Biarkan kaca preparasi mengering oleh udara. Emulsikan pembiakkan pada tetesan tersebut. Biarkan kaca preparasi untuk mengering sendiri. Sebarkan tetesan pada area yang ditandai. d. tetapu tidak buram. e. Panaskan bakteri pada lempeng kaca dengan melewatkannya menembus bara pemanas burner beberapa kali. anda mungkin perlu untuk menambahkan satu atau dua loop penuh tetesan pada kaca preparasi. e. campurkan secara menyeluruh dengan air tetesan tersebut. a. Ulangi hingga tiap-tiap pembiakan slant disiapkan pada kaca preparasi. Panaskan kaca preparasi seperti yang dilakukan di atas. d. Pastikan anda mencampurkan air daging tersebut sebelum pemindahan atau inokulasi. Preparasi smear dari biakkan air daging. sel bakteri akan tercuci pada proses pewarnaan. sel-sel bakteri tersebut akan terkarbonasi. Sebarkan secara merata ke seluruh lingkaran. Gunakan teknik asepti ini dan jangan lupa untuk memegang loop di atas api sebelum dan sesudah digunakan. Jika anda kurang memanaskannya. c. b.b. Dengan menggunakan loop. Jika terlalu panas. 1. Ulangi hingga setiap pembiakkan air daging telah disiapkan pada kaca preparasi. Jika pembiakkan air daging tersebut kurang keruh. f. Anda akan memerlukan satu set smear untuk setiap pewarnaan yang akan digunakan. A. Pindahkan sedikit pembiakkan pada tetesan air. Hal ini akan menghasilkan hasil smear yang cukup keruh (kabur). Pastikan anda memegang loop anda di atas api sebelum dan sesudah menggunakannya.

Amati semua smear dengan lensa objektif oil immersion. tidak selalu membunuh bakteri. lalu keringkan secara hati-hati. letakkan pada rak pewarnaan yang terletak di atas tempat mencuci atau tempat pewarnaan. Jangan biarkan aliran air jatuh langsung pada smear. Warnai kaca preparasi. Setelah kaca preparasi benar-benar dingin. Jangan menggosok kaca preparasi dengan kertas. Siapkan zat basah dari tiap-tiap pembiakkan air daging. Mengeringkan dengan kertas hisap dapat memindahkan bakteri yang masih aktif pada kertas. jangan biarkan smear mengering. PENEMPELAN ZAT BASAH 1. 4. Sebagian orang memilih untuk mengeringkan dengan kertas hisap. Biarkan kaca preparasi mwngwring dengan sendirinya. tetapi biarkan air mengalir diatasnya. Letakkan kaca penutup di atas pusat kaca. Pastikan setiap smear tertutupi sepenuhnya. terutama yang membentuk spora. tambahkan pewarna tambahan bila perlu dan biarkan smear terwarnai dalam jangka waktu berikut: Crystal violet selama 30 detik Metylen blue 1 menit Safranin 1 menit 3. 6. Bersihkan air sisa dari kaca dengan cara menepuk perlahan tepian kaca dengan menggunakan kertas pembersih. A. Jika instruktur anda mengijinkannya letakkan kaca pembersih pada kertas pembersih dengan posisi yang di warnai berada di atas. 2. Catat pengamatan anda pada formulir laporan laboratorium. Makalah Mikrobiologi 74 . Bilas warna kaca preparasi dan pegang di bawah aliran air yang perlahan. Pindahkan satu loop penuh pembiakkan pada pusat kaca preparasi yang bersih secara hati-hati. Mengeringkan dengan udara merupakan salah satu prosedur untuk menghindari hal tersebut. Catatan : prosedur pewarnaan. 5.1. terutama pewarnaan sederhana.

Lengkapi pewarnaan gram a. 5.0 mm) pada keempat sisi kaca penutup sebelum meletakkan satu loop penuh air daging pada kaca preparasi. Bubuhi smear dengan iodine gram dan biarkan bereaksi selam beberapa 1 menit d. c. anda harus menambal tepian kaca dengan jeli petroleum. Sedikit gerakan menekan mungkin perlu dilakukan agar benar-benar menutup tepian kaca. Dengan menggunakan tusuk gigi. Amati zat basah tersebut dengan lensa oil immersion pada mikroskop. Setelah 30 detik. bersihkan crystal violet dengan cara di bilas dengan lembut oleh larutan iodin. 6. Sambil memegangi kaca preparasi di dekat tempat membilas atau wadah pewarnaan. Lengkapi formulir laporan laboratorium A. Persiapkan smear pembiakkan bakteri seperti yang diindikasikan instruktur anda. 3. 4. Ingatlah bahwa bakteri tersebut masih hidup. Telungkupkan kaca penutup dan posisikan seperti dijelaskan di atas. Saat warna berhenti mengalir dari Makalah Mikrobiologi 75 . Prosedur ini dapat meminimalisasi formasi dan jumlah gelembung pada tetesan air daging. PEWARNAAN GRAM 1. Bubuhi smear dengan crystal violet gram b. Jeli harus membentuk tambalan saat anda menurunkan kaca penutup pada kaca preparasi. Tentukan apakah bakteri tersebut bersifat motile dengan cara mengamati arah gerakan (apakah berlawanan dengan gerakan brownian). Pindahkan salah satu bagian kaca penutup pada kaca preparasi hingga salah satu bagian menyentuh kaca terlebih dahulu kemudian kaca penutup dapat diturunkan seluruhnya. Jika anda berniat untuk mengamati zat basah tersebut lebih dari beberapa menit. Panaskan yang sudah jadi. Buang zat basah tersebut dengan cara aman. letakkan sedikit jeli dengan hati-hati (kira-kira 1. biarkan ethanol atau acetone/ethanol mengalir melalui smear.2. 2.

Panaskan kaca preparasi selama tidak lebih dari lima menit. 2. Tutupi smear dengan safranin selama 1 menit. yang disebut sebagai dekolorisasi. Letakkan kaca preparasi di dalam tempat rebusan atau penopang melingkar tutupi smear dengan potongan kertas pembersih. 1.smear. Jika anda menggunakan api bunsen untk memanaskan kaca. Siapkan smear pembiakkan bakteri seperti yang diindikasikan instruktur anda. Lengkapi formulir laporan laboratorium bagian A A. Lengkapi pewarnaan acid-fast dengan penggunaan prosedur yang ditunjukan instruktur anda. lalu keringkan dengan udara. Langkah ini. Amati semua smear dengan lensa objektif oil immersion 2. f. dan airi kaca preparasi dengan puchsin karbol Ziehl-Neelsen. b. tambahkan lagi pada smear. adalah langkah yang paling penting. Panaskan. uap harus terlihat di atas pewarna. Potong atu robek sedikit bagian kertas pembersih berukuran lebih besar dari smear. d. keringkan air yang tersisa. tetapi sedikit lebih kecil dari kaca preparasi (sekitar ¾ inci x 2 inci) c. Siapkan tempat untuk merebus atau gunakan penopang melingkar untuk menopang kaca preparasi ketika di panaskan. PEWARNAAN ACID-FAST 1. Pada langkah ini terlalu banyak menggunakan alkohol biasanya terjadi sehingga menghasilkan sel gram-positif yang terwarnai dengan kurang baik. Jangan sampai cairan mendidih jangan biarkan pewarna mengering saat pewarna menguap. A. PROSEDUR ZIEHL-NEELSEN a. e. bilas kaca preparasi dengan air. Amati pewarnaan yang telah di siapkan sesuai arahan 3. Makalah Mikrobiologi 76 . Bilas pewarna dari kaca preparasi.

Bilas smear dengan air untuk membersihkan warna yang tersisa. biarkan kaca preparasi mendingin. Lengkapi formulir laporan laboratorium. bilas perlahan dengan air. Pewarnaan acid-fast. Gunakan loop. dapat dilakukan pewarnaan kembali jika alkohol digunakan terlalu lama . Bilas kaca preparasi dengan acid-alkohol hingga pewarna tidak lagi mengalir dari smear. Setelah smear dipanaskan selama sedikitnya 5 menit. dan keringkan. bilas perlahan dengan air. Panaskan 2. meski tidak secepat dekolorisasi seperti pada pewarnaan gram. Bilas kaca preparasi dengan acid-alkohol hingga pewarna berhenti mengalir pada smear. Amati semua smear dengan menggunakan lensa objektif oil immersion. A. jarum. bagian B. Jangan biarkan kertas pembersih jatuh ke dalam bak cuci. Airi smear dengan fuchsin karbol kinyoun. b. Airi smear dengan pewarna albert selama tiga sampai lima menit. dan biarkan terwarnai selama lima menit. Amati kaca preparasi yang telah siap sesuai arahan f. c.e. Prosedur albert: a. Lakukan counterstain dengan menggunakan methylene blue selama satu menit bilas. d. g. atau gunting tang untuk meletakannya di dalam tempat sampah f. Lengkapi pewarnaan granula metakromatik dengan menggunakan prosedur yang ditunjukkan instruktur anda. A. e. Siapkan smear berisi pembiakkan bakteri seperti yang ditujukan. lalu bilas dengan air untuk membersihkan sisa pewarna. PROSEDUR KINYOUN (PEWARNAAN DINGIN) a. dapat dilakukan pewarnaan kembali jika alkohol digunakan terlalu lama . Makalah Mikrobiologi 77 . meski tidak secepat dekolorisasi seperti pada pewarnaan gram. Pewarnaan acid-fast. keluarkan airnya. PEWARNAAN GRANULA METAKROMATIK 1.

b. Bilas kaca preparasi dengan air lalu keringkan. c. Airi smear dengan iodine gram dan biarkan bereaksi selama satu menit. d. Bilas, bersihkan air, dan keringkan di udara Prosedur Loeffler: a. Airi smear dengan metylene blue loeffler selama tiga menit b. Bilas, bersihkan air, dan keringkan di udara 1. Amati semua smear dengan lensa objektif oil immersion 2. Amati kaca preparasi yang sudah di persiapkan sesuai arahan 3. Lengkapi formulir laboratorium, bagian C 1.3Media Isolasi Alat dan Bahan : 1. Plate agar tryptic soy 2. Plate agar phenylethanol 3. Plate agar manittol salt 4. Plate Levine EMB 5. Plate agar darah 6. Plate CAN Colombia 7. Pembiakkan air daging a. Escherichia Coli b. Entberobacter aureus c. Streptococcus faecalis d. Media, satu per grup Prosedur Kerja : 1. Labeli setiap plate dengan nama media dan informasi pengidentifikasian. Bagi tiap plate menjadi kuadran. Labeli tiap bagian dengan nama suatu organisme yang di ujikan. 2. Inokulasi tiap bagian dengan organism yang benar. 3. Inkubasi semua plate pada suhu 37℃ 4. Setelah diinkubasi catat hasil yang didapat dari tiap plate pada formulir laporan laboratorium. a. Agar trytic soy : amati pertumbuhannnya pada plate apakah artinya jika pada salah satu bagian tidak terdapat pertumbuhan ? Makalah Mikrobiologi 78

b. Agar phenylethanol : amati pertumbuhannya pada plate. c. Agar manitol salt : amati pertumbuhan pada plate. Catat warna pada media yang mengelilingi (pink atau kuning) untuk organisme yang tumbuh. d. Agar Levine EMB : amati pertumbuhan pada plate untuk organism yang tumbuh catat warna pada koloni (pink, hijau, metalik atu tidak berwarna) e. Agar darah : amati pertumbuhan pada plate. Untuk organisme yang tumbuh, catat hemolysisi yang ada. Agar Colombia CAN : amati pertumbuhan pada plate untuk organisme yang tumbuh, catat tipe hemolysisis yang diamati.

1.3Teknik Isolasi Alat dan Bahan : 1. Gelas kimia 250 ml. 2. Batang pengaduk. 3. kassa asbes dan kaki tiga. 4. pembakar bunsen. 5. aqua dm. 6. Botol semprot. 7. Tabung sentrifugal. 8. Bakteri yang diuji. 9. Cawan petri. 10. Loop Prosedur Kerja : Terdapat dua prosedur isolasi yang umum dilakukan pada mikrobiologi. Prosedur pertama adalah streak plate dan yang kedua adalah prosedur pour plate. Streak Plate 1. Ambil plate agar nutrisi lalu beri label untuk keperluan pembuatan streak plate satu untuk pembiakan murni dan satu untuk pembiakan campuran. 2. Dengan menggunakan teknik aseptik seperti dicontohkan instruktur, buatlah streak plate dari semua pembiakan. Jangan Makalah Mikrobiologi 79

gunakan inokolum yang terlalu banyak dan gunakan seluas mungkin permukaan. Jangan sampai media tergali. Jika terjadi kesalahan, ulangi dengan menggunakan plate baru. 3. Tempatkan semua plate pada incubator dengan suhu 37oC dengan posisi terbalik. Biarkan terinkubasi selama 24-48 jam. 4. Amati inkubasi. Catan penjelasan mengenai tiap tipe koloni dan cobalah mengenali tiap tipe pada pembiakan campuran. 5. Jika anda tidak mendapatkan koloni terisolir periksa plate anda dan cari tahu alasannya. Ulangi percobaan hingga mendapatkan koloni yang terisolir jika diperintahkan. 6. Catan pengamatan anda pada formulir laporan laboraturium. Pour Plate 1. Dapatkan dan labeli enamblank larutan serta lima petri dishyang steril. Ambil pipet yang sudah disterilkan. Jangan buka petri dish. 2. Dapatkan lima buah tabung berisi agar nutrisi deeps. Lelehkan pada bejana air yang mendidih. Biarkan terus pada suhu kira-kira 500C-55oC. Jika ada yang melelehkannya untuk anda, jangan pindahkan dar air hingga anda siap untuk menggunakannya. Jika mmedia anda solid di dalam tabung, anda harus mengulangi lagi. Anda harus menyiapkan segalanya sebelum menggunakan agar deeps, karena begitu dipindahkan dari air maka media akan menjadi solid dengan cepat. 3. Dengan menggunakan teknik aseptik, pindahkan 1,0ml sampel pada blank larutan pertama. Campurkan dengan baik, sekarang anda memiliki larutan 1:10. 4. Pindahkan 1,0 ml larutan dari blank pertama ke blank kedua. Campurkan dengan baik, lalu pindahkan lagi 1,0ml larutan pada blank berikutnya. Teruskan hingga semua blank larutan terinokulasi, memindahkan 1,0ml larutan dari tiap tabung larutan pada tabung larutan berikutnya. 5. Dari sini anda akan membuat pour plate untuk setiap larutan. Sekarang saatnya untuk memastikan bahwa media sudah siap dan petri dish berada pada tempatnya. Blank larutan Agar deep Petri plate nomor nomor nomor Tidak di-plateTidak di-plate1 kan kan 2 1 1 Makalah Mikrobiologi 80

Ulangi hingga semua tabung berisi agar yang dilelehkan dan petri dish digunakan semua. Pembiakkan 24 jam dari organisme yang akan diajukan. Pada saat selesai anda akan mempunyai lima plate. Biarkan terinkubasi selama 24-48 jam. 1. 7. Bandingkan hasil koloni yang didapat pada pour plate dengan yang didapat pada streak plate. Setelah mencampurkan larutan pada tabung 2. Dan catan pengamatan anda.3Karakteristik Fisiologi Bakteri Bagian I Alat dan Bahan : A. pindahkan satu loop penuh bakteri ke tabung 1. Tulis deskripsi koloni dan coba kenali tiap tipe pada pembiakan campuran. 9. Catan pengamatan anda pada formulir laporan laboraturium. Setelah media menjadi solid. Fermentasi Gula 1. termasuk : Staphylococcus epidermides Escberisbia coli Entherobacter aerogenes Proteus vulgaris Basilus subtilis 2. 10. 8. Campurka media dan segera tuangkan pada petei dish terganggu ketika anda melanjutkan. tempatkan semua plate pada inkubator pada suhu 37oC. Satu tabung untuk tiap organisme Air daging phenol red glukosa Air daging phenol red sukrosa Air daging phenol red lactose Makalah Mikrobiologi 81 .3 4 5 6 2 3 4 5 2 3 4 5 6.

Tabung tes steril 4. Pippeter dan pippet steril 5. termasuk : Staphylococcus epidermides Escberisbia coli Entherobacter aerogenes Proteus vulgaris Basilus subtilis 2. Fermentasi Gula Makalah Mikrobiologi 82 . Larutan iodine A. Pembiakkan 24 jam dari organisme yang akan diajukan. Satu tabung air daging MR-VP perorganisme 3.Air daging phenol red mannitol A. Satu patriplate agar kanji perorganisme 3. Reagen : Indikator methyl red Reagen A Barrit Reagen B Barrit A. Tes Methyl Red Voges – Proskauer 1. Satu tabung agar sitrat Simmon perorganisme Prosedur Kerja : 1. Hidrolisis Kanji 1. Pembiakkan 24 jam dari organisme yang akan diajukan. Penggunaan Sitrat 1. Pembiakkan 24 jam dari organisme yang akan diajukan. termasuk : Staphylococcus epidermides Escberisbia coli Entherobacter aerogenes Proteus vulgaris Basilus subtilis 2. termasuk : Staphylococcus epidermides Escberisbia coli Entherobacter aerogenes Proteus vulgaris Basilus subtilis 2.

a. b. Ambil dan labeli satu tabung air daging MR-VP untuk tiap organisme. b. hidrolisisbtidak terjadi. d. Makalah Mikrobiologi 83 . Biarkan beberapa menit agar warna terbentuk. Jika indicator tetap berwarna merah tes bersifat positif. pindahkan 1. Air daging phenol red sukrosa. b. produksi gas. Inokulasi semua tabung pada suhu 370C selama 24 jam. Pastikan untuk mencatat hasil dengan segera setelah menambahkan iodine. Setelah inkubasi. Setelah diinkubasi. Dengan menggunakan teknik aseptic. Ambil dan labeli tabung media untuk tiap organisme yang akan diujikan berikut : Air daging phenol red glukosa (dalam tabung durham).5 ml (sekitar 10 tetes) indicator methyl red. 1. Catat hasil yang didapat pada formulir laporan laboratorium. Anda akan menemukan bahwa jika anda meninggalkan plate yang dituangi iodine di bwah cahaya. Catat hasil yang didapat pada formulir laporan laboratorium. c. Hidrolisis Kanji a. Inkubasi semua plate pada suhu 370C selama 24 jam. tuang plate dengan larutan iodine. e. Pada volume yang lebih besar. pastikan anda menggunakan teknik aseptic. d. Air daging phenol red mannitol.0 ml air daging MR-VP pada sebuah tabung tes steril. amati pertumbuhan pada setiap tabung. produksi asam. Ambil dan labeli satu plate agar kanji untuk tiap organisme yang diajukan. Area yang bersih (warna ungu yang tidak terwarnai) disekeliling koloni mengindikasikan bahwa kanji telah terhidrolisasi. jika berwarna kuning tes negatif. d. Setelah inkubasi. Inokulasi setiap tabung. Pindahkan secara aseptic satu loop penuh pembiakkan pada tabung. e. 1. tambahkan 0. inokulasi tiap plate dengan satu lapis tunggal dibagian tengah plate. c. Inokulasi satu dari tiap tabung fermentasi gula dengan tiap organisme. Inkubasi tabung yang diinokulasi pada suhu 370C selama 24 jam. c. maka warna ungu akan memudar. Air daging phenol red lactosa. dalam air daging glukosa. Jika warna ungu meluas ke koloni. Tes Methyl Red Voges Proskauer a.

Reagen Kovac 14. c. 2. Kassa asbes 7. Amati slant sitrat Simmon untuk perubahan warna. Tabung Reaksi 2. d.Organisme yang akan di uji Prosedur Kerja : f. Ambil dan labeli satu tabung agar sitrat Simmon untuk tiap organisme. Makalah Mikrobiologi 84 .6Karakteristik Fisiologi Bakteri II Alat dan Bahan : 1. tambahkan 0. Keberadaan warna biru pada permukaan slant menunjukkan tes yang positif.Media Agar Besi Peptone 15. Dengan menggunakan teknik aseptic. Inkubator 10. Pipet tetes 4. Inokulasi semua tabung pada suhu 370C selama 24 jam.Indikator phenol merah 17. Campurkan dengan benar lalu tunggu selama 10 menit agar warna terbentuk. Gelas kimia 6.Media air daging nitrat 18.0 ml air daging MR-VP. Kaki tiga 5.Reagen nitrat A 19.Media air daging tryptone 13. Botol semprot 9. 1. Warna merah mengindikasikan tes positif. inokulasi permukaan slant dengan loop inokulasi.6 ml (kira-kira 12 tetes) reagen A barrit dan 0.Pada tabung yang berisi 1. dan warna kuning mengindikasikan tes negatif.Media gelatin nutrisi 12. Catat hasil yang didapat pada formulir laporan laboratorium. e. Batang pengaduk 8.2 ml (sekitar 4 tetes) reagen B barrit.Reagen nitrat B 20. b.Serbuk Zinkum 21.Media air daging urea 16. Penggunaan Sitrat a. Kawat nikrom 3.Kulkas 11.

jika tidak media tersebut akan menjadi padat. tambahkan reagen kovac 10 tetes. NaCl 5 gram 4. Glukosa 1 gram Makalah Mikrobiologi 85 . Beef extract 3 gram 2. panaskan . Beef extract 3 gram 2. Air suling 1 liter Campurkan semua komposisi tersebut kedalam gelas kimia. Proteose Peton 5 gram 5. Hidrolisis Gelatin Siapkan media gelatin nutrisi dengan komposisi: 1. NaCl 5 gram 4. Produksi Hidrogen sulfid Siapkan media agar triple gula besi dengan komposisi: 1.a. Air suling 1 liter Campurkan semua komposisi tersebut kedalam gelas kimia. Setelah inkubasi. panaskan . Produksi Indole Siapkan media air daging dengan komposisi: 1. Beef extract 3 gram 2. Sukrosa 10 gram 7. Kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang telah di beri label. Ekstra Khamir 3 gram 3. masukkan tabung yang berisi media dan organisme tersebut kedalam baskom yang berisi es. Tryptone 5 gram 5. Inkubasi pada suhu yang sesuai. Setelah inkubasi. Gelatin 5 gram 5. Peton 15 gram 4. Inokulasi dengan organisme yang akan di uji. Laktosa 10 gram 6. Peptone 5 gram 3. Peptone 5 gram 3. a. Inkubasi pada suhu yang sesuai. Inokulasi dengan organisme yang akan di uji. kemudian lihat apakah gelatin terhidrolisa atau tidak. jika pad permukaan terdapat larutan warna merah berarti organisme tersebut positif memproduksi indole. Kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang telah di beri label. a.

organisme tersebut positif memproduksi hidrogen sulfide. Kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang telah di beri label. 11. NaCl 5 gram 4. a. Nitrat 5 gram 5. 9. 13. NaCl 4. Peptone 3. urea 5. Beef extract 2. Inkubasi pada suhu yang sesuai. Hidrolisis urea Siapkan media air 1.3 gram 0. Kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang telah di beri label. Setelah inkubasi. panaskan . panaskan . Setelah iinkubasi. Air suling daging urea dengan komposisi: 3 gram 5 gram 5 gram 5 gram 1 liter Campurkan semua komposisi tersebut kedalam gelas kimia. Ferro sulfat NaCl Natrium tiosulfat Phenol Red Agar Air 0.8. Reduksi nitrat Siapkan media air daging nitrat dengan komposisi: 1.024 gram 12 gram 1000 mL Campurkan semua komposisi tersebut kedalam gelas kimia. Inkubasi pada suhu yang sesuai. Inokulasi dengan organisme yang akan di uji. Inokulasi dengan organisme yang akan di uji.2 gram 5 gram 0. a. 12. amati apakah terdapat endapan warna hitam atau tidak? Jika iya. tambahkan 3-5 tetes phenol merah. Peptone 5 gram 3. Air suling 1 liter Makalah Mikrobiologi 86 . jika media berubah menjadi warna merah maka organisme tersebut positif menghidrolisis urea. 10. Beef extract 3 gram 2.

Jika tidak. tambahkan 3 tetes reagen nitrat A dan reagen nitrat B pada tabung tersebut. Tes Oksidase 1. Tes Katalase 1. panaskan . Tes D-Nase 1. jika masih tetap tidak ada. Pembiakan 24 jam dari : Lactococcus lactis Micrococcus lucteus Pseudomonas aeruginosa Staphylococcus epidermidis Staphylococcus aureus 2. Petri plate 4. Kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang telah di beri label. Tabung tes steril 3. Tes Koagulase 1. tambahkan serbuk zinkum. Plasma koagulase 2. Satu plate agar nutrisi perorganisme A. Inokulasi dengan organisme yang akan di uji. Setelah di inkubasi. Hydrogen peroksida 2. Pipet A.satu plate untuk tiap dua organisme yang diujikan . jika terdapat warna merah maka positif untuk reduksi nitrat. Inkubasi pada suhu yang sesuai. akan terbentuk warna merah.Campurkan semua komposisi tersebut kedalam gelas kimia. Pembiakan 24 jam : Serralia marcescen Enterobacter aerogenesis Makalah Mikrobiologi 87 . Agar D-Nase yang mengandung indikator. Pipet Pasteur 4. 2. 2. Tusuk gigi A. Kaca mikroskop 3.6Karakteristik Fisiologi Bakteri III Alat dan Bahan : 1. Reagen oksidase 2. Tusuk gigi A. Kertas filter 3. maka dapat di simpulkan organisme tersebut mereduksi nitrat menjadi ammonia bukan nitrit.

Pembiakan 24 jam : Enterococcus faecallis Sterptococcus mitis A. Dengan menggunakan tusuk gigi .maka iragasme bersifat katalease positif 3. TES SPOT-OKSIDASI tempatkan selembar kertas filler pada petri dish yang kosong. Catat penghamatan anda dalam formulir laporan laborlatorium. Dengan menggunakan tusuk gigi. Siapkan streak plate satu untuk tiap organisme 2. TES OKSIADASI 1. Setelah inkubasi lakukan tes berikut pada organisme A.A. Talls agar motilitas. 2. Inkubasi pada suhu 370C selama 24-48 jam 3. Pembiakan 24 jam : Enterobacter aerogenesis Staphlylococcus epidermidis Prosedur Kerja : 1. Tempatkan bebereapa tetes raegen oksidase pada keratas filter.satu tabung untuk tiap organisme yang diujikan. Motilitas 1.pindhakan Makalah Mikrobiologi 88 . TES KATALASE 1. Hidrolisis Eskulin 1. Talls agar eskulin-empedu. catatan : pastikan untuk membuang tusuk gigi seperti yang di intruksikan. pindahkan secaraq hati hati sebuah koloni ynag terisolasi dengan streak plate. Amati apakah ada gelembung . 2. A. Jika te3rdapat gelembung .satu tabung untuk tiap organisme yang diujikan. ATAU Tes plate katalease : tambahkan satu tetes hydrogen peroksida secara hati hati pada koloni yang terisolasi di streak plate amati apakah ada gelembung. 2.dan tambahkan pada hydrogen peroksida. Tes spot-katalease : tempatkan satu tetes hydrogen peroksida pada sebuah kaca mikroskop yang bersih.

4mL air suling. 2.amati perubahan warna yang terjadi.jika organism tersebut positif. bagi plate Dnase menjadi 2.jika nada melakukan tes ini pastikan membuang tususk gigi sesuai dengan instruksi ATAU Metode induksi tsbung : dengan menggunakan pipet steril . Inokulasi satu oraganisme pada tiap plate . ATAU Tes plate oksidase tempatkan satu tetes reagen pada koloni yang diujikan . gambar sebuah lingkaran dengan ukuran unag receh dengan tiap tiap bagian. 2. Tes skrininf kaca mikroskop : tempatkan 2 tets reagen kplasma kolaguase di pusat kaca. maka tetesan tersebut akan teraglutinasi sedangkan kolaguase negatif akan termulasi dengan mudah dan menghasilkan suspensi yang buram CATATAN : instuktur anda mungkin akan mendemonstrasikan prosedur inin . Dengan menggunakan maarker. Inkubasi selama 4 jam. TES Dnase 1. Catat hasil pengamatan pada laporan laboratorium A.denga menggunakan tusuk gigi pindahkan koloni dari streak plate lalau emusikan pada tetesan plasma .sebuah kkolni terisolasi dari streak plate ke kertas filter yanmg sudah lembab.organismekolaguase positif akan mengokulasi volume plasma selama 24jam.1 mL mili plasam kolaguase ke dalam tabung gas tambahkan 0. C atat hasil pengamatan pada formulir laporan laboratorium A.pindahkann beberapa koloni n dari streak plate ke dala tabung.dengan menggunakan loop inokulasi . Inkubasi pada suhu 370C selama 24-48 jam Makalah Mikrobiologi 89 . Perubahan warna menjadi warna pink lalu ungu mengidentifikasikan bahwa organisme tersebut oksidasi positif 3. 2. sebarkan hingga memenuhi lingkaran. TES KOLAGUlASE 1.amati perubahan yang terjadi.pindahkan 0.

3.stab akan terlihat buram yang mengidentifikasikan bahwa bakteri telah bergerak didalam media. Biakan kaldu 24 jam dari : Eschericia coli Staphylococcus aureus Bacillus subtilis 2.jika organisme bersifat non motile. Dengan menggunakan jaarum inokulasi . MOTILITAS 1. Media per –kelompok Mueller-Hinton agar plate Blood agar plates Makalah Mikrobiologi 90 . stab akan teridentifikasikan dengan jelas. Catat hasil pengamatan pada formulir laporan laboratorium. 4.inokulasi setiap tabung tes eskulin empedu dengan satu tab ke puast tabung . Gunaakan (+) unutk mengidentifikasikan hasil postif dan (-) untuk megidentifeikasikan tes eskulin negatif dan (0) untuk tes eskulin ketiadaan . 2.\ 2. Inokulasi agar motilitas dengan stu tab pada pusa tabung 2. A. Inkubasi tabung pada suhu 370C selama 24-48 jam 3. Amati abung keberadaan warna hitam sepanjang garis inokulasi mengidentifiaksi bahwa eskulin telah dihidrolisis reaksi ini menjadi positif untuk hirdrolisis eskulin .6Pengujian Agen Anti Mikroba Alat dan Bahan : 1. A.jika terdapat warna hitam catat apakah organisme dapat tumbuh dengan keberadaan empedu. TES ESKULIN 1. jika organismetersebut motile . 4. Amati pertumbuhan sepanjang garis stab pada agar motilitas . Catat hasil peangamatan pada laporan laboratorium. Indkubasi tabung pada suhu 370C selama 24-48 jam 3. Jika organisme telahmenghasilkan Dnase makan akan terjadi dekolorasi pencelupan disekeliling area pertumbuhan hal ini berarti tes positif untuk produksi Dnase.

Tentukan antiseptic mana atau desinfektan mana yangakan digunakan. Berbagai antiseptic dan atau disinfektan paling sedikit 6 yang disediakan siswa bila membawa agar-agen mikroba yang ingin mereka uji 2. 9. d. 8. Beri label tiap set tubes dengan namaberikut. Gunakan pinset steril untuk mengambil salah satu kertas-filter larutan yang diinginkan dan biarkan menyerap larutan dengan gerak kapiler. Sediakan 1 piring agar Mueller Hinton dan 1 piring agar Blood untuk tipa organisme yang akan diuji. Pastikan untuk menekan disk dengan pelan pada permukaan agar menggunakan pinset. c. Untuk menentukan zonanya. zona penghambat harus ditentukan untuk tiap larutan pada setiap piring. pastiakn anda menetralisasi kembali pinset sebelum pemakaian. 6. Tusuk gigi. Cawan petri steril yang berisi disk kerta filter steril 3. Pinset steril Prosedur Kerja : A. direndam 1 menit. a. tidak direndam (control) b. 2. Inkubasi piring tersebut pada suhu 370C hingga sesi laboratorium berikutnya. Ulangi langkah 5 dan 6 pada larutan yang diuji. Metode Dilusi-Penggunaan 1. Masukkan lap ke dalam biakan kaldu organisme.3. 2. Bagilah tube kaldu bergizi menjadi dua bagian-satu untuk tusuk gigi dan sau lagi untuk pin karat. Simpan disk pada arah yang ditandai pada cawan petri yang disuntik. direndam 2 menit. Catat hasilnya dalam Format Laporan Laboratorium. 4. Tusuk gigi. Metode Difusi Disk 1. Tusuk gigi. direndam 5 menit. ukur diameter zona atau gandakan jarak zona saat diukur dengan mm. 5. Lap steril 4. Tusuk gigi. Bersihkan permukaan piring agar Mueller Hinton dan Blood. Ini akan memastikan penempelan yang lebih baik pada permukaan saat piringnya ditelungkupkan untuk inkubasi 7. 3. Berilabel dengan nama organism dan informasi identifikasinya. A. Tunjukkan pada bagian bawah tiap piring posisi disk dan agen kimia yang ada pada disk. Setelahinkubasi. 6 agen yang tersedia harus digunakan pada tiap piring. Makalah Mikrobiologi 91 . Ulangi langkah 1 dan 2 untuk organisme yang digunakan.

j. weaktu ditentukan setelah disimpandalam agen anti mikroba. Pin. direndam 2 menit. Setelah inkubasi. Tambahkan tusuk gigi dan pin anti karat. Pin. Tuangkan 10ml agen anti mikroba ke dalam cawan petri kedua. 1. g. direndam 15 menit.6Analisa Bahan Makanan Alat dan Bahan : 1. PAstikan keduabenda tersebut tertutupi suspense broth. Pin. Gunakan pinset untuk memindahkan tusuk gigi dan pin dari kaldu dan simpan dalam selembar kertas filter untuk menghilangkan kelebihan biakan broth. 2. 7. 3. direndam 10 menit. Pindahkan 1 tusuk gigi dan 1 pin ke dalam tube kaldu bergizi yang sesuai dengan interval waktu yang telah ditentukan. Mulai penghitungan segera setelah ditambahkan. Apa sasaran penggunaan kontrol ini ? 4. Pastikan untuk membuang cawan petri dengan hati-hati pertunjuk instruktur. Pin.. Bandingkan organism yang anda teliti dengan organism yang lain. direndam 10 menit. dan pin ke dalam g. Pin. Simpan semua tube di inkubator. Tambahkan 5 tusuk gigi dan pin yang tersisa ke dalam piring. Tusuk gigi. 2. Batang pengaduk 2. Ini akan menjadi “waktu 0” atau tube kontrol. Ingatlah. catat apakah pertumbuhan dalam tiap tube. direndam 1 menit. Tuang 10 ml biakan bakteri ke dalam salah satu cawan petri.e. tidak direndam (control) h. l. f. direndam 5 menit k. i. Tusuk gigi. Pindahkan salah satu tusuk gigi kedalam tube a. direndam 15 menit. biarkan terendam 5 meit. Blender Makalah Mikrobiologi 92 Letakkan tusuk pada tabung # gigi Letakkan tabung # pin pada . Pin. 5. Catat hasilnya dalam Format Laporan Laboratorium. Waktu 1 menit 2 menit 5 menit 10 menit 15 menit 6.

Larutan pepton 0. Botol timbang 4. Gelas ukur 9. Incubator 37˚C 10. Cawan petri 6. Ose dan peralatan rutin laboratorium mikrobiologi lainnya 20.1% 27. Pinset 16. Aqua DM 22. Tabung reaksi 19. Medium Tetrathionat Broth atau Selenit Broth 31. Dektrosa 24. Neraca analitik 15. NC 32. Disc steril 7. Media NA 30. Kaca arloji 11. Pipet ukur 1 ml steril 18. Kaki tiga 12. Kaldu urea 25. Pipet tetes 17. Gelas kimia 8. Reagen pewarnaan Gram Makalah Mikrobiologi 93 . Manitol 29. Bunsen 5. Brilliant green Arag dan SS agar 23. Kassa asbes 13. Agar kaldu steril 21. Maltosa 28.3. Laktosa 26. Lumpang dan alu 14.

1% 10ml c) Encerkan sampai 1000 x d) 1ml dari tiap enceran masukkan kedalam media NA yang sudah dicairkan pada 40˚C kocok lalu tuangkan ke dalam cawan petri steril e) Inkubasi pada suhu 30˚C selama 5 hari f) Setiap hari amati dan hitung bakteri yang tumbuh dalam CFU/gram 1.33. Pemeriksaan Shigella dan Salmonella a) Timbang 50 gram sampel blender dengan 50 ml pepton 0. Sacharosa Prosedur Kerja : 1. Estimasi Kandungan Mikroba Dalam Makanan Segar a) Cairkan agar kaldu dalam tabung reaksi pada penangas b) Hancurkan 10 gram sampel dengan menggunakan blender atau lumpang dan alu dicampur air pepton 0. koloni berubah warna menjadi kuning transparan dan pada BGA koloni berwarna ros Makalah Mikrobiologi 94 .1% b) Masukkan 50 ml hancurkan makanan ke dalam 50 ml medium tetrathionat brath atau selenit broth c) Inkubasi selama 24 jam pada suhu 37˚C d) Suspense dari tetrathionat atau selenit broth tanam pada BGB dan SS agar dengan teknik pour plate atau streak plate e) Inkubasi pada suhu 37˚C selama 24-48 jam f) Bakteri yang tumbuh periksa dengan pewarnaan gram g) Hasil yang positif bila pada SS agar.

Pemeriksaan Bakteri Golongan Coli a) Timbang 10 gram sampel. laktosa. 1. urea. c) Inkubasi pada suhu 37˚C selama 24-48 jam d) Amati pembekuan asam fan gas. manitol.1.1% b) 10ml hancurkan masukkan masing-masing ke dalam 3 tabung BGB atau Mc Conkey. hitung JPT. dan urea agar miring c) Inkubasi semuanya pada temperature 3˚C selama 24-48 jam d) Amati hasilnya dan cocokan dengan table “reaksi biokimia beberapa jenis mikroorganisme” (pada panduan mikrobiologi halaman 159) 1. sacharosa.0ml masukkan masingmasing ke dalam masing-masing 3 tabung BGB sisanya. Pemeriksaan Staphylococcus Airreus a) Timbang 10 gram bahan yang hendak diperiksa dan campurkan ke dalam 90ml larutan pepton 0. blender dengan 90ml pepton 0. maltose. 1. Test Biokimiawi a) Dengan Jarom ose inkubasi secara aseptic koloni ShigellaShalmonella dari SS agar di atas permukaan Agar Miring b) Dengan ose inokulasi Shigella-Shalmonella kepada masing tabung yang berisi dektrosa.1% steril b) Gerus dan blender sampai hancur Makalah Mikrobiologi 95 .

a) Gerus bahan makanan yang diperiksa sebanyak 10 gram dengan blender. Biarkan membeku kembali. Pemeriksaan Clostridium sp.1 ml larutan bahan makanan tersebut masing-masing 3 buah tabung reaksi c) Tambahkan ke dalam masing-masing tabung tersebut media RCA yang telah dicairkan. masukkan secara aseptis 10ml larutan bahan makanan.c) Inkubasi 1ml larutan bahan makanan dalam Minatol Broth pada cawan petri steril. 1ml larutan bahan makanan dan 0.1% b) Masukkan ke dalam tabung reaksi kosong steril. Encerkan dengan 90ml larutan Pepton 0. f) Amati hasil apakah terjadi pembentukkan warna hitam di sekitar dinding tabung sebelah dalam. d) Di atas media RCA. 1. tuangkan Manitol salt Agar ke dalam cawan petri tersebut d) Inkubasi cawan petri tersebut pada suhu 37˚C selama 48 jam e) Amati hasilnya dan lakukan pewarnaan gram pada koloni yang menunjukkan hasil positif 1. Pemeriksaan Antibiotik a) Pembuatan Disc Steril Makalah Mikrobiologi 96 . tambahkan sedikit paraffin yang telah dicairkan. e) Inkubasi pada suhu 37˚C selama 48 jam.

1 3.6 3.i. Celupkan gunting kertas saring yang berbentuk lingkaran tadi ke dalam alcohol 70%. 2 3 3. a) Cara Analisa i.1% iii. Inkubasi cawan petri tersebut pada suhu 37˚C selama 24 jam Amati apakah terjadi daerah hambatan pertumbuhan koloni di sekitar Disc. lalu gunting ii.5 3.3 3.Celupkan Disc steril dalam larutan bahan makanan tersebut.Letakkan Disc ini di atas permukaan agar kaldu yang telah diinokulasi dengan suspense bakteri Bacillus subtilis v.9 Makalah Mikrobiologi 97 . Pipet 0.2 ml suspense Bacillus subtilis dalam cawan petri steril ii. iv. biarkan kering.8 3.4 3. Buat lingkaran berdiameter 1cm dari kertas saring.7 3. Gerus 10 gram bahan makanan dan tambahkan 90ml larutan pepton 0.2 3. angkat dengan pinset dan masukkan ke dalam cawan petri steril.

Deteksi kehadiran Shigella Salmonella Bahan : • • • • • Media Tetrathionat Broth 10 mL Media SS Agar Reagen pewarnaan gram Media kaldu urea Media kaldu laktosa. kaldu sakarosa.10Analisa Air Alat dan Bahan : a. kaldu dekstrosa Makalah Mikrobiologi 98 . kaldu manitol. kaldu maltose. Penentuan jumlah total mikroorganisme Alat : • • • • • • • • • • Cawan petri steril Pipet ukur 1 mL Tabung reaksi steril Erlenmeyer steril 250 mL Gelas kimia 250 mL Batang pengaduk Kaca arloji Corong Gelas ukur 50 mL Incubator Bahan : • • Alat : • • • Cawan petri steril Swab steril Pipet tetes steril Media NA steril Sample air a.3.

PENENTUAN NILAI JPT/MPN bakteri Coli Makalah Mikrobiologi 99 . 2. 2. 6. 6. Hitung koloni bakteri yang tumbuh setiap harinya dari kedua pengenceran tsb. 5. 8.000 kali. 1. 3. 4. 3. 7. Kocok homogenkan dengan cara menggoyang cawan kekiri dan kekanan kedepan dan kebelakang sebanyak 5 kali. 4. Nyatakan dalam CFU/mL DETEKSI KEHADIRAN SHIGELLA dan SALMONELA Celupkan swab kedalam sampel air biarkan 30 menit Celupkan swab tadi kedalam tetrationat broth Inkubasi selama 24 jam pada suhu 37° C Gesekan swab yang telah diinkubasi pada media SS agar dalam cawan petri steril Inkubasi selama 24 jam pada suhu 37° C Lakukan pewarnaan gram terhadap bakteri yang diduga Shigella dan Salmonella yang tumbuh pada SS agar Tanam bakteri yang tumbuh pada suhu 37° C selama 24-48 jam Untuk mengetahui jenis mikroba yang dimaksud cocokan hasil yang diperoleh dari masa inkubasi dan dari hasil pewarnaan gram dengan karakteristik yang dimiliki oleh Shigella dan Salmonella. Inkubasi dalam suhu kamar selama 5 hari. 5.000.a. Prosedur Kerja : PENENTUAN JUMLAH TOTAL MIKROORGANISME AIR Encerkan sampel air 1. Penentuan nilai JPT/MPN bakteri coli Alat : • • • 9 tabung reaksi Pipet steril Cawan petri steril Bahan : • • • • • Media laktosa tunggal Media laktosa ganda Media EMB agar Reagen pewarnaan gram Sampel air 1. Masukkan media Na steril kedalam cawan yang berisi suspense sampel tadi.

4. 9. – – – 1. 5. angkat Tambahkan laktosa dan indikator BCP 1% sebanyak 0. 3. Inkubasi pada suhu 37°C selama 1-2 x 24 jam Makalah Mikrobiologi 100 . 7. 6.– – – – – PRESUMTIVE TEST: Membuat media laktosa tunggal: Timbang 8 gram beef ekstrak. COMPLETED TEST: 1. CONFIRMED TEST: Ambil salah satu positif terutama inkubasi 24 jam Tanam pada media EMB agar dengan teknik pour plate Inkubasi selama 1-2 x 24 jam Amati koloni yang tumbuh pada EMB terutama koloni berwarna merah kehijauan dengan kilat metalik atau merahmuda atau merah muda dengan lender banyak Koloni warna tersebut periksa dengan pewarnaan gram Jika ditemukan bakteri basili langsung warna merah muda (gram negative) artinya sampel air yang dianalisa positif tercemar bakteri golongan Coli. 5 gram laktosa Larutkan beef ekstrak dan pepton dalam aquadest dan didihkan. Koloni warna tadi diinkubasikan lagi kedalam media kaldu laktosa 2. 3. 10 gram laktosa Cara pembuatan sama dengan media laktosa tunggal Siapkan BCP 1% 1.8 mL Setelah homogeny masukan ke dalam tabung reaksi yang berisi tabung durham dengan posisi terbalik. 6. 10 gram pepton. 1.1 mL sampel air 3 tabung laktosa tunggal inokulasi dengan 1 mL sampel air 3 tabung laktosa ganda inokulasi dengan 10 mL sampel air Inkubasi pada suhu 37C selama 24 jam Amati perubahan yang terjadi yang menunjukkan adanya fermentasi laktosa oleh bakteri Coli terutama Eschericia coli Hitung jumlah tabung yang menunjukan reaksi positif Cocokkan dengan tabel dan tentukan MPNnya Bila masa inkubasi 24 jam menunjukkan negative inkubasi dilanjutkan menjadi 48 jam Amati kembali dengan cara yang sama. 2. 8.6 mL 3 tabung laktosa tunggal inokulasi dengan 0. 4. 5 gram pepton. 5. 2. tutup dengan kapas berlemak Sterilkan dengan otoklaf pada suhu 121° C tekanan 15 psi selama 15 menit Membuat media laktosa ganda: Timbang 6 gram beef ekstrak.

e. Teteskan pada daerah ini 0. Keringkan kelebihan perwarna pada kertas saring. Biarkan sample susu mengering dan jangan pergunakan pemanasan. Bila hasilnya sama seperti pada presumptive test maka penelitian anda benar 4. c.1ml (masuk 1 ml sample susu kedalam 9 ml aquades steril). Susu bubuk putih Bendera expired 4. Bilas preparat dengan air dan biarkan mengering di udara. Dengan sebuah pensil.Water Bath 6. 2. kemudian diencerkan menjadi 0. Pipet tetes 11.3. Rak tabung reaksi 8. b. d. Untuk membedakan bakteri golongan Coli umum dan Coli fekal buat pekerjaan diatas secara duplo (2 rangkap) 5. b.5°C). 1. Tabung reaksi 7. Perhitungan Mikroorganisme Jumlah Bakteri Dalam Susu. Sampel susu yang akan diperiksa dikocok.01 ml sample susu dan sebarkan. Perhitungan Jumlah Total Bakteri (Standard Plate Count) a. Kain flannel 10. Penjepit tabung Prosedur Kerja : 1.5°C (golongan Coli fekal tumbuh baik pada suhu 44. c. Makalah Mikrobiologi 101 .goyanggoyangkandan biarkan membeku. Susu sapi segar 2. Methylen Blue 5.1Pemeriksaan Susu Alat dan Bahan : 1. tandai pada gelas objek bersih daerah sebaran 1 cm2. Celupkan preparat di atas perwarna Levowitz-weber selama 2 menit. Susu bubuk putih Bendera non-expired 3. Masukkan ke dalam cawan-cawan petri ini agarkaldu yang telah dicairkan dan didinginkan hingga 450C . d. Inkubasi semua cawan-cawan petri ini dalam keadaan terbalik pada suhu 370C selama 48 jam. Hitung jumlah koloni bakteri per 1 ml sample susu. Serbet 9. Cara kerja: a. Satu seri inkubasi pada suhu37°C (untuk golongan Coli tidak akan tumbuh pada suhu 37C) dan satu seri pada suhu 44.

Cara kerja : a. d. Bandingkan antara susu dengansusu tambah BCP. Isikan susu ke dalam 5 tabung reaksi steril dan tambahkan 5 tetesBCP steril.f. e. Masukkan 0. Prinsip percobaan ini berdasarkan kemampuan bakteri untuk meghasilkan enzimdehidrogenese yang mengadakan oksidasi dan melepaskan oksigen. c.000 150. Adakah perbedaan ? Apa perbedaan tersebut. Metode Kerja : a. Amati dan catat apa yang terjadi dengan susu. Umumnya kecepatan perubahan warna berbanding lurus dengan jumlah miroorganisme dan susu. Inkubasikan pada suhu 370C selama 5 hari. Periksa preparat di bawah mikroskop pada pembesaran 1000 kali. 1 jam. b. jumlah sel mikroba per 1 ml sampel susu. 22 jam. Pengaruh Bakteri Terhadap Air Susu. Apakah terjadi perubahan warna ? Waktu reduksi (dalam gas) 2 1 11 2 3 4 42 5 Makalah Mikrobiologi Perhitungan Koloni per 1 ml sample 800. dan 4 jam. Kocok dan biarkan pada suhu 370C.000 atau lebih 400.000 102 . 1. c. Isikan susu ke dalam 5 tabung reaksi steril masing-masing sebanyak 5 ml. Test Reduksi Methlene Blue. 2 jam. Periksasesudah 2 jam. 1.5 ml Methylene Blue dalam 10 ml air susu. b. 4 tabung susu dan susu tambah BCP masing-masing diinokulasi sebagai kontrol. Methylene Blue yang ditambahkan ke dalam susu akan menerima hydrogen tadi dan menyebabkan terjadinya reduksi warna biru menjadi tidak berwarna. 11 jam.000 250.

000 25. d. c. c. Makalah Mikrobiologi 103 .G. tanamkan masing-masing 10 sample susu dalam 5 tabung reaksi yangmasing-masig berisi media B.B 2% dan masing-masing diencerkan 0.M.000 10. Periksa apakah terjadi pembentukan gas atau tidak? a. Inkubasi tabung-tabung reaksi tersebut pada suhu 35-370C selama 48 + 3 jam.B 2%. d. e.000 Catatan : Sample yang hendak diperiksa harus disimpan semalam pada suhu 200C.B dalam cawan petri steril. b.1 ml sample susu dalam5 tabung reaksi yang berisi media B. Metoda Kerja : Denagn pertolongan jarum penanam gesekan dari masing-masing tabung reaksi test presumtif yang memperlihatkan hasil positif sedikit suspense di atas media E.G.1 ml dengan jalan menambahkan 1 ml sample susu ke dalam tabung reaksi yang berisi 9ml air steril (gunakan pipet steril untuk hal ini) Dengan pipet steril. PEMERIKSAAN COLIFORM Tes Presumptif : Metoda Kerja : Buatkan enceran samle susu dari 0. Periksa apakah terjadi gelembung gas atau tidak ? cocokkan hasilnya dengan label 3.000 60. Inkubasi cawan-cawan tersebut selama 24 jam pada suhu 37C. b.52 6 52-8 8 lebih 100. TES KONFIRMATIF a. Inubasi sedikit koloni dari masing-masing cawan petri yang memperlihatkan hasil positif dalam media pepton 5% lactosae dan inkubasi pda suhu 37oC selama24 jam.

BAB IV PENGAMATAN 1.2. ANALISIS MIKROSKOPIS Gambar Penjelasan Bacillus subtilis Morfologi : Bacil Daya Pembesaran : 1500 x S. aureus Morfologi : Coccus Daya Pembesaran : 1500 x Makalah Mikrobiologi 104 . STERILISASI Bahan Cawan steril Air steril Cawan steril Air tidak steril Cawan steril Udara ++ Bulat 30<x> 300 +++ Bulat >300 Gambar Pertumbuhan Koloni + Bentuk Bulat datar Jumlah Koloni < 30 1.1.

E. aerogenosa Morfologi : Bacil Daya Pembesaran : 1500 x 1.3. MEDIA ISOLASI Makalah Mikrobiologi 105 . coli Morfologi : Bacil Daya Pembesaran : 1500 x P.

Untuk media Plate agar Tryptic Soy untuk pembiakan air dagingnya menggunakan Aureus. diinkubasi pada suhu 37C.TABEL PENGAMATAN NO MEDIA GAMBAR JENIS MEDIA PEMBAHASAN Escherichia Coli Media yang telah kami buat. diinkubasi pada suhu 37C. Escherichia Coli Media yang telah kami buat. Untuk media Plate agar Phenylethanol untuk 106 Makalah Mikrobiologi . selama 24 jam. diinkubasi pada suhu 37C. Media yang telah kami buat. selama 24 jam. bakteri Terjadi Plate 1 agar Tryptic Soy S. Untuk media Plate agar Tryptic Soy untuk pembiakan air dagingnya menggunakan Escherichia Coli. Terjadi pertumbuhan pada plate. selama 24 jam. bakteri E. aureus Media Selektif pertumbuhan pada plate.

aerogenosa Cairan tubuh : Air Anggota tubuh : Liur Tangan Tampilan Koloni Topografi Koloni Tepian Koloni Warna koloni Perbuahan pada media Pertumbuhan Flat Rhizoid wooly Fliamentious Rhizoid Surface dilluse 4+ Flat Irregular wavy Round scalloped Surface dilluse 2+ Flat Irregular wavy Round scalloped Surface dilluse 3+ 1.0625 = 0. PERHITUNGAN POPULASI MIKROBA Gambar Penjelasan Jenis ruang penghitung : Neubaueur Panjang tengah : salah satu sisi grid 0.2 ml Volume ruang di atas grid tengah Makalah Mikrobiologi 107 .ORGANISME Bakteri :P. TEKNIK ISOLASI 1.25 mm Kedalaman Ruang Penghitung : 0.5.4.

: 0. 1.0125 m3 Jumlah bujursangkar terkecil per mm2 : 16 1. Tes katalase (+) terdapat buih/busa saat media yang sudah diinkubasi bersama koloni direaksikan dengan H2O2 KARAKTERISTIK FISIOLOGI BAKTERI 2.0625 = 0. Tes Oksidae (+) Pada indicator universal memberikan warna biru kehitaman setelah direaksikan antara KMnO4 dengan koloni yang ada pada media 3.6. Tes Koagulase Makalah Mikrobiologi 108 .2 x 0.

Motilitas Motilitas dengan bakteri S. Hidrolisis Gelatin Dengan bakteri E.aureus Adanya penghitaman pada media Motilitas dengan bakteri P.aureus bakteri Dengan B.subtilis bakteri Makalah Mikrobiologi 109 .coli Dengan S.(+) koloni yang diinokulasi dan direaksikan dengan pereaksi membentuk gumpalan 4.aerogenosa Adanya penghitaman pada media 5.

subtilis dan reagen kovac dan reagen kovac Terdapat warna kemerahan di atas permukaan media ( + ) tes produksi indole 7.coli dan reagen kovac Dengan bakteri Dengan bakteri S.Media tidak solid ( tetap cair ) setelah didiamkan di dalam air dingin/ air es 6.subtilis bakteri 110 .coli Dengan S.coli Dengan bakteri Dengan S.aureus B.aureus Makalah Mikrobiologi bakteri Dengan B. Produksi Indole Dengan bakteri E.subtilis bakteri Adanya penghitaman pada media ( + ) Hydrogen sulfide digunakan 8. Produksi hydrogen Sulfide Dengan bakteri E. Hidrolisis Urea Dengan bakteri E.aureus B.

subtilis bakteri Muncul warna kekuningan pada media (+) reduksi nitrat. Reduksi nitrat Dengan bakteri E.Adanya warna merah pada media ( + ) Urea telah dihidrolisis dan ammonia telah dikeluarkan 5. hanya saja organism mengurangi nitrat menjadi nitrit dan adanya reduksi nitrit menjadi gas nitrogen Makalah Mikrobiologi 111 .aureus B.coli Dengan bakteri Dengan S.

Saran 1) Semoga dengan dibuatnya makalah ini. teknik kimia. kedokteran. dan Archaea. Objek kajiannya biasanya adalah semua makhluk (hidup) yang perlu dilihat dengan mikroskop.1. fungi. ilmu gizi.BAB V PENUTUP 1. protozoa. alga mikroskopik. khususnya bakteri. Virus sering juga dimasukkan walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai makhluk hidup. Kesimpulan Mikrobiologi adalah sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme. Penerapan mikrobiologi pada masa kini masuk berbagai bidang dan tidak dapat dipisahkan dari cabang lain karena diperlukan juga dalam bidang farmasi. 1. Mikrobiologi dimulai sejak ditemukannya mikroskop dan menjadi bidang yang sangat penting dalam biologi setelah Louis Pasteur dapat menjelaskan proses fermentasi anggur (wine) dan membuat serum rabies[2] Perkembangan biologi yang pesat pada abad ke-19 terutama dialami pada bidang ini dan memberikan landasan bagi terbukanya bidang penting lain: biokimia. pertanian. dapat memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi penyusun pada umumnya dan bagi pembaca pada khususnya 2) Kami berharap pembuangan limbah hasil inkubasi dibuang dengan sebaik-baiknya sehingga tidak menimbulkan pencemaran 3) Kami berharap dalam praktikum mikrobiologi kelengkapan APD ditambah untuk mencegah mikroba yang terkontaminasi Makalah Mikrobiologi 112 . bahkan hingga astrobiologi dan arkeologi.2.

com/2011/01/motilitas-bakteri.Yrama Widya : Bandung Waluyo.multiply.W.).Dr. Universitas Muhamadiyah Malang. Buku Ajar. John Wiley & Sons. A. 1987. Fleet. Inc. 1992.com/2009/12/uji-mikrobiologi-air. and Wooton. Dasar Ternak Perah. Edwards. TR. Tim Dosen Biologi. Penyelenggaraan makanan Institusi dan Jasa Boga. Citrobacter. Penerbit Bhratara. Surabaya : Universitas Airlangga. 2007. P. 1990. Eksperimen Laboratorium mikrobiologi. K. Penerjemah H. Buckle. (8th ed. Malang : UMM Press. New York.org/wiki/metabolisme_karbohidrat Johnson. S. Koes. Dasar-dasar Mikrobiologi. Mikrobiologi Umum. S.D. & Case. Laboratory experiments in microbiology . UI-Press. 113 Makalah Mikrobiologi . Animal Nutrition.multiply. Enterobacter will display (+) result while E.. L.html Dwidjoseputro.blogsome. Yrama Widya. D. & Case. Jakarta. Budi. Prof. Johnson. Pengantar Peternakan di Indonesia.html http://blogkita. 2004. Susu. TR. 2002. Lud. Yogyakarta. Mikrobiologi.info/pemeriksaan-airminum/javascript:moreSmiliesAappendSmiley(':surprise:') http://alkhanza7.. Departemen Peternakan FP USU.. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Umum. [15 September 2008].). CL (2007). K. San Francisco: Pearson Education.com/journal/item/3/Gerak_bakteri yhttp://eriz119. CL (2007). and Payne. Robinson. Irianto.com/journal/item/1/BAKTERI id.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • DAFTAR PUSTAKA Anonimous.. G. Williamson. 2006. G. New YorK.blogspot.2006.. 1993. http://wildablog. 2009. San Francisco: Pearson Education. R. (8 ed. 1987. A.. Mikrobiologi Menguak Dunia Organisme Jilid 1. Waluyo. Inc.com. Mc Donald. Gadjah Mada University Press.H. Malang http://dydear. Food: Biochemistry and Nutritional Value. Jakarta. Purnomo dan Adiono. 2007. Moehyi. John Wiley & Sons. U.wikipedia. 2006.blogspot. Medan.A. Djambatan: Jakarta Irianto. Bandung : CV. Ilmu Pangan. Mikrobiologi Umum.J. http:// http://manglayang.

Ani.scribd.Bandung http://id.com/2011/03/kata-pengantar-abstrak-danlatar.shvoong.• • • • • http://paculajaib.org/wiki/Mikrobiologi http://id.SMK Negeri 7.wikipedia.blogspot.2010.com/exact-sciences/biology/1639454-pengantarmikrobiologi-umum/ Makalah Mikrobiologi 114 .com/doc/47396220/melakukan-analisis-mikroskopis Syafaatin.Panduan Laboratoirum Mikrobologi.html http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful