ANALISIS PENDAPATAN PETANI KARET (STUDY KASUS DI DESA DUSUN CURUP KECAMATAN AIR BESI KABUPATEN BENGKULU UTARA

)

SKRIPSI OLEH DEMI SUWITA NPMCIAOO7028

UNIVERSITAS BENGKULU FAKULTAS EKONOMI JURUSAN ILMU EKONOMI DAN STUDI PEMBANGUNAN 2011

1

Moto dan persembahan

Motto
Yang demikian itu sesunggunya Allah tidak akan mengubah nikmat yang telah dilimpahkanNya kepada suatu kaum hingga kaum itu mengubah keadaannya sendiri. Dan Allah maha mendengar dan maha mengetahui (Al-Anfal 8:53) Kalau kita hidup senang tidak usah belajar bagaimana caranya karena kita pasti bisa menjalaninya tetapi Kita harus belajar hidup susah dan penuh dengan perjuangan karena disitulah keberhasilan akan tercapai. ☺D.S Hari ini dan besok tidak akan pernah sama, jadi jangan pernah abaikan sebuah kesempatan karena kesempatan itu tidak akan datang berulang-ulang D.S☺

Skripsi ini Ku persembahkan ♥♥ Allah SWT ♥♥ AyaH (Mucktar) dan Ibunda (Suai’ni) Tercinta Yang Selalu MenyayangiKu dan Mendoakanku ♥♥ Keluarga besarku ♥♥ Seseorang yang menjadi imamku nanti ♥♥ Almamaterk

2

ABSTRACT

ANALYSIS OF RUBBER FARMERS INCOME (CASE STUDY IN DUSUN CURUP VILLAGE OF AIR BESI DISTRICT OF NORTH BENGKULU ) Demi Suwita1 Aris Almahmudi 2

The purpose of this research with subject is “income analize of rubber farmers (case study in Dusun Curup Village of Air Besi district of North Bengkulu ) was to know the effect of land area, capital, working hours and work experience of rubber farmers in Dusun Curup Village of Air Besi district of North Bengkulu. The Data used in this Research are primary data obtained directly from rural community in Dusun Curup Village of Air Besi district of North Bengkulu.

The research results by used multiple linear regression equation obtained as follows: LnY= 9.26 +0.23 LnX1 +0.31 LnX2 +0.42 LnX3+ -0.18 LnX4 + ei. The estimation results obtained from the value of F = 49.59473.The partial test results using t test with 95% confidence level and α =0.05 of each individual independent variables to the variable area (X1) = 0.232550, capital variable (X2) = 0.31 4262, variable working hours (X3) = 0.421491 and work experience variables (X4) =0,178252 and the value of R2 = 0.753207.

Based on estimated and the overall calculation of the research the author concluded that rubber farmers' income in Dusun Curup Vilage are affected by land area, capital, working hours and work experience.

1 2

Student Lecture concellor

3

RINGKASAN ANALISIS PENDAPATAN PETANI KARET (STUDI KASUS DI DESA DUSUN CURUP KECAMATAN AIR BESI KABUPATEN BENGKULU UTARA Demi Suwita1 Aris Almahmudi 2 Pembangunan sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan kebutuhan industri dalam negeri, meningkatkan eksport, meningkatkan pendapatan petani, memperluas kesempatan kerja serta mendorong kesempatan berusaha. Di
Kabupaten Bengkulu Utara Sektor pertanian maupun perkebunan memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian, sebagian besar mata pencarian masyarakat adalah bertani seperti berladang padi dan tanaman palawija lainnya dilanjutkan dengan penanaman komoditi perkebunan seperti karet, kopi, kelapa sawit dan lain-lain, secara teknis kondisi lahan di Kabupaten Bengkulu Utara sangatlah mendukung, masih banyak lahan tidur dan lahan kritis yang belum dimanfaatkan di Kabupaten Bengkulu Utara yang merupakan potensi untuk pengembangan perkebunan kedepan.salah satunya adalah Desa Dusun Curup hampir setiap rumah tangga yang ada di Desa Dusun Curup ini bekerja sebagai petani karet. Meskipun Desa Dusun Curup merupakan salah satu desa penghasil karet di Kabupaten Bengkulu Utara, namun kenyataan menunjukkan tidak semua masyarakat petani karet hidup dalam kondisi yang lebih baik. Hal ini berarti

menunjukan diperlukannya peningkatan variabel-variabel pendapatan diantaranya Luas lahan, modal, jam kerja dan pengalaman kerja. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh luas lahan, modal, jam kerja dan pengalaman kerja terhadap pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup Kecamatan Air besi Kabupaten Bengkulu Utara. Data yang digunakan pad penlitian ini adalah data primer yang diperoleh langsung dari masyarakat Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara. Dari hasil penelitian dengan menggunakan regresi linier berganda didapat suatu persamaan sebagai berikut :LnY LnY = 9,26 + 0,23 LnX1 + 0,31 LnX2 + 0.42 LnX3 + -0.18 LnX4 + ei Dari hasil estimasi diperoleh nilai F hitung 49.59473. Dari hasil pengujian parsial dengan menggunakan uji t dengan tingkat keyakinan 95% dan α = 0.05 besarnya masing-masing variabel independen yaitu untuk variabel luas lahan(X1) = 0.232550, variabel modal (X2) = 0.314262, variabel jam kerja (X3) = 0.421491 dan variabel pengalaman kerja (X4) = -0.178252. dan besarnya nialai R2 = 0.753207. Berdasarkan hasil estimasi dan perhitungan secara keseluruhan dari penelitian ini maka penulis menarik kesimpulan bahwa ada pengaruh positif pada pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup yang oleh luas lahan, modal, jam kerja dan pengalaman kerja. 4

Ayunda ku tercinta (Sri Murcati) Dan Kakak Iparku (Ridwansyah) yang telah memberikan semangat dan kasih sayang kepada penulis samapai akhir dan tak lupa keponakan”Q Yussy.Kata pengantar Bismillahirrahmannirrahim……. keluarga. Sholawat beriring semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Ayahanda Tercinta (Mucktar) Dan Ibunda Tersayang (Suai’ni) yang senantiasa memberikan kasih sayang. Elmi Dan Keysha terimakasih atas senyum yang kalian berikan untukku “ aku sayang kalian”. dan orang-orang yang mencintaiku. 2. memberikan ku keluraga. 5 . dan orang – orang yang masih komitmen dengan dien-nya hingga akhir zaman. robb semesta alam. Penulis sangat bersyukur kepada Ilahirabbi karena atas rahmat. Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu. 3. yang telah meberikan ku hidup sampai saat ini. Allah SWT. semangat dan senantiasa sabar serta menanti keberhasilanku. dengan judul “ANALISIS PENDAPATAN PETANI KARET (STUDY KASUS DI DESA DUSUN CURUP KECAMATAN AIR BESI KABUPATEN BENGKULU UTARA)”. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini ini terutama kepada 1.Nya jualah penulis dapat menyelsaikan skripsi ini. Segalah puji hanya milik Allah SWT. sahabat.

Rita Amanda.4. M.ak selaku Dekan fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu.md (Jewlek) yang telah memberikan semangat. Tefi Susfent S. 10. Bapak Bambang Agus H. Bapak DR. Sahabatku Lia Aisah S. Ibu BIE Indraswanti SE. 8. Cinta KecildKu. Untuk kamu Ardi Willis Rangga. M.Si selaku Ketua dan Seketaris Jurusan Ekonomu Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu yang telah banyak memberikan bimbingan. Ibu Eka Dwi Anggaraini SE. 5. Msc selaku pembimbing yang telah mengorbankan waktu dan pikirannya dalam membimbing hingga Skripsi ini dapat terselesaikan. M.. Sahabat-sahabatku tercinta “Intan Permata Sari S. dan menjadi teman yang baik saat sulitku meskipun sedikit bawel kamu yang terbaik sampai saat ini. kamu adalah malam gelap tanpa bintang. !! 13. 7. SE. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu dan Seluruh Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu. 9.H Yang Selalu memberikan semangat terima kasih telah menjadi sahabat terbaik dan saudara terbaikku. 6 . M. 12. Bapak Aris Almahmudi SE. A. Good bye….Sc dan Ibu Yusnida SE. Wira Yana Sari. 11. Dansen Ridwan Siregar.Sc. M.Si dan Ibu Yusnida SE.Si selaku Penguji yang telah membantu kesempurnaan skripsi ini.Ei.E. Miftahul Jannah. Ridwan Nurazi SE.Si selaku Pembimbing Akademik Yang telah banyak membantu dan memberikan masukan kepada penulis. M. 6.

Mareta (ne2k). Terima kasih banyak semoga kebaikan akan menunjukkan jalan kebenaran. Ocky. Doa dan harapan selalu penulis panjatkan kepada Allah Swt. Andi ardiansyah. Amin…………… 7 . Kak Novi. Puspita. Arin. Agus. Rolli. walaupun hanya sedikit. yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Dimas. Meky.Juwita Ulandari A. Kalil. Renaldi. Tri Umami. Rahmat (2mex). Dang Yedi. Oklis. Nida. Sopwan. Edi. Teman-teman IESP’07 kelas B “Tefi. 16. Ari. Murri. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini. Agung. Yesi. semoga amal kebaikan Ibu dan Bapak semua mendapatkan imbalan pahala yang berlebihan. Mas Udien. Abdi. Ockta. Lidya. avid. dll” terima kasih karena kalian ada saat paling sulitku. Rudi dll” dan teman-teman kelas A yang tidak bisa disebutkan satu persatu namanya terimakasi atas kebersamaannya selama ini. Rido. Frima. Dang Eko. Wo Vie. 14. Arleta dll” terima kasih semangat yang telah kalian berikan untukQ. Ella. Donni dll” yang selalu memberikan semangat dan motivasi untuk menyelesaikan skripsi ini. Teman-teman Villa vinky boy “ Mitha. terima kasih atas semangat yang telah kalian berikan padaku dan terima kasih telah menjadi sahabat terbaik untukku.md”. Rido. Wahadarina. 18. Robby. Lia. Penulis berharap semoga skripsi ini tetap ada manfaatnya. Ayuk Weni. Eni. Kennet. Icen. 15. 17. Teman-teman pondokan LANGSARAN 40 “ Yosrica (ocha). Abang Berri. Erwin G. Intan. Sepupu-sepupuQ “Jen Kanedi.

Bengkulu. Demi Suwita 8 . Juni 2011 Penulis.

................Kegunaan Penelitian .................................................................. Pendapatan ............................................................. Definisi Operasional.......5...........6...............4.........................................Rumusan Masalah ............................................. Gambaran Umum Daerah Penelitian ............................................................. 2.............................4......................2... 2...1.............. 2................................................................................... Jam Kerja .......................4...........1................. metode pengumpulan Data ............1............... 2........................................ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.........3...2................................................... 2..................... Uji t ..................................... Keadaan Penduduk ................... 1.....1.......... 3.......5...................................................... i ii iii iv v vi 1 6 6 6 6 7 8 8 8 13 20 23 27 30 32 34 35 36 37 37 37 38 40 41 41 42 43 44 46 46 46 47 9 . 1.............................3.. Teori produksi ..........5....1.......... 2.................................1........................................................ 2....................................................................1............... metode Analisis .2......... Kerangka Analisis ................................. Uji F ....... 3...........................................1........................ Analisis Regresi Linier Berganda .3.................................... 3..................1........................................... KATA PENGANTAR ......................... BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................................... Deskriptipsi data ................ Koefisiensi Determinasi .......2........................................................................1.................................1................................. Penelitian Sebelumnya .... 1.....Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian .............................1............... RINGKASAN .................................... Metode pengambilan Sampel............. 4..........Tjuan Penelitian ....... 4..................... DAFTAR LAMPIRAN ................................................ 3................................................... DAFTAR ISI ............................... 3.............................. 3............................................. Luas Lahan ............................................1..........................................................4..........5... 3..3............ Pengalaman kerja............ 2................................. 3.................................3................................... 2.5................ DAFTAR TABEL .............. BAB III METODE PENELITIAN ............................................................1........................................................................................................................1.... 1.............. Landasan Teori.................... Tanaman Karet ............................................................1.................... BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................ 2..................................4............................................................................................................................................................................................................... Jenis Penelitian.............................2.......DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ABSTRACT ......... 4.......... 2.....latar Belakang 1..........5..........................................................................................................................1............1.......................................................5.......1. Hipotesis ........................ 3............... Modal .................

4............................................................... Mata Pencaharian Penduduk ...................................................................... 4....................1...3...............1.. DAFTAR PUSTAKA DAFTAR LAMPIRAN 48 49 50 51 52 52 53 54 55 56 57 58 59 60 60 61 63 63 64 65 66 70 70 71 10 ........1...2..4................................1......2........1..........................3...............6..................................... Saran ...................... Kesimpulan ...............................2...... BAB V PENUTUP ....................3.....1......................................................2..............................................3...... 4............4................... 4........ Modal ................2....................... Responden Menurut Jam Kerja ........................... Responden Menurut Luas Lahan.... 4........2.2.................................. 4... 4.........3................................ Pengujian Hipotesis Secara Keseluruhan (F-test) ........ 4...... 4..................... Sarana Dan Prasarana Di Desa Dusun Curup .......... 4..2....2....2...................... Pengujian Hipoteisi Secara Individu (t-test) ....................................3.........3........................................... 4... Umur Responden .......... 4...................1.... 4......................................................... Koefisien Determinasi R2 ....... Jumlah Anggota Keluarga Responden .................5... 4.... Hasil Estimasi .2....................... Responden Menurut Besarnya Modal ..............................................1............2....................... Pendidikan Responden........................ 4. Pembahasan ..1...2..........................1....1..................................1.1....2.............................................1......................... Karakteristik Responden .... 4........................................ Pengalaman Kerja .................1..................... 4..............2................................7.4.......1..........1.................1...... 4..............1..... Pengalaman Bertani ........................................4.....2.. 4..... Keadaan Pertanian di Daerah Penelitian..... 5....... Pendidikan penduduk .......................................................1............................. Luas Lahan .................................2............ 4.... 5.... Jam Kerja .............3......3.........5...

...........2 Jumlah dan persentase penduduk Menurut Kelompok Umur Di Desa Dusun Curup. Tabel 4............ Luas Areal dan Jumlah Produksi Usaha Perkebunan Kabupaten Bengkulu UtaraTahun 2008-2010..................................................................8 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Pengalaman Bertani ..... Tabel 4...... Tabel 4............. Tabel 4............................................1 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Luas Lahan .........8 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut beasarnya biaya modal yang dikeluarkan dalam satu tahun.................... Tabel 4..........................................12 Harga getah Karet Berdasarkan kualitas getah karet Di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara Bulan April 2011........ Tabel 4...... Tabel 4................ Tabel 4..10 hasil regresi linier berganda ...................4 Jumlah Dan Persentase Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan ...............................8 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Luas Lahan ...............DAFTAR TABEL Tabel 1.................. 2 Tabel 3...................... 39 Tabel 4...5 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Kelompok Umur.6 jumlah dan persentase responden menurut tingkat pendidikan .......9 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Jam Kerja yang dikeluarkan dalam satu bulan 47 49 49 52 53 54 57 58 58 Tabel 4........7 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Tanggunagn.............................11 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Tingkat Harga........3 Jumlah Dan Persentase Penduduk Menurut Mata Pencaharian .1........... jumlah dan persentase penggunaan luas Lahan Desa Dusun Curup …… 46 Tabel 4............................1........... Table 4............... Tabel 4..1 Tabel 3.. Tabel 4.... 59 68 69 11 ......

Selain itu letak ketinggian Provinsi Bengkulu yang terletak pada ketinggian 0-100 meter di atas permukaan laut sangat mendukung untuk tanaman karet.500 mm.BAB I PENDAHULUAN 1. memperluas kesempatan kerja serta mendorong kesempatan berusaha. meningkatkan eksport.000 – 2. 12 . (Soekartawi. meningkatkan pendapatan petani.1. Pembangunan sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan kebutuhan industri dalam negeri. Latar Belakang Sejak awal pembangunan peranan sektor pertanian dalam pembangunan Indonesia tidak perlu diragukan lagi.22 %. dimana syarat pertumbuhan tanaman karet yang baik adalah terletak pada ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut. selain itu tanaman karet akan tumbuh dengan baik curah hujan yang cukup tinggi antara 2. karena tanaman karet dapat tumbuh pada tanah .tanah kurang subur seperti podsolik merah kuning yang banyak terdapat di Provinsi Bengkulu yaitu sekitar 41. Dengan pemupukan dan pengelolaan yang baik. karet dapat dikembangkan menjadi perkebunan karet dengan hasil yang memuaskan. 1993 : 20) Salah satu tanaman subsektor perkebunan yang potensial dikembangkan di Provinsi Bengkulu yaitu tanaman perkebunan karet.

Tabel 1.11 Muko-muko 8.856.1.00 0.302 7.292 ha dan produktivitasnya yaitu 1.031.40 1.04 Kota Bengkulu 51 53.40 ton dengan luas lahan 22.44 1.473 6.292 8.25 Seluma 22.567 31.839.30 1. Walaupun produktivitas kabupaten Bengkulu Tengah lebih kecil dari Kota Bengkulu.04.607.70 0.44 ton dengan luas lahan 8.2 Luas Lahan Dan Produksi Karet Tahun 2009 di Provinsi Bengkulu Kabupaten Luas lahan (ha) Produksi Produksi (ton) rata – rata (ton / ha) Bengkulu Selatan 4.Lokasi perkebunan karet di Provinsi Bengkulu menyebar di Kabupaten Bengkulu Utara.22 Kepahiang 35 7.10 Kaur 4. Seluma. Kabupaten Bengkulu Tengah.739 390. yang kemudian disusul oleh Kabupaten Seluma yaitu sebesar 26. tapi lahan Kota Bengkulu lebih kecil dari Kabupaten Bengkulu Tengah yaitu 51 ha.26 0.10.35 ton dengan luas lahan 29.69 Rejang Lebong 8.11.60 0.864. Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai kabupaten baru dan belum terdapat perusahaan perkebunan karet.00 0.125. dan kabupaten lainnya.540 ha sedangkan produktivitasnya 1.94 Lebong 1.138 1.567 ha dan produktivitasnya sebesar 1. Ini dapat dilihat dalam Tabel 1.35 1. mampu berada di posisi ketiga sebagai penghasil karet terbesar di Provinsi Bengkulu dengan menghasilkan produksi perkebunan karet sebanyak 8.142 2.243.243.607.21 Bengkulu Tengah 8.00 0.2 tersebut dapat dilihat bahwa kabupaten yang memiliki hasil produksi karet terbesar adalah Kabupaten Bengkulu Utara yaitu sebanyak 31.540 26.125.81 Bengkulu Utara 29.05 Sumber : Dinas Perkebunan Propinsi Bengkulu 2010 Dari Tabel 1. Muko-Muko. dan produksinya lebih rendah dari Kabupaten Bengkulu Tengah yaitu 13 .

6 3.1 : Tabel 1.30 ton. Di Kabupaten Bengkulu Utara Sektor. secara historis sejak dahulu mata pencarian masyarakat adalah berkebun seperti berladang padi dan tanaman palawija lainnya dilanjutkan dengan penanaman komoditi perkebunan seperti karet. Sedangkan Kabupaten Kepahiang merupakan penghasil produksi karet terkecil yaitu sebesar 7.607.28 Luas areal (Ha) 2010* Jumlah produksi (Ton) 20. Pembangunan perkebunan di Kabupaten Bengkulu Utara memang sangat urgen baik secara historis maupun teknis.4 6.1 Luas Areal dan Jumlah Produksi Usaha Perkebunan Kabupaten Bengkulu UtaraTahun 2008-2010 Luas areal (Ha) 24.105.526 12.932 31. kelapa sawit dan lain-lain.0 35.83 2009 Jumlah produksi (Ton) 54.116 47. masih banyak lahan tidur dan lahan kritis yang belum dimanfaatkan di Kabupaten Bengkulu Utara yang merupakan potensi untuk pengembangan perkebunan kedepan.260.888 3.213 2008 Jumlah produksi (Ton) 61.975.102.243.26 ton dengan luas lahan hanya 35 ha.192.702.614 35.66 N o 1 2 3 Jenis Usaha Perkebunan Kelapa Sawit Karet Kopi Robusta 14 . kopi. Secara teknis kondisi lahan di Kabupaten Bengkulu Utara sangatlah mendukung. Luas Areal dan Jumlah Produksi usaha perkebunan dapat dilihat pada Tabel 1.814 5.522. pertanian maupun perkebunan memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian.3 29.0 24.0 22.567 Luas areal (Ha) 7.hanya 53.249 23.

75 7.837.7 42.92 1 48.50 1.22 - Sumber : Angka Luas Area dan Jumlah Produksi karet. ini sudah barang tentu merupakan aset yang harus di manfaatkan sebagai upaya meningkatkan hasil produksi karet dalam rangka meningkatkan ekspor komoditas karet.21 19.331.23 2.424 2. menunjukan dari sisi penyerapan tenaga kerja pada usaha tani perkebunan karet mampu menyerap ribuan petani karet.705 976 1.59 99.1.148 790.026 2. Besarnya jumlah petani karet yang menggantungkan hidupnya pada komoditas perkebunan karet.95 3.84 7.54 0. salah satunya adalah Kecamatan Air Besi.625.43 1.88 17 7. Desa Dusun Curup merupakan desa induk di Kecamtan Air Besi.210.00 1.32 66 1 1 2.23 0.256 107 101 1 109 30 75 6 3 35 1.53 98. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Bengkulu 2010 *2010 Angka sementara Tabel 1.200.615 2. disamping sebagai aset juga merupakan sebagai beban tanggung jawab bagi pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan mereka.17 13.396 71 41 3 - 31.304.96 1.64 652. Hal ini juga membuktikan bahwa karet memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di Bengkulu utara.62 2.249.65 1. Kecamatan Air Besi ini terdiri dari 17 desa salahnya adalah Desa Dusun Curup.523.92 17 14. Bengkulu Utara memiliki 12 kecamatan yang rata-rata mengahasilkan karet.79 3.4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kopi Arabika Kakao Kelapa Dalam Lada Cengkeh Aren Kayu Manis Pinang Kapuk Kemiri Panili Jarak Pagar 918 2.92 1.75 55.3 4. dimana mata pencarian utama masyarakatnya hidup dan 15 .24 3.23 128.3 1.851 288 193 16 200 288 166 15 5 16 430.

barang yang dipergunakan dalam produksi. Modal atau kapital mempunyai banyak arti. Berarti hampir setiap rumah tangga yang ada di Desa Dusun Curup ini bekerja sebagai petani karet. Modal merupakan barang. dan lain sebagainya yang dimilki (Daniel. Masyarakat Desa Dusun Curup mengusahakan tanaman karet sebagai tanaman utama. jam kerja dan pengalaman kerja. yaitu semua harta berupa uang. tabungan.2002 :74). Dalam arti sehari-hari .bekerja pada sektor pertanian. Meskipun Desa Dusun Curup merupakan salah satu desa penghasil karet di Kabupaten Bengkulu Utara. Hal ini karena masih kurangnya pemamfaatan dalam pengelolaan dalam luas lahan. Desa dengan luas daerah 7. tergantung pada penggunaannya. rumah mobil.2010). namun kenyataan menunjukkan tidak semua masyarakat petani karet hidup dalam kondisi pendapatan yang rendah. modal.50km² . tanah. 16 . modal sama artinya dengan harta kekayaan seseorang. Dari 1030 jumlah penduduk tersebut 600 jiwa bekerja sebagai petani. Maka ketergantungan terhadap pendapatan hanya berasal dari hasil penjualan karet dan ini sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan mereka (Data Desa Dusun Curup. jam kerja serta pengalaman kerja untuk menghasilkan barang baru yaitu hasil pertanian. memiliki jumlah penduduk jumlah 1030 jiwa dengan 350 KK. Barang tersebut bersama-sama faktor produksi tanah. barang itu sendiri kadang disebut barang modal.

hal ini disebabkan oleh adanya beberapa jenis kegiatan bertani tersebut yang berbeda dan membutuhkan jumlah jam kerja yang berbeda pula dalam satu kali panen. Pengalaman kerja dalam kegiatan bertani merupakan unsur yang penting dalam setiap bidang pekerjaan semakin lama seseorang bekerja maka pengalaman kerja yang dimiliki akan semakin baik hal ini juga terjadi terhadap kegiatan betani. 17 . Rata-rata jam kerja bagi petani karet pada umumnya antara satu petani dengan petani lainnya terdapat perbedaan.Jam kerja dalam kegiatan bertani (terutama petani tradisional) tidak bisa disamakan dengan jam kerja pada usaha-usaha lainnya. Adapun alasan pemilihan desa ini sebagai objek penelitian karena daerah Desa Dusun Curup merupakan salah satu daerah yang rata-rata masyarakatnya bekerja sebagai petani karet dan juga adanya perbedaan tingkat pendapatan yang dihasilkan oleh petani karet tersebut sehingga menarik untuk diadakan penelitian. dapat pula dibuktikan dari tinggi rendahnya balas jasa atau sewa bagi hasil dengan permintaan dan penawaran tanah itu dalam masyarakat. Luas lahan (tanah) merupakan salah satu faktor produksi seperti halnya faktor produksi lain.

3.1. modal. Tujuan Peneltian Berdasarkan rumusan masalah tersebut.2. modal. maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “apakah luas lahan. jam kerja dan pengalaman kerja terhadap 18 . jam kerja dan pengalaman kerja berpengaruh terhadap pendapatan petani karet di Desa dusun Curup Kecamatan Air Besi Bengkulu Utara” 1.

jam kerja dan pengalaman kerja yang berada di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara.  Sebagai bahan masukan bagi petani agar dapat mengelolah produksi yang tinggi dan dapat mencapai pendapatan yang tinggi.4. 19 . Kegunaan Penelitian Adapun kegunaan penelitian adalah :  Penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pendapatan petani pada usaha karet. 1. 1. modal.5. dengan fokus penelitian pada pendapatan petani karet dengan penggunaan variabel luas lahan. Ruang Lingkup Dan Keterbatasan Penelitian Penelitian ini dilakukan.pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup Kecamatan Air besi Kabupaten Bengkulu Utara.

Selanjutnya. H. karet dikembangkan menjadi tanaman perkebunan dan tersebar di beberapa daerah.1. puciflora.1 Tanaman karet Karet mulai dikenal di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda yaitu pada tahun 1864. famili Euphorbiaceae. awalnya karet ditanam di Kebun Raya Bogor sebagai koleksi.BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Landasan Teori 2. spruceana dan H. Sampai sekarang ada tiga spesies karet yang umum dibudidayakan yaitu Hevea brasiliensis. Karet adalah polimer dari satuan 20 .1. Tanaman asal Brasil ini termasuk genus Hevea.

Pada suhu rendah ia akan mengkristal. Mampu membentuk ekologi hutan. Karet cukup baik dikembangankan di daerah lahan kering beriklim basah. Daerah penyebaran tanaman karet mencapai luasan antara 15°LU-10°LS. Inilah alasan mengapa karet bersifat elastik. Diduga kuat. sehingga karet cukup baik untuk menanggulangi lahan kritis.isoprena (politerpena) yang tersusun dari 5000 hingga 10. Ketinggian tempat yang sesuai untuk tanaman ini yaitu 1-600 m dpl. karet tidak berbentuk (amorf). Dapat tumbuh pada berbagai kondisi dan jenis lahan. Senyawa ini terkandung pada lateks pohon penghasilnya. dan 21 . Pada suhu normal. searah dengan sumbu panjangnya. Dengan meningkatnya suhu. 3. yaitu: 1. 2. Dapat memberikan pendapatan harian bagi petani yang mengusahakannya. yang pada umumnya terdapat pada daerah lahan kering beriklim basah. serta masih mampu dipanen hasilnya meskipun pada tanah yang tidak subur.000 satuan dalam rantai tanpa cabang. karet akan mengembang. tiga ikatan pertama bersifat trans dan selanjutnya cis. Tanaman karet memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan komoditas lainnya. Daur panen untuk kebutuhan bahan pulp sekitar 25 tahun. Penurunan suhu akan mengembalikan keadaan mengembang ini. Curah hujan yang diinginkan berkisar antara 2000-2500 mm/tahun.

karena kebutuhan karet dunia semakin meningkat setelah China membuka pasar baru bagi karet Indonesia. Kedua cara ini yang berbeda adalah penebangan pohon lama dan pohon-pohon besar atau alang-alang. Agar bisa diperoleh karet yang bermutu tinggi sehingga hasil produksi. 3. maka faktor budi daya harus diperhatikan dengan baik. Pemilihan lokasi Karet akan baik pertumbuhannya jika ditanam di daerah yang memiliki ketinggian antara 0-400 m di atas permukaan laut. dan harga yang diperoleh tinggi yang akan berpengaruh terhadap pendapatan. dengan kemiringan maksimum 450. yaitu diantaranya : 1. Memiliki prospek harga yang cukup baik.4. Pengolahan tanah dan persiapan tanam Dalam penanaman karet dikenal dua istilah yaitu replanting dan newplanting. 2. Penanaman bibit yaitu dengan cara pembongkaran bibit 22 . Penanaman Sistem penanaman karet yaitu dengan cara sistem monokultur dan sistem tumpang sari. Aliran berhenti apabila semua isi sel telah "habis" dan luka tertutup oleh lateks yang membeku. Lateks pada karet diperoleh dengan melukai kulit batangnya sehingga keluar cairan kental yang kemudian ditampung. Cairan ini keluar akibat tekanan turgor dalam sel yang terbebaskan akibat pelukaan.

mempertahankan pertumbuhan tanaman. Kebutuhan bibit Kebutuhan bibit tiap hektar dipengaruhi oleh jarak tanamnya.yang dilakukan dengan jalan menggali parit 50 cm di sisi barisan bibit. pemupukan. pohon karet harus dirawat sebaik-baiknya. Tujuan perawatan ini antara lain mencegah erosi. Dengan jarak tanam ( 7 x 3 ) m jumlah pohon yang bisa ditanam untuk satu hektar adalah 476 pohon. seleksi dan penjarangan. 5. pemeliharaan tanaman penutup tanah. Perawatan tanaman yang sudah menghasilkan Perawatan tanaman menghasilkan mencakup penyiangan. pemupukan. atau arit. Penyiangan cara kimiawi dengan menggunakan herbisida. serta pemberantasan hama dan penyakit. pemupukan. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara manual. Perawatan tanaman sebelum menghasilkan Perawatan tanaman sebelum menghasilkan meliputi kegiatan penyulaman. kemudian bibit dipegang pada bagian atas okulasi dan dicabut. dan kombinasi kimiawi biologis. serta pemberantasan hama dan penyakit. biologis. yaitu herbisida kontak dan 23 . Cara manual biasanya hanya dengan menggunakan parang atau cangkul. 4. penyiangan. 6. Biasanya herbisida yang digunakan ada dua jenis. serta pengendalian hama dan penyakit. Perawatan tanaman menghasilkan mencakup penyiangan. Untuk mendapatkan hasil getah karet yang merata setiap pohon. serta mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit yang merugikan.

2.86 g. misalnya gramoxone dan paracol. dan untuk pupuk KCL yaitu 156 g perpohon. Tanda-tanda kekurangan unsur hara bisa diperhatikan dari penampakan tanaman.5 m dengan terlebih dahulu dibuatkan saluran. penggunaan pupuk urea sama dengan takaran pupuk urea.89 g perpohon. untuk pupuk KCL sebanyak 180 g perpohon. 1. 4.sistemik. SP36 sebanyak 219. Herbisida kontak bersifat membunuh gulma secara kontak langsung dengan gulmanya. 24 . sedangkan pupuk SP36 sebanyak 532. Pemupukan dilakukan dua kali setiap tahun dengan dosis berdasarkan jenis tanah. Metode pemupukan yang bisa diterapkan misalnya sebagai berikut: 1. Sedangkan herbisida sistemik bersifat meresap pada bagian-bagian gulma seperti stomata dan akhirnya membunuh gulma. Sedangkan jenis tanah podsolik merah kuning. Pupuk ditaburkan dengan sistem tapal kuda. Jenis tanah latosol penggunaan pupuk urea perpohon yaitu 280. Pupuk ditaburkan di sekeliling pohon dengan jarak 1 – 1. 3. Kekurangan unsur hara pada tanaman karet pada hakekatnya berhubungan erat dengan kebutuhan unsur untuk pertumbuhan dan penyadapan.24 g perpohon.5 m dari pohon tanah harus digali agar pupuk bisa dibenamkan dalam tanah. Pupuk ditaburkan diantara barisan dan harus bebas dari gulma.

2. Hanya saja. Jadi. proses dan input dimana input diproses menjadi output.Peremajaan tanaman karet dilakukan pada kebun-kebun karet yang pohonnya sudah tidak berproduksi dengan baik. 2. Ada hubungan teknis anatara output yang dihasilkan dan faktor-faktor produksi yang digunaka ini sering dinyatakan dalam suatu fungsi produksi. Umar Burhan (1995) menyatakan bahwa kegiatan produksi terdiri dari tiga komponen. pada penanaman bibit perlu dilakukan pemupukan karena tanah bekas kebun karet sangat kurang unsur haranya. Dalam pembicaraan mengenai toeri produksi. hal yang mendapat tekanan adalah jumlah output selalu tergantung atau merupakan fungsi dari faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. 25 . Karet yang sudah tua ditebang dan akhirnya dibongkar. suatu fungsi produksi menggambarkan dua hal : 1.1. setiap petani berusaha agar hasil panennya banyak (produksi tinggi) dan kemudian dapat dijual dengan harga yang tinggi sehingga kehidupan petani akan lebih baik. Input-input apa yang dipakai untuk menghasilkan output tertentu. Perlakuan peremajaan dilakukan seperti pada saat penanaman baru. Bentuk hubungan antara input dan output tersebut digambarkan dalam suatu fungsi yang dinamakan fungsi produksi. yaitu input. Teori produksi Dalam menyelenggarakan usahatani.

kelembagaan. harga. tersedia kredit dan sebagainya. gulma. Menurut Ari sudarman (1991) faktor produksi adalah suatu skedul (tabel atau persamaan matematis ) yang menggambarkan jumlah output maksimal yang dapat dihasilkan dari suatu tingkat faktor produksi tertentu dan pada tingkat teknologi tertentu pula. dan sebagainya. tenaga kerja. air. Bagaimana hubungan input dengan output. b. seperti lahan pertanian dengan macam dan tingkat kesuburan. Menurut Mubyarto (1989:98) faktor produksi dapat digolongkan menjadi 3 golongan yaitu: a. varitas. tingkat pendapatan. udara. dan sebagainya) 26 . Faktor sosial-ekonomi seperti biaya produksi. pupuk. Sumber alam (tanah. resiko dan ketidakpastian. tingkat pendidikan. bibit. Dalam prakteknya Soekartawi (1990) membedakan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi menjadi dua kelompok yaitu : a. Faktor biologi.2. hasil tambang. dimana hubungan ini bisa dirumuskan dengan fungsi matematika atau digambarkan dengan grafik atas dasar data empiris. obat-obtan. minyak bumi.

tetapi juga kemampuan mental. c. Toussaint (1986 :86) menyebutkan bahwa produksi adalah suatu proses dimana beberapa barang dan jasa yang tersebut diubah menjadi barangbarang dan jasa-jasa lain yang disebut output. produksi adalah banyaknya hasil fisik dari satu kesatuan faktor produksi. Sumber ekonomi yang berupa manusia dan tenaga manusia (termasuk bukan hanya kemamnpuan fisik manusia. 27 . Menurut Mubyarto (1989).b. agar dapat diperoleh produk pertanian dalam jumlah yang maksimal. Masing-masing perubahan ini menyangkut penggunaan input untuk menghasilkan input yang diinginkan.D. Penguasaan (Enterpreunership) yakni pihak-pihak yang berinisiatif menggabungkan dan mengorganisir ketiga sumber ekonomi (faktor produksi) tersebut demikian rupa sehingga menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan Bishop dan W. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa jenis aktivitas yang terjadi dalam proses produksi meliputi perubahan-perubahan bentuk tempat dan penggunaan hasil-hasil produksi. Bidang kegiatan yang dilakukan oleh petani adalah kegiatan ekonomi pertanian. keterampilan dan keahlian). produksi yang diusahakan adalah produksi pertanian yang didasari dengan prinsip ekonomi yaitu berusaha dengan memamfaatkan lahan yang tersedia dengan pengeluaran yang sekecil mungkin.

1. Selanjutnya menurut Mubyarto (1989).1. Xn : Hasil Produksi (output) : Faktor-Faktor Produksi(input) 28 . Fungsi Produksi Fungsi produksi adalah suatu fungsi yang menunjukan hubungan antarav output dengan tingkat penggunaan input.2. 1991). dimana jumlah dari hasil produksi tertentu tergantung pada jumlah input tertentu yang digunakan. bahwa fugsi produksi adalah hubungan matematis yang menggambarkan suatu cara. fungsi produksi yaitu suatu fungsi yang menunjukan hubungan antara hasil produksi fisik (output) dengan faktor-faktor produksi (input) Bentuk matematis fungsi produksi Cobb Douglas dapat dinyatakan sbagai berikut (Soekartawi 1994): Y = a X1b1 X2b2 X3b3.Salah satu cara untuk menganalisa suatu fungsi produksi adalah dengan menggunakan tipe fungsi Cobb Douglas.…………Xnbn e Dimana : Y X1. 2. Penyesaian hubungan antara Y dan X adalah dengan cara regresi dimana variasi dari Y akan dipengaruhi oleh variasi dari X (Soekartawi. X3. Tipe ini merupakan suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua atau lebih variabel yaitu variabel indenpenden atau variabel yang dijelaskan (Y) dan variabel yang menjelaskan (X) atau variabel independen.…. X2. seperti yang diungkapkan oleh Bishop dan Tousaint (1996).

29 . Elastisitas factor (factor Elasticity) berkenan dengan perubahan yang hanya satu faktor yang berubah-ubah dan factor yang lain dianggap konstan. Teori Elastisitas Produksi Elastisitas produksi adalah perubahan hasil produksi total dibagi dengan persentase perubahan factor produksi Mubyarto (1989).Fungsi produksi Cobb Douglas adalah suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua variabel atau lebih.1. maka suatu perubahan tingkat input akan menghasilakan perubahan atau kenaikan output yang lebih besar.2. Untuk elastisitas sama dengan satu (E=1).2. Elastisitas merupakan ukuran persentase perubahan output sebagai tanggapan atas perubahan infinitesimal (dalam persen) dalam satuan faktor tertentu dan faktor lainnya tetap. Jika elastisitas lebih besar dari satu (E>1). sedangkan untuk elastisitas lebih kecil dari pada satu (E<) dari suatu produksi proporsi kenaikan outputnya lebih kecil daripada inputnya Taylor (1994). suatu keadaan proporsi kenaikan outputnya. yaitu elastisitas factor parsial dan koefisien fungsi (elastisitas produksi total). sedangkan koefisien fungsi (total elasticity of production) berkenan dengan kasus semua faktor produksinya dapat berubah-ubah dalam proporsi yang tetap. 2. sementara itu menurut Taylor (1994) ada dua elastisitas dalam produksi.

1 tahapan Elastisitas Produksi 30 .Elastisitas faktor. elastisitas untuk fungsi produksi dengan input Variabel f (x) didefinisikan sebagai berikut : E =% perubahan output / % perubahan input E= = dy/y x/dx = dy/dx x/y MP = dy/dx : AP = Y/X maka E = MP/AP Keterangan : E : Elastisitas MP : Marginal Product ( Produksi Marginal) AP : Averagr Product (Produksi Rata-rata) Gambar 1.

sehingga diperlukan penambahan jumlah faktor produksi untuk menghasilkan output yang lebih besar.Pada tahap I mula-mula kurva AP dan MP bergerak naik sejalan dengan cekungan kurva TP. Dalam kondisi ini elastisitas produksinya lebih besar dari I (EP>P). Pada tahap II dimulai pada saat kurva AP mencapai Puncak dan berpotongan dengan kurva MP (titik E). kurva terus bergerak naik.. sedangkan kurva TP terus bergerak dan akhirnya 31 . karena produksi masih akan bertambah jika dilakukan penambahan input. Pa saat kurva mencapai titik puncak (titik D). Pada tahap ini faktor produksi belum digunakan secara optimal atau digunakan dalam jumlah yang sedikit. Ini berarti pertambahan input dalam proses produksi akan menaikan output.

ini berarti penambahan input dalam dalam proses produksi akan menghasilkan output yang makin bertambah. Pada prinsipnya pendapat-pendapat diatas adalah sama yang menyatakan bahwa dalam proses produksi selalu menunjukan adanya hubungan antara faktor produksi (input) dengan hasil produksi (output). 2. Pencapaian tujuan tersebut diantaranya melalui peningkatan pendapatan. Jadi pada tahan ini produsen hendaknya tidak melakukan penambahan input. hal ini berarti setiap penambahan input justru menurunkan output.1.sampai pada titik puncak (titik C) atau pada saat MP = 0 (titik F). Pada kondisi ini elastisitas produksinya 0<EP<1 Sedangkan pada tahap III. Elastisitas produksi adalah prsenatasi perubahan output sebagai akibat dari persentasi perubahan input. kurva TP mulai menurun dan pada saat itu kurva MP negatif. 32 . Pada tahap ini elastisitas produksinya akan lebih kecil dari nol (0) atau EP<0. Pendapatan Pembangunan yang dilaksanakan setiap negara tujuannya tidak terlepas dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh.3. pada tahap ini merupakan tahap terbaik bagi seorang produsen untuk berproduksi. sebab pada tahap ini akan mendatangkan kerugian bagi produsen bila mereka menambah input karena total produksinya akan menurunkan atau akan terjadi pemborosan faktor-faktor produksi (input). karena saat ini kombinasi pemakaian faktor produksi sudah sesuai sehingga akan mampu menghasilkan tingkat output yang tinggi.

penjualan barang-barang yang dipakai. baik dari hasil sendiri maupun hasil pihak lain yang dinilai dengan uang atas harga yang berlaku dalam jangka waktu tertentu. 3. yaitu semua pendapatan berupa uang yang biasanya diterima sebagai balas jasa yang berasal dari upah dan gaji tersebut. Pendapatan berupa barang. Winardi (1993) mendefinisikan pendapatan adalah merupaka hasil yang diterima oleh masyrakat yang berupa uang atau material lainnya yang dicapai dari penggunaan kekayaan atau jasa-jasa manusia bebas.Pembangunan yang di laksanakan harus dapat dirasakan dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat baik di perkotaaan maupun di pedesaan dan mengacu pada keseimbangan antar sektor dan antar daerah termasuk penciptaan lapangan kerja. 1999). yaitu semua pengjasilan yang diterima dalam bentuk barang tetapi diukur dengan uang. Pendapatan berupa uang. Biro Pusat Statistik/ BPS (1996) membagi pendapatan secara terperinci menjadi tiga bentuk. 2. Di Indonesia dalam berbagai variasi penekanannya sejak awal menganut strategi pertumbuhan sekaligus pemerataan dan penanggulangan kemiskinan (Syaparuddin. Pendapatan yang bukan pendapatan(penghasilan yang diperoleh bukan dari pendapatan utama) yaitu berupa pengambilan tabungan. 33 . yaitu : 1. penagihan piutang dan pinjaman uang. Sumardi (1991) mengemukakan pendapatan adalah seluruh penerimaan seseorang atau kelompok baik berupa uang maupun barang.

3. Produksi yang dikosumsi rumah tangga petani c. Jangka waktu tersebut umumnya setahun dan menjakup semua produksi yaitu : a. d. Produksi yang digunakan dalam usaha tani untuk bibit. Pendapatan kotor petani.Menurut Raharja dan Manurung (2002:266) pendapatan adalah total penerimaan (uang dan bukan uang) seseorang atau suatu rumah tangga selama periode tertentu. adalah nilai produk total usaha tani dalam jangka waktu tertentu. Pendapatan dari pemerintah atau penerimaan transfer adalah pendapatan yang diterima bukan sebagai balas jasa atau input yang diberikan. 2. Produksi yang disimpan atau yang ada digudang pada akhir tahun. baik yang dijual maupun yang disimpan. Pendapatan menurut Soerkartawi (1994) terbagi menjadi : 1. Pendapatan dari aset produktif yaitu asset yang memberikan pemasukan atas balas jasa penggunaannya. Pendapatan dari gaji dan upah yaitu balas jasa terhadap kesediaan seseorang menjadi tenaga kerja. Menurut Raharja dan Manurung ada 3 sumber penerimaan rumah tangga yaitu: 1. 34 . Produksi yang dijual b.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani karet disini adalah luas lahan. ini merupakan ukuran imbalan yang diperoleh dari keluarga petani dalam penggunaan faktor-faktor produksi. Jadi. dimana Pq = harga output per unit. semakin membaik atau semakin meningkatnya keempat unsur tersebut maka semakin tinggi produktivitas usahatani mereka dan pendapatanpun akan meningkat.2. (2) Average Revenue (AR). Pendapatan adalah penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya. adalah selisih antara pendapatan kotor petani dengan pengeluaran total petani dalam usaha taninya. (1) Total Revenue (TR). yaitu total penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya. yaitu penerimaan produsen per unit output yang dijual. petani dalam menjalankan usaha pertaniannya bertujuan untuk memperoleh pendapatan yang sebesar-besarnya agar kebutuhan keluarganya dapat dipenuhi (Mosher 1997).3. tenaga kerja. jam kerja dan pengalaman kerja yang dimiliki oleh petani karet. besarnya modal.1. Pendapatan bersih petani. Luas Lahan 35 . 2. TR = Pq Q. Pada hakekatnya. (Soekirno:2002). Terdapat tiga konsep penting tentang revenue yang perlu diperhatikan untuk analisis perilaku produsen. Q = jumlah output. pengelolaan dan penggunaan milik sendiri atau pinjaman yang diinvestasikan dalam usaha tani.

Dalam pertanian yang ada dinegara kita. efesiensi ekonomis. Selanjutnya (Daniel. 2002) juga menjelaskan unsur-unsur ekonomis yang melekat pada tanah dan memiliki peranan dalam pengelolaan usaha tani cukup beragam. Produktivitas tanah. Nilai sosial ekonomis dari tanah. Menurut Mubyarto (1989 36 . d. b.Dalam pertanian terutama dinegara kita faktor produksi tanah mempunyai kedudukan paling penting. Hal ini terbukti dari besarnya balas jasa yang diberikan oleh tanah dibandingkan faktor produksi lainnya. Kapasitas ekonomis. Kekuatan atau kemampuan potensial dan aktual dari tanah. c. di antaranya yaitu : a. dan daya saing dari tanah. Hal ini terbukti dari besarnya balas jasa yang diberikan oleh tanah dibanding faktor produksi lain. Dalam usahatani misalnya pemilikan atau penguasaaan lahan sempit sudah pasti kurang efisien dibanding lahan yang lebih luas (Daniel. Oleh karena itu dalam sektor pertanian faktor produksi tanah mempunyai kedudukan yang sangat penting. dimana ditanahlah kita melakukan semua proses produksi. 2002). Luas penguasaan tanah pertanian merupakan sesuatu yang sangat penting dalam proses produksi ataupun usaha pertanian. Tanah sebagai salah satu faktor produksi merupakan pabriknya hasil-hasil pertanian yaitu tempat dimana produksi berjalan dan darimana produksi itu keluar. faktor produksi tanah mempunyai kedudukan yang paling penting.

:89), tanah sebagai salah satu faktor produksi merupakan pabriknya hasil pertanian, yaitu tempat dimana produksi berjalan dan dari mana hasil produksi keluar. Penggunaan luas lahan haruslah sedemikian rupa sehingga kemampuan lahan tersebut untuk menghasilkan produksi tidak berkurang. Menurut Tohir (1993) dalam usahatani keluarga disamping masalah tenaga kerja, unsur tanah memilki peranan yang cukup besar. Pentingnya peranan tanah dalam usahatani muncul karena tanah mempunyai kaitan erat dengan cara bercocok tanam, bentuk usahatani waktu bertanam dan jenis tanaman.

Menurut Soekartawi (1994), luas lahan pertanian itu sendiri akan mempengaruhi skala usaha yang pada akhirnya mempengaruhi efisiensi atau tiaknya suatu usaha pertanian. Dengan anggapan, tujuan orang berusaha memperoleh hasil yang setinggi mungkin, dapat bertitik tolak dari tanah yang memiliki kesuburan yang tinggi, akan mempunyai produksi yang tinggi.

Hernanto (1994), mengatakan luas lahan usaha tani menentukan pendapatan, taraf hidup dan derajat kesejateraan rumah tangga petani. Kemudian menurut Abdoel (2000), luas lahan adalah jumlah keseluruhan yang digunakan untuk usaha tani yang dinyatakan dalam satuan hektar. Dan pada umumnya tanah merupakan faktor produksi yang relatif langka dibandingkan dengan faktor produksi lainnya.

Pemakaian luas lahan secara intensif akan menentukan tingkat pendapatan pertanian. Tanah mempunyai fungsi sebagai unsur alam besama-sama unsur

37

lainnya seperti matahari, air dan lain-lain. Dalam penggunaan luas lahan haruslah sedemikian rupa sehingga kemampuan lahan tersebut untuk berproduksi cukup tinggi.

Menurut Anwas Adiwilaga untuk memberikan hasil yang maksimal maka faktor tanah yang harus diperhatikan adalah: 1. Luas lahan, yaitu kesuburan tanah, jenis tanaman, jarak tanaman dan teknologi yang digunakan dalam pengelolaan produksi. 2. Tanah sebagai pengelolaan produksi 3. Bangun tanah yang baik. 4. Pembatasan tanah yang baik. 5. Jalan yang baik.

Dari uraian diatas jelaslah bahwa tanah merupakan milik yang penting bagi petani. Oleh karena itu dalam memamfaatkan faktor produksi tanah perlu diperhitungkan fisik, letak dan kemampuan ekonomi dari tanah, sehingga tanah tersebut mempunyai produktivitas yang tinggi. Bagi seorang petani semakin luas lahan yang mereka usahakan maka produsi akan semakin tinggi, dari produksi yang tinggi tersebut maka semakin banyak output yang mereka hasilkan sehingga dengan demikian pendapatan akan meningkat. Jadi semakin luas lahan yang mereka miliki maka produksi akan semakin tinggi maka pendapatan yang mereka terima akan meningkat.

38

2.1.4. Modal Modal biasanya berhubungan dengan uang, maka modal petani selalu dinyatakan nialainya dalam bentuk uang dan diinvestasikan terhadap barang-baran modal. Dalam pengertian ilmu ekonomi, modal adalah barang atau jasa yang bersamasama dengan faktor-faktor produksi lainnya menghasilkan barang-barang baru dalam hal ini hasil produksi pertanian. Jadi modal merupakan faktor produksi yang penting, maka dengan adanya penambahan modal akan meningkatkan produksi dan modal merupakan penentu pertumbuhan produksi pertanian disamping faktor produksi lainnya.

Menurut soekartawi (1994) modal dalam usahatani diklasifikasikan sebagai bentuk kekayaan, baik berupa uang maupun barang yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam suatu proses produksi. Dengan demikian modal yang digunakan dikatakan produktif apabila dalam penggunaannya atau akibat dari penggunaanya dapat dihasilkan suatu hasil yang lebih dari jumlah yang diperlukan untuk menutupi biaya.

Soekartawi (1994), menyatakan bahwa modal dalam kegiatan pertanian dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu : modal tetap dan modal tidak tetap.  Modal tetap adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi yang tidak habis terpakai dalam sekali produksi. Misalnya tanah, peralatan pertanian dan alat-alat lainnya.

39

 Modal tidak tetap adalah biaya yang dikeluarkan dan dapat habis dalam satu kali proses produksi. Misalnya, biaya pembelian bibit, pupuk dan obat-obatan.

Menurut Hernanto (1992) Modal adalah barang atau uang yang sama-sama dengan faktor produksi lain dan tenaga kerja pengelolahan menjadi barang-barang baru, yaitu produksi. Modal merupakan salah satu bagian dari masalah pertanian yang dihadapi oleh petani maka untuk memperkecil atau menekan timbulnya masalah tersebut harus diperhatikan hal-hal berikut ini : 1. Berapa besarnya modal yang dipenuhi untuk kebutuhan petani, misalnya dalam penyediaan tenaga kerja atau alat-alat lainnya. 2. Bagaimana memperoleh modal yang diperlukan, apakah dapat terpenuhi sendiri atau harus pinjam dengan kredit.

Modal adalah barang atau uang yang bersama-sama faktor-faktor produksi tanah dan tenaga kerja menghasilkan barang-barang baru, dalam hal ini hasil pertanian. Modal petani berupa barang diluar tanah adalah ternak beserta

kandangnya,cangkul, bajak, dan alat-alat pertanian lain, pupuk, bibit, hasil panen yang belum dijual, tanaman yang masih disawah dan lain-lain (Mubyarto, 1989 :103). Selanjutnya Mubyarto (1989) membagi modal menjadi dua yaitu :

40

1. 41 . pupuk/pestisida sehingga dengan penambahan tersebut pendapatan mereka akan meningkat. Selanjutnya (Daniel. Kemudian Mubyarto (1989. 2. Modal sendiri yaitu bagian dari dana yang dipakai dalam satu usaha yang telah diinvestasikan oleh pemilknya dan dapat dipergunakan selama usaha masih berjalan. Penciptaan modal oleh petani adalah dengan menyisihkan kekayaanya atau sebagian hasil produksi untuk maksud yang produktif dan tidak untuk maksud-maksud yang konsumtif. 107) menjelaskan modal dapat menghasilkan barangbarang baru atau alat untuk memupuk pendapatan petani maka diperlukan minat atau dorongan untuk menciptakan modal( capital Formation) dari petani itu sendiri. Kekurangan modal menyebabkan rendahnya hasil yang akan diterima. Jadi semakin besar modal yang dimiliki maka akan semakin tinggi juga tingkat pendapatan yang diterima petani. Contohnya adalah pembelian tanah. Modal pinjaman yaitu modal yang diperoleh dari pihak luas baik dari keuangan resmi berupa kredit ataupun keuangan yang tidak resmi. 2002) menjelaskan bahwa kecukupan modal mempengaruhi ketepatan dan penggunaan masukan. yaitu dengan tujuan dapat meningkatkan produksi sehingga dengan meningkatnya produksi maka pendapatan anak naik. pembelian bibit yang berkualitas .

Modal merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pendapatan dalam usahatani. baik itu pendapatan dalam bentuk harian. modal yang digunakan akan mempengaruhi pendapatan yang mereka terima dimana modal yang semakin besar. maka waktu yang dikeluarkan seseorang dalam melakukan pekerjaan akan menentukan besar kecilnya pendapatan yang akan diterima. bila seseorang bekerja kurang dari 35 jam/ minggu 42 . atau bertambahnya modal dari waktu ke waktu (tahun) akan semakin memberikan hasil yang diharapkan sehingga secara langsung akan meningkatkan pendapatan petani. bulanan ataupun tahunan.1.5. 1. Dengan mengarah pada pendapatan. mingguan. jam kerja dan kontribusi kerja terhadap total pendapatan keluarga. jam kerja panjang. Jam kerja pendek. Jam Kerja Jam kerja merupakan keseluruhan waktu yang dicurahkan dalam suatu pekerjan untuk memperoleh pendapatan. 2. Untuk mengetahui panjangnya jam kerja seseorang dalam perminggu Criss Maning (1995 :35) membagi jam kerja ke dalam tiga tingkatan yaitu jam kerja pendek. Hal ini diperjelas oleh Mangkuprowito (1985 :31) yang mengutarakan bahwa hasil dari pengalokasian waktu kedalam bentuk kegiatan diperlihatkan oleh tenaga kerja. jam kerja normal.Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa modal merupakan salah satu unsur pokok yang penting dalam kegiatan pertanian.

bila seseorang bekerja kurang dari 35-39 jam / minggu 3. dimana semakin tinggi alokasi waktu atau jam kerja yang dicurahkan untuk mencari nafkah maka semakin tinggi pendapatannya ( Mangkupranto. Jadi Jam kerja merupakan faktor produksi yang penting juga selain modal .2. Selanjutnya As’ad (2001) menyatakan bahwa bekerja pada tingkat waktu yang maksimal akan menghasilkan tingkat pendaptan yang sebanding dengan jam kerja yang digunakan. maka dengan adanya penambahan jam kerja maka akan meningkatkan produksi dan jam kerja merupakan salah satu penentu pertumbuhan produksi pertanian disamping faktor produksi lainnya. 43 . 1985 :43). menyebutkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan seorang pekerja adalah jam kerja. Alains (2000) mengatakan bahwa pendapatan yang maksimum akan diperoleh jika semua waktu dan sumber daya lainnya yang tersedia dimamfaatkan secara optimal. bila seseorang bekerja lebih dari 40 jam / minggu Perbedaan jam kerja biasanya akan menimbulkan pula perbedaan tingkat pendapatan yang diterima oleh pekerja sektor informal. Sementara itu Munir (1991:24). Jam kerja panjang. Jam kerja norma.

Dimana jam kerja yang semakin lama akan semakinmemberikan hasil yang diharapkan.Dari uraian singkat tersebut dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tungkat pendapatn seorang pekerja adalah jam kerja yang digunakan. karena pengalaman kerja akan berpengaruh pada tingkat produktivitas kerja seseorang. 2. Pengalaman kerja Pengalaman kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi besar kecilnya pendapatan seseorang. dan mampu memecahkannya. pengalaman kerja didefinisikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang pernah dialami oleh seseorang ketika mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (Balai Pustaka Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.1. kelemahan dan kekurangannya dan pada akhirnya mampu memilih alternatif-alternatif pemecahan secara kreatif ( Islaman dan Kartojono. 1995). 2001) Pengalaman kerja yang diikuti oleh pendidikan dan latihan kerja dapat membuat seseorang menjadi mandiri. Dengan kemandirian ini seseorang akan mempunyai kemampuan untuk mengetahui persoalan yang dihadapi. mampu mengenal kekuatan. 44 . Menurut kamus besar bahasa Indonesia.6.

seperti pengendalian erosi tanah. Masyarakat yang demokrasi secara umum menerima bahwa rakyat yang terlibat berhak berpartisipasi dalam keputusan mengenai tujuan yang mereka capai.Dalam bidang usahatani juga sering dilakukan semacam penyuluhan. baik yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung juga akan menambah pengalaman kerja seseorang. situasi. pengetahuan serta pengalaman mereka dengan teknologi dan penyuluhan serta struktur sosial masyarakat mereka. Mereka akan lebih bermotivasi untuk bekerja sama dalam program penyuluhan jika ikut bertanggungjawab dialamnya. Mereka akan memiliki informasi yang sangat penting untuk merencanakan program yang berhasil termasuk tujuan. 3. 1999 : 258-259) Pengalaman kerja merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap besar kecilnya pendapatan seseorang. karena pengalaman kerja berpengaruh terhadap tingkat produktivitas yang selanjutnya berpengaruh terhadap pendapatan. Oleh karena itu. 2. (Van den Ban dan Hawkins. Banyak permaslahan pembangunan pertanian. perolehan sistem usahatani yang berkelanjutan dan pengelolaan pendekatan komersial pada pertanian. 4. 45 . tidak mungkin lagi dipecahkan dengan pengembalian keputusan perorangan. Ada beberapa alasan mengapa petani dianjurkan berpartisipasi dalam keputusan yang berkaitan dengan program penyuluhan diantaranya adalah : 1.

berarti pengalaman kerjanya pun tinggi sehingga secara langsung akan mempengaruhi pendapatan. 46 . Pengalaman kerja dalam kegiatan bertani dapat diukur dari lamanya mereka bekerja sebagai petani. Hal ini disebabkan karena semakin lama orang tersebut bekerja.Pengalaman kerja biasanya dihubungkan dengan lamanya seseorang bekerja dalam bidang tertentu(misalnya lamanya seseorang bekerja sebagai petani). pelatihan yang mereka terima sehingga dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan dan produktivitas pertanian. Pengambilan sampel dilakukan secara sampel random sampling.2. Penelitian Sebelumnya Dewi (2002) melakukan penelitian tentang analisis produksi karet (studi kasus Muara Danau Kecamatan Talo Kabupaten Bengkulu Selatan) penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elastisitas produksi dari luas lahan. modal petani karet Desa Muara Danau Kecamatan Talo Kabupaten Bengkulu Selatan. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dari faktor produksi Cobb Douglas. tenaga kerja. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa jika petani karet menambah luas lahan maka setiap penambahan luas lahan akan meningkatkan produksi karet. tingkat pemahaman pengelolaan tanaman. 2. Begitupun terhadap variabel modal dan tenaga kerja jika petani menambah atau meningkatkan jumalah modal dan tenaga kerja maka akan setiap penambahan tersebut akan meningkatkan produksi karet.

Luas Lahan (X1) Modal (X2) Desa Dusun Curup Petani Desa Dusun Curup Jam Kerja (X3) Pendapatan (Y) Pengalaman kerja (X4) 47 . Kerangka Analisis Untuk melihat pengaruh antara variabel yang diteliti maka penulis mempergunakan kerangka analisis sebagai berikut : Arah Panah menunjukkan variabel-variabel independen petani karet mempengaruhi variabel dependen pendapatan (Y). modal (X2). jam kerja (X3) dan pengalaman kerja (X4) sedang variabel terpengaruh adalah pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup Kecamatan Air besi Bengkulu Utara (Y). Kerangka analisis hubungan antara variabel pengaruh dan variabel terpengaruh.3. variabel-variabel pengaruh adalah luas lahan (X1).2.

4. Dalam hal ini sebagai objek penelitian adalah masyarakat petani karet yang ada di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara 3.1. jam kerja dan pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap pendapatan yang diperoleh masyarakat petani karet di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mendeskriptifkan atau menggambarkan apa yang terjadi didaerah lokasi penelitian. Definisi Operasional Adapun variabel yang akan diamati didefinisikan sebagai berikut : 1. BAB III METODE PENELITIAN 3.2.2. Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini diduga variabel-variabel “luas lahan. modal. Pendapatan adalah penerimaan bersih yang diterima petani dari jumlah keseluruhan hasil panen usahatani karet yang merupakan jumlah keseluruhan output yang dihasilkan dikali harga di Desa Dusun Curup 48 .

yang dinyatakan dalam hektar. pupuk. tempurung. pupuk dan yang berkaitan dengan produksi karet). yang ada di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara yaitu berjumlah 350 KK (data kecamatan air besi) dinyatakan dalam Kepala Keluarga. 3. pembelian bibit. Jam kerja adalah lamanya waktu yang digunakan petani karet.Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara dalam satu bulan yang dinyatakan dalam rupiah. dan lain-lain) dan yang hanya satu kali pakai seperti : upah tenaga kerja. Tanaman karet adalah Karet yang usia produktif atau sudah bisa menghasilkan yaitu usia 5 tahun yang dinyatakan dalam tahun. yaitu mulai pada tahun pertama bekerja sebagai petani karet sampai penelitian ini dilakukan yang dihitung dalam satuan tahun. biaya pengangkutan( termasuk juga pengangkutan bibit. 2. parang. Pengalaman kerja adalah lamanya waktu seoarang petani bekerja sebagai petani karet. untuk bekerja dihitung dalam jumlah jam perbulan. Luas lahan adalah lahan (tanah) milik sendiri yang digunakan oleh petani karet dalam melakukan kegiatan usahatani karet. 4. 6. penyadapan karet (cangkul. yang dinyatakan dalam satuan rupiah. 5. Modal adalah barang atau uang yang dimiliki oleh petani yang digunakan dalam proses produksi karet yang digunakan berulang kali seperti alat-alat pertanian. 49 . 7. Petani karet adalah petani yang memiliki lahan (tanah) sendiri.

43 4. Jika populasi homogen maka jumalah sampel tidak menjadi masalah.3. Untuk lebih jelasnya dapat dilhat pada tabel 3.3.61-4.43 Jumlah 70 100 Sumber: Hasil penelitian april 2011 50 .43 2. yang ada di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara yaitu berjumlah 350 KK (data kecamatan air besi).ditetapkan sampel sebesar 20% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 70 sampel.91-1.43 1.1 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Luas Lahan Luas Lahan (ha) Jumlah(orang) Persentase (%) 0-0.8 8 11.9 8 11.3 8 11. Metode Pengambilan Sampel Penelitian ini dilakukan di desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara dengan petani karet sebagai populasi.43 3. Dalam penentuan besarnya sampel yang akan diambil dalam suatu penelitian tidak ada ketentuan yang mutlak berapa jumlah sampel yang harus diambil hanya saja sampel tersebut tidak harus homogen dan dapat mewakili semua populasi.51-5.43 5.1 : Tabel 3.41 8 11. Dari 350 populasi tersebut .6 15 21.43 0.46.71-3. Dalam penelitian ini besarnya populasi adalah seluruh petani yang memiliki lahan (tanah) sendiri.5 8 11.7 15 21. Berkaitan dengan ini Hadi (1994 : 73 ) menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada suatu ketentuan yang mutlak berapa persen suatu sanpel yang harus diambil dari populasi.81-2.

2. dalam penelitian ini hanya menggunakan data primer.1 menunjukkan dimana pengambil sampel dibagi berdasarkan jumlah kelompok lahan yang dimiliki responden dan pengambilannya dibagi berdasarkan jumlah terbesar dari kelompok luas lahan. produksi karet. Metode Pengumpulan Data Guna kepentingan analisis perlu didukung data yang akurat. Pengambilan sampel tersebut dilakukan secara sampling cluster (sampling bergelombang/berkelompok) yaitu bentuk sampling random dimana populasinya dibagi menjadi beberapa cluster/ kelompok yang sudah ditentukan sebelumnya. Menurut Kuncoro (2002 : 127) Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui pelantara).4. tingkat pendidikan. Data primer yang diambil antara lain : data pendapatan.81. Jumlah terbesar dari kelompok luas lahan adalah kelompok luas lahan 1. pengeluaran. Dengan menggunakan aturan-aturan tertentu seperti luas lahan yang tidak sama. 3.7 dan 2. Data primer di ambil langsung dari petani karet yang terpilih sebagai responden (sampel).71-3.6 karena pada kelompok ini jumlah terbesar dari 350 KK luas lahan yang dimiliki oleh responden dibandingkan dengan kelompok-kelompok luas lahan lainnya.Tabel 3. 51 . menggunakan daftar pertanyaan (quesioner) dan wawancara langsung dengan responden.

5. dimana variabel dependen adalah pendapatan dan variabel independen adalah faktor produksi berupa modal. yaitu dengan mendapatkan data primer yang diperoleh langsung dengan mendatngi lokasi penelitian dengan cara : a. X4) Dimana : 52 . X3. Analisis Regresi Liniear Berganda Untuk menganalisis pengunaan faktor-faktor produksi dan mengetahui besarnya pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi usahatani karet dalam penelitian ini akan digunakan fungsi produksi Cobb Douglas. X2. b. Model dari fungsi produksi tersebut diformulasikan sebagai berikut (J.1995) Y = f(X1.Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Risearch). Supranto.5. Wawancara Metode ini digunakan untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan. luas lahan dan jam kerja. Metode Analisis 3. dilakukan melalui percakapan dengan orang-orang yang berhubungan dengan penelitian ini.1. 3. Kuisioner Metode ini dimaksudkan untuk mendapatkan data primer yang diambil secara langsung dari responden dengan tuntutan daftar pertanyaan yang sebelumnya telah dipersiapkan.

b4 : Koefisien regresi dari masing-masing variabel X1.Y : Pendapatan Petani Karet X1 : Luas Lahan X2 : Modal X3 : Jam Kerja X4 : Pengalaman Kerja Formula awal Y = f X1b1.5. X4 ei : Standar Error 3.X4b4 . X2. Koefisien Determinasi 53 . b2.X3b3.ei Persamaan tersebut diformulasikan kedalam logaritma natural (Ln) : Ln Y = b0 + b1 LnX1 + b2LnX2 + b3LnX3 + b4LnX4 + ei Keterangan : Y X1 X2 X3 X4 b0 : Pendapatan : Modal : Luas lahan : Jam Kerja : Pengalaman kerja : Konstanta b1. X3.2.X2b2.b3.

artinya X1. X4 tidak mempunyai pengaruh terhadap pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup Kecmatan Air Besi Bengkulu Utara.3.05 Perhitungan nilai F dengan rumus : Dimana : R2 n K = Koefisien Determinasi = Jumlah data yang dianalisis = Jumlah Variabel Dengan langka pengujian :  Ho : = b1. 54 > 0.  Ha : ≠b1. = b2. X3. Langkah-langkah dalam analisis pengujian hipotesis adalah sebagai berikut : Digunakan level of signifikan α = 0.Untuk mengukur seberapa besar pengaruh dari keseluruhan variabel indevenden terhadap variabel dependen digunakan koefisien determinasi (R2) dengan formulasi : 3. ≠b3. ≠b2. ≠b4 samdengan nol.5. = b4 = 0 . Uji F (F –test) Digunakan untuk menguji secara keseluruhan pengaruh antara perbedaan variabel dependen dan independen. minimal ada satu b yang tidak . = b3. X2.

X3. artinya ada pengaruh antara variabel independent dengan variabel dependent 55 .Kreteria pengujian : a.05 dengan menggunakan uji satu arah. Uji t (t test) Digunakan untuk menentukan hipotesis koefisien regresi secara individual atau parsial pada masing-masing variabel dengan formulasi sebagai berikut : Dimana : Bi Sbi  Ho = koefisien regresi = standar error : bi = 0 artinya antara X1. Ha diterima apabila F hitung > F ta 3. maka Ho diterima dan Ha ditolak.4. X2. Jika t hitung ≤ t tabel. X2. level of significant yang digunakan α =0.  Ha : bi > 0 Artinya X1. Ho diterima apabila F hitung ≤ F tabel b. X4 mempunyai pengaruh yang positif terhadap pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup Kecmatan Air Besi Bengkulu Utara. X3. Dengan kreteria pengujian : a.5. X4 tidak mempunyai pengaruh terhadap pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup Kecmatan Air Besi Bengkulu Utara.

maka Ho ditolak dan Ha diterima. 56 .b. artinya ada pengaruh positif antara variabel independent dengan variabel dependent. Jika t hitung > t tabel.

Adapun batasbatas wilayahnya adalah sebagai berikut :     Sebelah utara berbatasan dengan Desa Gardu Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Padang Sepan Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Genting Perangkap Sebelah timur berbatasan dengan Desa Pagar Banyu Desa Dusun Curup mempunyai area seluas 5165.1 jumlah dan persentase penggunaan luas Lahan Desa Dusun Curup penggunaa Luas lahan (ha) Persentase (%) Bagunan Desa 12. Gambaran Umum Daerah Penelitian Daerah penelitian ini adalah Desa Dusun Curup adalah desa yang terletak diwilayah Kecamatan Air Besi. hal ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat bermata pencarian disektor 57 .25 0.25 Ha. Deskripsi Data 4.1.90 padang ilalang jumlah 5165. yang terdiri dari banguan desa .1.24 Pemukiman 103 2.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. pemukiman. Dimana Kecamatan Air Besi ini merupakan bagian dari daerah Kabupaten Bengkulu Utara propinsi Bengkulu.25 100 Sumber : Data Dasar Profil Desa Dusun Curu Tata guna lahan desa yang terbesar adalah untuk lahan pertanian dan perkebunan.1 : Tabel 4. lahan pertanian dan perkebunan serta lahan kritis/tandus dan padang ilalang.1.86 Lahan kritis / tandus& 150 2.01 Pertanian dan perkebunan 4900 94. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.

77 persen dari keseluruhan jumlah penduduk yang ada dan penduduk yang berusia 58 .2 Jumlah dan persentase penduduk Menurut Kelompok Umur Di Desa Dusun Curup Kelompok Umur Jumlah (orang) Persentase (%) (tahun) 0-4 284 27.93 16-18 109 10.88 51-60 50 4. Berkembangnya usahatani karet yang merupakan tanaman perkebunan dipengaruhi oleh faktor iklim yang sesuai dan keadaan lahan yang cukup baik untuk memungkinkan tanaman karet dapat berkembang dengan baik di Desa Dusun Curup.58 19-25 80 7. Keadaan Penduduk Di Desa Dusun Curup Berdasarkan Profil Desa Dusun Curup sampai tahun 2010 akhir penduduk didaerah penelitian ini adalah sebanyak 350 kepala keluarga dengan jumlah penduduk keseluruhan sebanyak 1030 yang terdiri dari 513 jiwa laki-laki dan 517 jiwa perempuan.85 >61 44 4.1.1.2 : Tabel 4.18 5-6 80 7. Untuk lebih jelasnya jumlah penduduk menurut kelompok umur dapat dilihat pada tabel 4.82 46-50 40 3.27 jumlah 1030 Sumber : Data Dasar Profil Desa Dusun Curup 100 Berdasarkan tabel 4. 4.77 7-12 71 6.pertanian khususnya bertani karet.06 36-45 60 5.1.2 diatas menunjukan bahwa persentase terbesar jumlah penduduk Desa Dusun Curup Adalah berada pada usia 0-15 tahun sebesar 50.89 13-15 92 8.77 26-35 124 12.

96 persen yang merupakan usia produktif yang akan menunjang ketersedian tenaga kerja untuk melaksankan kegiatan usahatani khususnya karet yang merupakan mata pencarian pokok sebagian besar masyrakat di desa ini. buruh bangunan.1.53 Pegawai negeri 17 2. pedagang. Dimana usia dibawah 15 tahun dan diatas 60 tahun biasanya merupakan tanggungan keluarga dimana pada usia dibawah 15 tahun merupakan usia sekolah. 4.Mata Pencaharian Penduduk Mengenai mata pencaharian penduduk di Desa Dusun Curup sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani. Namun mereka juga memiliki pekerjaan sampingan atau pekerjaan diluar sektor pertanian.69 Jumlah 633 100 Sumber : data Dasar Profil Desa Dusun Curup 59 .80 pedagang 16 2. khususnya petani Karet. sedangkan usia diatas 60 sudah tidak mampu lagi bekerja.99 Buruh 100 15. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.3 Jumlah Dan Persentase Penduduk Menurut Mata Pencaharian Mata Pencaharian Jumlah (orang) Persentase (%) Petani 500 78.1.3 : Tabel 4. dan pegawai negeri.2.27 persen. seperti buruh tani. berarti setengah dari penduduk Desa Dusun Curup ini berada pada usia merupakan usia tidak produktif. Sementara 44.diatas 60 tahun yaitu sebanyak 4.

1.4 Jumlah Dan Persentase Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah Orang Persentase(%) Tidak Tamat SD 75 8.4.Pendidikan Penduduk Desa Dusun Curup Ditinjau dari tingkat pendidikan.23 Tamat SLTA 159 18. sarana sosial dan saran ekonomi.1. 4.3.Sarana Dan Prasarana Di Desa Dusun Curup Di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi ini sudah memiliki sarana dan prasarana yang cukup baik selain desa ini terletak di pusat kecamatan.1. Kareana susdah terdapat sarana dan prasarana seperti jalan. tingkat pendidikan masyarakat Desa Dusun Curup masih tergolong rendah. saran angkutan.80 Tamat SD 371 43. Kondisi jalan yang sudah cukup memadai sehingga hal ini 60 .76 Jumlah 852 100 Sumber : Data Dasar Profil Desa Dusun Curup Rendahnya tingkat pendidikan diatas terkait denganjumlah fasilitas pendidikan yang dimiliki berupa gedung yang terbatas pada tingkat sekolah dasar dan SLTP serta keadaan ekonomi yang tidak mendukung. 4.4 : Tabel 4.1. sehingga apabila penduduk ingin melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi maka penduduk harus sekola keluar desa dan mengeluarkan banyak biaya.54 Tamat SLTP 232 27.Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penduduk Desa Dusun Curup memiliki mata Pencaharian sebagai petani khususnya petani karet. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.66 Diploma/PT 15 1. Oleh karena itu biasanya pendapatan masyarakat sangat tergantung dari hasil panen getah karet.

satu unit gedung Sekolah Desar. 4.1. Dalam hal sarana ekonomi juga dapat kita temukan dengan tersedianya toko dan warung-warung yang dikelola oleh masyarakat itu sendiri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat setempat selain itu sarana informasi juga sudah cukup memadai.Keadaan Pertanian Di Daerah Penelitan 61 . satu unti gedung Sekola Taman Kanak-Kanak. dan transportasi untuk hasil panen karet bagi para petani di daerah penelitian ini. Untuk sarana sosial yang ada juga sudah cukup memadai seperti tersedianya 5 unit gedung sekolah yaitu 1 unit gedung Sekolah PAUD. handphon dan radio sehinnga mereka dapat menerima banyak informasi. Dengan adanaya kelancaran dan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai sehingga hal ini dapat mendukung kelancaran kegiatan pemasaran hasil-hasil produksi pertanian penduduk khsusunya karet. Kemudian sudah tersedianya puskesmas yang melayani dibidang kesehatan.cukup mendukung untuk sarana transportasi seperti kendaraan roda dua maupun roda empat. Dengan adanya sarana transportasi ini maka hubungan Desa Dusun Curup dengan desa-desa sekitarnya juga dengan kota kabupaten juga dapat berjalan lancar. Satu unit gedung SLTP dan satu unit gedung SLTA yang dapat dimamfaatkan oleh masyarakat setempat untuk menyekolahkan anak-anaknya. hal ini dapat ditunjukan dengan melihat bahwa sebagian besar penduduk telah memilki televisi.5.1.

Mereka tertarik melakukan usahatani karet karena dapat mereka lakukan pada pagi hari dan dan mereka dapat melakukan aktivitas yg lain selesai menyadap.1. pendidkan responden. dimana mereka sudah menggunakan sarana produksi berupa bibit unggul.Petani di Dsa Dusun Curup umumnya melakukan kegiatan usahatani pada lahan milik sendiri dan ada sebagian kecil melakukan kegiatan pertanian pada lahan yang mereka sakap atau sistem bagi hasil. Usahatani karet ini tidak hanya dilakukan petani saja namun juga banyak dari para pedagang. jam kerja dan pengalaman bertani. buruh. sayuran. Sebagian besar petani melakukan usahatani karet. petani didaerah ini sebagian besar sudah cukup maju.2. dan tanaman tumpang sari lainnya.Karakteristik Responden Untuk mendapatkan gambaran mengenai keadaan responden yang diteliti. luas lahan. namun begitu mereka juga menanam tanaman lain seperti kopi. ubi. pupuk dan pestisida dalam kegiatan usaha tani tersebut. modal. jumlah tanggungan keluarga. dan PNS yang ikut tertarik melakukan usahatani karet. maka perlu dikemukakan karakteristik responden yang meliputi umur responden. 4. Dalam mengusahkan lahannya. padi. Di Desa Dusun Curup tanaman karet merupakan komoditi unggulan dan kondisi tanaman karet yang ada di Desa Dusun Curup banyak yang masih berusia muda ( belum siap untuk di sadap) karena para petani karet banyak yang mengganti tanaman mereka dari pohon karet yang sudah tua menjadi bibit unggul ataupun jenis tanaman karet biasa. 62 .

14 48-54 10 14.5 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Kelompok Umur Umur Responden Jumlah (orang) Persentase(%) (Tahun) 27-33 21 30 34-40 25 35. Kelompok umur tertinggi adalah pada kelompok responden 34-40 yaitu sebanyak 25 reponden atau 35. Pada usia produktif ini seseorang dianggap memiliki kondisi fisik yang prima dan mempunyai tenaga yang yang luar biasa bila dibandingkan 63 .29 jumlah 70 100 Sumber: Hasil penelitian april 2011 Tabel 4.1.Dalam penelitian ini respondennya adalah para petani yang memiliki lahan sendiri dan bekerja sebagai petani karet di Desa Dusun Curup Kecamatan air Besi Kabupatn Bengkulu Utara. 4.2. Ini menunjukan bahwa dari 70 responden berada pada usia produktif.1.29 55-61 3 4. Umur Responden Berdasarkan hasil penelitian terhadap 70 kepala keluarga responden petani karet di Desa Dusun Curup diketahui bahwa tingkat persentase umur masing-masing responden sampai tahun 2011 adalah berkisar antara 25-60 tahun keatas.71 41-47 12 17.5 diatas menunjukan lebih dari 50 persen responden berada pada usia produktif dan dari rata-rata umur responden umur rata-ratanya adalah pada usia 39 tahun. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table 4.5: Table 4. Jumlah responden yang diambil adalah 70 kepala keluarga atau sebesar 20% dari populasi 350 kepala keluarga. dimana pada usia ini seseorang mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam bertindak maupun bekerja.71 persen dan kelompok umur terkecil adalah pada kelompok umur 55-61 yaitu sebanyak 3 responden atau 4.29 persen.

6: Tabel 4.2.43 Jumlah 70 100 Sumber: Hasil penelitian april 2011 Tabel 4.71 Tamat SD 29 41. Selain ini seseorang mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam berpikir dan bertindak untuk mengambil satu rencana atau keputusan.14 Tamat SLTA 10 14. Pendidikan Responden Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap 70 responden. 4.6 ini menggambarkan bahwa tingkat pendidikan responden masih sangat rendah.29 Diploma/PT 1 1.2.42 Tamat SMP 12 17. dapat dilihat tingkat pendidikan masing-masing responden. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4. Rendahnya pendidikan ini disebabkan kondisi ekonomi masa lalu yang tidak mendukung untuk mendapatkan pendidikan yang lama.6 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan Frekuensi Persentase (%) Tidak Tamat SD 18 25.dengan dibawah atau diatas usia produktif.1. selain itu adanya anggapan bahwa hanya dengan tamat SD saja sudah bisa mencari uang atau mendapatkan uang. Sehingga dimungkinkan seseorang bekerja secara optimal untuk mendapatka hasil kerja yang maksimal. Seharusnya tingkat pendidikan yang rendah ini dapat 64 .

43 3–4 34 48. 4.7 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Tanggunagn Jumlah anggota keluarga Jumlah(orang) Persentase (%) 0–2 1 1.86 7-8 5 7.14 Jumlah 70 100 Sumber: Hasil penelitian april 2011 Tabel 4.1.57 persen dan 30 responden atau 42. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.7 menunjukan kelompok tanggungan terbanyak adalah pada kelompok tanggunga hal ini menunjukan banyaknya jumlah tanggungan yang dimiliki mengandung indikasi bahwa jumlah pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan mereka menjadi lebih besar dibandingkan dengan mereka yang memiliki lebih sedik 3-4 dan 5-6 yaitu masing masing 34 responden atau 48. artinya bahwa tidak semua anggota keluarga itu memiliki usia 65 . tanggungan tersebut terdiri dari istri anak.7 : Tabel 4.57 5–6 30 42.43 persen dari keseluruhan responden. Dari rata-rata jumlah tanggungan responden Desa Dusun Curup jumlah tanggungan mereka adalah memiliki 5 orang tanggungan dalam keluarga.06 persen. dan jumlah terkecil adalah pada kelompok tanggungan 1-2 orang yaitu 1 reponden atau 1. kakak. adik da orang tua.2. Jumlah anggota keluarga berkisar antara 1-7 orang.7 menunjukan bahwa responden memiliki tanggungan yang cukup banyak. Jumlah Anggota Keluarga Rsponden Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa hampir semua petani karet sudah berkeluarga.diimbangi dengan pelatihan terhadap suatu inovasi baru dan adanya penyuluhan npertanian yang diberikan kepada petani.3. Tabel 4. Namun begitu tidak semua dari tanggungan tersebut menjadi tanggungan penuh.

Namun pada umumnya.8 : 66 . Pengalaman bertani karet menunjukan berapa lama petani bekerja pada bidang usahatani karet ini. pengelolaan sampai panen. Pengalaman Bertani Pengalaman kerja adalah salah satu faktor yang memungkinkan seseorang untuk mencapai keberhasilan.itan dalam memenuhi kebutuhan hidup ini berdampak besar bagi kesejateraan keluarga responden didaerah penelitian.produktif. Berdasarkan hasil penelitian pengalaman bertani didaarah ini berkisar anatara 2.1. tidak semua anggota keluarga yang produktif ini dapat membantu secara penuh kegiatan usahatani dalam keluarganya. dalam hal ini yang dimaksud adalah pengalaman bertani karet. tapi sebagian dari anggota keluarga tersbut sudah bisa bekerja atau mendapatkan penghasilan Dengan adanya anggota keluarga pada usia produktif ini. Secara tidak langsung memiliki nilai tambah dari banyaknya anggota keluarga sehingga dapat membantu dalam kegiatan usahatani keluarga. 4. Seperti yang banyak dilakukan oleh responden dimana mereka banyak menggunakan tenaga kerja dalam keluarga. baik mulai dari penyiangan lahan.4. untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 4. Baik itu yang masih melanjutukan sekolah maupun yang tidak (pengangguran tersembunyi). tenaga kerja menjadi tersedia dari dalam keluarga tersebut.2. Adanya kesu. Sehingga hal ini menunjukan bahwa banyaknya anggota keluarga yang dimiliki responden tidak memberikan nialia tambah dalam usahatani karet.32 tahun.

2. Berdasarkan hasil penelitia luas lahan yang disadap oleh petani karet bervariasi dari 1 Ha sampai dengan lebih kurang 5. 67 . Hal ini menunjukan bahwa pekerjaan bertani karet ini sudah lama mereka lakukan.14 23-28 3 4.43 11-16 23 32. Responden Menurut Luas Lahan Petani karet di Desa Dusun Curup yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah petani karet yang mengelolah lahan sendiri.1.5.43 Jumlah 70 100 Sumber: Hasil penelitian april 2011 Tabel 4.5 Ha.8 diatas memberikan informasi bahwa adanya keanekaragaman pengalaman bertani yang dimiliki oleh responden sedikit banyaknya sangat dipengaruhi oleh faktor lama atau tidaknya seseorang itu bertani selain itu juga dipengaruhi oleh adanya kefokusan pekerjaan dimana petani hanya memiliki satusatunya pekerjaan yaitu bertani. secara tidak langsung seorang petani akan memiliki keuletan dan ketelatenan dalam pekerjaannya yang kemudian membentuk keahlian yang dimilikinya. Dengan hanya fokus terhadap pertanian.29 29-34 1 1.8 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Pengalaman Bertani Pengalaman bertani Jumlah(orang) Persentase (%) (tahun) 0–4 2 2.Tabel 4.86 17-22 19 27. Dari jumlah rata-rata pengalaman bertani responden diperoleh pengalaman bertani masyrakat Desa Dusun Curup yang diwakili 70 responden adalah selama 14 bekerja. 4.86 5-10 22 31.

9 8 11.5 8 11.43 Jumlah 70 100 Sumber: Hasil penelitian april 2011 Dari tabel 4. Semakin luas lahan yang dimiliki petani.61-4.43 4.43 5.91-1. tingkat produksi yang dihasilkan semakin bertambah.3 8 11.81-2. Lahan yang diusahakan responden dalam kegiatan usahatani karet di Desa Dusun curup merupakan lahan sendiri sehingga produksi yang dihasilakan semuanya adalah milik petani yang menggarap lahan tersebut.51-5.71-3.7 15 21. Rata-rata luas lahan yang dimiliki oleh responden adalah 3 Ha.43 2. 68 . namun peningkatan produksi ini juga disesuaikan dengan faktor produksi yang digunakan pada lahan tersebut.6 15 21.8 menunjukan Keberadaan lahan dan kondisi lahan sangat penting dalam kegiatan usahatani dan merupakan syarat utama.41 8 11.43 3.8 8 11.43 1.8 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Luas Lahan Luas Lahan (ha) Jumlah(orang) Persentase (%) 0-0.46.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 70 responden diketahui luas lahan masing responden yang diklasifikasikan menjadi 5 kelompok yang dapat dilihat pada Tabel: Tabel 4. Secara teori luas lahan ini akan berpengaruh terhadap peningkatan produksi usahatani.43 0.

600 3 4. Responden Menurut Besarnya Modal Perhitungan modal dalam penelitian ini adalah menggunakan pedekatan biaya yaitu besarnya biaya total yang dikeluarkan oleh petani pada perkebunan karet dalam jangka satu tahun.000 8 11. dan jumalah peralatan juga menentukan besar modal yang digunakan.300 – 828.500 . Adapun baiaya yang dikeluarkan oleh 70 responden adalah beriksar anatar 100500 – 1340000. ini menunjukan modal yang digunakan oleh responden adalah dibawah satu juta per tahunnya.43 207. Untuk lebih jelasnya besar modal yang dikeluarkan oleh responden dalam satu tahun dapat dilihat pada table 4.1. Kemudian perbedaan penggunaan modal ini disesbabkan karena perbedaan luas lahan yang dimiliki.400 16 22.29 Jumlah 70 100 Sumber :Hasil penelitian april 2011 modal Table 4.449.600 -1.71 621.43 414.242.8 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut beasarnya biaya yang dikeluarkan dalam satu tahun Jumlah Modal (Rp) Jumlah(orang) Persentase (%) 0-207.86 1. Dalam hal ini ada sebagian responden yang tidak menggunakan pupuk dan 69 .1.29 828.200 11 15.4.200 – 621.035.20500.242. Biaya tetap terdiri dari alat-alat pertanian.035.9 : Tabel 4.2.100 8 11.100 – 414. pupuk.500 14 20 1.300 10 14.6. penggunaan pupuk. Biaya total ini terdiri dari biaya tetap dan biaya variable.8 menunjukan bahwa besarnya modal yang dikeluarkan oleh petani karet dalam satu tahun berbeda-beda dan rata modal yang digunakan responden adalah sebesar Rp 7. sedangkan biaya variable terdiri dari upah ojek.400 – 1. pestisida. biaya penyiangan.

Responden Menurut Jam Kerja Penetapan jam kerja petani karet tergantung keingginan pemilik kebun karet yang bersangkutan.14 65-97 31 44.43 131-162 8 11.7.43 163-194 3 4. tenaga kerja dan umur petani.43 32-64 12 17.9 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Jam Kerja Yang Dikeluarkan Dalam Satu Bulan Jam kerja Jumlah(orang) Persentase (%) (per bulan) 0-31 1 1. Dari 70 responden dan hasil penelitian jam kerja untuk 70 responden tersebut adalah antara 24 – 192 jam per bulan. 4.Perbedaan jam kerja ini disebabkan karena perbedaan luas lahan. 4.2.pestisida dalam kegiatan bertani sehingga biaya yang dikeluarkan lebih sedikit dibandingkan yang menggunakn pupuk dan pestisida. Ini menunjukan bahwa rata-rata petani karet yang ada di Desa Dusun Curup bekerja selama 4 jam/ hari.2.1. Hasil Estimasi 70 .9 : Tabel 4.29 Jumlah 70 100 Sumber : Hasil penelitian april 2011 Tabel 4. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.29 98-130 15 21.9 menunjukan adanaya perbedaan jam kerja yang dimiliki oleh petani karet dan rata-rata jam kerja yang dimiliki oleh reponden adalah 96 jam per bulan.

314262 Jam Kerja (X3) 0.1.31 LnX2 + 0. jam kerja dan pengalaman kerja.0000 0.0370 0.42 LnX3 .Koefisien Determinasi (R2) Untuk melihat besarnya variabek luas lahan.000000 t-Statistik 8. jam kerja dan pengalaman kerja terhadap pendapatan petani karet Desa Dusun Curup digunakan koefisien determinasi (R2) sehingga dengan melihat R2. Dari hasil perhitungan diketahui nilai R2 adalah 0.0038 Sumber : Hasil penelitian april 2011 Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan regresi linier berganda didapat suatu persamaan sebagai berikut : LnY = 9.888150 2. modal.23 LnX1 + 0.0002 0.370345 -3.26 + 0.421491 Pengalaman Kerja (X4) -0.753207 = 49.10 hasil regresi linier berganda Variabel Koefisien C 9.0000 0.2.59473 = 0.18 LnX4 4.0. Dengan menggunakan computer melalui model program eviews regresi linier berganda dapat dilihat pada Tabel 4.129471 3. dapat diketahui besarnya variable pengaruh dan variable terpengaruh.Dalam penelitian ini variable-variabel yang mempengaruhi pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Bengkulu Utara adalah luas lahan. modal.894331 4.10 : Tabel 4.178252 R-squared F-statistik Prob(F-statistik = 0.005458 Probabilitas 0.255558 Luas Lahan (X1) 0.232550 Modal (X2) 0.753207 atau 75 persen yang berarti bahwa pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup sebagai variable dependen mampu dijelaskan oleh variasi 71 .

a. modal. Pengujian Hipotesis Secara Individu (t-test) Untuk menguji masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen maka digunakan uji-t.4.495 hitung Dari hasil perhitungan didapat bahwa nilai F 49.2. jam kerja dan pengalaman kerja) bila diuji secara serentak maka mempunyai pengaruh positif dan signifikan pada variabel dependen (pendapatan petani karet) 4. jam kerja dan pengalaman kerja sebesar 75 persen dan sisanya 25 persen dijelaskan oleh variabel-variabel diluar model.2. Uji hipotesis untuk luas lahan (X1) 72 . jam kerja dan pengalaman kerja terhadap hasil produksi petani karet secara keseluruhan digunakan F-test dengan kreteria tingkat keyakinan 95% (α 0.59 = 1. modal.2.05) diperoleh perhitungan sebagai berikut : F hitung F tabel = 49. Pengujian Hipotesis Secara Keseluruhan (F-test) Untuk mengetahui adanya pengaruh dari variabel luas lahan.495 berarti Ho ditolak Ha diterima. modal. 4.variable independen yaitu luas lahan. hal ini menunjukan variabel independen (luas lahan.59> F tabel 1.

Uji hipotesis untuk jam kerja (X3) Untuk pengujian hipotesis pertama aapakah ada pengaruh anatara jam kerja (X3) terhadap pendapatan petani karet (Y) dapat dilihat dari hasil perhitungan dibawah ini : t hitung = 4. Uji hipotesis untuk modal (X2) Untuk pengujian hipotesis pertama apakah ada pengaruh anatara modal (X2) terhadap pendapatan petani karet (Y) dapat dilihat dari hasil perhitungan dibawah ini : t hitung t tabel = 3. c. b.37 73 .89 > 1. Ho ditolak Ha diterima artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan antara modal terhadap pendapatan petani karet. Ho ditolak Ha diterima artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan antara luas lahan terhadap pendapatan petani karet.05) (df = 65) = 1.13 > 1.05) (df = 65) = 1.997.997.Untuk pengujian hipotesis pertama apakah ada pengaruh antara luas lahan (X1) terhadap pendapatan petani karet (Y) dapat dilihat dari hasil perhitungan dibawah ini : t hitung t tabel = 2.89 = (α = 0.997138 dari hasil perhitungan didapatkan t hitung 2.13 = (α = 0.997138 dari hasil perhitungan didapatkan t hitung 3.

Pembahasan Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui besarnya pengaruh variabel independen (luas lahan.01 > -1.05) (df = 65) = -1.t tabel = (α = 0.05) (df = 65) = 1. 4. Uji hipotesis untuk pengalaman kerja Untuk pengujian hipotesis pertama aapakah ada pengaruh anatara pengalaman kerja (X4) terhadap pendapatan petani karet (Y) dapat dilihat dari hasil perhitungan dibawah ini : t hitung t tabel t = -3.1.3. d. jam kerja dan pengalaman kerja) terhadap variabel dependen (pendapatn petani karet).997138 t hitung 4.997138 hitung -3.37 > 1. Ho ditolak Ha diterima artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan antara jam kerja terhadap pendapatan petani karet.01 = (α = 0. Ho ditolak Ha diterima artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pengalaman kerja terhadap pendapatan petani karet.3. Hal ini dapat diduga positif dari besarnya nilai koefisien regresi berganda( rasio antara persentase perubahan variabel independen dengan persentase perubahan-perubahan variabel dependen) dapat dijelaskan sebagai berikut : 4.997.997. modal. Luas Lahan 74 .

Selain itu faktor intensifikasi lainnya yaitu seperti penggunaan bibit atau memilih bibit yang berkualitas maka akan diperoleh hasil yang bagus dibandingkan dengan penggunaan bibit karet biasa. seperti pemupukan. pengemburan tanah dan berbagai hal yang dapat meningkatkan kesuburan tanah.23 hal berarti setiap penambahan satu persen luas lahan akan meningkatkan pendapatan sebesar 0. Hal ini sesuai dengan uji t yang menolak hipotesa nihil berarti semakin luas lahan yang digarap oleh petani maka pendapatan akan semakin meningkat. 75 . jika luas lahan ditambah sehingga produksi meningkat dengan demikian pendapatanpun akan meningkat. dengan demikian tanaman karet akan tumbuh subur dengan luas lahan yang tetap dan pendapatan pun sendiri akan meningkat. Nilai koefisien regresi 0.Luas lahan yang digarap oleh petani merupakan variabel yang mempunyai pengaruh positif terhadap produksi kopi. jika pengelolaan tanah dilakukan dengan baik. Disamping itu juga menerapkan intensifikasi dalam luas lahan juga mampu meningkat pendapatan seperti. seperti pemupukan dan pembersihan.23 persen dengan asumsi variabel lain dianggap tetap. maka kemampuan petani dalam mengelola lahan bertambah atau setiap penambahan satu persen luas lahan akan meningkatkan pendapatan petani karet. pengelolaan tanah juga dapat berpengaruh terhadap tanaman karet. karena penggunaan bibit unggul akan menghasilkan getah yang lebih banyak dibandingkan getah karet biasa meskipun petani harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk pembelian bibit unggul namun hasil yang akan dihasilkan nanti akan lebih banyak dibandingkan dengan bibit karet biasa dengan asumsi lahan yang dimiliki masih sama dan disertai dengan pemeliharaan yang teratur.

Dari hasil persamaan regresi linier berganda tersebut terlihat usahatani karet yang dimiliki petani akan mmpunyai keuntungan atau pendapatan yang besar tergantung besar kecilnya modal sumbangan modaluntuk meningkatkan pendapatan petani karet. yang artinya menerima Ha.3.4. Menurut Mubyarto (1989) menyatakan bahwa dalam usahatani modal memiliki kedudukan yang penting. maka dapat diartikan semakin besar modal yang dikeluarkan petani seperti membeli pupuk.Jam Kerja 76 . racun rumput (pestisida). Semakin tinggi modal maka semakin tinggi pendapatan yang akan diterima petani.3.3. Hal ini juga dapat dilihat pada uji t dimana uji t hitung lebih besar dari pada t tabel. Modal Koefisien regresi dari modal (X2) bertanda positif. berarti setiap terjadinya penambahan modal maka jumlah pendapatan petani karet akan meningkat.31 persen dengan asumsi variabel lain tidak berubah.31 artinya setiap penambahan satu persen modal akan meningkatkan pendapatn petani karet sebesar 0. Nilai koefisien regresinya adalah 0. 4. oles dan alat-alat yang mendukung meningkatkan produksi karet maka kondisi pohon karet akan semakin baik dengan demikian produksi akan meningkat dan pendapatan petani karet akan semakin bertambah. peralatan.2. sedemikian pentingnya sehingga dikatakan bahwa dalam proses suatu usahatani akan mempunyai keuntungan tergantung besarnya sumbangan modal dalam proses produksi.

42 ini berarti jika terjadi pergeseran jam kerja maka akan meningkatkan pendapatan petani karet sebanyak 0. Dengan meningkatnya pola pergeseran jam kerja akan meningkatkan pendapatan untuk petani karet.3.Pengalaman Kerja Koefisiensi regresi pengalaman kerja (X4) bertanda negatif. Nilai 77 . Jika para petani menyadap dipagi hari sebelum matahari terbit maka pekerjaanpun akan lebih cepat selesai dengan demikian para petanipun bias melakukan pekerjaan yang lain. kegiatan menyadap dilakukan lebih awal (pada pagi hari) karena pada waktu pagi hari getah yang dikeluarkan akan lebih banyak dibandingkan jika menyadap pada waktu siang atau sore hari. berarti setiap kalau terjadi penambahan pengalaman kerja maka pendapatan akan berkurang. Berdasarkan uji statistik secara parsial untuk koefisien regresi jam kerja menunjukan bahwa jam kerja berpengaruh positif terhadap pendapatan petani karet. yang berarti menerima Ha. 4. Dengan melakukan pekerjaan menyadap dipagi hari hal ini akan meningkatkan produksi yang dihasilkan sehingga dengan demikian pendapatan petani akan bertambah. Hal ini terlihat pada uji t dimana t hitung lebih besar dari t tabel.Nilai koefisien regresi untuk jam kerja(X3) adalah sebesar 0.4. Dengan asumsi variabel lain dianggap tetap.42 persen. Dengan adanya pola pergeseran jam kerja menjadi lebih awal maka getah karet yang dihasilkan akan lebih banyak dengan demikian produksi akan meningkat dan pendapatanpun akan meningkat.

untuk menghindari hal ini petani harus lebih banyak mengikuti programprogram penyuluhan ataupun pelatihan guna menambah pengetahuan tentang pengelolaan tanaman karet sehingga dengan demikian bertambahnya pengalaman kerja akan meningkatkan pengetahuan petani sehingga tanaman karet menjadi subur dan menghasilkan banyak getah. hal ini didasari karena kurangnya para petani mengikuti pelatihan atau penyuluhan tentang pertanian sehingga cara bertani mereka justru menjadi monoton. dimana uji t hitung lebih kecil daripada t tabel. Dengan demikian berkurangnya kemampuan petani dalam mengelolah usahatani karet tersebut maka semakin lama akan semakin menurunkan pendapatan petani itu sendiri. Semakin lama pengalaman kerja maka pendapatan akan semakin menurun. Hal ini juga sebab jika semakin lama pengalaman kerja yang dimiliki petani. Dari pembahasan diatas. yang artinya Ha ditolak. umur petani tersebut juga akan semakin bertambah dan semakin lanjut umur maka produktivitas pun akan menurun atau kemampuan untuk bekerja akan semakin menurun terlebih dalam usahatani karet ini membutuhkan tenaga yang besar untuk bekerja. Dari hasil pengujian menunjukan hasil dari variabel pengalaman kerja adalah negative.18 artinya setiap penambahan satu persen pengalaman kerja maka akan mengurangi pendapatan 0.18 persen dengan asumsi variabel lain tidak berubah.koefisien regresinya adalah -0. Hal ini juga dapat dilihat pada uji t. bahwa pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup dapat meningkat bilamana petani tersebut mampu secara maksimal 78 .

100 – 15. Namun demikian masih ada masyarakat yang masih berpendapatan dibawah pendapatan rata-rata hal ini di pengaruhi oleh kondisi karet yang dihasilkan oleh petani.mengkombinasikan variabel-variabel pendapatan agar tercapai hasil yang maksimal. Harga karet yang diterima oleh setiap responden berbeda-beda yaitu mulai dari Rp 10. faktor kebutuhan keluarga (jumlah tanggungan) seperti ada tanggungan sekolah.700 – 17.900 – 10.8 5.11: Tabel 4.500 – 12.700 12. karena tingkat pendapatan yang diperoleh oleh para petani juga tergantung dari tinggi dan rendahnya harga karet. Harga karet dalam penelitian ini adalah harga karet rata-rata selama sebulan.14 21.200 – 11.100 10.000. Harga merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam menentukan penerimaan petani. tanggungan orang tua.800 – 14. Petani karet harus mengetahui akan kepekaan permintaan karet terhadap perubahan factor-faktor yang mempengaruhinya.72 100 79 .Rp 17.600 16.11 Jumlah Dan Persentase Responden Menurut Tingkat Harga Harga (Rp) 8.000 – 16. kakak atau adik serta adanya permainan harga oleh para tengkulak ( pedagang pengumpul).800 Jumlah Sumber : Data Primer Diolah April 2011 Jumlah 15 8 19 15 7 2 4 70 Persentase (%) 21.43 11.43 10 2.000 14.300 15.400 11. untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam Tabel 4.43 27.000.

dan cetak.000 – 14. dan cetak Kering dan tidak pakai tatal Basah dan tidak pakai tatal Harga karet (Rp) 15.11 menunjukan bahwa getah karet yang dihasilkan oleh responden saat dilakukan penelitian yang yang banyak adalah getah karet dengan harga getah karet yang berkualitas kategori kedua.000 Dari Tabel di atas dapat diketahui bahwa kualitas karet yang berwarna putih bersih.000 7500 – 10. 14. kering.Tabel 4.12 Harga getah Karet Berdasarkan kualitas getah karet Di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara Bulan April 2011 No 1 2 3 Kualitas karet Putih bersih.000.000 – 18. Sebagian besar harga getah karet yang diterima oleh responden termasuk dalam kualitas karet kering dan tidak pakai tatal. 80 . Harga karet yang diterima rendah. banyaknya tanggungan dalam keluarga dan besarnya kebutuhan hidup sehari-hari membuat pendapatan petani karet yang ada di Desa Dusun Curup masih dibawah pendapatan rata-rata. Namun masih ada harga karet yang diterima responden pada katagiri nomor tiga. 11.000 – Rp. kering. yang berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat tingkat harga getah karet berdasarkan tingkatan kualitasnya dalam Tabel 4. Pembagian harga getah karet berdasarkan kualitas getah karet. merupakan kualitas getah karet yang mahal. yaitu dengan harga getah karet berkisar antara Rp.12 : Tabel 4.000 12.

Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data tentang variabel yang mempengaruhi pendapatan petani karet yang ada di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara beberapa kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah : 81 .BAB V PENUTUP 5.1.

para petani diharapkan dapat memamfaatkan faktor-faktor pendapatan sebaik mungkin yaitu dengan cara 82 .753207 artinya bahwa pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup sebagai variable dependen mampu dijelaskan oleh variasi variable independen yaitu luas lahan. Nilai R-squared pada penelitian ini sebesar 0.  Variabel modal mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup.05. 2. Melalui pengujian secara serempak (uji F) menunjukan bahwa nilai probabilitas F hitung lebih kecil dari nilai α 0.  Variabel jam kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup. modal. Hasil pengujian secara parsial (uji t) diperoleh kesimpulan bahwa:  Variabel luas lahan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup. 5. jam kerja dan pengalaman kerja sebesar 75 persen dan sisanya 25 persen dijelaskan oleh variabel-variabel diluar model. artinya variabel-variabel penjelas yang digunakan pada penelitian ini secara bersama-sama berpengaruh terhadap pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara.1. Dalam usaha meningkatkan pendapatan. Saran 1.  Variabel pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap pendapatan petani karet di Desa Dusun Curup.2. 3.

Khusus jam kerja sebaiknya melakukan pola pergeseran jam kerja yaitu pada pagi hari sebelum matahari terbit dan untuk pengalaman kerja dianjurkan untuk lebih banyak mengikuti pelatihan atau penyuluhan sehingga akan didapat pengetahuan baru tetang pengelolaan tanaman karet.intensifikasi seperti pengelolaan luas lahan. 83 . modal jam kerja dan pengalaman kerja. Sebaiknya petani meningkatkan kualitas getah karet dengan cara menghilangkan tatal dan kotoran lainnya sehingga diperoleh harga karet yang tinggi. dengan demikian pendapatan petanipun akan meningkat. 2.

Jakarta. Daniel.http:// www. 1999. Balai Pustaka Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1987. Bengkulu: BPS. Analisis Pendapatan Nelayan.usu. Pengantar Metode Statistik I.Perkebunan karet. 2002. Jakarta : LP3ES. Dajan. Perkembangan Perkebunan Karet Di Indonesia. 1999. Jakarta Den Van dan Hawkins. 1995. Skripsi tidak diterbitkan fakultas ekonomi I Universitas Bengkulu. Pengantar Ekonomi Pertanian.Karateristik usahatani..p df.pengalaman kerja. http.2001. 1998. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia.pertanian/3_4_peran_pertanian. 1995. Skripsi tidak diterbitkan fakultas ekonomi I Universitas Bengkulu.agribisnis. 1986. BPS propinsi Bengkulu.com Badan Pusat Statistik. 84 . Pendapatan Petani Nenas. Analisis Pendapatan Nelayan. Analisis Pendapatam Pedagang Pengecer Daging Hewan Potong dikota Bengkulu. Jakatra : Bumi Aksara.id/course/download/. Mang. Maning. 2010. 1991. Masri. j. Moehar. Bengkulu Dalam Angka. Syaparuddin. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani . Pengantar Ekonomi Pertanian. Analisis www. BPFE.com Simanjuntak.agribisnis. http:// www. Criss dan Tagjudin.Daftar Pustaka BPS. U. Anto.com Indarwati.I Singarimbun.ac. Payaman./ocw.2005. Jakarta : LPFE. Mubyarto.. Skripsi tidak diterbitkan fakultas ekonomi I Universitas Bengkulu. 1989. Kuprawito.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani . 1994. Skripsi tidak diterbitkan fakultas ekonomi I Universitas Bengkulu Winardi. Lebong Atas Kabupaten Lebong. 1994. 85 .http:// www. Skripsi tidak diterbitkan fakultas ekonomi I Universitas Bengkulu Sumardi. Analisis Produksi Karet (Studi Kasus Muara Danau Kecamatan Talo Kabupaten Bengkulu Selatan).. 1997. Kaslan. Karya pembangunan: Bandung. Ekonometrik.com Soekartawi. 1993.Soekartawi. 1983. Mulyanto. Lubuk Pinang muko-muko. Analisis Pendapatan Petani Kelapa Sawit Didesa Majujaya Kec. Analisis Pendapatan Petani Pengolahan Gula Aren Di Kec.1993. Jakarta : LPFE-UI Tohir. Skripsi tidak diterbitkan fakultas ekonomi I Universitas Bengkulu Supranto. Skripsi tidak diterbitkan fakultas ekonomi I universitas Bengkulu Hernanto. 1991.Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatanproduksi Padi Sawah. Kamus Istilah Ekonomi.J. Analisis Produksi Karet (Studi Kasus Muara Danau Kecamatan Talo Kabupaten Bengkulu Selatan). 1994.agribisnis. Skripsi tidak diterbitkan fakultas ekonomi I Universitas Bengkulu Soekartawi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful