ISSN 0215 - 8250 KESIAPAN KERJA UNTUK BERWIRAUSAHA SISWA SMKN JURUSAN BOGA DI PROVINSI BALI oleh Cokorda

Istri Raka Marsiti Jurusan PKK Fakultas Pendidikan Teknolgi dan Kejuruan, IKIP Negeri Singaraja ABSTRAK

147

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kesiapan kerja siswa SMKN jurusan boga di Provinsi Bali. Variabel yang diungkap adalah sebagai berikut: (1) pengetahuan kewirausahaan; (2) pengalaman kerja lapangan; (3) persepsi kerja di bidang boga; (4) sarana pembelajaran praktik; dan (5) pengantar teori praktik Penelitian ini menggunakan metode survai. Populasi penelitian ini adalah siswa SMKN jurusan boga yang ada di Propinsi Bali sejumlah 306 orang. Sampel penelitian diambil dengan tehnik proportional random sampling, dengan taraf kesalahan α =0,05 sehingga ditemukan jumlah sampel 154 orang. Tehnik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Tehnik analisis data dengan statistik deskriptif, korelasi dan regresi sederhana, korelasi dan regresi ganda dan Analisis varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan (1) pengetahuan kewirausahaan siswa SMKN jurusan boga di Propinsi Bali telah mencapai 83,8%; (2) Pengalaman kerja lapangan siswa SMKN jurusan boga di Propinsi Bali 82,6%; (3) Persepsi kerja di bidang boga 73,3%; (4) Sarana pembelajaran praktik 68,9% ; (5) pengantar teori praktik telah mencapai 63,6%. Hasil analisis regresi ganda dari lima ubahan bebas menunjukkan bahwa pengaruh X1, X2, X3, X4, dan X5 terhadap Y ditunjukkan oleh persamaan regresi Ŷ = -13,382 + 0,302 (X1) + 0,425 (X2) + 0,602 (X3) + 0,180 (X4) + 0,140 (X5), signifikan pada nilai p< 0,05. Kekuatan pengaruh antara kelima ubahan bebas terhadap Y ditunjukkan oleh koefisien korelasi Ry12345 = 0,709. Koefisien determinasinya R2 = (0,709)2 = 0,502. Sebesar 50,2% kesiapan kerja untuk berwirausaha dibentuk oleh pengetahuan kewirausahaan, pengalaman kerja lapangan, persepsi kerja di bidang boga, dan sarana pembelajaran praktik serta pengantar teori praktik. Kekuatan pengaruh antara X1 terhadap Y ditunjukkan oleh koefisien regresi baku β1 = 0,374 (p < 0,05), X2 terhadap Y ditunjukkan oleh koefisien regresi baku β2 = 0,292 (p < 0,05), X3 terhadap Y ditunjukkan oleh koefisien regresi baku β3 = 0,314, X4 terhadap Y
________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 2 TH. XXXVII April 2004

ISSN 0215 - 8250

148

ditunjukkan oleh koefisien regresi baku β4 = 0,289 (p < 0,05) dan X5 terhadap Y ditunjukkan oleh koefisien regresi baku β5 = 0,306. Hasil analisis varian (Anova) menemukan bahwa terdapat perbedaan kesiapan kerja untuk berwirausaha siswa SMKN jurusan boga di Propinsi Bali. Berdasarkan hasil rata-rata per sekolah, ternyata SMKN 3 Denpasar memperoleh rerata tertinggi 66,3114, berarti SMKN 3 Denpasar yang paling siap untuk berwirausaha. Kata kunci : kesiapan kerja, berwirausaha ABSTRACT The purpose of this research is to measure the work readiness of the students of Food Science Department of State Vocational High Schools in the Province of Bali. The variables revealed are (1) the knowledge of entrepreneurship;(2) the experiences in the job training;(3) the perception of working in food science field;(4) the facilities of the practical study; and (5) the introduction of practical theory. This research used survey method. The research population consisted of 306 students of Food Science Department of State Vocational High Schools in the Province of Bali. The sample of research was 154 students taken by proportional random sampling technique, with the fault level of α = 0.05. The technique of data collecting used was questionnaire. While the technique of data analysis used were descriptive statistic, correlation, simple regression, double correlation and regression, and variant analysis (ANOVA). The result research shows that (1) the entrepreneurship knowledge of students of Food Science Department of State Vocational High Schools in the Province of Bali was 83.8%; (2) the students experience in the job training was 82.6%; ( 3) the perception of working in the food field is 73.3%; (4) the facilities of the practical study was 68.9% ; and (5) the introduction of practical theory is 63.65%. The result of double analysis from five variables shows that the effect of X1, X2, X3, X4, and X5 to Y was shown by equation of regression Ŷ = -13.382 + 0.302 (X 1) + 0.425 (X2) + 0.602 (X3) + 0.180 (X4) + 0.140 (X5), was significant on value p < 0.05 and even on value p < 0.01. The power of relation between the five free variables to Y was shown by correlation coefficience Ry12345 = 0.709. While its determinant coefficience R2 = (0.709)2 = 0.502. The knowledge of entrepreneurship, the experience in the job training, the perception on working in the food science field, the facilities of practical study, and the skills capability established 50.2% of the students’ entrepreneurship readiness. The power relation
________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 2 TH. XXXVII April 2004

ISSN 0215 - 8250

149

between X1 to Y was shown by standard coefficients (β 1) = 0.374 (p < 0.05), X2 to Y was shown by standard coefficients (β 2) = 0.292 (p < 0.05), X3 to Y was shown by standard coefficients (β 3) = 0.314 (p < 0.05), X4 to Y was shown by standard coefficients (β 4) = 0.289 (p < 0.05), X5 to Y was shown by standard coefficients (β 5) = 0.306 (p < 0.05). The result of the variant analysis reveals that there is differences of the work readiness for entrepreneurship of the students’ of the Food Science Department of State Vocational High Schools in the Province of Bali. Based on School average, actually Science Department State Vocational High Schools 3 Denpasar had the best average, it was 66,3114. That means Science Department State Vocational High Schools 3 Denpasar was ready for entrepreneurship. Key words : the work readiness, entrepreneurship

1. Pendahuluan Secara nasional, pendidikan kejuruan sedang banyak menghadapi masalah, yakni banyaknya lulusan yang belum bekerja. Hal ini menjadi fenomena dan sekaligus masalah utama yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Memasuki abad ke – 21, sistem pendidikan nasional Indonesia menghadapi tantangan berat terutama dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di era global. Dalam jangka pendek ataupun menengah SDM Indonesia dihadapkan pada era persaingan di lingkungan AFTA (Asean Free Trade Area) tahun 2003, dan era APEC (Asia-Pasific Economic Cooperation) tahun 2010. Pengaruh lain yang muncul adalah tingkat kualitas mutu SDM Indonesia kini juga dapat dilihat dari indeks pengembangan sumber daya manusia (Human Development Indeks /HDI) Indonesia yang hanya menempati urutan ke - 105 dari 174 negara yang diukur. Dalam hal daya saing, peringkat Indonesia juga menurun dari urutan ke - 41 di antara 46 negara pada tahun 1996 menjadi urutan ke - 45 di antara 47 negara pada memasuki milineum ketiga (Depdiknas, 2001: 1-4).
________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 2 TH. XXXVII April 2004

ISSN 0215 - 8250

150

GBHN 1999-2004 memberikan visi yang merupakan tujuan pembangunan nasional yang ingin dicapai. Visi pendidikan nasional adalah sejalan dengan visi pembangunan nasional, yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera dalam wadah kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin. Bali sebagai salah satu daerah pengembangan pariwisata telah mengalami beberapa perubahan dalam bidang kehidupan masyarakat, khususnya bidang sosial budaya. Geriya (Adnyawati, 1999) menjelaskan bahwa pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai salah satu produk budaya ternyata telah membawa perubahan besar pada masyarakat Bali menuju abad modernisasi dan globalisasi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa nuansa baru terhadap perkembangan masyarakat Bali terutama di bidang pariwisata. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan hotel, restoran, bungalo yang semakin mengangkat Bali ke mata dunia internasional. Pendidikan menengah kejuruan, sebagai salah satu sub-sistem dari sistem pendidikan nasional, sesuai dengan ketentuan pada Undang-Undang No.2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional, yang mempunyai tujuan utama menyiapkan tamatannya memasuki dunia kerja adalah salah satu jenis pendidikan yang mendapat perhatian utama sesuai dengan amanat GBHN 1999 termaksud. Pemerintah, dalam hal ini Depdikbud telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 tahun 1990 tentang pendidikan menengah kejuruan. Sesuai dengan tujuan pendidikan kejuruan yang tertuang pada pasal 3 ayat 2 yang menyatakan, bahwa SMK bertujuan untuk: (1) menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional, (2) menyiapkan siswa agar mampu memilih karir, mampu berkompetisi dan mampu mengembangkan
________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 2 TH. XXXVII April 2004

ISSN 0215 - 8250

151

diri, (3) menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha/industri pada saat ini ataupun masa yang akan datang, dan (4) menyiapkan tamatan agar menjadi warga negara yang produktif, adaptif dan kreatif. Selanjutnya dalam penjelasan pasal 7 PP Nomor 29 tahun 1990 menyatakan bahwa SMK menyelenggarakan program pendidikan yang disesuaikan dengan jenis-jenis lapangan kerja. Sesuai dengan yang tertera dalam Kurikulum SMK 1994, siswa diharapkan memiliki keterampilan yang bersifat produktif sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sehubungan dengan hal tersebut, program pendidikan SMK dikelompokkan menjadi 6, yaitu: kelompok pertanian dan kehutanan, kelompok teknologi dan industri, kelompok bisnis dan manajemen, kelompok kesejahteraan dan masyarakat, kelompok seni dan kerajinan, serta kelompok pariwisata. Sekolah Menengah Kejuruan untuk kelompok pariwisata terdiri atas beberapa program pendidikan yang mempersiapkan tamatannya untuk dapat bekerja dan mengembangkan profesinya pada berbagai jenis pekerjaan di bidang pariwisata, antara lain: perhotelan, boga, busana dan kecantikan. Khusus untuk SMK jurusan boga, bidang pekerjaan yang dapat diisi dilapangan antara lain: asisten juru masak, pembantu ahli gizi, pramusaji, barthender dan pengelolaan usaha boga (Depdikbud: 1993). Kesempatan kerja bidang perhotelan sebagai salah satu peluang kerja lulusan SMK jurusan boga khususnya pada bagian Food & Beverages Production belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini tampak dari hasil pengamatan yang dilakukan bahwa pada bagian Food & Beverages Production untuk siswa lulusan SMK masih sulit diterima. Hotel Soul Bali yang berbintang 3, karyawan lulusan SMK jurusan boga hanya 1 orang dari 18 orang karyawan yang ada dibagian Production. Hotel Aneka Lovina yang tergolong melati, karyawan lulusan SMK jurusan boga hanya 1 orang dari 11 orang karyawan. Hotel Bali Handara Cosaido

________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 2 TH. XXXVII April 2004

ISSN 0215 - 8250

152

yang berbintang 2 tidak memiliki karyawan lulusan SMK jurusan boga di antara para karyawannya. Data SMKN 2 Singaraja tahun 1990-1995 menunjukkan bahwa rata-rata 5% per tahun lulusan SMKN jurusan boga bekerja di bidang perhotelan. SMKN 3 Denpasar rata-rata 8%, sedangkan SMKN 4 Denpasar rata-rata 6% per tahun. Kenyataan ini menunjukkan bahwa serapan lulusan SMK jurusan boga belum optimal. Secara umum uraian di atas menunjukkan adanya kesenjangan antara kualitas tenaga kerja yang diharapkan dengan kualitas yang dihasilkan lembaga pendidikan kejuruan dalam hal ini SMK. Kesenjangan ini merupakan masalah yang perlu segera diatasi agar dampak yang lebih luas terhadap dunia kerja dapat dikurangi. SMK sebagai lembaga pendidikan formal diharapkan menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan kerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Mengingat SMKN 2 Singaraja, SMKN 3 Denpasar dan SMKN 4 Denpasar berada pada kota yang berbeda serta tenaga pengajar yang berbeda pula, apakah para siswa SMK tersebut memiliki tingkat kesiapan kerja yang sama. Selain itu, yang dihadapi pendidikan kejuruan adalah penghargaan masyarakat terhadap sekolah kejuruan, baik secara moral ataupun secara material penghargaan masyarakat terhadap sekolah kejuruan adalah sangat rendah. Sebaliknya masyarakat memberikan penghargaan yang tinggi kepada sekolah jalur akademik. Sekolah jalur akademik merupakan jalan utama untuk sampai kependidikan yang memberikan sandangan gelar akademik. Menurut Boediono (dalam Sukamto, 2001: 4), mengatakan Sekolah Menengah Kejuruan, dikritik karena merupakan jalur pendidikan kelas dua yang menutup akses ke profesi bergengsi, dan tidak memberikan imbal jasa (rate of return) yang memadai. Sekadar sebagai perbandingan, nilai social rate of return untuk SMK dan SMU tahun 1982, masing-masing adalah 16% dan 20%,

________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 2 TH. XXXVII April 2004

ISSN 0215 - 8250

153

sedangkan untuk tahun 1989 keduanya turun, masing-masing menjadi 6% dan 11%. Bomer Pasaribu (Sukamto, 2001: 4), menyatakan bahwa hingga saat ini pemerintah tidak mempunyai visi yang jelas untuk menangani krisis ketenaga kerjaan, terbukti dengan besarnya jumlah pengangguran yang pada tahun 2001 telah mencapai 39,3 juta orang dan 1,9 juta di antaranya bergelar sarjana lulusan dari berbagai perguruan tinggi. Menurut Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pndidikan Nasional:”Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Perlahan tapi pasti struktur ekonomi Indonesia juga telah bergeser dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa. Pergeseran struktur ekonomi tersebut tentu saja akan menuntut reorganisasi dunia kerja. Reorganisasi dunia kerja ini jelas akan membawa konsekuensi terhadap kebutuhan sumberdaya manusia yang memiliki multi keterampilan, luwes, melek teknologi, mudah dilatih ulang, dan memiliki jiwa wirausaha. Kesiapan kerja terbentuk dari tiga aspek yang mendukung, yaitu: aspek penguasaan pengetahuan, penguasaan sikap kerja, dan aspek penguasaan keterampilan kerja yang dimiliki siswa SMK. Di samping ketiga aspek tersebut, keberhasilan seseorang dalam usahannya (pekerjaannya), juga didukung oleh kecintaan terhadap pekerjaan. Noto Widigno (Buntoro, 1999), mengatakan bahwa kepuasan kerja baru akan timbul hanya jika seseorang benar-benar mencintai pekerjaannya. Pendapat ini juga dikuatkan oleh Sumakmur (1984), yang menyatakan bahwa seseorang yang mencintai pekerjaannya akan bekerja dengan tekun, penuh semangat, dan selalu gembira.
________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 2 TH. XXXVII April 2004

ISSN 0215 - 8250

154

2. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMKN jurusan boga yang ada di Provinsi Bali. SMKN di Provinsi Bali yang memiliki jurusan boga hanya berada di Kabupaten Badung dan Kabupaten Buleleng, yaitu SMKN 2 Singaraja, SMKN 3 Denpasar, dan SMKN 4 Denpasar. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik Proportional Random Sampling dengan pertimbangan bahwa jumlah populasi tidak sama. Proportional dimaksudkan untuk menentukan besarnya sampel dari masingmasing sekolah yang diteliti, kemudian sampel acak digunakan untuk memberikan peluang yang sama kepada siswa kelas tiga jurusan boga untuk dipilih menjadi sampel penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif, untuk menguji tentang ada tidaknya pengaruh antara masing-masing ubahan bebas dengan ubahan terikat hipotesis 1 (satu) sampai 5 (lima) menggunakan analisis regresi dan korelasi. Selanjutnya, untuk mengetahui pengaruh kelima ubahan bebas dengan ubahan terikat rumusan hipotesis nomor 6 (enam) secara bersamasama digunakan analisis korelasi dan regresi ganda. Terakhir untuk menguji hipotesis no.7 tentang perbandingan kesiapan kerja antara SMKN 2 Singaraja, SMKN 3 Denpasar dan SMKN 4 Denpasar, digunakan Analysis of Varian (Anova). Jika tidak ada perbedaan, tidak dilanjutkan lagi, tetapi jika ada perbedaan akan dilanjutkan dengan menggunakan Uji Tukey HSD. 3. Hasil Penelitian dan Pembahasan Berdasarkan analisis data untuk variabel pengetahuan kewirausahaan, pengalaman kerja lapangan, persepsi kerja di bidang boga, sarana pembelajaran praktik dan pengantar teori praktik terhadap kesiapan kerja untuk berwirausaha dengan menggunakan analisis regresi ganda dari lima ubahan bebas juga menunjukkan persamaan regresi sebagai berikut: Ŷ = -13,382 + 0,302 (X1) +
________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 2 TH. XXXVII April 2004

ISSN 0215 - 8250

155

0,425 (X2) + 0,602 (X3) + 0,180 (X4) + 0,140 (X5). Sedangkan koefisien korelasinya Ry 12345 = 0,709. Koefisien determinasi (R)2 sebesar (0,709)2= 0,502 dengan taraf signifikansi p < 0,05. Hal ini berarti, bahwa varian kesiapan kerja untuk berwirausaha siswa SMKN diprediksi sebesar 50,2 % secara bersama-sama oleh pengetahuan kewirausahaan, pengalaman kerja lapangan, persepsi kerja di bidang boga dan sarana pembelajaran praktik serta pengantar teori praktik. Melalui pengujian dengan menggunakan ANOVA satu jalan yang pengambilan keputusan pengujian didasarkan pada perbandingan harga F hitung dengan F tabel, diawali dengan menguji berlaku tidaknya asumsi untuk Anova, yaitu apakah sampel mempunyai varian yang sama. Dasar pengambilan keputusan jika probabilitas atau siginifikansi > 0,05, maka homogen atau sama, sebaliknya bila nilai probabilitas < 0,05, sampel tidak homogen. Pada hasil test of homogenity of Variances, didapat nilai Levene test untuk kesiapan kerja 1,718 dengan probabilitas 0,183. Dengan demikian maka sampel tersebut homogen karena memiliki nilai probabilitas > 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil F hitung sebesar 8,422 > F tabel sebesar 3,06, dalam pengambilan keputusan ini didasarkan dua hal. Pertama, dengan melihat perbandingan F hitung dengan F tabel, bila nilai F hitung > F tabel , maka Ho ditolak dan sebaliknya Ha diterima. Kedua, dengan membandingkan nilai probabilitas, jika probabilitas < 0,05, maka Ho diterima dan bila sebaliknya Ha ditolak. Ini berarti bahwa Ho yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan kesiapan kerja untuk berwirausaha siswa SMKN jurusan boga di Propinsi Bali ditolak. Hal ini berarti terdapat berbedaan kesiapan kerja untuk berwirausaha siswa SMKN jurusan boga di Propinsi Bali, sehingga perlu dilakukan uji-lanjut dengan menggunakan Tukey HSD. Berdasarkan hasil analisis uji lanjut yang dilakukan dengan Multiple Comparisons (Tukey HSD) diperoleh hasil sebagai berikut: SMKN 4 Denpasar memiliki perbedaan dengan SMKN 3 Denpasar dengan nilai (beda rata-rata sebesar –3,5820, batas bawah –5,6284 dan batas atas –1,5355), sedangkan dengan
________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 2 TH. XXXVII April 2004

ISSN 0215 - 8250

156

SMKN 2 Singaraja tidak ada perbedaan karena nilai beda rata-rata berada mendekati nilai rata-rata SMKN 4 Denpasar (nilai beda rata-rata –1,5852, batas bawah –4,1255 dan batas atas 0,955). Berdasarkan Kesiapan kerja untuk berwirausaha yang ada, bisa memanfaatkan peluang kerja serta keterampilan yang dimiliki yang oleh siswa SMKN. Bahkan siswa SMKN bisa membuka usaha sendiri dengan berwirausaha misalnya, usaha catering, restaurant dan sebagainya. 4. Penutup Berdasarkan analisis data terhadap perbedaaan kesiapan kerja antara SMKN 2 Singaraja, SMKN 3 Denpasar dan SMKN 4 Denpasar ditemukan adanya perbedaan kesiapan kerja di antara ketiga SMKN tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil F hitung sebesar 8,422 > dan nilai probabilitas < 0,05. Hal ini berarti terdapat berbedaan kesiapan kerja untuk berwirausaha siswa SMKN jurusan boga di Propinsi Bali, sehingga perlu dilakukan uji- lanjut. Jika dilihat dari analisis Tukey HSD, maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan kesiapan kerja di antara SMKN 4 Denpasar dengan SMKN 3 Denpasar dan SMKN 2 Singaraja mungkin disebabkan oleh pengalaman mengajar guru dan proses belajar mengajar yang diterapkan dimasing-masing sekolah tersebut. DAFTAR PUSTAKA Adnyawati. 1999. Keterampilan mengolah hidangan Indonesia Siswa SMKN Jurusan Boga Di Propinsi Bali. Tesis. Yogyakarta: PPs UNY Yogyakarta. Tidak Dipublikasikan. Anonim. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia tentang “ Sistem Pendidikan Nasional”. Nomor 20 tahun 2003

Bimo,Walgito. 1997. Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: Andi Offset. Bloom, B. S. 1979. Taxonomy of education objective. London: Longman Group LTP.
________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 2 TH. XXXVII April 2004

ISSN 0215 - 8250

157

Buntoro.1999. Kesiapan kerja untuk berwiraswasta siswa smk jurusan bangunan di kota madya semarang pada sektor jasa bangunan. Tesis.Yogyakarta: PPS IKIP Yogyakarta. tidak dipublikasikan. Cohen, Jacob. 1977. Statistical power analysis for the behavioral sciences. New York: Academic Press. Dali Gulo. 1982. Kamus psikologi. Bandung: Tonis. Depdikbud. 1993. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0490/U/1992 tentang Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Depdikbud. ______. 1996. Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 080/U/1993 tentang kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Depdikbud. ______. 1997. Penyempurnaan kurikulum SMK 1994. Jakarta: Depdikbud. ______. 1997. Keterampilan menjelang 2020. Jakarta: Depdikbud. ______. 1999. Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan: Pedoman pelaksanaan. Jakarta: Depdikbud. Depdiknas. 1999. Kurikulum SMK 1994. Jakarta. ______. 2001. Rencana strategis pendidikan nasional tahun 2000-2004.Jakarta. Dikmenjur. 1999. Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan: Garis-garis besar program pendidikan dan pelatihan. Jakarta: Depdikbud. ______. 1999. Memahami kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan berpendekatan competency base dan broad base. Jakarta: Depdikbud. Djojonegoro, W. 1995. Visi dan strategi pembangunan pendidikan untuk tahun 2020: Tuntutan Terhadap Kualitas. Mimbar Pendidikan . 4: 4-30 Edward, A.L. 1979. Multiple regression and analysis of variance and covariance. San Fransisco, L.A: W.H. Freeman and Company. Harrow, J.A. 1072. A Taxonomy of the psychomotor domain. London: Longman Group LTD. Kerlinger, F.N. 1996. Asas-asas penelitian behavior (terjemahan Landung R. Simatupang). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Lagiyono. 1998. Faktor-faktor yang bepengaruh terhadap sikap kewirausahaan siswa kelas iii jurusan Mesin SMK Negeri I Adiwerna Tegal. Tesis.Yogyakarta: PPS IKIP Yogyakarta. tidak dipublikasikan.
________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 2 TH. XXXVII April 2004

ISSN 0215 - 8250

158

Sokamto.2001. Perubahan karakteristik dunia kerja dan revitalitas pembelajaran dalam kurikulum pendidikan kejuruan. Pidato Pengukuhan Guru Besar Pada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Tidak dipublikasikan. Y

________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 2 TH. XXXVII April 2004

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful