BAB 1 PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG MASALAH Dari bahasan sebelumnya kita sudah mendapatkan gambaran mengenai cakupan ajaran Islam yang meliputi seluruh aspek hidup manusia. Kita juga telah membahas bahwa walaupun di zaman Nabi SAW belum ada institusi bank, tetapi ajaran Islam sudah memberikan prinsip-prinsip dan filosofi dasar yang harus dijadikan pedoman dalam aktifitas perdagangan dan perekonomian. Karena itu, dalam menghadapi masalah muamalah kontemporer yang harus dilakukan hanyalah mengidentifikasi prinsip-prinsip dan filosofi dasar ajaran Islam dalam bidang ekonomi, dan kemudian mengidentifkasi semua hal yang dilarang. Setelah kedua hal ini dilakukan, maka kita dapat melakukan inovasi dan kreativitas (ijtihad) seluas-luasnya untuk memecahkan segala persoalan muamalah kontemporer, termasuk persoalan perbankan. Namun, sebelum “proses ijtihad” dalam persoalan perbankan ini kita lakukan, kita sebaiknya meneliti terlebih dahulu apakah persoalan perbankan ini benar-benar merupakan suatu persoalan yang baru bagi umat Islam atau bukan. Pertanyaan ini amat penting untuk dijawab karena akan menentukan langkah kita selanjutnya. Bila konsep bank adalah konsep yang baru bagi umat Islam, maka kita harus memulai langkah ijtihad kita dari nol. Namun, bila konsep bank bukan konsep yang baru, artinya umat Islam sudah mengenal bahkan mempraktekkan fungsi-fungsi perbankan dalam kehidupan perekonomiannya, maka proses ijtihad yang harus kita lakukan tentunya akan menjadi lebih mudah. Bab ini akan memberikan jawaban atas pertanyaan di atas, dengan menelusuri secara singkat praktek-praktek perbankan yang dilakukan oleh umat muslim sepanjang sejarah.

RUMUSAN MASALAH Apakah konsep “bank” merupakan konsep yang asing dalam sejarah perekonomian umat Islam? C. . dengan menelusuri secara singkat praktek-praktek perbankan yang dilakukan oleh umat muslim sepanjang sejarah.B. TUJUAN PENULISAN Untuk dapat memberikan jawaban atas pertanyaan di atas.

meninjamkan uang untuk keperluan konsumsi dan untuk keperluan bisnis. hlm. menyalurkan dana. meminjamkan uang. memilih tidak menerima titipan harta. PRAKTEK PERBANKAN DI ZAMAN NABI SAW DAN SAHABAT Perbankan adalah satu lembaga yang melaksanakan tiga fungsi utama. hlm. Beliau lebih suka menerimanya dalam bentuk pinjaman. yang dititipi tidak dapat memanfaatkan harta titipan tersebut. Zubair bin al Awwam. ibid. (Kuala Lumpur: Berita Publushing Sdn Bhd. 6. (London: Arabian Information Ltd. Dengan demikian. 1996). Prinsip dan Operasi Perbankan Islam. Ibnu Abbas tercatat melakukan pengiriman uang ke Kufah. Praktek-praktek seperti menerima titipan harta. 3. kedua. Di dalam sejarah perekonomian kaum muslimin. sehingga pada saat terakhir sebelum Rasul hijrah ke Madinah. dipercaya oleh masyarakat Mekah menerima simpanan harta. dan melakukan transfer dana telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat Islam.3 Sami Hamoud. maka ia berkewajiban mengambalikannya utuh. Tindakan Zubair ini menimbulkan implikasi yang berbeda: pertama. dengan mengambil uang itu sebagai pinjaman.1 Dalam konsep ini. Seorang sahabat Rasulullah.BAB 11 PEMBAHASAN A.2 Sahabat lain. Rasulullah SAW yang dikenal dengan julukan al-Amin. pembiayaan yang dilakukan dengan akad yang sesuai syariah telah menjadi bagian dari tradisi umat Islam sejak jaman Rasulullah saw. beliau meminta Sayidina Ali ra untuk mengembalikan semua titipan itu kepada yang memilikinya. 1. 2. 5. Juga tercatat Abdullah bin Zubair di Mekah juga melakukan pengiriman uang ke adiknya Misab bin Zubair yang tinggal di Irak. dan memberikan jasa pengiriman uang. 1985) Sudin Haron. karena bentuknya pinjaman. fungsi-fungsi utama perbankan modern yaitu menerima deposit. serta melakukan pengiriman uang. . telah lazim dilakukan sejak zaman Rasulullah. beliau mempunyai hak untuk memanfaatkannya. Islamic Banking. bahkan sejak zaman Rasulullah. yaitu menerima simpanan uang.

meskipun individu tersebut tidak melaksanakan seluruh fungsi perbankan. Bani Umayyah. seperti istilah kredit (Inggris: credit. Ada sahabat yang melaksanakan fungsi menerima titipan harta.5 Jelaslah bahwa ada individu-individu yang telah melaksanakan fungsi perbankan di zaman Rasulullah SAW. karena memang institusi ini tidak dikenal oleh masyarakat Islam di masa Rasulullah. . hlm. ada yang melaksanakan fungsi pengiriman uang. dan ada pula yang memberikan modal kerja. Essay on Iqtisad: An Islamic Approach to Economic Problems. PRAKTEK PERBANKAN DI ZAMAN BANI UMAYYAH DAN BANI ABASIAH Jelas saja institusi bank tidak dikenal dalam kosa kata fikih Islam. Beberapa istilah perbankan modern bahkan berasal dari khazanah ilmu fiqih. Begitu pula istilah cek (Inggris: check. tentunya dengan akad yang sesuai syariah. Bahkan di jaman Umar bin Khattab ra. dan transfer dana telah lazim dilakukan. 202. musaqah. yang paling tidak berlangsung dua kali setahun. Suquq dalam bahasa Arab berarti pasar. muzara’ah. Romawi: credo) yang diambil dari istilah qard. musyarakah. menyalurkan dana. Perancis: cheque) yang diambil dari istilah saq (suquq). dalm Abbas Mirakhor dan Baqir Al-Hasani. seperti mudharabah. maupun Bani Abbasiyah. 1989). ada sahabat yang melaksanakan fungsi pinjam-meminjam uang. Namun fungsi-fungsi perbankan yaitu menerima deposit. credo berarti kepercayaan. 4. beliau menggunakan cek untuk membayar tunjangan kepada mereka yang berhak. dan biasanya satu orang hanya melakukan satu fungsi saja. Money and Monetary Policies in Early Islam. Khulafaur Rasyidin. Kadim Sdr.Penggunaan cek juga telah dikenal luas sejalan dengan meningkatnya perdagangan antara negeri Syam dengan Yaman. B. Dengan cek ini kemudian mereka mengambil gandum di Baitul Mal yang ketika itu diimpor dari Mesir. Credit dalam bahasa Inggris berarti meminjamkan uang. sedangkan cek adalah alat bayar yang biasa digunakan di pasar. (Silver Spring: Nur Copr. sedangkan qard dalam fiqih berarti meminjamkan uang atas dasar kepercayaan. telah dikenal sejak awal diantara kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Di jaman Rasulullah saw fungsi-fungsi tersebut dilakukan oleh perorangan..4 Pemberian modal untuk modal kerja berbasis bagi hasil.

dalam sejarah Islam telah dikenal sejak zaman Abbasiyah. di jaman Bani Abbasiyah. (Jakarta: Gema Insani Press. Ibid .7 6. 207 Baru kemudian. bahkan Abdullah al-Baridi mempunyai tiga orang bankir sekaligus: dua Yahudi dan satu Kristen. Orang yang mempunyai keahlian khusus ini disebut naqid. uang dapat ditransfer dari satu negeri ke negeri lainnya tanpa perlu memindahkan fisik uang tersebut. Ibnu Furat menunjuk Harun ibnu Imran dan Joseph ibnu wahab sebagai bankirnya. Dalam sejarah perbankan Islam. sarraf. 63. yakni menerima deposit. ibid. Misalnya. Kemajuan praktek perbankan pada zaman itu ditandai dengan beredarnya saq (cek) dengan luas sebagai media pembayaran. 2001). Bahkan. hampir setiap wazir mempunyai bankir sendiri. 7. hlm. istilah ini dipergunakan untuk orang yang ditugaskan mengumpulkan pajak tanah. menyalurkannya.5. Dalam hal yang terakhir ini. kahbad atau kihbud. Karim. Saat itu. adalah Sayf al.Dawlah al-Hamdani yang tercatat sebagai orang pertama yang menerbitkan cek untuk keperluan kliring antara Baghdad (Irak) dan Aleppo (Spanyol sekarang). Fungsi-fungsi perbankan yang dilakukan oleh satu individu. Ini diperlukan karena setiap mata uang mempunyai kandungan logam mulia yang berlainan sehingga mempunyai nilai yang berbeda pula.6 Perbankan mulai berkembang pesat ketika beredar banyak jenis mata uang pada zaman itu sehingga perlu keahlian khusus untuk membedakan antara satu mata uang dengan mata uang lainnya. Ekonomi Islam Suatu Kajian Kontemporer. Hal ini merupakan cikal-bakal praktek penukaran mata uang (money changer). Adiwarman A. Para money changer yang telah mendirikan kantorkantor di banyak negeri telah memulai penggunaan cek sebagai media transfer uang dan kegiatan pembayaran lainnya. Hamid ibnu Wahab menunjuk Ibrahim ibn Yuhana. dan mentransfer uang. Lalu Ibnu Abi Isa menunjuk Ali ibn Isa. hlm. ketiga fungsi perbankan dilakukan oleh satu individu. peranan bankir telah meliputi tiga aspek. Pada masa pemerintahan Sasanid. Peranan bankir pada zaman Abbasiyah mulai populer pada pemerintahan Muqtadir (908-932M). Istilah jihbiz mulai dikenal sejak zaman Muawiyah (661-680M) yang sebenarnya dipinjam dari bahasa Persia. dan jihbiz.

Selain Faisla Islamic Bank. Pada awal Juli 1979. 3. pemerintah mensosialisasikan skema pinjaman tanpa bunga kepada petani dan nelayan. PERKEMBANGAN BANK-BANK SYARI’AH DI BERBAGAI NEGARA 1. Pada tahun 1981. seluruh sistem perbankan Pakistan dikonversi dengan sistem yang baru. dan Mutual Funds of the Investment Corporation of Pakistan (kerja sama investasi). Bank ini mulai beroperasi pada bulan Maret 1978 dan berhasil membukukan hasil mengesankan dengan total aset sekitar 2 miliar dolar AS pada 1986 dan tingkat keuntungan sekitar 106 juta dolar AS. Pada 1979-80. Bank ini beroperasi. maupun bank komersial (commercial bank). mulailah beroperasi tujuh ribu cabang bank komersial nasional di seluruh Pakistan dengan menggunakan sistem bagi hasil. House Building Finance Corporation (pembiayaan sektor perumahan). seiring dengan diberlakukannya Undang-Undang Perusahaan Mudharabah dan Murabahah. . baik sebagai bank investasi (investment bank). yaitu sistem perbankan syari’ah. yaitu Islamic International Bank for Investment and Development yang beroperasi dengan menggunakan instrument keuangan Islam dan menyediakan jaringan yang luas. bank tersebut telah melakukan pembiayaan dengan skema murabahah senilai sekitar TL 450 juta (TL atau Turkey Lira. terdapt bank lain. bank perdagangan (merchant bank). sistem bunga dihapuskan dari opersional tiga institusi: national Invesment (Unit Trust). Pakistan Pakistan merupakan pelopor di bidang perbankan syari’ah.C. Siprus Faisal Islamic Bank of Kibris (Siprus) mulai beropersi pada Maret 1983 dan mendirikan Faisal Islamic Investment Corporation yang memiliki 2 cabang di Siprus dan 1 cabang di Istambul. Dalam sepuluh bulan awal operasinya. Mesir Bank syari’ah pertama yang didirikan di Mesir adalah Faisal Islamic Bank. Pada awal tahun 1985. 2. mata uang Turki).

Di negeri yang hanya berpenduduk tidak lebih dari 660. total aset mencapai KD803 juta dan tingkat keuntungan bersih mencapai KD17 juta (satu Dinar Kuwait ekuivalen dengan 4 hingga 5 dolar US). Uni Emirat Arab Dubai Islamic Bank merupakan salah satu pelopor perkembangan bank syari’ah.Bank ini juga melaksanakan pembiayaan dengan skema musyarakah dan mudharabah. Di antara bank-bank yang beroperasi secara syari’ah tersebut adalah Citi Islamic Bank of Bahrain (anak perusahaan Citi Corp. Institusi ini memiliki puluhan cabang di Kuwait dan telah menunjukkan perkembangan yang cepat. 5. Kuwait Kuwait Finance House didirikan pada tahun 1977 dan sejak awal beroperasi dengan sistem tanpa bunga. Pada akhir tahun 1985.A). dana masyarakan yang terkumpul meningkat dari sekitar KD149 juta menjadi KD474 juta. 7. dan al-Barakah Bank. Bank ini beroperasi dengan mendatangi desa-desa. Tidak kurang dari 22 diantaranya beroperasi berdasarkan syari’ah. Selain kegiatankegiatan di atas. yaitu 1980 hingga 2982. dengan tingkat keuntungan yang bersaing dengan bank non syari’ah. para sanabahnya telah menerima keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan bank konvensional. Malaysia . N. Selama dua tahun saja. dan aktivitas komersial. 6. Faisal Islamic Bank of Bahrain.10 4. Selama beberapa tahun. Didirikan pada tahun 1975. proyek-proyek industri. pabrik. Bahrain Bahrain merupakan off-shore banking heaven terbesar di Timur Tengah. mereka juga mengelola dana-dana lainnya seperti al-qardhul hasan dan zakat. Kehadiran bank Islam di Sirpus telah menggerakkan masyarakat untuk menabung. Investasinya meliputi bidang perumahan. dan sekolah dengan menggunakan kantor kas (mobil) keliling untuk mnegumpulkan tabungan masyarakat.000 jiwa (per Desember 1999) tumbuh sekitar 220 local dan off-shore banks.

Di samping dua lembaga tersebut. Bank ini didirikan pada tahun 1983. Ide pengembangan perbankan Syari’ah di Iran sesungguhnya bermula sesaat sejak Revolusi Islam Iran yang dipimpin Ayatullah Khomeini pada tahun 1979. 8. Turki Turki merupakan negara yang berideologi sekuler. Pada tahun 1999. . Sejak beberapa tahun yang lalu. b. bank syari’ah diatur dalam satu yurisdiksi khusus. Hinggaakhir 1999. 9. BIMB telah tercatat sebagai listed-public company dan mayoritas sahamnya dikuasai oleh Lembaga Urusan dan Tabung Haji. dan termasuk nergeri yang cukup awal memiliki perbankan syari’ah. Turki memiliki ratusan-jika tidak ribuan-lembaga waqaf yang memberikan fasilitas pinjaman dan bantuan kepada masyarakat. sedangkan perkembangan dalam arti riil baru dimulai sejak Januari tahun 1984. Islamisasi sistem perbankan di Iran di tandai dengan nasionalisasi seluruh industri perbankan yang dikelompokkan menjadi dua kelompok besar: (1) perbankan komersil. dengan 30 persen modal merupakan milik pemerintah federal. Iran a. di samping BIMB telah hadir satu bank syari’ah baru dengan nama Bank Bumi Putera Muamalah. Bank ini merupakan anak perusahaan dari Bank Bumi Putera yang baru saja melakukan merger dengan Bank of Commerce. (2) lembaga pembiayaan khusus. pemerintah Turki memberikan izin kepada Daar al-Maal al-Islami untuk mendirikan bak yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil. c. Setelah DMI berdiri. Menurut ketentuan Bank Sentral Turki. Pada tahun 1984. BIMB telah memilikilebih dari tujuh puluh cabang yang tersebar hampir di setiap negara bagian dan kota-kota Malaysia. Berdasarkan ketentuan/undang-undang yang disejutui pemerintah pada bulan Agustus 1983. Pada bulan Desember 1984 didirikan pula Finansial Finance Institution dan mulai beroperasi pada bulan April 1985.Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB) merupakan bank syari’ah pertama di Asia Tenggara.

Keadaan ini berlangsung terus sampai zaman modern kini. Ketika Raja Henry VIII wafat. institusi-institusi perekonomian umat muslim runtuh dan digantikan oleh institusi ekonomi bangsa Eropa.9 . Penjelajahan dan penjajahan mulai dilakukan ke seluruh penjuru dunia. Hal ini terjadi terutama setelah bangsa-bangsa muslim mendapatkan kemerdekaannya dari penjajahan bangsabangsa Eropa. kegiatan yang dilakukan oleh perorangan jihbiz dikenal sebagai institusi bank. Karena itu. ia digantikan oleh Raja Edward VII yang membatalkan kebolehan bunga uang. Ini tidak berlangsung lama. bangsa Eropa mulai bangkit dari keterbelakangannya dan mengalami renaissance. namun usaha ini tidak sukses. maka mulai timbul usaha-usaha di sejumlah negara muslim untuk mendirikan lembaga alternatif terhadap bank yang ribawi ini. E. peradaban muslim mengalami kemerosotan dan negara-negara muslim satu per satu jatuh ke dalam cengkeraman penjajahan bangsa-bangsa Eropa. ia digantikan oleh Ratu Elizabeth I yang kembali membolehkan bunga uang. Pada saat yang sama. sehingga kegiatan perekonomian dunia mulai didominasi oleh bangsa-bangsa Eropa. Akibatnya. PRAKTEK PERBANKAN DI EROPA Dalam perkembangan selanjutnya. Ketika bangsa Eropa mulai menjalankan praktek perbankan. dan oleh karenanya haram. Ketika wafat. PERBANKAN SYARIAH MODERN Selanjutnya.D. Transaksi berbasis bunga ini semakin merebak ketika Raja Henry VIII pada tahun 1545 membolehkan bunga (interest) meskipun tetap mengharamkan riba (usury) dengan syarat bunganya tidak boleh berlipat ganda (excessive). Usaha modern pertama untuk mendirikan bank tanpa bunga pertama kali dilakukan di Malaysia pada pertengahan tahun 40-an. karena bunga ini secara fikih dikategorikan sebagai riba (dan karenanya haram).8 Selanjutnya. yang notabene berbasis bunga. institusi perbankan yang ada sekarang di mayoritas negara-negara muslim merupakan warisan dari bangsa Eropa. persoalan mulai timbul karena transaksi yang dilakukan menggunakan instrumen bunga yang dalam pandangan fikih adalah riba.

op. serangkaian konferensi internasional mulai dilangsungkan. Karim. 72 Selanjutnya. Tujuan bank ini adalah untuk menjalankan kembali bisnis yang berdasarkan konsep yang telah dipraktekkan oleh Mit Ghamr.944 di akhir tahun pertama (1963/1964) menjadi LE1. . sehingga operasionalnya diambil alih oleh National Bank of Egypt dan bank sentral Mesir pada 1967. 1. Lihat dalam Sami Hassan Homoud. Akhirnya terbentuklah Islamic Development Bank (IDB) pada bulan Oktober 1975 yang beranggotakan 22 negara Islam pendiri. Bank ini menyediakan bantuan finansial untuk pembangunan negara-negara anggotanya. terutama dari kalangan petani dan masyarakat pedesaan. dan memainkan peranan penting dalam penelitian ilmu ekonomi. 71.sehingga bank ini kembali beroperasi berdasarkan bunga. Adiwarman A.. Sudin Haron. hlm. hlm.8. Progress of Islamic Banking: The Aspirations and the Realities.cit. (Pelanduk Publications. membantu mereka untuk mendirikan bank Islam di negaranya masing-masing. 2 No. perbankan dan keuangan Islam. Pengambilalihan ini menyebabkan prinsip nirbunga pada Mit Ghamr mulai ditinggalkan. eksperimen pendirian bank syariah yang paling sukses dan inovatif di masa modern ini dilakukan di Mesir pada tahun 1963. 2.375 di akhir periode 1966/1967. eksperimen lainnya dilakukan di Pakistan pada akhir tahun 50-an.15 Kesuksesan Mit Ghamr ini memberi inspirasi bagi umat muslim di seluruh dunia. Vol. karena terjadi kekacauan politik di Mesir maka Mit Ghamr mulai mengalami kemunduran. Jumlah tabungan pun meningkat drastis dari LE40. Islamic Banking: Rules and Regulations. Namun sayang. December.560 di tahun pertama (1963/1964) menjadi 251. Pada 1971 akhirnya konsep nir-bunga kembali dibangkitkan pada masa rezim Sadam melalui pendirian Nasser Social Bank.14 Namun demikian.152 pada 1966/1967. Islamic Economic Studies.828. Jumlah deposan bank ini meningkat luar biasa dari 17. 9. Ketika OKI akhirnya terbentuk. hlm. Bank ini mendapat sambutan yang cukup hangat di Mesir. Petaling Jaya). dengan berdirinya Mit Ghamr Local Saving Bank. di mana salah satu agenda ekonominya adalah pendirian bank Islam. sehingga timbullah kesadaran bahwa prinsip-prinsip Islam ternyata masih dapat diaplikasikan dalam bisnis modern. di mana suatu lembaga perkreditan tanpa bunga didirikan di pedesaan negara itu. 1997. 1994.

11. Chase Manhattan Bank dan Jardine Fleming telah pula membuka Islamic window agar dapat memberikan jasa-jasa perbankan yang sesuai dengan syariat Islam. maka evolusi praktek perbankan yang sesuai syariah sempat terhenti beberapa abad. op. 3. namun kegiatannya mulai dilakukan dengan basis bunga. Beberapa negara seperti Pakistan. (Surrey (England). Karena mundurnya peradaban umat muslim dan penjajahan bangsa-bangsa Barat terhadap negara-negara muslim. bank nir-bunga beroperasi berdampingan dengan bankbank konvensional. Di negara Islam lainnya seperti Malaysia dan Indonesia. terbentuklah bank syariah modern di sejumlah negara dan insya Allah akan terus mengalami perkembangan. sehingga semua lembaga keuangan di negara tersebut beroperasi tanpa menggunakan bunga. Baru pada abad 20 ketika bangsa muslim mulai merdeka. bahkan mengubah seluruh sistem keuangan di negara itu menjadi sistem nir-bunga. embrio kegiatan perbankan dalam masyarakat Islam dilakukan oleh seorang individu untuk satu fungsi perbankan. Banking and Finance in the Arab Middle East. The Islamic Bank International of Denmark tercatat sebagai bank syariah pertama yang beroperasi di Eropa. bank yang berpusat di Jeddah-Arab Saudi itu telah memiliki lebih dari 43 negara anggota. hlm. ANZ Bank. 10. MacMillan Publisher Ltd. Jadi dari segi proses evolusi. Lihat dalam Rodney Wilson. dan pengelolaannya dilakukan oleh institusi. 3.Sudin Haron. . Ibid. cit. bank-bank besar dari negara-negara Barat seperti Citibank. Kemudian berkembang profesi jihbiz. Iran dan Sudan. 1983). yakni pada tahun 1983 di Denmark. Kini..12 Kini. bahkan ke negaranegara Barat. usaha-usaha untuk mendirikan bank Islam mulai menyebar ke banyak negara. Kini. Lalu kegiatan tersebut diadopsi oleh masyarakat Eropa abad pertengahan. Pada perkembangan selanjutnya di era 70-an. perbankan syariah telah mengalami perkembangan yang cukup pesat dan menyebar ke banyak negara. hlm. yaitu seorang individu melakukan ketiga fungsi perbankan.

Erik Trolle-Schultz. dalam Islamic Banking and Finance. London. 43-52. 1986. How the First Islamic Bank was Established in Europe. Mr. . h. Butterworths Editorial Staff.12.

SIMPULAN Setelah kita menelusuri secara singkat sejarah praktek perbankan yang dilakukan oleh umat muslim. Jadi. dapat dikatakan bahwa konsep bank bukanlah suatu konsep yang asing bagi umat muslim.BAB III PENUTUP A. Praktek-praktek fungsi perbankan ini tentunya berkembang muslim. upaya ijtihad yang dilakukan insya Allah akan menjadi lebih mudah. sehingga proses ijtihad untuk merumuskan konsep bank modern yang sesuai dengan syariah tidak perlu dimulai dari nol. namun sesungguhnya bukti-bukti sejarah menyatakan bahwa fungsi-fungsi perbankan modern telah dipraktekkan oleh umat muslim. maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa meskipun kosa kata fikih Islam tidak mengenal kata “Bank”. secara berangsur-angsur dan mengalami kemajuan dan kemunduran di masa-masa tertentu. seiring dengan naik-turunnya peradaban umat . bahkan sejak zaman nabi Muhammad saw. Dengan demikian.

Muhammad. Sudin Haron. (2001). . Jakarta: Gema Insani Press. Syafi’i Antonio. (1996).DAFTAR KEPUSTAKAAN Adiwarman A. Bank Syari’ah: Dari Teori ke Praktik. Kuala Lumpur: Berita Publushing Sdn Bhd. Karim. (2001). Ekonomi Islam Suatu Kajian Kontemporer. Jakarta: Gema Insani Press. Prinsip dan Operasi Perbankan Islam.