You are on page 1of 51

STRATEGI E-DEVELOPMENT :

Bagaimana Mengefektifkan TIK dalam


Pembangunan Kota Bogor
Dr. Tatang A. Taufik
Direktur PTIK - BPPT

Seminar “E-Government Kota Bogor”


Bogor, 11 September 2008
OUTLINE

PENDAHULUAN

TANTANGAN PEMBANGUNAN

KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT

CATATAN PENUTUP

2
OUTLINE

PENDAHULUAN

TANTANGAN PEMBANGUNAN

KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT

CATATAN PENUTUP

3
GELOMBANG PERUBAHAN EKONOMI
INTERNASIONAL

Internal-
Aviation, Information
Information &
combustion Communication
Water Power, Steam, Rail, Petro- Communication
Technologies,
Engine,
Textiles, Iron Steel chemicals Technologies,
Biotechnology
Electricity,
& Electronics Biotechnology
Chemicals

G-1 G–2 G–3 G–4 G–5


Revolusi Industri : The Bourgeois The New- The Cold-War The Information
The Factory System ~ Kondratieff : Mercantilist Kondratieff : Age :
Mekanisasi Awal Mesin Uap dan Kondratieff : Pertahanan, Era Informasi
Kereta Api Listrik dan Heavy Televisi dan
Engineering (Mobil, Komputer
Petrokimia, dsb.) Mainframe

1785 1845 1900 1950 1990 2008 2020

60 Tahun 55 Tahun 50 Tahun 40 Tahun 30 Tahun

Perkiraan durasi

Sumber : Taufik (2005)


4
KARAKTERISTIK KHAS TIK

• TIK bersifat pervasive dan cross-cutting


• TIK merupakan enabler yang penting dalam penciptaan jaringan
• TIK mendorong diseminasi informasi dan pengetahuan
• Bersifat zero or declining marginal costs untuk produk-produk
digital
• Kunci dalam peningkatan efisiensi dalam produksi, distribusi dan
pasar
• Penting bagi model bisnis inovatif dan keseluruhan industri baru
• TIK dapat memfasilitasi disintermediation
• TIK memiliki cakupan global.

TIK semakin penting dalam pembangunan


5
CONTOH MANFAAT UMUM TIK : ICT4D

Penyampaian
jasa layanan

Efektivitas Kesempatan
Efisiensi kerja
Transparansi Pertumbuhan
Akuntabilitas ekonomi

Pemberdayaan
Partisipasi
Kemitraan
6
PERAN TIK DALAM PENCAPAIAN TUJUAN
PEMBANGUNAN MILLENNIUM (MDG)

• Membantu pengukuran, pemantauan dan


penelusuran kemajuan yang dicapai dalam
pembangunan
• Memberikan solusi
• Meningkatkan efektivitas dan efisiensi
• Membantu akses terhadap informasi
• Membantu peningkatan kapasitas
• Mendiseminasikan informasi
• Mendorong proses inklusi masyarakat dalam
pembangunan dan meningkatkan transparansi
proses dan hasil pembangunan

7
CONTOH MANFAAT TIK ~ MDGs

Goal Peran TIK


MDG 1 : Menghapus • Meningkatkan akses terhadap informasi pasar dan
kemiskinan dan kelaparan penurunan biaya transaksi bagi pebisnis;
• Meningkatkan akses terhadap informasi, pengetahuan, dan
sumber daya lain;
• Meningkatkan produktivitas;
• Tele-working memungkinkan bekerja “jauh” dari tempat
tinggal.
MDG 2 : Mencapai • Meningkatkan akses terhadap sumber pembelajaran;
pendidikan dasar secara • Meningkatkan “penyediaan” pendidik/pengajar yang terlatih
universal melalui distance training berbasis TIK.
MDG 3 : Mendorong • Membantu program pendidikan dan “literasi” yang ditujukan
kesetaraan jender dan secara khusus bagi kelompok perempuan.
pemberdayaan
perempuan

MDG 8 : • Meningkatkan akses terhadap informasi dan sumber daya


Mengembangkan internasional;
kemitraan global untuk • Mendukung jaringan kerjasama pada dan antara berbagai
pembangunan tataran.

8
CONTOH DAMPAK TIK DALAM PENCAPAIAN
MDGs

MDGs
Percentage change in different MDGs indicators caused by ICT-based activities
Accomplishments

6.Combat 7.Ensure
2.Achieve
1.Eradicate 3.Promote 4.Reduce 5.Improve HIV/AIDS, environ-
Universal
extreme Gender child maternal malaria mental
Primary
poverty equality mortality health and other sustain-
education
diseases ability

24
5.7 0.8 143

Unit: % change -50 -2


-10

Increase in Increase in Decrease in Decrease in Increase in Decrease in


Increase in primary school female tertiary infant health maternal condom CO2 car
income of enrolment in school problems among mortality Imports in emissions
Bangladesh Nepal from enrolment in families using following ICT- St. Lucia from
owners teachers trained Australia from telemedicine based program after HIV telework
using ICTs online education In US In Uganda radio show In Ireland

Sumber : Huang (2004). 9


HUBUNGAN ANTARA DOI DENGAN PDB -
2005

1.0
R2 = 0.8753
0.9
0.8
0.7
0.6
DOI

0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0.0
$0 $10,000 $20,000 $30,000 $40,000 $50,000 $60,000
Sumber : Minges (2006) PDB per Kapita, US$
10
DOI DAN PEMBANGUNAN MANUSIA

0.8
R2 = 0.8457
0.7

0.6
Digital Opportunity Index, 2004

0.5

0.4
Indonesia
0.3

0.2

0.1

0
0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0

IPM / HDI (Human Development Index), 2005


Sumber : Minges (2006) 11
How much Government in your E-
8.00 strategy ?

SIN
7.00

6.00 AUT
TUN ISR
Government

CAN SWE
UK USA
CHN KOR ICE SWI
EST IRE
HKG DEN
5.00 MAL
AUL
FRA JAP
HUN SPA NET
SRI NWZ LUX
FIN NOR
BRA CZE GER
INI LIT
THA CHL POR ITA
JAM SLV BEL
4.00 MOR LAT BOT
VIE NAM SAF TRI
RUS SLK CRO
DOM POL
BUL GRE
COLMAUCOS MEX
3.00 INO PHI JOR URU
NIA ELS
NIC UKR PER
ROM TUR
BAN
EGY PAN
ECU ARG
HON
2.00 BOL
VEN
ZIM PAR
GUA
HAI

1.00

0.00
0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 45000
y = 0.5822Ln(x) - 1.0374
2
R = 0.4538 Income per capita Sumber : Lanvin (2004). 12
UNTUK GAMBARAN NASIONAL

• PTIK – BPPT memprakarsai “TIKoMeter” (himpunan


basisdata, indikator, alat kaji/assessment tools, dan
kajian-kajian yang terkait dengan TIK)
• Contoh :
– Dokumen statistik & indikator TIK (hardcopy)
– Kajian TIK
– Website : http://www.tikometer.or.id
3. Prakarsa lain : misalnya Depkominfo, DeTIKNas, dll.

13
TANTANGAN

• Bagaimana agar PENGEMBANGAN dan


PEMANFAATAN teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) dapat efektif dalam
pembangunan daerah?
• SIAPA yang harus terlibat?
• Bagaimana/dari mana MEMULAINYA?

14
OUTLINE

PENDAHULUAN

TANTANGAN PEMBANGUNAN

KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT

PENUTUP

15
REVIEW BEBERAPA PERUNDANGAN

1. UU No. 32/2004 :
– Tujuan otonomi daerah adalah meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah (Pasal
2, Ayat 3); dan
– Kepala daerah dan wakil kepala daerah mempunyai kewajiban
antara lain: memajukan dan mengembangkan daya saing
daerah (Pasal 27, Ayat 1, butir g).

2. UU No. 18/2002 :
– Tujuan pengembangan Sisnas P3Iptek : Memperkuat daya
dukung iptek untuk mempercepat pencapaian tujuan negara;
Meningkatkan daya saing; Meningkatkan kemandirian.
– Penjelasan :
• Peningkatan pencerdasan bangsa dan kehidupan masyarakat
• Mengembangkan perekonomian negara
• Meningkatkan dan menyerasikan sosial budaya bangsa
• Memperkuat pertahanan negara

16
PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN
Menurut UU No. 32 Tahun 2004

6 Urusan (Absolut) • Sebagian dapat


2. Politik Luar Negeri diselenggarakan sendiri oleh
3. Pertahanan Pemerintah;
Pemerintah
4. Keamanan
Pusat 5. Yustisi
• Sebagian dapat
6. Moneter dan Fiskal Nasional diselenggarakan melalui asas
7. Agama. Dekonsentrasi;
Di luar 6 Urusan • Sebagian dapat
diselenggarakan melalui asas

Urusan Sebagian Tugas


Bersifat Pembantuan.
Pemerintahan
Concurrent Urusan Wajib (di Prov dan Kab/Kota)
• Perencanaan dan pengendalian pembangunan
• Perencanaan, pemanfaatan, & pengawasan tata ruang;
• Penyelenggaraan ketertiban umum & ketentraman masy.;
• Penyediaan sarana dan prasarana umum;
• Penanganan bidang kesehatan;
• Penyelenggaraan pend. & alokasi SDM potensial;
• Penanggulangan masalah sosial (termasuk lintas kab./kota);
• Pelayanan bidang ketenagakerjaan ( termasuk lintas kab./kota);
• Fasilitasi pengemb. koperasi & UKM (termasuk lintas kab/kota);
• Pengendalian lingkungan hidup; Diselenggarakan melalui
Pemerintah • Pelayanan pertanahan (termasuk lintas kab./kota); asas Desentralisasi
Daerah • Pelayanan kependudukan, dan catatan sipil;
• Pelayanan adm. umum pemerintahan;
• Pelayanan adm. penanaman modal (termasuk lintas kab./kota);
• Pelayanan dasar lainnya (belum dapat dilaksanakan kab./kota);
• Urusan wajib lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.

Urusan Pilihan (di Prov dan Kab/Kota)


Terkait dengan kekhasan dan potensi unggulan Daerah
(pertambangan, perikanan, pertanian, perkebunan, kehutanan,
pariwisata).

17
ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN
Menurut UU No. 32 Tahun 2004

URUSAN PEMERINTAHAN

ABSOLUT CONCURRENT
(MUTLAK URUSAN PUSAT) (URUSAN BERSAMA PUSAT, PROP, KAB/KOTA)

1. POLITIK LUAR NEGERI


PILIHAN WAJIB/OBLIGATORY
2. PERHANAN
(SEKTOR UNGGULAN) (YAN DASAR)
3. KEAMANAN
4. YUSTISI
Misal : Misal :
5. MONETER DAN FISKAL
NASIONAL • Pertanian • Kesehatan
6. AGAMA • Industri • Pendidikan
• Perdagangan • Lingk. hidup
• Pariwisata • Pekerjaan umum
• Kelautan, dll • Perhubungan, . . .
• Urusan wajib lainnya yang
Contoh :UU No. 18/2002 diamanatkan oleh peraturan
perundang-undangan.
18
ALUR PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN
Menurut UU No. 25 Tahun 2004 dan UU No. No 17 Tahun
2003

Pemerintah
Renstr Pedoman Renja - Pedoman
Rincian
RKA-KL
a KL KL APBN

Pusat
UU 17/2007
Pedoman Diacu

RPJP Dijabar
Pedoman Pedoman
RPJM kan
Nasiona RKP RAPBN APBN
Nasional
l

Diacu Diperhatikan Diserasikan melalui Musrenbang

Pedoman
RPJM RKP Pedoman
RPJP

Pemerintah
Dijabar
Daera kan
Daera RAPBD APBD
Daerah
h h

Daerah
Pedoman Diacu

Renstr Pedoman Pedoman


Renja - RKA - Rincian
a
SKPD SKPD APBD
SKPD

UU SPPN UU KN

19
KERANGKA UMUM POLA KOORDINASI

Prakarsa Tematik dan/atau Spesifik

N
A D
S Dimensi Nasional Dimensi Daerah A
I E
O R
N A
Kerangka Kebijakan Inovasi
A H
L Kondisi Umum (Framework Conditions)

20
TANTANGAN : PEMBANGUNAN YANG BERBASIS
PENGETAHUAN

Kesejahteraan/Kemakmuran,
Kemandirian & Peradaban Bangsa

Knowledge Economy Knowledge Society

Daya Saing dan Kohesi Sosial

• SDM yang terdidik, kreatif, dan terampil • Sistem informasi dan komunikasi
• • Pembelajaran seumur hidup dan budaya

Industri
Infrastruktur komunikasi yang dinamis

Klaster
inovasi
• Sistem inovasi yang efektif • Sistem inovasi yang efektif
• Pemerintahan, insentif ekonomi dan • Modal sosial
rejim kelembagaan yang mendukung • Kepemimpinan/kepeloporan dalam
pemajuan sosial budaya masyarakat
• Rejim kebijakan yang kondusif
Sistem Inovasi

Isu-isu Kontekstual

Kecenderungan dan Tantangan Universal 


Kemajuan Iptek, Ekonomi Ekonomi Faktor-faktor
Globalisasi
Inovasi Pengetahuan Jaringan Lokalitas
21
PEMBANGUNAN  PEMBERDAYAAN

PEMBANGUNAN esensinya adalah PEMBERDAYAAN yang


harus membawa manusia/masyarakat miskin :
• semakin mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya,
• lebih berdaya menolong dirinya sendiri,
• semakin berperan dalam memperkuat kohesi sosial
dalam tatanan masyarakat yang lebih baik,
• semakin berdaya saing dalam tatanan masyarakat ekonomi
yang lebih maju.

3 Pilar Pemberdayaan :
• Pemungkinan (enabling)  agar berkembang
• Penguatan (strengthening)  agar kompeten/unggul
• Perlindungan (protecting)  agar tidak tereksploitasi
(makin termarjinalkan)
22
MENJAWAB TANTANGAN

• Agar PENGEMBANGAN dan PEMANFAATAN


teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat
efektif dalam pembangunan daerah 
pengembangan dan pemanfaatan TIK HARUS
menjadi BAGIAN INTEGRAL dari pembangunan
daerah.
• Yang harus terlibat  SELURUH pelaku
pembangunan : Pemerintah, dunia usaha, akademisi
(termasuk litbangyasa), masyarakat, dan stakeholder
lain.
• Bagaimana/dari mana MEMULAINYA?  Ada
KERANGKA STRATEGI yang menjadi konsensus
dan pijakan para pihak untuk bertindak.

23
OUTLINE

PENDAHULUAN

TANTANGAN PEMBANGUNAN

KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT

PENUTUP

24
TEKNOLOGI SEBAGAI INSTRUMEN
PEMBERDAYA

• Pengembangan dan pemanfaatan teknologi


informasi dan komunikasi (TIK) HARUS
menjadi bagian integral dari pembangunan
 ≈ pembangunan daerah ≈
pemberdayaan masyarakat.

• Strategi E-Development : pengembangan dan


pendayagunaan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) sebagai bagian integral dari
pembangunan daerah.

25
KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT

3 E-Government

1
5 e-
Leadership, 4
Industri TIK &
E-Business
Kebijakan & e-Society
Kelembagaa
n

2 Infrastruktur Infokom Terpadu

26
MENGAPA STRATEGI E-DEVELOPMENT ?

• Keperluan akan kepemimpinan dan kepeloporan untuk


mendorong perbaikan kebijakan dan kelembagaan, karena
tak lagi dapat menyikapi perkembangan dengan sikap ‘wait
and see’
• Perlunya memiliki fokus dengan pemanfaatan sumber daya
yang terbatas, ada tahapan dan komplementaritas tindakan
• Pentingnya kemitraan : Pemerintah-swasta-masyarakat
• Perlunya mengintegrasikan dalam strategi nasional/daerah
• Adanya kerangka bersama untuk berbagai pihak dan yang
memungkinkan pilot percontohan, prakarsa partisipatif
(termasuk gagasan bottom-up), pembelajaran bersama dan
perluasan (scaling up)
• Keterkaitan dengan tujuan pembangunan seperti
Millennium Development Goal (dan tujuan pembangunan
lainnya) : pemantauan dan evaluasi hasil.
27
OUTLINE

PENDAHULUAN

TANTANGAN PEMBANGUNAN

KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT

CATATAN PENUTUP

28
KUNCI KEBERHASILAN : 1 Kepeloporan &
Kreativitas

• Perkuat komitmen (kesungguhan), pelihara


konsistensi dan budayakan keterbukaan dan
kepeloporan semua pihak (pemerintahan, dunia
usaha, kalangan pendidikan, masyarakat umum)
bagi langkah-langkah kreatif-inovatif perbaikan.

29
KUNCI KEBERHASILAN : 2 Galang
Kolaborasi

• TIDAK BISA sekedar kegiatan linier-sekuensial


~ interaktif, iteratif, serentak, dinamis

• TIDAK BOLEH sesaat


~ berkelanjutan
Kolaborasi
• TIDAK BISA sekedar top-down atau
bottom-up  E-Development
~ partisipatif

• TIDAK BISA sendiri-sendiri


~ bersama, bekerjasama
• TIDAK BOLEH terfragmentasi
~ terkoordinasi, koheren

30
KOLABORASI

• KOLABORASI merupakan praktik pengorganisasian


dua pihak atau lebih untuk mencapai tujuan bersama
dan melibatkan proses kerja masing-masing maupun
kerja bersama dalam mencapai tujuan bersama
tersebut.
• Motivasi utamanya [biasanya] adalah memperoleh
hasil-hasil kolektif yang tidak mungkin (sulit) dicapai
jika masing-masing pihak bekerja sendiri-sendiri.
• Para pihak berkolaborasi [biasanya] dengan harapan
mendapatkan hasil-hasil yang inovatif, terobosan,
dan/atau istimewa/luar biasa, serta prestasi kolektif
yang memuaskan.
• Kolaborasi [biasanya] dilakukan agar memungkinkan
muncul/berkembangnya saling pengertian dan
realisasi visi bersama dalam lingkungan dan sistem
yang kompleks.
31
KUNCI KEBERHASILAN : 3 Social
Engineering

• Keberhasilan penguasaan, pemanfaatan,


pengembangan teknologi bagi pewujudan
kesejahteraan rakyat, kemandirian, dan pemajuan
peradaban   Keberhasilan perubahan/perbaikan
sosial (social engineering).

• Perubahan/perbaikan sosial (social engineering)


merupakan salah satu kunci dalam setiap aktivitas
penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan/difusi
TIK atau teknologi apapun yang dapat membawa
kepada keadaan masyarakat yang semakin cerdas,
berdaya, sejahtera, dan maju.

32
I see “T” thru ICT ~ Putting
 Semangat danICT
ajakanto
agarwork
para pihak berkomitmen
untuk :
 memberikan/memperoleh “kemanfaatan dari
teknologi” (I see “T”), melalui penguasaan,
pengembangan dan pemanfaatan/difusi serta
pembelajaran TIK (thru ICT);
 menjadikan TIK sebagai intrumen bagi manusia/
masyarakat agar membuatnya lebih bermanfaat bagi
diri sendiri, orang lain dan masyarakat banyak.

33
TIK untuk Membangun Masyarakat yang Lebih
Cerdas

I see “T”
Thru ICT
34
Hatur Nuhun
Terimakasih
Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Gedung BPPT II, Lt 21
Jl. MH. Thamrin 8, Jakarta 10340
Telp. (021)-3169813
Fax. (021)-3169811
E-mail: tatang@ceo.bppt.go.id, tatang@inn.bppt.go.id, tatang.taufik@gmail.com
http: //www.inn.bppt.go.id/

Catatan :
Bahan-bahan terkait dapat diunduh (download) pada taut (links) di
http://sisteminovasi.wordpress.com/
http://sistem-inovasi.blogspot.com/

35
ICT & POVERTY

Reducing poverty
• The Impact of ICTs on poverty alleviation
• Better access to information
• Broad choices
• Income generation possibilities
• Knowledge-sharing
• Transparency and participation
• Democratic values

• What should be done?


• Recognize ICTs as important agent for poverty reduction
• Coordinated strategies for efficient resource allocations
• Introduce e-Services (telemedicine, e-Education, Agriculture Info
systems, etc)
• MDG-focused ICT strategies

36
PEMBANGUNAN MANUSIA DAN MDGs

• The Millennium Development Goals (MDGs) merupakan


suatu agenda pembangunan manusia untuk
memperbaiki hidup, mengakui bahwa pembangunan
sebenarnya menyangkut manusia (masyarakat) dan
peluang yang dimilikinya ketimbang sekedar
ekonomi dan pendapatan. MDG merupakan
benchmarks bagi kemajuan menuju suatu visi
pembangunan, perdamaian dan hak azasi manusia.

• MDG terdiri atas 8 tujuan (goals), 18 sasaran (targets),


dan 48 indikator kinerja (performance indicators) yang
berkaitan dengan pengurangan kemiskinan yang
disepakati oleh seluruh 189 negara anggota PBB melalui
the 2000 Millennium Declaration.
37
AGENDA MDGs

• Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan (Eradicate poverty


and hunger)
• Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua (Achieve universal
primary education)
• Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan
(Promote gender equality and empower women)
• Menurunkan Angka Kematian Anak (Reduce child mortality)
• Meningkatkan Kesehatan Ibu (Improve maternal health)
• Memerangi HIV/AIDS, Malaria, dan Penyakit Menular Lainnya
(Combat HIV/AIDS, malaria & other diseases)
• Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup (Ensure
environmental sustainability)
• Mengembangkan kemitraan global bagi pembangunan (Develop
a global partnership for development)

38
BEBERAPA CONTOH
(lihat juga beberapa contoh dalam media lain)

39
CONTOH PARA KOLABORATOR ( Kota
Pekalongan)

Departemen
Pendidikan Nasional

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil

40
KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT

3 E-Government

1
5 e-
Leadership, 4
Industri TIK &
E-Business
Kebijakan & e-Society
Kelembagaa
n

2 Infrastruktur Infokom Terpadu

41
AGENDA 1

3 E-Government

1
5 e-
Leadership, 4
Industri TIK &
E-Business
Kebijakan & e-Society
Kelembagaa
n

2 Infrastruktur Infokom Terpadu

42
CONTOH PRAKARSA AWAL KOTA
PEKALONGAN

• Mendorong e-leadership; Memperbaiki kebijakan dan


kelembagaan; Mempercepat penataan/ pengembangan
infrastruktur infokom terpadu; dan Mempercepat
implementasi e-government.

• Hasil sementara :
– Sosialisasi
– Penyusunan Rencana Strategis TIK
– Penataan infrastruktur di beberapa SKPD
– Instalasi beberapa aplikasi SIMDA, SMS Center
– Hotspot Lapangan Mataram.

KONSENSUS :
E-Pekalongan@Batik City 2010 :
– Good governance
– Pendidikan berkualitas
– Pemberdayaan masyarakat
– Industri kreatif.
43
AGENDA 2 ~ Migrasi Ke SW Legal & Dukungan FOSS
(IGOS Center)

3 E-Government

1
5 e-
Leadership, 4
Industri TIK &
E-Business
Kebijakan & e-Society
Kelembagaa
n

2 Infrastruktur Infokom Terpadu

44
CONTOH PRAKARSA AWAL KOTA PEKALONGAN
(lanjutan)

• Memulai percepatan proses migrasi ke penggunaan


perangkat lunak (software) legal. Agenda khusus
dalam rangka Gerakan IGOS:
– Migrasi di lembaga pemerintahan dan non pemerintah;
– Pengembangan dukungan FOSS (IGOS Center).

• Hasil sementara :
– Sosialisasi migrasi
– TOT migrasi
– Deklarasi migrasi ke penggunaan perangkat lunak legal di
lingkungan Pemkot dan sekolah di Kota Pekalongan.
– IGOS Center Kota Pekalongan (STMIK Widya Pratama).
– Pelatihan Open Office.
– Pendampingan migrasi (berjalan).

45
AGENDA 3 : TIK UNTUK PEREMPUAN DAN
PEMUDA

3 E-Government

1
5 e-
Leadership, 4
Industri TIK &
E-Business
Kebijakan & e-Society
Kelembagaa
n

2 Infrastruktur Infokom Terpadu

46
CONTOH PRAKARSA AWAL KOTA PEKALONGAN
(lanjutan)

1. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan TIK


untuk komunitas perempuan dan pemuda.

• Hasil sementara :
• Sosialisasi dan Pelatihan TIK untuk kelompok perempuan dan
pemuda.
• Pelatihan internet dan open office untuk kelompok perempuan.

47
AGENDA 4 : KLASTER INDUSTRI & TELECENTER

3 E-Government

1
5 e-
Leadership, 4
Industri TIK &
E-Business
Kebijakan & e-Society
Kelembagaa
n

2 Infrastruktur Infokom Terpadu

48
CONTOH PRAKARSA AWAL KOTA PEKALONGAN
(lanjutan)

• Mendorong perkuatan klaster industri dan


pengembangan telecenter.

• Hasil sementara :
• Sosialisasi dan pelatihan telecenter
• Peluncuran awal telecenter, 4 telecenter:
• Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Remaja
• Museum Batik Nusantara
• Grosir Batik
• STMIK WP
• Pelatihan dan pendampingan pengelolaan telecenter
(berjalan).

49
AGENDA 5 : BASISDATA & INDIKATOR KHUSUS
DAERAH

3 E-Government

1
5 e-
Leadership, 4
Industri TIK &
E-Business
Kebijakan & e-Society
Kelembagaa
n

2 Infrastruktur Infokom Terpadu

50
CONTOH PRAKARSA AWAL KOTA PEKALONGAN
(lanjutan)

1. Menata basisdata dan indikator khusus daerah


sebagai bagian integral dari “Daerah Dalam Angka
(Kota Pekalongan Dalam Angka)”.

• Hasil sementara :
1. Sosialisasi
2. Kompilasi dan publikasi (web) data administratif terkait dengan
TIK di daerah.
3. Survei rumah tangga yang mencakup data TIK daerah
(berjalan).

51