P. 1
PHKI-2

PHKI-2

|Views: 7,091|Likes:
Published by Sigit Irfandi Rais

More info:

Published by: Sigit Irfandi Rais on Jun 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

Sewaktu terjadi perlawanan kaum Padri, pengaruh Belanda juga menembus wilayah

Batak yang terletak di sebelah utara Minangkabau. Pasukannya bergerak menduduki

Mandailing, Angkola, Padang Lawas, Sipirok, Tapanuli dan sekitarnya. Kaum Padri

telah membantu penyebaran agama Islam di kalangan rakyat Batak, dan sejak tahun

1850-an Belanda membantu kristenisasi dengan mengirimkan Dr. N. Van der Tuuk.

Kedatangannya disambut dengan penuh kebencian oleh rakyat, sehingga ia hampir

terbunuh oleh rakyat. Namun dengan cara mengaku sebagai keturunan Si Singa

Mangaraja X yang tewas dalam Perang Padri, ia berhasil membebaskan dirinya,

bakan pada tahun 1853 ia diterima oleh Si Singa Mangaraja XI di Bakara.

Sejak tahun 1860 missi Kristen mulai banyak memasuki Silindung dan Toba,

pos-pos zending juga mulai berdiri di daerah tersebut. Sejalan dengan itu pemerintah

kolonial mengerahkan skspedisi militenya ke daerah Barus dan Singkel dan

kemudian memasuki daerah pedalaman Aceh.

Dalam keadaan seperti itu, Si Singa Mangaraja XI meninggal dunia dan

digantikan oleh anaknya, Patuan Bosar Ompu Pulo Batu dengan gelar Si Singa

Mangaraja XII. Berbeda dengan atahnya, Si Singa Mangaraja XII memandang

gerakan kristenisasi akan membahayakan tanah Batak dan menggoyahkan

kedudukkannya.

Sekitar tahun 1877 Si Singa Mangaraja mengadakan kampanye keliling

daerah untuk mengajak rakyat mengusir zending-zending Kristen dan mencegah

kegiatan mereka. Sejalan dengan itu terdengar isu bahwa Si Singa Mangaraja XII

dengan bantuan Sultan Aceh merencanakan penyerangan ke zending di Silindung,

dan mempersenjatai rakyatnya dengan 50 pucuk senjata. Isu itu akhirnya terdengar

oleh garnisun militer Belanda di Sibolga, sehingga pada tanggal 8 Januari 1878

tentara di pos Sibolga diperintahkan untuk berjaga-jaga di daerah Silindung dan

mempersiapkan diri menghadapi serangan Si Singa Mangaraja. Masuknya militer

57

Belanda ke Silindung segera dijawab oleh Si Singa Mangaraja XII dengan

pernyataan perang.

Pada waktu itu rakyat Batak tidak memiliki organisasi politik yang lebih

tinggi kecuali kesetiaan tertentu terhadap seorang raja yang diperdewakan yang

bernama Si Singamangaraja di Bangkara. Oleh karena itu perlawannya terhadap

tentara kolonial menjadi tidak padu. Kondisi ini diperparah oleh persenjataannya

yang masih tradisional dibandingkan dengan pasukan Belanda. Namun karena

semangat mempertahankaan tradisi dan kemerdekaannya membuat pihak Belanda

sangat sulit mematahkan perlawanan itu dengan cepat.

Dengan memanfaatkan benteng alam dan juga beberapa benteng buatan,

beberapa kali pasukan Si Singa Mangaraja berhasil mematahkan serangan Belanda.

Dan untuk menghindari sergapan Belanda, berkali-kali Si Singa Mangaraja

memindahkan pusat pertahanannya. Sampai akhir abad ke-19 Si Singa Mangaraja

XII masih terus melakukan perlawanan. Barulah pada awal tahun 1907 pasukan

Belanda mampu memotong hubungan Si Singa Mangaraja dengan Aceh dan

membatasi ruang gerak pasukan Si Singa Mangaraja di sekitar Barus-Sidikalang dan

Singkel.

Akhirnya pada bulan Juni 1907, berkat laporan penduduk yang pro-Belanda,

pasukan Belanda di bawah pimpinan Kapten Hans Christoffel berhasil menemukan

Si Singa Mangaraja di dekat Aik Sibulbulon, daerah Dairi. Dalam kondisi terkepung

dan sangat lemah, Si Singa Mangaraja beserta pengikutnya tetap melakukan

perlawanan. Dalam pertempuran itu Si Singa Mangaraja beserta dua orang

puteranya, Sutan Nagari dan Patuan Anggi serta seorang puterinya Lopian termasuk

orang-orang yang gugur bersama para pengikut lainnya. Istrinya dan anak-anaknya

yang lain yang masih hidup kemudian ditangkap dan ditawan yang kemudian

dibuang ke luar daerah Batak. Semua harta pusaka Si Singa Mangaraja dirampas oleh

Belanda.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->