Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis.

Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Es krim adalah panganan yang mudah ditemukan, apalagi di Negara Tropis seperti Indonesia ini. Namun jarang sekali ditemukan di Jakarta dan sekitarnya, bisnis es krim menggunakan mobil atau truk keliling sebagai tempat berjualan. Hanya ada satu mobil bertuliskan “I scream Ice Cream” yang menjadi sasaran penggemar es krim belakangan ini. Sepasang suami istri dibalik bisnis es krim ini awalnya sama-sama menyukai es krim dan menyayangkan bahwa tidak ada penjual es krim yang memakai mobil atau truk es krim keliling di Jakarta. Sejak itulah pasangan ini berpikir untuk memulai usaha tersebut dan mencoba mengenalkannya kepada masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Awal tahun bisnis ini berjalan bisa dikatakan lancar, karena konsumen tertarik dengan es krim dengan berbagai macam warna dan cara penjualannya yang unik. Penjualnya pun merupakan pasangan pemilik bisnis ini sendiri. Menggunakan kostum yang menarik sehingga konsumen memiliki nilai tersendiri akan produk ini. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk menguji apakah usaha es krim keliling ini merupakan usaha yang layak ditilik dari aspek pasar, pemasaran, teknik dan teknologi, manajemen, sumber daya manusia, financial, ekonomi, social dan politik, yuridis, dan lingkungan hidup.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 1

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

B. Manfaat Manfaat analisis ini ditujukan untuk berbagai pihak yang berkepentingan dengan analisis kelayakan bisnis ini, yang disajikan sebagai berikut:  Memberikan informasi kepada pemilik usaha apakah produk I scream Ice cream ini akan menguntungkan atau tidak sehingga dapat ditindaklanjuti apakah akan dikembangkan untuk memperoleh laba.  Memberikan informasi kepada kreditor, dalam hal ini pihak perbankan yang memberikan pinjaman berbunga, apakah produk ini akan menguntungkan atau tidak sehingga dapat dinilai kemampuannya untuk melunasi pinjaman dari usahanya.  Memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan produk yang dibuat oleh pemilik usaha I scream Ice cream.

C. Ruang Lingkup Batasan atau ruang lingkup studi ini adalah meneliti serta mempelajari prospek bisnis produksi es krim dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen, aspek hukum dan legalitas serta aspek ekonomi.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 2

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

BAB II ASPEK PASAR

A. Bentuk Pasar 1. Bentuk Pasar Bagi Produsen adalah persaingan sempurna, yang berarti jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk. I scream Ice Scream memiliki ciri khas tersendiri, melakukan penjualan dan promosi yang berbeda dengan pesaingnya dengan cara mendatangi tempat dengan banyak orang berkumpul seperti taman kota atau kampus, memproduksi es krim sendiri dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan pesaingnya dan menyajikan es krim yang dijualnya dengan unik sehingga ada ketertarikan bagi konsumen untuk membelinya. 2. Bentuk Pasar Bagi Konsumen merupakan pasar konsumen, karena merupakan pasar untuk barang yang dibeli oleh perorangan dalam rangka konsumsi pribadi. I Scream Ice Cream memproduksi es krim sendiri dan menjualnya sendiri, tanpa ada reseller, melainkan langsung kepada konsumen terakhir. B. Produk I Scream Ice Cream didistribusikan secara langsung ke konsumen terakhir, dengan penyajian yang unik, yaitu toko yang bersifat mobile, menggunakan mobil khusus yang telah dimodifikasi untuk menjadi toko berjualan. Berbagai macam varian rasa, penyajian yang diberikan dan kemasan yang berbeda menjadikannya berbeda dengan es krim yang dijual keliling lainnya. Kemasan cup yang dimiliki
Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 3

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

pun ramah lingkungan, dan menyediakan tempat sampah untuk diletakkan di tempat dimana I Scream Ice Cream sedang beroperasi. C. Wilayah Penjualan Dari cara pendistribusiannya sudah jelas bahwa wilayah penjualan produk es krim ini tidak menetap. Target utamanya adalah tempat umum yang terdapat keramaian di Jabodetabek, seperti kampus, gelanggang olah raga, taman kota dan sebagainya. Dikarenakan mobil sebagai transportasi hanya terdapat satu buah, jadi pendistribusiannya berbeda-beda hampir setiap harinya. Kecuali terdapat event tertentu dalam suatu tempat dalam jangka waktu beberapa hari, I Scream Ice Cream akan menetap sampai acara itu selesai. Terbatasnya jumlah kendaraan sepertinya menjadi hambatan

pendistribusian produk ini. Pemiliknya memiliki alasan tersendiri, yaitu ingin member kesempatan bagi franchisor yang tertarik dengan bisnisnya, dengan syarat mereka adalah pasangan yang memiliki keinginan untuk menjualnya secara berkeliling tanpa mengubah cara penjualan aslinya dalam waktu dekat ini. D. Proyeksi Permintaan Total permintaan pasar suatu produk adalah total volume yang dibeli oleh sekelompok konsumen tertentu dalam suatu wilayah geografis tertentu selama jangka waktu tertentu dalam suatu lingkungan pemasaran tertentu. Untuk menghitung total permintaan akan es krim dalam I Scream Ice Cream per tahun digunakan persamaan:

Q=n.p.q
Dimana: Q: total permintaan pasar n : jumlah pembeli di pasar p : harga rata-rata satuan q : jumlah yang dibeli oleh rata-rata pembeli per tahun
Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 4

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Maka estimasi proyeksi total permintaan akan I Scream Ice Cream adalah sebesar: Q = 2400 * Rp. 10.000 * 1440 Q = Rp. 34,560,000,000,Jumlah pembeli sebesar adalah atas dasar jumlah cup dan cone yang terpakai rata-rata dalam 4 minggu. Dengan demikian 50 x 4 x 12= 2400. Harga rata-rata satuan adalah sebesar Rp. 10,000,- yang sudah

termasuk mark up sebesar 20%. Mengenai penetapan harga tersebut akan dibahas lebih lanjut pada aspek pemasaran. Jumlah rata-rata cup dan cone yang dibeli oleh konsumen dalam sehari adalah 120 buah. Jadi, jumlah yang dibeli oleh ratarata pembeli pertahun adalah 120 x 12 = 1440. E. Penawaran Pada kota Jabodetabek, belum terdapat bisnis es krim yang menjual dengan cara yang sama dengan I Scream Ice Cream meskipun banyak pedagang es krim keliling. Usaha I Scream ice Cream ini berpotensi sangat baik, mengingat pola hidup masyarakat khususnya remaja yang konsumtif dan juga belum adanya penjualan es krim dengan penyajian yang berbeda dan menarik.

F. Analisis Persaingan dan Peluang Pasar Dari prediksi permintaan sekarang dan yang akan datang, demi meningkatkan pangsa pasar atau setidaknya mempertahankan, dapat disimpulkan analisis SWOT yang dimiliki oleh I Scream Ice Cream adalah sebagai berikut:  Kekuatan (Strenght)  Penyajian produk yang kreatif sehingga menarik perhatian  Environtment friendly  Harga yang sesuai target pemasaran  Uniknya penjualan dengan menggunakan mobil keliling  Dapat menjangkau daerah distribusi baru setiap harinya

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 5

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Kelemahan (Weakness)  Tidak memiliki toko yang tetap sehingga konsumen tidak bisa mendatangi took jika ingin membeli

Peluang (Opportunity)  Konsumen penggemar es krim yang rata-rata adalah remaja saat ini sangat menyukai hal-hal yang berbeda dan mereka menyukai penyajian es krim yang menarik dan tidak membosankan  Munculnya banyak komunitas yang berkumpul di tempat umum  Adanya event tertentu seperti bazaar di tempat umum

Ancaman (Threats)  Banyak bermunculan es krim baru dengan iklan atau promosi bagus dan menggiurkan

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 6

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

BAB III ASPEK PEMASARAN A. Segmentasi, Target, dan Posisi di Pasar

1. Segmentasi
Pasar terdiri dari banyak sekali pembeli yang berbeda dalam beberapa hal, misalnya keinginan, kemampuan keuangan, lokasi, sikap pembelian, dan praktekpraktek pembeliannya. Karena sifat pasar yang heterogen tersebut, maka sangat perlu dilakukan segmen-segmen agar lebih mudah untuk masuk ke dalam pasar tersebut.  Segmentasi Demografis I Scream Ice Cream memasuki segmen demografis usia mulai dari anak kecil berusia tiga tahun sampai dewasa, bahkan orang tua. Kelas social pun menjangkau semua, dari menengah ke bawah, sampai menengah ke atas.  Segmentasi Psikografis Produk I Scream Ice Cream ini terfokus pada konsumen yang aktif, sering berpergian, menyukai keunikan.

2. Target Dari analisi kemenarikan struktur segmen, I Scream Ice Cream terfokus pada segmen anak kecil, remaja dan pasangan muda. Karena dunia anak kecil dan remaja lebih besar dan mudah dimasuki dari sisi manapun dan pasangan muda cenderung menyukai keunikan dan konsumtif ketika bersama. Namun hal tersebut tidak membatasi konsumen yang membeli dengan umur lebih banyak. 3. Posisi Pasar Berdasarkan keunggulan kompetitif, dari system penjualan I Scream Ice Cream memposisikan dirinya sebagai sebuah usaha kuliner dessert dengan metode penjualan yang berbeda dan penyajian yang menarik dalam jumlah satuan, dengan harga yang kompetitif, berkualitas dengan pelayanan terbaik.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 7

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

B.

Analisis Persaingan Dalam menganalisis situasi persaingan, penulis telah mengidentifikasi pesaing berikut strategi yang mereka gunakan. Pesaing-pesaing terberat dalam bisnis ini adalah perusahaan-perusahaan sejenis yang komposisi modal yang dimilikinya pun setara dengan yang dimiliki oleh I Scream Ice Cream. 1. Dutch Ice Cream Perusahaan ini merupakan perusahaan sejenis, dan memiliki target yang sama, yaitu konsumen muda dan remaja dan pasangan yang konsumtif. Namun terdapat perbedaan dari kedua perusahaan ini dari segi sistem pendistribusian dan penyajian. Dalam hal ini I Scream Ice Cream lebih unggul karena menyajikannya dengan menarik.

C.

Manajemen Pemasaran Dalam segi manajemen pemasaran, analisis mengacu pada bauran pemasaran (marketing mix), yaitu mengenai kebijakan produk, harga, promosi, dan distribusi. Paparannya adalah sebagai berikut: 

Produk Produk dalam bisnis ini merupakan barang konsumsi yang langsung dapat dikonsumsi. Produk es krim ini akan diproduksi dengan bahan baku milk cream berkwalitas tinggi yaitu lemak sapi yang sehat. Beragamnya penyajian es krim membuat konsumen menjadi tertarik membelinya dan tidak bosan membelinya karena variannya cukup banyak.

Price
Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 8

Elisa Ekafina ©

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Harga yang diberikan cukup bervariasi, berikut adalah daftar harga I Scream Ice Cream. Cup / cone a scoop : Rp. 5,000,Rp. 7,000,Rp. 2,500,Rp. 3,500,Rp. 2,000,-

Big cup / cone a scoop : Tiny scoop Big scoop Topping : : :

 Promotion
Promosi yang dilakukan oleh I Scream Ice Cream ini melalui blog, pin bergambar es krim dengan logo I Scream Ice Cream yang diberikan setelah pembelian. Usaha ini juga ikut mendanai acara-acara yang berskala keluarga di
Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 9

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Jakarta. I Scream Ice Cream juga melakukan pemasaran langsung kepada para konsumen untuk menjaga hubungan baik.

 Saluran Distribusi
Dalam menjalankan usahanya, pasangan suami istri ini tidak mengadakan saluran distribusi khusus, karena usaha yang dijalankan masih terbilang kecil dan dikarenakan konsepnya yang mobile, I Scream Ice Cream tidak memiliki jadwal tertentu untuk ke suatu tempat kecuali ada event tertentu atau pesanan khusus dari pelanggan, asalkan letaknya di sekitar Jobodetabek.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 10

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

BAB IV ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

Dari yang dilihat dalam aspek pemasaran, bisnis penjualan es krim mobile ini dianggap layak untuk dijalani. Dalam bab ini saya akan menganalisis mengenai aspek teknik dan teknologi, apakah dari segi pembangunan proyek dan segi implementasi rutin bisnis secara teknis dapat diaksanakan, begitu pula dengan aspek teknologi yang dipakai dalam bisnis ini.

A.

Pemilihan Strategi Produksi Untuk menghasilkan produk utamanya, bahan yang diperlukan yaitu cream

susu, susu cair, dan gula. Untuk rasanya yang bermacam-macam didapat dari pasta gelato dengan kualitas tinggi dari Italy. Bahan baku ini kemudian di campurkan menjadi satu dan dimasukkan ke dalam mesin pembuat es krim. Tentu saja, berbeda rasa, berbeda waktu penyajiannya. Setelah dimasukkan ke dalam mesin pembuat es krim, mesin dinyalakan dan dipasang timer sesuai dengan banyaknya bahan yang dibuat. Kurang lebih tiga puluh menit timer akan berbunyi. Es krim pun siap untuk dikonsumsi. Proses produksi es krim relatif sederhana dan mudah dilakukan. Secara umum, proses produksi es krim, mulai dari tahap pengedaan bahan baku sampai tahap penyajian es krim kepada konsumen I Scream Ice Cream, adalah sebagai berikut:

1. Pengadaan Bahan Baku Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan es krim adalah cream susu, susu bubuk, gula pasir dan gelato produk Italy yang rendah lemak. Untuk selanjutnya dilakukan proses pembekuan. 2. Pembekuan Es Krim Pada proses pembekuan, bahan baku semuanya dicampur dalam satu wadah, kemudian bahan yang telah dicampur tersebut dimasukkan ke dalam mesim pembuat es krim. Proses pembuatan es krim dibutuhkan tahapan suhu tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko terjadinya kristalisasi ( timbulnya butiran es) yang berlebihan terhadap es krim selama di proses.
Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 11

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Pada saat es krim masih berupa adonan, adonan ini membutuhkan suhu dingin antara -18° C s/ d -20° C untuk merubah adonan menjadi es krim dan setengah jalan selama proses pembuatan es krim ketika adonan mulai membentuk es krim, suhu pendingin secara bertahap sebaiknya meningkat dari -20º C menjadi -10° C & berakhir di -5° C hingga 0° C pada proses akhir kerja mesin, dengan demikian kristalisasi pada es krim yang sedang diolah dapat di minimalisir. Setelah tahap ini, dilakukan tahap penyimpanan. 3. Penyimpanan Es Krim Setelah es krim dikeluarkan dari mesin dan membuat es krim dengan rasa yang berbeda, es krim dimasukkan ke dalam wadah khusus es krim dan dimasukkan ke dalam freezer supaya keadaan es krim tetap terjaga (tidak mencair). Setelah ini, es krim siap disajikan kepada konsumen. 4. Penyajian Es Krim Penyajian es krim ini cukup menarik. Konsumen dapat memilih es krim sesuai gambar dalam menu yang disediakan. Es krim disajikan dalam cone atau cup, diambil dalam wadah es krim menggunakan scoop khusus es krim. Banyaknya es krim ataupun rasa tergantung permintaan konsumen. Es krim juga ditambah topping sesuai permintaan konsumen. Berikut adalah bagan alur proses produksi I Scream Ice Cream:

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 12

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

B. Rencana Kualitas Kualitas es krim sangat bergantung kepada bahan dan proses pembuatannya yang tidak melibatkan panas tinggi. Kualitas bahan susu bubuk yang rendah lemak adalah yang paling bagus. Kemudian gelato yang digunakan adalah dari Italy, rendah lemak, menyempurnakan tekstur es krim. Seperti dalam pembuatan es krim umumnya, pembuatan es krim tergolong mudah. Namun pada I Scream Ice Cream, kualitas produk ditentukan oleh proses produksi, yang berarti sangat diperlukan kualitas pengawasan selama pembuatan es krim berlangsung. Begitu juga dalam penyajian es krim kepada konsumen. Diperlukan ketelitian ketika membuat sajian, untuk tidak salah memberikan topping es krim. Dimensi kualitas yang ditawarkan I Scream Ice Cream adalah performance yang berkaitan dengan aspek fungsional suatu produk dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membeli produk tersebut. I Scream Ice Cream menawarkan es krim yang dibuat dengan proses yang dipakai oleh perusahaan es krim di Eropa dan bahan yang berkualitas. C. Pemilihan Teknologi Dalam pemilihan teknologi, akan dianalisis mesin yang digunakan dalam memproduksi es krim. Yaitu mesin pembuat es krim tradisional buatan Eropa, mesin pembuat es krim buatan Taiwan, dan portable freezer box. 1. Mesin Buatan Mesin es krim tradisional Eropa dengan kapasitas 8 liter seharga USD 2.500, pembuatan es krim dengan kapasitas 4 liter / 30 menit hanya dengan alat bantu sederhana berupa Hand Mixer dengan kwalitas yang tidak kalah dengan buatan mesin. 2. Mesin Buatan Taiwan Mesin Soft Ice Cream dengan merk Jing Ling ex RRC dan daya 1,7Kw. Kapasitasnya 15 liter, dimensi 52x75x76 cm dan berat 120 Kg. Mesin pembuat ice cream ini menghasilkan ice cream cone atau yang dikenal sebagai soft ice cream dengan hasil memuaskan, dilengkapi dengan tiga kran untuk dua rasa yang berbeda

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 13

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

dan 1 rasa campuran. Adonan es krim yang dimasukkan dalam mesin ini diproses hanya dalam waktu 20 menit saja dan siap disajikan. 3. Portable Freezer Box Portable Freezer box dapat di gunakan untuk keperluan pesanan ice cream di berbagai macam acara resepsi atau untuk dititipkan di kantin-kantin sekolah bahkan dapat juga di bawa oleh pedagang es krim keliling (hawker). Cara pengunaannya sangat praktis, cukup dengan memberi pecahan es batu & garam pada bagian luar drum es krim, maka es krim yang diletakkan dalam portable freezer box ini dapat bertahan tetap membeku selama 15 jam. Harga 1 set Portable Freezer box sebesar Rp.500.000.D. Perencanaan Letak Pabrik Dalam menentukan lokasi tempat produksi, produsen membangun tempat produksi di dekat rumahnya. Hal ini dikarenakan produsen memang tidak perlu menyewa tempat lebih jauh karena pemilik sendiri yang membuat es krim dan memproduksinya. Selebihnya adalah lebih bisa dijangkau, diawasi dan dirawat dengan mudah. Untuk penyimpanan es krim yang sudah jadi, produsen lebih memilih salah satu ruangan di dalam rumahnya menjadi penyimpanan es krim di dalam freezer. Wilayah Jabodetabek sebagai daerah pendistribusian I Scream Ice Cream merupakan wilayah yang tepat untuk berbisnis. Ini dikarenakan jumlah penduduk yang ramai. Selengkapnya adalah:    Jabodetabek dapat dijangkau dengan mudah menggunakan mobil, mengingat rumah produsen terletak di daerah Ciputat Memiliki kepadatan penduduk yang relatif padat. Sehigga dapat dengan mudah menemukan konsumen. Penjualan dengan konsep mobile memudahkan produsen untuk menjangkau tempat-tempat ramai yang tidak dapat dipastikan setiap harinya.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 14

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

E. Pengawasan Kualitas Bahan Baku Dalam pembuatan produk I Scream Ice Cream untuk memenuhi kualitas dari harapan-harapan konsumen, saya menganalisis trilogi manajerial yang meliputi perencanaan, perbaikan dan pengendalian. 1. Perencanaan Karena konsumen utama adalah remaja dan para pemuda, maka ini sesuai dengan produk yang dikeluarkan, yang merupakan keinginan mereka, berupa es krim yang disajikan dengan menarik. Pengembangan produk yang dilakukan pun sesuai dengan harga pasaran. Pengembangan proses yang dilakukan oleh perusahaan sesuai dengan standar kuliner di Indonesia. 2. Pengendalian Dari setiap produk yang dihasilkan, I Scream Ice Cream meminta kritik dan saran-saran apabila produk yang dihasilkan mengecewakan dan tidak sesuai dengan pesanan konsumen. Sehingga perusahaan ini dapat melakukan banyak perbaikan di bidang apapun tidak hanya hasil produknya. 3. Perbaikan Pada tahap ini diharapkan perusahaan dapat meningkatkan kualitasnya dalam segala hal dan segala aspek.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 15

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

BAB V ASPEK MANAJEMEN

A. Perencanaan Perencanaan dalam pendekatan ini dilakukan oleh pimpinan organisasi atau pemilik perusahaan dengan pendekatan top-down (atas ke bawah). Dimana unit organisasi dibawahnya hanya melaksanakan hal-hal yang telah direncanakan oleh seorang pimpinan, agar bisa mencapai tujuan dari perencanaan tersebut. Dalam hal perencanaan juga dimasukan rencana tentang anggaran keuangan perusahaan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan usaha dan alat pengawasan kerja. Seperti angggaran produksi, tenaga kerja, bahan baku sddan lainnya. Dilihat dari waktu yang digunakan untuk pengaplikasian suatu rencana, usaha I Scream Ice Cream ini menetapkan bentuk perencanaan antara lain: 1. Perencanaan Jangka Pendek Rencana jangka pendek dari I Scream Ice Cream dalam tiga bulan mendatang adalah menjangkau lebih banyak lagi daerah yang belum terjangkau dan memenuhi permintaan konsumen untuk datang ke lokasi tertentu, sesuai permintaannya. 2. Perencanaan Jangka Panjang Dalam perencanaan jangka panjang, antara dua-tiga tahun mendatang, bisnis ini akan mengadakan franchise bagi yang berminat dengan bisnis es krim dengan konsep mobile ini. Dengan begitu, pangsa pasarnya akan meluas tidak hanya di satu tempat saja, dan bukan di daerah Jabodetabek saja, tapi akan merambah ke kota Bandung dan lainnya.

B. Pengorganisasian Langkah-langkah dalam proses pengorganisasian, mulai dari

merencanakan, melaksanakan dan memantau kerja pegawai dilakukan secara informal. Sehingga tidak terdapat struktur organisasi formal dalam usaha ini.
Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 16

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Namun tentang hal pelimpahan wewenang, hal ini dapat terjadi karena seorang atasan tidak mungkin memimpin bawahan dengan jumlah terlalu banyak, karena kemampuan seseorang terbatas. C. Pergerakan (Actuating) Dilihat dari aspek pergerakan dalam organisasi perusahaan yang dijalankan oleh pasangan suami istri ini dinyatakan layak untuk dijalani karena telah memenuhi adanya pergerakan dari anggota organisasi dengan motivasi dan semangat yang tinggi untuk bekerja pada perusahaan ini dan dengan kecakapan dalam kepemimpinan dari pemilik perusahaan. D. Pengendalian Adanya tahap pengendalian ini sangat diperlukan untuk melihat apakah kinerja perusahaan sudah berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat oleh pemimpin perusahaan termasuk saat memperbaiki penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam perusahaan untuk diminimalisasi atau dihilangkan yang sudah sesuai dengan prosedur-prosedur yang ada. Metode pengendalian yang digunakan adalah metode pengendalian bersamaan, metode ini memerlukan standar perilaku, kegiatan dan pelaksanaan dari kegiatan secara layak. Sumber informasi utama bagi pengendalian ini adalah hasil observasi penyelia. Tindakan korektif ditujukan pada perbaikan kualitas dan kuantitas sumberdaya dan operasi. Dan dilihat dari bisnis yang sudah berjalan, dilihat dari pengendalian, bisnis ini sudah layak untuk tetap dijalankan.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 17

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

BAB VI ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA

A. Perencanaan Sumber Daya Manusia
Proses pembuatan es krim cukup sederhana sehingga tidak diperlukan pegawai yang banyak. Begitu juga dengan jenis teknologi yang digunakan dalam pembuatan es krim ini umumnya sederhana dan mudah penggunaannya. Oleh karena itu,bisnis ini tidak menuntut prasyarat tenaga kerja berpendidikan formal, pemiliknya sendiri yang mengerjakan es krim ini dan menjualnya dengan hanya memiliki hobi dalam bidang kuliner, memiliki pengetahuan manajemen dan kreatifitas tinggi.

B. Analisis Pekerjaan Sebagai usaha kecil, dalam melakukan kegiatan usahanya pasangan suami-istri ini sebagai pemilik melakukan semua pekerjaan sendiri. Mulai dari investor sampai pekerja. Sebagai seorang investor ia menanamkan modal sendiri pada perusahaan. Selain sebagai investor pasangan ini juga berperan sebagai pekerja di I Scream Ice Cream ini. Namun untuk beberapa orderan dalam jumlah besar, pasangan suami-istri ini biasanya merekrut beberapa pekerja lain untuk membantunya membersihkan alat-alat dan mobil. Jumlah pekerja yang biasa dipekerjakan sejumlah 1-2 orang. C. Rekrutment, Seleksi, Orientasi Rekrutmen dilakukan dengan memberdayakan warga sekitar yang termasuk kedalam masyarakat menengah ke bawah, seperti pemuda putus sekolah atau belum bekerja, teman dan relasi dari pemilik I Sream Ice Cream ini. Diharapkan usaha ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan warga setempat. Seleksi hanya dilakukan dengan bincang-bincang dan interview non formal karena kualifikasi pekerjaan ini tidak terlalu membutuhkan kemampuan intelegensi yang tinggi, hanya pandai dan rajin membersihkan tempat kotor dan memiliki kejujuran yang tinggi. Orientasi merupakan proses pengenalan pegawai baru pada situasi kerja dan kelompok kerjanya. Oleh karena dalam usaha I Scream Ice Cream tenaga kerja yang digunakan adalah warga sekitar dan orang dekat maka hal tersebut dapat
Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 18

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

dapat dikatakan hanya membuang biaya berupa waktu, dan oleh karena itu lebih baik untuk tidak dilakukan.

D. Kompensasi Biaya kompensasi merupakan biaya yang signifikan pada sebagian besar organisasi. Salah satu upaya organisasi untuk mengendalikan perilaku karyawan adalah dengan mengaitkannya pada sistem imbalan / kompensasi. Kaitan antara imbalan dengan kinerja menentukan struktur kompensasi yang akan

mempengaruhi perilaku setiap anggota organisasi, dan mempengaruhi nilai / norma dan kultur yang berkembang di dalam organisasi. Sistem kompensasi dalam organisasi juga dihubungkan dengan tujuan dan strategi organisasi, dan tak terlepas dari menjaga keseimbangan antara keuntungan dan biaya pengusaha dengan harapan para karyawan. Dalam menjalankan usaha, I Scream Ice Cream memberikan kompensasi sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan karyawannya.

E.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam usaha ini tidak ada jaminan askes atau sejenisnya karena luang lingkup usaha masih sangat kecil dan terbatas. Pemberhentian karyawan dapat terjadi karena sesuai perjanjian dan berbagai alasan baik dari pihak pekerja maupun pihak pemilik usaha. Jika terjadi pemberhentian dilakukan tanpa adanya aturan formal, namun secara kekeluargaan. Dan untuk program pensiun tidak diterapkan dalam usaha ini.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 19

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

BAB VII ASPEK KEUANGAN

A. Kebutuhan Dana dan Sumbernya  Kebutuhan Investasi Aktiva Mesin Ice Cream Freezer Jumlah Aktiva : Rp. 3,000,000,: Rp. 2.000.000,: Rp. 5,000,000,-

Modal Kerja Biaya Persediaan Bahan Baku Biaya Administrasi dan Penjualan Persediaan Kas Jumlah Modal Kerja Total Biaya Kerja : Rp. : Rp. 215.000,450.000,-

: Rp. 2.087.500,: Rp. 2.752.500,: Rp. 7.752.500,-

Sumber dana yang di dapatkan semuanya berasal dari modal sendiri dengan jumlah Rp7.752.500,-

Analisis Pendapatan dan Biaya
1. Rencana Pendapatan Pendapatan direncanakan akan diterima dari hasil penjualan seluruh es krim. Diasumsikan bahwa kenaikan permintaan tiap bulan sebesar 2 % tanpa kenaikan harga jual. Maka rencana penjualan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel Rencana Pendapatan Produk Soft Ice Cream
Bulan
Januari Februari Maret

Volume (liter)
100 102 104

Harga Jual (Rp. ,00)
40.000 40.000 40.000

Penjualan (Rp. ,00)
4.000.000 4.080.000 4.160.000

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 20

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

106 108 110 112 114 116 118 120 122

40.000 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000

4.240.000 4.320.000 4.280.000 4.440.000 4.560.000 4.640.000 4.720.000 4.800.000 4.880.000

Tabel Rencana Pendapatan Produk Hard Ice Cream
Bulan
Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

Volume (pcs)
100 102 104 106 108 110 112 114 116 118 120 122

Harga Jual (Rp. ,00)
45.000 45.000 45.000 45.000 45.000 45.000 45.000 45.000 45.000 45.000 45.000 45.000

Penjualan (Rp. ,00)
4.500.000 4.590.000 4.68.000 4.770.000 4.860.000 4.950.000 5.040.000 5.130.000 5.220.000 5.310.000 5.400.000 5.490.000

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 21

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

2.

Rencana Pengeluaran Biaya a. Biaya Bahan Baku Karena perencanaan yang di susun di sini adalah perencanaan jangka pendek, maka diasumsikan bahwa tidak ada kenaikan harga bahan baku, baik itu dari harga gelato sendiri maupun cream susu. Daftar harga perkiraan untuk bahan baku disediakan di bawah ini, sedangkan perhitungan kebutuhan dan biaya bahan baku disajikan pada Lampiran 1 bagian akhir studi kelayakan bisnis ini.

Bahan Baku Ice Cream

Klasifikasi Krim susu Susu Bubuk Gelato

Harga Rp. 5.000,Rp. 8.000,Rp. 10.000,Rp. 4.000,Rp. 2.000,Rp. 4.000,Rp. 5.000,Rp. 3.000,Rp. 4.000,Rp. 3.000,Rp. 2.000,Rp. 5.000,Rp. 3.000,-

Topping

Meisis Sprinkles Fruit Chocolate Wafer Mint Jelly Candy

Kemasan

Cone Cup

b. Biaya Tenaga Kerja Langsung Dalam menjalankan usahanya, I Scream Ice Cream hanya mempekerjakan tenaga kerja apabila banyak pesanan. Oleh karena itu tidak terdapat biaya tenaga kerja langsung dalam perencanaan biaya.

c. Biaya Penyusutan dan Amortisasi

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 22

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Aktiva tetap yang terdapat dalam bisnis ini dibagi menjadi mesin pembuat es krim yang memiliki masa ekonomis mencapai 8 tahun, sedangkan mesin freezer memiliki masa ekonomis 10 tahun. Metode yang digunakan adalah metode garis lurus tanpa nilai sisa. Perhitungan penyusutan dapat dilihat pada Lampiran bagian akhir studi kelayakan bisnis ini

A. Proyeksi Laba-Rugi
Dari data mengenai pendapatan dan biaya dapat disusun suatu proyeksi labarugi usaha I Scream Ice Cream. Perincian pengolahannya dapat dilihat pada Lampiran 3 bagian akhir studi kelayakan bisnis ini.

B. Proyeksi Anggaran Kas
Sebelum disusun suatu proyeksi neraca, perlu disusun rincian mengenai anggaran kas usaha I Scream Ice Scream ini dimana rinciannya dapat dilihat pada Lamipran 4 bagian akhir studi kelayakan bisnis ini.

C. Penilaian Investasi
Selanjutnya, setelah seluruh data yang dibutuhkan dalam rangka melakukan penilaian investasi diketahui, pada bagian ini proses penilaian kelayakan tersebut dijelaskan berdasarkan pemakaian metode-metode berikut:  Metode Payback Period (PP). Perhitungan untuk mencari jangka waktu

pengembalian investasinya adalah sebagai berikut:

Initial Investment

:

Rp. 7.752.500,-

Net Cash Flow Januari Net Cash Flow Februari Net Cash Flow Maret Net Cash Flow April
Elisa Ekafina ©

:Rp. 1.439.000 :Rp. 1.468.000 :Rp. 1.496.560 :Rp. 1.525.340
Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 23

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Net Cash Flow Mei Net Cash Flow Juni Net Cash Flow Juli Net Cash Flow Agustus Net Cash Flow September Net Cash Flow Oktober Net Cash Flow November Net Cash Flow Desember

:Rp. 1.554.120 :Rp. 1.583.000 :Rp. 1.611.680 :Rp. 1.640.460 :Rp. 1.669.240 :Rp. 1.698.020 :Rp. 1.726.800 :Rp. 1.755.580

Total Cash Flow Satu Tahun

:

Rp. 19.167.800,-

Dari perhitungan diatas, dapat dilihat bahwa cash flow selama setahun sudah dapat menutupi investasi yang dikeluarkan. Pada bulan Mei Cash Flow yang di dapatkan sudah mencapai Rp. 7.483.020, untuk itu dapat disimpulkan bahwa Pay Back Period dari proyek ini adalah 5 bulan 5 hari. Maka dapat dikatakan bahwa usaha ini layak dijalankan.  Metode Net Present Value (NPV). Menganalisis investasi dengan metode ini, memerlukan discount factor yang dicari dari biaya modal rata-rata tertimbang sebesar 15%. Perhitungan mencari discount factor disajikan di bawah ini:
Sumber dana:

Modal Sendiri Pinjaman Bank Total

: Rp. : Rp.

7.752.500 0

(100%) (0%) (100%)

: Rp. 7.752.500

Biaya Modal Pinjaman Bank:
Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 24

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

= Bunga Bank  (1 – taksiran pajak) = 18%  (1- 30%) = 12, 6%

Biaya modal sendiri diasumsikan: 15%

Selanjutnya dijelaskan mengenai perhitungan untuk mencari biaya modal ratarata tertimbang.
Komponen Modal Modal Sendiri Pinjaman Bank Proporsi 100% 0% Biaya Modal 15% 12, 6% Hasil 0.15 0 0,15

Biaya Penggunaan Modal Rata-rata Tertimbang

Setelah perhitungan diatas, nilai biaya penggunaan modal rata-rata tertimbang sebesar 15% ini dipakai sebagai discount factor untuk mencari nilai NPV seperti dijelaskan berikut ini:
Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Net Cash Flow Rp. 1.439.000 Rp. 1.468.000 Rp. 1.496.560 Rp. 1.525.340 Rp. 1.554.120 Rp. 1.583.000 Rp. 1.611.680 D. F (15%)
0.870 0.756 0.658 0.572 0.497 0.432 0.376

PV of Cash Flow Rp. 1.251.930 Rp. 1.109.808 Rp. 984.736,48 Rp. 872.494,48 Rp. 772.397,64 Rp. 683.856 Rp. 605.991,68

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 25

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Agustus September Oktober November Desember

Rp. 1.640.460 Rp. 1.669.240 Rp. 1.698.020 Rp. 1.698.020 Rp. 1.755.580 Total

0.327 0.284 0.247 0.215 0.187

Rp. 536.430,42 Rp. 474.064,16 Rp. 418.410,94 Rp. 365.074,63 Rp. 328.293,46 Rp. 8.403.487,89

Nilai sekarang aliran kas bersih : Rp. Investasi Awal : Rp.

8.403.487,89 7.752.500

NPV

: (Rp.

650.987, 89,-)

Oleh karena nilai NPV adalah positif, maka menurut kriteria ini usaha I Scream Ice Cream ini dikatakan layak.  Metode Profitability Index (PI). Perhitungan untuk mencari nilai profitability index untuk usaha es krim ini adalah sebagai berikut:

Nilai sekarang aliran kas bersih : Rp. Investasi Awal : Rp.

8.403.487,89 7.752.500

Rp. 8.403.487,89 PI = Rp. 7.752.500 = 1,08

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 26

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Oleh karena nilai PI > 1, maka menurut kriteria metode ini, usaha I Scream Ice Cream ini dikatakan layak.  Analisis Break Even Point (BEP). Untuk menentukan titik impas pada tahun 2008 dapat dihitung sebagai berikut ini:

Harga Jual (per liter) :  Soft Ice Cream  Hard Ice Cream Biaya variable:   Biaya Bahan Baku Ice Cream Soft Rp. 30.000 Rp. 40.000 Rp. 45.000

Biaya Bahan Baku Ice Cream Hard Rp. 35.000

Biaya Tetap:  Biaya Penyusutan Rp. 739.996

Total Biaya tetap a. Ice cream soft Rp. 739.996 Rp.40.000-Rp. 30.000 b. Ice cream hard Rp. 739.996 Rp.35.000-Rp. 45.000

Rp. 739.996

= 73.99 liter

= 73.99 liter

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 27

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

BAB VIII ASPEK EKONOMI, SOSIAL, DAN POLITIK

Informasi lingkungan luar perusahaan diperlukan untuk mengetahui seberapa jauh lingkungan luar tersebut memberikan peluang sekaligus ancaman bagi rencana bisnis, selainjuga untuk mengetahui apa saja yang dapat disumbangkan oleh proyek bisnis bagi lingkungan luar jika bisnis telah direalisasikan. Ini merupakan titik tolak untuk melakukan analisis. A. ASPEK EKONOMI Adanya usaha es krim ini maka akan membawa beberapa dampak terhadap ekonomi walaupun tidak secara signifikan, antara lain adalah: 1. Sisi Rencana Pembangunan Nasional Analisis manfaat proyek ditinjau dari sisi ini, dimaksudkan agar proyek dapat: a. Memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat Usaha es krim ini dalam event tertentu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar untuk membantu dalam proses pendistribusian atau dalam pembuatan es krim. tenaga kerja yang terserap akan mendapatkan kompensasi atas pekerjaanya, dengan demikian pendapatan tenaga kerja tersebut akan meningkat. Dan membuka lapangan pekerjaan yang luas. b. Menggunakan sumber daya lokal Dalam bahan baku pembuatan es krim ini diperlukan bahan baku sesuai dengan selera target pemasaran mereka. Pemilik bisnis mendapatkan harga yang lebih murah dan toko yang menjual pun mendapat pelanggan tetap sehingga kerjasama pun terjalin. c. Menghasilkan dan menghemat devisa Untuk bahan baku es krim, hanya satu memakai bahan import dari Italy, dan sisanya bahan adalah buatan lokal yang memiliki kualitas bagus. d. Menumbuhkan industri lain Sejak adanya usaha es krim ini, di daerah tersebut tercipta usaha lain yang menunjang penjualan es krim tersebut, yaitu toko kelontong yang khusus menjual bahan-bahan plastik dan tissue.
Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 28

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

e. Turut menyediakan kebutuhan konsumen dalam negeri sesuai dengan kemampuan Penjualan es krim ini pun sudah jelas, produk yang dihasilkan dikonsumsi oleh masyarakat sekitar penjualan, yakni orang dalam negeri. f. Menambah pendapatan nasional Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun. Seperti yang telah diketahui bahwa UKM memberikan kontribusi lebih dari 50% dalam Pendapatan Nasional. Dengan adanya I Scream Ice Cream maka pendapatan pemilik dan pekerja akan meningkat yang secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan nasional secara keseluruhan. 2. Sisi Distribusi Nilai Tambah Maksudnya adalah proyek yang dibangun memiliki nilai tambah. Dalam perhitungan ini diasumsikan bahwa proyek berproduksi dengan kapasitas normal. Setelah nilai tambah diketahui besarannya, nilai ini selanjutnya dapat didistribusikan.
Rp. 1000 75600 41943,6 33656,6 6600 27065,4 % 100% 55,50% 44,50% 8,70% 35,80%

Penerimaan Penjualan Biaya-biaya Nilai Tambah Kotor Biaya Depresiasi & Amortisasi Nilai Tambah Bersih

Dari perhitungan di atas,nilai tambah bersih adalah Rp. 270.654.000,-. Nilai ini selanjutnya didistri busikan kepada pihak tertentu dengan nilai tertentu pula.
Pihak yang menerima nilai tambah Pajak-pajak bagi pemerintah Gaji dan upah bagi karyawan Deviden bagi pemegang saham Kreditor/bank Jumlah Persentase Nilai 15,30% Rp. 4141006 33,30% Rp. 9.013.000 21,90% Rp. 5.930.000 29,50% Rp. 7.984.293 100% Rp. 27.065.400

Hasil diatas, menunjukkan bahwa bisnis I Scream Ice Cream meningkatkan kesejahteraan berbagai pihak.
Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 29

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

3. Sisi Nilai Investasi per Tenaga Kerja Penilaian ini menunjukkan apakah bisnis ini mampu meningkatkan kesempatan kerja. Model ini belum diterapkan di Indonesia, sehingga bisnis ini pun belum memakai perhitungan untuk ini. 4. Hambatan di Bidang Ekonomi Pelaksanaan pembangunan ekonomi terus dilaksanakan dalam rangka menaikkan atau paling tidak mempertahankan pendapatan yang telah dicapai.Pada bisnis I Scream Ice Cream, masih banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi, sehingga tidaklah mudah untuk melaksanakan pembangunan ekonomi, yang juga berdampak pada aspek sosial dan politik. Beberapa penghambat pembangunan itu antara lain seperti tertera di bawah ini. Iklim Tropis, menyebabkan terjadinya lingkungan kerja yang panas dan lembab sehingga menurunkan usaha atau gairah kerja manusia.Khususnya dalam musim hujan, penjualan es krim menurun 2 sampai 5%. Produktivitas Rendah, disebabkan oleh kualitas manusia dan sumber alam yang relative kurang menguntungkan. Besarnya ketimpangan distribusi pendapatan, keuntungan lebih banyak dimiliki oleh golongan tertentu. 5. Dukungan Pemerintah Instrumen kebijakan proteksi perdagangan banyak ragamnya, tetapi tujuannya tetap satu, yaitu menimbulkan distorsi pasar dalam artian mencegah adanya pasar persaingan bebas. Kebijakan langsung terhadap komoditi yang bersangkutan a. Kebijakan perdagangan luar negeri terdiri atas dua instrument, yaitu: instrumen tarif yang terdiri atas pajak impor, pajak ekspor, dan subsidi ekspor, serta pembatasan kualitatif, berupa syarat-syarat kesehatan, kualitas lingkungan, dan karantina.
Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 30

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

b. Kebijakan perdagangan dalam negeri    Pajak penjualan, retribusi, dan kewajiban pembayaran lainnya Pengaturan distribusi barang Pengaturan (stabilisasi) harga

c. Kebijakan produksi    Subsidi/pajak langsung bagi pemilik bisnis Perlindungan harga produksi dan sarana produksi es krim Pengaturan penggunaan sarana produksi es krim

Kebijakan tidak langsung Alat ukur yang digunakan adalah tingkat proteksi efektif (ERP = Effective Rate of Protection). Nilai tambah diukur sebagai selisih antara nilai produk akhir dengan nilai produk antara (sarana produksi diluar capital dan tenaga kerja). Dengan demikian ERP mengukur proteksi yang berasal dari distorsi harga produk maupun disorsi harga sarana produksi.

B. ASPEK SOSIAL Perusahaan hidup bersama-sama dengan komponen lain dalam satu tatanan kehidupan yang pluralitas dan kompleks, walau hendaknya selalu berada dalam keseimbangan. Salah satu komponen yang dimaksud adalah lembaga sosial, sehingga dalam rangka keseimbangan tadi, hendaknya perusahaan memiliki tanggung jawab sosial. 1. Perusahaan sebagai lembaga sosial Dalam usaha ini, selain membeli bahan baku dari produsen di tempat sekitar, mengolah menjadi bahan jadi, kemudian mendistribusikannya ke tempat-tempat tertentu, usaha es krim ini melaksanakan kegiatan seperti penyediaan lapangan kerja baru. 2. Perusahaan dalam masyarakat yang pluralistik a. Terpenuhinya permintaan dari masyarakat sekitar
Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 31

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Dengan adanya I Scream Ice Cream sendiri yang merupakan satu-satunya usaha es krim di tempat tersebut, maka secara tidak langsung I Scream Ice Cream dapat menjadi produsen bagi masyarakat yang berada di sekitar daerah tersebut. b. Membuka lapangan kerja baru Telah di jelaskan pada Aspek Sumber Daya Manusia bahwa I Scream Ice Cream dalam menjalankan usahanya memanfaatkan masyarakat sekitar untuk menjadi pekerjanya. Dengan demikian akan terjadi penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. c. Meningkatkan mutu hidup Tentunya dengan membuka lapangan kerja baru di lingkungan sekitarnya, bisnis I Scream Ice Cream mengurangi angka pengangguran. d. Pengaruh positif Bisnis es krim berpengaruh positif bagi lingkungan sekitar karena menyediakan tempat sampah sehingga konsumen aware terhadap kebersihan lingkungan mereka dan tidak membuang sampah sembarangan.

C. ASPEK POLITIK Politik di Indonesia tidak dapat terlepas dari hiruk pikuk suasana kampanye. Pada saat kampanye inilah penjualan pun meningkat karena banyak orang-orang yang beraktifitas out door. Hal inilah yang mempengaruhi I Scream Ice Cream, pada saatsaat seperti inilah permintaan akan meningkat lebih dari 5 kali lipat yang menyebabkan omset perusahaan juga meningkat. Jadi adanya proses politik membawa dampak positif dalam keuntungan perusahaan I Scream Ice Cream.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 32

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

BAB IX ASPEK LINGKUNGAN INDUSTRI

Aspek lingkungan industry mengarah kepada aspek persaingan di mana bisnis perusahaan berada. Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi persaingan, seperti ancaman pada perusahaan termasuk perusahaan itu sendiri perlu untuk diteliti guna studi kelayakan bisnis. A. ANCAMAN MASUK PENDATANG BARU Ada beberapa faktor penghambat pendatang baru masuk ke dalam suatu industry, yang disebut dengan Hambatan Masuk. Faktor-faktor yang dimaksud adalah sebagai berikut: Skala Ekonomi. pendatang baru berproduksi dengan skala kecil, maka mereka akan dipaksa berproduksi pada biaya per unit yang tinggi padahal perusahaan yang ada tengah berupaya pada skala produksi yang diperbesar dan proses produksi yang terus-menerus diefisiensikan sehingga harga per unit barang menjadi lebih rendah. Diferensiasi Produk. Diferensiasi yang menciptakan hambatan masuk memaksa pendatang baru untuk merebut pelanggan yang loyal pada perusahaan utama dengan biaya yang lebih besar dan biasanya dengan waktu yang lama. Diferensiasi yang dibuat oleh bisnis I Scream Ice Cream ini adalah pendistribusian es krim secara mobile dengan aneka ragam es krim dengan topping yang bervariasi. Kecukupan Modal. Jenis industri yang memerlukan modal besar merupakan hambatan yang besar bagi pemain baru. Akan tetapi dalam industry ini, I Scream Ice Cream membutuhkan modal yang tidak terlalu tinggi karena tidak diperlukan riset dan pengembangan secara eksplorasi. Biaya Peralihan. Hambatan masuk akan tercipta dengan adanya biaya peralihan pemasok, yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya. I Scream Ice Cream belum pernah mengalami biaya peralihan selama bisnisnya karena telah bekerja sama dengan pemasok produknya sejak awal bisnis ini berdiri. Akses ke Saluran Distribusi. Jalur distribusi sangat menentukan penyebaran produk. Perusahaan yang mempunyai jalur distribusi yang luas dan bekerja secara baik akan sangat menghambat masuknya produk baru ke dalam pasar. Saluran distribusi yang telah dimasuki oleh I Scream Ice Cream sulit untuk dimasuki oleh pebisnis lainnya, karena saluran tersebut relasi-relasi dan orang-orang dekat yang memiliki loyalitas yang tinggi. Ketidakunggulan Biaya Independen. Keunggulan biaya yang dipunyai oleh perusahaan yang sudah ada sulit ditiru oleh pendatang baru. Dalam bisnis I Scream Ice Cream kesulitan
Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 33

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

ditiru terdapat pada keunikan variasi es krim dan pendistribusian es krim yang berpindah tempat sehingga terkesan eksklusif. Peraturan Pemerintah. Pemerintah biasanya menerbitkan sejumlah aturan yang mengatur bidang-bidang tertentu seperti yang selalu diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. Tetapi dalam bisnis es krim yang dijalankan ini tidak ada hambatan yang menyusahkan karena semua dilakasanakan sesuai prosedur ketika mendaftarkan usahanya tersebut.

B. PERSAINGAN SESAMA PERUSAHAAN DALAM INDUSTRI Tingkat persaingan dalam industri ini dapat dikategorikan dengan tingkat persaingan yang rendah, sehingga intensitas persaingannya kecil. Jumlah Kompetitor. Jumlah kompetitor akan mempengaruhi tingkat persaingan. Kompetitor kuat I Scream Ice Cream adalah Dutch Ice Cream yang menjual es krim home made akan tetapi pesaing kuat ini tidak melakukan pendistribusian dan tidak memiliki variasi topping yang banyak seperti I Scream Ice Cream. Tingkat Pertumbuhan Industri. Pertumbuhan industri yang besar biasanya menyediakan sejumlah peluang bagi perusahaan untuk tumbuh bersama industrinya. Pertumbuhan bisnis I Scream Ice Cream dapat dikatakan berkembang dengan cepat dan bisa bermain dalam pangsa pasar pesaing. Karakteristik Produk. Seperti yang sering diberitahukan, bisnis es krim ini memiliki nilai tambah karena pendistribusiannya yang menggunakan mobil sehingga calon pembeli tertarik untuk membelinya dan disertai dengan produk dan topping yang bervariasi dan sesuai selera pembeli. Biaya Tetap yang Besar. Pada jenis industri yang mempunyai total biaya tetap yang besar, perusahaan hendaknya beroperasi pada skala ekonomi yang besar. Tetapi dalam bisnis ini, biaya tetap yang dimiliki bisnis es krim ini belum bisa dikatakan besar. Kapasitas. Kapasitas selalu berkorelasi dengan biaya produksi per unit. Penambahan fasilitas produksi belum dilakukan bisnis es krim ini karena belum ada tambahan yang terlalu dibutuhkan lagi. Hambatan Keluar. Hambatan keluar dalam bisnis ini sangat kecil, perusahaan dapat bebas untuk keluar tanpa mengalami kerugian yang cukup besar. Sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat persaingan dalam industri ini kecil.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 34

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

C. ANCAMAN DARI PRODUK PENGGANTI Perusahaan yang berada dalam satu industri bersaing pula dengan produk pengganti. Ancaman produk substitusi adalah kuat bilamana konsumen dihadapkan pada sedikitnya switching cost. Namun pada kenyataannya banyak industri yang serupa dengan yang dikeluarkan oleh I Scream Ice Cream tetapi diferensiasi membuat posisi I Scream Ice Cream menjadi kuat diantara produk sejenisnya.

D. KEKUATAN TAWAR MENAWAR PEMBELI (BUYERS) Karena konsumen bisnis ini adalah konsumen yang mempunyai sensitifitas harga yang tinggi, maka dalam hal ini pembeli mampu mempengaruhi perusahaan untuk memotong harga jika mereka membeli dalam jumlah yang besar. Dalam hal ini konsumen mempunyai posisi yang kuat.

E. KEKUATAN TAWAR MENAWAR (SUPPLIERS) Seperti yang telah disebutkan di atas, konsumen mempunyai sensitifitas harga yang tinggi sehingga dalam hal ini produsen tidak dapat bermain dengan harga, karena perubahan harga sedikit saja dapat menyebabkan konsumen lebih memilih produsen lain. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perusahaan mempunyai posisi yang lemah.

F. PENGARUH KEKUATAN STAKEHOLDER LAINNYA Kekuatan di luar perusahaan yang mempunyai pengaruh dan kepentingan secara langsung kepada perusahaan. Stakeholder yang dimaksud antara lain adalah pemerintah, serikat pekerja, lingkungan masyarakat, kreditor, pemasok, asosiasi dagang, kelompok yang mempunyai kepentingan lain, dan pemegang saham. Dalam bisnis ini, faktor yang mempengaruhi adalah lingkungan masyarakat, pemasok, dan kelompok tertentu yang memiliki pengaruh terhadap industri ini.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 35

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

BAB X ASPEK YURIDIS

A.

SIAPA PELAKSANA BISNIS Untuk menganalisis siapa pelaksana bisnis, yang akan dibahas adalah apakah bentuk badan usaha perusahaan tersebut dan yang kedua adalah individu-individu yang terlibat sebagai decision maker. 1. Bentuk Badan Usaha I Scream Ice Cream adalah perusahaan perseorangan. Jenis usaha ini adalah usaha yang dikelola oleh seseorang. Di satu pihak, ia menerima semua keuntungan perusahaan, di lain pihak ia juga menanggung semua resiko yang timbul dalam kegiatan perusahaan.

2.

Identitas Pelaksana Bisnis Ada beberapa sisi dari identitas pelaksana bisnis yang diteliti, yakni: Kewarganegaraan sponsor perlu diketahui. Dalam bisnis es krim ini, pemiliknya adalah orang Indonesia. Dengan diketahuinya kewarganegaaraan, pemerintah dapat memberikan peraturan yang tentunya berbeda dengan yang bukan berkewarganegaraan Indonesia. Informasi Bank yang mensponsori bisnis I Scream Ice Cream merupakan debitur pada bank lain. Dan telah diketahui, bahwa bank tersebut tidak memiliki keterlibatan lain seperti kemacetan pembayaran kredit atau yang lainnya. Keterlibatan pidana atau perdata si pemilik bisnis es krim telah diketahui, yakni bebas dari keduanya. Pemilik tidak menimbulkan gugatan ataupun tuntutan dari pihak manapun sehingga bisnis dapat berjalan lancar. Hubungan keluarga antara kedua pemilik di bisnis ini adalah suami-istri. Kebijakan mereka dalam mengatur keuangan telah diperiksa dan diketahui bahwa mereka mencampur hartanya.

B.

BISNIS APA YANG AKAN DILAKSANAKAN

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 36

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Perlu dikaji mengenai bisnis es krim ini, apakah dilarang atau tidak dari segi berikut: 1. Bidang Usaha I Scream Ice Cream telah dibangun sesuai dengan anggaran dasarnya dan sesuai dengan coorporate philosophy-nya yang tidak lain adalah sebagai pembuat dan penjaja es krim home made dengan berbagai topping menarik. 2. Fasilitas Fasilitas yang dimiliki oleh I Scream Ice Cream, seperti mesin pembuat es krim, van, freezer dan persediaan serta perlengkpan dan peralatan merupakan properti milik perusahaan. Pemilik membelinya dengan modal yang mereka miliki. 3. Gangguan Lingkungan Dalam proses membuat es krim, usaha ini tidak menimbulkan gangguan lingkungan karena tidak ada asap ataupun limbah yang dihasilkan. Begitu pula dengan kemasan. Pada setiap dan wilayah yang dikunjungi untuk berjualan, I Scream Ice Cream menyediakan beberapa tempat sampah untuk membuang cup ataupun tissue. 4. Pengupahan Gaji atau upah yang diberikan kepada karyawan I Scream Ice Creamadalah sesuai dengan yang telah mereka bicarakan pada saat wawancara atau perjanjian kerja. Bayarannya pun sesuai dengan standar dan tidak mengecewakan sehingga tidak adanya keresahan yang dirasakan karyawan terhadap usaha dimana ia bekerja.

C.

DI MANA BISNIS AKAN DILAKSANAKAN Karena berpindah-pindah tempat menggunakan van, lokasi bisnis yang dipilih oleh pemilik I Scream Ice Cream adalah tempat-tempat yang strategis dan memiliki banyak populasi seperti taman bermain, lapangan, sekolah, kampus atau pasar festifal. Pemilik I Scream Ice Cream mengatakan bahwa pada tempat seperti itulah banyak konsumen yang tertarik dengan es krim mereka, apalagi ketika mendatangi tempat baru. Untuk perencanaan wilayah, tempat yang dikunjungi I Scream Ice Creamadalah tempat-tempat yang tentu saja diizinkan untuk berdagang oleh pemerintah setempat dan I Scream Ice Cream sendiri telah mendapatkan izin untuk mendagangkan produknya secara berkeliling. Sedangkan status tanah yang dimiliki I Scream Ice

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 37

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Cream

pada

rumah

produksinya

merupakan

rumahnya

sendiri,

sehingga

kepemilikannya jelas.

D.

WAKTU PELAKSANAAN BISNIS Dalam kaitannya dengan waktu pelaksanaan bisnis, tinjauan aspek yuridis terhadap izin pelaksanaan proyek bisnis menjadi penting diteliti. Semua izin pendirian bisnis ini akan selalu diperpanjang sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan. I Scream Ice Cream mengikuti tiap-tiap aturan yang diberlakukan oleh pemerintah dalam berbisnis sehingga tidak ada akan menjadi masalah sendiri bagi pemilik perusahaan dan kelangsungan bisnis tersebut.

E.

BAGAIMANA CARA PELAKSANAAN BISNIS Dalam memenuhi kekurangan modal financial, perusahaan melakukan peminjaman uang kepada pihak bank sebagai alternatif memenuhi kebutuhan perusahaannya.

F.

PERATURAN DAN PERUNDANGAN Dalam berbisnis tentu tidak bisa lepas dari aturan-aturan. Peraturan dan
Undang-undang yang terkait dengan usaha ini adalah Undang-undang No. 8 tahun 1999

tentang perlindungan konsumen, Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Undang-undang No.22 Tahun 1999 tentang pemerintah daerah, Undang-undang No.9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil. 

Undang-Undang No.8 Tahun 1999 mengatur mengenai hak dan kewajiban konsumen, hak dan kewajiban pelaku usaha, berikut dengan sanksi hokum bagi pelaku usaha, larangan, dan sanksi hukumnya.

Undang-undang No.13 Tahun 2003 mengatur mengenai kompensasi pekerja, keselamatan dan kesehatan pekerja, berikut dengan pemberhentian. Hak dan kewajiban bagi pekerja maupun pelaku usaha juga diatur dalam undang-undang ini dan juga termasuk larangan dn sanksi hokum bagi pelaku usaha.

Undang-undang No.22 Tahun 1999 berkaitan mengenai perizinan untuk menjalankan proses produksi, berikut dengan penyelesaian perselisihan jika terdapat masalah dalam proses perizinan maupun dalam pelaksanaan produksi.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 38

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Usaha es krim ini termasuk ke dalam usaha kecil. Oleh karena itu, terkait dengan undang-undang No.9 Tahun 1995 disusun dengan maksud memberdayakan usaha kecil, mencangkup berbagai aspek pemberayaan usaha kecil tetapi tidak mengatur mekanisme internalnya. Di dalamnya tentang pengertian dan kriteria usaha kecil serta landasan, asas, dan tujuan. Selanjutnya, diperjelas dan dipertegas pula segi-segi yang mencangkup penumbuhan iklim usaha yang kondusif, pembinaan, pengembangan, pembiayaan dan penjaminan, kemitraan, koordinasi dan pengendalian, serta ketentuan pidana dan sanksi administratif. UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Republik Indonesia menjelaskan bahwa hak konsumen diantaranya adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan atau jasa; hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan; hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; dan sebagainya. Di Indonesia, dasar hukum yang menjadikan seorang konsumen dapat mengajukan perlindungan adalah:

Undang Undang Dasar 1945 Pasal 5 ayat (1), pasal 21 ayat (1), Pasal 21 ayat (1), Pasal 27 , dan Pasal 33.

Undang Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1999 No. 42 Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia No. 3821

Undang Undang No. 5 tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Usaha Tidak Sehat.

Undang Undang No. 30 Tahun 1999 Tentang Arbritase dan Alternatif Penyelesian Sengketa

Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2001 tentang Pembinaan Pengawasan dan Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 39

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Surat Edaran Dirjen Perdagangan Dalam Negeri No. 235/DJPDN/VII/2001 Tentang Penangan pengaduan konsumen yang ditujukan kepada Seluruh dinas Indag Prop/Kab/Kota

Surat Edaran Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri No. 795 /DJPDN/SE/12/2005 tentang Pedoman Pelayanan Pengaduan Konsumen

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 40

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

BAB XI ANTISIPASI RESIKO

Disamping sisi optimis suatu bisnis, diperlukan juga memandang sisi pesimisnya, yaitu resiko-resiko bisnis yang mungkin terjadi agar analisisnya menjadi berimbang. Menurut pendapat Silalahi (1997), resiko adalah: kesempatan timbulnya kerugian, probabilitas timbulnya kerugian, suatu ketidakpastian, penyimpangan actual dari yang diharapkan, probabilitas suatu hasil akan berbeda dari yang diharapkan. Resiko perusahaan dibagi dalam 2 tipe. Tipe pertama, dan yang lebih tradisional, adalah risiko yang sulit dikendalikan manajemen perusahaan, seperti resiko kebakaran karena hubungan pendek arus listrik dan penipuan oleh pihak-pihak tertentu. Tipe kedua adalah resiko yang dapat dikendalikan oleh manajemen perusahaan. A. RISIKO PADA ASPEK SDM 1) Risiko pada Pekerja Eksekutif dan Pekerja Inti Karena manajemennya diatur oleh seorang perempuan yang tidak lain adalah istri, bisa saja terlalu emosional dan moody sehingga masalah pribadi dibawa ke dalam perusahaan. Selain itu, hubungan suami – istri dapat merugikan jika terjadi perpecahan diantara keduanya sehingga perusahaan tidak berjalan dengan baik, adanya perebutan perusahaan atau lebih buruknya, tidak dijalankan lagi. 2) Risiko Menangani Karyawan Proses rekrutmen yang tidak formal karena karyawan yang diambil hanya dari orang sekitar yang memerlukan pekerjakan bisa menjadi masalah karena kebutuhan karyawan seperti tunjangan dan semacamnya tidak

dipertimbangkan karena karyawan tidak menetap. Bisa saja karyawan menuntut atau tidak merasa nyaman bekerja karena membutuhkan tunjangan.

3)

Risiko dalam Hubungan Industri dan Perselisihan Meskipun sudah ada perjanjian tak tertulis sebelumnya sampai kapan bekerja, terkadang karyawan ingin ada kontrak atau perjanjian secara tertulis. Tidak

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 41

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

adanya kontrak secara jelas, yang akan berdampak pada tidak maksimalnya kinerja karyawan dan menimbulkan keluhan di antara karyawan sehingga adanya perselisihan dan menimbulkan rasa iri ataupun dengki. Bayaran/upah yang minim dibawah UMR yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah juga dapat menimbulkan konflik antara karyawan dengan pemilik, dengan alasan perusahaan tidak memikirkan kesejahteraan konsumen. 4) Stres dan Pelayanan Kesehatan yang Buruk Karena merasa karyawannya tidak mengerjakan pekerjaan yang memberatkan, perusahaan es krim tidak menyiapkan asuransi kesehatan. Sedangkan kesehatan karyawan sangat penting karena berdampak selain pada diri karyawan itu sendiri, juga kepada perusahaan itu sendiri. 5) Etika Dengan mempekerjakan sumberdaya manusia yang tidak mempunyai pendidikan tinggi dan kecerdasan emosi yang tinggi akan memicu sikap-sikap yang terkadang kurang beretika terhadap para konsumen, seperti kurangnya sikap ramah karyawan terhadap konsumen a. Konflik di Dalam Bisnis Kecil kemungkinan adanya konflik dalam perusahaan es krim ini karena jika terjadi kecurangan, yang dirugikan adalah perusahaannya sendiri. Sehingga satu-satunya konflik yang muncul kemungkinan terjadi pada karyawan yang kurang beretika karena pendidikannya yang tidak tinggi. b. Perubahan Kultur Perusahaan Bisa dikatakan dalam poin ini kemungkinan adanya risiko sangatlah kecil karena hanya terdapat suami - istri sebagai pemilik dan karyawan yang tidak tetap untuk mengatur kebersihan.

B.

RISIKO PADA ASPEK KEUANGAN 1) Biaya Produksi yang Berlebihan Biaya produksi yang berlebihan yang disebabkan karena kenaikan BBM, menyebabkan naiknya harga bahan baku, yang berdampak pada sedikit penurunan kualitas produk. Dan penuntutan kenaikan upah oleh karyawan yang menuntut adanya kesejahteraan bagi kehidupannya.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 42

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

2)

Biaya Overheads yang Tinggi Menggunakan biaya overheads yang tinggi mangakibatkan laba kotor yang diterima menjadi lebih rendah.tetapi tindakan ini tidak dilakukan oleh perusahaan I Scream Ice Cream.

3)

Utang Pencegahan Utang dilakukan oleh I Scream Ice Cream demi mengurangi resiko akan ketidakmampuan membayarnya nanti. Penagihan Utang secara langsung dari perusahaan ke kreditor itu sendiri perlu dihindari. Tetapi dalam bisnis ini perusahaan tidak memberikan pinjaman sehingga tidak ada resiko dalam hal ini.

4)

Pinjaman yang Berlebihan Perusahaan meminjam uang kepada bank demi memenuhi kebutuhan modalnya. Perusahaan ini tidak meminjam secara berlebihan, meskipun kecil, tetapi risiko masih ada yang menyebabkan beban perusahaan terus bertambah, hilangnya kepercayaan dari bank jika tidak membayarnya.

C.

RISIKO PADA ASPEK PEMASARAN 1) Masalah Kebijakan Pemerintah   Kenaikan pajak tentunya menyebabkan kenaikan pajak kekayaan, terjadi inflasi dan turunnya permintaan es krim. Adanya peraturan pemerintah tertentu bisa saja membentur proses produksi ataupun penjualan bisnis eskrim ini. 2) Masalah Perubahan Permintaan di Pasar Karena selera konsumen akan suatu produk berubah-ubah, risiko munculnya bosan akan es krim pasti ada meskipun kecil. Maka dari itu perusahaan wajib memiliki prediksi dan terobosan baru sehingga konsumen memiliki loyalitas yang tinggi. 3) Perang Masalah Harga Saat perusahaan mengalami permintaan produk yang sedikit dan pengadaan inovasi yang rendah perusahaan pesaing mengeluarkan produk dengan tingkat harga sistem diskon yang memainkan keadaan psikologis para konsumen. 4) Pemalsuan

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 43

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

Dengan tidak mematenkan mereknya, perusahaan I Scream Ice Cream sangatlah rentan dengan adanya pemalsuan yang tentu saja merugikan perusahaan dan juga pelanggannya. 5) Performance Produk yang Rendah Kurangnya kinerja produk yang dapat membuat konsumen tertarik sangatlah penting. Jika pelayanan atau kinerja yang diberikan tidak memuaskan atau cenderung tidak memiliki perubahan, pelanggan akan cenderung

meninggalkan produk ini. 6) Promosi yang Kurang Baik Promosi yang kurang baik menyebabkan produk yang dihasilkan perusahaan tidak terlalu mengambil pangsa pasar yang luas, karena terbentur pada biaya yang dikeluarkan untuk melakukan promosi sehingga promosi yang dilakuakan terbatas. 7) Masalah Merek Kesalahan kecil yang ditimbulkan ketika mempersembahkan produk dengan merek yang dipilih kepada konsumen bisa membuat kecewa ekspektasi konsumen es krim tersebut. 8) Masalah Pengembangan Produk Posisi produk ketika mencapai tahap decline pada product life cycle membuat perusahaan pada tahap kritis. Sebaiknya I Scream Ice Cream memiliki roduk terbaru yang akan dikeluarkan sebelum mencapai thap itu. 9) Masalah Distribusi Distribusi yang berpindah-pindah menyebabkan konsumen tidak dapat menjangkau produknya ketika diinginkan. Sebaiknya perusahaan membuka stand di beberapa tempat yang memiliki pelanggan banyak sehingga memudahkan konsumen dan memberikan keuntungan pada perusahaan.

D.

RISIKO PADA ASPEK PRODUKSI/OPERASI Dalam proses produksi/operasi produk barang dan jasa cukup banyak risiko yang perlu diantisipasi. Risiko-risiko tersebut antara lain adalah: 1) Masalah Pemasok Kemacetan dan cuaca merupakan risiko yang tidak dapat dielakkan oleh perusahaan yang menyebabkan pemasok tidak dapat mengantarkan barang tepat pada waktunya.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 44

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

2)

Kerusakan Kualitas Lamanya es di salam freezer terkadang menbuat es menjadi semakin membeku dan tidak menarik dilihat ataupun dikonsumsi.

3)

Berkurangnya Daya Saing Tidak adanya keunggulan dan kinerja produk berisiko ditinggalkan oleh pasar potensial dan membuat perusahaan tidak dapat disejajarkan dengan perusahaan pesaing.

E.

RISIKO PADA ASPEK SISTEM INFORMASI 1) Berapa Nilai Data Anda di Komputer Tidak update-nya antivirus pada komputer dapat merugikan perusahaan sehingga tidak dapat menggunakan komputer untuk meng-update situs dan blog-nya. 2) Risiko Komputerisasi  Pencurian komputer. Keamanan yang tidak ketat dapat menyebabkan kehilangan komputer dan menyebabkan pemilik perusahaan tidak dapat mengolah data keuangan ataupun promosi di internet.  Pemakai yang tidak diizinkan mengakses komputer. Komputer yang tidak menggunakan kunci keamanan memudahkan orang-orang yang tidak diinginkan untuk mengakses komputer dan bisa saja menyalahgunakan serta mengakses rahasia perusahaan yang disimpan di komputer.  Penggunaan disket yang tidak diperiksa. Tidak adanya antivirus untuk memeriksa disket ataupun usb yang masuk ke dalam komputer menyebabkan tercopy-nya virus yang ada di disket tersebut yang dapat menghancurkan data-data perusahaan yang ada di komputer.  Kerusakan perangkat keras atau perangkat lunak. Tidak

melakukan install dengan benar pada komputer mengakibatkan hardware dan software pada komputer rusak.  Kesalahan pemakai. Ketidaktelitian pengguna komputer dalam pemakaian mengakibatkan kesalahan seperti ketidaksengajaan

terhapusnya data atau pemindahan file yang tidak pada tempatnya.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 45

Disclaimer: perusahaan ini fiktif, dibuat untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Beberapa gambar yang saya ambil adalah dari Big Ice Cream Truck dan fuckyeahicecream.tumblr.com

3)

Minimalisasi Risiko Komputerisasi Perusahaan baiknya mengaktifkan dan meningkatkan sistem keamanan pada komputernya, agar mengurangi risiko yang tidak diinginkan.

4)

Menetapkan Kebijakan Perusahaan I Scream Ice Cream perlu mengupdate system antivirus mereka, mem-back-up data-data penting perusahaan, dan memperhatikan siapa saja yang mengakses komputer mereka dengan member system keamanan bagi orang-orang yang terpercaya saja.

Elisa Ekafina ©

Studi Kelayakan Bisnis – I Scream Ice Cream | 46

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful