Pengertian spiritual Spiritualitas adalah hubungannya dengan Yang Maha Kuasa dan Maha pencipta, tergantung dengan kepercayaan

yang dianut oleh individu. Menurut Burkhardt (1993) spiritualitas meliputi aspek-aspek : 1) 2) 3) 4) Berhubungan dengan sesuatau yang tidak diketahui atau ketidakpastian dalam kehidupan, Menemukan arti dan tujuan hidup, Menyadari kemampuan untuk menggunakan sumber dan kekuatan dalam diri sendiri, Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri sendiri dan dengan yang maha tinggi.

Mempunyai kepercayaan atau keyakinan berarti mempercayai atau mempunyai komitmen terhadap sesuatu atau seseorang. Konsep kepercayaan mempunyai dua pengertian. Pertama kepercayaan didefinisikan sebagai kultur atau budaya dan lembaga keagamaan seperti Islam, Kristen, Budha, dan lain-lain. Kedua, kepercayaan didefinisikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan Ketuhanan, Kekuatan tertinggi, orang yang mempunyai wewenang atau kuasa, sesuatu perasaan yang memberikan alasan tentang keyakinan (belief) dan keyakinan sepenuhnya (action), harapan (hope), harapan merupakan suatu konsep multidimensi, suatu kelanjutan yang sifatnya berupa kebaikan, dan perkembangan, dan bisa mengurangi sesuatu yang kurang menyenangkan. Harapan juga merupakan energi yang bisa memberikan motivasi kepada individu untuk mencapai suatu prestasi dan berorientasi kedepan. Agama adalah sebagai sistem organisasi kepercayaan dan peribadatan dimana seseorang bisa mengungkapkan dengan jelas secara lahiriah mengenai spiritualitasnya. Agama adalah suatu sistem ibadah yang terorganisir atu teratur. Definisi spiritual setiap individu dipengaruhi oleh budaya, perkembangan, pengalaman hidup, kepercayaan dan ide-ide tentang kehidupan. Spiritualitas juga memberikan suatu perasaan yang berhubungan dengan intrapersonal (hubungan antara diri sendiri), interpersonal (hubungan antara orang lain dengan lingkungan) dan transpersonal (hubungan yang tidak dapat dilihat yaitu suatu hubungan dengan ketuhanan yang merupakan kekuatan tertinggi). Adapun unsur-unsur spiritualitas meliputi kesehatan spiritual, kebutuhan spiritual, dan kesadaran spiritual. Dimensi spiritual merupakan suatu penggabungan yang menjadi satu kesatuan antara unsur psikologikal, fisiologikal, atau fisik, sosiologikal dan spiritual. Kata spiritual sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Untuk memahami pengertian spiritual dapat dilihat dari berbagai sumber. Menurut Oxford English Dictionary, untuk memahami makna kata spiritual dapat diketahui dari arti kata-kata berikut ini : persembahan, dimensi supranatural, berbeda dengan dimensi fisik, perasaan

kerukunan. sesuatu yang suci. ada perubahan hidup. harapan. Setiap orang memiliki dimensi spiritual.atu pernyataan jiwa. pemikiran yang intelektual dan berkualitas. dan mempengaruhi seluruh aspek hidup manusia. inter.bu meidiana dwidiyanti . alam . orang lain. Dyson mengamati bahwa perawat menemukan aspek spiritual tersebut dalam hubungan dengan seseorang dengan dirinya sendiri. kekudusan. Para ahli keperawatan menyimpilkan bahwa spiritual merupakan sebuah konsep yang dapat diterapkan pada seluruh manusia. dan sistemkepercayaan (Dyson. Sedangkan berdasarkan etimologinya. ku lutip semua dari buku ibu kaprodi saya. Forman. Spiritual juga diartikan sebagai inti dari manusia yang memasuki dan mempengaruhi kehidupannya dan dimanifestasikan dalam pemikiran dan perilaku serta dalam hubungannya dengan diri sendiri. Cobb. Spiritual juga merupakan aspek yang menyatu dan universal bagi semua manusia. memotivasi. orang lain dan dengan Tuhan. Berdasarkan konsep keperawatan. adanya perasaan humor. penting. menggerakkan.dan Tuhan (Dossey & Guazetta. dan transpersonal. spiritual berarti sesuatu yang mendasar. 2000).. adanya perkembanga pemikiran danperasaan. dan berhubngan dengan organisasi keagamaan. Dimensi ini mengintegrasi. Menurut Reed (1992) spiritual mencakup hubungan intra.1997). dan mampu menggerakkan serta memimpin cara berpikir dan bertingkah laku seseorang. makna spiritual dapat dihubungkan dengan kata-kata : makna.

Banyak ahli filsafat. sosiologi. social budaya. psikologis maupun sosio budaya (1). kemauan. Kedua pengertian saling mempengaruhi dan pengertian yang satu hanya dapat dipahami dalam konteks pengertian yang lain. tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya. merupakan resultante dari 4 faktor(3)yaitu: 1. kedokteran. UU No.1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. Definisi sakit: seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis). Environment atau lingkungan. jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakanbagian integral kesehatan. dan sebagainya.PENDAHULUAN Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran. 2. Antara yang pertama dan kedua dihubungkan dengan ecological balance. Konsep sehat dan sakit sesungguhnya tidak terlalu mutlak dan universal karena ada faktor–faktor lain diluar kenyataan klinis yang mempengaruhinya terutama faktor social budaya. MASALAH SEHAT DAN SAKIT Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia. dan lain-lain bidang ilmu pengetahuan telah mencoba memberikan pengertian tentang konsep sehat dan sakit ditinjau dari masing-masing disiplin ilmu. g enetika. maka ia di anggap tidak sakit(2). . populasi penduduk. Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being . Walaupun seseorang sakit (istilah sehari -hari) seperti masuk angin. antropologi. pilek. Dan kesehatan yang demikian yang menjadi dambaan setiap orang sepanjang hidupnya. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik. biologi.23. dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Masalah sehat dan sakit merupakan proses yang berkaitan dengan kemampuan atau ketidakmampuan manusia beradap -tasi dengan lingkungan baik secara biologis. Behaviour atau perilaku. Tetapi datangnya penyakit merupakan hal yang tidak bias ditolak meskipun kadang –kadang bias dicegah atau dihindari. atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. perilaku.

Dari empat faktor tersebut di atas. menunjukkan model keseimbangan (equilibrium model) seseorang dianggap sehat apabila unsur-unsur utama yaitu panas dingin dalam tubuhnya berada dalam keadaan yang seimbang. Pada intinya paradigma sehat memberikan perhatian utama terhadap kebijakan yang bersifat pencegahan dan promosi kesehatan. ayurveda dosha.perbedaan suku bangsa dan budaya. proaktif antisipatif. Unsur-unsur utama ini tercakup dalam konsep tentang humors. Pada prinsipnya kebijakan tersebut menekankan pada masyarakat untuk mengutamakan kegiatan kesehatan daripada mengobati penyakit. dalam suatu wilayah yang berorientasi kepada peningkatan pemeliharaan dan perlindungan terhadap penduduk agar tetap sehat dan bukan hanya penyembuhan penduduk yang sakit. Pernyataan tentang pengetahuan ini dalam tradisi klasik Yunani. yin dan yang. dan kultural terhadap penyakit atau perasaan kurang nyaman (1). dengan illness dimaksud reaksi personal. Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif. dengan melihat masalah kesehatan sebagai masalah yang dipengaruhi oleh banyak faktor secara dinamis dan lintas sektoral. distribusi penduduk. peranan sakit dan peranan pasien sangat dipengaruhi oleh faktor -faktor seperti kelas social. Departemen Kesehatan RI telah mencanangkan kebijakan baru berdasarkan paradigma sehat (4). Telah dikembangkan pengertian tentang penyakit yang mempunyai konotasi biomedik dan sosio kultural(5). Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi. bergantung dari variable-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang berbeda di kalangan pasien. Dilihat dari segi sosio kultural terdapat perbedaan besar antara kedua pengertian tersebut. dan rehabilitatif. dan sebagainya. India. yaitu bahwa sakit merupakan satu keadaan atau satu hal yang disebabkan oleh gangguan terhadap sistem tubuh manusia. kuratif. Tingkah laku sakit. . kedua pengertian itu dinamakan penyakit. promotif. lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat. Pengertian sakit menurut etiologi naturalistik dapat dijelaskan dari segi impersonal dan sistematik. Maka ancaman kesehatan yang sama (yang ditentukan secara klinis). 4. interpersonal.3. Paradigma sehat adalah cara pandang atau pola piker pembangunan kesehatan yang bersifat holistik. Dalam bahasa Inggris dikenal kata disease dan illness sedangkan dalam bahasa Indonesia. Dengan disease dimaksudkan gangguan fungsi atau adaptasi dari proses-proses biologik dan psikofisiologik pada seorang individu. Cina. memberikan dukungan dan alokasi sumber daya untuk menjaga agar yang sehat tetap sehat namun teta p mengupayakan yang sakit segera sehat.

rohani. sedangkan pasien mengalami illness yang dapat disebabkan oleh disease illness tidak selalu disertai kelainan organic maupun fungsional tubuh. maupun kesejahteraan social seseorang.Para dokter mendiagnosis dan mengobati disease. yakni suatu keadaan yang berhubungan dengan keadaan badan atau kondisi tubuh kelainan-kelainan serta gejala yang dirasakan. apa yang disebut sehat dalam suatu kebudayaan belum tentu disebut sehat pula d alam kebudayaan lain. serta khusus pada interaksi antara beberapa aspek ini yang mempunyai pengaruh pada kesehatan dan penyakit. Masyarakat dan pengobat tradisional menganut dua konsep penyebab sakit. mental and social well -being. Cara hidup dan gaya hidup manusia merupakan fenomena yang dapat dikaitkan dengan munculnya berbagai macam penyakit. makanan (salah makan). WHO melihat sehat dari berbagai aspek (6). selain itu hasil berbagai kebudayaan juga dapat menimbulkan penyakit. Konsep sehat sakit yang dianut pengobat tradisional (Battra) sama dengan yang dianut masyarakat setempat. ketidak seimbangan dalam tubuh. nyaman. Dalam konteks kultural. and not merely the absence of disease or infirmity. wajar. WHO mendefinisikan pengertian sehat sebagai suatu keadaan sempurna baik jasmani. Tulisan ini merupakan tinjauan pustaka yang membahas pengetahuan sehat-sakit pada aspek sosial budaya dan perilaku manusia. Penyebab bersifat Naturalistik yaitu seseorang menderita sakit akibat pengaruh lingkungan. Penyakit sendiri ditentukan oleh budaya: hal ini karena penyakit merupakan pengakuan sosial bahwa seseorang tidak dapat menjalankan peran normalnya secara wajar. kebiasaan hidup. Di sini tidak dapat diabaikan adanya faktor penilaian atau faktor yang erat hubungannya dengan sistem nilai. Dalam kenyataannya tidaklah sesederhana itu. Dulu dari sudut pandangan kedokteran. Sebatas mana seseorang dapat dianggap sempurna jasmaninya? Oleh para ahli kesehatan. antropologi kesehatan di pandang sebagai disiplin biobudaya yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia. sehat harus dilihat dari berbagai aspek. . yaitu: Naturalistik dan Personalistik. termasuk juga kepercayaan panas dingin seperti masuk angin dan penyakit bawaan. KONSEP SEHAT SAKIT MENURUT BUDAYA MASYARAKAT Istilah sehat mengandung banyak muatan kultural. social dan pengertian profesional yang beragam. terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya sepanjang sejarah kehidupan manusia yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit. sehat sangat erat kaitannya dengan kesakitan dan penyakit. dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan gairah. Definisi WHO (1981): Health is a state of complete physical. Sehat bagi seseorang berarti suatu keadaan yang normal.

Hasil penelitian kualitatif dan kuantitatif atas nilai-nilai budaya di Kabupaten Soppeng. seseorang dinyatakan sakit kala u sudah tidak bisa bekerja. diare. keluarga sangat menolak anaknya didiagnosis kusta. rewel. roh. leluhur atau roh jahat). atau makhluk manusia (tukang sihir. tidak mau tidur. panas dingin. dalam kaitannya dengan penyakit kusta (Kaddala. Kusta telah dik enal oleh etnik Makasar sejak lama. Rasa rendah diri penderita dimulai dari rasa rendah diri keluarga yang merasa tercemar bila salah seorang anggota keluarganya menderita kusta. tukang tenung). Adanya istilah kaddala sikuyu (kusta kepiting) dan kaddala massolong (kusta yang lumer). Bagi orang dewasa. Sedangkan konsep Personalistik menganggap munculnya penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi suatu agen aktif yang dapat berupa makhluk bukan manusia (hantu. batuk-batuk. kurang darah. Dituduh berbuat dosa melakukan hubungan intim saat istri sedang haid bagi seorang fanatik Islam dirasakan sebagai beban trauma psikosomatik yang sangat berat(8).Bgs. hasil diskusi kelompok di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa anak dinyatakan sakit jika menangis terus. misalnya mengenai pengenalan kusta dan cara perawatannya. Pada penelitian Penggunaan Pelayanan Kesehatan Di Propinsi Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat (1990. tidak bisa berjalan. merupakan ungkapan yang mendukung bahwa kusta secara endemik telah berada dalam waktu yang lama di tengah-tengah masyarakat tersebut(8). tidak enak badan. mual. Ide yang bertujuan guna terciptanya moral yang agung di keluarga baru. bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti halnya orang yang sehat (7). berkembang menuruti proses komunikasi dalam masyarakat dan menjadi konsep penderita kusta sebagai penanggung dosa.Sedangkan sakit dianggap sebagai suatu keadaan badan yang kurang menyenangkan. tidak mau makan. Pengertian penderita sebagai akibat dosa dari ibu-bapak merupakan awal derita akibat leprophobia. mereka (kedua mempelai) akan terkutuk dan menderita kusta/kaddala. Orang tua. kata kaddala ikut tercakup di dalamnya. badan berkeringat. pusing. Disebutkan bahwa bila terjadi pelanggaran melakukan hubungan intim saat istri sedang haid. Menelusuri nilai budaya. dalam nasehat perkawinan orang-orang tua di sana. kurus kering.) di masyarakat Bugis menunjukkan bahwa timbul dan diamalkannya leprophobia secara ketat karena menurut salah seorang tokoh budaya. Sedangkan hasil diskusi kelompok di Nusa Tenggara Barat menunjukkan bahwa anak sakit dilihat dari keadaan fisik tubuh dan tingkah lakunya yaitu jika menunjukkan gejala . lemas.

Sakit mencret (diare). guna-guna. mempunyai pengetahuan yang menarik mengenai masalah sakit-sehat. Pengobatannya adalah dengan cara mengompres dengan es. atau sakit-sakit badan(9). Pada penyakit batin tidak ada tanda -tanda di badannya. Makanan yang diklasifikasikan ke dalam makanan panas dan dingin. makan dan tidur normal. supaya panasnya turun. Pada orang yang sehat. kehilangan nafsu makan. lemah. kuat bekerja. pantangan m akan. gerakannya lincah. ramuan-ramuan. Seorang pengobat tradisional yang juga menerima pandangan kedokteran modern. batuk pilek. tidak kuat bekerja. maunya tiduran atau istirahat saja. pijat. Untuk penyebab sakit yang ke tiga harus dimintakan bantuan dukun. atau masuk angin. labu putih yang dingin atau beli obat influensa. sering menangis dan tidak nafsu makan. Di Indramayu dikatakan penyakit adem meskipun gejalanya panas tinggi. tidur terganggu. kyai dan lain-lain. gatal.). Anak yang sakit ditandai dengan tingkah laku rewel. luka. penglihatan lemah. oyong. gigi bengkak. atau “kantong kering” (tidak punya uang). Penyakit tampek (campak) disebut juga sakit adem karena gejalanya badan panas. kena hujan. tetapi bisa diketahui dengan menanyakan pada yang gaib. Dengan demikian upaya penanggulangannya tergantung kepada kepercayaan mereka terhadap penyebab sakit. mencret. muntah -muntah. Sudarti (1987) menggambarkan secara deskriptif persepsi masyarakat beberapa daerah di Indonesia mengenai sakit dan penyakit. setan dan lain-lain. Penyebabnya adalah perubahan cuaca. dan badan lemah atau sakit. badan kuning. sulit makan. kaki dan perut bengkak. suhu badan normal. kerok. Selanjutnya masyarakat menggolongkan penyebab sakit ke dalam 3 bagian yaitu : 1. tidak dapat bekerja. . Karena pengaruh gejala alam (panas. salah makan. 3. dingin) terhadap tubuh manusia 2. masyarakat menganggap bahwa sakit adalah keadaan individu mengalami serangkaian gangguan fisik yang menim – bulkan rasa tidak nyaman. Supranatural (roh.misalnya panas. tidak mengeluh lesu. dapat digunakan obat-obatan. Beberapa contoh penyakit pada bayi dan anak sebagai berikut : a. penglihatan terang. dan bantuan tenaga kesehatan. Baginya. Sakit demam dan panas. sorot mata cerah. Untuk mengobati sakit yang termasuk dalam golongan pertama dan ke dua. arti sakit adalah sebagai berikut: sakit badaniah berarti ada tanda-tanda penyakit di badannya seperti panas tinggi. Orang dewasa dianggap sakit jika lesu. b.

anak dimandikan saat panas terik. Anderson. menaruh perhatian pada hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan alamnya. tetapi juga dapat disebabkan oleh kelainan emosional dan psikososial individu bersangkutan. pil Ciba dan lain lain. Ditinjau dari segi biologis penyakit merupakan kelainan berbagai organ tubuh manusia. makan udang. sedangkan dari segi kemasyarakatan keadaan sakit dianggap sebagai peny impangan perilaku dari keadaan sosial yang normatif. Faktor emosional dan psikososial ini pada dasarnya merupakan akibat dari lingkungan hidup atau ekosistem manusia dan adat kebiasaan manusia atau kebudayaan (11). makan makanan pedas. Sakit kejang-kejang Masyarakat pada umumnya menyatakan bahwa sakit panas dan kejang-kejang disebabkan oleh hantu. atau kesambet. KEJADIAN PENYAKIT Penyakit merupakan suatu fenomena kompleks yang berpengaruh negatif terhadap kehidupan manusia. Di Sukabumi disebut hantu gegep. anak meningkat kepandaiannya. Konsep kejadian penyakit menurut ilmu kesehatan bergantung jenis penyakit. yang menurut kepercayaan dapat mengisap penyakit. vektor. Di Indramayu ibu-ibu mengobatinya dengan membalur anak dengan asam kawak. ikan. susu ibu basi. makan kacang terlalu banyak. manusia dan lingkungannya. . Sakit tampek (campak) Penyebabnya adalah karena anak terkena panas dalam. c. Perilaku dan cara hidup manusia dapat merupakan penyebab bermacam-macam penyakit baik di zaman primitif maupun di masyarakat yang sudah sangat maju peradaban dan kebudayaannya. dan lain-lain. 1978) (12).Penyebabnya adalah salah makan. d. Secara umum konsepsi ini ditentukan oleh berbagai faktor antara lain parasit. encer. Penanggulangannya dengan obat tradisional misalkan dengan pucuk daun jambu dikunyah ibunya lalu diberikan kepada anaknya (Bima Nusa Tenggara Barat) obat lainnya adalah Larutan Gula Garam (LGG). Para ahli antropologi kesehatan yang dari definisinya dapat disebutkan berorientasi ke ekologi. meminumkan madu dan jeruk nipis atau memberikan daun suwuk. Oralit. Penyimpangan itu dapat disebabkan oleh kelainan biomedis organ tubuh atau lingkungan manusia. sedangkan di Sumatra Barat disebabkan hantu jahat. Larutan Gula Garam sudah dikenal hanya proporsi campurannya tidak tepat. Di Indramayu pengobatannya adalah dengan dengan pergi ke dukun atau memasukkan bayi ke bawah tempat tidur yang ditutupi jaring. tingkah laku penyakitnya dan cara-cara tingkah laku penyakitnya mempengaruhi evolusi kebudayaannya melalui proses umpan balik (Foster.

Perilaku sakit diartikan sebagai segala bentuk tin dakan yang dilakukan oleh individu yang sedang sakit agar memperoleh kesembuhan. membuka mata para dokter bahwa kebenaran ilmu kedokteran modern tidak lagi dapat dianggap kebenaran absolut dalam proses penyembuhan (13). Bagi masyarakat Dani di Papua. Persepsi masyarakat tentang sehat-sakit ini sangatlah dipengaruhi oleh unsur pengalaman masalalu di samping unsur sosial budaya. Ciri sel sabit sama sekali bukan ancaman. Bagi seorang dokter pendapat itu tidak masuk akal. yang diberi nilai -nilai tertentu. misalnya remaja merokok. interaksi dokter-perawat. bahkan merupakan karakteristik yang diing inkan karena memberikan proteksi yang tinggi terhadap gigitan nyamuk Anopheles. perilaku sakit (illness behavior) perbedaan antara illness dan disease. yaitu `mutih’ (ditambah vitamin seperlunya agar tidak kekurang an vitamin) sampai darahnya menjadi bersih kembali. penyakit dilihat dari sudut pasien. Menurut pasien penyakitnya disebabkan karena “darah kotor” oleh karena itu satusatunya jalan penyembuhan adalah dengan makan makanan yang bersih. peran dan karir seorang yang sakit (sick role). salah satu kasusnya sebagai berikut: Seorang perempuan yang sudah cukup umur reumatiknya diobati hanya dengan vitamin dan minyak ikan saja dan percaya penyakitnya akan sembuh. penjagaan kebugaran melalui olah raga dan makanan bergizi(14). model penjelasan penyakit (explanatory model ). perawatan kebersihan diri. termasuk pencegahan penyakit. Perilaku sehat diperlihatkan oleh individu yang merasa dirinya sehat meskipun secara medis belum tentu mereka betul-betul sehat. penyakit dapat merupakan simbol sosial positif. suatu perubahan evolusi yang adaptif. seperti tampak pada ciri sel-sabit (sickle-cell) di kalangan penduduk Afrika Barat. Etiologi penyakit dapat dijelaskan melalui sihir. tetapi juga sebagai akibat dosa. Sebaliknya petugas kesehatan berusaha sedapat mungkin . yang memberikan imunitas relatif terhadap malaria.Penyakit dapat dipandang sebagai suatu unsur dalam lingkungan manusia. keterkaitan antara symbol-simbol sosial dan risiko kesehatan sering tampak jelas. dokter-pasien. PERILAKU SEHAT DAN PERILAKU SAKIT Penelitian-penelitian dan teori-teori yang dikembangkan oleh para antropolog seperti perilaku sehat (health behavior). Simbol sosial juga dapat merupakan sumber penyakit. tetapi begitulah kenyataan yang ada dalam masyarakat. perawat-pasien. Sesuai dengan persepsi tentang sakit dan penyakit maka perilaku sakit dan perilaku sehatpun subyektif sifatnya. Dalam peradaban modern. sedangkan perilaku sehat adalah tindakan yang dilakukan individu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Suatu kajian hubungan antara psikiatri dan ant ropologi dalam konteks perubahan sosial ditulis oleh Rudi Salan (1994) berdasarkan pengalaman sendiri sebagai psikiater.

udara busuk. Misalnya penyakit akibat kutukan Allah. kebudayaan. Berikut ini contoh persepsi masyarakat tentang penyakit malaria. Persepsi kejadian penyakit yang berlainan dengan ilmu kesehatan sampai saat ini masih ada di masyarakat. adat istiadat.menerapkan kreter ia medis yang obyektif berdasarkan gejala yang tampak guna mendiagnosis kondisi fisik individu. makhluk gaib. tidak jauh dari mereka tinggal terdapat hutan lebat. . PENUTUP Cara dan gaya hidup manusia. Dalam beberapa hari penderita akan sembuh. kepercayaan bahkan seluruh peradaban manusia dan lingkungannya berpengaruh terhadap penyakit. dan muntah. Makanan pokok penduduk Papua adalah sagu yang tumbuh di daerah rawa -rawa. karena tergantung dari kebudayaan yang ada dan berkembang dalam masyarakat tersebut. Penyakit tersebut dapat sembuh dengan cara minta ampun kepada penguasa hutan. dan lainlain akan diganjar hukuman berupa penyakit dengan gejala demam tinggi. Air yang telah diberi ramuan dan jampi-jampi oleh dukun dan pemuka masyarakat yang disegani digunakan sebagai obat malaria. dibuat ramuan untuk di minum dan dioleskan ke seluruh tubuh penderita. dan sebagainya. Kajian mengenai konsekuensi kesehatan perlu memperhatikan konteks budaya dan sosial masyarakat. yang sering membawa serta penyakit baru yang belum dikenal atau perkembangan/perubahan penyakit yang sudah ada. Manusia mempunyai daya adaptasi terhadap lingkungan yang selalu berubah. Pada sebagian penduduk Pulau Jawa. Selain rawa-rawa. Secara fisiologis dan biologis tubuh manusia selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Persepsi masyarakat mengenai penyakit diperoleh dan ditentukan dari penuturan sederhana dan mudah secara turun temurun. tanaman berbisa. kemudian memetik daun dari pohon tertentu. menggigil. PERSEPSI MASYARAKAT Persepsi masyarakat mengenai terjadinya penyakit berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. membabat hutan untuk tanah pertanian. dapat turun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan bahkan dapat berkembang luas. Pelanggaran dapat berupa menebang. dulu penderita demam sangat tinggi diobati dengan cara menyiram air di malam hari. binatang. roh-roh jahat. Penduduk desa tersebut beranggapan bahwa hutan itu milik penguasa gaib yang dapat menghukum setiap orang yang melanggar ketentuannya. yang saat ini masih ada di beberapa daerah pedesaan di Papua (Irian Jaya).

Bina Peran Serta Masy. Antropologi Kesehatan.Jakarta. Nizar Zainal Abidin. VI (XVII):4 7.Penyakit. Dari Pendidikan Kesehatan ke Promosim Kesehatan. Planning for Health.Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. Cet. Profil Statistik Wanita. 1986. Kliemen. Departemen Kesehatan RI. Capra. Ujung Pandang. hal 13.7-8. Sudarti. Solita Sarwono. 31-36. Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Hasanuddin. Disajikan pada Lokakarya II tentan g Penelitian Pengobatan Tradisional. 4 8. Suatu kajian hubungan antara psikiatri dan antropologi dalam konteks perubahan sosial. 3. Apakah kusta ditakuti atau dibenci?. pertama.Hatta Swa sono. 1987 11. Jakarta 24 Agustus 1994. Arie Walukow. 1982 6.1986. Citra Alam dan Budaya. 15.. hal.KEPUSTAKAAN 1. 22-24 Februari 1993. Rudi Salan. 14. Profil Pengobat Tradisional di Indonesia. New York: Human Science Press. Laporan Penelitian Pengobatan Tradisional Daerah Bandung. WHO. . 1978 2.Rusli. Ciawi. 10. Cet. Dir. 1994. 12. Dalam:Lumenta B. hal. DirJen. dan Kaidah Sehat. 1997. Paradigma Sehat. 1989. Dari Nilai Budaya Bugi s di Sulawesi Selatan. 1992. Departemen Kesehatan RI..3. Disampaikan dalam Seminar Perilaku dan Penyakit dalam Konteks Perubahan Sosial.pertama Penerbit Kanisius. Tinjauan Fenomena Sosial. p. 1993. 5. Interaksi 2004. Ngatimin. HM. 1972. 1998. Pola Hidup Sehat. Developme nt Application of Social Change Theory. Priyanti Pakan. 13. 4. Loedin AA. Kerjasama Program Antropologi Kesehatan Jurusan Antropologi Fisip UI dengan Ford Foundation . MF. Gajah Mada University Press.Mas. 9. Sosiologi Kesehatan: beberapa konsep beserta aplikasinya. . The Otta wa Charter for Health Promotion. Ibu dan Anak di Indonesia. Blum HL. Biro Pusat Statistik. Interface Psikiatri Antropologi. hal. Pembinaan Kes. Jakarta: Percetakan Universitas Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful