TUGAS AKHIR HUKUM INTERNASIONAL “Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional Terhadap Penggunaan Cluster Bomb Dalam Kasus Israel

- Lebanon Periode 2006”

Oleh: Dane Charissa 0801508067 Hukum Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Hubungan Internasinal 08 B

1

Bagian I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Konflik Israel dan Lebanon terjadi pada tanggal 12 juli 2006.1 Konflik ini dimulai ketika Hizbullah (sebuah partai penting yang ada di lebanon) merasa tidak nyaman akan keberadaan tentara israel di Lebanon. Akhirnya Konflik ini mulai meluas ketika Hizbullah menyerang para tentara Israel yang ada di Lebanon. Hizbullah menyandera dua tentara Israel. 2 Karena penyandraan dua tentara Israel ini, pemerintah Israel tidak tinggal diam dan membuat keputusan untuk memberikan serangan militer ke Lebanon. Kasus ini sebenarnya konflik antara Hizbullah dan Israel saja,sedangkan Lebanon sebagai tempat kedua belah pihak ini berperang, karena Israel sebelumnya pernah perang dengan Lebanon pada tahun 1975 3, maka Israel pun membawa Lebanon dalam kasus ini. Hizbullah merupakan sebuah partai politik yang ada di Lebanon yang tidak menyukai tentara Israel yang ada di Lebanon. Hizbullah pun, menyandra dua tentara Israel bukannya tidak ada sebab, sebab hizbullah menyandra dua tentara Isarel itu karena ingin melakukan pertukaran sandra, Israel menyandra tentara Lebanon dan beberapa warga sipil Lebanon. Perperangan mulai lah terjadi, Israel menyerang Lebanon (bandara internasional Lebanon pada tanggal 13 juli 2006)4 dengan mengirimkan bom, lalu hizbullah pun membalas dengan mengirimkan bom ke Israel. Israel pun merasa terkejut atas keberanian hizbullah dengan penyerangan balik tersebut, akhirnya Israel pun membalas hizbullah dengan mengirim kan cluster bom sejenis bom yang bisa merusak daerah daerah pemukiman di Lebanon. Melihat konflik Israel dan Lebanon ini, membuat dunia berbicara melihat tingkah laku dari Israel. Konflik ini mulai terjadi dikarenakan keegoisan dari kedua belah pihak. Kedua belah pihak

1 Radio Nederland Wereldomroep. “Sejarah Konflik Lebanon bagian ketiga.” http://www3.rnw.nl/id/bahasaindonesia/article/sejarah-konflik-di-libanon-bagian-ketiga 2 Ibid 3 Ibid 4 Kompas .com.” Oposisi Lebanon Cabut Blokade atas Bandara.” http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/16/04070385/oposisi.lebanon.cabut.blokade.atas.bandara

2

tersebut adalah Israel dan hizbullah. Penyerangan bertubi tubi dari negara Israel ke Lebanon, mendapatkan banyak dampak diantaranya banyaknya warga sipil mati akibat perang ini, tempat tempat beribadah yang hancur karena perang ini. Hizbullah yang merupakan partai politik dari Lebanon,menyerang israel dikarenakan hizbullah tidak menyukai cara berperang tentara militer Israel. Israel pun menculik warga sipil Lebanon, yang merupakan orang orang sipil yang harus dilindungi. Melihat ini banyak pihak yang menginginkan perang ini berakhir. Perserikatan bangsa bangsa mengambil keputusan untuk membuat resolusi PBB untuk penyelesaian masalah Israel dan Lebanon ini. Tapi, banyak pihak yang meragukan resolusi ini akan menyelesaikan masalah kedua belah pihak. Pernyataan ini lah yang dikatakan oleh seorang diplomat dari eropa.5 Resolusi PBB ini menginginkan agar terjadi nya genjatan senjata untuk penyelesaian masalah ini, sayang nya kedua belah pihak yaitu israel dan hizbullah memiliki gengsi yang cukup tinggi. Kedua belah pihak tidak mau mengakui dan mengalah atas masalah ini. Beberapa belah pihak menjelaskan, bahwa perang Israel dan hizbullah ini memiliki kepentingan politik sendiri untuk kedua belah pihak. Permasalahan yang ada di dalam kasus ini adalah, cara berperang dari israel yang melanggar hukum perang atau hukum humaniter. Dalam kasus ini, Israel membalas hizbullah dengan menyerang negara Lebanon menggunakan cluster bom yang sangat membahayakan untuk penduduk setempat. Banyak warga sipil yang tidak berdosa,dan anak anak kecil yang seharusnya dilindungi tetapi mati sia sia karena serangan dari israel ini. Dalam perang Israel dan hizbullah ini, Israel memberikan serangan yang bertubi tubi terhadap Lebanon. Israel berfikir, bahwa hizbullah adalah sarang terorisme yang harus di beri pelajaran. Perang ini terlalu banyak memakan korban yang tidak berdosa, yang seharusnya bisa diminimalisirkan. Hanya karena keegoisan kedua belah pihak membuat banyak yang menderita.
5 Era Muslim.”Resolusi PBB Diragukan Mampu Hentikan Konflik IsraelLibanon.”http://www.eramuslim.com/berita/dunia/resolusi-pbb-diragukan-mampu-hentikan-konflik-israel-libanon.htm

3

B. Rumusan Masalah Mengapa penggunaan cluster bom itu memenuhi syarat sebagai pelanggaran, padahal ketika perang berlangsung belum ada konvensi yang melarang penggunaan cluster bom?

C. Kerangka Teori Hukum Humaniter Internasional (HHI) adalah sebuah hukum yang merupakan aturan aturan di dalam perjanjian internasional yang memiliki tujuan khusus yaitu menyelesaikan masalah masalah yang muncul dari konflik bersenjata, baik internasional ataupun non internasional.6 Hukum Humaniter Internasional sebelumnya disebut hukum bersenjata atau hukum perang.7 Hukum humaniter internasional tercakup di dalam dua konvensi yaitu, konvensi jenewa dan konvensi den haag.8 Hukum Humaniter internasional memiliki tujuan, yaitu menyelamatkan orang orang yang terluka atau meninggal ketika konflik perang itu terjadi. Hukum humaniter internasional juga memiliki aturan aturan yang harus dipatuhi oleh aktor aktor dalam peperangan tersebut. Aturan aturan yang dimaksud adalah, tidak boleh menyerang anak kecil, wanita, warga sipil dan orang orang yang tidak terlibat dalam konflik tersebut.9 Penyerangan hanya boleh dilakukan oleh aktor dalam perang tersebut, yaitu tentara militer yang memegang senjata. Tujuan pokok dari hukum humaniter internasional ini adalah bukan untuk menjadi sebuah kitab hukum yang mengatur “permainan perang”, melainkan untuk alasan-alasan perikemanusiaan guna mengurangi atau membatasi penderitaan individu-induvidu yang terlibat perang atau pun korban dari perang tersebut.10 Hukum Humaniter Internasional selain membahas mengenai hukum yang mengatur orangorang yang berperang,hukum humaniter juga mengatur tentang senjata senjata apa saja yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam berperang. Konvensi yang menjelaskan mengenai pelarangan pelarangan
6 International Committee of The Red Cross (ICRC) Delegasi Indonesia, penerjemah., Hukum Humaniter Internasional: Menjawab Pertanyaan Anda, Versi: Bahasa Indonesia (Geneva: ICRC, 2008), hlm.1 7 Ibid 8 Ibid 9 Ibid, halaman 2 10 J.G Starke, Pengantar Hukum internasional, Versi: Bahasa Indonesia.( Jakarta: Sinar Grafika, 2007) 728

4

dalam mengunakan senjata ada di konvensi jenewa, konvensi den haag, dan protokol tambahan 1925. Bisa dilihat bahwa tulisan ini bisa dipandang menggunakan paham liberalis. Liberalis adalah suatu kerangka hukum atau norma-norma yang ada di suatu negara yang memiliki tujuan untuk mengatur hubungan antar aktor dalam hubungan internasional tertama negara. Karena dengan adanya hukum internasional diyakini dapat menciptakan landasan bagi penyelesaian perselisihan antar negara melalui cara yang damai. Jadi,menurut kaum liberalis segala sesuatu itu ada aturannya yang harus diikuti oleh semua pihak dan harus dipatuhi oleh semua aktor-aktor yang ikut dalam aturan tersebut.

Bagian II 5

PEMBAHASAN D. Sejarah Perang Israel dan Lebanon Perang antara Israel dan hizbullah, bukanlah perang yang terjadi pertama kali. Sebelum nya pernah terjadi pada tahun 1975.11 Perang yang terjadi pada tahun 1975, disebabkan karena banyak banyaknya warga Palestina di Lebanon. Warga Palestina merasa cocok dengan pemerintahan di Lebanon, warga Palestina menemukan kesamaan dengan warga islam Lebanon. Padahal ketika tahun 1975,Israel sedang perang dengan Palestina,karena hal ini lah Israel menyerang Lebanon. Konflik pada tahun 1975 ini, tidak lah berhenti begitu saja konflik terus berlanjut di antara Israel dan Lebanon. Akhirnya, karena merasa banyak warga Lebanon yang tidak menyukai tentara tentara Israel yang bermukim di Lebanon, pemerintahan Lebanon membuat sebuah partai penting yang memiliki tujuan untuk mengusir Israel dari Lebanon.12 Partai tersebut adalah hizbullah, perang terus berlanjut antara Israel dan Hizbullah. Pada tahun 1983 terjadi perang suriah,13 dimana perang tersebut sudah hampir memberikan penyelesaian untuk kedua belah pihak. Dimana pada tahun 1985 Israel sudah menarik habis

pasukannya dari Lebanon. Perang antara Israel dan Lebanon ini baru usai ketika tahun 1990, dan menyebabkan jatuhnya korban yang cukup banyak. Setelah perang usai pada tahun 1990, Lebanon mulai menata kembali sistem pemerintahan nya, dan pada tahun 2004 PBB mengeluarkan resolusi yang menyatakan, bahwa Lebanon diberikan kedaulatan penuh dan tidak ada campur tangan dari pihak asing.14 Pada tahun 2006, konflik mulai terjadi lagi antara Israel dan hizbullah, hal ini disebabkan penyerangan Israel ke Palestina, yang membuat geram Hizbullah. Karena aksi dari Israel ini, hizbullah bertindak dengan menyerang Israel dan menyulik dua pasukan militer nya. Menurut Israel tindakan
11 Radio Nederland Wereldomroep. “Sejarah Konflik Lebanon bagian ketiga.” http://www3.rnw.nl/id/bahasaindonesia/article/sejarah-konflik-di-libanon-bagian-ketiga 12 Ibid 13 Ibid 14 Ibid

6

yang dilakukan oleh hizbullah sudah pernyataan perang. Walaupun pemerintahan beirut, menyatakan penyerangan hizbullah ke Israel bukan lah tanggung jawab dari Lebanon.15 Israel tidak memperdulikan tanggapan itu, Israel pun menyerang bendara internasional lebanon pada tanggal 13 juli 2006.16 Serangan balasan pun dilakukan oleh hizbullah, Israel hanya akan menghentikan serangan nya jika hizbullah membebaskan dua prajurit perang Israel. Sayangnya hizbullah tetap gigih menahan sandra yang telah mereka culik itu. Dari segi militer Israel memiliki persenjataan yang cukup kuat, karena Israel bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk masalah persenjataan. Senjata yang digunakan oleh Israel bukan lah senjata yang biasa. Israel mengirim serangan balasan ke Lebanon dengan mengunakan senjata yang bernama cluster bom. E. Cluster Bom Cluster bom adalah sejenis senjata pemusnah yang bersifat sangat berbahaya untuk warga sipil. Cara kerja dari senjata ini adalah, senjata ini akan terbagi menjadi kecil seukuran bola tenis jika diluncurkan mengenai sasaran, dan cluster bom akan menjadi ranjau darat secara otomatis dan akan meledak jika bersentuhan dengan suatu benda termasuk manusia yang sedang berjalan dan lain-lain.17 Cluster bom sendiri merupakan salah satu jenis senjata pembunuh masal yang pengunaan nya dilarang oleh Hukum Humaniter internasional18 karena, dapat menimbulkan dampak yang sangat besar. Hukum humaniter sendiri adalah hukum sebuah hukum yang merupakan aturan aturan di dalam perjanjian internasional yang memiliki tujuan khusus yaitu menyelesaikan masalah masalah yang muncul dari konflik bersenjata, baik internasional ataupun non internasional.19 Hukum Humaniter Internasional sebelumnya disebut hukum bersenjata atau hukum perang.20
15 Radio Nederland Wereldomroep. “Sejarah Konflik Lebanon bagian ketiga.” http://www3.rnw.nl/id/bahasaindonesia/article/sejarah-konflik-di-libanon-bagian-ketiga 16 Kompas .com.” Oposisi Lebanon Cabut Blokade atas Bandara.” http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/16/04070385/oposisi.lebanon.cabut.blokade.atas.bandara 17 World Service Indonesian Radio.” Bom Tandan: Contoh Nyata Senjata Pemusnah Massal.” http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&task=view&id=3322&Itemid=27 18 Hidayahtullah.com.” Israel Gunakan Bom Cluster Melawan Hizbullah.” http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/2581-israel-gunakan-bom-cluster-melawan-hizbullah.html 19 International Committee of The Red Cross (ICRC) Delegasi Indonesia, penerjemah., Hukum Humaniter Internasional: Menjawab Pertanyaan Anda, Versi: Bahasa Indonesia (Geneva: ICRC, 2008), hlm.1 20 Ibid

7

Hukum Humaniter internasional memiliki tujuan, yaitu menyelamatkan orang orang yang terluka atau meninggal ketika konflik perang itu terjadi. Penyerangan hanya boleh dilakukan oleh aktor dalam perang tersebut, yaitu tentara militer yang memegang senjata. Tujuan pokok dari hukum humaniter internasional ini adalah bukan untuk menjadi sebuah kitab hukum yang mengatur “permainan perang”, melainkan untuk alasan-alasan perikemanusiaan guna mengurangi atau membatasi penderitaan individu-induvidu yang terlibat perang atau pun korban dari perang tersebut.21 Dari pengertian Hukum humaniter internasional diatas dapat dilihat, bahwa sebuah perang ada aturannya dan ada metode nya yang harus dipatuhi oleh semua actor dalam perang tersebut. Hukum humaniter internasional juga membatasi penggunaan senjata, termasuk penggunaan senjata yang memiliki efek yang sangat luas terhadap korban. Cluster bom sendiri merupakan senjata yang termasuk criteria pelanggaran hokum humaniter internasional. Sebenarnya cluster bom sebuah senjata pencari panas yang dikembangkan sejak dua dekade lalu. Senjata ini tadinya dirancang untuk menghadapi tank-tank Soviet.22 Versi aslinya dibuat untuk bisa dijatuhkan dari pesawat terbang rendah dalam rangka menghindari radar. Bom ini dirancang ulang agar mampu dijatuhkan dari ketinggian yang lebih untuk menghindari peluru-peluru anti pesawat. Cluster bom sendiri adalah senjata kontroversial karena potensinya menimbulkan kerusakan total dan tidak pandang bulu di area yang luas.23 Senjata ini tidak hanya menghancurkan satu objek yang akan diserang saja, tetapi bisa menghancur kan berbagai objek yang di dekat nya. Bayangkan, seberapa kuat nya senjata ini dan apabila digunakan dalam perang dan akan menewaskan anak-anak kecil yang tidak bersalah dan tidak mengerti akan perang. Senjata ini sudah memenuhi syarat untuk masuk ke dalam pelanggaran senjata yang ada di dalam hukum humaniter internasional apalagi, israel menggunakan senjata ini bukan hanya untuk menyerang hizbullah saja, tetapi menyerang warga sipil, tempat-tempat
21 J.G Starke, Pengantar Hukum internasional, Versi: Bahasa Indonesia.( Jakarta: Sinar Grafika, 2007) 728 22 Hidayattullah.com.”Israel Gunakan Bom Cluster Melawan Hizbullah .”http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/2581-israel-gunakan-bom-cluster-melawan-hizbullah.html 23 Hidayattullah.com.”Israel Gunakan Bom Cluster Melawan Hizbullah .”http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/2581-israel-gunakan-bom-cluster-melawan-hizbullah.html

8

beribadah lainnya. Penyerangan yang dilakukan oleh israel itu sudah melanggar hukum humaniter internasional. Seharusnya ketika sebuah negara sudah memutuskan untuk mengambil jalan perang untuk penyelesaian masalah, negara tersebut harus bisa berusaha untuk mematuhi hukum humaniter internasional yang berlaku di dunia internasional. Senjata yang seharusnya digunakan dalam metode perang, tidak boleh melebih aturan aturan dari hukum humaniter internasional. Buat lah sebuah perang bisa diselesaikan dengan sportif tanpa harus ada nya penyerangan dengan menggunakan senjata mematikan yang sangat berbahaya untuk warga sipil. Sangat miris jika dilihat dari segi kemanusiaan, memang militer harus lah kuat, tapi setiap perang ada aturan main yang harus dipatuhi oleh negaranegara atau aktor-aktor dalam perang tersebut. Hal ini termasuk ke dalam dampak yang menyebar luas. Kriteria dari hukum humaniter internasional mengenai pelarangan senjata adalah, senjata tersebut tidak boleh memiliki efek yang panjang ke korban seperti gas fosfor yang tidak boleh digunakan dalam berperang karena akan membuat penderitaan yang panjang. Efek jangka panjang yang dimaksud adalah, cluster bom memberika rasa tidak aman setelah perang usai, dikarenakan senjata ini secara otomatis berubah menjadi ranjau darat dan menelan banyak korban terutama anak-anak yang mengira senjata itu adalah mainan. Kedua, tidak boleh menggunakan senjata yang bisa menghancurkan desa-desa atau wilayah milik warga sipil suatu negara. Senjata ini memiliki efek yang luas, dimana senjata tidak bias meminimalisirkan kekuatan senjata nya, karena senjata ini diluncurkan dari udara, karena diluncurkan dari udara ini lah yang membat senjata ini bias merusak tempat-tempat orang sipil. Dampak dari senjata ini cukup lah besar, banyak korban yang berjatuhan akibat senjata ini. Senjata ini lah yang digunakan oleh israel ketika membalas serangan dari hizbullah. Cluster bom termasuk kedalam senjata yang melanggar ketentuan berperang dalam hukum humaniter. Hal ini disebabkan karena, cluster bom memiliki dampak yang memberikan penderitaan jangka panjang 9

terhadap korban, dan senjata ini juga bisa secara otomatis berubah menjadi ranjau darat. Selain itu cluster bom, juga dapat menimbulkan serangan yang membabi buta terhadap objek yang diserang. Ketika perang israel lebanon ini, cluster bom memang belum dilarang oleh pemerintah internasional dan belum ada konvensi internasional yang melarang menggunakan senjata ini untuk berperang. Tetapi, cluster bom memenuhi syarat sebagai senjata yang melanggar hukum humaniter internasional. Banyak perang yang terjadi di dunia ini, tanpa mematuhi aturan perang yang telah ada, para pelaku dalam perang hanya berfikir kepentingan nasional negara mereka sendiri. Israel hanya mementingkan urusan negara nya saja, dan tidak mengikuti aturan main dalam berperang dan menggunakan senjata yang seharusnya tidak boleh digunakan. Cluster bom menjadi perhatian dunia, ketika Israel mengunakan nya ke Lebanon, karena menurut bada palang merah internasional cluster bom, sudah melanggar hukum humaniter internasional yang membuat banyak nya korban sipil meninggal. Seharusnya Israel bisa berfikir dengan bersifat manusiawi, jangan bertindak gegabah dengan kegegoisan negara sendiri. Alasan dari Israel sebenarnya hanya ingin dua prajurit yang jadi tawanan dari hizbullah dibebaskan, seharusnya tidak perlu menggunakan hard power untuk penyelesaian masalah ini, karena masalah ini masih bisa diselesai kan dengan cara soft power. Penggunaan senjata cluster bom membuat warga sipil banyak yang tewas dan israek pun terbukti bersalah menggunakan senjata ini dalam metode berperang, walaupun belum ada perjanjian yang menyatakan cluster bom ini dilarang, tetapi israel harus bisa memilih senjata yang jauh lebih aman untuk digunakan dalam lingkungan warga sipil di Lebanon. Seharunya Israel bisa menggunakan peraturan hukum humaniter internasional dalam pemilihan senjata yang digunakan dalam metode berperang dengan hizbullah. Lagi pula, permasalahan ini hanya sebatas antara Israel dan hizbullah sebagai pertai politik di Lebanon yang menentang cara militer yang dilakukan Israel ke Palestina. 10

Israel seharusnya bisa berdiplomasi dengan baik dengan hizbullah, tanpa harus menyerang negara Lebanon dengan cluster bom yang sangat berbahaya itu. Hal ini lah yang disayangkan oleh beberapa pihak, terutama organisasi-organisasi palang merah internasional yang mengurus korban dan melihat betapa kejamnya menggunakan cluster bom dalam berperang itu. Seharusnya cluster bom sudah termasuk ke dalam senjata yang dilarang digunakan dalam metode perang. Pada tahun 2006 ketika Israel dan Lebanon berperang, cluster bom masih diperbolehkan digunakan dalam metode perang. Tetapi,jika diperhatikan dan diselediki baik-baik cluster bom bukanlah senjata yang layak pakai untuk menyerang sebuah objek perang. Cluster bom memiliki dampak yang sangat luas, yang sangat berbahaya bagi warga sipil, walaupun hanya digunakan untuk satu sasaran saja, tapi senjata ini jika sudah diluncurkan dari helikopter atau pesawat militer Israel, senjata ini akan meledak di udara, dan serpihannya itu bisa membuat ledakan yang cukup besar di daratan, bahkan senjata itu bisa tetap aktif sebagai ranjau dan sangat berbahaya jika terinjak dan tesentuh.24 Banyak dari cluster bom yang tak meledak di darat. Ini menyebabkan ladang ranjau yang dapat meledak setiap saat. Menurut data Handicap International, sekira 100.000 orang lumpuh dan meninggal akibat cluster bom sejak perang Korea 1965.25 Sebanyak 98 persen korban, merupakan penduduk sipil.Lebih dari seperempat korban merupakan anak-anak yang menggap pecahan bom itu mainan atau logam.26 Ketika perang Israel Lebanon ini berlangsung, cluster bom belum dilarang di sebuah konvensi internasional. Tetapi,karena dampak dari senjata ini tidak bisa diminimalisirkan maka membuat banyak nya korban dari pihak sipil,anak-anak,wanita,dan tempat tempat beribadah yang hancur akibat senjata ini maka, para organisasi palang merah internasional banyak yang memberi laporan ke PBB atas pelanggaran yang dilakukan oleh Israel. Senjata ini memang belum dilarang pemakaian nya ketika perang ini berlangsung, tetapi secara tidak langsung cluster bom sudah termasuk ke dalam kriteria
24 Okezone.com.”100 Negara Tandatangani Pakta Antibom Cluster.”http://international.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/03/18/170314/100-negara-tandatangani-pakta25 Okezone.com.”100 Negara Tandatangani Pakta Antibom Cluster.”http://international.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/03/18/170314/100-negara-tandatangani-pakta26 Ibid

11

senjata yang tidak boleh digunakan dalam suatu pertempuran. Seharusnya Israel mematuhi dan paham akan ketentuan ketentuan persenjataan yang ada di dalam hukum humaniter internasional. Ketentuanketentuan persenjataan atau aturan dalam berperang sudah dibahas di dalam hukum den haag. Hukum den haag secara garis besar membahas mengenai, cara, metode persenjataan dalam berperang.27 Hukum den haag bertujuan untuk membatasi senjata apa saja yang boleh dan tidak boleh dipergunakan, hukum den haag dan hukun jenewa saling berkesinambungan, kedua hukum ini memiliki tujuan yang sama yaitu, meminimalisir korban akibat perang, dan melindungi orang-orang sipil. Ketentuan-ketentuan persenjataan dibahas dalam konvensi jenewa 10 oktober1980. Konvensi ini membahas mengenai pelarangan atau pembatasan senjata konvensional tertentu yang dapat menimbulkan luka bakar atau serangan yang membabi buta. Dari pernyataan konvensi jenewa ini, bisa dilihat cluster bom secara tidak langsung melanggar hukum humaniter karena, cluster bom menyebabkan serangan yang membabi buta dan bukan hanya satu objek saja yang akan hancur tetapi semua objek yang di dekat nya. Cluster bom sendiri senjata yang akan sangat berbahaya jika digunakan dalam berperang, karena dapat mengancam warga sipil. Sedangkan dalam hukum humaniter internasional warga sipil tidak boleh diserang,justru harus dilindungi. Hal ini lah, yang membuat cluster bom termsuk ke dalam senjata yang tidak boleh digunakan. Selain dampak serangan yang membabi buta, cluster bom bisa juga menjadi ranjau darat yang sangat berbahaya. Sampai saat ini, di daerah bekas perang Israel dan Lebanon ini masih banyak ditemukan peluru-peluru dari cluster bom yang belum meledak. Walaupun perang telah usai bertahun-tahun tapi, senjata ini tetap saja aktif jika berada di dalam tanah. Senjata ini termasuk jenis ranjau darat, dan perlarangan mengenai senjata sejenis seperti ini ada di dalam konvensi jenewa 10 oktober 1980 (protokol II), yang menjelaskan pembatasan penggunaan ranjau darat, dan alat sejenis lainnya dan alat alat yang bisa menimbulkan dampak terhadap warga sipil.
27 ICRC.org. “International Humanitarian Law - Treaties & Documents. “http://www.icrc.org/IHL.nsf/52d68d14de6160e0c12563da005fdb1b/1d1726425f6955aec125641e0038bfd6

12

Dari perang lebanon dan israel, banyak korban yang berjatuhan karena cluster bom ini, pihak Israel selalu membantah melakukan penyerangan terhadap pihak sipil tetapi, Israel melakukan penyerangan selalu dengan cara membabi buta, tanpa memandang peraturan peraturan yang ada di dalam hukum humaniter internasional. Israel menggunakan senjata ini dalam menyerang Lebanon merupakan pilihan yang sangat kejam, Israel secara tidak langsung sudah melanggar hukum humaniter internasional yang telah ditetapkan oleh organisasi organisasi internasional. Menurut beberapa organisasi internasional seperti ICRC dan lain-lain menyimpulkan bahwa Israel telah melanggar dua hukum, yaitu konvensi jenewa IV 1949 dan konvensi den haag 1899-1907. Konvensi jenewa IV 1949 berisi menjelaskan bahwa orang sipil harus dilindungi,penyerangan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran dari hukum humaniter internasional.28 Harus ada pembatasan dalam menggunakan senjata agar dapat meminimalisirkan jatuh nya korban. Dalam konvensi ini dapat dilihat, dalam kasus Israel dan Lebanon, Israel telah melanggar karena menggunakan senjata cluster bom tersebut. Cluster bom senjata yang tidak bisa meminimalisirkan jatuhnya korban, hal tersebut bisa dilihat banyak nya jatuhnya korban dari warga sipil di lebanon yang seharusnya bisa dicegah dengan menggunakan senjata yang jauh kecil lingkup penyerangan nya. Dalam hal ini cluster bom sudah termasuk ke dalam kriteria pelanggaran terhadap warga sipil. Pelanggaran ini bisa dijadikan pertimbangan untuk melarang cluster bom dalam perang. Pelanggaran yang dilakukan israel berdasarkan hukum humaniter internasional berada di dalam konvensi den haag 1899-1907. Dalam konvensi ini mejelaskan tentang larangan perang dengan menggunakan senjata yang di lempar dari balon udara dan bersifat bahan peledak.29 Dari konvensi ini bisa dilihat juga, bahwa cluster bom telah termasuk ke dalam pelanggaran persenjataan yang dilanggar oleh israel terhadap lebanon. Israel menyerang lebanon melalui serang dari udara, melalui helikopter,

28 Avalon.law.”Convention (IV) Relative to the Protection of Civilian Persons in Time of War, August 12, 1949.” http://avalon.law.yale.edu/20th_century/geneva07.asp 29 Avalom.law.”Prohibiting Launching of Projectiles and Explosives from Balloons (Hague, IV); July 29, 1899 .” http://avalon.law.yale.edu/19th_century/hague994.asp

13

dan melucurkan cluster bom tersebut ke wilayah-wilayah yang menurut israel pantas untuk diserang. Dalam konvensi ini memang belum diperbarui ketika perang ini terjadi, tetapi senjata ini termasuk ke dalam bahan peledak yang memiliki efek yang sangat berbahaya untuk warga warga di lebanon. Akibat dan dampak dari serangan cluster bom ini, banyak tempat dan warga sipil yang meninggal termasuk beberapa anggota PBB yang meninggal akibat serang cluster bom ini. Sejumlah ahli bom menyatakan, israel menjatuhkan 1,2 juta bom di lebanon. 30 Setelah diteliti banyak sisa cluster bom yang belum meledak dan bersifat seperti ranjau darat yang akan meledak jika bersentuhan. Setelah perang usai masih banyak korban yang berjatuhan akibat cluster bom ini. Bayangkan setelah usai nya perang Israel dan Lebanon ini, masih banyak korban yang jatuh diakibat kan oleh cluster bom ini. Sudah sepantasnya cluster bom termasuk ke dalam pelanggaran senjata yang dilarang oleh hukum humaniter internasional. Cluster bom yang dimiliki oleh israel merupakan produksi dari amerika serikat, amerika dan israel bekerja sama tentang masalah persenjataan yang akan digunakan dalam militer negara-negara nya masing-masing. Israel pun mengakui bahwa senjata yang mereka peroleh berasal dari amerika serikat. Departemen luar negeri amerika serikat sendiri sedang melakukan penyelidikan atas penggunaan cluster bom buatan amerika serikat ini oleh Israel selama perang di Lebanon.31 Penyelidikan itu dilakukan untuk mencari bukti-sesuai kesepakatan rahasia antara amerika serikat dan Israel. Terhadap cluster bom yang penggunaannya sudah dilarang oleh hukum internasional dan mencari tahu apakah senjata ini melakukan penyerangan terhadap warga sipil di lebanon.32 Pengunaan senjata sejenis seperti ranjau darat pun, sudah ada pelarangan nya di dalam sebuah
30 Eramuslim.com.”Bom-Bom Kluster Israel Ancam Kehidupan Rakyat Libanon, Sebagian Buatan AS.”http://www.eramuslim.com/berita/dunia/bom-bom-kluster-israel-ancam-kehidupan-rakyat-libanon-sebagian-buatanas.htm 31 Eramuslim.com.”Bom-Bom Kluster Israel Ancam Kehidupan Rakyat Libanon, Sebagian Buatan AS.”http://www.eramuslim.com/berita/dunia/bom-bom-kluster-israel-ancam-kehidupan-rakyat-libanon-sebagian-buatanas.htm 32 Ibid

14

konvensi, yaitu konvensi jenewa 10 oktober 1980, mengenai pelarangan terhadap penggunaan ranjau darat dalam metode penyerangan. Israel menyerang lebanon dengan menggunakan cluster bom, seperti penjelasan sebelum nya, bahwa cluster bom ini bersifat ranjau darat jika diluncurkan. Ranjau ini berbentuk seperti kaleng,ada juga yang berbentuk sebesar buah jeruk, yang sangat sulit untuk dibedakan oleh anak-anak kecil dan dianggap sebagai mainan. Cluster bom apabila disentuh akan meledak seperti ranjau, yang langsung memakan korban. Cluster bom sudah termasuk ke dalam kriteria senjata yang harus dilarang dalam berperang. Protokol tambahan jenewa 10 oktober 1980 ini, menjelaskan spesifik tentang senjata apa saja yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam berperang kriteria senjata yang tidak boleh digunakan dalam berperang adalah, tidak boleh menggunakan senjata yang bisa membuat serangan membabi buta ke objek serangan, pelarangan menggunakan senjata laser yang sangat membahaya kan tubuh manusia, pelarangan penggunaan ranjau darat atau senjata yang sejenis nya terhadap penduduk sipil, dilarang menggunakan senjata yang bersifat pembakar terhadap orang-orang sipil dan tempat-tempat sipil yang ada di suatu negara, pelarangan penggunaan senjata laser yang bisa mengakibat kebutaan permanen, melarang senjata kimia contoh nya seperti zat fosfor yang sangat berbahaya dan sangat dilarang penggunaan nya dalam metode perang.33 Penjelasan di atas adalah beberapa konvensi yang menjelaskan mengenai aturan,metode dan senjata apa saja yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam berperang. Jika dilihat dari kasus israel dan lebanon, bisa dilihat bahwa cluster bom merupakan senjata yang seharusnya ketika perang ini tidak dipergunakan oleh israel. Seharusnya negara-negara yang akan melakukan hard power terhadap suatu negara seharusnya harus bisa mematuhi hukum humaniter internasional yang berlaku. Walaupun itu dari segi tentang korban, wilayah ataupun senjata yang boleh dan kekuatan nya tidak memberikan dampak lebih luas. Agar menjauhkan dari jatuhnya korban yang sangat banyak terutama warga sipil.
33 Jsmp.minihub.org.”Konvensi Pelarangan atau Pembatasan Penggunaan Senjata Konvensional.” http://www.jsmp.minihub.org/Legislation/Leg%20Bahasa/Reg2001-10ind.pdf

15

Karena warga sipil dalam sebuah perang adalah objek yang harus dilindungi, dengan cara menggunakan senjata yang layak tanpa memiliki efek yang sangat luas.34 Senjata yang digunakan dilarang pula untuk menyerang warga sipil di sebuah Negara yang akan perang. Israel memang telah melanggar dari penggunaan senjata, seharusnya israel bisa memilih senjata yang memiliki dampak jauh lebih kecil, dan hanya menyerang objek dari yang ingin diserang saja tanpa harus melukai warga sipil yang ada di negara tersebut. Ketika menggunakan senjata ini cluster bom belum termasuk ke senjata yang dilarang dalam perang, karena belum ada perjanjian yangb update akan senjata yang lebih canggih. Walaupun belum ada konvensi internasional yang melarang cluster bom ini, tetapi senjata ini sudah termasuk ke dalam kriteria senjata yang dilarang. Kriteria yang dilarang sudah dijelaskan diatas, dimana senjata tersebut tidak memiliki serangan yang meluas dan lain-lain. Tapi ketika melihat dampak dari cluster bom ini, semua pihak pun bisa menilai bahwa cluster bom ini memiliki dampak yang luas dan sangat membahayakan warga sipil yang ada di lebanon. Terbuki banyaknya korban yang tewas akibat cluster bom ini, dikarena terkena ledakan langsung, ataupun terkena cluster bom yang belum meledak karena tertimbun di tanah. Senjata ini pun tidak bisa meminimalisirkan korban dari penggunaan nya seharusnya, senjata yang boleh digunakan senjata yang tidak memberi efek yang sangat luas ke berbagai tempat. Cluster bom yang digunakan oleh israel termasuk ke dalam pelarangan tingkat internasional, selain termasuk ke dalam kriteria senjata yang tidak diperbolehkan digunakan, cluster bom oleh israel digunakan untuk menyerang warga sipil, secara otomatis israel pun terjerat dengan melanggar hukum humaniter internasional dan melanggar konfensi jenewa, dengan penyerangan warga sipil sebagai objek dan dalam konvensi den haag dengan menggunakan senjata yang mempunyai efek yang sangat luas terhadap lingkungan sipil.35
34 International Committee of The Red Cross (ICRC) Delegasi Indonesia, penerjemah., Hukum Humaniter Internasional: Menjawab Pertanyaan Anda, Versi: Bahasa Indonesia (Geneva: ICRC, 2008), hlm.28 35 Eramuslim.com.”Israel Langgar Konvensi Jenewa, Gunakan Senjata Terlarang dengan Target Warga Sipil.” http://www.eramuslim.com/berita/dunia/israel-langgar-konvensi-jenewa-gunakan-senjata-terlarang-dengan-targetwarga-sipil.htm

16

Setelah perang usai pun, masih banyak jatuhnya korban dari anak-anak,wanita,dan lain-lain. Warga sipil yang tewas akibat senjata ini, sangat lah banyak dan mencapai tingkat yang cukup mengagetkan semua pihak, akan hal yang dilakukan israel menggunakan cluster bom ini. Pada tiga hari sebelum resolusi perang atau penyelesaian perang, israel masih mengirimkan cluster bom ke lebanon. Menurut kepala bantuan kemanusiaan PBB yang bernama Egeland, menyatakan bahwa israel mengirimkan 90 persen dari cluster bom yang dijatuhkan terjadi selama 72 jam terakhir ketika konflik ini akan berakhir. Hal ini sangat lah tidak manusiawi atas apa yang dilakukan israel terhadap warga lebanon.36 Berdasarkan penyelidikan dari badan kemanusiaan PBB bahwa 5 persen wilayah di Lebanon selatan yang dibombardir dan PBB sudah mengindentifikasi 359 lokasi berbeda yang dihujani cluster bom , yang kini masih terkontaminasi oleh 100 ribu cluster bom yang belum meledak(menjadi ranjau darat).37 Data korban yang telah didata akibat perang dan penggunaan senjata ini sebanyak 3.000 orang tewas akibat israel menyerang dengan cluster bom ini, sebagian dari korban merupakan warga sipil.38 Setelah perang usai Israel menyerah kan peta, dimana saja Israel meluncurkan cluster bom tersebut di daerah lebanon.39 Seluruh organisasi palang merah internasional, memberikan saksi dan laporan mengenai penggunaan cluster bom ini kepada PBB, agar melarang keras penggunaan senjata cluster bom, jangan sampai terulang lagi kejadian israel yang menyerang lebanon dengan cara membabi buta, dan banyak menjatuhkan korban termasuk warga sipil, anak-anak, dan wanita yang seharusnya dilindungi sesuai hukum humaniter internasional. Pada tahun 2008, PBB pun akhirnya membuat pelarangan resmi terhadap cluster bom ini, agar tidak digunakan dalam suatu perang. Cluster bom resmi dilarang keras dalam penggunaan nya untuk metode perang, 100 negara setuju akan pelarangan keras senjata cluster bom ini, dimana cluster bom
36 Eramuslim.com.”100 Ribu Sisa Bom Israel Ancam Kehidupan Warga Libanon.” http://www.eramuslim.com/berita/dunia/100-ribu-sisa-bom-israel-ancam-kehidupan-warga-libanon.htm 37 Ibid 38 Beritasore.com.”Israel Serahkan Peta Bom Tanda Lebanon Kepada Unifil.” http://beritasore.com/2009/05/13/israel-serahkan-peta-bom-tandan-lebanon-kepada-unifil/ 39 Ibid

17

telah termasuk senjata sangat terlarang digunakan atau diproduksi untuk penjualan alat-alat militer.40 Perwakilan dari berbagai negara setuju akan pengesahan perjanjian ini, tapi dari pihak amerika dan israel tidak menyetujui nya karena, israel dan amerika lah yang banyak menggunakan senjata ini dalam menyerang suatu negara termasuk palestina dan lebanon. Semua pertimbangan yang dilakukan PBB sehingga menyatakan cluster bom resmi dilarang adalah dengan melihat dampak yang tidak terduga ketika perang israel dan lebanon 2006. Dalam perang tersebut sudah bisa menjadi pelajaran bahwa harus ada nya pembaharuan undang-undang mengenai senjata apa saja yang boleh dan tidak boleh, Semakin canggih suatu zaman, senajata pun semakin canggih juga dan kemungkinan termasuk ke dalam kriteria senjata yang dilarang hukum humaniter internasional.

Bagian III PENUTUP Cluster bom yang digunakan oleh israel ketika menyerang lebanon termasuk ke dalam kriteria pelanggaran persenjataan hukum humaniter internasional. Hal ini disebabkan karena, cluster bom

40 Okezone.com.”100 Negara Tandatangani Pakta Antibom Cluster.”http://international.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/03/18/170314/100-negara-tandatangani-paktaantibom-cluster

18

tersebut digunakan untuk menyerang warga sipil, mempunyai efek yang sangat luas, dan bisa berubah secara otomatis menjadi ranjau darat. Efek yang sangat luas disini, ledakan dari cluster bom tersebut bisa meledak ke tempat-tempat warga sipil, perdesaan, sekolah, dan tempat beribadah lainnya. Israel menggunakan senjata ini bukan hanya untuk menyerang hizbullah, tetapi warga sipil di lebanon pun banyak yang terluka oleh senjata ini. Banyak organisasi internasional yang tegas melarang menggunakan cluster bom dalam perang israel dan lebanon. Hanya saja, israel tidak mendengar omongan dari organisasi-organisasi internasional tersebut, melainkan tetap menyerang lebanon dengan cara membabi buta. Senjata ini jika digunakan, akan berubah menjadi ranjau darat secara otomatis. Penggunaan ranjau darat sendiri memang sudah di larang di dalam konvensi jenewa, yang menyatakan pelarangan senjata ranjau darat digunakan di dalam metode perang. Walaupun cluster bom bukan termasuk ke dalam senjata ranjau darat, seharusnya israel bisa memilih senjata yang jauh lebih bisa meminimalisirkan korban dan mengihindari penyerangan terhadap warga sipil. Secara garis besar criteria-kriteria senjata yang dilarang oleh hukum humaniter internasional adalah, tidak memiliki efek yang meluas yag membuat warga sipil menderita, tidak menggunakan ranjau darat, dan tidak memiliki efek yang lama terhadap korban yang terkena senjata tersebut. Hal-hal diatas lah yang membuat senjata cluster bom termasuk ke dalam kriteria senjata yang harus dilarang dalam metode perang dalm hukum humaniter internasional. Seharusnya negara apapun yang ingin melakukan perang harus bisa mematuhi hukum yang berlaku di dalam hukum humaniter internasional. Semua negara harus bisa menjunjung tinggi hukum, karena hukum tersebut bisa meminimalisirkan korban ketika perang. Walaupun, ketika perang israel dan lebanon pada tahun 2006 tersebut belum ada konvensi internasional yang melarang penggunaan cluster bom, tetapi ketika perang tersebut berlangsung banyak dari organisasi-organisasi internasional yang menyatakan ketidaksetujuan tindakan penggunaan cluster 19

bom oleh israel. Sehingga pada tahun 2008, PBB telah resmi membuat sebuah konvensi internasional yang melarang penggunaan cluster bom dalam metode perang. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi lagi, kematian warga sipil yang banyak seperti yang terjadi ketika perang israel lebanon pada tahun 2006. Semua pertimbangan yang dilakukan PBB sehingga menyatakan cluster bom resmi dilarang adalah dengan melihat dampak yang tidak terduga ketika perang israel dan lebanon 2006. Dalam perang tersebut sudah bisa menjadi pelajaran bahwa harus ada nya pembaharuan undang-undang mengenai senjata apa saja yang boleh dan tidak boleh, Semakin canggih suatu zaman, senajata pun semakin canggih juga dan kemungkinan termasuk ke dalam kriteria senjata yang dilarang hukum humaniter internasional.

Daftar Pustaka

Buku: • J.G Starke, Pengantar Hukum internasional, Versi: Bahasa Indonesia.( Jakarta: 20

Sinar Grafika, 2007) • International Committee of The Red Cross (ICRC) Delegasi Indonesia,

penerjemah., Hukum Humaniter Internasional: Menjawab Pertanyaan Anda, Versi: Bahasa Indonesia (Geneva: ICRC, 2008) • • • Kenali ICRC(International Committee of the red cross),ICRC,september 2006. Akehurts, Modern Introduction to International Law, London: 1987. Protokol Tambahan Pada Konvensi Jenewa, Versi: Bahasa Indonesia, Direktorat

Jenderal Administrasi Hukum Umum Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, 2003. • Terjemahan Konvensi Jenewa tahun 1949, versi: Bahasa Indonesia, Direktorat

Jenderal Administrasi Hukum Umum Departemen Kehakiman,1999. Website:

Radio Nederland Wereldomroep. “Sejarah Konflik Lebanon bagian ketiga.” http://www3.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/article/sejarah-konflik-di-libanon-bagian-ketiga

World Service Indonesian Radio.” Bom Tandan: Contoh Nyata Senjata Pemusnah Massal.” http://indonesian.irib.ir/index.php? option=com_content&task=view&id=3322&Itemid=2

Eramuslim.com.”Israel Langgar Konvensi Jenewa, Gunakan Senjata Terlarang dengan Target Warga Sipil.” http://www.eramuslim.com/berita/dunia/israel-langgar-konvensijenewa-gunakan-senjata-terlarang-dengan-target-warga-sipil.htm

• Okezone.com.”100 Negara Tandatangani Pakta Antibom Cluster.”http://international.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/03/18/170314/1 00-negara-tandatangani-pakta-antibom-cluster

Kompas .com.” Oposisi Lebanon Cabut Blokade atas Bandara.” 21

http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/16/04070385/oposisi.lebanon.cabut.blokade.a tas.bandara • Avalom.law.”Prohibiting Launching of Projectiles and Explosives from Balloons (Hague, IV); July 29, 1899 .” http://avalon.law.yale.edu/19th_century/hague994.asp

22

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.