P. 1
03. SPGDT YAYAN

03. SPGDT YAYAN

|Views: 702|Likes:
Published by Muncul Wiyana

More info:

Published by: Muncul Wiyana on Jul 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2013

pdf

text

original

SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU (SPGDT

)

KEBIJAKAN PENANGANAN BENCANA DI INDONESIA
UU NO 23 TH 1992 TT KESEHATAN. KEPPRES NO 3 TH 2001 TT BAKORNAS PBP KEPPRES NO 111 TH 2001 TT PERUBAHAN ATAS KEPPRES NO 3 TH 2001. KEP MENKES NO 448 / 1993 TT PEMBENTUKAN TIM KES PENANGGULANGAN BENCANA DISETIAP RS. KEP MENKES NO 28/1995 TT PETUNJUK PELAKSANAAN UMUM PENANGGULANGAN MEDIK KORBAN BENCANA. KEP MENKES NO 205/1999 TT JUKLAK PERMINTAAN & PENGIRIMAN BANTUAN MEDIK & RS RUJUKAN PD SAAT BENCANA. KEP MENKES NO 979/2001 TT PROTAP PELAYANAN KESHT PENANGGULANGAN BENCANA & PENGUNGSI. KEP MENKES NO 1277/2001 TT ORG TATA KERJA DEPKES.

KEBERHASILAN PENANGANAN KORBAN MASSAL
TERGANTUNG DARI :

1. 2. 3. 4. 5.

ORGANISASI FASILITAS KOMUNIKASI DATA PENANGANAN OPERASIONAL (PRA RS, DI RS, ANTAR RS)

ORGANISASI PENANGANAN BENCANA DI INDONESIA
DIATUR DLM KE PRESIDEN :
BAKORNAS PB P (WAPRES) SATKORLAK PBP (GUBERNUR) SATLAK PBP (BUPATI/WALIKOTA) SATGAS (SATGAS KESEHATAN)

SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU( SPGDT )
SEHARI HARI ~ GADAR ADALAH BENCANA ~ MASSAL

SUATU SISTEM NASIONAL PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT DAN BENCANA YANG MELIPUTI PELAYANAN KESEHATAN PRA RUMAH SAKIT, DI RUMAH SAKIT DAN ANTAR RUMAH SAKIT DENGAN MELIBATKAN UNSUR PEMERINTAH DAN MASYARAKAT

PENGERTIAN SPGDT
‡ Sistem yang merupakan koordinasi berbagai unit kerja (multi sektor) dan didukung berbagai kegiatan profesi (multi disiplin dan multi profesi) untuk menyelenggarakan pelayanan terpadu bagi penderita gawat darurat dalam keadaan sehari- hari maupun dalam keadaan bencana (Ditjen BinaPelayanan Medik Depkes RI, 2005)

PENDERITA /PASIEN GAWAT DARURAT

Pasien yang perlu pertolongan ³ tepat,cermat, cepat´ untuk mencegah kematian/ kecacatan
DOKTRIN DASAR

Time saving is life and limb saving
UKURAN KEBERHASILAN

RESPONSE TIME
(WAKTU TANGGAP)

FUNGSI VITAL
AIRWAY (jalan nafas) BREATHING (pernafasan) CIRCULATION (peredaran darah) DISABILITY (Kesadaran/Otak/refleks) TERGANGGU
Terlambat diketahui, Terlambat ditolong, diperbaiki, diusahakan seperti semula DALAM WAKTU SINGKAT KORBAN MATI/CACAT

A B C D

PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT PELAYANAN MEDIK DASAR UNTUK MENGATASI KEGAWAT DARURATAN JALAN NAFAS, PERNAFASAN,PEREDARAN DARAH DAN KESADARAN,

PENTING
JALAN NAFAS TERGANGGU PERNAFASAN TERGANGGU SIRKULASI TERGANGGU KESADARAN TERGANGGU
BAGAIMANA MENOLONG DENGAN CEPAT

BAGAIMANA TAHU

HAKEKAT SPGDT
Rantai Bantuan Hidup ( Life Support Chain)

Masyarakat

Dokter umum Puskesmas

RS Kelas C

RS Kelas B/A

Kekuatan rantai ditentukan oleh mata rantai yang paling lemah Pembinaan SPGDT harus dilakukan menyeluruh

Mengapa SPGDT penting ???
Gawat darurat dapat terjadi kapan saja, dimana saja pada siapa saja
Di Indonesia pasien gawat darurat cenderung meningkat Sehari-hari -Kecelakaan lalu lintas -Kematian ibu -Kematian bayi -Penyakit Jantung -Stroke -Penyakit infeksi Bencana -Bencana alam -Bencana akibat ulah Manusia

KOMPONEN SPGDT
KOMPONEN UTAMA KOMPONEN PENUNJANG
SUBSISTEM PRA RUMAH SAKIT SUB SISTEM INTRA RUMAH SAKIT SUB SISTEM ANTAR RUMAH SAKIT SUB SISTEM KOMUNIKASI SUB SISTEM TRANSPORTASI SUB SISTEM PENDANAAN

KOMPONEN SUMBERDAYA MANUSIA TERLATIH

MULTI DISIPLIN MULTI PROFESI MULTI SEKTOR

Pelaku SPGDT
‡ Khusus : Bakornas- Satkorlak ± satlak ‡ Sektor Kesehatan (lintas program) : ‡ PPK (koordinatif Yanfar, Gizi,dll), focal point SPGDT ‡ Dirjen Bina Yanmed. ‡ Sektor luar Kesehatan (lintas sektor) :
± TNI, POLRI, depsos, PU, pertanian, BUMN, DPRD dll.

‡ Organisasi Profesi :
± IDI, PERSI, IBI, PPNI, Persagi, HAKLI dll

‡ Lembaga non Pemerintah/Internasional :
± 118, PMI,WHO, WFP, UNHCR, LSM lokal (ormas, dll)

‡ Media Komunikasi :
± Telkom, Indosat ,Televisi, Radio, media cetak dll

LANGKAH-LANGKAH/KEGIATAN
‡ 1) Mitigasi
‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Analisis risiko Menyusun peraturan, kebijakan Diklat Pedoman, protap, juknis Penyusunan peta rawan bencana Penyebarluasan informasi

2) Kesiapsiagaan
± Pengembangan early warning system ± SIMULASI ± Penyiapan fasilitas RS ± Penyiapan sumber daya ± Penyusunan hospital diss plan ± Penyusunan district/prov diss plan ± Penyebarluasan informasi

3) Tanggap Darurat
± Pencarian dan Penyelamatan ± Rapid need assessment ± Triase ± Evakuasi ± Management support ± Medical support ± Pelayanan gizi darurat

4) Pemulihan dan Rekonstruksi
± Penggantian sarana/prasarana yg rusak ± Perbaikan fisik ± Penanganan Post Traumatic Stress ± Pembangunan kembali sarana baru ± Peningkatan yankes

Safe Community
SPGDT

‡ Preparedness ‡ Awam Umum P ‡Awam Khusus etugas ‡ Prevention ambulans ‡ Mitigation

Dokter Perawat

Dokter Spesialis Perawat Mahir/ Spes.

Komunikasi Transportasi TKP ambulans Pusk RS Klas C Intra RS Pra RS PPGD Antar RS RS Klas A/B Intra RS

Masyarakat aman, sehat & sejahtera

SISTEM MANAJEMEN BENCANA MASSAL

Daerah Bencana
Pos Komando
Perencanaan Penanggulangan Bencana di RS

‡ Pencarian ‡ Penyelamatan ‡ Pertolongan pertama ‡ Triase ‡ Stabilisasi ‡ Evakuasi

Kontrol Lalulintas Pengaturan Evakuasi

Unit Gawat Darurat

PRE-HOSPITAL ORGANIZATION

HOSPITAL ORGANIZATION

RAPID SURVEY
‡ Rangkaian Kegiatan Penilaian yang :
± Dilakukan sesaat/sesegera mungkin setelah bencana ± Serangkaian kegiatan pengkajian :
‡ Pengumpulan Data Penyajian Informasi ‡ Mengukur besarnya masalah yg berkaitan dgn kesehatan akibat bencana ‡ Identifikasi kebutuhan penanggulangan

± Dilakukan secara cepat

RAPID SURVEY
SURVEYLANCE EM ERGENCY / BENCANA RAPI D NEED ASSM T.

KESIAPSIAGAAN

M CAL EDI RESPONS E

PASCA BENCANA

PUBLI C HEALTH RES PONSE :
AI R BERSI H DAN SANI TASI SURVAI LANS.

PERENCANAAN DARURAT

PEM BERANTASAN PENYAKI T & I M UNI SASI M PELAYANAN KESEHATA DASAR GI ZI , DLL

‡ LANGKAH-LANGKAH DALAM RAPID SURVEY :
± APA? Bencana apa yang terjadi ? ± SIAPA? Siapa saja yang jadi korban ? (anak, dewasa) ± DIMANA? Lokasi Kejadian ? (koordinat/TKP) ± KAPAN? Waktu saat kejadian ? ± BAGAIMANA? Dampak kejadian saat itu & yang akan datang

‡ KEGIATAN DALAM RAPID SURVEY :
± Konfirmasi kejadian. ± Menggambarkan type, dampak dan kemungkinan resiko akibat situasi. ± Mengukur kondisi dan resiko kesehatan. ± Identifikasi kebutuhan segera pelayanan kesehatan bagi populasi. ± Menilai kemampuan respon setempat dan sumbersumber kebutuhan segera. ± Membuat rekomendasi untuk pengambilan keputusan penangulangan segera.

MANAJEMEN KORBAN MASSAL
‡ Pengertian : ‡ Korban akibat kejadian dengan jumlah relatif banyak oleh karena sebab yang sama dan perlu mendapatkan pertolongan kesehatan segera dengan menggunakan sarana, fasilitas dan tenaga yang lebih dari yang tersedia sehari-hari.

PENYEBAB KORBAN MASAL : Kejadian Bencana seperti : ‡ 1. Alam, seperti : banjir, gunung meletus, gempa bumi, ‡ tsunami dan lain sebagainya. ‡ 2. Teknologi, seperti : tabrakan kereta api, rubuhnya ‡ gedung, dan lain sebagainya. ‡ 3. Konflik, seperti : konflik antar etnis, terorisme dan lain ‡ sebagainya.

PENATALAKSANAAN KORBAN
‡ Pencarian dan penyelamatan (SEARCH AND RESCUE/SAR):
± Melokalisasi korban. ± Memindahkan korban dari daerah berbahaya ke tempat pengumpulan/penampungan jika diperlukan. ± Memeriksa status kesehatan korban (triase di tempat kejadian). ± Memberi pertolongan pertama jika diperlukan. ± Memindahkan korban ke pos medis lanjutan jika diperlukan.

‡ Perawatan di lapangan
± Triase ± Pertolongan Pertama ± Pos Medis Lanjutan

‡ Pos Penatalaksanaan Evakuasi.

TRIAGE LAPANGAN
‡ Merah :
± Korban-korban yang membutuhkan stabilisasi segera ( Gangguan ABCD) dan korban- korban dengan : ± Syok oleh berbagai kausa. ± Gangguan pernafasan ± Trauma kepala dengan pupil anisokor ± Perdarahan eksternal masif

‡

Kuning :
± ± ± ± ± ± ± Korban yang memerlukan pengawasan ketat, tetapi perawatan dapat ditunda sementara. Termasuk : Korban dengan resiko syok. Fraktur multipel Fraktur Femur/ pelvis. Luka bakar luas Gangguan kesadaran/ trauma kepala Korban dengan status tidak jelas.

‡ Hijau :
± Kelompok korban yang tidak memerlukan pengobatan atau ± pemberian pengobatan dapat ditunda, seperti : ± Fraktur minor ± Luka minor

‡ Hitam : Memninggal dunia

ALUR PENATALAKSANAAN KORBAN MELALUI TRIAGE LAPANGAN

Area Merah

Pos Komando

Merah

Ruang Operasi Area Kuning Area Hijau

Triase

Kuning Hijau

Area Penampungan

Komponen sumber daya manusia: petugas kesehatan
JENIS SDM
  Dokter Spesialis   Dokter Umum

KEMAMPUAN YANG PERLU DIMILIKI Diagnosa dan terapi alternatif GELS (ATLS, ACLS, APLS, dll). GELS Dokter Umum ATLS, ACLS, APLS, dll sesuai kebutuhan (optional). Keperawatan Gawat Darurat /Emergency Nursing BASIC 1,Basic 2 , ADVANCED) PPGD Awam Khusus.

  Perawat   Awam Khusus Polisi Pemadam Kebakaran Pramuka PMI Hansip   Awam Umum

PPGD Awam Umum.

SIKLUS PENANGANAN BENCANA
KESIAPSIAGAAN MITIGASI
PRA BENCANA SAAT BENCANA

TANGGAP DARURAT

PENCEGAHAN

PASCA BENCANA

REKONSTRUKSI

REHABILITASI

Upaya Pencegahan
1. Pencegahan Primer ± Usaha-usaha mengenali (identifikasi) faktorfaktor resiko yang akan menjurus ke keadaan gawat darurat (health promotion). ± Upaya menghilangkan atau mengurangi faktor-faktor resiko (health protection). ± Upaya memantau dengan cermat agar faktor-faktor resiko tidak berkembang menjadi pencetus kegawat daruratan (preventive services).
.

2. Pencegahan Sekunder ± Melakukan diagnosa dini (early diagnostic) dan tindakan dini (prompt treatment) pada kejadian atau penyakit yang akan berkembang menjadi kegawatan yang mengancam jiwa dan anggota badan. ± Upaya tepat dan cepat untuk segera mengatasi puncak kegawatan yaitu henti jantung dengan resusitasi jantung paru otak (cardio-pulmonarycerebral resuscitation) atau ditekan sampai minimal (disability limitation) dengan melakukan BLS (Basic Life Support), ALS (Advanced Life Support) dan PLS (Prolonged Life Support).

TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->