TEORI POLITIK

PENDEKATAN TEORI ALIENASI (MANUSIA DAN LINGKUNGAN ), TEORI PERKEMBANGAN POLITIK DI NEGARA BERKEMBANG DAN GAMES THEORY (MODEL MATEMATIK )

KELOMPOK 5

ERWIN MERALDI HARISUN MELISA HANDAYANI RETNO WULAN SARI RIDHAL MUHAMMAD

(0916021043) (O916021051) (0916021099) (0916021013) (0916021071)

JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG 2010

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik ALLAH semata,kepada-Nya kita memohon pertolongan serta ampunan dan kepada-Nya kita berlindung dari kesehatan diri kita dan keburukan perbuatan kita. Dan berkat rahmat Allah SWT itulah saya dapat menyelesaikan makalah teori politik ini. Serta tanpa pertolongan Dia penulis tidak sangup menyelesaikan dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas pengetahuan tentang teori alienasi, teori politik di Negara berkembang dan games theory. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan , baik yang datang dari diri penyusun maupun yang dating dari luar, namun dengan penuh semangat serta kesabaran makalah dapat di selesaikan. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada dosen teori politik yang telah membimbing penulis agar dapat mengerti tentang tema yang penulis ambil , serta tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepadaorang tua yang telah membantu penulis baik moril maupun materiil dan memberi semangat kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Harapan penulis dalam pembuatan kliping ini , semoga para pembaca dapat mengambil manfaat dari makalah ini .makalah ini jauh dari kesempurnaan dan terdapat kekurangan . oleh karena itu , kritik saran serta pelurusan dari pembaca sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Bandar Lampung, November 2010

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………………………………… KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………… DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………….. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang………………………………………………………………. B. Rumusan masalah……………………………………………………………. C. Tujuan……………………………………………………………………….. BAB II PEMBAHASAN A. Teori Alienasi……………………………………………………………….. B. Perkembangan teori politik di Negara berkembang…………………………. C. Games theory………………………………………………………………... BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN……………………………………………………………… B. SARAN………………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………….

seniman. Kerangka teoritis pun selalu mengambil dua pertimbangan yakni unsur domestik dan elemen eksternal. Rumusan Masalah 1.Dalam alienasilah anak memperoleh pengalaman keterpisahan pertamanya. Lacan adalah seorang psikoanalisi dan tidak bergulat langsung dengan filsafat. alienasi adalah poin dasar dari identifikasi manusia. dan kritikus untuk menggambarkan sejenis eksistensi yang telah menjadi hal yang umum di dunia modern. orang lain. alam. Perbedaan teori politik di Negara berkembang kerap kali menibulkan perbedaan output politik. Bagaimana penjelasan anda terhadap teori alienasi? . orang yang teralienasi biasanya digambarkan sebagai orang yang entah bagaimana tercerabut dari diri "sejati"-nya. bahkan Tuhan. Banyak anggapan bahwa faktor-faktor domestik sama kuatnya mempengaruhi out put politik luar negeri. budayanya. Dalam istilah umumnya. Kebanyakan sastra modern di Barat telah menjadi periwayatan tentang ketragisan. Latar Belakang Di akhir abad 20. Eksistensi semacam ini seringkali dipandang sebagai kehidupan yang tidak diinginkan. kekalahan diri. teolog. Dalam pandangannya. gagasan lain tentang alienasi yang cukup menarik datang dari Jacques Lacan. ilmuwan sosial. kehidupan politik. Politik luar negeri kerapkali melibatkan tinjauan domestik dan internasional. dan seringkali upaya fatal manusia untuk merasa betah berada di dunia. B.BAB I PENDAHULUAN A. konsep alienasi dan keterasingan telah digunakan oleh banyak filsuf. yang menjadi operasi pertandaan yang krusial. Sementara itu.

2. 4. Berikan contoh teori politik di Negara berkembang! 3. Mengetahui perkembangan politik di Negara berkembang. Apa yang dimaksud dengan games theory? C. 3. Mengetahui tata cara melakukan games theory. Untuk mengetahui tentang teori alienasi.2. Memenuhi standar nilai dalam mata kuliah teori politik. . Tujuan Masalah 1.

merupakan alienasi dan kekerana budaya yang tersembunyi. Bahasa. alienasi bukanlah alienasi spekular dari tahapan cermin namun alienasi diperlukan untuk pertandaan dan relasi subjek kepada bahasa. menurut Lacan.BAB II PEMBAHASAN A. Sebagaimana bahasa menjadi yang terpenting. Lacan . alienasi yang inheren dalam bahasa juga menjadi yang terpenting. TOERI ALIENASI Menurut Oliver Kelly.

Selain itu. . Dalam penggunaan yang terpenting. biasanya diterjemahkan sebagai species-essence atau 'esensi spesis. agama. Alienasi dalam proses kerja. secara paling dramatis dipisahkan dari budaya tempat mereka hidup. atau membangun antagonisme di antara hal-hal yang secara pas sudah berada dalam keselarasan.menggunakan retorika alienasi. Seluruh konsep alienasi ini di ungkapkan pertama kali dalam dunia barat pada konsep pemujaan berhala dalam konsep perjanjian lama essensi apa yang disebut para nabi sebagai “Syirik”. umumnya orang membuat kesalahan serius ketika mencoba mempelajari konsep ini secara serius dikarenakan konotasi Marxisnya. . kedua alienasi bersifat alamiah dan spiritual. merujuk ke pemisahan hal-hal yang secara alamiah milik bersama. dengan memahami konsep ini kita akan terbantu untuk memahami eksistensi dari orang-orang yang. sebagaimana diekspresikan dalam tulisan-tulisan Karl Marx muda (khususnya dalam Manuskrip 1844). konsep itu mengacu ke alienasi sosial seseorang dari aspek-aspek “hakikat kemanusiaannya” (Gattungswesen. jenis kelamin. dikarenakan warna kulit. budaya. Teori alienasi atau keterasingan. namun kita tidak dapat menyimpulkan bahwa dia mencoba memperlihatkan seluruh kebudayaan manusia sebagai kekerasan dan kejahatan. tetapi juga teralienasi dari keadaan speciesnya. dari produk kerja dan lingkungan. tidak bisa dipisahkan dengan alienasi dari diri manusia sendiri. atau status ekonomi. Penggambaran bahwa manusia modern adalah manusia yang teralienasi atau terasingkan adalah kontroversial. Alienasi dari esensi manusia mengarah pada egotisme eksistensial. Secara lebih langsungnya lagi. dari sesama manusia dan alam. Konsep alienasi dan keterasingan itu penting jika ingin memahami kehidupan di dunia kontemporer. yang digambarkan Marx sebagai esensi manusia yang menjadi” sebuah alat eksistensi individualnya. Marx percaya bahwa alienasi merupakan hasil sistematik.' atau species-being). Beberapa kontroversi tersebut disebabkan oleh asosiasi konsep ini dengan karya Karl Marx serta para pengikut politik dan intelektualnya.bahkan untuk memahami eksistensi manusia yang ditemukan kapanpun atau dimanapun. Manusia yang teralienasi ini bukan hanya teralienasi dari sesamanya. "Alienasi" dan "Keterasingan" telah memiliki makna yang sangat berbeda ketika konsep tersebut muncul dalam karya para pemikir yang berbeda. Alienasi mengarah pada pemeliharaan semua nilai. Bagi Marx.

2. Hal ini menciptakan keresahan sosial yang menurut Marx menciptakan pelarian pada agama.Teori-teori Marx ini mengandalkan pada Esensi-esensi Kekristenan (1841) karya Feuerbach. Manusia teralienasi dari alam. Manusia teralienasi dari dirinya sendiri. namun terasing dalam bekerja itu sendiri. 3. Marx mengatribusikan empat jenis alienasi pada buruh di bawah kapitalisme. 4. Bentuk lanjut dari keterasingan ini adalah keterasingan kaum proletar itu sendiri dari kehidupan mereka yang berinti pada pekerjaan. para buruh tak terhindarkan kehilangan kontrol atas hidup mereka. melainkan juga kaum kapitalis yang juga terasing dari kehidupan mereka. Namun. Manusia teralienasi dari manusia lain. yang berpendapat bahwa gagasan tentang Tuhan telah mengasingkan ciri-ciri makhluk manusia. baik bagi kaum proletar maupun kaum kapitalis. 1. Empat Jenis Alienasi Teori Alienasi Marx didasarkan pada pengamatannya bahwa di dalam produksi industrial yang muncul di bawah kapitalisme. yang terjadi dalam alienasi kaum kapitalis adalah semakin terjaganya kemapanan kondisi mereka dalam strata social mereka. Hal yang terjadi dalam kaum proletar berkaitan . Pada dasarnya mereka menyadari apa keterasingan mereka terhadap kehidupan ini. Stirner akan membawa analisis itu lebih jauh. karena tidak lagi memiliki kontrol atas pekerjaan mereka. Manusia teralienasi dari species-being (dari dirinya sebagai anggota dari human-species). Kembali pada teori alienasi. dari aktivitasnya sendiri.Dari segi ekologis. terjadi keterasingan terhadap lingkungan dalam. namun dengan ilusi yang diciptakan oleh pemilik modal dalam bentuk upah sebagai imbalan dari apa yang telah mereka kerjakan membuat para pekerja ini tidak menyadari keterasingan mereka tersebut. bukan hanya kaum proletar yang mengalami alienasi. dengan mendeklarasikan bahwa bahkan “kemanusiaan” itu sendiri merupakan pengasingan dari individu. Kapitalis tersebut telah sedemikian rupa terasing dari kehidupan mereka selain mencari keuntungan material. Marx dan Engels menanggapi pandangan itu dalam Ideologi Jerman(1845).

Alienasi pada dasarnya melanda dunia dan manusia secara pasif dan reseptif sebagai subyek yang terpisah dengan objek. kaum kapitalis yang menganggap diri mereka memiliki kebebasan sepenuhya untuk mengeksploitasi berbagai potensi alam untuk mencapai tujuan utama mereka. benda dan manusia sendiri) tetap asing bagi manusia. revolusi atas alienasi terhadap lingkungan jelas juga diiperlukan demi mencapai kehidupan harmoni tersebut. meskipun dunia bisa menjadi objek ciptaan manusia. tetapi juga sebagai sebuah makhluk species. termasuk penciptaan dirinya sendiri. proses alienasi diungkapkan dalam kerja dan pembagian buruh. Di sisi lain. kaum kapitalis telah terbutakan oleh tujuan material mereka dalam melihat kondisi lingkungan. yaitu meraih keuntungan sebesar-besarnya. Marx melanjutkan lebih jauh. Kontra dengan yang terjadi pada kaum proletar. dengan kata lain. penciptaan sebuah dunia baru. Dunia berdiri diatas dan menentang manusia sebagai objek.dengan kebebasan yang melalui alienasi-alienasi akibat kegiatan berkerja mereka telah terenggut. juga bagi Hegel dan banyak pemikir abad pencerahan lain. manusia “ tidak lagi memproduksi dirinya hanya secara . Dalam kerja yang tidak teralienasi manusia bukan hanya mewujudkan dirinya sebagai seorang individu. Bagi marx. namun dengan tujuan Marx yang berusaha menggambarkan masyarakat ideal tanpa kelas dan manusia dapat hidup dalam harmoni. Dalam kasus alienasi terhadap lingkungan yang pada dasarnya berimplikasi terhadap kehidupan pada masing-masing kelas. Bagi Marx.Meskipun Marx tidak pernah secara langsung mengungkapkan teori alienasi dalam terhadap lingkungan ini. setiap individu mempresentasikan species. Dalam proses kerja. tetapi juga berarti bahwa dunia ( alam. Kerja baginya adalah keterhubungan aktif manusia dengan alam. bentuk keterasingan dari kaum kapitalis terhadap lingkungan adalah bagaimana mereka memperlakukan lingkungan tersebut hanya sebatas faktor produksi yang dapat mendukung pencapaian tujuan utama mereka. Alienasi menurut Marx bukan hanya berarti bahwa manusia tidak mengalami dirinya sebagai pelaku ketika menguasai dunia. Yang terjadi dalam alienasi kaum kapitalis terhadap lingkungan merupakan bentuk pengabaian kondisi lingkungan yang dilakukan secara sengaja berkaitan dengan tujuan mereka. yakni kemanusiaan sebagai keseluruhan universalitas manusia : perkembangan manusia terhamparnya seluruh kemanusiaannya.

”Alienasi mengarah pada pemeliharaan semua nilai. sebagaimana dalam kesadaran. semua metode untuk membangkitkan produktivitas sosial buruh dihasilkan oleh buruh individual.semua alat untuk mengembangkan produksi mengubah dirinya menjadi sebuah alat untuk menguasai dan untuk mengeksploitasi pembuatnya. Dengan membuat ekonomi dan nilai-nilainya-“keuntungan kerja. Oleh karena itu ketika buruh yang teralienasi oleh produksinya dari manusia. dari produk kerja dan lingkungan. Hanya ketika buruh teralienasi mentransformasikan aktifitasnya secara bebas dan memiliki tujuan sendiri menjadi sebuah alat. dan melihat bayangnya sendiri disebuah dunia yang telah dibentuknya. Asumsi ini didasarkan pada ide bahwa pekerja. Alat-alat tersebut merusak buruh sehingga menjadi sekedar bagian dari manusia. hemat dan ketenangan . tetapi secara aktif dan penuh rasa. menjadi alat eksistensi fisik. Alienasi dari esensi manusia mengarah pada egotisme eksistensial. Alat-alat tersebut memisahkan potensialitas intelektualnya daridiri buruh sebagaimana sains yang dimilkinya sebagai sebuah kekuasaan yang independen. yang dipekerjakan sebagai bagian dari mesin yang dilayani. alam eksternal. dia mentransformasikan sebuah species manusia. objektifitas nyatanya sebagai sebuah makhluk species. ditransformasikan melalui alienasi sehingga kehidupan species menjadi sebuah alat untuknya. dan bahwa kelas pekerja menjadi kelompok yang paling teralienasi. menghancurkan setiap sisa daya tarik dalam kerjanya dalam mengubah buruh menjadi pekerja yang dibenci. yang tidak mempunyai peran untuk menentukan arah kerjanya.”Bagi Marx Alienasi dalam proses kerja. Manusia yang teralienasi ini bukan hanya teralienasi dari dari sesamanya. Kesadaran. yang memiliki manusia dari speciesnya. kehidupan mental dikehidupan manusia. begitu jauh sehingga tubuh anorganis dan wataknya lenyap. tetapi juga teralienasi dari ke-ada-an speciesnya. Kemudian yang ditulis Marx dalam Capital: “ Di dalam sistem kapitalis. tidak bisa dipisahkan dengan alienasi dari diri manusia sendiri. yang digambarkan Marx sebagai esensi manusia yang menjadi” sebuah alat eksistensi individualnya. kedua alienasi bersifat alamiah dan spiritual. dia juga menjauhkan kehidupan speciesnya. menghilangkan kelebihannya dibanding binatang. Alienasi kerja dalam produksi manusia jauh lebih besar daripada alienasi yang terjadi ketika produksi dikerjakan. dari sesama manusia dan alam.intelektual. ditransformasikan menjadi barang yang bergantung pada modal. mendegardasikan manusia sampai menjadi bagian dari mesin. Buruh yang teralienasi itu terasing dari tubuhnya sendiri.” Marx berasumsi bahwa alienasi kerja yang mengalir sepanjang sejarah mencapai puncaknya dalam masyarakat kapitalis.

manusia telah gagal mengembangkan nilai-nilai yang tertinggi. Pendekatan ini sering digunakan oleh sejarawan diplomatik untuk melukiskan interaksi politik luar negeri berbagai negara atau tindakan para pemimpin negara-negara itu dalam merespon negara lainnya. Namun sebelum sampai pada kajian terhadap kebijakan eksternal negara berkembang dilakukan terlebih dahulu survai singkat terhadap kerangka teoritis studi politik luar negeri.”kaya dengan hati nurani. Dengan kata lain apa yang disebut rasional oleh peneliti sering dianggap rasional oleh yang lainnya.manusia gagal mengembangkan nilai-nilai moral yang benar. ekonomi dan moral. model strategis atau rasional. Bagaimana saya dapat menjadi benar jika saya tidak hidup. POLITIK LUAR NEGERI DI NEGARA BERKEMBANG Jika faktor-faktor domestik itu menentukan kebijakan luar negeri maka kondisi negaranegara itupun ditinjau dari segi perkembangan ekonomi memberikan nuansa terhadap perilakunya di dunia internasional. menjadi independen dari bidang kehidupan lainnya” setiap bidang kehidupan terkonsentrasi pada sebuah bidang kegiatan khusus yang teralienasi dan dengan sendirinya teralienasi dengan bidang kegiatan lainnya*. Sebuah daftar kerangka teoritis yang dicatat Lyod Jensen (1982) memaparkan lima model dalam pembuatan kebijakan politik luar negeri1. Klasifikasi sederhana terhadap sebuah negara dalam konteks ekonomi adalah negara-negara maju dan negara-negara berkembang. Negara dan pengambil keputusan dipandang sebagai aktor terpencil yang memaksimalkan tujuannya dalam politik global. Bahkan ada kelemahan lainnya bahwa model seperti ini menyandarkan pada intuisi dan observasi. Artikel ini akan mengulas pendekatan terhadap studi politik luar negeri negara.hati”-sebagai tujuan hiudp yang tertinggi. kebenaran dan lain sebagainya. . Pendekatan ini memiliki kelemahan adalah asumsi kalkulasi rasional yang dilakukan para pengambil kebijakan dalam situasi ideal yang jarang terjadi. Dalam keadaan teralienasi. dan bagaimana saya dapat memiliki hati nurani jika saya tidak menyadari segala sesuatu?”. B. setiap bidang kehidupan.negara berkembang. Pertama.

Oleh sebab itu birokrat . Pendekatan ini menekankan pada peran yang dimainkan birokrat yang terlibat dalam proses politik luar negeri. Menurut Jensen. HW Bruck dan Burton Sapin. tetap menarik untuk disimak.termasuk di jajaran Departemen Luar Negeri .mampu mempengaruhi pembentukan politik luar negeri. model adaptif menekankan pada anggapan bahwa perilaku politik luar negeri seyogyanya difokuskan pada bagaimana negara merespon hambatan dan peluang yang tersedia dalam lingkungan internasional. Namun demikian peran birokrat ini tak bisa dibesar-besarkan karena keterbatasan pengaruhnya juga.sebut "kurang berkembang" atau "tidak berkembang". maka politik luar negeri tergantung kepada pelayanan pegawai negeri yang lebih permanen untuk informasi dan nasihat.partai politik di banyak negara.Model kedua adalah pengambilan keputusan. Keempat. Sementara itu studi politik luar negeri negara-negara sedang berkembang disebut. Namun demikian studi terhadap Negara berkembang. Penulis terkenal kerangka analisa ini adalah Richard C Snyder. untuk membedakan dari negara maju seperi Amerika Serikat atau Inggris. Model kelima disebut Jensen sebagai pengambilan keputusan tambahan. Ia menggambarkan modelnya dalam kerangka yang kompleks dengan meneropong jauh kedalam "kotak hitam" pengambilan kebijakan luar negeri. karena peralihan yang signifikan dalam pemerintahan dan partai. Disinilah pilihan politik luar negeri tidak dalam kondisi terbatas namun sangat terbuka terhadap segala pilihan. Karena adanya ketidakpastian dan tidak lengkapnya informasi dalam masalah-masalah internasional. Salah salah satu keuntungan pendekatan ini yakni membawa dimensi manusia kedalam proses politik luar negeri secara lebih efektif.isu politik luar negeri. disamping banyaknya aktor-aktor publik dan privat yang terkait dengan isu. Jensen juga menyebutkan adanya model lain yakni politik birokratik. maka keputusan tak bisa dibuat dalam pengertian kalkulasi rasional komprehensif. Politik luar Negeri Negara Berkembang .

raja-raja dan presiden merupakan sumber politik luar negeri. pendekatan psikologis. ada tiga pendekatan yang mendominasi studi politik luar negeri di negara-negara berkembang baik di Asia. perasaan publik dan realitas politik. pendekatan seperti ini mengabaikan fakta bahwa karena kepentingan mereka dalam survival politik. pendekatan ini membuat politik luar negeri tampak seperti sebuah kegiatan irasional. Memang sulit mengesampingkan variabel idiosinkratik di kebanyakan negara berkembang namun yang lebih penting dianalisa bagaimana konteks pembuatan kebijakan mendorong tipe-tipe kepemimpinan tertentu dan bukan tipe yang lainnya. Pendekatan ini menilai politik luar negeri sebagai fungsi impuls dan idiosinkratik seorang pemimpin. Terhadap pendekatan ini sedikitnya terdapat tiga kritik. memperbaiki citra negara. sebagian besar pemimpin menepiskan sifat eksentriknya yang berlawanan dengan sikap dominan. Kritik kedua. Singkatnya. politik luar negeri negara-negara berkembang dipandang lemah otonominya. Negara berkembang dipengaruhi rangsangan ekstern mereka bereaksi terhadap . Atau bagaimana faktor idiosinkratik pemimpin mungkin mengubah konteks. bukan masalah analisis sistematik. Kedua. Pendekatan ini memandang politik luar negeri sebagai fungsi konflik Timur-Barat. Afrika maupun Amerika Latin. Ketiga. Pertama. pendekatan negara-negara besar yang dominan di kalangan pakar-pakar realis seperti Hans J Morgenthau. mempengaruhi orientasi politik luar negeri pemimpin lainnya.Sejauh ini seperti dikatakan Ali E Hilla Dessouki dan Bghat Korany2. Pertama. Dalam hal ini politik luar negeri dipersepsikan bukan sebagai aktivitas yang dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan nasional atau sosietal melainkan seperti ditulis Edward Shill tahun 1962 sebagai "bagian dari hubungan masyarakat". meningkatkan popularitas pemimpin dan mengalihkan perhatian dari kesulitan-kesulitan domestik kepada ilusi-ilusi kemenangan eksternal. Tujuannya. pendekatan ini mengabaikan konteks (domestik. Oleh karena itu perang dan damai merupakan selera pribadi dan pilihan individual. Menurut pandangan ini. regional dan global) dimana politik luar negeri diformulasikan dan dilaksanakan.

Pandangan ini berdasarkan asumsi bahwa perilaku semua negara (besar dan kecil. semua negara berusaha meningkatkan kekuasaan dan semua negara juga dimotivasi oleh faktor-faktor keamanan. berbeda dengan tiga pendekatan tadi. pelembagaan politik yang rendah dan status ketergantungan dalam stratifikasi sistem global. politik luar negeri negara. Oleh karena itulah. Kedua. Pendapatnya. mobilisasi sumber-sumber eksternal untuk pembangunan dalam negeri. memanfaatka legitimasi untuk tuntutan-tuntutan politik domestik dan menciptakan simbolsimbol nasionalisme dan persatuan nasional. East dan Hagen menggaris bawahi faktor sumber-sumber untuk membedakan dengan ukuran-ukuran faktor itu berupa jumlah absolut sumber-sumber yang . Misalnya karya Weinstein tentang politik luar negeri Indonesia yang menghasilkan pandangan adanya tiga tujuan politik luar negeri3. berkembang atau maju) mengikuti model pengambilan keputusan aktor rasional. Negara berkembang memiliki sumber-sumber dan kemampuan yang kecil. Kelemahan utama pendekatan ini mengabaikan sumber-sumber dalam negeri dalam politik luar negeri.negara berkembang persis sama seperti negara maju namun dalam level lebih rendah. Ketiga. Pertama.prakarsa dan situasi yang diciptakan kekuatan eksternal. Pendekatan ini tidak memperhitungkan karakter khusus seperti modernisasi. mempertahankan kemerdekaan bangsa melawan ancaman yang dipersepsikan. melaksanakan politik luar negeri dalam skala yang lebih kecil. politik luar negeri negara berkembang ditentukan oleh proses yang sama dan perhitungan keputusan yang membentuk politik luar negeri negara-negara maju. mencapai sasaran-sasaran yang berkaitan dengan politik dalam negeri seperti mengisolasi salah satu oposisi politik dari dukungan luar negeri. Dikatakan pula. Perbedaan dasarnya adalah kuantifikasinya. Dan ketiga. kaya atau miskin. pendekatan reduksionis ataumode l-builders. Oleh sebab itu. Contoh lain kajian baru politik luar negeri negara berkembang menekankan sumbersumber domestik dan bagaimana proses modernisasi dan perubahan sosial mempengaruhi perilaku eksterrnal. menekankan kepada sumber-sumber politik luar negeri dan bagaimana proses modernisasi dan perubahan sosial mempengaruhi perilaku eksternal negara-negara berkembang. Salah satu ciri-ciri kajian baru.

kemampuan militer dan stabilitas politik dan prestise. negara menengah dan regional serta negara berkembang atau negara "underdog" yang lebih kecil. negara yang modern punya kemampuan yang lebih besar dalam bertindak. Unsur penting lainnya kajian politik luar negeri negara berkembang menekankan pada posisi ekonomi politik aktor dalam startifikasi sistem global. Johan Galtung seperti dikutip Marshall R Singer melukiskan dengan jelas tentang stratifikasi dalam sistem internasional ini4. Dengan demikian. Akibatnya. Dari berbagai pendekatan yang ada.tersedia dengan faktor modernisasi yang artinya kemampuna memobilisasi. Menurut Hillal dan Korany. dapat dirembesi. penetrasi luar terada proses pengambilan keputusan negara-negara berkembang. mengontrol dan menggunakan sumber-sumber ini. Negara berkembang eksis dalam tatanan dunia ini dicirikan dengan ketidaksederajatan antara negara dalam level pembangunan sosial ekonomi. Dalam hal ini banyak karya ilmiah sudah ditulis tentang peranan Dana Moneter Internasional (IMF). Dalam konteks ini. Dunia Ketiga ini banyak dipengaruhi stratifikasi internasional. ketidaksederajatan menjadi fokus utama. perusahaan multinasional dan bantuan luar negeri negara-negara besar. analisis yang memadai terhadap politik luar negeri negara-negara berkembang semestinya mempertimbangkan bahwa politik luar negeri adalah bagian dan paket situasi umum Dunia Ketiga dan merefleksikan evolusi situasi ini. Galtung memaparkan bahwa sistem politik internasional mirip dengan sistem feodal yang terdiri dari negara besar alias "top dog". Meskipun negara berdaulat namun negara-negara Dunia Ketiga. untuk memahami politik luar negeri negara Dunia Ketiga perlu membuka "kotak hitam". proses politik luar negeri tak dapat dipisahkan dari struktur sosial domestik atau proses politik domestik. Ini berarti. Oleh sebab itu penting pula melihat struktur global yang mempengaruhi proses pembuatan kebijakan luar negeri. tulis Hillal dan Korany. Aktor eksternal berpartisipasi secara otoritatif dalam alokasi sumber-sumber dan determinasi sasaran-sasaran nasional. . dipenetrasi dan bahkan didominasi. Modernisasi itu sendiri dipandang sebagai proses dimana negara-negara meningkatkan kemampuannya untuk mengontrol dan menggunakan sumbersumbernya.

Dari paparan teoritis tentang berbagai pendekatan untuk memahami politik luar negeri sebuah negara dan spesifik lagi untuk mengetahui lebih jauh politik luar negeri negara berkembang. Kerangka analisis itu terdiri dari empat pilar yakni. Pertama. penulis menyusun sebuah kerangka analisis sendiri. Ada baiknya unsur-unsur ini diuraikan untuk mengetahui bobot dan rangkaiannya dalam meneliti input dan outputs politik luar negeri berkembang. dilema sumber-sumber dan tujuan yang lebih menekan di negara berkembang dibandingkan negara maju. Dalam kajian struktur politik dibahas sejauh mana elemen ini memberikan peluang atau menghambat para pengambil keputusan. legitimasi. tingkat institusionalisasi dan tingkat dukungan publik. kemampuan militer dan struktur politik. orientasi politik luar negeri. dilema keamanan dan pembangunan yang merupakan versi modern dari debat lama "senjata atau roti". . Salah satunya adalah keutamaan eksekutif. Pertama. Dilema ini menyangkut kemampuan para pengambil kebijakan mengejar tujuan di tengah realisme kemampuan negaranya. Faksionalisasi politik dan instabilitas domestik biasanya menghambat pelaksanaan sebuah politik luar negeri.Sedikitnya ada tiga persoalan besar yang dihadapi negara berkembang dalam melaksanakan politik luar negerinya. lingkungan domestik. Kedua. proses pengambilan keputusan dan perilaku politik luar negeri. Menyangkut struktur politik diantaranya stabilitas. Sejumlah pakar menilai politik luar negeri terutama merupakan proses atau aktivitas yang tujuan utamanya adalah mobilisasi sumber-sumber eksternal demi pembangunan masyarakat. dilema bantuan dan independensi. dalam unsur lingkungan domestik sejumlah faktor dianalisa untuk mengetahui apakah yang memperkuat dan menghambat politik luar negeri seperti geografi. kemampuan ekonomi. Negara Dunia Ketiga mengalami dilema anara memiliki bantuan luar negeri atau mempertahankan independensi nasional. Tingkat yang rendah dalam institusionaliasi dan tingginya instabilitas politik di sebagian besar negara berkembang menghasilkan sejumlah hal. Keempat. struktur sosial.

Komponen lainnya adalah keputusan dan tindakan." Ia mendefinsikan tiga orientasi yakni isolasi. Dalam banyak contoh unit utama pengambilan keputusan bukanlah presiden secara individual melainkan presiden sebagai lembaga. Selanjutnya unsur proses pengambilan keputusan yang menekankan personalisasi karakter proses pengambilan keputusan dan lemahnya institusionalisasi di negara-negara berkembang. Pada umumnya perilaku politik luar negeri dicirikan dengan dukungan dari PBB. strategi fundamental untuk mencapai tujuan domestik dan tujuan serta aspirasi eksternal dan untuk menghadapi ancaman yang ada. Ia menyebutkan . Perilaku politik luar negeri yang merupakan kerangka analisis berikutnya berisi tindakan dan posisi konkret serta keputusan negara yang diambil atau disahkan dalam melaksanakan politik luar negeri. nonblok dan koalisi. Tindak-tanduk politik luar negeri merupakan ekspresi konkret orientasi dalam tindakan spesifik. Holsti mendefinisikan orientasi sebuah negara sebagai "sikap umum (sebuah negara) dan komitmen terhadap lingkungan eksternal. Orientasi politik luar negeri menyangkut salah satu komponen output politik luar negeri. keseimbangan regional dan sistem global. Leo Suryadinata mengkategorikan kajian politik luar negeri dalam dua pendekatan yakni studi makro dan mikro5. Sementara itu studi politik luar negeri misalnya Indonesia sudah banyak dilakukan baik oleh akademisi dalam negeri maupun kalangan peneliti asing. Seorang pemimpin mungkin mengambil kata akhir untuk menentukan beberapa alternatif namun ia harus mempertimbangkan banyak variabel dan harus mengingat respon berbagai kelompok domestik yang berpengaruh. Llyod S Ethredge seperti dikutip Jensen melihat adanya dua orientasi individual terhadap sistem politik internasional yakni introvert dan ekstrovert. Kemudian ia membuat matriks dengan mengkaitkannya dengan unsur dominasi. Sebenarnya pengambilan keputusan tidak sesedehana itu.khususnya dalam pengembangan pusat presiden yang mendominasi proses pengambilan keputusan. Orientasi adalah cara elit politik luar negeri sebuah negara mempersepsikan dunia dan peran negaranya di dunia. Perubahan berlangsung jika terjadi peralihan radikal struktur politik domestik. Orientasi ini biasanya stabil.

Lima model yang diajukan Jensen dalam kajian politik luar negeri. Sedangkan studi skala mikro misalnya dilakukan John M Reinhardt. perilaku politik luar negeri juga mengikuti arus internasional. C. JAC Mackie.mereka yang studi makro antara lain Franklin Weinstein. Bahkan dalam skala tertentu. Studi yang dilakukan Rizal selesai dalam bentuk disertasi tahun 1997. Studi terhadap politik luar negeri juga biasanya membaginya berdasarkan periode Sukarno dan Soeharto. Jadi tergolong baru dibandingkan studi terakhir yang dilaksanakan Leo yang terbit tahun 1996. politik. Ketergantungan ekonomi dan politik Negara berkembang terhadap negara besar menyebabkan keterbatasan dalam melaksanakan politik luar negerinya. Perlu ditambahkan pula studi mutakhir bersifat mikro terhadap politik luar negeri Indonesia dilakukan Rizal Sukma6. tidak mencukupi untuk menguraikan rangkaian yang terkait dengan politik luar negeri yang dilakukan negara sedang berkembang. Sebagian besar studi politik luar negeri era Soeharto diterbitkan tahun 1970-an dan awal 1980-an. GAMES THEORY . negara berkembang cenderung memiliki instabilitas tinggi dibandingkan dengan negara maju sehingga polanya tidak ajeg. David Mozingo dan Dewi Fortuna Anwar. Anak Agung Gde Agung dan Michael Leifer. struktur sosial serta instabilitas yang terkandung dalam proses perumusan serta aktualisasi politik luar negeri sangat besar pengaruhnya. Disamping itu faktor sistem internasional dimana hegemoni negara besar juga berpengaruh. Dimensi politik luar negeri negara-negara berkembang lebih kompleks dibandingkan dengan model untuk studi politik luar negeri negara-negara maju. Unsur-unsur domestik seperti pembangunan ekonomi.

militer. Strategi merupakan konsep inti teori permaian. dan hasil yang diperoleh salah-satu pihak selalu sama jumlahnya dengan kerugian yang diderta pihak lain. permainan yang dimainkan antara dua orang yang hasil nya tidak berjumlah nol 2. permainan yang jumlah pemain nya banyak dengan hasil yang berjumlah nol. mungkin ada : 1.Teori ini dikembangkan untuk menganalisa proses pengambilan keputusan dari situasi persaingan yang berbeda dan melibatkan dua atau lebih kepentingan. Penerapannya banyak dilakukan di berbagai disiplin ilmu seperti biologi. Sebenarnya . diplomasi. Pada umum nya .besarnya hasil yang diperoleh kedua pihak . para pemain seharusnya sibuk memilih alternatif saat itu juga yang menurut pandangan mereka. Ralph M. Keadaan yang akan datang itu tadi digambarkan sebagai hasil dalam suatu permainan. permainan dengan jumlah pemain banyak yang hasil nya tidak berjumlah nol Pada (1) hanya ada dua pemain. tidak hanya ada satu macam teori permainan saja akan tetapi ada beberapa macam teori permainan yang mengajukan berbagai macam struktur hasil yang mungkin diperoleh. mungkin perlu digunakan dalam beberapa keadaan yang timbul di masa mendatang. Prospek setiap permainan memberi suatu harapan atau hadiah kepada setiap pemain.“Game Theory” merupakan sebuah pendekatan terhadap kemungkinan strategi yang akan dipakai. Goldman mengatakan. permainan yang dimainkan antara dua orang yang hasil nya tidak berjumlah nol 3. yang disusun secara matematis agar bisa diterima secara logis dan rasional. dan terdiri dari “semua kesatuan rencana yang berbeda-beda yang dimiliki pemain tersebut untuk menentukan tentang bagaimanakah cara untuk bertindak selanjutnya”. strategi merupakan “suatu keseluruhan rencana brtindak yang dipakai seorang pemain dalam mencapai suatu hasil atau serangkaian hasil yang diinginkan dalam keadaan yang merugikan atau konflik “. Keseluruhan jajaran hasil yang mungkin akan didapatkan tersebut dapat didefenisikan sebagai prospek. dll. Hal ini digambarkan dalam teori permainan sebagai suatu hasil. dimana setiap pemain didalamnya sama-sama mencapai utilitas tertinggi. Dalam teori permainan .strategi mengharapkan rasionalitas para prilaku para pemain (meskipun ada kemungkinan pembuat keputsan atau pemain yang “rasional” itu tadi hanya berupa suatu bangun teoritis atau sebuah benda buatan manusia belaka) . ilmu sosial. politik. Game Theory digunakan untuk mencari strategi terbaik dalam suatu aktivitas. dan 4.

Pada (2) dan (3) . mereka telah mengubah teori tersebut secara sedemikian radikalnya sehingga teori itu telah kehilangan sejumlah besar formalitas dan kekakuannya dan telah menjadi lebih bermanfaat bagi penyelidikan politik. . satu-satu nya cara untuk menerapkan teori permainan itu guna melayani kebutuhan penyelidikan politik dengan mengarahkannya pada tujuan lain dan inilah yang telah dilakukan oleh Schelling dalam penyelidikan mengenai konflik dan Riker dalam penyelidikan tentang koalisasi yang pertama adalah dengan menggunakan perangkat kosneptual teori permainan tersebut sebagai suatu alat untuk menjelaskan. Teori permainan tersbut tentu saja tidak dapat diterapkan pada fenomena politik dengan cara yang telah dilakukan oleh Kaplan . Riker . dan besarnya hasil yang diperoleh salah satu pemain tidak selalu harus sama dengan kerugian yang diderita pemain lainnya. yang melibatkan tiga pemain atau lebih . yang melibatkan dua atau banyak pemain didalam pertandingan tersebut . situasi permainan menghasilkan banyak sekali ciri baru . seperti yang dikatakan Meehan dengan tepat.tersebut adalah nol. para pemain mungkin membagi secara sama perolehan hasil diantara mereka. Sementara menguji teori permainan itu. William H. seperti yang dikatakan oleh Anatol Rapoport. “ Dilema Kaplan yang mendasar “. Schelling Kaplan menggambarkan analisa permainan sebagai ”alat terbaik yang dapat dipakai untuk menganalisa problema mengenai strategi” dan beranggapan bahwa seandainya dipakai sebagaimana mestinya maka analisa permainan tersebut “mungkin akan memperbesar pemanfaatan keberhasilan dalam kebijaksanaan “ Penulisan Kaplan yang kasar dan lepas hampir tidak sebanding dengan pernyataan mengenai arti penting teori tersebut. “ adalah suatu keinginan untuk mempergunakan teori permainan dengan cara yang benar-benar tidak dapat dibenarkan dewasa ini “ . teori permainan terapan sedikit banyak haruslah memberikan cara-cara pemecahan riil untuk problema yang riil yamg sangat sulit ditangani di dalam matrik permainan “ . Thomas C. dan ada kemungkinan bagi dua pemain atau lebih akan bekerja sama melawan pemain lainnya dengan cara menyatukan sumber-sumber mereka yang mengambil keputusan kolektif selama berlangsungnya permainan tersebut Beberapa Penerapan Teori Permainan : Morton Kaplan . dan yamg kedua adalah dengan menggunakan nya sebagai suatu dasar penyelidikan terhadap fenomena empiris. Pada (4).

hal ini juga tergantung pada informasi yang diperolah mengenai berbagai prinsip mengenai koalisasi . prinsip informasi tersebut merupakan akibat wajar dalam model Riker untuk prinsip ukuran dan selanjutnya dipergunakan dalam penyelidikan mengenai proses-proses yang tercakup daalam pembentukan koalisasi . informasi yang lengkap . Yang ketiga . Riker telah mencoba menjelaskan bahwa sangatlah keliru kalau kita beranggapan bahwa politik .koalisasi seperti yang dikatakan Riker . Riker juga memoergunaka model teori permainan untuk memahami politik internasional . Tetapi tujuannya adalah mengubah suatu “proto-koalisasi” menjadi “ koalisasi yang menang “ . Model yang dipilih adalah yang tidak stabil dan tidak memiliki ekuilibrium atau keseimbangan dan seandainya berhasil dicapai suatu ekuilibrium yang bersifat sementara maka ekuilibrium tersebut segera tumbang.dengan demikian. ada prinsip disequilibrium. Prinsip pokok tersebut adalah prinsip “ukuran “ .yang menharapkan para pemain yang rasional . Strategi dibutuhkan dalam rangka memperbesar kemungkinan meraih keberhasilan dalam mengubah suatum proto-koalisasi menjadi posisi yang menang. Pemehamannya akan prinsip ukuran mendorongnya menarik kesimpulan bahwa usaha-usaha untuk membentuk suatu koalisasi tidak hanya bertujuan memperbesar koalisasi itu sendiri . model yang dipakainya adalah suatu permainan yang jumlah permainannya banyak dan hasilnya nol. prinsip “strategi”. Ilmuan politik terkemuka lainnya yang telah menerapkan teori permainan pada politik internasional secara lebih efektif daripada Kaplan dan Riker adalah Schelling. pada mulanya adalah “proto koalisasi “ dan berkembang dengan bertambahnya anggota yang di beri “ pembayaran tambahan “ apabila satu protokoalisasi terbentuk. Karya Schelling merupakan “suatu sumbangan besar bagi perkembangan teori permainan dan sekaligus suatu ..harus stabil. bagaimana caranya melakukan hal itu ??? di sinilah prinsip strategi muncul. pembayarannya tambahan atau tawar-menawar di antara para pemain . Riker telah menggunakan tiga prinsip pokok yang dikembangkannya dari model teori permaian tersebut pada data empiris atau historis.dalam pembentukan koalisasi . unsur instabilitas (ketidakstabilan) dan disequilibrium (ketidakseimbangan ) selalu ada.maka anggota yang berada diluar koalisasi tersebut menjadi takut bahwa proto koalisasi itu akan melakukan agresi membentuk proto koalisasi lain.Seperti Kaplan .ukuran besar nya koalisasi tersebut dipertahankan hanya sebesar seperti para pembuat keputusaannya yakin akan meraih kemenangan . hanya karena politik tersebut rasioanl . dan prinsip “ disequilibrium “.

namun hanya pada apa yamg disebut nya sebagai “ etika situasi” . oleh karena itu. pemilihan strategi lebih ditentukan oleh pertimbangan empiris daripada sekedar pekerjaanformal belakadan meencangkup suatu bagian yang penting dari penyelidikan itu . Yang kedua . Tetapi sebegitu jauh asumsi tersebut telah menjadi ciri yang melekat dalam teori sehingga akan sulit bagi kita untuk samakali meninggalkan asumsi tersebut. Pertama. Sebenarnya Schelling. walaupun ketika diterapkan oleh para penganjurannya yang terkemuka. pemain menaruh perhatian pada hasil dan bukan pada proses lanjutan . siap melepas kelengkapan formal dan kecermatan teori tersebut dalam rangka membuatnya bermanfaat. pada strategi yang mungkin akan dipilih mitranya dan bukan pada mengapa mitranya tadi memilih strategi tertentu tersebut. Teori Permainan : Suatu Penilaian Teori permainan didasarkan pada asumsi tertentu yang mungkin memerlukan dilakukannya suatu penilitian yang cermat . Schelling mengembangkan suatu pendekatan baru terhadap konsep “langkah “ (move). teori permainan tidak tertarik pada etika seseorang.contoh yang baik mengenaiketidakbergunaan apa yang dinamakan sebagai suatu pendekatan teori permainan bagi penyelidikan tentang problem politik. tidak memikirkan unsur moral dalm keputusan mereka dan memiliki informasi lengkap yang mungkin mereka peroleh. teori tersebut telah mengalami perubahan tertentu. Menurut dia. inilah hal yang di uraikan oleh oleh Joseph Fletcher . sedang berusaha mencari suatu teori permainan yang dapat diterapkan secara lebih bermanfaat oleh ilmuan sosial dan. teori tersebut menanggap bahwa para penbuat keputusan benar-benar rasional. suatu usaha memahami permainan yang “ didorong olrh hasrat campuran “tersebut. Model Teori Permainan . dan akan mempertimbangkan aspek-aspek psikologis dari pemilihan. Penggolongannya langkahnya berbeda dengan penggolongan teori permainan yang lazim yang bersifat abstrak dan formal. Schelling juga berusaha mengadakan perubahan pada landasan pemikiran strategis tersebut.

Dalam permainan. jumlah keuntungan dan kerugian serta jumlah strategi yang digunakan dalam permainan. • • • Anggapan yang digunakan adalah bahwa suatu strategi tidak dapat dirusak oleh pesaing atau faktor lain. strategi harga S1 didominasi oleh strategi S2. yakni : Angka-angka dalam matriks pay off ( matriks permainan). Suatu strategi dikatakan dominan bila setiap pay off dalam strategi adalah superior terhadap setiap pay off yang berhubungan dalam suatu strategi alternatif. contoh : Bila jumlah pemain adalah dua. . permainan disebut permainan bukan jumlah nol (non zero – zum game) Ketentuan-ketentuan dasar dalam teori permainan • Dari contoh tabel matrik pay off (matrik permainan) di atas. Sebaliknya bila tidak sama dengan nol. dapat dijelaskan beberapaketentuan dasar yang terpenting dalam teori permainan. meninjukkan hasil dari strategi permainan yang berbeda.Model teori permainan dapat diklasifikasikan dengan sejumlah cara seperti jumlah pemain. disebut permainan jumlah. Contoh: dalam permainan diatas untuk perusahaan A. dua pemain jumlah nol ini.nol! Atau jumlahkonstan. bilangan positif menunjukkan keuntungan bagi pemain baris dan merupakan kerugian dari pemain kolom. pemain disebut sebagai permainan dua-pemainJika jumlah keuntungan dan kerugian adalah nol.

titik ini dikenal sebagai titik pelana (saddle point). Untuk keperluan tersbut. Strategi Murni (Pure Strategy Game) Dalam strategi Murni. strategi optimal untuk setiap pemain adalah dengan menggunakan strategi tunggal. 2. • Tujuan model permainan adalah mengidentifikasikan strategi atau rencana optimal untuk setiap pemain Penyelesaian masalah Teori Permainan : Menggunakan dua karakteristik strategi : 1. selama ini saling bersaing dan berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari pangsa pasar yang ada. Contoh kasus (Strtaegi Murni) Dua buah perusahan yang memiliki produk yang relatif sama. dan hasilnya terlihat pada tabel berikut ini : . Melalui aplikasi kriteria maximin dan kriteria minimax.• Suatu strategi optimal adalah rangkaian kegiatan atau rencana yang menyeluruh yang menyebabkan seorang pemain dalam posisi yang paling menguntungkan tanpa memperhatikan kegiatan-kegiatan pesaingnya. Nilai yang dicapai harus merupakan maksimum dari minimaks baris dan minimum dari minimaks kolom. Dalam strategi ini seorang pemain atau perusahaan akan menggunakan campuran/lebih dari satu strategi untuk mendapatkan hasil optimal. perusahaan A mengandalkan 2 strategi dan perusahaan B menggunakan 3 macam strategi. Strategi Campuran (Mixed Strategy Game) Penyelesaian masalah dengan strategi campuran dilakukan apabila strategi murni yang digunakan belum mampu menyelesaikan masalah permainan atau belum mampu memberikan pilihan strategi yang optimal bagi masing-masing pemain/perusahaan.

dan kalau harus rugi maka kerugian tersebut adalah paling kecil). bagi pemain baris akan menggunakan aturan maximin dan pemain kolom akan menggunakan aturan minimax. bagaimana strategi yang harus digunakan oleh masing-masing pemain atau perusahaan. keuntungan tersebut besar. Selanjutnya dari dua nilai terkecil tersebut. agar masing-masing mendapatkan hasil yang optimal (kalau untung. Langkah 1 Untuk pemain baris (perusahaan A). .Dari kasus di atas. pilih nilai yang paling baik atau besar. pilih nilai yang paling kecil untuk setiap baris (Baris satu nilai terkecilnya 1 dan baris dua nilai terkecilnya 4). Jawab : Seperti telah dijelaskan di atas. yakni nilai 4.

yakni nilai 4 (rugi yang paling kecil). bila ia menggunakan strategi harga mahal (S2). dan karena adanya perkembangan yang terjadi di pasar. Langkah 3 Karena pilihan pemain baris-A dan pemain kolom-B sudah sama. yakni masingmasing memilih nilai 4. Selanjutnya dari tiga nilai terbesar tersebut. dan itu bisa diperoleh dengan merespon strategi yang digunakan A dengan juga menerapkan strategi harga mahal (S3). pilih nilai yang paling baik atau kecil bagi B. sekarang menambah satu lagi strategi bersainganya dengan juga mengeluarkan produk berharga sedang. maka perusahaan A. maka permainan ini sudah dapat dikatakan optimal à sudah ditemukan nilai permainan (sadle point) yang sama. pilih nilai yang paling besar untuk setiap kolom (kolom satu nilai terbesarnya 8. yang tadinya hanya memiliki produk dengan harga murah dan mahal. Hasil optimal di atas. Sedangkan pemain B. kolom dua nilai terbesarnya 9. (perusahaan B). dimana masing-masing pemain memilih nilai 4 mengandung arti bahwa pemain A meskipun menginginkan keuntungan yang lebih besar. dan hasil yang diperoleh tampak pada tabel berikut ini : . Contoh kasus 2 ( Strtaegi Campuran) Dari kasus di atas.Langkah 2 Untuk pemain kolom. dan kolom tiga nilai terbesarnya 4). meskipun menginginkan kerugian yang dideritanya adalah sekecil mungkin. namun A hanya akan mendapat keuntungan maksimal sebesar 4. namun kerugian yang paling baik bagi B adalah sebesar 4.

dan kolom tiga nilai terbesarnya 9). Langkah 3 Dari tabel di atas terlihat bahwa pilihan pemain baris-A dan pemain kolom-B tidak sama. Seperti telah dijelaskan di atas. dimana pemain atau perusahaan A memilih nilai 2 dan perusahaan B memilih nilai 5. yakni nilai 5 (rugi yang paling kecil). bagi pemain baris akan menggunakan aturan maximin dan pemain kolom akan menggunakan aturan minimax. Untuk pemain baris. Oleh karena itu perlu dilanjutkan dengan menggunakan strategi campuran. yakni nilai 2. untuk baris kedua nilai terkecilnya -1 dan baris tiga nilai terkecilnya 1). pilih nilai yang paling baik atau kecil bagi B. pilih nilai yang paling baik atau besar. Langkah 2 Untuk pemain kolom. kolom dua nilai terbesarnya 5. Selanjutnya dari tiga nilai terbesar tersebut. pilih nilai yang paling besar untuk setiap kolom (kolom satu nilai terbesarnya 6. yang langkahnya adalah sebegai berikut : . Selanjutnya dari dua nilai terkecil tersebut. pilih nilai yang paling kecil untuk setiap baris (Baris satu nilai terkecilnya 2 .Jawab : Langkah 1 Mula-mula akan dicoba dulu dengan menggunakan strategi murni. dengan demikian maka permainan ini dapat dikatakan belum optimal à karena belum ditemukan nilai permainan (sadle point) yang sama.

Dan bagi pemain B. strategi S2 adalah paling buruk. karena bisa menimbulkan kemungkinan kerugian bagi A (ada nilai negatif / -1 nya). diperoleh tabel sebagiai berikut : Perhatikan bahwa setelah masing-masing membuang strategi yang paling buruk. Langkah 6 Langkah selanjutnya adalah dengan memberikan nilai probabilitas terhadap kemugkinan digunakannya kedua strategi bagi masing-masing perusahaan. sementara perusahaan B menggunakan strategi S1 dan S2. bila kemungkinan keberhasilan penggunaan strategi S1 adalah sebesar p. Begitu pula dengan pemain B. strategi S3 adalah paling buruk karena kerugiannya yang bisa terjadi paling besar (perhatikan nilai-nilai kerugian di strategi S3 pemain/perusahaan B) Langkah 5 Setelah pemain A membuang strategi S2 dan pemain B membuang stretgi S3.Langkah 4 Masing-masing pemain akan menghilangkan strategi yang menghasilkan keuntungan atau kerugian paling buruk. maka sekarang persaingan atau permainan dilakukan dengan kondisi. Untuk perusahaan A. bila . untuk pemain A. maka kemungkinan keberhasilan digunakannya strategi S3 adalah (1-p). Bila diperhatikan pada tabel sebelumnya. perusahaan A menggunakan strategi S1 dan S3.

apapun strategi yang digunakan A. apapun strategi yang digunakan A.625) = 0.625) + 1 (0.625 Dan apabila nilai p = 0. dengan cara sebagai berikut : Untuk perusahaan A Bila. maka nilai (1-p) adalah (1 – 0. Langkah 7 Selanjutnya mencari nilai besaran probabilitas setiap strategi yang akan digunakan dengan menggunakan nilai-nilai yang ada serta nilai probalitas masing-masing strategi untuk menghitung sadle point yang optimal.625.625) + 6 (0. maka : 2p + 6(1-p) = 2p + 6 – 6p = 6 – 4p Bila. Apabila kedua nilai probabilitas tersebut dimasukkan dalam kedua persamaan di atas.kemungkinan keberhasilan penggunaan strategi S1 adalah sebesar q. perusahaan B meresponnya dengan strategi S2.375) Dengan persamaan ke-2 = 5p + 1(1-p) = 5 (0. maka : 6 – 4p = 1 + 4p 5 = 8p P = 5/8 = 0. maka : 5p + 1(1-p) = 5p + 1 – 1p = 1 + 4p Bila kedua hasil persamaan tersebut digabung.375) . maka keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan A adalah : Dengan persamaan ke-1 = 2p + 6(1-p) = 2 (0. perusahaan B meresponnya dengan strategi S1. sehingga kedua nilai probabilitas untuk strategi S1 dan S3 milik perusahaan A sudah diketahui nilainya.375. maka kemungkinan keberhasilan digunakannya strategi S2 adalah (1-q).

perusahaan A meresponnya dengan strategi S1. apapun strategi yang digunakan B.5) = 3.5 Dan apabila nilai p = 0.5 Perhatikan. maka : 5 – 3q = 1 + 5q 4 = 8q q = 4/8 = 0. apapun strategi yang digunakan B. maka : 6q + 1(1-q) = 6q + 1 – 1q = 1 + 5p Bila kedua hasil persamaan tersebut digabung. Coba diingat di atas.= 3. bahwa sebelum menggunakan strategi campuran ini keuntungan perusahaan A hanya sebesar 2. yakni sebesar 3.5 = 3.5) = 3.5 Dengan persamaan ke-2 = 6q + 1(1-q) = 6 (0.5) = 0. keuntungan perusahaan A bisa meningkat 1.5) + 5 (0. maka kerugian minimal yang diharapkan oleh perusahaan B adalah : Dengan persamaan ke-1 = 2q + 5(1-q) = 2 (0. berarti dengan digunakan strategi campuran ini.5 menjadi 3.5. Bagaimana dengan perusahaan B ? Untuk perusahaan B Bila.5) + 1 (0. Apabila kedua nilai probabilitas tersebut dimasukkan dalam kedua persamaan di atas. maka nilai (1-p) adalah (1 – 0. sehingga kedua nilai probabilitas untuk strategi S1 dan S2 milik perusahaan B sudah diketahui nilainya.5. bahwa keduanya menghasilkan keuntungan yang diharapkan adalah sama.maka : 2q + 5(1-q) = 2q + 5 – 5q = 5 – 3p `Bila.5.5 .5. perusahaan A meresponnya dengan strategi S3.

Perusahaan A keuntungan yang diharapkan naik menjadi 3. .5. kerugian minimal perusahaan B bisa menurun sebesar 1.5 dan kerugian minimal yang diterima perusahaan B juga dapat turun hanya sebesar 3.5. bahwa sebelum menggunakan strategi campuran ini kerugian minimal perusahaan B adalah sebesar 5. Kesimpulan :Karena penggunaan strategi murni belum mampu menemukan nilai permainan (sadle point) yang sama. strategi campuran ini juga mampu memberikan hasil yang lebih baik bagi masing-masing perusahaan.Perhatikan. bahwa keduanya menghasilkan kerugian minimal yang diharapkan adalah sama. mana penyelesaian masalah permainan/persaingan di atas dilanjutkan dengan digunakannya strategi campuran. berarti dengan digunakan strategi campuran ini.5 menjadi 3. yakni sebesar 3.5. à Sudah optimal. Coba diingat di atas. Penggunaan strategi campuran ini terbukti disamping mampu menemukan nilai permainan (sadle point) yang sama.

2. atau membangun antagonisme diantara hal hal yang dianggap pas sudah berada dalam kesetaraan. Dalam pembahasan teori alienasi harus dicari suatu kesetaraan dalam pemisahan antagonism dan perlu ditingkatkannya pemahaman pembahas tentang teori tersebut. Dimensi politik luar negeri Negara berkembang lebih kompleks dibandingkan dengan model untuk studi politik luar negeri negara maju. yang disusun secara matematis agar bisa diterima secara logis dan rasional. Kesimpulan 1. 3. 2. B. 3. Games theory merupakan sebuah pendekatan terhadap kemungkinan strategi politik yang akan dipakai.BAB III PENUTUP A. Saran 1. Dalam pemahaman teori politik luar negeri Negara berkembang harus adanya pembahasan dan contoh yang lebih kompleks tentang hal tersebut agar mudah dicerna oleh pembaca. Teori alienasi adalah teori yang merujuk kepemisahan hal hal yang secara alamiah milik bersama. . Perlu ditingkatkannnya ketelitian dalam pelaksanaan games theory oleh para pelaku politik karena hal ini mengandung unsur aritmatika.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful