PRESENTASI KASUS Bronchopneumonia

COASS ANAK
Ulfa Himayati 1102005278

IDENTITAS

Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Masuk RS No. CM Tanggal periksa Nama ayah Pekerjaan Nama Ibu Pekerjaan : Tn. E

: An. A : 15 bulan : Perempuan : Kampung Waringin, Kec.Anyer : 5 Desember 2009 : XXX : 5 Desember 2009 : Guru SMA : Ny. N : Ibu Rumah Tangga

ANAMNESIS ( ALLOANAMNESIS DARI IBU PASIEN)

Keluhan utama : Sesak Napas RPS : OS datang ke IGD RSUD Cilegon diantar oleh orang tuanya dengan keluhan sesak napas sejak 3 hari SMRS. Sesak krn batuk lama yg makin berat. Sesak tidak berhubungan dengan aktivitas. Mengi (-), edema palpebra (-), biru di ujung jari n mulut (-). Riwayat tersedak (-).

y

Sejak 3 hari SMRS, OS mengalami panas badan yang cukup tinggi, panas terjadi terus-menerus. Sebelumnya ada batuk berdahak. Kejang (-) maupun penurunan kesadaran (-). BAB dan BAK tidak ada kelainan

Riwayat Batuk-batuk lama yang disertai dengan keringat pada malam hari (-). Riwayat penyakit yang sama di lingkungan keluarga (-). Riwayat memelihara unggas (-) Riwayat bermain ketempat unggas yang mati (-) . Pasien baru pertama kali sakit seperti ini.ANAMNESIS ( ALLOANAMNESIS DARI IBU PASIEN) Riwayat kontak dengan penderita yang batuk lama (-). Riwayat adanya orang yang sering merokok di rumah (+).

€ € Riwayat Penyakit Dahulu Pasien belum pernah menderita penyakit seperti ini. Riwayat Penyakit Keluarga Dalam keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit seperti pasien. .

dapat obat penambah darah dan vitamin. tidak muntah berlebihan. tidak pernah hipertensi.RIWAYAT KEHAMILAN IBU Ibu periksa kehamilan di Bidan dekat rumah teratur setiap bulan. Selama hamil tidak pernah demam. tidak mengalami pendarahan melalui jalan lahir saat hamil. tidak pernah minum obat²obatan. nafsu makan bagus sama seperti saat tidak hamil € . tidak pernah jatuh.

presentasi kepala Tidak ada kelainan Tidak lahir dengan bantuan alat .Riwayat persalinan BBL : 3000 gr PB : 50 cm Lahir di Rumah Bersalin dengan Bidan Cukup bulan Lahir spontan Bayi tunggal.

Riwayat pasca lahir Langsung menangis . . infeksi intra partum.Anak tidak pernah sakit setelah lahir seperti asfiksia. trauma lahir dan lain-lain.Ibu tidak ada pendarahan .

80 % ASI.80 % MPASI.RIWAYAT MAKANAN ( lahir s.d. kualitas dan kuantitas ) ‡N : ASI sampai dengan 6 bulan ‡ 6 bulan : 75 . sisa MPASI ‡ 12 Bulan : 65 . sekarang. sisa ASI (sudah bisa makan lauk seperti orang dewasa) ‡ 15 Bulan : seluruh makanan keluarga( sayursayuran dan laukpauk) .

RIWAYAT IMUNISASI BCG : 1x. usia 0. 4. usia 1 bulan DPT : 3x. 4 bulan Kesan imunisasi dasar tidak lengkap . 6 bulan Polio : 3x. 2. usia 2.

dekat dengan jalan raya. Di rumah ada 3 orang yaitu ayah. Penghasilan ± 1. Pekerjaan ibu adalah ibu rumah tangga. . ibu. tidak ada pabrik di sekitarnya. Di dalam rumah sering menggunakan obat nyamuk bakar. Sumber air berasal dari air PAM. Ayah pasien adalah seorang perokok aktif. Lingkungan: Mereka tinggal di perumahan yang lumayan padat.5 juta /bln.Sosial ekonomi dan lingkungan Sosial Ekonomi : ( penghasilan keluarga dan jumlah anggota keluarga yang dihidupi ) Pekerjaan bapak guru SMA. anak. Luas tanah (bangunan) 80 m² dengan ventilasi yang cukup serta penerangan yang baik.

Kesadaran 3. Pernafasan .Tanda vital a.PEMERIKSAAN JASMANI Pemeriksaan Umum ( tanggal 5 Desember 2009) 1. Nadi c. TD b. KU 2. BB : Sakit sedang : Compos Mentis : :: 88 x/menit : 40.5 ¶c : 52 x/menit : 11 kg d. Suhu e.

33 Kesan status gizi : Gizi anak baik .9 kg) 100% = 100.7% BB / TB : (11 kg / 10. tampak Lingkar Lengan Atas : BB / U : (11 kg / 11 kg) 100% = 100% TB / U : (78 cm / 79 cm) 100% = 98.78) = 18.9% BMI : 11 kg / (0.Status Gizi Klinis kurus (-) Antropometris Berat Badan (BB) Tinggi / Panjang Badan Lingkar Kepala : 11 kg : 78 cm : 47 cm : edema (-).

rambut tidak rontok : Conjunktiva Anemis -/Sklera Ikterik -/Refleks pupil langsung atau tidak langsung +/+ Strabismus (-) Tidak ada infeksi Bulu mata tumbuh baik Telinga: Sekret (-) Pendengaran baik Hidung: Sekret (-) Septum tidak deviasi Pernafasan cuping hidung ( hidung kembang kempis) Mulut : Bibir tidak kering Gigi tumbuh 8. 4 diatas dan 4 dibawah Mukosa Mulut sianosis (-) .PEMERIKSAAN FISIK Kepala Mata : Normochepal.

kanan=kiri P : Nyeri tekan dan nyeri lepas (-) Tidak teraba massa dan krepitasi Pelebaran atau penyempitan sela iga (-) Pembesaran KGB (-) Fremitus melemah P : Sonor diseluruh lapang paru A : Bronchovesikuler. suara nafas melemah . wheezing -/-. +/+. Leher Thoraks : KGB tidak teraba membesar Trakea tidak deviasi : Retraksi dinding dada (+) Permukaan dada simetris Pulmo : I : Pergerakan hemitoraks simetris . rhonki +/+.

murmur -. Cor: I : Ictus cordis tidak terlihat P: Ictus cordis teraba di intercostal space V linea midclavicula sinistra P: Redup Batas atas sela iga II garis parasternal sinistra Batas jantung kanan sela iga IV garis parasternal dextra Batas jantung kiri sela iga IV garis midklavikula sinistra A: Bunyi jantung I-II reguler. gallop - .

Abdomen : .Auskultasi .Perkusi abdomen : Terdengar Timpani di seluruh kuadran Tidak ada penambahan batas redup hepar Shifting dullness (-) : Tidak ada pembesaran hepar atau lien .Palpasi : Bising Usus 6 x/menit Tidak ada teraba massa Nyeri tekan dan nyeri ketok (-) .Inspeksi : Permukaan datar simetris Sikatriks (-) .

GENITALIA EXTERNA € Kelamin : Perempuan. T.A.K EKSTREMITAS € Akral hangat € Kekuatan otot baik € Edema (-) € Sianosis (-) KULIT € Ikterik (-) € Sianosis (-) € Turgor kulit baik € Tidak ada kelainan kulit .

8 % Trombosit : 379.000 sel/mm3 Gula darah sewaktu : 121 mg/dl .PEMERIKSAAN PENUNJANG Tanggal 5 Desember 2009 Darah Perifer Lengkap : Hb : 11 g/dl Leukosit : 15.300 sel/mm3 Ht : 33.

DIAGNOSIS KERJA Bronchopneumonia Berat Diagnosis Banding Bronkiolitis .

TATALAKSANA O2 1-2 l/menit IVFD KAEN 1B + KCl 10 meq 12 tpm (makro) Sanpicillin 4 x 225 mg Colsansetin 4 x 160 mg Cortidex 3 x 1.5 mg Sanmol drops 3 x 1 cc Inhalasi / 6 jam .

rhonki +/+. Batuk pilek (+).9¶ C Nadi : 120 x/menit R : 46 x/menit Pemeriksaan fisik: Kepala : Pernapasan cuping hidung (+) Thorax : P/ Bronchovesikuler. Keadaan umum : Tampak sakit sedang (lemah) Kesadaran: compos mentis Berat badan : 11 kg Vital sign : Suhu : 37. wheezing -/-.5 mg Sanmol drops 3 x 1 cc Inhalasi 4x DR /24jam Rontgen Thorax .Follow up pasien ( tanggal 6 Desember 2009) Demam hari ke 5 Keluhan: Demam (+). sesak (+). suara nafas masih lemah Analisa : Bronchopneumonia berat Tatalaksana : O2 1-2 l/menit IVFD KAEN 1B + KCl 10 meq 12 tpm (makro) Sanpicillin 4 x 225 mg Colsansetin 4 x 160 mg Cortidex 3 x 1. lemas (+). retraksi (+).

Batuk pilek (+). wheezing -/-.000 /ul Hasil Rontgen : Cor : normal Pulmo : Infiltrat di kedua paru Sinus lancip Kesan Broncopneumonia Analisa : Bronchopneumonia berat Tatalaksana : O2 1-2 l/menit Inhalasi 4x IVFD KAEN 1B + KCl 10 meq 12 tpm (makro) Sanpicillin 4 x 225 mg Colsansetin 4 x 160 mg Cortidex 3 x 1. suara nafas masih lemah Hasil Laboratorium : Hb : 12. Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran: compos mentis Berat badan : 11 kg Vital sign : Suhu : 37.6 % L : 11. sesak (+). lemas (+).900 /ul T : 374. rhonki +/+.Follow up pasien ( tanggal 7 Desember 2009) Demam hari ke 6 Keluhan: Demam (+).6¶ C Nadi : 128 x/menit R : 42x/menit Pemeriksaan fisik: Kepala : Pernapasan cuping hidung (-) Thorax : P/ bronchovesikuler.5 g/dl Ht : 40.5 mg Sanmol drops 3 x 1 cc . retraksi (+).

Follow up pasien ( tanggal 8 Desember 2009) Demam hari ke 7 Keluhan: Demam (+). rhonki +/+. wheezing -/-.5 mg Sanmol drops 3 x 1 cc Inhalasi 4x . Batuk pilek (+). Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran: compos mentis Berat badan : 11 kg Vital sign : y Suhu : 37· C y Nadi : 120 x/menit y R : 36 x/menit Pemeriksaan fisik: Kepala : Pernapasan cuping hidung (-) Thorax : P/ bronchovesikuler. lemas (+). retraksi (-) Analisa : Bronchopneumonia berat Tatalaksana : IVFD KAEN 1B + KCl 10 meq 12 tpm (makro) Sanpicillin 4 x 225 mg Colsansetin 4 x 160 mg Cortidex 3 x 1. sesak (-).

lemas (+). rhonki +/+.5 mg Sanmol drops 3 x 1 cc Inhalasi 4x . wheezing -/-. Follow up pasien ( tanggal 9 Desember 2009) Demam hari ke 8 Keluhan: Demam (+). Batuk pilek (+).7· C y Nadi : 120 x/menit y R : 24 x/menit Pemeriksaan fisik: Kepala : Pernapasan cuping hidung (-) Thorax : P/ bronchovesikuler. Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran: compos mentis Berat badan : 11 kg Vital sign : y Suhu : 37. sesak (-). retraksi () Analisa : Bronchopneumonia berat Tatalaksana : IVFD KAEN 1B + KCl 10 meq 12 tpm (makro) Sanpicillin 4 x 225 mg Colsansetin 4 x 160 mg Cortidex 3 x 1.

Follow up pasien ( tanggal 10 Desember 2009) Demam hari ke 9 Keluhan: Demam (-). retraksi (-). Batuk pilek (+). lendir +/+ Analisa : Bronchopneumonia berat dengan perbaikan Tatalaksana : Instopper Sanpicillin 4 x 225 mg Colsansetin 4 x 160 mg Cortidex 3 x 1. wheezing -/-. sesak (-). lemas (-). Keadaan umum : Baik Kesadaran: compos mentis Berat badan : 11 kg Vital sign : y Suhu : 36.5· C y Nadi : 120 x/menit y R : 24 x/menit Pemeriksaan fisik: Kepala : Pernapasan cuping hidung (-) Thorax : P/ bronchovesikuler. rhonki +/+ berkurang.5 mg Sanmol drops 3 x 1 cth ( Jika demam) Inhalasi 4x .

lendir +/+ Analisa : Bronchopneumonia berat dengan perbaikan Tatalaksana : Instopper Sanpicillin 4 x 225 mg Colsansetin 4 x 160 mg Cortidex 3 x 1. lemas (-). rhonki -/-.5 mg Sanmol drops 3 x 1 cth ( Jika demam) Inhalasi 4x . retraksi (-). Follow up pasien ( tanggal 11 Desember 2009) Demam hari ke 10 Keluhan: Demam (-). Keadaan umum : Baik Kesadaran: compos mentis Berat badan : 11 kg Vital sign : y Suhu : 37. Batuk pilek (+).3· C y Nadi : 128 x/menit y R : 24 x/menit Pemeriksaan fisik: Kepala : Pernapasan cuping hidung (-) Thorax : P/ vesikuler. wheezing -/-. sesak (-).

Keadaan umum : Baik Kesadaran: compos mentis Berat badan : 11 kg Vital sign : y Suhu : 37· C y Nadi : 120 x/menit y R : 28 x/menit Pemeriksaan fisik: Kepala : Pernapasan cuping hidung (-) Thorax : P/ vesikuler. retraksi (-). Batuk pilek (+). lemas (-). sesak (-). lendir -/Analisa : Bronchopneumonia dengan perbaikan Tatalaksana : Rawat Jalan Alco drop Muceran drop Cefadroxil Edukasi : . rhonki -/-. wheezing -/-. Follow up pasien ( tanggal 12 Desember 2009) Demam hari ke 11 Keluhan: Demam (-).

Edukasi : Preventif Jauhi dari paparan asap rokok dan debu Usahakan ventilasi udara di rumah bersikulasi dengan baik Rehabilitatif Kontrol ke poli anak .

NASEHAT WAKTU PULANG € € € € Menjaga kebersihan lingkungan dan pribadi Aktifitas dibatasi dengan lebih banyak beristirahat Meningkatkan kualitas dan kuantitas makanan Bila anak sakit segera berobat ke dokter .

DIAGNOSIS AKHIR Bronchopneumonia Berat .

PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad functionam Qo ad sanasionam bonam : ad bonam : ad bonam : Dubia ad .

msh bs mnm BP : Tdk ada retraksi tapi Takhiepnea Bukan BP : Hanya batuk tanpa gjl diatas .ANALISIS KASUS Diagnosis BP menurut WHO : BP sangat Berat : Sianosis sentral dan tdk bs mnm BP Berat : Ada retraksi tanpa sianosis.

Dx BP Berat Batuk dan Kesulitan bernafas + minimal salah satu tanda dbwh ini : Kepala terangguk-angguk Pernafasan cuping hidung Retraksi Foto rontgen menunjukan gambaran pneumonia .

Selain itu dapat ditemukan jg : Napas cepat : < 2 bulan 2-11 bulan 1-5 tahun • 5 tahun : • 60 x/menit : • 50 x/menit : • 40 x/menit : • 30 x/menit Suara merintih Pada auskultasi terdengar Ronki Suara pernapasan menurun Suara pernapasan bronkial .

Pada pasien ini ditemukan : Sesak nafas Demam Batuk Pilek Pernapasan cuping hidung Takipnea : 52 x/menit Retraksi dinding dada Ronki Suara pernapasan melemah .

.Pada pemeriksaan penunjang bronchopneumonia dapat ditemukan : Pemeriksaan darah menunjukkan leukositosis dengan predominan PMN atau dapat ditemukan leukopeni yang menandakan prognosis buruk Pada pemeriksaan radiologi dapat ditemukan infiltrat dan konsodlidasi yang luas.

Pada pasen ini ditemukan : Leukositosis : 15.300 sel/mm3 Dan pada foto rontgen ditemukan : Infiltrat yang luas di kedua paru .

antibiotik pilihan adalah golongan sefalosporin. Klindamisin. kloksasilin dapat segera diberikan.aureus.Untuk bayi < 3 bulan : golongan penisillin dan aminoglikosid. . . IVFD dekstrose 10% : NaCl 0. . Bila diduga penyebab pneumonia adalah S. . Inhalasi diberikan untuk transpor mukosilier. atau vancomicin. 3:1 + KCl 10 mEq/500 ml cairan.Untuk usia > 3 bulan : ampisilin + kloramfenikol merupakan obat pilihan pertama. Bila alergi terhada penisilin dapat diberikan cefazolin. Lama pengobatan untuk stafilokokal adalah 34 minggu.Tatalaksana Bronchopneumonia : Pemberian Oksigen merupakan terapi suportif yang diberikan sesuai derajat sesaknya.9% . Pemberian antibiotik sesuai dengan kelompok umur.Bila keadaan pasien berat atau terdapat empiema.

( O2 1-2 l/menit) IVFD KAEN 1B + KCl 10 mEq 12 tpm macro. . (Sanpicillin dan colsansetin) Inhalasi diberikan untuk transpor mukosilier.Tatalaksana yang diberikan pada pasien ini adalah : Pemberian Oksigen merupakan terapi suportif yang diberikan sesuai derajat sesaknya. Pemberian antibiotik sesuai dengan kelompok umur. Oksigen diberikan pada anak yang mengalami bronkhopneumonia berat.Untuk usia lebih dari 3 bulan (15 bulan) ampisilin dipadu dengan kloramfenikol merupakan obat pilihan pertama.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.