BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

3.1 Spesifikasi

Inilah spesifikasi honda civic seperti yang tertera pada brosur :

8L MT dan direncanakan menggunakan roda gigi miring.9%) ‡ i5 = 0.294 ‡ Material = Baja St 70. a = 100 mm  Perbandingan transmisi seperti pada brosur.2.11 ‡ Sudut tekan normal ( 0 ) = 20° (menurut standar ISO) ‡ o = 0 ( untuk roda gigi lurus) .142 ‡ i2 = 1.948 karena terjadi kehilangan daya 0.3.307 ‡ ifg = 4.869 ‡ i3 = 1.294  Modul (m) = 3 Karena dasar dalam perencanaan roda gigi yaitu perbandingan kecepatan atau perbandingan transmisi (i) yaitu perbandingan diameter lingkungan jarak roda gigi atau jumlah gigi satu dengan jumlah gigi yang kedua.2 Perancangan roda gigi mundur Hasil pengukuran dan pengamatan spesifikasi mesin adalah sebagai berikut : ‡ Putaran motor (n) = 6300 Rpm ‡ Daya (N1) = 140 PS ‡ Rasio roda gigi mundur(ir) = 3.1 Menentukan ukuran roda gigi Untuk merancang roda gigi yang mampu mentransmisikan daya maksimum sebesar 103 kW pada putaran 6300 rpm.307 ‡ Rasio roda gigi reverse(ifg) = 4. Hal-hal yang direncanakan antara lain :  Sudut miring .235 ‡ i4 = 1 (tertera 0.727 ‡ ir = 3.2 Perhitungan Roda Gigi 3.  Sudut tekanan . Pada mobil Honda New Civic 1. (i) ‡ i1 = 3. 3. = 25° = 20°  Jarak sumbu poros .

Bahan memiliki kekuatan yang baik sehingga tahan lama sesuai dengan umur yang dikehendaki. maka Bzid = Bo dan jika Sg”1 . b. karena poros ditumpu oleh dua bantalan (Straddle mounting) maka Ditentukan nilai dari = 0.5 (Tabel 22/18) S = Faktor keamanan terhadap pitig dipilih 0.5 . maka Bzid = Bo s/d 3 Bo dimana  s  C = Faktor kejut dipilih 1.2. c. . Jika Sg•.8 G 2 K = Kekuatan permukaan gigi yang tergantung pada pemilihan bahan (24 Kgf/mm ) D Bahan kedua roda gigi dipilih dari Baja St.3.70 11 (Tabel 22/25) dengan data sebagai berikut : 2 K = 24 Kgf/mm O 2 0 = 85 Kgf/mm Adapun alasan pemilihan bahan adalah sebagai berikut : a. Produk yang dihasilkan tahan aus. Bzid merupakan intensitas beban yang diizinkan (Tabel 22/11) tergantung pemilihan faktor keamanan terhadap pitting.1 Diameter Referensi Diamater referensi roda gigi pertama pada poros penggerak (poros 1) ditentukan dengan persamaan :  (mm) Sedangkan diameter referensi roda gigi yang digerakan pada poros 2 ditentukan dengan : db2 = 1 x db2 (mm) Dimana rasio besarnya tergantung dari jenis tumpuan (Tabel 22/17). Bahan tidak memiliki kekerasan yang terlalu tinggi sehingga akan memudahkan dalam proses machining.

066 . Apabila diasumsikan v = 10 m/s maka V = 39 sd 78 cSt.1 cSt.066 Sehingga 2 KD = Y x Y x Y x Y x K kgf/mm G H S V O 2 = 1 . 1 .5 untuk besi cor G Y adalah faktor kekerasan permukaan. dengan harga 1 jika harga kekerasannya sama dengan H kekerasan permukaan (Tabel 22/25) K adalah faktor ketahanan permukaan material Y adalah faktor pelumasan.85 . 50 50 Y adalah fungsi dari kecepatan tangensial v.72 kgf/mm 2 = 0. sehingga Ys = 0. 0. = Y x Y x Y x Y x K (Kgf/mm ) D G H S V O Dimana : Y .Kekuatan permukaan gigi ditentukan oleh : 2 K. Y dan Y adalah faktor-faktor permukaan gigi (Tabel 22/26) G H V S Y adalah faktor material. sehingga diameter referensi roda gigi o 1 adalah :   .85. diambil V = 40. Y .1462 Kgf/mm Karena S < 1 maka dipilih B G Zul = B = 0. dan 1.1521 Kgf/mm . V    = 1. sedangkan O S viskositas sendiri fungsi dari kecepatan tangensial v (Tabel 22/28). 0. 1.652 kgf/mm  2 2 = 0. dengan harga 1 untuk baja.

294 x 16 = 68.3 Jumlah Gigi Jumlah gigi roda gigi 1 dipilih  Jumlah gigi roda gigi 2 dipilih Z = ir x Z = 3.99 = 247.294 x 74.2.4 Modul Modul ditentukan dengan .99 mm dq = db3 = 322.99 = 75 ˜  †–            Harga kecepatan tangensial yang semula dimisalkan dapat diperiksa harganya :    Diameter referensi roda gigi yang kedua : db2 = ir x db1 = 3.307 x 74.2.2 Diameter jarak bagi Dianggap tidak ada faktor korigasi (X1 = X2 = 0) sehingga diameter jarak bagi (d) sama dengan diameter referensinya.2.03 mm 3.99 mm 1 dq = db2 = 247.03 mm 3.7 = 69 3 1 3.307 x 16 = 53 2 1 Jumlah gigi roda gigi 2 dipilih Z = ifg x Z = 4. dq = db = 74. db1 = 74.99 = 322.965 Modul penampang normal : Mn = Mb cos 0 = 4.965 .99 mm db3 = ifg x db1 = 4.74= 4. M1=do1/z1=do2/z2= 1699.

76 mm 1 1 f1 Untuk roda gigi 2 Dk do + 2h = 247.25 x 4.6 mm f2 2 f2 .92 mm 2= 2 k2 Untuk roda gigi 3 Dk3 do3+ 2h = 322.93 = 235.99+ 9.2.5 x 74.206 mm f1 f2 f 3.93 = 62.99 + 9.5 Lebar Gigi Lebar gigi ditentukan dengan persamaan : W = b x db 1 = 0.99 ± 9.965 = 6.965 k Tinggi kepala pasangan roda gigi dipilih sama : hk = h 1 k2 Tinggi kaki dipilih sebesar 1.2.1 ± 1.3 Tinggi kepala sama dengan modul : H =m=4.206 mm f1 Tinggi kaki pasangan roda gigi adalah : h = h = h = 6.96 mm = k3 3.93 = 87.93 = 257.7 Diameter Lengkungan Kepala Untuk roda gigi 1 Dk = do + 2h = 74.2.6 mm f1 1 f1 Untuk roda gigi 2 D = do ± 2h = 247.8 Diameter Lingkaran Kaki Untuk roda gigi 1 D = do ± 2h = 74.25 m H = 1.2.03 + 9.99 = 39.93 = 331.3.6 Tinggi Kepala dan Tinggi Kaki Gigi Berdasarkan Standar DIN 867 (Tabel 21/5) Hk/m = 1 dan hf/m = 1.72 mm 3.99 ± 9.

9 Jarak Pusat Jarak pusat ditentukan dengan : a . Jarak Bagi Jarak bagi ditentukan dengan : –‘ = 3.10.6 mm f3 3 f3 3.5 (74.93 = 309.14 x 4.99 ) = 161.03 ± 9.965 = 15.5 (db1 + db2) = 0.49 mm 3.2. = 0.Untuk roda gigi 2 D = do ± 2h = 322.99 +247.6 Lampiran .2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful