BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perlu disadari bahwa sampai pada saat ini lulusan SMK belum dapat diserap langsung oleh pihak dunia usaha maupun industri. Secara kasat mata terbukti hampir setiap dunia usaha/ industri ketika merekrut tenaga kerja lulusan SMK masih menerapkan Pendidikan dan Pelatihan bagi yang telah lolos seleksi penerimaan karyawan rata-rata 3 (tiga) bulan. Hal ini menunjukan bahwa keterampilan yang dimiliki lulusan SMK belum diakui oleh pihak dunia usaha/ industri. Jika kita kaji secara seksama, kita tidak dapat menyalahkan pihak dunia usaha / industri. Memang pada kenyataannya masih banyak SMK yang sangat harusnya minim peralatan praktik. Sehingga peserta diklat yang pembelajaran praktik idealnya 70% hanya dapat porsi

dilaksanakan 30% saja. Bahkan ada beberapa SMK yang tidak memiliki sama sekali peralatan praktik, dalam pelaksanaan peserta diklat hanya dapat berangan-angan dengan teori saja tidak dengan peralatan kenyataan yang sebenarnya. SMK yang peralatan praktik cukup memadai, belum tentu peralatan itu sesuai dengan yang ada di industri/ usaha. Sekarang peralatan di dunia usaha/ industri sudah serba otomatis sedangkan peralatan yang ada sdi SMK-SMK masih manual. Sehingga pelaksanaan praktik hanya sekedar mengenal peralatan yang ada, kurang memperhatikan kebutuhan didunia industri/ usaha, itu pun tidak semuanya dapat memanfaatkan secara maksimal. Sesuai dengan hasil pengamatan dan penelitian Direktorat

Pendidikan Menengah Kejuruan, pola penyelenggaraan di SMK belum secara tegas dapat menghasilkan tamatan sebagaimana yang diharapkan. 1

Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi pembelajaran yang belum kondusif untuk menghasilkan tenaga kerja yang professional, karena keahlian professional seseorang tidak semata-mata diukur oleh penguasaan unsur pengetahuan dan teknik bekerja, tetapi harus dilengkapi dengan penguasaan kiat (arts) bekerja yang baik. Penggunaan unsur ilmu pengetahuan dan teknik bekerja dapat

dipelajari di sekolah, namun untuk kiat adalah sesuatu yang tidak dapat diajarkan tetapi harus dikuasai melalui pembiasaan dan internalisasi. Untuk Diklat yang menjadi factor utama penentu kadar keahlian professional seseorang, hanya dapat dikuasai melalui cara mengerjakan pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri. Karena Misalnya tingkat itulah tumbuh suatu jam aturan keahlian professional berdasarkan jumlah pengalaman kerja. keahlian seorang pilot diukur dari jumlah terbangnya, tingkat keahlian seorang montir diukur dari jumlah tahun kerjanya sebagai seorang montir, dan sertifikat seorang “wekder” bias batal apabila lebih dari satu tahun tidak lagi mrngerjakan mengelas. Mata diklat praktik kejuruan yang disajikan di sekolah biarpun menggunakan peralatan yang lengkap dan modern, pada dasarnya hanya mampu menyajikan proses dan situasi peniruan (simulasi), karena bukan situasi yang sesungguhnya, oleh karena itu sulit diharapkan untuk mampu memberikan keahlian sebagaimana yang diharapkan.

B. Dasar Hukum Dasar Hukum kegiatan ini adalah : 1. UU No.20 Tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional 2. Kepmen Pendidikan dan Kebudayaan No. 180/U/1993 Tentang Kurikulum SMK edisi 1999 yang merupakan pengembangan dari Kurikulum edisi 1994. 3. Surat Keputusan Kepala SMK CORDOVA Nomor:.../..../......./2011

2

C. Tujuan Pelaksanaan PRAKERIN Tujuan kegiatan ini adalah : 1. Sebagai syarat kelulusan SMK Cordova Margoyoso Pati 2. Memberikan pemahaman kepada siswa dalam dunia usaha atau dalam dunia kerja 3. Melatih siswa bekerja nyata dalam mengkomunikasikan dalam bentuk laporan tertulis 4. Menciptakan kondisi siap mental, fisik dan konsepsional bagi siswa dalam dunia kerja. 5. Sebagai salah satu bentuk penuntasan kompetensi pembelajaran pada Kurikulum tingkat SMK pada Program keahlian Multimedia. 6. Agar siswa memperoleh pengalaman praktis dilapangan sebagai wahana manifestasi kemampuan akademik dan ketrampilan yang profesional dalam bidang keahliannya. 7. Melatih siswa bekerja nyata dalam dunia usaha. 8. Menambah wawasan kepada siswa terhadap dunia usaha. 9. Siswa dapat memperoleh kesempatan untuk mengetahui bagaimana kerja dalam dunia usaha.

D. Tujuan Penyusunan PRAKERIN Tujuan penyusunan laporan kegiatan ini adalah : 1. Siswa dapat bekrja dalam dunia usaha dan dapat mengkomunikasikan dalam bentuk laporan tertulis. 3

4 . Siswa mampu atau memantapkan dan mengembangkan pelajaran yang didapat dan penerapannya di dunia usaha.2. Untuk memenuhi persyaratan guna untuk mengikuti Evaluasi Balajar Tahap Akhhir pada SMK CORDOVA Margoyoso Pati 3.

peralatan yang digunakan perusahaan. Editing Video 7. 2. Chargen ( Character Generator ) 5. Audio 3. Switcher 6. Metode Eksperimen Metode Eksperimen adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan melakukan praktek lapangan. MCR ( Master Control Room ) F. Metode Observasi Metode Observasi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan.E. Metode Interview 5 . 3. Kamera 4. Lighting 2. Ruang Lingkup Materi PRAKERIN Ruang lingkup materi laporan kegiatan PRAKERIN yang telah dilaksanakan adalah mencakup : 1. baik secara langsung maupun melalui pencatatan peralatan . Metode Pengumpulan Data PRAKERIN Metode Pengumpulan data laporan PRAKERIN adalah : 1.

Metode Interview adalah suati metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan bertanya jawab dengan staf – staf yang berhubungan dengan permasalahan yang ada di perusahaan tersebut. 6 .

Sebagian biaya operasional TVRI masih ditanggung oleh negara. Visi : Menjadi Stasiun TV Pilihan yang Berakar pada budaya bangsa. TVRI kemudian meliput Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta dan di Jakarta Timur di Sentul Pada Tanggal 24 Agustus 1962 sejak Capcom di Jepang pada tahun 1979 dan di Jakarta Indonesia pada sejak 1983. Misi : 1. Siaran perdananya menayangkan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 dari Istana Negara Jakarta. Memberikan informasi terpercaya. Sejarah Singkat DU/DI (Tempat PRAKERIN) Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah stasiun televisi pertama di Indonesia. Membentuk lingklungan kerja yang sehat. Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam satu tayangan khusus yang dengan judul acara Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua kali). dan akhirnya TVRI kembali TVRI saat Publik. 2. TVRI menayangkan iklan. Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan mitrausaha. 7 . Pada tahun 80-an dan 90-an. 4. 3. mencerdaskan menyajikan hiburan bermutu bagi masyarakat. dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya. harmonis dan profesional bagi karyawan dan mitra. yang mengudara sejak tahun 1962 di Jakarta dan Starvision Plus pada tanggal 23 Agustus 1962.BAB II ASPEK UMUM A. Status tidak diperbolehkan menayangkan iklan ini adalah Lembaga Penyiaran nayang iklannya hanya di jakarta timur. TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta. Menjadi media komunikasi yang bagi kepentingan nasional yang serta berlandaskan persatuan dan kesatuan. Siarannya ini masih berupa hitam putih.

TVRI diubah menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tatakerja Departemen Penerangan. Bulan Juni 2000. media (media SK memiliki massa yang terintegrasikan Menpen status No. yang bertujuan supaya tiap warga Indonesia mengenyam kesejahteraan lahiriah dan mental spiritual. Sebagai alat komunikasi Pemerintah. tertib dan sejahtera. Departemen Penerangan Republik Indonesia. Pada garis besarnya tujuan kebijakan Pemerintah dan programprogramnya adalah untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang modern dengan masyarakat yang aman. 36 tahun 2000 tentang perubahan status TVRI menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan). sedang manajemen yang diterapkan yaitu manajemen perkantoran/birokrasi. Semua pelaksanaan TVRI baik di ibu kota maupun di Daerah harus meletakkan tekanan kerjanya kepada integrasi. supaya TVRI menjadi suatu well-integrated mass 1975. yang diberi status Direktorat. diterbitkan Peraturan Pemerintah No.55 ganda yaitu Bahan selain dengan baik) Pemerintah. langsung bertanggung-jawab pada Direktur Jendral Radio. TV. dan Film. Pada Tahun 1974. adil. Tahun dikeluarkan siaran/KEP/Menpen/1975. Semua kebijaksanaan Pemerintah beserta programnya harus dapat diterjemahkan baik. TVRI di Era Reformasi. TVRI melalui siaran-siaran dari studio-studio TVRI yang berkedudukan di ibukota maupun daerah dengan cepat. 8 .Status TVRI pada Era Orde Baru. tugas TVRI adalah menyampaikan informasi tentang kebijakan Pemerintah kepada rakyat dan pada waktu yang bersamaan menciptakan two-way traffic (lalu lintas dua jalur) dari rakyat untuk pemerintah selama tidak mendiskreditkan usaha-usaha Pemerintah. yang secara kelembagaan berada di bawah pembinaan dan bertanggung jawab kepada Departemen Keuangan RI. tepat dan sebagai Yayasan Televisi RI juga sebagai Direktorat Televisi.

Televisi Republik Indonesia (TVRI) merupakan stasiun televisi tertua di Indonesia dan satu-satunya televisi yang jangkauannya mencapai seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah penonton sekitar 82 persen penduduk Indonesia. TVRI Stasiun Sumatera Selatan Departemen Keuangan RI dan Kantor Menteri Negara 9 . Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI adalah memberikan pelayanan informasi. diterbitkan Peraturan Pemerintah No. Ke 27 TVRI Stasiun Daerah tersebut adalah : 1. 64 tahun 2001 tentang pembinaan Perjan TVRI di bawah kantor Menteri Negara BUMN untuk urusan organisasi dan Departemen Keuangan Republik Indonesia Departemen Keuangan RI untuk urusan keuangan. 9 tahun 2002. TVRI Stasiun Sumatera Utara 4.Bulan Oktober 2001. Saat ini TVRI memiliki 27 stasiun Daerah dan 1 Stasiun Pusat dengan didukung oleh 376 satuan transmisi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara. TVRI Stasiun Nangroe Aceh Darussalam 3. Tanggal 17 April 2002. Selanjutnya melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran. pendidikan dan hiburan yang sehat. bersifat netral. kontrol dan perekat sosial. status TVRI diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) TVRI di bawah pengawasan BUMN. diterbitkan Peraturan Pemerintah No. serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. TVRI Stasiun DKI Jakarta 2. Semangat yang mendasari lahirnya TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik adalah untuk melayani informasi untuk kepentingan publik. mandiri dan tidak komersial.

TVRI Stasiun Bali 10. 10 . TVRI Stasiun Lampung 21. TVRI Stasiun Maluku dan Maluku Utara 22. TVRI Stasiun Gorontalo 25. TVRI Stasiun Sulawesi Tengah 27. bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke44 (24 Agustus 2006). TVRI Stasiun Kalimantan Selatan 17. TVRI Stasiun Jogyakarta 8. TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara Sebagai stasiun televisi pertama di negeri ini. TVRI Stasiun Nusa Tenggara Barat 24. TVRI Stasiun Kalimantan Timur 12. TVRI Stasiun Kalimantan Barat 16. TVRI Stasiun Jawa Tengah 7. TVRI telah melalui perjalanan panjang dan mempunyai peran strategis dalam perjuangan dan perjalanan kehidupan bangsa. TVRI Stasiun Sulawesi Selatan 11. TVRI Stasiun Papua 19. TVRI Stasiun Nusa Tenggara Timur 23. TVRI Stasiun Sulawesi Utara 26.5. TVRI Stasiun Jawa Timur 9. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran. TVRI Stasiun Kalimantan Tengah 18. TVRI resmi menjadi Lembaga Penyiaran Publik. TVRI Stasiun Jambi 14. TVRI Stasiun Riau dan Kepulauan Riau 15. TVRI Stasiun Jawa Barat dan Banten 6. TVRI Stasiun Bengkulu 20. TVRI Stasiun Sumatera Barat 13.

Berita Mgr. Taufansyah. Dewan Pengawas LPP TVRI Periode 2010-2011 ketua Anggota : Drs. MSi. Kerjasama Prod. Irianto Ebi Rukbi Bambang Siswanto. Jabatan GM. Husein Azhari.Sos. Siaran Olah Raga Mgr. TVRI Periode 2010-2011 Direktur Teknik Direktur Umum Direktur Program Direktur Utama MM. MSi. Nyoman Yuyun Wahyuni. Hazarin Silepu : Prof. & Siaran Luar Negeri Mgr. Akuisisi Mgr.. Drs. Evaluasi Keuangan & Kinerja Mgr.Penunjang Prog. Drs. Musa Asy'arie Drs. Siaran Mgr. Agus Widjojono Purnama Suwardi. Promosi Acara Mgr. Isti Dinari Soeparto. Perencanaan Keuangan & . SE. MSc. SSos. SSos. MSc. Programming Mgr. Program Mgr. Yurika. Siaran Berita Mgr. MBA. Azhar Gunawan. S. Immas Sunarya. BA. Drs. Perencanaan. Program GM. SE.Hj. Direktur Pengembangan dan Usaha Direktur Keuangan Ak. Oloan Simajuntak. Msi 2.B. Robik Mukar Dra. Sudirman. Antar MT. Dokumentasi & Perpustakaan Mgr. SS. Prod. Dewan Direksi LPP. SS. Nama Harmens Tahir. Dra. H. Produksi Berita GM. : Yon Anwar : Dra. Hendra Budi Rachman : DR. Sianturi. Hj. Drs. Current Affairs Mgr. Retno Intani ZA. Meity Silvana Inaray. Abraham Isnan. SE. Oprs. Kreativitas & Pemandu Bakat GM.. Ak. Satya Sudhana : Drs.. Suratno. 11 : Ir. & Berita Mgr. Struktur Organisasi DU/DI 1. : Ir. Amos Ginting. Dr. Bambang Rasmito Sitepu.

. Bakti Ginting. Ak.Pelipus Bangun. Penerimaan Mgr. Tek. MM. Drs. Fasilitas Teknik GM. Sahusilawane Xaverius Sitepu. SE. Kinerja Mgr.Evaluasi Keuangan & Kinerja Mgr. SKom. Akuntansi & Perpajakan Mgr. Anggaran Mgr. ST. SSos. Yuliwar Yuni Sutrisno Achmad Zulbany Muhammad Rusli Sumara. Teknik Produksi & Penyiaran Mgr. Pengadaan Barang Teknik & Program Mgr.Informatika & Kerjasama Teknik Mgr. Teknologi Transmisi Mgr. Doddy Ernawan. Sukarman Tri Djoko Jailani. Kerjasama Teknik Mgr. ST.. ST. Edie Junaedhi. Pengelolaan & Evaluasi Hutang Piutang GM. Johan Setiawan.Sarana & Prasarana 12 . Martha Tarigan. Teknologi Informatika Mgr. SE. Ir. SS. Akuntansi Manajemen Mgr. SSos. Bambang Ruswandi. Transmisi Mgr.MM. & Distribusi GM. Jaringan Transmisi Mgr. Pengeluaran Mgr.Pengendalian Mutu & Standarisasi Transmisi GM. Perbendaharaan & Verifikasi GM. ST. Aldrin Gibion Panjaitan.Asset.. SE. Drs. Pengadaan & Inventarisasi Mgr.MM. Mahmud. Pengadaan Barang Umum & Jasa Mgr. Teknologi Peralatan Luar Studio Mgr. SE. Ir. Inventarisasi. Drs. Gentur Eko Christianto. Perpajakan GM. Jakariadi. Muhammad Ikhsan. Erry Kusniawati. Barlin H. Hotmanahan Hutagaol. Nur Abidin. Max Laban L. Ir. Pengendalian Mutu & Standarisasi Teknik Produksi & Penyiaran GM. Peralatan Studio & Penyiaran Mgr. Sumarlan. Akuntansi Keuangan Mgr. Aji Hardianto Erawan. BSc. ST. Nuku Damarsari.. SE.

Sudarmoko.Pemasaran Teknik & Non Teknik Mgr. Dra. MSi. Drs.Evaluasi. & Lingkungan Mgr. MSi.Pemasaran Siaran dan Traffic Mgr. SSos. SSos. Edi Widiyanto. Mgr. Gedung. Rumah Tangga. SH. Sekretariat Dewas Mgr. Penjualan & Pemasaran Siaran Mgr. SE.SPI Ka.. Dra. Drs.. SE. SDM. Ir.MSi.Pengawasan Umum & 13 .. SE. Kelembagaan.Strategi Pengembangan Usaha & Evaluasi Mgr. Mgr. MM. Sekretariat Dewan Direksi Sekretaris Dirut..Hukum & Humas GM. Mutasi Mgr.. Dedi Permadi. Irmansyah. MM..Data. BAc. & Pengembangan SDM. MM. Heriyanto.Bid. MM. SE.Pengembangan Produk & Website Mgr. Niniek Sidawati. Sitti Solvia Basri.. Traffic GM.. Alasen Tarigan. Erwin Hendarwin. Penjualan. Rosmarie Kandou Nono Suharsono. SH. Mekanikal & Elektrikal Mgr. MSi. SSos.. SSos. Drs.Pengawasan Operasional Ka. Penjualan & Pemasaran Non Teknik GM. SIP Lukman.. Yulius Syair. SSos. & Pengamanan PLT. SSos.. Dwi Sulistyowati. Triyono. GM. Kudo Wiyono.Kantor. MSi. Penjualan & Pemasaran Teknik Mgr.Kesekretariatan & Kelembagaan Mgr. Drs. Mgr. SSos. Suwarto. Zuhri. Kesejahteraan GM.Pengawasan Keuangan Ka.Bid. Evaluasi & Pelaporan Ka. Ririk Yulianti Sulistyorini Yani Estriyani Estriyani.Transportasi. Pengembangan Siaran dan Non Siaran Mgr.MM. Penjualan. Agung Prawoto Rajab. Tri Widiarto. MM. John Endy Novianto. MM..Bid. Mgr. Widayanto.

Rudi Murdikari. Agus Cugito.Sie.Pengkajian Pengembangan Usaha Ka.Penyusunan Program & Kurikulum Ka. ST. ST. MM.. Drs.Pusat Diklat Ka. Drs.Evaluasi & Pelaporan Ka..Pusat Litbang. Bambang Sugiharto. Drs. Abdul Hamid Toya Palu.Penyelenggaraan Diklat Ka.Bid. Tamin Pinem. Jati Setyowahyu. Sukirman.MM.. & Rumah Tangga C.Pengkajian Kelembagaan Ka. Purwoko Widodo.. SDM.Adm.Sie. MAS A.Pemeliharaan Peralatan Pusdiklat Ka. ST. Drs. Drs.Sie. SH. Tjartasim Arfian.Bid. BA.Sie.Sie. Ka.Fasilitas & Sarana Diklat Ka.Bid. SH. Jamroni. SKom. Hanoch Tahapary. Ka. SSos.Perencanaan Program & Evaluasi Ka.Bid. Meggy Theresia Rares.Pengkajian Program & Berita Ka. Dra. MSi. Cosmalinda. MT. Wisnugroho. MSi.Bid. Drs..Operasional Peralatan Ka. MM. Kepegawaian 14 ..Sie.Pengkajian Teknologi Ka. Siswantoro. Drs.Pengelolaan Pelaksanaan Diklat Ka.Sie.Bid.Bid.Kerjasama Diklat Ka.Gatot Budi Utomo.

Karyawan TVRI pada Tahun Anggaran 2007 berjumlah 6. ffKedisiplinan Para karyawan TVRI Pusat diharuskan masuk kerja tepat waktu. Begitu juga halnya dengan kerapian berpakaian. Direksi TVRI melalui restrukturisasi akan diketahui jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan. berdasarkan kemampuan masing-masing individu karyawan untuk mengisi fungsi-fungsi yang ada dalam struktur organisasi sesuai dengan keahlian dan profesi masing-masing. dengan kualifikasi yang jelas. apalagi telah disediakan oleh perusahaan berupa beberapa armada transportasi yang gunanya menjemput dan mengantar para karyawan yang akan pergi dan pulang kerja. Karyawan diharuskan memakai seragam yang telah ditentukan. TVRI benar-benar diuji untuk belajar mandiri dengan menggali dana dari berbagai sumber antara lain dalam bentuk kerjasama dengan pihak luar baik swasta maupun sesama BUMN serta meningkatkan profesionalisme karyawan. yaitu baju Biru muda dengan logo TVRI di dada.014 orang Tenaga Honor/Kontrak yang tersebar di seluruh Indonesia dan sekitar 1. D. Khusus mengenai karyawan. terdiri atas 5.099.600 orang di antaranya adalah karyawan Kantor Pusat dan TVRI Stasiun Pusat Jakarta.085 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1. Melalui restrukturisasi tersebut akan diketahui apakah untuk mengisi fungsi tersebut di atas dapat diketahui. Dalam bentuk PERSERO selama masa transisi ini. dan apakah perlu dicari tenaga profesional dari luar atau dapat memanfaatkan sumberdaya TVRI yang tersedia. 15 .

Tata Audio Tata Audio adalah mengatur komposisi warna suara sehingga enak di dengar dan jelas. efek video dari berbagai input menggunakan video mixer.terbaca warna tulisan indah dan jelas terbaca kata-katanya. 3. 5. 6.BAB III ASPEK KEJURUAN A. MCR ( Master Control Room ) ruang kendali siaran televisi yang yang berisikan perangkat teknis utama penyiaran dalam mengontrol segala proses siaran stasiun televisi. 4. Tata Kamera Tata Kamera adalah Pengambilan gambar dari suatu objek menggunakan kamera video sehingga dapat menghasilkan gambar dari sudut – sudut yang diinginkan. Switcher Switcher adalah mengatur transisi video. Chargen (Character Generator) Chargen adalah membuat tulisan – tulisan dengan karakter tulisan yang menarik agar gambar tersebut lebih indah/baik dan tulisan (logo) dapat terlihat. 7. 16 . Editing Video Pemilihan dan penyambungan potongan – potongan gambar dan suara dari suatu acara sehingga menjadi indah dan utuh. Uraian Singkat DU/DI 1. Lighting Lighting adalah Pengaturan atau pengarah tata letak dari sumber cahaya sehingga bisa memberi corak/warna pada suasana 2.

Visi Menjadi Stasiun TV Pilihan yang Berakar pada budaya bangsa

Misi 1. Menjadi media komunikasi yang bagi kepentingan nasional yang serta

berlandaskan persatuan dan kesatuan. 2. Memberikan informasi terpercaya, mencerdaskan menyajikan hiburan bermutu bagi masyarakat. 3. Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan mitrausaha. 4. Membentuk lingklungan kerja yang sehat, harmonis dan profesional bagi karyawan dan mitra. B. Landasan Teori 1. Tata Cahaya 1.1 Pengertian Cahaya adalah radiasi gelombang elektro magnetik yang dipancarkan dari sumbernya. Sumber cahaya umumnya dibagi menjadi dua yaitu : sumber cahaya alami yang disebut (original light) misalnya matahari, bulan. Dan sumber cahaya non alami yang di sebut (artificial light) misalnya lampu, lilin, obor, dan sebagainya. Dalam hal pembuatan paket produksi acara televisi, tata cahaya diartikan sebagai suatu kegiatan merencanakan dan melaksanakan pengaturan cahaya-cahaya yang berasal dari berbagai sumber cahaya 17

baik original lihgt maupun artificial light terhadap suatu dekorasi atau panggung atau hal-hal lain yang serupa sehingga merupakan suatu kesatuan pencahayaan yang baik.

18

1.2 Tujuan Tata Cahaya Tujuan utama dari tata cahaya yang baik dalam paket produksi acara televisi adalah untuk menghasilkan gambar atau video yang menarik dan mendukung suatu produksi visualisasi dari naskah cerita drama atau pun musik. Maka tata cahaya harus merupakan bagaian yang hidup dari estetika artistik suatu produksi. Untuk tujuan tersebut tata cahaya dirancang dan digerakkan oleh pemikiran yang kreatif. Ide-ide pemikiran kreatif semacam ini penting dalam penataan cahaya, karena tanpa hal ini penataan cahaya tidak dapat berkembang maju. Untuk lebih terinci tujuan tata cahaya pada dasarnya adalah sebagai berikut : 1) Untuk memenuhi sebagai syarat sistem kerja dari peralatan kamera yang membutuhkan cahaya guna menerangi obyek yang akan di ambil gambarnya. 2) Menghasilkan gambar yang menyenagkan melalui distribusi cahaya dan bayangan secara artistik sehingga menghasilkan gambar yang dapat dipahami dan dapat dilihat tanpa menyakinkan mata dengan kata lain memberikan perspektif tiga dimensi ruang. 3) Menciptakan kesan dimensi waktu seperti siang malam, sore dan untuk menumbuhkan perasaan atau suasana pada suatu adegan serta guna memberikan penekanan pada agenda yang dianggap penting. 4) Memberikan penyinaran yang seimbang dari satu scene ke scene lain sehingga setiap kamera dapat menghasilkan urutan gambar yang sesuai dengan tone yang baik terutama dari wajah-wajah pengisian acara.

19

1. Berdasarkan dari sifat cahayanya lampu terbagi dalam dua jenis yaitu : lampu jenis hard light dan lampu jenis soft light. hanya saja kalau grid biasanya dipakai pada studio yang kecil sedangkan batten digunakan untuk 20 . 4) Clamping Adalah kelengkapan gantungan lampu yang menyerupai tangan yang mencengkram pada grid. untuk keindahan dan lain sebagainya. dipasang pada langit-langit untuk menggantungkan lampu-lampu studio.uan effect. dalam hal ini tingggi rendahnya lampu. 6) Batten Fungsinya sama dengan grid yaitu Sebagai tempat kedudukan lampu atau gantungan lampu. 2) Telescopic dan Pantograph Adalah jenis gantungan lampu yang dapat diatur panjang pendeknya.3 Peralatan Tata Cahaya Untuk tercapainya penataan cahaya yang baik harus didukung oleh : 1) Lampu Lampu adalah unsur utama dalam tata cahaya. 5) Grid Adalah suatu konstruksi silang terbuat dari logam. 3) Filter Filter biasanya terbuat dari bahan gelatin yang dirancang sedemikian rupa sehingga diperoleh beberapa jenis filter dengan macam-macam kegunaan misalnya untuk keper.

sesuai dengan yang diinginkan. 21 .studio-studio yang besar dan batten tersebut. 7) Dimmer atau Lighting Console Berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya tersebut sesuai dengan yang diinginkan.

Tiga poin penting itu terdiri atas : Key Light. Dalam desain 3 poin pencahyaan. biasanya digunakan untuk menghilagkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light. dan tentu saja tergantung pada subyeknya. yakni Background Light dimaksudkan agar setting/panggung tetap bisa kelihatan dengan baik. keylight ditempatkan pada sudut 45 derajat di atas subjek. 22 . Misal backlight untuk orang berambut pirang akan sedikit berbeda dengan pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam. Key Light adalah pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Selain 3 poin pencahayaan tadi masih ada jenis pencahyaan lainnya. Intensitas pencahyaan backlight sangat tergantung dari pencahayaan key light dan fill light. dan foto. Fill Light merupakan pencahyaan pengisi. Back Light. Fill light ditempatkan berseberangan dengan subyek yang mempunyai jarak yang sama dengan keylight. pencahayaan dari arah belakang objek. Fill Light.4 Aspek Penting dalam Lighting Ini sudah menjadi rumusan atau formula dasar sebuah pencahayaan dalam produksi video. Biasanya keylight lebih terang dibandingkan dengan fill light. Keylight merupakan sumber pencahayaan paling dominan. berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek tidak “menyatu” dengan latar belakang. Intensitas pencahyaan fill light biasanya setengah dari key light.1. Back Light. film. Pencahyaan ini diletakkan 45 derajat di belakang subyek.

23 .

2 Pembagian Audio dan Mixer a. Seperti filter dan sebagainya jadi peralatan ini sederhana dalam pengoperasiannya b. Sedangkan untuk recording audio mixer 24 . Audio mixer adalah seperangkat unit peralatan audio yang di susun sedemikian rupa yang berfungsi untuk mengatur dan mengontrol (level dan frekuensi) signal audio. Sedangkan satu dayanya di ambil dari eksternal (biasanya battery atau power supply) jenis portable audio mixer ini pada umumnya sedikit sekali menggunakan peralatan tambahan. Audio Mixer Consule Audio mixer Consule sifatnya Stasioner tempatnya baik untuk broadcasting atau studio recording dan yang utama pada mixer ini setiap channel Inputkan sarana penunjang misalnya filter –filter dan sebagainya. Audio Mixer Portable Audio mixer portable ini mempunyai 4 jalur input Channel dengan 2 atau 2 Channel output.2. Disamping itu audio mixer juga berfungsi untuk mencampur dari berbagai sumber signal dan menyeimbangkan balance ) menjadi satu bentuk signal yang seimbang harmonis serta mempunyai nilai artistic (perpaduan beberapa signal audio ) disesuaikan dengan yang dikehendaki 2. Tata Audio 2. Disamping itu output mixer bisa mencapai 4 channel mono/stereo.1 Pengertian Tata Audio adalah kegiatan mengatur / mengkonfigurasi komposisi warna suara menggunakan audio mixer sehingga enak di dengar.

Sumber signal yang telah diperkuat dari sumbernya (-6 db s/d -0 db). CD. 2. tape cassette.unit audio mixer Rangkaian unit-unit audio mixer sebagai berikut : a. Dalam pemilihan jenis microphone perlu diperhatikan microphone tersebut menggunakan battery/ phantom power untuk tidak sama sekali b) Cine. Amplifier Fungsi amplifier adalah penguat dan penurun bagi signal audio.2 Unit . 2.3 Sumber signal audio mixer Sumber signal audio mixer pada intinya dapat dibedakan atas dua bagian yaitu : a) Microphone yaitu sumber signal dari microphone berarti signal diperlukan suatu penguatan lebih awal dari audio mixer (-60 db s/d – 10 db ). PH. dan VTR. Dat. Signal –signal cine tersebut antara lain tepe recorder.output biasanya bisa mencapai puluhan channel yang disesuaikan / pasangan dengan audio multi track recording. Rangkaian fader susunannya terdiri dari resistor yang diparalelkan dengan menggunakan prinsip kerja 25 . Amplifier dapat diibedakan atas : b. Fader / potensiometer / slide Fader adalah suatu unit yang berfungsi untuk mengatur dan turunnya signal level.

Equalizer yang digunakan secara umum pada semua jenis signal audio yang ingin diperbaiki.16 KHZ akan dinaiki atau di turunkan bersamaan. yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian filter dan equalizer. Lowpass filter dan high pass filter untuk memfilter pada awal signal. filter ada beberapa jenis pengaturannya tersebut terbagi atas : 1. dari prinsip kerja vector dapat dibedakan atas c. missal pada output mic. kita harus mengetahui karekteristik dari filter-filter tersebut. Filter Suatu rangkaian yang digunakan untuk mengatur kualitas warna. Level indikator Level indicator / level meter adalah suatu alat yang digunakan untuk memperlihatkan besar kecilnya level signal audio 26 . begitu juga dengan jenis filter lainnya. Missal kita akan mengatur ada frekuensi tinggi. 2. suara. dalam pengaturan dirangkaian audio ini. Signal rangkaian filter di dalamnya terdapat rangkaian penguat dan penurun yang dapat diatur sesuai dengan kehendak kita. maka semua frekuensi dari 8 KHZ.voltage devider. jadi pada dasarnya kita harus memahaminya apa yang hendak akan kita lakukan dengan filter tersebut. d.

Olagraga. c. kamera studio. Kameramen News : ialah kameramen yang secara khusus menangani pengambilan gambar pada acara pemberitaan. kamera EFP atau Electronic Field Production yaitu jenis kamera yang dipeuntukan produksi baik untuk keperluan indoor maupun outdoor. Didalam dunia pertelevisian kameramen dibedakan menjadi dua.1 Pengertian Tata kamera didalam audio visual produksi acara televisi adalah pengambilan gambar dari suatu objek menggunakan kamera video sehingga didapat gambar dari sudut – sudut yang di inginkan. yakni : a. yaitu : 1. Film dan lain – lain.2 Jenis Kamera dan Peralatan Pendukungnya Secara umum ada tiga jenis kamera yang digunakan untuk produksi televisi. kamera ENG atau Electonic News Gathering. b. 2. Kamera ENG.3. Tata Kamera 3. sesuai namanya biasanya digunakan untuk liputan di lapangan atau outdoor. Budaya. 3. 27 . Kameramen Produksi : ialah kemeramen yang menangani pengambilan gambar pada produksi Drama. musik. Adapun orang yang mengoperasiakn kamera video disebut dengan kameramen untuk lelaki dan kameragirl untuk wanita. Pendidikan.

Crane sendiri di LPP TVRI ada 2 jenis.3 Bagian – bagian Kamera 28 . Stative jenis ini bisa dibawa kemana – mana karena ukurannya memang relative kecil dan ringkas. 2. Ia menggunakan sitem suspensi angin sehingga untuk menaik turunkan camera menjadi lebih ringan. yaitu Jimmy Jib dan Porta Jib 3. Tripod Tripod biasanya digunakan oleh kamera – kamera yang bisa dibilang ringan. Ciri fisik yang paling menonjol dari pada yang lain adalah ukurannya yang panjang dan berat sehingga tidak mudah dipindahkan. Dalam pengambilan gambar biasanya diperlukan dudukan atau biasa disebut “Stative” agar gambar yang diambil tidak goyang. Berikut adalah jenis – jenis stative : 1. karena memang body-nya yang tak mungkin di bawa kemana – mana. Crane Crane adalah jenis stative yang biasa digunakan untuk mengambil gambar – gambar dari sudut yang tinggi atau sulit dijangkau oleh kameramen.yakni jenis kamera yang memang di desain untuk keperluan studio yang biasanya digunakan dengan lokasi indoor. 3. Pedestal Pedestal biasanya digunakan untuk kamera standar studio.

Lensa 2. sebagai gambaran dengan menggunakan lensa sudut lebar. Lensa Normal Lensa ini sering disebut dengan lensa standart. yaitu : a. Tubuh Kamera 3. 29 . namun fungsi dan pengoperasiannya tidak jauh berbeda. arsitektur. Gambar yang dihasilkan dengan lensa normal ini memberi kesan yang biasa dan datar. Recorder/VCR 1.Masing-masing jenis kamera mempunyai kelas yang berbeda sesuai kebutuhannya. dan lain-lain. yaitu : 1. Panjang fokal adalah jarak antara pusat optik lensa dengan titik di mana gambar terlihat dalam keadaan focus. Ada beberapa jenis lensa menurut panjang fokalnya. keramaian sebuah pasar. b. Lensa Wide/Sudut Lebar Disebut lensa sudut lebar karena jangkauan dari subyek yang bisa ditangkap oleh lensa cukup lebar. LENSA Lensa mempunyai fungsi untuk memilih bidang pandang tertentu dan ditangkap secara optik yang menghasilkan gambar dan diteruskan ke permukaan tabung kamera (yang nantinya oleh tabung kamera diubah lagi dari optik ke elektrik). Pada dasarnya setiap kamera terdiri dari tiga bagian utama. terutama pada pengambilan gambar grup shot. Tidak ada efek distorsi atau melengkung. hanya mungkin fasilitas dan kualitas hasil rekamannya yang berbeda. Ada beberapa jenis lensa. kita tidak perlu mundur mengambil jarak karena ada beberapa bagian yang tidak tertangkap lensa.

sedikit saja goyangannya pada kamera akan terlihat sekali dari hasil rekamannya. tetapi didalam lensa macro (beda dengan lensa biasanya) ditambah beberapa jenis lensa sehingga kita bisa merekam gambar dari jarak dekat sekali. Lensa Macro Lensa ini sangat baik digunakan untuk merekam benda-benda kecil. d. 2. kita bisa menggunakan tripod atau monopod.c. Kerugiannya disamping kedalam kurang. Selain itu penggunaan tele lens memberikan keuntungan pada kita akan ruang tajam yang sempit. Jadi kita tidak perlu lagi mengganti lensa. Untuk menghindari goyangan kamera. lensa wide. seperti capung. sehingga kita dengan leluasa bisa melokalisir subyek. Pada umumnya kamera video sudah dilengkapi dengan lensa zoom. > Lensa Vario/Zoom Lensa jenis ini merupakan penggabungan dari lensa sudut lebar sampai ke lensa tele. keuntungannya kita bisa merekam gambar dari jarak cukup jauh tetapi dapat menghasilkan gambar seperti kalau kita dari jarak dekat. Panjang fokal lensa macro antara 55-105 mm. dan perbandingan antara subyek dengan yang ditangkap oleh lensa bisa mencapai 1:1. lensa tele. TUBUH KAMERA Tubuh kamera ini berisi tabung pengambil gambar (pick up tube) yang berfungsi untuk merubah gambar optik yang dihasilkan lensa 30 . buah yang kecil-kecil. dan lensa macro. biarpun kita sudah memperoleh focus yang maksimal. serangga. bila menggunakan lensa ini subyek jadi terasa dekat sehingga kedalam menjadi kurang. Lensa Tele Lensa dengan focal length yang panjang. sementara yang lainnya akan terlihat blur. cukup satu lensa sudah mencakup semua jenis lensa : lensa normal.

Seluloid (8mm. 70mm) 31 .Digital Betacam .Betacam . Di beberapa kamera ada yang recordernya terpisah seperti jenis U-matic.SVHS . 65mm. shutter speed.Betamax . seperti white balance. 35mm.Hi8 . Kelebihan menjadi satunya bodi kamera dengan recorder adalah keringanan dan efisiensi waktu.DV . iris dan lain-lain.D8 . Di tubuh kamera ini biasanya juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas kamera.menjadi sinyal elektrik.Mini DV . Tergantung jenis kamera dan kebutuhannya. Tetapi ada juga yang menjadi satu dengan bodi kamera.DVCAM .HDTV (hi definition television) . optical stabilization. Berikut adalah jenis – jenis media penyimpanan video : . 3. RECORDER/VCR Salah satu bagian dari kamera adalah VCR (Video Casette Recorder) alat perekam gambar dan suara. 16mm.VHS . Pekerjaan menjadi lebih mudah.

32 .

sering disingkat sebagai CG.1 Pengertian Sebuah character generator. mengingat bahwa kini pembuatan chargen dapat dibuat dengan cepat. dan dapat menghasilkan grafik serta teks. metode utama untuk menambahkan judul untuk gambar video adalah dengan mengarahkan satu kamera untuk pengambilan gambar huruf putih pada latar belakang hitam. 33 . di mana peristiwa di lapangan atau di ruang berita kadang terjadi peristiwa yang di luar dugaan. maka diperlukan juga operator yang handal dan cepat sehingga tidak terjadi kesalahan dan keterlambatan informasi. Character Generator 4. ketika di acara sepakbola ada sebuah pemain tak dikenal yang tampil menonjol. Character Generator adalah salah satu teknologi yang banyak digunakan dalam pekerjaan sangat beragam dan menantang. maka dengan cepat bisa dibuat chargen-nya. yang kemudian digabungkan dengan video dari kamera live-action untuk membentuk apa yang tampaknya menjadi satu gambar dengan huruf putih yang tampaknya ditumpangkan di atasnya. contohnya saat siaran langsung. Character generator biasanya digunakan untuk acara olah raga dan pemberitaan. adalah software atau perangkat lunak yang menghasilkan teks statis atau animasi (seperti menjelajahi dan gulungan) untuk memasukkan ke dalam stream video. Sebelum Character Generator yang tersedia. Character generator modern berbasis komputer. Misalnya.4.

3 Software – software yang digunakan Di LPP TVRI Pusat terdapat 2 software chargen yang digunakan. Kelebihan software ini ialah ringan jika digunakan. yaitu : 1. INCRIBBER Incribber ini termasuk software yang boleh dibilang sudah “tua”. 34 . Kelebihan software ini adalah ia sudah support dengan penambahan animasi maupun efek transisi pada chargen sehingga manambah keindahan serta kualitas chargen itu sendiri. gambar. 2.4. Jadi apabila ingin menambahi animasi atau efek transisi maka harus melalui vidoe mixer. D3 CG LIVE Software keluaran Dayang Corp ini termasuk masih sangat “muda” di LPP TVRI Pusat. animsi dan aksesori tambahan sebagai penyampai informasi dari gambar/situasi menggunakan software computer yang dihubungkan ke vidoe mixer yang biasa disebut super ingpus.2 Fungsi Chargen Character generator atau biasa disebut Chargen digunakan untuk membuat tulisan. tapi ia juga memiliki kelemahan yaitu belum bisanay software ini untuk memasukkan unsur animasi kedalamnya. Apalagi disertai banyaknya template bawaan yang memudahkan user guna meyusun komposisi chargen yang hendak ditampilkan. karena memang baru saja dibeli. TVRI memiliki software ini kira-kira tahun 90-an. 4.

yang membedakan komputer biasa dengan komputer chargen adalah adanya tambahan slot khusus yang digunakan untuk konektor ke vision mixer sehingga hasil dari chargen bisa live ditampilan ke monitor.Jangan heran jika harga 1 unit komputer chargen mencapai Rp 250 juta. Biasa kompuetr chargen dibekali dengan prosesor xeon yang mempunya kelebihan bisa tahan walau 1 bulan lebih tidak mati. karena memang hardware yang dipasang tidak main – main.eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee 35 .

..5..... Tapi kini ada juga yang telah menggunakan button “auto”.............. standart efek yang digunakan adalah efek dissolve ( perpindahan video dengan mengurangi oppacity gambar sehingga dihasilkan gamabar yang transparan) Konsep utama dari vision mixer profesional adalah input...... ia juga bisa melakukan perpindahan video menggunakan efek transisi............... dipadukan hingga menjadi hasil yang utuh........ pada dasarnya deretan tombol dengan masing-masing tombol mewakili satu sumber video............ fasilitas produksi komersial.......2 Kemampuan dan Penggunaan Sebuah vision mixer selain bisa menggunakan cara cutting ( perpindahan video tanpa efek transisi )....... Switcher ( Vision Mixer DTS-1000 ) 5... mixer atau video switcher produksi) adalah alat yang digunakan untuk memilih gambar dari beberapa sumber video yang masuk ke vision mixer untuk selanjutnya diolah......... Fitur lain yang utama dari Vision Mixer adalah tuas transisi.. Tuas ini berguna untuk menciptakan efek transisi yang halus antara dua input.di Amerika. juga disebut T-bar atau Fader Bar.......... Biasanya Vision Mixer akan ditemukan dalam lingkungan produksi televisi profesional seperti sebuah studio televisi............... Istilah ini juga dapat merujuk kepada orang yang mengoperasikan perangkat ( Switcher ).... Vision Mixer dan mixer video adalah istilah-istilah yang digunakan untuk menggambarkan baik peralatan dan operator............... 5.......1 Pengertian Sebuah vision mixer (juga disebut video switcher..... fasilitas kabel broadcast....... truk remote / OB Van.... peralatannya disebut switcher produksi dan operatornya dikenal sebagai TD atau Technical Direction (direktur Teknis). Boleh dibilang lebih praktis 36 .....

3 Keying/ Chroma key Selain digunakan untuk mengatur transisi video.menggunakan auto. 37 . Efek keying ini biasanya digunakan untuk acara pemberitaan atau pembuatan film yang memerlukan pergantian background. cukup mengatur settingnya kita bisa dengan mudah memindahkan atau menerapkan efek pada video tanpa Feder. 5. Keying adalah pemberian efek pada video agar warna tertentu yang ada pada gambar bisa dihilangkan ( biasanya hijau atau biru ) dan digantikan dengan background yang telah di input ke vision mixer. vision mixer juga digunakan untuk memberikan efek keying pada video.

Sebuah shot lebar (Wide Shot) mempunyai fungsi yang berbeda dengan shot padat (Close Shot).1 Pengertian Editing adalah proses penyambungan gambar dari banyak shot tunggal sehingga menjadi kesatuan cerita yang utuh. dan sebagainya. menempatkan sebuah shot sesuai dengan proporsinya. berapa lama shot itu akan dipakai. 2. kemudian dari penyusunan scene-scene tersebut akan tercipta sequence sehingga pada akhirnya akan tercipta sebuah film yang utuh. Untuk membantu menentukan keputusan-keputusan tersebut. menentukan sebuah shot berdasarkan fungsinya. Proposional.6. scene adalah kalimat. Dia menentukan shot mana yang akan dipakai. Seorang editor dituntut untuk membuat keputusan setiap saat. Begitu juga dengan penentuan titik potong (cutting point) dari sebuah shot. sequence adalah paragraph. Apalagi dikerjakan oleh editor yang berbeda. tapi bisa juga dimulai dengan Close Up aktor. Antara lain: 1. Penempatan shot yang terlalu panjang akan membuat 38 . Untuk menekankan sesuatu biasanya digunakan shot padat. sebuah shot bisa dikatakan sebuah kata. Editor menyusun shot-shot tersebut sehingga menjadi sebuah scene. Sebuah awal adegan bisa saja dimulai dengan Establish Shot sebuah tempat kejadian. begitu juga dengan film. Sebuah materi yang sama bisa menghasilkan banyak kemungkinan. Editing Video 6. Jangan ragu untuk bereksperimen dalam menyusun shot-shot tersebut. ada tiga hal yang perlu diperhatikan. bagaimana urutan shot yang disusun. Fungsional. Panjang pendek sebuah shot haruslah proposional. kapan sebuah shot harus dipotong. Ibarat menulis sebuah cerita. Sebuah cerita akan utuh bilah terdapat semua unsur tersebut.

Editing dengan media seluloid. Yang paling sering digunakan dalam dunia profesional untuk Digital Video (DV) adalah Pinacle Studio®.2 Editing Berdasarkan Media Rekamnya 1.penonton menjadi bosan. Begitu juga dengan penempatan shot yang terlalu pendek akan membuat penonton tidak menangkap pesan yang ingin disampaikan. Editing dengan melakukan proses copy dari satu pita video ke pita video yang lain. Karena menggunakan alat analog. Adobe Premiere Pro® dan Final Cut Pro®. 39 . kemungkinan pita tergores (scratch) juga besar dikarenakan terlalu seringnya pita kita diputar. Saat ini hampir semua proses editing dilakukan dengan menggunakan komputer. 6. Editing dengan media seluloid secara fisik memotong dan menyambung pita seloluid. Selain itu. Ini juga dikenal sebagai juxtaposition. 2. baru kemudian dilakukan proses editing. Semua materi terlebih dahulu ditransfer (capture/digitize) ke dalam komputer. Editing dengan media video. 3. menentukan struktur susunan shot yang dibuat. Editing seperti ini juga dikenal sebagai editing Deck to Deck atau Tape to Tape. meskipun shot itu sangatlah baik. Video Tape Recorder). Struktur editing tidaklah harus berurutan dari a sampai z. Untuk ini diperlukan seperangkat komputer multimedia dengan video capture card (firewire card apabila menggunakan video digital) dan software editing. Saat ini banyak sekali software editing yang beredar di pasaran. Struktural. Menggunakan minimal dua alat yang berfungsi sebagai pemutar dan perekam (VTR. Bisa saja strukturnya dimulai dari b-c-a-g-d dan seterusnya. kemungkinan terjadinya penurunan kualitas sangatlah besar.

40 . diperlukan waktu yang cukup lama untuk sekedar conform ditambah tools editing yang rumit.3 Software – software yang digunakan Di LPP TVRI ada 3 software editing yang digunakan. Effect video maupun transisi tidak tersedia banyak. Adobe Premiere Software keluaran Adobe ini terbilang cukup handal dalam urusan editing video. namun jika shortcut udah diluar kepala dijamin kecepatan dan ketepatan tiada banding.6. Kelemahan : ketika import materi. Cukup merepotkan jika kita tidak hapal dengan shortcut yang tersedia. konon software ini banyak digunakan dalam dunia perfilman kecuali holywood yang high budget. Kelemahan : cenderung berat sehingga membutuhkan spesifikasi komputer yang tinggi dan banyaknya terdapat sampah sehingga cepat memakan space hardisk 2. ialah : 1. Software ini jugalah yang menjadi materi pelajaran di sekolah – sekolah kejuruan multimedia. tak heran tampilan area kerjanya pun terlihat besar dan jelas agar memudahkan user. Kelebihan software ini adalah banyaknya plugin yang tersedia guna menunjang editing. Pinacle Studio Software ini sangat mengutamakan ketepatan dan kecepatan. Terbukti banyaknya orang yang masih setia menggunakan jasanya. jadi untuk pengeditan sebuah berita.

karena cara kerja dan layout yang hampir sama. sehingga pemula pun sekejap menjadi profesional editor. Dengan spek standar Mac. Final Cut Pro Software besutan Mac OS ini benar . Bayangkan Mac OS mengobral efek atau template gratis plug and play. Mintalah bantua orang lain untuk menonton hasil kita untuk membantu mengurangi penilaian kita yang terlalu subyektif. Begitu banyaknya pilihan efek ataupun transisi yang tidak ndeso.3.etetetetetetetetetetetet fggfgfgfgfgfgfgfgfgf Kelemahan : Tampilan interfacenya terlalu kecil. software ini terbilang cukup bandel dengan akses export movie yang sangat cepat. 41 . Tanyakan pada diri kita apakah pesan yang ingin disampaikan bisa diterima atau tidak. Bagi yang terbiasa menggunakan Adobe Premiere pasti tidak sulit beradaptasi dengan software ini.benar memanjakan penggunanya yang ingin membuat karya menarik tanpa harus memutar otak dan memeras keringat.fususfdhsifhsifhsifhsiofhsoifhsifhfhsfusf TIPS Posisikan diri kita sebagai penonton setelah kita selesai mengedit sebagian atau seluruh film kita. apakah sudah sama dengan pesan yang ingin kita sampaikan. apabila belum terbiasa dan ia mungkin mempunyai penyakit mata mungkin akan kesulitan mengoperasikan. Tanyakan juga kepada mereka apakah pesan yang mereka terima. Ketika import file tidak ada sama sekali loading conform.

MCR menjadi pusat dari segala kegiatan produksi siaran yang ada di stasiun penyiaran televisi. semuanya telah disiapkan di MCR untuk ditayangkan. terdapat bagian teknis (meliputi Master Control dan video tape recording (VTR) On Air). Seluruh materi siaran akan melalui MCR dan kemudian menuju perangkat uplink untuk ditransmisikan melalui satelit dan ke stasiun relay di seluruh Indonesia. sebelum akhirnya dipancarkan ke satelit. Dalam departemen ini. MCR sangat penting karena semua materi siaran baik acara secara langsung (live) maupun rekaman di studio. bagian non-teknis (meliputi traffic log dan presentasi). running text dan sebagainya. Beberapa stasiun televisi menempatkan bagian penyiaran menjadi satu departemen tersendiri yang umum dikenal dengan Departement On Air Broadcast. 42 . iklan.1 Pengertian Master Control Room (MCR) Televisi atau disebut juga ruang kendali siaran televisi merupakan ruangan yang berisikan perangkat teknis utama penyiaran dalam mengontrol segala proses siaran stasiun televisi. dan sebagainya. MCR menjadi pusat kegiatan penyiaran. harus melalui MCR terlebih dahulu. logo stasiun televisi. program-program acara.7. meliputi pengoperasian peralatan siaran televisi dan hal-hal non-teknis seperti pengaturan waktu tayang. Materi siaran berupa iklan. MCR ( Master Control Room ) 7. atau kejadian yang langsung dari suatu lokasi di luar studio melalui OB Van atau mobil siaran. Bagian penyiaran atau broadcasting merupakan ujung dari produksi materi siaran seperti program acara.

Terdapat tujuh bagian dalam sistem MCR TVRI. bagian VTR juga menyuplai keperluan materi iklan. Kemudian setelah dibagi.Betacamp dan MiniDV. Misalnya suatu program sinetron akan tayang pada tanggal 7 November pukul 7 malam. • Video Tape Recording (VTR) Material Room Bagian ini merupakan tempat penyedian materi-materi program siaran yang berbentuk tape atau kaset siap tayang seperti sinetron. sudah meminta perusahaan iklan yang ingin memasuki iklan. Ketika program acara diproduksi di studio. di input ke Flexicart atau mesin pemutar materi program. agar memasukkan format iklan yang sesuai. Kebayakan stasiun televisi saat ini.2 Sistem MCR TVRI MCR menjadi pusat pengaturan semua tayangan program dan iklan. maka meteri kaset tersebut akan diubah menjadi materi yang siap tayang. program non-drama. VTR berfungsi merekam dan melihat rekaman pada proses produksi. • Studio Studio merupakan tempat untuk memproduksi dan menyuplai program-program stasiun televisi. dapat juga digunakan untuk meng-capture (mengubah rekaman dari kaset pita ke digital). antara lain VHS.7. Apabila ada materi iklan yang tidak sesuai dengan format yang ada pada ruangan VTR. MCR juga dapat dikatakan tempat pengontrolan keluar dan masuknya sumber. Kasetkaset tersebut di barcode atau dikomputerisasikan sehingga terdapat pembagian segmen untuk sebuah program acara. S-VHS. dengan durasi 64 menit dan akan dibagi menjadi lima segmen untuk Running File program tersebut. MCR menjadi penting untuk mengatur jalannya produksi. Video dan 43 . Format yang digunakan. Proses produksi di studio harus terkoneksi dengan MCR. Selain membagi segmen program.

Di dalam studio terdapat beberapa sistem yang terintegrasi yaitu audio (system mixer). pencahayaan (system lighting) dan seni (art design) • Siaran Langsung (Live Event) Siaran langsung merupakan suatu proses produksi yang sesuai dengan kenyataan saat itu sehingga apa yang dilihat di televisi pemirsa merupakan gambaran nyata baik waktu maupun lokasi. bagian presentasi juga bertugas mengatur naik atau turunnya logo televisi. otomatis mengganggu runtutan acara berikutnya. video (system kamera). dan sebagainya juga akan masuk ke main switcher. Bagian ini merupakan pengatur waktu baik kapan program acara on air (berupa live atau taping) maupun waktu iklan atau komersial akan ditayangkan.audio akan dikirim ke MCR. running text. 44 . Produksi program di studio dapat secara live (langsung disiarkan ke pemirsa) misalnya program musik. Switcher merupakan alat untuk memilih satu gambar dari berbagai sumber untuk disiarkan atau direkam. sehingga seandainya acara langsung gagal. Siaran langsung memiliki risiko kegagalan baik masalah teknis maupun operasional. Sistem presentasi memiliki main switcher atau switcher utama yang saling terhubung dengan computer control switcher dan computer control superimpossed. bumper. olahraga. Untuk sumber lainnya seperti logo. dan berita ataupun secara recording (program acara direkam terlebih dahulu atau dikenal dengan taping). running text. Siaran langsung mempunyai slot waktu program yang sulit diprediksi ketepatan selesainya. • Presentasi Presentasi merupakan pengendali utama sebuah siaran berlangsung. Selain itu.

gelombang pemancar.• Master Control Console Bagian ini sebagai pemantau alur sinyal audio dan video. yaitu pola penyiaran tatap muka langsung (line off sight) dan pola satelit uplink dan downlink. Bagian transfer sebagai perekam materi acara yang belum berformat digital. Satelit uplink dan downlink menggunakan media satelite repeater untuk keperluan televisi daerah (TX Relay). Line off sight menggunakan gelombang pendek (microwave) yang biasanya untuk keperluan stasiun relay dalam kota (TX Site). perizinan alokasi frekuensi dengan departemen perhubungan dan lain-lain. • Ruang Transfer (Transfer room) Ruang transfer atau transfer room disebut juga sebagai bagian rekam atau recording. transfer room). Dalam penyiaran televisi. merekam acara off air (hasil on air yang sudah ke masyarakat) guna keperluan saksi ke pemasang iklan (Broadcast On Air Whitness). membagi sinyal input kebagian lain (studio. Bagian transfer dapat merekam materi live atau siaran tunda. converage area pancaran stasiun televisi. • Transmisi Up-link Ruang transmisi merupakan bagian yang menyiarkan sinyal-sinyal audio dan video ke masyarakat. koordinasi utama saat siaran langsung. transmisi sebagai pemancar gelombang elektromagnetik dengan dua tipe. Bagian ini berhubungan dengan frekuensi. Master control console sebagai penyangga utama penyelenggaraan siaran. 45 . daya pancar transmitter. presentasi. Bagian transfer memberikan input untuk materi siaran yang siap tayang.

Suara atau audio tersebut berasal dari berbagai macam sumber. VTR. narasumber dan informasi lainnya.3 SDM Pada MCR • Program Director (PD) Program director bertanggung jawab terhadap teknis pelaksanaan dan melakukan pemilihan gambar dan suara sesuai rundown. music player hingga audio yang disimpan di dalam komputer.7. • Pegoperasi Virtual Set Pengoperasi virtual set bertugas memunculkan latar belakang virtual yang sebelumnya telah dibuat oleh virtual set designer dan mengatur posisinya agar sesuai dengan locking kamera. • Penata Suara (Audioman) Penata Suara bertugas untuk memilih sumber suara yang akan dimunculkan. peralatan musik. seperti : microphone di studio yang digunakan talent. • Pengoperasi Switcher (Switcherman) Switcherman bertanggungjawab mengoperasikan mesin switcher. 46 . • Pengoperasi VTR (VTRman) Pengoperasi VTR bertugas memutar kaset video sesuai rundown dan melakukan perekaman. • Penata Aksara atau Character Generator (CharGen) Penata aksara bertugas menampilkan teks berupa informasi seperti nama presenter.

Program dari MCR disalurkan ke pemancar dalam satu komplek dengan jarak yang dekat. Pencahayaan yang baik harus dapat memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut : 1) Teknis 47 . Transmisi microwave biasanya digunakan untuk live event dari lapangan ke studio. satellite. menggunakan frekuensi radio gelombang mikro. Penyaluran program siaran televisi dilakukan melalui transmission line. Program dari MCR disalurkan ke pemancar dari lokasi yang berbeda dengan jarak yang cukup jauh. Pelaksanaan Pekerjaan 1. B. atau untuk backup dari studio ke stasiun relay terdekat. • Satellite.7. • Microwave.4 Hubungan MCR ke Pemancar Program siaran yang siap ditayangkan ke pemirsa dari MCR disalurkan ke stasiun-stasiun pemancar pusat maupun relay. • Transmission line. menggunakan frekuensi radio gelombang mikro. Lighting Pelaksanann pekerja tata cahaya adalah proses dimana seorang lighting mengatur tataletak dan konfigurasi cahaya agar didapat “kehidupan suasana” di panggung atau acara. menggunakan kabel koaksial atau serabut optik. Program dari MCR disalurkan lokasi yang berbeda dengan jarak yang sangat jauh. microwave. Satellite merupakan transmisi dari studio ke stasiun relay di seluruh Indonesia.

color temperatur yang tepat serta dimensi ruang yang akan kita tampilkan. 48 . 2) Artistik Memenuhi Persyaratan keberhasilan suatu artistik maksudnya sebagai tingkat cahaya dalam menata dan penataan menampilkan dari segi aspek keindahan sehingga mempunyai nuansa artistik dalam mendukung isi atau naskah.Persyaratan teknis dalam hal ini untuk memenuhi standar pencahayaan yaitu intensitas cahaya yang cukup. Tata Kamera Pelaksanaan pekerjaan dalam tata kamera adalah proses pengambilan gambar dari suatu objek menggunakan kamera video sehingga didapat gambar dari sudut – sudut yang di inginkan. 3) Progamatis Memenuhi persyaratan progamatis dalam hal ini diartikan sebagai keberhasilan suatu penataan dalam menampilkan dan menampakkan ke dalam isi cerita atau naskah atau hal sejenisnya. 2.

49 . Angle Animator Sudut pengambilan gambar. Broadcaster Sebutan bagi seseorang yang bekerja dalam industri penyiaran. Audio Mixing Proses penyatuan dan penyelarasan suara dari berbagai macam jenis dan bentuk suara. Audio Effect Atmosfir /Ambience Broadcasting Proses pengiriman sinyal ke berbagai lokasi secara bersamaan baik melalui satelit. Suara natural dari objek gambar. Background Blocking Bridging scene Latar belakang.Istilah Broadcasting Audio Visual Sebutan bagi perangkat yang menggunakkan unsur suara dan gambar. Sebutan bagi seseorang yang beprofesi sebagai pembuat animasi. radio.Istilah . Adegan perantara diantara adegan – adegan lainnya. televisi. Art Director Sebutan bagi pengarah seni artistik dari sebuah produksi Asisten Produser Seseorang yang membantu produser dalam menjalankan tugasnya. komunikasi data pada jaringan dan lain sebagainya. Penempatan objek yang sesuai dengan kebutuhan gambar. Efek suara.

Cutting Proses pemotongan gambar. namun harus ditunda karena ada jeda iklan komersial.Back Light Penempatan lampu dasar dari sudut belakang objek. Chroma Key Sebuah metode elektronis yang melakukan penggabungan antara gambar video yang satu dengan gambar video lainnya dimana dalam prosesnya digunakan teknik Key Colour yang dapat diubah sesuai kebutuhan foreground dan background. Continuity Kesinambungan. Sebutan bagi adegan atau gambar yang akan mengundang rasa ingin tahu penonton tentang kelanjutan acara. Rundown Penentuan gambar yang sesuai dengan naskah atau urutan acara. Bumper Out Penanda bahwa program acara TV akan berhenti sejenak karena iklan komersial. Credit Title Urutan nama tim produksi dan pendukung acara. Cutting on Beat Teaser Teknik pemotongan gambar berdasar tempo. Bumper In Penanda bahwa program acara TV dimulai kembali setelah iklan komersial. Camera Blocking Penempatan posisi kamera yang sesuai dengan kebutuhan gambar Crazy Shot Gambar yang direkam melalui kamera yang tidak beraturan. 50 .

focal length dari lensa dan f-stop. Penyelarasan gambar secara detail. dari master kontrol ke studio produksi. dan jernih hingga mendekati objek aslinya Floor Director Seseorang yang bertanggung jawab membantu mengkomunikasikan keinginan sutradara. Dissolve Tekhnik penumpukan gambar pada editing maupun syuting multi kamera. Footage Gambar – gambar yang tersedia dan dapat digunakan Hunting Location Proses pencarian dan penggunaan lokasi terbaik untuk syuting Hand held Tekhnik penggunaan kamera dengan tangan 51 . Depth of Field Area dimana seluruh objek yang diterima oleh lensa dan kamera muncul dengan fokus yang tepat.Cross Blocking Penempatan posisi objek secara silang sesuai dengan kebutuhan gambar. tajam. Dialogue Dubbing Establish Shot Focus Percakapan yang muncul dalam adegan pengisian suara / narasi . Crane Katrol khusus untuk kamera dan penata kamera yang dapat bergerak keatas dan kebawah Casting Proses pemilihan pemain lakon sesuai dengan karakter dan peran yang akan diberikan. Gambar pengenalan yang natural dan wajar. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh jarak antara objek dan kamera.

Lensa Super Wide Master Control Digunakan untuk sangat memperbesar sudut pandang pengambilan gambar dari kamera.tanpa tripod. Jumping Shot Proses pengambilan gambar secara tidak berurutan. Efek dari penataan cahaya Digunakan untuk memperbesar sudut pandang pengambilan gambar dari kamera. Juncta Position Kondisi dimana latar belakang menjadi satu dengan obyek dan sangat mengganggu. Video utama berisikan rekaman acara televisi yang siap untuk ditayangkan maupun disimpan Multi Camera Sistem dari tata produksi audio visual yang syuting secara bersamaan dengan menggunakan sejumlah kamera Master Shot Gambar pilihan utama dari sebuah adegan yang 52 . Jimmy Jib Katrol kamera yang digunakan untuk mengambil dari posisi yang tinggi. Main Object Master Video Target pada objek utama. Intercut Gambar penghubung antar sequence satu ke yang lain. Lighting Lighting Effect Lensa Wide Penataan cahaya. Perangkat teknis utama penyiaran untuk mengontrol proses distribusi audio dan video dari berbagai input pada produksi untuk siaran live show maupun recorded.

Over Exposed Property Kondisi dimana pencahayaan terlalu terang. Biasanya adegan ini dikemas kreatif dan menarik untuk mendpatkan perhatian penonton Opening Shot Komposisi sudut pengambilan gambar pada awal adegan atau acara yang dirancang khusus untuk menarik perhatian penonton. Praproduksi Berbagai kegiatan persiapan sebelum pelaksanaan produksi dimulai. mobil khusus yang membawa perangkat tekhnis penyiaran audio dan video untuk memproduksi program diluar studio. Programming Tekhnik penyusunan program acara televisi yang ditayangkan secara berurutan. Aksesori yang digunakan sebagai pelengkap situasi Program Directing Penyutradaraan program televisi. OB Van Outside Broadcasting Van. Dapat juga digunakan untuk master control bagi siaran langsung. Noise Gangguan pada sirkulasi signal audio maupun video yang mengganggu program acara. 53 .Biasanya istilah ini digunakan pada proses editing.kemudian dijadikan referensi atau rujukan saat melakukan editing. Paskaproduksi Proses penyelesaian akhir dari produksi. Opening Scene Adegan yang dirancang khusus untuk membuka acara atau cerita.

segmentasi.Produser Pimpinan produksi yang bertanggung jawab kepada seluruh kegiatan pengkoordinasian pelaksanaan praproduksi. Retake Shot Simply Shot Sequence Pengulangan pengambilan adegan gambar. Stock Shot Berbagai bentuk gambar yang diciptakan untuk dijadikan pilihan pada saat gambar gambar tersebut memasuki proses editing. Gambar yang diambil dari sudut yang mudah. 54 . Rating Perhitungan secara statistikal untuk mengukur tingkat popularitas program acara televisi terhadap penonton. Run Through Reportase Latihan akhir bagi seluruh pendukung acara televisi yang disesuaikan dengan urutan acara sesuai dalam rundown. Rundown Susunan isi dan alur cerita dari program acara televisi yang dibatasi oleh durasi. jeda komersial. dan bahasa naskah. Sebuah laporan perjalanan atau liputan lapangan yang digunakan untuk mendukung data – data aktual dan faktual. Ambil Gambar. satu rangkaian gambar yang terdiri dari berbagai angle dan ukuran shot yang menggambarkan suatu kejadian Stand By Komando akhir yang menunjukkan bahwa seluruh komponen produksi telah siap untuk melaksanakan syuting. produksi sampai paskaproduksi.

Dapat untuk melaksanakan syuting (shooting studio) maupun untuk editing (post production studio). Lokasi khusus tempat pelaksanaan kerja produksi berlangsung.Suspense Istilah yang digunakan untuk menunjukkan adegan – adegan yang menegangkan dan mengundang rasa was was bagi penonton. Sound Effect Efek suara yang diciptakan atau digunakan untuk mendukung suasana dari adegan. Streaming Studio Proses pengiriman gambar via internet. Alat ini digunakan untuk syuting multi kamera. Slow Motion Pergerakkan gambar yang diperlambat sesuai dengan kebutuhan alur cerita. yang dapat dinikmati dengan posisi diam. Switcherman Seseorang yang bertugas melaksanakan proses pemindahan gambar sesuai dengan komando sutradara. Steady Shot Gambar sempurna dan tidak terlalu banyak bergerak. Sound Mixer Mixer pengendali dari berbagai input suara yang dipilah melalui sejumlah jalur (track). 55 . Switcher Istilah populer bagi perangkat tekhnis untuk memindah-mindahkan pemilihan gambar dari berbagai stock shot maupun input kamera. Technical Director Pengarah / Direktur tehnik.

Vision Mixer Sebutan lain untuk istilah populer “switcher”. Up Link Under Exposed Proses Pengiriman gambar via satelit. Kondisi dimana pencahayaan kurang / lemah cenderung gelap. Dapat juga digunakan sebagai catatan pada naskah. Two Shot Istilah komando sutradara yang seringkali digunakan untuk mengarahkan kamera kepada dua objek yang dituju. VTR Video Tape Recording. Theme Song Lagu khusus yang diciptakan atau dipakai sebagai pendukungikatan emosi dari program acara kepada penonton. Three Shot Istilah komando sutradara yang seringkali digunakan untuk mengarahkan kamera kepada tiga objek yang dituju. 56 . Wireless Camera Kamera yang menggunakan transmisi signal untuk mengirimkan hasil gambar tanpa menggunakan kabel.digunakan untuk merekam dan melihat hasil rekaman pada proses produksi Voice Over (VO) Suara dari announcer atau penyiar untuk mendukung isi cerita namun tidak tampak dilayar televisi.Teleprompter piranti didepan kamera yang membantu presenter membaca naskah Take Istilah yang digunakan untuk dan pada saat pengambilan gambar berlangsung.

Tidak bisa seorang pekerja melakukan pekerjaannya sendirian. Acara televisi haruslah mendidik dan tidak menjurumuskan pikiran pikiran orang ke dalam pemikiran yang tidak sesuai norma yang ada. c. 57 . Maka kerja sama TEAM sangatlah penting dalam proses produksi acara televisi. e. Pertelevisian mempunyai peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi pandangan/ daya pikir seseorang.White Balance Prosedur untuk mengkoreksi warna gambar dari kamera dengan mengubah sensitivitas CCD ke dalam spektrum cahaya. Dalam pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan langkah-langkah yang ada terutama ketika terjun ke lapangan karena berhadapan langsung dengan manusia. tetapi harus dapat berkomunikasi dengan baik dan bekerjasama dalam menyelesaikan tugas. Lighting. b. switcher dan seterusnya adalah sebuah TEAM. Wardrobe Berbagai aksesori pendukung kostum bagi peran tertentu BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan umum meliputi : a. Kesimpulan 1. ia memerlukan orang lain. d. Dalam lingkungan pekerjaan yang penting bukan hanya kepandaian dan keterampilan saja. Umumnya prosedur ini menggunakan cahaya putih sebagai dasar. audio. camera.

d) Chargen (Character Generator) Chargen adalah membuat tulisan – tulisan dengan karakter tulisan yang menarik agar gambar tersebut lebih indah/baik dan tulisan (logo) dapat terlihat.2. c) Tata Kamera Tata Kamera adalah Pengambilan gambar dari suatu objek menggunakan kamera video sehingga dapat menghasilkan gambar dari sudut – sudut yang diinginkan. 58 . b) Tata Audio Tata Audio adalah mengatur komposisi warna suara sehingga enak di dengar dan jelas. Kesimpulan Khusus meliputi : a) Lighting Lighting adalah Pengaturan atau pengarah tata letak dari sumber cahaya sehingga bisa memberi corak/warna pada suasana.terbaca warna tulisan indah dan jelas terbaca kata-katanya.

efek video dari berbagai input menggunakan video mixer. f) Editing Video Pemilihan dan penyambungan potongan – potongan gambar dan suara dari suatu acara sehingga menjadi indah dan utuh. 59 . g) MCR ( Master Control Room ) ruang kendali siaran televisi yang yang berisikan perangkat teknis utama penyiaran dalam mengontrol segala proses siaran stasiun televisi.e) Switcher Switcher adalah mengatur transisi video.

b) Tidak ragu untuk menanyakan semua hal yang belum jelas kepada Pembimbingnya. c) Lebih meningkatkan ketertiban yang sudah berlaku. b) Memberikan pelatihan-pelatihan kepada karyawan untuk meningkatkan mutu dan kualitas SDM. c) Siswa dapat menjaga citra sekolah di lingkungan masyarakat & DU/DI d) Persiapan ketrampilan yang matang untuk kelancaran melakukan kegiatan didaerah industri 60 . d) Peralatan-peralatan yang rusak di perbaiki lagi agar tidak mengganggu aktifitas kerja. 2.B.. e) Hargailah Karyawan-karyawan baru.Kepada Siswa a) Mampu mengungkapkan semua gagasan yang kita miliki kepada perusahaan. SARAN 1. Kepada Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) a) Membuat Progam televisi yang lebih berkualitas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful