P. 1
BAB III

BAB III

|Views: 257|Likes:
Published by 233294

More info:

Published by: 233294 on Jul 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2014

pdf

text

original

BAB III METOD0LOGI PENELITIAN

3.1 Tinjauan Pustaka
Dalam tinjauan pustaka ini, penulis melakukan pengumpulan materi yang berhubungan dengan perancangan, pembuatan, pengujian dan cara menganalisa alat penukar kalor dengan mempelajari buku-buku referensi, survei ke lapangan dan browsing di internet. Dar hasil tinjauan pustaka, penulis memperoleh beberapa penjelasan yang berhubungan dengan alat penukar kalor. Diantaranya:

3.1.1.Mengetahui Bagian-bagian penukar kalor

L T d1
d
0

u b

e D
S h e l l
0

D

1

Gambar 3.1 skematis bagian-bagian alat penuar kalor pipa ganda

a) Shell Bagian mengalirnya Shell air berfungsi yang sebagai digunakan tempat untuk dingin

mendinginkan air panas. Bagian ini diletakan dibagian luar dengan diameter yang lebih besar. b) Tube Bagian mengalirnya tube air berfungsi yang sebagai akan tempat panas didinginkan,

sekaligus sebagai bidang perpindahan panas. Bagian tube diletakan di dalam shell dengan diameter yang lebih kecil.

3.1.1.Rumus-rumus yang digunakan untuk menghitung
kinerja alat penukar kalor

a) Menghitung besarnya LMTD [1]
Untuk alat penukar kalor dengan jenis aliran current flow (aliran searah), dapat dihitung dengan

LMTD =

(Th 2 − Tc 2 ) − (Th1 − Tc1 ) ln[ (Th 2 − Tc 2 ) /(Th1 − Tc1 )]

sedangkan untuk penukar kalor dengan jenis aliran counter flow (aliran lawan arah) dihitung dengan

Besarnya luas perpindahan panas dapat dihitung dengan A = πDL Dimana: A D : Luas bidang perpindahan panas : diameter tube .LMTD = (Th 2 − Tc1 ) − (Th1 − Tc 2 ) ln[ (Th 2 − Tc1 ) /(Th1 − Tc 2 )] Dimana: Th1 Th2 Tc1 Tc2 : temperature air panas masuk : temperature air panas keluar : temperature air dingin masuk : temperature air dingin keluar b) Menghitung luas perpindahan panas [1] Kinerja alat penukar kalor juga dipengaruhi oleh besarnya luas perpindahan panas pada alat penukar kalor. Semakin besar luas bidang perpindahan panasnya maka kinerja alat penukar kalor tersebut akan lebih baik.

jadi persamaan diatas dapat ditulis sebagai berikut.L : panjang tube c) Menghitung besarnya bilangan Reynolds Bilangan Reynold merupakan besaran fisis yang tidak berdimensi. [13] ➢ Untuk bagian tube Re = ρvD µ ➢ Untuk bagian shell Pada bagian shell. [1] Re = ρvDH µ . maka disarankan agar korelasi perpindahan kalor itu didasarkan atas diameter hidraulik DH. bilangan Reynold dapat dituliskan dalam keempat besaran tersebut sebagai berikut. karena penampangnya tidak berbentuk lingkaran. Bilangan ini dipergunakan sebagai acuan dalam membedakan aliran laminer dan turbulen. dan dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk mengetahui jenis-jenis aliran yang berlangsung dalam air.

Bilangan nusselt dituliskan sebagai berikut.4 untuk kasus pemanasan .DH = Dimana: Re ρ v D DH A P 4A P : bilangan reynods : massa jenis fluida : kecepatan aliran fluida : diameter pipa : diameter hidraulik pipa : luas penampang aliran : pirameter yang basah a) Menghitung besarnya bilangan Nusselt Bilangan nusselt dapat diartikan sebagai rasio perpindahan panas konveksi dan konduksi normal terhadap batas dalam kasus pindah panas pada permukaan fluida.8 ⋅ Pr n N = 0.023⋅ Re 0. [1] Nu d = 0. [6] Untuk jenis aliran turbulen.

besarnya harga koefisien perpindahan panas dapat dituliskan sebagai berikut: h= Nu d K DH .3 untuk kasus pendinginan Dimana: Nud Re Pr n : Bilangan nusselt : bilangan Reynolds : bilangan prandtl : nilai eksponen b) menghitung besarnya koefisien perpindahan panas Koefisien prororsionalitas antara fluks panas dan perbesaan temperatur yang menjadi penggerak utama perpindahan panas.0. [9] untuk fluida dingin. besarnya harga koefisien perpindahan panas dituliskan sebagai berikut: h= Nu d K D Sedangkan untuk fluida panas.

koefisien perpindahan panas : konduktivtas thermal fluida [1] .Dimana: h K .

q1 = UA( LMTD ) Jika digunakan analogi tahanan thermal. Proses perpindahan panas pada penukar kalor pipa ganda dapat . Pada alat penukar kalor pipa ganda.. ada dua metode perpindahan panas yang terjadi. rumus diatas dapat ditulis q1 = LMTD 1 UA Dimana digunakan untuk menunjukan 1 UA besarnya tahanan konveksi (ΔR).c) Menghitung laju perpindahan panas [1] Laju perpindahan panas adalah besarnya panas yang berpindah dari fluida yang temperaturnya lebih panas ke fluida yang temperaturnya lebih dingin di dalam alat penukar kalor. yaitu: Laju perpindahan lebih panas panas dari ke fluida fluida yang yang temperaturnya temperaturnya lebih dingin melalui dinding pipa.

digambarkan dengan rangkaian jala-jala thermal dibawah ini .

2 skematis jala-jala thermal Jika dilihat dari rangkaian jala-jala thermal. pada alat penukar kalor pipa ganda terdapat tiga tahanan thermal. Jadi persamaan di atas dapat dinyatakan dengan q1 = LMTD ln( r2 ) r1 1 1 ( ) +( ) +( ) h1 A1 2πKL h2 A2 ) Dimana: r1 r2 A h : jari-jari tube bagian dalam : jari-jari tube bagian luar : luas bidang perpindahan panas : koefisien perpindahan panas .( 1 ) h2 A2 ) r 1 ln( 2 ) ( ) r1 h1 A1 ( ) 2πKL Gambar 3.

K L : konduktas thermal material tube : panjang tube d) Laju perpindahan panas sensibel Panas sensibel adalah panas yang digunakan untuk menaikan temperatur suatu zat tanpa disertai dengan perubahan fasa. [8] Besarnya laju perpindahan panas pada sensibel ditulis dengan [1]  q2 = mC p (Th − Tc ) Dimana: ṁ Cp Th panas Tc dingin : temperature fluida yang lebih : laju aliran massa fluida : panas jenis fluida : temperature fluida yang lebih e) Menghitung koefisien perpindahan panas menyeluruh Koefisien menunjukan sebagai hasil perpindahan besarnya aliran gabungan panas panas proses menyeluruh menyeluruh dan konduksi .

Perpindahan panas melalui dinding datar dinyatakan sebagai [1] q= T A − TB ln( r2 ) r1 1 1 ( ) +( ) +( ) h1 A1 2πKL h2 A2 ) dimana TA dan TB masing-masing ialah suhu fluida pada kedua dinding itu.1 Perancangan Dan Pembuatan Alat Penukar Kalor . Koefisien perpindahan panas menyeluruh U didefinisikan oleh hubungan q =UA (LM TD ) Maka.konveksi. U= LMTD qA Dimana: U : koefisien perpindahan panas menyeluruh q : laju perpindahan panas A : luas bidang perpindahan panas 3.

penulis melakukan beberapa tahapan. alat penukar kalor.1.Dalam perancangan dan pembuatan.85 m : Tembaga : 0.0254 m :1m 3. ➢ Material pipa besar ➢ Diameter luar pipa besar ➢ Diameter dalam pipa besar ➢ Panjang pipa besar ➢ Material pipa kecil ➢ Diameter luar pipa kecil ➢ Diameter dalam pipa kecil ➢ Panjang pipa kecil : Stainless Steel : 0. 3. ➢ Penyambungan pipa stainless dengan pipa stainless menggunakan las listrik.2.2.1.2.Menentukan material dan dimensi alat penukar kalor yang akan dibuat.0508 m : 0. ➢ Pembuatan lubang untuk penempatan alat ukur menggunakan mesin drill.0264 m : 0. ➢ Pembuatan lubang untuk saluran masuk pada bagian shell menggunakan mesin bubut. Diantaranya: 3. ➢ Penghalusan permukaan menggunakan gerinda. .Menentukan proses pemesinan yang akan dikerjakan ➢ Penyambungan pipa stainless dengan pipa tembaga menggunakan las patri karena tembaga memiliki titik cair yang lebih rendah dari stainless.1.0518 m : 0.Menyiapkan komponen-komponen lain yang mendukung cara kerja alat penukar kalor.

1 Prosedur Pengujian dan Hasil Pengujian Pada saat pengujian.1 Skematis pengujian untuk memperoleh laju aliran massa air panas Prosedur pengujiannya sebagai berikut: .1 Pengujian untuk memperoleh laju aliran massa fluida panas Gambar 3. diantaranya: 3. penulis melakukan beberapa tahapan untuk memperoleh data hasil pengujian.➢ Thermometer glass ➢ Isolasi : 4 buah : Kaleng cat (V = : 2 ban dalam motor ➢ Bak penampung air panas ➢ Selang air panas : 3 m ➢ Selang air dingin: 3 m ➢ Katup ➢ Pompa ➢ Neraca : 1 buah keran : 1 buah (Q = 1080 l/h) : 3 buah emeber : 1 buah ➢ Bak penampung air dingin 3.3.

2) Membuka katup pengatur debit air. 4) Mengukur diameter bak penampung dari beberapa titik. 3) Menampung air yang dialirkan ke dalam heat exchanger selama 60 detik. Dari hasil pengujian diperoleh data sebagai berikut. T : tinggi air yang tertampung A : luas permukaan tube 1 0.1) Memasang selang dari katup tower air ke heat exchanger.000198 .000066 0. Table 3.1 hasil pengujian air panas Dimana: K a tu p Q (m³/dt) ½ dr : diameter rata-rata bak penampung. 5) Mengukur ketinggian air dengan mistar.

2 Skematis untuk menghitung laju aliran massa fluida dingin . A m = ρvA .1 Pengujian untuk memperoleh laju aliran massa fluida dingin Gambar 3. t v=Q ṁ : laju aliran massa fluida.3. Q =V V : kecepatan aliran fluida.t : waktu yang dibutuhkan untuk menampung fluida Q : debit aliran fluida. 3.

Table 3.2 hasil pengujian air dingin Katup 1 1 . sedangkan ujung selang yang satunya lagi dipasangkan ke heat exchanger. 5) Mengukur massa air yang telah ditampung dengan menggunakan neraca untuk mengukur berat badan. diperoleh data sebagai berikut.Prosedur pengujiannya sebagai berikut: 1) Memasang selang yang digunakan untuk mengalirkan air panas dengan menyisipkan sebuah katup di tengah-tengah selang tersebut. 2) Menyiapkan bak penampung. Dari hasil pengujian. ujung selang yang satu dipasangkan ke pompa. 3) Masukan pompa pada bak penampung yang telah diisi air. 4) Hidupkan pompa selama 60 detik dan air yang dialirkan oleh pompa ditampung oleh bak penampung yang lain.

v=  m ρA A : luas permukaan shell 3. c) Mengalirkan air panas dan air dingin secara bersamaan ke alat penukar kalor dengan output dari kedua fluida tersebut ditampung menggunakan bak penampung.  m= massa waktu v : kecepatan aliran fluida. b) Mengalirkan air panas ke bak penampung yang di dalamnya sudah terdapat pompa untuk mengalirkan air panas ke alat penukar kalor.Dimana: ṁ : laju aliran massa fluida. . d) Membaca alat ukur setelah perubahan skala pada alat ukur dianggap konstan.3.1 Pengujian alat penukar kalor Prosedur pengujiannya sebagai berikut: a) Memanaskan air sampai temperatur yang ditentukan.

3 pengujian alat penukar kalor Data hasil pengujian CURRENT FLOW .e) Lakukan pengujian diatas secara berulangulang dengan variasi perubahan katup kedua fuida dan arah aliran fluida. Gambar 3.

3 hasil pengujian penukar kalor No 1 2 3 4 katu .CO U N TER FLO Table 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->