You are on page 1of 2

PENYAKIT PEYRONI

Penyakit peroni adalah didapatkannya plaque atau indurasi pada tunika albugenia korpus kavernosum penis sehingga menyebabkan terjadinya angulasi (pembengkakan) batang penis pada saat ereksi. Gambaran klinis Pasien mengeluh nyeri dan terjadi angulasi (penis bengkok) pada saat ereksi, sedangkan pada saat tidak ereksi nyeri menghilang. Akibat nyeri dan angulasi ini kemampuan penetrasi ke vagina menjadi berkurang. Pada pemeriksaan, teraba jaringan keras (fibros) tunggal ataupun berupa plak multiple pada tunika albugenia. Pada kasus yang berat dapat teraba kalsifikasi sehingga dapat terlihat pada pemeriksaan foto polos penis.

Etiologi Penyebab yang pasti dari penyakit ini belum diketahui, tetapi secara histopatologi plak itu mirip dengan vaskulitis pada kontraktur Dupuytren yang disebabkan oleh reaksi imunologik. Hasil anamnesis pada pasien penyakit Peyronie menyebutkan bahwa sebelumnya mereka mengalami trauma pada penis yang berulang pada saat senggama. Terapi Koservatif. Tanpa terapi 50% penyakit ini dapat mengalami remisi spontan setlah observasi selama 1 tahun. Dapat dicoba dengan pemberian tamoxifen 20mg dua kali sehari selama 6 minggu. Jika menunjukan respon yang baik pengobatan diteruskan sampai 6 bulan. Untuk mencegah aktifitas fibroblas dapat dicegah dengan pemberian colchicine atau verapamil. Nyeri yag berkepanjangan dapat diberikan vitamin E 200mg tiga kali sehari. Pemberian potassium aminobenzoat tidak menyenangkan karena menimbulkan banyak efek samping. Operasi. Indikasi operasi adalah pada penyakit peyronie adalah deformitas penis yang mengganggu senggama atau disfungsi ereksi akibat peyronie. Saat operasi ditentukan jika penyakit telah stabil atau matang, antara lain : sudah tidak ada nyeri

saat ereksi dan kurvatura atau deformitas penis saat ereksi sudah menetap atau stabil. Biasanya keadaan itu dicapai setelah 12-18 bulan sejak awal timbulnya penyakit. Banyak teknik operasi yang dikerjakan hingga kini, mulai dari eksisi plak kemudian tandur kulit atau cara Nesbitt. Nesbitt melakukan eksisi oval pada konveksitas tunika albigenia, dan selanjutnya defek yang terjadi pemendekan dari penis.