You are on page 1of 17

DISMENOREA

Oleh : Alan D Clark, MD; Thomas Steele, DO Sinonim dan kata penting : kram menstrual, nyeri kram menstrual, kram, menoralgia, nyeri menstruasi, menstruasi, dismenorea primer. Latar Belakang Dismenorea adalah kram pada saat haid yang sangat menyakitkan. Dismenorea primer adalah nyeri, seringkali tidak tertahankan, yang berhubungan dengan periode haid, disebut demikian apabila terdapat dismenorea sekunder yang disebabkan oleh patologi yang mendasarinya. Patofisiologi Dismenorea primer adalah akibat langsung dari level puncak prostaglandin pada saat haid pada satu siklus ovulasi. Dismenorea ini akibat dari peningkatan irama kontraksi uterus yang disebabkan oleh vasokonstriksi pembuluh darah kecil di dalam dinding uterus. Peningkatan sintesis prostaglandin kemungkinan juga bertanggung jawab terhadap tanda-tanda distress gastrointestinal yang kadang-kadang timbul. Dismenorea sekunder meliputi efek prostaglandin yang berlebihan, sebagaimana kontraksi uterus eksesif sekunder oleh karena patologi yang mendasarinya seperti misalnya, endometriosis, adenomiosis, infeksi atau penyakit lain yang mendasarinya. Frekuensi ~ Di Amerika Serikat : Sekitar 40% wanita dewasa memiliki nyeri haid, dan 10% dengan nyeri tidak tertahankan selama 1 3 hari setiap bulannya. Mortalitas/Morbiditas Apabila dismenorea primer tidak membahayakan jiwa, namun dismenorea primer merupakan alasan yang paling sering untuk para wanita meninggalkan pekerjaannya. Dismenorea adalah penyebab utama

ketidakhadiran wanita di bawah usia 30 tahun. Diagnosis dismenorea hanya dilakukan setelah penyebab serius nyeri pelviks diketahui. Usia ~ Dismenorea primer paling sering dimulai dalam jangka beberapa tahun onset siklus ovulasi pada saat menarche. ~ Dismenorea sekunder dapat terjadi pada siklus ovulasi bertahun-tahun setelah onset menarche. Riwayat Penyakit ~ Nyeri pada dismenorea primer biasanya dimulai dalam waktu 24 jam masa haid dan berakhir selama 48 72 jam. ~ Pada dismenorea sekunder, pasien merasakan onset nyeri dalam waktu 1 minggu atau lebih terutama pada saat onset haid, dan nyeri berlangsung terus menerus selama beberapa hari setelah aliran darah haid berhenti. ~ Riwayat penyakit harus berupa laporan sistemik dengan perhatian khusus terhadap sistem ginekologi dan sistem gastrointestinal. Pusatkan perhatian khusus terhadap deskripsi nyeri. ~ Riwayat ginekologis meliputi menarche, perdarahan pervaginam yang abnormal, discharge, dispareunia, dan infertilitas. ~ Tipe dan severitas nyeri sangat penting. Penyelidikan terhadap penyebaran nyeri dan simtom-simtom yang berkaitan di antaranya adalah sebagai berikut: Sakit kepala Kram suprapubik Sakit pinggang Nyeri menyebar ke bawah sampai paha anterior Mual dan muntah Diare Sinkop

Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik awal, yang meliputi evaluasi pasien dengan nyeri secara menyeluruh dan mengeluarkan patologi yang serius mendasarinya. ~ Dismenorea primer Tanda vital normal Pemeriksaan pelvik dapat mengetahui perlunakan uterus namun tidak ada nyeri tekan gerakan servik atau abnormalitas adneksa. ~ Dismenorea sekunder Tanda vital bervariasi, tergantung pada etiologi yang mendasari. Lakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan mobilitas dan ukuran uterus. Nyeri dan perluasan adneksal harus dicatat. Evaluasi ligamen uterosakral dan septum rektovaginal dengan palpasi, untuk mengetahui abnormalitas dan nodularitas. Apabila tidak dilakukan pemeriksaan fisik, maka dismenorea sekunder tidak seluruhnya dapat diketahui. Di dalam endometrium, jaringan endometrial ektopik hanya dapat diobservasi dengan pemeriksaan visual langsung. Karena diagnosis pasti diluar lingkup departemen kedaruratan, maka rujuk pasien untuk evaluasi ginekologis serta laparoskopi dan laparotomi diagnostik. Etiologi ~ Dismenorea primer disebabkan oleh elevasi produksi prostaglandin dan mediator lain di dalam uterus, yang menghasilkan iskemia uterus melalui : ~ Agregasi platelet. Vasokonstriksi. Kontraksi disritmik dengan tekanan darah lebih tinggi dibandingkan tekanan darah sistemik. Penyebab dismenorea sekunder meliputi Endometriosis (jaringan endometrium ektopik) Adenomiosis (jaringan endometrium dalam dinding uterus)

~ ~ -

Infeksi pelvik (salpingitis sub skut, akut) Stenosis serviks Abnormalitas vagina atau uterus kongenital Leiomioma (fibroid) Faktor resiko untuk dismenorea primer meliputi: Nulliparitas Obesitas Merokok Riwayat keluarga positif Faktor resiko dismenorea sekunder adalah : Infeksi pelvik PMS Endometriosis

Diagnosis Banding ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ Trauma tumpul abdomen Apendisitis akut Nyeri pinggang mekanis Perdarahan disfungsi uterus Endometriosis Kista ovari Torsio ovari Kehamilan ektopik Kekerasan seksual Sifilis Infeksi saluran kemih pada wanita Vaginitis Vulvovaginitis Neoplasma ovarium Peritonitis

Problem lain yang dipertimbangkan :

~ ~ ~

Kehamilan Infeksi saluran kemih Neoplasma uterus

Pemeriksaan Laboratorium ~ meliputi : Hitung gonadotropin korionik pada manusia Hitung darah lengkap Urinalisis Rata-rata sedimentasi eritrosit (jika nonspesifik, sedimentasi eritrosit dapat membantu para dokter untuk mengidentifikasi pasien dengan salpingitis subakut) Stool guaiac Pada evaluasi dismenorea, pemeriksaan laboratorium diindikasikan untuk mengetahui penyebab nyeri pelvik yang serius dan

Pemeriksaan Pencitraan ~ Untuk evaluasi awal penyakit pelvik, pemeriksaan pencitraan Perdarahan yang berkaitan dengan kehamilan Evaluasi massa yang dapat dipalpasi Evaluasi infeksi (misalnya, abses tuba ovarii) Nyeri pelvik Lokalisasi organ intrauterine atau benda asing Trauma pilihan adalah USG pelvik. Indikasi USG meliputi :

Prosedur pemeriksaan ~ Laparoskopi diagnostik dan/atau laparotomi: Kosultasi ginekologis dengan visualisasi organ-organ pelvik adalah prosedur definitif pilihan untuk evaluasi, namun demikian, prosedur ini jarang diminta oleh penderita. Penanganan Kedaruratan

Evaluasi

departemen

kedaruratan nyeri pelvik

dismenorea yang

dapat

mengetahui penyebab-penyebab seperti misalnya kehamilan ektopik. -

berbahaya,

Karena sebagian besar wanita haid mengalami nyeri siklik, para dokter dapat dengan mudah menegakan diagnosis dismenorea. Pertimbangkan bahwa pasien dengan dismenorea kemungkinan juga mengalami proses penyakit yang lain, seperti apendisitis, abses tuboovarian, kehamilan ektopik, atau kista ovari.

~ -

Penilaiaan generalis adalah sebagai berikut : Waspada infeksi. Tekan endometrium jika curiga endometriosis. Inhibitor prostaglandin merupakan terapi pilihan utama. Tablet kontrasepsi orak (OCPs) dapat membantu jika inhibitor prostaglandin mengalami kegagalan. Beberapa pasien mungkin membutuhkan analgesia tambahan.

Konsultasi Konsultasikan dengan spesialis OB/GYN untuk mengevaluasi dismenorea sekunder. Penanganan dismenorea primer dengan antiprostaglandin memiliki rata-rata sebesar 80%. Secara historis, agenagen anti inflamasi nonsteroid (NSAID) telah digunakan untuk menangani kondisi ini, namun, inhibitor siklooksigenase-2 (COX-2/cyclooxygenase-2) sekarang tengah diberikan untuk dismenorea. Pemberian awal inhibitor COX-2 untuk nyeri berdasarkan pada observasi bahwa inhibisi COX-2 tunggal tampaknya dapat memberi supresi maksimal terhadap nyeri dan inflamasi. Lagi pula, terdapat keuntungan teoritis pada penurunan potensi efek samping gastrointestinal dengan bypass inhibisi COX-1. Namun, sebagian besar pasien dismenorea hanya memerlukan alur terapi jangka pendek, dan untuk sebagian besar pasien tampaknya NSAID standar masih terus digunakan sebagai penatalaksanaan yang paling efektif untuk penyakit ini.

Jika inhibitor prostaglandin mengalami kegagalan, dan pasien menginginkan pencegahan kehamilan, OCP memiliki nilai rata-rata keberhasilan yang tinggi. Kombinasi antara ethinilestradiol dengan gestodene memiliki efek yang lebih memuaskan terhadap dismenorea. Konsultasi dengan provider perawatan primer untuk tes yang sesuai, termasuk tes Papanicolau (Pap smear), konsultasikan tentang penggunaan estrogen, dan teruskan perawatan follow-up. Beberapa pasien akan memerlukan tambahan analgesia karena nyeri yang seringkali tidak tertahankan dapat berhubungan dengan dismenorea. Harel dkk. (2004) mencari kemungkinan penggunaan montelukast inhibitor leukotriene untuk mengontrol dismenorea berdasarkan pemeriksaan terdahulu yang menunjukkan adanya peningkatan leukotrien di dalam jaringan uterus dan aliran darah haid pada wanita. Dua puluh lima wanita dewasa ikut berpartisipasi pada percobaan silang random varian ganda. Percobaan menunjukkan tidak ada perbedaan antara kelompok montelukast dengan kelompok placebo berdasarkan pemberian ibuprofen selama menstruasi. Diperlukan percobaan yang lebih luas untuk menentukan efektifitas terhadap pilihan penatalaksanaan terbaru ini. Mungkin pada suatu hari, konsep-konsep baru pada etiologi dismenorea dapat bernilai untuk penatalaksanaan penyakit ini. Yeh et al (2004) memeriksa apakah simtom-simtom dismenorea pada wanita muda memiliki kemungkinan berkaitan dengan level malondialdehid serum (MDA) dan level interleukin-6 (IL-6). Sembilan puluh empat wanita Taiwan diteliti dalam dua kelompok dengan dan tanpa simtom-simtom dismenorea. Hasilnya menunjukkan bahwa level MDA serum dan IL-6 sangat berbeda di antara dua kelompok (secara berturut-turut P<0,05 dan P<0,005). Penulis menyimpulkan bahwa mekanisme dismenorea adalah melalui medaia stress oksidatif yang disebabkan oleh kerja sitokin. Riset lanjut dalam rangka membendung pola ini mungkin akan memiliki manfaat klinis.

Dari

perspektif

medikasi

alternatif.

Sampalis

dkk.

(2003)

mengevaluasi efek Neptune Krill Oil (dari semak krill, dosis tinggi pada fosfolipid dan asam lemak omega-3) terhadap sindroma menstruasi dan dismenorea pada percobaan klinis random varian ganda. Penulis menyimpulkan bahwa Neptune Krill Oil dapat mereduksi dismenorea secara signifikan dan lebih efektif untuk manajemen komplet simtomsimtom premenstruasi dibandingkan dengan minyak ikan omega-3. Medikasi Kategori Obat: Nonsteroidal anti-inflamatory agentsMulai pemberian NSAID 3 hari sebelum onset haid dan lanjutkan terus sampai hari ke 2 haid. NSAID dapat menurunkan simtom-simtom dismenorea dengan inhibisi sintesis prostaglandin, mereduksi pelepasan serotonin, dan membendung agregasi platelet. Ibuprofen (Ibuprin, Advil, Motrin) DOC untuk

penatalaksanaan nyeri ringan sampai sedang, jika tidak ada kontraindikasi. Nama Obat Menghambat reaksi inflamasi dan nyeri, kemungkinan dengan mengurangi aktifitas enzim siklooksigenase, yang Dosis Dewasa Dosis Anak Kontraindikas i Interaksi merupakan akibat dari inhibisi sintesis prostaglandin. 400 800 mg PO tid < 12 tahun: Tidak dianjurkan > 12 tahun: Diberikan seperti dosis dewasa Hipersensitivitas, penyakit ulkus peptikum, perdarahan atau perforasi gastrointestinal yang baru, insufisiensi renal, resiko tinggi perdarahan. Diberikan bersama aspirin meningkatkan resiko induksi efek samping yang berhubungan dengan NSAID yang serius; probenecid dapat meningkatkan konsentrasi dan kemungkinan toksisitas NSAID; dapat menurunkan efek hidralazine, captopril, dan beta-blocker; dapat

menurunkan efek diuretik furosemide dan thiazide; monitor PT secara ketat (instruksikan pasien untuk memperhatikan meningkatkan Kehamilan tanda-tanda resiko toksisitas perdarahan); methotrexate; dapat level

fenitoin dapat meningkat jika diberikan bersama-sama. DTidak aman untuk kehamilan Kategori D pada trimester ketiga kehamilan; perhatian untuk gagal jantung kongestif, hipertensi, dan penurunan fungsi ginjal dan hepar; perhatian pada abnormalitas antikoagulan atau selama terapi antikoagulan. Naproxen (Anaprox, Naprelan, Naprosyn, Aleve) Digunakan untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang. Menghambat reaksi inflamasi dan nyeri dengan

Peringatan

Nama Obat

mengurangi

aktifitas

enzim

siklooksigenase,

yang

menurunkan sintesis prostaglandin. Harganya sekitar $ 3,00/hari dibandingkan ibuprofen generik $ 0,14. 250 500 mg PO tid; jangan digunakan lebih dari 1500 mg/hari. < 12 tahun: Tidak dianjurkan > 12 tahun: 2,5 mg/kgBB/dosis PO, jangan digunakan lebih dari 10 mg/kg/hr Hipersensitivitas, penyakit ulkus peptikum, perdarahan atau perforasi gastrointestinal terbaru, insufisiensi renal. Diberikan bersama aspirin meningkatkan resiko induksi efek samping yang berhubungan dengan NSAID yang serius; probenecid dapat meningkatkan konsentrasi dan kemungkinan toksisitas NSAID; dapat menurunkan efek hidralazine, captopril, dan beta-blocker; dapat menurunkan efek diuretik furosemide dan thiazide; monitor PT secara ketat (instruksikan pasien untuk memperhatikan meningkatkan tanda-tanda resiko toksisitas perdarahan); methotrexate; dapat level

Dosis Dewasa

Dosis Anak Kontraindikas i Interaksi

Kehamilan

fenitoin dapat meningkat jika diberikan bersama-sama. DTidak aman untuk kehamilan Kategori D pada trimester ketiga kehamilan; dapat terjadi insufisiensi renal akut, nefritis interstisial, hiperkalemia, hiponatremia, dan nekrosis renal papillar; pasien yang mengidap penyakit ginjal atau bahaya perfusi renal yang

Peringatan

beresiko gagal ginjal akut; jarang terjadi leukopenia, transien dan biasanya kembali normal setelah terapi; jika timbul leukopenia persisten, granulositopenia, atau trombositopenia memerlukan evaluasi lebih lanjut dan pengobatan harus dihentikan. Diclofenac (Cataflam) 100 mg PO dosis awal, kemudian dilanjutkan 50 mg PO tid Tidak dianjurkan Hipersensitivitas, jangan diberikan pada CNS atau diberikan dengan penyakit ulkus peptikum, perdarahan atau perforasi gastrointestinal terbaru, insufisiensi ginjal, atau resiko tinggi perdarahan. Diberikan bersama aspirin meningkatkan resiko induksi efek samping yang berhubungan dengan NSAID yang serius; probenecid dapat meningkatkan konsentrasi dan kemungkinan toksisitas NSAID; dapat menurunkan efek hidralazine, captopril, dan beta-blocker; dapat

Nama Obat Dosis Dewasa Dosis Anak Kontraindikas i

Interaksi

menurunkan efek diuretik furosemide dan thiazide; monitor PT secara ketat (instruksikan pasien untuk memperhatikan meningkatkan tanda-tanda resiko toksisitas perdarahan); methotrexate; dapat level

Kehamilan Peringatan

fenitoin dapat meningkat jika diberikan bersama-sama. CKeamanan untuk digunakan pada saat kehamilan tidak dianjurkan. Kategori D pada trimester ketiga kehamilan; dapat terjadi insufisiensi renal akut, hiperkalemia, nefritis interstisial, dan nekrosis hiponatremia, renal papiller;

10

meningkatkan resiko gagal ginjal akut pada pasien dengan yang mengidap penyakit ginjal atau bahaya perfusi ginjal; jarang terjadi hitung WBC rendah dan biasanya kembali normal pada saat menjalani terapi; terapi perlu dihentikan jika terjadi leukopenia, granulositopenia atau trombositopenia persisten. Kategori Obat: Cyclooxygenase-2 inhibitorMeskipun kenaikan harga merupakan faktor negatif, prevalensi biaya dan potensi fatal perdarahan gastrointestinal jelas berkurang bila diberikan inhibitor COX-2 daripada diberi NSAID tradisional. Analisis lebih lanjut terhadap biaya perdarahan gastrointestinal ditemukan bahwa inhibitor COX-2 paling menguntungkan. Valdecoxib (Bextra)Peringatan bahaya: Pada

tanggal 7 April 2005, valdecoxib (Bextra, pabrikan Pfizer, Inc) ditarik dari pasar Amerika Serikat, menyimpan pembahasan lebih lanjut dengan FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat. Asosiasi valdecoxib tentang potensi resiko bahaya yang meliputi infark miokard, stroke, dan reaksi kulit yang serius, perlu penelitian awal untuk menentukan apakah manfaat obat Nama Obat ini lebih baik dibandingkan resikonya. Inhibitor COX-2 generasi ke-2 dapat mengendalikan onset cepat dan memberi efektifitas yang panjang. Terutama menghambat COX-2. COX-2 dianggap sebagai isoenzim yang induksibel, yang diinduksikan pada saat stimuli nyeri dan inflamasi. Inhibisi COX-1 dapat ikut berperan pada toksisitas gastrointestinal NSAID. Pada konsentrasi terapeutik, jangan menghambat COX-1 isoenzim, mengurangi toksisitas Dosis Dewasa gastrointestinal. 20 mg PO bid prn.

11

Dosis Anak Kontraindikas i

Tidak dianjurkan Hipersensitivitas Pemberian bersama dengan fluconazole dapat

Interaksi

menyebabkan peningkatan konsentrasi plasma pada valdecoxib; pemberian bersama dengan rifampin dapat mengurangi konsentrasi plasma. CKeamanan selama kehamilan tidak dianjurkan. Kategori D pada trimester ketiga kehamilan; dapat terjadi nyeri abdomen, nausea, dan diare; peringatan terhadap bahaya fungsi kardiak, hipertensi, kondisi-kondisi yang mempredisposisi retensi cairan; peringatan pada gagal jantung berat dan hiponatremia karena dapat memperburuk hemodinamika sirkulasi; NSAID dapat mengaburkan tanda-tanda infeksi umum; peringatan terhadap kontrol infeksi yang sudah ada; evaluasi simtom-simtom dan tanda-tanda disfungsi liver atau evaluasi hasil pemeriksaan laboratorium liver yang abnormal. Peringatan bahaya: Pada tanggal 7 April 2005, valdecoxib (Bextra, pabrikan Pfizer, Inc) ditarik dari pasar Amerika Serikat, menyimpan pembahasan lebih lanjut dengan FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat. Asosiasi valdecoxib tentang potensi resiko bahaya yang meliputi infark miokard, stroke, dan reaksi kulit yang serius, perlu penelitian awal untuk menentukan dibandingkan untuk apakah manfaat obat ini lebih baik Pada tahun 2004, FDA resikonya.

Kehamilan Peringatan

menginstruksikan Pfizer untuk menambahkan label box, memperjelas peringatan terhadap informasi pemberian resep pada para profesional kesehatan dan pasien tentang efek samping yang serius dari obat ini.

12

Dapat terjadi potensi reaksi kulit serius yang berbahaya, termasuk sindroma Stevens-Johnson dan nekrolisis epidermal toksik. Reaksi-reaksi ini dapat terjadi pada 2 minggu pertama penatalaksanaan, tetapi dapat terjadi kapanpun selama terapi. Valdecoxib harus dihentikan pada saat pertama timbul tanda ruam, luka pada mulut (mouth sores), dan/atau reaksi alergi (misalnya pembengkakan, gatal-gatal, nafas pendek). Inhibitor COX-2 yang lain (misalnya, rofecoxib [Vioxx], celecoxib [Celebrex]) dan NSAID tradisional (misalnya naprofen [Aleve, Naprosyn], ibuprofen [Motrin]) juga memiliki resiko reaksi kulit serius ini meskipun jarang terjadi, namun rata-rata reaksi yang dilaporkan menunjukkan lebih tinggi daripada valdecoxib. Data baru tentang resiko kardiovaskular juga perlu digaris bawahi, termasuk data pada lebih dari 1500 pasien yang ditangani setelah CABG. Pasien yang ditangani dengan valdecoxib menunjukkan peningkatan resiko kardiovaskular meliputi dibandingkan infark dengan yang ditangani dengan placebo. Observasi kejadian-kejadian kardiovaskular paru. Pfizer memberikan laporan akhir kepada FDA pada tanggal 5 Nopember 2004 tentang studi CABG terbaru. Laporan menyatakan bahwa resiko pada intravena (~2% pasien mengalami efek samping kardiovaskular) dan juga menunjukkan bahwa valdecoxib oral berkaitan dengan resiko yang lebih rendah (~1% pasien) pada operasi CABG. Pada kelompok placebo, hanya sekitar 0,5% pasien yang mengalami efek samping miokard, kejadian serebrovaskular, trombosis vena dalam, dan emboli

13

kardiovaskular. Rofecoxib (Vioxx)Pada 30 September 2004, Merck & Co, Inc, mengumumkan penarikan rofecoxib (Vioxx) dari pasar Amerika Serikat dan seluruh dunia, karena berhubungan dengan peningkatan resiko kejadian kardiovaskular (termasuk serangan jantung dan stroke) dibandingkan dengan placebo. Terutama Nama Obat menghambat COX-2. COX-2 dianggap sebagai isoenzim yang induksibel, yang diinduksikan pada saat stimuli nyeri dan inflamasi. Inhibisi COX-1 dapat ikut berperan pada toksisitas gastrointestinal NSAID. Pada konsentrasi terapeutik, jangan menghambat COX-1 isoenzim, karena mengurangi toksisitas gastrointestinal. Berikan dosis terendah pada setiap pasien. Dosis suspensi 12,5 mg/5 ml atau 25 mg/5 ml, dilanjutkan dengan 12,5 atau 25 mg tablet, secara berturut-turut. 50 mg PO qd; dosis lanjutan 50 mg qd prn; tidak Dosis Dewasa Dosis Anak Kontraindikas i dianjurkan penggunaan > 5d pada manajemen nyeri; tablet dapat diberikan sebelum atau sesudah makan. Tidak dianjurkan Hipersensitivitas Pemberian Interaksi bersama dengan fluconazole konsentrasi dapat plasma;

menyebabkan

peningkatan

pemberian bersama dengan rifampin dapat mengurangi konsentrasi plasma BBiasanya aman namun manfaatnya harus lebih baik dari resikonya. Dapat menyebabkan retensi cairan dan edema perifer; peringatan untuk bahaya fungsi kardiak, hipertensi, kondisi yang mempredisposisi retensi cairan; peringatan pada gagal jantung hebat dan hiponatremia karena

Kehamilan Peringatan

14

dapat memperburuk hemodinamika sirkulasi; NSAID dapat mengaburkan tanda-tanda infeksi umum; peringatan terhadap kontrol infeksi yang sudah ada; evaluasi simtom-simtom dan tanda-tanda disfungsi liver atau evaluasi hasil pemeriksaan laboratorium liver yang abnormal. Peringatan bahaya: Pada 30 September 2004, Merck & Co, Inc, mengumumkan penarikan rofecoxib (Vioxx) dari pasar Amerika Serikat dan seluruh dunia, karena berhubungan dengan peningkatan resiko kejadian kardiovaskular (termasuk serangan jantung dan stroke) dibandingkan dengan placebo. Penelitian major FDA terhadap rofecoxib menemukan 3 macam peningkatan yang timbul pada resiko kematian kardiak mendadak atau serangan jantung mendadak pada pasien yang diberikan obat dosis tinggi dibandingkan dengan pasien yang sekarang belum menerima medikasi yang sama. Laporan menunjukkan bahwa pasien yang menerima dosis awal standar 12,5 mg atau 25 mg rofecoxib memiliki resiko serangan jantung atau kematian kardiak mendadak 50% lebih tinggi dibandingkan pasien yang diberi dosis celecoxib (Celebrex). Studi skala luas dimulai setelah menganalisa rekam medis 1,4 juta orang yang diasuransikan oleh Kaiser Permanente di Oakland, California, antara 1999 2001. Catatan: studi tersebut memiliki keterbatasan inheren yang bersifat observasional, dibandingkan dengan studi random dan dengan pembanding. Penanganan Pasien Rawat Jalan

15

Pasien dengan nyeri pelvik harus berkunjung ke dokter

dengan penanganan primer untuk perawatan follow-up, karena penatalaksanaan yang dilakukan terus berlanjut dan agar evaluasi diagnostik tambahan terhadap simtom-simtom lanjut dapat diketahui. ~ Pada pola manajemen sekarang, rujuk pasien ke dokter dengan penanganan primer. Berikan daftar klinik yang menyediakan perawatan kesehatan terhadap pasien yang tidak memiliki akses ke dokter dengan penanganan primer. Komplikasi ~ Dismenorea dapat keliru didiagnosis dan patologi dasar terlewatkan apabila tidak ada data pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan fisik awal dengan penaganan follow-up. ~ ~ Akibatnya terjadi ansietas, depresi atau keduanya. Infertilitas sekunder terhadap patologi yang mendasari dapat

menjadi kemungkinan komplikasi. Prognosis ~ Dengan menggunakan antiprostaglandin, prognosis dismenorea primer sangat baik. Beberapa studi mencatat kesembuhan sebesar 80%. ~ Penanganan operatif untuk dismenorea primer memiliki keberhasilan yang bervariasi dan ditentukan oleh spesialis ginekologi.

Pendidikan Pasien ~ ~ Penanganan simtomatik dengan berendam air hangat atau Olah raga mengurangi severitas kram menstrual. pemanasan lokal dapat meredakan nyeri.

16

~ ~

Suplemen

diet

dengan

asam

lemak

omega-3

dapat

meredakan nyeri pada orang dewasa. Dorong pasien untuk berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol.

17