P. 1
Aku Malu Atas Quran Yang Tak Masuk Akal - By Mumin Salih

Aku Malu Atas Quran Yang Tak Masuk Akal - By Mumin Salih

|Views: 28|Likes:
Published by Gilbert Hanz
Saya sering kecewa atau bahkan malu oleh ratusan ayat yang tidak masuk akal. Jika saya sampai pada ayat-ayat tersebut, sengaja saya percepat pembacaannya tanpa memikirkan isi ayatnya lebih dalam, persis seperti membaca tulisan yang bertentangan dan bodoh dari pahlawan favoritmu.
Saya sering kecewa atau bahkan malu oleh ratusan ayat yang tidak masuk akal. Jika saya sampai pada ayat-ayat tersebut, sengaja saya percepat pembacaannya tanpa memikirkan isi ayatnya lebih dalam, persis seperti membaca tulisan yang bertentangan dan bodoh dari pahlawan favoritmu.

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Jul 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2014

pdf

text

original

Aku Malu Atas Quran Yg Tak Masuk Akal

The Learning God

“AUWLOH” YANG MASIH BELAJAR
Oleh Mumin Salih (February, 2007) Bercermin pada Quran, ternyata pengetahuan “AUWLOH” rada minus. Pertentangan-pertentangan dalam Quran sendiri yg membuktikan bahwa sumbernya tidak lain dari manusia sendiri. Selama hari-hariku sebagai muslim yg baik, saya suka membaca Quran, paling tidak sekali setahun, biasanya selama bulan Ramadhan.

Jika waktu itu kau tanya saya apa perasaan saya thd Quran, saya mungkin akan menjawab begini: “Saya suka ayat-ayatnya, tapi ada ayat-ayat lain yg paling saya suka”. Lagipula, Muslim dilarang punya perasaan yg tidak mulia terhadap Quran. Sekarang, sebagai seseorang yg murtad dari Islam, saya bisa mengatakan bahwa: saya suka beberapa ayat dan tidak suka yg lainnya, tapi saya sering kecewa atau bahkan malu oleh ratusan ayat yg tidak masuk akal. Jika saya sampai pada ayat-ayat tsb, sengaja saya percepat pembacaannya tanpa memikirkan isi ayatnya lebih dalam, persis seperti membaca tulisan yg bertentangan dan bodoh dari pahlawan favoritmu. Dalam hati kecil, saya sadar adanya kesalahan logika dalam ayat-ayat itu, tapi saya tidak siap atau tidak mau mempertimbangkan hal itu karena takut. Khan, Quran datang dari 'surga,' bukan? Otak Islam saya benar-benar menyensor perasaan-perasaan tsb dan menyebutnya sebagai perasaan dari setan! Berikut ini contoh kesalahan Quran dimana Quran menerangkan sebuah hal yg kemudian ditentang dlm ayat-ayat berikutnya. Sebagaimana diketahui setiap Muslim, kepercayaan islam yg sangat penting adalah bahwa Pengetahuan AUWLOH adalah absolut dan sempurna, dan Dia tahu semua detil dari tindakan manusia, dulu dan sekarang, juga maksud dan tindakan masa depan. AUWLOH menyimpan ini semua dalam sebuah buku atau tablet, yg disebut Allwhul Mahfouz. Jadi, hidup manusia sudah ditentukan dari sononya, dan tidak akan terjadi apapun dalam hidup kita kecuali yg telah tertuliskan dalam tablet itu. Kepercayaan dasar islam ini berulang-ulang dipastikan dalam Quran sbb: Q 5:99 Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan AUWLOH mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan. Q 6:3 Dan Dialah AUWLOH (Yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan. Q 9:78 Tidakkah mereka tahu bahwasanya AUWLOH mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya AUWLOH amat

mengetahui segala yang gaib? Q 22:70 Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya AUWLOH mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lohmahfuz) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi AUWLOH. Q 27.74 Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan. Penekanan akan pengetahuan sempurna AUWLOH ini tidaklah mengherankan bagi orang Arab di Mekah atau Medinah karena mereka telah percaya kpd [sosok dewa bernama] “AUWLOH” sebagai pencipta kehidupan. Malah puisi-puisi sebelum masa Islam menuliskan tentang AUWLOH [si dewa bulan itu] dan kehidupan setelah mati dg cara yg sama. Dg demikian, informasi ini bukan hal baru bagi pikiran-pikiran Arab sebelum Islam; Quran hanya menegaskan kembali & memastikannya saja. Tapi, jelas-jelas ada yg tidak konsisten dlm Quran akan pengetahuan sempurna AUWLOH ini. Orang dapat menemukan kebingungan AUWLOH saat Ia kelihatannya tidak tahu apa yg harus dilakukanNya. Bahkan ada saat dimana AUWLOH harus melakukan beberapa ujian sebelum membuat keputusan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa Quran dibuat oleh manusia yg pikirannya tercermin dari ayat-ayat didalamnya. Berikut adalah contoh ayat-ayat yg menerangkan tentang AUWLOH yg sama sekali tidak berpengetahuan sempurna. AUWLOH disini masih perlu belajar utk mengetahui mana yg benar, sama seperti manusia. Dalam ayat Surat Al Baqarah, AUWLOH ingin para Muslim menjadi saksi satu sama lain dan melakukan eksperimen dg kiblat dan AUWLOH bahkan mengaku bahwa perihal kiblat ini dibuat hanya utk menolongNYA membedakan siapa yg ikut Muhamad dan siapa yg tidak (dgn kata lain, AUWLOH sebenarnya TIDAK TAHU siapa yg ikut Muhamad dan siapa yg tidak!): Q 2:143 Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui siapa yang

mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh AUWLOH; dan AUWLOH tidak akan menyianyiakan imanmu... Dalam ayat dari Surat Al Imran, AUWLOH menjelaskan kenapa Dia membuat Muslim kalah dalam Perang Uhud. Menurut Quran, semua ini adalah latihan utk menolong AUWLOH membuat keputusan akan siapa yg sungguh-sungguh layak masuk surga. (baca: AUWLOH TIDAK TAHU siapa yg sungguh layak masuk surga!) Q 3:142 Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi AUWLOH orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. Mereka adalah muslim sejati yg berperang dijalan AUWLOH, yg sepenuhnya yakin akan Dia, tapi ternyata Dia membuat mereka sengsara karena Dia cuma mau nge-test saja! Dalam ayat Surat al Ana‟am, AUWLOH menggunakan hewan buruan sebagai test bagi muslim (baca: AUWLOH TIDAK TAHU siapa orang yg takut kpdNya): Q 5:94 Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya AUWLOH akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu supaya AUWLOH mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biar pun ia tidak dapat melihat-Nya. ... (IDEM !) Dan disini ujian ketahanan, dijelaskan dalam Surat Al Tauba, utk tujuan yg sama : Q 9:16 Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang AUWLOH belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain AUWLOH, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan AUWLOH Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan ayat ini dari Surat Saba : Q 34:21 Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada

adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu. Dalam ayat berikut dari AUWLOH menjelaskan bahwa Dia perlu melakukan beberapa percobaan utk mengenali yg baik dari yg jahat: Q 47:31 Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. Bukti-bukti sudah bertebaran bahwa Quran hanya buku bercabang dan penuh kesalahan buatan manusia. Ayat-ayat diatas hanya menambah kpd setumpuk bukti yg telah ada. Dalam karyanya „Who Authored the Quran‟ Abul Kasem mengatakan dg tepat: “Menyebut AUWLOH sebagai penulis Quran, kupikir, adalah kebohongan paling besar terhdp umat manusia selama lebih dari satu millenium". Orang-orang ambisius dan oportunis dalam nama AUWLOH berkumpul dibawah kepemimpinan Muhamad utk menciptakan Quran dg mengadaptasi, mengubah dan menjiplak kitab-kitab lain sebelumnya dan menjadikanya sbg hujatan terbesar sepanjang jaman.

Who Authored the Quran, by Abul Kasem. rawandi@googlemail.com

Sumber: www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=11506 www.news.faithfreedom.org/index.php?name=News&file

pod-rock (Translator)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->