Lahirnya PT Polyfin Canggih (PC) pada 1992 merupakan batu ujian bagi Sinatra Art o Hardy, putra tertua Arto

Hardy (70 tahun) – pendiri dan pemilik Grup Artostex ya ng berbasis bisnis tekstil. Maklum, Sinatra merupakan putra mahkota pengusaha ka kap asal Bandung yang merambah berbagai bisnis, antara lain tekstil, perbankan, restoran dan sepatu itu. Tak dinyana, Sinatra yang ketika diangkat sebagai Presd ir PC pada 1992 baru berusia 24 tahun sanggup melampaui ujian tersebut. PC, prod usen benang poliester merek Polyfin, bisa tumbuh pesat. Bahkan, di bawah kepemim pinan pria yang dimagangkan ayahnya selama empat tahun di Artostex dengan jabata n terakhir Manajer Produksi (1990) ini, Polyfin kini menjadi perusahaan benang p oliester terkemuka di Jawa Barat. Prestasi PC tergolong luar biasa. Sekarang perusahaan ini menjadi pemasok polies ter perusahaan zipper (ritsleting) terbesar dunia asal Jepang, YKK. Tiap bulan P C memasokkan sekitar 1.000 ton poliester atau 12 ribu ton/tahun ke perusahaan ya ng memiliki pangsa pasar dunia 40% itu. PC juga menyuplai perusahaan garmen top dunia yang memproduksi pakaian olah raga untuk pesepak bola dunia – Sinatra enggan menyebutkan namanya. Yang membanggakan, perusahaan lokal yang menjalankan kegiatan produksinya di Jl. Raya Rancaekek, Sumedang, ini konsisten menggunakan merek Polyfin, baik di dala m maupun di luar negeri. Dengan merek itu, PC memimpin pasar poliester DTY (draw textured yarn) di Eropa dengan penguasaan 40%. Tak hanya di Eropa, produk Polyf in bisa ditemui di Amerika Serikat, Australia, beberapa negara Afrika, Argentina , Brasil dan sejumlah negara Asia. Dengan prestasi itu, tak salah jika tahun ini PC meraih Primaniyarta Award 2005 untuk kategori eksportir pengembang merek glo bal. Keberhasilan PC di pasar global punya sejarah sendiri. Tak lama setelah mulai be roperasi pada 1994, perusahaan ini langsung menginjakkan kaki di pasar ekspor pa da 1995. Pasar perdana yang dituju adalah Eropa. Setelah sukses masuk pasar Erop a, PC masuk ke pasar AS, Australia, Argentina, Brasil dan negara Asia lainnya. T otal ekspornya saat itu US$ 60 juta. Kok, bisa secepat itu menggarap pasar eksp or? “Perusahaan ini didirikan memang untuk mengincar pasar ekspor,” ujar Sinatra, su lung dari tiga bersaudara, bangga. Alhasil, tahun itu kontribusi pasar ekspor da n lokal terhadap pendapatan PC seimbang, 50:50. Yang menggembirakan, kinerja ekspor PC empat tahun terakhir terus tumbuh. Pada 1 999, total ekspor PC mencapai 65%. Pada 2000 dan 2001 relatif sama, 69%. Pada 20 02 meningkat menjadi 70% dan meningkat cukup signifikan pada 2003, mencapai 77%. Dilihat dari nilainya, kinerja ekspor PC yang terbaik terjadi pada 2001-02. Saat itu total omset mencapai US$ 140 juta/tahun. “Hal ini terjadi karena ekonomi glob al sedang bagus-bagusnya,” kata Sinatra.. Adapun kinerja terburuk terjadi pada wak tu krisis moneter 1998. Total penjualan ekspor saat itu hanya bertengger pada an gka US$ 80-90 juta. “Waktu itu kepercayaan buyer menurun drastis,” ujar ayah Kelly S inatra Hardy (11 tahun) dan Kendrick Sinatra Hardy (8 tahun) ini. Namun, kondisi nya membaik lagi sejak 2000. Saat itu omset dari penjualan ekspor PC mencapai US $ 110-120 juta. Diakui Sinatra, sebagai sister company Artostex, PC banyak diuntungkan dalam hal jaringan dan informasi pasar. Apalagi, Artostex sebagai perusahaan tekstil yang berdiri pada 1968 amat berpengalaman di pasar mancanegara. Maklum, Artostex mer ambah pasar global sejak 1986. Namun, menurut Sinatra, jaringan saja tidak cukup. Pria kelahiran Bandung, 38 ta hun yang lalu ini mengungkapkan, kualitas produk yang baik merupakan kunci utama untuk dapat menembus pasar global. Dijelaskannya, pelanggan dalam satu jaringan pertama kali akan tertarik bekerja sama karena faktor kenal. Namun berikutnya, mereka akan menggunakan produk tersebut hanya jika berkualitas bagus.

SDM dan bagian produksi yang mumpuni. Kemudian pada 2004 Bup ati Sumedang mendapuk PC menjadi Perusahaan Pelestari Lingkungan Hidup. Strategi penjualan PC dilakukan dengan tiga cara. dari industri karpet. Bagi PC. Pengembangan pasarnya dilakukan dalam konteks business t o business. Setelah sukses pada kategori lingkungan hidup. persis saat melakukan ekspor.” ujarnya tegas.” Dijelaskan Sinatra. Hal lain yang juga harus diperhatikan. keuangan dan pergudangan (distribusi). “fa ktor harga nomor dua. Ia berpendapat. Untuk mengatasi hal itu. on-time delivery dan konsistensi dalam perjanjian. menurutnya. yaitu penjualan langsung. fun gsi agen amat penting karena memiliki tiga peran. Ia mencontohkan pasar Eropa. kami tak sema ta-mata mengandalkan corporate branding. karena dinilai sangat sedikit. Saat ini latar belakang pelanggan perusahaan yang 75% teknologi dan mesinnya ber asal dari Jerman ini amat beragam. perusahaan ini memperoleh Sertifikat ISO 9002 (akredita si sistem manajemen mutu) pada 1995. pelanggan tak hanya memilih perusahaan yang baik. PC akan tetap konsisten pada kualitas produk yang l ebih baik. PC bisa mengoptimalkan corporate branding yang telah dimiliki perusahaan dengan 2. Alasannya. pada 2002 Gubernur Jawa Barat m enobatkan PC menjadi Perusahaan Pembina Lingkungan Hidup. on-time delive ry dan konsistensi -. Sumbangan terbesar dari sole agent. PC juga rutin beriklan di majalah bulanan Asian Textile Business yang dipublikasikan di Jepang. jok m obil dan ritsleting. tetapi dalam pelaksanaannya tak semudah itu . bagi kami. terutama karena hadirnya pesaing asal Taiwan. sabuk pengaman.200 karayawan ini seb agai sister company Artostex dan memperkuat product branding. Akreditasi ini kemudian diperbarui pada Mei 2001 menjadi ISO 9001:2000.” ujar pria yang low profile dan humoris ini. Hasilnya. Kendala di pasar Eropa adalah jarak tempuh pengirim an yang memakan waktu 30 hari. juga dijaga terus. Artinya. Bentuknya. Biasanya kompetitor bermain di ha rga yang lebih murah. aktivitas pemasaran dan promosi yang dilakukan lebih foku s ke perusahaan-perusahaan pengguna benang poliester. yaitu penanganan layanan pasca jual.Menyadari pentingnya kualitas produk inilah. “Jadi. barang yang dikirim harus sama seperti b arang yang diminta. Sisanya. Korea dan Cina. Selain itu. persaingan di pasar global amatlah ketat. jika ada komplain. “Ini masalah trust. Penjualan langsung memberi kontribusi hingga 30% ba gi omset PC. Sinatra mengungkapkan. saat ini empat kali setahun teknisi PC mengunjungi pabr ik-pabrik pelanggan. “Jadi. pengembangan pasar PC tak seperti layaknya produk massal. misalnya di Jerman dan Hong Kon g . Sekitar 50% pelanggannya berasal dari industr i kain dan berada di Eropa. sep erti sabun dan makanan. PC membentuk keagenan yang merupakan k . Adapun sumbangan c ommission agent belum bisa dihitung. Karenanya. tapi juga produk yang baik. Dengan langkah promosi seperti itu. Sinatra menyebutkan. Anggaran iklannya tiap tahun sekitar 2% dari tot al omset. Tak mengherankan.tampak sepele. sepintas lalu tiga hal ini – layanan pascajual. Serangkaian upaya lain dari sisi manajemen juga terus ditingkatkan. Sekadar diketahui. Hal ini dilakukan PC untuk menunjukkan pada masyarakat mengenai kepedu liannya pada lingkungan hidup.” ujarnya. perusahaan dituntut bergerak cepat. Namun. sole agent dan commission agent. Pada tah un yang sama. pada 2002 perusahaan menambah akreditasin ya dengan meraih OHSAS 18001:1999 kategori sistem manajemen kesehatan dan kesela matan kerja. PC meraih Sertifikat ISO 14001:1996 menyangkut sistem manajemen li ngkungan. hampir 70%. maka sejak 1995 PC secara ketat mem perhatikan mutu produknya. untuk memiliki ketiga hal itu. Akibatnya. Layanan pascajual. perusahaan harus didukung manaj emen. Aktivitas promosi PC antar a lain berpameran sekali setahun di luar negeri.

sehingga perusahaan bisa meraup margin yang lebih besa r dibandingkan dengan pasar yang lain. . Di antaranya . mengembangkan produk benang yang memberi nilai tambah dari segi fungsi. dalam mengantisipasi persaingan yang kian ketat. Alasan suami Erni Gun awan (38 tahun) ini. Ke depan.epanjangan tangan perusahaan ini di negara tujuan ekspor. Agen ini juga berfungs i membantu pelanggan yang mengalami masalah dengan produk PC. Pasar Eropa sendiri bagi PC amat potensial. relatif stabil dan harga di s ana relatif lebih tinggi. dari solar ke batu bara. Sinatra juga akan mengganti bahan bakar yang dipakai perusahaannya. selain jaraknya jauh. Sebab. Tantangannya. perusahaan yang memil iki pabrik seluas 300 ribu m2 ini melakukan sejumlah diversifikasi. misaln ya jenis benang antibakteri (penghilang bau). tipe masyarakatnya konservatif. harga minyak cenderung fluktuatif dan mahal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful