Laporan Kasus

STRIKTUR URETRA

oleh: Mira Wulan Sari, S. Ked 04104705189

Pembimbing: dr. Didit Pramudhito, SpU

DEPARTEMEN ILMU BEDAH RUMAH SAKIT MOEHAMMAD HOESIN PALEMBANG FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2011

Juli 2011 Pembimbing dr. S.29 Agustus 2011 Palembang. Didit Pramudhito.HALAMAN PENGESAHAN Presentasi Kasus yang Berjudul: Striktur Uretra oleh: Mira Wulan Sari. SpU . Ked 04104705189 Telah dilaksanakan pada Juli 2011 sebagai salah satu syarat guna mengikuti ujian Kepaniteraan Klinik Senior (KKS) di Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya/ RSMH Palembang Periode 4 Juli .

1 Identitas Nama Umur Jenis Kelamin Status Agama Bangsa Alamat Pekerjaan MRS I. riwayat BAK pada malam hari (+). K : 54 tahun : Laki-laki : Menikah : Islam : Indonesia : Bengkulu : Petani : 15 Juni 2011 Riwayat Penyakit dalam Keluarga: . dipasang kateter dari kemaluan namun gagal. dilakukan sistostomi suprapubik untuk mengeluarkan air seni. ± 17 hari SMRS penderita mengeluh tidak bisa BAK. riwayat BAK mengedan (+). Riwayat Penyakit Dahulu: Riwayat sakit kencing manis (-) Riwayat hipertensi (-) Riwayat trauma tidak ada : Tn. riwayat BAK keluar batu (-).2 Anamnesis Keluhan Utama: Tidak bisa buang air kecil (BAK) Riwayat Perjalanan Penyakit: ± 13 hari SMRS penderita mengeluh tidak bisa BAK.BAB I STATUS PENDERITA I. riwayat BAK berdarah (-). kateter tidak bisa masuk.

8 0C : konjungtiva pucat (-).Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama disangkal I. Status Urologikus Regio Costo Vertebrae Angle (CVA) dextra et sinistra: Inspeksi Palpasi Palpasi : Bulging (-) : Ballotement (-) : Nyeri ketok -/: Baik : Compos Mentis : 110/70 mmHg : 20x/ menit : 82x/menit : 36. terpasang kateter cystostomi. sclera ikterik (-/-) : Tidak ada kelainan : Isokor/ Reflek Cahaya +/+ : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Lihat status urologikus : Lihat status urologikus : Tidak ada kelainan Regio Suprapubik: Inspeksi Palpasi : Bulging (-).3 Pemeriksaan Fisik A. Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran Tekanan Darah Pernafasan Nadi Suhu Kepala Leher Pupil KGB Thorax Abdomen Genitalia Eksterna Ektremitas atas dan bawah B. urine lancar dan jernih : Nyeri tekan (-) Regio Genitalia Eksterna : .

6 mmol/l (15-39 mg/dl) (L: 0. Bipolar Urethocystogram (8 Juli 2011) . BCR (+).4 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Darah Rutin (5 Juli 2011) Hb Ht Leukosit Trombosit Hitung Jenis : 12.0 mg/dl) (135-155) (3.5-5.000/mm3) Kimia Klinik (5 Juli 2011) BSS Ureum Creatinin Natrium Kalium : 97 mg/dl : 35 mg/dl : 1.000/mm3 : 0/8/0/68/20/4 (L: 14-18 g/dl) (L: 40-48 vol%) (L: 5000-10.2 g/dl : 36 vol% : 10.900/mm3 : 308. teraba prostat tidak membesar.5) Urinalisa (5 Juli 2011): Sel epitil Leukosit Eritrosit Silinder bakteri Radiologi 1.3 mg/dl P: 0.6-1.9-1.Inspeksi : bloody discharge (-) Rectal Toucher (RT): TSA baik.000/mm3) (200. konsistensi kenyal. I.000-500.Foto polos AP pelvis dan uretra: normal : Positif (+) : 4-6/ LPB : 8-10/ LPB : ++ . mukosa recti licn.2 mg/dl : 136 mmol/l : 3.

Buli-buli : chronic cystitis (+) . USG TUG (18 Juni 2011) .Uretrogram: tampak striktur multipel di uretra pars posterior 2.6 Diagnosis Kerja Retensio urin et causa striktur uretra I.Kesan: Cystitis I.5 Diagnosis Banding Hiperplasia prostat I..8 Prognosis Quo ad vitam Quo ad functionam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam .7 Penatalaksanaan Uretrotomi interna (Sachse) I.

Uretra pria berbentuk pipa yang menyerupai alat penyiram bunga. Anatomi Uretra 1 . Urin yang tidak dapat keluar dari tubuh dapat menyebabkan banyak komplikasi.1 Pendahuluan Uretra merupakan bagian terpenting dari saluran kemih. II. karena uretra pada wanita lebih pendek dan jarang terkena infeksi. Pada pria dan wanita. Orang dapat terlahir dengan striktur uretra. Saluran uretra juga penting dalam proses ejakulasi semen dari saluran reproduksi pria. mulai dari aliran berkemih yang mengecil sampai sama sekali tidak dapat mengalirkan urin keluar dari tubuh. dengan komplikasi terberat adalah gagal ginjal. Striktur uretra menyebabkan gangguan dalam berkemih. Striktur uretra lebih sering terjadi pada pria dari pada wanita. Striktur uretra masih merupakan masalah yang sering ditemukan pada bagian dunia tertentu. Segala sesuatu yang melukai uretra dapat menyebabkan striktur.2 Anatomi Uretra Gambar 1. Pada striktur uretra terjadi penyempitan dari lumen uretra akibat terbentuknya jaringan fibrotik pada dinding uretra. meskipun hal itu jarang terjadi.BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. uretra mempunyai fungsi utama untuk mengalirkan urin keluar dari tubuh.

Uretra pria dibagi menjadi dua bagian. Uretra bagian anterior Uretra anterior memiliki panjang 18-25 cm (9-10 inchi). klep uretra posterior 2. misalnya kongenital meatus stenosis. pendulare uretra dan bulbus uretra.Uretra adalah saluran yang dimulai dari orifisium uretra interna dibagian buli-buli sampai orifisium uretra eksterna glands penis. terletak bebas diluar tubuh. Sfingter ini bersifat volunter sehingga kita dapat menahan kemih dan berhenti pada waku berkemih. instrumentasi transuretra yang kurang 2 . 2. Trauma.2 mm dan wanita 9 mm. II. Uretra anterior ini berupa tabung yang lurus. Uretra yang dikelilingi kelenjar prostat dinamakan uretra prostatika. sehingga kalau memerlukan operasi atau reparasi relatif mudah. misalnya fraktur tulang pelvis yang mengenai uretra pars membranasea. sukar untuk dilatasi dan pada bagian ini terdapat otot yang membentuk sfingter. trauma tumpul pada selangkangan (straddle injuries) yang mengenai uretra pars bulbosa. dapat terjadi pada anak yang naik sepeda dan kakinya terpeleset dari pedal sepeda sehingga jatuh dengan uretra pada bingkai sepeda pria.3 mm maka lumen uretra laki-laki 7. Uretra membranacea terdapat dibawah dan dibelakang simpisis pubis. yaitu bagian anterior dan bagian posterior. Kalau 1 ch = 0. Bagian selanjutnya adalah uretra membranasea. Uretra bagian posterior Uretra posterior memiliki panjang 3-6 cm (1-2 inchi). 1. Saluran ini dimulai dari meatus uretra.3 Etiologi Striktur uretra dapat terjadi pada: 1. dan wanita 30 ch. Uretra posterior dibagi menjadi uretra pars prostatika dan uretra pars membranasea. Operasi rekonstruksi dari kelainan kongenital seperti hipospadia. dengan panjang yang bervariasi. pendulans uretra dan bulbus uretra. Uretra anterior dibagi menjadi meatus uretra. yang memiliki panjang terpendek dari semua bagian uretra. Dalam keadaan normal lumen uretra laki-laki 24 ch. Kelainan Kongenital. sehingga trauma pada simpisis pubis dapat mencederai uretra membranasea. trauma langsung pada penis. epispadia 3.

ureter dan ginjal. 5. kebanyakan striktur ini terletak di pars membranasea.hati-hati (iatrogenik) seperti pemasangan kateter yang kasar. infeksi chlamidia sekarang merupakan penyebab utama tapi dapat dicegah dengan menghindari kontak dengan individu yang terinfeksi atau menggunakan kondom. fiksasi kateter yang salah. kecuali pada daerah dekat orifisium eksterna epitelnya skuamosa dan berlapis. walaupun juga terdapat pada tempat lain. II. Infeksi. operasi dengan alat endoskopi.4 Patofisiologi Struktur uretra terdiri dari lapisan mukosa dan lapisan submukosa. Apabila terjadi perlukaan pada uretra. Submukosanya terdiri dari lapisan erektil vaskular. beberapa operasi pada saluran kemih dapat menimbulkan striktur uretra. Lapisan mukosa pada uretra merupakan lanjutan dari mukosa buli-buli. seperti operasi prostat. 3 . merupakan faktor yang paling sering menimbulkan striktur uretra. sehinggaterjadi striktur uretra. Mukosanya terdiri dari epitel kolumnar. 4. maka akan terjadi penyembuhan cara epimorfosis. Post operasi. seperti infeksi oleh kuman gonokokus yang menyebabkan uretritis gonorrhoika atau non gonorrhoika telah menginfeksi uretra beberapa tahun sebelumnya namun sekarang sudah jarang akibat pemakaian antibiotik. artinya jaringan yang rusak diganti oleh jaringan lain (jaringan ikat) yang tidak sama dengan semula. Jaringan ikat ini menyebabkan hilangnya elastisitas dan memperkecil lumen uretra.

Sedang: jika terdapat oklusi 1/3 sampai dengan ½ diameter lumen uretra 3.6 Gambaran Klinis Gejala dari striktur uretra yang khas adalah pancaran buang air seni kecil dan bercabang. urgensi. disuria. yaitu derajat: 1. Ringan : jika oklusi yang terjadi kurang dari 1/3 diameter lumen uretra 2. Berat : jika terdapat oklusi lebih besar dari ½ diameter lumen uretra Pada penyempitan derajat berat kadang kala teraba jaringan keras di korpus spongiosum yang dikenal dengan spongiofibrosis. 4 .5 Derajat Penyempitan Sesuai dengan derajat penyempitan lumennya. Gejala yang lain adalah iritasi dan infeksi seperti frekuensi. striktur uretra dibagi menjadi tiga tingkatan. Patofisiologi Striktur Uretra II.Gambar 2. II.

infiltrat. untuk melihat letak penyempitan dan besarnya penyempitan uretra. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai panjang striktur adalah dengan membuat foto bipolar sistouretrografi dengan cara memasukkan bahan kontras secara antegrad dari buli-buli dan secara retrograd dari uretra. 1. urin yang menetes. Pemeriksaan fisik dan lokal: Untuk mengetahui keadaan penderita dan juga untuk meraba fibrosis di uretra. apabila ada hambatan dicoba dengan kateter dengan 5 . kadang-kadang dengan penis yang membengkak. Volume urin yang dikeluarkan pada waktu miksi dibagi dengan lamanya proses miksi. Gejala lebih lanjutnya adalah retensi urin. Instrumentasi Pada pasien dengan striktur uretra dilakukan percobaan dengan memasukkan kateter Foley ukuran 24 ch. Pemeriksaan Fisik Anamnesa: Untuk mencari gejala dan tanda adanya striktur uretra dan juga mencari penyebab striktur uretra. Kecepatan pancaran urin normal pada pria adalah 20 ml/detik dan pada wanita 25 ml/detik. abses dan fistel. Radiologi Diagnosa pasti dibuat dengan uretrografi. Pemeriksaan Penunjang Laboratorium Urin dan kultur urin untuk mengetahui adanya infeksi Ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal Uroflowmetri Uroflowmetri adalah pemeriksaan untuk menentukan kecepatan pancaran urin. abses atau fistula. Dengan pemeriksaan ini panjang striktur dapat diketahui sehingga penting untuk perencanaan terapi atau operasi. 2. infiltrat.inkontinensia. Bila kecepatan pancaran kurang dari harga normal menandakan ada obstruksi.

Tindakan khusus yang dilakukan terhadap striktur uretra adalah: 1. Apabila dengan kateter ukuran kecil dapat masuk menandakan adanya penyempitan lumen uretra. II. Bougie (Dilatasi) Sebelum melakukan dilatasi.ukuran yang lebih kecil sampai dapat masuk ke buli-buli. Tersedia beberapa jenis bougie. biarkan bougie di dalam 6 . Apabila striktur sangat tidak teratur. II. Uretroskopi Untuk melihat secara langsung adanya striktur di uretra. serta derajat penyempitan lumen uretra. bougie lurus. mulailah dengan memasukkan sebuah bougie filiformis. Tutupi pasien dengan sebuah duk lubang untuk mengisolasi penis. Diagnosis pasti striktur uretra didapat dari pemeriksaan radiologi. jika dijumpai abses periuretra dilakukan insisi dan pemberian antibiotika.8 Penatalaksanaan Striktur uretra tidak dapat dihilangkan dengan jenis obat-obatan apapun. mempunyai ujung yang tumpul dan umumnya hanya sedikit melengkung. yang diteruskan selama 3 hari. Masukkan gel lidokain ke dalam uretra dan dipertahankan selama 5 menit. Pengobatan striktur uretra banyak pilihan dan bervariasi tergantung panjang dan lokasi dari striktur. Bersihkan glans penis dan meatus uretra dengan cermat dan persiapkan kulit dengan antiseptik yang lembut. periksalah kadar hemoglobin pasien dan periksa adanya glukosa dan protein dalam urin.7 Diagnosis Diagnosis striktur uretra dari hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik. bougie filiformis mempunyai diameter yang lebih kecil dan terbuat dari bahan yang lebih lunak. secepatnya dilakukan sistostomi suprapubik untuk mengeluarkan urin. yang juga terbuat dari logam. Berikan sedatif ringan sebelum memulai prosedur dan mulailah pengobatan dengan antibiotik. Jika diketemukan adanya striktur langsung diikuti dengan uretrotomi interna (sachse) yaitu memotong jaringan fibrotik dengan memakai pisau sachse. Bougie bengkok merupakan satu batang logam yang ditekuk sesuai dengan kelengkungan uretra pria. tentukan lokasi dan panjang striktur serta derajat penyempitan dari lumen uretra. Pasien yang datang dengan retensi urin.

dilakukan bila daerah striktur panjang dan banyak jaringan fibrotik. 2. Tindakan yang kasar tambah akan merusak uretra sehingga menimbulkan luka baru yang pada akhirnya menimbulkan striktur lagi yang lebih berat. 3. Otis uretrotomi dikerjakan pada striktur uretra anterior terutama bagian distal dari pendulans uretra dan fossa navicularis. lalu jaringan fibrotik dieksisi. bila pancaran urinnya < 10 ml/det dilakukan bouginasi. kateter dipasang selama 2-3 hari pasca tindakan. Dilatasi dengan bougie logam yang dilakukan secara hati-hati. Kemudian lanjutkan dengan dilatasi menggunakan bougie lurus. Cara Johansson. Uretrotomi interna Tindakan ini dilakukan dengan menggunakan alat endoskopi yang memotong jaringan sikatriks uretra dengan pisau Otis atau dengan pisau Sachse.uretra dan teruskan memasukkan bougie filiformis lain sampai bougie dapat melewati striktur tersebut. Apabila striktur sedikit tidak teratur. cara ini tidak dapat dilakukan bila daerah strikur lebih dari 1 cm. setiap dokter yang bertugas di pusat kesehatan yang terpencil harus dilatih dengan baik untuk memasukkan bougie. Uretrotomi eksterna Tindakan operasi terbuka berupa pemotongan jaringan fibrosis kemudian dilakukan anastomosis end-to-end di antara jaringan uretra yang masih sehat. Setelah pasien dipulangkan. Penyulit dapat mencakup trauma dengan perdarahan dan bahkan dengan pembentukan jalan yang salah (false passage). Mukosa uretra dijahit ke penis pendulans dan dipasang kateter 7 . septikemi. laser atau elektrokoter. otis uretrotomi juga dilakukan pada wanita dengan striktur uretra. daerah striktur disayat longitudinal dengan menyertakan sedikit jaringan sehat di proksimal dan distalnya. Stadium I. mulailah dengan bougie bengkok atau lurus ukuran sedang dan secara bertahap dinaikkan ukurannya. Karena itu. dan syok septic dengan tindakan asepsis dan dengan penggunaan antibiotik. pasien harus kontrol tiap minggu selama 1 bulan kemudian 2 minggu sekali selama 6 bulan dan tiap 6 bulan sekali seumur hidup. Pada waktu kontrol dilakukan pemeriksaan uroflowmetri. Perkecil kemungkinan terjadinya bakteremi. Indikasi untuk melakukan bedah endoskopi dengan alat Sachse adalah striktur uretra anterior atau posterior masih ada lumen walaupun kecil dan panjang tidak lebih dari 2 cm serta tidak ada fistel.

Trabekulasi. pada umumnya setelah daerah striktur di eksisi. jadi divertikel buli-buli adalah tonjolan mukosa keluar bulibuli tanpa dinding otot. II. 4. 4.9 Komplikasi Pada striktur uretra kandung kencing harus berkontraksi lebih kuat. Operasi uretroplasty ini bermacam-macam. sakulasi dan divertikel 8 . Refluks vesiko ureteral Dalam keadaan normal pada waktu buang air kecil urine dikeluarkan buli-buli melalui uretra. maka otot kalau diberi beban akan berkontraksi lebih kuat sampai pada suatu saat kemudian akan melemah. Pada striktur uretra dimana terdapat tekanan intravesika yang meninggi maka akan terjadi refluks. Jadi pada striktur uretra otot buli-buli mula-mula akan menebal terjadi trabekulasi pada fase kompensasi. Stadium II. yaitu keadaan dimana urine dari buli-buli akan masuk kembali ke ureter bahkan sampai ginjal. beberapa bulan kemudian bila daerah striktur telah melunak. Residu adalah keadaan dimana setelah kencing masih ada urine dalam kandung kencing. Perbedaan antara sakulasi dan divertikel adalah penonjolan mukosa buli pada sakulasi masih di dalam otot buli sedangkan divertikel menonjol di luar buli-buli. Dalam keadaan normal residu ini tidak ada. setelah itu pada fase dekompensasi timbul sakulasi dan divertikel. dilakukan pembuatan uretra baru. uretra diganti dengan kulit preputium atau kulit penis dan dengan free graft atau pedikel graft yaitu dibuat tabung uretra baru dari kulit preputium/kulit penis dengan menyertakan pembuluh darahnya. Residu urin Pada fase kompensasi dimana otot buli-buli berkontraksi makin kuat tidak timbul residu. 3.selama 5-7 hari. Infeksi saluran kemih dan gagal ginjal 1. 2. Pada fase dekompensasi maka akan timbul residu. Uretroplasti Dilakukan pada penderita dengan panjang striktur uretra lebih dari 2 cm atau dengan fistel uretro-kutan atau penderita residif striktur pasca Uretrotomi Sachse.

Penyakit ini dikatakan sembuh jika setelah dilakukan observasi selama satu tahun tidak menunjukkan tanda-tanda kekambuhan. akibatnya maka bulibuli mudah terkena infeksi.13 Prognosis Striktur uretra kerap kali kambuh. kalau tidak diobati infiltrat urine akan timbul abses. maka akan timbul pyelonefritis akut maupun kronik yang akhirnya timbul gagal ginjal dengan segala akibatnya. Salah satu cara tubuh mempertahankan buli-buli dalam keadaan steril adalah dengan jalan setiap saat mengosongkan buli-buli waktu buang air kecil. tekanan intravesika yang meninggi maka bisa timbul inhibisi urine keluar buli-buli atau uretra proksimal dari striktur. abses pecah timbul fistula di supra pubis atau uretra proksimal dari striktur. buli-buli dalam keadaan steril.Dalam keadaan normal. Infiltrat urine. Adanya kuman yang berkembang biak di buli-buli dan timbul refluks. Dalam keadaan dekompensasi maka akan timbul residu. II. Urine yang terinfeksi keluar dari buli buli atau uretra menyebabkan timbulnya infiltrat urine. abses dan fistulasi Adanya sumbatan pada uretra. sehingga pasien harus sering menjalani pemeriksaan yang teratur oleh dokter. 9 . 5.

Jadi kesimpulan yang diambil bahwa penderita mengalami suatu gejala obstruktif saluran kemih. Sedangkan gangguan infravesika berupa pembesaran prostat dan striktur uretra. sehingga pasien ini disimpulkan mengalami gejala iritatif dari saluran kemih. Dan juga ditemukan adanya keluhan sering berkemih (frequency) terutama pada malam hari (nocturia). sering miksi (frequency). Kemudian pada riwayat penyakit dahulu. Sedangkan gejala iritatif meliputi rasa ingin miksi yang tidak bisa ditahan (urgency). Keadaan ini disebabkan oleh sumbatan mekanis pada uretra atau gangguan fungsional kandung kemih dan sfingternya. setelah BAK penderita merasa tidak puas dan diikuti oleh pancaran urine yang lemah. LUTS merupakan suatu gejala yang menunjukkan adanya gangguan pada saluran kemih bagian bawah yang meliputi gejala obstruktif dan iritatif pada saluran kemih. Dari anamnesa didapatkan keluhan berupa sulit BAK. menunggu pada awal miksi (hesitancy). Keluhan ini merupakan gejala obstruktif saluran kemih. Gangguan pada vesika urinaria bisa berupa batu vesika atau gangguan neurogenic pada vesika. sering miksi pada malam hari (nocturia). dipertengahan miksi seringkali miksi berhenti kemudian memancar lagi (intermitensi). BAK mengejan. Keadaan ini disebut sebagai retensio urin yaitu suatu keadaan dimana penderita tidak dapat kencing padahal kandung kemih penuh. Berdasarkan kondisi faktual diatas pasien ini mengalami gejala obstruktif dan gejala iritatif saluran kemih yang dikenal dengan LUTS (Lower Urinary Tract Symptoms). riwayat kencing manis dan riwayat pernah trauma disangkal.BAB III ANALISIS KASUS Dari kasus di atas. Gejala obstruktif pada saluran kemih yaitu mengedan ketika miksi (straining). dan tidak lampias setelah miksi. Dari keluhan utama dan anamnesis pada pasien ini terjadi suatu retentio urine yang disebabkan adanya sumbatan pada saluran kemih bagian bawah yang bisa disebabkan oleh gangguan pada vesika urinaria atau infravesika. 10 . miksi terputus (intermitten). pancaran melemah (weakness). dan nyeri ketika miksi (dysuria). Tn. K usia 54 tahun tinggal di Bengkulu datang dengan keluhan tidak bisa buang air kecil (miksi) sejak 13 hari yang lalu.

sehingga diagnosis retensio urine akibat hiperplasia prostat dapat disingkirkan. Pada inspeksi regio CVA dan regio supra pubik didapatkan dalam keadaan normal. Pada pemeriksaan Digital Rectal Examination (Rectal Toucher) didapatkan tonus spingter ani dalam keadaan baik sehingga hal ini dapat menyingkirkan diagnosis bahwa retensio urine yang terjadi diakibatkan oleh neurogenic bladder. regio genitalia externa tidak ditemukan bloody discharge. Dari anamnesis. Pada pasien ini memiliki akan ditatalaksana dengan pemberian antibiotik dan analgetik untuk pengobatan secara simtomatik. Pada pemeriksaan darah rutin yang dilakukan didapatkan kadar Hb menurun dan leukosit sedikit meningkat. Sedangkan dari hasil USG TUG didapatkan kesan cystitis.Berdasarkan pemeriksaan fisik pada status generalis didapatkan vital sign dalam batas normal. Dari pemeriksaan penunjang bipolar urethocystogram didapatkan chronic cystitis dan striktur multiple pada uretra pars posterior. Pemeriksaan kimia klinik dalam batas normal. Prognosis pada pasien ini secara vitam dan fungsionam dubia ad bonam. dan pemeriksaan penunjang. pemeriksaan fisik. kemudian rencana untuk dilakukan uretrotomi interna dengan pisau sachse. Selain itu juga prostat dalam keadaan normal. maka pasien ini didiagnosa dengan Striktur Uretra. konjungtiva tidak pucat dan sklera tidak ikterik. 11 .

Wim de Jong.urologyhealth. Gousse.org/. EGC. Sagung Seto.com . Purnomo.emedicine. Urethral Stricture Disease. diakses tanggal 13 juli 2011. http://www. http://www. Male Workup. Urethral Stricture. R. Jakarta : 1997 2. CV. Basuki. Jakarta : 2003 3. Syamsuhidayat. Angelo. Buku ajar Ilmu Bedah. 12 . Dasar-dasar urologi Edisi kedua.DAFTAR PUSTAKA 1. 4.medscape. diakses tanggal 13 Juli 2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful