P. 1
5._Evaluasi_Pembelajaran_Biologi_

5._Evaluasi_Pembelajaran_Biologi_

|Views: 96|Likes:
Published by Ade Erwin

More info:

Published by: Ade Erwin on Jul 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

SILABUS MATA KULIAH

Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Jumlah SKS Semester : Pendidikan Biologi : 412302 : Evaluasi Pembelajaran Biologi : 2 SKS :4

Mata Kuliah Prasyarat : Deskripsi Mata Kuliah : Memahami dan mengkaji kurikulum berbasis kompetensi, kedudukan evaluasi pendidikan di dalam kurikulum dan pengajaran, penilaian menyeluruh dan berkelanjutan, karakteristik penilaian berbasis kompetensi, evaluasi pencapaian belajar siswa, macam-macam bentuk tes hasil belajar, prinsip-prinsip dan prosedur penilaian hasil belajar, teknik pengolahan skor hasil evaluasi, metode pengembangan instrument dan teknik penskoran, teknik analisis dan interpretasi tes hasil belajar, kualitas dan ciri-ciri teknik evaluasi yang baik, program remidial pengayaan dan akselerasi, laporan hasil belajar dan manfaatnya Standar Kompetensi : Memahami sistem penilaian yang berguna untuk mengetahui seberapa jauh peserta didik telah menguasai kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
Alokasi Waktu (Menit) 2 x 50’ Alat/ Bahan / Penilaian Sumber White - keaktifan - Performance Board, - kehadiran OHP Laptop, LCD, sound

Kompetensi Dasar

Indikator Mendeskripsikan : 1. Standar kompetensi dan kompetensi dasar 2. Pengembangan indikator 3. Materi esensial 4. Menyusun bahan ajar

Pengalaman Belajar Melalui penjelasan dosen dan diskusi kelompok membahas; Standar kompetensi dan kompetensi dasar, Pengembangan indikator, Materi esensial, Menyusun bahan ajar

Materi Pokok kurikulum berbasis kompetensi

1. Menjelaskan
kurikulum berbasis kompetensi

59

2. Menerangkan
kedudukan evaluasi pendidikan di dalam kurikulum dan pengajaran

3. Menjelaskan
penilaian menyeluruh dan berkelanjutan

Menjelaskan : 1. Pengertia evaluasi dalam pengajaran 2. Fungsi evaluasi dalam proses belajar mengajar 3. Hubungan anatara pengajaran dan evaluasi 4. Obyek evaluasi pendidikan 5. Kegunaan data evaluasi 6. Program evaluasi Mendeskripsikan : 1.Konsep penilaian 2.Aspek penilaian (kognitif, afektif, dan psikomotor)

Mengkaji buku teks secara berkelompok tentang; pengertia evaluasi dalam pengajaran, fungsi evaluasi dalam proses belajar mengajar,hubungan anatara pengajaran dan evaluasi, obyek evaluasi pendidikan, kegunaan data evaluasi, & program evaluasi Penjelasan tentang konsep penilaian dan ketiga aspek/ranah kognitif, afektif, dan psikomotor Mengkaji materi secara berkelompok tentang; sistem penilaian berkelanjutan, teknik, bentuk dan jenis tagihan, kesahihan dan keandalan tes, indeks sensitivitas, evaluasi hasil penilaian

2 x 50’ kedudukan evaluasi pendidikan di dalam kurikulum dan pengajaran Konsep-konsep penilaian Aspek penilaian karakteristik penilaian berbasis kompetensi 1 x 50’

system Buku sumber /referensi yang relevan

Menjelaskan : 1. Sistem penilaian karakteristik berkelanjutan penilaian berbasis 2. Teknik, bentuk dan jenis kompetensi tagihan 3. Kesahihan dan keandalan tes 4. Indeks sensitivitas 5. Evaluasi hasil penilaian Mendeskripsikan: 5. Menjelaskan 1.Prinsip-prinsip dasar tes hasil evaluasi belajar pencapaian 2.Penilaian formatif dan sumatif belajar siswa 3. Norm-referenced vs criterion-referenced test 4.Perencanaan dalam menyusun tes 5. Ciri-ciri dari empat tipe achievement test

4. Menerangkan

3 x 50’

White - keaktifan - Performance Board, - kehadiran OHP Laptop, LCD, sound system Buku sumber /referensi yang relevan White Board, OHP Laptop, LCD, sound system Buku sumber /referensi yang - keaktifan
- Performance

Melalui diskusi kelompok kecil dilanjutkan presentasi kelas mengkaji; materi prinsip-prinsip dasar tes hasil belajar, penilaian formatif dan sumatif, normreferenced vs criterion-referenced test, perencanaan dalam menyusun tes, ciri-ciri dari empat tipe achievement test Membentuk kelompok-kelompok

Evaluasi Pencapaian Belajar Siswa

2 x 50’

- Kehadiran
- Soal latihan

6. Menerangkan

Menjelaskan dan membuat:

Macam-macam

2 x 50’

60

Analisis dan metode pengembangan instrument dan teknik penskoran teknik analisis dan interpretasi tes hasil belajar 2 x 50’ 2 x 50’ Menjelaskan: 1.Performance . LCD. syarat-syarat menyusun tes obyektif. Teknik analisis soal tes 2. skor standar Z. prinsip-prinsip dan acuan penilaian. Pengembangan instrumen dan teknik penskoran kognitif. LCD.Menerangkan teknik analisis dan interpretasi Melalui diskusi kelompok kecil dilanjutkan presentasi antar kelompok yang mengkaji. Analisis dan interpretasi White Board. kecil mendiskusikan arti. kebaikan dan keburukan bentuk tes.Soal latihan 9.Prinsip-prinsip dan acuan dan prosedur penilaian penilaian tes hasil 3. macam. Mengolah skor mentah menjadi huruf 2. skor standar T dan penilaian dengan persen Prinsip-prinsip dan prosedur penilaian tes hasil belajar Teknik pengolahan skor hasil evaluasi 2 x 50’ 2 x 50’ White Board. Mengolah skor mentah menjadi skor standar Z 5. Mengolah skor mentah menjadi skor standar T Mendeskripsikan: 1. kebaikan dan keburukan bentuk tes 2. dan psikomotor Mendiskusikan materi dengan membuat kelompok yang membahas. prosedur pemberian nilai Mendiskusikan materi dengan membuat kelompok yang membahas. bentuk tes hasil belajar relevan Melalui diskusi kelompok kecil dilanjutkan presentasi kelas mengkaji. Mengolah skor mentah menjadi nilai 1-10 3. Teknik analisis soal tes. Cara-cara menskor soalsoal essay dan tes obyektif Mendeskripsikan: 7. Menerangkan teknik pengolahan skor hasil evaluasi Menjelaskan: 1.Kehadiran . cara-cara menskor soal-soal essay dan tes obyektif. Model tes pilihan ganda dan essay 5. sound system Buku sumber /referensi yang relevan . nilai 1-10. tipe-tipe hasil belajar kognitif.Arti. afektif.Pengembangan instrumen dan teknik penskoran kognitif.Soal latihan 61 .keaktifan . Syarat-syarat menyusun tes obyektif 3. Mengolah skor mentah menjadi huruf. dan psikomotor macam-macam bentuk tes hasil belajar 1. macam. Tipe-tipe hasil belajar kognitif 4. Penilaian dengan persen 4. penskoran dan penilaian. Menjelaskan 1.Penskoran dan penilaian prinsip-prinsip 2.Performance . model tes pilihan ganda dan essay. OHP Laptop.Kehadiran . Menjelaskan metode pengembangan instrument dan teknik penskoran 10.Prosedur pemberian nilai belajar 8. OHP Laptop.keaktifan . afektif. sound system Buku sumber /referensi .

objektivitas. Prosedur analisis item yang lebih sederhana untuk norm referenced test.Menjelaskan kualitas dan ciriciri teknik evaluasi yang baik 12. Kedudukan observasi di dalam evaluasi.Program akselerasi Mendeskripsikan: 1. Menerangk 62 .Cara-cara mencatatkan observasi 5.Interpretasi data observasi 8.Pengertian observasi 2. 2 x 50’ 2 x 50’ 13. Program remidial. Program akselerasi kualitas dan ciriciri teknik evaluasi yang baik program remidial pengayaan dan akselerasi.Menerangkan program remidial pengayaan dan akselerasi. Cara-cara mencatatkan observasi. Lamanya observasi dan posisi pengamat. Program remidial 2.Kebaikan dan kelemahan data observasi Menjelaskan: 1. LCD.Performance . Program pengayaan.Soal latihan 2 x 50’ 14. cara menghitung validitas suatu tes Mendiskusikan materi dengan membuat kelompok yang membahas. Menjelaska n observasi sbagai alat evaluasi Melalui diskusi kelompok kecil observasi sbagai dilanjutkan presentasi antar alat evaluasi kelompok yang mengkaji. kepraktisan. laporan hasil belajar dan 2 x 50’ White Board. cara menghitung validitas suatu tes Menjelaskan: 1. sound system Buku sumber /referensi yang relevan . LCD. Validitas observasi Interpretasi data observasi. Melalui diskusi kelompok kecil dilanjutkan presentasi antar kelompok yang mengkaji validitas.tes hasil belajar soal tes obyektif 3. Kebaikan dan kelemahan data observasi Mendiskusikan materi dengan membuat kelompok yang membahas. keandalan. Interpretasi data analisis item tes norm referenced. OHP Laptop.Validitas observasi 7.Kehadiran . Situasi di dalam observasi.Interpretasi data analisis item tes norm referenced 5. keandalan.Soal latihan .Program pengayaan 3.keaktifan .Kehadiran .Lamanya observasi dan posisi pengamat 6.Prosedur analisis item untuk criterion referenced test Mendeskripsikan validitas. Pengertian observasi.Prosedur analisis item yang lebih sederhana untuk norm referenced test 4.Situasi di dalam observasi 4. OHP Laptop. objektivitas.Performance . laporan hasil belajar interpretasi soal tes obyektif. Prosedur analisis item untuk criterion referenced test yang relevan 11. kepraktisan. sound system Buku sumber /referensi yang relevan White Board.Kedudukan observasi di dalam evaluasi 3.keaktifan .

Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.2001 . Suharsimi Arikunto. ILMU HADITS ( BAG V HADITS DHO'IF ) oleh Dzikroyat L Hubby ( Kh Yusuf Salim Faqih Attijany ) pada 04 April 2011 jam 21:57 Bismillahirrohmanirrohim Allohumma Sholly A'laa Sayyidina Muhammad 1.an laporan hasil belajar dan manfaatnya 2. 2007. Pengertian Hadits Dhoif 63 . Sistem Penilaian Berbasis Kompetensi Teori dan Praktek. Mimin Haryati. Jakarta: Bumi Aksara. Bandung: Remaja Rosdakarya. Manfaat informasi hasil penilaian proses dan hasil belajar manfaatnya Buku Sumber/Referensi : Ngalim Purwanto. 2002. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press.Manfaat informasi hasil penilaian proses dan hasil belajar laporan hasil belajar.

Sanadnya tidak bersambung b. Hadits Mauquf 2. yakni para ulama memiliki dugaan yang lemah (keci atau rendah) tentang benarnya hadits itu berasal dari Rasulullah SAW. Ada kekacauan pada perawinya baik meliputi keadilan maupun kedhabitan 2. Dari segi matan 1. melainkan juga tidak memenuhi syarat-syarat hadits hasan. 2. Jadi hadits daif itu bukan saja tidak memenuhi syarat-syarat hadits sahih.Hadits daif menurut bahasa berarti hadits yang lemah. Dari segi sanad 1. Klasifikasi Hadits Dhoif a. Pada hadits daif itu terdapat hal-hal yang menyebabkan lebih besarnya dugaan untuk menetapkan hadits tersebut bukan berasal dari Rasulullah SAW. Hadits Maqthu’ 64 . dan juga tidak menghimpun sifat-sifat hadits hasan. Sedangkan menurut istilah adalah hadits yang tidak menghimpun sifat-sifat hadits sahih.

ialah hadist yang mukhalafahnya kar ena perubahan titik kata. Hadist Mubham. 9. 10. ialah hdist yang menyendiri dalam periwayatan. secara palsu dan dusta 2. ialah hadist yang menyalahi riwayat hadist lain. ialah hadits yang nampak salah sangka dari rawi.c. Macam-macam hadist dhoif berdasarkan Cacat rawinya 1. ialah hadist yang menyalahi hadist lain. Hadits Matruk. dengan menganggap bersambung suatu sanad hadist yang terputus. banyak kelengahan 4. 5. terjadi dengan pergantian suatu segi. ialah hadist hadist yang perawinya bukan termasuk golongan orang yang adil dan tsiqah. Hadist Muharraf. Hadist Maqlub. 11. 8. 65 . yang saling dapat bertahan. ialah hadits yang penyendiri dalam periwayatan. dengan tidak ada yang dapat ditarjihkan. bahwa sanduran itu termasuk hadist. ialah hadist yang tidak diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah. 7. 6. ialah hadist yang terjadi mukhalaf (menyalahi hadist) disebabkab mendahulukan dan mengakhirkan. Hadits Mujrad. Hadits Munkar. yang diriwayatkan oleh orang yang banyak kesalahan. terjadi disebabkan karena perubahan syakal kata. yang diriwayatkan oleh orang yang tertuduh dusta dalam perhaditsan. 12. Hadist Mujhul. Hadits Mudhlu’. ialah hadist yang diciptakan oleh seorang pendusta atas nama Rasulullah. Hadits Ma’ruf. Hadist Mushahhaf. ialah hadits yang disadur dengan sesuatu yang bukan hadist atas perkiraan. ialah hadist yang didalam matan atau sanadnya terdapat seorang rawi yang tidak dijelaskan jenis kelaminya. Hadits Mulltharrib. Hadist Mu’allal. 3.

Hadist Syadz. Adapun pengertian hadist maudhlu’secara istilah adalah Apa-apa yang disandarkan kepada Rasulullah secara dibuat-buat dan dusta. padahal beliau tidak mengatakan dan memperbuatnya. ialah hadist yang rawinya buruk hafalannya. Diantara pendapat-pendapat yang ada sebagai berikut: 66 . b. tertimpah bahaya atau hilang kitabkitabnya. Sejarah Perkembangan Hadist Maudhlu’ Para ahli berbeda pendapat dalam menentukan kapan mulai terjadinya pemalsuan hadits. ialah hadist yang siriwayati ole orang yang tsiqah menyalahi riwayat orang yang lebih rajin. disebabkan sudah lanjut usia. * Hadist Maudhlu’ a. 15. Mukktalith. mengada-ada atau menbuat-buat. akan tetapi penilaian orang-orang tersebut belum mencapai kebulatan suara 14. Hadist Mastur. ialah hadist yang perawinya terkenak adil dan tsiqah.13. Pengertian Hadist Maudhlu’ Secara bahaa Hadits maudhlu’adalah menyimpang.

d. Akan tetapi pendapat ini kurang disetujui oleh H. bahwa hadits palsu terjadi sejak jaman Rasulullah Saw. Membuat kisah-kisah dan nasihat-nasihat untuk menati minat para pendengar. kebahasaan dan kietaklidan terhadap imam mereka. tidak pernah ada seorang sahabatpun yang sengaja berbuat dusta kepadanya. Dan data menunjukan sepanjang masa Rasulullah Saw. bahwa hadits telah mengalami pemalsuan sejak jaman khalifah Ali bin Abi Thalib. b. Motif-motif yang mendorong pembuatan hadist maudhlu’ Ada banyak hal yang mendorong seseorang untuk membuat hadits palsu (maudhu’). من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار‬Menurutnya hadits tersebut menggambarkan kemungkinan pada zaman Rasulullah Saw. Sebelum terjadi pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah bin Abu Sufyan. dengan alasan Ahmad Amin tidak mempunyai alasan secara histories. Untuk merusak dan menerukan ajaran agama islam c. ّ ّ ّ ّ telah terjadi pemalsuan hadits. Menurut Ahmad Amin.Mudatsir didalam bukunya Ilmu Hadits. Ciri-ciri hadist mudhlu’ 67 . e. Menurut jumhur muhadditsin. b. kedaeraan. kesukuan. hadits masih bisa dikatakan selamat dari pemalsuan. tidak tercantum didalam kitab-kitab standar yang berkaitan dengan Asbabul Wurud. yaitu diantaranya: a. selain itu pemalsuan hadits dijaman Rasulullah Saw. Mempertahankan ideologi partai (golongan)nya sendiri dan menyerang golongan yang lain. Mempertahankan Mahzab dalam masalah khilafiyah fiqhiyah dan kalamiyah d. beliau beralasan dengan sebuah hadits yang matannya ‫ . c. kebangsaan.a. Fanatik.

a. maka makna hadits itu bertentangan dengan Al-Qur’an. b. * Hubungan Al-Qur’an dan Hadist 1. seperti pengakuan salah seorang guru tasawuf ketika ditanya oleh Ibnu Ismail tentang keutamaan ayat-ayat Al-Qur’an. dapat ditinjau dari segi makna dan segi lafadznya.Adapun dari segi lafadznya yaitu susunan kalimatnya tidak baik dan tidak fasih. Qorinah-qorinah yang memperkuat adanya pengakuan membuat hadits palsu (maudhu). padahal ia tidak pernah bertemu dengan guru tersebut. Atau menerima dari seorang guru yang sudah meninggal dunia sebelum ia dilahirkan. Dalam hal Sanad 1. kami ciptakan hadits ini (tentang keutamaan ayat-ayat AlQur’an) agar mereka menaruh perhatian untuk mencintai Al-Qur’an. ijma dan akal sehat. Dari segi makananya. Fungsi Hadist terhadap Al-Qur’an 68 . hadits mutawatir. Hadits maudhu memang yang paling banyak tidak memiliki sanad. 3. Akan tetapi serentak kami melihat manusia-manusia sama benci terhadap Al-Qur’an. Dalam hal matan Ciri-ciri yang terdapat pada matan hadits palsu atau hadits maudhu. Misalnya seorang rowi mengaku menerima hadits dari seorang guru. serentak ia menjawab: “Tidak seorangpun yang meriwayatkan hadits kepadaku. 2. Pengakuan dari sipembuat sendiri.

maka berpuasalah. Muslim) b. Bayan at-Taqrir Bayan at-Taqrir atau bayan al-ta’kid atau bayan al-itsbat ialah hadist yang berfungsi memperkuat dan memperkokoh hukum yang dinyatakan oleh Al-quran. Al-Baqarah : 185) Ayat ini diterangkan oleh hadits yang berbunti : ‫)فاء ذا رايتم الهل ل فصوموا واءذا رايتموه فافطروا )رواه مسلم‬ “Apabila kalian melihat (ru’yah) bulan.a.Bayan at-Tafsir Ialah Hadits memberikan rincian terhadap pernyataan Al qur`an yang masih bersifat global. Bukhari) 69 . misalnya sabda Rasulullah SAW: ‫)صلوا كما رايتموني اصلي )رواه البخارى‬ “Shalatlah kamu sekalian sebagaimana kalian melihat aku shalat. juga apabila melihat (ru’yah) itu maka berbukalah” (HR. dalam firman-Nya : Dan hadits menguatkan kewajiban puasa (QS.” (HR. Misalnya Al-qur`an menyatakan perintah shalat : “Dan dirikanlah oleh kamu shalat dan bayarkanlah zakat” (Q. Misalnya.S Al-Baqarah /2:110) Hal ini dijelaskan secara terperinci oleh Hadits. Al-quran menetapkan hukum puasa.

Ini adalah kewajiban atas orang–orang yang bertakwa. Ada yang mengakui fungsi hadits sebagai nasakh dan ada juga yang menolaknya.c.Bayan at-Tasyrik Ialah Hadits memberikan pengecualian terhadap pernyataan Al Qur`an yang bersifat umum atau mewujudkan suatu hukum atau ajaran-ajaran yang tidak di dapati dalam al-Qur’an . Untuk bayan ini terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Syafii`. berwasiatlah untuk ibu dan bapak karib kerabatnya secara makruf. apabila seorang diantara kamu kedatangan tanda–tanda maut dan dia meninggalkan harta yang banyak.S Al Maidah /5:3) Hadits memberikan pengecualian dengan membolehkan memakan jenis bangkai dan darah sebagaimana sabda Rasulullah SAW Dari Ibnu Umar ra.Ibn Majah .Baihaqi dan Daruqutni) d. Misalnya Al qur`an mensyariatkan wasiat : “Diwajibkan atas kamu.”(HR.” (Q. Adapun dua bangkai adalah ikan dan belalang dan dua darah adalah hati dan limpa.S Al Baqarah/2:180) ‫ل وصية لوارث‬ 70 .Ahmad.Bayan al-Nasakh Ialah Hadits membatasi kemutlakan ayat Al qur`an. Misalnya Al-qur`an mengharamkan memakan bangkai dan darah (Q.Rasulullah saw bersabda : ”Dihalalkan kepada kita dua bangkai dan dua darah .

pengertian hadits ialah segala perkataan.“Tidak ada wasiat untuk ahli waris” 2. Hadits Dho’if (Lemah) 71 . yaitu maqru (dibaca). perbuatan dan ihwalnya Nabi Muhammad SAW. Sedangkan menurut istilah.seperti pengertian hadits menurut ushul fiqh dan ahli hadits. Pengertian Al-Qur’an Al-Qur’an menurut bahasa berarti “bacaan”. Hadits Shohih (Sah/benar/sehat) 2. Hadits Hasan (Bagus/Baik) 3. Didalam Al-Qur’an sendiri ada pemakaian kata “Qur’an” hal ini tercantum dalam surat Al-Qiyamah : 17-18 Adapun menurut istilah ialah kalam Allah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang ditulis dimushab dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah. 3. Pengertian Hadits Hadits menurut bahasa ialah Al-Jadid yang artinya sesuatu yang baru dan merupakan lawan dari Al-Qadim (yang lama). Kata Al-Qur’an itu berbentuk masdar dengan isim maf’ul. ialah segala perkataan Nabi Muhammad SAW. para ahli memberikan definisi yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang disiplin ilmunya. yang berasal dari kata qaraa. perbuatan dan taqrirnya yang berhubungan dengan hukum Tingkatan dan Jenis Hadits 1. Adapun menurut ushul fiqh. Menurut ahli hadits.

Abu Daud. Yaitu meraba-raba dan seperti berjalan tiada tentu arah tujuan. Hadits Mursal (Dho’if dan Mardud) 10. Hadits Maqlub (Dho’if. Muslim. An-Nasa’iy. Hadits Masyhur (Nyata) 13. Maka untuk menghindarkan segala sifat yang buruk dan merugikan diri sendiri seperti yang demikian itu !!! Hendaknya kita selalu mencari tambahan ilmu tentang Hadits. yang bukan bagian dari Hadits) 17. Dan ia akan berhati-hati dengan tidak ada alasan. Hadits Mudhtorib (Rusak susunan) 19. Ibnu Majah.4. Hadits Matruk (Dho’if yang paling buruk. Kebanyakan dari kita.Muttafaqun ‘Alaih : Al-Bukhari dan Muslim. 3 Imam : Abu Daud. hanya menerima Cerita-cerita Israiliyat yang sampai kepada kita melalui cerita entah berantah. At-turmudzy. Hadits Mu’adhal (Menggugurkan dua Perawi aslinya)(Hukumnya Dho’if) 20. Dengan demikian kita berjalan menurut Cahaya yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Hadits Mun-qoti’ (Dho’if. Kadang-kadang mereka bisa bersikap sangat pemberani (agresip). Hadits Mutawatir (Berturut Sanadnya) 15. Kebohongan yang diciptakan dan disandarkan kepada Rasul Saw) 22. Muslim. Hadits Syadz (Bertentangan) 16. Abu Daud. karena terputus sanadnya) 9. Tetapi karena pengetahuannya tentang Hadits sangat terbatas. At-Turmudzy. Hadits Mudallas (Gelap / Menyembunyikan cacat dalam sanad) 14. Abu Daud. Hadits Maudhu’ (Palsu. Kita mengharap kepada Allah SWT semoga kita jangan sampai terperangkap dengan Hadits-hadits palsu !!! Yang pada akhirnya kita sendiri yang akan rugi. Hadits Muttasil (Sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah Saw) 7. Perawinya tertuduh Pendusta) 21. Hadits Mushahhaf (Kesalahan terjadi pada catatan / bacaannya) 6. 4 Imam : Ahmad. An-Nasa’iy dan Ibnu Majah. An-Nasa’iy. Hadits Marfu’ (Semua sanadnya bersandar kepada Rasulullah Saw) 5. Ibnu Majah. At-Turmudzy. At-tirimidzy. 5 Imam : Ahmad. Hadits Mu’allal (Terselubung cacatnya / merusak keshohihan Hadits) 11. An-Nasa’iy. Hadits Munkar (Cacat dan Palsu perawinya kedapatan berbuat Fasiq) Jika Hadits-hadits yang kita baca terdapat Keterangan yang mengatakan seperti dibawah ini : 7 Imam : Al-Bukhari. Ibnu Majah. Karena dari dahulu hingga sekarang. kepada seluruh umatnya. Karena ada pergantian lafaz) 18. Ahmad. Hadits Mudraj (Ada tambahan. At-Turmudzy. Banyak orang yang berjiwa ta’at dan patuh kepada Agama. Hadits Ghorib (Yang menyendiri) 12. Tidak ada pegangan yang menimbulkan ketenangan dalam hati untuk menetapkan langkahnya. 6 Imam : Al-Bukhari. boleh jadi terputus) 8. An-Nasaiy. sehingga ia nampak seperti orang yang hidup dalam kegelapan. Padahal ia berbuat salah. Hadits Mauquf (Sanadnya boleh jadi bersambung. lalu kita katakan itu 72 .

4. 5. dan dalam keadaan beriman dan islam. Sunnah ada enam Kitab Hadits yang ternama. SAHABAT ialah orang yang bertemu Rosulullah SAW dengan pertemuan yang wajar sewaktu beliau masih hidup. Imam Ibnu Majah. Agar jangan menjadi orang yang hanya ikut-ikutan saja. Shohih Imam Muslim. Shohih At-Turmudzy. baik perjumpaan itu lama atau sebentar. Yakni bertaqlid buta (tiada ‘ilmu). Maka dipersilahkan menambah ‘ilmu kepada para Ahli Hadits yang Mu’tabar dimanapun ia berada. TAQRIR ialah keadaan Nabi Muhammad SAW yang mendiamkan. TABI'IN ialah orang yang menjumpai sahabat. pernyataan. tetapi mengurai isi Hadits yang berkaitan dengan ketetapan Ibadah. Ingatlah ! Neraka tetap menanti kehadiran orang yang demikian ini !Dan semoga para pembaca yang berminat dengan pelajaran ini. Shohih Imam Al-Bukhari. 6. perbuatan. alias ikut saja apa kata orang. 3. tidak mengadakan sanggahan atau menyetujui apa yang telah dilakukan atau diperkatakan oleh para sahabat di hadapan beliau. Wajib bagi kita belajar lagi untuk memperhalus kaji. taqrir. dan mati dalam keadaan islam. Imam Abu Daud. Demikian serba sedikit tentang Hadit dan Sunnah Mungkin teman2 ada yang mau berkomen tentang hadist sok dari sekarang ! Mengenal Ilmu Hadits Definisi Musthola'ah Hadits HADITS ialah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan. 2. kita harapkan untuk mencari atau bertanya kepada Ahli Hadits yang banyak liku-likunya. Keenam Kitab tersebut ialah : 1. yang merupakan pegangan penjelasan utama bagi umat Islam. 73 . karena maksud dari pelajaran ini bukan menguraikan ilmu Hadits. Maka sanksinya adalah Neraka !Oleh karena itu.adalah Hadits Nabi Saw. ATSAR ialah sesuatu yang disandarkan kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW. dalam keadaan islam lagi beriman dan mati dalam keadaan islam. dan sebagainya. Imam An-Nasa’iy.

Muslim dan Ibnu Majah. Al Arba'ah berarti diriwayatkan oleh empat perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab'a) selain Ahmad. Asy Syaikhon berarti diriwayatkan oleh dua orang perawi yaitu : Bukhari dan Muslim 7. Abu Dawud 7. yaitu orang yang menyampaikan atau menuliskan hadits dalam suatu kitab apa-apa yang pernah didengar dan diterimanya dari seseorang atau gurunya. Ibnu Majah 2. 6. sahabat ataupun tabi'in. Bukhari 3. Al Jama'ah berarti diriwayatkan oleh para perawi yang banyak sekali jumlahnya (lebih dari tujuh perawi / As Sab'ah). Sistem Penyusun Hadits Dalam Menyebutkan Nama Rawi 1.MATAN ialah lafadz hadits yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW. yaitu : 1. 5. Ats Tsalasah berarti diriwayatkan oleh tiga perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab'ah) selain Ahmad. As Sittah berarti diriwayatkan oleh enam perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab'ah) selain Ahmad 3. 74 . maupun perbuatan sahabat yang tidak disanggah oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam . Perbuatannya menyampaikan hadits tersebut dinamakan merawi atau meriwayatkan hadits dan orangnya disebut perawi hadits. Baik isi pembicaraan itu tentang perbuatan Nabi. Nasa'i 5. As Sab'ah berarti diriwayatkan oleh tujuh perawi. Al Khomsah berarti diriwayatkan oleh lima perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab'ah) selain Bukhari dan Muslim 4. Muslim 6. atau disebut juga isi hadits. Turmudzi 4. Ahmad 2. Bukhari. Baik pembicaraan itu sabda Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Bukhari dan Muslim. Unsur-Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Hadits Rawi. Matnu'l Hadits adalah pembicaraan (kalam) atau materi berita yang berakhir pada sanad yang terakhir.

Hadits Hasan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Rawi yang adil. Hadits Dhoif banyak macam ragamnya dan mempunyai perbedaan derajat satu sama lain. dan C berkata diucapkan kepada saya oleh D. tidak ber illat dan tidak janggal. Bukhari berkata hadits ini diucapkan kepada saya oleh A. dan tidak terdapat illat serta kejanggalan pada matannya. sempurna ingatan. Awal Sanad dan akhir Sanad Menurut istilah ahli hadits. Bukhari. disebabkan banyak atau sedikitnya syarat-syarat hadits 75 . adalah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang adil. 3.Sanad atau Thariq adalah jalan yang dapat menghubungkan matnu'l hadits kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam . dan D berkata diucapkan kepada saya oleh Nabi Muhammad. Hadits Dhoif adalah hadits yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadits shohih atau hadits hasan. kemudian tabi'in menyampaikan pula kepada orang-orang dibawah generasi mereka. sanad itu ada permulaannya (awal) dan ada kesudahannya (akhir). sanadnya bersambung. Demikian seterusnya hingga dicatat oleh imam-imam ahli hadits seperti Muslim. biasanya dibuat hujjah buat sesuatu hal yang tidak terlalu berat atau terlalu penting. tapi tidak begitu kuat ingatannya (hafalan). Gambaran Sanad Untuk memahami pengertian sanad. 4. Sahabat ini (seorang atau lebih) menyampaikan kepada tabi'in (seorang atau lebih). Hadits Makbul adalah hadits-hadits yang mempunyai sifat-sifat yang dapat diterima sebagai Hujjah. Yang termasuk hadits makbul adalah Hadits Shohih dan Hadits Hasan. dapat digambarkan sebagai berikut: Sabda Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam didengar oleh sahabat (seorang atau lebih). Hadits Shohih. dan B berkata diucapkan kepada saya oleh C. Hadits Hasan termasuk hadits yang Makbul. Seperti contoh diatas yang disebut awal sanad adalah A dan akhir sanad adalah D. dan A berkata diucapkan kepada saya oleh B. Illat hadits yang dimaksud adalah suatu penyakit yang samar-samar yang dapat menodai keshohihan suatu hadits. 2. dll. Abu Dawud. Contoh: Waktu meriwayatkan hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. bersambung sanadnya. Klasifikasi Hadits Klasifikasi hadits menurut dapat (diterima) atau ditolaknya hadits sebagai hujjah (dasar hukum) adalah: 1.

shohih atau hasan yang tidak dipenuhinya. maka yang lemah sanadnya dinamakan hadits Ma'ruf dan yang lebih lemah dinamakan hadits Munkar. Di dalam satu jurusan jika ada hadits yang diriwayatkan oleh dua hadits lemah yang berlawanan. yaitu : • • • • Selalu memelihara perbuatan taat dan menjahui perbuatan maksiat. Hadits Munkar: adalah hadits yang menyendiri dalam periwayatan. Tidak melakukan perkara-perkara Mubah yang dapat menggugurkan iman kepada kadar dan mengakibatkan penyesalan. baik hal itu disengaja maupun tidak. Hadits Matruk: adalah hadits yang menyendiri dalam periwayatan. seorang rawi harus memenuhi 4 syarat untuk dinilai adil. yang diriwayatkan oleh orang yang dituduh dusta dalam perhaditsan. Tidak mengikuti pendapat salah satu madzhab yang bertentangan dengan dasar Syara'. Syarat-syarat Hadits Shohih Suatu hadits dapat dinilai shohih apabila telah memenuhi 5 Syarat : • • • • • Rawinya bersifat Adil Sempurna ingatan Sanadnya tidak terputus Hadits itu tidak berillat dan Hadits itu tidak janggal Arti Adil dalam periwayatan. sedang yang satunya lagi lebih lemah sanadnya. Klasifikasi Hadits Dhoif berdasarkan kecacatan perawinya • • • Hadits Maudhu': adalah hadits yang diciptakan oleh seorang pendusta yang ciptaan itu mereka katakan bahwa itu adalah sabda Nabi SAW. banyak kelengahannya atau jelas kefasiqkannya yang bukan karena dusta. yang diriwayatkan oleh orang yang banyak kesalahannya. Menjauhi dosa-dosa kecil yang dapat menodai agama dan sopan santun. 76 . misal yang satu lemah sanadnya.

Hadits Syadz (kejanggalan): adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang makbul (tsiqah) menyalahi riwayat yang lebih rajih. Hal ini hanya bisa diketahui oleh orang-orang yang ahli hadits. seseorang setelah tabi'in. Hadits Mushahhaf: adalah hadits yang mukhalafahnya karena perubahan titik kata. dengan tidak ada yang dapat ditarjihkan (dikumpulkan). Hadits Mudraj (saduran): adalah hadits yang disadur dengan sesuatu yang bukan hadits atas perkiraan bahwa saduran itu termasuk hadits. padahal tidak. tabi'in bersama tabi'it tabi'in. Hadits Mukhtalith: adalah hadits yang rawinya buruk hafalannya. Klasifikasi hadits Dhoif berdasarkan gugurnya rawi • • • • • Hadits Muallaq: adalah hadits yang gugur (inqitha') rawinya seorang atau lebih dari awal sanad. tertimpa bahaya. Mu'all): adalah hadits yang tampaknya baik. Hadits Maqlub: adalah hadits yang terjadi mukhalafah (menyalahi hadits lain). atau gugur dua orang pada dua tempat dalam keadaan tidak berturut-turut. baik yang disandarkan itu perkataan atau perbuatan dan baik sanadnya bersambung atau terputus. Hadits Mubham: adalah hadits yang didalam matan atau sanadnya terdapat seorang rawi yang tidak dijelaskan apakah ia laki-laki atau perempuan. Hadits Mursal: adalah hadits yang gugur dari akhir sanadnya. Rawi yang berbuat demikian disebut Mudallis. Hadits Muharraf: adalah hadits yang menyalahi hadits lain terjadi disebabkan karena perubahan Syakal kata. sedang bentuk tulisannya tidak berubah. disebabkan mendahului atau mengakhirkan. Hadits Mu'dlal: adalah hadits yang gugur rawi-rawinya. dua orang atau lebih berturut turut. maupun dua orang sebelum sahabat dan tabi'in. bahwa hadits itu tiada bernoda. 77 . dengan masih tetapnya bentuk tulisannya.• • • • • • • • • Hadits Mu'allal (Ma'lul. terbakar atau hilang kitab-kitabnya. Hadits Munqathi': adalah hadits yang gugur rawinya sebelum sahabat. dari segi pentarjihan. Hadits Mudltharrib: adalah hadits yang menyalahi dengan hadits lain terjadi dengan pergantian pada satu segi yang saling dapat bertahan. disatu tempat. Hadits Mudallas: adalah hadits yang diriwayatkan menurut cara yang diperkirakan. namun setelah diadakan suatu penelitian dan penyelidikan ternyata ada cacatnya. Klasifikasi hadits Dhoif berdasarkan sifat matannya • Hadits Mauquf: adalah hadits yang hanya disandarkan kepada sahabat saja. lantaran mempunyai kelebihan kedlabithan atau banyaknya sanad atau lain sebagainya. baik sahabat bersama tabi'in. disebabkan sudah lanjut usia. Hal ini terjadi karena salah sangka dari rawinya dengan menganggap bahwa sanadnya bersambung.

baik untuk menetapkan hukum. Pendapat ini dipertahankan oleh Abu Bakar Ibnul 'Araby. Tetapi bila kami meriwayatkan tentang keutamaan. bukan untuk menetapkan hukum-hukum syariat. Ibnu Hajar Al Asqalany termasuk ahli hadits yang membolehkan berhujjah dengan hadits dhoif untuk fadla'ilul amal.• Hadits Maqthu': adalah perkataan atau perbuatan yang berasal dari seorang tabi'in serta di mauqufkan padanya. Apakah Boleh Berhujjah dengan hadits Dhoif ? Para ulama sepakat melarang meriwayatkan hadits dhoif yang maudhu' tanpa menyebutkan kemaudhu'annya. 2. untuk memberi sugesti. Pendapat Kedua Membolehkan. Para imam seperti Ahmad bin hambal. maupun untuk memberi sugesti amalan utama. Hadits dhoif itu tidak keterlaluan. pahala dan siksa kami permudah dan kami perlunak rawi-rawinya. dan bukan untuk menetapkan aqidah-aqidah). baik sanadnya bersambung atau tidak. Berikut ini pendapat yang ada yaitu: Pendapat Pertama Melarang secara mutlak meriwayatkan segala macam hadits dhoif. untuk hadits-hadits dhoif yang disebabkan rawinya pendusta. seperti halal dan haram. yaitu: 1. Oleh karena itu. kami perkeras sanadnya dan kami kritik rawi-rawinya. tidak dapat dibuat hujjah kendatipun untuk fadla'ilul amal. Adapun kalau hadits dhoif itu bukan hadits maudhu' maka diperselisihkan tentang boleh atau tidaknya diriwayatkan untuk berhujjah. Dalam mengamalkannya tidak mengitikadkan atau menekankan bahwa hadits tersebut benar-benar bersumber kepada nabi. Ia memberikan 3 syarat dalam hal meriwayatkan hadits dhoif. masih dibawah satu dasar yang dibenarkan oleh hadits yang dapat diamalkan (shahih dan hasan) 3. tertuduh dusta. Abdullah bin al Mubarak berkata: "Apabila kami meriwayatkan hadits tentang halal." Karena itu. Klasifikasi hadits dari segi sedikit atau banyaknya rawi : 78 . dan banyak salah. kendatipun dengan melepas sanadnya dan tanpa menerangkan sebab-sebab kelemahannya. Dasar amal yang ditunjuk oleh hadits dhoif tersebut. menerangkan keutamaan amal (fadla'ilul a'mal dan cerita-cerita. tetapi tujuan mengamalkannya hanya semata mata untuk ikhtiyath (hati-hati) belaka. haram dan hukum-hukum.

Yakni warta yang mereka sampaikan itu harus benar benar hasil pendengaran atau penglihatan mereka sendiri. kemudian setelah itu orang-orang meriwayatkannya. Perbedaan Hadits Qudsi dengan hadits Nabawi Pada hadits qudsi biasanya diberi ciri ciri dengan dibubuhi kalimat-kalimat : 79 . Syarat syarat hadits mutawatir 1. [2] Hadits Ahad: adalah hadits yang tidak memenuhi syarat syarat hadits mutawatir. Jumlah rawi-rawinya harus mencapai satu ketentuan yang tidak memungkinkan mereka bersepakat bohong/dusta. 2. dimana saja penyendirian dalam sanad itu terjadi. 3. yang menurut adat kebiasaan mustahil mereka berkumpul dan bersepakat dusta. serta belum mencapai derajat mutawatir. 3. Hadits Qudsi atau Hadits Rabbani atau Hadits Ilahi Adalah sesuatu yang dikabarkan oleh Allah kepada nabiNya dengan melalui ilham atau impian. Hadits Masyhur: adalah hadits yang diriwayatkan oleh 3 orang rawi atau lebih. Hadits Aziz: adalah hadits yang diriwayatkan oleh 2 orang rawi. Klasifikasi hadits Ahad 1. Pewartaan yang disampaikan oleh rawi-rawi tersebut harus berdasarkan tanggapan panca indra. Hadits Gharib: adalah hadits yang dalam sanadnya terdapat seorang yang menyendiri dalam meriwayatkan. yang diriwayatkan oleh sejumlah besar rawi. Adanya keseimbangan jumlah antara rawi-rawi dalam lapisan pertama dengan jumlah rawi-rawi pada lapisan berikutnya. Kalau suatu hadits diriwayatkan oleh 5 sahabat maka harus pula diriwayatkan oleh 5 tabi'in demikian seterusnya. bila tidak maka tidak bisa dinamakan hadits mutawatir. walaupun 2 orang rawi tersebut pada satu thabaqah (lapisan) saja. yang kemudian nabi menyampaikan makna dari ilham atau impian tersebut dengan ungkapan kata beliau sendiri. 2.[1] Hadits Mutawatir: adalah suatu hadits hasil tanggapan dari panca indra.

tidak berlaku pada hadits qudsi. maka itu adalah bid'ah. Ketentuan hukum yang berlaku bagi Al-Qur'an. Bid'ah Yang dimaksud dengan bid'ah ialah sesuatu bentuk ibadah yang dikategorikan dalam menyembah Allah yang Allah sendiri tidak memerintahkannya. membaca pada orang yang berhadats. dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Ini semua adalah wajib dan siapa pun yang menciptakan cara baru dalam sembahyang. Seperti larangan menyentuh. Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an memberikan hak pahala kepada pembacanya. Alloh berfirman. sujud. sedang hadits qudsi tidak demikian. dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku..• • • Qala ( yaqalu ) Allahu Fima yarwihi 'anillahi Tabaraka wa Ta'ala Lafadz lafadz lain yang semakna dengan apa yang tersebut diatas. tahiyat." dan setiap kesesatan itu adanya dalam neraka. pakai pasta gigi. naik mobil. sedang hadits qudsi tidak demikian. naik pesawat. Ada tata cara dalam beribadah yang wajib dipenuhi. Seperti pada zaman Rasul Shallallahu 80 . "Kulu bid'ah dholalah." semua bid'ah adalah sesat (dalam masalah ibadah). Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tidak menyontohkannya. Meriwayatkan Al-Qur'an tidak boleh dengan maknanya saja atau mengganti lafadz sinonimnya. Ada tata cara dalam ibadah yang dapat kita ambil hikmahnya. Perbedaan Hadits Qudsi dengan Al-Qur'an: • • • • Semua lafadz-lafadz Al-Qur'an adalah mukjizat dan mutawatir. dst. Beberapa hal seperti speaker. maka itu adalah bid'ah. "Wa dholalatin fin Naar. serta para sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tidak menyontohkannya. misalnya dalam hal sembahyang ada ruku." Jadi tidak ada satu halpun yang luput dari penyampaian risalah oleh Nabi. Semua hal ini tidak dapat dikategorikan sebagai bentuk ibadah yang menyembah Allah. Kewajiban sebagai seorang muslim adalah mengingatkan amar ma'ruf nahi munkar kepada saudara-saudara seiman yang masih sering mengamalkan amalan-amalan ataupun cara-cara bid'ah. tidak dapat dikategorikan sebagai bid'ah. pembacaan al-Fatihah. "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu.. dalam QS Al-Maidah ayat 3. Sehingga jika terdapat hal-hal baru yang berhubungan dengan ibadah.. dll..

maka sekarang menggunakan sikat gigi dan pasta gigi. ada beberapa cara. diantaranya: 1. Terdapat kekacauan atau terasa berat didalam susunannya. Yang wajib ditangguhkan (tidak boleh diamalkan) dulu sampai jelas penelitian tentang kebenarannya. Boleh jadi itu adalah ucapan Nabi dan boleh jadi pula itu bukan ucapan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam (dipalsukan atas nama Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam). Misalnya Imam Bukhari pernah meriwayatkan dalam Kitab Taarikhut Ausath dari 'Umar bin Shub-bin bin 'Imran At-Tamiimy sesungguhnya dia pernah berkata. Banyak muncul haditshadits yang bermuara (matannya) kepada hal bid'ah. Menurut pengakuan Abu 'Ishmah Nuh bin Abi Maryam bahwa dia pernah memalsukan dari Ibnu Abbas beberapa Hadits yang hubungannya dengan Fadhilah Qur'an satu Surah demi Surah. dst. India. 2. (Kitab Al-Baa'itsul Hatsiits). Yang wajib dibenarkan (diterima). Yang wajib ditolak (didustakan. yang sekarang banyak diamalkan oleh ahli-ahli Bid'ah. Menemukan hal baru dalam ilmu pengetahuan bukanlah bid'ah. karena ada dua kemungkinan. 3. 4.'Alaihi Wa Sallam menggunakan siwak. artinya: Aku pernah palsukan khutbah Rosululloh Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. terkecuali beberapa muslim di Arab. Dan ini sangat sulit sekali untuk diingatkan kepada para pengamal bid'ah. Dengan memperhatikan dan mempelajari tanda-tanda/qorinah yang lain yang dapat menunjukkan bahwa Hadits itu adalah Palsu. bahkan dapat menjadi ladang amal bagi umat muslim. Terdapat ketidaksesuaian makna dari matan (isi cerita) hadits tersebut dengan Al-Qur'an. tidak boleh diterima) yaitu Hadits yang diadakan orang mengatasnamakan Rasululloh Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Maisaroh bin Abdir Rabbik Al-Farisy pernah mengakui bahwa dia sendiri telah memalsukan Hadits hadits yang berhubung-an dengan Fadhilah Qur'an (Keutamaan Al-Qur'an) lebih dari 70 hadits. baik lafadznya ataupun ditinjau dari susunan bahasa dan Nahwunya (grammarnya). Hadits tidak pernah bertentangan dengan apa yang ada dalam ayat-ayat Qur'an. Misalnya dengan melihat dan memperhatikan keadaan dan sifat perawi yang meriwayatkan Hadits itu. 81 . 3. Atas pengakuan orang yang memalsukannya. Untuk mengetahui apakah Hadits itu palsu atau tidak. Apakah yang menyebabkan timbulnya Hadits-Hadits Palsu? Didalam Kitab Khulaashah Ilmil Hadits dijelaskan bahwa kabar yang datang pada Hadits ada tiga macam: 1. 2.

para Ahli Cerita.Sebab-sebab terjadi atas timbulnya Hadits-hadits Palsu • • Adanya kesengajaan dari pihak lain untuk merusak ajaran Islam. para Ahli Bid'ah. dan lain-lain. golongan Karaamiyah. Misalnya dari kaum Orientalis Barat yang sengaja mempelajari Islam untuk tujuan menghancurkan Islam (seperti Snouck Hurgronje). orang yang menamakan diri mereka Zuhud. Untuk menguatkan pendirian atau madzhab suatu golongan tertentu. Umumnya dari golongan Syi'ah. Semua yang tersebut ini membolehkan untuk meriwayatkan atau mengadakan Hadits-hadits Palsu yang0 82 . golongan Sufi. golongan Tareqat. orang-orang Zindiq.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->