SILABUS MATA KULIAH

Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Jumlah SKS Semester : Pendidikan Biologi : 412302 : Evaluasi Pembelajaran Biologi : 2 SKS :4

Mata Kuliah Prasyarat : Deskripsi Mata Kuliah : Memahami dan mengkaji kurikulum berbasis kompetensi, kedudukan evaluasi pendidikan di dalam kurikulum dan pengajaran, penilaian menyeluruh dan berkelanjutan, karakteristik penilaian berbasis kompetensi, evaluasi pencapaian belajar siswa, macam-macam bentuk tes hasil belajar, prinsip-prinsip dan prosedur penilaian hasil belajar, teknik pengolahan skor hasil evaluasi, metode pengembangan instrument dan teknik penskoran, teknik analisis dan interpretasi tes hasil belajar, kualitas dan ciri-ciri teknik evaluasi yang baik, program remidial pengayaan dan akselerasi, laporan hasil belajar dan manfaatnya Standar Kompetensi : Memahami sistem penilaian yang berguna untuk mengetahui seberapa jauh peserta didik telah menguasai kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
Alokasi Waktu (Menit) 2 x 50’ Alat/ Bahan / Penilaian Sumber White - keaktifan - Performance Board, - kehadiran OHP Laptop, LCD, sound

Kompetensi Dasar

Indikator Mendeskripsikan : 1. Standar kompetensi dan kompetensi dasar 2. Pengembangan indikator 3. Materi esensial 4. Menyusun bahan ajar

Pengalaman Belajar Melalui penjelasan dosen dan diskusi kelompok membahas; Standar kompetensi dan kompetensi dasar, Pengembangan indikator, Materi esensial, Menyusun bahan ajar

Materi Pokok kurikulum berbasis kompetensi

1. Menjelaskan
kurikulum berbasis kompetensi

59

2. Menerangkan
kedudukan evaluasi pendidikan di dalam kurikulum dan pengajaran

3. Menjelaskan
penilaian menyeluruh dan berkelanjutan

Menjelaskan : 1. Pengertia evaluasi dalam pengajaran 2. Fungsi evaluasi dalam proses belajar mengajar 3. Hubungan anatara pengajaran dan evaluasi 4. Obyek evaluasi pendidikan 5. Kegunaan data evaluasi 6. Program evaluasi Mendeskripsikan : 1.Konsep penilaian 2.Aspek penilaian (kognitif, afektif, dan psikomotor)

Mengkaji buku teks secara berkelompok tentang; pengertia evaluasi dalam pengajaran, fungsi evaluasi dalam proses belajar mengajar,hubungan anatara pengajaran dan evaluasi, obyek evaluasi pendidikan, kegunaan data evaluasi, & program evaluasi Penjelasan tentang konsep penilaian dan ketiga aspek/ranah kognitif, afektif, dan psikomotor Mengkaji materi secara berkelompok tentang; sistem penilaian berkelanjutan, teknik, bentuk dan jenis tagihan, kesahihan dan keandalan tes, indeks sensitivitas, evaluasi hasil penilaian

2 x 50’ kedudukan evaluasi pendidikan di dalam kurikulum dan pengajaran Konsep-konsep penilaian Aspek penilaian karakteristik penilaian berbasis kompetensi 1 x 50’

system Buku sumber /referensi yang relevan

Menjelaskan : 1. Sistem penilaian karakteristik berkelanjutan penilaian berbasis 2. Teknik, bentuk dan jenis kompetensi tagihan 3. Kesahihan dan keandalan tes 4. Indeks sensitivitas 5. Evaluasi hasil penilaian Mendeskripsikan: 5. Menjelaskan 1.Prinsip-prinsip dasar tes hasil evaluasi belajar pencapaian 2.Penilaian formatif dan sumatif belajar siswa 3. Norm-referenced vs criterion-referenced test 4.Perencanaan dalam menyusun tes 5. Ciri-ciri dari empat tipe achievement test

4. Menerangkan

3 x 50’

White - keaktifan - Performance Board, - kehadiran OHP Laptop, LCD, sound system Buku sumber /referensi yang relevan White Board, OHP Laptop, LCD, sound system Buku sumber /referensi yang - keaktifan
- Performance

Melalui diskusi kelompok kecil dilanjutkan presentasi kelas mengkaji; materi prinsip-prinsip dasar tes hasil belajar, penilaian formatif dan sumatif, normreferenced vs criterion-referenced test, perencanaan dalam menyusun tes, ciri-ciri dari empat tipe achievement test Membentuk kelompok-kelompok

Evaluasi Pencapaian Belajar Siswa

2 x 50’

- Kehadiran
- Soal latihan

6. Menerangkan

Menjelaskan dan membuat:

Macam-macam

2 x 50’

60

Menerangkan teknik pengolahan skor hasil evaluasi Menjelaskan: 1. afektif. OHP Laptop. model tes pilihan ganda dan essay.Soal latihan 9. Analisis dan metode pengembangan instrument dan teknik penskoran teknik analisis dan interpretasi tes hasil belajar 2 x 50’ 2 x 50’ Menjelaskan: 1.keaktifan . Menjelaskan 1. cara-cara menskor soal-soal essay dan tes obyektif. tipe-tipe hasil belajar kognitif. Penilaian dengan persen 4.Prosedur pemberian nilai belajar 8. macam. Pengembangan instrumen dan teknik penskoran kognitif. Mengolah skor mentah menjadi nilai 1-10 3.keaktifan .Menerangkan teknik analisis dan interpretasi Melalui diskusi kelompok kecil dilanjutkan presentasi antar kelompok yang mengkaji. Cara-cara menskor soalsoal essay dan tes obyektif Mendeskripsikan: 7. bentuk tes hasil belajar relevan Melalui diskusi kelompok kecil dilanjutkan presentasi kelas mengkaji. Mengolah skor mentah menjadi skor standar T Mendeskripsikan: 1. nilai 1-10. skor standar Z. kebaikan dan keburukan bentuk tes 2. Teknik analisis soal tes 2. Syarat-syarat menyusun tes obyektif 3. skor standar T dan penilaian dengan persen Prinsip-prinsip dan prosedur penilaian tes hasil belajar Teknik pengolahan skor hasil evaluasi 2 x 50’ 2 x 50’ White Board. Teknik analisis soal tes.Penskoran dan penilaian prinsip-prinsip 2. penskoran dan penilaian. syarat-syarat menyusun tes obyektif. OHP Laptop. prosedur pemberian nilai Mendiskusikan materi dengan membuat kelompok yang membahas.Kehadiran . sound system Buku sumber /referensi . LCD. Analisis dan interpretasi White Board.Arti.Performance . Mengolah skor mentah menjadi huruf 2. kebaikan dan keburukan bentuk tes. Mengolah skor mentah menjadi huruf. LCD.Soal latihan 61 . macam. Mengolah skor mentah menjadi skor standar Z 5.Kehadiran . Menjelaskan metode pengembangan instrument dan teknik penskoran 10.Performance . dan psikomotor macam-macam bentuk tes hasil belajar 1. sound system Buku sumber /referensi yang relevan . dan psikomotor Mendiskusikan materi dengan membuat kelompok yang membahas. prinsip-prinsip dan acuan penilaian. Tipe-tipe hasil belajar kognitif 4. Model tes pilihan ganda dan essay 5. afektif.Pengembangan instrumen dan teknik penskoran kognitif.Prinsip-prinsip dan acuan dan prosedur penilaian penilaian tes hasil 3. kecil mendiskusikan arti.

sound system Buku sumber /referensi yang relevan White Board. keandalan. Interpretasi data analisis item tes norm referenced. Pengertian observasi.Cara-cara mencatatkan observasi 5.Performance . Program remidial. Cara-cara mencatatkan observasi. LCD.Program akselerasi Mendeskripsikan: 1. sound system Buku sumber /referensi yang relevan . LCD.Lamanya observasi dan posisi pengamat 6. cara menghitung validitas suatu tes Menjelaskan: 1.Menerangkan program remidial pengayaan dan akselerasi.Situasi di dalam observasi 4. Menjelaska n observasi sbagai alat evaluasi Melalui diskusi kelompok kecil observasi sbagai dilanjutkan presentasi antar alat evaluasi kelompok yang mengkaji.Menjelaskan kualitas dan ciriciri teknik evaluasi yang baik 12.Validitas observasi 7.Kehadiran . Situasi di dalam observasi. laporan hasil belajar interpretasi soal tes obyektif. laporan hasil belajar dan 2 x 50’ White Board. Kebaikan dan kelemahan data observasi Mendiskusikan materi dengan membuat kelompok yang membahas. OHP Laptop.Kedudukan observasi di dalam evaluasi 3. keandalan.Soal latihan 2 x 50’ 14. Kedudukan observasi di dalam evaluasi.Soal latihan .Program pengayaan 3. kepraktisan.keaktifan . cara menghitung validitas suatu tes Mendiskusikan materi dengan membuat kelompok yang membahas.tes hasil belajar soal tes obyektif 3. Program pengayaan. 2 x 50’ 2 x 50’ 13. objektivitas.Kebaikan dan kelemahan data observasi Menjelaskan: 1. Prosedur analisis item untuk criterion referenced test yang relevan 11. Melalui diskusi kelompok kecil dilanjutkan presentasi antar kelompok yang mengkaji validitas.Prosedur analisis item untuk criterion referenced test Mendeskripsikan validitas.Interpretasi data observasi 8. Program remidial 2. Menerangk 62 . Prosedur analisis item yang lebih sederhana untuk norm referenced test.keaktifan . Lamanya observasi dan posisi pengamat.Kehadiran . OHP Laptop.Prosedur analisis item yang lebih sederhana untuk norm referenced test 4. objektivitas. Validitas observasi Interpretasi data observasi.Interpretasi data analisis item tes norm referenced 5. kepraktisan.Performance .Pengertian observasi 2. Program akselerasi kualitas dan ciriciri teknik evaluasi yang baik program remidial pengayaan dan akselerasi.

Sistem Penilaian Berbasis Kompetensi Teori dan Praktek.2001 . Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. ILMU HADITS ( BAG V HADITS DHO'IF ) oleh Dzikroyat L Hubby ( Kh Yusuf Salim Faqih Attijany ) pada 04 April 2011 jam 21:57 Bismillahirrohmanirrohim Allohumma Sholly A'laa Sayyidina Muhammad 1. 2002.Manfaat informasi hasil penilaian proses dan hasil belajar laporan hasil belajar.an laporan hasil belajar dan manfaatnya 2. Pengertian Hadits Dhoif 63 . Jakarta: Bumi Aksara. 2007. Manfaat informasi hasil penilaian proses dan hasil belajar manfaatnya Buku Sumber/Referensi : Ngalim Purwanto. Mimin Haryati. Suharsimi Arikunto. Jakarta: Gaung Persada Press. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Pada hadits daif itu terdapat hal-hal yang menyebabkan lebih besarnya dugaan untuk menetapkan hadits tersebut bukan berasal dari Rasulullah SAW. yakni para ulama memiliki dugaan yang lemah (keci atau rendah) tentang benarnya hadits itu berasal dari Rasulullah SAW.Hadits daif menurut bahasa berarti hadits yang lemah. dan juga tidak menghimpun sifat-sifat hadits hasan. Dari segi sanad 1. Sanadnya tidak bersambung b. Ada kekacauan pada perawinya baik meliputi keadilan maupun kedhabitan 2. 2. melainkan juga tidak memenuhi syarat-syarat hadits hasan. Klasifikasi Hadits Dhoif a. Hadits Maqthu’ 64 . Sedangkan menurut istilah adalah hadits yang tidak menghimpun sifat-sifat hadits sahih. Dari segi matan 1. Jadi hadits daif itu bukan saja tidak memenuhi syarat-syarat hadits sahih. Hadits Mauquf 2.

yang diriwayatkan oleh orang yang banyak kesalahan. Hadist Mujhul. bahwa sanduran itu termasuk hadist. ialah hadist yang tidak diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah. terjadi dengan pergantian suatu segi. Hadits Mulltharrib.c. ialah hdist yang menyendiri dalam periwayatan. secara palsu dan dusta 2. ialah hadits yang nampak salah sangka dari rawi. ialah hadist yang menyalahi riwayat hadist lain. 3. 5. 10. Hadist Maqlub. terjadi disebabkan karena perubahan syakal kata. Hadits Mudhlu’. Hadist Muharraf. Hadits Munkar. banyak kelengahan 4. ialah hadist hadist yang perawinya bukan termasuk golongan orang yang adil dan tsiqah. ialah hadist yang menyalahi hadist lain. ialah hadist yang didalam matan atau sanadnya terdapat seorang rawi yang tidak dijelaskan jenis kelaminya. 11. Hadits Matruk. 6. 8. 65 . ialah hadist yang mukhalafahnya kar ena perubahan titik kata. ialah hadits yang penyendiri dalam periwayatan. Hadist Mubham. Macam-macam hadist dhoif berdasarkan Cacat rawinya 1. 7. ialah hadist yang terjadi mukhalaf (menyalahi hadist) disebabkab mendahulukan dan mengakhirkan. dengan tidak ada yang dapat ditarjihkan. Hadits Ma’ruf. Hadist Mu’allal. Hadist Mushahhaf. 12. Hadits Mujrad. dengan menganggap bersambung suatu sanad hadist yang terputus. ialah hadits yang disadur dengan sesuatu yang bukan hadist atas perkiraan. yang diriwayatkan oleh orang yang tertuduh dusta dalam perhaditsan. ialah hadist yang diciptakan oleh seorang pendusta atas nama Rasulullah. yang saling dapat bertahan. 9.

Pengertian Hadist Maudhlu’ Secara bahaa Hadits maudhlu’adalah menyimpang. Sejarah Perkembangan Hadist Maudhlu’ Para ahli berbeda pendapat dalam menentukan kapan mulai terjadinya pemalsuan hadits. tertimpah bahaya atau hilang kitabkitabnya. disebabkan sudah lanjut usia. ialah hadist yang siriwayati ole orang yang tsiqah menyalahi riwayat orang yang lebih rajin. 15. padahal beliau tidak mengatakan dan memperbuatnya. mengada-ada atau menbuat-buat. ialah hadist yang perawinya terkenak adil dan tsiqah. akan tetapi penilaian orang-orang tersebut belum mencapai kebulatan suara 14.13. ialah hadist yang rawinya buruk hafalannya. b. Mukktalith. Diantara pendapat-pendapat yang ada sebagai berikut: 66 . Hadist Syadz. * Hadist Maudhlu’ a. Adapun pengertian hadist maudhlu’secara istilah adalah Apa-apa yang disandarkan kepada Rasulullah secara dibuat-buat dan dusta. Hadist Mastur.

b.Mudatsir didalam bukunya Ilmu Hadits. Mempertahankan Mahzab dalam masalah khilafiyah fiqhiyah dan kalamiyah d. Motif-motif yang mendorong pembuatan hadist maudhlu’ Ada banyak hal yang mendorong seseorang untuk membuat hadits palsu (maudhu’). Membuat kisah-kisah dan nasihat-nasihat untuk menati minat para pendengar. Fanatik. tidak tercantum didalam kitab-kitab standar yang berkaitan dengan Asbabul Wurud. Untuk merusak dan menerukan ajaran agama islam c. bahwa hadits telah mengalami pemalsuan sejak jaman khalifah Ali bin Abi Thalib. kebahasaan dan kietaklidan terhadap imam mereka. dengan alasan Ahmad Amin tidak mempunyai alasan secara histories. selain itu pemalsuan hadits dijaman Rasulullah Saw. c. yaitu diantaranya: a. Menurut Ahmad Amin. Menurut jumhur muhadditsin. d. Mempertahankan ideologi partai (golongan)nya sendiri dan menyerang golongan yang lain.a. hadits masih bisa dikatakan selamat dari pemalsuan. ّ ّ ّ ّ telah terjadi pemalsuan hadits. bahwa hadits palsu terjadi sejak jaman Rasulullah Saw. kedaeraan. beliau beralasan dengan sebuah hadits yang matannya ‫ . b. e. من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار‬Menurutnya hadits tersebut menggambarkan kemungkinan pada zaman Rasulullah Saw. Ciri-ciri hadist mudhlu’ 67 . Dan data menunjukan sepanjang masa Rasulullah Saw. Sebelum terjadi pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah bin Abu Sufyan. kebangsaan. Akan tetapi pendapat ini kurang disetujui oleh H. kesukuan. tidak pernah ada seorang sahabatpun yang sengaja berbuat dusta kepadanya.

3. b. Qorinah-qorinah yang memperkuat adanya pengakuan membuat hadits palsu (maudhu). Pengakuan dari sipembuat sendiri. serentak ia menjawab: “Tidak seorangpun yang meriwayatkan hadits kepadaku. Hadits maudhu memang yang paling banyak tidak memiliki sanad.Adapun dari segi lafadznya yaitu susunan kalimatnya tidak baik dan tidak fasih. kami ciptakan hadits ini (tentang keutamaan ayat-ayat AlQur’an) agar mereka menaruh perhatian untuk mencintai Al-Qur’an. Misalnya seorang rowi mengaku menerima hadits dari seorang guru. Dalam hal Sanad 1. Dari segi makananya. Dalam hal matan Ciri-ciri yang terdapat pada matan hadits palsu atau hadits maudhu.a. dapat ditinjau dari segi makna dan segi lafadznya. padahal ia tidak pernah bertemu dengan guru tersebut. * Hubungan Al-Qur’an dan Hadist 1. ijma dan akal sehat. Fungsi Hadist terhadap Al-Qur’an 68 . Akan tetapi serentak kami melihat manusia-manusia sama benci terhadap Al-Qur’an. Atau menerima dari seorang guru yang sudah meninggal dunia sebelum ia dilahirkan. seperti pengakuan salah seorang guru tasawuf ketika ditanya oleh Ibnu Ismail tentang keutamaan ayat-ayat Al-Qur’an. hadits mutawatir. maka makna hadits itu bertentangan dengan Al-Qur’an. 2.

a. dalam firman-Nya : Dan hadits menguatkan kewajiban puasa (QS. Bukhari) 69 .Bayan at-Tafsir Ialah Hadits memberikan rincian terhadap pernyataan Al qur`an yang masih bersifat global. Misalnya Al-qur`an menyatakan perintah shalat : “Dan dirikanlah oleh kamu shalat dan bayarkanlah zakat” (Q. Bayan at-Taqrir Bayan at-Taqrir atau bayan al-ta’kid atau bayan al-itsbat ialah hadist yang berfungsi memperkuat dan memperkokoh hukum yang dinyatakan oleh Al-quran. maka berpuasalah. Al-quran menetapkan hukum puasa.S Al-Baqarah /2:110) Hal ini dijelaskan secara terperinci oleh Hadits. juga apabila melihat (ru’yah) itu maka berbukalah” (HR. Muslim) b. Misalnya. misalnya sabda Rasulullah SAW: ‫)صلوا كما رايتموني اصلي )رواه البخارى‬ “Shalatlah kamu sekalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Al-Baqarah : 185) Ayat ini diterangkan oleh hadits yang berbunti : ‫)فاء ذا رايتم الهل ل فصوموا واءذا رايتموه فافطروا )رواه مسلم‬ “Apabila kalian melihat (ru’yah) bulan.

Syafii`. Untuk bayan ini terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengakui fungsi hadits sebagai nasakh dan ada juga yang menolaknya. Ini adalah kewajiban atas orang–orang yang bertakwa.Baihaqi dan Daruqutni) d. berwasiatlah untuk ibu dan bapak karib kerabatnya secara makruf.”(HR.Bayan al-Nasakh Ialah Hadits membatasi kemutlakan ayat Al qur`an.c.” (Q.S Al Maidah /5:3) Hadits memberikan pengecualian dengan membolehkan memakan jenis bangkai dan darah sebagaimana sabda Rasulullah SAW Dari Ibnu Umar ra.Ahmad. Adapun dua bangkai adalah ikan dan belalang dan dua darah adalah hati dan limpa. Misalnya Al-qur`an mengharamkan memakan bangkai dan darah (Q.Rasulullah saw bersabda : ”Dihalalkan kepada kita dua bangkai dan dua darah . Misalnya Al qur`an mensyariatkan wasiat : “Diwajibkan atas kamu. apabila seorang diantara kamu kedatangan tanda–tanda maut dan dia meninggalkan harta yang banyak.Ibn Majah .S Al Baqarah/2:180) ‫ل وصية لوارث‬ 70 .Bayan at-Tasyrik Ialah Hadits memberikan pengecualian terhadap pernyataan Al Qur`an yang bersifat umum atau mewujudkan suatu hukum atau ajaran-ajaran yang tidak di dapati dalam al-Qur’an .

Adapun menurut ushul fiqh. Pengertian Al-Qur’an Al-Qur’an menurut bahasa berarti “bacaan”. Sedangkan menurut istilah. perbuatan dan taqrirnya yang berhubungan dengan hukum Tingkatan dan Jenis Hadits 1. para ahli memberikan definisi yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang disiplin ilmunya. Hadits Dho’if (Lemah) 71 . Hadits Hasan (Bagus/Baik) 3.seperti pengertian hadits menurut ushul fiqh dan ahli hadits. Didalam Al-Qur’an sendiri ada pemakaian kata “Qur’an” hal ini tercantum dalam surat Al-Qiyamah : 17-18 Adapun menurut istilah ialah kalam Allah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang ditulis dimushab dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah. perbuatan dan ihwalnya Nabi Muhammad SAW. Pengertian Hadits Hadits menurut bahasa ialah Al-Jadid yang artinya sesuatu yang baru dan merupakan lawan dari Al-Qadim (yang lama). Kata Al-Qur’an itu berbentuk masdar dengan isim maf’ul. yang berasal dari kata qaraa.“Tidak ada wasiat untuk ahli waris” 2. 3. Menurut ahli hadits. pengertian hadits ialah segala perkataan. Hadits Shohih (Sah/benar/sehat) 2. ialah segala perkataan Nabi Muhammad SAW. yaitu maqru (dibaca).

Hadits Mudhtorib (Rusak susunan) 19. At-Turmudzy. yang bukan bagian dari Hadits) 17.4. 6 Imam : Al-Bukhari. Ibnu Majah. Abu Daud. Yaitu meraba-raba dan seperti berjalan tiada tentu arah tujuan. Ibnu Majah. Hadits Maudhu’ (Palsu. At-tirimidzy. Hadits Marfu’ (Semua sanadnya bersandar kepada Rasulullah Saw) 5. Kebohongan yang diciptakan dan disandarkan kepada Rasul Saw) 22. Hadits Matruk (Dho’if yang paling buruk. karena terputus sanadnya) 9. Hadits Mauquf (Sanadnya boleh jadi bersambung. Karena ada pergantian lafaz) 18. Hadits Mun-qoti’ (Dho’if. Hadits Mutawatir (Berturut Sanadnya) 15. Padahal ia berbuat salah. sehingga ia nampak seperti orang yang hidup dalam kegelapan. An-Nasa’iy dan Ibnu Majah.Muttafaqun ‘Alaih : Al-Bukhari dan Muslim. Abu Daud. Kadang-kadang mereka bisa bersikap sangat pemberani (agresip). 4 Imam : Ahmad. Kebanyakan dari kita. Tidak ada pegangan yang menimbulkan ketenangan dalam hati untuk menetapkan langkahnya. Hadits Mudallas (Gelap / Menyembunyikan cacat dalam sanad) 14. Hadits Mu’allal (Terselubung cacatnya / merusak keshohihan Hadits) 11. Hadits Syadz (Bertentangan) 16. At-turmudzy. An-Nasaiy. Hadits Ghorib (Yang menyendiri) 12. Hadits Maqlub (Dho’if. An-Nasa’iy. Ahmad. Tetapi karena pengetahuannya tentang Hadits sangat terbatas. 5 Imam : Ahmad. Dan ia akan berhati-hati dengan tidak ada alasan. An-Nasa’iy. Muslim. Ibnu Majah. Banyak orang yang berjiwa ta’at dan patuh kepada Agama. Kita mengharap kepada Allah SWT semoga kita jangan sampai terperangkap dengan Hadits-hadits palsu !!! Yang pada akhirnya kita sendiri yang akan rugi. Perawinya tertuduh Pendusta) 21. 3 Imam : Abu Daud. Maka untuk menghindarkan segala sifat yang buruk dan merugikan diri sendiri seperti yang demikian itu !!! Hendaknya kita selalu mencari tambahan ilmu tentang Hadits. Hadits Mu’adhal (Menggugurkan dua Perawi aslinya)(Hukumnya Dho’if) 20. Abu Daud. At-Turmudzy. An-Nasa’iy. Hadits Munkar (Cacat dan Palsu perawinya kedapatan berbuat Fasiq) Jika Hadits-hadits yang kita baca terdapat Keterangan yang mengatakan seperti dibawah ini : 7 Imam : Al-Bukhari. Muslim. Hadits Mudraj (Ada tambahan. Hadits Mursal (Dho’if dan Mardud) 10. At-Turmudzy. hanya menerima Cerita-cerita Israiliyat yang sampai kepada kita melalui cerita entah berantah. lalu kita katakan itu 72 . boleh jadi terputus) 8. Hadits Mushahhaf (Kesalahan terjadi pada catatan / bacaannya) 6. kepada seluruh umatnya. Hadits Masyhur (Nyata) 13. Dengan demikian kita berjalan menurut Cahaya yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Karena dari dahulu hingga sekarang. Hadits Muttasil (Sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah Saw) 7.

Maka sanksinya adalah Neraka !Oleh karena itu. Sunnah ada enam Kitab Hadits yang ternama. TABI'IN ialah orang yang menjumpai sahabat. tetapi mengurai isi Hadits yang berkaitan dengan ketetapan Ibadah. Maka dipersilahkan menambah ‘ilmu kepada para Ahli Hadits yang Mu’tabar dimanapun ia berada.adalah Hadits Nabi Saw. pernyataan. dalam keadaan islam lagi beriman dan mati dalam keadaan islam. Shohih At-Turmudzy. 3. yang merupakan pegangan penjelasan utama bagi umat Islam. 73 . alias ikut saja apa kata orang. 4. Ingatlah ! Neraka tetap menanti kehadiran orang yang demikian ini !Dan semoga para pembaca yang berminat dengan pelajaran ini. TAQRIR ialah keadaan Nabi Muhammad SAW yang mendiamkan. dan sebagainya. perbuatan. ATSAR ialah sesuatu yang disandarkan kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW. Wajib bagi kita belajar lagi untuk memperhalus kaji. kita harapkan untuk mencari atau bertanya kepada Ahli Hadits yang banyak liku-likunya. Keenam Kitab tersebut ialah : 1. SAHABAT ialah orang yang bertemu Rosulullah SAW dengan pertemuan yang wajar sewaktu beliau masih hidup. tidak mengadakan sanggahan atau menyetujui apa yang telah dilakukan atau diperkatakan oleh para sahabat di hadapan beliau. Imam Ibnu Majah. baik perjumpaan itu lama atau sebentar. karena maksud dari pelajaran ini bukan menguraikan ilmu Hadits. Demikian serba sedikit tentang Hadit dan Sunnah Mungkin teman2 ada yang mau berkomen tentang hadist sok dari sekarang ! Mengenal Ilmu Hadits Definisi Musthola'ah Hadits HADITS ialah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan. dan mati dalam keadaan islam. dan dalam keadaan beriman dan islam. 2. Yakni bertaqlid buta (tiada ‘ilmu). 5. Shohih Imam Muslim. taqrir. Agar jangan menjadi orang yang hanya ikut-ikutan saja. Shohih Imam Al-Bukhari. Imam Abu Daud. 6. Imam An-Nasa’iy.

As Sittah berarti diriwayatkan oleh enam perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab'ah) selain Ahmad 3. 74 . atau disebut juga isi hadits. Sistem Penyusun Hadits Dalam Menyebutkan Nama Rawi 1. yaitu orang yang menyampaikan atau menuliskan hadits dalam suatu kitab apa-apa yang pernah didengar dan diterimanya dari seseorang atau gurunya. Matnu'l Hadits adalah pembicaraan (kalam) atau materi berita yang berakhir pada sanad yang terakhir.MATAN ialah lafadz hadits yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW. sahabat ataupun tabi'in. Ats Tsalasah berarti diriwayatkan oleh tiga perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab'ah) selain Ahmad. 6. Turmudzi 4. yaitu : 1. Asy Syaikhon berarti diriwayatkan oleh dua orang perawi yaitu : Bukhari dan Muslim 7. Unsur-Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Hadits Rawi. Abu Dawud 7. Ahmad 2. Baik pembicaraan itu sabda Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Bukhari dan Muslim. 5. Bukhari. Al Jama'ah berarti diriwayatkan oleh para perawi yang banyak sekali jumlahnya (lebih dari tujuh perawi / As Sab'ah). Baik isi pembicaraan itu tentang perbuatan Nabi. Nasa'i 5. As Sab'ah berarti diriwayatkan oleh tujuh perawi. Bukhari 3. Al Arba'ah berarti diriwayatkan oleh empat perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab'a) selain Ahmad. Al Khomsah berarti diriwayatkan oleh lima perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab'ah) selain Bukhari dan Muslim 4. Muslim dan Ibnu Majah. Perbuatannya menyampaikan hadits tersebut dinamakan merawi atau meriwayatkan hadits dan orangnya disebut perawi hadits. Muslim 6. maupun perbuatan sahabat yang tidak disanggah oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam . Ibnu Majah 2.

4.Sanad atau Thariq adalah jalan yang dapat menghubungkan matnu'l hadits kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam . kemudian tabi'in menyampaikan pula kepada orang-orang dibawah generasi mereka. sanadnya bersambung. Contoh: Waktu meriwayatkan hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. sanad itu ada permulaannya (awal) dan ada kesudahannya (akhir). disebabkan banyak atau sedikitnya syarat-syarat hadits 75 . Bukhari berkata hadits ini diucapkan kepada saya oleh A. dan A berkata diucapkan kepada saya oleh B. dan B berkata diucapkan kepada saya oleh C. bersambung sanadnya. tidak ber illat dan tidak janggal. 2. Demikian seterusnya hingga dicatat oleh imam-imam ahli hadits seperti Muslim. Klasifikasi Hadits Klasifikasi hadits menurut dapat (diterima) atau ditolaknya hadits sebagai hujjah (dasar hukum) adalah: 1. dan D berkata diucapkan kepada saya oleh Nabi Muhammad. Bukhari. Gambaran Sanad Untuk memahami pengertian sanad. biasanya dibuat hujjah buat sesuatu hal yang tidak terlalu berat atau terlalu penting. Hadits Hasan termasuk hadits yang Makbul. sempurna ingatan. tapi tidak begitu kuat ingatannya (hafalan). Hadits Dhoif adalah hadits yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadits shohih atau hadits hasan. dan tidak terdapat illat serta kejanggalan pada matannya. adalah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang adil. Illat hadits yang dimaksud adalah suatu penyakit yang samar-samar yang dapat menodai keshohihan suatu hadits. Awal Sanad dan akhir Sanad Menurut istilah ahli hadits. Sahabat ini (seorang atau lebih) menyampaikan kepada tabi'in (seorang atau lebih). Abu Dawud. dapat digambarkan sebagai berikut: Sabda Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam didengar oleh sahabat (seorang atau lebih). Hadits Dhoif banyak macam ragamnya dan mempunyai perbedaan derajat satu sama lain. Yang termasuk hadits makbul adalah Hadits Shohih dan Hadits Hasan. Hadits Shohih. Hadits Hasan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Rawi yang adil. Seperti contoh diatas yang disebut awal sanad adalah A dan akhir sanad adalah D. 3. Hadits Makbul adalah hadits-hadits yang mempunyai sifat-sifat yang dapat diterima sebagai Hujjah. dan C berkata diucapkan kepada saya oleh D. dll.

banyak kelengahannya atau jelas kefasiqkannya yang bukan karena dusta. maka yang lemah sanadnya dinamakan hadits Ma'ruf dan yang lebih lemah dinamakan hadits Munkar. misal yang satu lemah sanadnya. Hadits Munkar: adalah hadits yang menyendiri dalam periwayatan. Syarat-syarat Hadits Shohih Suatu hadits dapat dinilai shohih apabila telah memenuhi 5 Syarat : • • • • • Rawinya bersifat Adil Sempurna ingatan Sanadnya tidak terputus Hadits itu tidak berillat dan Hadits itu tidak janggal Arti Adil dalam periwayatan. seorang rawi harus memenuhi 4 syarat untuk dinilai adil. yang diriwayatkan oleh orang yang banyak kesalahannya. Menjauhi dosa-dosa kecil yang dapat menodai agama dan sopan santun. yaitu : • • • • Selalu memelihara perbuatan taat dan menjahui perbuatan maksiat. Klasifikasi Hadits Dhoif berdasarkan kecacatan perawinya • • • Hadits Maudhu': adalah hadits yang diciptakan oleh seorang pendusta yang ciptaan itu mereka katakan bahwa itu adalah sabda Nabi SAW. yang diriwayatkan oleh orang yang dituduh dusta dalam perhaditsan. sedang yang satunya lagi lebih lemah sanadnya. Hadits Matruk: adalah hadits yang menyendiri dalam periwayatan. Di dalam satu jurusan jika ada hadits yang diriwayatkan oleh dua hadits lemah yang berlawanan. Tidak mengikuti pendapat salah satu madzhab yang bertentangan dengan dasar Syara'.shohih atau hasan yang tidak dipenuhinya. 76 . Tidak melakukan perkara-perkara Mubah yang dapat menggugurkan iman kepada kadar dan mengakibatkan penyesalan. baik hal itu disengaja maupun tidak.

Hadits Mushahhaf: adalah hadits yang mukhalafahnya karena perubahan titik kata. tertimpa bahaya. dari segi pentarjihan. disatu tempat. Hal ini hanya bisa diketahui oleh orang-orang yang ahli hadits. Hadits Muharraf: adalah hadits yang menyalahi hadits lain terjadi disebabkan karena perubahan Syakal kata. disebabkan mendahului atau mengakhirkan. Hadits Mubham: adalah hadits yang didalam matan atau sanadnya terdapat seorang rawi yang tidak dijelaskan apakah ia laki-laki atau perempuan. Hadits Mudallas: adalah hadits yang diriwayatkan menurut cara yang diperkirakan. Klasifikasi hadits Dhoif berdasarkan sifat matannya • Hadits Mauquf: adalah hadits yang hanya disandarkan kepada sahabat saja. Hadits Mudraj (saduran): adalah hadits yang disadur dengan sesuatu yang bukan hadits atas perkiraan bahwa saduran itu termasuk hadits. Klasifikasi hadits Dhoif berdasarkan gugurnya rawi • • • • • Hadits Muallaq: adalah hadits yang gugur (inqitha') rawinya seorang atau lebih dari awal sanad. 77 . Hadits Mu'dlal: adalah hadits yang gugur rawi-rawinya. dengan tidak ada yang dapat ditarjihkan (dikumpulkan). Hadits Maqlub: adalah hadits yang terjadi mukhalafah (menyalahi hadits lain). Mu'all): adalah hadits yang tampaknya baik. Hadits Mudltharrib: adalah hadits yang menyalahi dengan hadits lain terjadi dengan pergantian pada satu segi yang saling dapat bertahan. Rawi yang berbuat demikian disebut Mudallis. Hadits Syadz (kejanggalan): adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang makbul (tsiqah) menyalahi riwayat yang lebih rajih. dua orang atau lebih berturut turut. Hadits Mukhtalith: adalah hadits yang rawinya buruk hafalannya. terbakar atau hilang kitab-kitabnya.• • • • • • • • • Hadits Mu'allal (Ma'lul. baik yang disandarkan itu perkataan atau perbuatan dan baik sanadnya bersambung atau terputus. disebabkan sudah lanjut usia. maupun dua orang sebelum sahabat dan tabi'in. Hal ini terjadi karena salah sangka dari rawinya dengan menganggap bahwa sanadnya bersambung. baik sahabat bersama tabi'in. Hadits Munqathi': adalah hadits yang gugur rawinya sebelum sahabat. atau gugur dua orang pada dua tempat dalam keadaan tidak berturut-turut. dengan masih tetapnya bentuk tulisannya. padahal tidak. bahwa hadits itu tiada bernoda. namun setelah diadakan suatu penelitian dan penyelidikan ternyata ada cacatnya. lantaran mempunyai kelebihan kedlabithan atau banyaknya sanad atau lain sebagainya. sedang bentuk tulisannya tidak berubah. tabi'in bersama tabi'it tabi'in. seseorang setelah tabi'in. Hadits Mursal: adalah hadits yang gugur dari akhir sanadnya.

dan bukan untuk menetapkan aqidah-aqidah). Pendapat Kedua Membolehkan. tidak dapat dibuat hujjah kendatipun untuk fadla'ilul amal. Pendapat ini dipertahankan oleh Abu Bakar Ibnul 'Araby. Ia memberikan 3 syarat dalam hal meriwayatkan hadits dhoif. tetapi tujuan mengamalkannya hanya semata mata untuk ikhtiyath (hati-hati) belaka. baik untuk menetapkan hukum. Dalam mengamalkannya tidak mengitikadkan atau menekankan bahwa hadits tersebut benar-benar bersumber kepada nabi. 2. dan banyak salah. pahala dan siksa kami permudah dan kami perlunak rawi-rawinya. tertuduh dusta. Adapun kalau hadits dhoif itu bukan hadits maudhu' maka diperselisihkan tentang boleh atau tidaknya diriwayatkan untuk berhujjah. Para imam seperti Ahmad bin hambal. untuk memberi sugesti. seperti halal dan haram. kendatipun dengan melepas sanadnya dan tanpa menerangkan sebab-sebab kelemahannya. baik sanadnya bersambung atau tidak. yaitu: 1." Karena itu. Hadits dhoif itu tidak keterlaluan. Oleh karena itu. Tetapi bila kami meriwayatkan tentang keutamaan. Dasar amal yang ditunjuk oleh hadits dhoif tersebut. Apakah Boleh Berhujjah dengan hadits Dhoif ? Para ulama sepakat melarang meriwayatkan hadits dhoif yang maudhu' tanpa menyebutkan kemaudhu'annya. haram dan hukum-hukum. Berikut ini pendapat yang ada yaitu: Pendapat Pertama Melarang secara mutlak meriwayatkan segala macam hadits dhoif.• Hadits Maqthu': adalah perkataan atau perbuatan yang berasal dari seorang tabi'in serta di mauqufkan padanya. Ibnu Hajar Al Asqalany termasuk ahli hadits yang membolehkan berhujjah dengan hadits dhoif untuk fadla'ilul amal. masih dibawah satu dasar yang dibenarkan oleh hadits yang dapat diamalkan (shahih dan hasan) 3. menerangkan keutamaan amal (fadla'ilul a'mal dan cerita-cerita. maupun untuk memberi sugesti amalan utama. Abdullah bin al Mubarak berkata: "Apabila kami meriwayatkan hadits tentang halal. bukan untuk menetapkan hukum-hukum syariat. kami perkeras sanadnya dan kami kritik rawi-rawinya. Klasifikasi hadits dari segi sedikit atau banyaknya rawi : 78 . untuk hadits-hadits dhoif yang disebabkan rawinya pendusta.

2. serta belum mencapai derajat mutawatir. Klasifikasi hadits Ahad 1. yang kemudian nabi menyampaikan makna dari ilham atau impian tersebut dengan ungkapan kata beliau sendiri. 2. [2] Hadits Ahad: adalah hadits yang tidak memenuhi syarat syarat hadits mutawatir.[1] Hadits Mutawatir: adalah suatu hadits hasil tanggapan dari panca indra. Perbedaan Hadits Qudsi dengan hadits Nabawi Pada hadits qudsi biasanya diberi ciri ciri dengan dibubuhi kalimat-kalimat : 79 . kemudian setelah itu orang-orang meriwayatkannya. yang menurut adat kebiasaan mustahil mereka berkumpul dan bersepakat dusta. Syarat syarat hadits mutawatir 1. yang diriwayatkan oleh sejumlah besar rawi. Hadits Masyhur: adalah hadits yang diriwayatkan oleh 3 orang rawi atau lebih. bila tidak maka tidak bisa dinamakan hadits mutawatir. walaupun 2 orang rawi tersebut pada satu thabaqah (lapisan) saja. Adanya keseimbangan jumlah antara rawi-rawi dalam lapisan pertama dengan jumlah rawi-rawi pada lapisan berikutnya. Jumlah rawi-rawinya harus mencapai satu ketentuan yang tidak memungkinkan mereka bersepakat bohong/dusta. dimana saja penyendirian dalam sanad itu terjadi. Kalau suatu hadits diriwayatkan oleh 5 sahabat maka harus pula diriwayatkan oleh 5 tabi'in demikian seterusnya. Hadits Qudsi atau Hadits Rabbani atau Hadits Ilahi Adalah sesuatu yang dikabarkan oleh Allah kepada nabiNya dengan melalui ilham atau impian. Hadits Gharib: adalah hadits yang dalam sanadnya terdapat seorang yang menyendiri dalam meriwayatkan. Hadits Aziz: adalah hadits yang diriwayatkan oleh 2 orang rawi. Pewartaan yang disampaikan oleh rawi-rawi tersebut harus berdasarkan tanggapan panca indra. 3. 3. Yakni warta yang mereka sampaikan itu harus benar benar hasil pendengaran atau penglihatan mereka sendiri.

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. Ada tata cara dalam ibadah yang dapat kita ambil hikmahnya. Perbedaan Hadits Qudsi dengan Al-Qur'an: • • • • Semua lafadz-lafadz Al-Qur'an adalah mukjizat dan mutawatir. Alloh berfirman..• • • Qala ( yaqalu ) Allahu Fima yarwihi 'anillahi Tabaraka wa Ta'ala Lafadz lafadz lain yang semakna dengan apa yang tersebut diatas. dalam QS Al-Maidah ayat 3." dan setiap kesesatan itu adanya dalam neraka. sujud." Jadi tidak ada satu halpun yang luput dari penyampaian risalah oleh Nabi." semua bid'ah adalah sesat (dalam masalah ibadah). Semua hal ini tidak dapat dikategorikan sebagai bentuk ibadah yang menyembah Allah. Sehingga jika terdapat hal-hal baru yang berhubungan dengan ibadah. Ada tata cara dalam beribadah yang wajib dipenuhi. tidak dapat dikategorikan sebagai bid'ah. Kewajiban sebagai seorang muslim adalah mengingatkan amar ma'ruf nahi munkar kepada saudara-saudara seiman yang masih sering mengamalkan amalan-amalan ataupun cara-cara bid'ah. naik mobil. Meriwayatkan Al-Qur'an tidak boleh dengan maknanya saja atau mengganti lafadz sinonimnya. Ketentuan hukum yang berlaku bagi Al-Qur'an. pembacaan al-Fatihah. Seperti larangan menyentuh. maka itu adalah bid'ah. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tidak menyontohkannya. dll. Bid'ah Yang dimaksud dengan bid'ah ialah sesuatu bentuk ibadah yang dikategorikan dalam menyembah Allah yang Allah sendiri tidak memerintahkannya. naik pesawat. "Wa dholalatin fin Naar.. pakai pasta gigi. Ini semua adalah wajib dan siapa pun yang menciptakan cara baru dalam sembahyang. maka itu adalah bid'ah. tidak berlaku pada hadits qudsi. Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an memberikan hak pahala kepada pembacanya. Seperti pada zaman Rasul Shallallahu 80 . membaca pada orang yang berhadats. dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. Beberapa hal seperti speaker. serta para sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tidak menyontohkannya. "Kulu bid'ah dholalah. sedang hadits qudsi tidak demikian. sedang hadits qudsi tidak demikian. dst. misalnya dalam hal sembahyang ada ruku.. tahiyat. dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu..

3. artinya: Aku pernah palsukan khutbah Rosululloh Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. tidak boleh diterima) yaitu Hadits yang diadakan orang mengatasnamakan Rasululloh Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. 3. Yang wajib ditangguhkan (tidak boleh diamalkan) dulu sampai jelas penelitian tentang kebenarannya. 2. yang sekarang banyak diamalkan oleh ahli-ahli Bid'ah. Terdapat kekacauan atau terasa berat didalam susunannya. terkecuali beberapa muslim di Arab. maka sekarang menggunakan sikat gigi dan pasta gigi. baik lafadznya ataupun ditinjau dari susunan bahasa dan Nahwunya (grammarnya). (Kitab Al-Baa'itsul Hatsiits). Dengan memperhatikan dan mempelajari tanda-tanda/qorinah yang lain yang dapat menunjukkan bahwa Hadits itu adalah Palsu. Hadits tidak pernah bertentangan dengan apa yang ada dalam ayat-ayat Qur'an. Terdapat ketidaksesuaian makna dari matan (isi cerita) hadits tersebut dengan Al-Qur'an. dst. Atas pengakuan orang yang memalsukannya. ada beberapa cara. diantaranya: 1. bahkan dapat menjadi ladang amal bagi umat muslim. Apakah yang menyebabkan timbulnya Hadits-Hadits Palsu? Didalam Kitab Khulaashah Ilmil Hadits dijelaskan bahwa kabar yang datang pada Hadits ada tiga macam: 1. Yang wajib ditolak (didustakan. Menemukan hal baru dalam ilmu pengetahuan bukanlah bid'ah. Misalnya Imam Bukhari pernah meriwayatkan dalam Kitab Taarikhut Ausath dari 'Umar bin Shub-bin bin 'Imran At-Tamiimy sesungguhnya dia pernah berkata. Misalnya dengan melihat dan memperhatikan keadaan dan sifat perawi yang meriwayatkan Hadits itu. Untuk mengetahui apakah Hadits itu palsu atau tidak. Maisaroh bin Abdir Rabbik Al-Farisy pernah mengakui bahwa dia sendiri telah memalsukan Hadits hadits yang berhubung-an dengan Fadhilah Qur'an (Keutamaan Al-Qur'an) lebih dari 70 hadits. India. 81 . 2. Yang wajib dibenarkan (diterima).'Alaihi Wa Sallam menggunakan siwak. Dan ini sangat sulit sekali untuk diingatkan kepada para pengamal bid'ah. Boleh jadi itu adalah ucapan Nabi dan boleh jadi pula itu bukan ucapan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam (dipalsukan atas nama Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam). Menurut pengakuan Abu 'Ishmah Nuh bin Abi Maryam bahwa dia pernah memalsukan dari Ibnu Abbas beberapa Hadits yang hubungannya dengan Fadhilah Qur'an satu Surah demi Surah. 4. karena ada dua kemungkinan. Banyak muncul haditshadits yang bermuara (matannya) kepada hal bid'ah.

Sebab-sebab terjadi atas timbulnya Hadits-hadits Palsu • • Adanya kesengajaan dari pihak lain untuk merusak ajaran Islam. orang-orang Zindiq. dan lain-lain. golongan Karaamiyah. para Ahli Cerita. Umumnya dari golongan Syi'ah. orang yang menamakan diri mereka Zuhud. Semua yang tersebut ini membolehkan untuk meriwayatkan atau mengadakan Hadits-hadits Palsu yang0 82 . para Ahli Bid'ah. Misalnya dari kaum Orientalis Barat yang sengaja mempelajari Islam untuk tujuan menghancurkan Islam (seperti Snouck Hurgronje). golongan Tareqat. golongan Sufi. Untuk menguatkan pendirian atau madzhab suatu golongan tertentu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful