Debt to Equity Ratio, merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan

total modal. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin sedikit dibandingkan dengan utangnya. Bagi perusahaan sebaiknya besar utang tidak boleh melebihi modal sendiri. Dari beberapa pengertian diatas penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa debt to equity ratio (DER) merupakan rasio utang yang digunakan untuk kreditor atau investor biasanya lebih menyukai debt to equity ratio (DER) yang rendah sebab tingkat keamanan dananya semakin baik. Rumus : Debt to Equity Ratio

= / x 100%

Total utang yang dimaksudkan dalam rumus perhitungan diatas adalah seluruh total utang perusahaan baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang dalam satu periode akuntansi. Semakin tinggi debt to equity ratio (DER) ini menunjukan perusahaan semakin berisiko. Semakian berisiko, kreditor atau investor meminta imbalan semakin tinggi. Hal ini menunjukan bahwa semakin besar persentase pendanaan yang disediakan oleh ekuitas pemegang saham, semakin besar jaminan perlindungan yang didapat oleh investor atau kreditor perusahaan. Singkatnya semikin tinggi debt to equity ratio (DER) semakin besar pula risiko keuangannya, ataupun sebaliknya semakin rendah rasio ini akan semakin rendah risiko keuangannya.

Apabila tidak terdapat dividen saham preferen pada struktur modal perusahaan. EPS dirumuskan sebagai berikut: Pada rumus di atas. Menurut Aliminsyah dan Padji (2005:62). laba bersih harus dikurangi dengan dividen saham preferen untuk menentukan jumlah yang akan dibagikan kepada pemegang saham biasa. maka earning per share dihitung dengan membagi laba bersih setelah dikurangi pajak dengan jumlah saham biasa yang beredar. Makin tinggi nilai earning per share perusahaan. pemecahan saham atau obligasi konvertibel. Earning per share menunjukkan pendapatan untuk tiap lembar saham biasa. maka jumlah saham biasa sebagai penyebut adalah rata-rata tertimbang jumlah saham beredar. Pada saat saham preferen terdapat dalam struktur modal.Earning Per Share Ukuran kemampuan peusahaan dalam menghasilkan laba akan membuat investor tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan. menunjukkan bahwa saham perusahaan mempunyai keuntungan yang besar untuk tiap lembar sahamnya. karena hal itu mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memberikan keuntungan kepada pemegang sahamnya yang dapat dilihat dari Earning Per Share (EPS). Rasio earning per share merupakan bagian dari rasio profitabilitas yang merupakan ikhtisar dari data informasi akuntansi yang berisi informasi yang bermanfaat. dapat dikemukakan bahwa perhitungan menggunakan bagian laba khusus untuk pemegang saham biasa. Namun. Apabila tidak terjadi perubahan jumlah saham beredar maka sebagai penyebut dalam persamaan tersebut adalah jumlah lembar saham biasa pada akhir tahun. apabila terdapat penerbitan saham baru. Arti earning per share bagi perusahaan sangat penting bagi perusahaan karena menyangkut laba . Earning per share adalah indikator yang baik untuk menilai kinerja operasi perusahaan.” Angka ini dihitung sebagai laba bersih dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar. “earning per share adalah angka yang merupakan salah satu indikator tentang nilai perusahaan.

Menurut Usman (2001: 126) Harga pasar . maka harga yang terjadi dipasar modal tersebutlah yang disebut harga pasar saham atau kurs saham. Kebanyakan perusahaan menampilkan earning per share pada halaman depan laporan keuangannya untuk menarik perhatian calon investor dan juga agar investor yang telah terlebih dahulu menanamkan modalnya di perusahaan tersebut tidak berpindah ke perusahaan lain. Harga Saham Pasar modal atau Bursa Efek merupakan suatu tempat dimana terjadi tawar menawar atas harga suatu efek atau saham suatu perusahaan.yang diperoleh oleh tiap pemegang saham dalam perusahaan tersebut.

Widiatmodjo (2001: 45-46) mengemukakan pendapatnya tentang harga saham diantaranya : Harga Nominal Harga ini merupakan harga yang ditetapkan oleh emiten. Harga Pasar Saham Kalau harga perdana merupakan harga jual dari penjamin emisi kepada investor.saham dapat diartikan sebagai harga pasar yaitu harga pasar yang berlaku dipasar pada saat itu dan dipengaruhi oleh pemerintah dan penawaran yang secara fundamental ditentukan oleh aktiva yang memilikinya Sedangkan harga saham menurut Widoatmodjo (2001: 43) adalah nilai dari kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan. untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkannya. Harga Pembukaan . Harga Perdana Harga ini merupakan harga sebelum saham tersebut dicatatkan dibursa efek dan merupakan harga jual pertama kali saham dipasarkan. maka harga pasar saham adalah harga jual yang terjadi atas tawar menawar suatu efek atau saham yang terjadi dipasar modal.

.Setelah saham dicatatkan di bursa. maka harga pembukaan adalah harga yang diminta oleh penjual dan pembeli pada saat jam bursa dibuka. Kalau harga pasar adalah besarnya nilai rupiah yang disepakati oleh penjual dan pembeli saat transaksi. saham ini akan diperdagangkan setiap hari.

Mengetahui ketiga harga ini (harga tertinggi. harga suatu saham mencapai harga yang tertinggi. Harga Rendah Harga ini adalah lawan dari harga tertinggi. Syahib. Bisa saja pada awal hari bursa. Harga Rata – rata Harga rata – rata merupakan perataan dari harga tertinggi dan terendah. Harga Tertinggi Transaksi atas suatu saham tidak hanya terjadi sekali atau dua kali dalam satu hari bursa. Harga yang paling tinggi pada satu hari bursa inilah yang dimaksud dengan harga tinggi. harga terendah dan harga rata) cukup penting. Dalam penelitian ini harga saham yang digunakan adalah harga saham penutupan (Natarsyah. tetapi bisa berkali – kali dan tidak terjadi pada harga yang sama.Harga Penutupan Harga penutupan merupakan harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat akhir hari bursa. kemudian terus menurun pada akhir bursa atau sebaliknya. satu bulan bursa atau satu tahun bursa. sebab dari sini dapat diketahui seberapa jauh kekuatan dan kelemahan suatu saham dalam satu hari kerja. 2000: 291) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful