Pendahuluan

BAHAN BELAJAR MANDIRI

PENGELOLAAN Program Belajar BERMUTU

Paket Pembelajaran BERMUTU Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading

Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU

Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional Gedung D Lantai 15 Jl. Jendral Sudirman Pintu I Senayan Jakarta Telp/fax. 021-57974128, 57974129, 57974130, 57974131, 57974132, 57974133 bermutu_diknas@yahoo.com

1

Pendahuluan

Pengembang

Penelaah

Perancang Grafis: Yance Ferdian Bagus Dwipayana Alamsyah Arief Rindy

Profil Kebutuhan Guru © 2008 Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional

Gedung D Lantai 15 Jl. Jendral Sudirman Pintu I Senayan Jakarta Telp/fax. 021-57974128, 57974129, 57974130, 57974131, 57974132, 57974133 bermutu_diknas@yahoo.com

Profil Kebutuhan Guru

dosen LPTK. KKPS/MKPS dapat dilaksanakan secara aktif. Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). kepala sekolah dan pengawas sekolah. diharapkan dapat memandu guru-guru untuk melakukan kajian kritis terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pengembangan Paket Pembelajaran Model BERMUTU ini yang dikoordinasikan oleh Direktorat Pembinaan Diklat.D. Salah satu komponen strategis Program BERMUTU untuk mencapai tujuan tersebut adalah penguatan peningkatan mutu dan profesional guru secara berkelanjutan. Paket Pembelajaran Model BERMUTU untuk bidang studi yang dirancang dengan mengintegrasikan pendekatan penelitian tindakan kelas. beragam kegiatan pengembangan profesional guru di KKG/MGMP. KKPS/MKPS. memperbaiki dan mengembangkan kurikulum pembelajarannya. Paket Pembelajaran Model BERMUTU untuk bidang manajemen dirancang untuk menjadi panduan praktis bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pengelolaan dan penyeliaan. lesson study. Paket Pembelajaran Model BERMUTU telah dikembangkan untuk dimanfaatkan sebagai perangkat utama dalam proses pendidikan dan pelatihan terakreditasi bagi guru di KKG/MGMP. sehingga pada akhirnya dapat tercapai cita-cita luhur peningkatan kualitas pendidikan di tanah air. Musyawarah Kerja Program Studi (MKPS). Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS). 131 470 163 Profil Kebutuhan Guru i .Pendahuluan Kata Pengantar Dalam rangka mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang mewadahi guru bidang studi di SMP. Jakarta. Sementara itu. peningkatan kompetensi guru akan ditingkatkan dengan memberdayakan KKG dan MGMP sehingga mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan pengembangan profesional guru termasuk pendidikan dan pelatihan yang terakreditasi bagi guru yang belum memiliki Ijazah S1/D4 dan juga bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah. Dengan Paket Pembelajaran Model BERMUTU. dan kinerja guru. serta mengintegrasikan berbagai masukan dari praktisi lapangan dan nara sumber ahli dari LPTK. NIP. serta mempraktekkan pembelajaran yang baik berdasarkan metode PAKEM dan strategi pembelajaran inovatif lainnya. Semoga Paket Pembelajaran Model BERMUTU ini dapat bermanfaat bagi guru-guru dan komtopikas pendidikan pada umumnya. dan pengembangan kepala sekolah dan pengawas di KKKS/MKKS. kualifikasi. Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS). Dalam Program BERMUTU. guru. Paket Pembelajaran Model BERMUTU dikembangkan dengan melibatkan sejumlah widyaiswara dari P4TK. Program BERMUTU bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran sebagai dampak peningkatan kompetensi. Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) melaksanakan Program Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU) dimulai pada tahun 2008 sampai tahun 2013 yang tersebar di 75 Kabupaten/Kota di 16 provinsi. Ditjen PMPTK. dan studi kasus. Ph. 20 November 2008 Direktur Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Sumarna Surapranata. dan kepala sekolah serta pengawas sekolah di KKKS/MKKS. Besarnya jumlah guru yang belum memenuhi kualifikasi minimal S1/D4 menjadi dasar pemikiran untuk memberdayakan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang mewadahi guru SD.

.

..........................49 A................................................................. 1 B.............. Musyawarah Kerja......... Peserta Pelatihan Guru dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) ....... 30 D................. Latar Belakang.................................. Peserta Pelatihan Guru dalam KKG (Kelompok Kerja Guru) ... Tugas dan Tanggung Jawab Berbagai Pihak dalam Program BERMUTU . Kepala Sekolah dan Pengawas melalui Kelompok Kerja atau Forum ...27 A........................ 2 BAB II Model Belajar Bermutu ................................................ 28 C. 36 BAB V Peserta . Paket Pembelajaran BERMUTU ............................ 34 B................. .......................................................................................................................................................................................... Peserta Pelatihan Kepala Sekolah dalam KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) ............................................................................................ Manfaat Program ..33 A................................. 50 D............. 49 B........................................ Model Belajar BERMUTU ................. 51 F............................................................... 49 C..... dan Forum ................................................................. 51 Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU iii . 5 A..... Kegiatan Pelatihan Model Belajar BERMUTU di Kelompok Kerja....... Peserta Pelatihan Pengawas dalam MKPS (Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah) ......... Peserta Pelatihan Kepala Sekolah dalam MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) ......................i Daftar isi............................... Integrasi Penelitian Tindakan Kelas................... 1 A........................ 50 E........................................................................ Dampak Program .................... Peserta Pelatihan Pengawas dalam KKPS (Kelompok Kerja Pengawas Sekolah) ............................................... 31 BAB IV Sistem Penyelenggaraan ........................................................ Lesson Study dan Case Study sebagai Model Belajar BERMUTU .................................................................... 27 B.................................................................. Hasil yang Diharapkan .Daftar ISI Daftar Isi Kata Pengantar ..................................... 12 BAB III Pembinaan Guru............................... Indikator Keberhasilan Program..... 5 B................................. iii BAB I Pendahuluan ....... Tujuan ............... 8 C..................

...... Sertifikasi ...... 56 C................................................................................................................................ 61 A............................................. Hasil Belajar .......................................... Penggunaan dan Pertanggungjawaban Dana .......... 53 B.......................................................................................................................................... 62 BAB IX Pembiayaan ...................................................... 65 B.................. 67 iv Program BERMUTU ... 61 B.................................Profil Kebutuhan Guru BAB VI Kegiatan Pembelajaran dalam KKG dan MGMP dengan Model Belajar BERMUTU . 61 A...................................................... 57 BAB VII Evaluasi Hasil Kegiatan .......... Jenis Evaluasi ...... 59 A......................................................... Pelaksanaan ............ 61 C.................................................. Persiapan ................................................................... Sumber Dana ........................................................................ Guru Pemandu dan Dosen Pendamping ...... 53 A....... 66 Glosarium ............... 59 B... Kegiatan Pembelajaran .................... 60 BAB VIII Koordinasi .................. Pelaporan .............

kepala sekolah.Pendahuluan BAB I Pendahuluan A. Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FKKKS). Bervariasinya perhatian dan kontribusi pemerintah daerah melalui dinas pendidikan terhadap program dan kegiatan kelompok kerja. (ii) kompetensi sebagai agen pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik. antara lain melalui pelatihan. 3. Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS). agar aktivitas/kegiatan yang dilakukannya dapat memberikan manfaat dalam upaya peningkatan kompetensi guru. maka guru harus meningkatkan kompetensinya melalui berbagai upaya. kepribadian. Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG). yaitu: Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS). Agar guru dapat memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran sebagaimana yang diamanatkan pada UU tersebut. terdapat kelompok kerja yang erat kaitannya dengan kelompok kerja tersebut. dan pengawas saat ini dalam usaha menciptakan kelompok kegiatan yang aktif dan efektif adalah sebagai berikut. sosial. Manajemen kelompok kerja (pokja) masih perlu ditingkatkan kualitasnya dalam upaya optimalisasi intensifikasi pembinaan kegiatan kelompok kerja. belum memadai dan kurang 4. dan pengawas. dan profesional. kepala sekolah. Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS). Program-program kegiatan kelompok kerja masih kurang sesuai dengan kebutuhan pengembangan profesionalitas guru. Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Oleh karena itu. Kelompok kerja dan forum tersebut mencakup: Kelompok Kerja Guru (KKG). penulisan karya tulis ilmiah. 2. Selain itu. dan berbagai pertemuan di kelompok kerja atau forum. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Melalui berbagai Profil Kebutuhan Guru 1 . dan (iii) sertifikat pendidik. Berbagai kendala yang dihadapi oleh guru. Latar Belakang Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa guru harus memiliki: (i) kualifikasi akademik minimum S1/D4. diperlukan upaya revitalisasi kelompok kerja atau forum. dan Forum Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (FKKPS). 1. Dana pendukung operasional dimanfaatkan secara tepat. Keberadaan kelompok kerja atau forum sebagaimana tersebut selama ini kurang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi guru.

KKKS. Salah satu komponen strategis Program BERMUTU untuk mencapai tujuan tersebut adalah penguatan peningkatan mutu dan profesional guru secara berkelanjutan yang terwadahi dalam komponen kedua dari program BERMUTU. Dalam upaya pemberdayaan kelompok kerja atau forum tersebut. yaitu pengakuan kredit oleh LPTK/perguruan tinggi setempat. kepala sekolah dan pengawas sekolah untuk terlibat dalam proses pengembangan profesional 2 Program BERMUTU . Diharapkan dengan terstrukturnya kegiatan di kelompok kerja dan forum dapat meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan. serta mekanisme evaluasi dan monitoringnya. dan pengawas sekolah. Dengan dilaksanakannya Program BERMUTU. B. Menteri Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) akan melaksanakan Program Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU) yang dimulai pada tahun 2008 sampai tahun 2013 yang dilaksanakan di 75 Kabupaten/Kota di 16 provinsi. kegiatan kerja kelompok dan forum dapat berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi peserta kelompok kerja dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Di samping itu kegiatan-kegiatan kelompok dan forum juga membantu guru dalam perolehan angka kredit untuk kenaikan pangkat.Profil Kebutuhan Guru aktivitas dari kelompok kerja dan forum. program BERMUTU mengembangkan Model Belajar BERMUTU serta Paket Pembelajaran BERMUTU yang akan menjadi salah satu aktivitas utama dari kelompok kerja dan forum tersebut. MGMP. dan kinerja guru. sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran yang berujung pada peningkatan kualitas pendidikan nasional. dan pengawas serta keterlibatan berbagai pihak. kualifikasi. Keberhasilan penerapan Model Belajar BERMUTU bukan hanya dapat diukur dengan ketersediaan paket pembelajaran yang sudah dirancang dan dikembangkan secara sistematis dan handal bagi guru. peningkatan kualifikasi guru. Program BERMUTU bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran sebagai dampak peningkatan kompetensi. Dalam rangka mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. kepala sekolah. yaitu LPTK. Salah satu kegiatannya adalah pemberdayaan berbagai forum dan kelompok kerja guru. Program pada komponen 2 ini terkait dengan usaha memantapkan struktur pengembangan mutu guru pada tingkat lokal. KKPS. kepala sekolah. LPMP dan guru. dan persiapan guru dalam menghadapi proses sertifikasi. dapat diukur juga melalui pelaksanaan Model Belajar BERMUTU di KKG. MKKS dan MKPS. P4TK. diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk menumbuhkembangkan budaya pembelajaran yang berpusat pada sistem instruksional yang prima. Tujuan Model Belajar BERMUTU dikembangkan dan diimplementasikan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada guru. untuk memperoleh Recognition of Prior Learning (RPL) atau Pengakuan Hasil Belajar Sebelumnya (PHBS). Selain itu.

Melakukan penelitian tindakan kelas dengan Lesson Study secara berkelanjutan sebagai upaya untuk memahami proses belajar mengajar pada pendidikan dasar dan menengah pertama. serta aturan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan KKG dan MGMP sebagai wadah pengembangan profesional guru. KKKS dan MKKS dalam memfasilitasi komunikasi antar kelompok/musyawarah dalam suatu kabupaten dan mendistrbusikan hasil-hasil terbaik mereka kepada pihakpihak terkait. MKKS dan MKPS dengan menggunakan Paket Pembelajaran yang berkualitas. proses pembelajaran. 3. Melaksanakan proses pembelajaran inovatif berbasis penelitian tindakan kelas dan Lesson Study dalam mata pelajaran di sekolah pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. kepala sekolah dan pengawas dalam hal berikut ini. peran pengembangan profesi dan organisasi profesi kepala sekolah dan pengawas pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. MGMP. aturan pemanfaatan Paket Pembelajaran BERMUTU. dan sumber belajar mata pelajaran di sekolah pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Mengembangkan kurikulum dan perencanaan pembelajaran sesuai dengan aturan yang berlaku bagi jenjang pendidikan dasar kelas awal. pendidikan dasar kelas tinggi. 1. Memanfaatkan beragam sumber belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri. MGMP. KKKS. Untuk menjamin terjadinya pelaksanaan aktivitas KKG dan MGMP yang baik diperlukan Panduan Pengelolaan. Panduan pengelolaan ini juga mengatur kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh KKKS. Menambah wawasan bidang manajemen berdasarkan permasalahan manajemen yang muncul dalam rangka meningkatkan efektivitas kepemimpinan. panduan ini mengatur kegiatankegiatan pada forum-forum KKG. melakukan supervisi akademik dan ikut serta mengelola KKG dan MGMP. 5. Profil Kebutuhan Guru 3 . Secara khusus. Selain itu. kompetensi. KKPS.Pendahuluan secara berkelanjutan melalui kegiatan KKG. 6. Panduan Pengelolaan Model Belajar BERMUTU di KKG dan MGMP merupakan panduan teknis yang berfungsi untuk memberikan kejelasan aturan pengelolaan kegiatan KKG dan MGMP. Menambah wawasan bidang ilmu berdasarkan permasalahan keilmuan yang muncul dalam rangka penerapan kurikulum sekolah pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Model Belajar BERMUTU ditujukan untuk dapat meningkatkan keterampilan guru. MKKS dan MKPS dalam memanfaatkan paket pembelajaran manajemen untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengelola sekolah. Model Belajar BERMUTU dengan memanfaatkan Paket Pembelajaran BERMUTU yang telah dikembangkan secara sistematis akan menjadi program pokok dalam aktivitas KKG dan MGMP. 4. dan pendidikan menengah pertama. 2. KKPS.

.

Profil Kebutuhan Guru 5 . Model pembelajaran ini dimulai dari kajian pembelajaran. Berikut ini disajikan suatu skema yang menunjukkan bahwa Model Belajar BERMUTU merupakan integrasi dari Penelitian Tidakan Kelas (PTK). pendekatan kerja kolaboratif guru dalam berbagai tahap perencanaan. Untuk memperkaya khasanah penelitian tindakan kelas. pembaharuan/perbaikan pembelajaran. pelaksanaan tindakan dan observasi. penyusunan rencana tindakan. dan refleksi dalam model Lesson Study diintegrasikan ke dalam Model Belajar BERMUTU. Integrasi Penelitian Tindakan Kelas. seperti tampak pada tabel 1. Selain itu. serta pelaporannya. identifikasi masalah. digunakan juga teknik studi kasus sebagai alat untuk mengumpulkan data dalam observasi dan refleksi. pengumpulan dan analisis data. Lesson Study dan Case Study sebagai Model Belajar BERMUTU Model Belajar BERMUTU merupakan suatu model belajar bagi guru dalam meningkatkan kompetensi profesionalnya secara kolaboratif melalui kajian pembelajaran yang komprehensif dan berkelanjutan menuju terciptanya komunitas belajar. refleksi dan tindak lanjut.Model Pembelajaran BERMUTU BAB 2 BAB II Model Belajar BERMUTU A. Lesson Study dan Case Study. Model Belajar BERMUTU pada dasarnya merupakan model penerapan penelitian tindakan kelas oleh guru yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah atau perbaikan pembelajaran.

Penguasaan Materi Ajar.menyusun skenario pembelajaran (RPP) .Kompilasi dan pengelolaan data . Penguasaan materi ajar.Keterlaksanaan rencana tindakan (lembar observasi) . dan merekam fakta/fenomena belajar yang menarik (kapan siswa konsentrasi.Menuliskan proposal singkat 3.Analisis data kuantitatif (secara deskriptif atau statistik) .refleksi diri guru model . Analisis dan Interpretasi Data . strategi. instrumen) .Pelaksanaan pembelajaran oleh “guru model” dengan skenario yang telah dikembangkan bersama . media. kurikulum.Analisis data kualitatif secara deskriptif . Integrasi Lesson Study dan Case Study dalam Model Berlajar BERMUTU LESSON STUDY SIKLUS PERTAMA Pembentukan Kelompok Lesson Study (Berbasis MGMP/KKG) 1. menghubung-hubungkan.Menginterpretasi data (membaca/mencermati. sumber belajar. PLAN: Perencanaan pembelajaran (skenario) berdasarkan kondisi kelas dan fokus kompetensi yang ingin capai secara kolaboratif. psikomotorik.Kurikulum. materi. media. kapan tidak konsentrasi.Observasi pembelajaran oleh anggota kelompok (tim LS) yang difokuskan pada aktivitas belajar siswa. Penyusunan Rencana Tindakan: . 2. DO: .Aktivitas belajar siswa (lembar observasi) . guru.komentar pengamat ahli PTK MODEL BELAJAR BERMUTU SIKLUS PERTAMA Observasi Awal: Kurikulum.Penguasaan hasil pelajar (kognitif. Observasi dan Pengambilan Data . dll) Menuangkan hasil pengamatan atau poin-poin temuan dalam catatan anekdotal Menyusun kembali data-data hasil pengamatan dan hasil interpretasi ke dalam narasi yang lebih sistematis 6 Program BERMUTU . Melaksanakan Tindakan (KBM di kelas) Dilaksanakan oleh guru kelas dengan skenario atau rencana tindakan yang telah dirancang dan dipersiapkan 4.Catatan anekdotal (hasil pengamatan yang tidak termuat dalam lembar observasi) 5. Identifikasi dan Perumusan Masalah .menyiapkan perangkat pembelajaran (LKS. Strategi pembelajaran. . strategi pembelajaran 1.SEE: Refleksi melalui kegiatan diskusi (forma) . instrumen) 2.Perangkat (LKS. sedikit tentang langkah guru) .Profil Kebutuhan Guru Tabel 1. dan afektif?)  Nilai hasil tes.Skenario (RPP) . observasi dengan rubrik .komentar semua pengamat (fokus pada aktivitas belajar siswa. menarik simpulan) CASE STUDY Menuangkan hasil observasi dalam tulisan narasi tentang kondisi pembelajaran (siswa. sumber belajar. interaksi siswa-siswaguru-media) 3.

Pengawas. yg lain) . MKKS. sehingga dapat digunakan untuk mengumpulkan satuan kredit semester (sks) dalam rangka mencapai kualifikasi D4/S1. aspek bidang studi. Penyusunan Laporan PTK Menyusun hasil PTK ke dalam bagianbagian CASE STUDY Menuliskan uraian refleksi dan rencana tindak lanjut dalam narasi ilmiah SIKLUS LS BERIKUTNYA (tergantung waktu atau tercapainya tujuan pemecahan masalah) Kemampuan menulis dari hasil melaksanakan Case Study diperlukan untuk menuliskan hasil-hasil PTK dalam narási ilmiah Model Belajar BERMUTU menekankan pada kajian pembelajaran sebagai langkah awal untuk membuka cakrawala guru tentang proses pembelajaran dari tiga aspek. Paket Pembelajaran BERMUTU dapat diberi pengakuan kredit oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sesuai dengan aturan akademik yang berlaku di setiap LPTK.Model Pembelajaran BERMUTU LESSON STUDY (pakar) jika ada (Dosen.Dipikirkan kemungkinan alternatif/rencana tindak lanjut Melanjutkan ke siklus berikutnya (jumlah siklus sesuai yang diperlukan atau sesuai dengan waktu yang tersedia) 7. maka peserta yang menempuh Paket Pembelajaran BERMUTU dapat menggunakannya untuk perolehan kredit poin untuk kenaikan pangkat/jabatan. Untuk menjamin diperolehnya pengakuan sks oleh LPTK.Dilakukan dengan diskusi antara anggota kelompok MGMP/tim peneliti . Bagi guru/peserta yang telah memenuhi kualifikasi D4/S1. di mana guru melakukan observasi dan menganalis proses pembelajaran yang berlangsung secara cermat. Refleksi dan Tindak Lanjut . Profil Kebutuhan Guru 7 . KKPS dan MKPS. bidang studi. Paket Pembelajaran BERMUTU. MGMP. KKKS.Uraian refleksi dituliskan dalam narasi ilmiah . Dengan demikian. dan praktik pembelajaran. terutama dari sisi kurikulum. Pengakuan Kredit atas Belajar BERMUTU Paket Pembelajaran BERMUTU menjadi sarana utama bagi kerjasama dan partisipasi LPTK dalam pembinaan kegiatan KKG. guru diharapkan dapat mengidentifikasi beragam masalah dalam proses pembelajaran.Revisi skenario berdasarkan masukan dari refleksi (jika diperlukan) BAB 2 PTK MODEL BELAJAR BERMUTU 6. dapat dilaksanakan program pengembangan profesional guru yang lebih terstruktur dan berbobot serta terjamin mutunya di KKG/MGMP untuk kemudian peserta memperoleh pengakuan kredit oleh LPTK secara berkelanjutan. Proses Belajar BERMUTU. KS. dan aspek praktik pembelajaran. Melalui kajian pembelajaran. serta hasil belajar program BERMUTU yang berbentuk portofolio dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi aturan akademik yang berlaku di LPTK. yaitu aspek kurikulum.

Bidang Studi Adakah kesalahan konsep yang disampaikan guru dalam suatu topik? Apakah ada konsep-konsep yang bertentangan ? Apakah urutan penyajian konsep-konsep sudah runtut ? Apakah keluasan dan kedalaman sajian konsep atau prinsip sesuai dengan tingkat intellektual siswa ? c. a. Model Belajar BERMUTU Model belajar BERMUTU dilakukan dalam 6 langkah utama seperti tampak pada Gambar 1 berikut ini. Langkah Model Belajar BERMUTU Pelaporan Pengumpulan dan analisis data Refleksi dan tindak lanjut Kajian pembelajaran Identifikasi masalah & perencanaan tindakan Pelaksanaan tindakan dan observasi Langkah 1: Kajian Pembelajaran Kajian pembelajaran diharapkan membuka cakrawala guru terhadap proses pembelajaran secara otentik dan dapat menganalisis suatu proses pembelajaran secara kritis. Praktik Mengajar Bagaimana sikap guru terhadap siswa yang berbeda-beda keaktifannya? Apakah guru sudah menerapkan PAKEM? Bagaimana guru memanfaatkan media belajar dengan tepat? Apakah guru 8 Program BERMUTU . Kurikulum Apakah guru sudah memahami KTSP? Apakah guru sudah membuat silabus? Apakah guru mengerti perbedaan standar kompetensi dan kompetensi dasar? Apakah guru sudah membuat RPP dengan benar? Apakah guru mampu membuat lembar kerja siswa dengan benar? Apakah guru sudah mampu membuat soal untuk mengukur pencapaian hasil belajar dengan benar? b. Pada tahap ini guru mengobservasi proses pembelajaran dari 3 aspek. Gambar 1.Profil Kebutuhan Guru B. dan praktik pembelajaran. yaitu: kurikulum. bidang studi.

guru diharapkan dapat menyimpulkan pentingnya pelaksanaan PTK sebagai upaya perbaikan proses pembelajaran di kelas dan di sekolahnya. Identifikasi masalah yang Profil Kebutuhan Guru . yaitu penelitian tindakan kelas. b. BAB 2 Langkah 2: Identifikasi Masalah dan Perencanaan Tindakan Bagaimana mengidentifikasi masalah yang potensial untuk dijadikan fokus penelitian tindakan kelas dalam Model Belajar BERMUTU? Ragam masalah yang potensial untuk menjadi fokus penelitian tindakan kelas. Rendahnya kemampuan dan keberanian siswa mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapat dalam proses pembelajaran. Rendahnya motivasi siswa dalam belajar. Siswa kurang mampu mengerjakan latihan. Laporan observasi tersebut dianalisis oleh guru sampai pada akhirnya guru dapat menyimpulkan masalah-masalah yang muncul dalam proses pembelajaran. antara lain masalah strategis dan otentik yang berkaitan dengan pembelajaran sehari-hari membutuhkan penanganan yang relatif segera dan berkelanjutan. d. Rendahnya kemampuan siswa mengerjakan soal-soal cerita pada pelajaran matematika. menemukan kemungkinan faktor 9 e. Sulitnya siswa mengenal dan memahami peta buta dalam pelajaran IPS. cakupan masalahnya tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. c. Rendahnya kemampuan siswa dalam mengarang. Berikut ini beberapa contoh masalah pembelajaran sehari-hari yang potensial untuk menjadi fokus Penelitian Tindakan Kelas. Selain mampu mengidentifikasi masalah dari kajian pembelajaran. masalah berguna untuk mendapatkan kejelasan sesungguhnya. Siswa kurang aktif dalam kegiatan diskusi. a. f. g.Model Pembelajaran BERMUTU sudah mengajukan pertanyaan kepada siswa dengan tepat sehingga siswa terpacu untuk berpikir secara analitis? Apakah strategi guru dalam mengajarkan suatu topik sudah cukup menarik dan tepat dengan struktur materi? Apakah ada cara lain untuk mengajarkan suatu topik pada murid? Apakah guru menguasai konsep yang disampaikan untuk memberi contoh penerapan konsep pada konteks yang berbeda? Hasil observasi kemudian dituliskan oleh guru dalam bentuk studi kasus secara rinci. serta sesuai dengan kemampuan guru. Rendahnya kemampuan siswa kelas satu dalam mengenal huruf. Masalah-masalah itu perlu diseleksi dan diidentifikasi sebagai fokus untuk langkah selanjutnya. h.

dan hasil refleksi guru dikumpulkan. melakukan perbaikan pembelajaran dan observasi. Proses PTK mengembangkan rencana proses perbaikan pembelajaran. Guru dapat menggunakan format RPP yang berlaku di sekolahnya dalam Gambar 2. hasil tes belajar siswa. serta perbaikan yang diharapkan dapat dicapai. termasuk di dalamnya adalah guru mempersiapkan rencana proses perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam siklus penelitian tindakan kelas. Perencanaan adalah perencanaan perbaikan pembelajaran oleh guru. siklus tindakan dilakukan berulang-ulang. Perancangan tindakan perbaikan dilakukan guru dengan merinci langkah-langkah strategis apa yang akan dilakukan guru dalam rangka tindakan perbaikan bagi masalah yang telah dipilih. dilakukan observasi oleh rekan sejawat guru. guru menuliskan refleksi diri tentang hal-hal yang sudah dilakukan dalam proses pembelajaran. Pada Model Belajar BERMUTU. Langkah 3: Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Proses penelitian tindakan kelas merupakan suatu rangkaian siklus yang berkelanjutan. Kemudian. Oleh karena itu. Ketika guru melaksanakan perbaikan proses pembelajaran di kelas berdasarkan rencana yang sudah disusun. baik terhadap guru pelaksana pembelajaran maupun terhadap murid. dengan dilakukan observasi oleh rekan sejawatnya. serta kegiatan refleksi. diadakan diskusi refleksi secara bersama antara guru dengan rekan sejawat yang mengobservasinya. Selama proses pembelajaran observer (rekan sejawat) tidak boleh mengganggu/melakukan intervensi. Rencana proses perbaikan pembelajaran seyogyanya menggambarkan perbedaan dari rencana PBM yang sekarang berjalan dan bermasalah. Kemudian. Hasil refleksi bersama ini digunakan oleh guru sebagai 10 Program BERMUTU . yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan. Langkah 4: Pengumpulan dan Analisis Data Pengumpulan data dilaksanakan pada saat guru melakukan tindakan perbaikan proses pembelajaran di kelas. proses dan cara pengumpulan atau perekaman data diharapkan tidak menyita waktu guru sehingga guru kehilangan konsentrasi dalam membahas materi pelajaran dan melaksanakan proses pembelajaran. selanjutnya dilakukan analisis sebagai bahan dalam kegiatan refleksi bersama. Kemudian hasil observasi rekan sejawat.Profil Kebutuhan Guru penyebab serta menentukan kadar permasalahan yang akan berdampak pada perancangan tindakan perbaikan oleh guru.

untuk kemudian dirangkum dalam satu bentuk laporan. juga digunakan analisis key point. serta identifikasi kompetensi yang bermasalah bagi siswa. nilai terendah. kegiatan refleksi memberikan kesempatan untuk mengingat kembali proses belajar mengajar yang telah dijalankan. Secara sederhana. Langkah 6: Pelaporan Keseluruhan langkah-langkah dalam Model Belajar BERMUTU termasuk pelaksanaan proses penelitian tindakan kelas didokumentasikan dengan sistematis. Sementara itu. berdasarkan masukan dari rekan sejawat dan refleksi yang dilakukan. Analisis data sederhana yang bersifat deskriptif dapat dilakukan terhadap beragam jenis data yang telah terkumpul. perubahan rerata dari waktu ke waktu. Untuk refleksi guru.Model Pembelajaran BERMUTU pertimbangan dalam penyusunan rencana tindakan pada siklus berikutnya. sama seperti analisis terhadap hasil observasi rekan sejawat. Tindak lanjut merupakan upaya guru untuk melakukan tindakan perbaikan selanjutnya terhadap masalah yang dihadapi. Hasil tes belajar siswa dapat dianalisis dengan statistik deskriptif sederhana seperti rerata. gain score (beda nilai dari tes awal dan tes akhir) nilai tertinggi.       JUDUL (Halaman Judul) LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN o o o o Profil Kebutuhan Guru Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian 11 . Hasil observasi rekan sejawat dilakukan analisis untuk menemukan key point (ide kunci) masukan dan kritikan yang diberikan oleh rekan sejawat terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan guru. bagi rekan sejawat yang melakukan observasi. refleksi dapat dilakukan terhadap berbagai aspek proses pembelajaran yang telah berjalan. BAB 2 Langkah 5: Refleksi dan Tindak Lanjut Kegiatan refleksi merupakan kilas balik terhadap proses pembelajaran yang telah berjalan. Bagi guru pelaksana PTK. serta analisis terhadap keberhasilan serta kekurangan proses belajar mengajar yang dijalankan tersebut. laporan ditulis dengan mengikuti format sebagai berikut. sebaran nilai.

guru dibekali dengan sejumlah Paket Pembelajaran BERMUTU. yaitu aspek kurikulum. melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. 12 Program BERMUTU . Ada dua Paket Pembelajaran BERMUTU. 3. merancang tindakan perbaikan secara cermat dan sistematis. MKKS. dan dalam bentuk elektronik yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui website tentang guru. Semua Bahan Belajar Mandiri (BBM) dari Paket Pembelajaran BERMUTU tersedia dalam bentuk tercetak di KKG. dan aspek praktik pembelajaran. KKKS. MGMP. yang merupakan paket pembelajaran yang dirancang untuk menunjang program pengembangan profesional guru yang berbasis pada kegiatan kesejawatan yang dilaksanakan pada serangkaian pertemuan KKG dan MGMP. LSM. tugas terstruktur dan tugas mandiri dengan beragam sumber belajar. yaitu Paket Pembelajaran Bidang Ilmu untuk guru dan Paket Pembelajaran Manajemen untuk Kepala Sekolah dan Pengawas. KKPS dan MKPS. Paket Pembelajaran Bermutu Pada pelaksanaan Model Belajar BERMUTU. Paket Pembelajaran BERMUTU dirancang untuk memenuhi kegiatan pengembangan profesional guru selama 16 kali pertemuan di KKG dan MGMP yang dapat diselesaikan dalam jangka waktu satu semester atau satu tahun. serta Buku Kerja Guru yang digunakan untuk mengerjakan tugas mandiri dan tugas terstruktur yang harus dikerjakan guru selama belajar dan dikemas menjadi satu dalam Bahan Belajar Mandiri (BBM). menganalisis dampak perbaikan yang dijalankan. melakukan kajian sistematis terhadap proses pembelajaran dari beberapa aspek. aspek bidang ilmu. Paket Pembelajaran BERMUTU diarahkan untuk menggunakan beragam sumber belajar yang tersedia sebagai hasil pengembangan dari berbagai lembaga donor. atau P4TK dalam mencapai peningkatan keterampilan guru dalam: 1. proses dan interaksi belajar selama 16 x pertemuan yang terdiri dari belajar tatap muka. LPTK. 2. Dalam setiap Paket Pembelajaran. serta merangkum hasilnya sebagai acuan untuk proses pembelajaran berikutnya.Profil Kebutuhan Guru o       Definisi Operasional BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN C. dan 4. melaksanakan tindakan perbaikan.

berupa panduan-Bahan Belajar Mandiri (BBM) tematik (untuk SD kelas awal). 2. Bahan Belajar Mandiri Matematika 4. matematika. Bahan Belajar Mandiri (BBM) Bahasa Inggris 10. Peran Paket Pembelajaran Bidang Ilmu adalah sebagai berikut. matematika. Bahan Belajar Mandiri (BBM) ICT dalam Pembelajaran o Proses dan Interaksi Belajar o Sumber Belajar o Lembar Kerja Guru 2. Paket Pembelajaran Bidang Ilmu akan meningkatkan kualifikasi maupun kompetensi guru dalam pembelajaran bidang ilmu secara profesional. Bahan Belajar Mandiri (BBM) Tematik 3. Bahan Belajar Mandiri (BBM) Model Belajar BERMUTU (PTK) o Proses dan Interaksi Belajar o Sumber Belajar o Buku Kerja Guru Kurikulum Penguatan Bidang Ilmu Praktik Mengajar ICT dalam Pembelajaran 11. Bahan Belajar Mandiri (BBM) IPA 9. Profil Kebutuhan Guru 13 . Bahan Belajar Mandiri 6. Paket Pembelajaran Bidang ilmu Seperti tampak pada Tabel 2. 1. IPA. Bahan Belajar Mandiri (BBM) Bahasa Indonesia 1. paket pembelajaran bidang ilmu. Paket Pembelajaran Bidang Ilmu sebagai satu kesatuan program pengembangan profesional yang sistematis dan fleksibel dan kaya akan sumber belajar dan akan menjadi kunci bagi keberhasilan kegiatan KKG/MGMP pada masa mendatang. IPA dan bahasa Indonesia (untuk SD kelas tinggi). 3. Paket Pembelajaran Bidang Ilmu Tabel 2. Bahan Belajar Mandiri 5. Paket Pembelajaran Bidang Ilmu akan meningkatkan kualifikasi maupun kompetensi guru dalam pembelajaran bidang ilmu secara profesional. selain terdiri dari buku kerja guru dan sumber belajar. Bahan Belajar Mandiri (BBM) Matematika 8. Bahan Belajar Mandiri Bahasa Indonesia (BBM) (BBM) IPA (BBM) IPS (BBM) SMP 7.Model Pembelajaran BERMUTU BAB 2 Jenjang SD Kelas awal SD Kelas tinggi Kajian Belajar (Generic) 1. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (untuk SMP). IPS.

Namun demikian. 3.Profil Kebutuhan Guru Paket Pembelajaran Bidang Ilmu akan membekali guru dalam keterampilan untuk: 1. 4. merencanakan tindakan perbaikan pembelajaran secara kolaboratif. dan 5. membiasakan diri berbagi pengalaman secara profesional. menuliskan pengalaman pembelajarannya dalam bentuk refleksi dan studi kasus yang dikompilasi dalam bentuk portofolio setara dengan karya akademik pada tingkat pendidikan tinggi. serta melaksanakannya dengan cermat. 14 Program BERMUTU . melakukan observasi secara terbuka dan sistematis terhadap kinerja pembelajarannya sendiri. sehingga diperoleh pola pertemuan sebagai berikut ini. mengintegrasikan berbagai sumber belajar untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang bidang ilmu dan strategi pembelajaran dari berbagai program pelatihan berdasarkan isu yang ingin dipelajari. Proses Belajar dengan Paket Pembelajaran Bidang Ilmu Setiap Paket Pembelajaran BERMUTU memiliki bobot untuk dipelajari selama 16 minggu dalam waktu 1 semester sampai satu tahun. proses pertemuan di KKG dan MGMP diatur untuk mengakomodasikan peserta mempelajari beberapa Paket Pembelajaran selama 16 minggu. 2. mengevaluasi hasil dan dampak proses pembelajarannya terhadap siswa.

Rencana Kegiatan Pelatihan dengan Paket Pembelajaran BERMUTU 16 x Pertemuan dalam waktu 1 tahun I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI Generik Pendahuluan (Model BERMUTU Identifikasi Masalah Perencanaan Tindakan Pelaksana an Tindakan Analisis dan Interpre tasi Refleksi dan Tindak Lanjut ICT Keterampilan ICT 1& 2 Identifikasi Masalah Perencanaan Tindaka n Bidang Ilmu Penyusunan Proposal Pelaksanaan Tindakan Analisis dan Interpretasi Refleksi dan Perencanaan Siklus 2 Laporan Penyusunan Laporan Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU .Program BERMUTU 15 Tabel 3.

Diskusi hasil penyusunan kalimat rumusan masalah dari masing-masing guru (berkelompok/berpasangan) Latihan bersama menyusun rencana tindakan dan instrumennya dari salah satu masalah terpilih Tugas Peserta Terstruktur o Mengobservasi pembelajaran di sekolah/di kelasnya sendiri o Menggunakan lembar observasi o Menyusun Case Study Mandiri o Mempelajari “konsep dan prinsip Lesson Study dan Case Study” o Mempelajari sumber belajar tentang PTK o o o 2 Identifikasi Masalah o Melanjutkan perumusan kalimat rumusan masalah sesuai dengan masalah yang dipilih masing-masing. strategi) Penjelasan dan latihan menyusun Case Study Menyusun refleksi diri tentang hasil pembelajaran hari itu (Kegiatan no 4 ini diulang untuk setiap tahapan/pertemuan KKG/MGMP) Membahas hasil observasi dari lembar observasi/Case Study untuk mengidentifikasi dan analisis masalah untuk PTK. dan Case Study) Latihan Kajian Pebelajaran (identifikasi aspek kurikulum. Latihan perumusan kalimat masalah dari masingmasing guru. Lesson Study (plan.BAB 2 Model Pembelajaran BERMUTU 16 Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU Tabel 4. materi ajar. pleno dan dipandu Guru Pemandu) Latihan identifikasi dan analisis masalah berdasarkan hasil observasi pembelajaran (lembar observasi/Case Study). Rencana Kegiatan dalam Pembelajaran BERMUTU Pert emu an 1 Topik Pendahuluan (Pengenalan Program BERMUTU dan Pendekatannya) o Kegiatan Pokok Pejelasan umum tentang Program Bermutu dan Pendekatan/Model Belajarnya (PTK untuk guru. dilanjutkan penyusunan kalimat rumusan masalah (dari salah satu peserta terpilih sebagai contoh. o 3 Perencanaan Tindakan o o Melanjutkan penyusunan rencana tindakan dan instrumen dari masingmasing guru. o o o Mempelajari ”indentifikasi dan analisis masalah dalam PTK” dari buku sumber Memikirkan rencana tindakan untuk penyelesaian masalahnya. Mempelajari ”penyusunan rencana tindakan” dari buku sumber . open class dan observasi).

Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 5 Analisis dan Interpretasi o o o Mendiskusikan hasil pelaksanaan tindakan (Case Study) dari kelas masing-masing (kelompok/berpasangan). Latihan mengalisis dan interpretasi data dari hasil open class (pleno) Setiap peserta berlatih melakukan analisis dan interpretasi data (berdasarkan data hasil pelaksanaan tindakan masing-masing) Diskusi tentang hasil analisis dan interpretasi data dari masing-masing guru (kelompok/ berpasangan). dipimpin guru pemandu) Diskusi tentang rencana tindakan dari masingmasing guru (kelompok/berpasangan) Tugas Peserta Terstruktur Mandiri o 4 Pelaksanaan Tindakan o o o o o Melaksanakan pelaksanaan tindakan di sekolah masing-masing (disarankan berpasangan dengan peserta yang lain. 6 Refleksi dan Tindak Lanjut o o Melanjutkan menuliskan hasil refleksi dan penyusunan rencana tindak lanjut dari data masing- Mempelajari tentang ”refleksi dan tindak lanjut” dari buku sumber. Latihan merefleksi hasil pelaksanaan tindakan Mempelajari tentang ”analisis dan interpretasi data” dari buku sumber. Persiapan open class di sekolah tempat kegiatan (penjelasan skenario dan penggunaan instrumen) Melaksanakan tindakan (open class) oleh guru model. agar dapat saling mengobservasi.Program BERMUTU 17 Pert emu an Topik Kegiatan Pokok (untuk persiapan open class). o Menyusun Case Study o Kompilasi data o Melanjutkan analisis data dan interpretasi o Menuliskan hasil analisis dan interpretasi data Mempelajari tentang ”pelaksanaan tindakan dalam PTK” dari buku sumber. atau meminta observer dari teman di sekolahnya). peserta yang lain mengobservasi Diskusi refleksi berdasarkan hasil observasi (pleno. . Latihan menyusun rencana tindakan dan instrumennya berdasarkan masalah dari masingmasing guru.

Diskusi rumusan masalah dari masing-masing guru (kelompok/ berpasangan) Latihan menyusun rencana tindakan dan masing. Tugas Peserta Terstruktur Mandiri o o 7& 8 ICT-1 & 2 Keterampilan ICT dalam Pembelajaran Identifikasi Masalah o o Mengerjakan latihan dan tugas-tugas keterampilan ICT dalam Pembelajaran Mempelajari dan berlatih keterampilan ICT dalam Pembelajaran di warnet atau ICT center secara mandiri o Mempelajari buku sumber yang terkait dengan topik o Memikirkan rencana tindakan 9 o o o o Melanjutkan analisis masalah Membuat rumusan masalah o o 10 Perencanaan Tindakan o o Melanjutkan penulisan rencana tindakan dan menyusun instrumen o Mempelajari buku sumber yang terkait dengan topik . Setiap peserta berlatih melakukan refleksi dan penyusunan rencana tindak lanjut (berdasarkan data/hasil tindakan yang telah dilakukan oleh masing-masing peserta).BAB 2 Model Pembelajaran BERMUTU 18 Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU Pert emu an Topik Kegiatan Pokok berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data dan menyusun rencana tindakan lanjut (pleno. dari data open class). Penjelasan tentang format penyusunan proposal dan laporan PTK Penjelasan tentang peran dan fungsi ICT dalam Pembelajaran Latihan praktis keterampilan ICT dalam Pembelajaran Mengidentifikasi masalah dari contoh Case Study Setiap peserta menyampaikan masalah-masalah dari hasil obsrvasi pembelajaran di sekolahnya (bahan lembar observasi dan Case Study) Latihan menganalisis dan merumuskan masalah (penyebab dan alternatif solusi) dari salah satu peserta (sebagai contoh. sebagai bahan perencanaan open class) Setiap peserta berlatih analisis masalah dan membuat rumusan masalah masing-masing.

satu masalah terpilih) Setiap peserta berlatih menyusun rencana tindakan dan instrumen (berdasarkan rumusan masalah masing-masing) Diskusi tentang rencana tindakan dari masingmasing guru (kelompok/berpasangan) Latihan menyusun proposal (pleno. agar dapat saling mengobservasi. o 11 Penyusunan Proposal o o o o Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 12 Pelaksanaan Tindakan o o o o o o 13 Analisis dan Interpretasi Data o Latihan mengalisis dan interpretasi data hasil observasi dan hasil tes (pleno. peserta yang lain mengobservasi Diskusi refleksi berdasarkan hasil observasi (pleno. atau meminta observer dari teman di sekolahnya. dipimpin guru pemandu) Tugas Peserta Terstruktur Mandiri o Menyiapkan pelaksanaan open class (khusus calon guru model) Melanjutkan penulisan Proposal PTK Mempelajari buku sumber yang terkait dengan topik. dari satu masalah terpilih) Setiap peserta berlatih menyusun proposal (berdasarkan rumusan masalah masing-masing) Diskusi tentang draf proposal dari masing-masing guru (kelompok/berpasangan) Persiapan open class di sekolah tempat kegiatan (penjelasan skenario dan penggunaan instrumen) Melaksanakan tindakan (open class) oleh guru model. dari salah satu peserta) Setiap peserta berlatih melakukan analisis dan Melaksanakan pelaksanaan tindakan di sekolah masing-masing (disarankan berpasangan dengan peserta yang lain.Program BERMUTU 19 Pert emu an Topik Kegiatan Pokok instrumennya (pleno. Menyusun Case Study Kompilasi data Mempelajari buku sumber yang terkait dengan topik o Melanjutkan analisis data dan interpretasi o Menuliskan hasil analisis Mempelajari buku sumber yang terkait dengan topik o .

Melaksanakan tindakan siklus 2 di sekolah masing-masing (disarankan berpasangan atau meminta observer dari teman di sekolahnya. o o 16 Penyusunan Laporan o o Menyelesaikan penulisan laporan akhir (termasuk penjilidan) . dari salah satu hasil terpilih) Setiap peserta berlatih melakukan refleksi dan penyusunan rencana tindakan untuk siklus 2 (berdasarkan data/hasil tindakan masing-masing peserta) Diskusi tentang hasil rencana tindakan untuk siklus 2 dari masing-masing peserta Diskusi tentang hasil pelaksanaan tindakan siklus 2 yang sudah dianalisis. diinterpretasi dan direfleksikan dari masing-masing guru (kelompok/berpasangan) Latihan menyusun laporan (pleno. dari satu hasil PTK terpilih) Setiap peserta berlatih menyusun laporan PTK (berdasarkan hasil PTK dalam dua siklus dari masing-masing peserta Diskusi kelas (pleno) untuk membahas contoh hasil penulisan laporan draf-1 dari salah satu guru (kelompok/berpasangan) o Melanjutkan penulisan Laporan PTK (sampai menjadi laporan draf-1) Mempelajari buku sumber tentang penulisan Laporan Penelitian Tindakan Kelas. diberi waktu 2-3 minggu) o Mempelajari buku sumber yang terkait dengan topik o Mempelajari contohcontoh laporan PTK Mandiri 14 Refleksi dan Perencanaan Siklus 2 o o o o 15 Penyusunan Laporan o Diskusi tentang hasil analisis dan interpretasi data dari masing-masing guru (kelompok/berpasangan) Latihan merefleksi hasil pelaksanaan tindakan berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data dan menyusun rencana tindakan siklus 2 (pleno.BAB 2 Model Pembelajaran BERMUTU 20 Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU Pert emu an Topik Kegiatan Pokok interpretasi data (berdasarkan data masingmasing) Tugas Peserta Terstruktur dan interpretasi data o Melanjutkan menuliskan hasil refleksi dan penyusunan rencana tindakan pada siklus 2.

Program BERMUTU 21 Pert emu an Topik o Kegiatan Pokok Diskusi kelompok/berpasangan untuk membahas hasil penulisan laporan draf-1 dari masing-masing guru Melanjutkan penyelesaian penulisan laporan PTK oleh masing-masing guru Penyerahan laporan akhir ke Guru Pemandu ( 1 bulan setelah pertemuan 16) Penyerahan kumpulan laporan dari Guru Pemandu ke koordinator tingkat Kabupaten. untuk pengurusan sertifikat dan pengakuan nilai sks o Tugas Peserta Terstruktur Penyerahan laporan ke Guru Pemandu Mandiri o Setelah Kegiatan 16 kali pertemuan o o Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU .

Bahan Belajar Mandiri (BBM) untuk Diseminasi ‘Best Practice” dalam Forum. Setiap Paket Pembelajaran BERMUTU bidang manajemen memiliki bobot untuk dipelajari oleh Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah selama 16 minggu dalam waktu 1 semester sampai satu tahun. KKPS dan MKPS diatur untuk mengakomodasikan peserta mempelajari beberapa Paket Pembelajaran selama 16 × pertemuan. dan Bahan Belajar Mandiri (BBM) Keterampilan ICT dalam pembelajaran.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 2. 4. Namun demikian. sehingga diperoleh pola pertemuan sebagai berikut. Proses Belajar dengan Paket Pembelajaran Manajemen Walaupun Paket Pembelajaran Manajemen hanya terdiri dari 4 (empat) paket. Bahan Belajar Mandiri (BBM) untuk Pengelolaan Kualitas Pendidikan bagi Kepala Sekolah dan Pengawas. MKKS. MKKS. Paket Pembelajaran Manajemen menjadi acuan program pelatihan pengembangan profesional yang sistematis dan fleksibel berbasis aneka sumber belajar bagi kepala sekolah dan pengawas di KKKS. pada pelaksanaan pelatihan di KKKS. Bahan Belajar Mandiri (BBM) untuk Pengelolaan Keuangan bagi Kepala Sekolah dan Pengawas. KKPS dan MKPS. 22 Program BERMUTU . Paket Pembelajaran Manajemen Paket Pembelajaran Manajemen terdiri dari: 1. Peran Paket Pembelajaran Manajemen Paket Pembelajaran Manajemen akan meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan pengawas dalam melaksanakan tugas Kepala Sekolah dan Pengawas secara profesional. proses pertemuan di KKKS. Bahan Belajar Mandiri (BBM) untuk Penilaian Kebutuhan Guru dalam Gugus/Rayon KKG dan MGMP serta Peran Kepala Sekolah dan Pengawas sebagai Pembina 2. 3. Dua paket tambahan tersebut adalah Bahan Belajar Mandiri (BBM) Model BERMUTU (PTK). ada dua paket tambahan yang diharapkan dipelajari Kepala Sekolah dan Pengawas untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam pembinaan KKG dan MGMP. MKKS. proses pelatihan di KKKS. Dengan demikian. MKKS. KKPS dan MKPS dilakukan sesuai dengan ruang lingkup utama dan tambahan untuk Paket Pembelajaran Manajemen. KKPS dan MKPS.

Penyusunan Rencana Strategis KKG/MGMP 3. Pertanggungjawaban penggunaan dana 3. Penyusunan proposal hibah KKG/MGMP 2. 5. Penyusunan laporan dan tindak lanjut PANDUAN III: PENGELOLAAN DANA KKG/MGMP 1. Pengelolaan dan pelaporan dana yang akuntabel dan transparan PANDUAN IV: BEST PRACTICE 1. Pelaksanaan Pengelolaan KG/MGMP 4. PANDUAN II: PENGELOLAAN KUALITAS KKG/MGMP 1. Diseminasi Best Practice Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 23 . Analisis Kemajuan KKG/MGMP 7. Analisis Lingkungan KKG/MGMP 2. Kompetensi.Model Pembelajaran BERMUTU BAB 2 BAHAN BELAJAR MANDIRI (BBM) MANAJEMEN PROGRAM BERMUTU PANDUAN I: PROFIL KEBUTUHAN GURU Pengenalan Karakteristik Pembelajaran yang Baik Penilaian Kinerja Guru Pendampingan Guru Kualifikasi. dan Permasalahan Guru Tingkat Akativitas Guru dalam KKG/MGMP 1. Penulisan Best Practice 3. 2. 4. 3. Mereviu Hasil Kegiatan KKG/MGMP 6. Pemberdayaan KKG/MGMP 5. Hakikat Best Practice 2.

Kompetensi Profesional Tabel 5. 3. 5. Kompetensi Pedagogik 2. 4. KKPS dan MKPS 16 x pertemuan dalam waktu 1 tahun I II III IV V ICT VI VII VIII Kualitas IX X XI XII XIII XIV XV XVI Pengantar & Profil Guru • Pengantar Program BERMUTU Kebutuhan Guru dan Peran Kepala Sekolah sebagai Pembina Keuangan Diseminasi • Penilaian Keterampilan ICT Pengelolaan Kualitas Pendidikan dalam gugus Himpunan & Pengelolaan Keuangan dalam gugus Diseminasi ‘Best Practice” dalam gugus 24 Program BERMUTU . Rencana Kegiatan Pelatihan di KKKS. 5.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU STANDAR KOMPETENSI PENGAWAS 1. MKKS. 2. Kompetensi Sosial 4. 6. Kompetensi Kepribadian Kompetensi Manajerial Kompetensi Kewirausahaan Kompetensi Supervisi Kompetensi Sosial STANDAR KOMPETENSI GURU 1. 4. Kompetensi Kepribadian 3. Kompetensi Kepribadian Kompetensi Supervisi Manajerial Kompetensi Supervisi Akademik Kompetensi Evaluasi Pendidikan Kompetensi Penelitian Pengembangan Kompetensi Sosial STANDAR KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 1. 2. 3.

3. dan Penjaminan Kualitas Pendidikan Identifikasi dimensi dan indikator kualitas pendidikan Evaluasi dan Refleksi Kegiatan KKG/MGMP   Tugas Mandiri BAB 2   Kepala Sekolah dan Pengawas membaca dan mempelajari bahan-bahan: bahan ajar cetak. 12. 13. 6. Latihan Peningkatan Aktivitas Guru dalam KKG/MGMP Penjelasan tentang peran dan fungsi ICT dalam Pembelajaran Latihan praktis pengenalan ICT dan peralatan pendukung program ICT Penjelasan tentang Konsep Kualitas Pendidikan. dan web-based tentang Kebutuhan Guru. 1. AV. 2. AV. 7. Uraian Kegiatan pada Pertemuan di KKKS. Kualifikasi. Latihan Penilaian Guru Berbasis Kinerja Latihan dan Praktik Pendampingan guru Latihan Analisis Kebutuhan Guru. Himpunan Pengelolaan Keuangan dalam gugus &   Praktik menulis proposal hibah Praktik perencanaan keuangan untuk unit pendidikan    Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 25 . pengalaman. MKKS. Pengelolaan Kualitas Pendidikan dalam gugus     Kepala Sekolah dan Pengawas membaca dan mempelajari bahan-bahan: bahan ajar cetak.Model Pembelajaran BERMUTU Tabel 6. Keterampilan ICT   Kepala Sekolah dan Pengawas mengerjakan latihan dan tugastugas pengenalan ICT dan peralatan pendukungnya. AV.       5. 9. dan web-based tentang Pengelolaan Kualitas Pendidikan Kepala Sekolah dan Pengawas mengerjakan latihan dan tugastugas identifikasi dimensi dan indikator kualitas pendidikan Kepala Sekolah dan Pengawas melakukan reviu dan refleksi terhadap kegiatan KKG/MGMP berdasarkan pengetahuan. KKPS dan MKPS No. dan web-based tentang Pengelolaan Keuangan Kepala Sekolah dan Pengawas mengerjakan latihan penulisan proposal hibah untuk unit pendidikan Kepala Sekolah dan Pengawas mengerjakan latihan dan tugastugas perencanaan keuangan untuk unit pendidikan   11. Kepala Sekolah dan Pengawas mengerjakan latihan dan tugastugas Analisis Kebutuhan guru dan pendataan profil guru Kepala Sekolah dan Pengawas membaca dan mempelajari bahan-bahan: bahan ajar cetak. Profil Guru. dan Kepala Sekolah sebagai Pembina. Kepala Sekolah dan Pengawas membaca dan mempelajari bahan-bahan: bahan ajar cetak. Kompetensi dan Permasalahan Guru. Kendali Mutu. 4. 10. Pertemuan  Pengantar Program BERMUTU  Penilaian Kebutuhan Guru dan Peran Kepala Sekolah sebagai Pembina 1) 2) Keterangan Diskusi awal tentang Model BERMUTU Diskusi tentang Pembinaan dan pengembangan KKG/MGMP Penjelasan tentang Penilaian Kebutuhan Guru dan Peran Kepala Sekolah sebagai Pembina Pengenalan Karakteristik Pembelajaran yang baik. dan dokumentasi yang tersedia. AV. 8. dan web-based.

Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 14. Diseminasi ‘Best Practice” dalam gugus    Penjelasan tentang Best Practice dalam pendidikan Strategi umum diseminasi Best Practice Latihan perencanaan diseminasi Best Practice dalam gugus Seminar  Kepala Sekolah dan Pengawas membaca dan mempelajari bahan-bahan: bahan ajar cetak. dan web-based tentang Best Practice dan Diseminasi Kepala Sekolah dan Pengawas mengerjakan latihan dan tugastugas perencanaan diseminasi Best Practice   26 Program BERMUTU . 15. AV. 16.

A. Kepala Sekolah dan Pengawas melalui Kelompok Kerja atau Forum bertujuan untuk meningkatkan mutu guru. 3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. 5. 4. Pembinaan ini bertujuan : 1. Kepala Sekolah dan Pengawas melalui Kelompok Kerja atau Forum diharapkan dapat mewujudkan: 1. Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik. Salah satu kegiatan utama yang dapat dilakukan oleh kelompok kerja dan forum adalah pelaksanaan Model Belajar BERMUTU dengan memanfaatkan serangkaian Paket Pembelajaran BERMUTU yang telah dikembangkan secara sistematis dan handal. Pemberdayaan anggota kelompok kerja dalam melaksanakan tugastugas pembelajaran di sekolah. Meningkatkan pengetahuan. Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 27 . kepala sekolah. Kepala Sekolah dan Pengawas BAB 3 BAB III Pembinaan Guru. Memberi kesempatan kepada anggota kelompok kerja untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik. Hasil yang Diharapkan Program Pembinaan Guru. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta kelompok kerja dalam mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta kelompok kerja. dan pengawas sekolah untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). 2. 4. serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta kelompok kerja. Kepala Sekolah dan Pengawas melalui Kelompok Kerja atau Forum Pembinaan Guru. Perubahan perilaku anggota kelompok kerja dalam meningkatkan pengetahuan. 3. kompetensi dan kinerja anggota kelompok dalam mengembangkan profesionalisme guru. kompetensi dan kinerja. 2. yang Ditjen PMPTK melalui Program BERMUTU mengalokasikan Dana Bantuan Langsung (DBL) untuk beragam kegiatan kelompok kerja dan forum. Memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah.Pembinaan Guru. dan Pengawas Sekolah melalui pemberdayaan kapasitas forum dan kelompok kerja guru. kepala sekolah dan pengawas dalam memecahkan permasalahan pembelajaran. Kepala Sekolah. Kerjasama yang sinergis di antara para guru.

B. Laporan hasil menghadiri Forum KKG atau Forum MGMP sebanyak dua set. rencana pelajaran. siswa belajar dengan aktif. f. dan h. pajangan hasil karya siswa. h. Pemanfaatan hasil kegiatan KKG dan MGMP oleh anggota kelompok kerjanya masing-masing dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolahnya yang ditandai dengan adanya: a. Indikator Keberhasilan Program 1. c. e. c.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 5. tempat duduk siswa yang ditata secara fleksibel. 28 berpartisipasi dalam kegiatan Program BERMUTU . d. hasil karya siswa dan materi lokal digunakan sebagai sumber belajar. guru menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran. a. g. d. Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK/classroom study) masingmasing kelompok yang disusun secara individual sesuai dengan Bahan Belajar Mandiri (BBM) dalam Paket Pembelajaran BERMUTU. b. Rencana kerja kelompok kerja dan laporan implementasi kegiatan dalam bentuk satu set lengkap yang terdiri dari silabus. Peningkatan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik. b. Hasil kajian kritis yang dikembangkan merujuk Bahan Belajar Mandiri (BBM) dalam Paket Pembelajaran BERMUTU. Pemetaan hasil evaluasi kinerja setiap guru di kelompok kerja masing-masing. f. terdapat sudut baca di dalam kelas dan sudut baca digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa. Adanya hasil kegiatan KKG dan MGMP masing-masing berupa hal-hal berikut ini. e. Pemetaan hasil on-service training (kekuatan dan kelemahan kompetensi guru) di kelompok kerja. g. 2. dan bank soal dari mata pelajaran terkait oleh masing-masing guru anggota kelompok kerja. Laporan hasil kunjungan sebanyak dua set. guru memberikan tugas dan umpan balik. orang tua dan masyarakat pembelajaran di sekolah. Rekapitulasi portofolio masing-masing anggota KKG dan MGMP berupa jurnal pembelajaran dan portofolio masing-masing guru.

diseleksi dari hasil terbaik yang dikirim kelompok kerja. Tiga set inisiatif terbaik yang dihasilkan oleh kelompok kerja. berupa: a. d. Dua set laporan hasil rapat koordinasi kelompok kerja. f. d. rencana pembelajaran 1 tahun masing-masing kelompok kerja peserta forum. Kepala Sekolah dan Pengawas BAB 3 3. Duabelas set pemetaan hasil on-service training. c.Pembinaan Guru. Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 29 . i. e. kompetensi. berupa: a. dan organisasi profesi kepala sekolah. 5. pengembangan profesi. Hasil kegiatan pelatihan di KKKS dan MKKS masing-masing adalah: a. masing-masing sekolah peserta KKKS atau MKKS. peran. 4. Satu set rencana kerja kelompok kerja dan laporan implementasinya di setiap kelompok kerja tempat forum berlangsung. Strategi implementasi pemecahan masalah. Hasil kegiatan Forum KKG dan forum MGMP masing-masing dimanfaatkan oleh pesertanya dalam rangka peningkatan mutu kegiatan kelompok kerja. e. Hasil kegiatan Forum KKKS dan Forum MKKS masing-masing dimanfaatkan oleh pesertanya dalam rangka peningkatan mutu kegiatan KKKS atau MKKS. yang berisi laporan pelaksanaan on-service training dan rekomendasi. hasil penilaian. b. Strategi implementasi pemecahan masalah dan rencana sekolah 1 tahun. Satu set bahan yang didiseminasikan ke masing-masing KKG dan MGMP. Satu set rencana kerja KKKS atau MKKS yang terkait dengan peningkatan efektivitas kepemimpinan. h. Laporan implementasi kegiatan KKKS atau MKKS. g. Satu set laporan tentang pelaksanaan program Induksi Guru (kegiatan. Tiga set hasil reviu terhadap 3 karya terbaik masing-masing dari KKG dan MGMP yang diajukan berturut-turut kepada Forum KKG dan forum MGMP. Satu set usulan materi pokok yang perlu dibahas masing-masing dalam KKG dan MGMP. b. untuk setiap penerbitan seluruh sekolah peserta kelompok kerja mendapatkan 2 eksemplar. c. rekomendasi). yang dibuat fasilitator/guru pemandu. Empat set laporan on-service training. Bulletin yang diterbitkan 2 kali dalam setahun. Dua set laporan hasil kunjungan dan 2 set laporan hasil menghadiri Forum KKG atau MGMP.

C. peran. c. dan mampu meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Pemetaan hasil on-service training terhadap KKG dan MGMP yang dibina. kompetensi. Bagi Kelompok Kerja Tersedianya kesempatan untuk memberdayakan guru. dan organisasi profesi pengawas sekolah. 2. Dua set laporan hasil rapat koordinasi kelompok kerja. Bagi Siswa Tersedianya kesempatan untuk mengikuti pembelajaran yang aktif. Kepala Sekolah. Pemetaan hasil evaluasi kinerja setiap guru yang menjadi binaannya. 4. Manfaat Program 1. profesional. kreatif. b. Satu set laporan implementasi kegiatan kelompok kerja. kualifikasi. Satu set bahan yang didiseminasikan pada masing-masing forum KKKS dan forum MKKS. bermakna. d. 3 set hasil reviu terhadap 3 karya terbaik dari KKG dan MGMP berturut-turut hasil pilihan dari KKPS dan MKPS. kepala sekolah dan pengawas sekolah melalui berbagai kegiatan sehingga dapat mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang kompeten. pengembangan profesi. d.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU b. dan menyenangkan. 30 Program BERMUTU . Satu set rencana kerja kelompok kerja yang terkait dengan peningkatan efektivitas kepemimpinan. Hasil kegiatan KKPS dan MKPS masing-masing adalah: a. jenjang karir sebagai pendidik dan tenaga kependidikan melalui berbagai kegiatan kelompok kerja sehingga mampu melaksanakan pembelajaran dan tugas kependidikan secara profesional. e. Bagi Guru. 1 set bahan yang didesiminasikan ke KKG dan MGMP. dan Pengawas Tersedianya kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. Bagi Sekolah Terwujudnya guru dan kepala sekolah yang profesional dan mampu meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. 3. Satu set usulan materi pokok yang perlu dibahas masing-masing dalam forum KKKS atau MKKS. c. Tiga set inisiatif terbaik masing-masing KKG dan MGMP yang diseleksi dari hasil pilihan KKKS dan MKKS. 6.

Secara umum. dan pengawas sekolah. Dampak Program 1. Meningkatnya dukungan masyarakat terhadap sekolah. keterampilan dan budaya kerja yang berkualitas dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. BAB 3 D. 5. Secara nasional. Termotivasinya sekolah untuk membangun komunitas profesional dalam mengembangkan budaya belajar yang keberlanjutan serta berdampak positif terhadap peningkatan kinerja sekolah. c. meningkatnya mutu pendidikan nasional. 6. 4. Meningkatnya mutu siswa (prestasi belajar siswa). Meningkatnya mutu layanan pendidikan nasional sesuai harapan masyarakat dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah.Pembinaan Guru. Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota Terbentuknya organisasi profesi yang kompeten. 6. terbentuk wadah untuk membina pendidik dan tenaga kependidikan agar kompeten. Kepala Sekolah dan Pengawas 5. Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 31 . Bagi Pemerintah a. Terwujudnya kerjasama antarsekolah dalam pengembangan kreativitas dan inovasi layanan pendidikan serta meningkatnya kesadaran untuk saling bertukar informasi pengetahuan. 3. profesional dan mampu meningkatkan mutu pembelajaran di kabupaten/kota. b. Terwujudnya peningkatan mutu layanan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa dalam pengembangan diri dan pencapaian standar nasional pendidikan. profesional dan mampu meningkatkan mutu pembelajaran sesuai dengan standar nasional pendidikan. Meningkatnya profesionalisme dan kinerja guru. kepala sekolah. 2.

.

Sistem Penyekenggaraan BAB 4 BAB IV Sistem Penyelenggaraan Sistem penyelenggaraan pembinaan guru. dan pemantauan Tingkat Pusat Ditjen PMPTK P4TK Pelatihan National Core Team. dalam penyelenggaraan Model Belajar BERMUTU sebagai kegiatan utama pembinaan guru. kepala sekolah dan pengawas melalui kelompok kerja atau forum mengacu pada sistem penyelenggaraan kegiatan KKG dan MGMP yang selama ini sudah berjalan. kolaborasi dengan LPTK untuk pengakuan kredit Tingkat kab/kota Dinas Pendidikan Kab/ Kota Bimbingan pelaksanaan program di kelompok kerja dan pemantauan pelaksanaan program Kecamatan Cabang Dinas/ Kasi Pendidikan Kantor Kecamatan Pembinaan kelompok kerja dan pemantauan kegiatan Kelompok Kerja/Musyawarah Kerja/Forum Pelaksanaan program Model Belajar BERMUTU sesuai dengan proposal kerja yang disepakati dan Paket Pembelajaran BERMUTU Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 33 . Pemantauan LPMP. Provincial Core Team. monev pelaksanaan kegiatan di kelompok kerja. pengembangan Paket Pembelajaran BERMUTU. kolaborasi dengan LPTK untuk pengakuan kredit Tingkat provinsi LPMP Sosialisasi. Gambar 3. kepala sekolah dan pengawas melalui kelompok kerja atau forum berbagai instansi terlibat sebagaimana tampak dalam gambar/skema berikut. pelatihan District Core Team. Skema Kerja BERMUTU Penyusunan pedoman. Secara khusus.

widyaiswara (P4TK dan LPMP). F-MGMP dan F-MKKS. kepala sekolah. e. menginisiasi dan memelihara kolaborasi dengan LPTK terkait untuk pengakuan kredit Model Belajar BERMUTU dan bantuan teknis LPTK dalam pelaksanaan kegiatan Model Belajar BERMUTU di kelompok kerja/forum. c. musyawarah kerja. KKPS. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan kelompok kerja. KKKS. Mempersiapkan berbagai pihak dalam upaya pelaksanaan Model Belajar BERMUTU dalam kelompok kerja/forum. A. Mendistribusikan Dana Bantuan Langsung (DBL) berdasarkan hasil seleksi proposal atau penunjukan. pelaksanaan Model Belajar 2. 3. Tugas dan Tanggung Jawab Berbagai Pihak dalam Program BERMUTU 1. memantau dan mengevaluasi BERMUTU pada setiap jenjang. Tugas dan Tanggung Jawab Tingkat Pusat a. dosen/ahli bidang ilmu. Mengembangkan Paket Pembelajaran BERMUTU dengan melibatkan Tim Pengembang Nasional yang terdiri dari unsur guru.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU Catatan: Rancangan keterlibatan berbagai pihak untuk Program BERMUTU secara menyeluruh dapat dilihat pada lampiran 1 & 2. F-KKG. b. pengawas. MKKS. IPS. d. 34 Program BERMUTU . F-KKKS. Bersama LPMP. Menyeleksi proposal kegiatan pelatihan dari KKG. MKPS. Membuat laporan umum pelaksanaan kegiatan Model Belajar BERMUTU kepada pihak-pihak terkait. Mengkoordinasikan dan mensosialisasikan kebijakan-kebijakan terkait pelaksanaan Model Belajar BERMUTU pada setiap jenjang d. dan melakukan pelatihan Tim Inti Tingkat Kabupaten/Kota. MGMP. dan forum. Memantau LPMP dalam tugasnya memonitoring dan evaluasi kegiatan Model Belajar BERMUTU di kelompok kerja/forum. g. b. IPA dan Bahasa) a. Mengembangkan pedoman pengelolaan dan penyelenggaraan Program Model Belajar BERMUTU. f. Melakukan pelatihan untuk Tim Inti Tingkat Provinsi. Tugas dan Tanggung Jawab P4TK (Matematika. Tugas dan Tanggung Jawab LPMP a. Melakukan pelatihan untuk Tim Inti Tingkat Nasional. b. c.

dan forum. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Model Belajar BERMUTU di kelompok kerja/forum. dan forum yang ada di wilayahnya. mendesain dan mengimplementasikannya sesuai dengan situasi pembelajaran setempat. menginisiasi dan memelihara kolaborasi dengan LPTK terkait untuk pengakuan kredit Model Belajar BERMUTU dan bantuan teknis LPTK dalam pelaksanaan kegiatan Model Belajar BERMUTU di kelompok kerja/forum. dalam penggunaan dana kegiatan sebagai bagian dari evaluasi pertanggungjawaban manajemen dan substansi. BAB 4 b. musyawarah kerja. Tugas dan Tanggung Jawab Konsultan Manajemen DBL Untuk melindungi kepentingan guru yang mengajar di tempat terpencil maka Konsultan Manajemen DBL bertugas membantu memastikan bahwa desain modul/materi pelatihan cukup fleksibel agar dapat diadaptasikan dengan konteks budaya dan pendidikan setempat. memfasilitasi Penelitian Tindakan Kelas yang memungkinkan para guru memilih suatu permasalahan pembelajaran di kelasnya. mesyawarah kerja dan forum. 5. dan pemangku kepentingan lain yang memahami isu-isu pendidikan dan layanan pendidikan setempat dilibatkan dalam pengembangan materi/modul tersebut. Tugas dan Tanggung Jawab Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota a. seperti: a. 4. h. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Model Belajar BERMUTU di kelompok kerja/forum. f. musyawarah kerja. Melakukan pelatihan untuk Tim Inti Tingkat Kabupaten/Kota. c. Bersama P4TK.Sistem Penyekenggaraan c. selanjutnya menyusun rekapitulasi laporan secara umum pelaksanaan kegiatan Model Belajar BERMUTU kepada pihak-pihak terkait. g. e. Menerima laporan kegiatan dari kelompok kerja. Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 35 . Menghimpun dan menyediakan data profil kelompok kerja. Membantu kelompok kerja dan forum dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan Model Belajar BERMUTU sesuai dengan alokasi Dana Bantuan Langsung (DBL) yang diterima. memfasilitasi agar para guru setempat. Mempersiapkan berbagai pihak dalam upaya pelaksanaan Model Belajar BERMUTU dalam kelompok kerja/forum d. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan kelompok kerja. b. koordinator kelompok kerja guru.

yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan guru. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Musyawarah Kerja. Kegiatan Pelatihan Model Belajar BERMUTU di Kelompok Kerja. efektif dan menyenangkan (PAIKEM) di dalam kelas. LCD. Secara khusus. microphone. Musyawarah Kerja. f. Menyelenggarakan pertemuan/tahun pelatihan guru selama 16 untuk KKG Reguler atau 4 kali kali b. Pengurus KKG diharapkan memperhatikan hal-hal berikut. KKG dilakukan di sekolah inti yang memiliki perlengkapan sebagai berikut: tape recorder. g. administrasi dan keuangan pelaksanaan program. komputer. c. headphones. dan Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan. 36 Program BERMUTU . Melaksanakan kegiatan Model Belajar BERMUTU sesuai dengan usulan dalam proposal. OHP. DVD player. e.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 6. d. dan Forum Terkait a. Membuat laporan administratif dan akademik pelaksanaan kegiatan Model Belajar BERMUTU. jika masih belum lengkap. Melakukan berbagai pelatihan bagi guru Sekolah Dasar sesuai rambu-rambu yang ditetapkan dalam Bahan Belajar Mandiri (BBM) untuk membahas Paket Pembelajaran BERMUTU yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang aktif. Mengikuti sosialisasi program BERMUTU dan kegiatan Model Belajar BERMUTU yang dilaksanakan oleh P4TK bersama dengan LPMP. inovatif. LPMP. Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Kelompok Kerja. Kegiatan Pelatihan dalam KKG Pengurus KKG menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan mutu guru melalui kegiatan guru di KKG. Membantu tim pemantau dan evaluasi dari tingkat pusat. Membuat pertanggungjawaban kegiatan Model Belajar BERMUTU. televisi. dan Forum 1. kreatif. B. Membuat rencana rinci keberlanjutan program untuk tahun berikutnya. a. kaset/CD/DVD. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota bertanggungjawab untuk melengkapi peralatan KKG. b. Menjamin bahwa kegiatan Model Belajar BERMUTU yang dibiayai DBL dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. alat IPA & kits.

khususnya untuk 4 mata pelajaran tersebut. Tiap pertemuan KKG reguler dilaksanakan selama 4 jam (240 menit). untuk pihakpihak terkait. Apabila di tingkat Kecamatan belum terbentuk kepengurusan MGMP. Empat paket itu adalah Matematika. mengembangkan.Sistem Penyekenggaraan pertemuan/tahun untuk KKG Terpencil. V dan VI (kelas tinggi) masing-masing sebanyak 8 guru. Bahasa Indonesia dan IPS yang dapat dipilih oleh peserta atau kelompok peserta. d. Khusus untuk daerah terpencil. IPA. laporan PTK. dan IPA pada Sekolah Menengah Pertama di tingkat kecamatan masingmasing menyelenggarakan pelatihan dengan Paket Pembelajaran BERMUTU. Kelompok B terdiri dari guru-guru kelas IV. yaitu: 1) Kelompok A terdiri dari guru-guru kelas I. Peserta pelatihan dalam KKG dibedakan dalam 2 kelompok. Bersama dengan guru pemandu menyeleksi 2 guru perwakilan (Kelas Awal dan Kelas Tinggi masing-masing seorang guru) untuk menghadiri Forum KKG di kabupaten/kota yang diselenggarakan 2 kali/tahun. Untuk kelompok B ini terdapat 4 paket pembelajaran. sedangkan untuk KKG terpencil. Pelatihan dilaksanakan dengan membahas. Suatu KKG dikatakan terpencil. Membuat laporan penyelenggaraan pelatihan Model Belajar BERMUTU. Matematika. II dan III (kelas awal) masing-masing sebanyak 8 guru. e. dan kelengkapannya) untuk dinilai sehingga dapat dikeluarkan sertifikat. tiap pertemuan dilaksanakan selama 2 hari. f. serta melaksanakan Paket Pembelajaran BERMUTU termasuk di dalamnya melakukan kegiatan Penelitian Tindakan Kelas dengan Lesson Study yang dilakukan secara berkelompok menurut kedekatan letak sekolah mereka. Mendokumentasikan hasil kerja setiap guru (proposal. sesuai dengan yang dipersyaratkan. sehingga kelompok B beranggota 24 orang guru. sehingga kelompok A terdiri dari 24 orang guru. jika sebagian besar anggotanya harus menempuh selama 2 jam atau lebih dengan kendaraan darat/air menuju ke kota kecamatan tempat kegiatan KKG. Kegiatan Pelatihan dalam MGMP Pengurus MGMP Bahasa Inggris. masing-masing memerlukan waktu 16 kali/tahun. 2. serta diajukan pengakuan kreditnya ke LPTK. Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 37 . BAB 4 2) c. Bahasa Indonesia. maka Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan dan kelompok guru SMP membentuk pengurus-pengurus MGMP. Bersama dengan guru pemandu melakukan evaluasi untuk mengetahui dampak pelatihan terhadap kinerja guru dilakukan pada setiap akhir tahun. Untuk melaksanakan kegiatan PTK dengan Lesson Study kelas A dibagi dalam 3 kelompok sesuai dengan kelas yang diampunya.

microphone. Tiap pertemuan MGMP reguler dilaksanakan selama 4 jam (240 menit). efektif dan menyenangkan (PAIKEM) di dalam kelas. Di samping itu. Kelompok PTK berjumlah 3 kelompok. Tiap MGMP Kecamatan untuk mata pelajaran Matematika. kaset/CD/DVD. mengembangkan. headphones. Menyelenggarakan pelatihan selama 16 kali pertemuan/tahun untuk MGMP Reguler atau 4 kali pertemuan/tahun untuk MGMP Terpencil. jika sebagian besar anggotanya harus menempuh selama 2 jam atau lebih dengan kendaraan darat atau air menuju ke kota kecamatan tempat kegiatan MGMP. Suatu MGMP dikatakan terpencil.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU apabila suatu kecamatan banyaknya guru pada masing-masing 4 mata pelajaran tersebut kurang dari 20 orang. Pelatihan dilaksanakan dengan membahas. mengembangkan. televisi. untuk setiap kelompok terdiri dari 6-7 orang. mengkaji materi mata pelajaran dan kurikulum mata pelajaran. kreatif. Pengurus memperhatikan hal-hal berikut ini. serta melaksanakan materi yang diperoleh dalam pelatihan kepada guru lain di sekolah (MGMP sekolah). Bersama dengan guru pemandu menseleksi 2 guru perwakilan MGMP untuk menghadiri Forum MGMP di kabupaten/kota. maka MGMP dibentuk dengan menggabungkan Cabang Dinas terdekat agar memenuhi jumlahnya. peserta pelatihan harus melaksanakan kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sesuai dengan petunjuk dalam Bahan Belajar Mandiri (BBM) yang tersedia. Memfasilitasi setiap guru untuk membahas. d. MGMP Kecamatan diharapkan Melakukan berbagai pelatihan bagi guru Sekolah Menengah Pertama sesuai rambu-rambu yang ditetapkan dalam Bahan Belajar Mandiri (BBM) untuk membahas Paket Pembelajaran BERMUTU yang bertujuan untuk meningkatkan profesional guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang aktif. 2 kali/tahun. komputer. serta melaksanakan Paket Pembelajaran BERMUTU. a. e. tiap pertemuan dilaksanakan selama 3 hari. Melakukan On-Service (evaluasi formatif) ke-10 sekolah berbeda dengan mengirim 1 fasilitator/sekolah mengobservasi satu Program BERMUTU b. LCD. 38 . Pengelompokan peserta PTK didasarkan pada kedekatan letak sekolah mereka. OHP. Kegiatan pelatihan diselenggarakan di sekolah inti yang memiliki perlengkapan sebagai berikut: tape recorder. Secara khusus. penggaris. inovatif. Bahasa Indonesia dan IPA masing-masing menyelenggarakan pelatihan dengan Paket Pembelajaran BERMUTU sebanyak 20 orang anggotanya per tahun. alat IPA & kits sehingga dapat mendukung kegiatan guru. Pelatihan dilaksanakan pada hari MGMP masing-masing. f. Bahasa Inggris. sedangkan untuk MGMP terpencil. DVD player. c. Study visit ke sekolah lain dengan peserta berjumlah 20 orang guru dalam kabupaten. di mana pada hari tersebut peserta tidak mengajar.

Sistem Penyekenggaraan mapel: observasi kegiatan, pemetaan kekuatan dan kelemahan, rekomendasi. g. Bersama dengan guru pemandu melakukan evaluasi untuk mengetahui dampak pelatihan terhadap kinerja guru yang dilakukan pada setiap akhir tahun. Mendokumentasikan hasil kerja setiap guru (proposal, laporan PTK, dan kelengkapannya) untuk dinilai sehingga dapat dikeluarkan sertifikat, serta diajukan pengakuan kreditnya ke LPTK. Membuat laporan penyelenggaraan pelatihan Model Belajar BERMUTU, sesuai dengan yang dipersyaratkan dan dikirim ke pihak-pihak terkait.

BAB 4

h.

i.

3. Kegiatan Forum KKG
Forum KKG merupakan wadah bagi guru peserta KKG untuk membangun koordinasi, membahas masalah dan merumuskan solusi, serta melakukan refleksi dan apresiasi. Forum KKG dibentuk dan dipilih dari salah satu KKG yang berlokasi di kecamatan yang terletak di ibukota kabupaten/kota yang memiliki akses termudah untuk dijangkau oleh anggota-anggotanya dan mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Forum KKG dihadiri oleh 2 orang wakil dari setiap KKG dan dilaksanakan di salah satu kelompok kerja di kabupaten/kota. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam forum KKG adalah sebagai berikut. a. Pertemuan koordinasi Peserta pertemuan koordinasi ini adalah wakil-wakil dari masing-masing kelompok KKG. Setiap KKG mewakilkan 2 orang anggotanya untuk hadir di kegiatan forum. Pertemuan koordinasi dilaksanakan 2 (dua) kali dalam satu tahun. Agenda dalam kegiatan koordinasi adalah membahas masalah, merumuskan solusi, refleksi, apresiasi, diseminasi hasil dari kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di setiap KKG. b. On-service Melaksanakan kegiatan kunjungan ke masing-masing gugus yang dilaksanakan 8 kunjungan/tahun. Sasaran kunjungan adalah 2 kelompok (Kelas Awal & Kelas Tinggi) atau 2 gugus (2 mapel yang berbeda) per kunjungan. Maksud dari kunjungan ini adalah melakukan observasi kegiatan gugus, pemetaan kekuatan dan kelemahan, rekomendasi. c. Mereviu hasil pelatihan dari setiap KKG dan memilih 3 karya terbaik dan memberi rekomendasi untuk penyempurnaan. Selanjutnya karya tersebut dikirimkan ke F-KKKS dan simposium propinsi. d. Mengembangan dan menerbitkan buletin tentang kegiatankegiatan KKG dan karya terbaik. Buletin didistribusikan ke Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 39

Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU masing-masing KKG Reguler dan KKG Terpencil sebanyak 2 eksemplar per KKG. Buletin diterbitkan 2 kali dalam satu tahun. Diharapkan forum KKG ini menghasilkan strategi implementasi pemecahan masalah, rencana pembelajaran 1 tahun, dan mengidentifikasi 3 saran/rekomendasi terbaik yang dihasilkan oleh KKG.

4. Kegiatan Forum MGMP
Forum MGMP merupakan wadah bagi guru peserta MGMP untuk membangun koordinasi, membahas masalah dan merumuskan solusi, serta melakukan refleksi dan apresiasi. Forum MGMP dibentuk dan dipilih dari salah satu MGMP yang berlokasi di kecamatan yang terletak di ibukota kabupaten/kota yang memiliki akses termudah untuk dijangkau oleh anggota-anggotanya dan mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Forum MGMP dihadiri oleh 2 orang wakil dari setiap MGMP dan dilaksanakan di salah suatu MGMP di kabupaten/kota. Kegiatankegiatan yang dilaksanakan dalam forum MGMP adalah sebagai berikut. a. Pertemuan koordinasi Peserta pertemuan koordinasi ini adalah wakil-wakil dari masing-masing kelompok MGMP. Setiap MGMP mewakilkan 2 orang anggotanya untuk hadir di kegiatan forum. Pertemuan koordinasi dilaksanakan 2 (dua) kali dalam satu tahun. Agenda dalam kegiatan koordinasi adalah membahas masalah, merumuskan solusi, refleksi, apresiasi, diseminasi hasil dari kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di setiap MGMP. b. On-service Melaksanakan kegiatan kunjungan ke masing-masing gugus yang dilaksanakan 8 kunjungan/tahun. Sasaran kunjungan adalah 2 gugus (2 mapel yang berbeda) per kunjungan. Maksud dari kunjungan ini adalah melakukan observasi kegiatan gugus, pemetaan kekuatan dan kelemahan, rekomendasi. c. Mereviu hasil pelatihan dari setiap MGMP dan memilih 3 karya terbaik dan memberi rekomendasi untuk penyempurnaan. Selanjutnya karya tersebut dikirimkan ke F-MKKS dan simposium propinsi. Mengembangan dan menerbitkan buletin tentang kegiatankegiatan MGMP dan karya terbaik. Buletin didistribusikan ke masing-masing MGMP Regular dan MGMP Terpencil sebanyak 2 eksemplar per MGMP. Buletin diterbitkan 2 kali dalam satu tahun.

d.

Diharapkan forum MGMP ini menghasilkan strategi implementasi pemecahan masalah, rencana pembelajaran 1 tahun, dan mengidentifikasi 3 saran/rekomendasi terbaik yang dihasilkan oleh MGMP.

40

Program BERMUTU

Sistem Penyekenggaraan

BAB 4

5. Kegiatan Pelatihan dalam KKKS
Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) merupakan kelompok kerja bagi Kepala Sekolah Dasar. Pelatihan KKKS diikuti oleh sekitar 40 kepala sekolah yang berasal dari: a. b. Tiga puluh dua (32) Kepala Sekolah dari KKG reguler Delapan (8) Kepala Sekolah dari KKG di daerah terpencil.

Pelatihan kepala sekolah pada KKKS dilaksanakan di sekolah inti pada salah satu gugus KKG di kecamatan. Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal berikut. a. b. Koordinasi dan pertukaran informasi tentang kegiatan pada gugus KKG di wilayahnya. Membahas masalah dan merumuskan solusi refleksi, apresiasi, diseminasi hasil implementasi kegiatan pada gugus KKG di wilayahnya Melakukan pemetaan hasil on-service Mendiseminasikan inisiatif terbaik hasil kegiatan dari KKG di wilayahnya.

c. d.

Secara khusus, pengurus KKKS diharapkan memperhatikan hal-hal berikut. a. Melaksanakan kegiatan pelatihan Model Belajar BERMUTU terkait dengan peningkatan proses pembelajaran yang dilakukan melalui in-service training Kepala Sekolah, kerja kelompok dan on-service yang bertujuan dalam mendukung terlaksananya metode pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) di dalam kelas. Menindaklanjuti pelatihan dengan kunjungan (on-service) Kepala Sekolah ke KKG untuk memonitor implementasi hasil inservice dan pertemuan kelompok kerja di sekolah. Melalui diskusi, pemberian umpan balik dari fasilitator, dan memberikan umpan balik kepada guru, kepala sekolah diharapkan dapat mendukung guru dalam menerapkan PAIKEM dalam KBM sehari-hari. Mengevaluasi dampak pelatihan terhadap Sekolah dilakukan pada setiap akhir tahun. kinerja Kepala

b.

c. d.

Memfasilitasi pelatihan induksi bagi guru baru: Penggunaan modul untuk pelatihan guru baru terkait dengan fungsi sekolah, yaitu: tugas-tugas guru, persiapan mengajar, persiapan kurikulum, administrasi siswa, tanggung jawab sebagai guru, micro dan team teaching, observasi dan kunjungan kelas, masa percobaan, dan penilaian kinerja guru.

Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU

41

Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU e. Melakukan penilaian berbasis kelas bagi kepala sekolah: terkait dengan karakteristik pembelajaran yang baik, observasi kelas, program peningkatan mutu guru, menulis laporan terkait dengan kinerja guru, memberikan saran-saran untuk guru, strategi pengelolaan kelas, menggunakan berbagai variasi metode pembelajaran, memotivasi siswa yang mengalami kesulitan, dan meningkatkan hasil ujian siswa. Melakukan pelatihan manajemen berbasis sekolah bagi kepala sekolah: meliputi pelatihan kepemimpinan, proses pengembangan sekolah, pengelolaan keuangan, keterlibatan orangtua dan masyarakat. Menyeleksi 2 (dua) Kepala Sekolah dari peserta pelatihan yang berkarya terbaik, untuk hadir pada forum KKKS yang diselenggarakan di Kabupaten/Kota.

f.

g.

6. Kegiatan Pelatihan dalam MKKS
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) merupakan kelompok kerja Kepala Sekolah SMP. Pelatihan kepala sekolah pada MKKS diikuti oleh sekitar 30 kepala SMP yang berasal dari 6 (enam) kecamatan yang menyelenggarakan pelatihan guru dengan Paket Pembelajaran BERMUTU dalam MGMP dan tiap kecamatan dipilih 5 Kepala SMP/MTs yang gurunya mengikuti pelatihan dengan Paket Pembelajaran BERMUTU. Pelatihan kepala sekolah pada MKKS dilaksanakan di sekolah inti pada salah satu MGMP di kabupaten/kota. Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP dilaksanakan untuk: a. b. Koordinasi dan pertukaran informasi tentang kegiatan pada gugus MGMP di wilayahnya. Membahas masalah dan merumuskan solusi refleksi, apresiasi, diseminasi hasil implementasi kegiatan pada gugus MGMP di wilayahnya. Melakukan pemetaan hasil on-service. Mendiseminasikan inisiatif terbaik hasil kegiatan dari MGMP di wilayahnya.

c. d.

Secara khusus, pengurus MKKS diharapkan: a. Melaksanakan kegiatan pelatihan Model Belajar BERMUTU terkait dengan peningkatan proses belajar mengajar yang dilakukan melalui in-service training Kepala Sekolah, kerja kelompok dan on-service yang bertujuan dalam mendukung terlaksananya metode pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) di dalam kelas.

42

Program BERMUTU

keterlibatan orangtua dan masyarakat. micro dan team teaching. d. dan memberikan umpan balik kepada guru. observasi kelas. f. Secara khusus Forum KKKS diharapkan: a. Menyelenggarakan pelatihan manajemen berbasis sekolah bagi kepala sekolah: meliputi pelatihan kepemimpinan. Melakukan pertemuan koordinasi KKKS dengan peserta sebanyak 30 kepala sekolah yang merupakan wakil dari 15 KKKS Kecamatan. g. yaitu: tugas-tugas guru. pemberian umpan balik dari fasilitator. Kegiatan Forum KKKS Forum KKKS merupakan wadah bagi para kepala sekolah pada SD/MI. Forum dilaksanakan di salah satu sekolah di kabupaten/kota dan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam setahun. Memfasilitasi pelatihan induksi bagi guru baru: Penggunaan modul untuk pelatihan guru baru terkait dengan fungsi sekolah. persiapan kurikulum. Masing-masing KKKS Kecamatan mewakilkan 2 (dua) orang kepala sekolah. program peningkatan mutu guru. persiapan mengajar. diikuti juga oleh pengawas SD. strategi pengelolaan kelas. Pembentukan forum KKKS diprakasai oleh Ketua KKKS Kecamatan yang terletak di ibukota Kabupaten/Kota. Pengawas merupakan wakil dari KKPS dari beberapa kecamatan. menggunakan berbagai variasi metode pengajaran. menulis laporan terkait dengan kinerja guru. Melakukan penilaian berbasis kelas bagi kepala sekolah: terkait dengan karakteristik mengajar yang baik. yang di samping dihadiri oleh Kepala Sekolah. 43 Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU . Menyeleksi 2 (dua) Kepala Sekolah dari peserta pelatihan yang berkarya terbaik. Pemilihan pengawas yang akan hadir dalam forum dilakukan oleh pengurus KKPS Kabupaten/Kota. pengelolaan keuangan. Melalui diskusi. tanggung jawab sebagai guru. memberikan saran-saran untuk guru. Di samping itu. dan meningkatkan hasil ujian siswa. 7. memotivasi siswa yang mengalami kesulitan. e. kinerja Kepala BAB 4 c. Menindaklanjuti pelatihan dengan kunjungan (on-service) Kepala Sekolah ke kelompok kerja untuk memonitor implementasi hasil in-service dan pertemuan kelompok kerja di sekolah. dan penilaian kinerja guru. forum ini dihadiri juga oleh Pengawas SD dengan jumlah 24 orang pengawas. administrasi siswa.Sistem Penyekenggaraan b. untuk hadir pada forum MKKS yang diselenggarakan di Kabupaten/Kota. masa percobaan. observasi dan kunjungan kelas. proses pengembangan sekolah. Mengevaluasi dampak pelatihan terhadap Sekolah dilakukan pada setiap akhir tahun. kepala sekolah diharapkan dapat mendukung guru dalam menerapkan PAKEM dalam KBM sehari-hari.

masalah dan b. masalah dan d. Melakukan diseminasi hasil kegiatan dari KKKS Kecamatan.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU b. melakukan refleksi dan apresiasi terkait dengan kegiatan: 1) Best teaching practice 2) Pelatihan induksi bagi guru baru 3) Penilaian berbasis kelas 4) Pelatihan manajemen berbasis sekolah 8. yang di samping dihadiri oleh Kepala SMP/MTs. Membuat strategi implementasi pemecahan rencana sekolah 1 tahun. membahas masalah dan merumuskan solusi. Secara khusus Forum MKKS diharapkan: a. Forum dilaksanakan di salah satu sekolah di kabupaten/kota dan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam setahun. Berkoordinasi. melakukan refleksi dan apresiasi terkait dengan kegiatan: 1) Best teaching practice 2) Pelatihan induksi bagi guru baru 3) Penilaian berbasis kelas 4) Pelatihan manajemen berbasis sekolah 44 Program BERMUTU . c. Berkoordinasi. Pembentukan forum diprakarsai oleh Ketua MKKS. Pertemuan koordinasi MKKS dihadiri peserta sebanyak 20 kepala sekolah SMP/MTs yang merupakan wakil dari Kepala Sekolah pada 10 Kecamatan yang ada di wilayah kabupaten. Membuat strategi implementasi pemecahan rencana sekolah 1 tahun. e. Mereviu 3 inisiatif terbaik hasil kegiatan MKKS dan MGMP dengan memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan. e. membahas masalah dan merumuskan solusi. Kegiatan Forum MKKS Forum MKKS merupakan wadah bagi para kepala sekolah pada SMP/MTs. d. Pertemuan forum MKKS juga dihadiri oleh pengawas yang ada di kabupaten sebanyak 12 orang. Mereviu 3 inisiatif terbaik hasil kegiatan KKKS kecamatan dan kegiatan KKG dengan memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan. c. diikuti juga oleh pengawas SMP/MTs. Melakukan diseminasi hasil kegiatan MKKS.

Melakukan kegiatan supervisi penilaian berbasis kelas: terkait dengan karakteristik pembelajaran yang baik. dan menyenangkan (PAIKEM) di dalam kelas. 45 b. kreatif. pemberian umpan balik dari fasilitator. memberikan saran-saran untuk guru. dan memberikan umpan balik kepada guru. pengawas sekolah diharapkan dapat mendukung guru dalam menerapkan PAIKEM dalam KBM sehari-hari. d.Sistem Penyekenggaraan BAB 4 9. yaitu: tugas-tugas guru. e. menulis laporan terkait dengan kinerja guru. c. Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU . Melakukan koordinasi antarpengawas dan bertukar informasi Membahas masalah dan merumuskan solusi Melakukan refleksi. tanggung jawab sebagai guru. diseminasi hasil implementasi kegiatan gugus KKG Melakukan pemetaan hasil on-service dan hasil evaluasi kinerja setiap guru Mendiseminasikan inisiatif terbaik hasil KKG Secara khusus. kerja kelompok dan on-service training yang bertujuan mendukung terlaksananya pembelajaran yang aktif. inovatif. Pelatihan pengawas dalam KKPS diikuti oleh sekitar 45 pengawas sekolah yang berasal dari 15 kecamatan di kabupaten/kota atau sesuai dengan keadaan jumlah pengawas dan jumlah kecamatan dalam 1 kabupaten/kota dan masing-masing kecamatan diwakili 3 orang pengawas. d. administrasi siswa. b. Memfasilitasi pelatihan supervisi induksi bagi guru baru: penggunaan modul untuk pelatihan guru baru terkait dengan fungsi sekolah. masa percobaan dan penilaian kinerja guru. Kegiatan dalam KKPS Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) merupakan wadah kegiatan pengawas sekolah SD. program peningkatan mutu guru. Kegiatan pelatihan pengawas dalam KKPS diselenggarakan di salah satu sekolah inti di kabupaten/kota oleh pengurus KPPS. Melakukan tindak lanjut terhadap pelatihan melalui kunjungan (on-service) ke KKG untuk memonitor implementasi hasil inservice dan pertemuan kelompok kerja di sekolah. observasi dan kunjungan kelas. observasi kelas. Melakukan evaluasi untuk mengetahui dampak pelatihan terhadap kinerja guru dan kepala sekolah (dilaksanakan pada setiap akhir tahun). pengurus KKPS diharapkan: a. efektif. Melaksanakan kegiatan terkait dengan peningkatan supervisi proses pembelajaran. Melalui diskusi. pengembangan kurikulum. Kegiatan dalam KKPS dilaksanakan dengan tujuan untuk: a. micro dan team teaching. persiapan mengajar. apresiasi. c. seperti: pelatihan Model Belajar BERMUTU yang dilakukan melalui in-service training. e.

Kegiatan dalam MKPS dilaksanakan dengan tujuan untuk: a. yang meliputi pelatihan kepemimpinan. diseminasi hasil implementasi kegiatan MGMP Melakukan pemetaan hasil on-service dan hasil evaluasi kinerja setiap guru. Melakukan koordinasi antarpengawas dan bertukar informasi Membahas masalah dan merumuskan solusi Refleksi. kreatif. IPA. e. pengawas sekolah diharapkan dapat mendukung guru dalam menerapkan PAIKEM dalam KBM sehari-hari. dan memberikan umpan balik kepada guru. b. supervisi proses pengembangan sekolah. pemberian umpan balik dari fasilitator. Kegiatan dalam MKPS Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) merupakan wadah kegiatan pengawas sekolah SMP. apresiasi. 46 Program BERMUTU . c. menggunakan berbagai variasi metode pembelajaran. Melakukan evaluasi untuk mengetahui dampak pelatihan terhadap kinerja guru dan kepala sekolah (dilaksanakan pada setiap akhir tahun).Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU strategi pengelolaan kelas. Mendiseminasikan inisiatif terbaik hasil kegiatan MGMP Secara khusus. MKPS diharapkan: a. efektif. dan menyenangkan (PAIKEM) di dalam kelas. Menyelenggarakan pelatihan supervisi manajemen berbasis sekolah. supervisi pengelolaan keuangan. Melaksanakan kegiatan terkait dengan peningkatan supervisi proses pembelajaran seperti: pelatihan Model Belajar BERMUTU yang dilakukan melalui in-service training. Tiap kecamatan diwakili oleh 4 orang pengawas dari mata pelajaran Matematika. c. dan supervisi keterlibatan orangtua dan masyarakat. dan meningkatkan hasil ujian siswa. Melakukan tindak lanjut terhadap pelatihan melalui kunjungan (on-service) ke kelompok kerja untuk memonitor implementasi hasil in-service dan pertemuan kelompok kerja di sekolah. d. Melalui diskusi. Pelatihan pengawas dalam MKPS diikuti oleh sekitar 24 pengawas sekolah yang berasal dari 6 kecamatan yang menyelenggarakan pelatihan guru dalam MGMP dengan Paket Pembelajaran BERMUTU. inovatif. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pelatihan diselenggarakan oleh pengurus MKPS dan dilaksanakan di salah satu sekolah inti di tingkat kabupaten/kota. b. kerja kelompok dan on-service training yang bertujuan dalam mendukung terlaksananya pembelajaran yang aktif. memotivasi siswa yang mengalami kesulitan. 10. f.

pengembangan kurikulum. Memfasilitasi pelatihan supervisi induksi bagi guru baru: penggunaan modul untuk pelatihan guru baru terkait dengan fungsi sekolah. administrasi siswa. Akses disediakan melalui Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas – Pustekkom). supervisi proses pengembangan sekolah. f. digunakan Paket Pembelajaran BERMUTU yang juga terkait dengan beragam sumber belajar lainnya. ii. Semua sumber belajar dapat diakses secara fisik (hardcopy) maupun secara virtual dalam bentuk elektronik melalui berbagai portal tentang guru. menggunakan berbagai variasi metode pengajaran. BAB 4 e. Melakukan kegiatan supervisi penilaian berbasis kelas: terkait dengan karakteristik mengajar yang baik. PJJ S1-PGSD iii. dan meningkatkan hasil ujian siswa. Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 47 . memotivasi siswa yang mengalami kesulitan. program peningkatan mutu guru. observasi kelas. Menyelenggarakan pelatihan supervisi manajemen berbasis sekolah. misalnya dengan Balitbang Diknas. E-repository dalam portal-portal guru situs-situs lain yang juga dapat sekolah/pengawas. Edukasi. dan supervisi keterlibatan orangtua dan masyarakat. memberikan saran-saran untuk guru.Net dari (HYLITE). Pustekkom. masa percobaan dan penilaian kinerja guru. supervisi pengelolaan keuangan. dll. observasi dan kunjungan kelas. Pelaksanaan Model Belajar BERMUTU dan dampaknya dievaluasi oleh tim evaluasi independent dari Balitbang Diknas (Puslitjaknov). Catatan: i. yang meliputi pelatihan kepemimpinan. Dalam pelaksanaan Model Belajar BERMUTU. yaitu: tugas-tugas guru. memiliki sambungan dengan diakses oleh guru/kepala bank soal dari PusPendik. strategi pengelolaan kelas.Sistem Penyekenggaraan d. menulis laporan terkait dengan kinerja guru. persiapan mengajar. tanggung jawab sebagai guru. micro dan team teaching.

.

Banyaknya peserta pelatihan tiap MGMP tersebut adalah 20 orang guru per tahun. A. yaitu MGMP Matematika. KKKS. yang terdiri dari 24 guru kelas awal (I. Mengingat Pelatihan Model Belajar BERMUTU dirancang sebagai pelatihan terakreditasi untuk memperoleh pengakuan kredit semester dari LPTK. MKKS. yang terdiri 8 guru dari tiap kelas I sd VI. Pemilihan guru-guru SMP/MTs peserta Pelatihan Model Belajar BERMUTU dilakukan sesuai dengan kriteria dan urutan Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 49 . II dan III) dan kelompok B. KKPS dan MKPS. maka Pelatihan Model Belajar BERMUTU dilaksanakan dalam rangka Continuing Professional Development (CPD) bagi guru-guru SD tersebut. Peserta dibagi menjadi 2 (dua) kelompok. Pelatihan dilaksanakan pada hari MGMP masing-masing. yang terdiri dari 24 guru kelas tinggi (IV. Peserta Pelatihan Guru dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Pelatihan diselenggarakan oleh 4 (empat) MGMP. dan MGMP IPA. B. Pemilihan peserta pelatihan dilakukan oleh pengurus KKG dan mendapat persetujuan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan. di mana pada hari tersebut peserta tidak mengajar. Jika peserta pelatihan adalah guru-guru SD yang sudah memenuhi kualifikasi S1.Peserta BAB 5 BAB V Peserta Peserta dari kegiatan pelatihan adalah guru. yaitu kelompok A. MGMP. peserta KKG diutamakan guru-guru SD yang belum memiliki kualifikasi S1. peserta pelatihan diutamakan guru-guru SMP/MTs yang belum memiliki kualifikasi S1. V dan VI). MGMP Bahasa Indonesia. Pemilihan guru-guru SD untuk berpartisipasi dalam pelatihan di KKG dengan Model Belajar BERMUTU dilakukan sesuai dengan kriteria dan urutan sertifikasi guru secara umum. MGMP Bahasa Inggris. Mengingat Pelatihan Model Belajar BERMUTU dirancang sebagai pelatihan terakreditasi untuk memperoleh pengakuan kredit semester dari LPTK. Setiap tahun jumlah peserta pelatihan dalam tiap KKG kecamatan adalah 48 guru. Peserta Pelatihan Guru (Kelompok Kerja Guru) dalam KKG Peserta pelatihan guru di KKG adalah guru SD/MI Negeri dan Swasta. kepala sekolah dan pengawas di SD dan SMP yang terlibat aktif dalam kegiatan KKG.

Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU sertifikasi guru secara umum oleh pengurus MGMP dan disetujui oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan. Satu (1) kecamatan yang menyelenggarakan pelatihan guru dengan model Belajar BERMUTU dalam KKG di daerah terpencil dan dipilih 8 Kepala Sekolah Dasar. Pemilihan kepala sekolah SD untuk berpartisipasi dalam Pelatihan Model Belajar BERMUTU dilakukan sesuai dengan kriteria dan urutan sertifikasi guru secara umum oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan. Mengingat Pelatihan Model Belajar BERMUTU dirancang sebagai pelatihan terakreditasi untuk memperoleh pengakuan kredit semester dari LPTK. Jika peserta pelatihan adalah guru-guru SMP yang sudah memenuhi kualifikasi S1. C. D. Mengingat Pelatihan Model Belajar BERMUTU dirancang sebagai pelatihan terakreditasi untuk memperoleh pengakuan kredit semester dari LPTK. maka Pelatihan Model Belajar BERMUTU dilaksanakan dalam rangka Continuing Professional Development (CPD) bagi guru-guru SMP tersebut. Pemilihan kepala sekolah SMP/MTs untuk berpartisipasi dalam Pelatihan Model Belajar BERMUTU dilakukan sesuai 50 Program BERMUTU . b. maka Pelatihan Model Belajar BERMUTU dilaksanakan dalam rangka Continuing Professional Development (CPD) bagi kepala sekolah tersebut. Jika peserta pelatihan adalah kepala sekolah SD yang sudah memenuhi kualifikasi S1. peserta MKKS diutamakan kepala sekolah SMP yang belum memiliki kualifikasi S1. Empat (4) kecamatan yang menyelenggarakan pelatihan guru dengan model Belajar BERMUTU dalam KKG reguler dan tiap kecamatan dipilih 8 (delapan) Kepala SD. Peserta Pelatihan Kepala Sekolah dalam KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Peserta pelatihan kepala sekolah di KKKS berjumlah sekitar 40 kepala sekolah yang berasal dari: a. Peserta Pelatihan Kepala Sekolah dalam MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) Setiap pelatihan kepala sekolah di MKKS berjumlah sekitar 30 kepala SMP yang berasal dari 6 (enam) kecamatan yang menyelenggarakan pelatihan guru SMP/MTs dengan Paket Pembelajaran BERMUTU dalam MGMP dan tiap kecamatan dipilih 5 (lima) Kepala SMP/MTs yang gurunya mengikuti pelatihan. peserta KKKS diutamakan kepala sekolah SD yang belum memiliki kualifikasi S1.

Jika peserta pelatihan adalah pengawas sekolah SD yang sudah memenuhi kualifikasi S1. Kegiatan pelatihan pengawas di KKPS dilaksanakan di salah satu sekolah inti di tingkat kabupaten/kota. BAB 5 E. Kegiatan pelatihan pengawas dilaksanakan di salah satu sekolah inti di tingkat kabupaten/kota. Mengingat Pelatihan Model Belajar BERMUTU dirancang sebagai pelatihan terakreditasi untuk memperoleh pengakuan kredit semester dari LPTK. Masing-masing kecamatan diwakili 3 orang pengawas SD. maka Pelatihan Model Belajar BERMUTU dilaksanakan dalam rangka Continuing Professional Development (CPD) bagi pengawas sekolah tersebut. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Peserta Pelatihan Pengawas dalam KKPS (Kelompok Kerja Pengawas Sekolah) Peserta pelatihan pengawas di KKPS berjumlah sekitar 45 pengawas SD yang berasal dari 15 kecamatan yang menyelenggarakan pelatihan dengan Model Belajar BERMUTU dalam KKG dan tiap kecamatan diwakili oleh 3 orang pengawas SD. IPA. peserta pelatihan diutamakan pengawas sekolah SD yang belum memiliki kualifikasi S1.Peserta dengan kriteria dan urutan sertifikasi guru secara umum oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan. maka Pelatihan Model Belajar BERMUTU dilaksanakan dalam rangka Continuing Professional Development (CPD) bagi kepala sekolah tersebut. peserta pelatihan diutamakan pengawas sekolah yang belum memiliki kualifikasi S1. Atau sesuai dengan keadaan jumlah pengawas dan jumlah kecamatan dalam 1 kabupaten/kota. Tiap kecamatan diwakili oleh 4 (empat) pengawas akademik dalam mata pelajaran matematika. Jika peserta pelatihan adalah kepala sekolah SMP yang sudah memenuhi kualifikasi S1. F. Pemilihan pengawas SD untuk berpartisipasi dalam Pelatihan Model Belajar BERMUTU dilakukan sesuai dengan kriteria dan urutan sertifikasi guru secara umum oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan. Mengingat Pelatihan Model Belajar BERMUTU dirancang sebagai pelatihan terakreditasi untuk memperoleh pengakuan kredit semester dari LPTK. Peserta Pelatihan Pengawas dalam MKPS (Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah) Peserta pelatihan pengawas di MKPS berjumlah sekitar 24 pengawas SMP/MTs yang berasal dari 6 kecamatan yang menyelenggarakan palatihan guru dengan Model Belajar BERMUTU dalam MGMP. Pemilihan pengawas SMP/MTs untuk berpartisipasi Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 51 .

Jika peserta pelatihan adalah pengawas sekolah yang sudah memenuhi kualifikasi S1. maka Pelatihan Model Belajar BERMUTU dilaksanakan dalam rangka Continuing Professional Development (CPD) bagi pengawas sekolah tersebut.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU dalam Pelatihan Model Belajar BERMUTU dilakukan sesuai dengan kriteria dan urutan sertifikasi guru secara umum oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten. 52 Program BERMUTU .

Rancangan umum Model Belajar BERMUTU dibuat untuk 16 x pertemuan. untuk setiap pertemuan tatap muka. Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 53 . peserta diharapkan melakukan beragam aktivitas belajar sesuai dengan Bahan Belajar Mandiri (BBM) Model BERMUTU dan dipandu oleh Guru Pemandu/Guru Inti dan Dosen LPTK yang ditunjuk. Secara keseluruhan. peserta pelatihan dari KKG. Setiap pertemuan berdurasi minimal 4 jam (4 x 60 menit). digunakan pendekatan student-centered learning yang menekankan pada pembelajaran aktif dari peserta. KKKS. MKKS. Dalam melaksanakan KBTM. MKKS. Guru Pemandu/Guru Inti/Dosen LPTK menggunakan Bahan Belajar Mandiri (BBM) Model BERMUTU beserta ke-lengkapannya. sesuai dengan kebutuhan. Pertemuan 16 x KBTM dapat diatur untuk dilaksanakan selama 4 bulan. KKKS. Kegiatan belajar tatap muka Kegiatan Belajar Tatap Muka (KBTM) dilakukan di KKG. KKPS dan MKPS masing-masing diberi buku kerja dan beragam sumber belajar yang diwajibkan. kecuali untuk daerah terpencil. atau satu tahun. Selain itu. 1. proses belajar dilandaskan pada pendekatan penelitian tindakan kelas yang dipadukan dengan Lesson Study dan studi kasus yang diramu menjadi Model Belajar BERMUTU. satu semester. Pada KBTM.Kegiatan Pembelajaran dalam KKG dan MGMP BAB 6 BAB VI Kegiatan Pembelajaran dalam KKG dan MGMP dengan Model Belajar BERMUTU A. MGMP. Sumber belajar ini dapat berbentuk hardcopy atau dapat diakses melalui internet. MGMP. Secara khusus. KKPS dan MKPS masing-masing sebanyak 16 x pertemuan. Kegiatan Pembelajaran Proses belajar dilakukan dalam tiga jenis kegiatan sebagai berikut.

serta penulisan proposal PTK. atau pembelajaran bidang ilmu guru (peserta) SD kelas tinggi. atau pembelajaran bidang ilmu untuk guru (peserta) SMP. serta pemanfaatan ICT untuk proses pembelajaran Pertemuan 7-8 Pertemuan 9-14 : Diskusi. : Pelatihan dan diskusi tentang keterampilan ICT. pelaksanaan siklus 1. Dalam PTK untuk bidang ilmu ini. 54 Program BERMUTU . : Diskusi. dan perlengkapan/ alat-alat yang diperlukan dalam melakukan PTK. dan secara langsung juga berlatih praktik pembelajaran dengan menerapkan beragam metode pembelajaran yang inovatif. dan pembimbingan tentang pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas secara khusus tentang pembelajaran tematik di SD kelas awal untuk guru (peserta) SD kelas awal. guru-guru juga diminta untuk melakukan kajian kritis terhadap beragam sumber informasi bidang ilmu. Rencana Kegiatan Pelatihan di KKG dan MGMP 16 x pertemuan dalam waktu 1 tahun I II III IV V VI VII ICT Pel aks ana an Tin dak an Ana lisis dan Int erp ret asi Refl eksi dan Tin dak Lan jut Keterampi lan ICT 1& 2 VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI Generik PTK Pen dah ulu an (Mo del BER MU TU Ide ntif ika si Mas ala h Per enc ana an Tin dak an Bidang Ilmu Ide ntif ikas i Mas ala h Per enc ana an Tin dak an Pen yus una n Pro pos al Pel aks ana an Tin dak an Ana lisis dan Inte rpr eta si Refl eksi dan Pere ncan aan Siklu s2 Laporan Penyusu nan Laporan Penjelasan: Pertemuan 1 Pertemuan 2-6 : Diskusi tentang Model Belajar BERMUTU (bahan tertulis. Pertemuan 15-16 : Pelaksanaan PTK siklus 2.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU a. pelaksanaan (latihan) dan pembimbingan tentang Model Penelitian Tindakan Kelas – konsep. ada di dalam Bahan Belajar Mandiri (BBM)). diskusi dan pembimbingan penulisan laporan PTK. seperti yang dilakukan dalam Lesson Study. Proses Pembelajaran Tatap Muka Bidang Ilmu (KKG dan MGMP) Tabel 7. berlatih mengembangkan kurikulum untuk mata pelajarannya (silabus. prinsip. RPP. prosedur. contoh pelaksanaan. dan media).

latihan. pengawas atau di rumah masing-masing. dan pembimbingan untuk melakukan penulisan proposal hibah dan pengelolaan keuangan kegiatan guru. Proses Pembelajaran Bidang Manajemen (KKKS/MKKS. sehingga menjadi portofolio Model Belajar BERMUTU. serta pemanfaatan ICT untuk proses pembelajaran : Diskusi. KKPS dan MKPS 16 x pertemuan dalam waktu 1 tahun I Pengantar Pengantar Program BERMUTU II ICT Ket era mpi lan ICT III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI Profil Guru Penilaian Kebutuhan Guru dan Peran Kepala Sekolah sebagai Pembina Kualitas Pengelolaan Kualitas Pendidikan dalam gugus Keuangan Himpunan & Pengelolaan Keuangan dalam gugus Diseminasi Diseminasi ‘Best Practice” dalam gugus BAB 6 Penjelasan: Pertemuan 1 : Diskusi tentang Program BERMUTU untuk Bidang Manajemen (Bahan tertulis. Kegiatan Belajar Terstruktur (KBTS) dilakukan di tempat bekerja guru. Pada akhir kegiatan. dan pembimbingan untuk melakukan pengelolaan kualitas pendidikan dalam KKG dan MGMP. kepala sekolah. latihan. sampai membuat perencanaan program bagi KKG dan MGMP. MKKS. latihan. Hasil setiap KBTS harus didokumentasikan dengan rapi dalam buku kerja oleh setiap peserta. KKPS/MKPS) Tabel 8. Pertemuan 11-13 : Diskusi. Pertemuan 14–16 : Diseminasi best practise dalam KKG dan MGMP 2.Rencana Kegitan Pelatihan di KKKS. dan pembimbingan untuk melakukan penilaian kebutuhan guru dan pembinaan guru dalam gugus KKG dan MGMP. ada di dalam Bahan Belajar Mandiri (BBM)) : Pelatihan dan diskusi tentang keterampilan ICT. Pertemuan 2 Pertemuan 3-6 Pertemuan 7-10 : Diskusi. portofolio ini akan dinilai untuk memperoleh sertifikat partisipasi dalam Model Belajar BERMUTU dan untuk memperoleh alih kredit dari LPTK atau kredit poin untuk kenaikan pangkat. berdasarkan tugas-tugas terstruktur yang telah disediakan dalam Bahan Belajar Mandiri (BBM) Model BERMUTU. Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 55 . sejalan dengan KBTM.Kegiatan Pembelajaran dalam KKG dan MGMP b.

56 Program BERMUTU . Tugas Terstruktur untuk bidang manajemen meliputi: analisis kebutuhan guru. Membaca beragam sumber belajar yang disediakan. LKS. Melakukan latihan-latihan menggunakan beragam peralatan (misalnya ICT) Berdiskusi dengan teman sejawat. laporan tindakan Best Practice. Guru pemandu diangkat oleh Dinas Pendidikan Kabupaten berdasarkan hasil pelatihan yang telah diikutinya. melakukan tindakan pembelajaran. Melakukan penelitian tindakan kelas siklus 2. Dosen Pendamping direkrut dari LPTK yang berdekatan dengan lokasi KKG atau MGMP bimbingannya. rencana anggaran kegiatan. proposal hibah. d. orang tua murid tentang pendidikan. dan juga berdasarkan kebutuhan serta inisiatif masing-masing guru. kajian kritis pada sumber belajar. Dosen Pendamping (LPTK) Dosen Pendamping berasal dari LPTK yang telah mengikuti pelatihan Model Belajar Bermutu dan memperoleh rekomendasi dari Rektor/Dekan pada LPTK. observasi pembelajaran. c. Mencari sumber-sumber belajar lain melalui internet.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU Tugas Terstruktur untuk bidang ilmu meliputi: penulisan studi kasus pembelajaran untuk merumuskan masalah pembelajaran. KBMD antara lain meliputi: a. Kegiatan Belajar Mandiri (KBMD) dilakukan oleh masing-masing guru sejalan dengan KBTM dan KBTS. e. penyusunan laporan PTK. melakukan refleksi bersama terhadap pembelajaran yang telah dilakukan berdasarkan hasil observasi. b. berdasarkan arahan yang diberikan dalam Bahan Belajar Mandiri (BBM) Model BERMUTU. atau buku sumber yang sesuai yang ada di perpustakaan sekolah atau perpustakaan lain di daerah masing-masing. penyusunan proposal PTK. tokoh masyarakat. khususnya dalam usaha membelajarkan siswa. Media Pembelajaran). Guru Pemandu dan Dosen Pendamping 1. rencana program KKG atau MGMP. Guru Pemandu pada Pelatihan dengan Model Belajar BERMUTU Guru pemandu (fasilitator) bertugas memandu dan mengusahakan fasilitas pelaksanaan setiap kegiatan pelatihan dengan Model Belajar BERMUTU pada KKG atau MGMP. Banyaknya guru pemandu disesuaikan dengan banyaknya KKG dan MGMP yang menyelenggarakan pelatihan dengan Model Belajar BERMUTU. B. 2. menyusun rencana tindakan (menyusun RPP. 3.

Isi portofolio Model Belajar BERMUTU untuk setiap guru (peserta pelatihan) adalah: 1) 2) 3) 4) Proposal PTK (1 buah) Tulisan Studi Kasus Kajian Pembelajaran (1 buah) Kajian Kritis Bidang Ilmu (3 buah) Laporan PTK (1 buah) Isi portofolio Model Belajar BERMUTU untuk setiap peserta pelatihan manajemen (Kepala Sekolah dan Pengawas): 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Profil Guru Analisis Kebutuhan Guru Rencana Program Kerja KKG (bagi Kepala dan Pengawas SD) dan Rencana Program Kerja MGMP(bagi Kepala dan Pengawas SMP) Proposal Kegiatan (Hibah) dan Rincian Biaya per kegiatan Rencana Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Laporan Implementasi Best Practice Laporan Diseminasi Best Practice Portofolio ini menjadi dasar pemberian sertifikat partisipasi guru dalam program Model Belajar BERMUTU di KKG. Portofolio ini juga menjadi dasar penilaian oleh LPTK untuk pengakuan kredit akademik. MGMP. dan disebut sebagai portofolio Model Belajar BERMUTU. KKPS dan MKPS.Kegiatan Pembelajaran dalam KKG dan MGMP BAB 6 C. Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 57 . Hasil Belajar Hasil Belajar BERMUTU dikemas oleh setiap peserta/individu guru dalam bentuk portofolio. MKKS. KKKS.

.

Evaluasi proses berkenaan dengan kajian seberapa jauh pelaksanaan operasional kegiatan pelatihan dengan Bahan Belajar Mandiri (BBM) BERMUTU yang diselenggarakan dalam KKG. analisis kebutuhan guru. KKPS dan MKPS berjalan secara efektif ke arah pengembangan profesional guru. dan aspek-aspek manajemen sekolah lainnya. Sasaran evaluasi mencakup permasalahan yang dihadapi para guru.Evaluasi Hasil Kegiatan BAB 7 BAB VII Evaluasi Hasil Kegiatan A. evaluasi produk yang mencakup evaluasi keluaran pada tahap akhir pelaksanaan program. budaya kerja). KKKS. media dan alat pembelajaran. rencana program kerja KKG (bagi Kepala dan Pengawas Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 59 . Evaluasi input berfokus pada pengumpulan informasi input yang penting seperti profil peserta didik (antara lain kapasitas belajar. Evaluasi proses bersifat sebagai evaluasi formatif. dosen Pendamping. khususnya manajemen program untuk ditindaklanjuti. termasuk guru Pemandu. Input. MKKS. maka model evaluasi program CIPP (Context. Bagi Kepala Sekolah dan Pengawas berupa portofolio yang berisi: profil guru. sehingga temuan-temuan dari evaluasi proses perlu segera disampaikan sebagai umpan balik kepada pihak-pihak terkait. analisis kebutuhan guru. perencanaan program pengembangan sekolah. serta evaluasi dampak pada tahap pasca pelaksanaan program. pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan. yakni evaluasi keluaran (output) dan evaluasi dampak (impact). Kepala Sekolah dan Pengawas yang diharapkan. kajian kritis bidang ilmu dan laporan PTK. bahan ajar. Product) dari Stufflebeam relevan untuk dijadikan rujukan umum dalam pengembangan sistem monitoring dan evaluasi program. aktivitas laboratorium. mismatch. evaluasi proses pada tahap implementasi program. asesmen pelajaran. kurikulum. serta fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia. Process. kelemahan yang ada pada aspek pembelajaran. tingkat motivasi dan prestasi belajar). Evaluasi produk meliputi dua aspek. sikap terhadap suatu inovasi. Bagi guru peserta pelatihan berupa portofolio yang berisi: proposal PTK. seperti: Bagi guru. Evaluasi konteks merupakan need assessment (kebutuhan) pengembangan profesional pendidik di wilayah target program. Evaluasi keluaran terarah pada hasil langsung (direct) program. kelemahan dalam kepemimpinan. kepala sekolah dan pengawas di wilayah mereka. Bahan Belajar Mandiri (BBM) BERMUTU dan sumber belajar yang disediakan dari program BERMUTU. profil pendidik (antara lain latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar. Bagi Kepala Sekolah dan Pengawas. Dengan demikian kegiatan monitoring dan evaluasi akan mencakup evaluasi konteks dan evaluasi input pada tahap perencanaan program. dan sebagainya. Jenis Evaluasi Evaluasi dalam program BERMUTU dapat diposisikan sebagai alat manajemen. MGMP. tulisan studi kasus kajian pembelajaran.

rencana pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan. Evaluasi kegiatan dan hasil akan dilakukan oleh tim independen dan juga evaluasi pada laporan kegiatan yang disusun oleh Pengurus KKG. proposal kegiatan (hibah) dan rincian biaya per kegiatan. dilakukan tes hasil belajar siswa oleh tim independen. MGMP. Di samping itu. 2. Sertifikasi 1. KKPS dan MKPS. KKKS.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU SD) dan rencana program kerja MGMP(bagi Kepala dan Pengawas SMP). Kepala Sekolah dan Pengawas pasca pelaksanaan proyek. serta rekapitulasinya yang disusun oleh LPMP. kinerja dari Kepala Sekolah dan Pengawas yang teramati pada akhir implementasi program. adanya perubahan-perubahan pada kinerja pembelajaran yang dilakukan guru. Selain itu. Evaluasi hasil kegiatan dilakukan dengan portofolio hasil kerja yang tercermin dalam buku kerja tiap peserta dan penilaian kegiatan harian dari peserta oleh guru pemandu/dosen pendamping. MKKS. laporan implementasi Best Practice dan laporan diseminasi Best Practice. Kualitas portofolio dan penilaian keaktifan harian menentukan kelulusan peserta. kinerja belajar dari peserta didik. Pengakuan sks oleh LPTK didasarkan pada penilaian portofolio yang tercermin dalam buku kerja (kumpulan hasil kerja) peserta. 60 Program BERMUTU . Bagi peserta pelatihan Model Belajar BERMUTU yang dinyatakan lulus diberikan sertifikat oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Evaluasi dampak lebih bersifat monitoring terhadap keberlanjutan (sustainability) aktivitas guru. B.

Buatkan jadwal kegiatan dan tetapkan tempat kegiatan secara bergiliran (berpindah-pindah di antara sekolah (inti) yang terlibat). tugas dan fungsinya untuk setiap kegiatan (sebagai penanggung jawab kegiatan). sumber belajar di internet. P4TK (Matematika. 12. dan penanggung jawab kegiatan kepada KKG. Siapkan paket ATK untuk setiap kegiatan. Dinas Pendidikan Kabupaten dan Dinas Pendidikan Propinsi berkoordinasi dengan langkah-langkah persiapan.) B. 2. 3. KKPS dan MKPS. Cek bahwa sumber belajar di internet dapat diakses guru di tempat kegiatan berlangsung. formulir-formulir. MKKS. Pastikan kehadiran peserta anggota kelompok kerja. 61 Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU .Koordinasi BAB 8 BAB VIII Koordinasi LPMP. Persiapan 1. dan peralatan sudah siap (dan berfungsi) 15 menit sebelum kegiatan yang dijadwalkan. Paket Belajar BERMUTU terdiri dari Bahan Belajar Mandiri (BBM). MGMP. pelaksanaan. Tentukan peserta yang akan terlibat dalam pelatihan dan sampaikan surat undangannya. MGMP. Pelajari Rencana Program Kegiatan Gugus KKG. Buatkan daftar hadir peserta untuk setiap kegiatan. IPS. Tentukan guru pemandu. 9. 5. KKPS dan MKPS. 10. Siapkan formulir informasi balikan (evaluasi oleh anggota) untuk setiap kegiatan. Bahasa). A. 7. 11. dan pelaporan sebagai berikut. dosen pendamping dan petugas administrasi. 8. 6. KKKS. dll. jadwal. 2. Pastikan tempat. Tentukan petugas administrasi untuk setiap kegiatan. KKKS. Siapkan kelengkapan berkas administrasi untuk pertanggungjawaban keuangan pada setiap kegiatan (kwitansi. Buku kerja dan beragam sumber belajar. IPA. MKKS. Komunikasikan Rencana Kegiatan. sumber belajar. guru pemandu. 4. Pelaksanaan 1. Cek dan siapkan bahwa Paket Pembelajaran BERMUTU tersedia dengan cukup untuk semua anggota dan untuk semua tempat kegiatan.

Pelaporan 1. Meminta peserta untuk menjaga kebersihan tempat kegiatan. KKKS. 2. MKKS. Kumpulkan formulir informasi balikan untuk diolah menjadi evaluasi kegiatan. 4.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 3. 5. D. MKKS. MGMP. MGMP. KKPS dan MKPS menyusun laporan penyelenggaraan pelatihan Model Belajar BERMUTU secara periodik dan dikirim kepada LPMP dan ditembuskan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten. 5. C. KKPS dan MKPS dan dikirim kepada Direktur Bindiklat. dan mengurus berkas administrasi sesuai peraturan. 3. KKKS. Peserta mengisi daftar hadir. KKPS dan MKPS dan memberikan umpan balik Tingkat Propinsi: Dinas Pendidikan dan Tim Inti Provinsi memonitor pelatihan TIK dan memberikan umpan balik Tingkat Kabupaten/Kota: Dinas Pendidikan dan Tim Inti Kabupaten/Kota memonitor kegiatan pelatihan pada KKG. KKKS. siapkan konsumsi sesuai dengan kebutuhan. monitoring akan dilaksanakan pada setiap tingkatan secara terjadwal maupun tidak terjadwal: 1. Tingkat Nasional: Tim Pengembang memonitor pelatihan TIK dan kegiatan pelatihan pada KKG. 7. MKKS. 6. Monitoring dan Evaluasi (Monev) Monev kegiatan Model Belajar BERMUTU akan dilakukan oleh tim independen yang ditentukan oleh Dirbindiklat ke tiap tempat kegiatan. MKKS. Monev terjadwal dan Monev tidak terjadwal Untuk menjamin pelaksanaan program secara berkualitas. KKPS dan MKPS dan memberikan umpan balik Tingkat gugus sekolah: Evaluasi-diri Gugus Tingkat sekolah: Evaluasi-diri Sekolah 2. LPMP menyusun rekapitulasi laporan dari pengurus KKG. 4. Pantau pemanfaatan waktu seefektif mungkin untuk mencapai tujuan per kegiatan Jika diperlukan. 8. MGMP. MGMP. Mintakan penanggung jawab kegiatan membuat laporan kegiatan (maksimum 1 halaman) untuk setiap kegiatan. KKKS. 62 Program BERMUTU . Pengurus KKG.

Nomor Telepon: 021-57950266 Fax: 021-5733125 Website: www. maka diupayakan agar para guru merasa nyaman dan leluasa menyampaikan pendapat.Koordinasi 6. dengan saluran sebagai berikut. untuk memaksimalkan kualitas dan kedalaman monitoring kegiatan. Selain itu. yang bersangkutan bisa mennyampaikannya ke PCU Ditjen PMPTK dan/atau ke Gerai Informasi dan Media Depdiknas. harapan maupun keluhan.go. Tim Pengembang dibantu Konsultan Monitoring dan Evaluasi akan mengembangkan instrumen khusus berupa kuesioner terbuka (open-ended questionaire). Apabila para guru mempunyai keluhan atau hal-hal sensitif lainnya yang menurut pemikirannya perlu langsung direspon oleh tingkat propinsi atau pusat.id BAB 8 Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 63 . Para guru akan secara berkala (sesuai dengan kesepakatan/program kerja kelompok masing-masing) mengisi kuesioner tersebut untuk selanjutnya ditelaah dan direspon oleh Tim Inti Kabupaten untuk selanjutnya dihimpun dan dilaporkan kepada PCU sebagai masukan untuk perbaikan program secara menyeluruh.depdiknas.

.

KKKS dan MKKS. kepala sekolah. pengurus KKG atau MGMP harus membuat Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) per tahun. Walaupun manfaat langsung dari kegiatan KKG atau MGMP ini adalah langsung pada individu yang bersangkutan tetapi secara tidak langsung. Untuk itu semua kebutuhan yang diperlukan untuk menjalankan semua program KKG atau MGMP pada dasarnya harus dipenuhi sendiri oleh anggota. Iuran Anggota Pada dasarnya kegiatan KKG atau MGMP adalah suatu kegiatan yang diadakan dari guru. Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 65 . BOS Salah satu pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah adalah untuk mendukung kegiatan KKG. dan untuk guru. program BERMUTU secara khusus menyediakan block grant (Dana Bantuan Langsung) yang akan diberikan secara langsung ke kelompok kerja melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). sehingga wajar jika pihak sekolah ikut membantu pembiayaan kegiatan KKG atau MGMP. MGMP. oleh guru. 2. Sponsor Di samping sumber biaya yang berasal dari anggota dan RAPBS. atau juga dapat dibuat secara terintegrasi dalam RAPBS. RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah). Dalam upaya pemberdayaan kelompok kerja. 4. pengurus KKG dan MGMP dapat juga mengupayakan sumber pembiayaan lain. Pemanfaatan Dana Bantuan Langsung (DBL) secara tepat dan terprogram akan menjadikan kelompok kerja sebagai wadah yang tepat bagi peningkatan mutu dan profesionalitas guru. Jika cara ini akan ditempuh. Kegiatan kelompok kerja dan forum berkontribusi dalam peningkatan kompetensi peserta kelompok kerja untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Sumber Dana 1. 3. dan pengawas sekolah. Pemanfaatan BOS untuk KKG atau MGMP dapat dibuat secara terpisah.Pembiayaan BAB 9 BAB IX Pembiayaan A. Besarnya anggaran yang diperlukan untuk kegiatan selama satu tahun kemudian dibagi dengan semua anggota kelompok untuk dimasukkan ke dalam RAPBS sekolah masingmasing. hasil dari kegiatan ini berimbas pada kemajuan sekolah.

Memiliki sistem manajemen yang transparan dan akuntabel serta mampu menggali dukungan dalam berbagai aspek dari sekolah. masyarakat dan pemerintah daerah (dibuktikan dengan menyerahkan contoh laporan keuangan untuk 1 tahun terakhir). sekretaris dan koordinator program. Mempunyai rekening pada bank pemerintah atas nama kelompok kerja (bukan atas nama pribadi). Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Melalui DBL. Kelompok kerja masih aktif melaksanakan kegiatan setidaknya dalam satu tahun terakhir (ditunjukkan oleh adanya lampiran daftar hadir pertemuan-pertemuan secara periodik.000. Penggunaan dan Pertanggungjawaban Dana Dana yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut harus dipergunakan sebagaimana yang telah direncanakan dalam RKA. Penggunaan dana tersebut harus dipertanggungjawabkan kepada pemberi dana sesuai dengan aturan yang berlaku. laporan. B.000.com. 57974133 e-mail: bermutu_diknas@yahoo. Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS). atau Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) dengan kriteria sebagai berikut.000. a. b. 57974132. dan bukti fisik hasil pelaksanaan kegiatan).00 (Seratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah) untuk setiap kelompok KKG dan MGMP daerah terpencil. Ditjen PMPTK akan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di KKG dan MGMP dengan dana mencapai Rp 25. Kelompok kerja yang akan memperoleh pembiayaan melalui DBL adalah Kelompok Kerja Guru (KKG).00 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) per kelompok KKG/MGMP di Kota/ Kabupaten dan Rp 125. 66 Program BERMUTU . Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). 021-57974128. Kelompok Kerja Pengawas Sekolah(KKPS). Telp/fax. 57974131. d. Mempunyai struktur kepengurusan yang disahkan oleh cabang Dinas Pendidikan (untuk SD) atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (untuk SMP).Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU Dana Bantuan Langsung (DBL) diperoleh dari Direktorat Pembinaan Diklat PMPTK Depdiknas Gedung D Lantai 15 Jl. bendahara.000. Anggota kepengurusan inti melibatkan wanita dengan jumlah yang proporsional sesuai dengan kondisi di lapangan yang merupakan kombinasi antara ketua. 57974130. Jenderal Sudirman Pintu 1 Senayan Jakarta. 57974129. e. c.

dst. serta kendala dalam mengikuti kegiatan Program BERMUTU.Glosarium GLOSARIUM (Daftar kata atau istilah dengan penjelasannya dalam bidang tertentu) Analisis data Analisis deskriptif (kualitatif atau kuantitatif) : penelaahan (pemeriksaan) dan penguraian data hingga menghasilkan simpulan. : Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading atau peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi dan kinerja guru atau suatu program digagas oleh Ditjen PMPTK. buruk. Bahan ajar BERMUTU (Program) Buku kerja guru Case Study (Studi Kasus): rangkuman pengalaman pembelajaran (pengalaman mengajar) yang ditulis oleh seorang guru/dosen dalam praktik pembelajaran mereka di kelas yang dapat memberikan contoh Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 67 . kuantitatif: berdasarkan jumlah atau banyaknya. : penguraian data secara deskripsi. sebagian besar. : adalah buku yang berisi rekaman kegiatan. Balitbang Depdiknas dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Belanda (melalui Dutch Trust Fund) dan Bank Dunia (pinjaman lunak melalui IDA Credit dan IBRD Loan). istilah atau kalimat: baik. : adalah informasi ringkas dalam bentuk narasi atau power point yang dimuat atau dilampirkan dalam Bahan Belajar Mandiri (BBM) yang gunakan secara langsung dalam kegiatan belajar (tatap muka) untuk memahami topik pembelajaran. kurang. biasanya diungkapkan dengan kata-kata. dsb. kualitatif: berdasarkan kualitas. Buku ini menjadi portofolio atau salah satu bagian dari portofolio yang disusun oleh guru. guru masih terlalu banyak bicara sehingga siswa menjadi tidak aktif. hasil dan kemajuan yang dicapai oleh guru. deskripsi: pemaparan atau penggambaran dengan katakata secara jelas dan terperinci. Ditjen DIKTI. serta dana pendampingan yang berasal dari Pemerintah Pusat dan Daerah. Contoh: data kualitatif dari hasil observasi pembelajaran dalam PTK: sebagian besar siswa masih belum memahami penjelasan guru.

notulis. Diskusi dilakukan secara formal. : guru terpilih yang telah dilatih untuk menjadi pemandu atau fasilitator bagi guru-guru yang lain dalam kegiatan di MGMP di wilayahnya. kepala sekolah. suatu program peningkatan mutu pendidikan dasar atas kerjasama Depdiknas dengan UNICEF dan UNESCO. yang akan digunakan untuk melengkapi data PTK. biasanya mengenai orang penting atau terkenal berdasarkan kejadian yang sebenarnya. yang bertugas memimpin diskusi (moderator). : Creating Learning Community for Children. Diskusi refleksi : diksusi yang dilakukan dalam rangka membahas proses dan hasil pelaksanaan pembelajaran berdasarkan hasil pengamatan para observer. refleksi dari guru model dan komentar dari para observer. pengawas. suatu program peningkatan mutu pendidikan dasar atas kerjasama Depdiknas dengan USAID (Lembaga Bantuan Luar Negeri Pemerintah Amerika Serikat) : Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Latihan. salah satu direktorat yang ada di bawah naungan Direkrorat Jenderal PMPTK – Depdiknas. : cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan.3 orang guru atau berpasangan untuk saling mengemukakan dan memberi masukan atau membahas hasil kerja masingmasing.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU nyata tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh guru pada saat mereka melaksanakan pembelajaran Catatan anekdotal : catatan-catatan singkat tentang kejadiankejadian yang menarik dari observasi proses pembelajaran. widyaiswara. : yakni guru. Anekdot CLCC DBE Ditbindiklat Diskusi kelompok kecil : Diskusi yang dilakukan oleh 2 . : Decentralized Basic Education. atau dosen yang karena kompetensinya menjadi pemandu atau fasilitator dalam kegiatan di KKG. : jawaban sementara atau dugaan terhadap masalah yang diteliti yang secara teoritis Program BERMUTU Guru Inti Pemandu Hipotesis 68 .

majalah ilmiah. penjelasan dan pengembalian kepada apa yang sebenarnya terjadi dalam proses pembelajaran yang diamati. di suatu wilayah atau gugus sekolah sebagai wahana untuk saling bertukaran pengalaman guna meningkatkan kemampuan guru dan memperbaiki kualitas pembelajaran. seperti dengan dosen. : kegiatan mencermati proses atau kegiatan belajar mengajar untuk menganalisis aspekaspek kurikulum. : tanda-tanda yang dapat memberikan (menjadi) petunjuk atau keterangan tentang ketercapaian tujuan pembelajaran. hasil penelitian. : penafsiran berdasarkan pendapat/pandangan teoritis tertentu tehadap sesuatu data atau hasil analisis data. : Kelompok Kerja Guru. adalah suatu organisasi profesi guru non yang bersifat struktural yang dibentuk oleh guru-guru di Sekolah Dasar. atau guru dengan pihak-pihak lain. atau pejabat dinas pendidikan. : bagian dari proposal dan laporan penelitian yang berisi landasan teori yang digunakan untuk menyusun hipotesis tindakan dan pemecahan masalah dalam penelitian. materi ajar. pengawas. : informasi tertulis (cetak) yang diberikan kepada peserta pendidikan atau pelatihan yang berisi ringkasan materi atau latihan-latihan. Indikator Interpretasi Kajian pengajaran Kajian pustaka KKG Klarifikasi Kolaboratif Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 69 . Hipotesis tindakan Hand out : adalah dugaan mengenai perubahan yang mungkin terjadi jika suatu tindakan dilakukan. informasi di media masa. menelaah dan merujuk konsep-konsep yang terkait dengan tema penelitian dari buku teks.Glosarium dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat keberhasilannya. hasil survai. widyaiswara. : kegiatan yang bersifat kerjasama antara guru dan guru. CD/VCD atau pengalaman praktis peneliti/penulis. : penjernihan. Kajian pustaka disusun melalui kegiatan membaca. kepala sekolah. dan praktik pembelajarannya.

: Musyawah Guru Mata Pelajaran. tugastugas atau pertanyaan yang harus dikerjakan siswa. kemampuan guru untuk melaksanakan tugas pembelajaran dan pendidikan. suatu program peningkatan mutu pendidikan dasar atas kerjasama Depdiknas dengan USAID dan RTI. dan nilainilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. berkuasa memutuskan. dan antara sivitas sekolah dengan masyarakat. Kompetensi dapat pula diartikan sebagai pengetahuan. Do (melaksanakan yang diobservasi). antara guru dengan siswa. atau berwewenang). suatu Bahan Belajar Mandiri (BBM) yang berisi petunjuk kerja. dan See (merefleksikan berdasarkan hasil observasi) : Lembar Kerja Siswa. Komunitas belajar (learning community) Lesson Study LKS MBE Metode pembelajaran MGMP Bahan Belajar Mandiri : Bahan Belajar Mandiri (BBM) bagi guru pemandu (BBM) Generik (umum) atau guru secara umum dalam Program BERMUTU yang digunakan untuk semua jenjang 70 Program BERMUTU . Lesson Study di Indonesia dilaksanakan dalam tiga tahap. antara guru dengan guru. : Lesson Study merupakan suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun learning community. adalah suatu organisasi profesi guru yang bersifat non struktural yang dibentuk oleh guru-guru di Sekolah Menengah (SLTP atau SLTA) di suatu wilayah sebagai wahana untuk saling bertukaran pengalaman guna meningkatkan kemampuan guru dan memperbaiki kualitas pembelajaran.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU Kompetensi : (competence=cakap. antara guru dengan kepala sekolah. awalnya disebut Musyawarah Guru Bidang Studi. : adalah suatu komunitas di lingkungan sekolah yang di dalamnya berlangsung proses saling belajar membelajarkan antara siswa dengan siswa. yaitu: Plan (merencanakan pembelajaran). : cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran berdasarkan pendekatan yang telah ditentukan. : Managing Basic Education. keterampilan.

dosen. Narasi/naratif : pengisahan suatu cerita atau kejadian dalam proses atau kegiatan belajar mengajar. observasi pembelajaran difokuskan pada semua aspeks yang terkait dengan pembelajaran mulai dari langkah-langkah guru. sarana/media. Bahasa dan jenjang tertentu. suatu program kerjasama antara Pemerintah NTT dengan AUSAID dalam peningkatan mutu pendidikan dasar. : adalah Bahan Belajar Mandiri (BBM) bagi guru pada kegiatan KKG/MGMP dalam Program BERMUTU. BERMUTU yang digunakan untuk bidang studi IPA. Isi modul generik adalah Indonesia. yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan diskusi refleksi. IPS. Isi modul generik adalah tuntunan tahapan belajar untuk latihan melaksanakan tahapan perbaikan pembelajaran. dalam konteks Lesson Study observasi pembelajaran lebih difokuskan pada aktivitas belajar siswa. Lesson Study dan Case 71 Paket Pembelajaran BERMUTU Bahan Belajar Mandiri (BBM) Generik Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU . sampai pada proses belajar mengajar secara keseluruhan. NTT PEP Observasi pembelajaran : kegiatan mengamati proses atau kegiatan pembelajaran (belajar-mengajar) mulai dari pelajaran dibuka sampai diakhir oleh guru. Bahan Belajar Mandiri : Bahan Belajar Mandiri (BBM) bagi guru pemandu (BBM) Bidang Studi atau guru secara umum dalam Program (Tematik. Matematika. Namun. Dalam konteks umum. yang berisi panduan untuk berlatih melaksanakan upaya peningkatan pembelajaran melalui pendekatan PTK. : Nusa Tenggara Timur Primary Education Partnership. dan Bahasa tuntunan tahapan belajar melaksanakan tahapan Inggris) perbaikan pembelajaran. : adalah suatu kesatuan bahan ajar bagi guru pada kegiatan KKG/MGMP dalam Program BERMUTU yang berisi: Bahan Belajar Mandiri (BBM) Generik dan Bahan Belajar Mandiri (BBM) per Bidang Studi. naratif: bersifat narasi. kegiatan siswa.Glosarium (SD dan SMP) dan semua bidang studi. kepala sekolah. pimpinan dinas pendidikan. Open class : kegiatan membuka kelas atau pelajaran untuk diamati oleh para observer (guru. pengawas sekolah. maupun masyarakat umum). Narasi dapat juga diartikan sebagai deskripsi suatu kejadian atau peristiwa. termasuk dalam Program BERMUTU.

Pemaparan data Pembelajaran Pendekatan pembelajaran Pleno PMPTK Portofolio Profesionalisme guru : adalah mutu. yang diperuntukan bagi pemandu dan guru anggota Pemandu : adalah guru. kualitas. kepala sekolah.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU Study. atau dosen yang bertindak sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar Model BERMUTU di KKG/MGMP. atau perwujudan lainnya yang dapat memberikan gambaran jelas tentang proses dan hasil tindakan yang dilakukan. grafik. yang intinya dalam kegiatan belajar mengajar guru harus menempatkan siswa sebagai subyek dalam belajar. tabel. pengawas sekolah. perbuatan menjadikan orang belajar. Profesi adalah pekerjaan atau Program BERMUTU 72 . Dalam konteks ini tidak tepat lagi menggunakan istilah ”guru mengajar siswa” tetapi ”guru membelajarkan siswa”. widyaiswara. : proses. pengawas dan tenaga adminstrasi) : kumpulan hasil karya atau latihan yang dilakukan oleh guru dalam mengikuti kegiatan Program BERMUTU. dan tindak tanduk yang merupakan ciri profesi guru atau guru yang profesional. : Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. cara. Dari portofolio dapat diikuti perkembangan atau kemajuan seorang guru dalam mengerjakan kegiatan atau latihan. : merupakan suatu proses atau upaya untuk menampilkan data secara jelas dan mudah dipahami dalam bentuk paparan naratif. Artinya guru harus mengkondisikan dan mendorong siswa agar dapat belajar sesuatu dengan fasilitas yang telah disiapkan. : ide yang mendasari proses pembentukan atau pengembangan pengetahuan siswa untuk mencapai sasaran pembelajaran/pendidikan : suatu forum yang diikuti oleh semua peserta kegiatan. Istilah pembelajaran lebih banyak dipakai berkaitan dengan pendangan/filosofi konstruktivistik dalam sistem pendidikan di Indonesia. salah satu Direktorat Jenderal di Depdiknas yang bertanggung jawab pada upaya peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan (kepala sekolah.

Proposal PTK : usulan kegiatan/program. tindakan. metode. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan tertentu. atau penelitian (PTK) : Penelitian Tindakan Kelas. strategi. kemahiran. PTK dimulai dari tahap perencanaan. adalah penelitian reflektif yang dilaksanakan secara siklis (berdaur) oleh guru atau dosen. Refleksi=cerminan atau pantulan. Lesson Study dan Case Study melalui kegiatan KKG atau MGMP. : kegiatan untuk merenungkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dan peningkatan atau kemajuan yang dicapai oleh seseorang setelah mengikuti tahapan kegiatan belajar. : saran yang menganjurkan dan menguatkan untuk dilakukan. : adalah tahapan PTK dimana guru menyusun rencana pembelajaran (RPP dan perangkatnya) dengan mempertimbangkan pendekatan. : suatu kegiatan perbaikan kualitas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PTK. refleksi. dan media untuk memperbaiki kualitas proses dan hasil Refleksi diri Rekomendasi Rencana tindakan Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 73 . materi.Glosarium kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian. Refleksi (dalam PTK) : merupakan kegiatan analisis –sintesis (mengurai. interpretasi dan eksplanasi (penjelasan) terhadap semua informasi yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan. : aturan-aturan umum yang harus diikuti agar kegiatan diskusi refleksi berjalan interaktif. efesien dan mencapai hasil yang diharapkan. mengkaitkan. pengamatan. membandingkan dengan teori dan pengalaman). Guru yang profesional = guru yang bermutu/berkualitas. PTK Model BERMUTU Rambu-rambu diskusi refleksi Rambu-rambu observasi : aturan-aturan umum yang harus diikuti agar kegiatan observasi berjalan lancar tanpa mengganggu proses pembelajaran dan memperoleh data atau hasil observasi. Jika hasil refleksi menuntut adanya tindak lanjut maka penelitian dimulai dari pencanaan lagi.

: tugas yang dilakukan secara individu oleh guru peserta belajar/pelatihan untuk memperluas wawasan atau pengetahuan tentang topik yang telah dipelajari. : proses melakukan valiadasi data atau informasi yang diperoleh dengan melakukan cek. : Science Education Quality Improvement Project. Tugas mandiri Tugas terstruktur Triangulasi 74 Program BERMUTU . : luasnya subyek yang tercakup dalam kajian atau penelitian (PTK). : semua bahan (cetak/tulis. Sumber belajar untuk mendukung implementasi Bahan Belajar Mandiri (BBM) ini telah dikemas dalam bentuk Hardcopy (buku) dan Softcopy (file). kaset. dsb.Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU pembelajaran. suatu panduan yang berisi rencana langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru bersama siswa. dan cek silang antara guru peneliti dan guru pengamat untuk memperoleh kesimpulan objektif. yang waktunya tidak dibatasi. statu program untuk meningkatkan kualitas pendidikan sains di Sekolah Dasar yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Dasar dengan bantuan teknis dari Pemerintah Jerman. : tugas yang harus dilakukan oleh guru peserta pelatihan sebagai tindak lanjut dari kegiatan tatap muka untuk menyelesaikan tahapan belajar agar diperoleh hasil yang maksimal. recek. RPP : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Strategi pembelajaran : usaha untuk mendayagunakan metode-metode pembelajaran yang telah dipilih untuk mencapai target pembelajaran secara efektif Subyek penelitian Sumber belajar : adalah siswa dalam satu kelas yang akan diperbaiki kualitas pembelajarannya. yang waktunya dibatasi sekitar 60% dari tatap muka. softdocument.) yang dapat digunakan sebagai sumber informasi atau sarana untuk mempelejari sesuatu konsep oleh siswa atau peserta didik. video. Ruang lingkup SEQIP Skenario pembelajaran : tahapan atau langkah-langkah pelaksanaan strategi pembelajaran yang dipilih oleh guru.

atau sifat benar menurut bahan bukti yang ada : keajegan atau kerandalan. : Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenang. : guru yang melaksanakan pembelajaran (dalam bentuk open class) untuk diamti oleh guru yang lain atau observer. penjelasan. menganalisis suatu bacaan/artikel untuk memperoleh ide-ide. : sesuatu atau faktor yang nilainya dapat berubah atau yang ikut menentukan perubahan. sementara variabel terikat adalah perubahan yang terjadi setelah dilaksanakannya tindakan. Validasi instrumen adalah kegiatan untuk menguji kesesuian alat ukur dengan apa yang seharusnya diukur. data-data pendukung yang mendukung pokok pikiran utama. menyangkut instrumen/alat ukur dan hasilnya yang dapat dipercaya : Information and Communication Technology/ Information Technology. Dalam kaitannya dengan PTK variabel bebasnya adalah tindakan yang diplih untuk memperbaiki pembelajaran. : suatu kegiatan membaca. ketelitian dan ketepatan pengukuran.Glosarium Validasi : kegiatan untuk menguji atau memberikan bukti empirik apakah pernyataan keyakinan yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu benar. : kesahihan. menelaah. serta memberikan komentar terhadap isi bacaan secara keseluruhan dari sudut pandang kepentingan pengkaji. PAKEM Variabel= peubah Validitas: Realiabilitas ICT/IT Guru model Kajian kritis Panduan Pengelolaan Program Belajar BERMUTU 75 .

Paket Pembelajaran BERMUTU Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful