BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Penelitian Kualitas pendidikan bukanlah terbentuk dengan sendirinya, melainkan hasil dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan mulai dari input peserta didik yang berkualitas, faktor profesionalisme dan kompetensi guru dalam menunjang proses belajar mengajar, kurikulum dan bahan ajar yang relevan dengan kondisi yang memperhatikan tuntutan masa depan siswa, manajemen kepemimpinan dan sistem administrasi sekolah yang handal dalam menunjang pelayanan pendidikan, faktor fisik sarana prasarana sekolah yang layak dan memadai untuk mendukung situasi belajar siswa, dan juga faktor pembiayaan yang harus dikorbankan untuk memperoleh pendidikan secara simul an dan t saling berpengaruh. Deskripsi manusia seutuhnya menghendaki agar pendidikan yang diberikan meliputi berbagai kemampuan yang relevan dengan kebutuhan perkembangan manusia seutuhnya, yang dilandasi oleh dorongan untuk bertahan dalam hidup bersama dengan orang lain, maupun dorongan untuk berkembang. Hal ini berarti bahwa kompetensi yang dimiliki oleh setiap individu dalam konteks kehidupan harus selalu dapat diadaptasikan pada perubahan cepat yang terus menerus. Strategi peningkatan mutu pendidikan yang menuju pada

pengembangan keterampilan yang relevan, nyata dan bermakna itulah yang diperlukan dalam kehidupan di masyarakat. Keterampilan hidup bukan saja kompetensi dalam mengelola dirinya untuk tumbuh kembang, seperti

membaca, menulis, dan berhitung. Namun juga kompetensi menguasai berbagai pengetahuan, keterampilan dalam berbagai situasi spesifik di rumah, di tempat kerja, di masyarakat, dan bagaimana ia mengadakan r lasi dengan e orang lain1. Dari semua komponen pengendali mutu tersebut, dapat dipandang bahwa faktor profesionalisme kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kualitas suatu lembaga pendidikan, karena kepemimpinan kepala sekolah adalah motor penggerak dalam memberikan pengaruh pada seluruh komponen sekolah untuk menuju visi, misi dan tujuan lembaga pendidikan yang telah dirumuskan bersama. Oleh karena itu peneliti mengambil judul ³Profil Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan Formal di Pondok Pesantren Hasan Jufri Bawean´. Pendidikan formal di Pondok Pesantren Hasan Jufri Bawean terdiri atas Madrasah Tsanawiyah (MTs) Hasan Jufri dan Madrasah Aliyah (MA) Hasan Jufri yang dijadikan sampel penelitian karena dalam operasional pembelajaran kesehariannya berada dalam pengawasan pengasuh/pemilik yang sekaligus sebagai ketua Yayasan Pondok Pesantren Hasan Jufri Bawean, yang jelas berimplikasi pada pengendalian loyalitas kinerja segenap komponen sekolah sehingga berkorelasi langsung pada kestabilan proses belajar mengajar dan kualitas sekolah pada kedua lembaga pendidikan formal tersebut. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan satu prasyarat agar dapat memasuki era globalisasi yang penuh dengan persaingan. Keberadaan sekolah
1 Syaiful Sagala (2009), Manajemen Strategi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan, Alfabeta, bandung, hlm. 170-171

sebagai lembaga pendidikan tidak bisa lepas dari persaingan global tersebut. membawa implikasi terhadap berbagai bidang kehidupan. sikap inovatif dan kreatif merupakan syarat yang perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan2. Jakarta. namun keberadaannya mutlak diperlukan karena tak mungkin digantikan oleh fungsi dan peran lainnya. Globalisasi yang sering dinyatakan sebagai era yang penuh dengan tantangan dan kompetensi. 21 2 . Platform Reformasi Pendidikan dan Pengembangan sumber Daya Manusia. Pemimpin (termasuk kepala sekolah) selalu menjadi fokus dari semua usaha menuju kemajuan dan perubahan serta memegang peranan sebagai motor penggerak dalam memotivasi bawahan. Logos Wacana Ilmu. hlm. mengelola sumber daya manusia dan sarana prasarana lainnya dalam mencapai tujuan yang ingin diperoleh. Lembaga pendidikan akan menghadapi banyak tantangan. fasilitas dan kurikulum silabi untuk dapat mengantisipasi dan A. bagaimana mempersiapkan peserta didik. termasuk tuntutan dan perkembangan bentuk komunikasi dan interaksi sosial dalam suatu proses kepemimpinan. Untuk mengantisipasi era globalisasi yang diperlukan adalah sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualitas keberdayaan yang lebih efektif agar mampu mengatasi berbagai tantangan yang timbul. meskipun pemimpin bukan merupakan satunya pusat kekuatan organisasi. Masa depan yang dibawa oleh proses globalisasi adalah masyarakat yang berdasarkan ilmu pengetahuan (knowledge±based society) untuk meningkatkan taraf hidup manusia. pengajar. Malik Fadjar (1999).

Jakarta. Hal ini bertentangan dengan UU No. sehingga perlu mempersiapkan diri mulai dari program pendidikan yang lebih kongkrit dan realitas untuk dapat menghadapi berbagai ancaman3. pengadaan dan perbaikan sarana prasarana pendidikan serta bimbingan peningkatan kualitas kepemimpinan kepala sekolah. pengadaan buku dan alat-alat pelajaran. khususnya pendidikan dasar dan menengah. 43 4 Undang-Undang RI No. menumbuhkan tradisi. Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa ini adalah masih rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. 6 3 . hlm. menyebutkan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. tentang Sistem Pendidikan Nasional. Berbagai usaha pemerintah telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. 20 Tahun 2003. hlm. peningkatan kompetensi guru melalui berbagai pendidikan dan pelatihan serta bintek. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas disebutkan pada bab ke-IV bagian kesatu pasal 5 ayat 14. Sinar Grafika Offset. Azyumardi Azra (2002) Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Millenium. Namun demikian berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. ujian akhir dengan standart nasional (UN). misalnya pengembangan kurikulum nasional dengan berbagai penyempurnaan. mengembangkan kreatifitas lembaga pendidikan sebagai learning organization and creative centre. 2007. hanya sebagian sekolah saja yang sudah menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang cukup menggembirakan. program sertifikasi guru. Logos Wacana Ilmu. Jakarta.mengelola perubahan. namun sebagian yang lain masih memprihatinkan.

sebagaimana telah diamanatkan dalam UU No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan5. relevan dengan kebutuhan masyarakat. yang kesemuanya bertujuan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. Dalam kaitan dengan strategi yang akan ditempuh. nyata dan bermakna. Telaah 5 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan dikuatkan dengan PP No. yaitu peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi akademis untuk memberi dasar minimal dalam perjalanan yang harus ditempuh mencapai mutu pendidikan yang dipersyaratkan oleh tuntunan zaman. Jakarta.Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu prioritas sasaran pembangunan nasional dan merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia secara menyeluruh. 60 . hlm. dan peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi pada keterampilan hidup yang esensial yang dicakupi oleh pendidikan yang berlandaskan luas. Peningkatan mutu pendidikan diperoleh melalui dua strategi. dan berdaya saing dalam kehidupan global serta mewujudkan sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. CV. Mutu pendidikan harus diupayakan untuk mencapai kemajuan yang dilandasai oleh suatu perubahan terencana. peningkatan mutu pendidikan sangat terkait dengan relevansi pendidikan dan penilaian berdasarkan kondisi aktual mutu pendidikan tersebut. Eko Jaya.

. 57 7 6 . 8 Abuddin Nata (2003). dengan paradigma ini akan terjadi suatu proses perubahan Syaiful Sagala (2009). hlm. Angkasa. Di antara paradigma yang ditawarkan oleh Indra Djati Sidi dalam Abuddin Nata (2003). dan mencakup mutu pendidikan yang dipertanggungjawabkan serta yang ditandai oleh suatu tolok ukur sebagi norma ideal6. Dalam menyikapi keadaan yang demikian dan tuntunan serta kebutuhan masyarakat dewasa ini yang semakin mendesak perlu adanya upaya-upaya pembaharuan. Bandung. Bertitik tolak pada kecenderungan ini penilaian masyarakat tentang mutu lulusan sekolah pun terus menerus berkembang. dan pemberdayaan sistem pendidikan agar sistem yang ada mampu menghadapi berbagai tantangan. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Op. hlm. tetapi juga disesuaikan dengan apa yang menjadi pandangan dan harapan masyarakat yang cenderung selalu berkembang seiring dengan kemajuan zaman.terhadap situasi aktual merupakan titik berpangkal dalam menempuh perjalanan ke situasi ideal yang didahului oleh suatu batas ambang sebagai landasan minimal. Cit. 170 Ibid. adalah paradigma teaching (mengajar) diubah menjadi learning (belajar). Di antara upaya yang dilakukan perlu adanya perumusan kembali paradigma dan visi pendidikan agar hasil yang diharapkan dari proses pembe lajaran tersebut lebih berdaya guna dan siap menghadapi kebutuhan masyarakat8. Karena itu sekolah harus terus menerus meningkatkan mutu lulusannya dengan menyesuaikannya dengan perkembangan tuntutan masyarakat menuju pada mutu pendidikan yang dilandasi tolok ukur norma ideal7. Mutu pendidikan tidak saja ditentukan oleh sekolah sebagai lembaga pengajaran. pengembangan.

di sini peserta didik diarahkan pada pembentukan kesadaran dalam bersosialisasi dengan berbagai ragam budaya. 58 Ibid. Ketiga. . dengan paradigma akan mewujudkan. hlm. sehingga lingkungan sekolah menjadi learning society (masyarakat belajar) dan peserta didik tidak lagi disebut pupil (siswa) tetapi sebagai learner (yang belajar). Namun keprihatinan yang masih ada di banyak 9 10 Ibid. visi ini dirasa sangat penting mengingat masyarakat modern saat ini tengah dilanda krisis kepribadian9. Keempat. Kedua. aspek yang ingin dicapai dalam visi ini adalah keterampilan peserta didik dalam menyelesaikan problema keseharian. bahasa dan agama.³bagaimana belajar bersama antara guru dan anak didik´. dengan kata lain pendidikan diarahkan pada how to solve the problem. learning to live together (belajar hidup bersama). learning to do (belajar berbuat/hidup). sehingga learner berani bersikap kritis dan memiliki semangat membaca yang tinggi. sehingga terbentuk sikap kreatif dan daya berpikir imaginatif10. Untuk menjalankannya diperlukan pemimpin dan tenaga pendidik (guru) yang kompeten dan berkualitas serta siap menghadapi tantangan global. learning to think (belajar berpikir) dalam arti bahwa belajar berorentasikan pada pengetahuan logis dan rasional. learning to be (belajar menjadi diri sendiri). melainkan juga berorientasi pada bagaimana peserta didik bisa belajar dari lingkungan dan pengalaman.. sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik yang bersifat pemenuhan aspek kognetif semata. Dengan keempat konsep visi tersebut peserta didik akan memperoleh kata kunci learning how to learn (belajar bagaimana belajar). Pertama.

Pendidikan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa dan merupakan wahana dalam menterjemahkan pesan-pesan konstitusi serta sarana dalam membangun watak bangsa. Bandung.negara adalah tentang pembaharuan dan penataan pengetahuan akademis guru guru. Melalui pendidikan. hendaknya senantiasa memahami sekolah sebagai suatu sistem organik. pengawasan bermacam-macam aktivitas sekolah. Masyarakat yang cerdas akan memberi nuansa kehidupan yang cerdas pula. dan Implementasi). Para pemimpin pendidikan seyogyanya lebih banyak terlibat dalam upaya membentuk sekolah yang tanggap terhadap kebutuhan yang muncul dalam komunitas masyarakat. mengatur jenis Enco Mulyasa (2005). Remaja Rosda Karya. manusia dipersiapkan untuk menjadi SDM yang berkualitas. Kurikulum Berbasis Kompetensi (Konsep. Karakteristik. 89 11 . Kepala sekolah memikul keseluruhan tanggung jawab dalam merinci program pembelajaran. sehingga harus lebih berperan sebagai pemimpin dibandingkan sebagai manajer. kemampuan untuk menyebarluaskan serangkaian teknik-teknik mengajar. kesiapsiagaan untuk memperkenalkan dan untuk melanjutkan pengembangan profesionalnya dan status sebagai para profesional11. secara progresif akan membentuk kemandirian dan itu dapat diraih hanya dengan pendidikan yang bermutu. hlm. sehingga mampu menjadi asset pembangunan nasional yang kompetitif. Kepala sekolah sebagai pemimpin. ahli dan terampil bekerja. PT.

Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. akan benar-benar memiliki kultur pelayanan terbaik (standar pelayanan minimal) terhadap siswa dan orang tua siswa. hlm. akan menimbulkan minat. hlm. 24 12 . masyarakat dan organisasi publik lainnya12. sampai tenaga kebersihan dan keamanan. ditambah lagi dengan mendasarkannya pada Manajemen Mutu Terpadu (MMT). administratif dan bimbingan ahli. Jakarta. bakat pemimpin. pengambilan keputusan yang lebih didesentralisasi dan bersifat partisipatoris serta pembagian tugas yang lebih besar antara pihak-pihak terkait. Kepemimpinan Kepala Sekolah. serta memelihara hubungan kerja lebih insentif dengan orang tua. PT. Remaja Rosda Karya. 102 13 Enco Mulyasa (2005). PT Raja Grafindo Persada. meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang Wahjosumidjo (2010).fasilitas baru dan sumber daya pembelajaran. karyawan. nilai-nilai universal serta pengalamannya (faktor ekologis) dalam mencapai kesuksesannya. seorang pemimpin akan berhasil jika memiliki empat macam kualitas yang diterapkan dalam kepemimpinannya yaitu: kejujuran. pandangan ke depan. guru. motivasi dan komitmen lebih besar. sumber inspirasi bagi pengikutnya dan berkompeten. Jika ini digabung dengan pelatihan. Selain mempertimbangkan dari sisi kemampuan individu tersebut. maka semua perangkat sekolah mulai dari kepala sekolah. hal ini disebabkan karena kepala sekolah merupakaan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan secara esensial dalam dipimpinnya13. Bandung. pengetahuan. Kemampuan pemimpin seseorang sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan. Biasanya. Menjadi Kepala Sekolah Profesional.

Kepala sekolah sebagai agen komunitas lokal dapat melayani wali siswa yang telah mengirimkan putra-putrinya ke sekolah dan berusaha memelihara lingkungan pendidikan untuk dapat menjawab kebutuhan anak-anak mereka di masa yang akan datang. Kepemimpinan kepala sekolah tentu akan menjalankan manajemen sesuai dengan iklim organisasi yaitu mampu mengelola sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Syarifuddin menerangkan pentingnya kepemimpinan dalam mengejar mutu yang diinginkan pada tiap sekolah. Gramedia Widiasarana Indonesia. yaitu proses belajar mengajar yang berkualitas untuk menghasilkan mutu yang tinggi. sehingga dapat dicapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang lebih efektif dan efisien. Jakarta. hlm. Op. sesuai dengan amanat isi UU No. PT. hlm.Kepala sekolah mempunyai peran yang sangat penting dimana ia dapat mempengaruhi. Sekolah hanya akan maju bila dipimpin oleh kepala sekolah yang visioner memiliki keterampilan manajerial serta integritas kepribadian dalam melakukan perbaikan mutu. 5 14 . Cit. Syafaruddin (2002). Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan: Konsep.. Kepala sekolah bertanggung jawab menjaga agar komunitas sekolah memprioritaskan pada fungsi esensial sekolah. 20 Tahun 2003. membimbing dan mengarahkan serta mengawasi semua komponen sekolah yang ada di lembaga yang ada hubungannya dengan kegiatan pembelajaran yang dijalankan. mengkoordinasi. strategi dan Aplikasi. baik dari segi pembelajaran maupun pengembangan sumber daya manusia14. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas15. 83 15 Undang-Undang RI No.

Kepala sekolah layak disebut sukses mengelola sekolah. Cit. (3) cakap mempengaruhi sikap dan keyakinan dirinya maupun orang lain untuk melakukan perubahan. Dalam hal ini peran kepala sekolah tidak lagi terbatas dalam hal mengelola melalui kontrol dan pemenuhan kewajiban administratif. 89 . (2) cakap menciptakan iklim organisasi yang positif. (2) kekuatan manusia pemanfaatan potensi sosial sekolah. (3) kekuatan pendidikan dan kepemimpinan. Op. pengorganisasian. melainkan juga harus menjadi seorang leader sekaligus manajer yang dapat mengelola dan meningkatkan kesuksesan sekolah/madrasah. pengkoordinasian. dan (5) cakap menggunakan model perencanaan peningkatan sekolah yang 16 Syaiful Sagala (2009). hlm.Ketangguhan kepala sekolah akan menciptakan sekolah yang bermutu dan kompetitif. yaitu (1) cakap memenuhi kebutuhan manajemen sekolah. pengawasan. dan pengendalian16. Ketangguhan ini menggambarkan bahwa kepala sekolah itu memiliki (1) kekuatan teknikal penerapan fungsi-fungsi manajemen. penggerakan. dan (5) kekuatan budaya sebagai sistem nilai yang berorientasi pada budaya mutu dan etos kerja yang tinggi. Semua ini disebut sebagai kekuatan kepemimpinan (strong leadership) kepala sekolah dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen sekolah yaitu perencanaan. (4) cakap mengembangkan perspektif program pendidikan dalam lingkup sekolah. minimal apabila ia memiliki kecakapan dalam lima hal. Pembelakuan manajemen berbasis sekolah/madrasah secara langsung memberikan dampak tanggung jawab yang lebih besar bagi kepala sekolah. (4) kekuatan simbolik yaitu interaksi simbolik atas kedudukan profesional..

Disamping itu. dan mencerminkan jiwa pendidikan. Listafariska Putra. Yogyakarta. Menjadi Kepala Sekolah Efektif. Ar-Ruzz Media. lembaga formal di pondok Pesantren Hasan Jufri Bawean yang terdiri atas MTs Hasan Jufri dan Ahmad Rozikun dan Namaduddin (2008). Strategi Perencanaan Manajemen Berbasis Madrasah di Tingkat Menengah. bila guru mempunyai keahlian memadai sesuai dengan bidangnya masing-masing serta mempunyai keterampilan mendidik dan mengajar yang baik serta mempunyai sifat pendidik yang sudah berakar dalam gerak langkahnya. dan hasilnya adalah dengan terampilnya generasi muda masa depan bangsa sehingga mampu membangun negeri ini dengan baik dan maju18. PT. Mempertimbangkan penjabaran beberapa argument dari latar belakang di atas. Bila kepala sekolah mempunyai keahlian yang lengkap sebagai pemimpin sebuah institusi sekolah. dan daya cipta mereka. mereka akan terpancing mengembangkan strategi-strategi yang dapat meningkatkan kualitas program pembelajaran17. dengan mempertimbangkan: Pertama. Jakarta.strategis.81-82 18 Abdullah Munir (2008). maka segala apa yang menjadi keinginan semua orang terhadap insan pendidikan akan terwujud. hlm. hlm. bila anak didik bisa belajar dan mampu menyerap segala materi pendidikan yang diajarkan sekolah dan mampu beraktivitas dengan layak. Jika kepala sekolah memiliki kecakapan-kecakapan ini sudah barang tentu kelompok orang yang dipimpinnya dan digerakkannya terpengaruh untuk menunjukkan keahlian. 7 17 . kreativitas. maka penulis memandang perlu dan layak untuk melakukan penelitian dan kajian lanjutan yang lebih spesifik mengenai tema Profil Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan Formal di Pondok Pesantren Hasan Jufri Bawean. lancar.

89 . partisipasi aktif warga sekolah dan masyarakat. pengelolahan tenaga kependidikan yang efektif. keterbukaan manajemen. hlm. Identifikasi Masalah Kepala sekolah yang profesional akan memberikan dampak positif dalam perubahan sistem pendidikan di sekolah. Permasalahan 1. Kepala sekolah dengan back ground pendidikan yang tinggi dan berpengalaman akan lebih berhasil dalam mencapai kesuksesannya. Kedua. akuntabilitas dan sustainabilitas19. responsif. Kepala sekolah sebagai pemimpin merupakan faktor penggerak dan penentu arah kebijakan sekolah serta menentukan bagaimana tujuan pendidikan dapat diimplementasikan dengan segala upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. kemauan untuk berubah. antisipatif terhadap kebutuhan. pemilik dan pengasuh Pondok Pesantren Hasan Jufri Bawean. Dampak tersebut antara lain terhadap efektifitas pendidikan.. Cit. kedua lembaga formal tersebut sedang dipimpin oleh kepala sekolah yang memiliki karakter dan kompetensi yang kuat serta latar belakang pengalaman dan pendidikan yang relevan. karena kemampuan memimpin seseorang sangat dipengaruhi oleh latar belakang 19 Enco Mulyasa (2005).MA Hasan Jufri masih dikendalikan dan dalam pengawasan langsung oleh pengurus yayasan yang notabenenya juga sebagai pendiri. tim kerja yang solid dan dinamis. B. Op. budaya mutu.

sebagai berikut: a. Raja Grafindo Persada.tingkat pendidikan. Pemimpin dan Kepemimpinan. nilai-nilai universal serta pengalamannya. membimbing. mempunyai posisi strategis serta tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan mutu pendidikan di lembaga yang dipimpinnya. Mengapa kepemimpinan Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. dengan indikator pertanyaan lain: y Apa tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan ? y Apa yang mempengaruhi efektifitas kinerja kepala sekolah dalam menjalankan fungsi manajemennya ? y Kompetensi apa yang harus dimiliki oleh kepala sekolah ? y Apa tipe dan gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala sekolah sehingga terjalin team work yang baik ? Kartini Kartono (2008). Kepala sekolah mempunyai peran yang esensial. 33-34 20 . mengajar. pengetahuan. bakat pemimpin. membantu. Berdasarkan latar belakang tersebut. Jakarta. hlm. sehingga terbentuk potensi kemampuan dan usaha sadar yang diatur secara sistematis untuk mendidik. maka penulis dapat memetakan beberapa masalah yang berkaitan dengan profil kepemimpinan kepala sekolah terhadap mutu pendidikan formal di pondok Pesantren Hasan Jufri Bawean. mengarahkan dan menumbuhkembangkan segala minat dan bakat orang yang dipimpinnya20.

fokus kajian dalam penelitian ini diarahkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas kinerja kepala sekolah. adsministrator. Pembatasan Masalah Kajian tentang kepemimpinan kepala sekolah sangat luas cakupan dan bahasannya. maka perlu dikemukakan pembatasan-pembatasan permasalahan sesuai dengan tujuan penelitian ini: Pertama. kajian dalam penelitian ini juga akan menampilkan masalah tipe dan gaya serta karakteristik kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala sekolah sehingga terjadi team work yang baik dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran terhadap upaya peningkatan kualitas kepemimpinan kepala sekolah yang pada gilirannya tentu akan berpengaruh pada kemajuan dan peningkatan mutu sekolah yang dipimpinnya. manajer. visioner (penyelia) dan pencipta kedinamisan iklim kerja. Sejauh mana karakteristik kepemimpinan kepala sekolah berperan dalam peningkatan mutu pendidikan ? c. pendidik. pembahasaan kepemimpinan sekolah yang menjadi fokus penelitian ini dibatasi pada kajian yang menyangkut tugas dan tanggung jawab kepala sekolah sebagai pemimpin. Bagaimana peranan kepala sekolah dan komponen sekolah (stakeholder) dalam peningkatan mutu pendidikan 2.b. yaitu karakteristik dan kompetensi kepala sekolah sebagai kecakapan khusus yang akan menunjang . wirausahawan. Ketiga. Kedua.

maka penelitian ini bertujuan untuk: a. Keempat.peran dan tanggung jawabnya dalam meningkatkan mutu pendidikan di lembaga yang dipimpinnya. Bagaimanakah profil kepemimpinan kepala sekolah terhadap mutu pendidikan formal di Pondok Pesantren Hasan Jufri Bawean? b. Tujuan Penelitian Merujuk pada rumusan masalah yang disusun di atas. 3. . Bagaimanakah mutu pendidikan formal di Pondok Pesantren Hasan Jufri Bawean dalam kaitannya terhadap profil kepemimpinan kepala sekolah ? C. b. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah di atas. maka penulis mengajukan pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian ini sebagai berikut: a. Mendapatkan deskripsi tentang implementasi kompetensi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTs Hasan Jufri dan MA Hasan Jufri. penelitian ini diarahkan pada hubungan kinerja kepala sekolah dengan seluruh komponen sekolah sebagai bagian dari proses pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Mengetahui kontribusi peran strategis kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan formal yaitu di MTs Hasan Jufri dan MA Hasan Jufri.

E. Bagi kepala sekolah. Bagi pemerhati pendidikan. D. acuan. mengingat sangat strategis peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sekolah. c. yaitu: profil kepemimpinan kepala sekolah terhadap mutu pendidikan formal di Pondok Pesantren Hasan Jufri Bawean. memberikan informasi pengetahuan tentang kompetensi serta tugas dan tanggung jawabnya dalam meningkatkan mutu pendidikan di lembaganya. Definisi Operasional Berkaitan dengan judul penelitian tesis yang dipilih ini. Manfaat Penelitian Hasil penelitian yang penulis lakukan ini diharapkan dapat bermanfaat buat praktisi pendidikan. sebagai tambahan khazanah ilmu pengetahuan serta bahan perbandingan bagi peneliti berikutnya yang berkenaan dengan masalah kepemimpinan kepala sekolah dan mutu pendidikan. ragam. Mengungkap fakta obyektif tentang kinerja kepala sekolah dalam memberikan pengaruh terhadap komponen sekolah sebagai bagian dari proses pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan di MTs Hasan Jufri dan MA Hasan Jufri. Bagi pengambil kebijakan di bidang pengelolaan pendidikan. antara lain: Profil/Model diartikan pola (contoh. sebagai bahan masukan konstruktif dalam menetapkan dan mengangkat kepala sekolah. dapat diberikan beberapa penafsiran istilah dari judul tersebut. . b.c. terutama: a.

hlm. Balai Pustaka.. Jakarta. Kajian Pustaka Para ahli dan peneliti di bidang pendidikan sudah banyak menulis hasil penelitiannya mengenai upaya peningkatan mutu pendidikan diantaranya.. Pustaka Lazuardi.. 604 25 Bab I Pasal 1 Undang-Undang RI No. Fakta dan Cita). hlm. 4 26 Ibid. atau suatu kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang22. Jakarta. 20 Tahun 2003. hlm. 244 27 Syahrul Adam (2005). 421 24 Ibid. F. hlm. kecerdasan. Mutu/kualitas diartikan (ukuran) baik-buruk sesuatu (kepandaian.dan sebagainya) dari sesuatu yang akan dibuat atau 21 dihasilkan . masyarakat.. Sinar Grafika Offset. Kepala sekolah diartikan pemimpin/ketua lembaga untuk kegiatan belajar dan mengajar. 684 23 Ibid. hlm. Formal diartikan sesuai dengan peraturan yang sah26. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. hlm. Menetap Masa Depan (Sejarah. akhlak mulia. pengendalian diri. Kamus Besar Bahasa Indonesia. atau diartikan sebagai guru yang memimpin suatu sekolah23. hlm. kecerdasan. Depdiknas (1990). bangsa dan negara25. dan sebagainya)24. 2007. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Jakarta. 589 Ibid. Pesantren Hasan Jufri. PT. Kepemimpinan diartikan cara memimpin.. Hasan Jufri adalah seorang kyai yang diabadikan namanya karena jasanya sebagai pendiri dan pengasuh pondok pesantren hasan jufri di Desa Lebak Pulau Bawean28. 29 22 21 . hlm. 2 28 Ibid. tentang Sistem Pendidikan Nasional. kepribadian. Pondok pesantren diartikan lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama dan di dalamnya ada yang bertindak sebagai pendidik dan sentral figurnya yaitu kyai27.

hlm. serta mampu melaksanakan peran sebagai seorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin sekolah30. Model. Sekolah yang baik akan selalu memiliki kepala sekolah yang baik pula. Tindakan dan komitmen kepala sekolah dalam memimpin sangat mempengaruhi usaha pencapaian tujuan pendidikan dari lembaga yang dipimpinnya. Teori. Op. 166 30 Wahjosumidjo (2010). Kepala sekolah dianggap berhasil apabila memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi organik yang kompleks. harus diadakan perubahan seluruh komponen sekolah terutama pada kepemimpinan sekolah.. erat hubungannya dengan kapasitas dan kualitas kepemimpinan Nurkholis (2003). 102 29 . Kepemimpinan Berbasis Sekolah. hlm. Wahjosumidjo menjelaskan bahwa proses pendidikan dapat dijalankan secara efektif apabila kepala sekolah selain dapat membangun mitra kerja yang seimbang juga dapat mencipta hubungan kerja yang sehat dan menyenangkan dengan seluruh komponen sekolah. karena kepemimpinan sekolah merupakan agen perubahan yang mempunyai peran aktif dalam peningkatan mutu pendidikan. Cit. sehingga harus memiliki kemampuan sebagai leader. dan Aplikasi. Jakarta. Hasil penelitian Edmonds (1979) yang dikutip Syaiful Sagala menyimpulkan bahwa tidak akan pernah ditemui suatu lembaga pendidikan yang bermutu baik. Pernyataan ini sangat jelas mengandung arti bahwa kualitas lembaga pendidikan. Grasindo. dipimpin oleh kepala sekolah yang mutunya rendah.Suharsini Arikunto (1998) dalam Nurkholis29 mengemukakan bahwa untuk mewujudkan sekolah efektif yang dapat menghasilkan produk optimal dalam bentuk prestasi belajar siswa.

Administrasi Pendidikan Kontemporer. adsministrator. hlm. inovator dan motivator bagi komunitas staf yang menjadi mitra kerjanya. dalam hal gairah siswa. Hasil penelitian Dedi Supriyadi mengemukakan bahwa di sejumlah SMU yang menunjukkan mutunya baik dan mempunyai pengakuan tinggi di masyarakat mempunyai ciri-ciri yang berbeda dengan sekolah-sekolah yang mutunya biasa. karisma kepemimpinan. karenanya kepala sekolah harus mampu berperan sebagai edukator. Yogyakarta. motivasi guru. dan kesamaan aksi ke dalam sebuah arus yang dinamis yang akan membawa 31 Syaiful Sagala (2006).kepala sekolah termasuk juga aspek kehidupan sekolah. Gordon A. Adi Citra Karya Nusa. Donalson menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan perpaduan tiga arus kehidupan organisasi yaitu. hubungan. tujuan. Kepala sekolah merupakan komponen penting dalam usaha peningkatan mutu pendidikan. Ciri-ciri tersebut dipengaruhi dan dibentuk oleh kepemimpinan kepala sekolah. Abdullah Munir memberikan penguatan bahwa kepala sekolah harus mempunyai wawasan luas. supervisor. 14 32 33 Dedi Supriyadi (1999). Abdullah Munir (2008). pengetahuan yang luas tentang tugas pokok dan fungsinya32. keahlian manajerial. Loc. leader. prestasi hasil belajar dan iklim sekolah secara keseluruhan. 347 . Alfabeta. Cit. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Hasil penelitian ini lebih menyoroti pengaruh kepemimpinan kepala sekolah yang kuat akan membentuk karakter sekolah dan berimbas pada opini tingkat kepercayaan masyarakat pada sekolah tersebut33. hlm. manajer. Bandung. karena kepala sekolah merupakan motor penggerak dari lembaga pendidikan tersebut31.

Penelitian yang akan dilakukan penulis tentang peran strategis yang dapat dilakukan oleh kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. wirausahawan. administrator. hlm. Gordon A. kinerja kepala sekolah yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya (sebagai pemimpin. dan hubungan kepala sekolah dengan komponen sekolah sebagai bagian dari proses pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Teacher College Columbia University. Cultivating Leadership in School. namun berbeda dalam obyek fokus pembahasannya. tipe dan gaya kepemimpinan kepala sekolah yang diterapkan sehingga terjadi team work yang baik. karakteristik dan kompetensi kepala sekolah sebagai jaminan menuju mutu kinerja. visioner dan pencipta kedinamisan iklim kerja). 42 34 . New York. Pernyataan ini menitikberatkan pada kerjasama antar kekuatan kelompok yang bersinergi akan membuahkan hasil yang positif. manajer. faktor yang mempengaruhi efektifitas kinerja kepala sekolah. Penelitian yang akan dilaksanakan dengan judul ³Profil Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Mutu Pendidikan Formal di Pondok Pesantren Hasan Jufri Bawean´ adalah memperkuat beberapa pernyataan dan penelitian di atas.sebuah sekolah ke arah pembelajaran dan pengajaran yang lebih maju. Donalson J. pendidik. connecting People. (2006). second edition. sehingga karakter kepemimpinan kepala sekolah harus ditopang oleh situasi dan kondisi pendukung yang searah menuju satu komitmen dalam mewujudkan tujuan insitusional lembaganya34. purpose and Practice.

Rineka Cipta. Jenis Penelitian Penelitian dalam tesis ini dikategorikan sebagai penelitian kualitatif. Alfabeta. Op. apabila dalam penelitian kualitatif ini dihasilkan angka-angka. yaitu data primer dan data sekunder 37. hlm.. hlm. 13 36 Suharsimi Arikunto (1998). ia dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok besar. 3. Cit. Jakarta. wawancara dan angket tentang karakteristik kepemimpinan sekolah dan mutu pendidikan formal yaitu di MTs Hasan Jufri dan MA Hasan Jufri. dan sebagai sumber sekunder penelitian ini adalah buku-buku literatur/referensi lain yang relevan untuk melengkapi data penelitian ini. karena data-data yang ada berasal dari penelusuran dan pengumpulan sumber-sumber kepustakaan yang dianggap mewakili (repesentative) dan Sugiyono (2006).G. Kualitatif dan R & D. 2. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Bandung. Metode Penelitian 1. di mana data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interpretasi terhadap data yang ditemukan di lapangan35. Sumber primer yang peneliti pergunakan dalam penelitian ini adalah hasil observasi. maka sesungguhnya angka-angka tersebut bukan sebagai data utama melainkan sebagai data penunjang saja. hlm. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 102 37 Sugiyono (2006). 308 35 . Sumber Data Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data itu dapat diperoleh36. Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif analisis dari berbagai kajian pustaka.

Raja Grafindo Persada. hlm. Oleh karena itu pada tahap ini tujuannya adalah untuk memberikan gambaran akan fakta-fakta seadanya dan mengemukakan hubungan variabel satu dengan lainnya. 102 Sumardi Suryabrata (1998). Yogyakarta.berkaitan (relevant) dengan obyek penelitian dalam kajian ini38. wawancara dan angket untuk menggali data yang terkait dengan karakteristik kepemimpinan kepala sekolah dan mutu pendidikan formal yaitu di MTs Hasan Jufri dan MA Hasan Jufri sebagai studi sampel kasus penerapannya. mengkategorisasi dan mengklasifikasi data-data. Sebagai pelengkap dalam menafsirkan makna data. UI Press. menguraikan. 18 39 38 . tetapi juga meliputi analisis penafsiran mengenai makna data yang diperoleh. Pengantar Penelitian Hukum. menganalisis. PT. mendiskripsikan fakta-fakta itu pada tahap permulaan tertuju pada upaya penampakan indikasi atau gejala secara lengkap di dalam aspek yang dianalisis agar jelas keadaanya39. Pada tahap berikutnya analisis akan diberi bobot yang lebih tinggi dengan memberikan interpretasi yang akurat terhadap fakta-fakta yang ditemukan. Jakarta. penulis menggunakan pendekatan fenomenologis yaitu merupakan analisis Sukanto Soerjono (1986). Dengan kata lain metode ini tidak terbatas pada tingkat pengumpulan dan menyusun data saja. hlm. Metode deskriptif analisis ini dipergunakan untuk mendeskripsikan. Penelitian ini juga dilengkapi dengan menggunakan metode observasi. terutama yang berkaitan dengan kepala sekolah masalah utama dan mutu yaitu topik profil Usaha-usaha kepemimpinan pendidikan. Metodologi Penelitian Kualitatif.

4. penyajian data dan verifikasi data/penarikan kesimpulan42. Proses ini dilakukan selama penelitian ditempuh melalui serangkaian proses pengumpulan data yang terjadi secara bersamaan yaitu dimulai dari proses reduksi data. Sistematika Penulisan Untuk mempermudah pemahaman dalam membaca tesis ini secara komprehensif. hlm. hlm. maka penulis membagi pembahasan ini ke dalam lima bab. Yogyakarta. Siklus interaktif adalah suatu kerja analisis yang saling mempengaruhi satu sama lain atau pengaruh timbal balik. H. IKIP Jakarta. yaitu Noeng Muhadjir (1996). 12-13 41 Jujun S. Sedang analisis kritis adalah untuk melihat sisi-sisi di mana suatu analisis dikembangkan secara berimbang dengan melihat kelebihan dan kekurangan obyek diteliti41. 338-345 40 . Suriasumantri (1987). atau pemikiran yang akan membuat sesuatu kepercayaan itu benar. Rake Sarasin. Op. Jakarta. Disamping menggunakan tehnik deskriptif-analisis kritis di atas penelitian ini juga diperkuat dengan menggunakan tehnik analisis siklus interaktif sebagaimana dikemukakan oleh Milles dan Huberman dalam Sugiyono (2006). Teknik Analisis Data Analisis data merupakan upaya yang dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi data..deskriptif tentang esensi ideal dari gejala-gejala yang menampakkan diri dalam suatu fakta sosial40. Deskriptif digunakan untuk menjelaskan kebenaran dan kesalahan dari suatu fakta. hlm. Cit. 77 42 Sugiyono (2006). Ilmu Dalam Perspektif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analisis kritis. Metodologi Penelitian Kualitatif.

Sumber Data. (2) Kompetensi Kepala Sekolah dan Peningkatan Mutu Pendidikan. yang meliputi: Sekolah sebagai Organisasi Pembelajaran. Karakteristik Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Tangguh. Teknik Analisa Data) dan Sistematika Penulisan. Definisi Operasional. (3) Kepemimpinan Menurut Pandangan Islam. Tujuan Penelitian. Metodologi penelitian: (Jenis Penelitian. Peningkatan Mutu Pendidikan. Kajian Pustaka. satu bab landasan teori. dan Kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai Agen Mutu Pendidikan. angket dan interview di tempat penelitian (MTs Hasan Jufri dan MA Hasan Jufri) tentang profil kepala sekolah sebagai jabatan profesional. satu bab pembahasan dan satu bab penutup. Adapun penyajian sistematika penelitiannya adalah sebagai berikut: Bab pertama. Pengertian Kepemimpinan. Tipe dan Gaya Kepemimpinan.terdiri dari satu bab pendahuluan. Potensi Kemampuan Kepemimpinan Kepala Sekolah. satu bab interpretasi hasil penelitian. Manfaat Penelitian. Masing-masing bab terdiri atas beberapa sub bab yang susunan sistematikanya didesain berurutan sesuai dengan kronologi urutan pembahasan. yang meliputi: Kompetensi Kepala Sekolah. Bab ketiga. penulis akan menjabarkan landasan teori atau kerangka berpikir tentang (1) Prinsip Kepemimpinan dalam Mutu Pendidikan. Metode penelitian. Rumusan Masalah). Pembatasan Masalah . penulis akan menyajikan data secara deskriptif-analisis dari hasil observasi. Bab kedua. . Pendahuluan yang meliputi: Latar Belakang Masalah. Klasifikasi Mutu Organisasi Pendidikan. Permasalahan: (Identifikasi Masalah. dan Konsep Pendidikan Islam.

penutup yang berisi kesimpulan. interaksi dan pendekatan dengan masyarakat sekolah. Bab keempat. motivasi dan kedisiplinan stakeholders sekolah yang terus meningkat. keramahan. kompetensi supervisi dan kompetensi sosial. . peningkatan kinerja tenaga kependidikan. kemudian dilengkapi dengan daftar pustaka beserta lampiran-lampiran pendukung.yang pembahasannya meliputi: (1) profesionalisme kepala sekolah menuju mutu pendidikan yang terdiri dari: kompetensi kepribadian. kompetensi kewirausahaan. kompetensi manajerial. Bab kelima. serta melembagakan budaya sekolah sebagai pelayanan publik yang bercirikan sapa-senyum-salam. sopan santun. kedisiplinan. kebersihan. profesionalisme guru dalam tugas. saran dan rekomendasi. Dilengkapi dengan (2) mengeksplor karakteristik kepemimpinan kepala sekolah. penulis akan menganalisis/membahas data dengan dalam memaparkan tentang implikasi kepemimpinan kepala sekolah peningkatan produktifitas sekolah yang meliputi: standarisasi dan mutu lulusan. kejujuran. dan manajemen strategis kepemimpinan kepala sekolah. semangat bekerja dan ukhuwah yang tinggi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful