P. 1
7307040517

7307040517

|Views: 2,932|Likes:
Published by Muhamad Agus Widodo

More info:

Published by: Muhamad Agus Widodo on Jul 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I PENDAHULUAN
  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.2 Tujuan
  • 1.3 Perumusan Masalah
  • 1.4 Tinjauan Pustaka
  • 1.5 Sistematika Pembahasan
  • BAB II TEORI PENUNJANG
  • 2.1 Solar Cell
  • 2.1.1 Spesifikasi sel surya
  • 2.1.3 Energi listrik
  • 2.1.4 Faktor pengoperasian sel surya
  • 2.2 Battery Charger Accu
  • Gambar 2.3 Rangkaian Baterai Charger
  • 2.3 Metode Charge Discharge
  • Gambar 2.4 Proses Charge dengan Arus Konstan
  • Gambar 2.5 Proses Discharge dengan Arus Konstan
  • Gambar 2.6 Proses Charge dengan Daya Konstan
  • Gambar 2.7 Proses Discharge dengan Daya Konstan
  • Gambar 2.9 Proses Discharge dengan Resistansi Konstan
  • 2.4 Accumulator
  • 2.5 Regulator LM350
  • Gambar 2.10 Aplikasi Sederhana dari LM350
  • 2.5.1 Operasi rangkaian dasar LM350
  • Gambar 2.12 Konfigurasi Rangkaian Dasar LM350
  • 2.5.2 Regulasi beban
  • 2.5.3 Diode perlindungan
  • 2.5.4 Comparator HA17458
  • 2.6 Pengertian Op-Amp
  • 2.7 LED (Light Emitting Diode)
  • 3.1 Konfigurasi Sistem
  • 3.2 Solar Cell
  • 3.3 Rangkaian Battery Charger
  • Gambar 3.4 Konfigurasi Rangkaian Dasar dari LM350
  • 3.3.2 Rangkaian battery charger
  • 3.3.3 Sensor cahaya
  • Gambar 3.10 Diagram Sirkuit Rangkaian Opto dan Relay
  • 3.4 Lampu LED (Light Emighthing Diode)
  • 3.6 Sensor Tegangan
  • BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
  • 4.1 Tujuan Pengujian
  • 4.2 Pengujian dan Analisa Perangkat
  • 4.3 Pengujian Solar Cell
  • Tabel 4.1 Data Pengujian Solar Cell 50Wp
  • Tabel 4.2 Data Pengujian Solar Cell 30Wp
  • 4.4 Pengujian Baterai Charger
  • 4.5 Pengujian LDR (Sensor Cahaya)
  • 4.6 Pengujian Optokoupler
  • 4.7 Pengujian Lampu LED
  • 4.8 Perhitungan pengunaan energi PLN
  • 4.9 Pengujian Sensor Tegangan output Accu
  • BAB V PENUTUP
  • 5.1 Kesimpulan
  • 5.2 Saran
  • DAFTAR PUSTAKA

UCAPAN TERIMA KASIH

Dengan selesainya proyek akhir ini bukanlah semata–mata usaha individu penulis, melainkan adanya kerja sama dengan berbagai pihak yang telah memberikan konstribusi dalam pengerjaan proyek akhir ini, antara lain : 1. Allah SWT yang telah memberikan anugerah kesehatan, kekuatan, dan ilmu pengetahuan kepada penulis sebagai satu anugerah yang tak ternilai harganya. 2. Bapak dan Ibu yang sangat saya sayangi, terima kasih atas dukungan dan kasih sayang yang tidak ternilai harganya. Terima kasih telah memberiku kesempatan mengisi diriku dengan ilmu– Nya. Semoga Allah SWT selalu menyayangi keduanya. Amin. 3. Adik – adik yang sangat saya sayangi Ryan dan Sari yang selalu mengingatkan saya. Serta semua keluargaku tercinta. 4. Bapak Dr.Ir.Titon Dutono, M.Eng. selaku direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya – ITS . 5. Bapak Ainur Rofiq Nansur, ST,MT, selaku ketua jurusan Teknik Elektro Industri PENS-ITS. 6. Bapak Ir. Yahya chusna, MT dan Ir. Moh. Zaenal Efendi, MT selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktunya serta membagi ilmunya, semoga semua amal baik dan keikhlasan bapak mendapat balasan yang sepantasnya dari Allah SWT. Amin 7. Partner dan rekan tugas akhir Kak Monice, terima kasih atas kerjasamanya dan kerja keras demi terselsaikannya tugas akhir ini. 8. Seluruh Dosen Penguji yang telah melontarkan pertayaan dan sarannya yang sangat membantu dalam penyelesaian tugas akhir ini. 9. Seluruh dosen dan karyawan PENS-ITS atas segala waktu dan fasilitas yang telah diberikan. 10. Mashudi, Rina, Jefri, Agus, Bang Daud, Master, Glewo, Lowo, Gotek, Nobity, Slacsa, Qinkonk, Prima, Kemprut, Mbak Monek, Qunam, Sincan, Sugab, Dito, Fikri. Terima kasih semua atas kebaikan dan bantuan yang telah diberikan serta do’anya. Matur thank you. 11. Penghuni lab lantai 2 dan lantai 3, terima kasih atas segala bantuan kalian semua. 12. Teman-teman kos di Gebang dan Keputih khususnya anak-anak dari Riau Bengkalis. Matur thank you.

xiii

13. Kekasiku Sy............. , terima kasih sayang atas semua yang kau berikan selama ini. Kamu adalah hal terindah yang selalu menemani hatiku ini. Dan semua pihak–pihak lain yang banyak membantu dalam Proyek Akhir ini. Sekali lagi penulis mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga. Semoga Allah SWT membalas atas semua kebaikan dan bantuan yang telah diberikan. Amin

xiv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.3 Perumusan Masalah 1.4 Tinjauan Pustaka 1.5 Sistematika Pembahasan TEORI PENUNJANG 2.1 Solar Cell 2.1.1 Spesifikasi Sel Surya 2.1.2 Perkembangan Sel Surya (Solar Cell) 2.1.3 Energi Listrik 2.1.4 Faktor Pengoperasian Sel Surya 2.2 Battery Charger Accu 2.3 Metode Charge Discharge 2.4 Accumulator 2.5 Regulator LM350 2.5.1 Operasi Rangkaian Dasar Lm350 2.5.2 Regulasi Beban 2.5.3 Diode Perlindungan 2.5.4 Comparator HAL7458 2.6 Pengertian Op-Amp 2.6.1 Rangkaian dasar op-amp (Pembanding Tegangan)

i ii iii iv v vi viii ix 1 1 2 2 2 3 5 5 6 6 7 8 9 10 14 15 16 17 18 19 20 22

BAB II

vi

8 Perhitungan pengunaan energi PLN 4.4 Kontrol On / Off Dengan Optokoupler Dan Relay 3.3 Pengujian Solar Cell 4.3 Rangkaian Battery Charger 3.3.2.4 Pengujian Baterai Charger 4.2 Rangkaian Battery Charger 3.9 Pengujian Sensor Tegangan output Accu PENUTUP 5.3.1 Tujuan Pengujian 4.5 Perencanaan Perbandingan Lampu Jalan AC Dengan Lampu LED DC 3.4 Lampu LED (Light Emighthing Diode) 3.1 Komponen Kontrol Battery Charger 3.1 Konfigurasi Sistem 3.3 Sensor Cahaya 3.2 Solar Cell 3.1 Kesimpulan 5.3.6 Pengujian Optokoupler 4.3.7 BAB III LED (Light Emitting Diode) 23 25 25 25 28 28 30 34 36 37 38 38 41 41 41 42 44 47 47 49 53 54 57 57 57 59 xii xiii xv PERENCANAAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.2 Pengujian Dan Analisa Perangkat 4.7 Pengujian Lampu LED 4.6 Sensor Tegangan PENGUJIAN DAN ANALISA 4.5 Pengujian LDR (Sensor Cahaya) 4.2 Saran BAB IV BAB V DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN UCAPAN TERIMA KASIH BIODATA PENULIS vii .

2 4.7 4.5 4.6 4.9 4.11 4.1 Halaman Tegangan Masukan / Keluaran 23 Pengukuran Lampu LED (4 Lampu Dengan 38 Daya 40 Watt) Dengan Reflector Alumunium Dengan Tambahan Kaca Pengukuran Lampu Jalan AC mercury 38 Dengan Daya 200 Watt) Dengan Reflector Alumunium Dengan Tambahan Kaca Data Pengujian Solar Cell 50Wp 42 Data Pengujian Solar Cell 30Wp 43 Pengujian Baterai Charge Dengan Solar Cell 45 50 Wp Pengujian Baterai Charge Dengan Solar Cell 46 50 Wp Data Hasil Pengujian Pengatur Tegangan 46 Keluaran Battery Charge Data Hasil Pengujian Sensor Cahaya 47 Pengukuran Lampu Led (1 Lampu Dengan 49 Daya 3 Watt) Tanpa Reflektor Pengukuran Lampu Led (1 Lampu Dengan 50 Daya 10 Watt) Tanpa Reflektor Pengukuran Lampu Led (4 Lampu Dengan 51 Daya 40 Watt) Tanpa Reflektor Pengukuran Lampu Led (4 Lampu Dengan 51 Daya 40 Watt) Dengan Reflector Alumunium Pengukuran Lampu Led (4 Lampu Dengan 52 Daya 40 Watt) Dengan Reflector Alumunium Dengan Tambahan Kaca Data Sampling Pengukuran Sensor Tegangan 54 Output accu Positif – Negatif 3.2 4.1 3.3 4.4 4.10 4.1 4.12 viii .8 4.DAFTAR TABEL Tabel 2.

Regulator Tegangan dengan Dioda-Dioda Perlindungan Konfigurasi pin HA17458 Skematis Op-Amp Diagram blok Op-Amp Pembanding tegangan Symbol Skematic LED Block Diagram Sistem Baterai Charger Sebagai Sumber Accu Untuk PJU Solar Cell Blok Diagram Sistem Kontrol Pada Battery Charger Konfigurasi Rangkaian Dasar dari LM350 Konfigurasi Pin HA17458 Rangkaian Battery Charger Rangkaian LDR 1 Rangkaian LDR 2 Rangkaian Sensor Cahaya Diagram Sirkuit Rangkaian Opto dan Relay Lampu LED 10Watt Diagram Rangkaian Lampu LED Yang Dipararel Halaman 6 7 9 10 11 11 12 12 13 15 16 17 19 20 21 21 22 23 25 26 28 29 29 30 35 35 35 36 37 37 ix .6 3.DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 2.10 3.4 3.2 2.11 2.3 3.8 3.5 3.18 3.3 2.9 2.16 2.15 2.17 2.5 2.4 2.6 2.7 2.12 Panel Surya Grafik kurva I-V Rangkaian Baterai Charger Proses Charge dengan Arus Konstan Proses Discharge dengan Arus Konstan Proses Charge dengan Daya Konstan Proses Discharge dengan Daya Konstan Proses Charge dengan arus konstan / tegangan konstan Proses Discharge dengan Resistansi Konstan Aplikasi Sederhana dari LM350 Konfigurasi Pin LM350 Konfigurasi Rangkaian Dasar LM350.10 2.12 2.14 2.1 3.9 3.8 2.13 2.11 3.7 3.2 3.

1 4.2 4.13 4.3 4.5 Rangkaian Pembagi Tegangan Pengujian Solar Cell 50Wp Pengujian Solar Cell 30Wp Pengujian Rrangkaian Batery Charger Pengujian Optokoupler Output Optokoupler 39 43 44 45 48 48 x .4 4.3.

Dilain pihak. solar cell yang digunakan untuk waktu penggantian. Pemanfaatan energi matahari merupakan satu diantara sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk penerangan lampu jalan raya yang menggunakan lampu LED bertegangan DC. Mikrokontroler dan Relay yang digunakan untuk sakelar on / off lampu pada mikrokontroler mengontrol banyak mulai dari sensor LDR dan lifetime dari lampu. Lampu LED. baterai. solarcell. lampu LED ini akan bekerja selama 12 jam lumen yang dihasilkan dari lampu LED sebesar200 lumen untuk 2m dan alat ini juga dapat mengetahui umur dari lampu. Dari solar cell energi listrik disimpan dalam aki dengan cara melakukan pengecasan melalui baterai charge dan output aki digunakan untuk sumber tegangan dari aki tersebut. Kata Kunci : Battery. baterai. yang nantinya akan digunakan sebagai sumber dari lampu LED. Sensor Cahaya (LDR). PLN sebagai penyedia sumber energi listrik di Indonesia masih banyak mengalami kesulitan dalam menyediakan listrik baru karena beberapa hal diantaranya pembangkit – pembangkit yang kekurangan bahan bakar sehingga menyebabkan sering adanya pemadaman bergilir dan untuk pemasangan lampu jalan raya masih kurang diperhatikan.ABSTRAK Pada saat ini penggunaan lampu jalan raya di Indonesia masih menggunakan teganggan AC yang berasal dari PLN. Battery Charger. Dengan aplikasi yang lebih spesifiknya lampu jalan raya menggunakan lampu LED dengan tenaga surya bisa digunakan dimana saja. iii . Selain itu penggunaan tegangan sumber dari PLN dapat digunakan sebagai cadangan.

The exploitation of solar energy is one of many basic energy that can be used to suply street lighting using LED lamp with DC source. From Solar Cell. battery. electric power would pass through charger circuit which later be strored in a battery. aplication of LED lamp for street lamp with Solar source can be installed at any placet subtition of PLN source.lamp. in other side PLN still having a lot of difficulty to provide a new source of power because the lack of fuel for the iminent suply generators that later inflict major result such as selective downtime and the lack of attention of street lamp.ABSTRACT Until Recently the use of street lamp in indonesian still depend on AC Voltage from PLN. The produced luminecent from the LED are measured 200 lumen for every 2 meter and this project other ability are capability to measure the life time of the LED. Charge Battery. Key Word : Battery. this LED will work 12 hours a day. Spesificly. battery and solar cell lifetime count. LDR Sensor. LED Lamp. and solar cell which later wil be used to determine the part exchange time. Microcontroller and relay are used as the on/off controller of the lamp . and as the input processor of the LDR censor . The battery output will be drawn by the LED lamp as the DC source. iv .

Proyek Akhir ini berjudul: Penerangan Jalan Umum (PJU) menggunakan Tenaga Surya (Solar cell) (Sub Judul : Solar Cell dan Charger Battery) Pembuatan dan penulisan buku Proyek Akhir ini sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studi di Politeknik Eletronika Negeri Surabaya – ITS dengan jurusan Teknik Elektro Industri. Penulis berharap semoga buku Proyek Akhir ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pembaca. sehingga buku Proyek Akhir ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis menyadari dalam pembuatan buku Proyek Akhir ini masih banyak kekurangan pada proses pengerjaan. Dengan rahmat Allah SWT dan bimbingan dari dosen pembimbing serta kemauan yang keras sehingga semua hambatan dan permasalahan dapat teratasi. Surabaya. Dan penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak. Selama penyusunan buku Proyek Akhir ini. banyak hambatan yang ditemui oleh penulis. Pebruari 2009 Penulis v .KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah selama pembuatan buku Proyek Akhir ini.

MT. 131 918 367 2. Ir. MT. Sutedjo. Endro Wahjono. 132 105 422 1. 131 843 904 2.PENERANGAN JALAM UMUM (PJU) MENGGUNAKAN TENAGA SURYA (Solar Cell) ( Sub Judul : Hardware) Oleh: Adi Suryadarma 7307 040 517 Proyek Akhir Ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan (SST) di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Disetujui oleh: Tim Penguji Dosen Pembimbing 1. 131 960 381 Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Elektro Industri Ainur Rofiq Nansur. 131 859 915 . Moh Zaenal Efendi. NIP. ST. Ir. MT NIP. NIP. Ir. NIP. Indhana Sudiharto. Yahya Chusna Arif. MT. 132 055 260 3. SST. ST. NIP. MT. MT NIP.

Pemanfaatan energi matahari merupakan satu diantara sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk penerangan lampu jalan raya yang menggunakan lampu LED yang bertegangan DC. Dapat kita ketahui bahwa minyak bumi.BAB I PENDAHULUAN 1. sedangkan PLN masih mengunakan bahan bakar minyak bumi. Hal ini tentu akan menghambat perkembangan yang ada pada tempat tersebut. Perlu ditemukan cara penyediaan energi listrik yang mendukung banyak hal yang mendesak seperti tersebut diatas. minyak bumi dan gas alam yang masih digunakan untuk sumber energi PLN yamg pada kenyataanya sulit untuk diperbaharui. Pemanfaatan energi matahari dapat dilakukan di manapun baik itu dikota maupun desa. Selain tersedia secara gratis pemanfaatan energi matahari ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan manusia terhadap energi batubara. Dengan aplikasi yang lebih spesifiknya lampu jalan raya menggunakan lampu LED dengan tenaga surya bisa digunakan dimana saja tanpa menggunkan sumber listrik dari PLN karena hanya menggunakan tegangan DC yang berasal dari solar cell. PLN sebagai penyedia sumber energi listrik di Indonesia masih banyak mengalami kesulitan dalam menyediakan listrik baru karena beberapa hal diantaranya pembangkit – pembangkit yang kekurangan bahan bakar sehingga menyebabkan sering adanya pemadaman bergilir dan untuk pemasangan lampu jalan raya masih kurang diperhatikan. Dilain pihak. gas alam. batu bara adalah sumber energi yang semakin menipis dan mahal. panas bumi dan diesel.1 Latar Belakang Pada saat ini penggunaan lampu jalan raya di Indonesia masih menggunakan tegangan AC yang berasal dari PLN. 1 . energi hidro. batubara. Fakta ini diperkuat dengan banyak jalan – jalan di Indonesia yang masih belum terdapat lampu jalan raya. Di kota aplikasi ini dapat digunakan untuk setiap lampu jalan raya yang masih menggantungkan sumber PLN dan pada desa alat tersebut bisa untuk penerangan jalan didesa yang belum terdapat lampu jalan. gas alam.

sumber energi yang banyak tersedia ini tak dimanfaatkan secara optimal. 3. Perencanaan daya solar cell. Sayangnya. sumber tegangan PLN hanya akan digunakan sebagai cadangan. Dari uraian diatas sangat jelas dengan adanya sistem tersebut dapat membantu mengurangi beban – beban PLN sendiri bergerak dalam pembangkit listrik di Indonesia. Sinar matahari dapat diolah menjadi energi yang selanjutnya energi tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik. Perencanaan rangkaian charge accu keluaran solar cell. Dengan semakin berkuranganya sumber daya alam di dunia menyebabkan semakin mahalnya harga sumber daya alam yang banyak digunakan sebagai pembangkit energi listrik. 1.2 Tujuan Tujuan dari proyek ini adalah membuat suatu sistem perancangan pemanfaatan energi matahari yang dioperasikan atau digunakan pada penerangan lampu jalan raya dengan tipologi daerah tersebut. karena energi matahari yang tiada habisnya diseluruh dunia. Salah satunya adalah PT LAPI ITB yang membuat Penerangan Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ini bertujuan untuk . 1. Khususnya di Indonesia sangat perlu untuk dibangun penerangan lampu jalan raya menggunakan tegangan DC yang berasal dari accu yang dicas oleh sel surya. Perencanaan daya lampu yang akan digunakan. Disamping itu banyak jalan – jalan pedesaaan yang masih susah terjangkau jaringan listrik. 6. yaitu: 1. Perencanaan Voltage Devider yang. 4. Perencanaan waktu penggunaan lampu dan accu. 2. Perencanaan on/off lampu dengan LDR.2 1.4 Tinjauan Pustaka Energi dengan sumber tenaga surya sudah dikenal lama.3 Perumusan Masalah Pada Proyek Akhir ini membahas mengenai perencanaan dan pembahasan. Artinya bisa dipakai untuk menyalakan lampu dan perangkat elektronik lain. Pada proyek akhir ini akan ditambahkan untuk melengkapi apa yang ada sebelumnya yaitu dengan charge untuk pengisian accu dan pengontrolannya menggunakan atmega16. 5. Hanya sebagian kecil saja yang memanfaatkan.

Untuk meningkatkan hasil akhir yang lebih baik diberikan saran-saran terhadap hasil pembuatan Proyek Akhir. BAB II : TEORI PENUNJANG Bab ini membahas teori-teori yang menunjang dan berkaitan dengan penyelesaian Proyek Akhir. Mengintegrasikan seluruh sistem dan pengujian. sistem untuk pengontrolan lampu dan cas accu . batasan masalah. sistematika pembahasan Proyek Akhir dan tinjauan pustaka. metodologi. antara lain rangkaian charge accu. . 1. beban lampu LED yang bertegangan DC. BAB IV : PENGUJIAN DAN ANALISA Bab ini membahas secara keseluruhan dari sistem dan dilakukan pengujian serta analisa pada setiap percobaan perangkat keras.3 mengontrol mati dan hidupnya lampu LED yang bertegangan dc serta untuk pengontrolan dari lampu dan tegangan aki yang disensing pada malam hari. perencanaan. kemudian berdasarkan data hasil pengujian dan dilakukan analisa terhadap keseluruhan sistem. BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini membahas kesimpulan dari pembahasan. tujuan. pengujian dan analisa berdasarkan data hasil pengujian sistem. BAB III : PERENCANAAN DAN PEMBUATAN Bab ini membahas tahap perencanaan dan proses pembuatan perangkat keras Proyek Akhir.5 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan penyusunan Proyek Akhir ini direncanakan sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Bab ini membahas pendahuluan yang terdiri dari latar belakang.

4 (halaman ini sengaja dikosongkan) .

5 .1. tenaga listrik yang dihasilkan oleh satu module masih cukup kecil (rata-rata maksimum tenaga listrik yang dihasilkan 130 W) maka dalam pemanfaatannya beberapa module digabungkan dan terbentuklah apa yang disebut array.tama akan dijelaskan secara singkat komponen penting dalam sistem ini yang berfungsi sebagai pengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Produk yang dikeluarkan oleh industri-industri solar cell adalah dalam bentuk module yang ditunjukan pada Gambar 2. Pada aplikasinya. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh satu solar cell sangat kecil maka beberapa solar cell harus digabungkan sehingga terbentuklah satuan komponen yang disebut module. pertama . Komponen ini mengkonfirmasikan energi dari cahaya matahari menjadi energi listrik.15 cm persegi.1 Solar Cell Energi Surya adalah salah satu jenis dari energi terbarukan (Renewable Energy).30 meter persegi. Solar cell merupakan komponen vital yang umumnya terbuat dari bahan semi konduktor. Sebagai contoh untuk menghasilkan listrik sebesar 3 kW dibutuhkan array seluas kira-kira 20 .BAB II TEORI PENUNJANG 2. yang menghasilkan energi sepanjang usia Matahari. Matahari (Surya) adalah sumber energi yang dijumpai dalam sistem galaksi. Maksud energi surya adalah energi yang didapatkan langsung dari cahaya matahari Sebelum membahas sistem. Listrik tenaga matahari dibangkitkan oleh komponen yang disebut solar cell yang besarnya sekitar 10 .

1. dengan nilai effisiensi sekitar 24%. 2.2-0. kemudian pendinginan perlahan untuk mendapatkan bahan campuran silikon yang akn timbul diatas lapisan silikon. b.2 Perkembangan sel surya (solar cell) Pengembangan Sel Surya Silikon secara Individu (chip) : a. . Elektron-elektron bebas terbentuk dari milion photon atau benturan atom pada lapisan penghubung (junction= 0.5 micron ) menyebabkan terjadinya aliran listrik. Mono-crystalline (Si) Dibuat dari silikon kristal tunggal yang didapat dari peleburan silikon dalam bentuk bujur. Sel ini kurang efektif dibanding dengan sel Poly crystalline (efektivitas 18%).6 Gambar 2. tetapi beayalebih murah. Poly-crystalline/Multi-crystalline (Si) Dibuat dari peleburan silikon dalam tungku keramik.1.1 Panel Surya 2. Sebuah Silikon Sel Surya adalah sebuah diode yang terbentuk dari 3 lapisan atas silikon tipe n (silicon doping of“phosphorous”). Sekarang Mono-crystalline dapat dibuat setebal 200 mikron. dan lapisan bawah silikon tipe p (silicon doping of “boron”). c. Gallium Arsenide (GaAs) Sel Surya III-V semikonduktor yang sangat efisien sekitar 25%.1 Spesifikasi sel surya Sel Surya diproduksi dari bahan semikonduktor yaitu silikon yang berperan sebagai insulator pada temperatur rendah dan sebagai konduktor bila ada energi dan panas.

1.5 volt — max.3 Gambar 2. Voc naik secara logaritma dengan peningkatan sinar matahari. Voc adalah volt maximum pada nilai arus nol. 600 mV pada 2 amp . Sedangkan Isc adalah arus listrik maximum pada nilai volt = nol. Pada Gambar 2. Sel Surya akanmenghasilkan energi maximum jika nilai Vm dan Im juga maximum.7 Energi listrik Sebuah Sel Surya dalam menghasilkan energi listrik (energi sinar matahari menjadi photon) tidak tergantung pada besaran luas bidang Silikon. 2. Isc berbanding langsung dengan tersedianya sinar matahari. karakter ini yang memungkinkan Sel Surya untuk mengisi accu. dan secara konstan akan menghasilkan energi berkisar ± 0. dengan kekuatan radiasi solar matahari 1000 W/m2 = ”1 Sun” akan menghasilkan arus listrik (I) sekitar 30 mA/cm2 per sel surya.2 grafik I-V Curve dibawah yang menggambarkan keadaan sebuah Sel Surya beroperasi secara normal.2 Grafik kurva I-V Keterangan: Isc = Short-circuit current Vsc = Open-circuit voltage Vm = Voltage maximum power Im = Current maximum power Pm = Power maximum-output dari PV array (watt) .

1. b. maka extra luasan bidang panel PV dibutuhkan .4 a. Radiasi solar matahari (insolation) Radiasi solar matahari di bumi dan berbagai lokasi bervariable. dan sangat tergantung keadaan spektrum solar ke bumi. Faktor pengoperasian sel surya Pengoperasian maximum Sel Surya sangat tergantung pada : Ambient air temperature Sebuah Sel Surya dapat beroperasi secara maximum jika temperatur sel tetap normal (pada 25 derajat Celsius). Kalau tidak dapat mempertahankan ketegak lurusan antara sinar matahari dengan bidang PV. sudut orientasi (tilt angle) dari panel/deretan PV juga sangat mempengaruhi hasil energi maximum (lihat penjelasan tilt angle). Insolation solar matahari akan banyak berpengaruh pada current (I) sedikit pada volt Kecepatan angin bertiup Kecepatan tiup angin disekitar lokasi PV array dapat membantu mendinginkan permukaan temperatur kaca-kaca PV array.orientasi ke Timur—Barat walaupun juga dapat menghasilkan sejumlah energi dari panelpanel/deretan PV. Orientasi panel atau array PV Orientasi dari rangkaian PV (array) ke arah matahari secara optimum adalah penting agar panel/deretan PV dapat menghasilkan energi maximum. kabut dan polusi sangat mementukan hasil maximum arus listrik dari deretan PV. e. mendung. maka panel/deretan PV sebaiknya diorientasikan ke Selatan. Mempertahankan sinar matahari jatuh ke sebuah permukaan panel PV secara tegaklurus akan mendapatkan energi maximum 1000 W/m2 atau 1 kW/m2. Setiap kenaikan temperatur Sel Surya1 derajat celsius (dari 25 derajat) akan berkurang sekitar 0. c. d.jenis partikel debu udara. Posisi letak sel surya (array) terhadap matahari (tilt angle) Tilt Angle (sudut orientasi Matahari). Keadaan atmosfir bumi Keadaan atmosfir bumi—berawan. uap air udara(Rh).8 2. kenaikan temperatur lebih tinggi dari temperature normal pada PV sel akan melemahkan voltage (Voc).4 % pada total tenaga yang dihasilkan atau akan melemah 2x lipat untuk kenaikkan temperatur Sel per 10 derajad C.Sebagai guidline: untuk lokasi yang terletak di belahan Utara latitude. Selain arah orientasi. asap. tetapi tidak akan mendapatkan energi matahari optimum.

3. sedangkan untuk lokasi dengan latitude berbeda harus dicarikan “tilt angle” yang optimum (maksimal). Gambar 2. 2. sedangkan rangkaian comparator berfungsi untuk menurunkan arus pengisian secara otomatis pada battery pada saat tegangan pada battery penuh ke level yang aman tentunya dan menahan arus pengisian hingga menjadi lebih lambat sehingga menyebabkan indicator aktif menandakan battery telah terisi penuh ditunjukan pada Gambar 2. . Rangkaian regulator berfungsi untuk mengatur tegangan keluaran agar tetap konstan.9 (bidang panel PV terhadap sun altitude yang berubah setiap jam dalam sehari). Solar Panel PV pada Equator (latitude 0 derajat) yang diletakkan mendatar (tilt angle =0) akan menghasilkan energi maximum.2 Battery Charger Accu Pengertian dari Battery Charger adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengisi battery dengan arus konstan hingga mencapai tegangan yang ditentukan.3 Rangkaian Baterai Charger Didalam rangkaian battery charger terdapat rangkaian regulator dan rangkaian comparator. maka arus pengisian akan turun secara otomatis ke level yang aman tepatnya yang telah ditentukan dan menahan arus pengisian hingga menjadi lebih lambat sehingga indicator menyala menandakan battery telah terisi penuh. Bila level tegangan yang ditentukan itu telah tercapai.

Penelitian atau percobaan tentang Proses Charge dan Discharge telah menghasilkan banyak sekali metode yaitu antara lain: a.4 Proses Charge dengan Arus Konstan . proses charge discharge akan berakhir ketika waktu yang telah diset terlampaui atau apabila kapasitas baterry (accumulator) yang ditentukan telah terpenuhi.5 dapat diambil kesimpulan bahwa. Proses Charge dan Proses Discharge dengan arus konstan yang ditunjukkan pada Gambar 2.3 Metode Charge Discharge Baterry (accumulator) merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk memberikan supply tenaga terutama pada kendaraan bermotor.4 dan Gambar 2. Gambar 2.10 2. accumulator digunakan untuk menyimpan energi listrik yang berasal dari generator dikarenakan kecepatan angin yang berubah-ubah sehingga tegangan keluaran dari generator dc juga berubah-ubah. Proses Charge dan Discharge dengan Arus Konstan. akan tetapi dalam tugas proyek akhir ini yang berjudul Sistem Pengisian Battery Charger Pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin ini.

Proses Charge Discharge dengan Daya Konstan. proses ini berakhir ketika set time terpenuhi atau tegangan pada battery terpenuhi.6 Proses Charge dengan Daya Konstan .11 Gambar 2. Sedangkan Proses Discharge dengan daya konstan yang ditunjukkan pada Gambar 2.7 dilakukan ketika tegangan baterry turun dan arus naik dan discharge berakhir saat set time terlampaui atau tegangan beban terpenuhi.6 dilakukan ketika tegangan naik dan arus turun. Gambar 2.5 Proses Discharge dengan Arus Konstan b. Proses Charge dengan daya konstan yang ditunjukkan pada Gambar 2.

8 Proses Charge dengan arus konstan / tegangan konstan . Gambar 2.7 Proses Discharge dengan Daya Konstan c.8 menunjukkan Proses Charge dengan arus konstan ketika tegangan terminal lebih rendah dari pada tegangan charge.12 Gambar 2. Gambar 2.

3.3. Gambar 2. Lama pengisian Daya: daya Ah Td = daya A (2.2) . Gambar 2.1) Keterangan : Ta = Lamanya pengisian arus (jam). Ah = Besarnya kapasitet accumulator (Ampere hours).9 Proses Discharge dengan Resistansi Konstan Untuk mengetahui waktu dalam proses pengisian accumulator.2): Lama pengisian Arus: Ta = Ah A (2.13 d. A = Besarnya arus pengisian ke accumulator (Ampere).9 menunjukkan Proses Discharge dengan resistansi konstan ketika tegangan baterry turun dan arus juga turun.3. dapat menggunakan perhitungan pada persamaan (2.1) dan persamaan (2.3.

Contoh elemen primer adalah batu baterai (dry cells). Daya Ah = Besarnya daya yang didapat dari perkalian Ah dengan besar tegangan accumulator (Watt hours). Reaksi kimia pada elemen primer yang menyebabkan elektron mengalir dari elektroda negatif (katoda) ke elektroda positif (anoda) tidak dapat dibalik arahnya. Accu mencatu arus untuk menyalakan mesin (motor dan mobil dengan menghidupkan dinamo stater) dan komponen . Yang dimaksud dengan proses elektrokimia reversibel yaitu di dalam aki saat dipakai berlangsung proses pengubahan kimia menjadi tenaga listrik(discharging). Elemen sekunder dalam pemakaiannya harus diberi muatan terlebih dahulu sebelum digunakan.14 Keterangan : Td = Lamanya pengisian Daya (jam). elemen sekunder dapat dimuati kembali berulang kali. baik mobil atau motor. sehingga ggl totalnya adalah 12 Volt. Akan tetapi. tidak seperti elemen primer. adalah salah satu komponen utama dalam kendaraan bermotor. terjadi proses tenaga listrik menjadi tenaga kimia (charging). Aki mampu mengubah tenaga kimia menjadi tenaga listrik. Besar ggl yang dihasilkan satu sel aki adalah 2 Volt.4 Accumulator Accumulator atau sering disebut aki. Sebuah aki mobil terdiri dari enam buah aki yang disusun secara seri. Elemen sekunder ini lebih dikenal dengan aki. yaitu elemen primer dan elemen sekunder. yaitu dengan cara mengalirkan arus listrik (secara umum dikenal dengan istilah 'disetrum'). Dalam sebuah aki berlangsung proses elektrokimia yang reversibel (bolakbalik) dengan efisiensi yang tinggi. semua memerlukan aki untuk dapat menghidupkan mesin kendaraan (mencatu arus pada dinamo stater kendaraan). Daya A = Besarnya daya yang didapat dari perkalian A dengan besar tegangan accumulator (Watt). maka elemen primer tidak dapat dimuati kembali dan memerlukan penggantian bahan pereaksinya (elemen kering). Dikenal dua jenis elemen yang merupakan sumber arus searah (DC) dari proses kimiawi. Sedangkan saat diisi atau dimuati. Elemen primer terdiri dari elemen basah dan elemen kering. Sehingga dilihat dari sisi ekonomis elemen primer dapat dikatakan cukup boros. Maka jika muatannya habis. 2.

Pada aki kendaraan bermotor arus yang terdapat di dalamnya dinamakan dengan kapasitas aki yang disebut Ampere-Hour/AH (Ampere-jam). Dan Konfigurasi Pin LM350 ditunjukkan pada Gambar 2. 2.15 listrik lain dalam mobil.10 Aplikasi Sederhana dari LM350 .2 V sampai 33 V. Gambar 2. Contohnya untuk aki dengan kapasitas arus 5 AH.0 A pada tegangan keluaran dari 1.5 Regulator LM350 LM350 adalah suatu regulator tegangan yang mempunyai tiga terminal positif yang dapat disetel untuk mampu menyediakan arus 3. Pada saat mobil berjalan aki dimuati (diisi) kembali sebuah dinamo (disebut dinamo jalan) yang dijalankan dari putaran mesin mobil atau motor. Aplikasi Sederhana dari LM 350 ditunjukkan pada Gambar 2. Regulator tegangan ini sangat mudah untuk digunakan dan hanya memerlukan dua resistor eksternal untuk menetapkan tegangan keluaran.11. maka aki tersebut dapat mencatu arus 5 Ampere selama 1 jam atau 1 Ampere selama 5 jam.10.

pengontrolannya kurang dari 100 uA.16 C * in O berfungsi untuk filter power supply regulator. dalam banyak aplikasi error ini merupakan hal yang biasa. Dalam operasinya.5.12).5.11 Konfigurasi Pin LM350 2. dengan ini (I arus konstan yang mengalir pada R digroundkan. C ** tidak digunakan untuk menstabilkan tegangan masukan. tetapi untuk meningkatkan respon transient. LM350 bekerja dan menjaga nilai tegangan referensi nominal (V ) 1.1) 2 .1).25 V diantara terminal pengaturan dan terminal ref PROG 1 keluarannya.6. Pengaturan tegangan keluarannya diberikan dengan persamaan (2.1 Operasi rangkaian dasar LM350 LM350 adalah suatu Floating Regulator dengan tiga terminal. Vout = Vref ( 1 + R2 R1 ) + IAdj R2 (2. Tegangan referensi ini dikonversi untuk memprogram arus ) dengan R (seperti ditunjukkan pada Gambar 2. I Adj Gambar 2.

LM350 adalah suatu floating regulator.5. LM350 dirancang untuk mengendalikan yang kurang dari 100 uA dan menjaganya konstan. Pembumian pada resistor R dapat dikembalikan mendekati 2 . LM350 hanyalah pembagi tegangan pada sembarang rangkaian yang mengutamakan performa. dengan demikian terjadi penurunan regulasi.2 Regulasi beban LM350 mampu meregulasi beban dengan sangat baik. pengaturan resistor (R ) harus dihubungkan 1 dengan regulator untuk memperkecil drop tegangan yang efektif mendekati tegangan referensi. Pengosongan ini merupakan persyaratan untuk suatu arus beban minimum. dan rangkaian yang beroperasi pada tegangan tinggi yang berhubungan dengan ground. Jika arus beban kurang dari arus minimum (100 uA). tetapi diperlukan kewaspadaan untuk memperoleh kemampuan maksimum.17 Karena arus dari teminal (I ) menunjukkan suatu error yang dimasukkan dalam persamaan. Untuk I melakukan ini.12 Konfigurasi Rangkaian Dasar LM350 2. Untuk performa terbaik. tegangan keluaran akan naik. Adj Adj Gambar 2. semua arus operasi dikosongkan dikembalikan ke terminal keluaran.

13. Terminal penyetelan bisa di hubung singkatkan untuk pembumian hingga ripple rejection meningkat.5. . kombinasi diode-diode D dan D mencegah C 1 Adj 2 dari discharge yang melalui IC selama pada masukan terdapat suatu hubung-singkat. Walaupun LM350 tetap stabil dengan tidak adanya kapasitansi keluaran. nilai tertentu dari eksternal kapasitansi dapat menyebabkan ringing yang berlebihan. Adj C > 10 uF). Diode D melindungi kapasitor Cadj dari short circuit yang melalui IC selama terdapat suatu hubung-singkat pada keluaran. Diode D mencegah C dari discharga yang melewati IC 1 O 2 O selama pada suatu masukan terdapat korsleting. O Adj 2. Suatu capacitor 0. Suatu keluaran kapasitansi (C ) dalam satuan 1 uF pada capacitor tantalum atau kapasitor elektrolitik aluminium 25 uF mempengaruhi efek keluaran dan menjamin kestabilan keluarannya. Regulator LM350 dengan dioda perlindungan ditunjukkan pada Gambar 2. Capasitor (C ) mencegah ripple dari penguatan seperti tegangan keluaran yang meningkat.13 menunjukkan LM350 dengan rekomendasi diode perlindungan untuk tegangan-tegangan keluaran lebih dari 25 V atau nilai kapasitansinya tinggi (C > 25 uF.18 beban ground untuk memberikan pengontrolan ground dan meningkatkan regulasi beban. hal itu kadang-kadang diperlukan dengan cara menambahkan diodediode perlindungan untuk mencegah kapasitor dari discharge melalui titik-titik rendah dalam regulator. Gambar 2.3 Diode perlindungan Bila kapasitor eksternal digunakan pada IC regulator manapun.1 uF piringan atau capacitor tantalum 1 uF capacitor masukan bypass (Cin) direkomendasikan untuk mengurangi sensitivitas pada impedansi jalur masukan. seperti pada umumnya rangkaian pembalik. Suatu capacitor 10 uF diperlukan untuk meningkatkan ripple rejection sekitar 15 dB pada 120 Hz dalam suatu aplikasi 10 V.

14 Fitur: • High voltage gain: 100dB (Typ) • Wide output amplitude: ±13V (Typ) [at RL ≥ 2kΩ] • Protected from output short circuit • Internal phase compensation.5.13 Regulator Tegangan dengan Dioda-Dioda Perlindungan 2.19 Gambar 2.4 Comparator HA17458 HA17458 merupakan dual op-amp yang menyediakan kompensasi pergeseran fasa internal dan berperforma tinggi. Konfigurasi pin dari HA17458 ditunjukkan pada Gambar 2. . HA17458 dapat diterapkan secara luas untuk pengukuran peralatan kontrol dan untuk penggunaan secara umum.

Masukan tak membalik dinyatakan dengan tanda positif (+). yakni penguat differensial impedansi masukan tinggi. dan penguat keluaran impendansi rendah. Tegangan DC atau AC yang diberikan pada masukan ini akan sefasa dengan keluaran. Simbol Op-Amp standar dinyatakan dengan sebuah segitiga. sehingga arus masukan praktis dapat diabaikan. OpAmp IC yang khas terdiri atas tiga rangkaian dasar.15. Penguatan loop terbuka amat tinggi. 3. Terminal keluaran di perlihatkan pada bagian puncak segitiga. Karakteristik Op-amp yang terpenting adalah : 1. . Secar umum Op-Amp memerlukan catu positif dan catu negatuf maka tegangan keluaran dapat berayun positif dan negatif terhadap bumi. Terminal-terminal masukan ada pada bagian atas segitiga. Impedansi masukan amat tinggi.20 Gambar 2. Masukan membalik dinyatakan dengan tanda minus (-). Impedansi keluaran amat rendah.6 Pengertian Op-Amp Op-Amp IC adalah piranti solid –state yang mampu mengindera dan memperkuat sinyal masukan baik DC maupun AC. penguatan tinggi.14 Konfigurasi pin HA17458 2. seperti tampak pada Gambar 2. Tegangan DC atau AC yang dikenakan pada masukan ini akan o digeser 180 pada keluaran. 2. penguat tegangan.

namun pada kenyataan pengutan Op-Amp hanya mencapai kurang lebih 200000 dalam modus terbuka.Dalam kenyataan demikian. Hubungan daya mudah dipahami. Gambar 2.21 Gambar 2.15 Skematis Op-Amp Terminal –terminal catu dan kaki-kaki lain untuk kompensasi frekuensi atau pengaturan nol diperlihatkan pada sisi atas dan sisi bawah segitiga. Secara ideal. sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 2. tetapi secara implisit sudah dinyatakan. Kaki–kaki ini tidak selalu diperlihatkan pada diagram skematis. Pada rangkaian praktis terdapat perbedaan tegangan sedikit saja pada terminal-terminal.16 yaitu blok diagram Op-Amp. penguatan Op-Amp adalah tak berhingga. tidak ada (Ao) maksimum. hubungan-hubungan kaki lain belum tentu terpakai semua.16 Diagram blok Op-Amp .

modus loop terbuka. maka keluaran akan nol. Bila polaritas dan amplitudo kedua masukan sama.22 Rangkaian dasar op-amp (Pembanding Tegangan) Pembanding tegangan akan membandingkan tegangan sebuah masukan dengan tegangan masukan yang lain.17 menunjukkan rangkaian pembanding tegangan. Dari Tabel 2. Karena itu keluran akan menuju saturasi positif. Bila tegangan masukan membalik lebih negatif dibandingkan tegangan masukan tak membalik. maka pada masukan pertama lebih negatif dibandingkan dengan masukan kedua. atau masukan membalik lebih positif 1 V terhadap masukan tak membalik.6. maka keluaran akan menuju saturasi negatif. Gambar 2.17 Pembanding Tegangan . Dalam konfigurasi yang paling sederhana. Arah saturasi keluran ditentukan oleh polaritas sinyal masukan.8 menunjukkan pembanding tgegangan sederhana. keluaran berayun menuju saturasi negatif (-Vsat). Hubungan polaritas masukan membalik dan tak membalik menyebabkan keluaran berbeda fasa 180 . Bila tegangan masukan tersebut dibalik. Pada yang ditunjukan Gambar 2. keluaran akan berayun menuju saturasi positif (+ Vsat). ada sedikit perbedaan tegangan diantara kedua masukan akan mengayunkan Op-Amp ke dalam saturasi. o 2. Bila tegangan masukan tak membalik.1 dapat dilihat dengan tegangan +1 V pada masukan membalik dan +2V pada masukan tak membalik.1 Gambar 2.

dapat kita lihat ddidalam dioda terdapat Anode dan katoda. warna cahaya yang dipancarkan tergantung pada material semikondukting yang digunakan.23 Tabel 2. Lumen merupakan satuan yang menunjukkan kekuatan cahaya yang dipancarkan. sebuah lampu pijar 60 watt dapat memancarkan cahaya 730 lumen dan lampu halogen 50 watt memancarkan 900 lumen. Sebagai gambaran.18 Symbol Skematic LED Lampu LED (Light Emitting Diode) pada saat ini tidak hanya ditemui sebagai lampu indikator-indikator peralatan elektronika.18 Gambar 2. biasanya LED ditambahkan dengan reflektor yang berguna sebagai dari pantulan dari lED tersebut. Untuk memancarkan cahaya 1000 lumen. yang ditunjukan Gambar 2.7 LED (Light Emitting Diode) LED (Light Emitting Diode) adalah dioda semi konduktor dan dapat menyala jika dapat arus.1 Tegangan Masukan / Keluaran V1 +1 +2 0 +1 -1 -1 -2 V2 +2 +1 0 -1 +1 -2 -1 ± Vsat +8 -8 0 -8 +8 -8 +8 2. . Karena lampu LED bisa seterang lampu pijar bahkan neonl dapat saya contohkan lampu Ostar Lighting LED buatan Osram yang siap dipasarkan dapat memancarkan cahaya 1000 lumens sehingga cukup untuk menerangi ruangan dari ketinggian sekitar 2 meter.

Ostar Lighting LED saja menghasilkan 75 lumen perwatt dengan arus kerja 350 miliampere. Selain ukurannya kecil. Namun. LED juga hemat daya sebab efisiensinya tinggi. atau lampu papan reklame. untuk membuat LED tidak dibutuhkan logam beracun timbal atau merkuri sehingga lebih ramah lingkungan. LED sangat potensial. Selain itu. . Daya tahannya juga mencapai 10 kali lipat daripada lampu halogen dan 50 kali lipat dibandingkan lampu pijar sehingga secara kesleuruhan lebih murah. Sebagai pengganti lampu.24 lampu buatan anak perusahaan Siemens itu memanfaatkan enam chip khusus yang terintegrasi dalam satu sistem pengatur cahaya. lampu indikator berbagai alat elektronik. selama bertahun-tahun LED belum digunakan sebagai sumber penerangan ruangan karena tidak dapat menghasilkan cahaya yang terang. Berbagai jenis LED telah dibuat dan dipakai sebagai lampu latar pada layar ponsel. Rasio perubahan energi listrik menjadi cahaya jauh lebih besar daripada lampu pijar.

Sebelum tegangan keluaran dari Solar Cell masuk ke dalam Battery terlebih dulu diatur didalam Rangkaian Battery Charger. b. c. Penggunaan cocok untuk daerah terpencil dan belum ada listrik.BAB III PERENCANAAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Konfigurasi Sistem Pada perencanaan dan pembuatan perangkat keras baterai charge dan lampu LED sebagai sumber lampu untuk kebutuhan beban Penerangan Jalan Umum (PJU) megacu pada blok diagram yang ditunjukan pada Gambar 3. dapat mengkonversi secara langsung energi matahari menjadi energi listrik. 25 . Sumber tenaga yang digunakan sebagai pembangkit energi listrik cukup berlimpah dan tak perlu membeli. Beberapa kelebihan yang dimiliki listrik tenaga surya ini antara lain : a.2 Solar Cell Sel surya adalah salah satu energi alternatif yang terbarukan.1. Umurnya cukup panjang kurang lebih 15 tahun.1 Block Diagram Sistem Baterai Charger Sebagai Sumber Accu Untuk PJU 3. Sensor Tegangan Solar Cell Baterai Charge Accu Mikrokontroler dan kontrol Beban (Lampu LED) Sumber PLN AC-DC Convorter Gambar 3. Dalam proses konversi energinya tak menimbulkan pencemaran udara dan lingkungan. d.

Power : 50W Voltage Pmax : 121V Current Pmax : 2. sehingga dalam perencanaan pemakaian sel surya sebagai catu daya dalam jangka panjang. dan pyranometer yang dilengkapi gelang untuk mengukur radiasi baur (difuse).9A Warranted Min. Pendayagunaan energi surya di Indonesia memiliki prospek yang cerah.2. sedang biaya yang dibutuhkan sistem ini cukup tinggi.26 Banyaknya faktor yang mempengaruhi sistem photovoltaik. selama periode setahun sangat diperlukan untuk perencanaan pemanfaatannya. Dalam penggunaan PJU yang kami buat rancang harus memakai solar cell dengan daya sebesar 80WP dan solar yang kami gunakan pada saat ini adalah dengan daya 50 dan 30 WP yang ditunjukan Gambar 3. Energi listrik yang dihasilkan sel surya merupakan fungsi radiasi global.Pmax : 45W Short circuit current : 2. dapat diukur dengan menggunakan alat pyranometer dan pyrheliometer.9A Open circuit Voltage : 21. Besarnya intensitas radiasi surya yang sampai ke permukaan bumi. karena Indonesia terletak daerah tropis. ketersedian energinya lebih besar dibandingkan negara Eropa dan Amerika Serikat.2 Solar Cell Max.Pmax : 45W Short circuit current : 2. menyebabkan energi listrik yang dihasilkan masih rendah. Gambar 3. Perhitungan energi surya disuatu tempat dipermukkan bumi. Power : 30W Voltage Pmax : 90V Current Pmax : 2A Warranted Min.3A Open circuit Voltage : 19V .8V Max. Pyranometer digunakan untuk mengukur radiasi global.

6 x 14.4 Ah Pada perencanaan sistem memakai cadangan aki sebesar = 50Ah jika tidak adanya matahari untuk mencharger. • Jadi Solar Cell Yang diperlukan ‐ Daya aki : lama pengecasan = = 50. .27 Perencanaan Perhitungan Daya SolarCell : • Total Beban ‐ Lampu LED 10 W X 4 = 40 Watt ‐ 1 Mikrokontroller 5 V = 2 Watt ‐ 1 relay 12V = 5 Watt ‐ RTC (Real Time Clock) = 2 Watt Total daya keseluruhan diperkirakan = 50 Watt • Dengan perkiraan daya sebesar 50watt maka dibutuhkan Battery perkiraan arus sebagai berikut : Pdaya yang direncanakan I= Vaki I= 50 12 I = 4.4 : 9 jam = 5.2Wp ‐ Jadi kita lebihkan menggunakan 100 Wp yang dibagi menjadi 2 = 50Wp x2.2 A Aki yang digunakan pada sitem ini adalah: Aki = Jam penggunaan x arus aki = 12 x 4.2 aki yang digunakan =50.6 ‐ Jadi solar cell yang diperlukan = 5.5(tegangan charge) = 81. jadi aki yang harus digunakan adalah 60Ah.

4 .3.3 Rangkaian Battery Charger Sumber Tegangan dari Keluaran Generator DC sebelum masuk ke dalam Battery terlebih dulu diatur dalam Rangkaian Regulator. yang meliputi: 1. Regulator LM350 Rangkaian Regulator ini merupakan regulator pengatur tegangan yang mampu mengatur atau menjaga tegangan agar tetap berada pada nilai tegangan yang ditentukan. Seperti ditunjukkan pada Gambar 3.3 Rangkaian Komparator Rangkaian Regulator Sumber Tegangan DC dari Keluaran Solar Cell Battery Gambar 3.3 Blok Diagram Sistem Kontrol Pada Battery Charger 3. Konfigurasi dari Rangkaian dasar LM350 ditunjukkan pada Gambar 3. Pada saat Tegangan pada Battery penuh maka Rangkaian Comparator akan memutuskan tegangan dan menurunkan arus pengisian secara otomatis.28 3.1 Komponen kontrol battery charger Dalam Sistem ini akan menggunakan dua buah kontrol untuk mengatur pengisian battery pada rangkaian sistem pengisian battery charger. Setelah diatur kemudian tegangan masuk ke dalam Rangkaian Comparator untuk diatur lagi pada tegangan nominal berapa Battery telah terisi penuh.

5 Konfigurasi Pin HA17458 . Comparator HA17458 Rangkaian Comparator ini berfungsi untuk mengontrol aliran arus yang mengalir dari battery charger ke battery. Gambar 3. 2.5 menunjukkan Konfigurasi Pin dari HA17458.29 Gambar 3.4 Konfigurasi Rangkaian Dasar dari LM350. Gambar 3.

25 Volt.6: Pada tugas akhir ini.30 3.6 Gambar 3. sumber tegangan battery charger berupa tegangan DC yang berasal dari tegangan keluaran Generator DC. Dengan menambahkan resistor 1K diantara titik B dan gnd dapat meningkatkan tegangan keluaran.2 Rangkaian battery charger Battery Charger adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengisi battery dengan arus konstan hingga mencapai tegangan yang ditentukan.6 Rangkaian Battery Charger Keterangan Gambar 3. LM350 adalah merupakan regulator pengatur tegangan yang mampu mengatur atau menjaga tegangan diantara titik C dan B agar berada pada 1.3. maka arus pengisian akan turun secara otomatis ke level yang aman tepatnya yang telah ditentukan dan menahan arus pengisian hingga menjadi lebih lambat sehingga indicator menyala menandakan battery telah terisi penuh. Untuk mengontrol tegangan . Rangkaian Battery Charger yang digunakan dalam Proyek Akhir ini ditunjukkan pada Gambar 3. Bila level tegangan yang ditentukan itu telah tercapai.

yaitu sebuah potensiometer 2K 10-turn yang dapat diatur.25 Volt. Selama drop tegangan. Titik diantara C dan B terdiri dari tiga resistor. Sebab kita berhubungan dengan perhitungan arus yang sangat kecil . potentiometer 100 Ohm. total resistor adalah 2. maka tegangan pada resistor ini terbaca 1. hanya arus mula yang mengalir. yang disebabkan oleh arus yang mengalir melalui resistor 0. Secepatnya aki dihubungkan sehingga terjadi aliran arus.2 + 100 + 150 = 252. hal ini akan berakibat pada tegangan keluaran dari charger berubah turun hingga menjadi 13. 2. Pada saat drop tegangan ini lebih besar dari pengaturan pada potentiometer akan menyebabkan keluaran IC LM1458 menjadi rendah dan arus start yang mengalir melalui diode menjadi kecil dan hal ini pada dasarnya akan mengurangi arus yang mengalir melalui resistor . yaitu resistor 1K + potentiometer 2K.6 Volt.2 Ohm dan potentiometer 100 Ohm dihubungkan ke masukan noninverting (+) dari IC LM1458. Dengan ini arus distabilkan. dan resistor 150 Ohm. Masukan Inverting (-) dihubungkan pada sambungan jalur (wiring) resistor 0. Perhitungan Rangkaian Gambar 3. Tegangan drop ini dibandingkan/dicompare dengan tegangan pada kaki potentiometer 100-ohm.2 ohm keluaran LM1458 akan tetap tinggi dan pada gilirannya menghalangi arus yang akan mengalir ke transistor BC558. Pada waktu yang sama arus kecil akan mengalir melewati resistor Rx'.1 ohm menyebabkan tegangan drop. dan tidak menyebabkan pengisian yang berlebihan pada battery dan juga tidak menyebabkan pengisian yang berlebih (trickle). Bila sebuah resistor dihubungkan diantara kedua poin ini. Tetapi secepatnya arus pengisian turun di bawah nilai spesifik 1458 dan mengaktifkan transistor yang mana menyebabkan LED menyala.2 Ohm. Nilai Rx sebaiknya nilai yang bersifat percobaan yang telah ditentukan sebelumnya dan mungkin dapat dihitung secara matematika tetapi nilai eksaknya ditentukan oleh toleransi dari komponen-komponen spesifik dari rangkaian.6: Hitung tegangan diantara poin C dan B regulator LM350. Perubahan tegangan ini merupakan tegangan keluaran yang sangat aman. Arus yang mengalir melalui resistor 0. Dalam kasus ini.31 keluaran yang lebih akurat lagi kita dapat menambahkan lagi resistor yang dirangkai secara seri.1 ohm secara seri dengan keluaran. 2.2 Ohm.1 ohm lebih besar dari drop tegangan pada resistor 2. pengontrolan arusnya diatur menjadi dua oleh LM1458.resistor yang diseri.

Untuk menentukan tegangan keluaran sebesar 14.1 V ini.47 / 0.9564 = 10. Hal ini berarti bahwa arus yang mengalir melalui pembagi tegangan adalah 12. total nilai resistansi harus 12.2 x 4.25 = 12. Pengukuran ini nilainya dihitung pada basis dari transistor BC558 yaitu sebesar 2.2.531 Kilo-Ohm.1 Ohm pada sisi kaki positifnya lebih kecil daripada yang melalui resistor 2.85 / 4.1 .1 V kita harus melakukan penyesuaian agar dapat memperoleh nilai tegangan tersebut.5926 = 4. Nilainya adalah 2.4. .25 / 0. kita menghendaki tegangan keluaran Battery Charger sebesar 14 Volt. Nilai resistansi dari resistor yang dirangkai secara seri dengan keluaran sebesar 0. Nilai Rx dihitung dengan cara ini.32 dalam satuan milliampere dan perhitungan resistansi dalam Kilo-Ohm.25 = 12.2 Ohm.35 . Dengan arus 0. Dalam Proyek Akhir ini. Arus yang sama juga mengalir melalui resistor 1K & 2K yang terangkai secara seri. arus yang mengalir melalui resistor ini adalah 1.85 Volt.75 Volt.386 mA yang mengalir melalui Rx dan juga menyebabkan drop tegangan sebesar 12. 1K5 (1500 Ohm) yang dirangkai secara seri dengan LED hal ini dilakukan untuk membatasi arus yang mengalir melalui LED supaya di bawah 20 mA.9564 . Dengan demikian. berarti drop tegangan pada resistor yang terangkai secara seri ini harus 14. dengan kata lain. Ini terjadi bila drop tegangan tegangan pada (sambungan jalur) resistor 0.9564 mA.1.78 Volt setelah keluaran LM1458 telah menjadi rendah.9564 = 2. tegangan pada titik hubungan antara 1K/2Kpot harus menunjukkan nilai tegangan 14 .1929 mA maka nilai Rx sebesar 9. Cukup menggunakan sebuah resistor sebesar 47K.78 = 9.5926 Ohm.57 Volt.2522 = 4.1 Volt. Bersamaan dengan Resistor 1K yang dirangkai secara seri (total resistansinya menjadi 3K) kita dapat melakukan pengaturan pada trimpot untuk mendapatkan nilai tegangan sebesar 14.9 x 0.75 / 2. salah satu dari resistor dipilih sebagai 10-turn trimpot (trimmer potentiometer). Tentu saja kita dapat juga menggunakan sebuah trimpot 50K untuk melakukan pengaturan dengan nilai yang lebih teliti lagi.1. Tegangan keluaran yang kita inginkan harus terbaca terbaca 14.9 mV.1 ohm.386 = 24.9178 mA dan arus lebihnya terbaca 4.9 mV pada resistor ini maka arusnya harus 10. Satu-satunya perhitungan yang tertinggal adalah menghitung nilai resistor yang dirangkai secara seri yang ditentukan dari perubahan kondisi pengisian ke kondisi float. Dengan begitu.1 = 109 mA. untuk mendapatkan drop tegangan sebesar 10.9718 = 0.

yaitu 3 x 3 x 0.9 mV s/d 506.9 Watt adalah nilai disipasi dari resistor 0. Tegangan pada kaki trimpot ini bervariasi antara 10. Dengan kata lain. tetapi kita seharusnya tidak berpikir terlalu jauh sebab LM350 tidak dapat mengendalikan arus diatas 3 Ampere. Kita mempunyai tegangan masukan sebesar 18 V dan arus masukan sebesar 0.1 ohm. total 17.54 mV.51 A. Pengaturan pada trimpot 100-Ohm berfungsi untuk menentukan arus pengisian maksimum.1A s/d 5A. LM1458 mentrigger pada kondisi float. tetapi 3A tidak bisa diperoleh.43 Volt. 14 x 1.51 A.33 Selanjutnya arus pengisian ini menjadi lebih kecil dari 109 mA.1 Ohm. hasil dari resistansi dikalikan dengan arus (I * R).5 = 27 Watt . sehingga didapat Daya Keluaran. 0. Mengganti kapasitor pada sisi masukan dengan nilai yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku tidak begitu berbahaya dan hanya menghilangkan tegangan spikes kecil yang dapat mempengaruhi pengoperasian dari charger ini begitu juga sebaliknya. Kita mempunyai tegangan masukan 14.9 Watt. penyetelan yang saksama adalah cara yang terbaik. 18 x 1. tetapi berfungsi untuk meningkatkan respon transient.1) 2 . Nilai baku dari kapasitor pada sisi masukan adalah sebesar 4700 uF dengan nilai tegangan minimum sekitar 35-40 Volt. Dengan arus pengisian maksimum yang telah diketahui dengan jelas yaitu sebesar 3 Ampere. maka menghitung nilai disipasi dari resistor merupakan suatu pekerjaan yang mudah. Daya 0. Pada cara ini besar arus pengisian dapat diatur nilai arusnya antara 0.1 = 0.1 x 3 = 0. Maka Effisiensi Rangkaian Battery Charger dapat diketahui dengan persamaan (3. Kalau begitu.3. Setelah kita melakukan perhitungan nilai-nilai pada setiap komponen. akan tetapi nilai disipasinya tidak begitu besar. Sedangkan kita juga mempunyai tegangan keluaran sebesar 14 V dan arus keluaran sebesar 0. sehingga didapat Daya Masukan.5 = 21 Watt. marilah kita hitung Effisiensinya. Kapasitor buffer ini tidak digunakan untuk menstabilkan tegangan masukan. maka drop tegangan pada resistor. Kapasitor penyangga/buffer yang terletak pada poin C LM350 bernilai kira-kira 25 Volt accros. Satu-satunya resistor yang sulit dalam mencari nilai disipasinya adalah resistor 0.33 Volt. Jika kita memilih suatu trimpot yang mempunyai nilai resistansi sebesar 50 ohm. Untuk itu kita harus menambahkan beberapa tegangan.1 Volt. dan tegangan minimum 3 Volt pada LM1458 sesuai dengan fungsinya.

yang berfungsi sebagai hidup / mati dari lampu tersebut yang kami gunakan output dari sensor cahaya (LDR) . .3.Pada plant tugas akhir ini saya menggunakan satu sensor cahaya(LDR) yang saya tempatkan diantara solar cell.1) Dengan : Pin out = Effisiensi.3 Sensor cahaya Pada aplikasinya PJU terdapat sensor cahaya (LDR) dimana sensor cahaya (LDR) tersebut ada yang bertegangan ac dan dc. Penggunaan LDR sebagai sensor cahaya yang berfungsi pada malam hari. = Daya Keluaran (Watt).77 %.7777 % Effisiensi Rangkaian Battery Charger pada Proyek Akhir ini adalah sebesar 77. 3. Sehingga didapat: η= η= P out P in x 100 % 21 Watt 27 Watt x 100 % η = 77. = Daya Masukan (Watt).34 η= P out P in η P x 100 % (3. pada alat ini hasil dari sensor yang sangat sensitif dan presisi.3.

8 Rangkaian LDR 2 dapat kita lihat jika LDR tersebut terkena matahari akan mengeluarkan tegangan high (1) dan ketika sensor tidak terkena sensor matahari akan mengeluarkan tegengan low (0). dan pada Gambar 3.35 Gambar 3.8 Rangkaian LDR 2 Dari Gambar 3. Untuk mengetahui Vout kita dapat mengetahui dengan menghitung : Rbottom V out = Rbottom + Rtop x Vin (3.9 menunjukan gambar rangkaian LDR dengan op-amp.7 rangkaian LDR 1 maka dapat kita lihat jika LDR tersebut terkena matahari akan mengeluarkan tegangan low (0) dan ketika sensor tidak terkena sensor matahari akan mengeluarkan tegengan high (1).9 Rangkaian Sensor Cahaya .7 Rangkaian LDR 1 Gambar 3.2) Gambar 3. Pada Gambar 3.3.

.36 3.10 berikut : Gambar 3. dengan begitu arus balik tidak dapat melewati optokoupler 4n25 tersebut. pada ground koil relay diberi transistor yang dihubungkan dengan output opto yang mana bila transistor on maka relay akan bekerja. pada mulanya optokopler digunakan untuk sebagai pentriger dari output mikrokontroler yang berfungsi sebagai pembatas antara mikrokontrorel dengan beban.4 Kontrol On / Off Dengan Optokoupler Dan Relay Lampu led yang digunakan akan digerakan menggunakan relay yang tidak mempengaruhi arus hantar kepada beban yang dimana beban tersebut adalah lampu LED. Diagram sirkuit rangkaian opto dan relay yang dibuat dari beberapa komponen diatas ditunjukan pada Gambar 3.3.10 Diagram Sirkuit Rangkaian Opto dan Relay Dari gambar rangkain diatas dapat kita ketahui bahwa opto akan bekerja dapat keluaran tegangan dari mikro sebesar 5V dan output dari opto diberi tegangan 12V digunakan untuk mengonkan relay yang bekerja pada tegangan 12V.

Dan penerangan lampu LED juga dipengaruhi oleh reflektor yang berfungsi memantulkan cahaya lampu tersebut. maka saya akan mendapat 4x nilai lumen.12 Diagram Rangkaian Lampu LED Yang Dipararel .12 berikut : Gambar 3.11 Lampu LED 10Watt Jika perlampu LED yang akan saya pakai dalam tugas akhir ini mempunyai lumen sebesar 300 lumen.37 3.4 Lampu LED (Light Emighthing Diode) Dalam perencanaan ini lampu led yang akan dipakai mempunyai daya sebesar 10 watt dengan tegangan 12 volt yang akan dipararel sebanyak 4x sehingga akan mendapatkan jumlah daya sebesar sebesar 40 watt yang ditunjukan Gambar 3.11 lampu LED 10 Watt. dengan begitu dengan adanya reflektor dapat mempengaruhi hasil lumen dari lampu. Gambar 3. Diagram sirkuit rangkaian lampu LED yang dibuat dari beberapa lampu LED yang dipararel sebanyak 4x diatas yang ditunjukan pada Gambar 3.

38

3.5 Perencanaan Perbandingan Lampu Jalan AC Dengan Lampu DC LED Dalam perencanaan ini akan dilakukan perbandingan antara lampu jalan AC dengan LED DC. Untuk lebih jelasnya dapat ditunjukan pada Tabel 3.1 dan Tabel 3.2 Tabel 3.1 Pengukuran Lampu LED (4 Lampu Dengan Daya 40 Watt) Dengan Reflector Alumunium Dengan Tambahan Kaca Tegangan Arus Jarak Lux 12 2.5 1m 650 12 2.5 1.5 m 300

Tabel 3.2 Pengukuran Lampu Jalan AC mercury Dengan Daya 200 Watt) Dengan Reflector Alumunium Dengan Tambahan Kaca Tegangan Arus Jarak Lux 220 0.2 1.5 m 200 Setelah dilakukan perbandingan dari kedua tabel di atas maka dapat diketahui bahwa lampu LED dapat memenuhi lumen lampu jalan pada jarak 1.5 meter dan jarak selebihnya cahaya LED kurang menyebar.

3.6 Sensor Tegangan Sensor tegangan ini akan mensensor tegangan aki pada malam hari fungsi dari mensensor aki tersebut digunakan jika aki kurang charge dari solar cell dikarenakan pada hari tersebut mendung dan tidak cahaya matahari Sedangkan pada ADC, hanya mampu menerima tegangan dc maksimal 5 volt. Maka dari itu, dalam perancangan sensor tegangan ini, akan digunakan rangkaian pembagi tegangan (voltage divider). Diharapkan dari tegangan aki 14.7 volt dapat diturunkan menjadi + 4,5 volt, yaitu dengan cara memberi dua buah resistor (voltage divider) yang dipasang seri. Nilai dari resistor tersebut dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :

39

Vout =

R2 R1 + R2

xVin

dimana, Vout Vin R1 dan R2

= Tegangan output dari resistor (V) = Tegangan sumber (V) = Resistor (Ω)

Dari perumusan tersebut, apabila nilai Vin = 14.7volt dan Vout = 4.47 volt, maka dapat ditentukan nilai dari resistor, yaitu sebesar 1 kΩ dan nilai resistor 470Ω. Pada resistor 500 Ω, dihasilkan tegangan sebesar 4,47 volt. Setelah itu, tegangan tersebut disambungkan pada mikro. Tegangan inilah yang akan masuk ke ADC yang ditunjukan Gambar 3.13

Gambar 3.13 Rangkaian Pembagi Tegangan
Dari rangkaian diatas tegangan dari accu di turunkan dengan pembagi tegangan yang terdiri dari resistor 1 kΩ dan 470 Ω sesuai dengan persamaan diatas, sehingga didapatkan:
Vout = Vout = V R1 + R2 in 470 1k + 470 14.7V R2

Vout = 4,47V

40 Jadi tegangan yang keluar pada resistor 470 Ω sebesar 4.47V. Dan setelah output dari sensor tegangan 4.47V dimasukan dalam ADC mikro yang berarti jika nilai ADC sebesar 4.47 maka baterai tersebut dikatakan penuh.

Aki akan melakukan pengecasan selama adanya energi matahari terpancar yaitu kira-kira 12 jam. acci akan mensuply lampu untuk bisa menyala selama 12 jam yaitu sampai dengan jam 5. prinsip kerjanya secara keseluruhan adalah pada saat energi matahari dipancarkan ke permukan bumi. Sedangkan pada kondisi kedua pada saat tepat jam 6 sore atau jam 18.59 WIB tetapi pada alat yang diancang cadangan supply tegangan untuk lampu dari pln mengunakan AC-DC converter. kemudian pada tahap integrasi apakah rangkaian serta program tersebut sesuai dengan perencanaan atau tidak.BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4. Pada saat itu proses akan kembali pada 41 . dan digunakan untuk mengetahui kelemahan atau kekurangan. Komponen (solar cell) ini mengkonversikan energi cahaya matahari tersebut menjadi energi listrik. Berdasarkan pengujian yang dilakukan maka akan diperoleh hasil data sebagai bukti bahwa perangkat lunak tersebut telah bekerja.2 Pengujian dan Analisa Perangkat Pada system ini “Penerangan Jalan Umun menggunakan sel surya (menggunakan LED)”. Pada sore hari ada dua keadaan yaitu yang pertama pada saat energi cahaya matahari sudah habis atau kondisi sudah gelap sensor pada control akan mendeteksi “keadaan gelap”. maka solar cell akan bekerja menangkap energi matahari yang dpancarkan tersebut. maka lampu akan menyala. 4. Dan energi listrik tersebut akan disimpan dalam aki. proses ini disebut dengan pengecasan. Hasil data kemudian disusun sedemikian rupa sehingga penulis dapat melakukan analisa terhadap data-data tersebut dengan baik dan selanjutnya sebagai bahan untuk menarik kesimpulan. mulai dari jam 6 pagi sampai dengan jam 6 sore atau jan 18.1 Tujuan Pengujian Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah rangkaian yang telah dibuat tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai dengan program yang diberikan. Dengan menyalakan lampu maka aki secara otomatis tidak melakukan pengecasan lagi.00 WIB. maka lampu akan menyala.00 WIB.

3 Pengujian Solar Cell Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui tegangan solar cell_1 = 50Wp yang ditunjukan pada Gambar 4.30 11.30 14.42 keadaan semula yaitu pada saat jam 6.30 10. 4.00 10.30 15.1 dan solar cell_2= 30Wp yang ditunjukan pada Gambar 4.30 12. Adapun tegangan solar cell yang diperoleh sebesar 17 volt sampai 22 volt dc dari pengamatan pukul 8 pagi sampai 16 sore ditunjukan pada Tabel 4.30 13.30 9.2.00 13. yaitu pada saat aki melakukan pengecasan sampai dengan aki akan mensuply lampu agar lampu biar menyala.1 Data Pengujian Solar Cell 50Wp No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jam 8.00 WIB accu akan melakukan pengisian kembali.00 15.00 9. Pengujian solar cell 1 ini dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur voltmeter.30 Tegangan Output (V) 20 21 19 20 20 21 21 21 21 22 22 22 20 18 18 18 .00 11.00 12.1. Disini mikro ATmega 16 berfungsi sebagai on dan off nya lampu. Tabel 4.00 14.00 8.

30 9.2.30 Tegangan Output (V) 17 18 19 20 20 20 20 20 20 20 .30 10.00 12.00 8.00 9.2 Data Pengujian Solar Cell 30Wp No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jam 8.5 Sumber: Hasil Pengujian Gambar 4.30 11. Tabel 4.00 10. Adapun tegangan solar cell yang diperoleh sebesar 16 volt sampai 20 volt dc dari pengamatan pukul 8 pagi sampai 16 sore ditunjukan pada Tabel 4.30 12.1 Pengujian Solar Cell 50Wp Pengujian solar cell 2 ini dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur voltmeter.00 11.43 No 17 Jam 16.00 Tegangan Output (V) 17.

maka arus pengisian akan turun secara otomatis ke level yang aman tepatnya yang telah ditentukan da menahan arus pengisian hingga menjadi lebih lambat sehingga indicator menyala menandakan battery telah terisi penuh.3.30 14.00 15.5 Sumber: Hasil Pengujian Gambar 4.4 Pengujian Baterai Charger Battery Charger adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengisi battery dengan arus konstan hingga mencapai tegangan yang ditentukan.00 13. Rangkaian Battery Charger yang digunakan dalam Proyek Akhir ini ditunjukkan pada Gambar 4. Bila level tegangan yang ditentukan itu telah tercapai.44 No 11 12 13 14 15 16 17 Jam 13.30 16. .30 15.00 14.2 Pengujian Solar Cell 30Wp 4.00 Tegangan Output (V) 20 20 19 19 18 18 17.

5 19.5 14.75 0.30 15.4 Tabel 4.5 19 18 Batery Charger (Volt) 14.30 14.5 19.75 0.4 13.30 09.69 0.3 Pengujian Baterai Charge Dengan Solar Cell 50 Wp No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jam 08.5 14.5 Batery (Volt) 10 11 11.3 PengujianRangkaian Batery Charger Dalam pengujian tersebut diatas menggunakan solar cell sesuai perencanaan diatas dan mendapatkan data yang ditunjukan pada Tabel 4.5 14.5 12 12 12 12 12 12.00 Solar Cell (Volt) 18 19 19 19 19 19.5 14.5 14.22 12.5 14.5 14.5 14.5 14.45 10.45 Gambar 4.5 1.00 08.3 dan Tabel 4.30 13.14 1.61 0.25 1.15 08.23 1.33 0.50 Sumber: Hasil Pengujian .4 Arus (A) 0.00 11.30 11.5 19.30 09.43 0.5 14.

00 11.15 Sumber: Hasil Pengujian Pengatur tegangan pada RangkaianBattery Charger sebenarnya berupa Regulator LM350.19 0.45 10.5 Batery (Volt) 10 10.23 0.5 Data Hasil Pengujian Pengatur Tegangan Keluaran Battery Charge Resistansi (Ω) 10k 20k 30k 40k 49k Sumber: Hasil Pengujian Tegangan Keluaran (Volt) 13.8 12 Arus (A) 0. Akan tetapi untuk meningkatkan dan mengontrol tegangan keluaran battery charger yang lebih akurat lagi pada pin Adjust LM350 ditambahkan resistor sebesar 1kΩ dan trimpot 2kΩ (dalam Proyek Akhir ini trimpot 2kΩ diganti dengan trimpot 50kΩ) yang dirangkai secara seri.95 14.15 0.5 11 11 11 11 11 11.30 14.5 menunjukkan pengujian tegangan keluaran (dengan mengatur trimpot50kΩ) Battery Charger.00 08.75 13.21 0.23 0.30 09.15 08.90 13.4 Pengujian Baterai Charge Dengan Solar Cell 30 Wp No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jam 08.5 14 14 14 14 14 14 14 13. Tabel 4.23 0.50 13.00 Solar Cell (Volt) 16 17 17 17 17 17 17 17 16 16 16 Batery Charger (Volt) 13.23 0.30 15.46 Tabel 4. Pada Tabel 4.5 10.15 0.5 11.30 13.5 13.5 13.23 0.00 .2 0.30 09.30 11.

Pemisahan ground terkait dengan sifat dasar dari optocoupler yang berfungsi mengisolasi rangkaian masukan dengan rangkaian keluaran.6 Pengujian Optokoupler Rangkaian optocoupler yang ditunjukan Gambar 4.6 berikut ini: Tabel 4. 4.6 Data Hasil Pengujian Sensor Cahaya Waktu Logika Siang Hari 0 Malam Hari 1 Sumber: Hasil Pengujian 4.47 Pengaturan pada trimpot 100 Ω (pada Proyek Akhir ini trimpot 100 Ω diganti dengan trimpot 1k) berfungsi untuk menentukan arus pengisian maksimum. Satu buah rangkaian LDR diletakkan pada diatas solar cell dan diberi pencahayan seperti cahaya matahari . . Ground pada sisi masukan harus dipisahkan dengan ground pada sisi keluaran. tetapi kita seharusnya tidak berpikir terlalu jauh sebab LM350 tidak dapat mengontrol arus diatas 3 Ampere.1A s/d 5A. menggunakan IC 4N25 dan dihubungkan dengan transistor TIP 31. Pada cara ini besar arus pengisian dapat diatur nilai arusnya antara 0. pengujian ini dilakukan dengan cara memberikan cahaya pada LDR yang berfungsi sebagai sensor.Rangkaian driver sensor cahaya ini menggunakan catu daya DC5V.5 Pengujian LDR (Sensor Cahaya) Pengujian sensor cahaya dimaksudkan agar sensor cahaya inidapat berfungsi untuk mengetahui matahari terang dan gelap.Hasil pengujian dari sensor cahaya dapat ditunjukan pada Tabel 4.4.

5 Output Optokoupler . Pada pengujian output optokoupler dapat kita lihat dalam osciloskop seperti yang ditunjukan pada Gambar 4.48 Gambar 4.4 Pengujian OptoKoupler Pada saat tegangan dari mikrokontroler 5volt maka tegangan dari sisi output yang diberi tegangan 12volt akan menyalakan relay.5 dibawah : Titik 0 Gambar 4.

1Watt .7 30 cm 50 Sumber: Hasil Pengujian P ≡ V×I P ≡ 3 × 0. Lampu yang diuji mulai dari lampu LED 3watt. Berdasarkan Tabel 4.7 Pengukuran Lampu Led (1 Lampu Dengan Daya 3 Watt) Tanpa Reflektor Tegangan (Volt) Arus (A) Jarak Lux 3 0. Tabel 4.2 V Vp x V/div x Probe 1.7 Pengujian Lampu LED Pada perencanaan Lampu LED yang akan digunakan dalam tugas akhir ini telah dilakukan banyak percobaan mulai dari penggunaan reflektor dan tanpa reflektor.7 P ≡ 2.7 menunjukkan bahwa pengukuran lampu led (1 lampu dengan daya 3 watt) tanpa reflektor dengan menggunakan tegangan sebesar 3 volt akan menghasilkan arus sebesar 0. Dengan adanya reflektor tersebut maka akan menambah hasil dari lumen lampu LED.49 V/div T/div Probe Vp Vout = = = = = = = 10 V 0.2 V x 10 V x 1 12V 4.7 A dengan jarak ukur 30 cm akan menghasilkan lux sebesar 50.2ms 10x 1. 10watt dan 40watt.

7 1m 100 Sumber: Hasil Pengujian P ≡ V×I P ≡ 12 × 0.7 A dengan jarak ukur 1 m akan menghasilkan lux sebesar 100. Tabel 4.50 Maka efisiensi penggunaan : Ppercobaan Pefisiensi ≡ × 100% Plampu P≡ 2.8 menunjukkan bahwa pengukuran lampu led (1 lampu dengan daya 10 watt) tanpa reflektor dengan menggunakan tegangan sebesar 12 volt akan menghasilkan arus sebesar 0.4 10 × 100% P ≡ 84% .1 3 × 100% P ≡ 70% Berdasarkan Tabel 4.7 P ≡ 8.4Watt Maka efisiensi penggunaan : Ppercobaan Pefisiensi ≡ × 100% Plampu P≡ 8.8 Pengukuran Lampu Led (1 Lampu Dengan Daya 10 Watt) Tanpa Reflektor Tegangan (Volt) Arus (A) Jarak Lux 12 0.

5 cm akan menghasilkan lux sebesar 300.5 1.10 Pengukuran Lampu Led (4 Lampu Dengan Daya 40 Watt) Dengan Reflector Alumunium Tegangan (Volt) Arus (A) Jarak Lux 12 2.9 Pengukuran Lampu Led (4 Lampu Dengan Daya 40 Watt) Tanpa Reflektor Tegangan (Volt) Arus (A) Jarak Lux 12 2.51 Berdasarkan Tabel 4.5 m 300 Sumber: Hasil Pengujian P ≡ V×I P ≡ 12 × 2.5 1m 600 12 2.10 menunjukkan bahwa pengukuran lampu LED (4 lampu dengan daya 40 watt) dengan reflector alumunium.5 1.5 m akan menghasilkan lux sebesar 600 dan 200.5 P ≡ 30Watt Maka efisiensi penggunaan : Ppercobaan Pefisiensi ≡ × 100% Plampu P≡ 30 40 × 100% P ≡ 75% Berdasarkan Tabel 4. Tabel 4.5 m 200 Sumber: Hasil Pengujian .5 A dengan jarak ukur 1 m dan 1.9 menunjukkan bahwa pengukuran lampu led (4 lampu dengan daya 40 watt) tanpa reflektor dengan menggunakan tegangan sebesar 12 volt akan menghasilkan arus sebesar 2.5 A dengan jarak 1. Tabel 4. dengan menggunakan tegngan sebesar 12 volt akan menghasilkan arus sebesar 2.

52 P ≡ V×I P ≡ 12 × 2. dengan menggunakan tegangan sebesar 12 volt akan menghasilkan arus sebesar 2.5 1m 650 12 2.5 P ≡ 30Watt Maka efisiensi penggunaan : Pefisiensi ≡ P≡ 30 40 Ppercobaan Plampu × 100% × 100% P ≡ 75% Berdasarkan Tabel 4. Tabel 4.5 A dengan jarak ukur 1 m dan 1.5 P ≡ 30Watt .5 1.5 m akan menghasilkan lux sebesar 650 dan 300.11 menunjukkan bahwa pengukuran lampu LED (4 lampu dengan daya 40 watt) dengan reflector alumunium dengan tambahan kaca.11 Pengukuran Lampu Led (4 Lampu Dengan Daya 40 Watt) Dengan Reflector Alumunium Dengan Tambahan Kaca Tegangan (Volt) Arus (A) Jarak Lux 12 2.5 m 300 Sumber: Hasil Pengujian P ≡ V×I P ≡ 12 × 2.

8 = 13. jadi PLN akan mensulai energi kebeban selama : 12jam − 2.2jam E = P × t = 50 × 9.46kwh × 30hari = 13.8jam = 9.8 jam Total waktu pemakaian beban dalam satu hari 12 jam.8 50 Accu mensuplai energi kebeban selama 2.8 Perhitungan pengunaan energi PLN Pada proyek akhir ini terdapat perhitungan energi yang akan digunakan PLN dalam rupiah seperti yang telah dicoba pada accu 12Ah. Diketahui : E = 144wh = 0.2 = = 460 Wh = 0.046Kwh Maka yang harus dibayar tiap bln : Jika PLN= 1kwh=290 . .8 × 290 = Rp4002. − .144wh Daya total beban = 50 E = P×t 140 t = = 2 .= 0.53 Maka efisiensi penggunaan : Ppercobaan Pefisiensi ≡ × 100% Plampu P≡ 30 40 × 100% P ≡ 75% 4.

2 3.8 12 8 . dapat dilakukan dengan menggunakan power suplly. Sampling pengukuran tegangan diambil pada range antara 10 – 14.21 4.12 Informasi tersebut akan dianalisis sebagai perbandingan antara teori dan pengukuran.04 0.3 3.34 4.41 Persentase Error (%) 0.8 12 × 100% = 26. yang nantinya akan mendeteksi perubahan tegangan antara positif dengan negatif dari accu . tegangan output diambil dari resistor bernilai 220 Ω.6% × 100% = 73.28 4.3% Pengujian Sensor Tegangan output Accu Pada proyek akhir ini digunakan voltage devider sebagai sensor tegangan output accu. Setelah pengujian dan pengukuran sensor tegangan output accu. Untuk pengujian sensor tegangan.7 volt. Sensor tegangan ini dipasang pada tegangan output accu yaitu pada positf dan negatif.02 0.5 Tegangan Output (Teori) (Vdc) 4.9 Tabel 4.54 Jadi pembayaran sebesar : Rp4002 /tiap bulan Presentase pemakaian energi PLN dan accu Energiaki : 2 . 4.04 .12 Data Sampling Pengukuran Sensor Tegangan Output accu Positif – Negatif Tegangan Input (Vdc) 10 10.5 Tegangan Output (Vdc) 3.5 11 11.1 3. maka didapatkan informasi pengukuran seperti pada Tabel 4. Seperti yang telah dijelaskan pada bab 3 perencanaan dan pembuatan alat.01 0.

04 0.60 4.6 3.4 Tegangan Output (Teori) (Vdc) 4.35 Volt 470 + 1000 470 Vout 3 = 11 = 3.12 maka dapat diketahui bahwa tegangan output sensor akan turun seiring dengan turunya tegangan accu.80 Persentase Error (%) 0.6 Volt 12 = 3.47 4.8 3.06 Dari data tabel 4.54 Volt 470 + 1000 Vout 4 = Vout 5 = Vout 6 = Vout 7 = 470 470 + 1000 470 470 + 1000 470 470 + 1000 470 470 + 1000 11.04 0.1Volt 470 + 1000 470 Vout 2 = 10.67 4. Tegangan output sensor secara teoritis dapat dihitung dengan menggunakan perbandingan sebagai berikut: Vin R 2 + R1 470 Vout1 = 10 = 3.5 = 3.8 Volt 12.5 = 3.5 = 3.5 13 13.54 4.5 14 14.06 0.73 4.55 Tegangan Input (Vdc) 12 12.9 4.7 Tegangan Output (Vdc) 3.05 0.15 Volt Vout = R2 .1 4.2 4.04 0.99 Volt 13 = 4.

47 Volt Vout10 = 14.5 = 4.7 = 4.Vpengukuran Vteori .56 Vout 8 = Vout 9 = 470 470 + 1000 470 470 + 1000 470 13.7 Volt 470 + 1000 Prosentase error antara perhitungan dan pengukuran output sensor suhu berdasarkan tabel 4.12 dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut: Error % = Vteori .31Volt 14 = 4.

Setelah melakukan perencanaan. Penerangan Jalan Umum dengan menggunakan tenaga surya (solar cell) dapat menggurangi konsumsi akan tenaga listrik PLN setiap harinya daya yang akan dipakai dari PLN sebesar 76. Sistem ini masih masih menggunakan baterai charge yang hanya bisa menurunkan tegangan dan jika tegangan solar turun tidak bisa dinaikan maka harus menggunakan charge modern yang ada penaik dan turunkan tegangan.BAB V PENUTUP Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil dan kelemahan dari sistem yang telah dibuat. b. pembuatan dan simulasi hingga pengujian sistem secara keseluruhan maka dapat diambil kesimpulan dan saran-saran sebagai berikut. 5. b.karena mungkin pada simulasi ini pencahayaan yang ada tidak sesuai dengan standar pencahayaan luar ruangan.2 Saran Dari kesimpulan diatas dapat diambil beberapa saran untuk kesempurnaan proyek akhir ini dimasa mendatang diantaranya: a. juga menggunakan LDR yang mana akan mengontrol on dan offnya lampu dari perubahan pencahayaan di sekitar system. . Dari Sistem yang ada yaitu baterai charge yang bisa memutuskan sendiri arusnya jika baterai penuh dengan memakai ic1458 sebagai swicth regulator tersebut dengan membandingkan keluaran tegangan pada rangkaian tersebut. 55 . Selain dengan menggunakan control otomatis dari mikro. Untuk Penerangan luar rungan lampu ini.66% dan menggunakan accu 23. 5. c. pencahayaannya hendaknya ditambahkan lagi.3% jika menggunakan accu 12Ah.1 Kesimpulan Dari pengujian dan analisa perangkat yang telah dilakukan pada pembuatan system diperoleh kesimpulan sebagai berikut : a.

56 (halaman ini sengaja dikosongkan) .

.ac. PT.ac. 4. (2005). Singapore.com diakses pada tanggal 1 oktober 2008 http://puslit. McGraw-Hill Book Company. 11. 9..electroniclab. (1992). Malvino.edu diakses pada tanggal 28 september 2008 www. Surabaya.T. Zuhal. H. 8. 2. Oxford University Press.mipa.DAFTAR PUSTAKA 1. New Delhi http://www. Power Electronics Circuits.id diakses pada tanggal 2 oktober 2008 http://www. Chapman.com diakses pada tanggal 28 september 2008 www.com diakses pada tanggal 30 september 2008 www.com diakses pada tanggal 3 oktober 2008 Kenjo.M.petra. 7. 10. 6.id diakses pada tanggal 30 september 2008 www. Jakarta. 59 . 13. 12.S..suaramerdeka. Lutfiyah.ugm. PENS-ITS. Power Electronics for The Microprocessor Age. Erlangga. 1999. 3. New York. FundamentalsPower Electronic.1985. 5. Gramedia pustaka utama. and Applications. Palmerah. Prentice Hall.1990. Sinyal Generator Ecg Standart Berbasis Mikro.michrochip.qumicon.eepis-its. Rashid. Prinsip Dasar Elektroteknik. (2004). Prinsip-prinsip Elektronika. Devices. J.

60 (halaman ini sengaja dikosongkan) 60 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->