MODEL-MODEL KESEIMBANGAN

Penelitian ini ingin mencari jawaban terhadap masalah yaitu tentang pengaruh premi resiko return pasar terhadap return saham (analisis CAPM) dan seberapa kuat pengaruh Beta CAPM terhadap return saham. Selain itu, untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi tingkat return saham dengan analisis APT dan seberapa kuat pengaruh beta faktor ( ) terhadap return saham. Yang terakhir untuk menjawab masalah apakah kekuatan penjelas menjadi lebih baik jika menghubungkan antara teori CAPM dan APT.
Pada dua bab sebelumnya telah dijelaskan tentang berbagai konsep dasar yang perlu dipahami investor dalam pembentukan portofolio yang optimal, serta bagaimana cara membentuk portofolio optimal tersebut. Selanjutnya, dalam bab ini akan dibahas suatu konsep penting dan mendasar lainnya dalam ilmu investasi yang disebut sebagai model keseimbangan. Pada dasarnya, sebuah model akan bisa membantu kita memahami suatu permasalahan yang kompleks dalam gambaran yang lebih sederhana. Demikian pula halnya dalam model keseimbangan. Dengan menggunakan model keseimbangan, kita akan bisa memahami bagaimana perilaku investor secara keseluruhan, serta bagaimana mekanisme pembentukan harga dan return pasar dalam bentuk yang lebih sederhana. Model keseimbangan juga dapat membantu kita untuk memahami bagaimana menentukan risiko yang relevan terhadap suatu aset, serta hubungan risiko dan return yang diharapkan untuk suatu aset ketika pasar dalam kondisi seimbang. Dalam bab ini akan dibahas dua model keseimbangan yang disebut sebagai Capital Aset Pricing Model(CAPM) dan Arbitrage Pricing Theory(APT) . Model CAPM rnerupakan model keseimbangan yang menggambarkan hubungan risiko dan return secara lebih sederhana dan hanya menggunakan satu variabel(disebut sebagai variabel beta) untuk menggambarkan risiko. Sedangkan modelAPT, merupakan sebuah model keseimbangan alternatif yang lebih kompleks dibandingCAPM, karena menggunakan sekian banyak variabel pengukur risiko untuk melihat hubungan risiko dan return. CAPITAL ASSET PRICING MODEL CAPM pertama kali dikenalkan oleh Sharpe, Lintnes dan Mossin pada per- tengahan tahun 1960-an.CAPM merupakan suatu model yang menghubungkan tingkat return yang diharapkan dari suatu aset berisiko dengan risiko dari aset tersebut pada kondisi pasar yang seimbang. CAPM didasari oleh teori portofolio yang dikemukakan oleh Markowitz. Berdasarkan model Markowitz, masing-masing investor diasumsikan akan mendiversifikasikan portofolionya dan memilih portofolio yang optimal atas dasar preferensi investor terhadap return dan risiko, pada titik-titik portofolio yang terletak di sepanjang garis portofolio efisien. Di samping asumsi itu, ada beberapa asumsi lain dalamCAPM yang dibuat untuk menyederhanakan realitas yang ada, yaitu: 1. Semua investor mempunyai distribusi probabilitas tingkat return di masa depan yang identik, karena mereka mempunyai harapan atau ekspektasi yang hampir sama. Semua investor menggunakan sumber informasi seperti tingkat return, varians return dan matriks korelasi yang sama dalam kaitannya dengan pembentukan portofolio yang efisien. 2. Semua investor mempunyai satu periode waktu yang sama, misalnya satu tahun. 3. Semua investor dapat meminjam(borrowing) atau meminjamkan(lending) uang pada tingkat return yarg bebas risiko(risk-free rate of return). 4. Tidak ada biaya transaksi. 5. Tidak ada pajak pendapatan. 6. Tidak ada inflasi. 7. Terdapat banyak sekali investor, dan tidak ada satu pun investor yang dapat mempengaruhi harga suatu sekuritas. Semua investor adalah price-taker. 8. Pasar dalam keadaan seimbang(equilibrium). Asumsi-asumsi di atas memang terlihat tidak realistis, misalnya tidak adanya biaya transaksi, inflasi, pajak pendapatan dan hanya ada satu periode waktu.Asumsi tersebut memang sulit kita temui dalam dunia senyatanya. Jika demikian, mengapa kita perlu membahasCAPM? Kita perlu mempelajariCAPM karena modelCAPM, merupakan model yang bisa menggambarkan atau memprediksi realitas di pasar yang bersifat kompleks, meskipun bukan kepada realitas asumsi-asumsi yang digunakan. Oleh karena itu,CAPM sebagai sebuah model keseimbangan bisa membantu kita menyederhanakan gambaran realitas hubungan return dan risiko dalam dunia nyata yang terkadang sangat kompleks. Jika semua asumsi di atas terpenuhi maka akan terbentuk suatu pasar yang seimbang. Dalam kondisi pasar yang seimbang, investor tidak akan bisa memperoleh return abnormal(return ekstra) dari tingkat harga yang terbentuk, termasuk bagi investor yang melakukan perdagangan spekulatif. Oleh karena itu, kondisi tersebut akan mendorong semua investor untuk memilih portofolio pasar, yang terdiri dari semua aset berisiko yang ada. Portofolio pasar tersebut akan berada pada garis permukaan efisien(efficient frontier) dan sekaligus merupakan portofolio yang optimal. PORTOFOLIO PASAR Seperti dijelaskan di atas, bahwa pada kondisi pasar yang seimbang, semua investor akan memilih portofolio pasar, yaitu portofolio yang terdiri dari semua aset-aset berisiko yang juga merupakan portofolio yang optimal.

dalam pasar yang seimbang. terdapat asumsi bahwa semua investor menggunakan analisis Markowitz yang sama dalam pemilihan portofolio. karena portofolio M merupakan portofolio aset berisiko yang optimal. semua investor akan memilih portofolio pada titik M sebagai portofolio yang optimal(terdiri dari aset-aset berisiko). diperlukan suatu proksi portofolio pasar. Titik M ini merupakan titik yang memiliki sudut tangen tertinggi dibanding titik-titik lainnya di sepanjang garis efficient frontier. GARIS PASAR MODAL (CAPITAL MARKET LINE) Setelah pembahasan asumsi-asumsiCAPM dan pengertian portofolio pasar di atas. . future dan sebagainya) maupun aset riil (emas. terlihat bahwa titik M merupakan titik persinggungan antara garisRf-L dengan kurva efficient frontier. real estat). selanjutnya kita akan membahas hubungan antara risiko dan return suatu investasi dalam kondisi pasar yang seimbang. maka titik persinggungan akan berada di titik M. seperti terlihat dalam Gambar 6. Portofolio tersebut merupakan portofolio yang terdiri dari aset berisiko.1. sehingga jika garis RF-L dihubungkan dengan garis efficient frontier. seperti indeks Pasar Gabungan(IHSG) ataupun LQ 45. portofolio yang efisien adalah portofolio yalng berada di sepanjang kurva efficient frontier. di atas. Perbedaannya bahwa di titik M hanya terdiri dari portofolio pasar yang merupakan gabungan aset-aset berisiko saja. sedangkan titikC merupakan kombinasi antara aset bebas risiko dengan portofolio aset berisiko.1 di bawah ini. Proksi ini bisa diwakili oleh nilai indeks pasar. pada pasar yang seimbang semua investor akan berinvestasi pada portofolio M. Gambar 6. Dengan demikian. Meskipun investor bisa saja memilih titik yang berbeda di sepanjang garis RF-L (terdiri dari titik-titik portofolio yang merupakan gabungan aset berisiko dan aset bebas risiko). semua investor diasumsikan akan berinvestasi pada portofolio aset berisiko yang sama yaitu titik M. Berdasarkan Gambar 6. di atas merupakan titik persinggungan antara garis yang ditarik dari R I(tingkat return bebas risiko) dengan efficient frontier yang terdiri dari portofolio aset-aset berisiko. Portofolio pada titik M akan selalu terdiri dari semua aset berisiko. untuk kasus di Indonesia.Berdasarkan teori Portofolio Markowitz. yang bisa diwakili oleh portofolio yang terdiri dari semua saham yang ada di pasar. mengambarkan hubungan antara return yang diharapkan dengan risiko total dari portofolio efisien pada pasar yang seimbang. Garis pasar modal. maka portofolio tersebut merupakan portofolio yang sudah terdiversifikasi dengan baik. risiko portofolio pasar hanya akan terdiri dari risiko sistematis saja. Karena portofolio pasar terdiri dari semua aset berisiko. baik itu aset finansial (obligasi. sehingga bisa disimpulkan bahwa padaCAPM. sehingga semua pilihan portofolio investor akan mengarah pada satu portofolio aset berisiko yang sama(titik M). Untuk memahami hubungan risiko dan return tersebut kita bisa menggunakan konsep capital market line atau garis pasar modal dan security market line atau garis pasar sekuritas. Tetapi dalam kenyataannya hal itu sulit dilakukan karena jumlahnya yang banyak sekali dan tidak mungkin diamati satu per satu. opsi. poitofolio pasar adalah portofolio aset berisiko yang optimal. dan kemudian akan dilanjutkan dengan pembahasan garis pasca sekuritas. portofolio pasar seharusnya meliputi semua aset berisiko yang ada. dan risiko portofolio itu akan diukur dengan menggunakan nilai standar deviasi pasar(Wm). Seperti telah disebutkan di atas.1. yaitu risiko yang tidak dapat dihilangkan oleh diversifikasi. Dalam kondisi pasar yang seimbang. misalnya di titikC. Apa bisa dijadikan ukuran portofolio pasar? Berdasarkan model CAPM. Risiko sistematis ini terkait dengan faktor-faktor ekonomi makro yang bisa mempengaruhi semua sekuritas yang ada. dan portofolio inilah yang disebut dengan portofolio pasar. Untuk selanjutnya indeks pasar inilah yang digunakan sebagai portofolio pasar. Pembahasan pertama akan difokuskan pada garis pasar modal.1. Untuk itu.Asumsinya. Portofolio yang Efisien dan Portofolio yang Optimal Titik M pada Gambar 6.

Selanjutnya.selling sehingga pilihan portofolio investor akan berada pada titik-titik di sepanjang garis RF-M.selling. maka pilihan investor akan berada pada titik-titik tertentu di sepanjang garis RF-M. Maka SlopeCML akan sebesar: (0. di atas kita hilangkan dan hanya kita ambil titik M saja sebagai portofolio aset berisiko yang optimal. Untuk pembahasanCML kali ini.2. Selisih antara tingkat return yang diharapkan dari portofolio pasar(E(Rm)) dengan tingkat return bebas risiko merupakan tingkat return abnormal(ekstra) yang bisa diperoleh investor. Tindakan ini sering disebut sebagai short . maka tambahan return yang disyaratkan oleh pasar sebesar 35%. berarti investor menginvestasikan lebih dananya pada aset berisiko dengan porsi yang melebihi 100%.2 Gambar 6.08) : 0. kita asumsikan bahwa investor tidak melakukan short. Dengan mengetahui slopeCML dan garis intersep(R F) tersebut.35 Dengan demikian. Sebaliknya. berarti 100% dana investor diinvestasikan pada aset berisiko Sedangkan. sebagai kompensasi atas risiko portofolio pasar(M) yang harus ditanggungnya. Kemiringan(slope)CML pada gambar di atas. Besarnya slopeCML akan mengindikasikan tambahan return yang diisyaratkan pasar untuk setiap 1% kenaikan risiko portofolio.35 ini dapat diartikan bahwa setiap terjadi kenaikan 1% risiko portofolio.0. Jika kurva efficient frontier dalam Gambar 6. jika pilihan investor berada pada titik M.2. Jika pilihan investor berada pada titik RF berarti 100% dana investor akan diinvestasikan pada aset bebas risiko. return yang diharapkan pada portofolio pasar adalah 15% dengan standar deviasi sebesar 20%. merupakan gambar garis pasar modal dengan tidak menampilkan efficient frontier. SlopeCML dihitung dengan menggunakan rumus: E ( RM ) − R f Kemiringan Slope CML = σM Contoh: Dalam kondisi pasar yang seimbang. Dengan demikian. Pilihan masing-masing investor bisa berbeda-beda tergantung dari kombinasi porsi dana yang akan diinvestasikan pada aset berisiko dan aset yang bebas risiko. maka akan kita dapatkan garis RF-L. slopeCML sebesar 0.1. jika pilihan investor berada pada titik-titik setelah titik M(antara titik M dan L). garis pasar modal( CML) bisa digambarkan seperti dalam Gambar 6. maka kita dapat membentuk persamaanCML tersebut menjadi: E(Rp ) = R f + E ( RM ) − R f σM σp Dimana : E(Rρ) = Tingkat expected return untuk suatu portofolio yang efisien pada CML R . Garis Pasar Modal( CML) COL Gambar 6. menunjukkan harga pasar risiko (market price of risk) untuk portofolio yang efisien atau harga keseimbangan risiko di pasar.20 =0.15 . yaitu meminjam sejumlah dana sebagai tambahan dana untuk diinvestasikan pada aset berisiko(sehingga total dana yang diinvestasikan adalah 100% plus porsi pinjaman). Selisih return pasar dan return bebas risiko ini disebut juga dengan premi risiko portofolio pasar(E(RM)-RF) Besarnya risiko portofolio pasar ditunjukkan oleh garis putus-putus horisontal dari R F sampai M. jika kita tarik garis dari titik Rf ke titik L dan menyinggung titik M. yang selanjutnya akan disebut sebagai garisCML. GarisCML tersebut memotong sumbu vertikal pada titik RF. Tingkat return bebas risiko sebesar 8%.

merupakan pilihan aset yang bebas risiko. E( Rd.3. SlopeCML akan cenderung positif karena adanya asumsi bahwa investor bersifat risk averse. Sedangkan besarnya kontribusi sekuritas terhadap risiko portofolio pasar adalah: (1N.. maka kita dapat menghitung return diharapkan suatu sekuritas dengan menggunakan persamaan berikut ini. SedangkanCML.. bisa disimpulkan bahwaCML mampu memberikan gambaran tentang hubungan risiko dan return pada pasar yang seimbang. R M) +. bisa dipakai untuk menilai tingkat return diharapkan dari suatu portofolio yang efisien. 2.2. Kombinasi atau titik.titik portofolio di sepanjang garis RF² M ini. Sedangkan titik RF. Dengan memasukkan kontribusi sekuritas terhadap risiko portofolio dalam persamaanCML(persamaan 6.9). m adalah kovarian sekuritas tersebut dengan portofolio pasar. Misalnya suatu portofolio pasar terdiri dari n sekuritas.. Slope negatif ini terjadi bila tingkat return aktual portofolio pasar lebih kecil dari tingkat keuntungan bebas risiko. merupakan portofolio yang terdiri dari aset yang berisiko. Garis pasar modal dapat digunakan untuk menentukan tingkat return yang diharapkan untuk setiap risio portofolio yang berbeda. atau disebut dengan portofolio pasar.+ W n Cov (R... tersebut. SML digunakan untuk menilai sekuritas secara individual pada kondisi pasar yang seimbang. adanya risiko akibat perbedaan return aktual dan return yang diharapkan. Berdasarkan data historis. akan bisa menyebabkan slopeCML yang negatif. Garis pasar sekuritas atau security market line(SML) adalah garis yang menghubungkan tingkat return yang diharapkan dari suatu sekuritas dengan risiko sistematis(beta). beberapa hal penting yang dapat disimpulkad dari penjelasan mengenai garis pasar modal( CML) adalah: 1. GARIS PASAR SEKURITAS Dalam penjelasan garis pasar modal( CML) di atas.Artinya. 3. terlihat bahwa tingkat return yang diharapkrn dari setiap portofolio yang efisien padaCML adalah penjumlahan tingkat return bebas risiko(RF) dengan hasil perkalian antara harga pasar risiko(slopeCML) dan risiko portofolio(Wp) tersebut. maka standar deviasinya adalah: CYM = Cov (R 1 R m) + W2 Coy (R2. Dari uraian di atas.. Rumus ini juga bisa kita pakai untuk menghitung standar deviasi portofolio pasar. untuk portofolio-portofolio yang efisien. untuk menghitung risiko portofolio yang terdiri dari berbagai jenis aset. selanjutnya merupakan portofolio yang efisien bagi investor. kita bisa menggunakan Garis Pasar Sekuritas (Security Market Line).2). pada suatu tingkat risiko tertentu(M). ukuran risiko sekuritas yang dianggap relevan adalah kovarian sekuritas tersebut dengan portofolio pasar. sehingga pada kondisi pasar yang seimbang. semakin besar risiko suatu investasi. di atas.n. Rp t s 1 (aim (6.5) LM .3) =(Kontribusi sekuritas 1 terhadap varian portofolio + Kontribusi sekuritas 2 terhadap varian portofolio +. 4. bisa diketahui bahwa kontribusi masing-masing aset terhadap standar deviasi portofolio pasar dipengaruhi oleh besarnya kovarian sekuritas tersebut terhadap portofolio pasar. jika mendapatkan kompensasi berupa return yang diharapkan yang lebih tinggi.Dari persamaan 6. bagaimana halnya dengan kasus portofolio yang tidak efisien ataupun aset-aset individual? Untuk menggambarkan hubungan risiko dan return dari aset-aset individual ataupun portofolio yang tidak efisien. Tetapi. SML dapat digunakan untuk menilai keuntungan suatu aset individual pada kondisi pasar yang seimbang. investor hanya akan mau berinvestasi pada aset yang berisiko. semakin besar pula return yang diharapkan. Bagaimana cara menghitung kontribusi risiko sekuritas individual terhadap risiko portofolio? Seperti telah dijelaskan sebelumnya pada Bab 4..+ Kontribusi sekuritasn terhadap varian portofolio)t12 Dari persamaan 6. seperti telah dijelaskan di depan.1 di mana.. Portofolio M. Rm)) 112 (6. Dengan demikian. Garis pasar modal terdiri dari portofolio efisien yang merupakan kombinasi dari aset yang berisiko dan aset yang bebas risiko. kita bisa menggunakan standar deviasi suatu portofolio(persamaan 4. R FEt Rni Ri F ' J ul) am G (64) E(R )+ R_ E(R.

Sebagai ukuran sensitivitas return saham.7) Gambaran tentang hubungan risiko dan tingkat return yang diharapkan dari sekuritas individual.5 berarti setiap ada perubahan return pasar sebesar 1 % maka return B hanya berubah sebesar 0. return yang diharapkan dan suatu sekuritas dapat dihitung dengan menggunakan rumus: E(Rd= RF-1-(3.4. SekuritasA mempunyai beta sebesar 1. maka tingkat keuntungan yang disyaratkan investor untuk saham PT Gudang Garam adalah: ki = 0.5%. Garnbar 6. Gambar 6.5 artinya setiap ada kenaikan (penurunan) return pasar sebesar 1% maka return sekuritas akan mengalami kenaikan(penurunan) sebesar 1. nilai beta sangat rnempengaruhi tingkat return yang diharapkan pada suatu sekuritas(seperti yang terlihat pada persamaan 6 8). Semakin tinggi nilai beta dan return pasar maka akan semakin tinggi tingkat return yang disyaratkan oleh investor.3.5(0. karena pada pasar yang se . tetapi dalam praktek.RF )} (6.6 berikut Dengan demikian. beta juga dapat digunakan untuk membandingkan risiko sistematis antara satu saham dengan saham yang lain.5 clan tingkat return bebas risiko(RF) adalah 1.02 .0.015) = 1. perubahan return yang dialami sama besarnya dengan perubahan return pasar yang terjadi.5% dengan arah yang sama. Sedangkan sekuritasC dengan beta sebesar 0. Berdasarkan hubungan tingkat return dengan beta yang sudah dijelaskan di atas. Mungkinkah beta suatu sekuritas benilai negatif? Secara teoritis bisa saja terdapat beta sekuritas yang bernilai negatif.015 + 0. Untuk sekuritas M. bisa digambarkan seperti Gambar 6. Dengan demikian. k i = tingkat risiko aset bebas risiko + premi risiko = RF+RJ[E(RM)-RFj (6.Persmaan 6.8) di mana: kJ= tingkat return yang disyaratkan investor pada sekuritasi E(R M) = return portofolio pasar yang diharapkan 13 .75 % . dan sebaliknya) Dalam model keseirnbanganC APM.9) Contoh: Diasumsikan beta saham PT Gudang Garam adalah 0. Premi risiko sekuritasi dapat dihitung dengan mengalikan beta sekuritas tersebut dengan premi risiko pasar (market risk premium). Secara matematis.3. return sekuritas justru turun. RERM)-RF )1 (6. Perbandingan Beta Beberapa Sekuritas Pada gambar di atas ditunjukkan adanya tiga sekuritas yang mempunyai beta yang berbeda. Beta menunjukkan sensitivitas return sekuritas terhadap perubahan return pasar. berikut ini memperlihatkan perbandingan beta dari berbagai sekuritas. jarang ditemui adanya sekuritas yang mempunyai beta negatif(jika return pasar naik.5%. Tingkat re. Premi risiko sekuritasi =Fi (market trisk premium) =FI {E(RM) . Gambar 6. Semakin tinggi beta suatu sekuritas maka semakin sensitif sekuritas tersebut terhadap perubahan pasar. = koeiisien beta sekuritasi R r= tingkat return bebas risiko Dari persamaan 6. Tingkat return pasar yang diharapkan diasumsikan sebesar 2%.4. Sedangkan premi risiko pasar adalah selisih antara return yang diharapkan pada portofolio pasar (E(RM)) dengan tingkat return bebas risiko (RF). maka bisa disimpulkan bahwa return yang diharapkan dari sekuritasi terdiri dari dua komponen utama peayusun tingkat return yang disyaratkan investor( r e .5 dapat disederhanakan dengan cara rnemasukkan persamaan 6. hubungan tersebut bisa digambarkan dalam persamaan berikut ini. Garis Pasar Sekuritas(SN1L) Risiko sekuritas dalam gambar di atas ditunjukkan dengan beta. Beta merupakan ukuran risiko sistematis suatu sekuritas yang tidak dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi. berikut ini.imbang portofolio yang terbentuk sudah terdiversifikasi dengan baik sehingga risiko yang relevan adalah risiko sisternatis(beta).quired rate of return). yaitu: tingkat return bebas risiko dan premi risiko.turn yang disyaratkan adalah jumlah minimum return yang disyaratkan investor untuk berinvestasi pada suatu sekuritas tertentu.8 kita juga bisa mengetahui besamya premi risiko untuk sekuritas i (risk premium).

Dari gambaran situasi sekuritas yangu nd er v a l ue d atauo ve r va l u ed seperti di atas. + {3. merupakan variabel yang penting dalam proses estimasiC APM. Sedangkan sekuritas B menurut analis fundamental terletak di bawah SML. return sekuritas B akan naik sampai dengan return yang diisyaratkan oleh investor E(RB). Jika tingkat return yang diharapkan tidak berada pada SML. bagaimana cara mengestimasi persamaan market model di atas? Persamaan market model bisa diestimasi dengan melakukan regresi antara return sekuritas yang akan dinilai dengan return indeks pasar.5. yaitu garis yang menghubungkan total return sekuritas dengan return pasar. sehingga besamya return yang disyaratkan oleh investor adalah E(RA). Regresi tersebut akan menghasilkan nilaiEi(merupakan ukuran return sekuritasi yang tidak terkait dengan return pasar) danEi(menunjukkan besarnya slope yang mengindikasikan peningkatan return yang diharapkan pada sekuritas i untuk setiap kenaikan return pasar sebesar 1%). dengan cara meletakkan( plott iny) titik-titik return total suatu saham dalam suatu periode tertentu terhadap return total indeks pasar. Oleh karena itu. Sedangkan estimasi return pasar umumnya menggunakan data indeks pasar.masing sekuritas./ e. investor perlu mengestimasi tiga variabel. kita bisa melihat bagaimana mekanisme penyesuaian return yang terjadi sehingga akhirnya dicapai kembali posisi keseimbangan(terletak di garis SML). seperti Indeks Harga SahamCabungan(IHSG) ataupun LQ 45. sebagai komponen ketiga. persamaan market model bisa dituliskan juga seperti persamaan single index model seperti dibawah ini: Ri = a.5. Dengan demikian. untuk estimasi variabel return bebas risiko dan return pasar hanya perlu dilakukan sekali saja dan bisa dipakai untuk mengestimasi SML setiap sekuritas. beta merupakan satu-satunya faktor risiko yang relevan untuk mengukur risiko sekuritas. harga sekuritas-sekuritas seharusnya berada pada SML karena titik-titik pada SML menunjukkan tingkat return yang diharapkan pada suatu tingkat risiko sistematis tertentu. Estimasi beta. Selanjutnya. investor yang mengetahui bahwa sekuritasA undervalued. hanya saja market model tidak digunakan asumsi bahwa error term untuk setiap sekuritas tidak berkorelasi satu dengan lainnya.Sekuritas yang undervalued atau over valued . telihat bahwa sekuritasA terletak di atas SML dan dinilai sebagai sekuritas yangu nder valu ed karena tingkat return yang diharapkan E(RA') Iebih besar dari return yang disyaratkan investor E(RA). maka sekuritas tersebu undervalued atau overvalued.mintaan sekuritasA akar naik dan sesuai dengan hukum permintaan-penawaran. Menilai Sekuritas yang Undervalued atau Overvalued dengan Menggunakan SML Selanjutnya.1ZI. = interseja Ri = slope e i= random residual error Persamaan market model di atas bisa digunakan untuk mengestimasi return sekuritas. Tetapi terkadang bisa terjadi suatu sekuritas tidak berada pada SML. Lalu. karena sekuritas tersebutunder valued atauover valued. Hal ini dikarenakan tingkat return yang diharapkan E(RB¶) Iebih kecil dari return yang disyaratkan oleh investor E(RB).Analisis terhadap garis . sehingga jumlah penawaran sekuritas B akan naik dan menyebabkan harganya menjadi turun. dengan mengurangkan rnasingmasing return total sekuritas maupun return pasar dengan return bebas risiko. Dengan mengetahui besamya beta suatu sekuritas maka kita dapat menghitung tingkat return yang diharapkan pada sekuritas tersebut. sehingga sekuritas B dikatakanoverv alue d. Contoh: Seorang analis fundamentalis menganalisis tingkat return yang diharapkan dari sekuritasA dan sekuritas B. Hasil analisis tersebut kemudian digambarkan pada SML seperti pada Gambar 6. Estimasi terhadap beta perlu dilakukan untuk setiap sekuritas. Market model pada dasarnya hampir sama dengan single index model. Untuk mengestimasi besarnya koefisien beta. bisa digunakan market model. berikut Pada gambar di atas. Estimasi garis pasar sekuritas. Sedangkan. (6. Beta sekuritas. Investor yang mengetahui bahwa sekuritas Bov er der va lu ed akan berusaha untuk menjual. selanjutnya harga sekuritasA juga akan terdorong naik pula. Umumnya estimasi return bebas risiko menggunakan data return obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. akan tergerak untuk melakukan pembelian sekuritasA tersebut. per. terlihat bahwa dengan betaA sebesarF(A). Tetapi ternyata menurut analis. Dari uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa pada kondisi pasar yang seimbang. misalnya untuk Indonesia digunakan Sertifikat Bank Indonesia(SBI). Dalam teoriC APM. tingkat return yang diharapkan oleh pasar(diwakili oleh indeks pasar) dan besarnya beta untuk masing. Sebaliknya return sekuritasA akan turun sarnpai dengan tingkat yang diindikasikan oleh SML yaitu E(RA). Persamaan regresi market model tersebut selanjutnya juga bisa dipakai untuk membentuk garis karakteristik (characteristic line). Gambar 6.10) di mana: Pi= return sekuritas Rta = return indeks pasar a . Untuk membentuk persamaan SML. yaitu: tingkat return bebas risiko. Dari gambar tersebut. sekuritasA akan memberikan return yang diharapkan sebesar E(RA'). Garis karakteristik juga bisa dibentuk dengan menggunakan excess return.

= retti. . Padahal dalam kenyataannya. 3. 4. yaitu: 1. keseimbangan. akan menunjukkan sensitivitas excess return sekuritas terhadap portofolio pasar. ( R . maka nilai a 1 akan mendekati nilai rata-rata return bebas risiko selama periode pengujian dan nilai a2 akan mendekati rata-rata premi risiko pasar selama periode tersebut. Jika terjadi perubahan pada kondisi perusahaan (misalnya adanya perubahan pendapatan. Untuk menguji validitasCAPM perlu dilakukan penelitian-penelitian empiris mengenaiC APM tersebut. NilaiE danF yang diperoleh dari hasil regresi tersebut tidak terlepas dari adanya error. Pengujian CAPM dapat menggunakan persamaan berikut: R. Beta merupakan risiko sistematis yang juga bisa berkaitan dengan perubahan perusahaan secara khusus.arapkan Jai: seKuntas : return yang diharapkan dari sekuritas bila risiko sisternatis sebesar nol koefisien yang menujukkan besarnya pengmh faktor n terhadap return sekuritas i . 2. ² R F ) = a . Hal ini terkait dengan adanya kemungkinan bahwa indeks pasar yang digunakan dalam regresi tersebut tidak bisa menggambarkan portofolio pasar yang sebenarnya. Risiko dan return berhubungan positif. Elton dan Grubei(1995). Hal ini secara implisit berarti bahwa kita menganggap apa yang terjadi pada beta masa lalu. JikaC APM valid. PENGUJIAN TERHADAP CAPM Kesimpulan yang bisa diambil dari penjelasan mengenaiC APM tersebut adalah: 1. atau slope dari garis karakteristik. Selain itu. = estimasi beta untuk sekuritasi JikaC APM valid. (6. sehingga bisa jadi estimasi beta tidak akurat karena dan tidak menunjukkan nilai yang sebenarnya.karakteristik yang dibentuk dengan menggunakan excess return. artinya semakin besar risiko maka semakin besar pula returnnya. Ukuran risiko sekuritas yang relevan adalah ukuran 'kontribusi' risiko sekuritas terhadap risiko portofolio.=a. akan sama dengan apa yang terjadi pada beta masa datang. kemudian akan timbul satu pertanyaan tentang sejauh manakah keakuratan hasil estimasi beta sebagai ukuran sensitivitas return suatu saham terhadap return pasar. Dengan demikian. SML yang terbentuk cenderung linier. Estimasi beta tersebut menggunakan data historis.14) di mana: as ba. Sebagian besar hasil penelitian menunjukkan bahwa intersep SML lebih besar dari return bebas risiko(RF). estimasi beta untuk satu sekuritas dapat berbeda karena observasi dan periode waktunya yang digunakan berbeda. ( 6 .+a. Dengan demikian. ada beberapa hal lainnya yang bisa membuat kita ragu terhadap keakuratan hasil estimasi beta tersebut. 3. Oleh karena itu beta tidak bersifat stasioner sepanjang waktu. persamaan regresi di atas dapat dimodifikasi menjadi: ( R . SedangkanF. Meskipun hasilnya beragam. sehingga return yang diharapkan untuk suatu sekuritas adalah: E(RI) = a o + b aF. dan tidak ada satu pun periode dan observasi yang dianggap tepat.12) di mana: Ri = rata-rata return sekuritasi dalam periode tertentu f3.13. maka hasil penelitian empiris yang dilakukan akan menunjukkan bahwa return yang terjadi (realized return) akan sama dengan estimasi return dengan menggunakanC APM. 4. pada dasarnya akan sama dengan analisis persamaan regresi di atas. Garis karakteristik dapat dibentuk oleh berbagai observasi dan periode waktu yang berbeda. mendokumentasikan kesimpulan dari hasil-hasil penelitian empiris pengujianC APM. apa yang terjadi di masa lalu mungkin akan jauh berbeda dengan apa yang teriadi masa depan. tetapi dapat disimpulkan bahwa investor hanya akan mendapatkan return berdasarkan risiko sistematis yang diasumsikan. yaitu: 1. 2. 2. Dari uraian estimasi persamaan regresi di atas. nilai akan menunjukkan besarnya excess return sekuritas pada saat excess return pasar nol. utang) maka betanya pun akan berubah. + b i2 F 2 (6. n yang dil. 1 1 ) Dalam bentuk excess return. . + 0 . SlopeC APM(a2) yang dihasilkan cenderung lebih kecil dari slope hasil perhitungan dari teoriC APM.

Apa yang akan dilakukan investor setelah mengetahui suatu sekuritas ternyata undervalue ? 9.(premi risiko untuk faktor n) Dari perbadingan tersebut. Salah satu kritik atas modelAPT adalah adanya kesulitan dalam menentukan faktor-faktor risiko yang relevan. Sebagai misal. 11. Dengan mengetahui harga pasar dari faktor-faktor risiko yang dianggap relevan. Risiko pasar residual Dengan demikian. maka kita dapatmenentukan estimasi return yang diharapkan untuk berbagai sekuritas. "Garis pasar modal hanya terdiri dari portofolio-portofolio yang efisien. nilaiFi merupakan ukuran sensivitas return sekuritas terhadap premi risiko pasar(tingkat return pasar dikurangi R F) sedangkan padaAPT. risiko didefinisikan sebagai sensitivitas saham terhadap faktor-faktor ekonomi makro(bi) dan besarnva return yang diharapkan akan dipengaruhi oleh sensitivitas tersebut. 3. Beberapa penelitian empiris.. yang dalam kenyataannya belum ada kesepakatan mengenai faktor-faktor risiko apa saja yang relevan dan berapa jumlahnya. Berikan penjelasan dengan menggunakan gambar tentang perbedaan antara garis pasar modal dan garis pasar sekuritas. Apa yang dapat anda ketahui tentang slope garis pasar modal? 5. Jelaskan perbedaanC APM danAPT. dari sensitivitas return sekuritas terhadap perubahan pada faktor tersebut. yaitu: 1 . Roll dan Ross (1986). MenurutChen. Pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang 5. Perubahan tingkat inflasi 2 . Penelitian lain ada yang menggunakan lima variabel ekonomi makro yang mempengaruhi return sekuritas. Ukuran sensitivitas dalam APT (bi) akan mempunyai interpretasi yang sama dengan nilai sensitivitas dalam CAPM (F). Jelaskan cara untuk mengetahui apakah suatu sekuritasu nd er va lu ed ataukah overvalued dengan menggunakan garis pasar sekuritas. Roll dan Ross. yaitu: 1. Jelaskan pentingnya nilai beta dalam modelC APM .Chen.)= RF 13. sehingga investor dapat membentuk portofolio tergantung dari preferensinya terhadap risiko. karena faktor-faktor tersebut merupakan data exante. Perubahan produksi industri yang tidak diantisipasi 3 . terlihat bahwa padaCAPM. bisa disimpulkan bahwaCAPM pada dasarnya merupakan modelAPT yang hanya mempertimbangkan satu faktor risiko yaitu risiko sistematis pasar. Perubahan premir is k .a e f a u lt yang tidak diantisipasi 4. Dengan demikian. + b.(premi risiko pasar) Sedangkan hubungan return dan risiko padaAPT adalah: E(Ri) RF+(premi risiko untuk faktor 1) + bi2(premi risiko untuk faktor 2) +.. karena bi dan F tersebut sama-sama merupakan ukuran sensitivitas return sekuritas terhadap suatu premi risiko. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan portofolio pasar dan mengapa risiko yang relevan untuk portofolio pasar tersebut adalah risiko sistematis. Jelaskana p a yang dimaksud dengan garis karakteristik . dalam penerapan modelAPT. Perubahan struktur tingkat suku bunga yang tidak diantisipasi. Kesimpulan tersebut bisa kita tarik atas dasar perbandingan hubungan return dan sekuritas dari kedua model tersebut( APT dan CAPM). Jelaskan mengapa dalam teoriC APM semua investor akan memilih satu portofolio aset berisiko yang identik. nilai b i juga merupakan sensitivitas relatif return sekuritas terhadap premi risiko untuk suatu faktor risiko. Inflasi atau deflasi 4. Oleh karena itu. pada masing-masing faktor risiko. 2. Sebutkan karakteristik dari faktor-faktor risiko yang digunakan olehAPT.Persamaan tersebut menunjukkan bahwa dalamAPT. Bagaimana cara mengukur kontribusi sekuritas terhadap risiko portofolio pasar? 8. sedangkan dua faktor lainnya akan mempengaruhi tingkat diskonto. 10. "Setujukah anda dengan pernyataan tersebut? Jelaskan. berbagai faktor risiko bisa saja dimasukkan sebagai faktor risiko.APT mengasumsikan bahwa sekuritas yang berbeda akan mempunyai sensitivitas terhadap taktor-faktor risiko sistematis yang berbeda pula. 12. 4. pernah menggunakan tiga sampai lima faktor risiko yang mempengaruhi return sekuritas. Seperti telah dijelaskan di depan. mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi return sekuritas. PERTANYAAN: 1. Apa hubungan permukaan efisien model Markowitz dengan garis pasar modal? 7. . Untuk mengimplementasikan APT. kita perlu menemukan faktor-taktor resiko yang relevan bagi tingkat return sekuritas. Struktur tingkat bunga 3 . Default risk 2 . dua faktor pertama akan mempengaruhi aliran kas pada perusahaan. Masing-masing investor mempunyai perilaku terhadap risiko yang berbeda. hubungan return dan risiko pada CAPM adalah : E(R. 6.

05? . diketahui return yang diharapkan pasar adalah 18% dan tingkat return bebas risiko adalah 10%. apa komentar anda mengenai harga sekuritas XYZ jika diketahui betanya 1. Dalam kondisi pasar yang seimbang.13. Seandainya tingkat return yang diharapkan sekuritas XYZ adalah 15%.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful