You are on page 1of 13

ARTI DAN RUANG LINGKUP PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN A.

Arti dan Ruang lingkup Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Salah satu aspek yang seyogyanya mendapat perhatian utama dari setiap administrator pendidikan adalah mengenai sarana dan prasarana pendidikan. Sarana pendidikan umumnya mencakup semua peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang dalam proses pendidikan, seperti: gedung, ruang belajar/kelas, alat-alat/media pendidikan, meja, kursi dan sebagaianya. Sedangkan yang dimaksud dengan prasarana adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan, seperti : halaman, kebun/taman sekolah, jalan menuju ke sekolah. Sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya dapat dikelompokan dalam empat kelompok, yaitu tanah, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah (site, building, equipment, and furniture). Agar semua fasilitas tersebut memberikan kontribusi yang berarti pada jalannya proses pendidikan, hendaknya dikelola dengan dengan baik. Pengelolaan yang dimaksud meliputi: (1) perencanaan, (2) Pengadaan, (3) Inventarisasi, (4) Penyimpanan, (5) Penataan, (6) Penggunaan, (7) Pemeliharaan dan, (8) Penghapusan B. Prinsip-prinsip Dasar Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Sarana dan Prasarana pendidikan, khususnya lahan, bangunan dan perlengkapan sekolah seyogyanya menggambarkan program pendidikan atau kurikulum sekolah itu. Karena bangunan dan perlengkapan sekolah tersebut diadakan dengan berlandaskan pada kurikulum atau program pendidikan yang berlaku, sehingga dengan adanya kesesuaian itu memungkinkan fasilitas yang ada benar-benar menunjang jalannya proses pendidikan. Pengelolaan lahan bangunan, dan perlengkapan sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah. Untuk kepentingan itu, ia perlu memahami beberapa prinsip dasar dalam melakukan pengelolaan fasilitas tersebut. Menurut Hunt Pierce. Prinsip dasar dalam melakukan pengelolaan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Lahan bangunan, dan perlengkapan perabot sekolah harus menggambarkan cita-cita dan citra masyarakat seperti halnya yang dinyatakan dalam filsafat dan tujuan pendidikan. 2. Perencanaan dan lahan bangunann, dan perlengkapan-perelngkapan perabot sekolah hendaknya merupakan pancaran keinginann bersama dan dengan pertimbangan suatu team ahli yang cukup cakap yang ada di masyarakat itu. 3. Lahan bangunan dan perabot-perabot sekolah hendaknya disesuaikan dan memadai bagi kepentingan anak-anak didik, demi terbentuknya karakter mereka dan dapat melayani serta menjamin mereka di waktu belajar, bekerja dan bermain sesuai dengan bakat masing-masing.

Perencanaan pengadaan tanah untuk gedung/bangunan sekolah. prencanaan ini merupakan system perencanaan terpadu dengan perencanaan pembangunan tersebut. Perencanaan sarana dan prasarana pendididkan merupakan pekerjaan yang komplek. 5.4. Sekolah tidak bisa dibangun disembarang tempat. Prinsip prinsip umum dalam perencanaan seperti komprehensif. obyektif. Pengadaan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Pendidikan. 6. Lahan bangunan dan perabot-perabot sekolah serta alat-alatnya hendaknya disesuaikan dengan kepentingan pendidikan yang bersumber dari kepentingan serta kegunaan atau manfaat bagi anak-anak didik dan guru-guru.Banghart sekolah hendaknya dibangun pada tempat atau lokasi yang baik yang dapat memberikan pengaruh positif pada perkembangan siswa. Perencanaan Kebutuhan. perlu diperhatikan . perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan tergantung pada jenis program pendidikan dan tujuan yang ditetapkan. karena harus terintegrasi dengan rencana pembangunan baik nasional. 1. 7. Kegagalan dalam tahap perencanaan ini akan merupakan pemborosan. regional maupun local. Menurut Frabk W. Program pendidikan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan tenaga kerja akan berbeda dengan program pendidikan yang berorientasi pada pemerataan kesempatan belajar. Sebagai penanggung jawab harus mampu memelihara serta menggunakan bangunan dan tanah sekitarnya sehingga ia dapat membantu terwujudnya kesehatan. tetapi harus memperhatikan seluruh keperluan alat-alat pendidikan oleh anak didiknya. melatih para petugas untuk memilih alatnya dan cara menggunakannya agar mereka dapat menyesuaikan diri serta melaksanakan tugasnya sesuai dengan dengan fungsi dan profesinya. Seorang penanggungjawab sekolah harus mempunyai kecakapan untuk mengenal. Sebagai penanggungjawab sekolah bukan hanya mengetahui kekayaan sekolah yang dipercayakan kepadanya. Selain itu Soerjani (1988:135) mengemukakan:³Dalam mensirikan gedung sekolah. dalam hal sarana dan prasarananya. keamanan. kebahagiaan. fleksibel dan interdisiplin perlu diperhatikan. C. 8. Sebagai pertanggungjawaban harus dapat membantu program sekolah secara efektif. dan keindahan serta kemajuan dari sekolah dan masyarakat. karena itu dalam perencanaan kebutuhan tersebut tersebut perlu dikaji system internal pendidikan dan aspek eksternalnya seperti masalah demographi. baik kualitatif maupun kuantitatif serta menggunkannya dengan tepat fungsi bangunan dan perlengkapannya. ekonomi kebijakan-kebijakan yang ada.

bentuk maupun tofogafinya akan memenuhi kebutuhan. f) Cukup air ataupun mudah dan tidak tinggi biayanya jika harus menggali sumur ataupun memasang pipa-pipa perairan. sehingga kelancaran dan kesehatan terjamin.Mamusung antara lain: a) Mudah dicapai dengan berjalan kaki ataupun berkendaraan. serta kurikulum sekolah itu sendiri. i) Tidak terletak di tepi jalan/persimpangan jalan yang ramai dan berbahaya dan tidak berdekatan dengan rumah sakit. kebutuhan murid-murid sekolah. sehingga mudah ditanami dan indah pemandangan alam sekitarnya. Untuk sebelum tanah itu dibeli perlu terlebih dahulu adanya perencanaan. Dengan memperhatikan syarat-syarat diatas tidak semua tanah dapat dijadikan untuk tempat pendidikan. Dengan memperhatikan pendapat diatas maka tempat atau letak tanah untuk bangunan sekolah harus benar-benar memperhatikan. c) Cukup luas. dan mempertimabang kan keadaan lingkungan sekolah. Dalam pengadaan tanah yang meliputi: . d) Mudah menjadi kering jika digenangi air. Letak dan lingkungan sekolah adalah salah satu komponen yang dapat menunjang atau menghambat usaha meningkatkan ketahanan sekolah´. bebas dari pembusukan dan tidak merupakan tanah yang konstruksinya adalah hasil buatan/timbangan/urugan. j) Harganya tidak terlalu mahal (murah). pabrik-pabrik yang membisingkan. h) Memperoleh sinar matahari yang cukup selama waktu sekolah berlangsung. e) Tanahnya yang subur. Syarat-syarat yang harus diperhatikan menurut J. b) Terletak disuatu lingkungan yang banyak hubungan dengan kepentingan pendidikan (sekolah).tentang letak sekolah dan lingkungannya. kuburan. g) Terdapat air yang bersih dan berkualitas. pasar dan tempat-tempat lain yang dapat memberikan pengaruh-pengaruh negative.

angin. c) Datangnya dan Masuknya sinar matahri harus diperhatikan. selain itu untuk menumbuhkan penghormatan murid terhadap lembaga tempat ia dididik. Sekolah merupakan lembaga tempat mendidik anak agar menjadi warga Negara yang kreatif dan produktif. luas dan lokasi sesuai dengan kebutuhan. yaitu dari arah sebelah kiri. d) Tinggi rendahnya tembok. transportasi. e) Pengunaan warna yang cocok f) Aman. misalnya: jalan. petir dan pohon yang berbahaya. listrik. Dilakukan untuk menentukan lokasi tujuan dan perencanaan tata kota c) Melakukan survey untuk melihat kondisi fisik lainnya. Ini dilakukan untuk bahan pengajuan rencana anggaran. seyogyanya sekolah didirikan dalam lingkungan yang cukup terhormat. maupun pengaruh erosi. getaran. b) Melakukan survey. artinya material dan kontruksi bangunannya benar-benar dapat dipertanggungjawabkan baik kekuatan/kekokohan bangunan itu sendiri. Perencanaan Pengadaan Bangunan Gedung Sekolah. sinar matahari cukup ruanganmemungkinkan adanya pergantian udara yang segar selalu. J. d) Harga tanah. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh suatu bangunan yang ideal. bagi setiap . letak jendela dan kusen disesuaikan dengan kondisi anak-anak. 2.Mumusung (1981:16) mengemukakan sebagia berikut: a) b) Memenuhi kebutuhan dan syarat pedagogis Ukuran dan bentuk ruangan disesuaikan dengan kebutuhan.a) Membuat rencana pengdaan tanah. air dan sebagianya. g) Menurut syarat kesehatan. Untuk itu menunut adanya gedung yang memadai sehingga pada tiap murid ada perasaan bangga dan bersekolah selama dididik dalam gedung tersebut.

Perencanaan Pembangunan Bangunan Sekolah Seperti halnya sarana lainnya. cukup ventilasi. j) Fleksibel. b) Menentukan ruang dan perlengkapan dalam arti kualitas bahan. Ekonomis Agar syarat-syarat diatas dapat terpenuhi maka hendaknya sebelum gedung itu dibangun perlu dibuat perencanaan terlebih dahulu. Sebagai sarana atau tempat yang akan dibangun untuk kegiatan belajar mengajar. jumlah ruangan. baik tingkat maupun jenisnya. kualitas dan ukurannya. 3. k) l) Memenuhi syarat keindahan . gedung sekolah yang akan dibangun selain harus memperhatikan segi kualitas juga memeperhatikan kurikulum pendidikan sekolah. Sesuai dengan fungsinya gedung sekolah tersebut merupakan tempat anak-anak belajar. luas ruangan. dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) Mengadakan survey untuk mengetahui kesesuaian antara gedung yang akan dibangun dengan kebutuhan sekolah.h) Menyenangkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan dan tak saling mengganggu. pembangunan gedung sekolah harus direncanakan terlebih dahulu. c) Mengadakan survey untuk menentukan lokasi d) Menyusun anggaran biaya yang disesuaikan dengan harga standar yang berlaku di daerah bersangkutan. sudah sepantasnya gedung sekolah yang dibangun harus cukup cahaya masuk agar ruangan menjadi terang. artinya melihat kebutuhan hari depannya dan dapat pula dirubahrubah setiap saat diperlukan. banyaknya perabot. i) Dapat memungkinkan untuk memperluas tanpa memakan biaya lagi yang besar. bagi dari segi konstruksi maupun dari segi keindahannya dan juga memperhatikan segi kesehatan. serta ukurannya. untuk itu maka dalam membangun gedung sekolah menuntut adanya suatu perencanaan dengan prosedur sebagai berikut: . gedung tersebut mempunyai kualitas yang baik.

Ini berati adanya keharusan untuk memilih dan memiliki perabot dan perlengkapan yang sesuai dengan umur. Ukuran fisik pemakai/murid agar pemakaiannya fungsional dan efektif. minat serta tarap perkembangan fisik maupun phsyshis dari setiap murid dan kurikulum sekolah yang bersangkutan. yang meliputi : y y y y Fungsi bangunan Jumlah pemakai. baik pegawai. c) Menyusun anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung tersebut. kerana itu hendaknya perabot pendidikan direncanakan sesuai dengan dengan kebutuhan anak yang beraneka ragam sifat dan keperluannya. baik secara individual ataupun kelompok dan kurikulum atau program pendidikan yang akan dilakukan oleh sekolah. Kegiatan pendidikan merupakan usaha yang terencana dan mempunyai tujuan yang jelas. untuk itu maka perlu dibuat gambar kerja dengan maksud sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembangunan gedung. hendaknya berpedoman pada standar yang ditentukan pada buku pedoman departemen yang telah ditetapkan oleh departemen. Dalam perencanaan pembangunan gedung sekolah ini juga harus drencanakan mengenai keadaan gedung sekolah itu sendiri. yang disusun dengan harga standar yang berlaku pada daerah tempat tersebut akan dibangun. Syarat perabot sekolah 1. sudah barang tentu proses pendidikan berjalan kurang efektif yang pada gilirannya lulusannya yang dihasilkan mempunyai atau kecakapan yang tidak sesuai dengan harapan. Perencanaan Pengadaan Perabot dan Perlengkapan Pendidikan Dengan perabot dan perlengkapan yang asal saja.a) Melakukan survey berkenaan dengan bangunan sekolah yang akan dibangun. . 4. b) Mengadakan perhitungan luas bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan disusun berdasarkan hasil survey tersebut. guru dan murid Program pendidikan atau kurikulum sekolah Jenis dan jumlah alat-alat atau perabot yang akan ditempatkan pada gedung sekolah tersebut. Dalam penyusunannya. Dilandasi pemikiran diatas maka perabot dan perlengkapan yang dibuat harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1.

Konstruksi hendaknya: 1. mudah memeliharanya. Mudah dikerjakan secara masal 3. Untuk perencanaannya adalah sebagai berikut (Depdiknas. b) Konstruksi harus sedemikian rupa. Syarat-syarat untuk perlengkapan sekolah Agar perlengkapan yang digunakan itu benar-benar tepat guna. Barang yang habis dipakai. Mudah dan ringan untuk disusun/disimpan 5. iv. Kuat. Sesuai dengan aktivitas murid dalam PBM 2. Bentuk dasar yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. Ini berarti adanya keharusan untuk memilih dan memiliki alat-alat yang sesuai dan disesuaikan dengan umur. Depdiknas mengelompokannya menjadi barang-barang yang habis dipakai barang-barang yang tak habis dipakai. Kuat dan tahan lama 2. Mempunyai pola dasar yang sederhana 4. Untuk itu diperlukan: a) Keadaan baku/material harus kuat. minat. c) Dipilih dan direncanakan dengan teliti dan baik serta benar-benar disesuaikan usia.2. tetapi ringan. bentuk. Bahan yang mudah didapat dipasaran dan disesuaikan dengan keadaan setempat 2. dan mudah dibersihkan 3. iii. maka baik jenis. direncanakan dengan urutan sebagai berikut: . tarap perkembangan anak didik d) Pengadaan pengaturan harus sedemikian rupa sehingga benar-benar berfungsi bagi penanaman. serta warna hendaknya benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan kegiatan anak didik/siswa. pemupukan.1980): a. ii. Tidak tergantung keamanan pemakainya 4. minat. Dalam perencanaan perlengkapan dan perabot sekolah. tidak membahayakan keselematan anak didik. Flexible sehingga mudah diguakan dan dapat pula berdiri sendiri 6. serta taraf perkembangan fisik maupun psikhis anak didik. serta pembinan hal-hal yang berguna bagi perkembangan anak. i. sehingga sesuai dengan kondisi peserta didik. v.

direncanakan dengan urutan sebagai berikut: 1) Menganalisis dan menyusun keperluan perlengkapan sesuai dengan rencana kegiatan sekolah serta memperhatikan perlengkapan yang direncanakan dengan memperhatikan perlengkapan yang masih ada dan masih dapat dipakai. Misalnya dalam pembelian tanah perlu jelas surat-surat tanah yang akan dibeli. atau yang belum jadi. Barang tak habis pakai. Sedangkan untuk yang sifatnya hak pakai. 5. Dalam pengadaan sarana diatas selain perlu diperhatikan segi kualitas dan kuantitas. Perabot yang akan dibeli dapat berbentuk yang sudah jadi.1) Menyusun daftar perlengkapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dari rencana kegiatan sekolah tiap bulan 2) Menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengadaan barang tersebut tiap bulan 3) Menyusun rencana pengadaan barang tersebut menjadi rencana triwulan dan kemudian menjadi rencana tahunan b. sebaiknya dalam pelaksanaanya dilakukan dengan Akte Notaris Pejabat pembuat akte tanah setempat. menyewa. urgensi kebutuhan dan menyusun rencana pengadaan tahunan. demikian juga dengan akte jual belinya. menukar dan sebgainya. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Untuk pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya untuk pengadaan tanah bisa dilakuakn dengan cara membeli. memebeli. atau menukar bangunan. 2) Memperkirakan biaya perlengkapan yang direncanakan dengan memperhatikan standar yang telah dilakuakan 3) Menetapkan skala prioritas menurut dan yang tersedia. Dalam pengadaan perlengkapan ini juga dapat dilakukan dengan jalan membuat sendiri atau menerima bantuan dari instansi pemerintah dari luar Departemen Pendidikan Nasional. menerima hak pakai. juga diperhatikan prosedur atau dasr hukum yang berlaku. masyarakat. . demikian juga kalau menerima hibah dari pihak lain supaya ada dasr hukumnya. Dalam pengadaan gedung/bangunan dapat dilakukan dengan cara membangun baru. seperti lahan hendaknya disertai dokumen serah terima dari pihak yang memberikan hak pakai. menerima hibah. sehingga sarana yang sudah ada tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. menerima hibah. perorangan dan sebagainya. Untuk pengadaan perlengkapan atau perabot sekolah dapat dilkukan dengan jalan membeli. badanbadan swasta.

Sedangkan buku golonganbarang inventaris mencatat barang inventaris menurut golongan barang yang telah ditentukan. Dalam penyimpanan barang-barang juga perlu diperhatikan tempat penyimpanan barang tersebut. seperti : listrik. haraga dan sebagainya. melalui inventarisasi memungkinkan dapat dikethui jumlah. Dalam menyimpan barang-barang tersebut hendaknya diperhatikan sifat-sifat barang tersebut. Pada setiap sekolah seyogyanya ada petugas khusus yang melaksanakan tugas berkaitan dengan urusan perlengkapan.Untuk sarana yang diperoleh melalui siswa perlu juga dibuat surat perjanjian (kontrak) antar pihak penyewa dan pihak yang menyewakan dan sebagainya. dengan menggunakan format-format yang telah ditetapkan. Gudang tersebut kondisnya harus baik. Khususnya untuk sarana dan prasarana pendidikan yang berasal dari pemerintah (milik Negara) wajib diadakan inventarisasi secara cermat. menyimpan dan mengeluarkan barang dari tempat penyimpanan barang/gudang. jenis barang. Kegiatannya meliputi. Untuk terjaminnya pelaksanaaan peyimpanan barang atau sarana pendidikan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) Syarat-syarat pergudangan yang berlaku Sifat barang yang disimpan Jangka waktu penyimpanan Alat-alat atau sarana lain yang diperlukan untuk penyimpanan Dana atau biaya untuk pemeliharaan 6) Prosedur kerja penyimpanan yang jelas dan disesuaikan dengan sifat barang yang disimpan. dan sebagainya. merek. Barang atau sarana pendidikan yang ada pada setiap sekolah banyak macamnya. Atau mencatat inventarisasinya di dalam buku Induk Barang Inventaris dan Buku Golongan Inventaris.ukuran. 6. fasilitas pendukungnya. 7. Buku inventaris ini mencatat semua barang barang inventaris milik menurut urutan tunggal. menerima. air. kualitas. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Semua srana dan prasaran sekolah hendaknya diinventarisir. tahun pembuatan. gudang hendaknya ditempatkan pada lokasi yang mudah dijangkau. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan .

pemeliharaan.Mamusung telah mengelompokan. Namun agar saran dan prasarana tersebut tidak cepat rusak atau hancur diperlukan usaha pemeliharaan yang baik dari pihak pemakainya. tetapi lama kelamaan akan mengarah pada kerusakan. serta penggantian. termasuk penyediaan biaya bagi kepentingan perbaikan dan pemugaran. serta ³furniture´. Pemeliharaan atau maintenanace merupakan suatu kegiatan yang kontinu untuk mengusahakan agar sarana dan prasarana pendidikan yang ada tetap dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan. yaitu: 1) Kerusakan dikarenakan pemakaian dan pengrusakan. perabot dan perlengkapan itu diterima dari pihak pemborong. 3) Keusangan (out of date) disebabkan moderenisasi di bidang pendidikan serta perkembangannya 4) Kerusakan karena kecelakaan atau bencana disebabkan kecerobohan dalam perencanaan. Perlunya pemeliharaan yang baik terhadap bangunan. maupun penggunaan yang salah 5) Kerusakan karena timbulnya bencana alam seperti banjir gempa dan lain2 Menurut waktunya kegiatan pemeliharaan terhadap bangunan dan perlengkapan serta perabot sekolah dapat dibedakan menjadi pemeliharaan yang dilakukan setiap hari dan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala. Menurut J. ³equipment´. 2) Kerusakan dikeranakan pengaruh udara. pelaksanaan.Mamusung (1991:80).Sarana dan prasarana merupakan penunjang untuk keaktifan proses belajar mengajar. Penggunaan Saran dan Prasarana Pendidikan . kehancuran bahkan kepunahan. pemeliharaan adalah suatu kegiatan dengan pengadaan biaya yang termasuk dalam keseluruhan anggaran persekolahan dan diperuntukan bagi kelangsungan ³building´. kemudian disusul oleh proses kepunahan. musim. perabot dan perlengkapan sekolah dikarenakan kerusakan sebenarnya telah dimulai semenjak hari pertama gedung. maupun keadaan lingkungan. perabot dan perlengkapan sekolah. ada 5 faktor yang mengakibatkan kerusakan pada bangunan. 8. Barang-barang tersebut kondisinya tidak akan tetap. J. meskipun pemeliharaan yang baik telah dilakukan terhadapa sarana tersebut selama dipergunakan. baik disengaja maupun yang tidak oleh pemakai. penjual atau pembeli sarana tersebut. cuaca.

menghapus barang-barang inventaris itu (milik Negara) dari daftar inventaris sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Penggunaan/pemakaian sarana dan prasarana pendidikan disekolah merupakan tanggungjawab kepala sekolah pada setiap jenjang pendidikan. Penyusunan jadwal harus dihindari benturan dengan kelompok lainnya Hendaklah kegiatan-kegiatan pokok sekolah merupkan prioritas utama Waktu/jadwal penggunaan hendaknya diajukan pada awal tahun pelajaran Penugasan / penunjukan personil sesuai dengan dengan keahlian pada bidangnya 5. sehat. 2. 4. antar kegiatan intrakulikuler dengan ekstrakulikuler harus jelas 9. selain itu dengan adanya penghapusan ini akan meringankan beban kerja inventaris dan membebaskan tanggung jawab sekolah terhadap barang tesebut. Penjadwalan dalam penggunaan sarana dan prasarana sekolah. artinya. yang perlu diperhatikan dalam penggunaan saran dan prasarana adalah: 1. bagi kepala sekolah yang mempunyai wakil bidang sarana dan prasarana atau petugas yang berhubungan dengan penanganan saran dan prasarana sekolah diberi tanggung jawab untuk menyusun jadwal tersebut. dan menimbulkan presefsi positif bagi siswasiswanya. Untuk kelancaran kegiatan tersebut. Dengan adanya penghapusan ini maka barang tersebut dibebaskan dari biaya perbaikan/pemeliharaan. Secara fisik sarana dan prasarana harus menjamin adanya kondisi yang higienik dan secara psikologis dapat menimbulkan minat belajar. . karena itu lingkungan sekolah (sarana dan prasarana) harus aman. aman dan atrktif unutk keperluan proses-proses belajar di sekolah.Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Barang-barang yang sudah ada di sekolah. hampir dari separuh waktunya siswasiswa bekerja. 2. 3. hal ini dikarenakan rusak berat sehingga tidak bisa dipergunkan lagi.4 Penataan Sarana dan Prasarana Pendidikan Sarana dan prasarana merupakan sumber utama yang memerlukan penataan sehingga fungsional. barang tersebut sudah tidak sesuai dengan kebutuhan dan keadaan. terutama yang berasal dari pemerintah (khusus sekolah negri) tidak akan selamanya bisa digunakana/dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan. dan nilai guna barang tersebut tidak perlu dimanfaatkan. jumlah barang tersebut berlebihan sehingga tidak bisa dimanfaatkan. belajar dan bermain di sekolah. Dengan keadaan seperti diatas maka barang-barang tersebut harus segera dihapus. biaya pemeliharaan yang tinggi.

Penataan perlengkapan Sekolah Penataan perlengkapan sekolah mencakup perlengkapan di ruang kepala sekolah. hendaknya dipertimbangkan hubungan antara satu ruang dengan ruang yang lainnya.Lingkungan yang demikian dapat menimbulkan rasa bangga dan rasa memiliki siswa terhadap sekolahnya. ruang guru. ruang perpustakaan dan sebagainya. Hubungan antara ruang-ruang yang dibutuhkan dengan pengaturan letaknya tergantung kepada kurikulum yang berlaku dan tentu saja ini akan memberikan pengaruh terhadap penyusunan jadwal pelajaran. Jarak deret perabot (meja-kursi) paling belakang dengan tembok batas 6. Kelonggaran jarak dan dinding kiri-kanan 3. Dalam hal ini guru sangat berkepentingan untuk memperlihatkan unjuk kerjanya dan menjadikan lingkungan sekolah sebgai asset dalam proses belajar mengajar. Arah menghadapnya perabot 7. Apakah perabot tunggal atau ganda. Ruang-ruang tersebut perlengkapannya perlu ditata sedemekian rupa sehingga menimbulkan kesan yang baik kepada penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah dan menimbulkan perasaan dan betah pada guru yang mengajar dan siswa yang sedang belajar. ruang tata usaha. . Penataan Perabot Sekolah Tata perabot sekolah mencakup pengaturan barang-barang yang dipergunakan oleh sekolah. Tata Ruang dan Bangunan Sekolah Dalam mengatur ruang yang dibangun bagi suatu lembaga pendidikan/sekolah. ruang BP. Dalam mengatur perabot sekolah hendaknya diperhatikan macam dan bentuk perabot itu sendiri. 1. Kesesuaian dan keseimbangan 8. individual atau klasikal. Hal ini memungkinkan apabila sarana dan prasarana itu fungsional bagi kepentingan pendidikan. Perbandingan antara luas lantai dan ukuran perabot yang akan dipakai dalam ruangan tersebut 2. hal yang harus diperhatikan dalam pengaturan perabot sekolah antara lain: 1. Jarak deret perabot (meja-kursi) terdepan dengan papan tulis 5. dan kelas. sehingga menimbulkan kesan kontribusi yang baik pada kegiatan pendidikan. Jarak satu perabot dengan perabot lainnya 4. Beberapa teknis yang berkenaan dengan bagaimana menata sarana dan prasarana pendidikan: 1.

yang pasti buku pengelolaan pendidikan .sumber : lupa buku apaan..