BAB I PENDAHULUAN Benda asing di telinga sering dihubungkaan dengan kegawatdaruratan medik.

Benda asing di dalam suatu organ ialah benda yang berasal dari luar tubuh atau dari dalam tubuh, yang dalam keadaan normal tidak ada dan sebagai penyebab sumbatan pada THT. Benda asing dari luar tubuh disebut eksogen, biasanya dapat masuk dari mulut atau hidung. Benda asing eksogen dapat berupa zat padat atau cair. Zat padat dapat berupa organik atau anorganik. Zat padat organik dapat berupa tulang ataupun kacang-kacangan. Sedangkan zat anorganik dapat berupa paku, peniti, atau batu. Benda asing eksogen cair dapat bersifat iritatif seperti zat kimia dan benda cair yang non iritatif yaitu cairan dengan Ph 7,4. Benda asing endogen dapat berupa sekret kental, darah atau bekuan darah, nanah, krusta, perkijuan, membrane difteri, bronkolit, cairan amnion, mekonium dapat masuk kedalam saluran nafas bayi pada saat proses persalinan. Adanya benda asing pada anak-anak dapat disebabkan oleh faktor kesengajaan. Anak-anak cenderung memasukkan benda kecil yang umumnya adalah benda mati. Benda asing yang lazim ditemukan pada anak-anak adalah uang logam, permen, mainan plastic yang berwarna-warni , manik-manik, kancing, kelereng, kacang-kacangan, kapas dan sebagainya. Namun dapat pula ditemukan benda hidup misalnya telur lalat, lalat, semut, nyamuk, kecoa, lebah, kupu-kupu sawah dan lain sebagainya.(1,2) Lima puluh lima persen dari kasus benda asing di saluran nafas terjadi pada anak umur kurang dari 4 tahun. Pada tahun 1975 anak dibawah umur 4 tahun, insidens kematian mendadak akibat aspirasi atau tertelan benda asing lebih tinggi. Bayi di bawah umur 1 tahun, gawat nafas karena aspirasi benda asing merupakan penyebab utama kematian (Natinal Safety Council, 1981). Kacang atau biji tumbuhan lebuh sering teraspirasi pada anak berumur antara 2-4 tahun, karena belum mempunyai gigi molar yang lengkap dan belum dapat mengunyah makanan dengan baik.(1) Pada orang dewasa benda-benda tadi dapat ditemukan, ditambah lagi gigi palsu, tulang ayam, peniti dan jarum. Biasanya pada orang dewasa karena unsure ketidaksengajaan. Karena ketidaktahuan, kita sering membersihkan telinga anak secara tidak benar padahal telinga mempunyai bagian-bagian yang harus diperlakukan secara hati-hati. Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga samapai selaput gendang. Telinga tengah terdiri atas salaput gendang samapai batas otak, dan telinga dalam terdiri ats alat pendengaran dan kesimbangan. Di telinga bagian luar inilah berkumpul kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Kotoran kuping sering muncul didaerah ini yang sebetulnya minyak yang dihasilkan kelenjar tersebut. Fungsinya menghalau binatang seperti serangga yang mencoba masuk kedalam telinga. Kotoran kuping akan muncul dengan sendirinya berkat dorongan mekanisme pipi saat mengunyah makanan. Muara dari kotoran itu adalah daun telinga sehingga tidakperlu mengambil resiko untuk mengorek-ngorek

2) .telinga sampai ke bagian telinga tengah dan dalam.(1. cukup pada bagian yang terlihat oleh mata.

Air Sering kali saat kita heboh mandi. biasanya terjadi pada anak-anak balita. Di telinga banyak terdapat saraf-saraf dan bisa terjadi luka. Selain kapas bisa tertinggal di dalam telinga. b. Tetapi jika di dalam telinga kita ada kotoran.1. Kadang-kadang benda dapat masuk. membuat air masuk ke dalam telinga. lalat dan nyamuk. tentu saja terjadi penurunan pendengaran. Terkadang benda asing dapat masuk tanpa sengaja ke dalam telinga orang dewasa yang mencoba membersihankan kanalis eksternus atau mengurangi gatal atau dengan sengaja anak-anak memasukkan benda tersebut ke dalam telinganya sendiri.BAB II BENDA ASING DI THT II. kecoa. air bisa keluar dengan sendirinya. Sangat penting untuk perkembangan normal dan pemeliharaan bicara. Bila kemasukan benda asing di telinga. ‡ Faktor kecerobohan sering terjadi pada orang dewasa sewaktu menggunakan alat alat pembersih telinga misalnya kapas. Telinga sering kemasukan benda asing. orang tua patut mencurigainya sebagai akibat kemasukan benda asing.Namun. anak tak melaporkan keluhannya sebelum timbul keluhan nyeri akibat infeksi di telinga tersebut. yang terakhir adalah faktor kebetulan terjadi tanpa sengaja dimana benda asing masuk kedalam telinga contoh masuknya serangga. berenang dan keramas. Jangan menanganinya sendiri karena bisa-bisa benda yang masuk malah melesak ke dalam karena anatomi liang telinga yang berlekuk. bahaya lainnya adalah dapat menusuk selaput gendang bila tidak hati- . Jika telinga dalam keadaan bersih. terkadang sering dianggap enteng oleh setiap orang. air justru bisa membuat benda lain di sekitarnya menjadi mengembang dan air sendiri menjadi terperangkap di dalamnya. Cotton Buds Cotton buds tidak di anjurkan secara medis untuk membersihkan telinga. Berikut beberapa benda asing yang sering masuk ke telinga dan penangangan pertama yang bisa dilakukan: a. lama-lama telinganya berbau. Pada anak.Segera kunjungi dokter THT untuk membersihkan kotoran kuping yang ada. Benda yang masuk biasanya hanya bisa dikeluarkan oleh dokter THT dengan menggunakan peralatan dan keahlian khusus. Jika hal ini terjadi. Indera pendengaran berperan penting pada partisipasi seseorang dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.5) II.(3. dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain melalui bicara tergantung pada kemampuan mendengar.1 BENDA ASING DI TELINGA Telinga adalah organ penginderaan dengan fungsi ganda dan kompleks (pendengaran dan keseimbangan) .1 Etiologi(3) Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan benda asing diliang telinga yaitu : ‡ Faktor kesengajaan. tangkai korek api atau lidi yang tertinggal di dalam telinga. Benda asing merupakan benda yang berasal dari luar tubuh atau dari dalam tubuh yang dalam keadaan normal tidak ada.

dan banyak orang yang malah membersihkan telinganya. sehingga klien akan berusaha mengeluarkan benda asing tersebut. ‡ Rasa nyeri telinga / otalgia Nyeri dapat berarti adanya ancaman komplikasi akibat hambatan pengaliran sekret. Akibat dari . manik-manik mainan. Di ruang praktek. ‡ Pada inspeksi telinga akan terdapat benda asing II. ‡ Merasa tidak enak ditelinga : Karena benda asing yang masuk pada telinga. faktor kecerobohan misalnya menggunakan alat-alat pembersih telinga pada orang dewasa seperti kapas.1. Masukknya benda asing ke dalam telinga yaitu ke bagian kanalis audiotorius eksternus akan menimbulkan perasaaan tersumbat pada telinga. tentu saja membuat telinga merasa tidak enak. segera bawa ke dokter THT. Pada prinsipnya. d. II.5) Benda asing yang masuk ke telinga biasanya disebabkan oleh beberapa faktor antara lain pada anak ± anak yaitu faktor kesengajaan dari anak tersebut . tentu saja membuat telinga terasa tersumbat. Beratnya ketulian tergantung dari besar dan letak perforasi membran timpani serta keutuhan dan mobilitas system pengantaran suara ke telinga tengah. berarti ada yang salah dengan bagian dalam telinga.hati menggunakannya. Jika terjadi. serangga lalat . korek api ataupun lidi serta faktor kebetulan yang tidak disengaja seperti kemasukan air. Misalnya. Jangan coba-coba mengeluarkannya sendiri. Serangga Bila telinga sampai kemasukan semut. karena bisa menimbulkan masalah baru. atau ancaman pembentukan abses otak. terpaparnya durameter atau dinding sinus lateralis. telinga punya mekanisme sendiri yang dapat menghambat binatang seperti semut untuk tidak masuk ke dalam. nyamuk dll.1. Nyeri merupakan tanda berkembang komplikasi telinga akibat benda asing.2 Manifestasi klinik(3. Benda-benda kecil Anak-anak kecil sering tidak sengaja memasukkan sesuatu ke dalam telinganya. tindakan yang klien lakukan untuk mengeluarkan benda asing tersebut sering kali berakibat semakin terdorongnya benda asing ke bagian tulang kanalis eksternus sehingga menyebabkan laserasi kulit dan melukai membrane timpani. ‡ Tersumbat : Karena terdapat benda asing yang masuk kedalam liang telinga. c.3 Patofisiologi(4. padahal membersihkan akan mendoraong benda asing yang mauk kedalam menjadi masuk lagi. ‡ Pendengaran terganggu : Biasanya dijumpai tuli konduktif namun dapat pula bersifat campuran. Namun.4) Efek dari masuknya benda asing tersebut ke dalam telinga dapat berkisar di tanpa gejala sampai dengan gejala nyeri berat dan adanya penurunan pendengaran. dokter mempunyai alat khusus untuk mengeluarkan benda tersebut.

II. pukulkan pada telapak tangan 3. Normal: suara terdengar seimbang (suara terpusat pada ditengah kepala) 2.1.1.4.2 Uji weber 1.4. Interpretasi 1.2. akan menyebabkan gangguan pendengaran . Pegang garpu tala. Uji Ketajaman Dengan Garpu Tala II.Kemungkinan gendang mengalami robekan. Tuli sensorineural: suara lateralisasi kebagian telinga yang lebih baik.1 Pemeriksaan dengan Otoskopik Caranya : .2 Pemeriksaan Ketajaman II.3 Uji Rine 1. II. Uji satu telinga secara bergiliran dengan cara tutup salah satu telinga 3.Warna kemerahan. Letakan tangkai garpu tala pada puncak kepala pasien.4. Membandingkan konduksi udara dan tulang 2. Pegang tangkai garpu tala. rasa nyeri telinga/ otalgia dan kemungkinan adanya risiko terjadinya infeksi. 4. II.Bersihkan serumen . Tuli kondusif: suara akan lebih jelas pada bagian yang sakit (obstruksi: otosklerosis.4 Pemeriksaan Penunjang(5) II.laserasi kulit dan lukanya membrane timpanai. Tanyakan pada pasien.1.Warna kebiruan dan kerucut menandakan adanya tumpukan darah dibelakang gendang. Berdirilah dengan jarak 30 cm 4.1 Test penyaringan sederhana 1.1. letak suara dan sisi yang paling keras.4. Untuk nada frekuensi tinggi: lakukan dgn suara jam c.1.4.Lihat kanalis dan membran timpani Interpretasi : .1. Menguji hantaran tulang (tuli konduksi) 2. Tarik nafas dan bisikan angka secara acak (tutup mulut) 5.2. OM) akan menghambat ruang hampa. pukulkan pada telapak tangan . bau busuk dan bengkak menandakan adanya infeksi . 3. Lepaskan semua alat bantu dengar 2. .2.

jika benda asing keras dan sferis. dan pasien tidak kooperatif. Sentuhkan garpu tala pada tulang prosesus mastoid. bunga. y Korpus alienum yang licin dank eras seperti batu. Ulangi pada telinga berikutnya Interpretasi 1. kuret telinga. Kebiasaan terlalu sering memakai cottonbud untuk membersihkan telinga sebaiknya dijauhi karena dapat menimbulkan beberapa efek samping: kulit teling kita yang ditumbuhi bulubulu halus yang berguna untuk membuat gerakan menyapu kotoran di telinga kita akan rusak. liang telinga diberikan antibiotic ampisilin selama 3 hari dan analgetik jika perlu. Dengan memakai lampu kepala yang sinarnya terang. kemudian benda asing tersebut diirigasi dengan air bersih untuk mengelurkannya.5) y Jika benda asing masih hidup. b. dapat tejadi bahaya di atas atau juga dapat tertelan dan yang fatal dapat menyumbat jalan nafas.3. karena tindakan tersebut dapat menyebabkan trauma pada membrane timpanidan korpus alienum yang licin tersebut terdorong masuk melului robekan ke dalam kavum timpani.5 Pencegahan(5) Usaha pencegahan a. korpus alienum lebih jelas terlihat dan dikelurkan dengan hati-hati memakai pengait. Jika kulit kita lecet dapat terjadi infeksi telinga luar yang sangat tidak nyaman dan kemungkinan lain bila anda terlalu dalam mendorong cottonbud. . 2.1. Tangkai yang terbuat dari kayu dan dibalut kapasswab pada ujungnya dapat digunakan untuk mengambil benda asing yang halus. y Forsep alligator dipakai untuk mengeluarkan benda asing yang lunak seperti kapas dan kertas. apabila bunyi tidak terdengar lagi pindahkan kedepan lubang telinga (2 cm) 4. manic-manik. keluarkan dengan suction.1.6 Penatalaksanaan(4. Biasanya cukup dengan memasukkan tampon basah ke liang telinga lalu meneteskan cairan. Benda asing yang besar dapat ditarik dengan pengait serumen. atau wire loop. Hindarkan memberi mainan berupa biji-bijian pada anak-anak. biji-bijian pada anak yang tidak kooperatif harus dikeluarkan dalam narcosis. benda asing dapat dikeluarkan dengan pengait. misalnya larutan rivanol di telinga kurang lebih 10 menit. Bila ada laserasi. y Benda asing seperti karet busa. sehingga mekanisme pembersihan alami ini akan hilang. yang kecil bias diambil dengan cunam atau pengait. kering dan bersih dengan memberikan 1 tetes dari cyanoacrylate (Super Glue). dijepit dengan pinset dan ditarik keluar. Normal: terdengar terus suara garpu tala. harus dimatikan terlebih dahulu sebelum dikeluarkan. Tanyakan pasien. kapas. maka dapatmelukai atau menembus gendang telinga. II. atau dengan pinset atau kapas (yang dililitkan dengan pelilit kapas). kapan suara tak terdengar (hitungan detik) 5. Klien dengan tuli kondusif udara: mendengar garpu tala lebih jelas melalui konduksi tulang (Rinne negatif) II. y Jika benda asing ringan dan mudah bergerak.

rhinolith ini terus berkembang dan akhirnya menimbulkan keluhan. Keberadaan benda asing di hidung paling sering di temukan pada anak-anak. Komposisi rhinolith termasuk kalsium. dan kemungkinan aspirasi ke dalam saluran penapasan bawah.II.2. kemudian menempel pada nukleus±nukleus bakteri. magnesium. Gejala yang sering timbul ialah nafas berbau dan adanya sekret berbau busuk.I Benda asing di hidung(6. Benda asing yang tidak di tangani atau tidak terdiagnosa dapat berkembang menjadi rhinolit.7) Terdapatnya benda yang membatu dalam hidung yaitu suatu massa yang mengalami mineralisasi dan ditemukan di dalam kavum nasi disebut dengan Rhinolith. Benda asing yang permukaannya kasar dapat dikeluarkan memakai forseps yang ujungnya dapat memegang dengan baik. Anak-anak cenderung memasukkan benda-benda kecil ke dalam hidung. karet penghapus dan sebagainya. sel-sel pus atau benda asing. Biasanya unilateral dan lokasinya tersering di dasar hidung. dimulai sejak anak-anak dan setelah beberapa tahun. Dapat menyebabkan perdarahan dan sumbatan hidung satu sisi. tetapi untuk mengeluarkan manik-manik yang bulat dan licin sebaiknya menggunakan alat yang bengkok. dan karbonat yang memadat. Terjadinya proses mineralisasi umumnya akibat dari benda asing yang tersumbat di cavum nasi. Benda asing umumnya ditemukan pada bagian anterior vestibulum atau pada meatus inferior sepanjang dasar hidung. misalnya manik-manik atau potongan mainan. Tidak satupun benda asing boleh dibiarkan di dalam hidung karena bahaya nekrosis atau infeksi sekunder yang mungkin timbul. ukuran dan bentuknya bermacam-macam. . darah.2 Benda asing di saluran nafas II. fosfat.

dan konka supreme. Terdapat meatus yaitu meatus inferior.2. media. . di luar dilapisi oleh mukosa hidung. Pada dinding lateral terdapat empat buah konka yaitu konka inferioar.9) Hidung terdiri dari hidung bagian luar atau pyramid hidung dan rongga hidung. Pada meatus medius terdapat bulla ethmoid. yaitu dinding medial. Septum dilapisi oleh perikondrium pada bagian tulang rawan dan periostium pada bagian tulang.1 Anatomi(7. Pada inferior terdapat muara duktus nasolakrimalis. Dinding inferior dibentuk oleh os maksilla dan os palatum. Dinding medial adalah septum nasi yang dibentuk oleh tulang dan tulang rawan. Hiatus semilunaris merupakan suatu celah sempit melengkung dimana terdapat muara sinus frontal. inferior. prosesus unsinatus. dan superior. Rongga hidung atau kavum nasi berbentuk terowongan dari depan ke belakang dipisahkan oleh septum nasi dibagian tengahnya menjadi kavum nasi kanan dan kiri.1. Pada meatus superior terdapat muara sinus ethmoid posterior dan sinus sphenoid. Tiap kavum nasi mempunyai empat buah dinding. yang memisahkan rongga tengkorak dari rongga hidung. Di antara konkakonka dan dinding lateral hisung. Bagian dari kavum nasi yang letaknya tepat dibelakang nares anterior disebut ventribulum dan dilapisi kulit yang mempnyai banyak kelenjar sebasesa dan rambutrambut panjang (vibrise). Dinding superior sangat sempit dan dibentuk oleh lamina kribriformis. dan superior. superior. lateral. sinus maksilla. dan sinus ethmoid anterior.Gambar II. hiatus semilunaris dan infundibulum ethmoid. medius. Pintu masuk kavum nasi bagian depan disebut nares anterior dan lubang belakang disebut nares posterior (koana).1 Anatomi Hidung II. Konka rudimeter biasanya rudimeter. Bagian depan dinding lateral licin yang disebut ager nasi dan di belakangnya terdapat konka.

dan a. tergantung dari inti benda dimana penyelubungan terjadi. š a. Rhinolit juga dianggap sebagai suatu benda asing khusus yang biasanya diamati oleh orang dewasa. a. Umumnya mineralisasi yang terjadi merupakan kejadian sekunder dari benda yang masuk dalam regio sinonasal. palatine mayor dan a. dan š cabang a. serabut parasimpatis dari n. palatine mayor membentuk anastomosis pada bagian depan septum. Jaringan limfatik posterior terbagi menjadi tiga kelompok. Jaringan limfatik anterior bermuara disepanjang pembuluh fasialis yang menuju leher. petrosus profunda.2. Nervus olfaktorius turun melalui lamina kribrosa dan berakhir pada sel-sel reseptor penghidu pada mukosa olfaktorius di daerah sepertiga atas hidung. oftalmikus. A. Bagian depan dan atas rongga hidung mendapat persarafan sensoris dari n. sebagian besar terdapat persarafan sensorik dari nervus maksilla melaui ganglion sfenopalatinum. š a. Penyelubungan benda asing lengkap atau parsial. 2. ethmoid anterior. Vena-vena hidung mempunyai nama yang sama dan berjalan berdampingan dengan arteri. labialis superior. baik eksogenous maupun endogenous. sphenopalatina. Rongga hidung lainnya. petrosus superfisialis mayor dan serabut simpatis dari n. sfenopalatina. sfenopalatina. Kelompok inferior menuju ke kelenjar limfe di sepanjang pembuluh jugularis interna. a. inflamasi akut dan kronik. diantaranya a. š a. maksilaris. Kelompok superior bermuara pada kelenjar limfe retrofaringea. Ganglion ini menerima serabut sensoris dari n. Sekret sinus kronik . Cabang-cabang a. nasosiliaris yang bersal dari n. Perkembangan dan progresifitasnya terjadi bertahun-tahun. Kelompok media menuju ke kelenjar limfe jugularis.sfenopalatina keluar dari foramen sfenopalatina dan memasuki rongga hidung di belakang ujung posterior konka media.2 Patogenesis(7. Garam-garam tak larut dalam sekret hidung membentuk suatu massa berkapur sebesar benda asing yang tertahan lama atau bekuan darah. Bagian depan hidung divaskularisasi oleh cabang-cabang a. ethmoidalis anterior. palatina mayor. Jaringan limfatik berasal dari mukosa superficial. obstruksi dan stagnasi sekresi nasal dan pelepasan garam mineral. š a.1. fasialis.9 II. ethmoidalis posterior. etmoidalis anterior yang merupakan cabang n.8) Beberapa faktor dapat dihubungkan dengan rhinolit. labialis superior. termasuk dengan adanya benda asing dalam kavum nasi.Bagian atas rongga hidung divaskularisasi oleh arteri ethmoidalis anterior dan posterior yang merupakan cabang dari arteri oftalmika. Bagian bawah rongga hidung divaslkularisasi oleh cabang arteri maksilaris interna.

Bila tidak berhasil. Pemeriksaaan penunjang Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis adanya rhinolith : ‡ Pemeriksaan radiologis yaitu foto kepala dan CT scan kepala. mokupurulen. Gambaran radiologis radioopak pada foto kepala biasanya letaknya di dasar kavum nasi.5 Penatalaksanaan(9) Rhinolit dapat dikeluarkan dengan menggunakan forseps yang ujungnya dapat memegang dengan baik.1. sakit kepala. dan kadangkadang sekret bercampur darah. Gejala lainnya dapat berupa epistaksis. II.1. dengan konsistensi yang keras seperti batu dan permukaan yang irregular. dapat dilakukan rhinotomi lateral. II.1.2. Jika terlalu besar. II. Pada anamnesis umumnya didapatkan rhinore unilateral disertai obstruksi nasi unilateral sebagai keluhan utama dan keluhan lain seperti napas berbau busuk. rhinolit dapat dipecahkan terlebih dahulu dalam keping yang lebih kecil dengan menggunakan ultrasound lithotripsy.2. Dan pada saat dilakukan tindakan pengeluaran juga benda asing ini dapat masuk ke dalam saluran nafas jika terdorong kebelakang.dapat mengawali terbentuknya massa seperti itu dalam rongga hidung. inflamasi lokal dan edema pada mukosa hidung.2.3 Gambaran klinis(9) Umumnya pasien dengan rhinolith datang karena adanya rhinore unilateral dengan atau tanpa obstruksi nasi unilateral.10) Adanya benda asing pada hidung ini menyebabkan terjadinya obstruksi hidung dan rinore. sinusitis. dan epifora.4 Diagnosis(8. umumnya rhinolit dapat ditemukan dengan rhinoskopi anterior berupa massa kalsifikasi yang berwarna abu-abu dan gelap. Rhinore bersifat mukoid. Forceps alligator Hartman.9) Anamnesis Pada diagnosis rhinolit umumnya dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisis.2.1. fetor.sekret berbau busuk. Pada CT scan didapatkan massa hiperdens. Pemeriksaan fisis Pada pemeriksaan intranasal. forceps bayonet atau wire loops umumnya digunakan. II. Dengan anestesi lokal dapat dilakukan apabila pasien yang kooperatif sedangkan penggunaan anestesi umum dapat dilakukan jika pasien tidak kooperatif.6 Komplikasi(9. .

1. karet penghapus. alkoholisme dan epilepsy) 3. Gigi hidung Yaitu gigi rahang atas yang tumbuh ke dalam hidung karena ada yang menghalangi pertumbuhan ke bawah dan jumlah gigi yang berlebih. Faktor personal (umur. kesadaran menurun. Sedangkan zat anorganik dapat berupa paku. biasanya dapat masuk dari mulut atau hidung. pekerjaan. mekonium dapat masuk kedalam saluran nafas bayi pada saat proses persalinan. II. dan kemungkinan aspirasi ke dalam saluran pernapasan bawah. Tidak boleh dibiarkan dalam rongga hidung oleh karena bahaya nekrosis dan infeksi sekunder yang mungkin timbul.2. rasa tidak nyaman pada hidung bagian dalam.1 2. cairan amnion. bronkolit. Benda asing endogen dapat berupa sekret kental. tempat tinggal) 2.2 Benda asing saluran nafas(1.2. kacang-kacangan. yang dalam keadaan normal tidak ada dan sebagai penyebab sumbatan pada THT. Benda asing eksogen dapat berupa zat padat atau cair.2 II. jenis kelamin.1.2. rinolali. peniti. krusta. Benda asing eksogen cair dapat bersifat iritatif seperti zat kimia dan benda cair yang non iritatif yaitu cairan dengan Ph 7. kancing.4. Zat padat dapat berupa organik atau anorganik. kondisi social. . nanah. perkijuan.II. pada pemeriksaan fisis dan penunjang yakni tampak massa yang bertangkai dan berwarna putih yang berada di konka media.2. gejala klinis yang tampak obstruksi nasi. atau batu.1 Etiologi dan faktor predisposisi Faktor yang mempengaruhi terjadinya aspirasi benda asing ke dalam saluran nafas antara lain : 1. Benda asing dari luar tubuh disebut eksogen. kelereng. Benda asing lain dalam cavum nasi Benda asing yang sering ditemukan biasanya pada anak-anak biasanya manik-manik.10) Diagnosis banding adalah : 1. antara lain keadaan tidur. Polip Nasi Polip nasi terdapat pada jaringan gelatin yang terbentuk dari proses alergi. dan lain-lain. Kegagalan mekanisme proteksi yang normal. II.8 Prognosis(10) Prognosis umumnya baik jika dilakukan penanganan secara dini dan tepat. membrane difteri. Zat padat organik dapat berupa tulang ataupun kacangkacangan.3 3.11) Benda asing di dalam suatu organ ialah benda yang berasal dari luar tubuh atau dari dalam tubuh.1. Faktor fisik.2..7 Diagnosis banding(9. yaitu kelainan dan penyakit neurologik. darah atau bekuan darah.

2. sehingga pada saat inspirasi. ekstraksi gigi.2 Patogenesis Tujuh puluh lima persen dari bendaa asing di bronkus ditemukaan pada aanaak di bawaah umur 2 tahun. bronkiektasis. seperti kacang-kacangan. memberikan kacang atau permen pada anak yang gigi molarnya belum lengkap. deraajat sumbaatan (total atau sebagian). surgical (antara lain tindakan bedah. jaarum dapat masuk ke dalam bronkus yang lebih distal dengan gejala batuk spasmodik. sifat. Ukuran. batuk dan demam yang tidak terusmenerus (irregular).laring terbuka dan makanan atau benda asing masuk ke dalam laring. gangguan psikis 7. Akibatnya timbul gejala laringotrakeobronkitis.2.4. akibat sumbatan total. dengan riwayat khas. medical. Faktor kecerobohan (antara lain meletakkan benda asing di mulut. bentuk dan ukuran benda asing. Benda asing organik. mkan sambil bermain (pada anakanak). anak tertawa atau menjerit. Mukosa bronkus menjadi edema dan meradang. kemudian diikuti oleh fase pulmonan dengan gejala yang tergantung pada derajat sumbatan bronkus. pasien batuk berulang-ulang (paroksismal). persiapan makanan yang kurang baik. sumbatan di trakea.2. bentuk serta sifat benda asing 8. sehingga menimbulkan komplikasi antara lain penyakit paru kronik supuratif. Benda asing yang terbuat dari metal dan tipis. II. seperti peniti.2. dari tanpa gejala sampai kemaatian sebelum diberi pertolongan. yaitu . II. Bila benda asing telah masuk ke dalam trakea atau bronkus. abses paru dan jaringan granulasi yang menutupi benda asing. antara lain emosi. serta menyebabkan iritasi pada mukosa. belum tumbuhnya gigi molar pada anak yang berumur < 4 tahun 6. Seseorang yang engaalaami aspirasi benda asing akan mengalami 3 stadium. Gejala yang timbul bervariasi. Pada saat benda asing itu terjepit di sfingter laring. yaitu pada saat benda atau makanan ada di dalam mulut. serta dapat pula terjadi jaringan granulasi disekitar benda asing. Faktor kejiwaan. mengi dan sianosis. kadaang-kadang terjadi fase asimtomatik selama 24 jam atau lebih. Benda asing yang lama berada di bronkus dapat menyebabkan perubaahan patologik jaringan. toksemia. Benda asing anorganik menimbulkan reaksi jaringan yang lebih ringan dan lebih mudah didiagnosis dengan pemerksaan radiologic karena umumnya benda asing anorganik bersifat raadiopak. mudah menjadi lunak dan mengambang oleh air. makan atau minum tergesa-gesa. Faktor dental. mempunyai sifat higroskopik. sehingga gejala sumbatan bronkus makin menghebat. Proses menelan yang belum sempurna pada anak 5.3 Gejala dan tanda Gejala sumbatan benda asing di dalam saaluran nafas tergantung pada lokasi benda asing.

Sumbatan total di laring akan menimbulkan keadaan yang gawat biasanya kematian mendadak karena terjadi asfiksia dalam waktu singkat. sedangkan gejala mengi (asthmatoid wheeze) dapat didengar pada saat pasien membuka mulut dan tidak ada hubungannya dengan penyakit . erosi atau infeksi sebagai akibat reaksi terhadap benda asing. Selain itu terdapat juga gejala suara serak. yang disebut oleh Jackson sebagai palpatory thud. Stadium ketiga. tedapat gejala patognomonik yaitu audible slap. Hal ini disebabkan oleh timbulnya spasme laring dengan gejala antara lain disfonia sampai afonia. mengi. Benda asing di trakea. diketahui mengalami rasa tercekik atau manifestasi lainnya. Bila seorang pasien.y y y Stadium pertama merupakan gejala permulaaan. telah terjadi gejala komplikasi dengan obstruksi. batuk yang disertai sesak. benda asing itu akan terlempar ke laring. bentuk dan letak benda asing. Gejala dan tanda ini jelas bila benda asing masih tersangkut di laring. tergantungpada besar benda asing serta lokasinya. rasa tercekik (choking). sianosis. rasa tersumbat di tenggorokan. disamping gejala batuk dengan tibaa-tiba yang berulang-ulang dengan rasa tercekik (choking). pada saat benda itu sampai di karina. Gejala palpatory thud serta audible slap lebih jelas teraba atau terdengar bila pasien tidur terlentang dengan mulut terbuka saat batuk. maka keadaan ini haruslah dianggap sebagai gejala aspirasi benda asing. bicara gagap dan obstruksi jalan nafas yang terjadi dengan segera. Hal ini karena benda asing tersebut tersangkut. Sumbatan tidaak total di laring dapat menyebabkan gejala suara parau. dispne dan sianosis. gejala stadium permulaan diikuti oleh interval asimtomatik. atau dapat didengar dengan stetoskop di daeraah tiroid. tersangkut di antara pita suara atau berada di subglotis. Stadium ini berbahaya. dengan timbulnya batuk. Sentuhan benda asing itu pada pita suara dapat tersa merupakan getaran di daerah tiroid. palpatory thud dan asthmatoid wheeze (nafas berbunyi pada saat ekspirasi). rasa tersumbat di tenggorokan (gagging). tetapi masih meninggalkaan reaksi laring oleh karena edema laring. sering menyebabkan keterlambatan diagnosis atau cenderung mengabaikan kemungkinan aspirasi benda asing karena gejala dan tanda tidak jelas. Gejala sumbatan laring tergantung besar. apne dan sianosis. disfonia sampai afonia. pneumonia dan abses paru. hemoptisis dan rasa subyektif dari bend asing (pasien akan menunjuk lehernyasesuai letak benda asing tersangkut) dan dispne dengan derajat bervaariasi. yang disebut audible slap. Benda asing di laring dapat menutup laring. Stadium kedua. batuk-batuk sedang makan. sehingga timbul batuk-batuk. odinofagia. rasa tersumbat di tenggorok. dapat juga benda asing sudah turun ke trakea. Benda asing trakea yang masih dapat bergerak. hemoptisis. terutama anak. yaitu batuk-batuk hebat secara tibatiba (violent paroxysms of coughing). refleks-refleks akan melemah dan gejala rangsangan akut menghilang.

sinus piriformis yang menimbulkan rasa nyeri pada waktu menelan (odinofagia). maka tampak ludah tergenang di kedua sinus piriformis. Pada fase ini udara yang masuk ke segmen paru terganggu secara progresif. karena bronkus kanan hamper merupakan garis lurus dengan trakea. dapat menyebabkan atelektasis pada satu paru dan emfisema paru sisi lain tergantung pada derajat sumbatan yang diakibatkan oleh benda asing tersebut. Untuk memeriksa dan mencari benda itu di dasar lidah. Pemeriksaan radiologik leher dalam posisi tegak untuk penilaian jaringan lunak leher dan pemeriksaan toraks postero anterior dan lateral sangat penting pada aspirasi benda asing. Benda asing organic menyebabkan reaksi yang hebat pada sakuran nafas dengan gejala laringotrakeabronkitis. . batuk dan demam ireguler. leher dalam fleksi dan kepala ekstensi untuk melihat keseluruhan jalan nafas dari mulut sampai karina. Benda asing di sinus piriformis menunjukkan tanda Jakcson (Jakcson¶s Sign) yaitu terdapat akumulasi ludah di sinus piriformis tempat benda asing tersangkut. toksemia.2.asma bronchial. Tanda fisik benda asing di bronkus bervariasi. terutama bila benda asing tajam seperti tulang ikan. pemeriksaan paru sangat membantu diagnosis. dan pada auskultasi terdengar ekspirasi memanjang disertai dengan mengi. karena sebelum 24 jam kejadian belum menunjukkan gambaran radiologis yang berarti. Pada fase ini keadaan umum pasien masih baik dan foto rontgen toraks belum memperlihatkan kelainan. lebih banyak masuk ke dalambronkus kanan. Bila benda asing menyumbat introitus esophagus. Benda asing yang tersangkut di karina. atelektasis. benda asing berada di bronkus dan dapat bergerak ke perifer. II. drowned lung serta abses paru.4 Pemeriksaan penunjang Pada kasus benda asing di saluran nafas dapat dilakukan pemeriksaan radiologic dan laboratorium utuk membantu menegakkan diagnosis.2. Biasanya setelah 24 jam baru tampak tanda atelektasis atau emfisema. karena perubahan posisi benda asing dari satu sisi ke sisi lain dalam paru. tulang ayam. Karena benda asing di bronkus utama atau lobus. valekula. dasar lidah. sedangkan benda asing radiolusen (seperti kacang-kacangan) dibuatkan Ro foto setelah 24 jam kemudian. Benda asing di orofaring dan hipofaring dapat tersangkut antara lain di tonsil. Pada fase pulnonum. yaitu percabangan antara bronkus kanan dan kiri. ukuran dan sifat benda asing dan dapat timbul emfisema. valekula dan sinus piriformis diperlukan kaca tenggorok yang besar (no 8-10). sedangkan bronkus kiri membuat sudut dengan trakea. tergantung pada bentuk. Benda asing yang bersifat radioopak dapat dibuat Ro foto segera setelah kejadian. Derajat sumbatan bronkus dan gejala yang ditimbulkannya bervariasi. Benda asing di bronkus. baik makanan maupun ludah. Pasien dengan benda asing di bronkus yang dating ke rumah sakit kebanyakan berada pada fase asimtomatik. Pemeriksaan toraks lateral dilakukan dengan lengan di belakang punggung.

dilakukan penekanan pada paru.2. Bila pasien sudah terbaring karena pingsan. karena asfiksia dapat terjadi dalam waktu hanya beberapa menit. Gambaran emfisema tampak sebagai pergeseran mediastinum ke sisi paru yang sehat pada saat ekspirasi (mediastinal shift) dan pelebaran interkostal. Kemudian dilakukan penekanan ke belakang dank e atas paru beberapa kali. maka penolong berdiri di belakang pasien. Dengan perasat Heimlich. sehingga pengangkatan secara endoskopik harus dipersiapkan seoptimal mungkin. sehingga diharapkan benda asing dapat dibatukkan ke luar.Video Fluoroskopi merupakan cara terbaik untuk melihat saluran nafas secara keseluruhan. maka penolong bertumpu pada lututnya di kedua sisi . dapat dicoba menolongnya dengan memegang anak dengan posisi terbalika. kemudian daerah punggung/tengkuk dipukul. dapat mengevaluasi pada saat ekspirasi dan inspirasi dan adanya obstruksi parsial.benda asing masuk ke dalam laring ialah pada waktu inspirasi.5 Penatalaksanaan Untuk dapat menanggulangi kasus aspirasi benda asing dengan cepat dan tepat perlu diketahui dengan sebaik-baiknya gejala di tiap lokasi tersangkutnya benda asing tersebut. Kebanyakan pasien dengan aspirasi benda asing yang datang ke ahli THT telah melalui fase akut. Pada anak dengan sumbatan ttal pada laring. Caranya ialah. kepalan tangan kanan penolong diletakkan di atas prosesus xifoid.2. sedangkan tangan kirinya diletakkan diatasnya. II. bila pasien masih dapat berdiri. sehingga diharapkan benda asing akan terlempar ke luar dari mulut pasien. maka sumbatnya akan terlempar ke luar. Emfisema obstruktif merupakan bukti radiologik pada benda asing di saluran nafas setelah 24 jam beda teraspirasi. diibaratkan sebagai botol plastic yang tertutup. serta perlu untuk menilai bronkiektasis akibat benda asing yang lama berada di bronkus. Dengan demikian paru penuh oleh udara. dengan menekan botol itu. baik dari segi alat maupun personal yang telah terlatih. Bronkogram berguna untuk benda asing radiolusen yang berada di perifer pada pandangan endoskopi. Secara prinsip benda asing di saluaran nafas diatasi dengan pengangkatan segera secara endoskopik dalam kondisi yang paling aman. Benda asing di laring Pasien dengan benda asing di laring harus diberi pertolongan segera. Pemeriksaan laboratorium darah diperlukan untuk mengetahui adanya gangguan keseimbangan asam basa serta tanda infeksi traktus trakeobronkial. dengan trauma yang minimum. Cara lain untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat laring secara total ialah dengan cara perasat dari Heimlich (Heimlich maneuver). Menurut teori Heimlich. kepala ke bawah. dapat dilakukan pada anak maupun dewasa.

bronchitis purulenta dan ateleltasis. dan ketika dikeluarkan melalui laring diusahakan sumbu panjang benda asing segaris dengan sumbu panjang trakea. jadi pada sumbu vertical untuk memudahkaan pengeluaran benda asing itu melalui rima glotis. kemudian dilakukan penekanan ke bawah dank e arah paru pasien beberapa kali. Pada tindakan ini posisi muka pasien harus lurus. menggunakan bronkoskopi kaku atau serat optic dengan memakai cunam yang sesuai dengan benda asing itu. tidak rata dan tersangkut pada jaringan. Tindakan ini merupakan tindakan yang harus segera dilakukan. apalagi bila benda asing bersifat organik. Bila tidak berhasil pasien dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas endoskopi. Pada waktu bronkoskopi. supaya benda asing tidak lebih turun ke dalam bronkus. dengan pasien tidur terlentang posisi Trendelenburg. Oleh karena itu pada anak sebaiknya cara menolongnya tidak dengan menggunakan kepalan tangan. Tindakan bronkoskopi harus segera dilakukan. Tindakan ini dapat dilakukan dengan anastesi (umum) atau analgesia (lokal). atau kalau alat-alat itu tidak ada. pasien tidur dengan posisi Trendelenburg. sehingga benda asing akan terlempar ke luar mulut. Bila fasilitas untuk melakukan bronkoskopi tidak ada. supaya jalan nafas merupakan garis lurus. Pada sumbatan benda asing tidak total di laring. maka pada kasus benda asing di trakea dapat dilakukan trakeostomi. ahli dan personal yang tersedia optimal. jika paru bersih . Benda asing yang tidak dapat dikeluarkan dengan cara bronkoskopi. Pasien dipulangkan 24 jam setelah tindakan. Kemudian pasien dapat dirujuk ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas laringoskopi atau bronkoskopi untuk mengeluarkan benda asing itu dengan cunam. tetapi cukup dengan dua buah jari kiri dan kanan. Pada waktu tindakan trakeostomi. perasat Heimlichtidak dapat digunakan. Komplikasi perasat Heimlich ialah kemunginan terjadi ruptur lambung atau hati dan fraktur iga. leher jangan ditekuk ke samping. Antibiotika dan kortikosteroid tidak rutin diberikaan setelah tindakan endoskopi pada ekstraksi benda asing. Benda asing di trakea Benda asing di trakea dikeluarkan dengan bronkoskopi. supaya benda asing tidak turun ke trakea. seperti benda asing tajam. dan bila mungkin benda asing itu dikeluatkan dengan memakai cunam aatau alat penghisap melalui trakeostomi. dilakukan trakeostomi sebelum merujuk. dapat dilakukan servikotomi atau torakotomi untuk mengeluarkan benda asing tersebut.pasien. kepalan tangan diletakkan di bawah prosesus xifoid. kepala lebih rendah dari badan. benda asing dipegang dengan cunam yang sesuai dengan benda asing itu. Dalam hal ini pasien masih dapat dibawake rumah sakit terdekat untuk diberi pertolongan dengan menggunakan laringoskop atau bronkoskop. Fisoterapi dada dilakukan pada kasus pneumonia. Benda asing di bronkus Untuk mengeluarkan benda asing dari bronkus dilakukan dengan bronkoskopi.

Benda asing di dasar lidah Benda asing di dasar lidah dapt dilihat dengan kaca tenggorok yang besar. . Foto thoraks pasca bronkoskopi dibuat hanya bila gejala pulmonum tidak menghilang. demam. sedangkan tangan kanan memegang cunam untuk mengambil benda tersebut. obstruksi jalan nafas atau odinofagia memerlukan penyelidikan lebih lanjut dan pengobatan tepat dan adekuat. Gejala-gejala persisten seperti batuk. kongesti paru.dan tidak demam. sebelumnya dapat disemprotkan obat anastetikum. Pasien diminta menarik lidahnya sendiri dan pemeriksa memegang kaca tenggorok dengan tangan kiri. Bila pasien sangat perasa sehingga menyukarkan tindakan. seperti xylocain atau pantocain.

pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. persiapan makanan yang kurang baik. alkoholisme dan epilepsy) 3. Diagnosis adanya benda asing ditegakkan berdasarkan anamnesis. bentuk serta sifat benda asing 8. kondisi social. ekstraksi gigi. tempat tinggal) 2. Faktor kejiwaan. antara lain emosi.2) Prinsip penatalaksanaan benda asing di saluran nafas adalah segera mengangkat benda asing tersebut tergantuk dari ukuran dan letak dari benda asing. Faktor fisik. biasanya dapat masuk dari mulut atau hidung. 4. makan atau minum tergesa-gesa.(1) . belum tumbuhnya gigi molar pada anak yang berumur < 4 tahun 6. yaitu kelainan dan penyakit neurologik. memberikan kacang atau permen pada anak yang gigi molarnya belum lengkap. Faktor personal (umur. Proses menelan yang belum sempurna pada anak 5. Benda asing dari luar tubuh disebut eksogen. gangguan psikis 7.BAB III KESIMPULAN Benda asing di dalam suatu organ ialah benda yang berasal dari luar tubuh atau dari dalam tubuh. medical. yang dalam keadaan normal tidak ada dan sebagai penyebab sumbatan pada THT. Ukuran. pekerjaan. Kegagalan mekanisme proteksi yang normal. mkan sambil bermain (pada anakanak).2) Faktor yang mempengaruhi terjadinya aspirasi benda asing ke dalam saluran nafas antara lain : (1) 1. Sedangkan yang bersal dari dalam tubuh disebut benda asing endogen.2) Penanganan benda asing pada THT harus dilakukan sesegera mungkin. surgical (antara lain tindakan bedah. kesadaran menurun. Faktor kecerobohan (antara lain meletakkan benda asing di mulut. jenis kelamin.(1.(1. Faktor dental. hal ini untuk mencegah adanya komplikasi baik primer maupun sekunder. antara lain keadaan tidur.(1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful