Latar Belakang Semenjak manusia zaman purbakala sampai dengan zaman sekarang, manusia selalu mengalami perkembangan dalam

setiap periode waktu yang dilewatinya. Peradaban manusia sekarang telah mengalami banyak kemajuan. Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan dengan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Melalui orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Manusia sekarang telah mengalami zaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan pada bidang perindustrian. Dengan menggunakan orientasi hidup tersebut, dunia agrikultur pun mengalami kemunduran secara perlahan-lahan. Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak revolusi industri yang telah terjadi dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia dan kehidupannya. Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat usaha perindustrian yang dilakukan dan telah berkembang pesat saat ini. Dampak negatif ini adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming. Namun, masalah Global Warming sebagai masalah lingkungan ini masih diperdebatkan kebenarannya oleh beberapa pihak yang menganggap Global Warming adalah alasan yang diciptakan untuk membatasi laju perkembangan perindustrian. Walaupun masih terdapat perdebatan mengenai kebenaran keadaan Global Warming di antara para ahli lingkungan tersebut, masalah Global Warming ini tidaklah dapat diungkiri untuk diteliti dan diteliti lebih lanjut demi kelangsungan kehidupan manusia. Untuk itu, karya tulis yang dibuat ini akan memperlihatkan dan menjelaskan kebenaran mengenai masalah pemanasan global berdasarkan studi literature dari berbagai sumber yang terpercaya dan kompeten. Pembahasan dan penjelasan yang dilakukan pun akan ditinjau dari sudut pandang pihak yang pro dan pihak yang kontra. Dalam karya tulis ini pun akan menyajikan fakta-fakta yang memperkuat keberadaan masalah pemanasan global.

1.2 Identifikasi Masalah Timbulnya masalah pemanasan global yang merupakan masalah lingkungan ini telah menimbulkan berbagai macam pertanyaan, yaitu penyebab, keberadaan dan dampak yang diakibatkan dari pemanasan global tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seputar masalah pemanasan global ini dapat diuraikan dalam beberapa bagian : 1. Apakah pemanasan global selalu memberi dampak buruk? 2. Apakah pemanasan global akan meningkatkan frekuensi terjadinya badai? 3. Apakah penyebab terbesar dari terjadinya Global Warming adalah emisi manusia dari Efek Rumah Kaca ( Green House Effect )? 4. Apakah pemanasan global akan menyebabkan peningkatan terjadinya banjir, kekeringan, pertumbuhan hama secara cepat dan peristiwa alam atau cuaca yang ekstrim? 5. Apakah emisi karbon dioksida yang berasal dari pembakaran fosil merupakan penyebab terbesar dari perubahan cuaca? 6. Apakah ada keuntungan potensial yang dapat diakibatkan dari peningkatan temperatur? Pemanasan global ini mengakibatkan berbagai dampak, baik dampak positif maupun negatif. Tanpa adanya pemanasan global, tidak akan ada kehidupan di dunia karena suhu di bumi yang rendah dan manusia tidak akan bisa hidup dalam kondisi suhu yang rendah. Pemanasan global telah meningkatkan suhu bumi sampai suhu rata-ratanya mencapai 60o Fahrenheit. Namun, pemanasan global menjadi permasalahan dan masih menjadi perdebatan ketika konsentrasi gas efek rumah kaca dalam atmosfer mengalami peningkatan. Akankah kondisi peningkatan konsentrasi gas ini menjadi permasalahan yang harus mendapat perhatian lebih?

1.3 Rumusan Masalah Dimulai dari jaman revolusi industri, konsentrasi gas karbon dioksida di atmosfer telah meningkat hampir sebesar 30 %, konsentrasi gas metan meningkat hampir dua kali lipat, dan konsentrasi NO2 berkurang sekitar 15%. Peningkatan gas-gas ini menyebabkan kemampuan atmosfer untuk menahan panas menjadi lebih besar. Sulfat Aerosol, yaitu polutan udara yang umum ditemui, mendinginkan atmosfer dengan merefleksikan kembali radiasi cahaya dari matahari ke luar angkasa. Tetapi senyawa sulfat ini mempunyai siklus umur yang pendek di atmosfer.

melalui penelitian ini diharapkan agar manusia mengurangi aktifitas yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global seperti mengadakan kegiatan rumah kaca. teknolofi. dan pertambangan juga meningkatkan emisi dengan bagian yang cukup signifikan. Beberapa peramalan telah dilakukan. konsentrasi karbon dioksida akan meningkat sebesar 30% hingga 150% dari jumlah sekarang.4 Tujuan Penelitian Tujuan secara umum dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemanasan global ini telah terjadi dan penyebabnya. Semua ini masih menjadi pertanyaan bagi manusia karena sampai sekarang masih belum mendapatkan penyebab yang pasti dari pemanasan global ini dan manusia juga ingin mencari kebenaran mengenai efek dari pemanasan global yang akan dialami oleh manusia atau makhluk hidup serta dampak bagi lingkungan. produksi industri.Mengapa konsentrasi gas efek rumah kaca dapat meningkat? Para ilmuwan berasumsi bahwa pembakaran dari bahan bakar fosil dan beberapa aktifitas manusia yang memicu dan menjadi penyebab utama meningkatnya konsentrasi karbon dioksida di atmosfer. Untuk meramalkan tingkat emisi yang akan terjadi di masa depan merupakan suatu tugas yang sulit karena bergantung kepada keadaan demografi. tetapi selama berabad-abad pelepasan karbon dioksida ini diimbangi dengan penyerapan karbon dioksida oleh vegetasi terestial dan laut. Yang menyebabkan keseimbangan ini terganggu adalah adanya pelepasan tambahan yang disebabkan oleh aktifitas manusia.5 Manfaat Penelitian Adapun manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh dari penelitian pemanasan global ini adalah : . Oleh karena itu. dengan demikian akibat dari kekeringan ini selain dialami manusia juga oleh hewan dan tumbuhan dimana tumbuhan akan menjadi layu karena kekurangan air dan sebagainya. Respirasi dari tanaman dan proses dekomposisi bahan organik melepaskan karbon dioksida sepuluh kali lebih banyak dari yang mampu dihasilkan oleh aktifitas manusia. Bahan bakar fosil dibakar sebagai sumber energi untuk menggerakkan hampir seluruh peralatan manusia. maka efek yang ditimbulkan bukan hanya dialami oleh manusia saja tetapi juga semua makhluk hidup di sekitarnya. seperti meningkatnya suhu di permukaan bumi menyebabkan kekeringan. pembakaran zatzat yang dapat menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat. penggundulan hutan. peraturan dan perkembangan institusi. dan lain-lain. dan hasilnya memproyeksikan bahwa pada tahun 2100. Jika pemanasan global ini terjadi. 1. 1. dibukanya area kosong sebagai tempat pembuangan. Meningkatnya kegiatan agricultural. ekonomi.

Bab II 2. Untuk mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia sendiri maupun makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya. 2.1 Pengertian Sebagai permulaan karya tulis ini dan untuk memudahkan pengertian dan persamaan persepsi dalam identifikasi teori dan pembahasan selanjutnya. pemanasan global merupakan peningkatan suhu bumi secara bertahap sebagai akibat dari peningkatan konsentrasi gas efek rumah kaca dalam lapisan luar atmosfer. . yaitu terperangkapnya energi dalam permukaan bumi oleh konsentrasi gas-gas dalam lapisan atmosfer. Pada kenyataannya.Untuk mengetahui secara jelas apa pemanasan global itu. Terjadinya pemanasan global di bumi dimulai dari kenyataan bahwa energi panas yang dipancarkan berasal dari matahari yang masuk ke bumi menciptakan cuaca dan iklim serta panas pada permukaan bumi secara global. Untuk mengetahui efek yang akan dialami apabila terjadi perubahan iklim akibat dari pemanasan global. sebagian dari energi matahari yang masuk ke bumi terperangkap di dalam permukaan bumi akibat terhalang oleh gas-gas dalam atmosfer seperti uap air dan karbon dioksida. Pengertian Green House Effect atau Efek Rumah Kaca Kondisi yang menyerupai akibat yang ditimbulkan dalam rumah kaca terjadi pula dalam bumi ini. Untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat mencegah lebih lanjut pemanasan global tersebut. Berikut akan diuraikan mengenai pengertian berbagai terminology yang digunakan. Pengertian Global Warming atau Pemanasan Global Global Warming secara harfiah diterjemahkan sebagai pemanasan global. Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemanasan global. Ketika bumi meradiasikan kembali energi yang diterimanya ke luar angkasa. 1.

yaitu para pemerhati dan peneliti lingkungan. Terdapat beberapa pertanyaan yang melandasi penelitian ini.5o F atau 0.5o 1. 1.0o F.6o . Energi yang tidak teradiasi ini sama kondisi dengan yang terjadi pada rumah kaca.3. akan terkonsentrasi dalam atmosfir dan akan menyebabkan terperangkapnya energi matahari yang masuk ke dalam bumi. Sejak abad 19 yang lalu sampai dengan abad 20. penulis mengambil referensi dari penelitian yang telah dilakukan oleh berbagai pihak yang memiliki keahlian yang relevan. Pengertian Perubahan Cuaca Peningkatan konsentrasi gas pada lapisan atmosfer telah mempercepat perubahan rata-rata cuaca. Gas-gas ditimbulkan dari berbagai macam kegiatan manusia. yaitu sebagai berikut : Apa itu pemanasan global? Apa bukti-bukti yang menyatakan bahwa pemanasan global benar-benar terjadi? Dan seberapa besar tingkat kepercayaan dan keakuratan dari bukti-bukti tersebut? Apa efek-efek yang dibawa oleh pemanasan global? Apa bukti-bukti yang menyatakan bahwa pemanasan global kemungkinan disebabkan oleh gas-gas efek rumah kaca? Apa yang dapat dan harus dilakukan berkenaan dengan pemanasan global. Dan perkiraan peningkatan suhu permukaan bumi rata-rata menurut para ahli akan mencapai 1o . apakah ada alasan lain untuk mengendalikan emisi polutan yang terjadi pada atmosfer bumi? . Penguapan yang terjadi pada dunia telah meningkat sekitar 1% dan frekuensi terjadinya hujan pun telah meningkat.2. Secara global. sehingga energi tersebut akan tetap tersimpan dalam permukaan bumi dan menyebabkan pemanasan global pada permukaan bumi.4. permukaan laut telah mengalami kenaikan lebih dari 4-8 inchi pada abad lalu.5o C dalam 50 tahun mendatang tergantung pada wilayah di bumi.Pembuktiannya terlihat dalam perubahan kondisi nyata yang terjadi dengan mancairnya salju pada Northern Hampshire dan menurunnya es apung pada Samudra Artik. apabila hal ini memang terjadi dan disebabkan oleh polutan-polutan di udara dan emisi? Dan apabila pemanasan global tidak terjadi. seperti kegiatan dalam perindustrian dan pembakaran.2 Penelitian yang Relevan Untuk menyusun karya tulis ini. temperatur permukaan bumi telah mengalami peningkatan 0.

No2. Organisasi Meteorologi Dunia memperingatkan bahwa temperatur global mengalami peningkatan tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan waktu-waktu lalu. berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. dan lain-lain. berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. yang membantah pernyataan Richard Lindzen. Pemanasan global telah lama terjadi. Geoff Jenkins.Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti di seluruh dunia akan dijelaskan di bawah ini: 1. didapatkan data dari statelit dari hasil penelitian yang dilakukan oleh NASA di Langley Research Centre. 2. Penelitian ini dimotori oleh Dr. National Oceanic and Atmospheric Administration. suatu badan keilmuan internasional yang membawahi sekitar 35. memperingatkan bahwa iklim dunia berubah dengan cepat dan manusia harus segera menindaki perubahan ini dengan mencoba untuk mengurangi emisi karbon dioksida ke udara. Hasil penelitian NASA menunjukkan bahwa awan-awan ini akan memperkuat efek rumah kaca. ketua dari British Meteorological Office. bersamaa dengan Peter Ewins.000 ilmuwan yang mengkhususkan diri pada penelitian tentang bumi dan planetplanet mengeluarkan pernyataan mengenai perubahan iklim dan hubungannya dengan gas-gas efek rumah kaca.3 Hipotesis Pemanasan global memang benar-benar ada. Adanya gas-gas seperti Co2 dan No2 menyebabkan radiasi sinar matahari yang sampai ke bumi terperangkap karena efek rumah kaca. Pada tanggal 26/04/2002. seorang skeptis. direktur UK government s Hadley Centre yang khusus meneliti dan memprediksikan perubahan iklim dunia. . Pernyataan ini dikeluarkan setelah mengadakan serangkaian penelitian mengenai pemanasan global. dan memicu terjadinya pemanasan global. 3. 5. Pada tanggal 24/12/1999. 4. Pemanasan global terjadi karena gas-gas yang dihasilkan seperti Co2. Pada tanggal 17/01/2002. yang menyatakan bahwa pengurangan jumlah awan di daerah tropis akan menyebabkan pendinginan terhadap bumi dan mengatasi pemanasan global yang mungkin terjadi. sekretaris dari U. 1. Para ilmuwan menyatakan temperatur global selama 3 bulan pertama di tahun 2002 telah mengalami peningkatan dan lebih tinggi dari temperatur yang pernah dicapai bumi dalam 1000 tahun terakhir.S. Pada tanggal 01/03/1999. James Baker. Pada tanggal 18/12/2001. American Geophysical Union.

. tidak mencemari udara yang dapat merusak lapisan atmosfer bumi.Adanya pemanasan global menyebabkan suhu di permukaan bumi semakin lama semakin meningkat. Selain itu. Semuanya tergantung kepada manusia tentang bagaimana cara penanggulangannya dan cara mengurangi efek dari rumah kaca agar bumi kita ini masih dapat dihuni dan makhluk hidupnya tidak terancam punah. 3. serta berhemat menggunakan energi yang ada di bumi.2 Saran Sebaiknya kita banyak menanam tumbuhan hijau agar persediaan oksigen tetap ada atau tidak berkurang dan mengurangi jumlah rumah kaca. pemanasan global membawa dampak negatif bagi bumi. Dari penelitian yang telah dilakukan sejumlah ilmuwan. pemanasan global bukan hanya memberikan dampak yang positif bagi kehidupan tapi juga banyak memberikan dampak yang negatif. BAB III 3.1 Kesimpulan Jadi.

1 Latar Belakang Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Bu Erni sebagai guru IPA kami dalam rangka presentasi tentang GLOBAL WARMING. BAB 2 PEMBAHASAN 2. Selain itu penyusun juga bertujuan agar makalah ini berguna tidak hanya bagi kami tim penyusun. dan saling membagi ilmu untuk memperluas jendela pengetahuan kita semua dalam permasalah yang sedang dialami oleh bumi ini. Makalah ini disusun berdasarkan perbincangan yang sedang menarik dibicarakan dunia. terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Tanpa efek gas rumah kaca. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer.2 Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. tanaman. Makalah ini membahas tentang GLOBAL WARMING atau PEMANASAN GLOBAL. . Disini penyusun ingin mempresentasikan hasil kerjasama dan pengumpulan data kami tentang GLOBAL WARMING untuk memperluas pengetahuan penyusun dan teman sekelas. di antaranya karbon dioksida (CO2). Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca.BAB 1 PENDAHULUAN 1. metana (CH4).1 Pengertian Global Warming Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Sedangkan. dan akhirnya sinar ultra violet dari matahari tak tersaring lagi karena itu dapat menyebabkan beberapa penyakit dan juga panasnya bumi. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Akibatnya.2 Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mencari tahu. Bumi menjadi semakin panas. 1. 2. Sayangnya. karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer. akan tetapi bermanfaat bagi teman semua yang akan membaca. seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim. dan mendengar presentasi makalah kami. mempresentasikan. suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC. bahkan efek dari gas rumah kaca yang berlebihan ini dapat merusak ozon. nitro oksida (N2O). dan manusia untuk bisa bertahan hidup. sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (60ºF/16ºC) bagi hewan. di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu. menjelaskan.

perubahan iklim. sehingga mempengaruhi kesuburan tanah. punahnya flora dan fauna tertentu. (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit. menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%. kegiatan industri. Dampak-dampak lainnya : · Musnahnya berbagai jenis keanekragaman hayati . chlorofluorocarbon. kendaraan bermotor. yang umumnya dihasilkan oleh penggunaan batubara.2. migrasi fauna dan hama penyakit. gas dan penggundulan hutan serta pembakaran hutan. Ini berarti bahwa setiap tahun. peningkatan hujan dan banjir.3 Penyebab Pemanasan Global Pemansan global terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal dengan gas rumah kaca. hal tersebut disebabkan oleh tindakan manusia. (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian. air. dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis. penggunaan AC. Karbon dioksida. baik di negara maju maupun miskin tetaplah rendah. tetapi sekarang dihapus dalam Protokol Montreal. Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai. Sementara lautan dan vegetasi menangkap banyak CO2. (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan. Sementara itu. sedangkan emisi metan disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian. jumlah akumulatif dari gas rumah kaca yang berada di udara bertambah dan itu berarti mempercepat pemanasan global. dsb. asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi di udara dan menyaring banyak panas dari matahari. Sekitar 70% energi dipakai oleh negara-negara maju. pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk. minyak bumi. dsb). perluasan gurun pasir. Chlorofluorocarbon CFCs merusak lapisan ozon seperti juga gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global. 2. biogas. kemampuannya untuk menjadi ³atap´ sekarang berlebihan akibat emisi. khususnya hidro mini dan makro). Sepanjang seratus tahun ini konsumsi energi dunia bertambah secara spektakuler. metan. angin. parfum dll. khususnya CO2 dan chlorofluorocarbon. Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon. yg terus bertambah di udara. yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. kenaikan muka air laut. dalam perbandingan dengan bantuan keuangan dan investasi yang dialokasikan untuk bahan bakar fosil dan energi nuklir. Asam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industri. jumlah dana untuk pemanfaatan energi yang tak dapat habis (matahari. Yang terutama adalah karbon dioksida. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan yang mengakibatkan sejumlah wilayah terkuras habis dan yang lainnya mereguk keuntungan.4 Dampak Pemanasan Global Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub. dan 78% dari energi tersebut berasal dari bahan bakar fosil.

Ini disebabkan karena sinar ultra violet yang kurang tersaring oleh ozon dan masuk ke bumi dalam jumlah besar.· Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai. United Nations Environment Programme (UNEP). seperti malaria. · Tenggelamnya daratan. Lebih lanjut. Otomotis tinggi air laut akan bertambah sedangkan wilayah laut menyempit. ke daerah-daerah baru karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk) · Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian · Cuaca extreme. Selain itu. dalam laporan FAO. 2. oleh sebab itu akan diduga beberapa pulau kecil akan tenggelam dan terjadinya banjir ROB. Terkadang sangat panas tapi tiba ± tiba bisa hujan lebat. 2006 dipaparkan bahwa peternakan menyumbang 65% gas nitro oksida dunia (310 kali lebih kuat dari CO2) dan 37% gas metana dunia (72 kali lebih kuat dari CO2). · Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia · Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan · Menyebarnya penyakit-penyakit tropis. lebih besar daripada sumbangan seluruh transportasi di dunia (13. artinya cuaca susah diprediksi. Pada tahun 2100 diperkirakan permukaan air laut naik hingga 15 . Food and Agriculture Organization (FAO) PBB menyebutkan produksi daging menyumbang 18% pemanasan global. angin topan. dalam buku panduan ³Kick The Habit´. seperti yang dialami wilayah Indonesia yang diperkirakan sampai akhir tahun 2010 akan masih terjadi.700 kg CO2. dan banjir · Mencairnya es dan glasier di kutub · Meningkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun karena kekeringan yang berkepanjangan · Kenaikan permukaan laut hingga menyebabkan banjir yang luas.95 cm. 2008. menyebutkan bahwa pola makan daging untuk setiap orang per tahunnya menyumbang 6. akibat dari kutub yang meleleh dan dan penyempitan wilayah pantai dibeberapa Negara oleh ulah tangan manusia seperti di Singapur. ³Livestock¶s Long Shadow´. Akibatnya kulit manusia akan merasakan akibatnya baik dalam jangka waktu panjang maupun pendek. · Penyakit kulit.5 Solusi Pemanasan Global · Jadilah Vegetarian Memproduksi daging sarat CO2 dan metana dan membutuhkan banyak air. Hewan ternak seperti sapi atau kambing merupakan penghasil terbesar metana saat mereka mencerna makanan mereka.5%). sementara diet .

Bila memungkinkan.vegan per orangnya hanya menyumbang 190 kg CO2! Tidak mengherankan bila ahli iklim terkemuka PBB. semen. Pembabatan hutan juga berkaitan dengan peternakan. dan kertas. Tahukah Anda area hutan hujan seukuran 1 lapangan sepak bola setiap menitnya ditebang untuk lahan merumput ternak? Bila Anda berubah menjadi seorang vegetarian. Setiap proses produksi barang menyumbang CO2. · Gunakan Kipas Angin AC yang menggunakan daya 1. yang merupakan Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB. · Beli Makanan Organik Tanah organik menangkap dan menyimpan CO2 lebih besar dari pertanian konvensional.000 Watt menyumbang 650 gr CO2 per jamnya. atau pergi bersama-sama dalam satu mobil. menganjurkan orang untuk mengurangi makan daging. Oleh karena itu. jangan cepat membuang barang. bahan-bahan kimia. baja. karbon yang pernah mereka serap sebagian besar justru akan dilepaskan kembali ke atmosfer. · Bepergian yang Ramah Lingkungan Cobalah untuk berjalan kaki. mungkin Anda bisa mencoba menggunakan kipas angin. pikir seribu kali sebelum menebang pohon di sekitar Anda. · Kurangi Belanja Industri menyumbang 20% gas emisi rumah kaca dunia dan kebanyakan berasal dari penggunaan bahan bakar fosil. satu batang pohon dapat menyerap 1 ton CO2. pupuk. Anda dapat menghemat 400 kg CO2 dan lampu hemat energi 10 kali lebih tahan lama daripada lampu pijar biasa. Bila jaraknya dekat dan tidak terburu waktu. gunakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar alternatif. Karena itu. bepergian dengan pesawat menyumbang 3-5% gas rumah kaca. Dr. · Gunakan Lampu Hemat Energi Bila Anda mengganti 1 lampu di rumah Anda dengan lampu hemat energi. · Jemur Pakaian Anda di bawah Sinar Matahari . Maka. lalu membeli yang baru. Dalam seluruh masa hidupnya. Rajendra Pachauri. Jenis industri yang membutuhkan banyak bahan bakar fosil sebagai contohnya besi. · Tanam Pohon Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg CO2 per tahunnya. Anda dapat menyelamatkan 1 ha pohon per tahunnya. keramik. Setiap 1 liter bahan bakar fosil yang dibakar dalam mesin mobil menyumbang 2. Seperti kita ketahui.5 kg CO2. The Soil Association menambahkan bahwa produksi secara organik dapat mengurangi 26% CO2 yang disumbang oleh pertanian. menggunakan telekonferensi untuk rapat. anda bisa memilih kereta api daripada pesawat. pohon menyerap karbon yang ada dalam atmosfer. Menurut IPCC. gelas. United Nations Environment Programme (UNEP) melaporkan bahwa pembabatan hutan menyumbang 20% emisi gas rumah kaca. Bila mereka ditebang atau dibakar.

Anda mengeluarkan 3 kg CO2.Bila Anda menggunakan alat pengering. kertas. daur ulang atau dikenal dengan 3RE. Anda menghemat 1. Menjemur pakaian secara alami jauh lebih baik: pakaian Anda lebih awet dan energi yang dipakai tidak menyebabkan polusi udara. listrik dan sumber energi · Mulailah mencari bahan energy yang baru yang tidak menggunakan sumber energy alam. Agar tidak boros submber daya listrik yang menggunakan tenaga batubara dll. Anda bisa membantu mengurangi masalah ini! · Pisahkan Sampah Kertas. daun-daunan) untuk kebun Anda. · Menggunakan semua peralatan elektronik seperlunya. Anda menghemat 900 kg CO2. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. berulang kali. · Menggunakan plastic dan alat lainnya seperlunya. · Menyisahkan lahan dan taman untuk tanaman dan serapan matahari dan air hujan · Hemat air.2 Saran Kehidupan ini berawal dari kehidupan di bumi jauh sebelum makhluk hidup ada. untuk 1 kg kertas yang didaur ulang. BAB 3 KESIMPULAN DAN SARAN 3. Plastik. Pemanasan global memang sulit diatasi. Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Karena plastik sangat membutuhkan waktu yang lama untuk diurai tanah. dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang Mendaur ulang aluminium dapat menghemat 90% energi yang dibutuhkan untuk memproduksi kaleng aluminium yang baru ± menghemat 9 kg CO2 per kilogram aluminium! Untuk 1 kg plastik yang didaur ulang. namun kita bisa mengurangi efeknya.1 Kesimpulan Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia. Sampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua dan memohon agar kita menjaga serta . Penanggulangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di masa depan. 3. Maka dari itu untuk menjaga dan melestarikan bumi ini harus beberapa dekade kah kita memikirkannya. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka pmanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini. Dengan membuat pupuk kompos dari sampah organik (misal dari sisa makanan.5 kg CO2. berhemat. · Daur Ulang Sampah Organik Tempat Pembuangan Sampah (TPA) menyumbang 3% emisi gas rumah kaca melalui metana yang dilepaskan saat proses pembusukan sampah.

. Marilah kita bergotong royang untuk menyelematkan bumi yang telah memberikan kita kehidupan yang sempurna ini. Stop global warming!.melstarikannya.

termasuk semua akademi sains nasional dari negaranegara G8.1 hingga 6. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek. "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. jika ada. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.18 °C (1. sulfur dioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem. hilangnya gletser. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik. akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gasgas rumah kaca di masa mendatang. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi.33 0. tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa. laut.4 °C (2. Efek rumah kaca Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan . Akan tetapi. Permukaan Bumi.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan. dan punahnya berbagai jenis hewan. dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian. dan daratan Bumi. karbon dioksida. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut.0 hingga 11.74 0. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air. serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto. Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan. termasuk cahaya tampak.

Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es. Walaupun demikian.[4] Ketika suhu global meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Sebaliknya bila dilihat dari atas. akan mengakibatkan pemanasan global. awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa. umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat. bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dari suhunya semula.[3] Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2. Bila dilihat dari bawah. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut.akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya. awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. Efek umpan balik Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya.[3] Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C (59 °F). pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer. Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. karena tanpanya. antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). planet ini akan menjadi sangat dingin. Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi. sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. sehingga meningkatkan efek pendinginan. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca. apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer. Hal . es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Sebagai contoh adalah pada penguapan air. dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim.

Selain itu. dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000.[7] yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. Dua ilmuan dari Duke University memperkirakan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan suhu rata-rata global selama periode 1900-2000. dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan.[6] Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini.[10] Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat perkiraan berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari. mereka .ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair. hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah Variasi Matahari Variasi Matahari selama 30 tahun terakhir.[8][9] Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. serta efek pendinginan sejak tahun 1950. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960. Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat. menjadi suatu siklus yang berkelanjutan. es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif. Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950. Artikel utama untuk bagian ini adalah: Variasi Matahari Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari.

Dalam laporan yang dikeluarkannya tahun 2001. IPCC memprediksi . para ilmuan beranggapan bahwa membakar bahan bakar fosil akan mengubah komposisi atmosfer dan dapat meningkatkan suhu rata-rata global. mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global. Pada awal 1896. dan tiga tahun terpanas terjadi setelah tahun 1990. sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca. Catatan pada akhir 1980-an agak memperlihatkan kecenderungan penghangatan ini. Data-data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa memang terjadi peningkatan konsentrasi dari gas-gas rumah kaca di atmosfer. sebuah tim ilmuan dari Amerika Serikat. tetapi mereka tidak mampu memberikan bukti-bukti yang tepat. terletak dekat dengan daerah perkotaan sehingga pengukuran suhu akan dipengaruhi oleh panas yang dipancarkan oleh bangunan dan kendaraan dan juga panas yang disimpan oleh material bangunan dan jalan. Para ilmuan juga telah lama menduga bahwa iklim global semakin menghangat. akan tetapi data statistik ini hanya sedikit dan tidak dapat dipercaya. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0. Jika dilihat pada akhir abad ke-20. Hipotesis ini dikonfirmasi tahun 1957 ketika para peneliti yang bekerja pada program penelitian global yaitu International Geophysical Year. tercatat bahwa sepuluh tahun terhangat selama seratus tahun terakhir terjadi setelah tahun 1980.juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh.07% dalam tingkat "keterangannya" selama 30 tahun terakhir. Panel setuju bahwa pemanasan tersebut terutama disebabkan oleh aktivitas manusia yang menambah gas-gas rumah kaca ke atmosfer. Data-data yang lebih akurat ini menunjukkan bahwa kecenderungan menghangatnya permukaan Bumi benar-benar terjadi.[11] Walaupun demikian. Hasil pengukurannya menunjukkan terjadi peningkatan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer.[12][13] Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985. mengambil sampel atmosfer dari puncak gunung Mauna Loa di Hawai. Data-data ini memberikan pengukuran yang lebih akurat. komposisi dari atmosfer terus diukur dengan cermat. Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat "keterangan" dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. terutama pada 70 persen permukaan planet yang tertutup lautan. Suhu terus bervariasi dari waktu ke waktu dan dari lokasi yang satu ke lokasi lainnya. baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis. dengan 1998 menjadi yang paling panas. Stasiun cuaca pada awalnya.6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit) sejak 1861. data-data diperoleh dari stasiun cuaca yang terpercaya (terletak jauh dari perkotaan). serta dari satelit. Perlu bertahun-tahun pengamatan iklim untuk memperoleh data-data yang menunjukkan suatu kecenderungan (trend) yang jelas. Sejak 1957. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa suhu udara global telah meningkat 0. Pada tahun 2006. Setelah itu.

5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[15] Jika emisi gas rumah kaca terus meningkat. karbon dioksida akan tetap berada di atmosfer selama seratus tahun atau lebih sebelum alam mampu menyerapnya kembali.[18][19][20] Pengaruh awan juga merupakan salah satu sumber yang menimbulkan ketidakpastian terhadap model-model yang dihasilkan saat ini.4 °C (2. Yang jarang dilakukan. Model-model ini memprediksikan bahwa penambahan gas-gas rumah kaca berefek pada iklim yang lebih hangat. mereka menunjukkan bahwa pemanasan sejak tahun 1975 didominasi oleh emisi gas-gas yang dihasilkan manusia. dan proses-proses lainya.[17] Model-model ini tidak secara pasti menyatakan bahwa pemanasan yang terjadi antara tahun 1910 hingga 1945 disebabkan oleh proses alami atau aktivitas manusia. bahwa meskipun konsentrasi gas di atmosfer tidak bertambah lagi sejak tahun 2100.4 °C (2.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. yang biasanya menghasilkan umpan balik yang positif. biasanya dari Laporan Khusus terhadap Skenario Emisi (Special Report on Emissions Scenarios / SRES) IPCC.1 °C hingga 6. manusia akan menghadapi masalah ini dengan risiko populasi yang sangat besar. IPCC memperkirakan pemanasan sekitar 1. model menghitung dengan menambahkan simulasi terhadap siklus karbon.[16] Walaupun digunakan asumsi-asumsi yang sama terhadap konsentrasi gas rumah kaca di masa depan. dilakukan berdasarkan skenario-skenario gas rumah kaca.0 °F hingga 11. Akibatnya.peningkatan suhu rata-rata global akan meningkat 1. Dengan memasukkan unsur-unsur ketidakpastian terhadap konsentrasi gas rumah kaca dan pemodelan iklim. baik alami maupun aktivitas manusia. akan tetapi. walaupun sekarang telah ada kemajuan dalam menyelesaikan masalah ini. respon bervariasi antara penambahan 20 dan 200 ppm CO2). Sebagian besar model-model iklim. Walaupun sebenarnya peristiwa perubahan iklim ini telah terjadi beberapa kali sepanjang sejarah Bumi. Model iklim saat ini menghasilkan kemiripan yang cukup baik dengan perubahan suhu global hasil pengamatan selama seratus tahun terakhir. Beberapa studi-studi juga menunjukkan beberapa umpan balik positif. sensitivitas iklimnya masih akan berada pada suatu rentang tertentu. konsentrasi karbondioksioda di atmosfer dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada awal abad ke-22 bila dibandingkan masa sebelum era industri.1 hingga 6. akan terjadi perubahan iklim secara dramatis.[21] Saat ini juga terjadi diskusi-diskusi yang masih berlanjut . IPCC panel juga memperingatkan. Para ilmuan telah mempelajari pemanasan global berdasarkan model-model computer berdasarkan prinsip-prinsip dasar dinamikan fluida.0 hingga 11. para ahli memprediksi.[1] Model-model iklim juga digunakan untuk menyelidiki penyebab-penyebab perubahan iklim yang terjadi saat ini dengan membandingkan perubahan yang teramati dengan hasil prediksi model terhadap berbagai penyebab. iklim tetap terus menghangat selama periode tertentu akibat emisi yang telah dilepaskan sebelumnya. walaupun responnya masih belum pasti (untuk skenario A2 SRES. dengan beberapa penyederhanaan disebabkan keterbatasan kemampuan komputer. tetapi tidak mensimulasi semua aspek dari iklim. ketika menghitung iklim di masa depan. transfer radiasi.

sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi. pertanian. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca. kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini)[22]. dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan. akan menjadi lebih besar. [sunting] Iklim Mulai Tidak Stabil Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global. Selain itu. para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Akibatnya.mengenai apakah model-model iklim mengesampingkan efek-efek umpan balik dan tak langsung dari variasi Matahari. sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. tinggi permukaan air laut. secara rata-rata. mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. pola presipitasi. [sunting] Peningkatan permukaan laut . Suhu pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrem. air akan lebih cepat menguap dari tanah. gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. dimana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). pantai. beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Dampak pemanasan global Para ilmuan menggunakan model komputer dari suhu. Akan tetapi. uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak. Pada pegunungan di daerah subtropis. sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar. Berdasarkan model tersebut. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Badai akan menjadi lebih sering.

Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub.35 inchi) pada abad ke-21. yang lebih memperbanyak volume air di laut. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat.Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi. Perubahan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi kehidupan di daerah pantai. Ketika atmosfer menghangat. tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. terutama sekitar Greenland. sebagai contoh. Erosi dari tebing. . Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda. dan bukit pasir akan meningkat. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 ± 25 cm (4 . Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades. lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.5 persen daerah Bangladesh. Bagian Selatan Kanada. sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai. tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat.10 inchi) selama abad ke-20. sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 ± 88 cm (4 . Rawa-rawa baru juga akan terbentuk. 17. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin. Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi ekosistem pantai. pantai. Di lain pihak. [sunting] Suhu global cenderung meningkat Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya. banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. yang berfungsi sebagai reservoir alami. dan banyak pulau-pulau. lapisan permukaan lautan juga akan menghangat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai.

Dalam pemanasan global. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Kritikan seperti ini juga dapat membantah bukti-bukti yang menunjukkan kontribusi manusia terhadap pemanasan global dengan berargumen bahwa . Yang lainnya mengakui perubahan yang telah terjadi tetapi tetap membantah bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang keadaan di masa depan. dan lain-lain. trauma psikologis. malnutrisi. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir. Beberapa pengamat masih mempertanyakan apakah suhu benar-benar meningkat. hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah. defisiensi mikronutrien. dan lain-lain. Akan tetapi. pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. [sunting] Dampak sosial dan politik Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. coccidiodomycosis. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty). bakteri. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya. seperti: diare. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climate change)yang bisa berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakitpenyakit saluran pernafasan seperti asma. Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Virus. mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat.[sunting] Gangguan ekologis Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. penyakit jantung dan paru kronis. Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu) Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. alergi. [sunting] Perdebatan tentang pemanasan global Tidak semua ilmuwan setuju tentang keadaan dan akibat dari pemanasan global. penyakit kulit.

pendukung adanya pemanasan global yakin dapat menjawab dua dari tiga pertanyaan tersebut. Para ilmuwan yang mempertanyakan pemanasan global cenderung menunjukkan tiga perbedaan yang masih dipertanyakan antara prediksi model pemanasan global dengan perilaku sebenarnya yang terjadi pada iklim. bahkan ada masa pendinginan sebelum naik kembali pada tahun 1970an. Langkahlangkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Kedua. Pemanasan berkelanjutan akhirnya mengatasi efek ini. Mereka juga menunjukkan fakta-fakta bahwa pemanasan berkelanjutan dapat menguntungkan di beberapa daerah. U. jumlah total pemanasan selama abad ke-20 hanya separuh dari yang diprediksi oleh model. Ketiga. Kerusakan yang parah dapat di atasi dengan berbagai cara. memantulkan sebagian sinar matahari kembali ke angkasa luar. ada sedikit perubahan tetapi cukup berarti. Cara lainnya. troposfer. terutama sulfat. tidak memanas secepat prediksi model.siklus alami dapat juga meningkatkan suhu. Akan tetapi.[22] Pertanyaan ketiga masih membingungkan. sebuah panel yang ditunjuk oleh National Academy of Sciences untuk membahas masalah ini mengakui bahwa pemanasan permukaan Bumi tidak dapat diragukan lagi. . Para ilmuan telah lama memprediksi hal ini tetapi tidak memiliki cukup data untuk membuktikannya. lapisan atmosfer terendah. Pada tahun 2000. Akan tetapi. Keadaan pemanasan global sejak 1900 yang ternyata tidak seperti yang diprediksi disebabkan penyerapan panas secara besar oleh lautan. pengukuran troposfer yang lebih rendah dari prediksi model tidak dapat dijelaskan secara jelas. ke atmosfer. juga dikenal sebagai aerosol. Beberapa negara.S.3 derajat Fahrenheit) daripada suhu rata-rata 50 tahun terakhir. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Pada bulan Januari 2000. Satelit mendeteksi lebih sedikit pemanasan di troposfer dibandingkan prediksi model. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memberikan hasil analisa baru tentang suhu air yang diukur oleh para pengamat di seluruh dunia selama 50 tahun terakhir. Kurangnya pemanasan pada pertengahan abad disebabkan oleh besarnya polusi udara yang menyebarkan partikulat-partikulat. Menurut beberapa kritikus. sedangkan pengukuran atmosfer dari permukaan Bumi tidak dapat dipercaya.2 derajat Celsius (0. [sunting] Pengendalian pemanasan global Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Pertama. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan. sebagian lagi karena adanya kontrol terhadap polusi yang menyebabkan udara menjadi lebih bersih. pemanasan cenderung berhenti selama tiga dekade pada pertengahan abad ke-20. Hasil pengukuran tersebut memperlihatkan adanya kecenderungan pemanasan: suhu laut dunia pada tahun 1998 lebih tinggi 0. Partikulat ini. pembacaan atmosfer tersebut benar.

walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya. Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin. Di banyak area. Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak. penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Di seluruh dunia. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara. Pertama. Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. lapisan batubara atau aquifer. seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. memecahnya melalui fotosintesis.seperti Amerika Serikat. Pada abad ke-20. Pada saat itu. karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya. mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. mengurangi produksi gas rumah kaca. tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. dimana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan. [sunting] Menghilangkan karbon Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca. [sunting] Persetujuan internasional Artikel utama untuk bagian ini adalah: Protokol Kyoto . Walaupun demikian. Energi nuklir. Kedua. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. menyerap karbon dioksida yang sangat banyak. terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya. Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Pohon. energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. tetapi tidak melepas karbon dioksida sama sekali. tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain. batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. dan menyimpan karbon dalam kayunya.

Bahkan jika perjanjian ini dilaksanakan segera. terutama karena negara-negara berkembang yang dikecualikan dari perjanjian ini akan menghasilkan separuh dari emisi gas rumah kaca pada 2035. Sebaliknya pendukung Protokol Kyoto percaya bahwa biaya yang diperlukan hanya sebesar 88 milyar dollar AS dan dapat lebih kurang lagi serta dikembalikan dalam bentuk penghematan uang setelah mengubah ke peralatan. Ia juga menyangkal dengan menyatakan bahwa negara-negara berkembang tidak dibebani dengan persyaratan pengurangan karbon dioksida ini. Di tahun 1992. negara industrialis besar yang juga pelopor lingkungan. Suatu tindakan yang keras akan diperlukan nanti. Akan tetapi membatasi emisi karbon dioksida terbukti sulit dilakukan. tidak diminta untuk berkomitmen dalam pengurangan emisi gas. Persyaratan itu berhasil dipenuhi ketika tahun 2004. pada tahun 2001. Sisa 122 negara lainnya. ia hanya akan sedikit mengurangi bertambahnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer. 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto. Sebagai contoh. 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Akan tetapi. Pada tahun 1997 di Jepang. Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. Penolakan terhadap perjanjian ini di Amerika Serikat terutama dikemukakan oleh industri minyak. telah berhasil mengatasi berbagai macam polusi tetapi gagal untuk memenuhi targetnya dalam mengurangi produksi karbon dioksida. ekonominya dapat terus tumbuh walaupun berbagai macam polusi telah dikurangi. dan proses industri yang lebih effisien. Perjanjian ini. yang belum diimplementasikan. menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat 5 persen di bawah emisi tahun 1990. sebagian besar negara berkembang. Bush mengumumkan bahwa perjanjian untuk pengurangan karbon dioksida tersebut menelan biaya yang sangat besar. Banyak orang mengkritik Protokol Kyoto terlalu lemah. industri batubara dan perusahaan-perusahaan lainnya yang produksinya tergantung pada bahan bakar fosil. Pada suatu negara dengan kebijakan lingkungan yang ketat. Para penentang ini mengklaim bahwa biaya ekonomi yang diperlukan untuk melaksanakan Protokol Kyoto dapat menjapai 300 milyar dollar AS. berkomitmen 8 persen. Para . para perwakilan dari penandatangan Protokol Kyoto bertemu secara reguler untuk menegoisasikan isu-isu yang belum terselesaikan seperti peraturan. menjanjikan pengurangan emisi hingga 7 persen di bawah tingkat 1990. metode dan pinalti yang wajib diterapkan pada setiap negara untuk memperlambat emisi gas rumah kaca. Pada mulanya. Belanda. Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih. Amerika Serikat mengajukan diri untuk melakukan pemotongan yang lebih ambisius. yang menginginkan perjanjian yang lebih keras. terutama disebabkan oleh biaya energi. Kyoto Protokol tidak berpengaruh apa-apa bila negara-negara industri yang bertanggung jawab menyumbang 55 persen dari emisi gas rumah kaca pada tahun 1990 tidak meratifikasinya. memberikan jalan untuk berlakunya perjanjian ini mulai 16 Februari 2005. George W. Presiden Rusia Vladimir Putin meratifikasi perjanjian ini. Brazil. kendaraan. pada Earth Summit di Rio de Janeiro. Setelah tahun 1997.Kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Uni Eropa. Penentang protokol ini memiliki posisi yang sangat kuat. dan Jepang 6 persen.

negara yang sulit meningkatkan lagi hasilnya. Pada tahun 1990. Sistem ini disebut perdagangan karbon. seperti Belanda. Karena kemudian Rusia berhasil memotong emisinya lebih dari 5 persen di bawah tingkat 1990. ekonomi Rusia sangat payah dan emisi gas rumah kacanya sangat tinggi. dapat membeli kredit polusi di pasar. Sebagai contoh. . Rusia.negoisator merancang sistem dimana suatu negara yang memiliki program pembersihan yang sukses dapat mengambil keuntungan dengan menjual hak polusi yang tidak digunakan ke negara lain. yang dapat diperoleh dengan biaya yang lebih rendah. merupakan negara yang memperoleh keuntungan bila sistem ini diterapkan. terutama mereka yang ada di Uni Eropa. ia berada dalam posisi untuk menjual kredit emisi ke negara-negara industri lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful