KEPRIBADFIAN MUKMIN

Pengertian Mukmin Mukmin berarti orang yang beriman. Kata iman (percaya) seakar dengan: (1) kata amanah (terpercaya), (2) kata aman (keadaan aman). Secara etimologi, iman berarti pembenaran (tashdiq). Orang yang beriman adalah orang benar dalam memegang dan melaksanakan amanat, sehingga hatinya merasa aman. Iman merupakan lawan dari ragu-ragu (rayb). Orang yang beriman, sekalipun tidak memiliki bukti empiris maupun nalar rasional, tetap mempercayai akan kebenaran sesuatu tanpa sedikitpun keraguan. Iman biasa diartikan, dari segi bahasa, dengan ´pembenaran´, ada sementara pakar mengartikannya sebagai ´pembenaran hati terhadap apa yang didengar oleh telinga´. Pembenaran akal saja tidak cukup, yang penting pembenaran hati. Dari segi pandangan agama, bukan semua pembenaran dinamakan iman. Iman terbatas pada pembenaran menyangkut apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad yang pokokpokoknya tergambar dalam rukun iman yang enam itu: 1) keesaan Allah, 2) wujud malaikat, 3) kitab-kitab suci, 4) nabi/rasul Allah, 5) hari kemudian, 6) qadla dan qadar. Pengertian iman kemudian disederhanakan menurut domain-domainnya. Terdapat tiga domain yang dapat melingkupi pengertian iman: Pertama, domain afektif (al-majal al-infi¶ali); iman adalah pembenaran (tashdiq) dalam kalbu. Pembenaran iman hanya dapat dilakukan oleh struktur kalbu, sebab kalbu merupakan struktur nafsani yang mampu menerima doktrin keimanan yang meta-empiris (gaib), informasi wahyu (sam¶iyyah), dan supra-rasional. Kedua, domain kognitif (al-majal al-ma¶rifi); iman adalah pengucapan (qawl) dengan lisan. Kata kunci domain kognitif adalah pengucapan kalimat syahadat. Kalimat syahadat pertama mengandung arti peniadaan (nafi) tuhan-tuhan relatif dan temporer, seperti hawa nafsu, harta, dan kedudukan untuk kemudian ditetapkan Tuhan yang Maha sempurna, yakni Allah. Sedang kalimat syahadat kedua meyakini bahwa Muhammad adalah utusan yang menerima wahyu yang ajarannya harus direalisasikan dalam kehidupan nyata. Ketiga, domain psikomotorik (al-majal al-nafsi al-haraki); iman adalah pengamalan (¶amal) dengan anggota tubuh. Amal merupakan buah atau bukti keimanan seseorang. Pengamalan ajaran iman harus utuh (tawhid) dan memasuki semua dimensi kehidupan. Pada aspek inin, iman seseorang dapat berkurang dan bertambah, bertambahnya iman disebabkan oleh peningkatan amal, dan berkurangnya iman disebabkan oleh penurunan amal. Jadi, pengertian mukmin adalah orang yang percaya kepada Allah, baik pembenaran dalam hati, pengucapan dengan lisan maupun pengamalan dengan anggota tubuh. Artinya, iman harus integrated antara hati, lisan dan amal. Dari integrasi hati, lisan dan perbuatan yang seiring dan konsisten membentuk sebuah konstruksi kepribadian seseorang yang unik dan khas. Jika iman seseorang kuat, maka iman bisa berpotensi menjadi kekuatan untuk memerintah dan melarang. Ibnu Qayyim berkata, ´iman merupakan roh dan metivator amal; selalu membisikkan perbuatan baik dan melarang perbuatan buruk. Perintah dan larangan tersebut bergantung pada besar dan kuatnya iman.

hubungan mereka dengan manusia lain. lapang dada. 1. Ciri-ciri yang berhubungan dengan emosional 5. Ciri-ciri yang berhubungan dengan moral (akhlak) Sabar. dalam kecintaan mereka untuk menuntut ilmu pengetahuan. 3. menjaga kehormatan. yaitu: 1) ciri-ciri yang berhubungan dengan akidah. hubungan keluarga. puasa. jihad di jalan Allah baik harta maupun jiwa. dan menjelaskan tingkah laku (kepribadian) mereka dalam berbagai bidang kehidupannya. adil. Masing-masing bidang tersebut mencakup berbagai ciri pelengkap lainnya. seperti dalam bidang akidah. 2) ciri-ciri yang berhubungan dengan ibadah. memiliki tekad yang kuat. Kitab-kitab-Nya. yaitu iman kepada Allah. zakat. 6. 6) ciri-ciri yang berhubungan dengan moral. menunaikan berbagai kewajiban.Kepribadian Mukmin Menurut Dr. kemudian kita klasifikasikan. Muhammad Usman Najati. Ciri-ciri yang berkaitan dengan hubungan kekeluargaan Berbuat baik kepada kedua orang tua dan kaum kerabat. bersatu. amanah. Ciri-ciri yang berhubungan dengan hubungan masyarakat Bargaul baik dengan orang lain. dan 9) ciri-ciri yang berhubungan dengan fisiknya. mengutamakan kepentingan orang lain daripada kepentingan sendiri. seperti sholat. rendah hati. memohon ampunan-Nya. dermawan dan berbuat baik. menghindari dari hal-hal yang tidak berguna. dan dalam arti fisiknya. menepati janji kepada Allah dan manusia. jujur. sorga dan neraka. 3) ciri-ciri yang berhubungan dengan akhlak. para malaikat-Nya. haji. hari akhir. para Rasul-Nya. 2. akhlak. tawakkal dan membaca al-quran. menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran (amar ma¶ruf nahi munkar). 5) ciri-ciri yang berhubungan dengan keluarga. kebangkitan dan penghitungan. dan qadla-qadar. 4) ciri-ciri yang berkaitan dengan manusia lain. kuat dalam membela kebenaran dan berjuang di jalan Allah. senantiasa mengingat-Nya. maka secara umum. 7) ciri-ciri yang berhubungan dengan intelektualitas. yang berkaitan dengan aspek tertentu dari tingkah laku. suka memberi maaf. pergaulan yang baik di antara suami-isteri. Uraian berikut akan menjelaskan kelompok ciri pelengkap orang-orang beriman: Ciri-ciri yang berhubungan dengan akidah Hal ini terkait dengan konstruksi iman seorang mukmin. 4. tolong menolong. ibadah. Ciri-ciri yang berhubungan dengan ibadah Menyembah kepada Allah. dalam kehidupan praktis dan usaha memperoleh rejeki. mengendalikan hawa nafsu dan syahwat. mereka terbagi dalam sembilan bidang tingkah laku yang umum dan utama. hal-hal gaib. menjaga diri dari perbuatan dosa. . Apabila kita himpun ciri-ciri atau karakteristik orang beriman seperti yang termuat dalam al-Quran. Allah swt menyebutkan orang-orang beriman dalam banyak ayat di sebagian besar surat al-Quran. takwa kepada Allah. 8) ciri-ciri yang berhubungan dengan kehidupan praktis dan profesional. menjaga dan memberi nafkah keluarga.

cita-cita yang tinggi. tidak melanggar dan menyakiti orang lain. berharap memperoleh rahmat Allah. baik dalam kehidupan pribadi. Semuanya turut serta dalam mengarahkan tingkah laku seorang mukmin dalam semua bidang kehidupannya. sifat-sifat mulia. . amanah (kejujuran) dan kesempurnaan pekerjaannya. menahan amarah dan mengendalikan emosi marah. Ciri-ciri itu juga mempengaruhi kepribadian yang lain dan mengarahkannya. Ciri-ciri yang berhubungan dengan kehidupan praktis dan profesional Ikhlas dalam beramal dan membaguskan pekerjaan. benar-benar menyembahNya. kasih sayang. akhlak mulia. dengan sesama manusia. dan membentuk mereka menjadi para pemimpin yang beriman. Gambaran orang beriman yang dijelaskan kepada kita merupakan profil manusia sempurna (insan kamil) dalam kehidupan ini yang masih dalam batas-batas kemampuan manusia untuk mencapainya. baik dalam berhubungan dengan Tuhannya. Ciri-ciri yang berhubungan dengan intelektualitas Memikirkan alam semesta dan ciptaan Allah. berusaha dengan sungguh-sungguh dalam memperoleh rejeki. dengan kepribadian mereka yang kokoh. ia akan selalu mencari ridha Allah dan mengharapkan pahala-Nya. juga akan berlaku jujur dengan berhubungan dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain. Oleh karena itu. tidak mengikuti prasangka. tingkah laku seorang mukmin terlihat serasi. serta jujur juga dalam pekerjaannya. terpisah antara satu dengan yang lain. baik dengan dirinya maupun dengan orang lain. kehidupan sosial maupun dalam menjalankan profesinya. sehat. bebas berpikir dan berakidah. dan ikhlas dalam beribadah. ciri-ciri tersebut tidak berdiri sendiri. serta takut akan murka dan azab-Nya. guna mewujudkan gambaran tersebut dalam diri kita. berpegang teguh pada nilai-nilai luhur kemanusiaan dan akhlak mulia. Kuat. ataupun dengan dirinya sendiri. dan keteladana yang luhur yang mereka pelajari dari al-Quran dan Sunnah. dan dalam bekerja ia merupakan teladan dalam hal keikhlasan. mencela diri sendiri dan merasa menyesal ketika berbuat dosa. kehidupan keluarga. mka kita bisa membayangkan dalam benak kita suatu gambaran yang tepat yang berbicara tentang kehidupan seorang mukmin yang benar-benar beriman kepada Tuhannya. dalam semua hubungannya.Cnta kepada Allah. Karena itu beliau berhasil mengubah kepribadian mereka secara total. Dan Allah memang memerintahkan kita untuk berusaha sdengan sungguhsungguh. cinta kepada sesama manusia dan senang untuk berbuat kebajikan kepada mereka. Dalam kepribadian seorang mukmin. Rasulullah telah mendidik orangorang beriman generasi pertamaberdasarkan ciri-ciri ini. seorang mukmin yang jujur dalam berhubungan dengan Tuhannya. 9. mencari kebenaran. Ciri-ciri yang berhubungan dengan fisiknya. bersih dan suci. Seorang mukmin yang takut kepada Tuhannya. takut kepada siksa Allah. tidak membanggakan diri sendiri. yang mampu mengubah sejarah. tidak dengki kepada orang lain. 7. menuntut ilmu pengetahuan. Karena itu. tetapi saling berinteraksi dan saling melengkapi. 8. bertaqwa kepada-Nya. Apabila kita berpikir tentang ciri-ciri orang yang beriman sebagaimana yang digambarkan al-Quran tersebut.

Sebab ia berkeyakinan bahwa memberikan pengarahan yang baik kepada dirinya. melaksanakan pekerjaan dengan baik dan ikhlas. Demikian pula perlakuannya yang baik kepada orang lain. semua itu merupakan ibadah. merupakan ibadah.Demikianlah. . mencintai dan berbuat kebajikan kepeda mereka. keimanan dan ibadahnya kepada Allah akan berpengaruh pada semua tingkah lakunya dalam kehidupan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful