!

Tetaplah Berdiri Tegak Dalam Pengharapan
Oleh: Renee Picasso Manoppo

Kehilangan suami, istri, anak, pacar atau segala sesuatu yang dicintai terkadang membuat seseorang jatuh dalam kesedihan yang tiada tara dan memberikan tekanan yang sangat berat. Ada sebuah lirik lagu yang dinyanyikan oleh the Beatles, dimana mereka menggambarkan kesedihan yang sangat mendalam karena ditinggal sang kekasih, Yesterday, all my troubles seemed so far away now it looks as though they’re here to stay Oh, I believe in yesterday. Suddenly, I’m not half the man I used to be, there’s a shadow hanging over me. Oh, yesterday came suddenly. Orang yang merasa kehilangan seringkali merasa bahwa dunia telah berakhir, ada bayangan hitam diatas mereka yang membuat mereka putus asa dan hilang pengharapan serta rapuh sehingga hal itu malah merugikan diri sendiri. Beberapa waktu yang lalu seorang teman menghubungi saya melalui e-mail dan menceritakan apa yang dia alami saat itu, begitu sedihnya karena ditinggal sang kekasih membuat dia sakit dan tidak mampu berbuat apa-apa lagi, menurutnya hidupnya telah hampa, kosong dan seperti tidak bernyawa lagi.Kemarin siang, seorang ibu datang bercerita dengan saya sambil menangis karena anak yang ia kasihi dan dia jaga selama ini pergi meninggalkannya untuk suatu alasan dan membuat ibu ini sangat kecewa, ia sangat sedih dan terpukul sehingga ditengah percakapan ia sudah tidak mampu untuk melanjutkan percakapannya lagi.

Saya bukanlah orang yang bijak tetapi saya sangat memahami kesedihan yang dialami oleh mereka karena saya pernah mengalami kesedihan yang sangat mendalam karena kehilangan ayah yang sangat saya cintai disaat saya masih membutuhkan kehangatan dan bimbingan darinya. Saat itu saya merasa bahwa dunia telah berakhir, dan pikiran tersebut selalu datang dikala saya sedang sendiri hingga 5 tahun yang lalu. Begitu pula disaat saya kehilangan pekerjaan dan kedudukan yang begitu terhormat. Saya sangat terpukul akan hal tersebut ditambah teman-teman mulai menjauhi saya karena mereka hanya butuh kedudukan dan jabatan saya saat itu. Tidak ada yang bisa saya atau siapapun lakukan terhadap teman dan juga ibu itu karena segala sesuatunya telah terjadi, kita tidak bisa kembali kemasa silam, karena segala sesuatu telah ditentukan oleh Yang Kuasa. Saya teringat dengan pada sebuah film yang berjudul “The Pursuit of Happiness” yang dibintangi ole Will Smith, film yang dibuat berdasarkan kisah nyata Chris Gardner, seorang salesman yang harus berjuang sebagai seorang single-parent dalam melawan nasib untuk menghidupi anaknya yang masih berusia 5 tahun. Film ini menceritakan bagaimana perjuangan seorang Chris Gardner untuk bangkit dari keterpurukannya dengan tetap berjuang dan berusaha untuk tetap berdiri tegak, sehingga ia mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya.

!

“Karena dengan cobaan itu IA sebenarnya menguji kesetiaan kita kepadaNYA, yakinlah pasti IA tidak akan meninggalkan kita serta jika masanya nanti IA akan memberikan yang terbaik dalam hidup kita”

Saya kemudian menyampaikan kepada teman dan ibu itu bahwa walau apapun yang terjadi kita tidak boleh jatuh dalam kesedihan yang berlarut-larut serta hilang pengharapan yang nantinya malah merugikan diri kita sendiri, yang dapat kita lakukan adalah menghadapinya dengan kepala tegak dan berusaha untuk bangkit dan menyelesaikan masalah tersebut sambil kembali mengintrospeksi diri kita. Tidak perlu lagi kita menoleh kebelakang karena segala sesuatunya telah lewat dan selama kita masih hidup disitulah kita harus berusaha sebaik mungkin. Saya menyampaikan pula bahwa jalannya kehidupan ini sama seperti kita menulis pada sebuah buku catatan kehidupan, dimana pada saat halaman tersebut sudah penuh dengan catatan-catatan dan coretan-coretan maka sudah waktunya kita untuk memulai membalik lembaran baru dan menulis pada lembar yang kosong, kehidupan yang baru. Biarlah kejadian yang kita alami menjadi bab sebelumnya dan menjadi kenangan serta pelajaran yang berharga bagi lembar kehidupan kita yang baru.

Satu saat ibu saya pernah mengatakan kepada saya bahwa segala sesuatu ada waktunya, mungkin saja Tuhan hanya memberikan kita waktu hanya sampai disitu saja untuk bersama-sama dengan sesuatu yang kita cintai. Tidak berlarut dalam kesedihan, bangkitlah dan berusahalah kembali. Segala sesuatu pasti ada waktunya dan kita harus berdiri tegak untuk menghadapi segala masalah kita, karena selama manusia hidup pasti ada masalah baik itu kecil maupun besar. Tuhan tidak pernah memberikan cobaan atau ujian yang melebihi kapasitas kesanggupan kita. sebagai manusia, karena dengan cobaan itu IA sebenarnya menguji kesetiaan kita kepadaNYA Yakinlah PASTI IA tidak akan meninggalkan kita serta jika masanya nanti IA akan memberikan yang terbaik dalam hidup kita. Malam selalu berganti dengan pagi, tidak ada hujan yang tak pernah reda dan tidak ada badai yang tak berlalu. Untuk itu tetaplah dalam pengharapan kepadaNYA, tetaplah berdoa, mengucap syukurlah dalam segala hal dan tetap tegar serta berdirilah tegak karena Tuhan pasti memberikan jawaban yang terbaik bagi kita semua.

“And when the broken hearted people Living in the world agree, there will be an answer, Let it be”

- BEATLES