JUDUL: UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI MODEL

PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING BAGI SISWA CONDONG CATUR KABUPATEN SLEMAN DIY

KELAS IV DI SDN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidikan dalam perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk. Meski diakui bahwa pendidikan adalah investasi besar jangka panjang yang harus ditata, disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar, tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat pada problematika (permasalahan) klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan. Rendahnya kualitas pendidikan suatu bangsa akan berimplikasi pada rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) warga masyarakatnya. Menurut data yang dipublikasikan oleh United Nations Development Programme (UNDP) yang diberi judul Human Development Report, 1996, kualitas SDM kita sangat memprihatinkan. Dalam laporan tersebut Indonesia berada pada peringkat 102, jauh dibawah negara-negara anggota ASEAN seperti Singapura (34), Brunei Darusalam (36), Thailand (52) dan Malaysia (53). Problematika ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan

Kedua. . adanya korelasi positif dengan perolehan NEM pelajaran tersebut yang selalu menempati urutan terendah.sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus diawali. Betapa tidak. pandangan-pandangan dan temuan-temuan kajian (yang baru) dari berbagai bidang tentang pembelajaran dan pengajaran tidak cocok lagi. sehingga beberapa pelajaran ditakuti dan selalu dianggap sulit oleh siswa. Kendati kurang lebih 13 tahun telah berlalu sejak data diatas terungkap. Dari aspek kualitas. kondisi pendidikan Indonesia masih tetap memprihatinkan. Pertama. hasil-hasil pengajaran dan pembelajaran berbagai bidang studi (khususnya bidang studi IPA) di Sekolah Dasar terbukti selalu kurang memuaskan berbagai pihak. pendidikan kita memang sungguh sangat memprihatinkan dibandingkan dengan kualitas pendidikan bangsa lain. diantaranya. Dari segi pengajaran. Ketiga. termasuk didalamnya adalah IPA atau Sains. Hal tersebut disebabkan oleh tiga hal. Hal ini ditunjukkan oleh beberapa hal. proses/hasil kerja lembaga pendidikan tidak cocok/pas dengan kenyataan kehidupan yang diarungi oleh siswa. Pendidikan di Indonesia sekarang ini dapat diibaratkan seperti mobil tua yang mesinnya rewel dan sedang melintasi jalur lalu lintas di jalan bebas hambatan. pada satu sisi dunia pendidikan di Indonesia saat ini dirundung masalah yang besar dan pada sisi lain tantangan menghadapi milenium ketiga semakin besar. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas riil di lapangan (SDN Condong Catur) kegiatan belajar mengajar di sekolah pada umumnya cenderung monoton dan tidak menarik. motivasi anak dalam belajar IPA menjadi rendah dikarenakan model pembelajaran pembelajaran yang tidak menarik (ceramah). Terkait dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sampai saat ini masih jauh dari apa yang kita harapkan. berbagai permasalahan dan kenyataan negatif tentang hasil pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Selain itu.

Hal demikianlah yang terjadi di SDN Condong Catur Sleman DIY. dan . tidak menarik. Dalam proses belajar siswa. Berbagai macam keluhan dalam pembelajaran IPA di SD seperti. dalam Zuhdan Prasetyo. pembelajaran aktif. Beberapa diantaranya adalah pembelajaran konstruktivis. tidak dipungkiri lagi bahwa pembelajaran IPA di Sekolah Dasar belum sesuai dengan yang diharapkan. Dibandingkan dengan falsafah dan metodologi pembelajaran lainnya. CTL). 2007). tidak mengherankan dalam beberapa tahun terakhir ini di Indonesia muncul berbagai falsafah dan metodologi pembelajaran yang dipandang baru meskipun sebenarnya sudah ada sebelumnya. Atas dasar itu. falsafah dan metodologi pembelajaran kuantum yang disebut terakhir tampak relatif lebih populer dan lebih banyak disambut gembira oleh pelbagai kalangan di Indonesia melalui seminar. dan keluhan-keluhan lain dari para siswa. adalah permasalahan mendasar yang harus segera diatasi. sains lebih menekankan pada aspek kognitif saja dengan menggunakan hafalan dalam upaya menguasai ilmu pengetahuan. Guru-guru di Sekolah Dasar kebanyakan belum memahami dengan benar bagaimana mengajar IPA dengan benar. pembelajaran interaksi dinamis. pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning. malas belajar. dan pembelajaran kuantum (quantum learning). kurang bergairah. dan bagaimana agar belajar IPA dilakukan dalam suasana menyenangkan. pelatihan.Beberapa penyebab lainnnya adalah pembelajaran di sekolah khususnya. pembelajaran terpadu. bukan mengembangkan keterampilan berpikir siswa. pembelajaran berbasis projek (project based learning). membosankan (jenuh). Dalam ilmu psikologi. gejala ini disebabkan oleh kurangnya motivasi belajar siswa. pembelajaran kooperatif. mengembangkan aktualisasi konsep dengan diimbangi pengalaman konkret dan aktivitas bereksperimen (Collete Chiapetta.

Masalah Yang Dihadapi Fakta di lapangan mengatakan bahwa. dan keterbatasannya belum banyak dibahas orang. Model pembelajaran Quantum Teaching sebagai pengembangan dari Quantum Learning adalah sebuah pilihan tepat bagi guru SD guna menumbuhkan minat dan motivasi siswa dalam belajar IPA. Guru-guru di Sekolah Dasar kebanyakan belum memahami dengan benar bagaimana mengajar IPA dengan benar. Lingkungan yang mendukung dan proses pembelajaran yang menyenangkan dan menggairahkan dapat menciptakan serta meningkatkan motivasi siswa SD untuk belajar IPA. dan bagaimana agar belajar IPA dilakukan dalam suasana menyenangkan. dan keluhan-keluhan lain dari para siswa. B. membosankan (jenuh). pembelajaran IPA di SD belum sesuai dengan yang diharapkan. Walaupun demikian.penerapan tentangnya. Ini berakibat belum dikenalinya pembelajaran kuantum secara utuh dan lengkap. Lebih dari itu. malas belajar. Lebih dari itu. Penulis merasa yakin bahwa landasan teori model pembelajaran ini sangat cocok untuk diterapkan dalam proses pembelajaran IPA di SD. kurang bergairah dan tidak menarik yang selama ini sering didengungkan dari siswa dalam proses pembelajaran IPA dapat teratasi melalui model pembelajaran ini. jenuh. gejala ini disebabkan oleh kurangnya motivasi belajar siswa. akar pandangan. model pembelajaran . Segi-segi kesejarahan. Sehingga keluhan-keluhan seperti bosan. Dalam ilmu psikologi. kurang bergairah. Kenyataan yang seperti inilah yang mendasari akan pentingnya seorang guru melakukan suatu upaya agar siswa memiliki motivasi yang kuat dalam mempelajari IPA. tidak menarik. masih banyak pihak yang mengenali pembelajaran kuantum secara terbatas terutama terbatas pada bangun (konstruks) utamanya. model pembelajaran ini menjadikan pengajaran dan pembelajaran lebih menggairahkan. Berkaitan dengan itu. adalah permasalahan mendasar yang harus segera diatasi. Berbagai macam keluhan dalam pembelajaran IPA di SD seperti. model pembelajaran Quantum Teaching menjadi pilihan tepat bagi guru SD guna menumbuhkan minat dan motivasi siswa dalam belajar IPA.

Asas utama Quantum Teaching bersandar pada konsep. Lingkungan yang mendukung dan proses pembelejaran yang menyenangkan dan menggairahkan dapat menciptakan serta meningkatkan motivasi siswa SD untuk belajar IPA. Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita. Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah : “Melalui Model Pembelajaran Quantum Teaching” dapat meningkatkan motivasi belajar IPA bagi siswa SD BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penulis merasa yakin bahwa landasan teori model pembelajaran ini sangat cocok untuk diterapkan dalam proses pembelajaran IPA di SD. Artinya bahwa pentingnya seorang guru untuk masuk ke dunia siswa sebagai langkah pertama dalam proses pembelajaran. dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka. pikiran. Sehingga keluhan-keluhan seperti bosan. Quantum Teaching adalah penggubahan belajar yang meriah dengan segala nuansanya. ISTILAH IPA (SAINS) . Pemecahan Masalah Proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. jenuh. presentasi dan system pengajaran.Quantum Teaching menjadikan pengajaran dan pembelajaran lebih menggairahkan C. kurang bergairah dan tidak menarik yang selama ini sering didengungkan dari siswa dalam proses pembelajaran IPA dapat teratasi melalui model pembelajaran ini. maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : Bagaimana upaya meningkatkan motivasi belajar kelas IV SD dengan model pembelajaran Quantum Teaching dalam pelajaran IPA? D. interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar. Quantum Teaching berfokus pada hubungan dinamis dalam linkungan kelas. dan asosiasi dan sampai sejauh mana kita menggubah lingkungan. a.tindakan. sejauh itu pula proses belajar berlangsung. Segala sesuatunya berarti setiap kata. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut di depan.

1. 2. Prinsip Motivasi : motivasi adalah daya dorong seseorang untuk melakukan sesuatu kegiatan. Dengan demikian pengajaran IPA di kelas IV SD sudah membuka kesempatan untuk memupuk rasa ingin tahu anak didik secara ilmiah. Proses menguji informasi yang diperoleh melalui metode empiris. 1996) sebagai: (1) mengamati apa yang terjadi. Secara umum. (3) mempergunakan pengetahuan baru untuk meramalkan apa yang akan terjadi. Informasi yang diberikan oleh suatu proses yang menggunakan pelatihan yang dirancang secara logis. Sementara itu Hungerford dan Volk (1990) mendefinisikan IPA sebagai : 1. ketrampilan dan pengalaman apa yang telah dimiliki siswa sehingga kegiatan belajar mengajar tidak berawal dari suatu kekosongan. Oleh karena itu dalam pembelajaran guru perlu mengetahui pengetahuan. dan (4) menguji ramalan-ramalan di bawah kondisi-kondisi untuk melihat apakah ramalan tersebut benar. Kombinasi antara proses berfikir kritis yang menghasilkan produk informasi yang sahih. Carin (1985) mendefinisikan IPA sebagai sistem pengetahuan alam semesta melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi dan eksperimen. Pembelajaran IPA untuk anak-anak didefinisikan oleh Paolo & Marten (dalam Iskandar. mandiri dan ingin maju. dan 3. Motivasi ada yang berasal dari dalam atau intrinsik dan ada yang timbul akibat rangsangan dari luar atau ekstrinsik. 2. (2) mencoba memahami apa yang diamati. keinginan mencoba. 3. Motivasi intrinsik akan mendorong rasa ingin tahu.Secara harfiah: ilmu pengetahuan alam adalah ilmu tentang alam dan peristiwa yang ada di dalamnya (Webster’s: New Lollegiate Dictionary. Prinsip Latar : pada hakekatnya siswa telah memiliki pengetahuan awal. Prinsip Pembelajaran IPA Di SD adalah sebagai berikut. Prinsip Menemukan : pada dasarnya siswa memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga potensial untuk mencari guna . 1981).

Oleh karena itu bila diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi tersebut siswa akan merasa senang atau tidak bosan. Memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Prinsip Belajar sambil Bermain : bermain merupakan kegiatan yang dapat menimbulkan suasana gembira dan menyenangkan. Untuk menunjang penerapan prinsip-prinsip tersebut di atas guru dalam mengelola pembelajaran perlu : 1. Prinsip Belajar Sambil Melakukan (learning by doing) : Pengalaman yang diperoleh melalui bekerja merupakan hasil belajar yang tidak mudah terlupakan. sehingga akan dapat mendorong siswa untuk melibatkan diri dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu dalam setiap pembelajaran perlu diciptakan suasana yang menyenangkan lewat kegiatan bermain yang kreatif. Oleh karena itu dalam proses belajar mengajar sebaiknya siswa diarahkan untuk melakukan kegiatan atau ”Learning by doing” 5. karena belajar akan bermakna apabila berhubungan permasalahan lingkungan sekitar siswa. Menyajikan kegiatan yang bervariasi sehingga tidak membuat langsung pada . 6. 2.menemukan sesuatu. Menggunakan Media dan sumber belajar yang bervariasi dan sesuai dengan tahap perkembangan serta Kreatif menghadirkan alat bantu pembelajaran 3. Dari prinsip-prinsip tersebut di atas nampak bahwa semuanya dalam rangka menciptakan suasana pembelajaran yang membuat siswa senang sehingga mereka akan terlibat aktif dalam pembelajaran. Prinsip Hubungan Sosial : dalam beberapa hal kegiatan belajar akan lebih berhasil jika dikerjakan secara berkelompok. Dari kegiatan kelompok siswa tahu kekurangan dan kelebihannya sehingga tumbuh kesadaran perlunya interaksi dan kerja sama dengan orang lain. 4.

Pengertian lain dikemukakan oleh Arkinson. Dr. 63). a. Seseorang yang memiliki sifat yang positif terhadap sesuatu akan menunjukan motivasi yang besar terhadap hal tersebut. yaitu. yakni motivasi mengacu pada factor-faktor yang menggerakkan tingkah laku. penghargaan. daya gerak. tanda jasa. 2. motif merupakan daya dorong. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. hlm. Syaodih Sukmadinata. hlm.siswa jenuh. hlm. b. Pengertian Motivasi (Motivation) Motif berasal dari akar kata bahasa latin “movere” yang kemudian menjadi “motion” yang artinya gerak atau dorongan untuk bergerak. . MOTIVASI Memotivasi adalah salah satu prasarat yang amat penting dalam belajar. individu melakukan kegiatan karena takut. atau penyebab seseorang untuk melakukan berbagai kegiatan dengan tujuan tertentu. 314. Hal ini sejalan dengan pengertian yang dikemukakan oleh Woodworth dan Marquis dalam bukunya Psychology. penghargaan. Sartain dalam bukunya Psychology Understanding Of Human Behaviour mengatakan bahwa motif adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu orgasme yang mengarahkan tingkah laku. yaitu motif adalah suatu sel yang menjadikan individu cendrung untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu dan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. motivasi dibedakan atas tiga macam (Prof. 337. c. Jadi. Motivasi Takut (fear motivation) Artinya. Motivasi ini dating dari dirinya sendiri karena adanya rasa senang atau suka serta factor-faktor subyektif lainnya. dan sebagainya). Sikap (attitude motivation atau self motivation) Motivasi ini lebih bersifat intrinsic. kenaikan pangkat. B. 2003. 1. Motivasi insentif (incentive motivation) Individu melakukan suatu perbuatan untuk mendapatkan sesuatu insentif (hadiah. Macam-macam Motivasi Menurut sifatnya. muncul dari dalam individu.

peluang waktu yang luas dan subyek penelitian yang sangat sesuai dengan target peneliti.3. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 155). Sedangkan menurut Gagne belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan. 159 (Abd. Fungsi insentif (incentive function) d. Perencanaan Penelitian 1. Fungsi harapan (exepectancy function) c. . Objek Penelitian Penelitian ini akan diadakan di SD Kanisius Sengkan. sehingga memudahkan dalam mencari data. menurut Cecco. menjadi kapasitas baru (Dimyati. hlm. ada empat fungsi motivasi. C. Kabupaten Sleman. relasi yang cukup baik dengan pihak sekolah. melewati pengolahan informasi. Rachman. Sedangkan menurut kamus umum bahasa Indonesia belajar diartikan berusaha (berlatih dsb) supaya mendapat suatu kepandaian ( Purwadarminta : 109 ) BAB III METODE PENELITIAN A. Alasan mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan. sekolah tersebut mudah dijangkau peneliti. Psikologi Pendidikan. Fungsi membangkitkan (Arousal function) b. Pada saat orang belajar maka responya menjadi lebih baik dan sebaliknya bila tidak belajar responya menjadi menurun. 1989 hlm. Fungsi disiplin (disciplinary function) Sedangkan tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau mengacu para siswanya agar timbul keinginan atau kemauan untuk meningkatkan prestasi belajarnya sehingga tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapkan di dalam kurikulum sekolah. 2002-10). BELAJAR Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. 168. a. Fungsi dan Tujuan Motivasi Dalam hubungannya dengan kegiatan belajar.

Kabupaten Sleman. Subjek penelitian Subyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas IV SD Kanisius Sengkan. Kegiatan yang akan dilakukan dalam proses kegiatan belajar IPA c. a. Menentukan metode yang ingin dipakai dengan mempertimbangkan kondisi siswa d. Tujuan yang akan dicapai dalam proses kegiatan belajar IPA b. Prosedur Perencanaan Penelitian ini akan dilakukan secara bersiklus dengan tindakan yang dilakukan terhadap atau beranjak dari kondisi awal. Menyiapkan media dan perlengkapan yang diperlukan dalam kegiatan belajar . Selain itu kondisi siswa kelas IV SD Kanisius Sengkan yang berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda dan memiliki karakteristik yang berbeda pula. Rencana ini meliputi. dengan jumlah siswa 32 orang (18 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki).2. Februari sampai Maret 2009. dimana perkembangan siswa kelas IV sangat cocok dengan metode Quantum Teaching dalam pembelajaran IPA. Planning Dalam hal ini dijabarkan dalam bentuk perencanaan (rencana) guru sebelum melakukan suatu tindakan. Langkah-langkah yang akan kami lakukan adalah. 1. sebagai berikut. Waktu Penelitian Penelitian ini akan kami lakukan Selama tiga bulan yakni pada bulan Januari. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertimbangan mengambil subyek penilitian tersebut adalah. 3. B.

baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Action Merupakan pelaksanaan tindakan yangdilakukan untuk memotivasi siswa dalam belajar IPA. Menyiapkan materi yang akan diajarkan 2. 4.e. b. Memberikan peluang untuk menterjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka kedalam pembelajar yang lain ke dalam kehidupan mereka. Selain itu kita juga akan . Menjalin kebersamaan dan saling memahami. Dari hasil pengukuran itu kita peroleh suatu gambaran tentang seberapa besar pengaruh tindakan kita untuk meningkatkan motivasi siswa khususnya dalam belajar IPA. alat ukur yang digunakan peneliti adalah berupa angket. yang penyusunannya telah terlampir. Upaya-upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi siswa dengan model pembelajaran Quantum Teaching meliputi. Observation Observasi ini dilakukan terhadap proses maupun hasil dari tindakan yang dilakukan guru terhadap pengaruh yang diperoleh dari hasil / tindakan alat ukur. Reflection Refleksi hasil dari tindakan baru dapat kita peroleh setelah kita melakukan pengukuran terhadap proses maupun hasil dan tindakan kita. Dalam penelitian ini. d. 3. Menguatkan koreksi siswa dalam bentuk pengulangan sehingga mereka benarbenar memahami konsep-konsep yang baru mereka pelajari. f. Menanamkan hasrat alami siswa untuk memberikan identitas mengurutkan. e. a. Memberikan pengalaman kepada siswa dan memanfaatkan hasrat alami untuk menjelajah dunia tentang konsep IPA c. mengidentifikasi materi yang dipelajari siswa. Merayakan atas apa yang mereka lakukan setelah mereka belajar.

dapat menemukan suatu kekurangan-kekurangan yang ada dan memperoleh poin-poin penting tentang unsur-unsur penting yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan. kita dapat melakukan suatu tindakan yang akan kita lakukan pada siklus kedua. JADWAL PENELITIAN Tabel 1. Jadwal kegiatan Penelitian No Rencana Kegiatan 1. Pelaksanaan Menyiapkan kelas dan alat Melakukan tindakan Siklus I Melakukan tindakan siklus II X X X X X . X. Dengan demikian. dan selanjutnya sampai benar-benar kita nanti akan memperoleh hasil yang maksimal dari tindakan atau usaha untuk meningkatakan motivasi siswa. Persiapan Menyusun pelaksanaan konsep Waktu (Minggu ke) 1 X 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Menyusun instrumen Menyusun LKS Menyusun strategi penelitian X X X 2.

3. Penyusunan laporan Menyusun konsep laporan mendiskusikan hasil penelitian Perbaikan laporan Penggandaan dan hasil pengiriman X X X X XI. PERSONALIA PENELITI Penelitian ini melibatkan peneliti dengan identitas sebagai berikut: Nama NIM Pekerjaan Fakultas / Jurusan Universitas Tugas dalam penelitian : Ferdinandus Husen Pantar : 06108249024 : Mahasiswa : FIP / PGSD : UNY : Pengumpulan dan Analisis Data .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful