You are on page 1of 2

ABSTRAK Berlakunya otonomi daerah menandai dimulailah suatu era baru dalam pembiayaan pembangunan daerah.

Pembiayai pembangunan didaerah salah satunya bersumber dari deviden Perusahaan Daerah(PD) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Bentuk badan hukum PD tidak mampu mengakomodasi penyelenggaraan perusahaanyang berorientasi pada keuntungan sehingga BUMD tidak dapat mengemban fungsi dan peranya sebagai kontributor Pendapatan Asli Daerah. Untuk menjawab masalah tersebut banyak Pemda melakukan langkah dengan merubah bentuk badan hukum Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) seperti yang terjadi pada PT. Perkebunan sumatera Utara . Ada tiga masalah yang dinalisa mengenai perubahan bentuk badan hukum tersebut, yaitu Mengapa terjadi perubahan bentuk badan hukum BUMD, Bagaimana dampak perubahan tersebut terhadap saham Pemda ditinjau dari aspek hak, kewajiban dan tanggung jawab Pemda dan Apakah perubahan bentuk badan hukum tersebut merupakan privatisasi BUMD Untuk menjawab permasakahan tersebut dilakukan penelitian dengan pendekatan yuridis normatif , yaitu mengumpulkan menganalisa dan mensistematiskan hasil penelitian terhadap ketentuan-ketentuan yang berlaku pada perusahaan. Pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan yang berkaitan dengan objek penelitian. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa : pertama, Perubahan Bentuk Badan Hukum sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 tahun 1998 tentang Bentuk Hukum BUMD, prinsip usaha yang dikandung dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah tidak sesuai dengan oprasional perusahaan yang berorientasi pada pencapaian keuntungan; kedua, Pemda bukan sebagai pegang saham tunggal dalam BUMD, hak, kewajiban dan tanggung jawab Pemda sangat dipengaruhi dengan komposisi saham yang dimiliki Pemda; ketiga, tidak terjadi privatisasi dalam hal penjualan saham Pemda, namun terjadi privatisasi dalam hal penyebaran kepemilikan dan untuk selanjutnya dimungkinkan terjadinya privatisasi dalam hal penjualan saham Pemda pada PT Perkebunan Sumatera Utara. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan : pertama, Untuk menjamin kelangsungan usaha BUMD sebaiknya Pemerintah segerah mengesahkan UndangUndang tentang BUMD yang materi pokoknya telah disesuaikan dengan perkembangan dunia usaha saat ini; kedua, Sebaiknya Pemda yang akan mendirikan BUMD harus menyesuaikan bentuk hukum badan usaha tersebut dengan core bisnis badan usaha yang akan diusahakan, bagi usaha yang berorientasi pada keuntungan dapat memilih bentuk hukum PT dengan tetap memperhatikan komposisi kepemilikan saham Pemda. Kata Kunci : Badan Usaha Milik Daerah, Perubahan Bentuk Badan Hukum, Pemerintah Daerah, Saham dan Privatisasi

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

Otonomious district is the sign of new era in funding in those district. One of funding in that area is from divident of local government's enterprise (BUMD). Local government's enterpise can't effort to run business just for getting profit, so it can't be able to carry out its function and contributor to get out put for its region. To answer that question many local government to convert its corporate body from local enterprise (Perusahaan Daerah) to limited company (PT), such as in PT. Perkebunan Sumatera Utara. There are three problems to analyze related to change its legal entity (badan hukum), one question is why should be changed its legal entity in local government's enterprise, how about the effect of changing to stocks of government if we see from the law, obligation, and responsibility, and whetere the changing of that enterprise is called privatisation ?. To answer this mattters we need research and normatif yuridis approach. they are to collect, to analyze, and to sistimate the results of riset to regulations of those company. collecting data was carried out with library research wich related to object. According to research can be concluded that ; first, changing of legal entity (perubahan bentuk badan hukum) is related to regulation of ministery domestic affairs no. 3 years 1998 about corporate body of local government's enterprise (BUMD). Bussiness Prinsiples in laws no 5 years 1962 about local enterprise is not suitable with company operasional to achieve profit. Second, Local Government (Pemda) is not single holder of the stocks in local government's enterprise (BUMD). The rights, obligations and responsibility is affected with compisitition of stocks, however privatisation occurs spread ownership, and then it will be possible to sell the stocks of government to PT. Perkebunan Sumatera Utara. Base on that research, can be recomanded : First, to assure performance of Local government's enterprise is prefereble government ratifys the laws of BUMD which subject matters is ajusted with bussness wold at the moment. Second PEMDA which want to estabilish BUMD has to adjust corporation with core bussness. For bussness which profit oriented can choice type limited company (PT) and still consider composition its stock's ownership. Key Words : Local Government's Enterprise, In The Changes Of Legal Entity, Local Government, Stocks And Privatisation

Universitas Sumatera Utara