You are on page 1of 7

TUGAS KEPEMIMPINAN DAN NEGOSIASI

TEORI KEPEMIMPINAN GREAT MAN


Kelompok 1 Afriandini (02) Agung Wisnugroho (03) Ahmad Faizin (04) Heru Gunawan (16) Rizky Shampitha S.W (29) Sindhu Wardhana (31)

VIII A Diploma IV Akuntansi Kurikulum Khusus STAN

TEORI KEPEMIMPINAN GREAT MAN


Apakah beberapa orang memang terlahir untuk memimpin? Bila kita lihat pada beberapa pemimpin besar masa lampau seperti Alexander Agung, Julius Caesar, Napoleon, Ratu Elizabeth I, dan Abraham Lincoln, kita akan menemukan bahwa apa yang mereka lakukan berbeda dengan yang biasa dilakukan orang biasa. Hal yang sama berlaku terhadap beberapa pemimpin di masa kini seperti George W. Bush dan Mahatma Gandhi. Mereka memiliki ambisi yang tinggi dengan visi yang jelas mengenai kemana dan apa yang mereka inginkan. Orang-orang ini diakui sebagai pemimpin besar secara natural, yang dilahirkan dengan kualitas personal yang menjadikan mereka pemimpin yang efektif. Bahkan sekarang pun masih ada pemikiran bahwa pemimpin besar memang terlahir untuk memimpin Top eksekutif, olahragawan, dan bahkan politikus seringkali terasa memiliki aura yang membedakan mereka dengan orang lain. Menurut teori kontemporer, pemimpin berbeda dengan orang lain. Untuk menjadi sukses, mereka tidak perlu seorang yang jenius atau seorang nabi yang maha tahu, namun mereka pasti memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh semua orang. Orientasi ini menunjukkan pendekatan terhadap penelitan mengenai teori kepemimpinan yang terkenal dengan nama The Great man Theory Teori kepemimpinan Great Man menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan kapasitas bawaan. Menurut teori ini, Anda adalah seorang yang dilahirkan sebagai pemimpin dan memiliki kemampuan alamiah tersebut atau Anda sama sekali bukan merupakan seorang pemimpin. Dalam teori Great Man disebutkan bahwa kepemimpinan (leadership) merupakan bakat seseorang yang ada dalam jiwanya sejak dilahirkan. Teori ini berasumsi bahwa pemimpin itu dilahirkan dan bukan diciptakan. Kekuasaan dan kepemimpinan pada sejumlah orang terwujud melalui pewarisan dan bakat dari orang tuanya. Mereka memiliki kemampuan dan keberuntungan sebagai pemimpin. Dengan kata lain pemimpin itu terlahir dari trah (keturunan para pemimpin sebelumnya (benis dan nanus, 1990). Istilah Great Man digunakan karena pada waktu itu, kepemimpinan dianggap sebagai kualitas yang dimiliki oleh laki-laki, terutama di bidang militer.

Sejarah dari Teori Kepemimpinan Great Man Mitologi dibelakang lahirnya teori ini terdapat pada beberapa pemimpin dunia yang paling terkenal seperti Abraham Lincoln, Julius Caesar, Mahatma Gandhi, dan Alexander Agung yang membantu memberikan kontribusi pada gagasan bahwa pemimpin besar itu pada dasarnya dilahirkan dan tidak dibentuk. Hal ini kemudian menjadi popular pada abad ke-19. Dalam beberapa kasus, seolah-olah pemimpin timbul secara ajaib untuk mengendalikan situasi dan memimpin sekelompok orang menuju kesuksesan dan kesejahteraan. Sejarawan Thomas Carlyle yang memiliki pengaruh besar pada perkembangan teori kepemimpinan menyatakan bahwa, "Sejarah dunia merupakan biografi dari orang-orang besar." Menurut Carlyle, pemimpin yang efektif adalah mereka yang dianugerahi bakat inspirasi keTuhanan dan karakteristik yang tepat. Beberapa penelitian awal tentang kepemimpinan menganalisis orang-orang yang telah menjadi pemimpin yang sukses. Orangorang ini biasanya merupakan penguasa aristokrat yang mencapai posisi serta jabatan mereka melalui warisan atau keturunan. Orang-orang yang berasal dari status sosial yang lebih rendah memiliki kesempatan lebih sedikit untuk berlatih dan mendapatkan peran kepemimpinan, hal ini memberikan alasan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang inheren. Hingga saat ini, masyarakat sering menggambarkan pemimpin terkemuka adalah seseorang yang memiliki kualitas yang tepat atau kepribadian untuk posisi tersebut serta menyiratkan bahwa karakteristik yang melekat pada seseoranglah yang membuatnya menjadi pemimpin yang efektif. Seorang pemimpin dengan kepemimpinannya mampu mempengaruhi, dan

mengarahkan tingkah laku para pegawainya atau orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk menentukan persyaratan-persyaratan seseorang menjadi pemimpin, Scott dalam Kartono (2005), mengemukakan pendekatan Great Man yang menyatakan adanya kemampuan yang luar biasa dari seorang pemimpin, sehingga dengan segenap kualitas unggulnya dia dapat membawa para pegawainya kepada sasaran yang ingin dicapai. Sifat utama pendekatan ini antara lain inteligensi tinggi, kemampuan berkomunikasi, dan kepekaan terhadap iklim psikis kelompoknya. Sebelum abad ke-20, Teori Great Man adalah teori yang dominan dalam kepemimpinan, namun seiring dengan perkembangan terdapat ilmu tentang perilaku, teori ini telah digantikan pendapat bahwa kepemimpinan adalah suatu ilmu dan dapat dipelajari.

Dalam perspektif ini kepemimpinan tidak berhubungan langsung dengan keturunan atau sifat alamiah. Peneliti kontemporer mendukung teori Great Man dengan menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara kadar serotonin yang terd apat dalam otak dan kepribadian yang dimiliki seseorang dengan kemampuan kepemimpinan.

Kritik dan Kritikus Ada beberapa pendapat yang kontra terhadap Teori kepemimpinan Great Man. Salah satunya dilontarkan oleh Sosiolog Herbert Spencer yang menyatakan bahwa pemimpin adalah produk dari lingkungan masyarakat tempat tinggal mereka. Dalam Studi Sosiologi, Spencer menulis, "Anda harus mengakui bahwa asal-usul orang besar bergantung pada serentetan panjang pengaruh kompleks yang telah menghasilkan ras di mana pemimpin muncul dan keadaan sosial yang membuat ras tersebut secara perlahan tumbuh. Sebelum merubah masyarakat, masyarakat telah terlebih dahulu membentuknya. " Selain itu, William James dalam kuliahnya Great Men and Their Environment menggarisbawahi pentingnya kesesuaian antara para Orang-orang Besar dengan lingkungan sekitarnya. Poin terpenting adalah bahwa Lingkungan dan Individu Manusia saling mempengaruhi satu dengan lainnya, seperti dalam teori Darwin bahwa lingkungan dan binatang saling mempengaruhi Leo Tolstoy dalam bukunya, War and peace, juga menentang teori ini. Leo Tolstoy mengkritik teori Great Man dalam bagian awal yang dari volume ketiga buku dimana bagia tersebut bukanlah sebuah cerita fiksi, dengan menggunakan perang Napoleon sebagai contohnya. Saat ini teori Great Man dianggap bukanlah sebagai satu-satunya penjelasan mengenai suatu peristiwa dalam sejarah. Sejarawan melihat berbagai faktor seperti ekonomi, sosial, lingkungan, teknologi dan faktor lain yang berpengaruh secara signifikan dalam perubahan sejarah. Banyak sejarawan berpendapat bahwa sejarah yang hanya melihat seorang individu, terlebih bila signifikansi mereka ditentukan oleh status politik mereka, adalah pandangan yang dangkal terhadap sejarah. Pandangan tersebut mengecualikan seluruh kelompok dari bagian sejarah.

Belakangan ini, sejarawan profesional menghindari sejarah Teori Great Man. Sebaliknya, mereka fokus pada faktor sosial, politik, ekonomi, geografis, teknologi dan faktor-faktor lain yang membentuk sejarah. Menurut mereka hal ini akan menawarkan penjelasan yang lebih dalam untuk peristiwa-peristiwa dalam sejarah manusia. Mereka akan setuju dengan penelitian Herbert Spencer mengenai teori Great Man Carlyle yaitu: "Sebelum dia bisa membentuk ulang masyarakatnya, masyarakatnya harus membuatnya lebih dahulu."

Great Man Theory dalam Kehidupan Saat Ini Ketika teori Great man telah menghilang dari pemikiran akademisi, teori tersebut tetap ada dalam sejarah poluler. Saat seseorang membaca sejarah, mereka cenderung membacanya dalam bentuk biografi. Kita cenderung membaca cerita mengenai seseorang daripada menganalisa konsepnya secara keseluruhan, bahkan bila hal tersebut berarti kita mendapat penjelasan yang lebih dangkal. Preferensi kita terhadap perorangan daripada terhadap konsep selalu ada dalam pikiran kita dan mempengaruhi persepsi kita terhadap peristiwa apapun. Misalnya bila dihadapkandalam sesuatu yang abstrak seperti ekonomi, kita akan memikirkan kompleksitas yang sangat besar dalam teori-teori ekonomi modern. Tetapi akan lebih intuitif dan nyaman untuk membayangkan Presiden Obama mengendalikan ekonomi hanya dengan menekan nomor telepon tertentu. Hal yang sama juga dapat berlaku saat sesuatu menjadi berantakan dan serba salah. Hal pertama yang terpikirkan bukanlah menganalisa kejadian secara konseptual yang menyebabkan krisis, namun mencari-cari siapa penyebab kegagalan tersebut. Dalam konteks perusahaan, seorang CEO adalah seorang Great Man. Bila perusahaan sukses atau harga saham meningkat, CEO tresebut akan menerima pujian dan bonus yang besar. Bila perusahaan tidak berjalan baik atau harga saham anjlok, CEO yang paling disalahkan. Kecenderungan kita untuk mempersonalisasikan abstraksi dan kompleksitas mengarahkan kita ke kesalahan atribut. Kinerja perusahaan tergantung kepada banyak sekali faktor, dimana hanya beberapa saja yang dapat dikendalikan oleh CEO. Saat perusahaan mengalami masalah dan harga-saham turun atau perusahaan sukses dan mengalami

keuntungan yang besar serta mengalahkan kompetitornya, memberikan pujian kepada CEO atau menyalahkan CEO secara analitis tidak benar, namun hal tersebut demikan mudah, intuitif, dan sangat memuaskan sehingga kita melakukannya. Kesalahan pengatribusian berdasarkan Great Man ini dapat sangat merugikan, dimana hal ini dapat menyebabkan CEO yang sebenarnya tidak baik, mendapat penghasilan yang besar pada saat keadaan yang baik, dan sebaliknya CEO yang baik mendapat penghasilan yang kurang layak pada keadaan yang kurang baik. Hal ini mengacaukan program insentif, yang membuat program kompensasi ini menjadi sebuah kebijakan yang tidak berguna. Selain itu, Investor menginginkan perusahaan yang besar, bukan CEO yang besar. Perusahaan yang besar seharusnya tidak membutuhkan COE yang hebat karena bisnis mereka seharusnya sudah sedemikian kuat sehingga bisnis tersebut akan terus berfungsi dengan baik bahkan dengan CEO yang biasa-biasa saja.

Daftar Pustaka
http://en.wikipedia.org/wiki/Great_Man_theory http://www.managementstudyguide.com/great-man-theory.htm http://psychology.about.com/od/leadership/a/great-man-theory-of-leadership.htm http://www.providedhowever.com/blog/2009/05/the-great-man-theory/ http://familypedia.wikia.com/wiki/Great_man_theory