P. 1
Materi+Kultum+Ramadhan+II

Materi+Kultum+Ramadhan+II

|Views: 1,133|Likes:

More info:

Published by: محمد fadhli Ihsan on Aug 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2011

pdf

text

original

Sections

  • Materi 2
  • Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad
  • Materi 4
  • Materi 5
  • Materi 6
  • Materi 7
  • Materi 8
  • Materi 9
  • Materi 10
  • Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir
  • Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul)
  • Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama)
  • Materi 14
  • Materi 15
  • Materi 16 Meraih Rahmat Allah
  • Materi 17 Ukhuwah Islamiyah
  • Materi 18
  • Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
  • Materi 20 Pengertian Al Qur’an
  • Materi 21
  • Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an
  • Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah
  • Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia
  • Materi 25
  • Materi 26
  • Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah
  • Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah
  • Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup
  • Materi 30 Kunci Keberkahan

Materi Kultum Ramadhan

Materi I Merajut Pakaian Taqwa Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam AlQur’an. Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baik buruknya seseorang. Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriah yang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek, terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa-apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan mulia dalam pandangan manusia, tetapi tidak dalam pandangan Allah. Apakah pakaian ruhani yang dimaksud? sebagai pakaian taqwa (libaasut taqwa). “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al-A’raf: 26). Al-Qur’an menyebutnya Sebagaimana firmannya, Yang demikian itu adalah Allah, mudah-mudahan

Tentang taqwa, imam Ali karramallahu wajhah berkata: ِ ْ ِ ّ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ْ َِ ْ َ ِ ُ ْ َ ْ َ ‫الخوف من الجليل و العمل بالتنزيل و الستعداد ليوم الرحيل‬ (Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan apa yang diturunkan (al-Qur’an); dan menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).

Menuju Kembali Kepada Fitrah

1

Materi Kultum Ramadhan
Ramadan adalah hari-hari dimana kita memintal benang-benang pakaian takwa itu. Hari demi hari kita memintalnya, dengan harapan pada akhir Ramadan, hari kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali. Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu seharusnya kita pakai seterusnya sampai tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana kita akan memeriksa pakaian takwa itu kembali barangkali ada lubang, kotor, sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan rajut kembali. Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” (muttafaq ‘alaih). Semua tidak lain sebagai motivasi buat kita untuk memperbanyak amal kebaikan kita. Mumpung kesempatan itu dibuka lebar-lebar oleh Allah. Allah sedang membuka “Big Sale”. Obral besar-besaran. Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang berbuka puasa, menghentikan menggunjing orang. Semuanya adalah jalan-jalan kebaikan; jalan-jalan merajut pakaian takwa kita.

Menuju Kembali Kepada Fitrah

2

Materi Kultum Ramadhan
Materi 2 Hakikat Ramadhan Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi? Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah) Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan). Disamping itu, Ramadhan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kita untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kita yang sebenarnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.” Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar. Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat (Syahrut Taubah) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

3

“Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan. dan mendakwahkannya. hati. maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja. “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji. maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni. Jika kita telah memahaminya maka selanjutnya kita harus bergegas untuk mengimplementasikannya dalam hari-hari Ramadhan kita. Sudah semestinya kita kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan. kaki. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 4 . Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya. Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Rasulullah bersabda. yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: akal pikiran.” Jadi.” Beliau bahkan berkata. “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam. Harapan kita. Lebih dari itu.” Beliau juga bersabda. Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq dan Sedekah (Syahrul Infaq wash Shadaqah) Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja.” Bulan Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. dan anggotaanggota tubuh kita yang lainnya. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan sampai menyerupai angin yang bertiup. Pada setiap bulan ini. lidah.Materi Kultum Ramadhan diampuni. tangan. puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total. memahami maknanya. agar Ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita. mengamalkannya. Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal. dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka. Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah. melakukan berbagai kebaikan kepada sesama. minum dan hubungan suami isteri pada siang hari. Demikianlah beberapa makna dan hakikat Ramadhan. Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril. Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa (Syahrush Shiyam) Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan. mata. shalat tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah. telinga. Kita telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan. apa lagi yang kita tunggu.

Rasulullah SAW. kesehatan. dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. Menuju Kembali Kepada Fitrah 5 . la’allakum tattaqun. dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatan dunia. Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak ada selain itu. bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. rajanya bulan. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. Mereka masih membutuhkan atau mengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah hamba Allah SWT. Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut. setelah kehidupan Rasulullah SAW. Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya di dunia. dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian. yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah. Pastinya. sebagaimana firman Allah SWT. keluarga. yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin. Bahkan. dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan. sebagaimana sabdanya. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembira akan datangnya Ramadhan. termasuk hidupnya. semata. selain Allah SWT. Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslah memahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad Rasulullah SAW. Selama kehidupan Rasulullah saw. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja. dan semua semata-mata ditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. sambut dan hormatilah Ramadhan. Tentunya. mereka masih lebih mementingkan pekerjaan. keinginannya.” Lintasan sejarah Islam berbicara. Dia tidak menyembah materi apa pun dalam kehidupannya. Untuk beberapa alasan. Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad.Materi Kultum Ramadhan keluar dari Ramadhan kita telah menjadi pribadi yang jauh lebih bertaqwa. terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. Dia tidak memiliki keinginan lain. banyak muslim tidak mampu melakukan keikhlasan dalam beribadah tersebut. ini merupakan bukti bahwa dia sungguhsungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT..

Ramadhan adalah bulan kesempatan umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan dengan bulan lain. Kedua. Ramadhan Bulan Istimewa. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya. dosa umat Islam terbakar oleh banyaknya pahala amalan kebajikan yang diraih pada bulan Ramadhan. Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu. penuh berkah. dan ketiga. pada bulan ini umat Islam mendapatkan panen pahala karena ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. yaitu lailatul qadar. maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi. Pada bulan itu semua pintu neraka terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu. Mengapa membakar dosa? Pertama.” Konotasi “pintu-pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu”. di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah senantiasa menanti bulan Ramadhan.). dilipatgandakannya pahala semua amalan muslim dan muslimah. maksudnya bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari Menuju Kembali Kepada Fitrah 6 . sehingga berdoa.” (QS 2 : 183) Materi 4 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Kedua) 1. Selain dari pada itu.Materi Kultum Ramadhan “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. amalan puasa adalah ibadah istimewa dan berpahala istimewa yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemunkaran dan maksiat. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. “Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan. Di antara isi khutbahnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i adalah sebagai berikut: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan. Dengan keistimewaan ini. Yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib. Beliau senantiasa berkhutbah ketika menyambut awal Ramadhan. Barangkali.

Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan Ramadhan penuh dengan kenangan peristiwa besar yang menggambarkan jihad kaum muslimin. demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah. Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan mencapai dua sasaran: Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan asing dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal. Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panjinya. maka kebatilan akan menggusur yang hak. Ramadhan dan Jihad Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad melawan hawa nafsu. karena nafsu al ammarah bis suu’ senantiasa menyertainya.” Inilah jihad muslim yang tiada hentinya. umat Islam diperintahkan juga berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan. umatnya telah menghadapi jihad besar melawan kezhaliman dalam menegakkan keadilan. Jihad untuk mempertahankan diri dari serangan kaum kufar ini sering disebut dengan jihad qitali. baik di kala jaga atau tidur. nafsu seksualnya. selain jihad melawan hawa nafsu ini. Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwatnya. Allah swt. telah mensyariatkan jihad melawan kekufuran sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu membawa beban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Ibadah puasa penuh dengan kebaikan dan sumber pengkaderan untuk menyiapkan generasi yang mau berkorban lii’laai kalimatillah. Bila tidak disyariatkan jihad. maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya. 2. Sejak Islam datang menembus gelapnya kekufuran dan kesyirikan menuju cahaya Islam. Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam tetap tersebar ke seantero dunia. Namun. Karena dengan puasanya ia berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda oleh syetan yang terkutuk. almau’izhah al hasanah dalam suasana penuh aman dan kedamaian.Materi Kultum Ramadhan neraka. Rasulullah pernah menegaskan dengan sabdanya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta. Menuju Kembali Kepada Fitrah 7 . Dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. nafsu amarahnya. berarti puasanya akan ditolak Rabbul Izzati. dan nafsu-nafsu lainnya selama berpuasa.

b. Afghanistan. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta’limi ini. dan belahan bumi lainnya. kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan. yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam. Di antara jihad-jihad yang dituntut sekarang adalah: a. kelembutan. c. yaitu jihad melalui pendidikan. dan kesejukan. Jihad ta’limi. baik formal atau Non formal. Jihad qitaali adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata seperti di Palestina. karena sekolah-sekolah unggulan umat Islam masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas. 3. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah. karena: Menuju Kembali Kepada Fitrah 8 . Kita diwajibkan tablighi ini sebagai jihad bil-lisan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. Selain jihad nafsiy dan jihad qitaali. Irak.Materi Kultum Ramadhan kerusakan akan menghantui dunia. Jihad tablighi. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih waras dan sehat. Jihad Maali. dan panji-panji Islam akan tumbang diserang kekufuran. sebanyak aneka ragam serangan musuh. Bosnia. melindungi kaum fuqara’ dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka. masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya. yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah. Apalagi sekolah-sekolah yang dikelola pendidikan non Islam sarat dengan unsur-unsur yang bisa memadamkan semangat keislaman siswa. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur’an lebih daripada jihad binnafsi.

akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu: 1. padang mashar. diri sendiri. Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku. non muslim). Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya. maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini. Akhlak kepada Ciptaan Allah. Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna. benda hidup dan benda mati. kerabat dekat. Sedangkan gaib dalam arti negatif di antaranya iblis. syetan. dan lain sebagainya. jin. Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan Allah yang nyata. kiamat. sesama muslim. serta benda mati (bumi dan segalanya serta benda angkasa). Yang kedua yaitu ciptaan Allah yang nyata. meliputi gaib dalam arti positif dan gaib dalam arti negatif. Ciptaan Allah yang nyata meliputi sesama manusia (nabi dan rasul. perbuatan. kerabat jauh. Menuju Kembali Kepada Fitrah 9 . selain manusia (tumbuhan dan hewan). alam kubur. tetangga dekat dan tetangga jauh. Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. sikap. qada dan qadar. Akhlak kepada Allah. sorga dan neraka beserta penghuninya. Gaib dalam arti positif di antaranya malaikat. orang tua. namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. dan benda serta alam gaib lainnya. Yang pertama yaitu ciptaan Allah yang gaib.Materi Kultum Ramadhan Materi 5 Akhlak Mulia Secara garis besar. Seluruh sikap dan perilaku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW. 2.

3. Sebagai pengamalan Syariat Islam. Rahmat bagi seluruh alam. Perbedaan yang khas dari milyaran umat manusia di dunia ini seharusnya makin menyadarkan manusia akan Maha Agung dan Maha Besar-nya Sang Maha Pencipta. Akhlak Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan. Allah telah mewajibkan kita untuk hidup berinteraksi dengan masyarakat. Allah SWT telah menciptakan seluruh manusia dalam keberagaman.e. pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya.Materi Kultum Ramadhan Pembahasan masalah Akhlak adalah pembahasan yang sangat luas. Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah . Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesamaan seratus persen.berikan tuntunan prilaku dan etika secar sempurna. Pengatur tatanan Sosial. bentuk tubuh. 4. sama luasnya dengan seluruh asoek kehidupan manusia serta variasi variasinya. Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia denga hewan. Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya. sehingga dengan niat karena Allah SWT. kita adalah makhluk sosial. Perlindungan diri dan HAM. Sebagai seorang muslim. Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya. Sebagai Identias. Hingga anak-anak yang kembar siam pun tetap memiliki perbedaan. 5. Baik suara. atau pun sifat dan karakter pasti akan berbeda. Sebagai pengamalan syariat Islam. Sebagai Identitas. Saat berinteraksi dengan masyarakat tentu saja kita harus dapat Menuju Kembali Kepada Fitrah 10 . Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah : 1. 2. Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan.

mereka segera mengingat Allah. lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. di kendaraan pribadi. tersebut. sedangkan mereka mengetahui. di stasiun. Oleh sebab itu. di masjid. pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. siang maupun malam hari. Manusia sering berbuat dosa.Materi Kultum Ramadhan menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik. di kereta api. Di rumah. ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhlukNya. di bandara. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. (HR al-Bukhari dan Muslim). Sebab. di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. di kantor. Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. di sekolah. di bis. Menuju Kembali Kepada Fitrah 11 . di terminal. di kampus. Sungguh. di angkot. (QS Ali Imran [3]: 135). Agar tidak terjadi masalah yang akan membuat suasana hubungan yang harmonis menjadi terganggu. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa. telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. Untuk itu. Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. Materi 6 Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. Berbuat salah memang sudah sunnatullah. melalui sabda Nabi saw.

Baru kemudian. Dia akan mengampuninya. tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Rasulullah saw. Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. Allah SWT Maha Penyayang tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. atau terpelihara dari dosa. maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. Katakanlah. kecuali dosa syirik. nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. khususnya pada bulan Ramadhan. seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT. Karena itu. Untuk itu. berapapun banyaknya. Memang. Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya. juga telah memberikan teladan kepadanya. ”Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. selama hamba mau bertobat. dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri). Allah memiliki karunia yang agung. Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan. Dalam hadisnya. (QS al-Hadid [57]: 21). yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya.Materi Kultum Ramadhan Selain itu. dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri. janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Apapun dosanya. Di samping itu. Namun. Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia. Itulah karunia Allah. jika Allah SWT menghendaki. Allah SWT akan mengampuninya. Beliau dijamin masuk surga. (HR al-Bukhari dan Muslim) Padahal Rasulullah saw. (QS an-Nisa [4]: 48). Siapa saja yang mempersekutukan Allah. adalah seorang yang maksum. sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. Menuju Kembali Kepada Fitrah 12 . Rasul pernah bersabda:”Demi Allah." (QS az-Zumar [39]: 53). Namun. pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini. diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (HR. Muslim dan Ahmad) Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. pendidikan. bertasbih. ia berkata. Kalau Allah swt. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. amalkanlah qiyamullail secara kontinu. bersabda. dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya. maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. baik aktivitas di bidang dakwah. beristighfar. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba. menghapus dosa. Ahmad) Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia. “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. menganjurkan kepada kita. Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail.” (HR. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. ekonomi. maupun politik. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya. Rasulullah saw. Dari Sahal bin Sa’ad r. diampuni dosanya. dihormati oleh sesama. budaya. ia Menuju Kembali Kepada Fitrah 13 . dan itu setiap malam.. akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. mendekatkan diri kepada Allah. pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya). sesuai dengan janjinya.a. menolak penyakit.. sosial. dan memuji Sang Pencipta. Ia berdoa. “Aku mendengar Rasulullah saw.Materi Kultum Ramadhan Materi 7 Keutamaan Qiyamullail Dari Jabir r. dan pencegah dari dosa.a. mencintai seorang hamba. Karena itu.

Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih.Materi Kultum Ramadhan berkata. (5)Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat. lalu berkata. berikanlah makanan. dan ruhani. sebarkanlah salam. hiduplah sebebas-bebasnya. dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur. beliau bersabda. silaturahim. “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan. lalu masuk surga tanpa hisab. Berbuatlah semaumu. Jika ada tekad. diganjar dengan masuk surga. (1)Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat. kalian akan masuk surga dengan selamat.” (4)Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam. mengulurkan bantuan. dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain. serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang. Cintailah orang yang engkau mau. (2)Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani. akhirnya pun kamu akan mati. pasti akan dapat balasan. ‘Wahai Muhamad. bersabda. “Wahai manusia. Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya. (3)Hindari maksiat. datang kepada Nabi saw. yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. pasti kamu akan berpisah. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri. “Malaikat Jibril a. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.’” Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur. mengucapkan salam. Tapi sayang. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw. Menuju Kembali Kepada Fitrah 14 . Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa. akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya.” Kiat Mudah Qiyamullail Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri.. aqli. dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail.s.” Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya. Rasululah saw. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab.

ujian dan cobaannya. kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. kapan waktu bekerja. Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat. Menuju Kembali Kepada Fitrah 15 . maka pembinaan dalam Islam harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: (1) Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal). Materi 8 Ramadhan:Syahrut Tarbiyah Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)?? Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT. untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang).Materi Kultum Ramadhan (6)Makan malam jangan kekenyangan. mutakamilah (integral). Kapan waktu makan. Dalam kontek tarbiyah itu sendiri. berdoa untuk bisa bangun malam. murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah). (7)Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki. mutawazinah (seimbang). alamiyah (global). karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika. (9)Berdoalah kepada Allah swt. dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. (8)Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.

berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah. sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata. Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari. Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang monoloyalitas ataukah multi-loyalitas. Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin. Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu. mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model. terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 16 . Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian.Materi Kultum Ramadhan (2) Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya. pendidikan dan lain-lainnya. Orang Arab dahulu ketika memindahkan namanama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab. kondisi. Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik). agar tercetak sosok yang shalih. waktu dan tempat. meningkat keimanannya. mampu mempengaruhi. (3) Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi. Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudluramadlan artinya panas membakar. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosadosa yang dilakukan manusia. ekonomi. menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras. sosial. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini. Dalam bulan romadhan. (4) Memperhatikan tanggung jawab pendidikan Islam. komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. Dalam rangka mencetak generasi sholih yang bisa bergaul dengan masyarakat luar. politik. kasar dan menyakitkan. Pada bulan yang sangat istimewa ini.

Ramadhan merupakan sarana Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual) Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya. shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa. jujur dan sebagainya. tarawih. Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar. amanah.Materi Kultum Ramadhan pemanasan diri itu. juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum. Materi 9 Sarana-sarana Tarbiyah Ramadhan Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi : 1. dan sebagainya. seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18. tadarus. selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf. tawakal. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani) Menuju Kembali Kepada Fitrah 17 . 2. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya. sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut. sedekah. berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa). Begitupun dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa.

: “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa. sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. Sedangkan menurut Ibnu Arabi. Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dusta. atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir. begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin. Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus. Mengenai hadits yang terakhir.a. tanpa terkecuali. disinilah letak pendidikan sosial. mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r. pria atau wanita.Materi Kultum Ramadhan Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik. karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima. mereka sama dihadapan perintah Allah. Bila dicela orang lain atau dimusuhi. kecuali bagi mereka yang ada udzur. Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal. (Lihat surat al-baqarah ayat 184). Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas. memperbaiki kerja pencernaan. seperti orang tua yang telah renta. orang sakit. karena ketidak mampuan. sama dalam merasakan lapar dan dahaga. maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud). dan melakukan perbuatan dusta. cinta keadilan dan persamaan. maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”. 3. wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan. yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka. Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan. maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa. Menuju Kembali Kepada Fitrah 18 . puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial. bersatu. baik yang kaya atau miskin. maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa. dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah. maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala. tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta. 4. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial) Selain melatih diri.

Inilah gaya hidup orang yang beriman.Materi Kultum Ramadhan Dan berdasarkan hadits ini. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata. terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim. (QS. yaitu: 1) gaya hidup Islami. Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatanperbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa 5. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. dan yang kedua ialah kebahagiaan (as sa’adah). dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. dan 2) gaya hidup jahiliyah. karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga. Maha Suci Allah. karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. landasannya bersifat relatif dan rapuh. Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku. 29 ayat 69) Dan puncak tarbiyah yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT. Yusuf: 108). Adapun gaya hidup jahili. Menuju Kembali Kepada Fitrah 19 . Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat. mengikis hawa nafsu. yaitu syirik. “agar kamu bertaqwa”. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat. Inilah gaya hidup orang kafir. Materi 9 Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya hidup Islami Vs Jahiliyah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. Hanya saja masingmasing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. sebagaimana yang telah difirmankan Allah dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa. dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair). yaitu Tauhid.

dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami.(‫من تشبه بقوم فهو منهم. Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka.Materi Kultum Ramadhan Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim. فقمال: وممن‬ . sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. )رواه البخاري عن أبي هريرة، صحيح‬ َ َِ ُُِّ ّ “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya. mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal. shahih). “Siapa lagi?” (HR. Materi 10 Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . فقيل: يا رسول ال، كفارس والروم. AlBukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z. Kami bertanya. قلنما: يما رسمول الم، اليهمود‬ . niscaya kamu mengikuti mereka”. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري، صحيح‬ ْ ََ َ َ َ َ ّ َ “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu.(‫الناس إل أولمئك.”Ya Rasulullah. “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR.(‫والنصارى. dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. “Ya Rasulullah. shahih). )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس‬ ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Ada orang yang bertanya. bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Abu Dawud dan Ahmad. sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi. قال: فمن. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi Menuju Kembali Kepada Fitrah 20 . ُ ْ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ْ ِ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َُ َ ْ َ ّ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ ْ ُ َْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ِ ّ َ َ ‫لتتبعن سنن من كمان قبلكمم شمبرا بشمبر وذراعما بمذراع حتمى لمو دخلموا جحمر ضمب تبعتمموهم. Beliau bersabda: ِ َ َ َ َ َ ِ ْ ّ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ِ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ َ َ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ْ َِ ْ ِ ّ ُ َ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ّ ُ ْ ُ َ َ ‫ل تقوم الساعة حتى تأخذ أمتي بأخذ القرون قبلها شبرا بشبر وذراعا بذراع. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.

jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda). apriori dan ta’assub (fanatik yang berlebihan) terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 21 . maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Kebiasaan-kebiasaan kaum jahiliyah yang realitasnya berseberangan dengan anjuran Rasulullah s. berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka. mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: "Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka. kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya. yang mayoritas beragama Islam ini.Materi Kultum Ramadhan berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka. Materi 10 Pengertian Jahiliyah: Masa Sebelum Islam Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi dan situasi masyarakat belum terjamah oleh risalah dan dakwah Islam. Periode ini sering juga disebut dengan istilah Pra-Islam. maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Na’udzubillahi min dzalik.selaras dengan mode pakaian itu. Seiring dengan perkembangan dan akulturasi bahasa. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat. dari Abu Hurairah z. nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya. istilah ini juga melekat erat pada sifat orang-orang yang tidak taat pada aturan agama yang telah diproyeksikan oleh Al-Qur’an dan AsSunnah.w tersebut disebabkan oleh sifat keras kepala. Muslim. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat). Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. (HR.a. shahih). Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah.

Az-Zukhruf:23). Yang terbesar diantaranya ialah “TAQLID”. Perihal inilah yang dalam dunia Islam disebut Menuju Kembali Kepada Fitrah 22 . “Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a. tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari bapak-bapak kami mengerjakannya. “Dan demikianlah. Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri.Luqman:21). “Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa anzalallahu. Seperti kebiasaan dahulu orang-orang jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan bertelanjang tanpa busana. dan mereka enggan merobah diri serta beranjak dari kebiasaan itu. Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam Masail Al-Jahiliyyah mengatakan. sedari dahulu kala hingga akhir zaman. Mereka menjawab: “(Tidak). Syeikh DR.Al-A’raf:3). Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS. yaitu sebuah sistim yang besar yang selalu menjadi tumpuan semua orang-orang kafir. sehingga hal seperti itu dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai modernisasi. “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. akhirnya terwarisi dengan kebiasaan generasi berikutnya yang tidak malu mempertontonkan auratnya di depan publik.Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah Al-Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al-Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka (orang-orang jahiliyah) tidak menegakkan agama mereka sesuai dengan apa yang telah para Rasul sampaikan kepada mereka. dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya (pemimpin yang membawa kepada kesesatan). bahwa agama mereka (orang-orang jahiliyah) terbangun oleh beberapa pondasi yang menjadi akar dan pijakan. Sebagaimana Allah SWT berfirman di berbagai ayat di dalam Al-Qur’an: “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim muqtaduun”. melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”(QS.Materi Kultum Ramadhan peninggalan dan tradisi para leluhur yang mengental rekat dalam ritual yang selalu disakralkan. sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama mereka dengan dasar-dasar yang mereka mengada-adakannya sendiri sekehendak hati mereka. awalaw kaanasy-syaythaanu yad’uuhum ilaa ‘adzaabis-sa’iir”. Qaliilan maa tadzakkaruun”: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS. qaaluu bal nattabi’u maa wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana.

Berbeda halnya dengan kaum faqir dan dhuafa. yang pada umumnya bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima kebenaran. tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah. dan tiada keinginan menerima kebenaran. yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri. “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah penganut jejak-jejak mereka. kemudian kamu fikirkan (tentang Menuju Kembali Kepada Fitrah 23 . Kaum yang mengagung-agungkan harta. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. Maa bishaahibikum min jinnatin”. sedangkan objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk menjadi percontohan (maslahat). An taquumuu lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma tatafakkaruu. atau dalam istilah Arab juga akrab dengan sebutan “al-muhakah”. Hal inilah yang di dalam literatur Islam disebut dengan istilah “at-taqlid ala’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja.Materi Kultum Ramadhan sebagai “at-taqlid”. karena mereka adalah orang-orang yang cenderung berbuat jahat. yang dahulu ketika para Rasul memberi peringatan dan mengajak mereka kepada jalan yang benar. yaitu sebagian orang meniru cara-cara yang kelompok individu lain lakukan. mereka selalu membantah dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. sombong. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin.” Dengan kata lain (secara tidak langsung) mereka bermaksud: Kami tidak butuh peran dan kehadiranmu wahai Rasul. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. kami lebih percaya dengan apa yang telah dibudayakan oleh leluhur kami. Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa A’idzhukum biwaahidatin. Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah “mereka (para penduduk) yang hidup mewah sejahtera dan bergelimang harta pada umumnya. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah.

Kami tidak sudi mematuhi orang ini.Abu Daud. yang turun temurun terwarisi dari para leluhur mereka. menuding bahwa Rasulullah adalah orang gila. yang mengantarkan mereka pada kesesatan yang nyata. yang dianggap sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang benar. Turmudzi. Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat Islam. karena tidak sedikit kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase hidayah. dan orang yang tidak tahu diri. An-Nasa’i. Hal ini diakibatkan karena diri mereka yang tidak mau mendengar. fazuuruhaa fa innahaa tudzakkirukumul aakhirah”. pendongeng sejati. “Sesungguhnya dahulu aku mencegahmu untuk berziarah kubur.Saba’: 46). Maka dari itu. “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the most). Mereka lebih memilih untuk menjawab: “Kami telah berpegang teguh terhadap apa yang telah dilakukan oleh para leluhur kami. Tidak jarang orangorang menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang benar-benar sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh syariat). Orang-orang Jahiliyah yang mendengar ayat ini tidak mau berpikir sejenak seraya mempertimbangkan kandungan dan arti dari ayat yang menarik ini.w melarang para sahabat untuk berziarah kubur. yang senantiasa memutarbalikkan fakta.w. dan Ahmad) (“Al-Ibdaa’u fi Madhaaril Ibtidaa’ ”. Kairo). tanpa berpikir terlebih dahulu dan membuktikan bahwa perkataannya itu sesuai dengan realitas yang hakiki. tidak sudi berpikir dengan akal sehatnya. Daarul Bayan Al-‘Arabi. sebelum akhirnya beliau me-mansukh-kan hadits itu dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an ziyaaratil qubuur. hendaknya ini menjadi titik sentral perhatian orang-orang yang beriman agar cermat memilah dan memilih. Ibnu Majah. dan senantiasa menyelimuti diri mereka dengan hawa nafsu.” Demikianlah kaum jahiliyah. padahal pada dasarnya adalah kesesatan yang teramat nyata. Mereka berhujjah bahwa yang banyak pelaku dan pengikutnya. bahwa perangai Jahiliyah menganut satu kaidah (asas): “Al-Ightirar bil Aktsar”. yang mana hidayah (petunjuk) dan yang mana dhalalah (kesesatan). Mereka mengambil kesimpulan bahwa sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 24 . Muhammad s. sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu akan kematian (kehidupan akhirat)” (HR. tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu” (QS. itulah yang benar. yang hanya bersandar pada dugaandugaan dan hawa nafsu.Materi Kultum Ramadhan Muhammad). Itulah beberapa praktek jahiliyah. As-Syaikh Ali Mahfudz. Hal inilah yang menjadi sebab mengapa dahulu Rasulullah s. (sekarang) berziarahlah kamu. namun hakikatnya adalah kesesatan yang nyata.a.a.

In yattabi’uuna illadzh-dzhonna wa in hum illa yakhrushuun”. dan mereka tak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS. dan kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing sebagaimana dahulu ia datang”. wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a”. yakni mengikuti dalam ruang lingkup kebaikan. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.AlAn’am: 102). Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik”(QS. dan mereka suka memutarbalikkan fakta yang ada di dalam AlQur’an dengan menukar-nukar kandungan tafsir Al-Qur’an sekehendak hawa nafsunya. “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) Lawan dari istilah “at-taqlid al-a’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). Sebagaimana yang termaktub dalam (QS.Al-An’am:116).a.Materi Kultum Ramadhan sedikit penganut atau pengikutnya. “Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin. Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin” “Dan kami tidak mendapati kebanyakan mereka berjanji. Itulah prinsip dasar yang mereka pegang. dalam istilah Islam disebut Ittiba’ dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillah. Allahu A’lam bishawaab. Sudah menjadi sunnatullah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 25 . “Islam pada mulanya (hadir) dianggap sebagai hal yang aneh (asing). yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah adalah “at-taqlid fil khair”. Nabi s. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka.Yusuf:38). bahwa kebaikan itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu banyak peminatnya.w bersabda: “Bada-al Islaamu ghariiban.

Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.” mereka menjawab: “(Tidak). Dzalikal fawzul adhziim”.Yusuf:38). walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. Ishaq dan Ya’qub.”(QS. Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: “Wahai orang-orang yang beriman.s: “Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku Ibrahim. Maka dari itu. kebenaran yang hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada pada diri Rasulullah dan para pengikutnya. Wa a’adda lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiiha abadan. fanatisme yang berlebihan memantik untuk menolak kebenaran yang hakiki.At-Taubah:100). Maka dari itu Allah berfirman dalam hal perangai jahiliyah: “Wa idzaa qiila lahumut-tabi’uu maa anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna ‘alaihi aabaa-ana awalaw kaana aabaa-uhum laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun. dan tidak mendapat petunjuk? (QS. “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. tatapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami. jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.Al Baqarah: 170).”(QS. jika orang yang tidak berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan panutan. radhiyallahu ‘anhu wa radhuu ‘anhu. Dan di dalam QS. mereka kekal di dalamnya selamalamanya. Sesungguhnya tidak akan mendatangkan maslahat (kebaikan).” (Apakah mereka akan mengikuti juga).Materi Kultum Ramadhan firman Allah SWT tentang kisah Nabi Yusuf a. Pada dasarnya teladan itu hanyalah tertuju pada orang yang mau berpikir dan mendapat hidayah. Itulah kemenangan yang besar. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.” “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah.At-Taubah:10 “Wassaabiquunal awwaluuna minal muhaajiriina wal anshaari walladziinat-taba’uuhum bi ihsanin. karena pada dasarnya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 26 .

dengan subjudul Fit Tahdzir minan Nar wa Asbab Dukhuliha. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain. yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Bila orang terbakar dengan api dunia.” (AtTahrim: 6) Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha Agung kepada orang-orang yang beriman.Materi Kultum Ramadhan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar.” (Fathir: 36) [AlKhuthab Al-Minbariyyah fil Munasabat Al-‘Ashriyyah. berisi perintah dan peringatan berikut kabar tentang bahaya besar yang mengancam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Menuju Kembali Kepada Fitrah 27 . Seruan ini ditujukan kepada insan beriman. yang keras. Beda halnya bila seseorang dibakar dengan api neraka. Api neraka ini bahan bakarnya adalah tubuh-tubuh manusia dan batu-batu. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan mereka agar menyiapkan tameng untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga mereka guna menangkal bahaya yang ada di hadapan mereka serta kebinasaan di jalan mereka. tidak sama dengan api yang biasa kita kenal. yang dapat dinyalakan dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh air. Ini berbeda sama sekali dengan api di dunia. Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka.” (An-Nisa’: 56) “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa yang dapat mengantarkan mereka kepada kematian (mereka tidak mati dengan siksaan di neraka bahkan mereka terus hidup agar terus merasakan siksa) dan tidak pula diringankan azabnya dari mereka. karena yang menjaganya adalah para malaikat yang kasar. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan. ia pun meninggal berpisah dengan kehidupan dan tidak lagi merasakan sakitnya pembakaran tersebut. berpegang dengan perintah-Nya dan mengambil manfaat dari ucapan-ucapan-Nya. na’udzubillah. yang keras.” (Al –Isra’:97) “Setiap kali kulit mereka hangus. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. 2/164-165] Orang yang masuk ke dalam api yang sangat besar ini tidak mungkin dapat lari untuk meloloskan diri. Bahaya yang mengerikan itu adalah api neraka yang sangat besar. karena hanya mereka yang mau mencurahkan pendengaran kepada ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam. supaya mereka terus merasakan azab.

yang keras” (AtTahrim: 6) Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan. ٌ َ ِ Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‫ غلظ‬adalah sangat besar tubuh mereka. menjauhi larangan-Nya. malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka. menunaikan perintah-Nya.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70. keras terhadap mereka. Ada yang berpendapat. sedangkan maksud ٌ ‫ شداد‬adalah kuat. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. anakanaknya.000 manusia ke dalam jurang Jahannam. dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya. yang disebutkan dengan sifat-sifat yang mengerikan. Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat-sifat yang mengerikan agar menjadi peringatan terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 28 . “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun. Ayat ini menunjukkan perintah menjaga diri dari api neraka tersebut dengan ber-iltizam (berpegang teguh) terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. baik istri-istrinya. menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. 18/218) Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata menafsirkan ayat ke-6 surah At-Tahrim di atas. Ada yang mengatakan.Materi Kultum Ramadhan “Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar. serta memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. َ ِ para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya. Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya. dan bertaubat dari perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala murkai serta perbuatan yang menyebabkan azab-Nya. “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras. kaku. Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka. َ ِ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba… Kata ٌ ‫ ش شداد‬maksudnya keras tubuh mereka.

Mereka melemahkan penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap penghuni neraka. 874) Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Penjagaan Rasulullah SAW terhadap Keluarganya Materi 14 Menuju Kembali Kepada Fitrah 29 . “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (patung-patung) adalah bahan bakar/kayu bakar Jahannam. hal.”1 Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka membuat kaget dengan suara mereka dan membuat ngeri dengan penampilan mereka. Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkankanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. kalian sungguh akan mendatangi Jahannam tersebut. Di sini juga ada pujian untuk para malaikat yang mulia dan terikatnya mereka kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh perkara yang diperintahkan-Nya. di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan azab atas penghuni neraka ini dan mengharuskan azab yang pedih untuk mereka.Materi Kultum Ramadhan manusia jangan sampai meremehkan perkaranya. Yaitu akhlak mereka kasar dan hardikan mereka keras.” (Taisir Al-Karimir Rahman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (At-Tahrim: 6) Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

Al-Bukhari) Tidak luput pula putri dan menantu beliau juga mendapatkan perhatian beliau. lalu menyeru manusia untuk berkumpul. “Iya. Beliau berkata.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma).” (Asy Syu’ara: 214) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya. Suatu malam. Bila suaminya enggan untuk bangun. Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya. istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. “Tidaklah kalian berdua mengerjakan shalat malam?” (HR. “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih.” Beliau melanjutkan. bahwa bila hendak shalat witir.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi orang-orang yang beriman telah memberikan arahkan dan peringatan kepada kerabat beliau dalam rangka menjaga mereka dari api neraka. “Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian.” (HR. ia percikkan air di wajah istrinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata. beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan Aisyah radhiyallahu ‘anha. wahai para pemilik kamar-kamar (istri-istri beliau yang sedang tidur di kamarnya masing-masing)!” (HR. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Ali dan Fathima radhiyallahu ‘anhuma. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dari tidur beliau. Bila istrinya enggan untuk bangun. Muslim) Al-Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan. “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab. Kata beliau: “Bangunlah.” (Sanad hadits ini shahih kata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya terhadap Al-Musnad). (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau. ia percikkan air di wajah suaminya. Beliau pun membangunkan istri-istri beliau untuk mengerjakan shalat. Tatkala turun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali radhiyallahu ‘anhu) Materi 15 Menuju Kembali Kepada Fitrah 30 .

dan mengembalikan hak-hak orang lain yang ada pada kita. bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma) Ia harus memaksa anaknya mengerjakan shalat bila telah sampai usianya. sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka.” (HR. Taubat yang dilakukan disertai dengan meninggalkan dosa.Materi Kultum Ramadhan Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang suami sebagai kepala rumah tangga selain menjaga dirinya sendiri dari api neraka. sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. dimasukkan ke dalam surga. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’. kemudian ia membimbing keluarganya untuk bertaubat. anakanaknya. menyesalinya. Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. ia juga bertanggung jawab menjaga istri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. seraya mereka berdoa. berdasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: Menuju Kembali Kepada Fitrah 31 . Salah satu cara penjagaan diri dan keluarga dari api neraka adalah bertaubat dari dosa-dosa. karena ia adalah pemimpin mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan mereka. berketetapan hati untuk tidak mengulanginya. dan orang-orang yang tinggal di rumahnya. taubat yang murni. dan diselamatkan dari kerendahan serta kehinaan yang biasa menimpa para pendosa dan pendurhaka. kepada istri dan anak-anaknya. ‘Wahai Rabb kami.” (AtTahrim: 8) Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. Buah yang dihasilkannya adalah dihapuskannya kesalahan-kesalahan yang diperbuat. Taubat yang seperti itu tentunya menggiring pelakunya untuk beramal shalih. Ia punya hak untuk memaksa mereka agar taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat maksiat. Seorang kepala rumah tangga menerapkan perkara ini dalam keluarganya.

” (HR.” (HR. gambar bernyawa. sebagaimana surga pun dekat. Bersegeralah sebelum datang akhir hidup kita. (Al-Khuthab Al-Minbariyyah. Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma. dijauhkan dari teman duduk yang jelek dan teman yang rusak. Anak diperintahkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan yang munkar. surat kabar. “Hadits ini hasan shahih. sementara kita tak cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api neraka.”) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan bersabarlah dalam mengerjakannya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya dan neraka pun semisal itu. Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) Maksud hadits di atas. siapa yang meninggal di atas ketaatan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. sebelum datang jemputan dari utusan Rabbul Izzah. Anak harus terus mendapatkan pengawasan di mana saja mereka berada. baik di dalam maupun di luar rumah. siapa yang meninggal dalam keadaan bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka. buku-buku yang menyimpang. film. marilah kita berbenah diri untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Sebaliknya.” (Thaha: 132) shalat dan Seorang ayah bersama seorang ibu harus bekerja sama untuk menunaikan tanggung jawab bersama anak. dikatakan oleh Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud.Materi Kultum Ramadhan “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya ketika telah berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya. 2/217) Bagaimana seseorang dapat menjaga keluarganya dari api neraka sementara ia membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kewajiban? Maka. apatah lagi Menuju Kembali Kepada Fitrah 32 . Orangtua harus membersihkan rumah mereka dari sarana-sarana yang merusak berupa video. Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat dengan seorang hamba. dan majalah yang merusak. musik.

Bahkan di dalam ayat lain. baik dalam keadaan susah maupun senang. mendirikan shalat sehingga memberi pengaruh yang besar dalam bentuk menhindari perbuatan keji dan munkar serta menunaikan zakat agar menjadi suci jiwa kita. Kedua. Menuju Kembali Kepada Fitrah 33 . berat maupun ringan. melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. namun dia tetap Istiqomah dalam keimanannya sehingga dengan keimanannya yang mantap itu. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya. maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmt-Nya atasmu. mendirikan shalat. harus tolong menolong dalam kebaikan. Iman yang kokoh sehingga bisa dibuktikan dengan amal shaleh yang sebanyak-banyak meskipun hambatan. Allahumma sallim! memadai untuk keluarga yang Materi 16 Meraih Rahmat Allah Sebagai manusia apalagi sebagai muslim. niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (syurga) dan limpahan karunia-Nya. maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. tantangan dan rintangan selalu menghadang. taat kepada Allah dan Rasul-Nya. keuntungan orang yang mendapat rahmat Allah itu akan dijauhkan dari azab-Nya. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (9:71) Ketiga. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS 4:175).Materi Kultum Ramadhan meninggalkan ‘bekal’ yang ditinggalkan. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat (3:132). Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. terjembatani hubungan antara yang kaya dengan yang miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara bertahap. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa yang diajuhkan azab daripadanya pada hari itu. niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi (QS 2:64). Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. baik di dalam shalat maupun di luar shalat untuk bisa memperoleh rahmat Allah. kalau mau memperoleh rahmat Allah kita harus taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. Kiat Meraih Rahmat Pertama. kita tentu amat mengharapkan rahmat dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a. lelaki dan perempuan. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dan orang-orang yang beriman. Tegasnya. Dan itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16). kesusahan hidup tidak membuatnya harus berputus asa sedang kesenangan hidup tidak membuatnya menjadi lupa diri. mencegah dari yang munkar. waktu sendiri atau bersama orang lain. Hal ini karena orang yang mendapat rahmat Allah tentu saja tergolong kedalam kelompok orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya: Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain.

Al-Qur’an merupakan kalamullah atau perkataan Allah. lihat juga QS 2:218). sedang untuk bisa bertaqwa harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Ini berarti. hal ini karena Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia apabila ia ingin memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt. dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS 7:204). Menyesali. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Orang-orang yang beriman. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur’an. maka Allah senang pada orang tersebut sehingga Allah mau memberi rahmat kepadanya. Dengan taubat. berbuat baik. Menuju Kembali Kepada Fitrah 34 . yakni perbuatan apa saja yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengganggu orang lain. Hendaklah kamu minta ampun kepada Allah. hal ini karena. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 7:56). yakni kembali kepada Allah. mengikuti Al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah serta menunaikan zakat. iman dan istiqomah harus disertai dengan hijrah. agar kamu mendapat rahmat (QS 27:46). amat mustahil bagi manusia untuk bisa bertaqwa kepada Allah apabila Al-Qur’an tidak diikutinya. Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. apalagi kalau ucapan Allah yang tentu harus lebih kita perhatikan. Manakala seorang muslim telah mendengarkan Al-Qur’an bila dibacakan. berhijrah dan berjihad adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. bertekad untuk tidak mengulanginya dan membuktikan bahwa dia betul-betul telah meninggalkan segala perbuatan salahnya dengan menggantinya kepada segala kebaikan. hal ini karena secara harfiyah. manusia berarti mau mendekati Allah lagi dan Allah senang kepada siapa saja yang mau bertaubat. sebanyak apapun dosa yang sudah dilakukannya. Keempat. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6:155). sekecil apapun manfaat yang bisa dirasakannya. mendengarkan bacaan Al-Qur’an apabila sedang dibacakan. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). keridhaan dan syurga. maka dengarkanlah baik-baik. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dia (Nabi Shaleh) berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. bahkan orang lain bisa merasakan manfaat baiknya. Keenam. yakni meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan berjihad dalam arti bersungguhsungguh dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala aspeknya.Materi Kultum Ramadhan Disamping itu. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Kelima.. karenanya untuk meraih rahmat Allah manusia harus bertaqwa kepada-Nya. taubat berarti kembali. mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal (QS 9:20-21. menyadari terhadap kesalahan yang dilakukan. Dalam kaitan ini Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. pembicaraan sesama manusia saja harus kita dengarkan atau kita perhatikan. taubat dari segala dosa yang telah dilakukan. yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami QS 7:156) Keempat. inilah yang membuat Allah cinta kepadanya sehingga rahmat Allah akan diberikan kepadanya. sebab jangankan Allah. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Ny.

Materi Kultum Ramadhan Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah kepada orang yang bertaubat adalah yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri” (QS 2:222). Aku berkata.S. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya. cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku. (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara).’Ya Alloh aku cintai’.’Demi Alloh aku mencintaimu. Abu Daud) Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku pernah masuk Masjid Damaskus. berabda.’ Keesokan harinya .Merupakan cermin kekuatan iman (Q. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang.R. Aku bertanya tentang dia. 8:63) 4. 3:103) 2.43:67) 3. lalu keduanya berjabat tangan. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya.Nikmat Allah (Q. kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah. lalu dikatakan oleh mereka. Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. dan saling memberi karena Aku. misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”. Lalu ia bertanya. Hakekat Ukhuwah Islamiyah: 1.” (H. saling mengunjungi karena Aku.’Ini Muadz bin Jabal.S.S.” Makna Ukhuwah Islamiyah Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha. pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat.49:10) Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab. Materi 17 Ukhuwah Islamiyah “Tidaklah dua orang muslim berjumpa.S.Merupakan arahan Rabbani (Q.Perumpamaan tali tasbih (Q.’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw.”Alloh berfirman. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer Menuju Kembali Kepada Fitrah 35 .

dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan. Muslim) 3.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.R. “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya. dari Nabi Muhammad saw..’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum. Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran 4.” (H. kebangsaan. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia. Takaful. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia. Tafahum adalah saling memahami.a. karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan.R. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim) “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah. Al Hujurat: 13) 2.Materi Kultum Ramadhan (terbatas waktu dan tempat). Abu Hurairah r. kesukuan.” (H.” (H.. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q. Muslim) 4. niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Muslim) 3. yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak. dan kepentingan pribadi) Materi 18 Peringkat-Peringkat Ukhuwah Peringkat-Peringkat Ukhuwah: 1. adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: 1. beliau bersabda. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.S.” 2. Memohon didoakan bila berpisah “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H.R.R Abu Daud dari Barra’) Menuju Kembali Kepada Fitrah 36 .’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu). Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. ya Rasullah. nasionalisme. perkawinan.

Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada (Salamatus shadr)) dan cinta. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q. dengki. yaitu itsar. warna kulit. Merasakan lezatnya iman 2. bahasa.Materi Kultum Ramadhan 5. iklim. 7. Menuju Kembali Kepada Fitrah 37 . Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain. antara sebagian dengan sebagian yang lain. Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya. dan atau batas negara.S. sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure. benci. dan bersih dari sebab sebab permusuhan. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi) 3.S. meskipun berbedabeda dalam harta dan kedudukan. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya Memenuhi hak ukhuwah saudaranya Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan Materi 17 Manfaat Ukhuwah Islamiyah Manfaat Ukhuwah Islamiyah 1. 8. 9. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa. 6. Ia rela bersusah payah demi istirahatnya orang lain. Ia rela haus demi puasnya prang lain. 15:45-48) Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q.

2006). infak.. Rasulullah SAW. infak dan sedekah (ZIS). Sedangkan sisanya 90% masyarakat dunia menguasai 46% total kekayaan dunia (Beik. Dalam ajaran Islam. bahwa kegiatan ekonomi sekarang adalah melahirkan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar dan semakin besar. Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian. Pertama. Hadits tersebut memberikan dua isyarat. menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan. sebagaimana dikemukakan dalam Human Development Report 2006 yang diterbitkan oleh UNDP (United Nations Development Programme).supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Salah satu faktor utama yang menyebabkan besarnya kesenjangan pendapatan tersebut adalah karena ketiadaan mekanisme distribusi kekayaan yang mencerminkan prinsip keadilan dan keseimbangan. Lapoe dan Colin (1978) serta George (1981) menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya sekelompok kecil orang-orang yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak. salah satu mekanisme distribusi pendapatan dan kekayaan ini adalah melalui instrumen zakat. sehingga kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok. Thabrani dalam Al Ausath dan Ash Shoghir). Misalnya. dan bukannya disebabkan oleh semata-mata kelebihan jumlah penduduk (over population)..” (QS. dan sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan dikelola dengan baik. Menuju Kembali Kepada Fitrah 38 . sebagaimana yang dinyatakan-Nya dalam QS Al-Hasyr: 7: “.. Kedua. Ingatlah. Padahal Allah SWT sangat menentang perputaran harta di tangan kelompok elit masyarakat saja. al-Hasyr: 7).. terutama antara kelompok kaya dan kelompok miskin. kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim. kemiskinan bukanlah semata-mata disebabkan oleh kemalasan untuk bekerja (kemiskinan kultural).Materi Kultum Ramadhan Materi 18 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam Islam Adalah sudah menjadi fakta. Berdasarkan laporan tersebut. 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia. akan tetapi juga akibat dari pola kehidupan yang tidak adil (kemiskinan struktural) dan merosotnya kesetiakawanan sosial.. jika zakat. dalam sebuah Hadits riwayat Imam al-Ashbahani dari Imam Thabrani.

Materi Kultum Ramadhan
apakah dalam aspek pengumpulan ataupun dalam aspek pendistribusian, kemiskinan dan kefakiran ini akan dapat ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil (Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan Hadits, zakat, infaq dan sedekah di samping sering digandengkan dengan salat, juga digandengkan dengan kegiatan riba, misalnya dalam QS. Ar-Rum: 39 dan QS. Al-Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi. Karena itu, gerakan penyadaran zakat hakikatnya adalah gerakan untuk menghilangkan kesenjangan, baik kesenjangan pendapatan maupun kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
Walaupun terjadi penyimpangan di sana-sini terhadap Al-qur’an, tetapi pada akhirnya penyimpangan tersebut akan terkalahkan dan Allah akan meluruskan kembali. Sungguh Allah telah menentukan hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita berlomba-lomba dalam beramal dan nyata antara yang benar dan yang salah. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” (QS 15:9) Di satu sisi banyak umat mendustakan, di satu sisi lain akan banyak umat yang membenarkan. Telah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan-ilmuwan kaliber dunia bahwa Al-qur’an adalah ayat-ayat yang berlaku sepanjang masa dan penemuan-penemuan ilmiah mereka ternyata hanya membenarkan dan memperjelas kandungan-kandungan dan hukum-hukum yang telah dicantumkan dalam Al-qur’an. ”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber sinar) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, garis edar yang tetap) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (berilmu)”. (Surat 10: Yunus ayat 5). Al-qur’an adalah proyek Allah berisi tuntunan keselamatan kehidupan universal, dan dengan keterbatasan manusia yang hanya diberikan ilmu dan kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu serakah dan selalu dikelilingi setan (manusia dan jin) akan menjadi tersesat jika menafsirkan Al-qur’an dengan hawa nafsunya. Banyak cara Allah menjaga Al-Qur’an. Sejak zaman rosulullah, ada ribuan penghafal-penghafal Al-qur’an sehingga tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, dan jika ada akan langsung terbongkar. Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al-Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan rumus-rumus matematika sangat menakjubkan, jelas diluar kemampuan manusia

Menuju Kembali Kepada Fitrah

39

Materi Kultum Ramadhan
apalagi Muhammad yang buta huruf, dengan temuan tersebut menjadikan sangat memudahkan “menemukan Al-Qur’an Palsu”. akan

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahuntahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya : " Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74:30)

Materi 20 Pengertian Al Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قققرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قققرأ قققرءا وقرآنققا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (‫ .)غفققر غفققرا وغفرانققا‬Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.* Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan alQur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (alInsaan:23)

Menuju Kembali Kepada Fitrah

40

Materi Kultum Ramadhan
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa alQur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firmanNya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9) Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya. Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87) Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1) Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayatayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29) Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar.” (al-Isra’:9) Dan firman-Nya, “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-

Menuju Kembali Kepada Fitrah

41

‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini. sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka. Allah ta’ala berfirman. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu). “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata. Dan firman-Nya. “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19) Dan firman-Nya.” (an-Nahl:89) Dan firman-Nya.Materi Kultum Ramadhan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu.” (al-Hasyr:21) Dan firman-Nya.” (al-Furqan:52) Dan firman-Nya.? ‘ Adapun orang-orang yang beriman. Allah ta’ala berfirman. “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir.” (al-Furqaan:1) Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an. “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran. “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya. dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48) Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia.” (an-Nisa’:80) Menuju Kembali Kepada Fitrah 42 . di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.” (at-Taubah:124-125) Dan firman-Nya. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia). Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit. maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. membenarkan apa yang sebelumnya. “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu.

5. 6. ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7) maka maka Dan firman-Nya. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia. Ketika membaca al-Qur'an. nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya. 4. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. maka sungguhlah dia telah sesat. Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya. terutama untuk kehidupan. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia. Di antara manfaat itu adalah: 1. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya. “Katakanlah. nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu.Materi Kultum Ramadhan Dan firman-Nya. karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya.” (Ali ‘Imran:31) Materi 21 Manfaat Membaca Al Qur’an Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya. Allah menegur diri kita pada setiap ayat-ayat Nya. Dan apa yang dilarangnya bagimu. Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu.” (alAhzab:36) Dan firman-Nya. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya. 7. seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah. “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya. 3. terimalah dia. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu. 2. ikutilah aku. Menuju Kembali Kepada Fitrah 43 . tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya. sesat yang nyata. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan.

sehingga membuatnya ingin selalu beramal. dan mengambil manfaat darinya. kreatif. "Hiasilah Al Qur'an itu dengan suaramu. Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita. Muslim) Dalam riwayat lainnya disebutkan "Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur'an menjadi baik. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk. sehingga sebagian mereka menamakannya "Sihir." (HR. yaitu dengan keindahan bayannya." Para ulama balaghah dan para sastrawan bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir sampai Ar-Raf"i dan Sayyid Quthb dan selain mereka pada zaman kita ini telah menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab ini. Ahmad. kerapian susunan dan uslubnya. hati yang damai dan pikiran yang jernih. di saat orang lain merasakan kesedihan." (Al Muzzammil:4) Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah termasuk ummatku orang yang tidak melagukan Al Qur'an..Materi Kultum Ramadhan 8.. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayatNya yang lembut. oleh karena itu Allah SWT berfirman: "Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Yang dituntut di dalam membaca Al Qur'an adalah bertemunya antara keindahan suara dan tajwidnya sampai keindahan bayan dan susunannya..Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah. kecemasan dan rasa pesimis." (HR. 9." (HR. 10. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan. Bukhari) Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan main-main atau merubah. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat. inovatif dan produktif.. Abu Dawud dan AnNasa'i) Menuju Kembali Kepada Fitrah 44 .Amiin Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang indah selain juga mu'jizat yang logis. merenung dan beramal sebanyak-banyaknya.' 12. dan keunikan suaranya apabila dibaca. 11. Ia telah membuat bangsa Arab tidak mampu berkutik.

Darul Ma'rifah. Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya.hal:237. oleh Az Zarkasyi :Jilid:2. Bukhari dan Muslim) Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama. Ahmad. sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya. "Seandainya aku mengetahui hal itu. aku mendengarkan suaramu tadi malam. Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah " balaghah ". Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah. Pada waktu Al-Qur'an diturunkan. Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia. ilmu. Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama. maka aku akan membacakan untukmu dengan bacaan yang lebih baik." Abu Musa berkata. sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. kebenaran isinya. Tapi usaha mereka gagal. kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan.Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an." (HR. apa yang dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) untuk membaguskan dalam melagukan Al Qur'an yang dia baca dengan keras. kepada seorang rasulNya. sastra dan seni secara bersamaan. Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya. sungguh kamu telah diberi seruling dari seruling keluarga Dawud. orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa. Menuju Kembali Kepada Fitrah 45 . atau seperti surah di antara surahsurahnya ). Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mu’jizat Al-Qur'an nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari RA." (HR. membangunkan perasaan. susunan ayat-ayat dan surahsurahnya. memberikan kepuasan akal. "Seandainya kamu melihatku. memberikan kenikmatan pada perasaan dan memperlancar lisan. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka. Dia mampu memberikan siraman ruhani. Muslim) Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang diizinkan Allah pada sesuatu.

Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya. Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang. Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab. anda akan menemukan suatu keterpaduan. untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. Al-Qur'an kalam Allah. Padahal ia diturunkan secara berangsurangsur. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada. mengapa pakai perintah? Dan bentuk perintah kepada Nabi Muhammad SAW. Bandingkan dengan Al-Qur'an. jin dan manusia untuk membuat sepertinya. sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemukapemuka Quraisy. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh. Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada. namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an. Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. sunan surahsurahnya. Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ". anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ). Al Falaq dan An Nas. teliti susunan ayatnya. Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an.Materi Kultum Ramadhan Kedua. lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an. Ketiga. mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an. Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 46 . di dalam Al-Qur'an begitu banyak. Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. saling berkaitan dari awal sampai akhir. hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi.

Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. seperti adanya surga dengan segala keindahannya. bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama. Kitalah. yang mengerjakan amal saleh.Materi Kultum Ramadhan Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. dan Al-Qur'an kalamNya. yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk." ( Al Kahfi: 1-3) Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. Rabb kita juga. kaum muslimin. atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya. dan yang menentukan akhir hidup manusia. dan neraka dengan segala kepedihannya. dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib. Adakah akal manusia sejak sekian abad silam. Sesuai firman Allah SWT: "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Keempat. lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an. sebagai bimbingan yang lurus. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jiz. Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an". Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. Mengapa. Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. adanya hari kiamat. karena alam ini ciptaan Allah. tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang. Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ). Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10). untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. tentang alam. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 47 .

tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril). Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayatayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. kecuali Al Qur'an. Dan salah seorang dari mereka. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia." (Al Hijr: 9). jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Al Quran berisikan seratus empat belas surah. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (Huud: 1) "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. dalam masalah Al Qur'an ini. dan malah hurup-hurupnya--. Ayat-ayatnya dibaca. yaitu surah at Taubah.). Karena. baik itu kitab agama atau kitab biasa." ( Fushshilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. suatu kitab. Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin.Materi Kultum Ramadhan terakhir. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. Ia menghapal Menuju Kembali Kepada Fitrah 48 . telah menjamin untuk memeliharanya. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. didengarkan. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. dihapal dan dijelaskan. penj. baik itu lelaki maupun perempuan. di dalam hati mereka. Kecuali satu surah saja. Ia tidak dimulai dengan basmalah. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. Karena Allah SWT. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. baik dengan tulisan atau bacaan. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. kecuali Al Qur'an ini.

meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. Seperti kata mana yang harus madd (panjang). namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya."Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus." ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. bagi Al Qur'an. Hingga saat ini. kalimat-kalimat serta lafazhlafazhnya saja. meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik).. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r. dan kitab yang menerangkan. karena ia tertulis dengan bukan bahasanya. Materi 25 Al Qur’an Cahaya Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. mana yang harus ghunnah (dengung). masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini.Materi Kultum Ramadhan Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an". di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di 49 Menuju Kembali Kepada Fitrah . yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku."(Al Israa: 9) "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. izhhar (jelas).a. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. idgham (digabungkan). Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. dan jalan yang paling lurus. media cetak. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun.

kemudian ia memperjelas yang lain. (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu. menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan. membongkar kebatilan-kebatilan. Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya." Seperti dalam firman Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)". Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . menjelaskan hakikat-hakikat. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya". Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai manusia. serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk. sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu." (At Taghaabun: 8). Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firmanNya: "Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an)." (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas.Materi Kultum Ramadhan atas cahaya (berlapis-lapis)." (An Nuur: 35)." (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya. Yaitu yang berkaitan dengan pokokMenuju Kembali Kepada Fitrah 50 . saat mentari pagi telah bersinar. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an)." (An Nisaa: 174) "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan. dalam banyak ayat. Ia membuka hal-hal yang samar. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: "Maha Besar Allah. ia akan memadamkan pelita-pelita". menolak syubhat (kesamaran). dan dia adalah "cahaya yang istimewa". ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi).

Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu Menuju Kembali Kepada Fitrah 51 . membaca dan mendengarkannya. kenabian. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. serta mentadabburi dan merenungkannya. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. menghubungkan manusia dengan Rabbnya. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. membentuk keluarga. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. Materi 26 Interaksi Dengan Al Qur’an Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban untuk berlaku baik dan benar terhadap Al Qur’an dalam memahami dan menafsirkannya. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahantambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya.Materi Kultum Ramadhan pokok aqidah dan akhlak. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. membersihkan jiwa manusia. Namun yang disayangkan. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. memahami rahasia-rahasianya. membangun umat yang saleh. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. membenarkan apa yang sebelumnya. dan balasan atas amal perbuatan." (Al Maaidah: 48) Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan diturunkanya. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya.

Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. mengetahui tujuantujuannya. namun kafir dengan sebagiannya lagi. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. undang-undang bagi aturan politik. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. Mereka berlaku baik dalam memahaminya. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an.Materi Kultum Ramadhan menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: "Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. mereka menghapal hurup-hurupnya. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam. seperti yang dilakukan oleh Bani Menuju Kembali Kepada Fitrah 52 ." (Al Jumu'ah: 5). Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. dengan bertumpu --terutama-. membebaskan negeri-negeri. karena ia adalah objek kita. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. serta peradaban ilmu dan iman. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. namun ia juga petunjuk itu. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. mengerjakan ajarannya. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner.pada Al Qur'an itu sendiri. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. yang dapat berakibat patal jika dilanggar.

Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an. harkat dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 53 . memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini." (An Nisaa: 122) Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah Islam merupakan agama sempurna yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam. adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga." (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan.” (Al Anbiya’: 107) Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin.Materi Kultum Ramadhan Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. harga diri. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk: "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?. Kesempurnaan Islam ini menunjukkan bahwa syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah rahmatal lil’alamin. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: "Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkhabarkan di dalam firman-Nya (artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu melainkan sebagai rahmatal lil’alamin. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya.

Tahukah anda apa itu ghibah? Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi kita. Demikian pula setiap muslim diharamkan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.R Muslim no. Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain. yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya.” (H. meremehkan. Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul termasuk kita tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. atau pun merusak kehormatan saudaranya seiman. Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia. 2564) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang. membuka.Materi Kultum Ramadhan martabat manusia secara adil dan sempurna. sehingga sering terjadi dan terkadang di luar kesadaran. Ghibah adalah menyebutkan. sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya. padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya. dan juga hartanya. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya. Bahwa setiap muslim diharamkan menumpahkan darah (membunuh) dan merampas harta saudaranya seiman. yaitu ghibah (menggunjing). jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Ghibah ini erat kaitannya dengan perbuatan lisan. kehormatannya.” Menuju Kembali Kepada Fitrah 54 . Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kita dan cenderung disepelekan. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul. dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya.

Dan bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu. aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan Menuju Kembali Kepada Fitrah 55 .” (Al Hujurat: 12) Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan. Menggambarkan keburukan bentuk tubuh seseorang Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek.R. Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih. Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya. ” (Lihat Mishbahul Munir) Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah 1. sebagaimana firman-Nya (artinya): “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25) 2. demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at.Materi Kultum Ramadhan Di dalam Al Qur’anul Karim Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela perbuatan ghibah. disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini -pent). Abu Dawud 4875 dan lainnya) Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku mi’raj (naik di langit). Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya.” (H. Membicarakan keburukan orang lain Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala … (pada ayat di atas). Maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu.

lihat Nashihati linnisaa’ hal. Ahmad 3/351) Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar.R. yaitu mencakup penyebutan aib dihadapan orang tersebut atau diluar sepengetahuannya. 32) 3.” (H. justru kamu lalai Dengan aib yang ada pada dirimu. Dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Abu Dawud no. Kemudia Al Hafizh berkata: “Tentunya membeberkan aib di hadapannya itu merupakan perbuatan yang haram. Mendengar pembicaraan ghibah tapi tidak melarangnya Demikian pula bagi siapa yang mendengar dan ridha dengan perbuatan ghibah maka hal tersebut juga dilarang. Abu Dawud no. sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari kata ghaib yang artinya tersembunyi-pent) yang ditegaskan oleh ahli bahasa. 29) 4. bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya. 4878 dan lainnya). Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu. janganlah kalian mencari-cari aibnya.” (H. 48664967) Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar.” (Fathul Bari 10/470 dan Subulus Salam hadits no. Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing).R. Semestinya dia tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan aibnya. janganlah kalian menjelek-jelekkannya. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya.” Hadits di tersebut secara zhahir mengandung makna yang umum. 1583. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah. Membicarakan sesuatu yang tidak disukai saudaranya Konteks dalam hadits: “Engkau menyebutkan sesuatu pada saudaramu yang dia membecinya. Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab Nuniyyah hal. At Tirmidzi dan lainnya) Dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu. janganlah kalian mengganggu kaum muslimin.” (H. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya. 39 berkata: Janganlah kamu tersibukkan dengan aib orang lain. tapi hal itu termasuk perbuatan mencela dan menghina. Namun Al Hafizh Ibnu Hajar menguatkan bahwa ghibah ini khusus di luar sepengetahuannya. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Menuju Kembali Kepada Fitrah 56 .Materi Kultum Ramadhan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya.R. sesungguhnya itu dua keaiban (Lihat Nashihati linnisaa’ hal.” (H.R. yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut. beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau bangkai yang busuk. sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12.

kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru marah yang bisa meruncing pada percekcokan dan bahkan perkelahian. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Secara harfiyah. Kalau sekiranya ia tidak mampu menasehati atau mencegahnya dengan cara yang baik. ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Tetapi dari sisi lain. Insyaallah pendapat terakhir lebih mendekati kebenaran. 1931 dan lainnya) Demikian juga semestinya ia tidak ridha melihat saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berbuat ghibah.” (Al Qashash: 55) Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu. berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah. (Lihat Nashiihatii linnisaa’: 31) Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini.” (Muttafaqun ‘alaihi) Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap kemaksiatan. Semestinya ia menasehatinya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif. maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu. tentunya hal ini pun dilarang dalam agama. Pendapat ini ada sisi benarnya jika dikaitkan dengan hak seorang manusia. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya. Oleh karena itu sebagian para ulama lainnya berpendapat tidak perlu ia memberi tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib baginya beristighfar (memohan ampunan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi itu di tempat-tempat yang pernah ia berbuat ghibah kepadanya. At Tirmidzi no. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia mengingkarinya dengan tangan.Materi Kultum Ramadhan “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti. dan mereka berkata: “Bagi kami amalamal kami dan bagimu amal-amalmu. semoga kesejahteraan atas dirimu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 57 .” (H. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan hatinya. maka hendaknya ia pergi dan menghindar darinya. mereka berpaling darinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan orang-orang yang beriman itu bila¬ mendengar perkataan yang tidak bermanfaat. yang demikian ini selemahlemahnya iman. justru bila ia memberi tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan akan terjadi mudharat yang lebih besar.R. Misalnya mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar maka dia pun wajib mengembalikannya. Bertaubat dari Ghibah Lalu bagaimana cara bertaubat dari perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya untuk memberi tahu kepada yang dighibahi? Sebagian para ulama’ berpendapat wajib baginya untuk memberi tahu kepadanya dan meminta ma’af darinya. bukan justru ikut larut dalam perbuatan tersebut.

Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak. bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh. berkah dalam keturunan. Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan. misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. Kedua. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya. keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah. Di dalam Al. dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96). Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. hai ahlul bait.Materi Kultum Ramadhan Namun. Ternyata. Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt.Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Bentuk Keberkahan Secara umum. Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat. dicurahkan atas kamu. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73). Apabila manusia. Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. sehat dan cerdas. maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. sehingga bagi orang yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 58 . Pertama. apakah aku aka melairkan anak. padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua. sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. ini merupakan sesuatu yang amat penting. hal ini karena ulama ahli tafsir. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. tapi juga Ishak dan Ya’kub. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib. luas ilmunya dan banyak amal shalehnya.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31). Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam. meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3). Di samping itu. dan penciptaan laki-laki dan perempuan. yakni 24 jam setiap harinya. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu.Materi Kultum Ramadhan diberkahi Allah. dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah. dan siang apabila terang benderang. Ketiga. Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu. Karena itu. karena salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh. Iman dan Taqwa Yang Benar Menuju Kembali Kepada Fitrah 59 . keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt. hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum. baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama. Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi. waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt. tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib. agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi. Karena itu. Karena itu. makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid. berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan.” (92:1-7). karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu. bagi seorang muslim yang diberkahi Allah. Materi 30 Kunci Keberkahan Sebagai seorang muslim. meskipun sudah halal dan thayyib. ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya. baik dalam bentuk mencari harta. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88). 1. Sekurang-kurangnya.

Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini. dan para sahabat. Justru ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan Menuju Kembali Kepada Fitrah 60 . keluarga. Berpedoman kepada Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan. baik dalam keadaan senang maupun susah. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa. selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Karenanya. lihat juga QS 38:29. memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh. baik menyangkut aspek pribadi. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. Materi Tambahan Halal Bi Halal Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab. maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. tidak pula ada pada zaman Nabi saw. Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini. keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki. nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. 2.6:155). kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu. masyarakat maupun bangsa. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102). Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada. maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50.Materi Kultum Ramadhan Di dalam ayat di atas. yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al. sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan.

maka ketika Syawal tiba saatnya kita melengkapinya dengan memperbaiki hubungan horisontal dengan sesama manusia (hablun minannas). yakni meminta halal. Jika itu berupa barang. aula. falyatahallal. biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium. Acara ini kemudian berkembang menjadi sangat bervariasi ragam bentuk dan acaranya hingga saat ini.” Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di sini: 1. hendaknya kita meminta halal kepadanya hari ini juga. bahwa al-yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul Fitri.’ Karena itu. Ketika orang saling meminta halal. itu berarti bukan sekedar meminta maaf. karena menurut sebagian riwayat. maka terjadilah ‘halal-halalan’.Materi Kultum Ramadhan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. bahwa ciri orang yang bertakwa (sebagai output dari ibadah ramadhan) salah satunya adalah al-kaazhimiinal gaidh. hendaknya dikembalikan. saling meminta halal atas kesalahan kita masing-masing. para ulama mendasarkan juga pada QS. yang khas Indonesia. ‘Hari ini’ yang dimaksud tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. Yakni bahwa ketika kita membuat kesalahan pada seseorang. Al-Baqarah: 133-134. Ada pula yang mengartikan ‘pada hari ini (juga)’. Rasulullah saw. 2. Halal dengan halal.” Para ulama kita terdahulu mendasarkan kegiatan halal bihalal tersebut pada sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari seperti di bawah ini: Artinya: “Barangsiapa yang berbuat kezhaliman (kesalahan) kepada saudaranya sehingga merendahkan derajatnya. Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada Syawal selepas Ramadhan? Selain dasar hadits tersebut. tetapi juga harus mengembalikan hak saudaranya yang telah ia langgar. Menuju Kembali Kepada Fitrah 61 . al-yauma. Maka jadilah tradisi halalbihalal sebagaimana berkembang seperti sekarang ini. yakni pada hari ini. jangan ditunda-tunda. yakni dengan cara saling memaafkan. dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia. yakni ‘memaafkan kesalahan manusia. mengucapkan hadits itu saat hari raya Idul Fitri. yang kemudian diArab-kan menjadi ‘halal-bi-halal’. maka hendaklah ia meminta halal hal tersebut dari saudaranya itu pada hari ini. ketika pada ramadhan kita memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->