Materi Kultum Ramadhan

Materi I Merajut Pakaian Taqwa Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam AlQur’an. Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baik buruknya seseorang. Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriah yang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek, terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa-apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan mulia dalam pandangan manusia, tetapi tidak dalam pandangan Allah. Apakah pakaian ruhani yang dimaksud? sebagai pakaian taqwa (libaasut taqwa). “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al-A’raf: 26). Al-Qur’an menyebutnya Sebagaimana firmannya, Yang demikian itu adalah Allah, mudah-mudahan

Tentang taqwa, imam Ali karramallahu wajhah berkata: ِ ْ ِ ّ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ْ َِ ْ َ ِ ُ ْ َ ْ َ ‫الخوف من الجليل و العمل بالتنزيل و الستعداد ليوم الرحيل‬ (Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan apa yang diturunkan (al-Qur’an); dan menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).

Menuju Kembali Kepada Fitrah

1

Materi Kultum Ramadhan
Ramadan adalah hari-hari dimana kita memintal benang-benang pakaian takwa itu. Hari demi hari kita memintalnya, dengan harapan pada akhir Ramadan, hari kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali. Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu seharusnya kita pakai seterusnya sampai tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana kita akan memeriksa pakaian takwa itu kembali barangkali ada lubang, kotor, sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan rajut kembali. Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” (muttafaq ‘alaih). Semua tidak lain sebagai motivasi buat kita untuk memperbanyak amal kebaikan kita. Mumpung kesempatan itu dibuka lebar-lebar oleh Allah. Allah sedang membuka “Big Sale”. Obral besar-besaran. Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang berbuka puasa, menghentikan menggunjing orang. Semuanya adalah jalan-jalan kebaikan; jalan-jalan merajut pakaian takwa kita.

Menuju Kembali Kepada Fitrah

2

Materi Kultum Ramadhan
Materi 2 Hakikat Ramadhan Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi? Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah) Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan). Disamping itu, Ramadhan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kita untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kita yang sebenarnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.” Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar. Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat (Syahrut Taubah) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

3

Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq dan Sedekah (Syahrul Infaq wash Shadaqah) Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja. yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: akal pikiran. telinga. Harapan kita. hati. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya. shalat tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah. minum dan hubungan suami isteri pada siang hari. Rasulullah bersabda. Kita telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan. maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal. puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total. dan anggotaanggota tubuh kita yang lainnya. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah. Pada setiap bulan ini. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan sampai menyerupai angin yang bertiup. apa lagi yang kita tunggu. Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan. Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah. Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa (Syahrush Shiyam) Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan. Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. melakukan berbagai kebaikan kepada sesama.” Bulan Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni.” Beliau bahkan berkata. kaki. Jika kita telah memahaminya maka selanjutnya kita harus bergegas untuk mengimplementasikannya dalam hari-hari Ramadhan kita. “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam.Materi Kultum Ramadhan diampuni. memahami maknanya. tangan. “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji. lidah. Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril. dan mendakwahkannya. Lebih dari itu.” Beliau juga bersabda. agar Ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita. mengamalkannya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 4 . “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka. Demikianlah beberapa makna dan hakikat Ramadhan. Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. mata.” Jadi. Sudah semestinya kita kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan.

dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 5 . keluarga. Bahkan. mereka masih lebih mementingkan pekerjaan. sebagaimana sabdanya. Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad Rasulullah SAW. selain Allah SWT. la’allakum tattaqun. dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatan dunia. setelah kehidupan Rasulullah SAW. banyak muslim tidak mampu melakukan keikhlasan dalam beribadah tersebut. sebagaimana firman Allah SWT. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembira akan datangnya Ramadhan. dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan. ini merupakan bukti bahwa dia sungguhsungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT.. Dia tidak menyembah materi apa pun dalam kehidupannya. Dia tidak memiliki keinginan lain. Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya di dunia. rajanya bulan. dan semua semata-mata ditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. Tentunya. Pastinya.Materi Kultum Ramadhan keluar dari Ramadhan kita telah menjadi pribadi yang jauh lebih bertaqwa. termasuk hidupnya. yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah. sambut dan hormatilah Ramadhan. Rasulullah SAW. Mereka masih membutuhkan atau mengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah hamba Allah SWT. kesehatan. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. semata. yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin. keinginannya. Selama kehidupan Rasulullah saw. bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. Untuk beberapa alasan. Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak ada selain itu. Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad.” Lintasan sejarah Islam berbicara. Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa. Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslah memahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja. dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan.

Materi Kultum Ramadhan “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu. yaitu lailatul qadar. dosa umat Islam terbakar oleh banyaknya pahala amalan kebajikan yang diraih pada bulan Ramadhan. dilipatgandakannya pahala semua amalan muslim dan muslimah.” (QS 2 : 183) Materi 4 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Kedua) 1. maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi. maksudnya bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari Menuju Kembali Kepada Fitrah 6 . Ramadhan adalah bulan kesempatan umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan dengan bulan lain. Beliau senantiasa berkhutbah ketika menyambut awal Ramadhan. Pada bulan itu semua pintu neraka terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu. di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah senantiasa menanti bulan Ramadhan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya. Barangkali. pada bulan ini umat Islam mendapatkan panen pahala karena ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib.).” Konotasi “pintu-pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu”. Ramadhan Bulan Istimewa. Di antara isi khutbahnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i adalah sebagai berikut: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan. dan ketiga. Dengan keistimewaan ini. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Selain dari pada itu. Mengapa membakar dosa? Pertama. “Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan. amalan puasa adalah ibadah istimewa dan berpahala istimewa yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemunkaran dan maksiat. Kedua. sehingga berdoa. penuh berkah.

2. Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam tetap tersebar ke seantero dunia. Ramadhan dan Jihad Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad melawan hawa nafsu. Sejak Islam datang menembus gelapnya kekufuran dan kesyirikan menuju cahaya Islam. Menuju Kembali Kepada Fitrah 7 . Karena dengan puasanya ia berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda oleh syetan yang terkutuk. telah mensyariatkan jihad melawan kekufuran sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu membawa beban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan Ramadhan penuh dengan kenangan peristiwa besar yang menggambarkan jihad kaum muslimin. demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah. umatnya telah menghadapi jihad besar melawan kezhaliman dalam menegakkan keadilan. Rasulullah pernah menegaskan dengan sabdanya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta. umat Islam diperintahkan juga berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan. Namun. maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya. baik di kala jaga atau tidur. berarti puasanya akan ditolak Rabbul Izzati. Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan mencapai dua sasaran: Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan asing dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal. Jihad untuk mempertahankan diri dari serangan kaum kufar ini sering disebut dengan jihad qitali. Dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. karena nafsu al ammarah bis suu’ senantiasa menyertainya. selain jihad melawan hawa nafsu ini.” Inilah jihad muslim yang tiada hentinya. Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panjinya. nafsu seksualnya. Bila tidak disyariatkan jihad. dan nafsu-nafsu lainnya selama berpuasa.Materi Kultum Ramadhan neraka. nafsu amarahnya. Allah swt. maka kebatilan akan menggusur yang hak. Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwatnya. almau’izhah al hasanah dalam suasana penuh aman dan kedamaian. Ibadah puasa penuh dengan kebaikan dan sumber pengkaderan untuk menyiapkan generasi yang mau berkorban lii’laai kalimatillah.

Apalagi sekolah-sekolah yang dikelola pendidikan non Islam sarat dengan unsur-unsur yang bisa memadamkan semangat keislaman siswa. Selain jihad nafsiy dan jihad qitaali. karena sekolah-sekolah unggulan umat Islam masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas. yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam. sebanyak aneka ragam serangan musuh. kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih waras dan sehat. dan kesejukan. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur’an lebih daripada jihad binnafsi. Jihad qitaali adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata seperti di Palestina. karena: Menuju Kembali Kepada Fitrah 8 . Kita diwajibkan tablighi ini sebagai jihad bil-lisan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. Jihad Maali. yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah. Irak. yaitu jihad melalui pendidikan. Bosnia. Jihad ta’limi. b.Materi Kultum Ramadhan kerusakan akan menghantui dunia. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta’limi ini. kelembutan. baik formal atau Non formal. dan belahan bumi lainnya. melindungi kaum fuqara’ dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka. c. Afghanistan. Jihad tablighi. masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya. 3. dan panji-panji Islam akan tumbang diserang kekufuran. Di antara jihad-jihad yang dituntut sekarang adalah: a. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah.

Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku. Seluruh sikap dan perilaku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. Akhlak kepada Ciptaan Allah. sesama muslim. kerabat dekat. Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. kiamat. Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW. Menuju Kembali Kepada Fitrah 9 . orang tua. namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. meliputi gaib dalam arti positif dan gaib dalam arti negatif. sikap. sorga dan neraka beserta penghuninya. perbuatan. akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu: 1. padang mashar. syetan. alam kubur. diri sendiri.Materi Kultum Ramadhan Materi 5 Akhlak Mulia Secara garis besar. Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. jin. Akhlak kepada Allah. benda hidup dan benda mati. Ciptaan Allah yang nyata meliputi sesama manusia (nabi dan rasul. Sedangkan gaib dalam arti negatif di antaranya iblis. dan benda serta alam gaib lainnya. non muslim). Yang kedua yaitu ciptaan Allah yang nyata. kerabat jauh. Gaib dalam arti positif di antaranya malaikat. dan lain sebagainya. selain manusia (tumbuhan dan hewan). tetangga dekat dan tetangga jauh. Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya. maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini. adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan Allah yang nyata. qada dan qadar. serta benda mati (bumi dan segalanya serta benda angkasa). Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna. 2. Yang pertama yaitu ciptaan Allah yang gaib.

pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya. Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah : 1. Sebagai Identias. Allah telah mewajibkan kita untuk hidup berinteraksi dengan masyarakat. Allah SWT telah menciptakan seluruh manusia dalam keberagaman. Sebagai Identitas. bentuk tubuh. Sebagai pengamalan Syariat Islam. 3. Rahmat bagi seluruh alam. Perlindungan diri dan HAM. Sebagai seorang muslim.berikan tuntunan prilaku dan etika secar sempurna. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesamaan seratus persen. Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah . Hingga anak-anak yang kembar siam pun tetap memiliki perbedaan. Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia denga hewan. Akhlak Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan. Sebagai pengamalan syariat Islam. Baik suara. Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan. 4. Pengatur tatanan Sosial.e. Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya. sama luasnya dengan seluruh asoek kehidupan manusia serta variasi variasinya. 2. Perbedaan yang khas dari milyaran umat manusia di dunia ini seharusnya makin menyadarkan manusia akan Maha Agung dan Maha Besar-nya Sang Maha Pencipta. 5. sehingga dengan niat karena Allah SWT. atau pun sifat dan karakter pasti akan berbeda.Materi Kultum Ramadhan Pembahasan masalah Akhlak adalah pembahasan yang sangat luas. Saat berinteraksi dengan masyarakat tentu saja kita harus dapat Menuju Kembali Kepada Fitrah 10 . kita adalah makhluk sosial. Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya.

pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. Menuju Kembali Kepada Fitrah 11 . Manusia sering berbuat dosa. di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. siang maupun malam hari. Sebab. Agar tidak terjadi masalah yang akan membuat suasana hubungan yang harmonis menjadi terganggu. Berbuat salah memang sudah sunnatullah. di bandara. di kantor. Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa. Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. melalui sabda Nabi saw. di bis. (QS Ali Imran [3]: 135). Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. di angkot. baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. di kampus. lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. Oleh sebab itu. tersebut.Materi Kultum Ramadhan menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik. Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. di terminal. Materi 6 Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. sedangkan mereka mengetahui. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. di sekolah. ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhlukNya. di masjid. di kendaraan pribadi. mereka segera mengingat Allah. di kereta api. di stasiun. (HR al-Bukhari dan Muslim). Di rumah. Untuk itu. Sungguh.

seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT. Apapun dosanya. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan. Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya. dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. Allah memiliki karunia yang agung. Memang. Allah SWT Maha Penyayang tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. adalah seorang yang maksum. berapapun banyaknya. janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Katakanlah. Siapa saja yang mempersekutukan Allah. pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. jika Allah SWT menghendaki. Untuk itu. Karena itu. Dalam hadisnya. (QS an-Nisa [4]: 48). Dia akan mengampuninya. yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Di samping itu. dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. Namun. sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri. (HR al-Bukhari dan Muslim) Padahal Rasulullah saw. Namun. atau terpelihara dari dosa. Rasul pernah bersabda:”Demi Allah. Rasulullah saw. juga telah memberikan teladan kepadanya. khususnya pada bulan Ramadhan. dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri). beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Allah SWT akan mengampuninya. maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. selama hamba mau bertobat. Itulah karunia Allah. Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia. Menuju Kembali Kepada Fitrah 12 . tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. ”Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. kecuali dosa syirik.Materi Kultum Ramadhan Selain itu. Beliau dijamin masuk surga. Baru kemudian." (QS az-Zumar [39]: 53). nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. (QS al-Hadid [57]: 21).

sosial. maupun politik. budaya. amalkanlah qiyamullail secara kontinu.. bertasbih. Dari Sahal bin Sa’ad r. Rasulullah saw. dan pencegah dari dosa.a. “Aku mendengar Rasulullah saw. Muslim dan Ahmad) Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. dan itu setiap malam. Karena itu. dan memuji Sang Pencipta. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. ia Menuju Kembali Kepada Fitrah 13 . menolak penyakit.. mendekatkan diri kepada Allah. ia berkata. Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail. menghapus dosa. ekonomi. maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya). menganjurkan kepada kita. pendidikan.” (HR. dihormati oleh sesama. dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba.Materi Kultum Ramadhan Materi 7 Keutamaan Qiyamullail Dari Jabir r. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya. mencintai seorang hamba. Ahmad) Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia. beristighfar. Ia berdoa. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. baik aktivitas di bidang dakwah.a. “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat.” (HR. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. Kalau Allah swt. diampuni dosanya. bersabda. pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. sesuai dengan janjinya.

Jika ada tekad. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam. “Malaikat Jibril a. Cintailah orang yang engkau mau. serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang. diganjar dengan masuk surga. “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.” Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya. (5)Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. sebarkanlah salam. lalu berkata. silaturahim. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri.” Kiat Mudah Qiyamullail Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri. aqli. Rasululah saw. datang kepada Nabi saw. maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih. dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab.’” Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur. dan ruhani. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.s. Menuju Kembali Kepada Fitrah 14 . dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail. pasti akan dapat balasan. ‘Wahai Muhamad. Tapi sayang. berikanlah makanan. yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. akhirnya pun kamu akan mati. “Wahai manusia. lalu masuk surga tanpa hisab. kalian akan masuk surga dengan selamat. harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat.” (4)Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya. bersabda. Berbuatlah semaumu. pasti kamu akan berpisah.Materi Kultum Ramadhan berkata. mengucapkan salam. (2)Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani. mengulurkan bantuan. hiduplah sebebas-bebasnya. (1)Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. beliau bersabda.. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw. (3)Hindari maksiat. dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain.

alamiyah (global). (9)Berdoalah kepada Allah swt. murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah). maka pembinaan dalam Islam harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: (1) Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal). dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik. dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. Dalam kontek tarbiyah itu sendiri. mutakamilah (integral). mutawazinah (seimbang). Kapan waktu makan. berdoa untuk bisa bangun malam. kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. (7)Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki. untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang). Materi 8 Ramadhan:Syahrut Tarbiyah Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)?? Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT.Materi Kultum Ramadhan (6)Makan malam jangan kekenyangan. ujian dan cobaannya. (8)Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. kapan waktu bekerja. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 15 . Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat. karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika.

meningkat keimanannya. kondisi. Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu. mampu mempengaruhi. terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 16 . ekonomi. pendidikan dan lain-lainnya. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi. Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudluramadlan artinya panas membakar. Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari.Materi Kultum Ramadhan (2) Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya. Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. (4) Memperhatikan tanggung jawab pendidikan Islam. Dalam rangka mencetak generasi sholih yang bisa bergaul dengan masyarakat luar. (3) Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi. agar tercetak sosok yang shalih. berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah. komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras. Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang monoloyalitas ataukah multi-loyalitas. Pada bulan yang sangat istimewa ini. mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. Dalam bulan romadhan. politik. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini. sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata. kasar dan menyakitkan. karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model. waktu dan tempat. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosadosa yang dilakukan manusia. Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik). Orang Arab dahulu ketika memindahkan namanama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab. Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin. sosial.

juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa. selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf.Materi Kultum Ramadhan pemanasan diri itu. berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa). amanah. sedekah. seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18. jujur dan sebagainya. juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar. tarawih. shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. Begitupun dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa. dan sebagainya. dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum. Ramadhan merupakan sarana Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual) Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya. Materi 9 Sarana-sarana Tarbiyah Ramadhan Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi : 1. tadarus. sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya. tawakal. 2. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani) Menuju Kembali Kepada Fitrah 17 .

wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka. Bila dicela orang lain atau dimusuhi. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.Materi Kultum Ramadhan Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik. atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir. 3. tanpa terkecuali. kecuali bagi mereka yang ada udzur.a. pria atau wanita. memperbaiki kerja pencernaan. cinta keadilan dan persamaan. bersatu. apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan. puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial. Mengenai hadits yang terakhir. disinilah letak pendidikan sosial. sama dalam merasakan lapar dan dahaga. mereka sama dihadapan perintah Allah. mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan. Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dusta. tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta. maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud). Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial) Selain melatih diri. 4. baik yang kaya atau miskin. begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin. maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa. Menuju Kembali Kepada Fitrah 18 . sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas.: “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa. membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan. maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala. dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah. dan melakukan perbuatan dusta. seperti orang tua yang telah renta. (Lihat surat al-baqarah ayat 184). orang sakit. maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”. Sedangkan menurut Ibnu Arabi. Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus. maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa. Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal. karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima. karena ketidak mampuan.

karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga. Adapun gaya hidup jahili. Inilah gaya hidup orang yang beriman. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. Yusuf: 108). “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat. Materi 9 Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya hidup Islami Vs Jahiliyah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. Maha Suci Allah. yaitu Tauhid. yaitu: 1) gaya hidup Islami. landasannya bersifat relatif dan rapuh. dan 2) gaya hidup jahiliyah. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair). dan yang kedua ialah kebahagiaan (as sa’adah). Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. 29 ayat 69) Dan puncak tarbiyah yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT. “agar kamu bertaqwa”. (QS. terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat. mengikis hawa nafsu. Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata. Inilah gaya hidup orang kafir. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa. Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku.Materi Kultum Ramadhan Dan berdasarkan hadits ini. dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad. Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatanperbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa 5. sebagaimana yang telah difirmankan Allah dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. yaitu syirik. Hanya saja masingmasing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 19 .

dan gaya hidup jahili adalah haram baginya.Materi Kultum Ramadhan Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim. Beliau bersabda: ِ َ َ َ َ َ ِ ْ ّ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ِ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ َ َ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ْ َِ ْ ِ ّ ُ َ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ّ ُ ْ ُ َ َ ‫ل تقوم الساعة حتى تأخذ أمتي بأخذ القرون قبلها شبرا بشبر وذراعا بذراع. Ada orang yang bertanya. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. shahih). “Ya Rasulullah. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal. niscaya kamu mengikuti mereka”. Kami bertanya. فقمال: وممن‬ . dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. قال: فمن. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z. shahih). قلنما: يما رسمول الم، اليهمود‬ . mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau. ُ ْ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ْ ِ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َُ َ ْ َ ّ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ ْ ُ َْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ِ ّ َ َ ‫لتتبعن سنن من كمان قبلكمم شمبرا بشمبر وذراعما بمذراع حتمى لمو دخلموا جحمر ضمب تبعتمموهم.(‫من تشبه بقوم فهو منهم. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi Menuju Kembali Kepada Fitrah 20 . orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi.(‫الناس إل أولمئك. فقيل: يا رسول ال، كفارس والروم. AlBukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس‬ ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Materi 10 Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: .(‫والنصارى.”Ya Rasulullah. maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Abu Dawud dan Ahmad. Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري، صحيح‬ ْ ََ َ َ َ َ ّ َ “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu. )رواه البخاري عن أبي هريرة، صحيح‬ َ َِ ُُِّ ّ “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. “Siapa lagi?” (HR. bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: "Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. mereka memukuli manusia dengan cambuk itu.Materi Kultum Ramadhan berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka. Periode ini sering juga disebut dengan istilah Pra-Islam. apriori dan ta’assub (fanatik yang berlebihan) terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 21 . istilah ini juga melekat erat pada sifat orang-orang yang tidak taat pada aturan agama yang telah diproyeksikan oleh Al-Qur’an dan AsSunnah. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka. shahih). Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat). (HR. Seiring dengan perkembangan dan akulturasi bahasa. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Muslim. dari Abu Hurairah z.a. Materi 10 Pengertian Jahiliyah: Masa Sebelum Islam Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi dan situasi masyarakat belum terjamah oleh risalah dan dakwah Islam. kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Na’udzubillahi min dzalik. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. yang mayoritas beragama Islam ini.selaras dengan mode pakaian itu. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya. Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat. maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu. mempertontonkan dan menonjolkan aurat. jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda).w tersebut disebabkan oleh sifat keras kepala. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya. Kebiasaan-kebiasaan kaum jahiliyah yang realitasnya berseberangan dengan anjuran Rasulullah s. padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”.

Yang terbesar diantaranya ialah “TAQLID”. bahwa agama mereka (orang-orang jahiliyah) terbangun oleh beberapa pondasi yang menjadi akar dan pijakan. qaaluu bal nattabi’u maa wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana. “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. sedari dahulu kala hingga akhir zaman. dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya (pemimpin yang membawa kepada kesesatan). sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama mereka dengan dasar-dasar yang mereka mengada-adakannya sendiri sekehendak hati mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman di berbagai ayat di dalam Al-Qur’an: “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim muqtaduun”.Materi Kultum Ramadhan peninggalan dan tradisi para leluhur yang mengental rekat dalam ritual yang selalu disakralkan.Al-A’raf:3). awalaw kaanasy-syaythaanu yad’uuhum ilaa ‘adzaabis-sa’iir”.Az-Zukhruf:23). “Dan demikianlah. “Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa anzalallahu. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS. yaitu sebuah sistim yang besar yang selalu menjadi tumpuan semua orang-orang kafir. tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari bapak-bapak kami mengerjakannya. Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri. Qaliilan maa tadzakkaruun”: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. “Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a. sehingga hal seperti itu dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai modernisasi.” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS.Luqman:21). Seperti kebiasaan dahulu orang-orang jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan bertelanjang tanpa busana. Mereka menjawab: “(Tidak). Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam Masail Al-Jahiliyyah mengatakan. melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”(QS.Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah Al-Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al-Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka (orang-orang jahiliyah) tidak menegakkan agama mereka sesuai dengan apa yang telah para Rasul sampaikan kepada mereka. Syeikh DR. dan mereka enggan merobah diri serta beranjak dari kebiasaan itu. Perihal inilah yang dalam dunia Islam disebut Menuju Kembali Kepada Fitrah 22 . akhirnya terwarisi dengan kebiasaan generasi berikutnya yang tidak malu mempertontonkan auratnya di depan publik.

sedangkan objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk menjadi percontohan (maslahat).” Dengan kata lain (secara tidak langsung) mereka bermaksud: Kami tidak butuh peran dan kehadiranmu wahai Rasul. atau dalam istilah Arab juga akrab dengan sebutan “al-muhakah”. yang dahulu ketika para Rasul memberi peringatan dan mengajak mereka kepada jalan yang benar. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah. Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah “mereka (para penduduk) yang hidup mewah sejahtera dan bergelimang harta pada umumnya. tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah. “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja. kami lebih percaya dengan apa yang telah dibudayakan oleh leluhur kami. Kaum yang mengagung-agungkan harta. Maa bishaahibikum min jinnatin”. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah penganut jejak-jejak mereka. yaitu sebagian orang meniru cara-cara yang kelompok individu lain lakukan.Materi Kultum Ramadhan sebagai “at-taqlid”. sombong. mereka selalu membantah dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. karena mereka adalah orang-orang yang cenderung berbuat jahat. yang pada umumnya bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima kebenaran. Hal inilah yang di dalam literatur Islam disebut dengan istilah “at-taqlid ala’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. dan tiada keinginan menerima kebenaran. kemudian kamu fikirkan (tentang Menuju Kembali Kepada Fitrah 23 . An taquumuu lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma tatafakkaruu. Berbeda halnya dengan kaum faqir dan dhuafa. yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri. Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa A’idzhukum biwaahidatin.

yang hanya bersandar pada dugaandugaan dan hawa nafsu. yang mengantarkan mereka pada kesesatan yang nyata. Daarul Bayan Al-‘Arabi. yang mana hidayah (petunjuk) dan yang mana dhalalah (kesesatan). tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu” (QS.a.” Demikianlah kaum jahiliyah. (sekarang) berziarahlah kamu. yang senantiasa memutarbalikkan fakta.Materi Kultum Ramadhan Muhammad). Muhammad s. sebelum akhirnya beliau me-mansukh-kan hadits itu dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an ziyaaratil qubuur. menuding bahwa Rasulullah adalah orang gila. padahal pada dasarnya adalah kesesatan yang teramat nyata. karena tidak sedikit kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase hidayah. Itulah beberapa praktek jahiliyah. An-Nasa’i. tanpa berpikir terlebih dahulu dan membuktikan bahwa perkataannya itu sesuai dengan realitas yang hakiki.w melarang para sahabat untuk berziarah kubur. Mereka lebih memilih untuk menjawab: “Kami telah berpegang teguh terhadap apa yang telah dilakukan oleh para leluhur kami. Tidak jarang orangorang menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang benar-benar sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh syariat). Kairo). pendongeng sejati. Mereka berhujjah bahwa yang banyak pelaku dan pengikutnya. dan Ahmad) (“Al-Ibdaa’u fi Madhaaril Ibtidaa’ ”. yang turun temurun terwarisi dari para leluhur mereka. yang dianggap sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang benar. itulah yang benar.Abu Daud. Ibnu Majah. sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu akan kematian (kehidupan akhirat)” (HR. dan senantiasa menyelimuti diri mereka dengan hawa nafsu. “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the most).Saba’: 46). hendaknya ini menjadi titik sentral perhatian orang-orang yang beriman agar cermat memilah dan memilih. Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat Islam. Kami tidak sudi mematuhi orang ini. Hal inilah yang menjadi sebab mengapa dahulu Rasulullah s. bahwa perangai Jahiliyah menganut satu kaidah (asas): “Al-Ightirar bil Aktsar”.w. As-Syaikh Ali Mahfudz. fazuuruhaa fa innahaa tudzakkirukumul aakhirah”. Maka dari itu.a. Turmudzi. Hal ini diakibatkan karena diri mereka yang tidak mau mendengar. dan orang yang tidak tahu diri. tidak sudi berpikir dengan akal sehatnya. Mereka mengambil kesimpulan bahwa sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 24 . Orang-orang Jahiliyah yang mendengar ayat ini tidak mau berpikir sejenak seraya mempertimbangkan kandungan dan arti dari ayat yang menarik ini. “Sesungguhnya dahulu aku mencegahmu untuk berziarah kubur. namun hakikatnya adalah kesesatan yang nyata.

Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillah. dan kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing sebagaimana dahulu ia datang”. Menuju Kembali Kepada Fitrah 25 . niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. bahwa kebaikan itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu banyak peminatnya. yakni mengikuti dalam ruang lingkup kebaikan. Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) Lawan dari istilah “at-taqlid al-a’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah adalah “at-taqlid fil khair”. Sudah menjadi sunnatullah.w bersabda: “Bada-al Islaamu ghariiban.Materi Kultum Ramadhan sedikit penganut atau pengikutnya. dan mereka tak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS. Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin” “Dan kami tidak mendapati kebanyakan mereka berjanji.Yusuf:38). dalam istilah Islam disebut Ittiba’ dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani. Sebagaimana yang termaktub dalam (QS. Allahu A’lam bishawaab. dan mereka suka memutarbalikkan fakta yang ada di dalam AlQur’an dengan menukar-nukar kandungan tafsir Al-Qur’an sekehendak hawa nafsunya. In yattabi’uuna illadzh-dzhonna wa in hum illa yakhrushuun”. Itulah prinsip dasar yang mereka pegang. “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. “Islam pada mulanya (hadir) dianggap sebagai hal yang aneh (asing). wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a”. “Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin.a.AlAn’am: 102). Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik”(QS. Nabi s.Al-An’am:116).

At-Taubah:100). Maka dari itu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 26 . jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.Materi Kultum Ramadhan firman Allah SWT tentang kisah Nabi Yusuf a. Dzalikal fawzul adhziim”. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. Itulah kemenangan yang besar. Maka dari itu Allah berfirman dalam hal perangai jahiliyah: “Wa idzaa qiila lahumut-tabi’uu maa anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna ‘alaihi aabaa-ana awalaw kaana aabaa-uhum laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun.At-Taubah:10 “Wassaabiquunal awwaluuna minal muhaajiriina wal anshaari walladziinat-taba’uuhum bi ihsanin. Dan di dalam QS. Wa a’adda lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiiha abadan. dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. mereka kekal di dalamnya selamalamanya. jika orang yang tidak berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan panutan.Al Baqarah: 170). fanatisme yang berlebihan memantik untuk menolak kebenaran yang hakiki. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. tatapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami.”(QS.” (Apakah mereka akan mengikuti juga).Yusuf:38). kebenaran yang hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada pada diri Rasulullah dan para pengikutnya. “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. radhiyallahu ‘anhu wa radhuu ‘anhu. karena pada dasarnya. Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: “Wahai orang-orang yang beriman. Ishaq dan Ya’qub. dan tidak mendapat petunjuk? (QS. Pada dasarnya teladan itu hanyalah tertuju pada orang yang mau berpikir dan mendapat hidayah.”(QS.s: “Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku Ibrahim. Sesungguhnya tidak akan mendatangkan maslahat (kebaikan). Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.” mereka menjawab: “(Tidak).” “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah.

Api neraka ini bahan bakarnya adalah tubuh-tubuh manusia dan batu-batu.” (Al –Isra’:97) “Setiap kali kulit mereka hangus. “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam. Seruan ini ditujukan kepada insan beriman. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Bila orang terbakar dengan api dunia. yang keras. Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan mereka agar menyiapkan tameng untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga mereka guna menangkal bahaya yang ada di hadapan mereka serta kebinasaan di jalan mereka. karena yang menjaganya adalah para malaikat yang kasar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Menuju Kembali Kepada Fitrah 27 . Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. Beda halnya bila seseorang dibakar dengan api neraka. na’udzubillah. ia pun meninggal berpisah dengan kehidupan dan tidak lagi merasakan sakitnya pembakaran tersebut. 2/164-165] Orang yang masuk ke dalam api yang sangat besar ini tidak mungkin dapat lari untuk meloloskan diri. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain. supaya mereka terus merasakan azab.” (Fathir: 36) [AlKhuthab Al-Minbariyyah fil Munasabat Al-‘Ashriyyah. karena hanya mereka yang mau mencurahkan pendengaran kepada ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. tidak sama dengan api yang biasa kita kenal.” (An-Nisa’: 56) “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa yang dapat mengantarkan mereka kepada kematian (mereka tidak mati dengan siksaan di neraka bahkan mereka terus hidup agar terus merasakan siksa) dan tidak pula diringankan azabnya dari mereka. yang dapat dinyalakan dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh air.Materi Kultum Ramadhan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Bahaya yang mengerikan itu adalah api neraka yang sangat besar.” (AtTahrim: 6) Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha Agung kepada orang-orang yang beriman. dengan subjudul Fit Tahdzir minan Nar wa Asbab Dukhuliha. berisi perintah dan peringatan berikut kabar tentang bahaya besar yang mengancam. berpegang dengan perintah-Nya dan mengambil manfaat dari ucapan-ucapan-Nya. yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Ini berbeda sama sekali dengan api di dunia. yang keras.

Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70. yang disebutkan dengan sifat-sifat yang mengerikan. Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka. malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka. yang keras” (AtTahrim: 6) Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan.000 manusia ke dalam jurang Jahannam. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat. َ ِ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat-sifat yang mengerikan agar menjadi peringatan terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 28 . ٌ َ ِ Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‫ غلظ‬adalah sangat besar tubuh mereka. menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba… Kata ٌ ‫ ش شداد‬maksudnya keras tubuh mereka. sedangkan maksud ٌ ‫ شداد‬adalah kuat. anakanaknya. “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun.Materi Kultum Ramadhan “Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar. menjauhi larangan-Nya. Ada yang berpendapat. Ada yang mengatakan. “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras. dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya. Ayat ini menunjukkan perintah menjaga diri dari api neraka tersebut dengan ber-iltizam (berpegang teguh) terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. 18/218) Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata menafsirkan ayat ke-6 surah At-Tahrim di atas. kaku. keras terhadap mereka. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. َ ِ para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya. dan bertaubat dari perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala murkai serta perbuatan yang menyebabkan azab-Nya. serta memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. menunaikan perintah-Nya. Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya. baik istri-istrinya.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an.

Mereka melemahkan penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap penghuni neraka. di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan azab atas penghuni neraka ini dan mengharuskan azab yang pedih untuk mereka. Mereka membuat kaget dengan suara mereka dan membuat ngeri dengan penampilan mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (At-Tahrim: 6) Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.”1 Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras. hal.” (Taisir Al-Karimir Rahman. Di sini juga ada pujian untuk para malaikat yang mulia dan terikatnya mereka kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh perkara yang diperintahkan-Nya. kalian sungguh akan mendatangi Jahannam tersebut. “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (patung-patung) adalah bahan bakar/kayu bakar Jahannam. Yaitu akhlak mereka kasar dan hardikan mereka keras.Materi Kultum Ramadhan manusia jangan sampai meremehkan perkaranya. 874) Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Penjagaan Rasulullah SAW terhadap Keluarganya Materi 14 Menuju Kembali Kepada Fitrah 29 . Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkankanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

” (Sanad hadits ini shahih kata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya terhadap Al-Musnad). beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan Aisyah radhiyallahu ‘anha.” (HR. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. Beliau berkata.” (Asy Syu’ara: 214) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya. Beliau pun membangunkan istri-istri beliau untuk mengerjakan shalat. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma). bahwa bila hendak shalat witir. (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian. “Tidaklah kalian berdua mengerjakan shalat malam?” (HR. Tatkala turun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab. “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih. Kata beliau: “Bangunlah. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali radhiyallahu ‘anhu) Materi 15 Menuju Kembali Kepada Fitrah 30 . Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas. Al-Bukhari) Tidak luput pula putri dan menantu beliau juga mendapatkan perhatian beliau. Bila istrinya enggan untuk bangun. lalu menyeru manusia untuk berkumpul. wahai para pemilik kamar-kamar (istri-istri beliau yang sedang tidur di kamarnya masing-masing)!” (HR. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Ali dan Fathima radhiyallahu ‘anhuma. suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dari tidur beliau. ia percikkan air di wajah istrinya. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan. “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak. “Iya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata. Bila suaminya enggan untuk bangun. “Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya. istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi orang-orang yang beriman telah memberikan arahkan dan peringatan kepada kerabat beliau dalam rangka menjaga mereka dari api neraka. ia percikkan air di wajah suaminya. Muslim) Al-Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha.” Beliau melanjutkan. Suatu malam.

sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’. berketetapan hati untuk tidak mengulanginya.Materi Kultum Ramadhan Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang suami sebagai kepala rumah tangga selain menjaga dirinya sendiri dari api neraka. ia juga bertanggung jawab menjaga istri. dan orang-orang yang tinggal di rumahnya. karena ia adalah pemimpin mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan mereka. seraya mereka berdoa. ‘Wahai Rabb kami. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. berdasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: Menuju Kembali Kepada Fitrah 31 . Buah yang dihasilkannya adalah dihapuskannya kesalahan-kesalahan yang diperbuat. taubat yang murni. Salah satu cara penjagaan diri dan keluarga dari api neraka adalah bertaubat dari dosa-dosa. sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. dan mengembalikan hak-hak orang lain yang ada pada kita. dimasukkan ke dalam surga. dan diselamatkan dari kerendahan serta kehinaan yang biasa menimpa para pendosa dan pendurhaka. menyesalinya. Ia punya hak untuk memaksa mereka agar taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat maksiat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Seorang kepala rumah tangga menerapkan perkara ini dalam keluarganya. Taubat yang dilakukan disertai dengan meninggalkan dosa. sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka. pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Taubat yang seperti itu tentunya menggiring pelakunya untuk beramal shalih. kepada istri dan anak-anaknya.” (HR.” (AtTahrim: 8) Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. anakanaknya. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma) Ia harus memaksa anaknya mengerjakan shalat bila telah sampai usianya. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. kemudian ia membimbing keluarganya untuk bertaubat.

” (Thaha: 132) shalat dan Seorang ayah bersama seorang ibu harus bekerja sama untuk menunaikan tanggung jawab bersama anak.Materi Kultum Ramadhan “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya ketika telah berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya. buku-buku yang menyimpang. sementara kita tak cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api neraka. Anak diperintahkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan yang munkar. siapa yang meninggal dalam keadaan bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka. sebagaimana surga pun dekat. 2/217) Bagaimana seseorang dapat menjaga keluarganya dari api neraka sementara ia membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kewajiban? Maka. “Hadits ini hasan shahih. gambar bernyawa.” (HR. sebelum datang jemputan dari utusan Rabbul Izzah. marilah kita berbenah diri untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. siapa yang meninggal di atas ketaatan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. dikatakan oleh Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud. dan majalah yang merusak. Anak harus terus mendapatkan pengawasan di mana saja mereka berada. baik di dalam maupun di luar rumah.”) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan bersabarlah dalam mengerjakannya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya dan neraka pun semisal itu. Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma. Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat dengan seorang hamba. musik. (Al-Khuthab Al-Minbariyyah. dijauhkan dari teman duduk yang jelek dan teman yang rusak. Bersegeralah sebelum datang akhir hidup kita. surat kabar. Sebaliknya. apatah lagi Menuju Kembali Kepada Fitrah 32 . film.” (HR. Orangtua harus membersihkan rumah mereka dari sarana-sarana yang merusak berupa video. Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) Maksud hadits di atas.

mencegah dari yang munkar. baik dalam keadaan susah maupun senang. lelaki dan perempuan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 33 . Allahumma sallim! memadai untuk keluarga yang Materi 16 Meraih Rahmat Allah Sebagai manusia apalagi sebagai muslim. kalau mau memperoleh rahmat Allah kita harus taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. Hal ini karena orang yang mendapat rahmat Allah tentu saja tergolong kedalam kelompok orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya: Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (syurga) dan limpahan karunia-Nya. Dan itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16). Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS 4:175). hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dan orang-orang yang beriman. baik di dalam shalat maupun di luar shalat untuk bisa memperoleh rahmat Allah. Bahkan di dalam ayat lain. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. taat kepada Allah dan Rasul-Nya. kesusahan hidup tidak membuatnya harus berputus asa sedang kesenangan hidup tidak membuatnya menjadi lupa diri. maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi (QS 2:64). tantangan dan rintangan selalu menghadang. keuntungan orang yang mendapat rahmat Allah itu akan dijauhkan dari azab-Nya. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya. Kiat Meraih Rahmat Pertama. Kedua.Materi Kultum Ramadhan meninggalkan ‘bekal’ yang ditinggalkan. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa yang diajuhkan azab daripadanya pada hari itu. Tegasnya. waktu sendiri atau bersama orang lain. mendirikan shalat sehingga memberi pengaruh yang besar dalam bentuk menhindari perbuatan keji dan munkar serta menunaikan zakat agar menjadi suci jiwa kita. namun dia tetap Istiqomah dalam keimanannya sehingga dengan keimanannya yang mantap itu. terjembatani hubungan antara yang kaya dengan yang miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara bertahap. harus tolong menolong dalam kebaikan. Iman yang kokoh sehingga bisa dibuktikan dengan amal shaleh yang sebanyak-banyak meskipun hambatan. melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. kita tentu amat mengharapkan rahmat dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a. mendirikan shalat. sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (9:71) Ketiga. berat maupun ringan. maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmt-Nya atasmu. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat (3:132). menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

yakni perbuatan apa saja yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengganggu orang lain. sedang untuk bisa bertaqwa harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam Al-Qur’an. berbuat baik. Al-Qur’an merupakan kalamullah atau perkataan Allah. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Ny. amat mustahil bagi manusia untuk bisa bertaqwa kepada Allah apabila Al-Qur’an tidak diikutinya. sebanyak apapun dosa yang sudah dilakukannya. berhijrah dan berjihad adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Hendaklah kamu minta ampun kepada Allah. hal ini karena secara harfiyah. hal ini karena Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia apabila ia ingin memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Orang-orang yang beriman. inilah yang membuat Allah cinta kepadanya sehingga rahmat Allah akan diberikan kepadanya. menyadari terhadap kesalahan yang dilakukan. bahkan orang lain bisa merasakan manfaat baiknya. Dengan taubat. pembicaraan sesama manusia saja harus kita dengarkan atau kita perhatikan. bertekad untuk tidak mengulanginya dan membuktikan bahwa dia betul-betul telah meninggalkan segala perbuatan salahnya dengan menggantinya kepada segala kebaikan. Kelima. mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal (QS 9:20-21. Dalam kaitan ini Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. mendengarkan bacaan Al-Qur’an apabila sedang dibacakan. karenanya untuk meraih rahmat Allah manusia harus bertaqwa kepada-Nya. manusia berarti mau mendekati Allah lagi dan Allah senang kepada siapa saja yang mau bertaubat. Manakala seorang muslim telah mendengarkan Al-Qur’an bila dibacakan. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).Materi Kultum Ramadhan Disamping itu.. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6:155). Menyesali. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. taubat berarti kembali. Keempat. taubat dari segala dosa yang telah dilakukan. iman dan istiqomah harus disertai dengan hijrah. agar kamu mendapat rahmat (QS 27:46). Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur’an. mengikuti Al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah serta menunaikan zakat. dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS 7:204). Menuju Kembali Kepada Fitrah 34 . maka dengarkanlah baik-baik. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dia (Nabi Shaleh) berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. keridhaan dan syurga. apalagi kalau ucapan Allah yang tentu harus lebih kita perhatikan. sekecil apapun manfaat yang bisa dirasakannya. yakni kembali kepada Allah. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 7:56). maka Allah senang pada orang tersebut sehingga Allah mau memberi rahmat kepadanya. hal ini karena. lihat juga QS 2:218). yakni meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan berjihad dalam arti bersungguhsungguh dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala aspeknya. sebab jangankan Allah. Ini berarti. Keenam. yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami QS 7:156) Keempat.

’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab. kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah. lalu keduanya berjabat tangan. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang.’Ya Alloh aku cintai’.Merupakan cermin kekuatan iman (Q. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata. Lalu ia bertanya. misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”.S. berabda.’ Keesokan harinya .49:10) Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam.S. Hakekat Ukhuwah Islamiyah: 1. pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat.’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw. Aku berkata.Nikmat Allah (Q.” (H. saling mengunjungi karena Aku. Materi 17 Ukhuwah Islamiyah “Tidaklah dua orang muslim berjumpa.S. Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.’Ini Muadz bin Jabal. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya.” Makna Ukhuwah Islamiyah Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha. dan saling memberi karena Aku. (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara). cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku. Abu Daud) Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku pernah masuk Masjid Damaskus.Materi Kultum Ramadhan Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah kepada orang yang bertaubat adalah yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri” (QS 2:222).”Alloh berfirman.R.’Demi Alloh aku mencintaimu. Aku bertanya tentang dia. 3:103) 2. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer Menuju Kembali Kepada Fitrah 35 .Perumpamaan tali tasbih (Q.Merupakan arahan Rabbani (Q.43:67) 3. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya. lalu dikatakan oleh mereka.S. 8:63) 4.

perkawinan. karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. Muslim) 3.a. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q. Memohon didoakan bila berpisah “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H.. Tafahum adalah saling memahami.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat.” (H.” (H. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan.R. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim) “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.R. Takaful. yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak. Abu Hurairah r. nasionalisme. Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran 4. Muslim) 3.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya. dan kepentingan pribadi) Materi 18 Peringkat-Peringkat Ukhuwah Peringkat-Peringkat Ukhuwah: 1. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia.Materi Kultum Ramadhan (terbatas waktu dan tempat). kebangsaan.” (H. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu).” 2. beliau bersabda. “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim. niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum. dari Nabi Muhammad saw. Al Hujurat: 13) 2. ya Rasullah.R Abu Daud dari Barra’) Menuju Kembali Kepada Fitrah 36 . Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta.R. kesukuan.S. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia. Muslim) 4. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya. adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: 1..

9. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa. sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki. Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q. dan bersih dari sebab sebab permusuhan. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain.S.S. antara sebagian dengan sebagian yang lain. meskipun berbedabeda dalam harta dan kedudukan. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure. 15:45-48) Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai. 7. benci. Ia rela haus demi puasnya prang lain. iklim. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. yaitu itsar. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q. bahasa. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi) 3. warna kulit. Merasakan lezatnya iman 2. 8. Ia rela bersusah payah demi istirahatnya orang lain. dengki. 6. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain. Menuju Kembali Kepada Fitrah 37 .Materi Kultum Ramadhan 5. dan atau batas negara. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada (Salamatus shadr)) dan cinta. Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya Memenuhi hak ukhuwah saudaranya Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan Materi 17 Manfaat Ukhuwah Islamiyah Manfaat Ukhuwah Islamiyah 1.

Ingatlah. Lapoe dan Colin (1978) serta George (1981) menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya sekelompok kecil orang-orang yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak. infak dan sedekah (ZIS).. Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian. akan tetapi juga akibat dari pola kehidupan yang tidak adil (kemiskinan struktural) dan merosotnya kesetiakawanan sosial. dan sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan dikelola dengan baik.. salah satu mekanisme distribusi pendapatan dan kekayaan ini adalah melalui instrumen zakat... Pertama. sebagaimana dikemukakan dalam Human Development Report 2006 yang diterbitkan oleh UNDP (United Nations Development Programme). bahwa kegiatan ekonomi sekarang adalah melahirkan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar dan semakin besar. dan bukannya disebabkan oleh semata-mata kelebihan jumlah penduduk (over population). infak. 2006).” (QS..Materi Kultum Ramadhan Materi 18 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam Islam Adalah sudah menjadi fakta. Thabrani dalam Al Ausath dan Ash Shoghir). Hadits tersebut memberikan dua isyarat. terutama antara kelompok kaya dan kelompok miskin. Salah satu faktor utama yang menyebabkan besarnya kesenjangan pendapatan tersebut adalah karena ketiadaan mekanisme distribusi kekayaan yang mencerminkan prinsip keadilan dan keseimbangan.supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. jika zakat. Dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW. dalam sebuah Hadits riwayat Imam al-Ashbahani dari Imam Thabrani. Misalnya. kemiskinan bukanlah semata-mata disebabkan oleh kemalasan untuk bekerja (kemiskinan kultural). Menuju Kembali Kepada Fitrah 38 . 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia. Kedua. kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim. Sedangkan sisanya 90% masyarakat dunia menguasai 46% total kekayaan dunia (Beik. al-Hasyr: 7). Berdasarkan laporan tersebut. sehingga kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok. sebagaimana yang dinyatakan-Nya dalam QS Al-Hasyr: 7: “. Padahal Allah SWT sangat menentang perputaran harta di tangan kelompok elit masyarakat saja. menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan.

Materi Kultum Ramadhan
apakah dalam aspek pengumpulan ataupun dalam aspek pendistribusian, kemiskinan dan kefakiran ini akan dapat ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil (Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan Hadits, zakat, infaq dan sedekah di samping sering digandengkan dengan salat, juga digandengkan dengan kegiatan riba, misalnya dalam QS. Ar-Rum: 39 dan QS. Al-Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi. Karena itu, gerakan penyadaran zakat hakikatnya adalah gerakan untuk menghilangkan kesenjangan, baik kesenjangan pendapatan maupun kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
Walaupun terjadi penyimpangan di sana-sini terhadap Al-qur’an, tetapi pada akhirnya penyimpangan tersebut akan terkalahkan dan Allah akan meluruskan kembali. Sungguh Allah telah menentukan hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita berlomba-lomba dalam beramal dan nyata antara yang benar dan yang salah. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” (QS 15:9) Di satu sisi banyak umat mendustakan, di satu sisi lain akan banyak umat yang membenarkan. Telah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan-ilmuwan kaliber dunia bahwa Al-qur’an adalah ayat-ayat yang berlaku sepanjang masa dan penemuan-penemuan ilmiah mereka ternyata hanya membenarkan dan memperjelas kandungan-kandungan dan hukum-hukum yang telah dicantumkan dalam Al-qur’an. ”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber sinar) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, garis edar yang tetap) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (berilmu)”. (Surat 10: Yunus ayat 5). Al-qur’an adalah proyek Allah berisi tuntunan keselamatan kehidupan universal, dan dengan keterbatasan manusia yang hanya diberikan ilmu dan kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu serakah dan selalu dikelilingi setan (manusia dan jin) akan menjadi tersesat jika menafsirkan Al-qur’an dengan hawa nafsunya. Banyak cara Allah menjaga Al-Qur’an. Sejak zaman rosulullah, ada ribuan penghafal-penghafal Al-qur’an sehingga tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, dan jika ada akan langsung terbongkar. Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al-Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan rumus-rumus matematika sangat menakjubkan, jelas diluar kemampuan manusia

Menuju Kembali Kepada Fitrah

39

Materi Kultum Ramadhan
apalagi Muhammad yang buta huruf, dengan temuan tersebut menjadikan sangat memudahkan “menemukan Al-Qur’an Palsu”. akan

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahuntahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya : " Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74:30)

Materi 20 Pengertian Al Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قققرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قققرأ قققرءا وقرآنققا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (‫ .)غفققر غفققرا وغفرانققا‬Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.* Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan alQur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (alInsaan:23)

Menuju Kembali Kepada Fitrah

40

Materi Kultum Ramadhan
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa alQur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firmanNya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9) Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya. Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87) Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1) Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayatayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29) Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar.” (al-Isra’:9) Dan firman-Nya, “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-

Menuju Kembali Kepada Fitrah

41

sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar. “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48) Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia. “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.? ‘ Adapun orang-orang yang beriman.” (at-Taubah:124-125) Dan firman-Nya. “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir. maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka.” (al-Furqan:52) Dan firman-Nya. “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu). maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira. membenarkan apa yang sebelumnya. Allah ta’ala berfirman. iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu.” (al-Furqaan:1) Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an. ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini.” (an-Nisa’:80) Menuju Kembali Kepada Fitrah 42 . “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya.” (an-Nahl:89) Dan firman-Nya. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).Materi Kultum Ramadhan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran. “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19) Dan firman-Nya. Dan firman-Nya. di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.” (al-Hasyr:21) Dan firman-Nya. Allah ta’ala berfirman.

Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan. 4. Dan apa yang dilarangnya bagimu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 43 . Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia. nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu.Materi Kultum Ramadhan Dan firman-Nya. 6. 5.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya. karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. Allah menegur diri kita pada setiap ayat-ayat Nya. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya. terimalah dia. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya. Ketika membaca al-Qur'an. maka sungguhlah dia telah sesat. ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7) maka maka Dan firman-Nya. 2. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan. terutama untuk kehidupan. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu. seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia.” (Ali ‘Imran:31) Materi 21 Manfaat Membaca Al Qur’an Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya. 3. Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya. sesat yang nyata. ikutilah aku. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu. “Katakanlah.” (alAhzab:36) Dan firman-Nya. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya. “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya. Di antara manfaat itu adalah: 1. 7. tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya.

merenung dan beramal sebanyak-banyaknya. inovatif dan produktif." Para ulama balaghah dan para sastrawan bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir sampai Ar-Raf"i dan Sayyid Quthb dan selain mereka pada zaman kita ini telah menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab ini.. dan keunikan suaranya apabila dibaca. Ia telah membuat bangsa Arab tidak mampu berkutik. Abu Dawud dan AnNasa'i) Menuju Kembali Kepada Fitrah 44 . Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan. kreatif. 11." (HR.Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an.. sehingga membuatnya ingin selalu beramal. sehingga sebagian mereka menamakannya "Sihir. di saat orang lain merasakan kesedihan. hati yang damai dan pikiran yang jernih. 10. Muslim) Dalam riwayat lainnya disebutkan "Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur'an menjadi baik. Ahmad." (HR. Yang dituntut di dalam membaca Al Qur'an adalah bertemunya antara keindahan suara dan tajwidnya sampai keindahan bayan dan susunannya." (HR. kecemasan dan rasa pesimis. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir. Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita. "Hiasilah Al Qur'an itu dengan suaramu. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat. kerapian susunan dan uslubnya. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan.Amiin Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang indah selain juga mu'jizat yang logis.. yaitu dengan keindahan bayannya.Materi Kultum Ramadhan 8." (Al Muzzammil:4) Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah termasuk ummatku orang yang tidak melagukan Al Qur'an. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayatNya yang lembut. oleh karena itu Allah SWT berfirman: "Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan.. Bukhari) Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan main-main atau merubah. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah. dan mengambil manfaat darinya. 9.' 12.

Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah " balaghah ". Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka." (HR. aku mendengarkan suaramu tadi malam. Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama. Pada waktu Al-Qur'an diturunkan. Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah. Darul Ma'rifah.Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an. kepada seorang rasulNya. Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mu’jizat Al-Qur'an nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an." Abu Musa berkata. Bukhari dan Muslim) Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama. sastra dan seni secara bersamaan." (HR. Menuju Kembali Kepada Fitrah 45 . orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa. oleh Az Zarkasyi :Jilid:2. membangunkan perasaan. Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya. "Seandainya aku mengetahui hal itu. apa yang dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) untuk membaguskan dalam melagukan Al Qur'an yang dia baca dengan keras. Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari RA. memberikan kenikmatan pada perasaan dan memperlancar lisan. Ahmad. maka aku akan membacakan untukmu dengan bacaan yang lebih baik. sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. atau seperti surah di antara surahsurahnya ). ilmu. Tapi usaha mereka gagal. Muslim) Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang diizinkan Allah pada sesuatu. sungguh kamu telah diberi seruling dari seruling keluarga Dawud. memberikan kepuasan akal. kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan. kebenaran isinya. Dia mampu memberikan siraman ruhani. sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia. "Seandainya kamu melihatku. susunan ayat-ayat dan surahsurahnya.hal:237. Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya.

Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. jin dan manusia untuk membuat sepertinya. Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -. Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. sunan surahsurahnya.Materi Kultum Ramadhan Kedua. Al-Qur'an kalam Allah. anda akan menemukan suatu keterpaduan. Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada. Ketiga. Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an. namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an. di dalam Al-Qur'an begitu banyak. mengapa pakai perintah? Dan bentuk perintah kepada Nabi Muhammad SAW. Bandingkan dengan Al-Qur'an. Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. Padahal ia diturunkan secara berangsurangsur. Menuju Kembali Kepada Fitrah 46 . hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi. untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. teliti susunan ayatnya. sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemukapemuka Quraisy. saling berkaitan dari awal sampai akhir. anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada. memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW. Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ". Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab. Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang. lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an. Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya. Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ). Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. Al Falaq dan An Nas. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh. Sampai-sampai Al Baqillani menantang.

Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10). Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an". atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya. seperti adanya surga dengan segala keindahannya. Rabb kita juga. tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang. Adakah akal manusia sejak sekian abad silam. dan neraka dengan segala kepedihannya. Sesuai firman Allah SWT: "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Keempat. kaum muslimin. lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. dan yang menentukan akhir hidup manusia. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. karena alam ini ciptaan Allah. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jiz.Materi Kultum Ramadhan Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia. dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib. adanya hari kiamat. bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima. yang mengerjakan amal saleh.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. Mengapa. Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk." ( Al Kahfi: 1-3) Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 47 . sebagai bimbingan yang lurus. dan Al-Qur'an kalamNya. Kitalah. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. tentang alam. anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ).

yaitu surah at Taubah. baik dengan tulisan atau bacaan. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. telah menjamin untuk memeliharanya." (Al Hijr: 9). yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. kecuali Al Qur'an. penj. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. Dan salah seorang dari mereka.Materi Kultum Ramadhan terakhir.). dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Ia tidak dimulai dengan basmalah. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. Karena Allah SWT. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. kecuali Al Qur'an ini. baik itu kitab agama atau kitab biasa. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin. suatu kitab. dihapal dan dijelaskan. dan malah hurup-hurupnya--. Ayat-ayatnya dibaca. di dalam hati mereka. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Karena. baik itu lelaki maupun perempuan. dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayatayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." ( Fushshilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. didengarkan. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. dalam masalah Al Qur'an ini. Al Quran berisikan seratus empat belas surah. Kecuali satu surah saja. Ia menghapal Menuju Kembali Kepada Fitrah 48 ." (Huud: 1) "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril).

koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. kalimat-kalimat serta lafazhlafazhnya saja. mana yang harus ghunnah (dengung). ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh." ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini. Materi 25 Al Qur’an Cahaya Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r.a. media cetak. Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna. dan kitab yang menerangkan..Materi Kultum Ramadhan Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT."Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. Seperti kata mana yang harus madd (panjang). dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. dan jalan yang paling lurus. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun. idgham (digabungkan). karena ia tertulis dengan bukan bahasanya."(Al Israa: 9) "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. izhhar (jelas). di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di 49 Menuju Kembali Kepada Fitrah . Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an". namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. Hingga saat ini. bagi Al Qur'an.

(Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: "Maha Besar Allah. menolak syubhat (kesamaran).Materi Kultum Ramadhan atas cahaya (berlapis-lapis). sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk. Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai manusia. sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. menjelaskan hakikat-hakikat. membongkar kebatilan-kebatilan." (An Nuur: 35). Yaitu yang berkaitan dengan pokokMenuju Kembali Kepada Fitrah 50 . seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . ia akan memadamkan pelita-pelita". saat mentari pagi telah bersinar." Seperti dalam firman Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)". Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya". Ia membuka hal-hal yang samar." (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya. dan dia adalah "cahaya yang istimewa". Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firmanNya: "Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an)." (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas. ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)." (At Taghaabun: 8). (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu. dalam banyak ayat." (An Nisaa: 174) "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan. menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan. kemudian ia memperjelas yang lain.

Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. serta mentadabburi dan merenungkannya. dan balasan atas amal perbuatan. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu Menuju Kembali Kepada Fitrah 51 . serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. membangun umat yang saleh. membersihkan jiwa manusia. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. kenabian. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahantambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. membaca dan mendengarkannya. menghubungkan manusia dengan Rabbnya. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. memahami rahasia-rahasianya." (Al Maaidah: 48) Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan diturunkanya. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya.Materi Kultum Ramadhan pokok aqidah dan akhlak. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Namun yang disayangkan. Materi 26 Interaksi Dengan Al Qur’an Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban untuk berlaku baik dan benar terhadap Al Qur’an dalam memahami dan menafsirkannya. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya. membenarkan apa yang sebelumnya. membentuk keluarga. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya.

menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. undang-undang bagi aturan politik. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. mereka menghapal hurup-hurupnya. Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. seperti yang dilakukan oleh Bani Menuju Kembali Kepada Fitrah 52 .pada Al Qur'an itu sendiri. membebaskan negeri-negeri. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. namun kafir dengan sebagiannya lagi. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. dengan bertumpu --terutama-. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. yang dapat berakibat patal jika dilanggar. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. mengerjakan ajarannya. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. namun ia juga petunjuk itu. Mereka berlaku baik dalam memahaminya. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. karena ia adalah objek kita. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: "Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. mengetahui tujuantujuannya. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. serta peradaban ilmu dan iman. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam.Materi Kultum Ramadhan menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini." (Al Jumu'ah: 5).

ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini." (An Nisaa: 122) Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah Islam merupakan agama sempurna yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an.” (Al Anbiya’: 107) Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin." (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: "Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. Kesempurnaan Islam ini menunjukkan bahwa syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah rahmatal lil’alamin.Materi Kultum Ramadhan Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkhabarkan di dalam firman-Nya (artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu melainkan sebagai rahmatal lil’alamin. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk: "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?. harkat dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 53 . seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. harga diri. memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.

membuka. Ghibah ini erat kaitannya dengan perbuatan lisan. dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek. meremehkan. Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul termasuk kita tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan.” Menuju Kembali Kepada Fitrah 54 .” (H. Tahukah anda apa itu ghibah? Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi kita. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya.Materi Kultum Ramadhan martabat manusia secara adil dan sempurna. Ghibah adalah menyebutkan. Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain. Bahwa setiap muslim diharamkan menumpahkan darah (membunuh) dan merampas harta saudaranya seiman. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya. sehingga sering terjadi dan terkadang di luar kesadaran. kehormatannya. dan juga hartanya. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya. Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia.R Muslim no. Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kita dan cenderung disepelekan. Demikian pula setiap muslim diharamkan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan. yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya. yaitu ghibah (menggunjing). Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul. 2564) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya. atau pun merusak kehormatan saudaranya seiman.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya. jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah. padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan.

Menggambarkan keburukan bentuk tubuh seseorang Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek. karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini -pent).” (Al Hujurat: 12) Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25) 2.” (H. Abu Dawud 4875 dan lainnya) Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah.Materi Kultum Ramadhan Di dalam Al Qur’anul Karim Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela perbuatan ghibah. ” (Lihat Mishbahul Munir) Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah 1. Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih. Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala … (pada ayat di atas). bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku mi’raj (naik di langit). Maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya. aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan Menuju Kembali Kepada Fitrah 55 . sebagaimana firman-Nya (artinya): “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya. disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya. demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at.R. Membicarakan keburukan orang lain Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu.

janganlah kalian menjelek-jelekkannya. janganlah kalian mencari-cari aibnya. lihat Nashihati linnisaa’ hal.Materi Kultum Ramadhan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya. Kemudia Al Hafizh berkata: “Tentunya membeberkan aib di hadapannya itu merupakan perbuatan yang haram. Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing). 29) 4. Membicarakan sesuatu yang tidak disukai saudaranya Konteks dalam hadits: “Engkau menyebutkan sesuatu pada saudaramu yang dia membecinya.R. yaitu mencakup penyebutan aib dihadapan orang tersebut atau diluar sepengetahuannya.” (Fathul Bari 10/470 dan Subulus Salam hadits no. 39 berkata: Janganlah kamu tersibukkan dengan aib orang lain. Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab Nuniyyah hal.R. janganlah kalian mengganggu kaum muslimin. Dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah. Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu. yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut.” Hadits di tersebut secara zhahir mengandung makna yang umum.R. 48664967) Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya. bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya. 1583. sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari kata ghaib yang artinya tersembunyi-pent) yang ditegaskan oleh ahli bahasa.” (H. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya. Abu Dawud no. 32) 3.R. Abu Dawud no. Mendengar pembicaraan ghibah tapi tidak melarangnya Demikian pula bagi siapa yang mendengar dan ridha dengan perbuatan ghibah maka hal tersebut juga dilarang. justru kamu lalai Dengan aib yang ada pada dirimu. tapi hal itu termasuk perbuatan mencela dan menghina. Semestinya dia tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan aibnya. At Tirmidzi dan lainnya) Dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu. sesungguhnya itu dua keaiban (Lihat Nashihati linnisaa’ hal. Ahmad 3/351) Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Menuju Kembali Kepada Fitrah 56 . 4878 dan lainnya).” (H.” (H.” (H. Namun Al Hafizh Ibnu Hajar menguatkan bahwa ghibah ini khusus di luar sepengetahuannya. sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau bangkai yang busuk.

Tetapi dari sisi lain. Secara harfiyah. ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Oleh karena itu sebagian para ulama lainnya berpendapat tidak perlu ia memberi tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib baginya beristighfar (memohan ampunan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi itu di tempat-tempat yang pernah ia berbuat ghibah kepadanya.” (H. semoga kesejahteraan atas dirimu. 1931 dan lainnya) Demikian juga semestinya ia tidak ridha melihat saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berbuat ghibah. tentunya hal ini pun dilarang dalam agama. Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru marah yang bisa meruncing pada percekcokan dan bahkan perkelahian. dan mereka berkata: “Bagi kami amalamal kami dan bagimu amal-amalmu. justru bila ia memberi tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan akan terjadi mudharat yang lebih besar. kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. Pendapat ini ada sisi benarnya jika dikaitkan dengan hak seorang manusia. berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah.” (Al Qashash: 55) Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu.Materi Kultum Ramadhan “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan hatinya. Semestinya ia menasehatinya. bukan justru ikut larut dalam perbuatan tersebut. mereka berpaling darinya. At Tirmidzi no. (Lihat Nashiihatii linnisaa’: 31) Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia mengingkarinya dengan tangan. maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 57 . Kalau sekiranya ia tidak mampu menasehati atau mencegahnya dengan cara yang baik.” (Muttafaqun ‘alaihi) Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap kemaksiatan. Insyaallah pendapat terakhir lebih mendekati kebenaran. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Bertaubat dari Ghibah Lalu bagaimana cara bertaubat dari perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya untuk memberi tahu kepada yang dighibahi? Sebagian para ulama’ berpendapat wajib baginya untuk memberi tahu kepadanya dan meminta ma’af darinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan orang-orang yang beriman itu bila¬ mendengar perkataan yang tidak bermanfaat. Misalnya mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar maka dia pun wajib mengembalikannya. maka hendaknya ia pergi dan menghindar darinya. yang demikian ini selemahlemahnya iman.R.

Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan. hal ini karena ulama ahli tafsir. dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. dicurahkan atas kamu. Pertama. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu.Materi Kultum Ramadhan Namun. memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik. apakah aku aka melairkan anak. Di dalam Al. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib.Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96). sehat dan cerdas. ini merupakan sesuatu yang amat penting. Ternyata. yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. sehingga bagi orang yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 58 . berkah dalam keturunan. tapi juga Ishak dan Ya’kub. bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh. padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua. luas ilmunya dan banyak amal shalehnya. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73). sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah. hai ahlul bait. Kedua. Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. Bentuk Keberkahan Secara umum. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. Apabila manusia.

waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt. bagi seorang muslim yang diberkahi Allah. memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh. Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam. baik dalam bentuk mencari harta.” (92:1-7). Di samping itu. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama. Karena itu. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3). ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31). Karena itu. makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi.Materi Kultum Ramadhan diberkahi Allah. karena salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu. meskipun sudah halal dan thayyib. keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). Ketiga. Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu. dan penciptaan laki-laki dan perempuan. berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan. yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt. yakni 24 jam setiap harinya. makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya. dan siang apabila terang benderang. Materi 30 Kunci Keberkahan Sebagai seorang muslim. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib. tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. 1. meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum. Sekurang-kurangnya. Iman dan Taqwa Yang Benar Menuju Kembali Kepada Fitrah 59 . Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu. Karena itu. dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88). pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid. dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah. Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi.

Berpedoman kepada Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada. dan para sahabat. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki. dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. baik menyangkut aspek pribadi. keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu. 2. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50. Materi Tambahan Halal Bi Halal Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab. maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita.Materi Kultum Ramadhan Di dalam ayat di atas. sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. keluarga. kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu.6:155). Karenanya. Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini. lihat juga QS 38:29. Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh. baik dalam keadaan senang maupun susah. tidak pula ada pada zaman Nabi saw. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102). maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa. masyarakat maupun bangsa. Justru ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan Menuju Kembali Kepada Fitrah 60 .Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini.

maka terjadilah ‘halal-halalan’. yakni meminta halal. maka hendaklah ia meminta halal hal tersebut dari saudaranya itu pada hari ini. ketika pada ramadhan kita memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah). maka ketika Syawal tiba saatnya kita melengkapinya dengan memperbaiki hubungan horisontal dengan sesama manusia (hablun minannas). Ketika orang saling meminta halal. hendaknya dikembalikan. itu berarti bukan sekedar meminta maaf. Ada pula yang mengartikan ‘pada hari ini (juga)’. Menuju Kembali Kepada Fitrah 61 . Yakni bahwa ketika kita membuat kesalahan pada seseorang. tetapi juga harus mengembalikan hak saudaranya yang telah ia langgar.” Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di sini: 1. yakni dengan cara saling memaafkan. bahwa ciri orang yang bertakwa (sebagai output dari ibadah ramadhan) salah satunya adalah al-kaazhimiinal gaidh. aula. Acara ini kemudian berkembang menjadi sangat bervariasi ragam bentuk dan acaranya hingga saat ini.’ Karena itu. Halal dengan halal. para ulama mendasarkan juga pada QS. yang kemudian diArab-kan menjadi ‘halal-bi-halal’. karena menurut sebagian riwayat. yakni ‘memaafkan kesalahan manusia. Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada Syawal selepas Ramadhan? Selain dasar hadits tersebut. saling meminta halal atas kesalahan kita masing-masing. dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia. Jika itu berupa barang. mengucapkan hadits itu saat hari raya Idul Fitri. al-yauma. bahwa al-yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium. falyatahallal. hendaknya kita meminta halal kepadanya hari ini juga.” Para ulama kita terdahulu mendasarkan kegiatan halal bihalal tersebut pada sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari seperti di bawah ini: Artinya: “Barangsiapa yang berbuat kezhaliman (kesalahan) kepada saudaranya sehingga merendahkan derajatnya. yang khas Indonesia. Al-Baqarah: 133-134. jangan ditunda-tunda.Materi Kultum Ramadhan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. yakni pada hari ini. Rasulullah saw. ‘Hari ini’ yang dimaksud tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. Maka jadilah tradisi halalbihalal sebagaimana berkembang seperti sekarang ini. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful