Materi Kultum Ramadhan

Materi I Merajut Pakaian Taqwa Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam AlQur’an. Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baik buruknya seseorang. Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriah yang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek, terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa-apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan mulia dalam pandangan manusia, tetapi tidak dalam pandangan Allah. Apakah pakaian ruhani yang dimaksud? sebagai pakaian taqwa (libaasut taqwa). “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al-A’raf: 26). Al-Qur’an menyebutnya Sebagaimana firmannya, Yang demikian itu adalah Allah, mudah-mudahan

Tentang taqwa, imam Ali karramallahu wajhah berkata: ِ ْ ِ ّ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ْ َِ ْ َ ِ ُ ْ َ ْ َ ‫الخوف من الجليل و العمل بالتنزيل و الستعداد ليوم الرحيل‬ (Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan apa yang diturunkan (al-Qur’an); dan menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).

Menuju Kembali Kepada Fitrah

1

Materi Kultum Ramadhan
Ramadan adalah hari-hari dimana kita memintal benang-benang pakaian takwa itu. Hari demi hari kita memintalnya, dengan harapan pada akhir Ramadan, hari kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali. Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu seharusnya kita pakai seterusnya sampai tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana kita akan memeriksa pakaian takwa itu kembali barangkali ada lubang, kotor, sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan rajut kembali. Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” (muttafaq ‘alaih). Semua tidak lain sebagai motivasi buat kita untuk memperbanyak amal kebaikan kita. Mumpung kesempatan itu dibuka lebar-lebar oleh Allah. Allah sedang membuka “Big Sale”. Obral besar-besaran. Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang berbuka puasa, menghentikan menggunjing orang. Semuanya adalah jalan-jalan kebaikan; jalan-jalan merajut pakaian takwa kita.

Menuju Kembali Kepada Fitrah

2

Materi Kultum Ramadhan
Materi 2 Hakikat Ramadhan Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi? Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah) Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan). Disamping itu, Ramadhan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kita untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kita yang sebenarnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.” Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar. Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat (Syahrut Taubah) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

3

Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 4 . melakukan berbagai kebaikan kepada sesama. apa lagi yang kita tunggu. Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. minum dan hubungan suami isteri pada siang hari. mengamalkannya. memahami maknanya. lidah. dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka. Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan. Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa (Syahrush Shiyam) Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan. “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji. “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam. Demikianlah beberapa makna dan hakikat Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq dan Sedekah (Syahrul Infaq wash Shadaqah) Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja. tangan.” Jadi. “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” Beliau bahkan berkata. Harapan kita. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah. Pada setiap bulan ini. maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni. mata. yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: akal pikiran.” Bulan Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. telinga. Jika kita telah memahaminya maka selanjutnya kita harus bergegas untuk mengimplementasikannya dalam hari-hari Ramadhan kita. Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril. Lebih dari itu.Materi Kultum Ramadhan diampuni. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan sampai menyerupai angin yang bertiup. hati. puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total. kaki. shalat tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah. Sudah semestinya kita kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan.” Beliau juga bersabda. maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja. Rasulullah bersabda. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya. agar Ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita. Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah. dan mendakwahkannya. dan anggotaanggota tubuh kita yang lainnya. Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal. Kita telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan.

Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa. mereka masih lebih mementingkan pekerjaan. sebagaimana sabdanya. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslah memahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatan dunia. banyak muslim tidak mampu melakukan keikhlasan dalam beribadah tersebut. termasuk hidupnya. selain Allah SWT. Menuju Kembali Kepada Fitrah 5 . Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya di dunia. keinginannya. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja.” Lintasan sejarah Islam berbicara. setelah kehidupan Rasulullah SAW.. Tentunya. Untuk beberapa alasan. Bahkan. Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut. keluarga. Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. rajanya bulan. dan semua semata-mata ditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian. Dia tidak memiliki keinginan lain. Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad Rasulullah SAW. terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. la’allakum tattaqun. yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah. Pastinya.Materi Kultum Ramadhan keluar dari Ramadhan kita telah menjadi pribadi yang jauh lebih bertaqwa. Rasulullah SAW. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembira akan datangnya Ramadhan. Mereka masih membutuhkan atau mengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah hamba Allah SWT. Dia tidak menyembah materi apa pun dalam kehidupannya. sambut dan hormatilah Ramadhan. dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan. sebagaimana firman Allah SWT. ini merupakan bukti bahwa dia sungguhsungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT. semata. dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak ada selain itu. Selama kehidupan Rasulullah saw. kesehatan. bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin.

dosa umat Islam terbakar oleh banyaknya pahala amalan kebajikan yang diraih pada bulan Ramadhan. Dengan keistimewaan ini. maksudnya bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari Menuju Kembali Kepada Fitrah 6 . Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya.” (QS 2 : 183) Materi 4 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Kedua) 1. Mengapa membakar dosa? Pertama. Ramadhan adalah bulan kesempatan umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan dengan bulan lain. Selain dari pada itu. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi. penuh berkah. amalan puasa adalah ibadah istimewa dan berpahala istimewa yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemunkaran dan maksiat. sehingga berdoa. dilipatgandakannya pahala semua amalan muslim dan muslimah. pada bulan ini umat Islam mendapatkan panen pahala karena ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. yaitu lailatul qadar. Yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib. di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah senantiasa menanti bulan Ramadhan. Beliau senantiasa berkhutbah ketika menyambut awal Ramadhan. Pada bulan itu semua pintu neraka terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu.).” Konotasi “pintu-pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu”. dan ketiga. Di antara isi khutbahnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i adalah sebagai berikut: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan. “Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan. Ramadhan Bulan Istimewa. Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu.Materi Kultum Ramadhan “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Kedua. Barangkali.

Ibadah puasa penuh dengan kebaikan dan sumber pengkaderan untuk menyiapkan generasi yang mau berkorban lii’laai kalimatillah.Materi Kultum Ramadhan neraka. Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwatnya. karena nafsu al ammarah bis suu’ senantiasa menyertainya.” Inilah jihad muslim yang tiada hentinya. umatnya telah menghadapi jihad besar melawan kezhaliman dalam menegakkan keadilan. 2. baik di kala jaga atau tidur. Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam tetap tersebar ke seantero dunia. demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah. Rasulullah pernah menegaskan dengan sabdanya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta. Bila tidak disyariatkan jihad. maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya. selain jihad melawan hawa nafsu ini. nafsu seksualnya. Namun. berarti puasanya akan ditolak Rabbul Izzati. Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan Ramadhan penuh dengan kenangan peristiwa besar yang menggambarkan jihad kaum muslimin. Jihad untuk mempertahankan diri dari serangan kaum kufar ini sering disebut dengan jihad qitali. Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panjinya. dan nafsu-nafsu lainnya selama berpuasa. almau’izhah al hasanah dalam suasana penuh aman dan kedamaian. maka kebatilan akan menggusur yang hak. Ramadhan dan Jihad Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad melawan hawa nafsu. Sejak Islam datang menembus gelapnya kekufuran dan kesyirikan menuju cahaya Islam. Allah swt. telah mensyariatkan jihad melawan kekufuran sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu membawa beban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. Karena dengan puasanya ia berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda oleh syetan yang terkutuk. Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan mencapai dua sasaran: Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan asing dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal. nafsu amarahnya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 7 . umat Islam diperintahkan juga berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan.

sebanyak aneka ragam serangan musuh. Apalagi sekolah-sekolah yang dikelola pendidikan non Islam sarat dengan unsur-unsur yang bisa memadamkan semangat keislaman siswa. Di antara jihad-jihad yang dituntut sekarang adalah: a. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur’an lebih daripada jihad binnafsi. yaitu jihad melalui pendidikan. karena: Menuju Kembali Kepada Fitrah 8 . Kita diwajibkan tablighi ini sebagai jihad bil-lisan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan. baik formal atau Non formal. karena sekolah-sekolah unggulan umat Islam masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah. Jihad Maali. b. Jihad ta’limi.Materi Kultum Ramadhan kerusakan akan menghantui dunia. Jihad tablighi. c. dan kesejukan. Selain jihad nafsiy dan jihad qitaali. Afghanistan. 3. masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya. dan panji-panji Islam akan tumbang diserang kekufuran. yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam. Irak. yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah. dan belahan bumi lainnya. kelembutan. melindungi kaum fuqara’ dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih waras dan sehat. Bosnia. Jihad qitaali adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata seperti di Palestina. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta’limi ini.

sorga dan neraka beserta penghuninya. padang mashar. benda hidup dan benda mati. Akhlak kepada Ciptaan Allah. Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya. meliputi gaib dalam arti positif dan gaib dalam arti negatif. non muslim).Materi Kultum Ramadhan Materi 5 Akhlak Mulia Secara garis besar. Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku. Menuju Kembali Kepada Fitrah 9 . Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna. qada dan qadar. akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu: 1. Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. dan benda serta alam gaib lainnya. Yang pertama yaitu ciptaan Allah yang gaib. Seluruh sikap dan perilaku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan Allah yang nyata. Yang kedua yaitu ciptaan Allah yang nyata. kiamat. Ciptaan Allah yang nyata meliputi sesama manusia (nabi dan rasul. maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini. syetan. 2. tetangga dekat dan tetangga jauh. serta benda mati (bumi dan segalanya serta benda angkasa). Sedangkan gaib dalam arti negatif di antaranya iblis. Akhlak kepada Allah. Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW. sesama muslim. jin. kerabat dekat. perbuatan. dan lain sebagainya. Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. sikap. orang tua. selain manusia (tumbuhan dan hewan). kerabat jauh. Gaib dalam arti positif di antaranya malaikat. namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. diri sendiri. alam kubur.

Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah . sehingga dengan niat karena Allah SWT. sama luasnya dengan seluruh asoek kehidupan manusia serta variasi variasinya.Materi Kultum Ramadhan Pembahasan masalah Akhlak adalah pembahasan yang sangat luas. Perlindungan diri dan HAM. Allah telah mewajibkan kita untuk hidup berinteraksi dengan masyarakat.e. Sebagai Identitas. atau pun sifat dan karakter pasti akan berbeda. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesamaan seratus persen. pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya. 5. Pengatur tatanan Sosial. 3. Allah SWT telah menciptakan seluruh manusia dalam keberagaman. bentuk tubuh. Sebagai Identias. 2. Rahmat bagi seluruh alam. Sebagai pengamalan syariat Islam. Sebagai seorang muslim. Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah : 1. Akhlak Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan. Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan. Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya.berikan tuntunan prilaku dan etika secar sempurna. Baik suara. Hingga anak-anak yang kembar siam pun tetap memiliki perbedaan. Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia denga hewan. 4. Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya. Perbedaan yang khas dari milyaran umat manusia di dunia ini seharusnya makin menyadarkan manusia akan Maha Agung dan Maha Besar-nya Sang Maha Pencipta. Sebagai pengamalan Syariat Islam. kita adalah makhluk sosial. Saat berinteraksi dengan masyarakat tentu saja kita harus dapat Menuju Kembali Kepada Fitrah 10 .

tersebut. siang maupun malam hari. sedangkan mereka mengetahui. di kantor. pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. di angkot. Manusia sering berbuat dosa. di kampus. di stasiun. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. Berbuat salah memang sudah sunnatullah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 11 . di kendaraan pribadi. (HR al-Bukhari dan Muslim). Untuk itu. lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. Sungguh. Sebab. Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. Di rumah. di masjid. mereka segera mengingat Allah. Oleh sebab itu. ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhlukNya. di bandara. di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. di bis. Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. di sekolah. melalui sabda Nabi saw. (QS Ali Imran [3]: 135). Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa. baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan.Materi Kultum Ramadhan menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik. Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. di kereta api. di terminal. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. Materi 6 Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. Agar tidak terjadi masalah yang akan membuat suasana hubungan yang harmonis menjadi terganggu.

Dia akan mengampuninya. Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya." (QS az-Zumar [39]: 53). dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. Apapun dosanya. ”Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. jika Allah SWT menghendaki. diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. juga telah memberikan teladan kepadanya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 12 . Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. (HR al-Bukhari dan Muslim) Padahal Rasulullah saw. Dalam hadisnya. selama hamba mau bertobat. Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan. (QS an-Nisa [4]: 48). khususnya pada bulan Ramadhan. Katakanlah. beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Allah SWT akan mengampuninya. Karena itu. Baru kemudian. Allah memiliki karunia yang agung. Itulah karunia Allah.Materi Kultum Ramadhan Selain itu. janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. adalah seorang yang maksum. seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT. Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya. dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. atau terpelihara dari dosa. Siapa saja yang mempersekutukan Allah. kecuali dosa syirik. maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. Beliau dijamin masuk surga. tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia. dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri). Namun. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Rasulullah saw. Namun. berapapun banyaknya. Allah SWT Maha Penyayang tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini. Untuk itu. yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri. Di samping itu. (QS al-Hadid [57]: 21). Rasul pernah bersabda:”Demi Allah. Memang.

menolak penyakit. menghapus dosa. Rasulullah saw. sesuai dengan janjinya. dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya..” (HR.Materi Kultum Ramadhan Materi 7 Keutamaan Qiyamullail Dari Jabir r. ia Menuju Kembali Kepada Fitrah 13 . pendidikan. Muslim dan Ahmad) Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. budaya. Kalau Allah swt. dan memuji Sang Pencipta.a. ia berkata. mendekatkan diri kepada Allah. maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. Ahmad) Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia. dan itu setiap malam. dihormati oleh sesama. mencintai seorang hamba. baik aktivitas di bidang dakwah. pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya). beristighfar. amalkanlah qiyamullail secara kontinu. ekonomi. pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. diampuni dosanya. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba. bertasbih. Dari Sahal bin Sa’ad r. sosial. maupun politik.a. “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya. bersabda. Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail. dan pencegah dari dosa..” (HR. Ia berdoa. Karena itu. akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. “Aku mendengar Rasulullah saw. menganjurkan kepada kita.

pasti akan dapat balasan. mengucapkan salam.Materi Kultum Ramadhan berkata.” (4)Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail.. ‘Wahai Muhamad. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw. beliau bersabda. Berbuatlah semaumu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 14 . akhirnya pun kamu akan mati. silaturahim. hiduplah sebebas-bebasnya.” Kiat Mudah Qiyamullail Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. datang kepada Nabi saw. Tapi sayang. “Malaikat Jibril a. “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan. (1)Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. (2)Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa. dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur. aqli.s. lalu berkata. (3)Hindari maksiat. diganjar dengan masuk surga. lalu masuk surga tanpa hisab. “Wahai manusia. mengulurkan bantuan. “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat.’” Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab. Jika ada tekad. harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri. berikanlah makanan. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih. kalian akan masuk surga dengan selamat. sebarkanlah salam. (5)Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Cintailah orang yang engkau mau. dan ruhani. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam.” Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya. pasti kamu akan berpisah. dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain. akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang. Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya. Rasululah saw. bersabda. maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit. dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail.

berdoa untuk bisa bangun malam. (7)Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki. Menuju Kembali Kepada Fitrah 15 . Dalam kontek tarbiyah itu sendiri. untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang).Materi Kultum Ramadhan (6)Makan malam jangan kekenyangan. murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah). alamiyah (global). (9)Berdoalah kepada Allah swt. kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya. Materi 8 Ramadhan:Syahrut Tarbiyah Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)?? Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT. mutawazinah (seimbang). dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. kapan waktu bekerja. ujian dan cobaannya. dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik. mutakamilah (integral). maka pembinaan dalam Islam harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: (1) Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal). karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika. Kapan waktu makan. (8)Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat.

ekonomi. Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari. kasar dan menyakitkan. Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi. Orang Arab dahulu ketika memindahkan namanama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab. komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini. terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 16 . agar tercetak sosok yang shalih. mampu mempengaruhi. (4) Memperhatikan tanggung jawab pendidikan Islam. Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah. meningkat keimanannya. menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras. kondisi. karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model. pendidikan dan lain-lainnya. politik. waktu dan tempat. Pada bulan yang sangat istimewa ini. (3) Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi. mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang monoloyalitas ataukah multi-loyalitas. sosial. sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosadosa yang dilakukan manusia. Dalam rangka mencetak generasi sholih yang bisa bergaul dengan masyarakat luar. Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu. Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik).Materi Kultum Ramadhan (2) Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya. Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudluramadlan artinya panas membakar. Dalam bulan romadhan.

Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya. dan sebagainya. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani) Menuju Kembali Kepada Fitrah 17 . dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum. juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. sedekah. seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18. Materi 9 Sarana-sarana Tarbiyah Ramadhan Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi : 1. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf. 2. Begitupun dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa. tarawih. shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut. tawakal. tadarus.Materi Kultum Ramadhan pemanasan diri itu. selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. Ramadhan merupakan sarana Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual) Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya. berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa). jujur dan sebagainya. amanah. Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar. juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa.

atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir. maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. karena ketidak mampuan. maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”. memperbaiki kerja pencernaan. Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas. (Lihat surat al-baqarah ayat 184). tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta. orang sakit. 3. bersatu. seperti orang tua yang telah renta. begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin. pria atau wanita. sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. tanpa terkecuali. mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. mereka sama dihadapan perintah Allah. 4. Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal.Materi Kultum Ramadhan Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik. maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud). apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan. Mengenai hadits yang terakhir. Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial) Selain melatih diri. Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan. disinilah letak pendidikan sosial. cinta keadilan dan persamaan. yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka. kecuali bagi mereka yang ada udzur. Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dusta. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r. Menuju Kembali Kepada Fitrah 18 . seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa. baik yang kaya atau miskin. maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa. Bila dicela orang lain atau dimusuhi. sama dalam merasakan lapar dan dahaga. membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan.: “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa. wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala.a. dan melakukan perbuatan dusta. puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial. dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah. Sedangkan menurut Ibnu Arabi. karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima.

Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata. terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim. mengikis hawa nafsu. dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. dan 2) gaya hidup jahiliyah. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Inilah gaya hidup orang yang beriman. yaitu syirik. yaitu: 1) gaya hidup Islami. Adapun gaya hidup jahili. landasannya bersifat relatif dan rapuh. dan yang kedua ialah kebahagiaan (as sa’adah). karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa.Materi Kultum Ramadhan Dan berdasarkan hadits ini. Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat. Inilah gaya hidup orang kafir. Hanya saja masingmasing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Maha Suci Allah. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat. sebagaimana yang telah difirmankan Allah dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa. karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. Yusuf: 108). Menuju Kembali Kepada Fitrah 19 . dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad. (QS. Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatanperbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa 5. 29 ayat 69) Dan puncak tarbiyah yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT. Materi 9 Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya hidup Islami Vs Jahiliyah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. yaitu Tauhid. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair). “agar kamu bertaqwa”.

“Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z. Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. قلنما: يما رسمول الم، اليهمود‬ . Ada orang yang bertanya. Materi 10 Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري، صحيح‬ ْ ََ َ َ َ َ ّ َ “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu. shahih). sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. قال: فمن. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Kami bertanya. dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). AlBukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z. فقيل: يا رسول ال، كفارس والروم. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi Menuju Kembali Kepada Fitrah 20 . Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami.(‫والنصارى. sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam.(‫الناس إل أولمئك. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. “Ya Rasulullah. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس‬ ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum. maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam .”Ya Rasulullah. bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak.Materi Kultum Ramadhan Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim. niscaya kamu mengikuti mereka”.(‫من تشبه بقوم فهو منهم. “Siapa lagi?” (HR. فقمال: وممن‬ . mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau. Beliau bersabda: ِ َ َ َ َ َ ِ ْ ّ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ِ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ َ َ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ْ َِ ْ ِ ّ ُ َ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ّ ُ ْ ُ َ َ ‫ل تقوم الساعة حتى تأخذ أمتي بأخذ القرون قبلها شبرا بشبر وذراعا بذراع. orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi. shahih). Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. ُ ْ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ْ ِ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َُ َ ْ َ ّ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ ْ ُ َْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ِ ّ َ َ ‫لتتبعن سنن من كمان قبلكمم شمبرا بشمبر وذراعما بمذراع حتمى لمو دخلموا جحمر ضمب تبعتمموهم. Abu Dawud dan Ahmad. )رواه البخاري عن أبي هريرة، صحيح‬ َ َِ ُُِّ ّ “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya.

Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya. mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: "Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. Materi 10 Pengertian Jahiliyah: Masa Sebelum Islam Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi dan situasi masyarakat belum terjamah oleh risalah dan dakwah Islam. dari Abu Hurairah z. Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat). padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”.w tersebut disebabkan oleh sifat keras kepala. jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda). maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Kebiasaan-kebiasaan kaum jahiliyah yang realitasnya berseberangan dengan anjuran Rasulullah s. shahih). Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat.a. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka. istilah ini juga melekat erat pada sifat orang-orang yang tidak taat pada aturan agama yang telah diproyeksikan oleh Al-Qur’an dan AsSunnah. mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. (HR. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya. maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. Seiring dengan perkembangan dan akulturasi bahasa.selaras dengan mode pakaian itu. apriori dan ta’assub (fanatik yang berlebihan) terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 21 . Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka. yang mayoritas beragama Islam ini. Na’udzubillahi min dzalik.Materi Kultum Ramadhan berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka. nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Periode ini sering juga disebut dengan istilah Pra-Islam. Muslim. kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang.

bahwa agama mereka (orang-orang jahiliyah) terbangun oleh beberapa pondasi yang menjadi akar dan pijakan. yaitu sebuah sistim yang besar yang selalu menjadi tumpuan semua orang-orang kafir. sedari dahulu kala hingga akhir zaman. Syeikh DR. tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari bapak-bapak kami mengerjakannya. sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama mereka dengan dasar-dasar yang mereka mengada-adakannya sendiri sekehendak hati mereka. awalaw kaanasy-syaythaanu yad’uuhum ilaa ‘adzaabis-sa’iir”. Yang terbesar diantaranya ialah “TAQLID”. “Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa anzalallahu. dan mereka enggan merobah diri serta beranjak dari kebiasaan itu. qaaluu bal nattabi’u maa wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana. Seperti kebiasaan dahulu orang-orang jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan bertelanjang tanpa busana.Az-Zukhruf:23). Qaliilan maa tadzakkaruun”: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Sebagaimana Allah SWT berfirman di berbagai ayat di dalam Al-Qur’an: “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim muqtaduun”. sehingga hal seperti itu dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai modernisasi.” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS.Al-A’raf:3). dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya (pemimpin yang membawa kepada kesesatan).Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah Al-Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al-Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka (orang-orang jahiliyah) tidak menegakkan agama mereka sesuai dengan apa yang telah para Rasul sampaikan kepada mereka. Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS. melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”(QS. “Dan demikianlah. “Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a.Materi Kultum Ramadhan peninggalan dan tradisi para leluhur yang mengental rekat dalam ritual yang selalu disakralkan. akhirnya terwarisi dengan kebiasaan generasi berikutnya yang tidak malu mempertontonkan auratnya di depan publik. “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam Masail Al-Jahiliyyah mengatakan.Luqman:21). Mereka menjawab: “(Tidak). Perihal inilah yang dalam dunia Islam disebut Menuju Kembali Kepada Fitrah 22 .

Hal inilah yang di dalam literatur Islam disebut dengan istilah “at-taqlid ala’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). Berbeda halnya dengan kaum faqir dan dhuafa. dan tiada keinginan menerima kebenaran. yang dahulu ketika para Rasul memberi peringatan dan mengajak mereka kepada jalan yang benar. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah. atau dalam istilah Arab juga akrab dengan sebutan “al-muhakah”. sombong. An taquumuu lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma tatafakkaruu. Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah “mereka (para penduduk) yang hidup mewah sejahtera dan bergelimang harta pada umumnya. tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah. “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. yaitu sebagian orang meniru cara-cara yang kelompok individu lain lakukan. sedangkan objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk menjadi percontohan (maslahat). wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. kemudian kamu fikirkan (tentang Menuju Kembali Kepada Fitrah 23 . “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah penganut jejak-jejak mereka. yang pada umumnya bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima kebenaran. Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa A’idzhukum biwaahidatin. Kaum yang mengagung-agungkan harta. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. mereka selalu membantah dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin.Materi Kultum Ramadhan sebagai “at-taqlid”. kami lebih percaya dengan apa yang telah dibudayakan oleh leluhur kami. karena mereka adalah orang-orang yang cenderung berbuat jahat. Maa bishaahibikum min jinnatin”.” Dengan kata lain (secara tidak langsung) mereka bermaksud: Kami tidak butuh peran dan kehadiranmu wahai Rasul. yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri.

tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu” (QS. dan senantiasa menyelimuti diri mereka dengan hawa nafsu. yang turun temurun terwarisi dari para leluhur mereka.Abu Daud. menuding bahwa Rasulullah adalah orang gila. Maka dari itu. tanpa berpikir terlebih dahulu dan membuktikan bahwa perkataannya itu sesuai dengan realitas yang hakiki. An-Nasa’i. karena tidak sedikit kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase hidayah. yang dianggap sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang benar. Kairo). tidak sudi berpikir dengan akal sehatnya. Turmudzi. yang hanya bersandar pada dugaandugaan dan hawa nafsu. Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat Islam. (sekarang) berziarahlah kamu. yang mana hidayah (petunjuk) dan yang mana dhalalah (kesesatan). hendaknya ini menjadi titik sentral perhatian orang-orang yang beriman agar cermat memilah dan memilih. Itulah beberapa praktek jahiliyah. sebelum akhirnya beliau me-mansukh-kan hadits itu dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an ziyaaratil qubuur. dan Ahmad) (“Al-Ibdaa’u fi Madhaaril Ibtidaa’ ”.w melarang para sahabat untuk berziarah kubur. padahal pada dasarnya adalah kesesatan yang teramat nyata.” Demikianlah kaum jahiliyah. Kami tidak sudi mematuhi orang ini.Saba’: 46). itulah yang benar. Tidak jarang orangorang menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang benar-benar sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh syariat). Hal inilah yang menjadi sebab mengapa dahulu Rasulullah s. Daarul Bayan Al-‘Arabi.a.w.Materi Kultum Ramadhan Muhammad). Muhammad s. As-Syaikh Ali Mahfudz. Hal ini diakibatkan karena diri mereka yang tidak mau mendengar. dan orang yang tidak tahu diri. “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the most). Mereka mengambil kesimpulan bahwa sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 24 . Mereka berhujjah bahwa yang banyak pelaku dan pengikutnya. Orang-orang Jahiliyah yang mendengar ayat ini tidak mau berpikir sejenak seraya mempertimbangkan kandungan dan arti dari ayat yang menarik ini. bahwa perangai Jahiliyah menganut satu kaidah (asas): “Al-Ightirar bil Aktsar”. sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu akan kematian (kehidupan akhirat)” (HR. fazuuruhaa fa innahaa tudzakkirukumul aakhirah”. yang senantiasa memutarbalikkan fakta. pendongeng sejati. Mereka lebih memilih untuk menjawab: “Kami telah berpegang teguh terhadap apa yang telah dilakukan oleh para leluhur kami. yang mengantarkan mereka pada kesesatan yang nyata. namun hakikatnya adalah kesesatan yang nyata.a. “Sesungguhnya dahulu aku mencegahmu untuk berziarah kubur. Ibnu Majah.

Sebagaimana yang termaktub dalam (QS. bahwa kebaikan itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu banyak peminatnya.Materi Kultum Ramadhan sedikit penganut atau pengikutnya. In yattabi’uuna illadzh-dzhonna wa in hum illa yakhrushuun”.a. dan kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing sebagaimana dahulu ia datang”. Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik”(QS. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. “Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin. dan mereka tak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS. Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin” “Dan kami tidak mendapati kebanyakan mereka berjanji. dalam istilah Islam disebut Ittiba’ dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani. Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) Lawan dari istilah “at-taqlid al-a’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience).AlAn’am: 102). “Islam pada mulanya (hadir) dianggap sebagai hal yang aneh (asing). Allahu A’lam bishawaab. “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. Nabi s. Menuju Kembali Kepada Fitrah 25 . Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillah. Itulah prinsip dasar yang mereka pegang.Yusuf:38). yakni mengikuti dalam ruang lingkup kebaikan. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah adalah “at-taqlid fil khair”.Al-An’am:116). dan mereka suka memutarbalikkan fakta yang ada di dalam AlQur’an dengan menukar-nukar kandungan tafsir Al-Qur’an sekehendak hawa nafsunya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka.w bersabda: “Bada-al Islaamu ghariiban. Sudah menjadi sunnatullah. wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a”.

Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: “Wahai orang-orang yang beriman. Pada dasarnya teladan itu hanyalah tertuju pada orang yang mau berpikir dan mendapat hidayah. jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Maka dari itu Allah berfirman dalam hal perangai jahiliyah: “Wa idzaa qiila lahumut-tabi’uu maa anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna ‘alaihi aabaa-ana awalaw kaana aabaa-uhum laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun. Ishaq dan Ya’qub. dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.”(QS.” mereka menjawab: “(Tidak). mereka kekal di dalamnya selamalamanya.Yusuf:38). karena pada dasarnya.Materi Kultum Ramadhan firman Allah SWT tentang kisah Nabi Yusuf a. fanatisme yang berlebihan memantik untuk menolak kebenaran yang hakiki.s: “Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku Ibrahim. dan tidak mendapat petunjuk? (QS. Menuju Kembali Kepada Fitrah 26 . Itulah kemenangan yang besar. Maka dari itu.”(QS. jika orang yang tidak berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan panutan. Dan di dalam QS. Dzalikal fawzul adhziim”.Al Baqarah: 170).At-Taubah:100).At-Taubah:10 “Wassaabiquunal awwaluuna minal muhaajiriina wal anshaari walladziinat-taba’uuhum bi ihsanin. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun.” (Apakah mereka akan mengikuti juga). Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Sesungguhnya tidak akan mendatangkan maslahat (kebaikan). kebenaran yang hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada pada diri Rasulullah dan para pengikutnya. Wa a’adda lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiiha abadan.” “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. tatapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami. “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. radhiyallahu ‘anhu wa radhuu ‘anhu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Menuju Kembali Kepada Fitrah 27 .” (Al –Isra’:97) “Setiap kali kulit mereka hangus. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. yang keras. Seruan ini ditujukan kepada insan beriman. yang keras. Api neraka ini bahan bakarnya adalah tubuh-tubuh manusia dan batu-batu. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan.” (AtTahrim: 6) Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha Agung kepada orang-orang yang beriman. berisi perintah dan peringatan berikut kabar tentang bahaya besar yang mengancam. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain. “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam. Beda halnya bila seseorang dibakar dengan api neraka. yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan mereka agar menyiapkan tameng untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga mereka guna menangkal bahaya yang ada di hadapan mereka serta kebinasaan di jalan mereka. Bila orang terbakar dengan api dunia. supaya mereka terus merasakan azab.” (An-Nisa’: 56) “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa yang dapat mengantarkan mereka kepada kematian (mereka tidak mati dengan siksaan di neraka bahkan mereka terus hidup agar terus merasakan siksa) dan tidak pula diringankan azabnya dari mereka.” (Fathir: 36) [AlKhuthab Al-Minbariyyah fil Munasabat Al-‘Ashriyyah. dengan subjudul Fit Tahdzir minan Nar wa Asbab Dukhuliha. berpegang dengan perintah-Nya dan mengambil manfaat dari ucapan-ucapan-Nya.Materi Kultum Ramadhan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. na’udzubillah. ia pun meninggal berpisah dengan kehidupan dan tidak lagi merasakan sakitnya pembakaran tersebut. yang dapat dinyalakan dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh air. tidak sama dengan api yang biasa kita kenal. karena yang menjaganya adalah para malaikat yang kasar. karena hanya mereka yang mau mencurahkan pendengaran kepada ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini berbeda sama sekali dengan api di dunia. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. 2/164-165] Orang yang masuk ke dalam api yang sangat besar ini tidak mungkin dapat lari untuk meloloskan diri. Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. Bahaya yang mengerikan itu adalah api neraka yang sangat besar.

Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya. َ ِ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. baik istri-istrinya. tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba… Kata ٌ ‫ ش شداد‬maksudnya keras tubuh mereka. “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras. Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70. malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat. Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka. yang disebutkan dengan sifat-sifat yang mengerikan. dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya. Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat-sifat yang mengerikan agar menjadi peringatan terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 28 . anakanaknya. َ ِ para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya. menjauhi larangan-Nya.Materi Kultum Ramadhan “Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar. sedangkan maksud ٌ ‫ شداد‬adalah kuat. Ada yang berpendapat. serta memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. kaku. “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun. yang keras” (AtTahrim: 6) Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan.000 manusia ke dalam jurang Jahannam.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. dan bertaubat dari perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala murkai serta perbuatan yang menyebabkan azab-Nya. keras terhadap mereka. Ada yang mengatakan. 18/218) Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata menafsirkan ayat ke-6 surah At-Tahrim di atas. menunaikan perintah-Nya. ٌ َ ِ Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‫ غلظ‬adalah sangat besar tubuh mereka. Ayat ini menunjukkan perintah menjaga diri dari api neraka tersebut dengan ber-iltizam (berpegang teguh) terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

874) Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Penjagaan Rasulullah SAW terhadap Keluarganya Materi 14 Menuju Kembali Kepada Fitrah 29 . kalian sungguh akan mendatangi Jahannam tersebut.” (Taisir Al-Karimir Rahman. Yaitu akhlak mereka kasar dan hardikan mereka keras. di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan azab atas penghuni neraka ini dan mengharuskan azab yang pedih untuk mereka. Di sini juga ada pujian untuk para malaikat yang mulia dan terikatnya mereka kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh perkara yang diperintahkan-Nya. Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkankanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.Materi Kultum Ramadhan manusia jangan sampai meremehkan perkaranya. Mereka melemahkan penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap penghuni neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (At-Tahrim: 6) Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.”1 Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras. “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (patung-patung) adalah bahan bakar/kayu bakar Jahannam. hal. Mereka membuat kaget dengan suara mereka dan membuat ngeri dengan penampilan mereka.

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan. Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas. Muslim) Al-Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. ia percikkan air di wajah suaminya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Ali dan Fathima radhiyallahu ‘anhuma. suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dari tidur beliau. beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan Aisyah radhiyallahu ‘anha. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata. “Tidaklah kalian berdua mengerjakan shalat malam?” (HR. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab.” (Asy Syu’ara: 214) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya. Beliau pun membangunkan istri-istri beliau untuk mengerjakan shalat. wahai para pemilik kamar-kamar (istri-istri beliau yang sedang tidur di kamarnya masing-masing)!” (HR. Bila suaminya enggan untuk bangun. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.” Beliau melanjutkan. (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian. bahwa bila hendak shalat witir. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Al-Bukhari) Tidak luput pula putri dan menantu beliau juga mendapatkan perhatian beliau. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau. Kata beliau: “Bangunlah. “Iya. “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Suatu malam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya. Tatkala turun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat. “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak.” (Sanad hadits ini shahih kata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya terhadap Al-Musnad). Beliau berkata. “Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian. lalu menyeru manusia untuk berkumpul.” (HR.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma). Bila istrinya enggan untuk bangun. ia percikkan air di wajah istrinya.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi orang-orang yang beriman telah memberikan arahkan dan peringatan kepada kerabat beliau dalam rangka menjaga mereka dari api neraka. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali radhiyallahu ‘anhu) Materi 15 Menuju Kembali Kepada Fitrah 30 .

berdasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: Menuju Kembali Kepada Fitrah 31 . Taubat yang dilakukan disertai dengan meninggalkan dosa. pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. anakanaknya. dan diselamatkan dari kerendahan serta kehinaan yang biasa menimpa para pendosa dan pendurhaka. dan mengembalikan hak-hak orang lain yang ada pada kita. karena ia adalah pemimpin mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan mereka. bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. menyesalinya. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma) Ia harus memaksa anaknya mengerjakan shalat bila telah sampai usianya. Seorang kepala rumah tangga menerapkan perkara ini dalam keluarganya. sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Taubat yang seperti itu tentunya menggiring pelakunya untuk beramal shalih.” (HR. kepada istri dan anak-anaknya. berketetapan hati untuk tidak mengulanginya. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. dan orang-orang yang tinggal di rumahnya. ‘Wahai Rabb kami. taubat yang murni. ia juga bertanggung jawab menjaga istri. sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. kemudian ia membimbing keluarganya untuk bertaubat.Materi Kultum Ramadhan Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang suami sebagai kepala rumah tangga selain menjaga dirinya sendiri dari api neraka. Buah yang dihasilkannya adalah dihapuskannya kesalahan-kesalahan yang diperbuat.” (AtTahrim: 8) Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. Salah satu cara penjagaan diri dan keluarga dari api neraka adalah bertaubat dari dosa-dosa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’. Ia punya hak untuk memaksa mereka agar taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat maksiat. dimasukkan ke dalam surga. seraya mereka berdoa.

musik.” (Thaha: 132) shalat dan Seorang ayah bersama seorang ibu harus bekerja sama untuk menunaikan tanggung jawab bersama anak. surat kabar. apatah lagi Menuju Kembali Kepada Fitrah 32 . Anak harus terus mendapatkan pengawasan di mana saja mereka berada. Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma. Orangtua harus membersihkan rumah mereka dari sarana-sarana yang merusak berupa video. Sebaliknya. Anak diperintahkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan yang munkar. 2/217) Bagaimana seseorang dapat menjaga keluarganya dari api neraka sementara ia membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kewajiban? Maka. (Al-Khuthab Al-Minbariyyah. dikatakan oleh Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud. gambar bernyawa.” (HR. dan majalah yang merusak. dijauhkan dari teman duduk yang jelek dan teman yang rusak. film. buku-buku yang menyimpang. baik di dalam maupun di luar rumah.”) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan bersabarlah dalam mengerjakannya. “Hadits ini hasan shahih. marilah kita berbenah diri untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka.” (HR. sementara kita tak cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api neraka. Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat dengan seorang hamba. siapa yang meninggal di atas ketaatan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya dan neraka pun semisal itu. Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) Maksud hadits di atas. sebagaimana surga pun dekat. sebelum datang jemputan dari utusan Rabbul Izzah.Materi Kultum Ramadhan “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya ketika telah berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya. Bersegeralah sebelum datang akhir hidup kita. siapa yang meninggal dalam keadaan bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka.

Allahumma sallim! memadai untuk keluarga yang Materi 16 Meraih Rahmat Allah Sebagai manusia apalagi sebagai muslim. terjembatani hubungan antara yang kaya dengan yang miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara bertahap. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (9:71) Ketiga. mendirikan shalat. namun dia tetap Istiqomah dalam keimanannya sehingga dengan keimanannya yang mantap itu. kalau mau memperoleh rahmat Allah kita harus taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain.Materi Kultum Ramadhan meninggalkan ‘bekal’ yang ditinggalkan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 33 . Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS 4:175). mencegah dari yang munkar. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat (3:132). niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (syurga) dan limpahan karunia-Nya. berat maupun ringan. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya. Bahkan di dalam ayat lain. baik di dalam shalat maupun di luar shalat untuk bisa memperoleh rahmat Allah. Hal ini karena orang yang mendapat rahmat Allah tentu saja tergolong kedalam kelompok orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya: Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dan orang-orang yang beriman. lelaki dan perempuan. keuntungan orang yang mendapat rahmat Allah itu akan dijauhkan dari azab-Nya. Kedua. niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi (QS 2:64). tantangan dan rintangan selalu menghadang. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa yang diajuhkan azab daripadanya pada hari itu. kesusahan hidup tidak membuatnya harus berputus asa sedang kesenangan hidup tidak membuatnya menjadi lupa diri. taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf. mendirikan shalat sehingga memberi pengaruh yang besar dalam bentuk menhindari perbuatan keji dan munkar serta menunaikan zakat agar menjadi suci jiwa kita. kita tentu amat mengharapkan rahmat dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a. Kiat Meraih Rahmat Pertama. Tegasnya. harus tolong menolong dalam kebaikan. Dan itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16). Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Iman yang kokoh sehingga bisa dibuktikan dengan amal shaleh yang sebanyak-banyak meskipun hambatan. baik dalam keadaan susah maupun senang. waktu sendiri atau bersama orang lain. maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmt-Nya atasmu. melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar.

sekecil apapun manfaat yang bisa dirasakannya. menyadari terhadap kesalahan yang dilakukan. maka Allah senang pada orang tersebut sehingga Allah mau memberi rahmat kepadanya. sebab jangankan Allah. Ini berarti. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 7:56). bahkan orang lain bisa merasakan manfaat baiknya. Manakala seorang muslim telah mendengarkan Al-Qur’an bila dibacakan. amat mustahil bagi manusia untuk bisa bertaqwa kepada Allah apabila Al-Qur’an tidak diikutinya. maka dengarkanlah baik-baik. Menyesali. Menuju Kembali Kepada Fitrah 34 . inilah yang membuat Allah cinta kepadanya sehingga rahmat Allah akan diberikan kepadanya. yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami QS 7:156) Keempat. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Dalam kaitan ini Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. agar kamu mendapat rahmat (QS 27:46). Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Ny. taubat berarti kembali. Kelima. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dia (Nabi Shaleh) berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. Dengan taubat. bertekad untuk tidak mengulanginya dan membuktikan bahwa dia betul-betul telah meninggalkan segala perbuatan salahnya dengan menggantinya kepada segala kebaikan. yakni perbuatan apa saja yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengganggu orang lain. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur’an. hal ini karena Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia apabila ia ingin memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt. pembicaraan sesama manusia saja harus kita dengarkan atau kita perhatikan. sedang untuk bisa bertaqwa harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam Al-Qur’an.. karenanya untuk meraih rahmat Allah manusia harus bertaqwa kepada-Nya. mengikuti Al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah serta menunaikan zakat. keridhaan dan syurga. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. Keenam. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Orang-orang yang beriman. mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal (QS 9:20-21. hal ini karena secara harfiyah. dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS 7:204). Al-Qur’an merupakan kalamullah atau perkataan Allah. berbuat baik. taubat dari segala dosa yang telah dilakukan. mendengarkan bacaan Al-Qur’an apabila sedang dibacakan. manusia berarti mau mendekati Allah lagi dan Allah senang kepada siapa saja yang mau bertaubat.Materi Kultum Ramadhan Disamping itu. Keempat. berhijrah dan berjihad adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. yakni kembali kepada Allah. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6:155). Hendaklah kamu minta ampun kepada Allah. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. yakni meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan berjihad dalam arti bersungguhsungguh dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala aspeknya. iman dan istiqomah harus disertai dengan hijrah. apalagi kalau ucapan Allah yang tentu harus lebih kita perhatikan. hal ini karena. sebanyak apapun dosa yang sudah dilakukannya. lihat juga QS 2:218).

S. lalu dikatakan oleh mereka. Materi 17 Ukhuwah Islamiyah “Tidaklah dua orang muslim berjumpa.’Ini Muadz bin Jabal.Merupakan arahan Rabbani (Q. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer Menuju Kembali Kepada Fitrah 35 .Materi Kultum Ramadhan Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah kepada orang yang bertaubat adalah yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri” (QS 2:222). Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang. Aku berkata. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya. misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”. lalu keduanya berjabat tangan. saling mengunjungi karena Aku.”Alloh berfirman.S. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata.R.Perumpamaan tali tasbih (Q. Aku bertanya tentang dia. dan saling memberi karena Aku.” Makna Ukhuwah Islamiyah Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha. kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah. berabda.’Demi Alloh aku mencintaimu.’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw.Nikmat Allah (Q.Merupakan cermin kekuatan iman (Q.” (H.49:10) Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam.43:67) 3. Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara). pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat.’Ya Alloh aku cintai’.S. Lalu ia bertanya. cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku.S. Hakekat Ukhuwah Islamiyah: 1. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya. 3:103) 2. 8:63) 4.’ Keesokan harinya . Abu Daud) Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku pernah masuk Masjid Damaskus.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab.

Tafahum adalah saling memahami. Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran 4. beliau bersabda. dari Nabi Muhammad saw.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.” (H.S. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim) “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah. Muslim) 3. niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. perkawinan.” 2. adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: 1. ya Rasullah.Materi Kultum Ramadhan (terbatas waktu dan tempat). Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. dan kepentingan pribadi) Materi 18 Peringkat-Peringkat Ukhuwah Peringkat-Peringkat Ukhuwah: 1. nasionalisme. kebangsaan. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya.R. Al Hujurat: 13) 2. Abu Hurairah r.R.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.a. yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak. Muslim) 3. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia.. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu). Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia. Takaful.” (H.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah. “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim.” (H. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta.. karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. kesukuan. Memohon didoakan bila berpisah “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H. Muslim) 4. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q.R.R Abu Daud dari Barra’) Menuju Kembali Kepada Fitrah 36 . dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan.

Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai.Materi Kultum Ramadhan 5. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. meskipun berbedabeda dalam harta dan kedudukan. benci.S. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain. dengki. sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki.S. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya Memenuhi hak ukhuwah saudaranya Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan Materi 17 Manfaat Ukhuwah Islamiyah Manfaat Ukhuwah Islamiyah 1. 7. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi) 3. iklim. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q. dan atau batas negara. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada (Salamatus shadr)) dan cinta. Ia rela haus demi puasnya prang lain. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q. dan bersih dari sebab sebab permusuhan. warna kulit. bahasa. antara sebagian dengan sebagian yang lain. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa. 9. Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad. yaitu itsar. Merasakan lezatnya iman 2. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure. 15:45-48) Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain. Menuju Kembali Kepada Fitrah 37 . 8. 6. Ia rela bersusah payah demi istirahatnya orang lain.

Hadits tersebut memberikan dua isyarat. Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. Pertama. infak dan sedekah (ZIS)... Menuju Kembali Kepada Fitrah 38 . kemiskinan bukanlah semata-mata disebabkan oleh kemalasan untuk bekerja (kemiskinan kultural).supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Kedua. Misalnya. terutama antara kelompok kaya dan kelompok miskin. dan bukannya disebabkan oleh semata-mata kelebihan jumlah penduduk (over population). Thabrani dalam Al Ausath dan Ash Shoghir). salah satu mekanisme distribusi pendapatan dan kekayaan ini adalah melalui instrumen zakat. Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian. 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia. al-Hasyr: 7). jika zakat. sebagaimana yang dinyatakan-Nya dalam QS Al-Hasyr: 7: “.. dalam sebuah Hadits riwayat Imam al-Ashbahani dari Imam Thabrani. Rasulullah SAW. Lapoe dan Colin (1978) serta George (1981) menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya sekelompok kecil orang-orang yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak.” (QS. sebagaimana dikemukakan dalam Human Development Report 2006 yang diterbitkan oleh UNDP (United Nations Development Programme).Materi Kultum Ramadhan Materi 18 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam Islam Adalah sudah menjadi fakta. Padahal Allah SWT sangat menentang perputaran harta di tangan kelompok elit masyarakat saja. Sedangkan sisanya 90% masyarakat dunia menguasai 46% total kekayaan dunia (Beik. sehingga kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok.. bahwa kegiatan ekonomi sekarang adalah melahirkan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar dan semakin besar. kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim.. infak. akan tetapi juga akibat dari pola kehidupan yang tidak adil (kemiskinan struktural) dan merosotnya kesetiakawanan sosial. dan sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan dikelola dengan baik. menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan. Ingatlah. Salah satu faktor utama yang menyebabkan besarnya kesenjangan pendapatan tersebut adalah karena ketiadaan mekanisme distribusi kekayaan yang mencerminkan prinsip keadilan dan keseimbangan. Berdasarkan laporan tersebut. 2006). Dalam ajaran Islam.

Materi Kultum Ramadhan
apakah dalam aspek pengumpulan ataupun dalam aspek pendistribusian, kemiskinan dan kefakiran ini akan dapat ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil (Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan Hadits, zakat, infaq dan sedekah di samping sering digandengkan dengan salat, juga digandengkan dengan kegiatan riba, misalnya dalam QS. Ar-Rum: 39 dan QS. Al-Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi. Karena itu, gerakan penyadaran zakat hakikatnya adalah gerakan untuk menghilangkan kesenjangan, baik kesenjangan pendapatan maupun kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
Walaupun terjadi penyimpangan di sana-sini terhadap Al-qur’an, tetapi pada akhirnya penyimpangan tersebut akan terkalahkan dan Allah akan meluruskan kembali. Sungguh Allah telah menentukan hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita berlomba-lomba dalam beramal dan nyata antara yang benar dan yang salah. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” (QS 15:9) Di satu sisi banyak umat mendustakan, di satu sisi lain akan banyak umat yang membenarkan. Telah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan-ilmuwan kaliber dunia bahwa Al-qur’an adalah ayat-ayat yang berlaku sepanjang masa dan penemuan-penemuan ilmiah mereka ternyata hanya membenarkan dan memperjelas kandungan-kandungan dan hukum-hukum yang telah dicantumkan dalam Al-qur’an. ”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber sinar) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, garis edar yang tetap) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (berilmu)”. (Surat 10: Yunus ayat 5). Al-qur’an adalah proyek Allah berisi tuntunan keselamatan kehidupan universal, dan dengan keterbatasan manusia yang hanya diberikan ilmu dan kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu serakah dan selalu dikelilingi setan (manusia dan jin) akan menjadi tersesat jika menafsirkan Al-qur’an dengan hawa nafsunya. Banyak cara Allah menjaga Al-Qur’an. Sejak zaman rosulullah, ada ribuan penghafal-penghafal Al-qur’an sehingga tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, dan jika ada akan langsung terbongkar. Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al-Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan rumus-rumus matematika sangat menakjubkan, jelas diluar kemampuan manusia

Menuju Kembali Kepada Fitrah

39

Materi Kultum Ramadhan
apalagi Muhammad yang buta huruf, dengan temuan tersebut menjadikan sangat memudahkan “menemukan Al-Qur’an Palsu”. akan

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahuntahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya : " Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74:30)

Materi 20 Pengertian Al Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قققرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قققرأ قققرءا وقرآنققا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (‫ .)غفققر غفققرا وغفرانققا‬Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.* Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan alQur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (alInsaan:23)

Menuju Kembali Kepada Fitrah

40

Materi Kultum Ramadhan
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa alQur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firmanNya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9) Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya. Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87) Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1) Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayatayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29) Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar.” (al-Isra’:9) Dan firman-Nya, “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-

Menuju Kembali Kepada Fitrah

41

Dan firman-Nya. maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka. Allah ta’ala berfirman.? ‘ Adapun orang-orang yang beriman.” (al-Furqan:52) Dan firman-Nya. “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (an-Nahl:89) Dan firman-Nya. sesungguhnya ia telah menta’ati Allah.” (al-Hasyr:21) Dan firman-Nya.” (al-Furqaan:1) Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an. “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19) Dan firman-Nya. “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran. membenarkan apa yang sebelumnya. di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. Allah ta’ala berfirman. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).Materi Kultum Ramadhan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar. maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu). Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48) Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia. “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu.” (an-Nisa’:80) Menuju Kembali Kepada Fitrah 42 . iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu. “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata.” (at-Taubah:124-125) Dan firman-Nya. “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya. ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini.

nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya.” (alAhzab:36) Dan firman-Nya. 4. 6. sesat yang nyata. “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu. Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan. tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7) maka maka Dan firman-Nya. terimalah dia. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia. Dan apa yang dilarangnya bagimu. Di antara manfaat itu adalah: 1. ikutilah aku. Ketika membaca al-Qur'an.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 5.Materi Kultum Ramadhan Dan firman-Nya. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu. Allah menegur diri kita pada setiap ayat-ayat Nya. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan. maka sungguhlah dia telah sesat. seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah. nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya.” (Ali ‘Imran:31) Materi 21 Manfaat Membaca Al Qur’an Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya. 2. 3. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia. 7. “Katakanlah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 43 . ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. terutama untuk kehidupan. karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya. tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya. Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya.

dan keunikan suaranya apabila dibaca. "Hiasilah Al Qur'an itu dengan suaramu. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk. kerapian susunan dan uslubnya. yaitu dengan keindahan bayannya.Materi Kultum Ramadhan 8. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan. kecemasan dan rasa pesimis.. di saat orang lain merasakan kesedihan." (HR." (HR. Muslim) Dalam riwayat lainnya disebutkan "Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur'an menjadi baik. Ahmad. merenung dan beramal sebanyak-banyaknya. inovatif dan produktif.Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an." (Al Muzzammil:4) Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah termasuk ummatku orang yang tidak melagukan Al Qur'an. 9." Para ulama balaghah dan para sastrawan bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir sampai Ar-Raf"i dan Sayyid Quthb dan selain mereka pada zaman kita ini telah menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab ini. sehingga membuatnya ingin selalu beramal. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat.. 11. Bukhari) Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan main-main atau merubah. kreatif. hati yang damai dan pikiran yang jernih. dan mengambil manfaat darinya. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayatNya yang lembut.Amiin Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang indah selain juga mu'jizat yang logis. Ia telah membuat bangsa Arab tidak mampu berkutik. 10.." (HR. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah. Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita. Yang dituntut di dalam membaca Al Qur'an adalah bertemunya antara keindahan suara dan tajwidnya sampai keindahan bayan dan susunannya. oleh karena itu Allah SWT berfirman: "Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan. sehingga sebagian mereka menamakannya "Sihir..' 12. Abu Dawud dan AnNasa'i) Menuju Kembali Kepada Fitrah 44 .

membangunkan perasaan. kebenaran isinya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 45 . Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka.hal:237. sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya. Dia mampu memberikan siraman ruhani. Pada waktu Al-Qur'an diturunkan. Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah. kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan.Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an." Abu Musa berkata. aku mendengarkan suaramu tadi malam. oleh Az Zarkasyi :Jilid:2. Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mu’jizat Al-Qur'an nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an. memberikan kepuasan akal.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari RA. Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya. Darul Ma'rifah. kepada seorang rasulNya. susunan ayat-ayat dan surahsurahnya. Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya. ilmu. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia. atau seperti surah di antara surahsurahnya ). Ahmad. sungguh kamu telah diberi seruling dari seruling keluarga Dawud. apa yang dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) untuk membaguskan dalam melagukan Al Qur'an yang dia baca dengan keras. sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa. sastra dan seni secara bersamaan. Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah " balaghah ". memberikan kenikmatan pada perasaan dan memperlancar lisan. Tapi usaha mereka gagal. "Seandainya aku mengetahui hal itu. "Seandainya kamu melihatku. Bukhari dan Muslim) Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama. maka aku akan membacakan untukmu dengan bacaan yang lebih baik. Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah. Muslim) Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang diizinkan Allah pada sesuatu. Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama." (HR." (HR.

Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. Ketiga. Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an. di dalam Al-Qur'an begitu banyak. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada. Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang. tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab. teliti susunan ayatnya. mengapa pakai perintah? Dan bentuk perintah kepada Nabi Muhammad SAW. Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an. memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. sunan surahsurahnya. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh. untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -. Al-Qur'an kalam Allah. Al Falaq dan An Nas. jin dan manusia untuk membuat sepertinya. Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ). Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW. anda akan menemukan suatu keterpaduan.Materi Kultum Ramadhan Kedua. saling berkaitan dari awal sampai akhir. Bandingkan dengan Al-Qur'an. Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. Menuju Kembali Kepada Fitrah 46 . sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemukapemuka Quraisy. Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. Padahal ia diturunkan secara berangsurangsur. Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada. Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya. Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ". hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi. Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an. lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an.

mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama. tentang alam. dan yang menentukan akhir hidup manusia. dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. kaum muslimin. adanya hari kiamat. lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an. sebagai bimbingan yang lurus. yang mengerjakan amal saleh. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima. seperti adanya surga dengan segala keindahannya. di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib. Sesuai firman Allah SWT: "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Rabb kita juga." ( Al Kahfi: 1-3) Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jiz. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 47 . Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. Mengapa. Keempat.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang. dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. Adakah akal manusia sejak sekian abad silam. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya. Kitalah. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10). Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ). dan neraka dengan segala kepedihannya. Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. dan Al-Qur'an kalamNya. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam.Materi Kultum Ramadhan Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia. karena alam ini ciptaan Allah. Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an".

Ia menghapal Menuju Kembali Kepada Fitrah 48 . sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayatayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya." ( Fushshilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. dan malah hurup-hurupnya--. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah." (Al Hijr: 9)." (Huud: 1) "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. didengarkan. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril). Dan salah seorang dari mereka. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Karena Allah SWT. kecuali Al Qur'an. Al Quran berisikan seratus empat belas surah. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. Ayat-ayatnya dibaca. dalam masalah Al Qur'an ini. dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. Kecuali satu surah saja. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. kecuali Al Qur'an ini. di dalam hati mereka. Karena. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan.). suatu kitab. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. baik dengan tulisan atau bacaan. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. baik itu kitab agama atau kitab biasa. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. dihapal dan dijelaskan. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. penj. baik itu lelaki maupun perempuan. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. Ia tidak dimulai dengan basmalah. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. yaitu surah at Taubah. telah menjamin untuk memeliharanya. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin. jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-.Materi Kultum Ramadhan terakhir.

dan jalan yang paling lurus. namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. Materi 25 Al Qur’an Cahaya Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna.a. mana yang harus ghunnah (dengung). idgham (digabungkan). seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an". karena ia tertulis dengan bukan bahasanya. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. izhhar (jelas). Hingga saat ini. dan kitab yang menerangkan.Materi Kultum Ramadhan Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di 49 Menuju Kembali Kepada Fitrah . meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini." ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu."Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. kalimat-kalimat serta lafazhlafazhnya saja. media cetak. Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an.. meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. Seperti kata mana yang harus madd (panjang)."(Al Israa: 9) "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. bagi Al Qur'an.

(Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu." (An Nuur: 35). saat mentari pagi telah bersinar." (At Taghaabun: 8). Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya". Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. dalam banyak ayat. kemudian ia memperjelas yang lain. Ia membuka hal-hal yang samar. sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu." (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas. sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: "Maha Besar Allah. Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firmanNya: "Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an). Yaitu yang berkaitan dengan pokokMenuju Kembali Kepada Fitrah 50 .Materi Kultum Ramadhan atas cahaya (berlapis-lapis)." (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya. seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya. Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai manusia. menjelaskan hakikat-hakikat. ia akan memadamkan pelita-pelita". dan dia adalah "cahaya yang istimewa". membongkar kebatilan-kebatilan. menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan. serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk." Seperti dalam firman Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)"." (An Nisaa: 174) "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). menolak syubhat (kesamaran).

Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu Menuju Kembali Kepada Fitrah 51 . membaca dan mendengarkannya. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya. Namun yang disayangkan. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. membangun umat yang saleh. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya. kenabian. membentuk keluarga. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahantambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. menghubungkan manusia dengan Rabbnya. membenarkan apa yang sebelumnya." (Al Maaidah: 48) Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan diturunkanya.Materi Kultum Ramadhan pokok aqidah dan akhlak. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. serta mentadabburi dan merenungkannya. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. memahami rahasia-rahasianya. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. Materi 26 Interaksi Dengan Al Qur’an Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban untuk berlaku baik dan benar terhadap Al Qur’an dalam memahami dan menafsirkannya. dan balasan atas amal perbuatan. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. membersihkan jiwa manusia. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya.

mengerjakan ajarannya. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik." (Al Jumu'ah: 5). Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. dengan bertumpu --terutama-. undang-undang bagi aturan politik. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. seperti yang dilakukan oleh Bani Menuju Kembali Kepada Fitrah 52 . Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. namun ia juga petunjuk itu. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. membebaskan negeri-negeri. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. yang dapat berakibat patal jika dilanggar. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. mereka menghapal hurup-hurupnya. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: "Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. serta peradaban ilmu dan iman. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. karena ia adalah objek kita. Mereka berlaku baik dalam memahaminya.pada Al Qur'an itu sendiri. mengetahui tujuantujuannya. namun kafir dengan sebagiannya lagi. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi.Materi Kultum Ramadhan menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an.

harkat dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 53 . maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. Kesempurnaan Islam ini menunjukkan bahwa syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah rahmatal lil’alamin.” (Al Anbiya’: 107) Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk: "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?. harga diri. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: "Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an." (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya." (An Nisaa: 122) Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah Islam merupakan agama sempurna yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkhabarkan di dalam firman-Nya (artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu melainkan sebagai rahmatal lil’alamin. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an.Materi Kultum Ramadhan Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga. memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan.

Karena tidak ada seorang pun yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul. Bahwa setiap muslim diharamkan menumpahkan darah (membunuh) dan merampas harta saudaranya seiman. Ghibah adalah menyebutkan.” (H. membuka. atau pun merusak kehormatan saudaranya seiman. Demikian pula setiap muslim diharamkan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan.Materi Kultum Ramadhan martabat manusia secara adil dan sempurna. dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya. Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kita dan cenderung disepelekan.” Menuju Kembali Kepada Fitrah 54 . Tahukah anda apa itu ghibah? Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi kita. sehingga sering terjadi dan terkadang di luar kesadaran. Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang. yaitu ghibah (menggunjing). Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan. Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia. kehormatannya.R Muslim no. Ghibah ini erat kaitannya dengan perbuatan lisan. jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya. yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya. 2564) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul termasuk kita tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain. dan juga hartanya. sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya. meremehkan.

Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut. Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at. karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini -pent).” (H.R. sebagaimana firman-Nya (artinya): “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya. Menggambarkan keburukan bentuk tubuh seseorang Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek.Materi Kultum Ramadhan Di dalam Al Qur’anul Karim Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela perbuatan ghibah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih.” (Al Hujurat: 12) Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan. Maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu. Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu. Abu Dawud 4875 dan lainnya) Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut. disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. Membicarakan keburukan orang lain Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala … (pada ayat di atas).” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25) 2. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya. aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan Menuju Kembali Kepada Fitrah 55 . bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku mi’raj (naik di langit). ” (Lihat Mishbahul Munir) Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah 1. Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah. demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at.

4878 dan lainnya). Dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab Nuniyyah hal. yaitu mencakup penyebutan aib dihadapan orang tersebut atau diluar sepengetahuannya. Abu Dawud no. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Menuju Kembali Kepada Fitrah 56 . 29) 4. At Tirmidzi dan lainnya) Dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu. 48664967) Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar. 39 berkata: Janganlah kamu tersibukkan dengan aib orang lain. 1583. sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari kata ghaib yang artinya tersembunyi-pent) yang ditegaskan oleh ahli bahasa. sesungguhnya itu dua keaiban (Lihat Nashihati linnisaa’ hal. bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya.R. Namun Al Hafizh Ibnu Hajar menguatkan bahwa ghibah ini khusus di luar sepengetahuannya. Kemudia Al Hafizh berkata: “Tentunya membeberkan aib di hadapannya itu merupakan perbuatan yang haram. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya. justru kamu lalai Dengan aib yang ada pada dirimu. yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut.Materi Kultum Ramadhan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya.” (H. Semestinya dia tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan aibnya. lihat Nashihati linnisaa’ hal.R. Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing).” Hadits di tersebut secara zhahir mengandung makna yang umum. Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu. janganlah kalian mencari-cari aibnya.” (H. beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau bangkai yang busuk. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. tapi hal itu termasuk perbuatan mencela dan menghina.” (Fathul Bari 10/470 dan Subulus Salam hadits no. Abu Dawud no. janganlah kalian menjelek-jelekkannya. janganlah kalian mengganggu kaum muslimin.R. Membicarakan sesuatu yang tidak disukai saudaranya Konteks dalam hadits: “Engkau menyebutkan sesuatu pada saudaramu yang dia membecinya. sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12. 32) 3.” (H. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah. Mendengar pembicaraan ghibah tapi tidak melarangnya Demikian pula bagi siapa yang mendengar dan ridha dengan perbuatan ghibah maka hal tersebut juga dilarang. Ahmad 3/351) Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar.” (H.R.

(Lihat Nashiihatii linnisaa’: 31) Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. bukan justru ikut larut dalam perbuatan tersebut. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif. ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 57 . Misalnya mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar maka dia pun wajib mengembalikannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan orang-orang yang beriman itu bila¬ mendengar perkataan yang tidak bermanfaat. mereka berpaling darinya. Pendapat ini ada sisi benarnya jika dikaitkan dengan hak seorang manusia. Secara harfiyah. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia mengingkarinya dengan tangan.Materi Kultum Ramadhan “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti. yang demikian ini selemahlemahnya iman. dan mereka berkata: “Bagi kami amalamal kami dan bagimu amal-amalmu. 1931 dan lainnya) Demikian juga semestinya ia tidak ridha melihat saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berbuat ghibah. Oleh karena itu sebagian para ulama lainnya berpendapat tidak perlu ia memberi tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib baginya beristighfar (memohan ampunan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi itu di tempat-tempat yang pernah ia berbuat ghibah kepadanya. maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.” (Al Qashash: 55) Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu. Insyaallah pendapat terakhir lebih mendekati kebenaran. maka hendaknya ia pergi dan menghindar darinya. Semestinya ia menasehatinya. Kalau sekiranya ia tidak mampu menasehati atau mencegahnya dengan cara yang baik. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan hatinya.” (Muttafaqun ‘alaihi) Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap kemaksiatan. berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah. Bertaubat dari Ghibah Lalu bagaimana cara bertaubat dari perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya untuk memberi tahu kepada yang dighibahi? Sebagian para ulama’ berpendapat wajib baginya untuk memberi tahu kepadanya dan meminta ma’af darinya.R. Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru marah yang bisa meruncing pada percekcokan dan bahkan perkelahian.” (H. semoga kesejahteraan atas dirimu. Tetapi dari sisi lain. tentunya hal ini pun dilarang dalam agama. At Tirmidzi no. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya. kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. justru bila ia memberi tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan akan terjadi mudharat yang lebih besar.

pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. Di dalam Al. padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua. Ternyata. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak.Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat. Apabila manusia. memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya. hal ini karena ulama ahli tafsir. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. luas ilmunya dan banyak amal shalehnya. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan. baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt. sehat dan cerdas. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib. Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. tapi juga Ishak dan Ya’kub.Materi Kultum Ramadhan Namun. misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh. Bentuk Keberkahan Secara umum. keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. Kedua. Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. berkah dalam keturunan. hai ahlul bait. Pertama. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73). ini merupakan sesuatu yang amat penting. sehingga bagi orang yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 58 . yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. dicurahkan atas kamu. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96). apakah aku aka melairkan anak. rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah. sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan.

berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan.Materi Kultum Ramadhan diberkahi Allah. memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh. hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum. Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu. Sekurang-kurangnya. dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88). karena salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt. tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. yakni 24 jam setiap harinya. Karena itu. Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu. Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam. waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt. bagi seorang muslim yang diberkahi Allah. dan penciptaan laki-laki dan perempuan. Karena itu. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah. dan siang apabila terang benderang. ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3). Di samping itu. keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. Karena itu. meskipun sudah halal dan thayyib. Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi. 1. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31). makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama.” (92:1-7). Materi 30 Kunci Keberkahan Sebagai seorang muslim. baik dalam bentuk mencari harta. makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya. ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. Ketiga. Iman dan Taqwa Yang Benar Menuju Kembali Kepada Fitrah 59 . makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib. meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid.

Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini. 2. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman. tidak pula ada pada zaman Nabi saw. Karenanya. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa.Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini. dan para sahabat. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102). Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. lihat juga QS 38:29. keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu. keluarga.Materi Kultum Ramadhan Di dalam ayat di atas. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki. Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. Justru ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan Menuju Kembali Kepada Fitrah 60 . masyarakat maupun bangsa. dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. baik dalam keadaan senang maupun susah.6:155). maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an. maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. Materi Tambahan Halal Bi Halal Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab. nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50. memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh. baik menyangkut aspek pribadi. yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al. Berpedoman kepada Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada. kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu.

hendaknya kita meminta halal kepadanya hari ini juga. biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium.’ Karena itu.” Para ulama kita terdahulu mendasarkan kegiatan halal bihalal tersebut pada sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari seperti di bawah ini: Artinya: “Barangsiapa yang berbuat kezhaliman (kesalahan) kepada saudaranya sehingga merendahkan derajatnya. Maka jadilah tradisi halalbihalal sebagaimana berkembang seperti sekarang ini. maka ketika Syawal tiba saatnya kita melengkapinya dengan memperbaiki hubungan horisontal dengan sesama manusia (hablun minannas). bahwa ciri orang yang bertakwa (sebagai output dari ibadah ramadhan) salah satunya adalah al-kaazhimiinal gaidh. Halal dengan halal. yakni ‘memaafkan kesalahan manusia. ketika pada ramadhan kita memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah). yakni pada hari ini. Menuju Kembali Kepada Fitrah 61 . hendaknya dikembalikan. para ulama mendasarkan juga pada QS. Al-Baqarah: 133-134. maka hendaklah ia meminta halal hal tersebut dari saudaranya itu pada hari ini. Yakni bahwa ketika kita membuat kesalahan pada seseorang. yakni dengan cara saling memaafkan. saling meminta halal atas kesalahan kita masing-masing. Ketika orang saling meminta halal. dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia. tetapi juga harus mengembalikan hak saudaranya yang telah ia langgar. Acara ini kemudian berkembang menjadi sangat bervariasi ragam bentuk dan acaranya hingga saat ini.” Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di sini: 1. al-yauma. itu berarti bukan sekedar meminta maaf. jangan ditunda-tunda. maka terjadilah ‘halal-halalan’. Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada Syawal selepas Ramadhan? Selain dasar hadits tersebut.Materi Kultum Ramadhan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. mengucapkan hadits itu saat hari raya Idul Fitri. ‘Hari ini’ yang dimaksud tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. bahwa al-yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. Jika itu berupa barang. 2. Ada pula yang mengartikan ‘pada hari ini (juga)’. yang kemudian diArab-kan menjadi ‘halal-bi-halal’. karena menurut sebagian riwayat. yakni meminta halal. aula. falyatahallal. yang khas Indonesia. Rasulullah saw.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful