..

,

PEDOMAN
Konstruksi dan Bangunan

Pd T-03-2004-8

Perkuatan jembatan rangka baja Austral.ia dengan metode prategang eksternal

I~

41DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANAWILAYAH

Daftar isi

Daftar isi Prakata

••

•••••••••••

4

·

.

. . .
...........................................................................

iii iv-v 1 1

Pendahuluan'" 1 2 3 Ruang lingkup Acuan normatif .
.
0

..

Istilah dan definisi '" 3.1 Satang pratekan 3.2 Siok angker 3.3 Deviator 3.4 Prategang eksternal 3.5 Selubung kabei 3.6 Kawat jalinan tujuh

~

. . . . . . . .

1
1 2 2 2

2 2
4 4 5 5 7 7 7 7 8 8 8 10 10 10 11 11 12 13 15 15 15 1.6 17 18 18

4 Sistem prategang eksternal (PE)
5

Petunjuk perencanaan . 5.1 Siok angker . 5.2 Panjang kabel di belakang angker 5.3 Deviator.................................... 5.4 Penentuan parameter perencanaan :~......... 5.5 Analisa perhitungan 5.6 Kehitanqarrpaya prategang.............................................................................. 5.7 Sokongan deviator Pelaksanaan 6.1 Persiapan bahan dan peralatan....... 6.2 Tahapan pelaksanaan Kontrol kualitas........................................................................................................ 7.1 Bahan............................................................................................................... 7.2 Peralatan 7.3 Pelaksanaan penarikan kabei Pemeliharaan.................................. Bentuk jembatan rangka baja Australia B60....

6

7

8

Bibliografi Lampiran A Lampiran B Kabel prategang, batang baja pratekan dan selubung kabel B.1 Strand tunggal B.2 Strand gabungan B.3 Batang baja B.4 Selubung kabel Lampiran C Latar belakang dan parameter pemilihan perkuatan C.1 Latar belakanq kebutuhan akan perkuatan

.2 Karakteristik batang baja kuat tarik tinggi Tabel B..2 Dimensi komponen jembatan rangka baja Australia B60 Gambar B.......3 Pelat penahan angker...1 Karakteristik strand....C.. cincin dan baut.....1 Jembatan rangka baja Australia B60 Gambar A............2 Strand gabungan Tabel B. Tabel B................1 Strand tunggal Gambar B....... 3 4 6 6 10 13 14 15 15 15 16 16 ii ..2 Lampiran E Parameter pemilihan jenis perkuatan.......... mur........ Gambar 5 Pelaksanaan metode prategang eksternal Gambar A.......... 18 19 20 Lampiran 0 Rangkuman penerapan prategang eksternal.... Gambar 2 Blok angker Gambar 3 Deviator Gambar 4 Bentuk kelengkungan kabel pada deviator....... ............ Daftar nama danlembaga Gambar 1 Beberapa contoh penempatan kabeL..

/ . dan instansi pemerintah pusat serta daerah dan disusun dengan maksud agar dapat dipergunakan sebagai acuan umum dalam gielakukan peningkatan kapasitas dan daya layan jembatan melalui penerapan metode/ prategang ekstemal. Penulisan pedoman ini mengikuti Pedoman BSN No. Pedoman ini diprakarsai oleh Pusat Litbang Prasarana Transportasi. mulai dari perancang. profesional. kontraktor. aT6anas melalui forum konsensus yang melibatkan instansi pemerintah. 8 tahun 2000. dan konsultan serta kalangan akademisi.Prakata Pedoman perkuatan jembatan rangka baja Australia dengan metode prategang ekstemal dipersiapkan oleh Panitia Teknik Standardisasi Bidang Konstruksi dan Bangunan. Badan litbang Departemen Permukiman dan Prasarana WiJayah.. e iii . direktorat jenderal. Pedoman ini disusun dengan melakukan pendekatan adaptasi beberapa referensi asing dan justifikasi berdasarkan kajian litbang penerapan prjlt~mekstemal. melalui Gugus Kerja Bidang Konstruksi Jembatan dan Bangunan Jalan pada Sub Panitia Teknik Standarisasi Bidang Prasarana Transportasi. 1 Pedoman diperuntukan untuk semua pihak yang terlibat dalam rehabilitasi bangU9~n atas jembatan.

harus dilakukan terlebih dahulu guna menjamin bahwa lantai.Pendahuluan Jembatan rangka baja Australia merupakan bangunan atas jembatan yang disusun dari beberapa panel segitiga dan dirangkai satu persatu dengan hubungan baut untuk menahan beban rencana jembatan yang sesuai dengan peraturan beban yang berlaku pad a sa at itu. Selain keuntungan di atas terdapat juga beberapa kekurangan yaitu : a) suatu penilaian kondisi khusus pad a jembatan yang lebih teliti dibandingkan dengan metode lain. Salah satu usaha untuk meningkatkan daya layan dan kapasitas jembatan adalah denoan menerapkan perkuatan jembatan menggunakan metode prategang eksternal. melalui suatu metode perancangan. beberapa rangka batang atau struktur jembatan secara keseluruhan. d) kabel prategang dapat ditegang ulang. Penempatan perkuatan dapat dilakukan pada satu. iv . Prinsip penerapan prategang eksternal pad a rangka baja adalah memberikan suatu gaya yang akan mereduksi tegangan tarik rangka batang jembatan dengan mempergunakan kabeJ atau batang baja yang ditempatkan di bagian luar struktur jembatan. Sebelum melangkah lebih jauh mengenai penerapan metode prategang eksternal pada jembatan rangka akan lebih baik pembaca mengetahuikeuntungan dan. akan terjadi sejurnlah pergerakan pad a komponen-komponen lantai jembatan baik dalam arah vertikal maupun horisontal. b) kabel prategang yang ditempatkan di luar menjadi lebih mudah terkena korosi clan vandalisme. rangka jembatan. Agar kabel dan/atau batang baja dapat menyalurkan gaya prategang pada suatu ranqka batang jembatan sebagaimana yang direncanakan maka kabel tersebut harus dijangkarkan pad a bag ian angker dan/atau deviator dengan suatu allnyemen tendon tertentu. Dengan bertambahnya umur jembatan dapat diduga terjadi : peningkatan beban dan volume lalulintas. d) pada jembatan rangka baja. gelagar dan rangka jembatan dapat memikul adanya penambahan tegangan. Keuntungan penerapan metode prategang eksternal adalah : a) tidak perlu menutup arus lalu-lintas. Jembatan jenis ini pertama kali dipasang di Indonesia sekitar tahun 1990. pelaksanaan dan pemeliharaan prateg:3r!g ekternal tertentu yang akan dibahas pad a pedoman ini. peningkatan beban akibat tebal pelapisan ulang perkerasan aspat di jembatan yang berlebihan. kekurangan penggunaan metode terse but. b) pelaksanaannya yang mudah dalam hal pemasangan peralatan yang digunakan. c) kemudahan dalam pemeriksaan kabel dan angkernya yang terpasang karena letaknya di !uar struktur. c) pad a saat dilakukan penegangan kabel pada rangka jembatan. sehingga perlu diperhitungkan akan terjadi tegangan-tegangan sekunder yang dapat merusak pe!at lantai. pemberian gaya aksial dapat mengakibatkan masalah kestabilan lokal sehingga diperlukan adanya perkuatan lokal pada struktur angker atau penambahan profil di dekat elemen rangka baja yang letaknya paling dekat dengan angker. Hal-hal di atas sangat berpengaruh pada peningkatan tegangan elemen jembatan dan bertambah besarnya lendutan yang terjadi. e) kabel prategang direncanakan untuk dapat dig anti kemudian hari. dan penurunan' ketahanan konstruksi jembatan.

2. v .Keputusan untuk melakukan perkuatan dilakukan bila : 1. . 3. Tegangan bahan baja terukur yang hampir mendekati tegangan ijinnya. Lendutan berlebih dan getaran terukur yang menyebabkan kendaraan kurang nyaman berdasarkan survei detail kondisi jembatan. 4. Diindikasikan adanya peningkatan beban kendaraan pad a jembatan berdasarkan uji sampel pengukuran beban kendaraan. Ditemukan kerusakankondisi fisik secara visual jembatan yang membahayakan.

SNI 07-3651. AASHTO M169 . dan pemeliharaan struktur prategang ekstemal. SNI 07-3651. dengan contoh penggunaan pada tipe 860. Struktur jembatan yang dimaksud pada pedoman ini dibatasi hanya untuk struktur di atas dua perletakan. Kawat untuk konstruksi untuk konstruksi beton beton baja tanpa Japisan bebas tegangan Kawat baja beton pratekan.3-1995. Bagian 3: Kawat kuens (quench) dan temper Kawat baja beton pratekan. perancangan penerapan prategang eksternal. Steel Bars. Pelaksanaan penerapan prategang eksternal.Perkuatan jembatan rangka baja Australia dengan metode prategang eksternal 1 Ruang lingkup Pedoman ini berisi kaidah-kaidah dan tata cara penerapan prategang ekstemal pada jembatan rangka baja Australia. HDPE untuk plastik SNI 07-0358-1989. Pedoman perenceneen pembebananjembatanjalan SNI 06-0939-1989. ASTM A233.1-1995. Spesifikasi baja struktural baja tanpa lapisan bebas tegangan SNI 07-1051-1989.1 batang pratekan batang baja kuat tarik tinggi yang akan diberikan gaya tarik padanya 1 dari 20 .Joints. Kawat baja karbon tinggi untuk konstruksi beton pratekan/ SNI 07-1154-1989. Mild Steel. Carbon. Peraturan umum pemeriksaan baja SNI 07-6764-2002. pratekan SNI 07-3651. tarik dingin Baja beton pratekari.ilaianlassessment struktur eksisting dan analisis detail respon struktur. SNI 07-3651. Arc Welding Electrode l 3 ASTM A307. kondisi 2 Acuan normatif raya SNI 03-1725-1989.90. Bagian 1 : Persyaratan umum Kawai baja beton pratekan.83. Mild Steel Bolts and Nuts (Grade A) Istilah dandefinisi 3. jalinan tujuh SNI 07-1155-1989. Hal-hal prinsip yang dibahas pada pedoman ini meliputi faktor pener. High Strength Bolts for Structural Steel. Bagian 2: Kewe.4-1995.tu penerapan prategang ekstemal. Kawat pratekan. Bagian 4: Pilihan ! AASHTO M164M . Cold Finished. Standard Quality.2-1995. Pedoman ini tidak memberikan arahan mengenai prosedur pe'.

6 kawat baja [alinan tujuhl +·WtA strand kabel yang terdiri dari tujuh buah lilitan kawat dengan Kuat tarik tinggi 4 Sistem prategang eksternal (PE) Prinsip perkuatan dengan PE adalah menyederhanakan penerapan beban aksial yang dikombinasikan dengan gaya angkat untuk meningkatkan kapasitas lemur dan geser dari struktur balok atau komponen.kapasitas lentur serta memperbaiki kondisi.2 blok angker bagian tempat menambatkan kabel prategang pada struktur yang ada 3.4 prategang eksternal (PE) kabel/ tendon! strand yang diberi gaya prategang yang c!itempatkan di bagian luar I eksternal atau dicantelkan pad a struktur dalam hal ini jembatan rangka baja Australia 860 3. Pemberian tegangan dapat dilakukan dengan menggunakan kabel prategang. tendon dan deviator pada struktur jembatan. atau pada struktur rangka secara keseluruhan (Gambar 1 (d) sId (f).5 selubung kabel pembunqkus yang terbuat dan bahan polypropylene atau high density polyethylene (HOPE) untuk melindungi kabel dari bahaya korosi 3. baik yang berupa strand tunggal maupun gabungan. Keputusan untuk memilih jenis metode perkuatan jembatan dengan suatu penilaian kondisistruktur jembatan.3.3 deviator suatu konstruksi yang berfungsi mengubah arah kabel dan memudahkan pembentukan alinyemen kabel. dan dengan kehadiran deformasi atau lendutan ke bawah akibat beban yang diterapkan pada jembatan dapat direduks Sama seperti pada sistem prategang yang biasa dilakukan khususnya jembatan beton pratekan PE. pemberian tegangan dilakukan dengan menggunakan batang baja kuat tarik tinggi yang dapat ditarik dengan dongkrak hidrolik ataupun dengan sistem pengencangan baut. Selain itu jangkauan tegangan pada lokasi kritis dapat juga direduksi sehingga dapat meningkatkan kinerja ketahanan terhadap fatik. Penerapan sistem prategang ini dilakukan dengan pemasangan angker. baik blok angker dan deviator ini harus dirancang dengan benar agar kabel menempel dan bekerja dengan sempurna 3. (lihat Gambar 1 (a».retakan dari suatu gelagar. Perkuatan dengan sistem PE dapat dilakukan pada satu batang rangka saja. beberapa batang rangka (Gambar 1 (b) dan (en. Pada beberapa keadaan. Peningkatan kekakuan yang diberikan dengan prategang eksternal dapat mereduksi defleksi dan vibrasi selama umur layannya. 2 dari 20 rangka baja harus didahului . menerapkan suatu gaya tekan yang dikombinasikan dengan momen eksentrisitas guna menambah.

.Oi bawah ini diperlihatkan bentuk-bentuk penempatan kabel atau batang baja (khusus untuk item a) saja) yang dapat ditempatkan pad a jembatan rangka baja Australia 860. (b) . (c) (d) (e) ~ (f) (g) (h) Gambar 1 8eberapa contoh penempatan kabel atau batang baja yang mungkin pada jembatan rangka baja Australia 860 3 dari 20 ...

Tendon dapat dibuat Jurus.j:..!.:t~ 4 dari 20 . .. ~iameter baut rategang eksternaf 63 mrn I (a) Gambar 2 Blok angker (a) tampak (b) depan. atau poligon bergantung pada kebutuhan perencanaan.JJ~ ~::t~~: t~ . ' .'I'.ot _330 :1 r .! iir . Hal-hal penting yang haws diperhatikan berkaitan dengan perencanaan blok angker yang ditempatkan pada pelat buhul (seperti terlihat pada Gambar 1) adalah sebagai berikut a) b) angker harus direncana sesederhana mungkin pada badan atau sayap gelagar yang ada. I . . . r. dl I • .. sesedikit mungkin yang ada. (b) tampak sampiRg o. i~ . Pad a konstruksi jembatan rangka. ..f!. "' . lihat Gambar 2: harus diperhitungkan perkuatan setempat dengan menggunakan pelat-pelat pengaku pada pelat buhul dan batang rangka baja yang berdekatan dengan angker. •• . . I I ea .1 Petunjukperencanaan Siok angker Sistem pengangkeran yang digunakan dalam perkuatan ini adalah sam a seperti yang digunakan pada perencanaan beton prategang biasa. angker dapat ditempatkan ujung-ujung bawah atau ujung ujung atas rangkanya.l__ . _..Keterangan gambar : (a) Kabel atau batang baja pad a satu batang diagonal (b) Kombinasi kabel pad a batang diagonal dan pada batang bawah (c) Kabel pada batang bawah (d) dan (g) Alinyemen kabel poligon angker pada ujungatas (e) sam a dengan (d) dengan tambahan penyokong (f) dan (h) Alinyemen kabel poligon angker pada ujung bawah dengan penyokong 5 5..gker pefat t 30 = '11m I I 330 r" . I '" I -r . ~i . Produsen khusus peralatan prategang biasanya sudah menyiapkan sistem angker yang khusus untuk prategang eksternal dengan kelengkapan perlindungan terhadap korosi serta fasilitas lain yang tersedia untukkeperluan inspeksi dan penggantian strand. ! 11'. menghindari terjadinya pembongkaran elemen-elemen jembatan c) d) 860 I Bfok ar. dan dan menghindari penegangan angker hendaknya direncanakan sesimetris pada satu sisi rangka dan dipasang pad a kedua sisi jembatan rangka dan penegangannya direncanakan untuk dilakukan secara bersamaan dengan menggunakan dua buah dongkrak prategang.

Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam pereneanaan deviator: a) b) c) e) d) deviator harus terpasanq sempurna. penegangan ulang kabel.5. minimum 50 em. 5. Dari analisis terse but akan didapat jumlah dan letak deviator yang paling optimum.3 Deviator Deviator merupakan suatu unit alat bantu yang dibuat guna memudahkan pembentukan suatu profil (layout) kabel prategang yang sesuai dengan kebutuhan. Konstruksi deviator bisa direneanakan seperti eontoh deviator dalam Gambar 3 atau bentuk lain sesuai kebutuhan dan memenuhi fungsinya. yang dimaksudkan selain untuk meneegah terjadinya konsentrasi tegangan yang besar. e) f) g). ataupun keperluan pemantauan. bagian rangka yang digunakan sebagai tempat menumpunya deviator harus diperkuat dengan menggunakan pelat pengaku.2 Panjang kabel di belakang angker Untuk keperluan pemeliharaan. Selanjutnya kabel berlebih tersebut diberi penutup untuk menghindari korosi dan dan di dalamnya diisi dengan gemuk. maka perlu direneanakan adanya kabel dengan panjang tertentu di belakang angker. Oleh karena itu disarankan agar jumlah angker dan deviator yang digunakan seminimai mung kin. pada jembatan ranqka. kuat dudukannya guna menjamin transfer beban seeara deviator harus dipasanq dengan ketelitian yang eukup tinggi agar posisi kabel dan alinyemennya sesuai dengan yang disyaratkan dalam pereneanaan. harus diperhitungkan perkuatan setempat dengan menggunakan pelat-pelat pengaku pada pelat buhul dan batang rangka baja yang berdekatan dengan deviator. juga untuk meneegah terjadinya tekuk setempat. yang mana akibat dari gaya-gaya prategang yang ditransfer melalui deviator berpengaruh terhadap gaya dalam rangka atau pelat buhul.relatif sempit dan terbatas. jumlah dan letak deviator dipilih dengan mempertimbangkan lawan lendut yang direneanakan pada titik buhul melalui analisis respon struktur. seperti pada Gambar 3. penggantian. pemasangan anqker dan deviator umumnya dilakukan pad a ruang yanq. Keadaan demikian akan rentan terhadap bahaya korosi. deviator harus dapat menampung adanya sistem proteksi korosi kabel.jari-jari kelengkungan alinyemen tendon prategang yang berada pada deviator tidak boleh lebih kecil dari 6 jari-jari tendon. 5 dari 20 .

jari kelengkungan kabel gaya prategang eksternal gaya prategang 'eksternal Gambar 4 Sentuk kelengkungan kabel pada deviator 6 dari 20 . (b) tampak samping deviator jari .. Pelat deviator ke buhul t=30mm Pipa baja diameter 3" t=30mm . I .-Tf I f I f baut I . - (a) (b) Gambar 3 (a) Tampak depan.

a) gambar pelaksanaan (as-built drawing). 2. 7 dari 20 . 5. 1992. Gaya prategang untuk sistem prategang eksternal (PE) dibatasi sebesar 45 % terhadap gaya putus. Gaya prategang dapat hilang dengan segera aklbat gesekan dan slip pada angker. Kapasitas rangka baja dalam dapat dihitung berdasarkan data bahan dan dimensi struktur Data yang digunakan untuk menghitung kapasitas struktur tersebut dapat diperoleh dari beberapa sumber. ijin (working stress design) dan batas ultimit (ultimate limit states) dengan faktor beban dan reduksi kapasitas elemen sebagaimana yang tercantum pada Sistem Manajemen Jembatan Bagian 2 Beban Jembatan. . terutama disebabkan oleh relaksasi. Terjadi seketika selama penegangan kabel.7 Sokongan deviator Kadang-kadang akibat kebutuhan letak tendon yang cukup jauh dari bagian rangka baja diperlukan sokongan. . antara lain. Fluktuasi gaya prategang pada kabel pratregang PE lebih besar dibanding kabel prategang pada beton prategang normal akibat baja prategang mendapat gaya tambahan akibat perpendekan dari perpanjangan kabel.6 Kehilangan gaya prategang Dalam menghitung gaya prategang eksternal harus dipertimbangkan adanya kehilangan gaya prategang yang dapat dikelompokkan dalam dua kategori. Kehilanqan akibat berjalannya waktu. Ketinggian deviator ditentukan dari analisis respon struktur.tersebut untuk menahan gaya-gaya sebagai berikut : 1.5 Analisa perhitungan Perencanaan perkuatan struktur ini harus ditinjau untuk batas tegangan. Gaya mendatar yang didistribusikan ke baut-baut. c) ukuran dan dimensi detail profil rangka baja dan letak baut. 5. dimana semakin tinggi deviator akan mengurangi ruang bebas dan semakin tinggi pula resiko terhadap benda hanyutan. Gaya prategang yang telah direduksi akibat kehilangan awal disebut gaya prategang awal. 2. Kareria ltu perlu ada perancangan yang lebih detail pada bagian sokongan. Sebagai dasar yang akan digunakan dalam menentukan jembatan lama adalah mengetahui terlebih dahulu berapa dimiliki oleh rangka jembatan. Kemudian gaya prategang yang te!ah direduksi akibat relaksasi disebut gaya prategang efektif. yang mana semakin tinggi deviator akan semakin besar gaya tekan yang terjadi pada batang-batang rangka jembatan.5. Namun hal ini juga harus dipertimbangkan terhadap gaya-gaya rangka maupun pelat buhul apakah gaya tersebut melewati kapasitas ijin bahan baja. yaitu : 1. 5. Gaya aksial yang menekanstruktur sokongan. Selain itu juga harus dipertimbangkan jarak ruang bebas di bawahjembatan. b) mutu bahan yang diperoleh dari pengujian.4 Penentuan parameter perencanaan perlunya suatu perkuatan kapasitas daya pikul yang memikul momen dan geser yang ada di lapangan. Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodasi fatik yang disebabkan oleh getaran struktur dan getaran kabeJ sendiri.

selongsongdan deviator seeara pabrikasi. / lakukan pemotongan minimum 50 em. bor beton.~ ~. Oi bawah ini dapat dilihat foto-foto pelaksanaan dan struktur angker dan deviator yang dipakai dalam penerapan metode prategang eksternal pada jembatan rangka baja Australia. jika didapatkan adanya perubahan berupa retakan pada pelat lantai jembatan. tutup bagian angker dengan kotak penutup dari pelat baja kemudian masukan gemuk ke dalamnya. hentikan penegangan. Tahapan pelaksanaan periksa kondisi lapangan. pasang kabel prategang sampai alinyemen tendon reneana terbentuk. untuk mengantisipasi bahan dan peralatan penunjang apa saja yang perlu disediakan. kemudian hitung dan reneana kembali sistem prategang eksternal termasuk letak dan jumlah angker dan/atau deviator. pasangkan struktur angker dan deviator pada gelagar baja dengan menggunakan baut.2 a) b) e) d) e) f) Langkah penting dalam pelaksanaan adalah : g) h) i) lindungi angker dan deviator dari pengaruh korosi. persiapan blok angker.1 Pelaksanaan Persiapan bahan dan peralatan persiapan pengadaan kabel prategang dan batang baja pratekan. persiapan dongkrak hidrolik. gerinda tangan dan lain-lain. strand di belakang angker sampai mempunyai panjang ~""'?sedur yang harus dipersiapkan dalarn pelaksanaan adalah : ~J tJ) c) d) 6. lakukan penegangan atau penarikan kabel seeara bertahap. kontrol pengaruh penegangan pada batang baja. 8 dari 20 . persiapan peralatan-peralatan penunjang seperti generator.

'.".' ':~~ :.4.~- t~d~ .J w ~.. (e) (f) 9 dari 20 ..".(a) (b) (d) \ti.[.

Kabei prategang dan pelat penyusun deviator dan angker blok sebaiknya diuji tarik sesuai dengan ketcntuan uji tarik untuk mendapatkan beban leleh. 7. Kontraktor juga harus menyediakan peralatan cadanganuntuk mengantisipasi kerusakan salah satu dongkrak. 10 dari 20 . terlihat penambahan lubang baut baru (d) & (f) Detail konstruksi deviator terlihat penambahan lubang baut baru (e) Detail blok angker ujung 7 7. beban ultimit dan elongasi. Dongkrak hidrolik yang dipakai harus telah dikallbrasi dengan menunjukan bukti sertifikat kalibrasi yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang dan belum digunakan untuk pekerjaan lain.2 Peralatan Kontraktor wajib menyediakan semua peralatan utama dan pendukung untuk pelaksanaan prategang eksternal. Dongkrak hidrolik juga harus dilengkapi dengan alat penqukur tekanan hidrolik (manometer) sehingga dapat diketahui besarnya gaya penarikan kabel.(g) Gambai'" 5 Pelaksanaan metode prategang eksternal pada jembatan rangka baja Australia (a) Tampak depan jembatan yang telah diperkuat (b) Tampak samping jembatan yang telah diperkuat (c) & (d) Penarikan kabel pada bagian blok angker di bagian ujung atas rangka baja.1 Kontrol kualitas Bahan Bahan-bahan untuk prategang eksternal harus sesuai dengan spesifikasi pad a Bagian 2.

b) periksa tegangan-tegangan pada kabel. Tahapan penarikan dimulai dari sisi terluar dilanjutkan pada kabel sisi dalam pada setiap sisi rangka. dipasang pada masing-masing sisi rangka baja sesuai dengan gambar rencana. maka kabel prategang yang sudah dilindungi terhadap karat dengan selongsong polyprcpelene. serta deviator dari pengaruh air agar tidak terkena korosi. seperti : baut dan perletakan. angker. 11 dari 20 . 7. Setiap kabel diberi gaya prategang awal sebesar 50 % gaya rencana. Setelah semua kabel ditarik sebesar 50 %. 8 Pemeliharaan Langkah-Iangkah yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan adalah : a) lakukan pemeriksaan rutin setiap setahun sekali. maka dilanjutkan sampai 100 % gaya rencana dengan urutan sperti di atas. c) lindungi kabel. Selama penarikan kabel perlu dilakukan kontrol terhadap : • Gaya prategang yang dibaca melalui manometer yang terpasang pada dongkrak • Elongasi kabel yang terjadi pada setiap penarikan untuk memeriksa apakah terjadi elongasi berlebih atau tidak • Kontrol terhadap lendutan vertikal jembatan selama dan sesudah penarikan kabel. j) apabila karat sudah terjadi maka kabel harus diganti dan dilakukan penegangan kembali pada tempat yang sarna dengan kabel yang baru. e) hindarkan pengaruh kebakaran yang mungkin terjadi pada kabel/tendon.Alat las yang digunakan harus dalam kondisi baik sehingga dapat menghasilkan arus sesuai dengan kebutuhan dan hasll penetrasi las sesuai dengan persyaratan yang tertuang dalam gambar rencana. gemuk atau semen yang akan berfungsi sebagai penghalang fisik terhadap air dan bahan pencemar !ainnya. k) kepala angker harus dilindungi dengan cara menutupnya dengan penutup kotak yang di dalamnya diisi gemuk. dan jika sudah terjadi lakukan perbaikan dengan cara perkuatan. i) gunakan perlindungan korosi lain seperti Iak-band.3 Pelaksanaan penarikan kabel Setelah angker dan deviator terpasang. f) tendon atau kabei harus selalu dalam keadaan tertutup. g) kabel di dalam selonqsonq harus diinjeksi dengan bahan parafin. oleh karena itu lapisan pelindung harus selalu dijaga keutuhannya. sehingga menimbuikan kesulitan dalarn pemeriksaan keutuhan kabel ataupun kesulitan sewaktu diperlukan penggantian kabel maka penggunaan bahan injeksi dengan semen pada perkuatan PE tidak disarankan. h) karena semen bersifat kaku. padat dan merekat erat pada kabel. Hal ini dimaksudkan agar jembatan tidak mengalami deformasi berlebihan. guna menjamin bahwa sistem masih dalam fungsinya. termasuk selama janqka waktu sebelum pemasangannya. d) kabel harus diberi perlindungan terhadap korosi sepanjang umur rencananya. cat atau bahan pelapis yang sejenis untuk perbaikan kerusakan setempat dan menutup sambungan antara ujung selubung dengan kabel. • Amati perubahan pada struktur rangka baja dan juga elemen-elemen pendukungnya. I) periksa kepala angker dan deviator dari bahaya karat.

S. Direktorat Bina Program. W. Manual for Assembly and Erection of Steel Spans Volume 2 for Directorate General of Highways Ministry of Public Works Republic of Indonesia. 1984 Daly. Sydney. 1990. Laporan PeneHtian Puslitbang Jalan. A Method for Increasing The Capacity of. Badan Litbang Departemen Pekerjaan Umum. W. transport-links. 1992 Pusat Litbang Teknologi Prasarana Jalan. Laporan Pengembangan Puslitbang Teknologi Prasarana Jalan. dan tim.K dan tim. 2001 Witarnawan.PDF - 12 dari 20 . 1992 Direktorat Jenderal Bina Marga. M. Band C .org/tiansport_links/fileareal publications 11_452_PA3575%20. Van Nostrand Reinhold - - - - Transfield . Laporan Penelitian Puslitbang Prasarana Transportasi. W.Short and Medium Span Bridges www. Aplikasi Metode Perkuatan RangkaBaja Australia.. 2000 Witarnawan. Steel Bridges Theory and Design.1999 Kimbangwil. Penentuan Perkuatan Jembatan Callender Hamilton. Badan Litbang Departemen KimPrasWiI.F. Direktorat Bina Program. - - - Wardhana.MBK. dan tim. . dan Witarnawan. . Prestressed Company.A. Badan Litbang Departemen Brosur Perkuatan Jembatan dengan Metode Prategang Eksternal . Badan Litbang Departemen KimBangWiI. P. 1999 Troistsky.Bibliografi Direktorat Jenderal Bina Marga. Pengembangan Metode Perkuatan Jembatan Rangka Baja Tipe Callender Hamilton. A.Class . Standar Steel Bridging For Indonesia Permanent Standard Truss Spans 35 to 60 m . Sistem Manajemen Jembatan Bagian 7 Struktur Baja. Australia. Sistem Manajemen Jembatan Bagian 2 Beban Jembatan.

pelat penghubung bag ian sayap (d) (e) Gambar A. Bentuk tampak depan dan samping jembatan rangka baja Australia dapat dilihat pada gambar di bawah ini : (a) ic lA lC2 lC3 lC4 lC4 <t lC4 <t (b) pelat buhul dalam pelat buhulluar JI' pelat penghubung bagian badan r 50C 6000 500 I 7200 8040 I '] <. (d) tampak depan (e) bentuk pemasangan profil jembatan rangka baja Australia 860 13 dari 20 .5 meter pada setiap sisi. (b) tampak samping.Lampiran A (Informatif) 8entuk jembatan rangka baja Australia 860 Jembatan rangka baja Australia kelas B mempunyai spesifikasi : Terdiri dari 2 lajur.(c) Tampak atas dan bawah.0 meter Tempat untuk berjalan kaki (trotoar) selebar 0.1 (a}. Lebar jalur kendaraaan 6.

WIDTH THICKNESS GUSSET PLATES CHORDS 12 12 12 12 12 12 12 12 4860 4690 4860 4690 4860 4860 4860 4860 LS 1 lS2 DIAGONALS LO 1 L02 LO 3 L04 end 10 12 16 36 10 12 12 12 5804 5804 5804 6420 LS 3 lS4 LS5 LS 6 LS7 LG 1 LG2R LG2L LG3 LG4 918 918 918 1060 948 848 848· 848 870 1130 16 16 .5 L h27 x 127 x 8L 7200 7160 I JB 3 end JB 4 end JB5 JB6 JB? I 8490 7140 7168 7172 5930 2940 4845 -t 400 I l' 4( t t 300 i ) it )- 0( 400 400 > :( 400 1 1350 Gambar A.2 berikut : MARK DETAILS LENGTH t MARK DESCRIPTION mm IT mm LC 1 LC1A LC2 LC2A LC3 LC4 LC5 LC6 12 12 16 16 20 28 32 36 mm mm HEIGHT . 16 16 16 SPLICE PLATES 180 180 240 180 180 240 180 848 848 648 832 832 632 350 20 14 12 20 14 12 4 CROSS-GIROER JX 1L JX 2L end 760UB 148 760 UB 148 BRACING JB 1 JB2 102x 102 x6L 1250 31 UB ~60 UB67 ~10 UB 54 ~52 x 102 x 10L 9 x 89 x 6.Dimensi masing-masing komponen dalam jembatan rangka baja Australia 860 adalah sebagai mana yang diperlihatkan pada Gambar 8.2 Dimensi komponen jembatan rangka baja Australia Kelas 860 14 dari 20 .

density polyethyiene) Strand tunggal Gambar B.1 Strand tunggal selubung plastik (polyethylene) '--__'.2 Strand gabungan dengan selubung proteksi korosi Tabel 8.1).2) rongga bahan diisi bahan pelindung korosi dengan cara injeksi se!ubung plastik kerapatan tinggi (high ~-__'l"'o.:.1 1670 1860 260.. batang baja pratekan dan selubung kabel Seperti telah disinggung di muka.5 ) 12.2.6 ) ASTM GRADE 270 13 mm (0.2 Strand gabungan Pada tendon yang terdiri dari beberapa strand. pemberian tegangan dapat dilakukan dengan menggunakan kabel prategang. $etiap strand yang digunakan dalam PE harus diUndungi terhadap bahaya korosi dengan cara memasukkannya ke dalam selubung polyethylene yang diisi dengan bahan pelindung korosi. 8.7 98. (Iihat Gambar B. baik yang berupa strand tunggal maupun gabungan.iMlnrnc:i rongga bahan diisi bahan pelindung dengan cara injeksi Gambar 8.5 IJm 45 % dan tegangan 15 dari 20 . Sebagai gantinya strand-strand tersebut dapat dilindungi dengan galvanisasi atau dengan memasukkannya kedalam selubung untuk kemudlan diisi dengan bahan pelindung korosi.1 TIPE STRAND diameter (mm) luas nominal (mrrr') be rat nominal ( kglm) tegangan leleh (MPa) tegangan tarik putus (MPa) batas leleh (kN) modulus (GPa) Relaksasi Catatan : Tegangan (%) Karakteristik Strand 15 mm (0. (Iihat Gambar 8.1 dan B. setiap strand tidak perlu dilindungi terhadap bahaya korosi sebagaimana pada strand tunggal.775 1670 1860 183.7 0. Karakteristik dari strand dapat dilihat pada Tabel 8.5 leleh - 140 1..7 sekitar 195 Maksimum 2. .Lampiran B (informatif) Kabel prategang.1 Strand t"nggal dengan selubung proteksi korosi 8.7 sekitar 195 maksimum 2.

Sementara itu baja yang digalvanisasi tidak direkomendasikan untuk digunakan.2 Karakteristik Diameter Satang nominal 15 19 *23 26 *29 *32 35 *38 * diameter Jarak ulir (mm) 2 2 2 2 2 3 Diameter utama Dari ulir (mm) 16.00 27. Dimensi mur luar dari dala~ DIameter Beralt. dari diameter 15 mm sampai dengan 75 mm.93 41 41 51 57 64 70 76 83 40 45 45 50 56 64 70 75 I I .57 39..25 0.12 0.-an_d_a-+r _ku-.81 28 32 38 42 47 52 56 64 22 20 20 20 20 20 25 25 25 0.40 4.99 9.12 7. cincin dan mur dapat dilihat dalam Tabel C. Satang baja ini tersedia dalam berbagai ukuran..__ -r-_-r---.-t_=_5 m_m-+-t_=_5_m_m-j mm mm m mm mm mm kg kg Jsg_ 159.__ . __ nominal 1-+1 __ -+__ -+ __ -+-:--+m_e_li:-nt_an_..25 4.20 2.3 label B..73 36.02 33.3 Batang baja Satang baja biasanya digunakan apabila panjang struktur yang akan ditegangkan relatif pendek dan akan dipasang lurus.. dengan panjang sampai 18 meter.49 5.13 30.81 9. mur._S_t-. mulai.38 3 3 430 545 680 830 990 1175 - 190 305 450 570 710 870 1040 1230 batang yang lazim digunakan Selain dart batang baja kuat tarik diatas tersedia juga batang baja tahan karat dengan panjang sampai 18 meter.63 batang baja kuat tarik tinggi Seban outus ultirnit minimal (Mpa) Regular Super grade grade Berst per meter (kg) 1. mm mm ABC o E H I J K G Oimensi 15 75 100 130 130 150 150 150 75 25 100 130 130 130 130 150 35 36 36 20 24 27 30 33 35 38 44 1..71 7.50 20. cincin dan baut O· Cincin Oiameter iarneter . Untuk keperluan pelat penahan angker.. namun dengan biaya 5 sampai 6 kali lebih mahal.47 3.55 4.01 10. mengingat masalah peregasan karena hidrogen.5 48 25 33 38 43 48 53 58 39 39 39 45 45 50 --~------~-------~--~-------~-----~----------~-----~-----~--~-------~--~ 180 150 50 16 dari 20 . luar pegas m-.37 0.58 2.~ L 29 38 19 23 26 32 35 38 38 38 38 381 38 50 43.-.60 0. Tabel B.5 50 43.52 0.20 0.B.2. Cincin rata Cincin Diameter pelat d rib el t batang angker I kepala se!u~~ngluang pa petat Tinggi Tinggi Berat dia.55 6. Karakteristik batang baja kuat tarik tinggi dapat dilihat pada Tabel C.-n_ci-tu_r-. 159.15 0.3 Pelat penahan angker.9.32 24.25 6.

yang berguna untuk melindungi kabel terhadap korosi sehingga harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) kuat menahan kerusakan yang mungkin terjadi selama fabrikasi. beton. maka ketebalan selonqsonq minimal 1 mm.5 mm atau lebih besar dari dimensi strand makshnum. pemasangan dan penegangan. mempunyai kestabilan kimiawi untuk tahan terhaclap peregasan atau pelunakan di dalam suatu rentang temperatur dan pengaruh lingkungan selama umur dari sistem perkuatan. untuk lingkungan yang korosif. transportasi.4 Selubung kabel Selubung kabel terbuat dari plastik berbahan polyethylene atau polypropylene. bahan injeksi atau bahan pengisi celah. diameter dalam harus 2. kedap terhadap air pada keseluruhan panjang tendon.8. 17 dari 20 . tidak bersifat reaktif terhadap baja.

Penurunan kinerja/ deterioration atau kerusakan yang mana mengganggu perilaku struktur jembatan itu.1 Latar belakang kebutuhan akan perkuatan Latar belakang kebutuhan akan perkuatan adalah : 1. diganti dan kemungkinan untuk ditingkatkan lebih jauh di kemudian hari.2 Parameter pemilihan jenis perkuatan Parameter yang menentukan penerapan suatu prategang eksternal adalah 1.Lampiran C (Inform atif) Latar belakang dan parameter pemifihan jenis perkuatan C. Ketahanan komponen jembatan yang direhabilitasi dan kemudahan untuk diinspeksi dimonitor. 4. Umur rencana yang diharapkan pada jembatan 3. daya layan jembatan eksistinq yang diharapkan dengan biaya yang harus dikeluarkan termasuk biaya peme!lharaannya 2. C. Pertumbuhan yang cepat dalam volume dan beban kendaraan yang menyebabkan harus dilakukan usaha untuk peningkatan kapasitas pemikulan dan daya layan 2. Kesesuaian antara besarnya peningkatan kapasitas. Gangguan pada lalu-lintas dan penampakan jembatan yang akan timbul setelah diperkuat 18 dari 20 .

.a_n_a_y_a_ng_te_r_c_a_nt_u_m_p_a_d_a_B_a_9_i --' Sesudah prategang eksternal terpasang lakukan tindakan pemeliharaan sebagaimana yang tercantum pad a Bagia" 8 19 dari 20 . getaran. ~ Lakukan kajian/ justifikasi struktur eksisting untuk mendapalkan besamya peningkatan hidup atau beban mati tambahan dengan mclakukan analisis respon struktur be::] -- W Rundingkan dengan ahli struktur pengaruh peningkatan beban tersebut terhadap kondisi struktur secara keseluruhan ~ juga dengan ahll struktur dan pengelola jalan menganai mungkin salah satunya adalah dengan perkuatan keseimbangan antara cara penanganannya dengan r.- I I ~ Hitung keefektifan jumlah dan penempatan lokasi angker dan deviator kabel dengan biaya yang harus dikeluarkan Bila besar biaya perkuatan telah disetujui lakukan langkah-Iangkah pelaksanaan sebagaimana yang tercantum pada Bagian 6 l Selama dan sesudah pelaksanaan penerapan metode prategang ekstemal berlangsung la_k_uk_a_n_k_o_n_tr_o_1 _ku_a_li_ta_s_s_e_b_a_ga_i_m.. dan tegangan terukur dan teballapis ulang perkerasan di atas jembatan. getaran yang membuat pengguna jalan tidak nyaman? Apakah ada pelapisan ulang perkerasan di atas jembatan yang terlalu berlebihan ~ Kalau ya lakukan penilaian kondisi jembatan untuk mendapatkan lendutan.ilai bila harus dilakukan penutupan jalur kendaraan) Apabila membahayakan rundingkan cara-cara penangannya yang prategang eksternal rundingkan juga ekonomis jembatan (terutama ~ Lakukan analisis respon struktur dengan menerapkan metode prategang eksternal dengan berbagai alinyemen kabel dan posisi serta jumlah angker dan deviator dan penuhi syarat-syarat perencanaan sebagaimana yang ada pada Bagian 5 ...Lampiran 0 (Normatif) Rangkuman penerapan prategang eksternal I Mulai I ~ Apakah indikasi pada Bagian 4 sudah terlihat seperti lendutan.

MT. Set yo Hardono. ST. Lembaga Pusat Litbang Prasarana Transportasl Pusat Litbang Prasarana Transportasi 20 dari 20 . Badan Penelitian dan Penyusun Nama Ir. Redrik Irawan. MT.Lampiran E (Informatif) Daftar nama dan lembaga 1) Pemrakarsa Pusat PeneJitian dan Pengembangan Pengembanga'n Kirnpraswil 2) Prasarana Transportasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful