P. 1
PERTOLONGAN PERTAMA

PERTOLONGAN PERTAMA

|Views: 9,949|Likes:
Published by Zazuke_Imutz_N_9399

More info:

Published by: Zazuke_Imutz_N_9399 on Aug 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2015

pdf

text

original

Sections

  • PERTOLONGAN PERTAMA
  • HIV/AIDS
  • PELAYANAN UNIT TRANSFUSI DARAH
  • Dasar-dasar Perawatan Keluarga
  • DAPUR UMUM LAPANGAN PMI
  • KEPALANG MERAHAN (DASAR)
  • KURIKULUM KEPALANG MERAHAN PMR MADYA
  • Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI)
  • Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional
  • LAMBANG BULAN SABIT MERAH
  • Pengenalan dan Arti Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
  • LAMBANG IFRC
  • LOGO PMR MADYA
  • Kurikulum Kesiapsiagaan Bencana untuk PMR MADYA
  • JOB DESCRIPTION DEWAN KERJA UNIT PMR SMPN 18 BOGOR DEWAN KERJA UNIT
  • PRINSIP-PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH
  • LAMBANG KRISTAL MERAH
  • HUKUM PERIKEMANUSIAAN INTERNASIONAL ( H P I ) ( Internasional Humaniterian Law )
  • Pertolongan pertama
  • NAMA – NAMA TOKOH YANG PERNAH MENJADI KETUA PMI

PERTOLONGAN PERTAMA

I. PENGERTIAN PERTOLONGAN PERTAMA. Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau korban kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar untuk mencegahan cacat atau mati. II. TUJUAN PERTOLONGAN PERTAMA. 1. Menyelematkan Jiwa Penderita 2. Mencegah Cacad 3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan III. PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA. Pelaku pertolongan pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian ( TKP ) yang memiliki kemampuan penanganan kasus gawat darurat dan terlatih untuk memberikan pertolongan pertama. IV. KEWAJIBAN PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA. 1. Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya 2. Menjangkau penderita dalam khasus kecelakaan atau musibah kemungkinan pelaku harus memindahkan penderita lain untuk dapat menjangkau penderita yang lebih parah 3. Dapat mengenali dan mengatasi masalah masalah yang mengancam nyawa 4. Meminta bantuan/rujukan 5. Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat 6. Membantu pelaku lainnya 7. Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita 8. Berkomunikasi dengan petugas lainnya yang terlibat 9. Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi V. KUALIFIKASI PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA 1. Jujur dan bertanggung jawab 2. Berlaku profesional 3. Kematangan emosi VI. ALAT PELINDUNG DIRI (APD).

1. Sarung Tangan Lateks 2. Kacamata Pelindung 3. Baju Pelindung 4. Masker Penolong 5. Masker Resusitasi 6. H e l m VII. PERALATAN PERTOLONGAN PERTAMA. 1. Penutup Luka, misalnya Kasa Steril 2. Pembalut Luka, misalnya Pembalut Segitiga/Mitella 3. Cairan Pembersih Luka, misalnya Boorwater, Rivanol dan Lodinepovidone 4. Peralatan Stabilisasi Korban, misalnya : a. Bidai Leher b. Bidai Alat Gerak (Bidai Kayu) 5. Mitella 6. Plester 7. Gunting 8. Pingset 9. Kapas 10. Senter 11. Selimut 12. Kartu Penderita 13. Alat Tulis 14. Oksigen (Bila Perlu) 15. Tensimeter dan Stetoskop (Bila Perlu) 16. Alat Angkut, misalnya tandu VIII. LANGKAH - LANGKAH PENILAIAN DINI. I. Kesan Umum : Tentukan terlebih dahulu penderita adalah kasus trauma atau kasus medis. A. Kasus Trauma adalah kasus yang biasanya disebabkan oleh suatu yang mempunyai tanda - tanda yang jelas terlihat atau teraba, misalnya : 1. Kasus Perdarahan 2. Kasus Patah Tulang 3. Kasus Penurunan Kesadaran

.C. Kasus Medis adalah kasus yang diderita seseorang tanpa adariwayat, kasus ini penolong harus lebih berupaya mencari gangguannya, misalnya : 1. Sesak Napas 2. Nyeri Dada dll

II. Periksa Respon : Respon yang diberikan penderita merupakan gambaran sederhana dan cepat mengenai berat ringannya gangguan yang terjadi dalam otak. Untuk menentukan tingkat respon seorang penderita berdasarkan rangsangan yang diberikan penolong, dikenal ada 4 tingkat yaitu AWAS, SUARA, NYERI, TIDAK respon (ASNT). A = AWAS Penderita sadar dan mengenali keberadaan dan lingkungan S = SUARA Penderita hanya menjawab/beraksi bila dipanggil atau mendengar suara. N = NYERI Pnderita hanya beraksi terhadap rangsangan nyeri yang diberikan oleh penolong, misalnya dicubit T = TIDAK Respon Penderita tidak bereaksi terhadap rangsangan apapun yang diberikan oleh penolong KERACUNAN GEJALA DAN TANDA KERACUNAN MELALUI PERNAFASAN. • Nafas sasak atau pendek • Batuk-batuk disertai sakit kepala • Kulit berwarna kebiruan • Nafas berbau TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA.

Jangan dirangsang muntah pada kasus : menelan minyak. • Mual disertai muntah – muntah • Nyeri pada perut. korban tidak sadar atau pada gangguan kesadara 3. Darah keluar memancar menurut gerakan denyut jantung 2. Warna darah merah muda (karena mengandung Zat Asam) . Perdarahan pembuluh Balik ( Vena ) 3. jaga agar sirkulasi udara lancar GEJALA KERACUNAN MELALUI MULUT ATAU ALAT PENCERNAAN. Perdarahan Keluar 2. Perdarahan pembuluh Nadi ( Arterie ) 2. putih telut 2. Perdarahan Didalam Perdarahan dilihat dari sudut macam pembulu darah yang putus 1. Segera bawa ke RS PERDARAHAN Macam – macam perdarahan dilihat dari sudut keluarnya darah : 1. Beri minum susu atau air sebanyak – banyaknya kepada korban atauberi anti racun (norits . Perdarahan Pembuluh Rambut ( Capiler ) Tanda Perdarahan • Perdarahan Pembuluh Nadi (Arterie) 1. korban kejang. diare • Nafas mulut berbau • Mungkin ada luka di mulut bila ada racun korosif TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA 1. korban berpenyakit jantung.• Pindahan korban ke udara segar • Beri nafas buatan atau pijat jantung bila perlu • Jika korban bernafas. atau ada bakat kejang.

Tindakan Pertolongan 1. Darah keluar tidak memancar hanya mengalir 2. Ini tidak berbahaya karena pembuluh darahnya sangat kecil PENGERTIAN DARI “ LUKA “ Luka adalah putus atau robek jaringan kulit yang tembus kedalam dikarenakan benda tajam. Mencegah Infeksi 3. Menghentikan Perdarahan 2. Warna darah merah tua (karena mengandung zat asam arang • Perdarahan Pembuluh Rambut (Capiler) 1. Menberikan betadin 2.• Perdarahan Pembuluh Balik (Vena) 1. Darah keluar sedikit-sedikit seperti titik embun 2. Mencegah kerusakan lebih lanjut dari pada jaringan B. Tidakan untuk mengatasi perdarahan (Ingat 5 T) . seperti : Luka Memar ( karena pukulan )♣ Luka Gores♣ Luka Tusuk♣ Luka Potong♣ Luka Bacok♣ Luka Robek♣ Luka Tembak♣ Luka Bakar♣ Luka Iris♣ Luka Lecet♣ A. Pencegaran infeksi dapat dilakukan dengan 1. Tepung sulfa steril 3. Luka di tutup dengan pembalut steril C.

Mual disertai dengan muntah 2. Sulit untuk bernafas 4. jam tangan dan sesuatu yang melekat atau bahan yang terkena 2. cincin.4 = Tekan pembuluh madi (antara tempat perdarahan dengan jantung T – 5 = Tenangkan Korban GEJALA DAN TANDA KERACUNAN ZAT KIMIA MELALUI KULIT ATAU KONTAK DENGAN KULIT 1. kulit kadang kemerahan PERTOLONGAN PERTAMA YANG DAPAT DILAKUKAN 1. Immobilisasi daerah gigitan dengan pembalutan 5. Zat kimia berbentuk bubuk. Gatal dan bengkak meliputi kulit yang terkena 2. Lepaskan pakaian. disapu dulu dengan kuas/sikat lembut. Jaga korban agar tetap tenang dan istirahat 2. Sisa zat kimia yang masih tersisa pada kulit siram dengan air sekurang kurangnya selama 20 menit 3. baru disiram dengan air sebanyak banyaknya GEJALA DAN TANDA KERACUNAN MELALUI SUNTIKAN ATAU GIGITAN BINATANG 1. Nadi lemah dan cepat 3.T – 1 = Tekan bagian yang berdarah selama 5-15 menit T – 2 = Tinggikan anggota badan yang luka T – 3 = Tidurkan korban dengan kepala lebih rendah T . Bawa segera ke RS PEMBALUTAN . Badan terasa lemah 5. Bengkak dan nyeri didaerah gigitanS TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA 1. Posisi luka lebih rendah dari jantung 4. rasa terbakar 3. Cuci luka gigitan dengan air sabun 3.

Dalam membalut ada hubungan dengan pemasangan bidai/spalek pada pertolongan pertama (PP) 2. KERACUNAN 13. Pembalut Segi Tiga (Mitela) 2. KEMASUKAN BENDA ASING 7. untuk menekan. Membatasi pergerakan 5. MACAM-MACAM PEMBALUT 1. Mengurangi/mencegah pembengkakan 4. Melakukan penekanan 3. Menutup Luka 2. karena dapat menghalangi perdarahan 4. Awasi muka korban 2. Pada saat membalut posisi korban berbaring atau duduk 3. Mengurangi resiko kerusakan jaringan yang telah ada sehingga mencegah maut 2. atau kotoran. melindungi bakteri/kuman pada luka dan mengurangi rasa nyeri pada luka dll KEJADIAN KHUSUS 6. karena dapat tergeser 3. Pembalut Cepat 5. TERKILIR 11. Pembalut Plester 3. Menghentikan perdarahan. APA YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA SAAT MEMBALUT 1. Mengikat Bidai 2. menarik. INDIKASI PEMBALUT 1. TENGGELAM 14. Pembalut Pita/Gulung/Perband 4. Balutan jangan terlalu erat. KECELAKAAN LISTRIK 8. SENGATAN PANAS 10. debu. KESELAK/TERSEDAK 12. KEGUNAAN PEMBALUT 1. TUJUAN DARI PEMBALUTAN 1. Untuk menutup luka supaya tidak kena cahaya. Mengurangi rasa nyeri/sakit 3. KEDINGINAN . Mencegah cacat dan infeksi 4.menahan dan untuk imobilisasi (agar anggota tubuh tidak bergerak) 3. Balutan jangan kendor. K E J A N G 9.1.

sedikit pembengkakan pada kelanjar getah bening (diketiak. Penderita bisa meninggal karna TBC. Akhirnya sistem kekebalan tak mampu melindungi tubuh. hanya dengan melihat fisiknya. Seseorang yang tertular HIV melampaui tahapan (atau stadium) sebagai berikut : a. PENGANGKUTAN ORANG SAKIT/LUKA 2. tetapi secara dini seseorang dapat diketahuio mengidap HIV/AIDS dengan uji HIV di labratorium untuk mengetahui adanya zat anti (anti body) dalam darahnya. 2. kehilangan selera makan. 3. infeksi jamur. maka kuman penyakit infeksi lain (kadang disebut Infeksi Oportunistik-Infeksi mumpung) akan masuk dan menyerang tubuh orang tersebut. dileher dan paha). AIDS disebabkan oleh virus (jasad sub Renik) yang disebut dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus). maupun mikroorganisme patogen lainnya. PENGANGKUTAN OLEH SATU ORANG 3. daya tahan tubuh menurun. mikroba. Cara mengetahui seseorang mengidap HIV Sejak tertular sampai dengan mendapat Infeksi oportunisik. Cara HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh Sasaran penyerangan HIV adalah Sistem Kekebalan Tubuh. virus akan dengan bebas menyerang sel-sel Limfosit T4 lainnya yang masih sehat. namun ia telah mampu menularkan HIV pada orang lain. PENGANGKUTAN OLEH EMPAT ORANG 6. Akibatnya. baru pemeriksaan darah tersebut akan menunjukan tanda HIV positif atau disebut SEROPOSITI. terutama adalah sel-sel limfosit T4. Bahkan kuman-kuman lain yang jinak tiba-tiba menjaddi ganas. PENGANGKUTAN MENGGUNAKAN ALAT/TANDU 7. Stadium Inkubasi : Virus menginfeksi tubuh dan bersembunyi dalam sel darah putih. Bila sel-sel Limfosit T4 – nya mati. HIV dalam darah belum dapat ditentukan. PEMBUATAN TANDU DARURAT HIV/AIDS 1. jamur. kanker kulit. dll.PENGANGKUTAN 1. sehingga tubuh rentan terhadap penyakit lain yang mematikan. Pada masa ini. Pengertian AIDS (Acquid Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala penurunan kekebalan tubuh. belum menunjukan gejala apa-apa. b. Selama terinfeksi. diare. PENGANGKUTAN OLEH DUA ORANG 4. Sebagian orang mungkin merasa lelah. Stadium Awal : Sesudah 2-6 bulan. limfosit menjadi wahana pengembangbiakan virus. bakteri. Kumannya bisa virus lain. Umumnya. artinya dalam tubuh orang tersebut telah terbentuk zat anti . tidak mudah menyatakan seseorang mengidap HIV. PENGANGKUTAN OLEH TIGA ORANG 5.

antara lain : radang paru-paru. Stadium Tenang (Window Period) : Masa ini umumnya berjalan 3-15 tahun. tranfusi darah. penyakit syaraf. Itulah sebabnya pelaku senggama yang tidak wajar (lewat dubur terutama). Pada masa ini orang yang seropositif terhadap HIV secara fisik mungkin kelihatan sehat dan normal atau sakit ringan yang umum. kotoran. air mani serta produk darah lainnya. maka virus HIV dapat ditularkan ke janin yang dikandungnya melalui darah dengan melewati plasenta. atau menderita tanda atau gejala pesakitan biasa antara lain : pembengkakan kelenjar getah bening. berkurangnya berat badan. Risiko penularan melalui transfusi darah ini hampir 100%.Τ Τ Penggunaan alat suntik atau Injeksi yang tidak steril. Dalam jumlah besar HIV terdapat dalam darah. Penularan lewat senggama Pemindahan yang paling umum dan paling sering terjadi ialah melalui senggama. kanker kulit. Cara penularan yang paling umum ialah : senggama. Apabila sedikit. TBC. jarum suntik dan kehamilan. sehingga mulai nampak adanya infeksi oportunistik. yang seringkali dipraktekkan para pengguna narkoba suntikan. namun risikonya sangat kecil. Seseorang yang seropositif HIV. dan umumnya bila keadaan umum penderita kian memburuk. maka virus HIV akan ditularkan kepada orang yang menerima darah. sehingga orang itupun akan terinfeksi virus HIV. d. b. Penyakit-penyakit ini sulit disembuhkan. c. yang cenderung lebih mudah menimbulkan luka. darah atau cairan tubuh lain dari pengidap HIV berpindah secara langsung ke tubuh orang lain yang sehat. d. Namun secara perlahan-lahan. penyakit tersebut menyebabkan kematiannya. berkeringat. dll secara teoritis mungkin bisa terjadi. cairan vagina. kemungkinan akan tetap sehat. Stadium AIDS (Full Blown) : Pada masa ini virus akan menghancurkan sebagian besar atau seluruh sistem kekebalan tubuh. a. HIV tidak ditularkan . Risiko ini mungkin lebih besar kalau ibu telah menderita kesakitan AIDS (full blown). HIV akan menghancurkan sistem kekebalannya. dimana HIV dipindahkan melalui cairan sperma atau cairan vagina. keringat. tato.(anti body) terhadap virus HIV. tindik. Risiko penularan ibu hamil ke janin yang dikandungnya berkisar 20 % . c. seperti ludah. memiliki kemungkinan lebih besar untuk tertular HIV. Adanya luka pada pihak penerima akan memperbesar kemungkinan penularan. Penularan lewat jarum suntik Model penularan lain secara teoritis dapat terjadi antara lain melalui : penggunaan akupuntur/tusuk jarum. Penularan lewat kehamilan Jika ibu hamil yang dalam tubuhnya terinfeksi HIV.40 %. diare dan beberapa infeksi ringan. maka ada kemungkinan orang lain tersebut tertular AIDS. penyakit saluran cerna dan berbagai kanker lainnya. rata-rata 5 tahun. HIV dapat ditularkan Bila seseorang telah seropositif terhadap HIV. juga suntikan oleh petugas kesehatan secara ilegal. Penularan lewat transfusi darah Jika darah yang ditransfusikan telah terinfeksi oleh HIV. 4. Penularan lewat produk darah lain.

Memberikan P3K dengan prosedur yang benar. Tidur bersama dengan penderita AIDS. Berjabat tangan dengan para penderita AIDS. merangsang diri sendiri sehingga puas (orgasmus) sebenarnya kurang baik. onani dapat dijadikan jalan keluar. k. [C]Condom alias Kondom bagi mereka yang berada dalam keadaan-keadaan khusus. pemakaian kondom amat dianjurkan untuk mencegah penularan AIDS lebih lanjut kepada pasangannya. Anak yang digendong oleh Pengidap AIDS. Bertukar pakaian atau barang lain milik pengidap HIV. Merawat pengidap AIDS sesuai prosedur. Asal jangan menjadi kebiasaan. j. dan masih terdorong melakukan zina. c. d. khususnya remaja harus melindungi diri dari AIDS. Dalam keadaan khusus satu suami dengan 2-4 istri. baik istri maupun suami. Naik bis yang penuh sesak dengan para penderita AIDS. Pemakaian kondom akan melindungi mereka dari penularan PHS dan AIDS (diluar dosa masing-masing). f. Onani atau masturbasi. ialah : a. Sebagian besar satu suami dengan satu istri. Percikan ludah. Berak atau kencing di WC Umum. antara lain ialah para suami atau remaja ‘bermoral rendah’ yang tidak kuat puasa atau setia (atau onani). Cara remaja melindungi diri dari penularan HIV Kita semua. Berenang bersama dengan penderita AIDS. Digigit nyamuk atau serangga. [A] : Abstinence alias P u a s a bagi remaja lajang belum menikah. l. bila suami istri berpisah dalam waktu lama. Jangan dekat-dekat senggama. Makan dan minum bersama dengan pengidap AIDS. h. Bermain-main dengan para pengidap HIV. g. Namun risikonya paling kecil. Yang penting dalam pemakaian kondom ialah melindungi keseluruhan penis dan dipakai sepanjang proses senggama untuk menghindari sentuhan antara penis dan vagina. Bagi para pelacur. . Di sinipun. onani merupakan jalan keluar sementara yang risikonya paling kecil. b. batuk atau bersin dari penderita AIDS. n. Berciuman tanpa kontak cairan mulut atau darah dari luka. patut ditumbuhkan motivasi memakaikan kondom pada pasangan kencan mereka. dan melindungi istri atau pacar mereka dari penularan penyakit. Hanya bersenggama dengan pasangan setianya. i. jauhkan diri dari zina. kemungkinan sangat besar tidak akan menularkan HIV. b. namun yang penting kesetiaan dari semua pihak. Jadi dalam keadaan yang benar-banar tidak kuasa menahan diri dan tidak mampu berpuasa. perlindungan dari AIDS dilakukan dengan cara ‘ABC’. e. Karena kalau seorang remaja tertular HIV. m. Secara mudah. [B] : Be Faithful alias Setia Pasangan Hidup bagi mereka yang sudah menikah.Dengan demikian jelas pula bahwa semua hal yang tidak berkait dengan model penularan langsung seperti di atas. Jangan terlalu sering. c. juga AIDS. misalnya pasangan suami-istri di mana salah satu menderita PHS. Dalam keadaan darurat. Misalnya : a. maka keseluruhan cita-cita dan masa depan remaja tersebut hancur lebur.

karena semua orang pasti diberi cobaan. Terimalah anggota yang menderita AIDS secara wajar. jangan disingkiri. Satu-satunya perkecualian ialah dalam bersenggama dengan pasangannya. Bila terpaksa disuntik. dengan selalu berhati-hati. yakinkan jarum dan tabung suntiknya baru dan belum dipakai untuk orang lain. Malaria dan Sifilis dsb). jangan ditakuti. c. Gunakan prosedur P3K yang baku dan aman. 7. apalagi sikap memusuhi. d. g. Semua hal dapat dilaksanakan dengan orang tersebut. Bila terpaksa ditransfusi. dll. yakinkan bahwa darah yang ditransfusi adalah darah yang telah diperiksa oleh Unit Kesehatan Transfusi Darah PMI (UKTD PMI0 sebagai darah bebas HIV (juga bekas Hepatitis. Untuk membantu penderita AIDS : a. d. Sebagian besar obat berdampak sama atau labih efektif diminum daripada disuntikan. b. Hindari suntik menyuntik. Tak perlu merasa kehilangan hak mndapat pelayanan dan perawatan dari orang lain. Dengan mengetahui mana . Dalam semua hal. Cara merawat penderita HIV/AIDS Untuk bisa merawat para penderita HIV/AIDS. c. c. Katakan bahwa mereka masih bisa berbuat apa saja seperti sebelumnya. berbuatlah seperti biasa. Besarkan jiwanya. Hindari transfusi. dan berilah dukungan dan kasih sayang. b. Jangan dibedakan. Jalinlah komunikasi untuk berbagi rasa secara terbuka dan jujur. secepatnya diperiksa ke dokter. Berilah pemahaman terhadap masalah yang akan mereka hadapi dan cara mengatasinya. transfusi darah. Untuk membantu keluarganya : a. e. e. harus selalu memakai kondom. maka pertama-tama kita coba untuk membayangkan diri kita sendiri sebagai pengidap HIV/AIDS. Akibatnya. b. tak perlu menyesali diri berlebihan.Tambahan perlindungan yang sangat penting ialah : a. Bila ada sesuatu tanda atau gejala yang meragukan. Lebih mendekatkan diri pada Tuhan dengan memperbanyak doa dan ibadah. akan membuat penderita tertekan. Jangan merasa tertekan secara berlebihan. f. dapat mendorong mereka menularkan penyakitnya secara tak bertanggungjawab. Berhati-hati dalam menolong orang luka dan berdarah. Sebaliknya penderita HIV/AIDS membutuhkan dukungan agar mereka memiliki kepercayaan diri dan mampu berbuat banyak bagi masyarakat. suntik dengan alat yang sama. Sikap kita terhadap pengidap HIV/penderita AIDS Semua harus bersikap biasa (tanpa membedakan) seperti sikap kita terhadap orang sehat atau penderita penyakit lain. Tapi juga jangan dilebihlebihkan. Ajak untuk meningkatkan ibadah dan melakukan lebih banyak kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Bangkitkan kepercayaan mereka. Satu-satunya beda ialah bahwa mereka harus memakai kondom kalau melakukan senggama. kecuali kegiatan yang memindahkan darah (atau cairan tubuh lain) dari orang tersebut kepada orang lain. Sikap membedakan. e. misalnya : senggama tanpa kondom. Harus pasrah kehadirat Allah dan tabah menghadapinya. d.

c. kita harus tetap memperhatikan prosedur P3K maupun perawatan penderita yang memenuhi keselamatan penolongnya. h. berfikir. Menimbulkan perasaan nikmat. dll. Rokok menurunkan kebugaran tubuh. sehingga secara tidak langsung menyebabkan remaja menjadi lebih berani. Pakaian kotor dan berdarah harus dicuci dengan air panas d. dan pembentuk kanker. Rokok bukan hanya meracuni para perokok sendiri. otak. Rokok memboroskan. sehingga bisa mencegah kegemukan Mudzaratnya antara lain ialah : a. c. Mengurangi stres. Mempererat pergaulan antar kawan. Rokok mengandung sekitar 700 jenis racun yang berbahaya bagi kesehatan. Cucilah tangan setiap bertugas dalam peawatan c. d. ‘jagoan’. Rokok menurunkan konsentrasi. yang berakibat pada penurunan prestasi belajar dan bekerja. Manfaat dan mudzarat rokok Sebagaimana halnya berbagai aktivitas. Penderita AIDS dalam stadium berat perlu dirawat oleh Tenaga Kesehatan yang berpengalaman. Sikat gigi dan alat cukur jangan digunakan bergantian e. secara wajar-wajar saja. Rokok menimbulkan ketergantungan dan perasaan ‘kehilangan sesuatu’ kalau rokok tidak tersedia. Yang perlu diperhatikan. bila anda punya luka ROKOK 1. merokok mengandung lebih banyak mudzaratnya daripada manfaatnya. f. Mengurangi nafsu makan. serta berbagai bahan kimia yang dapat menimbulkan racun pada hati. terutama bila semua kawan merokok.merokok ada manfaat dan mudzaratnya. nikotin yang mendorong pengkapuran jantung dan pembuluh darah. namun juga orang-orang yang disekitarnya (sebagai perokok pasif) dengan bahaya yang sama. d. Penggunaan prosedur P3K yang aman ialah sebagai berikut : a. b. Manfaatnya antara lain ialah : a. Meningkatkan keberanian dan perasaan ‘jantan’. tar yang dapat menyumbat dan mengurangi fungsi saluran nafas dan menyebabkan kanker. sendiri-sendiri atau bersama-sama bisa mendorong remaja mulai merokok dan terus merokok : . atau perasaan yang kurang enak. Gunakan sarung tangan dan celemek untuk tugas perawatan b. 2. Namun. Sedang perawatan dirumah bagi penderita yang tidak berat. perlu hatihati untuk memutuskan risiko penularan. atau ‘macho’.aktivitas yang berisiko menularkan HIV/AIDS dan mana yang tidak. antara lain yang telah dikenal dengan baik ialah karbon monoksida (CO) yang bisa mematikan. Rokok dapat menyulut kebakaran. tekanan. Sekarang rokok bukan lagi tanda ‘jagoan’ tapi cenderung pada tanda ‘kampungan’. e. kita siap memperlakukan para penderita tersebut. b. Hindai kontak langsung. Faktor yang mendorong remaja mulai dan terus merokok Hal-hal di bawah ini. g. e. misalnya sewaktu mengemudi.

Adanya stres atau konflik batin atau masalah yang sulit diselesaikan. Alkohol dapat menurunkan kesadaran. dalam hal ini permen karet atau permen lain dapat dipakai sebagai pengganti rokok sementara. Yang terpenting dari semuanya ialah pengendalian diri dan kepercayaan diri bahwa remaja yang berhasil ialah remaja yang mandiri. apalagi hanya rokok. h.a. tidak bergantung pada hal-hal yang diluar dirinya. mudah menguap dan mudah terbakar. d. termasuk juga dikalangan remaja. Rasa ingin tahu sampai menjadi ketergantungan. Ketidaktahuan akan bahaya merokok. Namun alkohol memiliki banyak mudzarat yang lebih besar daripada mafaatnya. f. antara lain ialah : . tidur dan istirahat. Minuman keras (MIRAS) ialah minuman yang secara sengaja diberi alkohol. Cukup olah raga. Hasrat berkelompok dengan kawan senasib dan sebaya. Cara menghentikan kebiasaan merokok Beberapa hal dapat kita lakukan untuk menghentikan kebiasaan merokok secara bertahap : a. d. 2. c. Pengertian alkohol dan minuman keras (miras) ALKOHOL merupakan cairan yang bening. bahwa kita dapat berhenti merokok. Minum miras sering dianggap sebagai tanda dari kejantanan. sehingga cepat memenuhi kebutuhan kalori. b. Untuk meningkatkan kejagoannya. b. Kurangi kumpul-kumpul tanpa tujuan dengan perokok. bahan bakar. Jika ada keinginan merokok. terutama untuk daerah-daerah berhawa dingin. c. badan terasa hangat. b. e. Diperoleh dari hasil fermentasi karbohidrat. Alkohol mudah dimetabolisme oleh tubuh. sehingga dapat mengurangi stres. g. Dalam kehidupan sehari-hari alkohol berperan penting sebagai campuran makanan dan minuman. d. i. Manfaat dan mudzarat alkohol bagi manusia Alkohol memberi beberapa manfaat antara lain ialah : a. dan kehidupan modern. kedewasaan. alihkan perhatian pada hal lain. Menjaga makanan sehari-hari. disinfektan (pencuci hama). c. f. Tanamkan rasa benci pada rokok (hindari rokok). dan bahan dasar sebagai obat dan kosmetika. tak berwarna. Jangan menahan lapar lama-lama. ALKOHOL 1. Setelah minum alkohol. Yakin dan optimis. Berniat serius berhenti merokok dan berserah diri pada Tuhan. e. 3. Dorongan dari lingkungan sosial yang ‘mendesak’ remaja untuk merokok atau kalau tidak dianggap tidak solider dengan lingkungan sosialnya. Menjauhkan makanan yang banyak sekali bumbunya dan menjauhi alkohol.

Menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.Τ Dapat menyebabkan kerusakan susunan syaraf. Faktor-faktor yang mendorong remaja terjerumus dalam ketergantungan alkohol/miras Pengenalan pada alkohol atau miras hampir sama kejadiannya dengan pengenalan pada rokok. d. Untuk meningkatkan kejagoannya. mulut (per oral). yaitu menimbulkan rasa gembira dan rasa optimis kepada pemakainya secara berlebihan. c.Τ Τ hambatan pembentukan trombosit. e. sehingga menimbulkan penurunan kemampuan untuk berbuat baik. Pengertian obat Obat ialah racun yang dibuat dari bahan kimia. dalam jangka panjang mengakibatkan kegagalan fungsi hati dan kanker. Bila berkendaraan mudah menimbulkan kecelakaan lalu lintas karena menurunnya konsentrasi akibat minum alkohol. Cara remaja agar tidak terjerumus dalam ketergantungan alkohol/miras Bila terlanjur kenal dengan miras. Namun bila disalahgunakan artinya digunakan tanpa alasan yang tepat. Racun tersebut dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit (obat luar). merusak sumsum tulang. berakhir dengan peningkatan toleransi. b. Apabila digunakan dengan alasan tepat dengan dosis tepat.a. hati.Τ c. serta disuntikan ke dalam otot atau pembuluh darah. ialah : a. Dorongan dari lingkungan sosial yang ‘mendesak’ remaja untuk mencoba minum miras atau kalau tidak dianggap tidak solider dengan lingkungan sosialnya. f. kelaki-lakian dan modernisasi. 3. anemia dan kekurangan sel darah putih. alkohol menurunkan kesadaran. apalagi hanya alkohol.Τ Meningkatan kerentanan infeksi karena kerusakan saluran nafas. Segera setelah diminum. Rasa ingin tahu sampai ketergantungan. Menimbulkan ketergantungan fisik. vagina dan semua lubang tubuh yang ada. Keinginan dianggap perkasa/jantan dan disegani. Dapat merusak hati. sehingga dapat menyebabkan pendarahan. yakni untuk mendapatkan rasa nyaman. 4. dan berkembang menjadi remaja berprestsi. Hasrat berkelompok dengan kawan senasib dan sebaya. usaha penghentiannya yang terpenting ialah pengendalian diri dan kepercayaan diri bahwa remaja yang berhasil menghentikan miras ialah remaja yang mandiri. antara lain : gangguan metabolisme yang bisa berdampak pada kelainan jantung sampai gagal jantung. belajar dan bekerja. dalam cara yang tidak . obat akan bermanaat. Adanya stres atau konflik batin atau masalah yang sulit diselesaikan. dubur (per anal). b. atau kurang makan. yang dalam jangka panjang menyebabkan ketergantungan psikis (jiwa). tidak bergantung pada hal-hal lain diluar dirinya. yakni memerlukan dosis alkohol yang semakin lama semakin tinggi. PENYALAHGUNAAN OBAT 1.

Tahap pemakaian Indental (kadang-kadang). misalnya : mudah frustasi. gangguan kepribadian dan mental. morfin dan turunannya. Kecanduan : tubuhnya sudah terganggu. hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Obat Bebas. bahkan kadang-kadang ditawarkan secara langsung oleh penjualnya kepada remaja secara gelap/sembunyi-sembunyi. b. dll. Dalam kenyataannya. yang akhirnya menjadi ketergantungan. Mandrax (Mx). sulit bergaul. Adanya sikap individu yang berpotensi coba-coba. 2. Adanya trend (kecenderungan) penggunaan obat tertentu sebagai citra remaja modern (contoh : penggunaan ekstasi akhir-akhir ini). 4. termasuk ke dalam golongan Obat Berbahaya ini. c. c. Ketergantungan (kejiwaan. c. yaitu Ngepil (bila lewat mulut) dan nyuntik (bila lewat suntikan). sehingga selalu memerlukan obat tersebut. malas. Hampir semua obat memiliki efek toleransi. d. Stimulansia (perangsang). Mudahnya obat didapat disekitar tmpat tinggal emaja. Berbahaya dan Narkotika kadang dapat dibeli secara bebas. umumnya remaja menjadi kurang peduli terhadap lingkungan. Remaja ngepil kebanyakan mulai dengan coba-coba. c. Ekstasi. Atau sebaliknya sikap solider terhadap kawan yang berlebihan tanpa pikir panjang. Tahap penyalahgunaan. Tahap pemakaian coba-coba. heroin. Coba-coba ini dipengaruhi beberapa hal antara lain : a. b. yang dapat dibeli dan diminum secara bebas. dll. b. mulai dari ketergantungan sampai pada perusakan alat-alat tubuh dan dapat menimbulkan kematian. ingin dianggap hebat. Narkotika. mudah bosan. di beberapa kota besar. remaja yang bersangkutan sudah tidak mampu lagi berprestasi sama sekali. 3. maka obat akan meracuni tubuh. rasa percaya yang berlebihan. sementara pengawasan obat kurang efektif. remaja ngepil melalui tahap-tahap berikut : a. tanpa kerusakan tubuh) : di mana tanpa minum obat tertentu. agresif. Kesehatan : pengaruhnya tergantung pada bahan kimia yang terkandung dalam obat . Tahap ketergantungan. Obat Berbahaya. makin lama dosis yang berefek makin besar. Tahapan penyalahgunaan obat dikalangan remaja Biasanya. b. Obat Bebas Terbatas. Bahaya ngepil Pengaruh obat secara umum ialah : a. eksperimental. kokain. Jenis-jenis obat yang ada dilingkungan masyarakat Ada 4 golongan obat berdasarkan bahaya dan cara mendapatkannya : a. d. tidak senang diatur. dan Halusinogen (pembentuk mimpi palsu yang indah). d.tepat. Alasan remaja menyalahgunakan obat Remaja menyalahgunakan obat dengan dua cara. seperti Obat Anti Depresansia (penekanan kesedihan). dan dosis yang tidak tepat. antara lain : candu. dll. Pil BK. Obat-obat Bebas Terbatas. ganja. 5.

c. Banyak minum air. Pengertian Hepatitis – B. b. yang memiliki karakter mirip dengan HIV penyebab AIDS. Lesu dan gelisah. karena sisa darah yang ada di alat suntik meningkatkan efek alat yang disuntikkan. karena : a. e. Untuk remaja yang sudah tergantung atau mencandu. b. d. ginjal. Hepatitis – B merupakan penyakit peradangan hati yang berbahaya yang dapat berkembang menjadi penyakit kronis serta menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker hati dan sirosis (matinya sel-sel hati). Meningkatkan ibadah. Yang terpenting ialah mengembangkan sikap percaya diri dan pengendalian diri yang kuat. bicara cedal/bertele-tele. Penyuntikan hampir selalu narkotika yang memiliki bahaya paling besar. syaraf dan organ-organ tubuh lainnya. 6. Penyuntikan umumnya lebih disukai bila penggunaan alat suntik dan jarum yang sama untuk beberapa remaja. c. HEPATITIS – B 1. Gerakan bergetar. 8. hati. Sedang pada beberapa obat berbahaya dan narkotika bisa menimbulkan tidak normalnya koordinasi motorik. secara umum terlihat : a. c. Penyuntikan memiliki akibat yang lebih langsung ke dalam tubuh manusia. Meninggalkan lingkungan ngepil/nyuntik. yang disebabkan oleh sejenis virus. . Cara kita menduga seorang remaja berada di bawah pengaruh obat berbahaya Remaja yang sedang ngepil. merusak jantung. sekarang sering terjadi kematian mendadak akibat gagal jantung atau keracunan otak akibat dosis obat yang terlalu tinggi.tersebut : pada penggunaan obat bebas dan bebas terbatas (catatan : sebenarnya sebagian besar remaja ‘ditipu’ untuk ngepil obat jenis ini) terjadi toleransi (obat tidak manju bila dosisnya tidaktinggi). dengan akibat nyuntik berisiko penularan berbagai penyakit lewat darah. Memiliki rasa malu. seyogianya berkonsultasi dengan petugas kesehatan. Kelihatan ketakutan. 7. Bahaya nyuntik NYUNTIK memiliki bahaya sama dengan ngepil dalam tingkatan yang lebih parah. d. e. f. Banyak keluar keringat. b. Cara membantu remaja mencegah diri dari ngepil/nyuntik Kalau masih coba-coba atau Indental. karena ngepil/nyuntik itu perilaku memalukan. Aktif dalam berbagai kegiatan. Kurang konsentrasi. bantulah agar : a. Tanda-tanda tersebut sangat nyata pada penggunaan ekstasi. antara lain : Hepatitis – B dan AIDS.

demam. b. 3. Seseorang yang telah terlanjur terkena Virus Hepatitis – B atau yang secara alamiah telah memiliki anti HBs tidak perlu mendapat vaksinasi. Senggama. pendarahan lambung. yang bisa berakhir dengan kanker. dan ‘Condom’ dalam keadaan darurat juga diterapkan dalam pencegahan Hepatitis – B. demam sangat tinggi dan kemudian warma kulit menjadi kakuning-uningan. TBC dapat menyebabkan peradangan pada selaput otak dan gangguan kulit. Dengan cara ini. TBC paling banyak menyerang paru-paru (saluran pernafasan). Bila sudah lanjut. 2. pencegahan yang sama juga harus dilakukan sebagaimana halnya dengan pencegahan AIDS. yang bila meluas menyebabkan gangguan penurunan fungsi hati. penyakit ini menunjukan gejala ringan serupa flu : tubuh lemas. Pada anak. Proses penularan Penularan Virus Hepatitis – B terjadi persis sama dengan penularan HIV. sel-sel hati mati dan menjadi siosis. Ada beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk melumpuhkan virus Hepatitis – B pada stadium awal penyakit. dll. Selain itu. ternyata akhir-akhir ini penderita TBC menjadi kian banyak. yang lebih penting ialah memelihara sel-sel hati yang masih baik. TBC menjadi kian pening karena semula semua orang mengira penyakit ini sudah mulai menghilang. Para penderita AIDS di beberapa negara Asia ternyata banyak meninggal karena TBC. ‘Abstinance’ bagi yang belum menikah ‘ Be Faithful’. Pola ABC. akibat menurunnya daya tahan tubuh orang yang diserang AIDS tersebut. Makanan sehat membantu usaha tersebut. Selain Hepatitis – B.Awalnya. c. seperti : edema. Namun. . cepat lelah. kurang gizi atau tinggal dengan penderita TBC. Tidak semua orang perlu divaksinasi. mencakup : a. yang hanya bisa didapat dengan resep dokter. paling sering pada usia 15 – 35 tahun. TUBERCULOSIS (TBC) 1. berkembang pula jenis baru. Yang patut diwaspadai ialah kegemaran suntik di kalangan masyarakat Indonesia. seperti : muntah-muntah. yaitu Hepatitis – c dan Hepatitis – D yang memiliki keganasan lebih tinggi darpada Hepatitis – B. sampai pada gejala berat. Pada keadaan berat terdapat gejala-gejala menurunnya fungsi hati. Pengertian TBC merupakan penyakit menahun dan menular yang disebabkan oleh bekteri Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan lewat dahak yang menyebar ke udara. Namun TBC kemudian juga bisa menyerang alat tubuh yang lain. Cara pencegahan dan pengobatan Hepatitis – B dapat dicegah dengan vaksinasi. TBC dapat menyerang setiap orang. agar dapat berfungsi normal. tubuh akan menghasikan zat anti terhadap Hepatitis – B yang disebut anti HBs. ialah berupa penularan langsung melalui darah atau produk-produk darah. atau bila “sembuh”. Dari ibu hamil kepada janin yang dikandungnya. khususnya yang bertubuh lemah. Tranfusi darah dan penggunaan alat kedokteran yang kurang bersih.

Rasa cinta juga dicerminkan pada cara-cara berkomunikasi antar anggota keluarga. Pendidikan dan pengalaman tersebut disampaikan dalam pendapat dan sikap dalam . Oleh karenanya keberhasilan remaja dalam belajar dan mempersiapkan masa depan sangat bergantung pada keterdekatan remaja tersebut dengan keluarganya. c. Panas ringan pada sore hari dan berkeringat pada malam hari. f. d. Terasa nyeri pada dada dan punggung atas. Jaga kebersihan lingkungan. Ini biasanya yang tidak dilakukan orang dengan benar. 2. Batuk menahun dan berlendir. otak. Menghingdari berdekatan nafas dengan penderita TBC. PAS. Cara pengobatan : Sebenarnya berbagai obat sudah ditemukan sebagai obat TBC yang manjur. Batuk lebih dari 4 minggu. Dalam stadium lanjut berbagai infeksi dapat disebabkan karena kuman TBC. Kulit pucat. dan Ripamfisin. Termasuk INH. e. saling bersikap jujur dan saling terbuka diantara anggota-anggota keluarga. Menjadi kurus. b. Makan makanan yang banyak mengandung protein dan vitamin. h. selaput paru. b. g. jantung dan berbagai organ tubuh penting lain. Cara pencegahan dan pengobatan TBC Cara pencegahan : a. Streptomisin. 3. d. KELUARGA 1. Suara menjadi parau/serak.2. Pemeriksaan kesehatan secara teratur. kematangan. Tanda dan gejala seseorang mengidap Tuberculosis (TBC) Seseorang mengidap TBC menunjukan tanda dan gejala sebagai berikut : a. maka dalam keadaan normal remaja tinggal paling lama dalam keluarga. pada stadium lanjut berdarah. Makan dan istirahat yang teratur. f. c. istirahat yang cukup membantu penyembuhan penyakit ini. makanan yang baik dan sehat. Cara remaja dalam membina komunikasi dalam keluarga Masing-masing anggota keluarga memiliki pendidikan dan pengalaman sendri-sendiri. khususnya masyarakat sekolah dan kelompok bermain. termasuk infeksi kulit. saling menghargai. e. Rasa cinta antara anggota keluarga ditunjukan dengan adanya rasa saling percaya. walau telah minum obat biasa. Etambutol. dan kedewasaan seseorang. Rasa cinta kepada keluarga (bagaimanapun keadaan keluarga kita masing-masing) menjadi perekat bagi tumbuhnya rasa tanggung jawab. Dibandingkan dengan masyarakat lain. Disamping itu. Masalahnya obat-obat tersebut harus diminum dalam jangka panjang secara terus-menerus tanpa berhenti. Rasa cinta keluarga sangat diperlukan bagi remaja Keluarga merupakan masyarakat terkecil dimana seorang remaja hidup. Vaksinasi BCG bagi bayi sedini mungkin.

hadirnya orang ketiga mungkin membantu. Dalam bahasa sajak “yang siap menyediakan bahu tempat kita menangis” (‘shoulder to cry on’). Sehingga diantara teman sebaya hampir tidak ada rahasia lagi. 2. dan mengalihkan kepercayaan pada orang lain. Persis seperti yang terjadi dalam permainan bujur sangkar pecah. sedang orang tua mereka sudah kuno. yang terpenting ialah sikap menjadi “friend in need” dalam keluarga. Sebaliknya kesetiakawanan antara teman sebaya bisa pula saling menjerumuskan ke dalam hal-hal yang berisiko merugikan. Orang yang tanpa diminta siap menolong kita. Pengertian teman sebaya Teman sebaya ialah teman yang sangat akrab dengan kita. Sikap terpuji ialah diam atau mengiyakan (walau tidak setuju dengan pendapat atau sikap orang tuanya). . kadang bisa berperan sangat baik dalam menjembatani perbedaan yang ada. Perbedaan-perbedaan pendapat dan sikap tersebut sebenarnya wajar saja. Dari pihak remaja. maupun remaja dengan kedua orang tua. karena jenis kelamin yang sama. Karena keterdekatannya. atau usia berdekatan. atau rumah berdekatan. atau bersekolah di sekolah yang sama. belum cukup matang untuk berpendapat dan bersikap dalam suatu hal. juga dalam kurun remaja. maka dalam keluarga sebenarnya remaja memerlukan ‘teman sebaya’. Teman ialah orang yang memperhatikan kebutuhan orang lain. saudara tua yang lain. sedang rayuan tidak mempan . Kakek. Dalam kerangka pengertian tersebut. Bila perbedaan tersebut menjadi tajam pada hal-hal yang penting. dari pihak remaja seyogyanya jangan bertindak keras dan kasar. tindakan remaja yang paling fatal ialah ‘meninggalkan keluarga’ baik terang-terangan maupun diam-diam. sedang anak-anak. Dalam situasi seperti itu.menghadapi suatu hal atau masalah. teman sebaya bisa saling mempengaruhi untuk sesuatu menuju kebaikan. atau seminat dan seterusnya. TEMAN SEBAYA 1. Sebaliknya di kalangan remaja juga sering timbul pendapat bahwa merekalah yang lebih tahu masalah-masalah kehidupan kini. sementara ia mencari waktu dan situasi yang tepat untuk secara perlahan-lahan memberitahukan (atau merayu) kepada orang tuanya tentang pendapat dan sikapnya yang berbeda. Masalah muncul bila orang tua cenderung menganggap mereka sudah lebih dulu dewasa dan kaya pengalaman. Bila masalahnya sangat serius. Komunikasi antara remaja perempuan dengan orang tua dan anggota keluarga lain seringkali lebih sulit. ketinggalan jaman. Hal tersebut disebabkan adanya perbedaan pendapat yang banyak dilakukan remaja perempuan. Pengertian teman Teman sejati ialah orang yang hadir di hadapan kita dan siap menolong kita pada saat kita memerlukannya (‘a friend indeed is a friend in need’). baik antara remaja dengan kakak yang sudah dewasa. dan dengan ikhlas memberikan miliknya kepada orang lain agar orang lain dapat menyelesaikan tugasnya. yang tahu persis kebutuhan orang lain. Asalkan semuaanggota keluarga saling menghargai pendapat dan sikap anggota keluarga yang lain. dan pendapatnya sudah tidak sesuai lagi dengan zaman sekarang.

Demi kecemerlangan masa depan bersama. b. disekolah dan dikelompok bermainnya. perasaan senasib sepenanggungan. Seyogyanya Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) dilakukan dalam tahapan-tahapan sebagai berikut : a. Dengan menceritakan permasalahan kepada orang yang dipercaya. Bagaimana menempatkan dirinya sebagai teman sebaya kawan-kawan di lingkungan sekolah atau lingkungan bermainnya. maka tidak ada cara baku untuk melaksanakan PRS. Para Pendidik Remaja Sebaya. c. Mencari dan mendapatkan teman sebaya yang bisa saling mengajak pada kebaikan. para Pendidik sendiri diharapkan menjadi contoh tauladan bagi teman-teman sebayanya dalam berperilaku. hanya kali ini menyangkut pada kesehatan dan kesejahteraan remaja. Sesuai cita-cita masing-masing. lebih-lebih perilaku beresiko.Demikian pula seyogyanya kedua orang tua dan saudara-saudara yang lain siap untuk menjadi teman sebaya bagi remaja dalam keluarga. Tempatnya bisa dimana saja. Dalam kehidupan kita sehari-hari. PENDIDIKAN REMAJA SEBAYA (PRS) 1. didorong untuk terpanggil menyebarluaskan pengetahuannya kepada teman-teman sebayanya. 2. Jangan beri nasehat apapun dalam tahap ini. Tahap Penerimaan Pada tahap ini yang penting ialah mendengarkan keluhan atau masalah yang dialami teman. Tunjukan rasa tertarik anda. Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) juga sebagai bukti bahwa seorang teman adalah teman sejati. Waktunya bisa kapan saja. tanpa diminta. Tentu saja. Yang semata-mata dilakukan karena saling menyayangi dengan teman sebaya kita tersebut. dan bukannya mengajak pada hal-hal yang kurang baik. diwaktu lain teman kita menasihati kita tentang sesuatu. Sikap menjaga rahasia teman merupakan prasyarat yang utama pula. Cara kita melaksanakan Program Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) Karena PRS dikemas dalam bentuk komunikasi tidak resmi antar teman sebaya. sebenarnya kita sudah melakukan Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) dalam bentuk berkomunikasi dua arah dengan teman sebaya. Menjadi suri tauladan baik sikap maupun kepribadian bagi remaja-remaja sebaya lain. Juga dalam keluarga masing-masing. yang sudah dilatih. Usahakan dijaga kerahasiaan teman. Cara kita menempatkan diri sebagai teman sebaya bagi remaja lainnya Tantangan bagi setiap remaja sebagai teman bagi remaja lainnya ialah : a. yang dipercaya akan dapat membantu mereka memecahkan segala macam persoalan mereka. ia sebenarnya telah . Yang paling penting ialah menciptakan suasana saling percaya. Bantu ia untuk mengungkapkan keseluruhan permasalahan yang dideritanya. Makna dari Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) adalah penjabaran dari rasa kesetiakawanan. sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi oleh teman-teman sebayanya. Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) yang kirta pelajari disini tidak lain ialah melaksanakan segala sesuatu yang sudah biasa kita lakukan. Kadang-kadang kita menasehati teman kita. 3.

Usahakan agar tahap pemeliharaan ini disamarkan dalam bentuk silaturahmibiasa. Secara berulang-ulang dan berurutan. agar sedikit demi sedikit ia memahami risiko yang sedang dihadapinya. Sekali lagi ditekankan. 24/Birhub/1972. Usaha transfusi darah dilakukan dengan maksud untuk memungkinkan penggunaan darah bagi keperluan pengobatan dan pemulihan kesehatan yang mencakup masalah pengadaan. c. diperlukan upaya terus menerus. Yang penting keseringan berkomunikasi dan membahas masalah-masalah yang ada. Kalau bisa diusahakan agar dibuat suasana sedemikian sehingga seakan-akan ide itu bukan datang dari anda. b. Karena pembentukan atau perubahan perilaku memerlukan waktu yang lama. pada tahap ini anda membimbing teman anda untuk siap menolong diri sendiri. Ingat. Menghadapi teman yang demikian. Hal paling penting ialah untuk mengimbangi keseluruhan upaya pemasukan ide dengan doa kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. 18 tahun 1980. Beberapa teman yang berperilaku beresiko kadang tidak mengerti sama sekali risikonya. Juga diharapkan agar pemasukan ide jangan dikemas dalam suasana ‘menggurui’ atau ‘mendikte’. b.menyelesaikan 50 % dari permasalan yang mengganjalnya. diperlukan pertanyaan-pertanyaan pancingan. pelan-pelan ide anda dimasukan kedalam benak dan hati teman anda. PMI adalah organisasi sosial yang berhak melaksanakan kegiatan transfusi darah berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut di atas. Untuk keperluan pemeliharaan ini. pengolahan. Pelayanan usaha transfusi darah PMI telah dikuatkan dengan: a. berulang-ulang mengajak teman menuju arah dan cita-cita yang telah disepakati bersama. Tahap pemasukan ide Pada tahap ini. jangan beri nasehat dalam tahap ini. tentang transfusi darah. Anda adalah contoh remaja yang sehat sejahtera. penyimpanan dan penyampaian darah kepada seorang penderita. Tahap pemeliharaan Ide yang sudah dimasukan. tentang palang Merah Indonesia di bidang transfusi darah. Sebaiknya sedikit demi sedikit. Dengan kata lain. bahwa pada tahap ini anda harus membuktikan bahwa anda sendiri konsekuen dengan sikap anda. Peraturan Pemerintah RI No. PELAYANAN UNIT TRANSFUSI DARAH PENDAHULUAN Usaha transfusi darah merupakan salah satu kegiatan pokok yang penting di PMI. Strategi Palang Merah Indonesia (PMI) dalam visinya menetapkan agar dikenall secara luas sebagai organisasi kepalangmerahan dalam memberikan pelayanan kepada yang . dan jangan banyak ide dimasukan sekaligus. Yang tidak kalah penting ialah agar keseluruhan PRS selalu diimbangi dengan doa kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. tetapi dari teman anda sendiri. Sehingga tidak kelihatan bahwa anda memaksakan keinginan anda untuk diikuti teman anda. Usahakan untuk tidak tergesa-gesa. harus dipelihara. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.

1147/ YANMED/RSKS/1991. 478/Menkes/Per/1990 tentang upaya kesehatan di bidang Transfusi Darah. seperti " Bagaimana menjadi donor darah. namun baru melalui Peraturan Pemerintah No. PROSEDUR TEKNIS PELAYANAN TRANSFUSI DARAH Dalam melakukan pelayanan transfusi darah kepada masyarakat.. karena yang diperiksa bukan orang yang menyumbangkan darah melainkan darah yang akan ditransfusikan (prinsip unlinked Anonymous). Hasilnya dikembalikan ke UTDC yang bersangkutan. Prosedur permintaan Darah. pemerintah menetapkan peran PMI sebagai satu-satunya organisasi yang ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan transfusi darah di Indonesia.47% dari jumlah penduduk Indonesia. Pengelolaan Darah dan "service cost" (lengkapnya lihat "Serba-Serbi Transfusi Darah" ) BLOOD SCREENING ( Pemeriksaan uji saring darah) Blood screening (pemeriksaan uji saring darah) merupakan salah satu tahap di dalam pengelolaan darah yang dilakukan PMI untuk mendapatkan darah yang betul-betul aman bagi pengguna darah (orang sakit). namun tidak bertentangan dengan resolusi Komisi HAM PBB. Kini. maka dirujuk ke UTDP untuk dilakukan test ulang darah donor tersebut. . Apabila ada donor darah yang dicurigai terinfeksi dengan hasil test yang mendukung.Dirjen Yan Med No. Meskipun kegiatan transfusi darah sudah dirintis sejak masa perjuangan revolusi oleh PMI. idealnya jumlah darah yang tersedia adalah berkisar 1% dari jumlah penduduk Indonesia. Berhubung tindakan selanjutnya masih di bawah wewenang Depkes.622/Menkes/SK/VII/1992 tentang kewajiban pemeriksaan HIV pada darah yang disumbangkan donor. Hingga sekarang jumlah darah yang terkumpul baru sekitar 0. Saat ini tiap Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) telah melakukan uji saring terhadap 4 penyakit menular berbahaya yaitu syphilis. PMI tidak hanya memfokuskan perhatiannya pada pendonor darah tetapi juga ke masyarakat yang pengguna darah. yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemeriksaan ini bersifat "mandatory". hepatitis B & C dan HIV/AIDS. kegiatan tersebut dapat dilayani di 165 Unit Transfusi Darah Pembina Darah dan Cabang tingkat Propinsi dan Daerah Tingkat II. Bahkan. pemerintah mengeluarkan surat keputusan Menkes RI No. maka PMI bekerjasama dengan RSCM untuk melakukan test Western Blot yaitu pemeriksaan untuk memastikan seseorang tersebeut reaktif atau tidak. Tugas ini ditegaskan pula melalui SK. Di UTDD DKI Jakarta apabila dicurigai adanya infeksi HIV/AIDS maka dilakukan rujukan pasien ke LSM Yayasan Pelita Ilmu yang menangani Konseling dan Terapi. aman dan mencukupi serta dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau.membutuhkan secara efektif dan tepat waktu dengan semangat kenetralan dan kemandirian. untuk menghindari tercemarnya darah dari HIV. Target pelayanan transfusi darah adalah berupaya memenuhi kebutuhan darah yang bermutu. Darah diperoleh dari sumbangan darah para donor darah sukarela maupun donor darah pengganti. 18 tahun 1980. tentang Petunjuk Pelaksana Peraturan Menteri Kesehatan No. Karenanya menjadi penting untuk melakukan sosialisasi informasi mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan masalah transfusi darah kepada masyarakat luas.

Tidak sedang hamil. setelah hasil pemeriksaan darah donor dinyatakan positif. Tidak mempunyai perilaku sek menyimpang seperti lesbi atau homo. konseling belum dapat dilakukan karena: + Prinsip Unlinked Anonymous + Belum siapnya seluruh UTDC dan Pemerintah untuk melakukan konseling dan terapinya DONOR DARAH Donor darah adalah penyumbangan darah. Tidak mempunyai luka atau infeksi f. Syarat-syarat menjadi donor darah a. golongan. baru melahirkan atau menyusui h.Konseling Donor Darah Khusus mengenai konseling sebenarnya UTD PMI telah mencoba untuk melakukan pre dan post konseling untuk hasil pemeriksaan darah yang positif terjangkit Sifilis. Tidak mempunyai penyakit kuning (Hepatitis). Namun untuk kasus HIV dipanggil langsung. Tetapi donor darah pengganti/keluarga akan ditiadakan bila persediaan darah di PMI telah tercukupi. Cara menyumbangkan darah a. Sedangkan donor darah pengganti /keluarga adalah seseorang yang meyumbangkan darahnya untuk mengganti darah yang telah dipakai oleh anggota keluarga atau kerabatnya. Hepatitis B & C. Penyakit paru-paru (TBC). Pendaftaran b. Pemeriksaan darah . maka diadakan pemanggilan kepada yang bersangkutan melalui pos. AIDS dan penyakit-penyakit berat lainnya. Berusia antara 17 sampai 60 tahun b. warna kulit. Khusus untuk HIV. Sedangkan pada tahap Post Konseling. bangsa. kepercayaan. Memiliki berat badan minimal 45 Kg c. + atau tidak menjadi donor darah untuk selamanya bagi pengidap HIV dan Hepatitis B&C. Dan kadar HB sekurang kurangnya 12 gram % d. Dalam tahap pre konseling. yaitu donor darah sukarela dan donor darah pengganti atau disebut dengan donor darah keluarga. sebelum pemeriksaan para donor diberitahu disertai penjelasan yang benar dan mendapat persetujuan dari yang bersangkutan melalui lembar Inform Consent. Tidak sedang menjalankan pengobatan suatu penyakit g. HIV. ataupun jenis kelamin. Dalam keadaan sehat menurut pemeriksaan dokter atau petugas i. Kemudian diberitahukan kepada yang bersangkutan untuk tidak menjadi donor darah: + sampai hasil pemeriksaan darahnya negative pada sifilis . Darah dibagi menjadi dua macam. bahwa jika hasil darahnya reaktif atau positif maka darah tersebut tidak akan digunakan untuk transfusi. e. Mempunyai tekanan darah 100/60 sampai 180/100 mmhg. Donor darah sukarela adalah seseorang yang menyumbangkan darahnya secara sukarela untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang perbedaan agama.

3. Ingin belajar dan berbakat dalam bidang keperawatan. Pemberian kartu f. Menerima makanan Dasar-dasar Perawatan Keluarga 1. Tujuan: Melindungi pakaian pelaku dari kotoran Mencegah penularan Cara menggantung celemek : Tanpa memegang bagian luar celemek . tenaga dan biaya rumah sakit c. Sifat pribadi yang tepat untuk menerima pendidikan PK adalah: 1. Menaruh minat dan memiliki rasa kemanusiaan yang dalam. Demi untuk menghemat waktu. Untuk meningkatkan kemandirian orang sakit dan keluarga secara optimal. Sejak tahun 1950 PMI telah menyelenggarakan pendidikan dan latihan PK c. 3. Pelaku-pelaku perawatan keluarga. Pengertian Perawatan Keluarga Perawatan keluarga adalah perawatan yang dilakukan di rumah dengan menggunakan peralatan yang sederhana yang ada di rumah yang dilakukan oleh anggota keluarga. Pada dasarnya siapa saja dapat melakukan PK asal sebelumnya diberi pengetahuan berupa pendidikan PK dan dilatih secukupnya. Maksud dan Tujuan Perawatan Keluarga a. b.c. Istirahat e. Memakai Celemek Celemek adalah bentuk pakaian untuk menutup pakaian pelaku PK waktu menolong merawat si sakit tanpa mengganggu gerak si pelaku. Perawatan sehari-hari 1. Mencuci tangan. b. Pada dasarnya si sakit lebih senang tinggal di rumah serta dirawat oleh keluarga. Suatu keharusan bagi setiap perawat termasuk pelaku PK untuk mencuci tangan : Sebelum dan sesudah merawat orang sakit Sebelum menyiapkan makanan dan minuman Sesudah memegang barang-barang kotor dan binatang Sesudah buang air besar dan buang air kecil Tujuan: Membersihkan tangan dari segala kotoran Menjaga kesehatan pelaku Mencegah penularan penyakit Melatih suatu kebiasaan baik 2. B. yaitu: a. 2. Pelaksanaan pengambilan darah d. Mempunyai sifat kasih yang tulus 2.

sarung bantal 3. bau yang merangsang dan keributan. daun pisang yang setengah tua bungkus dengan kain (sarung) 4. sarung bantal dll) hendaknya diganti paling sedikit dua kali seminggu. Tikar. kecuali bila kotor atau basah. bantal 2. kain alas perlak 4. Tempat tidur. Pengukuran suhu denyut nadi dan pernapasan Alat mengukur suhu disebut termometer. Kain seprei. sarung bantal 3. Selimut 4.Didalam ruangan orang sakit bagian luar berada di luar Di luar ruangan si sakit bagian luar berada di dalam 3. kain. yang lazim dipakai di Indonesia adalah termometer Celcius sedangkan di Amerika Fahrenheit. Balai-balai. maka harus segera diganti.  Barang tenun (Seprei. Bagian-bagian termometer: Tabung gas panjang berbentuk persegi gepeng bundar atau persegi Pipa gelas tempat naik turun air raksa Skala yang menunjukkan derajat suhu Reservoir tempat air raksa Tujuan mengukur suhu : Untuk mengetahui suhu badan si sakit Untuk mengetahui adanya kelainan pada tubuh si sakit Untuk mengetahui perkembangan penyakit Sebagai salah satu penyokong dalam membantu dokter menentukan diagnosa Tempat mengukur suhu : Di ketiak Di dubur Di mulut Tujuan mengukur denyut nadi: Mengetahui keadaan umum si sakit Mengetahui keadaan jantung si sakit Mengikuti perkembangan jalannya si sakit . kasur . Peralatan : Yang mampu Kurang mampu 1. Selimut 1. bantal 2. Kain perlak. Penataan tempat tidur si sakit Maksud dan tujuan: Mempercepat penyembuhan Mencegah penyakit bertambah berat Memperkecil bahaya penularan Syarat tempat tidur si sakit: Panjang tempat tidur harus sepadan dengan panjang badan si sakit Ditempatkan pada bagian kamar yang tak banyak kena hembusan angin Terhindar dari cahaya yang menyilaukan.

Yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh suatu tim yang ditunjuk oleh pengurus cabang. Karang taruna/SATGASOS. Penyelenggaraan Dapur Umum tersebut dapat diselenggarakan oleh siapa saja yang dating pertama dan dapat menyelenggarakannya. Tujuan menghitung pernapasan: Membantu menentukan diagnosa Mengetahui keadaan umum si sakit DAPUR UMUM LAPANGAN PMI Penyelenggaraan Dapur umum untuk melayani kebutuhan makan para penderita atau korban bencana adalah bukan monopoli organisasi PMI. Umumnya kecepatan denyut C. Tiap kenaikan suhu badan 1 denyut nadi akan bertambah 10 – 15 denyutan. tim ini disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah korban. Berdasarkan pengalaman selain PMI adalah TNI. Dalam satu regu dapur umum terdiri dari: Seorang ketua regu . regu disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah korban yang harus dilayani.Membantu menentukan diagnosa Tempat mengukur denyut nadi: Leher Muka telinga Dekat ujung tulang selangkang Sisi dalam dari lengan atas Lipatan paha Pergelangan tangan Pada bayi sampai umur 1 tahun dapat diraba pada ubun-ubun Jumlah denyut nadi rata-rat permenit Bayi yang baru lahir 130 – 160± = Bayi 110 – 130± = Anak umur 4-7 tahun 80 – 120± = Anak umur >7 tahun 80 – 90± = Pria dewasa 60 – 80± =  Wanita dewasa lebih banyak 10 – 15 denyutan.°nadi meningkat bila suhu badan meningkat. Penyelenggaraan dapur umum yang diselenggarakan PMI Cab menjadi tanggung jawab penuh pengurus PMI Cab. Penyelenggaraan dapu umum yang diselenggarakan oleh PMI menjadi tanggung jawab penuh pengurus cabang PMI yang dalampelaksanaannya dilakukkan oleh regu yang ditugaskan oleh pengurus cabang. Perangkat Pemda tingkat bawah dan lain-lain. Pengertian Dapur lapangan yang diselenggarakan untuk menyediakan/menyiapkan makanan yang sederhana dan layak serta higenis juga cukup bergizi dan dapat didistribusikan secara cepat.

Memelihara ketetapan waktu memasak dan makan c. Bertanggung jawab atas pelayanan makanan dan memelihara ketertiban serta kebersihan lingkungan wilayah kerjanya 3. Ketua regu a. Membantu kelancaran ketua regu (tugasnya) c. mengawasi. Bertanggung jawaab secaara langsung kepada ketua tim penyelenggara dapur umum yang ditunjuk oleh pengurus cabang atau melalui ketua kelompok apabila ada. Menentukan jumlah penyediaan makanan yang harus dimasak. Mewakili ketua regu bila berhalangan b. Pertanggungan jawab keuangan d. membimbing dan bertanggungjawab atas kelancaran tugas pelaksanaan dapur umum. dll Tenaga Dapur Umum . Bertanggung jawab atas penerimaan atau pengeluaran logistik bahan pangan 5. Pembuatan/penyusunan laporan 4.Membantu mengambilkan air dari mata air .Membantu memompa kompor. Petugas peralatan atau perlengkapan a. Petugas pendistribusian Melaksanakan pembagian makanan sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan dengan cara yang baik dan tertib. Menyiapkan dan melengkapi peralatan dan perlengkapan dapur b. jenis kelamin. 2. 7. menentukan menu makanan setiap harinya dan memelihara citra rasa sedemikian rupa sesuai dengan selera yang dibutuhkan para korban 6. pekerjaan dan alamat rumah. Pembuatan daftar nama para korban yang ada dalam wilayah kerjanya lengkap dengan tanggal lahir. Membuat daftar infentaris peralatan dan perlengkapan d.Seorang wakil ketua regu Seorang penanggung jawab tata usaha Seorang penanggung jawab peralatan dan perlengkapan Seorang penanggung jawab memasak Seorang penanggung jawab distribusi Beberapa tenaga yang membantu terdiri dari unsur masyarakat di daerah bencana dan sekitarnya Pembagian tugas 1. Mengatur penyimpanan logistik bahan-bahan kebutuhan dan peralatan serta kelengkapan dapur c. Dengan bantuan tenaga lokal (pembantu umum). b. Wakil ketua regu a. Pendataan barang dan keperluan dapur baik yang masuk maupun yang keluar c. b. Petugas tata usaha Menyelenggarakan tata usaha dapur umum dengan baik meliputi : a. Misalnya : . b. Mengatur pembagian tugas anggota. Petugas memasak a. Pembantu umum Membantu pelaksanaan berjalannya dapur umum.

penambahan jiwa dari para korban harus diberitahukan kepada petugas. Dilakukan sehari-hari. untuk makan pagi dilakukan pukul 9-10 dan makan malam dilakukan pada pukul 4-5 sore 3. sehari sebelum pelaksanaan pendistribusian. Menggunakan kartu distribusi 2. Higenis lingkungan cukup memadai 4. Dekat dengan sumber air Pendistribusian 1. Aman dari bencana susulan 5. 3.1. Anggota KSR sebagai tenaga inti dibantu TSR dan PMR. baik pria maupun wanita yang memenuhi syarat untuk membantu dan bersedia dengan sukarela. Petugas sudah siap dengan perlengkapan administrasi (daftar absensi korban. Pengambilan jatah dilakukan oleh kepala keluarga/wakil sesuai dengan kartu distribusi 4. Tanggal Pagi Siang/malam Keterangan Contoh rekapitulasi distribusi REKAPITULASI DISTRIBUSI Alamat/lokasi/pos : …………………………………………. Dekat dengan transportasi umum 6. Jumlah jiwa : …………………………………………. makanan harus siap 15 menit sebelum waktu pendistribusian 5. Nomor Dapur : …………………………………………. Harus dekat dengan posko dan mudah dijangkau oleh korban 3. Contoh kartu distribusi KARTU DISTRIBUSI Nomor dapur : …………………………………………. jumlah yang akan diberi. Alamat : …………………………………………. dll) 6. Nama kepala keluarga : …………………………………………. 2. Bila perlu bekerja sama dengan organisasi sosial lainnya Lokasi Dapur Umum 2. Nomor kode DU : …………………………………………. No Nama KK Jumlah Jiwa Makan Pagi/Siang Makan Sore/Malam Keterangan DAB *** Jumlah Catatan : D = Dewasa Petugas Distribusi . Para korban. Tanggal : ………………………………………….

2 buah serok penggorengan besar f. Jika keadaan darurat dapat juga mempergunakan tungku dari batu bata dengan bahan kayu bakar atau menggunakan kompor minyak tanah KEPALANG MERAHAN (DASAR) A. 2 buah ember plastik untuk mengambil air c. besar 2. Peralatan dan Perlengkapan 1.JOHN HENDRY DUNANT TAHUN 1863 Komite Internasional untuk bantuan tentara yang luka (Komite Lima) Internasional Of The Red Cross (ICRC) . 2 buah panci ukuran 50 cm d. 1 buah gayung air j. 3 buah sendok takaran h. Peralatan memasak a.. 1 buah drum air ukuran 100 liter c. 2 buah susukan wajan g. 2 buah ember plastik beserta tutup b.A = Anak-anak B = Bayi …………………. LATAR BELAKANG SEJARAH PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH TAHUN 1859 S0LFERINO . 2 buah talenan daging i. 1 buah drum besar untuk menyimpan air h. Peralatan penunjang a. 2 buah bakul nasi besar d. 2 buah ayakan bambu k. 2 meter slang plastik l. 2 buah corong minyak 3. 2 buah pisau pengiris g. 2 buah wajan no. 2 buah langseng ukuran 100 liter b. 2 buah cobek besar e. 48 e. Kompor gas Satu unit kompor dengan tangki berkapasitas 20 liter 3 kepala/semawar dan sebuah pompa atau 2 unit kompor dengan tangki ukuran 15 liter 2 kepala semawar dan sebuah pompa kompor. 2 buah pisau rajang f. 2 buah sendok sayur i.

Berkaitan dengan perlindungan terhadap penduduk sipil pada waktu perang KONVENSI IV TAHUN 1952 Revisi Status Palang Merah Internasional TAHUN 1967 Proklamasi Prinsip . Perbaikan kondisi bagi Angkatan Perang yang terluka dan sakit di medan perang ( revisi dan pengembangan konvensi Jenewa tahun 1929) KONVENSI I 2.Prinsip Dasar Palang Merah (Kemanusiaan.Konvensi Jenewa Revisi dan pengembangan Konvensi Jenewa tahun 1906 berkaitan dengan Pengesahan Konvensi Jenewa berkaitan dengan perlakuan terhadap tawanan perang TAHUN 1949 KONVENSI . Kenetralan. Kesamaan. Kesatuan.Prinsip Konvensi Jenewa tahun 1806 (Konvensi Hague X) TAHUN 1919 LIGA PERHIMPUNAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT NASIONAL TAHUN 1928 Status Palang Merah Internasional TAHUN 1929 Konvensi . Kemandirian. Kesukarelaan. Kesemestaan) TAHUN 1977 PROTOKOL TAMBAHAN KONVENSI JENEWA 1949 .TAHUN 1864 KONVENSI JENEVA TAHUN 1867 Konferensi Palang Merah Internasional ( 9 Pemerintah dari 16 Perhimpunan Nasional dan ICRC) TAHUN 1899 Penyesuaian terhadap cara perang Angkatan Laut sesuai dengan Prinsip Prinsip Konvensi Jenewa tahun 1864 (Konvensi Hague III) TAHUN 1806 Revisi dan Pengembangan Konvensi Jenewa tahun 1864 TAHUN 1807 Penyesuaian terhadap cara perang Angkatan bersenjata sesuai dengan Prinsip . Berkaitan dengan perlakuan terhadap tawanan perang (revisi dan pengembangan konvensi Jenewa tahun 1929) KONVENSI III 4. Perbaikan kondisi Angkatan Perang yang terluka dan sakit di Laut dan Perahu karam ( revisi dan pengembangan konvensi Hague X tahun 1907) KONVENSI II 3.KONVENSI JENEWA 1.

Maunior 3. Gustave Moyneier 5. Kegiatan Palang Merah ini meluas termasuk pelayananmasa damai seperti mendirikan bank darah. Dr. Jean Henry Dunant Mereka membentuk lembaga sosial yang bernama PALANG MERAH tahun 1899.kebakaran dll. Lambang tersebut berarti Perlindungan bagi para petugas. di Solferino sedang terjadi perang antar Perancis dan Sardinia melawan tentara Austria. penolong di medan . Tahun 1859 Henry Dunant pergi ke Italia menuju Solferino. Panitia lima tersebut merintis terbentuknya Palang Merah Lambang Palang Merah di atas dasar putih. namun dalam pengembangannya dilengkapi dengan dua buah ketentuan tambahan yang isinya lebih luas daripada konvensi Jenewa tahun 1949 yang disebut dengan dua Protokol Tambahan yaitu : PROTOKOL I Pertolongan diterapkan pada pertikaian bersenjata Internasional PROTOKOL II Pertolongan yang diterapkan pada pertikaian bersenjata yang tidak Internasional Kedua Protokol Tambahan ini disahkan dalam satu Konvensi diplomat pada tanggal 8 Juni 1977 yang diprakarsai oleh Komite Internasional Palang Merah. memberikan pendidikan pertolongan peratama dan perlindungan di air dan di darat.Dalam keempat Konvensi tersebut telah dicantumkan mengenai pertolongan. selain itu Palang Merah juga menolong para tawanan perang Jean Henry Dunant dilahirkan pada tanggal 8 Mei 1828 di Jenewa Swiss. Palang Merah berkembang untuk melayani korban perang dan melaksanakan Konvensi Geneva. Dengan pelayanan sukarela untuk menolong sesama. Henry Dunant mendapat perhargaan dan tahun 1901 mendapat hadiah Nobel di bidang Kemanusiaan dan Perdamaian. serta merawat korban bencana seperti banjir. longsor. Dari pengalaman tersebut ia mengarang buku dengan judul “ Un Souvenir De Solferino” ( Kenangan di Solferino ) Dan buku tersebut menarik perhatian dunia dan beberapa orang terkenal yang akhirnya membentuk Panitia 5 yang terdiri dari : 1. Appia 4. B. Mr. Jendral Dufour 2. PALANG MERAH Palang Merah secara umum dikenal sejak tahun 1863 sebagai Pergerakan Internasional dari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang merupakan sebuah Organisasi Internasional yang bersifat Kemanusiaan dan berdiri sendiri di banyak negara di dunia. Ayahnya bernama Jean Jacques Dunant dan Ibunya bernama Antoinette Colladon.

Setelah pulang ia mendirikan sekolah perawat yang dicita . Motto Liga Inter Arma Caritas “ ( Bantuan diantara pertikaian) Per. mencegah penyakit dan mengurangi penderitaan manusia. tapi itu tidak memberikan kepuasan baginya. 2. C. Komite Internasional Palang Merah = Intermational Commite Of The Red Crocc. ORGANISASI PALANG MERAH INTERNASIONAL 1.Swiss dan beranggotakan 25 orang warga Negara Swiss. KIPM juga sebagai penggerak Palang Merah dan peleta dasar konvensi Genewa. Sisentri yang mengakibatkan banyak kematian.Henry P. merupakan perkembangan dari panitia lima/komite lima. Panitia lima menjadi Komite Internasional Palang Merah (KIPM) yang dalam bahasa Inggrisnya yaitu International Commitee Of The Red Drocc (ICRC). orang-orang sakit dan menderita sehingga ia ingin menjadi perawat. Didirikan pada tahun 1863 sebagai lembaga netral pelindung Prinsip _ Prinsip Palang Merah.perang. FLORENCE NIGHTINGALE Florence Nightingale dilahirkan di Amostad Inggris pada tanggal 12 Mei 1820 ia putri bangsawan yang berkecukupan. KIPM berkedudukan di Jenewa .citakannya yang disebut “ Nightingale Found“ tahun 1888 ia mendapat anugrah “ The Royal Red Cross “ dan tahun 1907 mendapat ‘ Ordre Of Mert “ ia meninggal pada tanggal 3 Agustus 1910 di Inggris D. karena pada waktu malam dengan membawa sebuah lampu ia mengunjungi yang sakit dan menghibur mereka yang terjaga tidurnya.Humanitatem Ad Pacem ( Perdamaian Melalui Kemanusiaan ) Palang Merah Indonesia diterima sebagai anggota LIGA yang ke 68 pada tanggal 16 . Ia ingin menolong yang miskin. Liga didirikan pada tanggal 5 Mei 1919 dengan diadakannya Konferensi Kesehatan Internasional di Cammer Pancis dan berdirinya Liga diprakarsai oleh seorang bankir Amerika bernama Mr. Setelah dari Scutari ia pergi ke Krim dan ia disana sakit dengan sebutan Crimean Fever (deman Krim). KIPM/ICRC. Akhirnya ia memilih jalan penghidupan yang menpunyai tujuan tapi harus dikejar dengan segala tenaga. Davidson. LIGA Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Liga adalah gabungan Internasional Palang Merah yang menangani masalah kesehatan. Ia mendapat julukan Putri yang membawa Lampu (The Lady With The Lamp). lebih dari korban perang. Florence Nightingale menjadi perawat karena bantuan Elisabeth Fry dan ia ingin pergi ke paris depan perang Krim ternyata ia mendapat surat untuk dikirim ke Scutari untuk merawat orang . dengan segala rintangan dan hambatan ia lalui dan rintangan tersebut menjadi dorongan yang kuat baginya. colera. Dan setelah sembuh ia kembali ke Scutari untuk bekerja.orang sakit types.

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan 2. Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) 7.Oktober 1950 3. Mempertinggi mutu keterampilan dan memelihara kebersihan dan kesehatan . Perawatan Keluarga 3. Mendidik dan melatih generasi muda dalam kegiatan positif 3. Siti Dasimah dan Nn.obatan 9. Konfenrensi Internasional Palang Merah.delegasi Palang Merah Internasional dan Negara .Negara yang ikut menandatangani. KIPM adalah pertemuan tertinggi yang biasanya diselenggarakan 4 tahun sekali terdiri dari delegasi . Paramita Abdurachman. Membangun manusia seutuhnya 2. E. Dapur Umum 4. Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Nasional ( PPM dan BSMN ) adalah perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang diakui oleh ICRC dan Liga sesuai dengan ketentuan yang berlaku 4. Pengenalan obat . Berbhakti kepada masyarakat 2. TUJUAN PALANG MERAH REMAJA 1. Bongkar Pasang Tenda 5. Heking dan Cross Country 8.anak sekolah untuk membantu korban perang. SEJARAH PALANG MERAH REMAJA Pada Perang Dunia I di Australia yang melatar belakangi terbentuknya Palang Merah Remaja (PMR) yang bernama “ The Young Red Cross “ yang melibatkan anak . Kemping. Palang Merah Indonesia membentuk Palang Merah Remaja pada tanggal 1 Maret 1950 yang dipimpin oleh Nn. Pembinaan fisik dan mental 10. Menumbuhkan minat para remaja di bidang kemanusiaan dan sosial KEGIATAN PALANG MERAH REMAJA 1. Tekhnik Hidup di Alam Bebas 6. Keterampilan organisasi/kepemimpinan TRI BHAKTI PALANG MERAH REMAJA 1.

Mengetahui dan mampu menyebutkan Komponen Gerakan dan ruang lingkup kerjanya. Kebersihan. Mampu menyebutkan riwayat pendiri Komite Internasional Palang Merah (ICRC) 3. Komponen Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional serta fungsi dan kegiatannya Waktu : 2 x 45 menit A. Media: 1. Poster (Lambang Palang Merah dan Sejarah) 3. Pemutaran film B. Mengetahui sejarah terbentuknya Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional 2. Sejarah Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional 2. Persahabatan Nasional dan Internasional antar anggota Palang Merah/masyarakat ( di dalan / di luar negeri ) KURIKULUM KEPALANG MERAHAN PMR MADYA Bidang Study : Kepalangmerahan Jenjang : Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat : Madya (SMP) Bahasan Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional Sub Bahasan : 1.3. Mempererat persahabatan Nasional dan Internasional TUGAS/KEGIATAN KHUSUS YANG SESUAI DENGAN KEMAMPUAN 1. Transparansi OHP C. Tujuan Pembelajaran: 1. Tanya jawab 3. Metode: 1. Berbhakti terhadap masyarakat dari lingkungan rumah tangga sampai dengan lingkungan masyarakat 2. Mampu Menyebutkan riwayat pendiri Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) 4. Proses Pembelajaran: . Cerita 2. kesehatan dan kelestarian lingkungan hidung dan gigi 3. Film (The Story of an idea) 2. B.

Pelatih bertanya kepada 2 s. Komponen Gerakan • Komite Internasional Palang Merah (KIPM) • Perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia. 2. 1. maka minimal bisa menggunakan media poster dibantu dengan sarana yang tersedia. 4. b. Peran Konferensi Interansional c. Pertempuran Solferino b. Proses pembelajaran di atas menggunakan bantuan media OHP atau Digital Projector. 3 peserta mengenai : • Siapa tokoh pendiri organisasi Palang Merah • Mengapa Henry Dunant mendirikan organisasi Palang Merah. 3. 6. Memberikan pengantar mengenai materi yang akan disampaikan 2. Jika pelatih tidak mempunyai sarana di atas. Pelatih memberikan penjelasan mengenai ”Konferensi Internasional Palang Merah” dan Badan-Badan dalam Gerakan. Pelatih meminta kepada peserta untuk menceritakan kembali secara singkat isi film tersebut. Henry Dunant c. Tanya Jawa / pelatih Catatan : 1. Badan-badan dalam Gerakan • Komisi Tetap • Dewan Delegasi 7.Pelatih membuka proses pembelajaran dengan : 1. Definisi Gerakan b. Pelatih menyampaikan materi mengenai ”Sejarah lahirnya Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah Internasional. Konferensi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah b. Pelatih memberikan penjelasan mengenai ”Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional’. Komite Lima e. Peserta diminta untuk menceritakan kembali secara singkat isi film tersebut sesuai dengan yang mereka tangkap. .d. diantaranya : a. flipchart. • Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. misalnya . diantaranya : a. a. VCD Player. Buku Kenangan dari Solferino (gagasan Henry Dunant) • Komite Internasional untuk pertolongan bagi yang terluka • Konferesi internasional d. dan poster. Pelatih memutar film ”The Story of an Idea” . Pelatih memutar film yang sesuai dengan topik. Peserta diminta untuk menonton film secara seksama c. 8. diantaranya : a. papan tulis. Melakukan tanya jawab awal (Pretest) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik jika diperlukan Pelatih menyampaikan materi dengan metode yang sesuai. Pelatih memberikan intisari dari penjelasan yang telah disampaikan sebagai penutup. whiteboard. 5.

Ceramah 2. Evaluasi dan Pembahasan 1. Bab VI halaman 78 s. Henry Dunant yang tertang dalam buku ”Memory of Solferino”.d. ----G. Transparansi OHP C. 3.d. Mampu menyebutkan riwayat pendiri Komite Internasional Palang Merah (ICRC) 3. Tanya jawab . Menjelaskan aturan dasar Hukum Perikemanusiaan Internasional B. E. Rangkuman Materi Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI) Bidang Studi : Kepalangmerahan Jenjang : Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat : Madya (SMP) Bahasan : Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI) Sub Bahasan : Sejarah dan aturan dasar Hukum Perikemanusiaan Internasional Waktu : 3 x 45 menit A. Peserta diminta menceritakan kembali mengenai sejarah terbentuknya organisasi palang merah. Mampu Menyebutkan riwayat pendiri Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) 4. Media: 1. Metode: 1. Mengetahui dan mampu menyebutkan Komponen Gerakan dan ruang lingkup kerjanya F. 11 tentang Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Tujuan Pembelajaran: 1. Pustaka 1. 2. Film (The Story of an Idea) 3. Buku Panduan Diseminasi Kepalangmerahan dan HPI (Buku Kedua) Bab I halaman 3 s. Mengetahui dan dapat menyebutkan perangkat utama Hukum Perikemanusiaan Internasional.d. 2. 88 tentang Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Bab VII halaman 93 s. 101 tentang Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Mengetahui dua gagasan J.atau yang lainnya sesuai kreasi dari pelatih. 2. Poster 2.

diantaranya : a. Pelatih menjelaskan ”Asal-usul Hukum Perikemanusiaan Internasional” . Pemutaran Film 4. diantaranya : a.3. 4. Pelatih menjelaskan Aturan Dasar dan prinsip HPI. Dunant yang ditulis pada buku • Uraikan gagasan tersebut secara sederhana. Peserta diminta untuk menceritakan kembali secara singkat isi film tersebut sesuai dengan yang mereka tangkap. Aturan Dasar 6. Aturan Dasar 5. Ukuran untuk melaksanakan HPI b. Dua cabang Hukum HPI 3. Prinsip b. Pelatih menjelaskan Penerapan Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI). Hukum Jenewa dan Hukum Den Haag 2. Pelatih meminta kepada peserta untuk menceritakan kembali tentang : a. Pelopor dari Hukum perikemanusiaan modern c. b. Definisi b. diantaranya: (Waktu 15 menit. 8. Pelatih menjelaskan Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan a. Setelah selesai. Memberikan pengantar mengenai materi yang akan disampaikan 2. Proses Pembelajaran: Pelatih membuka proses pembelajaran dengan : 1. Intisari HPI c. gunakan poster/OHP) a. H. Pelatih bertanya kepada peserta : • Gagasan apa yang disampaikan oleh J. Prinsip b. Tujuan dari dipergunakannya HPI c. diantaranya : (waktu 20 menit. Pelatih memberikan penjelasan awal mengenai Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI). Peran ICRC dalam menjamin penghormatan terhadap HPI 9. Dunant yang tercantum pada buku ”Memory of Solferino”. Pelatih memberikan pertanyaan kembali mengenai : a. b. Pelatih menjelaskan mengenai Pelanggaran HPI . pelatih meminta kepada peserta : a. Istilah d.H. Protokol Tambahan 1977 7. Definisi HPI b. Pelatih memutar film ”The Story of An Idea” atau ”Fighting by the Rule” . Transparansi OHP D. gunakan poster/OHP) a. Konvensi Jenewa 1949 b. Melakukan tanya jawab awal (Pretest) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik jika diperlukan Pelatih menyampaikan materi dengan metode yang sesuai : 1. Siapa yang dilindungi HPI. Dua gagasan J.

Tujuan Pembelajaran a. Evaluasi dan Pembahasan 1. whiteboard. misalnya . Penuntutan penjahat perdasarkan HPI 10. 2.a. E. Menyebutkan dan menjelaskan aturan dasar Hukum Perikemanusiaan Internasional F. papan tulis. Menjelaskan dua gagasan J. Dapat menyebutkan tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah . Proses pembelajaran di atas menggunakan bantuan media OHP atau Digital Projector. Rangkuman Materi Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional Bidang Study : Kepalang Merahan Jenjang : Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat : Madya (SMP) Bahasan Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional Sub Bahasan : 1. 3. Tujuh Prinsip Dasar 2. Henry Dunant yang tertang dalam buku ”Memory of Solferino”. Pustaka 1. dan poster. Tanya jawab Catatan : 1. Kejahatan perang b. Pelatih memberikan pengertian bahwa betapa pentingnya HPI untuk mempertahankan harkat dan martabat manusia. maka minimal bisa menggunakan media poster dibantu dengan sarana yang tersedia. 2. atau yang lainnya sesuai kreasi dari pelatih. Jika pelatih tidak mempunyai sarana di atas.d. Menyebutkan dan menjelaskan perangkat utama Hukum Perikemanusiaan Internasional. 11. VCD Player. Pengertian Tujuh Prinsip Dasar Waktu : 2 x 45 menit A. 2. flipchart. Bab IV halaman 33 s. 58 tentang Hukum Perikemanusiaan Internasional. Buku Panduan Diseminasi Kepalangmerahan dan HPI (Buku Kedua). --G.

C. 5. Studi kasus 7 Prinsip Dasar d. Melakukan tanya jawab awal (Pretest) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik jika diperlukan. b. Melalui metode cerita pelatih menyampaikan materi 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional meliputi penyebutan. 1. Bermain peran b. Pelatih memberikan penjelasan kembali mengenai perlunya mengetahui 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Dapat menyebutkan contoh-contoh aplikasi Tujuh Prinsip Dasar. Misalnya apakah peserta ajar sudah mengetahui mengenai Prinsipprinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Kertas flipchart dan spidol b. • Menyebutkan kembali arti dari 7 (tujuh) prinsip dasar gerakan satu persatu b. Memberikan pengantar mengenai materi yang akan disampaikan. 3. Pelatih mengajak peserta untuk melakukan permainan. pelatih bisa memilih antara : a. b. Pelatih menjelaskan secara sederhana makna yang dapat diambil dari film tersebut. Gambar (poster).International. Pelatih menyampaikan materi dengan metode yang sesuai. Pelatih meminta kepada peserta untuk menceritakan kembali isi dari film tersebut secara singkat sesuai yang mereka tangkap. Pelatih menyampaikan materi : a. Film (Helpman of the Red Cross and Red Crescent) D. Contoh kasus (contoh : "Panic attack". Pemutaran Film c. 6. Pelatih meminta kepada peserta : • Menyebutkan kembali 7 (tujuh) prinsip dasar gerakan satu persatu. Metode a. E. dan makna. arti. 2. 2. diantaranya memperkenalkan Prinsip-prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dan menyebutkan prinsip-prinsip tersebut satu persatu untuk dihapalkan peserta ajar. B. Pelatih menunjukkan poster/gambar yang mengilustrasikan 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Bermain cocok. Ceramah b. Media a. Dapat menjelaskan pengertian Tujuh Prinsip Dasar c.) a. Sebagai penutup pelatih memberikan penjelasan betapa pentingnya kita sebagai . 4. c. Pementasan drama yang berisi pesan pengamalan 7 Prinsip Dasar Gerakan. Pelatih mememutar film ”Helpman” dan meminta peserta untuk memperhatikan dengan seksama. Proses Pembelajaran Pelatih membuka proses pembelajaran dengan : 1.

Panduan Diseminasi Kepalangmerahan dan HPI (Buku Kedua). Pustaka 1. 3. Peserta diminta kembali menyebutkan arti dari ke 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Bab I halaman 15 s. Prinsip-Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Terjemahan). A. VCD Player. Peserta diminta kembali menyebutkan 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah secara benar sesuai urutan.anggota PMR untuk mengerti dan dapat melaksanakan Prinsip-prinsip Gerakan dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi dan Pembahasan 1. PMI. ICRC. 2.d. whiteboard. maka minimal bisa menggunakan media poster dibantu dengan sarana yang tersedia. Jakarta. papan tulis. atau yang lainnya sesuai kreasi dari pelatih. dan poster. 2005. 2. 2. F. Proses pembelajaran di atas menggunakan bantuan media OHP atau Digital Projector. Catatan : 1. flipchart. misalnya . Contoh-contoh studi kasus G. Jika pelatih tidak mempunyai sarana di atas. 23 tentang Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Rangkuman Materi lambang PALANG MERAH .

LAMBANG BULAN SABIT MERAH Pengenalan dan Arti Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah .

Proses Pembelajaran Pelatih membuka proses pembelajaran dengan : 1. Memberikan pengantar mengenai materi yang akan disampaikan 2. Pelatih menjelaskan lambang-lambang perhimpunan nasional yang diakui atau tercantum dalam oleh Konvensi Jenewa 1949. Peserta dapat menjelaskan penggunaan lambang B. Apa artinya apabila seseorang atau sebuah objek menggunakan lambang tersebut. Ceramah 2. Flipchart 2. diantaranya: a. Kemudian. Peserta dapat menjelaskan arti dari lambang 4. Tujuan Pembelajaran 1. Peserta dapat menceritakan sejarah perkembangan lambang 3. Poster 3. . Foto C. Apabila pernah. Media 1. Tanya jawab 3. 1. Pelatih memperlihatkan beberapa gambar lambang palang merah dan bulan sabit merah kepada peserta ajar. Penyampaikan materi dengan metode yang sesuai. Metode 1.Bidang Studi : Kepalang Merahan Jenjang : Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat : Madya (SMP) Bahasan : Lambang Sub Bahasan : Pengenalan dan Arti Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Waktu : 2 x 45 menit. Melakukan tanya jawab awal (Pretest) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik jika diperlukan. pelatih mengajukan beberapa pertanyaan singkat. Apakah para peserta sudah pernah melihat gambar palang merah atau bulan sabit merah? b. 3. Diskusi D. Alasan pemilihan Lambang Palang Merah 2. Asal-usul mengapa perlu lambang yang sama c. Ciri lambang b. di mana? c. A. Pelatih menyampaikan materi mengenai sejarah lambang. Adopsi Lambang Palang Merah d. Peserta mengenal lambang-lambang palang merah dan bulan sabit merah 2. diantaranya: a.

Pelatih menjelaskan bahwa peserta akan melakukan permainan yang berhubungan dengan lambang. photo. Pelatih menyiapkan model lambang palang merah berbagai ukuran yang terbuat dari spon. dan OHP). tenda. E. Pelatih memberikan penjelasan mengenai penyalahgunaan lambang a. Diantaranya VCD Player dan televisi untuk pemutaran film. ambulans. Pelatih menyampaikan intisari dari materi yang telah disampaikan. diantaranya: a.4. • Pelatih memberikan 9 (sembilan) model lambang berbeda kepada masing-masing regu. a. b. Penggunaan media pembelajaran disesuaikan ketersediaan media tersebut beserta alat bantunya. namun diharapkan bisa menggunakan gabungan antara media poster dan film. pengungsi. secara oral atau dalam gambar) 3. Perlindungan b. Tanya jawab Catatan: 1. Evaluasi dan Pembahasan 1. 5. setiap regu beranggotakan 3 (tiga) orang. Pelatih menempelkan beberapa poster tersebut pada dinding. Pelatih bisa menggunakan minimal salah satu media pembelajaran (poster. gedung sekolah. Peraturan permainan tersebut adalah : • Pelatih membagi peserta menjadi beberapa regu. • 3 (tiga) regu (atau lebih) pada jarak tertentu dalam waktu yang bersamaan ditugaskan untuk menempelkan model-model lambang tersebut pada poster yang ditempel pada dinding. Penggunaan yang melanggar ketentuan 6. Peniruan b. Peserta diminta menunjukkan bagaimana penggunaan lambang yang benar dan salah . 7. c. Peserta diminta untuk menjelaskan apa arti dari penggunaan lambang oleh objek atau orang 4. a. (2) Kecepatan dan kerjasama regu. Pada poster terdapat gambar yang diantaranya adalah . Peserta diminta untuk menunjukkan kedua lambang palang merah dan bulan sabit merah 2. Penggunaan yang tidak tepat c. • Evaluasi dari permainanan ini adalah : (1) ketepatan menempelkan lambang pada gambar-gambar yang terdapat pada poster tersebut sesuai materi yang telah disampaikan oleh pelatih sebelumnya. film. Pelatih menjelaskan tentang fungsi lambang. Pelatih memberikan penjelasan makna dari permainan tersebut. rumah sakit. 8. Pelatih mempersiapkan permainan berupa poster gambar situasi yang mengilustrasikan suasana penanggulangan bencana. petugas/relawan. 2. dan komponen lain yang mendukung situasi penanggulangan bencana. Pengenal Berikan contoh melalui poster. Peserta diminta untuk menceritakan kembali sejarah perkembangan lambang (dalam tulisan. serta Over Head Projector untuk presentasi menggunakan transparansi. dan contoh nyata. Pada saat menempelkan model lambang tersebut harus dilakukan secara bergilir dari setiap anggota regu sehingga setiap peserta mendapat tugas 3 (tiga) kali menempel.

Peraturan Penggunaan Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah oleh Perhimpunan Nasional (ICRC) LAMBANG IFRC LOGO PMR MADYA Kurikulum Kesiapsiagaan Bencana untuk PMR MADYA Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Tujuan Pembelajaran Metodologi Alokasi Waktu Media Sumber Belajar / Referensi Pengetahuan Dasar Kesiapsiagaan Bencana • Jenis-jenis bencana & penyebabnya Setelah selesai pembelajaran pokok bahasan ini peserta diharapkan dapat: • Memahami jenis-jenis bencana dan penyebabnya . Pustaka 1. Leaflet lambang 3. Buku Panduan halaman 26 – 31 tentang Lambang 2.F. Cerita sejarah lambang khusus anak-anak 4.

keluarga. dan masyarakat • Memahami kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana • Mendukung program kesiapsiagaan bencana PMI • Ceramah • Tanya jawab • Study Kasus • Simulasi• 3 x 45’ • Buku Pedoman PMR Madya dan referensi terkait TOTAL 10 x 45’ Draft Kurikulum GENDER untuk PMR MADYA Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Tujuan Pembelajaran Metodologi Alokasi Waktu Media Sumber Belajar / Referensi Pengetahuan Tentang Gender • Pengertian Gender • Perbedaan Peran Kodrati dan Peran Gender • Dapat menjelaskan pengertian Gender • Dapat menjelaskan perbedaan peran gender dan peran kodrati • Ceramah • Tanya jawab • Study Kasus • Simulasi/Permainan 4 x 45’ • Flipchart • Spidol .• Ceramah • Tanya jawab • Simulasi 2 x 45’ • Flipchart • Spidol • Alat peraga • Buku Penanggulangan Bencana PMI dan referensi terkait • Dampak yang ditimbulkan oleh bencana • Memahami dampak yang ditimbulkan oleh bencana • Ceramah • Tanya jawab • Diskusi • Simulasi 2 x 45’ • Flipchart • Spidol • Alat peraga • Buku Penanggulangan Bencana PMI dan referensi terkait • Upaya kesiapsiagaan bencana • Memahami upaya-upaya dalam mengurangi bahaya bencana • Memahami aktivitas yang memungkinkan dapat dilakukan dalam lingkungan sekolah. keluarga. dan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana • Ceramah • Tanya jawab • Study Kasus • Simulasi 3 x 45’ • Flipchart • Spidol • Alat peraga • Buku Penanggulangan Bencana PMI dan referensi terkait • Peran PMR Madya dalam program Kesiapsiagaan Bencana • Memahami kepedulian terhadap upaya kesiapsiagaan bencana dalam lingkungan sekolah.

FUNGSI . Sie Logistik 3. Sie Dana dan Usaha 3. Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi KETUA II Membawahi : 1. baik di sekolah maupun di lingkungan nya • Ceramah • Tanya jawab • Praktek 6 x 45’ • Flipchart • Spidol • Alat peraga permainan • Modul Gender dan referensi terkait TOTAL 10 x 45 JOB DESCRIPTION DEWAN KERJA UNIT PMR SMPN 18 BOGOR DEWAN KERJA UNIT SMP NEGERI 18 BOGOR KETUA UMUM KETUA I Membawahi : 1. Sie Kesehatan dan Kebersihan 2. • Tidak membeda-bedakan peran dalam kehidupn sehari-hari. perempuan maupun keduanya dalam kehidupan. Sie Upacara dan Kegiatan SEKRETARIS BENDAHARA JOB DESCRIPTION DEWAN KERJA UNIT 1.• Alat peraga permainan • Modul Gender dan referensi terkait • Pembagian Peran Laki-laki dan Perempuan • Dapat menjelaskan perbedaan laki-laki dan perempuan • Dapat menjelaskan pentingnya kerjasama dan saling bantu membantu dan tidak membedakan peran antara laki-laki dan perempuan • Dapat menyebutkan dan menjelaskan contoh hal-hal yang dapat dikerjakan oleh lakilaki. KETUA UMUM A. 1) Pembuat kebijakan organisasi dengan berkoordinasi dengan pembina dan pelatih PMR 2) Pemegang dan pengarah kebijakan organisasi . Sie Humas dan Media Kreasi 2.

4) Meminta pertangung jawaban berupa laporan secara ertulis atau lisan kepada semua DKU secara berkala sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.khususnya pada sie yang dibawahinya. dan kepada Kepala Sekolah. 5) Memimpin Rapat koordinasi dan Evaluasi 2 minggu sekali dengan DKH 6) Memimpin Rapat koordinasi dan Evaluasi Bulanan triwulan. 4) Memimpin Musyawarah untuk menyusun Program Kerja dan membuat laporan pertanggung jawaban secara berkala yaitu bulaan. 5) Menentukan kebijakan secara insidental (sewaktu-waktu) karena dirasa perlu kepada semua bawahannya. Pelatih Secara Berkala. KETUA I ( INTERN ) A. FUNGSI : 1) Anggota Dewan Harian 2) Berkedudukan dibawah Ketua Umum 3) Membawahi dan mengkoordinir DKU yang di bawahinya yaitu : 1. 3) Memberhentikan atau memutasikan DKU dari jabatannya dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pembina & Pelatih. 6) Menandatangani Surat Resmi ke dalam. PKS Kesiswaan/ Pembina OSIS dan PMI Cabang pada akhir kepebgurusan 2. TUGAS DAN KEWAJIBAN : 1) Mengkoordinir jalannya roda organisasi yag bergerak dinamis 2) Menyusun strategi tatakerja yang efesien dan efektif dengan membuat Program Kerja Secara bersama-sama secara berkala 3) Membuat ketentuan dan tatatertib organisasi demi terciptanya kedisiplinan dan keharmonisan jalannya organisasi. untuk ke luar sepengetahuan Pembina/ pelatih C. . semester dan tahunan dengan DKU 7) Mempertanggung jawabkan semua kebijakan dan pelaksanaan kegiatan organisasi yang dilaksanakan bersama-sama DKU lainnya kepada Pembina.3) Sebagai dewan kerja harian (DKH) 4) Bertanggung jawab kepada Pembina & Pelatih PMR B. triwulan. HAK DAN WEWENANG 1) Membuat garis-garis kebijaksanaan organisasi bersama anggota Dewan Harian lainnya. Sie Logistik 3. 2) Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugas keorganisasian. HAK DAN WEWENANG : 1) Berwenang bertindak untuk dan atas nama organisasi ke dalam sedangkan ke luar atas koordinasi Pmenina & Pelatih 2) Berhak dan berwenang menegur. Sie Humas dan Media Kreasi 2. Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi 4) Mewakili Ketua Umum untuk urusan ke dalam bila Ketua Umum berhalangan B. mengingatkan DKU bawahnnya yang tidak menjalankan atau menyimpang dari tugasnnya. semester dan tahunan.

(mengadakan rapat bersama sie dibawahnya setiap 1 minggu sekali) 6) Memimpin Rapat koordinasi dan Evaluasi 1 minggu sekali dengan sie yang di bawahinya 7) Mengadakan rapat 2 minggu sekali bersama Dewan Harian yang lainnya untuk membahas masalah intern. Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi. Sie Kesehatan dan Kebersihan 2. 3. 2) Bertanggungjawab kepada Ketua Umum akan DKU yang di bawahinya yaitu : 1. kepada Ketua Umum. Sie Logistik 3. TUGAS DAN KEWAJIBAN 1) Mendampingi Ketua Umum dalam melaksanakan tugas organisasi. FUNGSI 1) Anggota Dewan Harian 2) Berkedudukan dibawah Ketua Umum 3) Membawahi dan mengkoordinir DKU yang di bawahinya yaitu : 1. Sie Humas dan Media Kreasi 2.C. 10) Mengawasi pelaksanaan pemakaian atribut PMR bersama Ketua Ekstern. Sie Humas dan Media Kreasi 2. TUGAS DAN KEWAJIBAN 1) Mendampingi Ketua Umum dalam melaksanakan tugas organisasi. 11) Ketua I (Intern) Bertanggungjawab atas Mandat yang diberikan Ketua Umum. Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi (Pertangungjawaban dalam bentuk laporan diserahkan dalam jangka waktu 1 bulan sekali pada akhir bulan). 4) Pemecah masalah intern dengan menerima saran. baik secara langsung maupun tidak langsung dari anggota aktif dan bertanggungjawab atas hasil yang diputuskan. Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi 3) Meminta Pertanggungjawaban dari Koordinator DKU yang di bawahinya yaitu : 1. C. Sie Dana dan Usaha 3. Sie Upacara dan Kegiatan 4) Mewakili Ketua Umum untuk urusan ke luar bila Ketua Umum berhalangan dengan sepengetahuan Pembina/ Pelatih PMR B. KETUA II ( EKSTERN ) A. Sie Humas dan Media Kreasi 2. 8) Mengadakan rapat Dewan Harian 1 bulan sekali untuk mengevaluasi dan memberikan laporan tentang jalannya program kerja unit (yang bersifat intern) yang ditargetkan pada bulan itu. 2) Bertanggungjawab kepada Ketua Umum akan DKU yang di bawahinya yaitu : 1. Sie Logistik 3.khususnya pada sie yang dibawahinya. 9) Membahas pelaksanaan program kerja unit untuk 1 bulan kedepan. 5) Mengawasi dan membantu jalannya program kerja DKU yang di bawahinya yaitu : 1. Sie . 2) Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugas keorganisasian. Sie Logistik 3. HAK DAN WEWENANG 1) Membuat garis-garis kebijaksanaan organisasi bersama anggota Dewan Harian lainnya.

FUNGSI 1) Anggota Dewan Harian 2) Berkedudukan dibawah Ketua Umum B. (mengadakan rapat bersama Koor setiap 1 minggu sekali) 7) Memimpin Rapat koordinasi dan Evaluasi 1 minggu sekali dengan sie yang di bawahinya 8) Mengadakan rapat 2 minggu sekali bersama Dewan Harian yang lainnya untuk membahas masalah intern. 1. 8) Mengumpulkan semua laporan dari semua DKU pada rapat bidang maupun rapat pleno 9) Membuat LPJ dari semua acara yang pernah dilaksanakan oleh PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor bersama Panitia Kegiatan Membuat LPJ dari kegiatan yang dilaksanakan dalam jangka waktu 1 bulan sekali dan diserahkan kepada Ketua Umum . Sie Kesehatan dan Kebersihan 2. SEKRETARIS A.Kesehatan dan Kebersihan 2. 5) Bertanggungjawab dan berhubungan dengan pihak-pihak diluar PMR (ekstern). kepada Ketua Umum. 6) Membuat data best anggota aktif PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor 7) Membuat absen untuk setiap acara yang diadakan oleh PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor. dan mengagendakannya 5) Bertanggungjawab atas administrasi PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor. 10) Membahas pelaksanaan program kerja unit untuk 1 bulan kedepan. untuk ke luar PMR SMPN 18 Bogor sepengetahuan Pembina dan mengagendakannya 3) Bertanggungjawab atas surat-surat baik ke dalam maupun ke luar. data. 6) Mengawasi dan membantu jalannya program kerja unit yang bersifat ekstern. 11) Mengawasi pelaksanaan pemakaian atribut PMR bersama Ketua I (intern. Sie Upacara dan Kegiatan 4) Pemecah masalah ekstern dengan menerima saran. 2) Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugas keorganisasian. dan dokumen organisasi 2) Membuat Surat keluar dan menandatanganinya bersama ketua umum. C. Sie Dana dan Usaha 3. Sie Upacara dan Kegiatan 3) Meminta Pertanggungjawaban dari Koordinator DKU yang di bawahinya yaitu :. baik secara langsung maupun tidak langsung dari anggota aktif dan bertanggungjawab atas hasil yang diputuskan. 4) Menerima surat masuk dari organisasi lain atau instansi lain yang berhubungan dengan PMR. TUGAS DAN KEWAJIBAN 1) Bertanggungjawab kepada Ketua Umum mengenai administrasi. HAK DAN WEWENANG 1) Membuat garis-garis kebijaksanaan organisasi bersama anggota Dewan Harian lainnya.) 12) Ketua II (ekstern) Bertanggungjawab atas Mandat yang diberikan Ketua Umum 4. Sie Dana dan Usaha 3. 9) Mengadakan rapat Dewan Harian 1 bulan sekali untuk :Mengevaluasi dan memberikan laporan tentang jalannya program kerja unit (yang bersifat ekstern) yang ditargetkan pada bulan itu.

10) 11) Bekerjasama dengan sie Kesekretariatan. (Pertangungjawaban dalam bentuk laporan diserahkan dalam jangka waktu 1 bulan sekali). 12) Bekerjasama dengan sie Kesekretariatan dalam menjalankan program kerja sie kesekretariatan 13) Mengadakan rapat kordinasi 2 minggu sekali bersama Dewan Harian yang lainnya untuk membahas masalah intern. 14) Mengadakan rapat Dewan Harian 1 bulan sekali untuk :Mengevaluasi dan memberikan laporan tentang jalannya program kerja unit (yang bersifat ekstern) yang ditargetkan pada bulan itu, kepada Ketua Umum. 15) Membahas pelaksanaan program kerja unit untuk 1 bulan kedepan. 16) Bertanggungjawab atas Mandat yang diberikan Ketua Umum. 5. BENDAHARA A. FUNGSI 1) Anggota Dewan Harian 2) Berkedudukan dibawah Ketua Umum B. HAK DAN WEWENANG 1) Membuat garis-garis kebijaksanaan organisasi bersama anggota Dewan Harian lainnya. 2) Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugas keorganisasian. 3) Membuat dan menandatangani surat-surat yang berkenaan dengan keuangan. C. TUGAS DAN KEWAJIBAN 1) Menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi dengan Ketua Umum. 2) Memegang, menyimpan dan bertanggungjawab atas kas PMR Unit 3) Mengatur sirkulasi keuangan dengan ketua umum dengan izin Pembina. 4) Mengkordinir pembayaran uang kas anggota setiap minggu 5) Membuat laporan Keuangan dalam jangka waktu tertentu. 6) Meminta laporan dan penyetoran uang dari sie dana usaha. (Pertangungjawaban dalam bentuk laporan diserahkan dalam jangka waktu 1 bulan sekali). 7) Mengkoordinir tabungan angota 8) Dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Ketua Umum. 9) Mengawasi dan membantu jalannya program kerja unit Dana usaha.(mengadakan rapat bersama setiap 1 minggu sekali) 10) Mengadakan rapat 2 minggu sekali bersama Dewan Harian yang lainnya untuk membahas masalah intern. 11) Mengadakan rapat Dewan Harian 2 minggu sekali untuk : ♣ Mengevaluasi dan memberikan laporan tentang jalannya program kerja unit (yang bersifat ekstern) yang ditargetkan pada bulan itu, kepada Ketua Umum. ♣Membahas pelaksanaan program kerja unit untuk 1 bulan kedepan. 12) Bendahara bertanggungjawab atas Mandat yang diberikan Ketua Umum. 6. SIE HUMAS DAN MEDIA KREASI

1) Sebagai Pusat informasi mengenai kebijakan PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor baik secara langsung (lisan), tertulis, majalah dinding maupun media internet. 2) Menyampaikan informasi mengenai kebijakan PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor dan keberadaan PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor yang diperlukan baik untuk lingkungan sendiri (inern) maupun ke luar (ekstern). 3) Menyampaikan Pengumuman yang bersifat rutin maupun insidental (sewaktu-waktu) baik ke dalam maupun ke luar PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor dan melaporkan setelah selesai melaksanakan tugasnya 4) Mengkoordinir majalah dinding PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor (Mediakreasi) 1 minggu sekali dan menempelken informasi baik secara rutin maupun insidental (sewaktuwaktu) 5) Mengkoodinir informasi atau artikel lainnya melalui media internet 6) Mengadakan rapat dengan Ketua I setiap 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 7) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 8) Bertangung jawab kepada Ketua I 7. SIE LOGISTIK 1) Bertanggung jawab atas semua perlengkapan (inventaris) milik PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor 2) Mengklasifikasikan (mengelompokan) perlengkapan (inventaris) milik PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor dan mencatatnya pada buku inventaris. 3) Mendata, keberadaan perlengkapan (inventaris) milik PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor secara rutin 1 minggu sekali dan mencatat serta melaporkannya 4) Menyiapkan barang yang diperlukan untuk kegiatan latihan maupun kegiatan lainnya serta menyimpan kembali pada tempatnya setelah selesai di gunakan. 5) Menyiapkan barang yang dipinjam oleh pihak luar setelah ada izin dari Ketua umum dan Pembina serta meminta kembali sesuai perjanjian dan menyimpan kembali pada tempatnya setelah selesai di gunakan 6) Menata dan merawat perlengkapan (inventaris) milik PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor 7) Mengadakan rapat dengan Ketua I setiap 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 8) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 9) Mengkoordinir pengadakan Perlengkapan yang belum ada, memperbaiki yang rusak (bila masih memungkinkan), dan menganti yang hilang atau rusak. 10) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua I 8. SIE KESEKRETARIATAN DAN DOKUMENTASI . 1) Membantu sekretaris dalam pelaksanaan administrasi unit

2) Bertanggungjawab dalam mengelola dan mengatur keperluan keseretariatan 3) Mengatur, mendata, dan merawat kelengkapan buku-buku administrasi dan arsip-arsip PMR Unit SMPN 18 Bogor 4) Mengagendakan Surat Keluar dan Surat Masuk bersama-sama sekretaris 5) Bertangungjawab atas kebersihan dan keamanan sekretariat 6) Mendata seluruh anggota PMR (anggota aktif dan anggota kehormatan), Pembina, Pelatih dan pihak-pihak penting lainnya dengan bekerjasama dengan Sekretaris. 7) Mencatat kehadiran angota PMR yang mengikuti latihan rutin maupun mengikuti kegiatan lainnya 8) Mendokumentasikan dengan cara mencatat Prestasi, Kegiatan PMR Unit SMPN 18 Bogor baik yang rutin, berkala maupun insdental (sewaktu-waktu) termasuk kegiatan yang bersifat partisipatif (undangan dari pihak luar PMR Unit SMPN 18 Bogor) 9) Mendokumentasikan photo-photo kegiatan 10) Mengadakan rapat dengan Ketua I setiap 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 11) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 12) Berhak meminta bantuan dan saran sekretaris untuk membantu melaksanakan program kerja unit. 13) Bekerja sama dengan Humas dalam mengkoordinir Majalah Dinding 14) Mengarsipkan/ menginvetarisir artikel, karya mading bersama-sama sie humas dan media kreasi 15) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua I 9. SIE KESEHATAN DAN KEBERSIHAN 1) Mengatur dan mendata obat-obatan serta kebutuhan UKS lainnya 2) Bertanggungjawab atas segala hal yang berhubungan dengan UKS bersama dengan anggota lainnya 3) Mengatur jadwal piket UKS dan piket upacara baik rutin (Upacara bendera maupun upacara lain yang diselenggerakan SMPN 18) 4) Mengatur Petugas Kesehatan bila di minta sekolah untuk kegiatan tertentu baik di dalam sekolah maupun ke luar sekolah SMPN 18 Bogor dengan koordinasi Pembina 5) Membuat buku piket UKS untuk tugas harian, minguan atau tugas insidental lainnya 6) Menjaga kebersihan dan ketertiban UKS SMPN 18 Bogor 7) Mencatat dan melaporkan Penggunaan obat, penanganan dan daftar yang sakit (buku sakit) setiap 1 minggu sekali 8) Mengadakan rapat dengan Ketua II 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 9) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 10) Berhak meminta bantuan dan saran Ketua II untuk membantu melaksanakan program kerja unit 11) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua II

Satu Minggu sekali : Rapat Bidang : Ketua I dengan sie yang di bawahinya dan Ketua II dengan sie yang di bawahinya .yang sifatnya temporer 3) Mengusahakan dana bagi penambahan keuangan unit dan pemasukan kas PMR diluar uang kas rutin dengan mengadakan kegiatan wirausaha secara rutin dan menyetorkan hasilnya kepada Bendahara. SIE UPACARA DAN KEGIATAN 1) Mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan Latihan baik secara rutin. SIE DANA DAN USAHA 1) Bertanggungjawab kepada Ketua Umum melalui Bendahara. 11) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua II RAPAT KOORDINASI DAN EVALUASI BIDANG DAN DKH 1. berkala atau undangan (Lat Gab) 2) Mengkoordinir dan menyusun Petugas Apel Sebelum latihan 3) Mengkordinir anggota yang akan mengikuti kegiatan Upacara hari nasional atau upacara yang bersifat partisipatif (undangan) 4) Mengkoordinasikan kegiatan rutin latihan dengan pelatih 5) Mempogramkan kegiatan pelatihan PBB dan tata upacara dan apel siaga dengan berkoordinasi pada pelatih 6) Mengadakan pelatihan sebagai persiapan mengikuti lomba-lomba yang diadakan PMR Unit lain dan PMI Cabang Kota Bogor dibawah koordinasi Pelatih atau Pembina PMR 7) Mencatat semua kegiatan pada buku kegiatan bersama-sama sie kesekretariatan 8) Mengadakan rapat dengan Ketua II 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 9) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 10) Berhak meminta bantuan dan saran Ketua II untuk membantu melaksanakan program kerja unit.. 8) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua II 11. 2) Membantu bendahara dalam pelaksanaan administrasi keuangan anggota.10. 4) Mengkoordinir penjualan kebutuhan kelengkapan anggota 5) Mengadakan rapat dengan Ketua II setiap1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 6) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 7) Berhak meminta bantuan dan saran Bendahara untuk membantu melaksanakan program kerja unit.

2. Dua Minggu Sekali : DKH dengan koordinator Sie RAPAT KOORDINASI DAN EVALUASI DKU 1. Bulanan :Satu Bulan sekali 2. Triwulan : Tiga Bulan Sekali 3. Semester : Enam Bulan Sekali 4. Tahunan : Penyusunan LPJ

PRINSIP-PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH
Prinsip-prinsip Dasar Palang Merah disahkan dalam Konferensi Internasional Palang Merah XX di Wina tahun 1965. Teks yang diperbaharui ini tercantum dalam AD & ART Gerakan palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dan telah disahkan dalam konferensi internasional Palang Merah ke XXV di Jenewa tahun 1986. Ketujuh Prinsip ini disahkan dalam MUNAS XIV tahun 1986. KEMANUSIAAN Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah membutuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama, dan perdamaian abadi bagi sesama manusia. KESAMAAN Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan sesama manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan keadaan yang paling parah. KENETRALAN Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi. KEMANDIRIAN Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga jarus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini. KESUKARELAAN Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apapun. KESATUAN

Didalam suatu negara hanya ada satu Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah. KESEMESTAAN Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap perhimpunan nasional mempunyai hak dan tanggungjawab yang sama dalam menolong sesama manusia.

LAMBANG KRISTAL MERAH

HUKUM PERIKEMANUSIAAN INTERNASIONAL ( H P I ) ( Internasional Humaniterian Law )
Apa yang dimaksud dengan Hukum Perikemanusiaan Internasional? Hukum Perikemanusiaan Internasional adalah seperangkat aturan yang karena alasan kemanusiaan dibuat untuk membatasi akibat-akibat dari pertikaian bersenjata. Hukum ini melindungi mereka yang tidak atau tidak lagi terlibat dalam pertikaian dan membatasi cara-cara dan metode peperangan. Hukum Perikemanusiaan Internasional adalah istilah yang digunakan oleh Palang Merah Indonesia untuk Hukum Humaniter Internasional (International Humanitarian Law). Istilah lain dari Hukum Humaniter Internasional ini adalah “Hukum Perang” (Law of War) dan “Hukum Konflik Bersenjata” (Law of Armed Conflict). Dari mana asalnya Hukum Perikemanusiaan Internasional? Hukum Perikemanusiaan Internasional adalah bagian dari hukum internasional. Hukum internasional adalah hukum yang mengatur hubungan antara negara. Hukum internasional dapat ditemui dalam perjanjian-perjanjian yang disepakati antara negara-negara sering disebut traktat atau konvensi dan secara prinsip dan praktis negara menerimanya sebagai kewajiban hukum. Dalam sejarahnya hukum perikemanusiaan internasional dapat ditemukan dalam aturanaturan keagamaan dan kebudayaan di seluruh dunia. Perkembangan modern dari hukum tersebut dimulai pada abad ke-19. Sejak itu, negara-negara telah setuju untuk menyusun aturan-aturan praktis, berdasarkan pengalaman pahit atas peperangan modern. Hukum itu mewakili suatu keseimbangan antara tuntutan kemanusiaan dan kebutuhan militer dari negara-negara. Seiring dengan berkembangannya komunitas internasional sejumlah

negara di seluruh dunia telah memberikan sumbangan atas perkembangan hukum perikemanusiaan internasional. Dewasa ini hukum perikemanusiaan internasional diakui sebagai suatu sistem hukum yang benar-benar universal. Dimana Hukum Perikemanusiaan Internasional dapat ditemukan? Sebagian besar dari hukum perikemanusiaan internasional ditemukan dalam empat Konvensi Jenewa tahun 1949. Hampir setiap negara di dunia telah sepakat untuk mengikatkan diri pada Konvensi itu. Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 telah dikembangkan dan dilengkapi dengan dua perjanjian lanjutan yaitu Protokol-protokol Tambahan tahun 1977. Ada juga beberapa perjanjian internasional yang melarang penggunaan senjata-senjata tertentu dan taktik militer. Perjanjian ini termasuk Konvensi Den Haag tahun 1907, Konvensi Senjata Biologi tahun 1972, Konvensi Senjata Konvensional tahun 1980 dan Konvensi Senjata Kimia tahun 1993. Konvensi Den Haag tahun 1954 mengatur perlindungan bangunan dan benda sejarah selama pertikaian bersenjata. Banyak aturan hukum perikemanusiaan internasional yang sekarang diterima sebagai hukum kebiasaan internasional yang berarti telah menjadi aturan umum yang diterapkan di semua negara. Apa cakupan Hukum Perikemanusiaan Internasional? Ada dua bahasan yang menjadi cakupan hukum perikemanusiaan internasional, yaitu: Perlindungan atas mereka yang tidak dan tidak lagi mengambil bagian dan suatu pertikaian. Batasan-batasan atas sarana peperangan, khususnya persenjataan dan metode atau caracara peperangan seperti taktik-taktik militer. Apa yang dimaksud dengan Perlindungan? Hukum perikemanusiaan internasional melindungi mereka yang tidak ambil bagian atau tidak terlibat dalam pertikaian yaitu seperti warga sipil serta petugas medis dan rohani. Hukum perikemanusiaan juga melindungi mereka yang tidak lagi ambil bagian dalam pertikaian seperti mereka yang telah terluka atau korban kapal karam, mereka yang sakit atau yang telah dijadikan tawanan. Orang yang dilindungi tidak boleh diserang. Mereka harus bebas dari penyiksaan fisik dan perlakuan yang merendahkan martabat. Korban yang luka dan sakit harus dikumpulkan dan dirawat. Aturan-aturan yang terinci, termasuk penyediaan makanan serta tempat berteduh yang layak dan jaminan hukum, berlaku bagi mereka yang telah dijadikan tawanan atau mengalami penahanan. Tempat-tempat dan objek-objek tertentu seperti rumah sakit dan ambulans, juga dilindungi dan tidak boleh menjadi sasaran penyerangan. HPI menetapkan sejumlah

lambang-lambang yang dapat dikenali dengan jelas dan sinyal-sinyal yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang dan tempat-tempat yang dilindungi.” Kapan Hukum Perikemanusiaan Internasional Berlaku? Hukum perikemanusiaan internasional hanya berlaku pada saat terjadi pertikaian bersenjata. seperti halnya dalam pertikaian bersenjata internasional. Aturan yang lebih terbatas berlaku bagi pertikaian bersenjata internal-khususnya yang ditetapkan dalam Pasal 3 dari setiap ke-empat Konvensi Jenewa dan Prokokol Tambahan kedua. Pertikaian bersenjata internasional adalah pertikaian yang sedikitnya melibatkan dua negara. semua pihak harus mematuhi hukum perikemanusiaan internasional. menyebabkan kerusakan lingkungan yang berkepanjangan atau sangat parah. yang tidak terlibat dalam pertikaian. Persenjataan dan taktik-taktik apa saja yang dibatasi? Hukum perikemanusiaan internasional melarang segala sarana dan cara-cara peperangan yang: gagal membedakan antara mereka yang terlibat dalam pertikaian dan mereka seperti warga sipil. Hukum perikemanusiaan internasional juga tidak mengatur apakah suatu negara dapat menggunakan kekuatan (militernya) karena hal ini diatur oleh aturan berbeda (namun sama pentingnya) yaitu hukum internasional yang terdapat dalam Piagam PBB. Hukum perikemanusiaan internasional juga telah melarang penggunaan berbagai jenis persenjataan tertentu termasuk peluru ledak. Meski beberapa aturan dari keduanya ada yang sama. Namun di dalam pertikaian bersenjata internal. senjata kimia dan biologi serta senjata “laser-blinding weapon. kedua hukum ini telah berkembang secara terpisah dan terdapat dalam perjanjian yang berbeda. Hukum tersebut tidak dapat diterapkan pada kekacauan dalam negeri seperti tindakan-tindakan kekerasan yang terisolasi. menyebabkan luka-luka yang berlebihan atau penderitaan yang tidak semestinya. berlaku pada masa damai dan banyak aturannya mungkin ditangguhkan selama suatu pertikaian bersenjata berlangsung. Hukum perikemanusiaan internasional hanya berlaku pada saat suatu konflik dimulai dan berlaku sama kepada semua pihak tanpa memandang siapa yang memulai pertikaian. Lambang-lambang ini termasuk palang merah dan bulan sabit merah. Secara khusus hukum hak asasi manusia. Hukum perikemanusiaan internasional membedakan antara pertikaian bersenjata internasional dan pertikaian bersenjata internal (dalam negeri). Apakah Hukum Perikemanusiaan Internasional benar-benar berjalan? . tidak seperti hukum perikemanusiaan internasional. Adalah penting untuk membedakan antara hukum perikemanusiaan internasional dengan hukum hak asasi manusia. Pertikaian seperti itu tunduk pada aturan yang lebih luas termasuk diatur dalam empat Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan pertama.

penerapan efektif dari hukum itu selamanya akan tetap mendesak. Kemampuan dasar ini dapat diperoleh melalui pendidikan umum formal. sehingga tujuan dari P3K sesungguhnya adalah: mencegah agar cedera yang timbul tidak lebih parah. Pengadilan-pengadilan ad hoc telah dibentuk untuk menghukum tindakan-tindakan yang dilakukan dalam dua pertikaian yang terjadi beberapa waktu lalu yaitu di bekas Yugoslavia dan Rwanda. sementara saat ini baru 4 negara yang meratifikasinya. mencegah nyeri dan menjamin fungsi saluran napas. Utamanya mereka harus memberlakukan hukum untuk menghukum pelanggaran-pelanggaran paling serius Konvensi-Konvensi Jenewa dan Protokol-protokol Tambahan yang dianggap sebagai kejahatan perang. sehingga korban dapat terselamatkan dari bahaya maut semaksimal mungkin. Apakah melalui pemerintah. Dewasa ini pengadilan permanen internasional yang akan dapat menghukum kejahatan perang sudah disepakati untuk didirikan. terdapat hal-hal penting dimana hukum perikemanusiaan internasional telah membuat suatu perbedaan dalam melindungi warga sipil. Pengadilan yang akan berkedudukan di Den Haag Belanda itu terbentuk bila Statuta tersebut sudah diratifikasi 60 negara. kita dapat memberikan suatu sumbangan penting bagi penerapan hukum perikemanusiaan internasional. PENDAHULUAN P3K secara harfiah merupakan tindakan yang dapat diberikan / dilakukan oleh orang yang terlatih atau memahami tentang seluk-beluk anatomi-kesehatan dasar.icrc. Mereka harus mencegah dan jika perlu menghukum semua pelanggaran hukum perikemanusiaan internasional. ( Sumber: “What is International Humanitarian Law” .org/ Pertolongan pertama I. Pertolongan pertama mempunyai makna tindakan yang pertama sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih baik. Beberapa tindakan juga telah dilakukan pada level internasional. menghentikan perdarahan. korban luka dan sakit serta dalam membatasi penggunaan senjata yang semena-mena.ICRC Advisory Service on International Humanitarian Law .Tragisnya contoh-contoh pelanggaran hukum perikemanusiaan internasional tak terhitung telah terjadi dalam pertikaian bersenjata di seluruh dunia. Bahkan korban yang meningkat dalam peperangan adalah warga sipil. Dasar hukumnya adalah Statuta Roma 1998 tentang pendirian Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court). Ada juga korban tidak hanya . tawanan. Bahwa hukum itu berlaku selama masa-masa traumatik. melalui organisasi-organisasi atau sebagai perorangan.http://www. Sejumlah tindakan telah diambil untuk mempromosikan penghormatan terhadap hukum perikemanusiaan internasional. Negara-negara berkewajiban untuk memberikan pendidikan tentang hukum perikemanusiaan internasional kepada angkatan bersenjata dan masyarakat umum negaranya. pelatihan ataupun pengalaman. penerapan hukum perikemanusiaan internasional akan selalu menghadapi kesulitan-kesulitan berat. Namun.

Penggunaan bahan selain air bersih merupakan hal yang sangat tidak menguntungkan bagi korban. terutama daerah sungai atau pantai. dan mengeluarkan air yang sudah terminum dengan cara merangsang terjadinya refleks muntah (bagi pasien sadar). PERTOLONGAN PERTAMA PADA GIGITAN BINATANG Sebagai pedoman dasar pada setiap luka gigitan. Sangat berbahaya adalah mengirup uap panas. Setelah korban tenggelam ini dapat di keluarkan dari air maka mengusahakan untuk membebaskan fungsi pernapasan. IV. Selain itu juga perlu mendapat perhatian sumber penyebab luka bakar itu apa? Api dan air/ uap panas sangat berbeda. begitu juga dengan lokasi tubuh yang terbakar. terutama pada luka bakar yang tidak terlalu dalam. Dalam kesempatan ini akan dibahas P3K secara praktis pada kasus-kasus darurat yang sering kita amati dan alami di sekitar kita. Semakin cepat diketahui/ ditolong korban tenggelam maka semakin lebih baik dan mudah untuk penanganan selanjutnya. maka yang utama dilakukan adalah mengeluarkan racun yang sempat masuk ke dalam tubuh korban dengan menekan sekitar luka sehingga darah yang sudah tercemar sebagian besar dapat dikeluarkan dari luka tersebut. hal ini akan segera menyebabkan udema jaringan saluran napas. II. tetapi juga kompleks sehingga penolongpun diharuskan untuk mampu memberikan pertolongan sekaligus ataun sesuai prioritas yang mengancam nyawa. sedangkan bagi korban tak sadar/ koma kita harus menghindari terjadinya aspirasi( masuknya air dalam saluran napas) serta sesegera mungkin dibawa ke fasilitas kesehatan yang memadai. PERTOLONGAN PERTAMA PADA KASUS TENGGELAM Kasus tenggelam merupakan kasus yang sering terjadi pada wilayah perairan seperti di Indonesia. Kegawatan pada korban tenggelam adalah terjadinya kegagalan fungsi pernapasan akibat masuknya cairan(air tawar/ asin) ke dalam jaringan paru yang dapat menyebabkan gangguan fungsi respirasi. sehingga syaraf-syaraf nyeri banyak mengalami rangsangan. PERTOLONGAN PADA LUKA BAKAR Terpenting dalam pertolongan pertama pada luka bakar adalah segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian mengatasi nyeri. Terbakarnya permukaan tubuh membuat sensasi nyeri yang sangat hebat. Perlu diketahui adanya perbedaan media air sebagai sumber persoalan. mempersulit pembersihannya pada saatnya nanti dan dapat menambah rangsangan nyeri itu sendiri. Seringkali terjadi kesalahan dalam penanganan luka bakar pada tahapan ini. Seringkali luka yang ditimbulkan tidak sampai mengeluarkan darah.mengalami trauma sejenis. Hal ini tentu akan dilakukan oleh orang yang sangat terlatih dalam hal berenang. Mengurangi perasaan nyeri yang paling ideal adalah air bersih yang dingin. sehingga terjadi obstruksi saluran napas. sehingga penolongpun tidak menjadi korban berikutnya. Tetapi pada prinsipnya dalam P3K kasus tenggelam adalah sesegera mungkin mengangkat korban tenggelam ke permukaan air atau daratan. karena selain air yang bersih dapat menyebabkan semakin kotornya permukaan luka. III. Kalau memungkinkan berikanlah siraman air mengalir. air asin atau air tawar. seyogyanya .

tanah longsor. PERTOLONGAN PERTAMA PADA PATAH TULANG Dalam penanganan patah tulang (fraktur) yang penting diperhatikan adalah . Selain itu. Pada patah tulang vertebra. hal ini dapat membahayakan bagi pengisapnya. tetapi memang proses perjalanan kehidupan sudah sampai waktunya. maka penolong juga mencegah agar luka tersebut tidak terkontaminasi dengan kotoran/ infeksi. setelah meraka teratasi. hal ini berarti kita tidak berhasil. ini bertujuan untuk mencegah semakin tersebarnya racun ke dalam tubuh yang lain. mencegah infeksi. Setiap usaha pertolongan berarti diawali dengan niat yang baik. Patah tulang vertebra termasuk yang sangat gawat apabila daerah frakturnya sekitar leher. VI. barulah korban-korban yang berikutnya. Pada keadaan demikian ini berlaku “ skala prioritas”. apalagi yang memiliki luka walaupun kecil di bagian mukosa mulutnya. Pada kecelakaan massal seperti kecelakaan pesawat terbang. Tindakan ini dapat dilakukan pembidaian/ pasang spalk dengan menggunakan kayu atau benda yang dapat menahan agar kedua fraksi yang patah tidak saling bergesekan. artinya korban harus diletakkan pada alas kasur yang keras. Tidak dianjurkan mengisap tempat gigitan. Secara teoritis patah tulang dibagi menjadi 2. yaitu penolong berhak menilai korban yang masih layak untuk ditolong dengan kemungkinan harapan hidup masih tinggi. Terpenting adalah menjaga system saluran pernapasan dan detak jantung berfungsi dengan baik. mencegah komplikasi lebih parah. yang perlu diperhatikan adalah saat pengangkatan korban harus dalam keadaan vertebranya lurus. khusus pada patah tulang terbuka. karena dapat menyebabkan kelumpuhan total pada seluruh anggota badan. sehingga untuk menghasilkan hasil yang baik diperlukan ketrampilan serta pengetahuan yang cukup agar tidak terjadi kesalahan dalam bertindak. Fraktur pada tulang tengkorak dapat menyebabkan kematian mendadak. mencegah perdarahan. Sambil menekan agar racunnya keluar juga dapat dilakukan pembebatan( ikat) pada bagian proksimal dari gigitan. tetapi tidak juga berhasil maka bukan berarti kita gagal. patah tulang terbuka dan patah tulang tertutup. sehingga seringkali pertolongan pertamapun tidak sempat dilakukan. kebanjiran dan sebagainya maka dikenal adanya “Samaritan law”. Paling tidak usaha kita sudah maksimal disertai dengan kecermatan saatsaat kita menolong korban. sehingga kita masih dapat menyelamatkan nyawa korban. sehingga mempersulit bagi penolong. Tidak jarang di Emergency suatu Rumah Sakit tertentu para korban yang sudah kita tolong justru sudah meninggal. V. KOMPLEKSITAS PADA PERTOLONGAN PERTAMA Tidak jarang terjadi korban kecelakaan dengan multiple injury. untuk menghindari cedera saraf pada vertebra. Selanjutnya segera mungkin dibawa ke pusat kesehatan yang lebih maju untuk perawatan lanjut. Hal ini tergantung juga dari jumlah personil penolong.luka tersebut diperlebar secukupnya sampai penolong dapat mengeluarkan darah yang tercemar itu. Penanganan pertama pada patah tulang secara prinsipil adalah menghindari gerakan-gerakan/gesekangesekan pada bagian yang patah. .

Ketua PMI ke 3 ( 1948 – 1952 ) : BPH Bintoro. Ketua PMI ke 2 ( 1945 – 1948 ) : Soetarjo Kartohadikoesoemo.2009 ) : Mari’e Muhammad 13. A. Moch. Amanat ini menjadi bagian tugas anggota remaja PMI. berperan aktif dalam penanggulangan bahaya HIV/AIDS dan penyalahgunaan NAPZA. Ketua PMI ke 7 ( 1970 – 1982 ) : Prof. LATAR BELAKANG Palang Merah Indonesia berkomitmen untuk menyebarluaskan dan mendorong aplikasi secara konsisten Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Paku Alam VIII. Selain itu mereka juga berperan sebagai ”peer educator” atau pelatih sebaya. Jusuf Kalla BAB I PENDAHULUAN A. memberikan bantuan dalam bidang kesehatan yang berbasis masyarakat. Ketua PMI ke 4 ( 1952 – 1954 ) : Prof. Ketua PMI ke 11 ( 1998 . serta menggerakkan generasi muda dan masyarakat dalam tugas-tugas kemanusiaan.2004 ) : Mari’e Muhammad. Siti Hardianti Rukmana. Hatta. Ibnu Sutowo. 7. 10. Ketua PMI ke 8 ( 1982 – 1986 ) : Dr. 4. 8. Satrio. 12. Dr. H. Bahder Djohan. 11. 6. H. yaitu yang dapat . Ketua PMI ke 12 (2004 .sekarang) : M. 5. Dr. A. 2. maka diperlukan anggota remaja PMI yang berkarakter kepalangmerahan yaitu mengetahui. Ketua PMI ke 5 ( 1954 – 1966 ) : P.NAMA – NAMA TOKOH YANG PERNAH MENJADI KETUA PMI 1. Ketua PMI ke 13 (2009 . Soeyoso Soemodimedjo. memahami. Ketua PMI ke 10 ( 1992 – 1998 ) : Hj. Ketua PMI ke 9 ( 1986 – 1992 ) : Dr. Ketua PMI ke 6 ( 1966 – 1969 ) : Letjen Basuki Rachmat. Ketua PMI ke 1 ( 1945 – 1946 ) : Drs. dan berperilaku sesuai prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. 3. 9. melaksanakan kesiapsiagaan di dalam penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat. yang tercakup dalam Tri Bhakti PMR: Untuk dapat melaksanakan Tri Bhakti PMR yang berkualitas.

Dalam pembinaan PMR. Perjanjian kerja sama PMI dengan Depag RI tanggal 26 September 1995 No. Pedoman PMR Adalah pedoman bagi pengurus dan pegawai PMI disemua tingkatan yang menangani PMR. Pasal 11) b. pelatih PMI. ketrampilan. perlu dibina. dan kehormatan (AD Bab VI. PENGERTIAN 1. PMR berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan 3. Hal ini telah tercemin dalam kebijakan PMI dan Federasi bahwa: 1. PMR adalah kader relawan Oleh karenanya anggota remaja PMI. pelatih PMI. Tri Bakti PMR. baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan 2. PMR calon pemimpin Palang Merah masa depan 4. pelatihan. pembina PMR. Anggota PMI terdiri dari anggota remaja. pelaporan. sehingga terjadi peningkatan ketrampilan hidup atau ”life skill” untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku positif pada remaja. dan evaluasi 2. monitoring. yang menggambarkan proses pembinaan anggota PMR dan semua unsur yang terlibat didalamnya. 118/U/95 dan No. Perjanjian kerja sama PMI dengan Diknas RI tanggal 24 Mei 1995 No. Yang dapat diterima sebagai anggota remaja adalah mereka yang berusia 10 – 17 tahun atau mereka yang seusia sekolah lanjutan tingkat atas dan belum menikah (ART Bab VI. pengembangan organisasi. Untuk itu diperlukan suatu Pedoman Pembinaan PMR. serta pihak terkait dalam pembinaan remaja atau anggota PMR. yang terhimpun dalam PMR. pembina PMR. TUJUAN Buku ini bertujuan sebagai pedoman pengurus dan pegawai PMI disemua tingkatan yang menangani PMR. Kebijakan IFRC tentang Remaja 3. biasa. Undang-undang Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 5. luar biasa. serta peran dan tanggung jawab masing-masing pihak. 0185-KEP/PP/IX/95 tentang pembinaan dan pengembangan Kepalangmerahan di Madrasah D. 0090-KEP/PP/V/95 tentang pembinaan dan pengembangan Kepalangmerahan di sekolah 6. . pegawai. pengembangan individu. AD/ART PMI hasil Munas PMI XVIII tahun 2005 2. Pembinaan PMR mencakup: perekrutan. B. pelatih PMI. 459 tahun 1995 dan No. dan sikap kepada teman sebayanya. pembina PMR. serta instansi terkait. Kebijakan PMI tentang PMR 4. untuk melaksanakan pembinaan PMR C. PMR a. serta instansi terkait.berbagi pengetahuan. DASAR 1. tentu saja diperlukan persamaan persepsi dan komitmen oleh semua unsur yaitu pengurus. Remaja merupakan prioritas pembinaan.

Ayat (1)) d.l. a. Madya. Pasal 13. Penanggung Jawab PMR. disingkat PMR (ART Bab VI. Pasal 13. PMR berada di sekolah atau luar sekolah. Instansi terkait Pihak-pihak baik pemerintah. Seseorang yang ditunjuk oleh PMI Cabang/Ranting untuk melakukan pembinaan kelompok dan anggota PMR luar sekolah c. Lihat pedoman pelatih dan pelatihan 6. secara fungsional adalah anggota Tenaga Sukarela (TSR) PMI Cabang 4. Penanggung jawab Kelompok PMR Sekolah adalah Kepala Sekolah. ataupun organisasi non pemerintah yang secara aktif mendukung pembinaan dan pengembangan PMR. dan mengevaluasi tugas Pembina PMR. yang mengatur.Pasal 11. yang mengatur. PMR adalah wadah pembinaan anggota remaja PMI g. Penanggung jawab kelompok PMR Luar Sekolah adalah seseorang yang ditunjuk oleh PMI Cabang/Ranting. Ayat (1)) c. Hak dan kewajiban anggota remaja dilaksanakan melalui wadah Palang Merah Remaja. disebut kelompok PMR sekolah 2) Kelompok PMR berbasis masyarakat. Pembina PMR secara fungsional adalah anggota Tenaga Sukarela (TSR) PMI Cabang 5. dan Pelatih PMI di kelompok PMR tersebut b. Pelatih PMI Pelatih adalah individu (Pengurus/staff/relawan) yang memenuhi kualifikasi pelatih sesuai dengan Pedoman Pelatih PMI. dan Pelatih PMI di kelompok PMR tersebut c. Tingkatan dalam PMR: Mula. atau guru yang ditunjuk oleh sekolah untuk melakukan pembinaan kelompok dan anggota PMR di sekolah ybs b. Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Wira i. Pasal 15) f. memonitor. Penjenjangan anggota PMR terdiri dari: 1) Anggota Remaja PMI berusia 10 – 12 tahun/setingkat SD/MI/sederajat dapat bergabung sebagai anggota PMR Mula 2) Anggota Remaja PMI berusia 12 – 15 tahun/setingkat SMP/MTS/sederajat dapat bergabung sebagai anggota PMR Madya 3) Anggota Remaja PMI berusia 15 – 17 tahun/setingkat SMU/SMK/MA/sederajat dapat bergabung sebagai anggota PMR Wira 3. dan disebut kelompok PMR. . dan mengevaluasi tugas Pembina PMR. departemen pendidikan. Ayat (2)) e. disebut kelompok PMR luar sekolah j. Kelompok PMR terdiri dari: 1) Kelompok PMR berbasis sekolah. h. swasta. Pembina PMR a. memonitor. Anggota Remaja mendaftarkan diri kepada unit Palang Merah Remaja di wilayah domisili yang bersangkutan (ART Bab VI. Penanggung jawab PMR a. Tiap kelompok PMR terdiri dari minimal 10 orang. Ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan Palang Merah Remaja ditetapkan oleh Pengurus Pusat (ART Bab VI.

memahami. pengembangan organisasi. yaitu yang dapat berbagi PKS kepada teman sebaya sehingga mendorong terjadinya perubahan perilaku positif pada remaja. Kemudian anggota PMR juga dapat berperan sebagai ”peer educator” atau pelatih sebaya. Orientasi a. UNFPA 7. Dengan demikian anggota PMR tidak hanya sebagai obyek. Orientasi kepalangmerahan diperuntukkan bagi setiap anggota PMI. ketrampilan. pengembangan individu. dan sikap (PKS) anggota PMR sehingga terjadi perubahan positif. SYARAT MENJADI ANGGOTA PMR 1. PMR Madya : 12 – 15 tahun/setingkat SMP/MTS/sederajat . Bersedia mengikuti orientasi. pelatihan. C. PENGERTIAN B. tetapi juga subyek yang terlibat aktif dalam siklus pembinaan PMR. dan pelaksanaan kegiatan kepalangmerahan 6. Warga Negara Asing yang sedang berdomisili di wilayah Indonesia * 3. Pembinaan berbasis pengembangan karakter dilaksanakan dengan pendekatan Ketrampilan Hidup. mencakup: perekrutan. pelaporan. 8. Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan PMR. Pengembangan karakter kepalangmerahan yaitu mengarahkan anggota PMR agar mengetahui. Tri Bhakti PMR. untuk selanjutnya disampaikan kepada Pengurus Cabang Palang Merah Indonesia setempat. dan evaluasi b. pelatihan. yaitu proses pembinaan interaktif yang bertujuan memaksimalkan pengetahuan. Pembinaan PMR a. Orientasi kepalangmerahan adalah proses pengenalan Gerakan Palang Merah/Bulan Sabit Merah dan PMI b. komite sekolah. Mengisi formulir pendaftaran dan mengembalikannya kepada Pembina PMR di kelompok PMR masing-masing. dan berperilaku sesuai prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah d. departemen kesehatan. ANGGOTA PMR 1. termasuk anggota PMR dan Pembina PMR BAB II KEANGGOTAAN PMR A. PENGESAHAN ANGGOTA Lihat Pelantikan Anggota PMR*. Berusia 10 tahun sampai dengan 17 tahun dan atau belum menikah atau seusia siswa SD/MI s/d SMU/MA atau yang sederajat 4. PMR Mula : 10 – 12 tahun/setingkat SD/MI/sederajat 2.departemen agama. D. Pembinaan PMR diarahkan pada pengembangan karakter kepalangmerahan c. UNICEF. Warga Negara Indonoesia 2. departemen sosial. Mendapatkan persetujuan orang tua/wali 5. monitoring.

dengan mekanisme: mengirimkan 1 orang Pembina PMR yang diputuskan melalui rapat forum komunikasi Pembina PMR (menyangkut jumlah perwakilan diserahkan ke PMI Cabang/Forum Komunikasi Pembina)* 3) Mendapatkan pengakuan dan penghargaan atas partisipasi dan prestasi 4) Mendapatkan atribut sesuai dengan ketentuan PMI b. Hak dan Kewajiban Penanggung Jawab PMR a. Membayar uang iuran keaggotaan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan PMI Pusat. Kewajiban Pembina PMR 1) Mematuhi AD/ART PMI 2) Mematuhi ketentuan dalam TSR PMI 3) Mengikuti orientasi kepalangmerahan dan pelatihan. Menjalankan dan membantu menyebarluaskan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan kegiatan PMI 2. Kewajiban Penanggung Jawab PMR 1) Mematuhi AD/ART PMI 2) Mematuhi ketentuan dalam TSR PMI 3) Mengikuti orientasi kepalangmerahan dan pelatihan. Hak Pembina PMR 1) Mendapatkan pembinaan dan pengembangan kapasitas oleh PMI Cabang 2) Mengikuti musyawarah cabang dalam mengambil keputusan. Mematuhi AD/ART 3. Hak dan Kewajiban Pembina PMR a. Hak dan Kewajiban Anggota PMR a. minimal ditingkat PMI Cabang 4) Menjaga nama baik PMI 5) Melaksanakan sosialisasi kepalangmerahan 6) Berperan aktif dalam pembinaan dan pengembangan PMR 3. Melaksanakan Tri Bakti PMR 4. PMR Wira : 15 – 17 tahun/setingkat SMA/SMK/MA/sederajat E. Menjaga nama baik PMI 5. Hak Anggota PMR 1) Mendapatkan pembinaan dan pengembangan oleh PMI 2) Menyampaikan pendapat dalam forum/pertemuan resmi PMI 3) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan PMR/PMI 4) Mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) 5) Menggunakan atribut sesuai ketentuan 6) Mendapat penghargaan 7) Mendapat asuransi b. Hak Penanggung Jawab PMR 1) Mendapatkan pembinaan dan pengembangan kapasitas oleh PMI Cabang 2) Mendapatkan pengakuan dan penghargaan atas partisipasi dan prestasi b.3. Kewajiban Anggota PMR 1. 2. minimal ditingkat PMI Cabang 4) Menjaga nama baik PMI . HAK DAN KEWAJIBAN 1.

dan mahasiswa secara nasional 3) Menyiapkan dan melaksanakan kegiatan pembinaan kepada TP PMI Propinsi 4) Menerima laporan dari TP PMI Propinsi e. BERAKHIRNYA KEANGGOTAAN 1) Keanggotaan PMR dinyatakan berakhir jika yang bersangkutan: 2) Berakhir masa keanggotaan 3) Mohon berhenti 4) Diberhentikan 5) Meninggal dunia 6) Anggota PMR dapat diberhentikan oleh Pengurus PMI Cabang. PERPINDAHAN ANGGOTA PMR Berhubung karena sesuatu hal. dan mahasiswa di tingkat propinsi. Departemen Agama.5) Melaksanakan sosialisasi kepalangmerahan 6) Berperan aktif dalam pembinaan dan pengembangan PMR 6. Kabupaten/Kota c. dibentuk Tim Pembina Pengembangan Kepalangmerahan di kalangan siswa. seorang anggota PMR pindah ketempat lain. dan Departemen Kesehatan d. 0118/U/1995 dan No. warga belajar. Propinsi. Tim Pembina Pengembangan Kepalangmerahan a. apabila yang bersangkutan mencemarkan nama baik PMI dan atau dijatuhi hukuman pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. dan mahasiswa. warga belajar. TP PMI disetiap tingkatan terdiri dari unsur PMI. SEKOLAH 1. TP PMI Pusat bertugas: 1) Menyiapkan program pembinaan dan pengembangan kepalangmerahan 2) di tingkat siswa. TP PMI dibentuk di tingkat Pusat. disingkat TP PMI b. warga belajar. secara terinci dan mengacu pada program nasional 2) Menyiapkan dan melaksanakan pembinaan TP PMI Kota/Kabupaten 3) Menerima laporan dari hasil TP PMI Kota/Kabupaten . TP PMI Propinsi bertugas: 1) Menyiapkan program pembinaan dan pengembangan kepalangmerahan di kalangan siswa. Mekanisme pemberhentian anggota PMR ditetapkan oleh kelompok PMR yang bersangkutan. Sesuai perjanjian kerja sama PMI – Depdikbud RI tanggal 24 Mei 1995 No. yang dikoordinasikan dengan PMI Cabang. 4. Bagi mereka yang pindah maka diharapkan: 1) Membawa surat rekomendasi dari Pengurus PMI Cabang tempat semula mereka bergabung 2) Melaporkan/mendaftarkan kembali melalui kelompok PMR ditempat tinggalnya yang baru 7. Departemen Sosial. 0090/KEP/PP/95. BAB III ORGANISASI PMR A.

Kelompok PMR SKB Temanggung. kebersihan. Kegiatan PMR di sekolah merupakan bagian dari kegiatan ekstra kurikuler. terdiri dari: a) Seorang ketua b) Seorang wakil ketua c) Seorang sekretaris d) Seorang bendahara e) Unit-unit: (1) Bakti Masyarakat (2) Ketrampilan. dan dalam kegiatannya secara fungsional termasuk seksi Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi OSIS f. Pembinaan PMR luar sekolah dilaksanakan oleh TP PMI 2. Organisasi PMR di Sekolah a. Struktur organisasi PMR di sekolah Kelompok PMR disekolah secara struktural mempunyai struktur sendiri sebagai kelompok PMR. PMR di sekolah disebut kelompok PMR. misalnya: Kelompok PMR Masjid Al Huda. yang beranggotakan minimal 10 orang d. dibawah pembinaan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan e. Susunan Pengurus PMR di sekolah: 1) Pelindung adalah TP PMI Kabupaten/Kota 2) Penanggung jawab adalah Kepala Sekolah 3) Pembina PMR 4) Fasilitator dan Pelatih PMI Pengurus harian PMR terdiri dari siswa-siswi yang telah menjadi anggota PMR dengan masa bakti minimal 1 tahun. TP PMI Kota/Kabupaten bertugas: 1) Menyiapkan program pembinaan dan pengembangan kepalangmerahan di kalangan siswa. pembinaan PMR dilaksanakan oleh Bidang Pembinaan PMR c. yang beranggotakan minimal 10 orang 4. Pembinaan PMR dilaksanakan oleh TP PMI b. secara rinci dan mengacu pada program Nasional dan Propinsi 2) Menyampaikan laporan dan hasil kerja kepada TP PMI Propinsi. warga belajar. pembinaan PMR dilaksanakan oleh Staf yang membidangi PMR (SDM/PMR/Diklat)* 3. Di lingkungan PMI Pusat/Daerah/Cabang. Di lingkungan PMI Pusat/Daerah/Cabang. PMR luar sekolah disebut kelompok PMR. dengan tembusan kepada PMI Pusat 2. Nama kelompok PMR disesuaikan dengan nama desa/kecamatan/instansi tempat kelompok PMR tersebut dibentuk. LUAR SEKOLAH 1. atau sebutan lain yang dapat meningkatkan pembinaan PMR. dan mahasiswa di tingkat Kota/Kabupaten. dan kesehatan (3) Persahabatan (4) Umum B. .f.

Struktur organisasi PMR luar sekolah 8. pengembangan kegiatan.* 5. Menyelenggarakan kegiatan nasional. kurikulum standard pelatihan anggota dan Pembina PMR. Depag. monitoring. pengembangan organisasi. misal Jumbara Nasional f. dan modul c. Mengeluarkan kebijakan tentang pembinaan PMR (perekrutan. terdiri dari: 1) Seorang ketua 2) Seorang wakil ketua 3) Seorang sekretaris 4) Seorang bendahara 5) Unit-unit: a) Bakti Masyarakat b) Ketrampilan. Tri Bakti PMR. kurikulum. Pengurus harian PMR terdiri dari warga belajar yang telah menjadi anggota PMR dengan masa bakti minimal 1 tahun. dan evaluasi) b. buku panduan. Memfasilitasi/menyelenggarakan pelatihan. Depkes. Anggota terdiri dari anggota remaja PMI yang berbasis masyarakat 6. buku panduan. pengembangan individu.dll. pengembangan kegiatan. dan modul d. Kelompok PMR luar sekolah secara struktural mempunyai struktur sendiri sebagai kelompok PMR. Pembina PMR luar sekolah adalah tutor atau instruktur warga belajar. kebersihan. 7. dan pengembangan kapasitas individu untuk tingkat nasional maupun internasional e. PMI Pusat yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR a. pelatihan. 9. Fasilitator/Relawan PMI e. dan modul c. Menerapkan kebijakan tentang pembinaan PMR b. Memfasilitasi/menyelenggarakan pelatihan. Mengeluarkan buku panduan pembinaan. dan kesehatan c) Persahabatan d) Umum C. Berkoordinasi dengan pihak terkait ditingkat Pusat (TP PMI. kurikulum. dan meneruskan informasi tersebut kepada PMI Daerah 2. Memfasilitasi PMI Daerah melaksanakan kebijakan. dan . organisasi non pemerintah) untuk pengembangan pembinaan PMR h. Memfasilitasi PMI Cabang dalam melaksanakan kebijakan. Pembina PMR d. Penanggung jawab adalah Kepala Desa/Kecamatan/Instansi/organisasi c. Pelindung adalah TP PMI Kabupaten/Kota b. PMI Daerah yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR a. pelaporan. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR g. Susunan Pengurus PMR luar sekolah: a. PERAN MASING-MASING PIHAK 1. Diknas. Menyediakan informasi terkait dengan pengembangan pembinaan PMR.

buku panduan. Menyelenggarakan kegiatan tingkat PMI Daerah. dan Pelatih PMI di kelompok PMR tersebut d. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR f. Melaksanakan pembinaan PMR di kelompok PMR masing-masing (lihat Manual Panduan bagi Pembina PMR) b. Jumbara Cabang e. Memfasilitasi kelompok PMR melaksanakan kebijakan. Menyelenggarakan kegiatan. Dinas Keehatans. Depkes. Mengembangkan kegiatan kepalangmerahan. Memfasilitasi Kelompok PMR dalam menerapkan informasi-informasi tentang pembinaan PMR 4. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR e. dan modul c. Depag. organisasi non pemerintah) untuk pengembangan pembinaan PMR i. Menerapkan kebijakan tentang pembinaan PMR b. dan meneruskan informasi tersebut kepada PMI Cabang h. memfasilitasi pembentukan kelompok PMR baru. meningkatkan jaringan komunikasi dan koordinasi antar Pembina PMR maupun sekolah/lembaga . khususnya terkait pembinaan PMR. Penanggung Jawab PMR a. Bersama dengan PMI Cabang mengatur. Dinas Pendidikan. pelatihan gabungan anggota PMR. musyawarah kerja tahunan. Berkoordinasi dengan pihak terkait ditingkat Propinsi (TP PMI. PMI Cabang yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR a. dan mengevaluasi tugas Pembina PMR. Melibatkan Pembina PMR dalam proses pengambilan keputusan. misal: Jumbara Daerah e. Diknas. baik dalam forum rapat. antara lain melakukan sosialisasi dan advokasi ke sekolah/lembaga.pengembangan kapasitas untuk tingkat daerah d. Memfasilitasi PMI Cabang dalam menerapkan informasi-informasi tentang pembinaan PMR 3. Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dikelompok PMR c. Menyediakan informasi terkait dengan pengembangan pembinaan PMR. Menugaskan pelatih PMI untuk melatih kelompok PMR f. Memfasilitasi pelatihan. organisasi non pemerintah) untuk pengembangan pembinaan PMR g. Berkoordinasi dengan pihak terkait ditingkat Kabupaten/Kota (TP PMI. dan pengembangan kapasitas untuk tingkat cabang dan kelompok PMR d. misal: orientasi Pembina PMR. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR h. Berkoordinasi dengan pihak terkait ditingkat Kota/Kabupaten /Kecamatan 5. kurikulum. memonitor. Kantor Depag. maupun musyawarah tahunan g. pengembangan kegiatan. Menyediakan informasi terkait dengan pengembangan pembinaan PMR dan meneruskan informasi tersebut kepada kelompok PMR j. Bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan PMR b. Pembina PMR a.

perkembangan metode dan media pelatihan f. Anggota PMR yang berhak menerima lencana diusulkan oleh kelompok PMR. BADGE . sesuai 7 Prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional b. Memberikan masukan kepada PMI dan Pelatih PMI terkait pelaksanaan standarisasi pelatihan PMR. Memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara kelompok PMR dan PMI Cabang e. Pedoman pemberian penghargaan mengacu pada PMI Pusat (contoh gambar lencana sebagaimana terlampir. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan PMR b. 2) Pakaian seragam digunakan oleh anggota PMR kelompok Sekolah dan Luar Sekolah. 2. 2) Pakaian seragam digunakan oleh anggota PMR Kelompok Sekolah (sesuai jenjang tingkatan Mula. meningkatkan jaringan komunikasi dan koordinasi antar Pembina PMR maupun sekolah/lembaga c. Mendukung upaya pembinaan PMR. celana panjang warna hitam (contoh desaign gambar seragam terlampir). Dipakai pada dada sebelah kiri/diatas saku kiri baju pakaian seragam PMR c. Bertujuan memberikan penghargaan dan pengakuan atas peran serta anggota PMR dalam kegiatan Tri Bakti PMR b. Seragam Harian 1) Baju kemeja lengan pendek (panjang untuk yang berjilbab) warna merah dipadu dengan warna putih (coorperate identity). Memberikan masukan kepada PMI dan Pelatih PMI terkait pelaksanaan standarisasi pelatihan PMR. perkembangan metode dan media pelatihan 7. kualitas pelatih.c. Madya dan Wira) b. SERAGAM * Terdiri dari 2 macam seragam: a. Instansi terkait a. Memfasilitasi penyediaan kebutuhan kegiatan operasional PMR ATRIBUT 1. Seragam Lapangan 1) Pakaian seragam lapangan berupa kaos berlambang PMI dan bertuliskan ”Palang Merah Remaja” di bagian punggung. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR 6. d. dan ditetapkan oleh PMI Cabang. Mengembangkan kegiatan kepalangmerahan. Fasilitator PMI a. Membantu PMI Cabang memfasilitasi pembentukan kelompok PMR baru d. memfasilitasi pembentukan kelompok PMR baru. antara lain melakukan sosialisasi dan advokasi ke sekolah/lembaga. Membantu PMI Cabang memfasilitasi pembentukan kelompok PMR baru d. Memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara kelompok PMR dan PMI Cabang e. kualitas pelatih. mengacu kriteria PMI Pusat) 3. LENCANA a.

Dapat juga dikenakan pada jas untuk acara-acara tertentu 4.. latihan. Wira berwarna kuning (contoh gambar badge terlampir). Wira berwarna kuning (contoh gambar tanda jenjang terlampir). Dipakai sebagai tanda pengenal PMR dan juga sebagai tutup kepala pada saat berada diluar ruangan misal: upacara. TOPI a. TANDA KECAKAPAN a.* b. Warna dasar sesuai pada warna jenjang PMR: Mula berwarna hijau. (disablon/dibordir) Lihat lampiran (gambar…. Dibuat dari kain katun berwarna hitam untuk seluruh jenjang anggota PMR (contoh gambar topi terlampir) b. Madya berwarna biru. Dipakai pada dada sebelah kiri/diatas saku kiri baju pakaian seragam PMR e) SUMBER DANA . dan kegiatan lainnya. Dikalungkan dileher dan diikat dengan ring 7. Tujuan memberikan penghargaan dan pengakuan atas kemampuan dan pengabdian anggota PMR dalam melaksanakan kegiatan kepalangmerahan. b. Dibuat dari kain dengan disablon atau dibordir. TANDA JENJANG a.) 5. Dipakai sebagai tanda pengenal jenjang Mula. Disebut kalung leher (slayer). TANDA LOKASI Dipakai sebagai tanda pengenal wilayah kota/kabupaten dan kelompok PMR yang bersangkutan. dibuat dari kain dengan warna dasar sesuai pada warna jenjang PMR: Mula berwarna hijau. Bentuk: 1) Diberikan kepada anggota PMR yang telah mengikuti dan lulus pelatihan Pertolongan Pertama. 8. Madya berwarna biru. TANDA PENGENAL JENJANG Tanda pengenal jenjang PMR dibuat dari kain warna dasar putih berbentuk empat persegi panjang bertuliskan Palang Merah Remaja. Kesiapsiagaan Bencana dan Kesehatan Remaja (bentuk tanda kecakapan sebagaimana terlampir)* 2) Diberikan kepada anggota PMR yang telah mengikuti dan lulus pelatihan Kepemimpinan dan Kepalangmerahan (bentuk tanda kecakapan sebagaimana terlampir)* 3) Diberikan kepada anggota PMR yang telah mengikuti dan lulus pelatihan Kesehatan Remaja (bentuk tanda kecakapan sebagaimana terlampir)* 4) Diberikan kepada anggota PMR yang telah mengikuti dan lulus materi Usaha Kesehatan Tranfusi Darah: Donor darah siswa (bentuk tanda kecakapan sebagaimana terlampir)* c. Dipakai sebagai tanda pengenal PMR dilengan kiri pada pakaian seragam PMR. dijahit pada lengan kanan atas pakaian seragam PMR (contoh gambar tanda lokasi terlampir)* 6. b. Wira.a. Perawatan Keluarga. Madya.

tanpa membedakan ras. PMI Cabang. jenis kelamin. Pembentukan Kelompok PMR 1) PMI Cabang melakukan sosialisasi dan publikasi kepada Dinas Pendidikan. Kelompok PMR. 2) Pihak sekolah mengajukan surat permohonan pembentukan kelompok PMR disekolah 3) Penanggung jawab kelompok mengajukan surat permohonan pembentukan kelompok PMR diluar sekolah 4) PMI Cabang mengesahkan kelompok PMR setelah seluruh persyaratan pembentukan PMR terpenuhi: a. dan nomor urut pendaftaran 6) Pemberian nama kelompok diluar sekolah diambil dari nama desa/kecamatan atau disesuaikan dengan nama kelompok atau organisasi tersebut. b. Sasaran Perekrutan a) Siswa-siswi SD/MI. Calon Anggota PMR melakukan pengisian dan pengumpulan kembali formulir . 4. Aparat pemerintah setempat. mengisi formulir pendaftaran pembentukan kelompok PMR 5) PMI Cabang memberikan nomor induk kelompok PMR berdasarkan Nomor kode daerah. PEREKRUTAN 1. 5. Departemen Agama.PMI Daerah. jenjang Mula/Madya/Wira. mempunyai jumlah calon anggota minimal 10 orang b. PMI Cabang bekerjasama dengan pihak sekolah atau pimpinan luar sekolah dan anggota PMR melakukan penyebaran formulir pendaftaran kepada remaja. SMP/MTs. Hasil yang diharapkan a) Adanya kelompok-kelompok PMR di dalam dan di luar sekolah b) Adanya anggota PMR pada setiap kelompok di dalam dan di luar sekolah. Pelaksana Perekrutan Kegiatan perekrutan dilaksanakan oleh: a) kelompok PMR (sekolah maupun luar sekolah) b) PMI Cabang setempat yang selanjutnya dilaporkan kepada Dinas Pendidikan/Departemen Agama Kota/Kabupaten dan PMI Cabang. Sekolah/lembaga. Tujuan Meningkatkan kuantitas kelompok dan anggota PMR secara berkesinambungan 2. Sumber dana pembinaan dan pengembangan PMR dapat berasal dari PMI Pusat. Rekrutmen Anggota PMR Pendaftaran Anggota PMR 1. BAB IV PEMBINAAN PMR A. nomor kode cabang. Sekolah/ kelompok luar sekolah untuk membentuk kelompok PMR. Mekanisme a. agama 2. SMA/SMK/MA atau sederajat b) Remaja Luar Sekolah Usia 10-17 tahun yang belum menikah 3. dan instansi lain yang tidak mengikat.

audiensi b) Demonstrasi/Peragaan kegiatan PMR c) Pemasangan Promosi Majalah dinding d) Pameran foto kegiatan PMR e) Pembagian Merchandise f) Penyebaran leaflet g) Pemasangan poster 4) Sasaran: a) Siswa b) Orang Tua murid c) Sekolah/luar sekolah (panti asuhan. Buku system data base PMI Cabang.pendaftaran dan syarat-syarat pendaftaran lainnya 3. kejar paket) dan management d) Masyarakat e) Instansi terkait . untuk formulir pendaftaran. Buku Induk Kelompok PMR. Calon anggota PMR mengikuti orientasi kepalangmerahan. Sosilisasi dan Publikasi 1) Tujuan kegiatan Sosialisasi dan Publikasi a) Memperkenalkan kegiatan PMR sebagai wadah pembinaan kepalangmerahan bagi generasi muda b) Mensosialisasikan peranan PMR dalam mendukung kegiatan kepalangmerahan c) Menarik minat generasi muda untuk bergabung dalam kegiatan PMR d) Memotifasi anggota PMR untuk tetap bergabung dalam kegiatan kepalangmerahan 2) Waktu Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Publikasi Kegiatan Sosialisasi dan Publikasi dilaksanakan minimal 1 tahun sekali sebelum dilaksanakan perekrutan. dan KTA d) Bersedia dan mengikuti orientasi 4. Syarat pendaftaran calon anggota baru PMR a) Memenuhi syarat keanggotaan b) Mengisi formulir pendaftaran calon anggota PMR c) Mengumpukan Foto 3 x 4 dan 2 x 3 masing-masing 2 lembar. Piagam Orientasi. 3) Media dan Metode Sosialisasi dan Publikasi Media: a) Majalah Dinding b) Foto/Dokumentasi kegiatan PMR c) Leaflet d) Poster e) Buletin f) Merchandise Metode: a) Presentasi.

. 8. Orientasi Kepalangmerahan Calon anggota PMR mengikuti orientasi kepalangmerahan a) Metode Metode orientasi ditetapkan dalam Kurikulum Standard Pelatihan untuk anggota dan pembina PMR b) Pelaksana Pelaksana orientasi adalah kelompok PMR c) Waktu Pelaksanaan Orientasi diberikan bagi calon anggota PMR sebelum pelaksanaan pelatihan. 2) Pelaksana Pelantikan Pelantikan anggota baru PMR dilaksanakan oleh PMI Cabang bekerjasama dengan pihak Sekolah/Luar sekolah 3) Penetapan Nomor Anggota a) Nomor anggota diberikan oleh PMI Cabang b) Penomoran anggota: Nomor kode daerah. nomor kode cabang. d) Materi 1) Materi yang diberikan: 2) Sejarah dan tujuh prinsip Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional 3) Struktur dan kedudukan PMR di PMI.Pemerintah Daerah (desa.Swasta dan organisasi non pemerintahan 5) Strategi: a) Media presentasi dan dialog melalui forum pertemuan siswa baru atau orang tua siswa b) Memanfaatkan masa penirimaan siswabaru sebagai tempat memperkenalkan dan mempromosikan kegiatan PMR dan kepalangmerahan c. System data base anggota PMR sama dengan penomoran anggota (format pendataan sterlampir). e.Dinas Kesehatan . d.kecamatan. PMI Cabang melakukan pendataan anggota baru dalam sebuah system data base PMR 2. Sekolah dan luar sekolah 4) Kegiatan-kegiatan PMR 5) Kepemimpinan. Pelantikan Anggota dan Penetapan Nomor Anggota 1) Syarat Pelantikan Seorang calon anggota PMR dinyatakan berhak untuk mengikuti pelantikan dan dinyatakan secara resmi sebagai anggota PMR setelah mengikuti orientasi sesuai dengan kurikulum standar Pelatihan untuk anggota PMR dan Pembina PMR. Alur Pembentukan Kelompok dan Perekrutan Lihat lampiran* . sub topik baris-berbaris dan motivasi. kabupaten/kota. propinsi) . jenjang Mula/Madya/Wira. Pendataan 1.Dinas Pendidikan .Department Agama dan Dinas Pendidikan Agama . dan nomor urut pendaftaran anggota PMR.

minimal 1 x dalam 1 minggu. Brainstorming c. Tujuan Meningkatkan pengetahuan. dan sikap anggota PMR sehingga dapat melaksanakan kegiatan sesuai Tri Bakti PMR 2.1. Metode Pelatihan Metode yang dapat dipakai dalam Pelatihan PMR adalah dengan menggunakan metode partisipatif dengan bentuk antara lain : a.1.1.3.1.1. yang berasal dari Pembina PMR.1.1. Donor Darah 0 0 4 TOTAL 58 82 117 Durasi per jam pelajaran @45 menit d) Materi dan proses pelatihan lihat analisa kompetensi. Kepalangmerahan 9 14 15 2.3.1. PELATIHAN 1. Kesiapsiagaan Bencana 7 10 15 6. Materi dan Durasi Pelatihan a) Pelatihan yang dilaksanakan secara rutin oleh kelompok PMR. Pertolongan Pertama 10 15 22 3. ketrampilan. Diskusi .1. Alumni Kelompok PMR tersebut 1.1.2.2 Anggota PMR Luar Sekolah 3. Ceramah dan tanya jawab b. Kepemimpinan Kepalangmerahan 12 19 35 7.1. Studi kasus d. silabus dan pedoman Fasilitator 5.1. 4. yang direkomendasikan oleh PMI Cabang untuk memberikan materi kepalangmerahan. Pelaksana 1.1 Fasilitator Fasilitaor adalah orang yang membantu berjalannya proses belajar didalam suatu kelompok PMR.1.B.1. Relawan PMI.2 Pelatih Pelatih PMI adalah orang yang memiliki kompetensi dengan spesialisasi tertentu sesuai standarisasi PMI.2.1. Sasaran 1. Kesehatan Remaja 8 8 8 5.1.1.1 Anggota PMR Sekolah 1.1. Role play e.1.1. dengan materi: NO MATERI MULA MADYA WIRA 1. sesuai dengan program b) Diikuti oleh anggota PMR setelah dilantik menjadi anggota PMR c) Dilaksanakan dengan mengacu pada kurikulum yang ditetapkan PMI Pusat. Perawatan Keluarga 12 16 18 4.

7. Mempertinggi ketrampilan serta memelihara kebersihan dan kesehatan c. C. Tri Bakti PMR terdiri dari: a. PMR Wira 1) Menyumbangkan tenaga/materi kepada korban bencana 2) Mengenal oabt-obatan ringan dan manfaatnya 3) Berkirim hasil kerajinan daerah. Mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional b. Sasaran a. Mempererat persahabatan nasional dan internasional 2. Tujuan a. Praktek g. gambar dan lainlain b. Perlengkapan Pelatihan untuk materi teknis (PP. Simulasi lapangan 6. Sertifikasi Calon anggota yang telah lulus dalam kegiatan Pelatihan berhak mendapatkan sertifikat dan KTA dari PMI Cabang. Penugasan i. Berbakti pada masyarakat b. Pelaksana Tri Bakti PMR: Anggota PMR. Projected Visual Aids (Media Visual): OHP. PK. slide. yang difasilitasi oleh Pembina PMR. film. PRS. Non Projected Aids (Materi Pelatihan): paket Diklat. brosur. Relawan PMI. Lingkungan Keluarga d. Outbound h.f. Masyarakat 4. DU. Media Pelatihan a. Jenis kegiatan dalam Tri Bakti PMR antara lain: a. dan lain-lain c. buku . Mensosialisasikan Perhimpunan PMI di tengah-tengah masyarakat 3. tape recorder. Lingkungan Sekolah c. mencuci tangan dan kaki 3) Saling berkunjung untuk latihan bersama b. informasi pariwisata sesama anggota PMR di daerah lain5. dll d. dan PMI di semua . TRI BAKTI PMR 1. PMR Madya 1) Ikut serta dalam kegiatan gotong royong 2) Dapat melakukan pertolongan pertama kepada teman sebayanya 3) Saling berkirim surat atau album persahabatan c. Anggota PMR b. Audio Aids (Media Audio): radio. Tenda. dan lain-lain). PMR Mula 1) Membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah 2) Tahu cara gosok gigi. Presentasi j.

maupun PMI Pusat. e. Daerah. Pengembangan kegiatan yang berkaitan dengan Tri Bakti PMR dapat disesuaikan dengan kelompok PMR lainnya . Daerah. yang terintegrasi dengan bidang Pelayanan Sosial dan Kesehatan. atau lembaga lainnya 2) Pembina PMR 1) Orientasi pembinaan PMR 2) Mengikutsertakan dalam kegiatan kepalangmerahan ditingkat PMI Cabang. Tujuan: Meningkatkan kualitas PMR b. c. Cara mengembangkan kapasitas: 1) Anggota PMR a) Pelatihan untuk anggota PMR b) Mengikutsertakan dalam kegiatan kepalangmerahan sesuai Tri Bakti PMR. Pelaksanaan Tri Bakti PMR: a. harus melibatkan PMI Daerah dan Cabang d. Relawan PMI d. diberikan penghargaan. Kegiatan Tri Bakti PMR dilakukan sesuai program kelompok PMR. Anggota PMR b. Jumbara disetiap tingkatan dilaksanakan minimal 1 x setiap periode kepengurusan. Kegiatan Tri Bakti PMR dapat diselenggarakan oleh kelompok PMR. atau Internasional (misal: pelatihan. pemilihan PMR berprestasi. Pusat) 6. atau Internasional (misal: pertukaran PMR. Daerah. PMI. Daerah. baik di tingkat Kelompok PMR. PMI Cabang. Staf PMI yang membidangi PMR e. (Lihat manual pengelolaan dan pengembangan program pembinaan PMR PMI dengan pendekatan Youth Centre)* D. Pelaksanaan Tri Bakti PMR ditingkat Pusat. Sasaran: a. lomba. atau Pusat). atau lembaga lainnya . c) Mendapatkan akses menerapkan hasil pelatihan d) Terlibat dalam kegiatan Youth Center e) Mendapatkan penghargaan dari sekolah. PENGEMBANGAN KAPASITAS 1. PMI Daerah. Pengembangan Kapasitas Pribadi a. Pusat. Pusat.tingkatan (Cabang. Pembina PMR c. PMI. serta Kesiapsiagaan Bencana b. Pengurus PMI yang membidangi PMR c. PMI Cabang. Jumbara tingkat Cabang. lokakarya) 3) Mengikutsertakan dalam pelatihan teknis PMI 4) Mendapatkan akses menerapkan hasil pelatihan dan lokakarya 5) Mendapatkan penghargaan dari sekolah. Kelompok dan Anggota PMR yang telah melaksanakan dan mengikuti Tri Bakti PMR.

atau Internasional (misal: pelatihan. organisasi non pemerintah b) Menyelenggarakan kegiatan ditingkat Cabang. Daerah. Daerah. Daerah. Internasional b) Memasukkan kegiatan pembinaan PMR kedalam program tahunan sekolah/luar sekolah c) Sosialisasi dan publikasi 2) PMI Cabang: a) Advokasi. atau lembaga lainnya 4) Staf yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR 1) Pelatihan pembinaan PMR 2) Pelatihan lain yang mendukung tugas sebagai staf yang membidangi PMR (Misal: pelatihan monitoring-evaluasi. bakti masyarakat. forum komunikasi Pembina PMR (Advisor Council). Daerah. Pusat. atau Internasional (misal: lokakarya) 3) Mendapatkan penghargaan dari PMI atau lembaga lainnya 2.3) Relawan PMI 1) Pelatihan yang mendukung tugas sebagai fasilitator dalam pembinaan PMR (misal: pelatihan kepemimpinan) 2) Mengikutsertakan dalam kegiatan kepalangmerahan ditingkat PMI Cabang. Proses Perencanaan Proyek. Pusat. pelatihan. sosialisasi. Pusat. 4) Mengikutsertakan dalam kegiatan kepalangmerahan ditingkat PMI Cabang. antara lain: jumbara. d) Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan dan pengembangan PMR di sekolah/luar sekolah 3) PMI Daerah: . lokakarya) 5) Mendapatkan penghargaan dari PMI atau lembaga lainnya 5) Pengurus yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR 1) Pelatihan pembinaan PMR 2) Berperan aktif dalam kegiatan kepalangmerahan di tingkat PMI Cabang. PMI. kerja sama dengan sekolah dan diknas/depag tingkat Kabupaten/Kota. Pengembangan Kapasitas Organisasi a. Pusat. Tujuan: Meningkatkan kualitas kegiatan dan organisasi PMR b. Forum Komunikasi PMR (Youth Council). atau Internasional (misal: pelatihan. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh masing-masing pihak: 1) Sekolah/Luar Sekolah a) Berperan aktif dalam kegiatan PMI tingkat Cabang. kunjungan persahabatan. lokakarya) 3) Mendapatkan akses menerapkan hasil pelatihan dan lokakarya 4) Mendapatkan penghargaan dari sekolah. Kepemimpinan) 3) Mengikutsertakan dalam pelatihan teknis PMI. kelompok PMR berprestasi c) Memfasilitasi pembentukan Youth Centre.

organisasi non pemerintah 2) Menyelenggarakan kegiatan tingkat PMI Daerah. kunjungan persahabatan 3) Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan dan pengembangan kegiatan di tingkat Cabang 4) PMI Pusat 1) Advokasi. 2) Monitoring merupakan kegiatan program yang terintegrasi. kita tidak bisa mengatakan bahwa pembinaan yang kita laksanakan telah berjalan lancar sebagaimana mestinya. memproses dan mengkomunikasikan informasi untuk membantu pengambilan keputusan manajemen program/proyek (Calyton & Petry 1983) 4) Monitoring adalah mekanisme yang sudah menyatu untuk memeriksa bahwa semua “berjalan untuk direncanakan” dan memberi kesempatan agar penyesuaian dapat dilakukan secara metodologis (Oxfam 1995) 5) Monitoring adalah penilaian yang sistematis dan terus menerus terhadap kemajuan suatu pekerjaan (SCF 1995) b. mengumpulkan. organisasi non pemerintah 2) Menyelenggarakan kegiatan Tingkat Nasional antara lain: jumbara. Monitoring yang baik1) Monitoring yang baik dilakukan secara berkelanjutan. MONITORING DAN EVALUASI Monitoring dan evaluasi diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pembinaan PMR. bakti masyarakat. antara lain: jumbara. kerja sama dengan diknas/depag tingkat Pusat. efektif dan efisien atau dapat ditingkatkan di masa yang akan datang. bakti masyarakat. pelatihan. 1. sosialisasi. Tanpa dilakukannya monitoring dan evaluasi. Pengertian 1) Monitoring adalah penilaian yang terus menerus terhadap fungsi kegiatan-kegiatan program di dalam hal jadwal pelaksanaan dan penggunaan input/masukan oleh kelompok sasaran berkaitan dengan harapan-harapan yang telah direncanakan.1) Advokasi. bagian penting dari praktek manajemen yang baik dan karena itu merupakan bagian yang integral dari manajemen sehari-hari (Casely & Kumar 1987) 3) Monitoring dapat didefinisikan sebagai suatu proses mengukur. EVALUASI DAN PENGHARGAAN A. yang sedang dilaksanakan dan masukan-masukan yang ada serta harapan kedepan. mencatat. pelatihan. kelompok PMR berprestasi 3) Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan dan pengembangan kegiatan di Tingkat Daerah BAB V MONITORING. kerja sama dengan diknas/depag tingkat propinsi. Monitoring dan evaluasi dapat membantu mengkaitkan antara apa yang telah dilakukan dengan apa yang diharapkan di dimasa yang akan datang. . melalui sebuah kerangka hubungan yang jelas antara hal yang telah dilaksanakan. sosialisasi. Monitoring a. berhasil. telah mengalami perkembangan. kunjungan persahabatan.

mengerti dan memahami panduan pembinaan PMR 3) Susunlah kerangka acuan pelaksanaan monitoring. Waktu Monitoring Monitoring dapat dilakukan kapan saja baik secara formal maupun informal yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Monitoring merupakan kegiatan yang terintegrasi dalam keseluruhan tahapan manajemen pembinaan. Pembina PMR. Dalam hal ini tiap individu memiliki kewajiban untuk memastikan tiap komponenkomponen diatas menjalankan monitoring pembinaan PMR. d. 4) Monitoring yang baik menuntut kunjungan secara berkala didukung dengan analisis perkembangan dan laporan c. Alat dan Metode Monitoring . dan fokus pada perkembangan pencapaian tujuan. kendala dan pencapaian target bandingkan dengan rencana pembinaan PMR dan kerangka waktu yang telah ditentukan 6) Jika ditemukan kendala dan atau penyimpangan lakukan penggalian dan pencarian data sebagai penunjang. tetapkan hasil yang diharapkan. Daerah dan Pusat) 4) Instansi/pihak terkait lainnya Monitoring pembinaan PMR dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok. 4) Lakukan kunjungan berkala sebagaimana direncanakan 5) Lakukan pencatatan terhadap perkembangan. Dalam hal ini monitoring memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. pembelajaran dan sebagai bahan evaluasi 3) Monitoring yang baik juga tergantung pada kualitas perencanaan pembinaan. e. Daerah dan Pusat) 3) Pengurus PMI pada semua tingkatan (Cabang. 2) Pastikan bahwa pelaksana monitoring pembinaan PMR telah membaca. pelaksanaan pembinaan dan proses penyusunan laporan. namun juga perkembangan pembinaan. program pembinaan dan kerjasama. pelatih PMI 2) Staf PMI yang membidangi pada semua tingkatan (Cabang. Bagaimana melakukan Monitoring 1) Pastikan bahwa pelaksana monitoring pembinaan PMR telah membaca. Minimal monitoring dilakukan pada saat proses penyusunan rencana.melibatkan instansi terkait. pelaksana dan jadwal pelaksanaan dan strategi monitoring berkala. lakukan tindakan pemecahan masalah dan kendala. rumuskan system dan metode monitoring yang sesuai beserta perlengkapannya. mengerti dan memahami rencana strategi dan rencana kerja tahunan dan atau 5 tahunan pembinaan PMR baik tingkat pusat. Pelaksana Pelaksana monitoring adalah 1) Penanggung jawab PMR. pastikan pembinaan kembali ke jalur pembinaan sebagaimana telah ditentukan 7) Penyusunan laporan monitoring 8) Informasikan kepada pihak manajemen dan pengambil kebijakan untuk tindak lanjut. f. 2) Monitoring pada pembinaan PMR sebaiknya bukan hanya sekedar melihat bagaimana pelaksanaan pembinaan. daerah maupun cabang.

efisiensi dan dampak dari program/proyek didalam konteks tujuan yang sudah ditetapkan. Sebagaimana monitoring. Evaluasi a. Waktu Evaluasi dapat dilakukan kapan saja baik secara formal maupun informal yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. semester. dilakukan pada saat proses penyusunan rencana. c. Metode: 1) Ujian 2) Lomba 3) Jumbara . Pembina dan Sekolah) 2) Fasilitator PMR 3) PMI Cabang 4) PMI Daerah 5) PMI Pusat d. evaluasi merupakan kegiatan yang terintegrasi dalam keseluruhan tahapan manajemen pembinaan. pelaksanaan pembinaan dan pasca Pembinaan.1) Alat Monitoring a) Kerangka Acuan / Rencana kerja b) Laporan perkembangan kegiatan (laporan situasi) c) Laporan kegiatan. penampilan. Pelaksana 1) Kelompok PMR (Anggota. Evaluasi biasanya menggunakan perbandingan yang membutuhkan informasi dari luar program/proyek – tentang waktu. Pengertian1) Evaluasi adalah penilaian berkala terhadap relevansi. daerah atau populasi (Casely & Kumar 1987) 2) Evaluasi adalah penilaian pada waktu tertentu terhadap dampak dari sebuah pekerjaan dan sejauh mana tujuan yang sudah ditetapkan telah dicapai (SCF 1995) b.dokumentasi dan koordinasi rutin b) Kunjungan lapangan berkala c) Pengamatan kerja sehari-hari melalui Kunjungan mendadak (spot chek) d) Assesment eksternal e) Wawancara f) Diskusi kelompok g) Survey pengumpulan data dan perbandingan kondisi sebelum dan sesuadah intervensi h) Pengamatan Kinerja 2. Alat dan Metode Evaluasi: Alat : 1) Rencana kerja 2) Angket 3) Format Penilaian. tahunan dan atau 5 tahunan d) Dokumetasi kegiatan e) Data based keanggotaan 2) Metode Monitoring a) Penyampaian laporan .

c) Kontribusi PMI dan pihak terkait dalam pencapaian tujuan d) Strategi kerjasama dan dukungan dengan pihak terkait 4) Susunlah kerangka acuan pelaksanaan evaluasi. Kunjungan untuk melihat hasil pembinaan kualitatif dan kuantitatif d. sebagai bahan analisa pemecahan hambatan dan penguatan faktor penunjang. daerah maupun cabang. Aspek Monitoring-Evaluasi 1) Rencana Kegiatan awal . Bagaimana Melakukan Evaluasi Untuk melaksanakan evaluasi yang terstruktur dan terdokumentasi diperlukan pengalokasian waktu dan pemikiran untuk persiapan. tetapkan tujuan/hasil yang diharapkan.4) Pelatihan Penyegaran. Sasaran Monitoring-Evaluasi 1) Pelaksanaan Pembinaan 2) Dampak/pengaruh/manfaat kegiatan dan pembinaan 3) Perkembangan pencapaian tujuan kegiatan dan Pembinaan PMR 4) Kontribusi faktor-faktor terkait terhadap pencapaian tujuan Pembinaan PMR 5) Kontribusi PMI dalam usaha pencapaian tujuan kegiatan dan pembinaan PMR 6) Strategi kerjasama dengan pihak terkait b. sekaligus dilakukan analisa mengapa tidak tercapai dan alternatif solusi pencapaian lebih baik. 1) Pastikan bahwa pelaksana evaluasi pembinaan PMR telah membaca. Hal ini dikarenakan tujuannya bukan semata-mata untuk evaluasi jalannya pembinaan melainkan lebih pada prioritas hasil pembinaan. Umpan Balik dan pemecahan masalah e. mengerti dan memahami rencana strategi dan rencana kerja tahunan pembinaan PMR baik tingkat pusat. dan strategi monitoring 5) Pengorganisasian Dokumen yang dibutuhkan 6) Pembentukan Pelaksana Evaluasi 7) Pelaksanaan Evaluasi a. mengerti dan memahami panduan pembinaan PMR 3) Tentukan sasaran evaluasi. Sasaran dan aspek Monitoring-Evaluasia. e. Pada dasarnya sasaran evaluasi pembinaan PMR adalah sebagai berikut: a) Pencapaian Tujuan Apakah Tujuan yang ditetapkan telah tercapai dan jika tidak. Tindak Lanjut 3. apakah ada perkembanganperubahan dari kondisi awal. Pelibatan pihak terkait b. rumuskan system dan metode evaluasi yang sesuai beserta perlengkapannya. b) Faktor-faktor penunjang dan penghambat Faktor-faktor penunjang dan penghambat apa saja yang dihadapi selama pembinaan yang berpengaruh dalam pencapaian tujuan. Penyusunan Laporan Evaluasi f. 2) Pastikan bahwa pelaksana evaluasi pembinaan PMR telah membaca. Pengumpulan dan analisa data c.

dll. mengerti dan memahami panduan pembinaan PMR c. Jika ditemukan kendala dan atau penyimpangan lakukan penggalian dan pencarian data sebagai penunjang. pastikan pembinaan kembali ke jalur pembinaan sebagaimana telah ditentukan g. Lakukan pencatatan terhadap perkembangan. PENGHARGAAN 1. tetapkan hasil yang diharapkan.2) Apakah tujuan kegiatan dan pembinaan PMR secara kuantitas dan kualitas yang diharapkan telah tercapai 3) Apakah Indicator keberhasilan yang ditetapkan tercapai 4) Apakah kegiatan dan pembinaan PMR yang dilakukan telah memberi manfaat 5) Apakah muncul perubahan terhadap pengembangan karakter 6) Strategi kerjasama dan dukungan dengan pihak terkait 7) Apakah ada hal-hal lain baik berupa hambatan atau kondisi yang mengakibatkan harus dirubahnya rencana kegiatan dan atau pembinaan PMR 8) Rencana anggaran. Alur monitoring – evaluasi 6. maka pelaksana Monev wajib melakukan analisa yang hasilnya dapat digunakan untuk : a. Tindak Lanjut Monitoring dan Evaluasi Setelah dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi. b. Informasikan kepada pihak manajemen dan pengambil kebijakan untuk kegiatan tindak lanjut 5. Penyusunan hasil monev h. Pastikan bahwa pelaksana monitoring dan evaluasi pembinaan PMR telah membaca. Mengadakan perbaikan-perbaikan pada suatu kegiatan Penyusunan rencana kegiatan berikutnya. sebagai pedoman/acuan pelaksanaan kegiatan pada waktu yang akan datang. b. apakah penetapan rencana anggaran sudah tepat dan pengeluaran sesuai dengan perencanaan 4. kendala dan pencapaian target bandingkan dengan rencana pembinaan PMR dan kerangka waktu yang telah ditentukan f. rumuskan system dan metode monitoring dan evaluasi yang sesuai kepada perlengkapannya. lakukan tindakan pemecahan masalah dan kendala. Tujuan Pemberian penghargaan bertujuan untuk meningkatkan prestasi. Pastikan bahwa pelaksana monitoring dan evaluasi pembinaan PMR telah membaca. Lakukan kunjungan berkala sebagaimana direncanakan e. d. i. Susunlah kerangka acuan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. mengerti dan memahami kebijakan/ rencana strategi dan rencana kerja tahunan dan pembinaan PMR tiap Unit. motivasi dan daya kreatifitas anggota PMR . Langkah melakukan Monitoring dan Evaluasi a. pelaksana dan jadwal pelaksanaan dan strategi monev berkala.

Daerah dan Pusat d) Instansi/Lembaga lain 4. Dan lain lain. Fasilitator PMR c. Bhakti Sosial 5. PMI Cabang e. sesuai dengan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Badge tanda kecakapan 3.* ii. 2. PMI Daerah f. Penanggung Jawab dan Pembina PMR d. PIN 5. PMI Pusat 3. Pelaksana a. JEJARING DAN KERJASAMA 1. Lokakarya 3. Gambar Bentuk dan gambar penghargaan disesuaikan dengan bidang kegiatan. Tata cara pemberian penghargaan berpedoman pada ketentuan yang dikeluarkan oleh PMI Pusat. Tujuan Jejaring dan kerjasama bertujuan untuk mendukung pembinaan dan pengembangan PMR.* 5. Piagam 3. Medali 2. Mekanisme Tata cara dan kriteria pemberian/penerimaan penghargaan melalui: 1. Lomba 4. Pendidikan dan pelatihan 2. Pihak-pihak terkait . Jenis Jenis penghargaan yang diberikan berupa: 1.2. Penghargaan diberikan/dikeluarkan oleh: a) Kelompok PMR b) Sekolah c) PMI Cabang. Lencana 6. Contoh-contoh bentuk gambar terlampir. Sertifikat 4. Kelompok PMR b. Penugasan 6.

DEPDIKNAS. Dan lain lain.Pihak-pihak terkait yang dapat mendukung dan memfaslitasi dalam pembinaan dan pengembangan PMR. Badan Dunia. Instansi Pemerintah DEPKES. UNESCO. melalui pendekatan dan pemaparan jenis kegiatan yang kita miliki. 4. DEPSOS. mengetahui jumlah anggota PMR b. Bahan perbaikan kualitas kegiatan dan kinerja e. Tujuan dan manfaat laporan a. Laporan Perkembangan 1) Laporan Semester 2) Laporan Tahunan b. BAB VI KETENTUAN LAIN 1. Bentuk Pertanggungjawaban tertulis secara naratif dan keuangan b. WHO b. DEPAG. Bahan pengambilan keputusan 2) Jenis Laporan a. sedang dikembangkan oleh tim IT PMI Pusat. diantaranya: a. operasional serta proses informasi dan koordinasi pihak-pihak terkait d. PELAPORAN 1. Bagaimana Membangun Jejaring dan Kerjasama Untuk melakukan pengembangan dan pembinaan PMR kita dapat membangun jejaring dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait didasarkan pada kesamaan program dan kegiatan. mengetahui identitas anggota PMR 2. Tujuan: a. Informasi atas kualitas pelaksanaan kegiatan c. UNFPA. : UNICEF. LSM/ Organisasi Sosial dan Organisasi Kemasyarakatan e. Laporan kegiatan 3) Bentuk laporan . terintegrasi dengan bidang lain Proses 2. PENDATAAN 1. DEPDAGRI. Bahan informasi Monitoring evaluasi terkait kinerja manajemen. Kementrian Pemuda dan Olahraga c. yang tidak bertentangan dengan prinsip dasar gerakan palangmerah dan bulan sabit merah internasional. Perusahaan /Instansi d.

termasuk hambatan yang dihadapi e. Pendahuluan b. Hasil yang dicapai f. b.a. saling bertukar informasi untuk kemajuan kelompok-kelompok PMR yang diarahkan dalam mengembangkan potensi diri sebagai relawan masa depan. Nama kegiatan c. PMI Daerah c. Naratif b. Rekomendasi tindak lanjut (setelah kegiatan/program/proyek) g. PMI Cabang d. Tujuan Sebagai sarana tempat bermusyawarah. Daerah dan Pusat. FORUM KOMUNIKASI PMR (YOUTH COUNCIL) a. Kelompok PMR 5) Isi laporan a. PMI Pusat b. Penutup Contoh bentuk laporan terlampir* 6) Waktu (a) Laporan Perkembangan: 1) Laporan Semester : per enam bulan 2) Laporan tahunan : pertahun (b) Laporan Kegiatan : dengan tujuan untuk memudahkan proses tindak lanjut hendaknya laporan kegiatan disampaikan maksimal 1 bulan setelah tanggal pelaksanaan kegiatan 7) Alur Pelaporan 3. FORUM KOMUNIKASI 1. Finansial 4) Pelaksana a. Proses pelaksanaan kegiatan/program/proyek (sebelum dan selama pelaksanaan). Pelaksana h. . Waktu dan tempat d. Foto-foto kegiatan j. Pengertian Forum komunikasi Palang Merah Remaja (PMR) adalah suatu Forum yang terdiri dari perwakilan Pengurus PMR dari masing-masing kelompok PMR di tingkat PMI Cabang. Anggaran i.

b. Mekanisme Pembentukan Tata cara pembentukan forum komunikasi PMR difasilitasi oleh pengurus PMI Cabang. Penentuan pimpinan forum komunikasi PMR sepenuhnya diserahkan pada hasil musyawarah mufakat diantara perwakilan kelompok PMR Wira pada tingkat cabang. Tingkat Pusat Keanggotaan terdiri dari pimpinan perwakilan masing-masing forum komunikasi PMR PMI Daerah. 2. Tingkat Daerah Keanggotaan terdiri dari pimpinan perwakilan masing-masing forum komunikasi PMR PMI Cabang. c. mempererat persahabatan dan saling tukar informasi 2). Tingkat Daerah ¬ Membantu pelaksanaan kegiatan pengembangan pelaksanaan tri bhakti ¬ Sebagai media persahabatan PMR di daerah 3). Keanggotaannya 1). 2). Tingkat Cabang ¬ Menjalin silaturahmi. saling bertukar informasi untuk kemajuan kelompok PMR yang diarahkan dalam mengembangkan potensi diri. daerah dan pusat. Tugas Forum Komunikasi PMR 1).c. dan untuk tingkat pusat dari hasil musyawarah mufakat pimpinan perwakilan forum komunikasi PMR PMI Daerah. Tingkat Pusat ¬ Media pengamalan kegiatan tri bhakti dalam peningkatan persahabatan PMR dalam dan luar negeri ¬ Mediasi kebutuhan PMR ke Pengurus Pusat e. Tingkat Cabang Keanggotaan terdiri dari perwakilan masing-masing kelompok PMR Madya. FORUM KOMUNIKASI PEMBINA PMR (ADVISOR COUNCIL). d. Tujuan Sebagai sarana tempat bermusyawarah. a. Daerah dan Pusat yang membidangi PMR dan relawan. Keanggotaannya . 3). Untuk tingkat daerah dari hasil musyawarah mufakat pimpinan perwakilan forum komunikasi PMR PMI Cabang. Wira PMI Cabang. Pengertian Forum komunikasi Pembina Palang Merah Remaja (PMR) adalah suastu Forum yang terdiri dari perwakilan pembina PMR di tingkat cabang.

3). Penentuan pimpinan forum komunikasi pembina PMR sepenuhnya diserahkan pada hasil musyawarah mufakat diantara pembina kelompok PMR pada tingkat cabang. dan untuk tingkat pusat dari hasil musyawarah mufakat pimpinan perwakilan forum komunikasi pembina PMR PMI Daerah. Tugas Forum Komunikasi Pembina 1). 2) Diberikan oleh Pengurus PMI di semua tingkatan dan instansi/ lembaga terkait 3) Diberikan pada hari – hari tertentu. 2). Tingkat Pusat ¬ Mediasi kebutuhan PMR ke Pengurus Pusat ¬ Memberi masukan bagi pengurus pusat. Tingkat Daerah Keanggotaan terdiri dari pimpinan perwakilan masing-masing forum komunikasi pembina PMR PMI Cabang. d. .1). D. 4) Penghargaan dapat diberikan dalam bentuk Piagam. Tingkat Cabang ¬ Memfasilitasi Pelatihan ¬ Melakukan aplikasi kegiatan tri bhakti dan pengembangan kapasitas ¬ Membantu PMI Cabang dalam hal pembinaan dan pengembangan PMR ¬ Sarana memilih perwakilan pembina PMR dalam musyawarah PMI Cabang. Hari Relawan. e. misalnya HUT Palang Merah. Untuk tingkat daerah dari hasil musyawarah mufakat pimpinan perwakilan forum komunikasi pembina PMR PMI Cabang. 3). Penghargaan dan Pengakuan 1) Penghargaan dan Pengakuan perlu diberikan kepada Anggota PMR yang berprestasi. Tingkat Pusat Keanggotaan terdiri dari pimpinan perwakilan masing-masing forum komunikasi pembina PMR PMI Daerah. Daerah dan Pusat yang membidangi PMR dan relawan. dll. Keputusan hasil musyawarah Forum Pembina PMR merupakan keputusan tertinggi terhadap koordinator terpilih. Hari – Hari Raya. Tingkat Daerah ¬ Dapat memberikan masukan ke Pengurus daerah dalam pengembangan dan pembinaan PMR ¬ Membantu pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pelaksanaan tri bhakti. 2). Mekanisme pembentukan Tata cara pembentukan forum komunikasi pembina PMR difasilitasi oleh pengurus PMI Cabang. Tingkat Cabang Keanggotaan terdiri dari pembina masing-masing kelompok PMR PMI Cabang.

Amin. BAB VII PENUTUP Buku ini merupakan pedoman bagi Pengurus. ………………………………… Dengan hormat. . tanggal. Kepala Sekolah/Ketua Lembaga. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita. Asuransi Pengurus PMI Cabang mengupayakan adanya asuransi jiwa. LAMPIRAN KOP SURAT SEKOLAH/LEMBAGA Kota.E. Staf PMI. Titik berat pembentukan PMR di sekolah dan luar sekolah adalah pembentukan karakter generasi muda dan kaderisasi di lingkungan PMI. bulan. Jl. Pembina PMR dan Fasilitator PMI dalam mengembangkan pembinaan PMR disekolah maupun luar sekolah. kami ucapkan terima kasih. tahun Nomor : Perihal : Pembentukan Kelompok PMR Kepada Yth Pengurus Palang Merah Indonesia PMI Cabang …………………. Yang bertanda tangan di bawah ini Nama : Jabatan : Dengan ini mengajukan permohonan pendaftaran Kelompok PMR: Nama Sekolah/Lembaga : Alamat : Penanggung Jawab PMR : Pembina PMR : Demikian permohonan kami. Keberhasilan pembentukan dan pengembangan PMR di sekolah dan luar sekolah mempunyai nilai strategis dalam pengembangan organisasi PMI dimasa yang akan datang. atas perhatian Ibu/Bapak.

Kepala Dinas Pendidikan 2. JUMLAH SISWA : Pengurus PMI Cabang Kepala Sekolah/Lembaga --------------------------. ALAMAT SEKOLAH/LEMBAGA : 4. Tembusan: 1.--------------------------------------NIP.-----------------------------Keterangan: II : kode Regional (Jawa) 02 : kode PMI Daerah Jatim 03 : Kode PMI Cabang Kota Malang Wira : Kode Jenjang PMR PALANG MERAH REMAJA KELOMPOK SMA NEGERI 5 MALANG .27 Wira. NAMA SEKOLAH/LEMBAGA : 2. PEMBINA PMR : 6. Kepala Kantor Departemen Agama FORMULIR PENDAFTARAN PEMBENTUKAN KELOMPOK PMR SMA NEGERI 5 MALANG 1. NOMOR KELOMPOK PMR : II. JUMLAH CALON ANGGOTA PMR : 7. No Registrasi Kelompok PMR 3.06. PENANGGUNG JAWAB PMR : 5.

.... 7................ Telpon. 4.................... Alamat Lengkap :………………………………………………………… ……………………………No Telpon……………......... Tempat/Tanggal Lahir :………………………………………………………… 3......... .......... Email:..... Alamat Kelompok PMR : ............. 6.................................. Bera ..... Agama :………………………………………………………… 5................... IDENTITAS CALON ANGGOTA 1....................................FORMULIR PENDAFTARAN ANGGOTA PMR A. No............................... Jenis Kelamin :………………………………………………………............... Nama Lengkap :………………………………………………………… 2............ Tinggi Badan :………………………………………………………… 8........

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->